Pelet adalah sekumpulan bahan tertentu yang dihaluskan kemudian dipadatkan dicetak menurut ukuran tertentu.

Keuntungan pelet meningkatkan konsumsi dan efesiensi pakan dibanding dengan pakan alami. http://lubang-kecil.blogspot.com/ Saya akan menuliskan berdasarkan apa yang telah saya coba. Bahan bahan yang bisa digunakan untuk membuat pelet: Bahan yang berprotein Bahan yang mudah didapat didaerah masing masing pembaca misalnya 1. Tepung ikan rucah. Saat ini ikan seperti ini juga untuk daerah tertentu sudah menjadi komoditas yang digunakan untuk capuran terasi udang, makanan bebek dan untuk pakan ternak yang dibuat menjadi tepung.Cara membuatnya ikan di jemur atau di oven sampai kering kemudian ikan yang sudah kering dihaluskan dengan menggunakan mesin penepung.Protein ikan rucah ini sangat tergantung pada jenis ikannya. makin kecil ikannya makin tinggi proteinnya dan semakin putih dagingnya makin tinggi juga proteinnya. Protein ikan rucah berkisar antara 40% - 65%.Tepung ikan ini biasanya digunakan minimal 10% - 20%. Jenis ikan sangat menentukan berapa banyak tepung ikan yang digunakan . Ikan karnivora membutuhkan lebih banyak tepung ikan dibanding ikan herbivora. 2. Tepung kepala udang. Didapat dari perusahaan pengolahan udang, cara membuat dikeringkan sampai kering kemudian dihaluskan .Protein tepung kepala udang 35% - 45%. Penggunaannya sama dengan tepung ikan. 3. Tepung tulang 4. Tepung jeroan ayam sapi atau sejenisnya. 5. Semua bahan digunakan sesuai kebutuhan protein pelet yang diinginkan. Bahan yang mengandung pati (untuk perekat) 1. Tepung gaplek (singkong yang dikeringkan) kemudian dihaluskan hingga menjadi tepung. Pemakainya hanya 10% - 20%. 2. Tepung onggok adalah limbah dari pembuatan tapioka, Pemakaiannya 10% - 30% 3. Tepung tapioka Pemakaiannya 10% - 20%. 4. Tepung jagung Jagung pipilan kemudian ditepung halus. Pemakaiannya juga 10% - 20%. 5. Tepung polar katulnya gandum selain untuk gelatinasi tepung ini mempunyai kandungan protein 13% - 15%. Pemakaiannya 20% - 30%. Bahan lainya

Mesin penepung mempunyai fungsi untuk menghaluskan bahan bahan yang akan digunakan 2. Cara pembuatannya Cara konvensional Buat lem yang dibuat dari tepung tapioka 10% dari total bahan yang akan dibuat. Pemakaiannya 20% .Setelah dimixer selama 10 menit dan adukan benar benar rata( adukan tidak menjadi adonan seperti cara konvesional). 5. Bungkil kelapa mempunyai kandungan protein 15% . Mineral dan vitamin mineral yang dipakai yaitu nacl atau garam dapur. Cara dengan ekstruder sistem kering Bahan bahan ditimbang sesuai dengan komposisi pelet yang akan dibuat (tegantung pelet yang dibuat untuk ikan jenis karnivora atau herbivora atau yang lainnya). Setalah dicetak pelet masih lembek masih harus dikeringkan dijemur oleh matahari selama 2 hari. Pemakaiannya maksimal 30%.pelet yang keluar dari mesin ekstruder ini langsung kering hanya perlu diangin angin kan dengan kipas angin setelah itu pelet siap dipacking dan dipasarkan. mesin cetak yang penulis coba adalah mesin giling daging. Alat alat yang digunakan 1.13%. 2. Mesin ekstruder atau pencetak pelet berfungsi untuk mencetak pelet sesuai dengan yang dikehendaki biasanya mulai dari ukuran 2mm.54%.1. Namun pelet yang dibuat seperti ini tidak bisa menjadi pelet apung. bentuknya silinder dengan panjang 1cm dan diameter 3mm. Pemakaiannya 1% -2% .5mm . Vitamin yang dipakai yaitu vitamin B komplek dan vitamin .perlu penambahan cairan dan minyak ikan sesuai keinginan. 4. 3. Calsium karbonat atau kapur Pemakaiannya 1% .17%. Bahan yang telah kenyal tersebut di tuang kemesin cetak untuk dicetak dengan ukuran sesuai keinginan.3%. Mesin pengaduk atau mixer mempunayi fungsi untuk mengaduk semua bahan yang akan digunakan. Kemudian adukan dicetak dengan mesin ekstruder sistem kering seperti yang ada dipabrik penulis . Bungkil kedelai mempunyai kandungan protein cukup tinggi 45% .3mm. .10mm. minyak ikan Pemakaiannya max 10% apabila melebihi akan mengganggu proses gelatinasi. kemudian dicampur dengan adonan lem disini penulis tidak menguraikan secara rinci bahan bahannya karena dalam prakteknya sangat disesuaikan dengan pelet yang akan dibuat. Semua bahan yang telah halus ditimbang kemudian dituang kemesin aduk atau mixer. Dedak halus mempunyai kandungan protein 11% .40%. 3.kemudian bahan dituang ke mesin aduk atau mixer.

mengapa kamu coba merakit mesin pellet apung kalau kurang suka ? saya jawab karena orang lebih suka mesin mahal. Mungkin kalau ada cara lain untuk mengapungkan saya belum tahu. bahan pengembang Baking Powder umumnya digunakan 0. dan dari mahalnya orang lebih yakin manfaatnya. Pernah saya mencoba memakai ragi saf instan. bukan basah. Proses pencampuran ( mixing ) harus digunakan agar berbagai macam bahan pelet dapat benar-benar tercampur homogen. Lepas dari itu semua. Yang penting penambahan air dapat melembabkan bahan penyusun pelet. Dan sedikit proses yang tidak saya lalui yaitu Pengaliran Uap / Steaming (Conditioning) atau bahasa mudahnya dikukus. Dalam ilmu Kue semakin tinggi kadar gluten maka semakin besar mengembangnya bahan. logika liniernya memang jalan fungsi pelet apung adalah untuk mudah dicernakan karena sudah matang dan steril karena sudah melewati pemasakan. Agar proses fermentasi berhenti bisa saja dioven tapi saya kurang nyaman karena khawatir menambah kerusakan nutrisi bahan . Karena sedikitnya modal. Lanjut lagi. kue itukan flavournya enak. Menurut saya.3%-0. jadi saya mencoba untuk merakitnya sendiri. dengan jumlah pemakaian sekitar 10-20 %. Tetapi seperti ada yang mengganjal. Pengaliran Uap / Steaming (Conditioning). saya mencoba potong kompas. Penambahan Jumlah kadar air kira-kira yang umum digunakan sekitar 4%-8% tergantung jenis bahan yang digunakan. Pencetakan ( Extruding ). Dari sinilah saya kurang mantap memilih pelet apung. pernah ada teman tanya. Disini mau lanjut lagi modal sudah habis. hal ini terjadi karena proses fermentasi dari ragi tersebut. Bahan akan lebih mengembang bila ditambahkan Tepung Terigu Cakra. Dan agar bahan pelet terbantu mengembang saya memilih menggunakan Baking Powder atau memakai soda kue. menurut saya pelet apung lebih berfungsi sebagai media pembawa obat atau suplemen. yaitu diberikan dengan cara disemprotkan atau direndam dalam larutan suplemen atau obat. karena kadar amilosanya yang rendah dan kandungan glutennya yang tinggi.lezat dan pada umumnya crispy.Ada juga agar pelet mengapung menggunakan bahan jagung. . Gas CO2 tersebut yang akan berfungsi sebagai pembuat pori-pori dalam pelet agar mengapung.Cara membuat pelet apung Sekilas cerita tentang percobaan pembuatan pelet apung yang saya ketahui. Pendinginan ( Cooling ). Lanjut lagi. Pendinginan ( Cooling ) dan hasilnya masih gagal. Pelet hasil fermentasi untuk ikan gurami mau makan meski tanpa penambahan minyak ikan. logikanya jagung bila terkena panas mengembang seperti popcorn. berfungsi agar masingmasing partikel bahan termodifikasi matang dan mengembang karena melepaskan gas CO2. extruding dan kadang ada yang masih pasang pengering oven?. Tetapi apa benar nutrisinya masih bagus dalam pelet apung tersebut bila telah melewati berbagai proses pemanasan seperti dalam proses steaming.4% tergantung bahan penyusun peletnya. Tapi saya masih yakin tanpa melalui proses Pengaliran Uap / Steaming (Conditioning) pelet masih bisa mengapung. karena rasanya seperti membuatkan kue untuk ikan. saya belum pernah mencobanya. tetapi ikan nila tidak mau makan karena terasa kecut. Mohon maklum karena saya tidak punya modal untuk membeli mesin pelet apung. proses yang saya lalui hanya Pencampuran ( Mixing ). Untuk mulai mencoba membuat pelet apung saya membeli alat mesin bekas di pasar templek Blitar. Tahapan membuat pelet apung yang saya ceritakan kira-kira kurang bisa lepas dari proses Pencampuran ( Mixing ). yang saya ceritakan adalah yang pernah saya coba. Pencetakan ( Extruding ).

Anda harus lebih hati-hati dan selektif dengan jual mesin apung dan formula atau pelatihan-pelatihan membuat pellet. karena kadang ikan tidak mau makan bila tidak ada bau perangsang minyak ikan. volume air disesuaikan. Bedanya ada proses membawa bahan oleh kerja ulir. Saran saya pastikan semua aspek bentuk pemasaran produk sudah anda kuasai.Tahap berikutnya pencetakan ( Extruding ). selain itu pelet akan keras bila di oven. Disini kerja ulir yang saya buat mempunyai kecepatan putaran sekitar 3dtk-5dtk untuk satu kali proses membawa bahan sampai keluar cetakan. karena yang paling penting konsumen yang menentukan. Pendinginan ( Cooling ) dibutuhkan karena biasanya kadar air dalam pelet masih tinggi. karena faktor inilah yang paling menentukan perkembangan optimalisasi produksi ikan yang dipelihara. Lanjut lagi. Sebaiknya sebelum pendinginan disemprot ( fogging ) minyak ikan. yang saya ketahui pencetakan menggunakan alat extruder dan tentang granulator saya belum pernah mencoba. PENDAHULUAN Dalam pemeliharaan ikan tentu tidak akan terpisah dengan yang namanya pakan ikan/pellet yang memiliki manfaat untuk pertumbuhan. Saya tidak memakai pengering ( Oven ) karena khawattir merusak nutrisi bahan pelet. Kemudian bahan diaduk dalam tabung (Barrel) dengan posisi horizontal sambil dialiri air. Pendinginan menggunakan tabung yang di putar agar pengoperasian dapat berkelanjutan. kesabaran dan keuletan kunci sukses usaha anda. dan kemudian di hisap oleh vacuum fan agar uap air dapat terambil maksimal. Buat apa membuat mesin bila hasil pelet tidak sesuai dengan harapan. bahan yang sudah mulai terbentuk keluar tabung langsung masuk ke rotary dryer. Dan agar hasil bulat sempurna. bentuk. Bila ada yang ingin mencoba merakit mesin pelet perhatikan dan hitung dengan cermat tentang perkiraan Tenaga dan rasio putaran mesin. semua usaha membutuhkan proses. Bahan pellet akan mengembang dengan sendirinya karena panas dan beda tekanan pada waktu keluar cetakan. Selasa. disini kerja ulir akan menghasilkan panas dan tekanan yang tinggi. 13 Maret 2012 01:51 I. Panas dihasilkan oleh kecepatan tinggi kerja ulir yang membawa bahan bergesekan dengan dinding tabung (barrel). Sedangkan extruder tipe ulir yaitu membawa bahan kemudian dipadatkan diujung dies. Sebelum anda mencoba membuat pelet atau budidaya ikan pastikan budget sudah benarbenar anda siapkan. extruder yang saya ketahui ada dua macam yaitu tipe roda dan tipe ulir ( screw ). Mungkin kalau ada yang ingin mencoba membuat alat granulator sederhana bisa memakai mesin bor diberi mata pengaduk. . Karena sudah ada panas dan tekanan yang tinggi saya tidak menggunakan proses pengaliran uap. Karena kalau bisa jangan seperti yang pernah saya alami.panjang dan diameter ulir serta jumlah lubang cetakan. extruder tipe roda prinsip kerjanya bahan didorong keluar cetakan ( dies ) oleh roda yang berputar. contoh kegagalan yang paling sering terjadi yaitu ternyata pertumbuhan bobot ikan budidaya tidak sesuai dengan harapan. Tekanan tinggi berasal dari pemampatan bahan yang akan keluar cetakan ( dies ). Kemudian di ayak ( screening ) untuk mendapatkan hasil granul ang diinginkan. semakin banyak air semakin besar bentuk granulnya. kalau terlalu besar digiling lagi.

Tepung jagung merupakan sumber karbohidrat dan sedikit protein. Walaupun komponen yang paling tergolong menentukan keberhasilan secara ekonomis adalah pengelolaan pakan. 3. BAHAN DAN ALAT A. 4.Tepung ikan merupakan sumber protein hewani. Tepung Ikan Tepung ikan dibuat dari ikan rucah yang dikeringkan dan digiling halus.Makanan ikan sering menjadi permasalahan krusial yang selalu diutarakan pembudidaya ikan kepada penyuluh saat pertemuan kelompok. Berhubung bahan baku sebagai bahan alternatif disekitar lingkungan sering tersedia tanpa disadari pembudidaya ikan. karena para pembudidaya telah menyadari bahwa masalah ini yang menjadi kebutuhan pokok dalam usaha perikanan. Dedak halus ini dalam pembuatan pakan ikan digunakan sebagai sumber karbohidrat. Kualitas tepung ikan sangat tergantung pada kualitas dan jenis ikan sebagai bahan utamanya. Bahan ini merupakan sumber protein nabati. . BAHAN Bahan pembuatan pakan ikan dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu : bahan baku dan bahan tambahan (bahan pelengkap). Perubahan sistem pengelolaan tersebut ditandai dengan penerapan paket-paket teknologi. Tepung ikan dapat dibuat sendiri atau dibeli langsung dari pabrik atau distributor dan kios pengecer. 2. distributor atau membuat sendiri dengan cara menggiling butiran jagung utuh (jagung pipilan). Bagi pembudidaya ikan yang berminat untuk mengembangkan usaha pembesarannya dan dapat membandingkan berapa keuntungan ikan yang menggunakan pellet buatan dengan yang tidak menggunakan pellet. Dedak halus (Bekatul) Dedak halus merupakan produk samping penggilingan gabah (rice mill). maka perlunya informasi teknologi pembuatan pellet agar kualitas pakan buatan ini tidak kalah kualitasnya dari hasil buatan pabrik II. Negara-negara maju telah menerapkan teknologi tinggi dalam usaha perikanan sehingga industri pembuatan pakan ikan telah berkembang pesat. Bahan Baku pembuatan pakan ikan meliputi : 1. Walaupun kenyataan dilapangan banyak ditemui kelompok pembudidaya pembesar sering menghentikan usahanya karena tidak tahan terhadap harga pakan yang semakin hari semakin mahal. Tepung Jagung Tepung jagung dapat dibeli langsung dari kios pengecer pakan ternak. Bungkil Kelapa Bungkil kedelai dapat dibeli langsung dari bahan industri tahu atau membeli dikios pengecer dan distributor pakan ternak atau pakan ikan. Nama lain bungkil kelapa adalah ampas tahu. Pengembangan usaha perikanan secara berangsur-angsur berubah dari sistem tradisional menuju sistem pengelolaan secara intensif. agar optimalisasi pengembanganan usaha dapat tercapai.

7. ALAT Alat pembuatan pakan ikan serba guna adalan CPM (California Pellet Mill) yang telah banyak dijual. Bahan ini lebih mudah diperoleh dengan cara membeli dari kios-kios khusus. 1. alat ini kurang dikenal masyarakat karena tidak mudah untuk memperolehnya dan harganya pun cukup mahal. Gilingan ini digunakan untuk mencetak campuran bahan baku bakan ikan menjadi bentuk pasta (pellet). serok. diesel penggerak (mesin diesel) dan karung plastik (karung goni). Namun. pembuatan pellet ikan yg orang disajikan dalam buku ini sengaja menggunakan peralatan yang sederhana. 6. Minyak ikan. Bahan pakan ikan dapat juga ditambah antioksidan yang berfungsi sebagai pengawet B. Peralatan pembuatan pakan ini dapat dirinci menurut kapasitas dan efektivitas operasionalnya. Pembuatan pakan ikan dalam jumlah banyak membutuhkan peralatan berupa gilingan (gilingan daging). Minyak ikan Minyak ikan merupakan sumber lemak dan sekaligus berfungsi sebagai atraktan (bahan penyedap aroma pakan ikan). Beberapa sumber mineral dan vitamin buatan industri (pabrik) biasanya telah diberi pengawet atau pelindung dari kerusakan alamiah. praktis. mikxer. Sumber vitamin dan mineral Beberapa jenis vitamin dan mineral dapat dibeli dari toko obat. toko makanan atau kios pengecer yang menyediakannya. ayakan. merupakan sumber vitamin A yang sangat dibutuhkan ikan.5. Bahan ini digunakan sebagai atraktan (perangsang) atau penyedap atau aroma (bau). Tepung Kepala Udang Tepung kepala udang dapat dibuat dari kepala udang kering yang dihaluskan atau dibuat tepung. Oleh karena itu. . tenggok. Dalam komposisi pakan ikan. disamping sebagai sumber lemak hewani. tepung kepala udang dibutuhkan sebagai sumber mineral. cangkul. dan murah. Gilingan Gilingan untuk membuat pakan ikan dapat dibuat dengan memodifikasi gilingan daging atau gilingan gethuk (jenis makanan dari ketela).

Alat ini berbentuk segi empat atau bulat menyerupai tampah (tambir). Alat ini biasanya terbuat dari plastik atau lipatan lembaran seng. Gunanya untuk wadah bahan baku pakan ikan atau penampung cetakan pellet. 6. Mixer Mixer adalah digunakan untuk mencampur komponen bahan baku pakan ikan dalam jumlah banyak. Jika alat ini dianggap mahal. 5. Gunanya untuk memisahkan bahanbahan yang lebih halus sekaligus mencampur macam-macam komponen bahan baku. maka tidak perlu menyediakan alat penepung ini sebab harganya cukup mahal. Tenggok Tenggok biasanya terbuat dari bambu berbentuk kotak. Serok atau Cangkul Serok digunakan untuk mengambil dan mencampur bahan baku yang dituangkan atau dimasukan kedalam gilingan. Alat Penepung 7. Alat Penepung Gunanya untuk menghancurkan bahan-bahan yang masih berupa butiran besar. pencampuran bahan baku dapat mengunakan tangan atau pengaduk lain misalnya serok dan cangkul. Ayakan Kain Nylon 4. Karung Plastik (karung goni) . Mixer ini dapat dibeli ditoko-toko elektronik. Jika bahan baku pakan ikan yang digunakan mudah diperoleh dalam bentuk tepung. Ayakan Ayakan dibuat dari rentangan kain nylon (kain setrimin) pada papan kayu atau bambu. Alat ini biasanya digunakan untuk mencampur aneka macam bahan dalam pembuatan roti. Gambar 2.Gambar 1. 3. Gambar 3. Sedangkan cangkul digunakan untuk mencampur setiap bahan baku agar terbentuk adonan yang merata. Gilingan membuat pakan ikan 2.

kering dan tidak bercampur dengan kotoran lain. 3. Macam timbangan yang digunakan disesuaikan menurut kapasitas pakan ikan (pellet) yang akan dibuat. 1. Tingkat kesegaran bekatul dapat diketahui dengan cara dicium baunya. bungkil tersebut sebelum digunakan harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur. SELEKSI BAHAN BAKU DAN BAHAN PELENGKAP Seluruh komponen bahan pakan ikan sebaiknya dibuat bahan baku dan bahan pelengkap yang masih baru. Tepung ikan yang baik berbau khas seperti ikan kering. 2. Mesin diesel Mesin diesel dipakai sebagai alat penggerak gilingan pencetak pellet. Bila sulit memperoleh bahan bahan yang baru. Gambar 4. 9. warnanya kuning kecoklatan. Bekatul harus kering dan tidak kasar. Dedak halus (bekatul) Dedak halus (bekatul) dipilih yang masih segar dan tidak tercampur dengan potongan sekam. untuk pembuatan pellet dalam jumlah banyak digunakan timbangan besar. Sebaliknya. Bila bekatul digenggam terasa lembut (halus) dan gumpalannya mudah pecah berarti bekatul tersebut cukup baik. 8. Bekatul segar berbau mirip beras dan tidak tercium bau apek atau berbau amoniak yang menyengat. pemilihan beberapa bahan baku dapat dilakukan secara selektif.Karung ini digunakan sebagai wadah pakan ikan yang telah dicetak berupa pellet. 1. bersih. LANGKAH PEMBUATAN PAKAN IKAN A. Untuk pembuatan pakan ikan dalam jumlah sedikit digunakan timbangan kecil. 1. . Mesin Diesel III. Bungkil Kedelai Bungkil kedelai atau ampas tahu yang dibeli dipasar biasanya masih basah atau setengah basah. Tepung ikan Tepung ikan sebaiknya dipilih yang berkualitas baik ciri-ciri tepung ikan yang berkualitas dapat dilihat secara langsung dengan panca indra. Tepung ikan segar tidak berbau tengik atau asam. terutama pada pembuatan pellet dalam jumlah yang banyak. Timbangan Timbangan digunakan untuk mengukur berat bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pakan ikan. Oleh karena itu.

Sedangkan tepung ikan mengandung bahan protein antara 50% .Vitamin B komplek dan lain-lain.minreal. 4. bahan pakan ikan dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu pakan protein bassal (Energy supplemental) dan pakan protein suplemental (Protein Supplemental). garam. Artinya selaput pembungkusnya tidak rusak atau kotor dan tidak terkontaminasi oleh debu atau bahan lain.60%. 1. maka perhitungan adalah sebagai berikut : . Dedak halus umumnya mengandung kadar protein antara 10%-16%. Tepung Jagung Tepung jagung yang baik berwarna putih atau kuning sesuai dengan warna butiran jagungnya. baik hewani maupun nabati yang kandungan proteinnya dibawah 20 %. Pencampuran Bahan Baku Atas dasar kandungan proteinnya. Tepung Kepala Udang Segala macam jenis tepung udang kering dapat digunakan untuk komponen pembuatan pakan ikan. Jika rata-rata kadar protein dedak halus dan tepung ikan masing-masing adalah 13% dan 55%. maka jumlah setiap komponen dapat dihitung dengan rumus/metoda kuadrat. 1. 6. 1. vitamin C. Cara sederhana untuk menyusun formula tersebut digunakan metoda kuadrat. Gunakanlah minyak ikan yang masih terbungkus dengan baik. Gambar 5. Sedangkan pakan protein suplemen adalah bahan pakan ikan yang kandungan proteinnya diatas 20 %. Penyusunan bahan pakan biasanya hanya diperhatikan kandungan protein dari setiap bahan untuk menentukan prakiraaan akhir kadar protein pakan. Pakan protein basal adalah bahan pakan. 5. MERAMU DAN MENCAMPUR BAHAN BAKU Pekerjaaan meramu bahan-bahan pakan ikan adalah menyusun jumlah setiap komponen dan menimbang beratnya. 7. Minyak Ikan Minyak ikan yang dijual dipasaran biasanya telah dikemas dalam kaleng atau botol. Baunya sedap dan terasa kering bila dipegang dengan jari tangan. bahkan terkadang dijual dalam bentuk kapsul. Sumber Mineral dan Vitamin Macam-macam sumber mineral dan vitamin yang dijual dipasaran adalah akuamik. B.1. Contoh penerapan metode penyusunan formula pakan ikan adalah sebagai berikut : Misalnya untuk membuat pakan ikan dengan kadar protein sekitar 25 % yang disusun dari komponen bahan-bahan baku berupa dedak halus (bekatul) dan tepung ikan. premik.

Penyusunan formulasi untuk pakan ikan yang mengandung lebih dari 2 komponen bahan baku dan bahan tambahan sebagai berikut : misalnya untuk membuat pakan ikan dengan kadar protein 25% yang disusun dari bahan baku berupa dedak halus. bungkil kedelai.57% x 5 = 1. dan tepung kepala udang masing-masing mengandung kadar protein sekitar 55%. dan bahan tambahan berupa tepung jagung dan tepung kepala udang.Protein pakan yang dikehendaki : 25 % Jumlah dedak halus dan tepung ikan yang dibutuhkan dihitung menurut selisih persentase kandungan protein yang dikehendaki.57% Jadi untuk membuat pakan ikan sebanyak 5 Kg dengan kandungan protein 25% membutuhkan dedak halus sebnyak 71. Dengan demikian dapat dijabarkan sebagai berikut : Dengan bantuan perhitungan diatas dapatlah ditentukan jumlah tiap-tiap komponen yang diutuhkan adalah sebagai berikut : Dedak halus = (30 : 42) x 100% = 71.Protein Bassal (dedak halus) : 13 % .. bungkil kelapa (ampas tahu). 24% dan 50%. Sedangkan tepung ikan. maka besar protein basal adalah sebagai berikut : 13+11 = 12 % 2 Sedangkan besar protein suplemen adalah : 55 + 24 + 50 = 43% 3 Dengan cara perhitungan seperti pada contoh.6 Kg dan tepung ikan sebanyak 28.43% Tepung ikan = (12 : 42) x 100% = 28. maka untuk membuat pakan ikan sebanyak 10 kg dapat ditentukan jumlah komponen masing-masing sebagai berikut: Dedak halus Tepung jagung : 3 Kg : 3 Kg . tepung ikan.Protein Suplemen (tepung ikan) : 55 % .43% x 5 = 3. Menurut formulasi diatas. Rata-rata kandungan (kadar) protein pada dedak halus dan tepung jagung masing-masing adalah 13 % dan 11%.43 Kg. Dengan menggunakan metoda perhitungan seperti diatas. maka dapat dirinci menurut jumlah setiap komponen.

cincin pengunci. campuran ini harus dikeringkan terlebih dahulu. sehingga bahan-bahan tersebut dapat dicampur lebih homogen (merata). Jumlah tepung ikan pencampur ini disesuaikan dengan jumlah minyak ikan yang akan digunakan. tetapi sebagai gantinya ditambahkan tepung jagung. pedal putar. langkah berikutnya adalah menimbang bahan-bahan tersebut. baru dicampurkan dalam komponen bahan-bahan pembuatan pakan ikan secara keseluruhan. pengunci. plat penutup. pengadukan dapat menggunakan alat pengaduk atau mixer.3 Kg : 1. spiral pendorong. MENYIAPKAN ALAT PENCETAK Alat pencetak pakan ikan dapat dibuat dari gilingan daging yang dimodifikasi. Kebutuhan bahan dalam jumlah sdeikit dapat mengggunakan timbangan dacing atau timbangan roti atau timbangan gantung. tetapi komponen-komponen penyusunannya tidak boleh menyimpang. Setelah minyak ikan dicampur dengan tepung ikan secara merata. Setelah kering.Tepung ikan Bungkil kedelai Kepala udang : 1. maka perlu dilakukan pengayakan (diayak) untuk memisahkan butiranbutiran tepung kasar dan yang halus. yaitu: body (badan) gilingan. Oleh karena itu. Misalnya jumlah dedak halus dapat dikurangi. plat pencetak. A.3 Kg Pembuatan pakan ikan tidak mutlak disusun sesuai dengan ketentuan hasil perhitungan formulasi tersebut. Kemudian spiral pendorong dipasang sekaligus dirangkaikan dengan pedal . Proses Pecampuran Bahan Minyak ikan yang dicampur dengan komponen lain harus dicampur terlebih dahulu dan merata dalam tepung ikan. dan pegas pengatur. Gambar 6. Alat pencetak tersebut terdiri dari atas beberapa bagian. Pengadukan dalam jumlah kecil cukup menggunalan tangan atau serok. Tetapi bila jumlah pakan akan dibuat banyak. Jumlah tepung jagung dikurangi dan sebagai pengggantinya ditambahkan tepung ikan atau bungkil ikan atau bungkil kedelai dan sebaliknya. Urut-urutan penyiapan alat pencetak diawali dengan membersihkan body gilingan dan bagianbagian lain dari bekas atau sisa bahan-bahan pakan yang melekat pada saat digunakan dalam proses pembuatan sebelumnya. Bahan yang telah ditimbang dimasukan dengan ember atau tenggok dan diaduk sampai tercampur merata. Setelah jumlah setiap bahan ditentukan. Bagian-bagian alat pencetak pakan ikan ini setelah proses pembuatan pakan ikan selesai biasanya dibongkar. Bila butiran tepung bahan agak kasar. setiap kali akan dipakai harus dipasang atau dirangkai kembali.4 Kg : 1. Sedangkan untuk pembuatan pakan ikan dalam jumlah banyak dapat menggunakan timbangan yang kapasitasanya lebih besar. C.

Ukuran cetakan pellet pakan ikan selalu sama dengan ukuran lubang pencetak. maka lubang plat pencetaknya juga harus digunakan yang kecil. pengujian khemis (kimia). maka partikel-partikel bahan tersebut akan memadat didalam lubang plat pencetak. Tetapi. maka gerakan bahan-bahan tersebut akan berhenti dalam rongga plat pencetak. Alat pencetak pakan ikan yang berkapasitas besar memerlukan disel motor penggerak yang disambungkan pada pedal putar. Bila putaran spiral pendorong tetap berlangsung terus. Pencetakan pellet dengan cara demikian tidak perlu ditambahkan air sehingga tidak perlu proses pengeringan lanjutan setelah pellet tercetak. dan pengujian biologis. Urutan berikutnya memasang plat penutup dan pegas pengatur rentangannya. Sebelum rangkaian alat pencetak dioperasikan. maka sampai pada batas-batas tertentu pegas pengatur (pengendali) plat penutup akan mengendor. Proses pencetakan pellet pakan ikan dapat dijelaskan sebagai berikut : a. MENCETAK PELLET IKAN Pencetakan pellet pakan ikan diawali dengan menuangkan bahan-bahan baku kedalam corong pemasukan alat pencetak. Bahkan semua bahan yang akan digunakan harus dikeringkan terlebih dulu.putarnya. pembuatan pellet ini sedapat mungkin menggunakan mesin diesel sebagai tenaga penggerak spiral pendorongnya. Setelah dianggap lengkap dan siap dioperasikan. A. PENGUJIAN KUALITAS PAKAN IKAN Mutu pakan ikan dapat diketahui dengan cara pengujian kualitas. IV. Pencetakan pellet pakan ikan yang menggunakan diesel (motor) penggerak. A. sebaliknya bila menghendaki ukuran cetakan pellet kecil. plat pencetak yang dipasang juga harus mempunyai lubang yang besar pula. Untuk itu bila dikehendaki ukuran pellet yang agak besar. Sedangkan untuk menambah palatibilitas pellet dalam air bisa digunakan binder. karena lubang-lubang ujung luar plat tersumbat oleh plat penutup. Penyambungan motor penggerak dengan pedal putar menggunakan rantai atau pita kain terpal. Pencetakan pellet dalam keadaan kering membutuhkan tenaga pendorong yang cukup kuat. a. PENGUJIAN FISIS . bahan-bahan yang memadat didalam lubang plat pencetak akan mendorong keluar melalui lubang-lubang plat pencetak akan terdorong keluar melalui lubang-lubang pada plat pencetak tersebut. Oleh karena itu. Campuran bahan-bahan yang dimasukan dalam body alat pencetak didorong oleh putaran spiral pendorong dan bergerak kearah plat pencetak. Pellet yang keluar dari mesin pencetak langsung ditampung dalam karung. Pada ujung depan spiral ini dipasang pula plat pencetak. alat tersebut harus dicek (kontrol) terlebih dahulu kelengkapan dan ketepatan pemasangannya. lalu cincin pengunci ditutupkan dengan cara memutar serantah jarum jam. maka segera diganti dengan karung lainnya. Pencetakan pellet pakan ikan tanpa bantuan diesel penggerak. Pengujian ini dapat dilakukan dengan tiga cara : yaitu pengujian fisis. maka mulailah bahan-bahan baku pakan dituangkan melalui corong pemasukan yang terletak dibagian permukaan atas body alat pencetak. Akibat dorongan yang terus menerus . maka begitu bahan-bahan dimasukan pedal segera diputar dengan tangan. maka begitu diesel dinyalakan (dihidupkan) pedal putar dengan sendirinya akan berputar. Penyambungan motor penggerak yang disambungkan pada pedal putar. Bila setiap karung telah penuh. D. Dengan demikian.

karbohidrat. Agar Kasar a. Pengujian tingkat kepadatan (kekerasan) dapat dilakukan dengan memberi beban pada contoh (sample) yang pellet yang akan diuji. Pellet yang diuji ditindih dengan beban pemberat paling ringan. Alat giling penghancur yang digunakan dapat berupa yang gilingan daging yang plat penutupnya dibuka (tidak dipasang). serat kasar. abu. B. Sangat Kasar Makin halus bahan penyusun pellet makin baik kualitasnya. maka tingkat kehalusan pellet dapat dibedakan menjadi beberapa macam : a. Pakan ikan yang dibuat sendiri tidak perlu dilakukan uji fisis karena sejak bahan diseleksi sampai diproses telah diketahui tingkat kehalusannya. Berdasarkan ukuran butiran.Pengujian fisis ini dilakukan dengan pengukuran tingkat kehalusan bahan penyusunnya.makin lama waktu perendaman makin baik mutunya. Kemudian. pengujian ini diulang-ulang sampai pellet yang memiliki bobot tertentu. karbohidrat. kehalusan bahan penyusun pellet dapat dilihat dengan mata. Cara pengujian ini dilakukan dengan menggiling atau menghancurkan contoh pelllet yang diuji. maka perlu diulangi lagi dengan pemberat yang bobotnya lebih besar. Pellet yang baik memiliki kadar air maksimal 10 % kandungan abu dan serat kasar maksimal 5 % Sedangkan kandungan protein. Demikian seterusnya. Pengujian daya tahan pellet dilakukan dengan cara itu merendam contoh pellet yang akan diuji selama beberapa waktu dalam air. Pellet ikan yang baik mempunyai daya tahan dalam air minimal 10 menit. hasil gilingan tersebut bisa diamati. Sedangkan pellet pakan udang harus mempunyai daya tahan lebih lama lagi yaitu sekitar 20-24 jam. lemak. .dan karbohidrat tergantung pada susunan bahan bakunya. Kasar a. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui kandungan zat-zat gizi pakan ikan. Tingkat daya tahan pellet dalam air diukur sejak pellet direndam sampai pellet pecah. Pemberian beban ini dilakukan dengan pemberat yang bobotnya berbeda-beda. Jika contoh pellet tidak pecah. lemak. tetapi kita dapat mengirimkan contoh pellet pakan ikan yang akan diuji kelaboratorium kimia terdekat. Sangat halus a. Pellet yang baik umumnya tongkat kekerasannya (kepadatannya) berhubungan dengan tingkat kehalusannya. lemak. kekerasannya dan daya tahan (palatibilitas) hasil cetakan dalam air. Biasanya di Universitas-universiats ternama telah memiliki fasilitas pengujian ini. PENGUJIAN CHEMIS Pengujian chemis dilakukan didalam laboratorium. Pengujian khemis ini tidak perlu dilakukan sendiri. Beberapa komponen zat gizi yang perlu diketahui adalah kandungan protein. dan kadar air.

pellet yang dijui juga harus ditimbang sebelum diberikan pada ikan. Penyusunan bahan-bahan tersebut selain memperhatikan persentase kadar protein yang dikehendaki juga mempertimbangkan harga setiap bahan. dan bahan-bahan lain sebagai sumber vitamin dan mineral. Makin baik kualitas pelllet. Nilai ini disebut (FCR) yaitu perbandingan antara jumlah pellet yang diberikan sebagai makanan ikan dan selisih berat ikan saat ditebarkan dan berat ikan saat dipanen. Ikan-ikan yang berukuran kecil. Sebelum ikan ditebarkan harus ditimbang lebih dahulu. ikan dipanen dan ditimbang lagi. 2. Pakan Pellet V.jumlah kebutuhan makan ikan juga bervariasi. Gambar 7. tepung jagung. tepung kedelai (bungkil kedelai atau ampas tahu). C. 3. Demikian juga. Oleh karena itu pembuatan pakan dan jenis ikan perlu memperhatikan ukuran dan jenis ikan yang akan diberi pakan. MACAM RAMUAN PAKAN IKAN· (PELLET) Setiap jenis ikan mempunyai kesukaan dan cara makan yang berbeda beda. maka makin kecil nilai FCR nya. Konsentrasi NO 1. Macam Makanan Dedak Halus (bekatul) Tepung Ikan Bungkil Kedelai (%) 50 10 10 (Kg-Liter) 50 10 10 Takaran . Pakan pellet yang diuji diberikan kepada sejumlah ikan yang dipelihara dikolam. tepung kepala udang. lemak 5% . minyak ikan.7%. Untuk memperoleh nilai uji yang akurat (tepat). PENGUJIAN BILOGIS Tujuan uji bilogis ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh pellet terhadap pertumbuhan ikan. disamping membutuhkan jumlah pakan yang relatif lebih banyak menurut ukuran fisik tubuhnya. Macam Ransum Pellet I (100Kg) untuk ikan-ikan pemakan daging (carnivora). Tabel 1.Sebagai patokan untuk pellet pakan ikan sebaiknya kadar proteinnya lebih dari 25%. Berikut ini disajikan beberapa macam formula (ransum) pellet pakan ikan dan persentase kebutuhan setiap bahan penyusunannya untuk setiap jenis ikan. juga memerlukan makanan yang memiliki nilai gizi yang lebih baik. pengujian ini membutuhkan waktu sekitar 2 3 bulan. misal ikan lele. ikan sidat dll. Setelah berakhir masa pengujian. dan karbohidrat 16% . Macam bahan yang lazim digunakan sebagai ransum pakan ikan adalah dedak halus (bekatul).18%. tepung ikan. Nilai uji biologis diukur menurut jumlah pellet yang diberikan kepada ikan dan selisih perbedaan ukuran berat ikannya. Demikiann pula.

05 0. 4. 1988.nila dll.Plek 25 5 - 25 5 0. CV.4.05 0. Pakan Ikan (Makanan Ikan). 2. No Macam bahan Konsentrasi (%) 40 5 10 40 5 Takaran (Kg-liter) 40 5 10 40 5 0. 5. tawes. 5. Tepung Jagung Tepung Kepala Udang Minyak Ikan Garam Mineral Vit. 8. misal ikan karper.05 0. 4.01 1. 5. 1985. 6. Yogyakarta Mujiman A. Macam bahan Dedak Halus Tepung Ikan Bungkil Kedelai Tepung Jagung Akuamik Vit.A+D. Konsentrasi No 1. PT. Dedak Halus Tepung Ikan Tepung Kedelai Tepung Jagung Tepung Kepala Udang Premiks Vitamin B Kompleks Tabel 3. 2. Kanisus. Macam Ransum Pellet II (100Kg) untuk ikan-ikan pemakan segala jenis pakan (omnivora). 3. Bahan Materi Pelatihan Manajemen Perikanan. Bogor Jajasewaka H. 6. Jakarta Sulhi M. 2008/2009.C dan Vit B komplek (%) 40 15 25 20 (Kg-Ltr) 40 15 25 20 0. Jaya Jakarta . 7. Membuat Pellet Pakan Ikan. 7. 6.01 Takaran DAFTAR PUSTAKA Darijah AS. 3.05 Tabel 2.05 0. 2003 Makanan Ikan. Macam Ransum Pellet III (100Kg) untuk ikan-ikan pemakan segala tumbuhan (Herbivora). misal ikan mas. Penebar swadaya.

sehingga dapat dijadikan bahan pengganti konsentrat protein komersial atau mengurangi tingkat pemakaiannya.stg. Bahan dan Alat Bahan utama yang digunakan adalah eceng gondok. Bahan lainnya adalah NaoH 1% ( agen ekstraktif). ayakan. tepung tapioca dan ikan asin. Maksud dan Tujuan Kegiatan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan eceng gondok dan bulu ayam dan memberikan petunjuk praktis kepada masyarakat untuk membuat pakan ikan (pellet) dari bahan gulma dan limbah. maka harga pengadaan pakan bagi kelangsungan usaha budidaya tambak dapat ditekan.5 dan didiamkan selama 2 jam pada suhu ruang sambil diaduk-aduk. press-cooker. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan eceng gondok untuk membuat pakan ikan. Ampas yang diperoleh diekstrak lagi (ekstraksi II) . Jika bahan baku pembuatan pakan ikan atau udang disubstitusi dengan bahan yang tersedia di daerah sekitar. Sebelum dilakukan ekstraksi protein. Peralatan yang digunakan antara lain adalah baskom.Membuat Pelet Ikan Dari Eceng Gondok Sumber Gambar: bp4kkp. Hancuran bahan ini selanjutnya ditambahkan larutan NaOH 1 % pada rasio 1 : 5 (b/v) hingga tercapai kisaran pH 8. Proses pembuatan Proses pembuatan pellet ini diawali dengan pembuatan konsentrat protein dari eceng gondok dan bulu ayam. kain saring. baik untuk keperluan sendiri maupun umtuk dijadikan usaha ekonomi keluarga. Bahan baku pakan yang utama adalah komponen protein yang biasa diperoleh dari sumber hewani ataupun nabati. HCL 10 % ( agen penggumpal). mortal. Salah satu sumber protein yang melimpah dan belum banyak dimanfaatkan adalah eceng gondok. dan bahan pendukung lainnya yang dianggap perlu. pH meter. bungkil kelapa. dedak polish. Dari eceng gondok dapat dihasilkan konsentrat protein dengan cara ekstraksi asam-basa. timbang. Kemudian dilakukan penyaringan sehingga diperoleh larutan hasil ekstraksi I dan ampas. bulu ayam.doc Latar Belakang Kegiatan Tingginya harga pakan sebenarnya disebabkan oleh besarnya biaya produksi bagi pengadaan bahan baku. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan mutu dan status gizi protein yang dihasilkan sehingga betul-betul dapat dihasilkan pellet dengan mutu tinggi. dan alat penggiling grinder). eceng gondok dan bulu ayam segera dimasak presto selama satu jam lalu digiling hingga diperoleh hancuran yang kecil.

Campuran ini selanjutnya diaduk dengan air secukupnya hingga membentuk adonan yang kalis. Larutan hasil ekstraksi I dan II digabung dan diendapkan dengan menambahkan larutan HCL 10% hingga tercapai titik Isoelektrisnya (pH 4.dengan perlakuan yang sama dengan ekstraksi pertama dengan tujuan untuk mengekstrak sisa-sisa protein yang masih terdapat dalam bahan. Endapan yang diperoleh ini selanjutnya dicuci dengan air panas dan dilepaskan dari kain saring. Setelah itu. Tahap berikutnya. ikan asin dan tepung tapioka dengan perbandingan 4:15:5:4:2. Selanjutnya konsentrat protein eceng gondok dan bulu ayam ini dicampurkan dengan dedak polish. dilakukan penggilingan menjadi bentuk serupa pellet.stg) . pellet yang diperoleh dikeringkan dengan menjemurnya dibawah terik matahari selama kurang lebih 4 jam baru kemudian dilakukan pengemasan(bp4kkp.5). kemudian endapan yang dihasilkan dipisahkan dengan penyaringan. hasil inilah yang disebut sebagai konsentrat protein eceng gondok dan bulu ayam. bungkil kelapa. proses pengendapan ini dilakukan selama 3 jam.