P. 1
Sikap Terhadap Teman Sejawatn

Sikap Terhadap Teman Sejawatn

|Views: 1,302|Likes:
Published by Rizki Hasan Ritonga

More info:

Published by: Rizki Hasan Ritonga on May 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2014

pdf

text

original

Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalammelaksanakan tugasnya memerlukan/menuntutkeahlian (expertise), menggunakan teknik-teknikilmiah, serta dedikasi

yang tinggi. • Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yangdilakukan oleh seseorang dan menjadi sumberpenghasilan kehidupan yang memerlukankeahlian, kemahiran, dan kecakapan yangmemenuhi standar mutu atau norma tertentuserta memerlukan pendidikan profesi 3. Sikap terhadap teman sejawat Dalam ayat 7 kode Etik Guru di sebutkan bahwa “Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial”. Ini berarti bahwa : (1) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara hubungan sesama guru dalam lingkungan kerjanya, dan (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara smangat kekeluargaan dan kesetiakawanan ssosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya. Dalam hal ini Kode Etik Guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubungan yang harmonisperlu di ciptakan dengan mewujudkan perasaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. Hubungan sesama anggota profesi dapat di lihat dari 2 segi, yakni hubungan formal dan hubungan kekeluargaan. Hubungan formal adalah hubungan yang perlu di lakukan dalam rangka melakukan tugas kedinasan, sedangkan hubungan kekeluargaan adalah hubungan persaudaraan yang perlu di lakukan, baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan keseluruhan dalam rangka menanjung tercapainya keberhasilan anggota profesi dalam membawakan misalnya sebagai pendidik bangsa. a. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Kerja Seperti yang kita ketahui, dalam setiap sekolah terdapat seorang kepala sekolah dan beberapa guru di tambah beberapa orang personal sekolah lainnya sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut. Berhasil tidaknya sekolah membawa misinya akan banyakbergantung kepada semua manusia yang terlibat di dalamnya. Agar setiap personel sekolah dapat berfungsi sebagaimana mestinya, Semua personel sekolah ini harus dapat menciptakan hubungan baik dengan anak didik di sekolah tersebut. Sikap profesional lain yangperlu di tumbuhkan oleh guru adalah sikap ingin bekerja sama, saling menghargai, saling pengertian, dan rasa tanggung jawab. Jika ini sudah berkembang, akan tumbuh rasa senasib sepenanggungan serta menyadari akan kepentingan bersama, tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain ( Hermawan, 1979 ). Dalam suatu pergaulan hidup, bagaimana pun kecilnya jumlah manusia akan terdapat perbedaan-perbedaan pikiran, perasaan, kemauan, sikap, watak dan lain sebagainya. Sekalipun demikian hubungan tersebut dapat berjalan lancar, tentram, dan harmonis. Jika di antara mereka tumbuh sikap saling pengertian dan tenggang rasa antara satu dengan lainnya. Adalah kebiasaan kita pada umumnya, untuk kadang-kadang bersikap kurang sungguhsungguh da kurang bijaksana, sehingga hal ini menimbulkan keretakan di antara sesama kita. Hal ini tidak boleh terjadi karena kalau di ketahui oleh murid ataupun orang tua murid, apalagi masyarakat luas, mereka akan resah dan tidak percaya kepada sekolah. Hal ini juga dapat mendatangkan pengaruh yang negatif kepada anak didik. Oleh sebab itu, agar jangan terjadi keadaan yang berlarut-larut, kita perlusaling memaaf-maafkan dan memupuk suasana kekeluargaan yang akrab antara sesama guru dan aparatur di sekolah.

tetapi setidak-tidaknya sudah ada norma-norma yang mengatur dan mengawasi penampilan profesi itu. Guru juga hendaknya memiliki kinerja profesional yaitu hasil kerja yang dicapai dengan mempraktekkan suatu keahlian pada pendidikan dan jenjang pendidikanya pada suatu periode tertentu. 4) sikap terhadap anak didik. Drs.!!! Dalam hal ini kita harus mengakui dengan jujur bahwa sejauh ini profesi keguruan masih memerlukan pembinaan yang sungguh-sungguh. Sebagai saudara mereka berkewajiban saling mengoreksi dan saling menegur. saling mendorong kemajuan dalam bidang profesinya. Dalam bersikap guru selalu mengadakan pembaharuan dengan tuntutan tugasnya.Sc. guru harus selalu meningkatkan pengetahuan.b. Sasaran sikap profesianal guru yang harus dimiliki guru yaitu 1) Sikap pada peraturan. tempat kerja. pemimpin. Jakarta: Rineka Cipta www. dan pekerjaan. Raflis. 7) sikap terhadap pekerjaan. teman sejawat. peserta didik. Profesi Keguruan. M. sikap dan keterampilan secara terus menerus. Sikap profesional dapat dikembangkan ke . 2) sikap terhadap operasi profesi. Kosasi. Meskipun dalam praktiknya besar keminkinan tidak semua anggota profesi dokter itu melaksanakan apa yang di ucapkannya dalam sumpahnya. 3) sikap terhadap teman sejawat. Rasa persaudaraan seperti tersebut. jabatan guru harus selalu dikembangkan dan dimutakhirkan. Uraian ini di maksudkan sebagai perbandingan untuk di jadikan bahan dalam meningkatkan hubungan guru dengan guru sebagai anggota profesi keguruan dala hubungan keseluruhan. Soetjipto. Sasaran penyikapan itu meliputi penyikapan terhadap perundang-undangan. organisasi profesi. 6) sikap terhadap pemimpin. dan saling menghormati hasil-hasil karyanya. maka dalam sumpah dokter yang di ucapkan pada upacara pelantikkan dokter baru. Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa guru yang profesional adalah guru yang kompeten menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi. profesi keguruan.com Kesimpulan Sebagai profesional. Sebagai jabatan yang harus dapat menjawab tantangan perkembangan masyarakat. Prof. bagi kita masih perlu di tumbuhkan sehingga kelak akan dapat kita lihat bahwa hubungan guru dengan teman sejawatnya berlangsung seperti halnya dengan profesi kedokteran. 5) sikap tempat kerja. antara lain terdapat kalimat yang menyatakan bahwa setiap dokter akan memerlukan teman sejawatnya sebagai saudara. yang mana wajib membantu dalam kesukaraan. Meraka saling memberitahukan penemuan-penemuan baru untuk meningkatkan profesinya.google. jika terdapat kesalahan-kesalahan atau penyimpangan yang dapat merugikan profesinya. Hubungan Guru berdasarkan lingkungan keseluruhan Kalau kita ambil sebagai contoh profesi kedokteran. Sekarang apa yang terjadi pada profesi kita. 2002.

Bagi penulis lain Penulis lain diharapkan mencari referensi yang lebih relevan sebagai bahan dalam pembuatan makalah guna menciptakan tulisan yang lebih bermanfaat khususnya untuk bidang pendidikan. diperlukan penilaian kinerja dengan kriteria-kriteria penilaian yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Kinerja profesional guru juga perlu diperhatikan. c. Bagi guru 1) Guru harus mengetahui sikap dan kinerja profesional yang dapat diterapkan di sekolah sesuai profesinya.2 Saran Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan adapun beberapa saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut.dalam dua hal yaitu pengembangan sikap selama pendidikan prajabatan dan pengembangan sikap selama dalam jabatan. Sebagai pengajar guru hendaknya mampu menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik. untuk mengetahui keterlaksanaan tugas guru tersebut. dan mandiri (Deden. a. yaitu sebagai pengajar dan sebagai pendidik. Namun demikian. 2011). sedangkan sebagai pendidik guru diharapkan dapat membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap. PENDAHULUAN Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan di sekolah sekaligus memegang tugas dan fungsi ganda. 2) Guru hendaknya menciptakan hubungan yang harmonis serta dapat meningkatkan kualitas profesinya. Bagi mahasiswa 1) Mahasiswa sebagai calon guru diharapkan memperluas wawasan terkait sikap dan kinerja profesional guru. 2) Mahasiswa hendaknya menyiapkan diri sebagai calon guru dalam menunjujkan sikap dan kinerja yang profesional. 3. b. aktif. Penilaian terhadap kinerja guru merupakan suatu upaya untuk mengetahui kecakapan maksimal yang dimiliki guru berkenaan dengan proses dan hasil pelaksanaan . kreatif.

proses pelaksanaan pembelajaran. sesama guru. yang diawali dengan proses perencanaan. Sikap yang baik tercermin dari pribadi yang baik pula. Selain kinerja. dan proses evaluasi. sosial. Pada dasarnya penilaian kinerja bertujuan untuk mengukur tingkat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi guru dalam melaksanakan tugas-tugas keguruan dan non keguruan.pembelajaran yang dilaksanakannya atas dasar kriteria tertentu. hal tersebut erat kaitannya dengan kompetensi guru yaitu kompetensi kepribadian. dan tata usaha dalam lingkungan sekolah merupakan salah satu penerapannya. Hubungan baik dengan pemimpin (kepala sekolah). Sejalan dengan peningkatan kinerja guru. Peningkatan kinerja atas dorongan iklim organisasi yang baik diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja guru di sekolah. bergaul baik dengan siswa. sesama guru. berbicara. Profesionalisme guru seyogyanya menjadi springboard bagi guru untuk terus menerus menata komitmen melakukan perbaikan diri dalam rangka meningkatkan kinerjanya. sedangkan tugas non keguruan antara lain keorganisasian dan pendidikan serta latihan maupun kepemimpinan. Penilaian kinerja sebagai suatu bentuk penilaian prestasi kerja guru atas dasar kecakapan-kecapakan atau kompetensi tertentu. meningkatkan pengetahuannya. Empat kometemsi guru (kepribadian. pedagogik. Berdasarkan pemaparan tersebut. Tugas keguruan yaitu pelaksanaan proses pembelajaran. keberadaan sarana dan prasarana yang menunjang pelaksanaan kerja guru mutlak diperlukan demi kelancaran pelaksanaan tugas. sikap seorang guru yang baik dan sesuai norma juga hendaknya dilakukan dalam setiap perbuatan. dan profesional) menjadi salah satu syarat seorang guru dapat dikatakan profesional. penulis tertarik untuk membuat makalah yang berjudul “Sikap dan Kinerja Profesional Guru” Pengertian Sikap Profesional Guru Guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan sikap yang baik sehingga dapat dijadikan panutan bagi lingkungannya. serta anggota masyarakat. sikap profesionalisme guru juga patut diperhatikan guna meningkatkan kinerja guru. yaitu cara guru meningkatkan pelayanannya. Selain itu. memberi arahan dan dorongan kepada anak didiknya dan cara guru berpakaian. .

berani mengambil resiko. Guru sebagai suatu profesi dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 ayat (1) tentang guru dan dosen adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. pendidikan dasar. Untuk memahami beratnya profesi guru karena harus memiliki keahlian ganda berupa keahlian dalam bidang pendidikan dan keahlian dalam bidang studi yang diajarkan. Mengorganisasikan kelas dan merencanakan pembelajaran secara cermat. Menguasai pengetahuan tentang materi pelajaran yang diajarkan. Guru merupakan anggota aktif organisasi profesi guru. Sagala (dalam Deden. maka Kellough (dalam Deden. 2. Melaksanakan perilaku sesuai sesuai model yang diinginkan di depan kelas. 2011). 7. 5. yaitu senang (like) atau tidak senang (dislike). Memahami proses belajar dalam arti siswa memahami tujuan belajar. 4. dan prosedur yang terjadi di kelas. 6. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. menegaskan bahwa. 3. Lebih lanjut. Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan. . harapan-harapan. sikap adalah gambaran kepribadian seseorang yang terlahir melalui gerakan fisik dan tanggapan pikiran terhadap suatu keadaan atau suatu objek.Menurut Walgito (dalam Deden. mengembangkan kemahiran metodologi. 2011). membimbing. maka sikap selalu berhubungan dengan dua alternatif. Memiliki sikap terbuka terhadap perubahan. Mengetahui cara dan tempat memperoleh pengetahuan. baik ketika di dalam maupun di luar kelas. dan pendidikan menengah. guru yang memenuhi standar adalah guru yang memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan dan memahami benar apa yang harus dilakukan. melakukan dialog sesama guru. mengajar. menurut dan melaksanakan atau menghindari sesuatu. melatih. 2011) mengemukakan profesionalisme guru antara lain sebagai berikut. mengarahkan. 1. Sebagai reaksi. membaca jurnal profesional. dan faktor kedua adalah respon atau kecenderungan untuk bereaksi”. dan siap bertanggung jawab. membina siswa dan materi pelajaran. 2011) mendefinisikan “sikap seseorang pada suatu objek adalah perasaan atau emosi. guru yang profesional adalah guru yang kompeten menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi. sedangkan Berkowitz (dalam Deden. menilai.

Hal ini juga dapat mendatangkan pengaruh yang negatif kepada anak didik. tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan dengan profesinya. Oleh sebab itu. 2. maka dalamsumpah dokter yang diucapkan pada upacara pelantikan dokter baru. b. Sikap profesional lain yang perlu ditumbuhkan oleh guru adalah sikap ingin bekerja sama. tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain (Hermawan. 1979). Sekalipun demikian hubungan tersebut dapat berjalan lancar. dan tanggung jawab. Agar setiap personel sekolah dapat berfungsi sebagimana mestinya. saling harga menghargai. guru dengan guru. Jika ini sudah berkembang. Berhasil tidaknya sekolah membawakan misinya akan banyak bergantung kepada semua manusia yang terlibat di dalamnya. menghayati serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Kerja Seperti diketahui. tenteram. jika di antara meraka tumbuhan sikap saling pengertian dan tenggang rasa antara satu dengna lainnya. dan harmonis. Dengan ucapan ini para dokter menganggap profesi mereka sebagai suatu keluarga yang harus dijunjung tinggi dan dimuliakan. akan tumbuh rasa senasib sepenanggungan seta menyadari akan kepentingan bersama. Dalam suatu pergaulan hidup. untuk kadang-kadang bersikap kurang sungguh-sungguh dan kurang bijaksana. jika . Semua personel sekolah in iharus dapat menciptakan hubungan baik dengan anak didik di sekolah tersebut. 1. dan lain sebagainya. saling pengertian. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Keseluruhan Kalau kita ambil sebagai contoh profesi kedokteran. agar jangan terjadi keadaan yang berlarut-larut. apalagi masyarakat luas. kemauan. antara lain terdapat kalimat yang menyatakan bahawa setiap dokter akan memperlakukan teman sejawatnya sebagai saudara kandung.Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat. watak. Hal ini tidak boleh terjadi karena kalau diketahui murid ataupun orang tua murid. kita perlu saling maaf-memaafkan dan memupuk suasana kekeluargaan yang akrab antara sesama guru dan aparatur di sekolah. sikap. dalam setiap sekolah terdapat seorang kepala sekolah dan beberapa orang guru ditambah dengan beberapa orang personel sekolah lainnya sesui dengan kebutuhan sekolah tersebut. sehingga hal ini menimbulkan keretakan di antara sesama kita. perasaan. mereka akan resah dan tidak percaya kepada sekolah. bagaimanapun kecilnya jumlah manusia. dankepala sekolah ataupun guru dengan semua personel sekolah lainnya. Pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan sasarannya. akan terdapat perbedaan-perbedaan pikiran. Aplikasi sasaran sikap professional guru terhadap teman sejawat dalam bentuk contoh-contoh prilaku dalam pendidikan. mutlak adanya hubunga yang baik di antara sesma personel yaitu hubungan baik antara kepala sekolah dengan guru. Hal ini berhubungan dengan pola tingkah laku dalam memahami. Adapun kebiasaan kita pada umumnya. Sebagai saudara mereka berkewajiban saling mengoreksi dan saling menegur.

Berdasarkan Standar Nasional Kependidikan. Guru merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Guru sebagai administrator kelas berperan dalam pengelolaan proses belajar mengajar di kelas. namun juga mendidik. melatih. Mengajar ditingkat pendidikan formal biasanya dilakukan oleh seorang guru. Hal tersebut menjelaskan bahwa tujuan pendidikan adalah sikap yang mengubah tingkah laku peserta menjadi lebih baik. Karena dengan pendidikan dapat menciptakan perubahan sikap yang baik pada diri seseorang. mengarahkan. menilai dan mengevaluasi peserta didik. Rasa persaudaraan seperti tersebut. Sekarang apa yang terjadi pada profesi kita. bagikita masih perlu ditumbuhkan sehingga kelak akan dapat kita lihat bahwa hubungan guru dengan teman sejawatnya berlangsung seperti halnya dengan profesi kedokteran. kompetensi kepribadian. pembimbing dan administrator kelas. Guru sebagai pembimbing diharapkan dapat memberikan bantuan kepada siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Peranan ini termasuk ke dalam aspek pendidik sebab tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan. profesi keguruan? Dalam hal ini kita harus mengakui dengan jujur bahwa sejauh ini profesi keguruan masih memerlukan pembinaan yang sungguh-sungguh.terdapat kesalahan-kesalihan atau penyimpangan yang dapat merugikan profesinya. . Uraian ini dimaksudkan sebagai perbandingan untuk dijadikan bahan dalam meningkatkan hubungan guru dengan guru sebagai anggota profesi keguruan dalam hubungan keseluruhan. Meskipun dalam prakteknya besar kemungkinan tidak semua anggota profesi dokter itu melaksanakan apa yang diucapkannya dalam sumpahnya. kompetensi sosial. guru harus memiliki empat kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogis. A. Oleh sebab itu guru dituntut untuk menguasai seperangkat pengetahuan dan keterampilan mengajar. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan aspek terpenting untuk dimiliki oleh setiap umat manusia. dan kompetensi profesional. Pendidikan mempunyai dua proses utama yaitu mengajar dan diajar. Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai tiga peranan yaitu sebagai pengajar. membimbing. Guru yang berkualitas. tidak hanya berprofesi sebagai pengajar. tetapi setidak-tidaknya sudah ada norma-norma yang mengatur dan mengawasi penampilan profesi itu. melainkan juga mendidik untuk mengalihkan nilai-nilai kehidupan. profesional dan berpengetahuan. Guru sebagai pengajar berperan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran.

pemerintah telah mengupayakan berbagai hal. dan faktor kedua adalah reaksi/respon atau kecenderungan untuk bereaksi. kalaulah misalnya diantara guru terjadi pertikaian atau masalah maka tentu saja diantara guru itu akan timbul rasa benci dan memojokkan satu sama yang lain sehingga pada akhirnya mereka saling enggan untuk berkomunikasi dan tidak bekerjasama dalam melaksanakan tugas. komite sekolah dan juga orang tua siswa. 3) Sikap profesional keguruan terhadap teman sejawat Sebagai guru yang profesional diharapkan untuk mampu menjalin hubungan yang harmonis antara sesama baik didalam maupun diluar sekolah. Ini merupakan hal yang mesti dilakukan oleh seorang guru karena pada dasarnya sebuah instansi sekolah terdiri dari berbagai komponen yang saling mendukung tujuan pendidikan itu.Namun. Kalau hal ini tidak dilakukan. pemerintah. Untuk membentuk guru yang profesional sangat tergantung pada banyak hal yaitu guru itu sendiri. kualitas mengajar guru akan lebih baik. Sementara itu ada beberapa . dewasa. arif. kompetensi-kompetensi yang dimiliki guru saat ini masih terbatas. menurut dan melaksanakan atau menjauhi/menghindari sesuatu. diantaranya sertifikasi guru. berwibawa dan menjadi teladan bagi peserta didik. Berdasarkan kenyataan yang ada. stabil. Jadi disini guru harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan semua komponen itu. dalam Azwar (2005 : 5) menerangkan sikap seseorang pada suatu objek adalah perasaan atau emosi. Berkowitz. Dengan adanya program sertifikasi tersebut. masyarakat dan orang tua. Komponen itu terdiri dari kepala sekolah. Kompetensi-kompetensi yang akan dibahas dalam makalah ini terbatas pada kompetensi-kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Pengertian Thursthoen dalam Walgito (1990 : 108) menjelaskan bahwa sikap adalah gambaran kepribadian seseorang yang terlahir melalui gerakan fisik dan tanggapan pikiran terhadap suatu keadaan atau suatu objek. Kompetensi kepribadian adalah karakteristik pribadi yang harus dimiliki guru sebagai individu yang mantap. Guru yang bermutu dan profesional menjadi tuntutan masyarakat seiring dengan tuntutan persyaratan kerja yang semakin ketat mengikuti kemajuan era globalisasi. tentu saja mempunyai efek dengan pelaksanaan tugas disekolah. Bagaimana tidak. sesama guru. Kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan mereka membimbing peserta didik dalam menguasai materi yang diajarkan. sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengoptimalkan kompetensi-kompetensi tersebut. Sebagai reaksi maka sikap selalu berhubungan dengan dua alternatif yaitu senang (like) atau tidak senang (dislike). pegawai. .

dan prosedur berlandaskan inteltualitas (Volmer & Mills. sehingga ketrampilan dan pekerjaan itu diminati. pendapat atau pendirian seseorang terhadap suatu pekerjaan (keguruan) serta melakukannya dengan tekun berdasarkan keahlian dan kemampuan yang telah didapatkan dari pendidikan profesi/pekerjaan itu. . seseorang itu tidak mudah untuk dikatakan sebagai yang profesional bila tidak memiliki keahlian dari pekerjaan yang diembannya. Cully. upah. dan gaji (Sagala.pengertian tentang Profesional yaitu : 1) Profesional mempunyai pengertian seseorang yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian. dan dia dapat melakukan pekerjaan itu dengan mendapat imbalan berupa bayaran. disenangi oleh orang lain. pandangan.2000). Dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa sikap profesional keguruan merupakan kecenderungan. teknik. pekerjaan yang bernilai tinggi. 1966. bertujuan menciptakan ketrampilan. 1969). Dalam hal ini. Demikian juga halnya dengan profesi keguruan yang menuntut keahlian dan pendidikan profesi sebagai syarat yang mesti dimiliki untuk dikatakan guru yang profesional. kemampuan. 2) Profesional sebagai spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan training. Ini artinya bahwa menyandang nama seorang yang profesional tidaklah semudah yang dibayangkan tetapi harus diperlukan keahlian serta telah melalui pendidikan profesi tertentu terlebih dahulu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->