PENEGAKAN DIAGNOSIS FARINGITIS KRONIS EKSASERBASI AKUT ET CAUSA GASTROESOFAGEAL REFLUX DISEASE (GERD

)
Dibuat oleh: Dianita Rachmawati,Modifikasi terakhir pada 20 hour(s) 9 minute(s) ago ABSTRAK GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Keyword : Faringitis Kronis , Gastro-Esophageal Refluks Disease (GERD) KASUS Seorang laki-laki berusia 51 tahun dating ke Poliklinik THT dengan keluhan nyeri pada tenggorokan sejak 2 hari yang lalu. Pasien tidak mengeluhkan adanya batuk maupun pilek. Pasien mengaku tenggorokannya terasa kering dan panas seperti terbakar serta adanya nyeri saat menelan. Pasien merasakan di tenggorokannya seperti ada yang mengganjal. Keluhan ini sering dirasakan kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu terutama setelah maagnya kambuh. Riwayat menderita sakit maag dan sering mengeluhkan mual dan terasa panas seperti terbakar pada dada yang terutama dikeluhkan saat pasien mengkonsumsi kopi/teh. Pasien juga merasakan demam yang tidak terlalu tinggi dan nyeri ulu hati disertai mual sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien baik, compos mentis, Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 88x/menit, suhu afebris, laju pernapasan 22x/menit. Pada pemeriksaan tenggorokan didapat dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi, tidak terdapat pembesaran tonsil, limfonodi tak teraba. Pada pemeriksaan abdomen didapat nyeri pada bagian epigastrium. DIAGNOSIS Faringitis Kronis et causa Gastroesofageal Reflux Disease (GERD) TERAPI Terapi pada pasien ini berupa Proton Pump Inhibitor yaitu Omeprazol 1x20 mg. DISKUSI GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. GERD disebabkan oleh kadar asam lambung yang tinggi, sedangkan faktor- factor yang dapat mempengaruhi terjadinya GERD antara lain : sfingter bawah esophageal, hiatal hernia, kontraksi esophageal dan pengosongan lambung. Tanda dan gejalanya meliputi Rasa seperti terbakar adalah gejala yang paling sering terjadi, erosi pada esophagus (erosive esofagitis), Suara parau (disfonia) kronik karena edema dan lesi inflamasi pada plika vokalis, Clearing faring kronis karena iritasi serta peningkatan sekresi mukosa faring serta kesulitan menelan (odinofagi), Tenggorokan serasa tercekik. Pada kasus ini pasien mengeluh nyeri seperti terbakar dan panas di tenggorokannya yang disertai nyeri saat menelan yang dirasakan selama 2 hari yang lalu tetapi kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu. Pasien juga mempunyai riwayat sakit maag Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah dengan esophagogram, endoscopy, laryngoscopy, esophageal pH monitoring, dan esophageal motility studies. Akan tetapi pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan tersebut karena

keterbatasan alat. Terapi pada GERD adalah dengan pemberian obat-obat yang dapat mengurangi kadar asam lambung, dapat berupa golongan antacid, H2 blocker ataupun Proton Pump Inhibitor. Yang disertai dengan manajemen terapi non medikasi yang terdiri atas , Hindari makanan berlemak, minuman berkafein (seperti soda, kopi, dsb), cokelat, mint, makanan pedas, makanan berbahan dasar tomat, bawang putih dan merah, berhenti merokok , tidak minum alcohol , mengurangi berat badan jika berlebih, tinggikan kepala ketika tidur ,kurangi makan saat malam , setelah makan tunggu beberapa jam (minimal 4 jam) sebelum tidur atau berbaring, biarkan lambung kosong terlebih dulu, diet tinggi karbohidrat, protein dan rendah lemak, mengindari pakaian yang ketat , menghindari konsumsi obat-obatan yang menurunkan tekanan sfingter esophagus seperti teofilin, agen antikolinergik, alfa adrenergic antagonis, beta-agonis, kalsium channel blocker, nitrat, serta obat-obatan NSAID seperti aspirin. KESIMPULAN GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Pada pasien ini didiagnosis faringitis kronis et causa gastroesofageal reflux disease (GERD) didapat dari anamnesis yaitu rasa panas seperti terbakar dan nyeri saat menelan, keluhan ini kambuh jika maagnya kambuh sejak 2 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik yaitu dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi yang menunjukkan kondisi kronis pada faring (faringitis kronis). REFERENSI Acerra, John, M.D. Acute Pharyngitis. Diakses dari www.emedicine.com. Ahuja, Vanita,M.D, Yencha, Myron,M.D, Lassen, Lorenz,M.D. Head and Neck Manifestations of Gastroesophageal Reflux Disease. Diakses dari www.americanacademyofamilyphysicians.com. Soepardi, Effiaty,Sp.THT, Iskandar, Nurbaiti, Sp.THT. Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher.2007.FKUI:Jakarta. Weinberg DS, Kadish SL. The diagnosis and management of gastroesophageal reflux disease.Med Clin North Am 1996;80:41129. PENULIS Dianita Rachmawati, Ilmu Penyakit THT, RSUD Salatiga

Intubasi Endotracheal Tube pada Pasien Struma Nodusa Non Toksik dengan General Anestesi
Dibuat oleh: M. Sudrajat,Modifikasi terakhir pada 4 hour(s) 18 minute(s) ago ABSTRAK Endotracheal Tube (ETT) adalah sejenis alat yang digunakan di dunia medis untuk menjamin saluran napas tetap bebas, ETT banyak digunakan oleh dokter dengan spesialisasi anestesi dalam pembiusan dan operasi. ETT dimasukkan kedalam trakea pasien untuk memastikan tidak tertutupnya trachea sebagai saluran pernapasan dan udara pernapasan dapat masuk kedalam paru-paru. ETT adalah alat yang paling tepercaya dalam menjamin saluran napas tetap bebas. Struma nodosa non toksik adalah pembesaran kelenjar tyroid yang secara klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa disertai tanda-tanda hypertiroidisme. Kata Kunci: Endotracheal Tube, Struma Nodusa Non Toksik KASUS Seorang wanita usia 47 tahun datang ke poli bedah RS Jogja dengan keluhan terdapat benjolan pada leher depan, benjolan dirasakan sejak beberapa bulan ini. Benjolan ikut bergerak ketika menelan, tidak ada nyeri telan dan nyeri tekan. Pasien

belum pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya, riwayat hipertensi, penyakit jantung, DM, asma, dan alergi disangkal. Keluarga tidak ada yang mengalami keluhan serupa. Riwayat hipertensi, peyakit jantung, DM, asma dan riwayat alergi dalam keluarga disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup dengan kesadaran compos mentis, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 72 x/menit, respirasi rate 18 x/menit, suhu 36,5 oC. Pada pemeriksaan leher tampak massa pada leher bagian depan, diameter ± 4 cm, massa bergerak ketika menelan. Pada perabaan leher teraba massa pada leher depan, konsistensi lunak, nyeri tekan (-), permukaan licin dan rata tidak berbenjol benjol. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. T3 ↓ dan FT4 N. Pemeriksaan foto thorax menunjukkan pulmo dan besar jantung dalam batas normal. DIAGNOSIS Struma Nodusa Non Toxic, ASA I TERAPI Premedikasi yang diberikan pada pasien ini adalah Ondancentron HCl 4 mg intravena, Ketorolac 30 mg intravena. Anestesi dilakukan dengan teknik general anestesia, dengan teknik semi closed, respirasi terkontrol dengan endotracheal. Induksi dengan Propofol 100 mg intravena. Pemeliharaan dengan N2O 2,5 liter/menit, O2 2,5 liter/menit, dan halotane 1,5 vol%. Pada pasien ini dilakukan monitoring melalui monitor elektronik dan inspeksi keadaan umum pasien, meliputi tekanan darah, respirasi, nadi, dan saturasi oksigen. Setelah operasi pasien diposisikan miring, pengawasan vital sign setiap 30 menit, kepala diekstensikan, oksigenasi sampai pasien sadar, setelah sadar dapat diet bebas, dan IVFD RL 20 tetes per menit. DISKUSI Pada kasus ini, pasien mengeluh muncul benjolan pada leher depan kanan. Oleh dokter spesialis bedah didiagnosis struma nodusa dan direncanakan untuk dilakukan operasi. Pasien mendapatkan tindakan general anestesi untuk operasinya. Pada pelaksanaan operasi, dipasang intubasi endotrakheal pada pasien sebagai pengelolaan jalan nafas. Tindakan anestesi dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali. Salah satu usaha yang mutlak harus dilakukan oleh seorang dokter anestesi adalah menjaga berjalannya fungsi organ tubuh pasien secara normal. Pengelolaan jalan nafas menjadi salah satu bagian yang terpenting dalam suatu tindakan anestesi, salah satu caranya adalah dengan melakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal adalah tindakan memasukkan pipa endotrakheal ke dalam trakhea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dikendalikan. Intubasi endotrakheal mempunyai tujuan mempermudah pemberian anestesi, mempertahankan jalan nafas agar tetap bebas serta mempertahankan kelancaran pernafasan, mencegah kemungkinan terjadinya aspirasi isi lambung, mempermudah pengisapan sekret trakheobronkhial, pemakaian ventilasi mekanis yang lama, mengatasi obstruksi laring akut. Walaupun intubasi endotrakheal mempunyai banyak keuntungan, namun pada keadaan tertentu melarang penggunaan intubasi endotrakheal, diantaranya beberapa keadaan trauma jalan nafas atau obstruksi yang tidak memungkinkan dilakukan intubasi endotrakheal, trauma servikal yang memerlukan keadaan imobilisasi tulang vertebrae servikal, sehingga sangat sulit untuk dilakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal tidak selalu mudah dilakukan untuk semua pasien, kesukaran yang biasa dijumpai adalah pasien dengan otot-otot leher pendek dengan gigi geligi yang lengkap, recording lower jaw dengan angulus mandibula yang tumpul, jarak antara mental symphisis dengan lower alveolar margin yang elebar memerlukan depresi rahang bawah yang lebih lebar selama intubasi. Mulut yang panjang dan sempit dengan arcus palatum yang tinggi. Gigi incisivum yang menonjol, kesukaran membuka rahang. Abnormalitas pada servikal spine, kontraktur jaringan leher. Pada tindakan operasi kasus ini, penggunaan intubasi endotrakheal dimaksudkan untuk mengamankan jalan nafas dan menjamin ventilasi pernafasan. Karena intubasi endotrakheal merupakan metode terbaik untuk membebaskan dan mempertahankan jalan nafas pada praktek anestesi dan resusitasi. Selain terdapat indikasi diatas, pada pasien tidak ditemukan

PENULIS Mohammad Sudrajat.Mansjoer. Pemeriksaan Subyektif PEMERIKSAAN OD OS Visus Jauh 20/20 20/20 Refraksi Emetrop Emetrop Koreksi Tidak dilakukan Tidak dilakukan Visus Dekat Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Sinar Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Warna Tidak dilakukan Tidak dilakukan Pemeriksaan Obyektif PEMERIKSAAN OD OS PENILAIAN 1. DAFTAR PUSTAKA .Lebar rima Ptosis (-). gangguan refleks berupa hipertensi maupun takikardi. Bagian Ilmu anestesiologi. . kemudian terasa mengganjal terutama saat memejamkan mata/berkedip. menyebabkan kenaikan sementara laju jantung dan tekanan darah. Pandangan kabur (-). Oleh karena itu corpus alienum harus diambil secepatnya untuk menghindari reaksi inflamasi dan kerusakan lebih lanjut. Keywords: Corpus Alienum. namun masih terasa mengganjal. Sekitar mata (supersilia) Kedudukan alis baik. 2002. Prosedur pemasangan intubasi juga sudah tepat yaitu dimulai dengan persiapan posisi leher pasien dalam keadaan fleksi dan kepala ekstensi. Said A. Ruswan Dachlan. . 2005.medcape. tidak ada malposisi dan trauma jalan nafas. Rumah Sakit Jogja.Arjun M. Jakarta : bagian Anestesiologi dan terapi Intensif. Kelopak mata . jaringan parut (-) Kedudukan alis baik. Dalam : Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2.com . 2000.Gerakan Tidak ada gangguan gerak Tidak ada gangguan gerak . Petunjuk Praktis Anestesiologi. Kartini A. Setelah tindakan anestesi selesai. 2012 Corpus Alienum pada Pekerja Bengkel Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Tindakan intubasi endotrakheal ini sebenarnya dapat menyebabkan rangsangan simpatis yang membangkitkan respon kardiovaskuler. Anestesi. Belum diobati. M. penggunaan laringoskop. Tjokorda GA. trikiasis (-) Silia lengkap.Desai.kontraindikasi penggunaan intubasi endotrakheal.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:10 ABSTRAK Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara Corpus alienum pada mata adalah istilah untuk benda asing yang terdapat pada mata serta merupakan salah satu penyebab cedera mata yang paling sering mengenai sclera. pseudoptosis (-) Ptosis (-). Diakses dari: http://emedicine. Kota Yogyakarta. pada pemeriksaan tidak didapatkan malampati. . Anastesiologi. Buku Ajar Ilmu Anestesia dan Reanimasi. tumor (-) Hiperemis (-).Kulit Hiperemis (-). pemberian muscle relaxan dan oksigenasi.Mangku. Stanford University School of Medicine. Jakarta : Media Aesculapius. 20060310204. sebelumnya pernah mengalami hal serupa dan sembuh.Margo intermarginalis Tanda peradangan (-) Tanda peradangan (-) 3. pemasangan pipa endotrakheal mengontrol letak pipa dan ventilasi. silau (+). Intubasi Trakea. 2010. nerocos (-). trikiasis (-) .Muhiman. Untuk mengurangi laju lonjakan kardddiovaskuler tersebut diperlukan intubasi dengan cepat dan mulus. Suryadi dan M. FK UI.Pasangan Simetris Simetris .Tepi kelopak Silia lengkap. Apabila suatu korpus alienum masuk ke dalam bola mata maka bisa terjadi reaksi infeksi serta dapat dimungkinkan timbul kerusakan bola mata. pseudoptosis (-) . Arif dkk. pada pemeriksaan tidak ditemukan adanya komplikasi dari tindakan intubasi. . tumor (-) . mata Kasus Seorang laki-laki 53 tahun 5 hari yang lalu ketika di bengkel tempatnya bekerja pasien merasa mata kirinya kelilipan. Sehingga pemasangannya pada pasien ini tergolong aman. Jakarta : Indeks Jakarta.Latief.2010. Jakarta : Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-UI. Gde dan Senapathi. kornea. Keesokan harinya pasien berusaha mengambil kelilipan tersebut menggunakan kertas. Pegal (+). jaringan parut (-) 2. dan konjungtiva. Pada pasien ini dilakukan intubasi endotrakheal dalam waktu < 1 menit.

Sekitar sakus lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) .Diberikan anestesi pada mata kanan pasien dengan pantokain 0. dapat diberikan asam mefenamat 500 mg 3 kali sehari. TIO Palpasi kenyal Palpasi kenyal 6. Bermula sejak lima hari sebelum kedatangannya ke poli. pasien belum pernah menggunakan obat untuk mengatasi keluhan pada mata kirinya. Bola mata . berkilau Licin. kalazion (-) Hordeolum (-).Refleks direct + + . .Refleks indrect + + 1. Setelah anamnesis.Tepi Reguler Reguler .Warna kekeruhan Tidak ada Tidak ada 13. hofema (-) 10. dilakukan pemeriksaan subjektif dan objektif pada kedua mata pasien. pegal silau dan nyeri. dan debris kornea yang tertinggal dihilangkan dengan ‗cutton but‘ steril. Kornea . Diskusi Pada kasus ini.Bentuk bulat bulat . Amotio corpal : . bila dirasa benda asing menancap cukup dalam. Didapatkan hasil visi jauh pada baik mata kanan maupun kiri sebesar 20/20. pasien tersebut merasa kelilipan ketika sedang bekerja di bengkel dan keesokan harinya pasien berusaha mengeluarkan kelilipan tersebut menggunakan kertas namun masih tetap mengganjal. yang diduga .Forniks Hiperemi (-) Hiperemi (-) .Tempat Ditengah iris Ditengah iris .Pengambilan benda asing dilakukan dengan menggunakan jarum ukuran 25-27. sehat .Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan .OD : Emetrop. Konjungtiva . 2.5% sebanyak 1 tetes.Uji regurgitasi (-) (-) 4. Kamera Okuli anterior Ukuran Tidak dangkal Tidak dangkal . 4. Adapun pada pemeriksaan objektif pada kedua mata dapat diambil kesimpulan seluruh elemen mata kanan (OD) dan kiri (OS) dapat dinilai dari anterior hingga posterior. pasien mengeluhkan mata kirinya terasa mengganjal. Analgesik.Kejernihan Jernih Jernih .Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan .Placido Konsentris reguler Konsentris reguler 9. sehingga tidak ada koreksi yang diberikan.OS : Corpal gram pada permukaan kornea mata kiri Terapi 1. hiperemis (-).Warna Coklat Coklat . Lensa . Korpus Vitreum Jernih Jernih 14.Ukuran Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) 5.Permukaan Licin. Sclera Ikterik (-) Ikterik (-) 8.Apparatus Lakrimalis .Ukuran 3 mm 3 mm . dan didapatkan data bahwa semua elemen mata dalam kondisi baik kecuali pada permukaan kornea mata kiri tampak suatu bintik kecil benda asing. kalazion (-) 7. . diberikan salep antibiotik (gentamisin 0.Isi Jernih. mengingat kornea yang memiliki banyak serabut saraf sehingga dapat menimbulkan nyeri yang cukup mengganggu bagi pasien. Antibiotik diberikan untuk mencegah terjadinya superinfeksi. Iris .Bulbi Hordeolum (-). Hendaknya penggunaan kortikosteroid topical harus dihindari karena dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya superinfeksi dan memperlambat proses penyembuhan.Pasangan Simetris Simetris .Letak Di tengah belakang iris Di tengah belakang iris . Dari anamnesis.Bentuk Bulat Bulat 11.Limbus Benjolan (-) Nevus (-) Benjolan (-) Nevus (-) .Dagu dan dahi pasien diposisikan menghadap dan menempel pada biomikroskop serta pandangan mata mengarah pada satu titik secara tetap sebagai fiksasi ketika pengambilan benda asing dilakukan. hifema (-) Jernih. Pemeriksaan subjektif yang dilakukan berupa pemeriksaan visus jauh dan pemeriksaan refraksi.Ada/tidak Ada Ada . Pupil .Sekitar gland.Palpebra superior Hiperemi (-) Hiperemi (-) . Refleks fundus (+) warna orange (+) warna orange Diagnosis .Dinding Belakang KP (-) KP (-) .Pasangan Simetris Simetris . yang menandakan bahwa pasien tidak mengalami kelainan refraksi (emetrop).3%). Setelah pengambilan benda asing. dapat dilakukan ‗seidel test‘ untuk memastikan ada tidaknya perforasi kornea.Palpebra inferior Hiperemi (-) Hiperemi (-) . hiperemis (-).Gambaran Gambaran kripti baik Gambaran kripti baik . .Medium Jernih Jernih .Setelah pengambilan. Pemakaian salep tersebut juga berfungsi sebagai lubrikan. 3.Gerakan Gangguan gerak (-) Gangguan gerak (-) . tampak ada benda hitam kecil .Ukuran 12 mm O 12 mm O Kecembungan Lebih cembung dari sclera Lebih cembung dari sclera . lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) . Sedangkan antibiotik tetes diberikan pada pasien untuk pemakaian di rumah (gentamisin 3 mg/ml) 4 kali dalam sehari.

7. platina batu. 5. dan epitel pigmen retina. berupa hifema (perdarahan dalam bilik mata depan) atau perdarahan dalam badan kaca. lensa. platina. Benda inert. Tembaga dalam badan kaca dapat menimbulkan ablasio retina sebagai akibat jaringan ikat di dalam badan kaca yang menarik retina. pupil lebar dengan reaksi lambat. dan bulu ulat. Pada mata tampak endapan karat besi pada kornea berwarna kuning kecoklatan. kaca. Trauma Tembus Trauma tembus adalah suatu trauma dimana sebagian atau seluruh lapisan kornea dan sclera mengalami kerusakan. Akibat Benda Asing pada Mata Benda asing dapat mengakibatkan : 1. 6. 3. kapsul anterior lensa. timah hitam. bahan pakaian. Benda logam dengan sifat bentuk reaksi yang merusak adalah besi berupa ―siderosis‖ dan tembaga. dan porselin. dan permukaan retina. Benda asing dengan kecepatan tinggi akan menembus seluruh lapisan sclera atau kornea serta jaringan lain dalam bola mata kemudian bersarang di dalam bola mata ataupun dapat sampai menimbulkan perforasi ganda sehingga akhirnya benda asing tersebut bersarang di dalam rongga orbita atau bahkan dapat mengenai tulang orbita. iris. aluminium. Reaksi Jaringan Mata Reaksi yang timbul tergantung jenis benda tersebut apakah benda inert atau reaktif. Trauma ini dapat terjadi apabila benda asing melukai sebagian lapisan kornea atau sclera dan tertinggal di dalam lapisan tersebut. . seperti batu. Neovaskularisasi Kornea Neovaskularisasi dipercaya sebagai akibat dari adanya suatu peradangan ataupun hipoksia dalam suatu kondisi sistem imun kornea yang tidak seimbang. Bentuk reaksinya tergantung macam serta letak benda asing tersebut di dalam mata. terdiri dari benda-benda yang dapat menimbulkan reaksi jaringan mata sehingga mengganggu fungsi mata. Erosi ini timbul apabila benda asing yang masuk tidak sampai menembus bola mata tetapi hanya tertinggal pada konjungtiva atau kornea. seperti emas. Benda reaktif. 2. Perdarahan Perdarahan intraokular dapat terjadi apabila trauma mengenai jaringan uvea. seperti timah hitam. Benda reaktif akan memberikan reaksireaksi tertentu dalam jaringan mata. badan kaca. perak. Benda asing yang dapat masuk ke dalam mata dibagi dalam beberapa kelompok: 1. yaitu : epitel kornea. dan tak tampak adanya infiltrat ataupun kelainan lain yang menyertai. Gejala siderosis tampak 2 bulan sampai 2 tahun setelah trauma. bahan tumbuh-tumbuhan. Dalam hal ini akan ditemukan suatu luka terbuka dan biasanya terjadi prolaps iris. Gejala klinik berupa : gangguan penglihatan yang mula-mula berupa buta malam kemudian penurunan tajam penglihatan yang semakin hebat dan penyempitan lapang pandang. Siderosis Merupakan reaksi jaringan mata akibat penyebaran ion besi ke seluruh mata dengan konsentrasi terbanyak pada jaringan yang mengandung epitel. kaca. 3. Namun permukaan kornea masih licin dan mengkilap. tidak akan memberikan reaksi ataupun kalau ada hanya berupa reaksi ringan. Pada keadaan ini tidak terjadi luka terbuka sehingga organ di dalam bola mata tidak mengalami kontaminasi. 2. tembaga. seperti emas. Benda bukan logam (non metalik). ataupun badan kaca. 4. bila terjadi reaksi hanya ringan saja dan tidak mengganggu fungsi mata. epitel kapsul lensa. Benda logam (metalik). Tembaga dapat memberikan reaksi purulen.
Terbagi menjadi benda logam magnet dan bukan magnet. yaitu benda yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak menimbulkan reaksi jaringan mata.merupakan gram yang menempel ketika pasien sedang bekerja di bengkel 5 hari sebelumnya. Pada benda yang inert. bintik-bintik bulat kecoklatan pada lensa dan iris berubah warna. 4. Timbulnya siderosis sebenarnya sangat dini tetapi tidak memberikan gejala klinik yang jelas sampai beberapa waktu lamanya. Trauma Erosi konjungtiva atau kornea. epitel pigmen iris. seng. Kalkosis Reaksi jaringan mata akibat pengendapan ion tembaga di dalam jaringan terutama jaringan yang mengandung membrane seperti membrane Descement. Timah hitam dan seng merupakan bendan reaktif yang lemah reaksinya. Gejala klinik kalkosis timbul lebih dini dari pada siderosis yaitu beberapa hari setelah trauma. Benda organik kurang dapat diterima oleh jaringan mata dibanding benda anorganik. besi tembaga. nikel.

6 (N : <38) SGPT 18. (2000).2) SGOT 22. Cornea : Treatment and Medication. Bagian Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara: Medan Penulis Sekar Mutiara (20060310001). Edisi kedua. Ilyas. Anestesi Umum pada Incisi FAM Dibuat oleh: Sekar Mutiara. RSUD Tidar . keratosit. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik. Ilmu Penyakit Mata. G. (2009). didapatkan menggunakan obatobatan yang berbeda secarah terpisah. Foreign Body Removal. Komponen obat anestesi ideal (trias anestesi) terdiri dari hipnotik analgesia dan releksasi otot. dan leukosit infiltrative (seperti makrofag. Keywords: Kista Ovarium. umumnya prognosis baik karena benda tersebut dapat langsung dikeluarkan dan akibatnya sangat ringan tanpa meninggalkan bekas ataupun hanya nebula bila di kornea. Jakarta: Fakultas Kedokteran UI. Pada pemeriksaan fisik terdapat benjolan di payudara kanan diameter 2 cm Pemeriksaan penunjang : Pemeriksaan Darah Kimia Darah GDS 87. Program Profesi Pendidikan Dokter. Faktor angiogenik menstimulasi terjadinya degradasi enzimatik terlokalisasi pada membran dasar ujung pembuluh darah perilimbal. Pada trauma dimana benda asing menyebabkan luka perforasi sehingga benda asing tersebut berada di dalam bola mata.7 (N : 10-50) Creatinin 0..1 (N : <42) Darah Lengkap dbn Pemeriksaaan Radiologi Foto Polos Thorax Pulmo/ cor dbn EKG Hasil : dbn Diagnosis FAM Terapi Ceftriaxon . Anestesi umum dibagi menjadi 2 menurut cara pemberiannya yaitu pemberian secara intravena dan secara inhalasi. Mahmud. Sebagian besar obat-obat anestesi menyebabkan depresi fungsi respirasi secara sentral. sehingga relaksan otot tidak diperlukan lagi dan dapat menghemat biaya anestesi.. Taylor. Oftalmologi Umum. dibantu atau dikontrol oleh anestesiologis. M. benjolan sejak 1 bulan SMRS muncul benjolan pada payudara kanan dan terasa nyeri walau tidak ditekan. neutrofil)..emedicine.medscape. Bahri.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:08 ABSTRAK Anastesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). C. Prosedur pembedahan yang memerlukan pelumpuhan otot seperti bedah thorax.84 (N : 0. (2003). M.5 tahun dan menyusui. 1978.Operasi : incisi Diskusi Pada kasus wanita umur 40 tahun datang dengan . Beberapa dari faktor tersebut (fibroblast growth factors. Referensi 1. Dalam anestesi umum pasien dapat bernafas spontan. atau bedah abdomen yang luas diperlukan control pernapasan yang adekuat. sehingga sel-sel endothelial pembuluh darah bermigrasi dan berproliferasi untuk membentuk suatu pembuluh darah baru. Riwayat KB suntik sekitar 3.Magelang. Asbury. paul. maka prognosisnya tergantung jenis-jenis benda asing. anggota keluarga tidak punya keluhan yang sama. 2. IL-1.4 Ureum 31. 4.D.com pada tanggal 22 Februari 2011. Bagian Ilmu Penyakit Mata. dan vascular endothelial growth factors/ VEGF) telah diidentifikasi dari kornea dan cairan air mata. Cao.. Sidarta.Ketorolac . Teknik ini sesuai untuk prosedur pembedahan tertentu untuk mengendalikan pernapasan. Edisi keempat belas. Kasus Seorang wanita umur 40 tahun datang dengan keluhan terdapat benjolan di payudara kanan. Sitepu. Jakarta : Widya Medika. 3. Carlos. dan Riordan-Eva. Vaughan. Diakses dari www. Daniel.6-1. Cermin Dunia Kedokteran : Corpus Alienum Intra Oculi. Kesimpulan Pada trauma dimana benda asing berada di permukaan mata tanpa adanya luka perforasi seperti yang terjadi pada kasus ini.Trauma epitel dan/atau hipoksia pada kornea dapat menstimulasi pembentukan faktor-faktor angiogenik oleh sel-sel epitel lokal. Sementara itu untuk pembedahan dimana pasien masih sufisien untuk bernapas spontan.

pada anak-anak pipa endotrakeal tanpa balon. gunakan hiperventilasi sedang selama bedah saraf c. Indikasi : a. pandangan kabur. Mempertahankan jalan napas agar tetap adekuat c. Tindakan resusitasi b. pentanil) diberikan dalam dosis tinggi.5-8. Hal-hal ini yang perlu diperhatikan adalah : a. Ambubag T = Tape. aminofilin dan theofilin.Blade lengkung (macintos) biasa digunakan laringoscop dewasa . Intubasi trakea adalah tindakan memasukkan pipa endrotrakeal kedalam trakea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dilkendalikan.0-9. Induksi : 2. etil klorida. Untuk mencegah kebocoran balon (cuff) pada ujung distal .1 derajat celcius) ganas atau rentan terhadap hipertermia malignan. Biasanya digunakan pada bayi dan anak. Pipa oroparing/Nosoparing. anti depresan trisiklik.Blade lurus. Obat anestesi inhalasi yang pertama kali digunakan untuk membantu pembedahan adalah N2O. metoksifluran. Halotan digunakan untuk menginduksi dan mempertahankan anestesi.keluhan terdapat benjolan di payudara kanan dilakukan pembedahan dengan anestesi umum. Tujuan : a. Ukuran laki-laki dewasa berkisar 8. d. Efek samping halotan : a. halotan. gangguan hepar. Stilet . Penggunaan halotan merupakan kontra indikasi pada pasien kelainan jantung (hipotensi.4 % halotan (anak-anak 1. kloroform. sebelumnya ada riwayat hiperpireksia (suhu badan melebihi 41. hipertensi. Persiapan set intubasi : Sebelum mengerjakan intubasi dapat diingat kata STATICS S = Scope. A. dan opioid. Tindakan anestesi c. Plester I = Indroducer. Pemberian ventilasi mekanis jangka panjang C. menggigil selama pemulihan f. Untuk induksi. Laringoscop dan Stetoskop T = Tubes. untuk memfiksasi pipa trakea setelah tindakan intubasi e. Mempermudah pemberian ventilasi dan oksigenisasi B. Penghisap Lendir a. Opioid tidak mengganggu kardiovaskuler. Sehingga kontra indikasi untuk pasien hipertensi. hipersalivasi. sehingga sering digunakan untuk induksi pasien dengan kelainan jantung. laringoskopi dengan blode lurus (misalnya blade magill). petidin. misalnya didaerah kepala dan leher dibutuhkan pipa yang tidak bisa tertekuk yang mempunyai spiral nilon atau besi. Plester.5 mm. wanita 7. dan sevofluran. b. isofluran. Mandrin C = Conektor/sambungan-sambungan S = Suction. Membersihkan saluran trakeabronkial b. Pipa Endotrakeal A = Air Way. Bila hendak diberikan sebelumnya sebaiknya diberikan sedasi (midazolam).0 mm. aritmia jantung selama anestesi c. pipa plastik yang sekali pakai untuk operasi tertentu. tambahan analgesi regional atau membantu prosedur diagnostic. enfluran. hindari penggunaan berulang dalam jangka waktu 3 bulan b. hiperpireksia ganas jarang terjadi d.5-2 % halotan) dalam O2 atau O2/N2O. etil-vinil-eter. sikloropan. kemudian menyusul eter. Pipa Endotrakeal Terbuat dari karet atau plastik. untuk intubasi oral panjang pipa yang masuk 20-23 cm.dapat mengganggu kemampuan mengendrai kendraan dan mengoperasikan mesin. fekromositoma. dan pasca anestesi dapat menyebabkan mual muntah. mempotensiasi aksi relaksan otot non depolarisasi b. trikloro etilen. Pemeliharaan jalan napas d. kerusakan hati e. dan mimpi buruk (halusinasi). Laringoskop . memperparah hipotensi yang disebabkan oleh efek pemblokan ganglionik tubokurarin. nyeri kepala. desfluran. Mencegah aspirasi d. aritmia). dan demam tinggi. hindari pemakaian pada kehamilan dan menyusui e. opioid (morfin. d. meningkatkan sensitifitas miokardium terhadap adrenalin. etilen. Interaksi obat : a. ketamin. Stilet atau forcep intubasi Digunakan untuk mengatur kelengkungan pipa endotrakeal sebagai alat . meningkatkan efek relaksan otot aminoglikosida c. pastikan kecukupan ventilasi ruangan d. myastenia gavis. bradikardi dan hipotensi selama induksi b. c. Obatobatan yang sering dipakai adalah thiopental. mual dan muntah setelah operasi Anestesi intravena selain untuk induksi juga dapat dipakai untuk rumatan. simtomitetika lainnya. Ketamin dapat menyebabkan takikardia. f. Propofol dikemas dalam cairan emulsi lemak berwarna putih susu bersifat isotonic dan hanya boleh diencerkan dengan menggunakan dekstrose 5%. Pipa orofaring/nasoparing Alat ini dugunakan untuk mencegah obstruksi jalan nafas karena jatuhnya lidah. propofol. fluoroksan.

hiperemis (-). 2. conca udem (+). Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu . Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum: baik. Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. Referensi 1. Kata kunci: Rhinitis Alergika. Diakses pada tanggal 24 Januari 2012 3. www.bantu saat insersi pipa.261-264. Pasien mengaku alergi dengan debu. Alat penghisap (suction ). Pasien mengaku alergi dengan debu. Arif. Berdasarkan berat ringannya penyakit maka pasien digolongkan pada ASA 1 yang berarti pasien penyakit bedah tanpa disertai gangguan sistemik. Ditambah dengan adanya pemeriksaan penunjang yang dilakukan maka pasien ini didiagnosis sebagai rhinitis alergika. gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik. General Anesthesi. General Anesthesi.com/Anestesiologi. tapi karena lebih persisten. Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 Penulis Sekar Mutiara (20060310001). sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. Keluarga pasien tidak ada yang mempunyai riwayat alergi. pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu. Program Profesi Pendidikan Dokter. septum nasi deviasi (-). Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu. Pada pemeriksaan telinga dan tenggorokan tidak ditemukan adanya kelainan. Reaksi hipersensitivitas tipe II Kasus Seorang pasien perempuan berusia 24 tahun datang ke poli THT dengan keluhan pilek disertai ingus encer.Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:45 ABSTRAK Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama.com. Pada kasus ini. Pasien belum pernah berobat sebelumnya. www. Pada Pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan tampak mukosa hidung udem (+). Anestesi spinal. pemeriksaan Vital Sign: Tekanan darah :120/70 mmHg Respirasi: 20x / menit Suhu: febris Nadi: 80x / menit. Dalam: Kapita Selekta Kedokteran edisi III hal. Anggota keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit serupa. berwarna putih kepucatan (livid ) (+). pasien datang dengan keluhan pilek disertai ingus encer. gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik.com. 2000. pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu.medicinenet. sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. Diagnosis Rhinitis Alergika Terapi Non Famakologi : Edukasi: Menghindari kontak dengan alergen penyebab Farmakologi: Ozen tab 2x1 Coldizo 2x1 Diskusi Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran . bersin-bersin. Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 4. Jakarta. http://www. asma dan penyakit lainnya. bersin-bersin. RSUD Tidar .Magelang. Mansjoer. dkk. sekret encer (+). kesadaran: compos mentis. Riwayat asma (-). PENATALAKSANAAN RHINITIS ALERGIKA PADA PEREMPUAN USIA 24 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. komplikasinya lebih sering ditemukan.digunakan untuk membersihkan jalan napas Kesimpulan Pada kasus ini pasien di lakukan anestesi umum.Wikipedia. Bagian Ilmu Anestesi.emedicine. Teknik yang digunakan harus tepat dan harus dilakukan monitor yang ketat selama jalannya operasi. Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman. Forcep intubasi (magill/digunakan untuk memanipulasi pipa endotrakeal nasal atau pipa nasogastrik melalui orofaring f.

peningkatan permeabilitas kapiler. bulu binatang. Preparat yang dipakai adalah agonis alfa adrenoreseptor. tapi karena lebih persisten. seperti asap rokok. disertai banyak sekret encer. Anak sering menggosok-gosok hidung dengan punggung tangan (allergic salute). sedangkan jenis kelamin. Penatalaksanaan rhinitis alergi adalah dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi. Tidak ada demam. Gejala spesifik lain pada anak-anak bila penyakit telah berlangsung lama (>2 tahun) adalah bayangan gelap didaerah bawah mata (allergic shinner) akibat stasis vena sekunder karena obstruksi hidung. Untuk hipertropi konka. terutama untuk mengatasi sumbatan hidung. terutama anak dan dewasa muda. hanya sifat berlangsungnya yang berbeda. Imunoterapi diindikasikan untuk severe persistein. jendela ditutup. rinitis alergi dibedakan atas : Rinitis alergi musiman (seasonal. seperti urtikaria dan gangguan pencernaan. Penyebab tersering adalah alergen inhalan (dewasa) dan ingestan (anak-anak). Diluar serangan. Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman. hidung tersumbat. dan budesonid untuk jangka panjang cukup aman. Edukasi sebaiknya selalu diberikan berkenaan dengan penyakit yang kronis. bau yang merangsang. Efek kortikosteroid baru terasa setelah pemakaian agak lama. hindari kegiatan berkebun. hay fever. Jika perlu. Lamalama akan mengakibatkan timbul garis melintang di dorsum nasi sepertiga bawah (allergic crease). flunisolid. biasanya dalam kombinasi dengan antihistamin seperti pseudoefedrin fenilpropanolamin. pasien harus dirujuk agar dapat dilakukan kauterisasi konka inferior dengan nitras agenti atau triklor asetat. Menghindari pencetus (allergen) dengan cara mengamati benda-benda apa yang menjadi pencetus (debu. pengobatan memerlukan waktu yang lama dan pendidikan penggunaan obat harus benar . Berdasarkan sifat berlangsungnya. serbuk sari. diberikan 2 minggu sebelum pemberian topikal agar pemberian topikal efektif. Diberikan peroral. Jika harus berkebun. Terapi simptomatis dilakukan melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal. Faktor herediter berperan. Jika hipertropi sudah berat dapat dilakukan konkotomi. Rinitis alergi sepanjang tahun (perennial)2. Dapat timbul pada semua golongan umur.utama. urtikaria atau eksim. Pada reaksi alergi ini dilepaskan berbagai zat mediator yang akan menimbulkan gejala klinis. basah. Pemakaian lokal dengan preparat baru. Dapat diberikan natrium kromolat dalam bentuk inhalasi untuk pencegahan. Pada rinoskopi anterior didapatkan mukosa edema. Gejala keduanya hampir sama. pucat atau livid. Terapi simptomatis dilakukan . Zat mediator utama dan terpenting adalah histamin yang memiliki efek dilatasi pembuluh darah. dll). Penatalaksanaan yang tepat yaitu dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi.1. Serangan bersin berulang lebih dari lima kali dalam satu serangan. Tujuannya adalah agar pasien mencapai peningkatan toleransi terhadap alergen. iritasi ujung-ujung saraf sensoris dan aktivasi sel-sel kelenjar sehingga sekret diproduksi lebih banyak. kecuali bila telah berlangsung lama. hidung dan mata gatal. Gejala sering tidak lengkap. Diperberat oleh faktor non spesifik. Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. Kesimpulan Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama. namun berkurang dengan bertambahnya umur. pollinosis). Sering disertai penyakit alergi lainnya seperti asma. golongan etnis dan ras tidak berpengaruh. pastikan dengan skin test kemudian jaga kebersihan rumah. komplikasinya lebih sering ditemukan. Pemberian topikal harus hemat dan jangka pendek (4-10 ahri). seperti beklometason. Pemakaian peroral dengan pemberian intermiten atau tapering off hanya untuk kasus berat. Pada anak-anak sering disertai gejala alergi lain. gunakan masker wajah. kadang disertai lakrimasi. perubahan cuaca dan kelembaban yang tinggi. Pada kasus ini didiagnosis rhinitis alergika. yang berdasarkan kelainan atopi. Rinorea yang encer dan banyak. mukosa kembali normal. sampai dia tidak lagi menunjukkan reaksi alergi jika terpapar oleh senyawa tersebut.

Pemeriksaan radiks medula. Ketorolac 1 amp/12 jam. dimana pada beberapa kasus gejalanya sesuai dengan diagnosis patologisnya dengan ketepatan yang tinggi. Pasien merasakan gejala ini setelah mengangkat beban yang berat.5 mg. 1997. memiliki gejala nyeri pinggang sampai kaki kanan setelah mengangkat beban yang berat. Diskusi LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Edisi 6. Riwayat TBC / batuk lama disangkal. Pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Hari masuk rumah sakit. Riwayat penyakit serupa disangkal. Penulis Farida Aryani. Referensi 1.php 2007 3. R. Keluhan ini dapat demikian hebatnya hingga penderitanya mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan sampai harus istirahat dan dirawat di rumah sakit. pasien mulai mengeluh nyeri pinggang yang menjalar sampai ke kaki kanannya. website www. walaupun pada sebagian besar kasus akan sembuh dengan sendirinya. LBP yang rekuren membutuhkan lebih banyak perhatian. patrick dan kontra patrik negatif. Penyakit Telinga Luar. Pedikel intak. kesan : Spondylosis lumbalis.. Riwayat dipijit disangkal. Jakarta. Foto radiologi V. namun di sebagian besar kasus. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. tidak ditemukan reflek patologis. Trabekulasi tulang cukup baik. Rhinitis. Kata kunci : Low back pain. nyeri Kasus Satu bulan sebelum masuk RS.Lumbosacral : Kurvatura melurus. Spondyloarthrosis L II-III. Peter.worldallergy. Fisioterapi. Diagnosis Diagnosis Klinis : Low Back Pain cum Ischialgia Diagnosis Topik : Radiks spinalis lumbal II III Diagnosis Etiologi : et causa Spondilogenik dd. diagnosis tidak pasti dan berlangsung lama. Awalnya pasien tidak mengobati nyerinya. saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. Riwayat Jatuh terduduk disangkal. Edisi 6.Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:42 ABSTRAK Low Back Pain (LBP) adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. Saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. Jakarta. Michael. ditemukan lassegue 300. BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. 2... Tampak osteophyt anterior corpus vertebra lumbales. DIV L II-III menyempit. Namun bila LBP terjadi mendadak dan berat maka akan membutuhkan pengobatan. pasien datang ke IGD membawa rujukan dari puskesmas dengan keterangan nyeri pinggang sampai ke kaki kanan yang dirasakan sudah ± 1 bulan. Amitriptilin 2 x 12. Pada pemeriksaan fisik. reflek fisiologis dalam batas normal. Pasien adalah seorang petani yang sering mengangkat hasil tani. HNP Terapi Inj. Pasien mengatakan tidak ada gangguan dalam buang air kecil. karena harus merubah pula cara hidup penderita dan malahan juga perubahan pekerjaan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Anatomi dan Fisiologi Terapan. 20060310016. Kekuatan pada kaki kanan bebas terbatas dan kekuatannya sulit dinilai karena nyeri. Lawrence. Riwayat penyakit tumor disangkal... pemeriksaan fisik ditemukan lasegue (+). Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta LOW BACK PAIN PADA PASIEN LAKILAKI USIA 35 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. FIV tak menyempit. A.org/professional /allergic_diseases_center/rhinitis/rhinitis_indepth. Nyeri . A. Pada pasien ini.. 1997.melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Dengan demikian maka LBP yang timbulnya sementara dan hilang timbul adalah sesuatu yang dianggap biasa. hanya dibiarkan saja.

Jakarta. 2. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENATALAKSANAAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA PRIMIGRAVIDA UMUR KEHAMILAN 13 MINGGU . Selain hal ini penderita juga sering mengangkat beban berat yang akan memberikan trauma berulang secara berkepanjangan pada struktur tulang belakang karena pasien seorang petani dan hampir setiap hari mengangkat beban. Faktor resiko dari penyebab terjadinya low back pain bisa karena faktor pemakaian yang terlalu banyak. Adanya tanda Laseque lebih menandakan adanya lesi pada L4-5 atau L5-S1 daripada herniasi lain yang lebih tinggi (L1-4). Mumenthaler. Jakarta. Pesien didiagnosis etiologi HNP dengan manifestasi iskialgia didasarkan atas anamnesis: adanya nyeri pada punggung bawah yang timbul tak tergantung dengan waktu siang atau malam. diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan. 20060310016. karena sejalan dengan usia yang menuju berumur pertengahan. Mansjoer. Purba JS. Perdossi. 2008. tampak osteofit korpus vertebra. Hal ini menggambarkan telah terjadinya trauma mekanik pada vertebra yang terjadi secara berulang dalam waktu yang lama. tirah baring dan mobilisasi. antidepresan trisiklik. telah disertai dengan defisit neurologis berupa adanya tanda rangsangan laseque (+). karbamazepin. patofisioloogi dan penatalaksanaan. tirah baring dan mobilisasi serta diberikan medikamentosa mengurangi nyeri.Neurologi. Kesimpulan LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis. Sadeli HA.Tanda Laseque atau modifikasinya yang positif menunjukkan adanya ketegangan pada saraf spinal khususnya L5 atau S1. dan antiepileptika seperti fenitoin. Tjahjono B. dan topiramat. Tanda Laseque adalah tanda pre-operatif yang terbaik untuk suatu HNP. memberat terutama bila berjalan. Untuk LBP akut secara fakta didapatkan bahwa tidak terdapat NSAID spesifik yang lebih efektif terhadap yang lainnya. BRSD KRT Setjonegoro.1995 3. Pada penderita ini secara radiologis x-foto polos terlihat penyempitan ruang intervertebralis.M. Referensi 1. Arief. Harus diketahui bahwa tanda Laseque berhubungan dengan usia dan tidak begitu sering dijumpai pada penderita yang tua dibandingkan dengan yang muda (<30tahun). Sering obat yang sesuai untuk penanganan dimulai dengan asetaminofen dan/atau nonsteroidal antiinflammatory drug. Dalam: Nyeri Neuropatik. Dalam penanganan umum penderita diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan. Media Aesculapius FK-UI. LBP yang lebih dari 6 bulan disebut kronik. Medikasi lain yang dapat diberikan sebagai tambahan adalah relaksan otot. Kapita selekta kedokteran jilid 2.ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki.dkk. Pada pasien ini faktor yang menjadi resiko dari penyebab terjadinya low back pain adalah faktor pemakaian yang terlalu banyak (wear and tear). Medikamentosa diberikan terutama untuk mengurangi nyeri yaitu dengan analgetika. Nyeri ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. Sadeli HA. 2001 Penulis Farida Aryani. gabapentin. Nyeri punggung bawah. Suryamiharja A. batuk ataupun mengejan.Binarupa Aksara. Penanganan pasien. Editor: Meliala L.

Air kencing perlu diperiksa sehari – hari terhadap protein terhadap protein. Beberapa cara untuk penanggulangan hiperemesis lebih lanjut : 1. KASUS Seorang wanita. Pemeriksaan USG. dan berkurang saat istirahat. DIAGNOSIS G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu dengan hiperemesis gravidarum TERAPI Non farmakologi berupa bed rest. Diet biasa. Pada kasus ini. DISKUSI Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. dan sebagainya. sampai muntah berhenti dan penderita mau makan. dehidrasi. Dibuat control cairan yang masuk dan keluar. catat dan perhatikan cairan yang keluar dan masuk. G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu datang dengan keluhan mual dan muntah sejak ± 1 bulan yang lalu. Riwayat sakit kuning. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. multivitamin dan antiemetik. karbohidrat. Apabila dengan cara diatas keluhan dan gejala tidak mengurang maka diperlukan pengobatan. Muntah awalnya hanya terjadi pada pagi hari dan setelah makan dan minum. aseton. Tiap makan langsung muntah. hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan. konsumsi jamu. suhu : 37°C. hipertensi. Pemeriksaan abdomen terdapat nyeri tekan epigastrium. khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein dapat diberikan pula aam amino secara intravena. Diabetes Mellitus. Farmakologis berupa Infus D5% 20 tpm. Rehidrasi dengan cairan parenteral. Badan terasa lemah. VS. tatapi cerah dan peredaran udara yang baik. respirasi teratur dalam batas normal. Keluhan mual dan muntah semakin bertambah berat setelah makan dan minum. dengan TD : 70/50 mmHg. Riwayat sakit kuning. Pada pemeriksaan pasien compos mentis dan tampak lemas. Cernevit 1x1 drip dan Ondansetron 8mg/drip. Pasien juga mengeluh nyeri ulu hati dan kadang demam. Penatalaksanaan non farmakologi berupa bed rest. Muntah > 10 kali sehari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. Bila perlu ditambahkan kalium dan vitamin. pielititis. Penderita disendirikan dalam kamar tenang. Terapi Psikologik. 24 tahun. Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam penderita. Pasien mengaku mempunyai rasa takut dan cemas terhadap kehamilannya yang pertama. dehidrasi. sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. PPV. Hipertensi disangkal. muntah dialami lebih dari 10 kali per hari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. khlorida dan bilirubin. Isolasi. alergi obat. 3. kurangi pekerjaan yang berat serta menghilangkan masalah dan konflik.Modifikasi terakhir pada Minggu 11:44 ABSTRAK Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan. Sedativa yang sering diberikan . Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit. 4. pielititis. nadi : 92 x/menit. tetapi perlu diingat untuk tidak memberikan obat teratogen. janin dalam keadaan baik. Pengawasan KU. berat badan menurun. Terapi medikamentosa. yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini. Pada pemeriksaan thoraks dan ekstremitas dalam batas normal. pasien menikah 1x lamanya 9 bulan. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. pengawasan KU. pada muntahan tidak terdapat darah. DM. Nafsu makan dirasakan menurun karena pasien takut muntah. asma. VS. seorang wanita G1P0A0 usia 24 tahun hamil 13 minggu dengan mual muntah berlebihan sejak 1 bulan yang lalu. Farmakologis berupa Infus. Diet biasa. 2. Satu-dua minggu sebelum masuk rumah sakit. BAB dan BAK dirasakan semakin menurun. dan protein dengan glucose 5% dalam cairan garam fisiologik sebanya 2-3 liter sehari. alergi. berat badan menurun. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. aktivitas sehari-hari terganggu. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. Pasien sering merasa haus dan bibir terasa kering. dan sebagainya. jantung dalam keluarga disangkal. PPV. pada muntahan tidak terdapat darah.Dibuat oleh: Dianita Rachmawati.

Nausea and Vomity in Pregnancy.1991. Mannor SM. EGC:Jakarta. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta. ed. Dosis bupivacaine spinal injeksi untuk dewasa yang dianjurkan adalah: anestesi spinal untuk operasi : 10. Hal ini disebabkan karena terapi tidak berhasil bahkan keadaan umumnya semakin buruk. 1155-1164. Indikasi terminasi kehamilan adalah ensefalopati Wernicke.. 2008. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi. Prawirohardjo. yang terpenting adalah rehidrasi.102. RSUD Salatiga Penggunaan Bupivacaine pada Pasien BPH Tindakan Open Prostatektomi Dibuat oleh: Anita Permatasari. Toronto : A Wiley Medical Publication. REFERENSI Cunningham. Terapi radikal terminasi kehamilan. Prof. Diagnosis BPH Jenis pembedahan : open prostatektomi. dkk. Mochtar. Bupivacain HCl menghasilkan relaksasi muskular yang cukup pada ektremitas bawah selama 2-2. Hal ini mungkin disebabkan karena faktor psikis dari pasien yang takut dan khawatir akan kehamilannya yang pertama. Obstetri Williams. PT. F. Kaminetzky HA eds.Diagnosis prabedah : BPH. Vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6. obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi. 5. 21. Ilmu Kebidanan. vol. Hyperemesis Gravidarum. gangguan kardiovaskular. 12. 2005. 15 . Ini juga telah mencatat bahwa ada periode analgesia yang tetap setelah kembalinya sensasi. nyeri dan merasa kurang puas bila buang air kecil dengan suspect BPH. umur 56 tahun datang karena tidak bisa buang air kecil. perdarahan retina.5 % 15 mg. Diskusi Pada pasien ini dilakukan anestesi spinal dengan menggunakan Bupivacaine spinal 0.adalah Phenobarbital.Rustam. Riwayat susah buang air kecil sudah satu minggu.. yang paling penting adalah volume larutan injeksi dan posisi dari pasien. Terapi yang diberikan bertujuan untuk memperbaiki kondisi dan mencegah terjadinya keadaan yang lebih buruk. & gynec. Principles and Practise of Obstetric and Perinatology. In : Iffty L. Durasi anestesi secara signifikan lebih lama dengan bupivakain dibandingkan dengan anestesi lokal lain yang umum digunakan. Jakarta: EGC. Am J Obst. Penghambatan motorik pada otot abdominal membuat larutan sesuai untuk operasi abdominal selama 45-60 menit. Farmakokinetik: durasi analgetik pada T10-T12 selama 2-3 jam. yang mana pada 1 ampul terdapat volume 4 ml dan setiap ml terkandung 5 mg Bupivacain HCl dan 80 mg dekstrose monohidrat. .H2O Farmakodinamik: Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida. Rumus empirik: C16H26N2O. Onset aksi dengan bupivakain adalah cepat dan anestesi tahan lama. Obat ini juga dapat ditoleransi dengan baik pada semua jaringan yang terkena. obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion.5 jam.20 mg Bupivacaine spinal injeksi. Distribusi larutan injeksi anestesi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Fairwether. Sinopsis Obstetri. Sarwono. 1981. gangguan liver dan gangguan ginjal. Ilmu Kebidanan dan Kandungan.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:41 Abstrak Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida. et al.G. Jenis pembedahan : open prostatektomi. antihistamiika juga dianjurkan.HCl. Pada kasus ini pasien menderita hiperemesis gravidarum pada saat usia kehamilannya 13 minggu.135-171. Dalam keadaan terminasi kehamilan dapt dilakukan. KESIMPULAN Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. Isi Seorang laki-laki.dr.1968. Vol. PENULIS Dianita Rachmawati.

terus-menerus..S. Yao. 3. Riwayat kejang sebelumnya (+) sekitar 5 menit saat usia 9 bulan dan diopname.4°C tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit akut pada anak berusia di atas 1 bulan tanpa riwayat kejang tanpa demam sebelumnya. Mosby. RS Jogja. Dalam obat ini yang membuat keadaan hiperbarik adalah kandungan dekstrose 80 mg. 2. PENEGAKAN DIAGNOSIS KEJANG DEMAM SEDERHANA PADA ANAK PEREMPUAN USIA 10 BULAN Dibuat oleh: Dianita Rachmawati. kejang demam sederhana KASUS Seorang anak perempuan usia 10 bulan dengan berat badan 9. Pada suhu 37oC cairan serebrospinal memiliki berat jenis 1. Muhardi. Unit Kerja Koordinasi Neurologi IDAI membuat klasifikasi kejang demam pada anak menjadi 2 yaitu Kejang Demam Sederhana (KDS) dan Kejang Demam Kompleks (KDK). Kesimpulan Pada kasus ini penggunaan obat bupivacaine untuk spinal anestesi sudah tepat. J. ekskresi urin dipengaruhi oleh perfusi ginjal dan faktor yang mempengaruhi pH urin. Stase Ilmu Anestesi dan Reanimasi. Kejang terjadi pada sore harinya 1 kali. F.Modifikasi terakhir pada Minggu 08:51 ABSTRAK Kejang demam adalah kejang yang disebabkan kenaikan suhu tubuh lebih dari 38. USA. Cole. riwayat kejang demam pada keluarga (+). M. Tidak ada riwayat perdarahan (mimisan ataupun perdarahan gusi) dan ruam . saat demam berupa gerakan kaku seluruh tubuh anak dan berlangsung kurang lebih 5 menit. Pilihan Cara Anestesia. Sedangkan dalam obat ini memiliki berat jenis 1. Pasien sempat dibawa ke puskesmas dan mendapat diazepam per rectal.Murray M. Dalam: Basuki Gunawarman. 1989.003-1. Latief Said. Setelah mengalami kejang. Pasien dengan penyakit hati. sehingga memungkinkan perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. pasien lemas dan tertidur kemudian sadar. sehingga menambah berat jenis obat.3 kg. Mikhail MS. terutama mereka dengan penyakit hati yang berat. Problem Oriented Patient Management. 2004 4. Hanya 5% dari bupivakain diekskresikan tidak berubah dalam urin.. semakin lama semakin meningkat. Ginjal adalah organ ekskresi utama untuk anestesi lokal. Adult Perioperative Anesthesia: The Requisites in Anesthesiology. Yogyakarta. sehingga meminimalkan komplikasi spinal anestesi. Selain itu obat ini termasuk obat hiperbarik jika dilihat dari berat jenisnya. 2006. McGraw Hill. Lippincott Williams and Wilkins. Keyword : kejang demam. Dilihat dari berat jenisnya obat ini termasuk obat hiperbarik yaitu berat jenis obat lebih besar dari berat jenis cairan serebrospinal..0278. rujukan Puskesmas karena mengalami kejang. Anestesi lokal jenis Amide seperti bupivakain dimetabolisme terutama di hati melalui konjugasi dengan asam glukuronat. Referensi 1.F. Muhadi Muhiman. New York. Anestesiologi. Kondisi hiperbarik akan memungkinkan terjadi perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. Pasien masih mau makan dan minum ASI seperti saat tidak sakit. Anesthesiology.J. Jakarta: Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.008. 2001 Penulis Anita Permatasari.selama waktu kebutuhan analgesik kuat berkurang. Sehari sebelumnya anak demam mendadak. BAK dan BAB dalam batas normal. Artusio. Clinical Anesthesiology 4th edition. hal 123. Morgan GE. editor. karena obat ini memiliki onset yang cepat dan anestesi yang tahan lama. mungkin lebih rentan terhadap toksisitas potensi anestesi lokal tipe amida. D. Schlunt. dibawa oleh ibunya ke IGD RSUD Salatiga.

Dr. kejang fokal. tonik. Pernafasan : 40 x/menit. Hussein. DR. 2000. Rudolph AM. DIAGNOSIS Kejang Demam Sederhana (KDS) TERAPI Pada pasien ini diberikan Infus KaEN 3B 20 tpm. Umumnya kejang berhenti sendiri.SpA(K). Dr.MD. Price. 2005. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. Ismael. Heart Rate:92x/menit. Patofisiologi. Yogyakarta: Medika FK-UGM. epilepsi pada keluarga. klonik. Ilmu Kesehatan Anak. tonik. Sofyan Prof. tanda rangsang meningeal (-). riwayat terluka/tertusuk benda tajam (-). pemeriksaan fisik. Rupeno. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2005. berlangsung singkat dengan sifat bangkitan dapat berbentuk tonik-klonik. PENULIS Dianita Rachmawati. Hardiono. Infomedika. RSUD Salatiga. Alatas. Sylvia. Luminal 5 mg diberikan 3x sehari. Suhu : 37. Hal ini sesuai dengan kriteria dari Unit Kerja Neurologi IDAI. SpA(K). Anderson.Sardjito Edisi III Jilid 2. riwayat kejang tanpa demam. Konsensus Penanganan Kejang Demam. Pemeriksaan thoraks dan abdomen dalam batas normal. tidak berulang dalam 24 jam. kejang pertama pada usia < 12 bulan. Pada pasien ini dapat ditegakkan diagnosis KDS berdasarkan adanya riwayat demam sebelumnya dan kejang terjadi 1x selama 5 menit. dkk. Waldo. status gizi baik. fokal atau umum. sakit pada mata dan telinga (-). Febrile Seizures Rudoplh Pediatrics. 1985. dan atau klonik • Umumnya akan berhenti sendiri • Tanpa gerakan fokal • Tidak berulang dalam 24 jam Pada bayi dan anak dengan kejang dan demam yang perlu diperhatikan adalah apakah terdapat gangguan perkembangan neurologis. Serangan kejang terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam.D. Adapun penegakan diagnosis kejang demam hanya dapat ditegakkan dengan menyingkirkan penyakit-penyakit lain yang dapat menyebabkan kejang. dimana kriteria kejang demam sederhana (KDS/Simple Febrile Seizure) • Singkat dan disertai demam • Durasi kurang dari 15 menit • Kejang dapat umum. EGC: Jakarta. pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang yang menyeluruh untuk menegakkan diagnosis. ANASTESI SUBARACHNOID BLOCK PADA HERNIOTOMI LAKI-LAKI USIA 60 TAHUN DENGAN HERNIA INGUINALIS LATERALIS REPONIBLE .E. tetapi setelah beberapa detik atau menit anak akan terbangun dan sadar kembali tanpa adanya kelainan saraf. tampak lemah. dan kejang demam multipel. REFERENSI Hassan. 2006. 2002.. perubahan akut pada keseimbangan homeostasis. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. Jakarta: EGC. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi 1. Riwayat trauma kepala (-). Sutaryo. di antaranya: infeksi susunan saraf pusat. dkk. Standar Pelayanan Medis RS. Dr. Diperlukan anamnesis. Pemeriksaan fisik : Keadaan umum : compos mentis. KESIMPULAN Kejang demam adalah suatu bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (> 38°C). Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien didiagnosis kejang demam sederhana. dr. Nelson. dan per oralnya diberikan pulvis yang terdiri dari PCT 100 mg. misalnya epilepsi. Begitu kejang berhenti anak tidak memberikan reaksi apapun untuk sejenak.. dkk. Appleton dan Lange. Ikatan Dokter Anak Indonesia. kejang lama (>15 menit). 2004. Edisi ke-20. Unit Kerja Koordinasi Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Konsep Klinis Proses-Prose Penyakit.5 ⁰C. DISKUSI Pada pasien ini mengalami kejang demam sederhana. Dr. air dan elektrolit dan adanya lesi struktural pada sistem saraf.kemerahan seluruh tubuh maupun batuk pilek.. Pusponegoro.. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Volume 3.

Karena perdarahan pada kasus ini kurang dari 20% EBV maka tidak diperlukan transfusi darah. karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. MD . Raanan Cohen-Kerem. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Perdarahan Postpartum Dini ec Retensi Plasenta pada Pasien 27 Tahun P2A0 Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. herniotomi Kasus: Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu. 439-451 Penulis Farida Aryani. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. The American Journal of Surgery 190 (2005) 467–473 2. Indikasi lain bagi dilakukannya anastesi subarachnoid block adalah jika pasien mempunyai kontraindikasi dilakukannya intubasi endotrakeal. Kesimpulan Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu. kenyal dan dapat direposisi.menggunakan anastesi subarachnoid block.v) serta induksi dengan Bupivakain i. BRSD KRT Setjonegoro.Dibuat oleh: Farida Aryani. Diagnosis Pasien didiagnosa Hernia Inguinalis Lateralis Reponible Terapi Rencana Operasi Herniotomi menggunakan anastesi subarachnoid block Diskusi Pada kasus ini pasien seorang laki-laki usia 60 tahun dengan diagnosis hernia inguinalis sinistra reponible akan dilakukan herniotomi.v) dan analgesik non opiat (Ketorolac i. Teknik spinal anestesi ini dipilih sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi. Selama operasi terjadi perdarahan kurang lebih 100 cc. Anastesi menggunakan premedikasi Antiemesis (Ondancetron HCL i. Anasthesiology (2000) . Biasanya. Premedikasi yang digunakan pada kasus ini adalah ondancentron HCL 4 mg dan ketorolac tromethamine 30 mg yang diberikan dengan tujuan mencegah mual dan muntah paska operasi agar tidak terjadi aspirasi dan rasa tidak nyaman. Referensi: 1. Dari pemeriksaan fisik didapatkan benjolan yang teraba pada regio inguinalis sinistra ukuran 2x3x2 cm2. Kerja bupivacain adalah menghambat konduksi saraf yang menghantarkan impuls dari saraf sensoris. Subarachnoid Block Technique . Jenis anestesi yang digunakan adalah regional anestesi dengan teknik Sub Arachnoid Block. 51 . sebagai analgetik digunakan dengan tujuan untuk mengurangi rasa nyeri. Three Finger Test positif. Kata kunci : subarachnoid block.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:01 Abstrak Anastesi Subarachnoid Block atau spinal anastesi adalah suatu bentuk anastesi regionaldengan cara memasukkan obat anastesi lokal ke ruang subarachnoid menggunakan jarum halus. Bagian Ilmu Anestesi. Pemeriksaan status operatif pasien ASA I dan malampati score I. Dari pemeriksaan fisik yang dilakukan pasien didiagnosis hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan menggunakan anastesi subarachnoid block sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi.v. Anasthesi in Abdominal surgical intervention.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:00 ABSTRAK Dalam persalinan. uri akan lahir spontan dlam 15-30 . Dosis ondancentron HCL dan ketorolac yang dianjurkan adalah 2-4 mg pada dewasa dan 10-30 mg dapat diulang setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan.D . Valsava test positif dan terdapat suara bising usus pada auscultasi. Hilda Pedersen. Pasien didiagnosa hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan . Induksi anestesi pada kasus ini menggunakan anestesi lokal yaitu bupivacain 15 mg. M. kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan.

darah (+) aktif.menit. 27 tahun. 2. kontraksi uterus lemah. dukun. Keluarga pasien memanggil bidan. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik diperoleh keadaan umum : lemah. Pada kasus ini terdapat seorang wanita. Keyword : Perdarahan Postpartum Dini. vulva uretra tenang. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir. DIAGNOSIS Perdarahan postpartum dini ec retensi plasenta PENATALAKSANAAN • Perbaikan KU : Pemberian infus RL 2 jalur. Untuk mengetahui apakah plasenta telah . kemudian ari-ari ditunggu tidak keluar. atau karena adanya lingkaran konstriksi pada bagian bawah rahim akibat kesalahan penanganan kala III yang akan menghalangi plasenta keluar (plasenta inkarserata). Tranfusi PRC sampai Hb≥10. maka harus segera dikeluarkan. ♀. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir. aterm. yang menembus lebih dalam ke dalam miometrium tetapi belum menembus serosa. dapat ditunggu sampai 1 jam. takikardi. Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. (c) Plasenta akreta. aterm. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. ditolong dukun. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. BBL belum ditimbang. lahir spontan. 27 tahun. Tanda vital : hipotensi. yang melekat pada desidua endometrium lebih dalam. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. dapat ditunggu sampai 1 jam. ♀. 3500 gr. sehat. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. (b) Plasenta inkreta. Biasanya. Pemeriksaan Dalam (vaginal toucher) Tampak tali pusat yang telah diklem pada introitus vagina. dinding vagina licin. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah mencoba mengeluarkannnya dengan perasat crede maupun manual plasenta diikuti dengan perbaikan keadaan umum pasien. pasien mengeluarkan banyak darah. Riwayat Obstetri : I : 2001. Pada pasien ini setelah 5 jam melahirkan plasenta belum juga terlepas sehingga mengakibatkan terjadinya perdarahan postpartum dini. kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. Retensi Plasenta. terdapat perdarahan pervaginam. laserasi jalan lahir minimal. II: 2009. karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. Manual plasenta KASUS Seorang wanita. lemah. rumah. apalagi bila terjadi perdarahan. Sebelumnya pasien melahirkan bayi perempuan secara spontan. Bila plasenta belum lepas sama sekali tidak akan terjadi perdarahan. Palpasi : Tinggi Fundus Uteri setinggi 1 jari diatas pusat. BBL belum ditimbang. suhu afebris Status Obstetrik Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Keadaan umum CM. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. yang menembus serosa atau peritonium dinding rahim. Oxytosin 1A/drip • Tindakan : manual plasenta DISKUSI Dalam persalinan. Retensio plasenta dapat disebabkan oleh beberapa hal. rumah. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit. lahir spontan. sehat. yang menurut tingkat perlekatannya dibagi menjadi (a) Plasenta adhesiva. Plasenta belum lepas dari dinding rahim karena tumbuh melekat lebih dalam. Plasenta sudah lepas tetapi belum keluar karena atonia uteri dan akan terjadi perdarahan banyak.4 gr%). kesakitan. tapi bila sebagian plasenta sudah lepas akan terjadi perdarahan dan ini merupakan indikasi untuk segera mengeluarkan plasenta. pembukaan 56 cm. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. anemis. sehat. yaitu: 1. Kesadaran : Compos mentis. bidan. pasien mengeluarkan darah banyak. kesakitan. (d) Plasenta perkreta. dicoba dilakukan manual plasenta tidak berhasil. anemis (Hb 5. dimana vili koreales tumbuh lebih dalam dan menembus desidua sampai ke miometrium. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir.

tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. Teknik manual plasenta yaitu tangan kiri diletakkan di fundus uteri. dan dianjurkan penggunaan sarung tangan steril yang menutupitangan operator sampai lengan bawah. N. berarti plasenta sudah lepas. 2.lepas dari tempat implantasinya. apalagi bila terjadi perdarahan. KESIMPULAN Perdarahan postpartum dini yang disebabkan retensi plasenta merupakan kasus yang sering dijumpai. Penggantian darah yang hilang Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. dapat ditunggu sampai 1 jam. Tangan kanan memegang atau menarik sedikit tali pusat. REFERENSI 1. tangan kanan dimasukkan dalam rongga rahim dengan menyusuri tali pusat sebagai penuntun. dipakai beberapa perasat antara lain: 1. G.. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit.. Tepi plasenta dilepas – disisihkan dengan tepi jari-jari tangan – bila sudah lepas ditarik keluar.. Bila tidak terasa getaran. Teknik tindakan aseptik harus dipakai. Tangan kanan meregang atau menarik sedikit tali pusat. 1956. Perasat Kustner. Bila pengedanannya dihentikan dan tali pusat masuk kembali ke dalam vagina. Bila perdarahan banyak.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. yaitu: 1. 4. melakukan tindakan manual plasenta. 3. Perasat ini harus dilakukan dengan hati-hati. Hernia . Perdarahan postpartum masih merupakan salah satu sebab utama kematian ibu dalam persalinan. Tangan kiri menekan daerah diatas simfisis. Bandung Wibowo. berarti plasenta belum lepas dari dinding uterus. Eastman.Century -. Biasanya. Jika teknik manual plasenta diperlukan. berarti plasenta lepas dari dinding uterus. 1994.Crofts. Bila tali pusat ini masuk kembali kedalam vagina. B. 2. Tangan kiri mengetok-ngetok fundus uteri. misalnya perdarahan. 3. Cegah terjadinya syok 3. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Hernia Repair pada Pria 69 Tahun dengan Hernia Inguinalis Dextra Reponibel Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. & Wiknjosastro. New York EGC. William Obstetrics (edisi 18). Coba 1-2 kali dengan perasat creede. Penghentian perdarahan 2. oleh karena itu dalam menangani persalinan kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. Perasat Creede. Penatalaksanaan yang cepat dibutuhkan pada kasus ini yaitu dengan memperbaiki keadaan umum pasien. yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis.J. Jakarta 2. Jakarta Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. Wanita tersebut disuruh mengejan. 4. Bila tetap atau tidak masuk kembali kedalam dinding vagina. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah : 1. Perasat Klein. Perasat Strassmann. maka berikan tranfusi darah. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Bila terasa getaran pada tali pusat yang diregangkan ini.H. Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar plasenta lepas dari dinding uterus hanya dapat digunakan bila terpaksa. maka harus segera dikeluarkan. maka harus dilakukan analgesia atau anestesia yang memadahi. Berikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik. berarti plasenta belum lepas. Apleton . dan memberikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik. Apabila hanya sebagian plasenta lepas maka dapat terjadi perdarahan. Karena itu ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam menolong persalinan dengan komplikasi perdarahan postpartum. Ilmu Kebidanan. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. Keluarkan plasenta dengan tangan (manual plasenta). Tali pusat tamapk turun kebawah. berarti plasenta belum lepas. Lakukan eksplorasi apakah ada luka-luka atau sisa-sisa plasenta dan bersihkan.

Pada pemeriksaan didapatkan keadaan umum tampak tenang. kemudian lama – lama benjolan pada lipatan paha kanan membesar. frek nafas 20 x/menit. serta demam. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. gizi cukup. bising usus (+). pasien 69 tahun mengeluh adanya benjolan di lipat paha kanan. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. Indikasi diadakan operasi: 1. Setelah operasi. yang semakin hari semakin membesar. DISKUSI Pada kasus ini. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. konsistensi kenyal. sehingga perlu dilakukan tindakan operasi hernia repair. Hernia inguinalis yang mengalami inkarserata. BAB tidak ada gangguan. flatus. Pasien belum pernah menderita penyakit serupa. Setelah operasi pasien diberikan injeksi antibiotik berspektrum luas 1 gram yang diberikan 3 kali sehari intravena untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi serta injeksi analgetik 30 mg yang diberikan 2 kali dalam sehari intravena untuk mengurangi nyeri setelah operasi. Pengobatan operatif merupakan satusatunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Pada kasus ini. Teraba benjolan di regio inguinalis dextra. suhu 36. BAK. frek nadi 80 x/menit. herniorafi. Hernia inguinalis lateralis KASUS Pasien Bp. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. mual. BAB tidak ada gangguan. Z. Kata Kunci : Hernia repair. Riwayat penyakit gula. licin. Berbagai faktor penyebab berperan pada pembentukan pintu masuk hernia pada annulus internus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. Keluhan dirasakan semenjak 3 bulan yang lalu. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Nafsu makan. muntah. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. Pasien tidak mengeluh nyeri. Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. Z. Operasi hernia atau hernia repair terdiri dari herniotomi. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan operasi hernia repair. muntah. nyeri tekan (-). Pada awalnya benjolan sebesar ibu jari pada lipat paha kanan. darah tinggi disangkal. Pasien kemudian memutuskan untuk di rawat di Rumah Sakit. . yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. mual.5oC. Pemeriksaaan penunjang seperti darah dan rontgen thorak dalam batas normal. laki-laki berumur 69 tahun datang ke poli bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan terdapat benjolan di lipat paha kanan. flatus. Disamping itu diperlukan pula faktor yang dapat mendorong isi hernia melewati pintu yang sudah terbuka cukup lebar tersebut. DIAGNOSIS Pasien ini didiagnosis dengan hernia inguinalis lateralis dextra reponibel TERAPI Pada pasien ini dilakukan tindakan operasi hernia repair dengan metode bassini untuk mereposisi atau mengembalikan usus yang masuk ke dalam lubang inguinlis lateralis. dan hernioplasti. kesadaran kompos mentis. laki-laki usia 69 tahun mengeluh ada benjolan di lipat paha kanan yang timbul saat berdiri dan menghilang saat berbaring. Pasien tidak mengeluh nyeri. pasien ini diberi injeksi antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi dan injeksi analgetik untuk mengurangi nyeri setelah operasi. BAK. pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. yaitu kanalis inguinalis yang berjalan miring. Pada orang sehat ada tiga mekanisme yang dapat mencegah terjadinya hernia inguinalis. serta demam. adanya struktur muskulus oblliqus internus abdominis yang menutupi annulus inguinalis internus ketika berkontraksi.inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. dan adanya fascia transversa yang kuat menutupi trigonum hasselbach yang umumnya hampir tidak berotot. Bp. tanda vital: TD 120/80 mmHg. Nafsu makan. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik.

Hernioplasty yaitu memberi kekuatan pada dinding perut dan menghilangkan locus minnoris resistentiae. laboratorium dan patologi anatomi menunjukkan bahwa BP bukan penyakit tersendiri tetapi berhubungan erat dengan banyak faktor dan sering merupakan gejala penyakit lain. Pengamatan klinik. Dr. Z didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel dan akan dilakukan operasi hernia repair. kemudian aponeurosis muskulus obliqus externus dijahit kembali sehingga tidak ada lagi kanalis inguinalis. 3. Ferguson Yaitu funiculus spermaticus ditaruh di sebelah dorsal dari musculus obliqus externus dan internus abdominis dan muskulus obliqus internus dan transversus dijahitkan pada ligamenturn inguinale dan meletakkan funiculus spermaticus di dorsal. P. Bassini Muskulus obliqus internus dan muskulus transversus abdominis dijahitkan pada ligamentum inguinale. K. jarang pada anak di bawah umur 2 tahun. 3. Operasi hernia ada 3 tahap 1. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Bagian Ilmu Bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Bell’s palsy pada pengendara sepeda motor Dibuat oleh: Sekar Mutiara.230. Kapita Selekta Pemeriksaan Bedah. Edisi 2. Jika digunakan anastesi lokal. Fakultas Kedokteran. Sir Charles Bell (1821) adalah orang yang pertama meneliti beberapa penderita dengan wajah asimetrik. EGC. muskulus obliqus transversus abdominis. pemeriksaan neurologik. Setelah dilakukan operasi. 2005. fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya disebut Bell's palsy. Shouldice Membuka lantai inguinalis dan mengimbrikasi fascia transversalis dengan teknik jahitan kontinyu. muskulus obliqus internus abdominis.5 persen dengan epinefrin. sejak itu semua kelumpuhan n. pasien diberikan injeksi antibiotic 3 x 1 gram untuk menghindaari infeksi pasca operasi serta analgetik 2 x 30 mg untuk mengurangi nyeri pasca operasi. Hernioplasty ada bermacarnmacam menurut kebutuhannya: 1. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada usia dewasa. Selain itu. J. dapat juga diberikan injeksi analgetik untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri setelah operasi KESIMPULAN Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik. Hernia reponibel pada bayi dengan umur lebih dari 6 bulan atau berat badan lebih dari 6 kilogram. Biasanya didahului oleh infeksi saluran napas bagian atas yang erat hubungannya dengan cuaca dingin. Bp. Herniorafi yaitu mulai dari mengikat leher hernia dan menggantungkannya pada conjoint tendon. REFERENSI Darmokusumo. de Jong W. sehingga locus minoris resistantiae hilang. Sjamsidajat R. 4. Ketiga muskulus. EGC. 2. Funikulus spermaticus diletakkan ventral dari muskulus tadi tetapi dorsal dari aponeurosis muskulus obliqus eksternus sehingga kanalis inguinalis kedua muskuli tadi memperkuat dinding belakang dari kanalis inguinalis. (1991). digarnbarkan incisi berbentuk belah ketupat dan diberikan kira-kira 60 ml xylocain 0. 228. Buku Pegangan Kuliah Ilmu Bedah.66. bagian 2. Halstedt Di lakukan untuk memperkuat atau menghilangkan locus minonis resistentiae. 2. Jakarta. Jalannya operasi menggunakan obat anastesi lokal berupa procain dengan dosis rnaksimum 200 cc. Jakarta. prof. Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. klindamisin serta aminoglikosida. 62. funikulus spermatikus diletakkan di sub kutis.570-579 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005. Kata kunci : . Sabiston (1994). Kuijjer.meskipun keadaan umum jelek. Herniotomy yaitu membuka dan memotong kantong hernia serta mengembalikan isi ke cavum abdominalis. muskulus obliqus eksternus abdominis. Buku Ajar Bedah. 2. Buku Ajar Ilmu Bedah. cetakan IV.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Bell's Palsy (BP) ialah suatu kelumpuhan akut n. (1993). fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya. Setelah dilakukan operasi untuk mencegah terjadinya infeksi dapat diberikan injeksi antibiotik yang berspektrum luas seperti golongan ampisilin.

Dengan bentuk kanalis yang unik tersebut. Bell‘s palsy mungkin merupakan akibat sekunder terhadap infeksi virus.kelemahan anggota gerak (-). Proses inflamasi pada nervus fasialis menyebabkan peningkatan diameter nervus fasialis sehingga terjadi kompresi dari saraf tersebut pada saat melalui tulang temporal. keluhan disertai pipi kanan terasa kebas. sesak napas (-) • Kardiovaskular : Pucat (-). Riwayat sering terpapar angin saat bekerja d merupakan salah satu factor terjadinya bell‘s palsy. sakit pada anus (-) • Urogenital : BAK lancar. Murakami at all melakukan tes PCR (Polymerase-Chain Reaction) pada cairan endoneural N. Paparan udara dingin seperti angin kencang. gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair. • Gastrointestinal : Muntah (-). Sejak saat itu. Penyebab edema dan iskemia masih diperdebatkan. Dengan demikian. nyeri BAK (-) • Muskuloskeletal : lemah anggota gerak (-) Diagnosis Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik diperoleh bahwa diagnosis kerja pada kasus ini adalah bell‘s palsy dextra Terapi Metil Prednisolon 3x1 Citizin 2x1 B1 tab 1 – 1 – 0 B2 tab 1 – 1 – 0 Fisioterapi DISKUSI Pada kasus ini bell‘s palsy terjadi pada seorang wanita 40 tahun datang dengan dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. penelitian biopsi memperlihatkan adanya HSV dalam ganglion genikulatum pasien Bell‘s palsy. Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya ataupun menderita DM dan hipertensi.VII penderita Bell‘s palsy berat yang menjalani pembedahan dan menemukan HSV dalam cairan endoneural. pusing (-). unilateral. menyebabkan kerusakan lokal myelin serabut saraf tersebut. saat ini beberapa penulis percaya bahwa virus herpes simpleks (HSV) adalah penyebab umum Bell‘s Palsy. mata kanan tidak bisa menutup rapat (+). demielinisasi atau iskemik pada nervus facialis dapat menyebabkan gangguan dari konduksi. maka akan ditemukan antigen virus dalam nervus fasialis dan ganglion genikulatum. perut kembung(-).5º C Anamnesis Sistem • Neurologi : Nyeri pinggang (). pilek (-). AC. kesadaran menurun (-). virus akan aktif kembali. mual (-). Di masa lalu. nyeri perut (-). Impuls motorik yang dihantarkan oleh nervus fasialis bisa mendapat gangguan di lintasan supranuklear. keluhan disertai pipi kanan terasa kebas. di sekitar foramen stilomastoideus. • Respirasi : Batuk (-). gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair. Pada saat stres. atau mengemudi dengan kaca jendela yang terbuka menyebabkan nervus facialis sembab dan edema. Pasien kontrol rutin di poliklinik syaraf dan berencana fisioterapi untuk ke-8 kalinya. adanya inflamasi. Perjalanan nervus fasialis keluar dari tulang temporal akan melalui kanalis fasialis yang mempunyai bentuk seperti corong yang menyempit pada pintu keluar sebagai foramen mental. dan atau merupakan reaksi autoimun yang menyebabkan demielinisasi nervus facialis. Vital Sign Tensi : 110 / 70 mmHg Nadi : 86 x/menit Respirasi : 18 x/menit Suhu : 36. McCormick pertama kali mengusulkan HSV sebagai penyebab paralisis fasial idiopatik. sehingga terjepit di dalam foramen stilomastoideus dan menimbulkan kelumpuhan fasialis LMN. Sedangkan keluarga pasien tidak ada yang menderita seperti ini ataupun menderita DM dan hipertensi. . Tahun 1972. terdapat teori yang mengatakan bahwa Bell‘s Palsy dapat terjadi karena adanya suatu proses yang dikenal awam sebagai ―masuk angin‖ atau dalam bahasa inggris ―cold‖. Panas (-). Mereka mengasumsikan bahwa virus adalah yang paling memungkinkan untuk melakukan perjalanan ke atas akson dari saraf sensorik dan berada dalam sel-sel ganglion. nuklear dan infranuklear. Para ahli menyebutkan bahwa pada Bell‘s palsy terjadi akibat proses inflamasi akut pada nervus fasialis di daerah tulang temporal. edema. debar-debar (-). Namun. kelemahan wajah bagian kanan. kejang (-). Apabila HSV diinokulasi pada telinga dan lidah tikus.bell‘s palsy. kasus Pasien perempuan usia 40 tahun datang ke Poliklinik Saraf dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. Beliau memberikan hipotesis bahwa HSV bisa tetap laten dalam ganglion genikulatum.

jantung. Riwayat penyakit ginjal. dan beberapa kali mondok di RS karena nyeri pinggang bawah. Onsetnya akut serta dapat dibedakan dengan penyebab lain seperti paralisis wajah unilateral dengan ketiadaan gejala dan tanda gangguan susunan saraf pusat dan gejala telinga dan fossa posterior. (2004). Iskandar. (2010). Bibir tidak bisa dicucurkan dan platisma tidak bisa digerakkan. KESIMPULAN Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang ditemukan pada pasien ini ditemukan diagnosis Bell‘s palsy yang merupakan suatu neuropati perifer pada N. kelainan bisa terletak di pons. Japardi. (2010). Jakarta: EGC 2. George. PCS tak melebar. hipertensi. Pemeriksaan USG abdomen menunjukkan ukuran ginjal normal. Pasien juga merasakan BAK sangat jarang disertai nyeri pinggang. nafsu makan menurun dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu.ac. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press 4. Pasien juga merasakan sangat jarang BAK dan nyeri pinggang kanan dan kiri kambuh-kambuhan sejak 2 tahun yang lalu. ultrasonografi Kasus Pasien wanita. Bell‘s Palsy.medscape.Lesi supranuklear bisa terletak di daerah wajah korteks motorik primer atau di jaras kortikobulbar ataupun di lintasan asosiasi yang berhubungan dengan daerah somatotropik wajah di korteks motorik primer. Hasil laboratorium darah menunjukkan keadaan anemia dengan ureum dan kreatinin yang sangat tinggi sehingga mengarahkan pada diagnosis akhir sebagai gagal ginjal kronik. Diakses pada tanggal 29 Juli 2010 dari http://emedicine. batas medula tidak jelas sehingga memberi kesan radangkronis pada ginjal kanan dan kiri. Gejalagejala pengiring seperti augesia dan hiperakusis tidak ada karena bagian nervus facialis yang terjepit di foramen stilomastoideum sudah tidak mengandung lagi serabut korda timpani dan serabut yang menyarafi muskulus stapedius. Sudut mulut tidak bisa diangkat.com/article/791311-print GAMBARAN RADIOLOGIS GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN PEMERIKSAAN USG PADA WANITA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani.VII dengan gejala paralisis wajah unilateral. Dalam 1 tahun terakhir pasien merasa badan terasa pegal dan lemas. maka air mata tidak bisa disalurkan secara wajar sehingga tertimbun disitu. Kapita Selekta Neurologi.usu. Seiri. (2007). Lo. Pada lesi LMN. kronik. Kata kunci : gagal ginjal.id/bitstream 5. Bruce. dkk. Karena lagoftalmos. Hanako. Edisi kedua. di sudut serebelopontin. nafsu makan berkurang dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu. datang dengan keluhan pusing berputar. usia 65 tahun. DM dan stroke pada pasien dan . Diakses pada tanggal 31 Juli 2010 dari http://repository. Dewanto. di os petrosum atau kavum timpani. di foramen stilomastoideus dan pada cabang-cabang tepi nervus fasialis. Diakses pada tanggal 30 Juli 2010 dari http://annsilva. Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Saraf. fisura palpebra tidak dapat ditutup dan pada usaha untuk memejam mata terlihatlah bola mata yang berbalik ke atas.wordpress. Bell‘s Palsy. Kelumpuhan pada Bell‘s palsy akan terjadi bagian atas dan bawah dari otot wajah seluruhnya lumpuh. Nervus Facialis.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:59 Abstrak Seorang wanita usia 65 tahun mengeluh pusing berputar. (2009). Harsono (editor). Dahi tidak dapat dikerutkan. parenchyma hiperechoik.com/2010/04/0 3. REFERENSI 1.

batas medula tidak jelas. Pada ekstremitas tidak didapatkan adanya edema. peningkatan asam urat serta kadar ureum dan kreatinin yang sangat tinggi. Pemeriksaan laboratoris memastikan penurunan Hb yang jauh dari normal. parenchyma hiperechoic. USG abdomen pada pasien gagal ginjal kronik biasanya ditandai dengan korteks yang lebih hiperechoic hingga hampir sama dengan sinus renalis. dengan populasi 18 juta. insiden ini diperkirakan sekitar 40-60 kasus per juta penduduk tiap tahun. eritrosit 1.keluarga disangkal. Gambaran PCS yang tidak melebar dan tidak ditemukannya batu pada struktur ginjal kanan dan kiri menyingkirkan kemungkinan proses obstruktif sebagai etiologi pada kasus ini. data tahun 1995-1999 menyatakan insidens penyakit gagal ginjal diperkirakan 100 kasus per juta penduduk tiap tahun. mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. pemeriksaan jantung dan paru dalam batas normal. Sonodensitas yang lebih tinggi dapat ditemukan pada parenkim sinus renalis karena komposisi lemak yang dimilikinya. struktur parenchyma normal dengan sistema vaskular dan billiare tidak melebar. massa (-). parenchyma hiperechoik. PCS tak melebar. Gambaran sonodensitas parenkim yang meningkat mungkin disebabkan proses inflamasi akibat riwayat konsumsi jamu dan obat-obatan yang sangat mungkin bersifat nefrotoksik. sesak nafas. JVP tidak meningkat. batu (-). PCS tak melebar. Di Malaysia. respirasi 20 kali/menit dan suhu 39. parenkim ginjal pada bagian korteks memiliki sonodensitas yang lebih rendah dari pada hepar. sehingga bersifat hipoechoic. Diagnosis radiologis Proses radang kronik ren dextra dan ren sinistra Diskusi Gagal ginjal kronik adalah keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel. Pasien pada kasus ini menunjukkan abnormalitas berupa gambaran hiperechoic pada parenkim ginjal kanan sehingga menimbulkan kecurigaan adanya radang pada ginjal kanan. Selain itu dapat ditemukan pula ukuran ginjal yang mengecil dan batas korteks medula yang tidak jelas. besar normal.03 % yang berarti pasien telah memasuki kriteria penyakit gagal ginjal derajat 5 yaitu gagal ginjal sehingga memerlukan terapi hemodialisa atau transplantasi ginjal. Hasil pemeriksaan USG harus dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan pemeriksaan laboratoris. Pemeriksaan USG menunjukkan besar hepar normal.20 mg% didapatkan nilai 6. PCS tak melebar.3 mg% dan kreatinin 9.0 gr/dL. ren sinistra besar normal. Tekanan darah 140/800 mmHg. endapan (-). Sehingga didapatkan kesan adanya radang kronik pada ginjal kanan dan kiri. batas korteks medula tidak jelas. pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap.7 mg%. hematokrit 19 % dan trombosit 363. Seluruh temuan tersebut mendukung diagnosis gagal ginjal kronis sebagai . Pemeriksaan darah rutin didapatkan nilai yang rendah pada beberapa komponen yaitu Hb 9. dan meningkat sekitar 8% setiap tahunnya. nadi 110 kali/menit. nyeri tekan di regio epigastrium dan hypochondrium dextra. Pemeriksaan abdomen didapatkan hepar dan lien tidak teraba.106/µl. Besar kedua ginjal yang masih normal pada USG menandakan proses penyakit ginjal kronik yang masih awal dimana berkurangnya massa ginjal belum jelas terlihat. diperkirakan terdapat 1800 kasus baru gagal ginjal tiap tahunnya. Kimia darah menunjukkan peningkatan ureum 149. batas korteks medula tidak jelas.30C. Dari perhitungan LFG dengan kadar kreatinin 9. Gambaran klinis pasien menunjukkan temuan bermakna berupa anemis. Normalnya. Gagal ginjal kronik biasanya didahului dengan penyakit gagal ginjal berupa suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam. kelemahan badan. limfonodi leher tidak teraba. laboratoris. Pendekatan diagnosis menggunakan temuan gambaran klinis.103/µl.9. Kedua konjungtiva tampak anemis. lien dalam batas normal. dinding vesika urinaria reguler. berupa dialisis atau transplantasi ginjal. hipertensi. Di Amerika Serikat. besar uterus normal. Di negara-negara berkembang lainnya. radiologis dan histopatologi ginjal. ren dextra besar normal. Keadaan umum pasien tampak pucat dan lemas dengan kesadaran compos mentis. urin yang keruh dan penurunan berat badan.

Rasa haus (+). Rasad. Yogyakarta : Pustaka Cendikia Press 3. A. Sjahriar. RSUD Setjonegoro Wonosobo. dan tablet zinc 1x20 mg. Bagian Ilmu Radiologi. Jilid I. Dari hasil pemeriksaan. bibir agak kering. Dehidrasi ringan bila penurunan berat badan kurang dari 5%. DISKUSI Prinsip penatalaksanaan diare adalah mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi karena penyebab diare yang paling banyak adalah rotavirus. selama lima hari itu bayi tidak diberi obat. Temuan klinis berupa batuk dan penurunan berat badan menimbulkan kecurigaan adanya proses TB paru. Edisi Kedua. bubur. 2008. Tidak ada riwayat alergi makanan.2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) selama 5-7 hari. Kata Kunci: Diare akut. tidak ada lendir maupun darah. Badan tidak panas. akral hangat. Radiologi Diagnostik. air mata sedikit. bayi muntah. Kesimpulan Pemeriksaan radiologis harus selalu dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan laboratoris. parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr) untuk menurunkan demam. badan mulai panas. mendapat pengobatan oralit. Namun hal ini tersingkirkan dengan tiadanya temuan proses spesifik yang khas pada foto thoraks. dehidrasi sedang bila penurunan berat badan antara 5%-10% dan dehidrasi berat bila penurunan lebih dari 10%. tidak ada lendir maupun darah. domperidon sirup 3 x 2. Buku Ajar Imu Penyakit Dalam.1-4. Riwayat makanan: ASI sejak lahir s/d sekarang. penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. BAK lancar. pasien mencret dan muntah lima kali dalam sehari. air mata (+) sedikit. di lingkungan tempat tinggal tidak ada yang mengalami sakit serupa. R. Radiologi Diagnostik.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 ABSTRAK Diare adalah episode keluarnya tinja cair sebanyak lebih dari tiga kali. nasi lembek + kuah sayur diberikan mulai usia 7 bulan. W. Daftar Pustaka 1. Dari pemeriksaan fisik didapatkan: UUB cekung (+). 2005. Sudoyo. Gambaran klinis dan pemeriksaan kimia darah pada kasus ini mengarahkan pada diagnosis gagal ginjal kronik dan didukung dengan pemeriksaan USG yang menunjukkan gambaran yang khas. ubun-ubun besar cekung. Jakarta : Balai Penerbit FK UI 2. 1 HSMRS bayi tetap mencret. Penatalaksanaan diare: 1. atau lebih dari satu kali keluarnya tinja cair yang berlendir atau berdarah dalam satu hari. Kedua temuan tersebut masih sangat mungkin disebabkan oleh proses penyakit ginjal kronik yang memang memiliki kerentanan mengalami infeksi saluran nafas.2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) untuk anti muntah selama 5-7 hari. Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit. parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr). tablet zinc 1x20 mg selama 10 hari berturut-turut. Jakarta : Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI Penulis Farida Aryani. Dehidrasi ringan/sedang. mata agak cekung. mata agak cekung. Berikan cairan sesuai indikasi Tanpa dehidrasi: ASI . abdomen: palpasi turgor cukup. Ekstremitas. biscuit. bibir agak kering. Fakultas Ilmu Kesehatan Ilmu Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Manajemen Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan/Sedang pada Bayi Usia 8 Bulan Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. leher dan thorax dbn. Sehingga dapat disimpulkan pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang. tidak ada batuk.14. Bila dikasih makanan. Malueka. Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari. badan panas. DIAGNOSIS Diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang TERAPI Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). domperidon sirup 3 x 2. Bayi KASUS Dari alloanamnesis didapatkan: 3 HSMRS bayi usia 8 bulan mencret dan muntah 6 x sehari. G. 2005. Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan elektrolit.diagnosis utama. tidak menggigil dan tidak ada kejang.

Prinsip penatalaksanaan diare pada dasarnya adalah untuk mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi yaitu dengan terapi cairan sesuai indikasi.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 Abstrak Steven johnson merupakan syndrom kelainan kulit pada selaput lendir orifisium mata. leher. kulit menjadi kasar. mata. Cara Pemberian: 1. Kasus Seorang perempuan. anak mau minum. ketiak dan selangkangan. Syndrom steven johnson dapat timbul sebagai gatal-gatal hebat pada mulanya. pilek dan nyeri tenggorokan. dan tangan. sariawan padamulut. biasanya diberikan untuk dehidrasi ringan dan sedang 2. Syndrom ini jarang dijumpai pada usia 3 tahun.C johnson. Pada yang berat kesadarannya menurun. sedang tetapi anak tidak mau/ tidak dapat minum atau jika kesadaran menurun 3. berair.semaunya. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo PENANGANAN STEVEN JHONSOSN SYNDROME PADA WANITA USIA 45 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. kemudian oralit setiap kali mencret atau muntah dengan dosis: < 1 tahun: 50-100cc. batuk. REFERENSI Alatas H. Sehari kemudian. anus. 45 tahun datang diantar oleh keluarganya dengan keluhan kulit melepuh di sekitar wajah. serta dapat timbul demam. ginjal. dan anus. dan kemaluan serta dapat terjadi luka-luka seperti koreng pada kulit. 20-30 cc/kgBB dalam 1 jam. pasien demam dan timbul bintik-bintik merah dan lepuhan di sekitar wajah. Pilihan Cairan: • Beri RL (utama) atau NaCl. FKUI. steven dan S. 1999 Ikatan Dokter Anak Indonesia. diikuti dengan bengkakdan kemerahan pada kulit. bercak-bercak coklat kehitaman. Jakarta. penderita dapat soporous sampai koma. melaise. IV _ Untuk dehidrasi berat 2. Oleh dokter diberi beberapa obat. 1992 syndrom steven johnson yang bisa disingkat SJS merupakan reaksi alergi yang hebat terhadap obat-obatan. Dehidrasi Berat: < 1 tahun. Pasien juga mengeluh gatal dan mengalami kesulitan untuk makan dan . mulainya penyakit akut dapat disertai gejala prodormal berupa demam tinggi. bila obat yang menyebabkan tidak dihentikan. 49-52 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Namun pada keadaan-keadaan kelainan simtem imom seperti HIV dan AIDS serta lapus angka kejadiannya dapat meningkat secara tajam. kulit. Diare akut dalam Standart Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi I 2004 . dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 5 jam berikutnya. Dehidrasi ringan sedang : 50 -100 cc/kgBB (2-4 jam). Observasi kondisi fisik pasien terutama status hidrasi KESIMPULAN Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. tetapi jika pasien muntah + diare utamakan RL • Oralit. Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). Angka kejadian syndrom steven johnson sebenarnya tidak tinggi hanya sekitar 1-14 per 1 juta penduduk. >1 tahun 20-30 cc/kgBB dalam 1/2 jam dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 2 ½ jam berikutnya. • Jika pasiennya tidak dapat makan diberi Dekstros dan RL • Jika muntah2 maka berikan Dekstros dan NaCl. A. antikonvulsi dan analgesik serta vitamin. > 5 tahun : semaunya. 100-200 cc (> 24 bulan). nyeri kepala. Prediksi : mulut. Oral _Bila kesadaran anak baik. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak jilid 1. Hassan R. mata. Syndrom steven johnson ditemukan oleh dua dokter anak Amerika. Awalnya pasien datang ke praktik dokter gigi untuk mengobati nyeri pada gusi nya yang di rasakan berdenyutdenyut. M. kebawah kemudian umurnya bervariasi dari ringan sampai berat. Keadaan ini juga timbul di leher. 1-5 tahun 100-200 cc. Enteral _Untuk dehidrasi ringan. Setelah beberapa waktu.

jamur. Siregar. berupa : kelainan kulit yang terdiri dari batuk eritema.Kortikosteroid: metil prednisolon 80-120 mg per oral (1. untuk bibir yang kelainannya berupa krusta tebal kehitaman dapat diberikan emolien misalnya krim urea 10%.kelainan pada mukosa. Vesikel dan bula yang pecah menjadi erosi dan ekskoriasi dan krusta kehitaman. . virus. Feniramin hidrogen maleat dapat diberikan dengan dosis untuk usia 1-3 tahun 7.Mengatur keseimbangan cairan/elektrolit dan nutrisi. iris atau mata sapi. iritis. demam. anorektal. papul. vesikel. Infeksi mikroorganisme ( bakteri. bersifat bakterisidal dan tidak bersifat nefrotoksik.minum. 2. vesikel dan bula. atau bula secara simetris pada hampir seluruh tubuh. gentamisin 1-1. dan meatus uretra. Konjungtiva mata hiperemis. Pasien diperiksakan ke dokter dan mendapatkan salep antibiotika. membran hidung.htm Penulis Farida Aryani. Terapi . Sindrom Steven Johnson. blefarokonjungtivitis. terutama penderita yang sukar menelan akibat lesi di mulut dan di tenggorokan dan kesadaran dapat menurun. ketiak dan kedua tangan sesuai dengan teori yaitu berupa eritem. Tedjapranata.2-0. Jakarta: EGC. kemudian selama 3 hari 0. spektrum luas. dan makanan. Kelainan kulit serupa belum pernah dialami oleh pasien maupun pada silsilah keluarga. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta . Keadaan umum pasien baik. Pada kasus ini. 3. . leher dan kedua tangan dijumpai papul eritema dan vesikel batas jelas multipel tersebar merata disertai erosi dan krusta kehitaman.5-2 mg/kgBB/hari) atau pemberian deksametason dosis awal 1mg/kg BB bolus. vesikel atau bula dapat disertai purpura. daerah vulvovaginal. Kelainan dapat juga menyerang saluran pencernaan bagian atas (faring dan esofagus) dan saluran nafas atas. Diakses Desember 2012. Pada syndrom ini terlihat adanya trias kelainan.5 mg/dosis. Referensi 1. kesadaran kompos mentis.Antibiotik yang dipilih yang jarang menimbulkan alergi. leher. penisilin. kelainan kulit di wajah. yaitu meliputi alergi obat ( misalnya.5 mg/kg BB tiap 6 jam. Diagnosis ditujukan sesuai dengan trias kelainan kulit. faktor fisik. tetapi tidak menunjukkan perbaikan . Serta terdapar kemerahan pada konjungtiva mata. selanjutnya berdasarkan hasil biakan dan uji resistensi kuman dari sediaan lesi kulit dan darah. Mata:: konjungtivitis kataralis. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. vesikel. Neoplasma dan faktor endoktrin. Juga dapat membentuk pseudomembran. mulut. analgetik. R. iridosiklitis. . dari http://22-sindrom-steven-johnson. . kelainan selaput lendir di orivisium. Selaput lendir orifisium: membran mukosa. Kelainan yang tampak di bibir adalah krusta berwarna hitam yang tebal (krusta hemoragik). Vesikel dan bula kemudian memecah sehingga terjadi erosi yang luas.Bula di kulit dirawat dengan kompres basah larutan Burowi atau saline. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. untuk usia 3-12 tahun 15 mg/dosis. serta hubungannyadengan faktor penyebab yang secara klinis terdapat lesi berbentuk target. Beberapa faktor yang dapat dianggap sebagai penyebab.Untuk lesi di mulut dapat diberikan kenalog in orabase dan betadine gargle. terutama bila ada rasa gatal. anti peuritik ). Sedangkan di bibir terdapat krusta kehitaman (krusta hemoragik). 2005. Di samping itu dapat juga terjadi purpura. Kulit wajah. . selaput lendir.5 mg/kgBB/dosis. Djuanda. 2005. diberikan 3 kali/hari. erosi dan krusta. mata. dan sulit dibuka. misalnya klindamisin intravena 8-16 mg/kg/hari.Antihistamin. Kelainan pada kulit berupa entema. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. M. 2009. parasit ). dan kelainan mata yang ditemukan konjungtivitis kornea. Diskusi Pada sindrom ini terlihat adanya trias kelainan berupa: Kulit: berupa eritema. Untuk lesi di kulit yang erosif dapat diberikan sofratulle atau krim sufadiazin perak. di orifisum dan mata dengan keadaan umum bervariasi dan ringan sampai berat. Kesimpulan Syndrom steven johnson merupakan syndrom yang mengenai julit. kelopak mata edema. A. mukosa. pada kasus berat terjadi erosi dan perforasi kornea yang dapat menyebabkan kebutaan.

Cairan yang mengisi alveoli akan diserap ke dalam jaringan paru. asfiksia neonatorum Terapi Resusitasi Oksigen 1 LPM Cefotaxim inj 2 x 40 mg Dexa inj 2 x 0. diagnosis asfiksia dapat dilakukan dengan menetapkan nilai APGAR. biru di seluruh tubuh. sehingga darah dialirkan melalui pembuluh yang bertekanan lebih rendah yaitu duktus arteriosus kemudian masuk ke aorta. bayi akan segera bergantung pada paru-paru sebagai sumber utama oksigen. kurang bulan. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM. Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit. menyebabkan tekanan pada arteri pulmonalis lebih rendah dibandingkan tekanan sistemik sehingga aliran darah paru meningkat sedangkan aliran pada duktus arteriosus menurun. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM. paru janin tidak berfungsi sebagai sumber oksigen atau jalan untuk mengeluarkan karbondioksida. Pemeriksaan fisik bayi : BB : 900 gr PB : 36 cm LK : 29 cm LD : 22 cm LLA : 6. keadaan yang lain masih sama. Pembuluh arteriol yang ada di dalam paru janin dalam keadaan konstriksi sehingga tekanan oksigen (pO2) parsial rendah. hipertensi dan asma. Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. Setelah lahir. Oksigen yang diabsorbsi di alveoli oleh pembuluh darah di vena pulmonalis dan darah yang banyak mengandung oksigen . pembuluh darah paru akan mengalami relaksasi sehingga tahanan terhadap aliran darah bekurang. APGAR History Bayi preterm 30 minggu tidak langsung menangis saat lahir. Pengisian alveoli oleh udara akan memungkinan oksigen mengalir ke dalam pembuluh darah disekitar alveoli. denyut jantung 82x/menit. keadaan yang lain masih sama. Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit. Sebagian kasus asfiksia pada bayi baru lahir merupakan kelanjutan dari asfiksia intrauterin.5 cm Diagnosis BBLER. keadaan lainnya sama. denyut jantung 82x/menit. tidak ada refleks rangsang. tidak ada refleks rangsang. Arteri dan vena umbilikasis akan menutup sehingga menurunkan tahanan pada sirkulasi plasenta dan meningkatkan tekanan darah sistemik. Keywords: asfiksia neonatorum. Pada kasus tersebut di diagnosis BBLER. biru di seluruh tubuh. Hampir seluruh darah dari jantung kanan tidak dapat melalui paru karena konstriksi pembuluh darah janin. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang berhubungan dengan faktor–faktor yang timbul dalam kehamilan. diagnosa dini pada penderita asfiksia mempunyai arti penting dalam merencanakan resusitasi yang akan dilakukan. dan setelah kelahiran. Setelah bayi lahir. keadaan lainnya sama. sesuai masa kehamilan. dan alveoli akan berisi udara. Maka dari itu. Sebelum lahir. persalinan. hipertensi dan asma. Penilaian menggunakan skor APGAR masih digunakan karena dengan cara ini derajat asfiksia dapat ditentukan sehingga penatalaksanaan pada bayi pun dapat disesuaikan dengan keadaaan bayi.Penegakan diagnosis pada asfiksia neonatorum Dibuat oleh: Sekar Mutiara.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:52 Abstrak Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan. kurang bulan. sesuai masa kehamilan. Akibat tekanan udara dan peningkatan kadar oksigen di alveoli. asfiksia neonatorum dimana BBLER adalah <1000gr dan dikatakan kecukupan bulan pada 37-42 minggu.5 mg Vit K inj 1 x 1mg Gentamisin drops 1 ODS Diskusi Pada kasus bayi tidak langsung menangis saat lahir. Keadaan relaksasi tersebut dan peningkatan tekanan darah sistemik.

Kesimpulan Penegakan diagnosis asfiksia neonatorum dapat dilihat berdasar pemeriksaan klinis.(2007) Jakarta : World Health Organization. Kondisi Angka Kematian Neonatal-Angka Kematian Bayi. 4. Referensi 1.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:51 Abstrak Glaukoma adalah neuropati optik yang disebabkan oleh tekanan intraokular yang relatif tinggi. Riwayat hipertensi (+) tidak terkontrol. dimana akan dipompakan ke seluruh tubuh bayi baru lahir. Manuaba IBG. Sejak 1 minggu terakhir mata kiri terasa mengganjal.Ilmu Kebidanan. Dalam hal ini bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan istimewa. Mochtar R.infodokter. 2009. kesadaran composmentis. Pada saat oksigen masuk adekuat dalam pembuluh darah. Awalnya kecil namun makin lama makin melebar karena sering dikucek-kucek. Sinopsis obstetri. proyeksi sinar dan persepsi warna OD baik sedangkan OS buruk. duktus arteriosus mulai menyempit. . warna kulit bayi akan berubah dari abu-abu/biru menjadi kemerahan. 3. Profil Kesehatan Reproduksi Indonesia 2003 . Sedang APGAR score 4-6 memerlukan resusitasi dan pemberian O2 sampai bayi dapat bernafas normal kembali.com/index. jika melihat sinar seperti ada bayangan pelangi dan pandangan kabur perlahan-lahan hingga tidak bisa melihat disertai nyeri cekot-cekot pada mata menjalar hingga ke kepala. dan skor APGAR.kembali ke bagian jantung kiri. (2003) Jakarta : EGC. Darah yang sebelumnya melalui duktus arteriosus sekarang melalui paru-paru. Wijaya. silau. Blobok. penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan. yang ditandai oleh kelainan lapangan pandang yang khas dan atrofi saraf papil. nyrocos dan riwayat trauma disangkal. suhu afebris. Pada pemeriksaan subyektif didapatkanhasil VOD 6/6. Dinkes RI. nadi 82 x/menit.Standar Pelayanan Medis Kesehatan anak . bayi menghirup udara dan menggunakan paru-parunya untuk mendapatkan oksigen. Oksigen dan pengembangan paru merupakan rangsang utama relaksasi pembuluh darah paru. 5. ed 3. Pada akhir masa transisi normal. Pemeriksaan obyektif diperoleh hasil TIO OD N0.php?optio=com-content8. Pada saat kadar oksigen meningkat dan pembuluh paru mengalami relaksasi. bayi memerlukan resusitasi segera secara aktif dan pemberian O2 terkendali. Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif maupun obyektif. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum sedang. Ringan APGAR score 0-3. udara menyediakan oksigen (21%) untuk menginisiasi relaksasi pembuluh darah paru. VOS 0. Kasus Seorang wanita usia 50 tahun datang ke Poliklinik Mata dengan keluhan mata kiri merah sejak 3 minggu yang lalu. Proses kerusakan saraf optik berjalan secara perlahan sampai akhirnya terjadi kebutaan total.id=92.(2002) Jakarta : EGC 2. http://www. Glaukoma disebut sebagai pencuri penglihatan sebab pada sebagian besar kasus glaukoma sering tidak dirasakan oleh penderita. RR 20 x/menit. Asfiksia Neonatorum. (2004) Jakarta Penatalaksanaan Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut Pada Pasien Wanita Usia 50 Tahun Dibuat oleh: Farida Aryani. Normal atau ringan Sedikit asfiksia (nilai apgar 7-10). Pemeriksaan subyektif tekanan intraokular mata dengan digital dapat membantu untuk mendiagnosis glaukoma. IDAI. Tangisan pertama dan tarikan napas yang dalam akan mendorong cairan dari jalan napasnya. Pada kebanyakan keadaan. tanda-tanda vital TD 150/80 mmHg. akan mengambil banyak oksigen untuk dialirkan ke seluruh jaringan tubuh.

Ilmu Kesehatan Mata BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. Ilmu Kesehatan Mata Edisi Pertama. Prognosis pada pasien tersebut buruk. Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi. Diskusi Kasus ini merupakan glaukoma primer sudut tertutup akut berdasarkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif yang ditemukan. pada OS didapatkan edema kornea. Penulis Farida Aryani. reflex pupil (-) dan ptosis. Pemeriksaan TIO secara palpasi digital dapat membantu menegakkan diagnosis glaukoma walau hanya menilai secara subyektif.TIO OS N+1. sehingga untuk ke depannya pasien diharapkan untuk melakukan iridektomi profilaksis pada mata sebelahnya untuk mencegah serangan glaukoma pada mata tersebut.5% 2x1 tetes pada mata kiri untuk mengurangai TIO dan diberikan terapi simtomatik paracetamol 500 mg untuk mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata. Vaughan. 2007. Terapi Terapi yang diberikan berupa tetes mata timolol maleat 0. Ilyas. Untuk mencegah terjadinya serangan glaukoma pada mata sebelahnya sebaiknya dilakukan iridektomiprofilaksis. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi . Pada pasien ini sudah mengalami kebutaan permanen. Yogyakarta: Bagian Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.---------. Kedaruratan Dalam Ilmu Penyakit Mata. Diagnosis OS Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut. 2000. Terapi yang diberikan pada pasien tersebut berupa tetes mata timolol 0. 2. Kesimpulan Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis. Kejang terjadi bukan karena kelainan neurologis. 2003. Pemeriksaan TIO dengan menggunakan palpasi digital dapat membantu mendiagnosis glaukoma. Oftalmologi Umum Edisi 14. Sidarta.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:49 Abstrak Pasien umur 19 tahun memeriksakan kandungan saat mendekati waktu HPL. Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif. Ilmu Penyakit Mata Edisi Kedua. Prognosis pada pasien ini termasuk buruk. Eklampsia adalah timbulnya kejang pada penderita preeklampsia yang disusul dengan koma. Daniel. mengingat alat tonometeri tidak ada. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENANGANAN PRE-EKLAMPSIA BERAT PADA PRIMIGRAVIDA HAMIL ATERM BELUM DALAM MASA PERSALINAN PADA WANITA USIA 19 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Dalam pemeriksaan tekanan darah didapatkan tekanan darah pasien 170/110 dengan proteinuri positif 3. 3. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tujuan terapi tersebut adalah untuk menurunkan tekanan TIO segera mungkin dan mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata yang sakit.5% 2x1 tetes mata kiri dan paracetamol 500 mg jika perlu. edema. pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif. al. digunakan jika perlu. Penatalaksanaan terapi ditujukan untuk mengurangi TIO dan gejala simtomatik yang muncul. Jakarta: Widya Medika. Suhardjo dan Hartono. dan proteinuria yang timbul karena kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. et. Hal ini diakibatkan karena terlambatnya pasien datang ke pusat pelayanan kesehatan untuk mengobati penyakitnya. Superimposed preeklampsia adalah timbulnya preeklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi kronik. 2005. Referensi 1. pupil mid dilatasi.

I. serviks lunak tebal. Usia kehamilan 35 minggu atau lebih Pada penanganan aktif ini juga diberikan oksigen nasal kanul 4-6 liter/ menit. Leopold III Teraba kepala di bagian bawah uterus. dilakukan penanganan konservatif yaitu dengan medisinal sama dengan penanganan aktif. Penderita tetap diberikan oksigen nasal 4-6 L/ menit. Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif. nadi 100 x/ menit. Penderita ditangani aktif bila ada 1 atau lebih kriteria ini : A. selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml RL . selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml R. Kupfermine M. Penanganan konservatif Pada kehamilan < 35 minggu tanpa disertai tanda-tanda impending eklampsia dengan keadaan janin baik. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan. penatalaksanaan. Pemeriksaan dalam Vulva/ uretra tenang. Ada tanda-tanda impending eklampsia B.. Leopold I Teraba bokong janin di fundus uteri. Penanganan aktif Penderita sebaiknya segera dirawat di ruangan khusus. punggung di batas samping kanan uterus. kenceng-kenceng belum dirasakan. letak memanjang. Buang air kecil lancar tak ada keluhan. selambatnya dalam waktu 24 jam. Riwayat Diabetes Melitus. Penanganan pre eklampsia berat terdapat dua cara yaitu dengan penanganan aktif dan penanganan konservatif Referensi 1. Induksi dilakukan sampai tab III.Stabilisasi Hemodinamik .bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi. preskep. Kesimpulan 1. II. prestasi kepala. Saat pasien datang belum dalam persalinan. letak memanjang. asma disangkal. Leopold IV Kepala masuk panggul. pemeriksaan fisik dan laboratorium. dinding vagina licin. Ada tanda-tanda gawat janin E. Untuk pencegahan terjadinya kejang pada pasien ini diberikan Sulfas Magnesikus 4 gr Bolus. penyakit jantung. hipertensi. 2. RR : 24 kali / menit. kepala masuk panggul. maka keadaan ini dianggap sebagai kegagalan pengobatan dan harus segera diterminasi.O2 2-3 liter . dan obat antihipertensi..Observasi His dan DJJ Diskusi Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 170/ 110 mmHg. disertai mual-mual. Selain itu harus diperhatikan juga tentang persiapan antidotum jika diperlukan. Leopold II Teraba janin tunggal.. Pada kasus diatas selain pemberian SM juga diperlukan tentang syarat boleh diberikan dan dilakukan penghentiannya. Dari data diatas dapat ditegakkan diagnosis preeklampsia berat. Taksiran berat janin 2945 gram. Pasien merasa hamil 9 bulan. Kontrol ANC teratur di bidan. edema pada ekstremitas atas dan bawah. kepala turun H1-2. Keluhan pasien sekarang adalah pusing yang dirasakan sejak 2 hari SMRS. Pemeriksaan laboratorium didapatkan protein urin +3 (positif). puka. Tinggi fundus uteri 31 cm.SM 4 gr Bolus.pembukaan (-). Ada HELLP Syndrome C. TD : 170 / 110 mmHg.selaput ketuban(+). Suhu : 36. Janin teraba tunggal.Nifedipine 3 x 10 mg jika TD ≥ 160/ 110 mmHg atau MAP ≥ 125 mmHg . bdp Penatalakasaan Terapi: . DJJ (+) 132 x/menit/teratur. Primigravida. Kata Kunci : Preeklampsia berat. dengan keterangan Preeklampsia Berat (PEB). STLD (+). Pengobatan medisinal dengan anti kejang MgSO4. Air kawah belum terasa merembes atau pecah. Kasus Pasien kiriman bidan dengan keterangan: wanita. teraba 4/5 bagian. Ada kegagalan penanganan konservatif D. teraba bagian kecil di batas kiri uterus. AK (-). hamil aterm. pemberian O2 2-3 liter/ menit. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi. dan direncanakan dilakukan induksi dengan misoprostol 25 ug/ vag/ tab per 6 jam. . Lendir darah belum keluar. Penatalaksaan pada pasien ini adalah stabilisasi hemodinamik. Sibai B. hamil aterm. teraba 4/5 bagian..8oC dengan pemeriksaan proteinuri positif tiga Diagnosis Preeklampsia Berat. Buang air besar lancar tidak ada keluhan. Nadi : 100 kali / menit. 19 tahun G1P0A0. Dekker G. His (-). MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mencapai tanda-tanda perbaikan menuju preeklampsia ringan. Pada penderita diatas dapat didiagnosis PEB berdasarkan anamnesis.

debu. gejala dini History Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu.. Penulis Farida Aryani.. University of Cincinnati College of Medicine.J. Ambroxol 3 x 1 tab 6. Lancet 365: 785-99... 2005 : 773-824. Ed. A.kontraksi otot polos . FK-UI. (Alih Bahasa). Salbutamol 3 x 2 mg 7. K. Pendit. oksigen : 2-4 lt/menit. S. Toksemia Gravidarum dalam Sinopsis Obstetri. Edisi 2 Hal 201. Jakarta: Media Aesculapius. Wenstrom. Jakarta 1999. Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Buku Acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar.C. Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen). debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang. K. Suyono. W.. Mansjoer.perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki. Djoko. seperti serbuk sari. F. Ranitidin 3 x 1 tab 5. Hauth. J. seperti serbuk sari. Savitri. Edisi III. 3... Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Kapita Selekta Kedokteran. Hartono.F. Setiowulan.C. I. R.G.. Cunningham. J.). 7. L. Wheezing (+/+). Pemeriksaan Umum Keadaan Umum : Tampak Sesak Kesadaran : Compos Mentis Vital Sign : TD : 100/70 mmhg S : 37. Nebulizer ventolin/8 jam . Preeklampsia dan Eklampsia dalam: Ilmu Kebidanan. Josoprawiro. Mochtar. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.3 – 0 4. ronkhi (+) halus. Triyanti. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas. Ilmu Kandungan BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. ekspirasi memanjang Diagnosis Asma bronkhial Terapi 1.. R. Gant. Jakarta 2005. vokal fremitus simetris ( + ) Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : Vesikuler. Infus D5 % + 1 1/2 amp Aminophilin 12 tpM 3. 1999.) Palpasi : Ketinggalan gerak nafas ( .2 C N : 96 X / mnt P : 28 X / mnt Inspeksi : Retraksi ( . udara dingin dan olahraga. FKUI. Prawiroharjo.2005. Gilstrap. A.. Bab 1-9. Jakarta. Keywords: asma. K. 270-273. Mp 5 .Modifikasi terakhir pada Minggu 06:48 Abstrak Asma adalah saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu. B. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan. Pada suatu serangan asma. dkk.peningkatan pembentukan lendir . 5. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: . M. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Diagnosis dini pada penderita asma bronkhiale Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Wardhani. Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer sebanyak sembilan kali penyakit dahulu ada riwayat asma dan tidak memiliki riwayat alergi lainnya. bulu binatang. penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Waspodo. Hipertensi Dalam Kehamilan. 1998. Jakarta : EGC.. USA. 2. Cefotaxim 2 x 500 mg 8.. Department of Obstetrics and Gynaecology. Keluarga tidak memiliki riwayat penyakit serupa maupun alergi. sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih. bersifat sementara Pada penderita asma. 4. Hipertensi pada Kehamilan Preeklampsia-Eklampsia.D. otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. 6. Obstetri Williams (21st ed).). Ketinggalan gerak nafas ( . Wiknjosastro. 2. Leveno. 1992.. Jakarta : EGC.. 24: 281301. H.. N. asap. K. Yayasan Bina Pustaka.. Ke-3 jilid 1.

(2008).Banyak berkeringat. . Asma Bronkiale. bekas luka menebal dan warna lebih gelap dari kulit sekitarnya. takikardi. . Jaringan melampaui batas luka asli.Semua keluhan biasanya bersifat variasi diurnal. bahwa penyakit asma bisa disembuhkan tetapi pada suatu saat oleh karena faktor tertentu bisa kambuh lagi. . Hisyam. Isi Perempuan 19 tahun mengeluh 10 tahun yang lalu pasien terkena cacar air. Pemeriksaan fisik menunjukan adanya ronkhi basah dan wheezing pada auskultasi ke-2 lapang paru hal ini semakin menyakinkan bahwa keluhan sesak nafas pada pasien dikarenakan asma bronkhiale. Barmawi.ginasthma. GINA (2010).Mungkin ada riwayat keluarga dengan penyakit yang sama atau penyakit alergi yang lain. .org 4. Diagnosis untuk penderita asma bronkhiale 1. Sukamto. Kesimpulan Asma apabila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius. pada 1806. penderita lebih nyaman dalam posisi duduk. (2006). Bekas luka kadang terasa gatal dan perih.Penderita tampak sakit berat dan sianosis. • Auskultasi : terdengar wheezing (mengi). Referensi 1. Anamnesa : . Selanjutnya.Keadaan umum : penderita tampak sesak nafas dan gelisah. bekas luka menebal dan warna lebih gelap . MISC FKUMY 2005: Jogjakarta 2005 2. berasal dari Yunani chele. Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer. Alibert menggunakan istilah cheloid. Sundaru.Sesak nafas. atau batuk malam hari. Jantung : pekak jantung mengecil.Keluhan sesak nafas. bila kulit kering menunjukkan kegawatan sebab penderita sudah jatuh dalam dehidrasi berat. sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih. Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www. mengi. Handout Kuliah Blok 16 Kardiovaskular dan Respirasi. ekspirasi memanjang. Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www. bicara terputus-putus. bahwa kekambuhan penyakit asma minimal bisa dijarangkan dengan pengobatan jangka panjang secara teratur. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam . At A Glance Asthma Management Reference. Beberapa hal yang perlu diketahui dan dikerjakan oleh penderita dan keluarganya adalah memahami sifat-sifat dari penyakit asma bahwa penyakit asma tidak bisa sembuh secara sempurna.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 Abstrak Keloid adalah hasil dari pertumbuhan berlebih jaringan fibrosa padat yang biasanya berkembang setelah penyembuhan cidera kulit. gelisah kemudian jatuh ke dalam koma. Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.Pada keadaan awal kesadaran penderita mungkin masih cukup baik. tetapi lambat laun dapat memburuk yang diawali dengan rasa cemas. GINA (2010). atau capit kepiting atau cakar yang menunjukan potensi lesi meluas secara lateral Keyword: keloid. Gambaran klinis Status Asmatikus : . .Pada serangan berat : • tampak sianosis • N > 120 X/menit • ―Silent Chest‖ : suara mengi melemah 3. 2 tahun yang lalu kaki kanan pasien terkena kenalpot. batuk berdahak yang tak kunjung sembuh. Heru. 2. Maka dari itu pasien beserta keluarga harus memahami gejala-gejala awal asma. Gambaran pertama keloid (dicatat pada papirus) dikenal dengan teknik bedah yang digunakan di Mesir pada tahun 1700 SM. biasanya tidak mengalami regresi. dada terasa berat atau tertekan. Asma Bronkial. . Jakarta 2006 3.Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien ini menderita hipertensi grade II dengan keluhan utama Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu.Paru : • Inspeksi : dinding torak tampak mengembang.ginasthma. . Pemeriksaan Fisik : . Pocket Guide for Asthma Management and Prevention. dan cenderung rekuren setelah eksisi.org KELOID PADA PASIEN POST VARISELA Dibuat oleh: Sekar Mutiara. diafragma terdorong ke bawah.

berbatas tegas. Kebanyakan lesi tumbuh selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. berbatas tegas. MD.superior : tampak skar hiperpigmentasi. Available at : http://www. cryotherapy : untuk keloid <6mm. tetapi ada pula yang tumbuh dalam beberapa tahun.com . Pertumbuhan biasanya lambat. ireguler. Management of Keloids. Diulang tiap bulan. lesi awal biasanya kemerahan.html 5. Referensi 1. lesi biasanya tidak mengandung folikel rambut ataupun kelenjar adneksa lainnya). ireguler. imiquimod 5% cream. ireguler. 2009. tunggal pada regio thorak superior-inferior. Brian Berman. Keloid juga sangat berhubungan erat dengan faktor genetik. Available at : http://www. tunggal • Regio Thorak posterior .4shared. dikatakan keloid dapat timbul setelah trauma atau setelah lesi lainnya. leher. multipel • Regio Cruris dextra : tampak skar hiperpigmentasi. berbatas tegas. 2008. dan abdomen biasanya bertangkai
 Keloid pada daerah tengah dada dan ekstremitas biasanya datar. tetapi ada juga dengan banyak keloid seperti pada pasien yang keloid muncul akibat jerawat atau bekas cacar. Seiring dengan maturnya jaringan parut (skar). MPH. interferon. MD. dan skar bertumbuh dari segala arah. 2009. MD. atau persegi panjang dengan tepi reguler.com/office/zNg7qoMr/Keloid20scarring1. Pemeriksaan Fisik • Regio Thorak : tampak skar hiperpigmentasi.jabfm. lebih banyak kolagen yang diproduksi dari yang dikeluarkan. The Management of Keloids: hands-on versus hand-off. berbatas tegas.molmed. lesi menjadi merah kecoklatan atau seperti warna daging. James studdiford.
Kebanyakan pasien datang dengan 1-2 keloid.org/afp 3. dimana dasarnya lebih luas dari puncaknya. namun trauma memegang peranan penting. Available at :http://www. tunggal • Palpasi : tampak adanya peebalan keras pada skar Diagnosis Keloid Terapi Injeksi Kortikosteroid Triamcinolon : 10-40 mg/ml intralesi. MD. tepi penebalan ini akan berkurang secara bertahap selama beberapa bulan sampai menjadi datar. temuan klinis yang didapat tampak skar hiperpigmentasi. Ada pula keloid yng berhenti tumbuh. Jika terjadi ketidakseimbangan antara fase anabolik dan katabolik dari proses penyembuhan. seperti karet sampai keras. tetapi kadang-kadang melebar secara cepat. Skar sampai diatas permukaan kulit dan menjadi hiperemis.com/article/1057599-overview#showall 2.dari kulit sekitarnya. ireguler. Hypertrophic Scarring and Keloids.org 4.
Kebanyakan keloid berbentuk bulat. Keloid dapat dijelaskan sebagai suatu variasi dari penyembuhan luka. Keloid memberikan gambaran klinik yang bervariasi. 2010. putih. Pada stadium ini. lemas. Available at : http://emedicine.
Keloid pada telinga. menjadi 3 kali lebih lebar dalam beberapa bulan. Gauglitz Gerd. keloid tidak selalu memberikan gejala dan menjadi stabil.medscape. tetapi ada pula yang berbentuk seperti bekas cakaran dengan tepi yang irreguler. Bekas luka kadang terasa gatal dan perih.aafp. 2009. diberikan 10-30 detik dan diulang 3x selama sesi perawatan. kekuatan luka kurang lebih 30-40% dibandingkan kulit sehat. Pulsed Dye Laser (PDL) dengan panjang gelombang 585595nm Terapi farmakologi : 5-flurouracil. Keloid and Hypertrophic Scar. Gregory juckett. tunggal pada regio cruris dextra dan pada penekanan tampak adanya peebalan keras pada skar.
Keloid pada sendi dapat mengganggu pergerakan akibat kontraktur. ireguler. Oliver Seifert. berbatas tegas. onion extract. immunotherapy. proses anabolik dan katabolik mencapai keseimbangan selama kurang lebih 6-8 minggu setelah suatu trauma. oval. Pada saat itu. Available at : http://www. Diskusi Pada pasien ini.
 Kesimpulan penyebabi keloid masih diperdebatkan. kekuatan meregang dari skar juga bertambah sebagai akibat pertautan yang progresif dari serat kolagen. Diagnosis keloid dibuat berdasarkan gambaran klinis (penampakan kulit atau jaringan parut) : Konsistensi keloid yang bervariasi dari lunak. dapat diregangkan sebagai suatu skar yang matur. Pada suatu luka. Keloid scarring: bencah and bedside. tampak skar hiperpigmentasi. skar akan nampak hiperemis dan mungkin menebal.

Pada kasus ini pasien datang dengan keluhan sudah 8 bulan sakit ketika buang air kecil. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). TD 120/80mmHg. tinggi karbohidrat dan dehidrasi kronik. tiba-tiba menetes menjadi lancar kembali ketika berubah posisi tubuh. diet yang banyak mengandung kalsium dan oksalat. hernia. bulineurogenik dan divertikel. buang air kecil dirasakan lancar kembali apabila pasien merubah posisi sebelum buang air kecil.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 ABSTRAK Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. Benjolan dapat masuk sendiri. Gejala yang sering ditemukan pada pasien antara lain: a. Pada regio inguinal pasien dengan posisi berdiri. skrotum. ammonium asam urat dan kalsium oksalat. b.PENEGAKAN DIAGNOSIS BATU SALURAN KEMIH DENGAN KOMPLIKASI HERNIA INGUNALIS PADA PRIA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Rasa nyeri waktu miksi (disuria. benjolan dirasakan sejak 4 bulan terakhir. finger test (+).kadangkadang BAK mengedan. Berasal dari batu ginjal atau ureter yang turun. dirasakan refered pain pada ujung penis. nadi 80x/menit isi tegangan cukup. Polakisuria (sering miksi) e. kontraksi leher buli-buli. Di Indonesia diperkirakan insidensinya lebih tinggi dikarenakan adanya beberapa daerah yang termasuk daerah stone belt dan masih banyaknya kasus batu endemik yang disebabkan diet rendah protein. Pasien juga mengeluhkan nyeri yang menjalar dari paha sampai dengan batang kemaluan. miksi mengedan . menangis. pasien juga menyangkal adanya kemungkinan anggota keluarga yang mengalami hal serupa. perineum. benjolan tersebut dapat masuk kembali. stranguria). batuk dan bersin. dehidrasi. infeksi saluran kemih. infeksi traktus urinarius. Pada pemeriksaan fisik pasien ditemukan keadaan umum Compos Mentis. benjolan keluar ketika pasien mengedan. suhu 36. Nyeri dirasakan menjalar ke batang kemaluan dan lipat paha. Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami sakit sama. Hematuria diserta urine yang keruh c. terlihat benjolan sebesar buah duku dit paha kiri. Kata kunci: batu saluran kemih. gangguan metabolik. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. penatalaksanaan KASUS Pasien datang ke Poli Bedah dengan keluhan buang air kecil menetes yang sudah di rasakan ± 8 bulan ini. Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine. Selain itu pasien juga mengeluhkan keluarnya benjolan sebesar duku dilipat paha kiri yang dialami sejak ± 2 bulan terakhir. DIAGNOSIS Batu Kandung Kemih (Batu vesica Urinaria/Vesicolhitiasis) dgn komplikasi Hernia Inguinalis TERAPI Terapi operatif : vesikotomi dan hernioktomi DISKUSI Batu vesika urinaria adalah suatu keadaan ditemukannya batu di dalam vesika urinaria. perdarahan. sistokel. Pasien sering mengedan ketika buang air kecil. pinggang. bersin dan batuk. Pasien juga mengeluh keluar benjolan dilipat paha kiri terutama saat mengedan. hiperparatiroid atau adenoma paratiroid. Pada umumnya komposisi batu kandung kemih terdiri dari : batu infeksi (struvit). Pancaran urine tiba-tiba berhenti dan keluar lagi pada perubahan posisi d. akibat statis pada striktur uretra. sampai kaki. menarik-narik penis. Pada anak nyeri miksi ditandai oleh kesakitan. dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). Merasa buang air kecil tidak puas.80C.

perut sebah dan terasa sakit. Rusepno. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan asites. Jilid 2. kelemahan umum. tekanan intra abdominal yang tinggi dan dalam waktu yang lama misalnya batuk kronis. Shires. Pearle. www. pasien tidak kontrol secara teratur. Nadi 92x/menit. isi dan tegangan cukup. 1985. Ed-6. Didapat (akquisita) Hernia ini didapat oleh suatu sebab yaitu umur. batuk kronis. dan regenerasi sel-sel hati. 840-843. Jakarta : EGC. kehamilan. pasien tidak kontrol secara teratur. diikuti dengan proliferasi jaringan ikat. P< 29). lansia. P< 31/ L< 46. degenerasi. 5. jika cukup panjang maka akan menonjol keluar dari anulus ingunalis ekstermus. 588-589. Pasien menyangkal sebagai peminum minuman keras. 2009. Penyakit hati nonalkoholik. Hassan. Pasien juga mengeluh sukar untuk tidur.com 6. Jakarta : CV. Dari anamnesis.medicastore. pemeriksaan fisik. Pemberian asetaminofen. Pada pemeriksaan fisik: KU baik. Kata kunci: sirosis hepatis. Jakarta : Penerbit UI. pekerjaan mengangkat benda berat dan faktor usia. USA : Informa healthcare. Respiratori rate 22x/menit dan Suhu 37. Pasien mengaku BAB dan BAK biasa. REFERENSI 1. 57-68 2. pernafasan reguler. Purnomo. 4. Hernia merupakan produksi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan.wordpress. Dasardasar Urologi. Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Bedah. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama.40C. Sklera pada mata kanan dan kiri ikterik. Margaret. Alkohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. Ed-2. 2. mengejan saat defekasi. kesadaran Compos Mentis. diagnosis KASUS Pasien datang dengan keluhan perut membesar.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:45 ABSTRAK Seorang pasien datang dengan keluhan perut membesar disertai perut sebah dan terasa sakit. RSUD Setjonegoro.com PENULIS Farida Aryani. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama. mengejan saat miksi. www. 3. Wonosobo PENATALAKSANAAN SIROSIS HEPATIS PADA WANITA USIA 49 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. 1-6. konsumsi obat-obatan dan jamu. Pasien juga menyangkal ada keluarga yang memiliki sakit yang sama.sering diikuti defekasi atau prolapsus ani. dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis sirosis hepatis. Basuki. S. Hepatitis autoimun. HbsAg (+) positif. Kongenital (Terjadi sejak lahir adanya defek pada suatu dinding rongga). DIAGNOSIS Sirosis Hepatis TERAPI Terapi pada pasien dengan sirosis adalah bertujuan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. Urolithiasis Medical and Surgical Management. Etiologi dari hernia yaitu:1. FKIK UMY.Sagung Seto.sehingga timbul kekacauan dalam susunan parenkim hati. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. masuknya isi rongga perut melalui kanal ingunalis. Vital sign TD130/80 mmHg. Terjadinya hernia disebabkan oleh dua faktor yang pertama adalah faktor kongenital yaitu kegagalan penutupan prosesus vaginalis pada waktu kehamilan yang dapat menyebabkan masuknya isi rongga pertu melalui kanalis inguinalis. faktor yang kedua adalah faktor yang dapat seperti hamil. 2009. bisa diberikan steroid atau imunosupresif. Pemeriksaan penunjang SGOT/SGPT 44/48 U/L nilai normal (L < 36. Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan menahun pada hati. B. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya . pekerjaan mengangkat benda berat. pekak beralih (+) dan undulasi (+). Schwartz. irama teratur. gangguan proses kencing. 2000. obesitas.

8 Asites .0 2. Kapita Selekta Kedokteran. maksimal dosisnya 160 mg/hari. Tirah baring dan diawali diet rendah garam.5 gr/kg berat badan per hari. Transplantasi hati. kriteriaini diperlukan untuk pemberian terapi yang tepat pada sirosis hepatis. Media Aesculapius FKUI. Edisi Ketiga Jilid Pertama. Laktulosa membantu pasien untuk mengeluarkan ammonia.com/2007/07/31/sirosishati/ 3.0 >3. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya sirosis. diteruskan dengan tindakan skleroterapi atau ligasi endoskopi.com/computer/sirosis-hepatis. Dibawah ini bagan dari Kriteria modifikasi Child-Pugh: Grade (1) (2) (3) Bilirubin serum (mg/dl) < 2.sirosis. Mansjoer. A. dan terasa nyeri bila ditekan. Available from http://3rr0rists. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya banyak jaringan ikat dan regenerasi noduler dengan berbagai ukuran yang dibentuk oleh sel parenkim hati yang masih sehat.blogspot. tepi tumpul. amoksilin. diet protein dikurangi sampai 0. Sirosis Hepatis. Telah diketahui bahwa penyakit ini merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan terjadinya pengerasan dari hati.2 gram atau 90 mmol/hari. Sebelum berdarah dan sesudah berdarah bisa diberikan obat penyekat beta (propanolol). Living With Hepatitis : Sirosis Hati. Anonym. Asites.7 ii. Available from http://b3d70. 2007. Waktu perdarahan akut.Mudah dikontrol Sulit dikontrol Ensefalopati Minimal Berat/Koma Penatalaksanaan sirosis hepatis terbagi menjadi 2.7 iii. Namun sebelum dilakukan transplantasi ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi resipien dahulu. Untuk mengetahui grade dari sirosis hepatis dapat dengan menggunakan Kriteria modifikasi Child Pugh. Anatomi Dan Fisiologi Hati. Sirosis. Available from http://cetrione. atau aminoglikosida. Tirah baring dan diawali diet rendah garam. 2001. Sirosis Hati (Sirosis Hepatis). Neomisin bias digunakan untuk mengurangi bakteri usus penghasil ammonia. 2009. mengatur keseimbangan garam dan air. 3rr0rists.html 4.2 gram atau 90 mmol/hari. Akibatnya bentuk hati yang normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada pembuluh darah dan terganggunya aliran darah vena porta yang akhirnya menyebabkan hipertensi portal. 2008. Pada sirosis dini biasanya hati membesar. Hal 508-510 5. Penyakit hati nonalkoholik. Available from http://medicastore. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretic.com/penyakit/615/Sirosis. teraba kenyal.0 Albumin serum (mg/dl) >3. Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh. Pemberian furosemid bisa ditambah dosisnya bila tidak ada respon. sirosis kompensata Tatalaksana pasien sirosis yang masih kompensata ditujukan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik. mengatasi perubahan sirkulasi darah hati.html 6.wordpress. Ensefalopaty hepatic. merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 – 25% oksigen darah. sirosis dekompensata i. yaitu: a. Pharma NH2. diantaranya: alcohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari. bisa diberikan steroid atau imunosupresif. dkk. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari. terutama diberikan yang kaya asam amino rantai cabang. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari.8-3.5 2.com/2008/05/sirosis-hati-sirosis-hepatis. terapi definitive pada pasien sirosis dekompensata.5 <2.html 2. konsumsi garam sebanyak 5. Hepatitis autoimun. Sindrom hepatorenal. Husnul Mubarak. Varises esophagus. Peritonitis bacterial spontan. konsumsi garam sebanyak 5. b. Medicastore. Jakarta. bisa diberikan preparat somatostatin atau oktreotid. REFERENSI 1. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretik. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari. diberikan antibiotika seperti sefotaksim intravena.0-3. DISKUSI Sirosis hepatis merupakan penyakit hati kronis yang tidak diketahui penyebabnya dengan pasti. Pemberian asetaminofen. Terapi pasien ditujukan untuk menghilangkan etiologi. .

A.com/2010/03/anatomi-dan-fisiologi-hati. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak. Pusat Penertiban Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. maupun mual muntah. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan. RSUD Setjonegoro. Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing.( (Prof. Sarwono. yaitu pada hasil pembuahan dimana embrionya mati pada kehamilan 3-5 minggu.Virilon 1 x 1 Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan yang dilakukan pasien ini menderita kehamilan mola hidatidosa dengan keluhan utama Seorang wanita umur 19 tahun dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011. Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol. gejala dini History Seorang wanita usia 19 tahun datang dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011. pembuluh darah villi tidak berfungsi penimbunan cairan dijaringan mesenkhim villi. maupun mual muntah. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan.Kalnex 3 x 1 . Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit.Wonosobo. 2006. Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan. berwarna merah kehitaman. Pada awalnya. perdarahan yang keluar tidak banyak.2010. flx : (+) fl : (-). OUE tertutup.20 / ul Ht : 38. FKIK UMY. Sudoyo.ekstra Metergin 0. dinding vagina licin. Gelembung-gelembung tersebut sebenarnya adalah villi chorialis yang berisi cairan sehingga tegang dan berbentuk buah anggur. dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring. Pada awalnya.40 / ul AE : 4. Mola hidatidosa adalah tumor jinak dari trofoblast dan merupakan kehamilan abnormal dimana fetus tidak ditemukan tetapi hanya gelembung dan jaringan saja. ( Rustam E harahap. berwarna merah kehitaman.blogspot. Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit.html 7.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Abstrak Mola hidatidosa adalah penyakit yang berasal dari kelainan pertumbuhan trofoblas plasenta atau calon plasenta dan disertai dengan degenerasi kistik villi dan perubahan hidropik. Jakarta. Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan. Patogenesis Mola Hidatidosa • Tidak sempurnanya aliran darah fetus (―fetal circulatori inadequacy‖) yang terjadi pada sel telur patologik. perdarahan yang keluar tidak banyak. 1997). Pada pemeriksaan vaginal touché ditemukan TFU tak teraba. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol.W. v/u/v tenang. portio sebesar jempol tangan. lunak OUE tertutup corpus uteri setelur bebek AP/CD tenang Pemeriksaan Laboratorium Darah: Hb : 11. Bagian Interna. corpus uteri setelur bebek dan AP/CD tenang. Available from http://nh2pharma. Dr. dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring. Edisi Keempat Jilid I. dan tidak disertai prongkol – prongkol.2 iv Metergin 3 x 1 . 1997 ) Keywords: hipertensi.dkk. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak.IUFD RL 20 tpm + Oksitosin 5u . Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan. Diagnosis Pada Pasien Dengan Kasus Mola Hidatidosa Dibuat oleh: Sekar Mutiara. dan tidak disertai prongkol – prongkol.1 g / dl AL : 18. Hal 445-448 PENULIS Farida Aryani. Status Ginekologis Vaginal Touche: TFU tak teraba flx : (+) fl : (-) v/u/v tenang dinding vagina licin portio sebesar jempol tangan. • Struktur .4 vol% PLT : 588 / ul HbsAg : Diagnosis Mola hidatidosa Terapi . lunak.

2007. displasia. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata. Karena perdarahan ini maka umumnya penderita mola hidatidosa masuk rumah sakit dalam keadaan anemia. D. • Adanya gangguan dari pertahanan imonologis terhadap trofoblas. F. Kata kunci : Diagnosis. Cuningham.org/wiki/Mola 2. Mola Hidatidosa http://en. parut kornea. T. fotofobia. gatal (-). dan dexametason 3 x 1 tablet. Norwitz. • Umumnya uterus lebih besar dari usia keehamilan.. neoplasia.wikipedia. Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. Kesimpulan Mola hidatidosa sering kali terjadi karena faktor ovum yaitu dengn cara spermatozoon memasuki ovum yang telah kehilangan nukleusnya atau dua serum memasuki ovum tersebut sehingga akan terjadi kelainan atau gangguan dalam pembuahan. Gejala Mola hidatidosa • Amenore • Pembesaran uterus • Perdarahan pervaginam dan nyeri perut bawah • Pengeluaran Gelembung Mola • Gestosis/Toksemia / Pregnancy Induced Hypertension / Toxaemia Like Syndrome • Kelainan Kelenjar Tiroid • Adanya tanda-tanda kehamilan disertai perdarahan. 2006. Manajemen uveitis anterior bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior. • Tidak dirasakan adanya tanda-tanda geraakan janin. • Hiperemesis gravidarum.. N... Perdarahan ini bisa intermitten. glaukoma. • Fungsi abnormal absorbsi cairan yang berlebihan kedalam villi. Saifuddin. sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian. proses penekanan.B.. P. kematian bayi. 4. F. • Tanda-tanda tirotoksikosis. A. C. Jakarta . kerusakan pembuluh darah. 5.estrogen tinggi menimbulkan efek hipertiroidisme dari aktifitas B-hCG yang tinggi. B. nyeri (+). 1995. Saifuddin. H. EGC. kornea. Referensi 1. Anonim. Yayasan Bina Pustaka. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. mengganjal. 3. Errol & Schorge. Wiknjosastro. balotemen negatif kecuali pada mola parsial. lakrimasi. Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah. kerusakan pembuluh darah iris.trofoblas abnormal hiperplasia. A. Jakarta. Dari autoanamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis uveitis anterior sinistra.. 2006. • Tanda-tanda pre eklampsia pada trimesteer I. Wiknjosastro.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun ABSTRAK Pasien laki-laki usia 32 tahun datang ke poli mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan mata kanan nyerocos ± 1 bulan dan terasa pegal. Waspodo. Gant. Kortikosteroid KASUS Pasien datang dengan keluhan mata kiri nyerocos ± 1 bulan dan terasa seperti kelilipan. dan penglihatan kabur.. dan kekeruhan badan kaca. H. EMS. Affandi B.John. Jakarta. Dimana terdapat sel telur patologik yang tidak mempunyai kromosom maternal (―empty egg‖) • B-hCG meningkat . nyeri bila . • Adanya kelainan sitogenetik. at a Glance Obstetri & Ginekologi edisi kedua. katarak. sinekia posterior. Pasien mendapat terapi antibiotic dan kortikosteroid topikal berupa tetes mata yang berisi tobramycin dan dexametason 1 tetes tiap 2 jam pada mata kanan serta antibiotic dan kortikosteroid sistemik berupa Amoxicilin 3 x 500 mg selama 5 hari.aktifitas ovarium meningkat (ovarium kistik) . perih (+). Uveitis Anterior. 2006... Obstetri William. Ilmu Kebidanan. MacDonald. rasa sakit. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. sekret (-). Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata). mata kabur (+). G. Rachimhadhi. dan sklera. Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin.

lakrimasi. parut kornea. Amoxicilin tablet 3 x 500 mg. Sedangkan dexametasone serta amoxicillin berguna untuk terapi sistemiknya. Uveitis Anterior. Uveitis anterior dikatakan akut jika terjadi kurang dari 6 minggu dan dikatakan sebagai kronik jika lebih dari 6 minggu. katarak. dan glaucoma. Pengobatan imunosupresan dapat digunakan pada pasien dengan uveitis berat. Pemilihan terapi tergantung pada resiko komplikasi yang terjadi pada uveitis dimana yang paling sering adalah katarak. dan sklera. Beberapa macam pengobatan uveitis anterior antara lain dengan menggunakan :Sikloplegik. Dexametason tablet 3 x 1 mg DISKUSI Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata). Ilmu Penyakit Mata. Dalam kasus ini pasien diberikan terapi berupa tetes mata Tobroson . Mata kanan bila mengendarai motor selalu nyeri. Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. Pemberian antibiotic dalam kasus ini berguna untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata.korpus siliaris. perih dan gatal. merupakan pengobatan uveitis yang utama. infiltrat (-). rasa sakit. Indikasi pengobatan imunosupresan agent adalah pada inflamasi intraokuler yang mengancam visus dan apabila dengan pengobatan kortikosteroid tidak membaik.dan koroid) dengan berbagai penyebab. kornea. Dari pemeriksaan fisik mata kiri kornea bening. Kortikosteroid. Ilmu Penyakit Mata. Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. Dan terakhir denan pembedahan. hal 126-127 3. Vaughan G Daniel. fotofobia. Widya Medika. anatomi dan Embriologi Mata. Sinekia Posterior (+). sistoid macular edema. ed II. Wijana Nana. Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. dan kekeruhan badan kaca. Sebelumnya pasien sudah berobat di Puskesmas. Iris warna keruh. Pasien juga mengeluhkan pusing yang kumat-kumatan hanya di mata sebelah kiri jika mata kembali nyerocos. imunosupresan agen. sinekia posterior. glaukoma. reflek cahaya (-). injeksi silier (+). Uvea. Jika bangun tidur mata merah dan nyerocos. sudah diberi tetes mata dan antibiotik tapi belum ada perubahan yang berarti. hipotoni. Cyclosporine. Oftalmologi Umum ed 14. Pengobatan cyclosporine merupakan pengobatan yang paling spesifik terhadap fungsi imun. DIAGNOSIS Uveitis Anterior Orbicularis Sinistra TERAPI Cendo Tobroson ( gtt 1 / 2 jam OD). Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. Jakarta: 2002 2. Ilyas Sidarta. Indikasi pemberian kortikosteroid adalah mencegah komplikasi berupa sistoid macular edema. dan penglihatan kabur. Pada pasien ini diberi tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone. kripta (-). Jika terkena cahaya yang agak terang mata terasa silau (+). hanya mata merah sedikit berkurang. REFERENSI : 1. Pupil anisokor. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata. kerusakan pembuluh darah iris.COA keruh. Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah.ditekan (+). FKUI. Tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone diharapkan berguna untuk mengurang peradangan yang terjadi dan untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata. KESIMPULAN : Uveitis adalah inflamasi traktus uvea (iris. Sikloplegik topikal berguna untuk mencegah terjadinya sinekia posterior dan untuk meringankan nyeri karena spasme siliar .tablet dexametasone serta amoxicillin. bekerja dengan cara membunuh limfosit. Jakarta: 2000 hal8-9 Penulis : Ridwan Muttaqin (20060310005) Bagian Ilmu Penyakit mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo . Manajemen uveitis anterior adalah bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior. sinekia posterior. edema iris (+).

nanah (-). nadi 80x/menit isi dan tegangan cukup dan teratur. trauma. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien. darah (-). dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari. Kata kunci (keyword) . tidak ada bau yang khas. pemeriksaan lab darah rutin angka leukosit 10. Pasien juga mengeluh BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien. dan kadang disertai muntah.57. diare. 103/µl. demam. tonsilitis. Kemudian pemberian terapi pada diare untuk penanggulangan kemungkinan terjadinya kejang berulang dengan melakukan lima lintas penanganan diare. Konsistensi lembek. faringitis. Kejang tanpa demam dapat disebabkan oleh epilepsi tanpa kejang dan berulang. contohnya pada otitis media akut.50C. hipo/hiperglikemia. gangguan elektrolit tanpa demam. Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. bangun dan kemudian menangis. Sedangkan pada gangguan eletrolik apabila anak ada riwayat menderita diare muntah atau gangguan ginjal kronik. penatalaksanaan Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas setelah kejang pasien tertidur. Pada kejang dengan demam penyebab demamnya bisa diakibatkan oleh infeksi yang berasal dari luar susunan syaraf pusat. suhu badan 36. yang paling berbahaya adalah infeksi intrakranial berupa meningitis atau encefalitis.PENATALAKSANAAN KASUS DIARE DENGAN KEJANG PADA ANAK USIA 5 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. kejang lama atau kejang frekuen atau kejang periodik. ekstrakranial dan gangguan metabolik. Diskusi Kejang adalah bangkitan kejang akibat kenaikan suhu rektal tubuh. yaitu kakak perempuan pasien. Kejang dengan demam disebabkan oleh kelainan intrakranial dan ekstrakranial. Pada pasien kejang perlu diperhatikan adalah lamanya kejang. umum/fokal. hipoksia. pemeriksaan lab (tinja) warna kuning. Kejang terbagi menjadi 2 yaitu kejang dengan demam dan kejang tanpa demam. pernafasan 32x/menit. berat badan 11. tidak ada riwayat kejang. berulang/ tidak. Pada pemeriksaan fisik di temukan keadaan umum tampak baik. BAB berwarna kuning. Pada keluarga yang pernah mengalami kejang. dan kadang disertai muntah. kesadaran composmentis . kejang. kejang tanpa demam disebabkan oleh kelainan metabolik atau epilepsi. lendir (-). Selain itu infeksi juga dapat berasal dari organ lokal yang mengalami infeksi. dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari. Diare menyebabkan . Hal ini diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan kejang demam. keracunan. serangan epilepsi yang disertai dengan demam. muntah 7x sedikit-sedikit. Penatalaksanaan pasien pada kasus diatas adalah dengan penanganan kejang dan penanggulangan diare. pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas/demam. Pasien tidak pernah mondok di Rumah Sakit sebelumnya. Selain itu kejang dengan demam juga dapat diakibat kan oleh gangguan elektrolit berat yang disertai dengan demam. Pada kasus ini. kecurigaan penyebab kejang berasal dari infeksi intrakranial adalah apabila umur anak < 6 bulan. Diagnosis Diare dengan kejang Terapi Penanganan pada pasien di atas adalah dengan memberikan diazepam sebagai penanganan kejang pada pasien. tidak ada bau yang khas. BAB berwarna kuning.6kg. BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah. Bau khas.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:42 Abstrak Kejang disebabkan oleh kelainan intrakarnial. muntah 7x sedikit-sedikit.

kehilangan garam (natrium) dan air secara cepat, yang sangat penting untuk hidup. Jika air dan garam tidak digantikan cepat, tubuh akan mengalami dehidrasi. Kematian terjadi jika kehilangan sampai 10% cairan tubuh. Diare timbul akibat dari mekanisme dasar yaitu gangguan osmotik, gangguan sekresi dan gangguan motilitas usus. Penyebab diare terbagi menjadi 4 faktor, yaitu faktor infeksi terbagi menjadi 2 yaitu infeksi eneral dan infeksi parenteral. Infeksi interal adalah infeksi yang berasal dari saluran pencernaan itu sendiri sebagai penyebab utama diare. Sedangkan untuk parenteral adalah adanya faktor diluar sistem pencernaan yang mengakibatkan timbulnya diare, yaitu seperti Otitis Media Akut, Tonsilofaringitis dan lainnya, untuk infeksi pareneteral terutama terjadi pada anak berumur dibawah 2 tahun. Faktor malabsorbsi terbagi menjadi 3, yaitu: a. Malabsorbi karbohidrat (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida(intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak dibawah 2 tahun diare terjadi akibat intoleransi laktosa. b. Malabsorbsi lemak dan yang terakhir c. Malabsorbsi protein. Faktor makanan yang terpenting adalah kualitas makanan yang diberikan. Makanan basi atau beracun dapan menyebabkan diare. Pada beberapa anak alergi makanan juga dapat memicu timbulnya diare. Faktor psikologis rasa takut dan cemas dapat menimbulkan diare, terutama pada anak yang lebih besar. a. Untuk menanggulangi kejang ada 6 faktor yg perlu dilakukan, yaitu: Mengatasi kejang dengan memberikan diazepam yang disesuaikan dosisnya dengan berat badan, yaitu untuk anak dengan berat < 10kg maka diberikan 5mg/supp, anak dengan berat > 10kg maka diberikan 10mg/supp. Hati-hati dalam pemberian diazepam, karena efek samping yang diberikan berupa penekanan pada pusat pernafasan.1 - Pengobatan penunjang yaitu dengan menjaga kondisi vital pasien. Membuka pakaian yang melekat ketat, memposisikan kepala miring agar tidak terjadi aspirasi apabila pasien tiba-tiba muntah. Mengecek fungsi vital tubuh/vital sign. - Pengobatan rumat adalah pengobatan yg diberikan setelah pemberian diazepam. Obat yang dipilih adalah yang memiliki onset yang lama yaitu fenobarbital dengan dosis 5mg/kgBB dibagi menjadi 2 dosis. Namun hati-hati dalam penggunakan fenobarbital dalam jangka waktu panjang, yaitu perubahan sifat anak menjadi hiperaktif , perubahan siklus tidur (mengantuk). b. Untuk penanggulangan diare, dilakukan lima lintas diare, yaitu: Memperbaiki hidrasi cairan dengan memberikan cairan rehidrasi dengan tetesan sebagai berikut: anak < 1tahun, 30cc/1 jam pertama dilanjutkan dengan 70cc/5jam. Anak > 1tahun, 30cc/30menit dilanjutkan dengan 70cc/2,5jam. - Nutrisi, pemberian nutrisi sangat penting pada anak diare, untuk mencegah kemungkinan anak kekurangan nutrisi diakibatkan oleh diare. - Pemberian zinc, diberikan sampai dengan 10 hari walaupun anak sudah tidak diare lagi, hal ini dilakukan karena zinc dipercaya mampu memberikan pertahanan terhadap serangan ulang diare. - Antibioti spektrum luas, diberikan untuk mengobati diare yang disebabkan bakteri. Namun penggunaan antibiotik perlu hati-hati untuk mencegah kemungkinan terjadinya diare yang disebabkan oleh antibiotik. Edukasi, berikan ibunya pendidikan tentang penanganan anak diare dirumah, diajarkan untuk mengetahui cara pembuatan cairan rumatan dirumah. Referensi 1. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI 2007. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. Bagian IKA FK UI ; Jakarta 2. Nia Karia, dr. Sp A., M.Kes. PDF Kejang Pada Anak. Di download pada tanggal 6 November 2010 3. Bambang Edi, dr. Sp A. Studi Guide Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY; Yogyakarta 4. http: //www.med.umich.edu/1libr/pa/pa_diarrhbr_hhg.hmt Penulis Farida Aryani. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY. RSUD Setjonegoro. Wonosobo

Gambaran Klinis dan Penatalaksanaan ODS Hordeolum Palpebra Superior et Inferior pada Anak Laki-laki Usia 1 tahun
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 05:03 Abstrak Hordeolum adalah suatu peradangan supuratif pada kelenjar Zeiss atau kelenjar Moll atau kelenjar Meibom yang kebanyakan disebabkan oleh bakteri stafilokokus, umumnya Stafilokokus aureus (Ilyas, 2004), dan jarang disebabkan oleh Streptokokus. Seorang anak lakilaki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Keywords : ODS, hordeolum, palpebra superior et inferior Isi Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Kurang lebih 2 bulan sebelum masuk rumah sakit timbul benjolan di bagian kelopak mata kanan, kemudian muncul benjolan di kelopak mata kiri. Anak tidak rewel, tidak demam, mata tidak merah, dan tidak berair. Sejak lahir pasien mempunyai riwayat sering belekan, yaitu sudah lima kali. Riwayat sakit serupa sebelumnya disangkal. Dalam keluarga tidak ada yang menderita keluhan yang sama. Di tempat tinggal pasien terdapat usaha pengumpul barang bekas / rongsok. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, kesadaran compos mentis (sadar penuh). Pemeriksaan tanda vital didapatkan nadi 144 x/menit, pernafasan 28 x/menit, suhu 36,3 oC. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata : super silia ODS simetris. Kelopak mata simetris, OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Apparatus lakrimalis ODS normal, bola mata ODS normal (pasangan sejajar, gerakan normal, ukuran normal), tekanan bola mata ODS normal, sklera ODS normal, kornea ODS (ukuran, kecembungan, limbus, permukaan) normal, kamera okuli anterior ODS (kedalaman normal, isi jernih), iris ODS (warna coklat, pasangan simetris, bentuk sirkuler), pupil ODS (ukuran ± 3 mm, bentuk lingkaran, tempat sentral, reflek direk +, reflek indirek +), lensa ODS jernih. Diagnosis ODS hordeolum palpebra superior et inferior Terapi • infus KaEN 1 B 12 tpm • amoxan syrup 3 x 1 cth • cendo ulcori • pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Diskusi Dalam kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Hordeolum adalah peradangan kelenjar yang sering terjadi dengan infeksi dari kuman Stafilokokus. Ditandai dengan pembengkakan terbatas (sirkumsrip) merah dan ada perlunakan yang akut. Ada pembentukan nanah yang lanjut menjadi abses (Ghozi, 2002). Gambaran Klinis Menurut Ilyas (2004) gambaran klinik hordeolum dapat dibagi menjadi gejala subjektif berupa rasa mengganjal dan rasa sakit yang akan bertambah jika menunduk dan gejala objektif berupa benjolan setempat, merah mengkilap, sakit bila ditekan, terletak di pangkal bulu mata. Gejala biasanya berawal sebagai pembengkakan terbatas (sirkumsrip) memerah dan nyeri bila di tekan. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu yang mengganjal di mata. Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak. Ditengah daerah yang membengkak sering kali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan. Bisa berbentuk abses yang cenderung pecah dan mengeluarkan nanah. Biasanya disertai dengan konjungtivitis (Vaughan & Asbury, 2000). Hordeolum terlihat tidak jelas, kemerahan, membengkak dan udematus, serta menimbulkan rasa gatal pada tepi

kelopak mata dekat ujung medial dan lateral. Batas/ujung hordeolum mencapai garis bulu mata ± 1 mm dari pinggir kelopak. Pembengkakan dan udem yang bertambah, disertai rasa gatal, akan memberikan rasa sakit. Setelah ± 1 minggu, hordeolum akan pecah, bagian tengah akan terlihat kuning kehijau-hijauan, memperlihatkan penampilan khas stafilokokus. Dengan ini penyembuhan dimulai dan berakhir dalam waktu ± 2 minggu (Miller, 1990). Hordeolum muncul secara tidak terduga dan berturut-turut. Kadang-kadang lebih dari satu hordeolum bisa muncul pada saat yang bersamaan pada kelopak mata yang sama (Philips, 1984). Penatalaksanaan Antibiotik diindikasikan bila dengan kompres hangat selama 24 jam tidak ada perbaikan, dan bila proses peradangan menyebar ke sekitar daerah hordeolum (Haryadi, 2011). 1. Antibiotika topikal Bacitracin atau tobramicin salep mata diberikan setiap 4 jam selama 7-10 hari. Dapat juga diberikan eritromicin salep mata untuk kasus hordeolum eksterna dan hordeolum interna ringan . 2. Antibiotik sistemik Diberikan bila terdapat tanda-tanda bakteremia atau terdapat tanda pembesaran kelenjar limfe di preaurikular. Pada kasus hordeolum internum dengan kasus yang sedang sampai berat, dapat diberikan chepalexin atau dicloxacilin 500 mg per oral 4 kali sehari selama 7 hari. Bila alergi penisilin atau chepalosporin dapat diberikan clindamicin 300 mg oral 4 kali sehari selama 7 hari atau klaritromycin 500 mg 2 kali sehari selama 7 hari (Haryadi, 2011). Pembedahan Bila dengan pengobatan tidak berespon dengan baik, maka prosedur pembedahan mungkin diperlukan untuk membuat drainase pada hordeolum (Haryadi, 2011). Kesimpulan Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Terapi yang diberikan pada kasus ini adalah infus KaEN 1 B 12 tpm, amoxan syrup 3 x 1 cth, cendo ulcori, pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. Daftar Pustaka Eva, P.R., Whitcher, J.P. 2007 Vaughan & Asbury Oftalmologi Umum. EGC, Jakarta. Ghozi, M., 2002 Buku Ajar Oftalmologi, Fakultas Kedokteran UMY, Yogyakarta. Haryadi, W., 2011 Hordeolum. Diakses pada tanggal 18 Desember 2011 dari http://www.docstoc.com/docs/42221138/Referat---Hordeolum Hollwhich, F. 1993 Oftalmology, 2nd ed. Binarupa Aksara, Jakarta. Ilyas, M. 2004 Ilmu Penyakit Mata, 3rd ed. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Mansur, A. 1999 Kapita Selekta Kedokteran, 3rd ed. Media Aesculapius, Jakarta. Miller, J.H. 1990 Parsons‘ Disease Of The Eye, Churchill Livingstone Ltd., New York. Philips, C.I. 1984 Basic Clinical Ophtalmology, Medical Division of Longman Group UK. Ltd., London.a Vaughan, D. G., Asbury, T., Eva, P.R., 2000 Ophtalmologi Umum, 14th ed. EGC, Jakarta. Wijana, N.S.D. 1993 Ilmu Penyakit Mata 3rd ed. FKUI, Jakarta. Meila Supeni, Bagian Ilmu Penyakit Mata, RSUD Temanggung, Jawa Tengah

Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 04:56 Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia Abstrak Anestesi regional adalah suatu tindakan anestesi yang menggunakan obat analgetik lokal untuk menghambat hantaran saraf sensorik, sehingga impuls nyeri dari suatu bagian tubuh diblokir untuk sementara. Fungsi motorik dapat terpengaruh sebagian atau seluruhnya, sedang penderita tetap sadar. Anestesi

55. anemia Isi Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun). Kesimpulan : Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant (riwayat implant 21 tahun) dengan keluhan keluar darah banyak. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. Keywords : anestesi spinal.spinal ( anestesi lumbal. memudahkan melakukan pemberian pernafasan buatan. Hb turun 7. Tanda-tanda vital TD 100/70 mmHg. mioma uteri. uterus sebesar telur bebek. Pasien P1A0 usia 38 tahun datang dengan keluhan keluar darah banyak. mual dan muntah menunjukkan adanya stimulasi narkotik pada pusat muntah di medulla.3. Keadaan umum cukup.25%-0. pungsi lumbal dilakukan dengan penyuntikan jarum lumbal no. Hal ini akan lebih berta lagi bila digunakan pada pasien dengan hipovolemia. respirasi 20x/menit. menghasilkan analgesia pra dan pasca bedah. yang terakhir ditembus adalah durameter subarachnoid. prongkol – prongkol sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Teknik anestesi • Perlu mengingatkan penderita tentang hilangnya kekuatan motorik dan berkaitan keyakinan kalau paralisisnya hanya sementara. jumlah limfosit turun 17. L3-L4. kesan menyokong gambaran mioma uteri. 23. Keadaan umum sedang. Hmt turun 24. • Pasang infuse. Pethidin dapat menyebabkan vasodiatasi perifer. pemeriksaan VT : V/U tertutup. Diagnosis suspek myoma uteri. minimal 500 ml cairan sudah masuk saat menginjeksi obat anestesi local. infuse 500-1000 ml NaCl atau hemacel cukup untuk memperbaiki tekanan darah. 26 pada bidang median dengan arah 10-30 derajat terhadap bidang horizontal kea rah cranial pada ruang antar vertebra lumbalis yang sudah dipilih. Akan .7. posisi duduk akan lebih mudah untuk pungsi. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. mengurangi kebutuhan anestesi. • Setelah stilet dicabut. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. jika terjadi hipotensi diberikan oksigen nasal dan ephedrine IV 5 mg. Nadi 80x/menit.6 mmHg.5 celcius. jumlah netrofil naik 79. Diagnosis Mioma uteri Terapi • Transfusi PRC IV kalf • SF 2 x 1 • Ca Glukonas • Operasi Diskusi Dalam kasus ini pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun). blok subarachnoid ) dihasilkan bila kita menyuntikkan obat analgetik lokal ke dalam ruang subarachnoid di daerah antara vertebra L2-L3 / L3-L4 (obat lebih mudah menyebar ke cranial) atau L4-L5 (obat lebih cenderung berkumpul di kaudal).5%) dikombinasi dengan adrenalin 1:200. Posisi tidur dapat mengurangi efek tersebut. Keuntungan penggunaan obat ini adalah memudahkan induksi. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS. L5-S1 • Setelah tindakan antiseptic daerah pungung pasien dan memakai sarung tangan steril. dan dapat diantagonis dengan naloxon. Pemeriksaan kepala : mata anemis (+). Obat ini terutama digunakan untuk anestesi dareah luas (larutan 0. Obat yang dipakai untuk kasus ini adalah Bupivakain Bupivakain (Decain. kesadaran compos mentis. L4-L5. tampak pucat. 25. cairan LCS akan menetes keluar. Cabut jarum. jumlah eritrosit turun 2. Jarum lumbal akan menembus berturut-turut beberapa ligament. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS. Marcain) adaah derivate butil yang 3 kali lebih kuat dan bersifat long acting (5-8 jam). prongkol-prongkol.000. Pethidin Pethidin merupakan narkotik yang sering digunkan untuk premedikasi. Asisten harus membantu memfleksikan posisi penderita. suhu 36. porsio mecucu. Pemeriksaan laboratorium Hb turun 7. • Posisi lateral dekubitus adalah posisi yang rutin untuk mengambil lumbal pungsi. sehingga dapat menyebaban hipotensi orthostatic. Juga dapat menyebabkan depresi pusat pernapasan di medulla yang dapat ditunjukkan dengan respon turunnya CO2. Pemeriksaan USG. • Inspeksi : garis yang menghubungkan 2 titik tertinggi Krista iliaka kanan kiri akan memotong garis tengah punggung setinggi L4-L5 • Palpasi : untuk mengenal ruangan antara 2 vertebra lumbalis • Pungsi lumbal hanya antara L2-L3.6 mmHg. 22 lebih halus no. • Monitor tekanan darah setiap 5 menit pada 20 menit pertama. Selanjutnya disuntikkan larutan obat analgetik local ke dalam ruang subarachnoid. Derajat relaksasinya terhadap otot tergantung terhadap kadarnya. tutup luka dengan kasa steril. tetapi bila kesulitan.

2. Tohaga E. A guide to spinal anaesthesia for caesarean section. Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal. RSUD Temanggung. inspeksi dalam batas normal. Caesarean section (editorial). ethmoidektomi Diskusi Dalam kasus ini pasien wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala.dilakukan histerektomi setelah perbaikan Hb dengan spinal anestesi. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. Pemeriksaan hidung dan sinus paranasal. jumlah trombosit meningkat 467. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. Pasien mengeluh penciuman agak berkurang. kesadaran compos mentis. Didapat dari : URL. Riwayat berobat ke dokter dan diberi asam mefenamat. pasien juga sering merasa terdapat dahak di tenggorokan. Tanda-tanda vital TD 110/60 mmHg. dan ethmoidalis dekstra. Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. Semarang : 1998 Meila Supeni. : http://www.oyston. Satu minggu sebelum ke RS.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:53 Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Abstrak Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal. Kriteria Minor • .2. Pemeriksaan CT Scan kesan sinusitis sphenoidalis bilateral.org. 1 Maret 2006 (diakses tanggal 16 Mei 2012). Jawa Tengah Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Dibuat oleh: Meila Supeni. Diagnosis Sinusitis Penegakkan diagnosis sinusitis secara umum : 1. Oyston J. maksilaris bilateral. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan teori. Didapat dari : URL. nyeri kepala dirasakan sejak 2. respirasi 24x/menit. Nadi 100x/menit. Nyeri kepala dirasakan pada bagian atas dan depan. Kalnex 500 mg/8jam Operasi CWL dekstra.3 celcius. dan bila pusing pasien meminum obat tersebut. Riwayat sering terpapar bahan-bahan pestisida dan asap rokok (+). sinusitis. Pemeriksaan laboratorium jumlah leukosit meningkat 13.5 tahun yang lalu. multisinusitis Isi Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala. Keluhan dirasakan sejak 2. Oktober 2000 (diakses tanggal 16 Mei 2012) 3. suhu 36. Pasien sering flu dan alergi terhadap dingin dan debu. Dua minggu sebelum datang ke RS. Keywords : rhinitis. Diagnosis Multisinusitis Terapi Infus RL 20 tpm Inj. telinga kanan kadang-kadang berdengung. Kriteria Mayor • Sekret nasal yang purulen • Drenase faring yang purulen • Purulent post nasal drip • Batuk • Foto rontgen (Water‘s radiograph atau air fluid level) : penebalan lebih 50% dari antrum • Coronal CT scan : penebalan atau opaksifikasi dari mukosa sinus 2. NAW sinistra. pingsan dua kali. Rhinoskopi anterior : konka hipertrofi (+). Bagian Ilmu Anestesi.com. Cefotaxim 1 gr/12 jam Inj. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri. keluhan bertambah berat yaitu nyeri kepala.5 tahun yang lalu. Keadaan umum sedang. : http://www. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri. Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala pada kepala bagian atas dan depan. hiperemi (+). palpasi nyeri tekan hidung dan sinus paranasal (-). penciuman agak berkurang. flu. sejak 1 minggu sebelum datang ke RS.wikipedia. Daftar Pustaka 1. mukosa edem (+). Kalmethason 1 gr/8 jam Inj. Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. Hubungan antara dosis preload dengan perubahan tekanan darah pada operasi dengan teknik anestesi spinal.

. Ed: 6. Pengobatan infuse RL 20 tpm. tidak ada rasa nyeri pada saat BAK. Riwayat alergi debu dan dingin.irigasi sinus maksila. Jawa Tengah Penegakan Diagnosis apendicitis akut Dibuat oleh: Anita Permatasari. Feses ini mengeras seperti batu dan disebut fecalith. B. penciuman agak berkurang. Iskandar. dan ethmoidalis dekstra. 2001. Kepala. BAK lancar. Satu bulan yang lalu nyeri pada perut kanan bawah sudah pernah dialami pasien. Diagnosis dan penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Pemeriksaan CT scan kesan. mencegah komplikasi . Nyeri akan bersifat tajam dan lebih jelas letaknya sehingga berupa nyeri somatik setempat. Cefotaxim 1 gr/12 jam. BAB kotoran keras. Adams. Rasa nyeri perut ini dirasakan sejak dua hari yang lalu. Isi Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan rasa nyeri pada perut kanan bawah. EA. Leher. Diakses tanggal 18 Oktober 2011 Highler. steroid oral / topikal . imunoterapi. antibiotik yang dipilih adalah golongan penisilin seperti amoksisilin. antara lain 1. Prinsip : Membuka sumbatan di KOM sehingga drainase dan ventilasi sinus pulih secara alami. Jakarta: FK UI Meila Supeni. Pada awalnya rasa nyeri dirasakan di daerah ulu hati. Nyeri abdominal. operasi CWL dekstra. maksillaris bilateral. Burney). tidak disertai darah. Jakarta : EGC Soepardi. inj. pasien berobat ke puskesmas dan rasa nyeri hilang setelah minum obat. warnanya kuning seperti biasa. hiperemi (+). Appendicitis pada umumnya disebabkan oleh obstruksi dan infeksi pada appendix. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga. RSUD Temanggung. Kesimpulan Wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala. Bagian Ilmu THT. Riwayat sering terpapar bahan pestisida dan asap rokok. Kalmethason 1 gr/8jam. tindakan operatif. Ed: 5. mual. kemudian dirasakan bertambah nyeri terutama di perut bagian kanan bawah. Pasien merasa nafsu makannya agak berkurang. Tenggorok. jika sudah resisten dapat dipilih amoksisilin – klavulanat atau jenis sefalosporin generasi 2. P. Nyeri ini merupakan gejala klasik appendicitis. Pasien tidak mengeluhkan gangguan BAK.. Mula-mula nyeri dirasakan samarsamar dan tumpul yang merupakan nyeri viseral di daerah epigastrium atau sekitar umbilicus. merasa terdapat dahak di tenggorokan. Kalnex 500 mg/8jam. Peradangan ini pada umumnya disebabkan oleh infeksi yang akan menyumbat appendix.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:39 Abstrak Appendicitis adalah suatu peradangan pada appendix. tidak ada darah). 1997. 2009. Hidung. NAW sinistra.pencucian rongga hidung dengan NaCl / diatermi . Patofisiologi.. dan muntah. tidak ada lendir. disertai demam. mukosa edem (+). Pasien mengeluhkan susah buang air besar (sudah 3 hari sulit BAB.Edem periorbital • Sakit kepala • Nyeri di wajah • Sakit gigi • Nyeri telinga • Sakit tenggorok • Nafas berbau • Bersin-bersin bertambah sering • Demam • Tes sitologi nasal (smear) : neutrofil dan bakteri Kemungkinan terjadinya sinusitis jika : Gejala dan tanda : 2 mayor 1 minor dan ≥ 2 kriteria minor Terapi Tujuan terapi sinusitis : mempercepat penyembuhan . diberikan 10 – 14 hari meskipun gejala klinik sudah hilang . ethmoidektomi. sinusitis sphenoidalis bilateral. Pemeriksaan rhinoskopi anterior konka hipertrofi (+). analgetika mukolitik . antihistamin. Bila . Antibiotik dan dekongestan . Setelah beberapa jam nyeri berpindah dan menetap di abdomen kanan bawah (titik Mc. Daftar Pustaka Etiologi.. Diagnosis Appendisitis Akut Diskusi Gejala Klinis Gambaran klinis yang sering dikeluhkan oleh penderita. dan Penatalaksanaan Sinusitis. inj. Beberapa keadaan yang dapat berperan sebagai faktor pencetus antara lain sumbatan lumen appendix oleh mukus yang terbentuk terus menerus atau akibat feses yang masuk ke appendix yang berasal dari secum. inj. N. mencegah perubahan menjadi kronik.

Nyeri tekan di Mc. 5.psoas dengan cara penderita dalam posisi terlentang. De jong. Selain itu juga dapat menunjukkan komplikasi dari appendicitis seperti bila terjadi abses.3biasanya tubuh belum panas.terjadi perangsangan peritoneum biasanya penderita akan mengeluh nyeri di perut pada saat berjalan atau batuk. W. Karena gejala yang tidak spesifik ini sering diagnosis appendicitis diketahui setelah terjadi perforasi . Burney didapatkan tanda-tanda peritonitis lokal yaitu: . Anita Permatasari. Pemeriksaan ini dilakukan terutama pada anak-anak . Anak sering tidak bisa melukiskan rasa nyerinya. CA. Hamami. Suhu biasanya berkisar 37.Nyeri lepas. AH. 3. 6. Helwick. penderita disuruh hiperekstensi atau fleksi aktif. defans muscular mungkin tidak ada. Edisi Revisi. . Kolon. Obstipasi dan diare pada anak-anak. 4. Peristaltik dapat hilang karena ileus paralitik pada peritonitis generalisata akibat appendicitis perforata. Psoas sign (+) bila terasa nyeri di abdomen kanan bawah . Stase Ilmu Bedah. Gale Encytopedia of medicine. Kembung sering terlihat pada penderita dengan komplikasi perforasi.-38. yang ada nyeri pinggang . Dengan USG dapat dipakai untuk menyingkirkan diagnosis banding seperti kehamilan ektopik. akan terasa sakit pada perut kanan bawah . terutama pada wanita. 2. 1997. Penonjolan perut kanan bawah bisa dilihat pada massa atau abses appendiculer . dkk. Appendicitis. Pemeriksaan Laboratorium . Jakarta. Gejala awalnya sering hanya rewel dan tidak mau makan. Psoas Sign Dilakukan dengan rangsangan m. Obturator sign (+) bila terasa nyeri di perut kanan bawah . htm. Demam. Nafsu makan menurun. Pemeriksaan Penunjang 1. bila belum ada komplikasi C. lalu dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul. Rovsing Sign Perut kiri bawah ditekan. Buku Ajar Ilmu bedah. Laparoscopi Yaitu suatu tindakan dengan menggunakan kamera fiberoptic yang dimasukkan dalam abdomen. adnecitis dan sebagainya. Usus Halus Appendiks. USG Bila hasil pemeriksaan fisik meragukan. Defans muscular menunjukkan adanya rangsangan peritoneum parietal. EGC. 2. Barium enema Yaitu suatu pemeriksaan X-Ray dengan memasukkan barium ke colon melalui anus. Pada appendix letak retroperitoneal. Inspeksi Kadang sudah terlihat waktu penderita berjalan sambil bungkuk dan memegang perut. Defans muscular lokal. hal 865-75. 3. terjadi bila sudah ada komplikasi. Pada inspeksi perut tidak ditemukan gambaran spesifik. leukosit dan bakteri di dalam urin. 4. 3. RSUD. Pemeriksaan Fisik 1. 2. Yogyakarta . 2. juga bila dicurigai adanya abses. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan komplikasi-komplikasi dari appendicitis pada jaringan sekitarnya dan juga untuk menyingkirkan diagnosis banding. LED akan meningkat . Referensi 1. appendix dapat divisualisasikan secara langsung. Bila pada saat melakukan tindakan ini didapatkan peradangan pada appendix maka pada saat itu juga dapat langsung dilakukan pengangkatan appendix. Abdominal X-Ray Digunakan untuk melihat adanya fecalith sebagai penyebab appendicitis. dan Anorektum. Tanda-Tanda Khusus 1. dapat dilakukan pemeriksaan USG.Pemeriksaan urin : untuk melihat adanya eritrosit. . Mual-muntah biasanya pada fase awal. Jogja. Pemeriksaan ini sangat membantu dalam menyingkirkan diagnosis banding seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal yang mempunyai gejala klinis yang hampir sama dengan appendicitis . Pada appendicitis pelvika akan didapatkan nyeri terbatas sewaktu dilakukan colok dubur. Pada appendicular infiltrat. tungkai kanan lurus ditahan pemeriksa. Penderita tampak kesakitan. Obturator Sign Dilakukan dengan menyuruh penderita tidur terlentang.7 Gejala appendicitis akut pada anak tidak spesifik. 2.Pemeriksaan darah : akan didapatkan leukositosis pada kebanyakan kasus appendisitis akut terutama pada kasus dengan komplikasi. R. Pemeriksaan Colok Dubur Akan didapatkan nyeri kuadran kanan pada jam 9-12. Burney. 5. CTScan Dapat menunjukkan tanda-tanda dari appendicitis. Palpasi Dengan palpasi di daerah titik Mc.Tehnik ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum. 3. Auskultasi Peristaltik usus sering normal. dalam Sjamsuhidajat.

Beberapa faktor penyebab demam tifoid masih terus menjadi masalah kesehatan penting di negara berkembang meliputi pula keterlambatan penegakan diagnosis pasti. biasanya mulai dengan demam tidak tinggi yang makin hari makin meninggi. Penularan penyakit tifoid ini melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman Salmonella . muntah (46%).peran pemeriksaan penunjang Tubex TF dalam mendeteksi dini demam Tiphoid Dibuat oleh: Anita Permatasari. kesadaran compos mentis GCS E4V5M6. kesehatan lingkungan. Gejala klinis pada penderita: 1. Pemeriksaan yang dapat dijadikan alternatif untuk mendeteksi penyakit demam typhoid lebih dini adalah mendeteksi antigen spesifik dari kuman Salmonella (lipopolisakarida O9) melalui pemeriksaan IgM Anti Salmonella ( Tubex TF).Demam Tiphoid Diskusi Pemeriksaan penunjang USG. dan bervariasi dari gejala seperti flu ringan sampai tampilan sakit berat dan fatal yang mengenai banyak sistem organ. muntah. sumber air dan sanitasi yang buruk serta standar higiene industri pengolahan makanan yang masih rendah. Klinis: panas (100%). somnolen (5%).Gambaran klinis demam tifoid seringkali tidak spesifik. Diagnosis pelvimetri radiologik. sehingga hasil tes Widal negatif bukan berarti dapat dipastikan tidak terjadi infeksi.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:25 Abstrak Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan yang penting di negara berkembang. Panas terutama dirasakan pada sore menuju malam hari. Pemeriksaan fisik: Kesadaran delirium (16%). dan lidah kotor dengan tepi kemerahan. Pemeriksaan laboratorium yang selama ini banyak dilakukan adalah pemeriksaan serologis yaitu Widal tes. kepadatan penduduk. anoreksia (88%). bising usus (+) normal. Diagnosis demam tifoid secara klinis seringkali tidak tepat karena tidak ditemukannya gejala klinis spesifik atau didapatkan gejala yang sama pada beberapa penyakit lain pada anak. Gejala pencernaan dapat berupa obstipasi / sulit buang air besar. 2. Penegakan diagnosis demam tifoid saat ini dilakukan secara klinis dan melalui pemeriksaan laboratorium. Penyakit ini biasanya mewabah pada musim hujan. Demam tifoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan olehSalmonella typhi . dan lemah. dan antibodi H muncul pada hari ke 10-12). Keluhan dan gejala Demam Tifoid tidak khas. dan keluhan susunan saraf pusat. sehingga dalam penegakan diagnosis diperlukan konfirmasi pemeriksaan laboratorium. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kesan umum tampak berbaring. pemeriksaan abdomen supel. Selain itu pasien mengeluh mual dan muntah beberapa kali. mual. memberikan hasil negatif sampai 30% dari sampel biakan positif penyakit tifus. Pemeriksaan ini lebih spesifik lebih sensitive. dan diare (31%). hepatomegali (67%). sehingga pada minggu ke 2 panas tinggi terus menerus terutama pada malam hari. splenomegali (7%). obstipasi (43%). sopor (1%). pasien sudah meminum obat penurun panas tetapi tidak kunjung sembuh. dan kembung. lidah kotor (54%). Hal ini menunjukkan perlunya pemeriksaan penunjang laboratorium untuk konfirmasi penegakan diagnosis demam tifoid. Isi Seorang laki-laki datang ke rumah sakit dengan keluhan panas sejak 6 hari yang lalu. gangguan fungsi usus. dan terdapat nyeri tekan di ulu hati dan perut sebelah kanan atas. meteorismus (66%). dan lebih praktis untuk deteksi dini infeksi akibat . Kelemahan pemeriksaan ini adalah sensitivitas yang kurang. Secara klinis gambaran penyakit Demam Tifoid berupa demam berkepanjangan. Penyakit ini juga merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena penyebarannya berkaitan erat dengan urbanisasi. Pemeriksaan ini mengukur kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen O dan H dalam darah (antigen O muncul pada hari ke 6-8. terutama pada minggu pertama sakit. nyeri perut (49%). Panas lebih dari 7 hari. diare.

Diagnosis Demam Tifoid dengan Pemeriksaan Tubex. etiologinya dan derajat dehidrasinya. typhi dalam sampel. Didiagnosis diare cair akut desentriform dengan leukositosis. Frekuensi defekasi sehari serta kira-kira banyaknya feses setiap . Pramita Lab. Diare sehari >5x. • Mempunyai sensitivitas yang tinggi terhadap kuman Salmonella ( > 95 %). Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Jogja. Yogyakarta Anita Permatasari. Keunggulan pemeriksaan TUBEX TF : • Mendeteksi secara dini infeksi akut akibat Salmonella typhi. Kemudian masukan serum 45 µl kedalam rak tubex 3. shake pada tubex TF selama 2 menit 6. Yogyakarta. Hasil dibaca secara visual dengan membandingkan warna akhir reaksi terhadap skala warna. Lakukan pembacaan pada tubex color scale setelah 5 menit Kesimpulan • Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru. • Metode Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI) memungkinkan pengoperasian semudah Widal serta secanggih ELISA. cair ampas. Isi Pasien demam sejak 7 hari yang lalu. Referensi 1. Stase Ilmu Penyakit Dalam. lendir (+). Diare cair akut adalah buang air besar lembek dan cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih dari 3 kali atau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam dan berlangsung kurang dari 14 hari. 4. 2010. Diskusi Cara mendiagnosis pasien diare adalah dengan menentukan 3 hal yaitu persistensinya. 2010. Deteksi Dini Demam Typhoid dengan Tubex TF. • Hanya dibutuhkan sample darah sedikit. Diakses dari http://www. darah (+).kuman Salmonella typhi. • Dengan pemeriksaan Tubex TF diharapkan diagnosis demam typhoid dapat ditegakkan lebih dini sehingga pengobatan yang tepat dapat segera diberikan. Tingkat inhibisi yang dihasilkan adalah setara dengan konsentrasi antibodi Ig M S. Felix. Post mondok RS 2 hari. Nathan.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:23 Abstrak Diare dapat didefinisikan sebagai meningkatnya frekuensi buang air besar dan berubahnya konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair. Makan dan minum seperti biasanya. • Hasil dapat diperoleh lebih cepat. Tambahkan 90 µl blue reagen. Alat dan Bahan: Tubex TF rapid typhoid detection Tubex color scale Tubex TF Brown reagen Blue reagen Serum Prosedur Kerja: 1. TUBEX TF adalah sustu test diagnostic invitro semi kuantitatif <10 menit untuk deteksi Demam Tifoid akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Diagnosis Diare Cair Akut Desentriform dengan leukositosis. dengan demikian dapat menurunkan angka kematian akibat kompikasi demam typhoid. RSUD. Yogyakarta penanganan Diare Cair Akut Dibuat oleh: Anita Permatasari.com/doc/24896159 3. Tubex TF Prinsip: Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru. 2.scribd. selanjutnya ikatan inhibisi tersebut di sparasikan oleh suatu daya magnetic. Tinjauan Tubex TF Sebagai Alat Diagnostik Penunjang pada Demam Typhoid. Afiani. Homogenkan dan diamkan selama 2 menit 5. Arina. Dari anamnesis yang harus ditanyakan adalah adanya diare berlangsung akut atau kronik. karena antibody IgM muncul pada hari ke 3 terjadinya demam. Hasil dibaca secara visual terhadap suatu skala warna. • Tubex mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang baik. melalui deteksi spesifik adanya serum antibodi Ig M tersebut dalam menghambat ( inhibisi ) reaksi antara antigen berlabel partikel latex magnetic ( reagen warna coklat ) dan monoklonal antibodi berlabel latex warna ( reagen warna biru ). Tambahkan 45 µl brown reagen 4. 2011. A. Irasfan. 2009. I. setelah pulang panas lagi.

rasa haus yang nyata. perlu ditanyakan mengenai keluhan-keluhan lain yang menyertai diare misalnya terdapat muntah. Dukungan nutrisi Makanan tetap diteruskan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat. kencing berkurang. Menentukan oralit untuk 3 jam pertama Jumlah oralit yang diperlukan =75ml/kgBB Umur Sampai 4 bln 4 – 12 bln 12 – 24 bln 2 – 5 thn BB < 6 kg 6 – 10 kg 10 – 12 kg 12 -19 kg Jml cairan 200 – 400 400 . Dilakukan pemeriksaan pada keadaan umum pasien. Beri makanan untuk mencegah kurang gizi d. sesak nafas. lendir dalam tinja. Klorida 65 mmol/L. gangguan kesadaran.V segera Larutan I. atau sesuai dengan kelainan yang ditemukan b. rehidrasi disesuaikan dengan derajat dehidrasi. berikan 70 ml/kg dalam <12 bulan 1 jam (*) 5 jam 12 bulan 30 menit (*) 2.9% Pemberian : 100ml/kgBB Pertama. baunya (busuk/anyir). makan atau minum sedikit. Sesuai dengan anjuran WHO saat ini dianjurkan penggunaan CRO dengan formula baru yaitu dengan komposisi Natrium 75 mmol/L. Anak > 1 tahun dengan BB . ASI tetap diberikan selama terjadinya diare pada diare cair akut maupun pada diare akut berdarah dan diberikan dengan frekuensi lebih sering dai biasanya. jika RL tidak tersedia dapat diganti NaCl 0. mata (palpebra). anak harus segera dibawa ke petugas kesehatan. untuk pengganti nutrisi yang hilang serta mencegah agar tidak menjadi gizi buruk. Adanya perbaikan nafsu makan menandakan fase kesembuhan. lecet di dubur. Mulai berikan cairan I. Beri tablet zinc 10 hari Setelah 3 jam. apabila disertai dengan tenesmus seringkali khas untuk amebiasis intestinal. Sitrat 10 mmol/L. lemas. Selain rasa mulas. Glukosa 75 mmol/L. Edukasi Bawa anak kepada petugas kesehatan jika anak tidak membaik dalam 3 hari atau menderita : demam.V secara cepat yang diikuti dengan rehidrasi oral a. kuah sayur atau sup. air mata.ulangi penilaian dan klasifikasikan kembali derajat dehidrasinya. tenesmus serta kolik. konsistensi tinja. Pemeriksaan fisik yang harus dilakukan adalah memeriksa pasien untuk menetukan derajat dehidrasi. Pilih rencana terapi yang sesuai untuk melanjutkan pengobatan Plan C ( penderita diare dengan dehidrasi berat) Anakanak dengan dehidrasi berat harus diberi rehidrasi I. buang air besar cair lebih sering. Total osmolaritas 245 mmol/L. dan sebagainya. hijau. Anak > 1 tahun dan anak < 1 tahun dengan BB < 7 kg Jenis makanana : • Susu (ASI. tinja berdarah. Rawat jalan Plan B (penderita diare dengan dehidrasi tak berat) a. Pengobatan dietatik a. e. Konsistensi tinja yang cair dengan warna seperti air cucian beras mungkin mengarahkan diagnosis pada kolera.kali BAB. misal LLM) • Makanan setengah padat (bubur susu) atau makanan padat (nasi tim) • Susu khusus. Bila terjadi dehidrasi. Lanjutkan ASI selama anak mau c.ubun-ubun besar. Menunjukkan pada orang tua cara pemberian oralit Minum sedikit-sedikit tapi sering Jika anak muntah. tunggu 10 menit. Dasar penatalaksanaan pada pasien diare 1. susu formula rendah laktosa dan asam lemah tak jenuh.V terbaik adalah RL. Beri tablet zinc c. jika terdapat dehidrasi pada anak. kuning. Berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi b.700 700 – 900 900-1400 b. Anak umur 6 bulan keatas sebaiknya mendapat makanan seperti biasanya. serta tinja disertai lender dan/atau darah. Rehidrasi Salah satu komplikasi diare yang paling sering terjadi adalah dehidrasi. urin. muntah terus menerus. Kalium20 mmol/L. turgor kulit. selaput lendir. Kemudian lanjutkan lagi dengan lebih lambat. warnanya (hitam seperti the. Mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari memberikan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti air tajin. karena kombinasi gula dan garam dapat meningkatkan penyerapan cairan di usus. tinja lembek yang disertai lender dan darah. Plan A (penderita diare tanpa dehidrasi) a. yaitu susu yang tidak mengandung laktosa. kejang. Cairan Rehidrasi Oral (CRO) yang dianjurkan WHO selama 3 dekade terakhir ini menggunakan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa telah berhasil menurunkan angka kematian akibat dehidrasi pada diare. putih). berikan 30 ml/kg dalam Selanjutnya.5 jam (*) ulangi kembali jika denyut nadi radial masih lemah / tidak teraba 2. Cari adanya darah.

air mata tidak ada. tidak ada ruam kemerahan maupun petekie. Anonim. Kesimpulan Dari anamnesis diperoleh pasien BAB cair > 10 x / hari. makan atau minum sedikit. Untuk anak-anak yang lebih besar. akan memperpanjang lamanya diare karena akan mengganggu keseimbangan flora usus dan Clostridium defficile yang akan tumbuh dan menyebaban diare sulit disembuhkan. menderita campak pada 6 bulan terakhir. Diare 5. Suplementasi zinc Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut. mukosa mulut kering. Hassan. Anonim. lendir (-). Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Dr. Dari hasil anamnesis . Edukasi orang tua Nasehat kepada orang tua untuk segera membawa anak kembali kepetugas kesehatan jika ada demam. Pada pasien ini diberikan zinc 1 tablet karena umur pasien lebih dari 6 bulan. cubitan pada kulit perut kembalinya agak lambat. BAB cair ampas berwarna kuning. Referensi 1. untuk bayi tablet zinc dapat dilarutkan dengan air matang. Muntah 2x setelah makan dan minum. 2008. Antibiotik selektif Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare cair akut kecuali dengan indikasi yaitu pada diare berdarah dan kolera. serta dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. tinja berdarah.medicastore. Pemberian antibiotic yang tidak rasional. diare makin sering atau belum membaik dalam 3 hari. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. Stase Ilmu Kesehatan Anak.dan disentri yang disertai dengan komplikasi. Tunjukkan cara penggunaan tablet zinc kepada orang tua dan meyakinkan bahwa pemberian tablet zinc harus diberikan selama 10-14 hari berturut-turut meskipun anak sudah sembuh. mata agak cekung. Serta zinc berperan dalam menjaga keutuhan epitel usus. 3. dapat mengurangi lama dan beratnya diare dan dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. Dosis zinc : anak-anak < 6 bulan = 10 mg (1/2 tablet)/hari anak-anak > 6 bulan = 20 mg (1 tablet)/hari Cara pemberian tablet zinc. Rupeno. darah (-). dan perfusi jaringan baik. 2004. tampak rewel. DEPKES 2. adanya dehidrasi. muntah berulang. Hasil pemeriksaan darah rutin ada kecurigaan kearah infeksi bakterial dan anemia mikrositik hipokromik. Selain itu. 4. 2010. sangat haus. Infomedika. pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi sedang. Jogja. Alatas. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. Dr. usia < 1 tahun. 5. Zinc berperan dalam penguatan system imun. Indikasi rawat inap pada diare aut berdarah adalah malnutrisi.. dan turgor kulit sedang.00. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. zinc dapat dikunyah atau dilarutkan dalam air matang atau oralit. Ekstremitas hangat. Edisi 1. telah ditunjukkan bahwa zinc berperan penting dalam modulasi sel T dan sel B. 1985. Yogyakarta Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun . Hussein. IDAI.> 7 kg Jenis makanan : makanan padat atau makanan cair/susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah 3.com 4. atau oralit. Diakses dari www. perut kembung. Demam sejak hari sabtu jam 17. fungsi zinc pada diare yaitu dapat mengurangi lama dan beratnya diare. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia Anita Permatasari. WHO. pemeriksaan fisik serta pemriksaan penunjang dapat disimpulkan bahwa pasien Berdasarkan hasil anamnesis dapat disimpulkan.2008. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda dehidrasi yaitu anak tampak rewel. Cubitan kulit abdomen kembali sedang. Intoleransi laktosa. Panduan tatalaksana diare. Zinc juga dapat mengembalikan nafsu makan anak. Dari hasil pemeriksaan fisik menunukkan anak demam. RSUD. ASI. 1 hari SMRS.pemberian antibiotic yang tidak rasional akan mempercepat resistensi kuman terhadap antibiotik. air mata kering. Seharusnya diberikan infus RL 75 cc /kgbb dalam 3 jam. Zinc merupakan mikronutrien yang penting sebagai kofaktor lebih dari 90 jenis enzim. mukosa bibir tampak kering.

jumlah 1. lunak. RPD : Riwayat asma. muntah. nyeri ulu hati tidak dirasakan. TBJ = 1705 gram c) Pemeriksaan Dalam : v/u tenang. N = 92 x/menit. hipertensi. TFU : 23 cm. RPK :Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit dengan keluha yang sama. diabetes. diabetes. pandangan kabur. STLD negatif. datang dari UGD dengan rujukan dari BPS dengan keterangan PEB. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. ♀ /lahir mati/RS/4 bulan V. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. belum dalam persalinan Terapi Menejemen konservatif Infus RL Injeksi MgSO4 40% 8 gr (boka/boki) masing masing 4 gr / 10cc. Riwayat hipertensi pada kehamilan dibenarkan. t = 36. Pada kasus ini ibu dikatakan mengalami preeklampsia berat karena mengalami hipertensi. teraba 5/5 bagian Leopod IV : Konvergen His : Negatif. TFU setinggi setengah jarak pusat dengan processus xypoideus. Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu. Leopod II : Kanan → Teraba bagaian-bagian kecil janin Kiri → Teraba bagian panjang janin Leopod III : Teraba bagian bulat. kenceng kenceng belum dirasakan. b) Palpasi Leopod I : Teraba bagian besar. Hamil ini (29 minggu) Vital Sign : TD = 180/120 mmHg. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. lunak. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. Riwayat ANC : ANC dilakukan di rumah sakit. Riwayat penyakit asma. dilanjutkan 4 gr per 6 jam Injeksi Dexamethason 2 x 1 ampul Nifedipin 3 x 10 mg Observasi vital sign Observasi HIS dan DJJ Diskusi Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. membujur sesuai masa kehamilan. ♀/ lahir mati/RS/7 bulan III.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:50 Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun Abstrak Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. air ketuban negative Pemerikssan Laboratorium : Proteinuria : +++ Diagnosis PEB. belum masuk panggul. Riwayat toxoplasmosis baru diketahui sejak anak ke 3. Proteinuria terjadi karena pada preeclampsia permeabilitas pembuluh darah terhadap protein meningkat. bulat. DJJ = 140 x/menit. thoraks : C/P dbn. penyakit teori Kasus Seorang wanita. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. lender darah tidak ada. Mual. ♂/lahir mati/RS/8 bulan II. pusing. selaput ketuban negatif. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. PEB. hamil pre term. grandemultigravida.Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. gerak janin terasa. usia 40 tahun.5° C Kepala : palpebra edem -/-. Abdomen : dbn. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. Edema terjadi karena terjadi penimbunan cairan yang berlebihan dalam ruang interstitial. Riwayat obstetric : I. Pada preeklampsia terjadi perubahan pada ginjal .STATUS OBSTETRI a) Inspeksi perut membesar. servix tebal. Hipertensi terjadi sebagai usaha untuk mengatasi kenaikan tahanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat tercukupi. Pada preeklampsia dijumpai kadar aldosteron yang rendah dan konsentrasi prolaktin yang tinggi daripada kehamilan normal. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. keras. Kata kunci :preeklampsia. RR = 22 x/menit. dibelakang tidak ada pembukaan. penyakit jantung disangkal. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. diding vagina licin. akral : hangat. pasien merasa hamil 8 bulan. yaitu tekanan darahnya sebesar 170/110 mmHg dan disertai proteinuria +3. Aldosteron penting untuk mempertahankan volume plasma dan mengatur retensi air dan natrium. hipertensi dan penyakit jantung disangkal. ♀ /lahir mati/RS/6 bulan IV. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. air ketuban belum merembes. edem -/.

org/afp/20041215/2317. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. Edema paru merupakan penyebab utama kematian pada penderita preeklampsia dan eklampsia. Komplikasi ini terjadi sebagai akibat dekompensasio kordis kiri. Tanda lain dari preeklampsia berat yang tidak dijumpai pada kasus ini adalah : • Oliguria. 21st ed. • Gangguan visus : mata berkunang-kunang karena terjadi vasospasme.yang disebabkan oleh aliran darah kedalam ginjal menurun sehingga mengakibatkan filtrasi glomerulus berkurang atau mengalami penurunan. • Nyeri epigastrium atau nyeri pada kuadran kanan atas abdomen karena regangan selaput hati oleh perdarahan/ edema atau sakit akibat perubahan pada lambung. Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial.. Cunningham. 2003. mei 20) Penulis Mu‘allim Hawari. • Pertumbuhan janin terhambat ( IUGR ) Terapi preeklampsia berat menggunakan injeksi MgSO4 40% 8 gram (boka/boki). Toksemia Gravidarum. EGC.. • Edema paru dan sianosis. edema/ ablation retina. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. Diagnosis And Management Of Preeclampsia. Kata kunci : gagal ginjal kronis. program profesi pendidikan dokter. bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSUD Panembahan Senopati. Mochtar. Hal ini dapat diketahui dengan oftalmoskop.html. terapi rumatannya 4 gram tiap 6 jam selama 24 jam . injeksi dexamethasone 2 x 1 amp selama 24 jam. arteriosklerosis Kasus Seorang pasien usia 86 tahun datang dengan keluhan Perut terasa sebah. (2004). Wagner. Daftar pustaka 1. Jilid I edisi II. Williams Obstetrics. F. L. Penurunan filtrasi glomerulus akibat spasmus arteriole ginjal menyebabkan filtrasi natrium melalui glomerulus menurun yang menyebabkan retensi garam dan juga retensi air. R. jumlah produksi urine < 500 cc / 24 jam yang disertai kenaikan kadar kreatinin darah. pada keadaan lanjut dapat terjadi oliguria atau anuria. mual dan pinggang sebelah kiri terasa sakit 2 minggu SMRS OS mulai mengeluh sakit . Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu.Jakarta. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. 2. • Gangguan Serebral : kepala pusing dan sakit kepala karena vasospasme / edema otak dan adanya resistensi pembuluh darah dalam otak. Available:http://www. Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal.aafp. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. 1998. (Accesed: 2011. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. McGraw-Hill Companies. Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. Kesimpulan Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel.G. et all. dalam: Sinopsis Obstetri. Pemberian Nifedipin 3x 10 mg peroral juga efektif pada pasien ini.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:51 Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Abstrak Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak. Hal ini terjadi karena pada preeklampsia filtrasi glomerulus dapat turun sampai 50% dari normal sehingga menyebabkan diuresis menurun.

nafsu makan berkurang. Kesimpulan Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. OS merasa berat badan banyak berkurang. Ultrasonografi.62. pada awalnya disertai dengan nefgromegali. Jakarta. Boer Azwar . ukuran normal Diagnosis Chronic Renal Disease Dextra dengan Nephrolitiasis Ren Sinistra dan Lien Normal Diskusi Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak. Ren sinistra normoechoic. Gagal Ginjal Kronik. tampak lesi hiperechoic dengan acoustic shadow. nekrosis korteks dan oksalosis. SPC tak melebar Lien normoechoic. BAK berwarna coklat seperti air teh. Suharjono. Gagal ginjal kronik Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal. dan BAB berwarna coklat-kehitaman. 1995 : 812 . yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya. ed. 1997 : 103-16. Sidabutar RP. Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis. perubahan sinus renalis yang terjadi pada gagal ginjal ditandai dengan berkurangnya bahkan menghilangnya sistem collecting. Daftar pustaka 1. namun pada fase lanjut akan sangat mengecil. eko dari batu umumnya tidak dapat dibedakan dengan ekogenik dari struktur sinus renalis. Jakarta. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis. ed 1. Kapojos EJ. EGC. Ilmu Penyakit Dalam II. Wilson LM. Balai Penerbit FKUI. Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial. ed 4. Wilcox CS : Buku Saku Nefrologi. 2. Sedangkan gagal ginjal yang unilateral biasanya diakibatkan oleh trombosis vena renalis. batas cortex dan medulla mengabur. Piramis ginjal pada awal gagal ginjal umumnya masih baik. EGC. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis. Ilyas Muhammad. Gaya Baru. Radiologi Dignostik. Jakarta. Dalam kasus-kasus tertentu umpamanya leukemia. Ginjal dalam Rasad Sjahriar. Nephrolitiasis Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis. 4. amiloidosis. 1994 : 349 . bahkan menghilang. 2. 3. mual dan muntah. Terjemahan Augrah P. Penulis Mu‘allim Hawari. juga adanay bercak-bercak yang disertai acoustic shadow dibawahnya. Dalam : Price SA. Kadang-kadang terutama pada keadaan non distended urinary tract.43. Gagal Ginjal Kronik . Dalam :Trisher CC. Peterson JC. Dari hasil USG Ren dextra echostruktur sedikit meningkat. Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. renal transpalant rejection dan pielonefritis akut Pada penyakit –penyakit dimana korteks mengalami perkapuran misalnya pada glomerulonefritis kronik. tapi pada gagal ginjal yang lanjut ukuran ginjal mengecil dengan batas yang sangat ireguler akibat proses fibrosis.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:41 Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Abstrak Anestesi umum ( general anestesi ) adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai . yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya. program profesi pendidikan dokter. 1. umumnya bilateral. maka ditemukan gambaran korteks atau subkortikal selain hiperekoik.pinggang. Terjemahan Widayanti D. Pada stadium awal biasanya ukuran ginjal masih normal.ed 3. 2005. Wilson LM : Patofisiologi. Gagal Ginjal Kronik : Dalam Suparman. bagian Ilmu Radiologi RSUD Panembahan Senopati. OS mulai merasakan sulit BAB. Jakarta.

HbsAg negatif. Fentanyl 50 µg.Mengurangi mual dan muntah . Diagnosis FAM sinistra dengan rencana GA dengan LMA.Meminimalkan jumlah obat anestesi yang dibutuhkan . Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. dan relaksasi otot. Dari hasil pemeriksaan pre operasi visit ASA I didapatkan bahwa pasien tidak memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus. ―Anestesiologi‖. Pemeliharaan O2. Sistemik berat sehingga aktivitas rutin terbatas . Obat-obat Ondansetron 4mg IV.B. 1986. N2O. Circulation didapatkan TD : 120/80 mmhg. Hasil pemeriksaan penunjang : Foto Rontgen Thorax: Cor dan Pulmo dalam batas normal. T. 1988.Anti sekresi . dan relaksasi otot. bersifat pulih kembali (reversibel).84.hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel).Modifikasi terakhir pada Minggu 16:32 Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Abstrak Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat . maupun Asma. transquilizer 2. Sistemik berat tidak dapat melakukan aktivitas rutin dan penyakitnya – mengancam kematian ASA V : Pasien emergensi / muribund. 67-69. Salemba. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. Penerbit Buku Kedokteran EGC. TMD >6. dan pasien bergolongan darah A. hal 90. 1989.Membuat amnesia .Memperlancar induksi anestesi . thorax. mata 4. hal 99-102. Jakarta. Alkaloid belladona : . ASA IV. 4. Anti emetik Klasifikasi Status Fisik : ASA I : Pasien normal / sehat . raba. dilakukan pramedikasi.ASA II : Pasien dengan penyakit sistemik ringan . Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia. Drajat. Jakarta. Kata kunci : anestesi umum.Mengurangi reflek dari pasien yang membahayakan Obat – obatan Premedikasi : 1. M. Boulton. Penerbit Buku Kedokteran EGC. hipertensi. Berat Badan 40 kg. dan kimia darah dalam batas normal. program profesi pendidikan dokter. ASA V. dengan tujuan: .5 mg. Relaksasi otot ( Muscle Relaxan ) Pada general anestesi nyeri dihilangkan secara sentral disertai hilangnya kesadaran. Jakarta. Ketorolac 30mg IV Diskusi Anestesi adalah peristiwa hilangnya sensasi.B. general anestesi Kasus Seorang pasien wanita usia 19 tahun dengan diagnosis FAM Sinistra direncanakan akan dilakukan operasi. Penulis Mu‘allim Hawari. Trias Anestesi : 1.Impuls afferent abdomen. Induksi Propofol 100mg. Aksara Medisina. perasaan ( panas. ―Penuntun Praktis Anestesi‖. Pemeriksaan Laboratorium : Hasil darah lengkap. Jakarta. bagian Anestesiologi Dan Reanemasi RSUD Panembahan Senopati. Hipnotik ( Hilang kesadaran ) 3. E4V5M6.T.Mengurangi sekresi kelenjar ludah dan bronkus . hipnotik. hipnotik. penyakit jantung. Dobson. Sedativa. Disability :compos mentis. Klasifikasi status fisik ASA I.ASA III : Pasien dgn peny. Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia. Staf Pengajar Bagian Anesteiologi dan Terapi Intensif FK UI Jakarta. Malampathi II. Suara paru vesikuler di kedua lapang paru. ronkhi (-/-). ASA I Terapi Pre medikasi Midazolam 2. Breathing : Spontan .Meredakan kecemasan dan ketakutan . hal 56. 2. 1994.ASA IV : Pasien dengan peny. ASA II. FK UI. Analgesia ( Hilangnya nyeri ) 2. dengan atau tanpa operasi hidupnya tidak lebih dari 24 jam Kesimpulan Anestesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). sehingga memungkinkan dilakukannya tindakan pembedahan. elektrolit.Mengurangi efek vagal terhadap jantung dari obat-obat . Sebelum pasien diberi obat anestesi. ―Kumpulan Kuliah Anestesiologi‖. Daftar pustaka 1. yaitu sebelum dilakukan induksi anestesi. hal. Isofluran. HR : 82x/m reguler. ―Anestesiologi‖. whezing (-/-). Respirasi Rate: 20 x/m. Pada pemeriksaan fisik didapatkan : Airway :Clear. M. 3. posture ) dan nyeri bahkan hilangnya kesadaran. ASA III. Analgetika narkotika 3.5.

Abdomen 3 posisi : Gambaran : Dilatasi usus (+). Air fluid lever (+). uji lokal (psoas). KU merosot Massa infeksi atau abses Massa nyeri (abdomen. Inj. nyeri tekan. nyeri gerak. Posisi LLD. perdarahan limpa atau hati Tanda permeriksaan fisik pada berbagai gambaran gawat abdomen Keadaan Tanda klinis penting Awal perforasi saluran cerna atau saluran lain Perut tampak cekung (awal). kemudian menjalar ke seluruh bagian perut disertai muntah warna putih. Ileus obstruktif bila berlangsung lama dapat menjadi ileus paralitik. Gambaran yang diperoleh yaitu pelebaran usus di proksimal daerah obstruksi. Jadi gambaran radiologis pada ileus obstruktif yaitu adanya distensi usus partial. perforasi appendiks. USG Abdomen : Gambaran : Abdomen mengabur/ Faekal material prominent . gambaran seperti duri ikan (Herring bone appearance). kolesistisis akut Ileus obstruktif Hernia inkarserata. Auskultasi : peristaltik menurun. Distensi usus general. Obstruksi. nyeri tekan lokal jika KET Ro. metalik sound –. RPD: HT -. gawat abdomen Kasus Seorang wanita berusia 55th. perforasi tukak lambung. preperitonial fat. Jantung -. mungkin distensi. dump steafung. defans muskular. Herring bone appearance Bedanya dengan ileus obstruktif : pelebaran usus menyeluruh sehingga air fluid level ada yang pendek – pendek (usus halus) dan panjang – panjang (kolon) karena diameter lumen kolon lebih lebar daripada usus halus. penebalan dnding usus. terdengar borborigmi. dan riwayat operasi sebelumnya disangkal. bunyi usus menurun. Gambaran radiologis diperoleh adanya air fluid level dan step ladder appearance. masa +. volvulus usus Iskemia Hernia strangulata. Ceftriaxon 2x1 gram. Kelainan Kongenital. untuk melihat air fluid level dan kemungkinan perforasi usus. kelainan atau penyumbatan vaskular Perdarahan Kehamilan ektopik. flatus terakhir 1 hari yang lalu. nyeri lepas. sikatrik -. Bila air fluid level pendek berarti ada ileus letak tinggi. pekak hati hilang. Perforasi. dimana pelebaran usus menyeluruh sehingga kadang – kadang susah membedakan anatara intestinum tenue yang melebar atau intestinum crassum. Penyebab akut abdomen adalah Radang Akut. air fluid level. nyeri perut dirasakan sejak ± 3 hari yang lalu. defans muskular Peritonitis Penderita tidak bergerak. dump stefung -. nyeri tekan. Tumor intraabdomen. Puasa. Posisi tidur. tak ada rangsang peritoneum Ileus paralitik Distensi. tegang. volvulus. Hearing bone (+). aneurisma pecah Cedera Perforasi organ berongga. Ro. BAB terakhir 2 hari yang lalu. Torsi. sedang jika panjang – panjang kemungkinan gangguan di kolon. pankreatitis akut. tanda infeksi umum. Metronidazol 3 x 500 mg Diskusi Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat dan tepat. Asma -. jika penyebabnya adanya gangguan pasase usus (ileus) obstruktif maka pada foto polos abdomen 3 posisi didapatkan gambaran radiologis antara lain: 1. DM -. syok. tidak ada nyeri lokal Perdarahan Pucat. rektal). 3. Abdomen 3 posisi Sebelum terjadi peritonitis. untuk melihat distribusi usus. diare (-). defans muskular +. Sedangkan pada ileus paralitik didapatkan gambaran radiologis yaitu: 1. peristaltik menurun atau hilang. nyeri kolik. Infus RL 20 tpm. dump contour -. Posisi setengah duduk atau berdiri. ada tidaknya penjalaran. adneksitis akut.bunyi usus hilang (lanjut). dan herring bone appearance. Kesan : Ileus obstruktif letak tinggi Diagnosis Peritonitis dengan ileus obstruktif Terapi Direncanakan Laparatomi. Perut : Inspeksi : distensi +. Kata kunci : akut abdomen. berdenyut jika aneurisma aorta. Air fluid level 3. Perkus i : hipertimpani semua kuadran. nyeri batuk. Pada kasus . Kesan : Curiga peritonitis/ Ileus. 2. 2. pelvis. tanda umum radang Obstruksi usus Distensi perut. perforasi usus tifus. Dari air fluid level dapat diduga gangguan pasase usus. Inj. Trauma pada perut. Penyebab akut abdomen adalah sebagai berikut : Penyebab Contoh Radang Appendisitis akut. nyeri perut awalnya dirasakan di daerah pusar. Gambaran yang diperoleh adalah adanya udara bebas infra diafragma dan air fluid level. Palpasi : nyeri tekan semua kuadran. Peny.dan tepat. BAK lancar. Udara bebas (-). datang dengan keluhan utama nyeri perut.

Suhu : 371°C. program profesi pendidikan dokter. gambarannya tidak jelas pada foto polos abdomen. RR : 24x/menit. R. Alergi –. berupa distensi.. pecahnya usus buntu atau karena sebab lain. setelah dilakukan laparatomi ternyata penyebabnya adalah appendisitis perforasi yang pada akhirnya menyebabkan adesi usus yang menyebabkan obstruksi. RL 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam. dengue fever. didapatkan free air subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow). EGC. HR : 120x/menit. dan adanya udara bebas subdiafragma atau intra peritoneal. terutama Aedes aegypti1. tanda utama radiologi adalah. 3. TB paru –. Kata kunci : dengue haemorrhagie fever. Asites +. TD: 100/80 mmHg. demam berdarah. bapil -. Abdomen : NT + semua regio. psoas line menghilang. 2010. Jakarta Penulis Mu‘allim Hawari. Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes. amforik +/-. muntah + disertai darah. Kepala : edem palpebra -/-. Daftar pustaka Sjamsuhidayat. Kesimpulan Dari keluhan pasien nyeri perut yang dominan. sulit diramalkan. bagian Bedah RSUD Panembahan Senopati. Gambaran akan lebih jelas pada pemeriksaan USG (ultrasonografi). nyeri perut +. hepatomegali –. Penatalaksanaan dari peritonitis adalah laparatomi eksplorasi itu sendiri. warna kuning kecoklatan. Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. RPK : kejang -. Abdomen 3 posisi juga mendukung ileus obstruktif. Posisi LLD. Thoraks : pulmo :SDV menurun/+. Posisi duduk atau berdiri. RPD : DF/DHF -. 10 tahun datang dengan diantar kedua orang tuanya dengan keluhan utama panas.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:29 Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Abstrak Demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam Diskusi Demam . bibir kering +. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik. Akral : dingin. nyeri tekan seluruh bagian perut. gangguan defekasi. nadi lemah Diagnosis DSS hari ke V dengan hematemesis Terapi Terapi cairanuntuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009  7cc/kgBB/jam  10cc/kgBB/30 menit-1jam Inf. Sehingga jatuh pada kesimpulan peritonitis dengan ileus. dan pusing +. Dari pemeriksaan fisik pun juga menunjukan hal serupa. Kasus Seorang anak perempuan. Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. mimisan -. Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. preperitonial fat dan psoas line menghilang. defans muskular. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. dapat mengarah pada gejala peritonitis dengan kemungkinan lainnya ileus. 1. kejang -. TB anak -. Ro. Jadi gambaran radiologis pada peritonitis yaitu adanya kekaburan pada cavum abdomen. panas langsung tinggi. dan kekaburan pada cavum abdomen. alergi -. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen. didapatkan preperitonial fat menghilang. Panas dirasakan sejak minggu sore (5 hari SMRS). BB: 20 kg. muntah. dan De Jong. Lingkungan : radius 100m banyak yang terkena chikungunya. Buku Ajar ILMU BEDAH. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat. peristaltik menurun. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi.peritonitis karena perdarahan. dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. Cor : dbn. diare-. dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat. 2. Peristaltik + Normal. BAB biasa. Posisi tiduran. flatus (-).

Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam . Dengue. bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUD Panembahan Senopati. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat. Dengue: an escalating problem. Dengue shock syndrome adalah derajat demam berdarah yang paling berat. Semua perubahanperubahan fisiologi yang terjadi pada geriatri membuat kita perlu berhati-hati dalam peberian obat anestesi sehingga pada penilaian status fisik geriatri walaupun keadaan sehat dikategorikan menjadi ASA II. BMJ 2002. pasien geriatri juga memiliki . balance cairan. Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. Anastesi pada Pasien Perempuan Usia 75 tahun Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. fungsi hati. Penanganan yang lainnya hanya bersifat simptomatis saja. diit cair. Daftar pustaka 1. World Health Organization. sulit diramalkan. 3. vital sign. klasifikasi usia disebut usia tua adalah >65 tahun. Geneva. Kriteria diagnosis dengue fever menurut WHO 2009 seperti dibawah ini. Thoraks PA. program profesi pendidikan dokter. Gibbons RV.2009 Penulis Mu‘allim Hawari. terutama Aedes aegypti1. dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat. nadi. Ro. 2005IDELINES FOR DIAGNOSIS. Eliminasi obat anestesi pada usia tua lambat.13. yang merupakan kumpulan gejala klinis yang mengarah kepada shock. restlessness • Liver enlargment >2 cm • Laboratory: increase in HCT concurrent with rapid decrease in platelet count *(requiring strict observation and medical intervention) Severe plasma leakage leading to: • Shock (DSS) • Fluid accumulation with respiratory distress Severe bleeding as evaluated by clinician Severe organ involvement • Liver: AST or ALT >=1000 • CNS: Impaired consciousness • Heart and other organs Terapi cairan untuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009 Terapi dimulai dengan Inf. Selama resusitasi carian ada beberapa hal yang harus selalu dipantau AT/HMT / 6jam. Kristaloids 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam setiap penurunan7cc/kgBB/jam10cc/kgBB/30 menit-1jam  dilihat tanda tanda vital pasien (akral. TREATMENT. Kriteria untuk Dengue ± warning signs Probable dengue Tinggal / bepergian ke daerah endemik Panas dan 2 kriteria dibawah : • Mual. dengue haemorrhagic fever and dengue shock syndrome in the context of the integrated management of childhood illness. muntah • Rash • Nyeri sendi • RL test positive • Leukopenia • Warning sign Laboratory-confirmed dengue (important when no sign of plasma leakage) Warning signs* • Abdominal pain or tenderness • Persistent vomiting • Clinical fl uid accumulation • Mucosal bleed • Lethargy.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:22 Abstrak Menurut WHO. World Health Organization. Department of Child and Adolescent Health and Development. WHO/FCH/CAH/05. PREVENTION AND CONTROL. Kesimpulan Penanganan utama dari DSS adalah resusitasi cairan karena kebocoran plasma yang disebabkan karena reaksi imunitas. DENGUE GUIDELINES FOR DIAGNOSIS.324:1563-6 2. Vaughn DW.dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes. tekanan darah) dalam who 2009 disertakan pula penilaian HMT untuk melihat kekentalan darah.

riwayat DM (-). Di akses tanggal 14 Mei 20012 dari www. Temanggung. riwayat HT (-). gagal jantung. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UI: Jakarta. Penulis Nur‘Afni Mz. T. diabetes. Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi. Kesimpulan Pasien diatas merupakan pasien perempuan usia 75 tahun dengan tumor facialis dextra. Omoigui. Faktor yang meningkatkan kejadian penyakit pernafasan pasca bedah adalah kegemukan. Pasca Anestesia Ada kemungkinan bahwa kesulitan untuk bernafas pasca bedah dini lebih sering terjadi pada manula. M usia 75 tahun dating dengan keluhan terdapat benjolan pada wajah sebelah kanan sejak ± 1 tahun yang lalu. S. EGC: Jakarta. Anonim. Dachlan.B dan Blogg. mengingat pada usia lanjut telah terjadi perubahan-perubahan fisiologis yang dapat menyebabkan perubahan atau perbedaan dalam interaksi obat-obatan. Matoka. Boulton. bila perlu dengan menunda pembedahan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas. muntah (-). Pemantauan yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan pasien. Edisi Kedua. pemantauan sebelum. manula perokok.. Edisi 10. dan distensi abdomen. selama. KA. pembedahan darah abdomen atas atau toraks. fisik. Edisi Kedua. Pemeriksaan vital sign. A. pemeriksaan fisik. Suryadi. riwayat alergi obat dan makanan (-).scribd. Riwayat penyakit serupa (-). 4. EGC: Jakarta. Atropin atau alkaloid beladona yang lain biasanya tidak diperlukan. Gambaran Ultrasonografi (USG) pada Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. Kab.com/doc/82710494/Anestesi-Geriatri-2 2. secara titrasi dengan mengingat bahwa waktu sirkulasi memanjang dan kemungkinan terjadinya interaksi dengan obat-obat yang sudah diminum oleh pasien pra anesthesia.Inf. Pramono. gagal ginjal kronik atau penyakit degenerasi lain. Diagnosis Tumor facialis dextra ASA II Terapi . . mengingat bahwa manula kemungkinan sudah menderita hipertensi. 1994.Pasien dirawat inap . Selama Anestesia Apabila dimungkinkan sebaiknya diberikan analgesik regional (non-sistemik). 5. laboratorium dalam batas normal. Jawa Tengah. R. FK UMY: Yogyakarta. gangguan ritme jantung.E. Latief. mual (-). BAB/BAK tidak ada keluhan. C. Apabila mungkin. Referensi 1.resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi postoperasi akibat pengaruh obat. Anestesiologi. RSUD Djojonegoro. Efek dari sisa anestesi dapat mengakibatkan lambatnya pemulihan mental dan psikomotorik postoperasi sehingga membutuhkan monitoring yang intensif segera setelah operasi dan membutuhkan waktu untuk opname setelah operasi lebih lama. keadaan pasien harus dioptimumkan. dan diberikan menurut kebutuhan. SA. 2008. Program Pendidikan Profesi Dokter. riwayat operasi sebelumnya (-). dan sesudah operasi harus dilakukan seoptimal mungkin. penyakit paru kronik.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:20 . Biasanya hanya diperlukan diazepam 5 mg melalui mulut (peroral).. Buku Saku Obat-Obatan Anestesia. EKG sebaiknya dipantau secara rutin. 3. riwayat asma (-). Anastesi Geriatri. dan penunjang dalam batas normal. RL 24 tpm Diskusi Pra-anestesia Penilaian pasien manula prabedah harus dilakukan dengan seksama. Bagian Ilmu Anastesi dan Reanimasi. Isi Ny. Premedikasi sebaiknya diberikan dengan hati-hati dan dosis sekecil mungkin. Hal ini dikarena pasien yang sadar pada analgesik regional memungkinkan petugas lebih mudah dan lebih cepat mengenal serangan angina atau perubahan serebral akut. 2010. Dosis obat anestetika umum maupun lokal pada lansia harus dikurangi. 1997. 2002. batuk pilek (-). Petunjuk Praktis Anestesiologi. nyeri. Meskipun dari hasil anamnesis.

Radiologi Diagnostik. Ekayuda.USG . Pemeriksaan lainnya dalam batas normal. minum jamu (-). Lebih lanjut. penilaian kasus resiko tinggi ( penyakit maternal. nyeri tekan (+) perut bawah. pars intertistialis atau dalam tanduk rudimeter rahim.pdf 3. Masa panggul. Kesimpulan Pasien usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut. RPD (-). Penggunaan ultrasonografi rutin : konfirmasi adanya kehamilan intrauterine. RPK (-). ANC 2x di bidan. R. 2012. Penggunaan khusus : diagnosa abortus iminen – konfirmasi viabilitas janin. KB suntik dilepas 3 tahun yang lalu. HPL 17 Mei 2012. perkiraan berat janin.PP test ulang Tindakan operasi: salphingektomi sinistra Diskusi Pemeriksaan ultrasonografi yang dimulai oleh Donald di Glasgow pada akhir tahun 1950 an atau awal tahun 1960 menjadi tonggak penting bagi penilaian janin. nyeri goyang portio (-). penentuan volume air ketuban . pertumbuhan janin ( rasio kepala – torax . .vital signs: TD = 120/80. Diagnosis Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Terapi Terapi yang diberikan pada pasien ini: . Bangun. kosong atau berisi. Kehamilan Ektopik Terganggu. Indikasi penggunaan ultrasonografi : 1. identifikasi kehamilan kembar. N = 100x/menit. R usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien Isi Ny. Dapat dinilai kavum uteri. I. TFU 3 jari di atas pusat. ovarium atau rongga perut. Edisi kedua. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien. riwayat anomali kongenital ). 3. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www. 4. 2. supel. G. perdarahan antepartum – lokasi plasenta. Malueka. bising usus (+) normal. placental grading ). Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang berbahaya karena tempat implantasinya tidak memberikan kesempatan untuk tumbuh kembang mencapai aterm. Balai Penerbit FK UI: Jakarta. RR = 28x/menit.usu.scribd.docstoc. kesadaran compos mentis.Abstrak Kehamilan ektopik adalah kehamilan di mana sel telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh di luar endometrium kavum uterus. enentuan usia kehamilan ( menggunakan CRL – Crown Rump Length . Kehamilan ektopik dapat terjadi di luar rahim misalnya dalam tuba. Pustaka Cendekia Press: Yogyakarta. Meningkatnya resolusi dan portabilitas telah mendukung meluasnya penggunaan ultrasound pada awal kehamilan sampai dengan saat persalinan. 2. Ndruru. UK 14 minggu 5 hari. tebal endometrium. timpani. adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan.com/docs/83566160/kehamilan-ektopik-terganggu Penulis Nur‘Afni Mz. 2009. PP test (+). Pada pemeriksaan USG dapat dinilai kavum uteri. Abdomen: datar. I. artinya tidak perlu memasukkan rongga dalam rongga perut. Matoka.com/doc/93358433/kehamilan-ektopik-terganggu 5. A. 2011. pasca persalinan ( sisa produk konsepsi ). tebal endometrium. nikah 1x lama 12 tahun.60 C. peningkatan serum AFP – alpha feto pritein . R. genitalia: VT: O/U tenang. adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan. Ø (-). Referensi 1. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari repository.id/bitstream/123456789/14667/1/09E00840. dapat dikatakan bahwa pemeriksaan ultrasonografi merupakan satu-satunya tehnik yang dapat digunakan untuk menentukan viabilitas janin secara dini dan menentukan kehamilan kembar.ac. tetapi dapat juga terjadi di dalam rahim di tempat yang luar biasa misalnya dalam cervik. Karakteristik Ibu Penderita Kehamilan Ektopik Terganggu. STLD (-). 2008. TT (-). Pemeriksaan fisik: keadaan umum sedang. mengenali adanya kelainan kongenital major. Kehamilan Ektopik Terganggu. kosong atau berisi. HPHT 10 Agustus 2011. T = 36. Keunggulan cara pemerikssan ini terhadap laparoskopi ialah tidak invasif. 2005. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www. BPD – Biparietal Diameter – Femur Length ).Infus RL 24 tpm . Radiologi Diagnostik. Pasien ini didiagnosis dengan Kehamilan Ektopik Terganggu (KET). Trisnawati.

Anonim3. seperti alkohol. Riwayay sakit serupa sebelumnya (+). Preventif berupa pola makan sehat dan teratur. hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung. rokok dan stress. laki-laki maupun perempuan dapat mengalami hal ini. Di akses .Ondansetron 3 x 1 Diskusi Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan.medicinesia. Manajemen Komprehensif pada Pasien dengan Dispepsia Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. DM (-). RSUD Djojonegoro. 2011. nyeri ulu hati. Keluhan refluks gastroesofagus klasik berupa rasa panas di dada (heartburn) dan regurgitasi asam lambung. Anonim1. Kuratif diberikan ondansetron 3 x 1. Gastritis kronik. Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Penilaian APGAR didapatkan hasil 8. Promotif berupa edukasi berupa hal-hal yang dapat menyebabkan nyeri ulu hati. Pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan fisik lainnya dalam batas normal. Per definisi dikatakan bahwa dispepsia adalah ketidaknyamanan bahkan hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas. Rehabilitatif berupa berupa pola makan sehat dan teratur. Isi Tn. 2012. gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok.com/harian/dispepsia/ 2. kuratif. cepat kenyang. Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari www. rokok dan stress. dan bisa juga menjadi kronis. Family SCREEM tidak ditemukan hal patologis. serta istirahat cukup Kesimpulan Pasien ini didiagnosis dengan dispepsia. Satu diantara 4 orang pasti mengalami hal ini. kini tidak lagi termasuk dyspepsia. hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung. preventif. Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari http://medicastore. perut keroncongan (borborgygmi) hingga kentut-kentut. makanan yang pedas. Gejala itu bisa akut. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. R usia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri ulu hati sejak ± 2 jam yang lalu. Jawa Tengah. susp. kembung. susp. Kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal cukup layak untuk ditempati. Kumpulan gejala tersebut adalah rasa tidak nyaman. sendawa. serta istirahat cukup. RPK (-). Semua orang dalam hidupnya pasti pernah mengalami dispepsia. Dispepsia. Referensi 1. Bagian Ilmu Radiologi. Tidak ada perbedaan jenis kelamin. Terapi . Pasien juga adalah seorang perokok.Program Pendidikan Profesi Dokter. nutrisi seimbang. makanan yang pedas. Lain-lain dalam batas normal. HT (-). pola hidup sehat. seperti alcohol.html 3. mual. seperti makan teratur. Temanggung. control kesehatan secara rutin. 2011. demikian juga hubungan dengan lingkungan sekitar. Anonim2. gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok. Hubungan antara anggota keluarga terjalin dengan baik. Sekarang ini pasien tinggal dengan seorang istri dan tiga orang anak. Diagnosis Diagnosis holistik: laki-laki 45 tahun dengan dispepsia. muntah. berulang. Dispepsia. Manajemen holistik yang diberikan pada pasien ini berupa promotif. Dispepsia.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:01 Abstrak Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti "pencernaan yang jelek". muntah (-). Dispepsia merupakan suatu sindroma (kumpulan gejala) yang mencerminkan gangguan saluran cerna. bloating (lambung merasa penuh/sebah). Kab. Disebut kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus. kambuh-kambuhan dan terutama jika pasien terlambat makan. dan rehabilitative. Gastritis kronik. Mual (-).com/penyakit/508/Dispepsia. dengan demikian fungsi keluarga sehat.

Diazepam 2 x2 mg . Gambaran klinisnya berdasarkan lokasi terjadinya herniasi. 2001. Matoka.Keterbatasan gerak pada salah satu sisi atau arah. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 2. Pemeriksaan penunjang berupa foto MRI didapatkan adanya ekstrusi DIV L4-5 dan protrusi L5-S1 dengan canal stenosis dan penyempitan neural foramen setinggi level tersebut.tanggal 16 Mei 2012 dari www. Kab. Adanya riwayat mengangkat beban yang berat dan berulangkali. S. Nadi: 84 x/menit. sinistra > dextra. Patrick tes: (-). Manjoer. kualitas nyeri. Kasus Pasien laki-laki usia 53 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri punggung bawah yang dirasakan ± sejak 6 bulan lalu. 3. Pasien sering mangalami trauma ringan dan berulang berupa berkendara sepeda motor di jalan yang rusak saat berangkat maupun pulang bekerja. Terdapat riwayat trauma ± 4 tahun yang lalu jatuh dari tangga dengan posisi terduduk. faktor yang memperberat atau memperingan. sifat nyeri.Fisioterapi vertebra lumbosakral. Pemeriksaan Fisik a. Penulis Nur‘Afni Mz. Kesadaran: Compos mentis. FK UI: Jakarta. Kontra patrik tes: (-). Diskusi Hernia Nukleus pulposus (HNP) atau potrusi Diskus Intervertebralis (PDI) adalah suatu keadaan dimana terjadi penonjolan pada diskus intervertebralis ke dalam kanalis vertebralis (protrusi diskus) atau ruptur pada diskus vertebrata yang diakibatkan oleh menonjolnya nukleus pulposus yang menekan anulus fibrosus. Sleman.7 °C. Medika aeusculapeus: Jakarta. Vital Sign. Keadaan umum: Cukup. Penatalaksanaan. Nyeri yang berasal dari punggung bawah dapat berujuk kedaerah lain atau sebaliknya yang berasal dari daerah lain dan dirasakan di daerah punggung bawah/refered pain. Kadang-kadang bisa ditentukan letak segmen yang menyebabkan nyeri dengan menekan pada ruangan intervertebralis atau dengan jalan menggerakkan ke kanan ke kiri prosesus spinosus sambil melihat respons pasien. Anamnesis Dalam anamnesis perlu ditanyakan kapan dan bagaimana mulai timbulnya. Rr: 20 x/menit. Pemeriksaan Fisik. Terapi . 5. Palpasi : Adanya nyeri (tenderness) pada kulit bisa menunjukkan adanya kemungkinan suatu keadaan psikologis di bawahnya (psychological overlay). b. maupun nyeri radikuler atau keduanya. Yogyakarta. T: 36. Keluhan dirasakan semakin memberat jika duduk lama. Kapita selekta kedokteran. Valsava: (-). Edisi 3.scribd. ada riwayat trauma sebelumnya dan apakah ada keluarga penderita penyakit yang sama. Laboratorium: Pada pemeriksaan laboratorium rutin penting untuk . Diagnosis. A. berjalan agak jauh dan mengendarai sepeda motor. Nafsiger: (-). Penegakan Diagnosis dan Penatalaksanaan Low Back Pain et causa Hernia Nukleus Pulposus Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. 2. Puskesmas Tegalrejo. Diagnosis Hernia Nukleus Pulposus verterba lumbosakral. 2000. Bagian Ilmu Kedokteran Keluarga. Suryono. timbulnya low back pain dan riwayat trauma. Pemeriksaan Lasegue: (-/-). TD: 120/80 mmHg. Program Pendidikan Profesi Dokter. apakah nyeri yang diderita diawali kegiatan fisik.com/doc/79538923/Dispepsia 4. Inspeksi : . dapat merupakan nyeri lokal (inflamasi). Hernia Nukleus Pulposus. Kata Kunci : Low Back Pain. Pasien juga mengeluh kesemutan yang menjalar dari pinggang sampai dengan paha kiri bagian belakang.Asam Mefenamat 3x500 mg .Modifikasi terakhir pada Minggu 05:39 Abstrak Low Back Pain atau Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah . Penegakan Diagnosis : 1. lokasi nyeri.

MRI sangat berguna bila: . memungkinkan ahli bedah untuk menginspeksi kanalis spinalis. . Pada kasus berat dapat timbul kelemahan otot dan hilangnya refleks tendon patella (KPR) dan Achilles (APR). Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan defekasi. Disektomi : Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebral 2. kadar Hb. diklofenak) dan penghambat COX-2 (nabumeton. Pemeriksaan Radiologis : a. 4. Ischialgia merupakan nyeri yang terasa sepanjang perjalanan nervus ischiadicus sampai ke tungkai. . Sebagai penyangga korset dapat mengurangi beban pada diskus serta dapat mengurangi spasme. Diatermi/kompres panas/dingin Tujuannya adalah mengatasi nyeri dengan mengatasi inflamasi dan spasme otot. perubahan degeneratif. miksi dan fungsi seksual. Foto rontgen biasa (plain photos) Sering terlihat normal atau kadang-kadang dijumpai penyempitan ruangan intervertebral. . naik sepeda atau berenang. Tindakan operatif pada HNP harus berdasarkan alasan yang kuat yaitu berupa: . Medikamentosa . bersin. Posisi tirah baring yang dianjurkan adalah dengan menyandarkan punggung. Dapat timbul gejala kesemutan atau rasa baal. MRI (akurasi 7380%) biasanya sangat sensitif pada HNP dan akan menunjukkan berbagai prolaps. 4. e. CT scan Merupakan sarana diagnostik yang efektif bila vertebra dan level neurologis telah jelas dan kemungkinan karena kelainan tulang. memperbaiki kondisi fisik pasien dan melindungi dan meningkatkan fungsi tulang punggung secara keseluruhan. Tirah baring Tujuan tirah baring untuk mengurangi nyeri mekanik dan tekanan intradiskal. Latihan Direkomendasikan melakukan latihan dengan stres minimal pada punggung seperti jalan kaki. jumlah leukosit dengan hitung jenis. TERAPI a. spondilolistesis. etodolak.NSAID: penghambat COX-2 (ibuprofen.Kortikosteroid oral: pemakaian masih menjadi kontroversi namun dapat dipertimbangkan pada kasus HNP berat untuk mengurangi inflamasi 3. d. Disektomi dengan peleburan : Graf tulang (Dari .Analgesic kuat : potensi sedang (meptazinol dan pentazosin). .Analgetik standar (parasetamol. hanya sisanya yang membutuhkan pembedahan. mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan menghilangkan kompresi medula dan radiks 3. b. Pada keadaan akut biasanya dapat digunakan kompres dingin. Laminotomi : Pembagian lamina vertebra 4. dan potensi sangat kuat (diamorfin dan morfin).Gangguan otonom (miksi. dan dehidrokodein yang diberikan tersendiri atau kombinasi). potensi kuat (buprenorfin. seperti terbakar.vertebra dan level neurologis belum jelas kecurigaan kelainan patologis pada medula spinal atau jaringan lunak . Keadaan ini merupakan kegawatan neurologis yang memerlukan tindakan pembedahan untuk mencegah kerusakan fungsi permanen.Terapi Konservatif gagal Macammacam operasi : 1. 2.kecurigaan karena infeksi atau neoplasma Ischialgia. dan meloxicam). Gejala Klinis a. dan tramadol). c. . Korset lumbal Korset lumbal dapat digunakan untuk mencegah timbulnya eksaserbasi akut atau nyeri pada NPB kronis. defekasi. kodein. Untuk nyeri kronik dapat digunakan kompres panas maupun dingin.Defisit neurologik memburuk. naproxen.untuk menentukan kemungkinan herniasi diskus post operasi . dan berdenyut sampai ke bawah lutut. Nyeri bersifat tajam. Nyeri bertambah dengan batuk. 5. c. 90% pasien akan membaik dalam waktu 6 minggu. Namun para ahli bedah saraf dan ahli bedah ortopedi tetap memerlukan suatu EMG untuk menentukan diskus mana yang paling terkena. Laminektomi : Mengangkat lamina untuk memajankan elemen neural pada kanalis spinalis.melihat laju endap darah (LED). Terapi Operatif Tujuannya untuk mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik. .Paresis otot tungkai bawah. b. Latihan lain berupa kelenturan dan penguatan. Terapi Konservatif Tujuan terapi konservatif adalah mengurangi iritasi saraf. Terapi konservatif untuk HNP meliputi: 1. seksual). lutut dan punggung bawah pada posisi sedikit fleksi. b. termasuk bila terdapat edema. dan tumor spinal. dan fungsi ginjal. membungkuk akibat bertambahnya tekanan intratekal. mengangkat benda berat. lama yang dianjurkan adalah 2-4 hari.

gangguan otonom (miksi. A Davis Company. Sesak nafas terutama dirasakan setelah pasien beraktifitas. tekanan vena jugular tidak meningkat. 4. 1983. Bagian Ilmu Penyakit Saraf RSUD Temanggung. . Nyeri Pinggang Bawah. A. Dian Rakyat: Jakarta. F. Tjokronegoro. Pada auskultasi thoraks suara jantung S1-2 ireguler. Mardjono Mahar dan Sidharta Priguna. A.. sesak serta angina III. R. paresis otot tungkai bawah dan didaptkan perbaikan klinis dengan pemberian terapi konservatif. 3. Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Pinggang. tak ada nyeri tekan. 2002. seksual). pasien tidak sesak bila terkena debu atau udara dingin dan tidak mempunyai riwayat asma atau merokok. Daftar Pustaka 1. Jakarta. 5.. Junada. Second Edition. Sidharta Priguna. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis dengan tanda vital tekanan darah 130/80. 2004.Infus Ringer laktat 20 tetes per menit . Lumbantobing. frekuensi nadi 80 x/menit dengan irama ireguler dan isi tegangan kuat. Cailliet. frekuensi pernafasan 36 x/menit dan suhu 360C . Terapi operatif tidak dilakukan karena tidak ditemukan adanya defisit neurologik. 2.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:31 Abstrak Decompensasi cordis adalah kegagalan jantung dalam upaya untuk mempertahankan peredaran darah sesuai dengan kebutuhan tubuh.M. defekasi. Lab. Kasus Seorang pasien perempuan. usia 41 tahun.O2 nasal kanul 1-2 liter/menit . 2004. Diskusi Berdasarkan New York Heart Association (NYHA) hubungan antara aktivitas tubuh dengan keluhan dekompensasi dapat diklasifikasi sebagai berikut: I. H.Tirah baring dengan posisi ½ duduk . Nursamsu. Pada pemeriksaan abdomen tampak flat. Dekompensasi kordis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung. bunyi usus (+) normal. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum. Neurologi Klinis Dasar. tidak terdapat bising. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. S. disertai nyeri dada sebelah kiri tidak menjalar ke tangan maupun tembus ke punggung.krista illaka atau bank tulang) yang digunakan untuk menyatukan dengan prosessus spinosus vertebrata. K. Pasien dengan penyakit jantung tetapi tidak memiliki keluhan pd kegiatan sehari-hari II. Klasifikasi dan Gejala Klinis Decompensatio Cordis NYHA II Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. Pada pemeriksaan penunjang berupa EKG didapatkan adanya iskemik anterolateral. Saat sesak pasien tidak mengeluarkan bunyi ngik-ngik. Pasien dengan penyakit jantung yang menimbulkan hambatan aktivitas hanya sedikit. akan tetapi jika ada kegaiatan berlebih akan menimbulkan capek. Klasifikasi. Gejala klinis. Sesak dirasakan di seluruh bagian dada. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pasien pada kasus didapatkan diagnosis LBP et causa HNP. datang dengan keluhan sesak nafas ± sejak 2 minggu yang lalu. 1979. Pada pemeriksaan pulmo tidak ditemukan adanya ronkhi dan wheezing. Pasien sering sesak nafas saat malam hari.Injeksi furosemid 2x1 Amp . pemberian obat anti inflamasi non steroid dan muscle relaxan. Kesimpulan Berdasarkan anamnesis. Sesak berkurang bila pasien istirahat. timpani. berdebar.KSR tablet 2x1 tab. Diagnosis Decompensatio Cordis NYHA II Terapi . Pasien membutuhkan 2-3 bantal saat tidur supaya tidak sesak. Kata kunci : Decompensatio cordis. Malang. Tujuan peleburan spinal adalah untuk menstabilkan tulang belakang dan mengurangi kekambuhan./SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Brawijaya. Low Back Pain Syndrome. Terapi yang diberikan pada pasien adalah fisioterapi vertebra lumbosakral. hepar/lien tak teraba. seorang Ibu Rumah Tangga. Dian Rakyat: Jakarta Penulis Pony Pebriyanti. Philadelphia.

Tonsilektomi didefinisikan sebagai metode pengangkatan seluruh tonsil. General Anestesi pada Tonsilektomi Wanita Usia 26 tahun Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. Diagnosis Diagnosis pre operatif : Tonsilitis Kronis.25 mg. F. Kasus Pasien perempuan usia 26 tahun datang dengan keluhan nyeri tenggorokan berulang.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:33 Abstrak General Anestesia merupakan tindakan anestesi yang dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali atau reversible. diberikan SA 0. Tanda dan gejala Dampak dari cardiak output dan kongesti yang terjadi sisitem vena atau sistem pulmonal antara lain : a. Diskusi Keadaan Pre Operatif: Pasien menjalani program puasa kurang lebih selama 8 jam sebelum operasi dimulai. Guyton. sedacum 2 mg ondancetron 4 mg. Status operatif : . tonsilektomi.Status ASA : I (Pasien tidak memiliki kelainan organik maupun sistemik selain penyakit yang akan dioperasi). tidak ada riwayat trauma. Keperawatan Kritis Pendekatam Holistik. EGC: Jakarta. 1998. Kata kunci: General anestesi. disertai batuk. Nursing Care Plans. Angina c. Atracurium. diuretic dan coronary dilator. Edema perifer b. respirasi: 22 x / menit. Orthopea d. Jakarta. e. Batuk c. Pasien mengeluh selama ± 7 hari merasa tenggorokan kering dan terasa sakit. riwayat alergi obat (-). RSUD Temanggung. . New York Hudak & Gallo. Hari membesar d. Dyspnea b.Maintenance : Untuk mempertahankan status anestesi digunakan kombinasi Enflurane O2 dan N2O. IV. Vital sign awal : TD: 120/80. Penerbit Alumni Bandung. tekanan darah : 130/80 mmHg. A. nadi : 80 x/menit. Keadaan umum cukup.5 º C. Agenda Gawat Darurat. namun terdapat perbedaan prioritas relatif dalam menentukan indikasi tonsilektomi pada saat ini.Induksi anestesi : Untuk premedikasi. 4. Penulis Pony Pebriyanti. N: 80. 1997. Analgesic. Fisiologi Manusia. 2. Patofisiologi. Suhu: 36 0C Terapi Anestesi yang diberikan: . Riwayat keluhan serupa (+). EGC: Jakarta. Riwayat penyakit asma (-). Peningkatan central venous pressure (CPV Kesimpulan Berdasarkan anamnesa. Nadi 80 x/menit dan SPO2 100. Dongoes M. Penerbit EGC. Jilid 2. 1997. Trias Anestesi meliputi: Hipnotik. Lelah b. Pasien dengan penyakit jantung yang sedikit saja bergerak langsung menimbulkan sesak nafas atau istirahat juga menimbulkan sesak nafas.Pasien dengan penyakit jantung dimana aktivitas jasmani sangat terbatas dan hanya merasa sehat jika beristirahat. Dulu tonsilektomi di indikasikan untuk terapi tonsilitis kronik dan berulang. Distensi vena leher c. antara lain : a. Lippincot. 3. Marry F. Reles paru e. RR: 20x/menit. Philadelphia. 5. Cemas d. pilek dan tidak demam. Saat pasien berada di ruang operasi dilakukan penggukuran tanda vital dan didapatkan hasil TD 120/80 mmHg.A davis Company. Referensi 1. pemberian oksigen. riwayat penyakit kencing manis (-).Teknik : General anestesi. 1991. Relaksasi serta Stabilisasi Otonom. pasien pada kasus mengalami gagal jantung. riwayat operasi sectio caesaria ± 3 tahun lalu. Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Setelah itu pasien diberikan induksi . suhu : 36. Terapi pada pasien ini adalah tirah baring. Hasil x-ray memperlihatkan kongesti paru Tanda-tanda dan gejala kongesti balik ventrikel kanan : a. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. riwayat penyakit jantung (-). Price. Kulit dingin dan pucat Tanda dan gejala yang disebakan oleh kongesti balik dari ventrikel kiri. Alice G. . Indikasi tonsilektomi dulu dan sekarang tidak berbeda. Obat induksi: Trivam. Tabrani. S.E. 1993. Oliguri. Pasien mengeluh mengalami kambuhan ± 3 kali dalam sebulan yang sudah ia alami selama 3 bulan ini. Saat ini indikasi utama adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil.

kesadaran compos mentis. Penerbit buku kedokteran EGC: Jakarta. diagnosis pasien adalah tonsilitis kronis dan akan dilakukan Tonsilektomi. said. Tidak ada riwayat keluhan yang sama sebelumnya. 2001. secara patologis. respirasi kontrol menggunakan pipa endotrakeal no: 7 Keadaan Post Operasi: Operasi selesai dalam waktu 20 menit. respirasi 24 kali/menit. Tonsilektomi. Penyakit-penyakit nasofaring dan orofaring. Teknik yang digunakan adalah general anestesi. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya deficit neurologic secara mendadak/sub. GCS E3V5M6. Referensi 1. Dalam: Cermin Dunia Kedokteran no 89. Kesimpulan Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. G. Pemeriksaan neurologis nervus kranialis didapatkan kelainan pada nervus X (vagus) berupa bicara pelo dan kesulitan menelan. Pada pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal. nadi 92 kali/menit. Teknik anestesi yang dilakukan adalah general anestesi.Boies buku ajar penyakit THT. Edisi 2. Dalam: Adams GL. Latief. Edisi 6. terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun KEYWORD : STROKE NOKE HEMORAGIK. Adams. Di keluarga pasien tidak ada riwayat keluhan yang sama. kemudian anggota gerak sebelah kanan menjadi lemah dan bicaranya pelo. 337-40 2. 18-21 3. bawah 1-1-1). Ekstubasi dilakukan setelah operasi selesai kemudian rongga mulut dan trakea dibersihkan dengan suction untuk menghilangkan lendir dan darah yang dapat menghalangi jalan nafas. Saat ini indikasi utama tonslektomi adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil. Stroke non hemoragik didefinisikan. Anestesiologi. 1993. Pemilihan teknik anastesi yang paling aman bagi pasien. . STROKE ISKEMIK ISI Pasien laki-laki berusia 60 tahun dibawa oleh keluargadan tetangganya dengan keluhan kepala mendadak pusing dan lumpuh pada anggota gerak sebelah kiri. respirasi kendali dengan anestesi umum menggunakan pipa endotrakeal agar dapat mempertahankan bebasnya jalan nafas.3oC.L. 1994. Stroke Non Hemoragik pada Laki-laki Usia 60 Tahun dengan Riwayat Hipertensi Tak Terkontrol Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Bagian Anestesi RSUD Temanggung. dengan memilih resiko terkecil bagi pasien. Keluarga juga mengatakan bicara pasien tidak jelas. tetapi pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi sejak 8 tahun yang lalu namun tidak pernah kontrol. Dari pemeriksaan fisik ditemukan pasien dengan keadaan umum cukup. agen inhalasi dimatikan sehingga hanya O2 saja yang diberikan dan dilakukan ekstubasi.yaitu trivam 100 mg dan atracurium 20 mg sebagai pelemas otot pernafasan. Obat induksi yaitu trivam 100 mg dengan status ASA I.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:14 ABSTRAK Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. Pasien juga tidak pernah menjaga pola makannya. didahului gejala prodormal. tekanan darah 200/130 mmHg. sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. namun ayah pasien juga penderita tekanan darah tinggi. Sejak bangun tidur pasien mengeluh kepalanya nyeri dan badannya lemas. suhu 36. Kekuatan otot anggota gerak kanan menurun (atas 1-1-1. dkk. Jenis Anestesi: Anestesi umum. Hatmansyah. Refleks patologis positif pada sisi tubuh sebelah kanan. FK UI : Jakarta Penulis Pony Pebriyanti.

anti hipertensi. merokok. Juga dilakukan pemantauan ketat terhadap keadaan umum. Gangguan motoris : kelemahan atau kelumpuhan separo anggota gerak. terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun. Pada pasien. jenis kelamin. Stroke non haemoragik. pelupa (demensia) 4. lidah mencong. terapi berupa pemantauan jalan nafas. Gangguan sensoris : gangguan perasaan (deficit sensoris). tanda-tanda vital dan adanya penurunan kesadaran. Gangguan psikiatris : mudah menangis (force crying). gejala dimulai pada pagi hari yaitu timbulnya nyeri kepala dan rasa lemas. pelo. Akan tetapi tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya. Dan fase pasca akut yang dititikberatkan pada tindakan rehabilitasi medis dan pencegahan terulangnya stroke yaitu melalui terapi rehabilitasi dan menghindari faktor resiko. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya defisit neurologik secara mendadak/sub. tidak bisa bicara (afasia motorik). pendengaran terganggu (tinnitus/deafness). kurang aktivitas fisik dan penggunaan obat-obatan yang mempengaruhi cerebrovaskular. anti agregasi trombosit. sirkulasi. obesitas. anti edema otak. dan pelo. pemasangan infus. Stroke non hemoragik didefinisikan. tersedak (aspirasi). tidak bisa memahami bicara orang (afasia sensorik). tidak dapat berhitung (acalculia). dan faktor resiko yang dapat dikontrol seperti hipertensi. diabetes melitus. Gangguan kongnitif : yaitu pasien mengalami kesulitan untuk mengorganisasikan informasi secara efisien dan terarah. yaitu fase akut (hari ke 0-14 setelah onset penyakit) yang bertujuan untuk menyelamatkan neuron dan mencegah meluasnya proses patologik yang akan mengganggu fungsi otak. Gangguan neurologi fokal otak dapat berupa : 1. neurotropik dan anti agregasi trombosit. kelainan jantung / penyakit jantung. tidak keluar suara (disfoni/afoni) 2. dan juga paisen mengalami kesulitan dalam mengingat perintah yang diberikan kepadanya. tekanan darah dan kadar gula darah. sindroma menggerutu 5. gerakan tak terkendali (chorea/atetosis). gangguan otonom. ras/bangsa. Penatalaksanaan stroke dibedakan menjadi 2 fase. Gangguan bicara : sulit berbahasa (disfasia). rasa tebal-tebal (hipestesi). DISKUSI Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. mulut dan atau bibir mencong. Tidak didapatkan adanya penurunan kesadaran. Pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal. Kata atherosclerosis digunakan bagi sekelompok kelainan yang mengakibatkan menebalnya serta mengurangnya kelenturan dinding pembuluh darah arteri. hiperlipidemia dan kolesterol. Gangguan neurologi fokal otak yang didapatkan adalah gangguan motoris berupa hemiparesis kanan. kemudian disusul dengan kelemahan anggota gerak dan kesulitan bicara secara mendadak pada siang harinya. tidak bisa membedakan rabaan (anestesi). kekakuan pada satu ekstremitas atau separo tubuh. tidak dapat menulis (agrafia). bingung. mudah tertawa (force laughing). Pada pasien stroke dapat mengalami beberapa . kepandaian mundur (predemensia). aneurisma pembuluh darah serebral. kesemutan (parestesi). kejang. sangat erat hubungannya dengan atherosclerosis. riwayat keluarga. pada pemeriksaan neurologis didapatkan reflek patologis positif pada anggota gerak sebelah kanan. seksual.Tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya DIAGNOSIS Stroke non hemoragik/iskemik TERAPI Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi rawat inap. tidak dapat mengerti apa yang dilihat (visual agnosia). KESIMPULAN Pada pasien ini didiagnosis Stroke Non hemoragik. secara patologis. penglihatan terganggu (gangguan visus) 3. diuretik. sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. melihat dobel (diplopia). Pada pasien. keringat. Secara garis besar faktor resiko stroke dibagi menjadi dua yaitu faktor resiko yang tidak dapat dikontrol yaitu umur. antikoagulansia dan neurotropik. didahului gejala prodormal. diberikan anti edema otak. kelopak mata sulit di buka (ptosis). policitemia. depresi.

UPF Ilmu Penyakit Saraf FK UNS Penulis Febrina Kautsar. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik diperiksa benjolan yang ada dengan inspeksi pada saat berbaring. BAB dan BAK lancar. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC). Tidak disertai demam. Kapita Selekta Neurologi. Yogyakarta. Tidak ada cairan yang keluar dari puting susu. Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus. Pasien belum pernah mengalami hal serupa sebelumnya. Dibawah mikroskop tumpor tersebut tampak seperti berikut : a. apakah mobil atau tidak.Tidak terdapat riwayat penyakit keluarga dengan keluhan yang sama. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC) KEYWORD : Fibroadenoma Mammae. bisa digerakkan. Mammografi Suatu teknik pemeriksaan soft tissue teknik. adanya perbedaan yang nyata ukuran VE dan rontgenologik dan adanya mikrokalsifikasi. dengan mammography atau ultrasound. dari palpasi itu dapat diketahui ukurannya. Tumor jinak. Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. Tanda-tanda sekunder berupa retraksi. Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform. Aspirasi Jarum Halus Dengan AJH diperoleh diagnosis tumor apakah jinak atau ganas. bertambahnya vaskularisasi. b. Tanda primer berfibrosis reaktif. bernodul atau tidak. Harsono. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). Yang perlu ditekankan adalah kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi dipayudara. REFERENSI 1. Segi Praktis Pemeriksaan Neurologi. Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler). RS Jogja. mual. dengan mammography atau ultrasound. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta 2. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). Penatalaksanaannya juga dibagi atas dua fase yang fase akut dan fase pasca akut yang mempunyai kegunaan masing-masing. 2009 3. sehingga keraguan seorang penderita apakah dirinya menderita kanker atau tidak segera terjawab dengan cepat dan akurat. dan dengan palpasi pada daerah tersebut. comet sign. dan terasa nyeri jika ditekan dan pada waktu mestruasi. 2005. Bagian Ilmu Saraf. Seri IR Neurologi 2005. 2005. SPM neurologi. 2012 Penegakan Diagnosis Fibroadenoma Mammae pada Wanita dengan Riwayat Benjolan di Payudara Dibuat oleh: Febrina Kautsar. dan mengeluarkan cairan dari putting susu atau tidak. kerutan pada kulit payudara (peau d‘orange). maupun muntah.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:07 ABSTRAK Fibroadenoma mammae (FAM) atau yang biasa dikenal dengan tumor payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. perubahan posisi palpila dan areola adanya bridge . penebalan kulit. Diagnosis ISI Pasien seorang perempuan berusia 30 datang ke Poli Bedah dengan keluhan terdapat benjolan sebesar telur puyuh pada payudara kiri sejak 1 bulan yang lalu. duduk. dan membungkuk apakah terlihat benjolan. tanpa harus melakukan sayatan atau mengiris jaringan..gangguan yang sangat akan berpengaruh pada kualitas hidup. Benjolan tersebut kenyal. Adanya proses keganasan akan memberikan tanda-tanda primer dan sekunder. jumlahnya. c. DIAGNOSIS Fibroadenoma Mammae DISKUSI Penegakkan Diagnosis Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. kenyal atau keras.

Marilyn A.Dalam beberapa situasi. Anemia. infiltrasi dalam jaringan lunak di belakang mammae dan adanya metastis ke kelenjar.0 AT : 303 DIAGNOSIS Mioma Uteri ASA II TERAPI Persiapan PRC 2 kolf DISKUSI Strategi untuk Mengelola Anemia . Breast. Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat operasi sebelumnya disangkal. gizi baik.jogja dengan keluhan benjolan pada perut bawah. Buku Ajar Ilmu Bedah.Vital sign : TD:130/80 mmHg. jantung harus memompa darah lebih banyak sehingga timbul takikardi. Hal ini perlu dikaji apakah anemia akan berpengaruh terhadap anestesi yang diberikan. hasil. Riwayat Penyakit Keluarga : Riwayat penyakit asma alergi. 2009. juga dapat melihat kemungkinan adanya metastasis misalnya alkali fosfatase KESIMPULAN Pasien di diagnosis dengan Fibroadenoma Mammae. Asuhan keperawatan Fibroadenoma Mammae. Pemeriksaan ini umumnya hanya dilakukan apabila diperlukan (atas indikasi) pemeriksaan laboratorium untuk melihat toleransi penderita. 2008. jadi sangat baik untuk diagnosis dini dan screening. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. alergi obatobatan dan makanan (-). Hanya saja untuk mass screening cara ini adalah cara yang mahal dan dianjurkan digunakan secara selektif saja misalnya pada wanita dengan adanya faktor resiko tadi. Mammografi ini dapat mendeteksi tumor-tumor yang secara palpasi tidak teraba.of tumor. tergantung dari teknis dan ahli radiologinya. Pasien juga mengeluh perutnya sering terasa sakit pada saat menstruasi. Bagian Ilmu Bedah. strategi . RS Jogja. Benjolan tersebut sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. transfusi darah mungkin menjadi prosedur yang diperlukan.5 Hb : 10. 2005. murmur. ketetapan 83-95%. Penulis Febrina Kautsar. jantung. DM (-). hipertensi. Teknik Konservasi Darah . tampak sesak Kesadaran : composmentis . jantung (-). xerografi. REFERENSI Roubidoux. De Jong W. alergi dan reaksi transfusi hemolitik. University of Michigan Health System. Dilakukan untuk mencari jauhnya ekstensi tumor atau mencari metastasis jauh. dan kadang timbul gagal jantung pada pasien dengan anemia. tetapi keprihatinan tentang risiko mereka telah membatasi penggunaannya. Yogyakarta. Wanhari. Peran anestesi adalah memastikan bahwa organ vital menerima oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.Anemia dapat mengakibatkan transport oksigen oleh haemoglobin akan berkurang. muntah (-). Transfusi darah memiliki banyak efek samping dikenal termasuk potensi penularan penyakit menular. Transfusi Darah . PEMERIKSAAN FISIK : Keadaan umum: cukup baik. hipertensi (-). Riwayat penyakit asma (-). Jakarta. selama prosedur bedah berlangsung. Penatalaksanaan ISI Seorang wanita 41 tahun datang ke rs. Fibroadenoma. keadaan daerah dan jaringan fibroglanduler tidak teratur.Dalam operasi dengan kehilangan darah tinggi yang diharapkan. Sjamsuhidayat R. ginjal dan DM disangkal. KEYWORD : Anesyesi. Medscape. 2012 Penatalaksanaan Anestesi Pada Pasien Anemia Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Penegakannnya dapat dilakukan dengan berbagai cara yang mempunayia kelebihan masing-masing. mual (-). ginjal (-).Modifikasi terakhir pada Minggu 04:00 ABSTRAK Pada pada pasien diperoleh nilai Hb 10 g/dl. N: 82 x/menit. isi dan tegangan cukup RR : 24 x/menit S : 36C laboratorium AL : 5. Ultrasonografi Dengan pemeriksaan ini hanya dapat dibedakan lesi solid dan kistik pemeriksaan lain dapat berupa: termografi. regular. Hal ini berarti untuk mencukupi kebutuhan oksigen jaringan. Ari. dan immunomodulation alogenik transfusi darah harus dihindari sebisa mungkin karena adanya berbagai risiko yang terkait dan juga karena transfusi belum terbukti untuk meningkatkan pasca operasi.

Woerlee in Anemia and Anesthesia downloaded from http://www. Persiapan pasien dengan benar dapat membantu dalam prognosis pasien. Pasien juga merasakan gejala semakin memberat saat pasien beraktivitas. REFERENSI 1.ESA ditambah besi terapi dapat digunakan untuk memperbaiki anemia sebelum operasi dan telah ditunjukkan untuk mengurangi kebutuhan untuk transfusi darah. Hb pemulihan. 3.Datang dengan keluhan nyeri pinggang sebelah kiri yang menjalar ke lipat paha dan kemaluan sejak 1 tahun yang lalu. kekurangan ISI Pasien Ny. mual (+).. ureter dan blass. Selain itu. Jakarta : FK UI. 2008. R. 4. Selain untuk mengurangi kebutuhan transfusi. Zwißler. BAK warna kuning kemerahan. Petunjuk Praktis Anestesiologi. SV. Pape. dan memberikan hasil yang lebih baik. nafsu makan menurun dan demam. Pasien juga merasa BAK sedikit dan sering (> 5x / 24 jam). RS Jogja. Komprehensif manajemen anemia bisa mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi perioperatif alogenik.. The Medicine Publishing Company Ltd. Suryadi. Edisi Kedua. SA.org/anemia. 2002. 2. Kelebihan. anyang – anyangan (-).anesthesiaweb.. penggunaan darah autologous. 5. dan fungsi ginjal ureter dan kandung kencing. Mallett. J. manajemen anemia dengan eritropoietin dan besi telah ditunjukkan untuk mempercepat eritropoiesis. Dengan IVP. dr. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. juga mempunyai kekurangan KEYWORD : IVP. CBO guideline taken from SAMENVATTING RICHTLIJN BLOEDTRANSFUSIE. Pasien merasakan gejala tersebut kambuh – kambuhan. Perlu diperhatikan persiapan pasien pada saat akan melakukan anestesi. untuk beberapa nama. Sp.php Penulis Febrina Kautsar. pasien juga merasakan BAK terasa nyeri dan panas. Meier.untuk mengurangi kehilangan darah operatif dapat membantu mencegah anemia pasca operasi dan dapat mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi darah alogenik. Foto IVP : Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal + 2 x 1 cm dengan ureterectasia dan hidronefrosis grade I. 45 tahun.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:57 ABSTRAK IVP Adalah suatu tindakan untuk memvisualisasikan anatomi. hemodilusi normovolemic akut dan penyelamatan sel. S. dan bisa menjadi intervensi menyelamatkan jiwa. pasien juga tidak merasakan sesak nafas dan nyeri dada serta tidak terdapat keluhan gangguan BAB.. Yogyakarta. B. 2002. 2005. Perioperative Anaemia and Its Management. In EUROANESTHESIA 2005. radiologist dapat melihat dan mengetahui anatomy serta fungsi ginjal. dan meningkatkan kualitas hidup dan fungsi pada pasien bedah.. 13-15 Pengakuan dan pengobatan anemia selama periode praoperasi memberikan ahli bedah lebih banyak pilihan untuk berurusan dengan darah yang hilang selama operasi. Habler O. Bagian Ilmu Anestesi dan Reanimasi. Menurut Dr Shander. translated by G. KESIMPULAN Pada kasus diatas didapatka pasien dengan diagnosis Mioma uteri dengan status operasi ASA II Karena mempunyai HB 10 mg/dl. Ardi. + 1 gelas. Foto BNO : Suspek Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal. DIAGNOSIS Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal . KA. "Mengenali dan mengobati anemia sebelum operasi elektif adalah sangat penting. Pramono. Yogyakarta : FK UMY. Eritropoiesis-Merangsang Agen (ESA) dan Besi . pasien tidak merasakan nyeri kepala. 2012 Kelebihan dan kekurangan IVP untuk Mendiagnosis Uretherolithiasis Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Termasuk didalamnya fungsi pengisian dan pengosongan buli.An.M. Dachlan. Perioperative Limits Of Anaemia. Latief. Strategi ini termasuk teknik bedah teliti. muntah (-). Pemeriksaan IVP ini selain mempunyai kelebihan . Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi. A.

Pustaka cendekia press. RS Jogja. Hendaya dalam fungsi kehidupan sehari-hari . Dosis efektif pemeriksaan IVP adalah 3 mSv. Pasien juga merasa berat badannya menurun padahal nafsu makan seperti biasa. Pemilihan obat juga didasarkan atas sifat dari gangguan tidurnya KEYWORD : Insomnia. Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖ sanga berhati-hati pada kasus dengan longtem insomnia. triazolam (Halcion). Obat anti insomnia Benzodiazepine sedatives: Digunakan untuk meningkatakan kualitas dan kuantitas tidur temazepam (Restoril). Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil KESIMPULAN Pada pemeriksaan BNO IVP didapatkan diagnosis pasien Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal dengan ISK . Selalu ada kemungkinan terjadinya kanker akibat paparan radiasi yang diperoleh. Pasien merasa sering mengeluarkan keringat dingin. sehingga dokter dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan yang tepat mulai dari adanya batu ginjal hingga kanker tanpa harus melakukan pembedahan 3. Selalu diupayakan mencari penyebab dasar dari gangguan tidur dan pengobatan ditujukan pada penyebab dasar tersebut. Terapi ISI Pasien Ny. Longterm insomnia . Hal ini membuat pasien merasa khawatir terhadap dirinya. 2. bermanifestasi dalam gejala : penurunan kemampuan kerja. 2. hanya berlangsung selama 2-3 hari 2. dan kesemutan pada kedua tangannya.40 tahun datang ke Puskesmas Kasihan 1 dengan keluhan sulit tidur pada waktu malam atau siang hari . dan melakukan kegiatan rutin. IVP memberikan gambaran dan informasi yang jelas.estazolam (ProSom. Penggunaan media kontras dalam IVP dapat menyebabkan efek alergi pada pasien. 3. sama dengan rata-rata radiasi yang diterima dari alam dalam satu tahun. Yogyakarta.com/bnoivp Penulis Febrina Kautsar.0) TERAPI amitriptilin 1x1/2 tab DISKUSI Diagnosis dan penatalaksanaan Insomnia Pembahasan Butir-butir diagnostik Sindrom insomnia adalah: 1. 4. DIAGNOSIS Gangguan campuran anxietas dan depresi (F 41. berlangsung selama 3 minngu 3.RG. Transient insomnia . berlangsung dalam periode waktu yang lebih lama dan biasanya disebabkan oleh kondisi medik atau psikiatrik tertentu. Hal ini sangat berguna untuk tidakan terapi selanjutnya REFERENSI 1. BNO IVP bila dilakukan sesuai indikasi dan prosedur yang sesuai dapat membantu dalam menegakkan diagnosis. 2012 Diagnosis dan Insomnia Penatalaksanaan pada Wanita Usia 40 Tahun Dibuat oleh: Febrina Kautsar. . 2008. Membutuhkan waktu lebih dari ½ jam untuk tidur atau tidur kembali setelah terbangun sehingga siklus tidak utuh atau menimbulkan gangguan kesehatan 2. Diagnosa kelainan tentang kerusakan dan adanya batu pada ginjal dapat dilakukan. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu.dengan ISK DISKUSI • Kelebihan 1. lorazepam(Ativan). and clonazepam (Klonopin) Nonbenzodiazepine sedatives: eszopiclone (Lunesta).zaleplon (Sonata).tanyadokter. hubungan sosial. yang menyebabkan pasien harus mendapatkan pengobatan lanjut. Radiasi relatif rendah 5. Bersifat invasif. Sortterm insomnia. Yogyakarta 2. Bagian Ilmu Radiologi. Sindrom insomnia dapat terbagi 3 tipe : 1. Eurodin).2) dengan diagnosis banding Insomnia non organik (F51.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:54 ABTRAK Insomnia digolongkan dengan berbagai macam golongan dan penyebab penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖. 4. Radiologi Diagnostik.flurazepam (Dalmane). www. Hal ini membuat pasien merasa berat saat melakukan pekerjaan. relatif aman • Kekurangan 1.S . Malueka .

tampak jaringan sisa . namun hanya berupa flek-flek. Vagina : Dinding licin. Respirasi : 24x/menit. yang termasuk kedalam obat golongan antidepressant. Kesimpulan : Pasien pada kasus ini mendapatkan terapi antiinsomnia yaitu amitriptilin.Suhu : 36. dalam jumlah yang lebih banyak disertai nyeri perut bagian bawah. Ada beberapa macam kemungkinan diagnosisnya.com/insomnia/2011 Penulis Febrina Kautsar. Diagnosis gangguan jiwa. Hal tersebut sangat berhubungan dengan terapi yang dilakukan. abortus ISI Pasien datang ke RSUD wirosaban pada tanggal 27 oktober 2010 jam 16. Airlangga University Press. Broken insomnia : siklus proses tidur yang normal tidak utuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa bagian. W. nyeri tekan lepas (. keluar darah lewat OUE. RS Jogja. Obat yang digunakan yaitu yang bersifat ―prolong latent phase anti insomnia‖ yaitu golongan heterosiklik anti depresan 3. Edisi VI. dan beberapa saat kemudian keluar perongkolan. Obat yang dibutuhkan adalh bersifat ―sleep maintaining anti insomnia‖ yaitu golongan phenobarbital Antihistamin dapat juga digunakan untuk terapi insomnia karena mempunyai efek sedative.00 WIB di UGD dengan keluhan merasa hamil 3 bulan. Obat yang dibutuhkan adalah yang bersifat ―sleep inducing Anti insomnia‖ yaitu golongan benzodiazepin 2. Pemeriksaan Dalam :Pemeriksaan inspekulo : Vulva : Tenang.). Perdarahan dalam kehamilan ini sering dihubungkan dengan resiko terjadinya abortus. Perkusi : Tympani. TFU tidak teraba. Uretra : Tenang. Yogyakarta. Delayed insomnia : proses tidur terlalu cepat berakhir dan sulit untuk masuk kembali ke proses tidur selanjutnya.F. 2003 . Chloral Hydrate. Catata Ilmu kedokteran jiwa. Surabaya. 2012 Penegakan Diagnosis Pasien Primigravida Dengan Riwayat Perdarahan Pada Kehamilan Muda Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Keluhan perdarahan mulai di rasakan sejak tadi pagi. Endep] andtrazodone [Desyrel]) Antihistamines diphenhydramine(Benadryl) or doxylamine] Pemilihan obat: Ditinjau dari sifat gangguan tidur.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:45 ABSTRAK Perdarahan dalam kehamilan muda perlu sangat diwaspadai . ada darah. tetapi tidak dapt digunakan untuk insomnia kronik. Pemilihan obat juga didasarkan atas sufat dari gangguan tidurnya Daftar Pustaka • Maramis. Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Perut datar.and zolpidem (Ambien). nyeri tekan (-).Status Ginekologi : G1P0A0. mengeluarkan darah banyak.www. kehamilan muda. Medscape. Portio/ serviks : Portio livide. massa (-).). Mata : Konjungtiva tidak anemis. dikenal dengan : 1. Dimana masa getasi belum mencapai 22 minggu dan beratnya kurang dari 500gr. Nadi : 82 x /menit. Initial insomnia : sulit masuk dalam proses tidur. dan pada sore harinya pasien merasakan perdarahan lagi. Auskultasi : Peristaltik usus normal. Phenobarbital Antidepressants : amitriptyline [Elavil.Abortus adalah keluarnya janin sebelum mencapai viabilitas. Sudah terlambat haid 3 bulan dan sudah di lakukan PP test dan hasil positif Status Generalis Keadaan umum : Baik. Palpasi : Defans muskuler (. prongkol-prongkol lewat jalan lahir disertai nyeri perut.Vital SignTekanan Darah: 110/80mmHg. Jakarta: PT Nuh Jaya.2004 • Maslim R. rujukan ringkas PPDGJ-III. Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖. Abortus yang terjadi tiga kali atau lebih disebut abortus habitualis. KEYWORD : Perdarahan.Kesadaran : Compos mentis.50 C. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa. nyeri ketok (-). OUE : Terbuka. sklera tidak ikterik.

DIAGNOSIS Abortus Inkompletus TERAPI Kuretase DISKUSI Pada awal abortus terjadi pendarahan yang menyebabkan janin terlepas. Uretra : Tenang. Widya medika. D. 1995. ed. Cunningham. Obstetri William. Tindakan klinik yang dapat kita lakukan untuk mengetahui terjadinya abortus antara lain: 1) terlambat haid kurang dari 20 minggu 2) pemeriksaan fisik yang terdiri dari keadaan umum tampak lemah. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu janin biasanya dikeluarkan seluruhnya karena villi koriales belum menembus desidua secara mendalam.kehamilan. Abortus. 1998. OUE : Terbuka dan teraba jaringan. keluar jaringan seperti anggur Abortus mola KESIMPULAN Berdasarkan hal diatas pasien dapat didiagnosis dengan abortus inkompletus. Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. dan ada/tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium 6) colok vagina dengan melihat porsio masih terbuka atau sudah tertutup. mual. Massa/tumor : Tidak ada. 2012 . F. Ilmu Kebidanan. dan kavum douglasi tidak menonjol dan tidak nyeri Pemeriksaan penunjang yang umumnya dilakukan antara lain: 1) tes kehamilan akan menunjukkan hasil positif bila janin masih hidup bahkan 2-3 hari setelah abortus 2) Pemeriksaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup 3) Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion Tabel diagnosis dan diagnosis banding perdarahan pada kehamilan muda perdarahan cervix uterus Gejala/tanda diagnosis Bercak-sedang tertutup Sesuai usia gestasi Kram perut bawah. RS Jogja. EGC. tidak nyeri saat porsio digoyang.Parametrium : Tidak ada nyeri. besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan. Vagina : Dinding licin. dan nyeri pinggang akibat kontraksi uterus 4) pemeriksaan ginekologi meliputi inspeksi vulva dengan melihat perdarahan pervaginam. Hemorrhagi Utama Obstetri dan Ginecology. H. denyut nadi normal atau cepat dan kecil. EGC. Wiknjosastro. 1994. All. Untuk dapat mengetahui macam-macam penyebab perdarahan pada kehalian muda perlu sangat diperhatikan pada saat anamnesis dan pemeriksaan fisik. Kapita Selekta : Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi. ostium uteri terbuka atau sudah tertutup. uterus lunak Abortus iminens tertutup Sedikit membesar Limbung/pingsan Nyeri perut bawah Nyeri goyang portio Massa adnexa Cairan bebas intra abdomen Kehamilan ektopik terganggu Tertutup/terbuka Lebih kecil Sedikit/tanpa Nyeri perut Riwayat ekspulsi hasil konsepsi Abortus komplit Sedang-masif terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi Abortus insipiens terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Ekspulsi sebagian hasil konsepsi Abortus inkomplit terbuka Lunak dan lebih besar dari usia gestasi Mual muntah Kram perut bawah Sindroma mirip pre eklamsia Tak ada janin. ada/tidak jaringan janin. Taber. teraba jaringan. cetakan I. ada/tidak jaringan keluar dari ostium. Kelainan Dalam Lamanya Kehamilan. Pada kehamilan 8–14 minggu villi koriales menembus desidua secara mendalam. Jakarta. Abortus. Yogyakarta. M. setelah ketubah pecah janin yang telah mati akan dikeluarkan dalam bentuk kantong amnion kosong dan kemudian plasenta. Terapi yang dilakukan adalah kuretase. dan tercium/tidak bau busuk dari vulva Inspekulo 5) perdarahan dari kavum uteri. Pada kehamilan diatas 14 minggu. tekanan darah normal atau menurun. et. Serviks/Portio : Portio lunak (hegar sign +). tidak nyeri pada saat perabaan adneksa. Pemeriksaan Colok Vagina : Vulva : Tenang. Penulis Febrina Kautsar. REFERENSI Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Universitas Syah Kuala. Jakarta 1997. Jakarta. teraba atau tidak jaringan dalam kavum uteri. Uterus : Sebesar telur bebek. dan suhu badan normal atau meningkat 3) perdarahan pervagina yang disertai keluarnya jaringan janin. 18. B. plasenta tidak dilepaskan sempurna sehingga banyak perdarahan.

Mencret disertai rasa mulas. neonatal dan lingkungan. Pada pemeriksaan fisik awal tanggal 17 Desember 2011 didapatkan: bayi tenang. KGB colli tidak teraba membesar. tidak berbau. sianosis. ibu pasien mengeluh mencret 4-5 kali per hari. muntah. Sepsis pada periode neonatal menunjukkan adanya penyakit sistemik simptomatik dan bakteri dalam darah. fungsi hati. fungsi ginjal. Pasien tidak terdapat perdarahan. jenis kelamin perempuan. NKB-SMK. pasien lahir langsung menangis namun lemah. leukopenia. jejas (-). berhubungan dengan karakteristik kuman penyebab dan respon tubuh terhadap masuknya kuman. Akral hangat. frekuensi napas 62 kali/menit. dan pemeriksaan penunjang yang didapatkan serta disesuaikan dengan teori yang ada. Hasil laboratorium didapatkan anemia normositik normokrom.5 ˚C). keluar menyemprot. hipotermia. CRT <2 detik. dan diare. Tanda klinis sepsis neonatorum seperti: hipertermia. tidak terdapat kelainan bawaan. Abdomen datar. warna kuning jernih. Rawat inkubator (suhu 36. Demam timbul bersamaan dengan mencret. Buang air kecil tidak nyeri. trombosit. supel. glukosa darah dan elektrolit dalam batas normal. lahir tunggal. ronchi -/-. murmur (-). yaitu . Ibu mengaku selama hamil terdapat keputihan tidak terlalu banyak. dan tidak pernah mengkonsumsi obatobatan. distres pernapasan. . Dada simetris. hasil pemeriksaan fisik. ikterik (-). APGAR Score 6/8. terkadang ada rasa anyang-anyangan. kesulitan minum. apneu. sklera ikterik -/-. tidak biru. Keywords : Sepsis neonatorum awitan dini ec Serratia liquefaciens. air lebih banyak dari ampas.5 l/menit. Anus (+). Pemilihan antibiotik untuk terapi inisial mengacu pada jenis kuman penyebab tersering dan pola resistensi kuman di masing-masing pusat kesehatan. anoreksia. distensi abdomen.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:26 oleh Ratih Juwita Abstrak Sepsis neonatorum adalah sindrom klinis yang terjadi akibat invasi mikroorganisme ke dalam aliran darah. hipotermia. sianosis (-). dan timbul pada satu bulan pertama kehidupan. bising usus (+) normal. apneu. retraksi sela iga (-).Monitor keadaan umum dan tanda vital Diskusi Dari ilustrasi kasus diatas. demam dirasakan sepanjang hari. Sepsis neonatorum dibedakan menjadi sepsis neonatorum awitan dini (SNAD) dan sepsis neonatorum awitan lambat (SNAL). anus (+). Kepala normochepal. maka mengarah pada suatu diagnosis yaitu sepsis neonatorum awitan dini. suhu tidak diukur. merumuskan dari data anamnesis. jamur. warna bening kental. Pendekatan diagnosis dilakukan sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum di bawah ini. Suara nafas vesikuler +/+. BBLASR History : Bayi lahir dari ibu G2P2A0 kehamilan 28 minggu lahir secara spontan ditolong bidan. Sepsis dapat disebabkan oleh bakteri.PENEGAKKAN DIAGNOSIS SEPSIS NEONATORUM Dibuat oleh: Adryansyah. pucat (-). seperti: hipertermia. Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm. distres pernapasan. Demam cukup tinggi. tidak kejang. Demam disertai sakit kepala. Tiga hari sebelum melahirkan. frekuensi denyut jantung 134 kali/menit. gallop (-). terlihat agak sesak. Mukosa bibir lembab (+). wheezing -/-. ikterik. hepar dan lien tidak teraba. Ibu tidak ada tekanan darah tinggi. sianosis. Menurut ibu. tidak terdapat lendir maupun darah segar. Gentamisin 2x4 mg (iv). Konjungtiva pucat -/-. tidak ada darah.5 37. hepatomegali.Cefotaxim 2x50 mg (iv). Faktorfaktor yang mempengaruhi kemungkinan infeksi secara umum berasal dari tiga kelompok. tidak ada riwayat kencing manis. terapi Oksigen nasal 0. suhu 38‘C. Selama hamil ibu pasien rutin kontrol ke bidan sebanyak 1 kali per bulan. bau biasa. warna coklat kehitaman. virus atau riketsia. faktor maternal. Bunyi jantung 1-2 reguler. letargi. kulit tidak tampak kuning. respon (+) lemah. Tanda klinis pada sepsis neonatorum tidak spesifik. jamu maupun merokok.

Kata kunci : Sindrom Guillain Barre. 1992. hitung trombosit. hepatomegali. letargi. usia gestasi <37 minggu. Diakses dari http://ilmudokter-aurora.com/2009/06/sepsisneonaturum. IT rasio dan CRP). Dengan demikian.racun botulisme. maka diperiksa septic marker (hitung leukosit. dan infeksi saluran kemih (ISK) atau tersangka ISK yang tidak diobati. Sepsis Neonatorum.html 4. muntah. Mustarim. 2012 [11:28 UTC] Abstrak Kelemahan tungkai adalah keluhan yang biasa ditemui pada kasus gangguan neuromuskular. Pada pasien ini terdapat 2 faktor risiko minor.paralisis akut Kasus Anak umur 6 tahun datang dengan keluhan utama kaki dan tangan tidak dapat digerakkan. diperlukan analisa faktor risiko sepsis neonatorum.ikterik. dan diare. serta faktor risiko minor: ketuban pecah >12 jam. Guillain-Barre syndrome (GBS) merupakan penyebab utama paralisis flaksid akut di negara-negara Barat. kesulitan minum. ibu demam saat intrapartum (suhu >37. yaitu dengan mengetahui riwayat gejala bayi melalui anamnesis kepada ibu serta mengetahui faktor resiko penyebab terjadinya sepsis sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum Referensi : DAFTAR PUSTAKA 1. menit ke-5 <7). 2007. yaitu bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR) 950 gram dan usia gestasi 28 minggu (<37 minggu). Sepsis Neonatorum. Faktor risiko positif bila terdapat minimal 1 faktor risiko mayor atau 2 faktor risiko minor. Anonim.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May. p403-10 2. 2010. bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) <1500 gram. nilai APGAR rendah (menit ke-1 <5. keputihan yang tidak diobati. Ilmu Kesehatan Anak FKIK UMY RSUD Tidar Magelang. ibu demam saat intrapartum (suhu >38 ˚C). usia pasien 28 minggu termasuk dalam kategori bayi prematur. 2009. Pada pasien didapatkan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 menunjukkan adanya leukopenia dan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 didapatkan trombositopenia serta CRP positif. Jakarta. . Menurut Kongres European Perinatal Medicine ke II di London. denyut jantung janin menetap >160 kali/menit dan ketuban berbau. bayi kurang bulan (prematur) adalah bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari).5 ˚C). Nelson. Deteksi GBS harus cermat sehingga komplikasi dapat segera diatasi dan dapat diberikan penatalaksanaan yang tepat. Diakses dari http://akperla. Jakarta: EGC. Panduan Pelayanan Medis Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM. korioamnionitis. kehamilan ganda.Penyebab lain adalah infeksi polio. Sepsis Neonatorum dan Upaya Pencegahannya di RS Dengan Fasilitas Terbatas. anoreksia.blogspot.blogspot.com/2010/01/sepsisneonatorum-dan-upaya. Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm. p678 3. Divisi Perinatologi. Lima hari sebelum masuk rumah sakit anak menderita cacar air dengan panas tinggi.hipo/hiperkalemi. Ilmu Kesehatan Anak Jilid I Edisi III.html Ratih Juwita Parwitasari 20060310015. minimal 2 septic marker positif.miastenia gravis. Penanganan Sindrom Guillain Barre pada Pediatri Dibuat oleh: Yanuar Surya Pratama. Dengan adanya faktor risiko positif.Adanya gejala klinis yang tidak spesifik tersebut. distensi abdomen. yaitu faktor risiko mayor: ketuban pecah >24 jam. Berat lahir <1000 gram disebut bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR). Masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi tersebut disebut Neonatus Kurang Bulan Sesuai untuk Masa Kehamilan (NKB-SMK). Kesimpulan : Pada pasien ini penegakkan diagnosis yang cepat dan tepat akan mempermudah dalam pengobatan dan penyembuhan pasien agar memperoleh prognosis yang baik.

Daroff RB.kekuatan 2/2/2/2. dan sindroma Landry Guillain Barre adalah suatu penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf perifer. Intubasi dilakukan bila FVC kurang dari 12-15 ml/kg. tetraparese. tekanan maksimal respirasi. Marsden CD. tekanan O2 arteri dibawah 70 mmHg serta tanda fatigue respirasi yang berat.BAK (+).nervi craniales dalam batas normal. p. paralisis asendens Landry.BAB (+).Miastenia Gravis.Bradley WG. Trakeostomi dilakukan bila diperkirakan bantuan nafas lebih dari 10 hari. Referensi 1.com/condition_info_popup. Available from: http://emedicine. Digunakan larutan saline dan albumin sebagai cairan pengganti plasma. Pengukuran maksimal forced vital capacity (FVC). dan biasanya dicetuskan oleh suatu proses infeksi yang akut.canada.asp?channel_id=0&disease_id=325&sec tion_name=condition_info.Guillain-Barré Syndrome. 2nd edition.meningeal sign (-). Hal ini dikarenakan penyakit ini dapat melumpuhkan otot pernafasan sehingga dapat menyebabkan kematian. sangat dibutuhkan alat bantu pernafasan serta perawatan khusus.klonus (-).Hipokalemi Terapi RL 20 tpm Paracetamol 3x1/2 tab Vit B 1x1 tab Konsul saraf Diskusi Sindroma Guillain-Barre (GBS) atau disebut juga dengan radang polineuropati demyelinasi akut (AIDP). gas darah arterial. Kesimpulan Penatalaksanaan GBS perlu diperhatikan secara cermat dan tepat. USA: ButterworthHeinemann. antara lain kegagalan nafas dan disfungsi otonomik. dan hipoksemia akibat atelektasis. selain itu kondisi pasien yang cepat memburuk tanpa dapat diprediksikan membuat penderita GBS membutuhkan perawatan inap untuk observasi fungsi respirasi.nyeri kepala (-). Fatigue otot respirasi ditandai dengan keringat dingin.reflek patologis (-)..pemeriksaan neurologis didapatkan GCS 456. Sekitar 30% penderita membutuhkan bantuan ventilasi mekanik. Available from: http://bodyandhealth. 2.RPD dengan TB yang sudah dinyatakan sembuh. Terapi spesifik menggunakan imunoglobulin atau plasmaparesis. 4. Pada kasus ini digunakan plasmaparesis dengan NaCl isotonik tanpa pemberian imunoglobulin karena tidak adanya obat. poliradikuloneuritis idiopatik akut. Polio Perancis. antara lain terapi pertukaran plasma (plasmapheresis) dan injeksi immunoglobulin dosis tinggi intravena (IVIG) Jadwal plasmapheresis berkisar antara 4 hingga 6 kali (40-50 ml/kg) dengan mesin kontinu selang sehari. 2007].com/article/792008-overview. Manfaat terapi paling jelas apabila terapi dimulai 2 minggu setelah onset. tekanan darah.reflek fisiologis (-). terapi akut ditujukan terutama untuk melawan proses imunopatogenesis.5 mmol/L. Evaluasi adanya sesak napas perlu dilakukan untuk memikirkan keperluan pemakaian ventilator. Tanda gagal nafas antara lain perburukan FVC.Riw kelahiran baik. Neurology in clinical practice: the neurological disorders. Perhatian khusus terutama ditujukan pada perawatan suportif dan pencegahan komplikasi. Pasien ini tidak memerlukan ventilator karena masih dapat bernafas spontan. Tidak ada keluhan yang menyertai keluhan utama. Editors. dan fungsi otot bulbar harus selalu dimonitor selama fase progresif. penderita harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU). Guillain-Barre Syndrome. Lab dalam batas normal dengan K 3.nyeri perut (-). Relaps terjadi pada 10% pasien dalam kurun waktu 3 minggu pasca-terapi.Poliomyelitis.Pada pemeriksaan fisik semua dalam batas normal.status gizi kurang.eutrofi. dan nafas cepat diantara percakapan pendek. takikardia.1911-16 3. 1996. Fenichel GM.Miller Andrew. GBS termasuk dalam kelompok penyakit neuropati perifer Penatalaksanaan Awal Pada kasus berat.Guillain- . Monitoring FVC dilakukan setiap jam.mual (). polyneuritis idiopatik akut. [updated Dec 19.Anak hanya berobat ke bidan untuk menurunkan panas dan sembuh.muntah (-). Diagnosis Paralisis Flaksid Akut DD Guillain Barre Syndrome.medscape. Sehari sebelum masuk rumah sakit cacar air sudah sembuh akan tetapi kaki dan tangan susah digerakkan dan anak tidak dapat bangun dari tempat tidur.sesak (-). Terapi Spesifik Imunopatogenesis dari penyakit GBS. jika FVC kurang dari 18 ml/kg atau terjadi disotonomia kardiovaskuler. [update 2009].

RSUD Saras Husada Purworejo. Ketepatan diagnosis dan penanggulangannya tergantung dari kemampuan melakukan analisis pada data anamnesis.batas tegas. tidak tampak fraktur. Injeksi Cefotaxime 2 x 1 Ampul. Sagung Seto Penulis Yanuar Surya Pratama. vertebra spur (). iskemia dan perdarahan.SMF Ilmu Kesehatan Anak. dilatasi usus.dailystrength. Ns. Pemeriksaan penunjang Kasus Pasien seorang laki-laki usia 46 tahun datang dengan keluhan teras sebah. Tiduran miring ke kiri (left lateral decubitus = LLD). Pasien mengaku setang motor mengenai perutnya. proyeksi . Peritonitis Generalisata Terapi Pro Laparatomi. Peritonitis selain disebabkan oleh kelainan di dalam abdomen yang berupa inflamasi dan penyulitnya. Available from: http://www. Tiduran telentang (supine). Injeksi Ketorolac 2 x 1 Ampul. Available from: http://www.com/guillain-barre_syndrome/article. free air (+). mual dan nyeri perut tumpul pada seluruh lapang abdomen. Keywords: Akut abdomen.Keputusan untuk melakukan tindakan bedah harus segera diambil karena setiap keterlambatan akan menimbulkan penyakit yang berakibat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Keluhan dirasa setelah pasien mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya saat mengendarai kendaraan bermotor roda dua. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Persarafan. dengan sinar horizontal. Jakarta.Tarwoto. dengan sinar horizontal proyeksi AP. 3. Infus RL 20 tpm.Barre Syndrome (GBS) Support Group. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. 2.c. Pemeriksaan radiologi BNO 2 posisi hasil menunjukkan adanya peningkatan jumlah udara usus.medicinenet.2012 PEMERIKSAAN PENUNJANG FOTO ABDOMEN pada PENEGAKAN DIAGNOSIS AKUT ABDOMEN et causa PERITONITIS GENERALISATA AKMAL FALAH 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah. juga oleh ileus obstruktif. Diagnosis Akut Abdomen e. Peritonitis. Akut abdomen yang sering adalah peritonitis. sinar dari arah vertikal dengan proyeksi anteroposterior (AP). Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya defans musculer dan nyeri tekan di semua lapang abdomen. Sedangkan pada pemeriksaan USG tampak cairan bebas intraabdominal pada horizon pouch.2007.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May. Injeksi Kalnex 2 x 1 Ampul Diskusi Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut. S.org/news/Guillain-Barre-Syndrome-GBS Guillain-Barré Syndrome.2006310148. bulat – bulat / lonjong di subcutis di daerah infraumbilical. kontur ren dextra dan sinistra tidak jelas. air fluid level (-). Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi. yaitu sebagai berikut: 1. 2012 [08:57 UTC] Abstrak Akut abdomenmerupakan suatu kegawatan pada abdomen dimana memerlukan tindakan segera untuk penanganannya.pemeriksaan pelvis menunjukkan struktur tulang baik.htm 5.Kep. Sebagian kelainan disebabkan oleh cidera langsung atau tidak langsung yang mengakibatkan perforasi saluran cerna atau perdarahan. tampak gambaran hypoechoic dengan tepi hyperechoic. Duduk atau setengah duduk (semi erect) atau berdiri kalau memungkinkan.

Wiwiek S. 2000.udara bebas sulit dideteksi. kelainan yang langsung dilihat dapat difoto untuk dokumentasi. Dudley a.Bagian Bedah Staf pengajar FKUI.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May. didapatkan free air pada subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow).Cipto Mangunkusumo. didapatkan preperitonial fat menghilang. Soelarto Rekso Prodjo. Trauma Abdomen. gangguan pada saluran cerna. Pada foto thorax tegak. Udara sub diafragmatik harus dibedakan dengan pneumothoraks subpulmonal.1992. Pada posisi semi erect. ed:11.AP . Ketepatan diagnosis akan meningkat bila digunakan kontras ganda.f. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. Selain itu. Pada posisi LLD. Kesimpulan Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum yang merupakan pembungkus visera dalam rongga perut. pecahnya usus buntu atau karena sebab lain.W. UGM University Press. tanda utama radiologi adalah: 1. sitologi atau patologi Foto thorax dan foto LLD abdomen sangat sensitif untuk mendeteksi udara bebas intraperitoneum dalam volume kecil ( < 5 ml ). Penyebab tersering gambaran ini adalah perforasi usus akibat luka atau trauma tembus dan infark dinding usus. yaitu adanya gas di dinding usus sisi manapun. Kapita selekta kedokteran. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Penulis Akmal Falah. udara berbentuk bulan sabit tampak di bawah hemidiafragma. Rs. Bagian Ilmu Radiologi. Trauma Abdomen. Pemeriksaan Gastroduodenoskopi dilakukan bila ada keluhan dan tanda yang mencurigakan ke arah penyakit lambung dan atau duodenum serta untuk tindak lanjutnya Dengan endoskopi. Ada dua tanda yang dapat membantu : tanda Rigler. Foto kontras barium merupakan pemeriksaan yang penting dalam membantu menegakkan diagnosis curiga tumor. Pada posisi supine. Trauma Abdomen. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen. Hamilton Bailey. 2. yaitu kontras positif (barium) dan negatif (udara).51-57. Ilmu bedah gawat darurat. jaringan atau cairan patologis dapat diambil untuk pemeriksaan kimia. Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi Referensi Arif Manjoer. Penatalaksanaan demam tifoid meliputi medikamentosa dengan antibiotik dan terapi suportif . 2012 [08:40 UTC] Abstrak Demam Tifoid ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. psoas line menghilang. dan tanda garis ligamentum falsiform hepatis yang terbentuk di kuadran kanan atas oleh udara bebas. dan adanya kekaburan pada cavum abdomen. Wahyu I. 20060310152. Bila tidak yakin apakah terdapat udara bebas intraperitoneum atau tidak. Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. RSUD SETJONEGORO WONOSOBO PENATALAKSANAAN DEMAM TIFOID pada ANAK USIA 10 TAHUN akmal falah 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah. Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut. dan gangguan kesadaran.1995.Peritonitis dapat terjadi akibat suatu respon inflamasi atau supuratif dari peritoneum yang disebabkan oleh iritasi kimiawi atau invasi bakteri. suprohaita.514-526. fotoLLD pada abdomen bagian atas akan menunjukkan udara bebas dalam bentuk bulan sabit dengan densitas rendah di sebelah lateral dari tepi lateral lobus kanan hati. Pada foto terlentang abdomen. 3.Dr.

tidak ada nyeri saat buang air kecil. tidak anyang-anyangan. tidak nyeri saat BAB. Berat Badan: 50kg. haus dan lemas. tidak berkeringat dimalam hari. antigen flagelar (H) yang terdiri dari protein dan envelope antigen (VI) yang terdiri dari polisakarida. lebih suka jajan di sekolah atau pinggir jalan. Salmonella typhi sangat resisten dan dapat hidup lama di air keruh. tidak pilek. 4 hari SMRS pasien dibawa ke Puskesmas kemudian diberi 3 macam obat. Di tempat ini komplikasi perdarahan dan perforasi intestinal dapat terjadi. BMI: 17. AE: 4. Suhu: 39. Mikroba Salmonella yang ikut makanan sampai di usus menembus mukosa usus halus. Diskusi Demam typhoid adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari satu minggu. Respirasi: 24 kali permenit.67%. menimbulkan radang dan membentuk tukak. Pada pemeriksaan penunjang : AL: 5.1°C. SGPT: 250 U/l. tidak terdapat lendir atau darah. Sudah tidak buang air besar cair. mempunyai flagella. Penyakit ini disebabkan oleh mikroba gram negatif Salmonella SP. saat sore hari panas meninggi. menurut orang tua pasien berat badan naik dalam beberapa bulan. Kesadaran: Apatis-Somnolen. diberikan infusKaEn 3B 2100 cc/24 jamuntuk membantu mencukupi kebutuhan cairan dan membantu jalur masuk obat parenteral. tidak muntah.Pasien tidak memiliki riwayat batuk berdahat lebih dari 2 minggu. demam tifoid Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan panas sejak 8 hari yang lalu. Salmonella paratyphi A. Pada pemeriksaan fisik KU: Pasien Tampak Lemas. Vital Sign: Nadi: 96 kali permenit. nafsu makan berkurang. Salmonella yang banyak dikenal di klinis adalah Salmonella typhi. masuk aliran limfe dan mencapai kelenjar limfe . mengadakan replikasi dan kemudian kembali ke darah dan menyebar ke kelenjar limfoid Ileum (Plaques Peyeri). Tinggi badan: 170cm. tidak menggigil. teratur. AT: 240. tipe thorakoabdominal. Widal TyH: 1/320.26 juta uL. Dalam serum penderita terdapat zat anti (aglutinin) terhadap ketiga macam antigen tersebut. Buang air kecil lancar. tidak membentuk spora fakultatif anaerob. Penyebab dari demam typhoid adalah salmonella typhi yang merupakan bakteri gram negatif. TKTPdan memperbaiki gizi pasien. suhu dirasakan naik turun. sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai jaringan Limfoid Plaque Peyeri di ilium terminalis yang mengalami hipertrofi. Tekanan Darah: 110/60MmHg. Mengantuk. Salmonella Thiphi juga dapat memperoleh plasmid faktor-R yang berkaitan dengan resistensi terhadap multiple antibiotik. diberikan makanan rendah serat. minum normal/biasa. Mempunyai sekurangkurangnya tiga macam antigen yaitu antigen somatik (O) yang terdiri dari zat komplek oligosakarida. Hb: 11. 1 hari SMRS pasien masih panas. nafsu makan berkurang. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung.(pemenuhan kebutuhan cairan dan kalori. bubur saring 3x1 porsi. Widal TyO: 1/320 Diagnosis Demam Tifoid Terapi Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi penatalaksanaan medikamentosa diberikan cefotaxime sebagai antibiotik diberikan secara intravena dengan dosis 1 g 2 kali sehari. gangguan pencernaan dan gangguan kesadaran.000. Keyword : antibiotik. diet dengan nutrisi yang baik). tidak berkapsul. lalu menurun di pagi hari. makanan yang tercemar atau terkontaminasi dan pakaian yang tercemar. Mempunyai makro molekul liposakarida kompleks yang membentuk lapis luar dari dinding sel dan disebut endotoksin. obat tidak dihabiskan. paracetamol tiap 4-6 jam 3x1 tab bila panas. Panas terjadi terus menerus.95 uL. tidak batuk. demam dirasakan tidak terlalu tinggi. Kuman Salmonellathipi masuk tubuh manusia melalui mulut dengan makanan dan air yang tercemar. minum biasa. ke organ-organ terutama hati dan limpa. setelah minum obat panas belum mereda. SGOT: 155 U/l. Kuman Salmonella typhi kemudian menembus ke lamina propia. melalui pembuluh limfe masuk ke peredaran darah.9 g/dL. Seorang pasien anak laki-laki usia 14 tahun datang dengan keluhan demam naik turun sejak 12 hari sebelum masuk rumah sakit disertai diare.Bdan C. Hct: 36. isi dan tegangan cukup. tidak ada riwayat kontak dengan penderita TB.3 Kg/cm2. Pasien BAB cair 3 kali sehari.

dkk. 2004. Pada ensefalopati. Koreksi gangguan asam basa dan elektrolit. Nelson Ilmu Kesehatan Anak. oral atau IV. EGC: Jakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. 20060310152 Bagian Ilmu Kesehatan Anak. bila perlu berikan O2. muntah atau diare. serta diet makanan rendah serat dengan nutrisi yang baik . terutama pada demam tinggi. Pemeriksaan Laboratorium Dan Diagnosis Infeksi Saluran Kemih Pada Anak 5 Tahun . Ilmu Kesehatan Anak. Dapat diberikan setiap 4 jam apabila suhu tubuh pasien tidak juga turun. gangguan pada saluran cerna.mesenterial yang juga mengalami hipertrofi. Kotrimoksasol 6 mg/kgBB/hari. dan bagian-bagian lain sistem retikuloendotelial. pemberian antibiotik dan antipiretik. Tapi kemudian berdasarkan penelitian. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. Antipiretik dapat diberikan Parasetamol dengan dosis 10 mg/kgBB/kali. oral dibagi 2 dosis selama 10 hari. Amoksisilin 100 mg/kgBB/hari. Kapita Selekta Kedokteran. 2000. dan pemeriksaan penunjang. KESIMPULAN Di Indonesia demam tifoid merupakan penyakit endemis. Demam pada tyfoid disebabkan karena Salmonella typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan penglepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang. Sefiksim 10 mg/kgBB/hari. Penuhi kebutuhan volume cairan intravaskuler dan jaringan. Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. jumlah kebutuhan cairan dikurangi menjadi 4/5 kebutuhan dengan kadar natrium rendah. Pasien ini didiagnosis demam tifoid berdasarkan anamnesis. Hasan R. limpa. dibagi dalam 4 dosis selama 10-14 hari. Salmonella typhi bersarang di plaque peyeri. Diet dengan makanan tidak berserat dan mudah dicerna. Behrman RE. Kuman-kuman salmonella typhi lain mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus. Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis. oral dibagi dalam 2 dosis selama 10 hari. Hadinegoro SR.merupakan penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. dibagi dalam 4 dosis selam 10 hari. Setelah melewati kelenjar-kelenjar limfe ini Salmonella typhi masuk aliran darah melalui ductus thoracicus. pemenuhan kebutuhan cairan. karena membantu terjadinya proses inflamasi lokal pada jaringan tempat Salmonella typhi berkembang biak. FKIK UMY. bila perlu asupan cairan dan kalori diberikan melalui sonde lambung. Pemilihan antibiotik pada kasus demam tifoid sekarang perlu mendapat perhatian karena dilaporkan sudah banyak timbul resistensi pada sefalosporin generasi ketiga. 2000. dibagi 3 dosis hingga kesadaran membaik. RSUD Setjonegoro. 2002. Wonosobo. oral selama 10 hari. Pelihara keadaan nutrisi. Cairan dan kalori. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. Seftriakson 80 mg/kgBB/hari. dkk. Garna H. REFERENSI Soedarmo SS. setelah demam reda. dan gangguan kesadaran. Endotoksin salmonella typhi berperan pada patogenesis demam tyfoid. Kortikosteroid diberikan pada kasus berat dengan gangguan kesadaran. PENULIS Akmal Falah. Pusponegoro HD. pemeriksaan fisik. eksperimental disimpulkan bahwa endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam dan gejala-gejala toksemia pada demam tyfoid. hati. dapat segera diberikan makanan yang lebih padat dengan kalori cukup. oral atau IV. Deksametason 1-3 mg/kgBB/hari IV. 2008 Mansjoer A. Arvin AM. Satari HI. Pertahankan oksigenasi jaringan. Pada pasien ini penatalaksanaan meliputi tirah baring. Antibiotik yang dapat diberikan: Kloramfenikol (drug of choice) 50-100 mg/kgBB/hari. Semula disangka demam dan gejala-gejala toksemia pada demam typhoid disebabkan oleh endotoksemia. Kliegman R. dkk.

Bila tidak ditanggulangi secara serius.5% anak perempuan dan 1. dari asimtomatik sampai gejala sepasis yang berat. Diagnosis yang cepat dan akurat dapat mencegah penderita ISK dari komplikasi pembentukan parut ginjal dengan segala konsekuensi seperti hipertensi dan gagal ginjal kronik. BAB Baik seperti biasanya tidak keras ataupun cair 1x perhari. gejalanya dapat menyerupai infeksi atau sepsis berupa demam. perlu mengenal ISK sedini mungkin agar dapat ditata laksana dengan adekuat untuk menghindari akibat yang lebih buruk. berat badan tidak naik. mengompol. terasa panas (+). di samping infeksi saluran cerna. pilek (-). meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. Apabila didapat leukosituri yang bermakna. BAK jernih. mencret. ISK merupakan penyakit penting pada anak. Gambaran klinis ISK sangat bervariasi dan sering tidak khas. nyeri saat BAK (+). 2012 [15:17 UTC] Abstrak Infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyakit yang sering ditemukan pada anak. hematuria (eritrosit > 5 LPB) Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine Pemeriksaan penunjang lain digunakan unuk mencari faktor resiko seperti USG perut dan bila perlu dilanjutkan dengan miksio sisto uretrogram (MSU) dan pielografi intravena (PIV) Pemeriksaan Mikroskopik Urin Pemeriksaan mikroskopik dilakukan untuk menentukan jumlah leukosit dan bakteri dalam urin. keyword : Diagnosis.V ) selama 7-10 hari ◦ Antipiretik Paracetamol tab : 10-15 mg/kgBB/kali : 3 x 1/3 tab (bila panas) Diskusi Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih. tidak membaik saat berubah posisi. hipertensi. kelainan pada organ genitalia eksterna seperti fimosis.1% anak lelaki. berat badan sukar naik atau anoreksia Pada anak besar gejalanya lebih khas seperti sakit waktu kencing. Pada anak kurang dari 10 tahun ISK ditemukan pada 3. ISK dapat menyebabkan komplikasi berupa batu saluran kemih. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan urin (kencing) dijumpai protein. infeksi saluran kemih.Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May. merasa ada benjolan pada perut (-). frekuensi kencing meningkat. Pertumbuhan bakteri mencapai lebih dari 100. ISK merupakan penyebab demam kedua tersering setelah infeksi akut saluran napas atas pada anak usia kuran 2 tahun. Pada kelompok usia ini angka ISK mencapai 5%. muntah (-) panas hilang timbul. nyeri tekan perut bawah (supra simfisis). problem minum dan sianosis (kebiruan) Pada bayi gejalanya berupa demam. Langkah diagnostik untuk menegakkan ISK antara lain : Anamnesa. anoreksia. apatis. muntah. perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan kultur. Kasus Seorang pasien anak laki-laki usia 5 tahun dengan berat badan 15 kg datang dengan keluhan pasien merasa sakit perut daerah bawah pusat sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit yang makin meningkat. Apabila ditemukan satu atau lebih kuman pada pemeriksan . Pemeriksaan fisik Dijumpai demam. Karena itu. Seflosporin : cefotaxim 150 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis : 4 x 525 mg (I. kelainan tulang belakang seperti spina bifida. anyang anyangan (polakisuria) dan bau kencing yang menyengat. Jumlah leukosit yang dianggap bermakna adalah >10 / lapang pandang besar (LPB). ISK pada neonatus kurang bulan adalah sebesar 3% sedangkan neonatus cukup bulan 1%. mual (). Diagnosis infeksi saluran kemih Terapi pada kasus ini diberikan ◦ Infus Ringer laktat 15 tetes permenit ◦ Antibiotik pilihan : Gol. Pasien didiagnosis sebagai infeksi saluran kemih. BAK menjadi keruh. karena menyebabkan gejala tidak menyenangkan pada anak. Pemeriksaan langsung kuman patogen dalam urin sangat tergantung kepada pemeriksa. sakit sekitar pinggang (-). nyeri ketok pinggang (sudut kostovertebra). R Balatif. dari pemeriksaan lab urine rutin ditemukan lekosit yang meningkat dalam urin. tidak pernah mengunakan pempers. hipospadia. leukosit (Leukosit > 5 LPB).000 unit koloni per ml urine segar pancar tengah (midstream urine) pagi hari digunakan sabagai batasan diagnosis ISK. pemeriksaan laboratorium. epispadia. tidak terjatuh atau terbentur sebelumnya.Dibuat oleh: Nur Aini Abd. nyeri perut atau pinggang. Pada neonatus usia 2 bulan. ataupun gagal ginjal yang memerlukan tindakan cuci darah atau cangkok ginjal.

dan pemeriksaan penunjang. Marcellus Simadibrata K. Bakteriuria asimtomatik ditegakkan apabila 2 urin kultur bakteri strain sejenis diambil >24jam menunjukkan bakteriuria sebanyak >= 105 cfu/ml. World Health Organization. maka kemungkinan besar bahan urin yang diperiksa telah terkontaminasi Tabel 3. Standar Pelayanan medis Kesehatan Anak. 2012 [15:16 UTC] ABSTRAK : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. Redington J. Perlu diperhatikan pula banyaknya jenis bakteri yang tumbuh. RSUD Saras Husada. Referensi 1. Faktor yang dapat mempengaruhi jumlah kuman adalah kondisi hidrasi pasien. Bagian Patologi Klinik FKUI-RSCM. Primary Care Case Review 2001 (4) . R Balatif. Bila jumlah koloni yang tumbuh > 105 koloni/ml urin. luka luar pada paha (-). Diagnosis bakteriologik infeksi saluran kemih dengan biakan urin.langsung. frekuensi berkemih dan pemberian antibiotika sebelumnya . 5. Enday Sukandar. Siti Setiati. Pedoman pelayanan Kesehatn Anak di Rumah Sakit rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten. Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine.Sudoyo. berapapun bakteri yang terdapat pada urin adalah relevan. maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. 3 – 14. meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. Edisi IV. Yogyakarta. pemeriksaan fisik. kemungkinan kontaminasi belum dapat disingkirkan dan sebaiknya dilakukan biakan ulang dengan bahan urin yang baru. Jakarta: WHO Indonesia 3. R Balafif / 20060310038.105 koloni / ml urin. Stase Ilmu Kesehatan Anak. 4. ed. Kata Kunci : Fraktur femur. Penulis Nur Aini Abd. lokasi serta ekstensi fraktur. Diagnosis and management urinary tract infections : asymptomatic bacteriuria. Jika diperoleh jumlah koloni antara 103 .Kesadaran . 553-557. 2007. Kesulitan berjalan (+). Kultur Urin Deteksi jumlah bermakna kuman patogen (significant bacteriuria) dari kultur urin masih merupakan baku emas untuk diagnosis ISK. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Pada spesimen urin suprapubik. McBryde C. IDAI 2. Imobilisasi. Bila >3 jenis bakteri yang terisolasi. KU : tampak kesakitan . 2004. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. Penegakan diagnosa ISK melalui anamnesa. maka bakteri yang tumbuh kemungkinan besar hanya merupakan kontaminasi flora normal dari muara uretra.Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May. 1993. Ganbaran Radiologi Pada Pasien dengan Fraktur Femur Dibuat oleh: Nur Aini Abd. Radiologi. Pusponegoro. Kasus : Pasien laki -laki 32 tahun datang dengan keluhan nyeri paha tengah setelah jatuh dari sepeda motor. Infeksi Saluran Kemih Pasien Dewasa. cystitis and pyelonephritis. Indonesia: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI. Kriteria untuk diagnosis bakteriuria bermakna Penegakkan Diagnosis Jumlah koloni bakteri per ml urin Pengambilan spesimen Sistitis akut nonkomplikata pada wanita > = 103 cfu/ml Urin pancaran tengah Pielonefritis nonkomplikata pada wanita >=104 cfu/ml Urin Pancaran Tengah ISK komplikata > 105 cfu/ml > 104 cfu/ml Urin Pancaran tengah pada wanita Kateter (wanita) Algoritme penanggulangan ISK : Kesimpulan Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih. Sedangkan bila hanya tumbuh koloni dengan jumlah < 103 koloni / ml urin. maka dapat dipastikan bahwa bakteri yang tumbuh merupakan penyebab ISK. Lokakarya pemeriksan laboratorium klinik pada penyakit infeksi. Idrus Alwi. Jakarta. perlu dilakukan pemeriksaan kultur. Bambang Setiyohadi. 2009. In: Aru W. Hardiono dkk. Kumalawati J.

Dalam: Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. untuk menentukan letak dan bentuk pasti dari frakturnya. Muki. Petunjuk Membaca Foto untuk Dokter Umum. Untuk menentukan teknik pengobatan. R : 24x/m. Aposisi kurang baik dan alignment jelek Diagnosis : Kompleta communited Fraktur Femur dextra 1/3 medial Diskusi : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. R. 3. ed revisi. Pustaka Cendekia Press. Djoko Simbardjo. 2005. ed 21. Penulis Nur Aini Abd. Untuk menentukan apakah fraktur intra-artikuler atau ekstra-artikuler. Jakarta: Widya Medika. Pabst. Purworejo. f. Tomogram. GCS E4V5M6 . Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan : a. Pada anak-anak sebaiknya dilakukan foto pada ke dua angota gerak terutama pada fraktur epifisis. 2. Putz. Jakarta: EGC.Rontgen Femur dextra AP/Lat: Kompleta communited fraktur femur dextra 1/3 medial cum angulationem. b. Dua kali dilakukan foto. I. Radiologi Diagnostik. Dua anggota gerak. Penatalaksanaan OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi pada Pasien Usia 60 Tahun Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. b. RG. Sjahriar R. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. Kab. PES dkk. Untuk konfirmasi adanya fraktur. T :afebris. Sobbota. 2005. Palmer. Untuk melihat sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya. Bagian Bedah FKUI. Osteoarthritis. dapat juga diakukan pemeriksaan radiologi lainnya seperti : bone scans. Untuk menentukan fraktur itu baru atau tidak.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Yogyakarta. di atas dan di bawah sendi yang mengalami fraktur. FKUI. dilakukan sekurang-kurangnya yaitu pada anteroposterior dan lateral. 20060310038. Radiologi Diagnostik FK UI. Status Lokalis Regio Femoralis :Pada regio femoralis dextra tampak terpasang spalk. RGC. Pemeriksaan radiologis dilakukan dengan beberapa prinsip dua: a. e. RSUD Saras Husada. 2009. Edisi kedua. Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler. Bone scans. 2008. Wim De Jong.: Compos Mentis. misalnya peluru . g. Radiologi Diagnostik. Jakarta. Partono. foto pertama biasanya tidak jelas sehingga biasanya diperlukan foto berikutnya 10-14 hari kemudian. pada trauma yang hebat sering menyebabkan fraktur pada dua daerah tulang. d. ed kedua. e. 2010.Vital Sign :TD : 140/80. Buku Ajar Ilmu Bedah. atau MRI Scans. http://mukipartono. Pada fraktur tertentu misalnya fraktur tulang skafoid. Fraktur Batang Femur. Jawa Tengah. Atlas Anatomi Manusia. Apley. 4. nyeri gerak aktif nyeri gerak pasif dan krepitasi sdn .Tujuan pemeriksaan radiologis : a. AG. EGC. N : 92x/m. Bagian Ilmu Radiologi. maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. Hipermetropia merupakan kelainan refraksi dimana dalam . Referensi 1.. 1995. R. Dua posisi proyeksi. Untuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. Ekayuda. b. R Balafif. Dua sendi pada anggota gerak dan tungkai harus di foto. 2002. Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley. c.com/osteoartritis/ Sjamsuhidajat R. Jakarta: 1998. Untuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang Untuk melihat adanya benda asing. lokasi serta ekstensi fraktur. d. c. Dua trauma. Malueka. 2012 [23:30 UTC] Abstrak Hipermetropi merupakan keadaan dimana kekuatan pembiasan sinar pada mata tidak cukup kuat untuk memfokuskan sinar pada bintik kuning (macula lutea). Jakarta. rontgen tersebut juga dapat digunakan untuk membantu memudahkan dalam perencanaan orif. Kesimpulan : Untuk membantu menegakkan diagnosis pada fraktur femur dapat dilakukan pemereiksaan radiologi berupa foto AP dan lateral femur. sehingga mata menfokuskan sinar di belakang retina.

00 D. yang . Keluhan serupa pada keluarga (-). Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda. opia = vision = penglihatan) merupakan keadaan normal sehubungan dengan usia. Refraksi ISI Pasien Ny.50 D. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu.00 D adalah lensa plus terkuat sebagai addisi yang dapat diberikan pada seseorang. Lensa bifocal atau multifocal dapat dipilih jika penderita presbiopia menginginkan penglihatan jauh dan dekatnya dapat terkoreksi. Pada pasien hipermetropia aksial memerlukan kekuatan lensa yang lebih tinggi untuk menggeser sinar ke macula lutea dibanding dengan hipermetropia lain. yang biasa juga disebut penglihatan tua (presby = old = tua. Hal ini untuk memberikan istirahat pada mata akibat hipermetropia fakultatifnya diistirahatkan dengan lensa positif. 60 tahun ——— +3. di mana kemampuan akomodasi seseorang telah mengalami penurunan sehingga sampai pada tahap di mana penglihatan pada jarak dekat menjadi kurang jelas dan terjadi pada orang yang telah lanjut usia (diatas 40 tahun).00 D tersebut. 50 tahun ——— +2. R. Selain dengan lensa kacamata. Dalam menentukan nilai addisi. Jika penderita presbiopia juga ingin memakai kacamata untuk penglihatan jauhnya.5 sferis + 0. Pada setiap kekuatan lensa +1 dioptri akan terjadi pembesaran benda yang dilihat sebesar 2%. Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat.00 D. Dengan kacamata positif tebal akan terjadi kesukaran melihat seperti gangguan penglihatan tepi dan aberasi sferis.00 D dan OS add sferis + 3.00 D. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh. Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya. Untuk visusuntuk koreksi OD 6/7. Jika penderita merupakan seseorang yang dalam pekerjaannya lebih dominan menggunakan penglihatan dekat.50 D untuk melihat dekat atau membaca •OS: Kacamata lensa sferis + 3. Keyword : Hipermetropi. maka ukuran dioptri lensa cembung itu diaplikasikan ke dalam apa yang disebut sebagai addisi.00 D dan koreksi visus dengan lensa sferis + 0. Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7. Pengobatan hipermetropia adalah diberikan koreksi hipermetropia manifes dimana tanpa siklopegia didapatkan ukuran lensa positif maksimal yang memberiakn tajam penglihatan normal. Presbiopia. mata tidak melakukan akomodasi bila melihat obyek yang berjarak 33 cm.keadaan mata istirahat semua sinar sejajar yang datang dari benda-benda pada jarak tak terhingga dibiaskan dibelakang retina. Pasien dengan hipermetropia sebaiknya diberikan kaca mata sferis positif terkuat atau lensa positif terbesar yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal. dan sinar-sinar divergen yang datang dari benda-benda yang jaraknya dekat dibiaskan lebih jauh lagi di belakang retina. lensa jenis fokus tunggal (monofocal) merupakan koreksi terbaik untuk digunakan sebagai kacamata baca. Addisi adalah perbedaan dioptri antara koreksi jauh dengan koreksi dekat.50 D dekat didapatkan OD add sferis + 3. presbiopia juga dapat dikoreksi dengan lensa kontak multifocal. Penderita yang memakai kacamata positif akan terlihat seolah-olah matanya menjadi besar. Sedangkan 6/6.5 dan OS 6/6. Berikut ini merupakan addisi rata – rata yang ditemukan pada berbagai tingkatan usia : 40 tahun ——— +1.50 D. Pada keadaan ini. atau mempunyai status refraksi ametropia. 45 tahun ——— +1. Karena jarak baca dekat pada umumnya adalah 33 cm.00 D. dan OS 6/6. DIAGNOSIS OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi TERAPI •OD: Kacamata lensa sferis + 3.00 D untuk melihat dekat atau membaca DISKUSI Pada hipermetropia diperlukan lensa cembung atau konveks untuk mematahkan sinar lebih kuat ke dalam lensa. Penanganan presbiopia adalah dengan membantu akomodasinya menggunakan lensa cembung (plus). 55 tahun ——— +2. karena obyek tersebut berada pada titik focus lensa S +3. maka lensa S +3. Presbiopi. penting untuk memperhatikan kebutuhan jarak kerja penderita pada waktu membaca atau melakukan pekerjaan sehari – hari yang banyak membutuhkan penglihatan dekat. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama. Lensa.

Riordan-Eva P. karena membutuhkan perlakuan dan perawatan secara khusus. Jakarta: 1983 Penulis Barii Hafidh Pramono. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh. Keyword : Anastesia. Refraksi. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama.tersedia dalam bentuk lensa kontak keras maupun lensa kontak lunak. Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda. Pengendalian jalan nafas dalam anestesi. LMA. circulating : tekanan darah 110/70 . R. respiration rate 18x/menit. Hanya saja. Jakarta: Widya Medika. dan OS 6/6.50 D 6/6. Alih Bahasa: Pendit BU. Pasien terdiagnosa OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7. Yogyakarta. 3. Ilmu Penyakit Mata. Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat. didesain untuk memberikan dan menjamin tertutupnya bagian dalam laring untuk ventilasi spontan. dan mata yang satunya lagi dikondisikan hanya bisa untuk melihat dekat. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Oftalmologi Umum. tidak setiap orang dapat menggunakan lensa kontak ini.5 dan OS 6/6. LMA bukanlah suatu penggantian endotrakheal. tidak memiliki riwayat hipertensi. RiordanEva P. LMA adalah alat supra glotis airway. maka dari itu sangatlah penting untuk mengendalikan jalan nafas pasien saat dilakukan operasi. di mana salah satu mata dikondisikan hanya bisa untuk melihat jauh saja. tidak terdapat suara ronkhi.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Bantul. tidak memiliki riwayat diabetes melitus. Indikasi pemasangan LMA yaitu sebagai alternatif dari ventilasi face mask atau intubasi endotrakheal untuk manajemen airway.Ilyas S. Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya.5 sferis + 0. 2012 [23:22 UTC] Abstrak Hilangnya kesadaran karena induksi anestesi berhubungan dengan hilangnya pengendalian jalan nafas dan reflek-reflek proteksi jalan nafas. terdapat suara dasar vesikuler. KESIMPULAN Pada Kasus ini. In: Vaughan DG. Optik & Refraksi. pada penatalaksanaan dificult airway yang diketahui atau yang tidak diperkirakan. tidak memiliki riwayat alergi.Wijana N. Ilmu Penyakit Mata. Keluhan serupa pada keluarga (-).00 D. Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya. 2. Manajemen Jalan Nafas ISI Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. Airway: clear. tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Ilmu Bagian Penyakit Mata. Tajam Penglihatan dan Kelainan Refraksi Penglihatan Warna. 2009. Metode lain dalam mengkoreksi presbiopia adalah dengan tehnik monovision (penglihatan tunggal). Sedangkan untuk koreksi OD 6/7. 2012 Manajemen Jalan nafas dengan Laryngeal Mask Airway pada Pasien Appendiktomi dengan ASA I Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. White OW. Untuk visus dekat didapatkan OD add sferis + 3. 14th ed. Alat koreksi yang dipakai bisa berupa lensa kacamata atau lensa kontak. M II. 2000. Pasien Ny. Referensi 1. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 3rd ed. sementara sebagian besar yang lain dapat pusing – pusing atau kehilangan kedalaman persepsi atas obyek yang dilihat. ketika pemakaian endotrakheal menjadi suatu indikasi. In: Ilyas S. Ada beberapa orang yang dapat menggunakan metode ini. In: Wijana N. Hasil dari pemeriksaan fisik. RSUD Panembahan Senopati. 3rd ed. Asbury T. salah satunya dapat dengan menggunakan LMA. Breathing: spontan.00 D dan OS add sferis + 3.

suatu toksin protein yang kuat yang dihasilkan oleh Clostridium tetani. Avramov MN. heart rate 78 x/menit. yang disebabkan oleh tetanospasmin. Survey of Laryngeal mask airway usage in 11910 patients : safety and efficacy for conventional and nonconventional usage. tidak memiliki riwayat diabetes melitus. DIAGNOSIS Appedensitis Akut TERAPI •Appendictomy DISKUSI Pada pasien ini. LMA dihindari pada pasien dengan bronkhospasme aatau resistensi jalan nafas tinggi. Anesth Analg 1996 . akan tetapi. Anesthesiology 2003 .Cook TM. Secara tradisional. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma. atau komplians paru rendah (misalnya penyakit restriksi jalan nafas) yang memerlukan tekanan inspirasi puncak lebih besar dari 30 cm H2O. Brimacombe JR. 2012 [23:20 UTC] Abstrak Tetanus adalah Gangguan neurologis yang ditandai dengan meningkatnya tonus otot dan spasme. Ada 4 tipe LMA yang biasa digunakan: LMA yang dapat dipakai ulang. Airway: clear. Tuman KJ.mmHg. Pada pasien ini tidak ditemukan kontraindikasi untuk pemakaian LMA. Breathing: spontan. Lee G. Referensi 1. Moric M. 99 : A571 Penulis Barii Hafidh Pramono. LMA dipilih sebagai manajemen airway karena merupakan alternatif dari ventilasi face mask. ProSeal LMA yang memiliki lubang untuk memasukkan pipa nasogastrik dan dapat digunakan ventilasi tekanan positif. pasien dibius secara general anestesi melalui inhalasi dan untuk pengendalian jalan nafasnya dilakukan dengan LMA. derajat II . hemodynamic response and emergence characteristic. M II. Yogyakarta. terdapat suara dasar vesikuler. tidak terdapat suara ronkhi. hernia hiatal).El-Ganzouri A.Verghese C. Pasien dikategorikan ASA I. juga pemasangan bronkhoskop. respiration rate 18x/menit. penggunaan LMA dihubungkan dengan kejadian bronchospasme lebih kurang dari pada dengan endotrakheal tube. The ProSeal laryngeal mask airway . KESIMPULAN Pada Kasus ini. sumbatan faring. RSUD Panembahan Senopati. Saat pelaksanaan operasi. heart rate 78 x/menit. dissability : compos mentis. Hasil dari pemeriksaan fisik. lambung yang penuh (misalnya kehamilan. LMA memiliki kelebihan istimewa dalam menentukan penanganan kesulitan jalan nafas dibandingkan combitube. untuk memfasilitasi ventilasi dan pemasangan endotrakheal tube pada pasien dengan difficult airway. tidak memiliki riwayat hipertensi. yakni derajat I atau ringan. 2012 Pemberian Diazepam Terhadap Pasien Generalized Tetanus Grade II Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. bukti-bukti baru menunjukkan bahwa karena tidak ditempatkan dalam trakhea. dissability : compos mentis. 52 : 739 – 760 3. dan Fastrach LMA yang dapat memfasilitasi intubasi bagi pasien dengan jalan nafas yang sulit. Budac S. tetanus umum terdiri atas 3 derajat. Can j Anesth 2005 . tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Bantul. Pasien dikategorikan ASA I. Ilmu Bagian Anastesiologi dan Reanimasi. Penggunaan LMA meningkat untuk menggantikan pemakaian face mask dan endotrakheal tube selama pemberian anestesi. Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. dan untuk membantu ventilasi selama bronchoscopy fiberoptic. LMA yang tidak dapat dipakai ulang. a review of the literature. 82 : 129 – 133 2.Proseal laryngeal mask airway versus endotracheal tube : ease of insertion. circulating : tekanan darah 110/70 mmHg. tidak memiliki riwayat alergi. sehingga pengendalian jalan nafas dengan LMA dapat dilakukan. Nolan JP.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Kontraindikasi untuk LMA adalah pasien dengan kelainan faring (misalnya abses).

atau sedang, derajat III atau berat. Derajat I atau ringan bercirikan masa inkubasi lebih dari 14 hari, periode onset > 6 hari, trismus positif tapi tidak berat, sukar makan dan minum tetapi disfagi tidak ada, lokalisasi kekakuan dekat dengan luka berupa spasme disekitar luka dan kekakuan umum terjadi beberapa jam atau hari. Derajat II atau sedang bercirikan masa inkubasi 10-14 hari, periode onset 3 hari atau kurang, trismus dan disfagi ada, kekakuan umum terjadi dalam beberapa hari tetapi dispnoe dan sianosis tidak ada. Derajat III atau berat bercirikan masa inkubasi < 10 hari, periode onset < 3 hari, trismus dan disfagia berat, kekakuan umum dan gangguan pernapasan asfiksia, ketakutan, keringat banyak dan takikardia. Keyword : Berat, Ringan, Sedang, Tetanus ISI Penderita laki-laki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahan-lahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). DIAGNOSIS Generalized Tetanus Grade II TERAPI •O2 2L/menit •Infus NaCl + diazepam IV ampul •Infus Metronidazole •ATS 100.000 u/i.v selama 2 hari •Mecobalamin 1 ampul/ i.v •Rawat Luka DISKUSI Diazepam, turunan benzodiazepin, telah lama dilaporkan efektif dalam pengobatan tetanus. Selanjutnya, beberapa laporan lain menyatakan bahwa diazepam dibandingkan dengan agen terapeutik lainnya menawarkan manfaat yang signifikan dalam pengobatan tetanus. Manfaat ini diberikan ke antikonvulsan dikombinasikan dan tindakan relaksasi otot kejang otot pada tetanus dan kekakuan. Juga, ia memiliki efek sedatif dan ansiolitik. Tidak seperti barbiturat, diazepam, diberikan dalam dosis tinggi, dilaporkan menyebabkan depresi pernapasan kecil. Diazepam dapat diberikan secara oral melalui selang nasogastrik, rektum, atau dengan infus intravena. Diazepam intramuskular ditandai dengan penyerapan menentu. Bioavailabilitas setelah pemberian oral dan rektal diazepam dilaporkan menjadi baik, dengan hampir lengkap plasma tingkat penyerapan dan puncaknya terjadi dalam 30-90 menit. Algoritma pemberian diazepam apabila pasien datang dengan keluhan kejang maka diberikan diazepam 10 mg i.m. kemudian dievaluasi, apabila masih kejang berikan lagi 10 mg maksimal 3x pemberian. Apabila masih kejang, maka masuk ICU. Namun apabila sudah tidak kejang masuk ke maintenance dimana alur ini sama dengan pemberian diazepam saat pertama kali dan langsung tidak kejang. Maintenance ini diberikan dengan dosis 20mg/kgBB/24 jam diberikan dalam 8 dosis setiap 3 jam. Apabila tidak kejang dalam 48-72 jam maka dosis diturunkan 10-15%. Apabila masih kejang, maka dosis dinaikkan perlahan dan jarak interval dosis menjadi 2 jam. KESIMPULAN Pada kasus ini, penderita lakilaki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahanlahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). Pemberian diazepam pada pasien ini ternyata efektif sebagai pemberian terapi antikonvulsan dan sebagai relaksasi kejang otot dan kekakuan otot. Referensi 1.Weinberg WA. Control of the neuromuscular and convulsive manifestations of severe systemic tetanus: case report with a new drug Valium (Diazepam). Clinical Pediatrics 1964;71:226-8. 2.Rey M, Diop-Mar I, Robert D. Tetanus: Important new concepts. In: Veronesi R, editor(s). Excerpta Medica. Amsterdam, 1981:207-37 3.Arrate JK, Ugidos M, Garcia Rodrigo. Neonatal tetanum treatment with high doses of diazepam. Espanoles de Pediatria 1980;13:243-6. 4.Fox GS, Wynands JE, Bhambhami M. A clinical comparison of diazepam and thiopentone as induction agents to general

anaesthesia. Canadian Anaesthetists' Society Journal 1968;15:281-90. 5.Dalen JE, Evans GL, Banas JS, Brooks HL, Paraskos JA, Dexter L. The haemodynamic and respiratory effects of diazepam (Valium). Anesthesiology 1969;30:259-63 Penulis Barii Hafidh Pramono, Ilmu Bagian Penyakit Syaraf, RSUD Panembahan Senopati Bantul, Yogyakarta. 2012

Penggunaan Kortikosteroid pada Pasien Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:14 UTC] Abstrak Asma bronkhial adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, reversibel dimana trakeobronkial berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. Asma bronkhial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubahubah baik secara spontan maupun hasil pengobatan. Asma bronkhial tebagi atas tiga macam serangan yakni serangan ringan, sedang, dan berat. Selain itu asma bronkhial juga terbagi tiga episodik yakni episodik jarang, sering dan resisten. Keyword : Asma Bronkhial, Serangan, Episodik. ISI Pasien Ny. E.W usia 47 tahun datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Pasien mengaku belum minum obat apapun sebelumnya. Pasien juga bukan pengguna obat semprot untuk sesak nafas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. BAK (+) BAB (+) normal seperti biasa. Suami pasien bukan perokok. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+), dan tidak ada peningkatan apapun pada pemeriksaan laboratorium. DIAGNOSIS Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang. TERAPI •infus RL 8 tpm •nebulizer ventolin ampul/8 jam à k/p •acitromisin 1x500 •ambroxol 3x1 •metilprednisolon ¼ ampul/ 12 jam •salbutamol 3x2 mg DISKUSI Salah satu teori mengemukakan bahwa kortikosteroid dapat membentuk makrokortin dan lipo-modulin yang bekerja menghambat fosfolipase A2 membentuk leukotrien. Prostaglandin, tromboksan dan metabolit asam arakidonat lain. Kinerja makrokortin terhadap fosfolipase A2. Mekanisme kerja steroid yang lain adalah menghalangi pembentukan mediator oleh sel inflamasi, menghalangi penglepasan mediator dan menghalangi respons yang timbul akibat lepasnya mediator. Kortikosteroid dapat menekan pembentukan mast netrofil, eosinofel, kininogen di plasma. Selain itu juga dapat menghambat penglepasan basofil, makrofag, eosinofil, basofil. Kortikosteroid juga mampu menghalangi penggabungan terhadap leukosit. Kortkosteroid tidak dapat merelaksasi otot polos jalan nafas secara langsung tetapi dengan jalan mengurangi reaktifitas otot polos disekitar saluran nafas, meningkatkan sirkulasi jalan nafas, dan mengurangi frekuensi keparahan asma jika digunakan secara teratur. Cara pemberian yang paling baik adlah inhalasi. Pemakaian kortikosteroid jangka panjang dapat menurunkan kebutuhan terhadap kortikosteroid sistemik. Pada pemakaian kortikosteroid inhalasi jangka panjang dapat timbul efek samping kandidiasis orofaring, disfonia. Efek smaping itu dapat dicegah dengan pemakaian spacer atau dengan

mencuci mulut sesudah pemakaian alat. Obat kortikosteroid sistemik diberikan apabila obat ibhalsi masih kurang efektif dalam mengontrol asma. Obat sistemik juga diberikan pada saat terjadi serangan asma yang berat. Pada penderita asma akut berat ternyata pemberian kortikosteroid intravena yakni triamnisolon asetonid 40 mg memberikan perbaikan klinis dan faal paru yang lebih baik secara bermakna. Contoh obat kortikosteroid inhalasi, beclomethasone dipropionate bentuk sediaan inhalasi aerosol dengan dosis 200 µg 2x sehari, budesonide bentuk inhalasi aerosol 200 µg 2x sehari serbuk inhalasi dengan dosis 200-1600 µg sehari, dan fluticasone inhalasi aerosol 100-250 µg 2x sehari KESIMPULAN Pasien Ny. E.W datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+). Pada pasien ini diberikan kortikosteroid sebagai salah satu terapi yang direncanakan. Referensi 1.Feek MC. Oral corticosteroid use. Medicine Digest Asia 1992;10:1720.Medical Progress 1995;22:18-25. 2.Brogden RN, Tavish DM. Budesonide its use updated. Medical Progress 1993;20:19-21. 3.Ikhsan M, Yunus F, Mangunnegoro H. Efek beklometason dipropionat dan ketotifen terhadap hiperaktivitas bronkus pada penderita asma. J Rerpir Indo 1995;15:146-55. 4.Park CS. Use of inhaled corticosteroids in adult with asthma. Medical Progress 1999;20:17-20. Penulis Barii Hafidh Pramono, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, RSUD Panembahan Senopati, Bantul, Yogyakarta. 2012

Kriteria Ikterik Neonatorum (Hiperbilirubinemia Indirect) DD Observasi Infeksi Neonatus pada Bayi Prematur
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:07 UTC] Abstrak Ikterus yang ditemukan pada bayi baru lahir dapat merupakan suatu gejala fisiologis (terdapat pada 25-50% neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada neonatus kurang bulan) atau dapat merupakan hal yang patologis misalnya pada inkompatibilitas Rhesus dan ABO, sepsis, galaktosemia, penyumbatan slauran empedu dan sebgaainya. Ikterus fisiologis adalah ikterus yang timbul pada hari kedua dan ketiga yang tidak mempunyai dasar patologis, kadarnya tidak melewati kadar yang membahayakan atau mempunyai potensi menjadi ‗kernicterus‘ dan tidak menyebabkan suatu morbiditas pada bayi. Ikterus patologis adalah ikterus yang mempunyai dasar patologis atau kadar bilirubinnya mencapai suatu nilai yang disebut hiperbilirubinemia. Keyword : Hiperbilirubinemia, Ikterus Neonatorum, Ikterus Patologis ISI Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah, prematur. Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan, APGAR skor 5/6, berat badan lahir 1600 gram, panjang badan 41 cm pada usia kehamilan 31+5 minggu. Sesaat setelah dilahirkan, diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24,81 mg/dl; bilirubin direct: 0,61 mg/dl; bilirubin indirect: 24,21. DIAGNOSIS Observasi Ikterik Neonatorum DD Infeksi Neonatus

-Kadar bilirubin serum pada bayi cukup bulan tidak lebih dari 12 mg/dl dan pada BBLR 10 mg/dl dan akan hilang pada hari ke-14. stenosis pilorik.Sepsis Asidosis .TERAPI •O2 Headbox 5L/ menit •Infus D5% 5 tetes/menit •Cefixim peroral 2x10 mg •Fototerapi 24 jam •Diit ASI DISKUSI 1. dan sebagainya. -Hemolisis : hematoma.Keadaan ikterus dipengaruhi oleh: -Faktor produksi yang berlebihan melampaui pengeluarannya. bilirubin indirect: 24. elliptositosis. hexokinase.5 mg/dL/jam -Kadar bilirubin direk > 2 mg/dL -Ikterus timbul 24 jam pertama kehidupan. Pengurangan uptake . Terdapat pada hemolisis yang meningkat pada ketidak cocokkan golongan darah (Rh.Hypothiroidisme . -Ikterus menetap sesudah bayi umur 10 hari (bayi cukup bulan) dan lebih dari 14 hari pada BBLR. Penurunan konjugasi . Sesaat setelah dilahirkan. perdarahan karena trauma lahir. steroids. -Penyebab : kurang protein Y dan Z. penggunaan antibiotik. Peningkatan produksi bilirubin Penyakit hemolitik -Inkompatibilitas (Rh. Pada bayi ini dimungkinkan penyebab terjadinya hiperbilirubinemia indirect dikarenakan pemecahan sel darah merah yang terlalu cepat. defisiensi enzim G6-PD. polisitemia. -Kelainan metabolik : hipoglikemia. -Gangguan dalam uptake dan konjugasi hepar disebabkan imaturitas hepar. pyruvate kinase -Infeksi neonatus -Hematoma Peningkatan Red Blood Cells -Polysitemia B. Penurunan metabolisme bilirubin 1. sodium benzoat. delayed . gangguan fungsi hepar akibat asidosis. -Kelainan dalam sel darah merah seperti pada defisiensi G6-PD (glukosa -6 fosfat dehidrokinase). dan sepsis). isoantibodi karena ketidak cocokkan golongan darah ibu dan anak seperti rhesus antagonis. 3.Shunt porta caval .Hipoxia . APGAR skor 5/6. 4. Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan. meningitis. Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. penyakit karena toksoplasmosis. -Bilirubin direk lebih dari 1 mg/dl. panjang badan 41 cm. galaktosemia Obat-obatan yang menggantikan ikatan bilirubin dengan albumin seperti sulfonamida. Defisiensi albumin menyebabkan lebih banyak bilirubin indirek yang bebas dalam darah yang mudah melekat pada otak (terjadi kernikterus).81 mg/dl. sifilis.21. 5. hepatitis. diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. enzim glukoronyl transferase yang belum cukup jumlahnya.Penyebab hiperbilirubinemia indirek A. serum bilirubin total lebih dari 12 mg/dl -Ikterus yang disertai proses hemilisi (inkompatibilitas darah. hipoksia dan infeksi atau tidak terdapat enzim glukoronil transferase (G-6-PD) -Gangguan transportasi bilirubin dalam darah terikat oleh albumin kemudian diangkut ke hepar. Bayi Kurang Bulan ≥ 10 mg/dL -Peningkatan bilirubin > 5 mg/dL dalam 24 jam atau > 0. gentamisisn dan sebagainya. berat badan lahir 1600 gram. penyakit Hirschprung. kurangnya substrat atau konjugasi (mengubah) bilirubin. defisiensi G-6-PD). infantil pykoniositosis) -Defisiensi enzim: G6-PD. talasemia dan lain-lain. bilirubin direct: 0. ABO antagonis.Penyakit jantung kongenital 2. ABO dan sebagainya.Panhypopituitarisme 3.Keadaan yang menimbulkan ikterus patologis -Penyakit hemolitik. -Gangguan dalam ekskresi akibat sumbatan dalam hepar atau diluar hepar. -Hypomotilitas usus menahan mekonium -Penurunan flora usus Bayi baru lahir. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24. salisilat. prematur. -Infeksi : septikemia. mekonium ileus. 2. rubela.Defisiensi glukuronil transferase (Crigler-Najjar syndrom) -Gilbert‘s syndrom -Hiperbilirubinemia familial (LuceyDriscoll syndrom) . infeksi saluran kemuh. atau kenaikan bilirubin serum 1 mg/dl/jam atau lebih 5 mg/dl/hari.Kriteria ikterus neonatorum patologis: -Timbul dalam 24 jam pertama kehidupan -Bilirubin total (indirek) Bayi Cukup Bulan ≥ 13 mg/dL. -Pirau enterohepatik yang meninggi : obstruksi usus letak tinggi. Perubahan siklus enterohepatik Breastfeeding Asam lemak bebas.Kriteria Ikterus neonatorum fisiologis -Warna kuning terjadi pada hari ke 2 atau ke 3 dan tampak jelas pada hari ke 5 -6 dan menghilang pada hari ke 10. breast milk ß – glukoronidase. ABO) -Defek membran ( sperositosis. KESIMPULAN Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah.61 mg/dl.

Air ketuban berwarna hijau keruh. vol 2). STLD (+)..feeding. Jakarta : EGC. RSUD Panembahan Senopati.30 WIB. Ilmu Bagian Kesehatan Anak. Bantul. Jaundice.30 WIB Frekwensi his 2-3‘/30-40‖/kuat.2 jam dan 1/2 jam pada seorang multipara. selaput ketuban (-). ibu kooperatif dan masih mampu untuk mengedan. pembukaan portio lengkap. pada pemeriksaan dalam didapatkan vulva uretra tenang. Buku Ajar Neonatologi. Dalam hubungan ini. 2012 [23:01 UTC] Abstrak Vakum ekstraksi adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan ekstraksi tenaga negatif (vakum) pada kepalanya. (2000).Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May.Current pediatric diagnosis and treatment. AK (-). rendahnya level serum albumin. Umur kehamilan 40+4 minggu. DIAGNOSIS Dalam Persalinan Kala II Tak Maju TERAPI •Terminasi Kehamilan dengan Vakum Ekstraksi DISKUSI 1. kepala tetap di H3-4. sebaiknya pada presentasi belakang kepala dengan .Saunders A. Nelson Ilmu Kesehatan Anak ( edisi: 15. Pasien datang dengan keluhan kencang-kencang teratur pukul 23. janin dapat dilahirkan pervaginam. 3. Indikasi dilakukannya vakum ekstraksi ini diantaranya penyakit jantung kompensata. 1397. 4. presentasi kepala. Yogyakarta. 2012 Penatalaksanaan Vakum Ekstraksi pada Ibu Primigravida Hamil Postdate atas indikasi Kala II Tak Maju Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. UUK jam 12. Syarat dilakukan vakum ekstraksi antara lain janin idup.Behrman.10-18. Prinsip dari vakum ekstraksi adalah membuat suatu caput succadeneum artifisialis dengan cara memberikan tekanan negatif pada kulit kepala janin melalui alat ekstraktor vakum. ketuban sudah pecah atau dipecahkan. (2011). presentasi kepala. penurunan kepala janin di Hodge III. selaput ketuban (-). UUK jam 12. eklampsia. Rosenberg AA. Kliegman. portio tidak teraba. pembukaan lengkap. Keyword : Caput Succadeneum Artifialis.Indikasi Vakum Ekstraksi Vakum ekstraksi untuk mengakhiri persalinan dilakukan apabila keadaan ibu atau janin memerlukan penyelesaian dalam waktu singkat. pengawasan khususnya terhadap janin harus dilakukan dengan teliti. 16th ed. 1 jam kemudian bayi belum lahir. Jakarta : IDAI. Keesokan paginya pukul 08. terlambatnya maturitas dari hepatika postnatal. ada keluar lendir darah positif. AK (-). & Arvin. Edisi ke 20. 2. Apabila his cukup kuat dan persalinan belum selesai setelah kala II lamanya pada seorang primigravida 11/2 . Janin.. Pediatric decision making strategies to accompany Nelson of pediatrics. portio tidak teraba. Referensi 1. 147-169. kepala tetap di H3-4. Pada pemeriksaan dalam vulva uretra tenang. Pada umumnya kala II lama dengan presentasi belakang kepala merupakan indikasi pula untuk melakukan vakum ekstraksi berhubung dengan meningkatnya bahaya bagi ibu dan janin.00 WIB. W Usia 20 tahun datang rujukan dari bidan. (2002). kepala janin sudah mengalami engagement.USA: Mc graw hill. Hiperbilirubinemia. dinding vagina licin. Philadelphia: Saunders. h. kepala janin harus dapat dipegang mangkuk vakum. dinding vagina licin. Vakum ekstraksi merupakan tindakan obstetri yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi. STLD (+). kontraksi masih baik. ISI Pasien Ny. (2000). Vakum Ekstraksi. sedangkan gejala gawat janin merupakan indikasi dari pihak janin.Thiloho HE. pembukaan 10cm. ketuban sudah pecah di bidan jam 05. seksio sesarea pada persalinan sebelumnya yang merupakan indikasi dari pihak ibu. Penulis Barii Hafidh Pramono.

Cara Tarikan Pada Vakum Ekstraksi Seperti telah dijelaskan di atas tarikan definitif pada ekstraktor vakum sinkron dengan his dan tenaga meneran. Jadi tarikan pada ekstraktor vakum sifatnya berkala (intermiten). Selama itu pemeriksaan dalam ulangan harus dilakukan beberapa kali. sifat portio dan vagina. Anestesi blok pudendus jika perlu. muka. untuk mempercepat pembukaan. Di luar his. puncak kepala. mangkok harus diisi penuh dengan kulit dan jaringan bawah kulit secara perlahan-lahan. Tarikan definitif dilakukan apabila sudah dicapai tekanan 0. Setelah tekanan yang diinginkan tercapai masih ditunggu 2 menit lagi sebelum tarikan definitif dimulai bersama-sama dengan his sambil wanita disuruh meneran seperti pada pimpinan partus biasa dengan kedua lengan wanita merangkul dan menarik lipat lutut ke arah kepala ibu. lalu dipompa sampai minus 0. arah tarikan ke dorsal -Kepala tengah. sedikitnya setiap kali setelah tekanan dinaikkan untuk memeriksa apakah ada jaringan terisap ke dalam mangkok. Apabila oksiput tidak jelas letaknya atau presentasi lain. sehingga menghadap ke kepala janin.6. maka mangkok dipasang dekat pada sakrum ibu. maka harus segera dilepaskan dari jepitan.6 atau 0. Apabila his hilang tarikan jangan dilepas sama sekali.7 atau 0. Mula. Biasanya tekanan ini sudah cukup. Pada umumnya dalam hal ini ubun-ubun kecil sudah di depan 2. dilakukan. Dalam hai ini ekstraktor vakum sudah boleh ditarik secara hati-hati supaya mangkok jangan sampai lepas dan supaya kepala janin lebih turun. Mangkok dicelup dalam air sabun steril atau dibasahi seluruhnya dengan spiritus-sabun (jangan menggunakan minyak karena licin dan mudah lepas). Mula-mula dipompa sampai minus 0.8. Kandung kencing dan rectum harus kosong.kepala janin di dasar panggul. Dengan pompa lekatan erat dicapai dengan meningkatkan tekanan negatif dalam 3 tahap. Supaya mangkok melekat dengan benar. Kemudian mangkok diputar. tarikan definitif tidak boleh dilakukan karena kurang efektif. pipa-pipa dan mangkok. akan tetapi tarikan ringan diteruskan secara kontinu supaya kepala tidak terlampau mundur. 4. turunnya kepala janin dan posisinya.Kontraindikasi Vakum Ekstraksi Kontra indikasi dilakukannya vakum ekstraksi antara lain janin preterm. Akan tetapi sekarang usaha ini tidak dilakukan lagi karena waktu tindakan terlampau lama dan dianggap berbahaya bagi anak. Ada kalanya his sudah timbul sebelum tekanan yang dikehendaki tercapai. Letak mangkok pada kepala harus sedemikian rupa sehingga arah tarikan nantinya tegak lurus dengan mangkok. Ekstraksi yang terlampau lama dianggap berbahaya bagi anak.Pemasangan Vakum Ekstraksi Pasien dalam posisi litotomi. malpresentasi (dahi. Lamanya tindakan sebaiknya tidak melebihi 20 menit.4 kg/cm2 dan ditunggu lagi 2 menit. Dulu ekstraksi ini dipakai juga dengan tarikan kontinyu pada pembukaan kecil. 3. . udara dari pompa dikeluarkan sehingga tercapai tekanan negatif dalam botol. Kemudian dengan satu atau dua jari diperiksa di sekitar mangkok apakah ada jaringan portio atau vagina terjepit. Dilakukan pemeriksaan dalam sekali lagi dengan teliti dengan perhatian khusus pada pembukaan. Dipilih mangkok yang akan dipakai. terlebih bila kepala masih tinggi. Apabila perlu ditambah lagi sampai minus 0. Dengan demikian pada his berikutnya ibu meneran lagi dan kepala sekarang maju dengan titik permulaan yang lebih rendah letaknya. Kulit kepala janin disedot ke dalam mangkok dan mangkok melekat pada kepala. Oleh asisten. maksimum 40 menit. lalu dimasukkan ke dalam vagina. Arah tarikan harus sesuai dengan turunnya kepala (seperti pada cunam) dan tegak lurus dengan mangkok: -Kepala tinggi. Vulva dan sekitarnya dibersihkan dengan kapas sublimat atau kapas lisol dan kemudian dengan tinctura jodii 2%.mula mangkok dalam posisi agak miring (tidak menghadap vulva) dimasukkan ke dalam introitus vagina sambil menekan komissura posterior ke belakang dan kemudian diselipkan ke dalam vagina. persalinan diselesaikan. Apabila ada jaringan terjepit.2 kg/cm2 kemudian ditunggu 2 menit lagi. Akhirnya dipompa sampai minus 0.7 kg/cm2. misalnya 4 cm dengan mangkok nomor 3. panggul sempit. Dalam presentasi belakang kepala mangkok dipasang pada oksiput atau sedekat-dekatnya. bokong).

3. Sinpsis Obstetri. dalam waktu setengah jam dilakukan traksi. cukup bulan (tidak prematur). presentasi kepala. Dengan ekstraktor vakum. bersamaan ibu jari menekan mangkok bagian depan pada kepala. Tiga jari tangan kiri dimasukkan ke dalam vagina: ibu jari ditempatkan di pinggir mangkok bagian depan. Tangan kanan yang sekarang bebas menyokong dan melindungi perineum. karena sewaktu mangkok mulai mau lepas terdegar bunyi sedotan seperti bunyi peluit. Dengan pegangan tiga jari ini (Drei-fingergriff) mangkok tidak mudah lepas karena menurut pengalaman mangkok biasanya lepas di pinggir depan lebih dulu. 2. Yogyakarta. misalnya kebocoran pada karet saluran penghubung. Pada kasus ini tindakan yang dipilih adalah vakum ekstraksi. 1998. harus dilakukan terminasi kehamilan dengan vakum ekstraksi atau forsep jika tidak dapat menyebabkan gawat janin. selaput ketuban melekat antara kulit kepala dan mangkok sehingga mangkok tidak dapat mencengkam dengan baik. Secara reflektoris tarikan segera dihentikan sehingga mangkok tidak jadi lepas. RSUD Panembahan Senopati. portio) ada yang terjepit ke dalam mangkok.Manuaba. janin hidup dan tidak ada gawat janin. Asuhan Maternal dan Nonatal. adanya disproporsi sefalopelvik. Bantul. Setiap mangkok lepas pada waktu traksi.Sastrawinata. 4. 5.Mochtar. Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan. Apabila tangan kanan mengadakan ekstraksi. Ny. sehingga perlu diperiksa dalam lagi. bagian-bagian jalan lahir (vagina. 1993. traksi terlalu kuat. mangkok lepas sebanyak tiga kali. Karena itu perlukaan jalan lahir ringan. kontraksi baik dan ibu kooperatif dan masih mampu mengejan Referensi 1. Sarwono. tekanan negatif dibuat terlalu cepat. 1998. Bagi orang yang banyak pengalaman dengan ekstraktor vakum jarang lepas sama sekali. Mangkok dapat dilepaskan dari kepala anak. Rustam. sambil tangan kiri berusaha supaya mangkok tidak mudah lepas dari kepala. Apabila mangkok sukar lepas karena sangat erat hubungannya dengan kapala. Apabila kepala sudah hampir lahir. kedua tangan kiri dan kanan penolong tidak bekerja sama dengan baik. penurunan kepala di H3-4. Dalam keadaan ini. janin tidak lahir. Arah tarikan dengan tangan kiri itu adalah ke atas (ventral). Jakarta : ECG. Penyakit Kandungan.arah tarikan datar -Kepala di dasar panggul.kemungkinan di atas dan diusahakan melakukan koreksi. Jakarta : ECG. Penulis Barii Hafidh Pramono. KESIMPULAN Pada kasus ini. Obstetri Fisiologi. cacat (defect) pada alat. Bandung : Fakultas kedokteranUniversita Padjajaran Bandung. ventral dari mangkok. Dalam hal demikian jaringan lunak mudah tersedot ke dalam mangkok. 2012 . Jakarta : YBPSP. keadaan ini sudah memenuhi kriteria kala II tak maju yaitu 2 jam untuk primigravida atau bila dalam 1 jam primigravida kepala tidak turun atau putar paksi tidak terjadi. bahu dan badan anak dilahirkan seperti biasa. W mengalami tidak adekuat mengejan sehingga bayi belum lahir lebih dari 1 jam setelah dipimpin persalinan. Kemudian ventil dilepas (sekrupnya dikendorkan) perlahan-lahan supaya udara masuk ke dalam botol dan tekanan negatif hilang. Ilmu Kebidanan. dan syarat-syarat vakum sudah terpenuhi yaitu pembukaan lengkap. Mangkok lepas pada waktu traksi kemungkinan disebabkan tenaga vakum terlalu rendah. maka pipa karet yang menghubungkan botol dengan pegangan dilepaskan lebih dahulu.Kriteria Vakum Ekstraksi Waktu dilakukan traksi. 2002. Jadi ada kerjasama (sinkronisasi) antara tangan kanan dan tangan kiri.Prawirohario. arah tarikan ke atas/ventral Mula-mula tarikan dilakukan oleh tangan kanan pada pegangan yang berbentuk palang. jari telunjuk dan jari tengah di kepala anak. lahirnya kepala dapat diusahakan perlahan-lahan seperti pada partus spontan. Pertimbangan episiotomi menurut keadaan. tangan kiri mengambil alih ekstraktor vakum dengan memegang pipa karetnya (bukan pegangannya) dekat pada vulva sambil pipa dililit-lilitkan pada jari-jari. harus diteliti satu persatu kemungkinan. Sulaiman. Setelah seluruh kepala lahir. sehingga tidak terbentuk kaput suksedaneum yang sempurna yang mengisi seluruh mangkok.

alergi. dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan kedua mata merah sudah sejak 1 minggu yang lalu. namun tidak ada perubahan. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus. Pada pemeriksaan subyektif mata. Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran. Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. kelopak mata bagian atas nampak menggelantung (pseudoptosis) seolah akan menutup akibat pembengkakan konjungtiva dan peradangan sel-sel konjungtiva bagian atas. bakteri. Pada pemeriksaan obyektif ditemukan konjungtiva ODS hiperemis. bakteri. 2012 [15:07 UTC] Abstrak Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Mata merah disertai dengan keluhan gatal. Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan .Terapi Konjungtivitis Bakterial Pada Anak Laki-laki usia 1 tahun Dibuat oleh: Bombong Nurpagino. Pada riwayat penyakit dahulu tidak didapatkan keluhan serupa sebelumnya maupun riwayat trauma mekanis pada mata. Beberapa jenis Konjungtivitis dapat hilang dengan sendiri. antara lain : konjungtiva berwarna merah (hiperemi) dan membengkak. Diagnosis Konjungtivitis Bakterial ODS Terapi Pasien diberi terapi medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. Konjungtivitis lebih dikenal sebagai pink eye. Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. Konjungtivitis terkadang dapat ditandai dengan mata berwarna sangat merah dan menyebar begitu cepat dan biasanya menyebabkan mata rusak. Injeksi konjuntiva OD (+) dan OS (+). sekret OD (+) dan OS (+). Pasien sudah pernah diperiksa di puskesmas dan diberi obat tetes. Pada kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun. Permukaan kornea ODS jernih dan ukuran kedalaman COA dalam dan isinya jernih. Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit. Manifestasi Klinis Tanda-tanda konjungtivitis. misalnya kontak lensa. datang dengan keluhan kedua mata merah sejak 1 minggu yang lalu. visus pasien tidak dapat dinilai. Reflek direk (+) dan reflek indirek (+). Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat. terbentuknya membran oleh proses koagulasi fibrin (komponen protein) dan dijumpai sekret dengan berbagai bentuk (kental hingga bernanah). berair (nyrocos). kedua kelopak mata lengket terutama saat bagun pagi hari dan keluar kotoran. alergi. Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain. sekret berwarna kehijauan. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus. pembesaran pembuluh darah di konjungtiva dan sekitarnya sebagai reaksi nonspesifik peradangan. bakterial Kasus Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun. atau kontak dengan benda asing. pembengkakan kelenjar (folikel) di konjungtiva dan sekitarnya. kedua kelopak mata melengket terutama saat bangun pagi hari dan keluar kotoran mata. selaput bening yang menutupi bagian berwarna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. dan menggunakan kain lap. Diskusi Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. atau kontak dengan benda asing. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari. tapi ada juga yang memerlukan pengobatan. Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. berair (nyrocos). Mata merah disertai dengan keluhan gatal. yaitu adanya inflamasi pada konjungtiva atau peradangan pada konjungtiva. misalnya kontak lensa. produksi air mata berlebihan (epifora). Keyword : konjungtivitis. Iris ODS berwana hitam dengan gambaran kripta dan bentuk radier.

Kesimpulan Penatalaksanaan pada kasus ini dengan medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. Ilmu Penyakit Mata. Putz. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit. 42-50. Apabila etiologinya dicurigai reaksi Staphylococcus atau acne rosasea. . dan menggunakan kain lap. Ilmu penyakit mata. Abadi Tegal. 14. Konjungtivitis karena bakteri dapat diobati dengan sulfonamide (sulfacetamide 15 %) atau antibiotika (Gentamycine 0. Pada kasus yang dicurigai. 3. Referensi 1.15. Widya Medika. Zainal. Sari Ilmu Penyakit Mata. R. Karena tetracycline dapat merusak gigi pada anak-anak. mata terasa gatal. konjungtivitis karena alergi di obati dengan antihistamin (antazidine 0. Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat. sehingga kontraindikasi untuk usia di bawah 10 tahun. Penanganannya dimulai dengan edukasi pasien untuk memperbaiki higiene kelopak mata. pasien dan atau keluarga pasien harus diberi edukasi bagaimana cara menghindari kontraminasi mata yang sehat atau mata orang lain. satu tetes.14. dan menggunakan kain lap. Sikloplegik hanya dibutuhkan apabila dicurigai adanya iritis.1 %).Ked (20060310080). terutama pada konjungtivitis karena alergi. Jakarta: 1993.5 %). 134. Jakarta: Balai penerbit FKUI. rapazoline 0. Jakarta: FKUI. Jakarta: EGC. diganti dengan doxycycline 100 mg TID atau erythromycin 250 mg QID PO. Tanzil. 2000 Penulis Bombong Nurpagino. Daniel G. Sobotta. Jakarta : 2000. mencuci tangan setelah setiap kali memegang mata yang sakit. terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun pada pagi hari. 2003. Edisi 21. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih. Muzakkir. 2009 2. Perawat dapat memberikan intruksi pada pasien untuk tidak menggosok mata yang sakit dan kemudian menyentuh mata yang sehat. bersama dengan pemberian salep antibiotik topikal seperti bacitracin atau erythromycin sebelum tidur. Kelopak mata bisa membengkak dan sangat gatal. Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain. chlorampenicol 0. Pembersihan kelopak 2 sampai 3 kali sehari dengan artifisial tears dan salep dapat menyegarkan dan mengurangi gejala pada kasus ringan. mata terasa nyeri. Terapi dilanjutkan 2 sampai 4 minggu. Asbury. Ilyas. Azhar.05 %) atau kortikosteroid (misalnya dexametasone 0.D. Nana S. Konjungtivitis karena jamur sangat jarang sedangkan konjungtivitis karena virus pengobatan terutama ditujukan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder. Sidarta. 4. Metronidazole topikal (Metrogel) diberikan pada kulit TID juga efektif. Wijana. hal 2. Penatalaksanaan Bila konjungtivitis disebabkan oleh mikroorganisme. Paul. dan sapu tangan baru yang terpisah untuk membersihkan mata yang sakit. Ilyas S. SpM. S. QID cukup efektif. Ed. handuk. Ilyas. Bagian Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: 2000.3 %. H. pandangan kabur. Gejala lainnya adalah mata berair. diberikan Tetracycline oral 250 mg atau erythromycin 250 mg QID PO. Asuhan khusus harus dilakukan oleh personal asuhan kesehatan guna mengindari penyebaran konjungtivitis antar pasien. pemeriksaan X-ray dada untuk menyingkirkan tuberkulosis.5 %. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari. Jilid 1. & Pabst R. Oftalmologi Umum (General Ophthalmology). Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. tanpa adanya kontraindikasi. Sidarta Prof. Pengobatan spesifik tergantung dari identifikasi penyebab. Riordan Eva.berwarna putih. Salamun. Pada banyak kasus Prednisolon asetat (Pred forte). Pada kasus ini. dr. Ilmu Penyakit Mata. peka terhadap cahaya. Taylor. Balai Penerbit FKUI. Ed 3. Voughan.