Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalammelaksanakan tugasnya memerlukan/menuntutkeahlian (expertise), menggunakan teknik-teknikilmiah, serta dedikasi

yang tinggi. • Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yangdilakukan oleh seseorang dan menjadi sumberpenghasilan kehidupan yang memerlukankeahlian, kemahiran, dan kecakapan yangmemenuhi standar mutu atau norma tertentuserta memerlukan pendidikan profesi 3. Sikap terhadap teman sejawat Dalam ayat 7 kode Etik Guru di sebutkan bahwa “Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial”. Ini berarti bahwa : (1) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara hubungan sesama guru dalam lingkungan kerjanya, dan (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara smangat kekeluargaan dan kesetiakawanan ssosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya. Dalam hal ini Kode Etik Guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubungan yang harmonisperlu di ciptakan dengan mewujudkan perasaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. Hubungan sesama anggota profesi dapat di lihat dari 2 segi, yakni hubungan formal dan hubungan kekeluargaan. Hubungan formal adalah hubungan yang perlu di lakukan dalam rangka melakukan tugas kedinasan, sedangkan hubungan kekeluargaan adalah hubungan persaudaraan yang perlu di lakukan, baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan keseluruhan dalam rangka menanjung tercapainya keberhasilan anggota profesi dalam membawakan misalnya sebagai pendidik bangsa. a. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Kerja Seperti yang kita ketahui, dalam setiap sekolah terdapat seorang kepala sekolah dan beberapa guru di tambah beberapa orang personal sekolah lainnya sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut. Berhasil tidaknya sekolah membawa misinya akan banyakbergantung kepada semua manusia yang terlibat di dalamnya. Agar setiap personel sekolah dapat berfungsi sebagaimana mestinya, Semua personel sekolah ini harus dapat menciptakan hubungan baik dengan anak didik di sekolah tersebut. Sikap profesional lain yangperlu di tumbuhkan oleh guru adalah sikap ingin bekerja sama, saling menghargai, saling pengertian, dan rasa tanggung jawab. Jika ini sudah berkembang, akan tumbuh rasa senasib sepenanggungan serta menyadari akan kepentingan bersama, tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain ( Hermawan, 1979 ). Dalam suatu pergaulan hidup, bagaimana pun kecilnya jumlah manusia akan terdapat perbedaan-perbedaan pikiran, perasaan, kemauan, sikap, watak dan lain sebagainya. Sekalipun demikian hubungan tersebut dapat berjalan lancar, tentram, dan harmonis. Jika di antara mereka tumbuh sikap saling pengertian dan tenggang rasa antara satu dengan lainnya. Adalah kebiasaan kita pada umumnya, untuk kadang-kadang bersikap kurang sungguhsungguh da kurang bijaksana, sehingga hal ini menimbulkan keretakan di antara sesama kita. Hal ini tidak boleh terjadi karena kalau di ketahui oleh murid ataupun orang tua murid, apalagi masyarakat luas, mereka akan resah dan tidak percaya kepada sekolah. Hal ini juga dapat mendatangkan pengaruh yang negatif kepada anak didik. Oleh sebab itu, agar jangan terjadi keadaan yang berlarut-larut, kita perlusaling memaaf-maafkan dan memupuk suasana kekeluargaan yang akrab antara sesama guru dan aparatur di sekolah.

bagi kita masih perlu di tumbuhkan sehingga kelak akan dapat kita lihat bahwa hubungan guru dengan teman sejawatnya berlangsung seperti halnya dengan profesi kedokteran. tetapi setidak-tidaknya sudah ada norma-norma yang mengatur dan mengawasi penampilan profesi itu. saling mendorong kemajuan dalam bidang profesinya. Kosasi.!!! Dalam hal ini kita harus mengakui dengan jujur bahwa sejauh ini profesi keguruan masih memerlukan pembinaan yang sungguh-sungguh. Sikap profesional dapat dikembangkan ke . sikap dan keterampilan secara terus menerus. Uraian ini di maksudkan sebagai perbandingan untuk di jadikan bahan dalam meningkatkan hubungan guru dengan guru sebagai anggota profesi keguruan dala hubungan keseluruhan. Sebagai jabatan yang harus dapat menjawab tantangan perkembangan masyarakat. peserta didik. antara lain terdapat kalimat yang menyatakan bahwa setiap dokter akan memerlukan teman sejawatnya sebagai saudara.google. Hubungan Guru berdasarkan lingkungan keseluruhan Kalau kita ambil sebagai contoh profesi kedokteran. dan pekerjaan. 6) sikap terhadap pemimpin. 2) sikap terhadap operasi profesi. 2002. jika terdapat kesalahan-kesalahan atau penyimpangan yang dapat merugikan profesinya. Sasaran penyikapan itu meliputi penyikapan terhadap perundang-undangan. 4) sikap terhadap anak didik. organisasi profesi. Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa guru yang profesional adalah guru yang kompeten menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi. maka dalam sumpah dokter yang di ucapkan pada upacara pelantikkan dokter baru.Sc. Dalam bersikap guru selalu mengadakan pembaharuan dengan tuntutan tugasnya. Sebagai saudara mereka berkewajiban saling mengoreksi dan saling menegur. Raflis. jabatan guru harus selalu dikembangkan dan dimutakhirkan. Rasa persaudaraan seperti tersebut. Meskipun dalam praktiknya besar keminkinan tidak semua anggota profesi dokter itu melaksanakan apa yang di ucapkannya dalam sumpahnya. Soetjipto. Jakarta: Rineka Cipta www. Sasaran sikap profesianal guru yang harus dimiliki guru yaitu 1) Sikap pada peraturan. Guru juga hendaknya memiliki kinerja profesional yaitu hasil kerja yang dicapai dengan mempraktekkan suatu keahlian pada pendidikan dan jenjang pendidikanya pada suatu periode tertentu. Profesi Keguruan. M. Meraka saling memberitahukan penemuan-penemuan baru untuk meningkatkan profesinya. dan saling menghormati hasil-hasil karyanya. 5) sikap tempat kerja. tempat kerja. Prof. Sekarang apa yang terjadi pada profesi kita. 3) sikap terhadap teman sejawat.com Kesimpulan Sebagai profesional. guru harus selalu meningkatkan pengetahuan. 7) sikap terhadap pekerjaan. Drs. pemimpin. profesi keguruan. teman sejawat. yang mana wajib membantu dalam kesukaraan.b.

sedangkan sebagai pendidik guru diharapkan dapat membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap. Sebagai pengajar guru hendaknya mampu menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik. untuk mengetahui keterlaksanaan tugas guru tersebut. Bagi penulis lain Penulis lain diharapkan mencari referensi yang lebih relevan sebagai bahan dalam pembuatan makalah guna menciptakan tulisan yang lebih bermanfaat khususnya untuk bidang pendidikan. 2011).dalam dua hal yaitu pengembangan sikap selama pendidikan prajabatan dan pengembangan sikap selama dalam jabatan. Bagi mahasiswa 1) Mahasiswa sebagai calon guru diharapkan memperluas wawasan terkait sikap dan kinerja profesional guru. 2) Mahasiswa hendaknya menyiapkan diri sebagai calon guru dalam menunjujkan sikap dan kinerja yang profesional. c. dan mandiri (Deden.2 Saran Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan adapun beberapa saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut. aktif. Kinerja profesional guru juga perlu diperhatikan. a. Bagi guru 1) Guru harus mengetahui sikap dan kinerja profesional yang dapat diterapkan di sekolah sesuai profesinya. 3. b. 2) Guru hendaknya menciptakan hubungan yang harmonis serta dapat meningkatkan kualitas profesinya. yaitu sebagai pengajar dan sebagai pendidik. Namun demikian. PENDAHULUAN Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan di sekolah sekaligus memegang tugas dan fungsi ganda. kreatif. Penilaian terhadap kinerja guru merupakan suatu upaya untuk mengetahui kecakapan maksimal yang dimiliki guru berkenaan dengan proses dan hasil pelaksanaan . diperlukan penilaian kinerja dengan kriteria-kriteria penilaian yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

hal tersebut erat kaitannya dengan kompetensi guru yaitu kompetensi kepribadian. sikap profesionalisme guru juga patut diperhatikan guna meningkatkan kinerja guru. Sejalan dengan peningkatan kinerja guru. Sikap yang baik tercermin dari pribadi yang baik pula. Peningkatan kinerja atas dorongan iklim organisasi yang baik diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja guru di sekolah.pembelajaran yang dilaksanakannya atas dasar kriteria tertentu. . Pada dasarnya penilaian kinerja bertujuan untuk mengukur tingkat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi guru dalam melaksanakan tugas-tugas keguruan dan non keguruan. bergaul baik dengan siswa. proses pelaksanaan pembelajaran. Empat kometemsi guru (kepribadian. serta anggota masyarakat. sedangkan tugas non keguruan antara lain keorganisasian dan pendidikan serta latihan maupun kepemimpinan. penulis tertarik untuk membuat makalah yang berjudul “Sikap dan Kinerja Profesional Guru” Pengertian Sikap Profesional Guru Guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan sikap yang baik sehingga dapat dijadikan panutan bagi lingkungannya. Tugas keguruan yaitu pelaksanaan proses pembelajaran. dan proses evaluasi. sikap seorang guru yang baik dan sesuai norma juga hendaknya dilakukan dalam setiap perbuatan. Profesionalisme guru seyogyanya menjadi springboard bagi guru untuk terus menerus menata komitmen melakukan perbaikan diri dalam rangka meningkatkan kinerjanya. keberadaan sarana dan prasarana yang menunjang pelaksanaan kerja guru mutlak diperlukan demi kelancaran pelaksanaan tugas. sesama guru. Hubungan baik dengan pemimpin (kepala sekolah). yaitu cara guru meningkatkan pelayanannya. yang diawali dengan proses perencanaan. meningkatkan pengetahuannya. Selain itu. sosial. sesama guru. pedagogik. Berdasarkan pemaparan tersebut. berbicara. memberi arahan dan dorongan kepada anak didiknya dan cara guru berpakaian. Selain kinerja. dan tata usaha dalam lingkungan sekolah merupakan salah satu penerapannya. dan profesional) menjadi salah satu syarat seorang guru dapat dikatakan profesional. Penilaian kinerja sebagai suatu bentuk penilaian prestasi kerja guru atas dasar kecakapan-kecapakan atau kompetensi tertentu.

7. Guru merupakan anggota aktif organisasi profesi guru. 2011). . Lebih lanjut. guru yang memenuhi standar adalah guru yang memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan dan memahami benar apa yang harus dilakukan. yaitu senang (like) atau tidak senang (dislike). harapan-harapan. Guru sebagai suatu profesi dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 ayat (1) tentang guru dan dosen adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. 1. menurut dan melaksanakan atau menghindari sesuatu. 2011). menegaskan bahwa. membimbing. Sagala (dalam Deden. 5. 4. 2011) mendefinisikan “sikap seseorang pada suatu objek adalah perasaan atau emosi. guru yang profesional adalah guru yang kompeten menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi. maka sikap selalu berhubungan dengan dua alternatif. dan siap bertanggung jawab. Menguasai pengetahuan tentang materi pelajaran yang diajarkan. 2. membina siswa dan materi pelajaran. sedangkan Berkowitz (dalam Deden. melakukan dialog sesama guru. dan prosedur yang terjadi di kelas. 6. sikap adalah gambaran kepribadian seseorang yang terlahir melalui gerakan fisik dan tanggapan pikiran terhadap suatu keadaan atau suatu objek. mengarahkan. berani mengambil resiko. pendidikan dasar. dan faktor kedua adalah respon atau kecenderungan untuk bereaksi”. 3. menilai. maka Kellough (dalam Deden. membaca jurnal profesional. dan pendidikan menengah. baik ketika di dalam maupun di luar kelas. mengembangkan kemahiran metodologi. melatih. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. Melaksanakan perilaku sesuai sesuai model yang diinginkan di depan kelas. mengajar. 2011) mengemukakan profesionalisme guru antara lain sebagai berikut.Menurut Walgito (dalam Deden. Memiliki sikap terbuka terhadap perubahan. Untuk memahami beratnya profesi guru karena harus memiliki keahlian ganda berupa keahlian dalam bidang pendidikan dan keahlian dalam bidang studi yang diajarkan. Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan. Mengorganisasikan kelas dan merencanakan pembelajaran secara cermat. Sebagai reaksi. Mengetahui cara dan tempat memperoleh pengetahuan. Memahami proses belajar dalam arti siswa memahami tujuan belajar.

bagaimanapun kecilnya jumlah manusia. Dalam suatu pergaulan hidup. Pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan sasarannya. dalam setiap sekolah terdapat seorang kepala sekolah dan beberapa orang guru ditambah dengan beberapa orang personel sekolah lainnya sesui dengan kebutuhan sekolah tersebut. Dengan ucapan ini para dokter menganggap profesi mereka sebagai suatu keluarga yang harus dijunjung tinggi dan dimuliakan. saling pengertian. agar jangan terjadi keadaan yang berlarut-larut. tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan dengan profesinya. b. jika di antara meraka tumbuhan sikap saling pengertian dan tenggang rasa antara satu dengna lainnya. mutlak adanya hubunga yang baik di antara sesma personel yaitu hubungan baik antara kepala sekolah dengan guru. dan harmonis. apalagi masyarakat luas. 1. Hal ini tidak boleh terjadi karena kalau diketahui murid ataupun orang tua murid. tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain (Hermawan. saling harga menghargai. akan tumbuh rasa senasib sepenanggungan seta menyadari akan kepentingan bersama. Semua personel sekolah in iharus dapat menciptakan hubungan baik dengan anak didik di sekolah tersebut. guru dengan guru. Oleh sebab itu. akan terdapat perbedaan-perbedaan pikiran. 2. 1979). Berhasil tidaknya sekolah membawakan misinya akan banyak bergantung kepada semua manusia yang terlibat di dalamnya. Aplikasi sasaran sikap professional guru terhadap teman sejawat dalam bentuk contoh-contoh prilaku dalam pendidikan. menghayati serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya. dankepala sekolah ataupun guru dengan semua personel sekolah lainnya. dan tanggung jawab. Jika ini sudah berkembang. Hal ini berhubungan dengan pola tingkah laku dalam memahami. Adapun kebiasaan kita pada umumnya. Sikap profesional lain yang perlu ditumbuhkan oleh guru adalah sikap ingin bekerja sama. watak. Hal ini juga dapat mendatangkan pengaruh yang negatif kepada anak didik. Sekalipun demikian hubungan tersebut dapat berjalan lancar. Agar setiap personel sekolah dapat berfungsi sebagimana mestinya. dan lain sebagainya. mereka akan resah dan tidak percaya kepada sekolah. untuk kadang-kadang bersikap kurang sungguh-sungguh dan kurang bijaksana. jika . tenteram. kemauan. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Keseluruhan Kalau kita ambil sebagai contoh profesi kedokteran. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Kerja Seperti diketahui. kita perlu saling maaf-memaafkan dan memupuk suasana kekeluargaan yang akrab antara sesama guru dan aparatur di sekolah.Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat. Sebagai saudara mereka berkewajiban saling mengoreksi dan saling menegur. antara lain terdapat kalimat yang menyatakan bahawa setiap dokter akan memperlakukan teman sejawatnya sebagai saudara kandung. perasaan. maka dalamsumpah dokter yang diucapkan pada upacara pelantikan dokter baru. sikap. sehingga hal ini menimbulkan keretakan di antara sesama kita.

bagikita masih perlu ditumbuhkan sehingga kelak akan dapat kita lihat bahwa hubungan guru dengan teman sejawatnya berlangsung seperti halnya dengan profesi kedokteran. Rasa persaudaraan seperti tersebut. tetapi setidak-tidaknya sudah ada norma-norma yang mengatur dan mengawasi penampilan profesi itu. pembimbing dan administrator kelas. kompetensi sosial. Guru sebagai pengajar berperan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Peranan ini termasuk ke dalam aspek pendidik sebab tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan. Guru yang berkualitas. Mengajar ditingkat pendidikan formal biasanya dilakukan oleh seorang guru. Guru sebagai administrator kelas berperan dalam pengelolaan proses belajar mengajar di kelas.terdapat kesalahan-kesalihan atau penyimpangan yang dapat merugikan profesinya. Uraian ini dimaksudkan sebagai perbandingan untuk dijadikan bahan dalam meningkatkan hubungan guru dengan guru sebagai anggota profesi keguruan dalam hubungan keseluruhan. dan kompetensi profesional. Oleh sebab itu guru dituntut untuk menguasai seperangkat pengetahuan dan keterampilan mengajar. Guru sebagai pembimbing diharapkan dapat memberikan bantuan kepada siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi. tidak hanya berprofesi sebagai pengajar. melatih. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan aspek terpenting untuk dimiliki oleh setiap umat manusia. mengarahkan. profesi keguruan? Dalam hal ini kita harus mengakui dengan jujur bahwa sejauh ini profesi keguruan masih memerlukan pembinaan yang sungguh-sungguh. membimbing. Meskipun dalam prakteknya besar kemungkinan tidak semua anggota profesi dokter itu melaksanakan apa yang diucapkannya dalam sumpahnya. Sekarang apa yang terjadi pada profesi kita. Berdasarkan Standar Nasional Kependidikan. kompetensi kepribadian. menilai dan mengevaluasi peserta didik. . melainkan juga mendidik untuk mengalihkan nilai-nilai kehidupan. A. Hal tersebut menjelaskan bahwa tujuan pendidikan adalah sikap yang mengubah tingkah laku peserta menjadi lebih baik. Pendidikan mempunyai dua proses utama yaitu mengajar dan diajar. Guru merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. guru harus memiliki empat kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogis. namun juga mendidik. Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai tiga peranan yaitu sebagai pengajar. profesional dan berpengetahuan. Karena dengan pendidikan dapat menciptakan perubahan sikap yang baik pada diri seseorang.

Guru yang bermutu dan profesional menjadi tuntutan masyarakat seiring dengan tuntutan persyaratan kerja yang semakin ketat mengikuti kemajuan era globalisasi. diantaranya sertifikasi guru. 3) Sikap profesional keguruan terhadap teman sejawat Sebagai guru yang profesional diharapkan untuk mampu menjalin hubungan yang harmonis antara sesama baik didalam maupun diluar sekolah. Kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan mereka membimbing peserta didik dalam menguasai materi yang diajarkan. dalam Azwar (2005 : 5) menerangkan sikap seseorang pada suatu objek adalah perasaan atau emosi. Pengertian Thursthoen dalam Walgito (1990 : 108) menjelaskan bahwa sikap adalah gambaran kepribadian seseorang yang terlahir melalui gerakan fisik dan tanggapan pikiran terhadap suatu keadaan atau suatu objek. pemerintah. Sementara itu ada beberapa . Sebagai reaksi maka sikap selalu berhubungan dengan dua alternatif yaitu senang (like) atau tidak senang (dislike). tentu saja mempunyai efek dengan pelaksanaan tugas disekolah. Berkowitz. Dengan adanya program sertifikasi tersebut. arif. . Bagaimana tidak.Namun. stabil. masyarakat dan orang tua. Jadi disini guru harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan semua komponen itu. menurut dan melaksanakan atau menjauhi/menghindari sesuatu. kompetensi-kompetensi yang dimiliki guru saat ini masih terbatas. Untuk membentuk guru yang profesional sangat tergantung pada banyak hal yaitu guru itu sendiri. sesama guru. Kompetensi kepribadian adalah karakteristik pribadi yang harus dimiliki guru sebagai individu yang mantap. Kalau hal ini tidak dilakukan. berwibawa dan menjadi teladan bagi peserta didik. sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengoptimalkan kompetensi-kompetensi tersebut. Kompetensi-kompetensi yang akan dibahas dalam makalah ini terbatas pada kompetensi-kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. pemerintah telah mengupayakan berbagai hal. komite sekolah dan juga orang tua siswa. pegawai. Berdasarkan kenyataan yang ada. Komponen itu terdiri dari kepala sekolah. Ini merupakan hal yang mesti dilakukan oleh seorang guru karena pada dasarnya sebuah instansi sekolah terdiri dari berbagai komponen yang saling mendukung tujuan pendidikan itu. dewasa. kalaulah misalnya diantara guru terjadi pertikaian atau masalah maka tentu saja diantara guru itu akan timbul rasa benci dan memojokkan satu sama yang lain sehingga pada akhirnya mereka saling enggan untuk berkomunikasi dan tidak bekerjasama dalam melaksanakan tugas. kualitas mengajar guru akan lebih baik. dan faktor kedua adalah reaksi/respon atau kecenderungan untuk bereaksi.

dan prosedur berlandaskan inteltualitas (Volmer & Mills. Cully. seseorang itu tidak mudah untuk dikatakan sebagai yang profesional bila tidak memiliki keahlian dari pekerjaan yang diembannya. dan dia dapat melakukan pekerjaan itu dengan mendapat imbalan berupa bayaran. kemampuan.2000). sehingga ketrampilan dan pekerjaan itu diminati. 1969). teknik.pengertian tentang Profesional yaitu : 1) Profesional mempunyai pengertian seseorang yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian. Ini artinya bahwa menyandang nama seorang yang profesional tidaklah semudah yang dibayangkan tetapi harus diperlukan keahlian serta telah melalui pendidikan profesi tertentu terlebih dahulu. 1966. upah. pekerjaan yang bernilai tinggi. pendapat atau pendirian seseorang terhadap suatu pekerjaan (keguruan) serta melakukannya dengan tekun berdasarkan keahlian dan kemampuan yang telah didapatkan dari pendidikan profesi/pekerjaan itu. dan gaji (Sagala. Demikian juga halnya dengan profesi keguruan yang menuntut keahlian dan pendidikan profesi sebagai syarat yang mesti dimiliki untuk dikatakan guru yang profesional. Dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa sikap profesional keguruan merupakan kecenderungan. disenangi oleh orang lain. Dalam hal ini. pandangan. . 2) Profesional sebagai spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan training. bertujuan menciptakan ketrampilan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful