Pres Us

PENEGAKAN DIAGNOSIS FARINGITIS KRONIS EKSASERBASI AKUT ET CAUSA GASTROESOFAGEAL REFLUX DISEASE (GERD

)
Dibuat oleh: Dianita Rachmawati,Modifikasi terakhir pada 20 hour(s) 9 minute(s) ago ABSTRAK GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Keyword : Faringitis Kronis , Gastro-Esophageal Refluks Disease (GERD) KASUS Seorang laki-laki berusia 51 tahun dating ke Poliklinik THT dengan keluhan nyeri pada tenggorokan sejak 2 hari yang lalu. Pasien tidak mengeluhkan adanya batuk maupun pilek. Pasien mengaku tenggorokannya terasa kering dan panas seperti terbakar serta adanya nyeri saat menelan. Pasien merasakan di tenggorokannya seperti ada yang mengganjal. Keluhan ini sering dirasakan kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu terutama setelah maagnya kambuh. Riwayat menderita sakit maag dan sering mengeluhkan mual dan terasa panas seperti terbakar pada dada yang terutama dikeluhkan saat pasien mengkonsumsi kopi/teh. Pasien juga merasakan demam yang tidak terlalu tinggi dan nyeri ulu hati disertai mual sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien baik, compos mentis, Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 88x/menit, suhu afebris, laju pernapasan 22x/menit. Pada pemeriksaan tenggorokan didapat dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi, tidak terdapat pembesaran tonsil, limfonodi tak teraba. Pada pemeriksaan abdomen didapat nyeri pada bagian epigastrium. DIAGNOSIS Faringitis Kronis et causa Gastroesofageal Reflux Disease (GERD) TERAPI Terapi pada pasien ini berupa Proton Pump Inhibitor yaitu Omeprazol 1x20 mg. DISKUSI GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. GERD disebabkan oleh kadar asam lambung yang tinggi, sedangkan faktor- factor yang dapat mempengaruhi terjadinya GERD antara lain : sfingter bawah esophageal, hiatal hernia, kontraksi esophageal dan pengosongan lambung. Tanda dan gejalanya meliputi Rasa seperti terbakar adalah gejala yang paling sering terjadi, erosi pada esophagus (erosive esofagitis), Suara parau (disfonia) kronik karena edema dan lesi inflamasi pada plika vokalis, Clearing faring kronis karena iritasi serta peningkatan sekresi mukosa faring serta kesulitan menelan (odinofagi), Tenggorokan serasa tercekik. Pada kasus ini pasien mengeluh nyeri seperti terbakar dan panas di tenggorokannya yang disertai nyeri saat menelan yang dirasakan selama 2 hari yang lalu tetapi kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu. Pasien juga mempunyai riwayat sakit maag Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah dengan esophagogram, endoscopy, laryngoscopy, esophageal pH monitoring, dan esophageal motility studies. Akan tetapi pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan tersebut karena

keterbatasan alat. Terapi pada GERD adalah dengan pemberian obat-obat yang dapat mengurangi kadar asam lambung, dapat berupa golongan antacid, H2 blocker ataupun Proton Pump Inhibitor. Yang disertai dengan manajemen terapi non medikasi yang terdiri atas , Hindari makanan berlemak, minuman berkafein (seperti soda, kopi, dsb), cokelat, mint, makanan pedas, makanan berbahan dasar tomat, bawang putih dan merah, berhenti merokok , tidak minum alcohol , mengurangi berat badan jika berlebih, tinggikan kepala ketika tidur ,kurangi makan saat malam , setelah makan tunggu beberapa jam (minimal 4 jam) sebelum tidur atau berbaring, biarkan lambung kosong terlebih dulu, diet tinggi karbohidrat, protein dan rendah lemak, mengindari pakaian yang ketat , menghindari konsumsi obat-obatan yang menurunkan tekanan sfingter esophagus seperti teofilin, agen antikolinergik, alfa adrenergic antagonis, beta-agonis, kalsium channel blocker, nitrat, serta obat-obatan NSAID seperti aspirin. KESIMPULAN GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Pada pasien ini didiagnosis faringitis kronis et causa gastroesofageal reflux disease (GERD) didapat dari anamnesis yaitu rasa panas seperti terbakar dan nyeri saat menelan, keluhan ini kambuh jika maagnya kambuh sejak 2 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik yaitu dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi yang menunjukkan kondisi kronis pada faring (faringitis kronis). REFERENSI Acerra, John, M.D. Acute Pharyngitis. Diakses dari www.emedicine.com. Ahuja, Vanita,M.D, Yencha, Myron,M.D, Lassen, Lorenz,M.D. Head and Neck Manifestations of Gastroesophageal Reflux Disease. Diakses dari www.americanacademyofamilyphysicians.com. Soepardi, Effiaty,Sp.THT, Iskandar, Nurbaiti, Sp.THT. Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher.2007.FKUI:Jakarta. Weinberg DS, Kadish SL. The diagnosis and management of gastroesophageal reflux disease.Med Clin North Am 1996;80:41129. PENULIS Dianita Rachmawati, Ilmu Penyakit THT, RSUD Salatiga

Intubasi Endotracheal Tube pada Pasien Struma Nodusa Non Toksik dengan General Anestesi
Dibuat oleh: M. Sudrajat,Modifikasi terakhir pada 4 hour(s) 18 minute(s) ago ABSTRAK Endotracheal Tube (ETT) adalah sejenis alat yang digunakan di dunia medis untuk menjamin saluran napas tetap bebas, ETT banyak digunakan oleh dokter dengan spesialisasi anestesi dalam pembiusan dan operasi. ETT dimasukkan kedalam trakea pasien untuk memastikan tidak tertutupnya trachea sebagai saluran pernapasan dan udara pernapasan dapat masuk kedalam paru-paru. ETT adalah alat yang paling tepercaya dalam menjamin saluran napas tetap bebas. Struma nodosa non toksik adalah pembesaran kelenjar tyroid yang secara klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa disertai tanda-tanda hypertiroidisme. Kata Kunci: Endotracheal Tube, Struma Nodusa Non Toksik KASUS Seorang wanita usia 47 tahun datang ke poli bedah RS Jogja dengan keluhan terdapat benjolan pada leher depan, benjolan dirasakan sejak beberapa bulan ini. Benjolan ikut bergerak ketika menelan, tidak ada nyeri telan dan nyeri tekan. Pasien

belum pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya, riwayat hipertensi, penyakit jantung, DM, asma, dan alergi disangkal. Keluarga tidak ada yang mengalami keluhan serupa. Riwayat hipertensi, peyakit jantung, DM, asma dan riwayat alergi dalam keluarga disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup dengan kesadaran compos mentis, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 72 x/menit, respirasi rate 18 x/menit, suhu 36,5 oC. Pada pemeriksaan leher tampak massa pada leher bagian depan, diameter ± 4 cm, massa bergerak ketika menelan. Pada perabaan leher teraba massa pada leher depan, konsistensi lunak, nyeri tekan (-), permukaan licin dan rata tidak berbenjol benjol. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. T3 ↓ dan FT4 N. Pemeriksaan foto thorax menunjukkan pulmo dan besar jantung dalam batas normal. DIAGNOSIS Struma Nodusa Non Toxic, ASA I TERAPI Premedikasi yang diberikan pada pasien ini adalah Ondancentron HCl 4 mg intravena, Ketorolac 30 mg intravena. Anestesi dilakukan dengan teknik general anestesia, dengan teknik semi closed, respirasi terkontrol dengan endotracheal. Induksi dengan Propofol 100 mg intravena. Pemeliharaan dengan N2O 2,5 liter/menit, O2 2,5 liter/menit, dan halotane 1,5 vol%. Pada pasien ini dilakukan monitoring melalui monitor elektronik dan inspeksi keadaan umum pasien, meliputi tekanan darah, respirasi, nadi, dan saturasi oksigen. Setelah operasi pasien diposisikan miring, pengawasan vital sign setiap 30 menit, kepala diekstensikan, oksigenasi sampai pasien sadar, setelah sadar dapat diet bebas, dan IVFD RL 20 tetes per menit. DISKUSI Pada kasus ini, pasien mengeluh muncul benjolan pada leher depan kanan. Oleh dokter spesialis bedah didiagnosis struma nodusa dan direncanakan untuk dilakukan operasi. Pasien mendapatkan tindakan general anestesi untuk operasinya. Pada pelaksanaan operasi, dipasang intubasi endotrakheal pada pasien sebagai pengelolaan jalan nafas. Tindakan anestesi dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali. Salah satu usaha yang mutlak harus dilakukan oleh seorang dokter anestesi adalah menjaga berjalannya fungsi organ tubuh pasien secara normal. Pengelolaan jalan nafas menjadi salah satu bagian yang terpenting dalam suatu tindakan anestesi, salah satu caranya adalah dengan melakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal adalah tindakan memasukkan pipa endotrakheal ke dalam trakhea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dikendalikan. Intubasi endotrakheal mempunyai tujuan mempermudah pemberian anestesi, mempertahankan jalan nafas agar tetap bebas serta mempertahankan kelancaran pernafasan, mencegah kemungkinan terjadinya aspirasi isi lambung, mempermudah pengisapan sekret trakheobronkhial, pemakaian ventilasi mekanis yang lama, mengatasi obstruksi laring akut. Walaupun intubasi endotrakheal mempunyai banyak keuntungan, namun pada keadaan tertentu melarang penggunaan intubasi endotrakheal, diantaranya beberapa keadaan trauma jalan nafas atau obstruksi yang tidak memungkinkan dilakukan intubasi endotrakheal, trauma servikal yang memerlukan keadaan imobilisasi tulang vertebrae servikal, sehingga sangat sulit untuk dilakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal tidak selalu mudah dilakukan untuk semua pasien, kesukaran yang biasa dijumpai adalah pasien dengan otot-otot leher pendek dengan gigi geligi yang lengkap, recording lower jaw dengan angulus mandibula yang tumpul, jarak antara mental symphisis dengan lower alveolar margin yang elebar memerlukan depresi rahang bawah yang lebih lebar selama intubasi. Mulut yang panjang dan sempit dengan arcus palatum yang tinggi. Gigi incisivum yang menonjol, kesukaran membuka rahang. Abnormalitas pada servikal spine, kontraktur jaringan leher. Pada tindakan operasi kasus ini, penggunaan intubasi endotrakheal dimaksudkan untuk mengamankan jalan nafas dan menjamin ventilasi pernafasan. Karena intubasi endotrakheal merupakan metode terbaik untuk membebaskan dan mempertahankan jalan nafas pada praktek anestesi dan resusitasi. Selain terdapat indikasi diatas, pada pasien tidak ditemukan

kemudian terasa mengganjal terutama saat memejamkan mata/berkedip. FK UI.Pasangan Simetris Simetris . DAFTAR PUSTAKA . Petunjuk Praktis Anestesiologi. pseudoptosis (-) Ptosis (-). Arif dkk. Prosedur pemasangan intubasi juga sudah tepat yaitu dimulai dengan persiapan posisi leher pasien dalam keadaan fleksi dan kepala ekstensi.Desai. Belum diobati. 2000. Anastesiologi.Muhiman. Rumah Sakit Jogja. . pada pemeriksaan tidak didapatkan malampati. Anestesi.Tepi kelopak Silia lengkap. Dalam : Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2. tidak ada malposisi dan trauma jalan nafas. Jakarta : bagian Anestesiologi dan terapi Intensif. namun masih terasa mengganjal. silau (+). Stanford University School of Medicine. Ruswan Dachlan.2010.Kulit Hiperemis (-). Untuk mengurangi laju lonjakan kardddiovaskuler tersebut diperlukan intubasi dengan cepat dan mulus. tumor (-) Hiperemis (-). Intubasi Trakea. Gde dan Senapathi.Gerakan Tidak ada gangguan gerak Tidak ada gangguan gerak .Mansjoer. Jakarta : Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-UI. menyebabkan kenaikan sementara laju jantung dan tekanan darah. 2010. Jakarta : Indeks Jakarta. Apabila suatu korpus alienum masuk ke dalam bola mata maka bisa terjadi reaksi infeksi serta dapat dimungkinkan timbul kerusakan bola mata. jaringan parut (-) 2. Kartini A. 20060310204. gangguan refleks berupa hipertensi maupun takikardi.Lebar rima Ptosis (-). tumor (-) . PENULIS Mohammad Sudrajat. . Kota Yogyakarta. pada pemeriksaan tidak ditemukan adanya komplikasi dari tindakan intubasi. Oleh karena itu corpus alienum harus diambil secepatnya untuk menghindari reaksi inflamasi dan kerusakan lebih lanjut. Keesokan harinya pasien berusaha mengambil kelilipan tersebut menggunakan kertas. Bagian Ilmu anestesiologi. sebelumnya pernah mengalami hal serupa dan sembuh. pemasangan pipa endotrakheal mengontrol letak pipa dan ventilasi. dan konjungtiva.Mangku. 2012 Corpus Alienum pada Pekerja Bengkel Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Sekitar mata (supersilia) Kedudukan alis baik. trikiasis (-) Silia lengkap. Diakses dari: http://emedicine. trikiasis (-) . Pegal (+). pseudoptosis (-) . penggunaan laringoskop.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:10 ABSTRAK Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara Corpus alienum pada mata adalah istilah untuk benda asing yang terdapat pada mata serta merupakan salah satu penyebab cedera mata yang paling sering mengenai sclera. Tindakan intubasi endotrakheal ini sebenarnya dapat menyebabkan rangsangan simpatis yang membangkitkan respon kardiovaskuler.medcape. Buku Ajar Ilmu Anestesia dan Reanimasi. Tjokorda GA.Margo intermarginalis Tanda peradangan (-) Tanda peradangan (-) 3. Pemeriksaan Subyektif PEMERIKSAAN OD OS Visus Jauh 20/20 20/20 Refraksi Emetrop Emetrop Koreksi Tidak dilakukan Tidak dilakukan Visus Dekat Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Sinar Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Warna Tidak dilakukan Tidak dilakukan Pemeriksaan Obyektif PEMERIKSAAN OD OS PENILAIAN 1. kornea. Said A. Suryadi dan M. . Pandangan kabur (-). pemberian muscle relaxan dan oksigenasi. Jakarta : Media Aesculapius. Kelopak mata . nerocos (-). M. 2002. jaringan parut (-) Kedudukan alis baik.kontraindikasi penggunaan intubasi endotrakheal. mata Kasus Seorang laki-laki 53 tahun 5 hari yang lalu ketika di bengkel tempatnya bekerja pasien merasa mata kirinya kelilipan.com . Sehingga pemasangannya pada pasien ini tergolong aman. Pada pasien ini dilakukan intubasi endotrakheal dalam waktu < 1 menit.Latief. Keywords: Corpus Alienum. Setelah tindakan anestesi selesai. 2005.Arjun M. .

hiperemis (-). yang diduga .Sekitar sakus lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) .Setelah pengambilan.Forniks Hiperemi (-) Hiperemi (-) . pasien tersebut merasa kelilipan ketika sedang bekerja di bengkel dan keesokan harinya pasien berusaha mengeluarkan kelilipan tersebut menggunakan kertas namun masih tetap mengganjal. Korpus Vitreum Jernih Jernih 14. Antibiotik diberikan untuk mencegah terjadinya superinfeksi.Ada/tidak Ada Ada . Diskusi Pada kasus ini. Sclera Ikterik (-) Ikterik (-) 8. hofema (-) 10. Didapatkan hasil visi jauh pada baik mata kanan maupun kiri sebesar 20/20. Bermula sejak lima hari sebelum kedatangannya ke poli. hiperemis (-). kalazion (-) Hordeolum (-). dapat dilakukan ‗seidel test‘ untuk memastikan ada tidaknya perforasi kornea.Medium Jernih Jernih .Tempat Ditengah iris Ditengah iris . Pemeriksaan subjektif yang dilakukan berupa pemeriksaan visus jauh dan pemeriksaan refraksi. Bola mata . dan didapatkan data bahwa semua elemen mata dalam kondisi baik kecuali pada permukaan kornea mata kiri tampak suatu bintik kecil benda asing. 4.Sekitar gland.Ukuran 12 mm O 12 mm O Kecembungan Lebih cembung dari sclera Lebih cembung dari sclera .Palpebra inferior Hiperemi (-) Hiperemi (-) . TIO Palpasi kenyal Palpasi kenyal 6.Dinding Belakang KP (-) KP (-) . .Tepi Reguler Reguler .Pasangan Simetris Simetris . hifema (-) Jernih.Permukaan Licin. Kamera Okuli anterior Ukuran Tidak dangkal Tidak dangkal .3%).Dagu dan dahi pasien diposisikan menghadap dan menempel pada biomikroskop serta pandangan mata mengarah pada satu titik secara tetap sebagai fiksasi ketika pengambilan benda asing dilakukan.Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan . diberikan salep antibiotik (gentamisin 0. Sedangkan antibiotik tetes diberikan pada pasien untuk pemakaian di rumah (gentamisin 3 mg/ml) 4 kali dalam sehari. Lensa .Diberikan anestesi pada mata kanan pasien dengan pantokain 0.5% sebanyak 1 tetes.Pasangan Simetris Simetris .Bulbi Hordeolum (-). pasien belum pernah menggunakan obat untuk mengatasi keluhan pada mata kirinya.Isi Jernih.Warna Coklat Coklat .Ukuran 3 mm 3 mm . Pemakaian salep tersebut juga berfungsi sebagai lubrikan. mengingat kornea yang memiliki banyak serabut saraf sehingga dapat menimbulkan nyeri yang cukup mengganggu bagi pasien.Gambaran Gambaran kripti baik Gambaran kripti baik . Kornea .Warna kekeruhan Tidak ada Tidak ada 13. dan debris kornea yang tertinggal dihilangkan dengan ‗cutton but‘ steril. pasien mengeluhkan mata kirinya terasa mengganjal. berkilau Licin. dapat diberikan asam mefenamat 500 mg 3 kali sehari. Pupil . pegal silau dan nyeri. . . Hendaknya penggunaan kortikosteroid topical harus dihindari karena dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya superinfeksi dan memperlambat proses penyembuhan. kalazion (-) 7.Bentuk bulat bulat . Setelah anamnesis.Pengambilan benda asing dilakukan dengan menggunakan jarum ukuran 25-27.Bentuk Bulat Bulat 11. 3.Gerakan Gangguan gerak (-) Gangguan gerak (-) .Refleks direct + + . sehat . tampak ada benda hitam kecil . Amotio corpal : .Refleks indrect + + 1. 2. bila dirasa benda asing menancap cukup dalam.OS : Corpal gram pada permukaan kornea mata kiri Terapi 1.Palpebra superior Hiperemi (-) Hiperemi (-) .Limbus Benjolan (-) Nevus (-) Benjolan (-) Nevus (-) . Konjungtiva . lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) . Adapun pada pemeriksaan objektif pada kedua mata dapat diambil kesimpulan seluruh elemen mata kanan (OD) dan kiri (OS) dapat dinilai dari anterior hingga posterior.Letak Di tengah belakang iris Di tengah belakang iris . Dari anamnesis. Iris . Refleks fundus (+) warna orange (+) warna orange Diagnosis . sehingga tidak ada koreksi yang diberikan. yang menandakan bahwa pasien tidak mengalami kelainan refraksi (emetrop). dilakukan pemeriksaan subjektif dan objektif pada kedua mata pasien.Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan .Ukuran Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) 5.Placido Konsentris reguler Konsentris reguler 9. Analgesik. Setelah pengambilan benda asing.Kejernihan Jernih Jernih .Apparatus Lakrimalis .OD : Emetrop.Uji regurgitasi (-) (-) 4.

kaca. 6. Neovaskularisasi Kornea Neovaskularisasi dipercaya sebagai akibat dari adanya suatu peradangan ataupun hipoksia dalam suatu kondisi sistem imun kornea yang tidak seimbang. yaitu benda yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak menimbulkan reaksi jaringan mata. 3. badan kaca. kapsul anterior lensa. Pada benda yang inert. epitel pigmen iris. 5.merupakan gram yang menempel ketika pasien sedang bekerja di bengkel 5 hari sebelumnya. 3. Benda logam dengan sifat bentuk reaksi yang merusak adalah besi berupa ―siderosis‖ dan tembaga. tembaga.
Terbagi menjadi benda logam magnet dan bukan magnet. Benda logam (metalik). Akibat Benda Asing pada Mata Benda asing dapat mengakibatkan : 1. Timbulnya siderosis sebenarnya sangat dini tetapi tidak memberikan gejala klinik yang jelas sampai beberapa waktu lamanya. Gejala siderosis tampak 2 bulan sampai 2 tahun setelah trauma. 4. Benda reaktif akan memberikan reaksireaksi tertentu dalam jaringan mata. 2. Tembaga dalam badan kaca dapat menimbulkan ablasio retina sebagai akibat jaringan ikat di dalam badan kaca yang menarik retina. terdiri dari benda-benda yang dapat menimbulkan reaksi jaringan mata sehingga mengganggu fungsi mata. bila terjadi reaksi hanya ringan saja dan tidak mengganggu fungsi mata. Trauma Tembus Trauma tembus adalah suatu trauma dimana sebagian atau seluruh lapisan kornea dan sclera mengalami kerusakan. besi tembaga. Pada mata tampak endapan karat besi pada kornea berwarna kuning kecoklatan. Benda asing dengan kecepatan tinggi akan menembus seluruh lapisan sclera atau kornea serta jaringan lain dalam bola mata kemudian bersarang di dalam bola mata ataupun dapat sampai menimbulkan perforasi ganda sehingga akhirnya benda asing tersebut bersarang di dalam rongga orbita atau bahkan dapat mengenai tulang orbita. Benda organik kurang dapat diterima oleh jaringan mata dibanding benda anorganik. Gejala klinik kalkosis timbul lebih dini dari pada siderosis yaitu beberapa hari setelah trauma. 7. platina. Pada keadaan ini tidak terjadi luka terbuka sehingga organ di dalam bola mata tidak mengalami kontaminasi. bahan tumbuh-tumbuhan. lensa. iris. Bentuk reaksinya tergantung macam serta letak benda asing tersebut di dalam mata. tidak akan memberikan reaksi ataupun kalau ada hanya berupa reaksi ringan. bahan pakaian. dan porselin. seperti emas. Perdarahan Perdarahan intraokular dapat terjadi apabila trauma mengenai jaringan uvea. perak. dan permukaan retina. seperti timah hitam. Benda reaktif. kaca. timah hitam. dan epitel pigmen retina. Trauma ini dapat terjadi apabila benda asing melukai sebagian lapisan kornea atau sclera dan tertinggal di dalam lapisan tersebut. Namun permukaan kornea masih licin dan mengkilap. nikel. Gejala klinik berupa : gangguan penglihatan yang mula-mula berupa buta malam kemudian penurunan tajam penglihatan yang semakin hebat dan penyempitan lapang pandang. 4. dan bulu ulat. Erosi ini timbul apabila benda asing yang masuk tidak sampai menembus bola mata tetapi hanya tertinggal pada konjungtiva atau kornea. Benda inert. ataupun badan kaca. aluminium. berupa hifema (perdarahan dalam bilik mata depan) atau perdarahan dalam badan kaca. Trauma Erosi konjungtiva atau kornea. dan tak tampak adanya infiltrat ataupun kelainan lain yang menyertai. Benda asing yang dapat masuk ke dalam mata dibagi dalam beberapa kelompok: 1. Dalam hal ini akan ditemukan suatu luka terbuka dan biasanya terjadi prolaps iris. 2. Siderosis Merupakan reaksi jaringan mata akibat penyebaran ion besi ke seluruh mata dengan konsentrasi terbanyak pada jaringan yang mengandung epitel. Reaksi Jaringan Mata Reaksi yang timbul tergantung jenis benda tersebut apakah benda inert atau reaktif. epitel kapsul lensa. Tembaga dapat memberikan reaksi purulen. Kalkosis Reaksi jaringan mata akibat pengendapan ion tembaga di dalam jaringan terutama jaringan yang mengandung membrane seperti membrane Descement. pupil lebar dengan reaksi lambat. yaitu : epitel kornea. bintik-bintik bulat kecoklatan pada lensa dan iris berubah warna. . seperti emas. Benda bukan logam (non metalik). Timah hitam dan seng merupakan bendan reaktif yang lemah reaksinya. platina batu. seng. seperti batu.

Sementara itu untuk pembedahan dimana pasien masih sufisien untuk bernapas spontan.. Pada pemeriksaan fisik terdapat benjolan di payudara kanan diameter 2 cm Pemeriksaan penunjang : Pemeriksaan Darah Kimia Darah GDS 87. Cermin Dunia Kedokteran : Corpus Alienum Intra Oculi. G. Kesimpulan Pada trauma dimana benda asing berada di permukaan mata tanpa adanya luka perforasi seperti yang terjadi pada kasus ini. RSUD Tidar . 3. Cao. anggota keluarga tidak punya keluhan yang sama. Diakses dari www.84 (N : 0. Mahmud. Vaughan. sehingga relaksan otot tidak diperlukan lagi dan dapat menghemat biaya anestesi.4 Ureum 31.6 (N : <38) SGPT 18.5 tahun dan menyusui. (2009). didapatkan menggunakan obatobatan yang berbeda secarah terpisah. atau bedah abdomen yang luas diperlukan control pernapasan yang adekuat. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik. Taylor. umumnya prognosis baik karena benda tersebut dapat langsung dikeluarkan dan akibatnya sangat ringan tanpa meninggalkan bekas ataupun hanya nebula bila di kornea. Beberapa dari faktor tersebut (fibroblast growth factors. Dalam anestesi umum pasien dapat bernafas spontan. Jakarta: Fakultas Kedokteran UI. maka prognosisnya tergantung jenis-jenis benda asing. Sidarta. Bahri. (2003). Bagian Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara: Medan Penulis Sekar Mutiara (20060310001).1 (N : <42) Darah Lengkap dbn Pemeriksaaan Radiologi Foto Polos Thorax Pulmo/ cor dbn EKG Hasil : dbn Diagnosis FAM Terapi Ceftriaxon . Daniel.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:08 ABSTRAK Anastesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel).Operasi : incisi Diskusi Pada kasus wanita umur 40 tahun datang dengan . Foreign Body Removal. Pada trauma dimana benda asing menyebabkan luka perforasi sehingga benda asing tersebut berada di dalam bola mata.. benjolan sejak 1 bulan SMRS muncul benjolan pada payudara kanan dan terasa nyeri walau tidak ditekan. Bagian Ilmu Penyakit Mata. neutrofil).2) SGOT 22. M.Trauma epitel dan/atau hipoksia pada kornea dapat menstimulasi pembentukan faktor-faktor angiogenik oleh sel-sel epitel lokal. (2000). Riwayat KB suntik sekitar 3. dan leukosit infiltrative (seperti makrofag.6-1. Ilmu Penyakit Mata. dan vascular endothelial growth factors/ VEGF) telah diidentifikasi dari kornea dan cairan air mata. C.com pada tanggal 22 Februari 2011. Sitepu.emedicine.Ketorolac . Kasus Seorang wanita umur 40 tahun datang dengan keluhan terdapat benjolan di payudara kanan. Cornea : Treatment and Medication. Asbury. Anestesi umum dibagi menjadi 2 menurut cara pemberiannya yaitu pemberian secara intravena dan secara inhalasi. sehingga sel-sel endothelial pembuluh darah bermigrasi dan berproliferasi untuk membentuk suatu pembuluh darah baru. Teknik ini sesuai untuk prosedur pembedahan tertentu untuk mengendalikan pernapasan. Referensi 1. Edisi kedua. dibantu atau dikontrol oleh anestesiologis. Faktor angiogenik menstimulasi terjadinya degradasi enzimatik terlokalisasi pada membran dasar ujung pembuluh darah perilimbal.7 (N : 10-50) Creatinin 0. 2. Keywords: Kista Ovarium.Magelang. paul. 4.D. Carlos. M. Prosedur pembedahan yang memerlukan pelumpuhan otot seperti bedah thorax. keratosit. Jakarta : Widya Medika. Anestesi Umum pada Incisi FAM Dibuat oleh: Sekar Mutiara. IL-1.medscape. Edisi keempat belas.. Oftalmologi Umum. Komponen obat anestesi ideal (trias anestesi) terdiri dari hipnotik analgesia dan releksasi otot. Program Profesi Pendidikan Dokter. Sebagian besar obat-obat anestesi menyebabkan depresi fungsi respirasi secara sentral.. Ilyas. 1978. dan Riordan-Eva.

Halotan digunakan untuk menginduksi dan mempertahankan anestesi. misalnya didaerah kepala dan leher dibutuhkan pipa yang tidak bisa tertekuk yang mempunyai spiral nilon atau besi. Biasanya digunakan pada bayi dan anak. meningkatkan efek relaksan otot aminoglikosida c. etilen. Laringoskop . opioid (morfin. Pipa orofaring/nasoparing Alat ini dugunakan untuk mencegah obstruksi jalan nafas karena jatuhnya lidah. Propofol dikemas dalam cairan emulsi lemak berwarna putih susu bersifat isotonic dan hanya boleh diencerkan dengan menggunakan dekstrose 5%. Pipa oroparing/Nosoparing. Penghisap Lendir a. d. tambahan analgesi regional atau membantu prosedur diagnostic. untuk memfiksasi pipa trakea setelah tindakan intubasi e. pada anak-anak pipa endotrakeal tanpa balon. Intubasi trakea adalah tindakan memasukkan pipa endrotrakeal kedalam trakea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dilkendalikan. ketamin. Ambubag T = Tape. isofluran. fekromositoma. bradikardi dan hipotensi selama induksi b. pipa plastik yang sekali pakai untuk operasi tertentu.keluhan terdapat benjolan di payudara kanan dilakukan pembedahan dengan anestesi umum.5 mm.dapat mengganggu kemampuan mengendrai kendraan dan mengoperasikan mesin. dan sevofluran. Plester. dan demam tinggi. Obatobatan yang sering dipakai adalah thiopental. Untuk mencegah kebocoran balon (cuff) pada ujung distal . hipertensi. halotan. b. etil klorida. Stilet . Bila hendak diberikan sebelumnya sebaiknya diberikan sedasi (midazolam). Hal-hal ini yang perlu diperhatikan adalah : a. Ketamin dapat menyebabkan takikardia. Laringoscop dan Stetoskop T = Tubes. laringoskopi dengan blode lurus (misalnya blade magill). Opioid tidak mengganggu kardiovaskuler. Indikasi : a. petidin. Pemberian ventilasi mekanis jangka panjang C. d. kerusakan hati e. Interaksi obat : a. sebelumnya ada riwayat hiperpireksia (suhu badan melebihi 41. Pipa Endotrakeal A = Air Way. simtomitetika lainnya. Induksi : 2. myastenia gavis. gunakan hiperventilasi sedang selama bedah saraf c. memperparah hipotensi yang disebabkan oleh efek pemblokan ganglionik tubokurarin.Blade lengkung (macintos) biasa digunakan laringoscop dewasa .5-8. meningkatkan sensitifitas miokardium terhadap adrenalin. menggigil selama pemulihan f. propofol. kloroform. hipersalivasi. c. pentanil) diberikan dalam dosis tinggi. Mandrin C = Conektor/sambungan-sambungan S = Suction. kemudian menyusul eter.4 % halotan (anak-anak 1. dan mimpi buruk (halusinasi). Penggunaan halotan merupakan kontra indikasi pada pasien kelainan jantung (hipotensi. hindari pemakaian pada kehamilan dan menyusui e. fluoroksan.0 mm. sehingga sering digunakan untuk induksi pasien dengan kelainan jantung. f. mempotensiasi aksi relaksan otot non depolarisasi b. Pemeliharaan jalan napas d. trikloro etilen. Membersihkan saluran trakeabronkial b. Tindakan anestesi c. Mempermudah pemberian ventilasi dan oksigenisasi B. Tindakan resusitasi b. pandangan kabur. A. enfluran. pastikan kecukupan ventilasi ruangan d. anti depresan trisiklik. aritmia). nyeri kepala. Pipa Endotrakeal Terbuat dari karet atau plastik. Sehingga kontra indikasi untuk pasien hipertensi. mual dan muntah setelah operasi Anestesi intravena selain untuk induksi juga dapat dipakai untuk rumatan. Tujuan : a. desfluran. untuk intubasi oral panjang pipa yang masuk 20-23 cm. hiperpireksia ganas jarang terjadi d. metoksifluran. Obat anestesi inhalasi yang pertama kali digunakan untuk membantu pembedahan adalah N2O.0-9. hindari penggunaan berulang dalam jangka waktu 3 bulan b. Ukuran laki-laki dewasa berkisar 8. aritmia jantung selama anestesi c. Plester I = Indroducer. aminofilin dan theofilin. Mempertahankan jalan napas agar tetap adekuat c. gangguan hepar.Blade lurus. Mencegah aspirasi d. etil-vinil-eter. sikloropan. Untuk induksi. dan pasca anestesi dapat menyebabkan mual muntah. dan opioid. wanita 7. Stilet atau forcep intubasi Digunakan untuk mengatur kelengkungan pipa endotrakeal sebagai alat . Efek samping halotan : a.1 derajat celcius) ganas atau rentan terhadap hipertermia malignan. Persiapan set intubasi : Sebelum mengerjakan intubasi dapat diingat kata STATICS S = Scope.5-2 % halotan) dalam O2 atau O2/N2O.

septum nasi deviasi (-).Wikipedia. pasien datang dengan keluhan pilek disertai ingus encer. pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu. tapi karena lebih persisten. pemeriksaan Vital Sign: Tekanan darah :120/70 mmHg Respirasi: 20x / menit Suhu: febris Nadi: 80x / menit.261-264. Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 4. komplikasinya lebih sering ditemukan. pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu. Pasien belum pernah berobat sebelumnya. Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman. PENATALAKSANAAN RHINITIS ALERGIKA PADA PEREMPUAN USIA 24 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. 2. Alat penghisap (suction ). Diakses pada tanggal 24 Januari 2012 3. Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu.emedicine. Anggota keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit serupa. Forcep intubasi (magill/digunakan untuk memanipulasi pipa endotrakeal nasal atau pipa nasogastrik melalui orofaring f. asma dan penyakit lainnya.medicinenet. Pada pemeriksaan telinga dan tenggorokan tidak ditemukan adanya kelainan. Ditambah dengan adanya pemeriksaan penunjang yang dilakukan maka pasien ini didiagnosis sebagai rhinitis alergika. Program Profesi Pendidikan Dokter.com. 2000. www. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum: baik. Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. berwarna putih kepucatan (livid ) (+). Reaksi hipersensitivitas tipe II Kasus Seorang pasien perempuan berusia 24 tahun datang ke poli THT dengan keluhan pilek disertai ingus encer. Bagian Ilmu Anestesi. Pada kasus ini. hiperemis (-). Keluarga pasien tidak ada yang mempunyai riwayat alergi.digunakan untuk membersihkan jalan napas Kesimpulan Pada kasus ini pasien di lakukan anestesi umum. kesadaran: compos mentis. www. Arif. http://www. gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik.com/Anestesiologi. dkk.Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:45 ABSTRAK Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama. Riwayat asma (-). Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 Penulis Sekar Mutiara (20060310001). Mansjoer. Diagnosis Rhinitis Alergika Terapi Non Famakologi : Edukasi: Menghindari kontak dengan alergen penyebab Farmakologi: Ozen tab 2x1 Coldizo 2x1 Diskusi Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran . bersin-bersin.bantu saat insersi pipa. Kata kunci: Rhinitis Alergika. Pasien mengaku alergi dengan debu. sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. Anestesi spinal. Pasien mengaku alergi dengan debu. Teknik yang digunakan harus tepat dan harus dilakukan monitor yang ketat selama jalannya operasi. conca udem (+). General Anesthesi. Jakarta. Pada Pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan tampak mukosa hidung udem (+).com. sekret encer (+). sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. RSUD Tidar . gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik. Berdasarkan berat ringannya penyakit maka pasien digolongkan pada ASA 1 yang berarti pasien penyakit bedah tanpa disertai gangguan sistemik. Referensi 1.Magelang. bersin-bersin. Dalam: Kapita Selekta Kedokteran edisi III hal. General Anesthesi. Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu .

Sering disertai penyakit alergi lainnya seperti asma. Terapi simptomatis dilakukan melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal. Anak sering menggosok-gosok hidung dengan punggung tangan (allergic salute). Dapat timbul pada semua golongan umur. kadang disertai lakrimasi. Pemakaian peroral dengan pemberian intermiten atau tapering off hanya untuk kasus berat. iritasi ujung-ujung saraf sensoris dan aktivasi sel-sel kelenjar sehingga sekret diproduksi lebih banyak. Rinorea yang encer dan banyak. perubahan cuaca dan kelembaban yang tinggi. Diperberat oleh faktor non spesifik. hidung tersumbat. Gejala sering tidak lengkap. dan budesonid untuk jangka panjang cukup aman. Lamalama akan mengakibatkan timbul garis melintang di dorsum nasi sepertiga bawah (allergic crease). Jika perlu. rinitis alergi dibedakan atas : Rinitis alergi musiman (seasonal. Kesimpulan Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama. hidung dan mata gatal. serbuk sari. Dapat diberikan natrium kromolat dalam bentuk inhalasi untuk pencegahan. Gejala keduanya hampir sama. terutama anak dan dewasa muda. sampai dia tidak lagi menunjukkan reaksi alergi jika terpapar oleh senyawa tersebut. peningkatan permeabilitas kapiler. hindari kegiatan berkebun. basah. pasien harus dirujuk agar dapat dilakukan kauterisasi konka inferior dengan nitras agenti atau triklor asetat. hay fever. Pada rinoskopi anterior didapatkan mukosa edema. Preparat yang dipakai adalah agonis alfa adrenoreseptor. yang berdasarkan kelainan atopi. Tidak ada demam. golongan etnis dan ras tidak berpengaruh. Imunoterapi diindikasikan untuk severe persistein. Jika hipertropi sudah berat dapat dilakukan konkotomi. jendela ditutup. pollinosis). Untuk hipertropi konka. Terapi simptomatis dilakukan . Serangan bersin berulang lebih dari lima kali dalam satu serangan. Rinitis alergi sepanjang tahun (perennial)2. Edukasi sebaiknya selalu diberikan berkenaan dengan penyakit yang kronis. urtikaria atau eksim. tapi karena lebih persisten. seperti beklometason. Penyebab tersering adalah alergen inhalan (dewasa) dan ingestan (anak-anak). pucat atau livid. Menghindari pencetus (allergen) dengan cara mengamati benda-benda apa yang menjadi pencetus (debu. mukosa kembali normal.1. terutama untuk mengatasi sumbatan hidung. Diberikan peroral. Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman. sedangkan jenis kelamin. Berdasarkan sifat berlangsungnya. flunisolid. Tujuannya adalah agar pasien mencapai peningkatan toleransi terhadap alergen. Pada anak-anak sering disertai gejala alergi lain. kecuali bila telah berlangsung lama. seperti asap rokok. disertai banyak sekret encer. Penatalaksanaan yang tepat yaitu dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi. diberikan 2 minggu sebelum pemberian topikal agar pemberian topikal efektif. biasanya dalam kombinasi dengan antihistamin seperti pseudoefedrin fenilpropanolamin. Penatalaksanaan rhinitis alergi adalah dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi. gunakan masker wajah. Pemberian topikal harus hemat dan jangka pendek (4-10 ahri). pengobatan memerlukan waktu yang lama dan pendidikan penggunaan obat harus benar . dll). Faktor herediter berperan. bulu binatang. bau yang merangsang. Efek kortikosteroid baru terasa setelah pemakaian agak lama. Jika harus berkebun. Diluar serangan. hanya sifat berlangsungnya yang berbeda. Pemakaian lokal dengan preparat baru. Zat mediator utama dan terpenting adalah histamin yang memiliki efek dilatasi pembuluh darah. pastikan dengan skin test kemudian jaga kebersihan rumah. Gejala spesifik lain pada anak-anak bila penyakit telah berlangsung lama (>2 tahun) adalah bayangan gelap didaerah bawah mata (allergic shinner) akibat stasis vena sekunder karena obstruksi hidung. seperti urtikaria dan gangguan pencernaan. namun berkurang dengan bertambahnya umur. komplikasinya lebih sering ditemukan. Pada kasus ini didiagnosis rhinitis alergika.utama. Pada reaksi alergi ini dilepaskan berbagai zat mediator yang akan menimbulkan gejala klinis.

Pada pemeriksaan fisik. R. 1997.Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:42 ABSTRAK Low Back Pain (LBP) adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. 1997. diagnosis tidak pasti dan berlangsung lama. Peter. walaupun pada sebagian besar kasus akan sembuh dengan sendirinya. Foto radiologi V. pasien mulai mengeluh nyeri pinggang yang menjalar sampai ke kaki kanannya. Kata kunci : Low back pain.melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal. HNP Terapi Inj. Edisi 6. hanya dibiarkan saja.. Pasien mengatakan tidak ada gangguan dalam buang air kecil. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. BOIES Buku Ajar Penyakit THT.. Saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. dimana pada beberapa kasus gejalanya sesuai dengan diagnosis patologisnya dengan ketepatan yang tinggi. Jakarta. karena harus merubah pula cara hidup penderita dan malahan juga perubahan pekerjaan. Pasien merasakan gejala ini setelah mengangkat beban yang berat. pasien datang ke IGD membawa rujukan dari puskesmas dengan keterangan nyeri pinggang sampai ke kaki kanan yang dirasakan sudah ± 1 bulan. Pada pasien ini. Hari masuk rumah sakit. Anatomi dan Fisiologi Terapan. memiliki gejala nyeri pinggang sampai kaki kanan setelah mengangkat beban yang berat. Edisi 6. Amitriptilin 2 x 12. nyeri Kasus Satu bulan sebelum masuk RS. 2. Trabekulasi tulang cukup baik. Kekuatan pada kaki kanan bebas terbatas dan kekuatannya sulit dinilai karena nyeri. saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. Penerbit Buku Kedokteran EGC.Lumbosacral : Kurvatura melurus. tidak ditemukan reflek patologis. Riwayat Jatuh terduduk disangkal. Fisioterapi. A. Awalnya pasien tidak mengobati nyerinya. kesan : Spondylosis lumbalis. Penyakit Telinga Luar. Penerbit Buku Kedokteran EGC.. BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. reflek fisiologis dalam batas normal. pemeriksaan fisik ditemukan lasegue (+).worldallergy. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta LOW BACK PAIN PADA PASIEN LAKILAKI USIA 35 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Penulis Farida Aryani.org/professional /allergic_diseases_center/rhinitis/rhinitis_indepth. Tampak osteophyt anterior corpus vertebra lumbales. ditemukan lassegue 300. Ketorolac 1 amp/12 jam... Namun bila LBP terjadi mendadak dan berat maka akan membutuhkan pengobatan. Keluhan ini dapat demikian hebatnya hingga penderitanya mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan sampai harus istirahat dan dirawat di rumah sakit. Rhinitis. FIV tak menyempit. Riwayat TBC / batuk lama disangkal. Diskusi LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis. Nyeri . Pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal.. Michael. Pedikel intak. LBP yang rekuren membutuhkan lebih banyak perhatian. namun di sebagian besar kasus. Jakarta. 20060310016. Riwayat penyakit tumor disangkal. Riwayat penyakit serupa disangkal. Referensi 1. DIV L II-III menyempit.php 2007 3.5 mg. Diagnosis Diagnosis Klinis : Low Back Pain cum Ischialgia Diagnosis Topik : Radiks spinalis lumbal II III Diagnosis Etiologi : et causa Spondilogenik dd. Spondyloarthrosis L II-III. Dengan demikian maka LBP yang timbulnya sementara dan hilang timbul adalah sesuatu yang dianggap biasa. Pemeriksaan radiks medula. A. Riwayat dipijit disangkal. patrick dan kontra patrik negatif. Lawrence. website www. Pasien adalah seorang petani yang sering mengangkat hasil tani.

Penanganan pasien. Perdossi. Dalam penanganan umum penderita diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan. dan antiepileptika seperti fenitoin. Pada pasien ini faktor yang menjadi resiko dari penyebab terjadinya low back pain adalah faktor pemakaian yang terlalu banyak (wear and tear).Binarupa Aksara. tampak osteofit korpus vertebra. Jakarta. Suryamiharja A. dan topiramat. tirah baring dan mobilisasi serta diberikan medikamentosa mengurangi nyeri. Nyeri ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. Selain hal ini penderita juga sering mengangkat beban berat yang akan memberikan trauma berulang secara berkepanjangan pada struktur tulang belakang karena pasien seorang petani dan hampir setiap hari mengangkat beban. Dalam: Nyeri Neuropatik. Pada penderita ini secara radiologis x-foto polos terlihat penyempitan ruang intervertebralis. Mansjoer. Medikasi lain yang dapat diberikan sebagai tambahan adalah relaksan otot. Media Aesculapius FK-UI. gabapentin. batuk ataupun mengejan. Faktor resiko dari penyebab terjadinya low back pain bisa karena faktor pemakaian yang terlalu banyak. Medikamentosa diberikan terutama untuk mengurangi nyeri yaitu dengan analgetika. diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan. telah disertai dengan defisit neurologis berupa adanya tanda rangsangan laseque (+).ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. Referensi 1. Untuk LBP akut secara fakta didapatkan bahwa tidak terdapat NSAID spesifik yang lebih efektif terhadap yang lainnya. Mumenthaler. antidepresan trisiklik. Pesien didiagnosis etiologi HNP dengan manifestasi iskialgia didasarkan atas anamnesis: adanya nyeri pada punggung bawah yang timbul tak tergantung dengan waktu siang atau malam. Sadeli HA. Purba JS. 2008.dkk. Hal ini menggambarkan telah terjadinya trauma mekanik pada vertebra yang terjadi secara berulang dalam waktu yang lama. Tjahjono B.Neurologi. Editor: Meliala L. tirah baring dan mobilisasi. Adanya tanda Laseque lebih menandakan adanya lesi pada L4-5 atau L5-S1 daripada herniasi lain yang lebih tinggi (L1-4). karbamazepin. memberat terutama bila berjalan. Sadeli HA. BRSD KRT Setjonegoro. Kesimpulan LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis. Sering obat yang sesuai untuk penanganan dimulai dengan asetaminofen dan/atau nonsteroidal antiinflammatory drug.M. Tanda Laseque adalah tanda pre-operatif yang terbaik untuk suatu HNP. 2001 Penulis Farida Aryani. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENATALAKSANAAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA PRIMIGRAVIDA UMUR KEHAMILAN 13 MINGGU . karena sejalan dengan usia yang menuju berumur pertengahan. Arief. patofisioloogi dan penatalaksanaan.1995 3.Tanda Laseque atau modifikasinya yang positif menunjukkan adanya ketegangan pada saraf spinal khususnya L5 atau S1. LBP yang lebih dari 6 bulan disebut kronik. 20060310016. Nyeri punggung bawah. Harus diketahui bahwa tanda Laseque berhubungan dengan usia dan tidak begitu sering dijumpai pada penderita yang tua dibandingkan dengan yang muda (<30tahun). Jakarta. Kapita selekta kedokteran jilid 2. 2.

aktivitas sehari-hari terganggu. berat badan menurun. Satu-dua minggu sebelum masuk rumah sakit. Riwayat sakit kuning. Sedativa yang sering diberikan . 24 tahun. Terapi Psikologik. Air kencing perlu diperiksa sehari – hari terhadap protein terhadap protein. janin dalam keadaan baik. Pemeriksaan abdomen terdapat nyeri tekan epigastrium. Farmakologis berupa Infus D5% 20 tpm. khlorida dan bilirubin. Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit. hipertensi. pielititis.Dibuat oleh: Dianita Rachmawati. Tiap makan langsung muntah. Isolasi. kurangi pekerjaan yang berat serta menghilangkan masalah dan konflik. Keluhan mual dan muntah semakin bertambah berat setelah makan dan minum. tetapi perlu diingat untuk tidak memberikan obat teratogen. Pengawasan KU. dan sebagainya. Penatalaksanaan non farmakologi berupa bed rest. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. Bila perlu ditambahkan kalium dan vitamin. Pasien mengaku mempunyai rasa takut dan cemas terhadap kehamilannya yang pertama. Pada kasus ini. suhu : 37°C. Pemeriksaan USG. pielititis. muntah dialami lebih dari 10 kali per hari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. aseton. Pasien juga mengeluh nyeri ulu hati dan kadang demam. asma. Badan terasa lemah. pasien menikah 1x lamanya 9 bulan. catat dan perhatikan cairan yang keluar dan masuk. VS. DM. Apabila dengan cara diatas keluhan dan gejala tidak mengurang maka diperlukan pengobatan. Hipertensi disangkal. dan sebagainya. Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan. pada muntahan tidak terdapat darah. sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. pengawasan KU. seorang wanita G1P0A0 usia 24 tahun hamil 13 minggu dengan mual muntah berlebihan sejak 1 bulan yang lalu. BAB dan BAK dirasakan semakin menurun. Farmakologis berupa Infus. DISKUSI Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. 3. 4. muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan. Penderita disendirikan dalam kamar tenang. respirasi teratur dalam batas normal. nadi : 92 x/menit. Pada pemeriksaan thoraks dan ekstremitas dalam batas normal. Diabetes Mellitus. 2. dan protein dengan glucose 5% dalam cairan garam fisiologik sebanya 2-3 liter sehari. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. Pada pemeriksaan pasien compos mentis dan tampak lemas. alergi. Nafsu makan dirasakan menurun karena pasien takut muntah. Rehidrasi dengan cairan parenteral. Dibuat control cairan yang masuk dan keluar. Muntah awalnya hanya terjadi pada pagi hari dan setelah makan dan minum. Terapi medikamentosa. Beberapa cara untuk penanggulangan hiperemesis lebih lanjut : 1. G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu datang dengan keluhan mual dan muntah sejak ± 1 bulan yang lalu. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. PPV. dehidrasi. Pasien sering merasa haus dan bibir terasa kering. yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini. VS. tatapi cerah dan peredaran udara yang baik. Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam penderita. PPV. Cernevit 1x1 drip dan Ondansetron 8mg/drip.Modifikasi terakhir pada Minggu 11:44 ABSTRAK Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. jantung dalam keluarga disangkal. konsumsi jamu. dengan TD : 70/50 mmHg. Diet biasa. sampai muntah berhenti dan penderita mau makan. pada muntahan tidak terdapat darah. dehidrasi. multivitamin dan antiemetik. dan berkurang saat istirahat. berat badan menurun. Muntah > 10 kali sehari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. DIAGNOSIS G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu dengan hiperemesis gravidarum TERAPI Non farmakologi berupa bed rest. khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein dapat diberikan pula aam amino secara intravena. karbohidrat. Diet biasa. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. KASUS Seorang wanita. Riwayat sakit kuning. alergi obat.

Hal ini disebabkan karena terapi tidak berhasil bahkan keadaan umumnya semakin buruk. Durasi anestesi secara signifikan lebih lama dengan bupivakain dibandingkan dengan anestesi lokal lain yang umum digunakan. Ini juga telah mencatat bahwa ada periode analgesia yang tetap setelah kembalinya sensasi. 2008. Mannor SM. Prof.5 jam. obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion. Toronto : A Wiley Medical Publication. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi. F. Penghambatan motorik pada otot abdominal membuat larutan sesuai untuk operasi abdominal selama 45-60 menit. obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion. Jenis pembedahan : open prostatektomi.Diagnosis prabedah : BPH. Obat ini juga dapat ditoleransi dengan baik pada semua jaringan yang terkena. yang mana pada 1 ampul terdapat volume 4 ml dan setiap ml terkandung 5 mg Bupivacain HCl dan 80 mg dekstrose monohidrat. 12.G. Vol. REFERENSI Cunningham. 21.. Principles and Practise of Obstetric and Perinatology. 5. Onset aksi dengan bupivakain adalah cepat dan anestesi tahan lama. Mochtar. 1155-1164. Ilmu Kebidanan. Bupivacain HCl menghasilkan relaksasi muskular yang cukup pada ektremitas bawah selama 2-2. Pada kasus ini pasien menderita hiperemesis gravidarum pada saat usia kehamilannya 13 minggu.102. gangguan kardiovaskular. Terapi radikal terminasi kehamilan. 1981. Riwayat susah buang air kecil sudah satu minggu. Isi Seorang laki-laki. yang paling penting adalah volume larutan injeksi dan posisi dari pasien.5 % 15 mg.135-171. Distribusi larutan injeksi anestesi dipengaruhi oleh beberapa faktor. EGC:Jakarta. Obstetri Williams. gangguan liver dan gangguan ginjal.HCl.1968. Prawirohardjo. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi. Jakarta: EGC. yang terpenting adalah rehidrasi. PENULIS Dianita Rachmawati. Fairwether. Dalam keadaan terminasi kehamilan dapt dilakukan. 15 . Hal ini mungkin disebabkan karena faktor psikis dari pasien yang takut dan khawatir akan kehamilannya yang pertama. 2005.20 mg Bupivacaine spinal injeksi.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:41 Abstrak Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida. RSUD Salatiga Penggunaan Bupivacaine pada Pasien BPH Tindakan Open Prostatektomi Dibuat oleh: Anita Permatasari.1991. Nausea and Vomity in Pregnancy. Indikasi terminasi kehamilan adalah ensefalopati Wernicke. Am J Obst. antihistamiika juga dianjurkan. Farmakokinetik: durasi analgetik pada T10-T12 selama 2-3 jam.H2O Farmakodinamik: Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida. et al. Ilmu Kebidanan dan Kandungan. Sinopsis Obstetri. PT. umur 56 tahun datang karena tidak bisa buang air kecil. Rumus empirik: C16H26N2O. perdarahan retina. dkk. Diagnosis BPH Jenis pembedahan : open prostatektomi. ed. Hyperemesis Gravidarum. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta. nyeri dan merasa kurang puas bila buang air kecil dengan suspect BPH. Kaminetzky HA eds. Dosis bupivacaine spinal injeksi untuk dewasa yang dianjurkan adalah: anestesi spinal untuk operasi : 10. KESIMPULAN Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu.. .Rustam. & gynec. vol. In : Iffty L. Vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6. Sarwono. Terapi yang diberikan bertujuan untuk memperbaiki kondisi dan mencegah terjadinya keadaan yang lebih buruk.dr.adalah Phenobarbital. Diskusi Pada pasien ini dilakukan anestesi spinal dengan menggunakan Bupivacaine spinal 0.

rujukan Puskesmas karena mengalami kejang. terutama mereka dengan penyakit hati yang berat.Modifikasi terakhir pada Minggu 08:51 ABSTRAK Kejang demam adalah kejang yang disebabkan kenaikan suhu tubuh lebih dari 38. J. editor. Sehari sebelumnya anak demam mendadak. Riwayat kejang sebelumnya (+) sekitar 5 menit saat usia 9 bulan dan diopname. 1989.4°C tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit akut pada anak berusia di atas 1 bulan tanpa riwayat kejang tanpa demam sebelumnya. Hanya 5% dari bupivakain diekskresikan tidak berubah dalam urin. semakin lama semakin meningkat. Mikhail MS. 2001 Penulis Anita Permatasari.. Pasien sempat dibawa ke puskesmas dan mendapat diazepam per rectal. Pilihan Cara Anestesia. 2004 4. M. hal 123. Latief Said. Anestesi lokal jenis Amide seperti bupivakain dimetabolisme terutama di hati melalui konjugasi dengan asam glukuronat. Pasien masih mau makan dan minum ASI seperti saat tidak sakit. ekskresi urin dipengaruhi oleh perfusi ginjal dan faktor yang mempengaruhi pH urin. 3. Yao. mungkin lebih rentan terhadap toksisitas potensi anestesi lokal tipe amida. sehingga meminimalkan komplikasi spinal anestesi. sehingga menambah berat jenis obat. Adult Perioperative Anesthesia: The Requisites in Anesthesiology. Referensi 1. saat demam berupa gerakan kaku seluruh tubuh anak dan berlangsung kurang lebih 5 menit.F. McGraw Hill. Schlunt. New York. Setelah mengalami kejang.. Selain itu obat ini termasuk obat hiperbarik jika dilihat dari berat jenisnya.selama waktu kebutuhan analgesik kuat berkurang. Sedangkan dalam obat ini memiliki berat jenis 1. Dilihat dari berat jenisnya obat ini termasuk obat hiperbarik yaitu berat jenis obat lebih besar dari berat jenis cairan serebrospinal.. pasien lemas dan tertidur kemudian sadar.Murray M. F. BAK dan BAB dalam batas normal. Keyword : kejang demam. dibawa oleh ibunya ke IGD RSUD Salatiga. 2. Kesimpulan Pada kasus ini penggunaan obat bupivacaine untuk spinal anestesi sudah tepat. Dalam obat ini yang membuat keadaan hiperbarik adalah kandungan dekstrose 80 mg. Lippincott Williams and Wilkins. 2006. Kondisi hiperbarik akan memungkinkan terjadi perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi.003-1. Morgan GE. Muhadi Muhiman. Cole. Ginjal adalah organ ekskresi utama untuk anestesi lokal. sehingga memungkinkan perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. Mosby. Anesthesiology. riwayat kejang demam pada keluarga (+). Stase Ilmu Anestesi dan Reanimasi. Problem Oriented Patient Management. Pada suhu 37oC cairan serebrospinal memiliki berat jenis 1. terus-menerus. Tidak ada riwayat perdarahan (mimisan ataupun perdarahan gusi) dan ruam . karena obat ini memiliki onset yang cepat dan anestesi yang tahan lama.J.3 kg.S. Dalam: Basuki Gunawarman.008. Anestesiologi.0278. Unit Kerja Koordinasi Neurologi IDAI membuat klasifikasi kejang demam pada anak menjadi 2 yaitu Kejang Demam Sederhana (KDS) dan Kejang Demam Kompleks (KDK). Yogyakarta. Jakarta: Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Muhardi. Clinical Anesthesiology 4th edition. USA. D. kejang demam sederhana KASUS Seorang anak perempuan usia 10 bulan dengan berat badan 9. Artusio. PENEGAKAN DIAGNOSIS KEJANG DEMAM SEDERHANA PADA ANAK PEREMPUAN USIA 10 BULAN Dibuat oleh: Dianita Rachmawati. Pasien dengan penyakit hati. Kejang terjadi pada sore harinya 1 kali. RS Jogja.

Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Volume 3. DR. Anderson. Jakarta: EGC. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. sakit pada mata dan telinga (-). Ismael.. dkk. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien didiagnosis kejang demam sederhana. Hussein. Pusponegoro. SpA(K). Rudolph AM. EGC: Jakarta. Standar Pelayanan Medis RS. Dr. Edisi ke-20. kejang pertama pada usia < 12 bulan. dan atau klonik • Umumnya akan berhenti sendiri • Tanpa gerakan fokal • Tidak berulang dalam 24 jam Pada bayi dan anak dengan kejang dan demam yang perlu diperhatikan adalah apakah terdapat gangguan perkembangan neurologis. Price. berlangsung singkat dengan sifat bangkitan dapat berbentuk tonik-klonik. 2000. Suhu : 37. pemeriksaan fisik. status gizi baik. Pernafasan : 40 x/menit.. dan per oralnya diberikan pulvis yang terdiri dari PCT 100 mg. fokal atau umum. Patofisiologi. tanda rangsang meningeal (-).D. dan kejang demam multipel. riwayat kejang tanpa demam. di antaranya: infeksi susunan saraf pusat. tonik. REFERENSI Hassan. 2002. klonik. Ikatan Dokter Anak Indonesia.. Dr. Hal ini sesuai dengan kriteria dari Unit Kerja Neurologi IDAI. DIAGNOSIS Kejang Demam Sederhana (KDS) TERAPI Pada pasien ini diberikan Infus KaEN 3B 20 tpm. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi 1.Dr. Alatas. Adapun penegakan diagnosis kejang demam hanya dapat ditegakkan dengan menyingkirkan penyakit-penyakit lain yang dapat menyebabkan kejang. ANASTESI SUBARACHNOID BLOCK PADA HERNIOTOMI LAKI-LAKI USIA 60 TAHUN DENGAN HERNIA INGUINALIS LATERALIS REPONIBLE . misalnya epilepsi. Konsep Klinis Proses-Prose Penyakit. Yogyakarta: Medika FK-UGM. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. Serangan kejang terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam. Sofyan Prof. KESIMPULAN Kejang demam adalah suatu bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (> 38°C). Riwayat trauma kepala (-). dkk. Waldo. riwayat terluka/tertusuk benda tajam (-). 2006. Hardiono.MD. Sylvia. perubahan akut pada keseimbangan homeostasis. tonik. PENULIS Dianita Rachmawati. RSUD Salatiga.. tetapi setelah beberapa detik atau menit anak akan terbangun dan sadar kembali tanpa adanya kelainan saraf. dkk. Nelson. Luminal 5 mg diberikan 3x sehari. tampak lemah. Ilmu Kesehatan Anak. 2005.E. dr.kemerahan seluruh tubuh maupun batuk pilek. tidak berulang dalam 24 jam. Pada pasien ini dapat ditegakkan diagnosis KDS berdasarkan adanya riwayat demam sebelumnya dan kejang terjadi 1x selama 5 menit.Sardjito Edisi III Jilid 2. Appleton dan Lange. Umumnya kejang berhenti sendiri. pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang yang menyeluruh untuk menegakkan diagnosis. Rupeno. Pemeriksaan thoraks dan abdomen dalam batas normal. Heart Rate:92x/menit. kejang fokal. Begitu kejang berhenti anak tidak memberikan reaksi apapun untuk sejenak. Infomedika. DISKUSI Pada pasien ini mengalami kejang demam sederhana. kejang lama (>15 menit). Febrile Seizures Rudoplh Pediatrics.SpA(K). Unit Kerja Koordinasi Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pemeriksaan fisik : Keadaan umum : compos mentis. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2004.5 ⁰C. Sutaryo. air dan elektrolit dan adanya lesi struktural pada sistem saraf. Diperlukan anamnesis. epilepsi pada keluarga. Dr. 2005. Konsensus Penanganan Kejang Demam. 1985. dimana kriteria kejang demam sederhana (KDS/Simple Febrile Seizure) • Singkat dan disertai demam • Durasi kurang dari 15 menit • Kejang dapat umum.

menggunakan anastesi subarachnoid block. Dosis ondancentron HCL dan ketorolac yang dianjurkan adalah 2-4 mg pada dewasa dan 10-30 mg dapat diulang setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan.v) dan analgesik non opiat (Ketorolac i. Anasthesiology (2000) .v) serta induksi dengan Bupivakain i. Karena perdarahan pada kasus ini kurang dari 20% EBV maka tidak diperlukan transfusi darah. Diagnosis Pasien didiagnosa Hernia Inguinalis Lateralis Reponible Terapi Rencana Operasi Herniotomi menggunakan anastesi subarachnoid block Diskusi Pada kasus ini pasien seorang laki-laki usia 60 tahun dengan diagnosis hernia inguinalis sinistra reponible akan dilakukan herniotomi. 51 . BRSD KRT Setjonegoro. Referensi: 1. Subarachnoid Block Technique . Pasien didiagnosa hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan . M. 439-451 Penulis Farida Aryani.v. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Perdarahan Postpartum Dini ec Retensi Plasenta pada Pasien 27 Tahun P2A0 Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. uri akan lahir spontan dlam 15-30 .D . The American Journal of Surgery 190 (2005) 467–473 2. kenyal dan dapat direposisi. Teknik spinal anestesi ini dipilih sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. Valsava test positif dan terdapat suara bising usus pada auscultasi. Bagian Ilmu Anestesi. Pemeriksaan status operatif pasien ASA I dan malampati score I. sebagai analgetik digunakan dengan tujuan untuk mengurangi rasa nyeri. Biasanya. Kata kunci : subarachnoid block. Anastesi menggunakan premedikasi Antiemesis (Ondancetron HCL i. Dari pemeriksaan fisik yang dilakukan pasien didiagnosis hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan menggunakan anastesi subarachnoid block sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:01 Abstrak Anastesi Subarachnoid Block atau spinal anastesi adalah suatu bentuk anastesi regionaldengan cara memasukkan obat anastesi lokal ke ruang subarachnoid menggunakan jarum halus. MD . karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. Selama operasi terjadi perdarahan kurang lebih 100 cc. Kerja bupivacain adalah menghambat konduksi saraf yang menghantarkan impuls dari saraf sensoris. Hilda Pedersen. Kesimpulan Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu. herniotomi Kasus: Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu. Indikasi lain bagi dilakukannya anastesi subarachnoid block adalah jika pasien mempunyai kontraindikasi dilakukannya intubasi endotrakeal. Anasthesi in Abdominal surgical intervention. Three Finger Test positif.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:00 ABSTRAK Dalam persalinan. Induksi anestesi pada kasus ini menggunakan anestesi lokal yaitu bupivacain 15 mg.Dibuat oleh: Farida Aryani. Dari pemeriksaan fisik didapatkan benjolan yang teraba pada regio inguinalis sinistra ukuran 2x3x2 cm2. Raanan Cohen-Kerem. Premedikasi yang digunakan pada kasus ini adalah ondancentron HCL 4 mg dan ketorolac tromethamine 30 mg yang diberikan dengan tujuan mencegah mual dan muntah paska operasi agar tidak terjadi aspirasi dan rasa tidak nyaman. Jenis anestesi yang digunakan adalah regional anestesi dengan teknik Sub Arachnoid Block.

rumah. ♀. ditolong dukun. Plasenta sudah lepas tetapi belum keluar karena atonia uteri dan akan terjadi perdarahan banyak. yang menembus serosa atau peritonium dinding rahim. takikardi. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. Retensio plasenta dapat disebabkan oleh beberapa hal. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. pembukaan 56 cm. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. 27 tahun. apalagi bila terjadi perdarahan. yang melekat pada desidua endometrium lebih dalam. dapat ditunggu sampai 1 jam. terdapat perdarahan pervaginam. Keluarga pasien memanggil bidan. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. lemah. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. Manual plasenta KASUS Seorang wanita. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah mencoba mengeluarkannnya dengan perasat crede maupun manual plasenta diikuti dengan perbaikan keadaan umum pasien. yang menembus lebih dalam ke dalam miometrium tetapi belum menembus serosa. darah (+) aktif. Sebelumnya pasien melahirkan bayi perempuan secara spontan. dimana vili koreales tumbuh lebih dalam dan menembus desidua sampai ke miometrium. dapat ditunggu sampai 1 jam. anemis. laserasi jalan lahir minimal. Keyword : Perdarahan Postpartum Dini. yaitu: 1. bidan.4 gr%). Biasanya. Tranfusi PRC sampai Hb≥10. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik diperoleh keadaan umum : lemah. dukun. pasien mengeluarkan banyak darah. aterm. Oxytosin 1A/drip • Tindakan : manual plasenta DISKUSI Dalam persalinan. pasien mengeluarkan darah banyak. (c) Plasenta akreta. Palpasi : Tinggi Fundus Uteri setinggi 1 jari diatas pusat. Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit. dicoba dilakukan manual plasenta tidak berhasil. aterm.menit. vulva uretra tenang. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. BBL belum ditimbang. II: 2009. Kesadaran : Compos mentis. Pada pasien ini setelah 5 jam melahirkan plasenta belum juga terlepas sehingga mengakibatkan terjadinya perdarahan postpartum dini. (d) Plasenta perkreta. kesakitan. Tanda vital : hipotensi. 2. lahir spontan. Pemeriksaan Dalam (vaginal toucher) Tampak tali pusat yang telah diklem pada introitus vagina. kesakitan. yang menurut tingkat perlekatannya dibagi menjadi (a) Plasenta adhesiva. lahir spontan. rumah. Pada kasus ini terdapat seorang wanita. 27 tahun. kemudian ari-ari ditunggu tidak keluar. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. Untuk mengetahui apakah plasenta telah . 3500 gr. sehat. sehat. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. (b) Plasenta inkreta. sehat. ♀. kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. atau karena adanya lingkaran konstriksi pada bagian bawah rahim akibat kesalahan penanganan kala III yang akan menghalangi plasenta keluar (plasenta inkarserata). karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. tapi bila sebagian plasenta sudah lepas akan terjadi perdarahan dan ini merupakan indikasi untuk segera mengeluarkan plasenta. maka harus segera dikeluarkan. BBL belum ditimbang. Riwayat Obstetri : I : 2001. suhu afebris Status Obstetrik Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Keadaan umum CM. Bila plasenta belum lepas sama sekali tidak akan terjadi perdarahan. kontraksi uterus lemah. Plasenta belum lepas dari dinding rahim karena tumbuh melekat lebih dalam. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. anemis (Hb 5. dinding vagina licin. DIAGNOSIS Perdarahan postpartum dini ec retensi plasenta PENATALAKSANAAN • Perbaikan KU : Pemberian infus RL 2 jalur. Retensi Plasenta.

Wanita tersebut disuruh mengejan. Perasat Kustner. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Hernia Repair pada Pria 69 Tahun dengan Hernia Inguinalis Dextra Reponibel Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin.. Teknik tindakan aseptik harus dipakai. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Perasat Klein.J. Apleton . Keluarkan plasenta dengan tangan (manual plasenta). Penggantian darah yang hilang Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. Cegah terjadinya syok 3. Jakarta Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. Coba 1-2 kali dengan perasat creede. melakukan tindakan manual plasenta. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. Eastman. Teknik manual plasenta yaitu tangan kiri diletakkan di fundus uteri. REFERENSI 1. Bandung Wibowo.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. B. KESIMPULAN Perdarahan postpartum dini yang disebabkan retensi plasenta merupakan kasus yang sering dijumpai. Hernia . Bila tali pusat ini masuk kembali kedalam vagina.H. dipakai beberapa perasat antara lain: 1. Perdarahan postpartum masih merupakan salah satu sebab utama kematian ibu dalam persalinan. dan memberikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik. yaitu: 1. misalnya perdarahan. Bila tetap atau tidak masuk kembali kedalam dinding vagina. & Wiknjosastro. Tepi plasenta dilepas – disisihkan dengan tepi jari-jari tangan – bila sudah lepas ditarik keluar. Karena itu ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam menolong persalinan dengan komplikasi perdarahan postpartum. 1994. berarti plasenta belum lepas dari dinding uterus.. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah : 1. Bila perdarahan banyak. Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar plasenta lepas dari dinding uterus hanya dapat digunakan bila terpaksa. tangan kanan dimasukkan dalam rongga rahim dengan menyusuri tali pusat sebagai penuntun. Tangan kanan memegang atau menarik sedikit tali pusat. Apabila hanya sebagian plasenta lepas maka dapat terjadi perdarahan. maka harus dilakukan analgesia atau anestesia yang memadahi. Perasat ini harus dilakukan dengan hati-hati. Tali pusat tamapk turun kebawah. Biasanya.Century -. maka harus segera dikeluarkan. William Obstetrics (edisi 18). 3.Crofts. Perasat Strassmann. oleh karena itu dalam menangani persalinan kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. berarti plasenta sudah lepas. berarti plasenta lepas dari dinding uterus. Penghentian perdarahan 2. Penatalaksanaan yang cepat dibutuhkan pada kasus ini yaitu dengan memperbaiki keadaan umum pasien. 2.. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. Bila tidak terasa getaran.lepas dari tempat implantasinya. 4. Tangan kanan meregang atau menarik sedikit tali pusat. N. apalagi bila terjadi perdarahan. Jakarta 2. dapat ditunggu sampai 1 jam. Tangan kiri mengetok-ngetok fundus uteri. 2. 1956. berarti plasenta belum lepas. Lakukan eksplorasi apakah ada luka-luka atau sisa-sisa plasenta dan bersihkan. New York EGC. Bila pengedanannya dihentikan dan tali pusat masuk kembali ke dalam vagina. berarti plasenta belum lepas. dan dianjurkan penggunaan sarung tangan steril yang menutupitangan operator sampai lengan bawah. maka berikan tranfusi darah. Tangan kiri menekan daerah diatas simfisis. Bila terasa getaran pada tali pusat yang diregangkan ini. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit. G. 3. yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. Berikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik. Ilmu Kebidanan. Perasat Creede. Jika teknik manual plasenta diperlukan. 4.

Keluhan dirasakan semenjak 3 bulan yang lalu. laki-laki berumur 69 tahun datang ke poli bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan terdapat benjolan di lipat paha kanan. konsistensi kenyal. Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Pasien belum pernah menderita penyakit serupa. Z. Nafsu makan. Pada kasus ini. Pada awalnya benjolan sebesar ibu jari pada lipat paha kanan. frek nafas 20 x/menit. adanya struktur muskulus oblliqus internus abdominis yang menutupi annulus inguinalis internus ketika berkontraksi. Nafsu makan. Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. flatus. Pengobatan operatif merupakan satusatunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Setelah operasi pasien diberikan injeksi antibiotik berspektrum luas 1 gram yang diberikan 3 kali sehari intravena untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi serta injeksi analgetik 30 mg yang diberikan 2 kali dalam sehari intravena untuk mengurangi nyeri setelah operasi. Berbagai faktor penyebab berperan pada pembentukan pintu masuk hernia pada annulus internus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. bising usus (+). Disamping itu diperlukan pula faktor yang dapat mendorong isi hernia melewati pintu yang sudah terbuka cukup lebar tersebut. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. flatus. muntah. serta demam. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan operasi hernia repair. DIAGNOSIS Pasien ini didiagnosis dengan hernia inguinalis lateralis dextra reponibel TERAPI Pada pasien ini dilakukan tindakan operasi hernia repair dengan metode bassini untuk mereposisi atau mengembalikan usus yang masuk ke dalam lubang inguinlis lateralis. kemudian lama – lama benjolan pada lipatan paha kanan membesar. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. dan hernioplasti. pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. Hernia inguinalis lateralis KASUS Pasien Bp. BAK.5oC. suhu 36. kesadaran kompos mentis. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. mual. Hernia inguinalis yang mengalami inkarserata. Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik. frek nadi 80 x/menit. licin. Pasien tidak mengeluh nyeri. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. darah tinggi disangkal. Pada pemeriksaan didapatkan keadaan umum tampak tenang. Operasi hernia atau hernia repair terdiri dari herniotomi. Pemeriksaaan penunjang seperti darah dan rontgen thorak dalam batas normal. dan adanya fascia transversa yang kuat menutupi trigonum hasselbach yang umumnya hampir tidak berotot. BAK. mual. laki-laki usia 69 tahun mengeluh ada benjolan di lipat paha kanan yang timbul saat berdiri dan menghilang saat berbaring. Bp. pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. Pasien tidak mengeluh nyeri. yang semakin hari semakin membesar. sehingga perlu dilakukan tindakan operasi hernia repair. Z. BAB tidak ada gangguan. nyeri tekan (-). muntah. yaitu kanalis inguinalis yang berjalan miring. Riwayat penyakit gula. Pada orang sehat ada tiga mekanisme yang dapat mencegah terjadinya hernia inguinalis. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. Indikasi diadakan operasi: 1. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat.inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. BAB tidak ada gangguan. Kata Kunci : Hernia repair. Teraba benjolan di regio inguinalis dextra. pasien ini diberi injeksi antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi dan injeksi analgetik untuk mengurangi nyeri setelah operasi. DISKUSI Pada kasus ini. . herniorafi. serta demam. pasien 69 tahun mengeluh adanya benjolan di lipat paha kanan. Setelah operasi. gizi cukup. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. tanda vital: TD 120/80 mmHg. Pasien kemudian memutuskan untuk di rawat di Rumah Sakit.

muskulus obliqus transversus abdominis. Selain itu. kemudian aponeurosis muskulus obliqus externus dijahit kembali sehingga tidak ada lagi kanalis inguinalis. EGC. pemeriksaan neurologik.5 persen dengan epinefrin. 3. (1991). 4. cetakan IV.meskipun keadaan umum jelek. Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada usia dewasa. Setelah dilakukan operasi. Kata kunci : . Fakultas Kedokteran. Buku Ajar Ilmu Bedah. klindamisin serta aminoglikosida. bagian 2. sehingga locus minoris resistantiae hilang. Setelah dilakukan operasi untuk mencegah terjadinya infeksi dapat diberikan injeksi antibiotik yang berspektrum luas seperti golongan ampisilin. Operasi hernia ada 3 tahap 1. Herniotomy yaitu membuka dan memotong kantong hernia serta mengembalikan isi ke cavum abdominalis. Jakarta. Dr.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Bell's Palsy (BP) ialah suatu kelumpuhan akut n. 62. fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya disebut Bell's palsy. P. fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya. Bp. Hernia reponibel pada bayi dengan umur lebih dari 6 bulan atau berat badan lebih dari 6 kilogram. laboratorium dan patologi anatomi menunjukkan bahwa BP bukan penyakit tersendiri tetapi berhubungan erat dengan banyak faktor dan sering merupakan gejala penyakit lain. Ketiga muskulus.570-579 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005. 2005. Biasanya didahului oleh infeksi saluran napas bagian atas yang erat hubungannya dengan cuaca dingin. jarang pada anak di bawah umur 2 tahun. 2. 3. Halstedt Di lakukan untuk memperkuat atau menghilangkan locus minonis resistentiae. Bassini Muskulus obliqus internus dan muskulus transversus abdominis dijahitkan pada ligamentum inguinale. 2. Sir Charles Bell (1821) adalah orang yang pertama meneliti beberapa penderita dengan wajah asimetrik. Shouldice Membuka lantai inguinalis dan mengimbrikasi fascia transversalis dengan teknik jahitan kontinyu. funikulus spermatikus diletakkan di sub kutis. Bagian Ilmu Bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Bell’s palsy pada pengendara sepeda motor Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Hernioplasty ada bermacarnmacam menurut kebutuhannya: 1. pasien diberikan injeksi antibiotic 3 x 1 gram untuk menghindaari infeksi pasca operasi serta analgetik 2 x 30 mg untuk mengurangi nyeri pasca operasi. Herniorafi yaitu mulai dari mengikat leher hernia dan menggantungkannya pada conjoint tendon. digarnbarkan incisi berbentuk belah ketupat dan diberikan kira-kira 60 ml xylocain 0. Sjamsidajat R. Jika digunakan anastesi lokal.230. de Jong W. muskulus obliqus eksternus abdominis. Sabiston (1994). prof. sejak itu semua kelumpuhan n. Funikulus spermaticus diletakkan ventral dari muskulus tadi tetapi dorsal dari aponeurosis muskulus obliqus eksternus sehingga kanalis inguinalis kedua muskuli tadi memperkuat dinding belakang dari kanalis inguinalis. dapat juga diberikan injeksi analgetik untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri setelah operasi KESIMPULAN Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jalannya operasi menggunakan obat anastesi lokal berupa procain dengan dosis rnaksimum 200 cc. REFERENSI Darmokusumo. muskulus obliqus internus abdominis. Buku Ajar Bedah.66. Jakarta. 228. Edisi 2. Hernioplasty yaitu memberi kekuatan pada dinding perut dan menghilangkan locus minnoris resistentiae. (1993). J. Ferguson Yaitu funiculus spermaticus ditaruh di sebelah dorsal dari musculus obliqus externus dan internus abdominis dan muskulus obliqus internus dan transversus dijahitkan pada ligamenturn inguinale dan meletakkan funiculus spermaticus di dorsal. Buku Pegangan Kuliah Ilmu Bedah. 2. Z didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel dan akan dilakukan operasi hernia repair. Kuijjer. Pengamatan klinik. Kapita Selekta Pemeriksaan Bedah. K. EGC.

Riwayat sering terpapar angin saat bekerja d merupakan salah satu factor terjadinya bell‘s palsy. maka akan ditemukan antigen virus dalam nervus fasialis dan ganglion genikulatum. Apabila HSV diinokulasi pada telinga dan lidah tikus. dan atau merupakan reaksi autoimun yang menyebabkan demielinisasi nervus facialis. edema.kelemahan anggota gerak (-). virus akan aktif kembali. McCormick pertama kali mengusulkan HSV sebagai penyebab paralisis fasial idiopatik. sesak napas (-) • Kardiovaskular : Pucat (-). Di masa lalu. kasus Pasien perempuan usia 40 tahun datang ke Poliklinik Saraf dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. mata kanan tidak bisa menutup rapat (+). Sedangkan keluarga pasien tidak ada yang menderita seperti ini ataupun menderita DM dan hipertensi. nyeri BAK (-) • Muskuloskeletal : lemah anggota gerak (-) Diagnosis Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik diperoleh bahwa diagnosis kerja pada kasus ini adalah bell‘s palsy dextra Terapi Metil Prednisolon 3x1 Citizin 2x1 B1 tab 1 – 1 – 0 B2 tab 1 – 1 – 0 Fisioterapi DISKUSI Pada kasus ini bell‘s palsy terjadi pada seorang wanita 40 tahun datang dengan dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. atau mengemudi dengan kaca jendela yang terbuka menyebabkan nervus facialis sembab dan edema. Perjalanan nervus fasialis keluar dari tulang temporal akan melalui kanalis fasialis yang mempunyai bentuk seperti corong yang menyempit pada pintu keluar sebagai foramen mental. Mereka mengasumsikan bahwa virus adalah yang paling memungkinkan untuk melakukan perjalanan ke atas akson dari saraf sensorik dan berada dalam sel-sel ganglion. pilek (-). • Respirasi : Batuk (-). demielinisasi atau iskemik pada nervus facialis dapat menyebabkan gangguan dari konduksi. kesadaran menurun (-). Dengan bentuk kanalis yang unik tersebut. penelitian biopsi memperlihatkan adanya HSV dalam ganglion genikulatum pasien Bell‘s palsy. Impuls motorik yang dihantarkan oleh nervus fasialis bisa mendapat gangguan di lintasan supranuklear. terdapat teori yang mengatakan bahwa Bell‘s Palsy dapat terjadi karena adanya suatu proses yang dikenal awam sebagai ―masuk angin‖ atau dalam bahasa inggris ―cold‖. pusing (-). debar-debar (-). saat ini beberapa penulis percaya bahwa virus herpes simpleks (HSV) adalah penyebab umum Bell‘s Palsy. sehingga terjepit di dalam foramen stilomastoideus dan menimbulkan kelumpuhan fasialis LMN. Vital Sign Tensi : 110 / 70 mmHg Nadi : 86 x/menit Respirasi : 18 x/menit Suhu : 36. Paparan udara dingin seperti angin kencang. keluhan disertai pipi kanan terasa kebas. Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya ataupun menderita DM dan hipertensi. Tahun 1972. Dengan demikian. adanya inflamasi. . sakit pada anus (-) • Urogenital : BAK lancar. Beliau memberikan hipotesis bahwa HSV bisa tetap laten dalam ganglion genikulatum. gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair.bell‘s palsy. kejang (-). di sekitar foramen stilomastoideus. Panas (-). keluhan disertai pipi kanan terasa kebas. Proses inflamasi pada nervus fasialis menyebabkan peningkatan diameter nervus fasialis sehingga terjadi kompresi dari saraf tersebut pada saat melalui tulang temporal.5º C Anamnesis Sistem • Neurologi : Nyeri pinggang (). Murakami at all melakukan tes PCR (Polymerase-Chain Reaction) pada cairan endoneural N. gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair. Namun. AC. Bell‘s palsy mungkin merupakan akibat sekunder terhadap infeksi virus. Sejak saat itu. Pasien kontrol rutin di poliklinik syaraf dan berencana fisioterapi untuk ke-8 kalinya. Para ahli menyebutkan bahwa pada Bell‘s palsy terjadi akibat proses inflamasi akut pada nervus fasialis di daerah tulang temporal.VII penderita Bell‘s palsy berat yang menjalani pembedahan dan menemukan HSV dalam cairan endoneural. perut kembung(-). mual (-). nyeri perut (-). Pada saat stres. unilateral. • Gastrointestinal : Muntah (-). Penyebab edema dan iskemia masih diperdebatkan. kelemahan wajah bagian kanan. menyebabkan kerusakan lokal myelin serabut saraf tersebut. nuklear dan infranuklear.

datang dengan keluhan pusing berputar. batas medula tidak jelas sehingga memberi kesan radangkronis pada ginjal kanan dan kiri. Bibir tidak bisa dicucurkan dan platisma tidak bisa digerakkan. Diakses pada tanggal 31 Juli 2010 dari http://repository. Hanako. Pasien juga merasakan BAK sangat jarang disertai nyeri pinggang.ac. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press 4. (2010). di sudut serebelopontin.com/2010/04/0 3. parenchyma hiperechoik. Bell‘s Palsy. Bruce. Pada lesi LMN. usia 65 tahun. di os petrosum atau kavum timpani. Riwayat penyakit ginjal. maka air mata tidak bisa disalurkan secara wajar sehingga tertimbun disitu. Kata kunci : gagal ginjal. Diakses pada tanggal 29 Juli 2010 dari http://emedicine.medscape. ultrasonografi Kasus Pasien wanita. (2009). Karena lagoftalmos. hipertensi. (2007). Pemeriksaan USG abdomen menunjukkan ukuran ginjal normal. Hasil laboratorium darah menunjukkan keadaan anemia dengan ureum dan kreatinin yang sangat tinggi sehingga mengarahkan pada diagnosis akhir sebagai gagal ginjal kronik. di foramen stilomastoideus dan pada cabang-cabang tepi nervus fasialis. Kelumpuhan pada Bell‘s palsy akan terjadi bagian atas dan bawah dari otot wajah seluruhnya lumpuh. Diakses pada tanggal 30 Juli 2010 dari http://annsilva. dan beberapa kali mondok di RS karena nyeri pinggang bawah. Dewanto. Seiri. (2004). Pasien juga merasakan sangat jarang BAK dan nyeri pinggang kanan dan kiri kambuh-kambuhan sejak 2 tahun yang lalu. jantung. nafsu makan berkurang dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu. Japardi.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:59 Abstrak Seorang wanita usia 65 tahun mengeluh pusing berputar. Edisi kedua. Dahi tidak dapat dikerutkan. fisura palpebra tidak dapat ditutup dan pada usaha untuk memejam mata terlihatlah bola mata yang berbalik ke atas. Iskandar. Kapita Selekta Neurologi.wordpress. Dalam 1 tahun terakhir pasien merasa badan terasa pegal dan lemas. (2010). Harsono (editor). kelainan bisa terletak di pons. Onsetnya akut serta dapat dibedakan dengan penyebab lain seperti paralisis wajah unilateral dengan ketiadaan gejala dan tanda gangguan susunan saraf pusat dan gejala telinga dan fossa posterior. Lo. PCS tak melebar.com/article/791311-print GAMBARAN RADIOLOGIS GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN PEMERIKSAAN USG PADA WANITA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani.VII dengan gejala paralisis wajah unilateral. Jakarta: EGC 2. Sudut mulut tidak bisa diangkat.id/bitstream 5. KESIMPULAN Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang ditemukan pada pasien ini ditemukan diagnosis Bell‘s palsy yang merupakan suatu neuropati perifer pada N. kronik. Gejalagejala pengiring seperti augesia dan hiperakusis tidak ada karena bagian nervus facialis yang terjepit di foramen stilomastoideum sudah tidak mengandung lagi serabut korda timpani dan serabut yang menyarafi muskulus stapedius. nafsu makan menurun dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu. DM dan stroke pada pasien dan .usu. Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Saraf. George. dkk. REFERENSI 1. Nervus Facialis.Lesi supranuklear bisa terletak di daerah wajah korteks motorik primer atau di jaras kortikobulbar ataupun di lintasan asosiasi yang berhubungan dengan daerah somatotropik wajah di korteks motorik primer. Bell‘s Palsy.

103/µl.03 % yang berarti pasien telah memasuki kriteria penyakit gagal ginjal derajat 5 yaitu gagal ginjal sehingga memerlukan terapi hemodialisa atau transplantasi ginjal. parenchyma hiperechoic. kelemahan badan.0 gr/dL. Pasien pada kasus ini menunjukkan abnormalitas berupa gambaran hiperechoic pada parenkim ginjal kanan sehingga menimbulkan kecurigaan adanya radang pada ginjal kanan. parenkim ginjal pada bagian korteks memiliki sonodensitas yang lebih rendah dari pada hepar. Gagal ginjal kronik biasanya didahului dengan penyakit gagal ginjal berupa suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam. batas korteks medula tidak jelas. Tekanan darah 140/800 mmHg. dan meningkat sekitar 8% setiap tahunnya. sesak nafas. hematokrit 19 % dan trombosit 363. Gambaran sonodensitas parenkim yang meningkat mungkin disebabkan proses inflamasi akibat riwayat konsumsi jamu dan obat-obatan yang sangat mungkin bersifat nefrotoksik. Kedua konjungtiva tampak anemis. lien dalam batas normal.3 mg% dan kreatinin 9.106/µl.30C. besar normal. Diagnosis radiologis Proses radang kronik ren dextra dan ren sinistra Diskusi Gagal ginjal kronik adalah keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel. nadi 110 kali/menit. Selain itu dapat ditemukan pula ukuran ginjal yang mengecil dan batas korteks medula yang tidak jelas. Normalnya. pemeriksaan jantung dan paru dalam batas normal. mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. radiologis dan histopatologi ginjal. Di negara-negara berkembang lainnya.keluarga disangkal. Gambaran klinis pasien menunjukkan temuan bermakna berupa anemis. hipertensi. USG abdomen pada pasien gagal ginjal kronik biasanya ditandai dengan korteks yang lebih hiperechoic hingga hampir sama dengan sinus renalis. limfonodi leher tidak teraba. Besar kedua ginjal yang masih normal pada USG menandakan proses penyakit ginjal kronik yang masih awal dimana berkurangnya massa ginjal belum jelas terlihat. Sehingga didapatkan kesan adanya radang kronik pada ginjal kanan dan kiri. Keadaan umum pasien tampak pucat dan lemas dengan kesadaran compos mentis. Di Amerika Serikat. berupa dialisis atau transplantasi ginjal. PCS tak melebar. batas medula tidak jelas. parenchyma hiperechoik. Pemeriksaan darah rutin didapatkan nilai yang rendah pada beberapa komponen yaitu Hb 9. laboratoris. data tahun 1995-1999 menyatakan insidens penyakit gagal ginjal diperkirakan 100 kasus per juta penduduk tiap tahun. PCS tak melebar. Pendekatan diagnosis menggunakan temuan gambaran klinis. Pemeriksaan laboratoris memastikan penurunan Hb yang jauh dari normal. endapan (-). Hasil pemeriksaan USG harus dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan pemeriksaan laboratoris. Kimia darah menunjukkan peningkatan ureum 149. Dari perhitungan LFG dengan kadar kreatinin 9. besar uterus normal. nyeri tekan di regio epigastrium dan hypochondrium dextra. struktur parenchyma normal dengan sistema vaskular dan billiare tidak melebar. peningkatan asam urat serta kadar ureum dan kreatinin yang sangat tinggi. Gambaran PCS yang tidak melebar dan tidak ditemukannya batu pada struktur ginjal kanan dan kiri menyingkirkan kemungkinan proses obstruktif sebagai etiologi pada kasus ini. dinding vesika urinaria reguler. dengan populasi 18 juta. batas korteks medula tidak jelas. ren sinistra besar normal. massa (-). Pada ekstremitas tidak didapatkan adanya edema. insiden ini diperkirakan sekitar 40-60 kasus per juta penduduk tiap tahun. JVP tidak meningkat. PCS tak melebar.20 mg% didapatkan nilai 6.7 mg%. eritrosit 1. Seluruh temuan tersebut mendukung diagnosis gagal ginjal kronis sebagai . sehingga bersifat hipoechoic. respirasi 20 kali/menit dan suhu 39. batu (-). Sonodensitas yang lebih tinggi dapat ditemukan pada parenkim sinus renalis karena komposisi lemak yang dimilikinya. Di Malaysia. pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap. Pemeriksaan abdomen didapatkan hepar dan lien tidak teraba. urin yang keruh dan penurunan berat badan. diperkirakan terdapat 1800 kasus baru gagal ginjal tiap tahunnya. ren dextra besar normal. Pemeriksaan USG menunjukkan besar hepar normal.9.

Gambaran klinis dan pemeriksaan kimia darah pada kasus ini mengarahkan pada diagnosis gagal ginjal kronik dan didukung dengan pemeriksaan USG yang menunjukkan gambaran yang khas. Badan tidak panas. air mata (+) sedikit. Bagian Ilmu Radiologi. BAK lancar. Buku Ajar Imu Penyakit Dalam. Edisi Kedua. bubur. domperidon sirup 3 x 2. leher dan thorax dbn. DISKUSI Prinsip penatalaksanaan diare adalah mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi karena penyebab diare yang paling banyak adalah rotavirus. Jakarta : Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI Penulis Farida Aryani. Kedua temuan tersebut masih sangat mungkin disebabkan oleh proses penyakit ginjal kronik yang memang memiliki kerentanan mengalami infeksi saluran nafas. Rasad.diagnosis utama. mata agak cekung. Dari hasil pemeriksaan. bibir agak kering.2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) untuk anti muntah selama 5-7 hari. Dari pemeriksaan fisik didapatkan: UUB cekung (+). bibir agak kering. 2008. Fakultas Ilmu Kesehatan Ilmu Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Manajemen Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan/Sedang pada Bayi Usia 8 Bulan Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. Kata Kunci: Diare akut. parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr) untuk menurunkan demam.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 ABSTRAK Diare adalah episode keluarnya tinja cair sebanyak lebih dari tiga kali. pasien mencret dan muntah lima kali dalam sehari.14. tablet zinc 1x20 mg selama 10 hari berturut-turut. Rasa haus (+). RSUD Setjonegoro Wonosobo. Bayi KASUS Dari alloanamnesis didapatkan: 3 HSMRS bayi usia 8 bulan mencret dan muntah 6 x sehari. air mata sedikit. penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. Sjahriar. DIAGNOSIS Diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang TERAPI Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). ubun-ubun besar cekung. Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit. Tidak ada riwayat alergi makanan. Dehidrasi ringan bila penurunan berat badan kurang dari 5%. di lingkungan tempat tinggal tidak ada yang mengalami sakit serupa. Jakarta : Balai Penerbit FK UI 2. parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr). Temuan klinis berupa batuk dan penurunan berat badan menimbulkan kecurigaan adanya proses TB paru. Ekstremitas. Dehidrasi ringan/sedang. domperidon sirup 3 x 2. Riwayat makanan: ASI sejak lahir s/d sekarang. dehidrasi sedang bila penurunan berat badan antara 5%-10% dan dehidrasi berat bila penurunan lebih dari 10%. Yogyakarta : Pustaka Cendikia Press 3. Penatalaksanaan diare: 1. abdomen: palpasi turgor cukup. Radiologi Diagnostik. R. G. tidak ada lendir maupun darah. Kesimpulan Pemeriksaan radiologis harus selalu dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan laboratoris. Bila dikasih makanan. akral hangat. badan panas. 1 HSMRS bayi tetap mencret.1-4. Radiologi Diagnostik. Berikan cairan sesuai indikasi Tanpa dehidrasi: ASI . badan mulai panas. biscuit. nasi lembek + kuah sayur diberikan mulai usia 7 bulan. atau lebih dari satu kali keluarnya tinja cair yang berlendir atau berdarah dalam satu hari. Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan elektrolit. tidak menggigil dan tidak ada kejang. dan tablet zinc 1x20 mg.2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) selama 5-7 hari. bayi muntah. tidak ada batuk. Daftar Pustaka 1. W. A. selama lima hari itu bayi tidak diberi obat. Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari. Jilid I. mendapat pengobatan oralit. mata agak cekung. Sehingga dapat disimpulkan pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang. Malueka. tidak ada lendir maupun darah. 2005. Sudoyo. 2005. Namun hal ini tersingkirkan dengan tiadanya temuan proses spesifik yang khas pada foto thoraks.

Oral _Bila kesadaran anak baik. Oleh dokter diberi beberapa obat. 45 tahun datang diantar oleh keluarganya dengan keluhan kulit melepuh di sekitar wajah. REFERENSI Alatas H. dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 5 jam berikutnya. antikonvulsi dan analgesik serta vitamin. pasien demam dan timbul bintik-bintik merah dan lepuhan di sekitar wajah. Prinsip penatalaksanaan diare pada dasarnya adalah untuk mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi yaitu dengan terapi cairan sesuai indikasi. Diare akut dalam Standart Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi I 2004 . anus. dan anus. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak jilid 1. leher. biasanya diberikan untuk dehidrasi ringan dan sedang 2. Hassan R. Observasi kondisi fisik pasien terutama status hidrasi KESIMPULAN Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. pilek dan nyeri tenggorokan. Prediksi : mulut. tetapi jika pasien muntah + diare utamakan RL • Oralit. Dehidrasi Berat: < 1 tahun. steven dan S. • Jika pasiennya tidak dapat makan diberi Dekstros dan RL • Jika muntah2 maka berikan Dekstros dan NaCl. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo PENANGANAN STEVEN JHONSOSN SYNDROME PADA WANITA USIA 45 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. >1 tahun 20-30 cc/kgBB dalam 1/2 jam dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 2 ½ jam berikutnya. 100-200 cc (> 24 bulan). Pasien juga mengeluh gatal dan mengalami kesulitan untuk makan dan . Sehari kemudian. M. kulit menjadi kasar. mata. IV _ Untuk dehidrasi berat 2. anak mau minum. Syndrom steven johnson ditemukan oleh dua dokter anak Amerika. > 5 tahun : semaunya. penderita dapat soporous sampai koma. 20-30 cc/kgBB dalam 1 jam. ginjal. kebawah kemudian umurnya bervariasi dari ringan sampai berat. Awalnya pasien datang ke praktik dokter gigi untuk mengobati nyeri pada gusi nya yang di rasakan berdenyutdenyut.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 Abstrak Steven johnson merupakan syndrom kelainan kulit pada selaput lendir orifisium mata. kulit. Keadaan ini juga timbul di leher. 1992 syndrom steven johnson yang bisa disingkat SJS merupakan reaksi alergi yang hebat terhadap obat-obatan. A. kemudian oralit setiap kali mencret atau muntah dengan dosis: < 1 tahun: 50-100cc. dan tangan. Pilihan Cairan: • Beri RL (utama) atau NaCl. Kasus Seorang perempuan. Setelah beberapa waktu. bercak-bercak coklat kehitaman. batuk. Jakarta. berair. Dehidrasi ringan sedang : 50 -100 cc/kgBB (2-4 jam).C johnson. ketiak dan selangkangan. 1999 Ikatan Dokter Anak Indonesia. dan kemaluan serta dapat terjadi luka-luka seperti koreng pada kulit. 1-5 tahun 100-200 cc. mulainya penyakit akut dapat disertai gejala prodormal berupa demam tinggi. nyeri kepala. Cara Pemberian: 1. Namun pada keadaan-keadaan kelainan simtem imom seperti HIV dan AIDS serta lapus angka kejadiannya dapat meningkat secara tajam. Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). FKUI. Enteral _Untuk dehidrasi ringan. Pada yang berat kesadarannya menurun. mata.semaunya. Syndrom ini jarang dijumpai pada usia 3 tahun. 49-52 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Kesehatan Anak. serta dapat timbul demam. Angka kejadian syndrom steven johnson sebenarnya tidak tinggi hanya sekitar 1-14 per 1 juta penduduk. Syndrom steven johnson dapat timbul sebagai gatal-gatal hebat pada mulanya. sedang tetapi anak tidak mau/ tidak dapat minum atau jika kesadaran menurun 3. diikuti dengan bengkakdan kemerahan pada kulit. sariawan padamulut. bila obat yang menyebabkan tidak dihentikan. melaise.

Diakses Desember 2012. analgetik. erosi dan krusta. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. anti peuritik ). vesikel. Untuk lesi di kulit yang erosif dapat diberikan sofratulle atau krim sufadiazin perak. kemudian selama 3 hari 0. Diagnosis ditujukan sesuai dengan trias kelainan kulit. iridosiklitis. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.Mengatur keseimbangan cairan/elektrolit dan nutrisi. misalnya klindamisin intravena 8-16 mg/kg/hari. diberikan 3 kali/hari. anorektal. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta . Kelainan yang tampak di bibir adalah krusta berwarna hitam yang tebal (krusta hemoragik). Vesikel dan bula yang pecah menjadi erosi dan ekskoriasi dan krusta kehitaman. virus. leher dan kedua tangan dijumpai papul eritema dan vesikel batas jelas multipel tersebar merata disertai erosi dan krusta kehitaman. Vesikel dan bula kemudian memecah sehingga terjadi erosi yang luas. kesadaran kompos mentis. daerah vulvovaginal. kelainan selaput lendir di orivisium. . Konjungtiva mata hiperemis. papul. pada kasus berat terjadi erosi dan perforasi kornea yang dapat menyebabkan kebutaan. terutama bila ada rasa gatal. R. Kulit wajah. Infeksi mikroorganisme ( bakteri. 2005.5 mg/dosis. untuk usia 3-12 tahun 15 mg/dosis. vesikel dan bula. Kelainan dapat juga menyerang saluran pencernaan bagian atas (faring dan esofagus) dan saluran nafas atas. Pada syndrom ini terlihat adanya trias kelainan. berupa : kelainan kulit yang terdiri dari batuk eritema. terutama penderita yang sukar menelan akibat lesi di mulut dan di tenggorokan dan kesadaran dapat menurun. atau bula secara simetris pada hampir seluruh tubuh.Kortikosteroid: metil prednisolon 80-120 mg per oral (1. faktor fisik. tetapi tidak menunjukkan perbaikan . dari http://22-sindrom-steven-johnson. Kelainan kulit serupa belum pernah dialami oleh pasien maupun pada silsilah keluarga.2-0. demam. 2. untuk bibir yang kelainannya berupa krusta tebal kehitaman dapat diberikan emolien misalnya krim urea 10%. vesikel atau bula dapat disertai purpura. A. ketiak dan kedua tangan sesuai dengan teori yaitu berupa eritem. dan sulit dibuka.Bula di kulit dirawat dengan kompres basah larutan Burowi atau saline. . spektrum luas. yaitu meliputi alergi obat ( misalnya. Juga dapat membentuk pseudomembran.5 mg/kg BB tiap 6 jam.htm Penulis Farida Aryani. leher. Jakarta: EGC. Siregar. Selaput lendir orifisium: membran mukosa. dan kelainan mata yang ditemukan konjungtivitis kornea. Djuanda. Tedjapranata. blefarokonjungtivitis. Referensi 1. Terapi .5-2 mg/kgBB/hari) atau pemberian deksametason dosis awal 1mg/kg BB bolus. Diskusi Pada sindrom ini terlihat adanya trias kelainan berupa: Kulit: berupa eritema. 3.5 mg/kgBB/dosis. Di samping itu dapat juga terjadi purpura.Antihistamin. selaput lendir.Antibiotik yang dipilih yang jarang menimbulkan alergi.minum. mata. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. iris atau mata sapi. mukosa. Keadaan umum pasien baik. bersifat bakterisidal dan tidak bersifat nefrotoksik.kelainan pada mukosa. Sedangkan di bibir terdapat krusta kehitaman (krusta hemoragik). jamur. 2009. penisilin. dan meatus uretra. Neoplasma dan faktor endoktrin. kelainan kulit di wajah. dan makanan. Feniramin hidrogen maleat dapat diberikan dengan dosis untuk usia 1-3 tahun 7. kelopak mata edema. membran hidung. M. selanjutnya berdasarkan hasil biakan dan uji resistensi kuman dari sediaan lesi kulit dan darah. vesikel. . Mata:: konjungtivitis kataralis. 2005. mulut. di orifisum dan mata dengan keadaan umum bervariasi dan ringan sampai berat. Sindrom Steven Johnson. gentamisin 1-1. Beberapa faktor yang dapat dianggap sebagai penyebab. serta hubungannyadengan faktor penyebab yang secara klinis terdapat lesi berbentuk target. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. iritis. parasit ). Serta terdapar kemerahan pada konjungtiva mata. .Untuk lesi di mulut dapat diberikan kenalog in orabase dan betadine gargle. Pasien diperiksakan ke dokter dan mendapatkan salep antibiotika. . Kelainan pada kulit berupa entema. Pada kasus ini. Kesimpulan Syndrom steven johnson merupakan syndrom yang mengenai julit.

Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM. menyebabkan tekanan pada arteri pulmonalis lebih rendah dibandingkan tekanan sistemik sehingga aliran darah paru meningkat sedangkan aliran pada duktus arteriosus menurun. Setelah lahir. Maka dari itu. Keywords: asfiksia neonatorum. pembuluh darah paru akan mengalami relaksasi sehingga tahanan terhadap aliran darah bekurang. hipertensi dan asma. Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. Pembuluh arteriol yang ada di dalam paru janin dalam keadaan konstriksi sehingga tekanan oksigen (pO2) parsial rendah. denyut jantung 82x/menit. Oksigen yang diabsorbsi di alveoli oleh pembuluh darah di vena pulmonalis dan darah yang banyak mengandung oksigen . asfiksia neonatorum dimana BBLER adalah <1000gr dan dikatakan kecukupan bulan pada 37-42 minggu. APGAR History Bayi preterm 30 minggu tidak langsung menangis saat lahir. asfiksia neonatorum Terapi Resusitasi Oksigen 1 LPM Cefotaxim inj 2 x 40 mg Dexa inj 2 x 0. denyut jantung 82x/menit. paru janin tidak berfungsi sebagai sumber oksigen atau jalan untuk mengeluarkan karbondioksida. sesuai masa kehamilan. keadaan yang lain masih sama. Pengisian alveoli oleh udara akan memungkinan oksigen mengalir ke dalam pembuluh darah disekitar alveoli. persalinan. Cairan yang mengisi alveoli akan diserap ke dalam jaringan paru.5 mg Vit K inj 1 x 1mg Gentamisin drops 1 ODS Diskusi Pada kasus bayi tidak langsung menangis saat lahir. diagnosa dini pada penderita asfiksia mempunyai arti penting dalam merencanakan resusitasi yang akan dilakukan.Penegakan diagnosis pada asfiksia neonatorum Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM. Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. tidak ada refleks rangsang. Hampir seluruh darah dari jantung kanan tidak dapat melalui paru karena konstriksi pembuluh darah janin. Keadaan relaksasi tersebut dan peningkatan tekanan darah sistemik. hipertensi dan asma. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang berhubungan dengan faktor–faktor yang timbul dalam kehamilan. bayi akan segera bergantung pada paru-paru sebagai sumber utama oksigen. kurang bulan. sehingga darah dialirkan melalui pembuluh yang bertekanan lebih rendah yaitu duktus arteriosus kemudian masuk ke aorta. tidak ada refleks rangsang. Sebelum lahir. biru di seluruh tubuh. Pemeriksaan fisik bayi : BB : 900 gr PB : 36 cm LK : 29 cm LD : 22 cm LLA : 6. keadaan yang lain masih sama. Setelah bayi lahir. diagnosis asfiksia dapat dilakukan dengan menetapkan nilai APGAR.5 cm Diagnosis BBLER. keadaan lainnya sama. Pada kasus tersebut di diagnosis BBLER. Akibat tekanan udara dan peningkatan kadar oksigen di alveoli. Penilaian menggunakan skor APGAR masih digunakan karena dengan cara ini derajat asfiksia dapat ditentukan sehingga penatalaksanaan pada bayi pun dapat disesuaikan dengan keadaaan bayi. keadaan lainnya sama. Sebagian kasus asfiksia pada bayi baru lahir merupakan kelanjutan dari asfiksia intrauterin. kurang bulan. sesuai masa kehamilan. dan setelah kelahiran. dan alveoli akan berisi udara. biru di seluruh tubuh. Arteri dan vena umbilikasis akan menutup sehingga menurunkan tahanan pada sirkulasi plasenta dan meningkatkan tekanan darah sistemik.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:52 Abstrak Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan. Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit.

yang ditandai oleh kelainan lapangan pandang yang khas dan atrofi saraf papil.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:51 Abstrak Glaukoma adalah neuropati optik yang disebabkan oleh tekanan intraokular yang relatif tinggi. Asfiksia Neonatorum. 4. Riwayat hipertensi (+) tidak terkontrol. Manuaba IBG. (2004) Jakarta Penatalaksanaan Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut Pada Pasien Wanita Usia 50 Tahun Dibuat oleh: Farida Aryani. dan skor APGAR. Sejak 1 minggu terakhir mata kiri terasa mengganjal. jika melihat sinar seperti ada bayangan pelangi dan pandangan kabur perlahan-lahan hingga tidak bisa melihat disertai nyeri cekot-cekot pada mata menjalar hingga ke kepala.infodokter. Pada akhir masa transisi normal. Referensi 1. kesadaran composmentis. Ringan APGAR score 0-3. Wijaya. Normal atau ringan Sedikit asfiksia (nilai apgar 7-10). Mochtar R. warna kulit bayi akan berubah dari abu-abu/biru menjadi kemerahan. duktus arteriosus mulai menyempit. Dalam hal ini bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan istimewa.php?optio=com-content8. udara menyediakan oksigen (21%) untuk menginisiasi relaksasi pembuluh darah paru. nadi 82 x/menit. Kasus Seorang wanita usia 50 tahun datang ke Poliklinik Mata dengan keluhan mata kiri merah sejak 3 minggu yang lalu. proyeksi sinar dan persepsi warna OD baik sedangkan OS buruk. 2009. dimana akan dipompakan ke seluruh tubuh bayi baru lahir.(2007) Jakarta : World Health Organization. 3. Darah yang sebelumnya melalui duktus arteriosus sekarang melalui paru-paru.(2002) Jakarta : EGC 2. bayi menghirup udara dan menggunakan paru-parunya untuk mendapatkan oksigen. Pada saat oksigen masuk adekuat dalam pembuluh darah. Oksigen dan pengembangan paru merupakan rangsang utama relaksasi pembuluh darah paru. Profil Kesehatan Reproduksi Indonesia 2003 . Kondisi Angka Kematian Neonatal-Angka Kematian Bayi. (2003) Jakarta : EGC. Sedang APGAR score 4-6 memerlukan resusitasi dan pemberian O2 sampai bayi dapat bernafas normal kembali. tanda-tanda vital TD 150/80 mmHg. Awalnya kecil namun makin lama makin melebar karena sering dikucek-kucek. Pada saat kadar oksigen meningkat dan pembuluh paru mengalami relaksasi. IDAI. RR 20 x/menit. bayi memerlukan resusitasi segera secara aktif dan pemberian O2 terkendali. VOS 0. ed 3.com/index. Pemeriksaan obyektif diperoleh hasil TIO OD N0. Dinkes RI. nyrocos dan riwayat trauma disangkal. akan mengambil banyak oksigen untuk dialirkan ke seluruh jaringan tubuh.id=92.Standar Pelayanan Medis Kesehatan anak . silau.Ilmu Kebidanan. Kesimpulan Penegakan diagnosis asfiksia neonatorum dapat dilihat berdasar pemeriksaan klinis. suhu afebris. penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan. 5. Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif maupun obyektif. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum sedang. Blobok. Pada kebanyakan keadaan. http://www. Tangisan pertama dan tarikan napas yang dalam akan mendorong cairan dari jalan napasnya. . Glaukoma disebut sebagai pencuri penglihatan sebab pada sebagian besar kasus glaukoma sering tidak dirasakan oleh penderita. Proses kerusakan saraf optik berjalan secara perlahan sampai akhirnya terjadi kebutaan total. Sinopsis obstetri.kembali ke bagian jantung kiri. Pada pemeriksaan subyektif didapatkanhasil VOD 6/6. Pemeriksaan subyektif tekanan intraokular mata dengan digital dapat membantu untuk mendiagnosis glaukoma.

Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif. Pemeriksaan TIO secara palpasi digital dapat membantu menegakkan diagnosis glaukoma walau hanya menilai secara subyektif. Ilmu Penyakit Mata Edisi Kedua. pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif. pupil mid dilatasi. digunakan jika perlu. Kesimpulan Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis. Eklampsia adalah timbulnya kejang pada penderita preeklampsia yang disusul dengan koma.5% 2x1 tetes mata kiri dan paracetamol 500 mg jika perlu. edema.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:49 Abstrak Pasien umur 19 tahun memeriksakan kandungan saat mendekati waktu HPL. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. dan proteinuria yang timbul karena kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Diagnosis OS Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut. Hal ini diakibatkan karena terlambatnya pasien datang ke pusat pelayanan kesehatan untuk mengobati penyakitnya. Diskusi Kasus ini merupakan glaukoma primer sudut tertutup akut berdasarkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif yang ditemukan. pada OS didapatkan edema kornea. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ilmu Kesehatan Mata BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. Terapi Terapi yang diberikan berupa tetes mata timolol maleat 0. 2003. Prognosis pada pasien tersebut buruk. 2. Daniel. Sidarta. Jakarta: Widya Medika. Penulis Farida Aryani. Kejang terjadi bukan karena kelainan neurologis. Suhardjo dan Hartono. Referensi 1. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi . reflex pupil (-) dan ptosis. Pemeriksaan TIO dengan menggunakan palpasi digital dapat membantu mendiagnosis glaukoma. Untuk mencegah terjadinya serangan glaukoma pada mata sebelahnya sebaiknya dilakukan iridektomiprofilaksis.5% 2x1 tetes pada mata kiri untuk mengurangai TIO dan diberikan terapi simtomatik paracetamol 500 mg untuk mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata. Yogyakarta: Bagian Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Penatalaksanaan terapi ditujukan untuk mengurangi TIO dan gejala simtomatik yang muncul. et. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENANGANAN PRE-EKLAMPSIA BERAT PADA PRIMIGRAVIDA HAMIL ATERM BELUM DALAM MASA PERSALINAN PADA WANITA USIA 19 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani.---------.TIO OS N+1. 2005. 2007. Vaughan. Ilmu Kesehatan Mata Edisi Pertama. Terapi yang diberikan pada pasien tersebut berupa tetes mata timolol 0. al. 2000. Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi. 3. sehingga untuk ke depannya pasien diharapkan untuk melakukan iridektomi profilaksis pada mata sebelahnya untuk mencegah serangan glaukoma pada mata tersebut. Superimposed preeklampsia adalah timbulnya preeklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi kronik. Ilyas. Dalam pemeriksaan tekanan darah didapatkan tekanan darah pasien 170/110 dengan proteinuri positif 3. Tujuan terapi tersebut adalah untuk menurunkan tekanan TIO segera mungkin dan mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata yang sakit. mengingat alat tonometeri tidak ada. Prognosis pada pasien ini termasuk buruk. Oftalmologi Umum Edisi 14. Pada pasien ini sudah mengalami kebutaan permanen. Kedaruratan Dalam Ilmu Penyakit Mata.

. I. Pada penderita diatas dapat didiagnosis PEB berdasarkan anamnesis. dan direncanakan dilakukan induksi dengan misoprostol 25 ug/ vag/ tab per 6 jam. Usia kehamilan 35 minggu atau lebih Pada penanganan aktif ini juga diberikan oksigen nasal kanul 4-6 liter/ menit. Taksiran berat janin 2945 gram. Lendir darah belum keluar. pemberian O2 2-3 liter/ menit. punggung di batas samping kanan uterus. asma disangkal. Ada tanda-tanda impending eklampsia B.8oC dengan pemeriksaan proteinuri positif tiga Diagnosis Preeklampsia Berat. Kata Kunci : Preeklampsia berat. Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif.SM 4 gr Bolus. Saat pasien datang belum dalam persalinan. bdp Penatalakasaan Terapi: . RR : 24 kali / menit. Selain itu harus diperhatikan juga tentang persiapan antidotum jika diperlukan. DJJ (+) 132 x/menit/teratur. Janin teraba tunggal. Ada kegagalan penanganan konservatif D. teraba 4/5 bagian. II. preskep. Pada kasus diatas selain pemberian SM juga diperlukan tentang syarat boleh diberikan dan dilakukan penghentiannya.. dinding vagina licin.Stabilisasi Hemodinamik . selambatnya dalam waktu 24 jam. teraba 4/5 bagian. Induksi dilakukan sampai tab III. selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml RL . Dekker G. penyakit jantung. pemeriksaan fisik dan laboratorium. Ada tanda-tanda gawat janin E. Penderita tetap diberikan oksigen nasal 4-6 L/ menit. Kontrol ANC teratur di bidan. serviks lunak tebal.. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi.Observasi His dan DJJ Diskusi Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 170/ 110 mmHg. kepala masuk panggul. Sibai B. Penanganan konservatif Pada kehamilan < 35 minggu tanpa disertai tanda-tanda impending eklampsia dengan keadaan janin baik. STLD (+).bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi. Penatalaksaan pada pasien ini adalah stabilisasi hemodinamik. Leopold I Teraba bokong janin di fundus uteri. maka keadaan ini dianggap sebagai kegagalan pengobatan dan harus segera diterminasi. letak memanjang.selaput ketuban(+). . edema pada ekstremitas atas dan bawah. dengan keterangan Preeklampsia Berat (PEB). Pemeriksaan dalam Vulva/ uretra tenang. His (-). Buang air kecil lancar tak ada keluhan. Penderita ditangani aktif bila ada 1 atau lebih kriteria ini : A. Leopold III Teraba kepala di bagian bawah uterus..Nifedipine 3 x 10 mg jika TD ≥ 160/ 110 mmHg atau MAP ≥ 125 mmHg . Primigravida. dilakukan penanganan konservatif yaitu dengan medisinal sama dengan penanganan aktif. selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml R. kepala turun H1-2. hipertensi. letak memanjang. Leopold II Teraba janin tunggal. Pemeriksaan laboratorium didapatkan protein urin +3 (positif). MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mencapai tanda-tanda perbaikan menuju preeklampsia ringan. Suhu : 36. 2. Buang air besar lancar tidak ada keluhan. 19 tahun G1P0A0. Riwayat Diabetes Melitus. Penanganan aktif Penderita sebaiknya segera dirawat di ruangan khusus. disertai mual-mual. TD : 170 / 110 mmHg. Nadi : 100 kali / menit. Air kawah belum terasa merembes atau pecah. hamil aterm. teraba bagian kecil di batas kiri uterus. Pengobatan medisinal dengan anti kejang MgSO4. Pasien merasa hamil 9 bulan. Kupfermine M. prestasi kepala. AK (-). dan obat antihipertensi. Untuk pencegahan terjadinya kejang pada pasien ini diberikan Sulfas Magnesikus 4 gr Bolus. hamil aterm. Keluhan pasien sekarang adalah pusing yang dirasakan sejak 2 hari SMRS. puka. Leopold IV Kepala masuk panggul. Kasus Pasien kiriman bidan dengan keterangan: wanita. Tinggi fundus uteri 31 cm.pembukaan (-). penatalaksanaan. Ada HELLP Syndrome C.O2 2-3 liter . Penanganan pre eklampsia berat terdapat dua cara yaitu dengan penanganan aktif dan penanganan konservatif Referensi 1. Dari data diatas dapat ditegakkan diagnosis preeklampsia berat. Kesimpulan 1. nadi 100 x/ menit. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan. kenceng-kenceng belum dirasakan.

3 – 0 4.C.). Department of Obstetrics and Gynaecology. S. Josoprawiro. Djoko. A. Cefotaxim 2 x 500 mg 8.. Ketinggalan gerak nafas ( . Prawiroharjo. A.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:48 Abstrak Asma adalah saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu. H. Nebulizer ventolin/8 jam . F. ronkhi (+) halus. L.perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.)... gejala dini History Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu. K. R.G.C. W. Yayasan Bina Pustaka. Hartono. Savitri. J. Triyanti. vokal fremitus simetris ( + ) Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : Vesikuler.. bersifat sementara Pada penderita asma.F. Cunningham.kontraksi otot polos ..D. Toksemia Gravidarum dalam Sinopsis Obstetri. Jakarta 1999. bulu binatang. Keywords: asma. seperti serbuk sari. Suyono. oksigen : 2-4 lt/menit. (Alih Bahasa). Pemeriksaan Umum Keadaan Umum : Tampak Sesak Kesadaran : Compos Mentis Vital Sign : TD : 100/70 mmhg S : 37. M.. Bab 1-9. Waspodo. 3. 2005 : 773-824. debu. Lancet 365: 785-99.2005. Hipertensi Dalam Kehamilan. Gilstrap. 4. FK-UI. Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Buku Acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar. udara dingin dan olahraga. Salbutamol 3 x 2 mg 7. Pendit. Mansjoer. USA.. Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer sebanyak sembilan kali penyakit dahulu ada riwayat asma dan tidak memiliki riwayat alergi lainnya.. Mp 5 . 1992. Jakarta : EGC. Preeklampsia dan Eklampsia dalam: Ilmu Kebidanan. Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Kapita Selekta Kedokteran. Setiowulan. asap. penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. 6. 1998. Ed. Ranitidin 3 x 1 tab 5. 1999. Jakarta : EGC. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas. Ilmu Kandungan BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo.. B. R.. Jakarta. Infus D5 % + 1 1/2 amp Aminophilin 12 tpM 3. Hauth.. 24: 281301. K.J. 270-273.peningkatan pembentukan lendir . debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang. dkk. otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara.. Wheezing (+/+). Mochtar. I. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: . seperti serbuk sari. K.) Palpasi : Ketinggalan gerak nafas ( . Hipertensi pada Kehamilan Preeklampsia-Eklampsia. Wardhani. 2. Jakarta 2005..2 C N : 96 X / mnt P : 28 X / mnt Inspeksi : Retraksi ( . Pada suatu serangan asma. Gant. 7. J. University of Cincinnati College of Medicine.. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen). N. Wenstrom. Penulis Farida Aryani. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan. Obstetri Williams (21st ed). 2. Keluarga tidak memiliki riwayat penyakit serupa maupun alergi. sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih. Wiknjosastro.. ekspirasi memanjang Diagnosis Asma bronkhial Terapi 1. Leveno. Edisi III. Ke-3 jilid 1. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Diagnosis dini pada penderita asma bronkhiale Dibuat oleh: Sekar Mutiara. 5. FKUI. K.. Jakarta: Media Aesculapius. Ambroxol 3 x 1 tab 6. Edisi 2 Hal 201.

Sesak nafas. ekspirasi memanjang. Pemeriksaan fisik menunjukan adanya ronkhi basah dan wheezing pada auskultasi ke-2 lapang paru hal ini semakin menyakinkan bahwa keluhan sesak nafas pada pasien dikarenakan asma bronkhiale. bekas luka menebal dan warna lebih gelap dari kulit sekitarnya. bila kulit kering menunjukkan kegawatan sebab penderita sudah jatuh dalam dehidrasi berat. Sukamto.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 Abstrak Keloid adalah hasil dari pertumbuhan berlebih jaringan fibrosa padat yang biasanya berkembang setelah penyembuhan cidera kulit. atau batuk malam hari.Keadaan umum : penderita tampak sesak nafas dan gelisah. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam . diafragma terdorong ke bawah.ginasthma. • Auskultasi : terdengar wheezing (mengi).Semua keluhan biasanya bersifat variasi diurnal. Referensi 1. Diagnosis untuk penderita asma bronkhiale 1. Selanjutnya. 2 tahun yang lalu kaki kanan pasien terkena kenalpot. Hisyam.Keluhan sesak nafas. dada terasa berat atau tertekan. Maka dari itu pasien beserta keluarga harus memahami gejala-gejala awal asma. Isi Perempuan 19 tahun mengeluh 10 tahun yang lalu pasien terkena cacar air. Beberapa hal yang perlu diketahui dan dikerjakan oleh penderita dan keluarganya adalah memahami sifat-sifat dari penyakit asma bahwa penyakit asma tidak bisa sembuh secara sempurna. Kesimpulan Asma apabila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius. GINA (2010). Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www.Mungkin ada riwayat keluarga dengan penyakit yang sama atau penyakit alergi yang lain. bekas luka menebal dan warna lebih gelap . . Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. . At A Glance Asthma Management Reference. Asma Bronkiale. Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer. batuk berdahak yang tak kunjung sembuh. . Gambaran klinis Status Asmatikus : . Sundaru. atau capit kepiting atau cakar yang menunjukan potensi lesi meluas secara lateral Keyword: keloid. Barmawi. (2006).Penderita tampak sakit berat dan sianosis. penderita lebih nyaman dalam posisi duduk. (2008). berasal dari Yunani chele. . biasanya tidak mengalami regresi. . . MISC FKUMY 2005: Jogjakarta 2005 2.ginasthma. Alibert menggunakan istilah cheloid. bahwa penyakit asma bisa disembuhkan tetapi pada suatu saat oleh karena faktor tertentu bisa kambuh lagi. Pocket Guide for Asthma Management and Prevention.org KELOID PADA PASIEN POST VARISELA Dibuat oleh: Sekar Mutiara.Pada serangan berat : • tampak sianosis • N > 120 X/menit • ―Silent Chest‖ : suara mengi melemah 3.Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien ini menderita hipertensi grade II dengan keluhan utama Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu. GINA (2010). mengi. pada 1806. tetapi lambat laun dapat memburuk yang diawali dengan rasa cemas. bicara terputus-putus. sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih. Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www. takikardi. Gambaran pertama keloid (dicatat pada papirus) dikenal dengan teknik bedah yang digunakan di Mesir pada tahun 1700 SM. Pemeriksaan Fisik : . Handout Kuliah Blok 16 Kardiovaskular dan Respirasi.Banyak berkeringat. Anamnesa : .Paru : • Inspeksi : dinding torak tampak mengembang. Jantung : pekak jantung mengecil.org 4. bahwa kekambuhan penyakit asma minimal bisa dijarangkan dengan pengobatan jangka panjang secara teratur.Pada keadaan awal kesadaran penderita mungkin masih cukup baik. Jaringan melampaui batas luka asli. Jakarta 2006 3. Bekas luka kadang terasa gatal dan perih. dan cenderung rekuren setelah eksisi. gelisah kemudian jatuh ke dalam koma. Heru. 2. Asma Bronkial. .

Keloid dapat dijelaskan sebagai suatu variasi dari penyembuhan luka. namun trauma memegang peranan penting. Oliver Seifert. dan skar bertumbuh dari segala arah. 2009. Hypertrophic Scarring and Keloids. Available at : http://www. lemas. putih. dimana dasarnya lebih luas dari puncaknya. berbatas tegas. tetapi ada pula yang berbentuk seperti bekas cakaran dengan tepi yang irreguler. berbatas tegas. berbatas tegas. Available at : http://www. ireguler.
 Kesimpulan penyebabi keloid masih diperdebatkan. The Management of Keloids: hands-on versus hand-off. berbatas tegas. tepi penebalan ini akan berkurang secara bertahap selama beberapa bulan sampai menjadi datar. tetapi kadang-kadang melebar secara cepat. Gauglitz Gerd. Diskusi Pada pasien ini. menjadi 3 kali lebih lebar dalam beberapa bulan. tetapi ada pula yang tumbuh dalam beberapa tahun. Keloid memberikan gambaran klinik yang bervariasi. kekuatan meregang dari skar juga bertambah sebagai akibat pertautan yang progresif dari serat kolagen. temuan klinis yang didapat tampak skar hiperpigmentasi. Available at :http://www. Keloid and Hypertrophic Scar.medscape. multipel • Regio Cruris dextra : tampak skar hiperpigmentasi. Kebanyakan lesi tumbuh selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. tunggal pada regio cruris dextra dan pada penekanan tampak adanya peebalan keras pada skar. lesi awal biasanya kemerahan. leher. kekuatan luka kurang lebih 30-40% dibandingkan kulit sehat. oval. tunggal pada regio thorak superior-inferior.com/office/zNg7qoMr/Keloid20scarring1. skar akan nampak hiperemis dan mungkin menebal. seperti karet sampai keras. MPH. keloid tidak selalu memberikan gejala dan menjadi stabil. atau persegi panjang dengan tepi reguler. Skar sampai diatas permukaan kulit dan menjadi hiperemis. ireguler. Ada pula keloid yng berhenti tumbuh. dikatakan keloid dapat timbul setelah trauma atau setelah lesi lainnya.jabfm. MD.dari kulit sekitarnya.molmed.
Keloid pada sendi dapat mengganggu pergerakan akibat kontraktur. Available at : http://www. Pemeriksaan Fisik • Regio Thorak : tampak skar hiperpigmentasi. Referensi 1.
Kebanyakan pasien datang dengan 1-2 keloid. tunggal • Regio Thorak posterior . cryotherapy : untuk keloid <6mm. diberikan 10-30 detik dan diulang 3x selama sesi perawatan. Bekas luka kadang terasa gatal dan perih. 2008. Management of Keloids. lebih banyak kolagen yang diproduksi dari yang dikeluarkan.com . Diagnosis keloid dibuat berdasarkan gambaran klinis (penampakan kulit atau jaringan parut) : Konsistensi keloid yang bervariasi dari lunak. MD.aafp. ireguler. Diulang tiap bulan. James studdiford. Keloid scarring: bencah and bedside. Jika terjadi ketidakseimbangan antara fase anabolik dan katabolik dari proses penyembuhan.org/afp 3. 2010. interferon. immunotherapy. ireguler. Available at : http://emedicine. Brian Berman. lesi menjadi merah kecoklatan atau seperti warna daging. tunggal • Palpasi : tampak adanya peebalan keras pada skar Diagnosis Keloid Terapi Injeksi Kortikosteroid Triamcinolon : 10-40 mg/ml intralesi. dan abdomen biasanya bertangkai
 Keloid pada daerah tengah dada dan ekstremitas biasanya datar. dapat diregangkan sebagai suatu skar yang matur. 2009. MD. proses anabolik dan katabolik mencapai keseimbangan selama kurang lebih 6-8 minggu setelah suatu trauma.
Kebanyakan keloid berbentuk bulat. tampak skar hiperpigmentasi.html 5. Gregory juckett. ireguler. Pada saat itu. Pertumbuhan biasanya lambat.
Keloid pada telinga. berbatas tegas.4shared. MD. lesi biasanya tidak mengandung folikel rambut ataupun kelenjar adneksa lainnya). 2009. Keloid juga sangat berhubungan erat dengan faktor genetik.superior : tampak skar hiperpigmentasi. imiquimod 5% cream. Pada suatu luka. Seiring dengan maturnya jaringan parut (skar). tetapi ada juga dengan banyak keloid seperti pada pasien yang keloid muncul akibat jerawat atau bekas cacar.org 4.com/article/1057599-overview#showall 2. onion extract. Pulsed Dye Laser (PDL) dengan panjang gelombang 585595nm Terapi farmakologi : 5-flurouracil. Pada stadium ini.

kadangkadang BAK mengedan. Nyeri dirasakan menjalar ke batang kemaluan dan lipat paha.PENEGAKAN DIAGNOSIS BATU SALURAN KEMIH DENGAN KOMPLIKASI HERNIA INGUNALIS PADA PRIA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. pinggang. menarik-narik penis. Pada anak nyeri miksi ditandai oleh kesakitan. perdarahan. sistokel. menangis. Di Indonesia diperkirakan insidensinya lebih tinggi dikarenakan adanya beberapa daerah yang termasuk daerah stone belt dan masih banyaknya kasus batu endemik yang disebabkan diet rendah protein. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. hernia. Pasien juga mengeluhkan nyeri yang menjalar dari paha sampai dengan batang kemaluan. benjolan dirasakan sejak 4 bulan terakhir. buang air kecil dirasakan lancar kembali apabila pasien merubah posisi sebelum buang air kecil. benjolan tersebut dapat masuk kembali. tiba-tiba menetes menjadi lancar kembali ketika berubah posisi tubuh. b. sampai kaki. Pada kasus ini pasien datang dengan keluhan sudah 8 bulan sakit ketika buang air kecil. skrotum.80C. Pada umumnya komposisi batu kandung kemih terdiri dari : batu infeksi (struvit). Selain itu pasien juga mengeluhkan keluarnya benjolan sebesar duku dilipat paha kiri yang dialami sejak ± 2 bulan terakhir. terlihat benjolan sebesar buah duku dit paha kiri. Kata kunci: batu saluran kemih.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 ABSTRAK Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. Pada pemeriksaan fisik pasien ditemukan keadaan umum Compos Mentis. Pasien sering mengedan ketika buang air kecil. penatalaksanaan KASUS Pasien datang ke Poli Bedah dengan keluhan buang air kecil menetes yang sudah di rasakan ± 8 bulan ini. DIAGNOSIS Batu Kandung Kemih (Batu vesica Urinaria/Vesicolhitiasis) dgn komplikasi Hernia Inguinalis TERAPI Terapi operatif : vesikotomi dan hernioktomi DISKUSI Batu vesika urinaria adalah suatu keadaan ditemukannya batu di dalam vesika urinaria. hiperparatiroid atau adenoma paratiroid. infeksi traktus urinarius. gangguan metabolik. bulineurogenik dan divertikel. Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine. Benjolan dapat masuk sendiri. infeksi saluran kemih. Rasa nyeri waktu miksi (disuria. nadi 80x/menit isi tegangan cukup. stranguria). dirasakan refered pain pada ujung penis. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Merasa buang air kecil tidak puas. Hematuria diserta urine yang keruh c. benjolan keluar ketika pasien mengedan. Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami sakit sama. Polakisuria (sering miksi) e. Gejala yang sering ditemukan pada pasien antara lain: a. diet yang banyak mengandung kalsium dan oksalat. Pancaran urine tiba-tiba berhenti dan keluar lagi pada perubahan posisi d. dehidrasi. finger test (+). tinggi karbohidrat dan dehidrasi kronik. akibat statis pada striktur uretra. Pada regio inguinal pasien dengan posisi berdiri. batuk dan bersin. miksi mengedan . kontraksi leher buli-buli. dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). ammonium asam urat dan kalsium oksalat. Berasal dari batu ginjal atau ureter yang turun. Pasien juga mengeluh keluar benjolan dilipat paha kiri terutama saat mengedan. TD 120/80mmHg. perineum. suhu 36. pasien juga menyangkal adanya kemungkinan anggota keluarga yang mengalami hal serupa. bersin dan batuk.

mengejan saat defekasi. pemeriksaan fisik. konsumsi obat-obatan dan jamu. Penyakit hati nonalkoholik. irama teratur. Kongenital (Terjadi sejak lahir adanya defek pada suatu dinding rongga). 1985.Sagung Seto. bisa diberikan steroid atau imunosupresif. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan asites. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama. HbsAg (+) positif. Ed-6. faktor yang kedua adalah faktor yang dapat seperti hamil. Pasien juga mengeluh sukar untuk tidur. 1-6. 2009. Purnomo. www. kelemahan umum. Terjadinya hernia disebabkan oleh dua faktor yang pertama adalah faktor kongenital yaitu kegagalan penutupan prosesus vaginalis pada waktu kehamilan yang dapat menyebabkan masuknya isi rongga pertu melalui kanalis inguinalis. Schwartz. pasien tidak kontrol secara teratur.com 6. Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Bedah. FKIK UMY. DIAGNOSIS Sirosis Hepatis TERAPI Terapi pada pasien dengan sirosis adalah bertujuan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. Pasien mengaku BAB dan BAK biasa. 2009. pekerjaan mengangkat benda berat dan faktor usia. Sklera pada mata kanan dan kiri ikterik. Jilid 2. Respiratori rate 22x/menit dan Suhu 37. 3. obesitas.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:45 ABSTRAK Seorang pasien datang dengan keluhan perut membesar disertai perut sebah dan terasa sakit.wordpress. Hernia merupakan produksi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Didapat (akquisita) Hernia ini didapat oleh suatu sebab yaitu umur. pernafasan reguler.com PENULIS Farida Aryani. lansia. Hassan. Pearle. kesadaran Compos Mentis. Jakarta : EGC. Shires. Alkohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Dasardasar Urologi. mengejan saat miksi. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama. Dari anamnesis. USA : Informa healthcare. degenerasi. batuk kronis. Wonosobo PENATALAKSANAAN SIROSIS HEPATIS PADA WANITA USIA 49 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Hepatitis autoimun. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. 588-589. P< 31/ L< 46. pekak beralih (+) dan undulasi (+). Pada pemeriksaan fisik: KU baik. jika cukup panjang maka akan menonjol keluar dari anulus ingunalis ekstermus. 2000. diikuti dengan proliferasi jaringan ikat. Jakarta : Penerbit UI. Ed-2. Kata kunci: sirosis hepatis. B. 4. Pasien juga menyangkal ada keluarga yang memiliki sakit yang sama. Pemeriksaan penunjang SGOT/SGPT 44/48 U/L nilai normal (L < 36. Vital sign TD130/80 mmHg. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya . kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik. P< 29). Pasien menyangkal sebagai peminum minuman keras. www. dan regenerasi sel-sel hati. Rusepno. diagnosis KASUS Pasien datang dengan keluhan perut membesar. pekerjaan mengangkat benda berat. Jakarta : CV. 840-843. REFERENSI 1. tekanan intra abdominal yang tinggi dan dalam waktu yang lama misalnya batuk kronis. 2. 5. perut sebah dan terasa sakit. Margaret. Urolithiasis Medical and Surgical Management. isi dan tegangan cukup. kehamilan. pasien tidak kontrol secara teratur. 57-68 2. Etiologi dari hernia yaitu:1. Pemberian asetaminofen.medicastore.40C.sehingga timbul kekacauan dalam susunan parenkim hati. masuknya isi rongga perut melalui kanal ingunalis. RSUD Setjonegoro. Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan menahun pada hati. dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis sirosis hepatis. Basuki. S. gangguan proses kencing.sering diikuti defekasi atau prolapsus ani. Nadi 92x/menit.

maksimal dosisnya 160 mg/hari. mengatur keseimbangan garam dan air.0 >3.7 iii. sirosis kompensata Tatalaksana pasien sirosis yang masih kompensata ditujukan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 – 25% oksigen darah. Laktulosa membantu pasien untuk mengeluarkan ammonia. Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh. DISKUSI Sirosis hepatis merupakan penyakit hati kronis yang tidak diketahui penyebabnya dengan pasti. Tirah baring dan diawali diet rendah garam. kriteriaini diperlukan untuk pemberian terapi yang tepat pada sirosis hepatis.wordpress.0 2. Sebelum berdarah dan sesudah berdarah bisa diberikan obat penyekat beta (propanolol). b. Penyakit hati nonalkoholik. teraba kenyal. Namun sebelum dilakukan transplantasi ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi resipien dahulu. Husnul Mubarak. 2009. tepi tumpul. Available from http://3rr0rists. REFERENSI 1.8-3.0 Albumin serum (mg/dl) >3. Edisi Ketiga Jilid Pertama. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari. Available from http://medicastore. dkk. Hal 508-510 5.5 <2. A. Waktu perdarahan akut. Sirosis Hati (Sirosis Hepatis).2 gram atau 90 mmol/hari. Pemberian furosemid bisa ditambah dosisnya bila tidak ada respon. mengatasi perubahan sirkulasi darah hati.5 2. 2008. konsumsi garam sebanyak 5.sirosis. Sirosis. Peritonitis bacterial spontan. terapi definitive pada pasien sirosis dekompensata.com/2007/07/31/sirosishati/ 3. Telah diketahui bahwa penyakit ini merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan terjadinya pengerasan dari hati. sirosis dekompensata i. Available from http://cetrione. Ensefalopaty hepatic. diet protein dikurangi sampai 0.Mudah dikontrol Sulit dikontrol Ensefalopati Minimal Berat/Koma Penatalaksanaan sirosis hepatis terbagi menjadi 2. Dibawah ini bagan dari Kriteria modifikasi Child-Pugh: Grade (1) (2) (3) Bilirubin serum (mg/dl) < 2. Sirosis Hepatis. 3rr0rists. Varises esophagus.5 gr/kg berat badan per hari. atau aminoglikosida.html 6. Jakarta. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya sirosis. terutama diberikan yang kaya asam amino rantai cabang. Available from http://b3d70. Tirah baring dan diawali diet rendah garam. Media Aesculapius FKUI. bisa diberikan preparat somatostatin atau oktreotid. Medicastore.2 gram atau 90 mmol/hari.blogspot. Sindrom hepatorenal.0-3.8 Asites . konsumsi garam sebanyak 5. Neomisin bias digunakan untuk mengurangi bakteri usus penghasil ammonia. diberikan antibiotika seperti sefotaksim intravena. 2007. Akibatnya bentuk hati yang normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada pembuluh darah dan terganggunya aliran darah vena porta yang akhirnya menyebabkan hipertensi portal.7 ii. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya banyak jaringan ikat dan regenerasi noduler dengan berbagai ukuran yang dibentuk oleh sel parenkim hati yang masih sehat.com/penyakit/615/Sirosis. Pemberian asetaminofen. Hepatitis autoimun. Anonym. Kapita Selekta Kedokteran. dan terasa nyeri bila ditekan. Anatomi Dan Fisiologi Hati.com/computer/sirosis-hepatis. Untuk mengetahui grade dari sirosis hepatis dapat dengan menggunakan Kriteria modifikasi Child Pugh. kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik.html 4. amoksilin. Terapi pasien ditujukan untuk menghilangkan etiologi.html 2. Pada sirosis dini biasanya hati membesar. . Pharma NH2. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari.com/2008/05/sirosis-hati-sirosis-hepatis. diantaranya: alcohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. Transplantasi hati. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretik. diteruskan dengan tindakan skleroterapi atau ligasi endoskopi. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari. Mansjoer. Asites. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari. bisa diberikan steroid atau imunosupresif. 2001. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretic. Living With Hepatitis : Sirosis Hati. yaitu: a.

Dr. RSUD Setjonegoro. portio sebesar jempol tangan. Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing. flx : (+) fl : (-). pembuluh darah villi tidak berfungsi penimbunan cairan dijaringan mesenkhim villi. Pusat Penertiban Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Edisi Keempat Jilid I. OUE tertutup. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol. corpus uteri setelur bebek dan AP/CD tenang.2 iv Metergin 3 x 1 .20 / ul Ht : 38. Status Ginekologis Vaginal Touche: TFU tak teraba flx : (+) fl : (-) v/u/v tenang dinding vagina licin portio sebesar jempol tangan. perdarahan yang keluar tidak banyak.html 7. Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan. dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring. Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing. gejala dini History Seorang wanita usia 19 tahun datang dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011.( (Prof. Gelembung-gelembung tersebut sebenarnya adalah villi chorialis yang berisi cairan sehingga tegang dan berbentuk buah anggur.40 / ul AE : 4.1 g / dl AL : 18. lunak OUE tertutup corpus uteri setelur bebek AP/CD tenang Pemeriksaan Laboratorium Darah: Hb : 11. berwarna merah kehitaman.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Abstrak Mola hidatidosa adalah penyakit yang berasal dari kelainan pertumbuhan trofoblas plasenta atau calon plasenta dan disertai dengan degenerasi kistik villi dan perubahan hidropik.2010. Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan. 2006. FKIK UMY. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan. berwarna merah kehitaman.Wonosobo. Bagian Interna. • Struktur . dinding vagina licin. Hal 445-448 PENULIS Farida Aryani.4 vol% PLT : 588 / ul HbsAg : Diagnosis Mola hidatidosa Terapi . yaitu pada hasil pembuahan dimana embrionya mati pada kehamilan 3-5 minggu. Mola hidatidosa adalah tumor jinak dari trofoblast dan merupakan kehamilan abnormal dimana fetus tidak ditemukan tetapi hanya gelembung dan jaringan saja.ekstra Metergin 0. dan tidak disertai prongkol – prongkol. ( Rustam E harahap. 1997 ) Keywords: hipertensi. 1997). Sarwono. Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak.Virilon 1 x 1 Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan yang dilakukan pasien ini menderita kehamilan mola hidatidosa dengan keluhan utama Seorang wanita umur 19 tahun dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011. dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring. maupun mual muntah. Diagnosis Pada Pasien Dengan Kasus Mola Hidatidosa Dibuat oleh: Sekar Mutiara.dkk. Pada awalnya. Pada awalnya.W. Sudoyo.blogspot. lunak.com/2010/03/anatomi-dan-fisiologi-hati. v/u/v tenang. Patogenesis Mola Hidatidosa • Tidak sempurnanya aliran darah fetus (―fetal circulatori inadequacy‖) yang terjadi pada sel telur patologik. A. maupun mual muntah.Kalnex 3 x 1 . Available from http://nh2pharma. perdarahan yang keluar tidak banyak. dan tidak disertai prongkol – prongkol. Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol. Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.IUFD RL 20 tpm + Oksitosin 5u . Jakarta. Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan. Pada pemeriksaan vaginal touché ditemukan TFU tak teraba.

sinekia posterior..2007. EGC. H. Referensi 1. Dimana terdapat sel telur patologik yang tidak mempunyai kromosom maternal (―empty egg‖) • B-hCG meningkat . Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. dan kekeruhan badan kaca. 3.. • Tanda-tanda pre eklampsia pada trimesteer I. Gejala Mola hidatidosa • Amenore • Pembesaran uterus • Perdarahan pervaginam dan nyeri perut bawah • Pengeluaran Gelembung Mola • Gestosis/Toksemia / Pregnancy Induced Hypertension / Toxaemia Like Syndrome • Kelainan Kelenjar Tiroid • Adanya tanda-tanda kehamilan disertai perdarahan. Kata kunci : Diagnosis. displasia. at a Glance Obstetri & Ginekologi edisi kedua. Saifuddin. Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata). Wiknjosastro. 2006. fotofobia. Karena perdarahan ini maka umumnya penderita mola hidatidosa masuk rumah sakit dalam keadaan anemia. Anonim. Manajemen uveitis anterior bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior..B. Jakarta. Rachimhadhi. 2006. Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. nyeri (+). Obstetri William. kerusakan pembuluh darah iris. balotemen negatif kecuali pada mola parsial. Affandi B. mata kabur (+).org/wiki/Mola 2. • Hiperemesis gravidarum. F. rasa sakit. C. Jakarta. • Adanya kelainan sitogenetik. kematian bayi. P. F. • Fungsi abnormal absorbsi cairan yang berlebihan kedalam villi. N. kornea. Saifuddin. proses penekanan.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun ABSTRAK Pasien laki-laki usia 32 tahun datang ke poli mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan mata kanan nyerocos ± 1 bulan dan terasa pegal. Uveitis Anterior. Yayasan Bina Pustaka.. dan dexametason 3 x 1 tablet. • Tanda-tanda tirotoksikosis.. Kesimpulan Mola hidatidosa sering kali terjadi karena faktor ovum yaitu dengn cara spermatozoon memasuki ovum yang telah kehilangan nukleusnya atau dua serum memasuki ovum tersebut sehingga akan terjadi kelainan atau gangguan dalam pembuahan. • Umumnya uterus lebih besar dari usia keehamilan.aktifitas ovarium meningkat (ovarium kistik) . Mola Hidatidosa http://en.. sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian.. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata. B. 2006.estrogen tinggi menimbulkan efek hipertiroidisme dari aktifitas B-hCG yang tinggi. perih (+). T. dan sklera. glaukoma.trofoblas abnormal hiperplasia.wikipedia. • Adanya gangguan dari pertahanan imonologis terhadap trofoblas. 1995. • Tidak dirasakan adanya tanda-tanda geraakan janin. mengganjal. Kortikosteroid KASUS Pasien datang dengan keluhan mata kiri nyerocos ± 1 bulan dan terasa seperti kelilipan. katarak. 4. 5. Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah. A. A. Jakarta . sekret (-). Cuningham. H. Waspodo. Errol & Schorge. parut kornea. Pasien mendapat terapi antibiotic dan kortikosteroid topikal berupa tetes mata yang berisi tobramycin dan dexametason 1 tetes tiap 2 jam pada mata kanan serta antibiotic dan kortikosteroid sistemik berupa Amoxicilin 3 x 500 mg selama 5 hari. lakrimasi.. Wiknjosastro. Ilmu Kebidanan. EMS. G. Dari autoanamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis uveitis anterior sinistra.John. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. kerusakan pembuluh darah. nyeri bila . Jakarta. gatal (-). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. dan penglihatan kabur. Norwitz. neoplasia. Gant.. D. Perdarahan ini bisa intermitten. MacDonald.

Indikasi pengobatan imunosupresan agent adalah pada inflamasi intraokuler yang mengancam visus dan apabila dengan pengobatan kortikosteroid tidak membaik. injeksi silier (+). lakrimasi. kerusakan pembuluh darah iris. Jika terkena cahaya yang agak terang mata terasa silau (+).tablet dexametasone serta amoxicillin. Wijana Nana. kripta (-). Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. dan penglihatan kabur. kornea. Uvea. Pupil anisokor. dan glaucoma. Pasien juga mengeluhkan pusing yang kumat-kumatan hanya di mata sebelah kiri jika mata kembali nyerocos. Beberapa macam pengobatan uveitis anterior antara lain dengan menggunakan :Sikloplegik. Manajemen uveitis anterior adalah bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior. Widya Medika. ed II. Dari pemeriksaan fisik mata kiri kornea bening. Pengobatan imunosupresan dapat digunakan pada pasien dengan uveitis berat. Sebelumnya pasien sudah berobat di Puskesmas. sistoid macular edema. Cyclosporine. Uveitis anterior dikatakan akut jika terjadi kurang dari 6 minggu dan dikatakan sebagai kronik jika lebih dari 6 minggu. rasa sakit. Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. merupakan pengobatan uveitis yang utama. dan sklera. Indikasi pemberian kortikosteroid adalah mencegah komplikasi berupa sistoid macular edema. Pengobatan cyclosporine merupakan pengobatan yang paling spesifik terhadap fungsi imun. DIAGNOSIS Uveitis Anterior Orbicularis Sinistra TERAPI Cendo Tobroson ( gtt 1 / 2 jam OD). glaukoma. Amoxicilin tablet 3 x 500 mg. Pemberian antibiotic dalam kasus ini berguna untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata. KESIMPULAN : Uveitis adalah inflamasi traktus uvea (iris. Sinekia Posterior (+). bekerja dengan cara membunuh limfosit. Oftalmologi Umum ed 14. Pemilihan terapi tergantung pada resiko komplikasi yang terjadi pada uveitis dimana yang paling sering adalah katarak. Sikloplegik topikal berguna untuk mencegah terjadinya sinekia posterior dan untuk meringankan nyeri karena spasme siliar . Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. REFERENSI : 1. Dexametason tablet 3 x 1 mg DISKUSI Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata). Ilyas Sidarta. FKUI. sinekia posterior. Mata kanan bila mengendarai motor selalu nyeri. Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. parut kornea. Jakarta: 2000 hal8-9 Penulis : Ridwan Muttaqin (20060310005) Bagian Ilmu Penyakit mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo . Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah. Dan terakhir denan pembedahan. Ilmu Penyakit Mata. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata. Kortikosteroid. katarak. edema iris (+). Sedangkan dexametasone serta amoxicillin berguna untuk terapi sistemiknya. perih dan gatal. sudah diberi tetes mata dan antibiotik tapi belum ada perubahan yang berarti.ditekan (+). Ilmu Penyakit Mata. fotofobia. hal 126-127 3. Pada pasien ini diberi tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone. Jakarta: 2002 2. infiltrat (-). Iris warna keruh. reflek cahaya (-). Vaughan G Daniel. hipotoni. Tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone diharapkan berguna untuk mengurang peradangan yang terjadi dan untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata. hanya mata merah sedikit berkurang.COA keruh. Dalam kasus ini pasien diberikan terapi berupa tetes mata Tobroson .dan koroid) dengan berbagai penyebab.korpus siliaris. Jika bangun tidur mata merah dan nyerocos. Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. anatomi dan Embriologi Mata. imunosupresan agen. dan kekeruhan badan kaca. Uveitis Anterior. sinekia posterior.

pernafasan 32x/menit. berulang/ tidak. Konsistensi lembek. diare. contohnya pada otitis media akut. Penatalaksanaan pasien pada kasus diatas adalah dengan penanganan kejang dan penanggulangan diare. trauma. tidak ada bau yang khas. suhu badan 36. dan kadang disertai muntah. Diskusi Kejang adalah bangkitan kejang akibat kenaikan suhu rektal tubuh. keracunan. Pasien juga mengeluh BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah. bangun dan kemudian menangis. 103/µl. Kata kunci (keyword) . Kejang dengan demam disebabkan oleh kelainan intrakranial dan ekstrakranial. Kemudian pemberian terapi pada diare untuk penanggulangan kemungkinan terjadinya kejang berulang dengan melakukan lima lintas penanganan diare.PENATALAKSANAAN KASUS DIARE DENGAN KEJANG PADA ANAK USIA 5 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. muntah 7x sedikit-sedikit. nanah (-). hipo/hiperglikemia.50C. yaitu kakak perempuan pasien.57. Kejang terbagi menjadi 2 yaitu kejang dengan demam dan kejang tanpa demam. Selain itu kejang dengan demam juga dapat diakibat kan oleh gangguan elektrolit berat yang disertai dengan demam. kesadaran composmentis . Pada keluarga yang pernah mengalami kejang. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien. Pada pemeriksaan fisik di temukan keadaan umum tampak baik. Diagnosis Diare dengan kejang Terapi Penanganan pada pasien di atas adalah dengan memberikan diazepam sebagai penanganan kejang pada pasien. dan kadang disertai muntah. pemeriksaan lab darah rutin angka leukosit 10. Pada pasien kejang perlu diperhatikan adalah lamanya kejang. Kejang tanpa demam dapat disebabkan oleh epilepsi tanpa kejang dan berulang. BAB berwarna kuning. Sedangkan pada gangguan eletrolik apabila anak ada riwayat menderita diare muntah atau gangguan ginjal kronik. Bau khas. demam. darah (-). Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien.6kg. gangguan elektrolit tanpa demam. dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:42 Abstrak Kejang disebabkan oleh kelainan intrakarnial. nadi 80x/menit isi dan tegangan cukup dan teratur. Pada kasus ini. lendir (-). hipoksia. tidak ada riwayat kejang. Pada kejang dengan demam penyebab demamnya bisa diakibatkan oleh infeksi yang berasal dari luar susunan syaraf pusat. muntah 7x sedikit-sedikit. Hal ini diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan kejang demam. Diare menyebabkan . serangan epilepsi yang disertai dengan demam. yang paling berbahaya adalah infeksi intrakranial berupa meningitis atau encefalitis. Selain itu infeksi juga dapat berasal dari organ lokal yang mengalami infeksi. kejang tanpa demam disebabkan oleh kelainan metabolik atau epilepsi. Pasien tidak pernah mondok di Rumah Sakit sebelumnya. umum/fokal. kecurigaan penyebab kejang berasal dari infeksi intrakranial adalah apabila umur anak < 6 bulan. Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. faringitis. BAB berwarna kuning. kejang. berat badan 11. tonsilitis. BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah. penatalaksanaan Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas setelah kejang pasien tertidur. pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas/demam. tidak ada bau yang khas. kejang lama atau kejang frekuen atau kejang periodik. ekstrakranial dan gangguan metabolik. dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari. pemeriksaan lab (tinja) warna kuning.

kehilangan garam (natrium) dan air secara cepat, yang sangat penting untuk hidup. Jika air dan garam tidak digantikan cepat, tubuh akan mengalami dehidrasi. Kematian terjadi jika kehilangan sampai 10% cairan tubuh. Diare timbul akibat dari mekanisme dasar yaitu gangguan osmotik, gangguan sekresi dan gangguan motilitas usus. Penyebab diare terbagi menjadi 4 faktor, yaitu faktor infeksi terbagi menjadi 2 yaitu infeksi eneral dan infeksi parenteral. Infeksi interal adalah infeksi yang berasal dari saluran pencernaan itu sendiri sebagai penyebab utama diare. Sedangkan untuk parenteral adalah adanya faktor diluar sistem pencernaan yang mengakibatkan timbulnya diare, yaitu seperti Otitis Media Akut, Tonsilofaringitis dan lainnya, untuk infeksi pareneteral terutama terjadi pada anak berumur dibawah 2 tahun. Faktor malabsorbsi terbagi menjadi 3, yaitu: a. Malabsorbi karbohidrat (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida(intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak dibawah 2 tahun diare terjadi akibat intoleransi laktosa. b. Malabsorbsi lemak dan yang terakhir c. Malabsorbsi protein. Faktor makanan yang terpenting adalah kualitas makanan yang diberikan. Makanan basi atau beracun dapan menyebabkan diare. Pada beberapa anak alergi makanan juga dapat memicu timbulnya diare. Faktor psikologis rasa takut dan cemas dapat menimbulkan diare, terutama pada anak yang lebih besar. a. Untuk menanggulangi kejang ada 6 faktor yg perlu dilakukan, yaitu: Mengatasi kejang dengan memberikan diazepam yang disesuaikan dosisnya dengan berat badan, yaitu untuk anak dengan berat < 10kg maka diberikan 5mg/supp, anak dengan berat > 10kg maka diberikan 10mg/supp. Hati-hati dalam pemberian diazepam, karena efek samping yang diberikan berupa penekanan pada pusat pernafasan.1 - Pengobatan penunjang yaitu dengan menjaga kondisi vital pasien. Membuka pakaian yang melekat ketat, memposisikan kepala miring agar tidak terjadi aspirasi apabila pasien tiba-tiba muntah. Mengecek fungsi vital tubuh/vital sign. - Pengobatan rumat adalah pengobatan yg diberikan setelah pemberian diazepam. Obat yang dipilih adalah yang memiliki onset yang lama yaitu fenobarbital dengan dosis 5mg/kgBB dibagi menjadi 2 dosis. Namun hati-hati dalam penggunakan fenobarbital dalam jangka waktu panjang, yaitu perubahan sifat anak menjadi hiperaktif , perubahan siklus tidur (mengantuk). b. Untuk penanggulangan diare, dilakukan lima lintas diare, yaitu: Memperbaiki hidrasi cairan dengan memberikan cairan rehidrasi dengan tetesan sebagai berikut: anak < 1tahun, 30cc/1 jam pertama dilanjutkan dengan 70cc/5jam. Anak > 1tahun, 30cc/30menit dilanjutkan dengan 70cc/2,5jam. - Nutrisi, pemberian nutrisi sangat penting pada anak diare, untuk mencegah kemungkinan anak kekurangan nutrisi diakibatkan oleh diare. - Pemberian zinc, diberikan sampai dengan 10 hari walaupun anak sudah tidak diare lagi, hal ini dilakukan karena zinc dipercaya mampu memberikan pertahanan terhadap serangan ulang diare. - Antibioti spektrum luas, diberikan untuk mengobati diare yang disebabkan bakteri. Namun penggunaan antibiotik perlu hati-hati untuk mencegah kemungkinan terjadinya diare yang disebabkan oleh antibiotik. Edukasi, berikan ibunya pendidikan tentang penanganan anak diare dirumah, diajarkan untuk mengetahui cara pembuatan cairan rumatan dirumah. Referensi 1. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI 2007. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. Bagian IKA FK UI ; Jakarta 2. Nia Karia, dr. Sp A., M.Kes. PDF Kejang Pada Anak. Di download pada tanggal 6 November 2010 3. Bambang Edi, dr. Sp A. Studi Guide Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY; Yogyakarta 4. http: //www.med.umich.edu/1libr/pa/pa_diarrhbr_hhg.hmt Penulis Farida Aryani. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY. RSUD Setjonegoro. Wonosobo

Gambaran Klinis dan Penatalaksanaan ODS Hordeolum Palpebra Superior et Inferior pada Anak Laki-laki Usia 1 tahun
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 05:03 Abstrak Hordeolum adalah suatu peradangan supuratif pada kelenjar Zeiss atau kelenjar Moll atau kelenjar Meibom yang kebanyakan disebabkan oleh bakteri stafilokokus, umumnya Stafilokokus aureus (Ilyas, 2004), dan jarang disebabkan oleh Streptokokus. Seorang anak lakilaki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Keywords : ODS, hordeolum, palpebra superior et inferior Isi Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Kurang lebih 2 bulan sebelum masuk rumah sakit timbul benjolan di bagian kelopak mata kanan, kemudian muncul benjolan di kelopak mata kiri. Anak tidak rewel, tidak demam, mata tidak merah, dan tidak berair. Sejak lahir pasien mempunyai riwayat sering belekan, yaitu sudah lima kali. Riwayat sakit serupa sebelumnya disangkal. Dalam keluarga tidak ada yang menderita keluhan yang sama. Di tempat tinggal pasien terdapat usaha pengumpul barang bekas / rongsok. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, kesadaran compos mentis (sadar penuh). Pemeriksaan tanda vital didapatkan nadi 144 x/menit, pernafasan 28 x/menit, suhu 36,3 oC. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata : super silia ODS simetris. Kelopak mata simetris, OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Apparatus lakrimalis ODS normal, bola mata ODS normal (pasangan sejajar, gerakan normal, ukuran normal), tekanan bola mata ODS normal, sklera ODS normal, kornea ODS (ukuran, kecembungan, limbus, permukaan) normal, kamera okuli anterior ODS (kedalaman normal, isi jernih), iris ODS (warna coklat, pasangan simetris, bentuk sirkuler), pupil ODS (ukuran ± 3 mm, bentuk lingkaran, tempat sentral, reflek direk +, reflek indirek +), lensa ODS jernih. Diagnosis ODS hordeolum palpebra superior et inferior Terapi • infus KaEN 1 B 12 tpm • amoxan syrup 3 x 1 cth • cendo ulcori • pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Diskusi Dalam kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Hordeolum adalah peradangan kelenjar yang sering terjadi dengan infeksi dari kuman Stafilokokus. Ditandai dengan pembengkakan terbatas (sirkumsrip) merah dan ada perlunakan yang akut. Ada pembentukan nanah yang lanjut menjadi abses (Ghozi, 2002). Gambaran Klinis Menurut Ilyas (2004) gambaran klinik hordeolum dapat dibagi menjadi gejala subjektif berupa rasa mengganjal dan rasa sakit yang akan bertambah jika menunduk dan gejala objektif berupa benjolan setempat, merah mengkilap, sakit bila ditekan, terletak di pangkal bulu mata. Gejala biasanya berawal sebagai pembengkakan terbatas (sirkumsrip) memerah dan nyeri bila di tekan. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu yang mengganjal di mata. Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak. Ditengah daerah yang membengkak sering kali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan. Bisa berbentuk abses yang cenderung pecah dan mengeluarkan nanah. Biasanya disertai dengan konjungtivitis (Vaughan & Asbury, 2000). Hordeolum terlihat tidak jelas, kemerahan, membengkak dan udematus, serta menimbulkan rasa gatal pada tepi

kelopak mata dekat ujung medial dan lateral. Batas/ujung hordeolum mencapai garis bulu mata ± 1 mm dari pinggir kelopak. Pembengkakan dan udem yang bertambah, disertai rasa gatal, akan memberikan rasa sakit. Setelah ± 1 minggu, hordeolum akan pecah, bagian tengah akan terlihat kuning kehijau-hijauan, memperlihatkan penampilan khas stafilokokus. Dengan ini penyembuhan dimulai dan berakhir dalam waktu ± 2 minggu (Miller, 1990). Hordeolum muncul secara tidak terduga dan berturut-turut. Kadang-kadang lebih dari satu hordeolum bisa muncul pada saat yang bersamaan pada kelopak mata yang sama (Philips, 1984). Penatalaksanaan Antibiotik diindikasikan bila dengan kompres hangat selama 24 jam tidak ada perbaikan, dan bila proses peradangan menyebar ke sekitar daerah hordeolum (Haryadi, 2011). 1. Antibiotika topikal Bacitracin atau tobramicin salep mata diberikan setiap 4 jam selama 7-10 hari. Dapat juga diberikan eritromicin salep mata untuk kasus hordeolum eksterna dan hordeolum interna ringan . 2. Antibiotik sistemik Diberikan bila terdapat tanda-tanda bakteremia atau terdapat tanda pembesaran kelenjar limfe di preaurikular. Pada kasus hordeolum internum dengan kasus yang sedang sampai berat, dapat diberikan chepalexin atau dicloxacilin 500 mg per oral 4 kali sehari selama 7 hari. Bila alergi penisilin atau chepalosporin dapat diberikan clindamicin 300 mg oral 4 kali sehari selama 7 hari atau klaritromycin 500 mg 2 kali sehari selama 7 hari (Haryadi, 2011). Pembedahan Bila dengan pengobatan tidak berespon dengan baik, maka prosedur pembedahan mungkin diperlukan untuk membuat drainase pada hordeolum (Haryadi, 2011). Kesimpulan Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Terapi yang diberikan pada kasus ini adalah infus KaEN 1 B 12 tpm, amoxan syrup 3 x 1 cth, cendo ulcori, pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. Daftar Pustaka Eva, P.R., Whitcher, J.P. 2007 Vaughan & Asbury Oftalmologi Umum. EGC, Jakarta. Ghozi, M., 2002 Buku Ajar Oftalmologi, Fakultas Kedokteran UMY, Yogyakarta. Haryadi, W., 2011 Hordeolum. Diakses pada tanggal 18 Desember 2011 dari http://www.docstoc.com/docs/42221138/Referat---Hordeolum Hollwhich, F. 1993 Oftalmology, 2nd ed. Binarupa Aksara, Jakarta. Ilyas, M. 2004 Ilmu Penyakit Mata, 3rd ed. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Mansur, A. 1999 Kapita Selekta Kedokteran, 3rd ed. Media Aesculapius, Jakarta. Miller, J.H. 1990 Parsons‘ Disease Of The Eye, Churchill Livingstone Ltd., New York. Philips, C.I. 1984 Basic Clinical Ophtalmology, Medical Division of Longman Group UK. Ltd., London.a Vaughan, D. G., Asbury, T., Eva, P.R., 2000 Ophtalmologi Umum, 14th ed. EGC, Jakarta. Wijana, N.S.D. 1993 Ilmu Penyakit Mata 3rd ed. FKUI, Jakarta. Meila Supeni, Bagian Ilmu Penyakit Mata, RSUD Temanggung, Jawa Tengah

Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 04:56 Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia Abstrak Anestesi regional adalah suatu tindakan anestesi yang menggunakan obat analgetik lokal untuk menghambat hantaran saraf sensorik, sehingga impuls nyeri dari suatu bagian tubuh diblokir untuk sementara. Fungsi motorik dapat terpengaruh sebagian atau seluruhnya, sedang penderita tetap sadar. Anestesi

mioma uteri. Cabut jarum. Diagnosis suspek myoma uteri. tampak pucat. Pemeriksaan kepala : mata anemis (+). Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. Hal ini akan lebih berta lagi bila digunakan pada pasien dengan hipovolemia. sehingga dapat menyebaban hipotensi orthostatic. menghasilkan analgesia pra dan pasca bedah. 22 lebih halus no. yang terakhir ditembus adalah durameter subarachnoid. Asisten harus membantu memfleksikan posisi penderita. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. uterus sebesar telur bebek. Diagnosis Mioma uteri Terapi • Transfusi PRC IV kalf • SF 2 x 1 • Ca Glukonas • Operasi Diskusi Dalam kasus ini pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun). posisi duduk akan lebih mudah untuk pungsi. minimal 500 ml cairan sudah masuk saat menginjeksi obat anestesi local. Teknik anestesi • Perlu mengingatkan penderita tentang hilangnya kekuatan motorik dan berkaitan keyakinan kalau paralisisnya hanya sementara. prongkol – prongkol sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. kesadaran compos mentis. 23. kesan menyokong gambaran mioma uteri. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. L4-L5. Juga dapat menyebabkan depresi pusat pernapasan di medulla yang dapat ditunjukkan dengan respon turunnya CO2. L5-S1 • Setelah tindakan antiseptic daerah pungung pasien dan memakai sarung tangan steril. Pemeriksaan USG. jumlah netrofil naik 79. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS.7. jika terjadi hipotensi diberikan oksigen nasal dan ephedrine IV 5 mg. 26 pada bidang median dengan arah 10-30 derajat terhadap bidang horizontal kea rah cranial pada ruang antar vertebra lumbalis yang sudah dipilih. • Pasang infuse. Keuntungan penggunaan obat ini adalah memudahkan induksi. tetapi bila kesulitan. Tanda-tanda vital TD 100/70 mmHg. • Posisi lateral dekubitus adalah posisi yang rutin untuk mengambil lumbal pungsi. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS.000. Keadaan umum cukup.3. jumlah limfosit turun 17. Hmt turun 24. mengurangi kebutuhan anestesi. respirasi 20x/menit. Keadaan umum sedang.6 mmHg. Obat yang dipakai untuk kasus ini adalah Bupivakain Bupivakain (Decain. memudahkan melakukan pemberian pernafasan buatan. suhu 36.55. Pethidin Pethidin merupakan narkotik yang sering digunkan untuk premedikasi. Pemeriksaan laboratorium Hb turun 7. • Inspeksi : garis yang menghubungkan 2 titik tertinggi Krista iliaka kanan kiri akan memotong garis tengah punggung setinggi L4-L5 • Palpasi : untuk mengenal ruangan antara 2 vertebra lumbalis • Pungsi lumbal hanya antara L2-L3.25%-0.6 mmHg. pemeriksaan VT : V/U tertutup. dan dapat diantagonis dengan naloxon. prongkol-prongkol. cairan LCS akan menetes keluar. porsio mecucu. L3-L4. jumlah eritrosit turun 2. mual dan muntah menunjukkan adanya stimulasi narkotik pada pusat muntah di medulla. tutup luka dengan kasa steril. Obat ini terutama digunakan untuk anestesi dareah luas (larutan 0. blok subarachnoid ) dihasilkan bila kita menyuntikkan obat analgetik lokal ke dalam ruang subarachnoid di daerah antara vertebra L2-L3 / L3-L4 (obat lebih mudah menyebar ke cranial) atau L4-L5 (obat lebih cenderung berkumpul di kaudal). 25. Hb turun 7.spinal ( anestesi lumbal.5 celcius. Derajat relaksasinya terhadap otot tergantung terhadap kadarnya.5%) dikombinasi dengan adrenalin 1:200. Kesimpulan : Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant (riwayat implant 21 tahun) dengan keluhan keluar darah banyak. infuse 500-1000 ml NaCl atau hemacel cukup untuk memperbaiki tekanan darah. Pasien P1A0 usia 38 tahun datang dengan keluhan keluar darah banyak. Selanjutnya disuntikkan larutan obat analgetik local ke dalam ruang subarachnoid. Marcain) adaah derivate butil yang 3 kali lebih kuat dan bersifat long acting (5-8 jam). • Monitor tekanan darah setiap 5 menit pada 20 menit pertama. • Setelah stilet dicabut. Keywords : anestesi spinal. Nadi 80x/menit. Jarum lumbal akan menembus berturut-turut beberapa ligament. pungsi lumbal dilakukan dengan penyuntikan jarum lumbal no. anemia Isi Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun). Pethidin dapat menyebabkan vasodiatasi perifer. Posisi tidur dapat mengurangi efek tersebut. Akan .

Kriteria Mayor • Sekret nasal yang purulen • Drenase faring yang purulen • Purulent post nasal drip • Batuk • Foto rontgen (Water‘s radiograph atau air fluid level) : penebalan lebih 50% dari antrum • Coronal CT scan : penebalan atau opaksifikasi dari mukosa sinus 2. 1 Maret 2006 (diakses tanggal 16 Mei 2012). 2. Jawa Tengah Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Dibuat oleh: Meila Supeni. Pasien sering flu dan alergi terhadap dingin dan debu. Bagian Ilmu Anestesi. pasien juga sering merasa terdapat dahak di tenggorokan. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri. dan ethmoidalis dekstra. sejak 1 minggu sebelum datang ke RS. inspeksi dalam batas normal. Pemeriksaan CT Scan kesan sinusitis sphenoidalis bilateral. Rhinoskopi anterior : konka hipertrofi (+). Riwayat sering terpapar bahan-bahan pestisida dan asap rokok (+). Didapat dari : URL.com.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:53 Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Abstrak Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal.3 celcius. suhu 36.org. pingsan dua kali. A guide to spinal anaesthesia for caesarean section. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan teori. Pasien mengeluh penciuman agak berkurang. Keywords : rhinitis. respirasi 24x/menit.2. Oktober 2000 (diakses tanggal 16 Mei 2012) 3. Kalmethason 1 gr/8 jam Inj. telinga kanan kadang-kadang berdengung. mukosa edem (+). Keadaan umum sedang. jumlah trombosit meningkat 467. maksilaris bilateral. kesadaran compos mentis. Dua minggu sebelum datang ke RS. : http://www. Hubungan antara dosis preload dengan perubahan tekanan darah pada operasi dengan teknik anestesi spinal. Kriteria Minor • . Nyeri kepala dirasakan pada bagian atas dan depan. Semarang : 1998 Meila Supeni. penciuman agak berkurang. ethmoidektomi Diskusi Dalam kasus ini pasien wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala.wikipedia. sinusitis. Tanda-tanda vital TD 110/60 mmHg. Didapat dari : URL. keluhan bertambah berat yaitu nyeri kepala. Pemeriksaan laboratorium jumlah leukosit meningkat 13. dan bila pusing pasien meminum obat tersebut. Keluhan dirasakan sejak 2. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri. Satu minggu sebelum ke RS. Kalnex 500 mg/8jam Operasi CWL dekstra. Daftar Pustaka 1. palpasi nyeri tekan hidung dan sinus paranasal (-). Riwayat berobat ke dokter dan diberi asam mefenamat. nyeri kepala dirasakan sejak 2. flu. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. Diagnosis Sinusitis Penegakkan diagnosis sinusitis secara umum : 1. Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal. Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. RSUD Temanggung. Pemeriksaan hidung dan sinus paranasal.5 tahun yang lalu. Nadi 100x/menit.5 tahun yang lalu.oyston. multisinusitis Isi Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala. Cefotaxim 1 gr/12 jam Inj. Tohaga E. Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala pada kepala bagian atas dan depan. Diagnosis Multisinusitis Terapi Infus RL 20 tpm Inj. hiperemi (+). Caesarean section (editorial). : http://www. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. Oyston J.dilakukan histerektomi setelah perbaikan Hb dengan spinal anestesi. Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. NAW sinistra.

Pengobatan infuse RL 20 tpm. hiperemi (+). warnanya kuning seperti biasa. tidak ada rasa nyeri pada saat BAK. dan Penatalaksanaan Sinusitis. BAK lancar. Beberapa keadaan yang dapat berperan sebagai faktor pencetus antara lain sumbatan lumen appendix oleh mukus yang terbentuk terus menerus atau akibat feses yang masuk ke appendix yang berasal dari secum. Jakarta: FK UI Meila Supeni. analgetika mukolitik . Bagian Ilmu THT. mukosa edem (+). Tenggorok. Mula-mula nyeri dirasakan samarsamar dan tumpul yang merupakan nyeri viseral di daerah epigastrium atau sekitar umbilicus. Kalnex 500 mg/8jam. Antibiotik dan dekongestan . Kesimpulan Wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala.Edem periorbital • Sakit kepala • Nyeri di wajah • Sakit gigi • Nyeri telinga • Sakit tenggorok • Nafas berbau • Bersin-bersin bertambah sering • Demam • Tes sitologi nasal (smear) : neutrofil dan bakteri Kemungkinan terjadinya sinusitis jika : Gejala dan tanda : 2 mayor 1 minor dan ≥ 2 kriteria minor Terapi Tujuan terapi sinusitis : mempercepat penyembuhan . Nyeri ini merupakan gejala klasik appendicitis. jika sudah resisten dapat dipilih amoksisilin – klavulanat atau jenis sefalosporin generasi 2. tidak ada lendir. Diakses tanggal 18 Oktober 2011 Highler. imunoterapi. inj. Peradangan ini pada umumnya disebabkan oleh infeksi yang akan menyumbat appendix. Hidung. NAW sinistra. Isi Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan rasa nyeri pada perut kanan bawah. antihistamin. kemudian dirasakan bertambah nyeri terutama di perut bagian kanan bawah. penciuman agak berkurang. Diagnosis Appendisitis Akut Diskusi Gejala Klinis Gambaran klinis yang sering dikeluhkan oleh penderita. Patofisiologi.. Ed: 6. 2009. Nyeri akan bersifat tajam dan lebih jelas letaknya sehingga berupa nyeri somatik setempat. B. Cefotaxim 1 gr/12 jam. Iskandar. Pada awalnya rasa nyeri dirasakan di daerah ulu hati. mual. Setelah beberapa jam nyeri berpindah dan menetap di abdomen kanan bawah (titik Mc.. sinusitis sphenoidalis bilateral. Leher. Burney). operasi CWL dekstra. 2001. Jawa Tengah Penegakan Diagnosis apendicitis akut Dibuat oleh: Anita Permatasari. Rasa nyeri perut ini dirasakan sejak dua hari yang lalu. tidak ada darah). inj. Diagnosis dan penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. antara lain 1. N. Pasien mengeluhkan susah buang air besar (sudah 3 hari sulit BAB. Appendicitis pada umumnya disebabkan oleh obstruksi dan infeksi pada appendix. mencegah perubahan menjadi kronik. pasien berobat ke puskesmas dan rasa nyeri hilang setelah minum obat... inj. antibiotik yang dipilih adalah golongan penisilin seperti amoksisilin. tindakan operatif. dan muntah. BAB kotoran keras. Feses ini mengeras seperti batu dan disebut fecalith. Bila . 1997.pencucian rongga hidung dengan NaCl / diatermi . RSUD Temanggung. Pemeriksaan CT scan kesan. Nyeri abdominal. Kepala. disertai demam. maksillaris bilateral. diberikan 10 – 14 hari meskipun gejala klinik sudah hilang . EA.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:39 Abstrak Appendicitis adalah suatu peradangan pada appendix. Daftar Pustaka Etiologi. Prinsip : Membuka sumbatan di KOM sehingga drainase dan ventilasi sinus pulih secara alami. Ed: 5. Satu bulan yang lalu nyeri pada perut kanan bawah sudah pernah dialami pasien. Jakarta : EGC Soepardi. merasa terdapat dahak di tenggorokan. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga. Adams. Kalmethason 1 gr/8jam. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. dan ethmoidalis dekstra. mencegah komplikasi . P.irigasi sinus maksila. Riwayat alergi debu dan dingin. Pasien merasa nafsu makannya agak berkurang. ethmoidektomi. steroid oral / topikal . tidak disertai darah. Pemeriksaan rhinoskopi anterior konka hipertrofi (+). Pasien tidak mengeluhkan gangguan BAK. Riwayat sering terpapar bahan pestisida dan asap rokok.

Gale Encytopedia of medicine. . Pada appendix letak retroperitoneal. 2. . dkk. Barium enema Yaitu suatu pemeriksaan X-Ray dengan memasukkan barium ke colon melalui anus. Laparoscopi Yaitu suatu tindakan dengan menggunakan kamera fiberoptic yang dimasukkan dalam abdomen. Pemeriksaan Colok Dubur Akan didapatkan nyeri kuadran kanan pada jam 9-12. 3. USG Bila hasil pemeriksaan fisik meragukan. Tanda-Tanda Khusus 1. Selain itu juga dapat menunjukkan komplikasi dari appendicitis seperti bila terjadi abses. Appendicitis. terutama pada wanita. appendix dapat divisualisasikan secara langsung. Yogyakarta . Peristaltik dapat hilang karena ileus paralitik pada peritonitis generalisata akibat appendicitis perforata. Pada appendicitis pelvika akan didapatkan nyeri terbatas sewaktu dilakukan colok dubur. yang ada nyeri pinggang . Pemeriksaan ini dilakukan terutama pada anak-anak . AH.Pemeriksaan urin : untuk melihat adanya eritrosit. De jong. Pemeriksaan ini sangat membantu dalam menyingkirkan diagnosis banding seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal yang mempunyai gejala klinis yang hampir sama dengan appendicitis . Referensi 1. Pada inspeksi perut tidak ditemukan gambaran spesifik. Dengan USG dapat dipakai untuk menyingkirkan diagnosis banding seperti kehamilan ektopik. Auskultasi Peristaltik usus sering normal. CA. 5. Defans muscular menunjukkan adanya rangsangan peritoneum parietal. 6.Nyeri lepas. Gejala awalnya sering hanya rewel dan tidak mau makan. Buku Ajar Ilmu bedah. Helwick. Abdominal X-Ray Digunakan untuk melihat adanya fecalith sebagai penyebab appendicitis. adnecitis dan sebagainya.terjadi perangsangan peritoneum biasanya penderita akan mengeluh nyeri di perut pada saat berjalan atau batuk. Obturator Sign Dilakukan dengan menyuruh penderita tidur terlentang. Bila pada saat melakukan tindakan ini didapatkan peradangan pada appendix maka pada saat itu juga dapat langsung dilakukan pengangkatan appendix. Stase Ilmu Bedah. hal 865-75. Mual-muntah biasanya pada fase awal.-38. Burney. 2. R. Inspeksi Kadang sudah terlihat waktu penderita berjalan sambil bungkuk dan memegang perut.Pemeriksaan darah : akan didapatkan leukositosis pada kebanyakan kasus appendisitis akut terutama pada kasus dengan komplikasi. Jogja. Penonjolan perut kanan bawah bisa dilihat pada massa atau abses appendiculer . Usus Halus Appendiks. 1997. Burney didapatkan tanda-tanda peritonitis lokal yaitu: . Pemeriksaan Fisik 1. 2. W. akan terasa sakit pada perut kanan bawah . tungkai kanan lurus ditahan pemeriksa. htm. Pada appendicular infiltrat. Anak sering tidak bisa melukiskan rasa nyerinya. 2. RSUD. 4. Obturator sign (+) bila terasa nyeri di perut kanan bawah . dapat dilakukan pemeriksaan USG. Psoas sign (+) bila terasa nyeri di abdomen kanan bawah . Hamami. Nafsu makan menurun. leukosit dan bakteri di dalam urin. CTScan Dapat menunjukkan tanda-tanda dari appendicitis. 3. Rovsing Sign Perut kiri bawah ditekan.psoas dengan cara penderita dalam posisi terlentang. terjadi bila sudah ada komplikasi. 4. Suhu biasanya berkisar 37. Kembung sering terlihat pada penderita dengan komplikasi perforasi. Defans muscular lokal. penderita disuruh hiperekstensi atau fleksi aktif. Obstipasi dan diare pada anak-anak. LED akan meningkat . dalam Sjamsuhidajat. Palpasi Dengan palpasi di daerah titik Mc. Penderita tampak kesakitan. Karena gejala yang tidak spesifik ini sering diagnosis appendicitis diketahui setelah terjadi perforasi . Jakarta. 3.7 Gejala appendicitis akut pada anak tidak spesifik. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan komplikasi-komplikasi dari appendicitis pada jaringan sekitarnya dan juga untuk menyingkirkan diagnosis banding. Edisi Revisi.3biasanya tubuh belum panas. juga bila dicurigai adanya abses. 2. 5. Pemeriksaan Penunjang 1.Nyeri tekan di Mc. EGC.Tehnik ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum. Kolon. 3. dan Anorektum. lalu dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul. Psoas Sign Dilakukan dengan rangsangan m. Pemeriksaan Laboratorium . Anita Permatasari. bila belum ada komplikasi C. Demam. defans muscular mungkin tidak ada.

Penyakit ini juga merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena penyebarannya berkaitan erat dengan urbanisasi. lidah kotor (54%).Gambaran klinis demam tifoid seringkali tidak spesifik. dan kembung. Panas terutama dirasakan pada sore menuju malam hari. dan bervariasi dari gejala seperti flu ringan sampai tampilan sakit berat dan fatal yang mengenai banyak sistem organ. Beberapa faktor penyebab demam tifoid masih terus menjadi masalah kesehatan penting di negara berkembang meliputi pula keterlambatan penegakan diagnosis pasti. Diagnosis demam tifoid secara klinis seringkali tidak tepat karena tidak ditemukannya gejala klinis spesifik atau didapatkan gejala yang sama pada beberapa penyakit lain pada anak. muntah (46%). dan keluhan susunan saraf pusat. dan diare (31%). dan terdapat nyeri tekan di ulu hati dan perut sebelah kanan atas. Gejala klinis pada penderita: 1. dan antibodi H muncul pada hari ke 10-12). mual. Pemeriksaan ini lebih spesifik lebih sensitive. sehingga hasil tes Widal negatif bukan berarti dapat dipastikan tidak terjadi infeksi. biasanya mulai dengan demam tidak tinggi yang makin hari makin meninggi. dan lebih praktis untuk deteksi dini infeksi akibat . Gejala pencernaan dapat berupa obstipasi / sulit buang air besar. bising usus (+) normal.peran pemeriksaan penunjang Tubex TF dalam mendeteksi dini demam Tiphoid Dibuat oleh: Anita Permatasari. Keluhan dan gejala Demam Tifoid tidak khas. pemeriksaan abdomen supel. Penyakit ini biasanya mewabah pada musim hujan. sehingga pada minggu ke 2 panas tinggi terus menerus terutama pada malam hari. splenomegali (7%). Demam tifoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan olehSalmonella typhi . Kelemahan pemeriksaan ini adalah sensitivitas yang kurang. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kesan umum tampak berbaring. kesadaran compos mentis GCS E4V5M6. pasien sudah meminum obat penurun panas tetapi tidak kunjung sembuh. kepadatan penduduk. Hal ini menunjukkan perlunya pemeriksaan penunjang laboratorium untuk konfirmasi penegakan diagnosis demam tifoid. 2. nyeri perut (49%).Modifikasi terakhir pada Minggu 16:25 Abstrak Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan yang penting di negara berkembang. dan lidah kotor dengan tepi kemerahan. sehingga dalam penegakan diagnosis diperlukan konfirmasi pemeriksaan laboratorium. Diagnosis pelvimetri radiologik. Isi Seorang laki-laki datang ke rumah sakit dengan keluhan panas sejak 6 hari yang lalu. obstipasi (43%). sopor (1%). anoreksia (88%). Penularan penyakit tifoid ini melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman Salmonella . Pemeriksaan laboratorium yang selama ini banyak dilakukan adalah pemeriksaan serologis yaitu Widal tes. meteorismus (66%). dan lemah. Penegakan diagnosis demam tifoid saat ini dilakukan secara klinis dan melalui pemeriksaan laboratorium. Klinis: panas (100%).Demam Tiphoid Diskusi Pemeriksaan penunjang USG. Selain itu pasien mengeluh mual dan muntah beberapa kali. diare. memberikan hasil negatif sampai 30% dari sampel biakan positif penyakit tifus. Pemeriksaan fisik: Kesadaran delirium (16%). sumber air dan sanitasi yang buruk serta standar higiene industri pengolahan makanan yang masih rendah. gangguan fungsi usus. Secara klinis gambaran penyakit Demam Tifoid berupa demam berkepanjangan. muntah. terutama pada minggu pertama sakit. Pemeriksaan ini mengukur kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen O dan H dalam darah (antigen O muncul pada hari ke 6-8. kesehatan lingkungan. Pemeriksaan yang dapat dijadikan alternatif untuk mendeteksi penyakit demam typhoid lebih dini adalah mendeteksi antigen spesifik dari kuman Salmonella (lipopolisakarida O9) melalui pemeriksaan IgM Anti Salmonella ( Tubex TF). hepatomegali (67%). Panas lebih dari 7 hari. somnolen (5%).

typhi dalam sampel. karena antibody IgM muncul pada hari ke 3 terjadinya demam. Makan dan minum seperti biasanya. Post mondok RS 2 hari. 2. Arina. shake pada tubex TF selama 2 menit 6. RSUD. selanjutnya ikatan inhibisi tersebut di sparasikan oleh suatu daya magnetic. Tinjauan Tubex TF Sebagai Alat Diagnostik Penunjang pada Demam Typhoid. Afiani. 2010. melalui deteksi spesifik adanya serum antibodi Ig M tersebut dalam menghambat ( inhibisi ) reaksi antara antigen berlabel partikel latex magnetic ( reagen warna coklat ) dan monoklonal antibodi berlabel latex warna ( reagen warna biru ). Jogja. • Hasil dapat diperoleh lebih cepat. 4. • Dengan pemeriksaan Tubex TF diharapkan diagnosis demam typhoid dapat ditegakkan lebih dini sehingga pengobatan yang tepat dapat segera diberikan. Frekuensi defekasi sehari serta kira-kira banyaknya feses setiap . • Tubex mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang baik. I. • Mempunyai sensitivitas yang tinggi terhadap kuman Salmonella ( > 95 %). Yogyakarta Anita Permatasari. setelah pulang panas lagi. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Dari anamnesis yang harus ditanyakan adalah adanya diare berlangsung akut atau kronik. Deteksi Dini Demam Typhoid dengan Tubex TF.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:23 Abstrak Diare dapat didefinisikan sebagai meningkatnya frekuensi buang air besar dan berubahnya konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair. Homogenkan dan diamkan selama 2 menit 5. Didiagnosis diare cair akut desentriform dengan leukositosis. Diakses dari http://www. Diare cair akut adalah buang air besar lembek dan cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih dari 3 kali atau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam dan berlangsung kurang dari 14 hari. Tubex TF Prinsip: Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru. Hasil dibaca secara visual dengan membandingkan warna akhir reaksi terhadap skala warna. Keunggulan pemeriksaan TUBEX TF : • Mendeteksi secara dini infeksi akut akibat Salmonella typhi. Isi Pasien demam sejak 7 hari yang lalu. • Metode Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI) memungkinkan pengoperasian semudah Widal serta secanggih ELISA. Pramita Lab. Alat dan Bahan: Tubex TF rapid typhoid detection Tubex color scale Tubex TF Brown reagen Blue reagen Serum Prosedur Kerja: 1. 2009. Diagnosis Diare Cair Akut Desentriform dengan leukositosis. Referensi 1. TUBEX TF adalah sustu test diagnostic invitro semi kuantitatif <10 menit untuk deteksi Demam Tifoid akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi. 2010. Yogyakarta. Diagnosis Demam Tifoid dengan Pemeriksaan Tubex.scribd. lendir (+). etiologinya dan derajat dehidrasinya. dengan demikian dapat menurunkan angka kematian akibat kompikasi demam typhoid.kuman Salmonella typhi. A. cair ampas. 2011. Yogyakarta penanganan Diare Cair Akut Dibuat oleh: Anita Permatasari. Kemudian masukan serum 45 µl kedalam rak tubex 3. Stase Ilmu Penyakit Dalam. Lakukan pembacaan pada tubex color scale setelah 5 menit Kesimpulan • Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru. Diskusi Cara mendiagnosis pasien diare adalah dengan menentukan 3 hal yaitu persistensinya. Felix. • Hanya dibutuhkan sample darah sedikit. Tambahkan 45 µl brown reagen 4. Hasil dibaca secara visual terhadap suatu skala warna. Tambahkan 90 µl blue reagen.com/doc/24896159 3. Irasfan. Tingkat inhibisi yang dihasilkan adalah setara dengan konsentrasi antibodi Ig M S. Diare sehari >5x. darah (+). Nathan.

lecet di dubur. Sesuai dengan anjuran WHO saat ini dianjurkan penggunaan CRO dengan formula baru yaitu dengan komposisi Natrium 75 mmol/L. susu formula rendah laktosa dan asam lemah tak jenuh. atau sesuai dengan kelainan yang ditemukan b. Edukasi Bawa anak kepada petugas kesehatan jika anak tidak membaik dalam 3 hari atau menderita : demam. putih). selaput lendir. air mata. ASI tetap diberikan selama terjadinya diare pada diare cair akut maupun pada diare akut berdarah dan diberikan dengan frekuensi lebih sering dai biasanya. kuning. Mulai berikan cairan I. Total osmolaritas 245 mmol/L. Rawat jalan Plan B (penderita diare dengan dehidrasi tak berat) a. konsistensi tinja. Bila terjadi dehidrasi. misal LLM) • Makanan setengah padat (bubur susu) atau makanan padat (nasi tim) • Susu khusus. Pengobatan dietatik a. e. lendir dalam tinja. Anak umur 6 bulan keatas sebaiknya mendapat makanan seperti biasanya. kencing berkurang. perlu ditanyakan mengenai keluhan-keluhan lain yang menyertai diare misalnya terdapat muntah. warnanya (hitam seperti the. serta tinja disertai lender dan/atau darah. berikan 30 ml/kg dalam Selanjutnya. Berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi b. Lanjutkan ASI selama anak mau c. karena kombinasi gula dan garam dapat meningkatkan penyerapan cairan di usus. dan sebagainya.kali BAB. muntah terus menerus. Kalium20 mmol/L. hijau. Dasar penatalaksanaan pada pasien diare 1. gangguan kesadaran. Kemudian lanjutkan lagi dengan lebih lambat. Klorida 65 mmol/L. jika terdapat dehidrasi pada anak. Beri tablet zinc 10 hari Setelah 3 jam.700 700 – 900 900-1400 b.5 jam (*) ulangi kembali jika denyut nadi radial masih lemah / tidak teraba 2. Rehidrasi Salah satu komplikasi diare yang paling sering terjadi adalah dehidrasi. Dukungan nutrisi Makanan tetap diteruskan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat. Pemeriksaan fisik yang harus dilakukan adalah memeriksa pasien untuk menetukan derajat dehidrasi. rasa haus yang nyata. tinja berdarah. Anak > 1 tahun dengan BB . sesak nafas.ubun-ubun besar. baunya (busuk/anyir). tenesmus serta kolik. Konsistensi tinja yang cair dengan warna seperti air cucian beras mungkin mengarahkan diagnosis pada kolera. kejang. buang air besar cair lebih sering. urin.V segera Larutan I. Pilih rencana terapi yang sesuai untuk melanjutkan pengobatan Plan C ( penderita diare dengan dehidrasi berat) Anakanak dengan dehidrasi berat harus diberi rehidrasi I. Cairan Rehidrasi Oral (CRO) yang dianjurkan WHO selama 3 dekade terakhir ini menggunakan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa telah berhasil menurunkan angka kematian akibat dehidrasi pada diare. Selain rasa mulas. Menunjukkan pada orang tua cara pemberian oralit Minum sedikit-sedikit tapi sering Jika anak muntah. anak harus segera dibawa ke petugas kesehatan.ulangi penilaian dan klasifikasikan kembali derajat dehidrasinya. Glukosa 75 mmol/L. Adanya perbaikan nafsu makan menandakan fase kesembuhan. tunggu 10 menit. mata (palpebra). Cari adanya darah. untuk pengganti nutrisi yang hilang serta mencegah agar tidak menjadi gizi buruk. Sitrat 10 mmol/L. Plan A (penderita diare tanpa dehidrasi) a. tinja lembek yang disertai lender dan darah. Anak > 1 tahun dan anak < 1 tahun dengan BB < 7 kg Jenis makanana : • Susu (ASI. jika RL tidak tersedia dapat diganti NaCl 0. apabila disertai dengan tenesmus seringkali khas untuk amebiasis intestinal. Dilakukan pemeriksaan pada keadaan umum pasien. Menentukan oralit untuk 3 jam pertama Jumlah oralit yang diperlukan =75ml/kgBB Umur Sampai 4 bln 4 – 12 bln 12 – 24 bln 2 – 5 thn BB < 6 kg 6 – 10 kg 10 – 12 kg 12 -19 kg Jml cairan 200 – 400 400 .9% Pemberian : 100ml/kgBB Pertama. kuah sayur atau sup. berikan 70 ml/kg dalam <12 bulan 1 jam (*) 5 jam 12 bulan 30 menit (*) 2. makan atau minum sedikit. Beri makanan untuk mencegah kurang gizi d. yaitu susu yang tidak mengandung laktosa. rehidrasi disesuaikan dengan derajat dehidrasi. Mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari memberikan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti air tajin.V secara cepat yang diikuti dengan rehidrasi oral a.V terbaik adalah RL. turgor kulit. Beri tablet zinc c. lemas.

air mata tidak ada. sangat haus. Diare 5. mata agak cekung. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. Alatas. Pemberian antibiotic yang tidak rasional. Ekstremitas hangat. Anonim. Rupeno. darah (-). Untuk anak-anak yang lebih besar. Dr. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. Referensi 1.pemberian antibiotic yang tidak rasional akan mempercepat resistensi kuman terhadap antibiotik. mukosa mulut kering. adanya dehidrasi. Antibiotik selektif Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare cair akut kecuali dengan indikasi yaitu pada diare berdarah dan kolera. tinja berdarah. usia < 1 tahun. zinc dapat dikunyah atau dilarutkan dalam air matang atau oralit. mukosa bibir tampak kering. Hassan. Intoleransi laktosa. WHO. makan atau minum sedikit. Anonim. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia Anita Permatasari. Kesimpulan Dari anamnesis diperoleh pasien BAB cair > 10 x / hari. Dr. 2008. Dosis zinc : anak-anak < 6 bulan = 10 mg (1/2 tablet)/hari anak-anak > 6 bulan = 20 mg (1 tablet)/hari Cara pemberian tablet zinc. Pada pasien ini diberikan zinc 1 tablet karena umur pasien lebih dari 6 bulan. Cubitan kulit abdomen kembali sedang. Dari hasil pemeriksaan fisik menunukkan anak demam. atau oralit. perut kembung. Jogja.> 7 kg Jenis makanan : makanan padat atau makanan cair/susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah 3. Muntah 2x setelah makan dan minum. Zinc juga dapat mengembalikan nafsu makan anak. Suplementasi zinc Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut. Panduan tatalaksana diare. 1985.00.dan disentri yang disertai dengan komplikasi. dapat mengurangi lama dan beratnya diare dan dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. Serta zinc berperan dalam menjaga keutuhan epitel usus. dan turgor kulit sedang. IDAI. Hasil pemeriksaan darah rutin ada kecurigaan kearah infeksi bakterial dan anemia mikrositik hipokromik. ASI. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. 2004.com 4. Zinc berperan dalam penguatan system imun. 1 hari SMRS. Diakses dari www. Edukasi orang tua Nasehat kepada orang tua untuk segera membawa anak kembali kepetugas kesehatan jika ada demam.. telah ditunjukkan bahwa zinc berperan penting dalam modulasi sel T dan sel B. akan memperpanjang lamanya diare karena akan mengganggu keseimbangan flora usus dan Clostridium defficile yang akan tumbuh dan menyebaban diare sulit disembuhkan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda dehidrasi yaitu anak tampak rewel. menderita campak pada 6 bulan terakhir. cubitan pada kulit perut kembalinya agak lambat. pemeriksaan fisik serta pemriksaan penunjang dapat disimpulkan bahwa pasien Berdasarkan hasil anamnesis dapat disimpulkan. serta dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. Infomedika. Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Dari hasil anamnesis . BAB cair ampas berwarna kuning. diare makin sering atau belum membaik dalam 3 hari. tidak ada ruam kemerahan maupun petekie. Selain itu. Indikasi rawat inap pada diare aut berdarah adalah malnutrisi. 2010. tampak rewel.medicastore. Hussein. muntah berulang. Stase Ilmu Kesehatan Anak. dan perfusi jaringan baik. Tunjukkan cara penggunaan tablet zinc kepada orang tua dan meyakinkan bahwa pemberian tablet zinc harus diberikan selama 10-14 hari berturut-turut meskipun anak sudah sembuh. Seharusnya diberikan infus RL 75 cc /kgbb dalam 3 jam. untuk bayi tablet zinc dapat dilarutkan dengan air matang. Zinc merupakan mikronutrien yang penting sebagai kofaktor lebih dari 90 jenis enzim. 4. Demam sejak hari sabtu jam 17. Yogyakarta Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun . fungsi zinc pada diare yaitu dapat mengurangi lama dan beratnya diare. pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi sedang. 5. RSUD. DEPKES 2.2008. Edisi 1. lendir (-). 3. air mata kering.

belum dalam persalinan Terapi Menejemen konservatif Infus RL Injeksi MgSO4 40% 8 gr (boka/boki) masing masing 4 gr / 10cc. kenceng kenceng belum dirasakan. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. Hipertensi terjadi sebagai usaha untuk mengatasi kenaikan tahanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat tercukupi. pasien merasa hamil 8 bulan. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. diding vagina licin. belum masuk panggul. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. membujur sesuai masa kehamilan. teraba 5/5 bagian Leopod IV : Konvergen His : Negatif. N = 92 x/menit. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. Mual. Kata kunci :preeklampsia. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. t = 36. bulat. penyakit teori Kasus Seorang wanita. PEB. Leopod II : Kanan → Teraba bagaian-bagian kecil janin Kiri → Teraba bagian panjang janin Leopod III : Teraba bagian bulat. servix tebal. diabetes.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:50 Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun Abstrak Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. pandangan kabur. gerak janin terasa. Riwayat obstetric : I. Riwayat hipertensi pada kehamilan dibenarkan. ♀ /lahir mati/RS/4 bulan V. RPD : Riwayat asma.Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. dibelakang tidak ada pembukaan. keras. muntah. Hamil ini (29 minggu) Vital Sign : TD = 180/120 mmHg. Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu.5° C Kepala : palpebra edem -/-. edem -/. pusing. thoraks : C/P dbn. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. lunak. lunak. TFU : 23 cm. b) Palpasi Leopod I : Teraba bagian besar. penyakit jantung disangkal. Pada preeklampsia terjadi perubahan pada ginjal . akral : hangat. TFU setinggi setengah jarak pusat dengan processus xypoideus. jumlah 1. RR = 22 x/menit. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. STLD negatif. datang dari UGD dengan rujukan dari BPS dengan keterangan PEB. air ketuban belum merembes. Pada kasus ini ibu dikatakan mengalami preeklampsia berat karena mengalami hipertensi. hamil pre term. diabetes. air ketuban negative Pemerikssan Laboratorium : Proteinuria : +++ Diagnosis PEB. Riwayat ANC : ANC dilakukan di rumah sakit. ♂/lahir mati/RS/8 bulan II. Pada preeklampsia dijumpai kadar aldosteron yang rendah dan konsentrasi prolaktin yang tinggi daripada kehamilan normal. Proteinuria terjadi karena pada preeclampsia permeabilitas pembuluh darah terhadap protein meningkat. hipertensi. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. grandemultigravida. Riwayat toxoplasmosis baru diketahui sejak anak ke 3. TBJ = 1705 gram c) Pemeriksaan Dalam : v/u tenang. Riwayat penyakit asma. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Aldosteron penting untuk mempertahankan volume plasma dan mengatur retensi air dan natrium. ♀ /lahir mati/RS/6 bulan IV. lender darah tidak ada. RPK :Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit dengan keluha yang sama. ♀/ lahir mati/RS/7 bulan III. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. yaitu tekanan darahnya sebesar 170/110 mmHg dan disertai proteinuria +3. nyeri ulu hati tidak dirasakan. DJJ = 140 x/menit.STATUS OBSTETRI a) Inspeksi perut membesar. Edema terjadi karena terjadi penimbunan cairan yang berlebihan dalam ruang interstitial. selaput ketuban negatif. hipertensi dan penyakit jantung disangkal. Abdomen : dbn. dilanjutkan 4 gr per 6 jam Injeksi Dexamethason 2 x 1 ampul Nifedipin 3 x 10 mg Observasi vital sign Observasi HIS dan DJJ Diskusi Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. usia 40 tahun. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖.

Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu. • Pertumbuhan janin terhambat ( IUGR ) Terapi preeklampsia berat menggunakan injeksi MgSO4 40% 8 gram (boka/boki). namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan.. program profesi pendidikan dokter. arteriosklerosis Kasus Seorang pasien usia 86 tahun datang dengan keluhan Perut terasa sebah. 2003. bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSUD Panembahan Senopati. Hal ini terjadi karena pada preeklampsia filtrasi glomerulus dapat turun sampai 50% dari normal sehingga menyebabkan diuresis menurun. Cunningham. • Edema paru dan sianosis. Wagner. (2004). Mochtar.yang disebabkan oleh aliran darah kedalam ginjal menurun sehingga mengakibatkan filtrasi glomerulus berkurang atau mengalami penurunan. 2.html.org/afp/20041215/2317. 1998. Penurunan filtrasi glomerulus akibat spasmus arteriole ginjal menyebabkan filtrasi natrium melalui glomerulus menurun yang menyebabkan retensi garam dan juga retensi air. McGraw-Hill Companies. Williams Obstetrics.G. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial. edema/ ablation retina.Jakarta. L. • Nyeri epigastrium atau nyeri pada kuadran kanan atas abdomen karena regangan selaput hati oleh perdarahan/ edema atau sakit akibat perubahan pada lambung.. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. Jilid I edisi II. injeksi dexamethasone 2 x 1 amp selama 24 jam. Diagnosis And Management Of Preeclampsia.aafp. R.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:51 Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Abstrak Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak. pada keadaan lanjut dapat terjadi oliguria atau anuria. Edema paru merupakan penyebab utama kematian pada penderita preeklampsia dan eklampsia. dalam: Sinopsis Obstetri. Daftar pustaka 1. • Gangguan Serebral : kepala pusing dan sakit kepala karena vasospasme / edema otak dan adanya resistensi pembuluh darah dalam otak. • Gangguan visus : mata berkunang-kunang karena terjadi vasospasme. F. terapi rumatannya 4 gram tiap 6 jam selama 24 jam . EGC. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. mual dan pinggang sebelah kiri terasa sakit 2 minggu SMRS OS mulai mengeluh sakit . Toksemia Gravidarum. Available:http://www. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. Kesimpulan Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. Kata kunci : gagal ginjal kronis. Komplikasi ini terjadi sebagai akibat dekompensasio kordis kiri. jumlah produksi urine < 500 cc / 24 jam yang disertai kenaikan kadar kreatinin darah. (Accesed: 2011. 21st ed. Pemberian Nifedipin 3x 10 mg peroral juga efektif pada pasien ini. Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal. Tanda lain dari preeklampsia berat yang tidak dijumpai pada kasus ini adalah : • Oliguria. et all. Hal ini dapat diketahui dengan oftalmoskop. mei 20) Penulis Mu‘allim Hawari. Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Dibuat oleh: Mu'allim Hawari.

Balai Penerbit FKUI. perubahan sinus renalis yang terjadi pada gagal ginjal ditandai dengan berkurangnya bahkan menghilangnya sistem collecting. EGC. pada awalnya disertai dengan nefgromegali. BAK berwarna coklat seperti air teh. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis. Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal. Kapojos EJ. Boer Azwar . Pada stadium awal biasanya ukuran ginjal masih normal. nekrosis korteks dan oksalosis. Sidabutar RP. dan BAB berwarna coklat-kehitaman. batas cortex dan medulla mengabur. Gagal Ginjal Kronik . Jakarta. namun pada fase lanjut akan sangat mengecil. Jakarta. 3. OS merasa berat badan banyak berkurang. Ilmu Penyakit Dalam II.ed 3. Jakarta. 2005. Ultrasonografi. tampak lesi hiperechoic dengan acoustic shadow. Gaya Baru. Dalam kasus-kasus tertentu umpamanya leukemia. 2. program profesi pendidikan dokter. Suharjono. Radiologi Dignostik. amiloidosis. OS mulai merasakan sulit BAB. Ginjal dalam Rasad Sjahriar. 1997 : 103-16. 1. ukuran normal Diagnosis Chronic Renal Disease Dextra dengan Nephrolitiasis Ren Sinistra dan Lien Normal Diskusi Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak. Terjemahan Augrah P. Nephrolitiasis Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis. yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya. Sedangkan gagal ginjal yang unilateral biasanya diakibatkan oleh trombosis vena renalis. mual dan muntah. 4. renal transpalant rejection dan pielonefritis akut Pada penyakit –penyakit dimana korteks mengalami perkapuran misalnya pada glomerulonefritis kronik. Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. EGC. bahkan menghilang. Piramis ginjal pada awal gagal ginjal umumnya masih baik. ed 1. eko dari batu umumnya tidak dapat dibedakan dengan ekogenik dari struktur sinus renalis. Wilcox CS : Buku Saku Nefrologi. Jakarta. Dalam :Trisher CC. SPC tak melebar Lien normoechoic.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:41 Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Abstrak Anestesi umum ( general anestesi ) adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai . Gagal Ginjal Kronik. 2.43. Dari hasil USG Ren dextra echostruktur sedikit meningkat. nafsu makan berkurang. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis. Gagal Ginjal Kronik : Dalam Suparman. Kadang-kadang terutama pada keadaan non distended urinary tract. tapi pada gagal ginjal yang lanjut ukuran ginjal mengecil dengan batas yang sangat ireguler akibat proses fibrosis. Peterson JC. 1994 : 349 . Kesimpulan Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. Dalam : Price SA.pinggang. Wilson LM : Patofisiologi. maka ditemukan gambaran korteks atau subkortikal selain hiperekoik. Terjemahan Widayanti D. yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya.62. bagian Ilmu Radiologi RSUD Panembahan Senopati. ed 4. Ren sinistra normoechoic. umumnya bilateral. Penulis Mu‘allim Hawari. juga adanay bercak-bercak yang disertai acoustic shadow dibawahnya. Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial. Daftar pustaka 1. ed. 1995 : 812 . Gagal ginjal kronik Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. Wilson LM. Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis. Ilyas Muhammad.

transquilizer 2. Staf Pengajar Bagian Anesteiologi dan Terapi Intensif FK UI Jakarta. HbsAg negatif. Induksi Propofol 100mg. whezing (-/-). Ketorolac 30mg IV Diskusi Anestesi adalah peristiwa hilangnya sensasi.ASA IV : Pasien dengan peny. mata 4. program profesi pendidikan dokter. Dari hasil pemeriksaan pre operasi visit ASA I didapatkan bahwa pasien tidak memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus. Sedativa.Mengurangi efek vagal terhadap jantung dari obat-obat .Memperlancar induksi anestesi . ―Anestesiologi‖. Obat-obat Ondansetron 4mg IV. Hipnotik ( Hilang kesadaran ) 3. elektrolit. 67-69. perasaan ( panas. Relaksasi otot ( Muscle Relaxan ) Pada general anestesi nyeri dihilangkan secara sentral disertai hilangnya kesadaran. Drajat.84. raba. Sebelum pasien diberi obat anestesi. Fentanyl 50 µg. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia. Boulton. general anestesi Kasus Seorang pasien wanita usia 19 tahun dengan diagnosis FAM Sinistra direncanakan akan dilakukan operasi. Klasifikasi status fisik ASA I. dan pasien bergolongan darah A. Isofluran. bersifat pulih kembali (reversibel). Pada pemeriksaan fisik didapatkan : Airway :Clear. 1988.Mengurangi sekresi kelenjar ludah dan bronkus . hal.Mengurangi reflek dari pasien yang membahayakan Obat – obatan Premedikasi : 1.ASA III : Pasien dgn peny. Kata kunci : anestesi umum. Dobson. thorax. ―Anestesiologi‖. 1986. Aksara Medisina. Penulis Mu‘allim Hawari.Impuls afferent abdomen. Daftar pustaka 1. Circulation didapatkan TD : 120/80 mmhg. FK UI. Malampathi II. dan relaksasi otot.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:32 Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Abstrak Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat . Jakarta. hal 56. dan kimia darah dalam batas normal. hal 90. ―Kumpulan Kuliah Anestesiologi‖.Mengurangi mual dan muntah . M. dengan atau tanpa operasi hidupnya tidak lebih dari 24 jam Kesimpulan Anestesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). Pemeliharaan O2. Salemba. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. HR : 82x/m reguler. Diagnosis FAM sinistra dengan rencana GA dengan LMA. dengan tujuan: . 1994. ASA I Terapi Pre medikasi Midazolam 2. posture ) dan nyeri bahkan hilangnya kesadaran. ronkhi (-/-). Trias Anestesi : 1. 4. Respirasi Rate: 20 x/m. Penerbit Buku Kedokteran EGC. hal 99-102.B. Analgesia ( Hilangnya nyeri ) 2.ASA II : Pasien dengan penyakit sistemik ringan . bagian Anestesiologi Dan Reanemasi RSUD Panembahan Senopati. Sistemik berat sehingga aktivitas rutin terbatas .Meminimalkan jumlah obat anestesi yang dibutuhkan . 2. Alkaloid belladona : . 3. E4V5M6. hipertensi. Suara paru vesikuler di kedua lapang paru. Pemeriksaan Laboratorium : Hasil darah lengkap.T.5 mg.Anti sekresi . ASA V. sehingga memungkinkan dilakukannya tindakan pembedahan. Disability :compos mentis. Berat Badan 40 kg. dilakukan pramedikasi. TMD >6. Breathing : Spontan . Anti emetik Klasifikasi Status Fisik : ASA I : Pasien normal / sehat . penyakit jantung.B. Jakarta.Membuat amnesia .5. hipnotik. Analgetika narkotika 3. Sistemik berat tidak dapat melakukan aktivitas rutin dan penyakitnya – mengancam kematian ASA V : Pasien emergensi / muribund. ASA III. Jakarta. hipnotik. ―Penuntun Praktis Anestesi‖. maupun Asma. M. 1989. T. Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia. dan relaksasi otot. Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. N2O. Hasil pemeriksaan penunjang : Foto Rontgen Thorax: Cor dan Pulmo dalam batas normal.hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel).Meredakan kecemasan dan ketakutan . ASA IV. ASA II. yaitu sebelum dilakukan induksi anestesi.

perdarahan limpa atau hati Tanda permeriksaan fisik pada berbagai gambaran gawat abdomen Keadaan Tanda klinis penting Awal perforasi saluran cerna atau saluran lain Perut tampak cekung (awal). 3.bunyi usus hilang (lanjut). Torsi. syok. Kelainan Kongenital. defans muskular Peritonitis Penderita tidak bergerak. tak ada rangsang peritoneum Ileus paralitik Distensi. Puasa. BAK lancar. Sedangkan pada ileus paralitik didapatkan gambaran radiologis yaitu: 1. dan herring bone appearance. tegang. perforasi tukak lambung. Perkus i : hipertimpani semua kuadran. berdenyut jika aneurisma aorta. Hearing bone (+). tanda infeksi umum. Posisi setengah duduk atau berdiri. Obstruksi. volvulus. Kata kunci : akut abdomen. gambaran seperti duri ikan (Herring bone appearance). Kesan : Ileus obstruktif letak tinggi Diagnosis Peritonitis dengan ileus obstruktif Terapi Direncanakan Laparatomi. nyeri tekan. Udara bebas (-). metalik sound –. Trauma pada perut. KU merosot Massa infeksi atau abses Massa nyeri (abdomen. air fluid level. Herring bone appearance Bedanya dengan ileus obstruktif : pelebaran usus menyeluruh sehingga air fluid level ada yang pendek – pendek (usus halus) dan panjang – panjang (kolon) karena diameter lumen kolon lebih lebar daripada usus halus. Auskultasi : peristaltik menurun. Jadi gambaran radiologis pada ileus obstruktif yaitu adanya distensi usus partial. 2. jika penyebabnya adanya gangguan pasase usus (ileus) obstruktif maka pada foto polos abdomen 3 posisi didapatkan gambaran radiologis antara lain: 1. dump contour -. perforasi usus tifus. nyeri tekan lokal jika KET Ro. nyeri perut awalnya dirasakan di daerah pusar. sikatrik -. Inj. Ro. RPD: HT -. Gambaran radiologis diperoleh adanya air fluid level dan step ladder appearance. kelainan atau penyumbatan vaskular Perdarahan Kehamilan ektopik. volvulus usus Iskemia Hernia strangulata. datang dengan keluhan utama nyeri perut. Ceftriaxon 2x1 gram. untuk melihat air fluid level dan kemungkinan perforasi usus. nyeri kolik. Penyebab akut abdomen adalah Radang Akut. Abdomen 3 posisi : Gambaran : Dilatasi usus (+). penebalan dnding usus. Dari air fluid level dapat diduga gangguan pasase usus.dan tepat. diare (-). Air fluid level 3. defans muskular +. Air fluid lever (+). Tumor intraabdomen. nyeri tekan. Penyebab akut abdomen adalah sebagai berikut : Penyebab Contoh Radang Appendisitis akut. Gambaran yang diperoleh adalah adanya udara bebas infra diafragma dan air fluid level. nyeri gerak. Perforasi. Infus RL 20 tpm. preperitonial fat. nyeri perut dirasakan sejak ± 3 hari yang lalu. perforasi appendiks. kolesistisis akut Ileus obstruktif Hernia inkarserata. pankreatitis akut. gawat abdomen Kasus Seorang wanita berusia 55th. sedang jika panjang – panjang kemungkinan gangguan di kolon. nyeri batuk. Palpasi : nyeri tekan semua kuadran. Inj. Pada kasus . Jantung -. Posisi LLD. Ileus obstruktif bila berlangsung lama dapat menjadi ileus paralitik. USG Abdomen : Gambaran : Abdomen mengabur/ Faekal material prominent . pekak hati hilang. terdengar borborigmi. Asma -. Posisi tidur. dimana pelebaran usus menyeluruh sehingga kadang – kadang susah membedakan anatara intestinum tenue yang melebar atau intestinum crassum. ada tidaknya penjalaran. Peny. DM -. dump stefung -. Kesan : Curiga peritonitis/ Ileus. Metronidazol 3 x 500 mg Diskusi Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat dan tepat. dan riwayat operasi sebelumnya disangkal. aneurisma pecah Cedera Perforasi organ berongga. untuk melihat distribusi usus. kemudian menjalar ke seluruh bagian perut disertai muntah warna putih. defans muskular. 2. nyeri lepas. tidak ada nyeri lokal Perdarahan Pucat. pelvis. Bila air fluid level pendek berarti ada ileus letak tinggi. tanda umum radang Obstruksi usus Distensi perut. masa +. adneksitis akut. rektal). mungkin distensi. flatus terakhir 1 hari yang lalu. uji lokal (psoas). BAB terakhir 2 hari yang lalu. bunyi usus menurun. Gambaran yang diperoleh yaitu pelebaran usus di proksimal daerah obstruksi. Perut : Inspeksi : distensi +. Distensi usus general. dump steafung. Abdomen 3 posisi Sebelum terjadi peritonitis. peristaltik menurun atau hilang.

Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes.. RL 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam. amforik +/-. Kasus Seorang anak perempuan. Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. 2010. Jakarta Penulis Mu‘allim Hawari. Suhu : 371°C. alergi -. dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. kejang -. Lingkungan : radius 100m banyak yang terkena chikungunya. defans muskular. muntah + disertai darah. Posisi LLD. BAB biasa. Cor : dbn. BB: 20 kg. Asites +. dengue fever. panas langsung tinggi. 10 tahun datang dengan diantar kedua orang tuanya dengan keluhan utama panas. warna kuning kecoklatan. didapatkan free air subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow). Ro. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat. program profesi pendidikan dokter. TB paru –. muntah. Daftar pustaka Sjamsuhidayat. dapat mengarah pada gejala peritonitis dengan kemungkinan lainnya ileus. mimisan -. bagian Bedah RSUD Panembahan Senopati. dan De Jong. terutama Aedes aegypti1. Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. Dari pemeriksaan fisik pun juga menunjukan hal serupa. gambarannya tidak jelas pada foto polos abdomen. Posisi duduk atau berdiri. dan pusing +. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi. Buku Ajar ILMU BEDAH.peritonitis karena perdarahan. Kepala : edem palpebra -/-. dan kekaburan pada cavum abdomen. 1. EGC. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. dan adanya udara bebas subdiafragma atau intra peritoneal. demam berdarah. Posisi tiduran. preperitonial fat dan psoas line menghilang. nyeri tekan seluruh bagian perut. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen. Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam Diskusi Demam . RPD : DF/DHF -. Panas dirasakan sejak minggu sore (5 hari SMRS). Alergi –. Peristaltik + Normal. 2. Akral : dingin. tanda utama radiologi adalah. Gambaran akan lebih jelas pada pemeriksaan USG (ultrasonografi). Thoraks : pulmo :SDV menurun/+. Kata kunci : dengue haemorrhagie fever. Penatalaksanaan dari peritonitis adalah laparatomi eksplorasi itu sendiri. 3. hepatomegali –. nadi lemah Diagnosis DSS hari ke V dengan hematemesis Terapi Terapi cairanuntuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009  7cc/kgBB/jam  10cc/kgBB/30 menit-1jam Inf. Abdomen : NT + semua regio. diare-. Kesimpulan Dari keluhan pasien nyeri perut yang dominan. bibir kering +. Sehingga jatuh pada kesimpulan peritonitis dengan ileus. didapatkan preperitonial fat menghilang. TD: 100/80 mmHg. pecahnya usus buntu atau karena sebab lain. R. Jadi gambaran radiologis pada peritonitis yaitu adanya kekaburan pada cavum abdomen. nyeri perut +. Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. HR : 120x/menit. flatus (-). gangguan defekasi. bapil -. sulit diramalkan. setelah dilakukan laparatomi ternyata penyebabnya adalah appendisitis perforasi yang pada akhirnya menyebabkan adesi usus yang menyebabkan obstruksi. psoas line menghilang. RR : 24x/menit. dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat. TB anak -. berupa distensi. RPK : kejang -. Abdomen 3 posisi juga mendukung ileus obstruktif. peristaltik menurun.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:29 Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Abstrak Demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue.

Selama resusitasi carian ada beberapa hal yang harus selalu dipantau AT/HMT / 6jam. program profesi pendidikan dokter.2009 Penulis Mu‘allim Hawari. Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam . Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. Kristaloids 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam setiap penurunan7cc/kgBB/jam10cc/kgBB/30 menit-1jam  dilihat tanda tanda vital pasien (akral. Kesimpulan Penanganan utama dari DSS adalah resusitasi cairan karena kebocoran plasma yang disebabkan karena reaksi imunitas. Kriteria diagnosis dengue fever menurut WHO 2009 seperti dibawah ini. diit cair. Ro. klasifikasi usia disebut usia tua adalah >65 tahun. pasien geriatri juga memiliki . vital sign.13. World Health Organization. Kriteria untuk Dengue ± warning signs Probable dengue Tinggal / bepergian ke daerah endemik Panas dan 2 kriteria dibawah : • Mual.dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. nadi. balance cairan. Dengue: an escalating problem. WHO/FCH/CAH/05. BMJ 2002.324:1563-6 2. dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat. TREATMENT. Eliminasi obat anestesi pada usia tua lambat. World Health Organization. Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes. yang merupakan kumpulan gejala klinis yang mengarah kepada shock. Anastesi pada Pasien Perempuan Usia 75 tahun Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. dengue haemorrhagic fever and dengue shock syndrome in the context of the integrated management of childhood illness. restlessness • Liver enlargment >2 cm • Laboratory: increase in HCT concurrent with rapid decrease in platelet count *(requiring strict observation and medical intervention) Severe plasma leakage leading to: • Shock (DSS) • Fluid accumulation with respiratory distress Severe bleeding as evaluated by clinician Severe organ involvement • Liver: AST or ALT >=1000 • CNS: Impaired consciousness • Heart and other organs Terapi cairan untuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009 Terapi dimulai dengan Inf. Penanganan yang lainnya hanya bersifat simptomatis saja. Thoraks PA. dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. Dengue. bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUD Panembahan Senopati. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat. PREVENTION AND CONTROL. fungsi hati. Daftar pustaka 1. sulit diramalkan.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:22 Abstrak Menurut WHO. tekanan darah) dalam who 2009 disertakan pula penilaian HMT untuk melihat kekentalan darah. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik. Dengue shock syndrome adalah derajat demam berdarah yang paling berat. Vaughn DW. Geneva. 2005IDELINES FOR DIAGNOSIS. Department of Child and Adolescent Health and Development. terutama Aedes aegypti1. DENGUE GUIDELINES FOR DIAGNOSIS. Semua perubahanperubahan fisiologi yang terjadi pada geriatri membuat kita perlu berhati-hati dalam peberian obat anestesi sehingga pada penilaian status fisik geriatri walaupun keadaan sehat dikategorikan menjadi ASA II. Gibbons RV. muntah • Rash • Nyeri sendi • RL test positive • Leukopenia • Warning sign Laboratory-confirmed dengue (important when no sign of plasma leakage) Warning signs* • Abdominal pain or tenderness • Persistent vomiting • Clinical fl uid accumulation • Mucosal bleed • Lethargy. 3.

A. EGC: Jakarta. gangguan ritme jantung. Latief. Kab. riwayat DM (-). Edisi Kedua. S. riwayat operasi sebelumnya (-). muntah (-). Anastesi Geriatri. pemeriksaan fisik. Pemeriksaan vital sign. FK UMY: Yogyakarta. Riwayat penyakit serupa (-). 3. RL 24 tpm Diskusi Pra-anestesia Penilaian pasien manula prabedah harus dilakukan dengan seksama.B dan Blogg. mengingat bahwa manula kemungkinan sudah menderita hipertensi. Matoka. pemantauan sebelum. 2008. batuk pilek (-). Omoigui. 2010. Atropin atau alkaloid beladona yang lain biasanya tidak diperlukan. Diagnosis Tumor facialis dextra ASA II Terapi . selama. riwayat HT (-). bila perlu dengan menunda pembedahan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas.. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UI: Jakarta. pembedahan darah abdomen atas atau toraks. laboratorium dalam batas normal. C. Kesimpulan Pasien diatas merupakan pasien perempuan usia 75 tahun dengan tumor facialis dextra.Inf. mual (-). 2002. Boulton. dan penunjang dalam batas normal. riwayat alergi obat dan makanan (-). R. Referensi 1. BAB/BAK tidak ada keluhan. nyeri. . 1994. Isi Ny. Temanggung. EGC: Jakarta. M usia 75 tahun dating dengan keluhan terdapat benjolan pada wajah sebelah kanan sejak ± 1 tahun yang lalu. Di akses tanggal 14 Mei 20012 dari www. Apabila mungkin. gagal jantung. Hal ini dikarena pasien yang sadar pada analgesik regional memungkinkan petugas lebih mudah dan lebih cepat mengenal serangan angina atau perubahan serebral akut. Pasca Anestesia Ada kemungkinan bahwa kesulitan untuk bernafas pasca bedah dini lebih sering terjadi pada manula. fisik. T. Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi. Anonim. Petunjuk Praktis Anestesiologi. Edisi Kedua. keadaan pasien harus dioptimumkan. Premedikasi sebaiknya diberikan dengan hati-hati dan dosis sekecil mungkin. Program Pendidikan Profesi Dokter. 4. RSUD Djojonegoro. riwayat asma (-). Faktor yang meningkatkan kejadian penyakit pernafasan pasca bedah adalah kegemukan. manula perokok. gagal ginjal kronik atau penyakit degenerasi lain. Efek dari sisa anestesi dapat mengakibatkan lambatnya pemulihan mental dan psikomotorik postoperasi sehingga membutuhkan monitoring yang intensif segera setelah operasi dan membutuhkan waktu untuk opname setelah operasi lebih lama.E.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:20 .. Biasanya hanya diperlukan diazepam 5 mg melalui mulut (peroral). Meskipun dari hasil anamnesis. SA.com/doc/82710494/Anestesi-Geriatri-2 2. Gambaran Ultrasonografi (USG) pada Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. dan distensi abdomen. Bagian Ilmu Anastesi dan Reanimasi. Buku Saku Obat-Obatan Anestesia. Anestesiologi. Penulis Nur‘Afni Mz. Edisi 10. 5. dan sesudah operasi harus dilakukan seoptimal mungkin. dan diberikan menurut kebutuhan. EKG sebaiknya dipantau secara rutin.scribd. diabetes. KA. penyakit paru kronik.resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi postoperasi akibat pengaruh obat.Pasien dirawat inap . Dachlan. mengingat pada usia lanjut telah terjadi perubahan-perubahan fisiologis yang dapat menyebabkan perubahan atau perbedaan dalam interaksi obat-obatan. Selama Anestesia Apabila dimungkinkan sebaiknya diberikan analgesik regional (non-sistemik). secara titrasi dengan mengingat bahwa waktu sirkulasi memanjang dan kemungkinan terjadinya interaksi dengan obat-obat yang sudah diminum oleh pasien pra anesthesia. Jawa Tengah. Dosis obat anestetika umum maupun lokal pada lansia harus dikurangi. Pramono. Suryadi. Pemantauan yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan pasien. 1997.

Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www. Penggunaan ultrasonografi rutin : konfirmasi adanya kehamilan intrauterine. ovarium atau rongga perut. Ekayuda. Kesimpulan Pasien usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut. Lebih lanjut. Abdomen: datar. 2005. dapat dikatakan bahwa pemeriksaan ultrasonografi merupakan satu-satunya tehnik yang dapat digunakan untuk menentukan viabilitas janin secara dini dan menentukan kehamilan kembar. HPHT 10 Agustus 2011.com/doc/93358433/kehamilan-ektopik-terganggu 5. A. Kehamilan ektopik dapat terjadi di luar rahim misalnya dalam tuba.id/bitstream/123456789/14667/1/09E00840.scribd. enentuan usia kehamilan ( menggunakan CRL – Crown Rump Length .usu. kosong atau berisi. 2011.pdf 3. nikah 1x lama 12 tahun. I.60 C. Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang berbahaya karena tempat implantasinya tidak memberikan kesempatan untuk tumbuh kembang mencapai aterm. Malueka. Dapat dinilai kavum uteri. N = 100x/menit. RPK (-). Pemeriksaan fisik: keadaan umum sedang. identifikasi kehamilan kembar. Karakteristik Ibu Penderita Kehamilan Ektopik Terganggu. perdarahan antepartum – lokasi plasenta. kosong atau berisi. pertumbuhan janin ( rasio kepala – torax . . R.USG . Balai Penerbit FK UI: Jakarta. artinya tidak perlu memasukkan rongga dalam rongga perut. riwayat anomali kongenital ). RR = 28x/menit. tetapi dapat juga terjadi di dalam rahim di tempat yang luar biasa misalnya dalam cervik. genitalia: VT: O/U tenang. Radiologi Diagnostik. Radiologi Diagnostik. Meningkatnya resolusi dan portabilitas telah mendukung meluasnya penggunaan ultrasound pada awal kehamilan sampai dengan saat persalinan. Indikasi penggunaan ultrasonografi : 1. Penggunaan khusus : diagnosa abortus iminen – konfirmasi viabilitas janin. supel. 2. T = 36. Keunggulan cara pemerikssan ini terhadap laparoskopi ialah tidak invasif. pars intertistialis atau dalam tanduk rudimeter rahim. HPL 17 Mei 2012.PP test ulang Tindakan operasi: salphingektomi sinistra Diskusi Pemeriksaan ultrasonografi yang dimulai oleh Donald di Glasgow pada akhir tahun 1950 an atau awal tahun 1960 menjadi tonggak penting bagi penilaian janin. nyeri goyang portio (-). Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www. Pustaka Cendekia Press: Yogyakarta. adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan. Kehamilan Ektopik Terganggu. G. Bangun. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien. R usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut.docstoc. I. Pada pemeriksaan USG dapat dinilai kavum uteri. peningkatan serum AFP – alpha feto pritein .Abstrak Kehamilan ektopik adalah kehamilan di mana sel telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh di luar endometrium kavum uterus.Infus RL 24 tpm . Ø (-). timpani. 2008. placental grading ). KB suntik dilepas 3 tahun yang lalu. RPD (-). Referensi 1. 2009. Matoka. pasca persalinan ( sisa produk konsepsi ). 2. kesadaran compos mentis. perkiraan berat janin. R.ac. tebal endometrium. Edisi kedua. penilaian kasus resiko tinggi ( penyakit maternal. BPD – Biparietal Diameter – Femur Length ). 3. mengenali adanya kelainan kongenital major. UK 14 minggu 5 hari. Pemeriksaan lainnya dalam batas normal. TFU 3 jari di atas pusat.vital signs: TD = 120/80. minum jamu (-). Masa panggul. bising usus (+) normal. adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari repository. Pasien ini didiagnosis dengan Kehamilan Ektopik Terganggu (KET). PP test (+).com/docs/83566160/kehamilan-ektopik-terganggu Penulis Nur‘Afni Mz. Ndruru. nyeri tekan (+) perut bawah. TT (-). penentuan volume air ketuban . Diagnosis Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Terapi Terapi yang diberikan pada pasien ini: . tebal endometrium. STLD (-). Trisnawati. 2012. ANC 2x di bidan. Kehamilan Ektopik Terganggu. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien Isi Ny. 4.

susp. Dispepsia. Kumpulan gejala tersebut adalah rasa tidak nyaman.Program Pendidikan Profesi Dokter. rokok dan stress. rokok dan stress. kembung. dan bisa juga menjadi kronis. control kesehatan secara rutin. serta istirahat cukup Kesimpulan Pasien ini didiagnosis dengan dispepsia. Anonim1. Per definisi dikatakan bahwa dispepsia adalah ketidaknyamanan bahkan hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas. DM (-). 2011. RPK (-). laki-laki maupun perempuan dapat mengalami hal ini.com/harian/dispepsia/ 2. gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok. Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari http://medicastore. Dispepsia. Preventif berupa pola makan sehat dan teratur. hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung. Jawa Tengah. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. mual. dengan demikian fungsi keluarga sehat. sendawa. Anonim3. kambuh-kambuhan dan terutama jika pasien terlambat makan. Tidak ada perbedaan jenis kelamin. preventif. Mual (-). Rehabilitatif berupa berupa pola makan sehat dan teratur. 2011. nyeri ulu hati.medicinesia. demikian juga hubungan dengan lingkungan sekitar. Satu diantara 4 orang pasti mengalami hal ini. kini tidak lagi termasuk dyspepsia. Family SCREEM tidak ditemukan hal patologis. Temanggung. Anonim2. kuratif.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:01 Abstrak Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti "pencernaan yang jelek". Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari www. HT (-). nutrisi seimbang. pola hidup sehat. Gastritis kronik. Terapi . perut keroncongan (borborgygmi) hingga kentut-kentut. Riwayay sakit serupa sebelumnya (+).com/penyakit/508/Dispepsia. makanan yang pedas. seperti alkohol. Hubungan antara anggota keluarga terjalin dengan baik. seperti alcohol. seperti makan teratur. serta istirahat cukup. hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung. dan rehabilitative. RSUD Djojonegoro. Diagnosis Diagnosis holistik: laki-laki 45 tahun dengan dispepsia.Ondansetron 3 x 1 Diskusi Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Penilaian APGAR didapatkan hasil 8. bloating (lambung merasa penuh/sebah). Dispepsia. Dispepsia merupakan suatu sindroma (kumpulan gejala) yang mencerminkan gangguan saluran cerna. susp. Isi Tn. Kab. muntah (-). Disebut kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus. Sekarang ini pasien tinggal dengan seorang istri dan tiga orang anak. 2012. Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Promotif berupa edukasi berupa hal-hal yang dapat menyebabkan nyeri ulu hati. Manajemen holistik yang diberikan pada pasien ini berupa promotif. makanan yang pedas. Referensi 1. Kuratif diberikan ondansetron 3 x 1. Manajemen Komprehensif pada Pasien dengan Dispepsia Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. Gejala itu bisa akut. Gastritis kronik. Pasien juga adalah seorang perokok. R usia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri ulu hati sejak ± 2 jam yang lalu.html 3. Bagian Ilmu Radiologi. Lain-lain dalam batas normal. Di akses . cepat kenyang. Keluhan refluks gastroesofagus klasik berupa rasa panas di dada (heartburn) dan regurgitasi asam lambung. Semua orang dalam hidupnya pasti pernah mengalami dispepsia. berulang. gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok. Kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal cukup layak untuk ditempati. Pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan fisik lainnya dalam batas normal. muntah.

Gambaran klinisnya berdasarkan lokasi terjadinya herniasi. T: 36. berjalan agak jauh dan mengendarai sepeda motor. Kesadaran: Compos mentis. Bagian Ilmu Kedokteran Keluarga. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 2. 2. Terdapat riwayat trauma ± 4 tahun yang lalu jatuh dari tangga dengan posisi terduduk. maupun nyeri radikuler atau keduanya. Inspeksi : . Patrick tes: (-). Penegakan Diagnosis dan Penatalaksanaan Low Back Pain et causa Hernia Nukleus Pulposus Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. Vital Sign. sinistra > dextra. Yogyakarta. S. Kapita selekta kedokteran. Palpasi : Adanya nyeri (tenderness) pada kulit bisa menunjukkan adanya kemungkinan suatu keadaan psikologis di bawahnya (psychological overlay).com/doc/79538923/Dispepsia 4. Kontra patrik tes: (-).scribd. Keluhan dirasakan semakin memberat jika duduk lama. Pasien sering mangalami trauma ringan dan berulang berupa berkendara sepeda motor di jalan yang rusak saat berangkat maupun pulang bekerja. Matoka. Pemeriksaan Fisik. apakah nyeri yang diderita diawali kegiatan fisik. Penegakan Diagnosis : 1.tanggal 16 Mei 2012 dari www. dapat merupakan nyeri lokal (inflamasi). Manjoer. Kata Kunci : Low Back Pain. Diagnosis. Nafsiger: (-). Diagnosis Hernia Nukleus Pulposus verterba lumbosakral. b. Nadi: 84 x/menit.Fisioterapi vertebra lumbosakral. Penatalaksanaan. Kasus Pasien laki-laki usia 53 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri punggung bawah yang dirasakan ± sejak 6 bulan lalu. Medika aeusculapeus: Jakarta. faktor yang memperberat atau memperingan. Pasien juga mengeluh kesemutan yang menjalar dari pinggang sampai dengan paha kiri bagian belakang. Anamnesis Dalam anamnesis perlu ditanyakan kapan dan bagaimana mulai timbulnya.Asam Mefenamat 3x500 mg . Program Pendidikan Profesi Dokter. Adanya riwayat mengangkat beban yang berat dan berulangkali. FK UI: Jakarta. 3. kualitas nyeri. 2000. lokasi nyeri.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:39 Abstrak Low Back Pain atau Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah . Valsava: (-). Pemeriksaan penunjang berupa foto MRI didapatkan adanya ekstrusi DIV L4-5 dan protrusi L5-S1 dengan canal stenosis dan penyempitan neural foramen setinggi level tersebut. Diskusi Hernia Nukleus pulposus (HNP) atau potrusi Diskus Intervertebralis (PDI) adalah suatu keadaan dimana terjadi penonjolan pada diskus intervertebralis ke dalam kanalis vertebralis (protrusi diskus) atau ruptur pada diskus vertebrata yang diakibatkan oleh menonjolnya nukleus pulposus yang menekan anulus fibrosus. Hernia Nukleus Pulposus. ada riwayat trauma sebelumnya dan apakah ada keluarga penderita penyakit yang sama. Laboratorium: Pada pemeriksaan laboratorium rutin penting untuk . Nyeri yang berasal dari punggung bawah dapat berujuk kedaerah lain atau sebaliknya yang berasal dari daerah lain dan dirasakan di daerah punggung bawah/refered pain. Sleman.Keterbatasan gerak pada salah satu sisi atau arah. sifat nyeri. Pemeriksaan Lasegue: (-/-). Penulis Nur‘Afni Mz. A. Suryono.7 °C. Kab. Puskesmas Tegalrejo. Rr: 20 x/menit. timbulnya low back pain dan riwayat trauma.Diazepam 2 x2 mg . Terapi . Edisi 3. 5. Kadang-kadang bisa ditentukan letak segmen yang menyebabkan nyeri dengan menekan pada ruangan intervertebralis atau dengan jalan menggerakkan ke kanan ke kiri prosesus spinosus sambil melihat respons pasien. TD: 120/80 mmHg. Keadaan umum: Cukup. 2001. Pemeriksaan Fisik a.

Analgetik standar (parasetamol. hanya sisanya yang membutuhkan pembedahan.vertebra dan level neurologis belum jelas kecurigaan kelainan patologis pada medula spinal atau jaringan lunak . jumlah leukosit dengan hitung jenis. Nyeri bersifat tajam.Defisit neurologik memburuk. Ischialgia merupakan nyeri yang terasa sepanjang perjalanan nervus ischiadicus sampai ke tungkai. mengangkat benda berat. Posisi tirah baring yang dianjurkan adalah dengan menyandarkan punggung. lutut dan punggung bawah pada posisi sedikit fleksi. Terapi konservatif untuk HNP meliputi: 1. d. 2.kecurigaan karena infeksi atau neoplasma Ischialgia. b. Pemeriksaan Radiologis : a. Namun para ahli bedah saraf dan ahli bedah ortopedi tetap memerlukan suatu EMG untuk menentukan diskus mana yang paling terkena. memperbaiki kondisi fisik pasien dan melindungi dan meningkatkan fungsi tulang punggung secara keseluruhan. Dapat timbul gejala kesemutan atau rasa baal.Paresis otot tungkai bawah. 4. dan fungsi ginjal. . dan berdenyut sampai ke bawah lutut. perubahan degeneratif. Foto rontgen biasa (plain photos) Sering terlihat normal atau kadang-kadang dijumpai penyempitan ruangan intervertebral. Diatermi/kompres panas/dingin Tujuannya adalah mengatasi nyeri dengan mengatasi inflamasi dan spasme otot. naik sepeda atau berenang. defekasi. Pada keadaan akut biasanya dapat digunakan kompres dingin. Tindakan operatif pada HNP harus berdasarkan alasan yang kuat yaitu berupa: . termasuk bila terdapat edema. mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan menghilangkan kompresi medula dan radiks 3. Untuk nyeri kronik dapat digunakan kompres panas maupun dingin. . 90% pasien akan membaik dalam waktu 6 minggu. e. Latihan lain berupa kelenturan dan penguatan. Nyeri bertambah dengan batuk. dan tumor spinal. seksual). lama yang dianjurkan adalah 2-4 hari. memungkinkan ahli bedah untuk menginspeksi kanalis spinalis. . c. Tirah baring Tujuan tirah baring untuk mengurangi nyeri mekanik dan tekanan intradiskal. TERAPI a. Disektomi dengan peleburan : Graf tulang (Dari . Laminotomi : Pembagian lamina vertebra 4. spondilolistesis. b. dan potensi sangat kuat (diamorfin dan morfin). kadar Hb. Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan defekasi. b.Terapi Konservatif gagal Macammacam operasi : 1. 5. Terapi Konservatif Tujuan terapi konservatif adalah mengurangi iritasi saraf. bersin. Gejala Klinis a.NSAID: penghambat COX-2 (ibuprofen. c. CT scan Merupakan sarana diagnostik yang efektif bila vertebra dan level neurologis telah jelas dan kemungkinan karena kelainan tulang.Gangguan otonom (miksi. diklofenak) dan penghambat COX-2 (nabumeton. MRI (akurasi 7380%) biasanya sangat sensitif pada HNP dan akan menunjukkan berbagai prolaps.Kortikosteroid oral: pemakaian masih menjadi kontroversi namun dapat dipertimbangkan pada kasus HNP berat untuk mengurangi inflamasi 3. potensi kuat (buprenorfin. Terapi Operatif Tujuannya untuk mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik. Disektomi : Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebral 2. membungkuk akibat bertambahnya tekanan intratekal. miksi dan fungsi seksual. kodein. naproxen. 4. dan dehidrokodein yang diberikan tersendiri atau kombinasi).untuk menentukan kemungkinan herniasi diskus post operasi . Keadaan ini merupakan kegawatan neurologis yang memerlukan tindakan pembedahan untuk mencegah kerusakan fungsi permanen. Sebagai penyangga korset dapat mengurangi beban pada diskus serta dapat mengurangi spasme. Laminektomi : Mengangkat lamina untuk memajankan elemen neural pada kanalis spinalis. Korset lumbal Korset lumbal dapat digunakan untuk mencegah timbulnya eksaserbasi akut atau nyeri pada NPB kronis. dan tramadol). Latihan Direkomendasikan melakukan latihan dengan stres minimal pada punggung seperti jalan kaki. . Pada kasus berat dapat timbul kelemahan otot dan hilangnya refleks tendon patella (KPR) dan Achilles (APR). .Analgesic kuat : potensi sedang (meptazinol dan pentazosin).melihat laju endap darah (LED). . etodolak. seperti terbakar. dan meloxicam). MRI sangat berguna bila: . Medikamentosa .

Pada pemeriksaan abdomen tampak flat. timpani. H. Mardjono Mahar dan Sidharta Priguna. akan tetapi jika ada kegaiatan berlebih akan menimbulkan capek. tidak terdapat bising. Pasien dengan penyakit jantung yang menimbulkan hambatan aktivitas hanya sedikit. Jakarta. Pada pemeriksaan pulmo tidak ditemukan adanya ronkhi dan wheezing. 5. K. Cailliet. 4. Pasien dengan penyakit jantung tetapi tidak memiliki keluhan pd kegiatan sehari-hari II. 1979. pasien tidak sesak bila terkena debu atau udara dingin dan tidak mempunyai riwayat asma atau merokok. 1983. Nyeri Pinggang Bawah.M.krista illaka atau bank tulang) yang digunakan untuk menyatukan dengan prosessus spinosus vertebrata. sesak serta angina III. Malang. Sidharta Priguna. Pasien membutuhkan 2-3 bantal saat tidur supaya tidak sesak. Klasifikasi. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pasien pada kasus didapatkan diagnosis LBP et causa HNP. seksual). Junada. Gejala klinis. usia 41 tahun. Low Back Pain Syndrome. Dian Rakyat: Jakarta Penulis Pony Pebriyanti. Diskusi Berdasarkan New York Heart Association (NYHA) hubungan antara aktivitas tubuh dengan keluhan dekompensasi dapat diklasifikasi sebagai berikut: I. Dekompensasi kordis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung. Philadelphia. Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Pinggang. R. Lab. . bunyi usus (+) normal. Pada pemeriksaan penunjang berupa EKG didapatkan adanya iskemik anterolateral. Pasien sering sesak nafas saat malam hari. pemberian obat anti inflamasi non steroid dan muscle relaxan. Nursamsu. Sesak nafas terutama dirasakan setelah pasien beraktifitas. Second Edition.. Diagnosis Decompensatio Cordis NYHA II Terapi .KSR tablet 2x1 tab. 3. Kata kunci : Decompensatio cordis. Lumbantobing. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tjokronegoro. 2. Saat sesak pasien tidak mengeluarkan bunyi ngik-ngik. Dian Rakyat: Jakarta. A Davis Company. A. Sesak berkurang bila pasien istirahat. 2002. 2004.. seorang Ibu Rumah Tangga. Terapi yang diberikan pada pasien adalah fisioterapi vertebra lumbosakral. Bagian Ilmu Penyakit Saraf RSUD Temanggung. A. Daftar Pustaka 1. gangguan otonom (miksi. berdebar. Terapi operatif tidak dilakukan karena tidak ditemukan adanya defisit neurologik. Kasus Seorang pasien perempuan.Infus Ringer laktat 20 tetes per menit ./SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Brawijaya. frekuensi nadi 80 x/menit dengan irama ireguler dan isi tegangan kuat.O2 nasal kanul 1-2 liter/menit . tak ada nyeri tekan. Neurologi Klinis Dasar. disertai nyeri dada sebelah kiri tidak menjalar ke tangan maupun tembus ke punggung. tekanan vena jugular tidak meningkat. F. Klasifikasi dan Gejala Klinis Decompensatio Cordis NYHA II Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. Tujuan peleburan spinal adalah untuk menstabilkan tulang belakang dan mengurangi kekambuhan. hepar/lien tak teraba.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:31 Abstrak Decompensasi cordis adalah kegagalan jantung dalam upaya untuk mempertahankan peredaran darah sesuai dengan kebutuhan tubuh. frekuensi pernafasan 36 x/menit dan suhu 360C . Kesimpulan Berdasarkan anamnesis. S. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum.Injeksi furosemid 2x1 Amp . Pada auskultasi thoraks suara jantung S1-2 ireguler. defekasi. Sesak dirasakan di seluruh bagian dada. datang dengan keluhan sesak nafas ± sejak 2 minggu yang lalu. 2004. paresis otot tungkai bawah dan didaptkan perbaikan klinis dengan pemberian terapi konservatif. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis dengan tanda vital tekanan darah 130/80.Tirah baring dengan posisi ½ duduk .

pasien pada kasus mengalami gagal jantung. Tonsilektomi didefinisikan sebagai metode pengangkatan seluruh tonsil. Keadaan umum cukup.Status ASA : I (Pasien tidak memiliki kelainan organik maupun sistemik selain penyakit yang akan dioperasi).Modifikasi terakhir pada Minggu 05:33 Abstrak General Anestesia merupakan tindakan anestesi yang dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali atau reversible.Induksi anestesi : Untuk premedikasi.E. Reles paru e. 3. Obat induksi: Trivam. tonsilektomi. Marry F. Trias Anestesi meliputi: Hipnotik. diuretic dan coronary dilator. Nadi 80 x/menit dan SPO2 100. Diskusi Keadaan Pre Operatif: Pasien menjalani program puasa kurang lebih selama 8 jam sebelum operasi dimulai. Tanda dan gejala Dampak dari cardiak output dan kongesti yang terjadi sisitem vena atau sistem pulmonal antara lain : a. Analgesic. respirasi: 22 x / menit. e. Lippincot. pilek dan tidak demam. Batuk c. A. General Anestesi pada Tonsilektomi Wanita Usia 26 tahun Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. Jilid 2. 4. 1998. Atracurium. riwayat alergi obat (-). Status operatif : . Penulis Pony Pebriyanti. tekanan darah : 130/80 mmHg. Patofisiologi.Maintenance : Untuk mempertahankan status anestesi digunakan kombinasi Enflurane O2 dan N2O. Saat ini indikasi utama adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil. Fisiologi Manusia. Lelah b. F. Dyspnea b. tidak ada riwayat trauma. Dongoes M. suhu : 36.Teknik : General anestesi. nadi : 80 x/menit.25 mg. Pasien mengeluh selama ± 7 hari merasa tenggorokan kering dan terasa sakit. Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Referensi 1. Cemas d. Dulu tonsilektomi di indikasikan untuk terapi tonsilitis kronik dan berulang. namun terdapat perbedaan prioritas relatif dalam menentukan indikasi tonsilektomi pada saat ini. pemberian oksigen. Nursing Care Plans. Agenda Gawat Darurat. Penerbit EGC. Jakarta. Oliguri. Kata kunci: General anestesi. Orthopea d. EGC: Jakarta. riwayat penyakit kencing manis (-). S. antara lain : a. sedacum 2 mg ondancetron 4 mg. Riwayat penyakit asma (-). 1997. Keperawatan Kritis Pendekatam Holistik. 1993. Guyton. 1997. Setelah itu pasien diberikan induksi . New York Hudak & Gallo. Indikasi tonsilektomi dulu dan sekarang tidak berbeda. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Angina c. riwayat operasi sectio caesaria ± 3 tahun lalu. IV.5 º C. Saat pasien berada di ruang operasi dilakukan penggukuran tanda vital dan didapatkan hasil TD 120/80 mmHg. Pasien mengeluh mengalami kambuhan ± 3 kali dalam sebulan yang sudah ia alami selama 3 bulan ini. RR: 20x/menit. Pasien dengan penyakit jantung yang sedikit saja bergerak langsung menimbulkan sesak nafas atau istirahat juga menimbulkan sesak nafas. Terapi pada pasien ini adalah tirah baring. Riwayat keluhan serupa (+).Pasien dengan penyakit jantung dimana aktivitas jasmani sangat terbatas dan hanya merasa sehat jika beristirahat. Kulit dingin dan pucat Tanda dan gejala yang disebakan oleh kongesti balik dari ventrikel kiri. EGC: Jakarta. Hasil x-ray memperlihatkan kongesti paru Tanda-tanda dan gejala kongesti balik ventrikel kanan : a. Vital sign awal : TD: 120/80. Kasus Pasien perempuan usia 26 tahun datang dengan keluhan nyeri tenggorokan berulang. 1991. 2. diberikan SA 0. . 5. RSUD Temanggung. Alice G. disertai batuk. Distensi vena leher c. Edema perifer b. Relaksasi serta Stabilisasi Otonom. Price. N: 80. Penerbit Alumni Bandung. Diagnosis Diagnosis pre operatif : Tonsilitis Kronis. . Peningkatan central venous pressure (CPV Kesimpulan Berdasarkan anamnesa. Tabrani. Hari membesar d.A davis Company. riwayat penyakit jantung (-). Philadelphia. Suhu: 36 0C Terapi Anestesi yang diberikan: .

kemudian anggota gerak sebelah kanan menjadi lemah dan bicaranya pelo. bawah 1-1-1).yaitu trivam 100 mg dan atracurium 20 mg sebagai pelemas otot pernafasan.Boies buku ajar penyakit THT. Di keluarga pasien tidak ada riwayat keluhan yang sama. 18-21 3. Pemilihan teknik anastesi yang paling aman bagi pasien. didahului gejala prodormal. Obat induksi yaitu trivam 100 mg dengan status ASA I. terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun KEYWORD : STROKE NOKE HEMORAGIK. 2001. dengan memilih resiko terkecil bagi pasien. Anestesiologi. said. FK UI : Jakarta Penulis Pony Pebriyanti. Tidak ada riwayat keluhan yang sama sebelumnya. Dari pemeriksaan fisik ditemukan pasien dengan keadaan umum cukup. Penerbit buku kedokteran EGC: Jakarta. Teknik yang digunakan adalah general anestesi. Teknik anestesi yang dilakukan adalah general anestesi. 1993. Ekstubasi dilakukan setelah operasi selesai kemudian rongga mulut dan trakea dibersihkan dengan suction untuk menghilangkan lendir dan darah yang dapat menghalangi jalan nafas. Bagian Anestesi RSUD Temanggung. namun ayah pasien juga penderita tekanan darah tinggi. Penyakit-penyakit nasofaring dan orofaring. Edisi 2. Refleks patologis positif pada sisi tubuh sebelah kanan. Stroke Non Hemoragik pada Laki-laki Usia 60 Tahun dengan Riwayat Hipertensi Tak Terkontrol Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Latief. Referensi 1. respirasi kendali dengan anestesi umum menggunakan pipa endotrakeal agar dapat mempertahankan bebasnya jalan nafas. respirasi 24 kali/menit. Dalam: Cermin Dunia Kedokteran no 89. Pasien juga tidak pernah menjaga pola makannya. sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. G. Dalam: Adams GL. Edisi 6. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya deficit neurologic secara mendadak/sub. dkk. Saat ini indikasi utama tonslektomi adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil. agen inhalasi dimatikan sehingga hanya O2 saja yang diberikan dan dilakukan ekstubasi. Hatmansyah. Adams. Kesimpulan Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. . nadi 92 kali/menit. 337-40 2. Keluarga juga mengatakan bicara pasien tidak jelas. tetapi pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi sejak 8 tahun yang lalu namun tidak pernah kontrol. diagnosis pasien adalah tonsilitis kronis dan akan dilakukan Tonsilektomi. Sejak bangun tidur pasien mengeluh kepalanya nyeri dan badannya lemas. Jenis Anestesi: Anestesi umum. Pemeriksaan neurologis nervus kranialis didapatkan kelainan pada nervus X (vagus) berupa bicara pelo dan kesulitan menelan. GCS E3V5M6. Tonsilektomi. Pada pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal.3oC. respirasi kontrol menggunakan pipa endotrakeal no: 7 Keadaan Post Operasi: Operasi selesai dalam waktu 20 menit. secara patologis. tekanan darah 200/130 mmHg.L.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:14 ABSTRAK Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. kesadaran compos mentis. 1994. suhu 36. Kekuatan otot anggota gerak kanan menurun (atas 1-1-1. Stroke non hemoragik didefinisikan. STROKE ISKEMIK ISI Pasien laki-laki berusia 60 tahun dibawa oleh keluargadan tetangganya dengan keluhan kepala mendadak pusing dan lumpuh pada anggota gerak sebelah kiri.

pelo. Gangguan kongnitif : yaitu pasien mengalami kesulitan untuk mengorganisasikan informasi secara efisien dan terarah. Pada pasien. tersedak (aspirasi). tidak keluar suara (disfoni/afoni) 2. anti hipertensi. Pada pasien stroke dapat mengalami beberapa . tidak dapat menulis (agrafia). Penatalaksanaan stroke dibedakan menjadi 2 fase. tanda-tanda vital dan adanya penurunan kesadaran. mudah tertawa (force laughing). merokok. antikoagulansia dan neurotropik. seksual. tidak dapat berhitung (acalculia). lidah mencong. Pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal. Tidak didapatkan adanya penurunan kesadaran. kepandaian mundur (predemensia). gejala dimulai pada pagi hari yaitu timbulnya nyeri kepala dan rasa lemas. kurang aktivitas fisik dan penggunaan obat-obatan yang mempengaruhi cerebrovaskular. policitemia. secara patologis. penglihatan terganggu (gangguan visus) 3. pemasangan infus. anti edema otak. pelupa (demensia) 4. depresi. Pada pasien. rasa tebal-tebal (hipestesi). tidak bisa memahami bicara orang (afasia sensorik). Stroke non haemoragik. gangguan otonom. hiperlipidemia dan kolesterol. sangat erat hubungannya dengan atherosclerosis. Gangguan sensoris : gangguan perasaan (deficit sensoris). dan faktor resiko yang dapat dikontrol seperti hipertensi. keringat. sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. riwayat keluarga. kekakuan pada satu ekstremitas atau separo tubuh. Secara garis besar faktor resiko stroke dibagi menjadi dua yaitu faktor resiko yang tidak dapat dikontrol yaitu umur. sindroma menggerutu 5. tidak bisa bicara (afasia motorik). obesitas. terapi berupa pemantauan jalan nafas. Dan fase pasca akut yang dititikberatkan pada tindakan rehabilitasi medis dan pencegahan terulangnya stroke yaitu melalui terapi rehabilitasi dan menghindari faktor resiko. DISKUSI Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. didahului gejala prodormal. dan pelo. tekanan darah dan kadar gula darah. melihat dobel (diplopia). neurotropik dan anti agregasi trombosit. Juga dilakukan pemantauan ketat terhadap keadaan umum. diberikan anti edema otak. ras/bangsa. Gangguan neurologi fokal otak dapat berupa : 1. kejang. Gangguan psikiatris : mudah menangis (force crying). KESIMPULAN Pada pasien ini didiagnosis Stroke Non hemoragik. sirkulasi. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya defisit neurologik secara mendadak/sub. kesemutan (parestesi). anti agregasi trombosit. yaitu fase akut (hari ke 0-14 setelah onset penyakit) yang bertujuan untuk menyelamatkan neuron dan mencegah meluasnya proses patologik yang akan mengganggu fungsi otak. diabetes melitus. Akan tetapi tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya. bingung. dan juga paisen mengalami kesulitan dalam mengingat perintah yang diberikan kepadanya.Tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya DIAGNOSIS Stroke non hemoragik/iskemik TERAPI Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi rawat inap. Gangguan motoris : kelemahan atau kelumpuhan separo anggota gerak. diuretik. tidak dapat mengerti apa yang dilihat (visual agnosia). pendengaran terganggu (tinnitus/deafness). kemudian disusul dengan kelemahan anggota gerak dan kesulitan bicara secara mendadak pada siang harinya. kelainan jantung / penyakit jantung. mulut dan atau bibir mencong. gerakan tak terkendali (chorea/atetosis). aneurisma pembuluh darah serebral. jenis kelamin. kelopak mata sulit di buka (ptosis). pada pemeriksaan neurologis didapatkan reflek patologis positif pada anggota gerak sebelah kanan. tidak bisa membedakan rabaan (anestesi). Kata atherosclerosis digunakan bagi sekelompok kelainan yang mengakibatkan menebalnya serta mengurangnya kelenturan dinding pembuluh darah arteri. Gangguan neurologi fokal otak yang didapatkan adalah gangguan motoris berupa hemiparesis kanan. terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun. Stroke non hemoragik didefinisikan. Gangguan bicara : sulit berbahasa (disfasia).

Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus. Kapita Selekta Neurologi. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC). 2009 3. dan dengan palpasi pada daerah tersebut. b. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik diperiksa benjolan yang ada dengan inspeksi pada saat berbaring. Benjolan tersebut kenyal. duduk.Tidak terdapat riwayat penyakit keluarga dengan keluhan yang sama. comet sign. Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. Tidak ada cairan yang keluar dari puting susu. Bagian Ilmu Saraf. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). adanya perbedaan yang nyata ukuran VE dan rontgenologik dan adanya mikrokalsifikasi. jumlahnya. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta 2. Seri IR Neurologi 2005. dari palpasi itu dapat diketahui ukurannya. Yang perlu ditekankan adalah kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi dipayudara. Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler). Mammografi Suatu teknik pemeriksaan soft tissue teknik. DIAGNOSIS Fibroadenoma Mammae DISKUSI Penegakkan Diagnosis Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. mual. BAB dan BAK lancar.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:07 ABSTRAK Fibroadenoma mammae (FAM) atau yang biasa dikenal dengan tumor payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. RS Jogja. 2012 Penegakan Diagnosis Fibroadenoma Mammae pada Wanita dengan Riwayat Benjolan di Payudara Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Pasien belum pernah mengalami hal serupa sebelumnya. Penatalaksanaannya juga dibagi atas dua fase yang fase akut dan fase pasca akut yang mempunyai kegunaan masing-masing. Adanya proses keganasan akan memberikan tanda-tanda primer dan sekunder.gangguan yang sangat akan berpengaruh pada kualitas hidup. Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform. dan terasa nyeri jika ditekan dan pada waktu mestruasi. 2005. perubahan posisi palpila dan areola adanya bridge . Yogyakarta. bisa digerakkan. Tanda-tanda sekunder berupa retraksi. penebalan kulit. 2005. bertambahnya vaskularisasi. Tidak disertai demam. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). Harsono. Tanda primer berfibrosis reaktif. sehingga keraguan seorang penderita apakah dirinya menderita kanker atau tidak segera terjawab dengan cepat dan akurat.. dan membungkuk apakah terlihat benjolan. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC) KEYWORD : Fibroadenoma Mammae. kerutan pada kulit payudara (peau d‘orange). maupun muntah. dan mengeluarkan cairan dari putting susu atau tidak. REFERENSI 1. tanpa harus melakukan sayatan atau mengiris jaringan. c. Dibawah mikroskop tumpor tersebut tampak seperti berikut : a. SPM neurologi. UPF Ilmu Penyakit Saraf FK UNS Penulis Febrina Kautsar. Segi Praktis Pemeriksaan Neurologi. kenyal atau keras. Aspirasi Jarum Halus Dengan AJH diperoleh diagnosis tumor apakah jinak atau ganas. dengan mammography atau ultrasound. Diagnosis ISI Pasien seorang perempuan berusia 30 datang ke Poli Bedah dengan keluhan terdapat benjolan sebesar telur puyuh pada payudara kiri sejak 1 bulan yang lalu. dengan mammography atau ultrasound. bernodul atau tidak. apakah mobil atau tidak. Tumor jinak.

murmur. Asuhan keperawatan Fibroadenoma Mammae. ketetapan 83-95%. Riwayat penyakit asma (-). juga dapat melihat kemungkinan adanya metastasis misalnya alkali fosfatase KESIMPULAN Pasien di diagnosis dengan Fibroadenoma Mammae. PEMERIKSAAN FISIK : Keadaan umum: cukup baik. Ultrasonografi Dengan pemeriksaan ini hanya dapat dibedakan lesi solid dan kistik pemeriksaan lain dapat berupa: termografi. Penatalaksanaan ISI Seorang wanita 41 tahun datang ke rs. jantung (-).0 AT : 303 DIAGNOSIS Mioma Uteri ASA II TERAPI Persiapan PRC 2 kolf DISKUSI Strategi untuk Mengelola Anemia . Mammografi ini dapat mendeteksi tumor-tumor yang secara palpasi tidak teraba.jogja dengan keluhan benjolan pada perut bawah. jadi sangat baik untuk diagnosis dini dan screening. Penulis Febrina Kautsar. Transfusi darah memiliki banyak efek samping dikenal termasuk potensi penularan penyakit menular. Yogyakarta. N: 82 x/menit. 2012 Penatalaksanaan Anestesi Pada Pasien Anemia Dibuat oleh: Febrina Kautsar. tetapi keprihatinan tentang risiko mereka telah membatasi penggunaannya. Anemia. DM (-). jantung. mual (-). Pemeriksaan ini umumnya hanya dilakukan apabila diperlukan (atas indikasi) pemeriksaan laboratorium untuk melihat toleransi penderita. University of Michigan Health System. Hal ini perlu dikaji apakah anemia akan berpengaruh terhadap anestesi yang diberikan. alergi dan reaksi transfusi hemolitik. dan immunomodulation alogenik transfusi darah harus dihindari sebisa mungkin karena adanya berbagai risiko yang terkait dan juga karena transfusi belum terbukti untuk meningkatkan pasca operasi. hipertensi.Dalam beberapa situasi. Dilakukan untuk mencari jauhnya ekstensi tumor atau mencari metastasis jauh. transfusi darah mungkin menjadi prosedur yang diperlukan. Peran anestesi adalah memastikan bahwa organ vital menerima oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. regular. Riwayat Penyakit Keluarga : Riwayat penyakit asma alergi. REFERENSI Roubidoux. RS Jogja. De Jong W. Marilyn A. dan kadang timbul gagal jantung pada pasien dengan anemia.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:00 ABSTRAK Pada pada pasien diperoleh nilai Hb 10 g/dl. selama prosedur bedah berlangsung. tampak sesak Kesadaran : composmentis . Pasien juga mengeluh perutnya sering terasa sakit pada saat menstruasi. 2008. Jakarta. Penegakannnya dapat dilakukan dengan berbagai cara yang mempunayia kelebihan masing-masing.Anemia dapat mengakibatkan transport oksigen oleh haemoglobin akan berkurang. Buku Ajar Ilmu Bedah. KEYWORD : Anesyesi. ginjal dan DM disangkal. Wanhari. Ari.of tumor. Bagian Ilmu Bedah. tergantung dari teknis dan ahli radiologinya. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. strategi . alergi obatobatan dan makanan (-).Dalam operasi dengan kehilangan darah tinggi yang diharapkan. infiltrasi dalam jaringan lunak di belakang mammae dan adanya metastis ke kelenjar.5 Hb : 10. keadaan daerah dan jaringan fibroglanduler tidak teratur. hasil. hipertensi (-). 2005. gizi baik.Vital sign : TD:130/80 mmHg. Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat operasi sebelumnya disangkal. Fibroadenoma. xerografi. Benjolan tersebut sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. muntah (-). Breast. Hal ini berarti untuk mencukupi kebutuhan oksigen jaringan. Sjamsuhidayat R. ginjal (-). Medscape. 2009. isi dan tegangan cukup RR : 24 x/menit S : 36C laboratorium AL : 5. Hanya saja untuk mass screening cara ini adalah cara yang mahal dan dianjurkan digunakan secara selektif saja misalnya pada wanita dengan adanya faktor resiko tadi. Transfusi Darah . jantung harus memompa darah lebih banyak sehingga timbul takikardi. Teknik Konservasi Darah .

Selain untuk mengurangi kebutuhan transfusi.An. pasien juga tidak merasakan sesak nafas dan nyeri dada serta tidak terdapat keluhan gangguan BAB.M. 2002. 2. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. 4. 13-15 Pengakuan dan pengobatan anemia selama periode praoperasi memberikan ahli bedah lebih banyak pilihan untuk berurusan dengan darah yang hilang selama operasi. KESIMPULAN Pada kasus diatas didapatka pasien dengan diagnosis Mioma uteri dengan status operasi ASA II Karena mempunyai HB 10 mg/dl.. REFERENSI 1. dr. anyang – anyangan (-). Pape. dan bisa menjadi intervensi menyelamatkan jiwa. manajemen anemia dengan eritropoietin dan besi telah ditunjukkan untuk mempercepat eritropoiesis. Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi. dan meningkatkan kualitas hidup dan fungsi pada pasien bedah. pasien juga merasakan BAK terasa nyeri dan panas. dan fungsi ginjal ureter dan kandung kencing. Zwißler. Persiapan pasien dengan benar dapat membantu dalam prognosis pasien.. Pasien juga merasakan gejala semakin memberat saat pasien beraktivitas. pasien tidak merasakan nyeri kepala. Menurut Dr Shander. 5. Strategi ini termasuk teknik bedah teliti. 2012 Kelebihan dan kekurangan IVP untuk Mendiagnosis Uretherolithiasis Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Perlu diperhatikan persiapan pasien pada saat akan melakukan anestesi. BAK warna kuning kemerahan.Datang dengan keluhan nyeri pinggang sebelah kiri yang menjalar ke lipat paha dan kemaluan sejak 1 tahun yang lalu. 2008. KA. A. Edisi Kedua. Hb pemulihan. Termasuk didalamnya fungsi pengisian dan pengosongan buli. muntah (-). mual (+). Latief. Eritropoiesis-Merangsang Agen (ESA) dan Besi . 2002. Pramono. juga mempunyai kekurangan KEYWORD : IVP. J. 3. untuk beberapa nama. Suryadi. RS Jogja.anesthesiaweb. 2005. nafsu makan menurun dan demam. Pasien merasakan gejala tersebut kambuh – kambuhan. Petunjuk Praktis Anestesiologi. Yogyakarta : FK UMY. translated by G.. Perioperative Anaemia and Its Management.ESA ditambah besi terapi dapat digunakan untuk memperbaiki anemia sebelum operasi dan telah ditunjukkan untuk mengurangi kebutuhan untuk transfusi darah. Ardi. DIAGNOSIS Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal . 45 tahun. Yogyakarta. Komprehensif manajemen anemia bisa mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi perioperatif alogenik. kekurangan ISI Pasien Ny.untuk mengurangi kehilangan darah operatif dapat membantu mencegah anemia pasca operasi dan dapat mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi darah alogenik. radiologist dapat melihat dan mengetahui anatomy serta fungsi ginjal. Foto BNO : Suspek Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal. B.php Penulis Febrina Kautsar. S. CBO guideline taken from SAMENVATTING RICHTLIJN BLOEDTRANSFUSIE. Selain itu. R. Bagian Ilmu Anestesi dan Reanimasi. penggunaan darah autologous. Jakarta : FK UI. Perioperative Limits Of Anaemia. Sp. Foto IVP : Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal + 2 x 1 cm dengan ureterectasia dan hidronefrosis grade I. Pemeriksaan IVP ini selain mempunyai kelebihan .. Meier. Kelebihan. "Mengenali dan mengobati anemia sebelum operasi elektif adalah sangat penting. hemodilusi normovolemic akut dan penyelamatan sel. SA.. Woerlee in Anemia and Anesthesia downloaded from http://www. In EUROANESTHESIA 2005. The Medicine Publishing Company Ltd.org/anemia.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:57 ABSTRAK IVP Adalah suatu tindakan untuk memvisualisasikan anatomi. + 1 gelas. Dengan IVP. dan memberikan hasil yang lebih baik. SV. Mallett. Pasien juga merasa BAK sedikit dan sering (> 5x / 24 jam). ureter dan blass. Habler O. Dachlan.

RG. yang menyebabkan pasien harus mendapatkan pengobatan lanjut. www. Selalu diupayakan mencari penyebab dasar dari gangguan tidur dan pengobatan ditujukan pada penyebab dasar tersebut. Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil KESIMPULAN Pada pemeriksaan BNO IVP didapatkan diagnosis pasien Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal dengan ISK . Malueka .dengan ISK DISKUSI • Kelebihan 1. 2012 Diagnosis dan Insomnia Penatalaksanaan pada Wanita Usia 40 Tahun Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Yogyakarta 2. lorazepam(Ativan). Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu.flurazepam (Dalmane). Pasien juga merasa berat badannya menurun padahal nafsu makan seperti biasa. berlangsung dalam periode waktu yang lebih lama dan biasanya disebabkan oleh kondisi medik atau psikiatrik tertentu. 3. Bersifat invasif. Radiasi relatif rendah 5. Sindrom insomnia dapat terbagi 3 tipe : 1. 2. Transient insomnia . Pemilihan obat juga didasarkan atas sifat dari gangguan tidurnya KEYWORD : Insomnia. hubungan sosial. RS Jogja. IVP memberikan gambaran dan informasi yang jelas.40 tahun datang ke Puskesmas Kasihan 1 dengan keluhan sulit tidur pada waktu malam atau siang hari .2) dengan diagnosis banding Insomnia non organik (F51. Longterm insomnia . sama dengan rata-rata radiasi yang diterima dari alam dalam satu tahun. Pustaka cendekia press. and clonazepam (Klonopin) Nonbenzodiazepine sedatives: eszopiclone (Lunesta). Pasien merasa sering mengeluarkan keringat dingin. Dosis efektif pemeriksaan IVP adalah 3 mSv.S .zaleplon (Sonata). Hal ini membuat pasien merasa berat saat melakukan pekerjaan. Radiologi Diagnostik.com/bnoivp Penulis Febrina Kautsar. Hal ini sangat berguna untuk tidakan terapi selanjutnya REFERENSI 1. Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖ sanga berhati-hati pada kasus dengan longtem insomnia.0) TERAPI amitriptilin 1x1/2 tab DISKUSI Diagnosis dan penatalaksanaan Insomnia Pembahasan Butir-butir diagnostik Sindrom insomnia adalah: 1. Sortterm insomnia. dan kesemutan pada kedua tangannya. sehingga dokter dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan yang tepat mulai dari adanya batu ginjal hingga kanker tanpa harus melakukan pembedahan 3. 4.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:54 ABTRAK Insomnia digolongkan dengan berbagai macam golongan dan penyebab penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖. Yogyakarta. hanya berlangsung selama 2-3 hari 2. Selalu ada kemungkinan terjadinya kanker akibat paparan radiasi yang diperoleh. dan melakukan kegiatan rutin. DIAGNOSIS Gangguan campuran anxietas dan depresi (F 41. Terapi ISI Pasien Ny. BNO IVP bila dilakukan sesuai indikasi dan prosedur yang sesuai dapat membantu dalam menegakkan diagnosis. 2008. Bagian Ilmu Radiologi. Hendaya dalam fungsi kehidupan sehari-hari . relatif aman • Kekurangan 1. . 4.tanyadokter. triazolam (Halcion). 2. bermanifestasi dalam gejala : penurunan kemampuan kerja. Diagnosa kelainan tentang kerusakan dan adanya batu pada ginjal dapat dilakukan. Penggunaan media kontras dalam IVP dapat menyebabkan efek alergi pada pasien.estazolam (ProSom. Membutuhkan waktu lebih dari ½ jam untuk tidur atau tidur kembali setelah terbangun sehingga siklus tidak utuh atau menimbulkan gangguan kesehatan 2. berlangsung selama 3 minngu 3. Hal ini membuat pasien merasa khawatir terhadap dirinya. Obat anti insomnia Benzodiazepine sedatives: Digunakan untuk meningkatakan kualitas dan kuantitas tidur temazepam (Restoril). Eurodin).

Abortus adalah keluarnya janin sebelum mencapai viabilitas.50 C. dan beberapa saat kemudian keluar perongkolan. Pemeriksaan Dalam :Pemeriksaan inspekulo : Vulva : Tenang. Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖.F. Delayed insomnia : proses tidur terlalu cepat berakhir dan sulit untuk masuk kembali ke proses tidur selanjutnya. Portio/ serviks : Portio livide. Obat yang digunakan yaitu yang bersifat ―prolong latent phase anti insomnia‖ yaitu golongan heterosiklik anti depresan 3. namun hanya berupa flek-flek. prongkol-prongkol lewat jalan lahir disertai nyeri perut. keluar darah lewat OUE. Sudah terlambat haid 3 bulan dan sudah di lakukan PP test dan hasil positif Status Generalis Keadaan umum : Baik. nyeri tekan lepas (. nyeri ketok (-). Ada beberapa macam kemungkinan diagnosisnya. Endep] andtrazodone [Desyrel]) Antihistamines diphenhydramine(Benadryl) or doxylamine] Pemilihan obat: Ditinjau dari sifat gangguan tidur. Auskultasi : Peristaltik usus normal. massa (-). Catata Ilmu kedokteran jiwa. Chloral Hydrate. abortus ISI Pasien datang ke RSUD wirosaban pada tanggal 27 oktober 2010 jam 16. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa. Pemilihan obat juga didasarkan atas sufat dari gangguan tidurnya Daftar Pustaka • Maramis. Surabaya. W.Vital SignTekanan Darah: 110/80mmHg. Palpasi : Defans muskuler (. Diagnosis gangguan jiwa. Uretra : Tenang. Edisi VI.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:45 ABSTRAK Perdarahan dalam kehamilan muda perlu sangat diwaspadai . nyeri tekan (-).00 WIB di UGD dengan keluhan merasa hamil 3 bulan.and zolpidem (Ambien). Initial insomnia : sulit masuk dalam proses tidur. yang termasuk kedalam obat golongan antidepressant. Airlangga University Press. Perkusi : Tympani. ada darah.Kesadaran : Compos mentis. Keluhan perdarahan mulai di rasakan sejak tadi pagi. Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Perut datar. Yogyakarta. rujukan ringkas PPDGJ-III.2004 • Maslim R. Abortus yang terjadi tiga kali atau lebih disebut abortus habitualis. 2012 Penegakan Diagnosis Pasien Primigravida Dengan Riwayat Perdarahan Pada Kehamilan Muda Dibuat oleh: Febrina Kautsar. sklera tidak ikterik. kehamilan muda. tampak jaringan sisa .). dikenal dengan : 1. OUE : Terbuka. Obat yang dibutuhkan adalah yang bersifat ―sleep inducing Anti insomnia‖ yaitu golongan benzodiazepin 2. Dimana masa getasi belum mencapai 22 minggu dan beratnya kurang dari 500gr. Phenobarbital Antidepressants : amitriptyline [Elavil. Mata : Konjungtiva tidak anemis. Medscape. Perdarahan dalam kehamilan ini sering dihubungkan dengan resiko terjadinya abortus. Nadi : 82 x /menit. RS Jogja. Broken insomnia : siklus proses tidur yang normal tidak utuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa bagian. TFU tidak teraba. mengeluarkan darah banyak.www. KEYWORD : Perdarahan. Hal tersebut sangat berhubungan dengan terapi yang dilakukan. Respirasi : 24x/menit. Vagina : Dinding licin.Suhu : 36. Obat yang dibutuhkan adalh bersifat ―sleep maintaining anti insomnia‖ yaitu golongan phenobarbital Antihistamin dapat juga digunakan untuk terapi insomnia karena mempunyai efek sedative. dan pada sore harinya pasien merasakan perdarahan lagi.). dalam jumlah yang lebih banyak disertai nyeri perut bagian bawah.com/insomnia/2011 Penulis Febrina Kautsar.Status Ginekologi : G1P0A0. Jakarta: PT Nuh Jaya. tetapi tidak dapt digunakan untuk insomnia kronik. Kesimpulan : Pasien pada kasus ini mendapatkan terapi antiinsomnia yaitu amitriptilin. 2003 .

Pada kehamilan kurang dari 8 minggu janin biasanya dikeluarkan seluruhnya karena villi koriales belum menembus desidua secara mendalam. 1995. ed. Kapita Selekta : Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi. DIAGNOSIS Abortus Inkompletus TERAPI Kuretase DISKUSI Pada awal abortus terjadi pendarahan yang menyebabkan janin terlepas. EGC. plasenta tidak dilepaskan sempurna sehingga banyak perdarahan. Yogyakarta. dan kavum douglasi tidak menonjol dan tidak nyeri Pemeriksaan penunjang yang umumnya dilakukan antara lain: 1) tes kehamilan akan menunjukkan hasil positif bila janin masih hidup bahkan 2-3 hari setelah abortus 2) Pemeriksaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup 3) Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion Tabel diagnosis dan diagnosis banding perdarahan pada kehamilan muda perdarahan cervix uterus Gejala/tanda diagnosis Bercak-sedang tertutup Sesuai usia gestasi Kram perut bawah. Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. Widya medika. teraba atau tidak jaringan dalam kavum uteri.Parametrium : Tidak ada nyeri. Serviks/Portio : Portio lunak (hegar sign +). keluar jaringan seperti anggur Abortus mola KESIMPULAN Berdasarkan hal diatas pasien dapat didiagnosis dengan abortus inkompletus. B. tidak nyeri saat porsio digoyang. Uterus : Sebesar telur bebek. tekanan darah normal atau menurun. REFERENSI Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Universitas Syah Kuala. Jakarta. uterus lunak Abortus iminens tertutup Sedikit membesar Limbung/pingsan Nyeri perut bawah Nyeri goyang portio Massa adnexa Cairan bebas intra abdomen Kehamilan ektopik terganggu Tertutup/terbuka Lebih kecil Sedikit/tanpa Nyeri perut Riwayat ekspulsi hasil konsepsi Abortus komplit Sedang-masif terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi Abortus insipiens terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Ekspulsi sebagian hasil konsepsi Abortus inkomplit terbuka Lunak dan lebih besar dari usia gestasi Mual muntah Kram perut bawah Sindroma mirip pre eklamsia Tak ada janin. Hemorrhagi Utama Obstetri dan Ginecology. Uretra : Tenang. OUE : Terbuka dan teraba jaringan. Abortus. H. Vagina : Dinding licin. 1994. Untuk dapat mengetahui macam-macam penyebab perdarahan pada kehalian muda perlu sangat diperhatikan pada saat anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pada kehamilan diatas 14 minggu. Massa/tumor : Tidak ada. Jakarta 1997. besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan. Pada kehamilan 8–14 minggu villi koriales menembus desidua secara mendalam. Obstetri William. Wiknjosastro. RS Jogja. ada/tidak jaringan janin. Jakarta. All. Terapi yang dilakukan adalah kuretase. Kelainan Dalam Lamanya Kehamilan. M. Pemeriksaan Colok Vagina : Vulva : Tenang. ada/tidak jaringan keluar dari ostium. Abortus. Tindakan klinik yang dapat kita lakukan untuk mengetahui terjadinya abortus antara lain: 1) terlambat haid kurang dari 20 minggu 2) pemeriksaan fisik yang terdiri dari keadaan umum tampak lemah. Ilmu Kebidanan. D. setelah ketubah pecah janin yang telah mati akan dikeluarkan dalam bentuk kantong amnion kosong dan kemudian plasenta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.kehamilan. Cunningham. mual. 1998. 2012 . 18. dan tercium/tidak bau busuk dari vulva Inspekulo 5) perdarahan dari kavum uteri. dan nyeri pinggang akibat kontraksi uterus 4) pemeriksaan ginekologi meliputi inspeksi vulva dengan melihat perdarahan pervaginam. dan suhu badan normal atau meningkat 3) perdarahan pervagina yang disertai keluarnya jaringan janin. tidak nyeri pada saat perabaan adneksa. denyut nadi normal atau cepat dan kecil. et. F. ostium uteri terbuka atau sudah tertutup. dan ada/tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium 6) colok vagina dengan melihat porsio masih terbuka atau sudah tertutup. cetakan I. EGC. teraba jaringan. Taber. Penulis Febrina Kautsar.

hasil pemeriksaan fisik.5 l/menit. sianosis. warna coklat kehitaman. Tanda klinis sepsis neonatorum seperti: hipertermia. suhu 38‘C. merumuskan dari data anamnesis. warna bening kental. KGB colli tidak teraba membesar. Abdomen datar. Tanda klinis pada sepsis neonatorum tidak spesifik. Demam timbul bersamaan dengan mencret. NKB-SMK. bau biasa. Bunyi jantung 1-2 reguler. Demam disertai sakit kepala. Mukosa bibir lembab (+). sklera ikterik -/-. gallop (-). Dada simetris. lahir tunggal.Cefotaxim 2x50 mg (iv). dan tidak pernah mengkonsumsi obatobatan. Pada pemeriksaan fisik awal tanggal 17 Desember 2011 didapatkan: bayi tenang. tidak biru. Sepsis neonatorum dibedakan menjadi sepsis neonatorum awitan dini (SNAD) dan sepsis neonatorum awitan lambat (SNAL). Mencret disertai rasa mulas. supel. pucat (-). maka mengarah pada suatu diagnosis yaitu sepsis neonatorum awitan dini. warna kuning jernih. Pendekatan diagnosis dilakukan sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum di bawah ini. bising usus (+) normal. Ibu mengaku selama hamil terdapat keputihan tidak terlalu banyak.5 ˚C). Pasien tidak terdapat perdarahan. Tiga hari sebelum melahirkan. frekuensi napas 62 kali/menit. terapi Oksigen nasal 0. distensi abdomen. kesulitan minum. Anus (+). wheezing -/-. frekuensi denyut jantung 134 kali/menit. Pemilihan antibiotik untuk terapi inisial mengacu pada jenis kuman penyebab tersering dan pola resistensi kuman di masing-masing pusat kesehatan. Keywords : Sepsis neonatorum awitan dini ec Serratia liquefaciens. air lebih banyak dari ampas. Hasil laboratorium didapatkan anemia normositik normokrom. suhu tidak diukur. tidak ada darah. . anus (+). ronchi -/-. hepar dan lien tidak teraba. seperti: hipertermia. terkadang ada rasa anyang-anyangan. pasien lahir langsung menangis namun lemah. yaitu . hipotermia. sianosis (-). letargi. faktor maternal. muntah. hipotermia. keluar menyemprot. ikterik. dan timbul pada satu bulan pertama kehidupan. hepatomegali. sianosis. apneu. Sepsis pada periode neonatal menunjukkan adanya penyakit sistemik simptomatik dan bakteri dalam darah. retraksi sela iga (-). tidak terdapat kelainan bawaan. Buang air kecil tidak nyeri. glukosa darah dan elektrolit dalam batas normal.5 37. Akral hangat. terlihat agak sesak. APGAR Score 6/8. demam dirasakan sepanjang hari. Faktorfaktor yang mempengaruhi kemungkinan infeksi secara umum berasal dari tiga kelompok. leukopenia. virus atau riketsia. Gentamisin 2x4 mg (iv). jenis kelamin perempuan. dan pemeriksaan penunjang yang didapatkan serta disesuaikan dengan teori yang ada. distres pernapasan. trombosit. dan diare. anoreksia. Ibu tidak ada tekanan darah tinggi. ikterik (-). Demam cukup tinggi. kulit tidak tampak kuning. Rawat inkubator (suhu 36. jamur.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:26 oleh Ratih Juwita Abstrak Sepsis neonatorum adalah sindrom klinis yang terjadi akibat invasi mikroorganisme ke dalam aliran darah. murmur (-). respon (+) lemah. tidak berbau. jejas (-). fungsi ginjal. tidak ada riwayat kencing manis. CRT <2 detik. Kepala normochepal. tidak kejang. Sepsis dapat disebabkan oleh bakteri. apneu. jamu maupun merokok.Monitor keadaan umum dan tanda vital Diskusi Dari ilustrasi kasus diatas. Suara nafas vesikuler +/+. neonatal dan lingkungan. BBLASR History : Bayi lahir dari ibu G2P2A0 kehamilan 28 minggu lahir secara spontan ditolong bidan. berhubungan dengan karakteristik kuman penyebab dan respon tubuh terhadap masuknya kuman. Selama hamil ibu pasien rutin kontrol ke bidan sebanyak 1 kali per bulan. Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm. Konjungtiva pucat -/-.PENEGAKKAN DIAGNOSIS SEPSIS NEONATORUM Dibuat oleh: Adryansyah. ibu pasien mengeluh mencret 4-5 kali per hari. fungsi hati. Menurut ibu. tidak terdapat lendir maupun darah segar. distres pernapasan.

Lima hari sebelum masuk rumah sakit anak menderita cacar air dengan panas tinggi. Jakarta: EGC. distensi abdomen. Penanganan Sindrom Guillain Barre pada Pediatri Dibuat oleh: Yanuar Surya Pratama. Dengan demikian.Adanya gejala klinis yang tidak spesifik tersebut.miastenia gravis. Guillain-Barre syndrome (GBS) merupakan penyebab utama paralisis flaksid akut di negara-negara Barat. p678 3. Ilmu Kesehatan Anak FKIK UMY RSUD Tidar Magelang. minimal 2 septic marker positif. Mustarim. ibu demam saat intrapartum (suhu >37. letargi. korioamnionitis.blogspot. 2012 [11:28 UTC] Abstrak Kelemahan tungkai adalah keluhan yang biasa ditemui pada kasus gangguan neuromuskular.racun botulisme. Pada pasien didapatkan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 menunjukkan adanya leukopenia dan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 didapatkan trombositopenia serta CRP positif. dan infeksi saluran kemih (ISK) atau tersangka ISK yang tidak diobati. keputihan yang tidak diobati. 2007.com/2009/06/sepsisneonaturum. kesulitan minum. 1992.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May.5 ˚C). p403-10 2. usia pasien 28 minggu termasuk dalam kategori bayi prematur.hipo/hiperkalemi. maka diperiksa septic marker (hitung leukosit. bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) <1500 gram. Berat lahir <1000 gram disebut bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR). Menurut Kongres European Perinatal Medicine ke II di London.ikterik. hepatomegali. hitung trombosit. bayi kurang bulan (prematur) adalah bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari).html 4. Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm. nilai APGAR rendah (menit ke-1 <5. Anonim. Sepsis Neonatorum dan Upaya Pencegahannya di RS Dengan Fasilitas Terbatas. diperlukan analisa faktor risiko sepsis neonatorum. serta faktor risiko minor: ketuban pecah >12 jam. Dengan adanya faktor risiko positif. Diakses dari http://ilmudokter-aurora. muntah. .paralisis akut Kasus Anak umur 6 tahun datang dengan keluhan utama kaki dan tangan tidak dapat digerakkan. Ilmu Kesehatan Anak Jilid I Edisi III. Deteksi GBS harus cermat sehingga komplikasi dapat segera diatasi dan dapat diberikan penatalaksanaan yang tepat. yaitu faktor risiko mayor: ketuban pecah >24 jam.com/2010/01/sepsisneonatorum-dan-upaya. yaitu bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR) 950 gram dan usia gestasi 28 minggu (<37 minggu). ibu demam saat intrapartum (suhu >38 ˚C).html Ratih Juwita Parwitasari 20060310015. Divisi Perinatologi. IT rasio dan CRP).blogspot. anoreksia. Diakses dari http://akperla. 2010. Kesimpulan : Pada pasien ini penegakkan diagnosis yang cepat dan tepat akan mempermudah dalam pengobatan dan penyembuhan pasien agar memperoleh prognosis yang baik. usia gestasi <37 minggu. yaitu dengan mengetahui riwayat gejala bayi melalui anamnesis kepada ibu serta mengetahui faktor resiko penyebab terjadinya sepsis sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum Referensi : DAFTAR PUSTAKA 1. dan diare. Kata kunci : Sindrom Guillain Barre. Panduan Pelayanan Medis Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM. denyut jantung janin menetap >160 kali/menit dan ketuban berbau. Nelson. kehamilan ganda. Faktor risiko positif bila terdapat minimal 1 faktor risiko mayor atau 2 faktor risiko minor. Masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi tersebut disebut Neonatus Kurang Bulan Sesuai untuk Masa Kehamilan (NKB-SMK).Penyebab lain adalah infeksi polio. Sepsis Neonatorum. Sepsis Neonatorum. 2009. Jakarta. menit ke-5 <7). Pada pasien ini terdapat 2 faktor risiko minor.

Tanda gagal nafas antara lain perburukan FVC. antara lain terapi pertukaran plasma (plasmapheresis) dan injeksi immunoglobulin dosis tinggi intravena (IVIG) Jadwal plasmapheresis berkisar antara 4 hingga 6 kali (40-50 ml/kg) dengan mesin kontinu selang sehari. terapi akut ditujukan terutama untuk melawan proses imunopatogenesis. dan fungsi otot bulbar harus selalu dimonitor selama fase progresif. Fenichel GM. 1996.1911-16 3. Fatigue otot respirasi ditandai dengan keringat dingin. Manfaat terapi paling jelas apabila terapi dimulai 2 minggu setelah onset. Referensi 1. Trakeostomi dilakukan bila diperkirakan bantuan nafas lebih dari 10 hari.Anak hanya berobat ke bidan untuk menurunkan panas dan sembuh.canada. Relaps terjadi pada 10% pasien dalam kurun waktu 3 minggu pasca-terapi. Sehari sebelum masuk rumah sakit cacar air sudah sembuh akan tetapi kaki dan tangan susah digerakkan dan anak tidak dapat bangun dari tempat tidur. USA: ButterworthHeinemann. antara lain kegagalan nafas dan disfungsi otonomik. selain itu kondisi pasien yang cepat memburuk tanpa dapat diprediksikan membuat penderita GBS membutuhkan perawatan inap untuk observasi fungsi respirasi.5 mmol/L. Lab dalam batas normal dengan K 3. Intubasi dilakukan bila FVC kurang dari 12-15 ml/kg. p. polyneuritis idiopatik akut.BAB (+). 2nd edition. Evaluasi adanya sesak napas perlu dilakukan untuk memikirkan keperluan pemakaian ventilator.Bradley WG. 2007].asp?channel_id=0&disease_id=325&sec tion_name=condition_info.status gizi kurang. Editors. Perhatian khusus terutama ditujukan pada perawatan suportif dan pencegahan komplikasi. Marsden CD.Riw kelahiran baik. Terapi Spesifik Imunopatogenesis dari penyakit GBS. [update 2009]. Daroff RB. [updated Dec 19. jika FVC kurang dari 18 ml/kg atau terjadi disotonomia kardiovaskuler. tekanan darah.Hipokalemi Terapi RL 20 tpm Paracetamol 3x1/2 tab Vit B 1x1 tab Konsul saraf Diskusi Sindroma Guillain-Barre (GBS) atau disebut juga dengan radang polineuropati demyelinasi akut (AIDP).kekuatan 2/2/2/2.sesak (-). Polio Perancis.Pada pemeriksaan fisik semua dalam batas normal. Available from: http://bodyandhealth. gas darah arterial. dan nafas cepat diantara percakapan pendek. Pasien ini tidak memerlukan ventilator karena masih dapat bernafas spontan.Miller Andrew. Guillain-Barre Syndrome. tekanan maksimal respirasi. Diagnosis Paralisis Flaksid Akut DD Guillain Barre Syndrome. sangat dibutuhkan alat bantu pernafasan serta perawatan khusus. penderita harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU).Poliomyelitis. paralisis asendens Landry. poliradikuloneuritis idiopatik akut. Terapi spesifik menggunakan imunoglobulin atau plasmaparesis.eutrofi.com/condition_info_popup. dan biasanya dicetuskan oleh suatu proses infeksi yang akut. dan hipoksemia akibat atelektasis. Digunakan larutan saline dan albumin sebagai cairan pengganti plasma.nyeri kepala (-).pemeriksaan neurologis didapatkan GCS 456.medscape. Sekitar 30% penderita membutuhkan bantuan ventilasi mekanik.RPD dengan TB yang sudah dinyatakan sembuh. Tidak ada keluhan yang menyertai keluhan utama.nyeri perut (-). GBS termasuk dalam kelompok penyakit neuropati perifer Penatalaksanaan Awal Pada kasus berat.reflek patologis (-). tetraparese.BAK (+)..muntah (-).klonus (-).com/article/792008-overview. tekanan O2 arteri dibawah 70 mmHg serta tanda fatigue respirasi yang berat.Guillain- . Neurology in clinical practice: the neurological disorders. Hal ini dikarenakan penyakit ini dapat melumpuhkan otot pernafasan sehingga dapat menyebabkan kematian. Kesimpulan Penatalaksanaan GBS perlu diperhatikan secara cermat dan tepat. Available from: http://emedicine. dan sindroma Landry Guillain Barre adalah suatu penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf perifer.meningeal sign (-).mual (). Pada kasus ini digunakan plasmaparesis dengan NaCl isotonik tanpa pemberian imunoglobulin karena tidak adanya obat. 2. Pengukuran maksimal forced vital capacity (FVC).reflek fisiologis (-).nervi craniales dalam batas normal. takikardia. 4.Guillain-Barré Syndrome.Miastenia Gravis. Monitoring FVC dilakukan setiap jam.

Duduk atau setengah duduk (semi erect) atau berdiri kalau memungkinkan.RSUD Saras Husada Purworejo. Infus RL 20 tpm. tidak tampak fraktur. Injeksi Cefotaxime 2 x 1 Ampul.dailystrength. vertebra spur (). yaitu sebagai berikut: 1. Tiduran telentang (supine).2006310148. Sebagian kelainan disebabkan oleh cidera langsung atau tidak langsung yang mengakibatkan perforasi saluran cerna atau perdarahan. Jakarta. Peritonitis.Keputusan untuk melakukan tindakan bedah harus segera diambil karena setiap keterlambatan akan menimbulkan penyakit yang berakibat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.Barre Syndrome (GBS) Support Group. bulat – bulat / lonjong di subcutis di daerah infraumbilical. dilatasi usus. Available from: http://www. Peritonitis selain disebabkan oleh kelainan di dalam abdomen yang berupa inflamasi dan penyulitnya.2007. Ns. Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May.pemeriksaan pelvis menunjukkan struktur tulang baik. 3. dengan sinar horizontal. Sedangkan pada pemeriksaan USG tampak cairan bebas intraabdominal pada horizon pouch. Diagnosis Akut Abdomen e. Pemeriksaan penunjang Kasus Pasien seorang laki-laki usia 46 tahun datang dengan keluhan teras sebah. juga oleh ileus obstruktif. tampak gambaran hypoechoic dengan tepi hyperechoic. air fluid level (-). pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Available from: http://www.SMF Ilmu Kesehatan Anak. kontur ren dextra dan sinistra tidak jelas. Ketepatan diagnosis dan penanggulangannya tergantung dari kemampuan melakukan analisis pada data anamnesis.com/guillain-barre_syndrome/article.org/news/Guillain-Barre-Syndrome-GBS Guillain-Barré Syndrome. proyeksi . Pasien mengaku setang motor mengenai perutnya. dengan sinar horizontal proyeksi AP.c.medicinenet. Peritonitis Generalisata Terapi Pro Laparatomi. Pemeriksaan radiologi BNO 2 posisi hasil menunjukkan adanya peningkatan jumlah udara usus.batas tegas.Kep. sinar dari arah vertikal dengan proyeksi anteroposterior (AP). Sagung Seto Penulis Yanuar Surya Pratama. Injeksi Kalnex 2 x 1 Ampul Diskusi Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut. 2.htm 5. Akut abdomen yang sering adalah peritonitis. 2012 [08:57 UTC] Abstrak Akut abdomenmerupakan suatu kegawatan pada abdomen dimana memerlukan tindakan segera untuk penanganannya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya defans musculer dan nyeri tekan di semua lapang abdomen. Tiduran miring ke kiri (left lateral decubitus = LLD). Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Persarafan. Keluhan dirasa setelah pasien mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya saat mengendarai kendaraan bermotor roda dua.Tarwoto. free air (+). mual dan nyeri perut tumpul pada seluruh lapang abdomen.2012 PEMERIKSAAN PENUNJANG FOTO ABDOMEN pada PENEGAKAN DIAGNOSIS AKUT ABDOMEN et causa PERITONITIS GENERALISATA AKMAL FALAH 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah. S. iskemia dan perdarahan. Keywords: Akut abdomen. Injeksi Ketorolac 2 x 1 Ampul.

Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Kapita selekta kedokteran.W. Ketepatan diagnosis akan meningkat bila digunakan kontras ganda. Rs. Pada posisi supine. Selain itu. 2000. 2. yaitu kontras positif (barium) dan negatif (udara). dan adanya kekaburan pada cavum abdomen. Trauma Abdomen. pecahnya usus buntu atau karena sebab lain. Penyebab tersering gambaran ini adalah perforasi usus akibat luka atau trauma tembus dan infark dinding usus. Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi Referensi Arif Manjoer. Pada foto thorax tegak.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May. Soelarto Rekso Prodjo. Udara sub diafragmatik harus dibedakan dengan pneumothoraks subpulmonal. suprohaita. Ada dua tanda yang dapat membantu : tanda Rigler. Foto kontras barium merupakan pemeriksaan yang penting dalam membantu menegakkan diagnosis curiga tumor. didapatkan preperitonial fat menghilang. Pemeriksaan Gastroduodenoskopi dilakukan bila ada keluhan dan tanda yang mencurigakan ke arah penyakit lambung dan atau duodenum serta untuk tindak lanjutnya Dengan endoskopi. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. Trauma Abdomen. gangguan pada saluran cerna. psoas line menghilang. yaitu adanya gas di dinding usus sisi manapun. Pada posisi semi erect. Kesimpulan Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum yang merupakan pembungkus visera dalam rongga perut. sitologi atau patologi Foto thorax dan foto LLD abdomen sangat sensitif untuk mendeteksi udara bebas intraperitoneum dalam volume kecil ( < 5 ml ). Pada posisi LLD. udara berbentuk bulan sabit tampak di bawah hemidiafragma. dan gangguan kesadaran.514-526. fotoLLD pada abdomen bagian atas akan menunjukkan udara bebas dalam bentuk bulan sabit dengan densitas rendah di sebelah lateral dari tepi lateral lobus kanan hati.Peritonitis dapat terjadi akibat suatu respon inflamasi atau supuratif dari peritoneum yang disebabkan oleh iritasi kimiawi atau invasi bakteri. UGM University Press. ed:11.Cipto Mangunkusumo. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi. Trauma Abdomen. 3. didapatkan free air pada subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow).Bagian Bedah Staf pengajar FKUI. tanda utama radiologi adalah: 1.51-57. dan tanda garis ligamentum falsiform hepatis yang terbentuk di kuadran kanan atas oleh udara bebas.1995. Wahyu I. Hamilton Bailey.1992. Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. Wiwiek S. Dudley a.AP . jaringan atau cairan patologis dapat diambil untuk pemeriksaan kimia. Bagian Ilmu Radiologi. Ilmu bedah gawat darurat. Penatalaksanaan demam tifoid meliputi medikamentosa dengan antibiotik dan terapi suportif . kelainan yang langsung dilihat dapat difoto untuk dokumentasi. Bila tidak yakin apakah terdapat udara bebas intraperitoneum atau tidak. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen. 20060310152. RSUD SETJONEGORO WONOSOBO PENATALAKSANAAN DEMAM TIFOID pada ANAK USIA 10 TAHUN akmal falah 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah.f. Pada foto terlentang abdomen.udara bebas sulit dideteksi. Penulis Akmal Falah. 2012 [08:40 UTC] Abstrak Demam Tifoid ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut.Dr.

Sudah tidak buang air besar cair. 4 hari SMRS pasien dibawa ke Puskesmas kemudian diberi 3 macam obat.95 uL. Hb: 11. Buang air kecil lancar. lebih suka jajan di sekolah atau pinggir jalan. makanan yang tercemar atau terkontaminasi dan pakaian yang tercemar. diberikan makanan rendah serat. obat tidak dihabiskan. SGOT: 155 U/l. Seorang pasien anak laki-laki usia 14 tahun datang dengan keluhan demam naik turun sejak 12 hari sebelum masuk rumah sakit disertai diare. AT: 240. teratur. Widal TyO: 1/320 Diagnosis Demam Tifoid Terapi Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi penatalaksanaan medikamentosa diberikan cefotaxime sebagai antibiotik diberikan secara intravena dengan dosis 1 g 2 kali sehari. masuk aliran limfe dan mencapai kelenjar limfe . Di tempat ini komplikasi perdarahan dan perforasi intestinal dapat terjadi. minum normal/biasa. gangguan pencernaan dan gangguan kesadaran.67%. Tekanan Darah: 110/60MmHg. BMI: 17. Widal TyH: 1/320. Salmonella Thiphi juga dapat memperoleh plasmid faktor-R yang berkaitan dengan resistensi terhadap multiple antibiotik. 1 hari SMRS pasien masih panas. paracetamol tiap 4-6 jam 3x1 tab bila panas. Tinggi badan: 170cm. tidak terdapat lendir atau darah. demam dirasakan tidak terlalu tinggi. Mikroba Salmonella yang ikut makanan sampai di usus menembus mukosa usus halus. Salmonella paratyphi A. nafsu makan berkurang. Diskusi Demam typhoid adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari satu minggu. antigen flagelar (H) yang terdiri dari protein dan envelope antigen (VI) yang terdiri dari polisakarida.000. ke organ-organ terutama hati dan limpa. tidak muntah. Pasien BAB cair 3 kali sehari.3 Kg/cm2. setelah minum obat panas belum mereda. Respirasi: 24 kali permenit. lalu menurun di pagi hari. tidak berkapsul.(pemenuhan kebutuhan cairan dan kalori. nafsu makan berkurang. bubur saring 3x1 porsi. Pada pemeriksaan penunjang : AL: 5. Salmonella typhi sangat resisten dan dapat hidup lama di air keruh.26 juta uL.Bdan C. AE: 4.9 g/dL. Mengantuk. tidak berkeringat dimalam hari. Kesadaran: Apatis-Somnolen. Vital Sign: Nadi: 96 kali permenit. menimbulkan radang dan membentuk tukak. Mempunyai sekurangkurangnya tiga macam antigen yaitu antigen somatik (O) yang terdiri dari zat komplek oligosakarida. tipe thorakoabdominal. saat sore hari panas meninggi. tidak menggigil. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung. tidak batuk. Keyword : antibiotik. minum biasa. Pada pemeriksaan fisik KU: Pasien Tampak Lemas. TKTPdan memperbaiki gizi pasien. Kuman Salmonella typhi kemudian menembus ke lamina propia. Panas terjadi terus menerus. Mempunyai makro molekul liposakarida kompleks yang membentuk lapis luar dari dinding sel dan disebut endotoksin. Salmonella yang banyak dikenal di klinis adalah Salmonella typhi. Penyebab dari demam typhoid adalah salmonella typhi yang merupakan bakteri gram negatif. mengadakan replikasi dan kemudian kembali ke darah dan menyebar ke kelenjar limfoid Ileum (Plaques Peyeri). Hct: 36. SGPT: 250 U/l. Berat Badan: 50kg. mempunyai flagella. diet dengan nutrisi yang baik). haus dan lemas. tidak ada nyeri saat buang air kecil. sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai jaringan Limfoid Plaque Peyeri di ilium terminalis yang mengalami hipertrofi. tidak ada riwayat kontak dengan penderita TB. tidak anyang-anyangan. menurut orang tua pasien berat badan naik dalam beberapa bulan. Penyakit ini disebabkan oleh mikroba gram negatif Salmonella SP. Dalam serum penderita terdapat zat anti (aglutinin) terhadap ketiga macam antigen tersebut. melalui pembuluh limfe masuk ke peredaran darah.1°C. Suhu: 39. suhu dirasakan naik turun. tidak nyeri saat BAB.Pasien tidak memiliki riwayat batuk berdahat lebih dari 2 minggu. tidak membentuk spora fakultatif anaerob. tidak pilek. demam tifoid Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan panas sejak 8 hari yang lalu. diberikan infusKaEn 3B 2100 cc/24 jamuntuk membantu mencukupi kebutuhan cairan dan membantu jalur masuk obat parenteral. isi dan tegangan cukup. Kuman Salmonellathipi masuk tubuh manusia melalui mulut dengan makanan dan air yang tercemar.

eksperimental disimpulkan bahwa endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam dan gejala-gejala toksemia pada demam tyfoid. bila perlu berikan O2. 2000. oral dibagi dalam 2 dosis selama 10 hari. PENULIS Akmal Falah. Kapita Selekta Kedokteran. 2002. Salmonella typhi bersarang di plaque peyeri. serta diet makanan rendah serat dengan nutrisi yang baik . Koreksi gangguan asam basa dan elektrolit. gangguan pada saluran cerna. 2000. Kortikosteroid diberikan pada kasus berat dengan gangguan kesadaran. dkk. Setelah melewati kelenjar-kelenjar limfe ini Salmonella typhi masuk aliran darah melalui ductus thoracicus. Antipiretik dapat diberikan Parasetamol dengan dosis 10 mg/kgBB/kali. Nelson Ilmu Kesehatan Anak. bila perlu asupan cairan dan kalori diberikan melalui sonde lambung. Endotoksin salmonella typhi berperan pada patogenesis demam tyfoid. dibagi 3 dosis hingga kesadaran membaik. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. Kotrimoksasol 6 mg/kgBB/hari. Tapi kemudian berdasarkan penelitian. Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. oral selama 10 hari. dkk. Satari HI. oral atau IV. FKIK UMY. REFERENSI Soedarmo SS. dapat segera diberikan makanan yang lebih padat dengan kalori cukup. RSUD Setjonegoro. Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis. Penuhi kebutuhan volume cairan intravaskuler dan jaringan. Ilmu Kesehatan Anak. Arvin AM. karena membantu terjadinya proses inflamasi lokal pada jaringan tempat Salmonella typhi berkembang biak. dan pemeriksaan penunjang. dan bagian-bagian lain sistem retikuloendotelial. jumlah kebutuhan cairan dikurangi menjadi 4/5 kebutuhan dengan kadar natrium rendah. Diet dengan makanan tidak berserat dan mudah dicerna. Pertahankan oksigenasi jaringan. Garna H. 2008 Mansjoer A. Pasien ini didiagnosis demam tifoid berdasarkan anamnesis. oral atau IV. dan gangguan kesadaran. pemenuhan kebutuhan cairan. EGC: Jakarta. dkk. muntah atau diare. oral dibagi 2 dosis selama 10 hari. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. Sefiksim 10 mg/kgBB/hari. dibagi dalam 4 dosis selama 10-14 hari. Behrman RE. Deksametason 1-3 mg/kgBB/hari IV. pemeriksaan fisik. Pada ensefalopati.mesenterial yang juga mengalami hipertrofi. Pemeriksaan Laboratorium Dan Diagnosis Infeksi Saluran Kemih Pada Anak 5 Tahun . limpa. dibagi dalam 4 dosis selam 10 hari. Kliegman R. Hadinegoro SR. Antibiotik yang dapat diberikan: Kloramfenikol (drug of choice) 50-100 mg/kgBB/hari. setelah demam reda. Amoksisilin 100 mg/kgBB/hari. Dapat diberikan setiap 4 jam apabila suhu tubuh pasien tidak juga turun. Demam pada tyfoid disebabkan karena Salmonella typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan penglepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. pemberian antibiotik dan antipiretik. Semula disangka demam dan gejala-gejala toksemia pada demam typhoid disebabkan oleh endotoksemia. hati. Hasan R. Pelihara keadaan nutrisi. Pusponegoro HD. terutama pada demam tinggi.merupakan penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. 20060310152 Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Wonosobo. Seftriakson 80 mg/kgBB/hari. KESIMPULAN Di Indonesia demam tifoid merupakan penyakit endemis. Kuman-kuman salmonella typhi lain mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus. Pemilihan antibiotik pada kasus demam tifoid sekarang perlu mendapat perhatian karena dilaporkan sudah banyak timbul resistensi pada sefalosporin generasi ketiga. Cairan dan kalori. 2004. Pada pasien ini penatalaksanaan meliputi tirah baring.

Jumlah leukosit yang dianggap bermakna adalah >10 / lapang pandang besar (LPB). Pasien didiagnosis sebagai infeksi saluran kemih. Diagnosis yang cepat dan akurat dapat mencegah penderita ISK dari komplikasi pembentukan parut ginjal dengan segala konsekuensi seperti hipertensi dan gagal ginjal kronik. kelainan tulang belakang seperti spina bifida. Bila tidak ditanggulangi secara serius. problem minum dan sianosis (kebiruan) Pada bayi gejalanya berupa demam. Karena itu. mencret. tidak pernah mengunakan pempers. kelainan pada organ genitalia eksterna seperti fimosis.5% anak perempuan dan 1. perlu mengenal ISK sedini mungkin agar dapat ditata laksana dengan adekuat untuk menghindari akibat yang lebih buruk. Kasus Seorang pasien anak laki-laki usia 5 tahun dengan berat badan 15 kg datang dengan keluhan pasien merasa sakit perut daerah bawah pusat sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit yang makin meningkat. anyang anyangan (polakisuria) dan bau kencing yang menyengat. gejalanya dapat menyerupai infeksi atau sepsis berupa demam. Pemeriksaan fisik Dijumpai demam. BAK menjadi keruh. hematuria (eritrosit > 5 LPB) Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine Pemeriksaan penunjang lain digunakan unuk mencari faktor resiko seperti USG perut dan bila perlu dilanjutkan dengan miksio sisto uretrogram (MSU) dan pielografi intravena (PIV) Pemeriksaan Mikroskopik Urin Pemeriksaan mikroskopik dilakukan untuk menentukan jumlah leukosit dan bakteri dalam urin. frekuensi kencing meningkat. keyword : Diagnosis. Apabila ditemukan satu atau lebih kuman pada pemeriksan . Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan urin (kencing) dijumpai protein. nyeri perut atau pinggang.1% anak lelaki. pilek (-). ISK pada neonatus kurang bulan adalah sebesar 3% sedangkan neonatus cukup bulan 1%. Pada anak kurang dari 10 tahun ISK ditemukan pada 3. Seflosporin : cefotaxim 150 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis : 4 x 525 mg (I. dari pemeriksaan lab urine rutin ditemukan lekosit yang meningkat dalam urin. Pada kelompok usia ini angka ISK mencapai 5%. apatis. Pemeriksaan langsung kuman patogen dalam urin sangat tergantung kepada pemeriksa. tidak membaik saat berubah posisi. mengompol. mual ().Dibuat oleh: Nur Aini Abd. karena menyebabkan gejala tidak menyenangkan pada anak. Apabila didapat leukosituri yang bermakna. ISK merupakan penyakit penting pada anak. ISK dapat menyebabkan komplikasi berupa batu saluran kemih. di samping infeksi saluran cerna. meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. muntah. terasa panas (+). hipertensi. BAK jernih. muntah (-) panas hilang timbul. sakit sekitar pinggang (-). berat badan tidak naik. Gambaran klinis ISK sangat bervariasi dan sering tidak khas. merasa ada benjolan pada perut (-). 2012 [15:17 UTC] Abstrak Infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyakit yang sering ditemukan pada anak. Diagnosis infeksi saluran kemih Terapi pada kasus ini diberikan ◦ Infus Ringer laktat 15 tetes permenit ◦ Antibiotik pilihan : Gol. nyeri tekan perut bawah (supra simfisis). anoreksia. ISK merupakan penyebab demam kedua tersering setelah infeksi akut saluran napas atas pada anak usia kuran 2 tahun. R Balatif. pemeriksaan laboratorium. epispadia. BAB Baik seperti biasanya tidak keras ataupun cair 1x perhari. nyeri ketok pinggang (sudut kostovertebra).000 unit koloni per ml urine segar pancar tengah (midstream urine) pagi hari digunakan sabagai batasan diagnosis ISK. infeksi saluran kemih. nyeri saat BAK (+). tidak terjatuh atau terbentur sebelumnya. hipospadia. Pertumbuhan bakteri mencapai lebih dari 100. berat badan sukar naik atau anoreksia Pada anak besar gejalanya lebih khas seperti sakit waktu kencing.V ) selama 7-10 hari ◦ Antipiretik Paracetamol tab : 10-15 mg/kgBB/kali : 3 x 1/3 tab (bila panas) Diskusi Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih. Pada neonatus usia 2 bulan. perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan kultur.Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May. leukosit (Leukosit > 5 LPB). dari asimtomatik sampai gejala sepasis yang berat. Langkah diagnostik untuk menegakkan ISK antara lain : Anamnesa. ataupun gagal ginjal yang memerlukan tindakan cuci darah atau cangkok ginjal.

cystitis and pyelonephritis. Indonesia: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI. In: Aru W. 4. Faktor yang dapat mempengaruhi jumlah kuman adalah kondisi hidrasi pasien. Kultur Urin Deteksi jumlah bermakna kuman patogen (significant bacteriuria) dari kultur urin masih merupakan baku emas untuk diagnosis ISK. Pada spesimen urin suprapubik. perlu dilakukan pemeriksaan kultur. Referensi 1. Standar Pelayanan medis Kesehatan Anak.Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May. maka kemungkinan besar bahan urin yang diperiksa telah terkontaminasi Tabel 3. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Idrus Alwi. KU : tampak kesakitan . Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. Penegakan diagnosa ISK melalui anamnesa. lokasi serta ekstensi fraktur.Sudoyo. Sedangkan bila hanya tumbuh koloni dengan jumlah < 103 koloni / ml urin. Redington J. berapapun bakteri yang terdapat pada urin adalah relevan. 2007. RSUD Saras Husada. maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. frekuensi berkemih dan pemberian antibiotika sebelumnya . R Balatif. 553-557. Penulis Nur Aini Abd. Marcellus Simadibrata K. 2012 [15:16 UTC] ABSTRAK : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. Infeksi Saluran Kemih Pasien Dewasa.langsung. 2004. R Balafif / 20060310038. 5. ed.Kesadaran . 1993. Kata Kunci : Fraktur femur. dan pemeriksaan penunjang. kemungkinan kontaminasi belum dapat disingkirkan dan sebaiknya dilakukan biakan ulang dengan bahan urin yang baru. Bambang Setiyohadi. Perlu diperhatikan pula banyaknya jenis bakteri yang tumbuh. Jika diperoleh jumlah koloni antara 103 . Primary Care Case Review 2001 (4) . Ganbaran Radiologi Pada Pasien dengan Fraktur Femur Dibuat oleh: Nur Aini Abd. meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. 3 – 14. 2009. Jakarta. maka dapat dipastikan bahwa bakteri yang tumbuh merupakan penyebab ISK. Edisi IV. Yogyakarta. Kumalawati J. Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine. Pusponegoro. Bakteriuria asimtomatik ditegakkan apabila 2 urin kultur bakteri strain sejenis diambil >24jam menunjukkan bakteriuria sebanyak >= 105 cfu/ml. Diagnosis and management urinary tract infections : asymptomatic bacteriuria. Hardiono dkk. Bila >3 jenis bakteri yang terisolasi. Siti Setiati. pemeriksaan fisik. Kesulitan berjalan (+). Bila jumlah koloni yang tumbuh > 105 koloni/ml urin. maka bakteri yang tumbuh kemungkinan besar hanya merupakan kontaminasi flora normal dari muara uretra. Imobilisasi. Stase Ilmu Kesehatan Anak. McBryde C. Pedoman pelayanan Kesehatn Anak di Rumah Sakit rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten.105 koloni / ml urin. Radiologi. Kriteria untuk diagnosis bakteriuria bermakna Penegakkan Diagnosis Jumlah koloni bakteri per ml urin Pengambilan spesimen Sistitis akut nonkomplikata pada wanita > = 103 cfu/ml Urin pancaran tengah Pielonefritis nonkomplikata pada wanita >=104 cfu/ml Urin Pancaran Tengah ISK komplikata > 105 cfu/ml > 104 cfu/ml Urin Pancaran tengah pada wanita Kateter (wanita) Algoritme penanggulangan ISK : Kesimpulan Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih. World Health Organization. Lokakarya pemeriksan laboratorium klinik pada penyakit infeksi. Enday Sukandar. luka luar pada paha (-). Bagian Patologi Klinik FKUI-RSCM. Kasus : Pasien laki -laki 32 tahun datang dengan keluhan nyeri paha tengah setelah jatuh dari sepeda motor. Diagnosis bakteriologik infeksi saluran kemih dengan biakan urin. IDAI 2. Jakarta: WHO Indonesia 3.

Wim De Jong. Muki. d. Palmer. N : 92x/m. Kab. di atas dan di bawah sendi yang mengalami fraktur. Osteoarthritis. Untuk menentukan fraktur itu baru atau tidak. RG. Status Lokalis Regio Femoralis :Pada regio femoralis dextra tampak terpasang spalk.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Jawa Tengah. pada trauma yang hebat sering menyebabkan fraktur pada dua daerah tulang. Untuk menentukan teknik pengobatan. GCS E4V5M6 . Dua trauma. ed kedua. Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler. Yogyakarta. 2. misalnya peluru . Partono. Hipermetropia merupakan kelainan refraksi dimana dalam . Jakarta: EGC. b. Purworejo. R. e.: Compos Mentis. Malueka. Edisi kedua. Pada anak-anak sebaiknya dilakukan foto pada ke dua angota gerak terutama pada fraktur epifisis. nyeri gerak aktif nyeri gerak pasif dan krepitasi sdn . Dalam: Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. rontgen tersebut juga dapat digunakan untuk membantu memudahkan dalam perencanaan orif. Petunjuk Membaca Foto untuk Dokter Umum. 2009. Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley. RGC. e. Referensi 1. dilakukan sekurang-kurangnya yaitu pada anteroposterior dan lateral.. Radiologi Diagnostik. Fraktur Batang Femur. Buku Ajar Ilmu Bedah. Untuk menentukan apakah fraktur intra-artikuler atau ekstra-artikuler. ed revisi. Bagian Ilmu Radiologi. Dua kali dilakukan foto. Atlas Anatomi Manusia.Tujuan pemeriksaan radiologis : a. R. Jakarta. b. c. RSUD Saras Husada. 2012 [23:30 UTC] Abstrak Hipermetropi merupakan keadaan dimana kekuatan pembiasan sinar pada mata tidak cukup kuat untuk memfokuskan sinar pada bintik kuning (macula lutea). Jakarta: Widya Medika. Dua posisi proyeksi. 20060310038. 2005. Kesimpulan : Untuk membantu menegakkan diagnosis pada fraktur femur dapat dilakukan pemereiksaan radiologi berupa foto AP dan lateral femur. 2010. Ekayuda. maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. http://mukipartono. c. f. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. Jakarta: 1998. I. Djoko Simbardjo. PES dkk. 2002. g. EGC. sehingga mata menfokuskan sinar di belakang retina. FKUI. T :afebris. Penulis Nur Aini Abd. Untuk konfirmasi adanya fraktur. Bone scans. Apley. Jakarta. 2005. untuk menentukan letak dan bentuk pasti dari frakturnya. Radiologi Diagnostik FK UI. R Balafif. Pabst. ed 21. Dua anggota gerak. atau MRI Scans. dapat juga diakukan pemeriksaan radiologi lainnya seperti : bone scans. Tomogram. Sjahriar R. Untuk melihat sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya. d. lokasi serta ekstensi fraktur. Pemeriksaan radiologis dilakukan dengan beberapa prinsip dua: a.Vital Sign :TD : 140/80. Untuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi. Untuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang Untuk melihat adanya benda asing. foto pertama biasanya tidak jelas sehingga biasanya diperlukan foto berikutnya 10-14 hari kemudian. Putz. Radiologi Diagnostik. Penatalaksanaan OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi pada Pasien Usia 60 Tahun Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. R : 24x/m. Dua sendi pada anggota gerak dan tungkai harus di foto. Sobbota. Bagian Bedah FKUI. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. AG. b. 1995. Pustaka Cendekia Press. 2008. 3.Rontgen Femur dextra AP/Lat: Kompleta communited fraktur femur dextra 1/3 medial cum angulationem. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan : a.com/osteoartritis/ Sjamsuhidajat R. Aposisi kurang baik dan alignment jelek Diagnosis : Kompleta communited Fraktur Femur dextra 1/3 medial Diskusi : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. Pada fraktur tertentu misalnya fraktur tulang skafoid. 4.

di mana kemampuan akomodasi seseorang telah mengalami penurunan sehingga sampai pada tahap di mana penglihatan pada jarak dekat menjadi kurang jelas dan terjadi pada orang yang telah lanjut usia (diatas 40 tahun). Presbiopia. Pada setiap kekuatan lensa +1 dioptri akan terjadi pembesaran benda yang dilihat sebesar 2%.00 D. Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh. Refraksi ISI Pasien Ny. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7.00 D untuk melihat dekat atau membaca DISKUSI Pada hipermetropia diperlukan lensa cembung atau konveks untuk mematahkan sinar lebih kuat ke dalam lensa. Pasien dengan hipermetropia sebaiknya diberikan kaca mata sferis positif terkuat atau lensa positif terbesar yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal. Untuk visusuntuk koreksi OD 6/7. 60 tahun ——— +3. Jika penderita presbiopia juga ingin memakai kacamata untuk penglihatan jauhnya.50 D dekat didapatkan OD add sferis + 3. lensa jenis fokus tunggal (monofocal) merupakan koreksi terbaik untuk digunakan sebagai kacamata baca.keadaan mata istirahat semua sinar sejajar yang datang dari benda-benda pada jarak tak terhingga dibiaskan dibelakang retina.00 D dan koreksi visus dengan lensa sferis + 0.00 D. Keluhan serupa pada keluarga (-). Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Sedangkan 6/6. dan sinar-sinar divergen yang datang dari benda-benda yang jaraknya dekat dibiaskan lebih jauh lagi di belakang retina.50 D. penting untuk memperhatikan kebutuhan jarak kerja penderita pada waktu membaca atau melakukan pekerjaan sehari – hari yang banyak membutuhkan penglihatan dekat.5 dan OS 6/6. yang biasa juga disebut penglihatan tua (presby = old = tua. Penanganan presbiopia adalah dengan membantu akomodasinya menggunakan lensa cembung (plus). Pengobatan hipermetropia adalah diberikan koreksi hipermetropia manifes dimana tanpa siklopegia didapatkan ukuran lensa positif maksimal yang memberiakn tajam penglihatan normal. karena obyek tersebut berada pada titik focus lensa S +3. Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat. Berikut ini merupakan addisi rata – rata yang ditemukan pada berbagai tingkatan usia : 40 tahun ——— +1. Pada keadaan ini. yang . Karena jarak baca dekat pada umumnya adalah 33 cm. Presbiopi. DIAGNOSIS OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi TERAPI •OD: Kacamata lensa sferis + 3. Jika penderita merupakan seseorang yang dalam pekerjaannya lebih dominan menggunakan penglihatan dekat.50 D. 50 tahun ——— +2.00 D. R. 45 tahun ——— +1. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama. Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya.00 D tersebut. dan OS 6/6. Pada pasien hipermetropia aksial memerlukan kekuatan lensa yang lebih tinggi untuk menggeser sinar ke macula lutea dibanding dengan hipermetropia lain.5 sferis + 0. atau mempunyai status refraksi ametropia.00 D dan OS add sferis + 3. Hal ini untuk memberikan istirahat pada mata akibat hipermetropia fakultatifnya diistirahatkan dengan lensa positif.00 D. Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya. Lensa bifocal atau multifocal dapat dipilih jika penderita presbiopia menginginkan penglihatan jauh dan dekatnya dapat terkoreksi. maka ukuran dioptri lensa cembung itu diaplikasikan ke dalam apa yang disebut sebagai addisi. Selain dengan lensa kacamata. Dengan kacamata positif tebal akan terjadi kesukaran melihat seperti gangguan penglihatan tepi dan aberasi sferis. maka lensa S +3. mata tidak melakukan akomodasi bila melihat obyek yang berjarak 33 cm.50 D untuk melihat dekat atau membaca •OS: Kacamata lensa sferis + 3. Addisi adalah perbedaan dioptri antara koreksi jauh dengan koreksi dekat. Dalam menentukan nilai addisi. 55 tahun ——— +2. Penderita yang memakai kacamata positif akan terlihat seolah-olah matanya menjadi besar. presbiopia juga dapat dikoreksi dengan lensa kontak multifocal. opia = vision = penglihatan) merupakan keadaan normal sehubungan dengan usia. Lensa. Keyword : Hipermetropi.00 D adalah lensa plus terkuat sebagai addisi yang dapat diberikan pada seseorang.

Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat. 3rd ed. Pasien Ny. dan mata yang satunya lagi dikondisikan hanya bisa untuk melihat dekat. 2012 [23:22 UTC] Abstrak Hilangnya kesadaran karena induksi anestesi berhubungan dengan hilangnya pengendalian jalan nafas dan reflek-reflek proteksi jalan nafas.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. LMA adalah alat supra glotis airway. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7.Wijana N. Ilmu Penyakit Mata. Breathing: spontan. LMA. Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya. Jakarta: Widya Medika. tidak terdapat suara ronkhi. tidak memiliki riwayat hipertensi. Untuk visus dekat didapatkan OD add sferis + 3. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Indikasi pemasangan LMA yaitu sebagai alternatif dari ventilasi face mask atau intubasi endotrakheal untuk manajemen airway. pada penatalaksanaan dificult airway yang diketahui atau yang tidak diperkirakan. sementara sebagian besar yang lain dapat pusing – pusing atau kehilangan kedalaman persepsi atas obyek yang dilihat. 2. LMA bukanlah suatu penggantian endotrakheal. Pengendalian jalan nafas dalam anestesi. KESIMPULAN Pada Kasus ini. 3. White OW. Alih Bahasa: Pendit BU.5 dan OS 6/6. Hanya saja. Hasil dari pemeriksaan fisik. Ada beberapa orang yang dapat menggunakan metode ini. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.Riordan-Eva P. Metode lain dalam mengkoreksi presbiopia adalah dengan tehnik monovision (penglihatan tunggal). Ilmu Penyakit Mata. RiordanEva P. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh. Jakarta: 1983 Penulis Barii Hafidh Pramono. 14th ed. Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda. 2012 Manajemen Jalan nafas dengan Laryngeal Mask Airway pada Pasien Appendiktomi dengan ASA I Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. In: Wijana N.50 D 6/6. tidak memiliki riwayat penyakit jantung.Ilyas S. Oftalmologi Umum. respiration rate 18x/menit. 3rd ed. Optik & Refraksi. 2000. Keluhan serupa pada keluarga (-). In: Vaughan DG. maka dari itu sangatlah penting untuk mengendalikan jalan nafas pasien saat dilakukan operasi. Refraksi. Bantul. Manajemen Jalan Nafas ISI Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. tidak memiliki riwayat alergi. Yogyakarta. terdapat suara dasar vesikuler. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma. 2009. tidak memiliki riwayat diabetes melitus. Sedangkan untuk koreksi OD 6/7. Alat koreksi yang dipakai bisa berupa lensa kacamata atau lensa kontak. karena membutuhkan perlakuan dan perawatan secara khusus. salah satunya dapat dengan menggunakan LMA.5 sferis + 0. R. RSUD Panembahan Senopati. ketika pemakaian endotrakheal menjadi suatu indikasi. Keyword : Anastesia. M II. di mana salah satu mata dikondisikan hanya bisa untuk melihat jauh saja. Asbury T. dan OS 6/6. Tajam Penglihatan dan Kelainan Refraksi Penglihatan Warna. Ilmu Bagian Penyakit Mata. In: Ilyas S. Referensi 1.00 D. tidak setiap orang dapat menggunakan lensa kontak ini. Pasien terdiagnosa OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi. didesain untuk memberikan dan menjamin tertutupnya bagian dalam laring untuk ventilasi spontan. Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya.00 D dan OS add sferis + 3. Airway: clear.tersedia dalam bentuk lensa kontak keras maupun lensa kontak lunak. circulating : tekanan darah 110/70 .

Breathing: spontan. tidak memiliki riwayat diabetes melitus. Secara tradisional. bukti-bukti baru menunjukkan bahwa karena tidak ditempatkan dalam trakhea. 2012 [23:20 UTC] Abstrak Tetanus adalah Gangguan neurologis yang ditandai dengan meningkatnya tonus otot dan spasme. Avramov MN. suatu toksin protein yang kuat yang dihasilkan oleh Clostridium tetani.Proseal laryngeal mask airway versus endotracheal tube : ease of insertion. yang disebabkan oleh tetanospasmin. penggunaan LMA dihubungkan dengan kejadian bronchospasme lebih kurang dari pada dengan endotrakheal tube. RSUD Panembahan Senopati. Kontraindikasi untuk LMA adalah pasien dengan kelainan faring (misalnya abses). lambung yang penuh (misalnya kehamilan. pasien dibius secara general anestesi melalui inhalasi dan untuk pengendalian jalan nafasnya dilakukan dengan LMA. Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. circulating : tekanan darah 110/70 mmHg. Moric M. Bantul. Nolan JP. 82 : 129 – 133 2. Pasien dikategorikan ASA I. LMA memiliki kelebihan istimewa dalam menentukan penanganan kesulitan jalan nafas dibandingkan combitube. KESIMPULAN Pada Kasus ini. heart rate 78 x/menit. juga pemasangan bronkhoskop. heart rate 78 x/menit. Hasil dari pemeriksaan fisik. 2012 Pemberian Diazepam Terhadap Pasien Generalized Tetanus Grade II Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono.El-Ganzouri A.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. M II. tidak memiliki riwayat hipertensi. respiration rate 18x/menit. Lee G. DIAGNOSIS Appedensitis Akut TERAPI •Appendictomy DISKUSI Pada pasien ini. LMA dihindari pada pasien dengan bronkhospasme aatau resistensi jalan nafas tinggi. terdapat suara dasar vesikuler. akan tetapi. derajat II . Airway: clear. Referensi 1. Anesthesiology 2003 . dissability : compos mentis. Ada 4 tipe LMA yang biasa digunakan: LMA yang dapat dipakai ulang. LMA dipilih sebagai manajemen airway karena merupakan alternatif dari ventilasi face mask. tidak memiliki riwayat penyakit jantung. dan untuk membantu ventilasi selama bronchoscopy fiberoptic. hemodynamic response and emergence characteristic. tidak terdapat suara ronkhi. Budac S. atau komplians paru rendah (misalnya penyakit restriksi jalan nafas) yang memerlukan tekanan inspirasi puncak lebih besar dari 30 cm H2O. Can j Anesth 2005 . Survey of Laryngeal mask airway usage in 11910 patients : safety and efficacy for conventional and nonconventional usage. sumbatan faring. Yogyakarta.Verghese C. yakni derajat I atau ringan. 99 : A571 Penulis Barii Hafidh Pramono. Anesth Analg 1996 . sehingga pengendalian jalan nafas dengan LMA dapat dilakukan. The ProSeal laryngeal mask airway . dissability : compos mentis. Penggunaan LMA meningkat untuk menggantikan pemakaian face mask dan endotrakheal tube selama pemberian anestesi. tetanus umum terdiri atas 3 derajat. Saat pelaksanaan operasi. Tuman KJ. dan Fastrach LMA yang dapat memfasilitasi intubasi bagi pasien dengan jalan nafas yang sulit. 52 : 739 – 760 3. hernia hiatal). Brimacombe JR. ProSeal LMA yang memiliki lubang untuk memasukkan pipa nasogastrik dan dapat digunakan ventilasi tekanan positif. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma. Pada pasien ini tidak ditemukan kontraindikasi untuk pemakaian LMA.Cook TM. tidak memiliki riwayat alergi. untuk memfasilitasi ventilasi dan pemasangan endotrakheal tube pada pasien dengan difficult airway. Ilmu Bagian Anastesiologi dan Reanimasi. a review of the literature. LMA yang tidak dapat dipakai ulang. Pasien dikategorikan ASA I.mmHg.

atau sedang, derajat III atau berat. Derajat I atau ringan bercirikan masa inkubasi lebih dari 14 hari, periode onset > 6 hari, trismus positif tapi tidak berat, sukar makan dan minum tetapi disfagi tidak ada, lokalisasi kekakuan dekat dengan luka berupa spasme disekitar luka dan kekakuan umum terjadi beberapa jam atau hari. Derajat II atau sedang bercirikan masa inkubasi 10-14 hari, periode onset 3 hari atau kurang, trismus dan disfagi ada, kekakuan umum terjadi dalam beberapa hari tetapi dispnoe dan sianosis tidak ada. Derajat III atau berat bercirikan masa inkubasi < 10 hari, periode onset < 3 hari, trismus dan disfagia berat, kekakuan umum dan gangguan pernapasan asfiksia, ketakutan, keringat banyak dan takikardia. Keyword : Berat, Ringan, Sedang, Tetanus ISI Penderita laki-laki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahan-lahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). DIAGNOSIS Generalized Tetanus Grade II TERAPI •O2 2L/menit •Infus NaCl + diazepam IV ampul •Infus Metronidazole •ATS 100.000 u/i.v selama 2 hari •Mecobalamin 1 ampul/ i.v •Rawat Luka DISKUSI Diazepam, turunan benzodiazepin, telah lama dilaporkan efektif dalam pengobatan tetanus. Selanjutnya, beberapa laporan lain menyatakan bahwa diazepam dibandingkan dengan agen terapeutik lainnya menawarkan manfaat yang signifikan dalam pengobatan tetanus. Manfaat ini diberikan ke antikonvulsan dikombinasikan dan tindakan relaksasi otot kejang otot pada tetanus dan kekakuan. Juga, ia memiliki efek sedatif dan ansiolitik. Tidak seperti barbiturat, diazepam, diberikan dalam dosis tinggi, dilaporkan menyebabkan depresi pernapasan kecil. Diazepam dapat diberikan secara oral melalui selang nasogastrik, rektum, atau dengan infus intravena. Diazepam intramuskular ditandai dengan penyerapan menentu. Bioavailabilitas setelah pemberian oral dan rektal diazepam dilaporkan menjadi baik, dengan hampir lengkap plasma tingkat penyerapan dan puncaknya terjadi dalam 30-90 menit. Algoritma pemberian diazepam apabila pasien datang dengan keluhan kejang maka diberikan diazepam 10 mg i.m. kemudian dievaluasi, apabila masih kejang berikan lagi 10 mg maksimal 3x pemberian. Apabila masih kejang, maka masuk ICU. Namun apabila sudah tidak kejang masuk ke maintenance dimana alur ini sama dengan pemberian diazepam saat pertama kali dan langsung tidak kejang. Maintenance ini diberikan dengan dosis 20mg/kgBB/24 jam diberikan dalam 8 dosis setiap 3 jam. Apabila tidak kejang dalam 48-72 jam maka dosis diturunkan 10-15%. Apabila masih kejang, maka dosis dinaikkan perlahan dan jarak interval dosis menjadi 2 jam. KESIMPULAN Pada kasus ini, penderita lakilaki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahanlahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). Pemberian diazepam pada pasien ini ternyata efektif sebagai pemberian terapi antikonvulsan dan sebagai relaksasi kejang otot dan kekakuan otot. Referensi 1.Weinberg WA. Control of the neuromuscular and convulsive manifestations of severe systemic tetanus: case report with a new drug Valium (Diazepam). Clinical Pediatrics 1964;71:226-8. 2.Rey M, Diop-Mar I, Robert D. Tetanus: Important new concepts. In: Veronesi R, editor(s). Excerpta Medica. Amsterdam, 1981:207-37 3.Arrate JK, Ugidos M, Garcia Rodrigo. Neonatal tetanum treatment with high doses of diazepam. Espanoles de Pediatria 1980;13:243-6. 4.Fox GS, Wynands JE, Bhambhami M. A clinical comparison of diazepam and thiopentone as induction agents to general

anaesthesia. Canadian Anaesthetists' Society Journal 1968;15:281-90. 5.Dalen JE, Evans GL, Banas JS, Brooks HL, Paraskos JA, Dexter L. The haemodynamic and respiratory effects of diazepam (Valium). Anesthesiology 1969;30:259-63 Penulis Barii Hafidh Pramono, Ilmu Bagian Penyakit Syaraf, RSUD Panembahan Senopati Bantul, Yogyakarta. 2012

Penggunaan Kortikosteroid pada Pasien Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:14 UTC] Abstrak Asma bronkhial adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, reversibel dimana trakeobronkial berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. Asma bronkhial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubahubah baik secara spontan maupun hasil pengobatan. Asma bronkhial tebagi atas tiga macam serangan yakni serangan ringan, sedang, dan berat. Selain itu asma bronkhial juga terbagi tiga episodik yakni episodik jarang, sering dan resisten. Keyword : Asma Bronkhial, Serangan, Episodik. ISI Pasien Ny. E.W usia 47 tahun datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Pasien mengaku belum minum obat apapun sebelumnya. Pasien juga bukan pengguna obat semprot untuk sesak nafas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. BAK (+) BAB (+) normal seperti biasa. Suami pasien bukan perokok. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+), dan tidak ada peningkatan apapun pada pemeriksaan laboratorium. DIAGNOSIS Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang. TERAPI •infus RL 8 tpm •nebulizer ventolin ampul/8 jam à k/p •acitromisin 1x500 •ambroxol 3x1 •metilprednisolon ¼ ampul/ 12 jam •salbutamol 3x2 mg DISKUSI Salah satu teori mengemukakan bahwa kortikosteroid dapat membentuk makrokortin dan lipo-modulin yang bekerja menghambat fosfolipase A2 membentuk leukotrien. Prostaglandin, tromboksan dan metabolit asam arakidonat lain. Kinerja makrokortin terhadap fosfolipase A2. Mekanisme kerja steroid yang lain adalah menghalangi pembentukan mediator oleh sel inflamasi, menghalangi penglepasan mediator dan menghalangi respons yang timbul akibat lepasnya mediator. Kortikosteroid dapat menekan pembentukan mast netrofil, eosinofel, kininogen di plasma. Selain itu juga dapat menghambat penglepasan basofil, makrofag, eosinofil, basofil. Kortikosteroid juga mampu menghalangi penggabungan terhadap leukosit. Kortkosteroid tidak dapat merelaksasi otot polos jalan nafas secara langsung tetapi dengan jalan mengurangi reaktifitas otot polos disekitar saluran nafas, meningkatkan sirkulasi jalan nafas, dan mengurangi frekuensi keparahan asma jika digunakan secara teratur. Cara pemberian yang paling baik adlah inhalasi. Pemakaian kortikosteroid jangka panjang dapat menurunkan kebutuhan terhadap kortikosteroid sistemik. Pada pemakaian kortikosteroid inhalasi jangka panjang dapat timbul efek samping kandidiasis orofaring, disfonia. Efek smaping itu dapat dicegah dengan pemakaian spacer atau dengan

mencuci mulut sesudah pemakaian alat. Obat kortikosteroid sistemik diberikan apabila obat ibhalsi masih kurang efektif dalam mengontrol asma. Obat sistemik juga diberikan pada saat terjadi serangan asma yang berat. Pada penderita asma akut berat ternyata pemberian kortikosteroid intravena yakni triamnisolon asetonid 40 mg memberikan perbaikan klinis dan faal paru yang lebih baik secara bermakna. Contoh obat kortikosteroid inhalasi, beclomethasone dipropionate bentuk sediaan inhalasi aerosol dengan dosis 200 µg 2x sehari, budesonide bentuk inhalasi aerosol 200 µg 2x sehari serbuk inhalasi dengan dosis 200-1600 µg sehari, dan fluticasone inhalasi aerosol 100-250 µg 2x sehari KESIMPULAN Pasien Ny. E.W datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+). Pada pasien ini diberikan kortikosteroid sebagai salah satu terapi yang direncanakan. Referensi 1.Feek MC. Oral corticosteroid use. Medicine Digest Asia 1992;10:1720.Medical Progress 1995;22:18-25. 2.Brogden RN, Tavish DM. Budesonide its use updated. Medical Progress 1993;20:19-21. 3.Ikhsan M, Yunus F, Mangunnegoro H. Efek beklometason dipropionat dan ketotifen terhadap hiperaktivitas bronkus pada penderita asma. J Rerpir Indo 1995;15:146-55. 4.Park CS. Use of inhaled corticosteroids in adult with asthma. Medical Progress 1999;20:17-20. Penulis Barii Hafidh Pramono, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, RSUD Panembahan Senopati, Bantul, Yogyakarta. 2012

Kriteria Ikterik Neonatorum (Hiperbilirubinemia Indirect) DD Observasi Infeksi Neonatus pada Bayi Prematur
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:07 UTC] Abstrak Ikterus yang ditemukan pada bayi baru lahir dapat merupakan suatu gejala fisiologis (terdapat pada 25-50% neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada neonatus kurang bulan) atau dapat merupakan hal yang patologis misalnya pada inkompatibilitas Rhesus dan ABO, sepsis, galaktosemia, penyumbatan slauran empedu dan sebgaainya. Ikterus fisiologis adalah ikterus yang timbul pada hari kedua dan ketiga yang tidak mempunyai dasar patologis, kadarnya tidak melewati kadar yang membahayakan atau mempunyai potensi menjadi ‗kernicterus‘ dan tidak menyebabkan suatu morbiditas pada bayi. Ikterus patologis adalah ikterus yang mempunyai dasar patologis atau kadar bilirubinnya mencapai suatu nilai yang disebut hiperbilirubinemia. Keyword : Hiperbilirubinemia, Ikterus Neonatorum, Ikterus Patologis ISI Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah, prematur. Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan, APGAR skor 5/6, berat badan lahir 1600 gram, panjang badan 41 cm pada usia kehamilan 31+5 minggu. Sesaat setelah dilahirkan, diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24,81 mg/dl; bilirubin direct: 0,61 mg/dl; bilirubin indirect: 24,21. DIAGNOSIS Observasi Ikterik Neonatorum DD Infeksi Neonatus

ABO antagonis. ABO dan sebagainya. -Kelainan metabolik : hipoglikemia.81 mg/dl. 3. Pengurangan uptake . -Infeksi : septikemia. bilirubin direct: 0. sifilis. perdarahan karena trauma lahir. 4. polisitemia.21. mekonium ileus. Peningkatan produksi bilirubin Penyakit hemolitik -Inkompatibilitas (Rh. delayed . enzim glukoronyl transferase yang belum cukup jumlahnya. meningitis. stenosis pilorik. pyruvate kinase -Infeksi neonatus -Hematoma Peningkatan Red Blood Cells -Polysitemia B.Keadaan ikterus dipengaruhi oleh: -Faktor produksi yang berlebihan melampaui pengeluarannya. gangguan fungsi hepar akibat asidosis. 2.Sepsis Asidosis . -Pirau enterohepatik yang meninggi : obstruksi usus letak tinggi. -Gangguan dalam ekskresi akibat sumbatan dalam hepar atau diluar hepar.Hypothiroidisme . diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. berat badan lahir 1600 gram. penyakit karena toksoplasmosis. defisiensi G-6-PD). infantil pykoniositosis) -Defisiensi enzim: G6-PD. infeksi saluran kemuh. penggunaan antibiotik. hexokinase.61 mg/dl. sodium benzoat. 5. -Kelainan dalam sel darah merah seperti pada defisiensi G6-PD (glukosa -6 fosfat dehidrokinase). ABO) -Defek membran ( sperositosis. Defisiensi albumin menyebabkan lebih banyak bilirubin indirek yang bebas dalam darah yang mudah melekat pada otak (terjadi kernikterus). talasemia dan lain-lain. Bayi Kurang Bulan ≥ 10 mg/dL -Peningkatan bilirubin > 5 mg/dL dalam 24 jam atau > 0. elliptositosis. hipoksia dan infeksi atau tidak terdapat enzim glukoronil transferase (G-6-PD) -Gangguan transportasi bilirubin dalam darah terikat oleh albumin kemudian diangkut ke hepar. breast milk ß – glukoronidase. -Ikterus menetap sesudah bayi umur 10 hari (bayi cukup bulan) dan lebih dari 14 hari pada BBLR. atau kenaikan bilirubin serum 1 mg/dl/jam atau lebih 5 mg/dl/hari. Penurunan metabolisme bilirubin 1. bilirubin indirect: 24. -Bilirubin direk lebih dari 1 mg/dl.Penyebab hiperbilirubinemia indirek A. -Gangguan dalam uptake dan konjugasi hepar disebabkan imaturitas hepar. Pada bayi ini dimungkinkan penyebab terjadinya hiperbilirubinemia indirect dikarenakan pemecahan sel darah merah yang terlalu cepat.Panhypopituitarisme 3. dan sebagainya. -Hemolisis : hematoma. panjang badan 41 cm. steroids. rubela. penyakit Hirschprung. Penurunan konjugasi . Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan. Terdapat pada hemolisis yang meningkat pada ketidak cocokkan golongan darah (Rh. Sesaat setelah dilahirkan.Defisiensi glukuronil transferase (Crigler-Najjar syndrom) -Gilbert‘s syndrom -Hiperbilirubinemia familial (LuceyDriscoll syndrom) . salisilat. -Penyebab : kurang protein Y dan Z.Keadaan yang menimbulkan ikterus patologis -Penyakit hemolitik. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24. -Kadar bilirubin serum pada bayi cukup bulan tidak lebih dari 12 mg/dl dan pada BBLR 10 mg/dl dan akan hilang pada hari ke-14. APGAR skor 5/6. KESIMPULAN Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah. -Hypomotilitas usus menahan mekonium -Penurunan flora usus Bayi baru lahir.Penyakit jantung kongenital 2. prematur. Perubahan siklus enterohepatik Breastfeeding Asam lemak bebas. serum bilirubin total lebih dari 12 mg/dl -Ikterus yang disertai proses hemilisi (inkompatibilitas darah. isoantibodi karena ketidak cocokkan golongan darah ibu dan anak seperti rhesus antagonis.Kriteria ikterus neonatorum patologis: -Timbul dalam 24 jam pertama kehidupan -Bilirubin total (indirek) Bayi Cukup Bulan ≥ 13 mg/dL. galaktosemia Obat-obatan yang menggantikan ikatan bilirubin dengan albumin seperti sulfonamida. kurangnya substrat atau konjugasi (mengubah) bilirubin. dan sepsis).5 mg/dL/jam -Kadar bilirubin direk > 2 mg/dL -Ikterus timbul 24 jam pertama kehidupan. gentamisisn dan sebagainya.Kriteria Ikterus neonatorum fisiologis -Warna kuning terjadi pada hari ke 2 atau ke 3 dan tampak jelas pada hari ke 5 -6 dan menghilang pada hari ke 10.TERAPI •O2 Headbox 5L/ menit •Infus D5% 5 tetes/menit •Cefixim peroral 2x10 mg •Fototerapi 24 jam •Diit ASI DISKUSI 1.Hipoxia .Shunt porta caval . Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. hepatitis. defisiensi enzim G6-PD.

Yogyakarta.Behrman. Vakum ekstraksi merupakan tindakan obstetri yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi. ada keluar lendir darah positif. presentasi kepala. seksio sesarea pada persalinan sebelumnya yang merupakan indikasi dari pihak ibu. Pada umumnya kala II lama dengan presentasi belakang kepala merupakan indikasi pula untuk melakukan vakum ekstraksi berhubung dengan meningkatnya bahaya bagi ibu dan janin. sedangkan gejala gawat janin merupakan indikasi dari pihak janin. Keyword : Caput Succadeneum Artifialis. STLD (+). AK (-). Jakarta : EGC. (2000). pengawasan khususnya terhadap janin harus dilakukan dengan teliti. Vakum Ekstraksi. Air ketuban berwarna hijau keruh. Edisi ke 20. Dalam hubungan ini. 16th ed. dinding vagina licin. Jaundice. janin dapat dilahirkan pervaginam. 4.Current pediatric diagnosis and treatment. (2000). ibu kooperatif dan masih mampu untuk mengedan.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. ketuban sudah pecah di bidan jam 05. ISI Pasien Ny.feeding. Apabila his cukup kuat dan persalinan belum selesai setelah kala II lamanya pada seorang primigravida 11/2 . Syarat dilakukan vakum ekstraksi antara lain janin idup.USA: Mc graw hill. 3.30 WIB Frekwensi his 2-3‘/30-40‖/kuat. penurunan kepala janin di Hodge III. 2. Philadelphia: Saunders. pembukaan lengkap. RSUD Panembahan Senopati. Ilmu Bagian Kesehatan Anak.Thiloho HE. Penulis Barii Hafidh Pramono. kepala janin sudah mengalami engagement. pembukaan portio lengkap. vol 2). pada pemeriksaan dalam didapatkan vulva uretra tenang. & Arvin. Pediatric decision making strategies to accompany Nelson of pediatrics. Nelson Ilmu Kesehatan Anak ( edisi: 15. kontraksi masih baik. terlambatnya maturitas dari hepatika postnatal.30 WIB. 1 jam kemudian bayi belum lahir. pembukaan 10cm. selaput ketuban (-).. sebaiknya pada presentasi belakang kepala dengan . selaput ketuban (-).Saunders A. Buku Ajar Neonatologi. Prinsip dari vakum ekstraksi adalah membuat suatu caput succadeneum artifisialis dengan cara memberikan tekanan negatif pada kulit kepala janin melalui alat ekstraktor vakum. eklampsia. W Usia 20 tahun datang rujukan dari bidan. Indikasi dilakukannya vakum ekstraksi ini diantaranya penyakit jantung kompensata. Rosenberg AA. AK (-). presentasi kepala. 2012 Penatalaksanaan Vakum Ekstraksi pada Ibu Primigravida Hamil Postdate atas indikasi Kala II Tak Maju Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono.2 jam dan 1/2 jam pada seorang multipara.Indikasi Vakum Ekstraksi Vakum ekstraksi untuk mengakhiri persalinan dilakukan apabila keadaan ibu atau janin memerlukan penyelesaian dalam waktu singkat. ketuban sudah pecah atau dipecahkan. Kliegman. Umur kehamilan 40+4 minggu. 2012 [23:01 UTC] Abstrak Vakum ekstraksi adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan ekstraksi tenaga negatif (vakum) pada kepalanya. Pada pemeriksaan dalam vulva uretra tenang. UUK jam 12.10-18. DIAGNOSIS Dalam Persalinan Kala II Tak Maju TERAPI •Terminasi Kehamilan dengan Vakum Ekstraksi DISKUSI 1.. Jakarta : IDAI. h. 1397. Hiperbilirubinemia. Referensi 1. UUK jam 12. kepala janin harus dapat dipegang mangkuk vakum. kepala tetap di H3-4. Bantul. rendahnya level serum albumin. Janin. Pasien datang dengan keluhan kencang-kencang teratur pukul 23.00 WIB. (2002). Keesokan paginya pukul 08. STLD (+). dinding vagina licin. portio tidak teraba. 147-169. portio tidak teraba. kepala tetap di H3-4. (2011).

Biasanya tekanan ini sudah cukup. Letak mangkok pada kepala harus sedemikian rupa sehingga arah tarikan nantinya tegak lurus dengan mangkok. Mula. Kandung kencing dan rectum harus kosong.Pemasangan Vakum Ekstraksi Pasien dalam posisi litotomi. Dengan demikian pada his berikutnya ibu meneran lagi dan kepala sekarang maju dengan titik permulaan yang lebih rendah letaknya. maka harus segera dilepaskan dari jepitan.Cara Tarikan Pada Vakum Ekstraksi Seperti telah dijelaskan di atas tarikan definitif pada ekstraktor vakum sinkron dengan his dan tenaga meneran. Kemudian mangkok diputar. Apabila his hilang tarikan jangan dilepas sama sekali. . Kulit kepala janin disedot ke dalam mangkok dan mangkok melekat pada kepala.Kontraindikasi Vakum Ekstraksi Kontra indikasi dilakukannya vakum ekstraksi antara lain janin preterm. Dulu ekstraksi ini dipakai juga dengan tarikan kontinyu pada pembukaan kecil.7 kg/cm2. 4. Mangkok dicelup dalam air sabun steril atau dibasahi seluruhnya dengan spiritus-sabun (jangan menggunakan minyak karena licin dan mudah lepas).7 atau 0. Lamanya tindakan sebaiknya tidak melebihi 20 menit. Dalam hai ini ekstraktor vakum sudah boleh ditarik secara hati-hati supaya mangkok jangan sampai lepas dan supaya kepala janin lebih turun. Setelah tekanan yang diinginkan tercapai masih ditunggu 2 menit lagi sebelum tarikan definitif dimulai bersama-sama dengan his sambil wanita disuruh meneran seperti pada pimpinan partus biasa dengan kedua lengan wanita merangkul dan menarik lipat lutut ke arah kepala ibu.mula mangkok dalam posisi agak miring (tidak menghadap vulva) dimasukkan ke dalam introitus vagina sambil menekan komissura posterior ke belakang dan kemudian diselipkan ke dalam vagina. Jadi tarikan pada ekstraktor vakum sifatnya berkala (intermiten). Akan tetapi sekarang usaha ini tidak dilakukan lagi karena waktu tindakan terlampau lama dan dianggap berbahaya bagi anak. sehingga menghadap ke kepala janin. muka. Arah tarikan harus sesuai dengan turunnya kepala (seperti pada cunam) dan tegak lurus dengan mangkok: -Kepala tinggi. Di luar his. udara dari pompa dikeluarkan sehingga tercapai tekanan negatif dalam botol. Dipilih mangkok yang akan dipakai. Selama itu pemeriksaan dalam ulangan harus dilakukan beberapa kali.8.4 kg/cm2 dan ditunggu lagi 2 menit. Tarikan definitif dilakukan apabila sudah dicapai tekanan 0. Apabila oksiput tidak jelas letaknya atau presentasi lain. Supaya mangkok melekat dengan benar.6. maksimum 40 menit. Apabila perlu ditambah lagi sampai minus 0. turunnya kepala janin dan posisinya. panggul sempit. mangkok harus diisi penuh dengan kulit dan jaringan bawah kulit secara perlahan-lahan. arah tarikan ke dorsal -Kepala tengah. malpresentasi (dahi. terlebih bila kepala masih tinggi. bokong). lalu dimasukkan ke dalam vagina. sedikitnya setiap kali setelah tekanan dinaikkan untuk memeriksa apakah ada jaringan terisap ke dalam mangkok. persalinan diselesaikan. Ekstraksi yang terlampau lama dianggap berbahaya bagi anak. pipa-pipa dan mangkok. tarikan definitif tidak boleh dilakukan karena kurang efektif.2 kg/cm2 kemudian ditunggu 2 menit lagi. sifat portio dan vagina. Pada umumnya dalam hal ini ubun-ubun kecil sudah di depan 2. lalu dipompa sampai minus 0. Dengan pompa lekatan erat dicapai dengan meningkatkan tekanan negatif dalam 3 tahap. Ada kalanya his sudah timbul sebelum tekanan yang dikehendaki tercapai. Anestesi blok pudendus jika perlu. misalnya 4 cm dengan mangkok nomor 3. Mula-mula dipompa sampai minus 0. akan tetapi tarikan ringan diteruskan secara kontinu supaya kepala tidak terlampau mundur. puncak kepala. Oleh asisten. Dalam presentasi belakang kepala mangkok dipasang pada oksiput atau sedekat-dekatnya.kepala janin di dasar panggul. 3. Vulva dan sekitarnya dibersihkan dengan kapas sublimat atau kapas lisol dan kemudian dengan tinctura jodii 2%. Kemudian dengan satu atau dua jari diperiksa di sekitar mangkok apakah ada jaringan portio atau vagina terjepit. dilakukan.6 atau 0. untuk mempercepat pembukaan. Dilakukan pemeriksaan dalam sekali lagi dengan teliti dengan perhatian khusus pada pembukaan. maka mangkok dipasang dekat pada sakrum ibu. Akhirnya dipompa sampai minus 0. Apabila ada jaringan terjepit.

Pada kasus ini tindakan yang dipilih adalah vakum ekstraksi. Sinpsis Obstetri. sambil tangan kiri berusaha supaya mangkok tidak mudah lepas dari kepala. Mangkok lepas pada waktu traksi kemungkinan disebabkan tenaga vakum terlalu rendah. Dalam hal demikian jaringan lunak mudah tersedot ke dalam mangkok. harus diteliti satu persatu kemungkinan. traksi terlalu kuat. Yogyakarta. Jakarta : YBPSP. mangkok lepas sebanyak tiga kali. sehingga tidak terbentuk kaput suksedaneum yang sempurna yang mengisi seluruh mangkok. misalnya kebocoran pada karet saluran penghubung. bagian-bagian jalan lahir (vagina. W mengalami tidak adekuat mengejan sehingga bayi belum lahir lebih dari 1 jam setelah dipimpin persalinan. dan syarat-syarat vakum sudah terpenuhi yaitu pembukaan lengkap. 2012 . 1998. KESIMPULAN Pada kasus ini. RSUD Panembahan Senopati. Obstetri Fisiologi. Sarwono. Ny. Secara reflektoris tarikan segera dihentikan sehingga mangkok tidak jadi lepas. Jadi ada kerjasama (sinkronisasi) antara tangan kanan dan tangan kiri. tangan kiri mengambil alih ekstraktor vakum dengan memegang pipa karetnya (bukan pegangannya) dekat pada vulva sambil pipa dililit-lilitkan pada jari-jari. cacat (defect) pada alat. presentasi kepala. Mangkok dapat dilepaskan dari kepala anak. Apabila kepala sudah hampir lahir.Sastrawinata. 1993. Penyakit Kandungan. dalam waktu setengah jam dilakukan traksi.kemungkinan di atas dan diusahakan melakukan koreksi. janin hidup dan tidak ada gawat janin. maka pipa karet yang menghubungkan botol dengan pegangan dilepaskan lebih dahulu. Dalam keadaan ini. Ilmu Kebidanan. 5. Arah tarikan dengan tangan kiri itu adalah ke atas (ventral).arah tarikan datar -Kepala di dasar panggul. 3. sehingga perlu diperiksa dalam lagi. bersamaan ibu jari menekan mangkok bagian depan pada kepala. Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan. kedua tangan kiri dan kanan penolong tidak bekerja sama dengan baik. Asuhan Maternal dan Nonatal. Setelah seluruh kepala lahir. Apabila mangkok sukar lepas karena sangat erat hubungannya dengan kapala. lahirnya kepala dapat diusahakan perlahan-lahan seperti pada partus spontan.Mochtar. Apabila tangan kanan mengadakan ekstraksi. Tiga jari tangan kiri dimasukkan ke dalam vagina: ibu jari ditempatkan di pinggir mangkok bagian depan. Karena itu perlukaan jalan lahir ringan. portio) ada yang terjepit ke dalam mangkok. cukup bulan (tidak prematur). bahu dan badan anak dilahirkan seperti biasa. kontraksi baik dan ibu kooperatif dan masih mampu mengejan Referensi 1. karena sewaktu mangkok mulai mau lepas terdegar bunyi sedotan seperti bunyi peluit. Bantul. Pertimbangan episiotomi menurut keadaan. harus dilakukan terminasi kehamilan dengan vakum ekstraksi atau forsep jika tidak dapat menyebabkan gawat janin. selaput ketuban melekat antara kulit kepala dan mangkok sehingga mangkok tidak dapat mencengkam dengan baik. Jakarta : ECG. Penulis Barii Hafidh Pramono. Tangan kanan yang sekarang bebas menyokong dan melindungi perineum. jari telunjuk dan jari tengah di kepala anak. Setiap mangkok lepas pada waktu traksi. keadaan ini sudah memenuhi kriteria kala II tak maju yaitu 2 jam untuk primigravida atau bila dalam 1 jam primigravida kepala tidak turun atau putar paksi tidak terjadi. Bandung : Fakultas kedokteranUniversita Padjajaran Bandung. Dengan ekstraktor vakum. Dengan pegangan tiga jari ini (Drei-fingergriff) mangkok tidak mudah lepas karena menurut pengalaman mangkok biasanya lepas di pinggir depan lebih dulu. Jakarta : ECG. penurunan kepala di H3-4. 1998. 4. ventral dari mangkok. adanya disproporsi sefalopelvik. Rustam. Bagi orang yang banyak pengalaman dengan ekstraktor vakum jarang lepas sama sekali. janin tidak lahir.Prawirohario. Kemudian ventil dilepas (sekrupnya dikendorkan) perlahan-lahan supaya udara masuk ke dalam botol dan tekanan negatif hilang.Kriteria Vakum Ekstraksi Waktu dilakukan traksi. 2.Manuaba. 2002. Sulaiman. tekanan negatif dibuat terlalu cepat. arah tarikan ke atas/ventral Mula-mula tarikan dilakukan oleh tangan kanan pada pegangan yang berbentuk palang.

alergi. Injeksi konjuntiva OD (+) dan OS (+). Beberapa jenis Konjungtivitis dapat hilang dengan sendiri. kelopak mata bagian atas nampak menggelantung (pseudoptosis) seolah akan menutup akibat pembengkakan konjungtiva dan peradangan sel-sel konjungtiva bagian atas.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Iris ODS berwana hitam dengan gambaran kripta dan bentuk radier. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus. Mata merah disertai dengan keluhan gatal. Keyword : konjungtivitis. dan menggunakan kain lap. visus pasien tidak dapat dinilai. 2012 [15:07 UTC] Abstrak Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Pada kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun. bakteri. Reflek direk (+) dan reflek indirek (+). kedua kelopak mata lengket terutama saat bagun pagi hari dan keluar kotoran. misalnya kontak lensa. atau kontak dengan benda asing. misalnya kontak lensa. selaput bening yang menutupi bagian berwarna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata. Diagnosis Konjungtivitis Bakterial ODS Terapi Pasien diberi terapi medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. kedua kelopak mata melengket terutama saat bangun pagi hari dan keluar kotoran mata. Manifestasi Klinis Tanda-tanda konjungtivitis. Konjungtivitis lebih dikenal sebagai pink eye. datang dengan keluhan kedua mata merah sejak 1 minggu yang lalu. antara lain : konjungtiva berwarna merah (hiperemi) dan membengkak. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari. alergi. Mata merah disertai dengan keluhan gatal. pembesaran pembuluh darah di konjungtiva dan sekitarnya sebagai reaksi nonspesifik peradangan. Konjungtivitis terkadang dapat ditandai dengan mata berwarna sangat merah dan menyebar begitu cepat dan biasanya menyebabkan mata rusak. Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan . Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit. Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran. Pada riwayat penyakit dahulu tidak didapatkan keluhan serupa sebelumnya maupun riwayat trauma mekanis pada mata. namun tidak ada perubahan. Pasien sudah pernah diperiksa di puskesmas dan diberi obat tetes. Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. sekret OD (+) dan OS (+). tapi ada juga yang memerlukan pengobatan. berair (nyrocos).Terapi Konjungtivitis Bakterial Pada Anak Laki-laki usia 1 tahun Dibuat oleh: Bombong Nurpagino. bakterial Kasus Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun. produksi air mata berlebihan (epifora). sekret berwarna kehijauan. Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. atau kontak dengan benda asing. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus. Pada pemeriksaan obyektif ditemukan konjungtiva ODS hiperemis. Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain. berair (nyrocos). yaitu adanya inflamasi pada konjungtiva atau peradangan pada konjungtiva. Pada pemeriksaan subyektif mata. Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat. pembengkakan kelenjar (folikel) di konjungtiva dan sekitarnya. Diskusi Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Permukaan kornea ODS jernih dan ukuran kedalaman COA dalam dan isinya jernih. terbentuknya membran oleh proses koagulasi fibrin (komponen protein) dan dijumpai sekret dengan berbagai bentuk (kental hingga bernanah). dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan kedua mata merah sudah sejak 1 minggu yang lalu. bakteri.

Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain. dan menggunakan kain lap.14. pasien dan atau keluarga pasien harus diberi edukasi bagaimana cara menghindari kontraminasi mata yang sehat atau mata orang lain. Voughan. 2003. Ed 3. Jilid 1. Sidarta. sehingga kontraindikasi untuk usia di bawah 10 tahun. Jakarta: EGC. Widya Medika. Kesimpulan Penatalaksanaan pada kasus ini dengan medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. hal 2. Bagian Ilmu Penyakit Mata. Ed. Penatalaksanaan Bila konjungtivitis disebabkan oleh mikroorganisme. Nana S. dan sapu tangan baru yang terpisah untuk membersihkan mata yang sakit. rapazoline 0.15. Pengobatan spesifik tergantung dari identifikasi penyebab. dan menggunakan kain lap. Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit. Tanzil. Putz. diganti dengan doxycycline 100 mg TID atau erythromycin 250 mg QID PO. tanpa adanya kontraindikasi. Oftalmologi Umum (General Ophthalmology). Sidarta Prof. QID cukup efektif. Edisi 21. 4. Perawat dapat memberikan intruksi pada pasien untuk tidak menggosok mata yang sakit dan kemudian menyentuh mata yang sehat. diberikan Tetracycline oral 250 mg atau erythromycin 250 mg QID PO. & Pabst R. Terapi dilanjutkan 2 sampai 4 minggu. Taylor. Muzakkir. Ilyas. terutama pada konjungtivitis karena alergi. bersama dengan pemberian salep antibiotik topikal seperti bacitracin atau erythromycin sebelum tidur. Konjungtivitis karena bakteri dapat diobati dengan sulfonamide (sulfacetamide 15 %) atau antibiotika (Gentamycine 0. Sari Ilmu Penyakit Mata.1 %). Riordan Eva. Pembersihan kelopak 2 sampai 3 kali sehari dengan artifisial tears dan salep dapat menyegarkan dan mengurangi gejala pada kasus ringan. R. Ilyas. S. Metronidazole topikal (Metrogel) diberikan pada kulit TID juga efektif. Ilmu Penyakit Mata.Ked (20060310080). Karena tetracycline dapat merusak gigi pada anak-anak. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari. Pada kasus yang dicurigai. Konjungtivitis karena jamur sangat jarang sedangkan konjungtivitis karena virus pengobatan terutama ditujukan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder. 3. Jakarta: 1993. dr. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. . satu tetes. konjungtivitis karena alergi di obati dengan antihistamin (antazidine 0. Asbury. Jakarta: 2000. Pada kasus ini. 14. Jakarta : 2000. H. pemeriksaan X-ray dada untuk menyingkirkan tuberkulosis. Apabila etiologinya dicurigai reaksi Staphylococcus atau acne rosasea.05 %) atau kortikosteroid (misalnya dexametasone 0. Ilmu Penyakit Mata.5 %). peka terhadap cahaya. Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat.D. Pada banyak kasus Prednisolon asetat (Pred forte). mata terasa gatal. Referensi 1. Zainal.3 %. Sikloplegik hanya dibutuhkan apabila dicurigai adanya iritis. Gejala lainnya adalah mata berair. Penanganannya dimulai dengan edukasi pasien untuk memperbaiki higiene kelopak mata. Abadi Tegal. Jakarta: FKUI.5 %. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih. Ilyas S. Jakarta: Balai penerbit FKUI. Azhar. Paul. Asuhan khusus harus dilakukan oleh personal asuhan kesehatan guna mengindari penyebaran konjungtivitis antar pasien. Ilmu penyakit mata. Sobotta. SpM. mencuci tangan setelah setiap kali memegang mata yang sakit. terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun pada pagi hari. Kelopak mata bisa membengkak dan sangat gatal. 2009 2. Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. mata terasa nyeri. Daniel G. Wijana. Balai Penerbit FKUI. chlorampenicol 0. 134. 2000 Penulis Bombong Nurpagino.berwarna putih. pandangan kabur. handuk. 42-50. Salamun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful