Judul

:
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGUNGKAPKAN MONOLOG DESCRIPTIVE LISAN SEDERHANA YANG BERTERIMA SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 2 JABON MENGGUNAKAN SISTIM ICARE

BAB I PENDAHULUAN PTK Bahasa Inggris Kelas 7

A.

Latar Belakang Masalah

Kesulitan paling esensi yang penulis alami ketika membelajarkan siswa bahasa Inggris adalah bagaimana cara membelajarkan siswa untuk mengungkapkan bahasa tersebut secara lisan dan berterima. Pada umumnya siswa kurang mampu mengungkapkan bahasa lisan walaupun mereka telah mengalami pembelajaran dalam beberapa bahasan pada siklus lisan. Beberapa cara sudah penulis lakukan antara lain menambahkan waktu belajar khusus berbicara pada setiap hari sabtu melalui ekstrakurikuler conversation, siswa diberi tugas untuk belajar menggunakan bahasa lisan di sekolah atau di rumah secara berkelompok tetapi hasilnya masih kurang memuaskan karena masih 40% siswa belum terampil mengungkapkan bahasa Inggris secara lisan. Sedangkan 60% lainnya hanya mampu mengungkapkan dengan frekuensi rata-rata dua sampai dengan tiga kalimat saja dan dengan cara menghafalkan tulisan. Inilah fenomena kesulitan yang

Ketika penulis membaca buku Percikan Perjuangan Guru karya Profesor Surya yang menyatakan tentang perubahan paradigma guru pada abad ke 21, salah satu pernyataannya mampu menyadarkan penulis untuk berkreasi didalam membelajarkan siswa dengan cara yang kreatif, pernyataan tersebut tertulis sebagai berikut: “Guru akan lebih tampil tidak lagi sebagai pengajar (teacher) seperti fungsinya menonjol saat ini, melainkan sebagai: pelatih, konselor, manajer belajar, partisipan, pemimpin, dan pelajar ”, (Surya,2003:334).

Lebih mendalam dan rinci pada buku tersebut dijelaskan sebagai berikut: Pada kata pelatih dimaksudkan guru adalah seperti pelatih olah raga yang banyak membantu siswa dalam

Sebagai konselor. Sebagai manajer. Struktur kelas. Banyak strategi pembelajaran atau metoda yang ditawarkan agar siswa aktif dan kreatif yang seperti Quantumn Learning. namun disisi lain guru merupakan bagian dari siswa yang ikut belajar bersama mereka sebagai pelajar. penulis memilih salah satu strategi pembelajaran yang diperkirakan akan membuat siswa aktif dan interaktif mengungkapkan bahasa Inggris secara lisan yang berterima adalah sistem ICARE. artinya guru sebagai pengelolah pembelajaran harus selalu kreatif dan inovatif dalam menentukan stategi pembelajaran yang dapat membantu dan mempermudah siswa dalam belajar untuk mencapai kompetensi. Cooperative Learning. ide-ide terbaik yang dimilikinya. Contextual Teaching and Learning dan sebagainya. Guru juga belajar dari teman seprofesinya melalui model team teaching. dengan demikian keterampilan siswa akan meningkat sebab seluruh siswa akan mempraktikkan bahasa lisan yang berterima selama proses pembelajaran. Untuk itu selama proses pembelajaran cara-cara guru didalam menerapkan sistem ICARE perlu dikaji juga. Fenomena lain yang terkait di dalam membelajarkan siswa adalah guru belum terbiasa melakukan pembelajaran secara kreatif dan inovatif dengan menggunakan sistem ICARE. salah satu wacana untuk kelas VII adalah monolog descriptive sederhana. bekerjasama dengan siswa yang lain. Pernyataan bijak di atas tentunya perlu diteladani dan dimaknai. Setelah penulis membaca dan memahami beberapa strategi atau cara-cara bagaimana membelajarkan siswa yang aktif dan interaktif maka. Dengan sistem ICARE siswa akan menerapkan langsung komunikasi berdasarkan ide atau pengalaman belajar yang dimiliki. perlu ditata agar terjadi school within school dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok dalam bimbingan guru. membimbing siswa belajar. membantu siswa menguasai alat belajar. guru akan bertindak seperti manajer perusahaan. Accelerated Learning. Berikut ini adalah salah satu . teladan bagi pribadi yang mengundang rasa hormat dan keakraban. guru akan menjadi sahabat siswa.permainan (game of learning). mengambil prakarsa. PTK Bahasa Inggris Kelas 7 Di dalam standar kompetensi bahasa Inggris SMP memiliki beberapa wacana. memotivasi untuk kerja keras.

.” (Standar isi. wacana yang dipilih oleh penulis adalah monolog descriptive karena monolog descriptive struktur tatabahasa yang digunakan wacana ini lebih sederhana. 4). Bagaimana cara guru meningkatkan keterampilan mengungkapkan monolog descriptive lisan berbahasa Inggris sederhana yang berterima siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Jabon menggunakan sistem ICARE? 2. B. lancar dan menggunakan struktur kalimat yang tepat. Rumusan Masalah Permasalahan yang menjadi pokok bahasan dalam penelitian ini berdasarkan uraian pada pendahuluan di atas adalah : 1. yaitu monolog descriptive dan procedure. dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat dalam teks berbentuk descriptive dan procedure.standar kompetensi keterampilan berbicara yaitu: “Mengungkapkan makna dalam monolog pendek sangat sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat. Karena penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil maka dipilih bahasan monolog descriptive dengan menggunakan model pembelajaran ICARE. Apakah dengan menggunakan sistem ICARE keterampilan mengungkapkan monolog descriptive lisan berbahasa Inggris sederhana yang berterima siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Jabon meningkat? C. Meningkatnya kemampuan siswa didalam menggunakan bahasa Inggris lisan sederhana yang beterima dengan pengucapan yang relatif tepat. Meningkatkan keterampilan mengungkapkan monolog descriptive sederhana menggunakan bahasa Inggris lisan yang berterima siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Jabon menggunakan sistem ICARE. 2006. Tujuan Penelitian Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Terdapat dua monolog dalam standar kompetensi pada keterampilan berbicara di atas. 2. lancar.

4. pengucapan. 2. Meningkatkan keterampilan guru dalam membelajarkan siswa untuk mengungkapkan bahasa Inggris lisan sederhana yang berterima khususnya monolog descriptive sederhana. sosiokultural dan pembentuk wacana ada aspek kosakata yang dikaitkan dengan pemahaman berbicara. “He dan She”. warna dan sebagainya dan menggunakan ciri kebahasaan struktur kalimat dalam bentuk Simple Present Tense. Meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Jabon dalam mengungkapkan bahasa Inggris lisan sederhana yang berterima. Sebagai fungsi sosial (Lifeskills) dalam pembelajaran ini maka monolog descriptive dipergunakan untuk mendiskripsikan orang-orang terkenal. benda atau tempat tertentu dengan struktur generik untuk mengidentifikasi fenomena yang akan didiskripsikan. Monolog descriptive lisan yang berterima adalah wacana lisan yang dipergunakan untuk mendiskripsikan ciri-ciri seseorang. tumbuhan. binatang. dengan langkah-langkah pembelajaran meliputi: . Meningkatkan keterampilan guru di dalam membelajarkan siswa menggunakan sistem ICARE. Definisi Operasional Untuk mendapatkan kejelasan tentang kesamaan arti dalam penelitian ini maka diperlukan pendifinisian istilah sebagai berikut: 1. Lingkup Penelitian Dalam penelitian ini membahas tentang monolog descriptive lisan sederhana yang berterima dengan pokok bahasan Personal Description dan sub bahasan Human’s Face yang terkait dengan Possessive Pronoun. tata bahasa. kualitas karakter. E. (b) peserta. di kelas VIIA SMP Negeri 2 Jabon.3.. D. yaitu bagian. Sistem pembelajaran ICARE adalah suatu sitem khusus untuk meningkatkan hasil belajar (a) Introduce (perkenalkan). dan kata kerja “wears” yang diikuti dengan kata benda tentang pakaian. dan kompetensi strategi pada aspek kelancaran. “his dan her”. Human’s Body yang terkait dengan Pronoun as Subject. 5. Dalam monolog descriptive hal-hal yang didiskripsikan sangatlah khusus (specific). dengan tingkat ketercapaian kompetensi berbicara yang berterima meliputi kompetensi pendukung linguistik.

(d) Reflect (refleksikan) dan (e) Extend (perluaskan). 3. Standar Kompetensi Belajar Minimal (SKBM) Standar Kompetensi Belajar Minimal merupakan patokan nilai minimal yang harus dicapai siswa sebagai gambaran kualitas pencapaian kompetensi siswa didalam belajar.Connect (hubungkan). Sebagai literatur yang dapat ditawarkan kepada sekolah-sekolah di kabupaten Sidoarjo untuk pengembangan salah satu model pembelajaran yang terkait dengan terapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Para guru yang ingin mengembangkan teknik pembelajaran menggunakan sistem ICARE 2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA PTK Bahasa Inggris Kelas 7 . Para guru yang ingin meningkatkan keterampilan siswa mengungkapkan monolog descriptive bahasa Inggris sederhana secara lisan dan berterima. 3. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini sangat bermanfaat untuk : 1. Sebagai bahan kajian di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Kabupaten Sidoarjo sebagai pembaruan model pembelajaran Bahasa Inggris. 4. (c) Apply (terapkan).00 PTK Bahasa Inggris Kelas 7 F. SKBM Bahasa Inggris kelas VII di SMP Negeri 2 Jabon adalah 7. bila menggunakan strategi kognitif jembatan keledai maka akan menghasilkan kata yang bermakna yaitu ICARE.

menulis. membaca dan menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional. tingkat literasi mencakup empat aspek yaitu performative. yakni mendengarkan. mata pelajaran Bahasa Inggris diarahkan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan berwacana dalam bahasa Inggris pada tingkat literasi tertentu. Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana. yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa. sedangkan keempat. Lebih rinci keempat aspek tersebut dijelaskan sebagai berikut: Pertama. ketiga. orang mampu membaca. perasaan. kedua. yakni kompetensi linguistik. Puskur (2006:5) juga menjelaskan ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP/MTs meliputi: Pertama. pada tingkat performative. pada tingkat epistemic orang mampu mengungkapkan pengetahuan ke dalam bahasa sasaran Wells 1987 dalam Puskur (2006:4). dan mengembangkan ilmu pengetahuan. dan budaya. functional. Keempat keterampilan inilah yang digunakan untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan bermasyarakat. Puskur (2006:5). recount. yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa. mendengarkan. Berkomunikasi artinya memahami dan mengungkapkan informasi. dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan. Ketiga. Kedua. yaitu mendengarkan. Pembelajaran bahasa Inggris di SMP ditargetkan agar peserta didik dapat mencapai tingkat functional yakni berkomunikasi secara lisan dan tulis untuk menyelesaikan masalah sehari-hari (lifeskills). narrative. kompetensi pendukung. pikiran. kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esei berbentuk procedure. berbicara. teknologi. berbicara. dan report. pada tingkat informational. kemampuan berwacana. informational.Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. pada tingkat fungtional. Tingkat Literasi Bahasa Inggris siswa SMP Menurut Pusat Kurikulum (2006:2). orang mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa. dan epistemic. manual atau petunjuk. descriptive. orang mampu menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar. Oleh karena itu. membaca dan menulis. A. Salah satu fungsi bahasa adalah untuk berkomunikasi. yaitu menggunakan tata bahasa dan .

tata tulis. Wacana yang dimaksudkan adalah sebuah peristiwa komunikasi yang dipengaruhi oleh topik yang dikomunikasikan. membaca dan menulis secara otomatis mengaktifkan kompetensi wacana yang berarti menggunakan seperangkat strategi atau prosedur untuk merealisasi nilai-nilai yang terdapat dalam unsur-unsur bahasa.6) yang berupa Discourse Competence (DC) atau Kompetensi Wacana (KW). yaitu menggunakan piranti pembentuk wacana. ucapan. artinya. kosa kata. Kompetensi Komunikatif yang berterima Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) model kompetensi berbahasa yang digunakan adalah model berdasarkan pertimbangan-pertimbangan pedagogi bahasa. digambarkan seperti pada gambar 1. Salah satu model yang dipilih puskur adalah yang dikemukakan oleh Celce-Murcia dan Thurrell (1995) yang kompatibel dengan pandangan teoritis bahwa bahasa adalah komunikasi. Kompetensi . Berpartisipasi dalam percakapan. Carthy dan Carter 2001:88 dalam Puskur 2004. hubungan interpersonal pihak yang terlibat dalam komunikasi dan jalur komunikasi yang digunakan dalam satu konteks budaya. (2) Actional Competence yang terdiri dari: (a). B. (dalam Puskur 2004. Makna apapun yang ia peroleh dan ia ciptakan dalam komunikasi selalu terkait dengan konteks budaya dan konteks situasi yang melingkupinya.kosa kata. isyarat-isyarat pragmatiknya dalam menafsirkan dan mengungkapkan makna (Mc. kompetensi strategi. dan kompetensi pembentuk wacana . Kompetensi wacana hanya dapat diperoleh jika siswa memperoleh kompetensi pendukungnya yaitu: (1) Linguistic Competence (Kompetensi Linguistik) meliputi kemampuan seperti menggunakan tata bahasa. tata bahasa. Merupakan kompetensi utama. PTK Bahasa Inggris Kelas 7 Model Kompetensi Komunikatif dari Celce-Murcia et al. dan tanda baca. Model kompetensi berbahasa yang dirumuskan adalah model yang menyiapkan siswa berkomunikasi dengan bahasa untuk berpartisipasi dalam masyarakat pengguna bahasa yang disebut Communicative Competence. tata bunyi.6). bukan sekedar seperangkat aturan. yaitu menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam berbagai konteks komunikasi. jika seseorang berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis orang tersebut terlibat dalam suatu wacana. sebagai upaya untuk mengatasi masalah yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar komunikasi tetap berlangsung. kompetensi sosiokultural. intonasi.

(b). tanya jawab tentang nama tidak perlu menggunakan I’m… atau my name is ……. dan Descriptive. membuat simpulan. menginterupsi. Recount. tahap . Report. yakni kompetensi wacana. dan sebagainya. yaitu hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan dan pengalaman orang sehari-hari. senantiasa membawa kamus.Tindak Tutur untuk bahasa lisan seperti membuka pembicaraan. kemudian guru sebagai fasilitator mencoba untuk menghubungkan topik pembelajaran dengan sesuatu yang menarik perhatian siswa. Sistem pembelajaran ICARE Konsep sistem ICARE yang diperkenalkan oleh Decentralized Basic Education (DBE) yang dikembangkan oleh United States Agency International Developmen (USAID) tahun 2006. Selain kelima komponen tersebut. melaksanakan tugas tepat waktu. mengatakan dengan cara lain dan sebagainya. dan hal-halyang tidak lazim dikatakan tetapi di Indonesi tidak digunakan (memberi nomor telepon milik orang lain tanpa ijin). C. Kompetensi Retorika untuk bahasa tulis seperti langkah-langkah retorika teks Procedure. misalnya mengatakan thank you bila diberi sesuatu. mengemukakan suatu sistem pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta (siswa) dengan tahapan-tahapan pembelajaran sebagai berikut: (1) Introduce (Perkenalkan). (3) Apply (Terapkan). didalam Kurikulum Berbasis Kompetensi aspek sikap juga dirumuskan sebagai hasil belajar yang dapat diamati berdasarkan apa yang dilakukan siswa selama menjalani proses pembelajaran seperti berinisiatif untuk berlatih dengan teman. (5) Strategic Competence (Kompetensi strategi) adalah kompetensi yang dipergunakan untuk mengatasi kesulitan ketika pembicaraan berlangsung (communication breakdown) misalnya meminta pengulangan. Narrative. Tidak pantas bertanya umur. sorry dan please. berpamitan dan sebagainya. pada tahap ini guru sebagai fasilitator memperkenalkan topik (tujuan pembelajaran) kepada siswa. (3) Sociocultural Competence (Kompetensi Sosiocultural) mengacu pada kemampuan menggunakan bahasa secara berterima dipandang dari konteks budaya bahasa Inggris. Karena itu perumusan kompetensi dan indikator-indikator bahasa Inggris perlu didasarkan kepada komponen-komponen tersebut di atas untuk menjamin bahwa kegiatan pendidikan yang dilakukan mengarah kepada tercapainya satu kompetensi utama. how do you do untuk bahasa formal.

sehingga siswa akan mempraktikkan pengalaman belajarnya untuk bersosial dalam kehidupan mereka sehari-hari. (4) Reflect (Refleksikan) . 49). Seperti yang diungkapkan oleh Mills . tindakan.ini sangat penting untuk siswa. B. Taggart (1998) yang diadopsi oleh Suranto (2000. karena siswa belajar menggunakan apa yang baru mereka pelajari. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah pendekatan kualitatif. menggunakan dengan beragam cara. pengamatan. Dengan cara ini siswa akan mengungkapkan ideide atau pengalaman belajarnya. (5) Extend (Perluaskan). Model Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. refleksi dan perencanaan kembali yang merupakan dasar untuk suatu ancang-ancang pemecahan masalah. John Holt (1967) dalam Siberman ML (2006. sebab penelitian ini dilakukan karena terjadi permasalahan pembelajaran di kelas. Permasalahan ini ditindak lanjuti dengan cara menerapkan sebuah model pembelajaran yang diamati kemudian dianalisis dan direfleksi. BAB III METODE PENELITIAN PTK Bahasa Inggrris Kelas 7 A. model Stephen Kemmis dan Mc. memberi contohnya. melihat kaitannya antara informasi itu dengan fakta atau gagasan lain. Model ini menggunakan sistem spiral refleksi diri yang dimulai dari rencana. tahapan yang terakhir ini secara eksplisit guru memperluas apa yang telah dialami dan dipelajari siswa. Hasil revisi kemudian diterapkan kembali pada siklus-siklus berikutnya. memprediksikan sejumlah konsekuensinya dan menyebutkan lawan atau balikannya”. merupakan aktivitas melalui diskusi-diskusi kelompok dan catatan-catatan individu dalam jurnal (buku) pribadi siswa.26) menyatakan bahwa “Proses belajar akan meningkat jika siswa diminta untuk melakukan hal-hal sebagai berikut: mengemukakan kembali informasi dengan kata-kata mereka sendiri. Sehingga siswa terlibat langsung dalam kehidupan nyata dengan mempraktikkan keterampilan-keterampilan yang baru.

Masing-masing siklus menggunakan waktu 2 x 40 menit. (4) membuat analisis dilanjutkan dengan melakukan refleksi. (2) melaksanakan tindakan. siklus I. media pembelajaran berupa gambar-gambar wajah orang dan alat penilaian. Untuk kepentingan perolehan hasil penelitian dipersiapkan juga alat observasi untuk siswa dan guru dan angket untuk siswa. Peneliti menggunakan model ini karena dianggap paling praktis dan aktual. siklus II dan siklus III. yaitu (1) menyusun rencana tindakan. b. Penyusunan Rencana Tindakan I Peneliti menyusun rencanaan pembelajaran bahasa Inggris pada siklus lisan dengan bahasan mengungkapkan monolog descriptive sederhana menggunakan sistim ICARE. C. Untuk kelancaran proses pembelajaran maka rencana pembelajaran tersebut dilengkapi dengan bahan ajar.(200. Secara rinci masing masing siklus dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Siklus I a.17) “Stephen Kemmis has created a well known representation of the action research spiral …”. Rencana Pelaksanaan Tindakan I Pada tahap ini akan dilakukan pembelajaran di kelas berdasarkan perencanaan yang telah disusun dengan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut: Pertama. Dalam penelitian ini yang melakukan kegiatan pembelajaran adalah guru yang sekaligus berperan sebagai peneliti dan dibantu oleh dua orang selaku pengamat yang bertugas mengamati proses pembelajaran dan memberi masukan bagi guru atau peneliti untuk perbaikan tindakan berikutnya. pada tahap Introduce (Kenalkan) guru menjelaskan tujuan pembelajaran monolog descriptive dengan melakukan permainan pembentukan sikap siswa dengan menyapa “Hello” kepada siswa dan . Rancangan Penelitian Penelitian tindakan kelas ini menggunakan tiga siklus. masingmasing siklus menggunakan empat tahapan. (3) melakukan observasi. Rencana Pembelajaran ini mengacu pada silabus pembelajaran yang telah dibuat guru.

c. setiap kelompok diberi gambar orang yang harus dideskripsikan dan diberi alat penilaian proses pembelajaran dengan kriteria untuk mengetahui sejauh mana keterampilan siswa mengungkapkan monolog descriptive untuk mendeskripsikan orang selama proses pembelajaran. Observasi Aktivitas observasi dilakukan ketika peneliti melakukan pembelajaran. Kemudian menghubungkan (Connect) pembelajaran dengan curah pendapat tentang warna dan melakukan klarifikasi pengetahuan siswa tentang warna rambut. Langkah berikutnya. cukup meningkat atau tidak meningkat. PTK Bahasa Inggis Kelas 7 Untuk mempermudah siswa mendiskripsikan seseorang maka guru mengajak siswa menyebutkan kembali hal-hal esensi untuk didiskripsikan dan ditulis dalam clue-clue atau berupa peta konsep. Pada langkah ini guru melakukan penilaian individu yaitu secara individu siswa mendeskripsikan wajah orang-orang terkenal/favorit. kulit dan mata berdasarkan siswa yang dideskripsikan. Analisis dan Refleksi . dilanjutkan dengan beberapa siswa meniru pemodelan guru yaitu mengkaitkan Possessive Pronoun “his and her” dengan menyebutkan macam dan jenis rambut. kulit. kulit dan mata. mata dan wajah orang dengan cara meminta siswa menyebutkannya dan menulis di buku catatan siswa.siswa merespon “Hai” kemudian siswa mendengarkan informasi guru. keterampilan siswa mengungkapkan monolog descriptive sangat meningkat. guru melakukan refleksi (Reflect) tentang macam-macam dan jenis warna rambut. Agar pembelajaran bermakna bagi siswa maka guru memodelkan seseorang yang dicari berdasarkan gambar. pengamat melaksanakan observasi untuk melihat seberapa jauh keefektifan perencanaan pembelajaran ketika diterapkan dengan membuat catatan-catatan kekurangan atau kelebihan yang nantinya akan dipergunakan untuk pengambilan keputusan. kulit dan mata berdasarkan teman-temannya yang dideskripsikan. d. Langkah berikutnya guru memperluas pengetahuan siswa (Extend) dengan cara siswa belajar bersosial dalam kelompok empat orang . apakah pembelajaran bahasa Inggris siklus lisan mengungkapkan monolog descriptive menggunakan sistim ICARE ini. Guru melakukan pemodelan pada tahap Penerapan (Apply) dengan mengkaitkan Possessive Pronoun “his and her” dan menyebutkan macam dan jenis rambut.

Berdasarkan hasil analisis dan refleksi tersebut peneliti akan tahu kekurangan dan kelebihan dari aktivitas pembelajaran yang telah direncanakan. 2. Observasi Ketika guru melakukan pembelajaran. Penyusunan Rencana Tindakan II Rencana tindakan II ini disusun berdasarkan hasil analisis temuan dan refleksi selama aktivitas pada siklus I.Data yang diperoleh dari observasi dikumpulkan. mencatat temuan-temuan kekurangan atau kelebihan dan hal-hal lain yang dianggap esensi selama proses pembelajaran pada siklus II. berdasarkan hasil ini peneliti melakukan analisis tentang pembelajaran yang telah dilakukan kemudian melakukan refleksi. untuk mendapatkan perbaikan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu meningkatkan keterampilan siswa mengungkapkan monolog descriptive sederhana. d. Diharapkan pada siklus II ini permasalah yang timbul pada siklus I dapat diatasi. Setelah mengevaluasi program pembelajaran peneliti merencanakan aktivitas pembelajaran pada siklus berikutnya sebagai perbaikan dari siklus pertama dan begitu juga pada siklus-siklus berikutnya sampai peneliti merasa puas dengan hasil yang direncanakan. c. pengamat selaku anggota peneliti melakukan pengamatan. Analisis dan Refleksi Hasil pengamatan dari pengamat yang berupa catatan-catatan temuan selama proses pembelajaran dianalisis dan dilakukan refleksi untuk diperbaiki dan dibuat rencana pembelajaran pada siklus III. Rencana Pelaksanaan Tindakan II Pelaksanaan tindakan II ini dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul berdasarkan hasil observasi. Siklus II a. b. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful