MODEL PERHITUNGAN DAY A TAMPUNG BEHAN PENCEMARAN AIR DANAU DAN WADUK

Badruddin Machbub
Narasumber dan praktisi lingkungan hidup sumber daya air E-mail: badruddinmachbub@yahoo.com

Diterima 27 Mei 2010: Disctujui 9 September

2010

ABSTRAK Indonesia memiliki banyak danau dan waduk dengan berbagai tipe dan klasifikasi. [umlah total dari danau dan waduk dengan luas lebih dari 10 hektar adalah 521 dengan jumlah luas total 491. 724. Ha. Donau dan waduk pada saat ini mengalami permasalahan lingkungan terutama pencemaran air. Karena itu, untuk mengelola kualitas air dan menqendalito:n pencemaran air waduk danau diperlukan peraturan penentuan daya dukutiq beban pencemaran sebaqa! pertimbangan. Model perhitunqan Daya Tampung Beban Pencemaran (DTBP) air danau dan waduk tersebut telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Linqkunqan Hidup Nomor: 28 Tahun 2009. Model ini telah diterapkan pada dua danau dan 5 waduk denqan model O-dimensi atau tercampur sempurna menggunakan piranti lunak Limnoqual versi 1. Berdasarkan model tersebut; diketahui bahwa untuk memenuhi daya tampung beban pencemaran air Danau Lindu dan Maninjau yang masinq-masinq 38,297 kg P/tahun dan 223,375 kg P/tahun, beban P yang masuk pada Danau Lindu dan Danau Maninjau masing-masing horus diturunkan 60,87% dan 74% serta dengan menurunkan jaring apung dari 10.000 menjadi 2000. Waduk-waduk di jawa Barat seperti Waduk Saguling horus menurunkan jarinq apung 48,1% yaitu dari 6.980 menjadi 3.621 units, Waduk Cirata sebesar 85.9% yaitu dari 49.985 menjadi 7.037 unit dan Waduk [atiluhur sebesar 57. 7% dari 15.810 menjadi 6.692 unit, sementara itu pada Waduk Darma jaring apung harus diturunkan sebesur 71.2% yaitu dari 200 menjadi 58 unit.
Kata kunci:

Daya Tampung Beban Pencemaran jaring apunq, Iimnoqual versi 1.

(DTB?), model, reaktor tercampur

sempurna,

kolam

ABSTRACT Indonesia has various types of lakes and reservoirs. The total number of lakes and reservoirs larger than 10 ha is about 521 with total area 491.724 Ha. Some of the lakes and reservoirs face environmental problems caused by water pollution. However, implementation of water quality management and water pollution control regulations needs calculation of the Pollution Load Carrying Capacity (PLCC) as basis to consider the permitted load. A model to calculate PLCC for lakes or reservoirs was developed and regulated according to the Decree of the Minstry of Environment No. 28, 2009. The author has developed the PLCC model and implement it in two lakes, four reservoirs and five 'situs' (very small lake), and has developed also the Lymnoqual version 01 software produced by Ecoterra Multiplan. This model is of zero dimension (completely stired tank model), very simple and practical for quick calculation. Based on the model, pollution load inl.indu Lake has to be reduced 60.87% to fulfill the PLCC of 38,297 kg Pryear, whereas the Maninaju Lake 74.0% to meet PLCC of 223,375 kg P/year and reducing the total number of fish cages from 10.000 to be 2.000. Reservoirs in West java need water pollution control to meet the PLCe. The reservoirs Saguling has to reduce the number offish cages with 48,1% (from 6.980 to 3.621 units), Cirata 85.9% (from 49.985 to 7.037 units), [atiluhur 57. 7% (from 15.810 to 6.692 units), and Darma 71.2% (from 200 to 58 units).
Keywords:

Pollution Load Carrying Capacity (PLCC), model, completely limnoqual.

mixed reactor,

fish cage,

Jurnal Sumber Daya Air, Vol. 6 No.2, November

2010: 103 - 204

129

Selain itu. Peraturan Pernerintah No. khususnya di Waduk Cirata. Kadar tesebut sesuai untuk sungai. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. karena sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku saat ini. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. pengendalian rnarak alga pada waduk atau danau perlu diperhitungkan melalui penentuan DTl:lPA dihitung secara benar dengan menyesuaikan kernbali perietapan baku mutu air agar hasil perhitungannya sesuai dengan kondisi hidrcdinarnika waduk atau dana yang berrifat stagnan. agar rnetode serta langkah-Iangkah perhitungan dalarn menentukan Daya Tampung Beban Pencemaran Air pada waduk atau dan au dapat dijelaskan secara lebih detail dan efektif. yang mengatur antara lain konservasi sumber daya air. KAJIAN PUSTAKA 1 Peraturan Perundangan Pencemaran Air Pengendalian Unsur Nitrogen (total N) dan Fosfat (total P) yang dikandung pakan ikan merupakan surnber pencemaran air yang dapat mendorong terjadinya eutrofikasi. Selain itu juga hasil peruraiannya yang menyebabkan timbulnya nitrit. danau dan waduk sangat diperlukan. mengingat belum luasnya sosialisasi peraturan perundangan dan rnetodologi perhitungannya. Selain dasar perhitungan tersebut tidak tepat. 6 No. Perrnasalahan yang terjadi saat ini adalah perhitungan dan penetapan Daya Tampung Beban Pencernaran Air (DTBPA) danau waduk untuk keperluan pengendalian pcncemaran air belurn banyak dilakukan. Demikian juga program pengendalian pencemaran air mernerlukan ketetapan DTBPA tersebut.ir P-total maksimurn 200 ~lg/l. namun terlalu tinggi untuk danau dan waduk. 32 Tahun 2009 tentang Perlinclungan dan Lingkungan Hidup.2. Adapun jenis data dan parameter serta diagram alur penentuan DTBP dapat dilihat pada Gambar 1. Karena itu.PENDAHULUAN waduk bud Perhitungan daya dukung danau dan khususnva untuk perizman usaha perikanan Keramba [aring Apung (KJA) didasarkan kepada alokasi 1% dari luas perairan. Sebagai corrtoh parameter Fosfor (Ptota I) biasanya digunakan untuk penetapan DTBPA danau dan waduk. 28 tahun 2009 tentang Daya Tampung Beban Pencemaran Air Danau dan atau Waduk Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.000 ton. b) c) d) e) f) 130 Jurnal Sumber Daya Air. pengendalian pcnccmaran air dan penetapan DTBPA adalah sebagai berikut: a) Undang-Undang No. Perhitungan dan penetapan Daya Tampung Beban Pencernaran Air (DTBPA) pada sungai. November 2010: 103 ~ 204 . 82 Tahun 2001 tcntang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencernaran Air. maka kad. yang antara lain mengatur penetapan daya dukung lingkungan dan daya tampung beban pencemaran. perizinan pernbuangan limbah ke dalam sumber air memerlukan dasar acuan hasil penetapan DTBP A. 62 Ha di Grata dan 83 Ha di [atiluhur. terutama parameter nutrien yaitu senyawa nitrogen dan fosfor. disamping BOD yang menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. tersebut telah digunakan oleh pernerintah daerah yang dalam perizinannya menggunakan dasar asumsi alokasi luas perairan KJA 56 Ha di Saguling. tujuan penulisan 1111 adalah mengaplikasikan dan mensosialisasikan metode penentuan DTBPA yang arnan bagi lingkungan perairan waduk maupun dan au. ammonia dan sulfida akan menyebabkan pencernaran air apabila jumlahnya berlebihan sehingga mclarnpaui daya dukung waduk yang berakibat tirnbulnya marak alga. Vol.7 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air. 01 tahun 2010 tentang Tata Laksana Pengendalian Pencemaran Air. 110 Tahun 2003 tentang Pedoman Penetapan Daya Tampung Beban Pencernaran Air pad a Sumber Air (khususnya sungai). pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencernaran air. studi kasus penerapan metode DTBP juga dibahas dalam kajian ini. antara lain pedoman perhitungan DTBPA sungai. Kondisi terscbut menyebabkan jumlah pakan ikan yang digunakan pada ketiga waduk tersebut mencapai 174. Undang-Undang No. Peraturan perundangan yang mengatur pengelolaan kualitas air. antara lain ketentuan tentang Daya Tampung Beban Pencernaran Air. METODOLOGI Penulisan dan kajian dalam makalah ini mcnggunakan metode deskriptif. Akan tetapi apabila hanya mengacu pada syarat kualitas ci r pada Kelas 1 (kelas yang terbaik). juga ketertibannya tidak terkendali sehingga jumlah KJA sangat meningkat dengan cepat. Dengan demikian. sehingga merupakan sumber penccmaran air yang besar.

Penetapan DTBPA danau dan waduk mernerlukan cara perhitungan antara lain yang Lelah dimuat dalam KEPMEN LH No. Pcmodelan yang dipilih pada tahap ini adalah pemodelan yang rclatif sederhana. kadar unsur hara Nitrogen dan Fosfor serta kadar Klorofil-a. Selain itu.DAVA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN AIR LIMBAH PENDUDUK LUAS LA HAN LIMR. Persyaratan kualitas air untuk berbagai pcrnanfaatan air danau dan wad uk yaitu baku mutu yang terdiri dari syarat kadar kualitas air fisika. dirnana penults telah mengembangkan model perhitungan tersebut pada beherapa waduk dan danau. 28 tahun 2009 tersebut eli atas. Daya Tampung Behan Pcnccmaran j\i: (DTBPA) adalah batas kernampuan sumb-r daya air untuk mcnerima masukan beban pcncernaran yang tidak rnelebihi batas syarat kualitas air untuk berbagai pemanfuarannya elan mcrncnuhi baku mutu airnya.2. Jurnal Sumber Oaya Air. Indonesia banyak memiliki danau. 2 Kepcrluan dan Waduk. dimana penulis telah mengembangkan model peritungan tersebut pada beberapa waduk dan danau.N DANAU Gambar 1 Diagram Alir Metodologi Penentuan Sumber Penentuan Daya Tampung Waduk atau Danau dan Beban Pencemaran A" unt Penetapan DTBPA danau dan waduk memerlukan cara perhitungan.in air dan dampaknya tcrhadap pemanfaaian air serta kesinambungan fungsi danau. pengertian daya tarnpung tersebut lebih spesifik yaitu kernarnpuan perairan danau dan waduk menarnpung behan pcncernaran air sehingga kualitas air tetap memenuhi syarat atau baku mutu scrta sesuai dengan status trofik yang disyaratkan. yang tclah dimuat dalam KEPMEN LH No. 6 No. 28 tahun 2009 tcrsebut eli atas.II. kirnia clan rnikrobiologi. yaitu sebanyak 521 buah yang memiliki luas lebih dari 10 ha dengan jumlah luas seluruhnya 491.204 131 . Vol.724 Ha (Nontji 1996 dalarn KLH 2009). JUMLAH 1\I0RFOlOGI S: HYDROLOGIDANAU DAYA TAI\IPUNG PERAIR. Sedangkan persyaratan status trofik air danau dan waduk terutarna terdiri dari syarat kecerahan air.H PERTANIAN DAYA TAMPUNG PERAIR.PROSES KAPASITAS.A. Oleh karena itu perhitungan daya tampung perairan danau dan waduk pcrlu mernperhatikan surnber dan heban pcncernar. November 2010: 103 . Narnun dernikian pcmodelan yang lcbih komprehensif masih diperlukan. mengingat telah timbul berbagai perrnasalahan lingkungan danau dan waduk di Indonesia. Pemodelan DTBPA Danau 3 Faktor Penentu Daya Tampung Behan Pencemaran Air Danau dan Waduk.""N SUNGAI JUI\ILAH & JENIS TERNAK LIMBAH TERNAK -lENIS. Pada perairan danau dan waduk. waduk dan situ. rasional dan mudah diimplementasikannya.

juga berfungsi sebagai penampung air dari Daerah Tangkapan Air (DTA) dan Daerah Aliran Sungai (DAS).. Vol.204 . PENGEMBANGAN 1 MODEL Behan Danau sebagai sumber daya air yang memiliki berbagai pemanfaatan. Sasaran pengendalian pencemaran air pada berbagai sektor kegiatan perlu ditentukan alokasi beban pencernarannya. serta industri dan pertambangan. Alokasi tersebut untuk beban pencemaran dari Daerah Aliran Sungai (DAS) atau dari Daerah Tangkapan Air danau (DTA). peternakan. Beban pencemaran dari berbagai sektor pada DTA dan DAS akan meningkat terus sesuai dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kegiatan lainnya. untuk danau yang mengalami sirkulasi oleh angin danau 4) Model O-Dimensi. antara lain lim bah pakan ikan. pertanian. agar memenuhi daya tampung agar terjaga kelestariannya.. Dukungan ketersediaan oksigen terlarut atau DO pada air danau. serta untuk limbah kegiatan pada perairan danau atau wad uk. memperhatikan syarat pemanfaatan air dan kelestarian air danau serta kebijaksanaan pemerintah daerah mengenai sumber dan beban pencemaran serta tingkat pengendaliannya yang ditargetkan. untuk laut dan danau besar 2) Model 2.Faktor penentu daya tampung beban pencemaran air danau antara lain adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Morfornetri. untuk yang dianggap air bercampur sempurna "fully mixed reactor" Metode pemodelan yang dikaji dan diuji pada beberapa danau dan waduk pada penelitian ini adalah model O-dimensi. Oleh karena itu jurnlah beban pencemaran yang masuk perairan danau dan waduk termasuk limbah pakan ikan dari budidaya ikan (KJA) perlu ditentukan alokasinya dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi serta konservasi sumber daya air jangka panjang. antara lain Iimbah periduduk. yaitu morfologi dan hidrologi danau atau waduk Kualitas air danau dan waduk pada saat ini Pemanfaatan sumber daya air danau dan waduk Persyaratan kualitas air danau atau wad uk. November 2010: 103 . untuk sungai (yang mengalami pencampuran transversal oleh arus air) dan danau (yang mengalami sirkulasi oleh an gin) 3) Model 2-Dimensi vertikal. Alokasi beban pencemaran DAS atau DTA memperhatikan proyeksi pertumbuhan penduduk di mas a depan serata tataruangnya atau RTRW. Oleh karena itu berbagai unsur pencemaran air dari DTA dan DAS serta bantaran danau dan waduk terbawa masuk ke dalam perairannya. yaitu baku mutu air atau kelas air Persyaratan status trofik danau atau waduk Alokasi beban pencemaran air untuk berbagai sumber dan jenis limbah yang masuk danau atau waduk. (1) i '" A J Kedalarnan rata-rata (m) Luas perairan danau atau wad uk (juta m") Volume air danau atau waduk J danau atau waduk (Ha) 132 Jurnal Sumber Oaya Air. yaitu luas perairan (A) dan volumenya (V). antara lain BOD dan COD. 6 No.. daya Penentuan alokasi be ban pencemaran dan tampung pada danau dan waduk harus Model Daya Tampung Pencemaran Air (DTBPA) Danau Diagram alir pengembangan model DTBPA terlihat pada Gambar 2 dan diuraikan sebagai berikut: 1) Morfologi Waduk. Pada daerah tersebut terdapat berbagai kegi. Alokasi Iuas perairan untuk berbagai pemanfaatan.Dimensi horisontal.itan yang membuang limbah secara langsungan tidak langsung ke danau dan waduk. Kadar DO pada umumnya menunjukkan tingkat pencernaran air yang diakibatkan oleh peruraian dan oksidasi zat pencemar organik.2. dan Hidrologi Danau atau Rumus morfologi dan hidrologi danau atau waduk adalah sebagai berikut: a) Morfologi danau atau waduk. yang diperoleh dari hasil pengukuran dan kedalaman rata-rata (Z) yang diperoleh dari hasil perhitungan Rumus (1) yaitu: t z: lOO x V / A dimana: . PEMODELAN Tingkat danau adalah Tabel 1): KUALITAS AIR DANAU kedalaman model kualitas air sebagai berikut (rurnus pada 7) 8) 9) 1) Model 3-Dimensi. termasuk erosi DAS sebagai sumber pencemaran air dan pendangkalan danau atau wad uk.

13) Gambar 2 Skema Model dan Perhitungan Daya Tampung Beban Pencemaran Air Danau untuk Limbah Badruddin M... November 2010: 103 .6.2..) TATA RUANG PERAIRAN DANAU STATUSTROFIK DANAU/WADUK [PalsTD Laju Penggantian Air (p) (Rumus 1.4) L_____-- PEMANFAATAN PERAIRAN DANAU!WADUK 1 lIMBAH BUDIDAYA PERIKANAN KJA DTBPA limbah dar! ikan & pakan/ luas danau Total DrSPA limbah ikan & pakan = likan = La.11) BAKU MUTU AIR DANAU/WADUK [PalsTO DAVA TAMPliNG BEBAN PENCEMARAN AIR DANAU/ WADUK Aloksi Beban Pencemaran [PaId DTBPA/luas IL) OTBPA total (La) (Rumus 5..6.11.8) BUDIDAVA PERIKANAN KJA Produksi Ikan & Penggunaan Pakan lumlah pakan ikanl produksi ikan =FeR limbah P-total dari ikan dan sisa pakan Jumlah produksi ikan sesuai DTBPA lumlah pa kan ikan sesuai DTBPA = PlP = 1I = LP (Rumus 9. Vol.10. Air yang air. 6 No. c) Laju penggantian air danau atau waduk (p).204 133 . yang diperoleh dari hasil pengukuran.2009) Budi Daya Perikanan Keramba Jaring Apung (Rum us pengembangan b) Hidrologi danau dan wad uk. Q.12. Laju penggantian (per tahun) air danau atau waduk danau atau [urnlah debit air keluar waduk (juta m' / tahun) Syarat kadar parameter Pa maksimal sesuai ketentuan dalam Baku Mutu Air atau Kelas Air yaitu PSTlJ b) Kadar parameter Pa hasil pernantauan danau atau waduk yaitu Pi c) [umlah alokasi beban kadar parameter Pa dari DAS atau DTA yaitu POAS yang diperoleh dari hasil penentuan atau kajian dan perhitungan Rumus (3) Jurnal Sumber Daya Air. (Rumus 3.7 dan 8) KUALITAS AI R DANAU/WADUK [Pal.STATUS Cagar Alam Hutan lindung Taman Nasional Waduk serbaguna MORFOlOGI DAN HIDROlOGI DANAU/WADUK luas (A) Volume (V) Kedalaman (t) Debit Air (0.kao (Rumus 5.2) ALOKASI BEBAN PENCEMARAN DAS ATAU DTA [PalDAs (Rumus 10.7. yang diperoleh dari hasil perhitungan Rumus (2) sebagai berikut : p= Qo/V 2) Alokasi Beban Pencemaran Masuk Danau atau Waduk. yaitu debit air keluar dari waduk (Qo). yang Pa adalah Alokasi beban pencemaran dinyatakan dengan kadar parameter sebagai berikut: a) .{2} dimana: p.

b) [umlah daya tampung parameter Pa pada perairan danau atau waduk yaitu La.. 6 No.R) .. Pdas. Pi.2. laju penggantian air danau/waduk yaitu p dan kadar parameter yang terbawa lumpur dan mengendap ke dasar danau/waduk. Limn dihitung dengan Rumus (5). Rumus (6) dan Rumus (7) [urnlah daya tampung parameter P total pada perairan danau atau wad uk yaitu Lalkarl' yang merupakan fungsi Likan dan luas perairan danau atau A. kadar parameter P hasil pemantauan danau atau waduk (mg/m '). 134 Jurnal Sumber Daya Air. R. La dihitung berdasarkan Rumus (9): La = LxA . jumlah alokasi beban P dari aliran sungai (DAS) atau tangkapan air (DTA).204 . Daya tampung parameter P per satuan luas danau atau waduk yaitu L.. 45-55%.. R. (6) pO. (7) . . Syarat kadar parameter lainnya mengacu pada Baku Mutu Air atau Kelas Air. merupakan fungsi dari kedalaman rata-rata danau t..(5) . (8) c) La = dimana: L.. merupakan fungsi dari kedalaman rata-rata danau/waduk yaitu t .. (mg/m-). daya tampung parameter P per satuan luas danau atau waduk (gr P/m~ . daya tampung parameter P per satuan luas danau atau waduk (gr P/m2 tahun) jumlah daya tampung parameter P pada perairan danau atau waduk (gr P/tahun).. daerah daerah c) P d. terutama KJA (mg /rn '). L.. Daya tampung parameter P total per satuan luas dan au atau waduk yaitu LikGn. (9) Dimana: dimana: Pa« syarat kadar parameter P maksirnal sesuai Baku Mutu Air atau Kelas Air dan status trofiknya (mg /m3).. yang diperoleh dari hasil perhitungan Rumus (3) atau Rumus (4) yaitu: (3) (4) X. tp / + (1. November 2010: 103 .(7) b) R= x + [(l-x)RJ R = 1/(1 LxA 0.. Vol. laju penggantian air danau/waduk yaitu p dan kadar parameter yang terbawa lumpur dan mengendap ke dasar danau/waduk. proporsi permanen total P-total yang secara masuk ke dasar.r.... yaitu oligotrofik 10 llg/l. L dihitung dengan Rumus (5) dan Rumus (6) sebagai berikut: L= Pstd 4) Daya Tampung Beban Pencemaran Air Limbah Budidaya Ikan Keramba Jaring Apung (KIA) Perhitungan daya tarnpung beban pencemaran air limbah budidaya perikanan pada danau/waduk adalah sebagai berikut: a) Parameter utama pencemaran air sebagai indikator dan dasar perhitungan DTBPA limbah budi daya ikan KJA adalah P-total Syarat kualitas air sebagai dasar perhitungan DTBPA untuk KJA adalah syarat kadar P-total pada status trofik danau atau waduk. mesotrofik 30 llg/l dan eutrofik 100 ug/I. • La. tahun) jumlah daya tampung parameter P pad a perairan danau atau waduk (gr P/tahun) Parameter parameter P yang tinggal bersarna sedimen atau mengendap Proporsi parameter P-total yang larut ke sedimen setelah ada KJA d) La. d) 3) Daya Tampung Beban Pencemaran Air (DTBPA) pada Danau atau Waduk Perhitungan pencemaran air sebagai berikut: a) jumlah daya tampung beban pada danau/waduk adalah e) Parameter utama pencemaran air sebagai indikator dan dasar perhitungan DTBPA danau dan waduk adalah P-totaL Syarat kualitas air sebagai dasar perhitungan DTBPA adalah syarat kadar P-total pada status trofik danau atau wad uk. Lalkan dihitung berdasarkan Rumus (8).747 . alokasi beban P limbah kegiatan pada perairan danau atau waduk.d) Alokasi beban kadar parameter Pa yang berasal dari limbah yang langsung masuk danau/waduk atau berasal dari kegiatan yang berada pada perairan danau/waduk yaitu Pd.. yang merupakan fungsi L dan luas perairan danau atau A.

Feed Conversion ikan) Ppakan.-j+x.C__C']_ cy/ I dan danau (yang mengalami sirkulasi oleh angin) Model untuk 2-Dimensi danau sirkulasi vertikal. 2000 dan Badruddin 2009 5) Limbah Fosfor pada Pakan Budidaya Ikan [umlah limbah Phosphor sebagai parameter P total dari sisa pakan dan lirnbah metabolisme ikan yaitu PLP. Rumus (9) dan (10) yaitu: ikan (Kg P-total yang masuk danau dari lim bah Piton ikan) Ratio (ton pakan FeR.' 3 mengalami angin OC DC DC -+v ---. S(x. Y t)+S"'tcm. tahun) parameter P atau waduk Lai/mn .r" . yaitu jumlah be rat pakan ikan selama periode budidaya atau pertumbuhan ikan dibagi dengan berat ikan saat dipanen. Perhitungannya menggunakan Rumus (11) yaitu: PLP = FCR x Ppakan . If ay\ [).PikalJ .5-3. L La iklll'= ikan Pd Z p / (1. yang dianggap sempurna untuk air -- de dt -S(f) .:: a ex" I ()c\ D. ~~'.. 6 No.'n'li/ .label! No Tingkat Kedalaman Model Kualitas Air Danau dan Waduk Tipe Model ModeI3-Dimensi. Nilai FCR sangat bervariasi 1. (yang arus air) oC +v t 2 mengalami transversal pencampuran \ax ~+r \ v. November 2010: 103 . 2. (11) 6) Daya Dukung Perikanan KJA Jumlah Budidaya dimana: PLP. jurnlah daya tampung pada perairan danau (grP Itahun) b) P-total yang masuk danau dari limbah ikan atau P1_p adalah fungsi jumlah konsumsi pakan atau FCR.. I ton Kadar P-total dalam pakan (Kg Piton pakan) . Perhitungan j urnlah produksi ikan budidaya KJA dan jumlah pakannya sesuai dengan daya tampung beban pencemaran air danau atau waduk yang tercantum pada Kotak 1 sebagai berikut: a) DTBPA limbah pakan ikan adalah Laiklln yang juga merupakan fungsi morfometri danau dan waduk serta alokasi beban pencemaran r. Rumus Model 1 untuk laut dan danau besar Model untuk 2-Dimensi sungai oleh horisontal. jenis ikan yang dibudidayakan dan teknik budidaya (KJA 1 tingkat atau 2 tingkat). Kadar P total dalarn pakan ikan dan dalam produksi ikan diperoleh dari hasil analisis di laboratorium. Perhitungannya tercantum pada Rumus (9). Vol. tergantung pada komposisi pakan.- "('I ov . yang oleh =-. UNESCO.v. daya tampung parameter P per sa tua J1 luas danau atau waduk untuk perikanan (gr P/mL.. Kadar P-total dalam ikan) Pikall ikan (Kg Piton memenuhi air atau Ll c) [umlah Produksi Ikan KJA agar daya tampung beban pencemaran Jurnal Sumber Daya Air.R) ('J) '" (J 0) = Likoll X A dimana: Likan . kadar P-total dalam pakan atau Ppakan dan kadar P-total dalam ikan atau Pikan.204 135 . Sedangkan jumlah pakan ikan dinyatakan dengan niliai FCR (Feed Consumption Ratio).0 ton pakan /ton ikan. "fulty mixed reactur" Sumber: Gezo lolankoi.-at \y ?-/ a i3 ( =-jD-jl v _ \ ac" 'a'l ' a Dz D- rc" ) 107 Model 4 danau bercampur O-Dimensi. adalah jumlah kadar P total dalam pakan ikan selama ikan tersebut dibudidayakan sampai dipanen dikurangi jumlah P total dalam ikan yang dipanen.

pariwisata dan peternakan.49 0.~Ha Juta m 1 .259 3. dengan status oligotrofik atau mesotrofik.52 0.34 32.058 17. 6 No. (12) Produksi lkan K)J\ (ton [umlah Pakan Model parameter korosivitas air sudah dikembangkan tersendiri oleh penulis berdasarkan data penelitian waduk-waduk di Pulau [awa dan disampaikan pada Seminar Bendurigan di Yogyakarta tahun 2009.. (13) HASIL PENELITIAN 1 DTBPA Situ KJA DAN PEMBAHASAN Budidaya Perikanan Tanpa LP = LI x FeR dimana: LP.. Sekitar situ berkembang perrnukiman.185 0.-Satuan CI' -. .031 0 30 30 308 308 4. dan mengernbangkan model Neraca Oksigen danau dan waduk untuk keperluan operasi dan pcmeliharaan danau dan waduk serta pemanfaatan sumber daya airnya..096 2.40 12.38 8.799 Morfometri Luas (A) Volume (V) Kedalaman rata-rata -. Pcnulis sedang 4) Tabel2 DTBPA Situ Tanpa Parameter Budidaya Perikanan KJA Cipanunjang 181 22.99 6.307 Patenggang 65 4.070 Ciharus 12 0.80 0.074 1 J J (Z) 3 M m /sec. narnun sebaiknya statusnya dipertahankan sebagai situ oligotrofik..00 0. Sumber daya air situ digunakan untuk PL TA dan air baku PDAM dan masyarakat sekelilingnya.0085 0.00 0.334 80.996 kgP/thn kgP/thn PE 136 Jurnal Sumber Daya Air. Vol.268 8. sesuai dengan b) (12): / P" U LI.123 6.154 0 30 30 136 136 1.5 264..2.204 . Situ Cisanti adalah sumber air Sungai Citarurn yang berada pada kawasan hutan lindung dan memiliki DTPJ\ cukup apabila berstatus (ton pakari/tahun) 7) Parameter Kualitas Air Pemodelan ini dapat diaplikasikan untuk sernua parameter kualitas air yang berkaitan dengan surnber pencernaran.26 0. namun memerlukan sedikil modifikasi sesuai dengan karakteristik biodegradable dan pengendapan.52 13. Kualitas airnya masih memenuhi status mesotrofik. d) = /u. [urnlah mernenuhi air adalah perhitungan lkan KjJ\ atau LP agar daya tampung be ban pencemaran fungsi FCR dan 11.55 7. karena kualitas airnya juga memenuhi syarat.085 1 30 29 10.38 11.adalah Rumus fungsi La.".00 0.46 4. sesuai dengan pada Rumus (13): . kareria rnemerlukan meneliti lebih kornprehensif. Pengembangan model parameter kualitas air lainnya adalah sebagai herikut: a) Parameter utama indikalor DO tidak masuk dampak dalarn 2) 3) pencernaran oksigen terhadap atau yang kualitas air antara lain rurnus terlarut rUll1US model perhitungan ini.39 5 155.50 6.607 10.) Debit keluar (00) Jumlah debit keluar (00) Laju aliran (p) Waktu tinggal (Tw) Kualitas air Kadar parameter Standar parameter Alokasi Pdas Alokasi beban (La) DTBPA & Daya Dukung DTBPA Daya dukung ekivalen [urnlah orang PE (Pi) (Pstd) 1 30 29 6. [umlah Pakan lkan KJA Penggunaan Model DTBPA Danau untuk situ-situ yang ada di Kabupaten Bandung tercantum pada Tabel 2. Juta ml/ tahun Tahun Tahun rng/rn mg/m mg/m .mca 180 11. Situ-situ Cileunca dan Cipanunjang mernpunyai DTBPA yang relatif lebih besar dari situ-situ lainnya.973 140.210 17 30 13 23 53 303 Cisanti 9 0. November 2010: 103 . Fungsi situ pada saat ini adalah pariwisata. Situ Patenggang merniliki DTBPA yang sangat rcndah karena debit air keluar melalui saluran sangat kecil. Hasil pemodelan terse but adalah sebagai berikut: 1) Sernua situ eli Kabupaten Bandung sebaiknya dipertahankan kualitas airnya.icon dan PlY.

..4 479 0. Sedangkan beban peneemaran dari limbah penduduk dan ternak relatif keeil..025 1.204 137 . yaitu di dalam Taman Nasional Lore Lindu.772 'X Morome ft' Luas (A) V'!lume n (V) rata-rata juta m" 3...86%. . . . 127.025 1.127 38. yaitu sebagai berikut: 1) Sumber beban peneemaran air terbesar berasal dari erosi lahan pada daerah tangkapan air danau. 5) Sumber peneemaran lainnya adalah limbah pupuk dari sawah sekitar danau. Penduduk Ternak Sawah Kebun Ladang Erosi humus hutan Jumlah beban L PPA% '" .361 2. dan merupakan pemasok air lrigasi untuk daerah irigasi Gumbasa serta kebutuhan air baku untuk Kota Palu dan sekitarnya.•. 3) Sebaiknya status kualitas air danau ditentukan mesotrofik.. mg/rn ' rng/rn" mg/m kgP/thn kg P/thn (kgP/thn) (kgP/thn) (kgP/thn) (kgP/thn) (kgP/thn) (kgP/thn) (kgP/thn) 3 .328 38. 6 No. Bila akan dikembangkan perikanan sebaiknya perikanan tangkap untuk kegiatan rekreasi atau pariwisata saja.354 97.. (Pi) (Pstd) " . 307 83 27. tanpa Budidaya mengalir melalui Sungai Palili atau Sungai Rawa anak Sungai Gumbasa. Danau ini merupakan bagian dari sistem sungai pada Wilayah Sungai (WS) Palu Lariang. 4) Sum bel' beban peneemaran terbesar adalah dari erosi dan pelumpuran DTA danau. 2) Kualitas air Danau Lindu pada saat ini berstatus eutrofik.. Air yang keluar dari Danau Lindu Tabel3 DTBPA Danau Lindu Tanpa Budidaya Perikanan KJA Karakteristik Danau 5atuan "Xx "X "x D.mesotrofik.361 2. 6) Semua situ tersebut tidak boleh dikembangkan budidaya perikanan dengan pakan buatan atau KJA.'x . Namun sebaiknya statusnya juga dipertahankan sebagai situ oligotrofik karena kualitas airnya juga memenuhi syarat.42.·x/'x.4 479 0. Vol.. Namun sebaiknya statusnya dipertahankan sebagai situ oligotrofik karena kualitas airnya juga memenuhi syarat.772 63 30 -33 .Xx 63 100 37 47..29 15.. 2 DTBPA Perikanan Danau KJA Pemodelan DTBPA danau yang tidak digunakan untuk budidaya perikanan KJA dilakukan di Danau Lindu yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah. yang dapat dikendalikan dengan pembangunan ceck dam atau sabo dam. yang dapat dikendalikan dengan mengurangi konsurnsi pupuk buatan dan menggantikannya dengan pupuk organik atau kompos..328 38.lindu Mesotrofik Ha 3.680 8.419 60.868 60.233 .680 8.468 1. maka sebaiknya beban peneemaran diturunkan sebanyak 60.868 0 ~btensif$~ban~ 307 83 27. kemudian dari limbah sawah.657 ··. November 2010: 103 . Apabila danau 1111 berstatus eutrofik maka jumlah beba n peneemaran air pada saat ini masih memenuhi DTBPA danau.419 60. Mengingat kualitas airnya tidak memenuhi syarat apabila berstatus mesotrofik. x .297 Kedalaman (Z) 3 m m /sec Juta m3 /tahun tahun 1 Debit keluar (Qo) Jumlah debit keluar (00) Laju aliran (p) Waktu tinggal (Tw) tahun KuaJ as aIr It Kadar parameter Standar parameter Alokasi Pdas Alokasi beban (La) DTBPA .29 15. Hasil pemodelannya tereantum pada Tabel 3. 5) Situ Ciharus berada pada kawasan hutan lindung yang mempunyai DTBPA cukup apabila berstatus mesotrofik.87 Jurnal Sumber Daya Air.X .354 97.468 1.2..

_- _"--'.I \ \ I I I " I '" . Pemandangan pad a danau ini sangat indah.. (Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam 2004 dan 2009. 2009) Kecamalan Peemceven ... dan Badan Pengeioiaan Lingkungan Hidup Kabupaten Agam.)totJW"..2. Danau Maninjau merupakan salah satu kekayaan alam Sumatera Barat yang menjadi tujuan wisata.' / --'" I' ".204 ..l!! Q) 8000 6000 4000 2000 0 Q. Sumber mata pencaharian penduduk setempat sebagian besar adalah pertanian dan 12000 10000 . 6 No.I I I I "- . J: ~ E :::l ""') 1997 Gambar 3 2001 2002 2004 2005 2006 2009 Perkembangan Budidaya Ikan KJA di Danau Maninjau. yang dapat dinikmati hampir pada semua lokasi. / ) ) I ) ". termasuk dari luar provinsi.II: .. l . Vol. Gambar 4 Peta Sebaran Keramba Jaring Apung di Danau Maninjau (Sumber: Pemetaan oleh Ecoterra Multiplan 2009). Kecamatan Malur I .3 DTBPA Perikanan Danau KIA dengan Budidaya Pemodelan DTBPA danau yang digunakan untuk budidaya perikanan KJA dilakukan di Danau Maninjau yang berada eli Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat.- -. 138 Jurnal Sumber Daya Air..._ \ \ I ( r \ \ \ I I ( I I KABlJPATEN PADANG PA.. K.~IAMAIJ (. ----_-"'" .. November 2010: 103 .

yang dapat dikendalikan dengan mengurangi jumlah KJA dan 10.85 -590.737. kedalaman rnaksimum 90 m.139 719.036 788. ladang serta erosi lahan hutan.920 petak. Vol. b) Kualitas air Danau Maninjau pada saat ini bahkan tidak memenuhi status eutrofik karena kadar parameter fosfor yang tinggi akibat hesarnya beban pencemaran air dari limbah KJA.97 krn'.13 439. Namun kondisi yang berkembang di sekitar danau pada saat ini dan mernberikan kesempatan mata pencarian untuk penduduk dalam usaha budidaya perikanan. Sedangkan beban pencemaran dari limbah penduduk dan ternak relatif kecil. November 2010: 103 . dan volume 2.737.000 petak saja. Cirata dan Jatiluhur adalah waduk kaskade pada DAS Citarum.186 74.854 petak.50 0.413 859.50 10.23% saja.043 23. maka sebaiknya berstatus mesotrofik.budidaya keramba jaring apung (KIA).02 14.02 14. c) Apabila baku mutu air danau ini berstatus eutrofik maka jumlah beban pencemaran air pada saat ini harus diturunkan hanya sebesar 16.13 439. Pertumbuhan jurnlah KIA terse but pada tahun 1997 adalah 2.360 9.360 9. Budidaya Perikanan KJA Danau Maninjau Mesotrofik 9.830 petak. Hasil pemodelan Danau Maninjau seperti tercantum pada Tabel 4 adalah sebagai berikut: perikanan lumlah e) Sumber beban pencemaran air terbesar berasal dari lim bah budidaya perikanan KJA. tahun 2005 adalah 4.50 10.204 139 .413 859. 4 DTBPA Perikanan Waduk KIA.308 53 50.226.2.000 petak pada saat ini menjadi 2.0%.015 9.308 53 50.268 115 3 3 1 (Z) 3 m m /sec Juta m' /tahun tahun tahun mg/m mg/m mg/m 3 Jumlah debit keluar (00) Laju aliran (p) Waktu tinggal (Tw) Kualitas air Kadar parameter Standar parameter Alokasi Pdas + Pd Alokasi beban (La) (Pi) (Pstd) 100 -15 104. dengan luas perairan 8300 Ha. kemudian meningkat pesat pada tahun 2006 menjadi 8.375 2. Sumber beban pencemaran terbesar adalah dad limbah KJA. d) Sebaiknya status kualitas air danau alami Tabel4 DTBPA Danau Maninjau Danau a) f) ditentukan oligotrofik atau mesotrofik.20 105.23 kgP/thn kg P/thn kgP/thn kgP/thn kgP/thn kgP/thn kgP/thn KJA kgP/thn kgP/thn DTBPA Potensi Beban DTA Penduduk Ternak Sawah Kebun dan Ladang Erosi humus hutar Budi daya perikanan Jumlah beban [L) PPA% Jurnal Sumber Daya Air. kemudian limbah sawah dan kebun.123 223. KIA di perairan Danau Maninjau meningkat cepat sejak tahun 2005 sarnpai sekarang (Gam bar 3 dan 4). sedangkan jumlah pemilik KIA pada tahun 2009 adalah 1330 orang. Agar memenuhi baku mutu tersebut maka sebaiknya beban pencemaran diturunkan sebanyak 74.186 16.50 0. yang d rpat dikendalikan dengan mengurangi kons rnsi pupuk buatan dan menggantikannya dengan pupuk organik atau kompos.20 105. 6 No.043 23.268 115 30 .720 2.955 petak dan pada tahun 2009 menjadi 9. untuk Budidaya Waduk Saguling. Waduk [atiluhur dibangun tahun 1967 pada elevasi + 111 m.015 9036 788. Sumber pencernaran lainnya adalah limbah pupuk dari sawah dan kebun sekitar danau.226.00 dengan Satuan Karakteristik Morfometri Luas (A) Volume (V) Kedalaman rata-rata Debit keluar (00) - Danau Maninjau Eutrofik Ha juta m 9.

perikanan dan pariwisata (Tabel 5 dan 6). PW B. air perikanan dan pariwisata. Pemanfaatan air waduk adalah air baku untuk penduduk.oertonian. L. air baku. irigasi pertanian. dan instalasi tenaga listrik (PLTA) sebesar 500 megawatt.panwisata 150MW r----------700 MW 500MW (Sumber:.93 2. dan volume 2. Sedangkan waduk Cirata dibangun tahun 1996 pada elevasi +200 m. Pemanfaatan air waduk adalah air baku untuk penduduk. Jatiluhur dan Waduk Darma.16 krn'. irigasi pertanian.204 . Waduk Saguling dibangun pada tahun 1988 pada elevasi +645 m dengan luas perairan 5600 Ha dan kedalaman maksimum 90 m. 1. Vol. November 2010: 103 -. dengan luas perairan 6200 Ha. perikanan dan pa riwisata. L -listrikjPL fA.16 Pemanfaatan PLTA 1952 1967 1988 1996 670 111 645 200 B.000 ton per bulan 3) Waduk Saguling sekitar 700 ton per bulan Karakteristik Waduk Darma.pengendalian Lehmusluota & Badruddin.petikonon. Waduk Danna yang dibangun pada tahun 1952 pada elevasi 670 m DMA memiliki luas 4 krn. Cisanggarung yang mengalir melalui Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon. B . Jatiluhur. Waduk Tabel 5 Nama Waduk Darma Jatiluhur Saguling Cirata «et eronqcn: ini terletak di Kabupaten Kuningan. 140 Jurnal Sumber Daya Air. . irigasi pertanian.97 0. PW .004 2. Ketiga waduk yang berada di aliran sungai Citarurn ini ditinjau dari perikanan memiliki potensi konsumsi pakan ikan yang sangat besar. T. PB B. 1995 dan Bodruddin. dkk. PW. Saguling dan Cirata Luas (Hal 397 7780 4869 6200 Dalam Maks (m) 14 90 90 106 Volume Pembangunan Elevasi (m) [krn'] 0.Cirata. dan merupakan hulu S.. Oleh karena itu sisa pakan dan limbah ikan sebagian besar mengendap dan berakumulasi di dasar waduk. kedalarnan maksirnum 106 m. T. I.Pernanfaatan air waduk adalah air baku untuk penduduk. 2003) 50000 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 o Waduk Saguling Waduk Cirata Waduk Jatiluhur Waduk Darma Gambar 5 Ju~. I.air baku. 6 No. PW B. L.dan kedalarnan maksimum 14 m serta volume 4 juta rn'.000 ton per bulan 2) Waduk [atiluhur sekitar 5. PB . Pernanfaatan air waduk adalah PLTA sebesar 700 megawatt. I. perikanan dan panwisata. lumlah konsumsi pakan ikan adalah sebagai berikut: 1) Waduk Cirata sekitar 9.jh Keramba Jaring Apung Budidaya Ikan di Waduk Saguiing.L. I. PW boniu. T .2. pengendalian banjir dan instalasi tenaga listrik (PL TA) sebesar 150 megawatt. yaitu jenis pakan tenggelam.

2(}iJ. [atiluhur dan Darrna sebaiknya berstatus cutrofik. 2) Daya dukung jumlah unit petak KJA pada waduk-waduk tersebut adalah: 3. 5) Selain pengurangan jurnlah KJA.9(%.692 di [atiluhur dan 58 di Darrna.037 eli Cirata. yaitu dart limhah pcnduduk. Hasil pernodelan waduk dan daya dukung KJA adalah berikut (Tabel 6 dan Carnbar 6-9): drastis padahal di DAS DTBPA sebagai 1) BMA waduk Saguling.1(YtI.2. 7. Beban DAS Citarum Hulu yang memasuki Saguling harus diturunkan sebanyak 53.[urnlah K)A mcningkat sangat terutarna di Waduk Cirata [Garnbar 10). mengingat beban lingkungan OAS yang tinggi. [atiluhur 57. Cirata 85.204 141 . Cirata. Vol. lirnbah pertanian dan peternakan serta beban limbah perikanan pada pcrairan waduk. lirnbah industri.7% dan Danna 71. beban pcncemaran pada wad uk-wad uk Citarum sangat tinggi.621 di Saguling. 6 No. Garnbar 6 Peta Sebaran Kerarnba VVaduk Jatiluhur Jaring Apung di Gambar 7 Peta Sebaran Keramba Waduk Saguling Jaring Apung di Jurnal Sumber Oaya Air. November 2010: 103 . beban penccmaran dari DAS juga harus diturunkan. 3) Waduk-waduk pada DAS Citarum khususnya Saguling sudah tercemar berat melampaui DTBPA dan status trofiknya. 4) Pengendalian pencemaran air dapat dilakukan dengan pengurangan jurnlah KJA Saguling sebesar 48.1%. 6.

2 .+ ~ Morfometri Luas (A) Volume (V) Kedalaman +. dan yang bersumber dari limbah kegiatan di atas perairan danau dan waduk...48 2. Apabila diperlukan studi yang spesifik. .692 15.. .7 --'- .510 434.. yang diproduksi oleh Ecoterra Multiplan.lianp~p.984 802. Pengenda. dan danau atau waduk dangkal berbentuk alur sungai b) Model dua dimensi untuk danau dan waduk dangkal e) Model tiga dimensi untuk danau dan waduk dalam. Juta m'/tahun Tahun" Tahun Debit keluar (Qo) Jumlah debit keluar (00) Laju aliran (p) Waktu tinggal (Tw) Kualitasair·· ".359 48. ..70 1..i.427 Ha Juta m' rata-rata 4869 875 17.H .( T W.845.'" mg/m .9 •h 6.020 434.+ ' .. Vol.605. beban Hulu KJA di hasil Saguling memasuki juga 925.03 1.85 123.363 .y Kadar parameter Standar parameter Alokasi Pdas ++ H+("Y ".n!. antara lain penyebaran zat peneemar pada perairannya maka diperlukan jenis model lainnya.1 asumsi dikurangi pada pemodelan 5 Pembahasan Danau Hasil Pemodelan DTBPA Pemodelan DTBPA (Daya Tampung Beban Peneemaran Air) yang telah dilakukan pada situ.968 802.487 __ +. 6 No. .40 1. yaitu yang berasal dari beban pencemaran yang bersumber pada DAS (Laerah Aliran Sungai) yang mernasuki danau atau waduk atau OTA (Daerah Tangkapan Air) danau atau waduk.696 ..854 26.980 3.810 9.9 9.688. 397 37.5 106.y. Model 1111 berdimensi nol.758 0. Software tersebut dibuat dalam berbagai verst.507 490._'" (Z) m m'/sec. H.5 434.62 3.Darma (Eutrofik) hH'!H.. karena menggunakan asumsi dasar terjadi pencampuran merata pada air danau dan waduk yang dimodelkan.510 -- 123 100 50 50 -73 "1. Selain hasil perhitungan DTBPA total. Sesungguhnya proses ini jarang terjadi.a·QQAS Be ba n KJA seka ra ng Beban DAS DTBPA alokasi DAS Beban DAS Pengurangan Pengurangan beban DAS beban DAS Perhitungan pencemaran yang waduk didasarkan perhitungan tingkat air dari pada pengendalian DAS Citarum Waduk.984 31.913 rng/rn" rng/rn" mg/m 3 Alokasi Pikan untuk KJA.".''( '. danau dan waduk menghasilkan nilai DTBPA total. (Pd) Kelebihan/ DTBPA total DTBPA alokasi DAS DTBPA alokasi KJA ~.665 .'+"'+ ++ I.55 0.413.z_ 147 100 50 50 -97 1.948 85..+' 7780 2556 32. November 2010: 103 .56 0.Jatiluhur (Eutrofik) W.110.97 77. jumlah sesuai ini.+ (Pi) (Pstd) 203 100 50 50 -153 869.204 .!. yaitu: Model satu dimensi untuk tampungan air long storage pada sungai.5 13..037 49.118 57.nu" Iian sisa kadar P rng/rn" kg P/thn kg P/thn kg P/thn + ]uml'all__l9A jumlah jumlah KJA KJA . h"+ '.50 0.437 0.2.510 3.2_.997 53. dihasilkan juga DTBPA lim bah budi daya ikan sistem KJA (Keramba Jaring Apung) serta daya dukung jumlah KJA pada perairan danau dan waduk terse but.Cirata W.. Model 1111 sesuai untuk keperluan perhitungan beban peneemaran dan daya tampung beban pencernaran yang berbasiskan perhitungan neraea masa dinamis.913 6.59 2.974 844..y Jumlah alokasi KJA Jumlah KJA sekarang Pengurangan Pengurangan Unit petak Unit petak Unit % kg P/thn kg P/thn kg P/thn kg P/thn kgP/thn % 7.y •+ .' 58 200 142 71.Tabel6 DTBPA Waduk untuk Budidaya Perikanan KJA Parameter Satuan W. kecuali pada danau dan waduk yang memiliki laju aliran air relatif eepat. ••++ 3 6200 2165 34. sesuai dengan luasan cakupan informasi dan tingkat a) 142 Jurnal Sumber Daya Air.. Penulis mengembangkan model tersebut menjadi software yaitu LYMNOQUAL.5 100 50 50 18.826 6.985 42.Saguling (Eutrofik) . Namun dernikian hasil keluarannya dapat digunakan untuk keperluan aeuan teknis pereneanaan pemanfaatan perairan danau dan waduk serta perizinan kegiatan yang membuang limbah pada perairan tersebut..487 844.92 100 3.+( '''+.621 6.1 96.

yang 1111 KESIMPULAN Dari disimpulkan hasil pembahasan di hal-hal sebagai berikut: atas dapat yaitu 1) Danau dan waduk memerlukan pengelolaan untuk kesinambungan pemanfaatan dan kelestarian ekosistemnya. terutama Jurnal Sumber Daya Air.2. 6 No.204 143 . Vol. Lymnoqual Versi 01. Model penulis gunakan dalam penelitian menggunakan versi yang paling sederhana. November 2010: 103 .Gambar 8 Pet a Sebaran Keramba Jaring Apung di Waduk Darma Cirata kedalaman proses perhitungan.

dokumen bahan diskusi KNLH. Pengendalian Pencemaran Air Danau dan Waduk.2. Lehmusluoto. Differences and Importance.3. Seminar Bendungan. UNEP-IETC/ILEC. 1999. Agustus 2009. 6 No. Vol. 2000.pengendalian pencernaran air yang memasuki perairannya. terlaksananya studi ini. 2008. The Watershed: Water from The Mountains Into The Sea. namun diperlukan model yang sederhana agar mudah penggunaannya dalam rangka perizinan kegiatan pernbuangan limbah ke dalam perairan danau dan waduk memerlukan informasi atau acuan DTBPA.1. UNESCO. Lakes and Reservoirs. Internationa I Association for Limnology Wiley & Sons.ingkungan Hidup.2. Shiga-Japan. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.al. Machbub. Kementerian Pvkerjaan Umum ten tang kajian Danau Lindu pada tahun 2008. Vol. Water 2 Quality: The impact of Eutrophication. P.204 . B... Badruddin M.2.2001. Lakes and Reservoirs. Jatiluhur dan Danna pacta tahun 2008. Shiga-Japan. Balai Wilayah Sungai Palu Lariang Ditjen Sumber Daya Air. Limnology in Indonesia. UNEP-IETC-ILEC. Geza Jolankai. 2009. 2) Pengendalian pencemaran air danau dan waduk memerlukan informasi sumber dan beban pencernaran air dan daya tampung beban pencemarannya (DTBPA). 3) Penggunaan model kualitas air danau untuk penentuan DTBPA dan perkiraan dampak pencernaran air banyak bervariasi. Yogyakarta. 144 Jurnal Sumber Oaya Air. Shiga-Japan. From the Legacy of The Past to the Prospectsfor the Future. Limnology in Developing Countries. Vol. Badruddin M. ISBN4-906356-27-3 .ISBN4906356-29-X. DAFT AR PUST AKA Badruddin M. 2009. waduk dan situ diantaranya adalah pengembangan atau aplikasi piranti lunak model 2-dimensi dan model 3-dimensi. Kementerian Negara dan Lingkungan Hidup. 001. 4) BPLH Kabupaten Bandung tentang kajian daya tampung beban pencemaran sungai dan situ-situ pada tahun 2009. 2001. Toronto-Canada. Vol. Laporan Teknis Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Vol. Water Quality Modelling. Cirata. 4) Perlu dikembangkan pemodelan yang lebih spesifik sesuai dengan keperluannya. Kajian Daya Dukung Perairan Danau. Pedoman Pengelolaan Ekosistem Danau.28 Tahun 2009 tentang Daya Tampung Beban Pencemaran Air Danau dan/atau Waduk. 2009. yaitu: 1) penulis instansibantuan sehingga 2) 3) BPLHD Provinsi Jawa Barat tentang kajian waduk Saguling. UCAPAN TERIMA KASIH Pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada instansi yang telah memberikan kerjasama dan dukungannya. serta sesuai dengan jenis dan karakteristik danau. ISBN4-906356-31-1. Lakes and Reservoirs. 2007. antara lain menggunakan metode pemodelan DTBPA Danau Pemodelan DTBPA danau dan waduk memerlukan kajian tentang karakteristik morfometrinya. serta peraturan yang terkait dengan baku mutu air serta status trofiknya. UNEP-IETC/ILEC. et. Similarities. Kementerian Negara Lingkungan Hidup tentang Kajian Danau Maninjau pada tahun 2009. Model Daya Tampung Beban Pencemaran Air Danau dan Waduk. November 2010: 103 . Kementerian IHP- Negara dan l.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful