Izin Site Plan

Dasar Hukum : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan A. Pengertian Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) adalah panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang, penataan bangunan dan lingkungan, serta memuat materi pokok ketentuan program bangunan dan lingkungan, rencana umum dan panduan rancangan, rencana investasi, ketentuan pengendalian rencana, dan pedoman pengendalian pelaksanaan pengembangan lingkungan/kawasan. Penataan bangunan dan lingkungan adalah kegiatan pembangunan untuk merencanakan, melaksanakan, memperbaiki, mengembangkan atau melestarikan bangunan dan lingkungan/ kawasan tertentu sesuai dengan prinsip pemanfaatan ruang dan pengendalian bangunan gedung dan lingkungan secara optimal, yang terdiri atas proses perencanaan teknis dan pelaksanaan konstruksi, serta kegiatan pemanfaatan, pelestarian dan pembongkaran bangunan gedung dan lingkungan.

B. Posisi Rencana Tapak Pada RTBL

rencana sistem pergerakan. yaitu angka persentase perbandingan antara jumlah seluruh luas lantai seluruh bangunan yang dapat dibangun dan luas lahan/ tanah perpetakan/daerah perencanaan . rencana wujud visual bangunan. estetis dan sosial. 4. Koefisien Daerah Hijau. 2. Mendapatkan distribusi kepadatan kawasan yang selaras pada batas daerah yang direncanakan berdasarkan ketentuan dalam rencana tata ruang wilayah yang terkait. dan ruang terbuka hijau. Mencapai keseimbangan. rencana prasarana dan sarana lingkungan. 3. Koefisien Lantai Bangunan (KLB). antara kawasan perencanaan dan lahan di luarnya. Pengertian Intensitas Pemanfaatan Lahan adalah tingkat alokasi dan distribusi luas lantai maksimum bangunan terhadap lahan/tapak peruntukannya. C. b. c. 2. rencana aksesibilitas lingkungan. yaitu angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai dasar bangunan gedung yang dapat dibangun dan luas lahan/ tanah perpetakan/daerah perencanaan yang dikuasai. Manfaat 1. Koefisien Dasar Bangunan (KDB). kaitan dan keterpaduan dari berbagai elemen intensitas pemanfaatan lahan dalam hal pencapaian kinerja fungsi. Intensitas Pemanfaatan Lahan a. Mendapatkan distribusi berbagai elemen intensitas lahan pemanfaatan lahan (Koefisien Dasar Bangunan. Komponen Penataan 1. rencana perpetakan. Koefisien Lantai Bangunan.Rencana Umum dan Panduan Rancangan merupakan ketentuanketentuan tata bangunan dan lingkungan pada suatu lingkungan/ kawasan yang memuat rencana peruntukan lahan makro dan mikro. 5. Mencapai efisiensi dan efektivitas pemanfaatan lahan secara adil. dan Koefisien Tapak Besmen) yang dapat mendukung berbagai karakter khas dari berbagai subarea yang direncanakan. rencana tapak. Merangsang pertumbuhan kota dan berdampak langsung pada perekonomian kawasan.

termasuk di antaranya jalur pejalan kaki. yaitu angka persentase perbandingan antara luas tapak besmen dan luas tanah perpetakan/daerah perencanaan yang dikuasai. Koefisien Daerah Hijau (KDH). Luas lantai bangunan yang ditempati oleh fungsi tersebut dipertimbangkan untuk tidak diperhitungkan dalam KLB. yaitu angka persentase perbandingan antara luas seluruh ruang terbuka di luar bangunan gedung yang diperuntukkan bagi pertamanan/ penghijauan dan luas tanah perpetakan/daerah perencanaan yang dikuasai. ii. yaitu insentif yang terkait dengan KLB dan diberikan apabila bangunan gedung terbangun memenuhi persyaratan peruntukan lantai dasar yang dianjurkan. Pengalihan ini terdiri atas: i.Insentif Langsung. Maksimum KLB yang dapat dialihkan pada umumnya sebesar 10% dari nilai KLB yang ditetapkan. 6. merupakan . 3. Sistem Insentif-Disinsentif Pengembangan. terdiri atas: i. serta yang bersangkutan telah memanfaatkan minimal 60% KLB-nya dari KLB yang sudah ditetapkan pada daerah perencanaan. 4.yang dikuasai. yaitu hak pemilik bangunan/pengembang yang dapat dialihkan kepada pihak atau lahan lain. hak ini memungkinkan pembangunan fungsi-fungsi di bawah tanah yang tidak diperhitungkan ke dalam KLB yang dimiliki bangunan gedung di atasnya. yaitu selisih antara KLB aturan dan KLB terbangun.Hak Pembangunan Bawah Tanah. yang dihitung berdasarkan pengalihan nilai KLB. dengan memenuhi kriteria sesuai Peraturan Menteri PU No. Sistem Pengalihan Nilai Koefisien Lantai Bangunan (TDR=Transfer of Development Right). 5. dan fasilitas umum. Pengalihan nilai KLB hanya dimungkinkan bila terletak dalam satu 20 daerah perencanaan yang sama dan terpadu. yaitu insentif yang memungkinkan penambahan luas lantai maksimum bagi bangunan gedung yang menyediakan fasilitas umum berupa sumbangan positif bagi lingkungan permukiman terpadu. 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. ii. Koefisien Tapak Besmen (KTB).Hak Pembangunan Layang (Air Right Development). ruang terbuka umum.Insentif Luas Bangunan.

Rencana Tapak dibuat dalam gambar/peta dalam skala tertentu diatas kertas kalkir dengan bentuk format yang telah ditetapkan oleh Dinas. Ketentuan umum 1. Setiap orang atau badan hukum yang melaksanakan pembangunan atas tanah yang dibebaskan sesuai dengan Izin lokasi/rekomendasi atau fatwa rencana pengarahan lokasi terlebih dahulu dibuat rencana tapak untuk diajukan pengesahannya kepada Walikota Bekasi Kepala daerah melalui Kepala Dinas Tata Kota dan Pemukiman 6. Perubahan rencana Tapak atau revisi gambar/peta rencana perubahan penataan peletakan bangunan kavling sebagian atau secara keseluruhan. Dasar Hukum : Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 15 Tahun 1998 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana Tapak (Site Plan) A. 4. Setiap orang atau badan hukum yang akan merencanakan penggunaan lahan untuk keperluan pembangunan proyek/bangunan harus mendapat Izin lokasi atau advice planing dari pejabat yang berwenang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Rencana Tapak (Site Plan) adalah gambaran /peta rencana peletakan bangunan /kavling dengan segala unsur penunjangnya dalam skala batas-batas luas lahan tertentu.mekanisme yang mirip dengan Hak Pembangunan Bawah Tanah. seperti jalan. 3. Pengesahan rencana Tapak dan Atau Pengesahan perubahan rencana tapak adalah pengesahan yang ditetapkan oleh Walikota Bekasi atas penggunaan lahan sebagaimana tercantum dalam gambar/peta rencana tapak. Setiap orang atau badan hukum yang akan melaksanakan pembangunan . namun berlaku untuk pembangunan di atas prasarana umum (melayang). 2. dengan ketentuan sesuai Peraturan Menteri PU No. 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. 5. yaitu berupa bangunan pedestrian layang atau bangunan komersial layang. 7.

Surat permohonan 2. Maka pegnesahan rencana tapak dapat disahkan oleh Kepala Dinas Tata Kota dan Pemukiman atas nama Kota Bekasi Kepala Daerah. selanjutnya Dinas akan melaksanakan penelitian dan pemeriksaan serta memproses administrasi untuk pengesahan rencana tapak 4. Rencana Tapak yang telah mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Undang-undang Gangguan /HO C. Perubahan Rencana Tapak Untuk perubahan rencana tapak (siteplan). Pra rencana tapak diajukan oleh pemohon kepada Walikota Bekasi melalui Kepala Dinas Tata Kota dan Pemukiman dengan surat permohonan disertai kelengkapan persyaratan yang ditetapkan 2. Untuk permohonan yang hanya dipersyaratkan dengan advice planning (fatwa/rencana pengarahan lokasi) tanpa Izin lokasi atau merupakan pecahan dari rencana induk (master plan). Tata Cara Pengesahan Rencana Tapak 1. sepanjang memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku 5. maka permohonannya dikabulkan dan bila tidak memenuhi persyaratan dapat ditolak dengan alasan yang jelas. Persyaratan : 1. Permohonan yang memenuhi persyaratan administratif. 3. Surat kuasa apabila dikuasakan perngurusan . Untuk permohonan yang dikabulkan.sarana ibadah dan pendidikan atau yang bersifat sosial murni dengan luas tanah kurang dari 5.000m2 dibebaskan dari persyaratan pengesahan rencana tapak B. Sepanjang untuk perubahan pada rencana elemen penunjang lainnya yang telah dibuat sebelumnya diproses oleh Dinas dengan tetap mempertimbangan keadaan lingkungan dan dapat disahkan oleh Kepala Dinas atas nama Kota Bekasi Kepala Daerah.

Gambar pra site plan D. Waktu Waktu Penyelesaian Izin antara 2 (dua) s/d 12 (duabelas) hari kerja terhitung mulai berkas masuk dengan persyaratan lengkap. Foto copy Surat tanah 5. Surat Izin peruntukan penggunaan tanah/Izin lokasi /rekomendasi/dari Walikota (untuk luas mulai dari 5000m) 7. .3. Izin tetangga 10. Foto copy KTP 4. Foto copy lunas PBB tahun terakhir 6. Tanda lunas Izin peruntukan penggunaan tanah 8. Akta pendirian perusahaan/yayasan bagi yang berbadan hokum 9.

Perumahan o o o o o Klasifikasi perpetakan bangunan rumah meliputi : Rumah kecil memiliki perpetakan dengan luas 60-100 m2 Rumah sedang memiliki perpetakan dengan luas 101-300 m2 Rumah besar memiliki perpetakan dengan luas > 300 – 1. Pada peta perpetakan ini jenis kegiatan penggunaan lahan tidak diperhatikan keberadaannya hanya di lihat dari luas kavling bangunan. B.000 m2 2. Perdagangan . Jenis Kegiatan Fungsional SWK Karees Mengacu pada ketentuan standar perencanaan DPU Cipta Karya maka perpetakan bangunan menurut jenis kegiatan fungsional di SWK Karees 2031 adalah sebagai berikut : 1. Peta perpetakan bangunan adalah suatu peta yang memperlihatkan dan menjelaskan suatu komposisi yang menarik di dalam blok-blok wilayah dalam suatu perancangan kota.Peraturan Perencanaan Tapak dalam RDTR Karees A. Komposisi perpetakan merupakan unsur yang memiliki nilai fungsi sebagai wadah kegiatan manusia dan memberikan suatu kehadiran massa dan volume obyek pada jalan dan tapak. flat dan town house memilIki perpetakan > 10.000 m2 Rumah susun. Arahan Perpetakan Bangunan Perpetakan bangunan merupakan pembagian penggolongan bangunan berdasarkan luas kavling terhadap luas bangunannya.

000 p luas minimum 200. Pusat perbelanjaan di pusat tersier skala 120.000 m2 atau Industri Rumah Tangga Pendidikan yang dikembangkan SWK Karees Tahun 2012 meliputi luas 4. o Jasa linier dikembangkan di jalan Arteri primer Jl.000 p dengan luas minimum 10.000 m2 Kavling 200 .10.000 . Perdagangan linier di jalan Arteri dan kolektor dengan luas minimum 1000 m2 Perdagangan linier di jalan lokal luas minimum 200 m2.5.000 .000 m2.500 m2 Pusat pebelanjaan di pusat sekunder Turangga skala 480.000 p dengan luas minimum 13. Jasa Jasa yang dikembangkan di SWK Karees Tahun 2012 meliputi jasa pelayanan.000 p luas minimum 96. 3.Perdagangan yang dikembangkan di SWK Karees Tahun 2012 didasarkan atas hirarki skala pelayanan sebagai berikut : o o o o o o o Warung (tunggal) skala pelayanan lingkungan 250 p dengan luas minimum 100 m2. o o o o o o o o o Jasa linier di jalan kolektor minimal luas perpetakan 200 m2 Jasa di pusat sekunder dengan luas minimum 1000 m2.000. Pendidikan . jasa pergudangan dan jasa kendaraan bermotor. Pasar lingkungan skala pelayanan 30.000 m2 Kavling 5. Industri 5.1. Pertokoan skala pelayanan lingkungan 2500 p dengan luas minimum 3000 m2 . Jasa di pusat primer dengan luas minimum 5000 m2 Industri yang dikembangkan di SWK Karees Tahun 2012 meliputi luas perpetakan : Kavling > 10.000 m2. Pusat perbelajaan di pusat primer Akun-alun skala pelayanan 1. jasa keuangan.000m2. Soekarno Hatta dengan luas perpetakan minimum 5000 m2 dan Arteri sekunder dengan luas kavling minimum 1000m2 .000 m2 Kavling 1.

SLTA luas kavling minimum 11.000 m2 Rumah bersalin luas kavling minimum 4. Laboratorium luas kavling minimum 350 m2. Peribadatan 8.800 m2. Bina sosial yang dikembangkan di SWK Karees Tahun 2012 meliputi luas perpetakan : Balai warga luas kavling minimum 360 m2 Gedung serbaguna luas kavling minimum 1.000 m2 Kesehatan yang dikembangkan di SWK Karees Tahun 2012 meliputi luas perpetakan : Pos kesehatan luas kavling minimum 300 m2.200 m2 SD luas kavling minimum 3.850 m2. Bina Sosial 9.250 m2.800 m2 Apotik/toko obat luas kavling minimum 500 m2. Rumah sakit wilayah luas kavling minimum 330. Puskesmas kecamatan luas kavling minimum 4. Perpustakaan luas kavling minimum 1. Peribadatan yang dikembangkan di SWK Karees Tahun 2012 meliputi luas perpetakan : Langgar luas kavling minimum 360 m2 Mesjid kelurahan luas kavling minimum 875 m2 Tempat ibadah lain luas kavling minimum 2.000 m2. Rekreasi yang dikembangkan di SWK Karees Tahun 2012 meliputi luas 6. Kesehatan 7.000 m2.600 m2 SLTP luas kavling minimum 4. Rekreasi .perpetakan : o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o TK luas kavling minimum 1.000 m2 Panti latihan karya luas kavling minimum 600 m2. Puskesmas kelurahan luas kavling minimum 1.800 m2. Akademi luas kavling minimum 5.000 m2.000 m2. Rumah sakit pembantu luas kavling minimum 172. Mesjid luas kavling minimum 16.

500 m2 Jalur hijau luas kavling minimum 90. Gedung olah seni luas kavling minimum 2. Pemakaman umum kavling minimum 150. G.000 m2. Kantor pos pembantu luas kavling minimum 100 m2. Transportasi . Pelayanan Masyarakat o o o o o o o o o o o o o o o Pelayanan masyarakat yang dikembangkan di SWK Karees Tahun 2012 meliputi luas perpetakan : Pos keamanan. Kolam renang luas kavling minimum 4.000 m2. Stadion mini luas kavling minimum 50.500 m2. Kantor Kecamatan luas kavling minimum 2.000 m2.000 m2. Pos polisi luas kavling minimum 200 m2. telepon umum. Taman luas kavling minimum 4.000 m2. Bioskop luas kavling minimum 2.000 m2.500 m2. Lapang serbaguna kavling minimum 12.000 m2.listrik.000 m2.000 m2. Depo kebersihan luas kavling minimum 500 m2.perpetakan : o o o o o o o o o o o Taman tempat main luas kavling minimum 250 m2 Lapang olah raga luas kavling minimum 1. Kosekta/Koramil luas kavling minimum 500 m2. Telkom luas kavling minimum 500 m2. Gedung olah raga luas kavling minimum 1. bis surat. Kantor Lurah luas kavling minimum 500 m2 Kantor pelayanan umum luas kavling minimum 200 m2. Pos pemadam kebakaran luas kavling minimum 200 m2. tempat sampah luas kavling minimum 360 m2. KUA/Balai Nikah luas kavling minimum 500 m2. 10. Gardu listrik luas kavling minimum 250 m2. Transportasi yang dikembangkan di SWK Karees Tahun 2012 meliputi luas perpetakan : 11. Gelanggang remaja luas kavling minimum 3.

maka jarak bebas minimum = 0.850 m2. maka jara bebas minimum = YA + YB 2. Apabila salah satu massa bangunan berdinding masif/tanpa jendela dan massa bangunan lainnya berdinding transparan. Apabila nilai jarak GSB-GSJ kurang dari Y. rencana perpetakan di Wilayah Karees adalah sebagai berikut: C.  Ketinggian bangunan 4 (empat) lapis : jarak bebas minimum bidang massa terluar bangunan dengan GSJ = nilai GSB. Apabila kedua massa berdinding masif. Apabila kedua massa bangunan mempunyai dinding berjendela/transparan.5 Y A + 0. Ini dilakukan untuk mengatur agar fungsi-fungsi dengan luasan petak (kavling) tertentu saja yang ada di kawasan tersebut.5 YB 4. Apabila suatu massa bangunan denahnya membentuk hurup U dan atau huruf H (dengan lekukan).000 m2 Pengaturan perpetakan ini diarahkan terutama pada kawasan jalan-jalan utama dengan fungsi utama adalah perdagangan dan jasa. Kawasan yang diatur tidak memiliki percampuran besaran kavling yang ekstrim. Terminal luas kavling minimum 10. . 6. diatur sebagai berikut :  Jarak bebas = Y / 2 . maka jarak bebas = 0. Dengan ketentuan-ketentuan ini. bila kedalaman lekukan melebihi Y. maka jarak bebas minimum diberi reduksi sebesar 10% dari ketentuannya. maka massa bangunan tersebut dianggap dua massa bangunan dan antara kedua massa tersebut lebar minimum lekukan = Y. Hal ini nantinya akan berpengaruh kepada kepadatan kawasan.5 YA + YB 3. Jarak bebas antara massa bangunan dengan pagar. 5. 7. Jarak Bebas Antar Massa Bangunan Dalam Tapak 1. maka untuk :  Ketinggian bangunan 4 (empat) lapis : jarak bebas minimum bidang terluar massa bangunan dengan GSJ = Yn.o o Pangkalan / Parkir Umum luas kavling minimum 2. bila dindingnya masif dan peruntukkan lahan di sebelahnya bukan perumahan. Apabila dari denah lantai dasar suatu massa bangunan sampai dengan denah lantai tertinggi membentuk bidang vertikal (yang lurus).

. Jarak bebas antara massa bangunan dengan jaringan tegangan tinggi listrik. 8. dinding bangunan diperkenankan tidak masif. Jarak bebas = Y . bila sudut bangunan membentuk sudut minimum 30º dengan bidang pagar dan peruntukkan di sebelahnya bukan perumahan.  Jarak bebas = Y / 2 . bila persyaratan di atas tidak dapat dipenuhi. jarak bebas minimum dibahas pada sub bab selanjutnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful