P. 1
Fungsi Real

Fungsi Real

|Views: 59|Likes:
Published by Fahlevi Rizal

More info:

Published by: Fahlevi Rizal on May 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2013

pdf

text

original

A. Fungsi Real, Sifat dan Penggunaannya 1.

Fungsi Real produk kartesis dan relasi ● produk kartesis dari himpunan S dan T adalah hi,punan semua pasangan terurut dengan komponen pertama unsur di S dan komponen kedua unsur di T, ditulis dengan lambang S x T = {(x, y) : x є S dan y є T} ● Himpunan semua pasangan bilangan real ditulis r2, adalah produk kartesis r x r = {(x, y): x є r dan y є r}. Himpunan ini dikenal sebagai sistem koordinat kartesius bidang. ● Suatu himpunan pasangan terurut dari bilangan real dinamakan suatu relasi. Daerah asal relasi R adalah himpunan semua komponen pertama dari pasangan terurutnya. Daerah nilai relasi R adalah himpunan seua komponen kedua dari pasangan terurutnya. Relasi R juga ditentukan oleh aturan yang mengaitkan x dan y yang membentuk relasi.
r

(0,5)
(1,4) (2,4) (3,4) 4 (1,3) (2,3) 3 (1,2)

(5,5)

Daerah asal

r (1,2) (1,3) (1,4) (2,3) (2,4) (3,4)

Daerah nilai
2

1 2 3 r

2
1 (0,0) 1 2 3 4 5

3
4

Diagram kartesius relasi r

Diagram panah relasi r

Diagram panah suatu relasi digunakan untuk menggambarkan daerah asal dan daerah nilai relasinya. Dalam kasus relasinya mempunyai tak hingga unsur, diagram panah kurang dapat menunjukkan unsur-unsur di dalam relasinya.

Fungsi real ● Fungsi sebagai bagian dari suatu relasi. Fungsi adalah suatu relasi yang bersifat setiap dua unsur sama di daerah asalnya mengakibatkan dua unsur sama di daerah nilainya. Jika (x1,y1) dan (x2,y2) adalah unsur relasinya, maka kondisi untuk fungsi adalah x1 = x2 y1= y2 untuk setiap x1 dan x2 di daerah asal relasinya. Jika daerah asal dan daerah nilai dari relasinya himpunan bagian dari R, maka fungsinya dinamakan fungsi real. ● lambang fungsi. Fungsi diberi lambang f dan nilai fungsi dari unsur x diberi lambang f(x). Agar suatu relasi R berbentuk fungsi, kondisinya adalah x1= x2 f(x) ∀ x1, x2 di daerah asal relasi R. ● Fungsi sebagai pemetaan. Fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu aturan yang

Ini berarti aturan fungsi g hanya berlaku untuk x yang memenuhi 1 ≤ x ≤ 5. Hasil kali fungsi f dan g . adalah suatu fungsi yang aturannya di setiap x є D = Df ⋂ Dg.2)2 karena –(x . maka f(x) dinamakan peubah bebas dan y yang nilainya bergantung dari x dinamak peubah tak bebas. tentukan aturan dari jumlah. sehingga -5 ≤ 4x-x2 = 4 – (x-2)2 ≤ 4. ditulis f + g. maka pemetaannya dinamakan fungsi real. daerah asal fungsi f adalah Df = r karena setiap bilangan real dapat digantikan pada aturan fungsinya. Selisih fungsi f dan g.g(x) ● perkalian. g(x)≠ 0. contoh: jika f(x)= (1-x)/(1+x) dan g(x) = 1/x. kali. adalah suatu fungsin yang aturannya di setiap x є D = Df ⋂ Dg ditentukan oleh (f + g)(x) = f(x) + g(x) ● pengurangan. daerah asal fungsi g telah ditentukan soal. 1 ≤ x ≤ 5 jawab: a. ditulis fg adalah suatu fungsi yang aturannya di sertiap x є D= Df ⋂ Dg ditentukan oleh (fg)(x) = f(x)g(x) dalam kasus g fungsi konstan diperoleh perkalian fungsi f dengan suatu konstanta ● pembagian. Kondisi ini setara dengan kondisi fungsi sebagai bagian darin suatu relasi. yaitu Dg = {x : 1 ≤ x ≤ 5}. dari 1 ≤ x ≤ 5 diperoleh -1 ≤ x . Jika A dan B himpunan bagian dari R. Sifat dan penggunaan fungsi real operasi aljabar pada fungsi jika fungsi f dan g mempunyai daerah asal yang sama. ditulis f – g adalah suatu fungsi yang aturannya di setiap x є D = Df ⋂ Dg ditentukan ole (f . Untuk menentukan daerah nilainya. Jika aturan fungsinya y = f(x). f(x) =4x – x2 dan b. akibatnya -9 ≤ -(x-2)2≤ 0. g(x) = 4x – x2. untuk menentukan daerah nilainya. hasilbagi f/g dan hasilbagi g/f beserta daerah asalnya! . gunakan kesamaan 4x – x2 = 4 – (x . setiap unsur di A mempunyai pasangan dan tidak boleh dikaitkan dengan lebih dari satu unsur di B.mengaitkan setiap unsur di A dengan tepat satu unsur di B. sehingga 0 ≤ (x-2)2 ≤ 9. maka terhadap kedua fungsi itu dapat dilakukan operasi aljabar berikut: ● penjumlahan. Karena itu -5 ≤ g(x) ≤ 4. sehingga daerah nilai fungsi g adalah Rg = {y : -5 ≤ y ≤ 4} 2.2 ≤ 3.2)2 ≤ 0∀x≤Df =r sehingga daerah nilai fungsi f adalah Rf = {y: y ≤ 4} b. Contoh: tentukan daerah asal dan daerah nilai dari fungsi a. Hasilbagi fungsi f dan g ditulis f/g.{x: g(x)= 0}ditentukan oleh (f/g)(x)= f(x)/g(x). selisih.g)(x) = f(x) . Jumlah fungsi f dan g.

x ≠0} ◦ selisih dari fungsi f dan g adalah (f-g)(x)= ((1-x)/(1+x))-(1/x)= (x-x2-1-x)/x(x+1)= -(x2+1)/x(x+1) Df-g = {x: x ≠ -1. yang dinamakan fungsi implisit dari y terhadap x atau x terhadap y. x ≠ 0} ◦hasilbagi dari fungsi f dan g adalah (f/g)(x)=((1-x)/(1+x))/(1/x)=-x(x-1)/(x+1).x≠0} ◦hasil bagi dari fungsi f dan g adalah (g/f)(x)=(1/x)/((1-x)/(1+x))=(-x+1)/x(x-1). ● persamaan f(x. x ≠ 0} ◦hasil kali dari fungsi f dan g adalah (fg)(x)=((1-x)/(1+x)).(1/x)= (-x+1)/x(x+1). pengertian fungsi eksplisit y a dan implisit adalah sebagi berikut: ● fungsi dengan aturan y = f(x) yang (x.Jawab: daerah asal fungsi f dan g adalah Df = {x: x ≠ -1}dan Dg ={x: x ≠0} ◦jumlah dari fungsi f dan g adalah (f+g)(x)= ((1-x)/(1+x))+(1/x)= (x-x2+1+x)/x(x+1)= (-x2+2x+1)/x(x+1) Df+g = {x: x ≠ -1.y) y memasangkan setiap unsur di daerah asal L dengan tepat satu unsur di daerah nilai x -a x a 0 dinamakan fungsi eksplisit y terhadap x.y)= 0 secara implisit memuat informasi y adalah fungsi dari x -a X2+y2=a2 dan x adalah fungsi dari y.Dg/f ={x: x ≠ -1. .Dfg = {x: x ≠ -1. x≠1} Fungsi implisit dan fungsi eksplisit secara umum.Df/g={x: x ≠ -1.

● a<0 dan b<0: kurva y = f(x) digeser a satuan ke kiri dan b satuan ke bawah.Fungsi genap dan fungsi ganjil ● fungsi y = f(x) dikatakan fungsi genap jika f(-x)= f(x) untuk setiap x є Df ● fungsi y = f(x) dikatakan fungsi ganjil jika f(-x)=-f(x) untuk setiap x єDf pergeseran kurva pergeseran kurva y = f(x-a)+b untuk sebarang konstanta a dan b yang tak nol adalah sebagai berikut ● a>0 dan b>0: kurva y = f(x) digeser a satuan ke kanan dan b satuan ke atas. ● a<0 dan b>0: kurva y = f(x) digeser a satuan ke kiri dan b satuan ke atas. . ● a>0 dan b<0: kurva y = f(x) digeser a satuan ke kanan dan b satuan ke bawah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->