Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam ditinjau secara geologi berada di Jalur patahan Sumatra dan dikenal sebagai daerah

tektonik aktif. Hal ini dikarenakan adanya zona tunjaman disebelah barat pulau Sumatra sehingga mengakibatkan terangkatnya pulau Sumatra dan menghasilkan suatu perbukitan memanjang yang sekarang kita kenal dengan Perbukitan Barisan. Di sepanjang bukit barisan ini banyak terdapat zona-zona mineralisasi logam. Mineralisasi ini salah satunya dihasilkan oleh intrusi-intrusi yang melalui zona lemah, salah satunya adalah melalui zona patahan Sumatra dan zona ikutan. Dari segi pertambangan dan energi kondisi seperti ini memberi keuntungan yang besar. Selain terdapat daerah mineralisasi logam dan nonlogam juga memberikan kontribusi lain berupa sumber panas bumi (geothermal) yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik.Menurut data dari dinas pertambangan dan energi Nanggroe Aceh Darussalam dan dari Dirjen sumber daya mineral ada beberapa jenis potensi logam dan energi di Aceh yang sudah terbukti sumberdayanya dan sebagian lainnya masih merupakan indikasi. Potensi logam yang bernilai ekonomis tersebar di beberapa tempat. Sebagian ada yang masih berupa tubuh batuan (primary deposits) dan endapan plaser dalam tubuh sungai atau di muara (secondary deposits). Jenis logam yang terdapat di Aceh diantaranya adalah emas, tembaga, perak, timah hitam, bijih besi, molybdenum. Potensi Pertambangan di Aceh 1. Emas Emas merupakan logam mulia yang sangat komersil. Bijih emas terdapat dalam cebakan-cebakan dengan bermacam-macam tipe di dalam batuan beku, sedimen dan metamorfik pada seluruh formasi geologi. Kebanyakan emas yang diproduksi berasal dari larutan hydrothermal yang berumur relatif lebih muda Penyelidikan umumnya dilakukan dengan beberapa cara yaitu, pemetaan geologi, penerowongan dan pemboran inti. Kadang-kadang dilakukan juga penyelidikan secara geofisik sebelum pemboran untuk mengetahui kontinuitas dan hubungan antara singkapan yang satu dengan yang lainnya. Logam emas di Aceh umumnya terdapat pada batuan volkanik tua. Batuan pembawa (host rock) biasa berupa diorite, granodiorit dan batuan beku asam (PPPG, 1982). Logam Emas banyak ditemukan dibeberapa aliran sungai besar di Aceh Barat dan Aceh Tengah. Warga setempat melakukan pendulangan untuk mengambil deposit emas seperti yang dilakukan di Krueng Woyla dan Krueng Pameu (placer deposit). Selain itu di beberapa lokasi lain deposit emas tersingkap sebagai primary deposit seperti di Beutong Ateuh, Lhok Kruet, Kr.Sabee, Tangse dan Geumpang. Kedua tipe endapan ini mempunyai karakter yang berbeda ditinjau dari segi proses pembentukan, sumberdaya dan metode penambangan. Endapan plaser seperti yang terdapat di beberapa aliran sungai di Aceh Barat dan Aceh Tengah berasal dari pelapukan batuan induk yang mengandung emas. Akibat proses pelapukan dan erosi. Kemudian material tersebut tertransport ke dalam sungai dan terendapkan akibat akibat berat jenisnya yang lebih besar. Volume deposit plaser jauh lebih kecil dibandingkan dengan cadangan yang tersimpan dalam batuan induk (primary deposit). Penambangan bijih plaser ialah secara (hydraulicking)”disemprot dengan air”,

Penambangan dalam dilakukan secara block caving. dilokasi ini tembaga ditemukan bersamaan dengan emas. geofisika dan pemboran. Kemudian ditemukan juga di Krueng Sabee (Aceh Jaya) dan di Tapaktuan Aceh Selatan. industri kimia. industri cat. cerusit (PbCO) dan Anglesit (PbSO4). industri kimia. Seng sendiri dipergunakan sebagai proteksi logam terhadap korosi. square setril. pembungkus kabel amunisi. Tembaga Bijih tembaga terdapat sebagai cebakan-cebakan dengan berbagai macam tipe dalam batuan beku. Di Daerah Beutong Ateuh Kabupaten Nagan Raya juga ditemukan tembaga. Sering juga dibantu dengan tunneling. Bijih emas kebanyakan ditambang secara tambang dalam dengan system “cut and fill” dan “skrinkage stoping” atau dengan tambang terbuka dengan mengupas lapisan overburden. Dalam bentuk porphyrycopper. campura-campuran logam. Sebagian besar cadangan bijih tembaga di dunia terdiri dari tipe replacement. 4. cut and fill. Disamping dengan pemetaan geologi penyelidikan juga dilakukan dengan geokimia. sub level caving. Hampir sebagian besar cebakan-cebakan tembaga terjadi dari larutan hydrothermal dengan type replacement dan cavity filling. Bijih tembaga porfiri biasanya dikerjakan secara tambang terbuka dengan alat-alat berat dikombinasikan dengan pendamitan. Kebanyakan bijih timah hitam dan seng terjadi sebagai cavity filling “pengisian rongga” dan replacement dari larutan hydrothermal dengan suhu rendah. namun secara geologi selalu ditemukan secara bersamaan. di lokasi ini tembaga ditemukan dalam bentuk senyawa berupa malakhit.dengan kapal keruk (dredge) atau dengan dragline yang dikombinasi dengan pengolahan diatas pontoon (floating washing plants). cuma prosentase kadarnya masing-masing logam berbeda. long hole. Penyelidikan bijih timah hitam dilakukan dengan pemetaan geologi dan geokimia. Berikutnya di daerah Krueng Kala dan Gle Bruek Kecamatan Lhoong juga ditemukan unsur logam tembaga. campuran-campuran logam pigmen. Timah Hitam dan Seng Kedua logam ini secara kimia mempunyai sifat yang berbeda. ada tiga jenis mineral yang komersil yaitu: galena (PbS). top slicing. molibdenum dan pirit. trenching dan tunneling. 3. Di Pidie (Geumpang dan Tangse) juga ditemukan tembaga yang hadir bersama emas dan mineral ikutan lainnya. Berikutnya di Lokop Kecamatan Serbajadi Aceh Timur juga ditemukan timah hitam dalam jumlah cukup prospek untuk di tambang. tekstil. Di Aceh Kedua logam ini ditemukan di Krueng Beureung berupa kerakal galena dan Krueng Isep di Aceh Barat. Di Aceh logam tembaga kebanyakan ditemukan bersamaan dengan logam lainnya atau berasosiasi dengan logam lain seperti emas. Sering juga dibantu dengan test pitting. sediment dan metamorfik. geofisik dan pemboran. Timbal dipergunakan dalam batubatere. Bijih Besi . Metode penambangan dapat dilakukan dengan penambangan terbuka dan dalam tergantung pada besar kadar tembaga dan dalamnya cebakan. shrinkage. Timah hitam dikenal juga dengan timbal (Pb). Penambangan pada umumnya secara tambang dalam dengan berbagai variasi. Bahan galian logam ini dapat ditemukan di Pulau Bras sekitar kepulauan Aceh. keramik. 2.

Untuk bijih besi sedimenter laterit penambangan dikerjakan secara “open pit”. Bijih molibdenum terdapat didalam batuan beku asam. Lampanah (Aceh Besar). metasomatik dan penggantian (replacement). hal ini dikarena selama ini kegiatan eksplorasi rinci yang detail belum pernah dilakukan. Ada juga yang dikerjakan secara terbuka. kondisi endapannya berupa deposit metasomatik. Molibdenum Sebagian besar dari molybdenum berasal dari molibdenit (MoS2). geofisika dan pemboran. Penambangan dalam untuk bijih yang besar dikerjakan secara caving dan “cut and fill”. . sedikit pada batuan basa. Krueng Ligan Aceh Jaya. psilomelan. Faktor keamanan merupakan salah satu alasan yang menyebabkan aktivitas penyelidikan atau survei detail tidak berjalan di lapangan. Tambang dalam dilakukan terhadap bijih-bijih magmatik. Penyelidikan eksplorasi awal umumnya dilakukan dengan pemetaan geologi. Cadangan bijih besi untuk setiap lokasi belum diketahui secara pasti. sedimen. dalam bermacam-macam variasi tergantung keadaan cebakan. Sedangkan dalam bentuk tubuh batuan banyak ditemukan di Kecamatan Lhoong (Krueng Geunteut. Di Aceh logam mangan dijumpai di Lhok Kruet Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya. rhodonit. Deposit bijih besi dapat dijumpai dalam bentuk primary deposit dan secondary deposit. Penambangan dilakukan secara tambang terbuka dan tambang dalam. manganit. disseminated replacement dan fissure vein. Selain itu mangan terdapat dijumpai juga di Krueng Igeuh Kecamatan Tangse (Kabupaten Pidie) dan Krueng Ligan (Aceh Jaya). Penyelidikan bijih kontak dan lain-lainnya biasanya dilakukan secara geofisika (magnetometer) dibantu dengan pemboran inti. Kebanyakan Mangan dipergunakan dalam industri metalurgi selainnya dipakai untuk industri batubatere dan kimia. Pada umumnya penyelidikan detail harus dilakukan dengan pemboran (cored drilling). kontak metasomatik. Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam menyimpan potensi bijih besi yang cukup besar. magmatik kontak. metamorfik. Penyelidikan bijih besi laterit dan bijih sedimenter dilakukan dengan “test pitting” atau pemboran. hausmanit. Tipe-tipe bijih komersil terdapat sebagai cebakan pegmatik.Bijih besi (iron ore) merupakan senyawa oksida yang cukup komersil untuk dimanfaatkan. Hanya sedikit saja yang berasal dari wulfenite (PbMoO4). Krueng Lhoong) Aceh Besar. 5. kontak dan replacement. 6. Tipe plaser (secondary deposit) banyak ditemukan di pinggir pantai sekitar Krueng Raya. rhodochrosit. Sebagian dari bijih molybdenum terdapat berhubungan dengan batuan beku asam dan berbentuk vein dan stockwork (vein kecil-kecil banyak dan berbentuk jaringan). Kecamatan Babahrot dan Kuala Batee Aceh Baratdaya. Bijih mangan ditemukan dalam bentuk cebakan sedimenter dan residual. Tipe lainnya adalah sebagai cebakan hydrothermal dan metamorfik. Penambangan umumnya tambang bawah tanah (underground mining). Macam-macam bijih besi yang secara komersil menghasilkan paling banyak ialah: bijih sedimenter. Mangan Beberapa jenis mineral Mangan yang mempunyai nilai komersil untuk ditambang diantaranya pyrolusit.

Untuk cebakan cebakan sekunder cukup dengan test pitting bersama dengan pemetaan geologi. lensa-lensa dan terhambur (disseminated). Penggunaan molybdenum dalam kehidupan sehari-hari biasanya dipakai untuk industri besi dan baja. Dibeberapa tempat oleh proses pelapukan butir-butir kromit yang menghambur (disseminated) dikonsentrir sebagai bijih. keramik pigment. Kromium Kromium atau krom mempunyai arti warna. Penyelidikan umumnya dilakukan secara pemetaan geologi. di Lokop Kecaamtan Serbajadi Aceh Timur. Penggunaan kromium sendiri untuk bahan anti karat (stainless steel). Krueng Geunteut dan Krueng Lhoong Kabupaten Aceh Besar. Di Tinjau dari tatanan geologi. bahan tahan api (refractories). trenching. minyak pelumas. pupuk dan reagent kimia.Potensi molybdenum di Aceh dapat dijumpai di kecamatan Tangse Kab.Pidie. Cebakan kromit terjadi secara pemisahan magmatik didalam batuan basa berbentuk massa. tunneling dan pemboran inti untuk cebakan primer. juga didapatkan dalam kristal-kristal batugamping seperti yang didapatkan di daerah Timang Ragap dan Lawe Sigala-gala Aceh Tenggara. Pulau Sumatera terbentuk hasil penunjaman (subduksi) kerak samudera hindia dengan kerak eurasia. Kebanyakan tambang-tambang kromit yang besar dikerjakan secara tambang terbuka. Perut bumi Aceh tersusun oleh batuan beku yang bersifat asam sampai intermediet. pelapis tungku suhu tinggi . Di Aceh potensi logam kromium terdapat di daerah Tangse dan Geumpang (Kabupaten Pidie). Penambangan dilakukan baik secara tambang dalam maupun tambang terbuka. 7. Bijih molybdenum tersebut dijumpai dalam bentuk urat kuarsa. industri kimia. Hal ini bertolak belakang dengan kondisi Indonesia bagian timur yang dominan dengan batuan basa sampai ultra basa. Mineral satu-satunya yang mempunyai arti komersil ialah kromit (FeO.Cr2O3). maka batuan beku asam lebih melimpah daripada batuan beku basa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful