Kebijakan Pemerintah dalam Pembangunan Koperasi

Nov24 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemerintah di negara-negara sedang berkembang pada umumnya turut secara aktif dalam upaya membangun koperasi. Keikutsertaan Pemerintah negara-negara sedang berkembang ini, selain didorong oleh adanya kesadaran untuk turut serta dalam membangun koperasi, juga merupakan hal yang sangat diharapkan oleh gerakan koperasi. Hal ini antara lain didorong oleh terbatasnya kemampuan koperasi di negara sedang berkembang, untuk membangun dirinya atas kekuatan sendiri. Ada beberapa segi koperasi yang pembangunannya memerlukan bantuan pemerintah. Di satu pihak, melalui beberapa Departemen teknis yang dimilikinya, Pemerintah diharapkan dapat melakukan pembinaan secara langsung terhadap kondisi internal koperasi. Sebagaimana terjadi di Indonesia, Departemen Koperasi dan PPK misalnya, dapat melakukan pembinaan dalam bidang organisasi, manajemen, dan usaha koperasi. Sedangkan departemen-departemen teknis yang lain dapat melakukan pembinaan sesuai dengan bidang teknis yang menjadi kompentensinya masing-masing. Agar keikutsertaan pemerintah dalam pembinaan koperasi itu dapat berlangsung secara efektif, tentu perlu dilakukan koordinasi antara satu bidang dengan bidang lainnya. Tujuannnya adalah terdapat keselarasan dalam menentukan pola pembinaan koperasi secara nasional. Dengan terbangunnya keselarasan dalam pola pembinaan.koperasi, maka koperasi diharapkan dapat benar-benar meningkat kemampuannya, baik dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat di sekitarnya, maupun dalam turut serta membangun sistem perekonomian nasional. Di pihak yang lain, dengan kekuasaan yang dimilikinya, Pemerintah diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang mendorong perkembangan koperasi secara sehat. Sebagai organisasi ekonomi, perkembangan koperasi tidak mungkin dapat dilepaskan dari kondisi persaingan yang dihadapinya dengan pelaku-pelaku ekonomi yang lain. Persaingan koperasi dengan pelaku-pelaku ekonomi yang lain ini, selain memiliki arti positif, dapat pula memiliki arti negative bagi perkembangan koperasi. Hal itu sangat tergantung pada iklim usaha tempat berlangsungnya proses persaingan tersebut. Sehubungan dengan itu. Maka Pemerintah diharapkan dapat menjamin berlangsungnya proses persaingan itu secara sehat.

makin mandiri. 1. dan makin . tujuan daripada penulisan ialah untuk mengetahui sasaran dan pola pengembangan koperasi yang ditempuh pemerintah selama ini. Selain mengalami pertumbuhan secara kuantitatif. kelemahan modal. sehingga selain koperasi tumbuh menjadi bangun perusahaan yabg sehat dan kuat.. maka pelaksanaan pembangunan koperasi dalam era PJP II diharapkan lebih ditingkatkan. BAB II PEMBAHASAN 2. Akibatnya. pembangunan koperasi selama PJP I masih jauh dari sempurna. Kebijakan Pembangunan Koperasi Selama era pembangunan jangka panjang tahap pertama. Serta kebijakan Pemerintah dalam pembangunan koperasi di Indonesia. Selain itu. Pilar-pilar itu meliputi antara lain: Bank Bukopin. dan kelemahan pemasaran. kebijakan umum pembangunan koperasi yang dijalankan oleh pemerintah dalam Pelita VI ini diarahkan untuk mengembangkan koperasi menjadi makin maju. kelemahan sumber daya manusia. namun perkembangannya tergolong masih sangat lambat. Untuk mencapai sasaran itu.1.1. Kopersi Jasa Audit. Bertolak dari pengalaman pembagunan koperasi dalam era PJP I itu. yaitu pertumbuhan koperasi yang sehat dan kuat. dan Institut Koperasi Indonesia. Koperasi Asuransi Indonesia. Maksud dan Tujuan Maksud dari penulisan ini ialah untuk membahas kebijakan pembangunan koperasi di Indonesia. khususnya koperasi di Indonesia. Walaupun demikian. pembangunan kopersi di Indonesia telah menunjukkan hasil-hasil yang cukup memuaskan. peranannya dalam berbaai aspek kehidupan bangsa dapat lebih ditingkatkan pula.2. walaupun secara kuantitatif an kualitatif koperasi telah mengalami perkembangan.3. Selain itu. Kelemahankelemahan mendasar itu misalnya adalah: kelemahan manajerial. iklim usaha yang ada juga terasa masih kurang kondusif bagi perkembangan koperasi. maka sebagaimana dikemukakan dalam GBHN. Ruang Lingkup Ruang lingkup penulisan ini ialah perkembangan koperasi. Berbagai kelemahan mendasar masih tetap mewarnai wajah koperasi. Hal itu sejalan dengan salah satu sasaran pembangunan ekonomi era PJP II. secara kualitatif juga berhasil mendirikan pilar-pilar utama untuk menopang perkembangan koperasi secara mandiri.

berakar dalam masyarakat. Pola Pembangunan Koperasi Peran koperasi dalam era PJP I setidak-tidaknya meliputi tiga hal sebagai berikut: • • • Pertama. Sehubungan dengan itu. koperasai adalah lembaga ekonomi yang diharapkan dapat berperan utama sebagai agen pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional. koperasi adalah lembaga yang keberadaannya sangat diperlukan oleh sebagian besar bangsa Indonesia. serta menjadi badan usaha yang sehat dan mampu berperan di semua bidang usaha. artinya selain harus memiliki tujuan dan sasaran usaha yang berorientasi ke depan. maka setiap unit usaha koperasi tidak bisa tidak harus memilih apakah akan bersaing dengan menonjolkan aspek keunikan produk. koperasi diharapkan mampu mengakomodasi dan menggerakan potensi masyarakat golongan ekonomi lemah. terutama dalam kehidupan ekonomi rakyat. maka setiap koperasi harus secara tegas menentukan misi usahanya. Selain itu agar masing-masing unit usaha koperasi benar-benar memiliki keunggulan kompetitif terhadap pelaku-pelaku ekonomi yang lain.2. tentu perlu dikaji ulang secara sungguh-sungguh. Kedua. koperasi juga dituntut untuk merumuskan strategi yang tepat dalam mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Untuk itu. Beberapa kriteria kualitatif tentang pola pembangunan koperasi dalam era PJP II. Sebagaimana misal. adalah sebagai berikut: . guna mendukung peningkatan profesionalitas usahanya. harga murah. kewiraswastaan. dan permodalan dengan di dukung oleh peningkatan jiwa dan semangat berkoperasi menuju pemantapan perannya sebagai sokoguru perekonomian nasional.3. 2. maka pembangunan koperasi diselenggarakan melalui peningkatan kemampuan organisasi. Kecenderungan koperasi untuk melakukan diversifikasi usaha semata-mata untuk melayani kebutuhan anggota sebagaimana berlangsung selama ini. maka beberapa sasaran utama pengembangan koperasi yang hendak ditempuh pemerintah dalam era PJP II ini adalah sebagai berikut: a) Pengembangan Usaha b) Pengembangan Sumber Daya Manusia c) Peran Pemerintah d) Kerja sama Internasional 2. dalam upaya mewujudkan demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. koperasi tentu dituntut untuk memiliki rumusan strategi yang jelas. yaitu sebagaimana diusulkan oleh Lembaga Manajemen UI (1994). atau focus pada sasaran pasar tertentu. Ketiga. manajemen. Sasaran Pembangunan Koperasi Agar dapat bersikap proaktif.

dan makin berakar dalam masyarakat. dalam upaya mewujudkan demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. kebijakan umum pembangunan koperasi yang dijalankan oleh pemerintah dalam Pelita VI ini diarahkan untuk mengembangkan koperasi menjadi makin maju.1. Kesimpulan Untuk mencapai sasaran perekonomian koperasi di Indonesia. Hal itu sangat tergantung pada iklim usaha tempat berlangsungnya proses persaingan tersebut. c) Pengurus dan manager koperasi harus berjiwa wiraswasta. makin mandiri. perkembangan koperasi tidak mungkin dapat dilepaskan dari kondisi persaingan yang dihadapinya dengan pelaku-pelaku ekonomi yang lain. kewiraswastaan. manajemen. maka pembangunan koperasi diselenggarakan melalui peningkatan kemampuan organisasi. serta menjadi badan usaha yang sehat dan mampu berperan di semua bidang usaha. Maka Pemerintah diharapkan dapat menjamin berlangsungnya proses persaingan itu secara sehat. dapat pula memiliki arti negative bagi perkembangan koperasi. 3.wordpress. d) Koperasi harus mampu mengembangkan sumber daya manusia BAB III PENUTUP 3.com/2009/11/24/kebijakan-pemerintah-dalampembangunan-koperasi/ . Saran Pemerintah diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang mendorong perkembangan koperasi secara sehat. selain memiliki arti positif.a) Koperasi harus memiliki kemampuan untuk mengantisipasi kecenderungan perubahan lingkungan. terutama dalam kehidupan ekonomi rakyat. maka sebagaimana dikemukakan dalam GBHN. Sebagai organisasi ekonomi. b) Koperasi harus mampu bersaing dengan kekuatan ekonomi bukan koperasi.2. http://liasetianingsih. Sehubungan dengan itu. Untuk itu. Persaingan koperasi dengan pelaku-pelaku ekonomi yang lain ini. dan permodalan dengan di dukung oleh peningkatan jiwa dan semangat berkoperasi menuju pemantapan perannya sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful