MUTHIA RAHAYU IRESHA XI IPA 6

HIKMAH DIBALIK MUSIBAH
Musibah dan anugerah adalah 2 hal yang tidak luput dari kehidupan manusia. Keduanya datang silih berganti pada diri manusia tidak memandang tua ataupun muda. Islam adalah agama yang sempurna telah mengajarkan bagaimana seharusnya kita menyikapi kedua hal tersebut. Ketika mendapat musibah kita harus bersabar, jika mendapat anugerah kita harus menyikapinya dengan bersyukur. Dengan bersyukur akan menambah tabungan kita untuk bekal kehidupan kelak di akhirat. Barang siapa yang bersyukur niscaya Allah SWT akan menambah nikmat kepada orang tersebut, dan barang siapa yang kufur sesungguhnya azab Allah sangat pedih.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Robbmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS.Ibrohim [14]:07) Sebagian orang lebih mudah untuk bersyukur tatkala menerima anugerah dan kenikmatan dibandingkan bersabar saat sedang diuji dengan musibah. Maka dari itu sikap yang benar yang harus kita ungkapkan tatkala musibah sedang atau bahkan telah menimpa diri kita ialah berusaha dengan sabar dan mengambil hikmah dibalik musibah tersebut. Kebanyakan orang memandang bahwa musibah sebagai sesuatu yang tidak mengenakkan. Sesuatu yang menyedihkan dan lain sebagainya. Namun jika kita mau sedikit merenungkan musibah yang menimpa kita, ternyata banyak hal yang pada mulanya kita anggap sebagai musibah namun pada akhirnya menjadi sebuah berkah bagi yang mengalaminya. Banyak hikmah yang bisa dipetik di balik musibah, baik bagi yang mengalaminya maupun bagi yang lain, entah itu disadari atau tidak. Namun yang sangat disayangkan ternyata banyak juga yang kita lewatkan begitu saja. Teman-teman yang budiman. Dalam beberapa tahun terakhir ini banyak sekali musibah yang melanda bumi tercinta kita termasuk Indonesia. Dari mulai musibah banjir, tanah longsor, angin puting beliung bahkan sampai gempa bumi. Dari serangkaian peristiwa ini marilah kita introspeksi diri kita masing – masing dan merenungi dengan hati yang suci. Apa hikmah di balik musibah yang selalu menerpa negeri kita? Lalu mengapa Allah SWT menimpakan bencana ini kepada hamba-Nya? Sudahkah kita mengambil hikmah dibalik semua musibah yang terjadi?

selalu berdoa. dan beristigfar. Teman-teman yang hadir hari ini Diantara hikmah yang dapat kita petik dari musibah –musibah yang telah melanda kita adalah: 1. sepatutnyalah bagi kita memperbaiki kualitas ketaqwaan. dibalik setiap takdir pastilah terdapat hikmah dan makna yang tersembunyi.Oleh karenanya di pagi yang cerah ini. Teguran dari Allah SWT terhadap hamba yang melakukan dosa Bencana juga dapat dikatakan sebagai teguran dari Allah SWT kepada hambanya yang lalai dalam menjalankan peritah-Nya. Jika mereka bersabar niscaya Allah SWT cinta kepadanya. jika kita berintrospeksi diri dan merenungi atas musibah yang terjadi. Ketahuilah wahai saudaraku bahwa musibah merupakan ketentuan dan takdir yang telah digariskan oleh Allah SWT. . sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Sebagaimana firman Allah: “Katakanlah.” (QS. Begitu pulaterkait dengan beberapa musibah yang melanda kita. Bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah namun masih hidup. keimanan. Sebagai parameter kesabaran seorang hamba Sesungguhnya musibah yang menimpa kaum muslimin merupakan cobaan dan ujian dari sang Kholiq.at-taubah [9]:51) Pada ayat ini Allah menegaskan kepada kita bahwa setiap peristiwa yang terjadi semuanya telah digariskan oleh-Nya. setidaknya dapat memetik hikmah atas apa yang menimpa kalian. dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal. Sebagaimana yang telah tergambarkan dalam firman Allah berikut: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. maka ketahuilah hal yang tidak lain kecuali disebabkan karena perbuatan dosa manusia. marilah kita renungkan musibah yang telah banyak melanda negeri tercinta kita. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Untuk itu. Dialah pelindung kami. 2. Allah SWT menjanjikan bahwa besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan yang dialaminya. Ar-Rum [30]:41) Oleh karena itu . supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka.

maka ia tidak dapat menyombongkan dirinya di depan Allah SWT. hendaknya ia memandang orang yang ada dibawahnya. Memunculkan berbagai macam ibadah yang menyertainya Di antara ibadah yang mucul tatkala musibah menerpa seorang hamba adalah ibadah hati berupa rasa takut kepada Allah SWT. 4. Marilah kita memohon kepada Allah SWT semoga kita semua dijadikan hamba-hambaNya yang selalu bersabar tatkala tertimpa musibah dan bisa mengambil hikmah di balik musibah-musibah yang ditimpakan kepada kita. yaitu Allah SWT menjadikan sebagai penghapus dosa. Tidak sedikit musibah yang dialami justru menyebabkan seorang hamba menjadi istiqomah dalam agamanya. . lupa awal kejadiannya dan lupa tujuan akhir dari kehidupannya. saudara maupun sanak keluarga kita. Sesungguhnya sakit yang dapat memunculkan ketaatan-ketaatan pada hakekatnya merupakan kenikmatan baginya.3. maka biasanya ia akan bertindak melampaui batas. berlari mendekat kepada Allah SWT dan menjauhkan diri dari kesesatan. agar menimbulkan rasa syukur dan melahirkan pujian kepada Allah SWT. ataupun musibah dan tidak berdaya. 5. menurut wacana yang baru saja saya sampaikan tadi maka dapat kita simpulkan bahwa kita sebagai umat islam dalam menyikapi musibah yang datang hendaknya bersabar dan memuji Allah. Dalam masalah agama seseorang harus memandang yang di atasnya. Begitu besar kuasa-Nya melebihi makhluk hidup manapun. Teman-teman. Dapat mengikis sikap sombong dan ujub Jika seorang hamba dalam kondisi serba baik dan tidak pernah tertimpa musibah. Adapun dalam urusan dunia. ini semua ada hikmah yang sangat besar . Hendaknya kita melihat musibah yang kita dapatkan dengan nikmat yang telah kita terima dan dengan memikirkan faedah dan manfaat dari dari musibah tersebut. Musibah adalah penghapus dosa Sesungguhnya di antara sederetan musibah yang menimpa kita atau negeri kita. baik itu berupa sakit yang menimpa diri kita sendiri . Sebab apa yang kita alami belum tentu lebi buruk dari pada yang orang lain alami. agar tidak merasa bahwa dirinya lah yang terbaik. Akan tetapi ketika ia ditimpa sakit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful