JAMU, OBAT HERBAL TERSTANDAR (OHT) DAN FITOFARMAKA

Banyak masyarakat bingung tentang kehadiran produk fitofarmaka bernama Stimuno yang berisi ekstrak meniran yang dikabarkan bisa merusak ginjal. Juga beredar berita bahwa produk Echinacea seperti dalam produk Imboost tidak ada khasiatnya. Echinacea kandungan zat aktifnya yang mempunyai efek farmakologis adalah polisakarida aktif yang mempunyai struktur antigen sehingga bisa berikatan dengan epitop antibodi membentuk kompleks imun. Dengan adanya ikatan ini sifatnya lebih kepada imunostimulan yaitu memicu sistem pertahanan tubuh. Untuk meniran, sebenarnya ada 2 tanaman yaitu species Phyllantus niruri dan Phyllanthus urinaria. Secara umum perbedaan antara Phyllantus niruri dan Phyllantus urinaria terletak pada warna batangnya. Phyllantus niruri memiliki batangnya berwarna putih sedangkan Phyllantus urinaria batangnya berwarna merah. Keduanya memang mempunyai sifat diuresis yaitu sifat mengeluarkan air kencing, dan tentu proses ini berhubungan erat dengan kerja ginjal. Ya memang demikian, sebelum di-klaim sebagai imunomodulator meniran telah dikenal sebagai obat yang bikin kencing. Bagaimana dengan sifat diuresis tersebut? Pada dosis tertentu ternyata mempunyai efek imunostimulan, (baca artikel: Stimuno Untuk Kekebalan Tubuh) dan pada kadar tertentu juga bersifat diuresis. Si batang merah ini sifat diuresisnya lebih kuat dibanding P. niruri. Bagaimana dengan penderita ginjal? Berikut komentar bapak Didik Gunawa, Dosen Farmasi UGM (sekarang sudah almarhum): “Sebagai penderita gagal ginjal, kemampuan tubuh untuk pembentukan Hb terhenti, sehingga kadar Hb saya setiap waktu cenderung turun dan tiap 6 bulan sekali butuh transfusi darah. Dari berbagai hasil penelitian dilaporkan bahwa herba meniran (Phyllanthus niruri) memiliki kemampuan meningkatkan kadar Hb dalam darah, dan setelah saya coba mengkonsumsi infusa herba meniran dalam waktu 2 bulan, ternyata potensi itu memang terbukti bisa meningkatkan kadar Hb dalam darah. Dari hasil penelitian pula dilaporkan bahwa meniran berfungsi membantu aktivitas kerja hormon pembentuk Hb (alfa atau beta Haemapoeitin : yang hormon ini tidak lagi diproduksi oleh ginjal yang rusak). Sejak itu selama 2 tahun terakhir, saya tidak lagi pernah transfusi darah, dan Hb saya stabil antara 8,5 – 9,5 (kadar normal orang sehat = 12). Transfusi disarankan kalau kadar Hb turun sampai 7 ke bawah. Semoga informasi ini bisa dimanfaatkan para penderita gagal ginjal yang lain. “ JAMU, Obat herbal terstandar (OHT) dan Fitofarmaka Stimuno telah mendapatkan sertifikat Fitofarmaka oleh BPOM. Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah di standardisasi. Uji klinis yaitu uji yang dilakukan terhadap manusia, sedangkan OHT baru uji praklinik saja yaitu pada hewan percobaan. (Baca: Clinical Research) Obat herbal terstandar adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah di standarisasi. Mungkin Anda ingat iklan Tolak Angin yang dibintangi oleh dr. Laula Kamal yang dikatakan
1

namun sistem penanaman berbeda. OHT. Mengapa Fitofarmaka jumlahnya sedikit sekali. OBAT HERBAL TERSTANDAR DAN FITOFARMAKA – dari BPOM). apakah boleh mencantumkan fitofarmaka dalam kemasannya? Jawabnya tentu tidak bisa.telah di uji pra-klinik di laboratorium beberapa universitas. Untuk menuju grade fitofarmaka diperlukan dana milyaran hingga triliunan dan waktu bisa lima sampai belasan tahun. padahal kekayaan hayati Indonesia sangat besar? Alasan klasik yaitu masalah waktu dan biaya. Apa makna dengan diberikannya grade fitofarmaka pada Stimuno? Tentu grade-nya naik. walau sama-sama mengandung bahan yang sama. Mengapa? Sehingga. juga tidak toksik. Formulasi yaitu rangkaian dari formula (zat berkhasiat). golongan fitofarmaka telah mampu disejajarkan dengan obat modern dan dokter bisa meresepkan produk fitofarmaka kepada pasien. namun ketika digabung malah menghasilkan efek yang merugikan. ini karena ada bahan yang dalam bentuk tunggal. Jinten hitam (Nigella sativa) berkhasiat imunostimulan. Hal ini dimaksudkan supaya diperoleh keterulangan yang sama antarproduk yang dibuat. Rheumaneer (Nyonya mener). Jadi oleh perusahaan X tersebut tidak boleh mencantumkan label Fitofarmaka karena perusahaan X tidak tahu produknya diformulasi sama tidak dengan Stimuno. keduanya aman dan berkhasiat. lebih banyak variasinya. pengujian toksisitas seharusnya dilakukan pada produk akhir. yaitu meniran. Meniran (Phyllanthus niruri) berkhasiat sebagai imunostimulan dan bersifat tidak toksik. OHT vs FITOFARMAKA Fitofarmaka. X-Gra (Phapros). spesies berbeda walau genusnya sama (Echinacea purpurea. dan fitofarmaka (baca : KRITERIA DAN TATA LAKSANA PENDAFTARAN OBAT TRADISIONAL. dan Nodiar (Kimia Farma). dan Echinacea pallida) tentu kandungan metabolit juga berbeda. contohnya adalah pecampuran meniran dan jinten hitam (habatus saudah). Apalagi untuk obat herbal. juga bagaimana respon kliniknya juga belum diteliti. Yaitu upaya untuk standardisasi dimulai sejak budi daya. (Baca : Fitofarmaka di Indonesia). Jika ada produk serupa. dan bisa berbeda pula efek yang dihasilkan. masih banyak orang yang asing dengan istilah ini. Namun. dan proses produksi. jangan mencampur kedua bahan ini karena campuran meniran dan jinten hitam bisa menyebabkan hepatotoksik (toksik pada hati). misal perusahaan X yang sama-sama membuat obat serupa dengan kandungan sama-sama meniran 50 mg. Good Agriculture Practise (GAP) Oleh karena bayak variabel yang berbeda dalam herbal walau sama-sama tanamannya maka dikembangkan GAP. Selain 2 . Tensigard (Phapros). asal tanaman berbeda (satu di dataran tinggi. Walau bahannya sama tentu formulasinyaberbeda. Jika formulasi berbeda maka dalam melepaskan zat berkhasiat juga berbeda. satu lagi di dataran rendah). proses produksi. kadar. Tentang pembagian jamu. Kesatuan formulasi produk akhir juga harus diuji. uji kestabilan. uji kualitas semua ada SOP-nya (prosedur tetap/protap). Echinacea angustifolia. Sedangkan OHT mencapai 17 dan golongan jamu mencapai ribuan. bahan tambahan. Jumlah fitofarmaka di Indonesia hingga tahu 2011 hanya ada 5 yaitu Stimuno (Dexa Medica). musim kemarau dan musim hujan. Walau sama-sama meniran. Ini dianalogikan dengan proses pembuatan obat sintetis yaitu dari proses bahan baku.

dengan harga lebih murah. Para ahli pun bertanya: mana buktinya? Mana penelitiannya? Ya perlu dipahami bahwa para tenaga kesehatan kita perlu bukti untuk bisa percaya terhadap herbal. Jadi masyarakat belum tahu apa makna label Fitofarmaka di suatu produk. Dalihnya. masyarakat saat ini pahamnya OHT lebih tinggi dari Jamu dan belum kenal dengan fitofarmaka. jadi kita belum tahu bagaimana satukesatuan tersebut (formulasi) efeknya pada manusia. jadi nanti saja ke fitofarmaka-nya”. Anda tahu Tolak Angin? Pada awalnya produk ini adalah Jamu. Lalu buat apa saya repot-repot mengangkat ke fitofarmaka dengan biaya dan waktu yang lama. Maksudnya apa? Jika kita di Apotek disuguhkan oleh apoteker 2 produk. Di sini yang jadi titik kritis. Tentu masyarakat akan cenderung memilih produk X. Masih ingat dalam ingatan ketika VCO atau buah merah yang diclaim bisa mengobati penyakit A. pemerintah sekarang dengan sangat gencar menggarap program “Saintifikasi Jamu”. namun sekarang sudah OHT. hanya sebagai terapi suportif dalam penyembuhan suatu penyakit. 3 . Bagaimana dari sisi produsen mengapa tidak mengangkat lagi produk OHT-nya ke arah fitofarmaka? Jawabnya: Mungkin jawabannya “Jangan dulu. malah ada tambahan Echinacea dan Zn. Oleh karena itu. apakah dengan label Fitofarmaka lantas obat jadi tambah manjur? Tentu tidak. lebih mengarah ke PENCITRAAN. Vitamin C.kedua alasan di atas. C. cuma khasiat dari satu-kesatuan (formulasi) produk tersebut telah teruji dan dibuktikan secara klinik/ilmiah. sudah bisa menghasilkan revenue dalam jumlah besar. OHT saja sudah cukup menaikkan pamor. Masyarakat kita baru sampai tahap ini saja. B. jelas dengan kenaikan grade ini semakin meningkatkan kepercayaan. “Oh. Dengan membuat fitofarmaka. Masalah Lain Obat Herbal Pertama. Walau sudah di-claim masing-masing bahan oleh jurnal-jurnal ilmiah. Saya ambil contoh: ada suatu sediaan JAMU. bisa membedakan Jamu dan OHT. sebenarnya ada satu alasan lagi mengapa para produsen “belum mau” mengangkat produknya menuju ke fitofarmaka. Dan ini mengakat nama pabrik secara keseluruhan (Brand corporate awareness). Contoh. Ini tidak boleh. namun belum sampai ke fitofarmaka. Boleh disebutkan jika tertulis : JAMU X untuk mendukung terapi penyakit Hepatitis A. Bagi konsumen. Jadi bukan JAMU X yang menyembuhkan. juga kemasan yang lebih menarik. Lagi pula. … sampai Z. dalam kemasan menyebut : berkhasiat untuk mengobati penyakit HEPATITIS A. 1 stimuno dan 1 lagi obat yang mengandung sama-sama meniran. disana udah berhasil fitofarmaka …”. namun tidak menambah revenue dari modal tersebut. Ini adalah salah satu kendala fitofarmaka untuk berkembang luas dan berhenti di OHT saja. Terus timbul pertanyaan. tidak ada jaminan bahwa dengan fitofarmaka lantas penjualan akan terus meningkat dan menjadi block-buster? Buktinya Stimuno bukan “revenue center” utama dari Dexa Medica. terlalu bombastis. Yaitu belum populernya fitofarmaka dan masyarakat belum paham makna penggolongan grade-grade tersebut. walau bisa dikatakan produk X lebih “pepak/komplit” tapi ini belum diuji formulasinya ke klinik (manusia/pasien). obat ini telah melalui proses standardisasi sehingga lebih terjamin produknya.

Senyawa ini dihasilkan oleh sejenis jamur.Kedua. namun jika biji kulit ikut tercampur bisa mengakibatkan pusing. obat herbal perlu waktu (onset) lebih lama karena model aksi kerjanya juga berbeda. Obat herbal bekerja tidak “ces-pleng/joss” seperti obat sintetis. Ternyata efek doxorubicin tidak hanya bekerja membunuh sel kanker. Jadi obat herbal lebih tepat digunakan untuk penyakit metabolisme seperti diabetes mellitus. mual. dsb. kerjanya sinergis. dan muntah. dan tidak cocok untuk penyakit akut atau perlu efek/tindakan yang cepat. sedangkan Rheumaner karena dari tanaman maka kandungan zat aktifnya banyak dan punya aksi farmakologis sendiri-sendiri dan saling mendukung satu sama lain. Symphytum comfrey bisa membuat hepatotoksik (kerusakan hepar/hati). Mahkota dewa. kanker. Dari uji farmakologis. Rheumaner (obat herbalfitofarmaka) memang potensinya lebih rendah dibanding Indometasin (obat sintetik). yang dijadikan obat adalah daging buahnya. flavonoid yang bisa 4 . Doxorubicin merupakan alkaloid yang juga digunakan pada penyakit kanker. Tanaman tapak dara mempunyai kandungan zat aktif vincristine dan vinblastine. Dalam kasus seperti ini tepat. namun ketika Anda minum obat ini maka efek samping yang tidak diinginkan yaitu rambut rontok dan sumsum tulang kering. Karena mode aksinya berbeda. lalu masing-masing fraksi diujikan farmakolgis pada hewan atau sel. Efek samping obat kimia lebih besar karena di senyawa tunggal dan diaplikasikan/diberikan dalam jumlah besar jika kerjanya tidak selektif bisa mempengaruhi organ fisiologis lain sehingga muncul efek yang tidak diinginkan. jika digunakan ekstrak maka berapa kg ekstrak yang dibutuhkan untuk bisa berkhasiat. Kedua senyawa telah mampu diisolasi menjadi senyawa tunggal dan banyak digunakan pada terapi kanker. Khasiatnya yaitu sebagai trachea-spasmolitik. ketemu fraksi mana yang berkhasiat lalu dilanjutkan isolasi preparatif untuk menuju senyawa tunggal. Apakah obat herbal harus lari sampai ke isolat (penemuan senyawa aktif) atau cukup ekstrak saja? Sebelumnya saya ambil contoh ini. Lain lagi cerita dengan doxorubicin. asam urat. obat sintetik yang emang ces-pleng untuk hilangkan pagal-pegal. tapi juga membunuh sel yang lain. Jadi jika Anda menemui JAMU untuk asam urat. bisa menyababkan keguguran pada ibu-ibu di awal kehamilan. Indometacin melalui aksi penghambatan COX saja. Seperti contoh Datura metel (kecubung) yang digunakan untuk obat asma. yaitu tentang efek kerja herbal. Lalu apakah obat herbal selalu aman dan tidak ada efek samping? Jangan salah. obat herbal pun bisa berperilaku layaknya obat sintetis. namun bisa menyembuhkan rasa sakit dalam waktu kurang dari 1 jam. Kadungan utamnya yaitu chromen yang sudah terbukti berkhasiat sebagai diuresis. karena farmakologi molekulernya juga berbeda. Contoh lain pada Orthosipon (kumis kucing) untuk penderita batu ginjal. JAMU tersebut pasti dicampur dengan Dexamethason. Tapi tentu efeknya akan berbeda. Cabe jawa. justru Anda patut curiga. kolestrol. Contoh lain yaitu tanaman yang diteliti oleh salah satu profesor di Fakultas Farmasi UGM yaitu Piper cubeba (kemukus). Tanaman diuji dengan bioassay guided maksudnya: dari ekstrak kental misal ekstrak etanol. kalau berlebihan bisa bikin mabuk karena kandungan tropan alkaloid bisa berperilaku seperti atropine. zat aktif diisolasi karena dalam penyakit kanker perlu dosis tertentu dan tepat. lalu difraksinasi dengan pelarut nonpolar sampai polar.

menghancurkan batu ginjal. Ini adalah pertama kalinya. dan garam kalium yang juga sebagai diuresis. Sadeli Ilyas 5 . Jadi yang perlu dianalisis adalah germacronnya. Ketika yang diuji Stigmasterolnya maka tidak terlihat bedanya karena cabe jawa memang ada zat yang sama. yang hanya ada pada tanaman tersebut. Contoh pada temulawak. Oleh: Sarmoko Apt Posted for akfarsam by Dr. Jadi marker berperan sebagai identitas ekstrak. maka efek ke penyembuhan batu ginjal bisa turun karena ketiganya bekerja secara sinergis. Senyawa Marker. UGM meluluskan sarjana farmasi minat bahan alam. tapi dia bukan zat aktifnya. seorang Apoteker dari minat Farmasi Bahan Alam. Artikel ini ditulis berasal dari disuksi dengan saudara Puguh Novi Arsito. untuk bertugas mengolah kekayaan hayati berkhasiat obat yang ada di Indonesia (misi fakultas). senyawa markernya adalah xantorizol. karena harga purwoceng jauh lebih mahal. Jika ekstrak difraksi terus diambil hanya chromen saja. Tapi stigmasterol juga ditemukan di cabe jawa. Marker mempunyai 2 tujuan utama yaitu sebagai penanda farmakologis dan analisis. Purwoceng markernya adalah germacron. zat aktifnya adalah stigmasterol. Oleh karena itu sering ditemukan adanya pemalsuan purwoceng yang dicampur dengan cabe jawa. senyawa ini hanya ditemukan di purwoceng. pada purwoceng yaitu germacron. Apakah Itu? Merupakan senyawa penanda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful