PENEGAKAN DIAGNOSIS FARINGITIS KRONIS EKSASERBASI AKUT ET CAUSA GASTROESOFAGEAL REFLUX DISEASE (GERD

)
Dibuat oleh: Dianita Rachmawati,Modifikasi terakhir pada 20 hour(s) 9 minute(s) ago ABSTRAK GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Keyword : Faringitis Kronis , Gastro-Esophageal Refluks Disease (GERD) KASUS Seorang laki-laki berusia 51 tahun dating ke Poliklinik THT dengan keluhan nyeri pada tenggorokan sejak 2 hari yang lalu. Pasien tidak mengeluhkan adanya batuk maupun pilek. Pasien mengaku tenggorokannya terasa kering dan panas seperti terbakar serta adanya nyeri saat menelan. Pasien merasakan di tenggorokannya seperti ada yang mengganjal. Keluhan ini sering dirasakan kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu terutama setelah maagnya kambuh. Riwayat menderita sakit maag dan sering mengeluhkan mual dan terasa panas seperti terbakar pada dada yang terutama dikeluhkan saat pasien mengkonsumsi kopi/teh. Pasien juga merasakan demam yang tidak terlalu tinggi dan nyeri ulu hati disertai mual sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien baik, compos mentis, Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 88x/menit, suhu afebris, laju pernapasan 22x/menit. Pada pemeriksaan tenggorokan didapat dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi, tidak terdapat pembesaran tonsil, limfonodi tak teraba. Pada pemeriksaan abdomen didapat nyeri pada bagian epigastrium. DIAGNOSIS Faringitis Kronis et causa Gastroesofageal Reflux Disease (GERD) TERAPI Terapi pada pasien ini berupa Proton Pump Inhibitor yaitu Omeprazol 1x20 mg. DISKUSI GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. GERD disebabkan oleh kadar asam lambung yang tinggi, sedangkan faktor- factor yang dapat mempengaruhi terjadinya GERD antara lain : sfingter bawah esophageal, hiatal hernia, kontraksi esophageal dan pengosongan lambung. Tanda dan gejalanya meliputi Rasa seperti terbakar adalah gejala yang paling sering terjadi, erosi pada esophagus (erosive esofagitis), Suara parau (disfonia) kronik karena edema dan lesi inflamasi pada plika vokalis, Clearing faring kronis karena iritasi serta peningkatan sekresi mukosa faring serta kesulitan menelan (odinofagi), Tenggorokan serasa tercekik. Pada kasus ini pasien mengeluh nyeri seperti terbakar dan panas di tenggorokannya yang disertai nyeri saat menelan yang dirasakan selama 2 hari yang lalu tetapi kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu. Pasien juga mempunyai riwayat sakit maag Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah dengan esophagogram, endoscopy, laryngoscopy, esophageal pH monitoring, dan esophageal motility studies. Akan tetapi pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan tersebut karena

keterbatasan alat. Terapi pada GERD adalah dengan pemberian obat-obat yang dapat mengurangi kadar asam lambung, dapat berupa golongan antacid, H2 blocker ataupun Proton Pump Inhibitor. Yang disertai dengan manajemen terapi non medikasi yang terdiri atas , Hindari makanan berlemak, minuman berkafein (seperti soda, kopi, dsb), cokelat, mint, makanan pedas, makanan berbahan dasar tomat, bawang putih dan merah, berhenti merokok , tidak minum alcohol , mengurangi berat badan jika berlebih, tinggikan kepala ketika tidur ,kurangi makan saat malam , setelah makan tunggu beberapa jam (minimal 4 jam) sebelum tidur atau berbaring, biarkan lambung kosong terlebih dulu, diet tinggi karbohidrat, protein dan rendah lemak, mengindari pakaian yang ketat , menghindari konsumsi obat-obatan yang menurunkan tekanan sfingter esophagus seperti teofilin, agen antikolinergik, alfa adrenergic antagonis, beta-agonis, kalsium channel blocker, nitrat, serta obat-obatan NSAID seperti aspirin. KESIMPULAN GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Pada pasien ini didiagnosis faringitis kronis et causa gastroesofageal reflux disease (GERD) didapat dari anamnesis yaitu rasa panas seperti terbakar dan nyeri saat menelan, keluhan ini kambuh jika maagnya kambuh sejak 2 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik yaitu dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi yang menunjukkan kondisi kronis pada faring (faringitis kronis). REFERENSI Acerra, John, M.D. Acute Pharyngitis. Diakses dari www.emedicine.com. Ahuja, Vanita,M.D, Yencha, Myron,M.D, Lassen, Lorenz,M.D. Head and Neck Manifestations of Gastroesophageal Reflux Disease. Diakses dari www.americanacademyofamilyphysicians.com. Soepardi, Effiaty,Sp.THT, Iskandar, Nurbaiti, Sp.THT. Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher.2007.FKUI:Jakarta. Weinberg DS, Kadish SL. The diagnosis and management of gastroesophageal reflux disease.Med Clin North Am 1996;80:41129. PENULIS Dianita Rachmawati, Ilmu Penyakit THT, RSUD Salatiga

Intubasi Endotracheal Tube pada Pasien Struma Nodusa Non Toksik dengan General Anestesi
Dibuat oleh: M. Sudrajat,Modifikasi terakhir pada 4 hour(s) 18 minute(s) ago ABSTRAK Endotracheal Tube (ETT) adalah sejenis alat yang digunakan di dunia medis untuk menjamin saluran napas tetap bebas, ETT banyak digunakan oleh dokter dengan spesialisasi anestesi dalam pembiusan dan operasi. ETT dimasukkan kedalam trakea pasien untuk memastikan tidak tertutupnya trachea sebagai saluran pernapasan dan udara pernapasan dapat masuk kedalam paru-paru. ETT adalah alat yang paling tepercaya dalam menjamin saluran napas tetap bebas. Struma nodosa non toksik adalah pembesaran kelenjar tyroid yang secara klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa disertai tanda-tanda hypertiroidisme. Kata Kunci: Endotracheal Tube, Struma Nodusa Non Toksik KASUS Seorang wanita usia 47 tahun datang ke poli bedah RS Jogja dengan keluhan terdapat benjolan pada leher depan, benjolan dirasakan sejak beberapa bulan ini. Benjolan ikut bergerak ketika menelan, tidak ada nyeri telan dan nyeri tekan. Pasien

belum pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya, riwayat hipertensi, penyakit jantung, DM, asma, dan alergi disangkal. Keluarga tidak ada yang mengalami keluhan serupa. Riwayat hipertensi, peyakit jantung, DM, asma dan riwayat alergi dalam keluarga disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup dengan kesadaran compos mentis, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 72 x/menit, respirasi rate 18 x/menit, suhu 36,5 oC. Pada pemeriksaan leher tampak massa pada leher bagian depan, diameter ± 4 cm, massa bergerak ketika menelan. Pada perabaan leher teraba massa pada leher depan, konsistensi lunak, nyeri tekan (-), permukaan licin dan rata tidak berbenjol benjol. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. T3 ↓ dan FT4 N. Pemeriksaan foto thorax menunjukkan pulmo dan besar jantung dalam batas normal. DIAGNOSIS Struma Nodusa Non Toxic, ASA I TERAPI Premedikasi yang diberikan pada pasien ini adalah Ondancentron HCl 4 mg intravena, Ketorolac 30 mg intravena. Anestesi dilakukan dengan teknik general anestesia, dengan teknik semi closed, respirasi terkontrol dengan endotracheal. Induksi dengan Propofol 100 mg intravena. Pemeliharaan dengan N2O 2,5 liter/menit, O2 2,5 liter/menit, dan halotane 1,5 vol%. Pada pasien ini dilakukan monitoring melalui monitor elektronik dan inspeksi keadaan umum pasien, meliputi tekanan darah, respirasi, nadi, dan saturasi oksigen. Setelah operasi pasien diposisikan miring, pengawasan vital sign setiap 30 menit, kepala diekstensikan, oksigenasi sampai pasien sadar, setelah sadar dapat diet bebas, dan IVFD RL 20 tetes per menit. DISKUSI Pada kasus ini, pasien mengeluh muncul benjolan pada leher depan kanan. Oleh dokter spesialis bedah didiagnosis struma nodusa dan direncanakan untuk dilakukan operasi. Pasien mendapatkan tindakan general anestesi untuk operasinya. Pada pelaksanaan operasi, dipasang intubasi endotrakheal pada pasien sebagai pengelolaan jalan nafas. Tindakan anestesi dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali. Salah satu usaha yang mutlak harus dilakukan oleh seorang dokter anestesi adalah menjaga berjalannya fungsi organ tubuh pasien secara normal. Pengelolaan jalan nafas menjadi salah satu bagian yang terpenting dalam suatu tindakan anestesi, salah satu caranya adalah dengan melakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal adalah tindakan memasukkan pipa endotrakheal ke dalam trakhea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dikendalikan. Intubasi endotrakheal mempunyai tujuan mempermudah pemberian anestesi, mempertahankan jalan nafas agar tetap bebas serta mempertahankan kelancaran pernafasan, mencegah kemungkinan terjadinya aspirasi isi lambung, mempermudah pengisapan sekret trakheobronkhial, pemakaian ventilasi mekanis yang lama, mengatasi obstruksi laring akut. Walaupun intubasi endotrakheal mempunyai banyak keuntungan, namun pada keadaan tertentu melarang penggunaan intubasi endotrakheal, diantaranya beberapa keadaan trauma jalan nafas atau obstruksi yang tidak memungkinkan dilakukan intubasi endotrakheal, trauma servikal yang memerlukan keadaan imobilisasi tulang vertebrae servikal, sehingga sangat sulit untuk dilakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal tidak selalu mudah dilakukan untuk semua pasien, kesukaran yang biasa dijumpai adalah pasien dengan otot-otot leher pendek dengan gigi geligi yang lengkap, recording lower jaw dengan angulus mandibula yang tumpul, jarak antara mental symphisis dengan lower alveolar margin yang elebar memerlukan depresi rahang bawah yang lebih lebar selama intubasi. Mulut yang panjang dan sempit dengan arcus palatum yang tinggi. Gigi incisivum yang menonjol, kesukaran membuka rahang. Abnormalitas pada servikal spine, kontraktur jaringan leher. Pada tindakan operasi kasus ini, penggunaan intubasi endotrakheal dimaksudkan untuk mengamankan jalan nafas dan menjamin ventilasi pernafasan. Karena intubasi endotrakheal merupakan metode terbaik untuk membebaskan dan mempertahankan jalan nafas pada praktek anestesi dan resusitasi. Selain terdapat indikasi diatas, pada pasien tidak ditemukan

com . Anestesi. pseudoptosis (-) Ptosis (-). pseudoptosis (-) .Mansjoer. Sehingga pemasangannya pada pasien ini tergolong aman.Margo intermarginalis Tanda peradangan (-) Tanda peradangan (-) 3. Diakses dari: http://emedicine. Tindakan intubasi endotrakheal ini sebenarnya dapat menyebabkan rangsangan simpatis yang membangkitkan respon kardiovaskuler. tumor (-) .Gerakan Tidak ada gangguan gerak Tidak ada gangguan gerak . Bagian Ilmu anestesiologi. tidak ada malposisi dan trauma jalan nafas. kornea. PENULIS Mohammad Sudrajat. Gde dan Senapathi. gangguan refleks berupa hipertensi maupun takikardi. Buku Ajar Ilmu Anestesia dan Reanimasi. Kartini A. 20060310204. sebelumnya pernah mengalami hal serupa dan sembuh. . tumor (-) Hiperemis (-). .Arjun M. Jakarta : Indeks Jakarta. menyebabkan kenaikan sementara laju jantung dan tekanan darah. Apabila suatu korpus alienum masuk ke dalam bola mata maka bisa terjadi reaksi infeksi serta dapat dimungkinkan timbul kerusakan bola mata. . pemberian muscle relaxan dan oksigenasi. Setelah tindakan anestesi selesai. trikiasis (-) . Petunjuk Praktis Anestesiologi. penggunaan laringoskop. Jakarta : bagian Anestesiologi dan terapi Intensif. Pegal (+). Kota Yogyakarta. silau (+).Latief.Mangku. kemudian terasa mengganjal terutama saat memejamkan mata/berkedip. Keywords: Corpus Alienum.Kulit Hiperemis (-). Said A. Intubasi Trakea.Pasangan Simetris Simetris . Stanford University School of Medicine. Jakarta : Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-UI.Desai. Sekitar mata (supersilia) Kedudukan alis baik.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:10 ABSTRAK Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara Corpus alienum pada mata adalah istilah untuk benda asing yang terdapat pada mata serta merupakan salah satu penyebab cedera mata yang paling sering mengenai sclera. Oleh karena itu corpus alienum harus diambil secepatnya untuk menghindari reaksi inflamasi dan kerusakan lebih lanjut. dan konjungtiva. jaringan parut (-) Kedudukan alis baik. Pandangan kabur (-).Muhiman. namun masih terasa mengganjal. mata Kasus Seorang laki-laki 53 tahun 5 hari yang lalu ketika di bengkel tempatnya bekerja pasien merasa mata kirinya kelilipan. jaringan parut (-) 2. 2012 Corpus Alienum pada Pekerja Bengkel Dibuat oleh: Sekar Mutiara. FK UI.2010. M. nerocos (-). trikiasis (-) Silia lengkap.Lebar rima Ptosis (-). DAFTAR PUSTAKA . Arif dkk. Pada pasien ini dilakukan intubasi endotrakheal dalam waktu < 1 menit. Prosedur pemasangan intubasi juga sudah tepat yaitu dimulai dengan persiapan posisi leher pasien dalam keadaan fleksi dan kepala ekstensi. Keesokan harinya pasien berusaha mengambil kelilipan tersebut menggunakan kertas. Jakarta : Media Aesculapius. pemasangan pipa endotrakheal mengontrol letak pipa dan ventilasi. Suryadi dan M.kontraindikasi penggunaan intubasi endotrakheal. Ruswan Dachlan. Belum diobati.medcape. 2010. Dalam : Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2. Tjokorda GA. 2000. pada pemeriksaan tidak didapatkan malampati. 2002. Anastesiologi. Rumah Sakit Jogja.Tepi kelopak Silia lengkap. Untuk mengurangi laju lonjakan kardddiovaskuler tersebut diperlukan intubasi dengan cepat dan mulus. 2005. Pemeriksaan Subyektif PEMERIKSAAN OD OS Visus Jauh 20/20 20/20 Refraksi Emetrop Emetrop Koreksi Tidak dilakukan Tidak dilakukan Visus Dekat Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Sinar Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Warna Tidak dilakukan Tidak dilakukan Pemeriksaan Obyektif PEMERIKSAAN OD OS PENILAIAN 1. pada pemeriksaan tidak ditemukan adanya komplikasi dari tindakan intubasi. Kelopak mata . .

Bentuk Bulat Bulat 11.Forniks Hiperemi (-) Hiperemi (-) . dilakukan pemeriksaan subjektif dan objektif pada kedua mata pasien. pasien tersebut merasa kelilipan ketika sedang bekerja di bengkel dan keesokan harinya pasien berusaha mengeluarkan kelilipan tersebut menggunakan kertas namun masih tetap mengganjal. yang diduga .OS : Corpal gram pada permukaan kornea mata kiri Terapi 1. sehat . Lensa .Permukaan Licin. pasien belum pernah menggunakan obat untuk mengatasi keluhan pada mata kirinya. Pupil .Bulbi Hordeolum (-). Bermula sejak lima hari sebelum kedatangannya ke poli.Warna Coklat Coklat . Antibiotik diberikan untuk mencegah terjadinya superinfeksi. 4. Konjungtiva .Warna kekeruhan Tidak ada Tidak ada 13.Gerakan Gangguan gerak (-) Gangguan gerak (-) . Iris .5% sebanyak 1 tetes.3%).Uji regurgitasi (-) (-) 4.Pengambilan benda asing dilakukan dengan menggunakan jarum ukuran 25-27. Refleks fundus (+) warna orange (+) warna orange Diagnosis . Kamera Okuli anterior Ukuran Tidak dangkal Tidak dangkal . hiperemis (-). Diskusi Pada kasus ini.Ada/tidak Ada Ada . dan didapatkan data bahwa semua elemen mata dalam kondisi baik kecuali pada permukaan kornea mata kiri tampak suatu bintik kecil benda asing. .Ukuran Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) 5.Palpebra superior Hiperemi (-) Hiperemi (-) .Ukuran 3 mm 3 mm . Analgesik. Dari anamnesis. Bola mata . Kornea . lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) .Medium Jernih Jernih .Setelah pengambilan.Letak Di tengah belakang iris Di tengah belakang iris .Sekitar sakus lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) . Setelah anamnesis. Hendaknya penggunaan kortikosteroid topical harus dihindari karena dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya superinfeksi dan memperlambat proses penyembuhan.Sekitar gland.Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan . diberikan salep antibiotik (gentamisin 0. dapat dilakukan ‗seidel test‘ untuk memastikan ada tidaknya perforasi kornea. .Palpebra inferior Hiperemi (-) Hiperemi (-) .Isi Jernih. TIO Palpasi kenyal Palpasi kenyal 6. . dan debris kornea yang tertinggal dihilangkan dengan ‗cutton but‘ steril. kalazion (-) 7.Tempat Ditengah iris Ditengah iris . mengingat kornea yang memiliki banyak serabut saraf sehingga dapat menimbulkan nyeri yang cukup mengganggu bagi pasien. 3.Apparatus Lakrimalis . berkilau Licin. sehingga tidak ada koreksi yang diberikan. bila dirasa benda asing menancap cukup dalam.Bentuk bulat bulat . pegal silau dan nyeri.Dinding Belakang KP (-) KP (-) . Didapatkan hasil visi jauh pada baik mata kanan maupun kiri sebesar 20/20. Pemakaian salep tersebut juga berfungsi sebagai lubrikan. hofema (-) 10.Limbus Benjolan (-) Nevus (-) Benjolan (-) Nevus (-) .Tepi Reguler Reguler . yang menandakan bahwa pasien tidak mengalami kelainan refraksi (emetrop). pasien mengeluhkan mata kirinya terasa mengganjal.Placido Konsentris reguler Konsentris reguler 9.Kejernihan Jernih Jernih . Setelah pengambilan benda asing. 2. Korpus Vitreum Jernih Jernih 14.Gambaran Gambaran kripti baik Gambaran kripti baik . Amotio corpal : .OD : Emetrop. tampak ada benda hitam kecil .Pasangan Simetris Simetris . Sclera Ikterik (-) Ikterik (-) 8.Pasangan Simetris Simetris . Adapun pada pemeriksaan objektif pada kedua mata dapat diambil kesimpulan seluruh elemen mata kanan (OD) dan kiri (OS) dapat dinilai dari anterior hingga posterior.Ukuran 12 mm O 12 mm O Kecembungan Lebih cembung dari sclera Lebih cembung dari sclera . hiperemis (-).Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan .Dagu dan dahi pasien diposisikan menghadap dan menempel pada biomikroskop serta pandangan mata mengarah pada satu titik secara tetap sebagai fiksasi ketika pengambilan benda asing dilakukan.Diberikan anestesi pada mata kanan pasien dengan pantokain 0. dapat diberikan asam mefenamat 500 mg 3 kali sehari. Sedangkan antibiotik tetes diberikan pada pasien untuk pemakaian di rumah (gentamisin 3 mg/ml) 4 kali dalam sehari.Refleks direct + + . Pemeriksaan subjektif yang dilakukan berupa pemeriksaan visus jauh dan pemeriksaan refraksi. kalazion (-) Hordeolum (-).Refleks indrect + + 1. hifema (-) Jernih.

pupil lebar dengan reaksi lambat. tidak akan memberikan reaksi ataupun kalau ada hanya berupa reaksi ringan. seperti batu. dan epitel pigmen retina. lensa. bintik-bintik bulat kecoklatan pada lensa dan iris berubah warna. Benda reaktif. Timbulnya siderosis sebenarnya sangat dini tetapi tidak memberikan gejala klinik yang jelas sampai beberapa waktu lamanya.merupakan gram yang menempel ketika pasien sedang bekerja di bengkel 5 hari sebelumnya. Gejala klinik kalkosis timbul lebih dini dari pada siderosis yaitu beberapa hari setelah trauma. seperti emas. Pada benda yang inert. Trauma Tembus Trauma tembus adalah suatu trauma dimana sebagian atau seluruh lapisan kornea dan sclera mengalami kerusakan. iris. dan porselin. Benda reaktif akan memberikan reaksireaksi tertentu dalam jaringan mata. ataupun badan kaca. Neovaskularisasi Kornea Neovaskularisasi dipercaya sebagai akibat dari adanya suatu peradangan ataupun hipoksia dalam suatu kondisi sistem imun kornea yang tidak seimbang. dan bulu ulat. epitel pigmen iris. Gejala klinik berupa : gangguan penglihatan yang mula-mula berupa buta malam kemudian penurunan tajam penglihatan yang semakin hebat dan penyempitan lapang pandang. yaitu : epitel kornea. timah hitam. aluminium. . 2. Benda bukan logam (non metalik). Kalkosis Reaksi jaringan mata akibat pengendapan ion tembaga di dalam jaringan terutama jaringan yang mengandung membrane seperti membrane Descement. seperti timah hitam. Reaksi Jaringan Mata Reaksi yang timbul tergantung jenis benda tersebut apakah benda inert atau reaktif. 4. nikel. besi tembaga. dan tak tampak adanya infiltrat ataupun kelainan lain yang menyertai. platina. Timah hitam dan seng merupakan bendan reaktif yang lemah reaksinya. 2. perak. Benda organik kurang dapat diterima oleh jaringan mata dibanding benda anorganik. Pada mata tampak endapan karat besi pada kornea berwarna kuning kecoklatan. Trauma ini dapat terjadi apabila benda asing melukai sebagian lapisan kornea atau sclera dan tertinggal di dalam lapisan tersebut. bahan pakaian. Pada keadaan ini tidak terjadi luka terbuka sehingga organ di dalam bola mata tidak mengalami kontaminasi. Perdarahan Perdarahan intraokular dapat terjadi apabila trauma mengenai jaringan uvea. Benda logam (metalik). Erosi ini timbul apabila benda asing yang masuk tidak sampai menembus bola mata tetapi hanya tertinggal pada konjungtiva atau kornea. terdiri dari benda-benda yang dapat menimbulkan reaksi jaringan mata sehingga mengganggu fungsi mata. seng. Trauma Erosi konjungtiva atau kornea. Namun permukaan kornea masih licin dan mengkilap. epitel kapsul lensa. bahan tumbuh-tumbuhan. seperti emas. bila terjadi reaksi hanya ringan saja dan tidak mengganggu fungsi mata. 7. dan permukaan retina.
Terbagi menjadi benda logam magnet dan bukan magnet. 5. 3. Benda inert. Benda logam dengan sifat bentuk reaksi yang merusak adalah besi berupa ―siderosis‖ dan tembaga. Siderosis Merupakan reaksi jaringan mata akibat penyebaran ion besi ke seluruh mata dengan konsentrasi terbanyak pada jaringan yang mengandung epitel. 3. Bentuk reaksinya tergantung macam serta letak benda asing tersebut di dalam mata. berupa hifema (perdarahan dalam bilik mata depan) atau perdarahan dalam badan kaca. Gejala siderosis tampak 2 bulan sampai 2 tahun setelah trauma. kapsul anterior lensa. 4. Dalam hal ini akan ditemukan suatu luka terbuka dan biasanya terjadi prolaps iris. badan kaca. Tembaga dalam badan kaca dapat menimbulkan ablasio retina sebagai akibat jaringan ikat di dalam badan kaca yang menarik retina. tembaga. Benda asing yang dapat masuk ke dalam mata dibagi dalam beberapa kelompok: 1. Benda asing dengan kecepatan tinggi akan menembus seluruh lapisan sclera atau kornea serta jaringan lain dalam bola mata kemudian bersarang di dalam bola mata ataupun dapat sampai menimbulkan perforasi ganda sehingga akhirnya benda asing tersebut bersarang di dalam rongga orbita atau bahkan dapat mengenai tulang orbita. platina batu. kaca. kaca. yaitu benda yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak menimbulkan reaksi jaringan mata. Tembaga dapat memberikan reaksi purulen. Akibat Benda Asing pada Mata Benda asing dapat mengakibatkan : 1. 6.

Daniel. Program Profesi Pendidikan Dokter. Riwayat KB suntik sekitar 3. 2. Diakses dari www. (2000). Prosedur pembedahan yang memerlukan pelumpuhan otot seperti bedah thorax. IL-1. 3.com pada tanggal 22 Februari 2011. umumnya prognosis baik karena benda tersebut dapat langsung dikeluarkan dan akibatnya sangat ringan tanpa meninggalkan bekas ataupun hanya nebula bila di kornea. Mahmud..5 tahun dan menyusui. Beberapa dari faktor tersebut (fibroblast growth factors. 1978. Oftalmologi Umum.emedicine. Vaughan. Sitepu.2) SGOT 22. neutrofil). (2009). Foreign Body Removal. Asbury.. Bagian Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara: Medan Penulis Sekar Mutiara (20060310001). Bahri.7 (N : 10-50) Creatinin 0. Dalam anestesi umum pasien dapat bernafas spontan.1 (N : <42) Darah Lengkap dbn Pemeriksaaan Radiologi Foto Polos Thorax Pulmo/ cor dbn EKG Hasil : dbn Diagnosis FAM Terapi Ceftriaxon . C. Anestesi Umum pada Incisi FAM Dibuat oleh: Sekar Mutiara.6 (N : <38) SGPT 18. dan Riordan-Eva..D. atau bedah abdomen yang luas diperlukan control pernapasan yang adekuat. paul. Komponen obat anestesi ideal (trias anestesi) terdiri dari hipnotik analgesia dan releksasi otot. 4.4 Ureum 31. Cornea : Treatment and Medication. M.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:08 ABSTRAK Anastesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). Edisi kedua. anggota keluarga tidak punya keluhan yang sama. Ilyas. G. Cao. Edisi keempat belas. Cermin Dunia Kedokteran : Corpus Alienum Intra Oculi. Sebagian besar obat-obat anestesi menyebabkan depresi fungsi respirasi secara sentral. dan vascular endothelial growth factors/ VEGF) telah diidentifikasi dari kornea dan cairan air mata.Magelang. sehingga relaksan otot tidak diperlukan lagi dan dapat menghemat biaya anestesi. Taylor. M.6-1. Kesimpulan Pada trauma dimana benda asing berada di permukaan mata tanpa adanya luka perforasi seperti yang terjadi pada kasus ini. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik. Pada trauma dimana benda asing menyebabkan luka perforasi sehingga benda asing tersebut berada di dalam bola mata. didapatkan menggunakan obatobatan yang berbeda secarah terpisah. Bagian Ilmu Penyakit Mata.Operasi : incisi Diskusi Pada kasus wanita umur 40 tahun datang dengan . Ilmu Penyakit Mata. Anestesi umum dibagi menjadi 2 menurut cara pemberiannya yaitu pemberian secara intravena dan secara inhalasi. sehingga sel-sel endothelial pembuluh darah bermigrasi dan berproliferasi untuk membentuk suatu pembuluh darah baru. maka prognosisnya tergantung jenis-jenis benda asing.medscape. Teknik ini sesuai untuk prosedur pembedahan tertentu untuk mengendalikan pernapasan.Ketorolac . Faktor angiogenik menstimulasi terjadinya degradasi enzimatik terlokalisasi pada membran dasar ujung pembuluh darah perilimbal. Kasus Seorang wanita umur 40 tahun datang dengan keluhan terdapat benjolan di payudara kanan. Jakarta: Fakultas Kedokteran UI. (2003). RSUD Tidar . Keywords: Kista Ovarium. Jakarta : Widya Medika. dan leukosit infiltrative (seperti makrofag. Sementara itu untuk pembedahan dimana pasien masih sufisien untuk bernapas spontan. keratosit. Sidarta..84 (N : 0. Carlos.Trauma epitel dan/atau hipoksia pada kornea dapat menstimulasi pembentukan faktor-faktor angiogenik oleh sel-sel epitel lokal. dibantu atau dikontrol oleh anestesiologis. benjolan sejak 1 bulan SMRS muncul benjolan pada payudara kanan dan terasa nyeri walau tidak ditekan. Referensi 1. Pada pemeriksaan fisik terdapat benjolan di payudara kanan diameter 2 cm Pemeriksaan penunjang : Pemeriksaan Darah Kimia Darah GDS 87.

hiperpireksia ganas jarang terjadi d. enfluran. etil klorida. pandangan kabur. Penghisap Lendir a. etil-vinil-eter. etilen. Tindakan resusitasi b. Stilet atau forcep intubasi Digunakan untuk mengatur kelengkungan pipa endotrakeal sebagai alat . Efek samping halotan : a. d. meningkatkan sensitifitas miokardium terhadap adrenalin. Mempertahankan jalan napas agar tetap adekuat c. mual dan muntah setelah operasi Anestesi intravena selain untuk induksi juga dapat dipakai untuk rumatan. Pipa orofaring/nasoparing Alat ini dugunakan untuk mencegah obstruksi jalan nafas karena jatuhnya lidah. misalnya didaerah kepala dan leher dibutuhkan pipa yang tidak bisa tertekuk yang mempunyai spiral nilon atau besi. metoksifluran. menggigil selama pemulihan f. dan demam tinggi. Bila hendak diberikan sebelumnya sebaiknya diberikan sedasi (midazolam). nyeri kepala. kemudian menyusul eter. Ketamin dapat menyebabkan takikardia. b. Stilet . Pipa Endotrakeal Terbuat dari karet atau plastik. hindari pemakaian pada kehamilan dan menyusui e. Pipa oroparing/Nosoparing. Mandrin C = Conektor/sambungan-sambungan S = Suction. f. gangguan hepar. Pemberian ventilasi mekanis jangka panjang C. Halotan digunakan untuk menginduksi dan mempertahankan anestesi. pentanil) diberikan dalam dosis tinggi. Ukuran laki-laki dewasa berkisar 8. gunakan hiperventilasi sedang selama bedah saraf c. Persiapan set intubasi : Sebelum mengerjakan intubasi dapat diingat kata STATICS S = Scope. myastenia gavis. fluoroksan. Hal-hal ini yang perlu diperhatikan adalah : a. Tujuan : a. bradikardi dan hipotensi selama induksi b. Indikasi : a.4 % halotan (anak-anak 1. dan sevofluran. sehingga sering digunakan untuk induksi pasien dengan kelainan jantung.0-9. pastikan kecukupan ventilasi ruangan d. mempotensiasi aksi relaksan otot non depolarisasi b. Propofol dikemas dalam cairan emulsi lemak berwarna putih susu bersifat isotonic dan hanya boleh diencerkan dengan menggunakan dekstrose 5%. opioid (morfin. fekromositoma. dan opioid. aminofilin dan theofilin. Mencegah aspirasi d. meningkatkan efek relaksan otot aminoglikosida c. d.keluhan terdapat benjolan di payudara kanan dilakukan pembedahan dengan anestesi umum. Ambubag T = Tape. Opioid tidak mengganggu kardiovaskuler. Pipa Endotrakeal A = Air Way. kloroform. petidin. ketamin. aritmia). untuk intubasi oral panjang pipa yang masuk 20-23 cm. Laringoskop . isofluran. wanita 7. c. sebelumnya ada riwayat hiperpireksia (suhu badan melebihi 41. memperparah hipotensi yang disebabkan oleh efek pemblokan ganglionik tubokurarin. Induksi : 2. Plester. Penggunaan halotan merupakan kontra indikasi pada pasien kelainan jantung (hipotensi.5-8. kerusakan hati e.1 derajat celcius) ganas atau rentan terhadap hipertermia malignan. A. Plester I = Indroducer. sikloropan. laringoskopi dengan blode lurus (misalnya blade magill). tambahan analgesi regional atau membantu prosedur diagnostic. Untuk induksi.5 mm. hipertensi.dapat mengganggu kemampuan mengendrai kendraan dan mengoperasikan mesin. trikloro etilen. anti depresan trisiklik. dan mimpi buruk (halusinasi). Obatobatan yang sering dipakai adalah thiopental. aritmia jantung selama anestesi c. propofol. Sehingga kontra indikasi untuk pasien hipertensi. Pemeliharaan jalan napas d.Blade lurus.0 mm. Intubasi trakea adalah tindakan memasukkan pipa endrotrakeal kedalam trakea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dilkendalikan. Laringoscop dan Stetoskop T = Tubes. hipersalivasi. hindari penggunaan berulang dalam jangka waktu 3 bulan b. untuk memfiksasi pipa trakea setelah tindakan intubasi e. Membersihkan saluran trakeabronkial b. halotan. Obat anestesi inhalasi yang pertama kali digunakan untuk membantu pembedahan adalah N2O. Interaksi obat : a.Blade lengkung (macintos) biasa digunakan laringoscop dewasa . pipa plastik yang sekali pakai untuk operasi tertentu. desfluran. dan pasca anestesi dapat menyebabkan mual muntah.5-2 % halotan) dalam O2 atau O2/N2O. pada anak-anak pipa endotrakeal tanpa balon. Mempermudah pemberian ventilasi dan oksigenisasi B. Biasanya digunakan pada bayi dan anak. simtomitetika lainnya. Tindakan anestesi c. Untuk mencegah kebocoran balon (cuff) pada ujung distal .

berwarna putih kepucatan (livid ) (+). Pada pemeriksaan telinga dan tenggorokan tidak ditemukan adanya kelainan. Pasien belum pernah berobat sebelumnya. komplikasinya lebih sering ditemukan. Kata kunci: Rhinitis Alergika. Pasien mengaku alergi dengan debu.emedicine. Bagian Ilmu Anestesi.bantu saat insersi pipa. Forcep intubasi (magill/digunakan untuk memanipulasi pipa endotrakeal nasal atau pipa nasogastrik melalui orofaring f. Arif. General Anesthesi. Berdasarkan berat ringannya penyakit maka pasien digolongkan pada ASA 1 yang berarti pasien penyakit bedah tanpa disertai gangguan sistemik. sekret encer (+). Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman. tapi karena lebih persisten. sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. Anggota keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit serupa. Pasien mengaku alergi dengan debu.Magelang. asma dan penyakit lainnya. conca udem (+). 2000. dkk. General Anesthesi. Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu . Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu. septum nasi deviasi (-). pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu. http://www. Mansjoer. bersin-bersin.com/Anestesiologi. PENATALAKSANAAN RHINITIS ALERGIKA PADA PEREMPUAN USIA 24 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. pemeriksaan Vital Sign: Tekanan darah :120/70 mmHg Respirasi: 20x / menit Suhu: febris Nadi: 80x / menit. pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu.medicinenet.Wikipedia. Teknik yang digunakan harus tepat dan harus dilakukan monitor yang ketat selama jalannya operasi. gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik. 2. Diakses pada tanggal 24 Januari 2012 3. pasien datang dengan keluhan pilek disertai ingus encer. Keluarga pasien tidak ada yang mempunyai riwayat alergi. Diagnosis Rhinitis Alergika Terapi Non Famakologi : Edukasi: Menghindari kontak dengan alergen penyebab Farmakologi: Ozen tab 2x1 Coldizo 2x1 Diskusi Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran . gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik. Reaksi hipersensitivitas tipe II Kasus Seorang pasien perempuan berusia 24 tahun datang ke poli THT dengan keluhan pilek disertai ingus encer. Riwayat asma (-).com. www. Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 4. kesadaran: compos mentis. Referensi 1. Anestesi spinal. bersin-bersin. Pada Pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan tampak mukosa hidung udem (+). Dalam: Kapita Selekta Kedokteran edisi III hal. Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. Pada kasus ini. sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. Program Profesi Pendidikan Dokter. RSUD Tidar . Jakarta.Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:45 ABSTRAK Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama. Ditambah dengan adanya pemeriksaan penunjang yang dilakukan maka pasien ini didiagnosis sebagai rhinitis alergika.com. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum: baik. Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 Penulis Sekar Mutiara (20060310001). hiperemis (-). Alat penghisap (suction ). www.digunakan untuk membersihkan jalan napas Kesimpulan Pada kasus ini pasien di lakukan anestesi umum.261-264.

Pemakaian peroral dengan pemberian intermiten atau tapering off hanya untuk kasus berat. gunakan masker wajah. Dapat timbul pada semua golongan umur. Untuk hipertropi konka. namun berkurang dengan bertambahnya umur. seperti asap rokok. Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. Zat mediator utama dan terpenting adalah histamin yang memiliki efek dilatasi pembuluh darah. Gejala sering tidak lengkap. Pada kasus ini didiagnosis rhinitis alergika. pasien harus dirujuk agar dapat dilakukan kauterisasi konka inferior dengan nitras agenti atau triklor asetat. Faktor herediter berperan. Dapat diberikan natrium kromolat dalam bentuk inhalasi untuk pencegahan. hindari kegiatan berkebun. Efek kortikosteroid baru terasa setelah pemakaian agak lama. Tidak ada demam. Gejala spesifik lain pada anak-anak bila penyakit telah berlangsung lama (>2 tahun) adalah bayangan gelap didaerah bawah mata (allergic shinner) akibat stasis vena sekunder karena obstruksi hidung. bau yang merangsang. iritasi ujung-ujung saraf sensoris dan aktivasi sel-sel kelenjar sehingga sekret diproduksi lebih banyak. terutama anak dan dewasa muda. perubahan cuaca dan kelembaban yang tinggi. Pemakaian lokal dengan preparat baru. Jika harus berkebun. dan budesonid untuk jangka panjang cukup aman. Menghindari pencetus (allergen) dengan cara mengamati benda-benda apa yang menjadi pencetus (debu. disertai banyak sekret encer. urtikaria atau eksim. tapi karena lebih persisten. pucat atau livid. Penatalaksanaan yang tepat yaitu dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi. Imunoterapi diindikasikan untuk severe persistein. seperti urtikaria dan gangguan pencernaan. Tujuannya adalah agar pasien mencapai peningkatan toleransi terhadap alergen. serbuk sari. sedangkan jenis kelamin. pastikan dengan skin test kemudian jaga kebersihan rumah. mukosa kembali normal. Sering disertai penyakit alergi lainnya seperti asma. Gejala keduanya hampir sama. Diberikan peroral. Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman. Pada reaksi alergi ini dilepaskan berbagai zat mediator yang akan menimbulkan gejala klinis. Jika hipertropi sudah berat dapat dilakukan konkotomi. jendela ditutup. hay fever. hanya sifat berlangsungnya yang berbeda. terutama untuk mengatasi sumbatan hidung. Berdasarkan sifat berlangsungnya. Preparat yang dipakai adalah agonis alfa adrenoreseptor. kecuali bila telah berlangsung lama. golongan etnis dan ras tidak berpengaruh. Terapi simptomatis dilakukan . Pada anak-anak sering disertai gejala alergi lain. Pemberian topikal harus hemat dan jangka pendek (4-10 ahri). basah. diberikan 2 minggu sebelum pemberian topikal agar pemberian topikal efektif. hidung dan mata gatal. biasanya dalam kombinasi dengan antihistamin seperti pseudoefedrin fenilpropanolamin. Lamalama akan mengakibatkan timbul garis melintang di dorsum nasi sepertiga bawah (allergic crease). Penyebab tersering adalah alergen inhalan (dewasa) dan ingestan (anak-anak). Edukasi sebaiknya selalu diberikan berkenaan dengan penyakit yang kronis. Kesimpulan Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama. Rinitis alergi sepanjang tahun (perennial)2. Terapi simptomatis dilakukan melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal. flunisolid.1. Jika perlu. peningkatan permeabilitas kapiler. pollinosis). Rinorea yang encer dan banyak. kadang disertai lakrimasi. bulu binatang. Serangan bersin berulang lebih dari lima kali dalam satu serangan. sampai dia tidak lagi menunjukkan reaksi alergi jika terpapar oleh senyawa tersebut. seperti beklometason. Diperberat oleh faktor non spesifik. rinitis alergi dibedakan atas : Rinitis alergi musiman (seasonal.utama. Penatalaksanaan rhinitis alergi adalah dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi. dll). Anak sering menggosok-gosok hidung dengan punggung tangan (allergic salute). hidung tersumbat. komplikasinya lebih sering ditemukan. pengobatan memerlukan waktu yang lama dan pendidikan penggunaan obat harus benar . Diluar serangan. yang berdasarkan kelainan atopi. Pada rinoskopi anterior didapatkan mukosa edema.

php 2007 3. dimana pada beberapa kasus gejalanya sesuai dengan diagnosis patologisnya dengan ketepatan yang tinggi. Michael. Referensi 1.org/professional /allergic_diseases_center/rhinitis/rhinitis_indepth. Ketorolac 1 amp/12 jam. A.melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal. 1997. Penerbit Buku Kedokteran EGC. pasien datang ke IGD membawa rujukan dari puskesmas dengan keterangan nyeri pinggang sampai ke kaki kanan yang dirasakan sudah ± 1 bulan. DIV L II-III menyempit. Keluhan ini dapat demikian hebatnya hingga penderitanya mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan sampai harus istirahat dan dirawat di rumah sakit. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Pada pemeriksaan fisik.. Edisi 6. Awalnya pasien tidak mengobati nyerinya. nyeri Kasus Satu bulan sebelum masuk RS. memiliki gejala nyeri pinggang sampai kaki kanan setelah mengangkat beban yang berat. Penyakit Telinga Luar. Amitriptilin 2 x 12. walaupun pada sebagian besar kasus akan sembuh dengan sendirinya. Riwayat penyakit serupa disangkal. Spondyloarthrosis L II-III. R. Pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Anatomi dan Fisiologi Terapan. Dengan demikian maka LBP yang timbulnya sementara dan hilang timbul adalah sesuatu yang dianggap biasa. 1997. A. Pasien mengatakan tidak ada gangguan dalam buang air kecil. Pada pasien ini. kesan : Spondylosis lumbalis. Riwayat Jatuh terduduk disangkal. Foto radiologi V.5 mg. tidak ditemukan reflek patologis. FIV tak menyempit. Pasien adalah seorang petani yang sering mengangkat hasil tani.. pasien mulai mengeluh nyeri pinggang yang menjalar sampai ke kaki kanannya.Lumbosacral : Kurvatura melurus. Pemeriksaan radiks medula. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Lawrence. ditemukan lassegue 300. Namun bila LBP terjadi mendadak dan berat maka akan membutuhkan pengobatan. reflek fisiologis dalam batas normal. Nyeri . Trabekulasi tulang cukup baik. HNP Terapi Inj. 20060310016. diagnosis tidak pasti dan berlangsung lama. Riwayat TBC / batuk lama disangkal. Saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. Kekuatan pada kaki kanan bebas terbatas dan kekuatannya sulit dinilai karena nyeri. karena harus merubah pula cara hidup penderita dan malahan juga perubahan pekerjaan. pemeriksaan fisik ditemukan lasegue (+). Edisi 6.. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta LOW BACK PAIN PADA PASIEN LAKILAKI USIA 35 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Diskusi LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis. Riwayat dipijit disangkal. BOIES Buku Ajar Penyakit THT.. Peter. Riwayat penyakit tumor disangkal. Hari masuk rumah sakit. Rhinitis. patrick dan kontra patrik negatif. Tampak osteophyt anterior corpus vertebra lumbales. saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. Diagnosis Diagnosis Klinis : Low Back Pain cum Ischialgia Diagnosis Topik : Radiks spinalis lumbal II III Diagnosis Etiologi : et causa Spondilogenik dd. BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. website www..Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:42 ABSTRAK Low Back Pain (LBP) adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. Pedikel intak.worldallergy. Kata kunci : Low back pain.. Pasien merasakan gejala ini setelah mengangkat beban yang berat. LBP yang rekuren membutuhkan lebih banyak perhatian. Penulis Farida Aryani. Jakarta. 2. namun di sebagian besar kasus. Jakarta. hanya dibiarkan saja. Fisioterapi.

LBP yang lebih dari 6 bulan disebut kronik. dan topiramat. 2001 Penulis Farida Aryani. Mansjoer. Medikamentosa diberikan terutama untuk mengurangi nyeri yaitu dengan analgetika. Tanda Laseque adalah tanda pre-operatif yang terbaik untuk suatu HNP. diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan. Perdossi.M. Untuk LBP akut secara fakta didapatkan bahwa tidak terdapat NSAID spesifik yang lebih efektif terhadap yang lainnya.Neurologi. Harus diketahui bahwa tanda Laseque berhubungan dengan usia dan tidak begitu sering dijumpai pada penderita yang tua dibandingkan dengan yang muda (<30tahun). Sadeli HA. gabapentin. Pesien didiagnosis etiologi HNP dengan manifestasi iskialgia didasarkan atas anamnesis: adanya nyeri pada punggung bawah yang timbul tak tergantung dengan waktu siang atau malam. Editor: Meliala L. Pada penderita ini secara radiologis x-foto polos terlihat penyempitan ruang intervertebralis. Suryamiharja A. Selain hal ini penderita juga sering mengangkat beban berat yang akan memberikan trauma berulang secara berkepanjangan pada struktur tulang belakang karena pasien seorang petani dan hampir setiap hari mengangkat beban. Pada pasien ini faktor yang menjadi resiko dari penyebab terjadinya low back pain adalah faktor pemakaian yang terlalu banyak (wear and tear). Hal ini menggambarkan telah terjadinya trauma mekanik pada vertebra yang terjadi secara berulang dalam waktu yang lama. Tjahjono B. Medikasi lain yang dapat diberikan sebagai tambahan adalah relaksan otot. Sering obat yang sesuai untuk penanganan dimulai dengan asetaminofen dan/atau nonsteroidal antiinflammatory drug. karena sejalan dengan usia yang menuju berumur pertengahan. Media Aesculapius FK-UI. Kapita selekta kedokteran jilid 2. telah disertai dengan defisit neurologis berupa adanya tanda rangsangan laseque (+). tirah baring dan mobilisasi serta diberikan medikamentosa mengurangi nyeri.Tanda Laseque atau modifikasinya yang positif menunjukkan adanya ketegangan pada saraf spinal khususnya L5 atau S1. batuk ataupun mengejan. patofisioloogi dan penatalaksanaan. Faktor resiko dari penyebab terjadinya low back pain bisa karena faktor pemakaian yang terlalu banyak. memberat terutama bila berjalan. Adanya tanda Laseque lebih menandakan adanya lesi pada L4-5 atau L5-S1 daripada herniasi lain yang lebih tinggi (L1-4). Sadeli HA. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENATALAKSANAAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA PRIMIGRAVIDA UMUR KEHAMILAN 13 MINGGU . Penanganan pasien. Purba JS. 20060310016. Dalam: Nyeri Neuropatik.ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. tirah baring dan mobilisasi. 2. BRSD KRT Setjonegoro.1995 3. Mumenthaler. Arief. Referensi 1. Jakarta. antidepresan trisiklik. Jakarta. Kesimpulan LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis. 2008. Dalam penanganan umum penderita diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan.Binarupa Aksara. karbamazepin. Nyeri ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. dan antiepileptika seperti fenitoin. Nyeri punggung bawah.dkk. tampak osteofit korpus vertebra.

khlorida dan bilirubin. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. dan sebagainya. 24 tahun. Keluhan mual dan muntah semakin bertambah berat setelah makan dan minum. Sedativa yang sering diberikan . G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu datang dengan keluhan mual dan muntah sejak ± 1 bulan yang lalu. tetapi perlu diingat untuk tidak memberikan obat teratogen. Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam penderita. Rehidrasi dengan cairan parenteral. alergi. Apabila dengan cara diatas keluhan dan gejala tidak mengurang maka diperlukan pengobatan. Terapi Psikologik. Bila perlu ditambahkan kalium dan vitamin. pengawasan KU. sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. Riwayat sakit kuning. Penatalaksanaan non farmakologi berupa bed rest. catat dan perhatikan cairan yang keluar dan masuk. respirasi teratur dalam batas normal. dan sebagainya. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. muntah dialami lebih dari 10 kali per hari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. Pada kasus ini. DM.Modifikasi terakhir pada Minggu 11:44 ABSTRAK Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. pada muntahan tidak terdapat darah. KASUS Seorang wanita. pada muntahan tidak terdapat darah. VS. Farmakologis berupa Infus D5% 20 tpm. suhu : 37°C. BAB dan BAK dirasakan semakin menurun. 4. konsumsi jamu. Farmakologis berupa Infus. Diet biasa. dehidrasi. asma. PPV. aseton. Penderita disendirikan dalam kamar tenang. jantung dalam keluarga disangkal. yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini. dan berkurang saat istirahat. alergi obat. Riwayat sakit kuning. dengan TD : 70/50 mmHg. Diabetes Mellitus. Muntah > 10 kali sehari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. sampai muntah berhenti dan penderita mau makan. seorang wanita G1P0A0 usia 24 tahun hamil 13 minggu dengan mual muntah berlebihan sejak 1 bulan yang lalu. dehidrasi. Pasien mengaku mempunyai rasa takut dan cemas terhadap kehamilannya yang pertama. Tiap makan langsung muntah. Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan. muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein dapat diberikan pula aam amino secara intravena. Nafsu makan dirasakan menurun karena pasien takut muntah. VS. tatapi cerah dan peredaran udara yang baik. Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit. Terapi medikamentosa. kurangi pekerjaan yang berat serta menghilangkan masalah dan konflik. Satu-dua minggu sebelum masuk rumah sakit. hipertensi. Muntah awalnya hanya terjadi pada pagi hari dan setelah makan dan minum. nadi : 92 x/menit. berat badan menurun. DISKUSI Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. pasien menikah 1x lamanya 9 bulan. 3. berat badan menurun. Beberapa cara untuk penanggulangan hiperemesis lebih lanjut : 1. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. PPV. hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan. Pemeriksaan USG. pielititis. aktivitas sehari-hari terganggu. pielititis. Pasien juga mengeluh nyeri ulu hati dan kadang demam. Dibuat control cairan yang masuk dan keluar. Pengawasan KU. DIAGNOSIS G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu dengan hiperemesis gravidarum TERAPI Non farmakologi berupa bed rest.Dibuat oleh: Dianita Rachmawati. Diet biasa. karbohidrat. Pada pemeriksaan thoraks dan ekstremitas dalam batas normal. Hipertensi disangkal. Pemeriksaan abdomen terdapat nyeri tekan epigastrium. dan protein dengan glucose 5% dalam cairan garam fisiologik sebanya 2-3 liter sehari. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. Cernevit 1x1 drip dan Ondansetron 8mg/drip. Badan terasa lemah. 2. Pada pemeriksaan pasien compos mentis dan tampak lemas. Isolasi. janin dalam keadaan baik. Air kencing perlu diperiksa sehari – hari terhadap protein terhadap protein. Pasien sering merasa haus dan bibir terasa kering. multivitamin dan antiemetik.

Hyperemesis Gravidarum. Distribusi larutan injeksi anestesi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Hal ini mungkin disebabkan karena faktor psikis dari pasien yang takut dan khawatir akan kehamilannya yang pertama. 15 . 1155-1164. Vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6. KESIMPULAN Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. vol.HCl. Ilmu Kebidanan.135-171. F. Obstetri Williams. gangguan liver dan gangguan ginjal.dr. Pada kasus ini pasien menderita hiperemesis gravidarum pada saat usia kehamilannya 13 minggu. Isi Seorang laki-laki.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:41 Abstrak Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida. Diskusi Pada pasien ini dilakukan anestesi spinal dengan menggunakan Bupivacaine spinal 0. Kaminetzky HA eds.5 % 15 mg.5 jam. EGC:Jakarta. Vol. PT. Durasi anestesi secara signifikan lebih lama dengan bupivakain dibandingkan dengan anestesi lokal lain yang umum digunakan. antihistamiika juga dianjurkan. 12.Rustam. Am J Obst.H2O Farmakodinamik: Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida. Sarwono. 1981. umur 56 tahun datang karena tidak bisa buang air kecil. Terapi yang diberikan bertujuan untuk memperbaiki kondisi dan mencegah terjadinya keadaan yang lebih buruk. Ilmu Kebidanan dan Kandungan. yang paling penting adalah volume larutan injeksi dan posisi dari pasien. PENULIS Dianita Rachmawati. Farmakokinetik: durasi analgetik pada T10-T12 selama 2-3 jam. Jakarta: EGC.. Dosis bupivacaine spinal injeksi untuk dewasa yang dianjurkan adalah: anestesi spinal untuk operasi : 10. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi. yang mana pada 1 ampul terdapat volume 4 ml dan setiap ml terkandung 5 mg Bupivacain HCl dan 80 mg dekstrose monohidrat.20 mg Bupivacaine spinal injeksi. 2005. REFERENSI Cunningham. 5. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta. Penghambatan motorik pada otot abdominal membuat larutan sesuai untuk operasi abdominal selama 45-60 menit. & gynec. Fairwether.G.. nyeri dan merasa kurang puas bila buang air kecil dengan suspect BPH. dkk. ed.adalah Phenobarbital. Mochtar. Bupivacain HCl menghasilkan relaksasi muskular yang cukup pada ektremitas bawah selama 2-2. Dalam keadaan terminasi kehamilan dapt dilakukan. . obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion. Rumus empirik: C16H26N2O. RSUD Salatiga Penggunaan Bupivacaine pada Pasien BPH Tindakan Open Prostatektomi Dibuat oleh: Anita Permatasari. Hal ini disebabkan karena terapi tidak berhasil bahkan keadaan umumnya semakin buruk. yang terpenting adalah rehidrasi. Sinopsis Obstetri. et al.1968. 21. Prof. Terapi radikal terminasi kehamilan. Indikasi terminasi kehamilan adalah ensefalopati Wernicke. Jenis pembedahan : open prostatektomi. gangguan kardiovaskular. 2008. perdarahan retina. Riwayat susah buang air kecil sudah satu minggu. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi. obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion. Diagnosis BPH Jenis pembedahan : open prostatektomi. In : Iffty L. Obat ini juga dapat ditoleransi dengan baik pada semua jaringan yang terkena.102.1991. Principles and Practise of Obstetric and Perinatology.Diagnosis prabedah : BPH. Toronto : A Wiley Medical Publication. Mannor SM. Onset aksi dengan bupivakain adalah cepat dan anestesi tahan lama. Prawirohardjo. Nausea and Vomity in Pregnancy. Ini juga telah mencatat bahwa ada periode analgesia yang tetap setelah kembalinya sensasi.

Dalam obat ini yang membuat keadaan hiperbarik adalah kandungan dekstrose 80 mg. pasien lemas dan tertidur kemudian sadar.. 2004 4. Anestesiologi. sehingga meminimalkan komplikasi spinal anestesi. Kejang terjadi pada sore harinya 1 kali. Cole. J. Mikhail MS. editor. ekskresi urin dipengaruhi oleh perfusi ginjal dan faktor yang mempengaruhi pH urin. terus-menerus. Tidak ada riwayat perdarahan (mimisan ataupun perdarahan gusi) dan ruam .. Setelah mengalami kejang. Pada suhu 37oC cairan serebrospinal memiliki berat jenis 1. New York. BAK dan BAB dalam batas normal. Unit Kerja Koordinasi Neurologi IDAI membuat klasifikasi kejang demam pada anak menjadi 2 yaitu Kejang Demam Sederhana (KDS) dan Kejang Demam Kompleks (KDK). Yao. 1989. karena obat ini memiliki onset yang cepat dan anestesi yang tahan lama. 2. Stase Ilmu Anestesi dan Reanimasi.003-1. Keyword : kejang demam. riwayat kejang demam pada keluarga (+). Yogyakarta. kejang demam sederhana KASUS Seorang anak perempuan usia 10 bulan dengan berat badan 9. mungkin lebih rentan terhadap toksisitas potensi anestesi lokal tipe amida. Pasien masih mau makan dan minum ASI seperti saat tidak sakit. Problem Oriented Patient Management. Hanya 5% dari bupivakain diekskresikan tidak berubah dalam urin. Pasien dengan penyakit hati. Muhardi. Lippincott Williams and Wilkins. Pasien sempat dibawa ke puskesmas dan mendapat diazepam per rectal.3 kg. Kesimpulan Pada kasus ini penggunaan obat bupivacaine untuk spinal anestesi sudah tepat.selama waktu kebutuhan analgesik kuat berkurang. Muhadi Muhiman. hal 123.Modifikasi terakhir pada Minggu 08:51 ABSTRAK Kejang demam adalah kejang yang disebabkan kenaikan suhu tubuh lebih dari 38. Ginjal adalah organ ekskresi utama untuk anestesi lokal.S.. Latief Said. Sehari sebelumnya anak demam mendadak. Dilihat dari berat jenisnya obat ini termasuk obat hiperbarik yaitu berat jenis obat lebih besar dari berat jenis cairan serebrospinal.4°C tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit akut pada anak berusia di atas 1 bulan tanpa riwayat kejang tanpa demam sebelumnya. 3. Mosby. sehingga menambah berat jenis obat. Artusio. semakin lama semakin meningkat.008. dibawa oleh ibunya ke IGD RSUD Salatiga. RS Jogja. 2001 Penulis Anita Permatasari. McGraw Hill. Adult Perioperative Anesthesia: The Requisites in Anesthesiology.0278. Schlunt.F. terutama mereka dengan penyakit hati yang berat.J. Clinical Anesthesiology 4th edition. D. rujukan Puskesmas karena mengalami kejang. Referensi 1. saat demam berupa gerakan kaku seluruh tubuh anak dan berlangsung kurang lebih 5 menit. Morgan GE. F. Anesthesiology. Riwayat kejang sebelumnya (+) sekitar 5 menit saat usia 9 bulan dan diopname. PENEGAKAN DIAGNOSIS KEJANG DEMAM SEDERHANA PADA ANAK PEREMPUAN USIA 10 BULAN Dibuat oleh: Dianita Rachmawati. 2006. Pilihan Cara Anestesia. Sedangkan dalam obat ini memiliki berat jenis 1. sehingga memungkinkan perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. Dalam: Basuki Gunawarman.Murray M. Jakarta: Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Selain itu obat ini termasuk obat hiperbarik jika dilihat dari berat jenisnya. M. Anestesi lokal jenis Amide seperti bupivakain dimetabolisme terutama di hati melalui konjugasi dengan asam glukuronat. Kondisi hiperbarik akan memungkinkan terjadi perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. USA.

E. REFERENSI Hassan.. Heart Rate:92x/menit. pemeriksaan fisik. 2000. dan kejang demam multipel. Nelson. Unit Kerja Koordinasi Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta: EGC. berlangsung singkat dengan sifat bangkitan dapat berbentuk tonik-klonik. Dr. Sofyan Prof. tanda rangsang meningeal (-). kejang lama (>15 menit). Pada pasien ini dapat ditegakkan diagnosis KDS berdasarkan adanya riwayat demam sebelumnya dan kejang terjadi 1x selama 5 menit. PENULIS Dianita Rachmawati. DR. tonik. 2006. kejang pertama pada usia < 12 bulan. Yogyakarta: Medika FK-UGM. Hardiono. Dr. Pemeriksaan thoraks dan abdomen dalam batas normal.. Ilmu Kesehatan Anak. di antaranya: infeksi susunan saraf pusat. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi 1. Price. Anderson.kemerahan seluruh tubuh maupun batuk pilek.SpA(K). dan per oralnya diberikan pulvis yang terdiri dari PCT 100 mg. Alatas. status gizi baik. Ismael. Umumnya kejang berhenti sendiri. Hal ini sesuai dengan kriteria dari Unit Kerja Neurologi IDAI. Febrile Seizures Rudoplh Pediatrics. Dr.5 ⁰C.. dimana kriteria kejang demam sederhana (KDS/Simple Febrile Seizure) • Singkat dan disertai demam • Durasi kurang dari 15 menit • Kejang dapat umum. Diperlukan anamnesis. 2002. 2005. epilepsi pada keluarga. Riwayat trauma kepala (-). fokal atau umum. 2005. Begitu kejang berhenti anak tidak memberikan reaksi apapun untuk sejenak. tonik. Waldo.Sardjito Edisi III Jilid 2.D.MD. misalnya epilepsi. Rudolph AM. Konsep Klinis Proses-Prose Penyakit. dr. Suhu : 37. klonik. 2004. ANASTESI SUBARACHNOID BLOCK PADA HERNIOTOMI LAKI-LAKI USIA 60 TAHUN DENGAN HERNIA INGUINALIS LATERALIS REPONIBLE . kejang fokal. dkk. Ikatan Dokter Anak Indonesia.. dkk. EGC: Jakarta. Luminal 5 mg diberikan 3x sehari. RSUD Salatiga. Pusponegoro. tidak berulang dalam 24 jam. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Volume 3. 1985. Standar Pelayanan Medis RS. Sutaryo. dan atau klonik • Umumnya akan berhenti sendiri • Tanpa gerakan fokal • Tidak berulang dalam 24 jam Pada bayi dan anak dengan kejang dan demam yang perlu diperhatikan adalah apakah terdapat gangguan perkembangan neurologis. dkk. Patofisiologi. riwayat terluka/tertusuk benda tajam (-). DIAGNOSIS Kejang Demam Sederhana (KDS) TERAPI Pada pasien ini diberikan Infus KaEN 3B 20 tpm. tampak lemah. Pemeriksaan fisik : Keadaan umum : compos mentis. Sylvia. Konsensus Penanganan Kejang Demam. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien didiagnosis kejang demam sederhana. riwayat kejang tanpa demam. Pernafasan : 40 x/menit. tetapi setelah beberapa detik atau menit anak akan terbangun dan sadar kembali tanpa adanya kelainan saraf. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang yang menyeluruh untuk menegakkan diagnosis. KESIMPULAN Kejang demam adalah suatu bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (> 38°C). Appleton dan Lange. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. SpA(K). DISKUSI Pada pasien ini mengalami kejang demam sederhana. air dan elektrolit dan adanya lesi struktural pada sistem saraf. Hussein. Serangan kejang terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam. Infomedika. Adapun penegakan diagnosis kejang demam hanya dapat ditegakkan dengan menyingkirkan penyakit-penyakit lain yang dapat menyebabkan kejang. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia. Rupeno. Edisi ke-20. sakit pada mata dan telinga (-). perubahan akut pada keseimbangan homeostasis.Dr.

The American Journal of Surgery 190 (2005) 467–473 2.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:01 Abstrak Anastesi Subarachnoid Block atau spinal anastesi adalah suatu bentuk anastesi regionaldengan cara memasukkan obat anastesi lokal ke ruang subarachnoid menggunakan jarum halus. Anastesi menggunakan premedikasi Antiemesis (Ondancetron HCL i. BRSD KRT Setjonegoro. Biasanya. sebagai analgetik digunakan dengan tujuan untuk mengurangi rasa nyeri. Jenis anestesi yang digunakan adalah regional anestesi dengan teknik Sub Arachnoid Block. Raanan Cohen-Kerem. Dosis ondancentron HCL dan ketorolac yang dianjurkan adalah 2-4 mg pada dewasa dan 10-30 mg dapat diulang setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan. Kerja bupivacain adalah menghambat konduksi saraf yang menghantarkan impuls dari saraf sensoris. Dari pemeriksaan fisik yang dilakukan pasien didiagnosis hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan menggunakan anastesi subarachnoid block sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi.v) dan analgesik non opiat (Ketorolac i. Valsava test positif dan terdapat suara bising usus pada auscultasi. MD . 439-451 Penulis Farida Aryani. uri akan lahir spontan dlam 15-30 . Subarachnoid Block Technique . Teknik spinal anestesi ini dipilih sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi. Premedikasi yang digunakan pada kasus ini adalah ondancentron HCL 4 mg dan ketorolac tromethamine 30 mg yang diberikan dengan tujuan mencegah mual dan muntah paska operasi agar tidak terjadi aspirasi dan rasa tidak nyaman. Indikasi lain bagi dilakukannya anastesi subarachnoid block adalah jika pasien mempunyai kontraindikasi dilakukannya intubasi endotrakeal. Dari pemeriksaan fisik didapatkan benjolan yang teraba pada regio inguinalis sinistra ukuran 2x3x2 cm2. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Perdarahan Postpartum Dini ec Retensi Plasenta pada Pasien 27 Tahun P2A0 Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. kenyal dan dapat direposisi. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. Referensi: 1.v) serta induksi dengan Bupivakain i. Kata kunci : subarachnoid block.Dibuat oleh: Farida Aryani.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:00 ABSTRAK Dalam persalinan.menggunakan anastesi subarachnoid block. Kesimpulan Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu. Anasthesiology (2000) . M. Selama operasi terjadi perdarahan kurang lebih 100 cc.D . Anasthesi in Abdominal surgical intervention. Pasien didiagnosa hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan . herniotomi Kasus: Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu. karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. Pemeriksaan status operatif pasien ASA I dan malampati score I.v. Karena perdarahan pada kasus ini kurang dari 20% EBV maka tidak diperlukan transfusi darah. Bagian Ilmu Anestesi. kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. Diagnosis Pasien didiagnosa Hernia Inguinalis Lateralis Reponible Terapi Rencana Operasi Herniotomi menggunakan anastesi subarachnoid block Diskusi Pada kasus ini pasien seorang laki-laki usia 60 tahun dengan diagnosis hernia inguinalis sinistra reponible akan dilakukan herniotomi. Three Finger Test positif. Hilda Pedersen. Induksi anestesi pada kasus ini menggunakan anestesi lokal yaitu bupivacain 15 mg. 51 .

Untuk mengetahui apakah plasenta telah . II: 2009. Palpasi : Tinggi Fundus Uteri setinggi 1 jari diatas pusat. sehat. Tranfusi PRC sampai Hb≥10. kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. kemudian ari-ari ditunggu tidak keluar. anemis. sehat. BBL belum ditimbang. 2. Retensi Plasenta. (b) Plasenta inkreta. Plasenta belum lepas dari dinding rahim karena tumbuh melekat lebih dalam. 27 tahun. dicoba dilakukan manual plasenta tidak berhasil. bidan. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir. lemah. (c) Plasenta akreta. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. Plasenta sudah lepas tetapi belum keluar karena atonia uteri dan akan terjadi perdarahan banyak. dinding vagina licin. 27 tahun. takikardi. Manual plasenta KASUS Seorang wanita. Retensio plasenta dapat disebabkan oleh beberapa hal. ♀. sehat. yang menurut tingkat perlekatannya dibagi menjadi (a) Plasenta adhesiva. anemis (Hb 5. vulva uretra tenang. atau karena adanya lingkaran konstriksi pada bagian bawah rahim akibat kesalahan penanganan kala III yang akan menghalangi plasenta keluar (plasenta inkarserata). darah (+) aktif. Pada kasus ini terdapat seorang wanita. lahir spontan. Oxytosin 1A/drip • Tindakan : manual plasenta DISKUSI Dalam persalinan. laserasi jalan lahir minimal. Tanda vital : hipotensi.4 gr%). Biasanya. maka harus segera dikeluarkan. dapat ditunggu sampai 1 jam. yang menembus serosa atau peritonium dinding rahim. Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. yang melekat pada desidua endometrium lebih dalam. kesakitan. kesakitan. pasien mengeluarkan darah banyak. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. kontraksi uterus lemah. Pada pasien ini setelah 5 jam melahirkan plasenta belum juga terlepas sehingga mengakibatkan terjadinya perdarahan postpartum dini. karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. Pemeriksaan Dalam (vaginal toucher) Tampak tali pusat yang telah diklem pada introitus vagina. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. aterm. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir. ♀. Keluarga pasien memanggil bidan. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. Kesadaran : Compos mentis. tapi bila sebagian plasenta sudah lepas akan terjadi perdarahan dan ini merupakan indikasi untuk segera mengeluarkan plasenta. dukun. dapat ditunggu sampai 1 jam. rumah. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. Bila plasenta belum lepas sama sekali tidak akan terjadi perdarahan. BBL belum ditimbang. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. yaitu: 1. lahir spontan. yang menembus lebih dalam ke dalam miometrium tetapi belum menembus serosa. 3500 gr. Sebelumnya pasien melahirkan bayi perempuan secara spontan. (d) Plasenta perkreta. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. DIAGNOSIS Perdarahan postpartum dini ec retensi plasenta PENATALAKSANAAN • Perbaikan KU : Pemberian infus RL 2 jalur. aterm. dimana vili koreales tumbuh lebih dalam dan menembus desidua sampai ke miometrium. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah mencoba mengeluarkannnya dengan perasat crede maupun manual plasenta diikuti dengan perbaikan keadaan umum pasien. pembukaan 56 cm. rumah. terdapat perdarahan pervaginam. apalagi bila terjadi perdarahan. Keyword : Perdarahan Postpartum Dini. Riwayat Obstetri : I : 2001. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. ditolong dukun.menit. pasien mengeluarkan banyak darah. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. suhu afebris Status Obstetrik Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Keadaan umum CM. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik diperoleh keadaan umum : lemah. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit.

Tangan kanan meregang atau menarik sedikit tali pusat. Tangan kiri mengetok-ngetok fundus uteri. Penatalaksanaan yang cepat dibutuhkan pada kasus ini yaitu dengan memperbaiki keadaan umum pasien. Apabila hanya sebagian plasenta lepas maka dapat terjadi perdarahan. Jakarta 2. Perasat Klein. apalagi bila terjadi perdarahan. Berikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik. berarti plasenta belum lepas. berarti plasenta lepas dari dinding uterus. Bandung Wibowo. Keluarkan plasenta dengan tangan (manual plasenta). Tepi plasenta dilepas – disisihkan dengan tepi jari-jari tangan – bila sudah lepas ditarik keluar. dapat ditunggu sampai 1 jam. dan memberikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik.. Bila pengedanannya dihentikan dan tali pusat masuk kembali ke dalam vagina. Perasat Kustner. Eastman. berarti plasenta belum lepas dari dinding uterus. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. 3. Cegah terjadinya syok 3. 1956. misalnya perdarahan. G.. B. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah : 1. 2. berarti plasenta sudah lepas. KESIMPULAN Perdarahan postpartum dini yang disebabkan retensi plasenta merupakan kasus yang sering dijumpai. Karena itu ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam menolong persalinan dengan komplikasi perdarahan postpartum.Century -. Teknik tindakan aseptik harus dipakai. maka harus dilakukan analgesia atau anestesia yang memadahi. N. William Obstetrics (edisi 18).. Wanita tersebut disuruh mengejan. dan dianjurkan penggunaan sarung tangan steril yang menutupitangan operator sampai lengan bawah. oleh karena itu dalam menangani persalinan kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. 1994. Jika teknik manual plasenta diperlukan.J. Hernia . 4. 4. Perasat ini harus dilakukan dengan hati-hati. Tangan kiri menekan daerah diatas simfisis.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. Penggantian darah yang hilang Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit.Crofts. Bila terasa getaran pada tali pusat yang diregangkan ini. & Wiknjosastro. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. Jakarta Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. Tangan kanan memegang atau menarik sedikit tali pusat. Ilmu Kebidanan. Apleton . RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Hernia Repair pada Pria 69 Tahun dengan Hernia Inguinalis Dextra Reponibel Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. Teknik manual plasenta yaitu tangan kiri diletakkan di fundus uteri. Penghentian perdarahan 2. REFERENSI 1. yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. Tali pusat tamapk turun kebawah. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.H. Lakukan eksplorasi apakah ada luka-luka atau sisa-sisa plasenta dan bersihkan. Bila tidak terasa getaran. Bila tetap atau tidak masuk kembali kedalam dinding vagina. yaitu: 1. Biasanya. New York EGC. Perasat Creede. Bila tali pusat ini masuk kembali kedalam vagina. 3. maka harus segera dikeluarkan. dipakai beberapa perasat antara lain: 1. Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar plasenta lepas dari dinding uterus hanya dapat digunakan bila terpaksa. Perdarahan postpartum masih merupakan salah satu sebab utama kematian ibu dalam persalinan. Bila perdarahan banyak. Perasat Strassmann. 2. Coba 1-2 kali dengan perasat creede. maka berikan tranfusi darah. tangan kanan dimasukkan dalam rongga rahim dengan menyusuri tali pusat sebagai penuntun. berarti plasenta belum lepas. melakukan tindakan manual plasenta.lepas dari tempat implantasinya.

mual. Pada pemeriksaan didapatkan keadaan umum tampak tenang. bising usus (+). Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. Operasi hernia atau hernia repair terdiri dari herniotomi. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. nyeri tekan (-). kesadaran kompos mentis. frek nafas 20 x/menit. muntah. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Indikasi diadakan operasi: 1. Pemeriksaaan penunjang seperti darah dan rontgen thorak dalam batas normal. Setelah operasi. pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. Hernia inguinalis yang mengalami inkarserata. Berbagai faktor penyebab berperan pada pembentukan pintu masuk hernia pada annulus internus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. pasien 69 tahun mengeluh adanya benjolan di lipat paha kanan. Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. Hernia inguinalis lateralis KASUS Pasien Bp. Nafsu makan. BAB tidak ada gangguan. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Pasien tidak mengeluh nyeri. serta demam. yang semakin hari semakin membesar. BAK. flatus.inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. frek nadi 80 x/menit. gizi cukup. BAB tidak ada gangguan. laki-laki berumur 69 tahun datang ke poli bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan terdapat benjolan di lipat paha kanan. Bp. licin. Pengobatan operatif merupakan satusatunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Pada kasus ini. Z. tanda vital: TD 120/80 mmHg. kemudian lama – lama benjolan pada lipatan paha kanan membesar. DISKUSI Pada kasus ini. mual. konsistensi kenyal. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. adanya struktur muskulus oblliqus internus abdominis yang menutupi annulus inguinalis internus ketika berkontraksi. pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. Riwayat penyakit gula. yaitu kanalis inguinalis yang berjalan miring. flatus. Pada awalnya benjolan sebesar ibu jari pada lipat paha kanan. BAK. . Pasien tidak mengeluh nyeri. sehingga perlu dilakukan tindakan operasi hernia repair. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. DIAGNOSIS Pasien ini didiagnosis dengan hernia inguinalis lateralis dextra reponibel TERAPI Pada pasien ini dilakukan tindakan operasi hernia repair dengan metode bassini untuk mereposisi atau mengembalikan usus yang masuk ke dalam lubang inguinlis lateralis. dan adanya fascia transversa yang kuat menutupi trigonum hasselbach yang umumnya hampir tidak berotot. muntah. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. herniorafi. dan hernioplasti. Pasien kemudian memutuskan untuk di rawat di Rumah Sakit. Teraba benjolan di regio inguinalis dextra. Nafsu makan. Kata Kunci : Hernia repair.5oC. yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan operasi hernia repair. Pada orang sehat ada tiga mekanisme yang dapat mencegah terjadinya hernia inguinalis. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. Disamping itu diperlukan pula faktor yang dapat mendorong isi hernia melewati pintu yang sudah terbuka cukup lebar tersebut. Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. suhu 36. darah tinggi disangkal. Setelah operasi pasien diberikan injeksi antibiotik berspektrum luas 1 gram yang diberikan 3 kali sehari intravena untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi serta injeksi analgetik 30 mg yang diberikan 2 kali dalam sehari intravena untuk mengurangi nyeri setelah operasi. laki-laki usia 69 tahun mengeluh ada benjolan di lipat paha kanan yang timbul saat berdiri dan menghilang saat berbaring. pasien ini diberi injeksi antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi dan injeksi analgetik untuk mengurangi nyeri setelah operasi. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. Pasien belum pernah menderita penyakit serupa. Keluhan dirasakan semenjak 3 bulan yang lalu. Z. serta demam.

Fakultas Kedokteran. Ketiga muskulus. P. Kata kunci : . digarnbarkan incisi berbentuk belah ketupat dan diberikan kira-kira 60 ml xylocain 0. Sjamsidajat R. J. Buku Ajar Bedah. dapat juga diberikan injeksi analgetik untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri setelah operasi KESIMPULAN Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik. pemeriksaan neurologik. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 3. Setelah dilakukan operasi untuk mencegah terjadinya infeksi dapat diberikan injeksi antibiotik yang berspektrum luas seperti golongan ampisilin. Jakarta. Hernioplasty ada bermacarnmacam menurut kebutuhannya: 1. de Jong W. Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Kapita Selekta Pemeriksaan Bedah. EGC. Z didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel dan akan dilakukan operasi hernia repair.230. Selain itu. cetakan IV. Hernia reponibel pada bayi dengan umur lebih dari 6 bulan atau berat badan lebih dari 6 kilogram. muskulus obliqus internus abdominis. Sir Charles Bell (1821) adalah orang yang pertama meneliti beberapa penderita dengan wajah asimetrik. Hernioplasty yaitu memberi kekuatan pada dinding perut dan menghilangkan locus minnoris resistentiae. kemudian aponeurosis muskulus obliqus externus dijahit kembali sehingga tidak ada lagi kanalis inguinalis. Jika digunakan anastesi lokal. laboratorium dan patologi anatomi menunjukkan bahwa BP bukan penyakit tersendiri tetapi berhubungan erat dengan banyak faktor dan sering merupakan gejala penyakit lain. Buku Ajar Ilmu Bedah. 2005. 3. Funikulus spermaticus diletakkan ventral dari muskulus tadi tetapi dorsal dari aponeurosis muskulus obliqus eksternus sehingga kanalis inguinalis kedua muskuli tadi memperkuat dinding belakang dari kanalis inguinalis. bagian 2. 62. fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya disebut Bell's palsy. 2. EGC. muskulus obliqus transversus abdominis. Jalannya operasi menggunakan obat anastesi lokal berupa procain dengan dosis rnaksimum 200 cc. sehingga locus minoris resistantiae hilang. muskulus obliqus eksternus abdominis. Dr. Bagian Ilmu Bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Bell’s palsy pada pengendara sepeda motor Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Shouldice Membuka lantai inguinalis dan mengimbrikasi fascia transversalis dengan teknik jahitan kontinyu. Buku Pegangan Kuliah Ilmu Bedah. jarang pada anak di bawah umur 2 tahun. Biasanya didahului oleh infeksi saluran napas bagian atas yang erat hubungannya dengan cuaca dingin. (1993). Ferguson Yaitu funiculus spermaticus ditaruh di sebelah dorsal dari musculus obliqus externus dan internus abdominis dan muskulus obliqus internus dan transversus dijahitkan pada ligamenturn inguinale dan meletakkan funiculus spermaticus di dorsal. Halstedt Di lakukan untuk memperkuat atau menghilangkan locus minonis resistentiae.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Bell's Palsy (BP) ialah suatu kelumpuhan akut n. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada usia dewasa. funikulus spermatikus diletakkan di sub kutis. klindamisin serta aminoglikosida. 228. 2. Bassini Muskulus obliqus internus dan muskulus transversus abdominis dijahitkan pada ligamentum inguinale. Herniorafi yaitu mulai dari mengikat leher hernia dan menggantungkannya pada conjoint tendon. Kuijjer. pasien diberikan injeksi antibiotic 3 x 1 gram untuk menghindaari infeksi pasca operasi serta analgetik 2 x 30 mg untuk mengurangi nyeri pasca operasi. Herniotomy yaitu membuka dan memotong kantong hernia serta mengembalikan isi ke cavum abdominalis.570-579 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005.5 persen dengan epinefrin. fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya. Edisi 2.66. prof. Jakarta. (1991). Sabiston (1994). Bp. 2. sejak itu semua kelumpuhan n. 4. K. Setelah dilakukan operasi. REFERENSI Darmokusumo. Operasi hernia ada 3 tahap 1. Pengamatan klinik.meskipun keadaan umum jelek.

Dengan demikian. Pasien kontrol rutin di poliklinik syaraf dan berencana fisioterapi untuk ke-8 kalinya. mata kanan tidak bisa menutup rapat (+). McCormick pertama kali mengusulkan HSV sebagai penyebab paralisis fasial idiopatik. AC.kelemahan anggota gerak (-). Proses inflamasi pada nervus fasialis menyebabkan peningkatan diameter nervus fasialis sehingga terjadi kompresi dari saraf tersebut pada saat melalui tulang temporal. Beliau memberikan hipotesis bahwa HSV bisa tetap laten dalam ganglion genikulatum.VII penderita Bell‘s palsy berat yang menjalani pembedahan dan menemukan HSV dalam cairan endoneural. sesak napas (-) • Kardiovaskular : Pucat (-). Perjalanan nervus fasialis keluar dari tulang temporal akan melalui kanalis fasialis yang mempunyai bentuk seperti corong yang menyempit pada pintu keluar sebagai foramen mental. virus akan aktif kembali. Apabila HSV diinokulasi pada telinga dan lidah tikus. saat ini beberapa penulis percaya bahwa virus herpes simpleks (HSV) adalah penyebab umum Bell‘s Palsy.5º C Anamnesis Sistem • Neurologi : Nyeri pinggang (). • Gastrointestinal : Muntah (-). Sedangkan keluarga pasien tidak ada yang menderita seperti ini ataupun menderita DM dan hipertensi. Vital Sign Tensi : 110 / 70 mmHg Nadi : 86 x/menit Respirasi : 18 x/menit Suhu : 36. Panas (-). mual (-). nyeri perut (-). gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair. atau mengemudi dengan kaca jendela yang terbuka menyebabkan nervus facialis sembab dan edema. keluhan disertai pipi kanan terasa kebas. nuklear dan infranuklear. di sekitar foramen stilomastoideus. menyebabkan kerusakan lokal myelin serabut saraf tersebut. sehingga terjepit di dalam foramen stilomastoideus dan menimbulkan kelumpuhan fasialis LMN. kejang (-). Penyebab edema dan iskemia masih diperdebatkan. edema.bell‘s palsy. debar-debar (-). Namun. pusing (-). Impuls motorik yang dihantarkan oleh nervus fasialis bisa mendapat gangguan di lintasan supranuklear. adanya inflamasi. perut kembung(-). terdapat teori yang mengatakan bahwa Bell‘s Palsy dapat terjadi karena adanya suatu proses yang dikenal awam sebagai ―masuk angin‖ atau dalam bahasa inggris ―cold‖. Pada saat stres. Di masa lalu. kasus Pasien perempuan usia 40 tahun datang ke Poliklinik Saraf dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. sakit pada anus (-) • Urogenital : BAK lancar. Dengan bentuk kanalis yang unik tersebut. Murakami at all melakukan tes PCR (Polymerase-Chain Reaction) pada cairan endoneural N. Mereka mengasumsikan bahwa virus adalah yang paling memungkinkan untuk melakukan perjalanan ke atas akson dari saraf sensorik dan berada dalam sel-sel ganglion. Sejak saat itu. • Respirasi : Batuk (-). kesadaran menurun (-). Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya ataupun menderita DM dan hipertensi. Paparan udara dingin seperti angin kencang. Riwayat sering terpapar angin saat bekerja d merupakan salah satu factor terjadinya bell‘s palsy. Bell‘s palsy mungkin merupakan akibat sekunder terhadap infeksi virus. gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair. kelemahan wajah bagian kanan. unilateral. pilek (-). maka akan ditemukan antigen virus dalam nervus fasialis dan ganglion genikulatum. Tahun 1972. nyeri BAK (-) • Muskuloskeletal : lemah anggota gerak (-) Diagnosis Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik diperoleh bahwa diagnosis kerja pada kasus ini adalah bell‘s palsy dextra Terapi Metil Prednisolon 3x1 Citizin 2x1 B1 tab 1 – 1 – 0 B2 tab 1 – 1 – 0 Fisioterapi DISKUSI Pada kasus ini bell‘s palsy terjadi pada seorang wanita 40 tahun datang dengan dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. demielinisasi atau iskemik pada nervus facialis dapat menyebabkan gangguan dari konduksi. penelitian biopsi memperlihatkan adanya HSV dalam ganglion genikulatum pasien Bell‘s palsy. Para ahli menyebutkan bahwa pada Bell‘s palsy terjadi akibat proses inflamasi akut pada nervus fasialis di daerah tulang temporal. dan atau merupakan reaksi autoimun yang menyebabkan demielinisasi nervus facialis. . keluhan disertai pipi kanan terasa kebas.

medscape. Riwayat penyakit ginjal.com/2010/04/0 3. (2004). fisura palpebra tidak dapat ditutup dan pada usaha untuk memejam mata terlihatlah bola mata yang berbalik ke atas. parenchyma hiperechoik.id/bitstream 5. Bell‘s Palsy. (2007). Japardi. Bell‘s Palsy. ultrasonografi Kasus Pasien wanita. Pada lesi LMN. datang dengan keluhan pusing berputar. kronik. kelainan bisa terletak di pons. maka air mata tidak bisa disalurkan secara wajar sehingga tertimbun disitu. Bibir tidak bisa dicucurkan dan platisma tidak bisa digerakkan. Diakses pada tanggal 31 Juli 2010 dari http://repository. (2010). Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Saraf. (2009). di sudut serebelopontin. Kapita Selekta Neurologi. hipertensi. Lo. Karena lagoftalmos. Dalam 1 tahun terakhir pasien merasa badan terasa pegal dan lemas. Pemeriksaan USG abdomen menunjukkan ukuran ginjal normal.ac. Seiri. Edisi kedua. KESIMPULAN Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang ditemukan pada pasien ini ditemukan diagnosis Bell‘s palsy yang merupakan suatu neuropati perifer pada N. nafsu makan berkurang dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu. REFERENSI 1. Nervus Facialis. Kata kunci : gagal ginjal. jantung. nafsu makan menurun dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu. di os petrosum atau kavum timpani. PCS tak melebar. batas medula tidak jelas sehingga memberi kesan radangkronis pada ginjal kanan dan kiri. Hasil laboratorium darah menunjukkan keadaan anemia dengan ureum dan kreatinin yang sangat tinggi sehingga mengarahkan pada diagnosis akhir sebagai gagal ginjal kronik.com/article/791311-print GAMBARAN RADIOLOGIS GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN PEMERIKSAAN USG PADA WANITA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani.Lesi supranuklear bisa terletak di daerah wajah korteks motorik primer atau di jaras kortikobulbar ataupun di lintasan asosiasi yang berhubungan dengan daerah somatotropik wajah di korteks motorik primer. Kelumpuhan pada Bell‘s palsy akan terjadi bagian atas dan bawah dari otot wajah seluruhnya lumpuh. Iskandar. DM dan stroke pada pasien dan . Diakses pada tanggal 29 Juli 2010 dari http://emedicine. Jakarta: EGC 2. Onsetnya akut serta dapat dibedakan dengan penyebab lain seperti paralisis wajah unilateral dengan ketiadaan gejala dan tanda gangguan susunan saraf pusat dan gejala telinga dan fossa posterior. Dewanto. usia 65 tahun. dkk. Pasien juga merasakan sangat jarang BAK dan nyeri pinggang kanan dan kiri kambuh-kambuhan sejak 2 tahun yang lalu.VII dengan gejala paralisis wajah unilateral. Pasien juga merasakan BAK sangat jarang disertai nyeri pinggang. dan beberapa kali mondok di RS karena nyeri pinggang bawah. Bruce. (2010). Harsono (editor). Hanako. di foramen stilomastoideus dan pada cabang-cabang tepi nervus fasialis. Diakses pada tanggal 30 Juli 2010 dari http://annsilva. Dahi tidak dapat dikerutkan.wordpress.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:59 Abstrak Seorang wanita usia 65 tahun mengeluh pusing berputar. George.usu. Gejalagejala pengiring seperti augesia dan hiperakusis tidak ada karena bagian nervus facialis yang terjepit di foramen stilomastoideum sudah tidak mengandung lagi serabut korda timpani dan serabut yang menyarafi muskulus stapedius. Sudut mulut tidak bisa diangkat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press 4.

urin yang keruh dan penurunan berat badan. Hasil pemeriksaan USG harus dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan pemeriksaan laboratoris. Besar kedua ginjal yang masih normal pada USG menandakan proses penyakit ginjal kronik yang masih awal dimana berkurangnya massa ginjal belum jelas terlihat. diperkirakan terdapat 1800 kasus baru gagal ginjal tiap tahunnya. batas medula tidak jelas. eritrosit 1. Seluruh temuan tersebut mendukung diagnosis gagal ginjal kronis sebagai . hematokrit 19 % dan trombosit 363. Pemeriksaan abdomen didapatkan hepar dan lien tidak teraba. Sehingga didapatkan kesan adanya radang kronik pada ginjal kanan dan kiri. Di negara-negara berkembang lainnya. lien dalam batas normal. pemeriksaan jantung dan paru dalam batas normal. Pasien pada kasus ini menunjukkan abnormalitas berupa gambaran hiperechoic pada parenkim ginjal kanan sehingga menimbulkan kecurigaan adanya radang pada ginjal kanan. Kedua konjungtiva tampak anemis. nyeri tekan di regio epigastrium dan hypochondrium dextra. batas korteks medula tidak jelas. batu (-).03 % yang berarti pasien telah memasuki kriteria penyakit gagal ginjal derajat 5 yaitu gagal ginjal sehingga memerlukan terapi hemodialisa atau transplantasi ginjal. Normalnya. Pemeriksaan laboratoris memastikan penurunan Hb yang jauh dari normal. ren dextra besar normal.9. laboratoris.0 gr/dL. Selain itu dapat ditemukan pula ukuran ginjal yang mengecil dan batas korteks medula yang tidak jelas. Di Amerika Serikat. sesak nafas. Diagnosis radiologis Proses radang kronik ren dextra dan ren sinistra Diskusi Gagal ginjal kronik adalah keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel. Tekanan darah 140/800 mmHg. respirasi 20 kali/menit dan suhu 39. radiologis dan histopatologi ginjal. parenchyma hiperechoik.3 mg% dan kreatinin 9. batas korteks medula tidak jelas. ren sinistra besar normal. Gambaran PCS yang tidak melebar dan tidak ditemukannya batu pada struktur ginjal kanan dan kiri menyingkirkan kemungkinan proses obstruktif sebagai etiologi pada kasus ini. Di Malaysia. dan meningkat sekitar 8% setiap tahunnya. pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap. peningkatan asam urat serta kadar ureum dan kreatinin yang sangat tinggi. dengan populasi 18 juta.7 mg%. JVP tidak meningkat. Pemeriksaan USG menunjukkan besar hepar normal. Keadaan umum pasien tampak pucat dan lemas dengan kesadaran compos mentis. data tahun 1995-1999 menyatakan insidens penyakit gagal ginjal diperkirakan 100 kasus per juta penduduk tiap tahun. massa (-). nadi 110 kali/menit.106/µl. PCS tak melebar. mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Dari perhitungan LFG dengan kadar kreatinin 9. kelemahan badan. besar normal. hipertensi.keluarga disangkal. insiden ini diperkirakan sekitar 40-60 kasus per juta penduduk tiap tahun. struktur parenchyma normal dengan sistema vaskular dan billiare tidak melebar. PCS tak melebar. limfonodi leher tidak teraba. parenkim ginjal pada bagian korteks memiliki sonodensitas yang lebih rendah dari pada hepar.30C. besar uterus normal. Sonodensitas yang lebih tinggi dapat ditemukan pada parenkim sinus renalis karena komposisi lemak yang dimilikinya. Gambaran sonodensitas parenkim yang meningkat mungkin disebabkan proses inflamasi akibat riwayat konsumsi jamu dan obat-obatan yang sangat mungkin bersifat nefrotoksik. endapan (-). Gagal ginjal kronik biasanya didahului dengan penyakit gagal ginjal berupa suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam.103/µl. USG abdomen pada pasien gagal ginjal kronik biasanya ditandai dengan korteks yang lebih hiperechoic hingga hampir sama dengan sinus renalis. PCS tak melebar. Gambaran klinis pasien menunjukkan temuan bermakna berupa anemis. parenchyma hiperechoic. dinding vesika urinaria reguler. Pada ekstremitas tidak didapatkan adanya edema. Pendekatan diagnosis menggunakan temuan gambaran klinis. sehingga bersifat hipoechoic.20 mg% didapatkan nilai 6. Pemeriksaan darah rutin didapatkan nilai yang rendah pada beberapa komponen yaitu Hb 9. Kimia darah menunjukkan peningkatan ureum 149. berupa dialisis atau transplantasi ginjal.

pasien mencret dan muntah lima kali dalam sehari. mata agak cekung. domperidon sirup 3 x 2. Bila dikasih makanan. bibir agak kering. dehidrasi sedang bila penurunan berat badan antara 5%-10% dan dehidrasi berat bila penurunan lebih dari 10%. Radiologi Diagnostik. tidak menggigil dan tidak ada kejang. Dari hasil pemeriksaan. dan tablet zinc 1x20 mg. abdomen: palpasi turgor cukup. mata agak cekung. air mata sedikit. Ekstremitas. Malueka. Kesimpulan Pemeriksaan radiologis harus selalu dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan laboratoris.2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) untuk anti muntah selama 5-7 hari. Dari pemeriksaan fisik didapatkan: UUB cekung (+). Bagian Ilmu Radiologi. Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit.14. leher dan thorax dbn. bibir agak kering. Berikan cairan sesuai indikasi Tanpa dehidrasi: ASI . G. BAK lancar. Rasad. Dehidrasi ringan bila penurunan berat badan kurang dari 5%. badan panas. Yogyakarta : Pustaka Cendikia Press 3. mendapat pengobatan oralit. 2005. DISKUSI Prinsip penatalaksanaan diare adalah mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi karena penyebab diare yang paling banyak adalah rotavirus. DIAGNOSIS Diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang TERAPI Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). Sjahriar. selama lima hari itu bayi tidak diberi obat. air mata (+) sedikit. Sehingga dapat disimpulkan pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang. Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan elektrolit. tidak ada lendir maupun darah. Jilid I. Badan tidak panas. Fakultas Ilmu Kesehatan Ilmu Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Manajemen Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan/Sedang pada Bayi Usia 8 Bulan Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin.1-4. Riwayat makanan: ASI sejak lahir s/d sekarang. 2008. A.diagnosis utama. atau lebih dari satu kali keluarnya tinja cair yang berlendir atau berdarah dalam satu hari. Radiologi Diagnostik. Sudoyo. Buku Ajar Imu Penyakit Dalam. RSUD Setjonegoro Wonosobo. tidak ada lendir maupun darah. Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari. Rasa haus (+). nasi lembek + kuah sayur diberikan mulai usia 7 bulan. bayi muntah. akral hangat. R. parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr) untuk menurunkan demam. ubun-ubun besar cekung. Kata Kunci: Diare akut. penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. tidak ada batuk.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 ABSTRAK Diare adalah episode keluarnya tinja cair sebanyak lebih dari tiga kali. Tidak ada riwayat alergi makanan. bubur. di lingkungan tempat tinggal tidak ada yang mengalami sakit serupa. biscuit. Temuan klinis berupa batuk dan penurunan berat badan menimbulkan kecurigaan adanya proses TB paru. Dehidrasi ringan/sedang. Bayi KASUS Dari alloanamnesis didapatkan: 3 HSMRS bayi usia 8 bulan mencret dan muntah 6 x sehari. 2005. Gambaran klinis dan pemeriksaan kimia darah pada kasus ini mengarahkan pada diagnosis gagal ginjal kronik dan didukung dengan pemeriksaan USG yang menunjukkan gambaran yang khas. W. Namun hal ini tersingkirkan dengan tiadanya temuan proses spesifik yang khas pada foto thoraks. Penatalaksanaan diare: 1. 1 HSMRS bayi tetap mencret. Edisi Kedua. badan mulai panas. Jakarta : Balai Penerbit FK UI 2. Daftar Pustaka 1. Jakarta : Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI Penulis Farida Aryani. tablet zinc 1x20 mg selama 10 hari berturut-turut. domperidon sirup 3 x 2. parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr). Kedua temuan tersebut masih sangat mungkin disebabkan oleh proses penyakit ginjal kronik yang memang memiliki kerentanan mengalami infeksi saluran nafas.2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) selama 5-7 hari.

Keadaan ini juga timbul di leher. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo PENANGANAN STEVEN JHONSOSN SYNDROME PADA WANITA USIA 45 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. penderita dapat soporous sampai koma. Setelah beberapa waktu. kemudian oralit setiap kali mencret atau muntah dengan dosis: < 1 tahun: 50-100cc.C johnson. kebawah kemudian umurnya bervariasi dari ringan sampai berat. Prinsip penatalaksanaan diare pada dasarnya adalah untuk mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi yaitu dengan terapi cairan sesuai indikasi. melaise. Angka kejadian syndrom steven johnson sebenarnya tidak tinggi hanya sekitar 1-14 per 1 juta penduduk. berair. anak mau minum. mata.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 Abstrak Steven johnson merupakan syndrom kelainan kulit pada selaput lendir orifisium mata. Oral _Bila kesadaran anak baik. 1999 Ikatan Dokter Anak Indonesia. 100-200 cc (> 24 bulan). anus. Enteral _Untuk dehidrasi ringan. Syndrom steven johnson ditemukan oleh dua dokter anak Amerika. FKUI. Diare akut dalam Standart Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi I 2004 . Dehidrasi Berat: < 1 tahun. IV _ Untuk dehidrasi berat 2. Prediksi : mulut. Hassan R. biasanya diberikan untuk dehidrasi ringan dan sedang 2. Awalnya pasien datang ke praktik dokter gigi untuk mengobati nyeri pada gusi nya yang di rasakan berdenyutdenyut. leher. steven dan S. sariawan padamulut. M. Oleh dokter diberi beberapa obat. nyeri kepala. dan kemaluan serta dapat terjadi luka-luka seperti koreng pada kulit. batuk. Kasus Seorang perempuan. mata. ginjal. kulit menjadi kasar. Pilihan Cairan: • Beri RL (utama) atau NaCl. Jakarta. Syndrom ini jarang dijumpai pada usia 3 tahun. dan tangan. diikuti dengan bengkakdan kemerahan pada kulit. A. Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 5 jam berikutnya. tetapi jika pasien muntah + diare utamakan RL • Oralit. bila obat yang menyebabkan tidak dihentikan. Dehidrasi ringan sedang : 50 -100 cc/kgBB (2-4 jam). antikonvulsi dan analgesik serta vitamin. ketiak dan selangkangan. pasien demam dan timbul bintik-bintik merah dan lepuhan di sekitar wajah. kulit. Observasi kondisi fisik pasien terutama status hidrasi KESIMPULAN Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. 45 tahun datang diantar oleh keluarganya dengan keluhan kulit melepuh di sekitar wajah. 1-5 tahun 100-200 cc. >1 tahun 20-30 cc/kgBB dalam 1/2 jam dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 2 ½ jam berikutnya. Namun pada keadaan-keadaan kelainan simtem imom seperti HIV dan AIDS serta lapus angka kejadiannya dapat meningkat secara tajam. pilek dan nyeri tenggorokan. 20-30 cc/kgBB dalam 1 jam.semaunya. 1992 syndrom steven johnson yang bisa disingkat SJS merupakan reaksi alergi yang hebat terhadap obat-obatan. serta dapat timbul demam. Sehari kemudian. dan anus. • Jika pasiennya tidak dapat makan diberi Dekstros dan RL • Jika muntah2 maka berikan Dekstros dan NaCl. sedang tetapi anak tidak mau/ tidak dapat minum atau jika kesadaran menurun 3. Pasien juga mengeluh gatal dan mengalami kesulitan untuk makan dan . bercak-bercak coklat kehitaman. REFERENSI Alatas H. 49-52 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Cara Pemberian: 1. mulainya penyakit akut dapat disertai gejala prodormal berupa demam tinggi. > 5 tahun : semaunya. Pada yang berat kesadarannya menurun. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak jilid 1. Syndrom steven johnson dapat timbul sebagai gatal-gatal hebat pada mulanya.

Diagnosis ditujukan sesuai dengan trias kelainan kulit. 2009. daerah vulvovaginal. iris atau mata sapi. dan meatus uretra. parasit ). Selaput lendir orifisium: membran mukosa.5 mg/kg BB tiap 6 jam. kelainan kulit di wajah.5 mg/dosis. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. dan kelainan mata yang ditemukan konjungtivitis kornea. . yaitu meliputi alergi obat ( misalnya.Bula di kulit dirawat dengan kompres basah larutan Burowi atau saline. .5 mg/kgBB/dosis. jamur. diberikan 3 kali/hari. Tedjapranata. vesikel atau bula dapat disertai purpura. 2005. bersifat bakterisidal dan tidak bersifat nefrotoksik. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. Feniramin hidrogen maleat dapat diberikan dengan dosis untuk usia 1-3 tahun 7. membran hidung. Keadaan umum pasien baik. Beberapa faktor yang dapat dianggap sebagai penyebab. Vesikel dan bula kemudian memecah sehingga terjadi erosi yang luas. spektrum luas. Kesimpulan Syndrom steven johnson merupakan syndrom yang mengenai julit.Untuk lesi di mulut dapat diberikan kenalog in orabase dan betadine gargle. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta . berupa : kelainan kulit yang terdiri dari batuk eritema. ketiak dan kedua tangan sesuai dengan teori yaitu berupa eritem. Sedangkan di bibir terdapat krusta kehitaman (krusta hemoragik). kelopak mata edema. erosi dan krusta. leher. vesikel dan bula. papul. demam. Infeksi mikroorganisme ( bakteri.kelainan pada mukosa. 3. . vesikel. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Referensi 1. Diakses Desember 2012. kelainan selaput lendir di orivisium. Sindrom Steven Johnson. blefarokonjungtivitis. mulut.Kortikosteroid: metil prednisolon 80-120 mg per oral (1. misalnya klindamisin intravena 8-16 mg/kg/hari. 2. 2005. dan sulit dibuka. Untuk lesi di kulit yang erosif dapat diberikan sofratulle atau krim sufadiazin perak. mata. Juga dapat membentuk pseudomembran. di orifisum dan mata dengan keadaan umum bervariasi dan ringan sampai berat. mukosa. serta hubungannyadengan faktor penyebab yang secara klinis terdapat lesi berbentuk target. R. faktor fisik. Pada kasus ini. vesikel. Jakarta: EGC. Konjungtiva mata hiperemis. anti peuritik ). kemudian selama 3 hari 0. Mata:: konjungtivitis kataralis. tetapi tidak menunjukkan perbaikan . Kelainan yang tampak di bibir adalah krusta berwarna hitam yang tebal (krusta hemoragik). Siregar. . Kelainan dapat juga menyerang saluran pencernaan bagian atas (faring dan esofagus) dan saluran nafas atas. Kulit wajah. selaput lendir. virus. Terapi . kesadaran kompos mentis. atau bula secara simetris pada hampir seluruh tubuh. leher dan kedua tangan dijumpai papul eritema dan vesikel batas jelas multipel tersebar merata disertai erosi dan krusta kehitaman. Pada syndrom ini terlihat adanya trias kelainan. dan makanan. selanjutnya berdasarkan hasil biakan dan uji resistensi kuman dari sediaan lesi kulit dan darah. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. . terutama bila ada rasa gatal. Serta terdapar kemerahan pada konjungtiva mata. Vesikel dan bula yang pecah menjadi erosi dan ekskoriasi dan krusta kehitaman.Antihistamin. gentamisin 1-1. Neoplasma dan faktor endoktrin.minum. Pasien diperiksakan ke dokter dan mendapatkan salep antibiotika. iridosiklitis.Mengatur keseimbangan cairan/elektrolit dan nutrisi. analgetik. iritis. Di samping itu dapat juga terjadi purpura. untuk bibir yang kelainannya berupa krusta tebal kehitaman dapat diberikan emolien misalnya krim urea 10%. pada kasus berat terjadi erosi dan perforasi kornea yang dapat menyebabkan kebutaan.2-0. Djuanda. Kelainan kulit serupa belum pernah dialami oleh pasien maupun pada silsilah keluarga.Antibiotik yang dipilih yang jarang menimbulkan alergi.htm Penulis Farida Aryani. A. dari http://22-sindrom-steven-johnson.5-2 mg/kgBB/hari) atau pemberian deksametason dosis awal 1mg/kg BB bolus. terutama penderita yang sukar menelan akibat lesi di mulut dan di tenggorokan dan kesadaran dapat menurun. M. Diskusi Pada sindrom ini terlihat adanya trias kelainan berupa: Kulit: berupa eritema. anorektal. Kelainan pada kulit berupa entema. penisilin. untuk usia 3-12 tahun 15 mg/dosis.

keadaan yang lain masih sama. tidak ada refleks rangsang. Cairan yang mengisi alveoli akan diserap ke dalam jaringan paru. dan setelah kelahiran. kurang bulan. Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. Pemeriksaan fisik bayi : BB : 900 gr PB : 36 cm LK : 29 cm LD : 22 cm LLA : 6. keadaan lainnya sama. diagnosa dini pada penderita asfiksia mempunyai arti penting dalam merencanakan resusitasi yang akan dilakukan. Arteri dan vena umbilikasis akan menutup sehingga menurunkan tahanan pada sirkulasi plasenta dan meningkatkan tekanan darah sistemik. Pada kasus tersebut di diagnosis BBLER. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM. Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit. kurang bulan.Penegakan diagnosis pada asfiksia neonatorum Dibuat oleh: Sekar Mutiara. sesuai masa kehamilan. dan alveoli akan berisi udara. Oksigen yang diabsorbsi di alveoli oleh pembuluh darah di vena pulmonalis dan darah yang banyak mengandung oksigen . APGAR History Bayi preterm 30 minggu tidak langsung menangis saat lahir. Sebagian kasus asfiksia pada bayi baru lahir merupakan kelanjutan dari asfiksia intrauterin. Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit. hipertensi dan asma. Keadaan relaksasi tersebut dan peningkatan tekanan darah sistemik. denyut jantung 82x/menit. sesuai masa kehamilan. Setelah bayi lahir. bayi akan segera bergantung pada paru-paru sebagai sumber utama oksigen. Keywords: asfiksia neonatorum. Pembuluh arteriol yang ada di dalam paru janin dalam keadaan konstriksi sehingga tekanan oksigen (pO2) parsial rendah. sehingga darah dialirkan melalui pembuluh yang bertekanan lebih rendah yaitu duktus arteriosus kemudian masuk ke aorta. Pengisian alveoli oleh udara akan memungkinan oksigen mengalir ke dalam pembuluh darah disekitar alveoli. persalinan. keadaan yang lain masih sama. Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. tidak ada refleks rangsang.5 mg Vit K inj 1 x 1mg Gentamisin drops 1 ODS Diskusi Pada kasus bayi tidak langsung menangis saat lahir. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang berhubungan dengan faktor–faktor yang timbul dalam kehamilan. Sebelum lahir. keadaan lainnya sama. Hampir seluruh darah dari jantung kanan tidak dapat melalui paru karena konstriksi pembuluh darah janin. paru janin tidak berfungsi sebagai sumber oksigen atau jalan untuk mengeluarkan karbondioksida. biru di seluruh tubuh. pembuluh darah paru akan mengalami relaksasi sehingga tahanan terhadap aliran darah bekurang. Akibat tekanan udara dan peningkatan kadar oksigen di alveoli.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:52 Abstrak Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan.5 cm Diagnosis BBLER. hipertensi dan asma. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM. Maka dari itu. biru di seluruh tubuh. Setelah lahir. menyebabkan tekanan pada arteri pulmonalis lebih rendah dibandingkan tekanan sistemik sehingga aliran darah paru meningkat sedangkan aliran pada duktus arteriosus menurun. Penilaian menggunakan skor APGAR masih digunakan karena dengan cara ini derajat asfiksia dapat ditentukan sehingga penatalaksanaan pada bayi pun dapat disesuaikan dengan keadaaan bayi. asfiksia neonatorum Terapi Resusitasi Oksigen 1 LPM Cefotaxim inj 2 x 40 mg Dexa inj 2 x 0. diagnosis asfiksia dapat dilakukan dengan menetapkan nilai APGAR. denyut jantung 82x/menit. asfiksia neonatorum dimana BBLER adalah <1000gr dan dikatakan kecukupan bulan pada 37-42 minggu.

http://www. Pada saat oksigen masuk adekuat dalam pembuluh darah. dimana akan dipompakan ke seluruh tubuh bayi baru lahir. tanda-tanda vital TD 150/80 mmHg. Awalnya kecil namun makin lama makin melebar karena sering dikucek-kucek. akan mengambil banyak oksigen untuk dialirkan ke seluruh jaringan tubuh. jika melihat sinar seperti ada bayangan pelangi dan pandangan kabur perlahan-lahan hingga tidak bisa melihat disertai nyeri cekot-cekot pada mata menjalar hingga ke kepala.com/index. silau. nyrocos dan riwayat trauma disangkal. Kasus Seorang wanita usia 50 tahun datang ke Poliklinik Mata dengan keluhan mata kiri merah sejak 3 minggu yang lalu. 4. Sedang APGAR score 4-6 memerlukan resusitasi dan pemberian O2 sampai bayi dapat bernafas normal kembali. kesadaran composmentis. Pada akhir masa transisi normal. 3. Sinopsis obstetri. proyeksi sinar dan persepsi warna OD baik sedangkan OS buruk.Ilmu Kebidanan. . Pada pemeriksaan subyektif didapatkanhasil VOD 6/6. Wijaya.(2002) Jakarta : EGC 2. duktus arteriosus mulai menyempit. Pemeriksaan obyektif diperoleh hasil TIO OD N0. Blobok. nadi 82 x/menit. yang ditandai oleh kelainan lapangan pandang yang khas dan atrofi saraf papil. suhu afebris. Dalam hal ini bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan istimewa. RR 20 x/menit. 5. Profil Kesehatan Reproduksi Indonesia 2003 .infodokter.(2007) Jakarta : World Health Organization. Glaukoma disebut sebagai pencuri penglihatan sebab pada sebagian besar kasus glaukoma sering tidak dirasakan oleh penderita.id=92. udara menyediakan oksigen (21%) untuk menginisiasi relaksasi pembuluh darah paru. Ringan APGAR score 0-3. warna kulit bayi akan berubah dari abu-abu/biru menjadi kemerahan. Darah yang sebelumnya melalui duktus arteriosus sekarang melalui paru-paru. 2009. Sejak 1 minggu terakhir mata kiri terasa mengganjal. (2003) Jakarta : EGC. Tangisan pertama dan tarikan napas yang dalam akan mendorong cairan dari jalan napasnya. Oksigen dan pengembangan paru merupakan rangsang utama relaksasi pembuluh darah paru. Pemeriksaan subyektif tekanan intraokular mata dengan digital dapat membantu untuk mendiagnosis glaukoma. (2004) Jakarta Penatalaksanaan Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut Pada Pasien Wanita Usia 50 Tahun Dibuat oleh: Farida Aryani. Proses kerusakan saraf optik berjalan secara perlahan sampai akhirnya terjadi kebutaan total. bayi memerlukan resusitasi segera secara aktif dan pemberian O2 terkendali.php?optio=com-content8. Kondisi Angka Kematian Neonatal-Angka Kematian Bayi. Riwayat hipertensi (+) tidak terkontrol. Manuaba IBG. Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif maupun obyektif. Pada saat kadar oksigen meningkat dan pembuluh paru mengalami relaksasi. IDAI. penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan. Mochtar R. Referensi 1.kembali ke bagian jantung kiri.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:51 Abstrak Glaukoma adalah neuropati optik yang disebabkan oleh tekanan intraokular yang relatif tinggi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum sedang. Dinkes RI. bayi menghirup udara dan menggunakan paru-parunya untuk mendapatkan oksigen. Asfiksia Neonatorum.Standar Pelayanan Medis Kesehatan anak . ed 3. Normal atau ringan Sedikit asfiksia (nilai apgar 7-10). VOS 0. Pada kebanyakan keadaan. Kesimpulan Penegakan diagnosis asfiksia neonatorum dapat dilihat berdasar pemeriksaan klinis. dan skor APGAR.

Referensi 1. Untuk mencegah terjadinya serangan glaukoma pada mata sebelahnya sebaiknya dilakukan iridektomiprofilaksis. 2007. Pemeriksaan TIO dengan menggunakan palpasi digital dapat membantu mendiagnosis glaukoma. Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif. pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif. et. sehingga untuk ke depannya pasien diharapkan untuk melakukan iridektomi profilaksis pada mata sebelahnya untuk mencegah serangan glaukoma pada mata tersebut. Diagnosis OS Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut. Diskusi Kasus ini merupakan glaukoma primer sudut tertutup akut berdasarkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif yang ditemukan. 3. Suhardjo dan Hartono. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENANGANAN PRE-EKLAMPSIA BERAT PADA PRIMIGRAVIDA HAMIL ATERM BELUM DALAM MASA PERSALINAN PADA WANITA USIA 19 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Pemeriksaan TIO secara palpasi digital dapat membantu menegakkan diagnosis glaukoma walau hanya menilai secara subyektif. al. mengingat alat tonometeri tidak ada. Penulis Farida Aryani. Yogyakarta: Bagian Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Ilmu Kesehatan Mata Edisi Pertama. Eklampsia adalah timbulnya kejang pada penderita preeklampsia yang disusul dengan koma. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi . Pada pasien ini sudah mengalami kebutaan permanen. Terapi Terapi yang diberikan berupa tetes mata timolol maleat 0. 2000. Dalam pemeriksaan tekanan darah didapatkan tekanan darah pasien 170/110 dengan proteinuri positif 3. Prognosis pada pasien tersebut buruk.TIO OS N+1. 2. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ilmu Penyakit Mata Edisi Kedua.5% 2x1 tetes pada mata kiri untuk mengurangai TIO dan diberikan terapi simtomatik paracetamol 500 mg untuk mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata. edema. pupil mid dilatasi. Daniel. Vaughan. Hal ini diakibatkan karena terlambatnya pasien datang ke pusat pelayanan kesehatan untuk mengobati penyakitnya. Ilyas. 2005.5% 2x1 tetes mata kiri dan paracetamol 500 mg jika perlu. Ilmu Kesehatan Mata BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. Penatalaksanaan terapi ditujukan untuk mengurangi TIO dan gejala simtomatik yang muncul. Superimposed preeklampsia adalah timbulnya preeklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi kronik. Kejang terjadi bukan karena kelainan neurologis. dan proteinuria yang timbul karena kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:49 Abstrak Pasien umur 19 tahun memeriksakan kandungan saat mendekati waktu HPL. reflex pupil (-) dan ptosis. Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi. Sidarta. Jakarta: Widya Medika. pada OS didapatkan edema kornea. Prognosis pada pasien ini termasuk buruk. Kedaruratan Dalam Ilmu Penyakit Mata. Oftalmologi Umum Edisi 14. 2003.---------. Terapi yang diberikan pada pasien tersebut berupa tetes mata timolol 0. Tujuan terapi tersebut adalah untuk menurunkan tekanan TIO segera mungkin dan mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata yang sakit. Kesimpulan Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis. digunakan jika perlu.

edema pada ekstremitas atas dan bawah. dan direncanakan dilakukan induksi dengan misoprostol 25 ug/ vag/ tab per 6 jam. Sibai B. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi. Pada penderita diatas dapat didiagnosis PEB berdasarkan anamnesis. Dekker G. Penatalaksaan pada pasien ini adalah stabilisasi hemodinamik. Penderita ditangani aktif bila ada 1 atau lebih kriteria ini : A. Pemeriksaan laboratorium didapatkan protein urin +3 (positif). Kasus Pasien kiriman bidan dengan keterangan: wanita. teraba bagian kecil di batas kiri uterus. Nadi : 100 kali / menit. Riwayat Diabetes Melitus. Ada tanda-tanda gawat janin E. Kupfermine M. Taksiran berat janin 2945 gram. dilakukan penanganan konservatif yaitu dengan medisinal sama dengan penanganan aktif.. Penderita tetap diberikan oksigen nasal 4-6 L/ menit. Janin teraba tunggal. prestasi kepala. Ada HELLP Syndrome C.O2 2-3 liter . Penanganan aktif Penderita sebaiknya segera dirawat di ruangan khusus. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mencapai tanda-tanda perbaikan menuju preeklampsia ringan. selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml RL . AK (-). penyakit jantung. Primigravida. hamil aterm. Ada tanda-tanda impending eklampsia B.bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi. kenceng-kenceng belum dirasakan. Buang air besar lancar tidak ada keluhan. Pada kasus diatas selain pemberian SM juga diperlukan tentang syarat boleh diberikan dan dilakukan penghentiannya.. Suhu : 36. Leopold III Teraba kepala di bagian bawah uterus. dan obat antihipertensi.Nifedipine 3 x 10 mg jika TD ≥ 160/ 110 mmHg atau MAP ≥ 125 mmHg . Leopold IV Kepala masuk panggul. DJJ (+) 132 x/menit/teratur. pemberian O2 2-3 liter/ menit. 19 tahun G1P0A0. selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml R. selambatnya dalam waktu 24 jam. hamil aterm. letak memanjang. teraba 4/5 bagian. maka keadaan ini dianggap sebagai kegagalan pengobatan dan harus segera diterminasi. Dari data diatas dapat ditegakkan diagnosis preeklampsia berat. Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif. bdp Penatalakasaan Terapi: . pemeriksaan fisik dan laboratorium. Penanganan konservatif Pada kehamilan < 35 minggu tanpa disertai tanda-tanda impending eklampsia dengan keadaan janin baik.Stabilisasi Hemodinamik . asma disangkal.. letak memanjang. penatalaksanaan. .pembukaan (-).selaput ketuban(+). Ada kegagalan penanganan konservatif D. Untuk pencegahan terjadinya kejang pada pasien ini diberikan Sulfas Magnesikus 4 gr Bolus. 2.SM 4 gr Bolus. Air kawah belum terasa merembes atau pecah. Kesimpulan 1. Pengobatan medisinal dengan anti kejang MgSO4. Selain itu harus diperhatikan juga tentang persiapan antidotum jika diperlukan. dinding vagina licin.8oC dengan pemeriksaan proteinuri positif tiga Diagnosis Preeklampsia Berat. I. Pasien merasa hamil 9 bulan. kepala turun H1-2. preskep. II. puka. RR : 24 kali / menit. Leopold I Teraba bokong janin di fundus uteri. TD : 170 / 110 mmHg. STLD (+). Leopold II Teraba janin tunggal.. Buang air kecil lancar tak ada keluhan. punggung di batas samping kanan uterus. dengan keterangan Preeklampsia Berat (PEB). disertai mual-mual. Pemeriksaan dalam Vulva/ uretra tenang. nadi 100 x/ menit. His (-). Keluhan pasien sekarang adalah pusing yang dirasakan sejak 2 hari SMRS. Lendir darah belum keluar. kepala masuk panggul. Penanganan pre eklampsia berat terdapat dua cara yaitu dengan penanganan aktif dan penanganan konservatif Referensi 1. teraba 4/5 bagian. hipertensi. Saat pasien datang belum dalam persalinan. Induksi dilakukan sampai tab III. serviks lunak tebal. Tinggi fundus uteri 31 cm. Kata Kunci : Preeklampsia berat. Kontrol ANC teratur di bidan.Observasi His dan DJJ Diskusi Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 170/ 110 mmHg. Usia kehamilan 35 minggu atau lebih Pada penanganan aktif ini juga diberikan oksigen nasal kanul 4-6 liter/ menit.

. Waspodo. I.G. H. oksigen : 2-4 lt/menit. J. Jakarta.3 – 0 4. udara dingin dan olahraga. A. Obstetri Williams (21st ed). Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer sebanyak sembilan kali penyakit dahulu ada riwayat asma dan tidak memiliki riwayat alergi lainnya. Keluarga tidak memiliki riwayat penyakit serupa maupun alergi. Hartono. Leveno. Pemeriksaan Umum Keadaan Umum : Tampak Sesak Kesadaran : Compos Mentis Vital Sign : TD : 100/70 mmhg S : 37.. 2. Josoprawiro. debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang. penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Mp 5 . (Alih Bahasa). Edisi 2 Hal 201. seperti serbuk sari. Wheezing (+/+). Hipertensi pada Kehamilan Preeklampsia-Eklampsia. K.kontraksi otot polos . Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan. Gilstrap. Ranitidin 3 x 1 tab 5. Keywords: asma. Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Buku Acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar.2 C N : 96 X / mnt P : 28 X / mnt Inspeksi : Retraksi ( . Jakarta : EGC. Preeklampsia dan Eklampsia dalam: Ilmu Kebidanan. Jakarta: Media Aesculapius. sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih. asap. K. 1998.). 1992.. Cunningham. Ambroxol 3 x 1 tab 6. Mansjoer. Suyono. K. Jakarta 2005. Gant.C. Pendit. Department of Obstetrics and Gynaecology. bulu binatang. Jakarta : EGC. otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas. Wardhani. B.D. F. R..).. Yayasan Bina Pustaka. Djoko. S. A. Pada suatu serangan asma. Ilmu Kandungan BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. 24: 281301.. Wenstrom. Hipertensi Dalam Kehamilan. gejala dini History Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: .. Penulis Farida Aryani. Nebulizer ventolin/8 jam .. 3. W.. K. 2. Infus D5 % + 1 1/2 amp Aminophilin 12 tpM 3.. Mochtar. 2005 : 773-824. 270-273. 1999. J. Triyanti. 7. 4. vokal fremitus simetris ( + ) Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : Vesikuler. Ed. Bab 1-9. Wiknjosastro. debu. L. FKUI. dkk. Toksemia Gravidarum dalam Sinopsis Obstetri.) Palpasi : Ketinggalan gerak nafas ( . Hauth. Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Kapita Selekta Kedokteran. Prawiroharjo. Savitri. Ketinggalan gerak nafas ( . University of Cincinnati College of Medicine. M. USA. Cefotaxim 2 x 500 mg 8. R. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Ke-3 jilid 1. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Diagnosis dini pada penderita asma bronkhiale Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Jakarta 1999. 6.C.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:48 Abstrak Asma adalah saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu.. FK-UI.peningkatan pembentukan lendir . seperti serbuk sari..J. 5. N. ekspirasi memanjang Diagnosis Asma bronkhial Terapi 1..F. ronkhi (+) halus. Edisi III..2005. Setiowulan... Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen). Lancet 365: 785-99.perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki. Salbutamol 3 x 2 mg 7. bersifat sementara Pada penderita asma.

sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih. . bekas luka menebal dan warna lebih gelap . batuk berdahak yang tak kunjung sembuh. MISC FKUMY 2005: Jogjakarta 2005 2. tetapi lambat laun dapat memburuk yang diawali dengan rasa cemas.Penderita tampak sakit berat dan sianosis. berasal dari Yunani chele. bicara terputus-putus. (2006). Sukamto.Mungkin ada riwayat keluarga dengan penyakit yang sama atau penyakit alergi yang lain. • Auskultasi : terdengar wheezing (mengi).ginasthma.Sesak nafas. atau batuk malam hari. Alibert menggunakan istilah cheloid.Paru : • Inspeksi : dinding torak tampak mengembang. penderita lebih nyaman dalam posisi duduk. biasanya tidak mengalami regresi. ekspirasi memanjang. Hisyam. bila kulit kering menunjukkan kegawatan sebab penderita sudah jatuh dalam dehidrasi berat. diafragma terdorong ke bawah. Asma Bronkiale. Maka dari itu pasien beserta keluarga harus memahami gejala-gejala awal asma. GINA (2010). bahwa kekambuhan penyakit asma minimal bisa dijarangkan dengan pengobatan jangka panjang secara teratur. Isi Perempuan 19 tahun mengeluh 10 tahun yang lalu pasien terkena cacar air. pada 1806.Keadaan umum : penderita tampak sesak nafas dan gelisah. Jakarta 2006 3. Selanjutnya. Sundaru. Asma Bronkial. Beberapa hal yang perlu diketahui dan dikerjakan oleh penderita dan keluarganya adalah memahami sifat-sifat dari penyakit asma bahwa penyakit asma tidak bisa sembuh secara sempurna.ginasthma. Referensi 1. atau capit kepiting atau cakar yang menunjukan potensi lesi meluas secara lateral Keyword: keloid. Gambaran pertama keloid (dicatat pada papirus) dikenal dengan teknik bedah yang digunakan di Mesir pada tahun 1700 SM. . Pocket Guide for Asthma Management and Prevention. (2008). 2 tahun yang lalu kaki kanan pasien terkena kenalpot. Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www. mengi.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 Abstrak Keloid adalah hasil dari pertumbuhan berlebih jaringan fibrosa padat yang biasanya berkembang setelah penyembuhan cidera kulit. Jaringan melampaui batas luka asli. Jantung : pekak jantung mengecil. bekas luka menebal dan warna lebih gelap dari kulit sekitarnya. . . Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www. dada terasa berat atau tertekan. Kesimpulan Asma apabila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius. Bekas luka kadang terasa gatal dan perih.Banyak berkeringat. gelisah kemudian jatuh ke dalam koma. 2. Pemeriksaan Fisik : . Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam . .org KELOID PADA PASIEN POST VARISELA Dibuat oleh: Sekar Mutiara.Keluhan sesak nafas. Anamnesa : . At A Glance Asthma Management Reference. Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. bahwa penyakit asma bisa disembuhkan tetapi pada suatu saat oleh karena faktor tertentu bisa kambuh lagi. .Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien ini menderita hipertensi grade II dengan keluhan utama Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu. Handout Kuliah Blok 16 Kardiovaskular dan Respirasi. Diagnosis untuk penderita asma bronkhiale 1. takikardi. Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer. Gambaran klinis Status Asmatikus : . .Pada serangan berat : • tampak sianosis • N > 120 X/menit • ―Silent Chest‖ : suara mengi melemah 3.Pada keadaan awal kesadaran penderita mungkin masih cukup baik. Pemeriksaan fisik menunjukan adanya ronkhi basah dan wheezing pada auskultasi ke-2 lapang paru hal ini semakin menyakinkan bahwa keluhan sesak nafas pada pasien dikarenakan asma bronkhiale. GINA (2010).org 4. Heru. dan cenderung rekuren setelah eksisi. Barmawi.Semua keluhan biasanya bersifat variasi diurnal.

onion extract.4shared. Available at : http://emedicine. The Management of Keloids: hands-on versus hand-off. MD. dan skar bertumbuh dari segala arah. Available at : http://www. berbatas tegas.com . Referensi 1.org 4. 2010.jabfm.
Keloid pada telinga. kekuatan luka kurang lebih 30-40% dibandingkan kulit sehat.com/article/1057599-overview#showall 2. ireguler. tepi penebalan ini akan berkurang secara bertahap selama beberapa bulan sampai menjadi datar. Pada suatu luka.molmed. diberikan 10-30 detik dan diulang 3x selama sesi perawatan. Keloid dapat dijelaskan sebagai suatu variasi dari penyembuhan luka. Brian Berman. keloid tidak selalu memberikan gejala dan menjadi stabil.org/afp 3. dapat diregangkan sebagai suatu skar yang matur. Pada stadium ini. berbatas tegas. Ada pula keloid yng berhenti tumbuh.
 Kesimpulan penyebabi keloid masih diperdebatkan. putih. imiquimod 5% cream. Keloid memberikan gambaran klinik yang bervariasi. ireguler. Available at : http://www. tetapi ada pula yang tumbuh dalam beberapa tahun. MPH. tetapi ada pula yang berbentuk seperti bekas cakaran dengan tepi yang irreguler. tunggal pada regio cruris dextra dan pada penekanan tampak adanya peebalan keras pada skar. 2009. Seiring dengan maturnya jaringan parut (skar). Available at : http://www. Keloid and Hypertrophic Scar. Gauglitz Gerd.medscape. tetapi kadang-kadang melebar secara cepat.html 5. ireguler. Pulsed Dye Laser (PDL) dengan panjang gelombang 585595nm Terapi farmakologi : 5-flurouracil. tampak skar hiperpigmentasi. MD. ireguler.aafp. Keloid scarring: bencah and bedside. tetapi ada juga dengan banyak keloid seperti pada pasien yang keloid muncul akibat jerawat atau bekas cacar. 2009. berbatas tegas.dari kulit sekitarnya. tunggal • Palpasi : tampak adanya peebalan keras pada skar Diagnosis Keloid Terapi Injeksi Kortikosteroid Triamcinolon : 10-40 mg/ml intralesi. Pada saat itu. lesi menjadi merah kecoklatan atau seperti warna daging. dimana dasarnya lebih luas dari puncaknya.
Kebanyakan keloid berbentuk bulat. Skar sampai diatas permukaan kulit dan menjadi hiperemis. dan abdomen biasanya bertangkai
 Keloid pada daerah tengah dada dan ekstremitas biasanya datar. Diagnosis keloid dibuat berdasarkan gambaran klinis (penampakan kulit atau jaringan parut) : Konsistensi keloid yang bervariasi dari lunak. tunggal • Regio Thorak posterior . immunotherapy. atau persegi panjang dengan tepi reguler.
Kebanyakan pasien datang dengan 1-2 keloid. Kebanyakan lesi tumbuh selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. cryotherapy : untuk keloid <6mm. Management of Keloids. leher. Jika terjadi ketidakseimbangan antara fase anabolik dan katabolik dari proses penyembuhan. kekuatan meregang dari skar juga bertambah sebagai akibat pertautan yang progresif dari serat kolagen. berbatas tegas.
Keloid pada sendi dapat mengganggu pergerakan akibat kontraktur. Available at :http://www. lebih banyak kolagen yang diproduksi dari yang dikeluarkan. Oliver Seifert. seperti karet sampai keras. proses anabolik dan katabolik mencapai keseimbangan selama kurang lebih 6-8 minggu setelah suatu trauma. lesi awal biasanya kemerahan.superior : tampak skar hiperpigmentasi. skar akan nampak hiperemis dan mungkin menebal. tunggal pada regio thorak superior-inferior. Keloid juga sangat berhubungan erat dengan faktor genetik. menjadi 3 kali lebih lebar dalam beberapa bulan. MD. Hypertrophic Scarring and Keloids. 2008. Diskusi Pada pasien ini. ireguler. Gregory juckett. 2009. temuan klinis yang didapat tampak skar hiperpigmentasi. Pemeriksaan Fisik • Regio Thorak : tampak skar hiperpigmentasi. MD. multipel • Regio Cruris dextra : tampak skar hiperpigmentasi. oval. interferon. James studdiford. namun trauma memegang peranan penting. berbatas tegas. lemas. Bekas luka kadang terasa gatal dan perih. Diulang tiap bulan. Pertumbuhan biasanya lambat. dikatakan keloid dapat timbul setelah trauma atau setelah lesi lainnya.com/office/zNg7qoMr/Keloid20scarring1. lesi biasanya tidak mengandung folikel rambut ataupun kelenjar adneksa lainnya).

Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 ABSTRAK Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. gangguan metabolik. Pada regio inguinal pasien dengan posisi berdiri. buang air kecil dirasakan lancar kembali apabila pasien merubah posisi sebelum buang air kecil. dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). terlihat benjolan sebesar buah duku dit paha kiri. pasien juga menyangkal adanya kemungkinan anggota keluarga yang mengalami hal serupa. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). sampai kaki. infeksi traktus urinarius. Gejala yang sering ditemukan pada pasien antara lain: a. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Rasa nyeri waktu miksi (disuria. miksi mengedan . Kata kunci: batu saluran kemih.80C. Pada anak nyeri miksi ditandai oleh kesakitan. b. Pancaran urine tiba-tiba berhenti dan keluar lagi pada perubahan posisi d. bulineurogenik dan divertikel. nadi 80x/menit isi tegangan cukup. Pasien juga mengeluhkan nyeri yang menjalar dari paha sampai dengan batang kemaluan. penatalaksanaan KASUS Pasien datang ke Poli Bedah dengan keluhan buang air kecil menetes yang sudah di rasakan ± 8 bulan ini. benjolan dirasakan sejak 4 bulan terakhir. Polakisuria (sering miksi) e. Pada kasus ini pasien datang dengan keluhan sudah 8 bulan sakit ketika buang air kecil. Benjolan dapat masuk sendiri. TD 120/80mmHg. finger test (+). Pasien sering mengedan ketika buang air kecil. hiperparatiroid atau adenoma paratiroid. skrotum. diet yang banyak mengandung kalsium dan oksalat. perdarahan.kadangkadang BAK mengedan. Pada pemeriksaan fisik pasien ditemukan keadaan umum Compos Mentis. akibat statis pada striktur uretra. hernia. sistokel. Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine. Berasal dari batu ginjal atau ureter yang turun. benjolan tersebut dapat masuk kembali. ammonium asam urat dan kalsium oksalat. pinggang. Pasien juga mengeluh keluar benjolan dilipat paha kiri terutama saat mengedan. benjolan keluar ketika pasien mengedan. bersin dan batuk. menangis. stranguria). kontraksi leher buli-buli. DIAGNOSIS Batu Kandung Kemih (Batu vesica Urinaria/Vesicolhitiasis) dgn komplikasi Hernia Inguinalis TERAPI Terapi operatif : vesikotomi dan hernioktomi DISKUSI Batu vesika urinaria adalah suatu keadaan ditemukannya batu di dalam vesika urinaria. dirasakan refered pain pada ujung penis. dehidrasi. Di Indonesia diperkirakan insidensinya lebih tinggi dikarenakan adanya beberapa daerah yang termasuk daerah stone belt dan masih banyaknya kasus batu endemik yang disebabkan diet rendah protein. batuk dan bersin. Merasa buang air kecil tidak puas. suhu 36. perineum. menarik-narik penis. tiba-tiba menetes menjadi lancar kembali ketika berubah posisi tubuh. infeksi saluran kemih. tinggi karbohidrat dan dehidrasi kronik. Pada umumnya komposisi batu kandung kemih terdiri dari : batu infeksi (struvit). Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami sakit sama.PENEGAKAN DIAGNOSIS BATU SALURAN KEMIH DENGAN KOMPLIKASI HERNIA INGUNALIS PADA PRIA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Hematuria diserta urine yang keruh c. Selain itu pasien juga mengeluhkan keluarnya benjolan sebesar duku dilipat paha kiri yang dialami sejak ± 2 bulan terakhir. Nyeri dirasakan menjalar ke batang kemaluan dan lipat paha.

Urolithiasis Medical and Surgical Management. batuk kronis. Basuki. 2009. konsumsi obat-obatan dan jamu. Terjadinya hernia disebabkan oleh dua faktor yang pertama adalah faktor kongenital yaitu kegagalan penutupan prosesus vaginalis pada waktu kehamilan yang dapat menyebabkan masuknya isi rongga pertu melalui kanalis inguinalis. 57-68 2. Ed-2. gangguan proses kencing. tekanan intra abdominal yang tinggi dan dalam waktu yang lama misalnya batuk kronis. USA : Informa healthcare. pernafasan reguler. 2. S. Kata kunci: sirosis hepatis. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama. Jilid 2. Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Bedah. 1-6.Sagung Seto. P< 29). Pasien juga mengeluh sukar untuk tidur. masuknya isi rongga perut melalui kanal ingunalis. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama. kesadaran Compos Mentis. Pasien mengaku BAB dan BAK biasa. bisa diberikan steroid atau imunosupresif. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. P< 31/ L< 46. Nadi 92x/menit. Pemberian asetaminofen. 840-843. obesitas.com PENULIS Farida Aryani. Pasien juga menyangkal ada keluarga yang memiliki sakit yang sama. kehamilan. pekak beralih (+) dan undulasi (+). Wonosobo PENATALAKSANAAN SIROSIS HEPATIS PADA WANITA USIA 49 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. diagnosis KASUS Pasien datang dengan keluhan perut membesar. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan asites. B. Jakarta : CV. www. faktor yang kedua adalah faktor yang dapat seperti hamil. 3.com 6. REFERENSI 1. Purnomo. Jakarta : EGC. 2000. Etiologi dari hernia yaitu:1. pasien tidak kontrol secara teratur. diikuti dengan proliferasi jaringan ikat. dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis sirosis hepatis. Hassan.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:45 ABSTRAK Seorang pasien datang dengan keluhan perut membesar disertai perut sebah dan terasa sakit. isi dan tegangan cukup. kelemahan umum. 588-589. Pasien menyangkal sebagai peminum minuman keras. Dasardasar Urologi. Dari anamnesis. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. HbsAg (+) positif. Jakarta : Penerbit UI. lansia. DIAGNOSIS Sirosis Hepatis TERAPI Terapi pada pasien dengan sirosis adalah bertujuan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik. FKIK UMY. 2009. mengejan saat miksi. Sklera pada mata kanan dan kiri ikterik. pasien tidak kontrol secara teratur. Alkohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. pekerjaan mengangkat benda berat dan faktor usia. Pemeriksaan penunjang SGOT/SGPT 44/48 U/L nilai normal (L < 36. Schwartz. 1985. irama teratur. Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan menahun pada hati. jika cukup panjang maka akan menonjol keluar dari anulus ingunalis ekstermus. Rusepno. pemeriksaan fisik. Didapat (akquisita) Hernia ini didapat oleh suatu sebab yaitu umur. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya . Pada pemeriksaan fisik: KU baik. 4. Ed-6.sehingga timbul kekacauan dalam susunan parenkim hati. mengejan saat defekasi.medicastore. Shires. pekerjaan mengangkat benda berat. Kongenital (Terjadi sejak lahir adanya defek pada suatu dinding rongga).40C. 5.wordpress.sering diikuti defekasi atau prolapsus ani. Margaret. dan regenerasi sel-sel hati. perut sebah dan terasa sakit. Vital sign TD130/80 mmHg. Respiratori rate 22x/menit dan Suhu 37. Hernia merupakan produksi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. RSUD Setjonegoro. Hepatitis autoimun. www. Penyakit hati nonalkoholik. Pearle. degenerasi.

Pemberian asetaminofen. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari. Pemberian furosemid bisa ditambah dosisnya bila tidak ada respon. Namun sebelum dilakukan transplantasi ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi resipien dahulu.0-3.com/computer/sirosis-hepatis.wordpress. terapi definitive pada pasien sirosis dekompensata. Available from http://medicastore. Tirah baring dan diawali diet rendah garam. Asites. Dibawah ini bagan dari Kriteria modifikasi Child-Pugh: Grade (1) (2) (3) Bilirubin serum (mg/dl) < 2. dkk.com/2007/07/31/sirosishati/ 3. Ensefalopaty hepatic. A.5 gr/kg berat badan per hari. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya banyak jaringan ikat dan regenerasi noduler dengan berbagai ukuran yang dibentuk oleh sel parenkim hati yang masih sehat. atau aminoglikosida. Sirosis.html 2. Penyakit hati nonalkoholik. sirosis kompensata Tatalaksana pasien sirosis yang masih kompensata ditujukan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari. diet protein dikurangi sampai 0. Neomisin bias digunakan untuk mengurangi bakteri usus penghasil ammonia. Peritonitis bacterial spontan. Available from http://3rr0rists. Akibatnya bentuk hati yang normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada pembuluh darah dan terganggunya aliran darah vena porta yang akhirnya menyebabkan hipertensi portal. mengatasi perubahan sirkulasi darah hati.8 Asites . Mansjoer. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretic. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya sirosis. Jakarta.html 4. teraba kenyal.8-3.0 Albumin serum (mg/dl) >3. yaitu: a.7 ii. bisa diberikan preparat somatostatin atau oktreotid. Pada sirosis dini biasanya hati membesar. Terapi pasien ditujukan untuk menghilangkan etiologi. Hepatitis autoimun.blogspot. amoksilin. 2008. tepi tumpul. 2001. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari. b. Husnul Mubarak. Edisi Ketiga Jilid Pertama.2 gram atau 90 mmol/hari. terutama diberikan yang kaya asam amino rantai cabang.0 >3.html 6. REFERENSI 1. diteruskan dengan tindakan skleroterapi atau ligasi endoskopi. kriteriaini diperlukan untuk pemberian terapi yang tepat pada sirosis hepatis. DISKUSI Sirosis hepatis merupakan penyakit hati kronis yang tidak diketahui penyebabnya dengan pasti. Waktu perdarahan akut.Mudah dikontrol Sulit dikontrol Ensefalopati Minimal Berat/Koma Penatalaksanaan sirosis hepatis terbagi menjadi 2. Medicastore. Sirosis Hepatis. Pharma NH2. Available from http://cetrione.sirosis. Media Aesculapius FKUI. Telah diketahui bahwa penyakit ini merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan terjadinya pengerasan dari hati. konsumsi garam sebanyak 5. maksimal dosisnya 160 mg/hari.0 2.5 <2. merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 – 25% oksigen darah. Hal 508-510 5. Kapita Selekta Kedokteran. bisa diberikan steroid atau imunosupresif. Sirosis Hati (Sirosis Hepatis). sirosis dekompensata i. 3rr0rists. 2007. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari. Sebelum berdarah dan sesudah berdarah bisa diberikan obat penyekat beta (propanolol). Tirah baring dan diawali diet rendah garam. diberikan antibiotika seperti sefotaksim intravena. kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik. Anonym. Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh. dan terasa nyeri bila ditekan. Anatomi Dan Fisiologi Hati. Transplantasi hati. 2009. konsumsi garam sebanyak 5. Sindrom hepatorenal.5 2.7 iii. Available from http://b3d70. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretik.com/penyakit/615/Sirosis. Laktulosa membantu pasien untuk mengeluarkan ammonia. Varises esophagus.com/2008/05/sirosis-hati-sirosis-hepatis. Untuk mengetahui grade dari sirosis hepatis dapat dengan menggunakan Kriteria modifikasi Child Pugh. diantaranya: alcohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. Living With Hepatitis : Sirosis Hati. mengatur keseimbangan garam dan air. .2 gram atau 90 mmol/hari.

IUFD RL 20 tpm + Oksitosin 5u . Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan. Sudoyo. Diagnosis Pada Pasien Dengan Kasus Mola Hidatidosa Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. flx : (+) fl : (-). dan tidak disertai prongkol – prongkol.4 vol% PLT : 588 / ul HbsAg : Diagnosis Mola hidatidosa Terapi . corpus uteri setelur bebek dan AP/CD tenang. maupun mual muntah. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol. Status Ginekologis Vaginal Touche: TFU tak teraba flx : (+) fl : (-) v/u/v tenang dinding vagina licin portio sebesar jempol tangan. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak. pembuluh darah villi tidak berfungsi penimbunan cairan dijaringan mesenkhim villi. Dr. Pada awalnya. Mola hidatidosa adalah tumor jinak dari trofoblast dan merupakan kehamilan abnormal dimana fetus tidak ditemukan tetapi hanya gelembung dan jaringan saja. Jakarta. dinding vagina licin. Patogenesis Mola Hidatidosa • Tidak sempurnanya aliran darah fetus (―fetal circulatori inadequacy‖) yang terjadi pada sel telur patologik.2 iv Metergin 3 x 1 . Pada pemeriksaan vaginal touché ditemukan TFU tak teraba.1 g / dl AL : 18. v/u/v tenang. perdarahan yang keluar tidak banyak.blogspot. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak. RSUD Setjonegoro.dkk.html 7. maupun mual muntah. Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan. A.( (Prof. Hal 445-448 PENULIS Farida Aryani. 1997). Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit.20 / ul Ht : 38. gejala dini History Seorang wanita usia 19 tahun datang dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011. dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring. OUE tertutup. Sarwono. lunak. 1997 ) Keywords: hipertensi. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol.com/2010/03/anatomi-dan-fisiologi-hati. perdarahan yang keluar tidak banyak. yaitu pada hasil pembuahan dimana embrionya mati pada kehamilan 3-5 minggu. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan. Pada awalnya. Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit.40 / ul AE : 4.Wonosobo. Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan. dan tidak disertai prongkol – prongkol. Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing. berwarna merah kehitaman. Edisi Keempat Jilid I.Virilon 1 x 1 Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan yang dilakukan pasien ini menderita kehamilan mola hidatidosa dengan keluhan utama Seorang wanita umur 19 tahun dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011. Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing.W. lunak OUE tertutup corpus uteri setelur bebek AP/CD tenang Pemeriksaan Laboratorium Darah: Hb : 11. Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan. berwarna merah kehitaman. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan. Bagian Interna. Pusat Penertiban Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Available from http://nh2pharma. portio sebesar jempol tangan.Kalnex 3 x 1 . Gelembung-gelembung tersebut sebenarnya adalah villi chorialis yang berisi cairan sehingga tegang dan berbentuk buah anggur.ekstra Metergin 0. 2006. • Struktur . dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring.2010. ( Rustam E harahap.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Abstrak Mola hidatidosa adalah penyakit yang berasal dari kelainan pertumbuhan trofoblas plasenta atau calon plasenta dan disertai dengan degenerasi kistik villi dan perubahan hidropik. FKIK UMY.

aktifitas ovarium meningkat (ovarium kistik) . 5. • Fungsi abnormal absorbsi cairan yang berlebihan kedalam villi.. • Adanya kelainan sitogenetik. kerusakan pembuluh darah iris.org/wiki/Mola 2. Manajemen uveitis anterior bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior. at a Glance Obstetri & Ginekologi edisi kedua. dan dexametason 3 x 1 tablet.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun ABSTRAK Pasien laki-laki usia 32 tahun datang ke poli mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan mata kanan nyerocos ± 1 bulan dan terasa pegal.estrogen tinggi menimbulkan efek hipertiroidisme dari aktifitas B-hCG yang tinggi. lakrimasi. Wiknjosastro. rasa sakit. Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. nyeri bila . 3. • Tidak dirasakan adanya tanda-tanda geraakan janin. dan penglihatan kabur. Saifuddin. sekret (-). Karena perdarahan ini maka umumnya penderita mola hidatidosa masuk rumah sakit dalam keadaan anemia. Perdarahan ini bisa intermitten. G. neoplasia. D. Wiknjosastro.wikipedia. Waspodo. perih (+). Gejala Mola hidatidosa • Amenore • Pembesaran uterus • Perdarahan pervaginam dan nyeri perut bawah • Pengeluaran Gelembung Mola • Gestosis/Toksemia / Pregnancy Induced Hypertension / Toxaemia Like Syndrome • Kelainan Kelenjar Tiroid • Adanya tanda-tanda kehamilan disertai perdarahan. • Tanda-tanda tirotoksikosis. A. glaukoma. • Umumnya uterus lebih besar dari usia keehamilan. Obstetri William. 2006. dan kekeruhan badan kaca. Pasien mendapat terapi antibiotic dan kortikosteroid topikal berupa tetes mata yang berisi tobramycin dan dexametason 1 tetes tiap 2 jam pada mata kanan serta antibiotic dan kortikosteroid sistemik berupa Amoxicilin 3 x 500 mg selama 5 hari. dan sklera. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. Mola Hidatidosa http://en. Errol & Schorge. Kesimpulan Mola hidatidosa sering kali terjadi karena faktor ovum yaitu dengn cara spermatozoon memasuki ovum yang telah kehilangan nukleusnya atau dua serum memasuki ovum tersebut sehingga akan terjadi kelainan atau gangguan dalam pembuahan. 2006. MacDonald.B. Dari autoanamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis uveitis anterior sinistra. Yayasan Bina Pustaka. kerusakan pembuluh darah. 2006. P. nyeri (+). kornea. Jakarta. Saifuddin... Affandi B. gatal (-). Ilmu Kebidanan. sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian. Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. fotofobia. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal... A. katarak. parut kornea. C. Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata). N.John. Jakarta. Referensi 1. 4. Norwitz. EMS. mengganjal. Kortikosteroid KASUS Pasien datang dengan keluhan mata kiri nyerocos ± 1 bulan dan terasa seperti kelilipan. • Adanya gangguan dari pertahanan imonologis terhadap trofoblas. EGC. F. B. • Hiperemesis gravidarum. H.2007.. • Tanda-tanda pre eklampsia pada trimesteer I. Anonim. Gant. balotemen negatif kecuali pada mola parsial. Cuningham. Dimana terdapat sel telur patologik yang tidak mempunyai kromosom maternal (―empty egg‖) • B-hCG meningkat . Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah.. Rachimhadhi.. H. Uveitis Anterior. Jakarta . kematian bayi.. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata. T. Kata kunci : Diagnosis. 1995. mata kabur (+). F. displasia. sinekia posterior.trofoblas abnormal hiperplasia. proses penekanan.

sinekia posterior. reflek cahaya (-). anatomi dan Embriologi Mata. glaukoma. Dexametason tablet 3 x 1 mg DISKUSI Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata). Sikloplegik topikal berguna untuk mencegah terjadinya sinekia posterior dan untuk meringankan nyeri karena spasme siliar . perih dan gatal. lakrimasi. Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. sistoid macular edema. DIAGNOSIS Uveitis Anterior Orbicularis Sinistra TERAPI Cendo Tobroson ( gtt 1 / 2 jam OD). Amoxicilin tablet 3 x 500 mg. hal 126-127 3. REFERENSI : 1. Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. Pengobatan imunosupresan dapat digunakan pada pasien dengan uveitis berat. Iris warna keruh. Pada pasien ini diberi tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone. Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah. parut kornea. Sinekia Posterior (+). dan penglihatan kabur. Widya Medika. kerusakan pembuluh darah iris. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata. dan kekeruhan badan kaca. Wijana Nana. KESIMPULAN : Uveitis adalah inflamasi traktus uvea (iris. Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. Uveitis anterior dikatakan akut jika terjadi kurang dari 6 minggu dan dikatakan sebagai kronik jika lebih dari 6 minggu. imunosupresan agen. kripta (-). Mata kanan bila mengendarai motor selalu nyeri. Tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone diharapkan berguna untuk mengurang peradangan yang terjadi dan untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata. Dalam kasus ini pasien diberikan terapi berupa tetes mata Tobroson .korpus siliaris. fotofobia. injeksi silier (+).dan koroid) dengan berbagai penyebab.COA keruh. Dan terakhir denan pembedahan. Pasien juga mengeluhkan pusing yang kumat-kumatan hanya di mata sebelah kiri jika mata kembali nyerocos. Pengobatan cyclosporine merupakan pengobatan yang paling spesifik terhadap fungsi imun. Dari pemeriksaan fisik mata kiri kornea bening. Pemberian antibiotic dalam kasus ini berguna untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata. FKUI. Sebelumnya pasien sudah berobat di Puskesmas. Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. bekerja dengan cara membunuh limfosit. Uveitis Anterior. katarak. hipotoni. Vaughan G Daniel. Ilyas Sidarta.ditekan (+). dan sklera. Pupil anisokor. infiltrat (-). kornea. Indikasi pengobatan imunosupresan agent adalah pada inflamasi intraokuler yang mengancam visus dan apabila dengan pengobatan kortikosteroid tidak membaik. sudah diberi tetes mata dan antibiotik tapi belum ada perubahan yang berarti. Sedangkan dexametasone serta amoxicillin berguna untuk terapi sistemiknya. Pemilihan terapi tergantung pada resiko komplikasi yang terjadi pada uveitis dimana yang paling sering adalah katarak. edema iris (+). Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. Cyclosporine. Manajemen uveitis anterior adalah bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior. Uvea. Ilmu Penyakit Mata. Jika terkena cahaya yang agak terang mata terasa silau (+). Oftalmologi Umum ed 14. merupakan pengobatan uveitis yang utama. Ilmu Penyakit Mata. Kortikosteroid. dan glaucoma. Beberapa macam pengobatan uveitis anterior antara lain dengan menggunakan :Sikloplegik. Jika bangun tidur mata merah dan nyerocos. rasa sakit.tablet dexametasone serta amoxicillin. Jakarta: 2002 2. ed II. hanya mata merah sedikit berkurang. Jakarta: 2000 hal8-9 Penulis : Ridwan Muttaqin (20060310005) Bagian Ilmu Penyakit mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo . Indikasi pemberian kortikosteroid adalah mencegah komplikasi berupa sistoid macular edema. sinekia posterior.

nanah (-). kejang lama atau kejang frekuen atau kejang periodik. ekstrakranial dan gangguan metabolik. yang paling berbahaya adalah infeksi intrakranial berupa meningitis atau encefalitis.57. berat badan 11. gangguan elektrolit tanpa demam. tidak ada riwayat kejang. Pada keluarga yang pernah mengalami kejang. Bau khas. pemeriksaan lab (tinja) warna kuning. tidak ada bau yang khas. Diare menyebabkan . 103/µl. Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. suhu badan 36. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien. Kemudian pemberian terapi pada diare untuk penanggulangan kemungkinan terjadinya kejang berulang dengan melakukan lima lintas penanganan diare. bangun dan kemudian menangis. serangan epilepsi yang disertai dengan demam.50C. Selain itu infeksi juga dapat berasal dari organ lokal yang mengalami infeksi. Pasien juga mengeluh BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah. darah (-). tonsilitis. dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari. faringitis. kecurigaan penyebab kejang berasal dari infeksi intrakranial adalah apabila umur anak < 6 bulan. Penatalaksanaan pasien pada kasus diatas adalah dengan penanganan kejang dan penanggulangan diare. nadi 80x/menit isi dan tegangan cukup dan teratur. kejang tanpa demam disebabkan oleh kelainan metabolik atau epilepsi. yaitu kakak perempuan pasien. dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari. Kejang dengan demam disebabkan oleh kelainan intrakranial dan ekstrakranial. Konsistensi lembek.6kg. BAB berwarna kuning.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:42 Abstrak Kejang disebabkan oleh kelainan intrakarnial. Kejang tanpa demam dapat disebabkan oleh epilepsi tanpa kejang dan berulang. pernafasan 32x/menit. kesadaran composmentis . hipo/hiperglikemia. contohnya pada otitis media akut. Pasien tidak pernah mondok di Rumah Sakit sebelumnya. Pada pasien kejang perlu diperhatikan adalah lamanya kejang. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien. Pada kasus ini. Kata kunci (keyword) . Diskusi Kejang adalah bangkitan kejang akibat kenaikan suhu rektal tubuh. trauma. Selain itu kejang dengan demam juga dapat diakibat kan oleh gangguan elektrolit berat yang disertai dengan demam. Diagnosis Diare dengan kejang Terapi Penanganan pada pasien di atas adalah dengan memberikan diazepam sebagai penanganan kejang pada pasien. BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah. lendir (-). Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. Pada pemeriksaan fisik di temukan keadaan umum tampak baik. kejang. Kejang terbagi menjadi 2 yaitu kejang dengan demam dan kejang tanpa demam. keracunan. Sedangkan pada gangguan eletrolik apabila anak ada riwayat menderita diare muntah atau gangguan ginjal kronik. penatalaksanaan Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas setelah kejang pasien tertidur. diare. pemeriksaan lab darah rutin angka leukosit 10. Hal ini diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan kejang demam. berulang/ tidak. muntah 7x sedikit-sedikit. demam. dan kadang disertai muntah.PENATALAKSANAAN KASUS DIARE DENGAN KEJANG PADA ANAK USIA 5 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. BAB berwarna kuning. hipoksia. pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas/demam. dan kadang disertai muntah. Pada kejang dengan demam penyebab demamnya bisa diakibatkan oleh infeksi yang berasal dari luar susunan syaraf pusat. tidak ada bau yang khas. muntah 7x sedikit-sedikit. umum/fokal.

kehilangan garam (natrium) dan air secara cepat, yang sangat penting untuk hidup. Jika air dan garam tidak digantikan cepat, tubuh akan mengalami dehidrasi. Kematian terjadi jika kehilangan sampai 10% cairan tubuh. Diare timbul akibat dari mekanisme dasar yaitu gangguan osmotik, gangguan sekresi dan gangguan motilitas usus. Penyebab diare terbagi menjadi 4 faktor, yaitu faktor infeksi terbagi menjadi 2 yaitu infeksi eneral dan infeksi parenteral. Infeksi interal adalah infeksi yang berasal dari saluran pencernaan itu sendiri sebagai penyebab utama diare. Sedangkan untuk parenteral adalah adanya faktor diluar sistem pencernaan yang mengakibatkan timbulnya diare, yaitu seperti Otitis Media Akut, Tonsilofaringitis dan lainnya, untuk infeksi pareneteral terutama terjadi pada anak berumur dibawah 2 tahun. Faktor malabsorbsi terbagi menjadi 3, yaitu: a. Malabsorbi karbohidrat (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida(intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak dibawah 2 tahun diare terjadi akibat intoleransi laktosa. b. Malabsorbsi lemak dan yang terakhir c. Malabsorbsi protein. Faktor makanan yang terpenting adalah kualitas makanan yang diberikan. Makanan basi atau beracun dapan menyebabkan diare. Pada beberapa anak alergi makanan juga dapat memicu timbulnya diare. Faktor psikologis rasa takut dan cemas dapat menimbulkan diare, terutama pada anak yang lebih besar. a. Untuk menanggulangi kejang ada 6 faktor yg perlu dilakukan, yaitu: Mengatasi kejang dengan memberikan diazepam yang disesuaikan dosisnya dengan berat badan, yaitu untuk anak dengan berat < 10kg maka diberikan 5mg/supp, anak dengan berat > 10kg maka diberikan 10mg/supp. Hati-hati dalam pemberian diazepam, karena efek samping yang diberikan berupa penekanan pada pusat pernafasan.1 - Pengobatan penunjang yaitu dengan menjaga kondisi vital pasien. Membuka pakaian yang melekat ketat, memposisikan kepala miring agar tidak terjadi aspirasi apabila pasien tiba-tiba muntah. Mengecek fungsi vital tubuh/vital sign. - Pengobatan rumat adalah pengobatan yg diberikan setelah pemberian diazepam. Obat yang dipilih adalah yang memiliki onset yang lama yaitu fenobarbital dengan dosis 5mg/kgBB dibagi menjadi 2 dosis. Namun hati-hati dalam penggunakan fenobarbital dalam jangka waktu panjang, yaitu perubahan sifat anak menjadi hiperaktif , perubahan siklus tidur (mengantuk). b. Untuk penanggulangan diare, dilakukan lima lintas diare, yaitu: Memperbaiki hidrasi cairan dengan memberikan cairan rehidrasi dengan tetesan sebagai berikut: anak < 1tahun, 30cc/1 jam pertama dilanjutkan dengan 70cc/5jam. Anak > 1tahun, 30cc/30menit dilanjutkan dengan 70cc/2,5jam. - Nutrisi, pemberian nutrisi sangat penting pada anak diare, untuk mencegah kemungkinan anak kekurangan nutrisi diakibatkan oleh diare. - Pemberian zinc, diberikan sampai dengan 10 hari walaupun anak sudah tidak diare lagi, hal ini dilakukan karena zinc dipercaya mampu memberikan pertahanan terhadap serangan ulang diare. - Antibioti spektrum luas, diberikan untuk mengobati diare yang disebabkan bakteri. Namun penggunaan antibiotik perlu hati-hati untuk mencegah kemungkinan terjadinya diare yang disebabkan oleh antibiotik. Edukasi, berikan ibunya pendidikan tentang penanganan anak diare dirumah, diajarkan untuk mengetahui cara pembuatan cairan rumatan dirumah. Referensi 1. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI 2007. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. Bagian IKA FK UI ; Jakarta 2. Nia Karia, dr. Sp A., M.Kes. PDF Kejang Pada Anak. Di download pada tanggal 6 November 2010 3. Bambang Edi, dr. Sp A. Studi Guide Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY; Yogyakarta 4. http: //www.med.umich.edu/1libr/pa/pa_diarrhbr_hhg.hmt Penulis Farida Aryani. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY. RSUD Setjonegoro. Wonosobo

Gambaran Klinis dan Penatalaksanaan ODS Hordeolum Palpebra Superior et Inferior pada Anak Laki-laki Usia 1 tahun
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 05:03 Abstrak Hordeolum adalah suatu peradangan supuratif pada kelenjar Zeiss atau kelenjar Moll atau kelenjar Meibom yang kebanyakan disebabkan oleh bakteri stafilokokus, umumnya Stafilokokus aureus (Ilyas, 2004), dan jarang disebabkan oleh Streptokokus. Seorang anak lakilaki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Keywords : ODS, hordeolum, palpebra superior et inferior Isi Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Kurang lebih 2 bulan sebelum masuk rumah sakit timbul benjolan di bagian kelopak mata kanan, kemudian muncul benjolan di kelopak mata kiri. Anak tidak rewel, tidak demam, mata tidak merah, dan tidak berair. Sejak lahir pasien mempunyai riwayat sering belekan, yaitu sudah lima kali. Riwayat sakit serupa sebelumnya disangkal. Dalam keluarga tidak ada yang menderita keluhan yang sama. Di tempat tinggal pasien terdapat usaha pengumpul barang bekas / rongsok. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, kesadaran compos mentis (sadar penuh). Pemeriksaan tanda vital didapatkan nadi 144 x/menit, pernafasan 28 x/menit, suhu 36,3 oC. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata : super silia ODS simetris. Kelopak mata simetris, OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Apparatus lakrimalis ODS normal, bola mata ODS normal (pasangan sejajar, gerakan normal, ukuran normal), tekanan bola mata ODS normal, sklera ODS normal, kornea ODS (ukuran, kecembungan, limbus, permukaan) normal, kamera okuli anterior ODS (kedalaman normal, isi jernih), iris ODS (warna coklat, pasangan simetris, bentuk sirkuler), pupil ODS (ukuran ± 3 mm, bentuk lingkaran, tempat sentral, reflek direk +, reflek indirek +), lensa ODS jernih. Diagnosis ODS hordeolum palpebra superior et inferior Terapi • infus KaEN 1 B 12 tpm • amoxan syrup 3 x 1 cth • cendo ulcori • pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Diskusi Dalam kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Hordeolum adalah peradangan kelenjar yang sering terjadi dengan infeksi dari kuman Stafilokokus. Ditandai dengan pembengkakan terbatas (sirkumsrip) merah dan ada perlunakan yang akut. Ada pembentukan nanah yang lanjut menjadi abses (Ghozi, 2002). Gambaran Klinis Menurut Ilyas (2004) gambaran klinik hordeolum dapat dibagi menjadi gejala subjektif berupa rasa mengganjal dan rasa sakit yang akan bertambah jika menunduk dan gejala objektif berupa benjolan setempat, merah mengkilap, sakit bila ditekan, terletak di pangkal bulu mata. Gejala biasanya berawal sebagai pembengkakan terbatas (sirkumsrip) memerah dan nyeri bila di tekan. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu yang mengganjal di mata. Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak. Ditengah daerah yang membengkak sering kali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan. Bisa berbentuk abses yang cenderung pecah dan mengeluarkan nanah. Biasanya disertai dengan konjungtivitis (Vaughan & Asbury, 2000). Hordeolum terlihat tidak jelas, kemerahan, membengkak dan udematus, serta menimbulkan rasa gatal pada tepi

kelopak mata dekat ujung medial dan lateral. Batas/ujung hordeolum mencapai garis bulu mata ± 1 mm dari pinggir kelopak. Pembengkakan dan udem yang bertambah, disertai rasa gatal, akan memberikan rasa sakit. Setelah ± 1 minggu, hordeolum akan pecah, bagian tengah akan terlihat kuning kehijau-hijauan, memperlihatkan penampilan khas stafilokokus. Dengan ini penyembuhan dimulai dan berakhir dalam waktu ± 2 minggu (Miller, 1990). Hordeolum muncul secara tidak terduga dan berturut-turut. Kadang-kadang lebih dari satu hordeolum bisa muncul pada saat yang bersamaan pada kelopak mata yang sama (Philips, 1984). Penatalaksanaan Antibiotik diindikasikan bila dengan kompres hangat selama 24 jam tidak ada perbaikan, dan bila proses peradangan menyebar ke sekitar daerah hordeolum (Haryadi, 2011). 1. Antibiotika topikal Bacitracin atau tobramicin salep mata diberikan setiap 4 jam selama 7-10 hari. Dapat juga diberikan eritromicin salep mata untuk kasus hordeolum eksterna dan hordeolum interna ringan . 2. Antibiotik sistemik Diberikan bila terdapat tanda-tanda bakteremia atau terdapat tanda pembesaran kelenjar limfe di preaurikular. Pada kasus hordeolum internum dengan kasus yang sedang sampai berat, dapat diberikan chepalexin atau dicloxacilin 500 mg per oral 4 kali sehari selama 7 hari. Bila alergi penisilin atau chepalosporin dapat diberikan clindamicin 300 mg oral 4 kali sehari selama 7 hari atau klaritromycin 500 mg 2 kali sehari selama 7 hari (Haryadi, 2011). Pembedahan Bila dengan pengobatan tidak berespon dengan baik, maka prosedur pembedahan mungkin diperlukan untuk membuat drainase pada hordeolum (Haryadi, 2011). Kesimpulan Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Terapi yang diberikan pada kasus ini adalah infus KaEN 1 B 12 tpm, amoxan syrup 3 x 1 cth, cendo ulcori, pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. Daftar Pustaka Eva, P.R., Whitcher, J.P. 2007 Vaughan & Asbury Oftalmologi Umum. EGC, Jakarta. Ghozi, M., 2002 Buku Ajar Oftalmologi, Fakultas Kedokteran UMY, Yogyakarta. Haryadi, W., 2011 Hordeolum. Diakses pada tanggal 18 Desember 2011 dari http://www.docstoc.com/docs/42221138/Referat---Hordeolum Hollwhich, F. 1993 Oftalmology, 2nd ed. Binarupa Aksara, Jakarta. Ilyas, M. 2004 Ilmu Penyakit Mata, 3rd ed. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Mansur, A. 1999 Kapita Selekta Kedokteran, 3rd ed. Media Aesculapius, Jakarta. Miller, J.H. 1990 Parsons‘ Disease Of The Eye, Churchill Livingstone Ltd., New York. Philips, C.I. 1984 Basic Clinical Ophtalmology, Medical Division of Longman Group UK. Ltd., London.a Vaughan, D. G., Asbury, T., Eva, P.R., 2000 Ophtalmologi Umum, 14th ed. EGC, Jakarta. Wijana, N.S.D. 1993 Ilmu Penyakit Mata 3rd ed. FKUI, Jakarta. Meila Supeni, Bagian Ilmu Penyakit Mata, RSUD Temanggung, Jawa Tengah

Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 04:56 Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia Abstrak Anestesi regional adalah suatu tindakan anestesi yang menggunakan obat analgetik lokal untuk menghambat hantaran saraf sensorik, sehingga impuls nyeri dari suatu bagian tubuh diblokir untuk sementara. Fungsi motorik dapat terpengaruh sebagian atau seluruhnya, sedang penderita tetap sadar. Anestesi

Tanda-tanda vital TD 100/70 mmHg. Pasien P1A0 usia 38 tahun datang dengan keluhan keluar darah banyak. minimal 500 ml cairan sudah masuk saat menginjeksi obat anestesi local. Pemeriksaan kepala : mata anemis (+). infuse 500-1000 ml NaCl atau hemacel cukup untuk memperbaiki tekanan darah. yang terakhir ditembus adalah durameter subarachnoid. kesadaran compos mentis. Pethidin dapat menyebabkan vasodiatasi perifer. L5-S1 • Setelah tindakan antiseptic daerah pungung pasien dan memakai sarung tangan steril. kesan menyokong gambaran mioma uteri. Hmt turun 24. anemia Isi Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun). Hal ini akan lebih berta lagi bila digunakan pada pasien dengan hipovolemia. Teknik anestesi • Perlu mengingatkan penderita tentang hilangnya kekuatan motorik dan berkaitan keyakinan kalau paralisisnya hanya sementara. 25. • Posisi lateral dekubitus adalah posisi yang rutin untuk mengambil lumbal pungsi. Asisten harus membantu memfleksikan posisi penderita. Kesimpulan : Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant (riwayat implant 21 tahun) dengan keluhan keluar darah banyak. Akan .6 mmHg. • Pasang infuse. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. Cabut jarum.6 mmHg. mual dan muntah menunjukkan adanya stimulasi narkotik pada pusat muntah di medulla. prongkol – prongkol sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Obat yang dipakai untuk kasus ini adalah Bupivakain Bupivakain (Decain. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS. sehingga dapat menyebaban hipotensi orthostatic. cairan LCS akan menetes keluar. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan.000. respirasi 20x/menit. Jarum lumbal akan menembus berturut-turut beberapa ligament. memudahkan melakukan pemberian pernafasan buatan. 26 pada bidang median dengan arah 10-30 derajat terhadap bidang horizontal kea rah cranial pada ruang antar vertebra lumbalis yang sudah dipilih. blok subarachnoid ) dihasilkan bila kita menyuntikkan obat analgetik lokal ke dalam ruang subarachnoid di daerah antara vertebra L2-L3 / L3-L4 (obat lebih mudah menyebar ke cranial) atau L4-L5 (obat lebih cenderung berkumpul di kaudal). Marcain) adaah derivate butil yang 3 kali lebih kuat dan bersifat long acting (5-8 jam). Obat ini terutama digunakan untuk anestesi dareah luas (larutan 0. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS. Juga dapat menyebabkan depresi pusat pernapasan di medulla yang dapat ditunjukkan dengan respon turunnya CO2. L4-L5. Diagnosis suspek myoma uteri. posisi duduk akan lebih mudah untuk pungsi. Selanjutnya disuntikkan larutan obat analgetik local ke dalam ruang subarachnoid.55. porsio mecucu. L3-L4.5%) dikombinasi dengan adrenalin 1:200. jumlah limfosit turun 17.spinal ( anestesi lumbal. Pemeriksaan USG.3. uterus sebesar telur bebek. jumlah netrofil naik 79. jumlah eritrosit turun 2. Pemeriksaan laboratorium Hb turun 7. mengurangi kebutuhan anestesi. 22 lebih halus no. tampak pucat. tutup luka dengan kasa steril. Keadaan umum cukup. pungsi lumbal dilakukan dengan penyuntikan jarum lumbal no. menghasilkan analgesia pra dan pasca bedah.7. Diagnosis Mioma uteri Terapi • Transfusi PRC IV kalf • SF 2 x 1 • Ca Glukonas • Operasi Diskusi Dalam kasus ini pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun). • Monitor tekanan darah setiap 5 menit pada 20 menit pertama.5 celcius. suhu 36. Hb turun 7. 23. Derajat relaksasinya terhadap otot tergantung terhadap kadarnya. Nadi 80x/menit. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. pemeriksaan VT : V/U tertutup. mioma uteri. Keuntungan penggunaan obat ini adalah memudahkan induksi. Pethidin Pethidin merupakan narkotik yang sering digunkan untuk premedikasi. Keadaan umum sedang. Keywords : anestesi spinal. tetapi bila kesulitan. jika terjadi hipotensi diberikan oksigen nasal dan ephedrine IV 5 mg. • Setelah stilet dicabut. prongkol-prongkol. dan dapat diantagonis dengan naloxon. • Inspeksi : garis yang menghubungkan 2 titik tertinggi Krista iliaka kanan kiri akan memotong garis tengah punggung setinggi L4-L5 • Palpasi : untuk mengenal ruangan antara 2 vertebra lumbalis • Pungsi lumbal hanya antara L2-L3. Posisi tidur dapat mengurangi efek tersebut.25%-0.

Hubungan antara dosis preload dengan perubahan tekanan darah pada operasi dengan teknik anestesi spinal. Didapat dari : URL. NAW sinistra. : http://www.org. Pemeriksaan laboratorium jumlah leukosit meningkat 13. jumlah trombosit meningkat 467. Pemeriksaan hidung dan sinus paranasal. maksilaris bilateral.dilakukan histerektomi setelah perbaikan Hb dengan spinal anestesi. Semarang : 1998 Meila Supeni. Daftar Pustaka 1. suhu 36. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri.oyston. palpasi nyeri tekan hidung dan sinus paranasal (-). Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala pada kepala bagian atas dan depan. 1 Maret 2006 (diakses tanggal 16 Mei 2012). mukosa edem (+). Keadaan umum sedang.5 tahun yang lalu. Oyston J. Jawa Tengah Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Dibuat oleh: Meila Supeni. Diagnosis Multisinusitis Terapi Infus RL 20 tpm Inj. dan bila pusing pasien meminum obat tersebut. penciuman agak berkurang. Kriteria Mayor • Sekret nasal yang purulen • Drenase faring yang purulen • Purulent post nasal drip • Batuk • Foto rontgen (Water‘s radiograph atau air fluid level) : penebalan lebih 50% dari antrum • Coronal CT scan : penebalan atau opaksifikasi dari mukosa sinus 2. inspeksi dalam batas normal. Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal. Keluhan dirasakan sejak 2.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:53 Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Abstrak Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal. sinusitis. flu. nyeri kepala dirasakan sejak 2. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan teori. pingsan dua kali. Didapat dari : URL. ethmoidektomi Diskusi Dalam kasus ini pasien wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri.2. Kriteria Minor • . Tohaga E. Kalnex 500 mg/8jam Operasi CWL dekstra. Riwayat berobat ke dokter dan diberi asam mefenamat. Nyeri kepala dirasakan pada bagian atas dan depan. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. respirasi 24x/menit. RSUD Temanggung. A guide to spinal anaesthesia for caesarean section.5 tahun yang lalu. Tanda-tanda vital TD 110/60 mmHg. Satu minggu sebelum ke RS. Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. : http://www. Cefotaxim 1 gr/12 jam Inj. Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. Oktober 2000 (diakses tanggal 16 Mei 2012) 3. dan ethmoidalis dekstra.3 celcius. Diagnosis Sinusitis Penegakkan diagnosis sinusitis secara umum : 1. Bagian Ilmu Anestesi. Keywords : rhinitis. multisinusitis Isi Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala.wikipedia. Pemeriksaan CT Scan kesan sinusitis sphenoidalis bilateral. 2. Riwayat sering terpapar bahan-bahan pestisida dan asap rokok (+). telinga kanan kadang-kadang berdengung.com. hiperemi (+). Pasien mengeluh penciuman agak berkurang. Nadi 100x/menit. Kalmethason 1 gr/8 jam Inj. Caesarean section (editorial). kesadaran compos mentis. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. pasien juga sering merasa terdapat dahak di tenggorokan. Pasien sering flu dan alergi terhadap dingin dan debu. Rhinoskopi anterior : konka hipertrofi (+). keluhan bertambah berat yaitu nyeri kepala. sejak 1 minggu sebelum datang ke RS. Dua minggu sebelum datang ke RS.

Mula-mula nyeri dirasakan samarsamar dan tumpul yang merupakan nyeri viseral di daerah epigastrium atau sekitar umbilicus. operasi CWL dekstra. NAW sinistra. 2001..irigasi sinus maksila. tidak disertai darah. Patofisiologi.. RSUD Temanggung.. dan Penatalaksanaan Sinusitis. diberikan 10 – 14 hari meskipun gejala klinik sudah hilang . Diagnosis Appendisitis Akut Diskusi Gejala Klinis Gambaran klinis yang sering dikeluhkan oleh penderita. Riwayat alergi debu dan dingin. Pemeriksaan rhinoskopi anterior konka hipertrofi (+). Kepala. Riwayat sering terpapar bahan pestisida dan asap rokok. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. antara lain 1. P. Pasien mengeluhkan susah buang air besar (sudah 3 hari sulit BAB. Pada awalnya rasa nyeri dirasakan di daerah ulu hati. steroid oral / topikal . Tenggorok. mencegah komplikasi . inj. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga. N. Satu bulan yang lalu nyeri pada perut kanan bawah sudah pernah dialami pasien. Pengobatan infuse RL 20 tpm. Pasien merasa nafsu makannya agak berkurang. Burney). tindakan operatif. Ed: 5.pencucian rongga hidung dengan NaCl / diatermi . inj. Setelah beberapa jam nyeri berpindah dan menetap di abdomen kanan bawah (titik Mc. jika sudah resisten dapat dipilih amoksisilin – klavulanat atau jenis sefalosporin generasi 2. Daftar Pustaka Etiologi. Ed: 6. Bagian Ilmu THT. Hidung. Kalnex 500 mg/8jam. dan muntah. Kalmethason 1 gr/8jam. Rasa nyeri perut ini dirasakan sejak dua hari yang lalu. Jakarta: FK UI Meila Supeni. imunoterapi. Pasien tidak mengeluhkan gangguan BAK. Feses ini mengeras seperti batu dan disebut fecalith. Adams.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:39 Abstrak Appendicitis adalah suatu peradangan pada appendix. BAK lancar. antihistamin. mencegah perubahan menjadi kronik. tidak ada darah).Edem periorbital • Sakit kepala • Nyeri di wajah • Sakit gigi • Nyeri telinga • Sakit tenggorok • Nafas berbau • Bersin-bersin bertambah sering • Demam • Tes sitologi nasal (smear) : neutrofil dan bakteri Kemungkinan terjadinya sinusitis jika : Gejala dan tanda : 2 mayor 1 minor dan ≥ 2 kriteria minor Terapi Tujuan terapi sinusitis : mempercepat penyembuhan . 2009. Jakarta : EGC Soepardi. Isi Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan rasa nyeri pada perut kanan bawah. merasa terdapat dahak di tenggorokan. Kesimpulan Wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala. sinusitis sphenoidalis bilateral. Nyeri akan bersifat tajam dan lebih jelas letaknya sehingga berupa nyeri somatik setempat. penciuman agak berkurang. Pemeriksaan CT scan kesan. Cefotaxim 1 gr/12 jam. mual. Jawa Tengah Penegakan Diagnosis apendicitis akut Dibuat oleh: Anita Permatasari. BAB kotoran keras. Peradangan ini pada umumnya disebabkan oleh infeksi yang akan menyumbat appendix. Diakses tanggal 18 Oktober 2011 Highler. mukosa edem (+). dan ethmoidalis dekstra. Iskandar. ethmoidektomi. inj. Leher. analgetika mukolitik . warnanya kuning seperti biasa. 1997. Prinsip : Membuka sumbatan di KOM sehingga drainase dan ventilasi sinus pulih secara alami. antibiotik yang dipilih adalah golongan penisilin seperti amoksisilin. Appendicitis pada umumnya disebabkan oleh obstruksi dan infeksi pada appendix. Nyeri abdominal. kemudian dirasakan bertambah nyeri terutama di perut bagian kanan bawah.. disertai demam. Nyeri ini merupakan gejala klasik appendicitis. tidak ada rasa nyeri pada saat BAK. hiperemi (+). B. pasien berobat ke puskesmas dan rasa nyeri hilang setelah minum obat. Antibiotik dan dekongestan . tidak ada lendir. EA. Diagnosis dan penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. maksillaris bilateral. Beberapa keadaan yang dapat berperan sebagai faktor pencetus antara lain sumbatan lumen appendix oleh mukus yang terbentuk terus menerus atau akibat feses yang masuk ke appendix yang berasal dari secum. Bila .

Demam. Penonjolan perut kanan bawah bisa dilihat pada massa atau abses appendiculer . Psoas Sign Dilakukan dengan rangsangan m. Appendicitis. terutama pada wanita. Obturator sign (+) bila terasa nyeri di perut kanan bawah . Anita Permatasari.-38. Yogyakarta . Defans muscular lokal. Pemeriksaan ini dilakukan terutama pada anak-anak .Nyeri tekan di Mc. CA. R. yang ada nyeri pinggang . dkk.terjadi perangsangan peritoneum biasanya penderita akan mengeluh nyeri di perut pada saat berjalan atau batuk. Nafsu makan menurun. 3. AH. Gejala awalnya sering hanya rewel dan tidak mau makan. 2. Obturator Sign Dilakukan dengan menyuruh penderita tidur terlentang. Kembung sering terlihat pada penderita dengan komplikasi perforasi. 1997.Nyeri lepas.Tehnik ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum. 3. appendix dapat divisualisasikan secara langsung. Pada appendicular infiltrat. Pada inspeksi perut tidak ditemukan gambaran spesifik. W. Burney didapatkan tanda-tanda peritonitis lokal yaitu: . terjadi bila sudah ada komplikasi.7 Gejala appendicitis akut pada anak tidak spesifik. 2. Pemeriksaan Colok Dubur Akan didapatkan nyeri kuadran kanan pada jam 9-12.Pemeriksaan darah : akan didapatkan leukositosis pada kebanyakan kasus appendisitis akut terutama pada kasus dengan komplikasi. Suhu biasanya berkisar 37. Dengan USG dapat dipakai untuk menyingkirkan diagnosis banding seperti kehamilan ektopik. Kolon. Karena gejala yang tidak spesifik ini sering diagnosis appendicitis diketahui setelah terjadi perforasi . 2. Stase Ilmu Bedah. Psoas sign (+) bila terasa nyeri di abdomen kanan bawah . CTScan Dapat menunjukkan tanda-tanda dari appendicitis. bila belum ada komplikasi C. Referensi 1. . Barium enema Yaitu suatu pemeriksaan X-Ray dengan memasukkan barium ke colon melalui anus. Usus Halus Appendiks. Pada appendicitis pelvika akan didapatkan nyeri terbatas sewaktu dilakukan colok dubur. LED akan meningkat . Anak sering tidak bisa melukiskan rasa nyerinya. Rovsing Sign Perut kiri bawah ditekan. Helwick. USG Bila hasil pemeriksaan fisik meragukan. Inspeksi Kadang sudah terlihat waktu penderita berjalan sambil bungkuk dan memegang perut. tungkai kanan lurus ditahan pemeriksa. RSUD. dalam Sjamsuhidajat. 2. juga bila dicurigai adanya abses. adnecitis dan sebagainya. 5. 6. Defans muscular menunjukkan adanya rangsangan peritoneum parietal. 5. Abdominal X-Ray Digunakan untuk melihat adanya fecalith sebagai penyebab appendicitis. Burney. De jong. .3biasanya tubuh belum panas. Pemeriksaan Penunjang 1. Obstipasi dan diare pada anak-anak. 3. EGC. htm. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan komplikasi-komplikasi dari appendicitis pada jaringan sekitarnya dan juga untuk menyingkirkan diagnosis banding. Gale Encytopedia of medicine. Palpasi Dengan palpasi di daerah titik Mc. Selain itu juga dapat menunjukkan komplikasi dari appendicitis seperti bila terjadi abses. Edisi Revisi. dapat dilakukan pemeriksaan USG. penderita disuruh hiperekstensi atau fleksi aktif. Auskultasi Peristaltik usus sering normal. leukosit dan bakteri di dalam urin. lalu dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul. hal 865-75. Hamami. Mual-muntah biasanya pada fase awal. Pemeriksaan ini sangat membantu dalam menyingkirkan diagnosis banding seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal yang mempunyai gejala klinis yang hampir sama dengan appendicitis . akan terasa sakit pada perut kanan bawah . Jakarta. defans muscular mungkin tidak ada. Buku Ajar Ilmu bedah. Jogja. Pemeriksaan Laboratorium . Bila pada saat melakukan tindakan ini didapatkan peradangan pada appendix maka pada saat itu juga dapat langsung dilakukan pengangkatan appendix. 4. 2. Tanda-Tanda Khusus 1. Peristaltik dapat hilang karena ileus paralitik pada peritonitis generalisata akibat appendicitis perforata. 3.psoas dengan cara penderita dalam posisi terlentang.Pemeriksaan urin : untuk melihat adanya eritrosit. 4. dan Anorektum. Penderita tampak kesakitan. Pemeriksaan Fisik 1. Pada appendix letak retroperitoneal. Laparoscopi Yaitu suatu tindakan dengan menggunakan kamera fiberoptic yang dimasukkan dalam abdomen.

sehingga pada minggu ke 2 panas tinggi terus menerus terutama pada malam hari. kesehatan lingkungan. dan lebih praktis untuk deteksi dini infeksi akibat . 2. mual. Penyakit ini juga merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena penyebarannya berkaitan erat dengan urbanisasi.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:25 Abstrak Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan yang penting di negara berkembang. anoreksia (88%). meteorismus (66%). dan diare (31%). kepadatan penduduk. sehingga hasil tes Widal negatif bukan berarti dapat dipastikan tidak terjadi infeksi. Pemeriksaan laboratorium yang selama ini banyak dilakukan adalah pemeriksaan serologis yaitu Widal tes.Demam Tiphoid Diskusi Pemeriksaan penunjang USG. somnolen (5%). Beberapa faktor penyebab demam tifoid masih terus menjadi masalah kesehatan penting di negara berkembang meliputi pula keterlambatan penegakan diagnosis pasti. Secara klinis gambaran penyakit Demam Tifoid berupa demam berkepanjangan. dan kembung. Penyakit ini biasanya mewabah pada musim hujan. dan lemah. Selain itu pasien mengeluh mual dan muntah beberapa kali. Hal ini menunjukkan perlunya pemeriksaan penunjang laboratorium untuk konfirmasi penegakan diagnosis demam tifoid. bising usus (+) normal. nyeri perut (49%). muntah (46%). Pemeriksaan ini lebih spesifik lebih sensitive. sehingga dalam penegakan diagnosis diperlukan konfirmasi pemeriksaan laboratorium. splenomegali (7%). memberikan hasil negatif sampai 30% dari sampel biakan positif penyakit tifus. dan bervariasi dari gejala seperti flu ringan sampai tampilan sakit berat dan fatal yang mengenai banyak sistem organ. dan antibodi H muncul pada hari ke 10-12). biasanya mulai dengan demam tidak tinggi yang makin hari makin meninggi. Gejala pencernaan dapat berupa obstipasi / sulit buang air besar. Diagnosis demam tifoid secara klinis seringkali tidak tepat karena tidak ditemukannya gejala klinis spesifik atau didapatkan gejala yang sama pada beberapa penyakit lain pada anak. dan lidah kotor dengan tepi kemerahan. muntah. Pemeriksaan fisik: Kesadaran delirium (16%). terutama pada minggu pertama sakit. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kesan umum tampak berbaring. Panas terutama dirasakan pada sore menuju malam hari. Panas lebih dari 7 hari. pasien sudah meminum obat penurun panas tetapi tidak kunjung sembuh. Kelemahan pemeriksaan ini adalah sensitivitas yang kurang. sopor (1%). diare. pemeriksaan abdomen supel. Pemeriksaan ini mengukur kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen O dan H dalam darah (antigen O muncul pada hari ke 6-8. Penularan penyakit tifoid ini melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman Salmonella . Isi Seorang laki-laki datang ke rumah sakit dengan keluhan panas sejak 6 hari yang lalu. Keluhan dan gejala Demam Tifoid tidak khas. dan keluhan susunan saraf pusat. Klinis: panas (100%).Gambaran klinis demam tifoid seringkali tidak spesifik. dan terdapat nyeri tekan di ulu hati dan perut sebelah kanan atas. lidah kotor (54%).peran pemeriksaan penunjang Tubex TF dalam mendeteksi dini demam Tiphoid Dibuat oleh: Anita Permatasari. Diagnosis pelvimetri radiologik. sumber air dan sanitasi yang buruk serta standar higiene industri pengolahan makanan yang masih rendah. Penegakan diagnosis demam tifoid saat ini dilakukan secara klinis dan melalui pemeriksaan laboratorium. kesadaran compos mentis GCS E4V5M6. obstipasi (43%). Pemeriksaan yang dapat dijadikan alternatif untuk mendeteksi penyakit demam typhoid lebih dini adalah mendeteksi antigen spesifik dari kuman Salmonella (lipopolisakarida O9) melalui pemeriksaan IgM Anti Salmonella ( Tubex TF). hepatomegali (67%). Demam tifoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan olehSalmonella typhi . gangguan fungsi usus. Gejala klinis pada penderita: 1.

A. Diare cair akut adalah buang air besar lembek dan cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih dari 3 kali atau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam dan berlangsung kurang dari 14 hari. Keunggulan pemeriksaan TUBEX TF : • Mendeteksi secara dini infeksi akut akibat Salmonella typhi. dengan demikian dapat menurunkan angka kematian akibat kompikasi demam typhoid. 2010. karena antibody IgM muncul pada hari ke 3 terjadinya demam. Makan dan minum seperti biasanya. Tambahkan 90 µl blue reagen. Tinjauan Tubex TF Sebagai Alat Diagnostik Penunjang pada Demam Typhoid. • Tubex mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang baik. Referensi 1. • Mempunyai sensitivitas yang tinggi terhadap kuman Salmonella ( > 95 %).Modifikasi terakhir pada Minggu 16:23 Abstrak Diare dapat didefinisikan sebagai meningkatnya frekuensi buang air besar dan berubahnya konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair. Diare sehari >5x. Diagnosis Demam Tifoid dengan Pemeriksaan Tubex. Alat dan Bahan: Tubex TF rapid typhoid detection Tubex color scale Tubex TF Brown reagen Blue reagen Serum Prosedur Kerja: 1.com/doc/24896159 3. Diskusi Cara mendiagnosis pasien diare adalah dengan menentukan 3 hal yaitu persistensinya. Felix. Isi Pasien demam sejak 7 hari yang lalu. Yogyakarta. Hasil dibaca secara visual terhadap suatu skala warna. Tubex TF Prinsip: Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru. Lakukan pembacaan pada tubex color scale setelah 5 menit Kesimpulan • Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru. Afiani. Frekuensi defekasi sehari serta kira-kira banyaknya feses setiap . lendir (+). TUBEX TF adalah sustu test diagnostic invitro semi kuantitatif <10 menit untuk deteksi Demam Tifoid akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Homogenkan dan diamkan selama 2 menit 5. typhi dalam sampel. Tambahkan 45 µl brown reagen 4. • Dengan pemeriksaan Tubex TF diharapkan diagnosis demam typhoid dapat ditegakkan lebih dini sehingga pengobatan yang tepat dapat segera diberikan. 2010. Post mondok RS 2 hari. Jogja. Didiagnosis diare cair akut desentriform dengan leukositosis. cair ampas. • Hanya dibutuhkan sample darah sedikit. Diakses dari http://www. melalui deteksi spesifik adanya serum antibodi Ig M tersebut dalam menghambat ( inhibisi ) reaksi antara antigen berlabel partikel latex magnetic ( reagen warna coklat ) dan monoklonal antibodi berlabel latex warna ( reagen warna biru ). Nathan. selanjutnya ikatan inhibisi tersebut di sparasikan oleh suatu daya magnetic. Kemudian masukan serum 45 µl kedalam rak tubex 3. Diagnosis Diare Cair Akut Desentriform dengan leukositosis. Deteksi Dini Demam Typhoid dengan Tubex TF. • Metode Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI) memungkinkan pengoperasian semudah Widal serta secanggih ELISA. Pramita Lab. setelah pulang panas lagi. Hasil dibaca secara visual dengan membandingkan warna akhir reaksi terhadap skala warna. darah (+). 2011. Arina. Tingkat inhibisi yang dihasilkan adalah setara dengan konsentrasi antibodi Ig M S. Dari anamnesis yang harus ditanyakan adalah adanya diare berlangsung akut atau kronik. I. Yogyakarta Anita Permatasari. shake pada tubex TF selama 2 menit 6. 2009. RSUD. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2.kuman Salmonella typhi. 4. 2. Yogyakarta penanganan Diare Cair Akut Dibuat oleh: Anita Permatasari. Irasfan. etiologinya dan derajat dehidrasinya. Stase Ilmu Penyakit Dalam.scribd. • Hasil dapat diperoleh lebih cepat.

ulangi penilaian dan klasifikasikan kembali derajat dehidrasinya. yaitu susu yang tidak mengandung laktosa.V terbaik adalah RL. ASI tetap diberikan selama terjadinya diare pada diare cair akut maupun pada diare akut berdarah dan diberikan dengan frekuensi lebih sering dai biasanya. berikan 30 ml/kg dalam Selanjutnya. susu formula rendah laktosa dan asam lemah tak jenuh. rehidrasi disesuaikan dengan derajat dehidrasi. urin. Menentukan oralit untuk 3 jam pertama Jumlah oralit yang diperlukan =75ml/kgBB Umur Sampai 4 bln 4 – 12 bln 12 – 24 bln 2 – 5 thn BB < 6 kg 6 – 10 kg 10 – 12 kg 12 -19 kg Jml cairan 200 – 400 400 . Mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari memberikan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti air tajin. rasa haus yang nyata. Total osmolaritas 245 mmol/L. Plan A (penderita diare tanpa dehidrasi) a. tunggu 10 menit. buang air besar cair lebih sering. Rawat jalan Plan B (penderita diare dengan dehidrasi tak berat) a. Kalium20 mmol/L. konsistensi tinja. Pilih rencana terapi yang sesuai untuk melanjutkan pengobatan Plan C ( penderita diare dengan dehidrasi berat) Anakanak dengan dehidrasi berat harus diberi rehidrasi I. kuah sayur atau sup. Dukungan nutrisi Makanan tetap diteruskan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat. Sesuai dengan anjuran WHO saat ini dianjurkan penggunaan CRO dengan formula baru yaitu dengan komposisi Natrium 75 mmol/L. Mulai berikan cairan I. Rehidrasi Salah satu komplikasi diare yang paling sering terjadi adalah dehidrasi. Dilakukan pemeriksaan pada keadaan umum pasien.5 jam (*) ulangi kembali jika denyut nadi radial masih lemah / tidak teraba 2. dan sebagainya. perlu ditanyakan mengenai keluhan-keluhan lain yang menyertai diare misalnya terdapat muntah. Berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi b. e.9% Pemberian : 100ml/kgBB Pertama. kejang. sesak nafas. tinja berdarah. makan atau minum sedikit. tinja lembek yang disertai lender dan darah. tenesmus serta kolik. lendir dalam tinja. Beri makanan untuk mencegah kurang gizi d. Menunjukkan pada orang tua cara pemberian oralit Minum sedikit-sedikit tapi sering Jika anak muntah. gangguan kesadaran. karena kombinasi gula dan garam dapat meningkatkan penyerapan cairan di usus. turgor kulit.ubun-ubun besar.V secara cepat yang diikuti dengan rehidrasi oral a. Beri tablet zinc c. serta tinja disertai lender dan/atau darah. Anak > 1 tahun dengan BB . putih). lecet di dubur. muntah terus menerus. Konsistensi tinja yang cair dengan warna seperti air cucian beras mungkin mengarahkan diagnosis pada kolera. jika terdapat dehidrasi pada anak. Pengobatan dietatik a. kuning. jika RL tidak tersedia dapat diganti NaCl 0. Anak > 1 tahun dan anak < 1 tahun dengan BB < 7 kg Jenis makanana : • Susu (ASI. hijau. air mata. warnanya (hitam seperti the.kali BAB. Sitrat 10 mmol/L. Cairan Rehidrasi Oral (CRO) yang dianjurkan WHO selama 3 dekade terakhir ini menggunakan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa telah berhasil menurunkan angka kematian akibat dehidrasi pada diare. selaput lendir. apabila disertai dengan tenesmus seringkali khas untuk amebiasis intestinal.700 700 – 900 900-1400 b. Adanya perbaikan nafsu makan menandakan fase kesembuhan. Glukosa 75 mmol/L. misal LLM) • Makanan setengah padat (bubur susu) atau makanan padat (nasi tim) • Susu khusus. Kemudian lanjutkan lagi dengan lebih lambat. Beri tablet zinc 10 hari Setelah 3 jam. berikan 70 ml/kg dalam <12 bulan 1 jam (*) 5 jam 12 bulan 30 menit (*) 2. Bila terjadi dehidrasi.V segera Larutan I. Selain rasa mulas. Cari adanya darah. mata (palpebra). Klorida 65 mmol/L. Lanjutkan ASI selama anak mau c. Anak umur 6 bulan keatas sebaiknya mendapat makanan seperti biasanya. kencing berkurang. lemas. Edukasi Bawa anak kepada petugas kesehatan jika anak tidak membaik dalam 3 hari atau menderita : demam. Pemeriksaan fisik yang harus dilakukan adalah memeriksa pasien untuk menetukan derajat dehidrasi. anak harus segera dibawa ke petugas kesehatan. baunya (busuk/anyir). Dasar penatalaksanaan pada pasien diare 1. untuk pengganti nutrisi yang hilang serta mencegah agar tidak menjadi gizi buruk. atau sesuai dengan kelainan yang ditemukan b.

makan atau minum sedikit.medicastore. Dosis zinc : anak-anak < 6 bulan = 10 mg (1/2 tablet)/hari anak-anak > 6 bulan = 20 mg (1 tablet)/hari Cara pemberian tablet zinc. perut kembung. Zinc berperan dalam penguatan system imun. IDAI. fungsi zinc pada diare yaitu dapat mengurangi lama dan beratnya diare. Jogja. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. usia < 1 tahun. Zinc juga dapat mengembalikan nafsu makan anak. 5. 3. Ekstremitas hangat. Stase Ilmu Kesehatan Anak. RSUD. Suplementasi zinc Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut. 1 hari SMRS.. mata agak cekung. Antibiotik selektif Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare cair akut kecuali dengan indikasi yaitu pada diare berdarah dan kolera. sangat haus. Diakses dari www. ASI. tinja berdarah. serta dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. DEPKES 2. Edukasi orang tua Nasehat kepada orang tua untuk segera membawa anak kembali kepetugas kesehatan jika ada demam. mukosa mulut kering.2008. WHO. diare makin sering atau belum membaik dalam 3 hari. Anonim.> 7 kg Jenis makanan : makanan padat atau makanan cair/susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah 3. Cubitan kulit abdomen kembali sedang. Hassan. muntah berulang. Muntah 2x setelah makan dan minum. darah (-). Panduan tatalaksana diare. 2004. dapat mengurangi lama dan beratnya diare dan dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. 1985. Tunjukkan cara penggunaan tablet zinc kepada orang tua dan meyakinkan bahwa pemberian tablet zinc harus diberikan selama 10-14 hari berturut-turut meskipun anak sudah sembuh. Diare 5.00. Dr. zinc dapat dikunyah atau dilarutkan dalam air matang atau oralit. 4. Zinc merupakan mikronutrien yang penting sebagai kofaktor lebih dari 90 jenis enzim. air mata kering. akan memperpanjang lamanya diare karena akan mengganggu keseimbangan flora usus dan Clostridium defficile yang akan tumbuh dan menyebaban diare sulit disembuhkan. Demam sejak hari sabtu jam 17. Serta zinc berperan dalam menjaga keutuhan epitel usus. Alatas. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. pemeriksaan fisik serta pemriksaan penunjang dapat disimpulkan bahwa pasien Berdasarkan hasil anamnesis dapat disimpulkan.com 4. Dari hasil pemeriksaan fisik menunukkan anak demam. menderita campak pada 6 bulan terakhir. telah ditunjukkan bahwa zinc berperan penting dalam modulasi sel T dan sel B. Pada pasien ini diberikan zinc 1 tablet karena umur pasien lebih dari 6 bulan. dan perfusi jaringan baik. BAB cair ampas berwarna kuning. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia Anita Permatasari. Selain itu. pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi sedang. Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Hasil pemeriksaan darah rutin ada kecurigaan kearah infeksi bakterial dan anemia mikrositik hipokromik. 2010.dan disentri yang disertai dengan komplikasi. Yogyakarta Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun . Indikasi rawat inap pada diare aut berdarah adalah malnutrisi. air mata tidak ada. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. Referensi 1. Untuk anak-anak yang lebih besar. untuk bayi tablet zinc dapat dilarutkan dengan air matang. mukosa bibir tampak kering. cubitan pada kulit perut kembalinya agak lambat. Dari hasil anamnesis . Hussein. Intoleransi laktosa. tampak rewel.pemberian antibiotic yang tidak rasional akan mempercepat resistensi kuman terhadap antibiotik. Kesimpulan Dari anamnesis diperoleh pasien BAB cair > 10 x / hari. Pemberian antibiotic yang tidak rasional. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda dehidrasi yaitu anak tampak rewel. dan turgor kulit sedang. Edisi 1. adanya dehidrasi. Infomedika. atau oralit. Seharusnya diberikan infus RL 75 cc /kgbb dalam 3 jam. Dr. 2008. Rupeno. lendir (-). Anonim. tidak ada ruam kemerahan maupun petekie.

membujur sesuai masa kehamilan. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. penyakit teori Kasus Seorang wanita. keras. datang dari UGD dengan rujukan dari BPS dengan keterangan PEB. muntah. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. ♀ /lahir mati/RS/6 bulan IV. Riwayat toxoplasmosis baru diketahui sejak anak ke 3. dilanjutkan 4 gr per 6 jam Injeksi Dexamethason 2 x 1 ampul Nifedipin 3 x 10 mg Observasi vital sign Observasi HIS dan DJJ Diskusi Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. dibelakang tidak ada pembukaan. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. ♀/ lahir mati/RS/7 bulan III. Pada preeklampsia terjadi perubahan pada ginjal . Proteinuria terjadi karena pada preeclampsia permeabilitas pembuluh darah terhadap protein meningkat. b) Palpasi Leopod I : Teraba bagian besar. Kata kunci :preeklampsia. Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. kenceng kenceng belum dirasakan. air ketuban belum merembes. teraba 5/5 bagian Leopod IV : Konvergen His : Negatif. akral : hangat. lunak.Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. Riwayat penyakit asma. Aldosteron penting untuk mempertahankan volume plasma dan mengatur retensi air dan natrium. Riwayat ANC : ANC dilakukan di rumah sakit. RR = 22 x/menit. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. PEB. hipertensi. pasien merasa hamil 8 bulan. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. Abdomen : dbn. TBJ = 1705 gram c) Pemeriksaan Dalam : v/u tenang. Hamil ini (29 minggu) Vital Sign : TD = 180/120 mmHg. hipertensi dan penyakit jantung disangkal. t = 36. bulat. hamil pre term. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. RPK :Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit dengan keluha yang sama. Riwayat hipertensi pada kehamilan dibenarkan. servix tebal. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Leopod II : Kanan → Teraba bagaian-bagian kecil janin Kiri → Teraba bagian panjang janin Leopod III : Teraba bagian bulat. gerak janin terasa. Riwayat obstetric : I. jumlah 1. diabetes. usia 40 tahun. lender darah tidak ada. grandemultigravida. Edema terjadi karena terjadi penimbunan cairan yang berlebihan dalam ruang interstitial. penyakit jantung disangkal. STLD negatif.5° C Kepala : palpebra edem -/-. Hipertensi terjadi sebagai usaha untuk mengatasi kenaikan tahanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat tercukupi. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. belum masuk panggul. lunak. edem -/. TFU : 23 cm. pandangan kabur.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:50 Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun Abstrak Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. RPD : Riwayat asma. nyeri ulu hati tidak dirasakan. DJJ = 140 x/menit. selaput ketuban negatif. pusing. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. N = 92 x/menit. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. air ketuban negative Pemerikssan Laboratorium : Proteinuria : +++ Diagnosis PEB. belum dalam persalinan Terapi Menejemen konservatif Infus RL Injeksi MgSO4 40% 8 gr (boka/boki) masing masing 4 gr / 10cc. ♂/lahir mati/RS/8 bulan II. diabetes.STATUS OBSTETRI a) Inspeksi perut membesar. thoraks : C/P dbn. TFU setinggi setengah jarak pusat dengan processus xypoideus. Pada preeklampsia dijumpai kadar aldosteron yang rendah dan konsentrasi prolaktin yang tinggi daripada kehamilan normal. Mual. Pada kasus ini ibu dikatakan mengalami preeklampsia berat karena mengalami hipertensi. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. diding vagina licin. ♀ /lahir mati/RS/4 bulan V. yaitu tekanan darahnya sebesar 170/110 mmHg dan disertai proteinuria +3.

oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. Cunningham. Available:http://www. injeksi dexamethasone 2 x 1 amp selama 24 jam. McGraw-Hill Companies. Hal ini dapat diketahui dengan oftalmoskop. Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Dibuat oleh: Mu'allim Hawari.aafp. L. Kesimpulan Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. Tanda lain dari preeklampsia berat yang tidak dijumpai pada kasus ini adalah : • Oliguria. • Nyeri epigastrium atau nyeri pada kuadran kanan atas abdomen karena regangan selaput hati oleh perdarahan/ edema atau sakit akibat perubahan pada lambung.. 2003. Toksemia Gravidarum. Komplikasi ini terjadi sebagai akibat dekompensasio kordis kiri. program profesi pendidikan dokter. terapi rumatannya 4 gram tiap 6 jam selama 24 jam . • Gangguan Serebral : kepala pusing dan sakit kepala karena vasospasme / edema otak dan adanya resistensi pembuluh darah dalam otak. • Edema paru dan sianosis. Mochtar. Wagner.org/afp/20041215/2317. EGC. bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSUD Panembahan Senopati. 2. 21st ed. Diagnosis And Management Of Preeclampsia. Hal ini terjadi karena pada preeklampsia filtrasi glomerulus dapat turun sampai 50% dari normal sehingga menyebabkan diuresis menurun. pada keadaan lanjut dapat terjadi oliguria atau anuria.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:51 Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Abstrak Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak. • Gangguan visus : mata berkunang-kunang karena terjadi vasospasme. 1998. Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial.. arteriosklerosis Kasus Seorang pasien usia 86 tahun datang dengan keluhan Perut terasa sebah. Kata kunci : gagal ginjal kronis. F. Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal. Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. edema/ ablation retina. Pemberian Nifedipin 3x 10 mg peroral juga efektif pada pasien ini. Jilid I edisi II. mei 20) Penulis Mu‘allim Hawari.G. Daftar pustaka 1. dalam: Sinopsis Obstetri. Penurunan filtrasi glomerulus akibat spasmus arteriole ginjal menyebabkan filtrasi natrium melalui glomerulus menurun yang menyebabkan retensi garam dan juga retensi air.Jakarta. jumlah produksi urine < 500 cc / 24 jam yang disertai kenaikan kadar kreatinin darah. (Accesed: 2011. Edema paru merupakan penyebab utama kematian pada penderita preeklampsia dan eklampsia. R. mual dan pinggang sebelah kiri terasa sakit 2 minggu SMRS OS mulai mengeluh sakit . yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. et all. • Pertumbuhan janin terhambat ( IUGR ) Terapi preeklampsia berat menggunakan injeksi MgSO4 40% 8 gram (boka/boki). Williams Obstetrics. (2004).html.yang disebabkan oleh aliran darah kedalam ginjal menurun sehingga mengakibatkan filtrasi glomerulus berkurang atau mengalami penurunan.

tapi pada gagal ginjal yang lanjut ukuran ginjal mengecil dengan batas yang sangat ireguler akibat proses fibrosis. Dalam kasus-kasus tertentu umpamanya leukemia. Jakarta. eko dari batu umumnya tidak dapat dibedakan dengan ekogenik dari struktur sinus renalis.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:41 Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Abstrak Anestesi umum ( general anestesi ) adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai . Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis. nekrosis korteks dan oksalosis. EGC. 2. batas cortex dan medulla mengabur. Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya. perubahan sinus renalis yang terjadi pada gagal ginjal ditandai dengan berkurangnya bahkan menghilangnya sistem collecting. Gagal ginjal kronik Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. program profesi pendidikan dokter. Gaya Baru. bagian Ilmu Radiologi RSUD Panembahan Senopati. Ilmu Penyakit Dalam II. Terjemahan Widayanti D. Radiologi Dignostik. dan BAB berwarna coklat-kehitaman. 2. juga adanay bercak-bercak yang disertai acoustic shadow dibawahnya. Gagal Ginjal Kronik : Dalam Suparman.pinggang. Ultrasonografi. Pada stadium awal biasanya ukuran ginjal masih normal. OS merasa berat badan banyak berkurang. mual dan muntah. amiloidosis. 1997 : 103-16. Wilson LM. EGC. yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya. pada awalnya disertai dengan nefgromegali. Ginjal dalam Rasad Sjahriar. Kapojos EJ. ed 4. Boer Azwar . Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis. Jakarta.62. 4. Balai Penerbit FKUI. BAK berwarna coklat seperti air teh. ed. 1995 : 812 . Sedangkan gagal ginjal yang unilateral biasanya diakibatkan oleh trombosis vena renalis.ed 3. Kadang-kadang terutama pada keadaan non distended urinary tract. Penulis Mu‘allim Hawari. Terjemahan Augrah P. umumnya bilateral. nafsu makan berkurang. Dalam :Trisher CC. maka ditemukan gambaran korteks atau subkortikal selain hiperekoik. ed 1. Dari hasil USG Ren dextra echostruktur sedikit meningkat. Gagal Ginjal Kronik. namun pada fase lanjut akan sangat mengecil. Ren sinistra normoechoic. Sidabutar RP. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis. renal transpalant rejection dan pielonefritis akut Pada penyakit –penyakit dimana korteks mengalami perkapuran misalnya pada glomerulonefritis kronik. Piramis ginjal pada awal gagal ginjal umumnya masih baik. Dalam : Price SA. 1. SPC tak melebar Lien normoechoic. 3. Daftar pustaka 1. Wilson LM : Patofisiologi. Peterson JC. Suharjono. Gagal Ginjal Kronik . 2005. Wilcox CS : Buku Saku Nefrologi. Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal. ukuran normal Diagnosis Chronic Renal Disease Dextra dengan Nephrolitiasis Ren Sinistra dan Lien Normal Diskusi Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak.43. tampak lesi hiperechoic dengan acoustic shadow. Ilyas Muhammad. 1994 : 349 . bahkan menghilang. Kesimpulan Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. OS mulai merasakan sulit BAB. Jakarta. Jakarta. Nephrolitiasis Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis.

TMD >6. Kata kunci : anestesi umum. raba. dan relaksasi otot. Jakarta. Diagnosis FAM sinistra dengan rencana GA dengan LMA. dan kimia darah dalam batas normal. elektrolit. dan pasien bergolongan darah A. ASA V. Boulton. Penulis Mu‘allim Hawari. HR : 82x/m reguler. ASA IV. Pemeliharaan O2. M. Fentanyl 50 µg. 1988. program profesi pendidikan dokter. N2O. Sedativa. Circulation didapatkan TD : 120/80 mmhg. mata 4. bagian Anestesiologi Dan Reanemasi RSUD Panembahan Senopati. FK UI. Sistemik berat sehingga aktivitas rutin terbatas . ASA II.Mengurangi reflek dari pasien yang membahayakan Obat – obatan Premedikasi : 1. maupun Asma.Mengurangi mual dan muntah .ASA IV : Pasien dengan peny. sehingga memungkinkan dilakukannya tindakan pembedahan.ASA II : Pasien dengan penyakit sistemik ringan .Membuat amnesia . T. Trias Anestesi : 1.hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). Alkaloid belladona : . ―Kumpulan Kuliah Anestesiologi‖.Meredakan kecemasan dan ketakutan . 3.Impuls afferent abdomen.5 mg. penyakit jantung. 1994. Salemba. Breathing : Spontan . HbsAg negatif. 67-69. dengan tujuan: . ASA III. Relaksasi otot ( Muscle Relaxan ) Pada general anestesi nyeri dihilangkan secara sentral disertai hilangnya kesadaran. Ketorolac 30mg IV Diskusi Anestesi adalah peristiwa hilangnya sensasi. Obat-obat Ondansetron 4mg IV.Mengurangi sekresi kelenjar ludah dan bronkus . Aksara Medisina.B. Disability :compos mentis. Analgetika narkotika 3. Hasil pemeriksaan penunjang : Foto Rontgen Thorax: Cor dan Pulmo dalam batas normal. hipnotik.ASA III : Pasien dgn peny. E4V5M6. Suara paru vesikuler di kedua lapang paru. hal. Hipnotik ( Hilang kesadaran ) 3.Memperlancar induksi anestesi .Modifikasi terakhir pada Minggu 16:32 Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Abstrak Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat . bersifat pulih kembali (reversibel). ―Anestesiologi‖. Sebelum pasien diberi obat anestesi. hipnotik. Analgesia ( Hilangnya nyeri ) 2. Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia. 4. hal 90. Malampathi II. Isofluran. Drajat. dan relaksasi otot. whezing (-/-). ronkhi (-/-).84. posture ) dan nyeri bahkan hilangnya kesadaran. Klasifikasi status fisik ASA I. yaitu sebelum dilakukan induksi anestesi. 1989.Mengurangi efek vagal terhadap jantung dari obat-obat . Penerbit Buku Kedokteran EGC. hal 99-102. Dobson. M. Induksi Propofol 100mg. general anestesi Kasus Seorang pasien wanita usia 19 tahun dengan diagnosis FAM Sinistra direncanakan akan dilakukan operasi.5. Sistemik berat tidak dapat melakukan aktivitas rutin dan penyakitnya – mengancam kematian ASA V : Pasien emergensi / muribund.Anti sekresi . hipertensi. Respirasi Rate: 20 x/m. Anti emetik Klasifikasi Status Fisik : ASA I : Pasien normal / sehat . ―Penuntun Praktis Anestesi‖. 1986. Daftar pustaka 1.Meminimalkan jumlah obat anestesi yang dibutuhkan . Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia. Jakarta. Jakarta. Dari hasil pemeriksaan pre operasi visit ASA I didapatkan bahwa pasien tidak memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus. Staf Pengajar Bagian Anesteiologi dan Terapi Intensif FK UI Jakarta. ―Anestesiologi‖.B. Jakarta. Pada pemeriksaan fisik didapatkan : Airway :Clear. transquilizer 2. dengan atau tanpa operasi hidupnya tidak lebih dari 24 jam Kesimpulan Anestesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). dilakukan pramedikasi. Pemeriksaan Laboratorium : Hasil darah lengkap. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. 2. ASA I Terapi Pre medikasi Midazolam 2. Berat Badan 40 kg. Penerbit Buku Kedokteran EGC. hal 56. Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Dibuat oleh: Mu'allim Hawari.T. perasaan ( panas. thorax.

defans muskular +. pelvis. RPD: HT -. tanda umum radang Obstruksi usus Distensi perut. perforasi usus tifus. Kelainan Kongenital. Inj. Peny. preperitonial fat. masa +. volvulus usus Iskemia Hernia strangulata. datang dengan keluhan utama nyeri perut. Hearing bone (+). tidak ada nyeri lokal Perdarahan Pucat. nyeri lepas. dimana pelebaran usus menyeluruh sehingga kadang – kadang susah membedakan anatara intestinum tenue yang melebar atau intestinum crassum. KU merosot Massa infeksi atau abses Massa nyeri (abdomen. Posisi setengah duduk atau berdiri. nyeri tekan lokal jika KET Ro.dan tepat. dump steafung. peristaltik menurun atau hilang. Air fluid level 3. flatus terakhir 1 hari yang lalu. Trauma pada perut. Penyebab akut abdomen adalah sebagai berikut : Penyebab Contoh Radang Appendisitis akut. Abdomen 3 posisi : Gambaran : Dilatasi usus (+). 3. volvulus. tak ada rangsang peritoneum Ileus paralitik Distensi. Posisi tidur. Sedangkan pada ileus paralitik didapatkan gambaran radiologis yaitu: 1. syok. Auskultasi : peristaltik menurun. 2. sedang jika panjang – panjang kemungkinan gangguan di kolon. untuk melihat distribusi usus. air fluid level. Pada kasus . Infus RL 20 tpm. Herring bone appearance Bedanya dengan ileus obstruktif : pelebaran usus menyeluruh sehingga air fluid level ada yang pendek – pendek (usus halus) dan panjang – panjang (kolon) karena diameter lumen kolon lebih lebar daripada usus halus. perforasi tukak lambung. jika penyebabnya adanya gangguan pasase usus (ileus) obstruktif maka pada foto polos abdomen 3 posisi didapatkan gambaran radiologis antara lain: 1. Gambaran radiologis diperoleh adanya air fluid level dan step ladder appearance. dan riwayat operasi sebelumnya disangkal. Perkus i : hipertimpani semua kuadran. Gambaran yang diperoleh adalah adanya udara bebas infra diafragma dan air fluid level. Obstruksi. pekak hati hilang. Dari air fluid level dapat diduga gangguan pasase usus. Posisi LLD. DM -. gawat abdomen Kasus Seorang wanita berusia 55th. nyeri batuk. Ileus obstruktif bila berlangsung lama dapat menjadi ileus paralitik. Kesan : Curiga peritonitis/ Ileus. nyeri perut dirasakan sejak ± 3 hari yang lalu. defans muskular Peritonitis Penderita tidak bergerak. tegang. kelainan atau penyumbatan vaskular Perdarahan Kehamilan ektopik. Jadi gambaran radiologis pada ileus obstruktif yaitu adanya distensi usus partial. adneksitis akut. kolesistisis akut Ileus obstruktif Hernia inkarserata. rektal). Torsi. Bila air fluid level pendek berarti ada ileus letak tinggi. USG Abdomen : Gambaran : Abdomen mengabur/ Faekal material prominent . mungkin distensi. Inj. nyeri kolik. Tumor intraabdomen. Abdomen 3 posisi Sebelum terjadi peritonitis. perforasi appendiks. bunyi usus menurun. gambaran seperti duri ikan (Herring bone appearance). BAK lancar. kemudian menjalar ke seluruh bagian perut disertai muntah warna putih. Perforasi. Penyebab akut abdomen adalah Radang Akut. Palpasi : nyeri tekan semua kuadran. Perut : Inspeksi : distensi +. Distensi usus general. aneurisma pecah Cedera Perforasi organ berongga. uji lokal (psoas). Gambaran yang diperoleh yaitu pelebaran usus di proksimal daerah obstruksi. nyeri tekan. Ro. ada tidaknya penjalaran. Metronidazol 3 x 500 mg Diskusi Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat dan tepat. Kesan : Ileus obstruktif letak tinggi Diagnosis Peritonitis dengan ileus obstruktif Terapi Direncanakan Laparatomi. 2. berdenyut jika aneurisma aorta. dump stefung -. Air fluid lever (+). nyeri gerak. perdarahan limpa atau hati Tanda permeriksaan fisik pada berbagai gambaran gawat abdomen Keadaan Tanda klinis penting Awal perforasi saluran cerna atau saluran lain Perut tampak cekung (awal). BAB terakhir 2 hari yang lalu. Udara bebas (-). tanda infeksi umum. Asma -. Jantung -. nyeri tekan. terdengar borborigmi. pankreatitis akut. metalik sound –. Kata kunci : akut abdomen. Puasa.bunyi usus hilang (lanjut). diare (-). nyeri perut awalnya dirasakan di daerah pusar. penebalan dnding usus. Ceftriaxon 2x1 gram. dump contour -. sikatrik -. defans muskular. untuk melihat air fluid level dan kemungkinan perforasi usus. dan herring bone appearance.

BAB biasa. 2. muntah. 2010. Buku Ajar ILMU BEDAH. Akral : dingin. pecahnya usus buntu atau karena sebab lain. Jakarta Penulis Mu‘allim Hawari. dan De Jong. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi. Posisi duduk atau berdiri. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat. Lingkungan : radius 100m banyak yang terkena chikungunya. bapil -. dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat. panas langsung tinggi. bibir kering +. kejang -. HR : 120x/menit. Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes. gangguan defekasi. mimisan -. Abdomen : NT + semua regio. amforik +/-. Alergi –. Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. Suhu : 371°C. Thoraks : pulmo :SDV menurun/+. Abdomen 3 posisi juga mendukung ileus obstruktif. bagian Bedah RSUD Panembahan Senopati. Cor : dbn. Gambaran akan lebih jelas pada pemeriksaan USG (ultrasonografi). warna kuning kecoklatan. Posisi LLD. program profesi pendidikan dokter. TB paru –. didapatkan free air subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow). Panas dirasakan sejak minggu sore (5 hari SMRS). Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen. defans muskular.. flatus (-). Penatalaksanaan dari peritonitis adalah laparatomi eksplorasi itu sendiri. R. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. terutama Aedes aegypti1. TD: 100/80 mmHg. peristaltik menurun. sulit diramalkan. RR : 24x/menit. dapat mengarah pada gejala peritonitis dengan kemungkinan lainnya ileus. Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam Diskusi Demam . berupa distensi.peritonitis karena perdarahan. Kata kunci : dengue haemorrhagie fever. dengue fever. nadi lemah Diagnosis DSS hari ke V dengan hematemesis Terapi Terapi cairanuntuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009  7cc/kgBB/jam  10cc/kgBB/30 menit-1jam Inf. dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. Daftar pustaka Sjamsuhidayat. psoas line menghilang. demam berdarah. Sehingga jatuh pada kesimpulan peritonitis dengan ileus. RPD : DF/DHF -. Peristaltik + Normal. TB anak -. RPK : kejang -. dan pusing +. Jadi gambaran radiologis pada peritonitis yaitu adanya kekaburan pada cavum abdomen. Ro. Posisi tiduran. didapatkan preperitonial fat menghilang. tanda utama radiologi adalah.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:29 Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Abstrak Demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. dan adanya udara bebas subdiafragma atau intra peritoneal. EGC. nyeri tekan seluruh bagian perut. Kasus Seorang anak perempuan. Dari pemeriksaan fisik pun juga menunjukan hal serupa. BB: 20 kg. RL 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam. diare-. setelah dilakukan laparatomi ternyata penyebabnya adalah appendisitis perforasi yang pada akhirnya menyebabkan adesi usus yang menyebabkan obstruksi. hepatomegali –. Kesimpulan Dari keluhan pasien nyeri perut yang dominan. 10 tahun datang dengan diantar kedua orang tuanya dengan keluhan utama panas. muntah + disertai darah. Asites +. preperitonial fat dan psoas line menghilang. dan kekaburan pada cavum abdomen. 3. 1. alergi -. Kepala : edem palpebra -/-. nyeri perut +. Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. gambarannya tidak jelas pada foto polos abdomen.

Dengue. Eliminasi obat anestesi pada usia tua lambat. Geneva. TREATMENT. Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes. Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. World Health Organization.13. Gibbons RV. Dengue shock syndrome adalah derajat demam berdarah yang paling berat. balance cairan. Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam . Penanganan yang lainnya hanya bersifat simptomatis saja. Dengue: an escalating problem. Kesimpulan Penanganan utama dari DSS adalah resusitasi cairan karena kebocoran plasma yang disebabkan karena reaksi imunitas. muntah • Rash • Nyeri sendi • RL test positive • Leukopenia • Warning sign Laboratory-confirmed dengue (important when no sign of plasma leakage) Warning signs* • Abdominal pain or tenderness • Persistent vomiting • Clinical fl uid accumulation • Mucosal bleed • Lethargy. Anastesi pada Pasien Perempuan Usia 75 tahun Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. Semua perubahanperubahan fisiologi yang terjadi pada geriatri membuat kita perlu berhati-hati dalam peberian obat anestesi sehingga pada penilaian status fisik geriatri walaupun keadaan sehat dikategorikan menjadi ASA II.324:1563-6 2.2009 Penulis Mu‘allim Hawari. tekanan darah) dalam who 2009 disertakan pula penilaian HMT untuk melihat kekentalan darah. nadi. Vaughn DW. World Health Organization. Selama resusitasi carian ada beberapa hal yang harus selalu dipantau AT/HMT / 6jam. 2005IDELINES FOR DIAGNOSIS. PREVENTION AND CONTROL. WHO/FCH/CAH/05.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:22 Abstrak Menurut WHO. 3. Ro. fungsi hati. DENGUE GUIDELINES FOR DIAGNOSIS. pasien geriatri juga memiliki . dengue haemorrhagic fever and dengue shock syndrome in the context of the integrated management of childhood illness.dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. yang merupakan kumpulan gejala klinis yang mengarah kepada shock. Department of Child and Adolescent Health and Development. restlessness • Liver enlargment >2 cm • Laboratory: increase in HCT concurrent with rapid decrease in platelet count *(requiring strict observation and medical intervention) Severe plasma leakage leading to: • Shock (DSS) • Fluid accumulation with respiratory distress Severe bleeding as evaluated by clinician Severe organ involvement • Liver: AST or ALT >=1000 • CNS: Impaired consciousness • Heart and other organs Terapi cairan untuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009 Terapi dimulai dengan Inf. dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. sulit diramalkan. bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUD Panembahan Senopati. klasifikasi usia disebut usia tua adalah >65 tahun. terutama Aedes aegypti1. Daftar pustaka 1. vital sign. Kriteria untuk Dengue ± warning signs Probable dengue Tinggal / bepergian ke daerah endemik Panas dan 2 kriteria dibawah : • Mual. Kristaloids 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam setiap penurunan7cc/kgBB/jam10cc/kgBB/30 menit-1jam  dilihat tanda tanda vital pasien (akral. diit cair. program profesi pendidikan dokter. Thoraks PA. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat. BMJ 2002. Kriteria diagnosis dengue fever menurut WHO 2009 seperti dibawah ini. dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat.

2008. Dosis obat anestetika umum maupun lokal pada lansia harus dikurangi. Edisi 10. dan sesudah operasi harus dilakukan seoptimal mungkin. gagal jantung. RL 24 tpm Diskusi Pra-anestesia Penilaian pasien manula prabedah harus dilakukan dengan seksama. Biasanya hanya diperlukan diazepam 5 mg melalui mulut (peroral). manula perokok. penyakit paru kronik. FK UMY: Yogyakarta. riwayat operasi sebelumnya (-). M usia 75 tahun dating dengan keluhan terdapat benjolan pada wajah sebelah kanan sejak ± 1 tahun yang lalu. T.. RSUD Djojonegoro.B dan Blogg. Boulton. Suryadi. Meskipun dari hasil anamnesis. secara titrasi dengan mengingat bahwa waktu sirkulasi memanjang dan kemungkinan terjadinya interaksi dengan obat-obat yang sudah diminum oleh pasien pra anesthesia. riwayat alergi obat dan makanan (-). Dachlan. Atropin atau alkaloid beladona yang lain biasanya tidak diperlukan. pemantauan sebelum. selama.Inf. 2010. Referensi 1.scribd. Anestesiologi. Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi. Pramono. gagal ginjal kronik atau penyakit degenerasi lain. Faktor yang meningkatkan kejadian penyakit pernafasan pasca bedah adalah kegemukan.resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi postoperasi akibat pengaruh obat. SA. Pemantauan yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan pasien. EGC: Jakarta. riwayat DM (-). keadaan pasien harus dioptimumkan. Buku Saku Obat-Obatan Anestesia. mengingat bahwa manula kemungkinan sudah menderita hipertensi. 4. Gambaran Ultrasonografi (USG) pada Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. Kab. C. Matoka. Apabila mungkin. bila perlu dengan menunda pembedahan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas. Hal ini dikarena pasien yang sadar pada analgesik regional memungkinkan petugas lebih mudah dan lebih cepat mengenal serangan angina atau perubahan serebral akut. Temanggung. Anonim.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:20 .E. . diabetes. riwayat HT (-). Di akses tanggal 14 Mei 20012 dari www. pemeriksaan fisik. Jawa Tengah. Omoigui. A. Diagnosis Tumor facialis dextra ASA II Terapi . EKG sebaiknya dipantau secara rutin. Kesimpulan Pasien diatas merupakan pasien perempuan usia 75 tahun dengan tumor facialis dextra. Pemeriksaan vital sign. Bagian Ilmu Anastesi dan Reanimasi. Anastesi Geriatri. Riwayat penyakit serupa (-).com/doc/82710494/Anestesi-Geriatri-2 2.Pasien dirawat inap .. Program Pendidikan Profesi Dokter. Edisi Kedua. dan diberikan menurut kebutuhan. laboratorium dalam batas normal. fisik. R. 5. EGC: Jakarta. KA. mengingat pada usia lanjut telah terjadi perubahan-perubahan fisiologis yang dapat menyebabkan perubahan atau perbedaan dalam interaksi obat-obatan. Isi Ny. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UI: Jakarta. BAB/BAK tidak ada keluhan. 1997. riwayat asma (-). batuk pilek (-). Pasca Anestesia Ada kemungkinan bahwa kesulitan untuk bernafas pasca bedah dini lebih sering terjadi pada manula. S. Penulis Nur‘Afni Mz. nyeri. 1994. 2002. dan penunjang dalam batas normal. gangguan ritme jantung. mual (-). dan distensi abdomen. pembedahan darah abdomen atas atau toraks. muntah (-). Premedikasi sebaiknya diberikan dengan hati-hati dan dosis sekecil mungkin. 3. Latief. Efek dari sisa anestesi dapat mengakibatkan lambatnya pemulihan mental dan psikomotorik postoperasi sehingga membutuhkan monitoring yang intensif segera setelah operasi dan membutuhkan waktu untuk opname setelah operasi lebih lama. Selama Anestesia Apabila dimungkinkan sebaiknya diberikan analgesik regional (non-sistemik). Petunjuk Praktis Anestesiologi. Edisi Kedua.

kosong atau berisi. Radiologi Diagnostik.60 C. N = 100x/menit. placental grading ). RR = 28x/menit. STLD (-).USG . 2012. Penggunaan khusus : diagnosa abortus iminen – konfirmasi viabilitas janin. 2011. R. Lebih lanjut. Referensi 1. kesadaran compos mentis. ANC 2x di bidan. enentuan usia kehamilan ( menggunakan CRL – Crown Rump Length . Trisnawati. R. timpani.id/bitstream/123456789/14667/1/09E00840. TT (-). Kesimpulan Pasien usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www. tebal endometrium. I. adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan. Edisi kedua. 2009. Ekayuda. kosong atau berisi. minum jamu (-).scribd. HPHT 10 Agustus 2011. pars intertistialis atau dalam tanduk rudimeter rahim. A.Abstrak Kehamilan ektopik adalah kehamilan di mana sel telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh di luar endometrium kavum uterus. genitalia: VT: O/U tenang. RPK (-). T = 36. Pada pemeriksaan USG dapat dinilai kavum uteri. Penggunaan ultrasonografi rutin : konfirmasi adanya kehamilan intrauterine. Pemeriksaan lainnya dalam batas normal. ovarium atau rongga perut. HPL 17 Mei 2012. Matoka. supel. artinya tidak perlu memasukkan rongga dalam rongga perut. Pemeriksaan fisik: keadaan umum sedang.ac. identifikasi kehamilan kembar. I. tetapi dapat juga terjadi di dalam rahim di tempat yang luar biasa misalnya dalam cervik.com/docs/83566160/kehamilan-ektopik-terganggu Penulis Nur‘Afni Mz. Radiologi Diagnostik. R usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut. dapat dikatakan bahwa pemeriksaan ultrasonografi merupakan satu-satunya tehnik yang dapat digunakan untuk menentukan viabilitas janin secara dini dan menentukan kehamilan kembar. pasca persalinan ( sisa produk konsepsi ). Ndruru. Masa panggul.pdf 3. KB suntik dilepas 3 tahun yang lalu. BPD – Biparietal Diameter – Femur Length ). Meningkatnya resolusi dan portabilitas telah mendukung meluasnya penggunaan ultrasound pada awal kehamilan sampai dengan saat persalinan. perkiraan berat janin. Ø (-). 2005. Keunggulan cara pemerikssan ini terhadap laparoskopi ialah tidak invasif. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari repository. mengenali adanya kelainan kongenital major. . nikah 1x lama 12 tahun. RPD (-). riwayat anomali kongenital ). UK 14 minggu 5 hari. PP test (+). Pasien ini didiagnosis dengan Kehamilan Ektopik Terganggu (KET). peningkatan serum AFP – alpha feto pritein . 2.usu. Dapat dinilai kavum uteri. G. Malueka. Diagnosis Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Terapi Terapi yang diberikan pada pasien ini: . 3. Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang berbahaya karena tempat implantasinya tidak memberikan kesempatan untuk tumbuh kembang mencapai aterm.vital signs: TD = 120/80. Bangun. 2.com/doc/93358433/kehamilan-ektopik-terganggu 5.Infus RL 24 tpm .PP test ulang Tindakan operasi: salphingektomi sinistra Diskusi Pemeriksaan ultrasonografi yang dimulai oleh Donald di Glasgow pada akhir tahun 1950 an atau awal tahun 1960 menjadi tonggak penting bagi penilaian janin. Indikasi penggunaan ultrasonografi : 1. perdarahan antepartum – lokasi plasenta. bising usus (+) normal. nyeri goyang portio (-). Abdomen: datar. penilaian kasus resiko tinggi ( penyakit maternal. Balai Penerbit FK UI: Jakarta. Kehamilan Ektopik Terganggu. TFU 3 jari di atas pusat. nyeri tekan (+) perut bawah. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien Isi Ny. Pustaka Cendekia Press: Yogyakarta. pertumbuhan janin ( rasio kepala – torax . 4. penentuan volume air ketuban .docstoc. adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www. Karakteristik Ibu Penderita Kehamilan Ektopik Terganggu. Kehamilan ektopik dapat terjadi di luar rahim misalnya dalam tuba. 2008. tebal endometrium. Kehamilan Ektopik Terganggu.

Program Pendidikan Profesi Dokter. Anonim1. hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung. berulang. Diagnosis Diagnosis holistik: laki-laki 45 tahun dengan dispepsia. pola hidup sehat. Gastritis kronik. gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok. hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung. Anonim3. Dispepsia. Semua orang dalam hidupnya pasti pernah mengalami dispepsia. kembung. Family SCREEM tidak ditemukan hal patologis. Kab. gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok. seperti makan teratur. Isi Tn. preventif. sendawa. Manajemen Komprehensif pada Pasien dengan Dispepsia Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. laki-laki maupun perempuan dapat mengalami hal ini. Dispepsia. kambuh-kambuhan dan terutama jika pasien terlambat makan. 2011. dan bisa juga menjadi kronis. Gastritis kronik. Terapi . Keluhan refluks gastroesofagus klasik berupa rasa panas di dada (heartburn) dan regurgitasi asam lambung. Disebut kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus. Temanggung. bloating (lambung merasa penuh/sebah).Modifikasi terakhir pada Minggu 09:01 Abstrak Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti "pencernaan yang jelek". Dispepsia. muntah (-). Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari http://medicastore. nutrisi seimbang. Hubungan antara anggota keluarga terjalin dengan baik. Gejala itu bisa akut. kuratif. Lain-lain dalam batas normal. mual. Pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan fisik lainnya dalam batas normal. Rehabilitatif berupa berupa pola makan sehat dan teratur.html 3. Penilaian APGAR didapatkan hasil 8. RPK (-). kini tidak lagi termasuk dyspepsia.com/penyakit/508/Dispepsia. Pasien juga adalah seorang perokok. Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari www.Ondansetron 3 x 1 Diskusi Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Promotif berupa edukasi berupa hal-hal yang dapat menyebabkan nyeri ulu hati. DM (-). dengan demikian fungsi keluarga sehat. Kuratif diberikan ondansetron 3 x 1. nyeri ulu hati. demikian juga hubungan dengan lingkungan sekitar. Kumpulan gejala tersebut adalah rasa tidak nyaman. control kesehatan secara rutin. Satu diantara 4 orang pasti mengalami hal ini. seperti alkohol. Bagian Ilmu Radiologi. Riwayay sakit serupa sebelumnya (+). Manajemen holistik yang diberikan pada pasien ini berupa promotif. susp. Di akses .com/harian/dispepsia/ 2. Jawa Tengah. rokok dan stress. R usia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri ulu hati sejak ± 2 jam yang lalu. susp. Anonim2. Per definisi dikatakan bahwa dispepsia adalah ketidaknyamanan bahkan hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas. perut keroncongan (borborgygmi) hingga kentut-kentut. rokok dan stress. serta istirahat cukup Kesimpulan Pasien ini didiagnosis dengan dispepsia. 2011. cepat kenyang. Mual (-). dan rehabilitative. muntah.medicinesia. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Preventif berupa pola makan sehat dan teratur. makanan yang pedas. Referensi 1. RSUD Djojonegoro. makanan yang pedas. Sekarang ini pasien tinggal dengan seorang istri dan tiga orang anak. 2012. serta istirahat cukup. Tidak ada perbedaan jenis kelamin. Dispepsia merupakan suatu sindroma (kumpulan gejala) yang mencerminkan gangguan saluran cerna. HT (-). Kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal cukup layak untuk ditempati. seperti alcohol.

Penatalaksanaan. sifat nyeri. Medika aeusculapeus: Jakarta. lokasi nyeri. 2000. b. Pemeriksaan penunjang berupa foto MRI didapatkan adanya ekstrusi DIV L4-5 dan protrusi L5-S1 dengan canal stenosis dan penyempitan neural foramen setinggi level tersebut. Yogyakarta. Edisi 3. 5. Penegakan Diagnosis dan Penatalaksanaan Low Back Pain et causa Hernia Nukleus Pulposus Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. Diskusi Hernia Nukleus pulposus (HNP) atau potrusi Diskus Intervertebralis (PDI) adalah suatu keadaan dimana terjadi penonjolan pada diskus intervertebralis ke dalam kanalis vertebralis (protrusi diskus) atau ruptur pada diskus vertebrata yang diakibatkan oleh menonjolnya nukleus pulposus yang menekan anulus fibrosus. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 2. Program Pendidikan Profesi Dokter. FK UI: Jakarta. Kesadaran: Compos mentis. TD: 120/80 mmHg. Matoka. Nafsiger: (-). 2001. Diagnosis Hernia Nukleus Pulposus verterba lumbosakral. Bagian Ilmu Kedokteran Keluarga. Penegakan Diagnosis : 1. 3. Terapi .Asam Mefenamat 3x500 mg . berjalan agak jauh dan mengendarai sepeda motor. Sleman. Kadang-kadang bisa ditentukan letak segmen yang menyebabkan nyeri dengan menekan pada ruangan intervertebralis atau dengan jalan menggerakkan ke kanan ke kiri prosesus spinosus sambil melihat respons pasien. Pasien sering mangalami trauma ringan dan berulang berupa berkendara sepeda motor di jalan yang rusak saat berangkat maupun pulang bekerja. Kasus Pasien laki-laki usia 53 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri punggung bawah yang dirasakan ± sejak 6 bulan lalu. Nadi: 84 x/menit. Nyeri yang berasal dari punggung bawah dapat berujuk kedaerah lain atau sebaliknya yang berasal dari daerah lain dan dirasakan di daerah punggung bawah/refered pain.7 °C. Pemeriksaan Fisik a. Kab. Pemeriksaan Lasegue: (-/-).Modifikasi terakhir pada Minggu 05:39 Abstrak Low Back Pain atau Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah . Pasien juga mengeluh kesemutan yang menjalar dari pinggang sampai dengan paha kiri bagian belakang.scribd. Diagnosis. Patrick tes: (-). kualitas nyeri. T: 36.Fisioterapi vertebra lumbosakral. Adanya riwayat mengangkat beban yang berat dan berulangkali. Hernia Nukleus Pulposus. maupun nyeri radikuler atau keduanya. Puskesmas Tegalrejo. Palpasi : Adanya nyeri (tenderness) pada kulit bisa menunjukkan adanya kemungkinan suatu keadaan psikologis di bawahnya (psychological overlay). Laboratorium: Pada pemeriksaan laboratorium rutin penting untuk . Keadaan umum: Cukup. Inspeksi : . Kapita selekta kedokteran. Anamnesis Dalam anamnesis perlu ditanyakan kapan dan bagaimana mulai timbulnya. apakah nyeri yang diderita diawali kegiatan fisik. Manjoer. S. sinistra > dextra. Valsava: (-).Keterbatasan gerak pada salah satu sisi atau arah. Vital Sign.com/doc/79538923/Dispepsia 4. Gambaran klinisnya berdasarkan lokasi terjadinya herniasi. Kontra patrik tes: (-). Penulis Nur‘Afni Mz. Kata Kunci : Low Back Pain. timbulnya low back pain dan riwayat trauma. dapat merupakan nyeri lokal (inflamasi). ada riwayat trauma sebelumnya dan apakah ada keluarga penderita penyakit yang sama. Suryono. faktor yang memperberat atau memperingan. Rr: 20 x/menit. Keluhan dirasakan semakin memberat jika duduk lama. A. Terdapat riwayat trauma ± 4 tahun yang lalu jatuh dari tangga dengan posisi terduduk. 2.Diazepam 2 x2 mg .tanggal 16 Mei 2012 dari www. Pemeriksaan Fisik.

Laminektomi : Mengangkat lamina untuk memajankan elemen neural pada kanalis spinalis. Nyeri bersifat tajam. Dapat timbul gejala kesemutan atau rasa baal. Tirah baring Tujuan tirah baring untuk mengurangi nyeri mekanik dan tekanan intradiskal. 4. hanya sisanya yang membutuhkan pembedahan. . dan meloxicam). Pemeriksaan Radiologis : a.melihat laju endap darah (LED). dan berdenyut sampai ke bawah lutut. Ischialgia merupakan nyeri yang terasa sepanjang perjalanan nervus ischiadicus sampai ke tungkai. Gejala Klinis a. Latihan Direkomendasikan melakukan latihan dengan stres minimal pada punggung seperti jalan kaki. CT scan Merupakan sarana diagnostik yang efektif bila vertebra dan level neurologis telah jelas dan kemungkinan karena kelainan tulang.Analgetik standar (parasetamol. mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan menghilangkan kompresi medula dan radiks 3. Tindakan operatif pada HNP harus berdasarkan alasan yang kuat yaitu berupa: . diklofenak) dan penghambat COX-2 (nabumeton. 4. . termasuk bila terdapat edema. e. dan potensi sangat kuat (diamorfin dan morfin).Analgesic kuat : potensi sedang (meptazinol dan pentazosin). kadar Hb. Terapi konservatif untuk HNP meliputi: 1. 90% pasien akan membaik dalam waktu 6 minggu. Untuk nyeri kronik dapat digunakan kompres panas maupun dingin. miksi dan fungsi seksual.Paresis otot tungkai bawah. seperti terbakar.Defisit neurologik memburuk. Diatermi/kompres panas/dingin Tujuannya adalah mengatasi nyeri dengan mengatasi inflamasi dan spasme otot. mengangkat benda berat. Terapi Operatif Tujuannya untuk mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik. memungkinkan ahli bedah untuk menginspeksi kanalis spinalis. . 2. naik sepeda atau berenang. lama yang dianjurkan adalah 2-4 hari. . seksual). d. Pada keadaan akut biasanya dapat digunakan kompres dingin. b. etodolak. memperbaiki kondisi fisik pasien dan melindungi dan meningkatkan fungsi tulang punggung secara keseluruhan. dan fungsi ginjal. membungkuk akibat bertambahnya tekanan intratekal. Keadaan ini merupakan kegawatan neurologis yang memerlukan tindakan pembedahan untuk mencegah kerusakan fungsi permanen. jumlah leukosit dengan hitung jenis. Posisi tirah baring yang dianjurkan adalah dengan menyandarkan punggung. naproxen. b.vertebra dan level neurologis belum jelas kecurigaan kelainan patologis pada medula spinal atau jaringan lunak .Gangguan otonom (miksi.Kortikosteroid oral: pemakaian masih menjadi kontroversi namun dapat dipertimbangkan pada kasus HNP berat untuk mengurangi inflamasi 3. Latihan lain berupa kelenturan dan penguatan. Namun para ahli bedah saraf dan ahli bedah ortopedi tetap memerlukan suatu EMG untuk menentukan diskus mana yang paling terkena. Sebagai penyangga korset dapat mengurangi beban pada diskus serta dapat mengurangi spasme. kodein. perubahan degeneratif. spondilolistesis. Disektomi dengan peleburan : Graf tulang (Dari . dan dehidrokodein yang diberikan tersendiri atau kombinasi). Laminotomi : Pembagian lamina vertebra 4. b. potensi kuat (buprenorfin. c. Pada kasus berat dapat timbul kelemahan otot dan hilangnya refleks tendon patella (KPR) dan Achilles (APR). dan tumor spinal. MRI sangat berguna bila: . MRI (akurasi 7380%) biasanya sangat sensitif pada HNP dan akan menunjukkan berbagai prolaps.Terapi Konservatif gagal Macammacam operasi : 1. 5. TERAPI a. bersin. Terapi Konservatif Tujuan terapi konservatif adalah mengurangi iritasi saraf.kecurigaan karena infeksi atau neoplasma Ischialgia. Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan defekasi.NSAID: penghambat COX-2 (ibuprofen.untuk menentukan kemungkinan herniasi diskus post operasi . Foto rontgen biasa (plain photos) Sering terlihat normal atau kadang-kadang dijumpai penyempitan ruangan intervertebral. lutut dan punggung bawah pada posisi sedikit fleksi. dan tramadol). Korset lumbal Korset lumbal dapat digunakan untuk mencegah timbulnya eksaserbasi akut atau nyeri pada NPB kronis. Disektomi : Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebral 2. Nyeri bertambah dengan batuk. c. Medikamentosa . defekasi. . .

Klasifikasi dan Gejala Klinis Decompensatio Cordis NYHA II Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. Kasus Seorang pasien perempuan. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Nursamsu. pemberian obat anti inflamasi non steroid dan muscle relaxan. 2004. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pasien pada kasus didapatkan diagnosis LBP et causa HNP. gangguan otonom (miksi. Neurologi Klinis Dasar. S. pasien tidak sesak bila terkena debu atau udara dingin dan tidak mempunyai riwayat asma atau merokok. seorang Ibu Rumah Tangga.Injeksi furosemid 2x1 Amp .Infus Ringer laktat 20 tetes per menit . Dekompensasi kordis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung. Bagian Ilmu Penyakit Saraf RSUD Temanggung. Sidharta Priguna. Klasifikasi. 5. Low Back Pain Syndrome. 2. Lab.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:31 Abstrak Decompensasi cordis adalah kegagalan jantung dalam upaya untuk mempertahankan peredaran darah sesuai dengan kebutuhan tubuh. Gejala klinis. R. hepar/lien tak teraba. Pada pemeriksaan pulmo tidak ditemukan adanya ronkhi dan wheezing. sesak serta angina III. Sesak nafas terutama dirasakan setelah pasien beraktifitas. frekuensi nadi 80 x/menit dengan irama ireguler dan isi tegangan kuat. Pasien dengan penyakit jantung tetapi tidak memiliki keluhan pd kegiatan sehari-hari II. datang dengan keluhan sesak nafas ± sejak 2 minggu yang lalu.Tirah baring dengan posisi ½ duduk ./SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Brawijaya. Nyeri Pinggang Bawah. Sesak dirasakan di seluruh bagian dada. Terapi operatif tidak dilakukan karena tidak ditemukan adanya defisit neurologik. F. 1979. 1983. disertai nyeri dada sebelah kiri tidak menjalar ke tangan maupun tembus ke punggung. . 2002. Pasien dengan penyakit jantung yang menimbulkan hambatan aktivitas hanya sedikit. paresis otot tungkai bawah dan didaptkan perbaikan klinis dengan pemberian terapi konservatif. tak ada nyeri tekan. Diagnosis Decompensatio Cordis NYHA II Terapi .krista illaka atau bank tulang) yang digunakan untuk menyatukan dengan prosessus spinosus vertebrata. Jakarta. bunyi usus (+) normal. 4.. Pada pemeriksaan abdomen tampak flat. Pada pemeriksaan penunjang berupa EKG didapatkan adanya iskemik anterolateral. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum. 2004. Tjokronegoro. Malang. timpani. frekuensi pernafasan 36 x/menit dan suhu 360C . Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Pinggang. Lumbantobing. Saat sesak pasien tidak mengeluarkan bunyi ngik-ngik. Diskusi Berdasarkan New York Heart Association (NYHA) hubungan antara aktivitas tubuh dengan keluhan dekompensasi dapat diklasifikasi sebagai berikut: I. Dian Rakyat: Jakarta.O2 nasal kanul 1-2 liter/menit . Pasien membutuhkan 2-3 bantal saat tidur supaya tidak sesak. tidak terdapat bising. A. Terapi yang diberikan pada pasien adalah fisioterapi vertebra lumbosakral. Daftar Pustaka 1. Kesimpulan Berdasarkan anamnesis. Junada. Mardjono Mahar dan Sidharta Priguna. usia 41 tahun. A Davis Company. defekasi. seksual). berdebar.KSR tablet 2x1 tab. akan tetapi jika ada kegaiatan berlebih akan menimbulkan capek. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis dengan tanda vital tekanan darah 130/80. Tujuan peleburan spinal adalah untuk menstabilkan tulang belakang dan mengurangi kekambuhan.. Dian Rakyat: Jakarta Penulis Pony Pebriyanti. Kata kunci : Decompensatio cordis. Pada auskultasi thoraks suara jantung S1-2 ireguler. Second Edition. A. 3. H. Philadelphia. Cailliet. tekanan vena jugular tidak meningkat.M. Pasien sering sesak nafas saat malam hari. Sesak berkurang bila pasien istirahat. K.

Kulit dingin dan pucat Tanda dan gejala yang disebakan oleh kongesti balik dari ventrikel kiri. 1998. Peningkatan central venous pressure (CPV Kesimpulan Berdasarkan anamnesa. Dulu tonsilektomi di indikasikan untuk terapi tonsilitis kronik dan berulang. .A davis Company. Nadi 80 x/menit dan SPO2 100. riwayat penyakit kencing manis (-). Pasien mengeluh selama ± 7 hari merasa tenggorokan kering dan terasa sakit. 1991. Hasil x-ray memperlihatkan kongesti paru Tanda-tanda dan gejala kongesti balik ventrikel kanan : a. diberikan SA 0. Tabrani. Diskusi Keadaan Pre Operatif: Pasien menjalani program puasa kurang lebih selama 8 jam sebelum operasi dimulai. sedacum 2 mg ondancetron 4 mg. F. tonsilektomi. Indikasi tonsilektomi dulu dan sekarang tidak berbeda. Dyspnea b. Vital sign awal : TD: 120/80. Lelah b. Nursing Care Plans. disertai batuk.25 mg. Price.Teknik : General anestesi. Guyton. Tonsilektomi didefinisikan sebagai metode pengangkatan seluruh tonsil. General Anestesi pada Tonsilektomi Wanita Usia 26 tahun Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. 1993. Riwayat penyakit asma (-). Penulis Pony Pebriyanti. Suhu: 36 0C Terapi Anestesi yang diberikan: . pilek dan tidak demam. Riwayat keluhan serupa (+). 3. Atracurium. Alice G. Dongoes M. Relaksasi serta Stabilisasi Otonom. pasien pada kasus mengalami gagal jantung. Saat pasien berada di ruang operasi dilakukan penggukuran tanda vital dan didapatkan hasil TD 120/80 mmHg. Reles paru e. New York Hudak & Gallo. Penerbit Alumni Bandung. namun terdapat perbedaan prioritas relatif dalam menentukan indikasi tonsilektomi pada saat ini. Tanda dan gejala Dampak dari cardiak output dan kongesti yang terjadi sisitem vena atau sistem pulmonal antara lain : a. e. Keadaan umum cukup. IV. Batuk c.Induksi anestesi : Untuk premedikasi. Distensi vena leher c. Agenda Gawat Darurat. Oliguri. S. tekanan darah : 130/80 mmHg. tidak ada riwayat trauma. riwayat operasi sectio caesaria ± 3 tahun lalu. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. . suhu : 36. Analgesic.E. EGC: Jakarta. Edema perifer b. Status operatif : .Pasien dengan penyakit jantung dimana aktivitas jasmani sangat terbatas dan hanya merasa sehat jika beristirahat. RSUD Temanggung. Pasien mengeluh mengalami kambuhan ± 3 kali dalam sebulan yang sudah ia alami selama 3 bulan ini. 1997. Orthopea d.Maintenance : Untuk mempertahankan status anestesi digunakan kombinasi Enflurane O2 dan N2O. Obat induksi: Trivam. nadi : 80 x/menit. Saat ini indikasi utama adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil. 4.Status ASA : I (Pasien tidak memiliki kelainan organik maupun sistemik selain penyakit yang akan dioperasi). 5. antara lain : a. Philadelphia. riwayat alergi obat (-). 1997. respirasi: 22 x / menit. Diagnosis Diagnosis pre operatif : Tonsilitis Kronis. Pasien dengan penyakit jantung yang sedikit saja bergerak langsung menimbulkan sesak nafas atau istirahat juga menimbulkan sesak nafas. riwayat penyakit jantung (-). Jilid 2. Hari membesar d. Kata kunci: General anestesi. N: 80. Referensi 1. A. Trias Anestesi meliputi: Hipnotik. Marry F. Terapi pada pasien ini adalah tirah baring. Jakarta. Penerbit EGC.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:33 Abstrak General Anestesia merupakan tindakan anestesi yang dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali atau reversible. Fisiologi Manusia. RR: 20x/menit.5 º C. 2. Kasus Pasien perempuan usia 26 tahun datang dengan keluhan nyeri tenggorokan berulang. Bagian Ilmu Penyakit Dalam. diuretic dan coronary dilator. Lippincot. pemberian oksigen. Keperawatan Kritis Pendekatam Holistik. Setelah itu pasien diberikan induksi . EGC: Jakarta. Angina c. Cemas d. Patofisiologi.

secara patologis. Dalam: Cermin Dunia Kedokteran no 89. respirasi kendali dengan anestesi umum menggunakan pipa endotrakeal agar dapat mempertahankan bebasnya jalan nafas. Dalam: Adams GL. sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. Edisi 2. Jenis Anestesi: Anestesi umum. Pada pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal. Referensi 1.L. GCS E3V5M6. . Adams. dengan memilih resiko terkecil bagi pasien. Tonsilektomi. STROKE ISKEMIK ISI Pasien laki-laki berusia 60 tahun dibawa oleh keluargadan tetangganya dengan keluhan kepala mendadak pusing dan lumpuh pada anggota gerak sebelah kiri. Di keluarga pasien tidak ada riwayat keluhan yang sama. diagnosis pasien adalah tonsilitis kronis dan akan dilakukan Tonsilektomi. Stroke non hemoragik didefinisikan. Obat induksi yaitu trivam 100 mg dengan status ASA I. Penyakit-penyakit nasofaring dan orofaring. Anestesiologi. Pasien juga tidak pernah menjaga pola makannya. Sejak bangun tidur pasien mengeluh kepalanya nyeri dan badannya lemas. 337-40 2. tekanan darah 200/130 mmHg.Boies buku ajar penyakit THT. Keluarga juga mengatakan bicara pasien tidak jelas. Saat ini indikasi utama tonslektomi adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil. suhu 36. 1993. Dari pemeriksaan fisik ditemukan pasien dengan keadaan umum cukup. Refleks patologis positif pada sisi tubuh sebelah kanan. 18-21 3. kesadaran compos mentis. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya deficit neurologic secara mendadak/sub. Pemilihan teknik anastesi yang paling aman bagi pasien.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:14 ABSTRAK Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. tetapi pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi sejak 8 tahun yang lalu namun tidak pernah kontrol. agen inhalasi dimatikan sehingga hanya O2 saja yang diberikan dan dilakukan ekstubasi. Teknik anestesi yang dilakukan adalah general anestesi. Pemeriksaan neurologis nervus kranialis didapatkan kelainan pada nervus X (vagus) berupa bicara pelo dan kesulitan menelan.3oC. kemudian anggota gerak sebelah kanan menjadi lemah dan bicaranya pelo. Kesimpulan Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. respirasi kontrol menggunakan pipa endotrakeal no: 7 Keadaan Post Operasi: Operasi selesai dalam waktu 20 menit. terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun KEYWORD : STROKE NOKE HEMORAGIK. said. Bagian Anestesi RSUD Temanggung. dkk. FK UI : Jakarta Penulis Pony Pebriyanti. 1994. G. namun ayah pasien juga penderita tekanan darah tinggi. Latief. Tidak ada riwayat keluhan yang sama sebelumnya. Teknik yang digunakan adalah general anestesi. Kekuatan otot anggota gerak kanan menurun (atas 1-1-1. Edisi 6. didahului gejala prodormal. Ekstubasi dilakukan setelah operasi selesai kemudian rongga mulut dan trakea dibersihkan dengan suction untuk menghilangkan lendir dan darah yang dapat menghalangi jalan nafas. bawah 1-1-1). nadi 92 kali/menit. Hatmansyah. respirasi 24 kali/menit. Stroke Non Hemoragik pada Laki-laki Usia 60 Tahun dengan Riwayat Hipertensi Tak Terkontrol Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Penerbit buku kedokteran EGC: Jakarta.yaitu trivam 100 mg dan atracurium 20 mg sebagai pelemas otot pernafasan. 2001.

tidak bisa memahami bicara orang (afasia sensorik). seksual. aneurisma pembuluh darah serebral. kemudian disusul dengan kelemahan anggota gerak dan kesulitan bicara secara mendadak pada siang harinya. anti hipertensi. hiperlipidemia dan kolesterol. pelo. keringat. penglihatan terganggu (gangguan visus) 3. antikoagulansia dan neurotropik. Juga dilakukan pemantauan ketat terhadap keadaan umum. rasa tebal-tebal (hipestesi). sindroma menggerutu 5. kurang aktivitas fisik dan penggunaan obat-obatan yang mempengaruhi cerebrovaskular. anti edema otak. Stroke non hemoragik didefinisikan. Gangguan motoris : kelemahan atau kelumpuhan separo anggota gerak. tersedak (aspirasi). sirkulasi. mulut dan atau bibir mencong. Pada pasien stroke dapat mengalami beberapa . policitemia. Akan tetapi tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya. diuretik. Tidak didapatkan adanya penurunan kesadaran. merokok. DISKUSI Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. tidak bisa bicara (afasia motorik). diberikan anti edema otak. ras/bangsa. Penatalaksanaan stroke dibedakan menjadi 2 fase. kelainan jantung / penyakit jantung. kekakuan pada satu ekstremitas atau separo tubuh. Gangguan sensoris : gangguan perasaan (deficit sensoris). Pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal. gangguan otonom. jenis kelamin. Kata atherosclerosis digunakan bagi sekelompok kelainan yang mengakibatkan menebalnya serta mengurangnya kelenturan dinding pembuluh darah arteri. kepandaian mundur (predemensia). depresi. kelopak mata sulit di buka (ptosis). melihat dobel (diplopia). diabetes melitus. bingung. terapi berupa pemantauan jalan nafas. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya defisit neurologik secara mendadak/sub. Gangguan psikiatris : mudah menangis (force crying). tidak bisa membedakan rabaan (anestesi). Stroke non haemoragik. dan pelo. neurotropik dan anti agregasi trombosit. secara patologis. Pada pasien. tekanan darah dan kadar gula darah. pada pemeriksaan neurologis didapatkan reflek patologis positif pada anggota gerak sebelah kanan. yaitu fase akut (hari ke 0-14 setelah onset penyakit) yang bertujuan untuk menyelamatkan neuron dan mencegah meluasnya proses patologik yang akan mengganggu fungsi otak. tidak keluar suara (disfoni/afoni) 2. kejang. kesemutan (parestesi). Dan fase pasca akut yang dititikberatkan pada tindakan rehabilitasi medis dan pencegahan terulangnya stroke yaitu melalui terapi rehabilitasi dan menghindari faktor resiko. tidak dapat berhitung (acalculia). Gangguan bicara : sulit berbahasa (disfasia). dan juga paisen mengalami kesulitan dalam mengingat perintah yang diberikan kepadanya. KESIMPULAN Pada pasien ini didiagnosis Stroke Non hemoragik. anti agregasi trombosit. Gangguan neurologi fokal otak dapat berupa : 1. dan faktor resiko yang dapat dikontrol seperti hipertensi. gejala dimulai pada pagi hari yaitu timbulnya nyeri kepala dan rasa lemas. riwayat keluarga. sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. mudah tertawa (force laughing). tidak dapat mengerti apa yang dilihat (visual agnosia). tidak dapat menulis (agrafia). sangat erat hubungannya dengan atherosclerosis. terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun. pelupa (demensia) 4. pemasangan infus. obesitas. Gangguan neurologi fokal otak yang didapatkan adalah gangguan motoris berupa hemiparesis kanan. lidah mencong. Pada pasien. tanda-tanda vital dan adanya penurunan kesadaran. Gangguan kongnitif : yaitu pasien mengalami kesulitan untuk mengorganisasikan informasi secara efisien dan terarah. didahului gejala prodormal. Secara garis besar faktor resiko stroke dibagi menjadi dua yaitu faktor resiko yang tidak dapat dikontrol yaitu umur.Tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya DIAGNOSIS Stroke non hemoragik/iskemik TERAPI Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi rawat inap. gerakan tak terkendali (chorea/atetosis). pendengaran terganggu (tinnitus/deafness).

Bagian Ilmu Saraf. Kapita Selekta Neurologi. Aspirasi Jarum Halus Dengan AJH diperoleh diagnosis tumor apakah jinak atau ganas. dan terasa nyeri jika ditekan dan pada waktu mestruasi.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:07 ABSTRAK Fibroadenoma mammae (FAM) atau yang biasa dikenal dengan tumor payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. RS Jogja. dan mengeluarkan cairan dari putting susu atau tidak. bisa digerakkan. kenyal atau keras. Tanda primer berfibrosis reaktif. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). bertambahnya vaskularisasi. dan membungkuk apakah terlihat benjolan. 2009 3. tanpa harus melakukan sayatan atau mengiris jaringan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta 2. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). dari palpasi itu dapat diketahui ukurannya. Tidak disertai demam. dengan mammography atau ultrasound. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC) KEYWORD : Fibroadenoma Mammae. SPM neurologi. penebalan kulit. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC). 2005. sehingga keraguan seorang penderita apakah dirinya menderita kanker atau tidak segera terjawab dengan cepat dan akurat. bernodul atau tidak. comet sign. b. Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler). DIAGNOSIS Fibroadenoma Mammae DISKUSI Penegakkan Diagnosis Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. Tidak ada cairan yang keluar dari puting susu. kerutan pada kulit payudara (peau d‘orange). duduk. UPF Ilmu Penyakit Saraf FK UNS Penulis Febrina Kautsar. Tanda-tanda sekunder berupa retraksi. Adanya proses keganasan akan memberikan tanda-tanda primer dan sekunder. Segi Praktis Pemeriksaan Neurologi. 2012 Penegakan Diagnosis Fibroadenoma Mammae pada Wanita dengan Riwayat Benjolan di Payudara Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Diagnosis ISI Pasien seorang perempuan berusia 30 datang ke Poli Bedah dengan keluhan terdapat benjolan sebesar telur puyuh pada payudara kiri sejak 1 bulan yang lalu. Yogyakarta.. REFERENSI 1. Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform. Seri IR Neurologi 2005. Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus. maupun muntah. mual. c. BAB dan BAK lancar. perubahan posisi palpila dan areola adanya bridge . Pasien belum pernah mengalami hal serupa sebelumnya. 2005. jumlahnya. Mammografi Suatu teknik pemeriksaan soft tissue teknik. apakah mobil atau tidak. Benjolan tersebut kenyal. Harsono. Penatalaksanaannya juga dibagi atas dua fase yang fase akut dan fase pasca akut yang mempunyai kegunaan masing-masing. dan dengan palpasi pada daerah tersebut. Yang perlu ditekankan adalah kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi dipayudara. Dibawah mikroskop tumpor tersebut tampak seperti berikut : a.Tidak terdapat riwayat penyakit keluarga dengan keluhan yang sama. adanya perbedaan yang nyata ukuran VE dan rontgenologik dan adanya mikrokalsifikasi. Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik diperiksa benjolan yang ada dengan inspeksi pada saat berbaring. dengan mammography atau ultrasound. Tumor jinak.gangguan yang sangat akan berpengaruh pada kualitas hidup.

Jakarta.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:00 ABSTRAK Pada pada pasien diperoleh nilai Hb 10 g/dl. Dilakukan untuk mencari jauhnya ekstensi tumor atau mencari metastasis jauh. Peran anestesi adalah memastikan bahwa organ vital menerima oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Benjolan tersebut sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. KEYWORD : Anesyesi. Fibroadenoma. DM (-). dan immunomodulation alogenik transfusi darah harus dihindari sebisa mungkin karena adanya berbagai risiko yang terkait dan juga karena transfusi belum terbukti untuk meningkatkan pasca operasi. Hal ini perlu dikaji apakah anemia akan berpengaruh terhadap anestesi yang diberikan.0 AT : 303 DIAGNOSIS Mioma Uteri ASA II TERAPI Persiapan PRC 2 kolf DISKUSI Strategi untuk Mengelola Anemia . ginjal (-). Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat operasi sebelumnya disangkal. Penatalaksanaan ISI Seorang wanita 41 tahun datang ke rs. REFERENSI Roubidoux. jantung harus memompa darah lebih banyak sehingga timbul takikardi.5 Hb : 10.Vital sign : TD:130/80 mmHg. isi dan tegangan cukup RR : 24 x/menit S : 36C laboratorium AL : 5. Wanhari.of tumor. mual (-). Buku Ajar Ilmu Bedah. Asuhan keperawatan Fibroadenoma Mammae. Transfusi darah memiliki banyak efek samping dikenal termasuk potensi penularan penyakit menular. Pasien juga mengeluh perutnya sering terasa sakit pada saat menstruasi. alergi dan reaksi transfusi hemolitik. ketetapan 83-95%. tampak sesak Kesadaran : composmentis .Dalam operasi dengan kehilangan darah tinggi yang diharapkan. Marilyn A. RS Jogja. regular. strategi . Ultrasonografi Dengan pemeriksaan ini hanya dapat dibedakan lesi solid dan kistik pemeriksaan lain dapat berupa: termografi. juga dapat melihat kemungkinan adanya metastasis misalnya alkali fosfatase KESIMPULAN Pasien di diagnosis dengan Fibroadenoma Mammae. hipertensi (-). Riwayat penyakit asma (-). Breast. 2012 Penatalaksanaan Anestesi Pada Pasien Anemia Dibuat oleh: Febrina Kautsar. N: 82 x/menit. tetapi keprihatinan tentang risiko mereka telah membatasi penggunaannya. De Jong W. Ari. gizi baik. 2009. infiltrasi dalam jaringan lunak di belakang mammae dan adanya metastis ke kelenjar. 2005. transfusi darah mungkin menjadi prosedur yang diperlukan. alergi obatobatan dan makanan (-). Riwayat Penyakit Keluarga : Riwayat penyakit asma alergi.Anemia dapat mengakibatkan transport oksigen oleh haemoglobin akan berkurang. Anemia. Sjamsuhidayat R. dan kadang timbul gagal jantung pada pasien dengan anemia. Teknik Konservasi Darah . hasil. xerografi. muntah (-). Hal ini berarti untuk mencukupi kebutuhan oksigen jaringan. ginjal dan DM disangkal. Penegakannnya dapat dilakukan dengan berbagai cara yang mempunayia kelebihan masing-masing. tergantung dari teknis dan ahli radiologinya. PEMERIKSAAN FISIK : Keadaan umum: cukup baik. hipertensi. jadi sangat baik untuk diagnosis dini dan screening. University of Michigan Health System. jantung. keadaan daerah dan jaringan fibroglanduler tidak teratur. Mammografi ini dapat mendeteksi tumor-tumor yang secara palpasi tidak teraba. murmur. selama prosedur bedah berlangsung. Bagian Ilmu Bedah. Hanya saja untuk mass screening cara ini adalah cara yang mahal dan dianjurkan digunakan secara selektif saja misalnya pada wanita dengan adanya faktor resiko tadi.Dalam beberapa situasi. jantung (-). Medscape. Transfusi Darah . Yogyakarta. Pemeriksaan ini umumnya hanya dilakukan apabila diperlukan (atas indikasi) pemeriksaan laboratorium untuk melihat toleransi penderita. Penulis Febrina Kautsar. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2008.jogja dengan keluhan benjolan pada perut bawah.

Sp. REFERENSI 1. Bagian Ilmu Anestesi dan Reanimasi. Komprehensif manajemen anemia bisa mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi perioperatif alogenik. Perioperative Limits Of Anaemia.. Pemeriksaan IVP ini selain mempunyai kelebihan . 5. Petunjuk Praktis Anestesiologi. muntah (-). pasien juga merasakan BAK terasa nyeri dan panas. Pasien juga merasakan gejala semakin memberat saat pasien beraktivitas. CBO guideline taken from SAMENVATTING RICHTLIJN BLOEDTRANSFUSIE. DIAGNOSIS Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal . 2002. radiologist dapat melihat dan mengetahui anatomy serta fungsi ginjal. Ardi. Yogyakarta : FK UMY. 45 tahun. mual (+). Foto BNO : Suspek Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal.ESA ditambah besi terapi dapat digunakan untuk memperbaiki anemia sebelum operasi dan telah ditunjukkan untuk mengurangi kebutuhan untuk transfusi darah. hemodilusi normovolemic akut dan penyelamatan sel. Woerlee in Anemia and Anesthesia downloaded from http://www. Latief.. Hb pemulihan. The Medicine Publishing Company Ltd. A. BAK warna kuning kemerahan. Zwißler. KESIMPULAN Pada kasus diatas didapatka pasien dengan diagnosis Mioma uteri dengan status operasi ASA II Karena mempunyai HB 10 mg/dl. Pramono.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:57 ABSTRAK IVP Adalah suatu tindakan untuk memvisualisasikan anatomi. Edisi Kedua. Selain itu.php Penulis Febrina Kautsar. Foto IVP : Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal + 2 x 1 cm dengan ureterectasia dan hidronefrosis grade I. B.anesthesiaweb. "Mengenali dan mengobati anemia sebelum operasi elektif adalah sangat penting. Menurut Dr Shander. Mallett. 2012 Kelebihan dan kekurangan IVP untuk Mendiagnosis Uretherolithiasis Dibuat oleh: Febrina Kautsar.Datang dengan keluhan nyeri pinggang sebelah kiri yang menjalar ke lipat paha dan kemaluan sejak 1 tahun yang lalu. 3. In EUROANESTHESIA 2005. SA. 2005. Pape. 2008. Habler O. 2002. dr. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. Suryadi. penggunaan darah autologous.. Kelebihan. Persiapan pasien dengan benar dapat membantu dalam prognosis pasien. pasien juga tidak merasakan sesak nafas dan nyeri dada serta tidak terdapat keluhan gangguan BAB. anyang – anyangan (-). dan fungsi ginjal ureter dan kandung kencing. dan memberikan hasil yang lebih baik. Dachlan. 13-15 Pengakuan dan pengobatan anemia selama periode praoperasi memberikan ahli bedah lebih banyak pilihan untuk berurusan dengan darah yang hilang selama operasi. Perioperative Anaemia and Its Management. dan meningkatkan kualitas hidup dan fungsi pada pasien bedah. S. + 1 gelas. Eritropoiesis-Merangsang Agen (ESA) dan Besi . J. Strategi ini termasuk teknik bedah teliti. kekurangan ISI Pasien Ny.M. Pasien juga merasa BAK sedikit dan sering (> 5x / 24 jam).untuk mengurangi kehilangan darah operatif dapat membantu mencegah anemia pasca operasi dan dapat mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi darah alogenik. nafsu makan menurun dan demam.. ureter dan blass. untuk beberapa nama. Pasien merasakan gejala tersebut kambuh – kambuhan. Meier. 2. Yogyakarta. SV. translated by G.An. R. pasien tidak merasakan nyeri kepala. dan bisa menjadi intervensi menyelamatkan jiwa. manajemen anemia dengan eritropoietin dan besi telah ditunjukkan untuk mempercepat eritropoiesis. RS Jogja. Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi. 4. Perlu diperhatikan persiapan pasien pada saat akan melakukan anestesi. Jakarta : FK UI. Selain untuk mengurangi kebutuhan transfusi..org/anemia. juga mempunyai kekurangan KEYWORD : IVP. Termasuk didalamnya fungsi pengisian dan pengosongan buli. KA. Dengan IVP.

Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖ sanga berhati-hati pada kasus dengan longtem insomnia. relatif aman • Kekurangan 1. 2008.S . Diagnosa kelainan tentang kerusakan dan adanya batu pada ginjal dapat dilakukan. . BNO IVP bila dilakukan sesuai indikasi dan prosedur yang sesuai dapat membantu dalam menegakkan diagnosis. Pustaka cendekia press.RG. 2012 Diagnosis dan Insomnia Penatalaksanaan pada Wanita Usia 40 Tahun Dibuat oleh: Febrina Kautsar.2) dengan diagnosis banding Insomnia non organik (F51. dan kesemutan pada kedua tangannya. Pemilihan obat juga didasarkan atas sifat dari gangguan tidurnya KEYWORD : Insomnia. sama dengan rata-rata radiasi yang diterima dari alam dalam satu tahun. Radiasi relatif rendah 5. bermanifestasi dalam gejala : penurunan kemampuan kerja. berlangsung selama 3 minngu 3. www. RS Jogja.com/bnoivp Penulis Febrina Kautsar. Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil KESIMPULAN Pada pemeriksaan BNO IVP didapatkan diagnosis pasien Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal dengan ISK . 2. Transient insomnia . 3. Membutuhkan waktu lebih dari ½ jam untuk tidur atau tidur kembali setelah terbangun sehingga siklus tidak utuh atau menimbulkan gangguan kesehatan 2. Radiologi Diagnostik. 2. yang menyebabkan pasien harus mendapatkan pengobatan lanjut. Terapi ISI Pasien Ny. Sortterm insomnia. Pasien merasa sering mengeluarkan keringat dingin. Hal ini membuat pasien merasa khawatir terhadap dirinya. Dosis efektif pemeriksaan IVP adalah 3 mSv. dan melakukan kegiatan rutin. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. lorazepam(Ativan). Obat anti insomnia Benzodiazepine sedatives: Digunakan untuk meningkatakan kualitas dan kuantitas tidur temazepam (Restoril).estazolam (ProSom. Selalu ada kemungkinan terjadinya kanker akibat paparan radiasi yang diperoleh. sehingga dokter dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan yang tepat mulai dari adanya batu ginjal hingga kanker tanpa harus melakukan pembedahan 3.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:54 ABTRAK Insomnia digolongkan dengan berbagai macam golongan dan penyebab penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖. IVP memberikan gambaran dan informasi yang jelas. 4. hanya berlangsung selama 2-3 hari 2. Malueka .dengan ISK DISKUSI • Kelebihan 1. Eurodin). Selalu diupayakan mencari penyebab dasar dari gangguan tidur dan pengobatan ditujukan pada penyebab dasar tersebut. and clonazepam (Klonopin) Nonbenzodiazepine sedatives: eszopiclone (Lunesta). Bagian Ilmu Radiologi. DIAGNOSIS Gangguan campuran anxietas dan depresi (F 41.0) TERAPI amitriptilin 1x1/2 tab DISKUSI Diagnosis dan penatalaksanaan Insomnia Pembahasan Butir-butir diagnostik Sindrom insomnia adalah: 1.40 tahun datang ke Puskesmas Kasihan 1 dengan keluhan sulit tidur pada waktu malam atau siang hari . 4. Longterm insomnia . Pasien juga merasa berat badannya menurun padahal nafsu makan seperti biasa. Penggunaan media kontras dalam IVP dapat menyebabkan efek alergi pada pasien. triazolam (Halcion).tanyadokter. Hendaya dalam fungsi kehidupan sehari-hari . berlangsung dalam periode waktu yang lebih lama dan biasanya disebabkan oleh kondisi medik atau psikiatrik tertentu. Yogyakarta 2. Hal ini membuat pasien merasa berat saat melakukan pekerjaan. Yogyakarta.zaleplon (Sonata). Bersifat invasif.flurazepam (Dalmane). Sindrom insomnia dapat terbagi 3 tipe : 1. hubungan sosial. Hal ini sangat berguna untuk tidakan terapi selanjutnya REFERENSI 1.

Modifikasi terakhir pada Minggu 03:45 ABSTRAK Perdarahan dalam kehamilan muda perlu sangat diwaspadai . 2003 .Status Ginekologi : G1P0A0. RS Jogja. Surabaya. Sudah terlambat haid 3 bulan dan sudah di lakukan PP test dan hasil positif Status Generalis Keadaan umum : Baik.50 C. nyeri tekan (-). mengeluarkan darah banyak. nyeri tekan lepas (. sklera tidak ikterik. Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Perut datar. OUE : Terbuka. Obat yang dibutuhkan adalh bersifat ―sleep maintaining anti insomnia‖ yaitu golongan phenobarbital Antihistamin dapat juga digunakan untuk terapi insomnia karena mempunyai efek sedative. Ada beberapa macam kemungkinan diagnosisnya.com/insomnia/2011 Penulis Febrina Kautsar.and zolpidem (Ambien). Vagina : Dinding licin. tampak jaringan sisa . Obat yang digunakan yaitu yang bersifat ―prolong latent phase anti insomnia‖ yaitu golongan heterosiklik anti depresan 3. Uretra : Tenang. Obat yang dibutuhkan adalah yang bersifat ―sleep inducing Anti insomnia‖ yaitu golongan benzodiazepin 2. Delayed insomnia : proses tidur terlalu cepat berakhir dan sulit untuk masuk kembali ke proses tidur selanjutnya. Chloral Hydrate. KEYWORD : Perdarahan. prongkol-prongkol lewat jalan lahir disertai nyeri perut. Medscape. tetapi tidak dapt digunakan untuk insomnia kronik. dan beberapa saat kemudian keluar perongkolan. Jakarta: PT Nuh Jaya. Initial insomnia : sulit masuk dalam proses tidur.00 WIB di UGD dengan keluhan merasa hamil 3 bulan. dikenal dengan : 1. Palpasi : Defans muskuler (.F. Respirasi : 24x/menit. dan pada sore harinya pasien merasakan perdarahan lagi. Dimana masa getasi belum mencapai 22 minggu dan beratnya kurang dari 500gr. Pemilihan obat juga didasarkan atas sufat dari gangguan tidurnya Daftar Pustaka • Maramis. nyeri ketok (-). Edisi VI. Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖. Endep] andtrazodone [Desyrel]) Antihistamines diphenhydramine(Benadryl) or doxylamine] Pemilihan obat: Ditinjau dari sifat gangguan tidur. TFU tidak teraba. Mata : Konjungtiva tidak anemis. Airlangga University Press. Perkusi : Tympani. dalam jumlah yang lebih banyak disertai nyeri perut bagian bawah. 2012 Penegakan Diagnosis Pasien Primigravida Dengan Riwayat Perdarahan Pada Kehamilan Muda Dibuat oleh: Febrina Kautsar. yang termasuk kedalam obat golongan antidepressant. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa.Abortus adalah keluarnya janin sebelum mencapai viabilitas.Vital SignTekanan Darah: 110/80mmHg.2004 • Maslim R. Broken insomnia : siklus proses tidur yang normal tidak utuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa bagian. massa (-).). Kesimpulan : Pasien pada kasus ini mendapatkan terapi antiinsomnia yaitu amitriptilin.Suhu : 36. Keluhan perdarahan mulai di rasakan sejak tadi pagi. Pemeriksaan Dalam :Pemeriksaan inspekulo : Vulva : Tenang. namun hanya berupa flek-flek. abortus ISI Pasien datang ke RSUD wirosaban pada tanggal 27 oktober 2010 jam 16.Kesadaran : Compos mentis. Perdarahan dalam kehamilan ini sering dihubungkan dengan resiko terjadinya abortus. W. Portio/ serviks : Portio livide. ada darah. kehamilan muda. Nadi : 82 x /menit. Diagnosis gangguan jiwa. Phenobarbital Antidepressants : amitriptyline [Elavil. Catata Ilmu kedokteran jiwa.www. rujukan ringkas PPDGJ-III. Auskultasi : Peristaltik usus normal. Yogyakarta. Abortus yang terjadi tiga kali atau lebih disebut abortus habitualis. keluar darah lewat OUE. Hal tersebut sangat berhubungan dengan terapi yang dilakukan.).

ostium uteri terbuka atau sudah tertutup. Vagina : Dinding licin. Obstetri William. mual. Yogyakarta. Penulis Febrina Kautsar. uterus lunak Abortus iminens tertutup Sedikit membesar Limbung/pingsan Nyeri perut bawah Nyeri goyang portio Massa adnexa Cairan bebas intra abdomen Kehamilan ektopik terganggu Tertutup/terbuka Lebih kecil Sedikit/tanpa Nyeri perut Riwayat ekspulsi hasil konsepsi Abortus komplit Sedang-masif terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi Abortus insipiens terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Ekspulsi sebagian hasil konsepsi Abortus inkomplit terbuka Lunak dan lebih besar dari usia gestasi Mual muntah Kram perut bawah Sindroma mirip pre eklamsia Tak ada janin. Pada kehamilan diatas 14 minggu.kehamilan.Parametrium : Tidak ada nyeri. Wiknjosastro. setelah ketubah pecah janin yang telah mati akan dikeluarkan dalam bentuk kantong amnion kosong dan kemudian plasenta. denyut nadi normal atau cepat dan kecil. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu janin biasanya dikeluarkan seluruhnya karena villi koriales belum menembus desidua secara mendalam. Hemorrhagi Utama Obstetri dan Ginecology. ada/tidak jaringan keluar dari ostium. M. besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan. Abortus. D. B. dan nyeri pinggang akibat kontraksi uterus 4) pemeriksaan ginekologi meliputi inspeksi vulva dengan melihat perdarahan pervaginam. Terapi yang dilakukan adalah kuretase. Kelainan Dalam Lamanya Kehamilan. 1994. Ilmu Kebidanan. Jakarta 1997. tekanan darah normal atau menurun. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. EGC. 18. Tindakan klinik yang dapat kita lakukan untuk mengetahui terjadinya abortus antara lain: 1) terlambat haid kurang dari 20 minggu 2) pemeriksaan fisik yang terdiri dari keadaan umum tampak lemah. Jakarta. 1995. EGC. Kapita Selekta : Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi. Taber. Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. teraba jaringan. Jakarta. H. Pada kehamilan 8–14 minggu villi koriales menembus desidua secara mendalam. RS Jogja. 2012 . OUE : Terbuka dan teraba jaringan. et. 1998. Cunningham. DIAGNOSIS Abortus Inkompletus TERAPI Kuretase DISKUSI Pada awal abortus terjadi pendarahan yang menyebabkan janin terlepas. ada/tidak jaringan janin. All. cetakan I. Abortus. REFERENSI Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Universitas Syah Kuala. dan suhu badan normal atau meningkat 3) perdarahan pervagina yang disertai keluarnya jaringan janin. tidak nyeri saat porsio digoyang. F. tidak nyeri pada saat perabaan adneksa. teraba atau tidak jaringan dalam kavum uteri. dan tercium/tidak bau busuk dari vulva Inspekulo 5) perdarahan dari kavum uteri. ed. Widya medika. dan kavum douglasi tidak menonjol dan tidak nyeri Pemeriksaan penunjang yang umumnya dilakukan antara lain: 1) tes kehamilan akan menunjukkan hasil positif bila janin masih hidup bahkan 2-3 hari setelah abortus 2) Pemeriksaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup 3) Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion Tabel diagnosis dan diagnosis banding perdarahan pada kehamilan muda perdarahan cervix uterus Gejala/tanda diagnosis Bercak-sedang tertutup Sesuai usia gestasi Kram perut bawah. Untuk dapat mengetahui macam-macam penyebab perdarahan pada kehalian muda perlu sangat diperhatikan pada saat anamnesis dan pemeriksaan fisik. Uretra : Tenang. plasenta tidak dilepaskan sempurna sehingga banyak perdarahan. keluar jaringan seperti anggur Abortus mola KESIMPULAN Berdasarkan hal diatas pasien dapat didiagnosis dengan abortus inkompletus. dan ada/tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium 6) colok vagina dengan melihat porsio masih terbuka atau sudah tertutup. Pemeriksaan Colok Vagina : Vulva : Tenang. Massa/tumor : Tidak ada. Uterus : Sebesar telur bebek. Serviks/Portio : Portio lunak (hegar sign +).

suhu tidak diukur. kesulitan minum. tidak berbau. Pendekatan diagnosis dilakukan sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum di bawah ini. Suara nafas vesikuler +/+. sianosis (-). tidak ada riwayat kencing manis. Hasil laboratorium didapatkan anemia normositik normokrom. Ibu mengaku selama hamil terdapat keputihan tidak terlalu banyak. ibu pasien mengeluh mencret 4-5 kali per hari. Tanda klinis sepsis neonatorum seperti: hipertermia. Ibu tidak ada tekanan darah tinggi. murmur (-). hipotermia. NKB-SMK. Akral hangat. tidak biru. keluar menyemprot. Sepsis pada periode neonatal menunjukkan adanya penyakit sistemik simptomatik dan bakteri dalam darah. dan tidak pernah mengkonsumsi obatobatan. terlihat agak sesak. Sepsis neonatorum dibedakan menjadi sepsis neonatorum awitan dini (SNAD) dan sepsis neonatorum awitan lambat (SNAL). jamu maupun merokok. faktor maternal. sklera ikterik -/-.5 37. hipotermia. warna bening kental. Demam timbul bersamaan dengan mencret. ronchi -/-. neonatal dan lingkungan. pucat (-). . sianosis. tidak kejang. retraksi sela iga (-). Tanda klinis pada sepsis neonatorum tidak spesifik. kulit tidak tampak kuning. hasil pemeriksaan fisik. trombosit. fungsi hati. Selama hamil ibu pasien rutin kontrol ke bidan sebanyak 1 kali per bulan. Demam cukup tinggi. demam dirasakan sepanjang hari. distensi abdomen. muntah. gallop (-). apneu. Mukosa bibir lembab (+). KGB colli tidak teraba membesar. Pemilihan antibiotik untuk terapi inisial mengacu pada jenis kuman penyebab tersering dan pola resistensi kuman di masing-masing pusat kesehatan. hepatomegali. berhubungan dengan karakteristik kuman penyebab dan respon tubuh terhadap masuknya kuman.Monitor keadaan umum dan tanda vital Diskusi Dari ilustrasi kasus diatas. Kepala normochepal. terapi Oksigen nasal 0. ikterik. respon (+) lemah. merumuskan dari data anamnesis. sianosis. Pada pemeriksaan fisik awal tanggal 17 Desember 2011 didapatkan: bayi tenang. letargi. BBLASR History : Bayi lahir dari ibu G2P2A0 kehamilan 28 minggu lahir secara spontan ditolong bidan. Keywords : Sepsis neonatorum awitan dini ec Serratia liquefaciens. Pasien tidak terdapat perdarahan.5 ˚C). bau biasa. tidak terdapat lendir maupun darah segar. tidak terdapat kelainan bawaan. Konjungtiva pucat -/-. suhu 38‘C. Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm. tidak ada darah. Rawat inkubator (suhu 36. yaitu . dan timbul pada satu bulan pertama kehidupan. Anus (+). Bunyi jantung 1-2 reguler. supel. jejas (-). Buang air kecil tidak nyeri. ikterik (-). seperti: hipertermia. Abdomen datar. frekuensi napas 62 kali/menit. pasien lahir langsung menangis namun lemah.Cefotaxim 2x50 mg (iv).5 l/menit. anus (+). Tiga hari sebelum melahirkan.PENEGAKKAN DIAGNOSIS SEPSIS NEONATORUM Dibuat oleh: Adryansyah. terkadang ada rasa anyang-anyangan. APGAR Score 6/8. apneu. fungsi ginjal. wheezing -/-. Sepsis dapat disebabkan oleh bakteri. hepar dan lien tidak teraba. Faktorfaktor yang mempengaruhi kemungkinan infeksi secara umum berasal dari tiga kelompok. jenis kelamin perempuan. warna kuning jernih. distres pernapasan. maka mengarah pada suatu diagnosis yaitu sepsis neonatorum awitan dini.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:26 oleh Ratih Juwita Abstrak Sepsis neonatorum adalah sindrom klinis yang terjadi akibat invasi mikroorganisme ke dalam aliran darah. Menurut ibu. glukosa darah dan elektrolit dalam batas normal. bising usus (+) normal. Mencret disertai rasa mulas. CRT <2 detik. Dada simetris. Gentamisin 2x4 mg (iv). virus atau riketsia. leukopenia. Demam disertai sakit kepala. warna coklat kehitaman. dan pemeriksaan penunjang yang didapatkan serta disesuaikan dengan teori yang ada. jamur. dan diare. air lebih banyak dari ampas. distres pernapasan. anoreksia. lahir tunggal. frekuensi denyut jantung 134 kali/menit.

nilai APGAR rendah (menit ke-1 <5. Jakarta: EGC. Kata kunci : Sindrom Guillain Barre. Mustarim. kesulitan minum. distensi abdomen. Menurut Kongres European Perinatal Medicine ke II di London. Pada pasien didapatkan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 menunjukkan adanya leukopenia dan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 didapatkan trombositopenia serta CRP positif.racun botulisme. yaitu bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR) 950 gram dan usia gestasi 28 minggu (<37 minggu). hitung trombosit. Nelson.html 4.miastenia gravis. Dengan adanya faktor risiko positif. denyut jantung janin menetap >160 kali/menit dan ketuban berbau. dan diare. IT rasio dan CRP). Masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi tersebut disebut Neonatus Kurang Bulan Sesuai untuk Masa Kehamilan (NKB-SMK). yaitu faktor risiko mayor: ketuban pecah >24 jam. Diakses dari http://ilmudokter-aurora. Faktor risiko positif bila terdapat minimal 1 faktor risiko mayor atau 2 faktor risiko minor. Sepsis Neonatorum. Penanganan Sindrom Guillain Barre pada Pediatri Dibuat oleh: Yanuar Surya Pratama. 2010. bayi kurang bulan (prematur) adalah bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm. muntah. Kesimpulan : Pada pasien ini penegakkan diagnosis yang cepat dan tepat akan mempermudah dalam pengobatan dan penyembuhan pasien agar memperoleh prognosis yang baik. 2009. Sepsis Neonatorum dan Upaya Pencegahannya di RS Dengan Fasilitas Terbatas.ikterik.Penyebab lain adalah infeksi polio. letargi. Pada pasien ini terdapat 2 faktor risiko minor. 2012 [11:28 UTC] Abstrak Kelemahan tungkai adalah keluhan yang biasa ditemui pada kasus gangguan neuromuskular. bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) <1500 gram. p403-10 2. korioamnionitis.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May.com/2010/01/sepsisneonatorum-dan-upaya. usia pasien 28 minggu termasuk dalam kategori bayi prematur. hepatomegali.hipo/hiperkalemi. Guillain-Barre syndrome (GBS) merupakan penyebab utama paralisis flaksid akut di negara-negara Barat.5 ˚C).blogspot. diperlukan analisa faktor risiko sepsis neonatorum. Berat lahir <1000 gram disebut bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR). Panduan Pelayanan Medis Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM. serta faktor risiko minor: ketuban pecah >12 jam.paralisis akut Kasus Anak umur 6 tahun datang dengan keluhan utama kaki dan tangan tidak dapat digerakkan. dan infeksi saluran kemih (ISK) atau tersangka ISK yang tidak diobati. p678 3. ibu demam saat intrapartum (suhu >38 ˚C). usia gestasi <37 minggu. maka diperiksa septic marker (hitung leukosit. Divisi Perinatologi. Ilmu Kesehatan Anak Jilid I Edisi III. Jakarta. Diakses dari http://akperla. menit ke-5 <7). minimal 2 septic marker positif.html Ratih Juwita Parwitasari 20060310015. Ilmu Kesehatan Anak FKIK UMY RSUD Tidar Magelang. yaitu dengan mengetahui riwayat gejala bayi melalui anamnesis kepada ibu serta mengetahui faktor resiko penyebab terjadinya sepsis sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum Referensi : DAFTAR PUSTAKA 1. Dengan demikian.com/2009/06/sepsisneonaturum.blogspot. Deteksi GBS harus cermat sehingga komplikasi dapat segera diatasi dan dapat diberikan penatalaksanaan yang tepat. . 1992. kehamilan ganda. Anonim. keputihan yang tidak diobati. ibu demam saat intrapartum (suhu >37.Adanya gejala klinis yang tidak spesifik tersebut. Sepsis Neonatorum. anoreksia. 2007. Lima hari sebelum masuk rumah sakit anak menderita cacar air dengan panas tinggi.

Marsden CD.Miller Andrew. dan nafas cepat diantara percakapan pendek. polyneuritis idiopatik akut.eutrofi.com/condition_info_popup. penderita harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU).Poliomyelitis. Hal ini dikarenakan penyakit ini dapat melumpuhkan otot pernafasan sehingga dapat menyebabkan kematian.Miastenia Gravis. USA: ButterworthHeinemann. Available from: http://bodyandhealth. Fatigue otot respirasi ditandai dengan keringat dingin.asp?channel_id=0&disease_id=325&sec tion_name=condition_info. Manfaat terapi paling jelas apabila terapi dimulai 2 minggu setelah onset. Tidak ada keluhan yang menyertai keluhan utama. Trakeostomi dilakukan bila diperkirakan bantuan nafas lebih dari 10 hari. Pada kasus ini digunakan plasmaparesis dengan NaCl isotonik tanpa pemberian imunoglobulin karena tidak adanya obat.RPD dengan TB yang sudah dinyatakan sembuh. GBS termasuk dalam kelompok penyakit neuropati perifer Penatalaksanaan Awal Pada kasus berat.reflek fisiologis (-). selain itu kondisi pasien yang cepat memburuk tanpa dapat diprediksikan membuat penderita GBS membutuhkan perawatan inap untuk observasi fungsi respirasi. dan fungsi otot bulbar harus selalu dimonitor selama fase progresif. Sekitar 30% penderita membutuhkan bantuan ventilasi mekanik. tekanan darah.1911-16 3.Guillain-Barré Syndrome. terapi akut ditujukan terutama untuk melawan proses imunopatogenesis. jika FVC kurang dari 18 ml/kg atau terjadi disotonomia kardiovaskuler. Intubasi dilakukan bila FVC kurang dari 12-15 ml/kg. Fenichel GM.reflek patologis (-). 2nd edition. Perhatian khusus terutama ditujukan pada perawatan suportif dan pencegahan komplikasi.mual ().pemeriksaan neurologis didapatkan GCS 456. Kesimpulan Penatalaksanaan GBS perlu diperhatikan secara cermat dan tepat. dan sindroma Landry Guillain Barre adalah suatu penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf perifer.kekuatan 2/2/2/2. tetraparese.Guillain- . Polio Perancis. dan hipoksemia akibat atelektasis.BAK (+). Daroff RB.Pada pemeriksaan fisik semua dalam batas normal. Lab dalam batas normal dengan K 3. paralisis asendens Landry. [update 2009].com/article/792008-overview.. Digunakan larutan saline dan albumin sebagai cairan pengganti plasma.Bradley WG.sesak (-). 2. Editors. Terapi Spesifik Imunopatogenesis dari penyakit GBS. takikardia. Monitoring FVC dilakukan setiap jam.nervi craniales dalam batas normal.muntah (-). Relaps terjadi pada 10% pasien dalam kurun waktu 3 minggu pasca-terapi.Riw kelahiran baik. tekanan maksimal respirasi. Pengukuran maksimal forced vital capacity (FVC).status gizi kurang. 2007]. sangat dibutuhkan alat bantu pernafasan serta perawatan khusus. tekanan O2 arteri dibawah 70 mmHg serta tanda fatigue respirasi yang berat.Hipokalemi Terapi RL 20 tpm Paracetamol 3x1/2 tab Vit B 1x1 tab Konsul saraf Diskusi Sindroma Guillain-Barre (GBS) atau disebut juga dengan radang polineuropati demyelinasi akut (AIDP).klonus (-).5 mmol/L.BAB (+). 1996.nyeri perut (-). 4. Terapi spesifik menggunakan imunoglobulin atau plasmaparesis.medscape. Available from: http://emedicine. Diagnosis Paralisis Flaksid Akut DD Guillain Barre Syndrome. poliradikuloneuritis idiopatik akut.meningeal sign (-). Neurology in clinical practice: the neurological disorders.nyeri kepala (-). antara lain kegagalan nafas dan disfungsi otonomik. Guillain-Barre Syndrome. antara lain terapi pertukaran plasma (plasmapheresis) dan injeksi immunoglobulin dosis tinggi intravena (IVIG) Jadwal plasmapheresis berkisar antara 4 hingga 6 kali (40-50 ml/kg) dengan mesin kontinu selang sehari. Referensi 1. Sehari sebelum masuk rumah sakit cacar air sudah sembuh akan tetapi kaki dan tangan susah digerakkan dan anak tidak dapat bangun dari tempat tidur. dan biasanya dicetuskan oleh suatu proses infeksi yang akut. p. Evaluasi adanya sesak napas perlu dilakukan untuk memikirkan keperluan pemakaian ventilator. Tanda gagal nafas antara lain perburukan FVC.Anak hanya berobat ke bidan untuk menurunkan panas dan sembuh. [updated Dec 19. gas darah arterial. Pasien ini tidak memerlukan ventilator karena masih dapat bernafas spontan.canada.

free air (+). Peritonitis. air fluid level (-). dengan sinar horizontal proyeksi AP.htm 5. tampak gambaran hypoechoic dengan tepi hyperechoic.Barre Syndrome (GBS) Support Group. tidak tampak fraktur.SMF Ilmu Kesehatan Anak. Sagung Seto Penulis Yanuar Surya Pratama. Ketepatan diagnosis dan penanggulangannya tergantung dari kemampuan melakukan analisis pada data anamnesis. Available from: http://www.2006310148.RSUD Saras Husada Purworejo.medicinenet. Pemeriksaan penunjang Kasus Pasien seorang laki-laki usia 46 tahun datang dengan keluhan teras sebah.dailystrength.pemeriksaan pelvis menunjukkan struktur tulang baik.2012 PEMERIKSAAN PENUNJANG FOTO ABDOMEN pada PENEGAKAN DIAGNOSIS AKUT ABDOMEN et causa PERITONITIS GENERALISATA AKMAL FALAH 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah. iskemia dan perdarahan. 2. 2012 [08:57 UTC] Abstrak Akut abdomenmerupakan suatu kegawatan pada abdomen dimana memerlukan tindakan segera untuk penanganannya. dengan sinar horizontal. dilatasi usus. Injeksi Cefotaxime 2 x 1 Ampul. Peritonitis selain disebabkan oleh kelainan di dalam abdomen yang berupa inflamasi dan penyulitnya. Tiduran miring ke kiri (left lateral decubitus = LLD). Available from: http://www. Infus RL 20 tpm.Keputusan untuk melakukan tindakan bedah harus segera diambil karena setiap keterlambatan akan menimbulkan penyakit yang berakibat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Diagnosis Akut Abdomen e. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya defans musculer dan nyeri tekan di semua lapang abdomen. Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi. yaitu sebagai berikut: 1.Tarwoto. Sedangkan pada pemeriksaan USG tampak cairan bebas intraabdominal pada horizon pouch. Duduk atau setengah duduk (semi erect) atau berdiri kalau memungkinkan. S. Akut abdomen yang sering adalah peritonitis. Injeksi Kalnex 2 x 1 Ampul Diskusi Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut. Keluhan dirasa setelah pasien mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya saat mengendarai kendaraan bermotor roda dua.org/news/Guillain-Barre-Syndrome-GBS Guillain-Barré Syndrome. Jakarta.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May. Peritonitis Generalisata Terapi Pro Laparatomi. Sebagian kelainan disebabkan oleh cidera langsung atau tidak langsung yang mengakibatkan perforasi saluran cerna atau perdarahan. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Persarafan.2007. Injeksi Ketorolac 2 x 1 Ampul. proyeksi . 3. sinar dari arah vertikal dengan proyeksi anteroposterior (AP). bulat – bulat / lonjong di subcutis di daerah infraumbilical. Ns. Keywords: Akut abdomen.batas tegas.com/guillain-barre_syndrome/article. kontur ren dextra dan sinistra tidak jelas.c. Tiduran telentang (supine). pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pasien mengaku setang motor mengenai perutnya. vertebra spur (). juga oleh ileus obstruktif. Pemeriksaan radiologi BNO 2 posisi hasil menunjukkan adanya peningkatan jumlah udara usus. mual dan nyeri perut tumpul pada seluruh lapang abdomen.Kep.

dan adanya kekaburan pada cavum abdomen. suprohaita. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. sitologi atau patologi Foto thorax dan foto LLD abdomen sangat sensitif untuk mendeteksi udara bebas intraperitoneum dalam volume kecil ( < 5 ml ). Ilmu bedah gawat darurat.Peritonitis dapat terjadi akibat suatu respon inflamasi atau supuratif dari peritoneum yang disebabkan oleh iritasi kimiawi atau invasi bakteri. Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi Referensi Arif Manjoer. Soelarto Rekso Prodjo. Selain itu.1995. dan gangguan kesadaran. Pada foto terlentang abdomen.W. Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut. ed:11. 2012 [08:40 UTC] Abstrak Demam Tifoid ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. 2000.Dr. tanda utama radiologi adalah: 1. fotoLLD pada abdomen bagian atas akan menunjukkan udara bebas dalam bentuk bulan sabit dengan densitas rendah di sebelah lateral dari tepi lateral lobus kanan hati. 20060310152.Cipto Mangunkusumo. Bagian Ilmu Radiologi. Pada foto thorax tegak.f.1992. RSUD SETJONEGORO WONOSOBO PENATALAKSANAAN DEMAM TIFOID pada ANAK USIA 10 TAHUN akmal falah 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah. pecahnya usus buntu atau karena sebab lain.514-526. psoas line menghilang. Kapita selekta kedokteran. Ada dua tanda yang dapat membantu : tanda Rigler.udara bebas sulit dideteksi. Dudley a. jaringan atau cairan patologis dapat diambil untuk pemeriksaan kimia. Pada posisi semi erect. kelainan yang langsung dilihat dapat difoto untuk dokumentasi. Ketepatan diagnosis akan meningkat bila digunakan kontras ganda. Udara sub diafragmatik harus dibedakan dengan pneumothoraks subpulmonal.51-57. UGM University Press. 2. didapatkan preperitonial fat menghilang. Wiwiek S. Bila tidak yakin apakah terdapat udara bebas intraperitoneum atau tidak.Bagian Bedah Staf pengajar FKUI. Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. Trauma Abdomen. gangguan pada saluran cerna. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen. udara berbentuk bulan sabit tampak di bawah hemidiafragma. Kesimpulan Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum yang merupakan pembungkus visera dalam rongga perut. yaitu kontras positif (barium) dan negatif (udara). didapatkan free air pada subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow). 3. Penatalaksanaan demam tifoid meliputi medikamentosa dengan antibiotik dan terapi suportif . Trauma Abdomen. yaitu adanya gas di dinding usus sisi manapun. Hamilton Bailey. Pada posisi supine. Rs. Foto kontras barium merupakan pemeriksaan yang penting dalam membantu menegakkan diagnosis curiga tumor. Penulis Akmal Falah. Penyebab tersering gambaran ini adalah perforasi usus akibat luka atau trauma tembus dan infark dinding usus. dan tanda garis ligamentum falsiform hepatis yang terbentuk di kuadran kanan atas oleh udara bebas. Trauma Abdomen. Pada posisi LLD. Wahyu I. Pemeriksaan Gastroduodenoskopi dilakukan bila ada keluhan dan tanda yang mencurigakan ke arah penyakit lambung dan atau duodenum serta untuk tindak lanjutnya Dengan endoskopi.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May.AP .

nafsu makan berkurang. Salmonella paratyphi A. lalu menurun di pagi hari. Widal TyH: 1/320. Penyebab dari demam typhoid adalah salmonella typhi yang merupakan bakteri gram negatif. Salmonella Thiphi juga dapat memperoleh plasmid faktor-R yang berkaitan dengan resistensi terhadap multiple antibiotik. Buang air kecil lancar. tidak batuk. Salmonella yang banyak dikenal di klinis adalah Salmonella typhi.1°C. setelah minum obat panas belum mereda. diberikan infusKaEn 3B 2100 cc/24 jamuntuk membantu mencukupi kebutuhan cairan dan membantu jalur masuk obat parenteral. tidak ada nyeri saat buang air kecil. minum biasa. tidak anyang-anyangan. Diskusi Demam typhoid adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari satu minggu. Mempunyai makro molekul liposakarida kompleks yang membentuk lapis luar dari dinding sel dan disebut endotoksin. mengadakan replikasi dan kemudian kembali ke darah dan menyebar ke kelenjar limfoid Ileum (Plaques Peyeri). tidak ada riwayat kontak dengan penderita TB. masuk aliran limfe dan mencapai kelenjar limfe . 4 hari SMRS pasien dibawa ke Puskesmas kemudian diberi 3 macam obat. Tekanan Darah: 110/60MmHg. 1 hari SMRS pasien masih panas.67%. tidak berkeringat dimalam hari.Pasien tidak memiliki riwayat batuk berdahat lebih dari 2 minggu. Keyword : antibiotik. Respirasi: 24 kali permenit. minum normal/biasa. mempunyai flagella. diberikan makanan rendah serat. Widal TyO: 1/320 Diagnosis Demam Tifoid Terapi Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi penatalaksanaan medikamentosa diberikan cefotaxime sebagai antibiotik diberikan secara intravena dengan dosis 1 g 2 kali sehari. Penyakit ini disebabkan oleh mikroba gram negatif Salmonella SP. Mikroba Salmonella yang ikut makanan sampai di usus menembus mukosa usus halus. TKTPdan memperbaiki gizi pasien. SGPT: 250 U/l. Suhu: 39. lebih suka jajan di sekolah atau pinggir jalan. Panas terjadi terus menerus. antigen flagelar (H) yang terdiri dari protein dan envelope antigen (VI) yang terdiri dari polisakarida. Hb: 11. isi dan tegangan cukup. teratur. suhu dirasakan naik turun.3 Kg/cm2.95 uL. tipe thorakoabdominal. bubur saring 3x1 porsi. Pada pemeriksaan penunjang : AL: 5. Vital Sign: Nadi: 96 kali permenit. saat sore hari panas meninggi. Salmonella typhi sangat resisten dan dapat hidup lama di air keruh. menurut orang tua pasien berat badan naik dalam beberapa bulan. demam tifoid Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan panas sejak 8 hari yang lalu. tidak nyeri saat BAB. haus dan lemas. Kesadaran: Apatis-Somnolen. Kuman Salmonellathipi masuk tubuh manusia melalui mulut dengan makanan dan air yang tercemar. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung. BMI: 17. Di tempat ini komplikasi perdarahan dan perforasi intestinal dapat terjadi. makanan yang tercemar atau terkontaminasi dan pakaian yang tercemar. SGOT: 155 U/l. AT: 240. Mempunyai sekurangkurangnya tiga macam antigen yaitu antigen somatik (O) yang terdiri dari zat komplek oligosakarida. demam dirasakan tidak terlalu tinggi. tidak muntah. obat tidak dihabiskan.9 g/dL.Bdan C. melalui pembuluh limfe masuk ke peredaran darah. tidak menggigil. gangguan pencernaan dan gangguan kesadaran. Pasien BAB cair 3 kali sehari. Sudah tidak buang air besar cair.(pemenuhan kebutuhan cairan dan kalori. Berat Badan: 50kg. paracetamol tiap 4-6 jam 3x1 tab bila panas. tidak terdapat lendir atau darah. Dalam serum penderita terdapat zat anti (aglutinin) terhadap ketiga macam antigen tersebut.26 juta uL. Pada pemeriksaan fisik KU: Pasien Tampak Lemas. nafsu makan berkurang. menimbulkan radang dan membentuk tukak. tidak berkapsul.000. AE: 4. Tinggi badan: 170cm. diet dengan nutrisi yang baik). Kuman Salmonella typhi kemudian menembus ke lamina propia. sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai jaringan Limfoid Plaque Peyeri di ilium terminalis yang mengalami hipertrofi. Hct: 36. ke organ-organ terutama hati dan limpa. Mengantuk. tidak membentuk spora fakultatif anaerob. tidak pilek. Seorang pasien anak laki-laki usia 14 tahun datang dengan keluhan demam naik turun sejak 12 hari sebelum masuk rumah sakit disertai diare.

setelah demam reda. terutama pada demam tinggi. pemeriksaan fisik. Pusponegoro HD. Kortikosteroid diberikan pada kasus berat dengan gangguan kesadaran. Cairan dan kalori.mesenterial yang juga mengalami hipertrofi. Arvin AM. Kapita Selekta Kedokteran. 2000. dibagi dalam 4 dosis selam 10 hari. Satari HI. REFERENSI Soedarmo SS. eksperimental disimpulkan bahwa endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam dan gejala-gejala toksemia pada demam tyfoid. Pertahankan oksigenasi jaringan. bila perlu asupan cairan dan kalori diberikan melalui sonde lambung. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. dibagi dalam 4 dosis selama 10-14 hari. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. bila perlu berikan O2. Hadinegoro SR. Behrman RE. Semula disangka demam dan gejala-gejala toksemia pada demam typhoid disebabkan oleh endotoksemia. RSUD Setjonegoro. EGC: Jakarta. 2004. PENULIS Akmal Falah. oral dibagi 2 dosis selama 10 hari.merupakan penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. Wonosobo. Salmonella typhi bersarang di plaque peyeri. Koreksi gangguan asam basa dan elektrolit. Amoksisilin 100 mg/kgBB/hari. pemenuhan kebutuhan cairan. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. Dapat diberikan setiap 4 jam apabila suhu tubuh pasien tidak juga turun. dan gangguan kesadaran. Kliegman R. Pemeriksaan Laboratorium Dan Diagnosis Infeksi Saluran Kemih Pada Anak 5 Tahun . dkk. karena membantu terjadinya proses inflamasi lokal pada jaringan tempat Salmonella typhi berkembang biak. Antibiotik yang dapat diberikan: Kloramfenikol (drug of choice) 50-100 mg/kgBB/hari. Pasien ini didiagnosis demam tifoid berdasarkan anamnesis. jumlah kebutuhan cairan dikurangi menjadi 4/5 kebutuhan dengan kadar natrium rendah. dan bagian-bagian lain sistem retikuloendotelial. FKIK UMY. limpa. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. Setelah melewati kelenjar-kelenjar limfe ini Salmonella typhi masuk aliran darah melalui ductus thoracicus. Hasan R. Antipiretik dapat diberikan Parasetamol dengan dosis 10 mg/kgBB/kali. dibagi 3 dosis hingga kesadaran membaik. oral dibagi dalam 2 dosis selama 10 hari. Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis. Garna H. 2008 Mansjoer A. KESIMPULAN Di Indonesia demam tifoid merupakan penyakit endemis. hati. Diet dengan makanan tidak berserat dan mudah dicerna. Pelihara keadaan nutrisi. Endotoksin salmonella typhi berperan pada patogenesis demam tyfoid. Tapi kemudian berdasarkan penelitian. oral selama 10 hari. Sefiksim 10 mg/kgBB/hari. Pada pasien ini penatalaksanaan meliputi tirah baring. serta diet makanan rendah serat dengan nutrisi yang baik . Pemilihan antibiotik pada kasus demam tifoid sekarang perlu mendapat perhatian karena dilaporkan sudah banyak timbul resistensi pada sefalosporin generasi ketiga. Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. dan pemeriksaan penunjang. Pada ensefalopati. 2002. gangguan pada saluran cerna. Ilmu Kesehatan Anak. dkk. Deksametason 1-3 mg/kgBB/hari IV. Demam pada tyfoid disebabkan karena Salmonella typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan penglepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang. muntah atau diare. dkk. oral atau IV. Kuman-kuman salmonella typhi lain mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus. Penuhi kebutuhan volume cairan intravaskuler dan jaringan. Seftriakson 80 mg/kgBB/hari. dapat segera diberikan makanan yang lebih padat dengan kalori cukup. Kotrimoksasol 6 mg/kgBB/hari. 2000. 20060310152 Bagian Ilmu Kesehatan Anak. oral atau IV. Nelson Ilmu Kesehatan Anak. pemberian antibiotik dan antipiretik.

Apabila didapat leukosituri yang bermakna. Pasien didiagnosis sebagai infeksi saluran kemih. Jumlah leukosit yang dianggap bermakna adalah >10 / lapang pandang besar (LPB). apatis.000 unit koloni per ml urine segar pancar tengah (midstream urine) pagi hari digunakan sabagai batasan diagnosis ISK. hipertensi. Pertumbuhan bakteri mencapai lebih dari 100. merasa ada benjolan pada perut (-).Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May. BAK menjadi keruh. meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. terasa panas (+). epispadia. Pemeriksaan fisik Dijumpai demam. BAB Baik seperti biasanya tidak keras ataupun cair 1x perhari. anyang anyangan (polakisuria) dan bau kencing yang menyengat. kelainan pada organ genitalia eksterna seperti fimosis. keyword : Diagnosis. pilek (-). Langkah diagnostik untuk menegakkan ISK antara lain : Anamnesa. Pemeriksaan langsung kuman patogen dalam urin sangat tergantung kepada pemeriksa. Diagnosis infeksi saluran kemih Terapi pada kasus ini diberikan ◦ Infus Ringer laktat 15 tetes permenit ◦ Antibiotik pilihan : Gol. dari asimtomatik sampai gejala sepasis yang berat. leukosit (Leukosit > 5 LPB). muntah. Pada anak kurang dari 10 tahun ISK ditemukan pada 3. nyeri ketok pinggang (sudut kostovertebra). Pada neonatus usia 2 bulan. Pada kelompok usia ini angka ISK mencapai 5%. di samping infeksi saluran cerna. dari pemeriksaan lab urine rutin ditemukan lekosit yang meningkat dalam urin. hematuria (eritrosit > 5 LPB) Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine Pemeriksaan penunjang lain digunakan unuk mencari faktor resiko seperti USG perut dan bila perlu dilanjutkan dengan miksio sisto uretrogram (MSU) dan pielografi intravena (PIV) Pemeriksaan Mikroskopik Urin Pemeriksaan mikroskopik dilakukan untuk menentukan jumlah leukosit dan bakteri dalam urin. mengompol. perlu mengenal ISK sedini mungkin agar dapat ditata laksana dengan adekuat untuk menghindari akibat yang lebih buruk. frekuensi kencing meningkat. ISK merupakan penyakit penting pada anak. berat badan sukar naik atau anoreksia Pada anak besar gejalanya lebih khas seperti sakit waktu kencing. ISK pada neonatus kurang bulan adalah sebesar 3% sedangkan neonatus cukup bulan 1%. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan urin (kencing) dijumpai protein. pemeriksaan laboratorium. karena menyebabkan gejala tidak menyenangkan pada anak. Seflosporin : cefotaxim 150 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis : 4 x 525 mg (I. ataupun gagal ginjal yang memerlukan tindakan cuci darah atau cangkok ginjal. ISK dapat menyebabkan komplikasi berupa batu saluran kemih. R Balatif. gejalanya dapat menyerupai infeksi atau sepsis berupa demam. perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan kultur. mencret. Kasus Seorang pasien anak laki-laki usia 5 tahun dengan berat badan 15 kg datang dengan keluhan pasien merasa sakit perut daerah bawah pusat sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit yang makin meningkat. nyeri perut atau pinggang. tidak pernah mengunakan pempers. Apabila ditemukan satu atau lebih kuman pada pemeriksan .1% anak lelaki. berat badan tidak naik.Dibuat oleh: Nur Aini Abd.V ) selama 7-10 hari ◦ Antipiretik Paracetamol tab : 10-15 mg/kgBB/kali : 3 x 1/3 tab (bila panas) Diskusi Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih. Diagnosis yang cepat dan akurat dapat mencegah penderita ISK dari komplikasi pembentukan parut ginjal dengan segala konsekuensi seperti hipertensi dan gagal ginjal kronik. nyeri tekan perut bawah (supra simfisis).5% anak perempuan dan 1. kelainan tulang belakang seperti spina bifida. muntah (-) panas hilang timbul. nyeri saat BAK (+). anoreksia. BAK jernih. hipospadia. tidak membaik saat berubah posisi. ISK merupakan penyebab demam kedua tersering setelah infeksi akut saluran napas atas pada anak usia kuran 2 tahun. sakit sekitar pinggang (-). Bila tidak ditanggulangi secara serius. 2012 [15:17 UTC] Abstrak Infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyakit yang sering ditemukan pada anak. infeksi saluran kemih. problem minum dan sianosis (kebiruan) Pada bayi gejalanya berupa demam. Gambaran klinis ISK sangat bervariasi dan sering tidak khas. tidak terjatuh atau terbentur sebelumnya. mual (). Karena itu.

2004. 2009. 2007. Primary Care Case Review 2001 (4) .Sudoyo. frekuensi berkemih dan pemberian antibiotika sebelumnya . Radiologi. Pedoman pelayanan Kesehatn Anak di Rumah Sakit rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten. Diagnosis and management urinary tract infections : asymptomatic bacteriuria. Perlu diperhatikan pula banyaknya jenis bakteri yang tumbuh. 2012 [15:16 UTC] ABSTRAK : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. Kumalawati J. Sedangkan bila hanya tumbuh koloni dengan jumlah < 103 koloni / ml urin. Pusponegoro. 4.105 koloni / ml urin. kemungkinan kontaminasi belum dapat disingkirkan dan sebaiknya dilakukan biakan ulang dengan bahan urin yang baru. Penegakan diagnosa ISK melalui anamnesa. ed. Kriteria untuk diagnosis bakteriuria bermakna Penegakkan Diagnosis Jumlah koloni bakteri per ml urin Pengambilan spesimen Sistitis akut nonkomplikata pada wanita > = 103 cfu/ml Urin pancaran tengah Pielonefritis nonkomplikata pada wanita >=104 cfu/ml Urin Pancaran Tengah ISK komplikata > 105 cfu/ml > 104 cfu/ml Urin Pancaran tengah pada wanita Kateter (wanita) Algoritme penanggulangan ISK : Kesimpulan Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih. Bagian Patologi Klinik FKUI-RSCM. Yogyakarta. Diagnosis bakteriologik infeksi saluran kemih dengan biakan urin. 1993. meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. Jakarta: WHO Indonesia 3. Bila jumlah koloni yang tumbuh > 105 koloni/ml urin. Faktor yang dapat mempengaruhi jumlah kuman adalah kondisi hidrasi pasien. KU : tampak kesakitan . Jika diperoleh jumlah koloni antara 103 . Idrus Alwi. 553-557. In: Aru W. RSUD Saras Husada. Infeksi Saluran Kemih Pasien Dewasa. Standar Pelayanan medis Kesehatan Anak. Lokakarya pemeriksan laboratorium klinik pada penyakit infeksi. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. IDAI 2. Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine. Bakteriuria asimtomatik ditegakkan apabila 2 urin kultur bakteri strain sejenis diambil >24jam menunjukkan bakteriuria sebanyak >= 105 cfu/ml. cystitis and pyelonephritis. Redington J. Enday Sukandar. Hardiono dkk. Kultur Urin Deteksi jumlah bermakna kuman patogen (significant bacteriuria) dari kultur urin masih merupakan baku emas untuk diagnosis ISK. 5. Marcellus Simadibrata K. Edisi IV. maka dapat dipastikan bahwa bakteri yang tumbuh merupakan penyebab ISK. McBryde C. Kasus : Pasien laki -laki 32 tahun datang dengan keluhan nyeri paha tengah setelah jatuh dari sepeda motor. 3 – 14. Ganbaran Radiologi Pada Pasien dengan Fraktur Femur Dibuat oleh: Nur Aini Abd. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. R Balafif / 20060310038.Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May. Siti Setiati. dan pemeriksaan penunjang. berapapun bakteri yang terdapat pada urin adalah relevan. maka kemungkinan besar bahan urin yang diperiksa telah terkontaminasi Tabel 3. R Balatif. luka luar pada paha (-). maka bakteri yang tumbuh kemungkinan besar hanya merupakan kontaminasi flora normal dari muara uretra. maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. perlu dilakukan pemeriksaan kultur. Kesulitan berjalan (+). Pada spesimen urin suprapubik. Penulis Nur Aini Abd. Imobilisasi.langsung. Referensi 1. Stase Ilmu Kesehatan Anak. pemeriksaan fisik. Indonesia: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI. Bila >3 jenis bakteri yang terisolasi.Kesadaran . Jakarta. Bambang Setiyohadi. Kata Kunci : Fraktur femur. World Health Organization. lokasi serta ekstensi fraktur.

rontgen tersebut juga dapat digunakan untuk membantu memudahkan dalam perencanaan orif. Purworejo.: Compos Mentis. Bagian Bedah FKUI. Dua kali dilakukan foto. Dalam: Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Untuk menentukan teknik pengobatan. Jakarta: 1998. R : 24x/m. 2.Tujuan pemeriksaan radiologis : a.. e. Malueka. foto pertama biasanya tidak jelas sehingga biasanya diperlukan foto berikutnya 10-14 hari kemudian.com/osteoartritis/ Sjamsuhidajat R. dapat juga diakukan pemeriksaan radiologi lainnya seperti : bone scans. b. Radiologi Diagnostik FK UI. N : 92x/m.Vital Sign :TD : 140/80. Pabst. Dua posisi proyeksi. 1995. R Balafif. e. 2005. Palmer. pada trauma yang hebat sering menyebabkan fraktur pada dua daerah tulang. Dua anggota gerak. Sobbota. Jakarta: EGC. EGC. Putz. g. 2002. 2012 [23:30 UTC] Abstrak Hipermetropi merupakan keadaan dimana kekuatan pembiasan sinar pada mata tidak cukup kuat untuk memfokuskan sinar pada bintik kuning (macula lutea). maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. Kesimpulan : Untuk membantu menegakkan diagnosis pada fraktur femur dapat dilakukan pemereiksaan radiologi berupa foto AP dan lateral femur.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Hipermetropia merupakan kelainan refraksi dimana dalam . 3. Partono. R. Buku Ajar Ilmu Bedah. 2005. d. Radiologi Diagnostik. FKUI. Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley. ed revisi. b. Edisi kedua. c. misalnya peluru .Rontgen Femur dextra AP/Lat: Kompleta communited fraktur femur dextra 1/3 medial cum angulationem. Atlas Anatomi Manusia. Bagian Ilmu Radiologi. Pada fraktur tertentu misalnya fraktur tulang skafoid. dilakukan sekurang-kurangnya yaitu pada anteroposterior dan lateral. T :afebris. Jakarta. AG. untuk menentukan letak dan bentuk pasti dari frakturnya. RSUD Saras Husada. f. Tomogram. Sjahriar R. Untuk menentukan apakah fraktur intra-artikuler atau ekstra-artikuler. c. d. Untuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang Untuk melihat adanya benda asing. b. GCS E4V5M6 . RGC. 2009. Aposisi kurang baik dan alignment jelek Diagnosis : Kompleta communited Fraktur Femur dextra 1/3 medial Diskusi : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. Referensi 1. Radiologi Diagnostik. RG. Penatalaksanaan OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi pada Pasien Usia 60 Tahun Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. R. Dua sendi pada anggota gerak dan tungkai harus di foto. lokasi serta ekstensi fraktur. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. Untuk konfirmasi adanya fraktur. Dua trauma. Pustaka Cendekia Press. Status Lokalis Regio Femoralis :Pada regio femoralis dextra tampak terpasang spalk. ed 21. di atas dan di bawah sendi yang mengalami fraktur. Bone scans. ed kedua. Untuk melihat sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya. 2008. I. 2010. Pemeriksaan radiologis dilakukan dengan beberapa prinsip dua: a. Kab. 4. 20060310038. Jawa Tengah. http://mukipartono. Muki. Untuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi. Ekayuda. Fraktur Batang Femur. Osteoarthritis. Djoko Simbardjo. Penulis Nur Aini Abd. sehingga mata menfokuskan sinar di belakang retina. Wim De Jong. Yogyakarta. Pada anak-anak sebaiknya dilakukan foto pada ke dua angota gerak terutama pada fraktur epifisis. Untuk menentukan fraktur itu baru atau tidak. atau MRI Scans. Apley. Jakarta: Widya Medika. Petunjuk Membaca Foto untuk Dokter Umum. nyeri gerak aktif nyeri gerak pasif dan krepitasi sdn . Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. Jakarta. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan : a. PES dkk. Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler.

00 D tersebut. Pengobatan hipermetropia adalah diberikan koreksi hipermetropia manifes dimana tanpa siklopegia didapatkan ukuran lensa positif maksimal yang memberiakn tajam penglihatan normal. Penanganan presbiopia adalah dengan membantu akomodasinya menggunakan lensa cembung (plus). yang .50 D. Pasien dengan hipermetropia sebaiknya diberikan kaca mata sferis positif terkuat atau lensa positif terbesar yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal.00 D adalah lensa plus terkuat sebagai addisi yang dapat diberikan pada seseorang. Refraksi ISI Pasien Ny.00 D. Presbiopia. R.00 D. 50 tahun ——— +2. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama. 45 tahun ——— +1.keadaan mata istirahat semua sinar sejajar yang datang dari benda-benda pada jarak tak terhingga dibiaskan dibelakang retina. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh. mata tidak melakukan akomodasi bila melihat obyek yang berjarak 33 cm.00 D untuk melihat dekat atau membaca DISKUSI Pada hipermetropia diperlukan lensa cembung atau konveks untuk mematahkan sinar lebih kuat ke dalam lensa. dan OS 6/6. di mana kemampuan akomodasi seseorang telah mengalami penurunan sehingga sampai pada tahap di mana penglihatan pada jarak dekat menjadi kurang jelas dan terjadi pada orang yang telah lanjut usia (diatas 40 tahun). Presbiopi. Berikut ini merupakan addisi rata – rata yang ditemukan pada berbagai tingkatan usia : 40 tahun ——— +1. Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda.00 D dan koreksi visus dengan lensa sferis + 0.5 sferis + 0. atau mempunyai status refraksi ametropia. Lensa bifocal atau multifocal dapat dipilih jika penderita presbiopia menginginkan penglihatan jauh dan dekatnya dapat terkoreksi. yang biasa juga disebut penglihatan tua (presby = old = tua.00 D. Pada setiap kekuatan lensa +1 dioptri akan terjadi pembesaran benda yang dilihat sebesar 2%.00 D dan OS add sferis + 3. Selain dengan lensa kacamata. Hal ini untuk memberikan istirahat pada mata akibat hipermetropia fakultatifnya diistirahatkan dengan lensa positif. DIAGNOSIS OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi TERAPI •OD: Kacamata lensa sferis + 3.50 D dekat didapatkan OD add sferis + 3. Jika penderita merupakan seseorang yang dalam pekerjaannya lebih dominan menggunakan penglihatan dekat. penting untuk memperhatikan kebutuhan jarak kerja penderita pada waktu membaca atau melakukan pekerjaan sehari – hari yang banyak membutuhkan penglihatan dekat. 55 tahun ——— +2. Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat.50 D. presbiopia juga dapat dikoreksi dengan lensa kontak multifocal. Penderita yang memakai kacamata positif akan terlihat seolah-olah matanya menjadi besar. maka ukuran dioptri lensa cembung itu diaplikasikan ke dalam apa yang disebut sebagai addisi. Keyword : Hipermetropi. Karena jarak baca dekat pada umumnya adalah 33 cm.5 dan OS 6/6. Pada keadaan ini. Addisi adalah perbedaan dioptri antara koreksi jauh dengan koreksi dekat. karena obyek tersebut berada pada titik focus lensa S +3. Sedangkan 6/6. Lensa. opia = vision = penglihatan) merupakan keadaan normal sehubungan dengan usia. Dalam menentukan nilai addisi. maka lensa S +3. 60 tahun ——— +3.00 D. Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya.50 D untuk melihat dekat atau membaca •OS: Kacamata lensa sferis + 3. Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan serupa pada keluarga (-). Pada pasien hipermetropia aksial memerlukan kekuatan lensa yang lebih tinggi untuk menggeser sinar ke macula lutea dibanding dengan hipermetropia lain. Dengan kacamata positif tebal akan terjadi kesukaran melihat seperti gangguan penglihatan tepi dan aberasi sferis. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7. dan sinar-sinar divergen yang datang dari benda-benda yang jaraknya dekat dibiaskan lebih jauh lagi di belakang retina. Jika penderita presbiopia juga ingin memakai kacamata untuk penglihatan jauhnya. lensa jenis fokus tunggal (monofocal) merupakan koreksi terbaik untuk digunakan sebagai kacamata baca. Untuk visusuntuk koreksi OD 6/7.

KESIMPULAN Pada Kasus ini. Hanya saja. Breathing: spontan. Refraksi. RiordanEva P. In: Vaughan DG. RSUD Panembahan Senopati. LMA adalah alat supra glotis airway. R.50 D 6/6. Manajemen Jalan Nafas ISI Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. Jakarta: Widya Medika. 3rd ed.5 dan OS 6/6. Ilmu Penyakit Mata. Alat koreksi yang dipakai bisa berupa lensa kacamata atau lensa kontak. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7. Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat. tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Ilmu Bagian Penyakit Mata. pada penatalaksanaan dificult airway yang diketahui atau yang tidak diperkirakan. Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya.Riordan-Eva P. Sedangkan untuk koreksi OD 6/7. 2012 [23:22 UTC] Abstrak Hilangnya kesadaran karena induksi anestesi berhubungan dengan hilangnya pengendalian jalan nafas dan reflek-reflek proteksi jalan nafas.tersedia dalam bentuk lensa kontak keras maupun lensa kontak lunak. Keluhan serupa pada keluarga (-). tidak terdapat suara ronkhi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Pengendalian jalan nafas dalam anestesi. sementara sebagian besar yang lain dapat pusing – pusing atau kehilangan kedalaman persepsi atas obyek yang dilihat. dan OS 6/6. Asbury T. respiration rate 18x/menit. In: Ilyas S. LMA bukanlah suatu penggantian endotrakheal. tidak memiliki riwayat alergi.5 sferis + 0. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama. In: Wijana N. M II. dan mata yang satunya lagi dikondisikan hanya bisa untuk melihat dekat. Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda. 2009. Optik & Refraksi. Indikasi pemasangan LMA yaitu sebagai alternatif dari ventilasi face mask atau intubasi endotrakheal untuk manajemen airway. karena membutuhkan perlakuan dan perawatan secara khusus. tidak memiliki riwayat diabetes melitus. Yogyakarta. didesain untuk memberikan dan menjamin tertutupnya bagian dalam laring untuk ventilasi spontan.00 D dan OS add sferis + 3. Alih Bahasa: Pendit BU. tidak memiliki riwayat hipertensi. 14th ed.00 D. tidak setiap orang dapat menggunakan lensa kontak ini.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. maka dari itu sangatlah penting untuk mengendalikan jalan nafas pasien saat dilakukan operasi. Metode lain dalam mengkoreksi presbiopia adalah dengan tehnik monovision (penglihatan tunggal). Keyword : Anastesia. Oftalmologi Umum. salah satunya dapat dengan menggunakan LMA. Ada beberapa orang yang dapat menggunakan metode ini.Ilyas S. White OW. Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya. LMA. 3rd ed. Hasil dari pemeriksaan fisik. 3.Wijana N. 2000. Pasien terdiagnosa OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi. Bantul. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh. Jakarta: 1983 Penulis Barii Hafidh Pramono. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma. 2012 Manajemen Jalan nafas dengan Laryngeal Mask Airway pada Pasien Appendiktomi dengan ASA I Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. ketika pemakaian endotrakheal menjadi suatu indikasi. Pasien Ny. Untuk visus dekat didapatkan OD add sferis + 3. Tajam Penglihatan dan Kelainan Refraksi Penglihatan Warna. di mana salah satu mata dikondisikan hanya bisa untuk melihat jauh saja. Airway: clear. terdapat suara dasar vesikuler. Referensi 1. 2. circulating : tekanan darah 110/70 . Ilmu Penyakit Mata.

tidak memiliki riwayat hipertensi. Budac S. derajat II . Pasien dikategorikan ASA I. dissability : compos mentis. dan Fastrach LMA yang dapat memfasilitasi intubasi bagi pasien dengan jalan nafas yang sulit. juga pemasangan bronkhoskop. yakni derajat I atau ringan. Can j Anesth 2005 . Anesthesiology 2003 . Pada pasien ini tidak ditemukan kontraindikasi untuk pemakaian LMA. Anesth Analg 1996 . Moric M. Kontraindikasi untuk LMA adalah pasien dengan kelainan faring (misalnya abses). atau komplians paru rendah (misalnya penyakit restriksi jalan nafas) yang memerlukan tekanan inspirasi puncak lebih besar dari 30 cm H2O. pasien dibius secara general anestesi melalui inhalasi dan untuk pengendalian jalan nafasnya dilakukan dengan LMA. tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Avramov MN. hemodynamic response and emergence characteristic. 2012 Pemberian Diazepam Terhadap Pasien Generalized Tetanus Grade II Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. Bantul. LMA yang tidak dapat dipakai ulang. Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. terdapat suara dasar vesikuler. sehingga pengendalian jalan nafas dengan LMA dapat dilakukan. Penggunaan LMA meningkat untuk menggantikan pemakaian face mask dan endotrakheal tube selama pemberian anestesi. Referensi 1. 52 : 739 – 760 3. ProSeal LMA yang memiliki lubang untuk memasukkan pipa nasogastrik dan dapat digunakan ventilasi tekanan positif. penggunaan LMA dihubungkan dengan kejadian bronchospasme lebih kurang dari pada dengan endotrakheal tube.Verghese C. Tuman KJ. hernia hiatal). lambung yang penuh (misalnya kehamilan. dan untuk membantu ventilasi selama bronchoscopy fiberoptic. Breathing: spontan. suatu toksin protein yang kuat yang dihasilkan oleh Clostridium tetani. 2012 [23:20 UTC] Abstrak Tetanus adalah Gangguan neurologis yang ditandai dengan meningkatnya tonus otot dan spasme. 99 : A571 Penulis Barii Hafidh Pramono. tidak terdapat suara ronkhi. yang disebabkan oleh tetanospasmin. Ilmu Bagian Anastesiologi dan Reanimasi. heart rate 78 x/menit. sumbatan faring. Airway: clear.El-Ganzouri A.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Lee G. akan tetapi. Secara tradisional. Brimacombe JR. LMA memiliki kelebihan istimewa dalam menentukan penanganan kesulitan jalan nafas dibandingkan combitube. circulating : tekanan darah 110/70 mmHg. M II. bukti-bukti baru menunjukkan bahwa karena tidak ditempatkan dalam trakhea. 82 : 129 – 133 2. The ProSeal laryngeal mask airway .Cook TM. Ada 4 tipe LMA yang biasa digunakan: LMA yang dapat dipakai ulang. Survey of Laryngeal mask airway usage in 11910 patients : safety and efficacy for conventional and nonconventional usage. DIAGNOSIS Appedensitis Akut TERAPI •Appendictomy DISKUSI Pada pasien ini. Saat pelaksanaan operasi. heart rate 78 x/menit. Nolan JP.Proseal laryngeal mask airway versus endotracheal tube : ease of insertion. LMA dihindari pada pasien dengan bronkhospasme aatau resistensi jalan nafas tinggi. LMA dipilih sebagai manajemen airway karena merupakan alternatif dari ventilasi face mask.mmHg. tidak memiliki riwayat alergi. respiration rate 18x/menit. tidak memiliki riwayat diabetes melitus. KESIMPULAN Pada Kasus ini. a review of the literature. Pasien dikategorikan ASA I. tetanus umum terdiri atas 3 derajat. Hasil dari pemeriksaan fisik. untuk memfasilitasi ventilasi dan pemasangan endotrakheal tube pada pasien dengan difficult airway. Yogyakarta. RSUD Panembahan Senopati. dissability : compos mentis. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma.

atau sedang, derajat III atau berat. Derajat I atau ringan bercirikan masa inkubasi lebih dari 14 hari, periode onset > 6 hari, trismus positif tapi tidak berat, sukar makan dan minum tetapi disfagi tidak ada, lokalisasi kekakuan dekat dengan luka berupa spasme disekitar luka dan kekakuan umum terjadi beberapa jam atau hari. Derajat II atau sedang bercirikan masa inkubasi 10-14 hari, periode onset 3 hari atau kurang, trismus dan disfagi ada, kekakuan umum terjadi dalam beberapa hari tetapi dispnoe dan sianosis tidak ada. Derajat III atau berat bercirikan masa inkubasi < 10 hari, periode onset < 3 hari, trismus dan disfagia berat, kekakuan umum dan gangguan pernapasan asfiksia, ketakutan, keringat banyak dan takikardia. Keyword : Berat, Ringan, Sedang, Tetanus ISI Penderita laki-laki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahan-lahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). DIAGNOSIS Generalized Tetanus Grade II TERAPI •O2 2L/menit •Infus NaCl + diazepam IV ampul •Infus Metronidazole •ATS 100.000 u/i.v selama 2 hari •Mecobalamin 1 ampul/ i.v •Rawat Luka DISKUSI Diazepam, turunan benzodiazepin, telah lama dilaporkan efektif dalam pengobatan tetanus. Selanjutnya, beberapa laporan lain menyatakan bahwa diazepam dibandingkan dengan agen terapeutik lainnya menawarkan manfaat yang signifikan dalam pengobatan tetanus. Manfaat ini diberikan ke antikonvulsan dikombinasikan dan tindakan relaksasi otot kejang otot pada tetanus dan kekakuan. Juga, ia memiliki efek sedatif dan ansiolitik. Tidak seperti barbiturat, diazepam, diberikan dalam dosis tinggi, dilaporkan menyebabkan depresi pernapasan kecil. Diazepam dapat diberikan secara oral melalui selang nasogastrik, rektum, atau dengan infus intravena. Diazepam intramuskular ditandai dengan penyerapan menentu. Bioavailabilitas setelah pemberian oral dan rektal diazepam dilaporkan menjadi baik, dengan hampir lengkap plasma tingkat penyerapan dan puncaknya terjadi dalam 30-90 menit. Algoritma pemberian diazepam apabila pasien datang dengan keluhan kejang maka diberikan diazepam 10 mg i.m. kemudian dievaluasi, apabila masih kejang berikan lagi 10 mg maksimal 3x pemberian. Apabila masih kejang, maka masuk ICU. Namun apabila sudah tidak kejang masuk ke maintenance dimana alur ini sama dengan pemberian diazepam saat pertama kali dan langsung tidak kejang. Maintenance ini diberikan dengan dosis 20mg/kgBB/24 jam diberikan dalam 8 dosis setiap 3 jam. Apabila tidak kejang dalam 48-72 jam maka dosis diturunkan 10-15%. Apabila masih kejang, maka dosis dinaikkan perlahan dan jarak interval dosis menjadi 2 jam. KESIMPULAN Pada kasus ini, penderita lakilaki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahanlahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). Pemberian diazepam pada pasien ini ternyata efektif sebagai pemberian terapi antikonvulsan dan sebagai relaksasi kejang otot dan kekakuan otot. Referensi 1.Weinberg WA. Control of the neuromuscular and convulsive manifestations of severe systemic tetanus: case report with a new drug Valium (Diazepam). Clinical Pediatrics 1964;71:226-8. 2.Rey M, Diop-Mar I, Robert D. Tetanus: Important new concepts. In: Veronesi R, editor(s). Excerpta Medica. Amsterdam, 1981:207-37 3.Arrate JK, Ugidos M, Garcia Rodrigo. Neonatal tetanum treatment with high doses of diazepam. Espanoles de Pediatria 1980;13:243-6. 4.Fox GS, Wynands JE, Bhambhami M. A clinical comparison of diazepam and thiopentone as induction agents to general

anaesthesia. Canadian Anaesthetists' Society Journal 1968;15:281-90. 5.Dalen JE, Evans GL, Banas JS, Brooks HL, Paraskos JA, Dexter L. The haemodynamic and respiratory effects of diazepam (Valium). Anesthesiology 1969;30:259-63 Penulis Barii Hafidh Pramono, Ilmu Bagian Penyakit Syaraf, RSUD Panembahan Senopati Bantul, Yogyakarta. 2012

Penggunaan Kortikosteroid pada Pasien Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:14 UTC] Abstrak Asma bronkhial adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, reversibel dimana trakeobronkial berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. Asma bronkhial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubahubah baik secara spontan maupun hasil pengobatan. Asma bronkhial tebagi atas tiga macam serangan yakni serangan ringan, sedang, dan berat. Selain itu asma bronkhial juga terbagi tiga episodik yakni episodik jarang, sering dan resisten. Keyword : Asma Bronkhial, Serangan, Episodik. ISI Pasien Ny. E.W usia 47 tahun datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Pasien mengaku belum minum obat apapun sebelumnya. Pasien juga bukan pengguna obat semprot untuk sesak nafas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. BAK (+) BAB (+) normal seperti biasa. Suami pasien bukan perokok. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+), dan tidak ada peningkatan apapun pada pemeriksaan laboratorium. DIAGNOSIS Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang. TERAPI •infus RL 8 tpm •nebulizer ventolin ampul/8 jam à k/p •acitromisin 1x500 •ambroxol 3x1 •metilprednisolon ¼ ampul/ 12 jam •salbutamol 3x2 mg DISKUSI Salah satu teori mengemukakan bahwa kortikosteroid dapat membentuk makrokortin dan lipo-modulin yang bekerja menghambat fosfolipase A2 membentuk leukotrien. Prostaglandin, tromboksan dan metabolit asam arakidonat lain. Kinerja makrokortin terhadap fosfolipase A2. Mekanisme kerja steroid yang lain adalah menghalangi pembentukan mediator oleh sel inflamasi, menghalangi penglepasan mediator dan menghalangi respons yang timbul akibat lepasnya mediator. Kortikosteroid dapat menekan pembentukan mast netrofil, eosinofel, kininogen di plasma. Selain itu juga dapat menghambat penglepasan basofil, makrofag, eosinofil, basofil. Kortikosteroid juga mampu menghalangi penggabungan terhadap leukosit. Kortkosteroid tidak dapat merelaksasi otot polos jalan nafas secara langsung tetapi dengan jalan mengurangi reaktifitas otot polos disekitar saluran nafas, meningkatkan sirkulasi jalan nafas, dan mengurangi frekuensi keparahan asma jika digunakan secara teratur. Cara pemberian yang paling baik adlah inhalasi. Pemakaian kortikosteroid jangka panjang dapat menurunkan kebutuhan terhadap kortikosteroid sistemik. Pada pemakaian kortikosteroid inhalasi jangka panjang dapat timbul efek samping kandidiasis orofaring, disfonia. Efek smaping itu dapat dicegah dengan pemakaian spacer atau dengan

mencuci mulut sesudah pemakaian alat. Obat kortikosteroid sistemik diberikan apabila obat ibhalsi masih kurang efektif dalam mengontrol asma. Obat sistemik juga diberikan pada saat terjadi serangan asma yang berat. Pada penderita asma akut berat ternyata pemberian kortikosteroid intravena yakni triamnisolon asetonid 40 mg memberikan perbaikan klinis dan faal paru yang lebih baik secara bermakna. Contoh obat kortikosteroid inhalasi, beclomethasone dipropionate bentuk sediaan inhalasi aerosol dengan dosis 200 µg 2x sehari, budesonide bentuk inhalasi aerosol 200 µg 2x sehari serbuk inhalasi dengan dosis 200-1600 µg sehari, dan fluticasone inhalasi aerosol 100-250 µg 2x sehari KESIMPULAN Pasien Ny. E.W datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+). Pada pasien ini diberikan kortikosteroid sebagai salah satu terapi yang direncanakan. Referensi 1.Feek MC. Oral corticosteroid use. Medicine Digest Asia 1992;10:1720.Medical Progress 1995;22:18-25. 2.Brogden RN, Tavish DM. Budesonide its use updated. Medical Progress 1993;20:19-21. 3.Ikhsan M, Yunus F, Mangunnegoro H. Efek beklometason dipropionat dan ketotifen terhadap hiperaktivitas bronkus pada penderita asma. J Rerpir Indo 1995;15:146-55. 4.Park CS. Use of inhaled corticosteroids in adult with asthma. Medical Progress 1999;20:17-20. Penulis Barii Hafidh Pramono, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, RSUD Panembahan Senopati, Bantul, Yogyakarta. 2012

Kriteria Ikterik Neonatorum (Hiperbilirubinemia Indirect) DD Observasi Infeksi Neonatus pada Bayi Prematur
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:07 UTC] Abstrak Ikterus yang ditemukan pada bayi baru lahir dapat merupakan suatu gejala fisiologis (terdapat pada 25-50% neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada neonatus kurang bulan) atau dapat merupakan hal yang patologis misalnya pada inkompatibilitas Rhesus dan ABO, sepsis, galaktosemia, penyumbatan slauran empedu dan sebgaainya. Ikterus fisiologis adalah ikterus yang timbul pada hari kedua dan ketiga yang tidak mempunyai dasar patologis, kadarnya tidak melewati kadar yang membahayakan atau mempunyai potensi menjadi ‗kernicterus‘ dan tidak menyebabkan suatu morbiditas pada bayi. Ikterus patologis adalah ikterus yang mempunyai dasar patologis atau kadar bilirubinnya mencapai suatu nilai yang disebut hiperbilirubinemia. Keyword : Hiperbilirubinemia, Ikterus Neonatorum, Ikterus Patologis ISI Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah, prematur. Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan, APGAR skor 5/6, berat badan lahir 1600 gram, panjang badan 41 cm pada usia kehamilan 31+5 minggu. Sesaat setelah dilahirkan, diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24,81 mg/dl; bilirubin direct: 0,61 mg/dl; bilirubin indirect: 24,21. DIAGNOSIS Observasi Ikterik Neonatorum DD Infeksi Neonatus

hexokinase. Perubahan siklus enterohepatik Breastfeeding Asam lemak bebas. -Gangguan dalam uptake dan konjugasi hepar disebabkan imaturitas hepar. diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. rubela. -Hypomotilitas usus menahan mekonium -Penurunan flora usus Bayi baru lahir.Hypothiroidisme . breast milk ß – glukoronidase. steroids. infantil pykoniositosis) -Defisiensi enzim: G6-PD.Penyakit jantung kongenital 2. -Hemolisis : hematoma. 3. ABO antagonis. defisiensi enzim G6-PD. hepatitis. hipoksia dan infeksi atau tidak terdapat enzim glukoronil transferase (G-6-PD) -Gangguan transportasi bilirubin dalam darah terikat oleh albumin kemudian diangkut ke hepar. talasemia dan lain-lain.Defisiensi glukuronil transferase (Crigler-Najjar syndrom) -Gilbert‘s syndrom -Hiperbilirubinemia familial (LuceyDriscoll syndrom) . -Kelainan dalam sel darah merah seperti pada defisiensi G6-PD (glukosa -6 fosfat dehidrokinase). penggunaan antibiotik. gentamisisn dan sebagainya. dan sepsis). serum bilirubin total lebih dari 12 mg/dl -Ikterus yang disertai proses hemilisi (inkompatibilitas darah. Defisiensi albumin menyebabkan lebih banyak bilirubin indirek yang bebas dalam darah yang mudah melekat pada otak (terjadi kernikterus).Keadaan ikterus dipengaruhi oleh: -Faktor produksi yang berlebihan melampaui pengeluarannya.Kriteria ikterus neonatorum patologis: -Timbul dalam 24 jam pertama kehidupan -Bilirubin total (indirek) Bayi Cukup Bulan ≥ 13 mg/dL. mekonium ileus. sifilis.Penyebab hiperbilirubinemia indirek A. galaktosemia Obat-obatan yang menggantikan ikatan bilirubin dengan albumin seperti sulfonamida.61 mg/dl. -Penyebab : kurang protein Y dan Z. stenosis pilorik. perdarahan karena trauma lahir. gangguan fungsi hepar akibat asidosis.TERAPI •O2 Headbox 5L/ menit •Infus D5% 5 tetes/menit •Cefixim peroral 2x10 mg •Fototerapi 24 jam •Diit ASI DISKUSI 1.5 mg/dL/jam -Kadar bilirubin direk > 2 mg/dL -Ikterus timbul 24 jam pertama kehidupan. Penurunan konjugasi . Bayi Kurang Bulan ≥ 10 mg/dL -Peningkatan bilirubin > 5 mg/dL dalam 24 jam atau > 0. APGAR skor 5/6. meningitis. -Kadar bilirubin serum pada bayi cukup bulan tidak lebih dari 12 mg/dl dan pada BBLR 10 mg/dl dan akan hilang pada hari ke-14. -Kelainan metabolik : hipoglikemia. penyakit karena toksoplasmosis. panjang badan 41 cm. bilirubin direct: 0. polisitemia. dan sebagainya. 4. prematur. Pengurangan uptake .Hipoxia . pyruvate kinase -Infeksi neonatus -Hematoma Peningkatan Red Blood Cells -Polysitemia B. sodium benzoat.Sepsis Asidosis . Pada bayi ini dimungkinkan penyebab terjadinya hiperbilirubinemia indirect dikarenakan pemecahan sel darah merah yang terlalu cepat.21. berat badan lahir 1600 gram. Terdapat pada hemolisis yang meningkat pada ketidak cocokkan golongan darah (Rh.Kriteria Ikterus neonatorum fisiologis -Warna kuning terjadi pada hari ke 2 atau ke 3 dan tampak jelas pada hari ke 5 -6 dan menghilang pada hari ke 10. bilirubin indirect: 24. defisiensi G-6-PD). kurangnya substrat atau konjugasi (mengubah) bilirubin. penyakit Hirschprung. delayed . elliptositosis. enzim glukoronyl transferase yang belum cukup jumlahnya.81 mg/dl.Panhypopituitarisme 3. ABO) -Defek membran ( sperositosis. -Pirau enterohepatik yang meninggi : obstruksi usus letak tinggi. Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan. Penurunan metabolisme bilirubin 1. 2. -Gangguan dalam ekskresi akibat sumbatan dalam hepar atau diluar hepar.Keadaan yang menimbulkan ikterus patologis -Penyakit hemolitik. Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. salisilat.Shunt porta caval . 5. -Infeksi : septikemia. KESIMPULAN Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah. -Bilirubin direk lebih dari 1 mg/dl. -Ikterus menetap sesudah bayi umur 10 hari (bayi cukup bulan) dan lebih dari 14 hari pada BBLR. atau kenaikan bilirubin serum 1 mg/dl/jam atau lebih 5 mg/dl/hari. infeksi saluran kemuh. Sesaat setelah dilahirkan. isoantibodi karena ketidak cocokkan golongan darah ibu dan anak seperti rhesus antagonis. ABO dan sebagainya. Peningkatan produksi bilirubin Penyakit hemolitik -Inkompatibilitas (Rh. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24.

pembukaan 10cm. eklampsia. janin dapat dilahirkan pervaginam. penurunan kepala janin di Hodge III. (2011). kepala tetap di H3-4. Rosenberg AA. (2002). Pada umumnya kala II lama dengan presentasi belakang kepala merupakan indikasi pula untuk melakukan vakum ekstraksi berhubung dengan meningkatnya bahaya bagi ibu dan janin. Pediatric decision making strategies to accompany Nelson of pediatrics.00 WIB. & Arvin. ada keluar lendir darah positif. Vakum ekstraksi merupakan tindakan obstetri yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi. Penulis Barii Hafidh Pramono.Current pediatric diagnosis and treatment. h. ketuban sudah pecah atau dipecahkan. Apabila his cukup kuat dan persalinan belum selesai setelah kala II lamanya pada seorang primigravida 11/2 . Yogyakarta. UUK jam 12. pengawasan khususnya terhadap janin harus dilakukan dengan teliti. Prinsip dari vakum ekstraksi adalah membuat suatu caput succadeneum artifisialis dengan cara memberikan tekanan negatif pada kulit kepala janin melalui alat ekstraktor vakum. Hiperbilirubinemia. Indikasi dilakukannya vakum ekstraksi ini diantaranya penyakit jantung kompensata.. Philadelphia: Saunders. Air ketuban berwarna hijau keruh.. terlambatnya maturitas dari hepatika postnatal. presentasi kepala. (2000). ketuban sudah pecah di bidan jam 05. AK (-). pembukaan portio lengkap. W Usia 20 tahun datang rujukan dari bidan. 2012 Penatalaksanaan Vakum Ekstraksi pada Ibu Primigravida Hamil Postdate atas indikasi Kala II Tak Maju Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. RSUD Panembahan Senopati. Edisi ke 20.Saunders A. rendahnya level serum albumin.Indikasi Vakum Ekstraksi Vakum ekstraksi untuk mengakhiri persalinan dilakukan apabila keadaan ibu atau janin memerlukan penyelesaian dalam waktu singkat. Keesokan paginya pukul 08. presentasi kepala. ISI Pasien Ny. Pada pemeriksaan dalam vulva uretra tenang. sebaiknya pada presentasi belakang kepala dengan . Janin. 1 jam kemudian bayi belum lahir.30 WIB. Ilmu Bagian Kesehatan Anak. ibu kooperatif dan masih mampu untuk mengedan. vol 2). Referensi 1. dinding vagina licin. Nelson Ilmu Kesehatan Anak ( edisi: 15.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May.2 jam dan 1/2 jam pada seorang multipara. Vakum Ekstraksi. selaput ketuban (-). portio tidak teraba. 2012 [23:01 UTC] Abstrak Vakum ekstraksi adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan ekstraksi tenaga negatif (vakum) pada kepalanya. Syarat dilakukan vakum ekstraksi antara lain janin idup. Jakarta : EGC. Pasien datang dengan keluhan kencang-kencang teratur pukul 23. 2. seksio sesarea pada persalinan sebelumnya yang merupakan indikasi dari pihak ibu. 16th ed. kepala janin harus dapat dipegang mangkuk vakum. STLD (+). (2000). Kliegman. kepala janin sudah mengalami engagement. 3. Keyword : Caput Succadeneum Artifialis. dinding vagina licin. pada pemeriksaan dalam didapatkan vulva uretra tenang. Buku Ajar Neonatologi. selaput ketuban (-). 1397.10-18. AK (-). Jakarta : IDAI.feeding. STLD (+). sedangkan gejala gawat janin merupakan indikasi dari pihak janin. 147-169. DIAGNOSIS Dalam Persalinan Kala II Tak Maju TERAPI •Terminasi Kehamilan dengan Vakum Ekstraksi DISKUSI 1. kontraksi masih baik. kepala tetap di H3-4. Umur kehamilan 40+4 minggu.30 WIB Frekwensi his 2-3‘/30-40‖/kuat. portio tidak teraba. Jaundice.Thiloho HE. pembukaan lengkap. 4. UUK jam 12. Dalam hubungan ini. Bantul.Behrman.USA: Mc graw hill.

Setelah tekanan yang diinginkan tercapai masih ditunggu 2 menit lagi sebelum tarikan definitif dimulai bersama-sama dengan his sambil wanita disuruh meneran seperti pada pimpinan partus biasa dengan kedua lengan wanita merangkul dan menarik lipat lutut ke arah kepala ibu. turunnya kepala janin dan posisinya. maka mangkok dipasang dekat pada sakrum ibu. malpresentasi (dahi. lalu dipompa sampai minus 0. akan tetapi tarikan ringan diteruskan secara kontinu supaya kepala tidak terlampau mundur.kepala janin di dasar panggul. 4. misalnya 4 cm dengan mangkok nomor 3. Mula.8. tarikan definitif tidak boleh dilakukan karena kurang efektif. Ada kalanya his sudah timbul sebelum tekanan yang dikehendaki tercapai. Dalam hai ini ekstraktor vakum sudah boleh ditarik secara hati-hati supaya mangkok jangan sampai lepas dan supaya kepala janin lebih turun. 3.Kontraindikasi Vakum Ekstraksi Kontra indikasi dilakukannya vakum ekstraksi antara lain janin preterm. Arah tarikan harus sesuai dengan turunnya kepala (seperti pada cunam) dan tegak lurus dengan mangkok: -Kepala tinggi. terlebih bila kepala masih tinggi. Dengan demikian pada his berikutnya ibu meneran lagi dan kepala sekarang maju dengan titik permulaan yang lebih rendah letaknya. Tarikan definitif dilakukan apabila sudah dicapai tekanan 0. Pada umumnya dalam hal ini ubun-ubun kecil sudah di depan 2. untuk mempercepat pembukaan. maksimum 40 menit. Kulit kepala janin disedot ke dalam mangkok dan mangkok melekat pada kepala. Dilakukan pemeriksaan dalam sekali lagi dengan teliti dengan perhatian khusus pada pembukaan. sehingga menghadap ke kepala janin. Kemudian mangkok diputar. pipa-pipa dan mangkok. lalu dimasukkan ke dalam vagina. sedikitnya setiap kali setelah tekanan dinaikkan untuk memeriksa apakah ada jaringan terisap ke dalam mangkok. Oleh asisten. Mangkok dicelup dalam air sabun steril atau dibasahi seluruhnya dengan spiritus-sabun (jangan menggunakan minyak karena licin dan mudah lepas). dilakukan. panggul sempit. Mula-mula dipompa sampai minus 0. Ekstraksi yang terlampau lama dianggap berbahaya bagi anak. Akhirnya dipompa sampai minus 0. Vulva dan sekitarnya dibersihkan dengan kapas sublimat atau kapas lisol dan kemudian dengan tinctura jodii 2%. Supaya mangkok melekat dengan benar. puncak kepala.7 atau 0. muka. Lamanya tindakan sebaiknya tidak melebihi 20 menit.2 kg/cm2 kemudian ditunggu 2 menit lagi.mula mangkok dalam posisi agak miring (tidak menghadap vulva) dimasukkan ke dalam introitus vagina sambil menekan komissura posterior ke belakang dan kemudian diselipkan ke dalam vagina. Apabila oksiput tidak jelas letaknya atau presentasi lain. Jadi tarikan pada ekstraktor vakum sifatnya berkala (intermiten).6. Kandung kencing dan rectum harus kosong. Apabila his hilang tarikan jangan dilepas sama sekali. persalinan diselesaikan. mangkok harus diisi penuh dengan kulit dan jaringan bawah kulit secara perlahan-lahan.Cara Tarikan Pada Vakum Ekstraksi Seperti telah dijelaskan di atas tarikan definitif pada ekstraktor vakum sinkron dengan his dan tenaga meneran. Biasanya tekanan ini sudah cukup. Dengan pompa lekatan erat dicapai dengan meningkatkan tekanan negatif dalam 3 tahap. Letak mangkok pada kepala harus sedemikian rupa sehingga arah tarikan nantinya tegak lurus dengan mangkok. Kemudian dengan satu atau dua jari diperiksa di sekitar mangkok apakah ada jaringan portio atau vagina terjepit. maka harus segera dilepaskan dari jepitan. Akan tetapi sekarang usaha ini tidak dilakukan lagi karena waktu tindakan terlampau lama dan dianggap berbahaya bagi anak. Selama itu pemeriksaan dalam ulangan harus dilakukan beberapa kali.Pemasangan Vakum Ekstraksi Pasien dalam posisi litotomi. udara dari pompa dikeluarkan sehingga tercapai tekanan negatif dalam botol.4 kg/cm2 dan ditunggu lagi 2 menit. . Apabila perlu ditambah lagi sampai minus 0. Apabila ada jaringan terjepit. Dipilih mangkok yang akan dipakai. sifat portio dan vagina. Dalam presentasi belakang kepala mangkok dipasang pada oksiput atau sedekat-dekatnya. Anestesi blok pudendus jika perlu. arah tarikan ke dorsal -Kepala tengah.7 kg/cm2. bokong). Di luar his.6 atau 0. Dulu ekstraksi ini dipakai juga dengan tarikan kontinyu pada pembukaan kecil.

Sarwono. Asuhan Maternal dan Nonatal. janin hidup dan tidak ada gawat janin. Bandung : Fakultas kedokteranUniversita Padjajaran Bandung. Bagi orang yang banyak pengalaman dengan ekstraktor vakum jarang lepas sama sekali. Yogyakarta. Dalam hal demikian jaringan lunak mudah tersedot ke dalam mangkok. Karena itu perlukaan jalan lahir ringan. Kemudian ventil dilepas (sekrupnya dikendorkan) perlahan-lahan supaya udara masuk ke dalam botol dan tekanan negatif hilang. tekanan negatif dibuat terlalu cepat. Mangkok lepas pada waktu traksi kemungkinan disebabkan tenaga vakum terlalu rendah. jari telunjuk dan jari tengah di kepala anak. Dalam keadaan ini. janin tidak lahir. Sinpsis Obstetri. 1998. 2012 . Ilmu Kebidanan. karena sewaktu mangkok mulai mau lepas terdegar bunyi sedotan seperti bunyi peluit.Manuaba. 1993. ventral dari mangkok. Tangan kanan yang sekarang bebas menyokong dan melindungi perineum. sehingga tidak terbentuk kaput suksedaneum yang sempurna yang mengisi seluruh mangkok.Sastrawinata. traksi terlalu kuat. Sulaiman. harus diteliti satu persatu kemungkinan. Setelah seluruh kepala lahir. Dengan pegangan tiga jari ini (Drei-fingergriff) mangkok tidak mudah lepas karena menurut pengalaman mangkok biasanya lepas di pinggir depan lebih dulu. Mangkok dapat dilepaskan dari kepala anak. dalam waktu setengah jam dilakukan traksi. harus dilakukan terminasi kehamilan dengan vakum ekstraksi atau forsep jika tidak dapat menyebabkan gawat janin. Bantul. bersamaan ibu jari menekan mangkok bagian depan pada kepala. Tiga jari tangan kiri dimasukkan ke dalam vagina: ibu jari ditempatkan di pinggir mangkok bagian depan. 3. bagian-bagian jalan lahir (vagina. Penulis Barii Hafidh Pramono. Apabila kepala sudah hampir lahir. cacat (defect) pada alat.kemungkinan di atas dan diusahakan melakukan koreksi. Apabila tangan kanan mengadakan ekstraksi. maka pipa karet yang menghubungkan botol dengan pegangan dilepaskan lebih dahulu. penurunan kepala di H3-4.Prawirohario. Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan. Obstetri Fisiologi. arah tarikan ke atas/ventral Mula-mula tarikan dilakukan oleh tangan kanan pada pegangan yang berbentuk palang. tangan kiri mengambil alih ekstraktor vakum dengan memegang pipa karetnya (bukan pegangannya) dekat pada vulva sambil pipa dililit-lilitkan pada jari-jari. Rustam. dan syarat-syarat vakum sudah terpenuhi yaitu pembukaan lengkap. cukup bulan (tidak prematur). W mengalami tidak adekuat mengejan sehingga bayi belum lahir lebih dari 1 jam setelah dipimpin persalinan. selaput ketuban melekat antara kulit kepala dan mangkok sehingga mangkok tidak dapat mencengkam dengan baik. presentasi kepala. 5. Jakarta : ECG. Dengan ekstraktor vakum. lahirnya kepala dapat diusahakan perlahan-lahan seperti pada partus spontan. Jadi ada kerjasama (sinkronisasi) antara tangan kanan dan tangan kiri. Penyakit Kandungan. keadaan ini sudah memenuhi kriteria kala II tak maju yaitu 2 jam untuk primigravida atau bila dalam 1 jam primigravida kepala tidak turun atau putar paksi tidak terjadi. Setiap mangkok lepas pada waktu traksi. kontraksi baik dan ibu kooperatif dan masih mampu mengejan Referensi 1.arah tarikan datar -Kepala di dasar panggul. 1998. Secara reflektoris tarikan segera dihentikan sehingga mangkok tidak jadi lepas. kedua tangan kiri dan kanan penolong tidak bekerja sama dengan baik. bahu dan badan anak dilahirkan seperti biasa. Arah tarikan dengan tangan kiri itu adalah ke atas (ventral). Jakarta : YBPSP. Jakarta : ECG. 2002. sambil tangan kiri berusaha supaya mangkok tidak mudah lepas dari kepala. 4. RSUD Panembahan Senopati. portio) ada yang terjepit ke dalam mangkok.Kriteria Vakum Ekstraksi Waktu dilakukan traksi. adanya disproporsi sefalopelvik. KESIMPULAN Pada kasus ini. sehingga perlu diperiksa dalam lagi. misalnya kebocoran pada karet saluran penghubung. Pertimbangan episiotomi menurut keadaan. Pada kasus ini tindakan yang dipilih adalah vakum ekstraksi.Mochtar. Ny. mangkok lepas sebanyak tiga kali. 2. Apabila mangkok sukar lepas karena sangat erat hubungannya dengan kapala.

datang dengan keluhan kedua mata merah sejak 1 minggu yang lalu. Diagnosis Konjungtivitis Bakterial ODS Terapi Pasien diberi terapi medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. produksi air mata berlebihan (epifora). sekret berwarna kehijauan. bakterial Kasus Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun. berair (nyrocos). Reflek direk (+) dan reflek indirek (+). Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran. selaput bening yang menutupi bagian berwarna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata. 2012 [15:07 UTC] Abstrak Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. misalnya kontak lensa. Pada pemeriksaan subyektif mata. Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. Pada kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun. pembengkakan kelenjar (folikel) di konjungtiva dan sekitarnya. atau kontak dengan benda asing. namun tidak ada perubahan. Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat. antara lain : konjungtiva berwarna merah (hiperemi) dan membengkak. yaitu adanya inflamasi pada konjungtiva atau peradangan pada konjungtiva. Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit. alergi. bakteri. visus pasien tidak dapat dinilai. Pada pemeriksaan obyektif ditemukan konjungtiva ODS hiperemis. sekret OD (+) dan OS (+). dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan kedua mata merah sudah sejak 1 minggu yang lalu. Diskusi Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. pembesaran pembuluh darah di konjungtiva dan sekitarnya sebagai reaksi nonspesifik peradangan. Mata merah disertai dengan keluhan gatal. Iris ODS berwana hitam dengan gambaran kripta dan bentuk radier. alergi. bakteri. Injeksi konjuntiva OD (+) dan OS (+). Permukaan kornea ODS jernih dan ukuran kedalaman COA dalam dan isinya jernih. Mata merah disertai dengan keluhan gatal. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari. berair (nyrocos). terbentuknya membran oleh proses koagulasi fibrin (komponen protein) dan dijumpai sekret dengan berbagai bentuk (kental hingga bernanah).Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. kelopak mata bagian atas nampak menggelantung (pseudoptosis) seolah akan menutup akibat pembengkakan konjungtiva dan peradangan sel-sel konjungtiva bagian atas. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus. Beberapa jenis Konjungtivitis dapat hilang dengan sendiri. tapi ada juga yang memerlukan pengobatan. Keyword : konjungtivitis. Pada riwayat penyakit dahulu tidak didapatkan keluhan serupa sebelumnya maupun riwayat trauma mekanis pada mata. kedua kelopak mata melengket terutama saat bangun pagi hari dan keluar kotoran mata. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus. Manifestasi Klinis Tanda-tanda konjungtivitis. atau kontak dengan benda asing. dan menggunakan kain lap. Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. Pasien sudah pernah diperiksa di puskesmas dan diberi obat tetes. kedua kelopak mata lengket terutama saat bagun pagi hari dan keluar kotoran. misalnya kontak lensa. Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. Konjungtivitis terkadang dapat ditandai dengan mata berwarna sangat merah dan menyebar begitu cepat dan biasanya menyebabkan mata rusak.Terapi Konjungtivitis Bakterial Pada Anak Laki-laki usia 1 tahun Dibuat oleh: Bombong Nurpagino. Konjungtivitis lebih dikenal sebagai pink eye. Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan . Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain.

5 %). Sari Ilmu Penyakit Mata. S. Kesimpulan Penatalaksanaan pada kasus ini dengan medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. Sidarta Prof. 134. Muzakkir. Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. pasien dan atau keluarga pasien harus diberi edukasi bagaimana cara menghindari kontraminasi mata yang sehat atau mata orang lain. diberikan Tetracycline oral 250 mg atau erythromycin 250 mg QID PO. Terapi dilanjutkan 2 sampai 4 minggu. Jilid 1. bersama dengan pemberian salep antibiotik topikal seperti bacitracin atau erythromycin sebelum tidur. 42-50. konjungtivitis karena alergi di obati dengan antihistamin (antazidine 0. Jakarta: EGC. Zainal. Azhar. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. Pengobatan spesifik tergantung dari identifikasi penyebab. 2009 2. pandangan kabur. Ed 3. R. & Pabst R. Pada kasus ini. 14. Ilyas. Ilyas S. Apabila etiologinya dicurigai reaksi Staphylococcus atau acne rosasea. Ilmu Penyakit Mata.14. QID cukup efektif. Widya Medika. 4.1 %). Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari. sehingga kontraindikasi untuk usia di bawah 10 tahun. Edisi 21. Voughan. tanpa adanya kontraindikasi. Daniel G. Penanganannya dimulai dengan edukasi pasien untuk memperbaiki higiene kelopak mata. peka terhadap cahaya.berwarna putih. Balai Penerbit FKUI. Bagian Ilmu Penyakit Mata. Konjungtivitis karena jamur sangat jarang sedangkan konjungtivitis karena virus pengobatan terutama ditujukan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih. diganti dengan doxycycline 100 mg TID atau erythromycin 250 mg QID PO. Jakarta: FKUI. Jakarta : 2000. Tanzil. handuk. Jakarta: 1993. Kelopak mata bisa membengkak dan sangat gatal. Konjungtivitis karena bakteri dapat diobati dengan sulfonamide (sulfacetamide 15 %) atau antibiotika (Gentamycine 0.05 %) atau kortikosteroid (misalnya dexametasone 0. chlorampenicol 0. H. Sobotta. Ilmu penyakit mata. Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit. dan sapu tangan baru yang terpisah untuk membersihkan mata yang sakit. Referensi 1. mata terasa nyeri. 2003. Asuhan khusus harus dilakukan oleh personal asuhan kesehatan guna mengindari penyebaran konjungtivitis antar pasien. pemeriksaan X-ray dada untuk menyingkirkan tuberkulosis. satu tetes. terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun pada pagi hari. Metronidazole topikal (Metrogel) diberikan pada kulit TID juga efektif. Taylor. Pada banyak kasus Prednisolon asetat (Pred forte). Wijana. Riordan Eva. Ilmu Penyakit Mata. Asbury.D. mata terasa gatal. Jakarta: Balai penerbit FKUI.15. Ilyas.3 %. Karena tetracycline dapat merusak gigi pada anak-anak. Paul.Ked (20060310080). dan menggunakan kain lap. Penatalaksanaan Bila konjungtivitis disebabkan oleh mikroorganisme. 2000 Penulis Bombong Nurpagino. Putz. Sikloplegik hanya dibutuhkan apabila dicurigai adanya iritis. Nana S. Sidarta. mencuci tangan setelah setiap kali memegang mata yang sakit. Oftalmologi Umum (General Ophthalmology). terutama pada konjungtivitis karena alergi. Jakarta: 2000. Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain. Perawat dapat memberikan intruksi pada pasien untuk tidak menggosok mata yang sakit dan kemudian menyentuh mata yang sehat. SpM. Pada kasus yang dicurigai. 3. hal 2. rapazoline 0. Ed. Gejala lainnya adalah mata berair. .5 %. dan menggunakan kain lap. Salamun. dr. Pembersihan kelopak 2 sampai 3 kali sehari dengan artifisial tears dan salep dapat menyegarkan dan mengurangi gejala pada kasus ringan. Abadi Tegal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful