PENEGAKAN DIAGNOSIS FARINGITIS KRONIS EKSASERBASI AKUT ET CAUSA GASTROESOFAGEAL REFLUX DISEASE (GERD

)
Dibuat oleh: Dianita Rachmawati,Modifikasi terakhir pada 20 hour(s) 9 minute(s) ago ABSTRAK GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Keyword : Faringitis Kronis , Gastro-Esophageal Refluks Disease (GERD) KASUS Seorang laki-laki berusia 51 tahun dating ke Poliklinik THT dengan keluhan nyeri pada tenggorokan sejak 2 hari yang lalu. Pasien tidak mengeluhkan adanya batuk maupun pilek. Pasien mengaku tenggorokannya terasa kering dan panas seperti terbakar serta adanya nyeri saat menelan. Pasien merasakan di tenggorokannya seperti ada yang mengganjal. Keluhan ini sering dirasakan kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu terutama setelah maagnya kambuh. Riwayat menderita sakit maag dan sering mengeluhkan mual dan terasa panas seperti terbakar pada dada yang terutama dikeluhkan saat pasien mengkonsumsi kopi/teh. Pasien juga merasakan demam yang tidak terlalu tinggi dan nyeri ulu hati disertai mual sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien baik, compos mentis, Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 88x/menit, suhu afebris, laju pernapasan 22x/menit. Pada pemeriksaan tenggorokan didapat dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi, tidak terdapat pembesaran tonsil, limfonodi tak teraba. Pada pemeriksaan abdomen didapat nyeri pada bagian epigastrium. DIAGNOSIS Faringitis Kronis et causa Gastroesofageal Reflux Disease (GERD) TERAPI Terapi pada pasien ini berupa Proton Pump Inhibitor yaitu Omeprazol 1x20 mg. DISKUSI GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. GERD disebabkan oleh kadar asam lambung yang tinggi, sedangkan faktor- factor yang dapat mempengaruhi terjadinya GERD antara lain : sfingter bawah esophageal, hiatal hernia, kontraksi esophageal dan pengosongan lambung. Tanda dan gejalanya meliputi Rasa seperti terbakar adalah gejala yang paling sering terjadi, erosi pada esophagus (erosive esofagitis), Suara parau (disfonia) kronik karena edema dan lesi inflamasi pada plika vokalis, Clearing faring kronis karena iritasi serta peningkatan sekresi mukosa faring serta kesulitan menelan (odinofagi), Tenggorokan serasa tercekik. Pada kasus ini pasien mengeluh nyeri seperti terbakar dan panas di tenggorokannya yang disertai nyeri saat menelan yang dirasakan selama 2 hari yang lalu tetapi kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu. Pasien juga mempunyai riwayat sakit maag Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah dengan esophagogram, endoscopy, laryngoscopy, esophageal pH monitoring, dan esophageal motility studies. Akan tetapi pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan tersebut karena

keterbatasan alat. Terapi pada GERD adalah dengan pemberian obat-obat yang dapat mengurangi kadar asam lambung, dapat berupa golongan antacid, H2 blocker ataupun Proton Pump Inhibitor. Yang disertai dengan manajemen terapi non medikasi yang terdiri atas , Hindari makanan berlemak, minuman berkafein (seperti soda, kopi, dsb), cokelat, mint, makanan pedas, makanan berbahan dasar tomat, bawang putih dan merah, berhenti merokok , tidak minum alcohol , mengurangi berat badan jika berlebih, tinggikan kepala ketika tidur ,kurangi makan saat malam , setelah makan tunggu beberapa jam (minimal 4 jam) sebelum tidur atau berbaring, biarkan lambung kosong terlebih dulu, diet tinggi karbohidrat, protein dan rendah lemak, mengindari pakaian yang ketat , menghindari konsumsi obat-obatan yang menurunkan tekanan sfingter esophagus seperti teofilin, agen antikolinergik, alfa adrenergic antagonis, beta-agonis, kalsium channel blocker, nitrat, serta obat-obatan NSAID seperti aspirin. KESIMPULAN GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Pada pasien ini didiagnosis faringitis kronis et causa gastroesofageal reflux disease (GERD) didapat dari anamnesis yaitu rasa panas seperti terbakar dan nyeri saat menelan, keluhan ini kambuh jika maagnya kambuh sejak 2 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik yaitu dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi yang menunjukkan kondisi kronis pada faring (faringitis kronis). REFERENSI Acerra, John, M.D. Acute Pharyngitis. Diakses dari www.emedicine.com. Ahuja, Vanita,M.D, Yencha, Myron,M.D, Lassen, Lorenz,M.D. Head and Neck Manifestations of Gastroesophageal Reflux Disease. Diakses dari www.americanacademyofamilyphysicians.com. Soepardi, Effiaty,Sp.THT, Iskandar, Nurbaiti, Sp.THT. Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher.2007.FKUI:Jakarta. Weinberg DS, Kadish SL. The diagnosis and management of gastroesophageal reflux disease.Med Clin North Am 1996;80:41129. PENULIS Dianita Rachmawati, Ilmu Penyakit THT, RSUD Salatiga

Intubasi Endotracheal Tube pada Pasien Struma Nodusa Non Toksik dengan General Anestesi
Dibuat oleh: M. Sudrajat,Modifikasi terakhir pada 4 hour(s) 18 minute(s) ago ABSTRAK Endotracheal Tube (ETT) adalah sejenis alat yang digunakan di dunia medis untuk menjamin saluran napas tetap bebas, ETT banyak digunakan oleh dokter dengan spesialisasi anestesi dalam pembiusan dan operasi. ETT dimasukkan kedalam trakea pasien untuk memastikan tidak tertutupnya trachea sebagai saluran pernapasan dan udara pernapasan dapat masuk kedalam paru-paru. ETT adalah alat yang paling tepercaya dalam menjamin saluran napas tetap bebas. Struma nodosa non toksik adalah pembesaran kelenjar tyroid yang secara klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa disertai tanda-tanda hypertiroidisme. Kata Kunci: Endotracheal Tube, Struma Nodusa Non Toksik KASUS Seorang wanita usia 47 tahun datang ke poli bedah RS Jogja dengan keluhan terdapat benjolan pada leher depan, benjolan dirasakan sejak beberapa bulan ini. Benjolan ikut bergerak ketika menelan, tidak ada nyeri telan dan nyeri tekan. Pasien

belum pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya, riwayat hipertensi, penyakit jantung, DM, asma, dan alergi disangkal. Keluarga tidak ada yang mengalami keluhan serupa. Riwayat hipertensi, peyakit jantung, DM, asma dan riwayat alergi dalam keluarga disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup dengan kesadaran compos mentis, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 72 x/menit, respirasi rate 18 x/menit, suhu 36,5 oC. Pada pemeriksaan leher tampak massa pada leher bagian depan, diameter ± 4 cm, massa bergerak ketika menelan. Pada perabaan leher teraba massa pada leher depan, konsistensi lunak, nyeri tekan (-), permukaan licin dan rata tidak berbenjol benjol. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. T3 ↓ dan FT4 N. Pemeriksaan foto thorax menunjukkan pulmo dan besar jantung dalam batas normal. DIAGNOSIS Struma Nodusa Non Toxic, ASA I TERAPI Premedikasi yang diberikan pada pasien ini adalah Ondancentron HCl 4 mg intravena, Ketorolac 30 mg intravena. Anestesi dilakukan dengan teknik general anestesia, dengan teknik semi closed, respirasi terkontrol dengan endotracheal. Induksi dengan Propofol 100 mg intravena. Pemeliharaan dengan N2O 2,5 liter/menit, O2 2,5 liter/menit, dan halotane 1,5 vol%. Pada pasien ini dilakukan monitoring melalui monitor elektronik dan inspeksi keadaan umum pasien, meliputi tekanan darah, respirasi, nadi, dan saturasi oksigen. Setelah operasi pasien diposisikan miring, pengawasan vital sign setiap 30 menit, kepala diekstensikan, oksigenasi sampai pasien sadar, setelah sadar dapat diet bebas, dan IVFD RL 20 tetes per menit. DISKUSI Pada kasus ini, pasien mengeluh muncul benjolan pada leher depan kanan. Oleh dokter spesialis bedah didiagnosis struma nodusa dan direncanakan untuk dilakukan operasi. Pasien mendapatkan tindakan general anestesi untuk operasinya. Pada pelaksanaan operasi, dipasang intubasi endotrakheal pada pasien sebagai pengelolaan jalan nafas. Tindakan anestesi dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali. Salah satu usaha yang mutlak harus dilakukan oleh seorang dokter anestesi adalah menjaga berjalannya fungsi organ tubuh pasien secara normal. Pengelolaan jalan nafas menjadi salah satu bagian yang terpenting dalam suatu tindakan anestesi, salah satu caranya adalah dengan melakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal adalah tindakan memasukkan pipa endotrakheal ke dalam trakhea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dikendalikan. Intubasi endotrakheal mempunyai tujuan mempermudah pemberian anestesi, mempertahankan jalan nafas agar tetap bebas serta mempertahankan kelancaran pernafasan, mencegah kemungkinan terjadinya aspirasi isi lambung, mempermudah pengisapan sekret trakheobronkhial, pemakaian ventilasi mekanis yang lama, mengatasi obstruksi laring akut. Walaupun intubasi endotrakheal mempunyai banyak keuntungan, namun pada keadaan tertentu melarang penggunaan intubasi endotrakheal, diantaranya beberapa keadaan trauma jalan nafas atau obstruksi yang tidak memungkinkan dilakukan intubasi endotrakheal, trauma servikal yang memerlukan keadaan imobilisasi tulang vertebrae servikal, sehingga sangat sulit untuk dilakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal tidak selalu mudah dilakukan untuk semua pasien, kesukaran yang biasa dijumpai adalah pasien dengan otot-otot leher pendek dengan gigi geligi yang lengkap, recording lower jaw dengan angulus mandibula yang tumpul, jarak antara mental symphisis dengan lower alveolar margin yang elebar memerlukan depresi rahang bawah yang lebih lebar selama intubasi. Mulut yang panjang dan sempit dengan arcus palatum yang tinggi. Gigi incisivum yang menonjol, kesukaran membuka rahang. Abnormalitas pada servikal spine, kontraktur jaringan leher. Pada tindakan operasi kasus ini, penggunaan intubasi endotrakheal dimaksudkan untuk mengamankan jalan nafas dan menjamin ventilasi pernafasan. Karena intubasi endotrakheal merupakan metode terbaik untuk membebaskan dan mempertahankan jalan nafas pada praktek anestesi dan resusitasi. Selain terdapat indikasi diatas, pada pasien tidak ditemukan

Kota Yogyakarta. kornea.Kulit Hiperemis (-). Dalam : Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2. Bagian Ilmu anestesiologi. Pandangan kabur (-). . 2010. Ruswan Dachlan. M. Said A. 2005. Stanford University School of Medicine.Mansjoer. 2000. menyebabkan kenaikan sementara laju jantung dan tekanan darah. Suryadi dan M.Lebar rima Ptosis (-). Apabila suatu korpus alienum masuk ke dalam bola mata maka bisa terjadi reaksi infeksi serta dapat dimungkinkan timbul kerusakan bola mata.Muhiman. pseudoptosis (-) Ptosis (-).com . pemasangan pipa endotrakheal mengontrol letak pipa dan ventilasi. jaringan parut (-) Kedudukan alis baik.kontraindikasi penggunaan intubasi endotrakheal. trikiasis (-) Silia lengkap. silau (+). sebelumnya pernah mengalami hal serupa dan sembuh. penggunaan laringoskop. Prosedur pemasangan intubasi juga sudah tepat yaitu dimulai dengan persiapan posisi leher pasien dalam keadaan fleksi dan kepala ekstensi. FK UI. 2002. Jakarta : Media Aesculapius. .Latief.Arjun M. nerocos (-). Keywords: Corpus Alienum. Keesokan harinya pasien berusaha mengambil kelilipan tersebut menggunakan kertas. Tindakan intubasi endotrakheal ini sebenarnya dapat menyebabkan rangsangan simpatis yang membangkitkan respon kardiovaskuler. tumor (-) Hiperemis (-). Jakarta : bagian Anestesiologi dan terapi Intensif. pemberian muscle relaxan dan oksigenasi.medcape. Jakarta : Indeks Jakarta. pseudoptosis (-) . Pada pasien ini dilakukan intubasi endotrakheal dalam waktu < 1 menit.Gerakan Tidak ada gangguan gerak Tidak ada gangguan gerak . Sehingga pemasangannya pada pasien ini tergolong aman. pada pemeriksaan tidak ditemukan adanya komplikasi dari tindakan intubasi. Tjokorda GA. Buku Ajar Ilmu Anestesia dan Reanimasi. Untuk mengurangi laju lonjakan kardddiovaskuler tersebut diperlukan intubasi dengan cepat dan mulus. Arif dkk. Oleh karena itu corpus alienum harus diambil secepatnya untuk menghindari reaksi inflamasi dan kerusakan lebih lanjut. Rumah Sakit Jogja. Pegal (+). Petunjuk Praktis Anestesiologi. Gde dan Senapathi. DAFTAR PUSTAKA . tidak ada malposisi dan trauma jalan nafas. Belum diobati. Anastesiologi. gangguan refleks berupa hipertensi maupun takikardi. dan konjungtiva. . Setelah tindakan anestesi selesai. trikiasis (-) . Kartini A. jaringan parut (-) 2.Desai. namun masih terasa mengganjal. Kelopak mata . 2012 Corpus Alienum pada Pekerja Bengkel Dibuat oleh: Sekar Mutiara. kemudian terasa mengganjal terutama saat memejamkan mata/berkedip. Diakses dari: http://emedicine.Pasangan Simetris Simetris .Tepi kelopak Silia lengkap.Mangku. PENULIS Mohammad Sudrajat.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:10 ABSTRAK Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara Corpus alienum pada mata adalah istilah untuk benda asing yang terdapat pada mata serta merupakan salah satu penyebab cedera mata yang paling sering mengenai sclera. . Jakarta : Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-UI.2010. Sekitar mata (supersilia) Kedudukan alis baik. mata Kasus Seorang laki-laki 53 tahun 5 hari yang lalu ketika di bengkel tempatnya bekerja pasien merasa mata kirinya kelilipan. 20060310204. Pemeriksaan Subyektif PEMERIKSAAN OD OS Visus Jauh 20/20 20/20 Refraksi Emetrop Emetrop Koreksi Tidak dilakukan Tidak dilakukan Visus Dekat Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Sinar Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Warna Tidak dilakukan Tidak dilakukan Pemeriksaan Obyektif PEMERIKSAAN OD OS PENILAIAN 1. tumor (-) . pada pemeriksaan tidak didapatkan malampati. Anestesi.Margo intermarginalis Tanda peradangan (-) Tanda peradangan (-) 3. Intubasi Trakea.

Iris . TIO Palpasi kenyal Palpasi kenyal 6.Setelah pengambilan. Konjungtiva . sehingga tidak ada koreksi yang diberikan. tampak ada benda hitam kecil . yang diduga .Diberikan anestesi pada mata kanan pasien dengan pantokain 0.Bentuk bulat bulat .Bentuk Bulat Bulat 11. dan didapatkan data bahwa semua elemen mata dalam kondisi baik kecuali pada permukaan kornea mata kiri tampak suatu bintik kecil benda asing. . Kornea .Gambaran Gambaran kripti baik Gambaran kripti baik .Refleks indrect + + 1. 4. Refleks fundus (+) warna orange (+) warna orange Diagnosis . dilakukan pemeriksaan subjektif dan objektif pada kedua mata pasien.Permukaan Licin.Medium Jernih Jernih .Gerakan Gangguan gerak (-) Gangguan gerak (-) .Dinding Belakang KP (-) KP (-) . bila dirasa benda asing menancap cukup dalam. Pupil .Dagu dan dahi pasien diposisikan menghadap dan menempel pada biomikroskop serta pandangan mata mengarah pada satu titik secara tetap sebagai fiksasi ketika pengambilan benda asing dilakukan. pasien belum pernah menggunakan obat untuk mengatasi keluhan pada mata kirinya. 3. Setelah pengambilan benda asing. pasien mengeluhkan mata kirinya terasa mengganjal.Forniks Hiperemi (-) Hiperemi (-) .Sekitar gland.Uji regurgitasi (-) (-) 4. diberikan salep antibiotik (gentamisin 0. lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) .Bulbi Hordeolum (-). Bermula sejak lima hari sebelum kedatangannya ke poli. dapat diberikan asam mefenamat 500 mg 3 kali sehari. . mengingat kornea yang memiliki banyak serabut saraf sehingga dapat menimbulkan nyeri yang cukup mengganggu bagi pasien. hifema (-) Jernih.Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan . Lensa .Sekitar sakus lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) .Pasangan Simetris Simetris . sehat .Limbus Benjolan (-) Nevus (-) Benjolan (-) Nevus (-) .Ada/tidak Ada Ada . Sedangkan antibiotik tetes diberikan pada pasien untuk pemakaian di rumah (gentamisin 3 mg/ml) 4 kali dalam sehari. Adapun pada pemeriksaan objektif pada kedua mata dapat diambil kesimpulan seluruh elemen mata kanan (OD) dan kiri (OS) dapat dinilai dari anterior hingga posterior. hiperemis (-). hofema (-) 10. Hendaknya penggunaan kortikosteroid topical harus dihindari karena dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya superinfeksi dan memperlambat proses penyembuhan.Pengambilan benda asing dilakukan dengan menggunakan jarum ukuran 25-27. Analgesik. Antibiotik diberikan untuk mencegah terjadinya superinfeksi. Bola mata . Setelah anamnesis.Isi Jernih. 2. pegal silau dan nyeri.Letak Di tengah belakang iris Di tengah belakang iris .Ukuran 12 mm O 12 mm O Kecembungan Lebih cembung dari sclera Lebih cembung dari sclera .Tepi Reguler Reguler . dapat dilakukan ‗seidel test‘ untuk memastikan ada tidaknya perforasi kornea.Tempat Ditengah iris Ditengah iris .Ukuran Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) 5. berkilau Licin. Kamera Okuli anterior Ukuran Tidak dangkal Tidak dangkal . pasien tersebut merasa kelilipan ketika sedang bekerja di bengkel dan keesokan harinya pasien berusaha mengeluarkan kelilipan tersebut menggunakan kertas namun masih tetap mengganjal.Pasangan Simetris Simetris . Sclera Ikterik (-) Ikterik (-) 8. yang menandakan bahwa pasien tidak mengalami kelainan refraksi (emetrop).Apparatus Lakrimalis . Amotio corpal : .Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan . Pemakaian salep tersebut juga berfungsi sebagai lubrikan.Palpebra inferior Hiperemi (-) Hiperemi (-) . .Placido Konsentris reguler Konsentris reguler 9.Warna kekeruhan Tidak ada Tidak ada 13. Pemeriksaan subjektif yang dilakukan berupa pemeriksaan visus jauh dan pemeriksaan refraksi. Dari anamnesis. kalazion (-) Hordeolum (-). dan debris kornea yang tertinggal dihilangkan dengan ‗cutton but‘ steril.Warna Coklat Coklat . Didapatkan hasil visi jauh pada baik mata kanan maupun kiri sebesar 20/20.Palpebra superior Hiperemi (-) Hiperemi (-) . Korpus Vitreum Jernih Jernih 14. kalazion (-) 7.OD : Emetrop. hiperemis (-).OS : Corpal gram pada permukaan kornea mata kiri Terapi 1.Refleks direct + + .Kejernihan Jernih Jernih .5% sebanyak 1 tetes. Diskusi Pada kasus ini.Ukuran 3 mm 3 mm .3%).

2. Benda bukan logam (non metalik). Namun permukaan kornea masih licin dan mengkilap. Erosi ini timbul apabila benda asing yang masuk tidak sampai menembus bola mata tetapi hanya tertinggal pada konjungtiva atau kornea. Benda logam (metalik). bahan tumbuh-tumbuhan. badan kaca. bintik-bintik bulat kecoklatan pada lensa dan iris berubah warna. timah hitam. Dalam hal ini akan ditemukan suatu luka terbuka dan biasanya terjadi prolaps iris. epitel pigmen iris. Timah hitam dan seng merupakan bendan reaktif yang lemah reaksinya. dan tak tampak adanya infiltrat ataupun kelainan lain yang menyertai. Tembaga dalam badan kaca dapat menimbulkan ablasio retina sebagai akibat jaringan ikat di dalam badan kaca yang menarik retina. kaca. Gejala klinik kalkosis timbul lebih dini dari pada siderosis yaitu beberapa hari setelah trauma. terdiri dari benda-benda yang dapat menimbulkan reaksi jaringan mata sehingga mengganggu fungsi mata. Benda inert. Trauma Tembus Trauma tembus adalah suatu trauma dimana sebagian atau seluruh lapisan kornea dan sclera mengalami kerusakan. Pada keadaan ini tidak terjadi luka terbuka sehingga organ di dalam bola mata tidak mengalami kontaminasi. Benda asing dengan kecepatan tinggi akan menembus seluruh lapisan sclera atau kornea serta jaringan lain dalam bola mata kemudian bersarang di dalam bola mata ataupun dapat sampai menimbulkan perforasi ganda sehingga akhirnya benda asing tersebut bersarang di dalam rongga orbita atau bahkan dapat mengenai tulang orbita. Gejala siderosis tampak 2 bulan sampai 2 tahun setelah trauma. Akibat Benda Asing pada Mata Benda asing dapat mengakibatkan : 1. 5. Neovaskularisasi Kornea Neovaskularisasi dipercaya sebagai akibat dari adanya suatu peradangan ataupun hipoksia dalam suatu kondisi sistem imun kornea yang tidak seimbang. lensa. Benda asing yang dapat masuk ke dalam mata dibagi dalam beberapa kelompok: 1. yaitu benda yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak menimbulkan reaksi jaringan mata. Bentuk reaksinya tergantung macam serta letak benda asing tersebut di dalam mata. seperti batu. bila terjadi reaksi hanya ringan saja dan tidak mengganggu fungsi mata. 4.
Terbagi menjadi benda logam magnet dan bukan magnet. seperti emas. dan bulu ulat. Benda organik kurang dapat diterima oleh jaringan mata dibanding benda anorganik. perak. Kalkosis Reaksi jaringan mata akibat pengendapan ion tembaga di dalam jaringan terutama jaringan yang mengandung membrane seperti membrane Descement. pupil lebar dengan reaksi lambat. platina batu. tidak akan memberikan reaksi ataupun kalau ada hanya berupa reaksi ringan. yaitu : epitel kornea. ataupun badan kaca. iris. seperti emas. dan porselin. Trauma Erosi konjungtiva atau kornea. tembaga. 2. Timbulnya siderosis sebenarnya sangat dini tetapi tidak memberikan gejala klinik yang jelas sampai beberapa waktu lamanya. Reaksi Jaringan Mata Reaksi yang timbul tergantung jenis benda tersebut apakah benda inert atau reaktif. Benda logam dengan sifat bentuk reaksi yang merusak adalah besi berupa ―siderosis‖ dan tembaga. seng. Pada benda yang inert. 7. 6. epitel kapsul lensa. Siderosis Merupakan reaksi jaringan mata akibat penyebaran ion besi ke seluruh mata dengan konsentrasi terbanyak pada jaringan yang mengandung epitel. bahan pakaian. Perdarahan Perdarahan intraokular dapat terjadi apabila trauma mengenai jaringan uvea. Benda reaktif akan memberikan reaksireaksi tertentu dalam jaringan mata. seperti timah hitam. 3. 3. berupa hifema (perdarahan dalam bilik mata depan) atau perdarahan dalam badan kaca.merupakan gram yang menempel ketika pasien sedang bekerja di bengkel 5 hari sebelumnya. Pada mata tampak endapan karat besi pada kornea berwarna kuning kecoklatan. nikel. Gejala klinik berupa : gangguan penglihatan yang mula-mula berupa buta malam kemudian penurunan tajam penglihatan yang semakin hebat dan penyempitan lapang pandang. platina. dan epitel pigmen retina. Benda reaktif. Trauma ini dapat terjadi apabila benda asing melukai sebagian lapisan kornea atau sclera dan tertinggal di dalam lapisan tersebut. besi tembaga. dan permukaan retina. kaca. 4. Tembaga dapat memberikan reaksi purulen. aluminium. . kapsul anterior lensa.

Ilyas. G. Cermin Dunia Kedokteran : Corpus Alienum Intra Oculi.. didapatkan menggunakan obatobatan yang berbeda secarah terpisah. Taylor. Edisi kedua. Komponen obat anestesi ideal (trias anestesi) terdiri dari hipnotik analgesia dan releksasi otot. Kasus Seorang wanita umur 40 tahun datang dengan keluhan terdapat benjolan di payudara kanan. Bagian Ilmu Penyakit Mata.medscape. M. 2. atau bedah abdomen yang luas diperlukan control pernapasan yang adekuat. 4. dan leukosit infiltrative (seperti makrofag. Vaughan. Anestesi umum dibagi menjadi 2 menurut cara pemberiannya yaitu pemberian secara intravena dan secara inhalasi. Mahmud.emedicine. Diakses dari www. Edisi keempat belas. Pada pemeriksaan fisik terdapat benjolan di payudara kanan diameter 2 cm Pemeriksaan penunjang : Pemeriksaan Darah Kimia Darah GDS 87. dan vascular endothelial growth factors/ VEGF) telah diidentifikasi dari kornea dan cairan air mata. Carlos. Bahri. Program Profesi Pendidikan Dokter. benjolan sejak 1 bulan SMRS muncul benjolan pada payudara kanan dan terasa nyeri walau tidak ditekan.Trauma epitel dan/atau hipoksia pada kornea dapat menstimulasi pembentukan faktor-faktor angiogenik oleh sel-sel epitel lokal. 3.com pada tanggal 22 Februari 2011.5 tahun dan menyusui. 1978. IL-1. paul. Sementara itu untuk pembedahan dimana pasien masih sufisien untuk bernapas spontan. Asbury.84 (N : 0. Ilmu Penyakit Mata.Operasi : incisi Diskusi Pada kasus wanita umur 40 tahun datang dengan . sehingga sel-sel endothelial pembuluh darah bermigrasi dan berproliferasi untuk membentuk suatu pembuluh darah baru. Anestesi Umum pada Incisi FAM Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Teknik ini sesuai untuk prosedur pembedahan tertentu untuk mengendalikan pernapasan. RSUD Tidar . C. (2000).D. Pada trauma dimana benda asing menyebabkan luka perforasi sehingga benda asing tersebut berada di dalam bola mata.2) SGOT 22. Sidarta. M. Oftalmologi Umum. Keywords: Kista Ovarium. Dalam anestesi umum pasien dapat bernafas spontan. Cornea : Treatment and Medication.6 (N : <38) SGPT 18. Sitepu. sehingga relaksan otot tidak diperlukan lagi dan dapat menghemat biaya anestesi. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik. (2009). Jakarta: Fakultas Kedokteran UI.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:08 ABSTRAK Anastesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel).1 (N : <42) Darah Lengkap dbn Pemeriksaaan Radiologi Foto Polos Thorax Pulmo/ cor dbn EKG Hasil : dbn Diagnosis FAM Terapi Ceftriaxon .7 (N : 10-50) Creatinin 0. Referensi 1. umumnya prognosis baik karena benda tersebut dapat langsung dikeluarkan dan akibatnya sangat ringan tanpa meninggalkan bekas ataupun hanya nebula bila di kornea.Ketorolac . dibantu atau dikontrol oleh anestesiologis. Sebagian besar obat-obat anestesi menyebabkan depresi fungsi respirasi secara sentral.. Beberapa dari faktor tersebut (fibroblast growth factors. Cao. Prosedur pembedahan yang memerlukan pelumpuhan otot seperti bedah thorax. (2003).. Faktor angiogenik menstimulasi terjadinya degradasi enzimatik terlokalisasi pada membran dasar ujung pembuluh darah perilimbal. Jakarta : Widya Medika. keratosit. Kesimpulan Pada trauma dimana benda asing berada di permukaan mata tanpa adanya luka perforasi seperti yang terjadi pada kasus ini. anggota keluarga tidak punya keluhan yang sama.Magelang. Bagian Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara: Medan Penulis Sekar Mutiara (20060310001). Foreign Body Removal.4 Ureum 31.6-1. maka prognosisnya tergantung jenis-jenis benda asing. Daniel. neutrofil). dan Riordan-Eva. Riwayat KB suntik sekitar 3..

tambahan analgesi regional atau membantu prosedur diagnostic. kemudian menyusul eter.0-9. Efek samping halotan : a. pipa plastik yang sekali pakai untuk operasi tertentu. Ketamin dapat menyebabkan takikardia. aritmia).keluhan terdapat benjolan di payudara kanan dilakukan pembedahan dengan anestesi umum. bradikardi dan hipotensi selama induksi b.4 % halotan (anak-anak 1. Obatobatan yang sering dipakai adalah thiopental. pastikan kecukupan ventilasi ruangan d. hindari penggunaan berulang dalam jangka waktu 3 bulan b. fekromositoma. halotan. Mempermudah pemberian ventilasi dan oksigenisasi B. Pemeliharaan jalan napas d. memperparah hipotensi yang disebabkan oleh efek pemblokan ganglionik tubokurarin. c.5-8. untuk intubasi oral panjang pipa yang masuk 20-23 cm. Laringoskop . Mempertahankan jalan napas agar tetap adekuat c. Mandrin C = Conektor/sambungan-sambungan S = Suction. Opioid tidak mengganggu kardiovaskuler. Laringoscop dan Stetoskop T = Tubes. Halotan digunakan untuk menginduksi dan mempertahankan anestesi. Ukuran laki-laki dewasa berkisar 8.Blade lurus. metoksifluran. nyeri kepala. Indikasi : a. dan mimpi buruk (halusinasi). misalnya didaerah kepala dan leher dibutuhkan pipa yang tidak bisa tertekuk yang mempunyai spiral nilon atau besi. Membersihkan saluran trakeabronkial b. Untuk mencegah kebocoran balon (cuff) pada ujung distal . hipertensi.5-2 % halotan) dalam O2 atau O2/N2O. etilen. dan opioid. Stilet atau forcep intubasi Digunakan untuk mengatur kelengkungan pipa endotrakeal sebagai alat . Obat anestesi inhalasi yang pertama kali digunakan untuk membantu pembedahan adalah N2O. sebelumnya ada riwayat hiperpireksia (suhu badan melebihi 41. d.5 mm. meningkatkan efek relaksan otot aminoglikosida c. Induksi : 2. Plester. Pemberian ventilasi mekanis jangka panjang C. hiperpireksia ganas jarang terjadi d. Tindakan resusitasi b. etil-vinil-eter. mempotensiasi aksi relaksan otot non depolarisasi b. anti depresan trisiklik. gunakan hiperventilasi sedang selama bedah saraf c.0 mm. pada anak-anak pipa endotrakeal tanpa balon. menggigil selama pemulihan f. hipersalivasi. Biasanya digunakan pada bayi dan anak. Intubasi trakea adalah tindakan memasukkan pipa endrotrakeal kedalam trakea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dilkendalikan. Untuk induksi. Pipa Endotrakeal A = Air Way. Tujuan : a. Stilet . dan sevofluran. dan pasca anestesi dapat menyebabkan mual muntah. b. dan demam tinggi. Penghisap Lendir a. opioid (morfin. petidin. Penggunaan halotan merupakan kontra indikasi pada pasien kelainan jantung (hipotensi. myastenia gavis. trikloro etilen. A. Plester I = Indroducer. hindari pemakaian pada kehamilan dan menyusui e. ketamin. pentanil) diberikan dalam dosis tinggi. sehingga sering digunakan untuk induksi pasien dengan kelainan jantung. Pipa oroparing/Nosoparing. Bila hendak diberikan sebelumnya sebaiknya diberikan sedasi (midazolam). Tindakan anestesi c. Hal-hal ini yang perlu diperhatikan adalah : a. meningkatkan sensitifitas miokardium terhadap adrenalin. Propofol dikemas dalam cairan emulsi lemak berwarna putih susu bersifat isotonic dan hanya boleh diencerkan dengan menggunakan dekstrose 5%. sikloropan. aritmia jantung selama anestesi c. laringoskopi dengan blode lurus (misalnya blade magill). Pipa Endotrakeal Terbuat dari karet atau plastik. etil klorida. simtomitetika lainnya. Mencegah aspirasi d. gangguan hepar. isofluran.Blade lengkung (macintos) biasa digunakan laringoscop dewasa . Sehingga kontra indikasi untuk pasien hipertensi. Persiapan set intubasi : Sebelum mengerjakan intubasi dapat diingat kata STATICS S = Scope. enfluran. wanita 7. propofol.dapat mengganggu kemampuan mengendrai kendraan dan mengoperasikan mesin. f. fluoroksan. desfluran. kerusakan hati e. Interaksi obat : a. d. Ambubag T = Tape. pandangan kabur. untuk memfiksasi pipa trakea setelah tindakan intubasi e. Pipa orofaring/nasoparing Alat ini dugunakan untuk mencegah obstruksi jalan nafas karena jatuhnya lidah. mual dan muntah setelah operasi Anestesi intravena selain untuk induksi juga dapat dipakai untuk rumatan. kloroform.1 derajat celcius) ganas atau rentan terhadap hipertermia malignan. aminofilin dan theofilin.

Berdasarkan berat ringannya penyakit maka pasien digolongkan pada ASA 1 yang berarti pasien penyakit bedah tanpa disertai gangguan sistemik. Arif. kesadaran: compos mentis. Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu . Teknik yang digunakan harus tepat dan harus dilakukan monitor yang ketat selama jalannya operasi. Bagian Ilmu Anestesi. sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. sekret encer (+). Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. Pada pemeriksaan telinga dan tenggorokan tidak ditemukan adanya kelainan. 2000. Ditambah dengan adanya pemeriksaan penunjang yang dilakukan maka pasien ini didiagnosis sebagai rhinitis alergika. Kata kunci: Rhinitis Alergika. pasien datang dengan keluhan pilek disertai ingus encer. General Anesthesi.com/Anestesiologi. Riwayat asma (-). http://www. Mansjoer. Pada kasus ini. bersin-bersin. Referensi 1. Program Profesi Pendidikan Dokter. Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman. www. hiperemis (-). Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 Penulis Sekar Mutiara (20060310001). www. Dalam: Kapita Selekta Kedokteran edisi III hal.digunakan untuk membersihkan jalan napas Kesimpulan Pada kasus ini pasien di lakukan anestesi umum. Diagnosis Rhinitis Alergika Terapi Non Famakologi : Edukasi: Menghindari kontak dengan alergen penyebab Farmakologi: Ozen tab 2x1 Coldizo 2x1 Diskusi Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran .bantu saat insersi pipa. RSUD Tidar . Keluarga pasien tidak ada yang mempunyai riwayat alergi. pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu. Alat penghisap (suction ).com. tapi karena lebih persisten. 2. General Anesthesi. Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 4. Forcep intubasi (magill/digunakan untuk memanipulasi pipa endotrakeal nasal atau pipa nasogastrik melalui orofaring f.Magelang. Jakarta.Wikipedia. Anggota keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit serupa. septum nasi deviasi (-). conca udem (+). Pasien belum pernah berobat sebelumnya. dkk. sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. bersin-bersin. gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik. komplikasinya lebih sering ditemukan.emedicine. pemeriksaan Vital Sign: Tekanan darah :120/70 mmHg Respirasi: 20x / menit Suhu: febris Nadi: 80x / menit. Diakses pada tanggal 24 Januari 2012 3. asma dan penyakit lainnya. PENATALAKSANAAN RHINITIS ALERGIKA PADA PEREMPUAN USIA 24 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Pada Pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan tampak mukosa hidung udem (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum: baik. berwarna putih kepucatan (livid ) (+).261-264. Anestesi spinal. pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu.Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:45 ABSTRAK Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama. Reaksi hipersensitivitas tipe II Kasus Seorang pasien perempuan berusia 24 tahun datang ke poli THT dengan keluhan pilek disertai ingus encer.com. Pasien mengaku alergi dengan debu.medicinenet. Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu. gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik. Pasien mengaku alergi dengan debu.

hay fever. gunakan masker wajah. peningkatan permeabilitas kapiler. bau yang merangsang. urtikaria atau eksim. Jika perlu.1. yang berdasarkan kelainan atopi. terutama untuk mengatasi sumbatan hidung. diberikan 2 minggu sebelum pemberian topikal agar pemberian topikal efektif. Edukasi sebaiknya selalu diberikan berkenaan dengan penyakit yang kronis. pengobatan memerlukan waktu yang lama dan pendidikan penggunaan obat harus benar . Sering disertai penyakit alergi lainnya seperti asma. Lamalama akan mengakibatkan timbul garis melintang di dorsum nasi sepertiga bawah (allergic crease). tapi karena lebih persisten. Dapat diberikan natrium kromolat dalam bentuk inhalasi untuk pencegahan. Rinorea yang encer dan banyak. Pada reaksi alergi ini dilepaskan berbagai zat mediator yang akan menimbulkan gejala klinis. Gejala spesifik lain pada anak-anak bila penyakit telah berlangsung lama (>2 tahun) adalah bayangan gelap didaerah bawah mata (allergic shinner) akibat stasis vena sekunder karena obstruksi hidung. Dapat timbul pada semua golongan umur. flunisolid. Imunoterapi diindikasikan untuk severe persistein. iritasi ujung-ujung saraf sensoris dan aktivasi sel-sel kelenjar sehingga sekret diproduksi lebih banyak. Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. Pemakaian peroral dengan pemberian intermiten atau tapering off hanya untuk kasus berat. Penatalaksanaan rhinitis alergi adalah dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi. Diluar serangan. Faktor herediter berperan. kadang disertai lakrimasi. Efek kortikosteroid baru terasa setelah pemakaian agak lama. Pada kasus ini didiagnosis rhinitis alergika. Preparat yang dipakai adalah agonis alfa adrenoreseptor. Jika hipertropi sudah berat dapat dilakukan konkotomi. Pemakaian lokal dengan preparat baru. golongan etnis dan ras tidak berpengaruh. pastikan dengan skin test kemudian jaga kebersihan rumah. Diperberat oleh faktor non spesifik. terutama anak dan dewasa muda. namun berkurang dengan bertambahnya umur. Serangan bersin berulang lebih dari lima kali dalam satu serangan. basah. hindari kegiatan berkebun. Rinitis alergi sepanjang tahun (perennial)2. Jika harus berkebun. Gejala sering tidak lengkap. Diberikan peroral. jendela ditutup. bulu binatang. Penyebab tersering adalah alergen inhalan (dewasa) dan ingestan (anak-anak). kecuali bila telah berlangsung lama. Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman. komplikasinya lebih sering ditemukan. hidung tersumbat. sedangkan jenis kelamin. seperti beklometason. rinitis alergi dibedakan atas : Rinitis alergi musiman (seasonal. Tidak ada demam. Terapi simptomatis dilakukan . Gejala keduanya hampir sama. Pemberian topikal harus hemat dan jangka pendek (4-10 ahri). Berdasarkan sifat berlangsungnya. Pada anak-anak sering disertai gejala alergi lain. pucat atau livid. Untuk hipertropi konka. pollinosis). Menghindari pencetus (allergen) dengan cara mengamati benda-benda apa yang menjadi pencetus (debu. seperti urtikaria dan gangguan pencernaan. sampai dia tidak lagi menunjukkan reaksi alergi jika terpapar oleh senyawa tersebut. dan budesonid untuk jangka panjang cukup aman. hidung dan mata gatal. Anak sering menggosok-gosok hidung dengan punggung tangan (allergic salute). hanya sifat berlangsungnya yang berbeda. mukosa kembali normal. biasanya dalam kombinasi dengan antihistamin seperti pseudoefedrin fenilpropanolamin. dll).utama. Penatalaksanaan yang tepat yaitu dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi. serbuk sari. Tujuannya adalah agar pasien mencapai peningkatan toleransi terhadap alergen. Terapi simptomatis dilakukan melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal. Kesimpulan Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama. disertai banyak sekret encer. Zat mediator utama dan terpenting adalah histamin yang memiliki efek dilatasi pembuluh darah. Pada rinoskopi anterior didapatkan mukosa edema. perubahan cuaca dan kelembaban yang tinggi. pasien harus dirujuk agar dapat dilakukan kauterisasi konka inferior dengan nitras agenti atau triklor asetat. seperti asap rokok.

Namun bila LBP terjadi mendadak dan berat maka akan membutuhkan pengobatan. dimana pada beberapa kasus gejalanya sesuai dengan diagnosis patologisnya dengan ketepatan yang tinggi. FIV tak menyempit. Pasien mengatakan tidak ada gangguan dalam buang air kecil. Spondyloarthrosis L II-III. reflek fisiologis dalam batas normal.. Kata kunci : Low back pain. memiliki gejala nyeri pinggang sampai kaki kanan setelah mengangkat beban yang berat. Pada pemeriksaan fisik. Pasien adalah seorang petani yang sering mengangkat hasil tani. Kekuatan pada kaki kanan bebas terbatas dan kekuatannya sulit dinilai karena nyeri. Nyeri . 2. Hari masuk rumah sakit.. 1997. Jakarta.Lumbosacral : Kurvatura melurus. Peter. Saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. karena harus merubah pula cara hidup penderita dan malahan juga perubahan pekerjaan. Pemeriksaan radiks medula. nyeri Kasus Satu bulan sebelum masuk RS. Diskusi LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis. 20060310016.php 2007 3. Amitriptilin 2 x 12. pemeriksaan fisik ditemukan lasegue (+). diagnosis tidak pasti dan berlangsung lama. patrick dan kontra patrik negatif.worldallergy. Tampak osteophyt anterior corpus vertebra lumbales. Pada pasien ini.Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:42 ABSTRAK Low Back Pain (LBP) adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. DIV L II-III menyempit.5 mg. Riwayat penyakit tumor disangkal. A. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta LOW BACK PAIN PADA PASIEN LAKILAKI USIA 35 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Awalnya pasien tidak mengobati nyerinya. LBP yang rekuren membutuhkan lebih banyak perhatian. BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo.. Jakarta. hanya dibiarkan saja. Trabekulasi tulang cukup baik. Diagnosis Diagnosis Klinis : Low Back Pain cum Ischialgia Diagnosis Topik : Radiks spinalis lumbal II III Diagnosis Etiologi : et causa Spondilogenik dd. pasien datang ke IGD membawa rujukan dari puskesmas dengan keterangan nyeri pinggang sampai ke kaki kanan yang dirasakan sudah ± 1 bulan.. walaupun pada sebagian besar kasus akan sembuh dengan sendirinya. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Riwayat Jatuh terduduk disangkal. A. ditemukan lassegue 300. Fisioterapi. Riwayat TBC / batuk lama disangkal. Edisi 6.. Riwayat dipijit disangkal. Penulis Farida Aryani. Pedikel intak. Anatomi dan Fisiologi Terapan. R. Keluhan ini dapat demikian hebatnya hingga penderitanya mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan sampai harus istirahat dan dirawat di rumah sakit. Ketorolac 1 amp/12 jam. Dengan demikian maka LBP yang timbulnya sementara dan hilang timbul adalah sesuatu yang dianggap biasa. website www. HNP Terapi Inj.melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal.. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Penyakit Telinga Luar. Pasien merasakan gejala ini setelah mengangkat beban yang berat. tidak ditemukan reflek patologis. saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. Pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. 1997.org/professional /allergic_diseases_center/rhinitis/rhinitis_indepth. Riwayat penyakit serupa disangkal. Edisi 6. pasien mulai mengeluh nyeri pinggang yang menjalar sampai ke kaki kanannya. Referensi 1. namun di sebagian besar kasus. Rhinitis. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Michael. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. kesan : Spondylosis lumbalis. Lawrence. Foto radiologi V.

telah disertai dengan defisit neurologis berupa adanya tanda rangsangan laseque (+). Nyeri punggung bawah. dan topiramat. Referensi 1. Penanganan pasien. karena sejalan dengan usia yang menuju berumur pertengahan. karbamazepin. 2008.M.1995 3. tirah baring dan mobilisasi serta diberikan medikamentosa mengurangi nyeri. Tanda Laseque adalah tanda pre-operatif yang terbaik untuk suatu HNP. Sadeli HA. Kesimpulan LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis. batuk ataupun mengejan. Dalam: Nyeri Neuropatik. Medikamentosa diberikan terutama untuk mengurangi nyeri yaitu dengan analgetika. Kapita selekta kedokteran jilid 2. BRSD KRT Setjonegoro. Jakarta. Mansjoer. diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan.ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. Adanya tanda Laseque lebih menandakan adanya lesi pada L4-5 atau L5-S1 daripada herniasi lain yang lebih tinggi (L1-4). Pesien didiagnosis etiologi HNP dengan manifestasi iskialgia didasarkan atas anamnesis: adanya nyeri pada punggung bawah yang timbul tak tergantung dengan waktu siang atau malam. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENATALAKSANAAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA PRIMIGRAVIDA UMUR KEHAMILAN 13 MINGGU . memberat terutama bila berjalan. Sering obat yang sesuai untuk penanganan dimulai dengan asetaminofen dan/atau nonsteroidal antiinflammatory drug. LBP yang lebih dari 6 bulan disebut kronik. gabapentin.dkk.Tanda Laseque atau modifikasinya yang positif menunjukkan adanya ketegangan pada saraf spinal khususnya L5 atau S1. Mumenthaler. Untuk LBP akut secara fakta didapatkan bahwa tidak terdapat NSAID spesifik yang lebih efektif terhadap yang lainnya. Editor: Meliala L. Sadeli HA. Jakarta. Pada pasien ini faktor yang menjadi resiko dari penyebab terjadinya low back pain adalah faktor pemakaian yang terlalu banyak (wear and tear). Perdossi. Media Aesculapius FK-UI. Nyeri ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. patofisioloogi dan penatalaksanaan. Hal ini menggambarkan telah terjadinya trauma mekanik pada vertebra yang terjadi secara berulang dalam waktu yang lama. Dalam penanganan umum penderita diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan. 2001 Penulis Farida Aryani. Suryamiharja A. Tjahjono B. 20060310016. Medikasi lain yang dapat diberikan sebagai tambahan adalah relaksan otot. Arief. 2. Harus diketahui bahwa tanda Laseque berhubungan dengan usia dan tidak begitu sering dijumpai pada penderita yang tua dibandingkan dengan yang muda (<30tahun). antidepresan trisiklik. tampak osteofit korpus vertebra. tirah baring dan mobilisasi.Binarupa Aksara. Faktor resiko dari penyebab terjadinya low back pain bisa karena faktor pemakaian yang terlalu banyak.Neurologi. Selain hal ini penderita juga sering mengangkat beban berat yang akan memberikan trauma berulang secara berkepanjangan pada struktur tulang belakang karena pasien seorang petani dan hampir setiap hari mengangkat beban. dan antiepileptika seperti fenitoin. Pada penderita ini secara radiologis x-foto polos terlihat penyempitan ruang intervertebralis. Purba JS.

Satu-dua minggu sebelum masuk rumah sakit. berat badan menurun. Muntah awalnya hanya terjadi pada pagi hari dan setelah makan dan minum. Sedativa yang sering diberikan . aktivitas sehari-hari terganggu. Riwayat sakit kuning. pielititis. 4. Pasien sering merasa haus dan bibir terasa kering. Bila perlu ditambahkan kalium dan vitamin. jantung dalam keluarga disangkal. janin dalam keadaan baik. Terapi medikamentosa. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein dapat diberikan pula aam amino secara intravena. Terapi Psikologik. Isolasi. nadi : 92 x/menit. konsumsi jamu. pada muntahan tidak terdapat darah. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. tatapi cerah dan peredaran udara yang baik. PPV. aseton. Farmakologis berupa Infus D5% 20 tpm. Pada pemeriksaan thoraks dan ekstremitas dalam batas normal. Pada kasus ini. 3. Apabila dengan cara diatas keluhan dan gejala tidak mengurang maka diperlukan pengobatan. DIAGNOSIS G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu dengan hiperemesis gravidarum TERAPI Non farmakologi berupa bed rest. Rehidrasi dengan cairan parenteral. Diet biasa. pengawasan KU. seorang wanita G1P0A0 usia 24 tahun hamil 13 minggu dengan mual muntah berlebihan sejak 1 bulan yang lalu. suhu : 37°C. Pengawasan KU. Badan terasa lemah. sampai muntah berhenti dan penderita mau makan. DISKUSI Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. Beberapa cara untuk penanggulangan hiperemesis lebih lanjut : 1. Riwayat sakit kuning. respirasi teratur dalam batas normal. sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. dan sebagainya. dan berkurang saat istirahat. pasien menikah 1x lamanya 9 bulan. karbohidrat. khlorida dan bilirubin.Dibuat oleh: Dianita Rachmawati. Dibuat control cairan yang masuk dan keluar. VS. kurangi pekerjaan yang berat serta menghilangkan masalah dan konflik. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. pielititis. alergi.Modifikasi terakhir pada Minggu 11:44 ABSTRAK Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. dehidrasi. yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini. hipertensi. dehidrasi. Muntah > 10 kali sehari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. PPV. KASUS Seorang wanita. Keluhan mual dan muntah semakin bertambah berat setelah makan dan minum. Diabetes Mellitus. 2. hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan. G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu datang dengan keluhan mual dan muntah sejak ± 1 bulan yang lalu. muntah dialami lebih dari 10 kali per hari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. Diet biasa. Pasien juga mengeluh nyeri ulu hati dan kadang demam. Pasien mengaku mempunyai rasa takut dan cemas terhadap kehamilannya yang pertama. DM. Cernevit 1x1 drip dan Ondansetron 8mg/drip. dan protein dengan glucose 5% dalam cairan garam fisiologik sebanya 2-3 liter sehari. dengan TD : 70/50 mmHg. Pemeriksaan USG. Air kencing perlu diperiksa sehari – hari terhadap protein terhadap protein. 24 tahun. pada muntahan tidak terdapat darah. Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit. Pada pemeriksaan pasien compos mentis dan tampak lemas. VS. Nafsu makan dirasakan menurun karena pasien takut muntah. Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam penderita. Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan. Pemeriksaan abdomen terdapat nyeri tekan epigastrium. berat badan menurun. Hipertensi disangkal. Penderita disendirikan dalam kamar tenang. catat dan perhatikan cairan yang keluar dan masuk. Penatalaksanaan non farmakologi berupa bed rest. multivitamin dan antiemetik. Tiap makan langsung muntah. tetapi perlu diingat untuk tidak memberikan obat teratogen. dan sebagainya. Farmakologis berupa Infus. BAB dan BAK dirasakan semakin menurun. muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. alergi obat. asma.

Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta. Mannor SM.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:41 Abstrak Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida. obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion. In : Iffty L. Obstetri Williams. Jakarta: EGC. Hal ini mungkin disebabkan karena faktor psikis dari pasien yang takut dan khawatir akan kehamilannya yang pertama. Toronto : A Wiley Medical Publication. Prof. KESIMPULAN Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. Am J Obst. Durasi anestesi secara signifikan lebih lama dengan bupivakain dibandingkan dengan anestesi lokal lain yang umum digunakan.. Kaminetzky HA eds.135-171. Sarwono. & gynec. dkk.dr. 2005. Isi Seorang laki-laki.H2O Farmakodinamik: Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida. yang mana pada 1 ampul terdapat volume 4 ml dan setiap ml terkandung 5 mg Bupivacain HCl dan 80 mg dekstrose monohidrat. yang terpenting adalah rehidrasi. gangguan kardiovaskular. Ini juga telah mencatat bahwa ada periode analgesia yang tetap setelah kembalinya sensasi. 1981. Principles and Practise of Obstetric and Perinatology. gangguan liver dan gangguan ginjal. Mochtar.G. nyeri dan merasa kurang puas bila buang air kecil dengan suspect BPH. Hal ini disebabkan karena terapi tidak berhasil bahkan keadaan umumnya semakin buruk. Ilmu Kebidanan dan Kandungan. RSUD Salatiga Penggunaan Bupivacaine pada Pasien BPH Tindakan Open Prostatektomi Dibuat oleh: Anita Permatasari.Rustam. Prawirohardjo. umur 56 tahun datang karena tidak bisa buang air kecil. Sinopsis Obstetri.1991. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi. Farmakokinetik: durasi analgetik pada T10-T12 selama 2-3 jam.5 jam. Rumus empirik: C16H26N2O. Obat ini juga dapat ditoleransi dengan baik pada semua jaringan yang terkena. Bupivacain HCl menghasilkan relaksasi muskular yang cukup pada ektremitas bawah selama 2-2. antihistamiika juga dianjurkan. Terapi radikal terminasi kehamilan. Vol. PT.. 1155-1164. Hyperemesis Gravidarum. Distribusi larutan injeksi anestesi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Onset aksi dengan bupivakain adalah cepat dan anestesi tahan lama.1968. Pada kasus ini pasien menderita hiperemesis gravidarum pada saat usia kehamilannya 13 minggu. perdarahan retina. Nausea and Vomity in Pregnancy. Ilmu Kebidanan. 21. vol. Terapi yang diberikan bertujuan untuk memperbaiki kondisi dan mencegah terjadinya keadaan yang lebih buruk. ed. Penghambatan motorik pada otot abdominal membuat larutan sesuai untuk operasi abdominal selama 45-60 menit.Diagnosis prabedah : BPH. obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion.HCl. Riwayat susah buang air kecil sudah satu minggu. et al. 12. F.adalah Phenobarbital. . Vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6. EGC:Jakarta. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi.20 mg Bupivacaine spinal injeksi. PENULIS Dianita Rachmawati. REFERENSI Cunningham. 15 .5 % 15 mg. Indikasi terminasi kehamilan adalah ensefalopati Wernicke. Fairwether. Diagnosis BPH Jenis pembedahan : open prostatektomi. yang paling penting adalah volume larutan injeksi dan posisi dari pasien. 2008.102. Jenis pembedahan : open prostatektomi. Dalam keadaan terminasi kehamilan dapt dilakukan. Dosis bupivacaine spinal injeksi untuk dewasa yang dianjurkan adalah: anestesi spinal untuk operasi : 10. 5. Diskusi Pada pasien ini dilakukan anestesi spinal dengan menggunakan Bupivacaine spinal 0.

Hanya 5% dari bupivakain diekskresikan tidak berubah dalam urin. terutama mereka dengan penyakit hati yang berat.. Pasien masih mau makan dan minum ASI seperti saat tidak sakit. Keyword : kejang demam.Modifikasi terakhir pada Minggu 08:51 ABSTRAK Kejang demam adalah kejang yang disebabkan kenaikan suhu tubuh lebih dari 38. Pada suhu 37oC cairan serebrospinal memiliki berat jenis 1. Anestesiologi. 2006. Kejang terjadi pada sore harinya 1 kali. McGraw Hill. Referensi 1. Mikhail MS. J. 2001 Penulis Anita Permatasari. Anesthesiology. Pilihan Cara Anestesia.selama waktu kebutuhan analgesik kuat berkurang. Schlunt. Clinical Anesthesiology 4th edition. rujukan Puskesmas karena mengalami kejang. F.003-1. Artusio. Pasien dengan penyakit hati. hal 123. sehingga meminimalkan komplikasi spinal anestesi.4°C tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit akut pada anak berusia di atas 1 bulan tanpa riwayat kejang tanpa demam sebelumnya. sehingga menambah berat jenis obat. Riwayat kejang sebelumnya (+) sekitar 5 menit saat usia 9 bulan dan diopname.0278. sehingga memungkinkan perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. Muhardi. Setelah mengalami kejang. Dilihat dari berat jenisnya obat ini termasuk obat hiperbarik yaitu berat jenis obat lebih besar dari berat jenis cairan serebrospinal. semakin lama semakin meningkat. Latief Said.J. Kondisi hiperbarik akan memungkinkan terjadi perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. Jakarta: Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.F. Anestesi lokal jenis Amide seperti bupivakain dimetabolisme terutama di hati melalui konjugasi dengan asam glukuronat. editor. D. Adult Perioperative Anesthesia: The Requisites in Anesthesiology. karena obat ini memiliki onset yang cepat dan anestesi yang tahan lama. ekskresi urin dipengaruhi oleh perfusi ginjal dan faktor yang mempengaruhi pH urin. 2. BAK dan BAB dalam batas normal. Unit Kerja Koordinasi Neurologi IDAI membuat klasifikasi kejang demam pada anak menjadi 2 yaitu Kejang Demam Sederhana (KDS) dan Kejang Demam Kompleks (KDK). saat demam berupa gerakan kaku seluruh tubuh anak dan berlangsung kurang lebih 5 menit. mungkin lebih rentan terhadap toksisitas potensi anestesi lokal tipe amida.008. Tidak ada riwayat perdarahan (mimisan ataupun perdarahan gusi) dan ruam . Mosby.Murray M. 1989. 3. RS Jogja. Muhadi Muhiman. PENEGAKAN DIAGNOSIS KEJANG DEMAM SEDERHANA PADA ANAK PEREMPUAN USIA 10 BULAN Dibuat oleh: Dianita Rachmawati. New York... terus-menerus.3 kg. Yao. Kesimpulan Pada kasus ini penggunaan obat bupivacaine untuk spinal anestesi sudah tepat.S. M. 2004 4. Sedangkan dalam obat ini memiliki berat jenis 1. Selain itu obat ini termasuk obat hiperbarik jika dilihat dari berat jenisnya. Sehari sebelumnya anak demam mendadak. Problem Oriented Patient Management. riwayat kejang demam pada keluarga (+). Ginjal adalah organ ekskresi utama untuk anestesi lokal. pasien lemas dan tertidur kemudian sadar. Stase Ilmu Anestesi dan Reanimasi. Pasien sempat dibawa ke puskesmas dan mendapat diazepam per rectal. Cole. Morgan GE. Dalam: Basuki Gunawarman. USA. Lippincott Williams and Wilkins. dibawa oleh ibunya ke IGD RSUD Salatiga. kejang demam sederhana KASUS Seorang anak perempuan usia 10 bulan dengan berat badan 9. Yogyakarta. Dalam obat ini yang membuat keadaan hiperbarik adalah kandungan dekstrose 80 mg.

Konsensus Penanganan Kejang Demam.. klonik. tanda rangsang meningeal (-). epilepsi pada keluarga. Anderson. Edisi ke-20. 2005. Heart Rate:92x/menit. Alatas. dimana kriteria kejang demam sederhana (KDS/Simple Febrile Seizure) • Singkat dan disertai demam • Durasi kurang dari 15 menit • Kejang dapat umum. 2002.D. Pemeriksaan fisik : Keadaan umum : compos mentis. Pemeriksaan thoraks dan abdomen dalam batas normal.. Yogyakarta: Medika FK-UGM. dan per oralnya diberikan pulvis yang terdiri dari PCT 100 mg. berlangsung singkat dengan sifat bangkitan dapat berbentuk tonik-klonik. dkk. Pada pasien ini dapat ditegakkan diagnosis KDS berdasarkan adanya riwayat demam sebelumnya dan kejang terjadi 1x selama 5 menit.Dr. Begitu kejang berhenti anak tidak memberikan reaksi apapun untuk sejenak. EGC: Jakarta. air dan elektrolit dan adanya lesi struktural pada sistem saraf. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi 1. RSUD Salatiga. Appleton dan Lange. Adapun penegakan diagnosis kejang demam hanya dapat ditegakkan dengan menyingkirkan penyakit-penyakit lain yang dapat menyebabkan kejang. dan atau klonik • Umumnya akan berhenti sendiri • Tanpa gerakan fokal • Tidak berulang dalam 24 jam Pada bayi dan anak dengan kejang dan demam yang perlu diperhatikan adalah apakah terdapat gangguan perkembangan neurologis. Pusponegoro. Infomedika. Rupeno. di antaranya: infeksi susunan saraf pusat. SpA(K). Rudolph AM. status gizi baik. dan kejang demam multipel. Suhu : 37. Hussein. Hardiono.. tonik. Dr. Serangan kejang terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam. Ilmu Kesehatan Anak. Febrile Seizures Rudoplh Pediatrics. misalnya epilepsi. ANASTESI SUBARACHNOID BLOCK PADA HERNIOTOMI LAKI-LAKI USIA 60 TAHUN DENGAN HERNIA INGUINALIS LATERALIS REPONIBLE . Konsep Klinis Proses-Prose Penyakit. kejang lama (>15 menit). Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Volume 3. 2005. 2004. kejang fokal. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. KESIMPULAN Kejang demam adalah suatu bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (> 38°C). Sylvia. perubahan akut pada keseimbangan homeostasis. riwayat terluka/tertusuk benda tajam (-). Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien didiagnosis kejang demam sederhana. Diperlukan anamnesis. tampak lemah. tetapi setelah beberapa detik atau menit anak akan terbangun dan sadar kembali tanpa adanya kelainan saraf. Ismael. PENULIS Dianita Rachmawati. dkk.SpA(K). Patofisiologi. Nelson. Sofyan Prof. pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang yang menyeluruh untuk menegakkan diagnosis. Pernafasan : 40 x/menit.. dkk. 2006. dr. REFERENSI Hassan. Dr. Standar Pelayanan Medis RS. 1985. Dr. Hal ini sesuai dengan kriteria dari Unit Kerja Neurologi IDAI. Jakarta: EGC. Sutaryo. Luminal 5 mg diberikan 3x sehari. tidak berulang dalam 24 jam.E. Umumnya kejang berhenti sendiri. Price.5 ⁰C. Ikatan Dokter Anak Indonesia. tonik.kemerahan seluruh tubuh maupun batuk pilek. DIAGNOSIS Kejang Demam Sederhana (KDS) TERAPI Pada pasien ini diberikan Infus KaEN 3B 20 tpm. 2000. Unit Kerja Koordinasi Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. riwayat kejang tanpa demam. kejang pertama pada usia < 12 bulan. DR. DISKUSI Pada pasien ini mengalami kejang demam sederhana. Riwayat trauma kepala (-). Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia. Waldo.Sardjito Edisi III Jilid 2. pemeriksaan fisik. fokal atau umum. sakit pada mata dan telinga (-).MD.

kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. Anasthesi in Abdominal surgical intervention. Teknik spinal anestesi ini dipilih sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi. Pasien didiagnosa hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan .v. Kesimpulan Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:01 Abstrak Anastesi Subarachnoid Block atau spinal anastesi adalah suatu bentuk anastesi regionaldengan cara memasukkan obat anastesi lokal ke ruang subarachnoid menggunakan jarum halus. Dosis ondancentron HCL dan ketorolac yang dianjurkan adalah 2-4 mg pada dewasa dan 10-30 mg dapat diulang setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan. Diagnosis Pasien didiagnosa Hernia Inguinalis Lateralis Reponible Terapi Rencana Operasi Herniotomi menggunakan anastesi subarachnoid block Diskusi Pada kasus ini pasien seorang laki-laki usia 60 tahun dengan diagnosis hernia inguinalis sinistra reponible akan dilakukan herniotomi. 51 . kenyal dan dapat direposisi. M. Dari pemeriksaan fisik didapatkan benjolan yang teraba pada regio inguinalis sinistra ukuran 2x3x2 cm2. sebagai analgetik digunakan dengan tujuan untuk mengurangi rasa nyeri. Raanan Cohen-Kerem. Karena perdarahan pada kasus ini kurang dari 20% EBV maka tidak diperlukan transfusi darah. Valsava test positif dan terdapat suara bising usus pada auscultasi.D . Subarachnoid Block Technique . Premedikasi yang digunakan pada kasus ini adalah ondancentron HCL 4 mg dan ketorolac tromethamine 30 mg yang diberikan dengan tujuan mencegah mual dan muntah paska operasi agar tidak terjadi aspirasi dan rasa tidak nyaman. Dari pemeriksaan fisik yang dilakukan pasien didiagnosis hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan menggunakan anastesi subarachnoid block sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi. Pemeriksaan status operatif pasien ASA I dan malampati score I. 439-451 Penulis Farida Aryani.v) dan analgesik non opiat (Ketorolac i. Kerja bupivacain adalah menghambat konduksi saraf yang menghantarkan impuls dari saraf sensoris. Selama operasi terjadi perdarahan kurang lebih 100 cc. Indikasi lain bagi dilakukannya anastesi subarachnoid block adalah jika pasien mempunyai kontraindikasi dilakukannya intubasi endotrakeal. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Perdarahan Postpartum Dini ec Retensi Plasenta pada Pasien 27 Tahun P2A0 Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. Anasthesiology (2000) . Bagian Ilmu Anestesi. BRSD KRT Setjonegoro.v) serta induksi dengan Bupivakain i. MD . Three Finger Test positif. Jenis anestesi yang digunakan adalah regional anestesi dengan teknik Sub Arachnoid Block. The American Journal of Surgery 190 (2005) 467–473 2. Induksi anestesi pada kasus ini menggunakan anestesi lokal yaitu bupivacain 15 mg. Anastesi menggunakan premedikasi Antiemesis (Ondancetron HCL i. Kata kunci : subarachnoid block. Biasanya.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:00 ABSTRAK Dalam persalinan.Dibuat oleh: Farida Aryani. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. Referensi: 1.menggunakan anastesi subarachnoid block. Hilda Pedersen. herniotomi Kasus: Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu. uri akan lahir spontan dlam 15-30 .

♀. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit. dukun. Untuk mengetahui apakah plasenta telah . 2. rumah. lemah. Pada kasus ini terdapat seorang wanita. ♀. Retensi Plasenta.menit. Bila plasenta belum lepas sama sekali tidak akan terjadi perdarahan. atau karena adanya lingkaran konstriksi pada bagian bawah rahim akibat kesalahan penanganan kala III yang akan menghalangi plasenta keluar (plasenta inkarserata). Biasanya. yang menurut tingkat perlekatannya dibagi menjadi (a) Plasenta adhesiva. kesakitan. Kesadaran : Compos mentis. Plasenta sudah lepas tetapi belum keluar karena atonia uteri dan akan terjadi perdarahan banyak. Pemeriksaan Dalam (vaginal toucher) Tampak tali pusat yang telah diklem pada introitus vagina. dicoba dilakukan manual plasenta tidak berhasil. lahir spontan. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir. sehat. (c) Plasenta akreta. kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. DIAGNOSIS Perdarahan postpartum dini ec retensi plasenta PENATALAKSANAAN • Perbaikan KU : Pemberian infus RL 2 jalur. apalagi bila terjadi perdarahan. Tranfusi PRC sampai Hb≥10. laserasi jalan lahir minimal. vulva uretra tenang. 3500 gr. dimana vili koreales tumbuh lebih dalam dan menembus desidua sampai ke miometrium. terdapat perdarahan pervaginam. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. takikardi. pasien mengeluarkan darah banyak. kesakitan. Manual plasenta KASUS Seorang wanita. karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. 27 tahun. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah mencoba mengeluarkannnya dengan perasat crede maupun manual plasenta diikuti dengan perbaikan keadaan umum pasien. lahir spontan. Retensio plasenta dapat disebabkan oleh beberapa hal. Keyword : Perdarahan Postpartum Dini. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir. tapi bila sebagian plasenta sudah lepas akan terjadi perdarahan dan ini merupakan indikasi untuk segera mengeluarkan plasenta. yang melekat pada desidua endometrium lebih dalam. (b) Plasenta inkreta. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. Palpasi : Tinggi Fundus Uteri setinggi 1 jari diatas pusat. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. II: 2009. aterm. Keluarga pasien memanggil bidan. maka harus segera dikeluarkan. dapat ditunggu sampai 1 jam. suhu afebris Status Obstetrik Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Keadaan umum CM. rumah. bidan. Sebelumnya pasien melahirkan bayi perempuan secara spontan. Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. anemis. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. BBL belum ditimbang. yaitu: 1. anemis (Hb 5.4 gr%). pasien mengeluarkan banyak darah. darah (+) aktif. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik diperoleh keadaan umum : lemah. pembukaan 56 cm. dapat ditunggu sampai 1 jam. kemudian ari-ari ditunggu tidak keluar. Riwayat Obstetri : I : 2001. sehat. sehat. dinding vagina licin. kontraksi uterus lemah. Oxytosin 1A/drip • Tindakan : manual plasenta DISKUSI Dalam persalinan. Pada pasien ini setelah 5 jam melahirkan plasenta belum juga terlepas sehingga mengakibatkan terjadinya perdarahan postpartum dini. yang menembus serosa atau peritonium dinding rahim. (d) Plasenta perkreta. 27 tahun. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. Tanda vital : hipotensi. yang menembus lebih dalam ke dalam miometrium tetapi belum menembus serosa. BBL belum ditimbang. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. Plasenta belum lepas dari dinding rahim karena tumbuh melekat lebih dalam. aterm. ditolong dukun.

berarti plasenta belum lepas. Apleton . 4. berarti plasenta lepas dari dinding uterus. New York EGC. maka harus dilakukan analgesia atau anestesia yang memadahi. Jika teknik manual plasenta diperlukan. Bila perdarahan banyak. oleh karena itu dalam menangani persalinan kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. 2.H. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit. dan dianjurkan penggunaan sarung tangan steril yang menutupitangan operator sampai lengan bawah. maka harus segera dikeluarkan. Hernia . Bandung Wibowo. N. misalnya perdarahan. B. Teknik manual plasenta yaitu tangan kiri diletakkan di fundus uteri. Bila terasa getaran pada tali pusat yang diregangkan ini. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan.lepas dari tempat implantasinya. Bila tetap atau tidak masuk kembali kedalam dinding vagina. 3. dipakai beberapa perasat antara lain: 1. yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. KESIMPULAN Perdarahan postpartum dini yang disebabkan retensi plasenta merupakan kasus yang sering dijumpai. berarti plasenta sudah lepas. yaitu: 1. Bila pengedanannya dihentikan dan tali pusat masuk kembali ke dalam vagina. Teknik tindakan aseptik harus dipakai. Apabila hanya sebagian plasenta lepas maka dapat terjadi perdarahan.J.Crofts.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. dapat ditunggu sampai 1 jam. Tangan kiri mengetok-ngetok fundus uteri. 1994. 4. G. Perasat Strassmann. tangan kanan dimasukkan dalam rongga rahim dengan menyusuri tali pusat sebagai penuntun. Wanita tersebut disuruh mengejan. Tangan kanan meregang atau menarik sedikit tali pusat. apalagi bila terjadi perdarahan. Karena itu ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam menolong persalinan dengan komplikasi perdarahan postpartum. dan memberikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik. Coba 1-2 kali dengan perasat creede. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. 3. Ilmu Kebidanan. Eastman. maka berikan tranfusi darah.. Jakarta 2.. Tangan kiri menekan daerah diatas simfisis.. Perdarahan postpartum masih merupakan salah satu sebab utama kematian ibu dalam persalinan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar plasenta lepas dari dinding uterus hanya dapat digunakan bila terpaksa. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah : 1. Jakarta Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Hernia Repair pada Pria 69 Tahun dengan Hernia Inguinalis Dextra Reponibel Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin.Century -. Perasat Creede. Biasanya. Penghentian perdarahan 2. Perasat Klein. Bila tidak terasa getaran. berarti plasenta belum lepas dari dinding uterus. berarti plasenta belum lepas. Bila tali pusat ini masuk kembali kedalam vagina. & Wiknjosastro. Cegah terjadinya syok 3. Penatalaksanaan yang cepat dibutuhkan pada kasus ini yaitu dengan memperbaiki keadaan umum pasien. Lakukan eksplorasi apakah ada luka-luka atau sisa-sisa plasenta dan bersihkan. 1956. Tali pusat tamapk turun kebawah. Perasat ini harus dilakukan dengan hati-hati. REFERENSI 1. Perasat Kustner. Tangan kanan memegang atau menarik sedikit tali pusat. melakukan tindakan manual plasenta. Berikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik. Keluarkan plasenta dengan tangan (manual plasenta). 2. Penggantian darah yang hilang Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. Tepi plasenta dilepas – disisihkan dengan tepi jari-jari tangan – bila sudah lepas ditarik keluar. William Obstetrics (edisi 18).

laki-laki berumur 69 tahun datang ke poli bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan terdapat benjolan di lipat paha kanan. dan hernioplasti. yang semakin hari semakin membesar. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. Pengobatan operatif merupakan satusatunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Pasien tidak mengeluh nyeri. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. DIAGNOSIS Pasien ini didiagnosis dengan hernia inguinalis lateralis dextra reponibel TERAPI Pada pasien ini dilakukan tindakan operasi hernia repair dengan metode bassini untuk mereposisi atau mengembalikan usus yang masuk ke dalam lubang inguinlis lateralis. gizi cukup. Indikasi diadakan operasi: 1. Setelah operasi pasien diberikan injeksi antibiotik berspektrum luas 1 gram yang diberikan 3 kali sehari intravena untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi serta injeksi analgetik 30 mg yang diberikan 2 kali dalam sehari intravena untuk mengurangi nyeri setelah operasi. flatus. Nafsu makan. suhu 36. . Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. nyeri tekan (-). Teraba benjolan di regio inguinalis dextra. frek nafas 20 x/menit. pasien 69 tahun mengeluh adanya benjolan di lipat paha kanan. Berbagai faktor penyebab berperan pada pembentukan pintu masuk hernia pada annulus internus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. Z. serta demam. BAK. flatus. BAK. Pada kasus ini. muntah. Operasi hernia atau hernia repair terdiri dari herniotomi. Pada awalnya benjolan sebesar ibu jari pada lipat paha kanan. yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. Kata Kunci : Hernia repair. tanda vital: TD 120/80 mmHg. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan operasi hernia repair. Pada orang sehat ada tiga mekanisme yang dapat mencegah terjadinya hernia inguinalis.inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Pasien kemudian memutuskan untuk di rawat di Rumah Sakit. dan adanya fascia transversa yang kuat menutupi trigonum hasselbach yang umumnya hampir tidak berotot. mual. muntah. BAB tidak ada gangguan. Z. bising usus (+). Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. Hernia inguinalis lateralis KASUS Pasien Bp. pasien ini diberi injeksi antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi dan injeksi analgetik untuk mengurangi nyeri setelah operasi. Keluhan dirasakan semenjak 3 bulan yang lalu. yaitu kanalis inguinalis yang berjalan miring. Pasien tidak mengeluh nyeri. Nafsu makan. frek nadi 80 x/menit. Pemeriksaaan penunjang seperti darah dan rontgen thorak dalam batas normal. Hernia inguinalis yang mengalami inkarserata. konsistensi kenyal. Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. licin. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. DISKUSI Pada kasus ini. Pasien belum pernah menderita penyakit serupa. Disamping itu diperlukan pula faktor yang dapat mendorong isi hernia melewati pintu yang sudah terbuka cukup lebar tersebut. Bp. Riwayat penyakit gula. sehingga perlu dilakukan tindakan operasi hernia repair. darah tinggi disangkal. pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. Pada pemeriksaan didapatkan keadaan umum tampak tenang. herniorafi. mual. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. Setelah operasi. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. BAB tidak ada gangguan. kesadaran kompos mentis. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. laki-laki usia 69 tahun mengeluh ada benjolan di lipat paha kanan yang timbul saat berdiri dan menghilang saat berbaring. adanya struktur muskulus oblliqus internus abdominis yang menutupi annulus inguinalis internus ketika berkontraksi. serta demam. Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik.5oC. kemudian lama – lama benjolan pada lipatan paha kanan membesar.

570-579 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005. laboratorium dan patologi anatomi menunjukkan bahwa BP bukan penyakit tersendiri tetapi berhubungan erat dengan banyak faktor dan sering merupakan gejala penyakit lain. Selain itu. de Jong W. Bagian Ilmu Bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Bell’s palsy pada pengendara sepeda motor Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Jika digunakan anastesi lokal.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Bell's Palsy (BP) ialah suatu kelumpuhan akut n. Ketiga muskulus. sehingga locus minoris resistantiae hilang.5 persen dengan epinefrin. 4. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada usia dewasa. Fakultas Kedokteran. Pengamatan klinik. 2. klindamisin serta aminoglikosida. K. 2. P. (1993). muskulus obliqus eksternus abdominis. 2. Ferguson Yaitu funiculus spermaticus ditaruh di sebelah dorsal dari musculus obliqus externus dan internus abdominis dan muskulus obliqus internus dan transversus dijahitkan pada ligamenturn inguinale dan meletakkan funiculus spermaticus di dorsal. pemeriksaan neurologik. Jakarta. Funikulus spermaticus diletakkan ventral dari muskulus tadi tetapi dorsal dari aponeurosis muskulus obliqus eksternus sehingga kanalis inguinalis kedua muskuli tadi memperkuat dinding belakang dari kanalis inguinalis. pasien diberikan injeksi antibiotic 3 x 1 gram untuk menghindaari infeksi pasca operasi serta analgetik 2 x 30 mg untuk mengurangi nyeri pasca operasi. Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Setelah dilakukan operasi. fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya. Buku Ajar Ilmu Bedah. kemudian aponeurosis muskulus obliqus externus dijahit kembali sehingga tidak ada lagi kanalis inguinalis. Jalannya operasi menggunakan obat anastesi lokal berupa procain dengan dosis rnaksimum 200 cc. Z didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel dan akan dilakukan operasi hernia repair. EGC. Sabiston (1994). Hernia reponibel pada bayi dengan umur lebih dari 6 bulan atau berat badan lebih dari 6 kilogram. Biasanya didahului oleh infeksi saluran napas bagian atas yang erat hubungannya dengan cuaca dingin. muskulus obliqus internus abdominis.230. Hernioplasty yaitu memberi kekuatan pada dinding perut dan menghilangkan locus minnoris resistentiae. 62. Buku Pegangan Kuliah Ilmu Bedah. Shouldice Membuka lantai inguinalis dan mengimbrikasi fascia transversalis dengan teknik jahitan kontinyu. Dr.meskipun keadaan umum jelek. Bassini Muskulus obliqus internus dan muskulus transversus abdominis dijahitkan pada ligamentum inguinale. 3. Herniorafi yaitu mulai dari mengikat leher hernia dan menggantungkannya pada conjoint tendon. Kuijjer. Buku Ajar Bedah. REFERENSI Darmokusumo. dapat juga diberikan injeksi analgetik untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri setelah operasi KESIMPULAN Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik. Halstedt Di lakukan untuk memperkuat atau menghilangkan locus minonis resistentiae. 2005.66. Hernioplasty ada bermacarnmacam menurut kebutuhannya: 1. (1991). bagian 2. muskulus obliqus transversus abdominis. sejak itu semua kelumpuhan n. jarang pada anak di bawah umur 2 tahun. 228. 3. Edisi 2. J. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. cetakan IV. Herniotomy yaitu membuka dan memotong kantong hernia serta mengembalikan isi ke cavum abdominalis. Kata kunci : . digarnbarkan incisi berbentuk belah ketupat dan diberikan kira-kira 60 ml xylocain 0. prof. Sir Charles Bell (1821) adalah orang yang pertama meneliti beberapa penderita dengan wajah asimetrik. Setelah dilakukan operasi untuk mencegah terjadinya infeksi dapat diberikan injeksi antibiotik yang berspektrum luas seperti golongan ampisilin. funikulus spermatikus diletakkan di sub kutis. Kapita Selekta Pemeriksaan Bedah. Jakarta. Bp. EGC. fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya disebut Bell's palsy. Operasi hernia ada 3 tahap 1. Sjamsidajat R.

di sekitar foramen stilomastoideus. kesadaran menurun (-). nyeri perut (-). Namun. Para ahli menyebutkan bahwa pada Bell‘s palsy terjadi akibat proses inflamasi akut pada nervus fasialis di daerah tulang temporal. saat ini beberapa penulis percaya bahwa virus herpes simpleks (HSV) adalah penyebab umum Bell‘s Palsy. Bell‘s palsy mungkin merupakan akibat sekunder terhadap infeksi virus. McCormick pertama kali mengusulkan HSV sebagai penyebab paralisis fasial idiopatik. terdapat teori yang mengatakan bahwa Bell‘s Palsy dapat terjadi karena adanya suatu proses yang dikenal awam sebagai ―masuk angin‖ atau dalam bahasa inggris ―cold‖. mata kanan tidak bisa menutup rapat (+). kelemahan wajah bagian kanan. nyeri BAK (-) • Muskuloskeletal : lemah anggota gerak (-) Diagnosis Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik diperoleh bahwa diagnosis kerja pada kasus ini adalah bell‘s palsy dextra Terapi Metil Prednisolon 3x1 Citizin 2x1 B1 tab 1 – 1 – 0 B2 tab 1 – 1 – 0 Fisioterapi DISKUSI Pada kasus ini bell‘s palsy terjadi pada seorang wanita 40 tahun datang dengan dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. • Respirasi : Batuk (-). gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair. • Gastrointestinal : Muntah (-).bell‘s palsy. menyebabkan kerusakan lokal myelin serabut saraf tersebut. Panas (-). AC. . adanya inflamasi. sehingga terjepit di dalam foramen stilomastoideus dan menimbulkan kelumpuhan fasialis LMN. penelitian biopsi memperlihatkan adanya HSV dalam ganglion genikulatum pasien Bell‘s palsy. pusing (-). Riwayat sering terpapar angin saat bekerja d merupakan salah satu factor terjadinya bell‘s palsy. Mereka mengasumsikan bahwa virus adalah yang paling memungkinkan untuk melakukan perjalanan ke atas akson dari saraf sensorik dan berada dalam sel-sel ganglion. keluhan disertai pipi kanan terasa kebas. Proses inflamasi pada nervus fasialis menyebabkan peningkatan diameter nervus fasialis sehingga terjadi kompresi dari saraf tersebut pada saat melalui tulang temporal. unilateral. demielinisasi atau iskemik pada nervus facialis dapat menyebabkan gangguan dari konduksi. mual (-). Di masa lalu. Vital Sign Tensi : 110 / 70 mmHg Nadi : 86 x/menit Respirasi : 18 x/menit Suhu : 36. Pada saat stres. nuklear dan infranuklear. Sedangkan keluarga pasien tidak ada yang menderita seperti ini ataupun menderita DM dan hipertensi. Perjalanan nervus fasialis keluar dari tulang temporal akan melalui kanalis fasialis yang mempunyai bentuk seperti corong yang menyempit pada pintu keluar sebagai foramen mental. Penyebab edema dan iskemia masih diperdebatkan.VII penderita Bell‘s palsy berat yang menjalani pembedahan dan menemukan HSV dalam cairan endoneural.5º C Anamnesis Sistem • Neurologi : Nyeri pinggang (). Dengan demikian. Paparan udara dingin seperti angin kencang. dan atau merupakan reaksi autoimun yang menyebabkan demielinisasi nervus facialis. Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya ataupun menderita DM dan hipertensi. perut kembung(-). Murakami at all melakukan tes PCR (Polymerase-Chain Reaction) pada cairan endoneural N. Tahun 1972. atau mengemudi dengan kaca jendela yang terbuka menyebabkan nervus facialis sembab dan edema. kasus Pasien perempuan usia 40 tahun datang ke Poliklinik Saraf dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. sesak napas (-) • Kardiovaskular : Pucat (-). pilek (-). sakit pada anus (-) • Urogenital : BAK lancar. Beliau memberikan hipotesis bahwa HSV bisa tetap laten dalam ganglion genikulatum.kelemahan anggota gerak (-). keluhan disertai pipi kanan terasa kebas. Pasien kontrol rutin di poliklinik syaraf dan berencana fisioterapi untuk ke-8 kalinya. debar-debar (-). maka akan ditemukan antigen virus dalam nervus fasialis dan ganglion genikulatum. Impuls motorik yang dihantarkan oleh nervus fasialis bisa mendapat gangguan di lintasan supranuklear. gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair. Dengan bentuk kanalis yang unik tersebut. kejang (-). Apabila HSV diinokulasi pada telinga dan lidah tikus. edema. virus akan aktif kembali. Sejak saat itu.

Karena lagoftalmos. hipertensi. Hanako. Bruce. dkk. Gejalagejala pengiring seperti augesia dan hiperakusis tidak ada karena bagian nervus facialis yang terjepit di foramen stilomastoideum sudah tidak mengandung lagi serabut korda timpani dan serabut yang menyarafi muskulus stapedius. Japardi. DM dan stroke pada pasien dan . George. di os petrosum atau kavum timpani. Hasil laboratorium darah menunjukkan keadaan anemia dengan ureum dan kreatinin yang sangat tinggi sehingga mengarahkan pada diagnosis akhir sebagai gagal ginjal kronik. Iskandar. Pada lesi LMN. Diakses pada tanggal 30 Juli 2010 dari http://annsilva. Kapita Selekta Neurologi. maka air mata tidak bisa disalurkan secara wajar sehingga tertimbun disitu. dan beberapa kali mondok di RS karena nyeri pinggang bawah. Dahi tidak dapat dikerutkan. Diakses pada tanggal 29 Juli 2010 dari http://emedicine. Seiri. Kelumpuhan pada Bell‘s palsy akan terjadi bagian atas dan bawah dari otot wajah seluruhnya lumpuh.wordpress. Pasien juga merasakan BAK sangat jarang disertai nyeri pinggang. nafsu makan menurun dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu. (2004). Jakarta: EGC 2. REFERENSI 1. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press 4. nafsu makan berkurang dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu. batas medula tidak jelas sehingga memberi kesan radangkronis pada ginjal kanan dan kiri. kelainan bisa terletak di pons.Lesi supranuklear bisa terletak di daerah wajah korteks motorik primer atau di jaras kortikobulbar ataupun di lintasan asosiasi yang berhubungan dengan daerah somatotropik wajah di korteks motorik primer. Harsono (editor). Nervus Facialis. PCS tak melebar. Bell‘s Palsy. datang dengan keluhan pusing berputar.VII dengan gejala paralisis wajah unilateral. jantung. parenchyma hiperechoik. Onsetnya akut serta dapat dibedakan dengan penyebab lain seperti paralisis wajah unilateral dengan ketiadaan gejala dan tanda gangguan susunan saraf pusat dan gejala telinga dan fossa posterior. Diakses pada tanggal 31 Juli 2010 dari http://repository. usia 65 tahun. Pemeriksaan USG abdomen menunjukkan ukuran ginjal normal.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:59 Abstrak Seorang wanita usia 65 tahun mengeluh pusing berputar.id/bitstream 5.ac. (2010).usu.com/article/791311-print GAMBARAN RADIOLOGIS GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN PEMERIKSAAN USG PADA WANITA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Sudut mulut tidak bisa diangkat. (2007). Kata kunci : gagal ginjal. Dewanto.medscape. (2009). Edisi kedua. ultrasonografi Kasus Pasien wanita. kronik. Pasien juga merasakan sangat jarang BAK dan nyeri pinggang kanan dan kiri kambuh-kambuhan sejak 2 tahun yang lalu.com/2010/04/0 3. KESIMPULAN Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang ditemukan pada pasien ini ditemukan diagnosis Bell‘s palsy yang merupakan suatu neuropati perifer pada N. Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Saraf. Lo. di foramen stilomastoideus dan pada cabang-cabang tepi nervus fasialis. fisura palpebra tidak dapat ditutup dan pada usaha untuk memejam mata terlihatlah bola mata yang berbalik ke atas. Bell‘s Palsy. Dalam 1 tahun terakhir pasien merasa badan terasa pegal dan lemas. Bibir tidak bisa dicucurkan dan platisma tidak bisa digerakkan. di sudut serebelopontin. (2010). Riwayat penyakit ginjal.

Sonodensitas yang lebih tinggi dapat ditemukan pada parenkim sinus renalis karena komposisi lemak yang dimilikinya. JVP tidak meningkat. batu (-).106/µl. Diagnosis radiologis Proses radang kronik ren dextra dan ren sinistra Diskusi Gagal ginjal kronik adalah keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel. Di Malaysia. Pemeriksaan darah rutin didapatkan nilai yang rendah pada beberapa komponen yaitu Hb 9. urin yang keruh dan penurunan berat badan. insiden ini diperkirakan sekitar 40-60 kasus per juta penduduk tiap tahun. Sehingga didapatkan kesan adanya radang kronik pada ginjal kanan dan kiri. peningkatan asam urat serta kadar ureum dan kreatinin yang sangat tinggi.103/µl.0 gr/dL. parenchyma hiperechoik. Tekanan darah 140/800 mmHg. struktur parenchyma normal dengan sistema vaskular dan billiare tidak melebar.keluarga disangkal. mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. nadi 110 kali/menit. dan meningkat sekitar 8% setiap tahunnya. Hasil pemeriksaan USG harus dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan pemeriksaan laboratoris. Pasien pada kasus ini menunjukkan abnormalitas berupa gambaran hiperechoic pada parenkim ginjal kanan sehingga menimbulkan kecurigaan adanya radang pada ginjal kanan. Kimia darah menunjukkan peningkatan ureum 149. data tahun 1995-1999 menyatakan insidens penyakit gagal ginjal diperkirakan 100 kasus per juta penduduk tiap tahun. besar normal. Seluruh temuan tersebut mendukung diagnosis gagal ginjal kronis sebagai . Kedua konjungtiva tampak anemis. batas medula tidak jelas. Pada ekstremitas tidak didapatkan adanya edema.30C. PCS tak melebar. dengan populasi 18 juta. hematokrit 19 % dan trombosit 363. Pemeriksaan laboratoris memastikan penurunan Hb yang jauh dari normal. kelemahan badan. Gagal ginjal kronik biasanya didahului dengan penyakit gagal ginjal berupa suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam. USG abdomen pada pasien gagal ginjal kronik biasanya ditandai dengan korteks yang lebih hiperechoic hingga hampir sama dengan sinus renalis. PCS tak melebar. Selain itu dapat ditemukan pula ukuran ginjal yang mengecil dan batas korteks medula yang tidak jelas. lien dalam batas normal. sesak nafas. diperkirakan terdapat 1800 kasus baru gagal ginjal tiap tahunnya. Gambaran PCS yang tidak melebar dan tidak ditemukannya batu pada struktur ginjal kanan dan kiri menyingkirkan kemungkinan proses obstruktif sebagai etiologi pada kasus ini. Dari perhitungan LFG dengan kadar kreatinin 9. endapan (-). parenkim ginjal pada bagian korteks memiliki sonodensitas yang lebih rendah dari pada hepar. besar uterus normal. pemeriksaan jantung dan paru dalam batas normal. Normalnya. pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap.03 % yang berarti pasien telah memasuki kriteria penyakit gagal ginjal derajat 5 yaitu gagal ginjal sehingga memerlukan terapi hemodialisa atau transplantasi ginjal. ren sinistra besar normal. dinding vesika urinaria reguler. sehingga bersifat hipoechoic.20 mg% didapatkan nilai 6. Di negara-negara berkembang lainnya.9. limfonodi leher tidak teraba. Di Amerika Serikat. Pemeriksaan USG menunjukkan besar hepar normal. Besar kedua ginjal yang masih normal pada USG menandakan proses penyakit ginjal kronik yang masih awal dimana berkurangnya massa ginjal belum jelas terlihat. massa (-). batas korteks medula tidak jelas. Keadaan umum pasien tampak pucat dan lemas dengan kesadaran compos mentis. nyeri tekan di regio epigastrium dan hypochondrium dextra. berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Gambaran sonodensitas parenkim yang meningkat mungkin disebabkan proses inflamasi akibat riwayat konsumsi jamu dan obat-obatan yang sangat mungkin bersifat nefrotoksik. ren dextra besar normal. Gambaran klinis pasien menunjukkan temuan bermakna berupa anemis. parenchyma hiperechoic. radiologis dan histopatologi ginjal.3 mg% dan kreatinin 9. Pemeriksaan abdomen didapatkan hepar dan lien tidak teraba.7 mg%. laboratoris. Pendekatan diagnosis menggunakan temuan gambaran klinis. PCS tak melebar. batas korteks medula tidak jelas. eritrosit 1. hipertensi. respirasi 20 kali/menit dan suhu 39.

2008. dan tablet zinc 1x20 mg. Penatalaksanaan diare: 1. Sehingga dapat disimpulkan pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang. Jakarta : Balai Penerbit FK UI 2.14. mendapat pengobatan oralit. ubun-ubun besar cekung. Badan tidak panas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan: UUB cekung (+). Fakultas Ilmu Kesehatan Ilmu Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Manajemen Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan/Sedang pada Bayi Usia 8 Bulan Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. atau lebih dari satu kali keluarnya tinja cair yang berlendir atau berdarah dalam satu hari.2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) selama 5-7 hari. badan mulai panas. Kata Kunci: Diare akut. G. Dari hasil pemeriksaan. tidak ada batuk. akral hangat. parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr) untuk menurunkan demam. tablet zinc 1x20 mg selama 10 hari berturut-turut. RSUD Setjonegoro Wonosobo. Radiologi Diagnostik. Dehidrasi ringan bila penurunan berat badan kurang dari 5%. Edisi Kedua. DISKUSI Prinsip penatalaksanaan diare adalah mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi karena penyebab diare yang paling banyak adalah rotavirus. R. domperidon sirup 3 x 2. Kedua temuan tersebut masih sangat mungkin disebabkan oleh proses penyakit ginjal kronik yang memang memiliki kerentanan mengalami infeksi saluran nafas. tidak ada lendir maupun darah. pasien mencret dan muntah lima kali dalam sehari. parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr). Rasad. leher dan thorax dbn. 2005. badan panas. DIAGNOSIS Diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang TERAPI Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). biscuit. Daftar Pustaka 1. Kesimpulan Pemeriksaan radiologis harus selalu dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan laboratoris. bayi muntah.diagnosis utama. Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit. Gambaran klinis dan pemeriksaan kimia darah pada kasus ini mengarahkan pada diagnosis gagal ginjal kronik dan didukung dengan pemeriksaan USG yang menunjukkan gambaran yang khas. air mata sedikit. Yogyakarta : Pustaka Cendikia Press 3. Tidak ada riwayat alergi makanan. bibir agak kering. mata agak cekung. Dehidrasi ringan/sedang. Riwayat makanan: ASI sejak lahir s/d sekarang. Rasa haus (+). Bagian Ilmu Radiologi. A. W. BAK lancar. 1 HSMRS bayi tetap mencret. bubur. selama lima hari itu bayi tidak diberi obat. Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan elektrolit. Sudoyo.1-4. mata agak cekung. Bila dikasih makanan.2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) untuk anti muntah selama 5-7 hari. di lingkungan tempat tinggal tidak ada yang mengalami sakit serupa.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 ABSTRAK Diare adalah episode keluarnya tinja cair sebanyak lebih dari tiga kali. Radiologi Diagnostik. Ekstremitas. Sjahriar. nasi lembek + kuah sayur diberikan mulai usia 7 bulan. 2005. domperidon sirup 3 x 2. abdomen: palpasi turgor cukup. Temuan klinis berupa batuk dan penurunan berat badan menimbulkan kecurigaan adanya proses TB paru. Malueka. bibir agak kering. tidak ada lendir maupun darah. Berikan cairan sesuai indikasi Tanpa dehidrasi: ASI . Jilid I. Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari. penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. Bayi KASUS Dari alloanamnesis didapatkan: 3 HSMRS bayi usia 8 bulan mencret dan muntah 6 x sehari. dehidrasi sedang bila penurunan berat badan antara 5%-10% dan dehidrasi berat bila penurunan lebih dari 10%. air mata (+) sedikit. Buku Ajar Imu Penyakit Dalam. Namun hal ini tersingkirkan dengan tiadanya temuan proses spesifik yang khas pada foto thoraks. Jakarta : Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI Penulis Farida Aryani. tidak menggigil dan tidak ada kejang.

1-5 tahun 100-200 cc. Pada yang berat kesadarannya menurun. REFERENSI Alatas H.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 Abstrak Steven johnson merupakan syndrom kelainan kulit pada selaput lendir orifisium mata. Kasus Seorang perempuan. Awalnya pasien datang ke praktik dokter gigi untuk mengobati nyeri pada gusi nya yang di rasakan berdenyutdenyut. berair. Pilihan Cairan: • Beri RL (utama) atau NaCl. dan kemaluan serta dapat terjadi luka-luka seperti koreng pada kulit. Prediksi : mulut. Pasien juga mengeluh gatal dan mengalami kesulitan untuk makan dan . ginjal. pilek dan nyeri tenggorokan. dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 5 jam berikutnya. biasanya diberikan untuk dehidrasi ringan dan sedang 2. FKUI. kebawah kemudian umurnya bervariasi dari ringan sampai berat. > 5 tahun : semaunya. dan tangan. antikonvulsi dan analgesik serta vitamin. Oleh dokter diberi beberapa obat.C johnson. A. Observasi kondisi fisik pasien terutama status hidrasi KESIMPULAN Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. ketiak dan selangkangan. sedang tetapi anak tidak mau/ tidak dapat minum atau jika kesadaran menurun 3. steven dan S. kulit menjadi kasar. sariawan padamulut. Syndrom steven johnson dapat timbul sebagai gatal-gatal hebat pada mulanya. 1992 syndrom steven johnson yang bisa disingkat SJS merupakan reaksi alergi yang hebat terhadap obat-obatan. serta dapat timbul demam. kemudian oralit setiap kali mencret atau muntah dengan dosis: < 1 tahun: 50-100cc. tetapi jika pasien muntah + diare utamakan RL • Oralit. mata. Keadaan ini juga timbul di leher. leher. Prinsip penatalaksanaan diare pada dasarnya adalah untuk mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi yaitu dengan terapi cairan sesuai indikasi. bercak-bercak coklat kehitaman. 1999 Ikatan Dokter Anak Indonesia. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak jilid 1. Angka kejadian syndrom steven johnson sebenarnya tidak tinggi hanya sekitar 1-14 per 1 juta penduduk. 100-200 cc (> 24 bulan). Oral _Bila kesadaran anak baik. 45 tahun datang diantar oleh keluarganya dengan keluhan kulit melepuh di sekitar wajah. 20-30 cc/kgBB dalam 1 jam. melaise. Syndrom ini jarang dijumpai pada usia 3 tahun. Diare akut dalam Standart Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi I 2004 . anus. • Jika pasiennya tidak dapat makan diberi Dekstros dan RL • Jika muntah2 maka berikan Dekstros dan NaCl. Hassan R. Sehari kemudian. M. IV _ Untuk dehidrasi berat 2. batuk. Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). >1 tahun 20-30 cc/kgBB dalam 1/2 jam dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 2 ½ jam berikutnya. bila obat yang menyebabkan tidak dihentikan. Dehidrasi ringan sedang : 50 -100 cc/kgBB (2-4 jam). mata. Dehidrasi Berat: < 1 tahun. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo PENANGANAN STEVEN JHONSOSN SYNDROME PADA WANITA USIA 45 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. dan anus.semaunya. Setelah beberapa waktu. kulit. penderita dapat soporous sampai koma. Jakarta. Namun pada keadaan-keadaan kelainan simtem imom seperti HIV dan AIDS serta lapus angka kejadiannya dapat meningkat secara tajam. 49-52 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Kesehatan Anak. pasien demam dan timbul bintik-bintik merah dan lepuhan di sekitar wajah. nyeri kepala. Enteral _Untuk dehidrasi ringan. Syndrom steven johnson ditemukan oleh dua dokter anak Amerika. Cara Pemberian: 1. anak mau minum. diikuti dengan bengkakdan kemerahan pada kulit. mulainya penyakit akut dapat disertai gejala prodormal berupa demam tinggi.

leher. yaitu meliputi alergi obat ( misalnya. Kelainan kulit serupa belum pernah dialami oleh pasien maupun pada silsilah keluarga. vesikel dan bula. Infeksi mikroorganisme ( bakteri.Kortikosteroid: metil prednisolon 80-120 mg per oral (1. Konjungtiva mata hiperemis. untuk usia 3-12 tahun 15 mg/dosis. Referensi 1. Serta terdapar kemerahan pada konjungtiva mata. kelainan kulit di wajah. 2. dan makanan. Jakarta: EGC. papul. parasit ). Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta . leher dan kedua tangan dijumpai papul eritema dan vesikel batas jelas multipel tersebar merata disertai erosi dan krusta kehitaman. blefarokonjungtivitis. Diskusi Pada sindrom ini terlihat adanya trias kelainan berupa: Kulit: berupa eritema. spektrum luas. anorektal. pada kasus berat terjadi erosi dan perforasi kornea yang dapat menyebabkan kebutaan. Sindrom Steven Johnson. demam. 3.kelainan pada mukosa. tetapi tidak menunjukkan perbaikan . terutama penderita yang sukar menelan akibat lesi di mulut dan di tenggorokan dan kesadaran dapat menurun. analgetik. Sedangkan di bibir terdapat krusta kehitaman (krusta hemoragik). daerah vulvovaginal. selaput lendir. faktor fisik. Selaput lendir orifisium: membran mukosa.5 mg/kg BB tiap 6 jam. dan kelainan mata yang ditemukan konjungtivitis kornea. Kelainan dapat juga menyerang saluran pencernaan bagian atas (faring dan esofagus) dan saluran nafas atas. Siregar. vesikel. A. Juga dapat membentuk pseudomembran. misalnya klindamisin intravena 8-16 mg/kg/hari. R. terutama bila ada rasa gatal. Diagnosis ditujukan sesuai dengan trias kelainan kulit. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. dari http://22-sindrom-steven-johnson. ketiak dan kedua tangan sesuai dengan teori yaitu berupa eritem. . diberikan 3 kali/hari. . iridosiklitis. Untuk lesi di kulit yang erosif dapat diberikan sofratulle atau krim sufadiazin perak. Kulit wajah.minum. vesikel. mulut.Bula di kulit dirawat dengan kompres basah larutan Burowi atau saline. bersifat bakterisidal dan tidak bersifat nefrotoksik.5 mg/kgBB/dosis. gentamisin 1-1. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Feniramin hidrogen maleat dapat diberikan dengan dosis untuk usia 1-3 tahun 7. berupa : kelainan kulit yang terdiri dari batuk eritema. selanjutnya berdasarkan hasil biakan dan uji resistensi kuman dari sediaan lesi kulit dan darah.Antibiotik yang dipilih yang jarang menimbulkan alergi. Vesikel dan bula kemudian memecah sehingga terjadi erosi yang luas. kesadaran kompos mentis. kelopak mata edema. 2009. erosi dan krusta. . mukosa. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Terapi . Di samping itu dapat juga terjadi purpura. 2005. Vesikel dan bula yang pecah menjadi erosi dan ekskoriasi dan krusta kehitaman.Mengatur keseimbangan cairan/elektrolit dan nutrisi. . Kelainan yang tampak di bibir adalah krusta berwarna hitam yang tebal (krusta hemoragik). Keadaan umum pasien baik. Beberapa faktor yang dapat dianggap sebagai penyebab. Neoplasma dan faktor endoktrin. Pasien diperiksakan ke dokter dan mendapatkan salep antibiotika. 2005. Mata:: konjungtivitis kataralis. Djuanda.5-2 mg/kgBB/hari) atau pemberian deksametason dosis awal 1mg/kg BB bolus. Kesimpulan Syndrom steven johnson merupakan syndrom yang mengenai julit. membran hidung. dan meatus uretra. mata. kelainan selaput lendir di orivisium. iritis. Kelainan pada kulit berupa entema.2-0. Pada kasus ini.Antihistamin. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.Untuk lesi di mulut dapat diberikan kenalog in orabase dan betadine gargle. penisilin. Tedjapranata. Diakses Desember 2012. jamur. Pada syndrom ini terlihat adanya trias kelainan. M.5 mg/dosis. atau bula secara simetris pada hampir seluruh tubuh. dan sulit dibuka.htm Penulis Farida Aryani. serta hubungannyadengan faktor penyebab yang secara klinis terdapat lesi berbentuk target. . untuk bibir yang kelainannya berupa krusta tebal kehitaman dapat diberikan emolien misalnya krim urea 10%. vesikel atau bula dapat disertai purpura. anti peuritik ). kemudian selama 3 hari 0. virus. di orifisum dan mata dengan keadaan umum bervariasi dan ringan sampai berat. iris atau mata sapi.

Pengisian alveoli oleh udara akan memungkinan oksigen mengalir ke dalam pembuluh darah disekitar alveoli.Penegakan diagnosis pada asfiksia neonatorum Dibuat oleh: Sekar Mutiara. asfiksia neonatorum dimana BBLER adalah <1000gr dan dikatakan kecukupan bulan pada 37-42 minggu.5 mg Vit K inj 1 x 1mg Gentamisin drops 1 ODS Diskusi Pada kasus bayi tidak langsung menangis saat lahir. tidak ada refleks rangsang. Maka dari itu. sesuai masa kehamilan. Keadaan relaksasi tersebut dan peningkatan tekanan darah sistemik. Sebelum lahir. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM. paru janin tidak berfungsi sebagai sumber oksigen atau jalan untuk mengeluarkan karbondioksida. Penilaian menggunakan skor APGAR masih digunakan karena dengan cara ini derajat asfiksia dapat ditentukan sehingga penatalaksanaan pada bayi pun dapat disesuaikan dengan keadaaan bayi. sesuai masa kehamilan. Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. keadaan lainnya sama. dan alveoli akan berisi udara. keadaan yang lain masih sama. Setelah lahir. Hampir seluruh darah dari jantung kanan tidak dapat melalui paru karena konstriksi pembuluh darah janin. Sebagian kasus asfiksia pada bayi baru lahir merupakan kelanjutan dari asfiksia intrauterin. Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. hipertensi dan asma. Pada kasus tersebut di diagnosis BBLER. persalinan. Pemeriksaan fisik bayi : BB : 900 gr PB : 36 cm LK : 29 cm LD : 22 cm LLA : 6.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:52 Abstrak Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan. keadaan yang lain masih sama. kurang bulan. pembuluh darah paru akan mengalami relaksasi sehingga tahanan terhadap aliran darah bekurang. denyut jantung 82x/menit.5 cm Diagnosis BBLER. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang berhubungan dengan faktor–faktor yang timbul dalam kehamilan. Oksigen yang diabsorbsi di alveoli oleh pembuluh darah di vena pulmonalis dan darah yang banyak mengandung oksigen . Akibat tekanan udara dan peningkatan kadar oksigen di alveoli. keadaan lainnya sama. tidak ada refleks rangsang. denyut jantung 82x/menit. Setelah bayi lahir. Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit. Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit. diagnosa dini pada penderita asfiksia mempunyai arti penting dalam merencanakan resusitasi yang akan dilakukan. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM. sehingga darah dialirkan melalui pembuluh yang bertekanan lebih rendah yaitu duktus arteriosus kemudian masuk ke aorta. asfiksia neonatorum Terapi Resusitasi Oksigen 1 LPM Cefotaxim inj 2 x 40 mg Dexa inj 2 x 0. kurang bulan. hipertensi dan asma. diagnosis asfiksia dapat dilakukan dengan menetapkan nilai APGAR. Keywords: asfiksia neonatorum. bayi akan segera bergantung pada paru-paru sebagai sumber utama oksigen. dan setelah kelahiran. Pembuluh arteriol yang ada di dalam paru janin dalam keadaan konstriksi sehingga tekanan oksigen (pO2) parsial rendah. biru di seluruh tubuh. Arteri dan vena umbilikasis akan menutup sehingga menurunkan tahanan pada sirkulasi plasenta dan meningkatkan tekanan darah sistemik. APGAR History Bayi preterm 30 minggu tidak langsung menangis saat lahir. biru di seluruh tubuh. Cairan yang mengisi alveoli akan diserap ke dalam jaringan paru. menyebabkan tekanan pada arteri pulmonalis lebih rendah dibandingkan tekanan sistemik sehingga aliran darah paru meningkat sedangkan aliran pada duktus arteriosus menurun.

php?optio=com-content8. 2009. Sinopsis obstetri. Pada pemeriksaan subyektif didapatkanhasil VOD 6/6. Dalam hal ini bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan istimewa. Sejak 1 minggu terakhir mata kiri terasa mengganjal. 3.id=92. silau. Pada saat oksigen masuk adekuat dalam pembuluh darah.(2007) Jakarta : World Health Organization. Pada akhir masa transisi normal. ed 3. Manuaba IBG. yang ditandai oleh kelainan lapangan pandang yang khas dan atrofi saraf papil. jika melihat sinar seperti ada bayangan pelangi dan pandangan kabur perlahan-lahan hingga tidak bisa melihat disertai nyeri cekot-cekot pada mata menjalar hingga ke kepala. penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan. Pada saat kadar oksigen meningkat dan pembuluh paru mengalami relaksasi. Glaukoma disebut sebagai pencuri penglihatan sebab pada sebagian besar kasus glaukoma sering tidak dirasakan oleh penderita.(2002) Jakarta : EGC 2. tanda-tanda vital TD 150/80 mmHg. (2004) Jakarta Penatalaksanaan Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut Pada Pasien Wanita Usia 50 Tahun Dibuat oleh: Farida Aryani. Profil Kesehatan Reproduksi Indonesia 2003 . akan mengambil banyak oksigen untuk dialirkan ke seluruh jaringan tubuh. Pemeriksaan obyektif diperoleh hasil TIO OD N0. Kondisi Angka Kematian Neonatal-Angka Kematian Bayi. proyeksi sinar dan persepsi warna OD baik sedangkan OS buruk. Asfiksia Neonatorum.kembali ke bagian jantung kiri.Standar Pelayanan Medis Kesehatan anak . Kasus Seorang wanita usia 50 tahun datang ke Poliklinik Mata dengan keluhan mata kiri merah sejak 3 minggu yang lalu. .infodokter. 4. Tangisan pertama dan tarikan napas yang dalam akan mendorong cairan dari jalan napasnya. nyrocos dan riwayat trauma disangkal. Riwayat hipertensi (+) tidak terkontrol. Referensi 1. warna kulit bayi akan berubah dari abu-abu/biru menjadi kemerahan. RR 20 x/menit. duktus arteriosus mulai menyempit. VOS 0. nadi 82 x/menit.Ilmu Kebidanan. Proses kerusakan saraf optik berjalan secara perlahan sampai akhirnya terjadi kebutaan total. Wijaya. bayi memerlukan resusitasi segera secara aktif dan pemberian O2 terkendali. Sedang APGAR score 4-6 memerlukan resusitasi dan pemberian O2 sampai bayi dapat bernafas normal kembali.com/index. IDAI. bayi menghirup udara dan menggunakan paru-parunya untuk mendapatkan oksigen.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:51 Abstrak Glaukoma adalah neuropati optik yang disebabkan oleh tekanan intraokular yang relatif tinggi. dan skor APGAR. Darah yang sebelumnya melalui duktus arteriosus sekarang melalui paru-paru. Pemeriksaan subyektif tekanan intraokular mata dengan digital dapat membantu untuk mendiagnosis glaukoma. Pada kebanyakan keadaan. Kesimpulan Penegakan diagnosis asfiksia neonatorum dapat dilihat berdasar pemeriksaan klinis. Oksigen dan pengembangan paru merupakan rangsang utama relaksasi pembuluh darah paru. 5. dimana akan dipompakan ke seluruh tubuh bayi baru lahir. udara menyediakan oksigen (21%) untuk menginisiasi relaksasi pembuluh darah paru. Mochtar R. Ringan APGAR score 0-3. kesadaran composmentis. (2003) Jakarta : EGC. Normal atau ringan Sedikit asfiksia (nilai apgar 7-10). http://www. Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif maupun obyektif. Awalnya kecil namun makin lama makin melebar karena sering dikucek-kucek. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum sedang. suhu afebris. Blobok. Dinkes RI.

Kedaruratan Dalam Ilmu Penyakit Mata. 2005. al. Eklampsia adalah timbulnya kejang pada penderita preeklampsia yang disusul dengan koma. Ilyas. Ilmu Kesehatan Mata BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. sehingga untuk ke depannya pasien diharapkan untuk melakukan iridektomi profilaksis pada mata sebelahnya untuk mencegah serangan glaukoma pada mata tersebut. Suhardjo dan Hartono. Penulis Farida Aryani. Terapi Terapi yang diberikan berupa tetes mata timolol maleat 0. 2000. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi . Dalam pemeriksaan tekanan darah didapatkan tekanan darah pasien 170/110 dengan proteinuri positif 3. 2. pupil mid dilatasi.5% 2x1 tetes mata kiri dan paracetamol 500 mg jika perlu.5% 2x1 tetes pada mata kiri untuk mengurangai TIO dan diberikan terapi simtomatik paracetamol 500 mg untuk mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata. Prognosis pada pasien tersebut buruk. 2003. Terapi yang diberikan pada pasien tersebut berupa tetes mata timolol 0. Sidarta. reflex pupil (-) dan ptosis.TIO OS N+1. edema. Superimposed preeklampsia adalah timbulnya preeklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi kronik. Ilmu Kesehatan Mata Edisi Pertama.---------. Jakarta: Widya Medika. Kejang terjadi bukan karena kelainan neurologis. 3. Penatalaksanaan terapi ditujukan untuk mengurangi TIO dan gejala simtomatik yang muncul. Diagnosis OS Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut. Tujuan terapi tersebut adalah untuk menurunkan tekanan TIO segera mungkin dan mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata yang sakit. Pemeriksaan TIO secara palpasi digital dapat membantu menegakkan diagnosis glaukoma walau hanya menilai secara subyektif. digunakan jika perlu. Hal ini diakibatkan karena terlambatnya pasien datang ke pusat pelayanan kesehatan untuk mengobati penyakitnya. Referensi 1. et. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2007. Pemeriksaan TIO dengan menggunakan palpasi digital dapat membantu mendiagnosis glaukoma. Pada pasien ini sudah mengalami kebutaan permanen. Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif. Kesimpulan Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi. pada OS didapatkan edema kornea. pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif. Vaughan. Untuk mencegah terjadinya serangan glaukoma pada mata sebelahnya sebaiknya dilakukan iridektomiprofilaksis. Oftalmologi Umum Edisi 14. Daniel.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:49 Abstrak Pasien umur 19 tahun memeriksakan kandungan saat mendekati waktu HPL. Diskusi Kasus ini merupakan glaukoma primer sudut tertutup akut berdasarkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif yang ditemukan. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENANGANAN PRE-EKLAMPSIA BERAT PADA PRIMIGRAVIDA HAMIL ATERM BELUM DALAM MASA PERSALINAN PADA WANITA USIA 19 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Yogyakarta: Bagian Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. mengingat alat tonometeri tidak ada. Ilmu Penyakit Mata Edisi Kedua. dan proteinuria yang timbul karena kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Prognosis pada pasien ini termasuk buruk.

STLD (+).bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi. pemeriksaan fisik dan laboratorium. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mencapai tanda-tanda perbaikan menuju preeklampsia ringan. I. Taksiran berat janin 2945 gram. asma disangkal. Kontrol ANC teratur di bidan. serviks lunak tebal. dan obat antihipertensi. Ada tanda-tanda gawat janin E. Leopold II Teraba janin tunggal.Nifedipine 3 x 10 mg jika TD ≥ 160/ 110 mmHg atau MAP ≥ 125 mmHg . Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif. Janin teraba tunggal. AK (-). selambatnya dalam waktu 24 jam. RR : 24 kali / menit. dan direncanakan dilakukan induksi dengan misoprostol 25 ug/ vag/ tab per 6 jam. Leopold IV Kepala masuk panggul. Ada kegagalan penanganan konservatif D. disertai mual-mual. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan. Leopold I Teraba bokong janin di fundus uteri. pemberian O2 2-3 liter/ menit. Kata Kunci : Preeklampsia berat.. Suhu : 36. Kesimpulan 1. Pada kasus diatas selain pemberian SM juga diperlukan tentang syarat boleh diberikan dan dilakukan penghentiannya. Keluhan pasien sekarang adalah pusing yang dirasakan sejak 2 hari SMRS. Usia kehamilan 35 minggu atau lebih Pada penanganan aktif ini juga diberikan oksigen nasal kanul 4-6 liter/ menit.8oC dengan pemeriksaan proteinuri positif tiga Diagnosis Preeklampsia Berat. hipertensi. Penderita ditangani aktif bila ada 1 atau lebih kriteria ini : A. kepala masuk panggul. teraba bagian kecil di batas kiri uterus. Pengobatan medisinal dengan anti kejang MgSO4. Pada penderita diatas dapat didiagnosis PEB berdasarkan anamnesis. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi. Penanganan konservatif Pada kehamilan < 35 minggu tanpa disertai tanda-tanda impending eklampsia dengan keadaan janin baik. dilakukan penanganan konservatif yaitu dengan medisinal sama dengan penanganan aktif. Riwayat Diabetes Melitus. maka keadaan ini dianggap sebagai kegagalan pengobatan dan harus segera diterminasi. Untuk pencegahan terjadinya kejang pada pasien ini diberikan Sulfas Magnesikus 4 gr Bolus. nadi 100 x/ menit. Buang air kecil lancar tak ada keluhan.selaput ketuban(+). His (-). puka. Kasus Pasien kiriman bidan dengan keterangan: wanita. TD : 170 / 110 mmHg. kepala turun H1-2. letak memanjang. hamil aterm. DJJ (+) 132 x/menit/teratur. Ada tanda-tanda impending eklampsia B. Penanganan aktif Penderita sebaiknya segera dirawat di ruangan khusus. Leopold III Teraba kepala di bagian bawah uterus. Induksi dilakukan sampai tab III. preskep. 19 tahun G1P0A0. hamil aterm. Air kawah belum terasa merembes atau pecah. teraba 4/5 bagian. Saat pasien datang belum dalam persalinan. Pasien merasa hamil 9 bulan.. Penatalaksaan pada pasien ini adalah stabilisasi hemodinamik.. prestasi kepala. Kupfermine M. letak memanjang. selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml RL . dengan keterangan Preeklampsia Berat (PEB). . teraba 4/5 bagian. penyakit jantung. Pemeriksaan dalam Vulva/ uretra tenang. II. bdp Penatalakasaan Terapi: .SM 4 gr Bolus. selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml R. Dekker G.O2 2-3 liter . Buang air besar lancar tidak ada keluhan.pembukaan (-). Sibai B. 2. penatalaksanaan. Penanganan pre eklampsia berat terdapat dua cara yaitu dengan penanganan aktif dan penanganan konservatif Referensi 1. Selain itu harus diperhatikan juga tentang persiapan antidotum jika diperlukan.Stabilisasi Hemodinamik . edema pada ekstremitas atas dan bawah. dinding vagina licin. Primigravida. Penderita tetap diberikan oksigen nasal 4-6 L/ menit.. Nadi : 100 kali / menit. Lendir darah belum keluar. Tinggi fundus uteri 31 cm. kenceng-kenceng belum dirasakan. punggung di batas samping kanan uterus. Ada HELLP Syndrome C. Pemeriksaan laboratorium didapatkan protein urin +3 (positif).Observasi His dan DJJ Diskusi Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 170/ 110 mmHg. Dari data diatas dapat ditegakkan diagnosis preeklampsia berat.

Suyono. Waspodo. 7. bulu binatang.. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Diagnosis dini pada penderita asma bronkhiale Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Ke-3 jilid 1. Ed.) Palpasi : Ketinggalan gerak nafas ( . Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer sebanyak sembilan kali penyakit dahulu ada riwayat asma dan tidak memiliki riwayat alergi lainnya.kontraksi otot polos . gejala dini History Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan.2 C N : 96 X / mnt P : 28 X / mnt Inspeksi : Retraksi ( . 3. Lancet 365: 785-99.J.. oksigen : 2-4 lt/menit. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: . J. N. Cefotaxim 2 x 500 mg 8. debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang. 270-273. Pendit. Nebulizer ventolin/8 jam . R. Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Buku Acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar.. Savitri. Wardhani. Salbutamol 3 x 2 mg 7. Edisi III.C.. Preeklampsia dan Eklampsia dalam: Ilmu Kebidanan. 6. K. Department of Obstetrics and Gynaecology. Hauth. seperti serbuk sari. 24: 281301. Jakarta 2005.C. M.. University of Cincinnati College of Medicine. dkk. sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih.. Wheezing (+/+). B. USA.. A.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:48 Abstrak Asma adalah saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu. Mansjoer. asap. Cunningham. FKUI. (Alih Bahasa). S. 5. ekspirasi memanjang Diagnosis Asma bronkhial Terapi 1. Leveno..G. I. Prawiroharjo. Jakarta : EGC. Jakarta 1999. Josoprawiro.2005. seperti serbuk sari. F. Gilstrap. J. Hipertensi Dalam Kehamilan. Jakarta. Jakarta: Media Aesculapius...). Ranitidin 3 x 1 tab 5. W. 1992. Gant.3 – 0 4.. K. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas. 2005 : 773-824. udara dingin dan olahraga. Wiknjosastro. penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan.. Hipertensi pada Kehamilan Preeklampsia-Eklampsia. Ilmu Kandungan BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. ronkhi (+) halus. FK-UI. Setiowulan. Toksemia Gravidarum dalam Sinopsis Obstetri. Hartono. H. debu. bersifat sementara Pada penderita asma. Mochtar. Ambroxol 3 x 1 tab 6. Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen). Djoko. 2. 1998. R... Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Kapita Selekta Kedokteran.F. Pemeriksaan Umum Keadaan Umum : Tampak Sesak Kesadaran : Compos Mentis Vital Sign : TD : 100/70 mmhg S : 37. Bab 1-9. Yayasan Bina Pustaka. vokal fremitus simetris ( + ) Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : Vesikuler. Obstetri Williams (21st ed). Jakarta : EGC...). A. Triyanti.D. Edisi 2 Hal 201. 1999. 2. L. K. Keywords: asma. Ketinggalan gerak nafas ( . Infus D5 % + 1 1/2 amp Aminophilin 12 tpM 3. K. 4. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Wenstrom. Penulis Farida Aryani. otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Mp 5 .peningkatan pembentukan lendir . Keluarga tidak memiliki riwayat penyakit serupa maupun alergi. Pada suatu serangan asma.perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.

bekas luka menebal dan warna lebih gelap dari kulit sekitarnya. atau batuk malam hari.Penderita tampak sakit berat dan sianosis.Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien ini menderita hipertensi grade II dengan keluhan utama Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu. Pocket Guide for Asthma Management and Prevention. Referensi 1. biasanya tidak mengalami regresi.Banyak berkeringat. gelisah kemudian jatuh ke dalam koma. Gambaran klinis Status Asmatikus : . bahwa penyakit asma bisa disembuhkan tetapi pada suatu saat oleh karena faktor tertentu bisa kambuh lagi. atau capit kepiting atau cakar yang menunjukan potensi lesi meluas secara lateral Keyword: keloid. Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. bekas luka menebal dan warna lebih gelap . Gambaran pertama keloid (dicatat pada papirus) dikenal dengan teknik bedah yang digunakan di Mesir pada tahun 1700 SM. Pemeriksaan fisik menunjukan adanya ronkhi basah dan wheezing pada auskultasi ke-2 lapang paru hal ini semakin menyakinkan bahwa keluhan sesak nafas pada pasien dikarenakan asma bronkhiale. Jantung : pekak jantung mengecil. Beberapa hal yang perlu diketahui dan dikerjakan oleh penderita dan keluarganya adalah memahami sifat-sifat dari penyakit asma bahwa penyakit asma tidak bisa sembuh secara sempurna. 2. tetapi lambat laun dapat memburuk yang diawali dengan rasa cemas. ekspirasi memanjang. Anamnesa : . takikardi. Alibert menggunakan istilah cheloid. penderita lebih nyaman dalam posisi duduk. .Keluhan sesak nafas. Hisyam. bicara terputus-putus.Pada serangan berat : • tampak sianosis • N > 120 X/menit • ―Silent Chest‖ : suara mengi melemah 3. Barmawi. Asma Bronkiale. Maka dari itu pasien beserta keluarga harus memahami gejala-gejala awal asma. . berasal dari Yunani chele. MISC FKUMY 2005: Jogjakarta 2005 2. Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www. dada terasa berat atau tertekan. Selanjutnya. Jakarta 2006 3. GINA (2010). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam .ginasthma. pada 1806. . Sukamto. Pemeriksaan Fisik : . Kesimpulan Asma apabila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius. At A Glance Asthma Management Reference. Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www. Jaringan melampaui batas luka asli. diafragma terdorong ke bawah. • Auskultasi : terdengar wheezing (mengi).Pada keadaan awal kesadaran penderita mungkin masih cukup baik. .Mungkin ada riwayat keluarga dengan penyakit yang sama atau penyakit alergi yang lain. Asma Bronkial. (2008).Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 Abstrak Keloid adalah hasil dari pertumbuhan berlebih jaringan fibrosa padat yang biasanya berkembang setelah penyembuhan cidera kulit.ginasthma. GINA (2010).Sesak nafas. mengi. bahwa kekambuhan penyakit asma minimal bisa dijarangkan dengan pengobatan jangka panjang secara teratur.org 4. . batuk berdahak yang tak kunjung sembuh. dan cenderung rekuren setelah eksisi. 2 tahun yang lalu kaki kanan pasien terkena kenalpot. Diagnosis untuk penderita asma bronkhiale 1. sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih.org KELOID PADA PASIEN POST VARISELA Dibuat oleh: Sekar Mutiara. bila kulit kering menunjukkan kegawatan sebab penderita sudah jatuh dalam dehidrasi berat. Handout Kuliah Blok 16 Kardiovaskular dan Respirasi. (2006). . .Paru : • Inspeksi : dinding torak tampak mengembang.Semua keluhan biasanya bersifat variasi diurnal. Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer. Isi Perempuan 19 tahun mengeluh 10 tahun yang lalu pasien terkena cacar air. Sundaru. Bekas luka kadang terasa gatal dan perih. Heru.Keadaan umum : penderita tampak sesak nafas dan gelisah.

ireguler. Hypertrophic Scarring and Keloids. Available at : http://www. keloid tidak selalu memberikan gejala dan menjadi stabil. diberikan 10-30 detik dan diulang 3x selama sesi perawatan. 2008. putih.
 Kesimpulan penyebabi keloid masih diperdebatkan. Keloid memberikan gambaran klinik yang bervariasi. berbatas tegas. Pada stadium ini. MD.superior : tampak skar hiperpigmentasi. immunotherapy. 2009. 2009. cryotherapy : untuk keloid <6mm. Keloid and Hypertrophic Scar. berbatas tegas.medscape. lesi awal biasanya kemerahan. Pemeriksaan Fisik • Regio Thorak : tampak skar hiperpigmentasi. onion extract. The Management of Keloids: hands-on versus hand-off. lebih banyak kolagen yang diproduksi dari yang dikeluarkan. Keloid scarring: bencah and bedside. MD. Pada suatu luka. Gauglitz Gerd. 2010. tetapi ada pula yang berbentuk seperti bekas cakaran dengan tepi yang irreguler.dari kulit sekitarnya. lesi biasanya tidak mengandung folikel rambut ataupun kelenjar adneksa lainnya). Available at : http://www. Brian Berman. MPH. dan skar bertumbuh dari segala arah. lemas. Diulang tiap bulan. dimana dasarnya lebih luas dari puncaknya. ireguler. seperti karet sampai keras. skar akan nampak hiperemis dan mungkin menebal. Keloid dapat dijelaskan sebagai suatu variasi dari penyembuhan luka. multipel • Regio Cruris dextra : tampak skar hiperpigmentasi. tunggal pada regio cruris dextra dan pada penekanan tampak adanya peebalan keras pada skar. temuan klinis yang didapat tampak skar hiperpigmentasi. Kebanyakan lesi tumbuh selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. imiquimod 5% cream.
Kebanyakan pasien datang dengan 1-2 keloid. Skar sampai diatas permukaan kulit dan menjadi hiperemis. tampak skar hiperpigmentasi. Diskusi Pada pasien ini. namun trauma memegang peranan penting.com/article/1057599-overview#showall 2.
Kebanyakan keloid berbentuk bulat. Management of Keloids. Bekas luka kadang terasa gatal dan perih. ireguler. tetapi ada pula yang tumbuh dalam beberapa tahun. berbatas tegas. tetapi ada juga dengan banyak keloid seperti pada pasien yang keloid muncul akibat jerawat atau bekas cacar. tepi penebalan ini akan berkurang secara bertahap selama beberapa bulan sampai menjadi datar.com .com/office/zNg7qoMr/Keloid20scarring1. MD. lesi menjadi merah kecoklatan atau seperti warna daging. interferon.org/afp 3. tunggal • Regio Thorak posterior . tetapi kadang-kadang melebar secara cepat. James studdiford. Jika terjadi ketidakseimbangan antara fase anabolik dan katabolik dari proses penyembuhan. dan abdomen biasanya bertangkai
 Keloid pada daerah tengah dada dan ekstremitas biasanya datar. Ada pula keloid yng berhenti tumbuh.molmed.aafp.org 4. Keloid juga sangat berhubungan erat dengan faktor genetik.
Keloid pada sendi dapat mengganggu pergerakan akibat kontraktur. menjadi 3 kali lebih lebar dalam beberapa bulan. Gregory juckett. Diagnosis keloid dibuat berdasarkan gambaran klinis (penampakan kulit atau jaringan parut) : Konsistensi keloid yang bervariasi dari lunak.4shared. Referensi 1. dikatakan keloid dapat timbul setelah trauma atau setelah lesi lainnya. kekuatan meregang dari skar juga bertambah sebagai akibat pertautan yang progresif dari serat kolagen. Pertumbuhan biasanya lambat. Pada saat itu.html 5. tunggal pada regio thorak superior-inferior. ireguler. berbatas tegas. oval. proses anabolik dan katabolik mencapai keseimbangan selama kurang lebih 6-8 minggu setelah suatu trauma. MD. berbatas tegas. ireguler. leher. Available at :http://www. Available at : http://emedicine. Pulsed Dye Laser (PDL) dengan panjang gelombang 585595nm Terapi farmakologi : 5-flurouracil. dapat diregangkan sebagai suatu skar yang matur. 2009. atau persegi panjang dengan tepi reguler. Available at : http://www.
Keloid pada telinga.jabfm. Oliver Seifert. kekuatan luka kurang lebih 30-40% dibandingkan kulit sehat. tunggal • Palpasi : tampak adanya peebalan keras pada skar Diagnosis Keloid Terapi Injeksi Kortikosteroid Triamcinolon : 10-40 mg/ml intralesi. Seiring dengan maturnya jaringan parut (skar).

Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami sakit sama. perineum. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Merasa buang air kecil tidak puas. Gejala yang sering ditemukan pada pasien antara lain: a. Benjolan dapat masuk sendiri. Di Indonesia diperkirakan insidensinya lebih tinggi dikarenakan adanya beberapa daerah yang termasuk daerah stone belt dan masih banyaknya kasus batu endemik yang disebabkan diet rendah protein. terlihat benjolan sebesar buah duku dit paha kiri. miksi mengedan . TD 120/80mmHg.PENEGAKAN DIAGNOSIS BATU SALURAN KEMIH DENGAN KOMPLIKASI HERNIA INGUNALIS PADA PRIA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. pasien juga menyangkal adanya kemungkinan anggota keluarga yang mengalami hal serupa. sampai kaki. stranguria). Pada pemeriksaan fisik pasien ditemukan keadaan umum Compos Mentis. akibat statis pada striktur uretra. skrotum. benjolan dirasakan sejak 4 bulan terakhir. menangis. Hematuria diserta urine yang keruh c. Pancaran urine tiba-tiba berhenti dan keluar lagi pada perubahan posisi d. bersin dan batuk. dirasakan refered pain pada ujung penis. Pasien juga mengeluh keluar benjolan dilipat paha kiri terutama saat mengedan. kontraksi leher buli-buli. Pasien juga mengeluhkan nyeri yang menjalar dari paha sampai dengan batang kemaluan. Pasien sering mengedan ketika buang air kecil. finger test (+). ammonium asam urat dan kalsium oksalat. nadi 80x/menit isi tegangan cukup. hiperparatiroid atau adenoma paratiroid. infeksi traktus urinarius. penatalaksanaan KASUS Pasien datang ke Poli Bedah dengan keluhan buang air kecil menetes yang sudah di rasakan ± 8 bulan ini. sistokel. tiba-tiba menetes menjadi lancar kembali ketika berubah posisi tubuh. Berasal dari batu ginjal atau ureter yang turun. Selain itu pasien juga mengeluhkan keluarnya benjolan sebesar duku dilipat paha kiri yang dialami sejak ± 2 bulan terakhir.kadangkadang BAK mengedan. Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine. perdarahan. batuk dan bersin. benjolan keluar ketika pasien mengedan. suhu 36. menarik-narik penis. benjolan tersebut dapat masuk kembali. Pada anak nyeri miksi ditandai oleh kesakitan. Pada regio inguinal pasien dengan posisi berdiri. tinggi karbohidrat dan dehidrasi kronik. bulineurogenik dan divertikel. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Rasa nyeri waktu miksi (disuria. b. hernia. Nyeri dirasakan menjalar ke batang kemaluan dan lipat paha. Pada kasus ini pasien datang dengan keluhan sudah 8 bulan sakit ketika buang air kecil. pinggang. infeksi saluran kemih. dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). Polakisuria (sering miksi) e.80C.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 ABSTRAK Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. Pada umumnya komposisi batu kandung kemih terdiri dari : batu infeksi (struvit). dehidrasi. diet yang banyak mengandung kalsium dan oksalat. Kata kunci: batu saluran kemih. buang air kecil dirasakan lancar kembali apabila pasien merubah posisi sebelum buang air kecil. DIAGNOSIS Batu Kandung Kemih (Batu vesica Urinaria/Vesicolhitiasis) dgn komplikasi Hernia Inguinalis TERAPI Terapi operatif : vesikotomi dan hernioktomi DISKUSI Batu vesika urinaria adalah suatu keadaan ditemukannya batu di dalam vesika urinaria. gangguan metabolik.

Sagung Seto. 1-6. kelemahan umum. www. kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik. 2000. faktor yang kedua adalah faktor yang dapat seperti hamil.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:45 ABSTRAK Seorang pasien datang dengan keluhan perut membesar disertai perut sebah dan terasa sakit. Pasien juga menyangkal ada keluarga yang memiliki sakit yang sama. irama teratur. Hernia merupakan produksi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Hepatitis autoimun.com 6. 5. masuknya isi rongga perut melalui kanal ingunalis. 588-589. Respiratori rate 22x/menit dan Suhu 37. pekak beralih (+) dan undulasi (+). Ed-6. isi dan tegangan cukup. gangguan proses kencing. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya . Jakarta : Penerbit UI. Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan menahun pada hati. S. FKIK UMY. Basuki. DIAGNOSIS Sirosis Hepatis TERAPI Terapi pada pasien dengan sirosis adalah bertujuan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. Schwartz. Jilid 2. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama. Didapat (akquisita) Hernia ini didapat oleh suatu sebab yaitu umur. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : EGC. degenerasi. 1985. Purnomo. mengejan saat defekasi. kesadaran Compos Mentis. bisa diberikan steroid atau imunosupresif. Penyakit hati nonalkoholik. Pemberian asetaminofen.sehingga timbul kekacauan dalam susunan parenkim hati. obesitas. Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Bedah. pemeriksaan fisik. Dari anamnesis. Shires. Margaret. pasien tidak kontrol secara teratur. kehamilan. dan regenerasi sel-sel hati. 4. B. 2009. Kongenital (Terjadi sejak lahir adanya defek pada suatu dinding rongga). 2. Dasardasar Urologi. Pasien juga mengeluh sukar untuk tidur. jika cukup panjang maka akan menonjol keluar dari anulus ingunalis ekstermus. diikuti dengan proliferasi jaringan ikat. Urolithiasis Medical and Surgical Management. pekerjaan mengangkat benda berat. batuk kronis. Wonosobo PENATALAKSANAAN SIROSIS HEPATIS PADA WANITA USIA 49 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Terjadinya hernia disebabkan oleh dua faktor yang pertama adalah faktor kongenital yaitu kegagalan penutupan prosesus vaginalis pada waktu kehamilan yang dapat menyebabkan masuknya isi rongga pertu melalui kanalis inguinalis. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. P< 29). pasien tidak kontrol secara teratur.sering diikuti defekasi atau prolapsus ani. mengejan saat miksi.medicastore. Nadi 92x/menit. pernafasan reguler. pekerjaan mengangkat benda berat dan faktor usia. 57-68 2. Vital sign TD130/80 mmHg. REFERENSI 1. 3. lansia. Pada pemeriksaan fisik: KU baik. Alkohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. P< 31/ L< 46. Pearle. diagnosis KASUS Pasien datang dengan keluhan perut membesar. konsumsi obat-obatan dan jamu. Pasien mengaku BAB dan BAK biasa. Etiologi dari hernia yaitu:1. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan asites. Rusepno.40C. Jakarta : CV. Hassan. Sklera pada mata kanan dan kiri ikterik. dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis sirosis hepatis. 2009. Pasien menyangkal sebagai peminum minuman keras.wordpress. Kata kunci: sirosis hepatis. Ed-2. USA : Informa healthcare. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama. HbsAg (+) positif. perut sebah dan terasa sakit. Pemeriksaan penunjang SGOT/SGPT 44/48 U/L nilai normal (L < 36. RSUD Setjonegoro.com PENULIS Farida Aryani. tekanan intra abdominal yang tinggi dan dalam waktu yang lama misalnya batuk kronis. www. 840-843.

Untuk mengetahui grade dari sirosis hepatis dapat dengan menggunakan Kriteria modifikasi Child Pugh. Varises esophagus. Hal 508-510 5. Medicastore. Anonym. Dibawah ini bagan dari Kriteria modifikasi Child-Pugh: Grade (1) (2) (3) Bilirubin serum (mg/dl) < 2.5 <2. 2007. konsumsi garam sebanyak 5. Asites. bisa diberikan preparat somatostatin atau oktreotid. Available from http://3rr0rists. mengatasi perubahan sirkulasi darah hati. Akibatnya bentuk hati yang normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada pembuluh darah dan terganggunya aliran darah vena porta yang akhirnya menyebabkan hipertensi portal. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari.blogspot. A. 2008. Transplantasi hati. Telah diketahui bahwa penyakit ini merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan terjadinya pengerasan dari hati. teraba kenyal. Edisi Ketiga Jilid Pertama. 3rr0rists.html 6. Peritonitis bacterial spontan. Waktu perdarahan akut.wordpress. dan terasa nyeri bila ditekan.html 2.0 >3. Living With Hepatitis : Sirosis Hati. terapi definitive pada pasien sirosis dekompensata. sirosis dekompensata i. Sirosis Hati (Sirosis Hepatis). Sirosis Hepatis. kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik. terutama diberikan yang kaya asam amino rantai cabang. 2009.0 Albumin serum (mg/dl) >3. sirosis kompensata Tatalaksana pasien sirosis yang masih kompensata ditujukan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. tepi tumpul. Ensefalopaty hepatic. yaitu: a. diet protein dikurangi sampai 0. Mansjoer. diantaranya: alcohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. 2001. . Available from http://b3d70. Laktulosa membantu pasien untuk mengeluarkan ammonia. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari.8 Asites . Jakarta. Pemberian furosemid bisa ditambah dosisnya bila tidak ada respon. mengatur keseimbangan garam dan air. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya banyak jaringan ikat dan regenerasi noduler dengan berbagai ukuran yang dibentuk oleh sel parenkim hati yang masih sehat. Tirah baring dan diawali diet rendah garam. atau aminoglikosida. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya sirosis. Available from http://medicastore. REFERENSI 1. Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh.Mudah dikontrol Sulit dikontrol Ensefalopati Minimal Berat/Koma Penatalaksanaan sirosis hepatis terbagi menjadi 2. Pemberian asetaminofen. kriteriaini diperlukan untuk pemberian terapi yang tepat pada sirosis hepatis. Sindrom hepatorenal.2 gram atau 90 mmol/hari. Namun sebelum dilakukan transplantasi ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi resipien dahulu.8-3.7 ii.com/2007/07/31/sirosishati/ 3. Sebelum berdarah dan sesudah berdarah bisa diberikan obat penyekat beta (propanolol). Tirah baring dan diawali diet rendah garam. Kapita Selekta Kedokteran. Available from http://cetrione. Media Aesculapius FKUI.0 2. merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 – 25% oksigen darah.com/2008/05/sirosis-hati-sirosis-hepatis.5 gr/kg berat badan per hari.com/computer/sirosis-hepatis. dkk. bisa diberikan steroid atau imunosupresif.sirosis. Anatomi Dan Fisiologi Hati. Pada sirosis dini biasanya hati membesar. diteruskan dengan tindakan skleroterapi atau ligasi endoskopi. Pharma NH2.7 iii.5 2. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari. Penyakit hati nonalkoholik. Husnul Mubarak. Terapi pasien ditujukan untuk menghilangkan etiologi. DISKUSI Sirosis hepatis merupakan penyakit hati kronis yang tidak diketahui penyebabnya dengan pasti.0-3. diberikan antibiotika seperti sefotaksim intravena. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretic.html 4. Hepatitis autoimun. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari. amoksilin.2 gram atau 90 mmol/hari. b. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretik.com/penyakit/615/Sirosis. maksimal dosisnya 160 mg/hari. Neomisin bias digunakan untuk mengurangi bakteri usus penghasil ammonia. Sirosis. konsumsi garam sebanyak 5.

portio sebesar jempol tangan. dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring. v/u/v tenang.1 g / dl AL : 18. maupun mual muntah. Dr. berwarna merah kehitaman. Pada awalnya. Mola hidatidosa adalah tumor jinak dari trofoblast dan merupakan kehamilan abnormal dimana fetus tidak ditemukan tetapi hanya gelembung dan jaringan saja. RSUD Setjonegoro. Diagnosis Pada Pasien Dengan Kasus Mola Hidatidosa Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan. Pada awalnya. OUE tertutup.2 iv Metergin 3 x 1 . dan tidak disertai prongkol – prongkol. lunak OUE tertutup corpus uteri setelur bebek AP/CD tenang Pemeriksaan Laboratorium Darah: Hb : 11. FKIK UMY. Jakarta. Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan. dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Abstrak Mola hidatidosa adalah penyakit yang berasal dari kelainan pertumbuhan trofoblas plasenta atau calon plasenta dan disertai dengan degenerasi kistik villi dan perubahan hidropik. Sarwono. pembuluh darah villi tidak berfungsi penimbunan cairan dijaringan mesenkhim villi. corpus uteri setelur bebek dan AP/CD tenang. Gelembung-gelembung tersebut sebenarnya adalah villi chorialis yang berisi cairan sehingga tegang dan berbentuk buah anggur. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. flx : (+) fl : (-). Hal 445-448 PENULIS Farida Aryani.IUFD RL 20 tpm + Oksitosin 5u . Bagian Interna. dan tidak disertai prongkol – prongkol. Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit. yaitu pada hasil pembuahan dimana embrionya mati pada kehamilan 3-5 minggu.ekstra Metergin 0. ( Rustam E harahap. Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan.blogspot. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol. Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing. Pada pemeriksaan vaginal touché ditemukan TFU tak teraba.Wonosobo. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol. Sudoyo. perdarahan yang keluar tidak banyak. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak. gejala dini History Seorang wanita usia 19 tahun datang dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011.40 / ul AE : 4. • Struktur . A. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan. Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing. 1997). Available from http://nh2pharma. Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit. berwarna merah kehitaman. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan. perdarahan yang keluar tidak banyak.Virilon 1 x 1 Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan yang dilakukan pasien ini menderita kehamilan mola hidatidosa dengan keluhan utama Seorang wanita umur 19 tahun dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011.html 7.com/2010/03/anatomi-dan-fisiologi-hati. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak.( (Prof.20 / ul Ht : 38. 1997 ) Keywords: hipertensi. lunak.W.4 vol% PLT : 588 / ul HbsAg : Diagnosis Mola hidatidosa Terapi . Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan.dkk.2010. Edisi Keempat Jilid I. Pusat Penertiban Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. maupun mual muntah. dinding vagina licin. 2006.Kalnex 3 x 1 . Status Ginekologis Vaginal Touche: TFU tak teraba flx : (+) fl : (-) v/u/v tenang dinding vagina licin portio sebesar jempol tangan. Patogenesis Mola Hidatidosa • Tidak sempurnanya aliran darah fetus (―fetal circulatori inadequacy‖) yang terjadi pada sel telur patologik.

estrogen tinggi menimbulkan efek hipertiroidisme dari aktifitas B-hCG yang tinggi. 5. EMS. Dimana terdapat sel telur patologik yang tidak mempunyai kromosom maternal (―empty egg‖) • B-hCG meningkat .. EGC. mengganjal. • Fungsi abnormal absorbsi cairan yang berlebihan kedalam villi. Obstetri William. katarak. Gant. H. N. T. • Tanda-tanda tirotoksikosis. P. fotofobia. Yayasan Bina Pustaka. dan kekeruhan badan kaca. nyeri (+). kornea. dan dexametason 3 x 1 tablet. proses penekanan. balotemen negatif kecuali pada mola parsial. Kortikosteroid KASUS Pasien datang dengan keluhan mata kiri nyerocos ± 1 bulan dan terasa seperti kelilipan. Saifuddin. kematian bayi. MacDonald. mata kabur (+). Ilmu Kebidanan. Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah. H.wikipedia. F. dan sklera.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun ABSTRAK Pasien laki-laki usia 32 tahun datang ke poli mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan mata kanan nyerocos ± 1 bulan dan terasa pegal. lakrimasi. Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin.. glaukoma.. sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian. Uveitis Anterior. C. Jakarta.aktifitas ovarium meningkat (ovarium kistik) . Rachimhadhi. Wiknjosastro. Norwitz..B. Cuningham. • Adanya gangguan dari pertahanan imonologis terhadap trofoblas. 4.. Gejala Mola hidatidosa • Amenore • Pembesaran uterus • Perdarahan pervaginam dan nyeri perut bawah • Pengeluaran Gelembung Mola • Gestosis/Toksemia / Pregnancy Induced Hypertension / Toxaemia Like Syndrome • Kelainan Kelenjar Tiroid • Adanya tanda-tanda kehamilan disertai perdarahan.. • Adanya kelainan sitogenetik. kerusakan pembuluh darah. gatal (-). Errol & Schorge. sinekia posterior. neoplasia. Kata kunci : Diagnosis. Mola Hidatidosa http://en. F. 1995. 3. Kesimpulan Mola hidatidosa sering kali terjadi karena faktor ovum yaitu dengn cara spermatozoon memasuki ovum yang telah kehilangan nukleusnya atau dua serum memasuki ovum tersebut sehingga akan terjadi kelainan atau gangguan dalam pembuahan. 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.org/wiki/Mola 2. Jakarta .2007. A.. A.John. Saifuddin. Anonim. D. • Hiperemesis gravidarum. at a Glance Obstetri & Ginekologi edisi kedua.. B. sekret (-).. • Tanda-tanda pre eklampsia pada trimesteer I. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. rasa sakit. 2006.trofoblas abnormal hiperplasia. Perdarahan ini bisa intermitten. Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata). perih (+). Wiknjosastro. Waspodo. G. displasia. Referensi 1. • Tidak dirasakan adanya tanda-tanda geraakan janin. Pasien mendapat terapi antibiotic dan kortikosteroid topikal berupa tetes mata yang berisi tobramycin dan dexametason 1 tetes tiap 2 jam pada mata kanan serta antibiotic dan kortikosteroid sistemik berupa Amoxicilin 3 x 500 mg selama 5 hari. Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. Affandi B. kerusakan pembuluh darah iris. • Umumnya uterus lebih besar dari usia keehamilan. Manajemen uveitis anterior bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior. Jakarta. 2006. parut kornea. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata. Dari autoanamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis uveitis anterior sinistra. Karena perdarahan ini maka umumnya penderita mola hidatidosa masuk rumah sakit dalam keadaan anemia. nyeri bila . Jakarta. dan penglihatan kabur.

korpus siliaris. Pengobatan imunosupresan dapat digunakan pada pasien dengan uveitis berat. sudah diberi tetes mata dan antibiotik tapi belum ada perubahan yang berarti. sinekia posterior. Pengobatan cyclosporine merupakan pengobatan yang paling spesifik terhadap fungsi imun. DIAGNOSIS Uveitis Anterior Orbicularis Sinistra TERAPI Cendo Tobroson ( gtt 1 / 2 jam OD). Jika terkena cahaya yang agak terang mata terasa silau (+). Pada pasien ini diberi tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone. Jakarta: 2002 2.tablet dexametasone serta amoxicillin. dan sklera. ed II. perih dan gatal. Sedangkan dexametasone serta amoxicillin berguna untuk terapi sistemiknya. Wijana Nana. Beberapa macam pengobatan uveitis anterior antara lain dengan menggunakan :Sikloplegik. imunosupresan agen. Pupil anisokor. Sinekia Posterior (+). Ilyas Sidarta. Sikloplegik topikal berguna untuk mencegah terjadinya sinekia posterior dan untuk meringankan nyeri karena spasme siliar . Manajemen uveitis anterior adalah bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior. Dari pemeriksaan fisik mata kiri kornea bening. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata. fotofobia. Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. Pemilihan terapi tergantung pada resiko komplikasi yang terjadi pada uveitis dimana yang paling sering adalah katarak. kornea. hipotoni. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: 2000 hal8-9 Penulis : Ridwan Muttaqin (20060310005) Bagian Ilmu Penyakit mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo . Dalam kasus ini pasien diberikan terapi berupa tetes mata Tobroson . Amoxicilin tablet 3 x 500 mg. Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. Cyclosporine. Iris warna keruh. Jika bangun tidur mata merah dan nyerocos. Widya Medika.dan koroid) dengan berbagai penyebab. Oftalmologi Umum ed 14. Dan terakhir denan pembedahan. Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. kripta (-). sistoid macular edema. REFERENSI : 1. Uveitis Anterior. parut kornea. Uvea. Indikasi pengobatan imunosupresan agent adalah pada inflamasi intraokuler yang mengancam visus dan apabila dengan pengobatan kortikosteroid tidak membaik. katarak. Kortikosteroid. Dexametason tablet 3 x 1 mg DISKUSI Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata). Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. Pasien juga mengeluhkan pusing yang kumat-kumatan hanya di mata sebelah kiri jika mata kembali nyerocos. FKUI. dan penglihatan kabur. Pemberian antibiotic dalam kasus ini berguna untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata. anatomi dan Embriologi Mata. rasa sakit. Indikasi pemberian kortikosteroid adalah mencegah komplikasi berupa sistoid macular edema. Vaughan G Daniel. dan kekeruhan badan kaca. infiltrat (-). dan glaucoma. Ilmu Penyakit Mata. merupakan pengobatan uveitis yang utama. hal 126-127 3. bekerja dengan cara membunuh limfosit. Tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone diharapkan berguna untuk mengurang peradangan yang terjadi dan untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata.ditekan (+). kerusakan pembuluh darah iris. sinekia posterior. reflek cahaya (-). Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah. Sebelumnya pasien sudah berobat di Puskesmas. lakrimasi. Uveitis anterior dikatakan akut jika terjadi kurang dari 6 minggu dan dikatakan sebagai kronik jika lebih dari 6 minggu.COA keruh. KESIMPULAN : Uveitis adalah inflamasi traktus uvea (iris. hanya mata merah sedikit berkurang. Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. glaukoma. Mata kanan bila mengendarai motor selalu nyeri. injeksi silier (+). edema iris (+).

contohnya pada otitis media akut. dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari. kesadaran composmentis . BAB berwarna kuning. Kejang tanpa demam dapat disebabkan oleh epilepsi tanpa kejang dan berulang. trauma. Penatalaksanaan pasien pada kasus diatas adalah dengan penanganan kejang dan penanggulangan diare. Sedangkan pada gangguan eletrolik apabila anak ada riwayat menderita diare muntah atau gangguan ginjal kronik. dan kadang disertai muntah.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:42 Abstrak Kejang disebabkan oleh kelainan intrakarnial. umum/fokal. pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas/demam. Bau khas. Kata kunci (keyword) . Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. hipo/hiperglikemia. dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari. Diare menyebabkan . nanah (-). berulang/ tidak. Diagnosis Diare dengan kejang Terapi Penanganan pada pasien di atas adalah dengan memberikan diazepam sebagai penanganan kejang pada pasien. kecurigaan penyebab kejang berasal dari infeksi intrakranial adalah apabila umur anak < 6 bulan. pemeriksaan lab darah rutin angka leukosit 10. yang paling berbahaya adalah infeksi intrakranial berupa meningitis atau encefalitis. diare. dan kadang disertai muntah. kejang tanpa demam disebabkan oleh kelainan metabolik atau epilepsi. Pada pasien kejang perlu diperhatikan adalah lamanya kejang. berat badan 11. serangan epilepsi yang disertai dengan demam. tidak ada bau yang khas. BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah.PENATALAKSANAAN KASUS DIARE DENGAN KEJANG PADA ANAK USIA 5 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. nadi 80x/menit isi dan tegangan cukup dan teratur. Pada kejang dengan demam penyebab demamnya bisa diakibatkan oleh infeksi yang berasal dari luar susunan syaraf pusat. Kemudian pemberian terapi pada diare untuk penanggulangan kemungkinan terjadinya kejang berulang dengan melakukan lima lintas penanganan diare. Kejang dengan demam disebabkan oleh kelainan intrakranial dan ekstrakranial. ekstrakranial dan gangguan metabolik.50C. Pada kasus ini. faringitis. Hal ini diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan kejang demam. tidak ada bau yang khas. tonsilitis. bangun dan kemudian menangis. muntah 7x sedikit-sedikit. Diskusi Kejang adalah bangkitan kejang akibat kenaikan suhu rektal tubuh. kejang lama atau kejang frekuen atau kejang periodik. Selain itu kejang dengan demam juga dapat diakibat kan oleh gangguan elektrolit berat yang disertai dengan demam.57. darah (-). BAB berwarna kuning. Pada keluarga yang pernah mengalami kejang. kejang. Kejang terbagi menjadi 2 yaitu kejang dengan demam dan kejang tanpa demam. keracunan. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien. gangguan elektrolit tanpa demam. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien. tidak ada riwayat kejang. suhu badan 36. Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. Konsistensi lembek. Pasien juga mengeluh BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah. hipoksia. pemeriksaan lab (tinja) warna kuning. Pada pemeriksaan fisik di temukan keadaan umum tampak baik. lendir (-). pernafasan 32x/menit. muntah 7x sedikit-sedikit. penatalaksanaan Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas setelah kejang pasien tertidur. Selain itu infeksi juga dapat berasal dari organ lokal yang mengalami infeksi. demam. Pasien tidak pernah mondok di Rumah Sakit sebelumnya. 103/µl.6kg. yaitu kakak perempuan pasien.

kehilangan garam (natrium) dan air secara cepat, yang sangat penting untuk hidup. Jika air dan garam tidak digantikan cepat, tubuh akan mengalami dehidrasi. Kematian terjadi jika kehilangan sampai 10% cairan tubuh. Diare timbul akibat dari mekanisme dasar yaitu gangguan osmotik, gangguan sekresi dan gangguan motilitas usus. Penyebab diare terbagi menjadi 4 faktor, yaitu faktor infeksi terbagi menjadi 2 yaitu infeksi eneral dan infeksi parenteral. Infeksi interal adalah infeksi yang berasal dari saluran pencernaan itu sendiri sebagai penyebab utama diare. Sedangkan untuk parenteral adalah adanya faktor diluar sistem pencernaan yang mengakibatkan timbulnya diare, yaitu seperti Otitis Media Akut, Tonsilofaringitis dan lainnya, untuk infeksi pareneteral terutama terjadi pada anak berumur dibawah 2 tahun. Faktor malabsorbsi terbagi menjadi 3, yaitu: a. Malabsorbi karbohidrat (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida(intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak dibawah 2 tahun diare terjadi akibat intoleransi laktosa. b. Malabsorbsi lemak dan yang terakhir c. Malabsorbsi protein. Faktor makanan yang terpenting adalah kualitas makanan yang diberikan. Makanan basi atau beracun dapan menyebabkan diare. Pada beberapa anak alergi makanan juga dapat memicu timbulnya diare. Faktor psikologis rasa takut dan cemas dapat menimbulkan diare, terutama pada anak yang lebih besar. a. Untuk menanggulangi kejang ada 6 faktor yg perlu dilakukan, yaitu: Mengatasi kejang dengan memberikan diazepam yang disesuaikan dosisnya dengan berat badan, yaitu untuk anak dengan berat < 10kg maka diberikan 5mg/supp, anak dengan berat > 10kg maka diberikan 10mg/supp. Hati-hati dalam pemberian diazepam, karena efek samping yang diberikan berupa penekanan pada pusat pernafasan.1 - Pengobatan penunjang yaitu dengan menjaga kondisi vital pasien. Membuka pakaian yang melekat ketat, memposisikan kepala miring agar tidak terjadi aspirasi apabila pasien tiba-tiba muntah. Mengecek fungsi vital tubuh/vital sign. - Pengobatan rumat adalah pengobatan yg diberikan setelah pemberian diazepam. Obat yang dipilih adalah yang memiliki onset yang lama yaitu fenobarbital dengan dosis 5mg/kgBB dibagi menjadi 2 dosis. Namun hati-hati dalam penggunakan fenobarbital dalam jangka waktu panjang, yaitu perubahan sifat anak menjadi hiperaktif , perubahan siklus tidur (mengantuk). b. Untuk penanggulangan diare, dilakukan lima lintas diare, yaitu: Memperbaiki hidrasi cairan dengan memberikan cairan rehidrasi dengan tetesan sebagai berikut: anak < 1tahun, 30cc/1 jam pertama dilanjutkan dengan 70cc/5jam. Anak > 1tahun, 30cc/30menit dilanjutkan dengan 70cc/2,5jam. - Nutrisi, pemberian nutrisi sangat penting pada anak diare, untuk mencegah kemungkinan anak kekurangan nutrisi diakibatkan oleh diare. - Pemberian zinc, diberikan sampai dengan 10 hari walaupun anak sudah tidak diare lagi, hal ini dilakukan karena zinc dipercaya mampu memberikan pertahanan terhadap serangan ulang diare. - Antibioti spektrum luas, diberikan untuk mengobati diare yang disebabkan bakteri. Namun penggunaan antibiotik perlu hati-hati untuk mencegah kemungkinan terjadinya diare yang disebabkan oleh antibiotik. Edukasi, berikan ibunya pendidikan tentang penanganan anak diare dirumah, diajarkan untuk mengetahui cara pembuatan cairan rumatan dirumah. Referensi 1. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI 2007. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. Bagian IKA FK UI ; Jakarta 2. Nia Karia, dr. Sp A., M.Kes. PDF Kejang Pada Anak. Di download pada tanggal 6 November 2010 3. Bambang Edi, dr. Sp A. Studi Guide Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY; Yogyakarta 4. http: //www.med.umich.edu/1libr/pa/pa_diarrhbr_hhg.hmt Penulis Farida Aryani. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY. RSUD Setjonegoro. Wonosobo

Gambaran Klinis dan Penatalaksanaan ODS Hordeolum Palpebra Superior et Inferior pada Anak Laki-laki Usia 1 tahun
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 05:03 Abstrak Hordeolum adalah suatu peradangan supuratif pada kelenjar Zeiss atau kelenjar Moll atau kelenjar Meibom yang kebanyakan disebabkan oleh bakteri stafilokokus, umumnya Stafilokokus aureus (Ilyas, 2004), dan jarang disebabkan oleh Streptokokus. Seorang anak lakilaki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Keywords : ODS, hordeolum, palpebra superior et inferior Isi Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Kurang lebih 2 bulan sebelum masuk rumah sakit timbul benjolan di bagian kelopak mata kanan, kemudian muncul benjolan di kelopak mata kiri. Anak tidak rewel, tidak demam, mata tidak merah, dan tidak berair. Sejak lahir pasien mempunyai riwayat sering belekan, yaitu sudah lima kali. Riwayat sakit serupa sebelumnya disangkal. Dalam keluarga tidak ada yang menderita keluhan yang sama. Di tempat tinggal pasien terdapat usaha pengumpul barang bekas / rongsok. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, kesadaran compos mentis (sadar penuh). Pemeriksaan tanda vital didapatkan nadi 144 x/menit, pernafasan 28 x/menit, suhu 36,3 oC. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata : super silia ODS simetris. Kelopak mata simetris, OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Apparatus lakrimalis ODS normal, bola mata ODS normal (pasangan sejajar, gerakan normal, ukuran normal), tekanan bola mata ODS normal, sklera ODS normal, kornea ODS (ukuran, kecembungan, limbus, permukaan) normal, kamera okuli anterior ODS (kedalaman normal, isi jernih), iris ODS (warna coklat, pasangan simetris, bentuk sirkuler), pupil ODS (ukuran ± 3 mm, bentuk lingkaran, tempat sentral, reflek direk +, reflek indirek +), lensa ODS jernih. Diagnosis ODS hordeolum palpebra superior et inferior Terapi • infus KaEN 1 B 12 tpm • amoxan syrup 3 x 1 cth • cendo ulcori • pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Diskusi Dalam kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Hordeolum adalah peradangan kelenjar yang sering terjadi dengan infeksi dari kuman Stafilokokus. Ditandai dengan pembengkakan terbatas (sirkumsrip) merah dan ada perlunakan yang akut. Ada pembentukan nanah yang lanjut menjadi abses (Ghozi, 2002). Gambaran Klinis Menurut Ilyas (2004) gambaran klinik hordeolum dapat dibagi menjadi gejala subjektif berupa rasa mengganjal dan rasa sakit yang akan bertambah jika menunduk dan gejala objektif berupa benjolan setempat, merah mengkilap, sakit bila ditekan, terletak di pangkal bulu mata. Gejala biasanya berawal sebagai pembengkakan terbatas (sirkumsrip) memerah dan nyeri bila di tekan. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu yang mengganjal di mata. Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak. Ditengah daerah yang membengkak sering kali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan. Bisa berbentuk abses yang cenderung pecah dan mengeluarkan nanah. Biasanya disertai dengan konjungtivitis (Vaughan & Asbury, 2000). Hordeolum terlihat tidak jelas, kemerahan, membengkak dan udematus, serta menimbulkan rasa gatal pada tepi

kelopak mata dekat ujung medial dan lateral. Batas/ujung hordeolum mencapai garis bulu mata ± 1 mm dari pinggir kelopak. Pembengkakan dan udem yang bertambah, disertai rasa gatal, akan memberikan rasa sakit. Setelah ± 1 minggu, hordeolum akan pecah, bagian tengah akan terlihat kuning kehijau-hijauan, memperlihatkan penampilan khas stafilokokus. Dengan ini penyembuhan dimulai dan berakhir dalam waktu ± 2 minggu (Miller, 1990). Hordeolum muncul secara tidak terduga dan berturut-turut. Kadang-kadang lebih dari satu hordeolum bisa muncul pada saat yang bersamaan pada kelopak mata yang sama (Philips, 1984). Penatalaksanaan Antibiotik diindikasikan bila dengan kompres hangat selama 24 jam tidak ada perbaikan, dan bila proses peradangan menyebar ke sekitar daerah hordeolum (Haryadi, 2011). 1. Antibiotika topikal Bacitracin atau tobramicin salep mata diberikan setiap 4 jam selama 7-10 hari. Dapat juga diberikan eritromicin salep mata untuk kasus hordeolum eksterna dan hordeolum interna ringan . 2. Antibiotik sistemik Diberikan bila terdapat tanda-tanda bakteremia atau terdapat tanda pembesaran kelenjar limfe di preaurikular. Pada kasus hordeolum internum dengan kasus yang sedang sampai berat, dapat diberikan chepalexin atau dicloxacilin 500 mg per oral 4 kali sehari selama 7 hari. Bila alergi penisilin atau chepalosporin dapat diberikan clindamicin 300 mg oral 4 kali sehari selama 7 hari atau klaritromycin 500 mg 2 kali sehari selama 7 hari (Haryadi, 2011). Pembedahan Bila dengan pengobatan tidak berespon dengan baik, maka prosedur pembedahan mungkin diperlukan untuk membuat drainase pada hordeolum (Haryadi, 2011). Kesimpulan Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Terapi yang diberikan pada kasus ini adalah infus KaEN 1 B 12 tpm, amoxan syrup 3 x 1 cth, cendo ulcori, pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. Daftar Pustaka Eva, P.R., Whitcher, J.P. 2007 Vaughan & Asbury Oftalmologi Umum. EGC, Jakarta. Ghozi, M., 2002 Buku Ajar Oftalmologi, Fakultas Kedokteran UMY, Yogyakarta. Haryadi, W., 2011 Hordeolum. Diakses pada tanggal 18 Desember 2011 dari http://www.docstoc.com/docs/42221138/Referat---Hordeolum Hollwhich, F. 1993 Oftalmology, 2nd ed. Binarupa Aksara, Jakarta. Ilyas, M. 2004 Ilmu Penyakit Mata, 3rd ed. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Mansur, A. 1999 Kapita Selekta Kedokteran, 3rd ed. Media Aesculapius, Jakarta. Miller, J.H. 1990 Parsons‘ Disease Of The Eye, Churchill Livingstone Ltd., New York. Philips, C.I. 1984 Basic Clinical Ophtalmology, Medical Division of Longman Group UK. Ltd., London.a Vaughan, D. G., Asbury, T., Eva, P.R., 2000 Ophtalmologi Umum, 14th ed. EGC, Jakarta. Wijana, N.S.D. 1993 Ilmu Penyakit Mata 3rd ed. FKUI, Jakarta. Meila Supeni, Bagian Ilmu Penyakit Mata, RSUD Temanggung, Jawa Tengah

Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 04:56 Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia Abstrak Anestesi regional adalah suatu tindakan anestesi yang menggunakan obat analgetik lokal untuk menghambat hantaran saraf sensorik, sehingga impuls nyeri dari suatu bagian tubuh diblokir untuk sementara. Fungsi motorik dapat terpengaruh sebagian atau seluruhnya, sedang penderita tetap sadar. Anestesi

kesadaran compos mentis. Teknik anestesi • Perlu mengingatkan penderita tentang hilangnya kekuatan motorik dan berkaitan keyakinan kalau paralisisnya hanya sementara. Posisi tidur dapat mengurangi efek tersebut.25%-0. menghasilkan analgesia pra dan pasca bedah. Hmt turun 24. Kesimpulan : Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant (riwayat implant 21 tahun) dengan keluhan keluar darah banyak. Diagnosis suspek myoma uteri. sehingga dapat menyebaban hipotensi orthostatic. pemeriksaan VT : V/U tertutup. L4-L5. Marcain) adaah derivate butil yang 3 kali lebih kuat dan bersifat long acting (5-8 jam). mengurangi kebutuhan anestesi. prongkol – prongkol sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. jika terjadi hipotensi diberikan oksigen nasal dan ephedrine IV 5 mg. cairan LCS akan menetes keluar. Pethidin dapat menyebabkan vasodiatasi perifer. Derajat relaksasinya terhadap otot tergantung terhadap kadarnya. 26 pada bidang median dengan arah 10-30 derajat terhadap bidang horizontal kea rah cranial pada ruang antar vertebra lumbalis yang sudah dipilih. Nadi 80x/menit.5 celcius.3. • Pasang infuse. Asisten harus membantu memfleksikan posisi penderita. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. 22 lebih halus no. jumlah netrofil naik 79. L5-S1 • Setelah tindakan antiseptic daerah pungung pasien dan memakai sarung tangan steril. uterus sebesar telur bebek. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS. Keadaan umum sedang. Hal ini akan lebih berta lagi bila digunakan pada pasien dengan hipovolemia. Pemeriksaan laboratorium Hb turun 7. Obat yang dipakai untuk kasus ini adalah Bupivakain Bupivakain (Decain. respirasi 20x/menit.000. Keadaan umum cukup. Tanda-tanda vital TD 100/70 mmHg. porsio mecucu. tampak pucat. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. 23. jumlah eritrosit turun 2. Jarum lumbal akan menembus berturut-turut beberapa ligament.55. • Inspeksi : garis yang menghubungkan 2 titik tertinggi Krista iliaka kanan kiri akan memotong garis tengah punggung setinggi L4-L5 • Palpasi : untuk mengenal ruangan antara 2 vertebra lumbalis • Pungsi lumbal hanya antara L2-L3.5%) dikombinasi dengan adrenalin 1:200. minimal 500 ml cairan sudah masuk saat menginjeksi obat anestesi local. memudahkan melakukan pemberian pernafasan buatan. Pemeriksaan USG. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. tutup luka dengan kasa steril. anemia Isi Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun). prongkol-prongkol.6 mmHg. Selanjutnya disuntikkan larutan obat analgetik local ke dalam ruang subarachnoid. Keuntungan penggunaan obat ini adalah memudahkan induksi. mioma uteri. suhu 36. • Posisi lateral dekubitus adalah posisi yang rutin untuk mengambil lumbal pungsi.7. Diagnosis Mioma uteri Terapi • Transfusi PRC IV kalf • SF 2 x 1 • Ca Glukonas • Operasi Diskusi Dalam kasus ini pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun). kesan menyokong gambaran mioma uteri. L3-L4. blok subarachnoid ) dihasilkan bila kita menyuntikkan obat analgetik lokal ke dalam ruang subarachnoid di daerah antara vertebra L2-L3 / L3-L4 (obat lebih mudah menyebar ke cranial) atau L4-L5 (obat lebih cenderung berkumpul di kaudal). Hb turun 7. Pethidin Pethidin merupakan narkotik yang sering digunkan untuk premedikasi. Pasien P1A0 usia 38 tahun datang dengan keluhan keluar darah banyak.spinal ( anestesi lumbal. pungsi lumbal dilakukan dengan penyuntikan jarum lumbal no. jumlah limfosit turun 17. infuse 500-1000 ml NaCl atau hemacel cukup untuk memperbaiki tekanan darah. mual dan muntah menunjukkan adanya stimulasi narkotik pada pusat muntah di medulla. • Setelah stilet dicabut.6 mmHg. posisi duduk akan lebih mudah untuk pungsi. Akan . 25. Obat ini terutama digunakan untuk anestesi dareah luas (larutan 0. • Monitor tekanan darah setiap 5 menit pada 20 menit pertama. tetapi bila kesulitan. Pemeriksaan kepala : mata anemis (+). Keywords : anestesi spinal. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS. Juga dapat menyebabkan depresi pusat pernapasan di medulla yang dapat ditunjukkan dengan respon turunnya CO2. yang terakhir ditembus adalah durameter subarachnoid. dan dapat diantagonis dengan naloxon. Cabut jarum.

5 tahun yang lalu. Dua minggu sebelum datang ke RS. Hubungan antara dosis preload dengan perubahan tekanan darah pada operasi dengan teknik anestesi spinal. Bagian Ilmu Anestesi. NAW sinistra. Oyston J. Diagnosis Multisinusitis Terapi Infus RL 20 tpm Inj. Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal. dan bila pusing pasien meminum obat tersebut. pasien juga sering merasa terdapat dahak di tenggorokan. Riwayat berobat ke dokter dan diberi asam mefenamat. : http://www. Caesarean section (editorial). Rhinoskopi anterior : konka hipertrofi (+).oyston. telinga kanan kadang-kadang berdengung. Didapat dari : URL. Jawa Tengah Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Dibuat oleh: Meila Supeni. Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan teori. palpasi nyeri tekan hidung dan sinus paranasal (-). 2. : http://www. jumlah trombosit meningkat 467. pingsan dua kali. Pemeriksaan laboratorium jumlah leukosit meningkat 13. Satu minggu sebelum ke RS. Pasien mengeluh penciuman agak berkurang. Kriteria Minor • . Kalmethason 1 gr/8 jam Inj.5 tahun yang lalu. ethmoidektomi Diskusi Dalam kasus ini pasien wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala. Pemeriksaan hidung dan sinus paranasal. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis.2. Keywords : rhinitis. Tohaga E. sejak 1 minggu sebelum datang ke RS. Kriteria Mayor • Sekret nasal yang purulen • Drenase faring yang purulen • Purulent post nasal drip • Batuk • Foto rontgen (Water‘s radiograph atau air fluid level) : penebalan lebih 50% dari antrum • Coronal CT scan : penebalan atau opaksifikasi dari mukosa sinus 2.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:53 Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Abstrak Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal. Tanda-tanda vital TD 110/60 mmHg. flu.wikipedia. Nyeri kepala dirasakan pada bagian atas dan depan. maksilaris bilateral.org. kesadaran compos mentis. Keluhan dirasakan sejak 2. Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala pada kepala bagian atas dan depan. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri. dan ethmoidalis dekstra. Kalnex 500 mg/8jam Operasi CWL dekstra. Semarang : 1998 Meila Supeni. Diagnosis Sinusitis Penegakkan diagnosis sinusitis secara umum : 1. 1 Maret 2006 (diakses tanggal 16 Mei 2012). Nadi 100x/menit. Riwayat sering terpapar bahan-bahan pestisida dan asap rokok (+). Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri. hiperemi (+). respirasi 24x/menit. keluhan bertambah berat yaitu nyeri kepala. sinusitis. Didapat dari : URL. Daftar Pustaka 1. Keadaan umum sedang. mukosa edem (+). Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. Pemeriksaan CT Scan kesan sinusitis sphenoidalis bilateral.com. Cefotaxim 1 gr/12 jam Inj.dilakukan histerektomi setelah perbaikan Hb dengan spinal anestesi. suhu 36. Pasien sering flu dan alergi terhadap dingin dan debu. RSUD Temanggung. multisinusitis Isi Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala.3 celcius. inspeksi dalam batas normal. Oktober 2000 (diakses tanggal 16 Mei 2012) 3. penciuman agak berkurang. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. nyeri kepala dirasakan sejak 2. A guide to spinal anaesthesia for caesarean section.

Nyeri ini merupakan gejala klasik appendicitis. Iskandar. Mula-mula nyeri dirasakan samarsamar dan tumpul yang merupakan nyeri viseral di daerah epigastrium atau sekitar umbilicus. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga.. Diakses tanggal 18 Oktober 2011 Highler. analgetika mukolitik . dan muntah. 2001. dan Penatalaksanaan Sinusitis. N. Pengobatan infuse RL 20 tpm..irigasi sinus maksila. Daftar Pustaka Etiologi. Prinsip : Membuka sumbatan di KOM sehingga drainase dan ventilasi sinus pulih secara alami. sinusitis sphenoidalis bilateral.Edem periorbital • Sakit kepala • Nyeri di wajah • Sakit gigi • Nyeri telinga • Sakit tenggorok • Nafas berbau • Bersin-bersin bertambah sering • Demam • Tes sitologi nasal (smear) : neutrofil dan bakteri Kemungkinan terjadinya sinusitis jika : Gejala dan tanda : 2 mayor 1 minor dan ≥ 2 kriteria minor Terapi Tujuan terapi sinusitis : mempercepat penyembuhan . Appendicitis pada umumnya disebabkan oleh obstruksi dan infeksi pada appendix. penciuman agak berkurang. hiperemi (+). tidak ada lendir. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. mukosa edem (+). RSUD Temanggung. Diagnosis dan penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. mencegah komplikasi . imunoterapi. Bagian Ilmu THT. operasi CWL dekstra. Nyeri abdominal. Ed: 6. antibiotik yang dipilih adalah golongan penisilin seperti amoksisilin. mual. Jawa Tengah Penegakan Diagnosis apendicitis akut Dibuat oleh: Anita Permatasari. Kalmethason 1 gr/8jam. merasa terdapat dahak di tenggorokan. Setelah beberapa jam nyeri berpindah dan menetap di abdomen kanan bawah (titik Mc. 1997. antara lain 1. antihistamin. Kesimpulan Wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala. Kepala. inj. Jakarta : EGC Soepardi. Riwayat alergi debu dan dingin. BAB kotoran keras. ethmoidektomi. Hidung. Pasien merasa nafsu makannya agak berkurang. Riwayat sering terpapar bahan pestisida dan asap rokok. Pasien tidak mengeluhkan gangguan BAK. Tenggorok. dan ethmoidalis dekstra. 2009.. Adams. warnanya kuning seperti biasa. Bila . Pemeriksaan rhinoskopi anterior konka hipertrofi (+). Rasa nyeri perut ini dirasakan sejak dua hari yang lalu. jika sudah resisten dapat dipilih amoksisilin – klavulanat atau jenis sefalosporin generasi 2. Antibiotik dan dekongestan . inj. Feses ini mengeras seperti batu dan disebut fecalith. Beberapa keadaan yang dapat berperan sebagai faktor pencetus antara lain sumbatan lumen appendix oleh mukus yang terbentuk terus menerus atau akibat feses yang masuk ke appendix yang berasal dari secum.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:39 Abstrak Appendicitis adalah suatu peradangan pada appendix. maksillaris bilateral. Kalnex 500 mg/8jam.pencucian rongga hidung dengan NaCl / diatermi . Isi Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan rasa nyeri pada perut kanan bawah. steroid oral / topikal . kemudian dirasakan bertambah nyeri terutama di perut bagian kanan bawah. Nyeri akan bersifat tajam dan lebih jelas letaknya sehingga berupa nyeri somatik setempat. Leher. BAK lancar. Pemeriksaan CT scan kesan. Diagnosis Appendisitis Akut Diskusi Gejala Klinis Gambaran klinis yang sering dikeluhkan oleh penderita. EA. tidak disertai darah. Cefotaxim 1 gr/12 jam. tidak ada darah). mencegah perubahan menjadi kronik. tindakan operatif. pasien berobat ke puskesmas dan rasa nyeri hilang setelah minum obat. inj. NAW sinistra. Burney). Ed: 5. diberikan 10 – 14 hari meskipun gejala klinik sudah hilang . disertai demam. Jakarta: FK UI Meila Supeni. Satu bulan yang lalu nyeri pada perut kanan bawah sudah pernah dialami pasien. Pada awalnya rasa nyeri dirasakan di daerah ulu hati. Pasien mengeluhkan susah buang air besar (sudah 3 hari sulit BAB. P. tidak ada rasa nyeri pada saat BAK. B. Patofisiologi.. Peradangan ini pada umumnya disebabkan oleh infeksi yang akan menyumbat appendix.

Pada inspeksi perut tidak ditemukan gambaran spesifik. Burney. Dengan USG dapat dipakai untuk menyingkirkan diagnosis banding seperti kehamilan ektopik.Pemeriksaan darah : akan didapatkan leukositosis pada kebanyakan kasus appendisitis akut terutama pada kasus dengan komplikasi. LED akan meningkat . 5. . Mual-muntah biasanya pada fase awal. Palpasi Dengan palpasi di daerah titik Mc. adnecitis dan sebagainya. Gejala awalnya sering hanya rewel dan tidak mau makan. Anak sering tidak bisa melukiskan rasa nyerinya. juga bila dicurigai adanya abses. Defans muscular lokal. Suhu biasanya berkisar 37. Pada appendicular infiltrat.7 Gejala appendicitis akut pada anak tidak spesifik. Obturator Sign Dilakukan dengan menyuruh penderita tidur terlentang. Psoas Sign Dilakukan dengan rangsangan m. Pemeriksaan Penunjang 1. Referensi 1. Anita Permatasari. 6. Tanda-Tanda Khusus 1. Kembung sering terlihat pada penderita dengan komplikasi perforasi. dalam Sjamsuhidajat. Rovsing Sign Perut kiri bawah ditekan. Appendicitis. USG Bila hasil pemeriksaan fisik meragukan. Hamami. leukosit dan bakteri di dalam urin. Psoas sign (+) bila terasa nyeri di abdomen kanan bawah . hal 865-75. De jong. 3. Kolon. 2. Obstipasi dan diare pada anak-anak. RSUD. 3. Pemeriksaan Fisik 1. 2. akan terasa sakit pada perut kanan bawah . Stase Ilmu Bedah. Pemeriksaan Laboratorium . appendix dapat divisualisasikan secara langsung. 5. lalu dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul. CA. Peristaltik dapat hilang karena ileus paralitik pada peritonitis generalisata akibat appendicitis perforata. terutama pada wanita. Abdominal X-Ray Digunakan untuk melihat adanya fecalith sebagai penyebab appendicitis.3biasanya tubuh belum panas. 3. defans muscular mungkin tidak ada. Defans muscular menunjukkan adanya rangsangan peritoneum parietal. . tungkai kanan lurus ditahan pemeriksa.Tehnik ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum. Edisi Revisi.terjadi perangsangan peritoneum biasanya penderita akan mengeluh nyeri di perut pada saat berjalan atau batuk. dkk. Pada appendicitis pelvika akan didapatkan nyeri terbatas sewaktu dilakukan colok dubur. Selain itu juga dapat menunjukkan komplikasi dari appendicitis seperti bila terjadi abses. htm.Pemeriksaan urin : untuk melihat adanya eritrosit. AH. 4. Gale Encytopedia of medicine. W. Pemeriksaan ini dilakukan terutama pada anak-anak . Burney didapatkan tanda-tanda peritonitis lokal yaitu: . Jogja. Auskultasi Peristaltik usus sering normal. Yogyakarta . 4. Usus Halus Appendiks.psoas dengan cara penderita dalam posisi terlentang. 2. Obturator sign (+) bila terasa nyeri di perut kanan bawah . Penonjolan perut kanan bawah bisa dilihat pada massa atau abses appendiculer . yang ada nyeri pinggang . 2. Barium enema Yaitu suatu pemeriksaan X-Ray dengan memasukkan barium ke colon melalui anus. 3. 1997. Demam. Laparoscopi Yaitu suatu tindakan dengan menggunakan kamera fiberoptic yang dimasukkan dalam abdomen. penderita disuruh hiperekstensi atau fleksi aktif. bila belum ada komplikasi C. Nafsu makan menurun. Helwick. Pemeriksaan Colok Dubur Akan didapatkan nyeri kuadran kanan pada jam 9-12. Jakarta. Penderita tampak kesakitan.Nyeri lepas. EGC. dan Anorektum.Nyeri tekan di Mc. terjadi bila sudah ada komplikasi. dapat dilakukan pemeriksaan USG. Inspeksi Kadang sudah terlihat waktu penderita berjalan sambil bungkuk dan memegang perut. Bila pada saat melakukan tindakan ini didapatkan peradangan pada appendix maka pada saat itu juga dapat langsung dilakukan pengangkatan appendix. Karena gejala yang tidak spesifik ini sering diagnosis appendicitis diketahui setelah terjadi perforasi . Pemeriksaan ini sangat membantu dalam menyingkirkan diagnosis banding seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal yang mempunyai gejala klinis yang hampir sama dengan appendicitis . CTScan Dapat menunjukkan tanda-tanda dari appendicitis. Buku Ajar Ilmu bedah. 2.-38. R. Pada appendix letak retroperitoneal. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan komplikasi-komplikasi dari appendicitis pada jaringan sekitarnya dan juga untuk menyingkirkan diagnosis banding.

pasien sudah meminum obat penurun panas tetapi tidak kunjung sembuh. kepadatan penduduk. sehingga pada minggu ke 2 panas tinggi terus menerus terutama pada malam hari. pemeriksaan abdomen supel.peran pemeriksaan penunjang Tubex TF dalam mendeteksi dini demam Tiphoid Dibuat oleh: Anita Permatasari. somnolen (5%). terutama pada minggu pertama sakit. hepatomegali (67%). dan lemah. dan lidah kotor dengan tepi kemerahan. splenomegali (7%).Modifikasi terakhir pada Minggu 16:25 Abstrak Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan yang penting di negara berkembang. Panas terutama dirasakan pada sore menuju malam hari. sopor (1%). kesehatan lingkungan. Hal ini menunjukkan perlunya pemeriksaan penunjang laboratorium untuk konfirmasi penegakan diagnosis demam tifoid. Beberapa faktor penyebab demam tifoid masih terus menjadi masalah kesehatan penting di negara berkembang meliputi pula keterlambatan penegakan diagnosis pasti. Klinis: panas (100%). bising usus (+) normal. anoreksia (88%). sehingga dalam penegakan diagnosis diperlukan konfirmasi pemeriksaan laboratorium. Selain itu pasien mengeluh mual dan muntah beberapa kali. dan bervariasi dari gejala seperti flu ringan sampai tampilan sakit berat dan fatal yang mengenai banyak sistem organ. mual. lidah kotor (54%). sehingga hasil tes Widal negatif bukan berarti dapat dipastikan tidak terjadi infeksi. Kelemahan pemeriksaan ini adalah sensitivitas yang kurang. Pemeriksaan fisik: Kesadaran delirium (16%). Penyakit ini biasanya mewabah pada musim hujan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kesan umum tampak berbaring. Pemeriksaan laboratorium yang selama ini banyak dilakukan adalah pemeriksaan serologis yaitu Widal tes. Pemeriksaan ini lebih spesifik lebih sensitive. diare. dan kembung. dan diare (31%). sumber air dan sanitasi yang buruk serta standar higiene industri pengolahan makanan yang masih rendah. 2. Penegakan diagnosis demam tifoid saat ini dilakukan secara klinis dan melalui pemeriksaan laboratorium. Isi Seorang laki-laki datang ke rumah sakit dengan keluhan panas sejak 6 hari yang lalu. dan antibodi H muncul pada hari ke 10-12). dan terdapat nyeri tekan di ulu hati dan perut sebelah kanan atas. Panas lebih dari 7 hari.Gambaran klinis demam tifoid seringkali tidak spesifik. Demam tifoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan olehSalmonella typhi . Keluhan dan gejala Demam Tifoid tidak khas. Diagnosis pelvimetri radiologik. meteorismus (66%). Secara klinis gambaran penyakit Demam Tifoid berupa demam berkepanjangan. dan keluhan susunan saraf pusat.Demam Tiphoid Diskusi Pemeriksaan penunjang USG. muntah (46%). memberikan hasil negatif sampai 30% dari sampel biakan positif penyakit tifus. Pemeriksaan ini mengukur kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen O dan H dalam darah (antigen O muncul pada hari ke 6-8. dan lebih praktis untuk deteksi dini infeksi akibat . Gejala klinis pada penderita: 1. kesadaran compos mentis GCS E4V5M6. nyeri perut (49%). muntah. Penyakit ini juga merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena penyebarannya berkaitan erat dengan urbanisasi. biasanya mulai dengan demam tidak tinggi yang makin hari makin meninggi. gangguan fungsi usus. Diagnosis demam tifoid secara klinis seringkali tidak tepat karena tidak ditemukannya gejala klinis spesifik atau didapatkan gejala yang sama pada beberapa penyakit lain pada anak. obstipasi (43%). Gejala pencernaan dapat berupa obstipasi / sulit buang air besar. Pemeriksaan yang dapat dijadikan alternatif untuk mendeteksi penyakit demam typhoid lebih dini adalah mendeteksi antigen spesifik dari kuman Salmonella (lipopolisakarida O9) melalui pemeriksaan IgM Anti Salmonella ( Tubex TF). Penularan penyakit tifoid ini melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman Salmonella .

• Dengan pemeriksaan Tubex TF diharapkan diagnosis demam typhoid dapat ditegakkan lebih dini sehingga pengobatan yang tepat dapat segera diberikan.com/doc/24896159 3. • Hasil dapat diperoleh lebih cepat. Makan dan minum seperti biasanya. TUBEX TF adalah sustu test diagnostic invitro semi kuantitatif <10 menit untuk deteksi Demam Tifoid akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Jogja.kuman Salmonella typhi. Lakukan pembacaan pada tubex color scale setelah 5 menit Kesimpulan • Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru. shake pada tubex TF selama 2 menit 6. I. etiologinya dan derajat dehidrasinya. Yogyakarta. Kemudian masukan serum 45 µl kedalam rak tubex 3. Afiani. • Metode Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI) memungkinkan pengoperasian semudah Widal serta secanggih ELISA. Didiagnosis diare cair akut desentriform dengan leukositosis. typhi dalam sampel. selanjutnya ikatan inhibisi tersebut di sparasikan oleh suatu daya magnetic. 4. cair ampas. dengan demikian dapat menurunkan angka kematian akibat kompikasi demam typhoid. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Diagnosis Diare Cair Akut Desentriform dengan leukositosis. Diakses dari http://www. Alat dan Bahan: Tubex TF rapid typhoid detection Tubex color scale Tubex TF Brown reagen Blue reagen Serum Prosedur Kerja: 1. 2011. Tubex TF Prinsip: Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru. Arina.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:23 Abstrak Diare dapat didefinisikan sebagai meningkatnya frekuensi buang air besar dan berubahnya konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair. melalui deteksi spesifik adanya serum antibodi Ig M tersebut dalam menghambat ( inhibisi ) reaksi antara antigen berlabel partikel latex magnetic ( reagen warna coklat ) dan monoklonal antibodi berlabel latex warna ( reagen warna biru ). darah (+). Tambahkan 90 µl blue reagen. Referensi 1. Frekuensi defekasi sehari serta kira-kira banyaknya feses setiap . Keunggulan pemeriksaan TUBEX TF : • Mendeteksi secara dini infeksi akut akibat Salmonella typhi. Felix. Diskusi Cara mendiagnosis pasien diare adalah dengan menentukan 3 hal yaitu persistensinya. Post mondok RS 2 hari. Tambahkan 45 µl brown reagen 4. RSUD. Diare cair akut adalah buang air besar lembek dan cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih dari 3 kali atau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam dan berlangsung kurang dari 14 hari. Tingkat inhibisi yang dihasilkan adalah setara dengan konsentrasi antibodi Ig M S. 2. • Tubex mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang baik. Homogenkan dan diamkan selama 2 menit 5. Isi Pasien demam sejak 7 hari yang lalu. Pramita Lab. Tinjauan Tubex TF Sebagai Alat Diagnostik Penunjang pada Demam Typhoid. Hasil dibaca secara visual dengan membandingkan warna akhir reaksi terhadap skala warna. 2009. Diagnosis Demam Tifoid dengan Pemeriksaan Tubex. Dari anamnesis yang harus ditanyakan adalah adanya diare berlangsung akut atau kronik. Deteksi Dini Demam Typhoid dengan Tubex TF. setelah pulang panas lagi. Nathan. 2010. lendir (+). Stase Ilmu Penyakit Dalam. • Hanya dibutuhkan sample darah sedikit. Diare sehari >5x. Irasfan.scribd. Hasil dibaca secara visual terhadap suatu skala warna. • Mempunyai sensitivitas yang tinggi terhadap kuman Salmonella ( > 95 %). karena antibody IgM muncul pada hari ke 3 terjadinya demam. A. 2010. Yogyakarta Anita Permatasari. Yogyakarta penanganan Diare Cair Akut Dibuat oleh: Anita Permatasari.

Selain rasa mulas. kuning. jika terdapat dehidrasi pada anak.V secara cepat yang diikuti dengan rehidrasi oral a. Beri makanan untuk mencegah kurang gizi d. Sesuai dengan anjuran WHO saat ini dianjurkan penggunaan CRO dengan formula baru yaitu dengan komposisi Natrium 75 mmol/L.700 700 – 900 900-1400 b. Dukungan nutrisi Makanan tetap diteruskan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat. tenesmus serta kolik. Rehidrasi Salah satu komplikasi diare yang paling sering terjadi adalah dehidrasi. Bila terjadi dehidrasi.9% Pemberian : 100ml/kgBB Pertama. Plan A (penderita diare tanpa dehidrasi) a. urin. dan sebagainya. serta tinja disertai lender dan/atau darah. yaitu susu yang tidak mengandung laktosa.5 jam (*) ulangi kembali jika denyut nadi radial masih lemah / tidak teraba 2. mata (palpebra). Cari adanya darah. Kemudian lanjutkan lagi dengan lebih lambat.kali BAB. rasa haus yang nyata. Dasar penatalaksanaan pada pasien diare 1. anak harus segera dibawa ke petugas kesehatan. kuah sayur atau sup. tunggu 10 menit.V segera Larutan I. lemas. Rawat jalan Plan B (penderita diare dengan dehidrasi tak berat) a. Mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari memberikan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti air tajin. Cairan Rehidrasi Oral (CRO) yang dianjurkan WHO selama 3 dekade terakhir ini menggunakan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa telah berhasil menurunkan angka kematian akibat dehidrasi pada diare.ubun-ubun besar. Total osmolaritas 245 mmol/L. ASI tetap diberikan selama terjadinya diare pada diare cair akut maupun pada diare akut berdarah dan diberikan dengan frekuensi lebih sering dai biasanya. buang air besar cair lebih sering. putih). Berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi b. makan atau minum sedikit. muntah terus menerus. Adanya perbaikan nafsu makan menandakan fase kesembuhan. Pemeriksaan fisik yang harus dilakukan adalah memeriksa pasien untuk menetukan derajat dehidrasi. selaput lendir. Kalium20 mmol/L. kejang. Anak > 1 tahun dan anak < 1 tahun dengan BB < 7 kg Jenis makanana : • Susu (ASI. Pilih rencana terapi yang sesuai untuk melanjutkan pengobatan Plan C ( penderita diare dengan dehidrasi berat) Anakanak dengan dehidrasi berat harus diberi rehidrasi I. tinja lembek yang disertai lender dan darah. Sitrat 10 mmol/L. berikan 30 ml/kg dalam Selanjutnya. konsistensi tinja. atau sesuai dengan kelainan yang ditemukan b. Beri tablet zinc 10 hari Setelah 3 jam. Anak umur 6 bulan keatas sebaiknya mendapat makanan seperti biasanya. Menentukan oralit untuk 3 jam pertama Jumlah oralit yang diperlukan =75ml/kgBB Umur Sampai 4 bln 4 – 12 bln 12 – 24 bln 2 – 5 thn BB < 6 kg 6 – 10 kg 10 – 12 kg 12 -19 kg Jml cairan 200 – 400 400 . baunya (busuk/anyir). e. jika RL tidak tersedia dapat diganti NaCl 0. turgor kulit. untuk pengganti nutrisi yang hilang serta mencegah agar tidak menjadi gizi buruk. Klorida 65 mmol/L.V terbaik adalah RL. gangguan kesadaran. warnanya (hitam seperti the. lendir dalam tinja. apabila disertai dengan tenesmus seringkali khas untuk amebiasis intestinal. kencing berkurang. air mata. lecet di dubur. karena kombinasi gula dan garam dapat meningkatkan penyerapan cairan di usus. sesak nafas.ulangi penilaian dan klasifikasikan kembali derajat dehidrasinya. Beri tablet zinc c. Mulai berikan cairan I. Konsistensi tinja yang cair dengan warna seperti air cucian beras mungkin mengarahkan diagnosis pada kolera. tinja berdarah. hijau. Menunjukkan pada orang tua cara pemberian oralit Minum sedikit-sedikit tapi sering Jika anak muntah. Pengobatan dietatik a. rehidrasi disesuaikan dengan derajat dehidrasi. Dilakukan pemeriksaan pada keadaan umum pasien. Lanjutkan ASI selama anak mau c. berikan 70 ml/kg dalam <12 bulan 1 jam (*) 5 jam 12 bulan 30 menit (*) 2. Glukosa 75 mmol/L. perlu ditanyakan mengenai keluhan-keluhan lain yang menyertai diare misalnya terdapat muntah. misal LLM) • Makanan setengah padat (bubur susu) atau makanan padat (nasi tim) • Susu khusus. Anak > 1 tahun dengan BB . Edukasi Bawa anak kepada petugas kesehatan jika anak tidak membaik dalam 3 hari atau menderita : demam. susu formula rendah laktosa dan asam lemah tak jenuh.

Hassan. Serta zinc berperan dalam menjaga keutuhan epitel usus. Yogyakarta Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun . Pada pasien ini diberikan zinc 1 tablet karena umur pasien lebih dari 6 bulan.2008. darah (-). Demam sejak hari sabtu jam 17. Edukasi orang tua Nasehat kepada orang tua untuk segera membawa anak kembali kepetugas kesehatan jika ada demam. usia < 1 tahun. Dr. Diakses dari www. IDAI. Hasil pemeriksaan darah rutin ada kecurigaan kearah infeksi bakterial dan anemia mikrositik hipokromik. pemeriksaan fisik serta pemriksaan penunjang dapat disimpulkan bahwa pasien Berdasarkan hasil anamnesis dapat disimpulkan. Zinc juga dapat mengembalikan nafsu makan anak. pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi sedang. Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. muntah berulang. tampak rewel. Untuk anak-anak yang lebih besar.pemberian antibiotic yang tidak rasional akan mempercepat resistensi kuman terhadap antibiotik. fungsi zinc pada diare yaitu dapat mengurangi lama dan beratnya diare. diare makin sering atau belum membaik dalam 3 hari. makan atau minum sedikit. Tunjukkan cara penggunaan tablet zinc kepada orang tua dan meyakinkan bahwa pemberian tablet zinc harus diberikan selama 10-14 hari berturut-turut meskipun anak sudah sembuh. untuk bayi tablet zinc dapat dilarutkan dengan air matang. Referensi 1. WHO. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. Intoleransi laktosa.medicastore. mukosa mulut kering. air mata kering. Zinc merupakan mikronutrien yang penting sebagai kofaktor lebih dari 90 jenis enzim.com 4. Diare 5. Indikasi rawat inap pada diare aut berdarah adalah malnutrisi. 2004. Dr.. zinc dapat dikunyah atau dilarutkan dalam air matang atau oralit. menderita campak pada 6 bulan terakhir. dapat mengurangi lama dan beratnya diare dan dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda dehidrasi yaitu anak tampak rewel. Suplementasi zinc Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia Anita Permatasari. Jogja. 3. Infomedika. mukosa bibir tampak kering. 2008. Anonim. 2010. cubitan pada kulit perut kembalinya agak lambat. Zinc berperan dalam penguatan system imun. 5. adanya dehidrasi. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. telah ditunjukkan bahwa zinc berperan penting dalam modulasi sel T dan sel B. BAB cair ampas berwarna kuning. Dari hasil pemeriksaan fisik menunukkan anak demam. dan perfusi jaringan baik. Anonim. ASI. Selain itu. Hussein. DEPKES 2. Dari hasil anamnesis . Cubitan kulit abdomen kembali sedang. dan turgor kulit sedang. Antibiotik selektif Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare cair akut kecuali dengan indikasi yaitu pada diare berdarah dan kolera. Pemberian antibiotic yang tidak rasional. Kesimpulan Dari anamnesis diperoleh pasien BAB cair > 10 x / hari. sangat haus. tinja berdarah. lendir (-). RSUD. Muntah 2x setelah makan dan minum. Alatas. Seharusnya diberikan infus RL 75 cc /kgbb dalam 3 jam. tidak ada ruam kemerahan maupun petekie. Ekstremitas hangat. serta dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. 4.00. mata agak cekung. perut kembung. Dosis zinc : anak-anak < 6 bulan = 10 mg (1/2 tablet)/hari anak-anak > 6 bulan = 20 mg (1 tablet)/hari Cara pemberian tablet zinc. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak.dan disentri yang disertai dengan komplikasi. Rupeno. 1985. Panduan tatalaksana diare. Edisi 1. air mata tidak ada.> 7 kg Jenis makanan : makanan padat atau makanan cair/susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah 3. akan memperpanjang lamanya diare karena akan mengganggu keseimbangan flora usus dan Clostridium defficile yang akan tumbuh dan menyebaban diare sulit disembuhkan. 1 hari SMRS. atau oralit. Stase Ilmu Kesehatan Anak.

namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. Pada preeklampsia dijumpai kadar aldosteron yang rendah dan konsentrasi prolaktin yang tinggi daripada kehamilan normal. edem -/. lunak. Hipertensi terjadi sebagai usaha untuk mengatasi kenaikan tahanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat tercukupi. pusing. b) Palpasi Leopod I : Teraba bagian besar. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. penyakit teori Kasus Seorang wanita. jumlah 1. nyeri ulu hati tidak dirasakan. keras. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria.5° C Kepala : palpebra edem -/-.STATUS OBSTETRI a) Inspeksi perut membesar. hamil pre term. diabetes. lunak. datang dari UGD dengan rujukan dari BPS dengan keterangan PEB.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:50 Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun Abstrak Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu. akral : hangat.Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. STLD negatif. membujur sesuai masa kehamilan. muntah. belum masuk panggul. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. grandemultigravida. Leopod II : Kanan → Teraba bagaian-bagian kecil janin Kiri → Teraba bagian panjang janin Leopod III : Teraba bagian bulat. kenceng kenceng belum dirasakan. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. Mual. ♂/lahir mati/RS/8 bulan II. Riwayat toxoplasmosis baru diketahui sejak anak ke 3. Proteinuria terjadi karena pada preeclampsia permeabilitas pembuluh darah terhadap protein meningkat. Pada kasus ini ibu dikatakan mengalami preeklampsia berat karena mengalami hipertensi. Riwayat obstetric : I. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. DJJ = 140 x/menit. pasien merasa hamil 8 bulan. gerak janin terasa. Riwayat ANC : ANC dilakukan di rumah sakit. bulat. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. selaput ketuban negatif. yaitu tekanan darahnya sebesar 170/110 mmHg dan disertai proteinuria +3. TBJ = 1705 gram c) Pemeriksaan Dalam : v/u tenang. thoraks : C/P dbn. ♀ /lahir mati/RS/6 bulan IV. servix tebal. PEB. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. N = 92 x/menit. lender darah tidak ada. Edema terjadi karena terjadi penimbunan cairan yang berlebihan dalam ruang interstitial. RPK :Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit dengan keluha yang sama. ♀/ lahir mati/RS/7 bulan III. Hamil ini (29 minggu) Vital Sign : TD = 180/120 mmHg. pandangan kabur. RR = 22 x/menit. belum dalam persalinan Terapi Menejemen konservatif Infus RL Injeksi MgSO4 40% 8 gr (boka/boki) masing masing 4 gr / 10cc. Abdomen : dbn. ♀ /lahir mati/RS/4 bulan V. air ketuban negative Pemerikssan Laboratorium : Proteinuria : +++ Diagnosis PEB. Aldosteron penting untuk mempertahankan volume plasma dan mengatur retensi air dan natrium. diabetes. t = 36. hipertensi. teraba 5/5 bagian Leopod IV : Konvergen His : Negatif. TFU setinggi setengah jarak pusat dengan processus xypoideus. RPD : Riwayat asma. Riwayat hipertensi pada kehamilan dibenarkan. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. hipertensi dan penyakit jantung disangkal. Pada preeklampsia terjadi perubahan pada ginjal . Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. air ketuban belum merembes. Riwayat penyakit asma. usia 40 tahun. dilanjutkan 4 gr per 6 jam Injeksi Dexamethason 2 x 1 ampul Nifedipin 3 x 10 mg Observasi vital sign Observasi HIS dan DJJ Diskusi Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. TFU : 23 cm. Kata kunci :preeklampsia. penyakit jantung disangkal. diding vagina licin. dibelakang tidak ada pembukaan. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya.

Kata kunci : gagal ginjal kronis.org/afp/20041215/2317. Hal ini terjadi karena pada preeklampsia filtrasi glomerulus dapat turun sampai 50% dari normal sehingga menyebabkan diuresis menurun. • Pertumbuhan janin terhambat ( IUGR ) Terapi preeklampsia berat menggunakan injeksi MgSO4 40% 8 gram (boka/boki). bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSUD Panembahan Senopati. dalam: Sinopsis Obstetri. 21st ed. • Gangguan visus : mata berkunang-kunang karena terjadi vasospasme. Hal ini dapat diketahui dengan oftalmoskop. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖.aafp.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:51 Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Abstrak Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak. EGC. 2003.html. mei 20) Penulis Mu‘allim Hawari. program profesi pendidikan dokter. Jilid I edisi II. pada keadaan lanjut dapat terjadi oliguria atau anuria. • Gangguan Serebral : kepala pusing dan sakit kepala karena vasospasme / edema otak dan adanya resistensi pembuluh darah dalam otak. Tanda lain dari preeklampsia berat yang tidak dijumpai pada kasus ini adalah : • Oliguria. Komplikasi ini terjadi sebagai akibat dekompensasio kordis kiri. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. 1998. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. • Edema paru dan sianosis. McGraw-Hill Companies. Edema paru merupakan penyebab utama kematian pada penderita preeklampsia dan eklampsia. edema/ ablation retina. • Nyeri epigastrium atau nyeri pada kuadran kanan atas abdomen karena regangan selaput hati oleh perdarahan/ edema atau sakit akibat perubahan pada lambung. Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. Cunningham. terapi rumatannya 4 gram tiap 6 jam selama 24 jam . Williams Obstetrics. Mochtar. R. et all. L.. Toksemia Gravidarum. Daftar pustaka 1. injeksi dexamethasone 2 x 1 amp selama 24 jam. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Wagner.G. jumlah produksi urine < 500 cc / 24 jam yang disertai kenaikan kadar kreatinin darah. F. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria.yang disebabkan oleh aliran darah kedalam ginjal menurun sehingga mengakibatkan filtrasi glomerulus berkurang atau mengalami penurunan. Kesimpulan Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. Available:http://www. mual dan pinggang sebelah kiri terasa sakit 2 minggu SMRS OS mulai mengeluh sakit . Pemberian Nifedipin 3x 10 mg peroral juga efektif pada pasien ini. Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu.Jakarta. arteriosklerosis Kasus Seorang pasien usia 86 tahun datang dengan keluhan Perut terasa sebah. Penurunan filtrasi glomerulus akibat spasmus arteriole ginjal menyebabkan filtrasi natrium melalui glomerulus menurun yang menyebabkan retensi garam dan juga retensi air. Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial. (2004). Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal. 2.. (Accesed: 2011. Diagnosis And Management Of Preeclampsia.

Radiologi Dignostik. tapi pada gagal ginjal yang lanjut ukuran ginjal mengecil dengan batas yang sangat ireguler akibat proses fibrosis. Dalam kasus-kasus tertentu umpamanya leukemia. EGC. eko dari batu umumnya tidak dapat dibedakan dengan ekogenik dari struktur sinus renalis. Terjemahan Augrah P. Ultrasonografi. BAK berwarna coklat seperti air teh. dan BAB berwarna coklat-kehitaman. 2. 4. Gaya Baru. yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya. Dalam :Trisher CC. maka ditemukan gambaran korteks atau subkortikal selain hiperekoik. bahkan menghilang. renal transpalant rejection dan pielonefritis akut Pada penyakit –penyakit dimana korteks mengalami perkapuran misalnya pada glomerulonefritis kronik. 2005.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:41 Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Abstrak Anestesi umum ( general anestesi ) adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai . Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. Nephrolitiasis Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis. Jakarta. Wilson LM : Patofisiologi. Wilcox CS : Buku Saku Nefrologi. bagian Ilmu Radiologi RSUD Panembahan Senopati. umumnya bilateral. Suharjono. Boer Azwar . ukuran normal Diagnosis Chronic Renal Disease Dextra dengan Nephrolitiasis Ren Sinistra dan Lien Normal Diskusi Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak. amiloidosis. Kadang-kadang terutama pada keadaan non distended urinary tract. ed 4. Gagal Ginjal Kronik : Dalam Suparman. EGC. Wilson LM. Jakarta. SPC tak melebar Lien normoechoic. Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial. OS merasa berat badan banyak berkurang. ed. Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis. 1. Kapojos EJ. juga adanay bercak-bercak yang disertai acoustic shadow dibawahnya. perubahan sinus renalis yang terjadi pada gagal ginjal ditandai dengan berkurangnya bahkan menghilangnya sistem collecting. Gagal Ginjal Kronik . Balai Penerbit FKUI. Ilyas Muhammad. Dari hasil USG Ren dextra echostruktur sedikit meningkat. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis.ed 3. nafsu makan berkurang. Ren sinistra normoechoic. tampak lesi hiperechoic dengan acoustic shadow. Kesimpulan Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. nekrosis korteks dan oksalosis.43. 1997 : 103-16. yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya. Sidabutar RP. Daftar pustaka 1. Pada stadium awal biasanya ukuran ginjal masih normal. Piramis ginjal pada awal gagal ginjal umumnya masih baik. batas cortex dan medulla mengabur. 1995 : 812 . 3. Jakarta. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis. Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal. Gagal Ginjal Kronik. ed 1. Gagal ginjal kronik Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. Peterson JC. pada awalnya disertai dengan nefgromegali. program profesi pendidikan dokter. Jakarta. Ginjal dalam Rasad Sjahriar. mual dan muntah. Ilmu Penyakit Dalam II. 2. Sedangkan gagal ginjal yang unilateral biasanya diakibatkan oleh trombosis vena renalis.62. Penulis Mu‘allim Hawari. 1994 : 349 . Terjemahan Widayanti D.pinggang. Dalam : Price SA. namun pada fase lanjut akan sangat mengecil. OS mulai merasakan sulit BAB.

T. Isofluran. M.Mengurangi sekresi kelenjar ludah dan bronkus . Fentanyl 50 µg.ASA III : Pasien dgn peny. T.ASA II : Pasien dengan penyakit sistemik ringan . Dari hasil pemeriksaan pre operasi visit ASA I didapatkan bahwa pasien tidak memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus. elektrolit. Circulation didapatkan TD : 120/80 mmhg. Penulis Mu‘allim Hawari. hal. Analgetika narkotika 3. bagian Anestesiologi Dan Reanemasi RSUD Panembahan Senopati. Sedativa. ASA V. mata 4. Sistemik berat tidak dapat melakukan aktivitas rutin dan penyakitnya – mengancam kematian ASA V : Pasien emergensi / muribund. dan kimia darah dalam batas normal. hal 99-102. Malampathi II. Pemeriksaan Laboratorium : Hasil darah lengkap. raba. thorax. Respirasi Rate: 20 x/m. Ketorolac 30mg IV Diskusi Anestesi adalah peristiwa hilangnya sensasi. Trias Anestesi : 1. Dobson. ―Anestesiologi‖. transquilizer 2. Alkaloid belladona : .B. Berat Badan 40 kg. perasaan ( panas. 2. Hasil pemeriksaan penunjang : Foto Rontgen Thorax: Cor dan Pulmo dalam batas normal.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:32 Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Abstrak Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat . maupun Asma. ASA I Terapi Pre medikasi Midazolam 2. ―Kumpulan Kuliah Anestesiologi‖. Obat-obat Ondansetron 4mg IV. 67-69.hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). Disability :compos mentis. Aksara Medisina. Salemba. ―Anestesiologi‖. Daftar pustaka 1. 1986. dengan tujuan: .Memperlancar induksi anestesi . posture ) dan nyeri bahkan hilangnya kesadaran. Induksi Propofol 100mg. bersifat pulih kembali (reversibel). hipnotik. Suara paru vesikuler di kedua lapang paru.5 mg. Diagnosis FAM sinistra dengan rencana GA dengan LMA. Jakarta. Staf Pengajar Bagian Anesteiologi dan Terapi Intensif FK UI Jakarta.Mengurangi mual dan muntah . program profesi pendidikan dokter. ronkhi (-/-). Anti emetik Klasifikasi Status Fisik : ASA I : Pasien normal / sehat . 1994. 4. Sistemik berat sehingga aktivitas rutin terbatas . 1988. yaitu sebelum dilakukan induksi anestesi. dilakukan pramedikasi. dengan atau tanpa operasi hidupnya tidak lebih dari 24 jam Kesimpulan Anestesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel).Mengurangi efek vagal terhadap jantung dari obat-obat . ASA IV. sehingga memungkinkan dilakukannya tindakan pembedahan. TMD >6. E4V5M6. dan relaksasi otot. Hipnotik ( Hilang kesadaran ) 3.Impuls afferent abdomen. Breathing : Spontan . hipnotik. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 3.5. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.ASA IV : Pasien dengan peny. HR : 82x/m reguler. ―Penuntun Praktis Anestesi‖. ASA III. 1989.Meredakan kecemasan dan ketakutan . Analgesia ( Hilangnya nyeri ) 2.Meminimalkan jumlah obat anestesi yang dibutuhkan .Anti sekresi . penyakit jantung. Relaksasi otot ( Muscle Relaxan ) Pada general anestesi nyeri dihilangkan secara sentral disertai hilangnya kesadaran.84. Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan : Airway :Clear. dan pasien bergolongan darah A. whezing (-/-). M. Drajat.Mengurangi reflek dari pasien yang membahayakan Obat – obatan Premedikasi : 1. dan relaksasi otot. hal 90. Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia. general anestesi Kasus Seorang pasien wanita usia 19 tahun dengan diagnosis FAM Sinistra direncanakan akan dilakukan operasi. Pemeliharaan O2.B. HbsAg negatif. Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia. FK UI. ASA II. N2O. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. hal 56. Kata kunci : anestesi umum. Klasifikasi status fisik ASA I. Jakarta. Sebelum pasien diberi obat anestesi. Boulton. hipertensi.Membuat amnesia .

2. Peny. Abdomen 3 posisi : Gambaran : Dilatasi usus (+). Perforasi. pelvis. Jantung -. masa +. aneurisma pecah Cedera Perforasi organ berongga. Metronidazol 3 x 500 mg Diskusi Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat dan tepat. dump contour -. Inj. volvulus usus Iskemia Hernia strangulata. Kata kunci : akut abdomen. perdarahan limpa atau hati Tanda permeriksaan fisik pada berbagai gambaran gawat abdomen Keadaan Tanda klinis penting Awal perforasi saluran cerna atau saluran lain Perut tampak cekung (awal). Perkus i : hipertimpani semua kuadran. Pada kasus . gawat abdomen Kasus Seorang wanita berusia 55th. Torsi. 2. nyeri kolik. Sedangkan pada ileus paralitik didapatkan gambaran radiologis yaitu: 1. pekak hati hilang. tak ada rangsang peritoneum Ileus paralitik Distensi. Perut : Inspeksi : distensi +. dimana pelebaran usus menyeluruh sehingga kadang – kadang susah membedakan anatara intestinum tenue yang melebar atau intestinum crassum. Inj. pankreatitis akut. Bila air fluid level pendek berarti ada ileus letak tinggi. tanda umum radang Obstruksi usus Distensi perut. Gambaran yang diperoleh adalah adanya udara bebas infra diafragma dan air fluid level. Posisi tidur. syok. Auskultasi : peristaltik menurun. Ileus obstruktif bila berlangsung lama dapat menjadi ileus paralitik. untuk melihat distribusi usus. Kesan : Ileus obstruktif letak tinggi Diagnosis Peritonitis dengan ileus obstruktif Terapi Direncanakan Laparatomi. Udara bebas (-). defans muskular +. Gambaran radiologis diperoleh adanya air fluid level dan step ladder appearance. volvulus. bunyi usus menurun. ada tidaknya penjalaran. defans muskular Peritonitis Penderita tidak bergerak. Tumor intraabdomen. Hearing bone (+). penebalan dnding usus. berdenyut jika aneurisma aorta. Distensi usus general. rektal). peristaltik menurun atau hilang. BAB terakhir 2 hari yang lalu. defans muskular. Abdomen 3 posisi Sebelum terjadi peritonitis. nyeri tekan lokal jika KET Ro. 3.bunyi usus hilang (lanjut). Infus RL 20 tpm. dan riwayat operasi sebelumnya disangkal. untuk melihat air fluid level dan kemungkinan perforasi usus. sedang jika panjang – panjang kemungkinan gangguan di kolon. Kesan : Curiga peritonitis/ Ileus. tidak ada nyeri lokal Perdarahan Pucat. Gambaran yang diperoleh yaitu pelebaran usus di proksimal daerah obstruksi. datang dengan keluhan utama nyeri perut. nyeri lepas.dan tepat. Posisi LLD. sikatrik -. metalik sound –. Air fluid level 3. kelainan atau penyumbatan vaskular Perdarahan Kehamilan ektopik. Asma -. DM -. tanda infeksi umum. diare (-). Kelainan Kongenital. Ro. Obstruksi. Trauma pada perut. Penyebab akut abdomen adalah sebagai berikut : Penyebab Contoh Radang Appendisitis akut. perforasi appendiks. gambaran seperti duri ikan (Herring bone appearance). tegang. nyeri gerak. Herring bone appearance Bedanya dengan ileus obstruktif : pelebaran usus menyeluruh sehingga air fluid level ada yang pendek – pendek (usus halus) dan panjang – panjang (kolon) karena diameter lumen kolon lebih lebar daripada usus halus. adneksitis akut. nyeri batuk. air fluid level. flatus terakhir 1 hari yang lalu. mungkin distensi. Palpasi : nyeri tekan semua kuadran. nyeri perut dirasakan sejak ± 3 hari yang lalu. Puasa. dan herring bone appearance. jika penyebabnya adanya gangguan pasase usus (ileus) obstruktif maka pada foto polos abdomen 3 posisi didapatkan gambaran radiologis antara lain: 1. nyeri perut awalnya dirasakan di daerah pusar. nyeri tekan. kemudian menjalar ke seluruh bagian perut disertai muntah warna putih. Penyebab akut abdomen adalah Radang Akut. perforasi usus tifus. nyeri tekan. perforasi tukak lambung. Jadi gambaran radiologis pada ileus obstruktif yaitu adanya distensi usus partial. KU merosot Massa infeksi atau abses Massa nyeri (abdomen. Dari air fluid level dapat diduga gangguan pasase usus. Ceftriaxon 2x1 gram. Air fluid lever (+). dump stefung -. preperitonial fat. uji lokal (psoas). BAK lancar. RPD: HT -. Posisi setengah duduk atau berdiri. dump steafung. terdengar borborigmi. USG Abdomen : Gambaran : Abdomen mengabur/ Faekal material prominent . kolesistisis akut Ileus obstruktif Hernia inkarserata.

3. program profesi pendidikan dokter. Dari pemeriksaan fisik pun juga menunjukan hal serupa. sulit diramalkan. 2. warna kuning kecoklatan. 1. dan De Jong. diare-. terutama Aedes aegypti1. RPD : DF/DHF -. Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. Abdomen : NT + semua regio. bagian Bedah RSUD Panembahan Senopati. TB anak -. 2010. HR : 120x/menit. nyeri tekan seluruh bagian perut. gambarannya tidak jelas pada foto polos abdomen. nadi lemah Diagnosis DSS hari ke V dengan hematemesis Terapi Terapi cairanuntuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009  7cc/kgBB/jam  10cc/kgBB/30 menit-1jam Inf. Penatalaksanaan dari peritonitis adalah laparatomi eksplorasi itu sendiri. Sehingga jatuh pada kesimpulan peritonitis dengan ileus. Kata kunci : dengue haemorrhagie fever. muntah + disertai darah. Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam Diskusi Demam . Ro.. RPK : kejang -. berupa distensi.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:29 Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Abstrak Demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. bapil -. dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. Jadi gambaran radiologis pada peritonitis yaitu adanya kekaburan pada cavum abdomen. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. demam berdarah. bibir kering +. kejang -. Posisi duduk atau berdiri. Thoraks : pulmo :SDV menurun/+. gangguan defekasi. Cor : dbn. Akral : dingin. Abdomen 3 posisi juga mendukung ileus obstruktif. Kesimpulan Dari keluhan pasien nyeri perut yang dominan. dapat mengarah pada gejala peritonitis dengan kemungkinan lainnya ileus.peritonitis karena perdarahan. hepatomegali –. 10 tahun datang dengan diantar kedua orang tuanya dengan keluhan utama panas. alergi -. EGC. Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. Posisi LLD. Kasus Seorang anak perempuan. Suhu : 371°C. TB paru –. peristaltik menurun. panas langsung tinggi. mimisan -. BAB biasa. Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes. flatus (-). muntah. tanda utama radiologi adalah. pecahnya usus buntu atau karena sebab lain. didapatkan free air subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow). Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. RR : 24x/menit. Peristaltik + Normal. amforik +/-. Buku Ajar ILMU BEDAH. dan kekaburan pada cavum abdomen. BB: 20 kg. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen. Lingkungan : radius 100m banyak yang terkena chikungunya. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat. Gambaran akan lebih jelas pada pemeriksaan USG (ultrasonografi). Daftar pustaka Sjamsuhidayat. dan adanya udara bebas subdiafragma atau intra peritoneal. Posisi tiduran. RL 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam. Alergi –. R. dengue fever. Jakarta Penulis Mu‘allim Hawari. dan pusing +. Kepala : edem palpebra -/-. defans muskular. dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat. Asites +. TD: 100/80 mmHg. preperitonial fat dan psoas line menghilang. didapatkan preperitonial fat menghilang. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi. setelah dilakukan laparatomi ternyata penyebabnya adalah appendisitis perforasi yang pada akhirnya menyebabkan adesi usus yang menyebabkan obstruksi. nyeri perut +. Panas dirasakan sejak minggu sore (5 hari SMRS). psoas line menghilang. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik.

dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat. Thoraks PA. Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. Anastesi pada Pasien Perempuan Usia 75 tahun Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. klasifikasi usia disebut usia tua adalah >65 tahun. muntah • Rash • Nyeri sendi • RL test positive • Leukopenia • Warning sign Laboratory-confirmed dengue (important when no sign of plasma leakage) Warning signs* • Abdominal pain or tenderness • Persistent vomiting • Clinical fl uid accumulation • Mucosal bleed • Lethargy. Ro.13. fungsi hati.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:22 Abstrak Menurut WHO. World Health Organization. Kristaloids 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam setiap penurunan7cc/kgBB/jam10cc/kgBB/30 menit-1jam  dilihat tanda tanda vital pasien (akral. Penanganan yang lainnya hanya bersifat simptomatis saja. sulit diramalkan. tekanan darah) dalam who 2009 disertakan pula penilaian HMT untuk melihat kekentalan darah. Selama resusitasi carian ada beberapa hal yang harus selalu dipantau AT/HMT / 6jam. Department of Child and Adolescent Health and Development. PREVENTION AND CONTROL. 2005IDELINES FOR DIAGNOSIS.dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. restlessness • Liver enlargment >2 cm • Laboratory: increase in HCT concurrent with rapid decrease in platelet count *(requiring strict observation and medical intervention) Severe plasma leakage leading to: • Shock (DSS) • Fluid accumulation with respiratory distress Severe bleeding as evaluated by clinician Severe organ involvement • Liver: AST or ALT >=1000 • CNS: Impaired consciousness • Heart and other organs Terapi cairan untuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009 Terapi dimulai dengan Inf. dengue haemorrhagic fever and dengue shock syndrome in the context of the integrated management of childhood illness. Dengue: an escalating problem. diit cair. Dengue shock syndrome adalah derajat demam berdarah yang paling berat. Kesimpulan Penanganan utama dari DSS adalah resusitasi cairan karena kebocoran plasma yang disebabkan karena reaksi imunitas. Eliminasi obat anestesi pada usia tua lambat. WHO/FCH/CAH/05. Geneva.2009 Penulis Mu‘allim Hawari. DENGUE GUIDELINES FOR DIAGNOSIS. bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUD Panembahan Senopati. yang merupakan kumpulan gejala klinis yang mengarah kepada shock. balance cairan.324:1563-6 2. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik. dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam . Semua perubahanperubahan fisiologi yang terjadi pada geriatri membuat kita perlu berhati-hati dalam peberian obat anestesi sehingga pada penilaian status fisik geriatri walaupun keadaan sehat dikategorikan menjadi ASA II. Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes. Kriteria diagnosis dengue fever menurut WHO 2009 seperti dibawah ini. Gibbons RV. program profesi pendidikan dokter. TREATMENT. Daftar pustaka 1. Kriteria untuk Dengue ± warning signs Probable dengue Tinggal / bepergian ke daerah endemik Panas dan 2 kriteria dibawah : • Mual. vital sign. Vaughn DW. nadi. Dengue. World Health Organization. 3. BMJ 2002. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat. terutama Aedes aegypti1. pasien geriatri juga memiliki .

M usia 75 tahun dating dengan keluhan terdapat benjolan pada wajah sebelah kanan sejak ± 1 tahun yang lalu. Anestesiologi. Edisi 10. Suryadi. riwayat DM (-).E. Penulis Nur‘Afni Mz. RSUD Djojonegoro. mual (-). 2008. S. 1994.. riwayat HT (-).B dan Blogg. gagal jantung. Petunjuk Praktis Anestesiologi. EGC: Jakarta. Premedikasi sebaiknya diberikan dengan hati-hati dan dosis sekecil mungkin. dan sesudah operasi harus dilakukan seoptimal mungkin. BAB/BAK tidak ada keluhan. Dosis obat anestetika umum maupun lokal pada lansia harus dikurangi. Edisi Kedua. Faktor yang meningkatkan kejadian penyakit pernafasan pasca bedah adalah kegemukan. pembedahan darah abdomen atas atau toraks. 2010. 4. Apabila mungkin. dan distensi abdomen. riwayat alergi obat dan makanan (-). Boulton. SA. .Pasien dirawat inap .. Temanggung. Pasca Anestesia Ada kemungkinan bahwa kesulitan untuk bernafas pasca bedah dini lebih sering terjadi pada manula.resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi postoperasi akibat pengaruh obat. Riwayat penyakit serupa (-). Program Pendidikan Profesi Dokter. Pemeriksaan vital sign. dan diberikan menurut kebutuhan. Pramono. 5. Biasanya hanya diperlukan diazepam 5 mg melalui mulut (peroral). mengingat pada usia lanjut telah terjadi perubahan-perubahan fisiologis yang dapat menyebabkan perubahan atau perbedaan dalam interaksi obat-obatan. Atropin atau alkaloid beladona yang lain biasanya tidak diperlukan. batuk pilek (-). Selama Anestesia Apabila dimungkinkan sebaiknya diberikan analgesik regional (non-sistemik). muntah (-). EGC: Jakarta.scribd. Anonim. Gambaran Ultrasonografi (USG) pada Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. Kab. keadaan pasien harus dioptimumkan. Dachlan. R. Meskipun dari hasil anamnesis. manula perokok. Referensi 1. Omoigui. Hal ini dikarena pasien yang sadar pada analgesik regional memungkinkan petugas lebih mudah dan lebih cepat mengenal serangan angina atau perubahan serebral akut. Edisi Kedua. Buku Saku Obat-Obatan Anestesia. Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi. mengingat bahwa manula kemungkinan sudah menderita hipertensi. Kesimpulan Pasien diatas merupakan pasien perempuan usia 75 tahun dengan tumor facialis dextra. Di akses tanggal 14 Mei 20012 dari www. diabetes. selama. 2002. Efek dari sisa anestesi dapat mengakibatkan lambatnya pemulihan mental dan psikomotorik postoperasi sehingga membutuhkan monitoring yang intensif segera setelah operasi dan membutuhkan waktu untuk opname setelah operasi lebih lama. secara titrasi dengan mengingat bahwa waktu sirkulasi memanjang dan kemungkinan terjadinya interaksi dengan obat-obat yang sudah diminum oleh pasien pra anesthesia. Matoka. gangguan ritme jantung. Pemantauan yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan pasien. Diagnosis Tumor facialis dextra ASA II Terapi . pemeriksaan fisik. Anastesi Geriatri. 3. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UI: Jakarta. Jawa Tengah.Inf. pemantauan sebelum. gagal ginjal kronik atau penyakit degenerasi lain. nyeri. Bagian Ilmu Anastesi dan Reanimasi.com/doc/82710494/Anestesi-Geriatri-2 2. fisik. T. Isi Ny. 1997. FK UMY: Yogyakarta. RL 24 tpm Diskusi Pra-anestesia Penilaian pasien manula prabedah harus dilakukan dengan seksama. laboratorium dalam batas normal. EKG sebaiknya dipantau secara rutin. riwayat operasi sebelumnya (-). KA.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:20 . penyakit paru kronik. A. C. Latief. dan penunjang dalam batas normal. bila perlu dengan menunda pembedahan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas. riwayat asma (-).

tebal endometrium. . Radiologi Diagnostik. supel. Kesimpulan Pasien usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut. minum jamu (-). 2005. N = 100x/menit. Bangun. 2009. Masa panggul. ANC 2x di bidan. TT (-). Penggunaan ultrasonografi rutin : konfirmasi adanya kehamilan intrauterine. I. Edisi kedua. pars intertistialis atau dalam tanduk rudimeter rahim. nyeri tekan (+) perut bawah. ovarium atau rongga perut. Dapat dinilai kavum uteri. Karakteristik Ibu Penderita Kehamilan Ektopik Terganggu. BPD – Biparietal Diameter – Femur Length ). Abdomen: datar.id/bitstream/123456789/14667/1/09E00840. Ø (-).ac.pdf 3. kosong atau berisi.Infus RL 24 tpm . Kehamilan Ektopik Terganggu. penentuan volume air ketuban . nikah 1x lama 12 tahun. 2011. artinya tidak perlu memasukkan rongga dalam rongga perut. RPD (-). HPL 17 Mei 2012. Pada pemeriksaan USG dapat dinilai kavum uteri. Kehamilan Ektopik Terganggu.USG . TFU 3 jari di atas pusat.com/doc/93358433/kehamilan-ektopik-terganggu 5. peningkatan serum AFP – alpha feto pritein . Pemeriksaan fisik: keadaan umum sedang. 2. STLD (-). riwayat anomali kongenital ). HPHT 10 Agustus 2011. UK 14 minggu 5 hari. RPK (-). Pustaka Cendekia Press: Yogyakarta. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www.scribd. 2012.60 C. Diagnosis Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Terapi Terapi yang diberikan pada pasien ini: . Ndruru. Malueka. Referensi 1. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www. penilaian kasus resiko tinggi ( penyakit maternal. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari repository. timpani. A. G. R. perkiraan berat janin. tebal endometrium. Meningkatnya resolusi dan portabilitas telah mendukung meluasnya penggunaan ultrasound pada awal kehamilan sampai dengan saat persalinan. I. kosong atau berisi. Kehamilan ektopik dapat terjadi di luar rahim misalnya dalam tuba. adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan. 4. dapat dikatakan bahwa pemeriksaan ultrasonografi merupakan satu-satunya tehnik yang dapat digunakan untuk menentukan viabilitas janin secara dini dan menentukan kehamilan kembar. identifikasi kehamilan kembar. tetapi dapat juga terjadi di dalam rahim di tempat yang luar biasa misalnya dalam cervik.usu.Abstrak Kehamilan ektopik adalah kehamilan di mana sel telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh di luar endometrium kavum uterus. 3. genitalia: VT: O/U tenang. placental grading ). Pasien ini didiagnosis dengan Kehamilan Ektopik Terganggu (KET). R usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut. Trisnawati. Balai Penerbit FK UI: Jakarta. 2008. kesadaran compos mentis. Ekayuda. pasca persalinan ( sisa produk konsepsi ). Indikasi penggunaan ultrasonografi : 1. Lebih lanjut.vital signs: TD = 120/80. R. 2. Radiologi Diagnostik. perdarahan antepartum – lokasi plasenta. Keunggulan cara pemerikssan ini terhadap laparoskopi ialah tidak invasif.com/docs/83566160/kehamilan-ektopik-terganggu Penulis Nur‘Afni Mz. mengenali adanya kelainan kongenital major. Matoka. Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang berbahaya karena tempat implantasinya tidak memberikan kesempatan untuk tumbuh kembang mencapai aterm. RR = 28x/menit. T = 36.PP test ulang Tindakan operasi: salphingektomi sinistra Diskusi Pemeriksaan ultrasonografi yang dimulai oleh Donald di Glasgow pada akhir tahun 1950 an atau awal tahun 1960 menjadi tonggak penting bagi penilaian janin. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien Isi Ny. nyeri goyang portio (-). pertumbuhan janin ( rasio kepala – torax .docstoc. bising usus (+) normal. KB suntik dilepas 3 tahun yang lalu. adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan. Pemeriksaan lainnya dalam batas normal. Penggunaan khusus : diagnosa abortus iminen – konfirmasi viabilitas janin. PP test (+). enentuan usia kehamilan ( menggunakan CRL – Crown Rump Length .

gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok. laki-laki maupun perempuan dapat mengalami hal ini. Manajemen holistik yang diberikan pada pasien ini berupa promotif. Tidak ada perbedaan jenis kelamin. Di akses . muntah. Semua orang dalam hidupnya pasti pernah mengalami dispepsia. control kesehatan secara rutin.html 3. Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari www. cepat kenyang. Rehabilitatif berupa berupa pola makan sehat dan teratur. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Per definisi dikatakan bahwa dispepsia adalah ketidaknyamanan bahkan hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas. Dispepsia. kambuh-kambuhan dan terutama jika pasien terlambat makan. sendawa. Family SCREEM tidak ditemukan hal patologis. bloating (lambung merasa penuh/sebah). RSUD Djojonegoro. kembung. Gastritis kronik. Hubungan antara anggota keluarga terjalin dengan baik. serta istirahat cukup Kesimpulan Pasien ini didiagnosis dengan dispepsia. DM (-). RPK (-). Riwayay sakit serupa sebelumnya (+). 2012. Lain-lain dalam batas normal. preventif. rokok dan stress. Pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan fisik lainnya dalam batas normal.com/harian/dispepsia/ 2. Gastritis kronik. Dispepsia. dan rehabilitative. Kuratif diberikan ondansetron 3 x 1. Anonim2. Dispepsia merupakan suatu sindroma (kumpulan gejala) yang mencerminkan gangguan saluran cerna. seperti alkohol. Anonim1. susp. hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung. Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari http://medicastore.medicinesia. seperti makan teratur. Kumpulan gejala tersebut adalah rasa tidak nyaman. Satu diantara 4 orang pasti mengalami hal ini. Jawa Tengah. makanan yang pedas. hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung.Program Pendidikan Profesi Dokter. Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. HT (-). 2011. R usia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri ulu hati sejak ± 2 jam yang lalu. seperti alcohol. Preventif berupa pola makan sehat dan teratur. makanan yang pedas. Anonim3. Kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal cukup layak untuk ditempati. mual. Referensi 1. rokok dan stress.com/penyakit/508/Dispepsia. Pasien juga adalah seorang perokok. nutrisi seimbang. Promotif berupa edukasi berupa hal-hal yang dapat menyebabkan nyeri ulu hati. 2011. dan bisa juga menjadi kronis. berulang. Mual (-). Dispepsia. kuratif. muntah (-). Temanggung. Kab. Sekarang ini pasien tinggal dengan seorang istri dan tiga orang anak. pola hidup sehat. dengan demikian fungsi keluarga sehat. demikian juga hubungan dengan lingkungan sekitar.Ondansetron 3 x 1 Diskusi Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:01 Abstrak Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti "pencernaan yang jelek". kini tidak lagi termasuk dyspepsia. nyeri ulu hati. susp. Bagian Ilmu Radiologi. Gejala itu bisa akut. serta istirahat cukup. Diagnosis Diagnosis holistik: laki-laki 45 tahun dengan dispepsia. Penilaian APGAR didapatkan hasil 8. Terapi . Manajemen Komprehensif pada Pasien dengan Dispepsia Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. Keluhan refluks gastroesofagus klasik berupa rasa panas di dada (heartburn) dan regurgitasi asam lambung. perut keroncongan (borborgygmi) hingga kentut-kentut. gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok. Isi Tn. Disebut kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus.

Pemeriksaan Fisik a. Diskusi Hernia Nukleus pulposus (HNP) atau potrusi Diskus Intervertebralis (PDI) adalah suatu keadaan dimana terjadi penonjolan pada diskus intervertebralis ke dalam kanalis vertebralis (protrusi diskus) atau ruptur pada diskus vertebrata yang diakibatkan oleh menonjolnya nukleus pulposus yang menekan anulus fibrosus. A. Gambaran klinisnya berdasarkan lokasi terjadinya herniasi. berjalan agak jauh dan mengendarai sepeda motor. Terapi . timbulnya low back pain dan riwayat trauma. FK UI: Jakarta. T: 36. Adanya riwayat mengangkat beban yang berat dan berulangkali. Program Pendidikan Profesi Dokter. Pasien juga mengeluh kesemutan yang menjalar dari pinggang sampai dengan paha kiri bagian belakang. 3. Kata Kunci : Low Back Pain. Kasus Pasien laki-laki usia 53 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri punggung bawah yang dirasakan ± sejak 6 bulan lalu. Diagnosis Hernia Nukleus Pulposus verterba lumbosakral. Kesadaran: Compos mentis. Suryono.scribd. Yogyakarta. Kapita selekta kedokteran. Kadang-kadang bisa ditentukan letak segmen yang menyebabkan nyeri dengan menekan pada ruangan intervertebralis atau dengan jalan menggerakkan ke kanan ke kiri prosesus spinosus sambil melihat respons pasien. Medika aeusculapeus: Jakarta. Patrick tes: (-).Modifikasi terakhir pada Minggu 05:39 Abstrak Low Back Pain atau Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah . Sleman. 2001. 2. ada riwayat trauma sebelumnya dan apakah ada keluarga penderita penyakit yang sama. Kab. Terdapat riwayat trauma ± 4 tahun yang lalu jatuh dari tangga dengan posisi terduduk. Pemeriksaan penunjang berupa foto MRI didapatkan adanya ekstrusi DIV L4-5 dan protrusi L5-S1 dengan canal stenosis dan penyempitan neural foramen setinggi level tersebut. Nadi: 84 x/menit. b. Puskesmas Tegalrejo. Keadaan umum: Cukup. 2000. sifat nyeri.Fisioterapi vertebra lumbosakral. Penatalaksanaan. kualitas nyeri. Inspeksi : . Pemeriksaan Fisik. Palpasi : Adanya nyeri (tenderness) pada kulit bisa menunjukkan adanya kemungkinan suatu keadaan psikologis di bawahnya (psychological overlay). Bagian Ilmu Kedokteran Keluarga.Diazepam 2 x2 mg .tanggal 16 Mei 2012 dari www. sinistra > dextra. Penegakan Diagnosis dan Penatalaksanaan Low Back Pain et causa Hernia Nukleus Pulposus Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. Kontra patrik tes: (-). Laboratorium: Pada pemeriksaan laboratorium rutin penting untuk . Hernia Nukleus Pulposus. Keluhan dirasakan semakin memberat jika duduk lama. lokasi nyeri. Anamnesis Dalam anamnesis perlu ditanyakan kapan dan bagaimana mulai timbulnya. Diagnosis. apakah nyeri yang diderita diawali kegiatan fisik. Vital Sign.com/doc/79538923/Dispepsia 4.7 °C.Keterbatasan gerak pada salah satu sisi atau arah. Pemeriksaan Lasegue: (-/-). Nyeri yang berasal dari punggung bawah dapat berujuk kedaerah lain atau sebaliknya yang berasal dari daerah lain dan dirasakan di daerah punggung bawah/refered pain. Rr: 20 x/menit. Pasien sering mangalami trauma ringan dan berulang berupa berkendara sepeda motor di jalan yang rusak saat berangkat maupun pulang bekerja. Nafsiger: (-). Valsava: (-). 5. Edisi 3. maupun nyeri radikuler atau keduanya.Asam Mefenamat 3x500 mg . faktor yang memperberat atau memperingan. dapat merupakan nyeri lokal (inflamasi). Penegakan Diagnosis : 1. Penulis Nur‘Afni Mz. TD: 120/80 mmHg. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 2. Matoka. Manjoer. S.

perubahan degeneratif. Latihan Direkomendasikan melakukan latihan dengan stres minimal pada punggung seperti jalan kaki. dan tumor spinal. lama yang dianjurkan adalah 2-4 hari. 4. Tindakan operatif pada HNP harus berdasarkan alasan yang kuat yaitu berupa: . miksi dan fungsi seksual. . etodolak.Defisit neurologik memburuk. . Nyeri bertambah dengan batuk. spondilolistesis. Pada kasus berat dapat timbul kelemahan otot dan hilangnya refleks tendon patella (KPR) dan Achilles (APR).Analgetik standar (parasetamol. kadar Hb. mengangkat benda berat. dan tramadol). naik sepeda atau berenang. dan berdenyut sampai ke bawah lutut. Terapi Operatif Tujuannya untuk mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik. Terapi konservatif untuk HNP meliputi: 1. . 4. 2. Pada keadaan akut biasanya dapat digunakan kompres dingin. Korset lumbal Korset lumbal dapat digunakan untuk mencegah timbulnya eksaserbasi akut atau nyeri pada NPB kronis.Gangguan otonom (miksi. . e. Namun para ahli bedah saraf dan ahli bedah ortopedi tetap memerlukan suatu EMG untuk menentukan diskus mana yang paling terkena. bersin. Dapat timbul gejala kesemutan atau rasa baal. dan meloxicam). Posisi tirah baring yang dianjurkan adalah dengan menyandarkan punggung.Terapi Konservatif gagal Macammacam operasi : 1. Disektomi : Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebral 2. mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan menghilangkan kompresi medula dan radiks 3. CT scan Merupakan sarana diagnostik yang efektif bila vertebra dan level neurologis telah jelas dan kemungkinan karena kelainan tulang. dan dehidrokodein yang diberikan tersendiri atau kombinasi). Disektomi dengan peleburan : Graf tulang (Dari . lutut dan punggung bawah pada posisi sedikit fleksi. MRI sangat berguna bila: . membungkuk akibat bertambahnya tekanan intratekal.Kortikosteroid oral: pemakaian masih menjadi kontroversi namun dapat dipertimbangkan pada kasus HNP berat untuk mengurangi inflamasi 3. b. Latihan lain berupa kelenturan dan penguatan. seperti terbakar. . Medikamentosa .vertebra dan level neurologis belum jelas kecurigaan kelainan patologis pada medula spinal atau jaringan lunak . diklofenak) dan penghambat COX-2 (nabumeton. Ischialgia merupakan nyeri yang terasa sepanjang perjalanan nervus ischiadicus sampai ke tungkai.NSAID: penghambat COX-2 (ibuprofen. seksual). naproxen.melihat laju endap darah (LED). Untuk nyeri kronik dapat digunakan kompres panas maupun dingin. jumlah leukosit dengan hitung jenis. memperbaiki kondisi fisik pasien dan melindungi dan meningkatkan fungsi tulang punggung secara keseluruhan. Nyeri bersifat tajam. Keadaan ini merupakan kegawatan neurologis yang memerlukan tindakan pembedahan untuk mencegah kerusakan fungsi permanen. c. defekasi. TERAPI a. Laminektomi : Mengangkat lamina untuk memajankan elemen neural pada kanalis spinalis. termasuk bila terdapat edema. c. dan potensi sangat kuat (diamorfin dan morfin).untuk menentukan kemungkinan herniasi diskus post operasi .Paresis otot tungkai bawah. kodein. Gejala Klinis a. dan fungsi ginjal. Diatermi/kompres panas/dingin Tujuannya adalah mengatasi nyeri dengan mengatasi inflamasi dan spasme otot. Laminotomi : Pembagian lamina vertebra 4. Foto rontgen biasa (plain photos) Sering terlihat normal atau kadang-kadang dijumpai penyempitan ruangan intervertebral. MRI (akurasi 7380%) biasanya sangat sensitif pada HNP dan akan menunjukkan berbagai prolaps.kecurigaan karena infeksi atau neoplasma Ischialgia. 90% pasien akan membaik dalam waktu 6 minggu. Pemeriksaan Radiologis : a. . d. memungkinkan ahli bedah untuk menginspeksi kanalis spinalis. b. Terapi Konservatif Tujuan terapi konservatif adalah mengurangi iritasi saraf. 5. Sebagai penyangga korset dapat mengurangi beban pada diskus serta dapat mengurangi spasme. Tirah baring Tujuan tirah baring untuk mengurangi nyeri mekanik dan tekanan intradiskal. b. potensi kuat (buprenorfin. Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan defekasi.Analgesic kuat : potensi sedang (meptazinol dan pentazosin). hanya sisanya yang membutuhkan pembedahan.

Tujuan peleburan spinal adalah untuk menstabilkan tulang belakang dan mengurangi kekambuhan. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:31 Abstrak Decompensasi cordis adalah kegagalan jantung dalam upaya untuk mempertahankan peredaran darah sesuai dengan kebutuhan tubuh. berdebar. Neurologi Klinis Dasar. A. hepar/lien tak teraba. 3. Lab. 4. Pasien dengan penyakit jantung yang menimbulkan hambatan aktivitas hanya sedikit.KSR tablet 2x1 tab. Jakarta. Dian Rakyat: Jakarta Penulis Pony Pebriyanti. usia 41 tahun. Dekompensasi kordis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung. Kasus Seorang pasien perempuan. Tjokronegoro. Malang. Pasien sering sesak nafas saat malam hari. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pasien pada kasus didapatkan diagnosis LBP et causa HNP. K. datang dengan keluhan sesak nafas ± sejak 2 minggu yang lalu. akan tetapi jika ada kegaiatan berlebih akan menimbulkan capek. seorang Ibu Rumah Tangga. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis dengan tanda vital tekanan darah 130/80. seksual). Terapi yang diberikan pada pasien adalah fisioterapi vertebra lumbosakral. 2002. . Sesak nafas terutama dirasakan setelah pasien beraktifitas. 2.krista illaka atau bank tulang) yang digunakan untuk menyatukan dengan prosessus spinosus vertebrata. sesak serta angina III.. Pasien membutuhkan 2-3 bantal saat tidur supaya tidak sesak. Lumbantobing. Gejala klinis. Pada pemeriksaan abdomen tampak flat. Saat sesak pasien tidak mengeluarkan bunyi ngik-ngik. Junada. 5. Klasifikasi. defekasi. Terapi operatif tidak dilakukan karena tidak ditemukan adanya defisit neurologik. Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Pinggang. Diagnosis Decompensatio Cordis NYHA II Terapi . 2004. Sesak dirasakan di seluruh bagian dada. A. Nyeri Pinggang Bawah.M. Kata kunci : Decompensatio cordis. pemberian obat anti inflamasi non steroid dan muscle relaxan.Tirah baring dengan posisi ½ duduk . 2004. Mardjono Mahar dan Sidharta Priguna. F. Low Back Pain Syndrome.Infus Ringer laktat 20 tetes per menit . Sesak berkurang bila pasien istirahat. Kesimpulan Berdasarkan anamnesis. 1979. Sidharta Priguna. Nursamsu.O2 nasal kanul 1-2 liter/menit . S. A Davis Company. Philadelphia. Cailliet. tidak terdapat bising. Pada auskultasi thoraks suara jantung S1-2 ireguler. frekuensi pernafasan 36 x/menit dan suhu 360C . timpani. Daftar Pustaka 1.Injeksi furosemid 2x1 Amp . Dian Rakyat: Jakarta. gangguan otonom (miksi. Pada pemeriksaan pulmo tidak ditemukan adanya ronkhi dan wheezing. Pada pemeriksaan penunjang berupa EKG didapatkan adanya iskemik anterolateral. 1983. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. disertai nyeri dada sebelah kiri tidak menjalar ke tangan maupun tembus ke punggung. Pasien dengan penyakit jantung tetapi tidak memiliki keluhan pd kegiatan sehari-hari II. H. Klasifikasi dan Gejala Klinis Decompensatio Cordis NYHA II Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. bunyi usus (+) normal./SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Brawijaya. Second Edition.. Diskusi Berdasarkan New York Heart Association (NYHA) hubungan antara aktivitas tubuh dengan keluhan dekompensasi dapat diklasifikasi sebagai berikut: I. paresis otot tungkai bawah dan didaptkan perbaikan klinis dengan pemberian terapi konservatif. tak ada nyeri tekan. tekanan vena jugular tidak meningkat. R. pasien tidak sesak bila terkena debu atau udara dingin dan tidak mempunyai riwayat asma atau merokok. frekuensi nadi 80 x/menit dengan irama ireguler dan isi tegangan kuat. Bagian Ilmu Penyakit Saraf RSUD Temanggung.

Pasien dengan penyakit jantung dimana aktivitas jasmani sangat terbatas dan hanya merasa sehat jika beristirahat. Jilid 2. Lippincot. Riwayat penyakit asma (-). Referensi 1. 5.Maintenance : Untuk mempertahankan status anestesi digunakan kombinasi Enflurane O2 dan N2O.25 mg. Cemas d. Nursing Care Plans. Keadaan umum cukup. Lelah b. suhu : 36. Edema perifer b. Status operatif : . Hasil x-ray memperlihatkan kongesti paru Tanda-tanda dan gejala kongesti balik ventrikel kanan : a. Diskusi Keadaan Pre Operatif: Pasien menjalani program puasa kurang lebih selama 8 jam sebelum operasi dimulai. Tanda dan gejala Dampak dari cardiak output dan kongesti yang terjadi sisitem vena atau sistem pulmonal antara lain : a. Orthopea d. General Anestesi pada Tonsilektomi Wanita Usia 26 tahun Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. Price. 3. Angina c. Atracurium. Kulit dingin dan pucat Tanda dan gejala yang disebakan oleh kongesti balik dari ventrikel kiri. 1997. Philadelphia. IV. Pasien mengeluh mengalami kambuhan ± 3 kali dalam sebulan yang sudah ia alami selama 3 bulan ini. e. Guyton. antara lain : a. New York Hudak & Gallo. Agenda Gawat Darurat. Kata kunci: General anestesi. Saat ini indikasi utama adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil. Relaksasi serta Stabilisasi Otonom. riwayat alergi obat (-). riwayat operasi sectio caesaria ± 3 tahun lalu. respirasi: 22 x / menit. Tabrani. tekanan darah : 130/80 mmHg. Kasus Pasien perempuan usia 26 tahun datang dengan keluhan nyeri tenggorokan berulang. Jakarta. RSUD Temanggung. Penerbit Alumni Bandung. 1991. EGC: Jakarta. diberikan SA 0. namun terdapat perbedaan prioritas relatif dalam menentukan indikasi tonsilektomi pada saat ini. Obat induksi: Trivam. 4. riwayat penyakit jantung (-). diuretic dan coronary dilator. Tonsilektomi didefinisikan sebagai metode pengangkatan seluruh tonsil. Trias Anestesi meliputi: Hipnotik. EGC: Jakarta. disertai batuk. . Diagnosis Diagnosis pre operatif : Tonsilitis Kronis. Reles paru e.Status ASA : I (Pasien tidak memiliki kelainan organik maupun sistemik selain penyakit yang akan dioperasi). pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Fisiologi Manusia. 1997. S. pemberian oksigen. F. N: 80. Indikasi tonsilektomi dulu dan sekarang tidak berbeda. Penulis Pony Pebriyanti. RR: 20x/menit. tidak ada riwayat trauma.5 º C. Dulu tonsilektomi di indikasikan untuk terapi tonsilitis kronik dan berulang. Analgesic. Patofisiologi. Dongoes M. nadi : 80 x/menit. pilek dan tidak demam. 2. Peningkatan central venous pressure (CPV Kesimpulan Berdasarkan anamnesa. Alice G. Terapi pada pasien ini adalah tirah baring. Suhu: 36 0C Terapi Anestesi yang diberikan: . sedacum 2 mg ondancetron 4 mg. Batuk c. Pasien dengan penyakit jantung yang sedikit saja bergerak langsung menimbulkan sesak nafas atau istirahat juga menimbulkan sesak nafas. Dyspnea b. Setelah itu pasien diberikan induksi . tonsilektomi.Teknik : General anestesi.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:33 Abstrak General Anestesia merupakan tindakan anestesi yang dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali atau reversible. Saat pasien berada di ruang operasi dilakukan penggukuran tanda vital dan didapatkan hasil TD 120/80 mmHg.Induksi anestesi : Untuk premedikasi. . Keperawatan Kritis Pendekatam Holistik. Pasien mengeluh selama ± 7 hari merasa tenggorokan kering dan terasa sakit. Distensi vena leher c. Vital sign awal : TD: 120/80. A. Oliguri. Hari membesar d. 1998.A davis Company. pasien pada kasus mengalami gagal jantung. riwayat penyakit kencing manis (-). Marry F. 1993. Riwayat keluhan serupa (+). Nadi 80 x/menit dan SPO2 100. Penerbit EGC.E.

Kekuatan otot anggota gerak kanan menurun (atas 1-1-1. Sejak bangun tidur pasien mengeluh kepalanya nyeri dan badannya lemas. Pada pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal. Pemeriksaan neurologis nervus kranialis didapatkan kelainan pada nervus X (vagus) berupa bicara pelo dan kesulitan menelan. terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun KEYWORD : STROKE NOKE HEMORAGIK. Edisi 6. Latief. bawah 1-1-1). diagnosis pasien adalah tonsilitis kronis dan akan dilakukan Tonsilektomi. FK UI : Jakarta Penulis Pony Pebriyanti. Bagian Anestesi RSUD Temanggung. respirasi kontrol menggunakan pipa endotrakeal no: 7 Keadaan Post Operasi: Operasi selesai dalam waktu 20 menit. Stroke Non Hemoragik pada Laki-laki Usia 60 Tahun dengan Riwayat Hipertensi Tak Terkontrol Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Dari pemeriksaan fisik ditemukan pasien dengan keadaan umum cukup. Ekstubasi dilakukan setelah operasi selesai kemudian rongga mulut dan trakea dibersihkan dengan suction untuk menghilangkan lendir dan darah yang dapat menghalangi jalan nafas.3oC.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:14 ABSTRAK Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. kemudian anggota gerak sebelah kanan menjadi lemah dan bicaranya pelo. dkk. 1994. Teknik anestesi yang dilakukan adalah general anestesi. respirasi kendali dengan anestesi umum menggunakan pipa endotrakeal agar dapat mempertahankan bebasnya jalan nafas. suhu 36. tekanan darah 200/130 mmHg. 2001. Dalam: Adams GL. Kesimpulan Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Teknik yang digunakan adalah general anestesi.L. Jenis Anestesi: Anestesi umum. 18-21 3. tetapi pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi sejak 8 tahun yang lalu namun tidak pernah kontrol. Saat ini indikasi utama tonslektomi adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil. nadi 92 kali/menit. namun ayah pasien juga penderita tekanan darah tinggi. Referensi 1. Tonsilektomi. Edisi 2. agen inhalasi dimatikan sehingga hanya O2 saja yang diberikan dan dilakukan ekstubasi. STROKE ISKEMIK ISI Pasien laki-laki berusia 60 tahun dibawa oleh keluargadan tetangganya dengan keluhan kepala mendadak pusing dan lumpuh pada anggota gerak sebelah kiri. kesadaran compos mentis. Di keluarga pasien tidak ada riwayat keluhan yang sama. didahului gejala prodormal. Penyakit-penyakit nasofaring dan orofaring. sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. Dalam: Cermin Dunia Kedokteran no 89. dengan memilih resiko terkecil bagi pasien. Adams. 1993. said.yaitu trivam 100 mg dan atracurium 20 mg sebagai pelemas otot pernafasan. Keluarga juga mengatakan bicara pasien tidak jelas. Obat induksi yaitu trivam 100 mg dengan status ASA I. Hatmansyah. Pasien juga tidak pernah menjaga pola makannya. . Refleks patologis positif pada sisi tubuh sebelah kanan. Stroke non hemoragik didefinisikan. Anestesiologi.Boies buku ajar penyakit THT. G. 337-40 2. GCS E3V5M6. Pemilihan teknik anastesi yang paling aman bagi pasien. secara patologis. Penerbit buku kedokteran EGC: Jakarta. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya deficit neurologic secara mendadak/sub. Tidak ada riwayat keluhan yang sama sebelumnya. respirasi 24 kali/menit.

pada pemeriksaan neurologis didapatkan reflek patologis positif pada anggota gerak sebelah kanan. Stroke non hemoragik didefinisikan. anti agregasi trombosit. dan faktor resiko yang dapat dikontrol seperti hipertensi. rasa tebal-tebal (hipestesi). tersedak (aspirasi). gerakan tak terkendali (chorea/atetosis). depresi. penglihatan terganggu (gangguan visus) 3. Pada pasien stroke dapat mengalami beberapa . tidak dapat menulis (agrafia). aneurisma pembuluh darah serebral. tidak dapat mengerti apa yang dilihat (visual agnosia). secara patologis. neurotropik dan anti agregasi trombosit. jenis kelamin. Pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal. gangguan otonom. Gangguan psikiatris : mudah menangis (force crying). gejala dimulai pada pagi hari yaitu timbulnya nyeri kepala dan rasa lemas. tidak bisa memahami bicara orang (afasia sensorik). sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. Akan tetapi tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya. lidah mencong. tanda-tanda vital dan adanya penurunan kesadaran. mudah tertawa (force laughing). Tidak didapatkan adanya penurunan kesadaran. keringat. Gangguan neurologi fokal otak yang didapatkan adalah gangguan motoris berupa hemiparesis kanan. diberikan anti edema otak. seksual. Kata atherosclerosis digunakan bagi sekelompok kelainan yang mengakibatkan menebalnya serta mengurangnya kelenturan dinding pembuluh darah arteri. anti hipertensi. tidak bisa bicara (afasia motorik). terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun. antikoagulansia dan neurotropik. Pada pasien. yaitu fase akut (hari ke 0-14 setelah onset penyakit) yang bertujuan untuk menyelamatkan neuron dan mencegah meluasnya proses patologik yang akan mengganggu fungsi otak. melihat dobel (diplopia). dan pelo. pelupa (demensia) 4. kesemutan (parestesi). sindroma menggerutu 5. kelainan jantung / penyakit jantung. Penatalaksanaan stroke dibedakan menjadi 2 fase. kelopak mata sulit di buka (ptosis). dan juga paisen mengalami kesulitan dalam mengingat perintah yang diberikan kepadanya. Gangguan neurologi fokal otak dapat berupa : 1. sirkulasi. kejang. Gangguan motoris : kelemahan atau kelumpuhan separo anggota gerak. tidak keluar suara (disfoni/afoni) 2. mulut dan atau bibir mencong. obesitas. Juga dilakukan pemantauan ketat terhadap keadaan umum. terapi berupa pemantauan jalan nafas. Gangguan sensoris : gangguan perasaan (deficit sensoris). pendengaran terganggu (tinnitus/deafness). Gangguan bicara : sulit berbahasa (disfasia). Pada pasien. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya defisit neurologik secara mendadak/sub. pelo. tekanan darah dan kadar gula darah. ras/bangsa. kurang aktivitas fisik dan penggunaan obat-obatan yang mempengaruhi cerebrovaskular. KESIMPULAN Pada pasien ini didiagnosis Stroke Non hemoragik. kepandaian mundur (predemensia). kemudian disusul dengan kelemahan anggota gerak dan kesulitan bicara secara mendadak pada siang harinya. DISKUSI Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. hiperlipidemia dan kolesterol. pemasangan infus. didahului gejala prodormal. Dan fase pasca akut yang dititikberatkan pada tindakan rehabilitasi medis dan pencegahan terulangnya stroke yaitu melalui terapi rehabilitasi dan menghindari faktor resiko. kekakuan pada satu ekstremitas atau separo tubuh. tidak dapat berhitung (acalculia). merokok.Tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya DIAGNOSIS Stroke non hemoragik/iskemik TERAPI Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi rawat inap. sangat erat hubungannya dengan atherosclerosis. diabetes melitus. bingung. tidak bisa membedakan rabaan (anestesi). Secara garis besar faktor resiko stroke dibagi menjadi dua yaitu faktor resiko yang tidak dapat dikontrol yaitu umur. anti edema otak. riwayat keluarga. Stroke non haemoragik. policitemia. Gangguan kongnitif : yaitu pasien mengalami kesulitan untuk mengorganisasikan informasi secara efisien dan terarah. diuretik.

BAB dan BAK lancar. 2005. Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. tanpa harus melakukan sayatan atau mengiris jaringan. sehingga keraguan seorang penderita apakah dirinya menderita kanker atau tidak segera terjawab dengan cepat dan akurat. Segi Praktis Pemeriksaan Neurologi. Seri IR Neurologi 2005. dan membungkuk apakah terlihat benjolan.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:07 ABSTRAK Fibroadenoma mammae (FAM) atau yang biasa dikenal dengan tumor payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. penebalan kulit. Tidak disertai demam. kenyal atau keras. Penatalaksanaannya juga dibagi atas dua fase yang fase akut dan fase pasca akut yang mempunyai kegunaan masing-masing. dan mengeluarkan cairan dari putting susu atau tidak. Harsono. Tumor jinak. jumlahnya. Benjolan tersebut kenyal. Yang perlu ditekankan adalah kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi dipayudara. Yogyakarta. Tidak ada cairan yang keluar dari puting susu. apakah mobil atau tidak. Tanda primer berfibrosis reaktif. bernodul atau tidak. Tanda-tanda sekunder berupa retraksi.. Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform. c. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC) KEYWORD : Fibroadenoma Mammae. bisa digerakkan. Bagian Ilmu Saraf. DIAGNOSIS Fibroadenoma Mammae DISKUSI Penegakkan Diagnosis Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. dari palpasi itu dapat diketahui ukurannya. duduk. RS Jogja. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC). adanya perbedaan yang nyata ukuran VE dan rontgenologik dan adanya mikrokalsifikasi. comet sign. Aspirasi Jarum Halus Dengan AJH diperoleh diagnosis tumor apakah jinak atau ganas. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta 2. Mammografi Suatu teknik pemeriksaan soft tissue teknik. Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler).Tidak terdapat riwayat penyakit keluarga dengan keluhan yang sama. Diagnosis ISI Pasien seorang perempuan berusia 30 datang ke Poli Bedah dengan keluhan terdapat benjolan sebesar telur puyuh pada payudara kiri sejak 1 bulan yang lalu. dan terasa nyeri jika ditekan dan pada waktu mestruasi.gangguan yang sangat akan berpengaruh pada kualitas hidup. Adanya proses keganasan akan memberikan tanda-tanda primer dan sekunder. REFERENSI 1. kerutan pada kulit payudara (peau d‘orange). bertambahnya vaskularisasi. perubahan posisi palpila dan areola adanya bridge . yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). maupun muntah. 2012 Penegakan Diagnosis Fibroadenoma Mammae pada Wanita dengan Riwayat Benjolan di Payudara Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Pasien belum pernah mengalami hal serupa sebelumnya. 2009 3. dan dengan palpasi pada daerah tersebut. dengan mammography atau ultrasound. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). Dibawah mikroskop tumpor tersebut tampak seperti berikut : a. mual. Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus. 2005. dengan mammography atau ultrasound. Kapita Selekta Neurologi. SPM neurologi. UPF Ilmu Penyakit Saraf FK UNS Penulis Febrina Kautsar. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik diperiksa benjolan yang ada dengan inspeksi pada saat berbaring. b.

Transfusi darah memiliki banyak efek samping dikenal termasuk potensi penularan penyakit menular. ginjal (-). KEYWORD : Anesyesi. jantung. mual (-). PEMERIKSAAN FISIK : Keadaan umum: cukup baik. 2009. Penegakannnya dapat dilakukan dengan berbagai cara yang mempunayia kelebihan masing-masing. Peran anestesi adalah memastikan bahwa organ vital menerima oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Riwayat Penyakit Keluarga : Riwayat penyakit asma alergi. Anemia. jantung harus memompa darah lebih banyak sehingga timbul takikardi. De Jong W. Penulis Febrina Kautsar. jantung (-). Hal ini berarti untuk mencukupi kebutuhan oksigen jaringan. Buku Ajar Ilmu Bedah. Wanhari. Pasien juga mengeluh perutnya sering terasa sakit pada saat menstruasi. dan kadang timbul gagal jantung pada pasien dengan anemia. alergi dan reaksi transfusi hemolitik.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:00 ABSTRAK Pada pada pasien diperoleh nilai Hb 10 g/dl. Ari. 2005. Hanya saja untuk mass screening cara ini adalah cara yang mahal dan dianjurkan digunakan secara selektif saja misalnya pada wanita dengan adanya faktor resiko tadi. hipertensi (-). Riwayat penyakit asma (-).0 AT : 303 DIAGNOSIS Mioma Uteri ASA II TERAPI Persiapan PRC 2 kolf DISKUSI Strategi untuk Mengelola Anemia .Anemia dapat mengakibatkan transport oksigen oleh haemoglobin akan berkurang. gizi baik. Teknik Konservasi Darah . regular. keadaan daerah dan jaringan fibroglanduler tidak teratur.Vital sign : TD:130/80 mmHg. infiltrasi dalam jaringan lunak di belakang mammae dan adanya metastis ke kelenjar. tergantung dari teknis dan ahli radiologinya. Sjamsuhidayat R. Yogyakarta. University of Michigan Health System. Fibroadenoma. tampak sesak Kesadaran : composmentis .5 Hb : 10. dan immunomodulation alogenik transfusi darah harus dihindari sebisa mungkin karena adanya berbagai risiko yang terkait dan juga karena transfusi belum terbukti untuk meningkatkan pasca operasi. tetapi keprihatinan tentang risiko mereka telah membatasi penggunaannya. Asuhan keperawatan Fibroadenoma Mammae.of tumor. Jakarta. murmur. 2008. Bagian Ilmu Bedah.Dalam beberapa situasi. alergi obatobatan dan makanan (-). Marilyn A.Dalam operasi dengan kehilangan darah tinggi yang diharapkan. strategi . REFERENSI Roubidoux. Benjolan tersebut sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Breast. Hal ini perlu dikaji apakah anemia akan berpengaruh terhadap anestesi yang diberikan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat operasi sebelumnya disangkal. Ultrasonografi Dengan pemeriksaan ini hanya dapat dibedakan lesi solid dan kistik pemeriksaan lain dapat berupa: termografi. transfusi darah mungkin menjadi prosedur yang diperlukan. juga dapat melihat kemungkinan adanya metastasis misalnya alkali fosfatase KESIMPULAN Pasien di diagnosis dengan Fibroadenoma Mammae. RS Jogja. jadi sangat baik untuk diagnosis dini dan screening. 2012 Penatalaksanaan Anestesi Pada Pasien Anemia Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Penatalaksanaan ISI Seorang wanita 41 tahun datang ke rs. N: 82 x/menit. Pemeriksaan ini umumnya hanya dilakukan apabila diperlukan (atas indikasi) pemeriksaan laboratorium untuk melihat toleransi penderita. selama prosedur bedah berlangsung. ketetapan 83-95%. hasil. Dilakukan untuk mencari jauhnya ekstensi tumor atau mencari metastasis jauh. Medscape. Mammografi ini dapat mendeteksi tumor-tumor yang secara palpasi tidak teraba. xerografi. isi dan tegangan cukup RR : 24 x/menit S : 36C laboratorium AL : 5. ginjal dan DM disangkal. hipertensi.jogja dengan keluhan benjolan pada perut bawah. muntah (-). Transfusi Darah . DM (-).

untuk beberapa nama.. Suryadi. SA. Sp. Eritropoiesis-Merangsang Agen (ESA) dan Besi . In EUROANESTHESIA 2005. anyang – anyangan (-). dan meningkatkan kualitas hidup dan fungsi pada pasien bedah. Habler O. 2002.php Penulis Febrina Kautsar.An. dan fungsi ginjal ureter dan kandung kencing. penggunaan darah autologous. nafsu makan menurun dan demam. Dachlan. B. Pramono.untuk mengurangi kehilangan darah operatif dapat membantu mencegah anemia pasca operasi dan dapat mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi darah alogenik. KESIMPULAN Pada kasus diatas didapatka pasien dengan diagnosis Mioma uteri dengan status operasi ASA II Karena mempunyai HB 10 mg/dl.anesthesiaweb. dr. RS Jogja. Mallett. mual (+). translated by G. BAK warna kuning kemerahan. The Medicine Publishing Company Ltd. Pemeriksaan IVP ini selain mempunyai kelebihan . 2005. S. pasien juga tidak merasakan sesak nafas dan nyeri dada serta tidak terdapat keluhan gangguan BAB. Jakarta : FK UI. 45 tahun.ESA ditambah besi terapi dapat digunakan untuk memperbaiki anemia sebelum operasi dan telah ditunjukkan untuk mengurangi kebutuhan untuk transfusi darah.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:57 ABSTRAK IVP Adalah suatu tindakan untuk memvisualisasikan anatomi. A. dan memberikan hasil yang lebih baik. Selain itu. 2012 Kelebihan dan kekurangan IVP untuk Mendiagnosis Uretherolithiasis Dibuat oleh: Febrina Kautsar. hemodilusi normovolemic akut dan penyelamatan sel. 13-15 Pengakuan dan pengobatan anemia selama periode praoperasi memberikan ahli bedah lebih banyak pilihan untuk berurusan dengan darah yang hilang selama operasi. dan bisa menjadi intervensi menyelamatkan jiwa. J. radiologist dapat melihat dan mengetahui anatomy serta fungsi ginjal. Pasien juga merasakan gejala semakin memberat saat pasien beraktivitas. Komprehensif manajemen anemia bisa mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi perioperatif alogenik. Selain untuk mengurangi kebutuhan transfusi. Edisi Kedua. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. 2. 3.Datang dengan keluhan nyeri pinggang sebelah kiri yang menjalar ke lipat paha dan kemaluan sejak 1 tahun yang lalu. Petunjuk Praktis Anestesiologi. KA. 2008. Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi. Persiapan pasien dengan benar dapat membantu dalam prognosis pasien. Yogyakarta.. Latief. Perlu diperhatikan persiapan pasien pada saat akan melakukan anestesi. REFERENSI 1. Meier. muntah (-). pasien tidak merasakan nyeri kepala. Ardi. Foto BNO : Suspek Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal. Perioperative Limits Of Anaemia. SV. DIAGNOSIS Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal . CBO guideline taken from SAMENVATTING RICHTLIJN BLOEDTRANSFUSIE. Pape. Bagian Ilmu Anestesi dan Reanimasi. juga mempunyai kekurangan KEYWORD : IVP.. "Mengenali dan mengobati anemia sebelum operasi elektif adalah sangat penting. Pasien juga merasa BAK sedikit dan sering (> 5x / 24 jam). Foto IVP : Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal + 2 x 1 cm dengan ureterectasia dan hidronefrosis grade I. 2002. Pasien merasakan gejala tersebut kambuh – kambuhan. Termasuk didalamnya fungsi pengisian dan pengosongan buli. + 1 gelas. Perioperative Anaemia and Its Management. Dengan IVP. Hb pemulihan. Menurut Dr Shander. manajemen anemia dengan eritropoietin dan besi telah ditunjukkan untuk mempercepat eritropoiesis. pasien juga merasakan BAK terasa nyeri dan panas. Kelebihan.org/anemia..M. R. kekurangan ISI Pasien Ny. 5. Yogyakarta : FK UMY.. ureter dan blass. 4. Woerlee in Anemia and Anesthesia downloaded from http://www. Strategi ini termasuk teknik bedah teliti. Zwißler.

Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖ sanga berhati-hati pada kasus dengan longtem insomnia.estazolam (ProSom. hubungan sosial. 4.com/bnoivp Penulis Febrina Kautsar. 2008. .S . and clonazepam (Klonopin) Nonbenzodiazepine sedatives: eszopiclone (Lunesta). Dosis efektif pemeriksaan IVP adalah 3 mSv. www. Bagian Ilmu Radiologi. Terapi ISI Pasien Ny.40 tahun datang ke Puskesmas Kasihan 1 dengan keluhan sulit tidur pada waktu malam atau siang hari . Selalu ada kemungkinan terjadinya kanker akibat paparan radiasi yang diperoleh. Longterm insomnia . Yogyakarta. Radiasi relatif rendah 5. Pasien juga merasa berat badannya menurun padahal nafsu makan seperti biasa. Sortterm insomnia. Transient insomnia . Diagnosa kelainan tentang kerusakan dan adanya batu pada ginjal dapat dilakukan. Penggunaan media kontras dalam IVP dapat menyebabkan efek alergi pada pasien. berlangsung dalam periode waktu yang lebih lama dan biasanya disebabkan oleh kondisi medik atau psikiatrik tertentu.zaleplon (Sonata). 2. relatif aman • Kekurangan 1.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:54 ABTRAK Insomnia digolongkan dengan berbagai macam golongan dan penyebab penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖. Membutuhkan waktu lebih dari ½ jam untuk tidur atau tidur kembali setelah terbangun sehingga siklus tidak utuh atau menimbulkan gangguan kesehatan 2. Selalu diupayakan mencari penyebab dasar dari gangguan tidur dan pengobatan ditujukan pada penyebab dasar tersebut. Pustaka cendekia press. Hal ini sangat berguna untuk tidakan terapi selanjutnya REFERENSI 1.RG. Pasien merasa sering mengeluarkan keringat dingin. 2012 Diagnosis dan Insomnia Penatalaksanaan pada Wanita Usia 40 Tahun Dibuat oleh: Febrina Kautsar. 4. sehingga dokter dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan yang tepat mulai dari adanya batu ginjal hingga kanker tanpa harus melakukan pembedahan 3. Eurodin). Hendaya dalam fungsi kehidupan sehari-hari . 3.dengan ISK DISKUSI • Kelebihan 1. lorazepam(Ativan). Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil KESIMPULAN Pada pemeriksaan BNO IVP didapatkan diagnosis pasien Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal dengan ISK . sama dengan rata-rata radiasi yang diterima dari alam dalam satu tahun. Pemilihan obat juga didasarkan atas sifat dari gangguan tidurnya KEYWORD : Insomnia. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Obat anti insomnia Benzodiazepine sedatives: Digunakan untuk meningkatakan kualitas dan kuantitas tidur temazepam (Restoril). RS Jogja. bermanifestasi dalam gejala : penurunan kemampuan kerja. Malueka . Hal ini membuat pasien merasa berat saat melakukan pekerjaan.tanyadokter.2) dengan diagnosis banding Insomnia non organik (F51.0) TERAPI amitriptilin 1x1/2 tab DISKUSI Diagnosis dan penatalaksanaan Insomnia Pembahasan Butir-butir diagnostik Sindrom insomnia adalah: 1. dan melakukan kegiatan rutin. DIAGNOSIS Gangguan campuran anxietas dan depresi (F 41. IVP memberikan gambaran dan informasi yang jelas. Hal ini membuat pasien merasa khawatir terhadap dirinya. Bersifat invasif. 2. berlangsung selama 3 minngu 3.flurazepam (Dalmane). dan kesemutan pada kedua tangannya. hanya berlangsung selama 2-3 hari 2. Sindrom insomnia dapat terbagi 3 tipe : 1. triazolam (Halcion). BNO IVP bila dilakukan sesuai indikasi dan prosedur yang sesuai dapat membantu dalam menegakkan diagnosis. yang menyebabkan pasien harus mendapatkan pengobatan lanjut. Radiologi Diagnostik. Yogyakarta 2.

Status Ginekologi : G1P0A0. rujukan ringkas PPDGJ-III. OUE : Terbuka.com/insomnia/2011 Penulis Febrina Kautsar.F. W.Kesadaran : Compos mentis. kehamilan muda. RS Jogja. Obat yang dibutuhkan adalah yang bersifat ―sleep inducing Anti insomnia‖ yaitu golongan benzodiazepin 2. 2012 Penegakan Diagnosis Pasien Primigravida Dengan Riwayat Perdarahan Pada Kehamilan Muda Dibuat oleh: Febrina Kautsar. nyeri tekan (-). KEYWORD : Perdarahan. yang termasuk kedalam obat golongan antidepressant. nyeri tekan lepas (. mengeluarkan darah banyak. Broken insomnia : siklus proses tidur yang normal tidak utuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa bagian.and zolpidem (Ambien).Suhu : 36. Obat yang dibutuhkan adalh bersifat ―sleep maintaining anti insomnia‖ yaitu golongan phenobarbital Antihistamin dapat juga digunakan untuk terapi insomnia karena mempunyai efek sedative. Dimana masa getasi belum mencapai 22 minggu dan beratnya kurang dari 500gr. Pemilihan obat juga didasarkan atas sufat dari gangguan tidurnya Daftar Pustaka • Maramis. Diagnosis gangguan jiwa. dan pada sore harinya pasien merasakan perdarahan lagi.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:45 ABSTRAK Perdarahan dalam kehamilan muda perlu sangat diwaspadai . Perkusi : Tympani. Palpasi : Defans muskuler (. Mata : Konjungtiva tidak anemis. Obat yang digunakan yaitu yang bersifat ―prolong latent phase anti insomnia‖ yaitu golongan heterosiklik anti depresan 3.Vital SignTekanan Darah: 110/80mmHg. tetapi tidak dapt digunakan untuk insomnia kronik.00 WIB di UGD dengan keluhan merasa hamil 3 bulan. dikenal dengan : 1. Respirasi : 24x/menit. prongkol-prongkol lewat jalan lahir disertai nyeri perut.). Initial insomnia : sulit masuk dalam proses tidur. Kesimpulan : Pasien pada kasus ini mendapatkan terapi antiinsomnia yaitu amitriptilin. Vagina : Dinding licin. abortus ISI Pasien datang ke RSUD wirosaban pada tanggal 27 oktober 2010 jam 16. Portio/ serviks : Portio livide. Jakarta: PT Nuh Jaya. 2003 . Airlangga University Press. Phenobarbital Antidepressants : amitriptyline [Elavil. Delayed insomnia : proses tidur terlalu cepat berakhir dan sulit untuk masuk kembali ke proses tidur selanjutnya. Surabaya.50 C. nyeri ketok (-). Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa. Catata Ilmu kedokteran jiwa. namun hanya berupa flek-flek. Edisi VI. keluar darah lewat OUE. Perdarahan dalam kehamilan ini sering dihubungkan dengan resiko terjadinya abortus. dalam jumlah yang lebih banyak disertai nyeri perut bagian bawah.Abortus adalah keluarnya janin sebelum mencapai viabilitas. Auskultasi : Peristaltik usus normal.2004 • Maslim R. massa (-). Chloral Hydrate. Uretra : Tenang. Keluhan perdarahan mulai di rasakan sejak tadi pagi. Endep] andtrazodone [Desyrel]) Antihistamines diphenhydramine(Benadryl) or doxylamine] Pemilihan obat: Ditinjau dari sifat gangguan tidur. Pemeriksaan Dalam :Pemeriksaan inspekulo : Vulva : Tenang. TFU tidak teraba. dan beberapa saat kemudian keluar perongkolan. Abortus yang terjadi tiga kali atau lebih disebut abortus habitualis. Ada beberapa macam kemungkinan diagnosisnya.). ada darah. Nadi : 82 x /menit. Medscape. sklera tidak ikterik.www. Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖. tampak jaringan sisa . Sudah terlambat haid 3 bulan dan sudah di lakukan PP test dan hasil positif Status Generalis Keadaan umum : Baik. Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Perut datar. Yogyakarta. Hal tersebut sangat berhubungan dengan terapi yang dilakukan.

Obstetri William. teraba jaringan. uterus lunak Abortus iminens tertutup Sedikit membesar Limbung/pingsan Nyeri perut bawah Nyeri goyang portio Massa adnexa Cairan bebas intra abdomen Kehamilan ektopik terganggu Tertutup/terbuka Lebih kecil Sedikit/tanpa Nyeri perut Riwayat ekspulsi hasil konsepsi Abortus komplit Sedang-masif terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi Abortus insipiens terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Ekspulsi sebagian hasil konsepsi Abortus inkomplit terbuka Lunak dan lebih besar dari usia gestasi Mual muntah Kram perut bawah Sindroma mirip pre eklamsia Tak ada janin. dan suhu badan normal atau meningkat 3) perdarahan pervagina yang disertai keluarnya jaringan janin.Parametrium : Tidak ada nyeri. 18. EGC. ostium uteri terbuka atau sudah tertutup. ada/tidak jaringan janin. denyut nadi normal atau cepat dan kecil. RS Jogja. Yogyakarta. All. dan kavum douglasi tidak menonjol dan tidak nyeri Pemeriksaan penunjang yang umumnya dilakukan antara lain: 1) tes kehamilan akan menunjukkan hasil positif bila janin masih hidup bahkan 2-3 hari setelah abortus 2) Pemeriksaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup 3) Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion Tabel diagnosis dan diagnosis banding perdarahan pada kehamilan muda perdarahan cervix uterus Gejala/tanda diagnosis Bercak-sedang tertutup Sesuai usia gestasi Kram perut bawah. Jakarta 1997. Abortus. 1994. Tindakan klinik yang dapat kita lakukan untuk mengetahui terjadinya abortus antara lain: 1) terlambat haid kurang dari 20 minggu 2) pemeriksaan fisik yang terdiri dari keadaan umum tampak lemah. Ilmu Kebidanan. setelah ketubah pecah janin yang telah mati akan dikeluarkan dalam bentuk kantong amnion kosong dan kemudian plasenta. Hemorrhagi Utama Obstetri dan Ginecology. F. mual. Pemeriksaan Colok Vagina : Vulva : Tenang. Pada kehamilan 8–14 minggu villi koriales menembus desidua secara mendalam. Jakarta. 2012 . Kelainan Dalam Lamanya Kehamilan. EGC. Jakarta. tekanan darah normal atau menurun. D. Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. Massa/tumor : Tidak ada. 1998. plasenta tidak dilepaskan sempurna sehingga banyak perdarahan. Kapita Selekta : Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi. Untuk dapat mengetahui macam-macam penyebab perdarahan pada kehalian muda perlu sangat diperhatikan pada saat anamnesis dan pemeriksaan fisik. cetakan I. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. keluar jaringan seperti anggur Abortus mola KESIMPULAN Berdasarkan hal diatas pasien dapat didiagnosis dengan abortus inkompletus. ada/tidak jaringan keluar dari ostium. tidak nyeri pada saat perabaan adneksa. Abortus. ed. B. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu janin biasanya dikeluarkan seluruhnya karena villi koriales belum menembus desidua secara mendalam. Uretra : Tenang. M. OUE : Terbuka dan teraba jaringan. Pada kehamilan diatas 14 minggu. Vagina : Dinding licin. DIAGNOSIS Abortus Inkompletus TERAPI Kuretase DISKUSI Pada awal abortus terjadi pendarahan yang menyebabkan janin terlepas. Penulis Febrina Kautsar. teraba atau tidak jaringan dalam kavum uteri. Widya medika. dan tercium/tidak bau busuk dari vulva Inspekulo 5) perdarahan dari kavum uteri. 1995. H.kehamilan. Terapi yang dilakukan adalah kuretase. Wiknjosastro. et. besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan. Cunningham. dan nyeri pinggang akibat kontraksi uterus 4) pemeriksaan ginekologi meliputi inspeksi vulva dengan melihat perdarahan pervaginam. Taber. REFERENSI Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Universitas Syah Kuala. Uterus : Sebesar telur bebek. dan ada/tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium 6) colok vagina dengan melihat porsio masih terbuka atau sudah tertutup. Serviks/Portio : Portio lunak (hegar sign +). tidak nyeri saat porsio digoyang.

hepar dan lien tidak teraba. Sepsis dapat disebabkan oleh bakteri. virus atau riketsia. ibu pasien mengeluh mencret 4-5 kali per hari. KGB colli tidak teraba membesar. gallop (-). Tiga hari sebelum melahirkan. maka mengarah pada suatu diagnosis yaitu sepsis neonatorum awitan dini. jamur. hepatomegali. fungsi ginjal. BBLASR History : Bayi lahir dari ibu G2P2A0 kehamilan 28 minggu lahir secara spontan ditolong bidan. ronchi -/-. CRT <2 detik. sianosis. distres pernapasan. Demam disertai sakit kepala. seperti: hipertermia. dan diare. jamu maupun merokok.5 37. respon (+) lemah. Menurut ibu. distres pernapasan. leukopenia. anus (+).Cefotaxim 2x50 mg (iv). retraksi sela iga (-). neonatal dan lingkungan. Ibu tidak ada tekanan darah tinggi. tidak berbau. keluar menyemprot. Mukosa bibir lembab (+). Abdomen datar. Buang air kecil tidak nyeri. supel. Demam cukup tinggi. Dada simetris. faktor maternal. kulit tidak tampak kuning.5 l/menit. apneu. Anus (+).5 ˚C). ikterik. sianosis. suhu 38‘C. terkadang ada rasa anyang-anyangan. Pada pemeriksaan fisik awal tanggal 17 Desember 2011 didapatkan: bayi tenang. anoreksia. Konjungtiva pucat -/-. Sepsis neonatorum dibedakan menjadi sepsis neonatorum awitan dini (SNAD) dan sepsis neonatorum awitan lambat (SNAL). Demam timbul bersamaan dengan mencret. warna kuning jernih. . yaitu . murmur (-). Pasien tidak terdapat perdarahan. Tanda klinis pada sepsis neonatorum tidak spesifik. tidak biru. glukosa darah dan elektrolit dalam batas normal. APGAR Score 6/8. jenis kelamin perempuan. Selama hamil ibu pasien rutin kontrol ke bidan sebanyak 1 kali per bulan. hipotermia. Tanda klinis sepsis neonatorum seperti: hipertermia. berhubungan dengan karakteristik kuman penyebab dan respon tubuh terhadap masuknya kuman. Akral hangat. pasien lahir langsung menangis namun lemah. hipotermia. Gentamisin 2x4 mg (iv). tidak terdapat lendir maupun darah segar. ikterik (-). Bunyi jantung 1-2 reguler. tidak kejang. Pemilihan antibiotik untuk terapi inisial mengacu pada jenis kuman penyebab tersering dan pola resistensi kuman di masing-masing pusat kesehatan. lahir tunggal.PENEGAKKAN DIAGNOSIS SEPSIS NEONATORUM Dibuat oleh: Adryansyah. Pendekatan diagnosis dilakukan sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum di bawah ini. Hasil laboratorium didapatkan anemia normositik normokrom. warna bening kental. sklera ikterik -/-. letargi. warna coklat kehitaman. dan pemeriksaan penunjang yang didapatkan serta disesuaikan dengan teori yang ada. Sepsis pada periode neonatal menunjukkan adanya penyakit sistemik simptomatik dan bakteri dalam darah. wheezing -/-. terlihat agak sesak. hasil pemeriksaan fisik. tidak terdapat kelainan bawaan. demam dirasakan sepanjang hari. dan tidak pernah mengkonsumsi obatobatan. tidak ada darah. muntah. trombosit.Monitor keadaan umum dan tanda vital Diskusi Dari ilustrasi kasus diatas. bising usus (+) normal. Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm. Suara nafas vesikuler +/+. dan timbul pada satu bulan pertama kehidupan. Kepala normochepal.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:26 oleh Ratih Juwita Abstrak Sepsis neonatorum adalah sindrom klinis yang terjadi akibat invasi mikroorganisme ke dalam aliran darah. merumuskan dari data anamnesis. NKB-SMK. Faktorfaktor yang mempengaruhi kemungkinan infeksi secara umum berasal dari tiga kelompok. fungsi hati. Keywords : Sepsis neonatorum awitan dini ec Serratia liquefaciens. Mencret disertai rasa mulas. sianosis (-). distensi abdomen. frekuensi napas 62 kali/menit. tidak ada riwayat kencing manis. suhu tidak diukur. kesulitan minum. terapi Oksigen nasal 0. Rawat inkubator (suhu 36. air lebih banyak dari ampas. bau biasa. Ibu mengaku selama hamil terdapat keputihan tidak terlalu banyak. apneu. frekuensi denyut jantung 134 kali/menit. pucat (-). jejas (-).

hitung trombosit. Sepsis Neonatorum.hipo/hiperkalemi. korioamnionitis. Sepsis Neonatorum dan Upaya Pencegahannya di RS Dengan Fasilitas Terbatas.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May.html Ratih Juwita Parwitasari 20060310015.miastenia gravis. dan infeksi saluran kemih (ISK) atau tersangka ISK yang tidak diobati. denyut jantung janin menetap >160 kali/menit dan ketuban berbau. . 2010. Anonim. muntah. Kesimpulan : Pada pasien ini penegakkan diagnosis yang cepat dan tepat akan mempermudah dalam pengobatan dan penyembuhan pasien agar memperoleh prognosis yang baik. kesulitan minum. 1992. Jakarta: EGC. distensi abdomen. Menurut Kongres European Perinatal Medicine ke II di London. Nelson. diperlukan analisa faktor risiko sepsis neonatorum. Jakarta. yaitu bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR) 950 gram dan usia gestasi 28 minggu (<37 minggu). keputihan yang tidak diobati. Ilmu Kesehatan Anak Jilid I Edisi III. Divisi Perinatologi. Ilmu Kesehatan Anak FKIK UMY RSUD Tidar Magelang.ikterik. Berat lahir <1000 gram disebut bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR). Diakses dari http://akperla. usia gestasi <37 minggu. Panduan Pelayanan Medis Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM. usia pasien 28 minggu termasuk dalam kategori bayi prematur. ibu demam saat intrapartum (suhu >38 ˚C). yaitu faktor risiko mayor: ketuban pecah >24 jam. Lima hari sebelum masuk rumah sakit anak menderita cacar air dengan panas tinggi. Dengan demikian. Guillain-Barre syndrome (GBS) merupakan penyebab utama paralisis flaksid akut di negara-negara Barat. Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm.blogspot. p403-10 2. 2012 [11:28 UTC] Abstrak Kelemahan tungkai adalah keluhan yang biasa ditemui pada kasus gangguan neuromuskular.Adanya gejala klinis yang tidak spesifik tersebut. bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) <1500 gram. hepatomegali. menit ke-5 <7). Masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi tersebut disebut Neonatus Kurang Bulan Sesuai untuk Masa Kehamilan (NKB-SMK). Kata kunci : Sindrom Guillain Barre. Pada pasien didapatkan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 menunjukkan adanya leukopenia dan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 didapatkan trombositopenia serta CRP positif. kehamilan ganda.blogspot. bayi kurang bulan (prematur) adalah bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). serta faktor risiko minor: ketuban pecah >12 jam. 2007. Faktor risiko positif bila terdapat minimal 1 faktor risiko mayor atau 2 faktor risiko minor. 2009. Deteksi GBS harus cermat sehingga komplikasi dapat segera diatasi dan dapat diberikan penatalaksanaan yang tepat. Penanganan Sindrom Guillain Barre pada Pediatri Dibuat oleh: Yanuar Surya Pratama. ibu demam saat intrapartum (suhu >37. maka diperiksa septic marker (hitung leukosit.racun botulisme.html 4.com/2010/01/sepsisneonatorum-dan-upaya. minimal 2 septic marker positif. p678 3.com/2009/06/sepsisneonaturum. IT rasio dan CRP). Diakses dari http://ilmudokter-aurora. anoreksia. Pada pasien ini terdapat 2 faktor risiko minor.paralisis akut Kasus Anak umur 6 tahun datang dengan keluhan utama kaki dan tangan tidak dapat digerakkan.5 ˚C). Sepsis Neonatorum. nilai APGAR rendah (menit ke-1 <5. dan diare. yaitu dengan mengetahui riwayat gejala bayi melalui anamnesis kepada ibu serta mengetahui faktor resiko penyebab terjadinya sepsis sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum Referensi : DAFTAR PUSTAKA 1. Mustarim. letargi.Penyebab lain adalah infeksi polio. Dengan adanya faktor risiko positif.

GBS termasuk dalam kelompok penyakit neuropati perifer Penatalaksanaan Awal Pada kasus berat.Hipokalemi Terapi RL 20 tpm Paracetamol 3x1/2 tab Vit B 1x1 tab Konsul saraf Diskusi Sindroma Guillain-Barre (GBS) atau disebut juga dengan radang polineuropati demyelinasi akut (AIDP). Sekitar 30% penderita membutuhkan bantuan ventilasi mekanik.pemeriksaan neurologis didapatkan GCS 456.mual (). 1996. Available from: http://emedicine. Pada kasus ini digunakan plasmaparesis dengan NaCl isotonik tanpa pemberian imunoglobulin karena tidak adanya obat. 4.nervi craniales dalam batas normal. gas darah arterial. tekanan darah.Miastenia Gravis.Miller Andrew. Kesimpulan Penatalaksanaan GBS perlu diperhatikan secara cermat dan tepat.com/article/792008-overview.meningeal sign (-). Tanda gagal nafas antara lain perburukan FVC. Pasien ini tidak memerlukan ventilator karena masih dapat bernafas spontan. Editors.. takikardia.muntah (-). dan biasanya dicetuskan oleh suatu proses infeksi yang akut. polyneuritis idiopatik akut. tetraparese. dan nafas cepat diantara percakapan pendek. Available from: http://bodyandhealth. selain itu kondisi pasien yang cepat memburuk tanpa dapat diprediksikan membuat penderita GBS membutuhkan perawatan inap untuk observasi fungsi respirasi. 2007]. tekanan maksimal respirasi. tekanan O2 arteri dibawah 70 mmHg serta tanda fatigue respirasi yang berat.Riw kelahiran baik.Anak hanya berobat ke bidan untuk menurunkan panas dan sembuh. dan fungsi otot bulbar harus selalu dimonitor selama fase progresif. Fenichel GM.Pada pemeriksaan fisik semua dalam batas normal. dan sindroma Landry Guillain Barre adalah suatu penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf perifer. terapi akut ditujukan terutama untuk melawan proses imunopatogenesis.kekuatan 2/2/2/2. Hal ini dikarenakan penyakit ini dapat melumpuhkan otot pernafasan sehingga dapat menyebabkan kematian.eutrofi. USA: ButterworthHeinemann. antara lain terapi pertukaran plasma (plasmapheresis) dan injeksi immunoglobulin dosis tinggi intravena (IVIG) Jadwal plasmapheresis berkisar antara 4 hingga 6 kali (40-50 ml/kg) dengan mesin kontinu selang sehari. Marsden CD. Diagnosis Paralisis Flaksid Akut DD Guillain Barre Syndrome.nyeri kepala (-).asp?channel_id=0&disease_id=325&sec tion_name=condition_info.reflek patologis (-). Intubasi dilakukan bila FVC kurang dari 12-15 ml/kg. Evaluasi adanya sesak napas perlu dilakukan untuk memikirkan keperluan pemakaian ventilator. sangat dibutuhkan alat bantu pernafasan serta perawatan khusus. Digunakan larutan saline dan albumin sebagai cairan pengganti plasma. dan hipoksemia akibat atelektasis. Neurology in clinical practice: the neurological disorders. Terapi Spesifik Imunopatogenesis dari penyakit GBS.nyeri perut (-).1911-16 3.Poliomyelitis. penderita harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU). 2nd edition. Monitoring FVC dilakukan setiap jam. antara lain kegagalan nafas dan disfungsi otonomik. jika FVC kurang dari 18 ml/kg atau terjadi disotonomia kardiovaskuler. Referensi 1. Polio Perancis.Guillain- . Terapi spesifik menggunakan imunoglobulin atau plasmaparesis. Tidak ada keluhan yang menyertai keluhan utama. [updated Dec 19.BAB (+). Daroff RB. p. Pengukuran maksimal forced vital capacity (FVC). Fatigue otot respirasi ditandai dengan keringat dingin.Bradley WG.canada. 2. paralisis asendens Landry. Sehari sebelum masuk rumah sakit cacar air sudah sembuh akan tetapi kaki dan tangan susah digerakkan dan anak tidak dapat bangun dari tempat tidur.status gizi kurang.BAK (+). Guillain-Barre Syndrome.reflek fisiologis (-).com/condition_info_popup.RPD dengan TB yang sudah dinyatakan sembuh.5 mmol/L.medscape.sesak (-). Manfaat terapi paling jelas apabila terapi dimulai 2 minggu setelah onset. Perhatian khusus terutama ditujukan pada perawatan suportif dan pencegahan komplikasi. Relaps terjadi pada 10% pasien dalam kurun waktu 3 minggu pasca-terapi. Lab dalam batas normal dengan K 3. poliradikuloneuritis idiopatik akut. [update 2009].Guillain-Barré Syndrome. Trakeostomi dilakukan bila diperkirakan bantuan nafas lebih dari 10 hari.klonus (-).

c. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang Kasus Pasien seorang laki-laki usia 46 tahun datang dengan keluhan teras sebah. 2012 [08:57 UTC] Abstrak Akut abdomenmerupakan suatu kegawatan pada abdomen dimana memerlukan tindakan segera untuk penanganannya.Barre Syndrome (GBS) Support Group. tidak tampak fraktur. mual dan nyeri perut tumpul pada seluruh lapang abdomen.2006310148.batas tegas. tampak gambaran hypoechoic dengan tepi hyperechoic. Peritonitis Generalisata Terapi Pro Laparatomi. bulat – bulat / lonjong di subcutis di daerah infraumbilical. iskemia dan perdarahan. yaitu sebagai berikut: 1. dilatasi usus. Jakarta. kontur ren dextra dan sinistra tidak jelas. Sagung Seto Penulis Yanuar Surya Pratama.pemeriksaan pelvis menunjukkan struktur tulang baik. sinar dari arah vertikal dengan proyeksi anteroposterior (AP).org/news/Guillain-Barre-Syndrome-GBS Guillain-Barré Syndrome. Keluhan dirasa setelah pasien mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya saat mengendarai kendaraan bermotor roda dua.SMF Ilmu Kesehatan Anak. Peritonitis.Tarwoto. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya defans musculer dan nyeri tekan di semua lapang abdomen. Injeksi Cefotaxime 2 x 1 Ampul. Peritonitis selain disebabkan oleh kelainan di dalam abdomen yang berupa inflamasi dan penyulitnya.com/guillain-barre_syndrome/article.Keputusan untuk melakukan tindakan bedah harus segera diambil karena setiap keterlambatan akan menimbulkan penyakit yang berakibat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. free air (+).medicinenet. Sebagian kelainan disebabkan oleh cidera langsung atau tidak langsung yang mengakibatkan perforasi saluran cerna atau perdarahan. Ns. Available from: http://www.dailystrength. Akut abdomen yang sering adalah peritonitis.2007. S.2012 PEMERIKSAAN PENUNJANG FOTO ABDOMEN pada PENEGAKAN DIAGNOSIS AKUT ABDOMEN et causa PERITONITIS GENERALISATA AKMAL FALAH 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May. Pasien mengaku setang motor mengenai perutnya. Diagnosis Akut Abdomen e. proyeksi . Ketepatan diagnosis dan penanggulangannya tergantung dari kemampuan melakukan analisis pada data anamnesis.htm 5. Tiduran miring ke kiri (left lateral decubitus = LLD). air fluid level (-). Pemeriksaan radiologi BNO 2 posisi hasil menunjukkan adanya peningkatan jumlah udara usus. 3.RSUD Saras Husada Purworejo. dengan sinar horizontal. Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Persarafan. Injeksi Ketorolac 2 x 1 Ampul. juga oleh ileus obstruktif. 2. Infus RL 20 tpm. Sedangkan pada pemeriksaan USG tampak cairan bebas intraabdominal pada horizon pouch. Injeksi Kalnex 2 x 1 Ampul Diskusi Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut. Keywords: Akut abdomen. Available from: http://www. vertebra spur (). Tiduran telentang (supine). dengan sinar horizontal proyeksi AP.Kep. Duduk atau setengah duduk (semi erect) atau berdiri kalau memungkinkan.

Pada posisi semi erect. Trauma Abdomen. ed:11. Ada dua tanda yang dapat membantu : tanda Rigler. Penulis Akmal Falah. Wiwiek S. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. Ilmu bedah gawat darurat. kelainan yang langsung dilihat dapat difoto untuk dokumentasi.514-526.Cipto Mangunkusumo. Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. dan tanda garis ligamentum falsiform hepatis yang terbentuk di kuadran kanan atas oleh udara bebas. fotoLLD pada abdomen bagian atas akan menunjukkan udara bebas dalam bentuk bulan sabit dengan densitas rendah di sebelah lateral dari tepi lateral lobus kanan hati. Kapita selekta kedokteran. Trauma Abdomen. Pada foto thorax tegak. Penatalaksanaan demam tifoid meliputi medikamentosa dengan antibiotik dan terapi suportif . udara berbentuk bulan sabit tampak di bawah hemidiafragma.W. Rs. Ketepatan diagnosis akan meningkat bila digunakan kontras ganda. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi. 3. yaitu adanya gas di dinding usus sisi manapun. tanda utama radiologi adalah: 1. suprohaita. RSUD SETJONEGORO WONOSOBO PENATALAKSANAAN DEMAM TIFOID pada ANAK USIA 10 TAHUN akmal falah 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah. sitologi atau patologi Foto thorax dan foto LLD abdomen sangat sensitif untuk mendeteksi udara bebas intraperitoneum dalam volume kecil ( < 5 ml ). Pada foto terlentang abdomen.AP . Wahyu I. jaringan atau cairan patologis dapat diambil untuk pemeriksaan kimia. Trauma Abdomen. Dudley a. Hamilton Bailey. yaitu kontras positif (barium) dan negatif (udara). Pada posisi LLD. pecahnya usus buntu atau karena sebab lain. Penyebab tersering gambaran ini adalah perforasi usus akibat luka atau trauma tembus dan infark dinding usus. dan adanya kekaburan pada cavum abdomen. Kesimpulan Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum yang merupakan pembungkus visera dalam rongga perut.Bagian Bedah Staf pengajar FKUI. UGM University Press. Bagian Ilmu Radiologi. didapatkan preperitonial fat menghilang. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen. 2012 [08:40 UTC] Abstrak Demam Tifoid ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. Bila tidak yakin apakah terdapat udara bebas intraperitoneum atau tidak.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May.f. dan gangguan kesadaran.Peritonitis dapat terjadi akibat suatu respon inflamasi atau supuratif dari peritoneum yang disebabkan oleh iritasi kimiawi atau invasi bakteri. Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut. Pada posisi supine. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah.1995.1992. Selain itu. psoas line menghilang. Foto kontras barium merupakan pemeriksaan yang penting dalam membantu menegakkan diagnosis curiga tumor.Dr. 2.51-57. 2000. didapatkan free air pada subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow).udara bebas sulit dideteksi. Udara sub diafragmatik harus dibedakan dengan pneumothoraks subpulmonal. gangguan pada saluran cerna. Soelarto Rekso Prodjo. Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi Referensi Arif Manjoer. Pemeriksaan Gastroduodenoskopi dilakukan bila ada keluhan dan tanda yang mencurigakan ke arah penyakit lambung dan atau duodenum serta untuk tindak lanjutnya Dengan endoskopi. 20060310152.

000. Di tempat ini komplikasi perdarahan dan perforasi intestinal dapat terjadi. tidak berkeringat dimalam hari. Mikroba Salmonella yang ikut makanan sampai di usus menembus mukosa usus halus. Berat Badan: 50kg. isi dan tegangan cukup. makanan yang tercemar atau terkontaminasi dan pakaian yang tercemar. tipe thorakoabdominal. demam tifoid Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan panas sejak 8 hari yang lalu.Pasien tidak memiliki riwayat batuk berdahat lebih dari 2 minggu. tidak berkapsul. Pada pemeriksaan fisik KU: Pasien Tampak Lemas. Salmonella paratyphi A. diet dengan nutrisi yang baik). Panas terjadi terus menerus. nafsu makan berkurang. melalui pembuluh limfe masuk ke peredaran darah. Sudah tidak buang air besar cair. suhu dirasakan naik turun. SGOT: 155 U/l. Salmonella Thiphi juga dapat memperoleh plasmid faktor-R yang berkaitan dengan resistensi terhadap multiple antibiotik. Mengantuk. diberikan infusKaEn 3B 2100 cc/24 jamuntuk membantu mencukupi kebutuhan cairan dan membantu jalur masuk obat parenteral. Penyakit ini disebabkan oleh mikroba gram negatif Salmonella SP. sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai jaringan Limfoid Plaque Peyeri di ilium terminalis yang mengalami hipertrofi. Diskusi Demam typhoid adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari satu minggu. bubur saring 3x1 porsi. Buang air kecil lancar.1°C. tidak nyeri saat BAB.Bdan C. tidak terdapat lendir atau darah. Seorang pasien anak laki-laki usia 14 tahun datang dengan keluhan demam naik turun sejak 12 hari sebelum masuk rumah sakit disertai diare. tidak ada riwayat kontak dengan penderita TB. lalu menurun di pagi hari. Vital Sign: Nadi: 96 kali permenit.9 g/dL. masuk aliran limfe dan mencapai kelenjar limfe . Tekanan Darah: 110/60MmHg. Pasien BAB cair 3 kali sehari. AT: 240. saat sore hari panas meninggi. tidak pilek. Widal TyO: 1/320 Diagnosis Demam Tifoid Terapi Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi penatalaksanaan medikamentosa diberikan cefotaxime sebagai antibiotik diberikan secara intravena dengan dosis 1 g 2 kali sehari. Kuman Salmonellathipi masuk tubuh manusia melalui mulut dengan makanan dan air yang tercemar. gangguan pencernaan dan gangguan kesadaran.(pemenuhan kebutuhan cairan dan kalori. Mempunyai makro molekul liposakarida kompleks yang membentuk lapis luar dari dinding sel dan disebut endotoksin. Dalam serum penderita terdapat zat anti (aglutinin) terhadap ketiga macam antigen tersebut. ke organ-organ terutama hati dan limpa. obat tidak dihabiskan. teratur.26 juta uL. Kuman Salmonella typhi kemudian menembus ke lamina propia. Penyebab dari demam typhoid adalah salmonella typhi yang merupakan bakteri gram negatif.95 uL. tidak batuk. Tinggi badan: 170cm. Respirasi: 24 kali permenit. setelah minum obat panas belum mereda. Mempunyai sekurangkurangnya tiga macam antigen yaitu antigen somatik (O) yang terdiri dari zat komplek oligosakarida. tidak menggigil. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung. menimbulkan radang dan membentuk tukak. Suhu: 39. diberikan makanan rendah serat. Salmonella typhi sangat resisten dan dapat hidup lama di air keruh. AE: 4. minum biasa. haus dan lemas. 1 hari SMRS pasien masih panas. mengadakan replikasi dan kemudian kembali ke darah dan menyebar ke kelenjar limfoid Ileum (Plaques Peyeri). minum normal/biasa. Salmonella yang banyak dikenal di klinis adalah Salmonella typhi. SGPT: 250 U/l. tidak anyang-anyangan. TKTPdan memperbaiki gizi pasien. tidak ada nyeri saat buang air kecil.67%. Kesadaran: Apatis-Somnolen. Widal TyH: 1/320. mempunyai flagella. BMI: 17. tidak membentuk spora fakultatif anaerob. tidak muntah. 4 hari SMRS pasien dibawa ke Puskesmas kemudian diberi 3 macam obat. Hb: 11. nafsu makan berkurang. paracetamol tiap 4-6 jam 3x1 tab bila panas. Keyword : antibiotik. Pada pemeriksaan penunjang : AL: 5.3 Kg/cm2. antigen flagelar (H) yang terdiri dari protein dan envelope antigen (VI) yang terdiri dari polisakarida. demam dirasakan tidak terlalu tinggi. menurut orang tua pasien berat badan naik dalam beberapa bulan. Hct: 36. lebih suka jajan di sekolah atau pinggir jalan.

Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis. Pemilihan antibiotik pada kasus demam tifoid sekarang perlu mendapat perhatian karena dilaporkan sudah banyak timbul resistensi pada sefalosporin generasi ketiga. Amoksisilin 100 mg/kgBB/hari. 2002. hati. pemenuhan kebutuhan cairan. Pada ensefalopati.mesenterial yang juga mengalami hipertrofi. Sefiksim 10 mg/kgBB/hari. Setelah melewati kelenjar-kelenjar limfe ini Salmonella typhi masuk aliran darah melalui ductus thoracicus. dibagi dalam 4 dosis selama 10-14 hari. dkk. eksperimental disimpulkan bahwa endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam dan gejala-gejala toksemia pada demam tyfoid. karena membantu terjadinya proses inflamasi lokal pada jaringan tempat Salmonella typhi berkembang biak. Satari HI. Garna H. REFERENSI Soedarmo SS. oral atau IV. bila perlu asupan cairan dan kalori diberikan melalui sonde lambung. 2004. Seftriakson 80 mg/kgBB/hari. Nelson Ilmu Kesehatan Anak. Kortikosteroid diberikan pada kasus berat dengan gangguan kesadaran. Wonosobo. Diet dengan makanan tidak berserat dan mudah dicerna. Pemeriksaan Laboratorium Dan Diagnosis Infeksi Saluran Kemih Pada Anak 5 Tahun . bila perlu berikan O2. Semula disangka demam dan gejala-gejala toksemia pada demam typhoid disebabkan oleh endotoksemia. Penuhi kebutuhan volume cairan intravaskuler dan jaringan. dibagi dalam 4 dosis selam 10 hari. PENULIS Akmal Falah. Arvin AM. dkk. Antibiotik yang dapat diberikan: Kloramfenikol (drug of choice) 50-100 mg/kgBB/hari. Kliegman R. dan pemeriksaan penunjang. 2000. Hadinegoro SR. RSUD Setjonegoro. dapat segera diberikan makanan yang lebih padat dengan kalori cukup. dkk. Salmonella typhi bersarang di plaque peyeri. Hasan R. 2008 Mansjoer A. dan gangguan kesadaran. Ilmu Kesehatan Anak. Behrman RE. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. limpa. dibagi 3 dosis hingga kesadaran membaik. oral atau IV. oral dibagi 2 dosis selama 10 hari. Tapi kemudian berdasarkan penelitian. terutama pada demam tinggi. Kotrimoksasol 6 mg/kgBB/hari. Kapita Selekta Kedokteran. oral selama 10 hari. EGC: Jakarta. Cairan dan kalori. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. serta diet makanan rendah serat dengan nutrisi yang baik . gangguan pada saluran cerna. Pelihara keadaan nutrisi. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. FKIK UMY.merupakan penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. Pada pasien ini penatalaksanaan meliputi tirah baring. Dapat diberikan setiap 4 jam apabila suhu tubuh pasien tidak juga turun. Antipiretik dapat diberikan Parasetamol dengan dosis 10 mg/kgBB/kali. Endotoksin salmonella typhi berperan pada patogenesis demam tyfoid. Demam pada tyfoid disebabkan karena Salmonella typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan penglepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang. KESIMPULAN Di Indonesia demam tifoid merupakan penyakit endemis. jumlah kebutuhan cairan dikurangi menjadi 4/5 kebutuhan dengan kadar natrium rendah. 2000. Pusponegoro HD. Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. setelah demam reda. pemeriksaan fisik. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. Pertahankan oksigenasi jaringan. oral dibagi dalam 2 dosis selama 10 hari. Deksametason 1-3 mg/kgBB/hari IV. Kuman-kuman salmonella typhi lain mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus. pemberian antibiotik dan antipiretik. dan bagian-bagian lain sistem retikuloendotelial. Koreksi gangguan asam basa dan elektrolit. muntah atau diare. Pasien ini didiagnosis demam tifoid berdasarkan anamnesis. 20060310152 Bagian Ilmu Kesehatan Anak.

sakit sekitar pinggang (-). berat badan tidak naik. Pada neonatus usia 2 bulan. Jumlah leukosit yang dianggap bermakna adalah >10 / lapang pandang besar (LPB). ISK merupakan penyakit penting pada anak.Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May. Apabila ditemukan satu atau lebih kuman pada pemeriksan . Pasien didiagnosis sebagai infeksi saluran kemih. hematuria (eritrosit > 5 LPB) Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine Pemeriksaan penunjang lain digunakan unuk mencari faktor resiko seperti USG perut dan bila perlu dilanjutkan dengan miksio sisto uretrogram (MSU) dan pielografi intravena (PIV) Pemeriksaan Mikroskopik Urin Pemeriksaan mikroskopik dilakukan untuk menentukan jumlah leukosit dan bakteri dalam urin. mengompol. anyang anyangan (polakisuria) dan bau kencing yang menyengat. mual (). terasa panas (+). pilek (-).V ) selama 7-10 hari ◦ Antipiretik Paracetamol tab : 10-15 mg/kgBB/kali : 3 x 1/3 tab (bila panas) Diskusi Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih. tidak pernah mengunakan pempers. 2012 [15:17 UTC] Abstrak Infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyakit yang sering ditemukan pada anak. Pada kelompok usia ini angka ISK mencapai 5%. kelainan pada organ genitalia eksterna seperti fimosis. ISK dapat menyebabkan komplikasi berupa batu saluran kemih. muntah. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan urin (kencing) dijumpai protein. Pada anak kurang dari 10 tahun ISK ditemukan pada 3. Pemeriksaan langsung kuman patogen dalam urin sangat tergantung kepada pemeriksa. BAK jernih. nyeri saat BAK (+). di samping infeksi saluran cerna. Langkah diagnostik untuk menegakkan ISK antara lain : Anamnesa. merasa ada benjolan pada perut (-). nyeri tekan perut bawah (supra simfisis).Dibuat oleh: Nur Aini Abd. Kasus Seorang pasien anak laki-laki usia 5 tahun dengan berat badan 15 kg datang dengan keluhan pasien merasa sakit perut daerah bawah pusat sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit yang makin meningkat. epispadia. Bila tidak ditanggulangi secara serius. Apabila didapat leukosituri yang bermakna. BAB Baik seperti biasanya tidak keras ataupun cair 1x perhari. ataupun gagal ginjal yang memerlukan tindakan cuci darah atau cangkok ginjal. BAK menjadi keruh. perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan kultur. ISK merupakan penyebab demam kedua tersering setelah infeksi akut saluran napas atas pada anak usia kuran 2 tahun. tidak membaik saat berubah posisi. R Balatif. ISK pada neonatus kurang bulan adalah sebesar 3% sedangkan neonatus cukup bulan 1%. Pertumbuhan bakteri mencapai lebih dari 100. perlu mengenal ISK sedini mungkin agar dapat ditata laksana dengan adekuat untuk menghindari akibat yang lebih buruk. kelainan tulang belakang seperti spina bifida.1% anak lelaki. nyeri ketok pinggang (sudut kostovertebra). nyeri perut atau pinggang. gejalanya dapat menyerupai infeksi atau sepsis berupa demam. mencret. muntah (-) panas hilang timbul. Diagnosis infeksi saluran kemih Terapi pada kasus ini diberikan ◦ Infus Ringer laktat 15 tetes permenit ◦ Antibiotik pilihan : Gol. Pemeriksaan fisik Dijumpai demam. karena menyebabkan gejala tidak menyenangkan pada anak. apatis. problem minum dan sianosis (kebiruan) Pada bayi gejalanya berupa demam. pemeriksaan laboratorium. berat badan sukar naik atau anoreksia Pada anak besar gejalanya lebih khas seperti sakit waktu kencing. Seflosporin : cefotaxim 150 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis : 4 x 525 mg (I. anoreksia. meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. hipospadia. frekuensi kencing meningkat. leukosit (Leukosit > 5 LPB). Karena itu. dari asimtomatik sampai gejala sepasis yang berat. infeksi saluran kemih.5% anak perempuan dan 1. keyword : Diagnosis. tidak terjatuh atau terbentur sebelumnya.000 unit koloni per ml urine segar pancar tengah (midstream urine) pagi hari digunakan sabagai batasan diagnosis ISK. dari pemeriksaan lab urine rutin ditemukan lekosit yang meningkat dalam urin. Gambaran klinis ISK sangat bervariasi dan sering tidak khas. Diagnosis yang cepat dan akurat dapat mencegah penderita ISK dari komplikasi pembentukan parut ginjal dengan segala konsekuensi seperti hipertensi dan gagal ginjal kronik. hipertensi.

Jakarta. Jakarta: WHO Indonesia 3.Kesadaran . Kata Kunci : Fraktur femur.langsung. Kesulitan berjalan (+). Standar Pelayanan medis Kesehatan Anak. Stase Ilmu Kesehatan Anak. Jika diperoleh jumlah koloni antara 103 . ed. Diagnosis bakteriologik infeksi saluran kemih dengan biakan urin. Diagnosis and management urinary tract infections : asymptomatic bacteriuria. 3 – 14. Kasus : Pasien laki -laki 32 tahun datang dengan keluhan nyeri paha tengah setelah jatuh dari sepeda motor. Pedoman pelayanan Kesehatn Anak di Rumah Sakit rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten. Pada spesimen urin suprapubik. 2009. Enday Sukandar. Lokakarya pemeriksan laboratorium klinik pada penyakit infeksi. 4.Sudoyo. Imobilisasi.Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May. 2004. cystitis and pyelonephritis. 2012 [15:16 UTC] ABSTRAK : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. R Balafif / 20060310038. perlu dilakukan pemeriksaan kultur. Edisi IV. dan pemeriksaan penunjang. luka luar pada paha (-). Yogyakarta. Ganbaran Radiologi Pada Pasien dengan Fraktur Femur Dibuat oleh: Nur Aini Abd. In: Aru W. Bila jumlah koloni yang tumbuh > 105 koloni/ml urin. Kumalawati J. KU : tampak kesakitan .105 koloni / ml urin. Bila >3 jenis bakteri yang terisolasi. Referensi 1. meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. Primary Care Case Review 2001 (4) . Sedangkan bila hanya tumbuh koloni dengan jumlah < 103 koloni / ml urin. Penulis Nur Aini Abd. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. World Health Organization. Kriteria untuk diagnosis bakteriuria bermakna Penegakkan Diagnosis Jumlah koloni bakteri per ml urin Pengambilan spesimen Sistitis akut nonkomplikata pada wanita > = 103 cfu/ml Urin pancaran tengah Pielonefritis nonkomplikata pada wanita >=104 cfu/ml Urin Pancaran Tengah ISK komplikata > 105 cfu/ml > 104 cfu/ml Urin Pancaran tengah pada wanita Kateter (wanita) Algoritme penanggulangan ISK : Kesimpulan Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih. Siti Setiati. Kultur Urin Deteksi jumlah bermakna kuman patogen (significant bacteriuria) dari kultur urin masih merupakan baku emas untuk diagnosis ISK. RSUD Saras Husada. R Balatif. Marcellus Simadibrata K. lokasi serta ekstensi fraktur. maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. Bakteriuria asimtomatik ditegakkan apabila 2 urin kultur bakteri strain sejenis diambil >24jam menunjukkan bakteriuria sebanyak >= 105 cfu/ml. maka kemungkinan besar bahan urin yang diperiksa telah terkontaminasi Tabel 3. Bambang Setiyohadi. Radiologi. maka dapat dipastikan bahwa bakteri yang tumbuh merupakan penyebab ISK. Infeksi Saluran Kemih Pasien Dewasa. Penegakan diagnosa ISK melalui anamnesa. Pusponegoro. 5. Faktor yang dapat mempengaruhi jumlah kuman adalah kondisi hidrasi pasien. 1993. Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine. frekuensi berkemih dan pemberian antibiotika sebelumnya . Bagian Patologi Klinik FKUI-RSCM. berapapun bakteri yang terdapat pada urin adalah relevan. maka bakteri yang tumbuh kemungkinan besar hanya merupakan kontaminasi flora normal dari muara uretra. pemeriksaan fisik. McBryde C. 2007. Perlu diperhatikan pula banyaknya jenis bakteri yang tumbuh. kemungkinan kontaminasi belum dapat disingkirkan dan sebaiknya dilakukan biakan ulang dengan bahan urin yang baru. Indonesia: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI. Redington J. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. Idrus Alwi. 553-557. IDAI 2. Hardiono dkk.

Dua kali dilakukan foto. Wim De Jong. Untuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi. Untuk konfirmasi adanya fraktur. 1995. RG. Untuk menentukan fraktur itu baru atau tidak. d. Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler. N : 92x/m. 2012 [23:30 UTC] Abstrak Hipermetropi merupakan keadaan dimana kekuatan pembiasan sinar pada mata tidak cukup kuat untuk memfokuskan sinar pada bintik kuning (macula lutea). foto pertama biasanya tidak jelas sehingga biasanya diperlukan foto berikutnya 10-14 hari kemudian.Rontgen Femur dextra AP/Lat: Kompleta communited fraktur femur dextra 1/3 medial cum angulationem. Kesimpulan : Untuk membantu menegakkan diagnosis pada fraktur femur dapat dilakukan pemereiksaan radiologi berupa foto AP dan lateral femur. 2008.: Compos Mentis. Atlas Anatomi Manusia. Dua trauma. Petunjuk Membaca Foto untuk Dokter Umum. ed revisi. Palmer. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. R Balafif. dilakukan sekurang-kurangnya yaitu pada anteroposterior dan lateral. Pada fraktur tertentu misalnya fraktur tulang skafoid. Djoko Simbardjo. 3.Vital Sign :TD : 140/80. RSUD Saras Husada. Dua posisi proyeksi. Untuk menentukan teknik pengobatan. 2010. maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. http://mukipartono. Tomogram. g. Pemeriksaan radiologis dilakukan dengan beberapa prinsip dua: a. Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley.com/osteoartritis/ Sjamsuhidajat R. e. b. R. Putz. Apley. dapat juga diakukan pemeriksaan radiologi lainnya seperti : bone scans. RGC. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. Untuk melihat sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya. Hipermetropia merupakan kelainan refraksi dimana dalam . Sjahriar R. Status Lokalis Regio Femoralis :Pada regio femoralis dextra tampak terpasang spalk. R. 2005. Pabst. Radiologi Diagnostik. Referensi 1. 2002. ed kedua. misalnya peluru . Bone scans. Penulis Nur Aini Abd. sehingga mata menfokuskan sinar di belakang retina. Aposisi kurang baik dan alignment jelek Diagnosis : Kompleta communited Fraktur Femur dextra 1/3 medial Diskusi : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. R : 24x/m. Jakarta. ed 21. d. Fraktur Batang Femur. 2005. Pada anak-anak sebaiknya dilakukan foto pada ke dua angota gerak terutama pada fraktur epifisis. Radiologi Diagnostik FK UI. 20060310038. Ekayuda. Edisi kedua. b. Untuk menentukan apakah fraktur intra-artikuler atau ekstra-artikuler. Malueka. Jawa Tengah. I. Buku Ajar Ilmu Bedah. Partono. rontgen tersebut juga dapat digunakan untuk membantu memudahkan dalam perencanaan orif. Bagian Ilmu Radiologi. di atas dan di bawah sendi yang mengalami fraktur. c. Muki. Purworejo. AG. Jakarta: 1998. Pustaka Cendekia Press. Radiologi Diagnostik.. Yogyakarta. PES dkk. 2009. nyeri gerak aktif nyeri gerak pasif dan krepitasi sdn . Jakarta: EGC. Osteoarthritis.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Penatalaksanaan OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi pada Pasien Usia 60 Tahun Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. Jakarta. Dalam: Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan : a. Bagian Bedah FKUI. b. atau MRI Scans. 4. e. lokasi serta ekstensi fraktur. untuk menentukan letak dan bentuk pasti dari frakturnya. Kab. pada trauma yang hebat sering menyebabkan fraktur pada dua daerah tulang. Jakarta: Widya Medika. Sobbota.Tujuan pemeriksaan radiologis : a. f. EGC. c. Untuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang Untuk melihat adanya benda asing. Dua sendi pada anggota gerak dan tungkai harus di foto. 2. FKUI. T :afebris. GCS E4V5M6 . Dua anggota gerak.

00 D. mata tidak melakukan akomodasi bila melihat obyek yang berjarak 33 cm. Dengan kacamata positif tebal akan terjadi kesukaran melihat seperti gangguan penglihatan tepi dan aberasi sferis. maka lensa S +3. 50 tahun ——— +2. Penanganan presbiopia adalah dengan membantu akomodasinya menggunakan lensa cembung (plus). dan sinar-sinar divergen yang datang dari benda-benda yang jaraknya dekat dibiaskan lebih jauh lagi di belakang retina. Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat. Hal ini untuk memberikan istirahat pada mata akibat hipermetropia fakultatifnya diistirahatkan dengan lensa positif.00 D dan OS add sferis + 3.50 D dekat didapatkan OD add sferis + 3. Untuk visusuntuk koreksi OD 6/7.50 D untuk melihat dekat atau membaca •OS: Kacamata lensa sferis + 3. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7. Jika penderita presbiopia juga ingin memakai kacamata untuk penglihatan jauhnya. Pada pasien hipermetropia aksial memerlukan kekuatan lensa yang lebih tinggi untuk menggeser sinar ke macula lutea dibanding dengan hipermetropia lain. R. dan OS 6/6. Addisi adalah perbedaan dioptri antara koreksi jauh dengan koreksi dekat.keadaan mata istirahat semua sinar sejajar yang datang dari benda-benda pada jarak tak terhingga dibiaskan dibelakang retina.00 D adalah lensa plus terkuat sebagai addisi yang dapat diberikan pada seseorang. Pada keadaan ini. Refraksi ISI Pasien Ny. Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh. Presbiopia. maka ukuran dioptri lensa cembung itu diaplikasikan ke dalam apa yang disebut sebagai addisi. Sedangkan 6/6.5 sferis + 0. penting untuk memperhatikan kebutuhan jarak kerja penderita pada waktu membaca atau melakukan pekerjaan sehari – hari yang banyak membutuhkan penglihatan dekat. 55 tahun ——— +2. Lensa bifocal atau multifocal dapat dipilih jika penderita presbiopia menginginkan penglihatan jauh dan dekatnya dapat terkoreksi. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Presbiopi. atau mempunyai status refraksi ametropia. Jika penderita merupakan seseorang yang dalam pekerjaannya lebih dominan menggunakan penglihatan dekat.00 D untuk melihat dekat atau membaca DISKUSI Pada hipermetropia diperlukan lensa cembung atau konveks untuk mematahkan sinar lebih kuat ke dalam lensa.00 D. di mana kemampuan akomodasi seseorang telah mengalami penurunan sehingga sampai pada tahap di mana penglihatan pada jarak dekat menjadi kurang jelas dan terjadi pada orang yang telah lanjut usia (diatas 40 tahun).5 dan OS 6/6. Karena jarak baca dekat pada umumnya adalah 33 cm. opia = vision = penglihatan) merupakan keadaan normal sehubungan dengan usia. Lensa. Keyword : Hipermetropi. Pada setiap kekuatan lensa +1 dioptri akan terjadi pembesaran benda yang dilihat sebesar 2%. Dalam menentukan nilai addisi. Penderita yang memakai kacamata positif akan terlihat seolah-olah matanya menjadi besar. Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya. Keluhan serupa pada keluarga (-).00 D tersebut.00 D dan koreksi visus dengan lensa sferis + 0. Selain dengan lensa kacamata. lensa jenis fokus tunggal (monofocal) merupakan koreksi terbaik untuk digunakan sebagai kacamata baca. yang biasa juga disebut penglihatan tua (presby = old = tua. Pasien dengan hipermetropia sebaiknya diberikan kaca mata sferis positif terkuat atau lensa positif terbesar yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama.50 D.00 D. Pengobatan hipermetropia adalah diberikan koreksi hipermetropia manifes dimana tanpa siklopegia didapatkan ukuran lensa positif maksimal yang memberiakn tajam penglihatan normal. presbiopia juga dapat dikoreksi dengan lensa kontak multifocal. yang .50 D. Berikut ini merupakan addisi rata – rata yang ditemukan pada berbagai tingkatan usia : 40 tahun ——— +1.00 D. Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda. karena obyek tersebut berada pada titik focus lensa S +3. 60 tahun ——— +3. 45 tahun ——— +1. DIAGNOSIS OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi TERAPI •OD: Kacamata lensa sferis + 3.

In: Vaughan DG. di mana salah satu mata dikondisikan hanya bisa untuk melihat jauh saja. 2012 [23:22 UTC] Abstrak Hilangnya kesadaran karena induksi anestesi berhubungan dengan hilangnya pengendalian jalan nafas dan reflek-reflek proteksi jalan nafas. Pengendalian jalan nafas dalam anestesi. Hanya saja. Pasien terdiagnosa OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi. Ilmu Penyakit Mata. respiration rate 18x/menit. tidak memiliki riwayat hipertensi. karena membutuhkan perlakuan dan perawatan secara khusus. Asbury T. Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda. In: Ilyas S. KESIMPULAN Pada Kasus ini. Ilmu Bagian Penyakit Mata. circulating : tekanan darah 110/70 . Alat koreksi yang dipakai bisa berupa lensa kacamata atau lensa kontak. 3rd ed. 14th ed. tidak terdapat suara ronkhi. RSUD Panembahan Senopati. Bantul. LMA bukanlah suatu penggantian endotrakheal.Riordan-Eva P. Hasil dari pemeriksaan fisik. Keluhan serupa pada keluarga (-). Airway: clear. tidak memiliki riwayat alergi. LMA adalah alat supra glotis airway. 3rd ed. Jakarta: 1983 Penulis Barii Hafidh Pramono. Optik & Refraksi.00 D dan OS add sferis + 3. Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya. dan mata yang satunya lagi dikondisikan hanya bisa untuk melihat dekat. Ilmu Penyakit Mata. Pasien Ny. 2000. Oftalmologi Umum. Alih Bahasa: Pendit BU. Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat. tidak setiap orang dapat menggunakan lensa kontak ini. Tajam Penglihatan dan Kelainan Refraksi Penglihatan Warna. Referensi 1. tidak memiliki riwayat penyakit jantung.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May.00 D. maka dari itu sangatlah penting untuk mengendalikan jalan nafas pasien saat dilakukan operasi. tidak memiliki riwayat diabetes melitus. White OW. M II. R.5 dan OS 6/6. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma. In: Wijana N. Ada beberapa orang yang dapat menggunakan metode ini. 2. Untuk visus dekat didapatkan OD add sferis + 3. didesain untuk memberikan dan menjamin tertutupnya bagian dalam laring untuk ventilasi spontan. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7. sementara sebagian besar yang lain dapat pusing – pusing atau kehilangan kedalaman persepsi atas obyek yang dilihat. 2009.tersedia dalam bentuk lensa kontak keras maupun lensa kontak lunak. Manajemen Jalan Nafas ISI Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. RiordanEva P. 2012 Manajemen Jalan nafas dengan Laryngeal Mask Airway pada Pasien Appendiktomi dengan ASA I Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. 3. Metode lain dalam mengkoreksi presbiopia adalah dengan tehnik monovision (penglihatan tunggal).Ilyas S. Keyword : Anastesia. dan OS 6/6. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu.5 sferis + 0. Yogyakarta. Breathing: spontan. Jakarta: Widya Medika. ketika pemakaian endotrakheal menjadi suatu indikasi. salah satunya dapat dengan menggunakan LMA. Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya. Indikasi pemasangan LMA yaitu sebagai alternatif dari ventilasi face mask atau intubasi endotrakheal untuk manajemen airway. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh. LMA.50 D 6/6. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama. Refraksi.Wijana N. pada penatalaksanaan dificult airway yang diketahui atau yang tidak diperkirakan. terdapat suara dasar vesikuler. Sedangkan untuk koreksi OD 6/7.

bukti-bukti baru menunjukkan bahwa karena tidak ditempatkan dalam trakhea. Pasien dikategorikan ASA I. hemodynamic response and emergence characteristic. 82 : 129 – 133 2. Airway: clear. DIAGNOSIS Appedensitis Akut TERAPI •Appendictomy DISKUSI Pada pasien ini. Saat pelaksanaan operasi. yang disebabkan oleh tetanospasmin. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma. Budac S. atau komplians paru rendah (misalnya penyakit restriksi jalan nafas) yang memerlukan tekanan inspirasi puncak lebih besar dari 30 cm H2O. Ilmu Bagian Anastesiologi dan Reanimasi. The ProSeal laryngeal mask airway . ProSeal LMA yang memiliki lubang untuk memasukkan pipa nasogastrik dan dapat digunakan ventilasi tekanan positif. Breathing: spontan. 52 : 739 – 760 3. RSUD Panembahan Senopati. Survey of Laryngeal mask airway usage in 11910 patients : safety and efficacy for conventional and nonconventional usage. Secara tradisional. juga pemasangan bronkhoskop. sehingga pengendalian jalan nafas dengan LMA dapat dilakukan. lambung yang penuh (misalnya kehamilan. LMA memiliki kelebihan istimewa dalam menentukan penanganan kesulitan jalan nafas dibandingkan combitube. Tuman KJ. M II. tetanus umum terdiri atas 3 derajat. KESIMPULAN Pada Kasus ini. Lee G. a review of the literature. hernia hiatal). suatu toksin protein yang kuat yang dihasilkan oleh Clostridium tetani.Verghese C. 99 : A571 Penulis Barii Hafidh Pramono. heart rate 78 x/menit. LMA yang tidak dapat dipakai ulang. respiration rate 18x/menit. Brimacombe JR. untuk memfasilitasi ventilasi dan pemasangan endotrakheal tube pada pasien dengan difficult airway. heart rate 78 x/menit. Moric M. dissability : compos mentis. Bantul. Anesthesiology 2003 . akan tetapi. yakni derajat I atau ringan. Penggunaan LMA meningkat untuk menggantikan pemakaian face mask dan endotrakheal tube selama pemberian anestesi. tidak terdapat suara ronkhi. Pasien dikategorikan ASA I. Referensi 1. Kontraindikasi untuk LMA adalah pasien dengan kelainan faring (misalnya abses). Avramov MN. tidak memiliki riwayat diabetes melitus.El-Ganzouri A.Proseal laryngeal mask airway versus endotracheal tube : ease of insertion. sumbatan faring. LMA dipilih sebagai manajemen airway karena merupakan alternatif dari ventilasi face mask. circulating : tekanan darah 110/70 mmHg. Can j Anesth 2005 . dissability : compos mentis. tidak memiliki riwayat hipertensi. Pada pasien ini tidak ditemukan kontraindikasi untuk pemakaian LMA.Cook TM. pasien dibius secara general anestesi melalui inhalasi dan untuk pengendalian jalan nafasnya dilakukan dengan LMA. Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. dan Fastrach LMA yang dapat memfasilitasi intubasi bagi pasien dengan jalan nafas yang sulit. terdapat suara dasar vesikuler. Hasil dari pemeriksaan fisik. Ada 4 tipe LMA yang biasa digunakan: LMA yang dapat dipakai ulang. tidak memiliki riwayat alergi.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. penggunaan LMA dihubungkan dengan kejadian bronchospasme lebih kurang dari pada dengan endotrakheal tube. 2012 Pemberian Diazepam Terhadap Pasien Generalized Tetanus Grade II Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. derajat II . tidak memiliki riwayat penyakit jantung. LMA dihindari pada pasien dengan bronkhospasme aatau resistensi jalan nafas tinggi.mmHg. Anesth Analg 1996 . Nolan JP. dan untuk membantu ventilasi selama bronchoscopy fiberoptic. 2012 [23:20 UTC] Abstrak Tetanus adalah Gangguan neurologis yang ditandai dengan meningkatnya tonus otot dan spasme. Yogyakarta.

atau sedang, derajat III atau berat. Derajat I atau ringan bercirikan masa inkubasi lebih dari 14 hari, periode onset > 6 hari, trismus positif tapi tidak berat, sukar makan dan minum tetapi disfagi tidak ada, lokalisasi kekakuan dekat dengan luka berupa spasme disekitar luka dan kekakuan umum terjadi beberapa jam atau hari. Derajat II atau sedang bercirikan masa inkubasi 10-14 hari, periode onset 3 hari atau kurang, trismus dan disfagi ada, kekakuan umum terjadi dalam beberapa hari tetapi dispnoe dan sianosis tidak ada. Derajat III atau berat bercirikan masa inkubasi < 10 hari, periode onset < 3 hari, trismus dan disfagia berat, kekakuan umum dan gangguan pernapasan asfiksia, ketakutan, keringat banyak dan takikardia. Keyword : Berat, Ringan, Sedang, Tetanus ISI Penderita laki-laki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahan-lahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). DIAGNOSIS Generalized Tetanus Grade II TERAPI •O2 2L/menit •Infus NaCl + diazepam IV ampul •Infus Metronidazole •ATS 100.000 u/i.v selama 2 hari •Mecobalamin 1 ampul/ i.v •Rawat Luka DISKUSI Diazepam, turunan benzodiazepin, telah lama dilaporkan efektif dalam pengobatan tetanus. Selanjutnya, beberapa laporan lain menyatakan bahwa diazepam dibandingkan dengan agen terapeutik lainnya menawarkan manfaat yang signifikan dalam pengobatan tetanus. Manfaat ini diberikan ke antikonvulsan dikombinasikan dan tindakan relaksasi otot kejang otot pada tetanus dan kekakuan. Juga, ia memiliki efek sedatif dan ansiolitik. Tidak seperti barbiturat, diazepam, diberikan dalam dosis tinggi, dilaporkan menyebabkan depresi pernapasan kecil. Diazepam dapat diberikan secara oral melalui selang nasogastrik, rektum, atau dengan infus intravena. Diazepam intramuskular ditandai dengan penyerapan menentu. Bioavailabilitas setelah pemberian oral dan rektal diazepam dilaporkan menjadi baik, dengan hampir lengkap plasma tingkat penyerapan dan puncaknya terjadi dalam 30-90 menit. Algoritma pemberian diazepam apabila pasien datang dengan keluhan kejang maka diberikan diazepam 10 mg i.m. kemudian dievaluasi, apabila masih kejang berikan lagi 10 mg maksimal 3x pemberian. Apabila masih kejang, maka masuk ICU. Namun apabila sudah tidak kejang masuk ke maintenance dimana alur ini sama dengan pemberian diazepam saat pertama kali dan langsung tidak kejang. Maintenance ini diberikan dengan dosis 20mg/kgBB/24 jam diberikan dalam 8 dosis setiap 3 jam. Apabila tidak kejang dalam 48-72 jam maka dosis diturunkan 10-15%. Apabila masih kejang, maka dosis dinaikkan perlahan dan jarak interval dosis menjadi 2 jam. KESIMPULAN Pada kasus ini, penderita lakilaki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahanlahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). Pemberian diazepam pada pasien ini ternyata efektif sebagai pemberian terapi antikonvulsan dan sebagai relaksasi kejang otot dan kekakuan otot. Referensi 1.Weinberg WA. Control of the neuromuscular and convulsive manifestations of severe systemic tetanus: case report with a new drug Valium (Diazepam). Clinical Pediatrics 1964;71:226-8. 2.Rey M, Diop-Mar I, Robert D. Tetanus: Important new concepts. In: Veronesi R, editor(s). Excerpta Medica. Amsterdam, 1981:207-37 3.Arrate JK, Ugidos M, Garcia Rodrigo. Neonatal tetanum treatment with high doses of diazepam. Espanoles de Pediatria 1980;13:243-6. 4.Fox GS, Wynands JE, Bhambhami M. A clinical comparison of diazepam and thiopentone as induction agents to general

anaesthesia. Canadian Anaesthetists' Society Journal 1968;15:281-90. 5.Dalen JE, Evans GL, Banas JS, Brooks HL, Paraskos JA, Dexter L. The haemodynamic and respiratory effects of diazepam (Valium). Anesthesiology 1969;30:259-63 Penulis Barii Hafidh Pramono, Ilmu Bagian Penyakit Syaraf, RSUD Panembahan Senopati Bantul, Yogyakarta. 2012

Penggunaan Kortikosteroid pada Pasien Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:14 UTC] Abstrak Asma bronkhial adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, reversibel dimana trakeobronkial berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. Asma bronkhial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubahubah baik secara spontan maupun hasil pengobatan. Asma bronkhial tebagi atas tiga macam serangan yakni serangan ringan, sedang, dan berat. Selain itu asma bronkhial juga terbagi tiga episodik yakni episodik jarang, sering dan resisten. Keyword : Asma Bronkhial, Serangan, Episodik. ISI Pasien Ny. E.W usia 47 tahun datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Pasien mengaku belum minum obat apapun sebelumnya. Pasien juga bukan pengguna obat semprot untuk sesak nafas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. BAK (+) BAB (+) normal seperti biasa. Suami pasien bukan perokok. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+), dan tidak ada peningkatan apapun pada pemeriksaan laboratorium. DIAGNOSIS Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang. TERAPI •infus RL 8 tpm •nebulizer ventolin ampul/8 jam à k/p •acitromisin 1x500 •ambroxol 3x1 •metilprednisolon ¼ ampul/ 12 jam •salbutamol 3x2 mg DISKUSI Salah satu teori mengemukakan bahwa kortikosteroid dapat membentuk makrokortin dan lipo-modulin yang bekerja menghambat fosfolipase A2 membentuk leukotrien. Prostaglandin, tromboksan dan metabolit asam arakidonat lain. Kinerja makrokortin terhadap fosfolipase A2. Mekanisme kerja steroid yang lain adalah menghalangi pembentukan mediator oleh sel inflamasi, menghalangi penglepasan mediator dan menghalangi respons yang timbul akibat lepasnya mediator. Kortikosteroid dapat menekan pembentukan mast netrofil, eosinofel, kininogen di plasma. Selain itu juga dapat menghambat penglepasan basofil, makrofag, eosinofil, basofil. Kortikosteroid juga mampu menghalangi penggabungan terhadap leukosit. Kortkosteroid tidak dapat merelaksasi otot polos jalan nafas secara langsung tetapi dengan jalan mengurangi reaktifitas otot polos disekitar saluran nafas, meningkatkan sirkulasi jalan nafas, dan mengurangi frekuensi keparahan asma jika digunakan secara teratur. Cara pemberian yang paling baik adlah inhalasi. Pemakaian kortikosteroid jangka panjang dapat menurunkan kebutuhan terhadap kortikosteroid sistemik. Pada pemakaian kortikosteroid inhalasi jangka panjang dapat timbul efek samping kandidiasis orofaring, disfonia. Efek smaping itu dapat dicegah dengan pemakaian spacer atau dengan

mencuci mulut sesudah pemakaian alat. Obat kortikosteroid sistemik diberikan apabila obat ibhalsi masih kurang efektif dalam mengontrol asma. Obat sistemik juga diberikan pada saat terjadi serangan asma yang berat. Pada penderita asma akut berat ternyata pemberian kortikosteroid intravena yakni triamnisolon asetonid 40 mg memberikan perbaikan klinis dan faal paru yang lebih baik secara bermakna. Contoh obat kortikosteroid inhalasi, beclomethasone dipropionate bentuk sediaan inhalasi aerosol dengan dosis 200 µg 2x sehari, budesonide bentuk inhalasi aerosol 200 µg 2x sehari serbuk inhalasi dengan dosis 200-1600 µg sehari, dan fluticasone inhalasi aerosol 100-250 µg 2x sehari KESIMPULAN Pasien Ny. E.W datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+). Pada pasien ini diberikan kortikosteroid sebagai salah satu terapi yang direncanakan. Referensi 1.Feek MC. Oral corticosteroid use. Medicine Digest Asia 1992;10:1720.Medical Progress 1995;22:18-25. 2.Brogden RN, Tavish DM. Budesonide its use updated. Medical Progress 1993;20:19-21. 3.Ikhsan M, Yunus F, Mangunnegoro H. Efek beklometason dipropionat dan ketotifen terhadap hiperaktivitas bronkus pada penderita asma. J Rerpir Indo 1995;15:146-55. 4.Park CS. Use of inhaled corticosteroids in adult with asthma. Medical Progress 1999;20:17-20. Penulis Barii Hafidh Pramono, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, RSUD Panembahan Senopati, Bantul, Yogyakarta. 2012

Kriteria Ikterik Neonatorum (Hiperbilirubinemia Indirect) DD Observasi Infeksi Neonatus pada Bayi Prematur
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:07 UTC] Abstrak Ikterus yang ditemukan pada bayi baru lahir dapat merupakan suatu gejala fisiologis (terdapat pada 25-50% neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada neonatus kurang bulan) atau dapat merupakan hal yang patologis misalnya pada inkompatibilitas Rhesus dan ABO, sepsis, galaktosemia, penyumbatan slauran empedu dan sebgaainya. Ikterus fisiologis adalah ikterus yang timbul pada hari kedua dan ketiga yang tidak mempunyai dasar patologis, kadarnya tidak melewati kadar yang membahayakan atau mempunyai potensi menjadi ‗kernicterus‘ dan tidak menyebabkan suatu morbiditas pada bayi. Ikterus patologis adalah ikterus yang mempunyai dasar patologis atau kadar bilirubinnya mencapai suatu nilai yang disebut hiperbilirubinemia. Keyword : Hiperbilirubinemia, Ikterus Neonatorum, Ikterus Patologis ISI Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah, prematur. Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan, APGAR skor 5/6, berat badan lahir 1600 gram, panjang badan 41 cm pada usia kehamilan 31+5 minggu. Sesaat setelah dilahirkan, diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24,81 mg/dl; bilirubin direct: 0,61 mg/dl; bilirubin indirect: 24,21. DIAGNOSIS Observasi Ikterik Neonatorum DD Infeksi Neonatus

serum bilirubin total lebih dari 12 mg/dl -Ikterus yang disertai proses hemilisi (inkompatibilitas darah. Sesaat setelah dilahirkan. ABO) -Defek membran ( sperositosis. polisitemia. APGAR skor 5/6. -Hypomotilitas usus menahan mekonium -Penurunan flora usus Bayi baru lahir. Pengurangan uptake .Sepsis Asidosis . Bayi Kurang Bulan ≥ 10 mg/dL -Peningkatan bilirubin > 5 mg/dL dalam 24 jam atau > 0. Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. meningitis. perdarahan karena trauma lahir. isoantibodi karena ketidak cocokkan golongan darah ibu dan anak seperti rhesus antagonis. penyakit karena toksoplasmosis. enzim glukoronyl transferase yang belum cukup jumlahnya. ABO antagonis. atau kenaikan bilirubin serum 1 mg/dl/jam atau lebih 5 mg/dl/hari. -Kadar bilirubin serum pada bayi cukup bulan tidak lebih dari 12 mg/dl dan pada BBLR 10 mg/dl dan akan hilang pada hari ke-14. sifilis.Penyakit jantung kongenital 2. Penurunan konjugasi . bilirubin direct: 0. delayed . 2. penggunaan antibiotik. Peningkatan produksi bilirubin Penyakit hemolitik -Inkompatibilitas (Rh. Defisiensi albumin menyebabkan lebih banyak bilirubin indirek yang bebas dalam darah yang mudah melekat pada otak (terjadi kernikterus). defisiensi G-6-PD). defisiensi enzim G6-PD. diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. kurangnya substrat atau konjugasi (mengubah) bilirubin. pyruvate kinase -Infeksi neonatus -Hematoma Peningkatan Red Blood Cells -Polysitemia B. salisilat. bilirubin indirect: 24. elliptositosis.TERAPI •O2 Headbox 5L/ menit •Infus D5% 5 tetes/menit •Cefixim peroral 2x10 mg •Fototerapi 24 jam •Diit ASI DISKUSI 1. mekonium ileus. -Gangguan dalam uptake dan konjugasi hepar disebabkan imaturitas hepar. sodium benzoat. panjang badan 41 cm. prematur. -Ikterus menetap sesudah bayi umur 10 hari (bayi cukup bulan) dan lebih dari 14 hari pada BBLR.61 mg/dl. -Penyebab : kurang protein Y dan Z.81 mg/dl. -Kelainan metabolik : hipoglikemia. hepatitis. gentamisisn dan sebagainya. galaktosemia Obat-obatan yang menggantikan ikatan bilirubin dengan albumin seperti sulfonamida. Perubahan siklus enterohepatik Breastfeeding Asam lemak bebas.Penyebab hiperbilirubinemia indirek A. dan sebagainya. Pada bayi ini dimungkinkan penyebab terjadinya hiperbilirubinemia indirect dikarenakan pemecahan sel darah merah yang terlalu cepat.Panhypopituitarisme 3. Terdapat pada hemolisis yang meningkat pada ketidak cocokkan golongan darah (Rh.Hypothiroidisme . infeksi saluran kemuh. berat badan lahir 1600 gram. 3. hexokinase. steroids.Keadaan ikterus dipengaruhi oleh: -Faktor produksi yang berlebihan melampaui pengeluarannya.21. KESIMPULAN Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah.Shunt porta caval . -Infeksi : septikemia. talasemia dan lain-lain. rubela. -Gangguan dalam ekskresi akibat sumbatan dalam hepar atau diluar hepar.Kriteria Ikterus neonatorum fisiologis -Warna kuning terjadi pada hari ke 2 atau ke 3 dan tampak jelas pada hari ke 5 -6 dan menghilang pada hari ke 10. 5.Kriteria ikterus neonatorum patologis: -Timbul dalam 24 jam pertama kehidupan -Bilirubin total (indirek) Bayi Cukup Bulan ≥ 13 mg/dL. Penurunan metabolisme bilirubin 1. ABO dan sebagainya. breast milk ß – glukoronidase. penyakit Hirschprung. Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan. dan sepsis).Keadaan yang menimbulkan ikterus patologis -Penyakit hemolitik. stenosis pilorik.5 mg/dL/jam -Kadar bilirubin direk > 2 mg/dL -Ikterus timbul 24 jam pertama kehidupan. hipoksia dan infeksi atau tidak terdapat enzim glukoronil transferase (G-6-PD) -Gangguan transportasi bilirubin dalam darah terikat oleh albumin kemudian diangkut ke hepar.Hipoxia . -Hemolisis : hematoma. infantil pykoniositosis) -Defisiensi enzim: G6-PD. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24.Defisiensi glukuronil transferase (Crigler-Najjar syndrom) -Gilbert‘s syndrom -Hiperbilirubinemia familial (LuceyDriscoll syndrom) . 4. gangguan fungsi hepar akibat asidosis. -Bilirubin direk lebih dari 1 mg/dl. -Pirau enterohepatik yang meninggi : obstruksi usus letak tinggi. -Kelainan dalam sel darah merah seperti pada defisiensi G6-PD (glukosa -6 fosfat dehidrokinase).

2012 Penatalaksanaan Vakum Ekstraksi pada Ibu Primigravida Hamil Postdate atas indikasi Kala II Tak Maju Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. eklampsia.Saunders A. AK (-). DIAGNOSIS Dalam Persalinan Kala II Tak Maju TERAPI •Terminasi Kehamilan dengan Vakum Ekstraksi DISKUSI 1. dinding vagina licin. Keesokan paginya pukul 08. ada keluar lendir darah positif. Pediatric decision making strategies to accompany Nelson of pediatrics. Philadelphia: Saunders. selaput ketuban (-). (2011). Edisi ke 20..feeding. kepala janin harus dapat dipegang mangkuk vakum.Indikasi Vakum Ekstraksi Vakum ekstraksi untuk mengakhiri persalinan dilakukan apabila keadaan ibu atau janin memerlukan penyelesaian dalam waktu singkat. Pada pemeriksaan dalam vulva uretra tenang. Keyword : Caput Succadeneum Artifialis. dinding vagina licin.USA: Mc graw hill. STLD (+). & Arvin.2 jam dan 1/2 jam pada seorang multipara.30 WIB. portio tidak teraba. (2000). Apabila his cukup kuat dan persalinan belum selesai setelah kala II lamanya pada seorang primigravida 11/2 . penurunan kepala janin di Hodge III. rendahnya level serum albumin. STLD (+). ibu kooperatif dan masih mampu untuk mengedan. Jaundice. pembukaan portio lengkap. 2012 [23:01 UTC] Abstrak Vakum ekstraksi adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan ekstraksi tenaga negatif (vakum) pada kepalanya. Hiperbilirubinemia. ketuban sudah pecah atau dipecahkan.10-18. Vakum Ekstraksi. Jakarta : IDAI. 147-169. Buku Ajar Neonatologi. Dalam hubungan ini. kepala tetap di H3-4. kepala tetap di H3-4. Ilmu Bagian Kesehatan Anak. vol 2). W Usia 20 tahun datang rujukan dari bidan. Referensi 1. Pada umumnya kala II lama dengan presentasi belakang kepala merupakan indikasi pula untuk melakukan vakum ekstraksi berhubung dengan meningkatnya bahaya bagi ibu dan janin. terlambatnya maturitas dari hepatika postnatal. pada pemeriksaan dalam didapatkan vulva uretra tenang. sebaiknya pada presentasi belakang kepala dengan . Kliegman. janin dapat dilahirkan pervaginam.30 WIB Frekwensi his 2-3‘/30-40‖/kuat. Pasien datang dengan keluhan kencang-kencang teratur pukul 23. Jakarta : EGC. Air ketuban berwarna hijau keruh. pembukaan lengkap. Janin. presentasi kepala. ketuban sudah pecah di bidan jam 05. h. Yogyakarta. presentasi kepala. ISI Pasien Ny. (2000)..00 WIB. pembukaan 10cm. pengawasan khususnya terhadap janin harus dilakukan dengan teliti. portio tidak teraba. sedangkan gejala gawat janin merupakan indikasi dari pihak janin. 1397. UUK jam 12.Current pediatric diagnosis and treatment. Umur kehamilan 40+4 minggu. selaput ketuban (-). 16th ed. Indikasi dilakukannya vakum ekstraksi ini diantaranya penyakit jantung kompensata. RSUD Panembahan Senopati. Vakum ekstraksi merupakan tindakan obstetri yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi. 1 jam kemudian bayi belum lahir. Rosenberg AA. Nelson Ilmu Kesehatan Anak ( edisi: 15. 3. Prinsip dari vakum ekstraksi adalah membuat suatu caput succadeneum artifisialis dengan cara memberikan tekanan negatif pada kulit kepala janin melalui alat ekstraktor vakum. 4. UUK jam 12. seksio sesarea pada persalinan sebelumnya yang merupakan indikasi dari pihak ibu. kontraksi masih baik. (2002). Penulis Barii Hafidh Pramono. Bantul.Behrman. AK (-). Syarat dilakukan vakum ekstraksi antara lain janin idup.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. kepala janin sudah mengalami engagement. 2.Thiloho HE.

4 kg/cm2 dan ditunggu lagi 2 menit. 4.6.kepala janin di dasar panggul. Dulu ekstraksi ini dipakai juga dengan tarikan kontinyu pada pembukaan kecil. . persalinan diselesaikan. Ada kalanya his sudah timbul sebelum tekanan yang dikehendaki tercapai. Dipilih mangkok yang akan dipakai. Dengan demikian pada his berikutnya ibu meneran lagi dan kepala sekarang maju dengan titik permulaan yang lebih rendah letaknya. sedikitnya setiap kali setelah tekanan dinaikkan untuk memeriksa apakah ada jaringan terisap ke dalam mangkok. bokong). Biasanya tekanan ini sudah cukup. Mangkok dicelup dalam air sabun steril atau dibasahi seluruhnya dengan spiritus-sabun (jangan menggunakan minyak karena licin dan mudah lepas). malpresentasi (dahi. muka. misalnya 4 cm dengan mangkok nomor 3. Mula-mula dipompa sampai minus 0. Jadi tarikan pada ekstraktor vakum sifatnya berkala (intermiten). Dilakukan pemeriksaan dalam sekali lagi dengan teliti dengan perhatian khusus pada pembukaan. mangkok harus diisi penuh dengan kulit dan jaringan bawah kulit secara perlahan-lahan. maka mangkok dipasang dekat pada sakrum ibu. arah tarikan ke dorsal -Kepala tengah. Selama itu pemeriksaan dalam ulangan harus dilakukan beberapa kali. dilakukan.Pemasangan Vakum Ekstraksi Pasien dalam posisi litotomi. maksimum 40 menit. Di luar his.8. tarikan definitif tidak boleh dilakukan karena kurang efektif.6 atau 0. sifat portio dan vagina.Kontraindikasi Vakum Ekstraksi Kontra indikasi dilakukannya vakum ekstraksi antara lain janin preterm. Apabila perlu ditambah lagi sampai minus 0. Dengan pompa lekatan erat dicapai dengan meningkatkan tekanan negatif dalam 3 tahap. puncak kepala. pipa-pipa dan mangkok. Arah tarikan harus sesuai dengan turunnya kepala (seperti pada cunam) dan tegak lurus dengan mangkok: -Kepala tinggi. 3. Tarikan definitif dilakukan apabila sudah dicapai tekanan 0. Dalam presentasi belakang kepala mangkok dipasang pada oksiput atau sedekat-dekatnya. lalu dimasukkan ke dalam vagina. terlebih bila kepala masih tinggi. Pada umumnya dalam hal ini ubun-ubun kecil sudah di depan 2. Akan tetapi sekarang usaha ini tidak dilakukan lagi karena waktu tindakan terlampau lama dan dianggap berbahaya bagi anak.7 atau 0. Kandung kencing dan rectum harus kosong. Apabila his hilang tarikan jangan dilepas sama sekali. Kulit kepala janin disedot ke dalam mangkok dan mangkok melekat pada kepala. Mula. Supaya mangkok melekat dengan benar. Vulva dan sekitarnya dibersihkan dengan kapas sublimat atau kapas lisol dan kemudian dengan tinctura jodii 2%. turunnya kepala janin dan posisinya. Apabila ada jaringan terjepit. Apabila oksiput tidak jelas letaknya atau presentasi lain. Kemudian dengan satu atau dua jari diperiksa di sekitar mangkok apakah ada jaringan portio atau vagina terjepit. udara dari pompa dikeluarkan sehingga tercapai tekanan negatif dalam botol. Oleh asisten. lalu dipompa sampai minus 0.7 kg/cm2. Setelah tekanan yang diinginkan tercapai masih ditunggu 2 menit lagi sebelum tarikan definitif dimulai bersama-sama dengan his sambil wanita disuruh meneran seperti pada pimpinan partus biasa dengan kedua lengan wanita merangkul dan menarik lipat lutut ke arah kepala ibu. untuk mempercepat pembukaan. akan tetapi tarikan ringan diteruskan secara kontinu supaya kepala tidak terlampau mundur.mula mangkok dalam posisi agak miring (tidak menghadap vulva) dimasukkan ke dalam introitus vagina sambil menekan komissura posterior ke belakang dan kemudian diselipkan ke dalam vagina. sehingga menghadap ke kepala janin. Ekstraksi yang terlampau lama dianggap berbahaya bagi anak.Cara Tarikan Pada Vakum Ekstraksi Seperti telah dijelaskan di atas tarikan definitif pada ekstraktor vakum sinkron dengan his dan tenaga meneran. maka harus segera dilepaskan dari jepitan. Akhirnya dipompa sampai minus 0. Letak mangkok pada kepala harus sedemikian rupa sehingga arah tarikan nantinya tegak lurus dengan mangkok. Anestesi blok pudendus jika perlu. Lamanya tindakan sebaiknya tidak melebihi 20 menit. Dalam hai ini ekstraktor vakum sudah boleh ditarik secara hati-hati supaya mangkok jangan sampai lepas dan supaya kepala janin lebih turun.2 kg/cm2 kemudian ditunggu 2 menit lagi. panggul sempit. Kemudian mangkok diputar.

bagian-bagian jalan lahir (vagina. penurunan kepala di H3-4. Penulis Barii Hafidh Pramono. maka pipa karet yang menghubungkan botol dengan pegangan dilepaskan lebih dahulu. tangan kiri mengambil alih ekstraktor vakum dengan memegang pipa karetnya (bukan pegangannya) dekat pada vulva sambil pipa dililit-lilitkan pada jari-jari. Jadi ada kerjasama (sinkronisasi) antara tangan kanan dan tangan kiri. Sulaiman. cukup bulan (tidak prematur).Manuaba. mangkok lepas sebanyak tiga kali. 3. Apabila tangan kanan mengadakan ekstraksi. RSUD Panembahan Senopati. Bagi orang yang banyak pengalaman dengan ekstraktor vakum jarang lepas sama sekali. Mangkok lepas pada waktu traksi kemungkinan disebabkan tenaga vakum terlalu rendah. Penyakit Kandungan. bahu dan badan anak dilahirkan seperti biasa. Dengan pegangan tiga jari ini (Drei-fingergriff) mangkok tidak mudah lepas karena menurut pengalaman mangkok biasanya lepas di pinggir depan lebih dulu. Secara reflektoris tarikan segera dihentikan sehingga mangkok tidak jadi lepas. cacat (defect) pada alat. adanya disproporsi sefalopelvik. harus diteliti satu persatu kemungkinan. jari telunjuk dan jari tengah di kepala anak. Yogyakarta. arah tarikan ke atas/ventral Mula-mula tarikan dilakukan oleh tangan kanan pada pegangan yang berbentuk palang. tekanan negatif dibuat terlalu cepat. sehingga tidak terbentuk kaput suksedaneum yang sempurna yang mengisi seluruh mangkok. sambil tangan kiri berusaha supaya mangkok tidak mudah lepas dari kepala. Karena itu perlukaan jalan lahir ringan. 1998. Ny. Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan. W mengalami tidak adekuat mengejan sehingga bayi belum lahir lebih dari 1 jam setelah dipimpin persalinan. Ilmu Kebidanan. Jakarta : ECG. bersamaan ibu jari menekan mangkok bagian depan pada kepala. harus dilakukan terminasi kehamilan dengan vakum ekstraksi atau forsep jika tidak dapat menyebabkan gawat janin. Jakarta : YBPSP. traksi terlalu kuat. Tangan kanan yang sekarang bebas menyokong dan melindungi perineum. selaput ketuban melekat antara kulit kepala dan mangkok sehingga mangkok tidak dapat mencengkam dengan baik. Setiap mangkok lepas pada waktu traksi. Tiga jari tangan kiri dimasukkan ke dalam vagina: ibu jari ditempatkan di pinggir mangkok bagian depan. Sarwono. Jakarta : ECG. sehingga perlu diperiksa dalam lagi.Sastrawinata. portio) ada yang terjepit ke dalam mangkok. presentasi kepala. 1993. 2. dalam waktu setengah jam dilakukan traksi. janin tidak lahir.Kriteria Vakum Ekstraksi Waktu dilakukan traksi. Arah tarikan dengan tangan kiri itu adalah ke atas (ventral).arah tarikan datar -Kepala di dasar panggul. 5. Setelah seluruh kepala lahir. Dengan ekstraktor vakum.Prawirohario. kedua tangan kiri dan kanan penolong tidak bekerja sama dengan baik. janin hidup dan tidak ada gawat janin. Sinpsis Obstetri. Mangkok dapat dilepaskan dari kepala anak. dan syarat-syarat vakum sudah terpenuhi yaitu pembukaan lengkap. kontraksi baik dan ibu kooperatif dan masih mampu mengejan Referensi 1. ventral dari mangkok. Obstetri Fisiologi. karena sewaktu mangkok mulai mau lepas terdegar bunyi sedotan seperti bunyi peluit. 4. Bantul. KESIMPULAN Pada kasus ini. Bandung : Fakultas kedokteranUniversita Padjajaran Bandung.kemungkinan di atas dan diusahakan melakukan koreksi. Dalam keadaan ini. 2012 . Pertimbangan episiotomi menurut keadaan. Dalam hal demikian jaringan lunak mudah tersedot ke dalam mangkok. 2002. Pada kasus ini tindakan yang dipilih adalah vakum ekstraksi. Asuhan Maternal dan Nonatal. Kemudian ventil dilepas (sekrupnya dikendorkan) perlahan-lahan supaya udara masuk ke dalam botol dan tekanan negatif hilang. Apabila mangkok sukar lepas karena sangat erat hubungannya dengan kapala. keadaan ini sudah memenuhi kriteria kala II tak maju yaitu 2 jam untuk primigravida atau bila dalam 1 jam primigravida kepala tidak turun atau putar paksi tidak terjadi. Apabila kepala sudah hampir lahir. 1998.Mochtar. misalnya kebocoran pada karet saluran penghubung. lahirnya kepala dapat diusahakan perlahan-lahan seperti pada partus spontan. Rustam.

berair (nyrocos). visus pasien tidak dapat dinilai. Reflek direk (+) dan reflek indirek (+). misalnya kontak lensa. Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. pembengkakan kelenjar (folikel) di konjungtiva dan sekitarnya. Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain. Konjungtivitis lebih dikenal sebagai pink eye. Pasien sudah pernah diperiksa di puskesmas dan diberi obat tetes. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari. Pada riwayat penyakit dahulu tidak didapatkan keluhan serupa sebelumnya maupun riwayat trauma mekanis pada mata. Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. Beberapa jenis Konjungtivitis dapat hilang dengan sendiri. alergi. tapi ada juga yang memerlukan pengobatan. Mata merah disertai dengan keluhan gatal. Pada pemeriksaan subyektif mata. pembesaran pembuluh darah di konjungtiva dan sekitarnya sebagai reaksi nonspesifik peradangan. berair (nyrocos). Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. sekret OD (+) dan OS (+). terbentuknya membran oleh proses koagulasi fibrin (komponen protein) dan dijumpai sekret dengan berbagai bentuk (kental hingga bernanah). Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran. yaitu adanya inflamasi pada konjungtiva atau peradangan pada konjungtiva. kedua kelopak mata lengket terutama saat bagun pagi hari dan keluar kotoran. Konjungtivitis terkadang dapat ditandai dengan mata berwarna sangat merah dan menyebar begitu cepat dan biasanya menyebabkan mata rusak. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus. datang dengan keluhan kedua mata merah sejak 1 minggu yang lalu. Pada kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun. bakterial Kasus Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun. bakteri. kelopak mata bagian atas nampak menggelantung (pseudoptosis) seolah akan menutup akibat pembengkakan konjungtiva dan peradangan sel-sel konjungtiva bagian atas. produksi air mata berlebihan (epifora). dan menggunakan kain lap. selaput bening yang menutupi bagian berwarna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata. dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan kedua mata merah sudah sejak 1 minggu yang lalu. Diagnosis Konjungtivitis Bakterial ODS Terapi Pasien diberi terapi medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. Keyword : konjungtivitis. Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit. namun tidak ada perubahan. Manifestasi Klinis Tanda-tanda konjungtivitis. atau kontak dengan benda asing. atau kontak dengan benda asing. misalnya kontak lensa. Mata merah disertai dengan keluhan gatal. sekret berwarna kehijauan. Iris ODS berwana hitam dengan gambaran kripta dan bentuk radier. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus. Injeksi konjuntiva OD (+) dan OS (+). Diskusi Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. bakteri.Terapi Konjungtivitis Bakterial Pada Anak Laki-laki usia 1 tahun Dibuat oleh: Bombong Nurpagino. Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan . Pada pemeriksaan obyektif ditemukan konjungtiva ODS hiperemis. alergi. Permukaan kornea ODS jernih dan ukuran kedalaman COA dalam dan isinya jernih. antara lain : konjungtiva berwarna merah (hiperemi) dan membengkak. 2012 [15:07 UTC] Abstrak Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. kedua kelopak mata melengket terutama saat bangun pagi hari dan keluar kotoran mata.

Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih.3 %.05 %) atau kortikosteroid (misalnya dexametasone 0. Taylor. Metronidazole topikal (Metrogel) diberikan pada kulit TID juga efektif. Penatalaksanaan Bila konjungtivitis disebabkan oleh mikroorganisme. Muzakkir. 14. handuk. Riordan Eva. H. Oftalmologi Umum (General Ophthalmology). Tanzil. Kelopak mata bisa membengkak dan sangat gatal. Jakarta: 1993. Wijana. Sobotta. . Ilyas. dan menggunakan kain lap. bersama dengan pemberian salep antibiotik topikal seperti bacitracin atau erythromycin sebelum tidur. Konjungtivitis karena bakteri dapat diobati dengan sulfonamide (sulfacetamide 15 %) atau antibiotika (Gentamycine 0. sehingga kontraindikasi untuk usia di bawah 10 tahun. Widya Medika. Abadi Tegal. pasien dan atau keluarga pasien harus diberi edukasi bagaimana cara menghindari kontraminasi mata yang sehat atau mata orang lain. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. pemeriksaan X-ray dada untuk menyingkirkan tuberkulosis. 42-50. pandangan kabur. Pada kasus ini. Paul. Referensi 1. Jilid 1. Voughan. konjungtivitis karena alergi di obati dengan antihistamin (antazidine 0. rapazoline 0. Apabila etiologinya dicurigai reaksi Staphylococcus atau acne rosasea. Zainal. Ilmu penyakit mata. Jakarta: FKUI. Pada kasus yang dicurigai.berwarna putih. mencuci tangan setelah setiap kali memegang mata yang sakit. Jakarta: 2000. 2003. Sidarta. dan menggunakan kain lap. terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun pada pagi hari. Pada banyak kasus Prednisolon asetat (Pred forte). Penanganannya dimulai dengan edukasi pasien untuk memperbaiki higiene kelopak mata. Jakarta : 2000. Terapi dilanjutkan 2 sampai 4 minggu. 134. Sikloplegik hanya dibutuhkan apabila dicurigai adanya iritis. Ilyas S. mata terasa nyeri. dr.5 %. Daniel G. QID cukup efektif. peka terhadap cahaya. tanpa adanya kontraindikasi. Kesimpulan Penatalaksanaan pada kasus ini dengan medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. 3. terutama pada konjungtivitis karena alergi. Balai Penerbit FKUI. diberikan Tetracycline oral 250 mg atau erythromycin 250 mg QID PO. R. Salamun. Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain. Asuhan khusus harus dilakukan oleh personal asuhan kesehatan guna mengindari penyebaran konjungtivitis antar pasien.5 %). Karena tetracycline dapat merusak gigi pada anak-anak. dan sapu tangan baru yang terpisah untuk membersihkan mata yang sakit. Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. Sidarta Prof. S.1 %). Jakarta: EGC. Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit. Pembersihan kelopak 2 sampai 3 kali sehari dengan artifisial tears dan salep dapat menyegarkan dan mengurangi gejala pada kasus ringan. 2000 Penulis Bombong Nurpagino. Jakarta: Balai penerbit FKUI. Azhar. Putz. diganti dengan doxycycline 100 mg TID atau erythromycin 250 mg QID PO. Gejala lainnya adalah mata berair. Sari Ilmu Penyakit Mata. & Pabst R. Pengobatan spesifik tergantung dari identifikasi penyebab. 2009 2. mata terasa gatal. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari. satu tetes.D. Ilmu Penyakit Mata. Ed. 4.15. Perawat dapat memberikan intruksi pada pasien untuk tidak menggosok mata yang sakit dan kemudian menyentuh mata yang sehat. Nana S. Ed 3. Bagian Ilmu Penyakit Mata.14. Ilmu Penyakit Mata. Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat. Konjungtivitis karena jamur sangat jarang sedangkan konjungtivitis karena virus pengobatan terutama ditujukan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder. chlorampenicol 0. Edisi 21.Ked (20060310080). Ilyas. SpM. hal 2. Asbury.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful