P. 1
Pres Us

Pres Us

|Views: 663|Likes:
Published by Nursalim

More info:

Published by: Nursalim on May 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

PENEGAKAN DIAGNOSIS FARINGITIS KRONIS EKSASERBASI AKUT ET CAUSA GASTROESOFAGEAL REFLUX DISEASE (GERD

)
Dibuat oleh: Dianita Rachmawati,Modifikasi terakhir pada 20 hour(s) 9 minute(s) ago ABSTRAK GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Keyword : Faringitis Kronis , Gastro-Esophageal Refluks Disease (GERD) KASUS Seorang laki-laki berusia 51 tahun dating ke Poliklinik THT dengan keluhan nyeri pada tenggorokan sejak 2 hari yang lalu. Pasien tidak mengeluhkan adanya batuk maupun pilek. Pasien mengaku tenggorokannya terasa kering dan panas seperti terbakar serta adanya nyeri saat menelan. Pasien merasakan di tenggorokannya seperti ada yang mengganjal. Keluhan ini sering dirasakan kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu terutama setelah maagnya kambuh. Riwayat menderita sakit maag dan sering mengeluhkan mual dan terasa panas seperti terbakar pada dada yang terutama dikeluhkan saat pasien mengkonsumsi kopi/teh. Pasien juga merasakan demam yang tidak terlalu tinggi dan nyeri ulu hati disertai mual sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien baik, compos mentis, Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 88x/menit, suhu afebris, laju pernapasan 22x/menit. Pada pemeriksaan tenggorokan didapat dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi, tidak terdapat pembesaran tonsil, limfonodi tak teraba. Pada pemeriksaan abdomen didapat nyeri pada bagian epigastrium. DIAGNOSIS Faringitis Kronis et causa Gastroesofageal Reflux Disease (GERD) TERAPI Terapi pada pasien ini berupa Proton Pump Inhibitor yaitu Omeprazol 1x20 mg. DISKUSI GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. GERD disebabkan oleh kadar asam lambung yang tinggi, sedangkan faktor- factor yang dapat mempengaruhi terjadinya GERD antara lain : sfingter bawah esophageal, hiatal hernia, kontraksi esophageal dan pengosongan lambung. Tanda dan gejalanya meliputi Rasa seperti terbakar adalah gejala yang paling sering terjadi, erosi pada esophagus (erosive esofagitis), Suara parau (disfonia) kronik karena edema dan lesi inflamasi pada plika vokalis, Clearing faring kronis karena iritasi serta peningkatan sekresi mukosa faring serta kesulitan menelan (odinofagi), Tenggorokan serasa tercekik. Pada kasus ini pasien mengeluh nyeri seperti terbakar dan panas di tenggorokannya yang disertai nyeri saat menelan yang dirasakan selama 2 hari yang lalu tetapi kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu. Pasien juga mempunyai riwayat sakit maag Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah dengan esophagogram, endoscopy, laryngoscopy, esophageal pH monitoring, dan esophageal motility studies. Akan tetapi pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan tersebut karena

keterbatasan alat. Terapi pada GERD adalah dengan pemberian obat-obat yang dapat mengurangi kadar asam lambung, dapat berupa golongan antacid, H2 blocker ataupun Proton Pump Inhibitor. Yang disertai dengan manajemen terapi non medikasi yang terdiri atas , Hindari makanan berlemak, minuman berkafein (seperti soda, kopi, dsb), cokelat, mint, makanan pedas, makanan berbahan dasar tomat, bawang putih dan merah, berhenti merokok , tidak minum alcohol , mengurangi berat badan jika berlebih, tinggikan kepala ketika tidur ,kurangi makan saat malam , setelah makan tunggu beberapa jam (minimal 4 jam) sebelum tidur atau berbaring, biarkan lambung kosong terlebih dulu, diet tinggi karbohidrat, protein dan rendah lemak, mengindari pakaian yang ketat , menghindari konsumsi obat-obatan yang menurunkan tekanan sfingter esophagus seperti teofilin, agen antikolinergik, alfa adrenergic antagonis, beta-agonis, kalsium channel blocker, nitrat, serta obat-obatan NSAID seperti aspirin. KESIMPULAN GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Pada pasien ini didiagnosis faringitis kronis et causa gastroesofageal reflux disease (GERD) didapat dari anamnesis yaitu rasa panas seperti terbakar dan nyeri saat menelan, keluhan ini kambuh jika maagnya kambuh sejak 2 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik yaitu dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi yang menunjukkan kondisi kronis pada faring (faringitis kronis). REFERENSI Acerra, John, M.D. Acute Pharyngitis. Diakses dari www.emedicine.com. Ahuja, Vanita,M.D, Yencha, Myron,M.D, Lassen, Lorenz,M.D. Head and Neck Manifestations of Gastroesophageal Reflux Disease. Diakses dari www.americanacademyofamilyphysicians.com. Soepardi, Effiaty,Sp.THT, Iskandar, Nurbaiti, Sp.THT. Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher.2007.FKUI:Jakarta. Weinberg DS, Kadish SL. The diagnosis and management of gastroesophageal reflux disease.Med Clin North Am 1996;80:41129. PENULIS Dianita Rachmawati, Ilmu Penyakit THT, RSUD Salatiga

Intubasi Endotracheal Tube pada Pasien Struma Nodusa Non Toksik dengan General Anestesi
Dibuat oleh: M. Sudrajat,Modifikasi terakhir pada 4 hour(s) 18 minute(s) ago ABSTRAK Endotracheal Tube (ETT) adalah sejenis alat yang digunakan di dunia medis untuk menjamin saluran napas tetap bebas, ETT banyak digunakan oleh dokter dengan spesialisasi anestesi dalam pembiusan dan operasi. ETT dimasukkan kedalam trakea pasien untuk memastikan tidak tertutupnya trachea sebagai saluran pernapasan dan udara pernapasan dapat masuk kedalam paru-paru. ETT adalah alat yang paling tepercaya dalam menjamin saluran napas tetap bebas. Struma nodosa non toksik adalah pembesaran kelenjar tyroid yang secara klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa disertai tanda-tanda hypertiroidisme. Kata Kunci: Endotracheal Tube, Struma Nodusa Non Toksik KASUS Seorang wanita usia 47 tahun datang ke poli bedah RS Jogja dengan keluhan terdapat benjolan pada leher depan, benjolan dirasakan sejak beberapa bulan ini. Benjolan ikut bergerak ketika menelan, tidak ada nyeri telan dan nyeri tekan. Pasien

belum pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya, riwayat hipertensi, penyakit jantung, DM, asma, dan alergi disangkal. Keluarga tidak ada yang mengalami keluhan serupa. Riwayat hipertensi, peyakit jantung, DM, asma dan riwayat alergi dalam keluarga disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup dengan kesadaran compos mentis, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 72 x/menit, respirasi rate 18 x/menit, suhu 36,5 oC. Pada pemeriksaan leher tampak massa pada leher bagian depan, diameter ± 4 cm, massa bergerak ketika menelan. Pada perabaan leher teraba massa pada leher depan, konsistensi lunak, nyeri tekan (-), permukaan licin dan rata tidak berbenjol benjol. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. T3 ↓ dan FT4 N. Pemeriksaan foto thorax menunjukkan pulmo dan besar jantung dalam batas normal. DIAGNOSIS Struma Nodusa Non Toxic, ASA I TERAPI Premedikasi yang diberikan pada pasien ini adalah Ondancentron HCl 4 mg intravena, Ketorolac 30 mg intravena. Anestesi dilakukan dengan teknik general anestesia, dengan teknik semi closed, respirasi terkontrol dengan endotracheal. Induksi dengan Propofol 100 mg intravena. Pemeliharaan dengan N2O 2,5 liter/menit, O2 2,5 liter/menit, dan halotane 1,5 vol%. Pada pasien ini dilakukan monitoring melalui monitor elektronik dan inspeksi keadaan umum pasien, meliputi tekanan darah, respirasi, nadi, dan saturasi oksigen. Setelah operasi pasien diposisikan miring, pengawasan vital sign setiap 30 menit, kepala diekstensikan, oksigenasi sampai pasien sadar, setelah sadar dapat diet bebas, dan IVFD RL 20 tetes per menit. DISKUSI Pada kasus ini, pasien mengeluh muncul benjolan pada leher depan kanan. Oleh dokter spesialis bedah didiagnosis struma nodusa dan direncanakan untuk dilakukan operasi. Pasien mendapatkan tindakan general anestesi untuk operasinya. Pada pelaksanaan operasi, dipasang intubasi endotrakheal pada pasien sebagai pengelolaan jalan nafas. Tindakan anestesi dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali. Salah satu usaha yang mutlak harus dilakukan oleh seorang dokter anestesi adalah menjaga berjalannya fungsi organ tubuh pasien secara normal. Pengelolaan jalan nafas menjadi salah satu bagian yang terpenting dalam suatu tindakan anestesi, salah satu caranya adalah dengan melakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal adalah tindakan memasukkan pipa endotrakheal ke dalam trakhea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dikendalikan. Intubasi endotrakheal mempunyai tujuan mempermudah pemberian anestesi, mempertahankan jalan nafas agar tetap bebas serta mempertahankan kelancaran pernafasan, mencegah kemungkinan terjadinya aspirasi isi lambung, mempermudah pengisapan sekret trakheobronkhial, pemakaian ventilasi mekanis yang lama, mengatasi obstruksi laring akut. Walaupun intubasi endotrakheal mempunyai banyak keuntungan, namun pada keadaan tertentu melarang penggunaan intubasi endotrakheal, diantaranya beberapa keadaan trauma jalan nafas atau obstruksi yang tidak memungkinkan dilakukan intubasi endotrakheal, trauma servikal yang memerlukan keadaan imobilisasi tulang vertebrae servikal, sehingga sangat sulit untuk dilakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal tidak selalu mudah dilakukan untuk semua pasien, kesukaran yang biasa dijumpai adalah pasien dengan otot-otot leher pendek dengan gigi geligi yang lengkap, recording lower jaw dengan angulus mandibula yang tumpul, jarak antara mental symphisis dengan lower alveolar margin yang elebar memerlukan depresi rahang bawah yang lebih lebar selama intubasi. Mulut yang panjang dan sempit dengan arcus palatum yang tinggi. Gigi incisivum yang menonjol, kesukaran membuka rahang. Abnormalitas pada servikal spine, kontraktur jaringan leher. Pada tindakan operasi kasus ini, penggunaan intubasi endotrakheal dimaksudkan untuk mengamankan jalan nafas dan menjamin ventilasi pernafasan. Karena intubasi endotrakheal merupakan metode terbaik untuk membebaskan dan mempertahankan jalan nafas pada praktek anestesi dan resusitasi. Selain terdapat indikasi diatas, pada pasien tidak ditemukan

Anastesiologi. Sehingga pemasangannya pada pasien ini tergolong aman. Kartini A. Jakarta : bagian Anestesiologi dan terapi Intensif.2010. Sekitar mata (supersilia) Kedudukan alis baik. dan konjungtiva. trikiasis (-) Silia lengkap.Mangku.Gerakan Tidak ada gangguan gerak Tidak ada gangguan gerak .kontraindikasi penggunaan intubasi endotrakheal. jaringan parut (-) Kedudukan alis baik. Kelopak mata . Dalam : Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2.Arjun M. 20060310204. PENULIS Mohammad Sudrajat.Tepi kelopak Silia lengkap. Buku Ajar Ilmu Anestesia dan Reanimasi.medcape. Petunjuk Praktis Anestesiologi. Said A. gangguan refleks berupa hipertensi maupun takikardi. 2005. trikiasis (-) . Anestesi. kornea. Pandangan kabur (-). Bagian Ilmu anestesiologi. Jakarta : Media Aesculapius. Belum diobati. 2002. Gde dan Senapathi.Pasangan Simetris Simetris . tidak ada malposisi dan trauma jalan nafas. sebelumnya pernah mengalami hal serupa dan sembuh. pseudoptosis (-) . . Rumah Sakit Jogja.Mansjoer. . FK UI. Ruswan Dachlan. 2012 Corpus Alienum pada Pekerja Bengkel Dibuat oleh: Sekar Mutiara. kemudian terasa mengganjal terutama saat memejamkan mata/berkedip. Jakarta : Indeks Jakarta. mata Kasus Seorang laki-laki 53 tahun 5 hari yang lalu ketika di bengkel tempatnya bekerja pasien merasa mata kirinya kelilipan. tumor (-) . penggunaan laringoskop. DAFTAR PUSTAKA . namun masih terasa mengganjal. Jakarta : Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-UI.com . 2010. tumor (-) Hiperemis (-). jaringan parut (-) 2. Diakses dari: http://emedicine. pada pemeriksaan tidak ditemukan adanya komplikasi dari tindakan intubasi.Muhiman. . Tjokorda GA. Setelah tindakan anestesi selesai. pemberian muscle relaxan dan oksigenasi.Margo intermarginalis Tanda peradangan (-) Tanda peradangan (-) 3. Prosedur pemasangan intubasi juga sudah tepat yaitu dimulai dengan persiapan posisi leher pasien dalam keadaan fleksi dan kepala ekstensi. pemasangan pipa endotrakheal mengontrol letak pipa dan ventilasi. pseudoptosis (-) Ptosis (-). 2000. M.Kulit Hiperemis (-). Pemeriksaan Subyektif PEMERIKSAAN OD OS Visus Jauh 20/20 20/20 Refraksi Emetrop Emetrop Koreksi Tidak dilakukan Tidak dilakukan Visus Dekat Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Sinar Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Warna Tidak dilakukan Tidak dilakukan Pemeriksaan Obyektif PEMERIKSAAN OD OS PENILAIAN 1. Kota Yogyakarta. Tindakan intubasi endotrakheal ini sebenarnya dapat menyebabkan rangsangan simpatis yang membangkitkan respon kardiovaskuler. Keywords: Corpus Alienum. Oleh karena itu corpus alienum harus diambil secepatnya untuk menghindari reaksi inflamasi dan kerusakan lebih lanjut.Lebar rima Ptosis (-). Arif dkk. Intubasi Trakea. silau (+). Apabila suatu korpus alienum masuk ke dalam bola mata maka bisa terjadi reaksi infeksi serta dapat dimungkinkan timbul kerusakan bola mata. Suryadi dan M.Latief. Stanford University School of Medicine. Keesokan harinya pasien berusaha mengambil kelilipan tersebut menggunakan kertas. Pegal (+). Pada pasien ini dilakukan intubasi endotrakheal dalam waktu < 1 menit.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:10 ABSTRAK Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara Corpus alienum pada mata adalah istilah untuk benda asing yang terdapat pada mata serta merupakan salah satu penyebab cedera mata yang paling sering mengenai sclera. nerocos (-). menyebabkan kenaikan sementara laju jantung dan tekanan darah.Desai. pada pemeriksaan tidak didapatkan malampati. Untuk mengurangi laju lonjakan kardddiovaskuler tersebut diperlukan intubasi dengan cepat dan mulus. .

4. berkilau Licin.Ada/tidak Ada Ada . pegal silau dan nyeri. Kamera Okuli anterior Ukuran Tidak dangkal Tidak dangkal .Sekitar gland.OD : Emetrop.Palpebra superior Hiperemi (-) Hiperemi (-) . dapat dilakukan ‗seidel test‘ untuk memastikan ada tidaknya perforasi kornea. hofema (-) 10.Letak Di tengah belakang iris Di tengah belakang iris . pasien tersebut merasa kelilipan ketika sedang bekerja di bengkel dan keesokan harinya pasien berusaha mengeluarkan kelilipan tersebut menggunakan kertas namun masih tetap mengganjal. kalazion (-) Hordeolum (-).Warna kekeruhan Tidak ada Tidak ada 13. Diskusi Pada kasus ini. Sedangkan antibiotik tetes diberikan pada pasien untuk pemakaian di rumah (gentamisin 3 mg/ml) 4 kali dalam sehari.Dagu dan dahi pasien diposisikan menghadap dan menempel pada biomikroskop serta pandangan mata mengarah pada satu titik secara tetap sebagai fiksasi ketika pengambilan benda asing dilakukan. . Analgesik. Didapatkan hasil visi jauh pada baik mata kanan maupun kiri sebesar 20/20. Pemakaian salep tersebut juga berfungsi sebagai lubrikan.Isi Jernih. dapat diberikan asam mefenamat 500 mg 3 kali sehari.Refleks indrect + + 1.Sekitar sakus lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) . 2.3%).Setelah pengambilan. yang diduga . kalazion (-) 7.Gambaran Gambaran kripti baik Gambaran kripti baik . Iris . Setelah pengambilan benda asing. Bola mata .5% sebanyak 1 tetes.Kejernihan Jernih Jernih . hiperemis (-). dilakukan pemeriksaan subjektif dan objektif pada kedua mata pasien. sehingga tidak ada koreksi yang diberikan. Korpus Vitreum Jernih Jernih 14.Tempat Ditengah iris Ditengah iris .Bentuk Bulat Bulat 11. Amotio corpal : .Placido Konsentris reguler Konsentris reguler 9. hifema (-) Jernih. lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) .Ukuran Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) 5. Pupil . yang menandakan bahwa pasien tidak mengalami kelainan refraksi (emetrop).Limbus Benjolan (-) Nevus (-) Benjolan (-) Nevus (-) . mengingat kornea yang memiliki banyak serabut saraf sehingga dapat menimbulkan nyeri yang cukup mengganggu bagi pasien.Gerakan Gangguan gerak (-) Gangguan gerak (-) .Permukaan Licin.Bulbi Hordeolum (-). dan didapatkan data bahwa semua elemen mata dalam kondisi baik kecuali pada permukaan kornea mata kiri tampak suatu bintik kecil benda asing.Diberikan anestesi pada mata kanan pasien dengan pantokain 0. dan debris kornea yang tertinggal dihilangkan dengan ‗cutton but‘ steril. Pemeriksaan subjektif yang dilakukan berupa pemeriksaan visus jauh dan pemeriksaan refraksi. 3. bila dirasa benda asing menancap cukup dalam.Bentuk bulat bulat . Adapun pada pemeriksaan objektif pada kedua mata dapat diambil kesimpulan seluruh elemen mata kanan (OD) dan kiri (OS) dapat dinilai dari anterior hingga posterior.Ukuran 3 mm 3 mm . pasien belum pernah menggunakan obat untuk mengatasi keluhan pada mata kirinya.Ukuran 12 mm O 12 mm O Kecembungan Lebih cembung dari sclera Lebih cembung dari sclera .Tepi Reguler Reguler .Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan .Refleks direct + + . TIO Palpasi kenyal Palpasi kenyal 6. Antibiotik diberikan untuk mencegah terjadinya superinfeksi. Hendaknya penggunaan kortikosteroid topical harus dihindari karena dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya superinfeksi dan memperlambat proses penyembuhan.Apparatus Lakrimalis . hiperemis (-). Bermula sejak lima hari sebelum kedatangannya ke poli.OS : Corpal gram pada permukaan kornea mata kiri Terapi 1. diberikan salep antibiotik (gentamisin 0.Dinding Belakang KP (-) KP (-) .Pengambilan benda asing dilakukan dengan menggunakan jarum ukuran 25-27. tampak ada benda hitam kecil . pasien mengeluhkan mata kirinya terasa mengganjal.Pasangan Simetris Simetris .Uji regurgitasi (-) (-) 4.Pasangan Simetris Simetris . Kornea . Dari anamnesis. Konjungtiva .Forniks Hiperemi (-) Hiperemi (-) . Lensa .Palpebra inferior Hiperemi (-) Hiperemi (-) . Setelah anamnesis. Refleks fundus (+) warna orange (+) warna orange Diagnosis . . sehat .Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan . . Sclera Ikterik (-) Ikterik (-) 8.Warna Coklat Coklat .Medium Jernih Jernih .

Trauma Tembus Trauma tembus adalah suatu trauma dimana sebagian atau seluruh lapisan kornea dan sclera mengalami kerusakan. Benda asing yang dapat masuk ke dalam mata dibagi dalam beberapa kelompok: 1. platina batu. Trauma ini dapat terjadi apabila benda asing melukai sebagian lapisan kornea atau sclera dan tertinggal di dalam lapisan tersebut. seperti emas. iris. 3. yaitu : epitel kornea. Benda inert. dan bulu ulat. bahan tumbuh-tumbuhan. badan kaca. Bentuk reaksinya tergantung macam serta letak benda asing tersebut di dalam mata. terdiri dari benda-benda yang dapat menimbulkan reaksi jaringan mata sehingga mengganggu fungsi mata. aluminium. kaca. Gejala siderosis tampak 2 bulan sampai 2 tahun setelah trauma. Gejala klinik kalkosis timbul lebih dini dari pada siderosis yaitu beberapa hari setelah trauma. nikel. 7. 3. seperti batu. Neovaskularisasi Kornea Neovaskularisasi dipercaya sebagai akibat dari adanya suatu peradangan ataupun hipoksia dalam suatu kondisi sistem imun kornea yang tidak seimbang. besi tembaga. Erosi ini timbul apabila benda asing yang masuk tidak sampai menembus bola mata tetapi hanya tertinggal pada konjungtiva atau kornea. timah hitam. lensa. epitel kapsul lensa.merupakan gram yang menempel ketika pasien sedang bekerja di bengkel 5 hari sebelumnya. Gejala klinik berupa : gangguan penglihatan yang mula-mula berupa buta malam kemudian penurunan tajam penglihatan yang semakin hebat dan penyempitan lapang pandang. Pada mata tampak endapan karat besi pada kornea berwarna kuning kecoklatan. seperti timah hitam. pupil lebar dengan reaksi lambat. bila terjadi reaksi hanya ringan saja dan tidak mengganggu fungsi mata. bahan pakaian. Akibat Benda Asing pada Mata Benda asing dapat mengakibatkan : 1. Benda logam (metalik). platina. Tembaga dalam badan kaca dapat menimbulkan ablasio retina sebagai akibat jaringan ikat di dalam badan kaca yang menarik retina. bintik-bintik bulat kecoklatan pada lensa dan iris berubah warna. Timah hitam dan seng merupakan bendan reaktif yang lemah reaksinya. berupa hifema (perdarahan dalam bilik mata depan) atau perdarahan dalam badan kaca. dan epitel pigmen retina. Tembaga dapat memberikan reaksi purulen. 4. yaitu benda yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak menimbulkan reaksi jaringan mata. Trauma Erosi konjungtiva atau kornea. Perdarahan Perdarahan intraokular dapat terjadi apabila trauma mengenai jaringan uvea. dan permukaan retina. tembaga. epitel pigmen iris. Pada benda yang inert. kaca.
Terbagi menjadi benda logam magnet dan bukan magnet. Benda reaktif akan memberikan reaksireaksi tertentu dalam jaringan mata. 2. Siderosis Merupakan reaksi jaringan mata akibat penyebaran ion besi ke seluruh mata dengan konsentrasi terbanyak pada jaringan yang mengandung epitel. tidak akan memberikan reaksi ataupun kalau ada hanya berupa reaksi ringan. . 2. kapsul anterior lensa. Benda bukan logam (non metalik). Namun permukaan kornea masih licin dan mengkilap. seperti emas. Pada keadaan ini tidak terjadi luka terbuka sehingga organ di dalam bola mata tidak mengalami kontaminasi. Benda reaktif. seng. perak. 4. ataupun badan kaca. Timbulnya siderosis sebenarnya sangat dini tetapi tidak memberikan gejala klinik yang jelas sampai beberapa waktu lamanya. 6. dan porselin. Reaksi Jaringan Mata Reaksi yang timbul tergantung jenis benda tersebut apakah benda inert atau reaktif. Kalkosis Reaksi jaringan mata akibat pengendapan ion tembaga di dalam jaringan terutama jaringan yang mengandung membrane seperti membrane Descement. Benda logam dengan sifat bentuk reaksi yang merusak adalah besi berupa ―siderosis‖ dan tembaga. Benda asing dengan kecepatan tinggi akan menembus seluruh lapisan sclera atau kornea serta jaringan lain dalam bola mata kemudian bersarang di dalam bola mata ataupun dapat sampai menimbulkan perforasi ganda sehingga akhirnya benda asing tersebut bersarang di dalam rongga orbita atau bahkan dapat mengenai tulang orbita. dan tak tampak adanya infiltrat ataupun kelainan lain yang menyertai. 5. Dalam hal ini akan ditemukan suatu luka terbuka dan biasanya terjadi prolaps iris. Benda organik kurang dapat diterima oleh jaringan mata dibanding benda anorganik.

. 1978. paul.emedicine.2) SGOT 22. Referensi 1. Beberapa dari faktor tersebut (fibroblast growth factors. Program Profesi Pendidikan Dokter. Cao. Teknik ini sesuai untuk prosedur pembedahan tertentu untuk mengendalikan pernapasan. Taylor. dibantu atau dikontrol oleh anestesiologis. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik. G. Sebagian besar obat-obat anestesi menyebabkan depresi fungsi respirasi secara sentral. Kasus Seorang wanita umur 40 tahun datang dengan keluhan terdapat benjolan di payudara kanan.Magelang.. sehingga sel-sel endothelial pembuluh darah bermigrasi dan berproliferasi untuk membentuk suatu pembuluh darah baru.1 (N : <42) Darah Lengkap dbn Pemeriksaaan Radiologi Foto Polos Thorax Pulmo/ cor dbn EKG Hasil : dbn Diagnosis FAM Terapi Ceftriaxon . M. Bagian Ilmu Penyakit Mata. umumnya prognosis baik karena benda tersebut dapat langsung dikeluarkan dan akibatnya sangat ringan tanpa meninggalkan bekas ataupun hanya nebula bila di kornea.. (2003). Cermin Dunia Kedokteran : Corpus Alienum Intra Oculi. Faktor angiogenik menstimulasi terjadinya degradasi enzimatik terlokalisasi pada membran dasar ujung pembuluh darah perilimbal. Anestesi umum dibagi menjadi 2 menurut cara pemberiannya yaitu pemberian secara intravena dan secara inhalasi.Trauma epitel dan/atau hipoksia pada kornea dapat menstimulasi pembentukan faktor-faktor angiogenik oleh sel-sel epitel lokal. benjolan sejak 1 bulan SMRS muncul benjolan pada payudara kanan dan terasa nyeri walau tidak ditekan. Pada pemeriksaan fisik terdapat benjolan di payudara kanan diameter 2 cm Pemeriksaan penunjang : Pemeriksaan Darah Kimia Darah GDS 87. Komponen obat anestesi ideal (trias anestesi) terdiri dari hipnotik analgesia dan releksasi otot.6-1. maka prognosisnya tergantung jenis-jenis benda asing. Pada trauma dimana benda asing menyebabkan luka perforasi sehingga benda asing tersebut berada di dalam bola mata. sehingga relaksan otot tidak diperlukan lagi dan dapat menghemat biaya anestesi. Bahri. 3. Sitepu. didapatkan menggunakan obatobatan yang berbeda secarah terpisah. Edisi keempat belas. RSUD Tidar .84 (N : 0. Sementara itu untuk pembedahan dimana pasien masih sufisien untuk bernapas spontan. Vaughan. dan Riordan-Eva. Bagian Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara: Medan Penulis Sekar Mutiara (20060310001). neutrofil). dan leukosit infiltrative (seperti makrofag. Edisi kedua. Jakarta : Widya Medika.. Asbury. Daniel.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:08 ABSTRAK Anastesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). Ilmu Penyakit Mata.Operasi : incisi Diskusi Pada kasus wanita umur 40 tahun datang dengan . Jakarta: Fakultas Kedokteran UI.Ketorolac .4 Ureum 31. Keywords: Kista Ovarium. Cornea : Treatment and Medication. dan vascular endothelial growth factors/ VEGF) telah diidentifikasi dari kornea dan cairan air mata. Ilyas. Kesimpulan Pada trauma dimana benda asing berada di permukaan mata tanpa adanya luka perforasi seperti yang terjadi pada kasus ini. Foreign Body Removal. (2000). Mahmud. 2.medscape.com pada tanggal 22 Februari 2011. Anestesi Umum pada Incisi FAM Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Sidarta. C. anggota keluarga tidak punya keluhan yang sama. Riwayat KB suntik sekitar 3.5 tahun dan menyusui. Dalam anestesi umum pasien dapat bernafas spontan. IL-1.6 (N : <38) SGPT 18. atau bedah abdomen yang luas diperlukan control pernapasan yang adekuat. Oftalmologi Umum. Diakses dari www. 4.7 (N : 10-50) Creatinin 0.D. Carlos. Prosedur pembedahan yang memerlukan pelumpuhan otot seperti bedah thorax. M. (2009). keratosit.

dan demam tinggi. Plester. trikloro etilen. gangguan hepar. Interaksi obat : a. Pemberian ventilasi mekanis jangka panjang C. Stilet . petidin. aminofilin dan theofilin. Mencegah aspirasi d. anti depresan trisiklik. Obat anestesi inhalasi yang pertama kali digunakan untuk membantu pembedahan adalah N2O. d. Obatobatan yang sering dipakai adalah thiopental. etil-vinil-eter. fluoroksan. dan opioid. fekromositoma. sebelumnya ada riwayat hiperpireksia (suhu badan melebihi 41. untuk intubasi oral panjang pipa yang masuk 20-23 cm. pipa plastik yang sekali pakai untuk operasi tertentu. Pipa orofaring/nasoparing Alat ini dugunakan untuk mencegah obstruksi jalan nafas karena jatuhnya lidah. hindari penggunaan berulang dalam jangka waktu 3 bulan b. pentanil) diberikan dalam dosis tinggi. Halotan digunakan untuk menginduksi dan mempertahankan anestesi. Bila hendak diberikan sebelumnya sebaiknya diberikan sedasi (midazolam).0-9.Blade lurus.Blade lengkung (macintos) biasa digunakan laringoscop dewasa . sehingga sering digunakan untuk induksi pasien dengan kelainan jantung. Laringoskop . Membersihkan saluran trakeabronkial b. Stilet atau forcep intubasi Digunakan untuk mengatur kelengkungan pipa endotrakeal sebagai alat . aritmia). myastenia gavis. dan sevofluran. isofluran. etil klorida. Untuk induksi. Ukuran laki-laki dewasa berkisar 8. dan mimpi buruk (halusinasi). Ketamin dapat menyebabkan takikardia. menggigil selama pemulihan f. d. c. Laringoscop dan Stetoskop T = Tubes. tambahan analgesi regional atau membantu prosedur diagnostic. mempotensiasi aksi relaksan otot non depolarisasi b. laringoskopi dengan blode lurus (misalnya blade magill). Mandrin C = Conektor/sambungan-sambungan S = Suction. f. b. Persiapan set intubasi : Sebelum mengerjakan intubasi dapat diingat kata STATICS S = Scope. Penggunaan halotan merupakan kontra indikasi pada pasien kelainan jantung (hipotensi. Tujuan : a.1 derajat celcius) ganas atau rentan terhadap hipertermia malignan. gunakan hiperventilasi sedang selama bedah saraf c. wanita 7. hindari pemakaian pada kehamilan dan menyusui e. Efek samping halotan : a. pada anak-anak pipa endotrakeal tanpa balon. enfluran. halotan. Biasanya digunakan pada bayi dan anak. Opioid tidak mengganggu kardiovaskuler. memperparah hipotensi yang disebabkan oleh efek pemblokan ganglionik tubokurarin.4 % halotan (anak-anak 1. Hal-hal ini yang perlu diperhatikan adalah : a. Plester I = Indroducer. Ambubag T = Tape. propofol. desfluran.5 mm. hipertensi. nyeri kepala. mual dan muntah setelah operasi Anestesi intravena selain untuk induksi juga dapat dipakai untuk rumatan. misalnya didaerah kepala dan leher dibutuhkan pipa yang tidak bisa tertekuk yang mempunyai spiral nilon atau besi. A. Pemeliharaan jalan napas d. metoksifluran. meningkatkan efek relaksan otot aminoglikosida c.keluhan terdapat benjolan di payudara kanan dilakukan pembedahan dengan anestesi umum. untuk memfiksasi pipa trakea setelah tindakan intubasi e. pandangan kabur.5-8.5-2 % halotan) dalam O2 atau O2/N2O. Mempertahankan jalan napas agar tetap adekuat c. Tindakan resusitasi b. Pipa Endotrakeal A = Air Way. etilen. Intubasi trakea adalah tindakan memasukkan pipa endrotrakeal kedalam trakea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dilkendalikan. kloroform. Indikasi : a. meningkatkan sensitifitas miokardium terhadap adrenalin. kemudian menyusul eter. hipersalivasi. Mempermudah pemberian ventilasi dan oksigenisasi B. Pipa oroparing/Nosoparing. aritmia jantung selama anestesi c. simtomitetika lainnya. kerusakan hati e. Induksi : 2. pastikan kecukupan ventilasi ruangan d. Penghisap Lendir a. bradikardi dan hipotensi selama induksi b. Pipa Endotrakeal Terbuat dari karet atau plastik. sikloropan. Tindakan anestesi c. Untuk mencegah kebocoran balon (cuff) pada ujung distal . Propofol dikemas dalam cairan emulsi lemak berwarna putih susu bersifat isotonic dan hanya boleh diencerkan dengan menggunakan dekstrose 5%. opioid (morfin.0 mm. dan pasca anestesi dapat menyebabkan mual muntah.dapat mengganggu kemampuan mengendrai kendraan dan mengoperasikan mesin. ketamin. hiperpireksia ganas jarang terjadi d. Sehingga kontra indikasi untuk pasien hipertensi.

Pasien mengaku alergi dengan debu. Diagnosis Rhinitis Alergika Terapi Non Famakologi : Edukasi: Menghindari kontak dengan alergen penyebab Farmakologi: Ozen tab 2x1 Coldizo 2x1 Diskusi Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran . Teknik yang digunakan harus tepat dan harus dilakukan monitor yang ketat selama jalannya operasi. Reaksi hipersensitivitas tipe II Kasus Seorang pasien perempuan berusia 24 tahun datang ke poli THT dengan keluhan pilek disertai ingus encer. Diakses pada tanggal 24 Januari 2012 3. Keluarga pasien tidak ada yang mempunyai riwayat alergi. Arif. pasien datang dengan keluhan pilek disertai ingus encer. Anggota keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit serupa. gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik. www. Riwayat asma (-). Pasien belum pernah berobat sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum: baik. asma dan penyakit lainnya. sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. berwarna putih kepucatan (livid ) (+). www. pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu.com/Anestesiologi. http://www.medicinenet. Berdasarkan berat ringannya penyakit maka pasien digolongkan pada ASA 1 yang berarti pasien penyakit bedah tanpa disertai gangguan sistemik. Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu. Alat penghisap (suction ). 2000. komplikasinya lebih sering ditemukan. pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu.Magelang. Referensi 1. Pasien mengaku alergi dengan debu. Anestesi spinal. Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu .bantu saat insersi pipa. Forcep intubasi (magill/digunakan untuk memanipulasi pipa endotrakeal nasal atau pipa nasogastrik melalui orofaring f. septum nasi deviasi (-). Pada pemeriksaan telinga dan tenggorokan tidak ditemukan adanya kelainan. Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 4. Kata kunci: Rhinitis Alergika. hiperemis (-). Jakarta. Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 Penulis Sekar Mutiara (20060310001). Pada Pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan tampak mukosa hidung udem (+). dkk. kesadaran: compos mentis. Pada kasus ini.com. Mansjoer.261-264. gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik. General Anesthesi. PENATALAKSANAAN RHINITIS ALERGIKA PADA PEREMPUAN USIA 24 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani.digunakan untuk membersihkan jalan napas Kesimpulan Pada kasus ini pasien di lakukan anestesi umum. Ditambah dengan adanya pemeriksaan penunjang yang dilakukan maka pasien ini didiagnosis sebagai rhinitis alergika. pemeriksaan Vital Sign: Tekanan darah :120/70 mmHg Respirasi: 20x / menit Suhu: febris Nadi: 80x / menit.Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:45 ABSTRAK Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama. bersin-bersin. Program Profesi Pendidikan Dokter. 2. RSUD Tidar .emedicine.Wikipedia. sekret encer (+). bersin-bersin. General Anesthesi. tapi karena lebih persisten. conca udem (+). Dalam: Kapita Selekta Kedokteran edisi III hal. Bagian Ilmu Anestesi. Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman.com.

sedangkan jenis kelamin. Rinitis alergi sepanjang tahun (perennial)2. Gejala sering tidak lengkap. hay fever. Pemberian topikal harus hemat dan jangka pendek (4-10 ahri). Zat mediator utama dan terpenting adalah histamin yang memiliki efek dilatasi pembuluh darah. hindari kegiatan berkebun. bau yang merangsang. Serangan bersin berulang lebih dari lima kali dalam satu serangan. sampai dia tidak lagi menunjukkan reaksi alergi jika terpapar oleh senyawa tersebut. Faktor herediter berperan.1. Rinorea yang encer dan banyak. Dapat timbul pada semua golongan umur. Imunoterapi diindikasikan untuk severe persistein. kecuali bila telah berlangsung lama. Preparat yang dipakai adalah agonis alfa adrenoreseptor. Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman. Jika perlu. seperti beklometason. Anak sering menggosok-gosok hidung dengan punggung tangan (allergic salute). serbuk sari. golongan etnis dan ras tidak berpengaruh. Tidak ada demam. disertai banyak sekret encer. Diluar serangan. diberikan 2 minggu sebelum pemberian topikal agar pemberian topikal efektif. Pada rinoskopi anterior didapatkan mukosa edema. komplikasinya lebih sering ditemukan. Sering disertai penyakit alergi lainnya seperti asma. perubahan cuaca dan kelembaban yang tinggi. Pemakaian peroral dengan pemberian intermiten atau tapering off hanya untuk kasus berat. Terapi simptomatis dilakukan . hidung tersumbat. Untuk hipertropi konka. bulu binatang. pengobatan memerlukan waktu yang lama dan pendidikan penggunaan obat harus benar . seperti asap rokok. iritasi ujung-ujung saraf sensoris dan aktivasi sel-sel kelenjar sehingga sekret diproduksi lebih banyak. Lamalama akan mengakibatkan timbul garis melintang di dorsum nasi sepertiga bawah (allergic crease). Kesimpulan Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama. Tujuannya adalah agar pasien mencapai peningkatan toleransi terhadap alergen. Efek kortikosteroid baru terasa setelah pemakaian agak lama. Pemakaian lokal dengan preparat baru. Pada kasus ini didiagnosis rhinitis alergika. Berdasarkan sifat berlangsungnya. Pada anak-anak sering disertai gejala alergi lain. peningkatan permeabilitas kapiler. Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. Jika hipertropi sudah berat dapat dilakukan konkotomi. terutama anak dan dewasa muda. Gejala keduanya hampir sama. pasien harus dirujuk agar dapat dilakukan kauterisasi konka inferior dengan nitras agenti atau triklor asetat. tapi karena lebih persisten. Dapat diberikan natrium kromolat dalam bentuk inhalasi untuk pencegahan. dll). hidung dan mata gatal. pastikan dengan skin test kemudian jaga kebersihan rumah. yang berdasarkan kelainan atopi. pollinosis). Terapi simptomatis dilakukan melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal. hanya sifat berlangsungnya yang berbeda. Jika harus berkebun. terutama untuk mengatasi sumbatan hidung. Diperberat oleh faktor non spesifik. biasanya dalam kombinasi dengan antihistamin seperti pseudoefedrin fenilpropanolamin. Penyebab tersering adalah alergen inhalan (dewasa) dan ingestan (anak-anak). basah. namun berkurang dengan bertambahnya umur.utama. Edukasi sebaiknya selalu diberikan berkenaan dengan penyakit yang kronis. mukosa kembali normal. gunakan masker wajah. Penatalaksanaan yang tepat yaitu dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi. kadang disertai lakrimasi. Diberikan peroral. Menghindari pencetus (allergen) dengan cara mengamati benda-benda apa yang menjadi pencetus (debu. seperti urtikaria dan gangguan pencernaan. Penatalaksanaan rhinitis alergi adalah dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi. jendela ditutup. Gejala spesifik lain pada anak-anak bila penyakit telah berlangsung lama (>2 tahun) adalah bayangan gelap didaerah bawah mata (allergic shinner) akibat stasis vena sekunder karena obstruksi hidung. rinitis alergi dibedakan atas : Rinitis alergi musiman (seasonal. Pada reaksi alergi ini dilepaskan berbagai zat mediator yang akan menimbulkan gejala klinis. pucat atau livid. flunisolid. dan budesonid untuk jangka panjang cukup aman. urtikaria atau eksim.

Pada pasien ini.org/professional /allergic_diseases_center/rhinitis/rhinitis_indepth. Jakarta.. Pada pemeriksaan fisik.. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta LOW BACK PAIN PADA PASIEN LAKILAKI USIA 35 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Kata kunci : Low back pain. Dengan demikian maka LBP yang timbulnya sementara dan hilang timbul adalah sesuatu yang dianggap biasa.. dimana pada beberapa kasus gejalanya sesuai dengan diagnosis patologisnya dengan ketepatan yang tinggi. 1997. walaupun pada sebagian besar kasus akan sembuh dengan sendirinya. Penerbit Buku Kedokteran EGC. diagnosis tidak pasti dan berlangsung lama. tidak ditemukan reflek patologis. pemeriksaan fisik ditemukan lasegue (+). Riwayat penyakit tumor disangkal. Namun bila LBP terjadi mendadak dan berat maka akan membutuhkan pengobatan. Pemeriksaan radiks medula. 20060310016.. Michael. Awalnya pasien tidak mengobati nyerinya. Riwayat penyakit serupa disangkal. BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo.5 mg.Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:42 ABSTRAK Low Back Pain (LBP) adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian sebelah belakang dan samping luar.melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal. A. namun di sebagian besar kasus. Riwayat Jatuh terduduk disangkal. Pasien mengatakan tidak ada gangguan dalam buang air kecil. patrick dan kontra patrik negatif. Diagnosis Diagnosis Klinis : Low Back Pain cum Ischialgia Diagnosis Topik : Radiks spinalis lumbal II III Diagnosis Etiologi : et causa Spondilogenik dd. Rhinitis. Lawrence. Spondyloarthrosis L II-III. Pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Kekuatan pada kaki kanan bebas terbatas dan kekuatannya sulit dinilai karena nyeri. Tampak osteophyt anterior corpus vertebra lumbales. Foto radiologi V. R. 1997. LBP yang rekuren membutuhkan lebih banyak perhatian. Hari masuk rumah sakit. reflek fisiologis dalam batas normal. Edisi 6. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. pasien mulai mengeluh nyeri pinggang yang menjalar sampai ke kaki kanannya. karena harus merubah pula cara hidup penderita dan malahan juga perubahan pekerjaan. Anatomi dan Fisiologi Terapan. hanya dibiarkan saja. Edisi 6. Nyeri . memiliki gejala nyeri pinggang sampai kaki kanan setelah mengangkat beban yang berat. Amitriptilin 2 x 12.worldallergy. Trabekulasi tulang cukup baik. Jakarta.Lumbosacral : Kurvatura melurus. website www. Saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. Fisioterapi. saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. Ketorolac 1 amp/12 jam. Pasien adalah seorang petani yang sering mengangkat hasil tani. Peter. HNP Terapi Inj. A. Pasien merasakan gejala ini setelah mengangkat beban yang berat. Penyakit Telinga Luar. pasien datang ke IGD membawa rujukan dari puskesmas dengan keterangan nyeri pinggang sampai ke kaki kanan yang dirasakan sudah ± 1 bulan. ditemukan lassegue 300. FIV tak menyempit. Keluhan ini dapat demikian hebatnya hingga penderitanya mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan sampai harus istirahat dan dirawat di rumah sakit.. DIV L II-III menyempit. kesan : Spondylosis lumbalis. Riwayat TBC / batuk lama disangkal.php 2007 3. Riwayat dipijit disangkal. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Pedikel intak. Diskusi LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis. Penerbit Buku Kedokteran EGC.. nyeri Kasus Satu bulan sebelum masuk RS. Referensi 1. 2. Penulis Farida Aryani.

Dalam: Nyeri Neuropatik.1995 3. Pesien didiagnosis etiologi HNP dengan manifestasi iskialgia didasarkan atas anamnesis: adanya nyeri pada punggung bawah yang timbul tak tergantung dengan waktu siang atau malam. Suryamiharja A. 2001 Penulis Farida Aryani. 2. Nyeri punggung bawah. tirah baring dan mobilisasi serta diberikan medikamentosa mengurangi nyeri. dan topiramat. Purba JS.M. tirah baring dan mobilisasi. Medikamentosa diberikan terutama untuk mengurangi nyeri yaitu dengan analgetika.Tanda Laseque atau modifikasinya yang positif menunjukkan adanya ketegangan pada saraf spinal khususnya L5 atau S1. 2008.ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. Sadeli HA. Dalam penanganan umum penderita diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan. telah disertai dengan defisit neurologis berupa adanya tanda rangsangan laseque (+). Sadeli HA. memberat terutama bila berjalan. 20060310016. Kesimpulan LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis. Untuk LBP akut secara fakta didapatkan bahwa tidak terdapat NSAID spesifik yang lebih efektif terhadap yang lainnya. Mansjoer. Perdossi. Medikasi lain yang dapat diberikan sebagai tambahan adalah relaksan otot. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENATALAKSANAAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA PRIMIGRAVIDA UMUR KEHAMILAN 13 MINGGU . Harus diketahui bahwa tanda Laseque berhubungan dengan usia dan tidak begitu sering dijumpai pada penderita yang tua dibandingkan dengan yang muda (<30tahun). tampak osteofit korpus vertebra.Neurologi. Arief. Tanda Laseque adalah tanda pre-operatif yang terbaik untuk suatu HNP. patofisioloogi dan penatalaksanaan. Jakarta. gabapentin. Kapita selekta kedokteran jilid 2. batuk ataupun mengejan. diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan.dkk. Editor: Meliala L. Pada penderita ini secara radiologis x-foto polos terlihat penyempitan ruang intervertebralis. Adanya tanda Laseque lebih menandakan adanya lesi pada L4-5 atau L5-S1 daripada herniasi lain yang lebih tinggi (L1-4). Penanganan pasien. dan antiepileptika seperti fenitoin. Jakarta. Nyeri ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. karbamazepin. Selain hal ini penderita juga sering mengangkat beban berat yang akan memberikan trauma berulang secara berkepanjangan pada struktur tulang belakang karena pasien seorang petani dan hampir setiap hari mengangkat beban. Tjahjono B. Faktor resiko dari penyebab terjadinya low back pain bisa karena faktor pemakaian yang terlalu banyak. Referensi 1. Sering obat yang sesuai untuk penanganan dimulai dengan asetaminofen dan/atau nonsteroidal antiinflammatory drug. Pada pasien ini faktor yang menjadi resiko dari penyebab terjadinya low back pain adalah faktor pemakaian yang terlalu banyak (wear and tear). antidepresan trisiklik. karena sejalan dengan usia yang menuju berumur pertengahan. LBP yang lebih dari 6 bulan disebut kronik. Media Aesculapius FK-UI. BRSD KRT Setjonegoro.Binarupa Aksara. Mumenthaler. Hal ini menggambarkan telah terjadinya trauma mekanik pada vertebra yang terjadi secara berulang dalam waktu yang lama.

Muntah awalnya hanya terjadi pada pagi hari dan setelah makan dan minum. pada muntahan tidak terdapat darah. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. Pasien juga mengeluh nyeri ulu hati dan kadang demam. Diet biasa. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. Diabetes Mellitus. Bila perlu ditambahkan kalium dan vitamin. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. berat badan menurun. dan sebagainya. Terapi Psikologik. Terapi medikamentosa. muntah dialami lebih dari 10 kali per hari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. dan berkurang saat istirahat. dehidrasi. Pemeriksaan USG. dengan TD : 70/50 mmHg. VS. pasien menikah 1x lamanya 9 bulan. dan sebagainya. PPV. Badan terasa lemah. Tiap makan langsung muntah. Riwayat sakit kuning. Pada pemeriksaan pasien compos mentis dan tampak lemas. pengawasan KU. pada muntahan tidak terdapat darah. Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam penderita. Diet biasa. janin dalam keadaan baik. 24 tahun. karbohidrat.Dibuat oleh: Dianita Rachmawati. KASUS Seorang wanita. Farmakologis berupa Infus D5% 20 tpm. Satu-dua minggu sebelum masuk rumah sakit. Pada pemeriksaan thoraks dan ekstremitas dalam batas normal. berat badan menurun. Pemeriksaan abdomen terdapat nyeri tekan epigastrium. muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. DIAGNOSIS G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu dengan hiperemesis gravidarum TERAPI Non farmakologi berupa bed rest. nadi : 92 x/menit. 3. konsumsi jamu. DISKUSI Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu.Modifikasi terakhir pada Minggu 11:44 ABSTRAK Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan. DM. Penderita disendirikan dalam kamar tenang. Rehidrasi dengan cairan parenteral. Pada kasus ini. alergi obat. BAB dan BAK dirasakan semakin menurun. tatapi cerah dan peredaran udara yang baik. Penatalaksanaan non farmakologi berupa bed rest. kurangi pekerjaan yang berat serta menghilangkan masalah dan konflik. Dibuat control cairan yang masuk dan keluar. seorang wanita G1P0A0 usia 24 tahun hamil 13 minggu dengan mual muntah berlebihan sejak 1 bulan yang lalu. Cernevit 1x1 drip dan Ondansetron 8mg/drip. Riwayat sakit kuning. Apabila dengan cara diatas keluhan dan gejala tidak mengurang maka diperlukan pengobatan. Beberapa cara untuk penanggulangan hiperemesis lebih lanjut : 1. jantung dalam keluarga disangkal. alergi. Pasien sering merasa haus dan bibir terasa kering. VS. 2. Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit. Pasien mengaku mempunyai rasa takut dan cemas terhadap kehamilannya yang pertama. Hipertensi disangkal. 4. Air kencing perlu diperiksa sehari – hari terhadap protein terhadap protein. Nafsu makan dirasakan menurun karena pasien takut muntah. dehidrasi. Pengawasan KU. Keluhan mual dan muntah semakin bertambah berat setelah makan dan minum. respirasi teratur dalam batas normal. aktivitas sehari-hari terganggu. yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini. Isolasi. pielititis. Sedativa yang sering diberikan . hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan. Farmakologis berupa Infus. tetapi perlu diingat untuk tidak memberikan obat teratogen. suhu : 37°C. khlorida dan bilirubin. sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. sampai muntah berhenti dan penderita mau makan. G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu datang dengan keluhan mual dan muntah sejak ± 1 bulan yang lalu. dan protein dengan glucose 5% dalam cairan garam fisiologik sebanya 2-3 liter sehari. pielititis. Muntah > 10 kali sehari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. catat dan perhatikan cairan yang keluar dan masuk. khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein dapat diberikan pula aam amino secara intravena. multivitamin dan antiemetik. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. aseton. asma. hipertensi. PPV.

1155-1164. Nausea and Vomity in Pregnancy. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta. PT. Jenis pembedahan : open prostatektomi. KESIMPULAN Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. Hal ini mungkin disebabkan karena faktor psikis dari pasien yang takut dan khawatir akan kehamilannya yang pertama. Dalam keadaan terminasi kehamilan dapt dilakukan. Am J Obst. et al. Hal ini disebabkan karena terapi tidak berhasil bahkan keadaan umumnya semakin buruk. 12.dr. Principles and Practise of Obstetric and Perinatology. Farmakokinetik: durasi analgetik pada T10-T12 selama 2-3 jam. Diagnosis BPH Jenis pembedahan : open prostatektomi. obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion. gangguan kardiovaskular. Obstetri Williams. 1981. antihistamiika juga dianjurkan. yang mana pada 1 ampul terdapat volume 4 ml dan setiap ml terkandung 5 mg Bupivacain HCl dan 80 mg dekstrose monohidrat. Terapi radikal terminasi kehamilan. perdarahan retina. Jakarta: EGC. PENULIS Dianita Rachmawati. 15 . Penghambatan motorik pada otot abdominal membuat larutan sesuai untuk operasi abdominal selama 45-60 menit. Ilmu Kebidanan dan Kandungan. vol.1968. 21.H2O Farmakodinamik: Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida.HCl. nyeri dan merasa kurang puas bila buang air kecil dengan suspect BPH. Onset aksi dengan bupivakain adalah cepat dan anestesi tahan lama. Diskusi Pada pasien ini dilakukan anestesi spinal dengan menggunakan Bupivacaine spinal 0.102. Durasi anestesi secara signifikan lebih lama dengan bupivakain dibandingkan dengan anestesi lokal lain yang umum digunakan. Sinopsis Obstetri. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi.Rustam. obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion. ed. 5. dkk. Mochtar. Vol. Ini juga telah mencatat bahwa ada periode analgesia yang tetap setelah kembalinya sensasi. yang terpenting adalah rehidrasi.5 % 15 mg. Terapi yang diberikan bertujuan untuk memperbaiki kondisi dan mencegah terjadinya keadaan yang lebih buruk. Pada kasus ini pasien menderita hiperemesis gravidarum pada saat usia kehamilannya 13 minggu.135-171.20 mg Bupivacaine spinal injeksi. Indikasi terminasi kehamilan adalah ensefalopati Wernicke. Rumus empirik: C16H26N2O.5 jam. Isi Seorang laki-laki. Toronto : A Wiley Medical Publication. Dosis bupivacaine spinal injeksi untuk dewasa yang dianjurkan adalah: anestesi spinal untuk operasi : 10. Vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6. gangguan liver dan gangguan ginjal. 2008. RSUD Salatiga Penggunaan Bupivacaine pada Pasien BPH Tindakan Open Prostatektomi Dibuat oleh: Anita Permatasari. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi. Obat ini juga dapat ditoleransi dengan baik pada semua jaringan yang terkena. Prawirohardjo. Sarwono.Diagnosis prabedah : BPH. Distribusi larutan injeksi anestesi dipengaruhi oleh beberapa faktor. REFERENSI Cunningham. EGC:Jakarta.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:41 Abstrak Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida.adalah Phenobarbital.1991. . Mannor SM. yang paling penting adalah volume larutan injeksi dan posisi dari pasien. Hyperemesis Gravidarum. umur 56 tahun datang karena tidak bisa buang air kecil.. Riwayat susah buang air kecil sudah satu minggu.. In : Iffty L. & gynec. Ilmu Kebidanan. Prof. 2005. Bupivacain HCl menghasilkan relaksasi muskular yang cukup pada ektremitas bawah selama 2-2.G. Fairwether. Kaminetzky HA eds. F.

Problem Oriented Patient Management. Schlunt. hal 123. Pasien dengan penyakit hati. Anestesi lokal jenis Amide seperti bupivakain dimetabolisme terutama di hati melalui konjugasi dengan asam glukuronat.4°C tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit akut pada anak berusia di atas 1 bulan tanpa riwayat kejang tanpa demam sebelumnya. mungkin lebih rentan terhadap toksisitas potensi anestesi lokal tipe amida. pasien lemas dan tertidur kemudian sadar. Lippincott Williams and Wilkins. Pasien sempat dibawa ke puskesmas dan mendapat diazepam per rectal.F. Adult Perioperative Anesthesia: The Requisites in Anesthesiology. saat demam berupa gerakan kaku seluruh tubuh anak dan berlangsung kurang lebih 5 menit.S. Setelah mengalami kejang. Mikhail MS. Pasien masih mau makan dan minum ASI seperti saat tidak sakit.008. Kejang terjadi pada sore harinya 1 kali. Referensi 1. 2. sehingga menambah berat jenis obat. Latief Said. Kesimpulan Pada kasus ini penggunaan obat bupivacaine untuk spinal anestesi sudah tepat. Morgan GE. Selain itu obat ini termasuk obat hiperbarik jika dilihat dari berat jenisnya. 2004 4. rujukan Puskesmas karena mengalami kejang. USA.Murray M. Sehari sebelumnya anak demam mendadak. terutama mereka dengan penyakit hati yang berat. D.0278.003-1. Muhadi Muhiman.. Dilihat dari berat jenisnya obat ini termasuk obat hiperbarik yaitu berat jenis obat lebih besar dari berat jenis cairan serebrospinal. Pada suhu 37oC cairan serebrospinal memiliki berat jenis 1. Stase Ilmu Anestesi dan Reanimasi. 2006. J. dibawa oleh ibunya ke IGD RSUD Salatiga. Tidak ada riwayat perdarahan (mimisan ataupun perdarahan gusi) dan ruam . Hanya 5% dari bupivakain diekskresikan tidak berubah dalam urin. riwayat kejang demam pada keluarga (+). Kondisi hiperbarik akan memungkinkan terjadi perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. kejang demam sederhana KASUS Seorang anak perempuan usia 10 bulan dengan berat badan 9. McGraw Hill. Ginjal adalah organ ekskresi utama untuk anestesi lokal. RS Jogja.Modifikasi terakhir pada Minggu 08:51 ABSTRAK Kejang demam adalah kejang yang disebabkan kenaikan suhu tubuh lebih dari 38. terus-menerus. Cole. Unit Kerja Koordinasi Neurologi IDAI membuat klasifikasi kejang demam pada anak menjadi 2 yaitu Kejang Demam Sederhana (KDS) dan Kejang Demam Kompleks (KDK). 2001 Penulis Anita Permatasari.. New York. 1989. Artusio. 3. Anesthesiology.. sehingga meminimalkan komplikasi spinal anestesi.3 kg. Keyword : kejang demam. ekskresi urin dipengaruhi oleh perfusi ginjal dan faktor yang mempengaruhi pH urin. sehingga memungkinkan perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. Clinical Anesthesiology 4th edition. Yogyakarta. Anestesiologi. M. Jakarta: Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. PENEGAKAN DIAGNOSIS KEJANG DEMAM SEDERHANA PADA ANAK PEREMPUAN USIA 10 BULAN Dibuat oleh: Dianita Rachmawati. Dalam obat ini yang membuat keadaan hiperbarik adalah kandungan dekstrose 80 mg. F. Sedangkan dalam obat ini memiliki berat jenis 1. semakin lama semakin meningkat. Mosby. Muhardi.selama waktu kebutuhan analgesik kuat berkurang. Riwayat kejang sebelumnya (+) sekitar 5 menit saat usia 9 bulan dan diopname. Dalam: Basuki Gunawarman. karena obat ini memiliki onset yang cepat dan anestesi yang tahan lama. Yao. Pilihan Cara Anestesia. BAK dan BAB dalam batas normal. editor.J.

SpA(K).. Dr. misalnya epilepsi. Jakarta: EGC. Infomedika.. riwayat terluka/tertusuk benda tajam (-). Riwayat trauma kepala (-).E. Sylvia. pemeriksaan fisik. Price. sakit pada mata dan telinga (-).. kejang pertama pada usia < 12 bulan. Ilmu Kesehatan Anak. 2006. Sutaryo. DIAGNOSIS Kejang Demam Sederhana (KDS) TERAPI Pada pasien ini diberikan Infus KaEN 3B 20 tpm. Serangan kejang terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam. perubahan akut pada keseimbangan homeostasis. air dan elektrolit dan adanya lesi struktural pada sistem saraf.kemerahan seluruh tubuh maupun batuk pilek. Pusponegoro. Hal ini sesuai dengan kriteria dari Unit Kerja Neurologi IDAI. Heart Rate:92x/menit. ANASTESI SUBARACHNOID BLOCK PADA HERNIOTOMI LAKI-LAKI USIA 60 TAHUN DENGAN HERNIA INGUINALIS LATERALIS REPONIBLE . Begitu kejang berhenti anak tidak memberikan reaksi apapun untuk sejenak. 2004. Pemeriksaan thoraks dan abdomen dalam batas normal. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien didiagnosis kejang demam sederhana.5 ⁰C. KESIMPULAN Kejang demam adalah suatu bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (> 38°C). tetapi setelah beberapa detik atau menit anak akan terbangun dan sadar kembali tanpa adanya kelainan saraf. Unit Kerja Koordinasi Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. PENULIS Dianita Rachmawati. dkk. 2000. di antaranya: infeksi susunan saraf pusat. Alatas.SpA(K). dimana kriteria kejang demam sederhana (KDS/Simple Febrile Seizure) • Singkat dan disertai demam • Durasi kurang dari 15 menit • Kejang dapat umum. dkk. Umumnya kejang berhenti sendiri. Ismael. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Volume 3.Sardjito Edisi III Jilid 2. REFERENSI Hassan.D. dan kejang demam multipel. dan atau klonik • Umumnya akan berhenti sendiri • Tanpa gerakan fokal • Tidak berulang dalam 24 jam Pada bayi dan anak dengan kejang dan demam yang perlu diperhatikan adalah apakah terdapat gangguan perkembangan neurologis. 2005. Appleton dan Lange. berlangsung singkat dengan sifat bangkitan dapat berbentuk tonik-klonik. riwayat kejang tanpa demam.. Dr. Yogyakarta: Medika FK-UGM. 2002. EGC: Jakarta. status gizi baik. fokal atau umum. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. dkk. Hardiono. Sofyan Prof. tonik. Pemeriksaan fisik : Keadaan umum : compos mentis. epilepsi pada keluarga. Patofisiologi. tampak lemah. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. Diperlukan anamnesis. DR. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Rudolph AM. RSUD Salatiga. dan per oralnya diberikan pulvis yang terdiri dari PCT 100 mg. Hussein. Luminal 5 mg diberikan 3x sehari. Anderson. tanda rangsang meningeal (-). Rupeno. Pada pasien ini dapat ditegakkan diagnosis KDS berdasarkan adanya riwayat demam sebelumnya dan kejang terjadi 1x selama 5 menit.Dr. Febrile Seizures Rudoplh Pediatrics. Waldo. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi 1. kejang lama (>15 menit). Nelson. pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang yang menyeluruh untuk menegakkan diagnosis. Konsensus Penanganan Kejang Demam. tidak berulang dalam 24 jam. klonik. Adapun penegakan diagnosis kejang demam hanya dapat ditegakkan dengan menyingkirkan penyakit-penyakit lain yang dapat menyebabkan kejang. dr. Pernafasan : 40 x/menit.MD. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia. Suhu : 37. 2005. Dr. 1985. kejang fokal. Edisi ke-20. tonik. DISKUSI Pada pasien ini mengalami kejang demam sederhana. Konsep Klinis Proses-Prose Penyakit. Standar Pelayanan Medis RS.

439-451 Penulis Farida Aryani. Anasthesi in Abdominal surgical intervention. Selama operasi terjadi perdarahan kurang lebih 100 cc. Valsava test positif dan terdapat suara bising usus pada auscultasi.v. Diagnosis Pasien didiagnosa Hernia Inguinalis Lateralis Reponible Terapi Rencana Operasi Herniotomi menggunakan anastesi subarachnoid block Diskusi Pada kasus ini pasien seorang laki-laki usia 60 tahun dengan diagnosis hernia inguinalis sinistra reponible akan dilakukan herniotomi. sebagai analgetik digunakan dengan tujuan untuk mengurangi rasa nyeri. Pemeriksaan status operatif pasien ASA I dan malampati score I. Subarachnoid Block Technique .Dibuat oleh: Farida Aryani. Referensi: 1. Premedikasi yang digunakan pada kasus ini adalah ondancentron HCL 4 mg dan ketorolac tromethamine 30 mg yang diberikan dengan tujuan mencegah mual dan muntah paska operasi agar tidak terjadi aspirasi dan rasa tidak nyaman. Kerja bupivacain adalah menghambat konduksi saraf yang menghantarkan impuls dari saraf sensoris.D . Dosis ondancentron HCL dan ketorolac yang dianjurkan adalah 2-4 mg pada dewasa dan 10-30 mg dapat diulang setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan. Hilda Pedersen. Induksi anestesi pada kasus ini menggunakan anestesi lokal yaitu bupivacain 15 mg. MD . Indikasi lain bagi dilakukannya anastesi subarachnoid block adalah jika pasien mempunyai kontraindikasi dilakukannya intubasi endotrakeal. uri akan lahir spontan dlam 15-30 . Raanan Cohen-Kerem. Kesimpulan Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:00 ABSTRAK Dalam persalinan.menggunakan anastesi subarachnoid block. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Perdarahan Postpartum Dini ec Retensi Plasenta pada Pasien 27 Tahun P2A0 Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. Biasanya. Anasthesiology (2000) . Pasien didiagnosa hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan . Three Finger Test positif. Anastesi menggunakan premedikasi Antiemesis (Ondancetron HCL i. M.v) dan analgesik non opiat (Ketorolac i. Dari pemeriksaan fisik didapatkan benjolan yang teraba pada regio inguinalis sinistra ukuran 2x3x2 cm2. BRSD KRT Setjonegoro. kenyal dan dapat direposisi. Bagian Ilmu Anestesi. 51 . The American Journal of Surgery 190 (2005) 467–473 2. Teknik spinal anestesi ini dipilih sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi. Karena perdarahan pada kasus ini kurang dari 20% EBV maka tidak diperlukan transfusi darah. Dari pemeriksaan fisik yang dilakukan pasien didiagnosis hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan menggunakan anastesi subarachnoid block sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi. karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian.v) serta induksi dengan Bupivakain i. Jenis anestesi yang digunakan adalah regional anestesi dengan teknik Sub Arachnoid Block. Kata kunci : subarachnoid block. kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:01 Abstrak Anastesi Subarachnoid Block atau spinal anastesi adalah suatu bentuk anastesi regionaldengan cara memasukkan obat anastesi lokal ke ruang subarachnoid menggunakan jarum halus. herniotomi Kasus: Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu.

anemis (Hb 5. lemah. Riwayat Obstetri : I : 2001. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit. laserasi jalan lahir minimal. Plasenta belum lepas dari dinding rahim karena tumbuh melekat lebih dalam. (c) Plasenta akreta. takikardi. apalagi bila terjadi perdarahan. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. Retensio plasenta dapat disebabkan oleh beberapa hal. 3500 gr. Keyword : Perdarahan Postpartum Dini. (d) Plasenta perkreta. dimana vili koreales tumbuh lebih dalam dan menembus desidua sampai ke miometrium. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. DIAGNOSIS Perdarahan postpartum dini ec retensi plasenta PENATALAKSANAAN • Perbaikan KU : Pemberian infus RL 2 jalur. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik diperoleh keadaan umum : lemah. kemudian ari-ari ditunggu tidak keluar. Pada pasien ini setelah 5 jam melahirkan plasenta belum juga terlepas sehingga mengakibatkan terjadinya perdarahan postpartum dini. anemis. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah mencoba mengeluarkannnya dengan perasat crede maupun manual plasenta diikuti dengan perbaikan keadaan umum pasien. karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. kesakitan. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. suhu afebris Status Obstetrik Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Keadaan umum CM. pasien mengeluarkan banyak darah. yang menurut tingkat perlekatannya dibagi menjadi (a) Plasenta adhesiva. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir. ♀. darah (+) aktif.menit. Biasanya. (b) Plasenta inkreta. vulva uretra tenang. pasien mengeluarkan darah banyak.4 gr%). Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. terdapat perdarahan pervaginam. rumah. kontraksi uterus lemah. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir. dinding vagina licin. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. dapat ditunggu sampai 1 jam. Retensi Plasenta. 27 tahun. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. aterm. Tanda vital : hipotensi. rumah. 27 tahun. aterm. sehat. Bila plasenta belum lepas sama sekali tidak akan terjadi perdarahan. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. Oxytosin 1A/drip • Tindakan : manual plasenta DISKUSI Dalam persalinan. Untuk mengetahui apakah plasenta telah . yang menembus lebih dalam ke dalam miometrium tetapi belum menembus serosa. dukun. BBL belum ditimbang. atau karena adanya lingkaran konstriksi pada bagian bawah rahim akibat kesalahan penanganan kala III yang akan menghalangi plasenta keluar (plasenta inkarserata). Tranfusi PRC sampai Hb≥10. BBL belum ditimbang. Sebelumnya pasien melahirkan bayi perempuan secara spontan. yang menembus serosa atau peritonium dinding rahim. dapat ditunggu sampai 1 jam. Pada kasus ini terdapat seorang wanita. yaitu: 1. bidan. Keluarga pasien memanggil bidan. Kesadaran : Compos mentis. sehat. maka harus segera dikeluarkan. kesakitan. tapi bila sebagian plasenta sudah lepas akan terjadi perdarahan dan ini merupakan indikasi untuk segera mengeluarkan plasenta. Plasenta sudah lepas tetapi belum keluar karena atonia uteri dan akan terjadi perdarahan banyak. pembukaan 56 cm. ♀. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. 2. lahir spontan. Manual plasenta KASUS Seorang wanita. II: 2009. dicoba dilakukan manual plasenta tidak berhasil. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. Palpasi : Tinggi Fundus Uteri setinggi 1 jari diatas pusat. Pemeriksaan Dalam (vaginal toucher) Tampak tali pusat yang telah diklem pada introitus vagina. yang melekat pada desidua endometrium lebih dalam. sehat. ditolong dukun. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. lahir spontan.

berarti plasenta belum lepas dari dinding uterus. 2. Tangan kanan memegang atau menarik sedikit tali pusat. Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar plasenta lepas dari dinding uterus hanya dapat digunakan bila terpaksa. Tangan kanan meregang atau menarik sedikit tali pusat. berarti plasenta sudah lepas. berarti plasenta belum lepas. Perasat Creede. Tali pusat tamapk turun kebawah. Bila perdarahan banyak. REFERENSI 1. Tepi plasenta dilepas – disisihkan dengan tepi jari-jari tangan – bila sudah lepas ditarik keluar. Perasat Strassmann. Cegah terjadinya syok 3. Penghentian perdarahan 2. Keluarkan plasenta dengan tangan (manual plasenta). & Wiknjosastro. Tangan kiri mengetok-ngetok fundus uteri. oleh karena itu dalam menangani persalinan kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. Teknik tindakan aseptik harus dipakai. Bila terasa getaran pada tali pusat yang diregangkan ini. berarti plasenta belum lepas. Berikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik. Jakarta Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. B.Century -. Wanita tersebut disuruh mengejan. Bila tetap atau tidak masuk kembali kedalam dinding vagina. maka harus segera dikeluarkan. Perasat Kustner. G. 3. 4. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. Biasanya. Bila tidak terasa getaran. Penatalaksanaan yang cepat dibutuhkan pada kasus ini yaitu dengan memperbaiki keadaan umum pasien.lepas dari tempat implantasinya. Apleton . Hernia . Bandung Wibowo. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. Apabila hanya sebagian plasenta lepas maka dapat terjadi perdarahan. maka berikan tranfusi darah.H. New York EGC. Bila tali pusat ini masuk kembali kedalam vagina. yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. berarti plasenta lepas dari dinding uterus.. 1956. apalagi bila terjadi perdarahan. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Hernia Repair pada Pria 69 Tahun dengan Hernia Inguinalis Dextra Reponibel Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. maka harus dilakukan analgesia atau anestesia yang memadahi. N...Crofts. William Obstetrics (edisi 18). Perasat ini harus dilakukan dengan hati-hati. misalnya perdarahan. Perdarahan postpartum masih merupakan salah satu sebab utama kematian ibu dalam persalinan. 3. Lakukan eksplorasi apakah ada luka-luka atau sisa-sisa plasenta dan bersihkan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 4. 2. Jika teknik manual plasenta diperlukan. Perasat Klein. Eastman. tangan kanan dimasukkan dalam rongga rahim dengan menyusuri tali pusat sebagai penuntun. dan dianjurkan penggunaan sarung tangan steril yang menutupitangan operator sampai lengan bawah. Karena itu ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam menolong persalinan dengan komplikasi perdarahan postpartum. 1994. yaitu: 1. Ilmu Kebidanan. Jakarta 2. dapat ditunggu sampai 1 jam. KESIMPULAN Perdarahan postpartum dini yang disebabkan retensi plasenta merupakan kasus yang sering dijumpai. Teknik manual plasenta yaitu tangan kiri diletakkan di fundus uteri. Penggantian darah yang hilang Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. dipakai beberapa perasat antara lain: 1. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah : 1.J.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. Coba 1-2 kali dengan perasat creede. Tangan kiri menekan daerah diatas simfisis. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit. melakukan tindakan manual plasenta. Bila pengedanannya dihentikan dan tali pusat masuk kembali ke dalam vagina. dan memberikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik.

Z. mual. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. Berbagai faktor penyebab berperan pada pembentukan pintu masuk hernia pada annulus internus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. adanya struktur muskulus oblliqus internus abdominis yang menutupi annulus inguinalis internus ketika berkontraksi. .inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Keluhan dirasakan semenjak 3 bulan yang lalu. Operasi hernia atau hernia repair terdiri dari herniotomi. Hernia inguinalis yang mengalami inkarserata. Z. Disamping itu diperlukan pula faktor yang dapat mendorong isi hernia melewati pintu yang sudah terbuka cukup lebar tersebut. yang semakin hari semakin membesar. BAB tidak ada gangguan. Kata Kunci : Hernia repair. Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik. Teraba benjolan di regio inguinalis dextra. herniorafi. kesadaran kompos mentis. Pasien tidak mengeluh nyeri. mual. Pengobatan operatif merupakan satusatunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. dan adanya fascia transversa yang kuat menutupi trigonum hasselbach yang umumnya hampir tidak berotot. Pada orang sehat ada tiga mekanisme yang dapat mencegah terjadinya hernia inguinalis. frek nafas 20 x/menit. flatus. yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. Riwayat penyakit gula. flatus. Pasien belum pernah menderita penyakit serupa. Pada awalnya benjolan sebesar ibu jari pada lipat paha kanan. pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. Pasien tidak mengeluh nyeri. Hernia inguinalis lateralis KASUS Pasien Bp. Setelah operasi pasien diberikan injeksi antibiotik berspektrum luas 1 gram yang diberikan 3 kali sehari intravena untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi serta injeksi analgetik 30 mg yang diberikan 2 kali dalam sehari intravena untuk mengurangi nyeri setelah operasi. laki-laki berumur 69 tahun datang ke poli bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan terdapat benjolan di lipat paha kanan. Nafsu makan. pasien ini diberi injeksi antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi dan injeksi analgetik untuk mengurangi nyeri setelah operasi. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. sehingga perlu dilakukan tindakan operasi hernia repair. BAK. konsistensi kenyal. yaitu kanalis inguinalis yang berjalan miring. Pada pemeriksaan didapatkan keadaan umum tampak tenang. BAB tidak ada gangguan. Pasien kemudian memutuskan untuk di rawat di Rumah Sakit. muntah. licin. pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. nyeri tekan (-). Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. serta demam. darah tinggi disangkal. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. pasien 69 tahun mengeluh adanya benjolan di lipat paha kanan. suhu 36. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. Pada kasus ini. bising usus (+). tanda vital: TD 120/80 mmHg. BAK. Pemeriksaaan penunjang seperti darah dan rontgen thorak dalam batas normal. serta demam. laki-laki usia 69 tahun mengeluh ada benjolan di lipat paha kanan yang timbul saat berdiri dan menghilang saat berbaring. frek nadi 80 x/menit. muntah.5oC. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan operasi hernia repair. Bp. gizi cukup. kemudian lama – lama benjolan pada lipatan paha kanan membesar. DIAGNOSIS Pasien ini didiagnosis dengan hernia inguinalis lateralis dextra reponibel TERAPI Pada pasien ini dilakukan tindakan operasi hernia repair dengan metode bassini untuk mereposisi atau mengembalikan usus yang masuk ke dalam lubang inguinlis lateralis. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. Setelah operasi. DISKUSI Pada kasus ini. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. dan hernioplasti. Indikasi diadakan operasi: 1. Nafsu makan.

sehingga locus minoris resistantiae hilang. kemudian aponeurosis muskulus obliqus externus dijahit kembali sehingga tidak ada lagi kanalis inguinalis. Pengamatan klinik. K. Hernioplasty yaitu memberi kekuatan pada dinding perut dan menghilangkan locus minnoris resistentiae. Setelah dilakukan operasi untuk mencegah terjadinya infeksi dapat diberikan injeksi antibiotik yang berspektrum luas seperti golongan ampisilin. de Jong W. 3. sejak itu semua kelumpuhan n. Kuijjer. Biasanya didahului oleh infeksi saluran napas bagian atas yang erat hubungannya dengan cuaca dingin. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada usia dewasa. Jika digunakan anastesi lokal. muskulus obliqus internus abdominis. Operasi hernia ada 3 tahap 1. 2. 62. Setelah dilakukan operasi. Sjamsidajat R. 4.66. Bp. EGC. Jakarta. Buku Pegangan Kuliah Ilmu Bedah.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Bell's Palsy (BP) ialah suatu kelumpuhan akut n. Edisi 2. Bagian Ilmu Bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Bell’s palsy pada pengendara sepeda motor Dibuat oleh: Sekar Mutiara. muskulus obliqus transversus abdominis. Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Z didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel dan akan dilakukan operasi hernia repair. jarang pada anak di bawah umur 2 tahun. Buku Ajar Bedah. Shouldice Membuka lantai inguinalis dan mengimbrikasi fascia transversalis dengan teknik jahitan kontinyu. Dr. Ketiga muskulus. 228. Sir Charles Bell (1821) adalah orang yang pertama meneliti beberapa penderita dengan wajah asimetrik. dapat juga diberikan injeksi analgetik untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri setelah operasi KESIMPULAN Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik. fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya disebut Bell's palsy. Bassini Muskulus obliqus internus dan muskulus transversus abdominis dijahitkan pada ligamentum inguinale. Buku Ajar Ilmu Bedah.meskipun keadaan umum jelek.230. pemeriksaan neurologik. 2005. Funikulus spermaticus diletakkan ventral dari muskulus tadi tetapi dorsal dari aponeurosis muskulus obliqus eksternus sehingga kanalis inguinalis kedua muskuli tadi memperkuat dinding belakang dari kanalis inguinalis. Kapita Selekta Pemeriksaan Bedah. 3. Herniorafi yaitu mulai dari mengikat leher hernia dan menggantungkannya pada conjoint tendon. 2. Halstedt Di lakukan untuk memperkuat atau menghilangkan locus minonis resistentiae. Herniotomy yaitu membuka dan memotong kantong hernia serta mengembalikan isi ke cavum abdominalis. funikulus spermatikus diletakkan di sub kutis. laboratorium dan patologi anatomi menunjukkan bahwa BP bukan penyakit tersendiri tetapi berhubungan erat dengan banyak faktor dan sering merupakan gejala penyakit lain. EGC. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jalannya operasi menggunakan obat anastesi lokal berupa procain dengan dosis rnaksimum 200 cc. (1993). Hernioplasty ada bermacarnmacam menurut kebutuhannya: 1. klindamisin serta aminoglikosida. 2. REFERENSI Darmokusumo. Jakarta. digarnbarkan incisi berbentuk belah ketupat dan diberikan kira-kira 60 ml xylocain 0. Fakultas Kedokteran. (1991). pasien diberikan injeksi antibiotic 3 x 1 gram untuk menghindaari infeksi pasca operasi serta analgetik 2 x 30 mg untuk mengurangi nyeri pasca operasi. bagian 2. muskulus obliqus eksternus abdominis.570-579 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005. Hernia reponibel pada bayi dengan umur lebih dari 6 bulan atau berat badan lebih dari 6 kilogram. cetakan IV. prof. P. Selain itu. Sabiston (1994). fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya. Ferguson Yaitu funiculus spermaticus ditaruh di sebelah dorsal dari musculus obliqus externus dan internus abdominis dan muskulus obliqus internus dan transversus dijahitkan pada ligamenturn inguinale dan meletakkan funiculus spermaticus di dorsal. Kata kunci : .5 persen dengan epinefrin. J.

Dengan demikian. Bell‘s palsy mungkin merupakan akibat sekunder terhadap infeksi virus. unilateral. Panas (-). McCormick pertama kali mengusulkan HSV sebagai penyebab paralisis fasial idiopatik. Vital Sign Tensi : 110 / 70 mmHg Nadi : 86 x/menit Respirasi : 18 x/menit Suhu : 36. gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair. Dengan bentuk kanalis yang unik tersebut. keluhan disertai pipi kanan terasa kebas. Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya ataupun menderita DM dan hipertensi. . demielinisasi atau iskemik pada nervus facialis dapat menyebabkan gangguan dari konduksi. nyeri perut (-). penelitian biopsi memperlihatkan adanya HSV dalam ganglion genikulatum pasien Bell‘s palsy. sesak napas (-) • Kardiovaskular : Pucat (-).bell‘s palsy. Mereka mengasumsikan bahwa virus adalah yang paling memungkinkan untuk melakukan perjalanan ke atas akson dari saraf sensorik dan berada dalam sel-sel ganglion. terdapat teori yang mengatakan bahwa Bell‘s Palsy dapat terjadi karena adanya suatu proses yang dikenal awam sebagai ―masuk angin‖ atau dalam bahasa inggris ―cold‖. sehingga terjepit di dalam foramen stilomastoideus dan menimbulkan kelumpuhan fasialis LMN. mata kanan tidak bisa menutup rapat (+). kelemahan wajah bagian kanan. AC.5º C Anamnesis Sistem • Neurologi : Nyeri pinggang (). sakit pada anus (-) • Urogenital : BAK lancar. Para ahli menyebutkan bahwa pada Bell‘s palsy terjadi akibat proses inflamasi akut pada nervus fasialis di daerah tulang temporal. pilek (-). Sedangkan keluarga pasien tidak ada yang menderita seperti ini ataupun menderita DM dan hipertensi. dan atau merupakan reaksi autoimun yang menyebabkan demielinisasi nervus facialis. Proses inflamasi pada nervus fasialis menyebabkan peningkatan diameter nervus fasialis sehingga terjadi kompresi dari saraf tersebut pada saat melalui tulang temporal. Pada saat stres. kesadaran menurun (-). nyeri BAK (-) • Muskuloskeletal : lemah anggota gerak (-) Diagnosis Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik diperoleh bahwa diagnosis kerja pada kasus ini adalah bell‘s palsy dextra Terapi Metil Prednisolon 3x1 Citizin 2x1 B1 tab 1 – 1 – 0 B2 tab 1 – 1 – 0 Fisioterapi DISKUSI Pada kasus ini bell‘s palsy terjadi pada seorang wanita 40 tahun datang dengan dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. Di masa lalu. edema. Paparan udara dingin seperti angin kencang. adanya inflamasi. mual (-). kasus Pasien perempuan usia 40 tahun datang ke Poliklinik Saraf dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. pusing (-). • Respirasi : Batuk (-). Tahun 1972. Namun.VII penderita Bell‘s palsy berat yang menjalani pembedahan dan menemukan HSV dalam cairan endoneural. Apabila HSV diinokulasi pada telinga dan lidah tikus. atau mengemudi dengan kaca jendela yang terbuka menyebabkan nervus facialis sembab dan edema. Riwayat sering terpapar angin saat bekerja d merupakan salah satu factor terjadinya bell‘s palsy. Perjalanan nervus fasialis keluar dari tulang temporal akan melalui kanalis fasialis yang mempunyai bentuk seperti corong yang menyempit pada pintu keluar sebagai foramen mental. debar-debar (-). Murakami at all melakukan tes PCR (Polymerase-Chain Reaction) pada cairan endoneural N. Pasien kontrol rutin di poliklinik syaraf dan berencana fisioterapi untuk ke-8 kalinya. Impuls motorik yang dihantarkan oleh nervus fasialis bisa mendapat gangguan di lintasan supranuklear. Penyebab edema dan iskemia masih diperdebatkan. menyebabkan kerusakan lokal myelin serabut saraf tersebut. di sekitar foramen stilomastoideus. maka akan ditemukan antigen virus dalam nervus fasialis dan ganglion genikulatum. Sejak saat itu. perut kembung(-). kejang (-).kelemahan anggota gerak (-). keluhan disertai pipi kanan terasa kebas. saat ini beberapa penulis percaya bahwa virus herpes simpleks (HSV) adalah penyebab umum Bell‘s Palsy. gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair. • Gastrointestinal : Muntah (-). nuklear dan infranuklear. virus akan aktif kembali. Beliau memberikan hipotesis bahwa HSV bisa tetap laten dalam ganglion genikulatum.

com/2010/04/0 3. Nervus Facialis. dkk. datang dengan keluhan pusing berputar. (2010). Kata kunci : gagal ginjal. di os petrosum atau kavum timpani. (2004). Kelumpuhan pada Bell‘s palsy akan terjadi bagian atas dan bawah dari otot wajah seluruhnya lumpuh. Pasien juga merasakan BAK sangat jarang disertai nyeri pinggang. Pemeriksaan USG abdomen menunjukkan ukuran ginjal normal. Pada lesi LMN.VII dengan gejala paralisis wajah unilateral. Diakses pada tanggal 31 Juli 2010 dari http://repository. Hanako. Pasien juga merasakan sangat jarang BAK dan nyeri pinggang kanan dan kiri kambuh-kambuhan sejak 2 tahun yang lalu. Bell‘s Palsy. Onsetnya akut serta dapat dibedakan dengan penyebab lain seperti paralisis wajah unilateral dengan ketiadaan gejala dan tanda gangguan susunan saraf pusat dan gejala telinga dan fossa posterior. Diakses pada tanggal 30 Juli 2010 dari http://annsilva. Harsono (editor). di foramen stilomastoideus dan pada cabang-cabang tepi nervus fasialis. Dahi tidak dapat dikerutkan. Edisi kedua. Bruce.usu. Kapita Selekta Neurologi.wordpress. kelainan bisa terletak di pons. George. Dalam 1 tahun terakhir pasien merasa badan terasa pegal dan lemas. maka air mata tidak bisa disalurkan secara wajar sehingga tertimbun disitu. KESIMPULAN Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang ditemukan pada pasien ini ditemukan diagnosis Bell‘s palsy yang merupakan suatu neuropati perifer pada N.com/article/791311-print GAMBARAN RADIOLOGIS GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN PEMERIKSAAN USG PADA WANITA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Bell‘s Palsy. (2009). Lo. Gejalagejala pengiring seperti augesia dan hiperakusis tidak ada karena bagian nervus facialis yang terjepit di foramen stilomastoideum sudah tidak mengandung lagi serabut korda timpani dan serabut yang menyarafi muskulus stapedius.medscape. Karena lagoftalmos. nafsu makan menurun dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu.id/bitstream 5. REFERENSI 1.Lesi supranuklear bisa terletak di daerah wajah korteks motorik primer atau di jaras kortikobulbar ataupun di lintasan asosiasi yang berhubungan dengan daerah somatotropik wajah di korteks motorik primer. fisura palpebra tidak dapat ditutup dan pada usaha untuk memejam mata terlihatlah bola mata yang berbalik ke atas. Dewanto. hipertensi. jantung.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:59 Abstrak Seorang wanita usia 65 tahun mengeluh pusing berputar. usia 65 tahun. parenchyma hiperechoik. dan beberapa kali mondok di RS karena nyeri pinggang bawah. Iskandar. PCS tak melebar. Bibir tidak bisa dicucurkan dan platisma tidak bisa digerakkan. Sudut mulut tidak bisa diangkat. kronik.ac. Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Saraf. (2007). nafsu makan berkurang dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu. DM dan stroke pada pasien dan . ultrasonografi Kasus Pasien wanita. di sudut serebelopontin. batas medula tidak jelas sehingga memberi kesan radangkronis pada ginjal kanan dan kiri. Jakarta: EGC 2. Diakses pada tanggal 29 Juli 2010 dari http://emedicine. Japardi. (2010). Hasil laboratorium darah menunjukkan keadaan anemia dengan ureum dan kreatinin yang sangat tinggi sehingga mengarahkan pada diagnosis akhir sebagai gagal ginjal kronik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press 4. Seiri. Riwayat penyakit ginjal.

ren sinistra besar normal.3 mg% dan kreatinin 9. radiologis dan histopatologi ginjal. Gagal ginjal kronik biasanya didahului dengan penyakit gagal ginjal berupa suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam. Gambaran PCS yang tidak melebar dan tidak ditemukannya batu pada struktur ginjal kanan dan kiri menyingkirkan kemungkinan proses obstruktif sebagai etiologi pada kasus ini.9. respirasi 20 kali/menit dan suhu 39. struktur parenchyma normal dengan sistema vaskular dan billiare tidak melebar. dinding vesika urinaria reguler. Pemeriksaan darah rutin didapatkan nilai yang rendah pada beberapa komponen yaitu Hb 9. batas korteks medula tidak jelas.7 mg%. besar normal. Di negara-negara berkembang lainnya. pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap. parenchyma hiperechoik. JVP tidak meningkat. Pasien pada kasus ini menunjukkan abnormalitas berupa gambaran hiperechoic pada parenkim ginjal kanan sehingga menimbulkan kecurigaan adanya radang pada ginjal kanan. Kimia darah menunjukkan peningkatan ureum 149. kelemahan badan. dengan populasi 18 juta. USG abdomen pada pasien gagal ginjal kronik biasanya ditandai dengan korteks yang lebih hiperechoic hingga hampir sama dengan sinus renalis. sesak nafas. Besar kedua ginjal yang masih normal pada USG menandakan proses penyakit ginjal kronik yang masih awal dimana berkurangnya massa ginjal belum jelas terlihat. limfonodi leher tidak teraba. dan meningkat sekitar 8% setiap tahunnya. parenkim ginjal pada bagian korteks memiliki sonodensitas yang lebih rendah dari pada hepar. PCS tak melebar. Hasil pemeriksaan USG harus dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan pemeriksaan laboratoris. Pemeriksaan abdomen didapatkan hepar dan lien tidak teraba. insiden ini diperkirakan sekitar 40-60 kasus per juta penduduk tiap tahun.keluarga disangkal. Di Amerika Serikat. endapan (-). nadi 110 kali/menit. Selain itu dapat ditemukan pula ukuran ginjal yang mengecil dan batas korteks medula yang tidak jelas. Tekanan darah 140/800 mmHg. Seluruh temuan tersebut mendukung diagnosis gagal ginjal kronis sebagai . mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal.106/µl. Pendekatan diagnosis menggunakan temuan gambaran klinis. hipertensi. batas medula tidak jelas. hematokrit 19 % dan trombosit 363. urin yang keruh dan penurunan berat badan. lien dalam batas normal. Gambaran klinis pasien menunjukkan temuan bermakna berupa anemis. Sehingga didapatkan kesan adanya radang kronik pada ginjal kanan dan kiri. Sonodensitas yang lebih tinggi dapat ditemukan pada parenkim sinus renalis karena komposisi lemak yang dimilikinya. Di Malaysia.03 % yang berarti pasien telah memasuki kriteria penyakit gagal ginjal derajat 5 yaitu gagal ginjal sehingga memerlukan terapi hemodialisa atau transplantasi ginjal. batas korteks medula tidak jelas. berupa dialisis atau transplantasi ginjal. besar uterus normal. ren dextra besar normal.20 mg% didapatkan nilai 6. Pemeriksaan laboratoris memastikan penurunan Hb yang jauh dari normal. Pemeriksaan USG menunjukkan besar hepar normal. batu (-). nyeri tekan di regio epigastrium dan hypochondrium dextra. laboratoris. parenchyma hiperechoic.30C. Normalnya. data tahun 1995-1999 menyatakan insidens penyakit gagal ginjal diperkirakan 100 kasus per juta penduduk tiap tahun. PCS tak melebar. peningkatan asam urat serta kadar ureum dan kreatinin yang sangat tinggi. Dari perhitungan LFG dengan kadar kreatinin 9. sehingga bersifat hipoechoic.0 gr/dL. diperkirakan terdapat 1800 kasus baru gagal ginjal tiap tahunnya. Pada ekstremitas tidak didapatkan adanya edema.103/µl. Keadaan umum pasien tampak pucat dan lemas dengan kesadaran compos mentis. pemeriksaan jantung dan paru dalam batas normal. massa (-). Gambaran sonodensitas parenkim yang meningkat mungkin disebabkan proses inflamasi akibat riwayat konsumsi jamu dan obat-obatan yang sangat mungkin bersifat nefrotoksik. eritrosit 1. Diagnosis radiologis Proses radang kronik ren dextra dan ren sinistra Diskusi Gagal ginjal kronik adalah keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel. PCS tak melebar. Kedua konjungtiva tampak anemis.

Jakarta : Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI Penulis Farida Aryani. dehidrasi sedang bila penurunan berat badan antara 5%-10% dan dehidrasi berat bila penurunan lebih dari 10%. abdomen: palpasi turgor cukup. Yogyakarta : Pustaka Cendikia Press 3. Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit. Riwayat makanan: ASI sejak lahir s/d sekarang. mata agak cekung. Bagian Ilmu Radiologi. 2005. Bayi KASUS Dari alloanamnesis didapatkan: 3 HSMRS bayi usia 8 bulan mencret dan muntah 6 x sehari. selama lima hari itu bayi tidak diberi obat. parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr) untuk menurunkan demam. atau lebih dari satu kali keluarnya tinja cair yang berlendir atau berdarah dalam satu hari. 2008. 2005. Namun hal ini tersingkirkan dengan tiadanya temuan proses spesifik yang khas pada foto thoraks. Malueka. badan panas. domperidon sirup 3 x 2. dan tablet zinc 1x20 mg. Sehingga dapat disimpulkan pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang. Buku Ajar Imu Penyakit Dalam. DISKUSI Prinsip penatalaksanaan diare adalah mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi karena penyebab diare yang paling banyak adalah rotavirus. Berikan cairan sesuai indikasi Tanpa dehidrasi: ASI . Radiologi Diagnostik.2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) untuk anti muntah selama 5-7 hari.1-4. Dehidrasi ringan/sedang. tidak ada batuk. BAK lancar. Radiologi Diagnostik. RSUD Setjonegoro Wonosobo. Penatalaksanaan diare: 1. di lingkungan tempat tinggal tidak ada yang mengalami sakit serupa. ubun-ubun besar cekung. tablet zinc 1x20 mg selama 10 hari berturut-turut. air mata (+) sedikit. leher dan thorax dbn. air mata sedikit. tidak ada lendir maupun darah. bubur. Kata Kunci: Diare akut.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 ABSTRAK Diare adalah episode keluarnya tinja cair sebanyak lebih dari tiga kali. parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr). W. Gambaran klinis dan pemeriksaan kimia darah pada kasus ini mengarahkan pada diagnosis gagal ginjal kronik dan didukung dengan pemeriksaan USG yang menunjukkan gambaran yang khas. Dehidrasi ringan bila penurunan berat badan kurang dari 5%. Rasad. Sudoyo.14. Daftar Pustaka 1. Sjahriar. 1 HSMRS bayi tetap mencret. Dari pemeriksaan fisik didapatkan: UUB cekung (+). Temuan klinis berupa batuk dan penurunan berat badan menimbulkan kecurigaan adanya proses TB paru. bayi muntah. mata agak cekung. Bila dikasih makanan. domperidon sirup 3 x 2. Jilid I. Jakarta : Balai Penerbit FK UI 2. Kesimpulan Pemeriksaan radiologis harus selalu dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan laboratoris. mendapat pengobatan oralit. tidak ada lendir maupun darah.2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) selama 5-7 hari. Rasa haus (+). Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan elektrolit. tidak menggigil dan tidak ada kejang. G. badan mulai panas. pasien mencret dan muntah lima kali dalam sehari. Ekstremitas. nasi lembek + kuah sayur diberikan mulai usia 7 bulan. bibir agak kering. penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. Tidak ada riwayat alergi makanan. Fakultas Ilmu Kesehatan Ilmu Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Manajemen Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan/Sedang pada Bayi Usia 8 Bulan Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. bibir agak kering. DIAGNOSIS Diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang TERAPI Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). Edisi Kedua. biscuit. Dari hasil pemeriksaan. akral hangat.diagnosis utama. Badan tidak panas. A. R. Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari. Kedua temuan tersebut masih sangat mungkin disebabkan oleh proses penyakit ginjal kronik yang memang memiliki kerentanan mengalami infeksi saluran nafas.

IV _ Untuk dehidrasi berat 2. tetapi jika pasien muntah + diare utamakan RL • Oralit. diikuti dengan bengkakdan kemerahan pada kulit. FKUI. sedang tetapi anak tidak mau/ tidak dapat minum atau jika kesadaran menurun 3. Syndrom steven johnson ditemukan oleh dua dokter anak Amerika. Prediksi : mulut. pasien demam dan timbul bintik-bintik merah dan lepuhan di sekitar wajah. Awalnya pasien datang ke praktik dokter gigi untuk mengobati nyeri pada gusi nya yang di rasakan berdenyutdenyut. steven dan S. Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). anak mau minum. kemudian oralit setiap kali mencret atau muntah dengan dosis: < 1 tahun: 50-100cc. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak jilid 1. 45 tahun datang diantar oleh keluarganya dengan keluhan kulit melepuh di sekitar wajah. Oral _Bila kesadaran anak baik. ketiak dan selangkangan. Observasi kondisi fisik pasien terutama status hidrasi KESIMPULAN Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. 1-5 tahun 100-200 cc. Prinsip penatalaksanaan diare pada dasarnya adalah untuk mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi yaitu dengan terapi cairan sesuai indikasi. 20-30 cc/kgBB dalam 1 jam. anus. Namun pada keadaan-keadaan kelainan simtem imom seperti HIV dan AIDS serta lapus angka kejadiannya dapat meningkat secara tajam. dan anus.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 Abstrak Steven johnson merupakan syndrom kelainan kulit pada selaput lendir orifisium mata. Pilihan Cairan: • Beri RL (utama) atau NaCl. penderita dapat soporous sampai koma. batuk. 1999 Ikatan Dokter Anak Indonesia. Setelah beberapa waktu. Angka kejadian syndrom steven johnson sebenarnya tidak tinggi hanya sekitar 1-14 per 1 juta penduduk. Diare akut dalam Standart Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi I 2004 . dan tangan. Pada yang berat kesadarannya menurun. biasanya diberikan untuk dehidrasi ringan dan sedang 2. Oleh dokter diberi beberapa obat. • Jika pasiennya tidak dapat makan diberi Dekstros dan RL • Jika muntah2 maka berikan Dekstros dan NaCl. > 5 tahun : semaunya. Sehari kemudian. mata. mata.C johnson. 1992 syndrom steven johnson yang bisa disingkat SJS merupakan reaksi alergi yang hebat terhadap obat-obatan. dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 5 jam berikutnya. Dehidrasi Berat: < 1 tahun.semaunya. A. kulit menjadi kasar. bila obat yang menyebabkan tidak dihentikan. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo PENANGANAN STEVEN JHONSOSN SYNDROME PADA WANITA USIA 45 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. mulainya penyakit akut dapat disertai gejala prodormal berupa demam tinggi. REFERENSI Alatas H. melaise. Jakarta. Kasus Seorang perempuan. Syndrom steven johnson dapat timbul sebagai gatal-gatal hebat pada mulanya. nyeri kepala. sariawan padamulut. Syndrom ini jarang dijumpai pada usia 3 tahun. Keadaan ini juga timbul di leher. M. serta dapat timbul demam. Cara Pemberian: 1. leher. antikonvulsi dan analgesik serta vitamin. Hassan R. bercak-bercak coklat kehitaman. kebawah kemudian umurnya bervariasi dari ringan sampai berat. Dehidrasi ringan sedang : 50 -100 cc/kgBB (2-4 jam). >1 tahun 20-30 cc/kgBB dalam 1/2 jam dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 2 ½ jam berikutnya. ginjal. 100-200 cc (> 24 bulan). dan kemaluan serta dapat terjadi luka-luka seperti koreng pada kulit. berair. pilek dan nyeri tenggorokan. 49-52 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Enteral _Untuk dehidrasi ringan. kulit. Pasien juga mengeluh gatal dan mengalami kesulitan untuk makan dan .

A. 2009. selanjutnya berdasarkan hasil biakan dan uji resistensi kuman dari sediaan lesi kulit dan darah. Diakses Desember 2012. Juga dapat membentuk pseudomembran. Feniramin hidrogen maleat dapat diberikan dengan dosis untuk usia 1-3 tahun 7. leher dan kedua tangan dijumpai papul eritema dan vesikel batas jelas multipel tersebar merata disertai erosi dan krusta kehitaman. bersifat bakterisidal dan tidak bersifat nefrotoksik. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Keadaan umum pasien baik. kelopak mata edema. dan kelainan mata yang ditemukan konjungtivitis kornea. . Konjungtiva mata hiperemis. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Di samping itu dapat juga terjadi purpura. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. Mata:: konjungtivitis kataralis. Kesimpulan Syndrom steven johnson merupakan syndrom yang mengenai julit. M. virus. kelainan selaput lendir di orivisium. Kelainan kulit serupa belum pernah dialami oleh pasien maupun pada silsilah keluarga. jamur. mukosa. faktor fisik. Djuanda. Kulit wajah. analgetik. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta . terutama penderita yang sukar menelan akibat lesi di mulut dan di tenggorokan dan kesadaran dapat menurun. untuk bibir yang kelainannya berupa krusta tebal kehitaman dapat diberikan emolien misalnya krim urea 10%. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Vesikel dan bula yang pecah menjadi erosi dan ekskoriasi dan krusta kehitaman.5 mg/kgBB/dosis. Serta terdapar kemerahan pada konjungtiva mata. dan sulit dibuka. Diskusi Pada sindrom ini terlihat adanya trias kelainan berupa: Kulit: berupa eritema. Diagnosis ditujukan sesuai dengan trias kelainan kulit. mulut. Infeksi mikroorganisme ( bakteri. vesikel. .minum. anti peuritik ). tetapi tidak menunjukkan perbaikan .Kortikosteroid: metil prednisolon 80-120 mg per oral (1. Pasien diperiksakan ke dokter dan mendapatkan salep antibiotika. misalnya klindamisin intravena 8-16 mg/kg/hari. R. vesikel. ketiak dan kedua tangan sesuai dengan teori yaitu berupa eritem.5-2 mg/kgBB/hari) atau pemberian deksametason dosis awal 1mg/kg BB bolus.Untuk lesi di mulut dapat diberikan kenalog in orabase dan betadine gargle. serta hubungannyadengan faktor penyebab yang secara klinis terdapat lesi berbentuk target. untuk usia 3-12 tahun 15 mg/dosis. dari http://22-sindrom-steven-johnson. Siregar.kelainan pada mukosa. anorektal. erosi dan krusta. dan meatus uretra. Selaput lendir orifisium: membran mukosa. kesadaran kompos mentis. pada kasus berat terjadi erosi dan perforasi kornea yang dapat menyebabkan kebutaan. Tedjapranata. Kelainan pada kulit berupa entema. spektrum luas. Untuk lesi di kulit yang erosif dapat diberikan sofratulle atau krim sufadiazin perak.Bula di kulit dirawat dengan kompres basah larutan Burowi atau saline. di orifisum dan mata dengan keadaan umum bervariasi dan ringan sampai berat. vesikel atau bula dapat disertai purpura. Beberapa faktor yang dapat dianggap sebagai penyebab. Kelainan dapat juga menyerang saluran pencernaan bagian atas (faring dan esofagus) dan saluran nafas atas. Sedangkan di bibir terdapat krusta kehitaman (krusta hemoragik).Mengatur keseimbangan cairan/elektrolit dan nutrisi. Sindrom Steven Johnson.Antihistamin. penisilin.Antibiotik yang dipilih yang jarang menimbulkan alergi. . 2005. papul. Referensi 1. gentamisin 1-1. terutama bila ada rasa gatal. . 3. mata. . leher. diberikan 3 kali/hari. Kelainan yang tampak di bibir adalah krusta berwarna hitam yang tebal (krusta hemoragik). 2. yaitu meliputi alergi obat ( misalnya. blefarokonjungtivitis. Jakarta: EGC. demam.htm Penulis Farida Aryani. Pada kasus ini. atau bula secara simetris pada hampir seluruh tubuh. Terapi . parasit ). kelainan kulit di wajah. iritis. iridosiklitis. kemudian selama 3 hari 0. daerah vulvovaginal. vesikel dan bula. iris atau mata sapi. Pada syndrom ini terlihat adanya trias kelainan. selaput lendir. berupa : kelainan kulit yang terdiri dari batuk eritema.2-0. dan makanan. membran hidung. Neoplasma dan faktor endoktrin.5 mg/kg BB tiap 6 jam. Vesikel dan bula kemudian memecah sehingga terjadi erosi yang luas. 2005.5 mg/dosis.

Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit. tidak ada refleks rangsang. asfiksia neonatorum Terapi Resusitasi Oksigen 1 LPM Cefotaxim inj 2 x 40 mg Dexa inj 2 x 0. menyebabkan tekanan pada arteri pulmonalis lebih rendah dibandingkan tekanan sistemik sehingga aliran darah paru meningkat sedangkan aliran pada duktus arteriosus menurun. hipertensi dan asma. Keadaan relaksasi tersebut dan peningkatan tekanan darah sistemik. Penilaian menggunakan skor APGAR masih digunakan karena dengan cara ini derajat asfiksia dapat ditentukan sehingga penatalaksanaan pada bayi pun dapat disesuaikan dengan keadaaan bayi. dan alveoli akan berisi udara. keadaan lainnya sama. biru di seluruh tubuh. diagnosis asfiksia dapat dilakukan dengan menetapkan nilai APGAR. Keywords: asfiksia neonatorum. sehingga darah dialirkan melalui pembuluh yang bertekanan lebih rendah yaitu duktus arteriosus kemudian masuk ke aorta. kurang bulan. Setelah lahir. kurang bulan. Arteri dan vena umbilikasis akan menutup sehingga menurunkan tahanan pada sirkulasi plasenta dan meningkatkan tekanan darah sistemik. Pada kasus tersebut di diagnosis BBLER. denyut jantung 82x/menit. denyut jantung 82x/menit. Sebagian kasus asfiksia pada bayi baru lahir merupakan kelanjutan dari asfiksia intrauterin. hipertensi dan asma.5 cm Diagnosis BBLER. pembuluh darah paru akan mengalami relaksasi sehingga tahanan terhadap aliran darah bekurang. Cairan yang mengisi alveoli akan diserap ke dalam jaringan paru. sesuai masa kehamilan. dan setelah kelahiran. APGAR History Bayi preterm 30 minggu tidak langsung menangis saat lahir. Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM.5 mg Vit K inj 1 x 1mg Gentamisin drops 1 ODS Diskusi Pada kasus bayi tidak langsung menangis saat lahir. keadaan yang lain masih sama. biru di seluruh tubuh. Sebelum lahir. Maka dari itu. bayi akan segera bergantung pada paru-paru sebagai sumber utama oksigen. Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. paru janin tidak berfungsi sebagai sumber oksigen atau jalan untuk mengeluarkan karbondioksida. asfiksia neonatorum dimana BBLER adalah <1000gr dan dikatakan kecukupan bulan pada 37-42 minggu. Pembuluh arteriol yang ada di dalam paru janin dalam keadaan konstriksi sehingga tekanan oksigen (pO2) parsial rendah. Pemeriksaan fisik bayi : BB : 900 gr PB : 36 cm LK : 29 cm LD : 22 cm LLA : 6. Pengisian alveoli oleh udara akan memungkinan oksigen mengalir ke dalam pembuluh darah disekitar alveoli. Oksigen yang diabsorbsi di alveoli oleh pembuluh darah di vena pulmonalis dan darah yang banyak mengandung oksigen . Hampir seluruh darah dari jantung kanan tidak dapat melalui paru karena konstriksi pembuluh darah janin. keadaan lainnya sama. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM. diagnosa dini pada penderita asfiksia mempunyai arti penting dalam merencanakan resusitasi yang akan dilakukan. Setelah bayi lahir. Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. tidak ada refleks rangsang. sesuai masa kehamilan.Penegakan diagnosis pada asfiksia neonatorum Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Akibat tekanan udara dan peningkatan kadar oksigen di alveoli.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:52 Abstrak Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan. persalinan. keadaan yang lain masih sama. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang berhubungan dengan faktor–faktor yang timbul dalam kehamilan.

kembali ke bagian jantung kiri. Pemeriksaan subyektif tekanan intraokular mata dengan digital dapat membantu untuk mendiagnosis glaukoma. Pada saat oksigen masuk adekuat dalam pembuluh darah. penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan. Mochtar R. Tangisan pertama dan tarikan napas yang dalam akan mendorong cairan dari jalan napasnya. nadi 82 x/menit. Blobok. kesadaran composmentis. Darah yang sebelumnya melalui duktus arteriosus sekarang melalui paru-paru. 4. Dinkes RI. Pada pemeriksaan subyektif didapatkanhasil VOD 6/6. Referensi 1. dimana akan dipompakan ke seluruh tubuh bayi baru lahir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum sedang. (2004) Jakarta Penatalaksanaan Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut Pada Pasien Wanita Usia 50 Tahun Dibuat oleh: Farida Aryani. Sejak 1 minggu terakhir mata kiri terasa mengganjal.(2007) Jakarta : World Health Organization. tanda-tanda vital TD 150/80 mmHg. Profil Kesehatan Reproduksi Indonesia 2003 . yang ditandai oleh kelainan lapangan pandang yang khas dan atrofi saraf papil.infodokter.php?optio=com-content8. IDAI. silau. 5. suhu afebris. Glaukoma disebut sebagai pencuri penglihatan sebab pada sebagian besar kasus glaukoma sering tidak dirasakan oleh penderita. Wijaya. duktus arteriosus mulai menyempit. Awalnya kecil namun makin lama makin melebar karena sering dikucek-kucek. http://www. 2009. VOS 0. Dalam hal ini bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan istimewa. 3.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:51 Abstrak Glaukoma adalah neuropati optik yang disebabkan oleh tekanan intraokular yang relatif tinggi. Pemeriksaan obyektif diperoleh hasil TIO OD N0. . Proses kerusakan saraf optik berjalan secara perlahan sampai akhirnya terjadi kebutaan total. Sedang APGAR score 4-6 memerlukan resusitasi dan pemberian O2 sampai bayi dapat bernafas normal kembali. Kasus Seorang wanita usia 50 tahun datang ke Poliklinik Mata dengan keluhan mata kiri merah sejak 3 minggu yang lalu. Manuaba IBG. Ringan APGAR score 0-3. RR 20 x/menit. udara menyediakan oksigen (21%) untuk menginisiasi relaksasi pembuluh darah paru. Kondisi Angka Kematian Neonatal-Angka Kematian Bayi. ed 3. Sinopsis obstetri. Asfiksia Neonatorum. Oksigen dan pengembangan paru merupakan rangsang utama relaksasi pembuluh darah paru. Kesimpulan Penegakan diagnosis asfiksia neonatorum dapat dilihat berdasar pemeriksaan klinis. Pada saat kadar oksigen meningkat dan pembuluh paru mengalami relaksasi.id=92. jika melihat sinar seperti ada bayangan pelangi dan pandangan kabur perlahan-lahan hingga tidak bisa melihat disertai nyeri cekot-cekot pada mata menjalar hingga ke kepala. bayi menghirup udara dan menggunakan paru-parunya untuk mendapatkan oksigen. Normal atau ringan Sedikit asfiksia (nilai apgar 7-10). Pada kebanyakan keadaan.Standar Pelayanan Medis Kesehatan anak . Riwayat hipertensi (+) tidak terkontrol. akan mengambil banyak oksigen untuk dialirkan ke seluruh jaringan tubuh.(2002) Jakarta : EGC 2.com/index. bayi memerlukan resusitasi segera secara aktif dan pemberian O2 terkendali. warna kulit bayi akan berubah dari abu-abu/biru menjadi kemerahan. (2003) Jakarta : EGC. Pada akhir masa transisi normal. dan skor APGAR.Ilmu Kebidanan. Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif maupun obyektif. nyrocos dan riwayat trauma disangkal. proyeksi sinar dan persepsi warna OD baik sedangkan OS buruk.

Terapi yang diberikan pada pasien tersebut berupa tetes mata timolol 0. 2007. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENANGANAN PRE-EKLAMPSIA BERAT PADA PRIMIGRAVIDA HAMIL ATERM BELUM DALAM MASA PERSALINAN PADA WANITA USIA 19 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Ilmu Kesehatan Mata Edisi Pertama. Ilmu Kesehatan Mata BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. Terapi Terapi yang diberikan berupa tetes mata timolol maleat 0.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:49 Abstrak Pasien umur 19 tahun memeriksakan kandungan saat mendekati waktu HPL. reflex pupil (-) dan ptosis. Diagnosis OS Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. dan proteinuria yang timbul karena kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan.5% 2x1 tetes mata kiri dan paracetamol 500 mg jika perlu. pupil mid dilatasi. Diskusi Kasus ini merupakan glaukoma primer sudut tertutup akut berdasarkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif yang ditemukan. mengingat alat tonometeri tidak ada. Prognosis pada pasien ini termasuk buruk. 2005.TIO OS N+1. 2. 3. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi . Dalam pemeriksaan tekanan darah didapatkan tekanan darah pasien 170/110 dengan proteinuri positif 3. 2000. et.5% 2x1 tetes pada mata kiri untuk mengurangai TIO dan diberikan terapi simtomatik paracetamol 500 mg untuk mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata. Pemeriksaan TIO dengan menggunakan palpasi digital dapat membantu mendiagnosis glaukoma. Kedaruratan Dalam Ilmu Penyakit Mata. Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi. Eklampsia adalah timbulnya kejang pada penderita preeklampsia yang disusul dengan koma.---------. Vaughan. Kesimpulan Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis. pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif. Ilmu Penyakit Mata Edisi Kedua. Sidarta. al. sehingga untuk ke depannya pasien diharapkan untuk melakukan iridektomi profilaksis pada mata sebelahnya untuk mencegah serangan glaukoma pada mata tersebut. Referensi 1. Superimposed preeklampsia adalah timbulnya preeklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi kronik. Penulis Farida Aryani. Jakarta: Widya Medika. Pada pasien ini sudah mengalami kebutaan permanen. Suhardjo dan Hartono. Pemeriksaan TIO secara palpasi digital dapat membantu menegakkan diagnosis glaukoma walau hanya menilai secara subyektif. Untuk mencegah terjadinya serangan glaukoma pada mata sebelahnya sebaiknya dilakukan iridektomiprofilaksis. Oftalmologi Umum Edisi 14. Kejang terjadi bukan karena kelainan neurologis. Yogyakarta: Bagian Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Tujuan terapi tersebut adalah untuk menurunkan tekanan TIO segera mungkin dan mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata yang sakit. Prognosis pada pasien tersebut buruk. 2003. Ilyas. digunakan jika perlu. pada OS didapatkan edema kornea. edema. Daniel. Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif. Hal ini diakibatkan karena terlambatnya pasien datang ke pusat pelayanan kesehatan untuk mengobati penyakitnya. Penatalaksanaan terapi ditujukan untuk mengurangi TIO dan gejala simtomatik yang muncul.

Suhu : 36. Tinggi fundus uteri 31 cm. punggung di batas samping kanan uterus. maka keadaan ini dianggap sebagai kegagalan pengobatan dan harus segera diterminasi. dengan keterangan Preeklampsia Berat (PEB). II. Dari data diatas dapat ditegakkan diagnosis preeklampsia berat. penatalaksanaan. Untuk pencegahan terjadinya kejang pada pasien ini diberikan Sulfas Magnesikus 4 gr Bolus. Penderita tetap diberikan oksigen nasal 4-6 L/ menit. serviks lunak tebal. kenceng-kenceng belum dirasakan. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi. STLD (+). puka. Pengobatan medisinal dengan anti kejang MgSO4. Induksi dilakukan sampai tab III. teraba bagian kecil di batas kiri uterus.Observasi His dan DJJ Diskusi Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 170/ 110 mmHg. Pada kasus diatas selain pemberian SM juga diperlukan tentang syarat boleh diberikan dan dilakukan penghentiannya. selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml R. Lendir darah belum keluar. selambatnya dalam waktu 24 jam.selaput ketuban(+). penyakit jantung. dan obat antihipertensi. Primigravida.8oC dengan pemeriksaan proteinuri positif tiga Diagnosis Preeklampsia Berat. kepala turun H1-2. Ada kegagalan penanganan konservatif D. Sibai B. Selain itu harus diperhatikan juga tentang persiapan antidotum jika diperlukan. pemeriksaan fisik dan laboratorium. Kontrol ANC teratur di bidan. Penanganan pre eklampsia berat terdapat dua cara yaitu dengan penanganan aktif dan penanganan konservatif Referensi 1. Penatalaksaan pada pasien ini adalah stabilisasi hemodinamik.. Kata Kunci : Preeklampsia berat.Stabilisasi Hemodinamik .. His (-). 2. Kesimpulan 1. Saat pasien datang belum dalam persalinan. 19 tahun G1P0A0. . Janin teraba tunggal. Dekker G.O2 2-3 liter . TD : 170 / 110 mmHg. Pada penderita diatas dapat didiagnosis PEB berdasarkan anamnesis. teraba 4/5 bagian.. prestasi kepala. Riwayat Diabetes Melitus. Buang air besar lancar tidak ada keluhan. Ada HELLP Syndrome C.Nifedipine 3 x 10 mg jika TD ≥ 160/ 110 mmHg atau MAP ≥ 125 mmHg .pembukaan (-). asma disangkal. AK (-). Nadi : 100 kali / menit. Air kawah belum terasa merembes atau pecah. Keluhan pasien sekarang adalah pusing yang dirasakan sejak 2 hari SMRS. Leopold III Teraba kepala di bagian bawah uterus. nadi 100 x/ menit.SM 4 gr Bolus. Leopold IV Kepala masuk panggul. dinding vagina licin. letak memanjang. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mencapai tanda-tanda perbaikan menuju preeklampsia ringan. Taksiran berat janin 2945 gram. Penanganan aktif Penderita sebaiknya segera dirawat di ruangan khusus. Ada tanda-tanda impending eklampsia B. Pasien merasa hamil 9 bulan. Leopold I Teraba bokong janin di fundus uteri. RR : 24 kali / menit. DJJ (+) 132 x/menit/teratur.bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi. Pemeriksaan laboratorium didapatkan protein urin +3 (positif). hamil aterm. Pemeriksaan dalam Vulva/ uretra tenang. kepala masuk panggul. Kupfermine M. hamil aterm. I. Penanganan konservatif Pada kehamilan < 35 minggu tanpa disertai tanda-tanda impending eklampsia dengan keadaan janin baik. bdp Penatalakasaan Terapi: . edema pada ekstremitas atas dan bawah.. preskep. selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml RL . hipertensi. dilakukan penanganan konservatif yaitu dengan medisinal sama dengan penanganan aktif. teraba 4/5 bagian. Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif. letak memanjang. Buang air kecil lancar tak ada keluhan. Leopold II Teraba janin tunggal. pemberian O2 2-3 liter/ menit. disertai mual-mual. Penderita ditangani aktif bila ada 1 atau lebih kriteria ini : A. dan direncanakan dilakukan induksi dengan misoprostol 25 ug/ vag/ tab per 6 jam. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan. Usia kehamilan 35 minggu atau lebih Pada penanganan aktif ini juga diberikan oksigen nasal kanul 4-6 liter/ menit. Kasus Pasien kiriman bidan dengan keterangan: wanita. Ada tanda-tanda gawat janin E.

Jakarta 2005. Cunningham. University of Cincinnati College of Medicine.perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. K.. FK-UI. Ed. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan. Prawiroharjo.. Pada suatu serangan asma. Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen). Lancet 365: 785-99. udara dingin dan olahraga. 24: 281301. Savitri.. 7.). J.. Ambroxol 3 x 1 tab 6. Bab 1-9.peningkatan pembentukan lendir .. Nebulizer ventolin/8 jam . 5.. seperti serbuk sari. Hipertensi pada Kehamilan Preeklampsia-Eklampsia. Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Buku Acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar. seperti serbuk sari. ronkhi (+) halus. 1992. otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Jakarta : EGC.G. H. Mp 5 . (Alih Bahasa). debu. Hauth. 1998. W.. Ke-3 jilid 1. Josoprawiro. A.. Ranitidin 3 x 1 tab 5. Jakarta : EGC. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: . 3. Jakarta: Media Aesculapius. Toksemia Gravidarum dalam Sinopsis Obstetri. B.kontraksi otot polos . ekspirasi memanjang Diagnosis Asma bronkhial Terapi 1.. Ketinggalan gerak nafas ( . Hipertensi Dalam Kehamilan. Infus D5 % + 1 1/2 amp Aminophilin 12 tpM 3.. Setiowulan.. Wiknjosastro. Yayasan Bina Pustaka. Gilstrap.3 – 0 4. FKUI. Penulis Farida Aryani. 6. oksigen : 2-4 lt/menit. Waspodo. Leveno. 4. bersifat sementara Pada penderita asma. Preeklampsia dan Eklampsia dalam: Ilmu Kebidanan. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas. Salbutamol 3 x 2 mg 7.2005. N.. Djoko. Wenstrom. debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang. penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Mochtar. I..) Palpasi : Ketinggalan gerak nafas ( . Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Diagnosis dini pada penderita asma bronkhiale Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Obstetri Williams (21st ed). Cefotaxim 2 x 500 mg 8. J. Pendit.F. bulu binatang. Pemeriksaan Umum Keadaan Umum : Tampak Sesak Kesadaran : Compos Mentis Vital Sign : TD : 100/70 mmhg S : 37. Edisi 2 Hal 201. Gant.. Department of Obstetrics and Gynaecology.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:48 Abstrak Asma adalah saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu. Hartono. F. R. Wardhani.C. Wheezing (+/+).J. 2. USA. Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer sebanyak sembilan kali penyakit dahulu ada riwayat asma dan tidak memiliki riwayat alergi lainnya. S. K. gejala dini History Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu. M. Suyono.C. A. 270-273. Triyanti.). vokal fremitus simetris ( + ) Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : Vesikuler. 2005 : 773-824. Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Kapita Selekta Kedokteran. 1999.2 C N : 96 X / mnt P : 28 X / mnt Inspeksi : Retraksi ( . L. Keywords: asma. asap. dkk. 2. Keluarga tidak memiliki riwayat penyakit serupa maupun alergi. sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih. Mansjoer. K. Jakarta 1999. Edisi III. Ilmu Kandungan BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. K.. R..D. Jakarta.

Pemeriksaan Fisik : . Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam . Pemeriksaan fisik menunjukan adanya ronkhi basah dan wheezing pada auskultasi ke-2 lapang paru hal ini semakin menyakinkan bahwa keluhan sesak nafas pada pasien dikarenakan asma bronkhiale. Referensi 1. At A Glance Asthma Management Reference. Asma Bronkial.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 Abstrak Keloid adalah hasil dari pertumbuhan berlebih jaringan fibrosa padat yang biasanya berkembang setelah penyembuhan cidera kulit. GINA (2010). Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer. Pocket Guide for Asthma Management and Prevention. . tetapi lambat laun dapat memburuk yang diawali dengan rasa cemas. biasanya tidak mengalami regresi. Jakarta 2006 3. bahwa kekambuhan penyakit asma minimal bisa dijarangkan dengan pengobatan jangka panjang secara teratur. Isi Perempuan 19 tahun mengeluh 10 tahun yang lalu pasien terkena cacar air. 2 tahun yang lalu kaki kanan pasien terkena kenalpot. (2006).Paru : • Inspeksi : dinding torak tampak mengembang.Pada keadaan awal kesadaran penderita mungkin masih cukup baik. Hisyam. Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www. Jaringan melampaui batas luka asli.Mungkin ada riwayat keluarga dengan penyakit yang sama atau penyakit alergi yang lain. Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Barmawi. bekas luka menebal dan warna lebih gelap . Selanjutnya.Semua keluhan biasanya bersifat variasi diurnal. Handout Kuliah Blok 16 Kardiovaskular dan Respirasi.Keluhan sesak nafas. ekspirasi memanjang. bila kulit kering menunjukkan kegawatan sebab penderita sudah jatuh dalam dehidrasi berat.Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien ini menderita hipertensi grade II dengan keluhan utama Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu. . Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www. atau capit kepiting atau cakar yang menunjukan potensi lesi meluas secara lateral Keyword: keloid. Kesimpulan Asma apabila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius. Jantung : pekak jantung mengecil. dan cenderung rekuren setelah eksisi. GINA (2010). Bekas luka kadang terasa gatal dan perih. dada terasa berat atau tertekan. Diagnosis untuk penderita asma bronkhiale 1. Sukamto. penderita lebih nyaman dalam posisi duduk.Sesak nafas. Sundaru. 2. • Auskultasi : terdengar wheezing (mengi). Asma Bronkiale.org KELOID PADA PASIEN POST VARISELA Dibuat oleh: Sekar Mutiara. bicara terputus-putus. Anamnesa : . . . batuk berdahak yang tak kunjung sembuh.Banyak berkeringat. mengi. .Penderita tampak sakit berat dan sianosis.org 4. .ginasthma. bekas luka menebal dan warna lebih gelap dari kulit sekitarnya. sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih. bahwa penyakit asma bisa disembuhkan tetapi pada suatu saat oleh karena faktor tertentu bisa kambuh lagi. Alibert menggunakan istilah cheloid. (2008).Keadaan umum : penderita tampak sesak nafas dan gelisah. takikardi. pada 1806. Heru. diafragma terdorong ke bawah. MISC FKUMY 2005: Jogjakarta 2005 2.Pada serangan berat : • tampak sianosis • N > 120 X/menit • ―Silent Chest‖ : suara mengi melemah 3. Gambaran klinis Status Asmatikus : .ginasthma. Beberapa hal yang perlu diketahui dan dikerjakan oleh penderita dan keluarganya adalah memahami sifat-sifat dari penyakit asma bahwa penyakit asma tidak bisa sembuh secara sempurna. Maka dari itu pasien beserta keluarga harus memahami gejala-gejala awal asma. berasal dari Yunani chele. gelisah kemudian jatuh ke dalam koma. atau batuk malam hari. . Gambaran pertama keloid (dicatat pada papirus) dikenal dengan teknik bedah yang digunakan di Mesir pada tahun 1700 SM.

lesi menjadi merah kecoklatan atau seperti warna daging. dan skar bertumbuh dari segala arah.dari kulit sekitarnya. The Management of Keloids: hands-on versus hand-off. Keloid dapat dijelaskan sebagai suatu variasi dari penyembuhan luka. Kebanyakan lesi tumbuh selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. Available at : http://www.
Keloid pada sendi dapat mengganggu pergerakan akibat kontraktur. tunggal pada regio thorak superior-inferior. ireguler. Pertumbuhan biasanya lambat. 2009. Pada suatu luka.
Kebanyakan pasien datang dengan 1-2 keloid. 2009. seperti karet sampai keras. Skar sampai diatas permukaan kulit dan menjadi hiperemis.
Keloid pada telinga. onion extract. MD.
 Kesimpulan penyebabi keloid masih diperdebatkan. imiquimod 5% cream. tetapi ada pula yang tumbuh dalam beberapa tahun. diberikan 10-30 detik dan diulang 3x selama sesi perawatan. Diagnosis keloid dibuat berdasarkan gambaran klinis (penampakan kulit atau jaringan parut) : Konsistensi keloid yang bervariasi dari lunak. kekuatan luka kurang lebih 30-40% dibandingkan kulit sehat. Brian Berman. Keloid scarring: bencah and bedside. ireguler.html 5. tetapi ada pula yang berbentuk seperti bekas cakaran dengan tepi yang irreguler.aafp. lemas. MD. 2009. ireguler. 2008. temuan klinis yang didapat tampak skar hiperpigmentasi. berbatas tegas. menjadi 3 kali lebih lebar dalam beberapa bulan. Diskusi Pada pasien ini.org 4. Hypertrophic Scarring and Keloids. immunotherapy. tunggal • Regio Thorak posterior . Keloid juga sangat berhubungan erat dengan faktor genetik. tunggal • Palpasi : tampak adanya peebalan keras pada skar Diagnosis Keloid Terapi Injeksi Kortikosteroid Triamcinolon : 10-40 mg/ml intralesi.jabfm. atau persegi panjang dengan tepi reguler. Available at :http://www. MPH. ireguler. Available at : http://www. tampak skar hiperpigmentasi. leher. Available at : http://www.superior : tampak skar hiperpigmentasi. skar akan nampak hiperemis dan mungkin menebal. tetapi kadang-kadang melebar secara cepat. Seiring dengan maturnya jaringan parut (skar). tetapi ada juga dengan banyak keloid seperti pada pasien yang keloid muncul akibat jerawat atau bekas cacar. James studdiford. Keloid and Hypertrophic Scar. Gregory juckett. Pada stadium ini. kekuatan meregang dari skar juga bertambah sebagai akibat pertautan yang progresif dari serat kolagen. lesi awal biasanya kemerahan. MD. proses anabolik dan katabolik mencapai keseimbangan selama kurang lebih 6-8 minggu setelah suatu trauma. dapat diregangkan sebagai suatu skar yang matur.molmed. multipel • Regio Cruris dextra : tampak skar hiperpigmentasi. Keloid memberikan gambaran klinik yang bervariasi. dikatakan keloid dapat timbul setelah trauma atau setelah lesi lainnya.org/afp 3. 2010. Ada pula keloid yng berhenti tumbuh. berbatas tegas. lesi biasanya tidak mengandung folikel rambut ataupun kelenjar adneksa lainnya). Management of Keloids. berbatas tegas. MD. Referensi 1. cryotherapy : untuk keloid <6mm. dan abdomen biasanya bertangkai
 Keloid pada daerah tengah dada dan ekstremitas biasanya datar. Oliver Seifert. namun trauma memegang peranan penting. ireguler.com/office/zNg7qoMr/Keloid20scarring1. dimana dasarnya lebih luas dari puncaknya. tepi penebalan ini akan berkurang secara bertahap selama beberapa bulan sampai menjadi datar.com . Pulsed Dye Laser (PDL) dengan panjang gelombang 585595nm Terapi farmakologi : 5-flurouracil. interferon. Pemeriksaan Fisik • Regio Thorak : tampak skar hiperpigmentasi.4shared. keloid tidak selalu memberikan gejala dan menjadi stabil.
Kebanyakan keloid berbentuk bulat. tunggal pada regio cruris dextra dan pada penekanan tampak adanya peebalan keras pada skar. oval.medscape. Available at : http://emedicine. putih. Pada saat itu. Gauglitz Gerd. Bekas luka kadang terasa gatal dan perih. Diulang tiap bulan. lebih banyak kolagen yang diproduksi dari yang dikeluarkan. berbatas tegas. berbatas tegas. Jika terjadi ketidakseimbangan antara fase anabolik dan katabolik dari proses penyembuhan.com/article/1057599-overview#showall 2.

perineum. Selain itu pasien juga mengeluhkan keluarnya benjolan sebesar duku dilipat paha kiri yang dialami sejak ± 2 bulan terakhir. Pasien juga mengeluh keluar benjolan dilipat paha kiri terutama saat mengedan. Polakisuria (sering miksi) e. Rasa nyeri waktu miksi (disuria. Pada kasus ini pasien datang dengan keluhan sudah 8 bulan sakit ketika buang air kecil. gangguan metabolik. benjolan tersebut dapat masuk kembali. Kata kunci: batu saluran kemih. suhu 36. DIAGNOSIS Batu Kandung Kemih (Batu vesica Urinaria/Vesicolhitiasis) dgn komplikasi Hernia Inguinalis TERAPI Terapi operatif : vesikotomi dan hernioktomi DISKUSI Batu vesika urinaria adalah suatu keadaan ditemukannya batu di dalam vesika urinaria. pasien juga menyangkal adanya kemungkinan anggota keluarga yang mengalami hal serupa. Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Pada pemeriksaan fisik pasien ditemukan keadaan umum Compos Mentis. Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami sakit sama. Gejala yang sering ditemukan pada pasien antara lain: a. sistokel. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. menangis. Pancaran urine tiba-tiba berhenti dan keluar lagi pada perubahan posisi d. nadi 80x/menit isi tegangan cukup. kontraksi leher buli-buli. terlihat benjolan sebesar buah duku dit paha kiri. miksi mengedan . Nyeri dirasakan menjalar ke batang kemaluan dan lipat paha. perdarahan. dirasakan refered pain pada ujung penis. TD 120/80mmHg. bersin dan batuk. Berasal dari batu ginjal atau ureter yang turun. hernia. Pasien sering mengedan ketika buang air kecil. b. menarik-narik penis. diet yang banyak mengandung kalsium dan oksalat. Benjolan dapat masuk sendiri. finger test (+). penatalaksanaan KASUS Pasien datang ke Poli Bedah dengan keluhan buang air kecil menetes yang sudah di rasakan ± 8 bulan ini.PENEGAKAN DIAGNOSIS BATU SALURAN KEMIH DENGAN KOMPLIKASI HERNIA INGUNALIS PADA PRIA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani.80C.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 ABSTRAK Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. hiperparatiroid atau adenoma paratiroid. infeksi saluran kemih. ammonium asam urat dan kalsium oksalat.kadangkadang BAK mengedan. pinggang. bulineurogenik dan divertikel. stranguria). Hematuria diserta urine yang keruh c. Pada regio inguinal pasien dengan posisi berdiri. Merasa buang air kecil tidak puas. sampai kaki. tiba-tiba menetes menjadi lancar kembali ketika berubah posisi tubuh. Di Indonesia diperkirakan insidensinya lebih tinggi dikarenakan adanya beberapa daerah yang termasuk daerah stone belt dan masih banyaknya kasus batu endemik yang disebabkan diet rendah protein. Pada umumnya komposisi batu kandung kemih terdiri dari : batu infeksi (struvit). infeksi traktus urinarius. buang air kecil dirasakan lancar kembali apabila pasien merubah posisi sebelum buang air kecil. batuk dan bersin. dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). skrotum. dehidrasi. Pada anak nyeri miksi ditandai oleh kesakitan. benjolan dirasakan sejak 4 bulan terakhir. akibat statis pada striktur uretra. tinggi karbohidrat dan dehidrasi kronik. benjolan keluar ketika pasien mengedan. Pasien juga mengeluhkan nyeri yang menjalar dari paha sampai dengan batang kemaluan.

pasien tidak kontrol secara teratur. Terjadinya hernia disebabkan oleh dua faktor yang pertama adalah faktor kongenital yaitu kegagalan penutupan prosesus vaginalis pada waktu kehamilan yang dapat menyebabkan masuknya isi rongga pertu melalui kanalis inguinalis. Wonosobo PENATALAKSANAAN SIROSIS HEPATIS PADA WANITA USIA 49 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Jakarta : Penerbit UI. diagnosis KASUS Pasien datang dengan keluhan perut membesar. Jakarta : CV. 2009.40C.com 6. Urolithiasis Medical and Surgical Management. Ed-6. Ed-2. Didapat (akquisita) Hernia ini didapat oleh suatu sebab yaitu umur. Pasien menyangkal sebagai peminum minuman keras. REFERENSI 1. Rusepno. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. 2009. 57-68 2. 1-6.wordpress. bisa diberikan steroid atau imunosupresif. Shires. perut sebah dan terasa sakit. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama. Respiratori rate 22x/menit dan Suhu 37. 2000. diikuti dengan proliferasi jaringan ikat. konsumsi obat-obatan dan jamu. faktor yang kedua adalah faktor yang dapat seperti hamil. Nadi 92x/menit. Etiologi dari hernia yaitu:1. Sklera pada mata kanan dan kiri ikterik. kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik. Kata kunci: sirosis hepatis. mengejan saat defekasi. 5. Margaret. Hassan. dan regenerasi sel-sel hati. FKIK UMY. Vital sign TD130/80 mmHg. kehamilan. Penyakit hati nonalkoholik. Pasien juga mengeluh sukar untuk tidur. Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan menahun pada hati. Pemeriksaan penunjang SGOT/SGPT 44/48 U/L nilai normal (L < 36. pernafasan reguler. B. batuk kronis.sering diikuti defekasi atau prolapsus ani. Pemberian asetaminofen. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan asites. jika cukup panjang maka akan menonjol keluar dari anulus ingunalis ekstermus. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama. dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis sirosis hepatis. 588-589. www. pekerjaan mengangkat benda berat. irama teratur. isi dan tegangan cukup. P< 31/ L< 46. Jakarta : EGC. pekerjaan mengangkat benda berat dan faktor usia. Kongenital (Terjadi sejak lahir adanya defek pada suatu dinding rongga). Purnomo. S. 2.medicastore. HbsAg (+) positif. RSUD Setjonegoro. Pada pemeriksaan fisik: KU baik. gangguan proses kencing. Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Bedah. 3. degenerasi. Pasien mengaku BAB dan BAK biasa.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:45 ABSTRAK Seorang pasien datang dengan keluhan perut membesar disertai perut sebah dan terasa sakit.sehingga timbul kekacauan dalam susunan parenkim hati. 1985. Hepatitis autoimun. masuknya isi rongga perut melalui kanal ingunalis. Dari anamnesis. pasien tidak kontrol secara teratur. Alkohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. DIAGNOSIS Sirosis Hepatis TERAPI Terapi pada pasien dengan sirosis adalah bertujuan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. kelemahan umum.com PENULIS Farida Aryani. Hernia merupakan produksi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Pasien juga menyangkal ada keluarga yang memiliki sakit yang sama. pemeriksaan fisik. kesadaran Compos Mentis. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. 4. Dasardasar Urologi. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya . lansia. Jilid 2. mengejan saat miksi. Basuki. Schwartz. www. Pearle. tekanan intra abdominal yang tinggi dan dalam waktu yang lama misalnya batuk kronis. 840-843.Sagung Seto. P< 29). obesitas. USA : Informa healthcare. pekak beralih (+) dan undulasi (+).

Kondisi ini menyebabkan terbentuknya banyak jaringan ikat dan regenerasi noduler dengan berbagai ukuran yang dibentuk oleh sel parenkim hati yang masih sehat.sirosis. Pemberian asetaminofen. Sirosis Hati (Sirosis Hepatis). Edisi Ketiga Jilid Pertama.0 2. Dibawah ini bagan dari Kriteria modifikasi Child-Pugh: Grade (1) (2) (3) Bilirubin serum (mg/dl) < 2. Anatomi Dan Fisiologi Hati. Anonym. Pada sirosis dini biasanya hati membesar. b. 3rr0rists. Neomisin bias digunakan untuk mengurangi bakteri usus penghasil ammonia. diet protein dikurangi sampai 0. Laktulosa membantu pasien untuk mengeluarkan ammonia.7 ii. DISKUSI Sirosis hepatis merupakan penyakit hati kronis yang tidak diketahui penyebabnya dengan pasti. Asites.com/computer/sirosis-hepatis. Hal 508-510 5. Waktu perdarahan akut. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretik.0 Albumin serum (mg/dl) >3. diantaranya: alcohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. maksimal dosisnya 160 mg/hari.com/2007/07/31/sirosishati/ 3. diberikan antibiotika seperti sefotaksim intravena. Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh. merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 – 25% oksigen darah. mengatur keseimbangan garam dan air. Sebelum berdarah dan sesudah berdarah bisa diberikan obat penyekat beta (propanolol). Varises esophagus. amoksilin. Pharma NH2. Tirah baring dan diawali diet rendah garam. Mansjoer. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari.html 6. Kapita Selekta Kedokteran.0 >3.0-3. konsumsi garam sebanyak 5. Available from http://b3d70. tepi tumpul.5 2. 2009. Transplantasi hati. yaitu: a. . terutama diberikan yang kaya asam amino rantai cabang. Media Aesculapius FKUI. konsumsi garam sebanyak 5. kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik. Penyakit hati nonalkoholik. 2007.blogspot. sirosis dekompensata i. Pemberian furosemid bisa ditambah dosisnya bila tidak ada respon. Husnul Mubarak. Peritonitis bacterial spontan. Sirosis Hepatis. Available from http://cetrione. Available from http://medicastore. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari. dan terasa nyeri bila ditekan.5 <2. Terapi pasien ditujukan untuk menghilangkan etiologi.2 gram atau 90 mmol/hari.8-3. sirosis kompensata Tatalaksana pasien sirosis yang masih kompensata ditujukan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. REFERENSI 1. Jakarta. bisa diberikan preparat somatostatin atau oktreotid. mengatasi perubahan sirkulasi darah hati. kriteriaini diperlukan untuk pemberian terapi yang tepat pada sirosis hepatis. bisa diberikan steroid atau imunosupresif. Untuk mengetahui grade dari sirosis hepatis dapat dengan menggunakan Kriteria modifikasi Child Pugh. terapi definitive pada pasien sirosis dekompensata. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretic. Tirah baring dan diawali diet rendah garam. Available from http://3rr0rists. Akibatnya bentuk hati yang normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada pembuluh darah dan terganggunya aliran darah vena porta yang akhirnya menyebabkan hipertensi portal. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari.html 4.8 Asites .com/2008/05/sirosis-hati-sirosis-hepatis. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya sirosis. dkk.5 gr/kg berat badan per hari.com/penyakit/615/Sirosis. Telah diketahui bahwa penyakit ini merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan terjadinya pengerasan dari hati. atau aminoglikosida. Sindrom hepatorenal. diteruskan dengan tindakan skleroterapi atau ligasi endoskopi. Ensefalopaty hepatic. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari. A. Sirosis.7 iii.Mudah dikontrol Sulit dikontrol Ensefalopati Minimal Berat/Koma Penatalaksanaan sirosis hepatis terbagi menjadi 2. 2008. Medicastore.wordpress. teraba kenyal.html 2. Living With Hepatitis : Sirosis Hati.2 gram atau 90 mmol/hari. 2001. Namun sebelum dilakukan transplantasi ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi resipien dahulu. Hepatitis autoimun.

Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak. Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing. Mola hidatidosa adalah tumor jinak dari trofoblast dan merupakan kehamilan abnormal dimana fetus tidak ditemukan tetapi hanya gelembung dan jaringan saja. dan tidak disertai prongkol – prongkol. FKIK UMY.IUFD RL 20 tpm + Oksitosin 5u .Virilon 1 x 1 Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan yang dilakukan pasien ini menderita kehamilan mola hidatidosa dengan keluhan utama Seorang wanita umur 19 tahun dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011. corpus uteri setelur bebek dan AP/CD tenang. dinding vagina licin. Pada awalnya. maupun mual muntah. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol.blogspot.W.20 / ul Ht : 38.2 iv Metergin 3 x 1 . Pada awalnya. Sudoyo. Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan. gejala dini History Seorang wanita usia 19 tahun datang dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011. perdarahan yang keluar tidak banyak. • Struktur . Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan. Status Ginekologis Vaginal Touche: TFU tak teraba flx : (+) fl : (-) v/u/v tenang dinding vagina licin portio sebesar jempol tangan.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Abstrak Mola hidatidosa adalah penyakit yang berasal dari kelainan pertumbuhan trofoblas plasenta atau calon plasenta dan disertai dengan degenerasi kistik villi dan perubahan hidropik. Hal 445-448 PENULIS Farida Aryani. Available from http://nh2pharma. Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit.( (Prof. berwarna merah kehitaman.4 vol% PLT : 588 / ul HbsAg : Diagnosis Mola hidatidosa Terapi . Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing. lunak OUE tertutup corpus uteri setelur bebek AP/CD tenang Pemeriksaan Laboratorium Darah: Hb : 11. perdarahan yang keluar tidak banyak. maupun mual muntah. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan.1 g / dl AL : 18. Pusat Penertiban Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.ekstra Metergin 0. portio sebesar jempol tangan. Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan.2010. Pada pemeriksaan vaginal touché ditemukan TFU tak teraba. flx : (+) fl : (-). berwarna merah kehitaman. 1997 ) Keywords: hipertensi. pembuluh darah villi tidak berfungsi penimbunan cairan dijaringan mesenkhim villi. v/u/v tenang. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol.dkk. A. Sarwono. OUE tertutup. 1997).html 7. Jakarta.com/2010/03/anatomi-dan-fisiologi-hati. lunak. 2006. Dr.Wonosobo. dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring. dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring. Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan. dan tidak disertai prongkol – prongkol. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Bagian Interna. ( Rustam E harahap. Gelembung-gelembung tersebut sebenarnya adalah villi chorialis yang berisi cairan sehingga tegang dan berbentuk buah anggur. yaitu pada hasil pembuahan dimana embrionya mati pada kehamilan 3-5 minggu. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak. RSUD Setjonegoro.40 / ul AE : 4. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan. Patogenesis Mola Hidatidosa • Tidak sempurnanya aliran darah fetus (―fetal circulatori inadequacy‖) yang terjadi pada sel telur patologik.Kalnex 3 x 1 . Edisi Keempat Jilid I. Diagnosis Pada Pasien Dengan Kasus Mola Hidatidosa Dibuat oleh: Sekar Mutiara.

Anonim. Rachimhadhi.. Dimana terdapat sel telur patologik yang tidak mempunyai kromosom maternal (―empty egg‖) • B-hCG meningkat . katarak. 5. • Fungsi abnormal absorbsi cairan yang berlebihan kedalam villi. 1995. G. A. dan kekeruhan badan kaca. EMS. sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian. lakrimasi. Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. Kata kunci : Diagnosis. kornea. glaukoma. A. Kortikosteroid KASUS Pasien datang dengan keluhan mata kiri nyerocos ± 1 bulan dan terasa seperti kelilipan.2007.aktifitas ovarium meningkat (ovarium kistik) . Obstetri William. B. Gant.. Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah. MacDonald. Jakarta. F. • Adanya kelainan sitogenetik. Yayasan Bina Pustaka. nyeri bila . 4.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun ABSTRAK Pasien laki-laki usia 32 tahun datang ke poli mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan mata kanan nyerocos ± 1 bulan dan terasa pegal..estrogen tinggi menimbulkan efek hipertiroidisme dari aktifitas B-hCG yang tinggi. Pasien mendapat terapi antibiotic dan kortikosteroid topikal berupa tetes mata yang berisi tobramycin dan dexametason 1 tetes tiap 2 jam pada mata kanan serta antibiotic dan kortikosteroid sistemik berupa Amoxicilin 3 x 500 mg selama 5 hari. H. Jakarta . N. Errol & Schorge. Dari autoanamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis uveitis anterior sinistra. • Hiperemesis gravidarum. • Tanda-tanda tirotoksikosis. rasa sakit. Kesimpulan Mola hidatidosa sering kali terjadi karena faktor ovum yaitu dengn cara spermatozoon memasuki ovum yang telah kehilangan nukleusnya atau dua serum memasuki ovum tersebut sehingga akan terjadi kelainan atau gangguan dalam pembuahan.B. dan sklera. D. 2006. Norwitz. EGC. Gejala Mola hidatidosa • Amenore • Pembesaran uterus • Perdarahan pervaginam dan nyeri perut bawah • Pengeluaran Gelembung Mola • Gestosis/Toksemia / Pregnancy Induced Hypertension / Toxaemia Like Syndrome • Kelainan Kelenjar Tiroid • Adanya tanda-tanda kehamilan disertai perdarahan. Jakarta.. nyeri (+). • Tidak dirasakan adanya tanda-tanda geraakan janin. Cuningham. parut kornea. Saifuddin. sinekia posterior. Affandi B. C. gatal (-). kerusakan pembuluh darah iris. mata kabur (+).. Karena perdarahan ini maka umumnya penderita mola hidatidosa masuk rumah sakit dalam keadaan anemia. Waspodo. dan dexametason 3 x 1 tablet. T. 2006. at a Glance Obstetri & Ginekologi edisi kedua.. Saifuddin. Referensi 1. P. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 2006.. balotemen negatif kecuali pada mola parsial.wikipedia. kematian bayi. sekret (-). Uveitis Anterior. • Umumnya uterus lebih besar dari usia keehamilan. Ilmu Kebidanan. Manajemen uveitis anterior bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior.trofoblas abnormal hiperplasia. 3. perih (+). dan penglihatan kabur. • Tanda-tanda pre eklampsia pada trimesteer I. kerusakan pembuluh darah. displasia.John. fotofobia. Wiknjosastro. Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata). Jakarta. Wiknjosastro. H. mengganjal.org/wiki/Mola 2. proses penekanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. neoplasia.. Mola Hidatidosa http://en. • Adanya gangguan dari pertahanan imonologis terhadap trofoblas. F.. Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. Perdarahan ini bisa intermitten. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata.

Ilmu Penyakit Mata. Beberapa macam pengobatan uveitis anterior antara lain dengan menggunakan :Sikloplegik. Pupil anisokor. Amoxicilin tablet 3 x 500 mg.dan koroid) dengan berbagai penyebab. edema iris (+). Jakarta: 2002 2.ditekan (+). kerusakan pembuluh darah iris. dan penglihatan kabur. katarak. reflek cahaya (-). Sedangkan dexametasone serta amoxicillin berguna untuk terapi sistemiknya. sinekia posterior. Pasien juga mengeluhkan pusing yang kumat-kumatan hanya di mata sebelah kiri jika mata kembali nyerocos. Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. Tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone diharapkan berguna untuk mengurang peradangan yang terjadi dan untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata. kripta (-). Widya Medika. Jika bangun tidur mata merah dan nyerocos. DIAGNOSIS Uveitis Anterior Orbicularis Sinistra TERAPI Cendo Tobroson ( gtt 1 / 2 jam OD). infiltrat (-). Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah. hal 126-127 3. perih dan gatal. Jakarta: 2000 hal8-9 Penulis : Ridwan Muttaqin (20060310005) Bagian Ilmu Penyakit mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo . Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. Ilmu Penyakit Mata. Manajemen uveitis anterior adalah bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior. KESIMPULAN : Uveitis adalah inflamasi traktus uvea (iris. dan kekeruhan badan kaca. Pengobatan imunosupresan dapat digunakan pada pasien dengan uveitis berat. Uvea. dan sklera. Ilyas Sidarta. Mata kanan bila mengendarai motor selalu nyeri. FKUI. Dalam kasus ini pasien diberikan terapi berupa tetes mata Tobroson .COA keruh. Dexametason tablet 3 x 1 mg DISKUSI Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata). hanya mata merah sedikit berkurang. Jika terkena cahaya yang agak terang mata terasa silau (+). Iris warna keruh. REFERENSI : 1. anatomi dan Embriologi Mata. parut kornea. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata. Kortikosteroid. Sikloplegik topikal berguna untuk mencegah terjadinya sinekia posterior dan untuk meringankan nyeri karena spasme siliar . Uveitis Anterior. sinekia posterior. Wijana Nana. merupakan pengobatan uveitis yang utama. Uveitis anterior dikatakan akut jika terjadi kurang dari 6 minggu dan dikatakan sebagai kronik jika lebih dari 6 minggu. Pemilihan terapi tergantung pada resiko komplikasi yang terjadi pada uveitis dimana yang paling sering adalah katarak. Dari pemeriksaan fisik mata kiri kornea bening. hipotoni. Indikasi pemberian kortikosteroid adalah mencegah komplikasi berupa sistoid macular edema. Sinekia Posterior (+). Sebelumnya pasien sudah berobat di Puskesmas. dan glaucoma. Indikasi pengobatan imunosupresan agent adalah pada inflamasi intraokuler yang mengancam visus dan apabila dengan pengobatan kortikosteroid tidak membaik.tablet dexametasone serta amoxicillin. ed II. glaukoma. Oftalmologi Umum ed 14. sistoid macular edema. Pengobatan cyclosporine merupakan pengobatan yang paling spesifik terhadap fungsi imun. imunosupresan agen.korpus siliaris. Dan terakhir denan pembedahan. Vaughan G Daniel. Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. sudah diberi tetes mata dan antibiotik tapi belum ada perubahan yang berarti. injeksi silier (+). lakrimasi. kornea. Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. Pemberian antibiotic dalam kasus ini berguna untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata. Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. bekerja dengan cara membunuh limfosit. Pada pasien ini diberi tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone. Cyclosporine. rasa sakit. fotofobia.

Bau khas. keracunan. Pada pasien kejang perlu diperhatikan adalah lamanya kejang. pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas/demam. Pasien juga mengeluh BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah. dan kadang disertai muntah. Pasien tidak pernah mondok di Rumah Sakit sebelumnya. Kejang terbagi menjadi 2 yaitu kejang dengan demam dan kejang tanpa demam. Hal ini diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan kejang demam. kejang. Selain itu infeksi juga dapat berasal dari organ lokal yang mengalami infeksi. pernafasan 32x/menit. Diskusi Kejang adalah bangkitan kejang akibat kenaikan suhu rektal tubuh. trauma. darah (-). kesadaran composmentis . tonsilitis. Penatalaksanaan pasien pada kasus diatas adalah dengan penanganan kejang dan penanggulangan diare. Kemudian pemberian terapi pada diare untuk penanggulangan kemungkinan terjadinya kejang berulang dengan melakukan lima lintas penanganan diare. Diare menyebabkan . BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah. tidak ada riwayat kejang. Kejang dengan demam disebabkan oleh kelainan intrakranial dan ekstrakranial. serangan epilepsi yang disertai dengan demam. berat badan 11.50C.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:42 Abstrak Kejang disebabkan oleh kelainan intrakarnial. Sedangkan pada gangguan eletrolik apabila anak ada riwayat menderita diare muntah atau gangguan ginjal kronik. nanah (-). pemeriksaan lab (tinja) warna kuning. yang paling berbahaya adalah infeksi intrakranial berupa meningitis atau encefalitis. kejang lama atau kejang frekuen atau kejang periodik. penatalaksanaan Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas setelah kejang pasien tertidur. Kata kunci (keyword) . hipoksia. Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. diare. hipo/hiperglikemia. BAB berwarna kuning. ekstrakranial dan gangguan metabolik. bangun dan kemudian menangis. pemeriksaan lab darah rutin angka leukosit 10. tidak ada bau yang khas. kejang tanpa demam disebabkan oleh kelainan metabolik atau epilepsi. kecurigaan penyebab kejang berasal dari infeksi intrakranial adalah apabila umur anak < 6 bulan. gangguan elektrolit tanpa demam. muntah 7x sedikit-sedikit. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien. tidak ada bau yang khas. Kejang tanpa demam dapat disebabkan oleh epilepsi tanpa kejang dan berulang. dan kadang disertai muntah. faringitis. nadi 80x/menit isi dan tegangan cukup dan teratur. Pada keluarga yang pernah mengalami kejang. contohnya pada otitis media akut. Pada kejang dengan demam penyebab demamnya bisa diakibatkan oleh infeksi yang berasal dari luar susunan syaraf pusat. Selain itu kejang dengan demam juga dapat diakibat kan oleh gangguan elektrolit berat yang disertai dengan demam. Pada kasus ini. Pada pemeriksaan fisik di temukan keadaan umum tampak baik. umum/fokal.6kg. BAB berwarna kuning.57. demam. Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari. 103/µl. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien. dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari. suhu badan 36. Diagnosis Diare dengan kejang Terapi Penanganan pada pasien di atas adalah dengan memberikan diazepam sebagai penanganan kejang pada pasien. berulang/ tidak. lendir (-). Konsistensi lembek. muntah 7x sedikit-sedikit.PENATALAKSANAAN KASUS DIARE DENGAN KEJANG PADA ANAK USIA 5 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. yaitu kakak perempuan pasien.

kehilangan garam (natrium) dan air secara cepat, yang sangat penting untuk hidup. Jika air dan garam tidak digantikan cepat, tubuh akan mengalami dehidrasi. Kematian terjadi jika kehilangan sampai 10% cairan tubuh. Diare timbul akibat dari mekanisme dasar yaitu gangguan osmotik, gangguan sekresi dan gangguan motilitas usus. Penyebab diare terbagi menjadi 4 faktor, yaitu faktor infeksi terbagi menjadi 2 yaitu infeksi eneral dan infeksi parenteral. Infeksi interal adalah infeksi yang berasal dari saluran pencernaan itu sendiri sebagai penyebab utama diare. Sedangkan untuk parenteral adalah adanya faktor diluar sistem pencernaan yang mengakibatkan timbulnya diare, yaitu seperti Otitis Media Akut, Tonsilofaringitis dan lainnya, untuk infeksi pareneteral terutama terjadi pada anak berumur dibawah 2 tahun. Faktor malabsorbsi terbagi menjadi 3, yaitu: a. Malabsorbi karbohidrat (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida(intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak dibawah 2 tahun diare terjadi akibat intoleransi laktosa. b. Malabsorbsi lemak dan yang terakhir c. Malabsorbsi protein. Faktor makanan yang terpenting adalah kualitas makanan yang diberikan. Makanan basi atau beracun dapan menyebabkan diare. Pada beberapa anak alergi makanan juga dapat memicu timbulnya diare. Faktor psikologis rasa takut dan cemas dapat menimbulkan diare, terutama pada anak yang lebih besar. a. Untuk menanggulangi kejang ada 6 faktor yg perlu dilakukan, yaitu: Mengatasi kejang dengan memberikan diazepam yang disesuaikan dosisnya dengan berat badan, yaitu untuk anak dengan berat < 10kg maka diberikan 5mg/supp, anak dengan berat > 10kg maka diberikan 10mg/supp. Hati-hati dalam pemberian diazepam, karena efek samping yang diberikan berupa penekanan pada pusat pernafasan.1 - Pengobatan penunjang yaitu dengan menjaga kondisi vital pasien. Membuka pakaian yang melekat ketat, memposisikan kepala miring agar tidak terjadi aspirasi apabila pasien tiba-tiba muntah. Mengecek fungsi vital tubuh/vital sign. - Pengobatan rumat adalah pengobatan yg diberikan setelah pemberian diazepam. Obat yang dipilih adalah yang memiliki onset yang lama yaitu fenobarbital dengan dosis 5mg/kgBB dibagi menjadi 2 dosis. Namun hati-hati dalam penggunakan fenobarbital dalam jangka waktu panjang, yaitu perubahan sifat anak menjadi hiperaktif , perubahan siklus tidur (mengantuk). b. Untuk penanggulangan diare, dilakukan lima lintas diare, yaitu: Memperbaiki hidrasi cairan dengan memberikan cairan rehidrasi dengan tetesan sebagai berikut: anak < 1tahun, 30cc/1 jam pertama dilanjutkan dengan 70cc/5jam. Anak > 1tahun, 30cc/30menit dilanjutkan dengan 70cc/2,5jam. - Nutrisi, pemberian nutrisi sangat penting pada anak diare, untuk mencegah kemungkinan anak kekurangan nutrisi diakibatkan oleh diare. - Pemberian zinc, diberikan sampai dengan 10 hari walaupun anak sudah tidak diare lagi, hal ini dilakukan karena zinc dipercaya mampu memberikan pertahanan terhadap serangan ulang diare. - Antibioti spektrum luas, diberikan untuk mengobati diare yang disebabkan bakteri. Namun penggunaan antibiotik perlu hati-hati untuk mencegah kemungkinan terjadinya diare yang disebabkan oleh antibiotik. Edukasi, berikan ibunya pendidikan tentang penanganan anak diare dirumah, diajarkan untuk mengetahui cara pembuatan cairan rumatan dirumah. Referensi 1. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI 2007. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. Bagian IKA FK UI ; Jakarta 2. Nia Karia, dr. Sp A., M.Kes. PDF Kejang Pada Anak. Di download pada tanggal 6 November 2010 3. Bambang Edi, dr. Sp A. Studi Guide Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY; Yogyakarta 4. http: //www.med.umich.edu/1libr/pa/pa_diarrhbr_hhg.hmt Penulis Farida Aryani. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY. RSUD Setjonegoro. Wonosobo

Gambaran Klinis dan Penatalaksanaan ODS Hordeolum Palpebra Superior et Inferior pada Anak Laki-laki Usia 1 tahun
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 05:03 Abstrak Hordeolum adalah suatu peradangan supuratif pada kelenjar Zeiss atau kelenjar Moll atau kelenjar Meibom yang kebanyakan disebabkan oleh bakteri stafilokokus, umumnya Stafilokokus aureus (Ilyas, 2004), dan jarang disebabkan oleh Streptokokus. Seorang anak lakilaki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Keywords : ODS, hordeolum, palpebra superior et inferior Isi Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Kurang lebih 2 bulan sebelum masuk rumah sakit timbul benjolan di bagian kelopak mata kanan, kemudian muncul benjolan di kelopak mata kiri. Anak tidak rewel, tidak demam, mata tidak merah, dan tidak berair. Sejak lahir pasien mempunyai riwayat sering belekan, yaitu sudah lima kali. Riwayat sakit serupa sebelumnya disangkal. Dalam keluarga tidak ada yang menderita keluhan yang sama. Di tempat tinggal pasien terdapat usaha pengumpul barang bekas / rongsok. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, kesadaran compos mentis (sadar penuh). Pemeriksaan tanda vital didapatkan nadi 144 x/menit, pernafasan 28 x/menit, suhu 36,3 oC. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata : super silia ODS simetris. Kelopak mata simetris, OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Apparatus lakrimalis ODS normal, bola mata ODS normal (pasangan sejajar, gerakan normal, ukuran normal), tekanan bola mata ODS normal, sklera ODS normal, kornea ODS (ukuran, kecembungan, limbus, permukaan) normal, kamera okuli anterior ODS (kedalaman normal, isi jernih), iris ODS (warna coklat, pasangan simetris, bentuk sirkuler), pupil ODS (ukuran ± 3 mm, bentuk lingkaran, tempat sentral, reflek direk +, reflek indirek +), lensa ODS jernih. Diagnosis ODS hordeolum palpebra superior et inferior Terapi • infus KaEN 1 B 12 tpm • amoxan syrup 3 x 1 cth • cendo ulcori • pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Diskusi Dalam kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Hordeolum adalah peradangan kelenjar yang sering terjadi dengan infeksi dari kuman Stafilokokus. Ditandai dengan pembengkakan terbatas (sirkumsrip) merah dan ada perlunakan yang akut. Ada pembentukan nanah yang lanjut menjadi abses (Ghozi, 2002). Gambaran Klinis Menurut Ilyas (2004) gambaran klinik hordeolum dapat dibagi menjadi gejala subjektif berupa rasa mengganjal dan rasa sakit yang akan bertambah jika menunduk dan gejala objektif berupa benjolan setempat, merah mengkilap, sakit bila ditekan, terletak di pangkal bulu mata. Gejala biasanya berawal sebagai pembengkakan terbatas (sirkumsrip) memerah dan nyeri bila di tekan. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu yang mengganjal di mata. Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak. Ditengah daerah yang membengkak sering kali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan. Bisa berbentuk abses yang cenderung pecah dan mengeluarkan nanah. Biasanya disertai dengan konjungtivitis (Vaughan & Asbury, 2000). Hordeolum terlihat tidak jelas, kemerahan, membengkak dan udematus, serta menimbulkan rasa gatal pada tepi

kelopak mata dekat ujung medial dan lateral. Batas/ujung hordeolum mencapai garis bulu mata ± 1 mm dari pinggir kelopak. Pembengkakan dan udem yang bertambah, disertai rasa gatal, akan memberikan rasa sakit. Setelah ± 1 minggu, hordeolum akan pecah, bagian tengah akan terlihat kuning kehijau-hijauan, memperlihatkan penampilan khas stafilokokus. Dengan ini penyembuhan dimulai dan berakhir dalam waktu ± 2 minggu (Miller, 1990). Hordeolum muncul secara tidak terduga dan berturut-turut. Kadang-kadang lebih dari satu hordeolum bisa muncul pada saat yang bersamaan pada kelopak mata yang sama (Philips, 1984). Penatalaksanaan Antibiotik diindikasikan bila dengan kompres hangat selama 24 jam tidak ada perbaikan, dan bila proses peradangan menyebar ke sekitar daerah hordeolum (Haryadi, 2011). 1. Antibiotika topikal Bacitracin atau tobramicin salep mata diberikan setiap 4 jam selama 7-10 hari. Dapat juga diberikan eritromicin salep mata untuk kasus hordeolum eksterna dan hordeolum interna ringan . 2. Antibiotik sistemik Diberikan bila terdapat tanda-tanda bakteremia atau terdapat tanda pembesaran kelenjar limfe di preaurikular. Pada kasus hordeolum internum dengan kasus yang sedang sampai berat, dapat diberikan chepalexin atau dicloxacilin 500 mg per oral 4 kali sehari selama 7 hari. Bila alergi penisilin atau chepalosporin dapat diberikan clindamicin 300 mg oral 4 kali sehari selama 7 hari atau klaritromycin 500 mg 2 kali sehari selama 7 hari (Haryadi, 2011). Pembedahan Bila dengan pengobatan tidak berespon dengan baik, maka prosedur pembedahan mungkin diperlukan untuk membuat drainase pada hordeolum (Haryadi, 2011). Kesimpulan Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Terapi yang diberikan pada kasus ini adalah infus KaEN 1 B 12 tpm, amoxan syrup 3 x 1 cth, cendo ulcori, pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. Daftar Pustaka Eva, P.R., Whitcher, J.P. 2007 Vaughan & Asbury Oftalmologi Umum. EGC, Jakarta. Ghozi, M., 2002 Buku Ajar Oftalmologi, Fakultas Kedokteran UMY, Yogyakarta. Haryadi, W., 2011 Hordeolum. Diakses pada tanggal 18 Desember 2011 dari http://www.docstoc.com/docs/42221138/Referat---Hordeolum Hollwhich, F. 1993 Oftalmology, 2nd ed. Binarupa Aksara, Jakarta. Ilyas, M. 2004 Ilmu Penyakit Mata, 3rd ed. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Mansur, A. 1999 Kapita Selekta Kedokteran, 3rd ed. Media Aesculapius, Jakarta. Miller, J.H. 1990 Parsons‘ Disease Of The Eye, Churchill Livingstone Ltd., New York. Philips, C.I. 1984 Basic Clinical Ophtalmology, Medical Division of Longman Group UK. Ltd., London.a Vaughan, D. G., Asbury, T., Eva, P.R., 2000 Ophtalmologi Umum, 14th ed. EGC, Jakarta. Wijana, N.S.D. 1993 Ilmu Penyakit Mata 3rd ed. FKUI, Jakarta. Meila Supeni, Bagian Ilmu Penyakit Mata, RSUD Temanggung, Jawa Tengah

Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 04:56 Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia Abstrak Anestesi regional adalah suatu tindakan anestesi yang menggunakan obat analgetik lokal untuk menghambat hantaran saraf sensorik, sehingga impuls nyeri dari suatu bagian tubuh diblokir untuk sementara. Fungsi motorik dapat terpengaruh sebagian atau seluruhnya, sedang penderita tetap sadar. Anestesi

dan dapat diantagonis dengan naloxon. posisi duduk akan lebih mudah untuk pungsi. Obat ini terutama digunakan untuk anestesi dareah luas (larutan 0. Pemeriksaan laboratorium Hb turun 7. Teknik anestesi • Perlu mengingatkan penderita tentang hilangnya kekuatan motorik dan berkaitan keyakinan kalau paralisisnya hanya sementara. tampak pucat.6 mmHg. Marcain) adaah derivate butil yang 3 kali lebih kuat dan bersifat long acting (5-8 jam). Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. Derajat relaksasinya terhadap otot tergantung terhadap kadarnya. • Pasang infuse. 23. anemia Isi Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun). kesan menyokong gambaran mioma uteri. blok subarachnoid ) dihasilkan bila kita menyuntikkan obat analgetik lokal ke dalam ruang subarachnoid di daerah antara vertebra L2-L3 / L3-L4 (obat lebih mudah menyebar ke cranial) atau L4-L5 (obat lebih cenderung berkumpul di kaudal).25%-0.55. Keywords : anestesi spinal. Tanda-tanda vital TD 100/70 mmHg. minimal 500 ml cairan sudah masuk saat menginjeksi obat anestesi local. L3-L4. Pasien P1A0 usia 38 tahun datang dengan keluhan keluar darah banyak. suhu 36. Diagnosis suspek myoma uteri.000. pemeriksaan VT : V/U tertutup. Jarum lumbal akan menembus berturut-turut beberapa ligament. jika terjadi hipotensi diberikan oksigen nasal dan ephedrine IV 5 mg. Nadi 80x/menit. porsio mecucu. yang terakhir ditembus adalah durameter subarachnoid. Akan . Pemeriksaan kepala : mata anemis (+). prongkol-prongkol. mual dan muntah menunjukkan adanya stimulasi narkotik pada pusat muntah di medulla. Juga dapat menyebabkan depresi pusat pernapasan di medulla yang dapat ditunjukkan dengan respon turunnya CO2. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. sehingga dapat menyebaban hipotensi orthostatic. menghasilkan analgesia pra dan pasca bedah. Keadaan umum sedang. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. • Setelah stilet dicabut. • Posisi lateral dekubitus adalah posisi yang rutin untuk mengambil lumbal pungsi. Selanjutnya disuntikkan larutan obat analgetik local ke dalam ruang subarachnoid. Hmt turun 24. • Inspeksi : garis yang menghubungkan 2 titik tertinggi Krista iliaka kanan kiri akan memotong garis tengah punggung setinggi L4-L5 • Palpasi : untuk mengenal ruangan antara 2 vertebra lumbalis • Pungsi lumbal hanya antara L2-L3.6 mmHg.7. memudahkan melakukan pemberian pernafasan buatan.spinal ( anestesi lumbal. infuse 500-1000 ml NaCl atau hemacel cukup untuk memperbaiki tekanan darah. 22 lebih halus no. jumlah netrofil naik 79. prongkol – prongkol sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. uterus sebesar telur bebek. mengurangi kebutuhan anestesi. tetapi bila kesulitan. mioma uteri. cairan LCS akan menetes keluar. tutup luka dengan kasa steril. Cabut jarum. respirasi 20x/menit. jumlah eritrosit turun 2. 26 pada bidang median dengan arah 10-30 derajat terhadap bidang horizontal kea rah cranial pada ruang antar vertebra lumbalis yang sudah dipilih. Obat yang dipakai untuk kasus ini adalah Bupivakain Bupivakain (Decain. Asisten harus membantu memfleksikan posisi penderita.5%) dikombinasi dengan adrenalin 1:200. jumlah limfosit turun 17.3.5 celcius. Pethidin Pethidin merupakan narkotik yang sering digunkan untuk premedikasi. Diagnosis Mioma uteri Terapi • Transfusi PRC IV kalf • SF 2 x 1 • Ca Glukonas • Operasi Diskusi Dalam kasus ini pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun). • Monitor tekanan darah setiap 5 menit pada 20 menit pertama. Pethidin dapat menyebabkan vasodiatasi perifer. Posisi tidur dapat mengurangi efek tersebut. 25. Keuntungan penggunaan obat ini adalah memudahkan induksi. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS. Keadaan umum cukup. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS. Kesimpulan : Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant (riwayat implant 21 tahun) dengan keluhan keluar darah banyak. Pemeriksaan USG. L5-S1 • Setelah tindakan antiseptic daerah pungung pasien dan memakai sarung tangan steril. L4-L5. pungsi lumbal dilakukan dengan penyuntikan jarum lumbal no. Hal ini akan lebih berta lagi bila digunakan pada pasien dengan hipovolemia. Hb turun 7. kesadaran compos mentis.

Didapat dari : URL.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:53 Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Abstrak Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal. pingsan dua kali. Pasien sering flu dan alergi terhadap dingin dan debu. Keywords : rhinitis.3 celcius. Nyeri kepala dirasakan pada bagian atas dan depan. Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. mukosa edem (+). hiperemi (+).dilakukan histerektomi setelah perbaikan Hb dengan spinal anestesi. Cefotaxim 1 gr/12 jam Inj. Kalmethason 1 gr/8 jam Inj. Keadaan umum sedang. penciuman agak berkurang. Diagnosis Sinusitis Penegakkan diagnosis sinusitis secara umum : 1. Kalnex 500 mg/8jam Operasi CWL dekstra.org. Bagian Ilmu Anestesi. kesadaran compos mentis. Didapat dari : URL. pasien juga sering merasa terdapat dahak di tenggorokan. RSUD Temanggung. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. Keluhan dirasakan sejak 2. Caesarean section (editorial). Diagnosis Multisinusitis Terapi Infus RL 20 tpm Inj. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal.com. Oyston J. Hubungan antara dosis preload dengan perubahan tekanan darah pada operasi dengan teknik anestesi spinal. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri. multisinusitis Isi Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala. flu. jumlah trombosit meningkat 467. Pasien mengeluh penciuman agak berkurang. suhu 36. maksilaris bilateral. Jawa Tengah Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Dibuat oleh: Meila Supeni. Nadi 100x/menit. Kriteria Mayor • Sekret nasal yang purulen • Drenase faring yang purulen • Purulent post nasal drip • Batuk • Foto rontgen (Water‘s radiograph atau air fluid level) : penebalan lebih 50% dari antrum • Coronal CT scan : penebalan atau opaksifikasi dari mukosa sinus 2. 2.wikipedia. Pemeriksaan CT Scan kesan sinusitis sphenoidalis bilateral. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri. palpasi nyeri tekan hidung dan sinus paranasal (-). keluhan bertambah berat yaitu nyeri kepala. Kriteria Minor • . : http://www. Semarang : 1998 Meila Supeni. Tanda-tanda vital TD 110/60 mmHg. Dua minggu sebelum datang ke RS. A guide to spinal anaesthesia for caesarean section. telinga kanan kadang-kadang berdengung. sinusitis. dan ethmoidalis dekstra. Pemeriksaan laboratorium jumlah leukosit meningkat 13. respirasi 24x/menit. Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala pada kepala bagian atas dan depan. Riwayat sering terpapar bahan-bahan pestisida dan asap rokok (+). dan bila pusing pasien meminum obat tersebut. 1 Maret 2006 (diakses tanggal 16 Mei 2012). Oktober 2000 (diakses tanggal 16 Mei 2012) 3. Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan teori.5 tahun yang lalu. Satu minggu sebelum ke RS. inspeksi dalam batas normal. ethmoidektomi Diskusi Dalam kasus ini pasien wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala. Rhinoskopi anterior : konka hipertrofi (+). NAW sinistra. Daftar Pustaka 1. sejak 1 minggu sebelum datang ke RS. : http://www.5 tahun yang lalu.2. Tohaga E.oyston. nyeri kepala dirasakan sejak 2. Riwayat berobat ke dokter dan diberi asam mefenamat. Pemeriksaan hidung dan sinus paranasal.

sinusitis sphenoidalis bilateral. Ed: 5. Ed: 6. Pemeriksaan CT scan kesan. Pasien merasa nafsu makannya agak berkurang. tidak ada lendir. Satu bulan yang lalu nyeri pada perut kanan bawah sudah pernah dialami pasien. Diagnosis Appendisitis Akut Diskusi Gejala Klinis Gambaran klinis yang sering dikeluhkan oleh penderita. antibiotik yang dipilih adalah golongan penisilin seperti amoksisilin. Daftar Pustaka Etiologi. inj. Jakarta: FK UI Meila Supeni. Antibiotik dan dekongestan . analgetika mukolitik . Mula-mula nyeri dirasakan samarsamar dan tumpul yang merupakan nyeri viseral di daerah epigastrium atau sekitar umbilicus. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Nyeri ini merupakan gejala klasik appendicitis. Kalmethason 1 gr/8jam. Peradangan ini pada umumnya disebabkan oleh infeksi yang akan menyumbat appendix... P. tidak disertai darah. Bagian Ilmu THT. warnanya kuning seperti biasa. mual. steroid oral / topikal . antihistamin. N. imunoterapi. RSUD Temanggung. Adams. maksillaris bilateral. 2001. inj. antara lain 1. Riwayat sering terpapar bahan pestisida dan asap rokok.. Pada awalnya rasa nyeri dirasakan di daerah ulu hati. Prinsip : Membuka sumbatan di KOM sehingga drainase dan ventilasi sinus pulih secara alami.irigasi sinus maksila. Leher. NAW sinistra. Cefotaxim 1 gr/12 jam. kemudian dirasakan bertambah nyeri terutama di perut bagian kanan bawah. Appendicitis pada umumnya disebabkan oleh obstruksi dan infeksi pada appendix. Diagnosis dan penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. Pengobatan infuse RL 20 tpm. Kesimpulan Wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala. 2009. Feses ini mengeras seperti batu dan disebut fecalith. Nyeri akan bersifat tajam dan lebih jelas letaknya sehingga berupa nyeri somatik setempat. Jakarta : EGC Soepardi. EA. dan muntah. pasien berobat ke puskesmas dan rasa nyeri hilang setelah minum obat. B..pencucian rongga hidung dengan NaCl / diatermi . dan Penatalaksanaan Sinusitis. Riwayat alergi debu dan dingin. Setelah beberapa jam nyeri berpindah dan menetap di abdomen kanan bawah (titik Mc. Pasien tidak mengeluhkan gangguan BAK. merasa terdapat dahak di tenggorokan. inj. Kepala. Diakses tanggal 18 Oktober 2011 Highler. dan ethmoidalis dekstra. Pasien mengeluhkan susah buang air besar (sudah 3 hari sulit BAB. 1997. Iskandar. Patofisiologi. disertai demam. jika sudah resisten dapat dipilih amoksisilin – klavulanat atau jenis sefalosporin generasi 2. mencegah perubahan menjadi kronik. Tenggorok. mukosa edem (+). Nyeri abdominal. Rasa nyeri perut ini dirasakan sejak dua hari yang lalu. Kalnex 500 mg/8jam. tindakan operatif. BAK lancar. mencegah komplikasi . Isi Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan rasa nyeri pada perut kanan bawah. diberikan 10 – 14 hari meskipun gejala klinik sudah hilang . Bila . Pemeriksaan rhinoskopi anterior konka hipertrofi (+). operasi CWL dekstra. Jawa Tengah Penegakan Diagnosis apendicitis akut Dibuat oleh: Anita Permatasari.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:39 Abstrak Appendicitis adalah suatu peradangan pada appendix. Burney). tidak ada darah). ethmoidektomi. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga. penciuman agak berkurang.Edem periorbital • Sakit kepala • Nyeri di wajah • Sakit gigi • Nyeri telinga • Sakit tenggorok • Nafas berbau • Bersin-bersin bertambah sering • Demam • Tes sitologi nasal (smear) : neutrofil dan bakteri Kemungkinan terjadinya sinusitis jika : Gejala dan tanda : 2 mayor 1 minor dan ≥ 2 kriteria minor Terapi Tujuan terapi sinusitis : mempercepat penyembuhan . BAB kotoran keras. Hidung. Beberapa keadaan yang dapat berperan sebagai faktor pencetus antara lain sumbatan lumen appendix oleh mukus yang terbentuk terus menerus atau akibat feses yang masuk ke appendix yang berasal dari secum. hiperemi (+). tidak ada rasa nyeri pada saat BAK.

Abdominal X-Ray Digunakan untuk melihat adanya fecalith sebagai penyebab appendicitis. CA. terjadi bila sudah ada komplikasi. bila belum ada komplikasi C. 5. Psoas Sign Dilakukan dengan rangsangan m. Burney didapatkan tanda-tanda peritonitis lokal yaitu: . dan Anorektum. Usus Halus Appendiks. Hamami. Buku Ajar Ilmu bedah. Dengan USG dapat dipakai untuk menyingkirkan diagnosis banding seperti kehamilan ektopik. 4. LED akan meningkat . .Tehnik ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum. Pemeriksaan Laboratorium . Barium enema Yaitu suatu pemeriksaan X-Ray dengan memasukkan barium ke colon melalui anus. AH. Edisi Revisi. Penderita tampak kesakitan. Rovsing Sign Perut kiri bawah ditekan. Kembung sering terlihat pada penderita dengan komplikasi perforasi. 3. akan terasa sakit pada perut kanan bawah . defans muscular mungkin tidak ada. Auskultasi Peristaltik usus sering normal. Nafsu makan menurun. Burney. Helwick. Psoas sign (+) bila terasa nyeri di abdomen kanan bawah . Obturator sign (+) bila terasa nyeri di perut kanan bawah . Anak sering tidak bisa melukiskan rasa nyerinya. yang ada nyeri pinggang . Tanda-Tanda Khusus 1. Laparoscopi Yaitu suatu tindakan dengan menggunakan kamera fiberoptic yang dimasukkan dalam abdomen. dalam Sjamsuhidajat. Suhu biasanya berkisar 37. 6. Pada appendicular infiltrat.7 Gejala appendicitis akut pada anak tidak spesifik. Pemeriksaan Colok Dubur Akan didapatkan nyeri kuadran kanan pada jam 9-12. Defans muscular menunjukkan adanya rangsangan peritoneum parietal. 5. Pemeriksaan ini dilakukan terutama pada anak-anak .Nyeri lepas. leukosit dan bakteri di dalam urin. Kolon. 2. Karena gejala yang tidak spesifik ini sering diagnosis appendicitis diketahui setelah terjadi perforasi . Gale Encytopedia of medicine.Pemeriksaan darah : akan didapatkan leukositosis pada kebanyakan kasus appendisitis akut terutama pada kasus dengan komplikasi. Defans muscular lokal. 3. penderita disuruh hiperekstensi atau fleksi aktif. R. W. 3. Selain itu juga dapat menunjukkan komplikasi dari appendicitis seperti bila terjadi abses. 2. Pemeriksaan Fisik 1. CTScan Dapat menunjukkan tanda-tanda dari appendicitis. 3. 2. De jong. USG Bila hasil pemeriksaan fisik meragukan. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan komplikasi-komplikasi dari appendicitis pada jaringan sekitarnya dan juga untuk menyingkirkan diagnosis banding. Appendicitis. Stase Ilmu Bedah. hal 865-75. Gejala awalnya sering hanya rewel dan tidak mau makan. Demam. Bila pada saat melakukan tindakan ini didapatkan peradangan pada appendix maka pada saat itu juga dapat langsung dilakukan pengangkatan appendix. Inspeksi Kadang sudah terlihat waktu penderita berjalan sambil bungkuk dan memegang perut. Jogja.Pemeriksaan urin : untuk melihat adanya eritrosit. 2. Peristaltik dapat hilang karena ileus paralitik pada peritonitis generalisata akibat appendicitis perforata. appendix dapat divisualisasikan secara langsung. 4. Mual-muntah biasanya pada fase awal. Pada inspeksi perut tidak ditemukan gambaran spesifik. terutama pada wanita. lalu dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul. Obstipasi dan diare pada anak-anak. 2. juga bila dicurigai adanya abses. Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan ini sangat membantu dalam menyingkirkan diagnosis banding seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal yang mempunyai gejala klinis yang hampir sama dengan appendicitis .-38.3biasanya tubuh belum panas. Anita Permatasari. htm. dapat dilakukan pemeriksaan USG.terjadi perangsangan peritoneum biasanya penderita akan mengeluh nyeri di perut pada saat berjalan atau batuk. .Nyeri tekan di Mc. RSUD. Referensi 1. Jakarta. Yogyakarta . 1997. adnecitis dan sebagainya. Pada appendicitis pelvika akan didapatkan nyeri terbatas sewaktu dilakukan colok dubur. tungkai kanan lurus ditahan pemeriksa. Penonjolan perut kanan bawah bisa dilihat pada massa atau abses appendiculer . dkk. Pada appendix letak retroperitoneal. Obturator Sign Dilakukan dengan menyuruh penderita tidur terlentang.psoas dengan cara penderita dalam posisi terlentang. EGC. Palpasi Dengan palpasi di daerah titik Mc.

anoreksia (88%). dan kembung. terutama pada minggu pertama sakit. Penyakit ini biasanya mewabah pada musim hujan. Penegakan diagnosis demam tifoid saat ini dilakukan secara klinis dan melalui pemeriksaan laboratorium. mual. dan lebih praktis untuk deteksi dini infeksi akibat . Demam tifoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan olehSalmonella typhi . Beberapa faktor penyebab demam tifoid masih terus menjadi masalah kesehatan penting di negara berkembang meliputi pula keterlambatan penegakan diagnosis pasti.Gambaran klinis demam tifoid seringkali tidak spesifik. sumber air dan sanitasi yang buruk serta standar higiene industri pengolahan makanan yang masih rendah. sehingga pada minggu ke 2 panas tinggi terus menerus terutama pada malam hari.peran pemeriksaan penunjang Tubex TF dalam mendeteksi dini demam Tiphoid Dibuat oleh: Anita Permatasari. 2. sopor (1%). Panas terutama dirasakan pada sore menuju malam hari. Pemeriksaan fisik: Kesadaran delirium (16%). Secara klinis gambaran penyakit Demam Tifoid berupa demam berkepanjangan. Kelemahan pemeriksaan ini adalah sensitivitas yang kurang. Penularan penyakit tifoid ini melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman Salmonella . gangguan fungsi usus. Penyakit ini juga merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena penyebarannya berkaitan erat dengan urbanisasi. hepatomegali (67%). kesadaran compos mentis GCS E4V5M6. biasanya mulai dengan demam tidak tinggi yang makin hari makin meninggi. meteorismus (66%). Gejala pencernaan dapat berupa obstipasi / sulit buang air besar. dan lidah kotor dengan tepi kemerahan. Isi Seorang laki-laki datang ke rumah sakit dengan keluhan panas sejak 6 hari yang lalu. sehingga hasil tes Widal negatif bukan berarti dapat dipastikan tidak terjadi infeksi. Selain itu pasien mengeluh mual dan muntah beberapa kali. splenomegali (7%). pasien sudah meminum obat penurun panas tetapi tidak kunjung sembuh. Pemeriksaan ini mengukur kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen O dan H dalam darah (antigen O muncul pada hari ke 6-8. nyeri perut (49%). dan diare (31%). somnolen (5%). Gejala klinis pada penderita: 1. dan bervariasi dari gejala seperti flu ringan sampai tampilan sakit berat dan fatal yang mengenai banyak sistem organ.Demam Tiphoid Diskusi Pemeriksaan penunjang USG. Keluhan dan gejala Demam Tifoid tidak khas. dan antibodi H muncul pada hari ke 10-12). pemeriksaan abdomen supel. Pemeriksaan ini lebih spesifik lebih sensitive. dan lemah. obstipasi (43%). dan terdapat nyeri tekan di ulu hati dan perut sebelah kanan atas. kepadatan penduduk. Pemeriksaan laboratorium yang selama ini banyak dilakukan adalah pemeriksaan serologis yaitu Widal tes. memberikan hasil negatif sampai 30% dari sampel biakan positif penyakit tifus. Panas lebih dari 7 hari. Diagnosis demam tifoid secara klinis seringkali tidak tepat karena tidak ditemukannya gejala klinis spesifik atau didapatkan gejala yang sama pada beberapa penyakit lain pada anak. muntah (46%). Pada pemeriksaan fisik ditemukan kesan umum tampak berbaring. Klinis: panas (100%). Pemeriksaan yang dapat dijadikan alternatif untuk mendeteksi penyakit demam typhoid lebih dini adalah mendeteksi antigen spesifik dari kuman Salmonella (lipopolisakarida O9) melalui pemeriksaan IgM Anti Salmonella ( Tubex TF). Diagnosis pelvimetri radiologik.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:25 Abstrak Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan yang penting di negara berkembang. muntah. dan keluhan susunan saraf pusat. Hal ini menunjukkan perlunya pemeriksaan penunjang laboratorium untuk konfirmasi penegakan diagnosis demam tifoid. bising usus (+) normal. diare. sehingga dalam penegakan diagnosis diperlukan konfirmasi pemeriksaan laboratorium. lidah kotor (54%). kesehatan lingkungan.

typhi dalam sampel. setelah pulang panas lagi. Hasil dibaca secara visual terhadap suatu skala warna. Tubex TF Prinsip: Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru. Pramita Lab. Alat dan Bahan: Tubex TF rapid typhoid detection Tubex color scale Tubex TF Brown reagen Blue reagen Serum Prosedur Kerja: 1. darah (+). • Mempunyai sensitivitas yang tinggi terhadap kuman Salmonella ( > 95 %). Yogyakarta penanganan Diare Cair Akut Dibuat oleh: Anita Permatasari. Irasfan. Nathan. Diakses dari http://www. RSUD. Frekuensi defekasi sehari serta kira-kira banyaknya feses setiap .kuman Salmonella typhi. Afiani. Diagnosis Diare Cair Akut Desentriform dengan leukositosis. Post mondok RS 2 hari. Diagnosis Demam Tifoid dengan Pemeriksaan Tubex. 2009. • Hanya dibutuhkan sample darah sedikit. Felix. Referensi 1. selanjutnya ikatan inhibisi tersebut di sparasikan oleh suatu daya magnetic. lendir (+). Tambahkan 90 µl blue reagen. Yogyakarta. Arina. Keunggulan pemeriksaan TUBEX TF : • Mendeteksi secara dini infeksi akut akibat Salmonella typhi. dengan demikian dapat menurunkan angka kematian akibat kompikasi demam typhoid. etiologinya dan derajat dehidrasinya. melalui deteksi spesifik adanya serum antibodi Ig M tersebut dalam menghambat ( inhibisi ) reaksi antara antigen berlabel partikel latex magnetic ( reagen warna coklat ) dan monoklonal antibodi berlabel latex warna ( reagen warna biru ). • Dengan pemeriksaan Tubex TF diharapkan diagnosis demam typhoid dapat ditegakkan lebih dini sehingga pengobatan yang tepat dapat segera diberikan. Makan dan minum seperti biasanya. • Hasil dapat diperoleh lebih cepat. Tingkat inhibisi yang dihasilkan adalah setara dengan konsentrasi antibodi Ig M S. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. 2. Tambahkan 45 µl brown reagen 4.scribd. Dari anamnesis yang harus ditanyakan adalah adanya diare berlangsung akut atau kronik. Jogja. Homogenkan dan diamkan selama 2 menit 5. Stase Ilmu Penyakit Dalam. Hasil dibaca secara visual dengan membandingkan warna akhir reaksi terhadap skala warna. Isi Pasien demam sejak 7 hari yang lalu. Yogyakarta Anita Permatasari. Didiagnosis diare cair akut desentriform dengan leukositosis.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:23 Abstrak Diare dapat didefinisikan sebagai meningkatnya frekuensi buang air besar dan berubahnya konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair.com/doc/24896159 3. Tinjauan Tubex TF Sebagai Alat Diagnostik Penunjang pada Demam Typhoid. Deteksi Dini Demam Typhoid dengan Tubex TF. Diare cair akut adalah buang air besar lembek dan cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih dari 3 kali atau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam dan berlangsung kurang dari 14 hari. 4. • Metode Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI) memungkinkan pengoperasian semudah Widal serta secanggih ELISA. shake pada tubex TF selama 2 menit 6. Kemudian masukan serum 45 µl kedalam rak tubex 3. TUBEX TF adalah sustu test diagnostic invitro semi kuantitatif <10 menit untuk deteksi Demam Tifoid akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi. • Tubex mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang baik. 2010. Diare sehari >5x. Lakukan pembacaan pada tubex color scale setelah 5 menit Kesimpulan • Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru. I. karena antibody IgM muncul pada hari ke 3 terjadinya demam. 2010. cair ampas. 2011. Diskusi Cara mendiagnosis pasien diare adalah dengan menentukan 3 hal yaitu persistensinya. A.

Anak > 1 tahun dan anak < 1 tahun dengan BB < 7 kg Jenis makanana : • Susu (ASI. tenesmus serta kolik. baunya (busuk/anyir). putih). apabila disertai dengan tenesmus seringkali khas untuk amebiasis intestinal. berikan 30 ml/kg dalam Selanjutnya. rehidrasi disesuaikan dengan derajat dehidrasi. buang air besar cair lebih sering. Klorida 65 mmol/L. Menunjukkan pada orang tua cara pemberian oralit Minum sedikit-sedikit tapi sering Jika anak muntah. turgor kulit. perlu ditanyakan mengenai keluhan-keluhan lain yang menyertai diare misalnya terdapat muntah. berikan 70 ml/kg dalam <12 bulan 1 jam (*) 5 jam 12 bulan 30 menit (*) 2. tunggu 10 menit. serta tinja disertai lender dan/atau darah. lemas. muntah terus menerus.kali BAB. Menentukan oralit untuk 3 jam pertama Jumlah oralit yang diperlukan =75ml/kgBB Umur Sampai 4 bln 4 – 12 bln 12 – 24 bln 2 – 5 thn BB < 6 kg 6 – 10 kg 10 – 12 kg 12 -19 kg Jml cairan 200 – 400 400 . lendir dalam tinja. makan atau minum sedikit. Anak umur 6 bulan keatas sebaiknya mendapat makanan seperti biasanya. Konsistensi tinja yang cair dengan warna seperti air cucian beras mungkin mengarahkan diagnosis pada kolera. Rehidrasi Salah satu komplikasi diare yang paling sering terjadi adalah dehidrasi. Dukungan nutrisi Makanan tetap diteruskan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat. Kalium20 mmol/L. tinja lembek yang disertai lender dan darah. warnanya (hitam seperti the. Kemudian lanjutkan lagi dengan lebih lambat. susu formula rendah laktosa dan asam lemah tak jenuh. Dasar penatalaksanaan pada pasien diare 1.ulangi penilaian dan klasifikasikan kembali derajat dehidrasinya. Anak > 1 tahun dengan BB .9% Pemberian : 100ml/kgBB Pertama. Beri makanan untuk mencegah kurang gizi d. rasa haus yang nyata. mata (palpebra). e. lecet di dubur. Beri tablet zinc 10 hari Setelah 3 jam.V terbaik adalah RL. Adanya perbaikan nafsu makan menandakan fase kesembuhan.V segera Larutan I. kejang. atau sesuai dengan kelainan yang ditemukan b. misal LLM) • Makanan setengah padat (bubur susu) atau makanan padat (nasi tim) • Susu khusus. untuk pengganti nutrisi yang hilang serta mencegah agar tidak menjadi gizi buruk.700 700 – 900 900-1400 b. sesak nafas. Lanjutkan ASI selama anak mau c. Bila terjadi dehidrasi.ubun-ubun besar. dan sebagainya. Sitrat 10 mmol/L. Edukasi Bawa anak kepada petugas kesehatan jika anak tidak membaik dalam 3 hari atau menderita : demam. Berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi b. Plan A (penderita diare tanpa dehidrasi) a. ASI tetap diberikan selama terjadinya diare pada diare cair akut maupun pada diare akut berdarah dan diberikan dengan frekuensi lebih sering dai biasanya. selaput lendir. karena kombinasi gula dan garam dapat meningkatkan penyerapan cairan di usus. Pengobatan dietatik a. tinja berdarah. Selain rasa mulas. kuah sayur atau sup. air mata. kuning. konsistensi tinja. Rawat jalan Plan B (penderita diare dengan dehidrasi tak berat) a. anak harus segera dibawa ke petugas kesehatan. yaitu susu yang tidak mengandung laktosa. Total osmolaritas 245 mmol/L. hijau. Mulai berikan cairan I. Pilih rencana terapi yang sesuai untuk melanjutkan pengobatan Plan C ( penderita diare dengan dehidrasi berat) Anakanak dengan dehidrasi berat harus diberi rehidrasi I. Dilakukan pemeriksaan pada keadaan umum pasien. Cairan Rehidrasi Oral (CRO) yang dianjurkan WHO selama 3 dekade terakhir ini menggunakan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa telah berhasil menurunkan angka kematian akibat dehidrasi pada diare. kencing berkurang. jika terdapat dehidrasi pada anak. gangguan kesadaran. Cari adanya darah.V secara cepat yang diikuti dengan rehidrasi oral a. Pemeriksaan fisik yang harus dilakukan adalah memeriksa pasien untuk menetukan derajat dehidrasi. jika RL tidak tersedia dapat diganti NaCl 0. Beri tablet zinc c. Sesuai dengan anjuran WHO saat ini dianjurkan penggunaan CRO dengan formula baru yaitu dengan komposisi Natrium 75 mmol/L. Mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari memberikan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti air tajin. urin.5 jam (*) ulangi kembali jika denyut nadi radial masih lemah / tidak teraba 2. Glukosa 75 mmol/L.

pemberian antibiotic yang tidak rasional akan mempercepat resistensi kuman terhadap antibiotik. Zinc merupakan mikronutrien yang penting sebagai kofaktor lebih dari 90 jenis enzim. 2004. Edisi 1. Jogja.. fungsi zinc pada diare yaitu dapat mengurangi lama dan beratnya diare. 1985. Pada pasien ini diberikan zinc 1 tablet karena umur pasien lebih dari 6 bulan. lendir (-). air mata kering. RSUD. Alatas. Anonim. sangat haus. pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi sedang. atau oralit. Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Infomedika. Serta zinc berperan dalam menjaga keutuhan epitel usus.com 4. 3. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda dehidrasi yaitu anak tampak rewel. Indikasi rawat inap pada diare aut berdarah adalah malnutrisi. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. IDAI. Seharusnya diberikan infus RL 75 cc /kgbb dalam 3 jam. serta dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. perut kembung. 5. mata agak cekung. Ekstremitas hangat. tinja berdarah. dan turgor kulit sedang.00. dan perfusi jaringan baik.> 7 kg Jenis makanan : makanan padat atau makanan cair/susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah 3. makan atau minum sedikit. Dosis zinc : anak-anak < 6 bulan = 10 mg (1/2 tablet)/hari anak-anak > 6 bulan = 20 mg (1 tablet)/hari Cara pemberian tablet zinc. Cubitan kulit abdomen kembali sedang. BAB cair ampas berwarna kuning.dan disentri yang disertai dengan komplikasi. 1 hari SMRS. Hassan. telah ditunjukkan bahwa zinc berperan penting dalam modulasi sel T dan sel B. Selain itu. WHO. dapat mengurangi lama dan beratnya diare dan dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. air mata tidak ada. Hasil pemeriksaan darah rutin ada kecurigaan kearah infeksi bakterial dan anemia mikrositik hipokromik. Muntah 2x setelah makan dan minum. Intoleransi laktosa. cubitan pada kulit perut kembalinya agak lambat. Rupeno. Hussein. pemeriksaan fisik serta pemriksaan penunjang dapat disimpulkan bahwa pasien Berdasarkan hasil anamnesis dapat disimpulkan. 2010. mukosa bibir tampak kering. untuk bayi tablet zinc dapat dilarutkan dengan air matang. adanya dehidrasi. Stase Ilmu Kesehatan Anak. Diakses dari www.medicastore. ASI. tampak rewel. Diare 5. Anonim. menderita campak pada 6 bulan terakhir. akan memperpanjang lamanya diare karena akan mengganggu keseimbangan flora usus dan Clostridium defficile yang akan tumbuh dan menyebaban diare sulit disembuhkan. Dr. tidak ada ruam kemerahan maupun petekie. Referensi 1. Tunjukkan cara penggunaan tablet zinc kepada orang tua dan meyakinkan bahwa pemberian tablet zinc harus diberikan selama 10-14 hari berturut-turut meskipun anak sudah sembuh. Dr. Suplementasi zinc Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. usia < 1 tahun. Kesimpulan Dari anamnesis diperoleh pasien BAB cair > 10 x / hari.2008. muntah berulang. 4. DEPKES 2. zinc dapat dikunyah atau dilarutkan dalam air matang atau oralit. Panduan tatalaksana diare. Demam sejak hari sabtu jam 17. Edukasi orang tua Nasehat kepada orang tua untuk segera membawa anak kembali kepetugas kesehatan jika ada demam. Pemberian antibiotic yang tidak rasional. Dari hasil pemeriksaan fisik menunukkan anak demam. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia Anita Permatasari. diare makin sering atau belum membaik dalam 3 hari. 2008. Zinc juga dapat mengembalikan nafsu makan anak. Dari hasil anamnesis . Untuk anak-anak yang lebih besar. Antibiotik selektif Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare cair akut kecuali dengan indikasi yaitu pada diare berdarah dan kolera. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. Yogyakarta Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun . mukosa mulut kering. darah (-). Zinc berperan dalam penguatan system imun.

Riwayat toxoplasmosis baru diketahui sejak anak ke 3. ♀ /lahir mati/RS/4 bulan V. Pada kasus ini ibu dikatakan mengalami preeklampsia berat karena mengalami hipertensi. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. keras. RPK :Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit dengan keluha yang sama. servix tebal. Pada preeklampsia dijumpai kadar aldosteron yang rendah dan konsentrasi prolaktin yang tinggi daripada kehamilan normal. hamil pre term. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. pasien merasa hamil 8 bulan.5° C Kepala : palpebra edem -/-. penyakit jantung disangkal. Mual. dilanjutkan 4 gr per 6 jam Injeksi Dexamethason 2 x 1 ampul Nifedipin 3 x 10 mg Observasi vital sign Observasi HIS dan DJJ Diskusi Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. b) Palpasi Leopod I : Teraba bagian besar. PEB. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. Pada preeklampsia terjadi perubahan pada ginjal . Riwayat ANC : ANC dilakukan di rumah sakit. penyakit teori Kasus Seorang wanita. Aldosteron penting untuk mempertahankan volume plasma dan mengatur retensi air dan natrium.Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. hipertensi. belum masuk panggul. datang dari UGD dengan rujukan dari BPS dengan keterangan PEB. ♀ /lahir mati/RS/6 bulan IV. Proteinuria terjadi karena pada preeclampsia permeabilitas pembuluh darah terhadap protein meningkat. grandemultigravida. usia 40 tahun. teraba 5/5 bagian Leopod IV : Konvergen His : Negatif. Hamil ini (29 minggu) Vital Sign : TD = 180/120 mmHg. air ketuban negative Pemerikssan Laboratorium : Proteinuria : +++ Diagnosis PEB. TFU : 23 cm. dibelakang tidak ada pembukaan. akral : hangat. Kata kunci :preeklampsia. Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu. membujur sesuai masa kehamilan. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. lunak. lunak. DJJ = 140 x/menit. Riwayat hipertensi pada kehamilan dibenarkan. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. ♀/ lahir mati/RS/7 bulan III. thoraks : C/P dbn. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. diabetes. gerak janin terasa.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:50 Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun Abstrak Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. pusing. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. selaput ketuban negatif. Riwayat penyakit asma. Hipertensi terjadi sebagai usaha untuk mengatasi kenaikan tahanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat tercukupi. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. pandangan kabur. jumlah 1. yaitu tekanan darahnya sebesar 170/110 mmHg dan disertai proteinuria +3. belum dalam persalinan Terapi Menejemen konservatif Infus RL Injeksi MgSO4 40% 8 gr (boka/boki) masing masing 4 gr / 10cc. N = 92 x/menit. t = 36. bulat. Leopod II : Kanan → Teraba bagaian-bagian kecil janin Kiri → Teraba bagian panjang janin Leopod III : Teraba bagian bulat. ♂/lahir mati/RS/8 bulan II. diabetes. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. lender darah tidak ada. Riwayat obstetric : I. air ketuban belum merembes. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. edem -/. TBJ = 1705 gram c) Pemeriksaan Dalam : v/u tenang. RPD : Riwayat asma. hipertensi dan penyakit jantung disangkal. STLD negatif. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. nyeri ulu hati tidak dirasakan. diding vagina licin. kenceng kenceng belum dirasakan. muntah.STATUS OBSTETRI a) Inspeksi perut membesar. Edema terjadi karena terjadi penimbunan cairan yang berlebihan dalam ruang interstitial. Abdomen : dbn. TFU setinggi setengah jarak pusat dengan processus xypoideus. RR = 22 x/menit.

1998.yang disebabkan oleh aliran darah kedalam ginjal menurun sehingga mengakibatkan filtrasi glomerulus berkurang atau mengalami penurunan. jumlah produksi urine < 500 cc / 24 jam yang disertai kenaikan kadar kreatinin darah. F.aafp. edema/ ablation retina. Edema paru merupakan penyebab utama kematian pada penderita preeklampsia dan eklampsia. Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial. McGraw-Hill Companies. Hal ini dapat diketahui dengan oftalmoskop.html. bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSUD Panembahan Senopati. Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal. Kata kunci : gagal ginjal kronis.org/afp/20041215/2317. Mochtar. Williams Obstetrics. Daftar pustaka 1. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. 21st ed. Available:http://www. Penurunan filtrasi glomerulus akibat spasmus arteriole ginjal menyebabkan filtrasi natrium melalui glomerulus menurun yang menyebabkan retensi garam dan juga retensi air. Hal ini terjadi karena pada preeklampsia filtrasi glomerulus dapat turun sampai 50% dari normal sehingga menyebabkan diuresis menurun. Wagner. 2003. Tanda lain dari preeklampsia berat yang tidak dijumpai pada kasus ini adalah : • Oliguria. pada keadaan lanjut dapat terjadi oliguria atau anuria. • Gangguan visus : mata berkunang-kunang karena terjadi vasospasme. et all. Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu. Jilid I edisi II.G. • Nyeri epigastrium atau nyeri pada kuadran kanan atas abdomen karena regangan selaput hati oleh perdarahan/ edema atau sakit akibat perubahan pada lambung.Jakarta. Kesimpulan Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel.. Pemberian Nifedipin 3x 10 mg peroral juga efektif pada pasien ini. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. dalam: Sinopsis Obstetri. Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. arteriosklerosis Kasus Seorang pasien usia 86 tahun datang dengan keluhan Perut terasa sebah. • Gangguan Serebral : kepala pusing dan sakit kepala karena vasospasme / edema otak dan adanya resistensi pembuluh darah dalam otak. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. (2004). Diagnosis And Management Of Preeclampsia. • Pertumbuhan janin terhambat ( IUGR ) Terapi preeklampsia berat menggunakan injeksi MgSO4 40% 8 gram (boka/boki). Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. mual dan pinggang sebelah kiri terasa sakit 2 minggu SMRS OS mulai mengeluh sakit . program profesi pendidikan dokter.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:51 Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Abstrak Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak. Cunningham. (Accesed: 2011. 2. mei 20) Penulis Mu‘allim Hawari. L. injeksi dexamethasone 2 x 1 amp selama 24 jam. terapi rumatannya 4 gram tiap 6 jam selama 24 jam . Komplikasi ini terjadi sebagai akibat dekompensasio kordis kiri. R. EGC. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. Toksemia Gravidarum. • Edema paru dan sianosis..

Terjemahan Widayanti D. Wilcox CS : Buku Saku Nefrologi. tampak lesi hiperechoic dengan acoustic shadow. Ilmu Penyakit Dalam II. Sedangkan gagal ginjal yang unilateral biasanya diakibatkan oleh trombosis vena renalis. Boer Azwar . Gagal Ginjal Kronik. bagian Ilmu Radiologi RSUD Panembahan Senopati. tapi pada gagal ginjal yang lanjut ukuran ginjal mengecil dengan batas yang sangat ireguler akibat proses fibrosis. Dalam : Price SA. Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial. Ilyas Muhammad. Kapojos EJ. Radiologi Dignostik. Wilson LM. Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. Ginjal dalam Rasad Sjahriar. OS mulai merasakan sulit BAB. Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis. Daftar pustaka 1. Dari hasil USG Ren dextra echostruktur sedikit meningkat. eko dari batu umumnya tidak dapat dibedakan dengan ekogenik dari struktur sinus renalis. 1994 : 349 . ed 1. ed 4. Nephrolitiasis Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis. maka ditemukan gambaran korteks atau subkortikal selain hiperekoik. juga adanay bercak-bercak yang disertai acoustic shadow dibawahnya. Gaya Baru. 2. Dalam :Trisher CC. Wilson LM : Patofisiologi. Pada stadium awal biasanya ukuran ginjal masih normal. pada awalnya disertai dengan nefgromegali. 3. Penulis Mu‘allim Hawari. perubahan sinus renalis yang terjadi pada gagal ginjal ditandai dengan berkurangnya bahkan menghilangnya sistem collecting. Gagal Ginjal Kronik : Dalam Suparman. Terjemahan Augrah P. Ren sinistra normoechoic.62. ed. Dalam kasus-kasus tertentu umpamanya leukemia. EGC. 2005. Piramis ginjal pada awal gagal ginjal umumnya masih baik. Ultrasonografi. yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya.pinggang.43. Kadang-kadang terutama pada keadaan non distended urinary tract. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis. program profesi pendidikan dokter. 1995 : 812 . nafsu makan berkurang. 1997 : 103-16. batas cortex dan medulla mengabur. Peterson JC. namun pada fase lanjut akan sangat mengecil. Jakarta. nekrosis korteks dan oksalosis. BAK berwarna coklat seperti air teh. Kesimpulan Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. OS merasa berat badan banyak berkurang. 4. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis. umumnya bilateral. Gagal ginjal kronik Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. ukuran normal Diagnosis Chronic Renal Disease Dextra dengan Nephrolitiasis Ren Sinistra dan Lien Normal Diskusi Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak. Suharjono. Balai Penerbit FKUI. SPC tak melebar Lien normoechoic. dan BAB berwarna coklat-kehitaman. yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya. renal transpalant rejection dan pielonefritis akut Pada penyakit –penyakit dimana korteks mengalami perkapuran misalnya pada glomerulonefritis kronik. Jakarta. amiloidosis. EGC.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:41 Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Abstrak Anestesi umum ( general anestesi ) adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai . mual dan muntah. Jakarta. 1. Gagal Ginjal Kronik . 2. Jakarta. Sidabutar RP. Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal. bahkan menghilang.ed 3.

Induksi Propofol 100mg. ASA III. M. 4. Boulton. Aksara Medisina. Fentanyl 50 µg.Impuls afferent abdomen. ronkhi (-/-). dan relaksasi otot. Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia. penyakit jantung. Sistemik berat sehingga aktivitas rutin terbatas . Klasifikasi status fisik ASA I. 1989. ―Anestesiologi‖. Staf Pengajar Bagian Anesteiologi dan Terapi Intensif FK UI Jakarta. Analgesia ( Hilangnya nyeri ) 2. Berat Badan 40 kg.Memperlancar induksi anestesi . hipertensi.T. Sistemik berat tidak dapat melakukan aktivitas rutin dan penyakitnya – mengancam kematian ASA V : Pasien emergensi / muribund. hal 56. Hasil pemeriksaan penunjang : Foto Rontgen Thorax: Cor dan Pulmo dalam batas normal. posture ) dan nyeri bahkan hilangnya kesadaran. hipnotik. ASA II.Mengurangi mual dan muntah . 2.Meredakan kecemasan dan ketakutan . dan pasien bergolongan darah A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan : Airway :Clear. 67-69. Sedativa. HR : 82x/m reguler. Diagnosis FAM sinistra dengan rencana GA dengan LMA. Anti emetik Klasifikasi Status Fisik : ASA I : Pasien normal / sehat . Penerbit Buku Kedokteran EGC. program profesi pendidikan dokter.hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). mata 4.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:32 Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Abstrak Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat . Circulation didapatkan TD : 120/80 mmhg. Disability :compos mentis. Sebelum pasien diberi obat anestesi. hal 90.Mengurangi efek vagal terhadap jantung dari obat-obat . general anestesi Kasus Seorang pasien wanita usia 19 tahun dengan diagnosis FAM Sinistra direncanakan akan dilakukan operasi. bersifat pulih kembali (reversibel). Breathing : Spontan .5 mg. ―Kumpulan Kuliah Anestesiologi‖. Trias Anestesi : 1. Drajat. Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia. yaitu sebelum dilakukan induksi anestesi.Mengurangi reflek dari pasien yang membahayakan Obat – obatan Premedikasi : 1. Dobson. dilakukan pramedikasi. hal. Salemba. perasaan ( panas. HbsAg negatif.B. Suara paru vesikuler di kedua lapang paru. bagian Anestesiologi Dan Reanemasi RSUD Panembahan Senopati. sehingga memungkinkan dilakukannya tindakan pembedahan. hipnotik. Alkaloid belladona : . raba. dan relaksasi otot. Jakarta. Obat-obat Ondansetron 4mg IV. Pemeriksaan Laboratorium : Hasil darah lengkap. dan kimia darah dalam batas normal. transquilizer 2.Anti sekresi . dengan atau tanpa operasi hidupnya tidak lebih dari 24 jam Kesimpulan Anestesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. Respirasi Rate: 20 x/m.Mengurangi sekresi kelenjar ludah dan bronkus . TMD >6. ASA V. Jakarta. ASA IV. Pemeliharaan O2. 1994. Analgetika narkotika 3. Penerbit Buku Kedokteran EGC. M. 1988. ―Anestesiologi‖. dengan tujuan: . maupun Asma. Relaksasi otot ( Muscle Relaxan ) Pada general anestesi nyeri dihilangkan secara sentral disertai hilangnya kesadaran. whezing (-/-). Daftar pustaka 1.ASA II : Pasien dengan penyakit sistemik ringan . T. 3. E4V5M6.ASA IV : Pasien dengan peny. FK UI. 1986. Kata kunci : anestesi umum. Jakarta.Meminimalkan jumlah obat anestesi yang dibutuhkan .ASA III : Pasien dgn peny. Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. hal 99-102. Ketorolac 30mg IV Diskusi Anestesi adalah peristiwa hilangnya sensasi. Penulis Mu‘allim Hawari. ―Penuntun Praktis Anestesi‖. thorax. Malampathi II.B. Hipnotik ( Hilang kesadaran ) 3. elektrolit. N2O. Dari hasil pemeriksaan pre operasi visit ASA I didapatkan bahwa pasien tidak memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus.84.5. Jakarta. Isofluran.Membuat amnesia . ASA I Terapi Pre medikasi Midazolam 2.

Posisi LLD. berdenyut jika aneurisma aorta. Perforasi. diare (-). Gambaran yang diperoleh adalah adanya udara bebas infra diafragma dan air fluid level. perforasi appendiks. syok. Abdomen 3 posisi Sebelum terjadi peritonitis. perdarahan limpa atau hati Tanda permeriksaan fisik pada berbagai gambaran gawat abdomen Keadaan Tanda klinis penting Awal perforasi saluran cerna atau saluran lain Perut tampak cekung (awal). Peny. KU merosot Massa infeksi atau abses Massa nyeri (abdomen. Bila air fluid level pendek berarti ada ileus letak tinggi. sedang jika panjang – panjang kemungkinan gangguan di kolon. defans muskular Peritonitis Penderita tidak bergerak. bunyi usus menurun. kolesistisis akut Ileus obstruktif Hernia inkarserata. Posisi tidur. 2. Sedangkan pada ileus paralitik didapatkan gambaran radiologis yaitu: 1. RPD: HT -. volvulus usus Iskemia Hernia strangulata. Udara bebas (-). adneksitis akut. Infus RL 20 tpm. penebalan dnding usus. Dari air fluid level dapat diduga gangguan pasase usus. preperitonial fat. Ceftriaxon 2x1 gram. Hearing bone (+). peristaltik menurun atau hilang. Metronidazol 3 x 500 mg Diskusi Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat dan tepat. rektal). nyeri tekan lokal jika KET Ro. Gambaran yang diperoleh yaitu pelebaran usus di proksimal daerah obstruksi.bunyi usus hilang (lanjut). Obstruksi. Posisi setengah duduk atau berdiri. Gambaran radiologis diperoleh adanya air fluid level dan step ladder appearance. nyeri tekan. perforasi usus tifus. Pada kasus . nyeri kolik. BAK lancar. kemudian menjalar ke seluruh bagian perut disertai muntah warna putih. Kata kunci : akut abdomen. untuk melihat air fluid level dan kemungkinan perforasi usus. tak ada rangsang peritoneum Ileus paralitik Distensi. kelainan atau penyumbatan vaskular Perdarahan Kehamilan ektopik. metalik sound –. nyeri perut dirasakan sejak ± 3 hari yang lalu. tanda infeksi umum. terdengar borborigmi. jika penyebabnya adanya gangguan pasase usus (ileus) obstruktif maka pada foto polos abdomen 3 posisi didapatkan gambaran radiologis antara lain: 1. pekak hati hilang. aneurisma pecah Cedera Perforasi organ berongga. Kesan : Ileus obstruktif letak tinggi Diagnosis Peritonitis dengan ileus obstruktif Terapi Direncanakan Laparatomi. dump contour -. datang dengan keluhan utama nyeri perut. sikatrik -. Auskultasi : peristaltik menurun. nyeri gerak. nyeri lepas. dan riwayat operasi sebelumnya disangkal. dan herring bone appearance. tidak ada nyeri lokal Perdarahan Pucat. dump steafung. BAB terakhir 2 hari yang lalu. tegang. air fluid level. Tumor intraabdomen. 3. Distensi usus general. dump stefung -. gawat abdomen Kasus Seorang wanita berusia 55th. perforasi tukak lambung. pelvis. 2. volvulus. gambaran seperti duri ikan (Herring bone appearance). USG Abdomen : Gambaran : Abdomen mengabur/ Faekal material prominent . defans muskular. Kelainan Kongenital. tanda umum radang Obstruksi usus Distensi perut. Perkus i : hipertimpani semua kuadran. Ro. Penyebab akut abdomen adalah sebagai berikut : Penyebab Contoh Radang Appendisitis akut. untuk melihat distribusi usus. Palpasi : nyeri tekan semua kuadran. Abdomen 3 posisi : Gambaran : Dilatasi usus (+).dan tepat. Torsi. mungkin distensi. nyeri perut awalnya dirasakan di daerah pusar. masa +. Puasa. Perut : Inspeksi : distensi +. pankreatitis akut. Kesan : Curiga peritonitis/ Ileus. Jantung -. Ileus obstruktif bila berlangsung lama dapat menjadi ileus paralitik. Air fluid level 3. Penyebab akut abdomen adalah Radang Akut. dimana pelebaran usus menyeluruh sehingga kadang – kadang susah membedakan anatara intestinum tenue yang melebar atau intestinum crassum. Trauma pada perut. Herring bone appearance Bedanya dengan ileus obstruktif : pelebaran usus menyeluruh sehingga air fluid level ada yang pendek – pendek (usus halus) dan panjang – panjang (kolon) karena diameter lumen kolon lebih lebar daripada usus halus. nyeri tekan. Air fluid lever (+). uji lokal (psoas). Jadi gambaran radiologis pada ileus obstruktif yaitu adanya distensi usus partial. ada tidaknya penjalaran. Inj. flatus terakhir 1 hari yang lalu. nyeri batuk. defans muskular +. Inj. DM -. Asma -.

didapatkan free air subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow). dan pusing +. berupa distensi. BB: 20 kg. mimisan -. dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat. terutama Aedes aegypti1. Cor : dbn. Sehingga jatuh pada kesimpulan peritonitis dengan ileus. Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes. gambarannya tidak jelas pada foto polos abdomen. Kasus Seorang anak perempuan. Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. Lingkungan : radius 100m banyak yang terkena chikungunya.peritonitis karena perdarahan. dengue fever. dapat mengarah pada gejala peritonitis dengan kemungkinan lainnya ileus. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi.. dan adanya udara bebas subdiafragma atau intra peritoneal. 1. RL 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam. EGC. Dari pemeriksaan fisik pun juga menunjukan hal serupa. amforik +/-. program profesi pendidikan dokter. gangguan defekasi. Posisi duduk atau berdiri. 10 tahun datang dengan diantar kedua orang tuanya dengan keluhan utama panas. Peristaltik + Normal. RPK : kejang -. Jadi gambaran radiologis pada peritonitis yaitu adanya kekaburan pada cavum abdomen. bagian Bedah RSUD Panembahan Senopati. Suhu : 371°C. HR : 120x/menit. 3. nadi lemah Diagnosis DSS hari ke V dengan hematemesis Terapi Terapi cairanuntuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009  7cc/kgBB/jam  10cc/kgBB/30 menit-1jam Inf. dan De Jong. warna kuning kecoklatan. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi. TB paru –. defans muskular. demam berdarah. dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. Kesimpulan Dari keluhan pasien nyeri perut yang dominan. Thoraks : pulmo :SDV menurun/+. kejang -. Panas dirasakan sejak minggu sore (5 hari SMRS). Akral : dingin. TD: 100/80 mmHg. Kepala : edem palpebra -/-. preperitonial fat dan psoas line menghilang. Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik. Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam Diskusi Demam . Abdomen : NT + semua regio. bibir kering +. muntah + disertai darah. dan kekaburan pada cavum abdomen. TB anak -. bapil -. nyeri tekan seluruh bagian perut. Kata kunci : dengue haemorrhagie fever. RPD : DF/DHF -. nyeri perut +. flatus (-). muntah. Abdomen 3 posisi juga mendukung ileus obstruktif. peristaltik menurun. pecahnya usus buntu atau karena sebab lain. Penatalaksanaan dari peritonitis adalah laparatomi eksplorasi itu sendiri. Posisi tiduran. didapatkan preperitonial fat menghilang. BAB biasa. Buku Ajar ILMU BEDAH. Daftar pustaka Sjamsuhidayat. RR : 24x/menit. Gambaran akan lebih jelas pada pemeriksaan USG (ultrasonografi).Modifikasi terakhir pada Minggu 16:29 Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Abstrak Demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. alergi -. diare-. panas langsung tinggi. setelah dilakukan laparatomi ternyata penyebabnya adalah appendisitis perforasi yang pada akhirnya menyebabkan adesi usus yang menyebabkan obstruksi. Jakarta Penulis Mu‘allim Hawari. hepatomegali –. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat. Posisi LLD. Asites +. R. Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. 2010. Ro. Alergi –. psoas line menghilang. tanda utama radiologi adalah. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen. sulit diramalkan. 2.

Department of Child and Adolescent Health and Development. World Health Organization. sulit diramalkan. yang merupakan kumpulan gejala klinis yang mengarah kepada shock.2009 Penulis Mu‘allim Hawari. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik. vital sign. 2005IDELINES FOR DIAGNOSIS. DENGUE GUIDELINES FOR DIAGNOSIS. Selama resusitasi carian ada beberapa hal yang harus selalu dipantau AT/HMT / 6jam. Eliminasi obat anestesi pada usia tua lambat. Dengue shock syndrome adalah derajat demam berdarah yang paling berat. Kesimpulan Penanganan utama dari DSS adalah resusitasi cairan karena kebocoran plasma yang disebabkan karena reaksi imunitas. Kristaloids 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam setiap penurunan7cc/kgBB/jam10cc/kgBB/30 menit-1jam  dilihat tanda tanda vital pasien (akral. tekanan darah) dalam who 2009 disertakan pula penilaian HMT untuk melihat kekentalan darah. Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes. 3. fungsi hati. Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam . dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. balance cairan. dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat.dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. pasien geriatri juga memiliki . Anastesi pada Pasien Perempuan Usia 75 tahun Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. Ro. Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. Thoraks PA. WHO/FCH/CAH/05.13. muntah • Rash • Nyeri sendi • RL test positive • Leukopenia • Warning sign Laboratory-confirmed dengue (important when no sign of plasma leakage) Warning signs* • Abdominal pain or tenderness • Persistent vomiting • Clinical fl uid accumulation • Mucosal bleed • Lethargy. Semua perubahanperubahan fisiologi yang terjadi pada geriatri membuat kita perlu berhati-hati dalam peberian obat anestesi sehingga pada penilaian status fisik geriatri walaupun keadaan sehat dikategorikan menjadi ASA II. BMJ 2002. Dengue. Vaughn DW. bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUD Panembahan Senopati.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:22 Abstrak Menurut WHO. klasifikasi usia disebut usia tua adalah >65 tahun. terutama Aedes aegypti1.324:1563-6 2. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat. diit cair. nadi. Kriteria untuk Dengue ± warning signs Probable dengue Tinggal / bepergian ke daerah endemik Panas dan 2 kriteria dibawah : • Mual. program profesi pendidikan dokter. Geneva. Dengue: an escalating problem. Daftar pustaka 1. Gibbons RV. Penanganan yang lainnya hanya bersifat simptomatis saja. dengue haemorrhagic fever and dengue shock syndrome in the context of the integrated management of childhood illness. TREATMENT. restlessness • Liver enlargment >2 cm • Laboratory: increase in HCT concurrent with rapid decrease in platelet count *(requiring strict observation and medical intervention) Severe plasma leakage leading to: • Shock (DSS) • Fluid accumulation with respiratory distress Severe bleeding as evaluated by clinician Severe organ involvement • Liver: AST or ALT >=1000 • CNS: Impaired consciousness • Heart and other organs Terapi cairan untuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009 Terapi dimulai dengan Inf. World Health Organization. Kriteria diagnosis dengue fever menurut WHO 2009 seperti dibawah ini. PREVENTION AND CONTROL.

Diagnosis Tumor facialis dextra ASA II Terapi . nyeri. Buku Saku Obat-Obatan Anestesia. 1994. gagal ginjal kronik atau penyakit degenerasi lain. mual (-). muntah (-). riwayat asma (-). 4. Atropin atau alkaloid beladona yang lain biasanya tidak diperlukan. Dosis obat anestetika umum maupun lokal pada lansia harus dikurangi. Meskipun dari hasil anamnesis.resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi postoperasi akibat pengaruh obat. Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi. Kab. Latief. batuk pilek (-). C. Pemantauan yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan pasien. EGC: Jakarta.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:20 . Bagian Ilmu Anastesi dan Reanimasi. Edisi Kedua. Matoka. Edisi Kedua. Faktor yang meningkatkan kejadian penyakit pernafasan pasca bedah adalah kegemukan. KA. BAB/BAK tidak ada keluhan. Program Pendidikan Profesi Dokter.B dan Blogg. pemeriksaan fisik. Isi Ny. keadaan pasien harus dioptimumkan. dan diberikan menurut kebutuhan. 2010. Kesimpulan Pasien diatas merupakan pasien perempuan usia 75 tahun dengan tumor facialis dextra. A. Selama Anestesia Apabila dimungkinkan sebaiknya diberikan analgesik regional (non-sistemik). 1997. riwayat HT (-).. manula perokok. 3. gagal jantung. RSUD Djojonegoro. diabetes. SA. Efek dari sisa anestesi dapat mengakibatkan lambatnya pemulihan mental dan psikomotorik postoperasi sehingga membutuhkan monitoring yang intensif segera setelah operasi dan membutuhkan waktu untuk opname setelah operasi lebih lama. Pemeriksaan vital sign. 5. FK UMY: Yogyakarta. S. selama. R. Premedikasi sebaiknya diberikan dengan hati-hati dan dosis sekecil mungkin. dan distensi abdomen. Referensi 1. Gambaran Ultrasonografi (USG) pada Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. Dachlan. Di akses tanggal 14 Mei 20012 dari www. T.com/doc/82710494/Anestesi-Geriatri-2 2. Hal ini dikarena pasien yang sadar pada analgesik regional memungkinkan petugas lebih mudah dan lebih cepat mengenal serangan angina atau perubahan serebral akut. Boulton.E. Biasanya hanya diperlukan diazepam 5 mg melalui mulut (peroral). 2002. riwayat operasi sebelumnya (-). penyakit paru kronik. gangguan ritme jantung. 2008. Petunjuk Praktis Anestesiologi. M usia 75 tahun dating dengan keluhan terdapat benjolan pada wajah sebelah kanan sejak ± 1 tahun yang lalu. Anestesiologi. riwayat alergi obat dan makanan (-). secara titrasi dengan mengingat bahwa waktu sirkulasi memanjang dan kemungkinan terjadinya interaksi dengan obat-obat yang sudah diminum oleh pasien pra anesthesia. riwayat DM (-). EKG sebaiknya dipantau secara rutin. Pramono. Apabila mungkin. EGC: Jakarta. Pasca Anestesia Ada kemungkinan bahwa kesulitan untuk bernafas pasca bedah dini lebih sering terjadi pada manula. Omoigui. dan penunjang dalam batas normal. bila perlu dengan menunda pembedahan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas. fisik. Edisi 10. Anastesi Geriatri. Riwayat penyakit serupa (-). mengingat pada usia lanjut telah terjadi perubahan-perubahan fisiologis yang dapat menyebabkan perubahan atau perbedaan dalam interaksi obat-obatan. dan sesudah operasi harus dilakukan seoptimal mungkin. Anonim.scribd. Temanggung. mengingat bahwa manula kemungkinan sudah menderita hipertensi. RL 24 tpm Diskusi Pra-anestesia Penilaian pasien manula prabedah harus dilakukan dengan seksama. Jawa Tengah. pemantauan sebelum. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UI: Jakarta.Inf. Suryadi. Penulis Nur‘Afni Mz. ..Pasien dirawat inap . pembedahan darah abdomen atas atau toraks. laboratorium dalam batas normal.

RR = 28x/menit. Dapat dinilai kavum uteri. artinya tidak perlu memasukkan rongga dalam rongga perut.com/doc/93358433/kehamilan-ektopik-terganggu 5. adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan. Meningkatnya resolusi dan portabilitas telah mendukung meluasnya penggunaan ultrasound pada awal kehamilan sampai dengan saat persalinan.PP test ulang Tindakan operasi: salphingektomi sinistra Diskusi Pemeriksaan ultrasonografi yang dimulai oleh Donald di Glasgow pada akhir tahun 1950 an atau awal tahun 1960 menjadi tonggak penting bagi penilaian janin. RPD (-).id/bitstream/123456789/14667/1/09E00840. placental grading ). Pada pemeriksaan USG dapat dinilai kavum uteri. I. PP test (+).Infus RL 24 tpm . Balai Penerbit FK UI: Jakarta.USG .vital signs: TD = 120/80. R usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut. Kehamilan Ektopik Terganggu. Kehamilan Ektopik Terganggu. Ekayuda. Matoka. 2012. Penggunaan ultrasonografi rutin : konfirmasi adanya kehamilan intrauterine. BPD – Biparietal Diameter – Femur Length ). 3. Pemeriksaan lainnya dalam batas normal. riwayat anomali kongenital ).com/docs/83566160/kehamilan-ektopik-terganggu Penulis Nur‘Afni Mz.usu. R. N = 100x/menit. G. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien Isi Ny. 2005. RPK (-).60 C. Ø (-). Pasien ini didiagnosis dengan Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).ac.scribd. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari repository. Kehamilan ektopik dapat terjadi di luar rahim misalnya dalam tuba. tebal endometrium. Bangun. Keunggulan cara pemerikssan ini terhadap laparoskopi ialah tidak invasif. R. Radiologi Diagnostik. TT (-). Ndruru. Edisi kedua. minum jamu (-).pdf 3. penilaian kasus resiko tinggi ( penyakit maternal. HPL 17 Mei 2012. adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan. Referensi 1. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www. 2008. tetapi dapat juga terjadi di dalam rahim di tempat yang luar biasa misalnya dalam cervik. Radiologi Diagnostik. TFU 3 jari di atas pusat. KB suntik dilepas 3 tahun yang lalu. Pustaka Cendekia Press: Yogyakarta. timpani. Penggunaan khusus : diagnosa abortus iminen – konfirmasi viabilitas janin. T = 36. penentuan volume air ketuban . 2. Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang berbahaya karena tempat implantasinya tidak memberikan kesempatan untuk tumbuh kembang mencapai aterm. Karakteristik Ibu Penderita Kehamilan Ektopik Terganggu. 2011. pars intertistialis atau dalam tanduk rudimeter rahim. Diagnosis Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Terapi Terapi yang diberikan pada pasien ini: . dapat dikatakan bahwa pemeriksaan ultrasonografi merupakan satu-satunya tehnik yang dapat digunakan untuk menentukan viabilitas janin secara dini dan menentukan kehamilan kembar. nyeri goyang portio (-). supel. tebal endometrium. Indikasi penggunaan ultrasonografi : 1. pasca persalinan ( sisa produk konsepsi ). I. Lebih lanjut. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www. HPHT 10 Agustus 2011. perdarahan antepartum – lokasi plasenta. Masa panggul. 4. Abdomen: datar. A. nikah 1x lama 12 tahun. 2. Trisnawati. perkiraan berat janin. . ovarium atau rongga perut. Malueka. ANC 2x di bidan. kosong atau berisi. genitalia: VT: O/U tenang. Kesimpulan Pasien usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut. nyeri tekan (+) perut bawah. Pemeriksaan fisik: keadaan umum sedang. STLD (-).Abstrak Kehamilan ektopik adalah kehamilan di mana sel telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh di luar endometrium kavum uterus. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien. kesadaran compos mentis. identifikasi kehamilan kembar. pertumbuhan janin ( rasio kepala – torax . peningkatan serum AFP – alpha feto pritein . enentuan usia kehamilan ( menggunakan CRL – Crown Rump Length . UK 14 minggu 5 hari. bising usus (+) normal. 2009. mengenali adanya kelainan kongenital major.docstoc. kosong atau berisi.

Bagian Ilmu Radiologi. R usia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri ulu hati sejak ± 2 jam yang lalu. serta istirahat cukup. rokok dan stress. seperti alcohol. Family SCREEM tidak ditemukan hal patologis. dengan demikian fungsi keluarga sehat. Preventif berupa pola makan sehat dan teratur. 2011. Per definisi dikatakan bahwa dispepsia adalah ketidaknyamanan bahkan hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas.medicinesia. dan rehabilitative. dan bisa juga menjadi kronis. Dispepsia merupakan suatu sindroma (kumpulan gejala) yang mencerminkan gangguan saluran cerna. Sekarang ini pasien tinggal dengan seorang istri dan tiga orang anak. Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari www. bloating (lambung merasa penuh/sebah). serta istirahat cukup Kesimpulan Pasien ini didiagnosis dengan dispepsia. makanan yang pedas. berulang.html 3. hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung. Gastritis kronik. 2012. demikian juga hubungan dengan lingkungan sekitar. pola hidup sehat. Manajemen Komprehensif pada Pasien dengan Dispepsia Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. muntah. mual. susp. gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok. nutrisi seimbang. kuratif. Disebut kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus. Diagnosis Diagnosis holistik: laki-laki 45 tahun dengan dispepsia. Penilaian APGAR didapatkan hasil 8. Tidak ada perbedaan jenis kelamin. Dispepsia. Mual (-). Kumpulan gejala tersebut adalah rasa tidak nyaman. Jawa Tengah. susp. Anonim2. Di akses . seperti alkohol. Riwayay sakit serupa sebelumnya (+). rokok dan stress. perut keroncongan (borborgygmi) hingga kentut-kentut. Dispepsia. preventif.com/penyakit/508/Dispepsia. Manajemen holistik yang diberikan pada pasien ini berupa promotif. cepat kenyang. Temanggung. kembung.Program Pendidikan Profesi Dokter. RSUD Djojonegoro. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. DM (-). Referensi 1. laki-laki maupun perempuan dapat mengalami hal ini. Semua orang dalam hidupnya pasti pernah mengalami dispepsia. Gastritis kronik. gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok. Dispepsia. muntah (-). Pasien juga adalah seorang perokok. Gejala itu bisa akut. Satu diantara 4 orang pasti mengalami hal ini.Ondansetron 3 x 1 Diskusi Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Lain-lain dalam batas normal. Anonim3. hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung. Kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal cukup layak untuk ditempati. HT (-). Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Keluhan refluks gastroesofagus klasik berupa rasa panas di dada (heartburn) dan regurgitasi asam lambung. kambuh-kambuhan dan terutama jika pasien terlambat makan. Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari http://medicastore. 2011. Pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan fisik lainnya dalam batas normal. control kesehatan secara rutin. makanan yang pedas. Kuratif diberikan ondansetron 3 x 1. Terapi . Promotif berupa edukasi berupa hal-hal yang dapat menyebabkan nyeri ulu hati. nyeri ulu hati. Rehabilitatif berupa berupa pola makan sehat dan teratur. kini tidak lagi termasuk dyspepsia. Kab. Hubungan antara anggota keluarga terjalin dengan baik. seperti makan teratur. Anonim1. Isi Tn.com/harian/dispepsia/ 2.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:01 Abstrak Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti "pencernaan yang jelek". sendawa. RPK (-).

Manjoer. Kapita selekta kedokteran.Diazepam 2 x2 mg . Keadaan umum: Cukup. Kadang-kadang bisa ditentukan letak segmen yang menyebabkan nyeri dengan menekan pada ruangan intervertebralis atau dengan jalan menggerakkan ke kanan ke kiri prosesus spinosus sambil melihat respons pasien. Kata Kunci : Low Back Pain. Pemeriksaan Lasegue: (-/-).tanggal 16 Mei 2012 dari www. Nadi: 84 x/menit. maupun nyeri radikuler atau keduanya. lokasi nyeri. Penegakan Diagnosis dan Penatalaksanaan Low Back Pain et causa Hernia Nukleus Pulposus Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. Hernia Nukleus Pulposus. Anamnesis Dalam anamnesis perlu ditanyakan kapan dan bagaimana mulai timbulnya. apakah nyeri yang diderita diawali kegiatan fisik. Edisi 3. Kab. Laboratorium: Pada pemeriksaan laboratorium rutin penting untuk . Nyeri yang berasal dari punggung bawah dapat berujuk kedaerah lain atau sebaliknya yang berasal dari daerah lain dan dirasakan di daerah punggung bawah/refered pain. Yogyakarta.scribd. Puskesmas Tegalrejo. 5. Terapi .com/doc/79538923/Dispepsia 4. 2001. sifat nyeri.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:39 Abstrak Low Back Pain atau Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah . Patrick tes: (-). Valsava: (-). Penatalaksanaan. Inspeksi : . Palpasi : Adanya nyeri (tenderness) pada kulit bisa menunjukkan adanya kemungkinan suatu keadaan psikologis di bawahnya (psychological overlay).Fisioterapi vertebra lumbosakral. Pemeriksaan penunjang berupa foto MRI didapatkan adanya ekstrusi DIV L4-5 dan protrusi L5-S1 dengan canal stenosis dan penyempitan neural foramen setinggi level tersebut. kualitas nyeri. Diskusi Hernia Nukleus pulposus (HNP) atau potrusi Diskus Intervertebralis (PDI) adalah suatu keadaan dimana terjadi penonjolan pada diskus intervertebralis ke dalam kanalis vertebralis (protrusi diskus) atau ruptur pada diskus vertebrata yang diakibatkan oleh menonjolnya nukleus pulposus yang menekan anulus fibrosus. Pemeriksaan Fisik. T: 36.Keterbatasan gerak pada salah satu sisi atau arah. Terdapat riwayat trauma ± 4 tahun yang lalu jatuh dari tangga dengan posisi terduduk. 3. Bagian Ilmu Kedokteran Keluarga. Kesadaran: Compos mentis. FK UI: Jakarta. Penulis Nur‘Afni Mz. Gambaran klinisnya berdasarkan lokasi terjadinya herniasi. timbulnya low back pain dan riwayat trauma.7 °C.Asam Mefenamat 3x500 mg . Rr: 20 x/menit. Sleman. S. TD: 120/80 mmHg. faktor yang memperberat atau memperingan. 2000. Penegakan Diagnosis : 1. b. Nafsiger: (-). Kontra patrik tes: (-). sinistra > dextra. 2. Suryono. Pasien juga mengeluh kesemutan yang menjalar dari pinggang sampai dengan paha kiri bagian belakang. berjalan agak jauh dan mengendarai sepeda motor. Keluhan dirasakan semakin memberat jika duduk lama. dapat merupakan nyeri lokal (inflamasi). Pemeriksaan Fisik a. Matoka. ada riwayat trauma sebelumnya dan apakah ada keluarga penderita penyakit yang sama. A. Pasien sering mangalami trauma ringan dan berulang berupa berkendara sepeda motor di jalan yang rusak saat berangkat maupun pulang bekerja. Program Pendidikan Profesi Dokter. Vital Sign. Kasus Pasien laki-laki usia 53 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri punggung bawah yang dirasakan ± sejak 6 bulan lalu. Adanya riwayat mengangkat beban yang berat dan berulangkali. Medika aeusculapeus: Jakarta. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 2. Diagnosis Hernia Nukleus Pulposus verterba lumbosakral. Diagnosis.

Medikamentosa . mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan menghilangkan kompresi medula dan radiks 3. e. Latihan Direkomendasikan melakukan latihan dengan stres minimal pada punggung seperti jalan kaki. Laminotomi : Pembagian lamina vertebra 4. seperti terbakar. kodein. Laminektomi : Mengangkat lamina untuk memajankan elemen neural pada kanalis spinalis. Disektomi dengan peleburan : Graf tulang (Dari . dan tramadol). dan dehidrokodein yang diberikan tersendiri atau kombinasi). Nyeri bersifat tajam. 2.NSAID: penghambat COX-2 (ibuprofen.Gangguan otonom (miksi. Korset lumbal Korset lumbal dapat digunakan untuk mencegah timbulnya eksaserbasi akut atau nyeri pada NPB kronis. c. Nyeri bertambah dengan batuk. b. 90% pasien akan membaik dalam waktu 6 minggu. termasuk bila terdapat edema. Pada kasus berat dapat timbul kelemahan otot dan hilangnya refleks tendon patella (KPR) dan Achilles (APR). Diatermi/kompres panas/dingin Tujuannya adalah mengatasi nyeri dengan mengatasi inflamasi dan spasme otot. seksual). Tirah baring Tujuan tirah baring untuk mengurangi nyeri mekanik dan tekanan intradiskal. . jumlah leukosit dengan hitung jenis. lama yang dianjurkan adalah 2-4 hari. 5. Terapi Operatif Tujuannya untuk mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik. dan berdenyut sampai ke bawah lutut.untuk menentukan kemungkinan herniasi diskus post operasi . Terapi Konservatif Tujuan terapi konservatif adalah mengurangi iritasi saraf. . perubahan degeneratif. d. dan fungsi ginjal. Dapat timbul gejala kesemutan atau rasa baal. spondilolistesis. potensi kuat (buprenorfin. diklofenak) dan penghambat COX-2 (nabumeton. . Terapi konservatif untuk HNP meliputi: 1. Gejala Klinis a.kecurigaan karena infeksi atau neoplasma Ischialgia. CT scan Merupakan sarana diagnostik yang efektif bila vertebra dan level neurologis telah jelas dan kemungkinan karena kelainan tulang. dan meloxicam). etodolak. dan potensi sangat kuat (diamorfin dan morfin). lutut dan punggung bawah pada posisi sedikit fleksi. memungkinkan ahli bedah untuk menginspeksi kanalis spinalis.vertebra dan level neurologis belum jelas kecurigaan kelainan patologis pada medula spinal atau jaringan lunak . Latihan lain berupa kelenturan dan penguatan. Untuk nyeri kronik dapat digunakan kompres panas maupun dingin. membungkuk akibat bertambahnya tekanan intratekal. bersin. . Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan defekasi. Disektomi : Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebral 2. Ischialgia merupakan nyeri yang terasa sepanjang perjalanan nervus ischiadicus sampai ke tungkai. b. . TERAPI a. hanya sisanya yang membutuhkan pembedahan. Tindakan operatif pada HNP harus berdasarkan alasan yang kuat yaitu berupa: . 4. kadar Hb. miksi dan fungsi seksual. Foto rontgen biasa (plain photos) Sering terlihat normal atau kadang-kadang dijumpai penyempitan ruangan intervertebral. Keadaan ini merupakan kegawatan neurologis yang memerlukan tindakan pembedahan untuk mencegah kerusakan fungsi permanen. naproxen. c. memperbaiki kondisi fisik pasien dan melindungi dan meningkatkan fungsi tulang punggung secara keseluruhan. Namun para ahli bedah saraf dan ahli bedah ortopedi tetap memerlukan suatu EMG untuk menentukan diskus mana yang paling terkena. MRI sangat berguna bila: . dan tumor spinal.Terapi Konservatif gagal Macammacam operasi : 1. Pada keadaan akut biasanya dapat digunakan kompres dingin. defekasi.Kortikosteroid oral: pemakaian masih menjadi kontroversi namun dapat dipertimbangkan pada kasus HNP berat untuk mengurangi inflamasi 3. Sebagai penyangga korset dapat mengurangi beban pada diskus serta dapat mengurangi spasme. naik sepeda atau berenang.Defisit neurologik memburuk. b. mengangkat benda berat. Pemeriksaan Radiologis : a. Posisi tirah baring yang dianjurkan adalah dengan menyandarkan punggung.melihat laju endap darah (LED).Analgetik standar (parasetamol. .Paresis otot tungkai bawah. 4.Analgesic kuat : potensi sedang (meptazinol dan pentazosin). MRI (akurasi 7380%) biasanya sangat sensitif pada HNP dan akan menunjukkan berbagai prolaps.

Infus Ringer laktat 20 tetes per menit .Modifikasi terakhir pada Minggu 05:31 Abstrak Decompensasi cordis adalah kegagalan jantung dalam upaya untuk mempertahankan peredaran darah sesuai dengan kebutuhan tubuh. Malang. Bagian Ilmu Penyakit Saraf RSUD Temanggung. Pasien dengan penyakit jantung yang menimbulkan hambatan aktivitas hanya sedikit. R. seksual). Diagnosis Decompensatio Cordis NYHA II Terapi . Gejala klinis.O2 nasal kanul 1-2 liter/menit . Mardjono Mahar dan Sidharta Priguna. gangguan otonom (miksi. Lab. 4. frekuensi nadi 80 x/menit dengan irama ireguler dan isi tegangan kuat. Tjokronegoro. tidak terdapat bising. Saat sesak pasien tidak mengeluarkan bunyi ngik-ngik. Kasus Seorang pasien perempuan. disertai nyeri dada sebelah kiri tidak menjalar ke tangan maupun tembus ke punggung. Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Pinggang.. 3. 2. Klasifikasi dan Gejala Klinis Decompensatio Cordis NYHA II Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. .Injeksi furosemid 2x1 Amp . seorang Ibu Rumah Tangga. akan tetapi jika ada kegaiatan berlebih akan menimbulkan capek. F. Terapi yang diberikan pada pasien adalah fisioterapi vertebra lumbosakral. Philadelphia. Pasien dengan penyakit jantung tetapi tidak memiliki keluhan pd kegiatan sehari-hari II. Dian Rakyat: Jakarta Penulis Pony Pebriyanti. 1983. Sidharta Priguna. Pasien membutuhkan 2-3 bantal saat tidur supaya tidak sesak.. S. 2004. pasien tidak sesak bila terkena debu atau udara dingin dan tidak mempunyai riwayat asma atau merokok. frekuensi pernafasan 36 x/menit dan suhu 360C . defekasi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis dengan tanda vital tekanan darah 130/80. Sesak dirasakan di seluruh bagian dada. Neurologi Klinis Dasar. A. Cailliet. Nursamsu. Kesimpulan Berdasarkan anamnesis. Dekompensasi kordis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. tekanan vena jugular tidak meningkat.Tirah baring dengan posisi ½ duduk .KSR tablet 2x1 tab. Pada pemeriksaan abdomen tampak flat. Second Edition. Terapi operatif tidak dilakukan karena tidak ditemukan adanya defisit neurologik. pemberian obat anti inflamasi non steroid dan muscle relaxan. 1979. Pada auskultasi thoraks suara jantung S1-2 ireguler. Klasifikasi. Daftar Pustaka 1.M. 5. Pada pemeriksaan penunjang berupa EKG didapatkan adanya iskemik anterolateral. Lumbantobing. Diskusi Berdasarkan New York Heart Association (NYHA) hubungan antara aktivitas tubuh dengan keluhan dekompensasi dapat diklasifikasi sebagai berikut: I. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum. usia 41 tahun. paresis otot tungkai bawah dan didaptkan perbaikan klinis dengan pemberian terapi konservatif. Low Back Pain Syndrome. tak ada nyeri tekan. 2004. Dian Rakyat: Jakarta. 2002. timpani.krista illaka atau bank tulang) yang digunakan untuk menyatukan dengan prosessus spinosus vertebrata. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pasien pada kasus didapatkan diagnosis LBP et causa HNP. berdebar. A. Junada. sesak serta angina III. H. A Davis Company. Nyeri Pinggang Bawah. hepar/lien tak teraba. Pasien sering sesak nafas saat malam hari. Pada pemeriksaan pulmo tidak ditemukan adanya ronkhi dan wheezing. Kata kunci : Decompensatio cordis. Sesak berkurang bila pasien istirahat./SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Brawijaya. datang dengan keluhan sesak nafas ± sejak 2 minggu yang lalu. bunyi usus (+) normal. Sesak nafas terutama dirasakan setelah pasien beraktifitas. Jakarta. Tujuan peleburan spinal adalah untuk menstabilkan tulang belakang dan mengurangi kekambuhan. K.

riwayat penyakit kencing manis (-). . Diagnosis Diagnosis pre operatif : Tonsilitis Kronis.Maintenance : Untuk mempertahankan status anestesi digunakan kombinasi Enflurane O2 dan N2O. tonsilektomi. Saat ini indikasi utama adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil. pilek dan tidak demam. Diskusi Keadaan Pre Operatif: Pasien menjalani program puasa kurang lebih selama 8 jam sebelum operasi dimulai. antara lain : a. Cemas d. Atracurium. Pasien mengeluh selama ± 7 hari merasa tenggorokan kering dan terasa sakit. riwayat penyakit jantung (-). Nursing Care Plans. Distensi vena leher c. Keadaan umum cukup. RSUD Temanggung.Induksi anestesi : Untuk premedikasi. Agenda Gawat Darurat. Lippincot. Kasus Pasien perempuan usia 26 tahun datang dengan keluhan nyeri tenggorokan berulang. Terapi pada pasien ini adalah tirah baring. Pasien mengeluh mengalami kambuhan ± 3 kali dalam sebulan yang sudah ia alami selama 3 bulan ini. RR: 20x/menit.E.Teknik : General anestesi. Jilid 2. Tanda dan gejala Dampak dari cardiak output dan kongesti yang terjadi sisitem vena atau sistem pulmonal antara lain : a. namun terdapat perbedaan prioritas relatif dalam menentukan indikasi tonsilektomi pada saat ini.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:33 Abstrak General Anestesia merupakan tindakan anestesi yang dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali atau reversible. diuretic dan coronary dilator. 1997. Keperawatan Kritis Pendekatam Holistik. EGC: Jakarta. IV. Penulis Pony Pebriyanti. Reles paru e. General Anestesi pada Tonsilektomi Wanita Usia 26 tahun Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. Hasil x-ray memperlihatkan kongesti paru Tanda-tanda dan gejala kongesti balik ventrikel kanan : a. Setelah itu pasien diberikan induksi . riwayat alergi obat (-). riwayat operasi sectio caesaria ± 3 tahun lalu. Penerbit EGC. Alice G. Analgesic. F.A davis Company. Dongoes M. 3. Obat induksi: Trivam. 4. Orthopea d. Dulu tonsilektomi di indikasikan untuk terapi tonsilitis kronik dan berulang. 5. e. tekanan darah : 130/80 mmHg. Relaksasi serta Stabilisasi Otonom. 2. Patofisiologi. Fisiologi Manusia. disertai batuk. Riwayat penyakit asma (-). EGC: Jakarta.25 mg. tidak ada riwayat trauma. 1991. Hari membesar d. Philadelphia.5 º C. 1998. Marry F. Kulit dingin dan pucat Tanda dan gejala yang disebakan oleh kongesti balik dari ventrikel kiri. Kata kunci: General anestesi. nadi : 80 x/menit. Status operatif : . Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Batuk c. Suhu: 36 0C Terapi Anestesi yang diberikan: . sedacum 2 mg ondancetron 4 mg. Dyspnea b. Oliguri. suhu : 36. Guyton. Price. Saat pasien berada di ruang operasi dilakukan penggukuran tanda vital dan didapatkan hasil TD 120/80 mmHg. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. respirasi: 22 x / menit. Jakarta. Trias Anestesi meliputi: Hipnotik. Indikasi tonsilektomi dulu dan sekarang tidak berbeda. Pasien dengan penyakit jantung yang sedikit saja bergerak langsung menimbulkan sesak nafas atau istirahat juga menimbulkan sesak nafas. Referensi 1. pemberian oksigen. Tabrani. N: 80. pasien pada kasus mengalami gagal jantung. 1997.Status ASA : I (Pasien tidak memiliki kelainan organik maupun sistemik selain penyakit yang akan dioperasi). Angina c.Pasien dengan penyakit jantung dimana aktivitas jasmani sangat terbatas dan hanya merasa sehat jika beristirahat. Penerbit Alumni Bandung. . Tonsilektomi didefinisikan sebagai metode pengangkatan seluruh tonsil. Edema perifer b. Vital sign awal : TD: 120/80. diberikan SA 0. New York Hudak & Gallo. A. Peningkatan central venous pressure (CPV Kesimpulan Berdasarkan anamnesa. 1993. Nadi 80 x/menit dan SPO2 100. S. Lelah b. Riwayat keluhan serupa (+).

Adams. respirasi kendali dengan anestesi umum menggunakan pipa endotrakeal agar dapat mempertahankan bebasnya jalan nafas. . Pada pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal. Jenis Anestesi: Anestesi umum.Boies buku ajar penyakit THT. Stroke non hemoragik didefinisikan. namun ayah pasien juga penderita tekanan darah tinggi. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya deficit neurologic secara mendadak/sub. Teknik anestesi yang dilakukan adalah general anestesi.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:14 ABSTRAK Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. G. didahului gejala prodormal. Hatmansyah. kesadaran compos mentis. Teknik yang digunakan adalah general anestesi. Edisi 2. diagnosis pasien adalah tonsilitis kronis dan akan dilakukan Tonsilektomi. bawah 1-1-1). agen inhalasi dimatikan sehingga hanya O2 saja yang diberikan dan dilakukan ekstubasi. secara patologis. Obat induksi yaitu trivam 100 mg dengan status ASA I. Dalam: Adams GL. terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun KEYWORD : STROKE NOKE HEMORAGIK. Bagian Anestesi RSUD Temanggung. Pemeriksaan neurologis nervus kranialis didapatkan kelainan pada nervus X (vagus) berupa bicara pelo dan kesulitan menelan.yaitu trivam 100 mg dan atracurium 20 mg sebagai pelemas otot pernafasan. said. respirasi kontrol menggunakan pipa endotrakeal no: 7 Keadaan Post Operasi: Operasi selesai dalam waktu 20 menit. Dalam: Cermin Dunia Kedokteran no 89. Anestesiologi. tekanan darah 200/130 mmHg. Refleks patologis positif pada sisi tubuh sebelah kanan. Pemilihan teknik anastesi yang paling aman bagi pasien. GCS E3V5M6. FK UI : Jakarta Penulis Pony Pebriyanti. Stroke Non Hemoragik pada Laki-laki Usia 60 Tahun dengan Riwayat Hipertensi Tak Terkontrol Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Ekstubasi dilakukan setelah operasi selesai kemudian rongga mulut dan trakea dibersihkan dengan suction untuk menghilangkan lendir dan darah yang dapat menghalangi jalan nafas. kemudian anggota gerak sebelah kanan menjadi lemah dan bicaranya pelo. Kekuatan otot anggota gerak kanan menurun (atas 1-1-1. Tidak ada riwayat keluhan yang sama sebelumnya. 1994. Latief. 337-40 2.3oC. 18-21 3. 1993. sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. respirasi 24 kali/menit. dengan memilih resiko terkecil bagi pasien. Penerbit buku kedokteran EGC: Jakarta. STROKE ISKEMIK ISI Pasien laki-laki berusia 60 tahun dibawa oleh keluargadan tetangganya dengan keluhan kepala mendadak pusing dan lumpuh pada anggota gerak sebelah kiri. Referensi 1. 2001. Keluarga juga mengatakan bicara pasien tidak jelas. Tonsilektomi. dkk. Edisi 6. Pasien juga tidak pernah menjaga pola makannya. Kesimpulan Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. tetapi pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi sejak 8 tahun yang lalu namun tidak pernah kontrol. Penyakit-penyakit nasofaring dan orofaring. Saat ini indikasi utama tonslektomi adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil.L. nadi 92 kali/menit. Di keluarga pasien tidak ada riwayat keluhan yang sama. Sejak bangun tidur pasien mengeluh kepalanya nyeri dan badannya lemas. Dari pemeriksaan fisik ditemukan pasien dengan keadaan umum cukup. suhu 36.

Stroke non haemoragik. kurang aktivitas fisik dan penggunaan obat-obatan yang mempengaruhi cerebrovaskular. kelainan jantung / penyakit jantung. Gangguan neurologi fokal otak dapat berupa : 1. dan pelo. sindroma menggerutu 5. diuretik. tidak dapat berhitung (acalculia). Dan fase pasca akut yang dititikberatkan pada tindakan rehabilitasi medis dan pencegahan terulangnya stroke yaitu melalui terapi rehabilitasi dan menghindari faktor resiko. tanda-tanda vital dan adanya penurunan kesadaran. didahului gejala prodormal. Penatalaksanaan stroke dibedakan menjadi 2 fase. keringat. Pada pasien. pemasangan infus. Juga dilakukan pemantauan ketat terhadap keadaan umum. lidah mencong. jenis kelamin. secara patologis. kesemutan (parestesi). diabetes melitus. dan faktor resiko yang dapat dikontrol seperti hipertensi. sangat erat hubungannya dengan atherosclerosis. tekanan darah dan kadar gula darah. anti agregasi trombosit. gerakan tak terkendali (chorea/atetosis). Gangguan motoris : kelemahan atau kelumpuhan separo anggota gerak. obesitas. tidak bisa membedakan rabaan (anestesi). anti edema otak. kejang. depresi. Secara garis besar faktor resiko stroke dibagi menjadi dua yaitu faktor resiko yang tidak dapat dikontrol yaitu umur. Tidak didapatkan adanya penurunan kesadaran. hiperlipidemia dan kolesterol. Stroke non hemoragik didefinisikan. sirkulasi. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya defisit neurologik secara mendadak/sub. mudah tertawa (force laughing). pelupa (demensia) 4. sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. bingung. tersedak (aspirasi). tidak bisa memahami bicara orang (afasia sensorik). rasa tebal-tebal (hipestesi). Gangguan sensoris : gangguan perasaan (deficit sensoris). Gangguan psikiatris : mudah menangis (force crying). pendengaran terganggu (tinnitus/deafness). policitemia. Gangguan bicara : sulit berbahasa (disfasia). yaitu fase akut (hari ke 0-14 setelah onset penyakit) yang bertujuan untuk menyelamatkan neuron dan mencegah meluasnya proses patologik yang akan mengganggu fungsi otak. Gangguan kongnitif : yaitu pasien mengalami kesulitan untuk mengorganisasikan informasi secara efisien dan terarah. tidak keluar suara (disfoni/afoni) 2. terapi berupa pemantauan jalan nafas. gejala dimulai pada pagi hari yaitu timbulnya nyeri kepala dan rasa lemas. tidak bisa bicara (afasia motorik). DISKUSI Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. Pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal. gangguan otonom. antikoagulansia dan neurotropik. aneurisma pembuluh darah serebral. diberikan anti edema otak. neurotropik dan anti agregasi trombosit. terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun. tidak dapat mengerti apa yang dilihat (visual agnosia). tidak dapat menulis (agrafia). mulut dan atau bibir mencong.Tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya DIAGNOSIS Stroke non hemoragik/iskemik TERAPI Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi rawat inap. seksual. kekakuan pada satu ekstremitas atau separo tubuh. Akan tetapi tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya. kemudian disusul dengan kelemahan anggota gerak dan kesulitan bicara secara mendadak pada siang harinya. melihat dobel (diplopia). anti hipertensi. pada pemeriksaan neurologis didapatkan reflek patologis positif pada anggota gerak sebelah kanan. Gangguan neurologi fokal otak yang didapatkan adalah gangguan motoris berupa hemiparesis kanan. ras/bangsa. penglihatan terganggu (gangguan visus) 3. Pada pasien stroke dapat mengalami beberapa . riwayat keluarga. Kata atherosclerosis digunakan bagi sekelompok kelainan yang mengakibatkan menebalnya serta mengurangnya kelenturan dinding pembuluh darah arteri. Pada pasien. KESIMPULAN Pada pasien ini didiagnosis Stroke Non hemoragik. kepandaian mundur (predemensia). merokok. kelopak mata sulit di buka (ptosis). pelo. dan juga paisen mengalami kesulitan dalam mengingat perintah yang diberikan kepadanya.

Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik diperiksa benjolan yang ada dengan inspeksi pada saat berbaring. Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform. BAB dan BAK lancar. perubahan posisi palpila dan areola adanya bridge . Seri IR Neurologi 2005. dan dengan palpasi pada daerah tersebut. apakah mobil atau tidak. Tumor jinak. 2005. Tidak ada cairan yang keluar dari puting susu. Tanda-tanda sekunder berupa retraksi. Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler). Kapita Selekta Neurologi. SPM neurologi. dan terasa nyeri jika ditekan dan pada waktu mestruasi. Aspirasi Jarum Halus Dengan AJH diperoleh diagnosis tumor apakah jinak atau ganas. bernodul atau tidak. Yang perlu ditekankan adalah kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi dipayudara. Tidak disertai demam. dan membungkuk apakah terlihat benjolan. jumlahnya. Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. Benjolan tersebut kenyal. Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus. b. dan mengeluarkan cairan dari putting susu atau tidak. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC) KEYWORD : Fibroadenoma Mammae. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta 2. Dibawah mikroskop tumpor tersebut tampak seperti berikut : a. adanya perbedaan yang nyata ukuran VE dan rontgenologik dan adanya mikrokalsifikasi. bertambahnya vaskularisasi. bisa digerakkan. kerutan pada kulit payudara (peau d‘orange). Adanya proses keganasan akan memberikan tanda-tanda primer dan sekunder. kenyal atau keras. Penatalaksanaannya juga dibagi atas dua fase yang fase akut dan fase pasca akut yang mempunyai kegunaan masing-masing. UPF Ilmu Penyakit Saraf FK UNS Penulis Febrina Kautsar. c. Harsono. 2009 3. Tanda primer berfibrosis reaktif. tanpa harus melakukan sayatan atau mengiris jaringan. maupun muntah. duduk. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). 2012 Penegakan Diagnosis Fibroadenoma Mammae pada Wanita dengan Riwayat Benjolan di Payudara Dibuat oleh: Febrina Kautsar. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC). 2005. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). Pasien belum pernah mengalami hal serupa sebelumnya. dari palpasi itu dapat diketahui ukurannya. penebalan kulit.gangguan yang sangat akan berpengaruh pada kualitas hidup..Tidak terdapat riwayat penyakit keluarga dengan keluhan yang sama. dengan mammography atau ultrasound. dengan mammography atau ultrasound. REFERENSI 1.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:07 ABSTRAK Fibroadenoma mammae (FAM) atau yang biasa dikenal dengan tumor payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. DIAGNOSIS Fibroadenoma Mammae DISKUSI Penegakkan Diagnosis Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. Yogyakarta. Segi Praktis Pemeriksaan Neurologi. Diagnosis ISI Pasien seorang perempuan berusia 30 datang ke Poli Bedah dengan keluhan terdapat benjolan sebesar telur puyuh pada payudara kiri sejak 1 bulan yang lalu. Bagian Ilmu Saraf. Mammografi Suatu teknik pemeriksaan soft tissue teknik. mual. sehingga keraguan seorang penderita apakah dirinya menderita kanker atau tidak segera terjawab dengan cepat dan akurat. comet sign. RS Jogja.

5 Hb : 10.jogja dengan keluhan benjolan pada perut bawah. RS Jogja. Bagian Ilmu Bedah. Dilakukan untuk mencari jauhnya ekstensi tumor atau mencari metastasis jauh. Pasien juga mengeluh perutnya sering terasa sakit pada saat menstruasi. ginjal dan DM disangkal. Penegakannnya dapat dilakukan dengan berbagai cara yang mempunayia kelebihan masing-masing. Jakarta. Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat operasi sebelumnya disangkal. Breast. xerografi. tergantung dari teknis dan ahli radiologinya. Riwayat Penyakit Keluarga : Riwayat penyakit asma alergi. N: 82 x/menit. Mammografi ini dapat mendeteksi tumor-tumor yang secara palpasi tidak teraba. ketetapan 83-95%. dan immunomodulation alogenik transfusi darah harus dihindari sebisa mungkin karena adanya berbagai risiko yang terkait dan juga karena transfusi belum terbukti untuk meningkatkan pasca operasi. Hal ini berarti untuk mencukupi kebutuhan oksigen jaringan. Yogyakarta. Anemia. Transfusi Darah . Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. alergi obatobatan dan makanan (-). mual (-). jantung. Ultrasonografi Dengan pemeriksaan ini hanya dapat dibedakan lesi solid dan kistik pemeriksaan lain dapat berupa: termografi. alergi dan reaksi transfusi hemolitik. Peran anestesi adalah memastikan bahwa organ vital menerima oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Penulis Febrina Kautsar. muntah (-).0 AT : 303 DIAGNOSIS Mioma Uteri ASA II TERAPI Persiapan PRC 2 kolf DISKUSI Strategi untuk Mengelola Anemia .Dalam operasi dengan kehilangan darah tinggi yang diharapkan.of tumor. Penatalaksanaan ISI Seorang wanita 41 tahun datang ke rs. Asuhan keperawatan Fibroadenoma Mammae. KEYWORD : Anesyesi. Marilyn A. infiltrasi dalam jaringan lunak di belakang mammae dan adanya metastis ke kelenjar. Transfusi darah memiliki banyak efek samping dikenal termasuk potensi penularan penyakit menular. murmur. hipertensi.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:00 ABSTRAK Pada pada pasien diperoleh nilai Hb 10 g/dl. jantung (-). isi dan tegangan cukup RR : 24 x/menit S : 36C laboratorium AL : 5. REFERENSI Roubidoux. keadaan daerah dan jaringan fibroglanduler tidak teratur.Dalam beberapa situasi. jantung harus memompa darah lebih banyak sehingga timbul takikardi. Wanhari. Teknik Konservasi Darah . selama prosedur bedah berlangsung. strategi . tampak sesak Kesadaran : composmentis . Hal ini perlu dikaji apakah anemia akan berpengaruh terhadap anestesi yang diberikan. PEMERIKSAAN FISIK : Keadaan umum: cukup baik. 2009. tetapi keprihatinan tentang risiko mereka telah membatasi penggunaannya. jadi sangat baik untuk diagnosis dini dan screening. Hanya saja untuk mass screening cara ini adalah cara yang mahal dan dianjurkan digunakan secara selektif saja misalnya pada wanita dengan adanya faktor resiko tadi. De Jong W.Anemia dapat mengakibatkan transport oksigen oleh haemoglobin akan berkurang. hasil. ginjal (-). Ari. dan kadang timbul gagal jantung pada pasien dengan anemia. Sjamsuhidayat R. Buku Ajar Ilmu Bedah. regular. DM (-). 2008. Medscape. Benjolan tersebut sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. juga dapat melihat kemungkinan adanya metastasis misalnya alkali fosfatase KESIMPULAN Pasien di diagnosis dengan Fibroadenoma Mammae. Riwayat penyakit asma (-). gizi baik.Vital sign : TD:130/80 mmHg. University of Michigan Health System. 2005. 2012 Penatalaksanaan Anestesi Pada Pasien Anemia Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Pemeriksaan ini umumnya hanya dilakukan apabila diperlukan (atas indikasi) pemeriksaan laboratorium untuk melihat toleransi penderita. Fibroadenoma. transfusi darah mungkin menjadi prosedur yang diperlukan. hipertensi (-).

Foto IVP : Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal + 2 x 1 cm dengan ureterectasia dan hidronefrosis grade I. hemodilusi normovolemic akut dan penyelamatan sel. Foto BNO : Suspek Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal. Menurut Dr Shander. Yogyakarta. pasien juga tidak merasakan sesak nafas dan nyeri dada serta tidak terdapat keluhan gangguan BAB. KA. Ardi. Edisi Kedua. dan meningkatkan kualitas hidup dan fungsi pada pasien bedah. SA. Meier. Perioperative Anaemia and Its Management. 2. Hb pemulihan. BAK warna kuning kemerahan. Suryadi. Latief. REFERENSI 1. Persiapan pasien dengan benar dapat membantu dalam prognosis pasien. Pasien juga merasa BAK sedikit dan sering (> 5x / 24 jam). 2008.. Perioperative Limits Of Anaemia.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:57 ABSTRAK IVP Adalah suatu tindakan untuk memvisualisasikan anatomi. Jakarta : FK UI. juga mempunyai kekurangan KEYWORD : IVP. Pasien merasakan gejala tersebut kambuh – kambuhan.org/anemia. Pramono. translated by G. 45 tahun. dan bisa menjadi intervensi menyelamatkan jiwa.untuk mengurangi kehilangan darah operatif dapat membantu mencegah anemia pasca operasi dan dapat mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi darah alogenik. Komprehensif manajemen anemia bisa mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi perioperatif alogenik. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif.. + 1 gelas. Pemeriksaan IVP ini selain mempunyai kelebihan . "Mengenali dan mengobati anemia sebelum operasi elektif adalah sangat penting. muntah (-). Eritropoiesis-Merangsang Agen (ESA) dan Besi .An. kekurangan ISI Pasien Ny. Zwißler. Selain itu. Pape. B. 2002.php Penulis Febrina Kautsar. Strategi ini termasuk teknik bedah teliti.anesthesiaweb. 2002. Petunjuk Praktis Anestesiologi. 13-15 Pengakuan dan pengobatan anemia selama periode praoperasi memberikan ahli bedah lebih banyak pilihan untuk berurusan dengan darah yang hilang selama operasi. DIAGNOSIS Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal . 4. Dachlan. Woerlee in Anemia and Anesthesia downloaded from http://www. nafsu makan menurun dan demam... Dengan IVP. Habler O. pasien juga merasakan BAK terasa nyeri dan panas. 5. Selain untuk mengurangi kebutuhan transfusi. dr. anyang – anyangan (-). Termasuk didalamnya fungsi pengisian dan pengosongan buli. S.ESA ditambah besi terapi dapat digunakan untuk memperbaiki anemia sebelum operasi dan telah ditunjukkan untuk mengurangi kebutuhan untuk transfusi darah. untuk beberapa nama. 2005. Mallett. penggunaan darah autologous. pasien tidak merasakan nyeri kepala. ureter dan blass. Pasien juga merasakan gejala semakin memberat saat pasien beraktivitas. KESIMPULAN Pada kasus diatas didapatka pasien dengan diagnosis Mioma uteri dengan status operasi ASA II Karena mempunyai HB 10 mg/dl. In EUROANESTHESIA 2005. mual (+).M. 3. 2012 Kelebihan dan kekurangan IVP untuk Mendiagnosis Uretherolithiasis Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi. Kelebihan. R. Perlu diperhatikan persiapan pasien pada saat akan melakukan anestesi. dan fungsi ginjal ureter dan kandung kencing. radiologist dapat melihat dan mengetahui anatomy serta fungsi ginjal. manajemen anemia dengan eritropoietin dan besi telah ditunjukkan untuk mempercepat eritropoiesis. RS Jogja. SV. Bagian Ilmu Anestesi dan Reanimasi. CBO guideline taken from SAMENVATTING RICHTLIJN BLOEDTRANSFUSIE.Datang dengan keluhan nyeri pinggang sebelah kiri yang menjalar ke lipat paha dan kemaluan sejak 1 tahun yang lalu. J.. Sp. A. Yogyakarta : FK UMY. dan memberikan hasil yang lebih baik. The Medicine Publishing Company Ltd.

hubungan sosial. Terapi ISI Pasien Ny. 4. berlangsung dalam periode waktu yang lebih lama dan biasanya disebabkan oleh kondisi medik atau psikiatrik tertentu.RG.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:54 ABTRAK Insomnia digolongkan dengan berbagai macam golongan dan penyebab penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖. dan kesemutan pada kedua tangannya.flurazepam (Dalmane).zaleplon (Sonata).0) TERAPI amitriptilin 1x1/2 tab DISKUSI Diagnosis dan penatalaksanaan Insomnia Pembahasan Butir-butir diagnostik Sindrom insomnia adalah: 1. . Transient insomnia . 4. Hendaya dalam fungsi kehidupan sehari-hari . and clonazepam (Klonopin) Nonbenzodiazepine sedatives: eszopiclone (Lunesta). Penggunaan media kontras dalam IVP dapat menyebabkan efek alergi pada pasien. Bersifat invasif. Yogyakarta. bermanifestasi dalam gejala : penurunan kemampuan kerja. www. 2. Malueka . IVP memberikan gambaran dan informasi yang jelas. Radiologi Diagnostik. Hal ini membuat pasien merasa berat saat melakukan pekerjaan. Pustaka cendekia press. Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil KESIMPULAN Pada pemeriksaan BNO IVP didapatkan diagnosis pasien Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal dengan ISK . Longterm insomnia . Radiasi relatif rendah 5. Hal ini sangat berguna untuk tidakan terapi selanjutnya REFERENSI 1. 2012 Diagnosis dan Insomnia Penatalaksanaan pada Wanita Usia 40 Tahun Dibuat oleh: Febrina Kautsar. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. 3.40 tahun datang ke Puskesmas Kasihan 1 dengan keluhan sulit tidur pada waktu malam atau siang hari . Sindrom insomnia dapat terbagi 3 tipe : 1. Selalu ada kemungkinan terjadinya kanker akibat paparan radiasi yang diperoleh. Hal ini membuat pasien merasa khawatir terhadap dirinya. 2. Bagian Ilmu Radiologi. dan melakukan kegiatan rutin. BNO IVP bila dilakukan sesuai indikasi dan prosedur yang sesuai dapat membantu dalam menegakkan diagnosis. Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖ sanga berhati-hati pada kasus dengan longtem insomnia. Pasien juga merasa berat badannya menurun padahal nafsu makan seperti biasa. 2008. sehingga dokter dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan yang tepat mulai dari adanya batu ginjal hingga kanker tanpa harus melakukan pembedahan 3. DIAGNOSIS Gangguan campuran anxietas dan depresi (F 41. Obat anti insomnia Benzodiazepine sedatives: Digunakan untuk meningkatakan kualitas dan kuantitas tidur temazepam (Restoril). Diagnosa kelainan tentang kerusakan dan adanya batu pada ginjal dapat dilakukan. Pasien merasa sering mengeluarkan keringat dingin.com/bnoivp Penulis Febrina Kautsar. Dosis efektif pemeriksaan IVP adalah 3 mSv. triazolam (Halcion). lorazepam(Ativan).estazolam (ProSom. RS Jogja.2) dengan diagnosis banding Insomnia non organik (F51. Eurodin). berlangsung selama 3 minngu 3. Pemilihan obat juga didasarkan atas sifat dari gangguan tidurnya KEYWORD : Insomnia. hanya berlangsung selama 2-3 hari 2. Selalu diupayakan mencari penyebab dasar dari gangguan tidur dan pengobatan ditujukan pada penyebab dasar tersebut.dengan ISK DISKUSI • Kelebihan 1.S . yang menyebabkan pasien harus mendapatkan pengobatan lanjut. Membutuhkan waktu lebih dari ½ jam untuk tidur atau tidur kembali setelah terbangun sehingga siklus tidak utuh atau menimbulkan gangguan kesehatan 2. relatif aman • Kekurangan 1.tanyadokter. Sortterm insomnia. sama dengan rata-rata radiasi yang diterima dari alam dalam satu tahun. Yogyakarta 2.

ada darah. Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Perut datar. rujukan ringkas PPDGJ-III. Ada beberapa macam kemungkinan diagnosisnya. Perkusi : Tympani. Medscape. Respirasi : 24x/menit. RS Jogja.2004 • Maslim R. Pemilihan obat juga didasarkan atas sufat dari gangguan tidurnya Daftar Pustaka • Maramis. Portio/ serviks : Portio livide. Kesimpulan : Pasien pada kasus ini mendapatkan terapi antiinsomnia yaitu amitriptilin. Broken insomnia : siklus proses tidur yang normal tidak utuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa bagian. W. Mata : Konjungtiva tidak anemis.F. Yogyakarta. dan beberapa saat kemudian keluar perongkolan. Delayed insomnia : proses tidur terlalu cepat berakhir dan sulit untuk masuk kembali ke proses tidur selanjutnya. Obat yang dibutuhkan adalh bersifat ―sleep maintaining anti insomnia‖ yaitu golongan phenobarbital Antihistamin dapat juga digunakan untuk terapi insomnia karena mempunyai efek sedative. sklera tidak ikterik.Suhu : 36.50 C.). Obat yang digunakan yaitu yang bersifat ―prolong latent phase anti insomnia‖ yaitu golongan heterosiklik anti depresan 3. Catata Ilmu kedokteran jiwa. dan pada sore harinya pasien merasakan perdarahan lagi. Sudah terlambat haid 3 bulan dan sudah di lakukan PP test dan hasil positif Status Generalis Keadaan umum : Baik. keluar darah lewat OUE. abortus ISI Pasien datang ke RSUD wirosaban pada tanggal 27 oktober 2010 jam 16. tetapi tidak dapt digunakan untuk insomnia kronik. Obat yang dibutuhkan adalah yang bersifat ―sleep inducing Anti insomnia‖ yaitu golongan benzodiazepin 2. kehamilan muda. dalam jumlah yang lebih banyak disertai nyeri perut bagian bawah. Abortus yang terjadi tiga kali atau lebih disebut abortus habitualis. Pemeriksaan Dalam :Pemeriksaan inspekulo : Vulva : Tenang. Hal tersebut sangat berhubungan dengan terapi yang dilakukan. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa. massa (-).Kesadaran : Compos mentis. Keluhan perdarahan mulai di rasakan sejak tadi pagi. Chloral Hydrate.com/insomnia/2011 Penulis Febrina Kautsar. namun hanya berupa flek-flek. nyeri tekan (-). Vagina : Dinding licin.Vital SignTekanan Darah: 110/80mmHg. Diagnosis gangguan jiwa. Perdarahan dalam kehamilan ini sering dihubungkan dengan resiko terjadinya abortus. Airlangga University Press. nyeri tekan lepas (. dikenal dengan : 1.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:45 ABSTRAK Perdarahan dalam kehamilan muda perlu sangat diwaspadai . mengeluarkan darah banyak. yang termasuk kedalam obat golongan antidepressant. Initial insomnia : sulit masuk dalam proses tidur. Nadi : 82 x /menit.www. Phenobarbital Antidepressants : amitriptyline [Elavil. Dimana masa getasi belum mencapai 22 minggu dan beratnya kurang dari 500gr. Auskultasi : Peristaltik usus normal. Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖.00 WIB di UGD dengan keluhan merasa hamil 3 bulan. prongkol-prongkol lewat jalan lahir disertai nyeri perut. 2012 Penegakan Diagnosis Pasien Primigravida Dengan Riwayat Perdarahan Pada Kehamilan Muda Dibuat oleh: Febrina Kautsar. nyeri ketok (-). 2003 .and zolpidem (Ambien).Abortus adalah keluarnya janin sebelum mencapai viabilitas.Status Ginekologi : G1P0A0. Jakarta: PT Nuh Jaya. KEYWORD : Perdarahan. Uretra : Tenang. tampak jaringan sisa . OUE : Terbuka. Surabaya. Edisi VI. Palpasi : Defans muskuler (. TFU tidak teraba.). Endep] andtrazodone [Desyrel]) Antihistamines diphenhydramine(Benadryl) or doxylamine] Pemilihan obat: Ditinjau dari sifat gangguan tidur.

Jakarta 1997. Pada kehamilan 8–14 minggu villi koriales menembus desidua secara mendalam. uterus lunak Abortus iminens tertutup Sedikit membesar Limbung/pingsan Nyeri perut bawah Nyeri goyang portio Massa adnexa Cairan bebas intra abdomen Kehamilan ektopik terganggu Tertutup/terbuka Lebih kecil Sedikit/tanpa Nyeri perut Riwayat ekspulsi hasil konsepsi Abortus komplit Sedang-masif terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi Abortus insipiens terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Ekspulsi sebagian hasil konsepsi Abortus inkomplit terbuka Lunak dan lebih besar dari usia gestasi Mual muntah Kram perut bawah Sindroma mirip pre eklamsia Tak ada janin. 1995. B. et. 1994. All. Massa/tumor : Tidak ada. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Kapita Selekta : Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi. Penulis Febrina Kautsar. Pemeriksaan Colok Vagina : Vulva : Tenang. DIAGNOSIS Abortus Inkompletus TERAPI Kuretase DISKUSI Pada awal abortus terjadi pendarahan yang menyebabkan janin terlepas. ada/tidak jaringan janin. Cunningham. Pada kehamilan diatas 14 minggu. dan ada/tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium 6) colok vagina dengan melihat porsio masih terbuka atau sudah tertutup. Uterus : Sebesar telur bebek. ada/tidak jaringan keluar dari ostium. Abortus. dan tercium/tidak bau busuk dari vulva Inspekulo 5) perdarahan dari kavum uteri. Taber. Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. REFERENSI Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Universitas Syah Kuala. tekanan darah normal atau menurun. dan suhu badan normal atau meningkat 3) perdarahan pervagina yang disertai keluarnya jaringan janin. Hemorrhagi Utama Obstetri dan Ginecology. Abortus. D. dan nyeri pinggang akibat kontraksi uterus 4) pemeriksaan ginekologi meliputi inspeksi vulva dengan melihat perdarahan pervaginam. M. EGC. besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan. cetakan I. 2012 . tidak nyeri saat porsio digoyang. Untuk dapat mengetahui macam-macam penyebab perdarahan pada kehalian muda perlu sangat diperhatikan pada saat anamnesis dan pemeriksaan fisik. Serviks/Portio : Portio lunak (hegar sign +). Jakarta. Terapi yang dilakukan adalah kuretase. 18.Parametrium : Tidak ada nyeri. ed. F. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu janin biasanya dikeluarkan seluruhnya karena villi koriales belum menembus desidua secara mendalam. setelah ketubah pecah janin yang telah mati akan dikeluarkan dalam bentuk kantong amnion kosong dan kemudian plasenta. Uretra : Tenang. Obstetri William. Kelainan Dalam Lamanya Kehamilan. denyut nadi normal atau cepat dan kecil. RS Jogja. plasenta tidak dilepaskan sempurna sehingga banyak perdarahan. ostium uteri terbuka atau sudah tertutup. Ilmu Kebidanan. mual. EGC. H. Yogyakarta. teraba jaringan. keluar jaringan seperti anggur Abortus mola KESIMPULAN Berdasarkan hal diatas pasien dapat didiagnosis dengan abortus inkompletus. OUE : Terbuka dan teraba jaringan. 1998. Widya medika. teraba atau tidak jaringan dalam kavum uteri. Jakarta. Wiknjosastro. dan kavum douglasi tidak menonjol dan tidak nyeri Pemeriksaan penunjang yang umumnya dilakukan antara lain: 1) tes kehamilan akan menunjukkan hasil positif bila janin masih hidup bahkan 2-3 hari setelah abortus 2) Pemeriksaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup 3) Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion Tabel diagnosis dan diagnosis banding perdarahan pada kehamilan muda perdarahan cervix uterus Gejala/tanda diagnosis Bercak-sedang tertutup Sesuai usia gestasi Kram perut bawah.kehamilan. Tindakan klinik yang dapat kita lakukan untuk mengetahui terjadinya abortus antara lain: 1) terlambat haid kurang dari 20 minggu 2) pemeriksaan fisik yang terdiri dari keadaan umum tampak lemah. Vagina : Dinding licin. tidak nyeri pada saat perabaan adneksa.

tidak biru. tidak terdapat kelainan bawaan. tidak terdapat lendir maupun darah segar. Tiga hari sebelum melahirkan. retraksi sela iga (-). Gentamisin 2x4 mg (iv).5 37.PENEGAKKAN DIAGNOSIS SEPSIS NEONATORUM Dibuat oleh: Adryansyah. Ibu mengaku selama hamil terdapat keputihan tidak terlalu banyak. Tanda klinis pada sepsis neonatorum tidak spesifik. dan pemeriksaan penunjang yang didapatkan serta disesuaikan dengan teori yang ada. keluar menyemprot. Ibu tidak ada tekanan darah tinggi. Suara nafas vesikuler +/+. letargi. glukosa darah dan elektrolit dalam batas normal. bau biasa. distres pernapasan. jamu maupun merokok.Monitor keadaan umum dan tanda vital Diskusi Dari ilustrasi kasus diatas. hasil pemeriksaan fisik. distres pernapasan. . Rawat inkubator (suhu 36. Pemilihan antibiotik untuk terapi inisial mengacu pada jenis kuman penyebab tersering dan pola resistensi kuman di masing-masing pusat kesehatan. Keywords : Sepsis neonatorum awitan dini ec Serratia liquefaciens. tidak berbau. fungsi ginjal. kulit tidak tampak kuning. virus atau riketsia. faktor maternal. merumuskan dari data anamnesis. anus (+). wheezing -/-. ibu pasien mengeluh mencret 4-5 kali per hari. air lebih banyak dari ampas. BBLASR History : Bayi lahir dari ibu G2P2A0 kehamilan 28 minggu lahir secara spontan ditolong bidan. Sepsis pada periode neonatal menunjukkan adanya penyakit sistemik simptomatik dan bakteri dalam darah. Akral hangat. Demam disertai sakit kepala. frekuensi denyut jantung 134 kali/menit. Demam cukup tinggi. Hasil laboratorium didapatkan anemia normositik normokrom. hipotermia. Sepsis dapat disebabkan oleh bakteri. Selama hamil ibu pasien rutin kontrol ke bidan sebanyak 1 kali per bulan. sianosis. Bunyi jantung 1-2 reguler. Konjungtiva pucat -/-. dan timbul pada satu bulan pertama kehidupan. jamur. demam dirasakan sepanjang hari. hepatomegali. yaitu . pasien lahir langsung menangis namun lemah.Cefotaxim 2x50 mg (iv).Modifikasi terakhir pada Minggu 16:26 oleh Ratih Juwita Abstrak Sepsis neonatorum adalah sindrom klinis yang terjadi akibat invasi mikroorganisme ke dalam aliran darah. fungsi hati. Menurut ibu. gallop (-). muntah.5 ˚C). sianosis. ikterik (-). dan tidak pernah mengkonsumsi obatobatan. lahir tunggal. kesulitan minum. tidak kejang. hipotermia. CRT <2 detik. terapi Oksigen nasal 0. terlihat agak sesak. distensi abdomen. Mukosa bibir lembab (+). neonatal dan lingkungan. ikterik. sianosis (-). sklera ikterik -/-. apneu. suhu tidak diukur. respon (+) lemah. terkadang ada rasa anyang-anyangan. supel. seperti: hipertermia. Pada pemeriksaan fisik awal tanggal 17 Desember 2011 didapatkan: bayi tenang. Tanda klinis sepsis neonatorum seperti: hipertermia. tidak ada darah. Pendekatan diagnosis dilakukan sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum di bawah ini. trombosit. jejas (-). Faktorfaktor yang mempengaruhi kemungkinan infeksi secara umum berasal dari tiga kelompok. anoreksia. NKB-SMK. berhubungan dengan karakteristik kuman penyebab dan respon tubuh terhadap masuknya kuman. Pasien tidak terdapat perdarahan. jenis kelamin perempuan. ronchi -/-. hepar dan lien tidak teraba. APGAR Score 6/8. tidak ada riwayat kencing manis. pucat (-). Mencret disertai rasa mulas. warna bening kental. leukopenia. Kepala normochepal. murmur (-). dan diare. warna kuning jernih. bising usus (+) normal. Abdomen datar. suhu 38‘C. KGB colli tidak teraba membesar. maka mengarah pada suatu diagnosis yaitu sepsis neonatorum awitan dini. warna coklat kehitaman.5 l/menit. apneu. Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm. Demam timbul bersamaan dengan mencret. Sepsis neonatorum dibedakan menjadi sepsis neonatorum awitan dini (SNAD) dan sepsis neonatorum awitan lambat (SNAL). Buang air kecil tidak nyeri. Anus (+). frekuensi napas 62 kali/menit. Dada simetris.

html Ratih Juwita Parwitasari 20060310015. Dengan demikian. keputihan yang tidak diobati. Mustarim.racun botulisme.hipo/hiperkalemi.com/2009/06/sepsisneonaturum. Jakarta: EGC. Sepsis Neonatorum dan Upaya Pencegahannya di RS Dengan Fasilitas Terbatas. kesulitan minum. anoreksia. Pada pasien ini terdapat 2 faktor risiko minor. Kesimpulan : Pada pasien ini penegakkan diagnosis yang cepat dan tepat akan mempermudah dalam pengobatan dan penyembuhan pasien agar memperoleh prognosis yang baik. bayi kurang bulan (prematur) adalah bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). . menit ke-5 <7). Guillain-Barre syndrome (GBS) merupakan penyebab utama paralisis flaksid akut di negara-negara Barat. dan infeksi saluran kemih (ISK) atau tersangka ISK yang tidak diobati. Faktor risiko positif bila terdapat minimal 1 faktor risiko mayor atau 2 faktor risiko minor. Pada pasien didapatkan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 menunjukkan adanya leukopenia dan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 didapatkan trombositopenia serta CRP positif.blogspot. dan diare. usia gestasi <37 minggu. Deteksi GBS harus cermat sehingga komplikasi dapat segera diatasi dan dapat diberikan penatalaksanaan yang tepat. 2010. yaitu dengan mengetahui riwayat gejala bayi melalui anamnesis kepada ibu serta mengetahui faktor resiko penyebab terjadinya sepsis sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum Referensi : DAFTAR PUSTAKA 1. usia pasien 28 minggu termasuk dalam kategori bayi prematur. Panduan Pelayanan Medis Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM. denyut jantung janin menetap >160 kali/menit dan ketuban berbau. korioamnionitis. Masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi tersebut disebut Neonatus Kurang Bulan Sesuai untuk Masa Kehamilan (NKB-SMK). Jakarta. Berat lahir <1000 gram disebut bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR). bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) <1500 gram. Diakses dari http://akperla. Divisi Perinatologi. IT rasio dan CRP). Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm. Diakses dari http://ilmudokter-aurora.blogspot. kehamilan ganda.Penyebab lain adalah infeksi polio. Menurut Kongres European Perinatal Medicine ke II di London. letargi. 2012 [11:28 UTC] Abstrak Kelemahan tungkai adalah keluhan yang biasa ditemui pada kasus gangguan neuromuskular. diperlukan analisa faktor risiko sepsis neonatorum. maka diperiksa septic marker (hitung leukosit. nilai APGAR rendah (menit ke-1 <5.ikterik.miastenia gravis. ibu demam saat intrapartum (suhu >38 ˚C). Ilmu Kesehatan Anak Jilid I Edisi III. hitung trombosit. ibu demam saat intrapartum (suhu >37. Kata kunci : Sindrom Guillain Barre. hepatomegali. p403-10 2. yaitu bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR) 950 gram dan usia gestasi 28 minggu (<37 minggu). serta faktor risiko minor: ketuban pecah >12 jam. p678 3. distensi abdomen. Dengan adanya faktor risiko positif. 2007. yaitu faktor risiko mayor: ketuban pecah >24 jam. Lima hari sebelum masuk rumah sakit anak menderita cacar air dengan panas tinggi.html 4. Ilmu Kesehatan Anak FKIK UMY RSUD Tidar Magelang. 1992.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May. Sepsis Neonatorum.paralisis akut Kasus Anak umur 6 tahun datang dengan keluhan utama kaki dan tangan tidak dapat digerakkan.5 ˚C). muntah. Nelson. 2009.com/2010/01/sepsisneonatorum-dan-upaya.Adanya gejala klinis yang tidak spesifik tersebut. Sepsis Neonatorum. Anonim. minimal 2 septic marker positif. Penanganan Sindrom Guillain Barre pada Pediatri Dibuat oleh: Yanuar Surya Pratama.

1996. Sekitar 30% penderita membutuhkan bantuan ventilasi mekanik.Guillain-Barré Syndrome.canada. Manfaat terapi paling jelas apabila terapi dimulai 2 minggu setelah onset. [updated Dec 19.nyeri perut (-). Hal ini dikarenakan penyakit ini dapat melumpuhkan otot pernafasan sehingga dapat menyebabkan kematian. Perhatian khusus terutama ditujukan pada perawatan suportif dan pencegahan komplikasi. dan biasanya dicetuskan oleh suatu proses infeksi yang akut.muntah (-). dan sindroma Landry Guillain Barre adalah suatu penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf perifer. 2. Diagnosis Paralisis Flaksid Akut DD Guillain Barre Syndrome.com/condition_info_popup. Pengukuran maksimal forced vital capacity (FVC). tekanan darah.Anak hanya berobat ke bidan untuk menurunkan panas dan sembuh. gas darah arterial.reflek patologis (-). Referensi 1. Tidak ada keluhan yang menyertai keluhan utama. Available from: http://bodyandhealth. p. 2007].asp?channel_id=0&disease_id=325&sec tion_name=condition_info.nervi craniales dalam batas normal. Intubasi dilakukan bila FVC kurang dari 12-15 ml/kg. antara lain kegagalan nafas dan disfungsi otonomik. USA: ButterworthHeinemann. Relaps terjadi pada 10% pasien dalam kurun waktu 3 minggu pasca-terapi. jika FVC kurang dari 18 ml/kg atau terjadi disotonomia kardiovaskuler. takikardia. sangat dibutuhkan alat bantu pernafasan serta perawatan khusus. dan hipoksemia akibat atelektasis. Lab dalam batas normal dengan K 3. paralisis asendens Landry. penderita harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU). tekanan maksimal respirasi.klonus (-). tekanan O2 arteri dibawah 70 mmHg serta tanda fatigue respirasi yang berat.Hipokalemi Terapi RL 20 tpm Paracetamol 3x1/2 tab Vit B 1x1 tab Konsul saraf Diskusi Sindroma Guillain-Barre (GBS) atau disebut juga dengan radang polineuropati demyelinasi akut (AIDP). Fenichel GM. Terapi spesifik menggunakan imunoglobulin atau plasmaparesis.meningeal sign (-). Evaluasi adanya sesak napas perlu dilakukan untuk memikirkan keperluan pemakaian ventilator.kekuatan 2/2/2/2. Available from: http://emedicine. Trakeostomi dilakukan bila diperkirakan bantuan nafas lebih dari 10 hari. Terapi Spesifik Imunopatogenesis dari penyakit GBS.mual (). Monitoring FVC dilakukan setiap jam.status gizi kurang.nyeri kepala (-). Daroff RB.RPD dengan TB yang sudah dinyatakan sembuh. dan nafas cepat diantara percakapan pendek. Neurology in clinical practice: the neurological disorders. dan fungsi otot bulbar harus selalu dimonitor selama fase progresif. Kesimpulan Penatalaksanaan GBS perlu diperhatikan secara cermat dan tepat.5 mmol/L. selain itu kondisi pasien yang cepat memburuk tanpa dapat diprediksikan membuat penderita GBS membutuhkan perawatan inap untuk observasi fungsi respirasi. Polio Perancis.. Tanda gagal nafas antara lain perburukan FVC. 4. Digunakan larutan saline dan albumin sebagai cairan pengganti plasma. poliradikuloneuritis idiopatik akut. polyneuritis idiopatik akut.pemeriksaan neurologis didapatkan GCS 456.Riw kelahiran baik.1911-16 3.Miastenia Gravis. Editors. Fatigue otot respirasi ditandai dengan keringat dingin.com/article/792008-overview.BAK (+).medscape. Guillain-Barre Syndrome.Guillain- . antara lain terapi pertukaran plasma (plasmapheresis) dan injeksi immunoglobulin dosis tinggi intravena (IVIG) Jadwal plasmapheresis berkisar antara 4 hingga 6 kali (40-50 ml/kg) dengan mesin kontinu selang sehari.Bradley WG. [update 2009]. Marsden CD.BAB (+).reflek fisiologis (-). GBS termasuk dalam kelompok penyakit neuropati perifer Penatalaksanaan Awal Pada kasus berat. Pasien ini tidak memerlukan ventilator karena masih dapat bernafas spontan. Pada kasus ini digunakan plasmaparesis dengan NaCl isotonik tanpa pemberian imunoglobulin karena tidak adanya obat. tetraparese.eutrofi. terapi akut ditujukan terutama untuk melawan proses imunopatogenesis. 2nd edition.Pada pemeriksaan fisik semua dalam batas normal.Miller Andrew.Poliomyelitis.sesak (-). Sehari sebelum masuk rumah sakit cacar air sudah sembuh akan tetapi kaki dan tangan susah digerakkan dan anak tidak dapat bangun dari tempat tidur.

Injeksi Ketorolac 2 x 1 Ampul. tidak tampak fraktur. dilatasi usus. Sagung Seto Penulis Yanuar Surya Pratama. air fluid level (-).Keputusan untuk melakukan tindakan bedah harus segera diambil karena setiap keterlambatan akan menimbulkan penyakit yang berakibat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.dailystrength.Kep.2006310148. yaitu sebagai berikut: 1. 3.SMF Ilmu Kesehatan Anak. sinar dari arah vertikal dengan proyeksi anteroposterior (AP). Peritonitis. Injeksi Cefotaxime 2 x 1 Ampul. proyeksi . 2012 [08:57 UTC] Abstrak Akut abdomenmerupakan suatu kegawatan pada abdomen dimana memerlukan tindakan segera untuk penanganannya.2012 PEMERIKSAAN PENUNJANG FOTO ABDOMEN pada PENEGAKAN DIAGNOSIS AKUT ABDOMEN et causa PERITONITIS GENERALISATA AKMAL FALAH 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah. Ketepatan diagnosis dan penanggulangannya tergantung dari kemampuan melakukan analisis pada data anamnesis. Akut abdomen yang sering adalah peritonitis. Sedangkan pada pemeriksaan USG tampak cairan bebas intraabdominal pada horizon pouch. bulat – bulat / lonjong di subcutis di daerah infraumbilical. Injeksi Kalnex 2 x 1 Ampul Diskusi Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut. Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi. Diagnosis Akut Abdomen e. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.com/guillain-barre_syndrome/article. Infus RL 20 tpm.batas tegas. kontur ren dextra dan sinistra tidak jelas. dengan sinar horizontal proyeksi AP. Sebagian kelainan disebabkan oleh cidera langsung atau tidak langsung yang mengakibatkan perforasi saluran cerna atau perdarahan. Tiduran telentang (supine).c. dengan sinar horizontal. mual dan nyeri perut tumpul pada seluruh lapang abdomen.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May. vertebra spur (). free air (+). Tiduran miring ke kiri (left lateral decubitus = LLD). Pemeriksaan penunjang Kasus Pasien seorang laki-laki usia 46 tahun datang dengan keluhan teras sebah. Ns. Available from: http://www. Peritonitis selain disebabkan oleh kelainan di dalam abdomen yang berupa inflamasi dan penyulitnya.htm 5. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya defans musculer dan nyeri tekan di semua lapang abdomen. Keluhan dirasa setelah pasien mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya saat mengendarai kendaraan bermotor roda dua. Duduk atau setengah duduk (semi erect) atau berdiri kalau memungkinkan. Jakarta. juga oleh ileus obstruktif.pemeriksaan pelvis menunjukkan struktur tulang baik. 2. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Persarafan. iskemia dan perdarahan.RSUD Saras Husada Purworejo. Pemeriksaan radiologi BNO 2 posisi hasil menunjukkan adanya peningkatan jumlah udara usus. Available from: http://www.Tarwoto. Pasien mengaku setang motor mengenai perutnya. tampak gambaran hypoechoic dengan tepi hyperechoic.medicinenet.2007.Barre Syndrome (GBS) Support Group.org/news/Guillain-Barre-Syndrome-GBS Guillain-Barré Syndrome. Keywords: Akut abdomen. Peritonitis Generalisata Terapi Pro Laparatomi. S.

Rs. Soelarto Rekso Prodjo.514-526. Penatalaksanaan demam tifoid meliputi medikamentosa dengan antibiotik dan terapi suportif . Kesimpulan Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum yang merupakan pembungkus visera dalam rongga perut. Dudley a.Peritonitis dapat terjadi akibat suatu respon inflamasi atau supuratif dari peritoneum yang disebabkan oleh iritasi kimiawi atau invasi bakteri. 20060310152. kelainan yang langsung dilihat dapat difoto untuk dokumentasi. Ketepatan diagnosis akan meningkat bila digunakan kontras ganda.udara bebas sulit dideteksi. gangguan pada saluran cerna. didapatkan free air pada subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow).Cipto Mangunkusumo. Trauma Abdomen. suprohaita. Kapita selekta kedokteran. Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. Foto kontras barium merupakan pemeriksaan yang penting dalam membantu menegakkan diagnosis curiga tumor.f. Trauma Abdomen. Pada foto thorax tegak. Penulis Akmal Falah. 3.1992. psoas line menghilang.W. Wahyu I. 2012 [08:40 UTC] Abstrak Demam Tifoid ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. Hamilton Bailey. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. didapatkan preperitonial fat menghilang. RSUD SETJONEGORO WONOSOBO PENATALAKSANAAN DEMAM TIFOID pada ANAK USIA 10 TAHUN akmal falah 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah. 2. Pada posisi supine. Pada posisi semi erect. pecahnya usus buntu atau karena sebab lain. yaitu kontras positif (barium) dan negatif (udara). tanda utama radiologi adalah: 1. Trauma Abdomen. fotoLLD pada abdomen bagian atas akan menunjukkan udara bebas dalam bentuk bulan sabit dengan densitas rendah di sebelah lateral dari tepi lateral lobus kanan hati.AP .1995. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. udara berbentuk bulan sabit tampak di bawah hemidiafragma. ed:11.51-57. Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi Referensi Arif Manjoer. Bila tidak yakin apakah terdapat udara bebas intraperitoneum atau tidak. Ada dua tanda yang dapat membantu : tanda Rigler. Udara sub diafragmatik harus dibedakan dengan pneumothoraks subpulmonal. sitologi atau patologi Foto thorax dan foto LLD abdomen sangat sensitif untuk mendeteksi udara bebas intraperitoneum dalam volume kecil ( < 5 ml ). dan adanya kekaburan pada cavum abdomen. Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut. Penyebab tersering gambaran ini adalah perforasi usus akibat luka atau trauma tembus dan infark dinding usus.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May. Selain itu. Pemeriksaan Gastroduodenoskopi dilakukan bila ada keluhan dan tanda yang mencurigakan ke arah penyakit lambung dan atau duodenum serta untuk tindak lanjutnya Dengan endoskopi. Wiwiek S. Bagian Ilmu Radiologi. UGM University Press. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi.Dr. 2000. Ilmu bedah gawat darurat. dan gangguan kesadaran. dan tanda garis ligamentum falsiform hepatis yang terbentuk di kuadran kanan atas oleh udara bebas. Pada foto terlentang abdomen.Bagian Bedah Staf pengajar FKUI. Pada posisi LLD. yaitu adanya gas di dinding usus sisi manapun. jaringan atau cairan patologis dapat diambil untuk pemeriksaan kimia.

000. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung. AT: 240.Pasien tidak memiliki riwayat batuk berdahat lebih dari 2 minggu. tidak berkeringat dimalam hari. Diskusi Demam typhoid adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari satu minggu. Tinggi badan: 170cm. Mengantuk. gangguan pencernaan dan gangguan kesadaran. Suhu: 39. masuk aliran limfe dan mencapai kelenjar limfe . sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai jaringan Limfoid Plaque Peyeri di ilium terminalis yang mengalami hipertrofi. antigen flagelar (H) yang terdiri dari protein dan envelope antigen (VI) yang terdiri dari polisakarida. Panas terjadi terus menerus. Kesadaran: Apatis-Somnolen.9 g/dL. tidak terdapat lendir atau darah.3 Kg/cm2. melalui pembuluh limfe masuk ke peredaran darah. tidak berkapsul. lebih suka jajan di sekolah atau pinggir jalan. teratur. isi dan tegangan cukup. menurut orang tua pasien berat badan naik dalam beberapa bulan.Bdan C. nafsu makan berkurang. tidak pilek. haus dan lemas. lalu menurun di pagi hari. Pada pemeriksaan penunjang : AL: 5. SGPT: 250 U/l.26 juta uL.1°C. tidak muntah. makanan yang tercemar atau terkontaminasi dan pakaian yang tercemar. Kuman Salmonellathipi masuk tubuh manusia melalui mulut dengan makanan dan air yang tercemar. Mikroba Salmonella yang ikut makanan sampai di usus menembus mukosa usus halus. diberikan infusKaEn 3B 2100 cc/24 jamuntuk membantu mencukupi kebutuhan cairan dan membantu jalur masuk obat parenteral. minum biasa. Keyword : antibiotik. bubur saring 3x1 porsi. Hct: 36. Pada pemeriksaan fisik KU: Pasien Tampak Lemas. Salmonella Thiphi juga dapat memperoleh plasmid faktor-R yang berkaitan dengan resistensi terhadap multiple antibiotik. SGOT: 155 U/l. paracetamol tiap 4-6 jam 3x1 tab bila panas. tidak nyeri saat BAB. 4 hari SMRS pasien dibawa ke Puskesmas kemudian diberi 3 macam obat. Pasien BAB cair 3 kali sehari. Sudah tidak buang air besar cair. Salmonella yang banyak dikenal di klinis adalah Salmonella typhi. tidak menggigil. tipe thorakoabdominal. Berat Badan: 50kg. saat sore hari panas meninggi. ke organ-organ terutama hati dan limpa. obat tidak dihabiskan. Respirasi: 24 kali permenit. Buang air kecil lancar. tidak membentuk spora fakultatif anaerob. Widal TyH: 1/320.67%. BMI: 17. Dalam serum penderita terdapat zat anti (aglutinin) terhadap ketiga macam antigen tersebut. Kuman Salmonella typhi kemudian menembus ke lamina propia. Vital Sign: Nadi: 96 kali permenit. tidak ada riwayat kontak dengan penderita TB. TKTPdan memperbaiki gizi pasien. tidak batuk. Penyebab dari demam typhoid adalah salmonella typhi yang merupakan bakteri gram negatif.(pemenuhan kebutuhan cairan dan kalori. Widal TyO: 1/320 Diagnosis Demam Tifoid Terapi Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi penatalaksanaan medikamentosa diberikan cefotaxime sebagai antibiotik diberikan secara intravena dengan dosis 1 g 2 kali sehari. minum normal/biasa. tidak anyang-anyangan. Tekanan Darah: 110/60MmHg. Hb: 11. nafsu makan berkurang. mempunyai flagella. Salmonella paratyphi A. Di tempat ini komplikasi perdarahan dan perforasi intestinal dapat terjadi. suhu dirasakan naik turun. demam tifoid Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan panas sejak 8 hari yang lalu. 1 hari SMRS pasien masih panas. Mempunyai sekurangkurangnya tiga macam antigen yaitu antigen somatik (O) yang terdiri dari zat komplek oligosakarida. mengadakan replikasi dan kemudian kembali ke darah dan menyebar ke kelenjar limfoid Ileum (Plaques Peyeri). diberikan makanan rendah serat. menimbulkan radang dan membentuk tukak. Salmonella typhi sangat resisten dan dapat hidup lama di air keruh. demam dirasakan tidak terlalu tinggi. AE: 4. setelah minum obat panas belum mereda. Mempunyai makro molekul liposakarida kompleks yang membentuk lapis luar dari dinding sel dan disebut endotoksin. Seorang pasien anak laki-laki usia 14 tahun datang dengan keluhan demam naik turun sejak 12 hari sebelum masuk rumah sakit disertai diare.95 uL. tidak ada nyeri saat buang air kecil. Penyakit ini disebabkan oleh mikroba gram negatif Salmonella SP. diet dengan nutrisi yang baik).

mesenterial yang juga mengalami hipertrofi. Setelah melewati kelenjar-kelenjar limfe ini Salmonella typhi masuk aliran darah melalui ductus thoracicus. Dapat diberikan setiap 4 jam apabila suhu tubuh pasien tidak juga turun. oral dibagi dalam 2 dosis selama 10 hari. Amoksisilin 100 mg/kgBB/hari. Satari HI. karena membantu terjadinya proses inflamasi lokal pada jaringan tempat Salmonella typhi berkembang biak. Seftriakson 80 mg/kgBB/hari. Kapita Selekta Kedokteran.merupakan penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. gangguan pada saluran cerna. Pemeriksaan Laboratorium Dan Diagnosis Infeksi Saluran Kemih Pada Anak 5 Tahun . dan gangguan kesadaran. Garna H. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. EGC: Jakarta. Pada ensefalopati. bila perlu asupan cairan dan kalori diberikan melalui sonde lambung. Endotoksin salmonella typhi berperan pada patogenesis demam tyfoid. 20060310152 Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Sefiksim 10 mg/kgBB/hari. oral selama 10 hari. dapat segera diberikan makanan yang lebih padat dengan kalori cukup. 2000. Kortikosteroid diberikan pada kasus berat dengan gangguan kesadaran. Koreksi gangguan asam basa dan elektrolit. setelah demam reda. Penuhi kebutuhan volume cairan intravaskuler dan jaringan. 2002. dibagi 3 dosis hingga kesadaran membaik. Kotrimoksasol 6 mg/kgBB/hari. Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. Deksametason 1-3 mg/kgBB/hari IV. muntah atau diare. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. Hasan R. PENULIS Akmal Falah. Pemilihan antibiotik pada kasus demam tifoid sekarang perlu mendapat perhatian karena dilaporkan sudah banyak timbul resistensi pada sefalosporin generasi ketiga. 2000. Wonosobo. dan pemeriksaan penunjang. Semula disangka demam dan gejala-gejala toksemia pada demam typhoid disebabkan oleh endotoksemia. oral atau IV. oral atau IV. Tapi kemudian berdasarkan penelitian. bila perlu berikan O2. Antibiotik yang dapat diberikan: Kloramfenikol (drug of choice) 50-100 mg/kgBB/hari. Ilmu Kesehatan Anak. Pertahankan oksigenasi jaringan. dan bagian-bagian lain sistem retikuloendotelial. eksperimental disimpulkan bahwa endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam dan gejala-gejala toksemia pada demam tyfoid. Cairan dan kalori. 2008 Mansjoer A. Nelson Ilmu Kesehatan Anak. Salmonella typhi bersarang di plaque peyeri. Kuman-kuman salmonella typhi lain mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus. RSUD Setjonegoro. oral dibagi 2 dosis selama 10 hari. KESIMPULAN Di Indonesia demam tifoid merupakan penyakit endemis. pemberian antibiotik dan antipiretik. Behrman RE. dibagi dalam 4 dosis selama 10-14 hari. Pusponegoro HD. pemeriksaan fisik. dibagi dalam 4 dosis selam 10 hari. 2004. jumlah kebutuhan cairan dikurangi menjadi 4/5 kebutuhan dengan kadar natrium rendah. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis. Pelihara keadaan nutrisi. pemenuhan kebutuhan cairan. dkk. Pada pasien ini penatalaksanaan meliputi tirah baring. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. FKIK UMY. Hadinegoro SR. hati. Demam pada tyfoid disebabkan karena Salmonella typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan penglepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang. dkk. Diet dengan makanan tidak berserat dan mudah dicerna. serta diet makanan rendah serat dengan nutrisi yang baik . Arvin AM. REFERENSI Soedarmo SS. Pasien ini didiagnosis demam tifoid berdasarkan anamnesis. Kliegman R. limpa. Antipiretik dapat diberikan Parasetamol dengan dosis 10 mg/kgBB/kali. dkk. terutama pada demam tinggi.

Pada neonatus usia 2 bulan. Kasus Seorang pasien anak laki-laki usia 5 tahun dengan berat badan 15 kg datang dengan keluhan pasien merasa sakit perut daerah bawah pusat sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit yang makin meningkat. BAB Baik seperti biasanya tidak keras ataupun cair 1x perhari. Apabila didapat leukosituri yang bermakna.V ) selama 7-10 hari ◦ Antipiretik Paracetamol tab : 10-15 mg/kgBB/kali : 3 x 1/3 tab (bila panas) Diskusi Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih. Pemeriksaan langsung kuman patogen dalam urin sangat tergantung kepada pemeriksa. ISK dapat menyebabkan komplikasi berupa batu saluran kemih. muntah. Gambaran klinis ISK sangat bervariasi dan sering tidak khas. dari asimtomatik sampai gejala sepasis yang berat. tidak terjatuh atau terbentur sebelumnya. epispadia. keyword : Diagnosis. Seflosporin : cefotaxim 150 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis : 4 x 525 mg (I. perlu mengenal ISK sedini mungkin agar dapat ditata laksana dengan adekuat untuk menghindari akibat yang lebih buruk. merasa ada benjolan pada perut (-). nyeri saat BAK (+). karena menyebabkan gejala tidak menyenangkan pada anak. sakit sekitar pinggang (-). R Balatif.5% anak perempuan dan 1. di samping infeksi saluran cerna. ISK merupakan penyebab demam kedua tersering setelah infeksi akut saluran napas atas pada anak usia kuran 2 tahun. berat badan sukar naik atau anoreksia Pada anak besar gejalanya lebih khas seperti sakit waktu kencing. kelainan tulang belakang seperti spina bifida. nyeri perut atau pinggang. Diagnosis infeksi saluran kemih Terapi pada kasus ini diberikan ◦ Infus Ringer laktat 15 tetes permenit ◦ Antibiotik pilihan : Gol. nyeri ketok pinggang (sudut kostovertebra). apatis. leukosit (Leukosit > 5 LPB).Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May. Karena itu. mengompol. Pertumbuhan bakteri mencapai lebih dari 100. Pemeriksaan fisik Dijumpai demam. nyeri tekan perut bawah (supra simfisis). Jumlah leukosit yang dianggap bermakna adalah >10 / lapang pandang besar (LPB). hematuria (eritrosit > 5 LPB) Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine Pemeriksaan penunjang lain digunakan unuk mencari faktor resiko seperti USG perut dan bila perlu dilanjutkan dengan miksio sisto uretrogram (MSU) dan pielografi intravena (PIV) Pemeriksaan Mikroskopik Urin Pemeriksaan mikroskopik dilakukan untuk menentukan jumlah leukosit dan bakteri dalam urin. hipertensi. mencret. infeksi saluran kemih. pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan urin (kencing) dijumpai protein. ISK pada neonatus kurang bulan adalah sebesar 3% sedangkan neonatus cukup bulan 1%. ataupun gagal ginjal yang memerlukan tindakan cuci darah atau cangkok ginjal. anoreksia. BAK jernih. ISK merupakan penyakit penting pada anak. Pada anak kurang dari 10 tahun ISK ditemukan pada 3. mual (). problem minum dan sianosis (kebiruan) Pada bayi gejalanya berupa demam. pilek (-).1% anak lelaki. Langkah diagnostik untuk menegakkan ISK antara lain : Anamnesa. anyang anyangan (polakisuria) dan bau kencing yang menyengat. berat badan tidak naik. tidak membaik saat berubah posisi. 2012 [15:17 UTC] Abstrak Infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyakit yang sering ditemukan pada anak. kelainan pada organ genitalia eksterna seperti fimosis. Pada kelompok usia ini angka ISK mencapai 5%. terasa panas (+). Bila tidak ditanggulangi secara serius. perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan kultur. frekuensi kencing meningkat. gejalanya dapat menyerupai infeksi atau sepsis berupa demam. muntah (-) panas hilang timbul. meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. tidak pernah mengunakan pempers. dari pemeriksaan lab urine rutin ditemukan lekosit yang meningkat dalam urin. Apabila ditemukan satu atau lebih kuman pada pemeriksan . hipospadia.Dibuat oleh: Nur Aini Abd. Diagnosis yang cepat dan akurat dapat mencegah penderita ISK dari komplikasi pembentukan parut ginjal dengan segala konsekuensi seperti hipertensi dan gagal ginjal kronik. BAK menjadi keruh.000 unit koloni per ml urine segar pancar tengah (midstream urine) pagi hari digunakan sabagai batasan diagnosis ISK. Pasien didiagnosis sebagai infeksi saluran kemih.

Penulis Nur Aini Abd. Diagnosis bakteriologik infeksi saluran kemih dengan biakan urin. KU : tampak kesakitan .Sudoyo. Bambang Setiyohadi. 2009. Penegakan diagnosa ISK melalui anamnesa. maka bakteri yang tumbuh kemungkinan besar hanya merupakan kontaminasi flora normal dari muara uretra. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. lokasi serta ekstensi fraktur. Bagian Patologi Klinik FKUI-RSCM. Infeksi Saluran Kemih Pasien Dewasa. Faktor yang dapat mempengaruhi jumlah kuman adalah kondisi hidrasi pasien. R Balatif. Imobilisasi. Jika diperoleh jumlah koloni antara 103 . maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. 553-557. Indonesia: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI. Primary Care Case Review 2001 (4) . Sedangkan bila hanya tumbuh koloni dengan jumlah < 103 koloni / ml urin. Kata Kunci : Fraktur femur. Kesulitan berjalan (+). Pusponegoro. Kultur Urin Deteksi jumlah bermakna kuman patogen (significant bacteriuria) dari kultur urin masih merupakan baku emas untuk diagnosis ISK. RSUD Saras Husada. Jakarta. frekuensi berkemih dan pemberian antibiotika sebelumnya . ed. Ganbaran Radiologi Pada Pasien dengan Fraktur Femur Dibuat oleh: Nur Aini Abd. Jakarta: WHO Indonesia 3. Marcellus Simadibrata K. McBryde C. Pada spesimen urin suprapubik. 3 – 14. Idrus Alwi. 4. Referensi 1. Bakteriuria asimtomatik ditegakkan apabila 2 urin kultur bakteri strain sejenis diambil >24jam menunjukkan bakteriuria sebanyak >= 105 cfu/ml. dan pemeriksaan penunjang. Lokakarya pemeriksan laboratorium klinik pada penyakit infeksi. kemungkinan kontaminasi belum dapat disingkirkan dan sebaiknya dilakukan biakan ulang dengan bahan urin yang baru. 5. meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. Standar Pelayanan medis Kesehatan Anak. In: Aru W. maka kemungkinan besar bahan urin yang diperiksa telah terkontaminasi Tabel 3. Kumalawati J. 1993. Yogyakarta. Siti Setiati. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Kriteria untuk diagnosis bakteriuria bermakna Penegakkan Diagnosis Jumlah koloni bakteri per ml urin Pengambilan spesimen Sistitis akut nonkomplikata pada wanita > = 103 cfu/ml Urin pancaran tengah Pielonefritis nonkomplikata pada wanita >=104 cfu/ml Urin Pancaran Tengah ISK komplikata > 105 cfu/ml > 104 cfu/ml Urin Pancaran tengah pada wanita Kateter (wanita) Algoritme penanggulangan ISK : Kesimpulan Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih. Bila >3 jenis bakteri yang terisolasi.Kesadaran . Pedoman pelayanan Kesehatn Anak di Rumah Sakit rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten. 2012 [15:16 UTC] ABSTRAK : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan.Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May.105 koloni / ml urin. R Balafif / 20060310038. Radiologi. 2007. Perlu diperhatikan pula banyaknya jenis bakteri yang tumbuh. Hardiono dkk. IDAI 2. luka luar pada paha (-). Edisi IV. cystitis and pyelonephritis. perlu dilakukan pemeriksaan kultur. Redington J. Enday Sukandar. pemeriksaan fisik. Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine. 2004. Stase Ilmu Kesehatan Anak. Kasus : Pasien laki -laki 32 tahun datang dengan keluhan nyeri paha tengah setelah jatuh dari sepeda motor. maka dapat dipastikan bahwa bakteri yang tumbuh merupakan penyebab ISK. Diagnosis and management urinary tract infections : asymptomatic bacteriuria.langsung. Bila jumlah koloni yang tumbuh > 105 koloni/ml urin. berapapun bakteri yang terdapat pada urin adalah relevan. World Health Organization.

Pabst. http://mukipartono. Pemeriksaan radiologis dilakukan dengan beberapa prinsip dua: a. 2008. Jakarta: Widya Medika. Fraktur Batang Femur. Dua kali dilakukan foto. Radiologi Diagnostik.Vital Sign :TD : 140/80. Jawa Tengah. Jakarta: 1998. pada trauma yang hebat sering menyebabkan fraktur pada dua daerah tulang. Purworejo. Sobbota. 20060310038. lokasi serta ekstensi fraktur. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan : a. Palmer. Penatalaksanaan OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi pada Pasien Usia 60 Tahun Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono.com/osteoartritis/ Sjamsuhidajat R. Hipermetropia merupakan kelainan refraksi dimana dalam . Dua trauma.: Compos Mentis. Kab. Apley. T :afebris. Untuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi. R. maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. 2009. 2005. Muki. Osteoarthritis. Untuk menentukan teknik pengobatan. 3. d. RGC. Atlas Anatomi Manusia. Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley. Ekayuda. 2002. N : 92x/m. Wim De Jong.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Status Lokalis Regio Femoralis :Pada regio femoralis dextra tampak terpasang spalk.. di atas dan di bawah sendi yang mengalami fraktur. Edisi kedua. b. Dalam: Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. 2005. f.Rontgen Femur dextra AP/Lat: Kompleta communited fraktur femur dextra 1/3 medial cum angulationem. atau MRI Scans. Jakarta: EGC. 2012 [23:30 UTC] Abstrak Hipermetropi merupakan keadaan dimana kekuatan pembiasan sinar pada mata tidak cukup kuat untuk memfokuskan sinar pada bintik kuning (macula lutea). 4. Untuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang Untuk melihat adanya benda asing. Dua sendi pada anggota gerak dan tungkai harus di foto. PES dkk. e. Buku Ajar Ilmu Bedah. ed 21. g. Yogyakarta. Putz. Dua posisi proyeksi. Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler. Petunjuk Membaca Foto untuk Dokter Umum. Pustaka Cendekia Press. Jakarta. EGC. Malueka. Kesimpulan : Untuk membantu menegakkan diagnosis pada fraktur femur dapat dilakukan pemereiksaan radiologi berupa foto AP dan lateral femur. Bagian Ilmu Radiologi. R Balafif. Pada fraktur tertentu misalnya fraktur tulang skafoid. Referensi 1. d. b. e. c. nyeri gerak aktif nyeri gerak pasif dan krepitasi sdn . ed revisi. Untuk melihat sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya.Tujuan pemeriksaan radiologis : a. Djoko Simbardjo. Tomogram. Bone scans. untuk menentukan letak dan bentuk pasti dari frakturnya. RSUD Saras Husada. R : 24x/m. Radiologi Diagnostik FK UI. Bagian Bedah FKUI. foto pertama biasanya tidak jelas sehingga biasanya diperlukan foto berikutnya 10-14 hari kemudian. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. GCS E4V5M6 . 2010. c. FKUI. dapat juga diakukan pemeriksaan radiologi lainnya seperti : bone scans. 2. Sjahriar R. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. ed kedua. misalnya peluru . Penulis Nur Aini Abd. Aposisi kurang baik dan alignment jelek Diagnosis : Kompleta communited Fraktur Femur dextra 1/3 medial Diskusi : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. Radiologi Diagnostik. rontgen tersebut juga dapat digunakan untuk membantu memudahkan dalam perencanaan orif. Dua anggota gerak. Pada anak-anak sebaiknya dilakukan foto pada ke dua angota gerak terutama pada fraktur epifisis. Partono. Jakarta. I. dilakukan sekurang-kurangnya yaitu pada anteroposterior dan lateral. 1995. AG. R. Untuk konfirmasi adanya fraktur. Untuk menentukan apakah fraktur intra-artikuler atau ekstra-artikuler. sehingga mata menfokuskan sinar di belakang retina. b. RG. Untuk menentukan fraktur itu baru atau tidak.

50 D.50 D dekat didapatkan OD add sferis + 3. 55 tahun ——— +2. Addisi adalah perbedaan dioptri antara koreksi jauh dengan koreksi dekat. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama. presbiopia juga dapat dikoreksi dengan lensa kontak multifocal.50 D. Presbiopi. karena obyek tersebut berada pada titik focus lensa S +3. Karena jarak baca dekat pada umumnya adalah 33 cm. opia = vision = penglihatan) merupakan keadaan normal sehubungan dengan usia. di mana kemampuan akomodasi seseorang telah mengalami penurunan sehingga sampai pada tahap di mana penglihatan pada jarak dekat menjadi kurang jelas dan terjadi pada orang yang telah lanjut usia (diatas 40 tahun). Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya. Lensa. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh.00 D tersebut. 50 tahun ——— +2. Refraksi ISI Pasien Ny. atau mempunyai status refraksi ametropia. Sedangkan 6/6. Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya. maka ukuran dioptri lensa cembung itu diaplikasikan ke dalam apa yang disebut sebagai addisi. Berikut ini merupakan addisi rata – rata yang ditemukan pada berbagai tingkatan usia : 40 tahun ——— +1. mata tidak melakukan akomodasi bila melihat obyek yang berjarak 33 cm. Pasien dengan hipermetropia sebaiknya diberikan kaca mata sferis positif terkuat atau lensa positif terbesar yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal.00 D. Penanganan presbiopia adalah dengan membantu akomodasinya menggunakan lensa cembung (plus). Pada keadaan ini. 45 tahun ——— +1. Dengan kacamata positif tebal akan terjadi kesukaran melihat seperti gangguan penglihatan tepi dan aberasi sferis. Presbiopia. Lensa bifocal atau multifocal dapat dipilih jika penderita presbiopia menginginkan penglihatan jauh dan dekatnya dapat terkoreksi.00 D.50 D untuk melihat dekat atau membaca •OS: Kacamata lensa sferis + 3. maka lensa S +3. yang biasa juga disebut penglihatan tua (presby = old = tua. Jika penderita merupakan seseorang yang dalam pekerjaannya lebih dominan menggunakan penglihatan dekat.5 sferis + 0. DIAGNOSIS OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi TERAPI •OD: Kacamata lensa sferis + 3.5 dan OS 6/6.00 D. Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat. Hal ini untuk memberikan istirahat pada mata akibat hipermetropia fakultatifnya diistirahatkan dengan lensa positif.00 D. lensa jenis fokus tunggal (monofocal) merupakan koreksi terbaik untuk digunakan sebagai kacamata baca. Keyword : Hipermetropi. penting untuk memperhatikan kebutuhan jarak kerja penderita pada waktu membaca atau melakukan pekerjaan sehari – hari yang banyak membutuhkan penglihatan dekat. Dalam menentukan nilai addisi. dan sinar-sinar divergen yang datang dari benda-benda yang jaraknya dekat dibiaskan lebih jauh lagi di belakang retina. Pada setiap kekuatan lensa +1 dioptri akan terjadi pembesaran benda yang dilihat sebesar 2%. R.00 D untuk melihat dekat atau membaca DISKUSI Pada hipermetropia diperlukan lensa cembung atau konveks untuk mematahkan sinar lebih kuat ke dalam lensa. dan OS 6/6.00 D adalah lensa plus terkuat sebagai addisi yang dapat diberikan pada seseorang.keadaan mata istirahat semua sinar sejajar yang datang dari benda-benda pada jarak tak terhingga dibiaskan dibelakang retina.00 D dan koreksi visus dengan lensa sferis + 0. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Selain dengan lensa kacamata. Jika penderita presbiopia juga ingin memakai kacamata untuk penglihatan jauhnya. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7. Pada pasien hipermetropia aksial memerlukan kekuatan lensa yang lebih tinggi untuk menggeser sinar ke macula lutea dibanding dengan hipermetropia lain. Penderita yang memakai kacamata positif akan terlihat seolah-olah matanya menjadi besar. 60 tahun ——— +3. Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda. Untuk visusuntuk koreksi OD 6/7. yang . Keluhan serupa pada keluarga (-). Pengobatan hipermetropia adalah diberikan koreksi hipermetropia manifes dimana tanpa siklopegia didapatkan ukuran lensa positif maksimal yang memberiakn tajam penglihatan normal.00 D dan OS add sferis + 3.

LMA. didesain untuk memberikan dan menjamin tertutupnya bagian dalam laring untuk ventilasi spontan.Ilyas S. KESIMPULAN Pada Kasus ini. Alat koreksi yang dipakai bisa berupa lensa kacamata atau lensa kontak. Manajemen Jalan Nafas ISI Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. Airway: clear. 3. Breathing: spontan.tersedia dalam bentuk lensa kontak keras maupun lensa kontak lunak. 2012 [23:22 UTC] Abstrak Hilangnya kesadaran karena induksi anestesi berhubungan dengan hilangnya pengendalian jalan nafas dan reflek-reflek proteksi jalan nafas. In: Ilyas S. Untuk visus dekat didapatkan OD add sferis + 3. LMA bukanlah suatu penggantian endotrakheal. In: Wijana N. Sedangkan untuk koreksi OD 6/7. sementara sebagian besar yang lain dapat pusing – pusing atau kehilangan kedalaman persepsi atas obyek yang dilihat. In: Vaughan DG. tidak memiliki riwayat alergi. ketika pemakaian endotrakheal menjadi suatu indikasi. Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya. Pasien terdiagnosa OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi.00 D. Ilmu Penyakit Mata. respiration rate 18x/menit. tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Ilmu Bagian Penyakit Mata. Hasil dari pemeriksaan fisik. 14th ed. tidak memiliki riwayat hipertensi. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh. pada penatalaksanaan dificult airway yang diketahui atau yang tidak diperkirakan. Refraksi. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7. Oftalmologi Umum. Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya. White OW. Hanya saja. Metode lain dalam mengkoreksi presbiopia adalah dengan tehnik monovision (penglihatan tunggal). LMA adalah alat supra glotis airway. Bantul. Alih Bahasa: Pendit BU. Ilmu Penyakit Mata.Riordan-Eva P. terdapat suara dasar vesikuler. dan OS 6/6. 2012 Manajemen Jalan nafas dengan Laryngeal Mask Airway pada Pasien Appendiktomi dengan ASA I Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. dan mata yang satunya lagi dikondisikan hanya bisa untuk melihat dekat. 2000. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama. Jakarta: Widya Medika. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. tidak terdapat suara ronkhi. tidak setiap orang dapat menggunakan lensa kontak ini. Tajam Penglihatan dan Kelainan Refraksi Penglihatan Warna. Pengendalian jalan nafas dalam anestesi. M II. Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda. 3rd ed. tidak memiliki riwayat diabetes melitus.Wijana N.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Keluhan serupa pada keluarga (-). Jakarta: 1983 Penulis Barii Hafidh Pramono.5 dan OS 6/6. Optik & Refraksi. Yogyakarta. circulating : tekanan darah 110/70 . di mana salah satu mata dikondisikan hanya bisa untuk melihat jauh saja. 3rd ed. Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat.5 sferis + 0. salah satunya dapat dengan menggunakan LMA.50 D 6/6. 2. Ada beberapa orang yang dapat menggunakan metode ini. Asbury T. maka dari itu sangatlah penting untuk mengendalikan jalan nafas pasien saat dilakukan operasi. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma. RiordanEva P. Pasien Ny. RSUD Panembahan Senopati.00 D dan OS add sferis + 3. R. Keyword : Anastesia. karena membutuhkan perlakuan dan perawatan secara khusus. 2009. Indikasi pemasangan LMA yaitu sebagai alternatif dari ventilasi face mask atau intubasi endotrakheal untuk manajemen airway. Referensi 1.

yang disebabkan oleh tetanospasmin. sumbatan faring. atau komplians paru rendah (misalnya penyakit restriksi jalan nafas) yang memerlukan tekanan inspirasi puncak lebih besar dari 30 cm H2O. Airway: clear. Pasien dikategorikan ASA I. 2012 [23:20 UTC] Abstrak Tetanus adalah Gangguan neurologis yang ditandai dengan meningkatnya tonus otot dan spasme. hernia hiatal). akan tetapi. a review of the literature. dan untuk membantu ventilasi selama bronchoscopy fiberoptic. 99 : A571 Penulis Barii Hafidh Pramono. circulating : tekanan darah 110/70 mmHg. Ilmu Bagian Anastesiologi dan Reanimasi. hemodynamic response and emergence characteristic. derajat II . Penggunaan LMA meningkat untuk menggantikan pemakaian face mask dan endotrakheal tube selama pemberian anestesi. juga pemasangan bronkhoskop. ProSeal LMA yang memiliki lubang untuk memasukkan pipa nasogastrik dan dapat digunakan ventilasi tekanan positif. Ada 4 tipe LMA yang biasa digunakan: LMA yang dapat dipakai ulang. LMA memiliki kelebihan istimewa dalam menentukan penanganan kesulitan jalan nafas dibandingkan combitube. Secara tradisional. 52 : 739 – 760 3.mmHg. sehingga pengendalian jalan nafas dengan LMA dapat dilakukan. 82 : 129 – 133 2. Bantul. M II. Tuman KJ. RSUD Panembahan Senopati. dan Fastrach LMA yang dapat memfasilitasi intubasi bagi pasien dengan jalan nafas yang sulit. Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. Pada pasien ini tidak ditemukan kontraindikasi untuk pemakaian LMA. tidak memiliki riwayat diabetes melitus. tidak memiliki riwayat alergi.Verghese C. heart rate 78 x/menit. Lee G. The ProSeal laryngeal mask airway . Kontraindikasi untuk LMA adalah pasien dengan kelainan faring (misalnya abses). tetanus umum terdiri atas 3 derajat.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Can j Anesth 2005 . Survey of Laryngeal mask airway usage in 11910 patients : safety and efficacy for conventional and nonconventional usage. LMA yang tidak dapat dipakai ulang. DIAGNOSIS Appedensitis Akut TERAPI •Appendictomy DISKUSI Pada pasien ini. Hasil dari pemeriksaan fisik. penggunaan LMA dihubungkan dengan kejadian bronchospasme lebih kurang dari pada dengan endotrakheal tube. lambung yang penuh (misalnya kehamilan. heart rate 78 x/menit. Nolan JP. LMA dihindari pada pasien dengan bronkhospasme aatau resistensi jalan nafas tinggi. respiration rate 18x/menit. pasien dibius secara general anestesi melalui inhalasi dan untuk pengendalian jalan nafasnya dilakukan dengan LMA. suatu toksin protein yang kuat yang dihasilkan oleh Clostridium tetani. KESIMPULAN Pada Kasus ini. dissability : compos mentis. Avramov MN.El-Ganzouri A. Breathing: spontan. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma. Budac S.Cook TM. untuk memfasilitasi ventilasi dan pemasangan endotrakheal tube pada pasien dengan difficult airway. Anesth Analg 1996 . LMA dipilih sebagai manajemen airway karena merupakan alternatif dari ventilasi face mask. 2012 Pemberian Diazepam Terhadap Pasien Generalized Tetanus Grade II Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. Brimacombe JR. Yogyakarta. yakni derajat I atau ringan. tidak terdapat suara ronkhi. Pasien dikategorikan ASA I.Proseal laryngeal mask airway versus endotracheal tube : ease of insertion. dissability : compos mentis. bukti-bukti baru menunjukkan bahwa karena tidak ditempatkan dalam trakhea. tidak memiliki riwayat hipertensi. Anesthesiology 2003 . Saat pelaksanaan operasi. terdapat suara dasar vesikuler. Moric M. Referensi 1. tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

atau sedang, derajat III atau berat. Derajat I atau ringan bercirikan masa inkubasi lebih dari 14 hari, periode onset > 6 hari, trismus positif tapi tidak berat, sukar makan dan minum tetapi disfagi tidak ada, lokalisasi kekakuan dekat dengan luka berupa spasme disekitar luka dan kekakuan umum terjadi beberapa jam atau hari. Derajat II atau sedang bercirikan masa inkubasi 10-14 hari, periode onset 3 hari atau kurang, trismus dan disfagi ada, kekakuan umum terjadi dalam beberapa hari tetapi dispnoe dan sianosis tidak ada. Derajat III atau berat bercirikan masa inkubasi < 10 hari, periode onset < 3 hari, trismus dan disfagia berat, kekakuan umum dan gangguan pernapasan asfiksia, ketakutan, keringat banyak dan takikardia. Keyword : Berat, Ringan, Sedang, Tetanus ISI Penderita laki-laki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahan-lahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). DIAGNOSIS Generalized Tetanus Grade II TERAPI •O2 2L/menit •Infus NaCl + diazepam IV ampul •Infus Metronidazole •ATS 100.000 u/i.v selama 2 hari •Mecobalamin 1 ampul/ i.v •Rawat Luka DISKUSI Diazepam, turunan benzodiazepin, telah lama dilaporkan efektif dalam pengobatan tetanus. Selanjutnya, beberapa laporan lain menyatakan bahwa diazepam dibandingkan dengan agen terapeutik lainnya menawarkan manfaat yang signifikan dalam pengobatan tetanus. Manfaat ini diberikan ke antikonvulsan dikombinasikan dan tindakan relaksasi otot kejang otot pada tetanus dan kekakuan. Juga, ia memiliki efek sedatif dan ansiolitik. Tidak seperti barbiturat, diazepam, diberikan dalam dosis tinggi, dilaporkan menyebabkan depresi pernapasan kecil. Diazepam dapat diberikan secara oral melalui selang nasogastrik, rektum, atau dengan infus intravena. Diazepam intramuskular ditandai dengan penyerapan menentu. Bioavailabilitas setelah pemberian oral dan rektal diazepam dilaporkan menjadi baik, dengan hampir lengkap plasma tingkat penyerapan dan puncaknya terjadi dalam 30-90 menit. Algoritma pemberian diazepam apabila pasien datang dengan keluhan kejang maka diberikan diazepam 10 mg i.m. kemudian dievaluasi, apabila masih kejang berikan lagi 10 mg maksimal 3x pemberian. Apabila masih kejang, maka masuk ICU. Namun apabila sudah tidak kejang masuk ke maintenance dimana alur ini sama dengan pemberian diazepam saat pertama kali dan langsung tidak kejang. Maintenance ini diberikan dengan dosis 20mg/kgBB/24 jam diberikan dalam 8 dosis setiap 3 jam. Apabila tidak kejang dalam 48-72 jam maka dosis diturunkan 10-15%. Apabila masih kejang, maka dosis dinaikkan perlahan dan jarak interval dosis menjadi 2 jam. KESIMPULAN Pada kasus ini, penderita lakilaki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahanlahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). Pemberian diazepam pada pasien ini ternyata efektif sebagai pemberian terapi antikonvulsan dan sebagai relaksasi kejang otot dan kekakuan otot. Referensi 1.Weinberg WA. Control of the neuromuscular and convulsive manifestations of severe systemic tetanus: case report with a new drug Valium (Diazepam). Clinical Pediatrics 1964;71:226-8. 2.Rey M, Diop-Mar I, Robert D. Tetanus: Important new concepts. In: Veronesi R, editor(s). Excerpta Medica. Amsterdam, 1981:207-37 3.Arrate JK, Ugidos M, Garcia Rodrigo. Neonatal tetanum treatment with high doses of diazepam. Espanoles de Pediatria 1980;13:243-6. 4.Fox GS, Wynands JE, Bhambhami M. A clinical comparison of diazepam and thiopentone as induction agents to general

anaesthesia. Canadian Anaesthetists' Society Journal 1968;15:281-90. 5.Dalen JE, Evans GL, Banas JS, Brooks HL, Paraskos JA, Dexter L. The haemodynamic and respiratory effects of diazepam (Valium). Anesthesiology 1969;30:259-63 Penulis Barii Hafidh Pramono, Ilmu Bagian Penyakit Syaraf, RSUD Panembahan Senopati Bantul, Yogyakarta. 2012

Penggunaan Kortikosteroid pada Pasien Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:14 UTC] Abstrak Asma bronkhial adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, reversibel dimana trakeobronkial berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. Asma bronkhial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubahubah baik secara spontan maupun hasil pengobatan. Asma bronkhial tebagi atas tiga macam serangan yakni serangan ringan, sedang, dan berat. Selain itu asma bronkhial juga terbagi tiga episodik yakni episodik jarang, sering dan resisten. Keyword : Asma Bronkhial, Serangan, Episodik. ISI Pasien Ny. E.W usia 47 tahun datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Pasien mengaku belum minum obat apapun sebelumnya. Pasien juga bukan pengguna obat semprot untuk sesak nafas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. BAK (+) BAB (+) normal seperti biasa. Suami pasien bukan perokok. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+), dan tidak ada peningkatan apapun pada pemeriksaan laboratorium. DIAGNOSIS Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang. TERAPI •infus RL 8 tpm •nebulizer ventolin ampul/8 jam à k/p •acitromisin 1x500 •ambroxol 3x1 •metilprednisolon ¼ ampul/ 12 jam •salbutamol 3x2 mg DISKUSI Salah satu teori mengemukakan bahwa kortikosteroid dapat membentuk makrokortin dan lipo-modulin yang bekerja menghambat fosfolipase A2 membentuk leukotrien. Prostaglandin, tromboksan dan metabolit asam arakidonat lain. Kinerja makrokortin terhadap fosfolipase A2. Mekanisme kerja steroid yang lain adalah menghalangi pembentukan mediator oleh sel inflamasi, menghalangi penglepasan mediator dan menghalangi respons yang timbul akibat lepasnya mediator. Kortikosteroid dapat menekan pembentukan mast netrofil, eosinofel, kininogen di plasma. Selain itu juga dapat menghambat penglepasan basofil, makrofag, eosinofil, basofil. Kortikosteroid juga mampu menghalangi penggabungan terhadap leukosit. Kortkosteroid tidak dapat merelaksasi otot polos jalan nafas secara langsung tetapi dengan jalan mengurangi reaktifitas otot polos disekitar saluran nafas, meningkatkan sirkulasi jalan nafas, dan mengurangi frekuensi keparahan asma jika digunakan secara teratur. Cara pemberian yang paling baik adlah inhalasi. Pemakaian kortikosteroid jangka panjang dapat menurunkan kebutuhan terhadap kortikosteroid sistemik. Pada pemakaian kortikosteroid inhalasi jangka panjang dapat timbul efek samping kandidiasis orofaring, disfonia. Efek smaping itu dapat dicegah dengan pemakaian spacer atau dengan

mencuci mulut sesudah pemakaian alat. Obat kortikosteroid sistemik diberikan apabila obat ibhalsi masih kurang efektif dalam mengontrol asma. Obat sistemik juga diberikan pada saat terjadi serangan asma yang berat. Pada penderita asma akut berat ternyata pemberian kortikosteroid intravena yakni triamnisolon asetonid 40 mg memberikan perbaikan klinis dan faal paru yang lebih baik secara bermakna. Contoh obat kortikosteroid inhalasi, beclomethasone dipropionate bentuk sediaan inhalasi aerosol dengan dosis 200 µg 2x sehari, budesonide bentuk inhalasi aerosol 200 µg 2x sehari serbuk inhalasi dengan dosis 200-1600 µg sehari, dan fluticasone inhalasi aerosol 100-250 µg 2x sehari KESIMPULAN Pasien Ny. E.W datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+). Pada pasien ini diberikan kortikosteroid sebagai salah satu terapi yang direncanakan. Referensi 1.Feek MC. Oral corticosteroid use. Medicine Digest Asia 1992;10:1720.Medical Progress 1995;22:18-25. 2.Brogden RN, Tavish DM. Budesonide its use updated. Medical Progress 1993;20:19-21. 3.Ikhsan M, Yunus F, Mangunnegoro H. Efek beklometason dipropionat dan ketotifen terhadap hiperaktivitas bronkus pada penderita asma. J Rerpir Indo 1995;15:146-55. 4.Park CS. Use of inhaled corticosteroids in adult with asthma. Medical Progress 1999;20:17-20. Penulis Barii Hafidh Pramono, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, RSUD Panembahan Senopati, Bantul, Yogyakarta. 2012

Kriteria Ikterik Neonatorum (Hiperbilirubinemia Indirect) DD Observasi Infeksi Neonatus pada Bayi Prematur
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:07 UTC] Abstrak Ikterus yang ditemukan pada bayi baru lahir dapat merupakan suatu gejala fisiologis (terdapat pada 25-50% neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada neonatus kurang bulan) atau dapat merupakan hal yang patologis misalnya pada inkompatibilitas Rhesus dan ABO, sepsis, galaktosemia, penyumbatan slauran empedu dan sebgaainya. Ikterus fisiologis adalah ikterus yang timbul pada hari kedua dan ketiga yang tidak mempunyai dasar patologis, kadarnya tidak melewati kadar yang membahayakan atau mempunyai potensi menjadi ‗kernicterus‘ dan tidak menyebabkan suatu morbiditas pada bayi. Ikterus patologis adalah ikterus yang mempunyai dasar patologis atau kadar bilirubinnya mencapai suatu nilai yang disebut hiperbilirubinemia. Keyword : Hiperbilirubinemia, Ikterus Neonatorum, Ikterus Patologis ISI Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah, prematur. Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan, APGAR skor 5/6, berat badan lahir 1600 gram, panjang badan 41 cm pada usia kehamilan 31+5 minggu. Sesaat setelah dilahirkan, diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24,81 mg/dl; bilirubin direct: 0,61 mg/dl; bilirubin indirect: 24,21. DIAGNOSIS Observasi Ikterik Neonatorum DD Infeksi Neonatus

Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24. KESIMPULAN Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah. -Hypomotilitas usus menahan mekonium -Penurunan flora usus Bayi baru lahir. defisiensi G-6-PD). hexokinase. Penurunan konjugasi . Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. gentamisisn dan sebagainya. perdarahan karena trauma lahir. ABO antagonis. -Gangguan dalam uptake dan konjugasi hepar disebabkan imaturitas hepar. -Kelainan metabolik : hipoglikemia. sodium benzoat. infeksi saluran kemuh. -Gangguan dalam ekskresi akibat sumbatan dalam hepar atau diluar hepar.Kriteria Ikterus neonatorum fisiologis -Warna kuning terjadi pada hari ke 2 atau ke 3 dan tampak jelas pada hari ke 5 -6 dan menghilang pada hari ke 10. elliptositosis. diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. prematur. APGAR skor 5/6. Pada bayi ini dimungkinkan penyebab terjadinya hiperbilirubinemia indirect dikarenakan pemecahan sel darah merah yang terlalu cepat. Penurunan metabolisme bilirubin 1. 3. -Infeksi : septikemia. talasemia dan lain-lain. 5.Penyakit jantung kongenital 2.Penyebab hiperbilirubinemia indirek A. defisiensi enzim G6-PD.Shunt porta caval . penggunaan antibiotik. panjang badan 41 cm. hipoksia dan infeksi atau tidak terdapat enzim glukoronil transferase (G-6-PD) -Gangguan transportasi bilirubin dalam darah terikat oleh albumin kemudian diangkut ke hepar.61 mg/dl. -Hemolisis : hematoma. dan sepsis). mekonium ileus.Panhypopituitarisme 3. berat badan lahir 1600 gram.Kriteria ikterus neonatorum patologis: -Timbul dalam 24 jam pertama kehidupan -Bilirubin total (indirek) Bayi Cukup Bulan ≥ 13 mg/dL. Peningkatan produksi bilirubin Penyakit hemolitik -Inkompatibilitas (Rh. meningitis.81 mg/dl. bilirubin direct: 0. breast milk ß – glukoronidase.Keadaan ikterus dipengaruhi oleh: -Faktor produksi yang berlebihan melampaui pengeluarannya. Sesaat setelah dilahirkan. -Pirau enterohepatik yang meninggi : obstruksi usus letak tinggi. salisilat. stenosis pilorik. Perubahan siklus enterohepatik Breastfeeding Asam lemak bebas. -Bilirubin direk lebih dari 1 mg/dl. dan sebagainya.Sepsis Asidosis . hepatitis. -Ikterus menetap sesudah bayi umur 10 hari (bayi cukup bulan) dan lebih dari 14 hari pada BBLR. delayed .21. bilirubin indirect: 24. 4. -Penyebab : kurang protein Y dan Z. Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan. galaktosemia Obat-obatan yang menggantikan ikatan bilirubin dengan albumin seperti sulfonamida. ABO) -Defek membran ( sperositosis. kurangnya substrat atau konjugasi (mengubah) bilirubin. ABO dan sebagainya. polisitemia. atau kenaikan bilirubin serum 1 mg/dl/jam atau lebih 5 mg/dl/hari. enzim glukoronyl transferase yang belum cukup jumlahnya. steroids. isoantibodi karena ketidak cocokkan golongan darah ibu dan anak seperti rhesus antagonis.TERAPI •O2 Headbox 5L/ menit •Infus D5% 5 tetes/menit •Cefixim peroral 2x10 mg •Fototerapi 24 jam •Diit ASI DISKUSI 1.Defisiensi glukuronil transferase (Crigler-Najjar syndrom) -Gilbert‘s syndrom -Hiperbilirubinemia familial (LuceyDriscoll syndrom) .Hypothiroidisme .Hipoxia . pyruvate kinase -Infeksi neonatus -Hematoma Peningkatan Red Blood Cells -Polysitemia B. rubela. Defisiensi albumin menyebabkan lebih banyak bilirubin indirek yang bebas dalam darah yang mudah melekat pada otak (terjadi kernikterus). Terdapat pada hemolisis yang meningkat pada ketidak cocokkan golongan darah (Rh. Pengurangan uptake . serum bilirubin total lebih dari 12 mg/dl -Ikterus yang disertai proses hemilisi (inkompatibilitas darah. -Kadar bilirubin serum pada bayi cukup bulan tidak lebih dari 12 mg/dl dan pada BBLR 10 mg/dl dan akan hilang pada hari ke-14. infantil pykoniositosis) -Defisiensi enzim: G6-PD.5 mg/dL/jam -Kadar bilirubin direk > 2 mg/dL -Ikterus timbul 24 jam pertama kehidupan. -Kelainan dalam sel darah merah seperti pada defisiensi G6-PD (glukosa -6 fosfat dehidrokinase). penyakit karena toksoplasmosis. gangguan fungsi hepar akibat asidosis.Keadaan yang menimbulkan ikterus patologis -Penyakit hemolitik. 2. penyakit Hirschprung. Bayi Kurang Bulan ≥ 10 mg/dL -Peningkatan bilirubin > 5 mg/dL dalam 24 jam atau > 0. sifilis.

ISI Pasien Ny. Nelson Ilmu Kesehatan Anak ( edisi: 15. UUK jam 12.2 jam dan 1/2 jam pada seorang multipara. portio tidak teraba. presentasi kepala. pengawasan khususnya terhadap janin harus dilakukan dengan teliti. (2000). Indikasi dilakukannya vakum ekstraksi ini diantaranya penyakit jantung kompensata. Vakum ekstraksi merupakan tindakan obstetri yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi. Rosenberg AA. Apabila his cukup kuat dan persalinan belum selesai setelah kala II lamanya pada seorang primigravida 11/2 .Current pediatric diagnosis and treatment.. kepala janin sudah mengalami engagement. terlambatnya maturitas dari hepatika postnatal.feeding. Kliegman. 2012 [23:01 UTC] Abstrak Vakum ekstraksi adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan ekstraksi tenaga negatif (vakum) pada kepalanya. Pada umumnya kala II lama dengan presentasi belakang kepala merupakan indikasi pula untuk melakukan vakum ekstraksi berhubung dengan meningkatnya bahaya bagi ibu dan janin.Behrman. 147-169.USA: Mc graw hill. selaput ketuban (-). Jakarta : EGC. Vakum Ekstraksi. & Arvin. Pada pemeriksaan dalam vulva uretra tenang. h. Pediatric decision making strategies to accompany Nelson of pediatrics. (2002). janin dapat dilahirkan pervaginam. Ilmu Bagian Kesehatan Anak.30 WIB Frekwensi his 2-3‘/30-40‖/kuat.10-18. STLD (+).Indikasi Vakum Ekstraksi Vakum ekstraksi untuk mengakhiri persalinan dilakukan apabila keadaan ibu atau janin memerlukan penyelesaian dalam waktu singkat. kepala tetap di H3-4. Umur kehamilan 40+4 minggu. selaput ketuban (-). (2011). Hiperbilirubinemia. Keyword : Caput Succadeneum Artifialis. 1 jam kemudian bayi belum lahir. 2012 Penatalaksanaan Vakum Ekstraksi pada Ibu Primigravida Hamil Postdate atas indikasi Kala II Tak Maju Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono.Saunders A. vol 2). eklampsia. ada keluar lendir darah positif. DIAGNOSIS Dalam Persalinan Kala II Tak Maju TERAPI •Terminasi Kehamilan dengan Vakum Ekstraksi DISKUSI 1. Prinsip dari vakum ekstraksi adalah membuat suatu caput succadeneum artifisialis dengan cara memberikan tekanan negatif pada kulit kepala janin melalui alat ekstraktor vakum. kontraksi masih baik. dinding vagina licin. Keesokan paginya pukul 08. AK (-). Janin. RSUD Panembahan Senopati. 3. Edisi ke 20. Air ketuban berwarna hijau keruh. Dalam hubungan ini. 1397. 4.. pada pemeriksaan dalam didapatkan vulva uretra tenang. sebaiknya pada presentasi belakang kepala dengan . seksio sesarea pada persalinan sebelumnya yang merupakan indikasi dari pihak ibu. Penulis Barii Hafidh Pramono. portio tidak teraba. (2000). ketuban sudah pecah di bidan jam 05.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May.Thiloho HE.00 WIB. kepala tetap di H3-4. Bantul. ketuban sudah pecah atau dipecahkan. UUK jam 12. sedangkan gejala gawat janin merupakan indikasi dari pihak janin. Syarat dilakukan vakum ekstraksi antara lain janin idup.30 WIB. penurunan kepala janin di Hodge III. pembukaan lengkap. presentasi kepala. 16th ed. rendahnya level serum albumin. ibu kooperatif dan masih mampu untuk mengedan. Philadelphia: Saunders. 2. W Usia 20 tahun datang rujukan dari bidan. kepala janin harus dapat dipegang mangkuk vakum. Pasien datang dengan keluhan kencang-kencang teratur pukul 23. Buku Ajar Neonatologi. Referensi 1. STLD (+). dinding vagina licin. Yogyakarta. pembukaan portio lengkap. AK (-). pembukaan 10cm. Jakarta : IDAI. Jaundice.

Kulit kepala janin disedot ke dalam mangkok dan mangkok melekat pada kepala.6. Lamanya tindakan sebaiknya tidak melebihi 20 menit. turunnya kepala janin dan posisinya. bokong).kepala janin di dasar panggul. sedikitnya setiap kali setelah tekanan dinaikkan untuk memeriksa apakah ada jaringan terisap ke dalam mangkok. Jadi tarikan pada ekstraktor vakum sifatnya berkala (intermiten). Dalam hai ini ekstraktor vakum sudah boleh ditarik secara hati-hati supaya mangkok jangan sampai lepas dan supaya kepala janin lebih turun. Dipilih mangkok yang akan dipakai. Akhirnya dipompa sampai minus 0. Supaya mangkok melekat dengan benar. Kemudian mangkok diputar. puncak kepala. Apabila perlu ditambah lagi sampai minus 0. Setelah tekanan yang diinginkan tercapai masih ditunggu 2 menit lagi sebelum tarikan definitif dimulai bersama-sama dengan his sambil wanita disuruh meneran seperti pada pimpinan partus biasa dengan kedua lengan wanita merangkul dan menarik lipat lutut ke arah kepala ibu. udara dari pompa dikeluarkan sehingga tercapai tekanan negatif dalam botol.4 kg/cm2 dan ditunggu lagi 2 menit.Pemasangan Vakum Ekstraksi Pasien dalam posisi litotomi. panggul sempit. Akan tetapi sekarang usaha ini tidak dilakukan lagi karena waktu tindakan terlampau lama dan dianggap berbahaya bagi anak. arah tarikan ke dorsal -Kepala tengah. Dulu ekstraksi ini dipakai juga dengan tarikan kontinyu pada pembukaan kecil. Letak mangkok pada kepala harus sedemikian rupa sehingga arah tarikan nantinya tegak lurus dengan mangkok. Ekstraksi yang terlampau lama dianggap berbahaya bagi anak. sifat portio dan vagina. dilakukan. Apabila his hilang tarikan jangan dilepas sama sekali. Apabila oksiput tidak jelas letaknya atau presentasi lain. 3. terlebih bila kepala masih tinggi.Kontraindikasi Vakum Ekstraksi Kontra indikasi dilakukannya vakum ekstraksi antara lain janin preterm.7 atau 0. maka harus segera dilepaskan dari jepitan. Mangkok dicelup dalam air sabun steril atau dibasahi seluruhnya dengan spiritus-sabun (jangan menggunakan minyak karena licin dan mudah lepas). Anestesi blok pudendus jika perlu. Arah tarikan harus sesuai dengan turunnya kepala (seperti pada cunam) dan tegak lurus dengan mangkok: -Kepala tinggi.7 kg/cm2.8. malpresentasi (dahi. 4. Dengan demikian pada his berikutnya ibu meneran lagi dan kepala sekarang maju dengan titik permulaan yang lebih rendah letaknya. Kemudian dengan satu atau dua jari diperiksa di sekitar mangkok apakah ada jaringan portio atau vagina terjepit.6 atau 0.2 kg/cm2 kemudian ditunggu 2 menit lagi. Tarikan definitif dilakukan apabila sudah dicapai tekanan 0. Dalam presentasi belakang kepala mangkok dipasang pada oksiput atau sedekat-dekatnya. tarikan definitif tidak boleh dilakukan karena kurang efektif. pipa-pipa dan mangkok. Apabila ada jaringan terjepit. Ada kalanya his sudah timbul sebelum tekanan yang dikehendaki tercapai. Oleh asisten. maka mangkok dipasang dekat pada sakrum ibu. Pada umumnya dalam hal ini ubun-ubun kecil sudah di depan 2. untuk mempercepat pembukaan. Kandung kencing dan rectum harus kosong. Dilakukan pemeriksaan dalam sekali lagi dengan teliti dengan perhatian khusus pada pembukaan. lalu dimasukkan ke dalam vagina. Mula. mangkok harus diisi penuh dengan kulit dan jaringan bawah kulit secara perlahan-lahan. maksimum 40 menit.Cara Tarikan Pada Vakum Ekstraksi Seperti telah dijelaskan di atas tarikan definitif pada ekstraktor vakum sinkron dengan his dan tenaga meneran. muka. akan tetapi tarikan ringan diteruskan secara kontinu supaya kepala tidak terlampau mundur. Selama itu pemeriksaan dalam ulangan harus dilakukan beberapa kali. .mula mangkok dalam posisi agak miring (tidak menghadap vulva) dimasukkan ke dalam introitus vagina sambil menekan komissura posterior ke belakang dan kemudian diselipkan ke dalam vagina. Mula-mula dipompa sampai minus 0. misalnya 4 cm dengan mangkok nomor 3. Biasanya tekanan ini sudah cukup. Dengan pompa lekatan erat dicapai dengan meningkatkan tekanan negatif dalam 3 tahap. Vulva dan sekitarnya dibersihkan dengan kapas sublimat atau kapas lisol dan kemudian dengan tinctura jodii 2%. sehingga menghadap ke kepala janin. Di luar his. persalinan diselesaikan. lalu dipompa sampai minus 0.

bersamaan ibu jari menekan mangkok bagian depan pada kepala. lahirnya kepala dapat diusahakan perlahan-lahan seperti pada partus spontan.Mochtar. Pertimbangan episiotomi menurut keadaan. harus dilakukan terminasi kehamilan dengan vakum ekstraksi atau forsep jika tidak dapat menyebabkan gawat janin. selaput ketuban melekat antara kulit kepala dan mangkok sehingga mangkok tidak dapat mencengkam dengan baik. 3. Kemudian ventil dilepas (sekrupnya dikendorkan) perlahan-lahan supaya udara masuk ke dalam botol dan tekanan negatif hilang. cacat (defect) pada alat. Bandung : Fakultas kedokteranUniversita Padjajaran Bandung. Bagi orang yang banyak pengalaman dengan ekstraktor vakum jarang lepas sama sekali. Tiga jari tangan kiri dimasukkan ke dalam vagina: ibu jari ditempatkan di pinggir mangkok bagian depan. Yogyakarta. Dengan ekstraktor vakum. Sarwono. 1998. Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan. maka pipa karet yang menghubungkan botol dengan pegangan dilepaskan lebih dahulu. kontraksi baik dan ibu kooperatif dan masih mampu mengejan Referensi 1. 5. Obstetri Fisiologi. 1993. Jadi ada kerjasama (sinkronisasi) antara tangan kanan dan tangan kiri. Apabila mangkok sukar lepas karena sangat erat hubungannya dengan kapala. 2. Tangan kanan yang sekarang bebas menyokong dan melindungi perineum. portio) ada yang terjepit ke dalam mangkok. cukup bulan (tidak prematur). tekanan negatif dibuat terlalu cepat. Dengan pegangan tiga jari ini (Drei-fingergriff) mangkok tidak mudah lepas karena menurut pengalaman mangkok biasanya lepas di pinggir depan lebih dulu. Apabila tangan kanan mengadakan ekstraksi. dalam waktu setengah jam dilakukan traksi. arah tarikan ke atas/ventral Mula-mula tarikan dilakukan oleh tangan kanan pada pegangan yang berbentuk palang. ventral dari mangkok. Karena itu perlukaan jalan lahir ringan. bahu dan badan anak dilahirkan seperti biasa. Sinpsis Obstetri. Penyakit Kandungan. sehingga tidak terbentuk kaput suksedaneum yang sempurna yang mengisi seluruh mangkok. mangkok lepas sebanyak tiga kali. Apabila kepala sudah hampir lahir. Asuhan Maternal dan Nonatal. KESIMPULAN Pada kasus ini.arah tarikan datar -Kepala di dasar panggul. W mengalami tidak adekuat mengejan sehingga bayi belum lahir lebih dari 1 jam setelah dipimpin persalinan. kedua tangan kiri dan kanan penolong tidak bekerja sama dengan baik. 2002. Penulis Barii Hafidh Pramono. Dalam hal demikian jaringan lunak mudah tersedot ke dalam mangkok. Ny. Secara reflektoris tarikan segera dihentikan sehingga mangkok tidak jadi lepas. presentasi kepala.Sastrawinata. Pada kasus ini tindakan yang dipilih adalah vakum ekstraksi. Setelah seluruh kepala lahir.Kriteria Vakum Ekstraksi Waktu dilakukan traksi. penurunan kepala di H3-4. tangan kiri mengambil alih ekstraktor vakum dengan memegang pipa karetnya (bukan pegangannya) dekat pada vulva sambil pipa dililit-lilitkan pada jari-jari. RSUD Panembahan Senopati. Sulaiman. adanya disproporsi sefalopelvik.kemungkinan di atas dan diusahakan melakukan koreksi. Ilmu Kebidanan. sehingga perlu diperiksa dalam lagi. Setiap mangkok lepas pada waktu traksi. 4. janin hidup dan tidak ada gawat janin. dan syarat-syarat vakum sudah terpenuhi yaitu pembukaan lengkap. 2012 .Manuaba. janin tidak lahir. 1998. karena sewaktu mangkok mulai mau lepas terdegar bunyi sedotan seperti bunyi peluit. Mangkok lepas pada waktu traksi kemungkinan disebabkan tenaga vakum terlalu rendah. harus diteliti satu persatu kemungkinan. bagian-bagian jalan lahir (vagina. Jakarta : ECG. misalnya kebocoran pada karet saluran penghubung. jari telunjuk dan jari tengah di kepala anak. Dalam keadaan ini. Rustam. sambil tangan kiri berusaha supaya mangkok tidak mudah lepas dari kepala. traksi terlalu kuat. Jakarta : ECG. keadaan ini sudah memenuhi kriteria kala II tak maju yaitu 2 jam untuk primigravida atau bila dalam 1 jam primigravida kepala tidak turun atau putar paksi tidak terjadi. Arah tarikan dengan tangan kiri itu adalah ke atas (ventral). Mangkok dapat dilepaskan dari kepala anak. Jakarta : YBPSP.Prawirohario. Bantul.

pembesaran pembuluh darah di konjungtiva dan sekitarnya sebagai reaksi nonspesifik peradangan. Diskusi Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. bakterial Kasus Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun. berair (nyrocos). bakteri. Pada pemeriksaan subyektif mata. Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus.Terapi Konjungtivitis Bakterial Pada Anak Laki-laki usia 1 tahun Dibuat oleh: Bombong Nurpagino. Pada pemeriksaan obyektif ditemukan konjungtiva ODS hiperemis. bakteri. selaput bening yang menutupi bagian berwarna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata. namun tidak ada perubahan. 2012 [15:07 UTC] Abstrak Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Konjungtivitis lebih dikenal sebagai pink eye. Pasien sudah pernah diperiksa di puskesmas dan diberi obat tetes. Mata merah disertai dengan keluhan gatal. atau kontak dengan benda asing. Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. Reflek direk (+) dan reflek indirek (+). Injeksi konjuntiva OD (+) dan OS (+). alergi. produksi air mata berlebihan (epifora). kedua kelopak mata melengket terutama saat bangun pagi hari dan keluar kotoran mata. Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain. sekret OD (+) dan OS (+). Keyword : konjungtivitis. misalnya kontak lensa. kelopak mata bagian atas nampak menggelantung (pseudoptosis) seolah akan menutup akibat pembengkakan konjungtiva dan peradangan sel-sel konjungtiva bagian atas. Pada riwayat penyakit dahulu tidak didapatkan keluhan serupa sebelumnya maupun riwayat trauma mekanis pada mata. sekret berwarna kehijauan. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari. Diagnosis Konjungtivitis Bakterial ODS Terapi Pasien diberi terapi medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat. Iris ODS berwana hitam dengan gambaran kripta dan bentuk radier. antara lain : konjungtiva berwarna merah (hiperemi) dan membengkak. berair (nyrocos). Permukaan kornea ODS jernih dan ukuran kedalaman COA dalam dan isinya jernih. Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit. datang dengan keluhan kedua mata merah sejak 1 minggu yang lalu. Pada kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun. Beberapa jenis Konjungtivitis dapat hilang dengan sendiri. pembengkakan kelenjar (folikel) di konjungtiva dan sekitarnya. yaitu adanya inflamasi pada konjungtiva atau peradangan pada konjungtiva. misalnya kontak lensa. visus pasien tidak dapat dinilai. terbentuknya membran oleh proses koagulasi fibrin (komponen protein) dan dijumpai sekret dengan berbagai bentuk (kental hingga bernanah). tapi ada juga yang memerlukan pengobatan. Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. kedua kelopak mata lengket terutama saat bagun pagi hari dan keluar kotoran. atau kontak dengan benda asing. Konjungtivitis terkadang dapat ditandai dengan mata berwarna sangat merah dan menyebar begitu cepat dan biasanya menyebabkan mata rusak. Mata merah disertai dengan keluhan gatal. Manifestasi Klinis Tanda-tanda konjungtivitis. dan menggunakan kain lap. dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan kedua mata merah sudah sejak 1 minggu yang lalu. Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan . alergi.

Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain. Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit.berwarna putih. Salamun. Riordan Eva. Taylor.5 %. Azhar. diberikan Tetracycline oral 250 mg atau erythromycin 250 mg QID PO. pasien dan atau keluarga pasien harus diberi edukasi bagaimana cara menghindari kontraminasi mata yang sehat atau mata orang lain. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. terutama pada konjungtivitis karena alergi.5 %). Kesimpulan Penatalaksanaan pada kasus ini dengan medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. Jakarta: FKUI. Putz. Bagian Ilmu Penyakit Mata. Pembersihan kelopak 2 sampai 3 kali sehari dengan artifisial tears dan salep dapat menyegarkan dan mengurangi gejala pada kasus ringan. Pada kasus ini.D. Asuhan khusus harus dilakukan oleh personal asuhan kesehatan guna mengindari penyebaran konjungtivitis antar pasien. Nana S. H. 2009 2. Edisi 21. Pada banyak kasus Prednisolon asetat (Pred forte). Metronidazole topikal (Metrogel) diberikan pada kulit TID juga efektif. Jilid 1.3 %. Jakarta: 1993. pemeriksaan X-ray dada untuk menyingkirkan tuberkulosis. Abadi Tegal. Sidarta Prof. Wijana. Perawat dapat memberikan intruksi pada pasien untuk tidak menggosok mata yang sakit dan kemudian menyentuh mata yang sehat. Konjungtivitis karena bakteri dapat diobati dengan sulfonamide (sulfacetamide 15 %) atau antibiotika (Gentamycine 0. Penatalaksanaan Bila konjungtivitis disebabkan oleh mikroorganisme.Ked (20060310080). Ed.14. R. Jakarta: 2000. Voughan. QID cukup efektif. diganti dengan doxycycline 100 mg TID atau erythromycin 250 mg QID PO. Ed 3. 14. Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. Gejala lainnya adalah mata berair. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta : 2000. S. Daniel G. peka terhadap cahaya. sehingga kontraindikasi untuk usia di bawah 10 tahun. 134. dr. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih. Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat. 2000 Penulis Bombong Nurpagino. tanpa adanya kontraindikasi. chlorampenicol 0. Tanzil. Kelopak mata bisa membengkak dan sangat gatal.1 %). Ilmu Penyakit Mata. Referensi 1. Oftalmologi Umum (General Ophthalmology). Balai Penerbit FKUI. Asbury. SpM. . Karena tetracycline dapat merusak gigi pada anak-anak. Sobotta. Ilyas. Sari Ilmu Penyakit Mata.15. hal 2. Sidarta. 2003. mencuci tangan setelah setiap kali memegang mata yang sakit. konjungtivitis karena alergi di obati dengan antihistamin (antazidine 0. Pengobatan spesifik tergantung dari identifikasi penyebab. Sikloplegik hanya dibutuhkan apabila dicurigai adanya iritis. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari. terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun pada pagi hari. Ilmu penyakit mata. & Pabst R. Muzakkir. satu tetes. mata terasa nyeri. 4. 42-50. Jakarta: Balai penerbit FKUI. dan menggunakan kain lap. dan menggunakan kain lap. pandangan kabur. Widya Medika. Zainal. handuk. mata terasa gatal. Penanganannya dimulai dengan edukasi pasien untuk memperbaiki higiene kelopak mata. bersama dengan pemberian salep antibiotik topikal seperti bacitracin atau erythromycin sebelum tidur. rapazoline 0. Ilyas S. Ilyas. dan sapu tangan baru yang terpisah untuk membersihkan mata yang sakit. Apabila etiologinya dicurigai reaksi Staphylococcus atau acne rosasea.05 %) atau kortikosteroid (misalnya dexametasone 0. 3. Paul. Pada kasus yang dicurigai. Konjungtivitis karena jamur sangat jarang sedangkan konjungtivitis karena virus pengobatan terutama ditujukan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder. Jakarta: EGC. Terapi dilanjutkan 2 sampai 4 minggu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->