PENEGAKAN DIAGNOSIS FARINGITIS KRONIS EKSASERBASI AKUT ET CAUSA GASTROESOFAGEAL REFLUX DISEASE (GERD

)
Dibuat oleh: Dianita Rachmawati,Modifikasi terakhir pada 20 hour(s) 9 minute(s) ago ABSTRAK GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Keyword : Faringitis Kronis , Gastro-Esophageal Refluks Disease (GERD) KASUS Seorang laki-laki berusia 51 tahun dating ke Poliklinik THT dengan keluhan nyeri pada tenggorokan sejak 2 hari yang lalu. Pasien tidak mengeluhkan adanya batuk maupun pilek. Pasien mengaku tenggorokannya terasa kering dan panas seperti terbakar serta adanya nyeri saat menelan. Pasien merasakan di tenggorokannya seperti ada yang mengganjal. Keluhan ini sering dirasakan kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu terutama setelah maagnya kambuh. Riwayat menderita sakit maag dan sering mengeluhkan mual dan terasa panas seperti terbakar pada dada yang terutama dikeluhkan saat pasien mengkonsumsi kopi/teh. Pasien juga merasakan demam yang tidak terlalu tinggi dan nyeri ulu hati disertai mual sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien baik, compos mentis, Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 88x/menit, suhu afebris, laju pernapasan 22x/menit. Pada pemeriksaan tenggorokan didapat dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi, tidak terdapat pembesaran tonsil, limfonodi tak teraba. Pada pemeriksaan abdomen didapat nyeri pada bagian epigastrium. DIAGNOSIS Faringitis Kronis et causa Gastroesofageal Reflux Disease (GERD) TERAPI Terapi pada pasien ini berupa Proton Pump Inhibitor yaitu Omeprazol 1x20 mg. DISKUSI GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. GERD disebabkan oleh kadar asam lambung yang tinggi, sedangkan faktor- factor yang dapat mempengaruhi terjadinya GERD antara lain : sfingter bawah esophageal, hiatal hernia, kontraksi esophageal dan pengosongan lambung. Tanda dan gejalanya meliputi Rasa seperti terbakar adalah gejala yang paling sering terjadi, erosi pada esophagus (erosive esofagitis), Suara parau (disfonia) kronik karena edema dan lesi inflamasi pada plika vokalis, Clearing faring kronis karena iritasi serta peningkatan sekresi mukosa faring serta kesulitan menelan (odinofagi), Tenggorokan serasa tercekik. Pada kasus ini pasien mengeluh nyeri seperti terbakar dan panas di tenggorokannya yang disertai nyeri saat menelan yang dirasakan selama 2 hari yang lalu tetapi kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu. Pasien juga mempunyai riwayat sakit maag Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah dengan esophagogram, endoscopy, laryngoscopy, esophageal pH monitoring, dan esophageal motility studies. Akan tetapi pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan tersebut karena

keterbatasan alat. Terapi pada GERD adalah dengan pemberian obat-obat yang dapat mengurangi kadar asam lambung, dapat berupa golongan antacid, H2 blocker ataupun Proton Pump Inhibitor. Yang disertai dengan manajemen terapi non medikasi yang terdiri atas , Hindari makanan berlemak, minuman berkafein (seperti soda, kopi, dsb), cokelat, mint, makanan pedas, makanan berbahan dasar tomat, bawang putih dan merah, berhenti merokok , tidak minum alcohol , mengurangi berat badan jika berlebih, tinggikan kepala ketika tidur ,kurangi makan saat malam , setelah makan tunggu beberapa jam (minimal 4 jam) sebelum tidur atau berbaring, biarkan lambung kosong terlebih dulu, diet tinggi karbohidrat, protein dan rendah lemak, mengindari pakaian yang ketat , menghindari konsumsi obat-obatan yang menurunkan tekanan sfingter esophagus seperti teofilin, agen antikolinergik, alfa adrenergic antagonis, beta-agonis, kalsium channel blocker, nitrat, serta obat-obatan NSAID seperti aspirin. KESIMPULAN GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Pada pasien ini didiagnosis faringitis kronis et causa gastroesofageal reflux disease (GERD) didapat dari anamnesis yaitu rasa panas seperti terbakar dan nyeri saat menelan, keluhan ini kambuh jika maagnya kambuh sejak 2 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik yaitu dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi yang menunjukkan kondisi kronis pada faring (faringitis kronis). REFERENSI Acerra, John, M.D. Acute Pharyngitis. Diakses dari www.emedicine.com. Ahuja, Vanita,M.D, Yencha, Myron,M.D, Lassen, Lorenz,M.D. Head and Neck Manifestations of Gastroesophageal Reflux Disease. Diakses dari www.americanacademyofamilyphysicians.com. Soepardi, Effiaty,Sp.THT, Iskandar, Nurbaiti, Sp.THT. Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher.2007.FKUI:Jakarta. Weinberg DS, Kadish SL. The diagnosis and management of gastroesophageal reflux disease.Med Clin North Am 1996;80:41129. PENULIS Dianita Rachmawati, Ilmu Penyakit THT, RSUD Salatiga

Intubasi Endotracheal Tube pada Pasien Struma Nodusa Non Toksik dengan General Anestesi
Dibuat oleh: M. Sudrajat,Modifikasi terakhir pada 4 hour(s) 18 minute(s) ago ABSTRAK Endotracheal Tube (ETT) adalah sejenis alat yang digunakan di dunia medis untuk menjamin saluran napas tetap bebas, ETT banyak digunakan oleh dokter dengan spesialisasi anestesi dalam pembiusan dan operasi. ETT dimasukkan kedalam trakea pasien untuk memastikan tidak tertutupnya trachea sebagai saluran pernapasan dan udara pernapasan dapat masuk kedalam paru-paru. ETT adalah alat yang paling tepercaya dalam menjamin saluran napas tetap bebas. Struma nodosa non toksik adalah pembesaran kelenjar tyroid yang secara klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa disertai tanda-tanda hypertiroidisme. Kata Kunci: Endotracheal Tube, Struma Nodusa Non Toksik KASUS Seorang wanita usia 47 tahun datang ke poli bedah RS Jogja dengan keluhan terdapat benjolan pada leher depan, benjolan dirasakan sejak beberapa bulan ini. Benjolan ikut bergerak ketika menelan, tidak ada nyeri telan dan nyeri tekan. Pasien

belum pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya, riwayat hipertensi, penyakit jantung, DM, asma, dan alergi disangkal. Keluarga tidak ada yang mengalami keluhan serupa. Riwayat hipertensi, peyakit jantung, DM, asma dan riwayat alergi dalam keluarga disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup dengan kesadaran compos mentis, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 72 x/menit, respirasi rate 18 x/menit, suhu 36,5 oC. Pada pemeriksaan leher tampak massa pada leher bagian depan, diameter ± 4 cm, massa bergerak ketika menelan. Pada perabaan leher teraba massa pada leher depan, konsistensi lunak, nyeri tekan (-), permukaan licin dan rata tidak berbenjol benjol. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. T3 ↓ dan FT4 N. Pemeriksaan foto thorax menunjukkan pulmo dan besar jantung dalam batas normal. DIAGNOSIS Struma Nodusa Non Toxic, ASA I TERAPI Premedikasi yang diberikan pada pasien ini adalah Ondancentron HCl 4 mg intravena, Ketorolac 30 mg intravena. Anestesi dilakukan dengan teknik general anestesia, dengan teknik semi closed, respirasi terkontrol dengan endotracheal. Induksi dengan Propofol 100 mg intravena. Pemeliharaan dengan N2O 2,5 liter/menit, O2 2,5 liter/menit, dan halotane 1,5 vol%. Pada pasien ini dilakukan monitoring melalui monitor elektronik dan inspeksi keadaan umum pasien, meliputi tekanan darah, respirasi, nadi, dan saturasi oksigen. Setelah operasi pasien diposisikan miring, pengawasan vital sign setiap 30 menit, kepala diekstensikan, oksigenasi sampai pasien sadar, setelah sadar dapat diet bebas, dan IVFD RL 20 tetes per menit. DISKUSI Pada kasus ini, pasien mengeluh muncul benjolan pada leher depan kanan. Oleh dokter spesialis bedah didiagnosis struma nodusa dan direncanakan untuk dilakukan operasi. Pasien mendapatkan tindakan general anestesi untuk operasinya. Pada pelaksanaan operasi, dipasang intubasi endotrakheal pada pasien sebagai pengelolaan jalan nafas. Tindakan anestesi dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali. Salah satu usaha yang mutlak harus dilakukan oleh seorang dokter anestesi adalah menjaga berjalannya fungsi organ tubuh pasien secara normal. Pengelolaan jalan nafas menjadi salah satu bagian yang terpenting dalam suatu tindakan anestesi, salah satu caranya adalah dengan melakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal adalah tindakan memasukkan pipa endotrakheal ke dalam trakhea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dikendalikan. Intubasi endotrakheal mempunyai tujuan mempermudah pemberian anestesi, mempertahankan jalan nafas agar tetap bebas serta mempertahankan kelancaran pernafasan, mencegah kemungkinan terjadinya aspirasi isi lambung, mempermudah pengisapan sekret trakheobronkhial, pemakaian ventilasi mekanis yang lama, mengatasi obstruksi laring akut. Walaupun intubasi endotrakheal mempunyai banyak keuntungan, namun pada keadaan tertentu melarang penggunaan intubasi endotrakheal, diantaranya beberapa keadaan trauma jalan nafas atau obstruksi yang tidak memungkinkan dilakukan intubasi endotrakheal, trauma servikal yang memerlukan keadaan imobilisasi tulang vertebrae servikal, sehingga sangat sulit untuk dilakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal tidak selalu mudah dilakukan untuk semua pasien, kesukaran yang biasa dijumpai adalah pasien dengan otot-otot leher pendek dengan gigi geligi yang lengkap, recording lower jaw dengan angulus mandibula yang tumpul, jarak antara mental symphisis dengan lower alveolar margin yang elebar memerlukan depresi rahang bawah yang lebih lebar selama intubasi. Mulut yang panjang dan sempit dengan arcus palatum yang tinggi. Gigi incisivum yang menonjol, kesukaran membuka rahang. Abnormalitas pada servikal spine, kontraktur jaringan leher. Pada tindakan operasi kasus ini, penggunaan intubasi endotrakheal dimaksudkan untuk mengamankan jalan nafas dan menjamin ventilasi pernafasan. Karena intubasi endotrakheal merupakan metode terbaik untuk membebaskan dan mempertahankan jalan nafas pada praktek anestesi dan resusitasi. Selain terdapat indikasi diatas, pada pasien tidak ditemukan

jaringan parut (-) 2. Jakarta : Indeks Jakarta. Pemeriksaan Subyektif PEMERIKSAAN OD OS Visus Jauh 20/20 20/20 Refraksi Emetrop Emetrop Koreksi Tidak dilakukan Tidak dilakukan Visus Dekat Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Sinar Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Warna Tidak dilakukan Tidak dilakukan Pemeriksaan Obyektif PEMERIKSAAN OD OS PENILAIAN 1. kemudian terasa mengganjal terutama saat memejamkan mata/berkedip. Buku Ajar Ilmu Anestesia dan Reanimasi.kontraindikasi penggunaan intubasi endotrakheal. 20060310204. nerocos (-). Kota Yogyakarta. Ruswan Dachlan. kornea. tidak ada malposisi dan trauma jalan nafas. Said A. Stanford University School of Medicine.Latief. menyebabkan kenaikan sementara laju jantung dan tekanan darah. Petunjuk Praktis Anestesiologi. Apabila suatu korpus alienum masuk ke dalam bola mata maka bisa terjadi reaksi infeksi serta dapat dimungkinkan timbul kerusakan bola mata. Anastesiologi. Setelah tindakan anestesi selesai. trikiasis (-) Silia lengkap. 2010. gangguan refleks berupa hipertensi maupun takikardi. Jakarta : Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-UI. 2012 Corpus Alienum pada Pekerja Bengkel Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Arif dkk. Diakses dari: http://emedicine. Untuk mengurangi laju lonjakan kardddiovaskuler tersebut diperlukan intubasi dengan cepat dan mulus.Arjun M.Desai. penggunaan laringoskop. Tjokorda GA. pada pemeriksaan tidak didapatkan malampati. 2000. Oleh karena itu corpus alienum harus diambil secepatnya untuk menghindari reaksi inflamasi dan kerusakan lebih lanjut. Bagian Ilmu anestesiologi. Anestesi. dan konjungtiva. Keesokan harinya pasien berusaha mengambil kelilipan tersebut menggunakan kertas. DAFTAR PUSTAKA .Tepi kelopak Silia lengkap. silau (+). Dalam : Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2. Prosedur pemasangan intubasi juga sudah tepat yaitu dimulai dengan persiapan posisi leher pasien dalam keadaan fleksi dan kepala ekstensi.Mangku. FK UI.Pasangan Simetris Simetris .com . pseudoptosis (-) Ptosis (-).Mansjoer. . namun masih terasa mengganjal.Muhiman. Intubasi Trakea.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:10 ABSTRAK Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara Corpus alienum pada mata adalah istilah untuk benda asing yang terdapat pada mata serta merupakan salah satu penyebab cedera mata yang paling sering mengenai sclera. Jakarta : bagian Anestesiologi dan terapi Intensif. 2002. Pegal (+). mata Kasus Seorang laki-laki 53 tahun 5 hari yang lalu ketika di bengkel tempatnya bekerja pasien merasa mata kirinya kelilipan. tumor (-) . jaringan parut (-) Kedudukan alis baik. sebelumnya pernah mengalami hal serupa dan sembuh. Rumah Sakit Jogja. Tindakan intubasi endotrakheal ini sebenarnya dapat menyebabkan rangsangan simpatis yang membangkitkan respon kardiovaskuler. pada pemeriksaan tidak ditemukan adanya komplikasi dari tindakan intubasi. Sehingga pemasangannya pada pasien ini tergolong aman. pseudoptosis (-) . Kartini A. . trikiasis (-) . 2005. Pada pasien ini dilakukan intubasi endotrakheal dalam waktu < 1 menit.Gerakan Tidak ada gangguan gerak Tidak ada gangguan gerak . Gde dan Senapathi. pemasangan pipa endotrakheal mengontrol letak pipa dan ventilasi. tumor (-) Hiperemis (-). Sekitar mata (supersilia) Kedudukan alis baik. PENULIS Mohammad Sudrajat. Kelopak mata .Margo intermarginalis Tanda peradangan (-) Tanda peradangan (-) 3. Suryadi dan M.medcape. .2010. M. Jakarta : Media Aesculapius.Lebar rima Ptosis (-). Pandangan kabur (-). Belum diobati. .Kulit Hiperemis (-). pemberian muscle relaxan dan oksigenasi. Keywords: Corpus Alienum.

Bentuk Bulat Bulat 11.Sekitar gland. . Korpus Vitreum Jernih Jernih 14. pasien belum pernah menggunakan obat untuk mengatasi keluhan pada mata kirinya. bila dirasa benda asing menancap cukup dalam. Refleks fundus (+) warna orange (+) warna orange Diagnosis .Dinding Belakang KP (-) KP (-) .Bentuk bulat bulat .Ada/tidak Ada Ada .Dagu dan dahi pasien diposisikan menghadap dan menempel pada biomikroskop serta pandangan mata mengarah pada satu titik secara tetap sebagai fiksasi ketika pengambilan benda asing dilakukan. hiperemis (-).Ukuran 12 mm O 12 mm O Kecembungan Lebih cembung dari sclera Lebih cembung dari sclera . dan debris kornea yang tertinggal dihilangkan dengan ‗cutton but‘ steril. Kamera Okuli anterior Ukuran Tidak dangkal Tidak dangkal . hiperemis (-). Lensa . Iris .Pasangan Simetris Simetris . sehingga tidak ada koreksi yang diberikan.5% sebanyak 1 tetes. tampak ada benda hitam kecil . TIO Palpasi kenyal Palpasi kenyal 6.OD : Emetrop. Sclera Ikterik (-) Ikterik (-) 8.Medium Jernih Jernih . sehat .Pengambilan benda asing dilakukan dengan menggunakan jarum ukuran 25-27. Didapatkan hasil visi jauh pada baik mata kanan maupun kiri sebesar 20/20. hofema (-) 10. 2. yang menandakan bahwa pasien tidak mengalami kelainan refraksi (emetrop). dan didapatkan data bahwa semua elemen mata dalam kondisi baik kecuali pada permukaan kornea mata kiri tampak suatu bintik kecil benda asing.Kejernihan Jernih Jernih .Gambaran Gambaran kripti baik Gambaran kripti baik . Pupil . mengingat kornea yang memiliki banyak serabut saraf sehingga dapat menimbulkan nyeri yang cukup mengganggu bagi pasien. Antibiotik diberikan untuk mencegah terjadinya superinfeksi. Analgesik. Diskusi Pada kasus ini. hifema (-) Jernih.Tepi Reguler Reguler . Pemeriksaan subjektif yang dilakukan berupa pemeriksaan visus jauh dan pemeriksaan refraksi.Ukuran 3 mm 3 mm .Forniks Hiperemi (-) Hiperemi (-) . Konjungtiva . Amotio corpal : . dapat diberikan asam mefenamat 500 mg 3 kali sehari. pegal silau dan nyeri.3%).Refleks indrect + + 1.Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan .Palpebra inferior Hiperemi (-) Hiperemi (-) .Apparatus Lakrimalis .OS : Corpal gram pada permukaan kornea mata kiri Terapi 1.Diberikan anestesi pada mata kanan pasien dengan pantokain 0. Kornea . kalazion (-) 7.Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan . Setelah anamnesis. .Bulbi Hordeolum (-).Warna Coklat Coklat .Ukuran Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) 5. .Warna kekeruhan Tidak ada Tidak ada 13. Sedangkan antibiotik tetes diberikan pada pasien untuk pemakaian di rumah (gentamisin 3 mg/ml) 4 kali dalam sehari. dilakukan pemeriksaan subjektif dan objektif pada kedua mata pasien.Permukaan Licin. Bola mata . Pemakaian salep tersebut juga berfungsi sebagai lubrikan. Adapun pada pemeriksaan objektif pada kedua mata dapat diambil kesimpulan seluruh elemen mata kanan (OD) dan kiri (OS) dapat dinilai dari anterior hingga posterior.Pasangan Simetris Simetris .Placido Konsentris reguler Konsentris reguler 9. diberikan salep antibiotik (gentamisin 0.Refleks direct + + .Setelah pengambilan. Setelah pengambilan benda asing.Limbus Benjolan (-) Nevus (-) Benjolan (-) Nevus (-) . Dari anamnesis. dapat dilakukan ‗seidel test‘ untuk memastikan ada tidaknya perforasi kornea. yang diduga . 3. 4.Gerakan Gangguan gerak (-) Gangguan gerak (-) . pasien tersebut merasa kelilipan ketika sedang bekerja di bengkel dan keesokan harinya pasien berusaha mengeluarkan kelilipan tersebut menggunakan kertas namun masih tetap mengganjal.Isi Jernih.Tempat Ditengah iris Ditengah iris . pasien mengeluhkan mata kirinya terasa mengganjal.Palpebra superior Hiperemi (-) Hiperemi (-) . Hendaknya penggunaan kortikosteroid topical harus dihindari karena dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya superinfeksi dan memperlambat proses penyembuhan.Letak Di tengah belakang iris Di tengah belakang iris . kalazion (-) Hordeolum (-). Bermula sejak lima hari sebelum kedatangannya ke poli.Sekitar sakus lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) .Uji regurgitasi (-) (-) 4. lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) . berkilau Licin.

dan porselin. Timah hitam dan seng merupakan bendan reaktif yang lemah reaksinya. ataupun badan kaca. Gejala klinik kalkosis timbul lebih dini dari pada siderosis yaitu beberapa hari setelah trauma. Tembaga dapat memberikan reaksi purulen. dan permukaan retina. Dalam hal ini akan ditemukan suatu luka terbuka dan biasanya terjadi prolaps iris. Erosi ini timbul apabila benda asing yang masuk tidak sampai menembus bola mata tetapi hanya tertinggal pada konjungtiva atau kornea. kaca. seperti timah hitam. Pada mata tampak endapan karat besi pada kornea berwarna kuning kecoklatan. 2. seperti emas. platina batu. . Bentuk reaksinya tergantung macam serta letak benda asing tersebut di dalam mata. Benda asing yang dapat masuk ke dalam mata dibagi dalam beberapa kelompok: 1. seperti emas. 3. Benda reaktif. Trauma Tembus Trauma tembus adalah suatu trauma dimana sebagian atau seluruh lapisan kornea dan sclera mengalami kerusakan. 7. Trauma ini dapat terjadi apabila benda asing melukai sebagian lapisan kornea atau sclera dan tertinggal di dalam lapisan tersebut. 4. Reaksi Jaringan Mata Reaksi yang timbul tergantung jenis benda tersebut apakah benda inert atau reaktif. bila terjadi reaksi hanya ringan saja dan tidak mengganggu fungsi mata. Akibat Benda Asing pada Mata Benda asing dapat mengakibatkan : 1. Benda asing dengan kecepatan tinggi akan menembus seluruh lapisan sclera atau kornea serta jaringan lain dalam bola mata kemudian bersarang di dalam bola mata ataupun dapat sampai menimbulkan perforasi ganda sehingga akhirnya benda asing tersebut bersarang di dalam rongga orbita atau bahkan dapat mengenai tulang orbita. 2. iris. Timbulnya siderosis sebenarnya sangat dini tetapi tidak memberikan gejala klinik yang jelas sampai beberapa waktu lamanya. 5. Gejala klinik berupa : gangguan penglihatan yang mula-mula berupa buta malam kemudian penurunan tajam penglihatan yang semakin hebat dan penyempitan lapang pandang. platina. tembaga. 4. 3. epitel kapsul lensa. Siderosis Merupakan reaksi jaringan mata akibat penyebaran ion besi ke seluruh mata dengan konsentrasi terbanyak pada jaringan yang mengandung epitel. yaitu benda yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak menimbulkan reaksi jaringan mata. Tembaga dalam badan kaca dapat menimbulkan ablasio retina sebagai akibat jaringan ikat di dalam badan kaca yang menarik retina. Benda logam (metalik). Pada benda yang inert. Benda reaktif akan memberikan reaksireaksi tertentu dalam jaringan mata. kaca. Benda organik kurang dapat diterima oleh jaringan mata dibanding benda anorganik. Benda bukan logam (non metalik). dan bulu ulat. nikel. timah hitam. Pada keadaan ini tidak terjadi luka terbuka sehingga organ di dalam bola mata tidak mengalami kontaminasi.
Terbagi menjadi benda logam magnet dan bukan magnet. 6. besi tembaga. bahan pakaian. terdiri dari benda-benda yang dapat menimbulkan reaksi jaringan mata sehingga mengganggu fungsi mata. dan epitel pigmen retina. Benda inert. Benda logam dengan sifat bentuk reaksi yang merusak adalah besi berupa ―siderosis‖ dan tembaga. berupa hifema (perdarahan dalam bilik mata depan) atau perdarahan dalam badan kaca. pupil lebar dengan reaksi lambat. Trauma Erosi konjungtiva atau kornea. seperti batu. tidak akan memberikan reaksi ataupun kalau ada hanya berupa reaksi ringan. Kalkosis Reaksi jaringan mata akibat pengendapan ion tembaga di dalam jaringan terutama jaringan yang mengandung membrane seperti membrane Descement. Gejala siderosis tampak 2 bulan sampai 2 tahun setelah trauma. Neovaskularisasi Kornea Neovaskularisasi dipercaya sebagai akibat dari adanya suatu peradangan ataupun hipoksia dalam suatu kondisi sistem imun kornea yang tidak seimbang. perak. badan kaca. yaitu : epitel kornea. epitel pigmen iris. bahan tumbuh-tumbuhan. seng. bintik-bintik bulat kecoklatan pada lensa dan iris berubah warna. kapsul anterior lensa. Perdarahan Perdarahan intraokular dapat terjadi apabila trauma mengenai jaringan uvea. dan tak tampak adanya infiltrat ataupun kelainan lain yang menyertai. lensa.merupakan gram yang menempel ketika pasien sedang bekerja di bengkel 5 hari sebelumnya. Namun permukaan kornea masih licin dan mengkilap. aluminium.

Cornea : Treatment and Medication. Cermin Dunia Kedokteran : Corpus Alienum Intra Oculi.84 (N : 0. Faktor angiogenik menstimulasi terjadinya degradasi enzimatik terlokalisasi pada membran dasar ujung pembuluh darah perilimbal. Teknik ini sesuai untuk prosedur pembedahan tertentu untuk mengendalikan pernapasan.. 1978.1 (N : <42) Darah Lengkap dbn Pemeriksaaan Radiologi Foto Polos Thorax Pulmo/ cor dbn EKG Hasil : dbn Diagnosis FAM Terapi Ceftriaxon .7 (N : 10-50) Creatinin 0. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik. Vaughan. dan vascular endothelial growth factors/ VEGF) telah diidentifikasi dari kornea dan cairan air mata.D. Carlos. Bagian Ilmu Penyakit Mata. dan Riordan-Eva.medscape. Oftalmologi Umum.Magelang.2) SGOT 22. Kesimpulan Pada trauma dimana benda asing berada di permukaan mata tanpa adanya luka perforasi seperti yang terjadi pada kasus ini. maka prognosisnya tergantung jenis-jenis benda asing. Pada pemeriksaan fisik terdapat benjolan di payudara kanan diameter 2 cm Pemeriksaan penunjang : Pemeriksaan Darah Kimia Darah GDS 87.Trauma epitel dan/atau hipoksia pada kornea dapat menstimulasi pembentukan faktor-faktor angiogenik oleh sel-sel epitel lokal. Dalam anestesi umum pasien dapat bernafas spontan. Ilmu Penyakit Mata. Sementara itu untuk pembedahan dimana pasien masih sufisien untuk bernapas spontan.4 Ureum 31. Ilyas. Program Profesi Pendidikan Dokter. Bagian Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara: Medan Penulis Sekar Mutiara (20060310001). Kasus Seorang wanita umur 40 tahun datang dengan keluhan terdapat benjolan di payudara kanan. Keywords: Kista Ovarium. M. Foreign Body Removal. dan leukosit infiltrative (seperti makrofag. Sitepu..Operasi : incisi Diskusi Pada kasus wanita umur 40 tahun datang dengan . neutrofil). Riwayat KB suntik sekitar 3. Mahmud. Anestesi Umum pada Incisi FAM Dibuat oleh: Sekar Mutiara.5 tahun dan menyusui. M. (2000). dibantu atau dikontrol oleh anestesiologis.. RSUD Tidar . Prosedur pembedahan yang memerlukan pelumpuhan otot seperti bedah thorax. Edisi kedua. atau bedah abdomen yang luas diperlukan control pernapasan yang adekuat. anggota keluarga tidak punya keluhan yang sama. C. Asbury. Daniel. keratosit. Sebagian besar obat-obat anestesi menyebabkan depresi fungsi respirasi secara sentral.6-1. Jakarta : Widya Medika. Komponen obat anestesi ideal (trias anestesi) terdiri dari hipnotik analgesia dan releksasi otot.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:08 ABSTRAK Anastesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). paul. Taylor.. Cao. Sidarta. IL-1. G. Pada trauma dimana benda asing menyebabkan luka perforasi sehingga benda asing tersebut berada di dalam bola mata. (2003). sehingga sel-sel endothelial pembuluh darah bermigrasi dan berproliferasi untuk membentuk suatu pembuluh darah baru. 3. Beberapa dari faktor tersebut (fibroblast growth factors.com pada tanggal 22 Februari 2011. Diakses dari www. Edisi keempat belas. Anestesi umum dibagi menjadi 2 menurut cara pemberiannya yaitu pemberian secara intravena dan secara inhalasi. Bahri. Referensi 1. benjolan sejak 1 bulan SMRS muncul benjolan pada payudara kanan dan terasa nyeri walau tidak ditekan. 2.Ketorolac .emedicine. sehingga relaksan otot tidak diperlukan lagi dan dapat menghemat biaya anestesi.6 (N : <38) SGPT 18. umumnya prognosis baik karena benda tersebut dapat langsung dikeluarkan dan akibatnya sangat ringan tanpa meninggalkan bekas ataupun hanya nebula bila di kornea. didapatkan menggunakan obatobatan yang berbeda secarah terpisah. Jakarta: Fakultas Kedokteran UI. (2009). 4.

dan opioid. Halotan digunakan untuk menginduksi dan mempertahankan anestesi. Pemeliharaan jalan napas d. Penggunaan halotan merupakan kontra indikasi pada pasien kelainan jantung (hipotensi. tambahan analgesi regional atau membantu prosedur diagnostic. gangguan hepar.5-2 % halotan) dalam O2 atau O2/N2O. b.Blade lurus. etil-vinil-eter. fekromositoma. hipertensi.keluhan terdapat benjolan di payudara kanan dilakukan pembedahan dengan anestesi umum. Tujuan : a. ketamin. Interaksi obat : a. sikloropan. d. Mempertahankan jalan napas agar tetap adekuat c. f.5 mm. opioid (morfin. Hal-hal ini yang perlu diperhatikan adalah : a. Untuk mencegah kebocoran balon (cuff) pada ujung distal . gunakan hiperventilasi sedang selama bedah saraf c. anti depresan trisiklik.5-8. Pipa orofaring/nasoparing Alat ini dugunakan untuk mencegah obstruksi jalan nafas karena jatuhnya lidah. pastikan kecukupan ventilasi ruangan d.1 derajat celcius) ganas atau rentan terhadap hipertermia malignan. myastenia gavis. d. Tindakan anestesi c. hiperpireksia ganas jarang terjadi d. hindari pemakaian pada kehamilan dan menyusui e. sehingga sering digunakan untuk induksi pasien dengan kelainan jantung. Mandrin C = Conektor/sambungan-sambungan S = Suction.4 % halotan (anak-anak 1. isofluran. etilen. A. misalnya didaerah kepala dan leher dibutuhkan pipa yang tidak bisa tertekuk yang mempunyai spiral nilon atau besi. menggigil selama pemulihan f. c. Tindakan resusitasi b. mempotensiasi aksi relaksan otot non depolarisasi b. pentanil) diberikan dalam dosis tinggi. pandangan kabur. etil klorida. Laringoskop . desfluran. kerusakan hati e. dan demam tinggi.0-9. sebelumnya ada riwayat hiperpireksia (suhu badan melebihi 41.dapat mengganggu kemampuan mengendrai kendraan dan mengoperasikan mesin. memperparah hipotensi yang disebabkan oleh efek pemblokan ganglionik tubokurarin. untuk intubasi oral panjang pipa yang masuk 20-23 cm. hindari penggunaan berulang dalam jangka waktu 3 bulan b. Stilet . bradikardi dan hipotensi selama induksi b. Pipa Endotrakeal A = Air Way. fluoroksan. Plester I = Indroducer. enfluran. pipa plastik yang sekali pakai untuk operasi tertentu. Pipa Endotrakeal Terbuat dari karet atau plastik. aritmia). Untuk induksi. dan pasca anestesi dapat menyebabkan mual muntah. dan sevofluran. propofol. kloroform. Mencegah aspirasi d. Obat anestesi inhalasi yang pertama kali digunakan untuk membantu pembedahan adalah N2O.0 mm. Laringoscop dan Stetoskop T = Tubes. hipersalivasi. Plester. petidin. halotan. laringoskopi dengan blode lurus (misalnya blade magill). Bila hendak diberikan sebelumnya sebaiknya diberikan sedasi (midazolam). Stilet atau forcep intubasi Digunakan untuk mengatur kelengkungan pipa endotrakeal sebagai alat . metoksifluran. Sehingga kontra indikasi untuk pasien hipertensi. Persiapan set intubasi : Sebelum mengerjakan intubasi dapat diingat kata STATICS S = Scope. simtomitetika lainnya. pada anak-anak pipa endotrakeal tanpa balon. Induksi : 2. Intubasi trakea adalah tindakan memasukkan pipa endrotrakeal kedalam trakea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dilkendalikan. Obatobatan yang sering dipakai adalah thiopental. Ambubag T = Tape. Pemberian ventilasi mekanis jangka panjang C. meningkatkan sensitifitas miokardium terhadap adrenalin. Pipa oroparing/Nosoparing. Indikasi : a. Efek samping halotan : a. mual dan muntah setelah operasi Anestesi intravena selain untuk induksi juga dapat dipakai untuk rumatan. Ukuran laki-laki dewasa berkisar 8. Propofol dikemas dalam cairan emulsi lemak berwarna putih susu bersifat isotonic dan hanya boleh diencerkan dengan menggunakan dekstrose 5%. meningkatkan efek relaksan otot aminoglikosida c. wanita 7. Ketamin dapat menyebabkan takikardia. nyeri kepala. dan mimpi buruk (halusinasi). Mempermudah pemberian ventilasi dan oksigenisasi B. untuk memfiksasi pipa trakea setelah tindakan intubasi e. aminofilin dan theofilin. trikloro etilen. aritmia jantung selama anestesi c.Blade lengkung (macintos) biasa digunakan laringoscop dewasa . Biasanya digunakan pada bayi dan anak. Penghisap Lendir a. Membersihkan saluran trakeabronkial b. Opioid tidak mengganggu kardiovaskuler. kemudian menyusul eter.

medicinenet. pemeriksaan Vital Sign: Tekanan darah :120/70 mmHg Respirasi: 20x / menit Suhu: febris Nadi: 80x / menit. Referensi 1. Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 Penulis Sekar Mutiara (20060310001). conca udem (+). Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman.com/Anestesiologi. komplikasinya lebih sering ditemukan. pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu.emedicine. Anggota keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit serupa.Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:45 ABSTRAK Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama. asma dan penyakit lainnya.digunakan untuk membersihkan jalan napas Kesimpulan Pada kasus ini pasien di lakukan anestesi umum. 2. PENATALAKSANAAN RHINITIS ALERGIKA PADA PEREMPUAN USIA 24 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu. Anestesi spinal. Keluarga pasien tidak ada yang mempunyai riwayat alergi. Pasien mengaku alergi dengan debu. gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik. bersin-bersin. kesadaran: compos mentis. gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik. sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. Forcep intubasi (magill/digunakan untuk memanipulasi pipa endotrakeal nasal atau pipa nasogastrik melalui orofaring f. Riwayat asma (-).bantu saat insersi pipa.Magelang. hiperemis (-). Alat penghisap (suction ). Berdasarkan berat ringannya penyakit maka pasien digolongkan pada ASA 1 yang berarti pasien penyakit bedah tanpa disertai gangguan sistemik. Pasien mengaku alergi dengan debu. Teknik yang digunakan harus tepat dan harus dilakukan monitor yang ketat selama jalannya operasi. Program Profesi Pendidikan Dokter. Jakarta. Pasien belum pernah berobat sebelumnya. General Anesthesi. RSUD Tidar . http://www. Pada pemeriksaan telinga dan tenggorokan tidak ditemukan adanya kelainan. www. Arif. septum nasi deviasi (-). Dalam: Kapita Selekta Kedokteran edisi III hal. Ditambah dengan adanya pemeriksaan penunjang yang dilakukan maka pasien ini didiagnosis sebagai rhinitis alergika. tapi karena lebih persisten. Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu. General Anesthesi. Pada Pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan tampak mukosa hidung udem (+). berwarna putih kepucatan (livid ) (+). sekret encer (+). Pada kasus ini. Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu .Wikipedia. Diagnosis Rhinitis Alergika Terapi Non Famakologi : Edukasi: Menghindari kontak dengan alergen penyebab Farmakologi: Ozen tab 2x1 Coldizo 2x1 Diskusi Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran . Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. Diakses pada tanggal 24 Januari 2012 3. Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 4. pasien datang dengan keluhan pilek disertai ingus encer. Mansjoer.com. www. Reaksi hipersensitivitas tipe II Kasus Seorang pasien perempuan berusia 24 tahun datang ke poli THT dengan keluhan pilek disertai ingus encer. 2000. bersin-bersin. sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. Bagian Ilmu Anestesi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum: baik.261-264. dkk.com. Kata kunci: Rhinitis Alergika.

Efek kortikosteroid baru terasa setelah pemakaian agak lama. Jika perlu. terutama untuk mengatasi sumbatan hidung. Gejala keduanya hampir sama. Penyebab tersering adalah alergen inhalan (dewasa) dan ingestan (anak-anak). jendela ditutup. Jika harus berkebun. Serangan bersin berulang lebih dari lima kali dalam satu serangan. Dapat diberikan natrium kromolat dalam bentuk inhalasi untuk pencegahan. Pada reaksi alergi ini dilepaskan berbagai zat mediator yang akan menimbulkan gejala klinis. tapi karena lebih persisten. Tidak ada demam. dan budesonid untuk jangka panjang cukup aman. Penatalaksanaan yang tepat yaitu dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi. Diberikan peroral. hay fever. Zat mediator utama dan terpenting adalah histamin yang memiliki efek dilatasi pembuluh darah. Untuk hipertropi konka. bau yang merangsang. rinitis alergi dibedakan atas : Rinitis alergi musiman (seasonal. Anak sering menggosok-gosok hidung dengan punggung tangan (allergic salute). Kesimpulan Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama. Rinitis alergi sepanjang tahun (perennial)2. seperti beklometason. Terapi simptomatis dilakukan melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal.1. Gejala sering tidak lengkap. Rinorea yang encer dan banyak. Tujuannya adalah agar pasien mencapai peningkatan toleransi terhadap alergen. pastikan dengan skin test kemudian jaga kebersihan rumah. pucat atau livid. Jika hipertropi sudah berat dapat dilakukan konkotomi. komplikasinya lebih sering ditemukan. basah. hanya sifat berlangsungnya yang berbeda. namun berkurang dengan bertambahnya umur. kecuali bila telah berlangsung lama. Lamalama akan mengakibatkan timbul garis melintang di dorsum nasi sepertiga bawah (allergic crease). Sering disertai penyakit alergi lainnya seperti asma. Dapat timbul pada semua golongan umur. mukosa kembali normal. biasanya dalam kombinasi dengan antihistamin seperti pseudoefedrin fenilpropanolamin. pengobatan memerlukan waktu yang lama dan pendidikan penggunaan obat harus benar . peningkatan permeabilitas kapiler. Diperberat oleh faktor non spesifik. hidung tersumbat. hidung dan mata gatal. urtikaria atau eksim. Preparat yang dipakai adalah agonis alfa adrenoreseptor. perubahan cuaca dan kelembaban yang tinggi. sampai dia tidak lagi menunjukkan reaksi alergi jika terpapar oleh senyawa tersebut. Terapi simptomatis dilakukan . Penatalaksanaan rhinitis alergi adalah dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi. Pada rinoskopi anterior didapatkan mukosa edema. flunisolid. hindari kegiatan berkebun. sedangkan jenis kelamin. disertai banyak sekret encer. Imunoterapi diindikasikan untuk severe persistein. yang berdasarkan kelainan atopi. Diluar serangan. seperti asap rokok. pollinosis). Gejala spesifik lain pada anak-anak bila penyakit telah berlangsung lama (>2 tahun) adalah bayangan gelap didaerah bawah mata (allergic shinner) akibat stasis vena sekunder karena obstruksi hidung. golongan etnis dan ras tidak berpengaruh. Pada kasus ini didiagnosis rhinitis alergika. Pada anak-anak sering disertai gejala alergi lain. diberikan 2 minggu sebelum pemberian topikal agar pemberian topikal efektif. iritasi ujung-ujung saraf sensoris dan aktivasi sel-sel kelenjar sehingga sekret diproduksi lebih banyak. Menghindari pencetus (allergen) dengan cara mengamati benda-benda apa yang menjadi pencetus (debu. dll). Faktor herediter berperan. kadang disertai lakrimasi. seperti urtikaria dan gangguan pencernaan. bulu binatang.utama. gunakan masker wajah. pasien harus dirujuk agar dapat dilakukan kauterisasi konka inferior dengan nitras agenti atau triklor asetat. Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman. serbuk sari. Pemberian topikal harus hemat dan jangka pendek (4-10 ahri). Pemakaian lokal dengan preparat baru. Edukasi sebaiknya selalu diberikan berkenaan dengan penyakit yang kronis. Berdasarkan sifat berlangsungnya. Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. terutama anak dan dewasa muda. Pemakaian peroral dengan pemberian intermiten atau tapering off hanya untuk kasus berat.

Pada pasien ini.worldallergy. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Fisioterapi. Foto radiologi V. Riwayat penyakit serupa disangkal. Saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. Referensi 1. Trabekulasi tulang cukup baik. Peter. kesan : Spondylosis lumbalis. Jakarta. Dengan demikian maka LBP yang timbulnya sementara dan hilang timbul adalah sesuatu yang dianggap biasa. walaupun pada sebagian besar kasus akan sembuh dengan sendirinya. dimana pada beberapa kasus gejalanya sesuai dengan diagnosis patologisnya dengan ketepatan yang tinggi. 1997. pasien datang ke IGD membawa rujukan dari puskesmas dengan keterangan nyeri pinggang sampai ke kaki kanan yang dirasakan sudah ± 1 bulan. LBP yang rekuren membutuhkan lebih banyak perhatian. Edisi 6.Lumbosacral : Kurvatura melurus. nyeri Kasus Satu bulan sebelum masuk RS. hanya dibiarkan saja. Pasien merasakan gejala ini setelah mengangkat beban yang berat. Riwayat dipijit disangkal. Pemeriksaan radiks medula. 20060310016. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. karena harus merubah pula cara hidup penderita dan malahan juga perubahan pekerjaan. 2. Spondyloarthrosis L II-III. reflek fisiologis dalam batas normal. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Riwayat Jatuh terduduk disangkal. Edisi 6. Nyeri . Riwayat penyakit tumor disangkal. Keluhan ini dapat demikian hebatnya hingga penderitanya mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan sampai harus istirahat dan dirawat di rumah sakit. Pasien mengatakan tidak ada gangguan dalam buang air kecil. Pada pemeriksaan fisik.php 2007 3. Pasien adalah seorang petani yang sering mengangkat hasil tani. Rhinitis. saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. Penulis Farida Aryani. Riwayat TBC / batuk lama disangkal..5 mg.org/professional /allergic_diseases_center/rhinitis/rhinitis_indepth. DIV L II-III menyempit... Penerbit Buku Kedokteran EGC. patrick dan kontra patrik negatif. R. Namun bila LBP terjadi mendadak dan berat maka akan membutuhkan pengobatan. Diagnosis Diagnosis Klinis : Low Back Pain cum Ischialgia Diagnosis Topik : Radiks spinalis lumbal II III Diagnosis Etiologi : et causa Spondilogenik dd.Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:42 ABSTRAK Low Back Pain (LBP) adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. A. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta LOW BACK PAIN PADA PASIEN LAKILAKI USIA 35 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. namun di sebagian besar kasus.melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal. website www. memiliki gejala nyeri pinggang sampai kaki kanan setelah mengangkat beban yang berat. Diskusi LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis. Michael. tidak ditemukan reflek patologis. Pedikel intak. Kekuatan pada kaki kanan bebas terbatas dan kekuatannya sulit dinilai karena nyeri. Tampak osteophyt anterior corpus vertebra lumbales. ditemukan lassegue 300.. Anatomi dan Fisiologi Terapan. Hari masuk rumah sakit.. pemeriksaan fisik ditemukan lasegue (+). Ketorolac 1 amp/12 jam. Kata kunci : Low back pain.. FIV tak menyempit. Awalnya pasien tidak mengobati nyerinya. Penyakit Telinga Luar. Pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Jakarta. 1997. Amitriptilin 2 x 12. Lawrence. diagnosis tidak pasti dan berlangsung lama. BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. HNP Terapi Inj. pasien mulai mengeluh nyeri pinggang yang menjalar sampai ke kaki kanannya. A.

Purba JS. batuk ataupun mengejan. Tanda Laseque adalah tanda pre-operatif yang terbaik untuk suatu HNP.dkk. 20060310016. Dalam penanganan umum penderita diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan. Mumenthaler. BRSD KRT Setjonegoro. 2. Nyeri punggung bawah.M. Penanganan pasien. Hal ini menggambarkan telah terjadinya trauma mekanik pada vertebra yang terjadi secara berulang dalam waktu yang lama. tampak osteofit korpus vertebra. Pada penderita ini secara radiologis x-foto polos terlihat penyempitan ruang intervertebralis. Jakarta. Kapita selekta kedokteran jilid 2. karbamazepin. Suryamiharja A. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENATALAKSANAAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA PRIMIGRAVIDA UMUR KEHAMILAN 13 MINGGU . Pesien didiagnosis etiologi HNP dengan manifestasi iskialgia didasarkan atas anamnesis: adanya nyeri pada punggung bawah yang timbul tak tergantung dengan waktu siang atau malam. Selain hal ini penderita juga sering mengangkat beban berat yang akan memberikan trauma berulang secara berkepanjangan pada struktur tulang belakang karena pasien seorang petani dan hampir setiap hari mengangkat beban. Jakarta. Dalam: Nyeri Neuropatik. Harus diketahui bahwa tanda Laseque berhubungan dengan usia dan tidak begitu sering dijumpai pada penderita yang tua dibandingkan dengan yang muda (<30tahun). Nyeri ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. Media Aesculapius FK-UI. Medikamentosa diberikan terutama untuk mengurangi nyeri yaitu dengan analgetika.Tanda Laseque atau modifikasinya yang positif menunjukkan adanya ketegangan pada saraf spinal khususnya L5 atau S1. dan antiepileptika seperti fenitoin. Adanya tanda Laseque lebih menandakan adanya lesi pada L4-5 atau L5-S1 daripada herniasi lain yang lebih tinggi (L1-4). Untuk LBP akut secara fakta didapatkan bahwa tidak terdapat NSAID spesifik yang lebih efektif terhadap yang lainnya. Referensi 1. Kesimpulan LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis. diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan. karena sejalan dengan usia yang menuju berumur pertengahan. antidepresan trisiklik. LBP yang lebih dari 6 bulan disebut kronik.1995 3. Perdossi. memberat terutama bila berjalan. Editor: Meliala L.Binarupa Aksara. Faktor resiko dari penyebab terjadinya low back pain bisa karena faktor pemakaian yang terlalu banyak. Sadeli HA.ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. tirah baring dan mobilisasi. Medikasi lain yang dapat diberikan sebagai tambahan adalah relaksan otot. Tjahjono B. Mansjoer. Sadeli HA.Neurologi. 2008. Arief. 2001 Penulis Farida Aryani. Sering obat yang sesuai untuk penanganan dimulai dengan asetaminofen dan/atau nonsteroidal antiinflammatory drug. telah disertai dengan defisit neurologis berupa adanya tanda rangsangan laseque (+). patofisioloogi dan penatalaksanaan. Pada pasien ini faktor yang menjadi resiko dari penyebab terjadinya low back pain adalah faktor pemakaian yang terlalu banyak (wear and tear). gabapentin. tirah baring dan mobilisasi serta diberikan medikamentosa mengurangi nyeri. dan topiramat.

Beberapa cara untuk penanggulangan hiperemesis lebih lanjut : 1. Cernevit 1x1 drip dan Ondansetron 8mg/drip. BAB dan BAK dirasakan semakin menurun. khlorida dan bilirubin. Farmakologis berupa Infus. alergi obat. Air kencing perlu diperiksa sehari – hari terhadap protein terhadap protein. Diabetes Mellitus. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. Nafsu makan dirasakan menurun karena pasien takut muntah. nadi : 92 x/menit. Pemeriksaan USG.Dibuat oleh: Dianita Rachmawati. KASUS Seorang wanita. Apabila dengan cara diatas keluhan dan gejala tidak mengurang maka diperlukan pengobatan. pada muntahan tidak terdapat darah. sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. Satu-dua minggu sebelum masuk rumah sakit. dan sebagainya. Sedativa yang sering diberikan . konsumsi jamu. 3. tetapi perlu diingat untuk tidak memberikan obat teratogen. dan protein dengan glucose 5% dalam cairan garam fisiologik sebanya 2-3 liter sehari. pielititis. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. Dibuat control cairan yang masuk dan keluar. karbohidrat. kurangi pekerjaan yang berat serta menghilangkan masalah dan konflik. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. Diet biasa. 24 tahun. Diet biasa. pada muntahan tidak terdapat darah. tatapi cerah dan peredaran udara yang baik. Riwayat sakit kuning. Isolasi. Rehidrasi dengan cairan parenteral. dengan TD : 70/50 mmHg. berat badan menurun. Keluhan mual dan muntah semakin bertambah berat setelah makan dan minum. Pada pemeriksaan pasien compos mentis dan tampak lemas. dehidrasi. Pasien sering merasa haus dan bibir terasa kering. berat badan menurun. Badan terasa lemah. PPV. Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam penderita. Muntah awalnya hanya terjadi pada pagi hari dan setelah makan dan minum.Modifikasi terakhir pada Minggu 11:44 ABSTRAK Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. dan berkurang saat istirahat. G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu datang dengan keluhan mual dan muntah sejak ± 1 bulan yang lalu. janin dalam keadaan baik. Tiap makan langsung muntah. Farmakologis berupa Infus D5% 20 tpm. PPV. Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan. DIAGNOSIS G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu dengan hiperemesis gravidarum TERAPI Non farmakologi berupa bed rest. Muntah > 10 kali sehari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit. suhu : 37°C. muntah dialami lebih dari 10 kali per hari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. hipertensi. muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. 4. Hipertensi disangkal. pengawasan KU. multivitamin dan antiemetik. Terapi Psikologik. dan sebagainya. DISKUSI Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. VS. Pada kasus ini. dehidrasi. aseton. Pada pemeriksaan thoraks dan ekstremitas dalam batas normal. pasien menikah 1x lamanya 9 bulan. respirasi teratur dalam batas normal. Bila perlu ditambahkan kalium dan vitamin. jantung dalam keluarga disangkal. hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan. Pengawasan KU. khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein dapat diberikan pula aam amino secara intravena. Pemeriksaan abdomen terdapat nyeri tekan epigastrium. seorang wanita G1P0A0 usia 24 tahun hamil 13 minggu dengan mual muntah berlebihan sejak 1 bulan yang lalu. alergi. VS. Penatalaksanaan non farmakologi berupa bed rest. Pasien juga mengeluh nyeri ulu hati dan kadang demam. asma. 2. pielititis. DM. Pasien mengaku mempunyai rasa takut dan cemas terhadap kehamilannya yang pertama. yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini. Riwayat sakit kuning. Penderita disendirikan dalam kamar tenang. sampai muntah berhenti dan penderita mau makan. Terapi medikamentosa. aktivitas sehari-hari terganggu. catat dan perhatikan cairan yang keluar dan masuk.

gangguan liver dan gangguan ginjal. Hyperemesis Gravidarum.. Jenis pembedahan : open prostatektomi. dkk. REFERENSI Cunningham. Onset aksi dengan bupivakain adalah cepat dan anestesi tahan lama. & gynec. Sinopsis Obstetri.G. obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion. Pada kasus ini pasien menderita hiperemesis gravidarum pada saat usia kehamilannya 13 minggu.20 mg Bupivacaine spinal injeksi. Ilmu Kebidanan. Diagnosis BPH Jenis pembedahan : open prostatektomi. In : Iffty L. Prawirohardjo. Ilmu Kebidanan dan Kandungan. 12.5 jam. Vol. EGC:Jakarta. gangguan kardiovaskular. 1981. PT. Mannor SM. obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi. 2005. 21. ed. Obstetri Williams. Distribusi larutan injeksi anestesi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Jakarta: EGC. Mochtar. PENULIS Dianita Rachmawati. 2008.5 % 15 mg. Dalam keadaan terminasi kehamilan dapt dilakukan. Durasi anestesi secara signifikan lebih lama dengan bupivakain dibandingkan dengan anestesi lokal lain yang umum digunakan. Isi Seorang laki-laki. Dosis bupivacaine spinal injeksi untuk dewasa yang dianjurkan adalah: anestesi spinal untuk operasi : 10.1968.Diagnosis prabedah : BPH.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:41 Abstrak Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida.1991.H2O Farmakodinamik: Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida. nyeri dan merasa kurang puas bila buang air kecil dengan suspect BPH. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta. F. . Fairwether.. 1155-1164.Rustam. 5. yang terpenting adalah rehidrasi. yang paling penting adalah volume larutan injeksi dan posisi dari pasien. vol. Indikasi terminasi kehamilan adalah ensefalopati Wernicke. Vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6. Rumus empirik: C16H26N2O. Terapi radikal terminasi kehamilan. Hal ini disebabkan karena terapi tidak berhasil bahkan keadaan umumnya semakin buruk. Riwayat susah buang air kecil sudah satu minggu. KESIMPULAN Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. Prof.adalah Phenobarbital. Hal ini mungkin disebabkan karena faktor psikis dari pasien yang takut dan khawatir akan kehamilannya yang pertama. Am J Obst. umur 56 tahun datang karena tidak bisa buang air kecil. Ini juga telah mencatat bahwa ada periode analgesia yang tetap setelah kembalinya sensasi. Terapi yang diberikan bertujuan untuk memperbaiki kondisi dan mencegah terjadinya keadaan yang lebih buruk. 15 . et al. RSUD Salatiga Penggunaan Bupivacaine pada Pasien BPH Tindakan Open Prostatektomi Dibuat oleh: Anita Permatasari.HCl. Farmakokinetik: durasi analgetik pada T10-T12 selama 2-3 jam. Toronto : A Wiley Medical Publication. Sarwono. Nausea and Vomity in Pregnancy. Principles and Practise of Obstetric and Perinatology.135-171. Diskusi Pada pasien ini dilakukan anestesi spinal dengan menggunakan Bupivacaine spinal 0. perdarahan retina. Kaminetzky HA eds.102. Bupivacain HCl menghasilkan relaksasi muskular yang cukup pada ektremitas bawah selama 2-2.dr. yang mana pada 1 ampul terdapat volume 4 ml dan setiap ml terkandung 5 mg Bupivacain HCl dan 80 mg dekstrose monohidrat. antihistamiika juga dianjurkan. Obat ini juga dapat ditoleransi dengan baik pada semua jaringan yang terkena. Penghambatan motorik pada otot abdominal membuat larutan sesuai untuk operasi abdominal selama 45-60 menit.

Artusio. Hanya 5% dari bupivakain diekskresikan tidak berubah dalam urin. Cole. Kesimpulan Pada kasus ini penggunaan obat bupivacaine untuk spinal anestesi sudah tepat. Keyword : kejang demam. mungkin lebih rentan terhadap toksisitas potensi anestesi lokal tipe amida. Kondisi hiperbarik akan memungkinkan terjadi perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. Problem Oriented Patient Management. Pasien masih mau makan dan minum ASI seperti saat tidak sakit. Anestesi lokal jenis Amide seperti bupivakain dimetabolisme terutama di hati melalui konjugasi dengan asam glukuronat. Muhadi Muhiman. Selain itu obat ini termasuk obat hiperbarik jika dilihat dari berat jenisnya. Setelah mengalami kejang.F. Anestesiologi. pasien lemas dan tertidur kemudian sadar. Jakarta: Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. riwayat kejang demam pada keluarga (+).Murray M. 1989. J. Unit Kerja Koordinasi Neurologi IDAI membuat klasifikasi kejang demam pada anak menjadi 2 yaitu Kejang Demam Sederhana (KDS) dan Kejang Demam Kompleks (KDK). 2. Yao.0278. Adult Perioperative Anesthesia: The Requisites in Anesthesiology.Modifikasi terakhir pada Minggu 08:51 ABSTRAK Kejang demam adalah kejang yang disebabkan kenaikan suhu tubuh lebih dari 38. Dalam: Basuki Gunawarman. rujukan Puskesmas karena mengalami kejang. USA. hal 123. terus-menerus. Schlunt. semakin lama semakin meningkat. Ginjal adalah organ ekskresi utama untuk anestesi lokal. M. BAK dan BAB dalam batas normal. 3. PENEGAKAN DIAGNOSIS KEJANG DEMAM SEDERHANA PADA ANAK PEREMPUAN USIA 10 BULAN Dibuat oleh: Dianita Rachmawati. Mikhail MS. Morgan GE.3 kg. 2001 Penulis Anita Permatasari. dibawa oleh ibunya ke IGD RSUD Salatiga. F. karena obat ini memiliki onset yang cepat dan anestesi yang tahan lama. McGraw Hill. Pilihan Cara Anestesia.S. New York. Dilihat dari berat jenisnya obat ini termasuk obat hiperbarik yaitu berat jenis obat lebih besar dari berat jenis cairan serebrospinal. Pada suhu 37oC cairan serebrospinal memiliki berat jenis 1. Clinical Anesthesiology 4th edition. Lippincott Williams and Wilkins. kejang demam sederhana KASUS Seorang anak perempuan usia 10 bulan dengan berat badan 9. Tidak ada riwayat perdarahan (mimisan ataupun perdarahan gusi) dan ruam . D..selama waktu kebutuhan analgesik kuat berkurang. Referensi 1. Sehari sebelumnya anak demam mendadak.. sehingga menambah berat jenis obat. editor. Latief Said. Mosby. sehingga meminimalkan komplikasi spinal anestesi.008. 2006. RS Jogja.4°C tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit akut pada anak berusia di atas 1 bulan tanpa riwayat kejang tanpa demam sebelumnya. Dalam obat ini yang membuat keadaan hiperbarik adalah kandungan dekstrose 80 mg. Stase Ilmu Anestesi dan Reanimasi. ekskresi urin dipengaruhi oleh perfusi ginjal dan faktor yang mempengaruhi pH urin.. Kejang terjadi pada sore harinya 1 kali.J. saat demam berupa gerakan kaku seluruh tubuh anak dan berlangsung kurang lebih 5 menit. Pasien dengan penyakit hati. Anesthesiology. Pasien sempat dibawa ke puskesmas dan mendapat diazepam per rectal. Yogyakarta. Muhardi. 2004 4. terutama mereka dengan penyakit hati yang berat. Sedangkan dalam obat ini memiliki berat jenis 1.003-1. sehingga memungkinkan perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. Riwayat kejang sebelumnya (+) sekitar 5 menit saat usia 9 bulan dan diopname.

tampak lemah. Luminal 5 mg diberikan 3x sehari. Diperlukan anamnesis. Jakarta: EGC. Riwayat trauma kepala (-). ANASTESI SUBARACHNOID BLOCK PADA HERNIOTOMI LAKI-LAKI USIA 60 TAHUN DENGAN HERNIA INGUINALIS LATERALIS REPONIBLE . epilepsi pada keluarga. Appleton dan Lange. tidak berulang dalam 24 jam. Edisi ke-20. Unit Kerja Koordinasi Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. 2002. Dr. Sylvia. Hardiono. Sofyan Prof. misalnya epilepsi. 1985. Dr. REFERENSI Hassan. Hal ini sesuai dengan kriteria dari Unit Kerja Neurologi IDAI. PENULIS Dianita Rachmawati. berlangsung singkat dengan sifat bangkitan dapat berbentuk tonik-klonik. Standar Pelayanan Medis RS. riwayat kejang tanpa demam. sakit pada mata dan telinga (-).kemerahan seluruh tubuh maupun batuk pilek. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi 1. Rudolph AM. Patofisiologi. Price. klonik. Heart Rate:92x/menit. Konsep Klinis Proses-Prose Penyakit. Pemeriksaan fisik : Keadaan umum : compos mentis. Dr. 2000. DISKUSI Pada pasien ini mengalami kejang demam sederhana. DR. Suhu : 37. riwayat terluka/tertusuk benda tajam (-). Pernafasan : 40 x/menit... KESIMPULAN Kejang demam adalah suatu bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (> 38°C). air dan elektrolit dan adanya lesi struktural pada sistem saraf. EGC: Jakarta. Pada pasien ini dapat ditegakkan diagnosis KDS berdasarkan adanya riwayat demam sebelumnya dan kejang terjadi 1x selama 5 menit. Nelson. tanda rangsang meningeal (-). Febrile Seizures Rudoplh Pediatrics. kejang pertama pada usia < 12 bulan. 2005.SpA(K).Sardjito Edisi III Jilid 2. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Volume 3. dkk. status gizi baik. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. Yogyakarta: Medika FK-UGM. dan per oralnya diberikan pulvis yang terdiri dari PCT 100 mg. pemeriksaan fisik. dr. Begitu kejang berhenti anak tidak memberikan reaksi apapun untuk sejenak. tonik. perubahan akut pada keseimbangan homeostasis. dan atau klonik • Umumnya akan berhenti sendiri • Tanpa gerakan fokal • Tidak berulang dalam 24 jam Pada bayi dan anak dengan kejang dan demam yang perlu diperhatikan adalah apakah terdapat gangguan perkembangan neurologis. di antaranya: infeksi susunan saraf pusat. Rupeno. 2006. dan kejang demam multipel. DIAGNOSIS Kejang Demam Sederhana (KDS) TERAPI Pada pasien ini diberikan Infus KaEN 3B 20 tpm. Umumnya kejang berhenti sendiri. Serangan kejang terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam.MD. Konsensus Penanganan Kejang Demam. dimana kriteria kejang demam sederhana (KDS/Simple Febrile Seizure) • Singkat dan disertai demam • Durasi kurang dari 15 menit • Kejang dapat umum..5 ⁰C. dkk.Dr. kejang lama (>15 menit). Pemeriksaan thoraks dan abdomen dalam batas normal. pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang yang menyeluruh untuk menegakkan diagnosis. Anderson. dkk. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien didiagnosis kejang demam sederhana. SpA(K). Ismael.. kejang fokal. Pusponegoro. fokal atau umum.D. Hussein. RSUD Salatiga. tetapi setelah beberapa detik atau menit anak akan terbangun dan sadar kembali tanpa adanya kelainan saraf. Waldo. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia. Alatas. 2005. Ilmu Kesehatan Anak. tonik.E. 2004. Infomedika. Adapun penegakan diagnosis kejang demam hanya dapat ditegakkan dengan menyingkirkan penyakit-penyakit lain yang dapat menyebabkan kejang. Sutaryo.

karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. Raanan Cohen-Kerem.D . Kesimpulan Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu. herniotomi Kasus: Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu. Anasthesi in Abdominal surgical intervention. Dosis ondancentron HCL dan ketorolac yang dianjurkan adalah 2-4 mg pada dewasa dan 10-30 mg dapat diulang setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. sebagai analgetik digunakan dengan tujuan untuk mengurangi rasa nyeri. Kerja bupivacain adalah menghambat konduksi saraf yang menghantarkan impuls dari saraf sensoris. Diagnosis Pasien didiagnosa Hernia Inguinalis Lateralis Reponible Terapi Rencana Operasi Herniotomi menggunakan anastesi subarachnoid block Diskusi Pada kasus ini pasien seorang laki-laki usia 60 tahun dengan diagnosis hernia inguinalis sinistra reponible akan dilakukan herniotomi. Selama operasi terjadi perdarahan kurang lebih 100 cc. Premedikasi yang digunakan pada kasus ini adalah ondancentron HCL 4 mg dan ketorolac tromethamine 30 mg yang diberikan dengan tujuan mencegah mual dan muntah paska operasi agar tidak terjadi aspirasi dan rasa tidak nyaman. M. The American Journal of Surgery 190 (2005) 467–473 2. Pasien didiagnosa hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan . Dari pemeriksaan fisik yang dilakukan pasien didiagnosis hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan menggunakan anastesi subarachnoid block sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi. Anasthesiology (2000) .v) dan analgesik non opiat (Ketorolac i. 439-451 Penulis Farida Aryani. Subarachnoid Block Technique .v. Bagian Ilmu Anestesi.menggunakan anastesi subarachnoid block. kenyal dan dapat direposisi. Biasanya. Pemeriksaan status operatif pasien ASA I dan malampati score I. Valsava test positif dan terdapat suara bising usus pada auscultasi. Anastesi menggunakan premedikasi Antiemesis (Ondancetron HCL i.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:00 ABSTRAK Dalam persalinan.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:01 Abstrak Anastesi Subarachnoid Block atau spinal anastesi adalah suatu bentuk anastesi regionaldengan cara memasukkan obat anastesi lokal ke ruang subarachnoid menggunakan jarum halus. Referensi: 1. BRSD KRT Setjonegoro.Dibuat oleh: Farida Aryani. Kata kunci : subarachnoid block. Karena perdarahan pada kasus ini kurang dari 20% EBV maka tidak diperlukan transfusi darah. Jenis anestesi yang digunakan adalah regional anestesi dengan teknik Sub Arachnoid Block. Indikasi lain bagi dilakukannya anastesi subarachnoid block adalah jika pasien mempunyai kontraindikasi dilakukannya intubasi endotrakeal. Dari pemeriksaan fisik didapatkan benjolan yang teraba pada regio inguinalis sinistra ukuran 2x3x2 cm2. MD .v) serta induksi dengan Bupivakain i. uri akan lahir spontan dlam 15-30 . Three Finger Test positif. kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Perdarahan Postpartum Dini ec Retensi Plasenta pada Pasien 27 Tahun P2A0 Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. Teknik spinal anestesi ini dipilih sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi. Hilda Pedersen. Induksi anestesi pada kasus ini menggunakan anestesi lokal yaitu bupivacain 15 mg. 51 .

apalagi bila terjadi perdarahan. Palpasi : Tinggi Fundus Uteri setinggi 1 jari diatas pusat. (d) Plasenta perkreta. kontraksi uterus lemah. (b) Plasenta inkreta. sehat. maka harus segera dikeluarkan. dapat ditunggu sampai 1 jam. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik diperoleh keadaan umum : lemah. Oxytosin 1A/drip • Tindakan : manual plasenta DISKUSI Dalam persalinan. anemis (Hb 5. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. takikardi.4 gr%). lahir spontan. sehat. dicoba dilakukan manual plasenta tidak berhasil. Plasenta sudah lepas tetapi belum keluar karena atonia uteri dan akan terjadi perdarahan banyak. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah mencoba mengeluarkannnya dengan perasat crede maupun manual plasenta diikuti dengan perbaikan keadaan umum pasien. vulva uretra tenang. dapat ditunggu sampai 1 jam. Kesadaran : Compos mentis. yang melekat pada desidua endometrium lebih dalam. terdapat perdarahan pervaginam. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir.menit. Biasanya. pembukaan 56 cm. rumah. suhu afebris Status Obstetrik Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Keadaan umum CM. II: 2009. yang menembus serosa atau peritonium dinding rahim. Pada kasus ini terdapat seorang wanita. DIAGNOSIS Perdarahan postpartum dini ec retensi plasenta PENATALAKSANAAN • Perbaikan KU : Pemberian infus RL 2 jalur. Tanda vital : hipotensi. kesakitan. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir. lahir spontan. dimana vili koreales tumbuh lebih dalam dan menembus desidua sampai ke miometrium. kesakitan. karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. Pada pasien ini setelah 5 jam melahirkan plasenta belum juga terlepas sehingga mengakibatkan terjadinya perdarahan postpartum dini. bidan. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. darah (+) aktif. pasien mengeluarkan darah banyak. 27 tahun. kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. Tranfusi PRC sampai Hb≥10. atau karena adanya lingkaran konstriksi pada bagian bawah rahim akibat kesalahan penanganan kala III yang akan menghalangi plasenta keluar (plasenta inkarserata). laserasi jalan lahir minimal. Retensi Plasenta. lemah. ♀. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. Riwayat Obstetri : I : 2001. sehat. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. yaitu: 1. 27 tahun. 2. kemudian ari-ari ditunggu tidak keluar. Untuk mengetahui apakah plasenta telah . yang menurut tingkat perlekatannya dibagi menjadi (a) Plasenta adhesiva. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. Sebelumnya pasien melahirkan bayi perempuan secara spontan. Keyword : Perdarahan Postpartum Dini. BBL belum ditimbang. 3500 gr. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. BBL belum ditimbang. Manual plasenta KASUS Seorang wanita. aterm. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. pasien mengeluarkan banyak darah. Pemeriksaan Dalam (vaginal toucher) Tampak tali pusat yang telah diklem pada introitus vagina. ♀. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. ditolong dukun. Retensio plasenta dapat disebabkan oleh beberapa hal. rumah. tapi bila sebagian plasenta sudah lepas akan terjadi perdarahan dan ini merupakan indikasi untuk segera mengeluarkan plasenta. Keluarga pasien memanggil bidan. yang menembus lebih dalam ke dalam miometrium tetapi belum menembus serosa. aterm. Plasenta belum lepas dari dinding rahim karena tumbuh melekat lebih dalam. Bila plasenta belum lepas sama sekali tidak akan terjadi perdarahan. dukun. (c) Plasenta akreta. anemis. dinding vagina licin.

Tali pusat tamapk turun kebawah. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit. Biasanya. Wanita tersebut disuruh mengejan. oleh karena itu dalam menangani persalinan kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. Hernia .. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. Ilmu Kebidanan. dan dianjurkan penggunaan sarung tangan steril yang menutupitangan operator sampai lengan bawah. Bandung Wibowo. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. dipakai beberapa perasat antara lain: 1. 1994. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah : 1. Jakarta 2. apalagi bila terjadi perdarahan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. G. maka harus segera dikeluarkan. 2. 2. Bila pengedanannya dihentikan dan tali pusat masuk kembali ke dalam vagina. Perasat ini harus dilakukan dengan hati-hati. 3.Century -. 1956. berarti plasenta lepas dari dinding uterus. Bila perdarahan banyak. KESIMPULAN Perdarahan postpartum dini yang disebabkan retensi plasenta merupakan kasus yang sering dijumpai. Bila tetap atau tidak masuk kembali kedalam dinding vagina. Apleton . RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Hernia Repair pada Pria 69 Tahun dengan Hernia Inguinalis Dextra Reponibel Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. Eastman.. B. Perasat Kustner. berarti plasenta belum lepas. 3. Lakukan eksplorasi apakah ada luka-luka atau sisa-sisa plasenta dan bersihkan. yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. Perasat Creede. Jika teknik manual plasenta diperlukan. N. Tangan kiri menekan daerah diatas simfisis.J. Tepi plasenta dilepas – disisihkan dengan tepi jari-jari tangan – bila sudah lepas ditarik keluar. melakukan tindakan manual plasenta. REFERENSI 1. Bila terasa getaran pada tali pusat yang diregangkan ini. Bila tali pusat ini masuk kembali kedalam vagina. tangan kanan dimasukkan dalam rongga rahim dengan menyusuri tali pusat sebagai penuntun. & Wiknjosastro. Perasat Strassmann. Penggantian darah yang hilang Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. 4.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. yaitu: 1. maka berikan tranfusi darah. Perdarahan postpartum masih merupakan salah satu sebab utama kematian ibu dalam persalinan. Karena itu ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam menolong persalinan dengan komplikasi perdarahan postpartum.. Perasat Klein. Keluarkan plasenta dengan tangan (manual plasenta). berarti plasenta sudah lepas. New York EGC. Tangan kiri mengetok-ngetok fundus uteri. Teknik tindakan aseptik harus dipakai.H. Cegah terjadinya syok 3. 4. Coba 1-2 kali dengan perasat creede. berarti plasenta belum lepas dari dinding uterus. berarti plasenta belum lepas.lepas dari tempat implantasinya. dapat ditunggu sampai 1 jam. Bila tidak terasa getaran. Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar plasenta lepas dari dinding uterus hanya dapat digunakan bila terpaksa. maka harus dilakukan analgesia atau anestesia yang memadahi. Apabila hanya sebagian plasenta lepas maka dapat terjadi perdarahan. dan memberikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik. Tangan kanan memegang atau menarik sedikit tali pusat. Penatalaksanaan yang cepat dibutuhkan pada kasus ini yaitu dengan memperbaiki keadaan umum pasien. Tangan kanan meregang atau menarik sedikit tali pusat. misalnya perdarahan. Penghentian perdarahan 2. Teknik manual plasenta yaitu tangan kiri diletakkan di fundus uteri. Berikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik. Jakarta Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. William Obstetrics (edisi 18).Crofts.

Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik. yaitu kanalis inguinalis yang berjalan miring. Hernia inguinalis yang mengalami inkarserata. Keluhan dirasakan semenjak 3 bulan yang lalu. Pasien tidak mengeluh nyeri. pasien 69 tahun mengeluh adanya benjolan di lipat paha kanan. Pada awalnya benjolan sebesar ibu jari pada lipat paha kanan. dan adanya fascia transversa yang kuat menutupi trigonum hasselbach yang umumnya hampir tidak berotot. gizi cukup. konsistensi kenyal. Pasien kemudian memutuskan untuk di rawat di Rumah Sakit. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan operasi hernia repair. mual. Setelah operasi. bising usus (+). yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. Z. Z. Hernia inguinalis lateralis KASUS Pasien Bp. muntah. darah tinggi disangkal. Nafsu makan. flatus. serta demam. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. muntah. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan.inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Disamping itu diperlukan pula faktor yang dapat mendorong isi hernia melewati pintu yang sudah terbuka cukup lebar tersebut. adanya struktur muskulus oblliqus internus abdominis yang menutupi annulus inguinalis internus ketika berkontraksi. pasien ini diberi injeksi antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi dan injeksi analgetik untuk mengurangi nyeri setelah operasi. licin. DIAGNOSIS Pasien ini didiagnosis dengan hernia inguinalis lateralis dextra reponibel TERAPI Pada pasien ini dilakukan tindakan operasi hernia repair dengan metode bassini untuk mereposisi atau mengembalikan usus yang masuk ke dalam lubang inguinlis lateralis. Pada kasus ini. BAB tidak ada gangguan. Kata Kunci : Hernia repair. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. kemudian lama – lama benjolan pada lipatan paha kanan membesar. mual. Pada pemeriksaan didapatkan keadaan umum tampak tenang. dan hernioplasti. BAK. kesadaran kompos mentis. serta demam. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Riwayat penyakit gula. frek nafas 20 x/menit. pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. Operasi hernia atau hernia repair terdiri dari herniotomi. Nafsu makan. suhu 36. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. Pemeriksaaan penunjang seperti darah dan rontgen thorak dalam batas normal. herniorafi. Teraba benjolan di regio inguinalis dextra. BAB tidak ada gangguan. Pada orang sehat ada tiga mekanisme yang dapat mencegah terjadinya hernia inguinalis. pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. Indikasi diadakan operasi: 1. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. tanda vital: TD 120/80 mmHg.5oC. sehingga perlu dilakukan tindakan operasi hernia repair. Bp. Pengobatan operatif merupakan satusatunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Pasien tidak mengeluh nyeri. laki-laki berumur 69 tahun datang ke poli bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan terdapat benjolan di lipat paha kanan. laki-laki usia 69 tahun mengeluh ada benjolan di lipat paha kanan yang timbul saat berdiri dan menghilang saat berbaring. DISKUSI Pada kasus ini. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. nyeri tekan (-). Setelah operasi pasien diberikan injeksi antibiotik berspektrum luas 1 gram yang diberikan 3 kali sehari intravena untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi serta injeksi analgetik 30 mg yang diberikan 2 kali dalam sehari intravena untuk mengurangi nyeri setelah operasi. frek nadi 80 x/menit. Pasien belum pernah menderita penyakit serupa. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. BAK. Berbagai faktor penyebab berperan pada pembentukan pintu masuk hernia pada annulus internus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. . yang semakin hari semakin membesar. flatus. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran.

K. sehingga locus minoris resistantiae hilang. bagian 2. Edisi 2. 62. Z didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel dan akan dilakukan operasi hernia repair. kemudian aponeurosis muskulus obliqus externus dijahit kembali sehingga tidak ada lagi kanalis inguinalis. dapat juga diberikan injeksi analgetik untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri setelah operasi KESIMPULAN Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik. sejak itu semua kelumpuhan n. fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya. Operasi hernia ada 3 tahap 1. cetakan IV. klindamisin serta aminoglikosida. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. (1993). muskulus obliqus transversus abdominis. Sabiston (1994). pemeriksaan neurologik. laboratorium dan patologi anatomi menunjukkan bahwa BP bukan penyakit tersendiri tetapi berhubungan erat dengan banyak faktor dan sering merupakan gejala penyakit lain. funikulus spermatikus diletakkan di sub kutis. (1991). 228. Herniotomy yaitu membuka dan memotong kantong hernia serta mengembalikan isi ke cavum abdominalis. Sjamsidajat R. fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya disebut Bell's palsy. Shouldice Membuka lantai inguinalis dan mengimbrikasi fascia transversalis dengan teknik jahitan kontinyu. 4. Jakarta. Hernioplasty yaitu memberi kekuatan pada dinding perut dan menghilangkan locus minnoris resistentiae. Dr.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Bell's Palsy (BP) ialah suatu kelumpuhan akut n. Bagian Ilmu Bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Bell’s palsy pada pengendara sepeda motor Dibuat oleh: Sekar Mutiara. jarang pada anak di bawah umur 2 tahun. 2005. Setelah dilakukan operasi. Biasanya didahului oleh infeksi saluran napas bagian atas yang erat hubungannya dengan cuaca dingin. Hernia reponibel pada bayi dengan umur lebih dari 6 bulan atau berat badan lebih dari 6 kilogram. Pengamatan klinik. Ketiga muskulus. Fakultas Kedokteran. prof. Jakarta. 3. de Jong W. Kapita Selekta Pemeriksaan Bedah. Bassini Muskulus obliqus internus dan muskulus transversus abdominis dijahitkan pada ligamentum inguinale. Hernioplasty ada bermacarnmacam menurut kebutuhannya: 1. EGC.230. digarnbarkan incisi berbentuk belah ketupat dan diberikan kira-kira 60 ml xylocain 0.5 persen dengan epinefrin. Buku Ajar Ilmu Bedah. 3. muskulus obliqus internus abdominis. 2. Kata kunci : . Jika digunakan anastesi lokal.meskipun keadaan umum jelek. EGC.570-579 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005. Sir Charles Bell (1821) adalah orang yang pertama meneliti beberapa penderita dengan wajah asimetrik.66. Herniorafi yaitu mulai dari mengikat leher hernia dan menggantungkannya pada conjoint tendon. Buku Pegangan Kuliah Ilmu Bedah. Selain itu. Bp. 2. muskulus obliqus eksternus abdominis. REFERENSI Darmokusumo. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada usia dewasa. Buku Ajar Bedah. Kuijjer. Jalannya operasi menggunakan obat anastesi lokal berupa procain dengan dosis rnaksimum 200 cc. P. Ferguson Yaitu funiculus spermaticus ditaruh di sebelah dorsal dari musculus obliqus externus dan internus abdominis dan muskulus obliqus internus dan transversus dijahitkan pada ligamenturn inguinale dan meletakkan funiculus spermaticus di dorsal. pasien diberikan injeksi antibiotic 3 x 1 gram untuk menghindaari infeksi pasca operasi serta analgetik 2 x 30 mg untuk mengurangi nyeri pasca operasi. Setelah dilakukan operasi untuk mencegah terjadinya infeksi dapat diberikan injeksi antibiotik yang berspektrum luas seperti golongan ampisilin. J. Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. 2. Halstedt Di lakukan untuk memperkuat atau menghilangkan locus minonis resistentiae. Funikulus spermaticus diletakkan ventral dari muskulus tadi tetapi dorsal dari aponeurosis muskulus obliqus eksternus sehingga kanalis inguinalis kedua muskuli tadi memperkuat dinding belakang dari kanalis inguinalis.

Riwayat sering terpapar angin saat bekerja d merupakan salah satu factor terjadinya bell‘s palsy. nyeri BAK (-) • Muskuloskeletal : lemah anggota gerak (-) Diagnosis Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik diperoleh bahwa diagnosis kerja pada kasus ini adalah bell‘s palsy dextra Terapi Metil Prednisolon 3x1 Citizin 2x1 B1 tab 1 – 1 – 0 B2 tab 1 – 1 – 0 Fisioterapi DISKUSI Pada kasus ini bell‘s palsy terjadi pada seorang wanita 40 tahun datang dengan dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. Para ahli menyebutkan bahwa pada Bell‘s palsy terjadi akibat proses inflamasi akut pada nervus fasialis di daerah tulang temporal. adanya inflamasi. terdapat teori yang mengatakan bahwa Bell‘s Palsy dapat terjadi karena adanya suatu proses yang dikenal awam sebagai ―masuk angin‖ atau dalam bahasa inggris ―cold‖. nuklear dan infranuklear. kesadaran menurun (-). di sekitar foramen stilomastoideus. penelitian biopsi memperlihatkan adanya HSV dalam ganglion genikulatum pasien Bell‘s palsy. Penyebab edema dan iskemia masih diperdebatkan. unilateral. mual (-). Tahun 1972. • Gastrointestinal : Muntah (-). menyebabkan kerusakan lokal myelin serabut saraf tersebut. Mereka mengasumsikan bahwa virus adalah yang paling memungkinkan untuk melakukan perjalanan ke atas akson dari saraf sensorik dan berada dalam sel-sel ganglion.bell‘s palsy. Perjalanan nervus fasialis keluar dari tulang temporal akan melalui kanalis fasialis yang mempunyai bentuk seperti corong yang menyempit pada pintu keluar sebagai foramen mental. perut kembung(-). maka akan ditemukan antigen virus dalam nervus fasialis dan ganglion genikulatum. Proses inflamasi pada nervus fasialis menyebabkan peningkatan diameter nervus fasialis sehingga terjadi kompresi dari saraf tersebut pada saat melalui tulang temporal. • Respirasi : Batuk (-). atau mengemudi dengan kaca jendela yang terbuka menyebabkan nervus facialis sembab dan edema. Dengan demikian. Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya ataupun menderita DM dan hipertensi. Pasien kontrol rutin di poliklinik syaraf dan berencana fisioterapi untuk ke-8 kalinya. keluhan disertai pipi kanan terasa kebas. kelemahan wajah bagian kanan. keluhan disertai pipi kanan terasa kebas. pusing (-). mata kanan tidak bisa menutup rapat (+). AC. Paparan udara dingin seperti angin kencang. McCormick pertama kali mengusulkan HSV sebagai penyebab paralisis fasial idiopatik. Murakami at all melakukan tes PCR (Polymerase-Chain Reaction) pada cairan endoneural N. Apabila HSV diinokulasi pada telinga dan lidah tikus. Panas (-). edema. gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair. . kasus Pasien perempuan usia 40 tahun datang ke Poliklinik Saraf dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor.kelemahan anggota gerak (-). Namun.5º C Anamnesis Sistem • Neurologi : Nyeri pinggang (). sehingga terjepit di dalam foramen stilomastoideus dan menimbulkan kelumpuhan fasialis LMN.VII penderita Bell‘s palsy berat yang menjalani pembedahan dan menemukan HSV dalam cairan endoneural. dan atau merupakan reaksi autoimun yang menyebabkan demielinisasi nervus facialis. Di masa lalu. Bell‘s palsy mungkin merupakan akibat sekunder terhadap infeksi virus. saat ini beberapa penulis percaya bahwa virus herpes simpleks (HSV) adalah penyebab umum Bell‘s Palsy. kejang (-). Vital Sign Tensi : 110 / 70 mmHg Nadi : 86 x/menit Respirasi : 18 x/menit Suhu : 36. Beliau memberikan hipotesis bahwa HSV bisa tetap laten dalam ganglion genikulatum. pilek (-). Impuls motorik yang dihantarkan oleh nervus fasialis bisa mendapat gangguan di lintasan supranuklear. nyeri perut (-). debar-debar (-). demielinisasi atau iskemik pada nervus facialis dapat menyebabkan gangguan dari konduksi. Dengan bentuk kanalis yang unik tersebut. Sedangkan keluarga pasien tidak ada yang menderita seperti ini ataupun menderita DM dan hipertensi. gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair. Pada saat stres. sakit pada anus (-) • Urogenital : BAK lancar. virus akan aktif kembali. Sejak saat itu. sesak napas (-) • Kardiovaskular : Pucat (-).

Hasil laboratorium darah menunjukkan keadaan anemia dengan ureum dan kreatinin yang sangat tinggi sehingga mengarahkan pada diagnosis akhir sebagai gagal ginjal kronik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press 4. (2004).wordpress. usia 65 tahun. Iskandar. Kapita Selekta Neurologi. kronik. Pada lesi LMN. Lo. REFERENSI 1. George. (2007). PCS tak melebar.ac. dkk. KESIMPULAN Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang ditemukan pada pasien ini ditemukan diagnosis Bell‘s palsy yang merupakan suatu neuropati perifer pada N. batas medula tidak jelas sehingga memberi kesan radangkronis pada ginjal kanan dan kiri. nafsu makan berkurang dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu. Onsetnya akut serta dapat dibedakan dengan penyebab lain seperti paralisis wajah unilateral dengan ketiadaan gejala dan tanda gangguan susunan saraf pusat dan gejala telinga dan fossa posterior. di sudut serebelopontin. Karena lagoftalmos. Gejalagejala pengiring seperti augesia dan hiperakusis tidak ada karena bagian nervus facialis yang terjepit di foramen stilomastoideum sudah tidak mengandung lagi serabut korda timpani dan serabut yang menyarafi muskulus stapedius. kelainan bisa terletak di pons. Harsono (editor). (2010).usu. Kata kunci : gagal ginjal. datang dengan keluhan pusing berputar. Edisi kedua. Dahi tidak dapat dikerutkan. Japardi.id/bitstream 5. di os petrosum atau kavum timpani. DM dan stroke pada pasien dan .medscape. Pemeriksaan USG abdomen menunjukkan ukuran ginjal normal. Seiri. Bibir tidak bisa dicucurkan dan platisma tidak bisa digerakkan. Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Saraf. fisura palpebra tidak dapat ditutup dan pada usaha untuk memejam mata terlihatlah bola mata yang berbalik ke atas. parenchyma hiperechoik. Jakarta: EGC 2. Diakses pada tanggal 29 Juli 2010 dari http://emedicine. Bruce. Riwayat penyakit ginjal.VII dengan gejala paralisis wajah unilateral.com/2010/04/0 3. (2010). Kelumpuhan pada Bell‘s palsy akan terjadi bagian atas dan bawah dari otot wajah seluruhnya lumpuh. Hanako.com/article/791311-print GAMBARAN RADIOLOGIS GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN PEMERIKSAAN USG PADA WANITA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani.Lesi supranuklear bisa terletak di daerah wajah korteks motorik primer atau di jaras kortikobulbar ataupun di lintasan asosiasi yang berhubungan dengan daerah somatotropik wajah di korteks motorik primer. jantung. Diakses pada tanggal 31 Juli 2010 dari http://repository. Dalam 1 tahun terakhir pasien merasa badan terasa pegal dan lemas. Pasien juga merasakan sangat jarang BAK dan nyeri pinggang kanan dan kiri kambuh-kambuhan sejak 2 tahun yang lalu. Bell‘s Palsy. di foramen stilomastoideus dan pada cabang-cabang tepi nervus fasialis. Sudut mulut tidak bisa diangkat. maka air mata tidak bisa disalurkan secara wajar sehingga tertimbun disitu. Nervus Facialis. Dewanto. ultrasonografi Kasus Pasien wanita. Diakses pada tanggal 30 Juli 2010 dari http://annsilva. Bell‘s Palsy. Pasien juga merasakan BAK sangat jarang disertai nyeri pinggang. hipertensi. (2009).Modifikasi terakhir pada Minggu 06:59 Abstrak Seorang wanita usia 65 tahun mengeluh pusing berputar. dan beberapa kali mondok di RS karena nyeri pinggang bawah. nafsu makan menurun dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu.

mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. struktur parenchyma normal dengan sistema vaskular dan billiare tidak melebar. Seluruh temuan tersebut mendukung diagnosis gagal ginjal kronis sebagai . Pada ekstremitas tidak didapatkan adanya edema. dinding vesika urinaria reguler. pemeriksaan jantung dan paru dalam batas normal. PCS tak melebar. peningkatan asam urat serta kadar ureum dan kreatinin yang sangat tinggi. Kimia darah menunjukkan peningkatan ureum 149. nadi 110 kali/menit. endapan (-). Dari perhitungan LFG dengan kadar kreatinin 9.0 gr/dL. batu (-). parenkim ginjal pada bagian korteks memiliki sonodensitas yang lebih rendah dari pada hepar. JVP tidak meningkat. Pemeriksaan laboratoris memastikan penurunan Hb yang jauh dari normal. hipertensi. pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap. Pasien pada kasus ini menunjukkan abnormalitas berupa gambaran hiperechoic pada parenkim ginjal kanan sehingga menimbulkan kecurigaan adanya radang pada ginjal kanan. berupa dialisis atau transplantasi ginjal. batas medula tidak jelas. besar uterus normal. radiologis dan histopatologi ginjal. diperkirakan terdapat 1800 kasus baru gagal ginjal tiap tahunnya. Selain itu dapat ditemukan pula ukuran ginjal yang mengecil dan batas korteks medula yang tidak jelas. parenchyma hiperechoik. data tahun 1995-1999 menyatakan insidens penyakit gagal ginjal diperkirakan 100 kasus per juta penduduk tiap tahun. laboratoris. Hasil pemeriksaan USG harus dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan pemeriksaan laboratoris. PCS tak melebar. dengan populasi 18 juta. batas korteks medula tidak jelas.20 mg% didapatkan nilai 6. nyeri tekan di regio epigastrium dan hypochondrium dextra. respirasi 20 kali/menit dan suhu 39. Pemeriksaan USG menunjukkan besar hepar normal. Tekanan darah 140/800 mmHg.30C. Di Malaysia. besar normal. sesak nafas. USG abdomen pada pasien gagal ginjal kronik biasanya ditandai dengan korteks yang lebih hiperechoic hingga hampir sama dengan sinus renalis. eritrosit 1. parenchyma hiperechoic. Sonodensitas yang lebih tinggi dapat ditemukan pada parenkim sinus renalis karena komposisi lemak yang dimilikinya. Sehingga didapatkan kesan adanya radang kronik pada ginjal kanan dan kiri.7 mg%. batas korteks medula tidak jelas. sehingga bersifat hipoechoic.103/µl.3 mg% dan kreatinin 9. kelemahan badan. ren sinistra besar normal.03 % yang berarti pasien telah memasuki kriteria penyakit gagal ginjal derajat 5 yaitu gagal ginjal sehingga memerlukan terapi hemodialisa atau transplantasi ginjal. Pemeriksaan darah rutin didapatkan nilai yang rendah pada beberapa komponen yaitu Hb 9. Keadaan umum pasien tampak pucat dan lemas dengan kesadaran compos mentis. Gambaran sonodensitas parenkim yang meningkat mungkin disebabkan proses inflamasi akibat riwayat konsumsi jamu dan obat-obatan yang sangat mungkin bersifat nefrotoksik. insiden ini diperkirakan sekitar 40-60 kasus per juta penduduk tiap tahun. PCS tak melebar.106/µl. Pemeriksaan abdomen didapatkan hepar dan lien tidak teraba. Gambaran klinis pasien menunjukkan temuan bermakna berupa anemis. Di negara-negara berkembang lainnya. ren dextra besar normal. Gagal ginjal kronik biasanya didahului dengan penyakit gagal ginjal berupa suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam. hematokrit 19 % dan trombosit 363. massa (-). urin yang keruh dan penurunan berat badan. Besar kedua ginjal yang masih normal pada USG menandakan proses penyakit ginjal kronik yang masih awal dimana berkurangnya massa ginjal belum jelas terlihat. Pendekatan diagnosis menggunakan temuan gambaran klinis. Diagnosis radiologis Proses radang kronik ren dextra dan ren sinistra Diskusi Gagal ginjal kronik adalah keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel. Normalnya. lien dalam batas normal. Di Amerika Serikat. dan meningkat sekitar 8% setiap tahunnya.keluarga disangkal. Gambaran PCS yang tidak melebar dan tidak ditemukannya batu pada struktur ginjal kanan dan kiri menyingkirkan kemungkinan proses obstruktif sebagai etiologi pada kasus ini. limfonodi leher tidak teraba. Kedua konjungtiva tampak anemis.9.

tidak ada lendir maupun darah. Yogyakarta : Pustaka Cendikia Press 3. tidak ada batuk. Temuan klinis berupa batuk dan penurunan berat badan menimbulkan kecurigaan adanya proses TB paru. pasien mencret dan muntah lima kali dalam sehari. penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. mata agak cekung. dan tablet zinc 1x20 mg. dehidrasi sedang bila penurunan berat badan antara 5%-10% dan dehidrasi berat bila penurunan lebih dari 10%. R. Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit.2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) untuk anti muntah selama 5-7 hari. tidak menggigil dan tidak ada kejang. bibir agak kering. Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari. Gambaran klinis dan pemeriksaan kimia darah pada kasus ini mengarahkan pada diagnosis gagal ginjal kronik dan didukung dengan pemeriksaan USG yang menunjukkan gambaran yang khas.1-4. di lingkungan tempat tinggal tidak ada yang mengalami sakit serupa. DISKUSI Prinsip penatalaksanaan diare adalah mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi karena penyebab diare yang paling banyak adalah rotavirus. Edisi Kedua. A. Bayi KASUS Dari alloanamnesis didapatkan: 3 HSMRS bayi usia 8 bulan mencret dan muntah 6 x sehari. domperidon sirup 3 x 2. Dehidrasi ringan bila penurunan berat badan kurang dari 5%. Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan elektrolit. bubur. 2005. Kesimpulan Pemeriksaan radiologis harus selalu dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan laboratoris. 2005. Buku Ajar Imu Penyakit Dalam. leher dan thorax dbn. Riwayat makanan: ASI sejak lahir s/d sekarang. Daftar Pustaka 1. parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr). Bagian Ilmu Radiologi. mendapat pengobatan oralit. domperidon sirup 3 x 2. akral hangat. air mata sedikit. Penatalaksanaan diare: 1. 2008. 1 HSMRS bayi tetap mencret. Sehingga dapat disimpulkan pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 ABSTRAK Diare adalah episode keluarnya tinja cair sebanyak lebih dari tiga kali. Ekstremitas. mata agak cekung. badan panas. RSUD Setjonegoro Wonosobo. Radiologi Diagnostik. ubun-ubun besar cekung. Bila dikasih makanan.diagnosis utama. DIAGNOSIS Diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang TERAPI Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). Tidak ada riwayat alergi makanan. Malueka.2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) selama 5-7 hari. Dehidrasi ringan/sedang. abdomen: palpasi turgor cukup. Sjahriar. Dari hasil pemeriksaan. Rasad. air mata (+) sedikit. Radiologi Diagnostik. Sudoyo. nasi lembek + kuah sayur diberikan mulai usia 7 bulan. biscuit.14. selama lima hari itu bayi tidak diberi obat. Fakultas Ilmu Kesehatan Ilmu Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Manajemen Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan/Sedang pada Bayi Usia 8 Bulan Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. Kata Kunci: Diare akut. badan mulai panas. BAK lancar. atau lebih dari satu kali keluarnya tinja cair yang berlendir atau berdarah dalam satu hari. Jilid I. bayi muntah. Rasa haus (+). Kedua temuan tersebut masih sangat mungkin disebabkan oleh proses penyakit ginjal kronik yang memang memiliki kerentanan mengalami infeksi saluran nafas. Namun hal ini tersingkirkan dengan tiadanya temuan proses spesifik yang khas pada foto thoraks. tidak ada lendir maupun darah. tablet zinc 1x20 mg selama 10 hari berturut-turut. bibir agak kering. W. Berikan cairan sesuai indikasi Tanpa dehidrasi: ASI . Dari pemeriksaan fisik didapatkan: UUB cekung (+). parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr) untuk menurunkan demam. G. Jakarta : Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI Penulis Farida Aryani. Badan tidak panas. Jakarta : Balai Penerbit FK UI 2.

Namun pada keadaan-keadaan kelainan simtem imom seperti HIV dan AIDS serta lapus angka kejadiannya dapat meningkat secara tajam. batuk. diikuti dengan bengkakdan kemerahan pada kulit. 1992 syndrom steven johnson yang bisa disingkat SJS merupakan reaksi alergi yang hebat terhadap obat-obatan. pilek dan nyeri tenggorokan. kulit. steven dan S. Sehari kemudian. dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 5 jam berikutnya. Prinsip penatalaksanaan diare pada dasarnya adalah untuk mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi yaitu dengan terapi cairan sesuai indikasi. kemudian oralit setiap kali mencret atau muntah dengan dosis: < 1 tahun: 50-100cc. FKUI. Syndrom steven johnson dapat timbul sebagai gatal-gatal hebat pada mulanya. antikonvulsi dan analgesik serta vitamin. REFERENSI Alatas H. 100-200 cc (> 24 bulan). tetapi jika pasien muntah + diare utamakan RL • Oralit. 20-30 cc/kgBB dalam 1 jam. kebawah kemudian umurnya bervariasi dari ringan sampai berat. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo PENANGANAN STEVEN JHONSOSN SYNDROME PADA WANITA USIA 45 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. kulit menjadi kasar. Pasien juga mengeluh gatal dan mengalami kesulitan untuk makan dan . Syndrom steven johnson ditemukan oleh dua dokter anak Amerika. Cara Pemberian: 1. > 5 tahun : semaunya. Pada yang berat kesadarannya menurun. Prediksi : mulut. Jakarta. sariawan padamulut. anus. serta dapat timbul demam. Observasi kondisi fisik pasien terutama status hidrasi KESIMPULAN Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.semaunya. IV _ Untuk dehidrasi berat 2. A. Dehidrasi Berat: < 1 tahun. 45 tahun datang diantar oleh keluarganya dengan keluhan kulit melepuh di sekitar wajah. Oleh dokter diberi beberapa obat. anak mau minum.C johnson. • Jika pasiennya tidak dapat makan diberi Dekstros dan RL • Jika muntah2 maka berikan Dekstros dan NaCl. bila obat yang menyebabkan tidak dihentikan. pasien demam dan timbul bintik-bintik merah dan lepuhan di sekitar wajah. mata. Oral _Bila kesadaran anak baik. Keadaan ini juga timbul di leher. leher. 1-5 tahun 100-200 cc. Setelah beberapa waktu. biasanya diberikan untuk dehidrasi ringan dan sedang 2. melaise. mata. Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). Hassan R. bercak-bercak coklat kehitaman. penderita dapat soporous sampai koma. sedang tetapi anak tidak mau/ tidak dapat minum atau jika kesadaran menurun 3.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 Abstrak Steven johnson merupakan syndrom kelainan kulit pada selaput lendir orifisium mata. berair. nyeri kepala. Angka kejadian syndrom steven johnson sebenarnya tidak tinggi hanya sekitar 1-14 per 1 juta penduduk. 49-52 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Dehidrasi ringan sedang : 50 -100 cc/kgBB (2-4 jam). dan kemaluan serta dapat terjadi luka-luka seperti koreng pada kulit. ketiak dan selangkangan. 1999 Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pilihan Cairan: • Beri RL (utama) atau NaCl. Syndrom ini jarang dijumpai pada usia 3 tahun. >1 tahun 20-30 cc/kgBB dalam 1/2 jam dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 2 ½ jam berikutnya. mulainya penyakit akut dapat disertai gejala prodormal berupa demam tinggi. Enteral _Untuk dehidrasi ringan. Kasus Seorang perempuan. dan anus. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak jilid 1. dan tangan. Awalnya pasien datang ke praktik dokter gigi untuk mengobati nyeri pada gusi nya yang di rasakan berdenyutdenyut. Diare akut dalam Standart Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi I 2004 . M. ginjal.

Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Diakses Desember 2012. Feniramin hidrogen maleat dapat diberikan dengan dosis untuk usia 1-3 tahun 7. vesikel dan bula. Diagnosis ditujukan sesuai dengan trias kelainan kulit. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Keadaan umum pasien baik. untuk bibir yang kelainannya berupa krusta tebal kehitaman dapat diberikan emolien misalnya krim urea 10%. dari http://22-sindrom-steven-johnson. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. . pada kasus berat terjadi erosi dan perforasi kornea yang dapat menyebabkan kebutaan. atau bula secara simetris pada hampir seluruh tubuh. kemudian selama 3 hari 0. serta hubungannyadengan faktor penyebab yang secara klinis terdapat lesi berbentuk target. yaitu meliputi alergi obat ( misalnya. papul. misalnya klindamisin intravena 8-16 mg/kg/hari.Antibiotik yang dipilih yang jarang menimbulkan alergi. Vesikel dan bula kemudian memecah sehingga terjadi erosi yang luas. vesikel.minum.Antihistamin. Infeksi mikroorganisme ( bakteri. kesadaran kompos mentis. Serta terdapar kemerahan pada konjungtiva mata. blefarokonjungtivitis. vesikel atau bula dapat disertai purpura. erosi dan krusta. Kelainan pada kulit berupa entema. Konjungtiva mata hiperemis. Jakarta: EGC. 2009. Selaput lendir orifisium: membran mukosa.Untuk lesi di mulut dapat diberikan kenalog in orabase dan betadine gargle. analgetik. Tedjapranata.5 mg/kgBB/dosis. Mata:: konjungtivitis kataralis. Pasien diperiksakan ke dokter dan mendapatkan salep antibiotika. anti peuritik ). 2005. spektrum luas. Sedangkan di bibir terdapat krusta kehitaman (krusta hemoragik). kelainan kulit di wajah. jamur. selaput lendir. 3. dan kelainan mata yang ditemukan konjungtivitis kornea. iridosiklitis. demam. A. leher dan kedua tangan dijumpai papul eritema dan vesikel batas jelas multipel tersebar merata disertai erosi dan krusta kehitaman. Kesimpulan Syndrom steven johnson merupakan syndrom yang mengenai julit.htm Penulis Farida Aryani. untuk usia 3-12 tahun 15 mg/dosis. Djuanda.Bula di kulit dirawat dengan kompres basah larutan Burowi atau saline. Pada kasus ini. membran hidung. R. Referensi 1. tetapi tidak menunjukkan perbaikan .5 mg/kg BB tiap 6 jam. Sindrom Steven Johnson.5-2 mg/kgBB/hari) atau pemberian deksametason dosis awal 1mg/kg BB bolus. iritis. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta . penisilin. ketiak dan kedua tangan sesuai dengan teori yaitu berupa eritem. Diskusi Pada sindrom ini terlihat adanya trias kelainan berupa: Kulit: berupa eritema. dan meatus uretra. Kelainan kulit serupa belum pernah dialami oleh pasien maupun pada silsilah keluarga.Mengatur keseimbangan cairan/elektrolit dan nutrisi. 2. 2005. bersifat bakterisidal dan tidak bersifat nefrotoksik.kelainan pada mukosa. gentamisin 1-1. Vesikel dan bula yang pecah menjadi erosi dan ekskoriasi dan krusta kehitaman.5 mg/dosis. Terapi . iris atau mata sapi. vesikel. mulut. Kulit wajah. mukosa. M. parasit ). Pada syndrom ini terlihat adanya trias kelainan. diberikan 3 kali/hari. dan sulit dibuka. mata. Untuk lesi di kulit yang erosif dapat diberikan sofratulle atau krim sufadiazin perak. virus. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin.Kortikosteroid: metil prednisolon 80-120 mg per oral (1. leher. kelopak mata edema. anorektal.2-0. . Di samping itu dapat juga terjadi purpura. dan makanan. Juga dapat membentuk pseudomembran. selanjutnya berdasarkan hasil biakan dan uji resistensi kuman dari sediaan lesi kulit dan darah. di orifisum dan mata dengan keadaan umum bervariasi dan ringan sampai berat. terutama bila ada rasa gatal. Kelainan dapat juga menyerang saluran pencernaan bagian atas (faring dan esofagus) dan saluran nafas atas. Beberapa faktor yang dapat dianggap sebagai penyebab. berupa : kelainan kulit yang terdiri dari batuk eritema. daerah vulvovaginal. Neoplasma dan faktor endoktrin. kelainan selaput lendir di orivisium. faktor fisik. . terutama penderita yang sukar menelan akibat lesi di mulut dan di tenggorokan dan kesadaran dapat menurun. . . Kelainan yang tampak di bibir adalah krusta berwarna hitam yang tebal (krusta hemoragik). Siregar.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang berhubungan dengan faktor–faktor yang timbul dalam kehamilan. hipertensi dan asma.5 cm Diagnosis BBLER. sehingga darah dialirkan melalui pembuluh yang bertekanan lebih rendah yaitu duktus arteriosus kemudian masuk ke aorta. Arteri dan vena umbilikasis akan menutup sehingga menurunkan tahanan pada sirkulasi plasenta dan meningkatkan tekanan darah sistemik. Keywords: asfiksia neonatorum. tidak ada refleks rangsang. keadaan lainnya sama. tidak ada refleks rangsang. Setelah bayi lahir. diagnosa dini pada penderita asfiksia mempunyai arti penting dalam merencanakan resusitasi yang akan dilakukan. Maka dari itu. paru janin tidak berfungsi sebagai sumber oksigen atau jalan untuk mengeluarkan karbondioksida. Akibat tekanan udara dan peningkatan kadar oksigen di alveoli. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM. menyebabkan tekanan pada arteri pulmonalis lebih rendah dibandingkan tekanan sistemik sehingga aliran darah paru meningkat sedangkan aliran pada duktus arteriosus menurun. kurang bulan.Penegakan diagnosis pada asfiksia neonatorum Dibuat oleh: Sekar Mutiara. hipertensi dan asma. Setelah lahir. keadaan yang lain masih sama. dan setelah kelahiran. Cairan yang mengisi alveoli akan diserap ke dalam jaringan paru. Pada kasus tersebut di diagnosis BBLER. Pengisian alveoli oleh udara akan memungkinan oksigen mengalir ke dalam pembuluh darah disekitar alveoli. denyut jantung 82x/menit. Pemeriksaan fisik bayi : BB : 900 gr PB : 36 cm LK : 29 cm LD : 22 cm LLA : 6. Pembuluh arteriol yang ada di dalam paru janin dalam keadaan konstriksi sehingga tekanan oksigen (pO2) parsial rendah. Hampir seluruh darah dari jantung kanan tidak dapat melalui paru karena konstriksi pembuluh darah janin. keadaan yang lain masih sama.5 mg Vit K inj 1 x 1mg Gentamisin drops 1 ODS Diskusi Pada kasus bayi tidak langsung menangis saat lahir. Sebagian kasus asfiksia pada bayi baru lahir merupakan kelanjutan dari asfiksia intrauterin. denyut jantung 82x/menit.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:52 Abstrak Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan. Sebelum lahir. Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. APGAR History Bayi preterm 30 minggu tidak langsung menangis saat lahir. biru di seluruh tubuh. asfiksia neonatorum dimana BBLER adalah <1000gr dan dikatakan kecukupan bulan pada 37-42 minggu. pembuluh darah paru akan mengalami relaksasi sehingga tahanan terhadap aliran darah bekurang. Oksigen yang diabsorbsi di alveoli oleh pembuluh darah di vena pulmonalis dan darah yang banyak mengandung oksigen . sesuai masa kehamilan. asfiksia neonatorum Terapi Resusitasi Oksigen 1 LPM Cefotaxim inj 2 x 40 mg Dexa inj 2 x 0. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM. Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit. persalinan. sesuai masa kehamilan. kurang bulan. Keadaan relaksasi tersebut dan peningkatan tekanan darah sistemik. bayi akan segera bergantung pada paru-paru sebagai sumber utama oksigen. diagnosis asfiksia dapat dilakukan dengan menetapkan nilai APGAR. Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit. dan alveoli akan berisi udara. keadaan lainnya sama. Penilaian menggunakan skor APGAR masih digunakan karena dengan cara ini derajat asfiksia dapat ditentukan sehingga penatalaksanaan pada bayi pun dapat disesuaikan dengan keadaaan bayi. biru di seluruh tubuh.

Modifikasi terakhir pada Minggu 06:51 Abstrak Glaukoma adalah neuropati optik yang disebabkan oleh tekanan intraokular yang relatif tinggi. 2009. RR 20 x/menit. Sejak 1 minggu terakhir mata kiri terasa mengganjal. Riwayat hipertensi (+) tidak terkontrol. penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan. Wijaya. suhu afebris. Normal atau ringan Sedikit asfiksia (nilai apgar 7-10). IDAI. nadi 82 x/menit.id=92. Pada kebanyakan keadaan. Kesimpulan Penegakan diagnosis asfiksia neonatorum dapat dilihat berdasar pemeriksaan klinis. kesadaran composmentis. akan mengambil banyak oksigen untuk dialirkan ke seluruh jaringan tubuh. dan skor APGAR.infodokter. Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif maupun obyektif. Pada saat kadar oksigen meningkat dan pembuluh paru mengalami relaksasi. Kasus Seorang wanita usia 50 tahun datang ke Poliklinik Mata dengan keluhan mata kiri merah sejak 3 minggu yang lalu. Blobok. duktus arteriosus mulai menyempit. Glaukoma disebut sebagai pencuri penglihatan sebab pada sebagian besar kasus glaukoma sering tidak dirasakan oleh penderita. Profil Kesehatan Reproduksi Indonesia 2003 .(2002) Jakarta : EGC 2. ed 3. Oksigen dan pengembangan paru merupakan rangsang utama relaksasi pembuluh darah paru.(2007) Jakarta : World Health Organization. Manuaba IBG. Mochtar R. Sinopsis obstetri. Pada saat oksigen masuk adekuat dalam pembuluh darah. Tangisan pertama dan tarikan napas yang dalam akan mendorong cairan dari jalan napasnya. nyrocos dan riwayat trauma disangkal. Darah yang sebelumnya melalui duktus arteriosus sekarang melalui paru-paru. http://www. Dalam hal ini bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan istimewa. Pemeriksaan subyektif tekanan intraokular mata dengan digital dapat membantu untuk mendiagnosis glaukoma.com/index.Standar Pelayanan Medis Kesehatan anak . bayi memerlukan resusitasi segera secara aktif dan pemberian O2 terkendali. . 3. Pada pemeriksaan subyektif didapatkanhasil VOD 6/6. tanda-tanda vital TD 150/80 mmHg. (2004) Jakarta Penatalaksanaan Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut Pada Pasien Wanita Usia 50 Tahun Dibuat oleh: Farida Aryani. silau. Ringan APGAR score 0-3. 5. Proses kerusakan saraf optik berjalan secara perlahan sampai akhirnya terjadi kebutaan total.kembali ke bagian jantung kiri. Referensi 1. Asfiksia Neonatorum. dimana akan dipompakan ke seluruh tubuh bayi baru lahir. warna kulit bayi akan berubah dari abu-abu/biru menjadi kemerahan. yang ditandai oleh kelainan lapangan pandang yang khas dan atrofi saraf papil. Pemeriksaan obyektif diperoleh hasil TIO OD N0. Pada akhir masa transisi normal. proyeksi sinar dan persepsi warna OD baik sedangkan OS buruk. udara menyediakan oksigen (21%) untuk menginisiasi relaksasi pembuluh darah paru.php?optio=com-content8. (2003) Jakarta : EGC.Ilmu Kebidanan. VOS 0. Kondisi Angka Kematian Neonatal-Angka Kematian Bayi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum sedang. 4. jika melihat sinar seperti ada bayangan pelangi dan pandangan kabur perlahan-lahan hingga tidak bisa melihat disertai nyeri cekot-cekot pada mata menjalar hingga ke kepala. Awalnya kecil namun makin lama makin melebar karena sering dikucek-kucek. bayi menghirup udara dan menggunakan paru-parunya untuk mendapatkan oksigen. Dinkes RI. Sedang APGAR score 4-6 memerlukan resusitasi dan pemberian O2 sampai bayi dapat bernafas normal kembali.

Pada pasien ini sudah mengalami kebutaan permanen. Terapi Terapi yang diberikan berupa tetes mata timolol maleat 0. Kedaruratan Dalam Ilmu Penyakit Mata. Kejang terjadi bukan karena kelainan neurologis. Dalam pemeriksaan tekanan darah didapatkan tekanan darah pasien 170/110 dengan proteinuri positif 3. 3. Terapi yang diberikan pada pasien tersebut berupa tetes mata timolol 0. Pemeriksaan TIO dengan menggunakan palpasi digital dapat membantu mendiagnosis glaukoma. Superimposed preeklampsia adalah timbulnya preeklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi kronik. Prognosis pada pasien tersebut buruk. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENANGANAN PRE-EKLAMPSIA BERAT PADA PRIMIGRAVIDA HAMIL ATERM BELUM DALAM MASA PERSALINAN PADA WANITA USIA 19 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Oftalmologi Umum Edisi 14. reflex pupil (-) dan ptosis. Untuk mencegah terjadinya serangan glaukoma pada mata sebelahnya sebaiknya dilakukan iridektomiprofilaksis. Daniel. Penulis Farida Aryani. Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi. Referensi 1. digunakan jika perlu. pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:49 Abstrak Pasien umur 19 tahun memeriksakan kandungan saat mendekati waktu HPL.5% 2x1 tetes mata kiri dan paracetamol 500 mg jika perlu. Penatalaksanaan terapi ditujukan untuk mengurangi TIO dan gejala simtomatik yang muncul. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2. 2007. Prognosis pada pasien ini termasuk buruk. Pemeriksaan TIO secara palpasi digital dapat membantu menegakkan diagnosis glaukoma walau hanya menilai secara subyektif. 2000. pada OS didapatkan edema kornea. pupil mid dilatasi. Ilmu Kesehatan Mata Edisi Pertama. Eklampsia adalah timbulnya kejang pada penderita preeklampsia yang disusul dengan koma. Yogyakarta: Bagian Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. sehingga untuk ke depannya pasien diharapkan untuk melakukan iridektomi profilaksis pada mata sebelahnya untuk mencegah serangan glaukoma pada mata tersebut. mengingat alat tonometeri tidak ada. Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif. Vaughan. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Diskusi Kasus ini merupakan glaukoma primer sudut tertutup akut berdasarkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif yang ditemukan. Hal ini diakibatkan karena terlambatnya pasien datang ke pusat pelayanan kesehatan untuk mengobati penyakitnya.5% 2x1 tetes pada mata kiri untuk mengurangai TIO dan diberikan terapi simtomatik paracetamol 500 mg untuk mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata. Tujuan terapi tersebut adalah untuk menurunkan tekanan TIO segera mungkin dan mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata yang sakit. Sidarta. Diagnosis OS Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut. Ilmu Penyakit Mata Edisi Kedua. edema. dan proteinuria yang timbul karena kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Jakarta: Widya Medika. Ilmu Kesehatan Mata BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. 2003. 2005. et. Suhardjo dan Hartono. Ilyas.---------.TIO OS N+1. Kesimpulan Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis. al. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi .

Penderita ditangani aktif bila ada 1 atau lebih kriteria ini : A. teraba 4/5 bagian. Dari data diatas dapat ditegakkan diagnosis preeklampsia berat. hamil aterm. Saat pasien datang belum dalam persalinan. dan obat antihipertensi. Tinggi fundus uteri 31 cm. Penanganan pre eklampsia berat terdapat dua cara yaitu dengan penanganan aktif dan penanganan konservatif Referensi 1. dengan keterangan Preeklampsia Berat (PEB). His (-). Pada penderita diatas dapat didiagnosis PEB berdasarkan anamnesis.8oC dengan pemeriksaan proteinuri positif tiga Diagnosis Preeklampsia Berat. punggung di batas samping kanan uterus. disertai mual-mual.Observasi His dan DJJ Diskusi Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 170/ 110 mmHg. Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif. Kasus Pasien kiriman bidan dengan keterangan: wanita. kepala turun H1-2. Leopold III Teraba kepala di bagian bawah uterus. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mencapai tanda-tanda perbaikan menuju preeklampsia ringan.pembukaan (-). Kesimpulan 1.. Ada kegagalan penanganan konservatif D. nadi 100 x/ menit. bdp Penatalakasaan Terapi: . dilakukan penanganan konservatif yaitu dengan medisinal sama dengan penanganan aktif. preskep. Penanganan aktif Penderita sebaiknya segera dirawat di ruangan khusus. Sibai B. edema pada ekstremitas atas dan bawah. hamil aterm. DJJ (+) 132 x/menit/teratur. Pengobatan medisinal dengan anti kejang MgSO4. I. Selain itu harus diperhatikan juga tentang persiapan antidotum jika diperlukan..O2 2-3 liter . Kupfermine M. II. pemeriksaan fisik dan laboratorium.Stabilisasi Hemodinamik . teraba 4/5 bagian. Penderita tetap diberikan oksigen nasal 4-6 L/ menit. selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml RL . Penatalaksaan pada pasien ini adalah stabilisasi hemodinamik. teraba bagian kecil di batas kiri uterus. letak memanjang. maka keadaan ini dianggap sebagai kegagalan pengobatan dan harus segera diterminasi.. pemberian O2 2-3 liter/ menit.SM 4 gr Bolus.. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan. Primigravida. Leopold I Teraba bokong janin di fundus uteri. Lendir darah belum keluar. . Untuk pencegahan terjadinya kejang pada pasien ini diberikan Sulfas Magnesikus 4 gr Bolus. Buang air kecil lancar tak ada keluhan. puka. Pemeriksaan dalam Vulva/ uretra tenang. Taksiran berat janin 2945 gram.selaput ketuban(+).bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi. Kata Kunci : Preeklampsia berat. Air kawah belum terasa merembes atau pecah. dan direncanakan dilakukan induksi dengan misoprostol 25 ug/ vag/ tab per 6 jam. Kontrol ANC teratur di bidan. Leopold II Teraba janin tunggal. Dekker G. RR : 24 kali / menit. Nadi : 100 kali / menit. penyakit jantung.Nifedipine 3 x 10 mg jika TD ≥ 160/ 110 mmHg atau MAP ≥ 125 mmHg . TD : 170 / 110 mmHg. Ada tanda-tanda gawat janin E. 19 tahun G1P0A0. Pada kasus diatas selain pemberian SM juga diperlukan tentang syarat boleh diberikan dan dilakukan penghentiannya. Janin teraba tunggal. selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml R. Riwayat Diabetes Melitus. hipertensi. STLD (+). Ada tanda-tanda impending eklampsia B. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi. dinding vagina licin. Buang air besar lancar tidak ada keluhan. selambatnya dalam waktu 24 jam. Leopold IV Kepala masuk panggul. Pasien merasa hamil 9 bulan. Induksi dilakukan sampai tab III. Keluhan pasien sekarang adalah pusing yang dirasakan sejak 2 hari SMRS. asma disangkal. Suhu : 36. AK (-). kepala masuk panggul. kenceng-kenceng belum dirasakan. Penanganan konservatif Pada kehamilan < 35 minggu tanpa disertai tanda-tanda impending eklampsia dengan keadaan janin baik. 2. penatalaksanaan. prestasi kepala. letak memanjang. Pemeriksaan laboratorium didapatkan protein urin +3 (positif). Usia kehamilan 35 minggu atau lebih Pada penanganan aktif ini juga diberikan oksigen nasal kanul 4-6 liter/ menit. serviks lunak tebal. Ada HELLP Syndrome C.

Ketinggalan gerak nafas ( . I.). Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: . Jakarta: Media Aesculapius.kontraksi otot polos . Setiowulan. 2005 : 773-824.).2005. Josoprawiro. gejala dini History Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu. Ranitidin 3 x 1 tab 5. bersifat sementara Pada penderita asma. Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen).. Yayasan Bina Pustaka. M. Gant. Suyono. Djoko. 6. Wiknjosastro.. J. Ambroxol 3 x 1 tab 6. Gilstrap.perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki. Jakarta 2005. F. Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer sebanyak sembilan kali penyakit dahulu ada riwayat asma dan tidak memiliki riwayat alergi lainnya. Prawiroharjo. A.. Ilmu Kandungan BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. 3. S.J. Hipertensi pada Kehamilan Preeklampsia-Eklampsia. L. (Alih Bahasa). Waspodo.peningkatan pembentukan lendir . Cefotaxim 2 x 500 mg 8. FKUI. Leveno. FK-UI. 1999. K. debu. Wheezing (+/+). J. Toksemia Gravidarum dalam Sinopsis Obstetri. 24: 281301. penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. K. oksigen : 2-4 lt/menit. K.G.3 – 0 4. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Diagnosis dini pada penderita asma bronkhiale Dibuat oleh: Sekar Mutiara.. Jakarta 1999. Hauth. Wardhani. Jakarta : EGC. ronkhi (+) halus. Infus D5 % + 1 1/2 amp Aminophilin 12 tpM 3. R. R. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas.. Jakarta. Mp 5 . Lancet 365: 785-99. Wenstrom. Penulis Farida Aryani..2 C N : 96 X / mnt P : 28 X / mnt Inspeksi : Retraksi ( .. Edisi 2 Hal 201. Department of Obstetrics and Gynaecology. K. Pemeriksaan Umum Keadaan Umum : Tampak Sesak Kesadaran : Compos Mentis Vital Sign : TD : 100/70 mmhg S : 37. asap.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:48 Abstrak Asma adalah saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu. Jakarta : EGC.F. Cunningham. Pendit. ekspirasi memanjang Diagnosis Asma bronkhial Terapi 1. W. Salbutamol 3 x 2 mg 7. Bab 1-9. N. 270-273. Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Kapita Selekta Kedokteran. seperti serbuk sari. vokal fremitus simetris ( + ) Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : Vesikuler... Mochtar. debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang. otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. udara dingin dan olahraga. 4. Savitri. Ke-3 jilid 1. 1992.. University of Cincinnati College of Medicine. Hartono. Keywords: asma. Pada suatu serangan asma.. bulu binatang. 5. Obstetri Williams (21st ed). Preeklampsia dan Eklampsia dalam: Ilmu Kebidanan.. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan. Ed. 2. H.. dkk. 1998.. 7.C. B. sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih. Hipertensi Dalam Kehamilan. A. Triyanti. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.D.. Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Buku Acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar. Edisi III.) Palpasi : Ketinggalan gerak nafas ( . seperti serbuk sari.. Keluarga tidak memiliki riwayat penyakit serupa maupun alergi. Mansjoer. 2. Nebulizer ventolin/8 jam . USA.C.

dada terasa berat atau tertekan. Heru. biasanya tidak mengalami regresi. Maka dari itu pasien beserta keluarga harus memahami gejala-gejala awal asma.Pada keadaan awal kesadaran penderita mungkin masih cukup baik. • Auskultasi : terdengar wheezing (mengi). Barmawi. berasal dari Yunani chele. 2 tahun yang lalu kaki kanan pasien terkena kenalpot.Keadaan umum : penderita tampak sesak nafas dan gelisah.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 Abstrak Keloid adalah hasil dari pertumbuhan berlebih jaringan fibrosa padat yang biasanya berkembang setelah penyembuhan cidera kulit. dan cenderung rekuren setelah eksisi. Diagnosis untuk penderita asma bronkhiale 1.Pada serangan berat : • tampak sianosis • N > 120 X/menit • ―Silent Chest‖ : suara mengi melemah 3. (2006). bekas luka menebal dan warna lebih gelap dari kulit sekitarnya.org KELOID PADA PASIEN POST VARISELA Dibuat oleh: Sekar Mutiara. . mengi. Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer. Jaringan melampaui batas luka asli. Handout Kuliah Blok 16 Kardiovaskular dan Respirasi. bahwa kekambuhan penyakit asma minimal bisa dijarangkan dengan pengobatan jangka panjang secara teratur. . takikardi. Kesimpulan Asma apabila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius. (2008). Sundaru.ginasthma. atau batuk malam hari. Asma Bronkiale. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam . ekspirasi memanjang. Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www.Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien ini menderita hipertensi grade II dengan keluhan utama Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu.org 4. bekas luka menebal dan warna lebih gelap . batuk berdahak yang tak kunjung sembuh. Pocket Guide for Asthma Management and Prevention.Mungkin ada riwayat keluarga dengan penyakit yang sama atau penyakit alergi yang lain. Gambaran klinis Status Asmatikus : . . Asma Bronkial. bahwa penyakit asma bisa disembuhkan tetapi pada suatu saat oleh karena faktor tertentu bisa kambuh lagi.ginasthma. tetapi lambat laun dapat memburuk yang diawali dengan rasa cemas. GINA (2010). . MISC FKUMY 2005: Jogjakarta 2005 2. Beberapa hal yang perlu diketahui dan dikerjakan oleh penderita dan keluarganya adalah memahami sifat-sifat dari penyakit asma bahwa penyakit asma tidak bisa sembuh secara sempurna. Isi Perempuan 19 tahun mengeluh 10 tahun yang lalu pasien terkena cacar air.Penderita tampak sakit berat dan sianosis. sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih. bicara terputus-putus. Selanjutnya. .Semua keluhan biasanya bersifat variasi diurnal. pada 1806. GINA (2010). Sukamto. At A Glance Asthma Management Reference.Banyak berkeringat.Sesak nafas. penderita lebih nyaman dalam posisi duduk. Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www. Hisyam. Anamnesa : . bila kulit kering menunjukkan kegawatan sebab penderita sudah jatuh dalam dehidrasi berat. . Pemeriksaan Fisik : .Paru : • Inspeksi : dinding torak tampak mengembang. 2. Alibert menggunakan istilah cheloid. Jakarta 2006 3. . diafragma terdorong ke bawah. Referensi 1. Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Pemeriksaan fisik menunjukan adanya ronkhi basah dan wheezing pada auskultasi ke-2 lapang paru hal ini semakin menyakinkan bahwa keluhan sesak nafas pada pasien dikarenakan asma bronkhiale. Jantung : pekak jantung mengecil. gelisah kemudian jatuh ke dalam koma.Keluhan sesak nafas. Bekas luka kadang terasa gatal dan perih. Gambaran pertama keloid (dicatat pada papirus) dikenal dengan teknik bedah yang digunakan di Mesir pada tahun 1700 SM. atau capit kepiting atau cakar yang menunjukan potensi lesi meluas secara lateral Keyword: keloid.


Kebanyakan keloid berbentuk bulat. putih. MPH. tunggal • Palpasi : tampak adanya peebalan keras pada skar Diagnosis Keloid Terapi Injeksi Kortikosteroid Triamcinolon : 10-40 mg/ml intralesi. Available at :http://www. tunggal • Regio Thorak posterior . Ada pula keloid yng berhenti tumbuh. Skar sampai diatas permukaan kulit dan menjadi hiperemis. Oliver Seifert. berbatas tegas. Hypertrophic Scarring and Keloids. The Management of Keloids: hands-on versus hand-off.com . berbatas tegas. seperti karet sampai keras. Diskusi Pada pasien ini. Bekas luka kadang terasa gatal dan perih. tunggal pada regio thorak superior-inferior.medscape. MD.org 4. dan abdomen biasanya bertangkai
 Keloid pada daerah tengah dada dan ekstremitas biasanya datar. onion extract. 2008. Keloid dapat dijelaskan sebagai suatu variasi dari penyembuhan luka.
 Kesimpulan penyebabi keloid masih diperdebatkan. Available at : http://www. 2009. leher. Keloid juga sangat berhubungan erat dengan faktor genetik. Pulsed Dye Laser (PDL) dengan panjang gelombang 585595nm Terapi farmakologi : 5-flurouracil. Diagnosis keloid dibuat berdasarkan gambaran klinis (penampakan kulit atau jaringan parut) : Konsistensi keloid yang bervariasi dari lunak. berbatas tegas. lemas. ireguler. kekuatan meregang dari skar juga bertambah sebagai akibat pertautan yang progresif dari serat kolagen. MD. ireguler. Pada stadium ini. dimana dasarnya lebih luas dari puncaknya. Pada saat itu. cryotherapy : untuk keloid <6mm. skar akan nampak hiperemis dan mungkin menebal. dikatakan keloid dapat timbul setelah trauma atau setelah lesi lainnya. Seiring dengan maturnya jaringan parut (skar). kekuatan luka kurang lebih 30-40% dibandingkan kulit sehat.superior : tampak skar hiperpigmentasi. Gauglitz Gerd. Brian Berman.html 5. tetapi ada pula yang berbentuk seperti bekas cakaran dengan tepi yang irreguler. Management of Keloids. ireguler. imiquimod 5% cream. Pertumbuhan biasanya lambat. MD. interferon. MD. immunotherapy. Diulang tiap bulan. menjadi 3 kali lebih lebar dalam beberapa bulan. lesi biasanya tidak mengandung folikel rambut ataupun kelenjar adneksa lainnya). Keloid memberikan gambaran klinik yang bervariasi. oval. Referensi 1. namun trauma memegang peranan penting. Kebanyakan lesi tumbuh selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. Keloid and Hypertrophic Scar. 2010. Keloid scarring: bencah and bedside. ireguler. multipel • Regio Cruris dextra : tampak skar hiperpigmentasi. ireguler.dari kulit sekitarnya. Available at : http://www. berbatas tegas.com/office/zNg7qoMr/Keloid20scarring1. Available at : http://www.
Kebanyakan pasien datang dengan 1-2 keloid.org/afp 3.4shared. Jika terjadi ketidakseimbangan antara fase anabolik dan katabolik dari proses penyembuhan. Pemeriksaan Fisik • Regio Thorak : tampak skar hiperpigmentasi. James studdiford. lesi awal biasanya kemerahan. tetapi ada pula yang tumbuh dalam beberapa tahun. dan skar bertumbuh dari segala arah. Gregory juckett. diberikan 10-30 detik dan diulang 3x selama sesi perawatan.aafp. lesi menjadi merah kecoklatan atau seperti warna daging. tetapi kadang-kadang melebar secara cepat. tepi penebalan ini akan berkurang secara bertahap selama beberapa bulan sampai menjadi datar. dapat diregangkan sebagai suatu skar yang matur. 2009. berbatas tegas.jabfm. lebih banyak kolagen yang diproduksi dari yang dikeluarkan. Pada suatu luka. tunggal pada regio cruris dextra dan pada penekanan tampak adanya peebalan keras pada skar. tampak skar hiperpigmentasi. temuan klinis yang didapat tampak skar hiperpigmentasi. proses anabolik dan katabolik mencapai keseimbangan selama kurang lebih 6-8 minggu setelah suatu trauma.
Keloid pada telinga.
Keloid pada sendi dapat mengganggu pergerakan akibat kontraktur.molmed. tetapi ada juga dengan banyak keloid seperti pada pasien yang keloid muncul akibat jerawat atau bekas cacar. 2009. atau persegi panjang dengan tepi reguler.com/article/1057599-overview#showall 2. Available at : http://emedicine. keloid tidak selalu memberikan gejala dan menjadi stabil.

Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine. ammonium asam urat dan kalsium oksalat. skrotum. benjolan tersebut dapat masuk kembali. perineum. Pada kasus ini pasien datang dengan keluhan sudah 8 bulan sakit ketika buang air kecil. finger test (+). nadi 80x/menit isi tegangan cukup. Pada anak nyeri miksi ditandai oleh kesakitan. Nyeri dirasakan menjalar ke batang kemaluan dan lipat paha.80C. akibat statis pada striktur uretra. penatalaksanaan KASUS Pasien datang ke Poli Bedah dengan keluhan buang air kecil menetes yang sudah di rasakan ± 8 bulan ini. Gejala yang sering ditemukan pada pasien antara lain: a. pinggang. sistokel. Merasa buang air kecil tidak puas. menangis. Benjolan dapat masuk sendiri. hernia. Pasien sering mengedan ketika buang air kecil. Pasien juga mengeluhkan nyeri yang menjalar dari paha sampai dengan batang kemaluan. Pancaran urine tiba-tiba berhenti dan keluar lagi pada perubahan posisi d. Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami sakit sama. bulineurogenik dan divertikel. Polakisuria (sering miksi) e. perdarahan. diet yang banyak mengandung kalsium dan oksalat. Berasal dari batu ginjal atau ureter yang turun. benjolan dirasakan sejak 4 bulan terakhir. TD 120/80mmHg. bersin dan batuk. suhu 36. gangguan metabolik. buang air kecil dirasakan lancar kembali apabila pasien merubah posisi sebelum buang air kecil.PENEGAKAN DIAGNOSIS BATU SALURAN KEMIH DENGAN KOMPLIKASI HERNIA INGUNALIS PADA PRIA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Kata kunci: batu saluran kemih.kadangkadang BAK mengedan. b. stranguria). Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). DIAGNOSIS Batu Kandung Kemih (Batu vesica Urinaria/Vesicolhitiasis) dgn komplikasi Hernia Inguinalis TERAPI Terapi operatif : vesikotomi dan hernioktomi DISKUSI Batu vesika urinaria adalah suatu keadaan ditemukannya batu di dalam vesika urinaria. dehidrasi. Pada regio inguinal pasien dengan posisi berdiri. sampai kaki. dirasakan refered pain pada ujung penis. Pada umumnya komposisi batu kandung kemih terdiri dari : batu infeksi (struvit). hiperparatiroid atau adenoma paratiroid. Rasa nyeri waktu miksi (disuria. infeksi saluran kemih. tinggi karbohidrat dan dehidrasi kronik. Selain itu pasien juga mengeluhkan keluarnya benjolan sebesar duku dilipat paha kiri yang dialami sejak ± 2 bulan terakhir. Pada pemeriksaan fisik pasien ditemukan keadaan umum Compos Mentis. kontraksi leher buli-buli. Hematuria diserta urine yang keruh c. tiba-tiba menetes menjadi lancar kembali ketika berubah posisi tubuh. menarik-narik penis. pasien juga menyangkal adanya kemungkinan anggota keluarga yang mengalami hal serupa. miksi mengedan .Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 ABSTRAK Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). Di Indonesia diperkirakan insidensinya lebih tinggi dikarenakan adanya beberapa daerah yang termasuk daerah stone belt dan masih banyaknya kasus batu endemik yang disebabkan diet rendah protein. Pasien juga mengeluh keluar benjolan dilipat paha kiri terutama saat mengedan. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. batuk dan bersin. infeksi traktus urinarius. terlihat benjolan sebesar buah duku dit paha kiri. benjolan keluar ketika pasien mengedan.

batuk kronis. isi dan tegangan cukup. REFERENSI 1. Pemberian asetaminofen. Sklera pada mata kanan dan kiri ikterik. diagnosis KASUS Pasien datang dengan keluhan perut membesar. www. Margaret. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya . Pasien mengaku BAB dan BAK biasa. dan regenerasi sel-sel hati. faktor yang kedua adalah faktor yang dapat seperti hamil. Nadi 92x/menit. kesadaran Compos Mentis. Schwartz. 2. Vital sign TD130/80 mmHg.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:45 ABSTRAK Seorang pasien datang dengan keluhan perut membesar disertai perut sebah dan terasa sakit.sehingga timbul kekacauan dalam susunan parenkim hati. Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan menahun pada hati. USA : Informa healthcare. 1-6. Jakarta : CV. Didapat (akquisita) Hernia ini didapat oleh suatu sebab yaitu umur. pernafasan reguler. Rusepno. perut sebah dan terasa sakit. 3. gangguan proses kencing. Kongenital (Terjadi sejak lahir adanya defek pada suatu dinding rongga). S. pekerjaan mengangkat benda berat dan faktor usia. Dari anamnesis. Alkohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. jika cukup panjang maka akan menonjol keluar dari anulus ingunalis ekstermus. pasien tidak kontrol secara teratur. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama. kelemahan umum. 2009. B.medicastore. Hernia merupakan produksi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. masuknya isi rongga perut melalui kanal ingunalis. www. 840-843. RSUD Setjonegoro. Ed-6. HbsAg (+) positif. obesitas. 5. 588-589. Purnomo. Ed-2. Pada pemeriksaan fisik: KU baik.wordpress. mengejan saat miksi. degenerasi. 2009. Dasardasar Urologi. Pasien juga menyangkal ada keluarga yang memiliki sakit yang sama. Penyakit hati nonalkoholik. Hassan. 57-68 2. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Bedah. mengejan saat defekasi. 4. Kata kunci: sirosis hepatis. pekak beralih (+) dan undulasi (+). kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik. konsumsi obat-obatan dan jamu.sering diikuti defekasi atau prolapsus ani. Terjadinya hernia disebabkan oleh dua faktor yang pertama adalah faktor kongenital yaitu kegagalan penutupan prosesus vaginalis pada waktu kehamilan yang dapat menyebabkan masuknya isi rongga pertu melalui kanalis inguinalis. irama teratur. 1985. Urolithiasis Medical and Surgical Management. Jakarta : EGC. Jakarta : Penerbit UI. dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis sirosis hepatis. kehamilan. Shires. Jilid 2. tekanan intra abdominal yang tinggi dan dalam waktu yang lama misalnya batuk kronis. pasien tidak kontrol secara teratur. Hepatitis autoimun. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Respiratori rate 22x/menit dan Suhu 37. lansia. P< 29). Etiologi dari hernia yaitu:1. 2000. DIAGNOSIS Sirosis Hepatis TERAPI Terapi pada pasien dengan sirosis adalah bertujuan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. FKIK UMY. diikuti dengan proliferasi jaringan ikat. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan asites. Pemeriksaan penunjang SGOT/SGPT 44/48 U/L nilai normal (L < 36. Wonosobo PENATALAKSANAAN SIROSIS HEPATIS PADA WANITA USIA 49 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Pearle.com 6. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama. P< 31/ L< 46.Sagung Seto. bisa diberikan steroid atau imunosupresif. pemeriksaan fisik. pekerjaan mengangkat benda berat. Pasien menyangkal sebagai peminum minuman keras. Basuki.com PENULIS Farida Aryani. Pasien juga mengeluh sukar untuk tidur.40C.

mengatur keseimbangan garam dan air. Varises esophagus. kriteriaini diperlukan untuk pemberian terapi yang tepat pada sirosis hepatis.wordpress. Laktulosa membantu pasien untuk mengeluarkan ammonia. Namun sebelum dilakukan transplantasi ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi resipien dahulu. sirosis dekompensata i. diantaranya: alcohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya.7 ii. atau aminoglikosida.com/2007/07/31/sirosishati/ 3. Mansjoer. Pemberian furosemid bisa ditambah dosisnya bila tidak ada respon. Untuk mengetahui grade dari sirosis hepatis dapat dengan menggunakan Kriteria modifikasi Child Pugh. merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 – 25% oksigen darah. Asites.0 >3. Tirah baring dan diawali diet rendah garam. Jakarta. Transplantasi hati. 2007.html 2.0 2. dkk. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretik. b. Husnul Mubarak. Penyakit hati nonalkoholik. terutama diberikan yang kaya asam amino rantai cabang. diteruskan dengan tindakan skleroterapi atau ligasi endoskopi. REFERENSI 1. Living With Hepatitis : Sirosis Hati. Medicastore. Anonym. Tirah baring dan diawali diet rendah garam.html 6. Waktu perdarahan akut.com/computer/sirosis-hepatis.8-3. kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik. Sirosis Hati (Sirosis Hepatis).0-3. 3rr0rists. Telah diketahui bahwa penyakit ini merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan terjadinya pengerasan dari hati. Edisi Ketiga Jilid Pertama. Sirosis.blogspot.Mudah dikontrol Sulit dikontrol Ensefalopati Minimal Berat/Koma Penatalaksanaan sirosis hepatis terbagi menjadi 2. Available from http://medicastore.0 Albumin serum (mg/dl) >3.com/penyakit/615/Sirosis. Sebelum berdarah dan sesudah berdarah bisa diberikan obat penyekat beta (propanolol). . Pada sirosis dini biasanya hati membesar.5 2. terapi definitive pada pasien sirosis dekompensata. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari. teraba kenyal. Available from http://cetrione. konsumsi garam sebanyak 5. 2009.8 Asites . Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretic. 2001. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari. Peritonitis bacterial spontan. Neomisin bias digunakan untuk mengurangi bakteri usus penghasil ammonia. bisa diberikan preparat somatostatin atau oktreotid.2 gram atau 90 mmol/hari.2 gram atau 90 mmol/hari. Hepatitis autoimun. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya sirosis. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari. amoksilin. tepi tumpul. Media Aesculapius FKUI. maksimal dosisnya 160 mg/hari.5 <2. mengatasi perubahan sirkulasi darah hati.com/2008/05/sirosis-hati-sirosis-hepatis.html 4.7 iii. bisa diberikan steroid atau imunosupresif. Pharma NH2. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya banyak jaringan ikat dan regenerasi noduler dengan berbagai ukuran yang dibentuk oleh sel parenkim hati yang masih sehat. DISKUSI Sirosis hepatis merupakan penyakit hati kronis yang tidak diketahui penyebabnya dengan pasti. A. Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh. konsumsi garam sebanyak 5. Sindrom hepatorenal. Akibatnya bentuk hati yang normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada pembuluh darah dan terganggunya aliran darah vena porta yang akhirnya menyebabkan hipertensi portal. 2008. Terapi pasien ditujukan untuk menghilangkan etiologi. diet protein dikurangi sampai 0. Sirosis Hepatis. Hal 508-510 5. Available from http://3rr0rists. Available from http://b3d70. Dibawah ini bagan dari Kriteria modifikasi Child-Pugh: Grade (1) (2) (3) Bilirubin serum (mg/dl) < 2. Ensefalopaty hepatic. sirosis kompensata Tatalaksana pasien sirosis yang masih kompensata ditujukan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. diberikan antibiotika seperti sefotaksim intravena. Kapita Selekta Kedokteran. Pemberian asetaminofen. yaitu: a.sirosis. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari. dan terasa nyeri bila ditekan.5 gr/kg berat badan per hari. Anatomi Dan Fisiologi Hati.

flx : (+) fl : (-). RSUD Setjonegoro. Pada awalnya. 1997). 1997 ) Keywords: hipertensi. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan.dkk. perdarahan yang keluar tidak banyak. gejala dini History Seorang wanita usia 19 tahun datang dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.4 vol% PLT : 588 / ul HbsAg : Diagnosis Mola hidatidosa Terapi . Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan.com/2010/03/anatomi-dan-fisiologi-hati. Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan. Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol. Hal 445-448 PENULIS Farida Aryani. lunak OUE tertutup corpus uteri setelur bebek AP/CD tenang Pemeriksaan Laboratorium Darah: Hb : 11.20 / ul Ht : 38. lunak. Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak. dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring. perdarahan yang keluar tidak banyak. ( Rustam E harahap. • Struktur . Available from http://nh2pharma. maupun mual muntah.Wonosobo. Mola hidatidosa adalah tumor jinak dari trofoblast dan merupakan kehamilan abnormal dimana fetus tidak ditemukan tetapi hanya gelembung dan jaringan saja. dan tidak disertai prongkol – prongkol. Pada pemeriksaan vaginal touché ditemukan TFU tak teraba. Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing. Bagian Interna. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol.IUFD RL 20 tpm + Oksitosin 5u .html 7. Jakarta. Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing. dan tidak disertai prongkol – prongkol.40 / ul AE : 4. A. Pusat Penertiban Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2006. maupun mual muntah. Edisi Keempat Jilid I. pembuluh darah villi tidak berfungsi penimbunan cairan dijaringan mesenkhim villi. Status Ginekologis Vaginal Touche: TFU tak teraba flx : (+) fl : (-) v/u/v tenang dinding vagina licin portio sebesar jempol tangan. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan.( (Prof. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak. Dr.ekstra Metergin 0. dinding vagina licin. portio sebesar jempol tangan. dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring. Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit. corpus uteri setelur bebek dan AP/CD tenang. Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan. berwarna merah kehitaman. berwarna merah kehitaman.2 iv Metergin 3 x 1 .1 g / dl AL : 18. Diagnosis Pada Pasien Dengan Kasus Mola Hidatidosa Dibuat oleh: Sekar Mutiara. v/u/v tenang. Sarwono. FKIK UMY. Gelembung-gelembung tersebut sebenarnya adalah villi chorialis yang berisi cairan sehingga tegang dan berbentuk buah anggur. Patogenesis Mola Hidatidosa • Tidak sempurnanya aliran darah fetus (―fetal circulatori inadequacy‖) yang terjadi pada sel telur patologik.Virilon 1 x 1 Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan yang dilakukan pasien ini menderita kehamilan mola hidatidosa dengan keluhan utama Seorang wanita umur 19 tahun dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011.Kalnex 3 x 1 .W.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Abstrak Mola hidatidosa adalah penyakit yang berasal dari kelainan pertumbuhan trofoblas plasenta atau calon plasenta dan disertai dengan degenerasi kistik villi dan perubahan hidropik. Sudoyo. Pada awalnya. yaitu pada hasil pembuahan dimana embrionya mati pada kehamilan 3-5 minggu. OUE tertutup.blogspot.2010.

dan sklera. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 1995.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun ABSTRAK Pasien laki-laki usia 32 tahun datang ke poli mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan mata kanan nyerocos ± 1 bulan dan terasa pegal. Saifuddin. Obstetri William. • Tidak dirasakan adanya tanda-tanda geraakan janin. 2006. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. dan dexametason 3 x 1 tablet. EGC. kornea. fotofobia. Affandi B. Gant. kematian bayi. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata. Manajemen uveitis anterior bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior. Jakarta. • Tanda-tanda tirotoksikosis. • Adanya kelainan sitogenetik. G. 3. dan penglihatan kabur..John. 2006. B. Norwitz. rasa sakit.. neoplasia. T. N. Uveitis Anterior. P.trofoblas abnormal hiperplasia. Kortikosteroid KASUS Pasien datang dengan keluhan mata kiri nyerocos ± 1 bulan dan terasa seperti kelilipan. • Tanda-tanda pre eklampsia pada trimesteer I.B. mengganjal. sinekia posterior. Pasien mendapat terapi antibiotic dan kortikosteroid topikal berupa tetes mata yang berisi tobramycin dan dexametason 1 tetes tiap 2 jam pada mata kanan serta antibiotic dan kortikosteroid sistemik berupa Amoxicilin 3 x 500 mg selama 5 hari. A. sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian. Kesimpulan Mola hidatidosa sering kali terjadi karena faktor ovum yaitu dengn cara spermatozoon memasuki ovum yang telah kehilangan nukleusnya atau dua serum memasuki ovum tersebut sehingga akan terjadi kelainan atau gangguan dalam pembuahan. Karena perdarahan ini maka umumnya penderita mola hidatidosa masuk rumah sakit dalam keadaan anemia. proses penekanan.aktifitas ovarium meningkat (ovarium kistik) . Anonim. Perdarahan ini bisa intermitten.. H. Cuningham. gatal (-). nyeri bila ... F.estrogen tinggi menimbulkan efek hipertiroidisme dari aktifitas B-hCG yang tinggi. • Hiperemesis gravidarum. Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. Wiknjosastro. kerusakan pembuluh darah. Jakarta. Dari autoanamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis uveitis anterior sinistra. Yayasan Bina Pustaka.. Waspodo. Mola Hidatidosa http://en. Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah. sekret (-). MacDonald. Jakarta . • Adanya gangguan dari pertahanan imonologis terhadap trofoblas. Gejala Mola hidatidosa • Amenore • Pembesaran uterus • Perdarahan pervaginam dan nyeri perut bawah • Pengeluaran Gelembung Mola • Gestosis/Toksemia / Pregnancy Induced Hypertension / Toxaemia Like Syndrome • Kelainan Kelenjar Tiroid • Adanya tanda-tanda kehamilan disertai perdarahan. C. EMS. Saifuddin. Errol & Schorge. balotemen negatif kecuali pada mola parsial. Ilmu Kebidanan. 5. at a Glance Obstetri & Ginekologi edisi kedua.. 2006. Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. displasia. A. perih (+). Dimana terdapat sel telur patologik yang tidak mempunyai kromosom maternal (―empty egg‖) • B-hCG meningkat . dan kekeruhan badan kaca. D.wikipedia. Rachimhadhi. H. mata kabur (+). Wiknjosastro. kerusakan pembuluh darah iris. F.. Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata).. Jakarta. • Fungsi abnormal absorbsi cairan yang berlebihan kedalam villi. glaukoma. katarak. nyeri (+). 4.org/wiki/Mola 2. Kata kunci : Diagnosis. lakrimasi. parut kornea. • Umumnya uterus lebih besar dari usia keehamilan.2007. Referensi 1.

COA keruh. Wijana Nana. Uveitis Anterior. dan glaucoma. Dan terakhir denan pembedahan. Sinekia Posterior (+). Pemberian antibiotic dalam kasus ini berguna untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata. Pengobatan cyclosporine merupakan pengobatan yang paling spesifik terhadap fungsi imun. anatomi dan Embriologi Mata. Vaughan G Daniel. Uvea. Ilmu Penyakit Mata. Sebelumnya pasien sudah berobat di Puskesmas. lakrimasi. dan kekeruhan badan kaca.dan koroid) dengan berbagai penyebab. Kortikosteroid. injeksi silier (+). perih dan gatal. Pasien juga mengeluhkan pusing yang kumat-kumatan hanya di mata sebelah kiri jika mata kembali nyerocos. Indikasi pengobatan imunosupresan agent adalah pada inflamasi intraokuler yang mengancam visus dan apabila dengan pengobatan kortikosteroid tidak membaik. Oftalmologi Umum ed 14. dan penglihatan kabur. REFERENSI : 1. bekerja dengan cara membunuh limfosit. Widya Medika. Dexametason tablet 3 x 1 mg DISKUSI Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata). kripta (-). Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. hipotoni. Ilyas Sidarta. KESIMPULAN : Uveitis adalah inflamasi traktus uvea (iris. Ilmu Penyakit Mata. Iris warna keruh. parut kornea. dan sklera. FKUI. DIAGNOSIS Uveitis Anterior Orbicularis Sinistra TERAPI Cendo Tobroson ( gtt 1 / 2 jam OD). Pupil anisokor. imunosupresan agen. hanya mata merah sedikit berkurang.korpus siliaris. Amoxicilin tablet 3 x 500 mg. Dalam kasus ini pasien diberikan terapi berupa tetes mata Tobroson . Manajemen uveitis anterior adalah bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior. katarak. Jakarta: 2002 2. Beberapa macam pengobatan uveitis anterior antara lain dengan menggunakan :Sikloplegik. fotofobia. Uveitis anterior dikatakan akut jika terjadi kurang dari 6 minggu dan dikatakan sebagai kronik jika lebih dari 6 minggu.ditekan (+). Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. merupakan pengobatan uveitis yang utama. rasa sakit. reflek cahaya (-). Indikasi pemberian kortikosteroid adalah mencegah komplikasi berupa sistoid macular edema. kornea. Sikloplegik topikal berguna untuk mencegah terjadinya sinekia posterior dan untuk meringankan nyeri karena spasme siliar . Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. Jika terkena cahaya yang agak terang mata terasa silau (+). Jika bangun tidur mata merah dan nyerocos. glaukoma. edema iris (+). Pengobatan imunosupresan dapat digunakan pada pasien dengan uveitis berat. sistoid macular edema. Tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone diharapkan berguna untuk mengurang peradangan yang terjadi dan untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata. infiltrat (-). Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. Dari pemeriksaan fisik mata kiri kornea bening. kerusakan pembuluh darah iris. Pemilihan terapi tergantung pada resiko komplikasi yang terjadi pada uveitis dimana yang paling sering adalah katarak.tablet dexametasone serta amoxicillin. Pada pasien ini diberi tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone. Mata kanan bila mengendarai motor selalu nyeri. sudah diberi tetes mata dan antibiotik tapi belum ada perubahan yang berarti. hal 126-127 3. Jakarta: 2000 hal8-9 Penulis : Ridwan Muttaqin (20060310005) Bagian Ilmu Penyakit mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo . sinekia posterior. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata. Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah. Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. Sedangkan dexametasone serta amoxicillin berguna untuk terapi sistemiknya. ed II. sinekia posterior. Cyclosporine.

penatalaksanaan Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas setelah kejang pasien tertidur.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:42 Abstrak Kejang disebabkan oleh kelainan intrakarnial. darah (-). kejang tanpa demam disebabkan oleh kelainan metabolik atau epilepsi.PENATALAKSANAAN KASUS DIARE DENGAN KEJANG PADA ANAK USIA 5 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani.57. Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. keracunan. kecurigaan penyebab kejang berasal dari infeksi intrakranial adalah apabila umur anak < 6 bulan. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien. Pasien tidak pernah mondok di Rumah Sakit sebelumnya. tonsilitis. 103/µl. Pada keluarga yang pernah mengalami kejang. lendir (-). BAB berwarna kuning. Hal ini diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan kejang demam. Konsistensi lembek. hipo/hiperglikemia. serangan epilepsi yang disertai dengan demam. hipoksia. bangun dan kemudian menangis. dan kadang disertai muntah. Diagnosis Diare dengan kejang Terapi Penanganan pada pasien di atas adalah dengan memberikan diazepam sebagai penanganan kejang pada pasien. Pada kasus ini. demam. Penatalaksanaan pasien pada kasus diatas adalah dengan penanganan kejang dan penanggulangan diare. Diskusi Kejang adalah bangkitan kejang akibat kenaikan suhu rektal tubuh. Pada pemeriksaan fisik di temukan keadaan umum tampak baik. tidak ada bau yang khas. Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. Kejang tanpa demam dapat disebabkan oleh epilepsi tanpa kejang dan berulang. pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas/demam. Kejang dengan demam disebabkan oleh kelainan intrakranial dan ekstrakranial.6kg. ekstrakranial dan gangguan metabolik. Sedangkan pada gangguan eletrolik apabila anak ada riwayat menderita diare muntah atau gangguan ginjal kronik. BAB berwarna kuning. Kata kunci (keyword) . kejang. tidak ada bau yang khas. kejang lama atau kejang frekuen atau kejang periodik. yaitu kakak perempuan pasien. Kemudian pemberian terapi pada diare untuk penanggulangan kemungkinan terjadinya kejang berulang dengan melakukan lima lintas penanganan diare. kesadaran composmentis . yang paling berbahaya adalah infeksi intrakranial berupa meningitis atau encefalitis. berulang/ tidak. trauma. dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari. dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari. pernafasan 32x/menit. pemeriksaan lab darah rutin angka leukosit 10. Bau khas. tidak ada riwayat kejang. umum/fokal. Selain itu kejang dengan demam juga dapat diakibat kan oleh gangguan elektrolit berat yang disertai dengan demam. Pada kejang dengan demam penyebab demamnya bisa diakibatkan oleh infeksi yang berasal dari luar susunan syaraf pusat. Pada pasien kejang perlu diperhatikan adalah lamanya kejang. muntah 7x sedikit-sedikit. gangguan elektrolit tanpa demam. Pasien juga mengeluh BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah. nanah (-). muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien. contohnya pada otitis media akut. berat badan 11. faringitis. diare.50C. pemeriksaan lab (tinja) warna kuning. Diare menyebabkan . Selain itu infeksi juga dapat berasal dari organ lokal yang mengalami infeksi. BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah. Kejang terbagi menjadi 2 yaitu kejang dengan demam dan kejang tanpa demam. suhu badan 36. dan kadang disertai muntah. muntah 7x sedikit-sedikit. nadi 80x/menit isi dan tegangan cukup dan teratur.

kehilangan garam (natrium) dan air secara cepat, yang sangat penting untuk hidup. Jika air dan garam tidak digantikan cepat, tubuh akan mengalami dehidrasi. Kematian terjadi jika kehilangan sampai 10% cairan tubuh. Diare timbul akibat dari mekanisme dasar yaitu gangguan osmotik, gangguan sekresi dan gangguan motilitas usus. Penyebab diare terbagi menjadi 4 faktor, yaitu faktor infeksi terbagi menjadi 2 yaitu infeksi eneral dan infeksi parenteral. Infeksi interal adalah infeksi yang berasal dari saluran pencernaan itu sendiri sebagai penyebab utama diare. Sedangkan untuk parenteral adalah adanya faktor diluar sistem pencernaan yang mengakibatkan timbulnya diare, yaitu seperti Otitis Media Akut, Tonsilofaringitis dan lainnya, untuk infeksi pareneteral terutama terjadi pada anak berumur dibawah 2 tahun. Faktor malabsorbsi terbagi menjadi 3, yaitu: a. Malabsorbi karbohidrat (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida(intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak dibawah 2 tahun diare terjadi akibat intoleransi laktosa. b. Malabsorbsi lemak dan yang terakhir c. Malabsorbsi protein. Faktor makanan yang terpenting adalah kualitas makanan yang diberikan. Makanan basi atau beracun dapan menyebabkan diare. Pada beberapa anak alergi makanan juga dapat memicu timbulnya diare. Faktor psikologis rasa takut dan cemas dapat menimbulkan diare, terutama pada anak yang lebih besar. a. Untuk menanggulangi kejang ada 6 faktor yg perlu dilakukan, yaitu: Mengatasi kejang dengan memberikan diazepam yang disesuaikan dosisnya dengan berat badan, yaitu untuk anak dengan berat < 10kg maka diberikan 5mg/supp, anak dengan berat > 10kg maka diberikan 10mg/supp. Hati-hati dalam pemberian diazepam, karena efek samping yang diberikan berupa penekanan pada pusat pernafasan.1 - Pengobatan penunjang yaitu dengan menjaga kondisi vital pasien. Membuka pakaian yang melekat ketat, memposisikan kepala miring agar tidak terjadi aspirasi apabila pasien tiba-tiba muntah. Mengecek fungsi vital tubuh/vital sign. - Pengobatan rumat adalah pengobatan yg diberikan setelah pemberian diazepam. Obat yang dipilih adalah yang memiliki onset yang lama yaitu fenobarbital dengan dosis 5mg/kgBB dibagi menjadi 2 dosis. Namun hati-hati dalam penggunakan fenobarbital dalam jangka waktu panjang, yaitu perubahan sifat anak menjadi hiperaktif , perubahan siklus tidur (mengantuk). b. Untuk penanggulangan diare, dilakukan lima lintas diare, yaitu: Memperbaiki hidrasi cairan dengan memberikan cairan rehidrasi dengan tetesan sebagai berikut: anak < 1tahun, 30cc/1 jam pertama dilanjutkan dengan 70cc/5jam. Anak > 1tahun, 30cc/30menit dilanjutkan dengan 70cc/2,5jam. - Nutrisi, pemberian nutrisi sangat penting pada anak diare, untuk mencegah kemungkinan anak kekurangan nutrisi diakibatkan oleh diare. - Pemberian zinc, diberikan sampai dengan 10 hari walaupun anak sudah tidak diare lagi, hal ini dilakukan karena zinc dipercaya mampu memberikan pertahanan terhadap serangan ulang diare. - Antibioti spektrum luas, diberikan untuk mengobati diare yang disebabkan bakteri. Namun penggunaan antibiotik perlu hati-hati untuk mencegah kemungkinan terjadinya diare yang disebabkan oleh antibiotik. Edukasi, berikan ibunya pendidikan tentang penanganan anak diare dirumah, diajarkan untuk mengetahui cara pembuatan cairan rumatan dirumah. Referensi 1. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI 2007. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. Bagian IKA FK UI ; Jakarta 2. Nia Karia, dr. Sp A., M.Kes. PDF Kejang Pada Anak. Di download pada tanggal 6 November 2010 3. Bambang Edi, dr. Sp A. Studi Guide Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY; Yogyakarta 4. http: //www.med.umich.edu/1libr/pa/pa_diarrhbr_hhg.hmt Penulis Farida Aryani. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY. RSUD Setjonegoro. Wonosobo

Gambaran Klinis dan Penatalaksanaan ODS Hordeolum Palpebra Superior et Inferior pada Anak Laki-laki Usia 1 tahun
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 05:03 Abstrak Hordeolum adalah suatu peradangan supuratif pada kelenjar Zeiss atau kelenjar Moll atau kelenjar Meibom yang kebanyakan disebabkan oleh bakteri stafilokokus, umumnya Stafilokokus aureus (Ilyas, 2004), dan jarang disebabkan oleh Streptokokus. Seorang anak lakilaki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Keywords : ODS, hordeolum, palpebra superior et inferior Isi Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Kurang lebih 2 bulan sebelum masuk rumah sakit timbul benjolan di bagian kelopak mata kanan, kemudian muncul benjolan di kelopak mata kiri. Anak tidak rewel, tidak demam, mata tidak merah, dan tidak berair. Sejak lahir pasien mempunyai riwayat sering belekan, yaitu sudah lima kali. Riwayat sakit serupa sebelumnya disangkal. Dalam keluarga tidak ada yang menderita keluhan yang sama. Di tempat tinggal pasien terdapat usaha pengumpul barang bekas / rongsok. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, kesadaran compos mentis (sadar penuh). Pemeriksaan tanda vital didapatkan nadi 144 x/menit, pernafasan 28 x/menit, suhu 36,3 oC. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata : super silia ODS simetris. Kelopak mata simetris, OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Apparatus lakrimalis ODS normal, bola mata ODS normal (pasangan sejajar, gerakan normal, ukuran normal), tekanan bola mata ODS normal, sklera ODS normal, kornea ODS (ukuran, kecembungan, limbus, permukaan) normal, kamera okuli anterior ODS (kedalaman normal, isi jernih), iris ODS (warna coklat, pasangan simetris, bentuk sirkuler), pupil ODS (ukuran ± 3 mm, bentuk lingkaran, tempat sentral, reflek direk +, reflek indirek +), lensa ODS jernih. Diagnosis ODS hordeolum palpebra superior et inferior Terapi • infus KaEN 1 B 12 tpm • amoxan syrup 3 x 1 cth • cendo ulcori • pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Diskusi Dalam kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Hordeolum adalah peradangan kelenjar yang sering terjadi dengan infeksi dari kuman Stafilokokus. Ditandai dengan pembengkakan terbatas (sirkumsrip) merah dan ada perlunakan yang akut. Ada pembentukan nanah yang lanjut menjadi abses (Ghozi, 2002). Gambaran Klinis Menurut Ilyas (2004) gambaran klinik hordeolum dapat dibagi menjadi gejala subjektif berupa rasa mengganjal dan rasa sakit yang akan bertambah jika menunduk dan gejala objektif berupa benjolan setempat, merah mengkilap, sakit bila ditekan, terletak di pangkal bulu mata. Gejala biasanya berawal sebagai pembengkakan terbatas (sirkumsrip) memerah dan nyeri bila di tekan. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu yang mengganjal di mata. Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak. Ditengah daerah yang membengkak sering kali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan. Bisa berbentuk abses yang cenderung pecah dan mengeluarkan nanah. Biasanya disertai dengan konjungtivitis (Vaughan & Asbury, 2000). Hordeolum terlihat tidak jelas, kemerahan, membengkak dan udematus, serta menimbulkan rasa gatal pada tepi

kelopak mata dekat ujung medial dan lateral. Batas/ujung hordeolum mencapai garis bulu mata ± 1 mm dari pinggir kelopak. Pembengkakan dan udem yang bertambah, disertai rasa gatal, akan memberikan rasa sakit. Setelah ± 1 minggu, hordeolum akan pecah, bagian tengah akan terlihat kuning kehijau-hijauan, memperlihatkan penampilan khas stafilokokus. Dengan ini penyembuhan dimulai dan berakhir dalam waktu ± 2 minggu (Miller, 1990). Hordeolum muncul secara tidak terduga dan berturut-turut. Kadang-kadang lebih dari satu hordeolum bisa muncul pada saat yang bersamaan pada kelopak mata yang sama (Philips, 1984). Penatalaksanaan Antibiotik diindikasikan bila dengan kompres hangat selama 24 jam tidak ada perbaikan, dan bila proses peradangan menyebar ke sekitar daerah hordeolum (Haryadi, 2011). 1. Antibiotika topikal Bacitracin atau tobramicin salep mata diberikan setiap 4 jam selama 7-10 hari. Dapat juga diberikan eritromicin salep mata untuk kasus hordeolum eksterna dan hordeolum interna ringan . 2. Antibiotik sistemik Diberikan bila terdapat tanda-tanda bakteremia atau terdapat tanda pembesaran kelenjar limfe di preaurikular. Pada kasus hordeolum internum dengan kasus yang sedang sampai berat, dapat diberikan chepalexin atau dicloxacilin 500 mg per oral 4 kali sehari selama 7 hari. Bila alergi penisilin atau chepalosporin dapat diberikan clindamicin 300 mg oral 4 kali sehari selama 7 hari atau klaritromycin 500 mg 2 kali sehari selama 7 hari (Haryadi, 2011). Pembedahan Bila dengan pengobatan tidak berespon dengan baik, maka prosedur pembedahan mungkin diperlukan untuk membuat drainase pada hordeolum (Haryadi, 2011). Kesimpulan Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Terapi yang diberikan pada kasus ini adalah infus KaEN 1 B 12 tpm, amoxan syrup 3 x 1 cth, cendo ulcori, pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. Daftar Pustaka Eva, P.R., Whitcher, J.P. 2007 Vaughan & Asbury Oftalmologi Umum. EGC, Jakarta. Ghozi, M., 2002 Buku Ajar Oftalmologi, Fakultas Kedokteran UMY, Yogyakarta. Haryadi, W., 2011 Hordeolum. Diakses pada tanggal 18 Desember 2011 dari http://www.docstoc.com/docs/42221138/Referat---Hordeolum Hollwhich, F. 1993 Oftalmology, 2nd ed. Binarupa Aksara, Jakarta. Ilyas, M. 2004 Ilmu Penyakit Mata, 3rd ed. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Mansur, A. 1999 Kapita Selekta Kedokteran, 3rd ed. Media Aesculapius, Jakarta. Miller, J.H. 1990 Parsons‘ Disease Of The Eye, Churchill Livingstone Ltd., New York. Philips, C.I. 1984 Basic Clinical Ophtalmology, Medical Division of Longman Group UK. Ltd., London.a Vaughan, D. G., Asbury, T., Eva, P.R., 2000 Ophtalmologi Umum, 14th ed. EGC, Jakarta. Wijana, N.S.D. 1993 Ilmu Penyakit Mata 3rd ed. FKUI, Jakarta. Meila Supeni, Bagian Ilmu Penyakit Mata, RSUD Temanggung, Jawa Tengah

Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 04:56 Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia Abstrak Anestesi regional adalah suatu tindakan anestesi yang menggunakan obat analgetik lokal untuk menghambat hantaran saraf sensorik, sehingga impuls nyeri dari suatu bagian tubuh diblokir untuk sementara. Fungsi motorik dapat terpengaruh sebagian atau seluruhnya, sedang penderita tetap sadar. Anestesi

respirasi 20x/menit. cairan LCS akan menetes keluar. uterus sebesar telur bebek. pemeriksaan VT : V/U tertutup. infuse 500-1000 ml NaCl atau hemacel cukup untuk memperbaiki tekanan darah. memudahkan melakukan pemberian pernafasan buatan. Asisten harus membantu memfleksikan posisi penderita. Diagnosis Mioma uteri Terapi • Transfusi PRC IV kalf • SF 2 x 1 • Ca Glukonas • Operasi Diskusi Dalam kasus ini pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun).3. Tanda-tanda vital TD 100/70 mmHg. suhu 36.spinal ( anestesi lumbal. pungsi lumbal dilakukan dengan penyuntikan jarum lumbal no. Marcain) adaah derivate butil yang 3 kali lebih kuat dan bersifat long acting (5-8 jam). porsio mecucu. sehingga dapat menyebaban hipotensi orthostatic.6 mmHg. Nadi 80x/menit. yang terakhir ditembus adalah durameter subarachnoid. Derajat relaksasinya terhadap otot tergantung terhadap kadarnya. anemia Isi Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun). menghasilkan analgesia pra dan pasca bedah. prongkol-prongkol. dan dapat diantagonis dengan naloxon. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS.55. minimal 500 ml cairan sudah masuk saat menginjeksi obat anestesi local. • Inspeksi : garis yang menghubungkan 2 titik tertinggi Krista iliaka kanan kiri akan memotong garis tengah punggung setinggi L4-L5 • Palpasi : untuk mengenal ruangan antara 2 vertebra lumbalis • Pungsi lumbal hanya antara L2-L3. Pasien P1A0 usia 38 tahun datang dengan keluhan keluar darah banyak. Pemeriksaan laboratorium Hb turun 7. L3-L4. Hal ini akan lebih berta lagi bila digunakan pada pasien dengan hipovolemia. • Posisi lateral dekubitus adalah posisi yang rutin untuk mengambil lumbal pungsi. mual dan muntah menunjukkan adanya stimulasi narkotik pada pusat muntah di medulla. tampak pucat. Keadaan umum cukup. jumlah netrofil naik 79. Pemeriksaan kepala : mata anemis (+).5%) dikombinasi dengan adrenalin 1:200. Pethidin dapat menyebabkan vasodiatasi perifer. Pemeriksaan USG. Obat ini terutama digunakan untuk anestesi dareah luas (larutan 0. Akan .7. Juga dapat menyebabkan depresi pusat pernapasan di medulla yang dapat ditunjukkan dengan respon turunnya CO2. Keuntungan penggunaan obat ini adalah memudahkan induksi. kesadaran compos mentis. 25. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. Kesimpulan : Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant (riwayat implant 21 tahun) dengan keluhan keluar darah banyak. tetapi bila kesulitan. Cabut jarum. Jarum lumbal akan menembus berturut-turut beberapa ligament. mengurangi kebutuhan anestesi. • Monitor tekanan darah setiap 5 menit pada 20 menit pertama. 22 lebih halus no.6 mmHg. L5-S1 • Setelah tindakan antiseptic daerah pungung pasien dan memakai sarung tangan steril. 26 pada bidang median dengan arah 10-30 derajat terhadap bidang horizontal kea rah cranial pada ruang antar vertebra lumbalis yang sudah dipilih. L4-L5. Keywords : anestesi spinal. jumlah limfosit turun 17. • Setelah stilet dicabut. Hb turun 7. Diagnosis suspek myoma uteri. tutup luka dengan kasa steril. posisi duduk akan lebih mudah untuk pungsi. Keadaan umum sedang.25%-0. Posisi tidur dapat mengurangi efek tersebut. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. prongkol – prongkol sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. • Pasang infuse. blok subarachnoid ) dihasilkan bila kita menyuntikkan obat analgetik lokal ke dalam ruang subarachnoid di daerah antara vertebra L2-L3 / L3-L4 (obat lebih mudah menyebar ke cranial) atau L4-L5 (obat lebih cenderung berkumpul di kaudal).000. mioma uteri. Selanjutnya disuntikkan larutan obat analgetik local ke dalam ruang subarachnoid. Pethidin Pethidin merupakan narkotik yang sering digunkan untuk premedikasi. Teknik anestesi • Perlu mengingatkan penderita tentang hilangnya kekuatan motorik dan berkaitan keyakinan kalau paralisisnya hanya sementara. jumlah eritrosit turun 2. 23. kesan menyokong gambaran mioma uteri. jika terjadi hipotensi diberikan oksigen nasal dan ephedrine IV 5 mg. Obat yang dipakai untuk kasus ini adalah Bupivakain Bupivakain (Decain.5 celcius. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS. Hmt turun 24.

Kalnex 500 mg/8jam Operasi CWL dekstra. flu. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. pingsan dua kali. Rhinoskopi anterior : konka hipertrofi (+).5 tahun yang lalu. Kriteria Minor • . multisinusitis Isi Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala. Pemeriksaan CT Scan kesan sinusitis sphenoidalis bilateral. maksilaris bilateral. telinga kanan kadang-kadang berdengung.oyston. Pasien sering flu dan alergi terhadap dingin dan debu. Nadi 100x/menit. suhu 36. Dua minggu sebelum datang ke RS. nyeri kepala dirasakan sejak 2. Kalmethason 1 gr/8 jam Inj. Keluhan dirasakan sejak 2. dan ethmoidalis dekstra. respirasi 24x/menit. Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. Keadaan umum sedang.com. dan bila pusing pasien meminum obat tersebut.2. Riwayat berobat ke dokter dan diberi asam mefenamat. RSUD Temanggung.5 tahun yang lalu. Didapat dari : URL. Diagnosis Multisinusitis Terapi Infus RL 20 tpm Inj. Caesarean section (editorial). Cefotaxim 1 gr/12 jam Inj. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri. Satu minggu sebelum ke RS. Diagnosis Sinusitis Penegakkan diagnosis sinusitis secara umum : 1. Didapat dari : URL. pasien juga sering merasa terdapat dahak di tenggorokan. Nyeri kepala dirasakan pada bagian atas dan depan. inspeksi dalam batas normal.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:53 Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Abstrak Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal. NAW sinistra.wikipedia. Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal. Pemeriksaan laboratorium jumlah leukosit meningkat 13.3 celcius. Tohaga E. Riwayat sering terpapar bahan-bahan pestisida dan asap rokok (+). Oyston J. mukosa edem (+). Jawa Tengah Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Dibuat oleh: Meila Supeni. sinusitis. ethmoidektomi Diskusi Dalam kasus ini pasien wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala. A guide to spinal anaesthesia for caesarean section. Kriteria Mayor • Sekret nasal yang purulen • Drenase faring yang purulen • Purulent post nasal drip • Batuk • Foto rontgen (Water‘s radiograph atau air fluid level) : penebalan lebih 50% dari antrum • Coronal CT scan : penebalan atau opaksifikasi dari mukosa sinus 2. hiperemi (+). 1 Maret 2006 (diakses tanggal 16 Mei 2012). penciuman agak berkurang. Keywords : rhinitis.dilakukan histerektomi setelah perbaikan Hb dengan spinal anestesi. : http://www. kesadaran compos mentis. Semarang : 1998 Meila Supeni. keluhan bertambah berat yaitu nyeri kepala. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. Daftar Pustaka 1. Pasien mengeluh penciuman agak berkurang. Hubungan antara dosis preload dengan perubahan tekanan darah pada operasi dengan teknik anestesi spinal. Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala pada kepala bagian atas dan depan. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan teori. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri.org. Bagian Ilmu Anestesi. jumlah trombosit meningkat 467. Oktober 2000 (diakses tanggal 16 Mei 2012) 3. Pemeriksaan hidung dan sinus paranasal. palpasi nyeri tekan hidung dan sinus paranasal (-). sejak 1 minggu sebelum datang ke RS. 2. Tanda-tanda vital TD 110/60 mmHg. : http://www.

Cefotaxim 1 gr/12 jam. N. Jakarta: FK UI Meila Supeni.pencucian rongga hidung dengan NaCl / diatermi . 2001. Pasien tidak mengeluhkan gangguan BAK. Patofisiologi. Jakarta : EGC Soepardi. Adams. Bila . Nyeri akan bersifat tajam dan lebih jelas letaknya sehingga berupa nyeri somatik setempat. imunoterapi. antibiotik yang dipilih adalah golongan penisilin seperti amoksisilin. Prinsip : Membuka sumbatan di KOM sehingga drainase dan ventilasi sinus pulih secara alami. operasi CWL dekstra. Pemeriksaan rhinoskopi anterior konka hipertrofi (+). Leher. dan Penatalaksanaan Sinusitis. Riwayat alergi debu dan dingin. 1997. hiperemi (+). Burney). antihistamin. Pemeriksaan CT scan kesan. inj. Peradangan ini pada umumnya disebabkan oleh infeksi yang akan menyumbat appendix. antara lain 1. Diakses tanggal 18 Oktober 2011 Highler. kemudian dirasakan bertambah nyeri terutama di perut bagian kanan bawah. Nyeri abdominal. dan muntah. Iskandar. Tenggorok.. NAW sinistra. Pengobatan infuse RL 20 tpm. tidak disertai darah. Daftar Pustaka Etiologi. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga. P. jika sudah resisten dapat dipilih amoksisilin – klavulanat atau jenis sefalosporin generasi 2. mencegah komplikasi . mencegah perubahan menjadi kronik. Ed: 5. Bagian Ilmu THT. dan ethmoidalis dekstra. Appendicitis pada umumnya disebabkan oleh obstruksi dan infeksi pada appendix. RSUD Temanggung. EA. maksillaris bilateral. mual. Kalmethason 1 gr/8jam. Setelah beberapa jam nyeri berpindah dan menetap di abdomen kanan bawah (titik Mc. tidak ada rasa nyeri pada saat BAK.irigasi sinus maksila. Nyeri ini merupakan gejala klasik appendicitis. mukosa edem (+). Riwayat sering terpapar bahan pestisida dan asap rokok. diberikan 10 – 14 hari meskipun gejala klinik sudah hilang . 2009. Pasien mengeluhkan susah buang air besar (sudah 3 hari sulit BAB. sinusitis sphenoidalis bilateral. penciuman agak berkurang. Beberapa keadaan yang dapat berperan sebagai faktor pencetus antara lain sumbatan lumen appendix oleh mukus yang terbentuk terus menerus atau akibat feses yang masuk ke appendix yang berasal dari secum. Diagnosis Appendisitis Akut Diskusi Gejala Klinis Gambaran klinis yang sering dikeluhkan oleh penderita. analgetika mukolitik . warnanya kuning seperti biasa. pasien berobat ke puskesmas dan rasa nyeri hilang setelah minum obat. Jawa Tengah Penegakan Diagnosis apendicitis akut Dibuat oleh: Anita Permatasari. inj. BAB kotoran keras. B. BAK lancar. Ed: 6..Edem periorbital • Sakit kepala • Nyeri di wajah • Sakit gigi • Nyeri telinga • Sakit tenggorok • Nafas berbau • Bersin-bersin bertambah sering • Demam • Tes sitologi nasal (smear) : neutrofil dan bakteri Kemungkinan terjadinya sinusitis jika : Gejala dan tanda : 2 mayor 1 minor dan ≥ 2 kriteria minor Terapi Tujuan terapi sinusitis : mempercepat penyembuhan .. tidak ada darah). Pada awalnya rasa nyeri dirasakan di daerah ulu hati. Mula-mula nyeri dirasakan samarsamar dan tumpul yang merupakan nyeri viseral di daerah epigastrium atau sekitar umbilicus. Pasien merasa nafsu makannya agak berkurang. tindakan operatif. Antibiotik dan dekongestan . inj.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:39 Abstrak Appendicitis adalah suatu peradangan pada appendix. Diagnosis dan penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Feses ini mengeras seperti batu dan disebut fecalith. Kalnex 500 mg/8jam. Satu bulan yang lalu nyeri pada perut kanan bawah sudah pernah dialami pasien. Kepala. steroid oral / topikal . Rasa nyeri perut ini dirasakan sejak dua hari yang lalu.. disertai demam. tidak ada lendir. Hidung. Isi Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan rasa nyeri pada perut kanan bawah. merasa terdapat dahak di tenggorokan. ethmoidektomi. Kesimpulan Wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala.

Buku Ajar Ilmu bedah.Pemeriksaan darah : akan didapatkan leukositosis pada kebanyakan kasus appendisitis akut terutama pada kasus dengan komplikasi. 5. RSUD.psoas dengan cara penderita dalam posisi terlentang. 5. leukosit dan bakteri di dalam urin. Inspeksi Kadang sudah terlihat waktu penderita berjalan sambil bungkuk dan memegang perut. Pemeriksaan ini dilakukan terutama pada anak-anak . . lalu dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul. Kembung sering terlihat pada penderita dengan komplikasi perforasi. Gejala awalnya sering hanya rewel dan tidak mau makan. Psoas Sign Dilakukan dengan rangsangan m. terutama pada wanita. Dengan USG dapat dipakai untuk menyingkirkan diagnosis banding seperti kehamilan ektopik. 1997. Suhu biasanya berkisar 37. Rovsing Sign Perut kiri bawah ditekan. Obstipasi dan diare pada anak-anak. Selain itu juga dapat menunjukkan komplikasi dari appendicitis seperti bila terjadi abses. Pemeriksaan ini sangat membantu dalam menyingkirkan diagnosis banding seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal yang mempunyai gejala klinis yang hampir sama dengan appendicitis . Pada inspeksi perut tidak ditemukan gambaran spesifik. 2.3biasanya tubuh belum panas. Anak sering tidak bisa melukiskan rasa nyerinya. Pemeriksaan Fisik 1. Pemeriksaan Laboratorium . 3. appendix dapat divisualisasikan secara langsung. CTScan Dapat menunjukkan tanda-tanda dari appendicitis. Peristaltik dapat hilang karena ileus paralitik pada peritonitis generalisata akibat appendicitis perforata. Pada appendicular infiltrat. Bila pada saat melakukan tindakan ini didapatkan peradangan pada appendix maka pada saat itu juga dapat langsung dilakukan pengangkatan appendix. Barium enema Yaitu suatu pemeriksaan X-Ray dengan memasukkan barium ke colon melalui anus. Pada appendicitis pelvika akan didapatkan nyeri terbatas sewaktu dilakukan colok dubur. 2. adnecitis dan sebagainya. Appendicitis.Nyeri lepas. Abdominal X-Ray Digunakan untuk melihat adanya fecalith sebagai penyebab appendicitis. LED akan meningkat . 2. dapat dilakukan pemeriksaan USG.-38. 2. Helwick.terjadi perangsangan peritoneum biasanya penderita akan mengeluh nyeri di perut pada saat berjalan atau batuk. Demam. Referensi 1. akan terasa sakit pada perut kanan bawah . CA. Obturator Sign Dilakukan dengan menyuruh penderita tidur terlentang. Palpasi Dengan palpasi di daerah titik Mc. 3. USG Bila hasil pemeriksaan fisik meragukan. tungkai kanan lurus ditahan pemeriksa. W. Hamami. Mual-muntah biasanya pada fase awal. EGC. 3. 2. Karena gejala yang tidak spesifik ini sering diagnosis appendicitis diketahui setelah terjadi perforasi . Anita Permatasari.Nyeri tekan di Mc. Pemeriksaan Penunjang 1. Jogja. Nafsu makan menurun. Penonjolan perut kanan bawah bisa dilihat pada massa atau abses appendiculer . R. Jakarta. Usus Halus Appendiks. Obturator sign (+) bila terasa nyeri di perut kanan bawah . Pemeriksaan Colok Dubur Akan didapatkan nyeri kuadran kanan pada jam 9-12. 4. Penderita tampak kesakitan. dkk. Gale Encytopedia of medicine.7 Gejala appendicitis akut pada anak tidak spesifik. . yang ada nyeri pinggang . penderita disuruh hiperekstensi atau fleksi aktif.Tehnik ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum. dan Anorektum.Pemeriksaan urin : untuk melihat adanya eritrosit. 4. Burney. defans muscular mungkin tidak ada. Burney didapatkan tanda-tanda peritonitis lokal yaitu: . Tanda-Tanda Khusus 1. terjadi bila sudah ada komplikasi. Defans muscular lokal. dalam Sjamsuhidajat. Laparoscopi Yaitu suatu tindakan dengan menggunakan kamera fiberoptic yang dimasukkan dalam abdomen. AH. 6. Kolon. Stase Ilmu Bedah. bila belum ada komplikasi C. Defans muscular menunjukkan adanya rangsangan peritoneum parietal. hal 865-75. Auskultasi Peristaltik usus sering normal. Pada appendix letak retroperitoneal. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan komplikasi-komplikasi dari appendicitis pada jaringan sekitarnya dan juga untuk menyingkirkan diagnosis banding. Yogyakarta . De jong. Edisi Revisi. htm. juga bila dicurigai adanya abses. Psoas sign (+) bila terasa nyeri di abdomen kanan bawah . 3.

Panas terutama dirasakan pada sore menuju malam hari. somnolen (5%). Pemeriksaan yang dapat dijadikan alternatif untuk mendeteksi penyakit demam typhoid lebih dini adalah mendeteksi antigen spesifik dari kuman Salmonella (lipopolisakarida O9) melalui pemeriksaan IgM Anti Salmonella ( Tubex TF). kesadaran compos mentis GCS E4V5M6. Penularan penyakit tifoid ini melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman Salmonella . memberikan hasil negatif sampai 30% dari sampel biakan positif penyakit tifus. kepadatan penduduk. anoreksia (88%). sehingga hasil tes Widal negatif bukan berarti dapat dipastikan tidak terjadi infeksi. sehingga pada minggu ke 2 panas tinggi terus menerus terutama pada malam hari. obstipasi (43%). dan bervariasi dari gejala seperti flu ringan sampai tampilan sakit berat dan fatal yang mengenai banyak sistem organ. dan kembung. splenomegali (7%). Beberapa faktor penyebab demam tifoid masih terus menjadi masalah kesehatan penting di negara berkembang meliputi pula keterlambatan penegakan diagnosis pasti. mual. Penyakit ini juga merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena penyebarannya berkaitan erat dengan urbanisasi. Kelemahan pemeriksaan ini adalah sensitivitas yang kurang. pasien sudah meminum obat penurun panas tetapi tidak kunjung sembuh.peran pemeriksaan penunjang Tubex TF dalam mendeteksi dini demam Tiphoid Dibuat oleh: Anita Permatasari. lidah kotor (54%). Keluhan dan gejala Demam Tifoid tidak khas.Demam Tiphoid Diskusi Pemeriksaan penunjang USG. Pemeriksaan laboratorium yang selama ini banyak dilakukan adalah pemeriksaan serologis yaitu Widal tes. sehingga dalam penegakan diagnosis diperlukan konfirmasi pemeriksaan laboratorium. Penyakit ini biasanya mewabah pada musim hujan. bising usus (+) normal. Pemeriksaan fisik: Kesadaran delirium (16%). dan antibodi H muncul pada hari ke 10-12). kesehatan lingkungan. dan keluhan susunan saraf pusat. 2. nyeri perut (49%). Demam tifoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan olehSalmonella typhi . Diagnosis pelvimetri radiologik. gangguan fungsi usus. dan lidah kotor dengan tepi kemerahan. dan diare (31%). pemeriksaan abdomen supel. muntah.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:25 Abstrak Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan yang penting di negara berkembang. diare. sopor (1%). Klinis: panas (100%). Penegakan diagnosis demam tifoid saat ini dilakukan secara klinis dan melalui pemeriksaan laboratorium. terutama pada minggu pertama sakit. meteorismus (66%). Hal ini menunjukkan perlunya pemeriksaan penunjang laboratorium untuk konfirmasi penegakan diagnosis demam tifoid. dan lebih praktis untuk deteksi dini infeksi akibat . Panas lebih dari 7 hari. Isi Seorang laki-laki datang ke rumah sakit dengan keluhan panas sejak 6 hari yang lalu. hepatomegali (67%). Pemeriksaan ini mengukur kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen O dan H dalam darah (antigen O muncul pada hari ke 6-8. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kesan umum tampak berbaring. Diagnosis demam tifoid secara klinis seringkali tidak tepat karena tidak ditemukannya gejala klinis spesifik atau didapatkan gejala yang sama pada beberapa penyakit lain pada anak. Gejala pencernaan dapat berupa obstipasi / sulit buang air besar. Gejala klinis pada penderita: 1. Pemeriksaan ini lebih spesifik lebih sensitive. Selain itu pasien mengeluh mual dan muntah beberapa kali. muntah (46%).Gambaran klinis demam tifoid seringkali tidak spesifik. dan lemah. Secara klinis gambaran penyakit Demam Tifoid berupa demam berkepanjangan. sumber air dan sanitasi yang buruk serta standar higiene industri pengolahan makanan yang masih rendah. dan terdapat nyeri tekan di ulu hati dan perut sebelah kanan atas. biasanya mulai dengan demam tidak tinggi yang makin hari makin meninggi.

Felix. Tingkat inhibisi yang dihasilkan adalah setara dengan konsentrasi antibodi Ig M S. dengan demikian dapat menurunkan angka kematian akibat kompikasi demam typhoid. Diagnosis Diare Cair Akut Desentriform dengan leukositosis. Kemudian masukan serum 45 µl kedalam rak tubex 3. • Hanya dibutuhkan sample darah sedikit. Alat dan Bahan: Tubex TF rapid typhoid detection Tubex color scale Tubex TF Brown reagen Blue reagen Serum Prosedur Kerja: 1.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:23 Abstrak Diare dapat didefinisikan sebagai meningkatnya frekuensi buang air besar dan berubahnya konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair. TUBEX TF adalah sustu test diagnostic invitro semi kuantitatif <10 menit untuk deteksi Demam Tifoid akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Yogyakarta Anita Permatasari. Homogenkan dan diamkan selama 2 menit 5. 4. Diakses dari http://www. • Hasil dapat diperoleh lebih cepat. Dari anamnesis yang harus ditanyakan adalah adanya diare berlangsung akut atau kronik. Irasfan. • Mempunyai sensitivitas yang tinggi terhadap kuman Salmonella ( > 95 %). 2011. Post mondok RS 2 hari. 2. Pramita Lab. darah (+). 2009. Isi Pasien demam sejak 7 hari yang lalu.scribd. Nathan. Referensi 1. Keunggulan pemeriksaan TUBEX TF : • Mendeteksi secara dini infeksi akut akibat Salmonella typhi. Stase Ilmu Penyakit Dalam. Diare sehari >5x. Hasil dibaca secara visual terhadap suatu skala warna.com/doc/24896159 3. melalui deteksi spesifik adanya serum antibodi Ig M tersebut dalam menghambat ( inhibisi ) reaksi antara antigen berlabel partikel latex magnetic ( reagen warna coklat ) dan monoklonal antibodi berlabel latex warna ( reagen warna biru ). etiologinya dan derajat dehidrasinya. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2.kuman Salmonella typhi. Yogyakarta. Makan dan minum seperti biasanya. Diskusi Cara mendiagnosis pasien diare adalah dengan menentukan 3 hal yaitu persistensinya. • Metode Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI) memungkinkan pengoperasian semudah Widal serta secanggih ELISA. Hasil dibaca secara visual dengan membandingkan warna akhir reaksi terhadap skala warna. 2010. Tinjauan Tubex TF Sebagai Alat Diagnostik Penunjang pada Demam Typhoid. Didiagnosis diare cair akut desentriform dengan leukositosis. cair ampas. lendir (+). Afiani. Diagnosis Demam Tifoid dengan Pemeriksaan Tubex. Lakukan pembacaan pada tubex color scale setelah 5 menit Kesimpulan • Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru. Arina. Jogja. Deteksi Dini Demam Typhoid dengan Tubex TF. selanjutnya ikatan inhibisi tersebut di sparasikan oleh suatu daya magnetic. karena antibody IgM muncul pada hari ke 3 terjadinya demam. • Dengan pemeriksaan Tubex TF diharapkan diagnosis demam typhoid dapat ditegakkan lebih dini sehingga pengobatan yang tepat dapat segera diberikan. Frekuensi defekasi sehari serta kira-kira banyaknya feses setiap . A. Tambahkan 90 µl blue reagen. typhi dalam sampel. 2010. shake pada tubex TF selama 2 menit 6. RSUD. I. Tambahkan 45 µl brown reagen 4. setelah pulang panas lagi. • Tubex mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang baik. Diare cair akut adalah buang air besar lembek dan cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih dari 3 kali atau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam dan berlangsung kurang dari 14 hari. Tubex TF Prinsip: Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru. Yogyakarta penanganan Diare Cair Akut Dibuat oleh: Anita Permatasari.

Rehidrasi Salah satu komplikasi diare yang paling sering terjadi adalah dehidrasi. Beri makanan untuk mencegah kurang gizi d. Bila terjadi dehidrasi. lendir dalam tinja. Sesuai dengan anjuran WHO saat ini dianjurkan penggunaan CRO dengan formula baru yaitu dengan komposisi Natrium 75 mmol/L. warnanya (hitam seperti the. Cari adanya darah. Kalium20 mmol/L.V secara cepat yang diikuti dengan rehidrasi oral a. lemas. dan sebagainya. Dasar penatalaksanaan pada pasien diare 1. susu formula rendah laktosa dan asam lemah tak jenuh.kali BAB.9% Pemberian : 100ml/kgBB Pertama. Dilakukan pemeriksaan pada keadaan umum pasien. Sitrat 10 mmol/L. putih). serta tinja disertai lender dan/atau darah. kuah sayur atau sup. kejang. gangguan kesadaran. baunya (busuk/anyir). Kemudian lanjutkan lagi dengan lebih lambat. Glukosa 75 mmol/L. Berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi b. urin. Total osmolaritas 245 mmol/L. Pemeriksaan fisik yang harus dilakukan adalah memeriksa pasien untuk menetukan derajat dehidrasi. misal LLM) • Makanan setengah padat (bubur susu) atau makanan padat (nasi tim) • Susu khusus. Dukungan nutrisi Makanan tetap diteruskan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat. Menunjukkan pada orang tua cara pemberian oralit Minum sedikit-sedikit tapi sering Jika anak muntah. Beri tablet zinc 10 hari Setelah 3 jam. berikan 30 ml/kg dalam Selanjutnya. makan atau minum sedikit. Anak > 1 tahun dengan BB . perlu ditanyakan mengenai keluhan-keluhan lain yang menyertai diare misalnya terdapat muntah. kuning. Adanya perbaikan nafsu makan menandakan fase kesembuhan. jika terdapat dehidrasi pada anak. sesak nafas.5 jam (*) ulangi kembali jika denyut nadi radial masih lemah / tidak teraba 2.ubun-ubun besar. Klorida 65 mmol/L. ASI tetap diberikan selama terjadinya diare pada diare cair akut maupun pada diare akut berdarah dan diberikan dengan frekuensi lebih sering dai biasanya. e. Anak > 1 tahun dan anak < 1 tahun dengan BB < 7 kg Jenis makanana : • Susu (ASI. Konsistensi tinja yang cair dengan warna seperti air cucian beras mungkin mengarahkan diagnosis pada kolera. hijau. konsistensi tinja. tenesmus serta kolik. Pengobatan dietatik a. Beri tablet zinc c. tunggu 10 menit. Edukasi Bawa anak kepada petugas kesehatan jika anak tidak membaik dalam 3 hari atau menderita : demam. Rawat jalan Plan B (penderita diare dengan dehidrasi tak berat) a. lecet di dubur. Mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari memberikan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti air tajin. tinja lembek yang disertai lender dan darah.ulangi penilaian dan klasifikasikan kembali derajat dehidrasinya. atau sesuai dengan kelainan yang ditemukan b. Mulai berikan cairan I. Cairan Rehidrasi Oral (CRO) yang dianjurkan WHO selama 3 dekade terakhir ini menggunakan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa telah berhasil menurunkan angka kematian akibat dehidrasi pada diare. kencing berkurang. Plan A (penderita diare tanpa dehidrasi) a. muntah terus menerus. anak harus segera dibawa ke petugas kesehatan. Selain rasa mulas. mata (palpebra). karena kombinasi gula dan garam dapat meningkatkan penyerapan cairan di usus. yaitu susu yang tidak mengandung laktosa. jika RL tidak tersedia dapat diganti NaCl 0. apabila disertai dengan tenesmus seringkali khas untuk amebiasis intestinal.V segera Larutan I.V terbaik adalah RL. rehidrasi disesuaikan dengan derajat dehidrasi. untuk pengganti nutrisi yang hilang serta mencegah agar tidak menjadi gizi buruk. turgor kulit. air mata. Menentukan oralit untuk 3 jam pertama Jumlah oralit yang diperlukan =75ml/kgBB Umur Sampai 4 bln 4 – 12 bln 12 – 24 bln 2 – 5 thn BB < 6 kg 6 – 10 kg 10 – 12 kg 12 -19 kg Jml cairan 200 – 400 400 . rasa haus yang nyata. berikan 70 ml/kg dalam <12 bulan 1 jam (*) 5 jam 12 bulan 30 menit (*) 2. Anak umur 6 bulan keatas sebaiknya mendapat makanan seperti biasanya.700 700 – 900 900-1400 b. tinja berdarah. Lanjutkan ASI selama anak mau c. buang air besar cair lebih sering. selaput lendir. Pilih rencana terapi yang sesuai untuk melanjutkan pengobatan Plan C ( penderita diare dengan dehidrasi berat) Anakanak dengan dehidrasi berat harus diberi rehidrasi I.

Antibiotik selektif Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare cair akut kecuali dengan indikasi yaitu pada diare berdarah dan kolera. Diakses dari www. lendir (-). DEPKES 2. Referensi 1. Muntah 2x setelah makan dan minum. muntah berulang. akan memperpanjang lamanya diare karena akan mengganggu keseimbangan flora usus dan Clostridium defficile yang akan tumbuh dan menyebaban diare sulit disembuhkan. Edukasi orang tua Nasehat kepada orang tua untuk segera membawa anak kembali kepetugas kesehatan jika ada demam. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. atau oralit. tidak ada ruam kemerahan maupun petekie. Rupeno.00.com 4. dapat mengurangi lama dan beratnya diare dan dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. mata agak cekung. Zinc merupakan mikronutrien yang penting sebagai kofaktor lebih dari 90 jenis enzim. Zinc berperan dalam penguatan system imun. menderita campak pada 6 bulan terakhir. WHO. Demam sejak hari sabtu jam 17. Dr. Dari hasil anamnesis . Ekstremitas hangat. Indikasi rawat inap pada diare aut berdarah adalah malnutrisi.dan disentri yang disertai dengan komplikasi. Pemberian antibiotic yang tidak rasional. 2010. sangat haus. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. telah ditunjukkan bahwa zinc berperan penting dalam modulasi sel T dan sel B. tampak rewel. mukosa bibir tampak kering.> 7 kg Jenis makanan : makanan padat atau makanan cair/susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah 3. IDAI. Hassan. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia Anita Permatasari. pemeriksaan fisik serta pemriksaan penunjang dapat disimpulkan bahwa pasien Berdasarkan hasil anamnesis dapat disimpulkan.medicastore.pemberian antibiotic yang tidak rasional akan mempercepat resistensi kuman terhadap antibiotik. adanya dehidrasi. Selain itu. Edisi 1. cubitan pada kulit perut kembalinya agak lambat. serta dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. Cubitan kulit abdomen kembali sedang. Kesimpulan Dari anamnesis diperoleh pasien BAB cair > 10 x / hari. air mata kering. Hasil pemeriksaan darah rutin ada kecurigaan kearah infeksi bakterial dan anemia mikrositik hipokromik. Serta zinc berperan dalam menjaga keutuhan epitel usus. Alatas. Untuk anak-anak yang lebih besar. dan perfusi jaringan baik. Infomedika. Stase Ilmu Kesehatan Anak. Anonim. ASI. Yogyakarta Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun . 2008. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. BAB cair ampas berwarna kuning. 3. Anonim.. Diare 5. untuk bayi tablet zinc dapat dilarutkan dengan air matang. air mata tidak ada. fungsi zinc pada diare yaitu dapat mengurangi lama dan beratnya diare. Tunjukkan cara penggunaan tablet zinc kepada orang tua dan meyakinkan bahwa pemberian tablet zinc harus diberikan selama 10-14 hari berturut-turut meskipun anak sudah sembuh. zinc dapat dikunyah atau dilarutkan dalam air matang atau oralit. 4. Dosis zinc : anak-anak < 6 bulan = 10 mg (1/2 tablet)/hari anak-anak > 6 bulan = 20 mg (1 tablet)/hari Cara pemberian tablet zinc. Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit.2008. dan turgor kulit sedang. Intoleransi laktosa. usia < 1 tahun. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda dehidrasi yaitu anak tampak rewel. 1985. diare makin sering atau belum membaik dalam 3 hari. 5. pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi sedang. Zinc juga dapat mengembalikan nafsu makan anak. Seharusnya diberikan infus RL 75 cc /kgbb dalam 3 jam. perut kembung. RSUD. Jogja. Panduan tatalaksana diare. 2004. makan atau minum sedikit. Suplementasi zinc Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut. Pada pasien ini diberikan zinc 1 tablet karena umur pasien lebih dari 6 bulan. tinja berdarah. Dari hasil pemeriksaan fisik menunukkan anak demam. 1 hari SMRS. Hussein. darah (-). mukosa mulut kering. Dr.

PEB. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. Hamil ini (29 minggu) Vital Sign : TD = 180/120 mmHg. Riwayat penyakit asma. b) Palpasi Leopod I : Teraba bagian besar. usia 40 tahun. Pada kasus ini ibu dikatakan mengalami preeklampsia berat karena mengalami hipertensi. penyakit teori Kasus Seorang wanita.STATUS OBSTETRI a) Inspeksi perut membesar. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. DJJ = 140 x/menit. grandemultigravida. Pada preeklampsia terjadi perubahan pada ginjal . akral : hangat. servix tebal. belum dalam persalinan Terapi Menejemen konservatif Infus RL Injeksi MgSO4 40% 8 gr (boka/boki) masing masing 4 gr / 10cc. dibelakang tidak ada pembukaan. penyakit jantung disangkal. pasien merasa hamil 8 bulan. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖.5° C Kepala : palpebra edem -/-. Hipertensi terjadi sebagai usaha untuk mengatasi kenaikan tahanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat tercukupi. RPD : Riwayat asma. lunak. ♀ /lahir mati/RS/6 bulan IV. N = 92 x/menit. Mual. gerak janin terasa. thoraks : C/P dbn. Riwayat hipertensi pada kehamilan dibenarkan. air ketuban negative Pemerikssan Laboratorium : Proteinuria : +++ Diagnosis PEB. diding vagina licin. Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu. RPK :Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit dengan keluha yang sama. lender darah tidak ada. diabetes. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. muntah. diabetes. teraba 5/5 bagian Leopod IV : Konvergen His : Negatif. TFU setinggi setengah jarak pusat dengan processus xypoideus. Riwayat ANC : ANC dilakukan di rumah sakit. dilanjutkan 4 gr per 6 jam Injeksi Dexamethason 2 x 1 ampul Nifedipin 3 x 10 mg Observasi vital sign Observasi HIS dan DJJ Diskusi Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. t = 36. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. TBJ = 1705 gram c) Pemeriksaan Dalam : v/u tenang. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. membujur sesuai masa kehamilan. Kata kunci :preeklampsia. Riwayat toxoplasmosis baru diketahui sejak anak ke 3. kenceng kenceng belum dirasakan. Pada preeklampsia dijumpai kadar aldosteron yang rendah dan konsentrasi prolaktin yang tinggi daripada kehamilan normal. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. belum masuk panggul. Edema terjadi karena terjadi penimbunan cairan yang berlebihan dalam ruang interstitial. RR = 22 x/menit. pandangan kabur. Aldosteron penting untuk mempertahankan volume plasma dan mengatur retensi air dan natrium. yaitu tekanan darahnya sebesar 170/110 mmHg dan disertai proteinuria +3. STLD negatif. TFU : 23 cm. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.Dibuat oleh: Mu'allim Hawari.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:50 Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun Abstrak Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. Abdomen : dbn. ♀ /lahir mati/RS/4 bulan V. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. Riwayat obstetric : I. Proteinuria terjadi karena pada preeclampsia permeabilitas pembuluh darah terhadap protein meningkat. Leopod II : Kanan → Teraba bagaian-bagian kecil janin Kiri → Teraba bagian panjang janin Leopod III : Teraba bagian bulat. ♀/ lahir mati/RS/7 bulan III. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. edem -/. nyeri ulu hati tidak dirasakan. hipertensi. hipertensi dan penyakit jantung disangkal. lunak. datang dari UGD dengan rujukan dari BPS dengan keterangan PEB. jumlah 1. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. ♂/lahir mati/RS/8 bulan II. keras. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. bulat. hamil pre term. selaput ketuban negatif. air ketuban belum merembes. pusing.

Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. dalam: Sinopsis Obstetri. Toksemia Gravidarum. (Accesed: 2011. 2003. Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal. et all. Jilid I edisi II. • Edema paru dan sianosis.Jakarta. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. Cunningham. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. program profesi pendidikan dokter. 21st ed. Tanda lain dari preeklampsia berat yang tidak dijumpai pada kasus ini adalah : • Oliguria. Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu. • Gangguan visus : mata berkunang-kunang karena terjadi vasospasme. Komplikasi ini terjadi sebagai akibat dekompensasio kordis kiri. edema/ ablation retina. (2004).. Available:http://www. Daftar pustaka 1. pada keadaan lanjut dapat terjadi oliguria atau anuria..org/afp/20041215/2317.aafp. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. • Nyeri epigastrium atau nyeri pada kuadran kanan atas abdomen karena regangan selaput hati oleh perdarahan/ edema atau sakit akibat perubahan pada lambung. bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSUD Panembahan Senopati. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. injeksi dexamethasone 2 x 1 amp selama 24 jam. Hal ini terjadi karena pada preeklampsia filtrasi glomerulus dapat turun sampai 50% dari normal sehingga menyebabkan diuresis menurun.G. Edema paru merupakan penyebab utama kematian pada penderita preeklampsia dan eklampsia. Mochtar. Pemberian Nifedipin 3x 10 mg peroral juga efektif pada pasien ini. mual dan pinggang sebelah kiri terasa sakit 2 minggu SMRS OS mulai mengeluh sakit . Penurunan filtrasi glomerulus akibat spasmus arteriole ginjal menyebabkan filtrasi natrium melalui glomerulus menurun yang menyebabkan retensi garam dan juga retensi air. R. Hal ini dapat diketahui dengan oftalmoskop. • Gangguan Serebral : kepala pusing dan sakit kepala karena vasospasme / edema otak dan adanya resistensi pembuluh darah dalam otak. mei 20) Penulis Mu‘allim Hawari. 2. jumlah produksi urine < 500 cc / 24 jam yang disertai kenaikan kadar kreatinin darah. Wagner. Kata kunci : gagal ginjal kronis. Diagnosis And Management Of Preeclampsia. arteriosklerosis Kasus Seorang pasien usia 86 tahun datang dengan keluhan Perut terasa sebah.html.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:51 Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Abstrak Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak. F. Williams Obstetrics. Kesimpulan Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. McGraw-Hill Companies. EGC. 1998. Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial. L.yang disebabkan oleh aliran darah kedalam ginjal menurun sehingga mengakibatkan filtrasi glomerulus berkurang atau mengalami penurunan. • Pertumbuhan janin terhambat ( IUGR ) Terapi preeklampsia berat menggunakan injeksi MgSO4 40% 8 gram (boka/boki). terapi rumatannya 4 gram tiap 6 jam selama 24 jam .

Jakarta. OS mulai merasakan sulit BAB. Piramis ginjal pada awal gagal ginjal umumnya masih baik.62. Penulis Mu‘allim Hawari. Daftar pustaka 1. Terjemahan Widayanti D. Jakarta. Kapojos EJ. 1995 : 812 . Boer Azwar . bahkan menghilang. 2005. juga adanay bercak-bercak yang disertai acoustic shadow dibawahnya. Sidabutar RP. Radiologi Dignostik. Ultrasonografi. Wilcox CS : Buku Saku Nefrologi. yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya. Ginjal dalam Rasad Sjahriar. Ilyas Muhammad. Jakarta. 3. EGC. Dalam : Price SA. yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya. ed 4. 2. 1994 : 349 . Balai Penerbit FKUI. Dalam kasus-kasus tertentu umpamanya leukemia.pinggang. 1. Jakarta. Dalam :Trisher CC. maka ditemukan gambaran korteks atau subkortikal selain hiperekoik. nafsu makan berkurang. Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. eko dari batu umumnya tidak dapat dibedakan dengan ekogenik dari struktur sinus renalis. Peterson JC. Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis. perubahan sinus renalis yang terjadi pada gagal ginjal ditandai dengan berkurangnya bahkan menghilangnya sistem collecting. amiloidosis. Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial. namun pada fase lanjut akan sangat mengecil. renal transpalant rejection dan pielonefritis akut Pada penyakit –penyakit dimana korteks mengalami perkapuran misalnya pada glomerulonefritis kronik. Wilson LM : Patofisiologi. Terjemahan Augrah P.ed 3. tapi pada gagal ginjal yang lanjut ukuran ginjal mengecil dengan batas yang sangat ireguler akibat proses fibrosis. Gagal Ginjal Kronik . bagian Ilmu Radiologi RSUD Panembahan Senopati. 4. 2. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis. pada awalnya disertai dengan nefgromegali. umumnya bilateral. Kesimpulan Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. ukuran normal Diagnosis Chronic Renal Disease Dextra dengan Nephrolitiasis Ren Sinistra dan Lien Normal Diskusi Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak. Ren sinistra normoechoic. ed. program profesi pendidikan dokter. Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal. tampak lesi hiperechoic dengan acoustic shadow. mual dan muntah. Kadang-kadang terutama pada keadaan non distended urinary tract. Dari hasil USG Ren dextra echostruktur sedikit meningkat. Wilson LM. BAK berwarna coklat seperti air teh. dan BAB berwarna coklat-kehitaman. Gagal Ginjal Kronik. batas cortex dan medulla mengabur. Suharjono. nekrosis korteks dan oksalosis. SPC tak melebar Lien normoechoic. Gagal Ginjal Kronik : Dalam Suparman. OS merasa berat badan banyak berkurang.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:41 Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Abstrak Anestesi umum ( general anestesi ) adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai . Gaya Baru. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis. EGC.43. Pada stadium awal biasanya ukuran ginjal masih normal. Sedangkan gagal ginjal yang unilateral biasanya diakibatkan oleh trombosis vena renalis. 1997 : 103-16. Gagal ginjal kronik Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. Nephrolitiasis Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis. Ilmu Penyakit Dalam II. ed 1.

1994. Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia. ―Penuntun Praktis Anestesi‖. 2. 4. perasaan ( panas.Mengurangi mual dan muntah .Memperlancar induksi anestesi .Mengurangi efek vagal terhadap jantung dari obat-obat . Suara paru vesikuler di kedua lapang paru. Aksara Medisina. Jakarta. Breathing : Spontan . Pemeriksaan Laboratorium : Hasil darah lengkap. bersifat pulih kembali (reversibel).Anti sekresi .ASA II : Pasien dengan penyakit sistemik ringan . ASA IV. Staf Pengajar Bagian Anesteiologi dan Terapi Intensif FK UI Jakarta. Analgetika narkotika 3. 1989. Jakarta. bagian Anestesiologi Dan Reanemasi RSUD Panembahan Senopati.ASA III : Pasien dgn peny. Hipnotik ( Hilang kesadaran ) 3. M.B. mata 4.hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). ASA III. HbsAg negatif. Penulis Mu‘allim Hawari. Disability :compos mentis. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sistemik berat sehingga aktivitas rutin terbatas . Alkaloid belladona : . hal.Membuat amnesia . hipnotik. N2O. Jakarta. E4V5M6. raba. general anestesi Kasus Seorang pasien wanita usia 19 tahun dengan diagnosis FAM Sinistra direncanakan akan dilakukan operasi.84. elektrolit. dengan atau tanpa operasi hidupnya tidak lebih dari 24 jam Kesimpulan Anestesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). TMD >6. Hasil pemeriksaan penunjang : Foto Rontgen Thorax: Cor dan Pulmo dalam batas normal. dan relaksasi otot. Anti emetik Klasifikasi Status Fisik : ASA I : Pasien normal / sehat . Daftar pustaka 1. ASA II. 67-69. Pemeliharaan O2.Meminimalkan jumlah obat anestesi yang dibutuhkan . Sedativa. Sebelum pasien diberi obat anestesi. Dari hasil pemeriksaan pre operasi visit ASA I didapatkan bahwa pasien tidak memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus. Diagnosis FAM sinistra dengan rencana GA dengan LMA.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:32 Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Abstrak Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat . ASA I Terapi Pre medikasi Midazolam 2. ASA V. dan pasien bergolongan darah A. Obat-obat Ondansetron 4mg IV. Penerbit Buku Kedokteran EGC.Impuls afferent abdomen. Pada pemeriksaan fisik didapatkan : Airway :Clear. Induksi Propofol 100mg. hal 99-102. dan kimia darah dalam batas normal. thorax. ―Anestesiologi‖.T. penyakit jantung. program profesi pendidikan dokter. FK UI. transquilizer 2.ASA IV : Pasien dengan peny. maupun Asma. Kata kunci : anestesi umum. Salemba. Drajat. Fentanyl 50 µg.Mengurangi sekresi kelenjar ludah dan bronkus . Berat Badan 40 kg. hipnotik.5. hipertensi. 1988.Mengurangi reflek dari pasien yang membahayakan Obat – obatan Premedikasi : 1. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. whezing (-/-). ―Anestesiologi‖. 3. Jakarta. Klasifikasi status fisik ASA I. Relaksasi otot ( Muscle Relaxan ) Pada general anestesi nyeri dihilangkan secara sentral disertai hilangnya kesadaran. dan relaksasi otot. Trias Anestesi : 1. hal 90. sehingga memungkinkan dilakukannya tindakan pembedahan. M. Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. yaitu sebelum dilakukan induksi anestesi. Respirasi Rate: 20 x/m. Ketorolac 30mg IV Diskusi Anestesi adalah peristiwa hilangnya sensasi. 1986. Malampathi II. Dobson. HR : 82x/m reguler. dilakukan pramedikasi. Sistemik berat tidak dapat melakukan aktivitas rutin dan penyakitnya – mengancam kematian ASA V : Pasien emergensi / muribund. ronkhi (-/-). posture ) dan nyeri bahkan hilangnya kesadaran. hal 56. Circulation didapatkan TD : 120/80 mmhg.Meredakan kecemasan dan ketakutan . Isofluran. dengan tujuan: . Analgesia ( Hilangnya nyeri ) 2. ―Kumpulan Kuliah Anestesiologi‖. Boulton. T.B. Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia.5 mg.

perdarahan limpa atau hati Tanda permeriksaan fisik pada berbagai gambaran gawat abdomen Keadaan Tanda klinis penting Awal perforasi saluran cerna atau saluran lain Perut tampak cekung (awal). ada tidaknya penjalaran. masa +. kemudian menjalar ke seluruh bagian perut disertai muntah warna putih.bunyi usus hilang (lanjut). Infus RL 20 tpm. BAK lancar. volvulus usus Iskemia Hernia strangulata. kelainan atau penyumbatan vaskular Perdarahan Kehamilan ektopik. air fluid level. Auskultasi : peristaltik menurun. Trauma pada perut. Herring bone appearance Bedanya dengan ileus obstruktif : pelebaran usus menyeluruh sehingga air fluid level ada yang pendek – pendek (usus halus) dan panjang – panjang (kolon) karena diameter lumen kolon lebih lebar daripada usus halus. perforasi usus tifus. Penyebab akut abdomen adalah sebagai berikut : Penyebab Contoh Radang Appendisitis akut. 2. terdengar borborigmi. Bila air fluid level pendek berarti ada ileus letak tinggi. Gambaran radiologis diperoleh adanya air fluid level dan step ladder appearance. defans muskular. Udara bebas (-). dan riwayat operasi sebelumnya disangkal. berdenyut jika aneurisma aorta. nyeri lepas. dump steafung. dump contour -. Jantung -. Obstruksi. untuk melihat distribusi usus. 3. Ceftriaxon 2x1 gram. KU merosot Massa infeksi atau abses Massa nyeri (abdomen. Posisi setengah duduk atau berdiri. Posisi LLD. preperitonial fat. flatus terakhir 1 hari yang lalu. Abdomen 3 posisi : Gambaran : Dilatasi usus (+). Inj. nyeri tekan. gawat abdomen Kasus Seorang wanita berusia 55th. perforasi appendiks. nyeri gerak. dimana pelebaran usus menyeluruh sehingga kadang – kadang susah membedakan anatara intestinum tenue yang melebar atau intestinum crassum. nyeri kolik. untuk melihat air fluid level dan kemungkinan perforasi usus. rektal). uji lokal (psoas). volvulus. 2. perforasi tukak lambung. sikatrik -. Ileus obstruktif bila berlangsung lama dapat menjadi ileus paralitik. Palpasi : nyeri tekan semua kuadran. Kesan : Curiga peritonitis/ Ileus. penebalan dnding usus. nyeri perut dirasakan sejak ± 3 hari yang lalu. Torsi. tegang. dan herring bone appearance. Kata kunci : akut abdomen. tanda umum radang Obstruksi usus Distensi perut. jika penyebabnya adanya gangguan pasase usus (ileus) obstruktif maka pada foto polos abdomen 3 posisi didapatkan gambaran radiologis antara lain: 1. Perkus i : hipertimpani semua kuadran. Peny. nyeri batuk. nyeri tekan lokal jika KET Ro. Kelainan Kongenital. Gambaran yang diperoleh yaitu pelebaran usus di proksimal daerah obstruksi. gambaran seperti duri ikan (Herring bone appearance). USG Abdomen : Gambaran : Abdomen mengabur/ Faekal material prominent . tidak ada nyeri lokal Perdarahan Pucat. tak ada rangsang peritoneum Ileus paralitik Distensi. Perut : Inspeksi : distensi +. datang dengan keluhan utama nyeri perut. Air fluid level 3. Tumor intraabdomen. adneksitis akut. syok. Sedangkan pada ileus paralitik didapatkan gambaran radiologis yaitu: 1. nyeri perut awalnya dirasakan di daerah pusar. diare (-). RPD: HT -. defans muskular +. Dari air fluid level dapat diduga gangguan pasase usus. Posisi tidur. DM -. Asma -. metalik sound –. pankreatitis akut. Hearing bone (+). aneurisma pecah Cedera Perforasi organ berongga. Perforasi. defans muskular Peritonitis Penderita tidak bergerak. Kesan : Ileus obstruktif letak tinggi Diagnosis Peritonitis dengan ileus obstruktif Terapi Direncanakan Laparatomi. Inj. Jadi gambaran radiologis pada ileus obstruktif yaitu adanya distensi usus partial.dan tepat. peristaltik menurun atau hilang. Abdomen 3 posisi Sebelum terjadi peritonitis. Penyebab akut abdomen adalah Radang Akut. Gambaran yang diperoleh adalah adanya udara bebas infra diafragma dan air fluid level. dump stefung -. sedang jika panjang – panjang kemungkinan gangguan di kolon. BAB terakhir 2 hari yang lalu. Metronidazol 3 x 500 mg Diskusi Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat dan tepat. Pada kasus . pelvis. Distensi usus general. tanda infeksi umum. Puasa. mungkin distensi. nyeri tekan. pekak hati hilang. Air fluid lever (+). bunyi usus menurun. Ro. kolesistisis akut Ileus obstruktif Hernia inkarserata.

setelah dilakukan laparatomi ternyata penyebabnya adalah appendisitis perforasi yang pada akhirnya menyebabkan adesi usus yang menyebabkan obstruksi. Jakarta Penulis Mu‘allim Hawari. nadi lemah Diagnosis DSS hari ke V dengan hematemesis Terapi Terapi cairanuntuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009  7cc/kgBB/jam  10cc/kgBB/30 menit-1jam Inf. 2. preperitonial fat dan psoas line menghilang. 10 tahun datang dengan diantar kedua orang tuanya dengan keluhan utama panas. demam berdarah. Buku Ajar ILMU BEDAH. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. Posisi tiduran. Jadi gambaran radiologis pada peritonitis yaitu adanya kekaburan pada cavum abdomen. Sehingga jatuh pada kesimpulan peritonitis dengan ileus. Alergi –. nyeri perut +. HR : 120x/menit. panas langsung tinggi.. Peristaltik + Normal. mimisan -. muntah + disertai darah. gambarannya tidak jelas pada foto polos abdomen. Gambaran akan lebih jelas pada pemeriksaan USG (ultrasonografi). Cor : dbn. didapatkan preperitonial fat menghilang. terutama Aedes aegypti1. didapatkan free air subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow). dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat. bapil -. Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam Diskusi Demam . hepatomegali –. gangguan defekasi. Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. Kepala : edem palpebra -/-. Daftar pustaka Sjamsuhidayat. Penatalaksanaan dari peritonitis adalah laparatomi eksplorasi itu sendiri. Suhu : 371°C. bagian Bedah RSUD Panembahan Senopati. sulit diramalkan. Asites +. TB paru –. R. TD: 100/80 mmHg. alergi -. dan kekaburan pada cavum abdomen. Ro. Akral : dingin. nyeri tekan seluruh bagian perut. diare-. Kata kunci : dengue haemorrhagie fever. peristaltik menurun. Thoraks : pulmo :SDV menurun/+. dan De Jong. Posisi LLD. amforik +/-. Kasus Seorang anak perempuan. RPK : kejang -. 1. kejang -. Posisi duduk atau berdiri. 3. bibir kering +. flatus (-).peritonitis karena perdarahan. Dari pemeriksaan fisik pun juga menunjukan hal serupa.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:29 Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Abstrak Demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. dan pusing +. muntah. defans muskular. BAB biasa. RL 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam. Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. program profesi pendidikan dokter. EGC. psoas line menghilang. berupa distensi. BB: 20 kg. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi. TB anak -. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat. Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. dapat mengarah pada gejala peritonitis dengan kemungkinan lainnya ileus. RPD : DF/DHF -. dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik. tanda utama radiologi adalah. dengue fever. RR : 24x/menit. dan adanya udara bebas subdiafragma atau intra peritoneal. Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes. Abdomen 3 posisi juga mendukung ileus obstruktif. Lingkungan : radius 100m banyak yang terkena chikungunya. warna kuning kecoklatan. 2010. Kesimpulan Dari keluhan pasien nyeri perut yang dominan. Abdomen : NT + semua regio. Panas dirasakan sejak minggu sore (5 hari SMRS). pecahnya usus buntu atau karena sebab lain. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen.

Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes. BMJ 2002. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik. Kriteria diagnosis dengue fever menurut WHO 2009 seperti dibawah ini. terutama Aedes aegypti1. restlessness • Liver enlargment >2 cm • Laboratory: increase in HCT concurrent with rapid decrease in platelet count *(requiring strict observation and medical intervention) Severe plasma leakage leading to: • Shock (DSS) • Fluid accumulation with respiratory distress Severe bleeding as evaluated by clinician Severe organ involvement • Liver: AST or ALT >=1000 • CNS: Impaired consciousness • Heart and other organs Terapi cairan untuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009 Terapi dimulai dengan Inf. WHO/FCH/CAH/05. Gibbons RV. sulit diramalkan. pasien geriatri juga memiliki . muntah • Rash • Nyeri sendi • RL test positive • Leukopenia • Warning sign Laboratory-confirmed dengue (important when no sign of plasma leakage) Warning signs* • Abdominal pain or tenderness • Persistent vomiting • Clinical fl uid accumulation • Mucosal bleed • Lethargy. 3. TREATMENT. Kriteria untuk Dengue ± warning signs Probable dengue Tinggal / bepergian ke daerah endemik Panas dan 2 kriteria dibawah : • Mual. DENGUE GUIDELINES FOR DIAGNOSIS. yang merupakan kumpulan gejala klinis yang mengarah kepada shock. vital sign. Vaughn DW. World Health Organization. program profesi pendidikan dokter. tekanan darah) dalam who 2009 disertakan pula penilaian HMT untuk melihat kekentalan darah. Thoraks PA. Eliminasi obat anestesi pada usia tua lambat. dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat. fungsi hati. Dengue. dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. Department of Child and Adolescent Health and Development. Dengue shock syndrome adalah derajat demam berdarah yang paling berat. 2005IDELINES FOR DIAGNOSIS. Dengue: an escalating problem. Anastesi pada Pasien Perempuan Usia 75 tahun Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. dengue haemorrhagic fever and dengue shock syndrome in the context of the integrated management of childhood illness. World Health Organization.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:22 Abstrak Menurut WHO.13. Penanganan yang lainnya hanya bersifat simptomatis saja.324:1563-6 2. PREVENTION AND CONTROL. bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUD Panembahan Senopati.2009 Penulis Mu‘allim Hawari. Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. Kristaloids 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam setiap penurunan7cc/kgBB/jam10cc/kgBB/30 menit-1jam  dilihat tanda tanda vital pasien (akral. Semua perubahanperubahan fisiologi yang terjadi pada geriatri membuat kita perlu berhati-hati dalam peberian obat anestesi sehingga pada penilaian status fisik geriatri walaupun keadaan sehat dikategorikan menjadi ASA II. Daftar pustaka 1. Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam . Ro.dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Geneva. diit cair. klasifikasi usia disebut usia tua adalah >65 tahun. balance cairan. Kesimpulan Penanganan utama dari DSS adalah resusitasi cairan karena kebocoran plasma yang disebabkan karena reaksi imunitas. Selama resusitasi carian ada beberapa hal yang harus selalu dipantau AT/HMT / 6jam. nadi. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat.

. 5. gangguan ritme jantung. mengingat bahwa manula kemungkinan sudah menderita hipertensi. gagal ginjal kronik atau penyakit degenerasi lain. Selama Anestesia Apabila dimungkinkan sebaiknya diberikan analgesik regional (non-sistemik). Edisi Kedua. Anonim. RSUD Djojonegoro. 4. dan sesudah operasi harus dilakukan seoptimal mungkin. Penulis Nur‘Afni Mz.scribd. Suryadi. Petunjuk Praktis Anestesiologi. laboratorium dalam batas normal. Kesimpulan Pasien diatas merupakan pasien perempuan usia 75 tahun dengan tumor facialis dextra.resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi postoperasi akibat pengaruh obat. keadaan pasien harus dioptimumkan. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UI: Jakarta. A. FK UMY: Yogyakarta. Pramono. manula perokok. Isi Ny. Dachlan. mengingat pada usia lanjut telah terjadi perubahan-perubahan fisiologis yang dapat menyebabkan perubahan atau perbedaan dalam interaksi obat-obatan. Premedikasi sebaiknya diberikan dengan hati-hati dan dosis sekecil mungkin.Pasien dirawat inap .E. SA. Dosis obat anestetika umum maupun lokal pada lansia harus dikurangi. Diagnosis Tumor facialis dextra ASA II Terapi . pemantauan sebelum. riwayat DM (-). Matoka. 2002. 1997. EGC: Jakarta.com/doc/82710494/Anestesi-Geriatri-2 2. Pasca Anestesia Ada kemungkinan bahwa kesulitan untuk bernafas pasca bedah dini lebih sering terjadi pada manula. mual (-). diabetes. Atropin atau alkaloid beladona yang lain biasanya tidak diperlukan. Edisi Kedua. BAB/BAK tidak ada keluhan. Omoigui. Di akses tanggal 14 Mei 20012 dari www. Hal ini dikarena pasien yang sadar pada analgesik regional memungkinkan petugas lebih mudah dan lebih cepat mengenal serangan angina atau perubahan serebral akut.. riwayat alergi obat dan makanan (-). Bagian Ilmu Anastesi dan Reanimasi. riwayat HT (-). Meskipun dari hasil anamnesis. Temanggung. gagal jantung. EGC: Jakarta. dan diberikan menurut kebutuhan. Apabila mungkin. Riwayat penyakit serupa (-). EKG sebaiknya dipantau secara rutin. Program Pendidikan Profesi Dokter. R. pembedahan darah abdomen atas atau toraks. Latief. dan distensi abdomen.. Referensi 1. RL 24 tpm Diskusi Pra-anestesia Penilaian pasien manula prabedah harus dilakukan dengan seksama. Efek dari sisa anestesi dapat mengakibatkan lambatnya pemulihan mental dan psikomotorik postoperasi sehingga membutuhkan monitoring yang intensif segera setelah operasi dan membutuhkan waktu untuk opname setelah operasi lebih lama. fisik. 3.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:20 . Jawa Tengah.Inf. Pemantauan yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan pasien. nyeri. riwayat asma (-). Anastesi Geriatri. Buku Saku Obat-Obatan Anestesia. M usia 75 tahun dating dengan keluhan terdapat benjolan pada wajah sebelah kanan sejak ± 1 tahun yang lalu. Kab. Biasanya hanya diperlukan diazepam 5 mg melalui mulut (peroral). bila perlu dengan menunda pembedahan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas. C. batuk pilek (-). 2008. dan penunjang dalam batas normal. riwayat operasi sebelumnya (-). KA. 2010. selama. secara titrasi dengan mengingat bahwa waktu sirkulasi memanjang dan kemungkinan terjadinya interaksi dengan obat-obat yang sudah diminum oleh pasien pra anesthesia. T. Pemeriksaan vital sign. pemeriksaan fisik. muntah (-). 1994. Edisi 10. penyakit paru kronik. Boulton. Faktor yang meningkatkan kejadian penyakit pernafasan pasca bedah adalah kegemukan. Anestesiologi. Gambaran Ultrasonografi (USG) pada Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka.B dan Blogg. Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi. S.

enentuan usia kehamilan ( menggunakan CRL – Crown Rump Length . ovarium atau rongga perut. nikah 1x lama 12 tahun. Dapat dinilai kavum uteri. PP test (+). 2. Kesimpulan Pasien usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut. tetapi dapat juga terjadi di dalam rahim di tempat yang luar biasa misalnya dalam cervik. TFU 3 jari di atas pusat. genitalia: VT: O/U tenang. 2009. R. KB suntik dilepas 3 tahun yang lalu. bising usus (+) normal.vital signs: TD = 120/80. RR = 28x/menit. G.Infus RL 24 tpm . R. A. Radiologi Diagnostik. Ø (-). supel. 2005. Keunggulan cara pemerikssan ini terhadap laparoskopi ialah tidak invasif. RPK (-). Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari repository. Bangun. Pada pemeriksaan USG dapat dinilai kavum uteri.com/docs/83566160/kehamilan-ektopik-terganggu Penulis Nur‘Afni Mz. penilaian kasus resiko tinggi ( penyakit maternal. HPHT 10 Agustus 2011. I. artinya tidak perlu memasukkan rongga dalam rongga perut. placental grading ). TT (-). Abdomen: datar. BPD – Biparietal Diameter – Femur Length ).docstoc. timpani. Kehamilan Ektopik Terganggu. mengenali adanya kelainan kongenital major. 4. tebal endometrium. N = 100x/menit. identifikasi kehamilan kembar.pdf 3. adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan. dapat dikatakan bahwa pemeriksaan ultrasonografi merupakan satu-satunya tehnik yang dapat digunakan untuk menentukan viabilitas janin secara dini dan menentukan kehamilan kembar. Kehamilan Ektopik Terganggu. Malueka.ac. Radiologi Diagnostik. Penggunaan ultrasonografi rutin : konfirmasi adanya kehamilan intrauterine.scribd. kesadaran compos mentis. kosong atau berisi. Lebih lanjut. Trisnawati. minum jamu (-). Pemeriksaan fisik: keadaan umum sedang. 2011.PP test ulang Tindakan operasi: salphingektomi sinistra Diskusi Pemeriksaan ultrasonografi yang dimulai oleh Donald di Glasgow pada akhir tahun 1950 an atau awal tahun 1960 menjadi tonggak penting bagi penilaian janin. Edisi kedua.60 C. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien Isi Ny.Abstrak Kehamilan ektopik adalah kehamilan di mana sel telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh di luar endometrium kavum uterus. Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang berbahaya karena tempat implantasinya tidak memberikan kesempatan untuk tumbuh kembang mencapai aterm. Indikasi penggunaan ultrasonografi : 1. Diagnosis Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Terapi Terapi yang diberikan pada pasien ini: . pasca persalinan ( sisa produk konsepsi ). Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www. pertumbuhan janin ( rasio kepala – torax . Ekayuda. ANC 2x di bidan. peningkatan serum AFP – alpha feto pritein . Referensi 1. riwayat anomali kongenital ). UK 14 minggu 5 hari. Meningkatnya resolusi dan portabilitas telah mendukung meluasnya penggunaan ultrasound pada awal kehamilan sampai dengan saat persalinan. T = 36. 2008. Kehamilan ektopik dapat terjadi di luar rahim misalnya dalam tuba. Balai Penerbit FK UI: Jakarta. RPD (-). Ndruru. perdarahan antepartum – lokasi plasenta. STLD (-). pars intertistialis atau dalam tanduk rudimeter rahim. kosong atau berisi. . nyeri goyang portio (-).id/bitstream/123456789/14667/1/09E00840. penentuan volume air ketuban . Karakteristik Ibu Penderita Kehamilan Ektopik Terganggu. tebal endometrium. Matoka. HPL 17 Mei 2012. 2012.USG . Penggunaan khusus : diagnosa abortus iminen – konfirmasi viabilitas janin. 2.usu. Pemeriksaan lainnya dalam batas normal. Pasien ini didiagnosis dengan Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).com/doc/93358433/kehamilan-ektopik-terganggu 5. I. R usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut. Pustaka Cendekia Press: Yogyakarta. Masa panggul. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien. 3. nyeri tekan (+) perut bawah. perkiraan berat janin. adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www.

rokok dan stress. control kesehatan secara rutin. berulang. Dispepsia. Manajemen holistik yang diberikan pada pasien ini berupa promotif. bloating (lambung merasa penuh/sebah). kambuh-kambuhan dan terutama jika pasien terlambat makan. Kab. rokok dan stress. muntah (-). kembung. Riwayay sakit serupa sebelumnya (+). Family SCREEM tidak ditemukan hal patologis.com/harian/dispepsia/ 2. Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari www. Sekarang ini pasien tinggal dengan seorang istri dan tiga orang anak. Hubungan antara anggota keluarga terjalin dengan baik. 2012. Dispepsia. Promotif berupa edukasi berupa hal-hal yang dapat menyebabkan nyeri ulu hati. Gejala itu bisa akut. cepat kenyang. seperti alkohol. pola hidup sehat. hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung. demikian juga hubungan dengan lingkungan sekitar. RSUD Djojonegoro. Anonim3. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Jawa Tengah. muntah.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:01 Abstrak Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti "pencernaan yang jelek". laki-laki maupun perempuan dapat mengalami hal ini. perut keroncongan (borborgygmi) hingga kentut-kentut. Keluhan refluks gastroesofagus klasik berupa rasa panas di dada (heartburn) dan regurgitasi asam lambung. Manajemen Komprehensif pada Pasien dengan Dispepsia Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. Penilaian APGAR didapatkan hasil 8. makanan yang pedas. nyeri ulu hati. seperti makan teratur. makanan yang pedas. serta istirahat cukup. dengan demikian fungsi keluarga sehat. Dispepsia. 2011. Dispepsia merupakan suatu sindroma (kumpulan gejala) yang mencerminkan gangguan saluran cerna. Anonim1. Kumpulan gejala tersebut adalah rasa tidak nyaman. Satu diantara 4 orang pasti mengalami hal ini. Preventif berupa pola makan sehat dan teratur. serta istirahat cukup Kesimpulan Pasien ini didiagnosis dengan dispepsia. Pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan fisik lainnya dalam batas normal. nutrisi seimbang.html 3. seperti alcohol. DM (-). dan rehabilitative. RPK (-). mual. Mual (-). Isi Tn. kini tidak lagi termasuk dyspepsia. Rehabilitatif berupa berupa pola makan sehat dan teratur. Gastritis kronik. Pasien juga adalah seorang perokok. Lain-lain dalam batas normal. Disebut kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus. Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari http://medicastore. Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. kuratif. Kuratif diberikan ondansetron 3 x 1. Diagnosis Diagnosis holistik: laki-laki 45 tahun dengan dispepsia. dan bisa juga menjadi kronis. Gastritis kronik. Per definisi dikatakan bahwa dispepsia adalah ketidaknyamanan bahkan hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas. gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok. gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok. susp.medicinesia. hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung.Program Pendidikan Profesi Dokter. 2011. Anonim2. Di akses . Referensi 1.Ondansetron 3 x 1 Diskusi Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Terapi . preventif. Semua orang dalam hidupnya pasti pernah mengalami dispepsia. Kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal cukup layak untuk ditempati. HT (-). Tidak ada perbedaan jenis kelamin. Bagian Ilmu Radiologi. susp. Temanggung.com/penyakit/508/Dispepsia. R usia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri ulu hati sejak ± 2 jam yang lalu. sendawa.

sifat nyeri. Bagian Ilmu Kedokteran Keluarga. S. Pemeriksaan Lasegue: (-/-). Terdapat riwayat trauma ± 4 tahun yang lalu jatuh dari tangga dengan posisi terduduk.Asam Mefenamat 3x500 mg . Pemeriksaan penunjang berupa foto MRI didapatkan adanya ekstrusi DIV L4-5 dan protrusi L5-S1 dengan canal stenosis dan penyempitan neural foramen setinggi level tersebut. Diskusi Hernia Nukleus pulposus (HNP) atau potrusi Diskus Intervertebralis (PDI) adalah suatu keadaan dimana terjadi penonjolan pada diskus intervertebralis ke dalam kanalis vertebralis (protrusi diskus) atau ruptur pada diskus vertebrata yang diakibatkan oleh menonjolnya nukleus pulposus yang menekan anulus fibrosus. Penulis Nur‘Afni Mz. Laboratorium: Pada pemeriksaan laboratorium rutin penting untuk . Rr: 20 x/menit. Hernia Nukleus Pulposus. T: 36. apakah nyeri yang diderita diawali kegiatan fisik. FK UI: Jakarta. TD: 120/80 mmHg. Adanya riwayat mengangkat beban yang berat dan berulangkali. Nadi: 84 x/menit. Kab. Patrick tes: (-). 5. Kasus Pasien laki-laki usia 53 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri punggung bawah yang dirasakan ± sejak 6 bulan lalu. Valsava: (-). Pemeriksaan Fisik a. A. dapat merupakan nyeri lokal (inflamasi). Diagnosis. Inspeksi : . Medika aeusculapeus: Jakarta. 2001. timbulnya low back pain dan riwayat trauma.com/doc/79538923/Dispepsia 4. Palpasi : Adanya nyeri (tenderness) pada kulit bisa menunjukkan adanya kemungkinan suatu keadaan psikologis di bawahnya (psychological overlay). Edisi 3.Fisioterapi vertebra lumbosakral. Kata Kunci : Low Back Pain. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 2. Kadang-kadang bisa ditentukan letak segmen yang menyebabkan nyeri dengan menekan pada ruangan intervertebralis atau dengan jalan menggerakkan ke kanan ke kiri prosesus spinosus sambil melihat respons pasien.Diazepam 2 x2 mg . Program Pendidikan Profesi Dokter. Diagnosis Hernia Nukleus Pulposus verterba lumbosakral. Kesadaran: Compos mentis. berjalan agak jauh dan mengendarai sepeda motor. Penatalaksanaan. Gambaran klinisnya berdasarkan lokasi terjadinya herniasi. Terapi . Penegakan Diagnosis : 1. Penegakan Diagnosis dan Penatalaksanaan Low Back Pain et causa Hernia Nukleus Pulposus Dibuat oleh: Pony Pebriyanti.7 °C. 3. Pasien sering mangalami trauma ringan dan berulang berupa berkendara sepeda motor di jalan yang rusak saat berangkat maupun pulang bekerja. Matoka. Pemeriksaan Fisik. 2000. Yogyakarta. Kapita selekta kedokteran.Keterbatasan gerak pada salah satu sisi atau arah. Keluhan dirasakan semakin memberat jika duduk lama. Puskesmas Tegalrejo. sinistra > dextra.tanggal 16 Mei 2012 dari www. Vital Sign. Nafsiger: (-). ada riwayat trauma sebelumnya dan apakah ada keluarga penderita penyakit yang sama. Manjoer. 2.scribd. Sleman.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:39 Abstrak Low Back Pain atau Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah . Nyeri yang berasal dari punggung bawah dapat berujuk kedaerah lain atau sebaliknya yang berasal dari daerah lain dan dirasakan di daerah punggung bawah/refered pain. Suryono. Anamnesis Dalam anamnesis perlu ditanyakan kapan dan bagaimana mulai timbulnya. lokasi nyeri. Kontra patrik tes: (-). maupun nyeri radikuler atau keduanya. b. Keadaan umum: Cukup. Pasien juga mengeluh kesemutan yang menjalar dari pinggang sampai dengan paha kiri bagian belakang. kualitas nyeri. faktor yang memperberat atau memperingan.

mengangkat benda berat. Latihan Direkomendasikan melakukan latihan dengan stres minimal pada punggung seperti jalan kaki. Latihan lain berupa kelenturan dan penguatan. Pemeriksaan Radiologis : a. 2.Gangguan otonom (miksi. Nyeri bersifat tajam. potensi kuat (buprenorfin.Terapi Konservatif gagal Macammacam operasi : 1. MRI sangat berguna bila: .NSAID: penghambat COX-2 (ibuprofen. kadar Hb. etodolak. diklofenak) dan penghambat COX-2 (nabumeton. Laminektomi : Mengangkat lamina untuk memajankan elemen neural pada kanalis spinalis. Keadaan ini merupakan kegawatan neurologis yang memerlukan tindakan pembedahan untuk mencegah kerusakan fungsi permanen. Pada keadaan akut biasanya dapat digunakan kompres dingin. . 4. memperbaiki kondisi fisik pasien dan melindungi dan meningkatkan fungsi tulang punggung secara keseluruhan. termasuk bila terdapat edema. Pada kasus berat dapat timbul kelemahan otot dan hilangnya refleks tendon patella (KPR) dan Achilles (APR). . lama yang dianjurkan adalah 2-4 hari. Foto rontgen biasa (plain photos) Sering terlihat normal atau kadang-kadang dijumpai penyempitan ruangan intervertebral. dan tumor spinal. b. defekasi. Disektomi : Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebral 2.untuk menentukan kemungkinan herniasi diskus post operasi . naik sepeda atau berenang. . Terapi konservatif untuk HNP meliputi: 1. Nyeri bertambah dengan batuk.Paresis otot tungkai bawah.Analgesic kuat : potensi sedang (meptazinol dan pentazosin). spondilolistesis. c. dan dehidrokodein yang diberikan tersendiri atau kombinasi). memungkinkan ahli bedah untuk menginspeksi kanalis spinalis. membungkuk akibat bertambahnya tekanan intratekal.Analgetik standar (parasetamol. Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan defekasi.Defisit neurologik memburuk. Disektomi dengan peleburan : Graf tulang (Dari . naproxen. Terapi Konservatif Tujuan terapi konservatif adalah mengurangi iritasi saraf. Posisi tirah baring yang dianjurkan adalah dengan menyandarkan punggung. Namun para ahli bedah saraf dan ahli bedah ortopedi tetap memerlukan suatu EMG untuk menentukan diskus mana yang paling terkena. mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan menghilangkan kompresi medula dan radiks 3. Tindakan operatif pada HNP harus berdasarkan alasan yang kuat yaitu berupa: . hanya sisanya yang membutuhkan pembedahan. MRI (akurasi 7380%) biasanya sangat sensitif pada HNP dan akan menunjukkan berbagai prolaps. c.Kortikosteroid oral: pemakaian masih menjadi kontroversi namun dapat dipertimbangkan pada kasus HNP berat untuk mengurangi inflamasi 3. . Korset lumbal Korset lumbal dapat digunakan untuk mencegah timbulnya eksaserbasi akut atau nyeri pada NPB kronis. d. Laminotomi : Pembagian lamina vertebra 4. dan potensi sangat kuat (diamorfin dan morfin). bersin. TERAPI a. . 90% pasien akan membaik dalam waktu 6 minggu. Gejala Klinis a. Diatermi/kompres panas/dingin Tujuannya adalah mengatasi nyeri dengan mengatasi inflamasi dan spasme otot. 4.melihat laju endap darah (LED).vertebra dan level neurologis belum jelas kecurigaan kelainan patologis pada medula spinal atau jaringan lunak . dan fungsi ginjal. b. . kodein. Untuk nyeri kronik dapat digunakan kompres panas maupun dingin. e. dan tramadol). miksi dan fungsi seksual. 5.kecurigaan karena infeksi atau neoplasma Ischialgia. Tirah baring Tujuan tirah baring untuk mengurangi nyeri mekanik dan tekanan intradiskal. Medikamentosa . b. dan meloxicam). perubahan degeneratif. CT scan Merupakan sarana diagnostik yang efektif bila vertebra dan level neurologis telah jelas dan kemungkinan karena kelainan tulang. seksual). jumlah leukosit dengan hitung jenis. seperti terbakar. dan berdenyut sampai ke bawah lutut. Ischialgia merupakan nyeri yang terasa sepanjang perjalanan nervus ischiadicus sampai ke tungkai. Sebagai penyangga korset dapat mengurangi beban pada diskus serta dapat mengurangi spasme. lutut dan punggung bawah pada posisi sedikit fleksi. Terapi Operatif Tujuannya untuk mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik. Dapat timbul gejala kesemutan atau rasa baal.

1983. Pasien dengan penyakit jantung yang menimbulkan hambatan aktivitas hanya sedikit. Malang. Kasus Seorang pasien perempuan. Gejala klinis.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:31 Abstrak Decompensasi cordis adalah kegagalan jantung dalam upaya untuk mempertahankan peredaran darah sesuai dengan kebutuhan tubuh.. Mardjono Mahar dan Sidharta Priguna. Pasien dengan penyakit jantung tetapi tidak memiliki keluhan pd kegiatan sehari-hari II. 2004. Sesak berkurang bila pasien istirahat. Sidharta Priguna. Pada auskultasi thoraks suara jantung S1-2 ireguler.krista illaka atau bank tulang) yang digunakan untuk menyatukan dengan prosessus spinosus vertebrata. Pada pemeriksaan penunjang berupa EKG didapatkan adanya iskemik anterolateral. Dekompensasi kordis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung. Tujuan peleburan spinal adalah untuk menstabilkan tulang belakang dan mengurangi kekambuhan. Lab. frekuensi pernafasan 36 x/menit dan suhu 360C . Philadelphia. tidak terdapat bising. Pasien sering sesak nafas saat malam hari. Lumbantobing. Kesimpulan Berdasarkan anamnesis. Low Back Pain Syndrome. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pasien pada kasus didapatkan diagnosis LBP et causa HNP. R. Terapi yang diberikan pada pasien adalah fisioterapi vertebra lumbosakral. Klasifikasi. akan tetapi jika ada kegaiatan berlebih akan menimbulkan capek. Nyeri Pinggang Bawah. Diagnosis Decompensatio Cordis NYHA II Terapi . Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Pinggang. 2004. 1979. Dian Rakyat: Jakarta. F. A Davis Company.M.Tirah baring dengan posisi ½ duduk . paresis otot tungkai bawah dan didaptkan perbaikan klinis dengan pemberian terapi konservatif. frekuensi nadi 80 x/menit dengan irama ireguler dan isi tegangan kuat. Daftar Pustaka 1. tekanan vena jugular tidak meningkat. A. Junada. seorang Ibu Rumah Tangga. Terapi operatif tidak dilakukan karena tidak ditemukan adanya defisit neurologik. 4. 2. Bagian Ilmu Penyakit Saraf RSUD Temanggung. seksual). usia 41 tahun. Pasien membutuhkan 2-3 bantal saat tidur supaya tidak sesak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis dengan tanda vital tekanan darah 130/80. Kata kunci : Decompensatio cordis. pemberian obat anti inflamasi non steroid dan muscle relaxan. Pada pemeriksaan pulmo tidak ditemukan adanya ronkhi dan wheezing. S.Injeksi furosemid 2x1 Amp ./SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Brawijaya. . Neurologi Klinis Dasar. Saat sesak pasien tidak mengeluarkan bunyi ngik-ngik. 2002. hepar/lien tak teraba. berdebar. Klasifikasi dan Gejala Klinis Decompensatio Cordis NYHA II Dibuat oleh: Pony Pebriyanti.O2 nasal kanul 1-2 liter/menit . timpani.KSR tablet 2x1 tab. Nursamsu. tak ada nyeri tekan. Cailliet. Second Edition. bunyi usus (+) normal.Infus Ringer laktat 20 tetes per menit . Sesak nafas terutama dirasakan setelah pasien beraktifitas. gangguan otonom (miksi. pasien tidak sesak bila terkena debu atau udara dingin dan tidak mempunyai riwayat asma atau merokok. Jakarta. 3. Sesak dirasakan di seluruh bagian dada. 5. K. Pada pemeriksaan abdomen tampak flat. datang dengan keluhan sesak nafas ± sejak 2 minggu yang lalu. sesak serta angina III. Diskusi Berdasarkan New York Heart Association (NYHA) hubungan antara aktivitas tubuh dengan keluhan dekompensasi dapat diklasifikasi sebagai berikut: I. A. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. disertai nyeri dada sebelah kiri tidak menjalar ke tangan maupun tembus ke punggung. Tjokronegoro. H. Dian Rakyat: Jakarta Penulis Pony Pebriyanti. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum. defekasi..

1998. respirasi: 22 x / menit. 1991. Kata kunci: General anestesi. riwayat operasi sectio caesaria ± 3 tahun lalu. RR: 20x/menit. Relaksasi serta Stabilisasi Otonom. Indikasi tonsilektomi dulu dan sekarang tidak berbeda. riwayat alergi obat (-).A davis Company. A. Kulit dingin dan pucat Tanda dan gejala yang disebakan oleh kongesti balik dari ventrikel kiri. . F. Patofisiologi. Guyton. Philadelphia.Teknik : General anestesi. Penerbit EGC. Tonsilektomi didefinisikan sebagai metode pengangkatan seluruh tonsil. suhu : 36. Alice G. riwayat penyakit jantung (-). Tabrani. 3. Marry F. Pasien mengeluh selama ± 7 hari merasa tenggorokan kering dan terasa sakit. 1993. Status operatif : . Vital sign awal : TD: 120/80. Analgesic. Fisiologi Manusia.25 mg. Referensi 1. Saat ini indikasi utama adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil. Setelah itu pasien diberikan induksi . tekanan darah : 130/80 mmHg. Dyspnea b. tonsilektomi. Lippincot. Saat pasien berada di ruang operasi dilakukan penggukuran tanda vital dan didapatkan hasil TD 120/80 mmHg. sedacum 2 mg ondancetron 4 mg. Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Hasil x-ray memperlihatkan kongesti paru Tanda-tanda dan gejala kongesti balik ventrikel kanan : a. Edema perifer b. Pasien mengeluh mengalami kambuhan ± 3 kali dalam sebulan yang sudah ia alami selama 3 bulan ini. S. Suhu: 36 0C Terapi Anestesi yang diberikan: . Cemas d.Maintenance : Untuk mempertahankan status anestesi digunakan kombinasi Enflurane O2 dan N2O. Batuk c.Pasien dengan penyakit jantung dimana aktivitas jasmani sangat terbatas dan hanya merasa sehat jika beristirahat. Penulis Pony Pebriyanti. pilek dan tidak demam. e. Jakarta. Penerbit Alumni Bandung. Dongoes M. Riwayat keluhan serupa (+). . 4. riwayat penyakit kencing manis (-). Distensi vena leher c. Keperawatan Kritis Pendekatam Holistik.E. Reles paru e. Nursing Care Plans. Diskusi Keadaan Pre Operatif: Pasien menjalani program puasa kurang lebih selama 8 jam sebelum operasi dimulai. Terapi pada pasien ini adalah tirah baring. EGC: Jakarta.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:33 Abstrak General Anestesia merupakan tindakan anestesi yang dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali atau reversible. Lelah b. Oliguri. Riwayat penyakit asma (-). Price. 5.Status ASA : I (Pasien tidak memiliki kelainan organik maupun sistemik selain penyakit yang akan dioperasi). Diagnosis Diagnosis pre operatif : Tonsilitis Kronis. RSUD Temanggung. tidak ada riwayat trauma. diuretic dan coronary dilator. nadi : 80 x/menit. Obat induksi: Trivam. pasien pada kasus mengalami gagal jantung. Jilid 2. 1997. Keadaan umum cukup.5 º C. Dulu tonsilektomi di indikasikan untuk terapi tonsilitis kronik dan berulang. Tanda dan gejala Dampak dari cardiak output dan kongesti yang terjadi sisitem vena atau sistem pulmonal antara lain : a. Pasien dengan penyakit jantung yang sedikit saja bergerak langsung menimbulkan sesak nafas atau istirahat juga menimbulkan sesak nafas. Trias Anestesi meliputi: Hipnotik. 1997. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Agenda Gawat Darurat. General Anestesi pada Tonsilektomi Wanita Usia 26 tahun Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. namun terdapat perbedaan prioritas relatif dalam menentukan indikasi tonsilektomi pada saat ini. pemberian oksigen. Peningkatan central venous pressure (CPV Kesimpulan Berdasarkan anamnesa. IV. N: 80. Angina c. Hari membesar d.Induksi anestesi : Untuk premedikasi. Atracurium. disertai batuk. 2. New York Hudak & Gallo. EGC: Jakarta. antara lain : a. Kasus Pasien perempuan usia 26 tahun datang dengan keluhan nyeri tenggorokan berulang. Orthopea d. Nadi 80 x/menit dan SPO2 100. diberikan SA 0.

Pada pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal. Stroke non hemoragik didefinisikan. 18-21 3. Stroke Non Hemoragik pada Laki-laki Usia 60 Tahun dengan Riwayat Hipertensi Tak Terkontrol Dibuat oleh: Febrina Kautsar. respirasi 24 kali/menit. Ekstubasi dilakukan setelah operasi selesai kemudian rongga mulut dan trakea dibersihkan dengan suction untuk menghilangkan lendir dan darah yang dapat menghalangi jalan nafas. Referensi 1. Penerbit buku kedokteran EGC: Jakarta. Pemilihan teknik anastesi yang paling aman bagi pasien. Latief. respirasi kontrol menggunakan pipa endotrakeal no: 7 Keadaan Post Operasi: Operasi selesai dalam waktu 20 menit. suhu 36. Pemeriksaan neurologis nervus kranialis didapatkan kelainan pada nervus X (vagus) berupa bicara pelo dan kesulitan menelan. didahului gejala prodormal. Sejak bangun tidur pasien mengeluh kepalanya nyeri dan badannya lemas. Penyakit-penyakit nasofaring dan orofaring. Kekuatan otot anggota gerak kanan menurun (atas 1-1-1. Tidak ada riwayat keluhan yang sama sebelumnya. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya deficit neurologic secara mendadak/sub. Jenis Anestesi: Anestesi umum. 337-40 2. diagnosis pasien adalah tonsilitis kronis dan akan dilakukan Tonsilektomi. sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. Saat ini indikasi utama tonslektomi adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil. Pasien juga tidak pernah menjaga pola makannya. 2001. G.L. dkk. Teknik yang digunakan adalah general anestesi. GCS E3V5M6. Keluarga juga mengatakan bicara pasien tidak jelas.3oC. Teknik anestesi yang dilakukan adalah general anestesi. Adams. FK UI : Jakarta Penulis Pony Pebriyanti. Dalam: Adams GL. Kesimpulan Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.yaitu trivam 100 mg dan atracurium 20 mg sebagai pelemas otot pernafasan. Refleks patologis positif pada sisi tubuh sebelah kanan. respirasi kendali dengan anestesi umum menggunakan pipa endotrakeal agar dapat mempertahankan bebasnya jalan nafas. Tonsilektomi. kesadaran compos mentis.Boies buku ajar penyakit THT. dengan memilih resiko terkecil bagi pasien. Hatmansyah. tekanan darah 200/130 mmHg. nadi 92 kali/menit. tetapi pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi sejak 8 tahun yang lalu namun tidak pernah kontrol. terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun KEYWORD : STROKE NOKE HEMORAGIK. Dari pemeriksaan fisik ditemukan pasien dengan keadaan umum cukup. namun ayah pasien juga penderita tekanan darah tinggi. bawah 1-1-1). Di keluarga pasien tidak ada riwayat keluhan yang sama. .Modifikasi terakhir pada Minggu 04:14 ABSTRAK Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. Anestesiologi. Dalam: Cermin Dunia Kedokteran no 89. Obat induksi yaitu trivam 100 mg dengan status ASA I. said. Bagian Anestesi RSUD Temanggung. STROKE ISKEMIK ISI Pasien laki-laki berusia 60 tahun dibawa oleh keluargadan tetangganya dengan keluhan kepala mendadak pusing dan lumpuh pada anggota gerak sebelah kiri. Edisi 2. agen inhalasi dimatikan sehingga hanya O2 saja yang diberikan dan dilakukan ekstubasi. kemudian anggota gerak sebelah kanan menjadi lemah dan bicaranya pelo. 1993. secara patologis. 1994. Edisi 6.

neurotropik dan anti agregasi trombosit. diberikan anti edema otak. Pada pasien stroke dapat mengalami beberapa . Gangguan psikiatris : mudah menangis (force crying). tidak bisa membedakan rabaan (anestesi). terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun. pelupa (demensia) 4. Gangguan sensoris : gangguan perasaan (deficit sensoris). Gangguan neurologi fokal otak yang didapatkan adalah gangguan motoris berupa hemiparesis kanan. obesitas. anti agregasi trombosit. merokok. rasa tebal-tebal (hipestesi). tersedak (aspirasi). kejang. bingung. Gangguan kongnitif : yaitu pasien mengalami kesulitan untuk mengorganisasikan informasi secara efisien dan terarah. didahului gejala prodormal. Dan fase pasca akut yang dititikberatkan pada tindakan rehabilitasi medis dan pencegahan terulangnya stroke yaitu melalui terapi rehabilitasi dan menghindari faktor resiko. KESIMPULAN Pada pasien ini didiagnosis Stroke Non hemoragik. diabetes melitus. tidak bisa memahami bicara orang (afasia sensorik). antikoagulansia dan neurotropik. gejala dimulai pada pagi hari yaitu timbulnya nyeri kepala dan rasa lemas. gerakan tak terkendali (chorea/atetosis). kesemutan (parestesi). Juga dilakukan pemantauan ketat terhadap keadaan umum. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya defisit neurologik secara mendadak/sub. DISKUSI Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. aneurisma pembuluh darah serebral. dan faktor resiko yang dapat dikontrol seperti hipertensi. tidak keluar suara (disfoni/afoni) 2. kelopak mata sulit di buka (ptosis). anti hipertensi. Pada pasien. sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. pemasangan infus. tekanan darah dan kadar gula darah. Gangguan neurologi fokal otak dapat berupa : 1. anti edema otak. pendengaran terganggu (tinnitus/deafness). yaitu fase akut (hari ke 0-14 setelah onset penyakit) yang bertujuan untuk menyelamatkan neuron dan mencegah meluasnya proses patologik yang akan mengganggu fungsi otak. dan pelo. Pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal. riwayat keluarga. pelo. Akan tetapi tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya. diuretik. kepandaian mundur (predemensia). terapi berupa pemantauan jalan nafas. secara patologis. kemudian disusul dengan kelemahan anggota gerak dan kesulitan bicara secara mendadak pada siang harinya. tidak dapat berhitung (acalculia). gangguan otonom. Stroke non haemoragik. sangat erat hubungannya dengan atherosclerosis. depresi. Gangguan motoris : kelemahan atau kelumpuhan separo anggota gerak. Tidak didapatkan adanya penurunan kesadaran. tanda-tanda vital dan adanya penurunan kesadaran. Kata atherosclerosis digunakan bagi sekelompok kelainan yang mengakibatkan menebalnya serta mengurangnya kelenturan dinding pembuluh darah arteri. jenis kelamin. tidak dapat mengerti apa yang dilihat (visual agnosia). policitemia. hiperlipidemia dan kolesterol. melihat dobel (diplopia). tidak dapat menulis (agrafia). mudah tertawa (force laughing). kurang aktivitas fisik dan penggunaan obat-obatan yang mempengaruhi cerebrovaskular. sindroma menggerutu 5. Pada pasien. kekakuan pada satu ekstremitas atau separo tubuh. Gangguan bicara : sulit berbahasa (disfasia). dan juga paisen mengalami kesulitan dalam mengingat perintah yang diberikan kepadanya. penglihatan terganggu (gangguan visus) 3. keringat.Tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya DIAGNOSIS Stroke non hemoragik/iskemik TERAPI Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi rawat inap. Penatalaksanaan stroke dibedakan menjadi 2 fase. tidak bisa bicara (afasia motorik). kelainan jantung / penyakit jantung. seksual. pada pemeriksaan neurologis didapatkan reflek patologis positif pada anggota gerak sebelah kanan. mulut dan atau bibir mencong. sirkulasi. ras/bangsa. Stroke non hemoragik didefinisikan. Secara garis besar faktor resiko stroke dibagi menjadi dua yaitu faktor resiko yang tidak dapat dikontrol yaitu umur. lidah mencong.

perubahan posisi palpila dan areola adanya bridge . Yang perlu ditekankan adalah kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi dipayudara. Dibawah mikroskop tumpor tersebut tampak seperti berikut : a. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik diperiksa benjolan yang ada dengan inspeksi pada saat berbaring. kenyal atau keras. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta 2. Tumor jinak. BAB dan BAK lancar. duduk. jumlahnya.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:07 ABSTRAK Fibroadenoma mammae (FAM) atau yang biasa dikenal dengan tumor payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. Bagian Ilmu Saraf. kerutan pada kulit payudara (peau d‘orange).Tidak terdapat riwayat penyakit keluarga dengan keluhan yang sama. mual. sehingga keraguan seorang penderita apakah dirinya menderita kanker atau tidak segera terjawab dengan cepat dan akurat. UPF Ilmu Penyakit Saraf FK UNS Penulis Febrina Kautsar. apakah mobil atau tidak. Tanda-tanda sekunder berupa retraksi. Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler). 2012 Penegakan Diagnosis Fibroadenoma Mammae pada Wanita dengan Riwayat Benjolan di Payudara Dibuat oleh: Febrina Kautsar. c. penebalan kulit. bernodul atau tidak. SPM neurologi. 2009 3. Harsono. RS Jogja. bertambahnya vaskularisasi. Pasien belum pernah mengalami hal serupa sebelumnya. Aspirasi Jarum Halus Dengan AJH diperoleh diagnosis tumor apakah jinak atau ganas.. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC) KEYWORD : Fibroadenoma Mammae. comet sign. Tanda primer berfibrosis reaktif. dan membungkuk apakah terlihat benjolan. 2005. dan mengeluarkan cairan dari putting susu atau tidak. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). Kapita Selekta Neurologi. dan terasa nyeri jika ditekan dan pada waktu mestruasi. Diagnosis ISI Pasien seorang perempuan berusia 30 datang ke Poli Bedah dengan keluhan terdapat benjolan sebesar telur puyuh pada payudara kiri sejak 1 bulan yang lalu. Penatalaksanaannya juga dibagi atas dua fase yang fase akut dan fase pasca akut yang mempunyai kegunaan masing-masing. DIAGNOSIS Fibroadenoma Mammae DISKUSI Penegakkan Diagnosis Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. dengan mammography atau ultrasound. Segi Praktis Pemeriksaan Neurologi. Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). Seri IR Neurologi 2005. Tidak disertai demam. 2005. dan dengan palpasi pada daerah tersebut. Adanya proses keganasan akan memberikan tanda-tanda primer dan sekunder. Yogyakarta. Mammografi Suatu teknik pemeriksaan soft tissue teknik. bisa digerakkan. Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform. b. tanpa harus melakukan sayatan atau mengiris jaringan. adanya perbedaan yang nyata ukuran VE dan rontgenologik dan adanya mikrokalsifikasi.gangguan yang sangat akan berpengaruh pada kualitas hidup. maupun muntah. Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. REFERENSI 1. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC). Benjolan tersebut kenyal. Tidak ada cairan yang keluar dari puting susu. dari palpasi itu dapat diketahui ukurannya. dengan mammography atau ultrasound.

tetapi keprihatinan tentang risiko mereka telah membatasi penggunaannya. Riwayat penyakit asma (-). PEMERIKSAAN FISIK : Keadaan umum: cukup baik. Hal ini berarti untuk mencukupi kebutuhan oksigen jaringan. selama prosedur bedah berlangsung. N: 82 x/menit. REFERENSI Roubidoux. Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat operasi sebelumnya disangkal. jadi sangat baik untuk diagnosis dini dan screening. tergantung dari teknis dan ahli radiologinya. Pemeriksaan ini umumnya hanya dilakukan apabila diperlukan (atas indikasi) pemeriksaan laboratorium untuk melihat toleransi penderita. keadaan daerah dan jaringan fibroglanduler tidak teratur. ketetapan 83-95%. tampak sesak Kesadaran : composmentis . Mammografi ini dapat mendeteksi tumor-tumor yang secara palpasi tidak teraba. Transfusi Darah . juga dapat melihat kemungkinan adanya metastasis misalnya alkali fosfatase KESIMPULAN Pasien di diagnosis dengan Fibroadenoma Mammae. Ultrasonografi Dengan pemeriksaan ini hanya dapat dibedakan lesi solid dan kistik pemeriksaan lain dapat berupa: termografi. murmur.Dalam operasi dengan kehilangan darah tinggi yang diharapkan. Transfusi darah memiliki banyak efek samping dikenal termasuk potensi penularan penyakit menular. Breast. 2008. Medscape. Anemia. hasil.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:00 ABSTRAK Pada pada pasien diperoleh nilai Hb 10 g/dl. alergi obatobatan dan makanan (-). Fibroadenoma. regular. ginjal (-). Riwayat Penyakit Keluarga : Riwayat penyakit asma alergi. jantung (-). Ari. Sjamsuhidayat R. alergi dan reaksi transfusi hemolitik.Dalam beberapa situasi. isi dan tegangan cukup RR : 24 x/menit S : 36C laboratorium AL : 5. Penulis Febrina Kautsar. 2012 Penatalaksanaan Anestesi Pada Pasien Anemia Dibuat oleh: Febrina Kautsar. De Jong W. Asuhan keperawatan Fibroadenoma Mammae. Dilakukan untuk mencari jauhnya ekstensi tumor atau mencari metastasis jauh. strategi . Peran anestesi adalah memastikan bahwa organ vital menerima oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Yogyakarta. ginjal dan DM disangkal. Hanya saja untuk mass screening cara ini adalah cara yang mahal dan dianjurkan digunakan secara selektif saja misalnya pada wanita dengan adanya faktor resiko tadi. RS Jogja. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Benjolan tersebut sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu.5 Hb : 10.Vital sign : TD:130/80 mmHg. hipertensi (-).of tumor. hipertensi. Marilyn A. jantung harus memompa darah lebih banyak sehingga timbul takikardi. muntah (-). KEYWORD : Anesyesi.jogja dengan keluhan benjolan pada perut bawah. transfusi darah mungkin menjadi prosedur yang diperlukan. gizi baik. xerografi. Penatalaksanaan ISI Seorang wanita 41 tahun datang ke rs. 2005.Anemia dapat mengakibatkan transport oksigen oleh haemoglobin akan berkurang. University of Michigan Health System. Wanhari.0 AT : 303 DIAGNOSIS Mioma Uteri ASA II TERAPI Persiapan PRC 2 kolf DISKUSI Strategi untuk Mengelola Anemia . jantung. Buku Ajar Ilmu Bedah. Hal ini perlu dikaji apakah anemia akan berpengaruh terhadap anestesi yang diberikan. Bagian Ilmu Bedah. Jakarta. infiltrasi dalam jaringan lunak di belakang mammae dan adanya metastis ke kelenjar. Pasien juga mengeluh perutnya sering terasa sakit pada saat menstruasi. dan immunomodulation alogenik transfusi darah harus dihindari sebisa mungkin karena adanya berbagai risiko yang terkait dan juga karena transfusi belum terbukti untuk meningkatkan pasca operasi. dan kadang timbul gagal jantung pada pasien dengan anemia. mual (-). Penegakannnya dapat dilakukan dengan berbagai cara yang mempunayia kelebihan masing-masing. Teknik Konservasi Darah . DM (-). 2009.

Pramono.untuk mengurangi kehilangan darah operatif dapat membantu mencegah anemia pasca operasi dan dapat mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi darah alogenik. dr. Ardi. pasien juga merasakan BAK terasa nyeri dan panas. Latief. In EUROANESTHESIA 2005. translated by G. hemodilusi normovolemic akut dan penyelamatan sel. 2008. radiologist dapat melihat dan mengetahui anatomy serta fungsi ginjal. Yogyakarta : FK UMY. Pasien juga merasakan gejala semakin memberat saat pasien beraktivitas. dan memberikan hasil yang lebih baik. dan fungsi ginjal ureter dan kandung kencing. Selain untuk mengurangi kebutuhan transfusi. Woerlee in Anemia and Anesthesia downloaded from http://www. Pasien merasakan gejala tersebut kambuh – kambuhan. Selain itu. 2005. Suryadi. REFERENSI 1. ureter dan blass. Habler O. RS Jogja. DIAGNOSIS Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal . Perioperative Anaemia and Its Management. 5. penggunaan darah autologous. KESIMPULAN Pada kasus diatas didapatka pasien dengan diagnosis Mioma uteri dengan status operasi ASA II Karena mempunyai HB 10 mg/dl. nafsu makan menurun dan demam.anesthesiaweb. Pape. 2002. dan bisa menjadi intervensi menyelamatkan jiwa. pasien juga tidak merasakan sesak nafas dan nyeri dada serta tidak terdapat keluhan gangguan BAB. Foto BNO : Suspek Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal.M. CBO guideline taken from SAMENVATTING RICHTLIJN BLOEDTRANSFUSIE. Edisi Kedua. 2002. Meier..Datang dengan keluhan nyeri pinggang sebelah kiri yang menjalar ke lipat paha dan kemaluan sejak 1 tahun yang lalu. Foto IVP : Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal + 2 x 1 cm dengan ureterectasia dan hidronefrosis grade I. kekurangan ISI Pasien Ny. Dachlan. Mallett. mual (+).Modifikasi terakhir pada Minggu 03:57 ABSTRAK IVP Adalah suatu tindakan untuk memvisualisasikan anatomi. Petunjuk Praktis Anestesiologi. Perioperative Limits Of Anaemia. Pemeriksaan IVP ini selain mempunyai kelebihan . A. Perlu diperhatikan persiapan pasien pada saat akan melakukan anestesi. Yogyakarta. 3. Bagian Ilmu Anestesi dan Reanimasi. Menurut Dr Shander. "Mengenali dan mengobati anemia sebelum operasi elektif adalah sangat penting.org/anemia. 2012 Kelebihan dan kekurangan IVP untuk Mendiagnosis Uretherolithiasis Dibuat oleh: Febrina Kautsar.. KA. 45 tahun.. 13-15 Pengakuan dan pengobatan anemia selama periode praoperasi memberikan ahli bedah lebih banyak pilihan untuk berurusan dengan darah yang hilang selama operasi. Hb pemulihan. manajemen anemia dengan eritropoietin dan besi telah ditunjukkan untuk mempercepat eritropoiesis. Termasuk didalamnya fungsi pengisian dan pengosongan buli. muntah (-). + 1 gelas. 2. dan meningkatkan kualitas hidup dan fungsi pada pasien bedah.An. Kelebihan. Eritropoiesis-Merangsang Agen (ESA) dan Besi . SV. Persiapan pasien dengan benar dapat membantu dalam prognosis pasien. anyang – anyangan (-). Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi.ESA ditambah besi terapi dapat digunakan untuk memperbaiki anemia sebelum operasi dan telah ditunjukkan untuk mengurangi kebutuhan untuk transfusi darah.. Komprehensif manajemen anemia bisa mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi perioperatif alogenik. S. The Medicine Publishing Company Ltd. untuk beberapa nama. 4.. Jakarta : FK UI. B. Pasien juga merasa BAK sedikit dan sering (> 5x / 24 jam). Strategi ini termasuk teknik bedah teliti. J. Sp. BAK warna kuning kemerahan. Zwißler. juga mempunyai kekurangan KEYWORD : IVP. Dengan IVP. pasien tidak merasakan nyeri kepala. SA. R.php Penulis Febrina Kautsar.

flurazepam (Dalmane). Malueka . DIAGNOSIS Gangguan campuran anxietas dan depresi (F 41. Radiasi relatif rendah 5. Pustaka cendekia press.40 tahun datang ke Puskesmas Kasihan 1 dengan keluhan sulit tidur pada waktu malam atau siang hari . Radiologi Diagnostik. and clonazepam (Klonopin) Nonbenzodiazepine sedatives: eszopiclone (Lunesta). yang menyebabkan pasien harus mendapatkan pengobatan lanjut.S . Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖ sanga berhati-hati pada kasus dengan longtem insomnia.2) dengan diagnosis banding Insomnia non organik (F51. 2. 4. Selalu ada kemungkinan terjadinya kanker akibat paparan radiasi yang diperoleh. Hal ini membuat pasien merasa khawatir terhadap dirinya. Pasien merasa sering mengeluarkan keringat dingin. berlangsung selama 3 minngu 3. sehingga dokter dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan yang tepat mulai dari adanya batu ginjal hingga kanker tanpa harus melakukan pembedahan 3. www. triazolam (Halcion). Terapi ISI Pasien Ny. Longterm insomnia . Hal ini sangat berguna untuk tidakan terapi selanjutnya REFERENSI 1. Diagnosa kelainan tentang kerusakan dan adanya batu pada ginjal dapat dilakukan. dan melakukan kegiatan rutin. . dan kesemutan pada kedua tangannya. Selalu diupayakan mencari penyebab dasar dari gangguan tidur dan pengobatan ditujukan pada penyebab dasar tersebut.RG. Yogyakarta 2. Obat anti insomnia Benzodiazepine sedatives: Digunakan untuk meningkatakan kualitas dan kuantitas tidur temazepam (Restoril). RS Jogja.tanyadokter. Yogyakarta. Hal ini membuat pasien merasa berat saat melakukan pekerjaan.0) TERAPI amitriptilin 1x1/2 tab DISKUSI Diagnosis dan penatalaksanaan Insomnia Pembahasan Butir-butir diagnostik Sindrom insomnia adalah: 1. Pemilihan obat juga didasarkan atas sifat dari gangguan tidurnya KEYWORD : Insomnia. sama dengan rata-rata radiasi yang diterima dari alam dalam satu tahun.dengan ISK DISKUSI • Kelebihan 1. Hendaya dalam fungsi kehidupan sehari-hari . 3. bermanifestasi dalam gejala : penurunan kemampuan kerja. lorazepam(Ativan). Membutuhkan waktu lebih dari ½ jam untuk tidur atau tidur kembali setelah terbangun sehingga siklus tidak utuh atau menimbulkan gangguan kesehatan 2.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:54 ABTRAK Insomnia digolongkan dengan berbagai macam golongan dan penyebab penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖. IVP memberikan gambaran dan informasi yang jelas. Bersifat invasif. Bagian Ilmu Radiologi.zaleplon (Sonata). hanya berlangsung selama 2-3 hari 2. Transient insomnia . Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil KESIMPULAN Pada pemeriksaan BNO IVP didapatkan diagnosis pasien Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal dengan ISK . Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. 2012 Diagnosis dan Insomnia Penatalaksanaan pada Wanita Usia 40 Tahun Dibuat oleh: Febrina Kautsar. 2008. Pasien juga merasa berat badannya menurun padahal nafsu makan seperti biasa. hubungan sosial. Sortterm insomnia. 4. berlangsung dalam periode waktu yang lebih lama dan biasanya disebabkan oleh kondisi medik atau psikiatrik tertentu. Sindrom insomnia dapat terbagi 3 tipe : 1. 2. relatif aman • Kekurangan 1. Dosis efektif pemeriksaan IVP adalah 3 mSv.com/bnoivp Penulis Febrina Kautsar. BNO IVP bila dilakukan sesuai indikasi dan prosedur yang sesuai dapat membantu dalam menegakkan diagnosis. Penggunaan media kontras dalam IVP dapat menyebabkan efek alergi pada pasien.estazolam (ProSom. Eurodin).

Nadi : 82 x /menit. Abortus yang terjadi tiga kali atau lebih disebut abortus habitualis.Kesadaran : Compos mentis. Delayed insomnia : proses tidur terlalu cepat berakhir dan sulit untuk masuk kembali ke proses tidur selanjutnya. Kesimpulan : Pasien pada kasus ini mendapatkan terapi antiinsomnia yaitu amitriptilin. Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Perut datar. 2012 Penegakan Diagnosis Pasien Primigravida Dengan Riwayat Perdarahan Pada Kehamilan Muda Dibuat oleh: Febrina Kautsar. prongkol-prongkol lewat jalan lahir disertai nyeri perut. Ada beberapa macam kemungkinan diagnosisnya. OUE : Terbuka.F. Respirasi : 24x/menit. RS Jogja. Obat yang dibutuhkan adalah yang bersifat ―sleep inducing Anti insomnia‖ yaitu golongan benzodiazepin 2. Auskultasi : Peristaltik usus normal. dan pada sore harinya pasien merasakan perdarahan lagi. nyeri ketok (-). 2003 . TFU tidak teraba.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:45 ABSTRAK Perdarahan dalam kehamilan muda perlu sangat diwaspadai . Dimana masa getasi belum mencapai 22 minggu dan beratnya kurang dari 500gr. Sudah terlambat haid 3 bulan dan sudah di lakukan PP test dan hasil positif Status Generalis Keadaan umum : Baik.www. Palpasi : Defans muskuler (.Suhu : 36. Diagnosis gangguan jiwa. massa (-).). sklera tidak ikterik. Keluhan perdarahan mulai di rasakan sejak tadi pagi. KEYWORD : Perdarahan. yang termasuk kedalam obat golongan antidepressant. dan beberapa saat kemudian keluar perongkolan. mengeluarkan darah banyak.Status Ginekologi : G1P0A0. nyeri tekan lepas (. Edisi VI. Medscape. Uretra : Tenang. Perdarahan dalam kehamilan ini sering dihubungkan dengan resiko terjadinya abortus. ada darah. Phenobarbital Antidepressants : amitriptyline [Elavil.and zolpidem (Ambien). Obat yang dibutuhkan adalh bersifat ―sleep maintaining anti insomnia‖ yaitu golongan phenobarbital Antihistamin dapat juga digunakan untuk terapi insomnia karena mempunyai efek sedative.Vital SignTekanan Darah: 110/80mmHg. Chloral Hydrate. Obat yang digunakan yaitu yang bersifat ―prolong latent phase anti insomnia‖ yaitu golongan heterosiklik anti depresan 3. Pemeriksaan Dalam :Pemeriksaan inspekulo : Vulva : Tenang. namun hanya berupa flek-flek.com/insomnia/2011 Penulis Febrina Kautsar. Portio/ serviks : Portio livide. W. rujukan ringkas PPDGJ-III. Yogyakarta. dikenal dengan : 1.50 C. tampak jaringan sisa . keluar darah lewat OUE. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa. Mata : Konjungtiva tidak anemis. Vagina : Dinding licin. dalam jumlah yang lebih banyak disertai nyeri perut bagian bawah. Endep] andtrazodone [Desyrel]) Antihistamines diphenhydramine(Benadryl) or doxylamine] Pemilihan obat: Ditinjau dari sifat gangguan tidur.). Broken insomnia : siklus proses tidur yang normal tidak utuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa bagian. Perkusi : Tympani.Abortus adalah keluarnya janin sebelum mencapai viabilitas. Airlangga University Press. Hal tersebut sangat berhubungan dengan terapi yang dilakukan.2004 • Maslim R.00 WIB di UGD dengan keluhan merasa hamil 3 bulan. kehamilan muda. abortus ISI Pasien datang ke RSUD wirosaban pada tanggal 27 oktober 2010 jam 16. Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖. Initial insomnia : sulit masuk dalam proses tidur. Catata Ilmu kedokteran jiwa. Surabaya. Pemilihan obat juga didasarkan atas sufat dari gangguan tidurnya Daftar Pustaka • Maramis. nyeri tekan (-). Jakarta: PT Nuh Jaya. tetapi tidak dapt digunakan untuk insomnia kronik.

Kapita Selekta : Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi. Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. Widya medika. ada/tidak jaringan janin. 1994. setelah ketubah pecah janin yang telah mati akan dikeluarkan dalam bentuk kantong amnion kosong dan kemudian plasenta. tidak nyeri saat porsio digoyang. Uterus : Sebesar telur bebek. dan nyeri pinggang akibat kontraksi uterus 4) pemeriksaan ginekologi meliputi inspeksi vulva dengan melihat perdarahan pervaginam. All. denyut nadi normal atau cepat dan kecil. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Abortus. dan kavum douglasi tidak menonjol dan tidak nyeri Pemeriksaan penunjang yang umumnya dilakukan antara lain: 1) tes kehamilan akan menunjukkan hasil positif bila janin masih hidup bahkan 2-3 hari setelah abortus 2) Pemeriksaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup 3) Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion Tabel diagnosis dan diagnosis banding perdarahan pada kehamilan muda perdarahan cervix uterus Gejala/tanda diagnosis Bercak-sedang tertutup Sesuai usia gestasi Kram perut bawah. 1995. Vagina : Dinding licin. ada/tidak jaringan keluar dari ostium. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu janin biasanya dikeluarkan seluruhnya karena villi koriales belum menembus desidua secara mendalam. 1998. EGC. D. 18. besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan. teraba jaringan. Uretra : Tenang. Hemorrhagi Utama Obstetri dan Ginecology. Untuk dapat mengetahui macam-macam penyebab perdarahan pada kehalian muda perlu sangat diperhatikan pada saat anamnesis dan pemeriksaan fisik. Obstetri William. tekanan darah normal atau menurun. M. Abortus. Wiknjosastro. ostium uteri terbuka atau sudah tertutup. Cunningham. keluar jaringan seperti anggur Abortus mola KESIMPULAN Berdasarkan hal diatas pasien dapat didiagnosis dengan abortus inkompletus. H. tidak nyeri pada saat perabaan adneksa. Serviks/Portio : Portio lunak (hegar sign +). cetakan I. Pada kehamilan 8–14 minggu villi koriales menembus desidua secara mendalam. Terapi yang dilakukan adalah kuretase. Jakarta 1997. Yogyakarta. Jakarta. Massa/tumor : Tidak ada. Tindakan klinik yang dapat kita lakukan untuk mengetahui terjadinya abortus antara lain: 1) terlambat haid kurang dari 20 minggu 2) pemeriksaan fisik yang terdiri dari keadaan umum tampak lemah. RS Jogja.kehamilan. dan ada/tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium 6) colok vagina dengan melihat porsio masih terbuka atau sudah tertutup.Parametrium : Tidak ada nyeri. EGC. Taber. 2012 . Pemeriksaan Colok Vagina : Vulva : Tenang. Ilmu Kebidanan. ed. uterus lunak Abortus iminens tertutup Sedikit membesar Limbung/pingsan Nyeri perut bawah Nyeri goyang portio Massa adnexa Cairan bebas intra abdomen Kehamilan ektopik terganggu Tertutup/terbuka Lebih kecil Sedikit/tanpa Nyeri perut Riwayat ekspulsi hasil konsepsi Abortus komplit Sedang-masif terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi Abortus insipiens terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Ekspulsi sebagian hasil konsepsi Abortus inkomplit terbuka Lunak dan lebih besar dari usia gestasi Mual muntah Kram perut bawah Sindroma mirip pre eklamsia Tak ada janin. Penulis Febrina Kautsar. OUE : Terbuka dan teraba jaringan. F. et. REFERENSI Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Universitas Syah Kuala. Pada kehamilan diatas 14 minggu. dan tercium/tidak bau busuk dari vulva Inspekulo 5) perdarahan dari kavum uteri. mual. Jakarta. B. plasenta tidak dilepaskan sempurna sehingga banyak perdarahan. teraba atau tidak jaringan dalam kavum uteri. DIAGNOSIS Abortus Inkompletus TERAPI Kuretase DISKUSI Pada awal abortus terjadi pendarahan yang menyebabkan janin terlepas. dan suhu badan normal atau meningkat 3) perdarahan pervagina yang disertai keluarnya jaringan janin. Kelainan Dalam Lamanya Kehamilan.

Pendekatan diagnosis dilakukan sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum di bawah ini. hepar dan lien tidak teraba. jamu maupun merokok.Cefotaxim 2x50 mg (iv). hipotermia. Mencret disertai rasa mulas. faktor maternal. sianosis (-). . Suara nafas vesikuler +/+. Sepsis neonatorum dibedakan menjadi sepsis neonatorum awitan dini (SNAD) dan sepsis neonatorum awitan lambat (SNAL). Akral hangat. Ibu tidak ada tekanan darah tinggi. frekuensi denyut jantung 134 kali/menit. lahir tunggal. bau biasa. sklera ikterik -/-. Gentamisin 2x4 mg (iv). seperti: hipertermia. kulit tidak tampak kuning. trombosit. terkadang ada rasa anyang-anyangan. Konjungtiva pucat -/-. yaitu . Faktorfaktor yang mempengaruhi kemungkinan infeksi secara umum berasal dari tiga kelompok. CRT <2 detik. jejas (-). Demam timbul bersamaan dengan mencret. Sepsis dapat disebabkan oleh bakteri. Tanda klinis pada sepsis neonatorum tidak spesifik. ikterik. Mukosa bibir lembab (+). glukosa darah dan elektrolit dalam batas normal. dan timbul pada satu bulan pertama kehidupan. Pemilihan antibiotik untuk terapi inisial mengacu pada jenis kuman penyebab tersering dan pola resistensi kuman di masing-masing pusat kesehatan. warna bening kental. wheezing -/-. Abdomen datar. suhu tidak diukur. gallop (-). ibu pasien mengeluh mencret 4-5 kali per hari. Selama hamil ibu pasien rutin kontrol ke bidan sebanyak 1 kali per bulan. terapi Oksigen nasal 0. KGB colli tidak teraba membesar. tidak ada riwayat kencing manis. tidak terdapat lendir maupun darah segar. tidak ada darah. supel. hepatomegali. demam dirasakan sepanjang hari. respon (+) lemah.5 37. ikterik (-). berhubungan dengan karakteristik kuman penyebab dan respon tubuh terhadap masuknya kuman. dan diare. tidak kejang. tidak berbau. Dada simetris. NKB-SMK. suhu 38‘C. pucat (-). retraksi sela iga (-). Ibu mengaku selama hamil terdapat keputihan tidak terlalu banyak. distensi abdomen. frekuensi napas 62 kali/menit. Tanda klinis sepsis neonatorum seperti: hipertermia. Hasil laboratorium didapatkan anemia normositik normokrom. hipotermia. keluar menyemprot. pasien lahir langsung menangis namun lemah. Bunyi jantung 1-2 reguler. BBLASR History : Bayi lahir dari ibu G2P2A0 kehamilan 28 minggu lahir secara spontan ditolong bidan. dan pemeriksaan penunjang yang didapatkan serta disesuaikan dengan teori yang ada. maka mengarah pada suatu diagnosis yaitu sepsis neonatorum awitan dini.5 ˚C). APGAR Score 6/8. terlihat agak sesak. Rawat inkubator (suhu 36. jenis kelamin perempuan. neonatal dan lingkungan. anus (+). Demam cukup tinggi. tidak biru. air lebih banyak dari ampas. bising usus (+) normal. dan tidak pernah mengkonsumsi obatobatan. distres pernapasan. sianosis. murmur (-). muntah.5 l/menit. warna kuning jernih. sianosis. Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm. kesulitan minum. Keywords : Sepsis neonatorum awitan dini ec Serratia liquefaciens. anoreksia. apneu. Menurut ibu. ronchi -/-. tidak terdapat kelainan bawaan. fungsi hati. merumuskan dari data anamnesis. fungsi ginjal. letargi.Monitor keadaan umum dan tanda vital Diskusi Dari ilustrasi kasus diatas. apneu.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:26 oleh Ratih Juwita Abstrak Sepsis neonatorum adalah sindrom klinis yang terjadi akibat invasi mikroorganisme ke dalam aliran darah. virus atau riketsia. Kepala normochepal. hasil pemeriksaan fisik. jamur. Buang air kecil tidak nyeri. distres pernapasan.PENEGAKKAN DIAGNOSIS SEPSIS NEONATORUM Dibuat oleh: Adryansyah. warna coklat kehitaman. Pada pemeriksaan fisik awal tanggal 17 Desember 2011 didapatkan: bayi tenang. Tiga hari sebelum melahirkan. Demam disertai sakit kepala. Anus (+). Sepsis pada periode neonatal menunjukkan adanya penyakit sistemik simptomatik dan bakteri dalam darah. Pasien tidak terdapat perdarahan. leukopenia.

2009.Penyebab lain adalah infeksi polio.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May.paralisis akut Kasus Anak umur 6 tahun datang dengan keluhan utama kaki dan tangan tidak dapat digerakkan. Nelson. letargi. Diakses dari http://akperla. Anonim. menit ke-5 <7). usia pasien 28 minggu termasuk dalam kategori bayi prematur. korioamnionitis. Panduan Pelayanan Medis Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM.ikterik. Deteksi GBS harus cermat sehingga komplikasi dapat segera diatasi dan dapat diberikan penatalaksanaan yang tepat. 2012 [11:28 UTC] Abstrak Kelemahan tungkai adalah keluhan yang biasa ditemui pada kasus gangguan neuromuskular. muntah. kesulitan minum.html 4. bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) <1500 gram. hitung trombosit.blogspot. Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm. yaitu dengan mengetahui riwayat gejala bayi melalui anamnesis kepada ibu serta mengetahui faktor resiko penyebab terjadinya sepsis sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum Referensi : DAFTAR PUSTAKA 1. Divisi Perinatologi. kehamilan ganda. Sepsis Neonatorum dan Upaya Pencegahannya di RS Dengan Fasilitas Terbatas. 2010.Adanya gejala klinis yang tidak spesifik tersebut. Jakarta. IT rasio dan CRP).racun botulisme. Penanganan Sindrom Guillain Barre pada Pediatri Dibuat oleh: Yanuar Surya Pratama. Pada pasien didapatkan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 menunjukkan adanya leukopenia dan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 didapatkan trombositopenia serta CRP positif. Sepsis Neonatorum. Kata kunci : Sindrom Guillain Barre.hipo/hiperkalemi.com/2010/01/sepsisneonatorum-dan-upaya. dan infeksi saluran kemih (ISK) atau tersangka ISK yang tidak diobati. Berat lahir <1000 gram disebut bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR). Pada pasien ini terdapat 2 faktor risiko minor. Sepsis Neonatorum. ibu demam saat intrapartum (suhu >37. Ilmu Kesehatan Anak Jilid I Edisi III. p678 3. Jakarta: EGC. keputihan yang tidak diobati. ibu demam saat intrapartum (suhu >38 ˚C). .miastenia gravis. Masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi tersebut disebut Neonatus Kurang Bulan Sesuai untuk Masa Kehamilan (NKB-SMK). 2007. denyut jantung janin menetap >160 kali/menit dan ketuban berbau. Lima hari sebelum masuk rumah sakit anak menderita cacar air dengan panas tinggi. usia gestasi <37 minggu.5 ˚C). yaitu faktor risiko mayor: ketuban pecah >24 jam. distensi abdomen.html Ratih Juwita Parwitasari 20060310015. nilai APGAR rendah (menit ke-1 <5. Ilmu Kesehatan Anak FKIK UMY RSUD Tidar Magelang.blogspot. Faktor risiko positif bila terdapat minimal 1 faktor risiko mayor atau 2 faktor risiko minor. Dengan demikian. minimal 2 septic marker positif. p403-10 2. Kesimpulan : Pada pasien ini penegakkan diagnosis yang cepat dan tepat akan mempermudah dalam pengobatan dan penyembuhan pasien agar memperoleh prognosis yang baik. 1992. Dengan adanya faktor risiko positif. Mustarim. diperlukan analisa faktor risiko sepsis neonatorum. yaitu bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR) 950 gram dan usia gestasi 28 minggu (<37 minggu). maka diperiksa septic marker (hitung leukosit. hepatomegali. bayi kurang bulan (prematur) adalah bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). Diakses dari http://ilmudokter-aurora. dan diare. serta faktor risiko minor: ketuban pecah >12 jam.com/2009/06/sepsisneonaturum. Guillain-Barre syndrome (GBS) merupakan penyebab utama paralisis flaksid akut di negara-negara Barat. anoreksia. Menurut Kongres European Perinatal Medicine ke II di London.

dan fungsi otot bulbar harus selalu dimonitor selama fase progresif.reflek patologis (-).Poliomyelitis.muntah (-). USA: ButterworthHeinemann.pemeriksaan neurologis didapatkan GCS 456.Miastenia Gravis. 2007]. Intubasi dilakukan bila FVC kurang dari 12-15 ml/kg. Sekitar 30% penderita membutuhkan bantuan ventilasi mekanik.meningeal sign (-). Polio Perancis. tekanan darah. Manfaat terapi paling jelas apabila terapi dimulai 2 minggu setelah onset. terapi akut ditujukan terutama untuk melawan proses imunopatogenesis.. Tidak ada keluhan yang menyertai keluhan utama. [updated Dec 19. Monitoring FVC dilakukan setiap jam. dan hipoksemia akibat atelektasis.Guillain-Barré Syndrome. polyneuritis idiopatik akut. gas darah arterial. 1996.kekuatan 2/2/2/2. Trakeostomi dilakukan bila diperkirakan bantuan nafas lebih dari 10 hari. paralisis asendens Landry.Bradley WG.mual ().canada.com/condition_info_popup.Pada pemeriksaan fisik semua dalam batas normal. sangat dibutuhkan alat bantu pernafasan serta perawatan khusus. antara lain kegagalan nafas dan disfungsi otonomik. Guillain-Barre Syndrome. Marsden CD.status gizi kurang.Riw kelahiran baik.sesak (-). Hal ini dikarenakan penyakit ini dapat melumpuhkan otot pernafasan sehingga dapat menyebabkan kematian.eutrofi. Sehari sebelum masuk rumah sakit cacar air sudah sembuh akan tetapi kaki dan tangan susah digerakkan dan anak tidak dapat bangun dari tempat tidur. Tanda gagal nafas antara lain perburukan FVC. Relaps terjadi pada 10% pasien dalam kurun waktu 3 minggu pasca-terapi.Hipokalemi Terapi RL 20 tpm Paracetamol 3x1/2 tab Vit B 1x1 tab Konsul saraf Diskusi Sindroma Guillain-Barre (GBS) atau disebut juga dengan radang polineuropati demyelinasi akut (AIDP). Evaluasi adanya sesak napas perlu dilakukan untuk memikirkan keperluan pemakaian ventilator. 4. antara lain terapi pertukaran plasma (plasmapheresis) dan injeksi immunoglobulin dosis tinggi intravena (IVIG) Jadwal plasmapheresis berkisar antara 4 hingga 6 kali (40-50 ml/kg) dengan mesin kontinu selang sehari.reflek fisiologis (-). dan biasanya dicetuskan oleh suatu proses infeksi yang akut.nervi craniales dalam batas normal. Diagnosis Paralisis Flaksid Akut DD Guillain Barre Syndrome. Editors.BAK (+). penderita harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU). Neurology in clinical practice: the neurological disorders. Available from: http://bodyandhealth. Lab dalam batas normal dengan K 3.RPD dengan TB yang sudah dinyatakan sembuh.asp?channel_id=0&disease_id=325&sec tion_name=condition_info. Perhatian khusus terutama ditujukan pada perawatan suportif dan pencegahan komplikasi.1911-16 3.Anak hanya berobat ke bidan untuk menurunkan panas dan sembuh. p. dan nafas cepat diantara percakapan pendek. 2nd edition.Miller Andrew. takikardia. [update 2009].5 mmol/L. GBS termasuk dalam kelompok penyakit neuropati perifer Penatalaksanaan Awal Pada kasus berat. Pasien ini tidak memerlukan ventilator karena masih dapat bernafas spontan. 2. Terapi Spesifik Imunopatogenesis dari penyakit GBS. Terapi spesifik menggunakan imunoglobulin atau plasmaparesis.Guillain- .BAB (+).com/article/792008-overview.klonus (-). Referensi 1. dan sindroma Landry Guillain Barre adalah suatu penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf perifer. selain itu kondisi pasien yang cepat memburuk tanpa dapat diprediksikan membuat penderita GBS membutuhkan perawatan inap untuk observasi fungsi respirasi. Pengukuran maksimal forced vital capacity (FVC). tekanan maksimal respirasi. Daroff RB. jika FVC kurang dari 18 ml/kg atau terjadi disotonomia kardiovaskuler. poliradikuloneuritis idiopatik akut. Pada kasus ini digunakan plasmaparesis dengan NaCl isotonik tanpa pemberian imunoglobulin karena tidak adanya obat. Available from: http://emedicine. tetraparese. Digunakan larutan saline dan albumin sebagai cairan pengganti plasma.medscape. tekanan O2 arteri dibawah 70 mmHg serta tanda fatigue respirasi yang berat.nyeri kepala (-). Kesimpulan Penatalaksanaan GBS perlu diperhatikan secara cermat dan tepat. Fatigue otot respirasi ditandai dengan keringat dingin. Fenichel GM.nyeri perut (-).

Duduk atau setengah duduk (semi erect) atau berdiri kalau memungkinkan. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Persarafan.Keputusan untuk melakukan tindakan bedah harus segera diambil karena setiap keterlambatan akan menimbulkan penyakit yang berakibat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.htm 5. Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi.pemeriksaan pelvis menunjukkan struktur tulang baik. vertebra spur (). Peritonitis Generalisata Terapi Pro Laparatomi. Peritonitis. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Keywords: Akut abdomen. Injeksi Kalnex 2 x 1 Ampul Diskusi Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut. proyeksi . Pemeriksaan penunjang Kasus Pasien seorang laki-laki usia 46 tahun datang dengan keluhan teras sebah. Injeksi Cefotaxime 2 x 1 Ampul.Tarwoto. S.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May. 3.2006310148. 2012 [08:57 UTC] Abstrak Akut abdomenmerupakan suatu kegawatan pada abdomen dimana memerlukan tindakan segera untuk penanganannya.medicinenet. Pemeriksaan radiologi BNO 2 posisi hasil menunjukkan adanya peningkatan jumlah udara usus.RSUD Saras Husada Purworejo. dengan sinar horizontal.org/news/Guillain-Barre-Syndrome-GBS Guillain-Barré Syndrome. Available from: http://www. iskemia dan perdarahan. Pasien mengaku setang motor mengenai perutnya. Ketepatan diagnosis dan penanggulangannya tergantung dari kemampuan melakukan analisis pada data anamnesis. Peritonitis selain disebabkan oleh kelainan di dalam abdomen yang berupa inflamasi dan penyulitnya.Barre Syndrome (GBS) Support Group. bulat – bulat / lonjong di subcutis di daerah infraumbilical.Kep. air fluid level (-).2007. yaitu sebagai berikut: 1. Available from: http://www. kontur ren dextra dan sinistra tidak jelas. dilatasi usus. tampak gambaran hypoechoic dengan tepi hyperechoic.2012 PEMERIKSAAN PENUNJANG FOTO ABDOMEN pada PENEGAKAN DIAGNOSIS AKUT ABDOMEN et causa PERITONITIS GENERALISATA AKMAL FALAH 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah. free air (+). Infus RL 20 tpm. mual dan nyeri perut tumpul pada seluruh lapang abdomen. Diagnosis Akut Abdomen e. 2. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya defans musculer dan nyeri tekan di semua lapang abdomen.batas tegas. Jakarta. sinar dari arah vertikal dengan proyeksi anteroposterior (AP).c.dailystrength.com/guillain-barre_syndrome/article.SMF Ilmu Kesehatan Anak. Akut abdomen yang sering adalah peritonitis. Tiduran telentang (supine). Injeksi Ketorolac 2 x 1 Ampul. Sedangkan pada pemeriksaan USG tampak cairan bebas intraabdominal pada horizon pouch. dengan sinar horizontal proyeksi AP. juga oleh ileus obstruktif. Sebagian kelainan disebabkan oleh cidera langsung atau tidak langsung yang mengakibatkan perforasi saluran cerna atau perdarahan. Tiduran miring ke kiri (left lateral decubitus = LLD). Ns. Keluhan dirasa setelah pasien mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya saat mengendarai kendaraan bermotor roda dua. tidak tampak fraktur. Sagung Seto Penulis Yanuar Surya Pratama.

Kesimpulan Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum yang merupakan pembungkus visera dalam rongga perut.udara bebas sulit dideteksi. 2. Selain itu. Penyebab tersering gambaran ini adalah perforasi usus akibat luka atau trauma tembus dan infark dinding usus. Wahyu I. Hamilton Bailey. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi. Ada dua tanda yang dapat membantu : tanda Rigler. Ketepatan diagnosis akan meningkat bila digunakan kontras ganda.Dr. RSUD SETJONEGORO WONOSOBO PENATALAKSANAAN DEMAM TIFOID pada ANAK USIA 10 TAHUN akmal falah 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah. 2000. Trauma Abdomen.Bagian Bedah Staf pengajar FKUI. Penulis Akmal Falah. Udara sub diafragmatik harus dibedakan dengan pneumothoraks subpulmonal.1995.W. Trauma Abdomen. udara berbentuk bulan sabit tampak di bawah hemidiafragma. fotoLLD pada abdomen bagian atas akan menunjukkan udara bebas dalam bentuk bulan sabit dengan densitas rendah di sebelah lateral dari tepi lateral lobus kanan hati. Foto kontras barium merupakan pemeriksaan yang penting dalam membantu menegakkan diagnosis curiga tumor. 3. kelainan yang langsung dilihat dapat difoto untuk dokumentasi. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. tanda utama radiologi adalah: 1. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. Pada posisi LLD. Pada posisi supine. jaringan atau cairan patologis dapat diambil untuk pemeriksaan kimia. Pada posisi semi erect. didapatkan free air pada subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow). Kapita selekta kedokteran. Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut.514-526. suprohaita. Rs. 20060310152. pecahnya usus buntu atau karena sebab lain. Pada foto terlentang abdomen. Trauma Abdomen. Soelarto Rekso Prodjo. Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi Referensi Arif Manjoer. Penatalaksanaan demam tifoid meliputi medikamentosa dengan antibiotik dan terapi suportif . dan adanya kekaburan pada cavum abdomen. dan gangguan kesadaran. ed:11. gangguan pada saluran cerna. 2012 [08:40 UTC] Abstrak Demam Tifoid ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. dan tanda garis ligamentum falsiform hepatis yang terbentuk di kuadran kanan atas oleh udara bebas. psoas line menghilang. UGM University Press. Pemeriksaan Gastroduodenoskopi dilakukan bila ada keluhan dan tanda yang mencurigakan ke arah penyakit lambung dan atau duodenum serta untuk tindak lanjutnya Dengan endoskopi.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May.Peritonitis dapat terjadi akibat suatu respon inflamasi atau supuratif dari peritoneum yang disebabkan oleh iritasi kimiawi atau invasi bakteri. yaitu adanya gas di dinding usus sisi manapun. sitologi atau patologi Foto thorax dan foto LLD abdomen sangat sensitif untuk mendeteksi udara bebas intraperitoneum dalam volume kecil ( < 5 ml ). Pada foto thorax tegak. Bila tidak yakin apakah terdapat udara bebas intraperitoneum atau tidak.AP .Cipto Mangunkusumo.1992. Wiwiek S. Bagian Ilmu Radiologi. Dudley a. Ilmu bedah gawat darurat. didapatkan preperitonial fat menghilang.51-57. yaitu kontras positif (barium) dan negatif (udara).f. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen.

Kesadaran: Apatis-Somnolen. Pada pemeriksaan penunjang : AL: 5.26 juta uL. Hb: 11. gangguan pencernaan dan gangguan kesadaran. antigen flagelar (H) yang terdiri dari protein dan envelope antigen (VI) yang terdiri dari polisakarida. obat tidak dihabiskan.000. Widal TyH: 1/320. minum normal/biasa. tidak anyang-anyangan. nafsu makan berkurang. Tekanan Darah: 110/60MmHg.3 Kg/cm2. menurut orang tua pasien berat badan naik dalam beberapa bulan. Berat Badan: 50kg. Suhu: 39. Penyebab dari demam typhoid adalah salmonella typhi yang merupakan bakteri gram negatif. diberikan makanan rendah serat. haus dan lemas. AE: 4. melalui pembuluh limfe masuk ke peredaran darah. tidak terdapat lendir atau darah. masuk aliran limfe dan mencapai kelenjar limfe .Bdan C.9 g/dL. diberikan infusKaEn 3B 2100 cc/24 jamuntuk membantu mencukupi kebutuhan cairan dan membantu jalur masuk obat parenteral. Keyword : antibiotik. Pada pemeriksaan fisik KU: Pasien Tampak Lemas. 1 hari SMRS pasien masih panas. tidak berkeringat dimalam hari. lebih suka jajan di sekolah atau pinggir jalan. tidak ada nyeri saat buang air kecil. sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai jaringan Limfoid Plaque Peyeri di ilium terminalis yang mengalami hipertrofi. Kuman Salmonella typhi kemudian menembus ke lamina propia. Tinggi badan: 170cm.1°C. mengadakan replikasi dan kemudian kembali ke darah dan menyebar ke kelenjar limfoid Ileum (Plaques Peyeri). demam tifoid Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan panas sejak 8 hari yang lalu. Mempunyai sekurangkurangnya tiga macam antigen yaitu antigen somatik (O) yang terdiri dari zat komplek oligosakarida. Respirasi: 24 kali permenit. Diskusi Demam typhoid adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari satu minggu. nafsu makan berkurang. mempunyai flagella. minum biasa. lalu menurun di pagi hari. Sudah tidak buang air besar cair. tidak nyeri saat BAB. demam dirasakan tidak terlalu tinggi. Mempunyai makro molekul liposakarida kompleks yang membentuk lapis luar dari dinding sel dan disebut endotoksin. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung. Salmonella yang banyak dikenal di klinis adalah Salmonella typhi. Panas terjadi terus menerus. BMI: 17. Widal TyO: 1/320 Diagnosis Demam Tifoid Terapi Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi penatalaksanaan medikamentosa diberikan cefotaxime sebagai antibiotik diberikan secara intravena dengan dosis 1 g 2 kali sehari.Pasien tidak memiliki riwayat batuk berdahat lebih dari 2 minggu. Salmonella typhi sangat resisten dan dapat hidup lama di air keruh. teratur. isi dan tegangan cukup. Mikroba Salmonella yang ikut makanan sampai di usus menembus mukosa usus halus. Hct: 36. SGOT: 155 U/l. tidak pilek.67%. 4 hari SMRS pasien dibawa ke Puskesmas kemudian diberi 3 macam obat. bubur saring 3x1 porsi. Vital Sign: Nadi: 96 kali permenit. Di tempat ini komplikasi perdarahan dan perforasi intestinal dapat terjadi. tidak menggigil. Salmonella paratyphi A. TKTPdan memperbaiki gizi pasien. Mengantuk. saat sore hari panas meninggi. diet dengan nutrisi yang baik). tidak membentuk spora fakultatif anaerob. Kuman Salmonellathipi masuk tubuh manusia melalui mulut dengan makanan dan air yang tercemar. Seorang pasien anak laki-laki usia 14 tahun datang dengan keluhan demam naik turun sejak 12 hari sebelum masuk rumah sakit disertai diare. tidak batuk. ke organ-organ terutama hati dan limpa. Dalam serum penderita terdapat zat anti (aglutinin) terhadap ketiga macam antigen tersebut. tidak muntah. Buang air kecil lancar. tidak ada riwayat kontak dengan penderita TB. AT: 240. SGPT: 250 U/l.95 uL. setelah minum obat panas belum mereda. paracetamol tiap 4-6 jam 3x1 tab bila panas. menimbulkan radang dan membentuk tukak. tidak berkapsul. Pasien BAB cair 3 kali sehari. suhu dirasakan naik turun.(pemenuhan kebutuhan cairan dan kalori. makanan yang tercemar atau terkontaminasi dan pakaian yang tercemar. Salmonella Thiphi juga dapat memperoleh plasmid faktor-R yang berkaitan dengan resistensi terhadap multiple antibiotik. Penyakit ini disebabkan oleh mikroba gram negatif Salmonella SP. tipe thorakoabdominal.

dan pemeriksaan penunjang. karena membantu terjadinya proses inflamasi lokal pada jaringan tempat Salmonella typhi berkembang biak. Wonosobo. Deksametason 1-3 mg/kgBB/hari IV. Pada ensefalopati. Setelah melewati kelenjar-kelenjar limfe ini Salmonella typhi masuk aliran darah melalui ductus thoracicus. oral dibagi 2 dosis selama 10 hari. Pasien ini didiagnosis demam tifoid berdasarkan anamnesis. oral atau IV. Hasan R. 2008 Mansjoer A. hati. 2004. terutama pada demam tinggi. dibagi dalam 4 dosis selam 10 hari. Kapita Selekta Kedokteran. setelah demam reda. 20060310152 Bagian Ilmu Kesehatan Anak. gangguan pada saluran cerna. 2000. jumlah kebutuhan cairan dikurangi menjadi 4/5 kebutuhan dengan kadar natrium rendah. Endotoksin salmonella typhi berperan pada patogenesis demam tyfoid. dkk. eksperimental disimpulkan bahwa endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam dan gejala-gejala toksemia pada demam tyfoid. Behrman RE. muntah atau diare. Salmonella typhi bersarang di plaque peyeri. limpa. Kortikosteroid diberikan pada kasus berat dengan gangguan kesadaran. Nelson Ilmu Kesehatan Anak. dibagi 3 dosis hingga kesadaran membaik. bila perlu berikan O2. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. Satari HI. 2002. oral dibagi dalam 2 dosis selama 10 hari. Arvin AM. Semula disangka demam dan gejala-gejala toksemia pada demam typhoid disebabkan oleh endotoksemia. pemenuhan kebutuhan cairan. Antibiotik yang dapat diberikan: Kloramfenikol (drug of choice) 50-100 mg/kgBB/hari. Kliegman R. Koreksi gangguan asam basa dan elektrolit. EGC: Jakarta. dapat segera diberikan makanan yang lebih padat dengan kalori cukup. Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis. pemeriksaan fisik. Pertahankan oksigenasi jaringan. FKIK UMY. KESIMPULAN Di Indonesia demam tifoid merupakan penyakit endemis. Demam pada tyfoid disebabkan karena Salmonella typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan penglepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang. RSUD Setjonegoro. Cairan dan kalori. dkk. pemberian antibiotik dan antipiretik. REFERENSI Soedarmo SS. Sefiksim 10 mg/kgBB/hari. serta diet makanan rendah serat dengan nutrisi yang baik . oral atau IV. Pemilihan antibiotik pada kasus demam tifoid sekarang perlu mendapat perhatian karena dilaporkan sudah banyak timbul resistensi pada sefalosporin generasi ketiga. Dapat diberikan setiap 4 jam apabila suhu tubuh pasien tidak juga turun. Pada pasien ini penatalaksanaan meliputi tirah baring. Amoksisilin 100 mg/kgBB/hari. bila perlu asupan cairan dan kalori diberikan melalui sonde lambung. dan gangguan kesadaran.merupakan penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. Seftriakson 80 mg/kgBB/hari. Garna H. dkk. Pelihara keadaan nutrisi. dibagi dalam 4 dosis selama 10-14 hari. dan bagian-bagian lain sistem retikuloendotelial. Ilmu Kesehatan Anak. Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. PENULIS Akmal Falah. Diet dengan makanan tidak berserat dan mudah dicerna. Pemeriksaan Laboratorium Dan Diagnosis Infeksi Saluran Kemih Pada Anak 5 Tahun . Kotrimoksasol 6 mg/kgBB/hari. Antipiretik dapat diberikan Parasetamol dengan dosis 10 mg/kgBB/kali.mesenterial yang juga mengalami hipertrofi. 2000. oral selama 10 hari. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. Pusponegoro HD. Kuman-kuman salmonella typhi lain mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus. Penuhi kebutuhan volume cairan intravaskuler dan jaringan. Tapi kemudian berdasarkan penelitian. Hadinegoro SR.

2012 [15:17 UTC] Abstrak Infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyakit yang sering ditemukan pada anak. ISK dapat menyebabkan komplikasi berupa batu saluran kemih. BAK jernih. muntah (-) panas hilang timbul. ISK pada neonatus kurang bulan adalah sebesar 3% sedangkan neonatus cukup bulan 1%. meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan urin (kencing) dijumpai protein. leukosit (Leukosit > 5 LPB). nyeri saat BAK (+). Diagnosis infeksi saluran kemih Terapi pada kasus ini diberikan ◦ Infus Ringer laktat 15 tetes permenit ◦ Antibiotik pilihan : Gol.Dibuat oleh: Nur Aini Abd. perlu mengenal ISK sedini mungkin agar dapat ditata laksana dengan adekuat untuk menghindari akibat yang lebih buruk. Bila tidak ditanggulangi secara serius. apatis. Apabila didapat leukosituri yang bermakna. nyeri tekan perut bawah (supra simfisis). Pasien didiagnosis sebagai infeksi saluran kemih. berat badan sukar naik atau anoreksia Pada anak besar gejalanya lebih khas seperti sakit waktu kencing. dari asimtomatik sampai gejala sepasis yang berat. mual (). sakit sekitar pinggang (-). pemeriksaan laboratorium. nyeri ketok pinggang (sudut kostovertebra). gejalanya dapat menyerupai infeksi atau sepsis berupa demam.V ) selama 7-10 hari ◦ Antipiretik Paracetamol tab : 10-15 mg/kgBB/kali : 3 x 1/3 tab (bila panas) Diskusi Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih. muntah. Pemeriksaan langsung kuman patogen dalam urin sangat tergantung kepada pemeriksa. kelainan tulang belakang seperti spina bifida. frekuensi kencing meningkat. karena menyebabkan gejala tidak menyenangkan pada anak. berat badan tidak naik. Langkah diagnostik untuk menegakkan ISK antara lain : Anamnesa.Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May. BAK menjadi keruh. Karena itu. ataupun gagal ginjal yang memerlukan tindakan cuci darah atau cangkok ginjal. anyang anyangan (polakisuria) dan bau kencing yang menyengat. mengompol. di samping infeksi saluran cerna. R Balatif. Pada neonatus usia 2 bulan. Apabila ditemukan satu atau lebih kuman pada pemeriksan .000 unit koloni per ml urine segar pancar tengah (midstream urine) pagi hari digunakan sabagai batasan diagnosis ISK. dari pemeriksaan lab urine rutin ditemukan lekosit yang meningkat dalam urin. merasa ada benjolan pada perut (-).5% anak perempuan dan 1. hipertensi. tidak membaik saat berubah posisi. Pada anak kurang dari 10 tahun ISK ditemukan pada 3. hematuria (eritrosit > 5 LPB) Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine Pemeriksaan penunjang lain digunakan unuk mencari faktor resiko seperti USG perut dan bila perlu dilanjutkan dengan miksio sisto uretrogram (MSU) dan pielografi intravena (PIV) Pemeriksaan Mikroskopik Urin Pemeriksaan mikroskopik dilakukan untuk menentukan jumlah leukosit dan bakteri dalam urin. Pertumbuhan bakteri mencapai lebih dari 100. Pemeriksaan fisik Dijumpai demam. mencret.1% anak lelaki. kelainan pada organ genitalia eksterna seperti fimosis. terasa panas (+). anoreksia. hipospadia. Kasus Seorang pasien anak laki-laki usia 5 tahun dengan berat badan 15 kg datang dengan keluhan pasien merasa sakit perut daerah bawah pusat sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit yang makin meningkat. epispadia. infeksi saluran kemih. Seflosporin : cefotaxim 150 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis : 4 x 525 mg (I. nyeri perut atau pinggang. perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan kultur. ISK merupakan penyebab demam kedua tersering setelah infeksi akut saluran napas atas pada anak usia kuran 2 tahun. pilek (-). Pada kelompok usia ini angka ISK mencapai 5%. problem minum dan sianosis (kebiruan) Pada bayi gejalanya berupa demam. Jumlah leukosit yang dianggap bermakna adalah >10 / lapang pandang besar (LPB). keyword : Diagnosis. tidak terjatuh atau terbentur sebelumnya. BAB Baik seperti biasanya tidak keras ataupun cair 1x perhari. tidak pernah mengunakan pempers. ISK merupakan penyakit penting pada anak. Diagnosis yang cepat dan akurat dapat mencegah penderita ISK dari komplikasi pembentukan parut ginjal dengan segala konsekuensi seperti hipertensi dan gagal ginjal kronik. Gambaran klinis ISK sangat bervariasi dan sering tidak khas.

Siti Setiati. McBryde C.Sudoyo. Imobilisasi. Lokakarya pemeriksan laboratorium klinik pada penyakit infeksi. In: Aru W. Jika diperoleh jumlah koloni antara 103 . maka dapat dipastikan bahwa bakteri yang tumbuh merupakan penyebab ISK. 2007. Bagian Patologi Klinik FKUI-RSCM. Stase Ilmu Kesehatan Anak. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. cystitis and pyelonephritis. Diagnosis bakteriologik infeksi saluran kemih dengan biakan urin. Marcellus Simadibrata K. 4. 2004. 2012 [15:16 UTC] ABSTRAK : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. Kesulitan berjalan (+). Redington J. maka kemungkinan besar bahan urin yang diperiksa telah terkontaminasi Tabel 3. 5. 2009. Pedoman pelayanan Kesehatn Anak di Rumah Sakit rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten. Sedangkan bila hanya tumbuh koloni dengan jumlah < 103 koloni / ml urin. Jakarta: WHO Indonesia 3. Perlu diperhatikan pula banyaknya jenis bakteri yang tumbuh. RSUD Saras Husada. 3 – 14. Ganbaran Radiologi Pada Pasien dengan Fraktur Femur Dibuat oleh: Nur Aini Abd. perlu dilakukan pemeriksaan kultur. luka luar pada paha (-).langsung. Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine.Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May. Kata Kunci : Fraktur femur. frekuensi berkemih dan pemberian antibiotika sebelumnya . maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. Enday Sukandar. Bila jumlah koloni yang tumbuh > 105 koloni/ml urin. ed. Bila >3 jenis bakteri yang terisolasi. Pusponegoro. Pada spesimen urin suprapubik. Indonesia: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI. Kumalawati J. 1993. Radiologi. Yogyakarta. lokasi serta ekstensi fraktur. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. R Balatif. Bambang Setiyohadi. Jakarta. dan pemeriksaan penunjang. Standar Pelayanan medis Kesehatan Anak. pemeriksaan fisik. Primary Care Case Review 2001 (4) . Penegakan diagnosa ISK melalui anamnesa. Infeksi Saluran Kemih Pasien Dewasa. Referensi 1. KU : tampak kesakitan . Bakteriuria asimtomatik ditegakkan apabila 2 urin kultur bakteri strain sejenis diambil >24jam menunjukkan bakteriuria sebanyak >= 105 cfu/ml. Penulis Nur Aini Abd. Kriteria untuk diagnosis bakteriuria bermakna Penegakkan Diagnosis Jumlah koloni bakteri per ml urin Pengambilan spesimen Sistitis akut nonkomplikata pada wanita > = 103 cfu/ml Urin pancaran tengah Pielonefritis nonkomplikata pada wanita >=104 cfu/ml Urin Pancaran Tengah ISK komplikata > 105 cfu/ml > 104 cfu/ml Urin Pancaran tengah pada wanita Kateter (wanita) Algoritme penanggulangan ISK : Kesimpulan Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih. Edisi IV.105 koloni / ml urin. meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. Faktor yang dapat mempengaruhi jumlah kuman adalah kondisi hidrasi pasien. Hardiono dkk. 553-557. Kasus : Pasien laki -laki 32 tahun datang dengan keluhan nyeri paha tengah setelah jatuh dari sepeda motor. Kultur Urin Deteksi jumlah bermakna kuman patogen (significant bacteriuria) dari kultur urin masih merupakan baku emas untuk diagnosis ISK. IDAI 2. maka bakteri yang tumbuh kemungkinan besar hanya merupakan kontaminasi flora normal dari muara uretra.Kesadaran . berapapun bakteri yang terdapat pada urin adalah relevan. Idrus Alwi. kemungkinan kontaminasi belum dapat disingkirkan dan sebaiknya dilakukan biakan ulang dengan bahan urin yang baru. World Health Organization. R Balafif / 20060310038. Diagnosis and management urinary tract infections : asymptomatic bacteriuria.

c. Pemeriksaan radiologis dilakukan dengan beberapa prinsip dua: a. Jawa Tengah. Penulis Nur Aini Abd. RG. Apley. 2005. Pada anak-anak sebaiknya dilakukan foto pada ke dua angota gerak terutama pada fraktur epifisis.com/osteoartritis/ Sjamsuhidajat R. Dua kali dilakukan foto. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. Jakarta: 1998. ed 21. R Balafif. Dalam: Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Aposisi kurang baik dan alignment jelek Diagnosis : Kompleta communited Fraktur Femur dextra 1/3 medial Diskusi : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. Untuk konfirmasi adanya fraktur.: Compos Mentis. Muki. Bagian Bedah FKUI. 4. Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler. lokasi serta ekstensi fraktur. AG. Kesimpulan : Untuk membantu menegakkan diagnosis pada fraktur femur dapat dilakukan pemereiksaan radiologi berupa foto AP dan lateral femur. f. Palmer. atau MRI Scans. 1995. GCS E4V5M6 . Putz. Bagian Ilmu Radiologi. T :afebris. Sjahriar R. N : 92x/m. 2010. Penatalaksanaan OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi pada Pasien Usia 60 Tahun Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan : a. b. maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. Tomogram. Pada fraktur tertentu misalnya fraktur tulang skafoid. Purworejo. di atas dan di bawah sendi yang mengalami fraktur. 2002. Jakarta. dilakukan sekurang-kurangnya yaitu pada anteroposterior dan lateral. Dua trauma.Vital Sign :TD : 140/80. c. Untuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang Untuk melihat adanya benda asing.Tujuan pemeriksaan radiologis : a. Jakarta: EGC. Radiologi Diagnostik FK UI. e. nyeri gerak aktif nyeri gerak pasif dan krepitasi sdn . Malueka. ed kedua. Dua anggota gerak. 2009. Status Lokalis Regio Femoralis :Pada regio femoralis dextra tampak terpasang spalk. RGC. Radiologi Diagnostik. 3. Kab. Bone scans. Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley. ed revisi. http://mukipartono. Referensi 1. Pustaka Cendekia Press. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. Yogyakarta.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. b. pada trauma yang hebat sering menyebabkan fraktur pada dua daerah tulang. Radiologi Diagnostik. 2012 [23:30 UTC] Abstrak Hipermetropi merupakan keadaan dimana kekuatan pembiasan sinar pada mata tidak cukup kuat untuk memfokuskan sinar pada bintik kuning (macula lutea). Buku Ajar Ilmu Bedah. untuk menentukan letak dan bentuk pasti dari frakturnya. RSUD Saras Husada. Djoko Simbardjo. R. 2. Dua sendi pada anggota gerak dan tungkai harus di foto. Partono. I. EGC. Atlas Anatomi Manusia. Untuk menentukan fraktur itu baru atau tidak. Hipermetropia merupakan kelainan refraksi dimana dalam . R. Wim De Jong. Untuk menentukan teknik pengobatan. 20060310038. rontgen tersebut juga dapat digunakan untuk membantu memudahkan dalam perencanaan orif. d. Sobbota. dapat juga diakukan pemeriksaan radiologi lainnya seperti : bone scans. R : 24x/m. Untuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi. PES dkk. foto pertama biasanya tidak jelas sehingga biasanya diperlukan foto berikutnya 10-14 hari kemudian. g. d. Jakarta: Widya Medika. FKUI. Jakarta. Ekayuda.Rontgen Femur dextra AP/Lat: Kompleta communited fraktur femur dextra 1/3 medial cum angulationem. b.. Untuk melihat sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya. Untuk menentukan apakah fraktur intra-artikuler atau ekstra-artikuler. 2008. Pabst. Edisi kedua. Fraktur Batang Femur. e. Petunjuk Membaca Foto untuk Dokter Umum. 2005. sehingga mata menfokuskan sinar di belakang retina. misalnya peluru . Dua posisi proyeksi. Osteoarthritis.

DIAGNOSIS OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi TERAPI •OD: Kacamata lensa sferis + 3. Pengobatan hipermetropia adalah diberikan koreksi hipermetropia manifes dimana tanpa siklopegia didapatkan ukuran lensa positif maksimal yang memberiakn tajam penglihatan normal.5 dan OS 6/6. yang . atau mempunyai status refraksi ametropia.50 D.5 sferis + 0. Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya.00 D tersebut. Sedangkan 6/6.00 D adalah lensa plus terkuat sebagai addisi yang dapat diberikan pada seseorang. Presbiopia. Keyword : Hipermetropi. Jika penderita merupakan seseorang yang dalam pekerjaannya lebih dominan menggunakan penglihatan dekat. Jika penderita presbiopia juga ingin memakai kacamata untuk penglihatan jauhnya. Penderita yang memakai kacamata positif akan terlihat seolah-olah matanya menjadi besar. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Presbiopi. dan OS 6/6.00 D. maka ukuran dioptri lensa cembung itu diaplikasikan ke dalam apa yang disebut sebagai addisi. Refraksi ISI Pasien Ny. Keluhan serupa pada keluarga (-). 55 tahun ——— +2. Penanganan presbiopia adalah dengan membantu akomodasinya menggunakan lensa cembung (plus).00 D.keadaan mata istirahat semua sinar sejajar yang datang dari benda-benda pada jarak tak terhingga dibiaskan dibelakang retina. Hal ini untuk memberikan istirahat pada mata akibat hipermetropia fakultatifnya diistirahatkan dengan lensa positif.00 D untuk melihat dekat atau membaca DISKUSI Pada hipermetropia diperlukan lensa cembung atau konveks untuk mematahkan sinar lebih kuat ke dalam lensa. mata tidak melakukan akomodasi bila melihat obyek yang berjarak 33 cm.00 D dan OS add sferis + 3.50 D untuk melihat dekat atau membaca •OS: Kacamata lensa sferis + 3. Pada pasien hipermetropia aksial memerlukan kekuatan lensa yang lebih tinggi untuk menggeser sinar ke macula lutea dibanding dengan hipermetropia lain. Dengan kacamata positif tebal akan terjadi kesukaran melihat seperti gangguan penglihatan tepi dan aberasi sferis. 45 tahun ——— +1. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7. Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat. Pada keadaan ini. Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya.50 D. Untuk visusuntuk koreksi OD 6/7. Pasien dengan hipermetropia sebaiknya diberikan kaca mata sferis positif terkuat atau lensa positif terbesar yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal. 50 tahun ——— +2. Selain dengan lensa kacamata. Pada setiap kekuatan lensa +1 dioptri akan terjadi pembesaran benda yang dilihat sebesar 2%. karena obyek tersebut berada pada titik focus lensa S +3. Lensa. penting untuk memperhatikan kebutuhan jarak kerja penderita pada waktu membaca atau melakukan pekerjaan sehari – hari yang banyak membutuhkan penglihatan dekat. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh. Karena jarak baca dekat pada umumnya adalah 33 cm.00 D. dan sinar-sinar divergen yang datang dari benda-benda yang jaraknya dekat dibiaskan lebih jauh lagi di belakang retina. R. 60 tahun ——— +3. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama. presbiopia juga dapat dikoreksi dengan lensa kontak multifocal. opia = vision = penglihatan) merupakan keadaan normal sehubungan dengan usia. Addisi adalah perbedaan dioptri antara koreksi jauh dengan koreksi dekat.00 D. Lensa bifocal atau multifocal dapat dipilih jika penderita presbiopia menginginkan penglihatan jauh dan dekatnya dapat terkoreksi. di mana kemampuan akomodasi seseorang telah mengalami penurunan sehingga sampai pada tahap di mana penglihatan pada jarak dekat menjadi kurang jelas dan terjadi pada orang yang telah lanjut usia (diatas 40 tahun).00 D dan koreksi visus dengan lensa sferis + 0. yang biasa juga disebut penglihatan tua (presby = old = tua. lensa jenis fokus tunggal (monofocal) merupakan koreksi terbaik untuk digunakan sebagai kacamata baca.50 D dekat didapatkan OD add sferis + 3. Dalam menentukan nilai addisi. Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda. maka lensa S +3. Berikut ini merupakan addisi rata – rata yang ditemukan pada berbagai tingkatan usia : 40 tahun ——— +1.

dan OS 6/6. Pasien terdiagnosa OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi. M II. didesain untuk memberikan dan menjamin tertutupnya bagian dalam laring untuk ventilasi spontan. tidak terdapat suara ronkhi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 3. Ilmu Penyakit Mata. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama. Jakarta: 1983 Penulis Barii Hafidh Pramono. RSUD Panembahan Senopati. Tajam Penglihatan dan Kelainan Refraksi Penglihatan Warna. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh. di mana salah satu mata dikondisikan hanya bisa untuk melihat jauh saja. Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya.Wijana N. In: Wijana N. Ilmu Penyakit Mata. Breathing: spontan. dan mata yang satunya lagi dikondisikan hanya bisa untuk melihat dekat. Alih Bahasa: Pendit BU. Hanya saja. karena membutuhkan perlakuan dan perawatan secara khusus. 3rd ed. maka dari itu sangatlah penting untuk mengendalikan jalan nafas pasien saat dilakukan operasi. In: Ilyas S. Sedangkan untuk koreksi OD 6/7. Keluhan serupa pada keluarga (-). LMA adalah alat supra glotis airway. pada penatalaksanaan dificult airway yang diketahui atau yang tidak diperkirakan. In: Vaughan DG. Oftalmologi Umum. Bantul. Asbury T.00 D.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May.5 sferis + 0. R. Alat koreksi yang dipakai bisa berupa lensa kacamata atau lensa kontak. 2. Untuk visus dekat didapatkan OD add sferis + 3. KESIMPULAN Pada Kasus ini. Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda. tidak memiliki riwayat alergi. tidak memiliki riwayat hipertensi. Manajemen Jalan Nafas ISI Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. Optik & Refraksi. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu.50 D 6/6. Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat. salah satunya dapat dengan menggunakan LMA. Refraksi. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma. Hasil dari pemeriksaan fisik. terdapat suara dasar vesikuler. 2000. Airway: clear. tidak memiliki riwayat diabetes melitus. Yogyakarta. 2012 [23:22 UTC] Abstrak Hilangnya kesadaran karena induksi anestesi berhubungan dengan hilangnya pengendalian jalan nafas dan reflek-reflek proteksi jalan nafas. 14th ed. Ilmu Bagian Penyakit Mata. circulating : tekanan darah 110/70 . LMA. Pengendalian jalan nafas dalam anestesi. Referensi 1.00 D dan OS add sferis + 3. White OW. Ada beberapa orang yang dapat menggunakan metode ini. RiordanEva P.5 dan OS 6/6.tersedia dalam bentuk lensa kontak keras maupun lensa kontak lunak. 3rd ed. tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Metode lain dalam mengkoreksi presbiopia adalah dengan tehnik monovision (penglihatan tunggal). ketika pemakaian endotrakheal menjadi suatu indikasi.Riordan-Eva P. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7. 2012 Manajemen Jalan nafas dengan Laryngeal Mask Airway pada Pasien Appendiktomi dengan ASA I Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. respiration rate 18x/menit. tidak setiap orang dapat menggunakan lensa kontak ini. LMA bukanlah suatu penggantian endotrakheal. Indikasi pemasangan LMA yaitu sebagai alternatif dari ventilasi face mask atau intubasi endotrakheal untuk manajemen airway. Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya.Ilyas S. Pasien Ny. 2009. Jakarta: Widya Medika. Keyword : Anastesia. sementara sebagian besar yang lain dapat pusing – pusing atau kehilangan kedalaman persepsi atas obyek yang dilihat.

dan Fastrach LMA yang dapat memfasilitasi intubasi bagi pasien dengan jalan nafas yang sulit. tetanus umum terdiri atas 3 derajat. dan untuk membantu ventilasi selama bronchoscopy fiberoptic. penggunaan LMA dihubungkan dengan kejadian bronchospasme lebih kurang dari pada dengan endotrakheal tube. LMA dipilih sebagai manajemen airway karena merupakan alternatif dari ventilasi face mask. untuk memfasilitasi ventilasi dan pemasangan endotrakheal tube pada pasien dengan difficult airway. dissability : compos mentis.Verghese C. Ada 4 tipe LMA yang biasa digunakan: LMA yang dapat dipakai ulang. Penggunaan LMA meningkat untuk menggantikan pemakaian face mask dan endotrakheal tube selama pemberian anestesi. heart rate 78 x/menit. 99 : A571 Penulis Barii Hafidh Pramono. yakni derajat I atau ringan. tidak memiliki riwayat diabetes melitus. 52 : 739 – 760 3. Airway: clear. Pasien dikategorikan ASA I. Breathing: spontan. circulating : tekanan darah 110/70 mmHg. LMA yang tidak dapat dipakai ulang. atau komplians paru rendah (misalnya penyakit restriksi jalan nafas) yang memerlukan tekanan inspirasi puncak lebih besar dari 30 cm H2O. hemodynamic response and emergence characteristic. heart rate 78 x/menit. Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. Secara tradisional. Saat pelaksanaan operasi. 2012 Pemberian Diazepam Terhadap Pasien Generalized Tetanus Grade II Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. juga pemasangan bronkhoskop. lambung yang penuh (misalnya kehamilan. 2012 [23:20 UTC] Abstrak Tetanus adalah Gangguan neurologis yang ditandai dengan meningkatnya tonus otot dan spasme. suatu toksin protein yang kuat yang dihasilkan oleh Clostridium tetani. Lee G. sumbatan faring. Anesthesiology 2003 . Avramov MN. akan tetapi. Moric M. Bantul. tidak memiliki riwayat hipertensi. Nolan JP. RSUD Panembahan Senopati. Pada pasien ini tidak ditemukan kontraindikasi untuk pemakaian LMA. LMA memiliki kelebihan istimewa dalam menentukan penanganan kesulitan jalan nafas dibandingkan combitube. DIAGNOSIS Appedensitis Akut TERAPI •Appendictomy DISKUSI Pada pasien ini. yang disebabkan oleh tetanospasmin. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma. Tuman KJ. Kontraindikasi untuk LMA adalah pasien dengan kelainan faring (misalnya abses).Proseal laryngeal mask airway versus endotracheal tube : ease of insertion. Can j Anesth 2005 . ProSeal LMA yang memiliki lubang untuk memasukkan pipa nasogastrik dan dapat digunakan ventilasi tekanan positif.El-Ganzouri A. pasien dibius secara general anestesi melalui inhalasi dan untuk pengendalian jalan nafasnya dilakukan dengan LMA. Pasien dikategorikan ASA I. derajat II . Ilmu Bagian Anastesiologi dan Reanimasi. Budac S. terdapat suara dasar vesikuler. The ProSeal laryngeal mask airway . hernia hiatal). Yogyakarta. dissability : compos mentis. Anesth Analg 1996 . Brimacombe JR. tidak terdapat suara ronkhi. Hasil dari pemeriksaan fisik. KESIMPULAN Pada Kasus ini. bukti-bukti baru menunjukkan bahwa karena tidak ditempatkan dalam trakhea. Referensi 1. LMA dihindari pada pasien dengan bronkhospasme aatau resistensi jalan nafas tinggi. tidak memiliki riwayat alergi. respiration rate 18x/menit. M II.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May.mmHg. sehingga pengendalian jalan nafas dengan LMA dapat dilakukan.Cook TM. 82 : 129 – 133 2. Survey of Laryngeal mask airway usage in 11910 patients : safety and efficacy for conventional and nonconventional usage. a review of the literature. tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

atau sedang, derajat III atau berat. Derajat I atau ringan bercirikan masa inkubasi lebih dari 14 hari, periode onset > 6 hari, trismus positif tapi tidak berat, sukar makan dan minum tetapi disfagi tidak ada, lokalisasi kekakuan dekat dengan luka berupa spasme disekitar luka dan kekakuan umum terjadi beberapa jam atau hari. Derajat II atau sedang bercirikan masa inkubasi 10-14 hari, periode onset 3 hari atau kurang, trismus dan disfagi ada, kekakuan umum terjadi dalam beberapa hari tetapi dispnoe dan sianosis tidak ada. Derajat III atau berat bercirikan masa inkubasi < 10 hari, periode onset < 3 hari, trismus dan disfagia berat, kekakuan umum dan gangguan pernapasan asfiksia, ketakutan, keringat banyak dan takikardia. Keyword : Berat, Ringan, Sedang, Tetanus ISI Penderita laki-laki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahan-lahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). DIAGNOSIS Generalized Tetanus Grade II TERAPI •O2 2L/menit •Infus NaCl + diazepam IV ampul •Infus Metronidazole •ATS 100.000 u/i.v selama 2 hari •Mecobalamin 1 ampul/ i.v •Rawat Luka DISKUSI Diazepam, turunan benzodiazepin, telah lama dilaporkan efektif dalam pengobatan tetanus. Selanjutnya, beberapa laporan lain menyatakan bahwa diazepam dibandingkan dengan agen terapeutik lainnya menawarkan manfaat yang signifikan dalam pengobatan tetanus. Manfaat ini diberikan ke antikonvulsan dikombinasikan dan tindakan relaksasi otot kejang otot pada tetanus dan kekakuan. Juga, ia memiliki efek sedatif dan ansiolitik. Tidak seperti barbiturat, diazepam, diberikan dalam dosis tinggi, dilaporkan menyebabkan depresi pernapasan kecil. Diazepam dapat diberikan secara oral melalui selang nasogastrik, rektum, atau dengan infus intravena. Diazepam intramuskular ditandai dengan penyerapan menentu. Bioavailabilitas setelah pemberian oral dan rektal diazepam dilaporkan menjadi baik, dengan hampir lengkap plasma tingkat penyerapan dan puncaknya terjadi dalam 30-90 menit. Algoritma pemberian diazepam apabila pasien datang dengan keluhan kejang maka diberikan diazepam 10 mg i.m. kemudian dievaluasi, apabila masih kejang berikan lagi 10 mg maksimal 3x pemberian. Apabila masih kejang, maka masuk ICU. Namun apabila sudah tidak kejang masuk ke maintenance dimana alur ini sama dengan pemberian diazepam saat pertama kali dan langsung tidak kejang. Maintenance ini diberikan dengan dosis 20mg/kgBB/24 jam diberikan dalam 8 dosis setiap 3 jam. Apabila tidak kejang dalam 48-72 jam maka dosis diturunkan 10-15%. Apabila masih kejang, maka dosis dinaikkan perlahan dan jarak interval dosis menjadi 2 jam. KESIMPULAN Pada kasus ini, penderita lakilaki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahanlahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). Pemberian diazepam pada pasien ini ternyata efektif sebagai pemberian terapi antikonvulsan dan sebagai relaksasi kejang otot dan kekakuan otot. Referensi 1.Weinberg WA. Control of the neuromuscular and convulsive manifestations of severe systemic tetanus: case report with a new drug Valium (Diazepam). Clinical Pediatrics 1964;71:226-8. 2.Rey M, Diop-Mar I, Robert D. Tetanus: Important new concepts. In: Veronesi R, editor(s). Excerpta Medica. Amsterdam, 1981:207-37 3.Arrate JK, Ugidos M, Garcia Rodrigo. Neonatal tetanum treatment with high doses of diazepam. Espanoles de Pediatria 1980;13:243-6. 4.Fox GS, Wynands JE, Bhambhami M. A clinical comparison of diazepam and thiopentone as induction agents to general

anaesthesia. Canadian Anaesthetists' Society Journal 1968;15:281-90. 5.Dalen JE, Evans GL, Banas JS, Brooks HL, Paraskos JA, Dexter L. The haemodynamic and respiratory effects of diazepam (Valium). Anesthesiology 1969;30:259-63 Penulis Barii Hafidh Pramono, Ilmu Bagian Penyakit Syaraf, RSUD Panembahan Senopati Bantul, Yogyakarta. 2012

Penggunaan Kortikosteroid pada Pasien Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:14 UTC] Abstrak Asma bronkhial adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, reversibel dimana trakeobronkial berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. Asma bronkhial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubahubah baik secara spontan maupun hasil pengobatan. Asma bronkhial tebagi atas tiga macam serangan yakni serangan ringan, sedang, dan berat. Selain itu asma bronkhial juga terbagi tiga episodik yakni episodik jarang, sering dan resisten. Keyword : Asma Bronkhial, Serangan, Episodik. ISI Pasien Ny. E.W usia 47 tahun datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Pasien mengaku belum minum obat apapun sebelumnya. Pasien juga bukan pengguna obat semprot untuk sesak nafas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. BAK (+) BAB (+) normal seperti biasa. Suami pasien bukan perokok. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+), dan tidak ada peningkatan apapun pada pemeriksaan laboratorium. DIAGNOSIS Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang. TERAPI •infus RL 8 tpm •nebulizer ventolin ampul/8 jam à k/p •acitromisin 1x500 •ambroxol 3x1 •metilprednisolon ¼ ampul/ 12 jam •salbutamol 3x2 mg DISKUSI Salah satu teori mengemukakan bahwa kortikosteroid dapat membentuk makrokortin dan lipo-modulin yang bekerja menghambat fosfolipase A2 membentuk leukotrien. Prostaglandin, tromboksan dan metabolit asam arakidonat lain. Kinerja makrokortin terhadap fosfolipase A2. Mekanisme kerja steroid yang lain adalah menghalangi pembentukan mediator oleh sel inflamasi, menghalangi penglepasan mediator dan menghalangi respons yang timbul akibat lepasnya mediator. Kortikosteroid dapat menekan pembentukan mast netrofil, eosinofel, kininogen di plasma. Selain itu juga dapat menghambat penglepasan basofil, makrofag, eosinofil, basofil. Kortikosteroid juga mampu menghalangi penggabungan terhadap leukosit. Kortkosteroid tidak dapat merelaksasi otot polos jalan nafas secara langsung tetapi dengan jalan mengurangi reaktifitas otot polos disekitar saluran nafas, meningkatkan sirkulasi jalan nafas, dan mengurangi frekuensi keparahan asma jika digunakan secara teratur. Cara pemberian yang paling baik adlah inhalasi. Pemakaian kortikosteroid jangka panjang dapat menurunkan kebutuhan terhadap kortikosteroid sistemik. Pada pemakaian kortikosteroid inhalasi jangka panjang dapat timbul efek samping kandidiasis orofaring, disfonia. Efek smaping itu dapat dicegah dengan pemakaian spacer atau dengan

mencuci mulut sesudah pemakaian alat. Obat kortikosteroid sistemik diberikan apabila obat ibhalsi masih kurang efektif dalam mengontrol asma. Obat sistemik juga diberikan pada saat terjadi serangan asma yang berat. Pada penderita asma akut berat ternyata pemberian kortikosteroid intravena yakni triamnisolon asetonid 40 mg memberikan perbaikan klinis dan faal paru yang lebih baik secara bermakna. Contoh obat kortikosteroid inhalasi, beclomethasone dipropionate bentuk sediaan inhalasi aerosol dengan dosis 200 µg 2x sehari, budesonide bentuk inhalasi aerosol 200 µg 2x sehari serbuk inhalasi dengan dosis 200-1600 µg sehari, dan fluticasone inhalasi aerosol 100-250 µg 2x sehari KESIMPULAN Pasien Ny. E.W datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+). Pada pasien ini diberikan kortikosteroid sebagai salah satu terapi yang direncanakan. Referensi 1.Feek MC. Oral corticosteroid use. Medicine Digest Asia 1992;10:1720.Medical Progress 1995;22:18-25. 2.Brogden RN, Tavish DM. Budesonide its use updated. Medical Progress 1993;20:19-21. 3.Ikhsan M, Yunus F, Mangunnegoro H. Efek beklometason dipropionat dan ketotifen terhadap hiperaktivitas bronkus pada penderita asma. J Rerpir Indo 1995;15:146-55. 4.Park CS. Use of inhaled corticosteroids in adult with asthma. Medical Progress 1999;20:17-20. Penulis Barii Hafidh Pramono, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, RSUD Panembahan Senopati, Bantul, Yogyakarta. 2012

Kriteria Ikterik Neonatorum (Hiperbilirubinemia Indirect) DD Observasi Infeksi Neonatus pada Bayi Prematur
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:07 UTC] Abstrak Ikterus yang ditemukan pada bayi baru lahir dapat merupakan suatu gejala fisiologis (terdapat pada 25-50% neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada neonatus kurang bulan) atau dapat merupakan hal yang patologis misalnya pada inkompatibilitas Rhesus dan ABO, sepsis, galaktosemia, penyumbatan slauran empedu dan sebgaainya. Ikterus fisiologis adalah ikterus yang timbul pada hari kedua dan ketiga yang tidak mempunyai dasar patologis, kadarnya tidak melewati kadar yang membahayakan atau mempunyai potensi menjadi ‗kernicterus‘ dan tidak menyebabkan suatu morbiditas pada bayi. Ikterus patologis adalah ikterus yang mempunyai dasar patologis atau kadar bilirubinnya mencapai suatu nilai yang disebut hiperbilirubinemia. Keyword : Hiperbilirubinemia, Ikterus Neonatorum, Ikterus Patologis ISI Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah, prematur. Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan, APGAR skor 5/6, berat badan lahir 1600 gram, panjang badan 41 cm pada usia kehamilan 31+5 minggu. Sesaat setelah dilahirkan, diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24,81 mg/dl; bilirubin direct: 0,61 mg/dl; bilirubin indirect: 24,21. DIAGNOSIS Observasi Ikterik Neonatorum DD Infeksi Neonatus

atau kenaikan bilirubin serum 1 mg/dl/jam atau lebih 5 mg/dl/hari. Defisiensi albumin menyebabkan lebih banyak bilirubin indirek yang bebas dalam darah yang mudah melekat pada otak (terjadi kernikterus). KESIMPULAN Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah. perdarahan karena trauma lahir. diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. -Kelainan metabolik : hipoglikemia.Keadaan yang menimbulkan ikterus patologis -Penyakit hemolitik. Pengurangan uptake . Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. sodium benzoat. panjang badan 41 cm.Shunt porta caval . kurangnya substrat atau konjugasi (mengubah) bilirubin. -Kelainan dalam sel darah merah seperti pada defisiensi G6-PD (glukosa -6 fosfat dehidrokinase). -Gangguan dalam ekskresi akibat sumbatan dalam hepar atau diluar hepar. 4. gangguan fungsi hepar akibat asidosis. prematur. 2. -Pirau enterohepatik yang meninggi : obstruksi usus letak tinggi. Terdapat pada hemolisis yang meningkat pada ketidak cocokkan golongan darah (Rh. mekonium ileus.Kriteria Ikterus neonatorum fisiologis -Warna kuning terjadi pada hari ke 2 atau ke 3 dan tampak jelas pada hari ke 5 -6 dan menghilang pada hari ke 10. polisitemia.61 mg/dl. sifilis.21. ABO antagonis. penyakit Hirschprung.TERAPI •O2 Headbox 5L/ menit •Infus D5% 5 tetes/menit •Cefixim peroral 2x10 mg •Fototerapi 24 jam •Diit ASI DISKUSI 1. dan sepsis). -Hypomotilitas usus menahan mekonium -Penurunan flora usus Bayi baru lahir. -Infeksi : septikemia. talasemia dan lain-lain. Sesaat setelah dilahirkan. defisiensi G-6-PD). ABO dan sebagainya. hexokinase. Pada bayi ini dimungkinkan penyebab terjadinya hiperbilirubinemia indirect dikarenakan pemecahan sel darah merah yang terlalu cepat. hipoksia dan infeksi atau tidak terdapat enzim glukoronil transferase (G-6-PD) -Gangguan transportasi bilirubin dalam darah terikat oleh albumin kemudian diangkut ke hepar.Keadaan ikterus dipengaruhi oleh: -Faktor produksi yang berlebihan melampaui pengeluarannya. -Gangguan dalam uptake dan konjugasi hepar disebabkan imaturitas hepar. infeksi saluran kemuh. meningitis.Kriteria ikterus neonatorum patologis: -Timbul dalam 24 jam pertama kehidupan -Bilirubin total (indirek) Bayi Cukup Bulan ≥ 13 mg/dL. enzim glukoronyl transferase yang belum cukup jumlahnya. -Kadar bilirubin serum pada bayi cukup bulan tidak lebih dari 12 mg/dl dan pada BBLR 10 mg/dl dan akan hilang pada hari ke-14. infantil pykoniositosis) -Defisiensi enzim: G6-PD.Panhypopituitarisme 3. -Hemolisis : hematoma. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24. steroids. ABO) -Defek membran ( sperositosis. serum bilirubin total lebih dari 12 mg/dl -Ikterus yang disertai proses hemilisi (inkompatibilitas darah. bilirubin direct: 0.Sepsis Asidosis . rubela.81 mg/dl.5 mg/dL/jam -Kadar bilirubin direk > 2 mg/dL -Ikterus timbul 24 jam pertama kehidupan.Penyebab hiperbilirubinemia indirek A. delayed . pyruvate kinase -Infeksi neonatus -Hematoma Peningkatan Red Blood Cells -Polysitemia B. 3. bilirubin indirect: 24. Penurunan konjugasi .Hipoxia . Bayi Kurang Bulan ≥ 10 mg/dL -Peningkatan bilirubin > 5 mg/dL dalam 24 jam atau > 0. defisiensi enzim G6-PD.Defisiensi glukuronil transferase (Crigler-Najjar syndrom) -Gilbert‘s syndrom -Hiperbilirubinemia familial (LuceyDriscoll syndrom) . gentamisisn dan sebagainya. stenosis pilorik. penyakit karena toksoplasmosis.Penyakit jantung kongenital 2. -Penyebab : kurang protein Y dan Z. Perubahan siklus enterohepatik Breastfeeding Asam lemak bebas. dan sebagainya. elliptositosis. breast milk ß – glukoronidase. galaktosemia Obat-obatan yang menggantikan ikatan bilirubin dengan albumin seperti sulfonamida. Peningkatan produksi bilirubin Penyakit hemolitik -Inkompatibilitas (Rh. penggunaan antibiotik. 5. -Bilirubin direk lebih dari 1 mg/dl. isoantibodi karena ketidak cocokkan golongan darah ibu dan anak seperti rhesus antagonis. Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan.Hypothiroidisme . -Ikterus menetap sesudah bayi umur 10 hari (bayi cukup bulan) dan lebih dari 14 hari pada BBLR. Penurunan metabolisme bilirubin 1. salisilat. hepatitis. APGAR skor 5/6. berat badan lahir 1600 gram.

Pada pemeriksaan dalam vulva uretra tenang. Philadelphia: Saunders. UUK jam 12. selaput ketuban (-).10-18. Edisi ke 20.. pembukaan 10cm. ketuban sudah pecah atau dipecahkan. Buku Ajar Neonatologi. 3.Current pediatric diagnosis and treatment. ada keluar lendir darah positif. presentasi kepala.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. (2002). 1397. eklampsia. (2011). kepala janin sudah mengalami engagement. Air ketuban berwarna hijau keruh. Pada umumnya kala II lama dengan presentasi belakang kepala merupakan indikasi pula untuk melakukan vakum ekstraksi berhubung dengan meningkatnya bahaya bagi ibu dan janin. Yogyakarta. kontraksi masih baik. pembukaan lengkap. kepala janin harus dapat dipegang mangkuk vakum. AK (-).Indikasi Vakum Ekstraksi Vakum ekstraksi untuk mengakhiri persalinan dilakukan apabila keadaan ibu atau janin memerlukan penyelesaian dalam waktu singkat. portio tidak teraba. 16th ed.feeding. Kliegman. dinding vagina licin. terlambatnya maturitas dari hepatika postnatal. vol 2). rendahnya level serum albumin. sebaiknya pada presentasi belakang kepala dengan . Vakum ekstraksi merupakan tindakan obstetri yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi. Pasien datang dengan keluhan kencang-kencang teratur pukul 23. 2012 [23:01 UTC] Abstrak Vakum ekstraksi adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan ekstraksi tenaga negatif (vakum) pada kepalanya. presentasi kepala. Dalam hubungan ini. ketuban sudah pecah di bidan jam 05. Keesokan paginya pukul 08. pada pemeriksaan dalam didapatkan vulva uretra tenang. 4. (2000). Apabila his cukup kuat dan persalinan belum selesai setelah kala II lamanya pada seorang primigravida 11/2 . portio tidak teraba.2 jam dan 1/2 jam pada seorang multipara. Ilmu Bagian Kesehatan Anak. kepala tetap di H3-4. (2000). pengawasan khususnya terhadap janin harus dilakukan dengan teliti. 2.Saunders A. Umur kehamilan 40+4 minggu. 1 jam kemudian bayi belum lahir.Behrman. Indikasi dilakukannya vakum ekstraksi ini diantaranya penyakit jantung kompensata. seksio sesarea pada persalinan sebelumnya yang merupakan indikasi dari pihak ibu. Janin. STLD (+). & Arvin. DIAGNOSIS Dalam Persalinan Kala II Tak Maju TERAPI •Terminasi Kehamilan dengan Vakum Ekstraksi DISKUSI 1.Thiloho HE. Jakarta : IDAI. RSUD Panembahan Senopati. kepala tetap di H3-4. Nelson Ilmu Kesehatan Anak ( edisi: 15. STLD (+). W Usia 20 tahun datang rujukan dari bidan. UUK jam 12.00 WIB. ibu kooperatif dan masih mampu untuk mengedan.. Jakarta : EGC. h. penurunan kepala janin di Hodge III. Penulis Barii Hafidh Pramono. selaput ketuban (-). ISI Pasien Ny.USA: Mc graw hill. 2012 Penatalaksanaan Vakum Ekstraksi pada Ibu Primigravida Hamil Postdate atas indikasi Kala II Tak Maju Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. Jaundice. Pediatric decision making strategies to accompany Nelson of pediatrics.30 WIB Frekwensi his 2-3‘/30-40‖/kuat. pembukaan portio lengkap. Keyword : Caput Succadeneum Artifialis. Referensi 1. Hiperbilirubinemia. Prinsip dari vakum ekstraksi adalah membuat suatu caput succadeneum artifisialis dengan cara memberikan tekanan negatif pada kulit kepala janin melalui alat ekstraktor vakum. AK (-). Bantul. Syarat dilakukan vakum ekstraksi antara lain janin idup. 147-169.30 WIB. Rosenberg AA. Vakum Ekstraksi. janin dapat dilahirkan pervaginam. sedangkan gejala gawat janin merupakan indikasi dari pihak janin. dinding vagina licin.

Dulu ekstraksi ini dipakai juga dengan tarikan kontinyu pada pembukaan kecil. Jadi tarikan pada ekstraktor vakum sifatnya berkala (intermiten). Dengan pompa lekatan erat dicapai dengan meningkatkan tekanan negatif dalam 3 tahap. Ada kalanya his sudah timbul sebelum tekanan yang dikehendaki tercapai. Kulit kepala janin disedot ke dalam mangkok dan mangkok melekat pada kepala.7 atau 0. Dipilih mangkok yang akan dipakai. Tarikan definitif dilakukan apabila sudah dicapai tekanan 0. Dalam hai ini ekstraktor vakum sudah boleh ditarik secara hati-hati supaya mangkok jangan sampai lepas dan supaya kepala janin lebih turun. Di luar his. Kemudian mangkok diputar. tarikan definitif tidak boleh dilakukan karena kurang efektif. pipa-pipa dan mangkok.8.Kontraindikasi Vakum Ekstraksi Kontra indikasi dilakukannya vakum ekstraksi antara lain janin preterm. Vulva dan sekitarnya dibersihkan dengan kapas sublimat atau kapas lisol dan kemudian dengan tinctura jodii 2%. maksimum 40 menit. Mangkok dicelup dalam air sabun steril atau dibasahi seluruhnya dengan spiritus-sabun (jangan menggunakan minyak karena licin dan mudah lepas). Selama itu pemeriksaan dalam ulangan harus dilakukan beberapa kali. terlebih bila kepala masih tinggi. sifat portio dan vagina. puncak kepala. muka. malpresentasi (dahi.Pemasangan Vakum Ekstraksi Pasien dalam posisi litotomi. Arah tarikan harus sesuai dengan turunnya kepala (seperti pada cunam) dan tegak lurus dengan mangkok: -Kepala tinggi.4 kg/cm2 dan ditunggu lagi 2 menit. sehingga menghadap ke kepala janin.6. maka mangkok dipasang dekat pada sakrum ibu. Dalam presentasi belakang kepala mangkok dipasang pada oksiput atau sedekat-dekatnya.6 atau 0. 4. Ekstraksi yang terlampau lama dianggap berbahaya bagi anak. Kemudian dengan satu atau dua jari diperiksa di sekitar mangkok apakah ada jaringan portio atau vagina terjepit. sedikitnya setiap kali setelah tekanan dinaikkan untuk memeriksa apakah ada jaringan terisap ke dalam mangkok. arah tarikan ke dorsal -Kepala tengah. Mula-mula dipompa sampai minus 0. untuk mempercepat pembukaan.2 kg/cm2 kemudian ditunggu 2 menit lagi. . Oleh asisten. Letak mangkok pada kepala harus sedemikian rupa sehingga arah tarikan nantinya tegak lurus dengan mangkok. persalinan diselesaikan.kepala janin di dasar panggul. udara dari pompa dikeluarkan sehingga tercapai tekanan negatif dalam botol. Anestesi blok pudendus jika perlu. akan tetapi tarikan ringan diteruskan secara kontinu supaya kepala tidak terlampau mundur. Apabila his hilang tarikan jangan dilepas sama sekali. Akan tetapi sekarang usaha ini tidak dilakukan lagi karena waktu tindakan terlampau lama dan dianggap berbahaya bagi anak. dilakukan. lalu dipompa sampai minus 0.Cara Tarikan Pada Vakum Ekstraksi Seperti telah dijelaskan di atas tarikan definitif pada ekstraktor vakum sinkron dengan his dan tenaga meneran. 3. maka harus segera dilepaskan dari jepitan. Mula. misalnya 4 cm dengan mangkok nomor 3. Apabila perlu ditambah lagi sampai minus 0. Apabila oksiput tidak jelas letaknya atau presentasi lain. Apabila ada jaringan terjepit. Biasanya tekanan ini sudah cukup. bokong).mula mangkok dalam posisi agak miring (tidak menghadap vulva) dimasukkan ke dalam introitus vagina sambil menekan komissura posterior ke belakang dan kemudian diselipkan ke dalam vagina. Kandung kencing dan rectum harus kosong. Setelah tekanan yang diinginkan tercapai masih ditunggu 2 menit lagi sebelum tarikan definitif dimulai bersama-sama dengan his sambil wanita disuruh meneran seperti pada pimpinan partus biasa dengan kedua lengan wanita merangkul dan menarik lipat lutut ke arah kepala ibu. Pada umumnya dalam hal ini ubun-ubun kecil sudah di depan 2.7 kg/cm2. panggul sempit. mangkok harus diisi penuh dengan kulit dan jaringan bawah kulit secara perlahan-lahan. Akhirnya dipompa sampai minus 0. Supaya mangkok melekat dengan benar. Dengan demikian pada his berikutnya ibu meneran lagi dan kepala sekarang maju dengan titik permulaan yang lebih rendah letaknya. Lamanya tindakan sebaiknya tidak melebihi 20 menit. lalu dimasukkan ke dalam vagina. turunnya kepala janin dan posisinya. Dilakukan pemeriksaan dalam sekali lagi dengan teliti dengan perhatian khusus pada pembukaan.

Mangkok lepas pada waktu traksi kemungkinan disebabkan tenaga vakum terlalu rendah. Setelah seluruh kepala lahir. penurunan kepala di H3-4. Sinpsis Obstetri. Pada kasus ini tindakan yang dipilih adalah vakum ekstraksi. Jakarta : ECG. sambil tangan kiri berusaha supaya mangkok tidak mudah lepas dari kepala. Rustam. Ny. 1998. Apabila tangan kanan mengadakan ekstraksi. Arah tarikan dengan tangan kiri itu adalah ke atas (ventral). harus diteliti satu persatu kemungkinan. Kemudian ventil dilepas (sekrupnya dikendorkan) perlahan-lahan supaya udara masuk ke dalam botol dan tekanan negatif hilang. 2. bagian-bagian jalan lahir (vagina. bersamaan ibu jari menekan mangkok bagian depan pada kepala. Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan. Sarwono. 1998. maka pipa karet yang menghubungkan botol dengan pegangan dilepaskan lebih dahulu. Dengan pegangan tiga jari ini (Drei-fingergriff) mangkok tidak mudah lepas karena menurut pengalaman mangkok biasanya lepas di pinggir depan lebih dulu. Dengan ekstraktor vakum. Dalam hal demikian jaringan lunak mudah tersedot ke dalam mangkok. arah tarikan ke atas/ventral Mula-mula tarikan dilakukan oleh tangan kanan pada pegangan yang berbentuk palang. adanya disproporsi sefalopelvik. Bandung : Fakultas kedokteranUniversita Padjajaran Bandung. karena sewaktu mangkok mulai mau lepas terdegar bunyi sedotan seperti bunyi peluit. Setiap mangkok lepas pada waktu traksi. dalam waktu setengah jam dilakukan traksi. presentasi kepala. 3. harus dilakukan terminasi kehamilan dengan vakum ekstraksi atau forsep jika tidak dapat menyebabkan gawat janin. tekanan negatif dibuat terlalu cepat. Dalam keadaan ini. 5. Asuhan Maternal dan Nonatal. Penulis Barii Hafidh Pramono. 4. sehingga perlu diperiksa dalam lagi. Tiga jari tangan kiri dimasukkan ke dalam vagina: ibu jari ditempatkan di pinggir mangkok bagian depan. jari telunjuk dan jari tengah di kepala anak. Apabila kepala sudah hampir lahir. ventral dari mangkok.Prawirohario. Jakarta : YBPSP. Secara reflektoris tarikan segera dihentikan sehingga mangkok tidak jadi lepas.arah tarikan datar -Kepala di dasar panggul. kontraksi baik dan ibu kooperatif dan masih mampu mengejan Referensi 1. Yogyakarta. Mangkok dapat dilepaskan dari kepala anak.Manuaba. W mengalami tidak adekuat mengejan sehingga bayi belum lahir lebih dari 1 jam setelah dipimpin persalinan. 2012 . 1993. Pertimbangan episiotomi menurut keadaan. portio) ada yang terjepit ke dalam mangkok. misalnya kebocoran pada karet saluran penghubung. Jadi ada kerjasama (sinkronisasi) antara tangan kanan dan tangan kiri. Karena itu perlukaan jalan lahir ringan. Obstetri Fisiologi. mangkok lepas sebanyak tiga kali. traksi terlalu kuat.kemungkinan di atas dan diusahakan melakukan koreksi. Bagi orang yang banyak pengalaman dengan ekstraktor vakum jarang lepas sama sekali. kedua tangan kiri dan kanan penolong tidak bekerja sama dengan baik. bahu dan badan anak dilahirkan seperti biasa. Ilmu Kebidanan.Mochtar. Tangan kanan yang sekarang bebas menyokong dan melindungi perineum. lahirnya kepala dapat diusahakan perlahan-lahan seperti pada partus spontan.Kriteria Vakum Ekstraksi Waktu dilakukan traksi. RSUD Panembahan Senopati. cukup bulan (tidak prematur). tangan kiri mengambil alih ekstraktor vakum dengan memegang pipa karetnya (bukan pegangannya) dekat pada vulva sambil pipa dililit-lilitkan pada jari-jari. sehingga tidak terbentuk kaput suksedaneum yang sempurna yang mengisi seluruh mangkok. cacat (defect) pada alat. Bantul. Penyakit Kandungan. Jakarta : ECG. KESIMPULAN Pada kasus ini. Sulaiman. keadaan ini sudah memenuhi kriteria kala II tak maju yaitu 2 jam untuk primigravida atau bila dalam 1 jam primigravida kepala tidak turun atau putar paksi tidak terjadi. janin tidak lahir. selaput ketuban melekat antara kulit kepala dan mangkok sehingga mangkok tidak dapat mencengkam dengan baik.Sastrawinata. 2002. Apabila mangkok sukar lepas karena sangat erat hubungannya dengan kapala. dan syarat-syarat vakum sudah terpenuhi yaitu pembukaan lengkap. janin hidup dan tidak ada gawat janin.

Konjungtivitis terkadang dapat ditandai dengan mata berwarna sangat merah dan menyebar begitu cepat dan biasanya menyebabkan mata rusak. Permukaan kornea ODS jernih dan ukuran kedalaman COA dalam dan isinya jernih. visus pasien tidak dapat dinilai. sekret berwarna kehijauan. Diagnosis Konjungtivitis Bakterial ODS Terapi Pasien diberi terapi medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. Iris ODS berwana hitam dengan gambaran kripta dan bentuk radier. antara lain : konjungtiva berwarna merah (hiperemi) dan membengkak. dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan kedua mata merah sudah sejak 1 minggu yang lalu. alergi. produksi air mata berlebihan (epifora). Mata merah disertai dengan keluhan gatal. alergi. Manifestasi Klinis Tanda-tanda konjungtivitis. Diskusi Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus. atau kontak dengan benda asing. atau kontak dengan benda asing. namun tidak ada perubahan. bakteri. datang dengan keluhan kedua mata merah sejak 1 minggu yang lalu. kedua kelopak mata melengket terutama saat bangun pagi hari dan keluar kotoran mata. Konjungtivitis lebih dikenal sebagai pink eye. tapi ada juga yang memerlukan pengobatan. Pada pemeriksaan obyektif ditemukan konjungtiva ODS hiperemis.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat. terbentuknya membran oleh proses koagulasi fibrin (komponen protein) dan dijumpai sekret dengan berbagai bentuk (kental hingga bernanah). misalnya kontak lensa. pembesaran pembuluh darah di konjungtiva dan sekitarnya sebagai reaksi nonspesifik peradangan. Keyword : konjungtivitis. misalnya kontak lensa. 2012 [15:07 UTC] Abstrak Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Mata merah disertai dengan keluhan gatal. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus. kedua kelopak mata lengket terutama saat bagun pagi hari dan keluar kotoran. bakterial Kasus Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun.Terapi Konjungtivitis Bakterial Pada Anak Laki-laki usia 1 tahun Dibuat oleh: Bombong Nurpagino. Beberapa jenis Konjungtivitis dapat hilang dengan sendiri. Pasien sudah pernah diperiksa di puskesmas dan diberi obat tetes. Pada kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari. Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit. bakteri. Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain. dan menggunakan kain lap. Pada pemeriksaan subyektif mata. Reflek direk (+) dan reflek indirek (+). sekret OD (+) dan OS (+). pembengkakan kelenjar (folikel) di konjungtiva dan sekitarnya. Injeksi konjuntiva OD (+) dan OS (+). Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran. Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan . Pada riwayat penyakit dahulu tidak didapatkan keluhan serupa sebelumnya maupun riwayat trauma mekanis pada mata. selaput bening yang menutupi bagian berwarna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata. yaitu adanya inflamasi pada konjungtiva atau peradangan pada konjungtiva. Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. kelopak mata bagian atas nampak menggelantung (pseudoptosis) seolah akan menutup akibat pembengkakan konjungtiva dan peradangan sel-sel konjungtiva bagian atas. berair (nyrocos). berair (nyrocos).

Sikloplegik hanya dibutuhkan apabila dicurigai adanya iritis.14. konjungtivitis karena alergi di obati dengan antihistamin (antazidine 0. Daniel G.berwarna putih. Pada kasus ini. Widya Medika. 14. S. dr. terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun pada pagi hari. Ilmu Penyakit Mata. Sobotta.D. Salamun.05 %) atau kortikosteroid (misalnya dexametasone 0. pandangan kabur. dan sapu tangan baru yang terpisah untuk membersihkan mata yang sakit. mata terasa nyeri. Pengobatan spesifik tergantung dari identifikasi penyebab. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. Apabila etiologinya dicurigai reaksi Staphylococcus atau acne rosasea.Ked (20060310080). diberikan Tetracycline oral 250 mg atau erythromycin 250 mg QID PO. Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. Pembersihan kelopak 2 sampai 3 kali sehari dengan artifisial tears dan salep dapat menyegarkan dan mengurangi gejala pada kasus ringan. Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit. tanpa adanya kontraindikasi. Ed 3. Riordan Eva. Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat. Bagian Ilmu Penyakit Mata. Karena tetracycline dapat merusak gigi pada anak-anak. sehingga kontraindikasi untuk usia di bawah 10 tahun. Jakarta: FKUI. Perawat dapat memberikan intruksi pada pasien untuk tidak menggosok mata yang sakit dan kemudian menyentuh mata yang sehat. 134. 2003. Konjungtivitis karena bakteri dapat diobati dengan sulfonamide (sulfacetamide 15 %) atau antibiotika (Gentamycine 0. 42-50. Kelopak mata bisa membengkak dan sangat gatal. Ed. mata terasa gatal. Ilmu Penyakit Mata. pemeriksaan X-ray dada untuk menyingkirkan tuberkulosis.1 %). hal 2. handuk. 2000 Penulis Bombong Nurpagino. Pada kasus yang dicurigai. 4. chlorampenicol 0. terutama pada konjungtivitis karena alergi.15. Paul. Pada banyak kasus Prednisolon asetat (Pred forte). Referensi 1. Putz. Kesimpulan Penatalaksanaan pada kasus ini dengan medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. Sidarta Prof. Penatalaksanaan Bila konjungtivitis disebabkan oleh mikroorganisme. bersama dengan pemberian salep antibiotik topikal seperti bacitracin atau erythromycin sebelum tidur. Asbury. satu tetes. 2009 2.5 %. Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain. rapazoline 0. Terapi dilanjutkan 2 sampai 4 minggu. Muzakkir. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih. Edisi 21.3 %. Azhar. Wijana. pasien dan atau keluarga pasien harus diberi edukasi bagaimana cara menghindari kontraminasi mata yang sehat atau mata orang lain. Zainal. Konjungtivitis karena jamur sangat jarang sedangkan konjungtivitis karena virus pengobatan terutama ditujukan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder. 3. Asuhan khusus harus dilakukan oleh personal asuhan kesehatan guna mengindari penyebaran konjungtivitis antar pasien. Nana S. Balai Penerbit FKUI. Jakarta: 1993. Penanganannya dimulai dengan edukasi pasien untuk memperbaiki higiene kelopak mata. Oftalmologi Umum (General Ophthalmology). Jakarta: Balai penerbit FKUI.5 %). Sari Ilmu Penyakit Mata. Tanzil. Abadi Tegal. Ilyas. Jakarta : 2000. & Pabst R. Jilid 1. Taylor. Sidarta. Voughan. Gejala lainnya adalah mata berair. Metronidazole topikal (Metrogel) diberikan pada kulit TID juga efektif. Ilmu penyakit mata. . H. Jakarta: 2000. R. Ilyas S. mencuci tangan setelah setiap kali memegang mata yang sakit. Ilyas. QID cukup efektif. diganti dengan doxycycline 100 mg TID atau erythromycin 250 mg QID PO. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari. peka terhadap cahaya. SpM. dan menggunakan kain lap. dan menggunakan kain lap. Jakarta: EGC.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful