P. 1
KESENIAN BETAWI

KESENIAN BETAWI

|Views: 439|Likes:
Published by Ilham Dwi Irianto

More info:

Published by: Ilham Dwi Irianto on May 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2013

pdf

text

original

Ilham XI IPS 1

KESENIAN BETAWI

Musik Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni musik Tionghoa, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi musik Arab, Keroncong Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab, dan Tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an. Saat ini Suku Betawi terkenal dengan seni Lenong, Gambang Kromong, Rebana Tanjidor dan Keroncong. Tanjidor (kadang hanya disebut tanji) adalah sebuah kesenian Betawi yang berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak abad ke-19 atas rintisan Augustijn Michiels atau lebih dikenal dengan nama Mayor Jantje di daerah Citrap atau Citeureup. Alat-alat musik yang digunakan biasanya terdiri dari penggabungan alat-alat musik tiup, alat-alat musik gesek dan alat-alat musik perkusi. Kesenian Tanjidor juga terdapat di Kalimantan Barat, sementara diKalimantan Selatan sudah punah. Kata Tanjidor berasal dari nama kelompok sisa-sisa musik Tangsi (asrama militer Jepang) yang dimainkan masyarakat Betawi yang bekerja bukan sebagai pemain musik, melainkan bermain musik untuk kepuasan batin dan kesenangan saja serta kegemaran masyarakat. Kesenian Tanjidor umumnya dipakai dalam musik jalanan tradisional, atau pesta cap gomeh di kalangan Cina Betawi. Musik ini merupakan sisa dari musik baris dan musik tiup zaman Belanda di Indonesia. Juga biasanya kesenian ini digunakan untuk mengantar pengantin atau dalam acara pawai daerah. Tapi pada umumnya kesenian ini diadakan di suatu tempat yang akan dihadiri oleh masyarakat Betawi secara luas layaknya sebuah orkes. Gambang kromong (atau ditulis gambang keromong) adalah sejenis orkes yang memadukan gamelan dengan alat-alat musik Tionghoa, sepertisukong, tehyan, dan kongahyan [1]. Sebutan gambang kromong diambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong. Awal mula terbentuknya orkes gambang kromong tidak lepas dari seorang pemimpin komunitas Tionghoa yang diangkat Belanda (kapitan Cina) bernama Nie Hoe Kong (masa jabatan 1736-1740)[2]. Bilahan gambang yang berjumlah 18 buah, biasa terbuat dari kayu suangking, huru batu, manggarawan atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah (sepuluh pencon). Tangga nada yang digunakan dalam gambang kromong adalah tangga nada pentatonik Cina[1], yang sering disebut salendro Cina atau salendro mandalungan. Instrumen pada gambang kromong terdiri atasgambang, kromong, gong, gendang, suling, kecrek, dan sukong, tehyan, atau kongahyan sebagai pembawa melodi. Orkes gambang kromong merupakan perpaduan yang serasi antara unsur-unsur pribumi dengan unsur Tionghoa. Secara fisik unsur Tionghoa tampak padaalat-alat musik gesek yaitu sukong, tehyan, dan kongahyan. Perpaduan kedua unsur kebudayaan tersebut tampak pula pada perbendaharaan lagu-lagunya. Di samping lagu-lagu yang menunjukkan sifat pribumi, seperti lagu-lagu Dalem (Klasik) berjudul: Centeh Manis Berdiri, Mas Nona, Gula Ganting, Semar Gunem, Gula Ganting, Tanjung Burung, Kula Nun Salah, dan Mawar Tumpah dan sebagainya, dan lagu-lagu Sayur (Pop) berjudul: Jalijali, Stambul,Centeh Manis, Surilang, Persi, Balo-balo, Akang Haji, Renggong Buyut, Jepret Payung, Kramat Karem, Onde-onde, Gelatik Ngunguk, Lenggang Kangkung, Sirih Kuning dan sebagainya, terdapat pula lagu-lagu yang jelas bercorak Tionghoa, baik nama lagu, alur melodi maupun liriknya, seperti Kong Ji Liok, Sip Pat Mo, Poa Si Li

Terkadang. yaitu zapin. Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini.Ilham XI IPS 1 Tan. Di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Secara keseluruhan. pemain marawis bersifat turun . Pukulan sarah dipakai untuk mengarak pengantin. Jika terdapat lebih banyak penduduk peranakan Tionghoa dalam masyarakat Betawi setempat. marawis juga kerap dipentaskan dalam acara-acara seni-budaya Islam. dan lagu-lagu yang dimainkan berlangsung secara wajar dan tidak dipaksakan. Pembawaan lagunya dinyanyikan secara bergilir antara laki-laki dan perempuan sebagai lawannya. Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW (shalawat). Peh Pan Tau. saksofon. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin ataukrecekdan [Symbal] yang berdiameter kecil. Dewasa ini juga terdapat istilah "gambang kromong kombinasi". Uniknya. Cu Te Pan. terdapat lebih banyak jumlah grup gambang kromong dibandingkan dengan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. untuk membangkitkan semangat. baik di wilayah DKI Jakarta sendiri maupun di daerah sekitarnya (Jabotabek). terdapat tiga jenis pukulan atau nada. Ma Cun Tay. sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu. gitar. Cit No Sha. dengan busana gamis dan celana panjang. Cay Cu Teng. misalnya. dan memiliki unsur keagamaan yang kental. musik ini menggunakan hajir (gendang besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm. Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak. dan kadangkala bersifat ejekan atau sindiran. Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari Yaman. bas. Gambang kromong merupakan musik Betawi yang paling merata penyebarannya di wilayah budaya Betawi. memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya). Musik ini dimainkan oleh minimal sepuluh orang. Selain mengiringi acara hajatan seperti sunatan dan pesta perkawinan. Setiap orang memainkan satu buah alat sambil bernyanyi. serta berpeci. drum dan sebagainya. penuh gembira. organ. yang mengakibatkan terjadinya perubahan dari laras pentatonik menjadi diatonik tanpa terasa mengganggu. Gambang kromong kombinasi adalah orkes gambang kromong yang alat-alatnya ditambah atau dikombinasikan dengan alat-alat musik Barat modern seperti gitar melodis. Dinas Kebudayaan DKI. Sedangkan zahefah mengiringi lagu di majlis. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu gembira pada saat pentas di panggung. serta dua potong kayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. 1997. seperti lagu berbalas pantun. Hal tersebut tidak mengurangi kekhasan suara gambang kromong sendiri. dumbuk atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang. Semua pemainnya pria. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi. Lagu-lagu yang dibawakan pada musik gambang kromong adalah lagu-lagu yang isinya bersifat humor. marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm. dan zahefah. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. terdapat lebih banyak pula grup-grup orkes gambang kromong. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu Dalam Katalog Pekan Musik Daerah. Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. sarah. beberapa orang dari kelompok tersebut bergerak sesuai dengan irama lagu. Cay Cu Siu dan sebagainya. Kedua nada itu lebih banyak digunakan untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat. Dalam marawis juga dikenal istilah ngepang yang artinya berbalasan memukul dan ngangkat.

Rachmat Syamsudin. Contohnya tari Topeng Betawi. Namun Jakarta dapat dinamakan daerah yang paling dinamis. Dan ragam acara yang bersifat pesta rakyat. Barangkali memang kurang afdol jika penari cokek sekadar menari. tidak menyebutkan sejak kapan jenis tarian Cokek itu muncul ke permukaan. Pada awalnya. cucu. Dalam sejarah kesenian Betawi. Cokek dan lain-lain. Singgih Wibisono dan Drs. Sebagian besar masih dalam hubungan darah . Drs. Selain seni tari lama juga muncul seni tari dengan gaya dan koreografi yang dinamis. Disanalah para penari Cokek mempertunjukan kepiawaiannya menari sambil menyanyi. Karenanya dalam perkembangannya selain menari juga harus pintar olah vokal alias menyanyi dengan suara merdu diiringi alunan musik Gambang Kromong. Orang Betawi menyebut Tari Ngibing Cokek. . seperti tari Yapong dengan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Selama ngibing mereka disodori minuman tuak agar bersemangat. baik perayaan perjamuan hajatan perkawinan hingga pesta pengantin sunat. Tentulah ada kegenitan lain yang dimunculkan oleh para penari tersebut untuk menarik lawan jenisnya.Ilham XI IPS 1 temurun. H. dan keponakan. Selain luas penyebarannya juga dengan cepat banyak digemari masyarakat Betawi kota sampai warga Betawi pinggiran. Jadi temu antara lagu dan musik benar-benar tampil semarak alias ngejreng beeng. Ditambah kerlingan mata sang penari yang indah memikat para tamu lelaki untuk ikutan ngibing berpasangan di panggung atau pelataran rumah warga. Mirip dengan Tari Tayub dari Jawa Tengah. Pada kurun waktu itu hampir tiap diselenggarakan pesta hiburan. Sekarang hampir di setiap wilayah terdapat marawis. Yapong yang dipengaruhi tari Jaipong Sunda. yang ditulis oleh H. Sayang sekali dalam buku “Ikhtisar Kesenian Betawi” edisi Nopember 2003 terbitan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Propinsi DKI Jakarta. Tari Seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur-unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan Tiongkok. Tidak disebutkan pula secara jelas siapa tokoh atau pelaku pertama yang memperkenalkan tarian egal-egol sembari menggoyang-goyangkan pinggulnya yang kenes. Cokek merupakan salah satu hiburan unggulan. Rachmat Ruchiyat.kakek.

Ilham XI IPS 1 Drama Drama tradisional Betawi antara lain Lenong dan Tonil. lenong mulai dipertunjukkan atas permintaan pelanggan dalam acara-acara di panggung hajatan seperti resepsi pernikahan.Setelah sempat mengalami masa sulit. menyebutkan bahwa lenong berkembang dari proses teaterisasi musik gambang kromong dan sebagai tontonan sudah dikenal sejak tahun 1920-an. Pementasan lakon tradisional ini biasanya menggambarkan kehidupan sehari-hari rakyat Betawi. salah seorang aktor atau aktris mengitari penonton sambil meminta sumbangan secara sukarela. pada tahun 1970-an kesenian lenong yang dimodifikasi mulai dipertunjukkan secara rutin di panggungTaman Ismail Marzuki. dan kecrekan. pantun. sedangkan lenong preman menggunakan bahasa percakapan sehari-hari. kempor. teater rakyat ini murni menjadi tontonan panggung. Kesenian tradisional ini diiringi musik gambang kromonggambang. . dengan alat-alat musik seperti Sejarah Lenong berkembang sejak akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20. Ketika pertunjukan berlangsung. Sementara itu. contoh kisah lenong denes adalah kisah-kisah 1001 malam. Selanjutnya. lenong denes umumnya menggunakan bahasa yang halus (bahasa Melayu tinggi). Firman Muntaco. lawak. Jenis lenong Terdapat dua jenis lenong yaitu lenong denes dan lenong preman. dan sukong. Bahasa yang digunakan dalam lenong adalah bahasa Melayu (atau kini bahasa Indonesia)dialek Betawi. Kadang-kadang pemeran lenong dapat berinteraksi langsung dengan penonton. kongahyang. Lakon atau skenario lenong umumnya mengandung pesan moral. dengan diselingi lagu. kendang. kedua jenis lenong ini juga dibedakan dari bahasa yang digunakan. suling. dan Anen.Lakonlakon lenong berkembang dari lawakan-lawakan tanpaplot cerita yang dirangkai-rangkai hingga menjadi pertunjukan semalam suntuk dengan lakon panjang dan utuh.Kisah yang dilakonkan dalam lenong preman misalnya adalah kisah rakyat yang ditindas oleh tuan tanah dengan pemungutan pajak dan munculnya tokoh pendekar taat beribadah yang membela rakyat dan melawan si tuan tanah jahat. yaitu yang ditayangkan oleh Televisi Republik Indonesia mulai tahun 1970-an.Selanjutnya. sedangkan dalam lenong preman busana yang dikenakan tidak ditentukan oleh sutradara dan umumnya berkisah tentang kehidupan sehari-hari. Selain menggunakan unsur teater modern dalam plot dan tata panggungnya.Nasir. Pertunjukan diadakan di udara terbuka tanpa panggung. Lenong adalah teater tradisional Betawi. lenong juga menjadi populer lewat pertunjukan melalui televisi. gong. dan lelucon jenaka. Selain itu. membenci kerakusan dan perbuatan tercela. Pada mulanya kesenian ini dipertunjukkan dengan mengamen dari kampung ke kampung. serta alat musik unsurTionghoa seperti tehyan. Siti.Pada perkembangannya. Beberapa seniman lenong yang menjadi terkenal sejak saat itu misalnya adalah Bokir. Kesenian teatrikal tersebut mungkin merupakan adaptasi oleh masyarakat Betawi atas kesenian serupa seperti "komedi bangsawan" dan "teater stambul" yang sudah ada saat itu. seniman Betawi. Jakarta. lenong preman lebih populer dan berkembang dibandingkan lenong denes. yaitu menolong yang lemah. Baru di awal kemerdekaan. Dalam lenong denes (dari kata denes dalam dialek Betawi yang berarti "dinas" atau "resmi").kromong. Selain itu. lenong yang direvitalisasi tersebut menjadi berdurasi dua atau tiga jam dan tidak lagi semalam suntuk. aktor dan aktrisnya umumnya mengenakan busana formal dan kisahnya ber-seting kerajaan atau lingkungan kaum bangsawan.

begitu menurut cerita. Topeng Blatek sendiri para pemain terdiri dari tua dan muda. Sebenarnya. dan bermain. Topeng yang dibahas di sini topeng dalam pengertian teater tradisional atau teater rakyat Betawi. namun perkembangannya kurang menggembirakan. Blantek yang awalnya diakui sebagai tingkat pemula topeng teater. Teater topeng Betawi mulai tumbuh pada awal abad ke-20. tahu dengan baik . Kedua berarti teater dan pertunjukan. sekarang ia memiliki identitas sendiri sebagai teater rakyat Betawi dengan iringan musik Rebana kutu buku. Topeng mengadakan pentas di tanah. laki-laki atau perempuan. Blantek memainkan diambil dari lenong meliputi:. serta Empat kembar. tetapi dengan pengembangan Blantek topeng. Jampang Mayangsari. Ya.Blantek hanya tumbuh dan berkembang di daerah dekat Bogor.Mulai dari istirahat 'anak Angon' mode untuk bermain topeng. Sejak tahun 1950-an. tetapi untuk orang yang masih tinggal di Betawi. . bernyanyi. Daerah pertumbuhannya di pinggiran Jakarta. yang terdiri dari lima -8 orang. pada pertama seni ini adalah seni yang dimainkan oleh pemain pemula yang masih belajar untuk menjadi pemain lenong atau topeng. Ketiga berarti primadona atau penari. Karena tumbuhnya di pinggiran Jakarta. aktivitas vakum Blantek.Ilham XI IPS 1 Pernah mendengar Topeng Blantek? Mungkin bagi orang-orang biasa dari kata-kata ini terdengar sangat aneh di telinga. Dahulu ubrug dan topeng Betawi hidup secara damai. topeng dipengaruhi oleh kesenian Sunda. Pada awalnya pementasan atau pertunjukan topeng tidak menggunakan panggung. Ini seni hidup di pinggiran selatan Jakarta. Si Pitung. Pendapat itu masih perlu diperdebatkan. Topeng Betawi Topeng dalam bahasa Betawi mempunyai beberapa arti. Bila perkumpulan topeng mengadakan pementasan.. Sebagian besar cerita ditampilkan dalam topeng Blantek adalah drama cerita rakyat betawi. Pertama berarti kedok penutup wajah. Sampai sekarang Blantek mampu tampil di forum internasional. topeng merupakan salah satu teater Blantek Batavia. meskipun hanya bagian dari seni tarinya saja. sekarang menunjukkan adalah seseorang yang Blantek campuran pertunjukan tari. Ada yang berpendapat topeng Betawi berasal dari kesenian ubrug. Dengan perkembangan Blantek topeng sendiri. Pergantian adegan dilakukan dengan mengitari colen. Nyai Dasima Play diambil dari masker adalah: Kucing Pendekar atau Tuan Tanah Kedaung Barang. lelucon. Sementara bermain adalah asli Blantek contoh: Kramat Cottage Rajeg. disertai dengan bunyi tetabuhan pukulan blentang Blantek lahirlah Istilah "topeng Blantek". properti yang digunakan hanya colen (lampu minyak) bercabang tiga dan gerobak kostum diletakkan di tengah arena. Dengan kondisi itu pemain dan penonton tidak dibatasi dengan tirai atau dekor apapun. Blantek pahlawan dari pertunjukan adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari pengaruh topeng dan lenong. Melakukan Blantek sangat sederhana dan tanpa hiasan. Biasanya awal acara sering dinyanyikan lagu-lagu dzikir dan syalawat . Saat itu masyarakat mengenal topeng melalui pertunjukan ngamen keliling kampung. kostum yang digunakan oleh para pemain juga beradaptasi dengan perannya. Pada tahun 1976 Pemerintah DKI Jakarta mulai menggali kembali Blantek.

hilang dimakan kucing. tetapi lampu petromaks atau listrik.Ilham XI IPS 1 Awal 1960-an pertunjukan topeng sudah dilakukan di atas panggung. Lakon atau cerita inti dimulai hampir tengah malam. Puncak pertengkaran Bapak Jantuk menceraikan Mak Jantuk. Daan Dain. Pertunjukan dibagi dalam tiga bagian. Setelah lakon inti selesai. Di panggung dipasang layar polos ditambah properti lain berupa sebuah meja dengan dua buah kursi. Gapleh. Jika lakon panjang. Sulamjana. Glenderan. Pertunjukan yang dimaksudkan membayar nazar ditandai dengan upacara ketupat lepas. Jurjana. kulanter. Aki-Aki Ganjen. Mereka bertengkar. Rembati. Mak Jantuk tidak menerima perlakuan Bapak Jantuk. Gegot. Lipet Gandes. Buah Kaung. Pertunjukan topeng Betawi berjalan semalam suntuk.bagian penutup dimulai. Lurah Barni dari Rawa Kalong. dan gong buyung. Tabuhan topeng terdiri dari rebab. Instrumentalia ini disebut Arang-Arangan dan Tetalu yang berfungsi mengumpulkan penonton. Ucing-Ucingan. Pralakon dimulai setelah shalat Isya dengan menampilkan lagu instrumentalia. Setelah instrumentalia dilanjutkan dengan tari Topeng Kedok atau Topeng Tunggal yang dimainkan oleh penari wanita berbusana gemerlap dan indah. dan sebagainya. Oncom Lele. dan lain-lain. Asan Usin. Bagian ini berisi lakon Bapak Jantuk. Karantangan. kecrek. . menyanyi. Mak Jantuk. Nama lagunya antara lain : Kang Aji. Tokoh lain yaitu mertua Jantuk yang biasanya dimainkan oleh pemusik paling senior sambil tetap duduk. Upacara ini bertujuan agar pertunjukan selamat dan agar alam tidak marah yang dapat membinasakan manusia. Bapak Jantuk marah kepada istrinya. dan anak mereka yang berupa boneka yaitu Si Jantuk. kempul. Akhirnya keluarga Jantuk rukun kembali. Cerita Bapak Jantuk berkisar sekitar Pak Jantuk yang gembira sambil menimang anaknya. dalam satu malam dimainkan dua atau tiga lakon. Lakon Bapak Jantuk dimainkan oleh pemeran Bapak Jantuk. Tuan Tanah Kedaung. Pendekar Kucing Item. kromong tiga. Pertunjukan topeng biasanya diadakan sehubungan dengan pesta perkawinan. Lakon Bapak Jantuk berlangsung sampai datangnya waktu subuh. Hidup sebagai duda membuat Bapak Jantuk sadar. Lurah Murja. Bagian ketiga Jantuk. Bodor dimainkan seorang pria dengan busana sederhana namun kelihatan lucu. Bagian pertama pra-lakon. Ngelontang. Jika lakon yang dibawakan pendek. Waru Doyong. Kegembiraan Bapak Jantuk terhenti ketika ia mencari lauk kesukaannya. Mak Jantuk. totok ikan peda. hanya satu lakon. Atas saran mertuanya. Bapak Jantuk mengajak rujuk Mak Jantuk. Bombang. jidat (dahi) nongnong (menonjol). Sekoci. Enjot-enjotan. dan nazar. Alat penerangnya bukan lagi colen. Lakon panjang antara lain berjudul : Bapak Sarkawi. Bahasa yang digunakan yaitu bahasa Betawi pinggir atau disebut juga bahasa Betawi Ora. Rojali Anemer Kodok. Pertunjukan topeng diiringi oleh musik yang disebut tabuhan topeng. Pasangan yang kontras ini manari. Ada upacara yang harus dikerjakan sebelum pementasan topeng. Ciri khas lakon itu mengisahkan tokoh-tokoh yang akrab dan dikenal masyarakat. Lambangsari. dan melawak. hitanan. gendang besar. Gojing. Mandor Dul Salam. Bapak Jantuk berkedok hitam dengan muka sembab. Bagian kedua lakon atau cerita inti. Mak Jantuk juga bersedia rujuk. Lagu yang dimainkan lagu Sunda Gunung namun khas daerah pinggir Jakarta.

dengan panjang sekitar 15-20cm. creita lainnya ialah Mirah dari Marunda. Sunta. Murtado Macan Kemayoran. Selain mengisahkan jawara atau pendekar dunia persilatan. karena . Senjata tradisional  Rotan Rotan adalah jenis senjata tradisional Betawi yang digunakan pada permainan Seni Ketangasan Ujungan. Kisam. Pada masa awal terbentuknya Seni Ketangkasan Ujungan. Mandra. utamanya tulang kering dan mata kaki. Tubuh lawan yang menjadi sasaranpun dibatasi hanya sebatas pinggang ke bawah. yang difungsikan untuk melukai lawan. Akibatnya saat ini tidak ada seniman topeng yang mampu membawakan tokoh Bapak Jantuk dengan baik. Semua tokoh yang disebut itu telah tiada. Tokoh yang pernah mengembangkan teater topeng adalah : Jiun (Cisalak). Penerus Topeng kini berada di pundak generasi ketiga dan keempat Dinasti Cisalak dan Dinasti Tambun. seperti Omas.Ilham XI IPS 1 Inti cerita Bapak Jantuk adalah nasehat berkeluarga. juga dikenal cerita Nyai Dasima yang menggambarkan kehidupan zaman kolonial. Atin Kisam. Kumpul (Pekayon). Ronggeng Topeng paling sohor masa lalu adalah Mak Kinang (Cisalak) dan Mak Manih (Gandaria. Mereka diteruskan leh Bokir. Kondisi ini cukup menghawatirkan bagi kelangsungan hidup Bapak Jantuk. rotan yang digunakan mencapai panjang 70-100cm. Disinyalir dari Seni Ujungan inilah awal beladiri berkembang. Keterbatasan waktu menyebabkan bagian pra-lakon dan bagian Bapak Jantuk tidak dimainkan. Jangan membesar-besarkan masalah kecil. Kecil (Cijantung). Mastur. Pada ujung rotan disisipkan benda-benda tajam seperti paku atau pecahan logam. Andy Suhandy. juga dikenal cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen atau si jampang yang mengisahkan jawara-jawara Betawi baik dalam perjuangan maupun kehidupannya yang dikenal "keras". Dalam perkembangannya. Entong Kisam. Udin. Persoalah harus diselesaikan dengan cara kekeluargaan. dan lain-lain. Kartini. dan sebagainya. Pada perkembangannya rotan yang digunakan hanya berkisar 70-80cm. Nomir. Nasehat itu disampaikan dengan sederhana dan penuh humor. Dalih. Tatang Suhenda. Senjata ini lebih berfungsi sebagai senjata pusaka yang menjadi simbol strata sosial pada waktu itu.  Punta Punta adalah senjata tajam jenis tusuk. termasuk kategori senjata alat pemukul. selanjutnya paku dan pecahan logam di ujung rotanpun tidak lagi digunakan untuk pertandingan yang sifatnya hiburan. topeng tidak lagi main semalam suntuk. Cerita rakyat Cerita rakyat yang berkembang di Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung. Pekayon). Juragan Boing dan yang lainnya. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan yang akhirnya merugikan. rotan jenis ini dipakai hanya ketika berperang menghadapi musuh sesungguhnya.

Beliung Gigi Gledek merupakan jenis kapak dengan mata kapak terbuat dari batu. Sebagian besar masyarakat di pulau Jawa sepakat menamakan senjata tajam jenis “bacok” ini dengan golok. sedangkan kualitas dari kedua daerah ini memiliki kesamaan mengingat kerucut dari sumber pande besi masyarakat Betawi mengacu pada tempat-tempat Jawa Barat. terbuat dari besi kuningan dengan panjang kurang dari 10cm. . merupakan teknik pembuatan senjata sisa peninggalan zaman batu baru di Betawi yang masih tersisa antara abad 1-3M. Pada akhir abad 17 orang-orang peranakan cina di luar kota memodifikasi kerakel menjadi sebuah bilah dengan dua mata tajam. Perbedaan diantara keduanya dapat dilihat dari model bentuk dan penamaannya. Di Jawa Barat mungkin dikenal sebagai Kujang. merupakan perkembangan dari senjata rotan Ujungan. terbuat dari hasil sisa pembakaran baja hitam (kerak keling) yang dicor. Pada gagang dibuat lebih ringan dengan bahan terbuat dari timah. Ujung gagang lancip yang difungsikan juga sebagai alat penusuk. Batang pemukul pipih memiliki panjang lebih pendek dari rotan (40-60cm). umumnya digunakan sebagai perkakas untuk membuat kayu. berarti bilah). Seiring dengan perkembangan waktu. Salah seorang resi perempuan yang terkenal menggunakan cunrik ini adalah Buyut Nyai Dawit. Beliung digunakan Salihun sebagai sarana dalam melakukan aksi perampokan maupun pelarian dengan memanjat pagar tembok.  Beliung Gigi Gledek Beliung adalah sejenis kapak dengan mata menyilang kearah gagang pegangan. berarti dua-Sau. sejenis perkakas yang difungsikan sebagai pengerut besi. biasa digunakan oleh para resi perempuan yang tidak ingin menonjolkan kekerasan dalam pembelaan dirinya.  Golok Golok merupakan jenis senjata tajam masyarakat Melayu yang paling umum ditemukan. walaupun dengan penamaan yang berlainan berdasarkan daerahnya. pengarang Kitab Sanghyang Shikshakanda Ng Karesiyan (1518). Senjata Tradisional Betawi yang dipakai dalam Maenpukulan  Kerakel (Kerak Keling) / Blangkas Kerakel (Kerak Keling) merupakan jenis senjata pemukul. Pada masyarakat Betawi keberadaan golok sangat dipengaruhi kebudayaan Jawa Barat yang melingkupinya. Beberapa tokoh yang diketahui pernah menggunakan ini sebagai senjata andalannya adalah Batara Katong (Wak Item) dan Salihun pemimpin kelompok Si Pitung. Sekilas bentuk Kerakel mirip dengan Kikir. lidah masyarakat Betawi memetaforkan kata ji-sau menjadi pi-sau. namun Kujang lebih variatif dari segi bentuk dan motif ciung. Orang Betawi Rawa Belong lebih mengenalnya dengan sebutan Blangkas.Ilham XI IPS 1 senjata tajam ini tidak pernah digunakan untuk bertarung. sekalipun pi-sau hanya bermata satu.  Cunrik (Keris Kecil Tusuk Konde) Cunrik merupakan senjata tradisional para perempuan Betawi. di sebut Ji-Sau (Ji. Agar tidak licin para jawara zaman dulu melapisinya dengan kain. Dimakamkan di Pager Resi Cibinong.

dengan diameter 6cm yang tampak lebih lebar dari golok lainnya  . Bentuk gagang pegangan umumnya tidak menggunakan motif ukiran hewan. adalah golok yang berbahan tembaga. Umumnya golok Ujung Turun ini menggunakan wafak pada bilah dan motif ukiran hewan pada gagangnya.Ilham XI IPS 1 seperti Ciomas di Banten dan Cibatu di Sukabumi. murni digunakan sebagai senjata bacok. dengan bentuk yang pendek.Golok Ujung Turun Golok jenis ini adalah golok tanding dengan ujung yang lancip.Golok Gobang Golok Gobang.  . hal ini dimaksudkan sebagai sarana mengurangi beban golok ketika bertarung. Panjang tidak lebih dari panjang lengan (sekitar 30cm) dan diameter 7cm. Di Jawa Barat golok jenis ini merupakan perpaduan antara jenis Salam Nunggal dan Mamancungan. Bentuk Golok Gobang yang pada ujung (rata) dan perut melengkung ke arah punggung golok. Di Jawa Barat model Golok Gobang ini dinamakan Golok Candung. Bilah golok gobang polos tanpa pamor atau wafak yang umum dipakai sebagai golok para jawara.  . Gagang dan warangka golok lebih sering menggunakan tanduk. dengan diameter 5-6cm.Golok Betok & Badik Badik . panjang bilah sekitar 40cm. hanya melengkung polos terbuat dari kayu rengas. Masyarakat Betawi tengah menyebutnya dengan istilah “Gagang Jantuk”.

. Dalam istilah lain senjata tajam jenis ini disebut Cabang atau Trisula. Dalam setiap permainan siku selalu digunakan berpasangan. begitupun Badik Badik yang berfungsi hanya sebagai pisau serut pengasah Golok Jawara. Ujung tajam menghadap ke lawan. Siku Orang Betawi menyebutnya sebagai Siku. karena bentuknya yang terdiri dari dua batang besi baja yang saling menyiku atau menyilang. Kedua senjata tajam ini digunakan paling terakhir manakala sudah tidak ada senjata lagi di tangan.Ilham XI IPS 1 Golok Betok adalah golok pendek yang difungsikan sebagai senjata pusaka yang menyertai Golok Jawara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->