PENEGAKAN DIAGNOSIS FARINGITIS KRONIS EKSASERBASI AKUT ET CAUSA GASTROESOFAGEAL REFLUX DISEASE (GERD

)
Dibuat oleh: Dianita Rachmawati,Modifikasi terakhir pada 20 hour(s) 9 minute(s) ago ABSTRAK GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Keyword : Faringitis Kronis , Gastro-Esophageal Refluks Disease (GERD) KASUS Seorang laki-laki berusia 51 tahun dating ke Poliklinik THT dengan keluhan nyeri pada tenggorokan sejak 2 hari yang lalu. Pasien tidak mengeluhkan adanya batuk maupun pilek. Pasien mengaku tenggorokannya terasa kering dan panas seperti terbakar serta adanya nyeri saat menelan. Pasien merasakan di tenggorokannya seperti ada yang mengganjal. Keluhan ini sering dirasakan kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu terutama setelah maagnya kambuh. Riwayat menderita sakit maag dan sering mengeluhkan mual dan terasa panas seperti terbakar pada dada yang terutama dikeluhkan saat pasien mengkonsumsi kopi/teh. Pasien juga merasakan demam yang tidak terlalu tinggi dan nyeri ulu hati disertai mual sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien baik, compos mentis, Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 88x/menit, suhu afebris, laju pernapasan 22x/menit. Pada pemeriksaan tenggorokan didapat dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi, tidak terdapat pembesaran tonsil, limfonodi tak teraba. Pada pemeriksaan abdomen didapat nyeri pada bagian epigastrium. DIAGNOSIS Faringitis Kronis et causa Gastroesofageal Reflux Disease (GERD) TERAPI Terapi pada pasien ini berupa Proton Pump Inhibitor yaitu Omeprazol 1x20 mg. DISKUSI GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Cairan lambung yang mengalami regusrgitasi biasanya mengandung asam dan pepsin yang diproduksi di lambung. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. GERD disebabkan oleh kadar asam lambung yang tinggi, sedangkan faktor- factor yang dapat mempengaruhi terjadinya GERD antara lain : sfingter bawah esophageal, hiatal hernia, kontraksi esophageal dan pengosongan lambung. Tanda dan gejalanya meliputi Rasa seperti terbakar adalah gejala yang paling sering terjadi, erosi pada esophagus (erosive esofagitis), Suara parau (disfonia) kronik karena edema dan lesi inflamasi pada plika vokalis, Clearing faring kronis karena iritasi serta peningkatan sekresi mukosa faring serta kesulitan menelan (odinofagi), Tenggorokan serasa tercekik. Pada kasus ini pasien mengeluh nyeri seperti terbakar dan panas di tenggorokannya yang disertai nyeri saat menelan yang dirasakan selama 2 hari yang lalu tetapi kambuh-kambuhan sejak 2 bulan yang lalu. Pasien juga mempunyai riwayat sakit maag Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah dengan esophagogram, endoscopy, laryngoscopy, esophageal pH monitoring, dan esophageal motility studies. Akan tetapi pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan tersebut karena

keterbatasan alat. Terapi pada GERD adalah dengan pemberian obat-obat yang dapat mengurangi kadar asam lambung, dapat berupa golongan antacid, H2 blocker ataupun Proton Pump Inhibitor. Yang disertai dengan manajemen terapi non medikasi yang terdiri atas , Hindari makanan berlemak, minuman berkafein (seperti soda, kopi, dsb), cokelat, mint, makanan pedas, makanan berbahan dasar tomat, bawang putih dan merah, berhenti merokok , tidak minum alcohol , mengurangi berat badan jika berlebih, tinggikan kepala ketika tidur ,kurangi makan saat malam , setelah makan tunggu beberapa jam (minimal 4 jam) sebelum tidur atau berbaring, biarkan lambung kosong terlebih dulu, diet tinggi karbohidrat, protein dan rendah lemak, mengindari pakaian yang ketat , menghindari konsumsi obat-obatan yang menurunkan tekanan sfingter esophagus seperti teofilin, agen antikolinergik, alfa adrenergic antagonis, beta-agonis, kalsium channel blocker, nitrat, serta obat-obatan NSAID seperti aspirin. KESIMPULAN GERD (Gastroesofageal reflux disease) adalah kondisi dimana cairan yang berasal dari lambung mengalami regurgitasi ke dalam esophagus. Asam lambung inilah yang dapat menyebabkan inflamasi esophagus dan bila sampai laring dan faring dapat pula menyebabkan faringitis dan laryngitis. Gejalanya meliputi rasa seperti terbakar yang disertai perasaan nyeri saat menelan. Pada pasien ini didiagnosis faringitis kronis et causa gastroesofageal reflux disease (GERD) didapat dari anamnesis yaitu rasa panas seperti terbakar dan nyeri saat menelan, keluhan ini kambuh jika maagnya kambuh sejak 2 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik yaitu dinding faring hiperemis, terdapat granul dan neovaskularisasi yang menunjukkan kondisi kronis pada faring (faringitis kronis). REFERENSI Acerra, John, M.D. Acute Pharyngitis. Diakses dari www.emedicine.com. Ahuja, Vanita,M.D, Yencha, Myron,M.D, Lassen, Lorenz,M.D. Head and Neck Manifestations of Gastroesophageal Reflux Disease. Diakses dari www.americanacademyofamilyphysicians.com. Soepardi, Effiaty,Sp.THT, Iskandar, Nurbaiti, Sp.THT. Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher.2007.FKUI:Jakarta. Weinberg DS, Kadish SL. The diagnosis and management of gastroesophageal reflux disease.Med Clin North Am 1996;80:41129. PENULIS Dianita Rachmawati, Ilmu Penyakit THT, RSUD Salatiga

Intubasi Endotracheal Tube pada Pasien Struma Nodusa Non Toksik dengan General Anestesi
Dibuat oleh: M. Sudrajat,Modifikasi terakhir pada 4 hour(s) 18 minute(s) ago ABSTRAK Endotracheal Tube (ETT) adalah sejenis alat yang digunakan di dunia medis untuk menjamin saluran napas tetap bebas, ETT banyak digunakan oleh dokter dengan spesialisasi anestesi dalam pembiusan dan operasi. ETT dimasukkan kedalam trakea pasien untuk memastikan tidak tertutupnya trachea sebagai saluran pernapasan dan udara pernapasan dapat masuk kedalam paru-paru. ETT adalah alat yang paling tepercaya dalam menjamin saluran napas tetap bebas. Struma nodosa non toksik adalah pembesaran kelenjar tyroid yang secara klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa disertai tanda-tanda hypertiroidisme. Kata Kunci: Endotracheal Tube, Struma Nodusa Non Toksik KASUS Seorang wanita usia 47 tahun datang ke poli bedah RS Jogja dengan keluhan terdapat benjolan pada leher depan, benjolan dirasakan sejak beberapa bulan ini. Benjolan ikut bergerak ketika menelan, tidak ada nyeri telan dan nyeri tekan. Pasien

belum pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya, riwayat hipertensi, penyakit jantung, DM, asma, dan alergi disangkal. Keluarga tidak ada yang mengalami keluhan serupa. Riwayat hipertensi, peyakit jantung, DM, asma dan riwayat alergi dalam keluarga disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup dengan kesadaran compos mentis, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 72 x/menit, respirasi rate 18 x/menit, suhu 36,5 oC. Pada pemeriksaan leher tampak massa pada leher bagian depan, diameter ± 4 cm, massa bergerak ketika menelan. Pada perabaan leher teraba massa pada leher depan, konsistensi lunak, nyeri tekan (-), permukaan licin dan rata tidak berbenjol benjol. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. T3 ↓ dan FT4 N. Pemeriksaan foto thorax menunjukkan pulmo dan besar jantung dalam batas normal. DIAGNOSIS Struma Nodusa Non Toxic, ASA I TERAPI Premedikasi yang diberikan pada pasien ini adalah Ondancentron HCl 4 mg intravena, Ketorolac 30 mg intravena. Anestesi dilakukan dengan teknik general anestesia, dengan teknik semi closed, respirasi terkontrol dengan endotracheal. Induksi dengan Propofol 100 mg intravena. Pemeliharaan dengan N2O 2,5 liter/menit, O2 2,5 liter/menit, dan halotane 1,5 vol%. Pada pasien ini dilakukan monitoring melalui monitor elektronik dan inspeksi keadaan umum pasien, meliputi tekanan darah, respirasi, nadi, dan saturasi oksigen. Setelah operasi pasien diposisikan miring, pengawasan vital sign setiap 30 menit, kepala diekstensikan, oksigenasi sampai pasien sadar, setelah sadar dapat diet bebas, dan IVFD RL 20 tetes per menit. DISKUSI Pada kasus ini, pasien mengeluh muncul benjolan pada leher depan kanan. Oleh dokter spesialis bedah didiagnosis struma nodusa dan direncanakan untuk dilakukan operasi. Pasien mendapatkan tindakan general anestesi untuk operasinya. Pada pelaksanaan operasi, dipasang intubasi endotrakheal pada pasien sebagai pengelolaan jalan nafas. Tindakan anestesi dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali. Salah satu usaha yang mutlak harus dilakukan oleh seorang dokter anestesi adalah menjaga berjalannya fungsi organ tubuh pasien secara normal. Pengelolaan jalan nafas menjadi salah satu bagian yang terpenting dalam suatu tindakan anestesi, salah satu caranya adalah dengan melakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal adalah tindakan memasukkan pipa endotrakheal ke dalam trakhea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dikendalikan. Intubasi endotrakheal mempunyai tujuan mempermudah pemberian anestesi, mempertahankan jalan nafas agar tetap bebas serta mempertahankan kelancaran pernafasan, mencegah kemungkinan terjadinya aspirasi isi lambung, mempermudah pengisapan sekret trakheobronkhial, pemakaian ventilasi mekanis yang lama, mengatasi obstruksi laring akut. Walaupun intubasi endotrakheal mempunyai banyak keuntungan, namun pada keadaan tertentu melarang penggunaan intubasi endotrakheal, diantaranya beberapa keadaan trauma jalan nafas atau obstruksi yang tidak memungkinkan dilakukan intubasi endotrakheal, trauma servikal yang memerlukan keadaan imobilisasi tulang vertebrae servikal, sehingga sangat sulit untuk dilakukan intubasi endotrakheal. Intubasi endotrakheal tidak selalu mudah dilakukan untuk semua pasien, kesukaran yang biasa dijumpai adalah pasien dengan otot-otot leher pendek dengan gigi geligi yang lengkap, recording lower jaw dengan angulus mandibula yang tumpul, jarak antara mental symphisis dengan lower alveolar margin yang elebar memerlukan depresi rahang bawah yang lebih lebar selama intubasi. Mulut yang panjang dan sempit dengan arcus palatum yang tinggi. Gigi incisivum yang menonjol, kesukaran membuka rahang. Abnormalitas pada servikal spine, kontraktur jaringan leher. Pada tindakan operasi kasus ini, penggunaan intubasi endotrakheal dimaksudkan untuk mengamankan jalan nafas dan menjamin ventilasi pernafasan. Karena intubasi endotrakheal merupakan metode terbaik untuk membebaskan dan mempertahankan jalan nafas pada praktek anestesi dan resusitasi. Selain terdapat indikasi diatas, pada pasien tidak ditemukan

Pada pasien ini dilakukan intubasi endotrakheal dalam waktu < 1 menit. tidak ada malposisi dan trauma jalan nafas. Belum diobati. Stanford University School of Medicine. Setelah tindakan anestesi selesai. Said A.Muhiman. gangguan refleks berupa hipertensi maupun takikardi. Buku Ajar Ilmu Anestesia dan Reanimasi.Arjun M. silau (+). Jakarta : Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-UI. Tindakan intubasi endotrakheal ini sebenarnya dapat menyebabkan rangsangan simpatis yang membangkitkan respon kardiovaskuler. menyebabkan kenaikan sementara laju jantung dan tekanan darah. Jakarta : Indeks Jakarta. Dalam : Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2. Kartini A. Ruswan Dachlan. Apabila suatu korpus alienum masuk ke dalam bola mata maka bisa terjadi reaksi infeksi serta dapat dimungkinkan timbul kerusakan bola mata.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:10 ABSTRAK Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara Corpus alienum pada mata adalah istilah untuk benda asing yang terdapat pada mata serta merupakan salah satu penyebab cedera mata yang paling sering mengenai sclera. dan konjungtiva. Untuk mengurangi laju lonjakan kardddiovaskuler tersebut diperlukan intubasi dengan cepat dan mulus. DAFTAR PUSTAKA .Pasangan Simetris Simetris . Tjokorda GA. Rumah Sakit Jogja. 2012 Corpus Alienum pada Pekerja Bengkel Dibuat oleh: Sekar Mutiara.Mansjoer. . nerocos (-). trikiasis (-) . kornea.kontraindikasi penggunaan intubasi endotrakheal. Pandangan kabur (-). tumor (-) . M. pseudoptosis (-) .Lebar rima Ptosis (-). penggunaan laringoskop.com .2010. tumor (-) Hiperemis (-). jaringan parut (-) 2. 2010. Petunjuk Praktis Anestesiologi. mata Kasus Seorang laki-laki 53 tahun 5 hari yang lalu ketika di bengkel tempatnya bekerja pasien merasa mata kirinya kelilipan. 2000. . pemberian muscle relaxan dan oksigenasi. 2002.Margo intermarginalis Tanda peradangan (-) Tanda peradangan (-) 3. .Desai. Pegal (+). Pemeriksaan Subyektif PEMERIKSAAN OD OS Visus Jauh 20/20 20/20 Refraksi Emetrop Emetrop Koreksi Tidak dilakukan Tidak dilakukan Visus Dekat Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Sinar Tidak dilakukan Tidak dilakukan Proyeksi Warna Tidak dilakukan Tidak dilakukan Pemeriksaan Obyektif PEMERIKSAAN OD OS PENILAIAN 1. Sekitar mata (supersilia) Kedudukan alis baik. sebelumnya pernah mengalami hal serupa dan sembuh. . Suryadi dan M.Latief.Kulit Hiperemis (-). 2005. Diakses dari: http://emedicine. 20060310204. Kota Yogyakarta. Anastesiologi. Sehingga pemasangannya pada pasien ini tergolong aman. Keesokan harinya pasien berusaha mengambil kelilipan tersebut menggunakan kertas. Prosedur pemasangan intubasi juga sudah tepat yaitu dimulai dengan persiapan posisi leher pasien dalam keadaan fleksi dan kepala ekstensi. kemudian terasa mengganjal terutama saat memejamkan mata/berkedip.medcape. Jakarta : Media Aesculapius.Tepi kelopak Silia lengkap. Oleh karena itu corpus alienum harus diambil secepatnya untuk menghindari reaksi inflamasi dan kerusakan lebih lanjut. namun masih terasa mengganjal. PENULIS Mohammad Sudrajat. jaringan parut (-) Kedudukan alis baik. Bagian Ilmu anestesiologi. pada pemeriksaan tidak ditemukan adanya komplikasi dari tindakan intubasi. Gde dan Senapathi. trikiasis (-) Silia lengkap.Gerakan Tidak ada gangguan gerak Tidak ada gangguan gerak . Arif dkk. FK UI. Kelopak mata . pemasangan pipa endotrakheal mengontrol letak pipa dan ventilasi. Jakarta : bagian Anestesiologi dan terapi Intensif. Intubasi Trakea. Keywords: Corpus Alienum. pada pemeriksaan tidak didapatkan malampati.Mangku. Anestesi. pseudoptosis (-) Ptosis (-).

sehingga tidak ada koreksi yang diberikan. pasien tersebut merasa kelilipan ketika sedang bekerja di bengkel dan keesokan harinya pasien berusaha mengeluarkan kelilipan tersebut menggunakan kertas namun masih tetap mengganjal.Limbus Benjolan (-) Nevus (-) Benjolan (-) Nevus (-) .Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan .Tepi Reguler Reguler .3%).Palpebra superior Hiperemi (-) Hiperemi (-) . pasien belum pernah menggunakan obat untuk mengatasi keluhan pada mata kirinya.Isi Jernih. Adapun pada pemeriksaan objektif pada kedua mata dapat diambil kesimpulan seluruh elemen mata kanan (OD) dan kiri (OS) dapat dinilai dari anterior hingga posterior.Bulbi Hordeolum (-). Sedangkan antibiotik tetes diberikan pada pasien untuk pemakaian di rumah (gentamisin 3 mg/ml) 4 kali dalam sehari.Pasangan Simetris Simetris . Didapatkan hasil visi jauh pada baik mata kanan maupun kiri sebesar 20/20. Korpus Vitreum Jernih Jernih 14. Bola mata . lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) . pegal silau dan nyeri. Analgesik.Warna Coklat Coklat .Uji regurgitasi (-) (-) 4.Warna kekeruhan Tidak ada Tidak ada 13.Ukuran Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) Makroftalmos (-) Mikroftalmos (-) 5. . . . 3.Letak Di tengah belakang iris Di tengah belakang iris . Sclera Ikterik (-) Ikterik (-) 8.Placido Konsentris reguler Konsentris reguler 9. Bermula sejak lima hari sebelum kedatangannya ke poli. kalazion (-) Hordeolum (-).Palpebra inferior Hiperemi (-) Hiperemi (-) . Konjungtiva . pasien mengeluhkan mata kirinya terasa mengganjal. Kamera Okuli anterior Ukuran Tidak dangkal Tidak dangkal . Iris . 4. bila dirasa benda asing menancap cukup dalam. berkilau Licin.Diberikan anestesi pada mata kanan pasien dengan pantokain 0.Apparatus Lakrimalis . Antibiotik diberikan untuk mencegah terjadinya superinfeksi.OS : Corpal gram pada permukaan kornea mata kiri Terapi 1.Forniks Hiperemi (-) Hiperemi (-) . Setelah pengambilan benda asing.Refleks direct + + .Kejernihan Jernih Jernih . mengingat kornea yang memiliki banyak serabut saraf sehingga dapat menimbulkan nyeri yang cukup mengganggu bagi pasien.OD : Emetrop. hofema (-) 10.Dagu dan dahi pasien diposisikan menghadap dan menempel pada biomikroskop serta pandangan mata mengarah pada satu titik secara tetap sebagai fiksasi ketika pengambilan benda asing dilakukan.Dinding Belakang KP (-) KP (-) . kalazion (-) 7. yang diduga .5% sebanyak 1 tetes. sehat . dilakukan pemeriksaan subjektif dan objektif pada kedua mata pasien.Gerakan Gangguan gerak (-) Gangguan gerak (-) .Setelah pengambilan.Uji flurosensi Tidak dilakukan Tidak dilakukan . dapat dilakukan ‗seidel test‘ untuk memastikan ada tidaknya perforasi kornea.Bentuk Bulat Bulat 11.Sekitar sakus lakrimalis Tanda radang (-) Tanda radang (-) . Refleks fundus (+) warna orange (+) warna orange Diagnosis .Bentuk bulat bulat . hiperemis (-). Pemeriksaan subjektif yang dilakukan berupa pemeriksaan visus jauh dan pemeriksaan refraksi. Setelah anamnesis.Pasangan Simetris Simetris . dapat diberikan asam mefenamat 500 mg 3 kali sehari. Pupil . Diskusi Pada kasus ini.Tempat Ditengah iris Ditengah iris . Lensa . Kornea . yang menandakan bahwa pasien tidak mengalami kelainan refraksi (emetrop).Pengambilan benda asing dilakukan dengan menggunakan jarum ukuran 25-27.Medium Jernih Jernih . 2.Ukuran 3 mm 3 mm .Ada/tidak Ada Ada . Pemakaian salep tersebut juga berfungsi sebagai lubrikan.Sekitar gland. dan debris kornea yang tertinggal dihilangkan dengan ‗cutton but‘ steril. hiperemis (-). dan didapatkan data bahwa semua elemen mata dalam kondisi baik kecuali pada permukaan kornea mata kiri tampak suatu bintik kecil benda asing.Ukuran 12 mm O 12 mm O Kecembungan Lebih cembung dari sclera Lebih cembung dari sclera . Dari anamnesis.Permukaan Licin. Hendaknya penggunaan kortikosteroid topical harus dihindari karena dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya superinfeksi dan memperlambat proses penyembuhan.Refleks indrect + + 1. diberikan salep antibiotik (gentamisin 0. TIO Palpasi kenyal Palpasi kenyal 6. hifema (-) Jernih.Gambaran Gambaran kripti baik Gambaran kripti baik . tampak ada benda hitam kecil . Amotio corpal : .

6. Akibat Benda Asing pada Mata Benda asing dapat mengakibatkan : 1. Neovaskularisasi Kornea Neovaskularisasi dipercaya sebagai akibat dari adanya suatu peradangan ataupun hipoksia dalam suatu kondisi sistem imun kornea yang tidak seimbang. Gejala siderosis tampak 2 bulan sampai 2 tahun setelah trauma. 2. Benda bukan logam (non metalik). tidak akan memberikan reaksi ataupun kalau ada hanya berupa reaksi ringan. badan kaca. ataupun badan kaca. seperti timah hitam. . Timbulnya siderosis sebenarnya sangat dini tetapi tidak memberikan gejala klinik yang jelas sampai beberapa waktu lamanya. 4. Benda asing yang dapat masuk ke dalam mata dibagi dalam beberapa kelompok: 1. Benda logam dengan sifat bentuk reaksi yang merusak adalah besi berupa ―siderosis‖ dan tembaga. bahan tumbuh-tumbuhan. Reaksi Jaringan Mata Reaksi yang timbul tergantung jenis benda tersebut apakah benda inert atau reaktif. Gejala klinik berupa : gangguan penglihatan yang mula-mula berupa buta malam kemudian penurunan tajam penglihatan yang semakin hebat dan penyempitan lapang pandang. seperti emas. 3. 3. epitel pigmen iris. dan bulu ulat. yaitu : epitel kornea. Perdarahan Perdarahan intraokular dapat terjadi apabila trauma mengenai jaringan uvea. Erosi ini timbul apabila benda asing yang masuk tidak sampai menembus bola mata tetapi hanya tertinggal pada konjungtiva atau kornea. bila terjadi reaksi hanya ringan saja dan tidak mengganggu fungsi mata. epitel kapsul lensa. Pada benda yang inert. Benda reaktif akan memberikan reaksireaksi tertentu dalam jaringan mata. iris. seperti batu. 2. dan epitel pigmen retina. 5. timah hitam. platina. Tembaga dalam badan kaca dapat menimbulkan ablasio retina sebagai akibat jaringan ikat di dalam badan kaca yang menarik retina. yaitu benda yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak menimbulkan reaksi jaringan mata. platina batu. Trauma Tembus Trauma tembus adalah suatu trauma dimana sebagian atau seluruh lapisan kornea dan sclera mengalami kerusakan. lensa. Benda inert. terdiri dari benda-benda yang dapat menimbulkan reaksi jaringan mata sehingga mengganggu fungsi mata. kaca. Benda organik kurang dapat diterima oleh jaringan mata dibanding benda anorganik. Bentuk reaksinya tergantung macam serta letak benda asing tersebut di dalam mata. Dalam hal ini akan ditemukan suatu luka terbuka dan biasanya terjadi prolaps iris. Pada keadaan ini tidak terjadi luka terbuka sehingga organ di dalam bola mata tidak mengalami kontaminasi. berupa hifema (perdarahan dalam bilik mata depan) atau perdarahan dalam badan kaca. Trauma Erosi konjungtiva atau kornea. Benda asing dengan kecepatan tinggi akan menembus seluruh lapisan sclera atau kornea serta jaringan lain dalam bola mata kemudian bersarang di dalam bola mata ataupun dapat sampai menimbulkan perforasi ganda sehingga akhirnya benda asing tersebut bersarang di dalam rongga orbita atau bahkan dapat mengenai tulang orbita. Tembaga dapat memberikan reaksi purulen.
Terbagi menjadi benda logam magnet dan bukan magnet. bintik-bintik bulat kecoklatan pada lensa dan iris berubah warna. 4. kaca. tembaga.merupakan gram yang menempel ketika pasien sedang bekerja di bengkel 5 hari sebelumnya. Namun permukaan kornea masih licin dan mengkilap. besi tembaga. Kalkosis Reaksi jaringan mata akibat pengendapan ion tembaga di dalam jaringan terutama jaringan yang mengandung membrane seperti membrane Descement. nikel. dan permukaan retina. Trauma ini dapat terjadi apabila benda asing melukai sebagian lapisan kornea atau sclera dan tertinggal di dalam lapisan tersebut. perak. Benda logam (metalik). dan porselin. kapsul anterior lensa. seperti emas. Timah hitam dan seng merupakan bendan reaktif yang lemah reaksinya. Gejala klinik kalkosis timbul lebih dini dari pada siderosis yaitu beberapa hari setelah trauma. Benda reaktif. Siderosis Merupakan reaksi jaringan mata akibat penyebaran ion besi ke seluruh mata dengan konsentrasi terbanyak pada jaringan yang mengandung epitel. aluminium. Pada mata tampak endapan karat besi pada kornea berwarna kuning kecoklatan. pupil lebar dengan reaksi lambat. bahan pakaian. seng. dan tak tampak adanya infiltrat ataupun kelainan lain yang menyertai. 7.

Beberapa dari faktor tersebut (fibroblast growth factors. Jakarta: Fakultas Kedokteran UI. Sebagian besar obat-obat anestesi menyebabkan depresi fungsi respirasi secara sentral. Prosedur pembedahan yang memerlukan pelumpuhan otot seperti bedah thorax. M.. G. Taylor. RSUD Tidar .. Cornea : Treatment and Medication. Sitepu. atau bedah abdomen yang luas diperlukan control pernapasan yang adekuat. keratosit. Kesimpulan Pada trauma dimana benda asing berada di permukaan mata tanpa adanya luka perforasi seperti yang terjadi pada kasus ini. dan vascular endothelial growth factors/ VEGF) telah diidentifikasi dari kornea dan cairan air mata.medscape. dan Riordan-Eva. anggota keluarga tidak punya keluhan yang sama.Modifikasi terakhir pada Kemarin 08:08 ABSTRAK Anastesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel).com pada tanggal 22 Februari 2011.84 (N : 0.Ketorolac . Ilmu Penyakit Mata. Bahri. Asbury. (2009). umumnya prognosis baik karena benda tersebut dapat langsung dikeluarkan dan akibatnya sangat ringan tanpa meninggalkan bekas ataupun hanya nebula bila di kornea. 2. neutrofil). 4. Referensi 1.6 (N : <38) SGPT 18.7 (N : 10-50) Creatinin 0.emedicine.Operasi : incisi Diskusi Pada kasus wanita umur 40 tahun datang dengan .. Kasus Seorang wanita umur 40 tahun datang dengan keluhan terdapat benjolan di payudara kanan.2) SGOT 22. Carlos. Anestesi umum dibagi menjadi 2 menurut cara pemberiannya yaitu pemberian secara intravena dan secara inhalasi. benjolan sejak 1 bulan SMRS muncul benjolan pada payudara kanan dan terasa nyeri walau tidak ditekan. maka prognosisnya tergantung jenis-jenis benda asing. (2003). Bagian Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara: Medan Penulis Sekar Mutiara (20060310001). C. Program Profesi Pendidikan Dokter.Magelang. Bagian Ilmu Penyakit Mata. dibantu atau dikontrol oleh anestesiologis. Komponen obat anestesi ideal (trias anestesi) terdiri dari hipnotik analgesia dan releksasi otot. Dalam anestesi umum pasien dapat bernafas spontan.4 Ureum 31.Trauma epitel dan/atau hipoksia pada kornea dapat menstimulasi pembentukan faktor-faktor angiogenik oleh sel-sel epitel lokal. Cermin Dunia Kedokteran : Corpus Alienum Intra Oculi.. paul. Oftalmologi Umum. Vaughan. Diakses dari www. dan leukosit infiltrative (seperti makrofag. Pada trauma dimana benda asing menyebabkan luka perforasi sehingga benda asing tersebut berada di dalam bola mata. M. didapatkan menggunakan obatobatan yang berbeda secarah terpisah. Ilyas. sehingga relaksan otot tidak diperlukan lagi dan dapat menghemat biaya anestesi. Sementara itu untuk pembedahan dimana pasien masih sufisien untuk bernapas spontan.1 (N : <42) Darah Lengkap dbn Pemeriksaaan Radiologi Foto Polos Thorax Pulmo/ cor dbn EKG Hasil : dbn Diagnosis FAM Terapi Ceftriaxon . (2000). Faktor angiogenik menstimulasi terjadinya degradasi enzimatik terlokalisasi pada membran dasar ujung pembuluh darah perilimbal. 1978. Foreign Body Removal. 3. Edisi kedua. Jakarta : Widya Medika.D. Sidarta. Teknik ini sesuai untuk prosedur pembedahan tertentu untuk mengendalikan pernapasan. Cao.5 tahun dan menyusui. Mahmud. IL-1. Anestesi Umum pada Incisi FAM Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Daniel. Riwayat KB suntik sekitar 3. Pada pemeriksaan fisik terdapat benjolan di payudara kanan diameter 2 cm Pemeriksaan penunjang : Pemeriksaan Darah Kimia Darah GDS 87. Edisi keempat belas. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik. Keywords: Kista Ovarium.6-1. sehingga sel-sel endothelial pembuluh darah bermigrasi dan berproliferasi untuk membentuk suatu pembuluh darah baru.

Plester. Tindakan anestesi c. dan pasca anestesi dapat menyebabkan mual muntah. Interaksi obat : a. b. Obatobatan yang sering dipakai adalah thiopental. untuk memfiksasi pipa trakea setelah tindakan intubasi e. gunakan hiperventilasi sedang selama bedah saraf c.Blade lengkung (macintos) biasa digunakan laringoscop dewasa . Hal-hal ini yang perlu diperhatikan adalah : a.0 mm. Pipa Endotrakeal A = Air Way. Pemberian ventilasi mekanis jangka panjang C. meningkatkan sensitifitas miokardium terhadap adrenalin. d. sebelumnya ada riwayat hiperpireksia (suhu badan melebihi 41. Untuk induksi. desfluran. sikloropan. Untuk mencegah kebocoran balon (cuff) pada ujung distal . Stilet atau forcep intubasi Digunakan untuk mengatur kelengkungan pipa endotrakeal sebagai alat .5 mm. etil-vinil-eter. pentanil) diberikan dalam dosis tinggi. opioid (morfin. untuk intubasi oral panjang pipa yang masuk 20-23 cm. pada anak-anak pipa endotrakeal tanpa balon. metoksifluran.0-9. Tujuan : a. nyeri kepala. Biasanya digunakan pada bayi dan anak. Ukuran laki-laki dewasa berkisar 8. Pipa orofaring/nasoparing Alat ini dugunakan untuk mencegah obstruksi jalan nafas karena jatuhnya lidah. fluoroksan. Tindakan resusitasi b. gangguan hepar. Intubasi trakea adalah tindakan memasukkan pipa endrotrakeal kedalam trakea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dilkendalikan. Halotan digunakan untuk menginduksi dan mempertahankan anestesi. kloroform. Persiapan set intubasi : Sebelum mengerjakan intubasi dapat diingat kata STATICS S = Scope. kemudian menyusul eter. etilen. sehingga sering digunakan untuk induksi pasien dengan kelainan jantung.dapat mengganggu kemampuan mengendrai kendraan dan mengoperasikan mesin. misalnya didaerah kepala dan leher dibutuhkan pipa yang tidak bisa tertekuk yang mempunyai spiral nilon atau besi. Membersihkan saluran trakeabronkial b. petidin. memperparah hipotensi yang disebabkan oleh efek pemblokan ganglionik tubokurarin. Mencegah aspirasi d. mempotensiasi aksi relaksan otot non depolarisasi b. dan demam tinggi. Laringoscop dan Stetoskop T = Tubes. dan mimpi buruk (halusinasi). Induksi : 2. halotan. Sehingga kontra indikasi untuk pasien hipertensi. Mempermudah pemberian ventilasi dan oksigenisasi B.4 % halotan (anak-anak 1. Propofol dikemas dalam cairan emulsi lemak berwarna putih susu bersifat isotonic dan hanya boleh diencerkan dengan menggunakan dekstrose 5%. hipersalivasi. pandangan kabur.keluhan terdapat benjolan di payudara kanan dilakukan pembedahan dengan anestesi umum. wanita 7. trikloro etilen.Blade lurus. menggigil selama pemulihan f. myastenia gavis. Pipa Endotrakeal Terbuat dari karet atau plastik. Indikasi : a. dan opioid. enfluran. meningkatkan efek relaksan otot aminoglikosida c. Laringoskop . mual dan muntah setelah operasi Anestesi intravena selain untuk induksi juga dapat dipakai untuk rumatan. dan sevofluran. bradikardi dan hipotensi selama induksi b. Ambubag T = Tape. Plester I = Indroducer. Ketamin dapat menyebabkan takikardia. hindari pemakaian pada kehamilan dan menyusui e. Stilet . Efek samping halotan : a. f. hindari penggunaan berulang dalam jangka waktu 3 bulan b. Opioid tidak mengganggu kardiovaskuler. fekromositoma. Mandrin C = Conektor/sambungan-sambungan S = Suction. aritmia jantung selama anestesi c. anti depresan trisiklik. aminofilin dan theofilin. Pipa oroparing/Nosoparing.5-8. tambahan analgesi regional atau membantu prosedur diagnostic. c. propofol. simtomitetika lainnya.5-2 % halotan) dalam O2 atau O2/N2O. Mempertahankan jalan napas agar tetap adekuat c. aritmia). Penggunaan halotan merupakan kontra indikasi pada pasien kelainan jantung (hipotensi. hiperpireksia ganas jarang terjadi d.1 derajat celcius) ganas atau rentan terhadap hipertermia malignan. Obat anestesi inhalasi yang pertama kali digunakan untuk membantu pembedahan adalah N2O. laringoskopi dengan blode lurus (misalnya blade magill). ketamin. hipertensi. Bila hendak diberikan sebelumnya sebaiknya diberikan sedasi (midazolam). Penghisap Lendir a. pipa plastik yang sekali pakai untuk operasi tertentu. d. A. isofluran. kerusakan hati e. Pemeliharaan jalan napas d. etil klorida. pastikan kecukupan ventilasi ruangan d.

Alat penghisap (suction ).digunakan untuk membersihkan jalan napas Kesimpulan Pada kasus ini pasien di lakukan anestesi umum. www. Ditambah dengan adanya pemeriksaan penunjang yang dilakukan maka pasien ini didiagnosis sebagai rhinitis alergika. Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu . komplikasinya lebih sering ditemukan. bersin-bersin. pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu.261-264. Pada kasus ini. gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik. berwarna putih kepucatan (livid ) (+).Magelang. Dalam: Kapita Selekta Kedokteran edisi III hal.com. Pasien mengaku alergi dengan debu. Mansjoer.bantu saat insersi pipa.medicinenet.com/Anestesiologi. Program Profesi Pendidikan Dokter.com. RSUD Tidar . www. asma dan penyakit lainnya. Pada pemeriksaan telinga dan tenggorokan tidak ditemukan adanya kelainan. pasien datang dengan keluhan pilek disertai ingus encer. Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 4. dkk. bersin-bersin. gatal serta hidung tersumbat yang dirasakan sudah 5 hari sebelum datang ke poliklinik. http://www. Berdasarkan berat ringannya penyakit maka pasien digolongkan pada ASA 1 yang berarti pasien penyakit bedah tanpa disertai gangguan sistemik. sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. PENATALAKSANAAN RHINITIS ALERGIKA PADA PEREMPUAN USIA 24 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Pada Pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan tampak mukosa hidung udem (+).Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:45 ABSTRAK Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama. septum nasi deviasi (-). sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. conca udem (+). Teknik yang digunakan harus tepat dan harus dilakukan monitor yang ketat selama jalannya operasi. Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. Pasien belum pernah berobat sebelumnya. Anggota keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit serupa. pemeriksaan Vital Sign: Tekanan darah :120/70 mmHg Respirasi: 20x / menit Suhu: febris Nadi: 80x / menit.emedicine. sekret encer (+). Bagian Ilmu Anestesi. Referensi 1. hiperemis (-). tapi karena lebih persisten. Gejala dirasakan paling berat pada pagi hari dan pada saat kecapean serta bila terkena debu. Riwayat asma (-). Reaksi hipersensitivitas tipe II Kasus Seorang pasien perempuan berusia 24 tahun datang ke poli THT dengan keluhan pilek disertai ingus encer. General Anesthesi. Kata kunci: Rhinitis Alergika. kesadaran: compos mentis. Diakses pada tanggal 24 Januari 2012 3. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum: baik. Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman. General Anesthesi. Anestesi spinal. Diakses pada tanggal 25 Januari 2012 Penulis Sekar Mutiara (20060310001). Diagnosis Rhinitis Alergika Terapi Non Famakologi : Edukasi: Menghindari kontak dengan alergen penyebab Farmakologi: Ozen tab 2x1 Coldizo 2x1 Diskusi Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran . Pasien mengaku alergi dengan debu.Wikipedia. 2. 2000. Arif. Forcep intubasi (magill/digunakan untuk memanipulasi pipa endotrakeal nasal atau pipa nasogastrik melalui orofaring f. Jakarta. pasien sering bersin-bersin apabila terkena debu. Keluarga pasien tidak ada yang mempunyai riwayat alergi.

Jika hipertropi sudah berat dapat dilakukan konkotomi. pastikan dengan skin test kemudian jaga kebersihan rumah. Kesimpulan Rhinitis alergika adalah suatu penyakit hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran utama. Terapi simptomatis dilakukan .1. Edukasi sebaiknya selalu diberikan berkenaan dengan penyakit yang kronis. Penyebab tersering adalah alergen inhalan (dewasa) dan ingestan (anak-anak). basah. Diluar serangan. pengobatan memerlukan waktu yang lama dan pendidikan penggunaan obat harus benar . Pemberian topikal harus hemat dan jangka pendek (4-10 ahri). Jika harus berkebun. sampai dia tidak lagi menunjukkan reaksi alergi jika terpapar oleh senyawa tersebut. urtikaria atau eksim. Pada kasus ini didiagnosis rhinitis alergika. mukosa kembali normal. Rinitis alergi sepanjang tahun (perennial)2. pucat atau livid. Jika perlu. namun berkurang dengan bertambahnya umur. Penatalaksanaan yang tepat yaitu dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi. terutama untuk mengatasi sumbatan hidung. Efek kortikosteroid baru terasa setelah pemakaian agak lama. komplikasinya lebih sering ditemukan. Gejala sering tidak lengkap. Zat mediator utama dan terpenting adalah histamin yang memiliki efek dilatasi pembuluh darah. Pada reaksi alergi ini dilepaskan berbagai zat mediator yang akan menimbulkan gejala klinis. bulu binatang. serbuk sari. kadang disertai lakrimasi. peningkatan permeabilitas kapiler. Sering disertai penyakit alergi lainnya seperti asma. iritasi ujung-ujung saraf sensoris dan aktivasi sel-sel kelenjar sehingga sekret diproduksi lebih banyak. hindari kegiatan berkebun. yang berdasarkan kelainan atopi. perubahan cuaca dan kelembaban yang tinggi. biasanya dalam kombinasi dengan antihistamin seperti pseudoefedrin fenilpropanolamin. hanya sifat berlangsungnya yang berbeda. kecuali bila telah berlangsung lama. Terapi simptomatis dilakukan melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal. Penatalaksanaan rhinitis alergi adalah dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi. Berdasarkan sifat berlangsungnya. dll). Diberikan peroral. Tidak ada demam. tapi karena lebih persisten. seperti urtikaria dan gangguan pencernaan. Tujuannya adalah agar pasien mencapai peningkatan toleransi terhadap alergen. seperti asap rokok. diberikan 2 minggu sebelum pemberian topikal agar pemberian topikal efektif. Anak sering menggosok-gosok hidung dengan punggung tangan (allergic salute). Preparat yang dipakai adalah agonis alfa adrenoreseptor. hidung tersumbat. Menghindari pencetus (allergen) dengan cara mengamati benda-benda apa yang menjadi pencetus (debu. hidung dan mata gatal. Pada anak-anak sering disertai gejala alergi lain. Pemakaian lokal dengan preparat baru. dan budesonid untuk jangka panjang cukup aman. Pada rinoskopi anterior didapatkan mukosa edema. Dapat timbul pada semua golongan umur. terutama anak dan dewasa muda. Imunoterapi diindikasikan untuk severe persistein. sedangkan jenis kelamin. rinitis alergi dibedakan atas : Rinitis alergi musiman (seasonal. Gejala rinitis alergi sepanjang tahun timbul terus-menerus atau intermiten. bau yang merangsang. Gejala keduanya hampir sama. seperti beklometason. Meskipun lebih ringan dibandingkan rinitis musiman. Untuk hipertropi konka. Diperberat oleh faktor non spesifik. disertai banyak sekret encer. flunisolid. gunakan masker wajah. Lamalama akan mengakibatkan timbul garis melintang di dorsum nasi sepertiga bawah (allergic crease).utama. Rinorea yang encer dan banyak. Faktor herediter berperan. Gejala spesifik lain pada anak-anak bila penyakit telah berlangsung lama (>2 tahun) adalah bayangan gelap didaerah bawah mata (allergic shinner) akibat stasis vena sekunder karena obstruksi hidung. Serangan bersin berulang lebih dari lima kali dalam satu serangan. pasien harus dirujuk agar dapat dilakukan kauterisasi konka inferior dengan nitras agenti atau triklor asetat. Pemakaian peroral dengan pemberian intermiten atau tapering off hanya untuk kasus berat. pollinosis). hay fever. jendela ditutup. Dapat diberikan natrium kromolat dalam bentuk inhalasi untuk pencegahan. golongan etnis dan ras tidak berpengaruh.

Dengan demikian maka LBP yang timbulnya sementara dan hilang timbul adalah sesuatu yang dianggap biasa. Kekuatan pada kaki kanan bebas terbatas dan kekuatannya sulit dinilai karena nyeri. pemeriksaan fisik ditemukan lasegue (+). Pasien mengatakan tidak ada gangguan dalam buang air kecil. Pada pasien ini. tidak ditemukan reflek patologis. Amitriptilin 2 x 12. Kata kunci : Low back pain. Nyeri . FIV tak menyempit. Penerbit Buku Kedokteran EGC.5 mg. nyeri Kasus Satu bulan sebelum masuk RS. 1997. 20060310016. Rhinitis. Pada pemeriksaan fisik. dimana pada beberapa kasus gejalanya sesuai dengan diagnosis patologisnya dengan ketepatan yang tinggi. DIV L II-III menyempit. Trabekulasi tulang cukup baik. Pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Diskusi LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis.. namun di sebagian besar kasus. ditemukan lassegue 300. Foto radiologi V. Referensi 1.worldallergy. pasien datang ke IGD membawa rujukan dari puskesmas dengan keterangan nyeri pinggang sampai ke kaki kanan yang dirasakan sudah ± 1 bulan. 2. A. Riwayat Jatuh terduduk disangkal. Saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. website www. Awalnya pasien tidak mengobati nyerinya. saat buang air besar merasa nyeri pinggang bertambah bila mengejan. kesan : Spondylosis lumbalis. Riwayat TBC / batuk lama disangkal.org/professional /allergic_diseases_center/rhinitis/rhinitis_indepth. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta LOW BACK PAIN PADA PASIEN LAKILAKI USIA 35 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani.. hanya dibiarkan saja. Hari masuk rumah sakit. A. diagnosis tidak pasti dan berlangsung lama. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Penerbit Buku Kedokteran EGC.Modifikasi terakhir pada Kemarin 06:42 ABSTRAK Low Back Pain (LBP) adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. walaupun pada sebagian besar kasus akan sembuh dengan sendirinya. Lawrence. Penyakit Telinga Luar. Jakarta. Ketorolac 1 amp/12 jam. Edisi 6. Spondyloarthrosis L II-III. Fisioterapi. Tampak osteophyt anterior corpus vertebra lumbales. Keluhan ini dapat demikian hebatnya hingga penderitanya mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan sampai harus istirahat dan dirawat di rumah sakit. Penulis Farida Aryani.melalui pemberian antihistamin dengan atau tanpa vasokonstriktor atau kortikosteroid per oral atau lokal. Anatomi dan Fisiologi Terapan. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Diagnosis Diagnosis Klinis : Low Back Pain cum Ischialgia Diagnosis Topik : Radiks spinalis lumbal II III Diagnosis Etiologi : et causa Spondilogenik dd.Lumbosacral : Kurvatura melurus. R.php 2007 3. HNP Terapi Inj.. reflek fisiologis dalam batas normal.. karena harus merubah pula cara hidup penderita dan malahan juga perubahan pekerjaan. memiliki gejala nyeri pinggang sampai kaki kanan setelah mengangkat beban yang berat. Pasien adalah seorang petani yang sering mengangkat hasil tani. Pemeriksaan radiks medula. pasien mulai mengeluh nyeri pinggang yang menjalar sampai ke kaki kanannya. BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. Namun bila LBP terjadi mendadak dan berat maka akan membutuhkan pengobatan. Pedikel intak. Edisi 6.. Riwayat dipijit disangkal. 1997.. LBP yang rekuren membutuhkan lebih banyak perhatian. Pasien merasakan gejala ini setelah mengangkat beban yang berat. Jakarta. Riwayat penyakit serupa disangkal. patrick dan kontra patrik negatif. Riwayat penyakit tumor disangkal. Peter. Michael.

telah disertai dengan defisit neurologis berupa adanya tanda rangsangan laseque (+). Media Aesculapius FK-UI. Kesimpulan LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis. Pesien didiagnosis etiologi HNP dengan manifestasi iskialgia didasarkan atas anamnesis: adanya nyeri pada punggung bawah yang timbul tak tergantung dengan waktu siang atau malam. Harus diketahui bahwa tanda Laseque berhubungan dengan usia dan tidak begitu sering dijumpai pada penderita yang tua dibandingkan dengan yang muda (<30tahun). Purba JS. Tanda Laseque adalah tanda pre-operatif yang terbaik untuk suatu HNP. Adanya tanda Laseque lebih menandakan adanya lesi pada L4-5 atau L5-S1 daripada herniasi lain yang lebih tinggi (L1-4). batuk ataupun mengejan. patofisioloogi dan penatalaksanaan. Hal ini menggambarkan telah terjadinya trauma mekanik pada vertebra yang terjadi secara berulang dalam waktu yang lama. Mumenthaler. karena sejalan dengan usia yang menuju berumur pertengahan. Faktor resiko dari penyebab terjadinya low back pain bisa karena faktor pemakaian yang terlalu banyak. Sadeli HA. Medikasi lain yang dapat diberikan sebagai tambahan adalah relaksan otot. gabapentin. Dalam: Nyeri Neuropatik. antidepresan trisiklik. Perdossi. Sadeli HA. Pada pasien ini faktor yang menjadi resiko dari penyebab terjadinya low back pain adalah faktor pemakaian yang terlalu banyak (wear and tear). Tjahjono B. 2001 Penulis Farida Aryani. Selain hal ini penderita juga sering mengangkat beban berat yang akan memberikan trauma berulang secara berkepanjangan pada struktur tulang belakang karena pasien seorang petani dan hampir setiap hari mengangkat beban. 20060310016. Nyeri punggung bawah. Untuk LBP akut secara fakta didapatkan bahwa tidak terdapat NSAID spesifik yang lebih efektif terhadap yang lainnya.Neurologi. Medikamentosa diberikan terutama untuk mengurangi nyeri yaitu dengan analgetika. 2008. Arief. tirah baring dan mobilisasi. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENATALAKSANAAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA PRIMIGRAVIDA UMUR KEHAMILAN 13 MINGGU . tirah baring dan mobilisasi serta diberikan medikamentosa mengurangi nyeri. Kapita selekta kedokteran jilid 2. diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan. tampak osteofit korpus vertebra. Jakarta.Binarupa Aksara.M. dan antiepileptika seperti fenitoin. Sering obat yang sesuai untuk penanganan dimulai dengan asetaminofen dan/atau nonsteroidal antiinflammatory drug. Suryamiharja A. memberat terutama bila berjalan. Penanganan pasien. Dalam penanganan umum penderita diberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal seperti: sikap badan. dan topiramat.1995 3. LBP yang lebih dari 6 bulan disebut kronik.dkk. Editor: Meliala L. Mansjoer. Jakarta. karbamazepin. BRSD KRT Setjonegoro. Referensi 1.ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki.Tanda Laseque atau modifikasinya yang positif menunjukkan adanya ketegangan pada saraf spinal khususnya L5 atau S1. Pada penderita ini secara radiologis x-foto polos terlihat penyempitan ruang intervertebralis. Nyeri ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. 2.

tatapi cerah dan peredaran udara yang baik. Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit. seorang wanita G1P0A0 usia 24 tahun hamil 13 minggu dengan mual muntah berlebihan sejak 1 bulan yang lalu. DM. Riwayat sakit kuning. pengawasan KU. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. berat badan menurun. Pemeriksaan abdomen terdapat nyeri tekan epigastrium. pasien menikah 1x lamanya 9 bulan. Bila perlu ditambahkan kalium dan vitamin. Diet biasa. Pada pemeriksaan pasien compos mentis dan tampak lemas. 2. Tiap makan langsung muntah. muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. DISKUSI Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. Pada pemeriksaan thoraks dan ekstremitas dalam batas normal. Penatalaksanaan non farmakologi berupa bed rest. suhu : 37°C. pada muntahan tidak terdapat darah. Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam penderita. Apabila dengan cara diatas keluhan dan gejala tidak mengurang maka diperlukan pengobatan. Isolasi. Diabetes Mellitus. jantung dalam keluarga disangkal. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. PPV. Pengawasan KU. KASUS Seorang wanita. dan berkurang saat istirahat. Rehidrasi dengan cairan parenteral. berat badan menurun. Hipertensi disangkal.Modifikasi terakhir pada Minggu 11:44 ABSTRAK Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. Sedativa yang sering diberikan . G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu datang dengan keluhan mual dan muntah sejak ± 1 bulan yang lalu. dehidrasi. Terapi Psikologik.Dibuat oleh: Dianita Rachmawati. Cernevit 1x1 drip dan Ondansetron 8mg/drip. alergi obat. Satu-dua minggu sebelum masuk rumah sakit. kurangi pekerjaan yang berat serta menghilangkan masalah dan konflik. khlorida dan bilirubin. pielititis. DIAGNOSIS G1P0A0 umur kehamilan 13 minggu dengan hiperemesis gravidarum TERAPI Non farmakologi berupa bed rest. tetapi perlu diingat untuk tidak memberikan obat teratogen. BAB dan BAK dirasakan semakin menurun. aktivitas sehari-hari terganggu. alergi. yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini. dan protein dengan glucose 5% dalam cairan garam fisiologik sebanya 2-3 liter sehari. nadi : 92 x/menit. 4. Diet biasa. 3. Nafsu makan dirasakan menurun karena pasien takut muntah. sampai muntah berhenti dan penderita mau makan. Pasien sering merasa haus dan bibir terasa kering. respirasi teratur dalam batas normal. muntah dialami lebih dari 10 kali per hari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. 24 tahun. dengan TD : 70/50 mmHg. aseton. janin dalam keadaan baik. VS. Muntah awalnya hanya terjadi pada pagi hari dan setelah makan dan minum. Keluhan mual dan muntah semakin bertambah berat setelah makan dan minum. Pasien mengaku mempunyai rasa takut dan cemas terhadap kehamilannya yang pertama. konsumsi jamu. Beberapa cara untuk penanggulangan hiperemesis lebih lanjut : 1. VS. Pada kasus ini. Pemeriksaan USG. Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan. PPV. dan sebagainya. khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein dapat diberikan pula aam amino secara intravena. pielititis. Farmakologis berupa Infus. Riwayat sakit kuning. karbohidrat. Farmakologis berupa Infus D5% 20 tpm. dehidrasi. Dibuat control cairan yang masuk dan keluar. Pasien juga mengeluh nyeri ulu hati dan kadang demam. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. Muntah > 10 kali sehari dengan volume ± 1/2-3/4 gelas. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. pada muntahan tidak terdapat darah. dan sebagainya. Terapi medikamentosa. Air kencing perlu diperiksa sehari – hari terhadap protein terhadap protein. Penderita disendirikan dalam kamar tenang. hipertensi. Badan terasa lemah. catat dan perhatikan cairan yang keluar dan masuk. asma. multivitamin dan antiemetik. hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan.

REFERENSI Cunningham.1991. 21. Ilmu Kebidanan. Kaminetzky HA eds.dr. gangguan kardiovaskular.HCl. Sinopsis Obstetri. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi. Jakarta: EGC. Prof. Mannor SM. Distribusi larutan injeksi anestesi dipengaruhi oleh beberapa faktor. umur 56 tahun datang karena tidak bisa buang air kecil. Jenis pembedahan : open prostatektomi. 1981. Diagnosis BPH Jenis pembedahan : open prostatektomi.H2O Farmakodinamik: Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida. Am J Obst. Prawirohardjo. Hal ini disebabkan karena terapi tidak berhasil bahkan keadaan umumnya semakin buruk. Onset aksi dengan bupivakain adalah cepat dan anestesi tahan lama. Ini juga telah mencatat bahwa ada periode analgesia yang tetap setelah kembalinya sensasi. RSUD Salatiga Penggunaan Bupivacaine pada Pasien BPH Tindakan Open Prostatektomi Dibuat oleh: Anita Permatasari. Durasi anestesi secara signifikan lebih lama dengan bupivakain dibandingkan dengan anestesi lokal lain yang umum digunakan. Hal ini mungkin disebabkan karena faktor psikis dari pasien yang takut dan khawatir akan kehamilannya yang pertama. Riwayat susah buang air kecil sudah satu minggu. yang mana pada 1 ampul terdapat volume 4 ml dan setiap ml terkandung 5 mg Bupivacain HCl dan 80 mg dekstrose monohidrat. Indikasi terminasi kehamilan adalah ensefalopati Wernicke. 1155-1164. Dalam keadaan terminasi kehamilan dapt dilakukan. dkk.Diagnosis prabedah : BPH. 15 . Mochtar.102. Isi Seorang laki-laki. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi. Fairwether.5 jam. Toronto : A Wiley Medical Publication.adalah Phenobarbital. Hyperemesis Gravidarum.5 % 15 mg. Vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6. PENULIS Dianita Rachmawati. Penghambatan motorik pada otot abdominal membuat larutan sesuai untuk operasi abdominal selama 45-60 menit. 12. Rumus empirik: C16H26N2O. et al.1968. Diskusi Pada pasien ini dilakukan anestesi spinal dengan menggunakan Bupivacaine spinal 0. yang terpenting adalah rehidrasi. obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion. In : Iffty L. nyeri dan merasa kurang puas bila buang air kecil dengan suspect BPH. Terapi yang diberikan bertujuan untuk memperbaiki kondisi dan mencegah terjadinya keadaan yang lebih buruk. ed. Vol. Nausea and Vomity in Pregnancy.. perdarahan retina. Bupivacain HCl menghasilkan relaksasi muskular yang cukup pada ektremitas bawah selama 2-2. vol. & gynec.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:41 Abstrak Bupivacaine merupakan obat anestesi lokal golongan amida. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta. Sarwono. 5. 2008. Obat ini juga dapat ditoleransi dengan baik pada semua jaringan yang terkena. Farmakokinetik: durasi analgetik pada T10-T12 selama 2-3 jam. Pada kasus ini pasien menderita hiperemesis gravidarum pada saat usia kehamilannya 13 minggu. F. PT. 2005. Ilmu Kebidanan dan Kandungan. . yang paling penting adalah volume larutan injeksi dan posisi dari pasien. antihistamiika juga dianjurkan. obat ini mencegah permulaan dan konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion. KESIMPULAN Hiperemesis gravidarum adalah muntah berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. Principles and Practise of Obstetric and Perinatology.Rustam. gangguan liver dan gangguan ginjal.135-171. Obstetri Williams.20 mg Bupivacaine spinal injeksi.. Dosis bupivacaine spinal injeksi untuk dewasa yang dianjurkan adalah: anestesi spinal untuk operasi : 10. Terapi radikal terminasi kehamilan.G. EGC:Jakarta.

BAK dan BAB dalam batas normal. Muhadi Muhiman. Tidak ada riwayat perdarahan (mimisan ataupun perdarahan gusi) dan ruam . Artusio. M. Anesthesiology. Kejang terjadi pada sore harinya 1 kali. Sedangkan dalam obat ini memiliki berat jenis 1. pasien lemas dan tertidur kemudian sadar. Kesimpulan Pada kasus ini penggunaan obat bupivacaine untuk spinal anestesi sudah tepat. Sehari sebelumnya anak demam mendadak. Pasien masih mau makan dan minum ASI seperti saat tidak sakit.J. Latief Said. Anestesi lokal jenis Amide seperti bupivakain dimetabolisme terutama di hati melalui konjugasi dengan asam glukuronat. PENEGAKAN DIAGNOSIS KEJANG DEMAM SEDERHANA PADA ANAK PEREMPUAN USIA 10 BULAN Dibuat oleh: Dianita Rachmawati.Murray M. Stase Ilmu Anestesi dan Reanimasi. Pilihan Cara Anestesia.0278. RS Jogja. Muhardi. Lippincott Williams and Wilkins. Schlunt. McGraw Hill. terutama mereka dengan penyakit hati yang berat. Jakarta: Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. semakin lama semakin meningkat. sehingga memungkinkan perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. Keyword : kejang demam. Mikhail MS. Referensi 1. Hanya 5% dari bupivakain diekskresikan tidak berubah dalam urin. ekskresi urin dipengaruhi oleh perfusi ginjal dan faktor yang mempengaruhi pH urin. New York. sehingga menambah berat jenis obat. saat demam berupa gerakan kaku seluruh tubuh anak dan berlangsung kurang lebih 5 menit. Ginjal adalah organ ekskresi utama untuk anestesi lokal. Cole. 2001 Penulis Anita Permatasari. D.Modifikasi terakhir pada Minggu 08:51 ABSTRAK Kejang demam adalah kejang yang disebabkan kenaikan suhu tubuh lebih dari 38. Selain itu obat ini termasuk obat hiperbarik jika dilihat dari berat jenisnya. Adult Perioperative Anesthesia: The Requisites in Anesthesiology. F.3 kg. 3.. USA. riwayat kejang demam pada keluarga (+). 2004 4.selama waktu kebutuhan analgesik kuat berkurang.F. sehingga meminimalkan komplikasi spinal anestesi. Problem Oriented Patient Management. dibawa oleh ibunya ke IGD RSUD Salatiga. Yogyakarta. Dalam obat ini yang membuat keadaan hiperbarik adalah kandungan dekstrose 80 mg. Morgan GE. kejang demam sederhana KASUS Seorang anak perempuan usia 10 bulan dengan berat badan 9. Dalam: Basuki Gunawarman. 2.S. 2006. Clinical Anesthesiology 4th edition. J. Setelah mengalami kejang.003-1. karena obat ini memiliki onset yang cepat dan anestesi yang tahan lama. Yao.4°C tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit akut pada anak berusia di atas 1 bulan tanpa riwayat kejang tanpa demam sebelumnya... rujukan Puskesmas karena mengalami kejang. Kondisi hiperbarik akan memungkinkan terjadi perpindahan obat ke dasar akibat gaya gravitasi. Dilihat dari berat jenisnya obat ini termasuk obat hiperbarik yaitu berat jenis obat lebih besar dari berat jenis cairan serebrospinal. hal 123. terus-menerus. Unit Kerja Koordinasi Neurologi IDAI membuat klasifikasi kejang demam pada anak menjadi 2 yaitu Kejang Demam Sederhana (KDS) dan Kejang Demam Kompleks (KDK). Pada suhu 37oC cairan serebrospinal memiliki berat jenis 1. mungkin lebih rentan terhadap toksisitas potensi anestesi lokal tipe amida. Pasien dengan penyakit hati. Mosby. 1989. editor.008. Pasien sempat dibawa ke puskesmas dan mendapat diazepam per rectal. Anestesiologi. Riwayat kejang sebelumnya (+) sekitar 5 menit saat usia 9 bulan dan diopname.

Waldo. 2006. Adapun penegakan diagnosis kejang demam hanya dapat ditegakkan dengan menyingkirkan penyakit-penyakit lain yang dapat menyebabkan kejang. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. dkk. Jakarta: EGC. air dan elektrolit dan adanya lesi struktural pada sistem saraf. dr. perubahan akut pada keseimbangan homeostasis.Dr. Appleton dan Lange. Konsep Klinis Proses-Prose Penyakit. 2005. Dr. riwayat terluka/tertusuk benda tajam (-). Unit Kerja Koordinasi Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang yang menyeluruh untuk menegakkan diagnosis. 2004. Standar Pelayanan Medis RS. 1985. Febrile Seizures Rudoplh Pediatrics. Rupeno. klonik. RSUD Salatiga. Hussein. Luminal 5 mg diberikan 3x sehari. Heart Rate:92x/menit. Konsensus Penanganan Kejang Demam. berlangsung singkat dengan sifat bangkitan dapat berbentuk tonik-klonik.Sardjito Edisi III Jilid 2. DISKUSI Pada pasien ini mengalami kejang demam sederhana. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Volume 3.SpA(K). Begitu kejang berhenti anak tidak memberikan reaksi apapun untuk sejenak. kejang pertama pada usia < 12 bulan. Ilmu Kesehatan Anak. Nelson. Suhu : 37. ANASTESI SUBARACHNOID BLOCK PADA HERNIOTOMI LAKI-LAKI USIA 60 TAHUN DENGAN HERNIA INGUINALIS LATERALIS REPONIBLE . Sutaryo. Pusponegoro. Infomedika. Anderson. KESIMPULAN Kejang demam adalah suatu bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (> 38°C). Edisi ke-20.5 ⁰C. DR.. tonik. Rudolph AM. Hal ini sesuai dengan kriteria dari Unit Kerja Neurologi IDAI. sakit pada mata dan telinga (-). Dr. Price. dan kejang demam multipel.D. 2000. dkk. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi 1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Hardiono. dan per oralnya diberikan pulvis yang terdiri dari PCT 100 mg. tidak berulang dalam 24 jam.kemerahan seluruh tubuh maupun batuk pilek. dimana kriteria kejang demam sederhana (KDS/Simple Febrile Seizure) • Singkat dan disertai demam • Durasi kurang dari 15 menit • Kejang dapat umum. Diperlukan anamnesis. Serangan kejang terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam. Yogyakarta: Medika FK-UGM.. tanda rangsang meningeal (-).. kejang fokal. kejang lama (>15 menit). Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien didiagnosis kejang demam sederhana. Dr. dan atau klonik • Umumnya akan berhenti sendiri • Tanpa gerakan fokal • Tidak berulang dalam 24 jam Pada bayi dan anak dengan kejang dan demam yang perlu diperhatikan adalah apakah terdapat gangguan perkembangan neurologis. pemeriksaan fisik. Patofisiologi. 2002. fokal atau umum. epilepsi pada keluarga. Umumnya kejang berhenti sendiri. tampak lemah. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia. status gizi baik. 2005.MD. Riwayat trauma kepala (-).. DIAGNOSIS Kejang Demam Sederhana (KDS) TERAPI Pada pasien ini diberikan Infus KaEN 3B 20 tpm. misalnya epilepsi. Alatas. Ismael. Pernafasan : 40 x/menit. di antaranya: infeksi susunan saraf pusat. Sylvia. tonik. Sofyan Prof. PENULIS Dianita Rachmawati. riwayat kejang tanpa demam. Pada pasien ini dapat ditegakkan diagnosis KDS berdasarkan adanya riwayat demam sebelumnya dan kejang terjadi 1x selama 5 menit. Pemeriksaan fisik : Keadaan umum : compos mentis.E. dkk. EGC: Jakarta. REFERENSI Hassan. Pemeriksaan thoraks dan abdomen dalam batas normal. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. SpA(K). tetapi setelah beberapa detik atau menit anak akan terbangun dan sadar kembali tanpa adanya kelainan saraf.

Biasanya. Teknik spinal anestesi ini dipilih sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi. 51 . Dari pemeriksaan fisik didapatkan benjolan yang teraba pada regio inguinalis sinistra ukuran 2x3x2 cm2. sebagai analgetik digunakan dengan tujuan untuk mengurangi rasa nyeri. Dari pemeriksaan fisik yang dilakukan pasien didiagnosis hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan menggunakan anastesi subarachnoid block sesuai indikasi yaitu bedah abdomen bawah serta tidak ada kontra indikasi baik absolut maupun relatif untuk dilakukan spinal anastesi. Kerja bupivacain adalah menghambat konduksi saraf yang menghantarkan impuls dari saraf sensoris. Valsava test positif dan terdapat suara bising usus pada auscultasi. M.v. Three Finger Test positif. Bagian Ilmu Anestesi. Jenis anestesi yang digunakan adalah regional anestesi dengan teknik Sub Arachnoid Block. Premedikasi yang digunakan pada kasus ini adalah ondancentron HCL 4 mg dan ketorolac tromethamine 30 mg yang diberikan dengan tujuan mencegah mual dan muntah paska operasi agar tidak terjadi aspirasi dan rasa tidak nyaman. Indikasi lain bagi dilakukannya anastesi subarachnoid block adalah jika pasien mempunyai kontraindikasi dilakukannya intubasi endotrakeal. Diagnosis Pasien didiagnosa Hernia Inguinalis Lateralis Reponible Terapi Rencana Operasi Herniotomi menggunakan anastesi subarachnoid block Diskusi Pada kasus ini pasien seorang laki-laki usia 60 tahun dengan diagnosis hernia inguinalis sinistra reponible akan dilakukan herniotomi. MD . Induksi anestesi pada kasus ini menggunakan anestesi lokal yaitu bupivacain 15 mg. The American Journal of Surgery 190 (2005) 467–473 2.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:01 Abstrak Anastesi Subarachnoid Block atau spinal anastesi adalah suatu bentuk anastesi regionaldengan cara memasukkan obat anastesi lokal ke ruang subarachnoid menggunakan jarum halus. Anasthesi in Abdominal surgical intervention.Dibuat oleh: Farida Aryani.Modifikasi terakhir pada Minggu 07:00 ABSTRAK Dalam persalinan. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. Anasthesiology (2000) . Raanan Cohen-Kerem. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Perdarahan Postpartum Dini ec Retensi Plasenta pada Pasien 27 Tahun P2A0 Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. kenyal dan dapat direposisi. Kesimpulan Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu. uri akan lahir spontan dlam 15-30 . Kata kunci : subarachnoid block. Anastesi menggunakan premedikasi Antiemesis (Ondancetron HCL i.menggunakan anastesi subarachnoid block.v) dan analgesik non opiat (Ketorolac i. Pasien didiagnosa hernia inguinalis lateralis reponible dan direncanakan operasi dengan . Referensi: 1. Pemeriksaan status operatif pasien ASA I dan malampati score I.D . 439-451 Penulis Farida Aryani. karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. herniotomi Kasus: Seorang laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan benjolan di lipat paha kiri keluar masuk sejak 6 bulan yang lalu. Selama operasi terjadi perdarahan kurang lebih 100 cc. BRSD KRT Setjonegoro. Subarachnoid Block Technique .v) serta induksi dengan Bupivakain i. Karena perdarahan pada kasus ini kurang dari 20% EBV maka tidak diperlukan transfusi darah. kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. Dosis ondancentron HCL dan ketorolac yang dianjurkan adalah 2-4 mg pada dewasa dan 10-30 mg dapat diulang setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan. Hilda Pedersen.

dimana vili koreales tumbuh lebih dalam dan menembus desidua sampai ke miometrium. 2. ♀. anemis. lemah. Keyword : Perdarahan Postpartum Dini. Sebelumnya pasien melahirkan bayi perempuan secara spontan. takikardi. Biasanya. Bila plasenta belum lepas sama sekali tidak akan terjadi perdarahan. Manual plasenta KASUS Seorang wanita. tapi bila sebagian plasenta sudah lepas akan terjadi perdarahan dan ini merupakan indikasi untuk segera mengeluarkan plasenta.4 gr%). Pada kasus ini terdapat seorang wanita. laserasi jalan lahir minimal. Kesadaran : Compos mentis. lahir spontan.menit. Pemeriksaan Dalam (vaginal toucher) Tampak tali pusat yang telah diklem pada introitus vagina. Retensio plasenta dapat disebabkan oleh beberapa hal. ditolong dukun. yang menembus serosa atau peritonium dinding rahim. lahir spontan. Pada pasien ini setelah 5 jam melahirkan plasenta belum juga terlepas sehingga mengakibatkan terjadinya perdarahan postpartum dini. yaitu: 1. atau karena adanya lingkaran konstriksi pada bagian bawah rahim akibat kesalahan penanganan kala III yang akan menghalangi plasenta keluar (plasenta inkarserata). aterm. kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. pasien mengeluarkan banyak darah. pasien mengeluarkan darah banyak. Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah mencoba mengeluarkannnya dengan perasat crede maupun manual plasenta diikuti dengan perbaikan keadaan umum pasien. ♀. darah (+) aktif. vulva uretra tenang. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. Tranfusi PRC sampai Hb≥10. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. Riwayat Obstetri : I : 2001. anemis (Hb 5. 3500 gr. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. Retensi Plasenta. dicoba dilakukan manual plasenta tidak berhasil. sehat. apalagi bila terjadi perdarahan. Oxytosin 1A/drip • Tindakan : manual plasenta DISKUSI Dalam persalinan. rumah. Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. maka harus segera dikeluarkan. dinding vagina licin. pembukaan 56 cm. rumah. bidan. suhu afebris Status Obstetrik Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Keadaan umum CM. Keluarga pasien memanggil bidan. kontraksi uterus lemah. Palpasi : Tinggi Fundus Uteri setinggi 1 jari diatas pusat. terdapat perdarahan pervaginam. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit. kemudian ari-ari ditunggu tidak keluar. dukun. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir. 27 tahun. BBL belum ditimbang. Retensio plasenta ini merupakan penyebab perdarahan postpartum kedua setelah atonia uteri. dapat ditunggu sampai 1 jam. II: 2009. 27 tahun. sehat. Plasenta belum lepas dari dinding rahim karena tumbuh melekat lebih dalam. Plasenta sudah lepas tetapi belum keluar karena atonia uteri dan akan terjadi perdarahan banyak. dapat ditunggu sampai 1 jam. yang menurut tingkat perlekatannya dibagi menjadi (a) Plasenta adhesiva. Untuk mengetahui apakah plasenta telah . tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. DIAGNOSIS Perdarahan postpartum dini ec retensi plasenta PENATALAKSANAAN • Perbaikan KU : Pemberian infus RL 2 jalur. (c) Plasenta akreta. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik diperoleh keadaan umum : lemah. BBL belum ditimbang. kesakitan. sehat. kesakitan. aterm. karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. (b) Plasenta inkreta. yang menembus lebih dalam ke dalam miometrium tetapi belum menembus serosa. Perdarahan postpartum dini atau primer adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. (d) Plasenta perkreta. Tanda vital : hipotensi. datang ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo melalui IGD dengan keluhan plasenta belum keluar setelah melahirkan 6 jam yang lalu. yang melekat pada desidua endometrium lebih dalam.

Teknik tindakan aseptik harus dipakai. Bila tali pusat ini masuk kembali kedalam vagina. 2.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. misalnya perdarahan. Tepi plasenta dilepas – disisihkan dengan tepi jari-jari tangan – bila sudah lepas ditarik keluar. oleh karena itu dalam menangani persalinan kala uri/kala III sangat perlu untuk diperhatikan. Jakarta 2. Bila tetap atau tidak masuk kembali kedalam dinding vagina.H. dan memberikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik. Bila perdarahan banyak. apalagi bila terjadi perdarahan. Penghentian perdarahan 2. Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar plasenta lepas dari dinding uterus hanya dapat digunakan bila terpaksa. Teknik manual plasenta yaitu tangan kiri diletakkan di fundus uteri.Century -. Coba 1-2 kali dengan perasat creede.J. Jika teknik manual plasenta diperlukan. Perasat Kustner. Apabila hanya sebagian plasenta lepas maka dapat terjadi perdarahan. Perasat ini harus dilakukan dengan hati-hati. Lakukan eksplorasi apakah ada luka-luka atau sisa-sisa plasenta dan bersihkan. 2. 4. berarti plasenta belum lepas. Karena itu ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam menolong persalinan dengan komplikasi perdarahan postpartum. Keluarkan plasenta dengan tangan (manual plasenta). Jakarta Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. Penggantian darah yang hilang Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi lahir. Hernia . Perasat Creede. William Obstetrics (edisi 18). Bila pengedanannya dihentikan dan tali pusat masuk kembali ke dalam vagina. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Bila tidak terasa getaran. & Wiknjosastro.Crofts. N. Wanita tersebut disuruh mengejan. Perasat Klein. berarti plasenta lepas dari dinding uterus. maka harus dilakukan analgesia atau anestesia yang memadahi.. Tindakan yang dapat dikerjakan adalah : 1. Apleton . Kala uri ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. 3. Eastman. 1956. Tangan kanan meregang atau menarik sedikit tali pusat. Bandung Wibowo. berarti plasenta belum lepas dari dinding uterus. Biasanya. Bila terasa getaran pada tali pusat yang diregangkan ini. Penatalaksanaan yang cepat dibutuhkan pada kasus ini yaitu dengan memperbaiki keadaan umum pasien. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Hernia Repair pada Pria 69 Tahun dengan Hernia Inguinalis Dextra Reponibel Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. Tangan kanan memegang atau menarik sedikit tali pusat. tangan kanan dimasukkan dalam rongga rahim dengan menyusuri tali pusat sebagai penuntun. Perdarahan postpartum masih merupakan salah satu sebab utama kematian ibu dalam persalinan. 3.lepas dari tempat implantasinya. Perasat Strassmann. REFERENSI 1. berarti plasenta belum lepas. Berikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik. Ilmu Kebidanan. G. KESIMPULAN Perdarahan postpartum dini yang disebabkan retensi plasenta merupakan kasus yang sering dijumpai. berarti plasenta sudah lepas. B. Tangan kiri mengetok-ngetok fundus uteri. yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. yaitu: 1. dapat ditunggu sampai 1 jam. Tangan kiri menekan daerah diatas simfisis. 4. 1994. maka berikan tranfusi darah. tetapi tidak boleh ditunggu bila terjadi banyak perdarahan. dipakai beberapa perasat antara lain: 1... dan dianjurkan penggunaan sarung tangan steril yang menutupitangan operator sampai lengan bawah. Tali pusat tamapk turun kebawah. Cegah terjadinya syok 3. melakukan tindakan manual plasenta. maka harus segera dikeluarkan. uri akan lahir spontan dlam 15-30 menit. New York EGC.

pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. BAK. frek nadi 80 x/menit. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. Pasien tidak mengeluh nyeri. Setelah operasi pasien diberikan injeksi antibiotik berspektrum luas 1 gram yang diberikan 3 kali sehari intravena untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi serta injeksi analgetik 30 mg yang diberikan 2 kali dalam sehari intravena untuk mengurangi nyeri setelah operasi. adanya struktur muskulus oblliqus internus abdominis yang menutupi annulus inguinalis internus ketika berkontraksi. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. Pada kasus ini. kemudian lama – lama benjolan pada lipatan paha kanan membesar. DIAGNOSIS Pasien ini didiagnosis dengan hernia inguinalis lateralis dextra reponibel TERAPI Pada pasien ini dilakukan tindakan operasi hernia repair dengan metode bassini untuk mereposisi atau mengembalikan usus yang masuk ke dalam lubang inguinlis lateralis. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Riwayat penyakit gula. Pada awalnya benjolan sebesar ibu jari pada lipat paha kanan. Berbagai faktor penyebab berperan pada pembentukan pintu masuk hernia pada annulus internus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. yaitu kanalis inguinalis yang berjalan miring. nyeri tekan (-). Pemeriksaaan penunjang seperti darah dan rontgen thorak dalam batas normal. gizi cukup. Setelah operasi. Indikasi diadakan operasi: 1. Pasien tidak mengeluh nyeri. laki-laki usia 69 tahun mengeluh ada benjolan di lipat paha kanan yang timbul saat berdiri dan menghilang saat berbaring. Z. Nafsu makan. darah tinggi disangkal. Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik. yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. bising usus (+). tanda vital: TD 120/80 mmHg. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan operasi hernia repair. Operasi hernia atau hernia repair terdiri dari herniotomi. serta demam. muntah. pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. mual. serta demam. flatus. Nafsu makan. Pada pemeriksaan didapatkan keadaan umum tampak tenang. Pada orang sehat ada tiga mekanisme yang dapat mencegah terjadinya hernia inguinalis. pasien 69 tahun mengeluh adanya benjolan di lipat paha kanan. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. . muntah. kesadaran kompos mentis. Keluhan dirasakan semenjak 3 bulan yang lalu. Z. mual. yang semakin hari semakin membesar. konsistensi kenyal. Pengobatan operatif merupakan satusatunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Teraba benjolan di regio inguinalis dextra. licin. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior. Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Pasien belum pernah menderita penyakit serupa. pasien ini diberi injeksi antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi dan injeksi analgetik untuk mengurangi nyeri setelah operasi. sehingga perlu dilakukan tindakan operasi hernia repair. BAB tidak ada gangguan. BAK. laki-laki berumur 69 tahun datang ke poli bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan terdapat benjolan di lipat paha kanan. Pasien kemudian memutuskan untuk di rawat di Rumah Sakit. Disamping itu diperlukan pula faktor yang dapat mendorong isi hernia melewati pintu yang sudah terbuka cukup lebar tersebut. herniorafi. Hernia inguinalis lateralis KASUS Pasien Bp. dan adanya fascia transversa yang kuat menutupi trigonum hasselbach yang umumnya hampir tidak berotot.inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. dan hernioplasti. BAB tidak ada gangguan. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. flatus. Bp. DISKUSI Pada kasus ini. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. suhu 36. Hernia inguinalis yang mengalami inkarserata. Kata Kunci : Hernia repair.5oC. frek nafas 20 x/menit.

Ketiga muskulus. Hernioplasty ada bermacarnmacam menurut kebutuhannya: 1. pemeriksaan neurologik. Sir Charles Bell (1821) adalah orang yang pertama meneliti beberapa penderita dengan wajah asimetrik. bagian 2. REFERENSI Darmokusumo. Kata kunci : . kemudian aponeurosis muskulus obliqus externus dijahit kembali sehingga tidak ada lagi kanalis inguinalis.66. de Jong W. P. laboratorium dan patologi anatomi menunjukkan bahwa BP bukan penyakit tersendiri tetapi berhubungan erat dengan banyak faktor dan sering merupakan gejala penyakit lain. Dr. Jakarta. jarang pada anak di bawah umur 2 tahun. muskulus obliqus transversus abdominis. Hernia reponibel pada bayi dengan umur lebih dari 6 bulan atau berat badan lebih dari 6 kilogram. Bassini Muskulus obliqus internus dan muskulus transversus abdominis dijahitkan pada ligamentum inguinale. sejak itu semua kelumpuhan n. Jakarta. Sabiston (1994). fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya disebut Bell's palsy. Kuijjer. Herniotomy yaitu membuka dan memotong kantong hernia serta mengembalikan isi ke cavum abdominalis. Bagian Ilmu Bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Bell’s palsy pada pengendara sepeda motor Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Kapita Selekta Pemeriksaan Bedah. Biasanya didahului oleh infeksi saluran napas bagian atas yang erat hubungannya dengan cuaca dingin. Setelah dilakukan operasi. Herniorafi yaitu mulai dari mengikat leher hernia dan menggantungkannya pada conjoint tendon. 3. digarnbarkan incisi berbentuk belah ketupat dan diberikan kira-kira 60 ml xylocain 0. 62. Halstedt Di lakukan untuk memperkuat atau menghilangkan locus minonis resistentiae. Setelah dilakukan operasi untuk mencegah terjadinya infeksi dapat diberikan injeksi antibiotik yang berspektrum luas seperti golongan ampisilin. EGC. Hernioplasty yaitu memberi kekuatan pada dinding perut dan menghilangkan locus minnoris resistentiae. sehingga locus minoris resistantiae hilang. Jalannya operasi menggunakan obat anastesi lokal berupa procain dengan dosis rnaksimum 200 cc. (1991). klindamisin serta aminoglikosida. pasien diberikan injeksi antibiotic 3 x 1 gram untuk menghindaari infeksi pasca operasi serta analgetik 2 x 30 mg untuk mengurangi nyeri pasca operasi. Buku Pegangan Kuliah Ilmu Bedah. Edisi 2. Operasi hernia ada 3 tahap 1.230. funikulus spermatikus diletakkan di sub kutis. 3.5 persen dengan epinefrin. Buku Ajar Bedah. Fakultas Kedokteran. 2005. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Ferguson Yaitu funiculus spermaticus ditaruh di sebelah dorsal dari musculus obliqus externus dan internus abdominis dan muskulus obliqus internus dan transversus dijahitkan pada ligamenturn inguinale dan meletakkan funiculus spermaticus di dorsal. prof. 228. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada usia dewasa. Shouldice Membuka lantai inguinalis dan mengimbrikasi fascia transversalis dengan teknik jahitan kontinyu. J.570-579 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005. Funikulus spermaticus diletakkan ventral dari muskulus tadi tetapi dorsal dari aponeurosis muskulus obliqus eksternus sehingga kanalis inguinalis kedua muskuli tadi memperkuat dinding belakang dari kanalis inguinalis. (1993). muskulus obliqus eksternus abdominis. Sjamsidajat R.meskipun keadaan umum jelek. cetakan IV. 2. 2. 4. EGC. 2. Bp. fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya. K. Buku Ajar Ilmu Bedah. Selain itu. Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. dapat juga diberikan injeksi analgetik untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri setelah operasi KESIMPULAN Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik. Z didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel dan akan dilakukan operasi hernia repair. Jika digunakan anastesi lokal.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:57 ABSTRAK Bell's Palsy (BP) ialah suatu kelumpuhan akut n. muskulus obliqus internus abdominis. Pengamatan klinik.

sakit pada anus (-) • Urogenital : BAK lancar. Pada saat stres. di sekitar foramen stilomastoideus.bell‘s palsy. edema. McCormick pertama kali mengusulkan HSV sebagai penyebab paralisis fasial idiopatik. Sejak saat itu. Tahun 1972. demielinisasi atau iskemik pada nervus facialis dapat menyebabkan gangguan dari konduksi. gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair. kejang (-). Para ahli menyebutkan bahwa pada Bell‘s palsy terjadi akibat proses inflamasi akut pada nervus fasialis di daerah tulang temporal. maka akan ditemukan antigen virus dalam nervus fasialis dan ganglion genikulatum. terdapat teori yang mengatakan bahwa Bell‘s Palsy dapat terjadi karena adanya suatu proses yang dikenal awam sebagai ―masuk angin‖ atau dalam bahasa inggris ―cold‖. Mereka mengasumsikan bahwa virus adalah yang paling memungkinkan untuk melakukan perjalanan ke atas akson dari saraf sensorik dan berada dalam sel-sel ganglion.5º C Anamnesis Sistem • Neurologi : Nyeri pinggang (). • Respirasi : Batuk (-). Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya ataupun menderita DM dan hipertensi. mata kanan tidak bisa menutup rapat (+). gigi kanan sulit untuk mengunyah dan mata kanan sering nerocos / berair. virus akan aktif kembali. keluhan disertai pipi kanan terasa kebas. perut kembung(-). keluhan disertai pipi kanan terasa kebas. Paparan udara dingin seperti angin kencang. unilateral. Sedangkan keluarga pasien tidak ada yang menderita seperti ini ataupun menderita DM dan hipertensi. Panas (-). nyeri perut (-). Dengan demikian. kelemahan wajah bagian kanan. Dengan bentuk kanalis yang unik tersebut. atau mengemudi dengan kaca jendela yang terbuka menyebabkan nervus facialis sembab dan edema. AC. Beliau memberikan hipotesis bahwa HSV bisa tetap laten dalam ganglion genikulatum. Riwayat sering terpapar angin saat bekerja d merupakan salah satu factor terjadinya bell‘s palsy. Perjalanan nervus fasialis keluar dari tulang temporal akan melalui kanalis fasialis yang mempunyai bentuk seperti corong yang menyempit pada pintu keluar sebagai foramen mental. sehingga terjepit di dalam foramen stilomastoideus dan menimbulkan kelumpuhan fasialis LMN. sesak napas (-) • Kardiovaskular : Pucat (-). pilek (-). saat ini beberapa penulis percaya bahwa virus herpes simpleks (HSV) adalah penyebab umum Bell‘s Palsy. dan atau merupakan reaksi autoimun yang menyebabkan demielinisasi nervus facialis. Namun. debar-debar (-). Murakami at all melakukan tes PCR (Polymerase-Chain Reaction) pada cairan endoneural N. kesadaran menurun (-). • Gastrointestinal : Muntah (-). Impuls motorik yang dihantarkan oleh nervus fasialis bisa mendapat gangguan di lintasan supranuklear. Di masa lalu. Vital Sign Tensi : 110 / 70 mmHg Nadi : 86 x/menit Respirasi : 18 x/menit Suhu : 36. Bell‘s palsy mungkin merupakan akibat sekunder terhadap infeksi virus. mual (-). pusing (-).VII penderita Bell‘s palsy berat yang menjalani pembedahan dan menemukan HSV dalam cairan endoneural. Proses inflamasi pada nervus fasialis menyebabkan peningkatan diameter nervus fasialis sehingga terjadi kompresi dari saraf tersebut pada saat melalui tulang temporal. adanya inflamasi. kasus Pasien perempuan usia 40 tahun datang ke Poliklinik Saraf dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. Pasien kontrol rutin di poliklinik syaraf dan berencana fisioterapi untuk ke-8 kalinya. menyebabkan kerusakan lokal myelin serabut saraf tersebut. nyeri BAK (-) • Muskuloskeletal : lemah anggota gerak (-) Diagnosis Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik diperoleh bahwa diagnosis kerja pada kasus ini adalah bell‘s palsy dextra Terapi Metil Prednisolon 3x1 Citizin 2x1 B1 tab 1 – 1 – 0 B2 tab 1 – 1 – 0 Fisioterapi DISKUSI Pada kasus ini bell‘s palsy terjadi pada seorang wanita 40 tahun datang dengan dengan keluhan Pasien merasakan mata kanan sulit menutup setelah melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. . Penyebab edema dan iskemia masih diperdebatkan. Apabila HSV diinokulasi pada telinga dan lidah tikus. nuklear dan infranuklear. penelitian biopsi memperlihatkan adanya HSV dalam ganglion genikulatum pasien Bell‘s palsy.kelemahan anggota gerak (-).

medscape. Dahi tidak dapat dikerutkan. fisura palpebra tidak dapat ditutup dan pada usaha untuk memejam mata terlihatlah bola mata yang berbalik ke atas. di sudut serebelopontin.id/bitstream 5.Lesi supranuklear bisa terletak di daerah wajah korteks motorik primer atau di jaras kortikobulbar ataupun di lintasan asosiasi yang berhubungan dengan daerah somatotropik wajah di korteks motorik primer. Diakses pada tanggal 30 Juli 2010 dari http://annsilva. Pemeriksaan USG abdomen menunjukkan ukuran ginjal normal. Sudut mulut tidak bisa diangkat.VII dengan gejala paralisis wajah unilateral. Kelumpuhan pada Bell‘s palsy akan terjadi bagian atas dan bawah dari otot wajah seluruhnya lumpuh. ultrasonografi Kasus Pasien wanita. PCS tak melebar. Diakses pada tanggal 31 Juli 2010 dari http://repository. dan beberapa kali mondok di RS karena nyeri pinggang bawah. kronik. REFERENSI 1. nafsu makan menurun dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu. Dewanto. nafsu makan berkurang dan badan terasa lemas sejak seminggu yang lalu. Dalam 1 tahun terakhir pasien merasa badan terasa pegal dan lemas. Riwayat penyakit ginjal. Pada lesi LMN. (2004). dkk. Lo. Seiri. (2010). maka air mata tidak bisa disalurkan secara wajar sehingga tertimbun disitu. Edisi kedua. Hanako. George. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press 4. (2009). Bell‘s Palsy. Kata kunci : gagal ginjal.wordpress. (2007). di foramen stilomastoideus dan pada cabang-cabang tepi nervus fasialis. kelainan bisa terletak di pons.usu. Karena lagoftalmos. Kapita Selekta Neurologi. hipertensi. Pasien juga merasakan sangat jarang BAK dan nyeri pinggang kanan dan kiri kambuh-kambuhan sejak 2 tahun yang lalu. Bell‘s Palsy. Hasil laboratorium darah menunjukkan keadaan anemia dengan ureum dan kreatinin yang sangat tinggi sehingga mengarahkan pada diagnosis akhir sebagai gagal ginjal kronik. parenchyma hiperechoik. DM dan stroke pada pasien dan . KESIMPULAN Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang ditemukan pada pasien ini ditemukan diagnosis Bell‘s palsy yang merupakan suatu neuropati perifer pada N. usia 65 tahun. Nervus Facialis. Jakarta: EGC 2.com/2010/04/0 3. (2010). datang dengan keluhan pusing berputar. Bibir tidak bisa dicucurkan dan platisma tidak bisa digerakkan. Harsono (editor). Diakses pada tanggal 29 Juli 2010 dari http://emedicine.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:59 Abstrak Seorang wanita usia 65 tahun mengeluh pusing berputar. Onsetnya akut serta dapat dibedakan dengan penyebab lain seperti paralisis wajah unilateral dengan ketiadaan gejala dan tanda gangguan susunan saraf pusat dan gejala telinga dan fossa posterior.ac. Iskandar. Gejalagejala pengiring seperti augesia dan hiperakusis tidak ada karena bagian nervus facialis yang terjepit di foramen stilomastoideum sudah tidak mengandung lagi serabut korda timpani dan serabut yang menyarafi muskulus stapedius. jantung. Pasien juga merasakan BAK sangat jarang disertai nyeri pinggang. Japardi. batas medula tidak jelas sehingga memberi kesan radangkronis pada ginjal kanan dan kiri. di os petrosum atau kavum timpani. Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Saraf. Bruce.com/article/791311-print GAMBARAN RADIOLOGIS GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN PEMERIKSAAN USG PADA WANITA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani.

Di Amerika Serikat. mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Gambaran sonodensitas parenkim yang meningkat mungkin disebabkan proses inflamasi akibat riwayat konsumsi jamu dan obat-obatan yang sangat mungkin bersifat nefrotoksik. besar normal. Seluruh temuan tersebut mendukung diagnosis gagal ginjal kronis sebagai . hipertensi. berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Gambaran PCS yang tidak melebar dan tidak ditemukannya batu pada struktur ginjal kanan dan kiri menyingkirkan kemungkinan proses obstruktif sebagai etiologi pada kasus ini. dinding vesika urinaria reguler. Sehingga didapatkan kesan adanya radang kronik pada ginjal kanan dan kiri. nadi 110 kali/menit. pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap. Pemeriksaan laboratoris memastikan penurunan Hb yang jauh dari normal. eritrosit 1. batas korteks medula tidak jelas.03 % yang berarti pasien telah memasuki kriteria penyakit gagal ginjal derajat 5 yaitu gagal ginjal sehingga memerlukan terapi hemodialisa atau transplantasi ginjal. Sonodensitas yang lebih tinggi dapat ditemukan pada parenkim sinus renalis karena komposisi lemak yang dimilikinya. PCS tak melebar. sesak nafas. dan meningkat sekitar 8% setiap tahunnya.3 mg% dan kreatinin 9. Besar kedua ginjal yang masih normal pada USG menandakan proses penyakit ginjal kronik yang masih awal dimana berkurangnya massa ginjal belum jelas terlihat.20 mg% didapatkan nilai 6. lien dalam batas normal. Pasien pada kasus ini menunjukkan abnormalitas berupa gambaran hiperechoic pada parenkim ginjal kanan sehingga menimbulkan kecurigaan adanya radang pada ginjal kanan. Di negara-negara berkembang lainnya. Normalnya. laboratoris.keluarga disangkal.103/µl. Di Malaysia. USG abdomen pada pasien gagal ginjal kronik biasanya ditandai dengan korteks yang lebih hiperechoic hingga hampir sama dengan sinus renalis. massa (-). insiden ini diperkirakan sekitar 40-60 kasus per juta penduduk tiap tahun. Pendekatan diagnosis menggunakan temuan gambaran klinis. Kedua konjungtiva tampak anemis. Pemeriksaan abdomen didapatkan hepar dan lien tidak teraba. batu (-). hematokrit 19 % dan trombosit 363. respirasi 20 kali/menit dan suhu 39. kelemahan badan. parenkim ginjal pada bagian korteks memiliki sonodensitas yang lebih rendah dari pada hepar. data tahun 1995-1999 menyatakan insidens penyakit gagal ginjal diperkirakan 100 kasus per juta penduduk tiap tahun. Gambaran klinis pasien menunjukkan temuan bermakna berupa anemis. JVP tidak meningkat. Tekanan darah 140/800 mmHg. sehingga bersifat hipoechoic.7 mg%. Pemeriksaan USG menunjukkan besar hepar normal. batas korteks medula tidak jelas. limfonodi leher tidak teraba.30C. endapan (-). Pemeriksaan darah rutin didapatkan nilai yang rendah pada beberapa komponen yaitu Hb 9. dengan populasi 18 juta.0 gr/dL. diperkirakan terdapat 1800 kasus baru gagal ginjal tiap tahunnya. Pada ekstremitas tidak didapatkan adanya edema. urin yang keruh dan penurunan berat badan. pemeriksaan jantung dan paru dalam batas normal. struktur parenchyma normal dengan sistema vaskular dan billiare tidak melebar. radiologis dan histopatologi ginjal. ren sinistra besar normal. PCS tak melebar. Kimia darah menunjukkan peningkatan ureum 149. parenchyma hiperechoik. Selain itu dapat ditemukan pula ukuran ginjal yang mengecil dan batas korteks medula yang tidak jelas. Diagnosis radiologis Proses radang kronik ren dextra dan ren sinistra Diskusi Gagal ginjal kronik adalah keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel. Dari perhitungan LFG dengan kadar kreatinin 9. Hasil pemeriksaan USG harus dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan pemeriksaan laboratoris. batas medula tidak jelas. ren dextra besar normal. besar uterus normal. Keadaan umum pasien tampak pucat dan lemas dengan kesadaran compos mentis. PCS tak melebar. Gagal ginjal kronik biasanya didahului dengan penyakit gagal ginjal berupa suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam.9. peningkatan asam urat serta kadar ureum dan kreatinin yang sangat tinggi. parenchyma hiperechoic. nyeri tekan di regio epigastrium dan hypochondrium dextra.106/µl.

Temuan klinis berupa batuk dan penurunan berat badan menimbulkan kecurigaan adanya proses TB paru. air mata sedikit. Jakarta : Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI Penulis Farida Aryani. bayi muntah. domperidon sirup 3 x 2. 2005. Fakultas Ilmu Kesehatan Ilmu Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Manajemen Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan/Sedang pada Bayi Usia 8 Bulan Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. DIAGNOSIS Diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang TERAPI Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). dehidrasi sedang bila penurunan berat badan antara 5%-10% dan dehidrasi berat bila penurunan lebih dari 10%. R. Buku Ajar Imu Penyakit Dalam. pasien mencret dan muntah lima kali dalam sehari. tidak ada lendir maupun darah. atau lebih dari satu kali keluarnya tinja cair yang berlendir atau berdarah dalam satu hari. Jilid I. Sehingga dapat disimpulkan pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi ringan/sedang. Gambaran klinis dan pemeriksaan kimia darah pada kasus ini mengarahkan pada diagnosis gagal ginjal kronik dan didukung dengan pemeriksaan USG yang menunjukkan gambaran yang khas. Kedua temuan tersebut masih sangat mungkin disebabkan oleh proses penyakit ginjal kronik yang memang memiliki kerentanan mengalami infeksi saluran nafas. Radiologi Diagnostik.1-4. bibir agak kering. 2008. penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr) untuk menurunkan demam. Rasad.14. Dehidrasi ringan/sedang. bibir agak kering. leher dan thorax dbn. tidak ada batuk. selama lima hari itu bayi tidak diberi obat. badan panas. dan tablet zinc 1x20 mg. Sudoyo. parasetamol sirup (3x1sendok takar/ hr). Kesimpulan Pemeriksaan radiologis harus selalu dikolaborasikan dengan temuan gambaran klinis dan laboratoris. Rasa haus (+). Sjahriar. ubun-ubun besar cekung. tablet zinc 1x20 mg selama 10 hari berturut-turut. Riwayat makanan: ASI sejak lahir s/d sekarang. Bila dikasih makanan.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 ABSTRAK Diare adalah episode keluarnya tinja cair sebanyak lebih dari tiga kali. Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari.diagnosis utama. 1 HSMRS bayi tetap mencret. Ekstremitas. Edisi Kedua. Bagian Ilmu Radiologi. 2005. Yogyakarta : Pustaka Cendikia Press 3. mendapat pengobatan oralit. BAK lancar. bubur. Badan tidak panas. Bayi KASUS Dari alloanamnesis didapatkan: 3 HSMRS bayi usia 8 bulan mencret dan muntah 6 x sehari. Tidak ada riwayat alergi makanan. abdomen: palpasi turgor cukup. Malueka. Dari pemeriksaan fisik didapatkan: UUB cekung (+).2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) selama 5-7 hari. Berikan cairan sesuai indikasi Tanpa dehidrasi: ASI . DISKUSI Prinsip penatalaksanaan diare adalah mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi karena penyebab diare yang paling banyak adalah rotavirus. Penatalaksanaan diare: 1. biscuit. A. Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit.2 mg/ hari ( 3 x ¾ sendok takar/ hari) untuk anti muntah selama 5-7 hari. Kata Kunci: Diare akut. tidak ada lendir maupun darah. Dari hasil pemeriksaan. W. Radiologi Diagnostik. Jakarta : Balai Penerbit FK UI 2. tidak menggigil dan tidak ada kejang. air mata (+) sedikit. di lingkungan tempat tinggal tidak ada yang mengalami sakit serupa. akral hangat. badan mulai panas. G. Daftar Pustaka 1. Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan elektrolit. RSUD Setjonegoro Wonosobo. domperidon sirup 3 x 2. nasi lembek + kuah sayur diberikan mulai usia 7 bulan. mata agak cekung. mata agak cekung. Dehidrasi ringan bila penurunan berat badan kurang dari 5%. Namun hal ini tersingkirkan dengan tiadanya temuan proses spesifik yang khas pada foto thoraks.

diikuti dengan bengkakdan kemerahan pada kulit. IV _ Untuk dehidrasi berat 2. nyeri kepala. M. bila obat yang menyebabkan tidak dihentikan. dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 5 jam berikutnya. pilek dan nyeri tenggorokan. leher. Syndrom ini jarang dijumpai pada usia 3 tahun. sedang tetapi anak tidak mau/ tidak dapat minum atau jika kesadaran menurun 3. antikonvulsi dan analgesik serta vitamin. berair. sariawan padamulut. steven dan S. Prinsip penatalaksanaan diare pada dasarnya adalah untuk mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi yaitu dengan terapi cairan sesuai indikasi. Hassan R. 1999 Ikatan Dokter Anak Indonesia. A. Setelah beberapa waktu. anak mau minum. serta dapat timbul demam. Jakarta. Diare akut dalam Standart Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi I 2004 . 1992 syndrom steven johnson yang bisa disingkat SJS merupakan reaksi alergi yang hebat terhadap obat-obatan. > 5 tahun : semaunya. anus. kulit. pasien demam dan timbul bintik-bintik merah dan lepuhan di sekitar wajah. RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo PENANGANAN STEVEN JHONSOSN SYNDROME PADA WANITA USIA 45 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Observasi kondisi fisik pasien terutama status hidrasi KESIMPULAN Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. kemudian oralit setiap kali mencret atau muntah dengan dosis: < 1 tahun: 50-100cc. Pasien juga mengeluh gatal dan mengalami kesulitan untuk makan dan . Oral _Bila kesadaran anak baik. 100-200 cc (> 24 bulan). mata. dan tangan. >1 tahun 20-30 cc/kgBB dalam 1/2 jam dilanjutkan 70 cc/kgBB dalam 2 ½ jam berikutnya. Pilihan Cairan: • Beri RL (utama) atau NaCl. tetapi jika pasien muntah + diare utamakan RL • Oralit. 49-52 Penulis Ridwan Muttaqin 20060310005 Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Dehidrasi ringan sedang : 50 -100 cc/kgBB (2-4 jam). Kasus Seorang perempuan. Sehari kemudian. 45 tahun datang diantar oleh keluarganya dengan keluhan kulit melepuh di sekitar wajah. Angka kejadian syndrom steven johnson sebenarnya tidak tinggi hanya sekitar 1-14 per 1 juta penduduk. melaise. penderita dapat soporous sampai koma. Syndrom steven johnson dapat timbul sebagai gatal-gatal hebat pada mulanya. bercak-bercak coklat kehitaman. Enteral _Untuk dehidrasi ringan. Prediksi : mulut. Namun pada keadaan-keadaan kelainan simtem imom seperti HIV dan AIDS serta lapus angka kejadiannya dapat meningkat secara tajam.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:54 Abstrak Steven johnson merupakan syndrom kelainan kulit pada selaput lendir orifisium mata. Keadaan ini juga timbul di leher. Cara Pemberian: 1. Awalnya pasien datang ke praktik dokter gigi untuk mengobati nyeri pada gusi nya yang di rasakan berdenyutdenyut. Oleh dokter diberi beberapa obat. dan anus. FKUI. 1-5 tahun 100-200 cc.C johnson. ginjal. kebawah kemudian umurnya bervariasi dari ringan sampai berat. mata.semaunya. batuk. kulit menjadi kasar. Dehidrasi Berat: < 1 tahun. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak jilid 1. Syndrom steven johnson ditemukan oleh dua dokter anak Amerika. ketiak dan selangkangan. REFERENSI Alatas H. biasanya diberikan untuk dehidrasi ringan dan sedang 2. • Jika pasiennya tidak dapat makan diberi Dekstros dan RL • Jika muntah2 maka berikan Dekstros dan NaCl. Pada yang berat kesadarannya menurun. Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan). mulainya penyakit akut dapat disertai gejala prodormal berupa demam tinggi. dan kemaluan serta dapat terjadi luka-luka seperti koreng pada kulit. 20-30 cc/kgBB dalam 1 jam.

3.5-2 mg/kgBB/hari) atau pemberian deksametason dosis awal 1mg/kg BB bolus. . Beberapa faktor yang dapat dianggap sebagai penyebab. iridosiklitis. kelopak mata edema. anti peuritik ). mulut. kelainan kulit di wajah. papul. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. Sedangkan di bibir terdapat krusta kehitaman (krusta hemoragik).Antihistamin.minum. leher dan kedua tangan dijumpai papul eritema dan vesikel batas jelas multipel tersebar merata disertai erosi dan krusta kehitaman. blefarokonjungtivitis. . untuk usia 3-12 tahun 15 mg/dosis. vesikel. Juga dapat membentuk pseudomembran. Kulit wajah.Kortikosteroid: metil prednisolon 80-120 mg per oral (1. parasit ). Vesikel dan bula yang pecah menjadi erosi dan ekskoriasi dan krusta kehitaman. selanjutnya berdasarkan hasil biakan dan uji resistensi kuman dari sediaan lesi kulit dan darah.Bula di kulit dirawat dengan kompres basah larutan Burowi atau saline. vesikel. Selaput lendir orifisium: membran mukosa. gentamisin 1-1. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta . Sindrom Steven Johnson. . Siregar. diberikan 3 kali/hari. spektrum luas. tetapi tidak menunjukkan perbaikan . pada kasus berat terjadi erosi dan perforasi kornea yang dapat menyebabkan kebutaan. dan sulit dibuka. Tedjapranata.5 mg/dosis. leher. iris atau mata sapi. Diskusi Pada sindrom ini terlihat adanya trias kelainan berupa: Kulit: berupa eritema. vesikel dan bula. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. dan meatus uretra. iritis. bersifat bakterisidal dan tidak bersifat nefrotoksik.Untuk lesi di mulut dapat diberikan kenalog in orabase dan betadine gargle. M. Kesimpulan Syndrom steven johnson merupakan syndrom yang mengenai julit. dari http://22-sindrom-steven-johnson. Keadaan umum pasien baik. 2005. Konjungtiva mata hiperemis.Antibiotik yang dipilih yang jarang menimbulkan alergi. penisilin. Vesikel dan bula kemudian memecah sehingga terjadi erosi yang luas. Di samping itu dapat juga terjadi purpura. Infeksi mikroorganisme ( bakteri. .5 mg/kgBB/dosis. terutama bila ada rasa gatal. Djuanda. kemudian selama 3 hari 0. mukosa. serta hubungannyadengan faktor penyebab yang secara klinis terdapat lesi berbentuk target.htm Penulis Farida Aryani. kelainan selaput lendir di orivisium. anorektal.kelainan pada mukosa. di orifisum dan mata dengan keadaan umum bervariasi dan ringan sampai berat. Mata:: konjungtivitis kataralis. dan makanan. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Serta terdapar kemerahan pada konjungtiva mata. yaitu meliputi alergi obat ( misalnya. Referensi 1. Jakarta: EGC. demam. Kelainan pada kulit berupa entema. jamur. selaput lendir. analgetik. 2009. A. Feniramin hidrogen maleat dapat diberikan dengan dosis untuk usia 1-3 tahun 7. 2005.2-0. Kelainan kulit serupa belum pernah dialami oleh pasien maupun pada silsilah keluarga. vesikel atau bula dapat disertai purpura. erosi dan krusta. Pasien diperiksakan ke dokter dan mendapatkan salep antibiotika. 2. R. faktor fisik. Pada kasus ini. terutama penderita yang sukar menelan akibat lesi di mulut dan di tenggorokan dan kesadaran dapat menurun. untuk bibir yang kelainannya berupa krusta tebal kehitaman dapat diberikan emolien misalnya krim urea 10%. daerah vulvovaginal. ketiak dan kedua tangan sesuai dengan teori yaitu berupa eritem. Kelainan yang tampak di bibir adalah krusta berwarna hitam yang tebal (krusta hemoragik).5 mg/kg BB tiap 6 jam. virus. Pada syndrom ini terlihat adanya trias kelainan. Kelainan dapat juga menyerang saluran pencernaan bagian atas (faring dan esofagus) dan saluran nafas atas. kesadaran kompos mentis.Mengatur keseimbangan cairan/elektrolit dan nutrisi. dan kelainan mata yang ditemukan konjungtivitis kornea. atau bula secara simetris pada hampir seluruh tubuh. Untuk lesi di kulit yang erosif dapat diberikan sofratulle atau krim sufadiazin perak. . membran hidung. misalnya klindamisin intravena 8-16 mg/kg/hari. Diakses Desember 2012. Terapi . berupa : kelainan kulit yang terdiri dari batuk eritema. Diagnosis ditujukan sesuai dengan trias kelainan kulit. Neoplasma dan faktor endoktrin. mata.

Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. pembuluh darah paru akan mengalami relaksasi sehingga tahanan terhadap aliran darah bekurang. hipertensi dan asma. tidak ada refleks rangsang. sehingga darah dialirkan melalui pembuluh yang bertekanan lebih rendah yaitu duktus arteriosus kemudian masuk ke aorta. Keadaan relaksasi tersebut dan peningkatan tekanan darah sistemik. diagnosa dini pada penderita asfiksia mempunyai arti penting dalam merencanakan resusitasi yang akan dilakukan.5 mg Vit K inj 1 x 1mg Gentamisin drops 1 ODS Diskusi Pada kasus bayi tidak langsung menangis saat lahir. Sebelum lahir. Penilaian menggunakan skor APGAR masih digunakan karena dengan cara ini derajat asfiksia dapat ditentukan sehingga penatalaksanaan pada bayi pun dapat disesuaikan dengan keadaaan bayi. denyut jantung 82x/menit. sesuai masa kehamilan. Sebagian kasus asfiksia pada bayi baru lahir merupakan kelanjutan dari asfiksia intrauterin. dan alveoli akan berisi udara. kurang bulan. Keywords: asfiksia neonatorum. bayi akan segera bergantung pada paru-paru sebagai sumber utama oksigen. Pemeriksaan fisik bayi : BB : 900 gr PB : 36 cm LK : 29 cm LD : 22 cm LLA : 6. Pada kasus tersebut di diagnosis BBLER.5 cm Diagnosis BBLER. tidak ada refleks rangsang. Akibat tekanan udara dan peningkatan kadar oksigen di alveoli. Maka dari itu. paru janin tidak berfungsi sebagai sumber oksigen atau jalan untuk mengeluarkan karbondioksida. Hampir seluruh darah dari jantung kanan tidak dapat melalui paru karena konstriksi pembuluh darah janin. denyut jantung 82x/menit. keadaan lainnya sama. APGAR History Bayi preterm 30 minggu tidak langsung menangis saat lahir. Cairan yang mengisi alveoli akan diserap ke dalam jaringan paru. biru di seluruh tubuh. keadaan yang lain masih sama.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:52 Abstrak Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM.Penegakan diagnosis pada asfiksia neonatorum Dibuat oleh: Sekar Mutiara. keadaan yang lain masih sama. Oksigen yang diabsorbsi di alveoli oleh pembuluh darah di vena pulmonalis dan darah yang banyak mengandung oksigen . diagnosis asfiksia dapat dilakukan dengan menetapkan nilai APGAR. asfiksia neonatorum dimana BBLER adalah <1000gr dan dikatakan kecukupan bulan pada 37-42 minggu. persalinan. Arteri dan vena umbilikasis akan menutup sehingga menurunkan tahanan pada sirkulasi plasenta dan meningkatkan tekanan darah sistemik. Setelah bayi lahir. Setelah lahir. hipertensi dan asma. asfiksia neonatorum Terapi Resusitasi Oksigen 1 LPM Cefotaxim inj 2 x 40 mg Dexa inj 2 x 0. Setelah dilakukan resuitasi pada menit kelima kulit bayi menjadi lebih merah namun masih biru pada ektstermitan dan bayi terlihat meringis. kurang bulan. biru di seluruh tubuh. keadaan lainnya sama. Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit. Ibu merasa kekurangan gizi saat hamil dan menyangkal memiliki penyakit-penyakit DM. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang berhubungan dengan faktor–faktor yang timbul dalam kehamilan. menyebabkan tekanan pada arteri pulmonalis lebih rendah dibandingkan tekanan sistemik sehingga aliran darah paru meningkat sedangkan aliran pada duktus arteriosus menurun. sesuai masa kehamilan. Pembuluh arteriol yang ada di dalam paru janin dalam keadaan konstriksi sehingga tekanan oksigen (pO2) parsial rendah. dan setelah kelahiran. Pengisian alveoli oleh udara akan memungkinan oksigen mengalir ke dalam pembuluh darah disekitar alveoli. Pada menit kesepuluh denyut jantung menjadi 110x/menit.

Asfiksia Neonatorum. nadi 82 x/menit. tanda-tanda vital TD 150/80 mmHg. jika melihat sinar seperti ada bayangan pelangi dan pandangan kabur perlahan-lahan hingga tidak bisa melihat disertai nyeri cekot-cekot pada mata menjalar hingga ke kepala. Pemeriksaan subyektif tekanan intraokular mata dengan digital dapat membantu untuk mendiagnosis glaukoma. VOS 0. Wijaya. Pada kebanyakan keadaan. 5. Sedang APGAR score 4-6 memerlukan resusitasi dan pemberian O2 sampai bayi dapat bernafas normal kembali. silau. Sejak 1 minggu terakhir mata kiri terasa mengganjal. (2003) Jakarta : EGC. proyeksi sinar dan persepsi warna OD baik sedangkan OS buruk. 4. RR 20 x/menit. yang ditandai oleh kelainan lapangan pandang yang khas dan atrofi saraf papil. Pada saat oksigen masuk adekuat dalam pembuluh darah. kesadaran composmentis. ed 3. warna kulit bayi akan berubah dari abu-abu/biru menjadi kemerahan.(2002) Jakarta : EGC 2. Normal atau ringan Sedikit asfiksia (nilai apgar 7-10). akan mengambil banyak oksigen untuk dialirkan ke seluruh jaringan tubuh.kembali ke bagian jantung kiri. Ringan APGAR score 0-3.com/index. Glaukoma disebut sebagai pencuri penglihatan sebab pada sebagian besar kasus glaukoma sering tidak dirasakan oleh penderita. Manuaba IBG. (2004) Jakarta Penatalaksanaan Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut Pada Pasien Wanita Usia 50 Tahun Dibuat oleh: Farida Aryani. http://www.(2007) Jakarta : World Health Organization.infodokter. bayi menghirup udara dan menggunakan paru-parunya untuk mendapatkan oksigen. dan skor APGAR. Dinkes RI. bayi memerlukan resusitasi segera secara aktif dan pemberian O2 terkendali. Kesimpulan Penegakan diagnosis asfiksia neonatorum dapat dilihat berdasar pemeriksaan klinis. Tangisan pertama dan tarikan napas yang dalam akan mendorong cairan dari jalan napasnya.Standar Pelayanan Medis Kesehatan anak . Sinopsis obstetri. Mochtar R. Kondisi Angka Kematian Neonatal-Angka Kematian Bayi. Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif maupun obyektif. IDAI.id=92. Pada akhir masa transisi normal. suhu afebris. Pada saat kadar oksigen meningkat dan pembuluh paru mengalami relaksasi. Blobok. . nyrocos dan riwayat trauma disangkal. Profil Kesehatan Reproduksi Indonesia 2003 . Proses kerusakan saraf optik berjalan secara perlahan sampai akhirnya terjadi kebutaan total.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:51 Abstrak Glaukoma adalah neuropati optik yang disebabkan oleh tekanan intraokular yang relatif tinggi. Dalam hal ini bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan istimewa. 3. Darah yang sebelumnya melalui duktus arteriosus sekarang melalui paru-paru. Referensi 1. 2009. udara menyediakan oksigen (21%) untuk menginisiasi relaksasi pembuluh darah paru. Pemeriksaan obyektif diperoleh hasil TIO OD N0. Riwayat hipertensi (+) tidak terkontrol. Oksigen dan pengembangan paru merupakan rangsang utama relaksasi pembuluh darah paru.php?optio=com-content8. Kasus Seorang wanita usia 50 tahun datang ke Poliklinik Mata dengan keluhan mata kiri merah sejak 3 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum sedang. dimana akan dipompakan ke seluruh tubuh bayi baru lahir. penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan.Ilmu Kebidanan. Pada pemeriksaan subyektif didapatkanhasil VOD 6/6. duktus arteriosus mulai menyempit. Awalnya kecil namun makin lama makin melebar karena sering dikucek-kucek.

Terapi Terapi yang diberikan berupa tetes mata timolol maleat 0. Pemeriksaan TIO secara palpasi digital dapat membantu menegakkan diagnosis glaukoma walau hanya menilai secara subyektif. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PENANGANAN PRE-EKLAMPSIA BERAT PADA PRIMIGRAVIDA HAMIL ATERM BELUM DALAM MASA PERSALINAN PADA WANITA USIA 19 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi .TIO OS N+1. Terapi yang diberikan pada pasien tersebut berupa tetes mata timolol 0. Untuk mencegah terjadinya serangan glaukoma pada mata sebelahnya sebaiknya dilakukan iridektomiprofilaksis.5% 2x1 tetes mata kiri dan paracetamol 500 mg jika perlu. Diskusi Kasus ini merupakan glaukoma primer sudut tertutup akut berdasarkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif yang ditemukan.5% 2x1 tetes pada mata kiri untuk mengurangai TIO dan diberikan terapi simtomatik paracetamol 500 mg untuk mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata.---------. Sidarta. digunakan jika perlu.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:49 Abstrak Pasien umur 19 tahun memeriksakan kandungan saat mendekati waktu HPL. Kesimpulan Kasus glaukoma primer sudut tertutup akut dapat ditegakkan dengan anamnesis. 2005. Yogyakarta: Bagian Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Tujuan terapi tersebut adalah untuk menurunkan tekanan TIO segera mungkin dan mengurangi nyeri cekot-cekot pada mata yang sakit. Hal ini diakibatkan karena terlambatnya pasien datang ke pusat pelayanan kesehatan untuk mengobati penyakitnya. Daniel. 2000. Prognosis pada pasien ini termasuk buruk. 3. pada OS didapatkan edema kornea. pupil mid dilatasi. mengingat alat tonometeri tidak ada. Penatalaksanaan terapi ditujukan untuk mengurangi TIO dan gejala simtomatik yang muncul. Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif. Prognosis pada pasien tersebut buruk. Pada pasien ini sudah mengalami kebutaan permanen. Vaughan. Kejang terjadi bukan karena kelainan neurologis. sehingga untuk ke depannya pasien diharapkan untuk melakukan iridektomi profilaksis pada mata sebelahnya untuk mencegah serangan glaukoma pada mata tersebut. Ilmu Penyakit Mata Edisi Kedua. Superimposed preeklampsia adalah timbulnya preeklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi kronik. Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi. Ilmu Kesehatan Mata Edisi Pertama. Dalam pemeriksaan tekanan darah didapatkan tekanan darah pasien 170/110 dengan proteinuri positif 3. Pemeriksaan TIO dengan menggunakan palpasi digital dapat membantu mendiagnosis glaukoma. pemeriksaan fisik subyektif dan obyektif. 2007. Oftalmologi Umum Edisi 14. Referensi 1. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Suhardjo dan Hartono. Ilyas. Eklampsia adalah timbulnya kejang pada penderita preeklampsia yang disusul dengan koma. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2003. Jakarta: Widya Medika. et. dan proteinuria yang timbul karena kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Penulis Farida Aryani. Diagnosis OS Glaukoma Primer Sudut Tertutup Akut. al. Kedaruratan Dalam Ilmu Penyakit Mata. edema. 2. Ilmu Kesehatan Mata BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. reflex pupil (-) dan ptosis.

Taksiran berat janin 2945 gram. Usia kehamilan 35 minggu atau lebih Pada penanganan aktif ini juga diberikan oksigen nasal kanul 4-6 liter/ menit. Penderita tetap diberikan oksigen nasal 4-6 L/ menit. Penatalaksaan pada pasien ini adalah stabilisasi hemodinamik. Suhu : 36. preskep. Kasus Pasien kiriman bidan dengan keterangan: wanita. Dekker G.. His (-). penyakit jantung. bdp Penatalakasaan Terapi: . teraba 4/5 bagian.pembukaan (-). letak memanjang. asma disangkal. Dari data diatas dapat ditegakkan diagnosis preeklampsia berat. II. Keluhan pasien sekarang adalah pusing yang dirasakan sejak 2 hari SMRS. Primigravida. dinding vagina licin.. Selain itu harus diperhatikan juga tentang persiapan antidotum jika diperlukan. Leopold IV Kepala masuk panggul. selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml RL . RR : 24 kali / menit. Leopold II Teraba janin tunggal. Ada tanda-tanda gawat janin E. Saat pasien datang belum dalam persalinan. Nadi : 100 kali / menit. Janin teraba tunggal. Pada kasus diatas selain pemberian SM juga diperlukan tentang syarat boleh diberikan dan dilakukan penghentiannya. selambatnya dalam waktu 24 jam. STLD (+). Kata Kunci : Preeklampsia berat.bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi. pemeriksaan fisik dan laboratorium. Ada tanda-tanda impending eklampsia B. Riwayat Diabetes Melitus. Lendir darah belum keluar. Kesimpulan 1.. kenceng-kenceng belum dirasakan. pemberian O2 2-3 liter/ menit. kepala turun H1-2. Tinggi fundus uteri 31 cm. maka keadaan ini dianggap sebagai kegagalan pengobatan dan harus segera diterminasi. Leopold III Teraba kepala di bagian bawah uterus. Untuk pencegahan terjadinya kejang pada pasien ini diberikan Sulfas Magnesikus 4 gr Bolus. teraba bagian kecil di batas kiri uterus.selaput ketuban(+). Pemeriksaan laboratorium didapatkan protein urin +3 (positif). Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan. AK (-). Penanganan konservatif Pada kehamilan < 35 minggu tanpa disertai tanda-tanda impending eklampsia dengan keadaan janin baik. Buang air kecil lancar tak ada keluhan. puka. Pemeriksaan dalam Vulva/ uretra tenang. Pasien merasa hamil 9 bulan. dilakukan penanganan konservatif yaitu dengan medisinal sama dengan penanganan aktif. Kontrol ANC teratur di bidan..O2 2-3 liter . Air kawah belum terasa merembes atau pecah. dan direncanakan dilakukan induksi dengan misoprostol 25 ug/ vag/ tab per 6 jam. . Penanganan aktif Penderita sebaiknya segera dirawat di ruangan khusus. Kupfermine M. kepala masuk panggul. punggung di batas samping kanan uterus. Penanganan pre eklampsia berat terdapat dua cara yaitu dengan penanganan aktif dan penanganan konservatif Referensi 1.Observasi His dan DJJ Diskusi Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 170/ 110 mmHg.Stabilisasi Hemodinamik . selanjutnya drip 6 gr/ 500 ml R.Nifedipine 3 x 10 mg jika TD ≥ 160/ 110 mmHg atau MAP ≥ 125 mmHg . hamil aterm.8oC dengan pemeriksaan proteinuri positif tiga Diagnosis Preeklampsia Berat. dan obat antihipertensi. edema pada ekstremitas atas dan bawah. serviks lunak tebal. letak memanjang. prestasi kepala. Leopold I Teraba bokong janin di fundus uteri. dengan keterangan Preeklampsia Berat (PEB). I. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mencapai tanda-tanda perbaikan menuju preeklampsia ringan. DJJ (+) 132 x/menit/teratur. disertai mual-mual. Penatalaksanaan preeklampsia berat dapat ditangani secara aktif dan konservatif. penatalaksanaan. Ada HELLP Syndrome C. aktif berarti kehamilan diakhiri/ terminasi bersama dengan pengobatan medisinal sedangkan konservatif berarti kehamilan dipertahankan bersama pengobatan medisinal dengan prinsip tetap melakukan pemantauan janin dengan USG atau kardiotokografi. Penderita ditangani aktif bila ada 1 atau lebih kriteria ini : A. hipertensi. 2. Sibai B.SM 4 gr Bolus. 19 tahun G1P0A0. Pada penderita diatas dapat didiagnosis PEB berdasarkan anamnesis. hamil aterm. Buang air besar lancar tidak ada keluhan. TD : 170 / 110 mmHg. Induksi dilakukan sampai tab III. Ada kegagalan penanganan konservatif D. Pengobatan medisinal dengan anti kejang MgSO4. teraba 4/5 bagian. nadi 100 x/ menit.

2. Ambroxol 3 x 1 tab 6.C. Jakarta : EGC. F. Jakarta: Media Aesculapius.peningkatan pembentukan lendir . Ed. Nebulizer ventolin/8 jam . ronkhi (+) halus. debu. FKUI. 2005 : 773-824.. Prawiroharjo. R. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Hipertensi pada Kehamilan Preeklampsia-Eklampsia.kontraksi otot polos .J. Wiknjosastro. 2.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:48 Abstrak Asma adalah saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu. Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Buku Acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar.).. Ketinggalan gerak nafas ( . vokal fremitus simetris ( + ) Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : Vesikuler. Jakarta 2005. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan. (Alih Bahasa). 1992. Hipertensi Dalam Kehamilan. 4. Ke-3 jilid 1.. Setiowulan. University of Cincinnati College of Medicine. Hauth. Infus D5 % + 1 1/2 amp Aminophilin 12 tpM 3.2 C N : 96 X / mnt P : 28 X / mnt Inspeksi : Retraksi ( . Pada suatu serangan asma. K.. 1999. Keywords: asma. Pemeriksaan Umum Keadaan Umum : Tampak Sesak Kesadaran : Compos Mentis Vital Sign : TD : 100/70 mmhg S : 37.)...F. Hartono. USA. Leveno.. asap. 270-273.3 – 0 4. Toksemia Gravidarum dalam Sinopsis Obstetri.D. Djoko. udara dingin dan olahraga. S. Preeklampsia dan Eklampsia dalam: Ilmu Kebidanan. Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer sebanyak sembilan kali penyakit dahulu ada riwayat asma dan tidak memiliki riwayat alergi lainnya.perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki. B.. K. Wardhani. M. Jakarta : EGC.G. gejala dini History Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu.) Palpasi : Ketinggalan gerak nafas ( . Wheezing (+/+). J..C. Keluarga tidak memiliki riwayat penyakit serupa maupun alergi.2005. 1998.. N. Mp 5 .. Cefotaxim 2 x 500 mg 8. I. dkk. bulu binatang. Mansjoer. A.. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka. H. R.. Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen). Preeklampsia/ Eklampsia dalam : Kapita Selekta Kedokteran. 7. A. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Diagnosis dini pada penderita asma bronkhiale Dibuat oleh: Sekar Mutiara. L. 24: 281301. Wenstrom.. Suyono. Edisi III. 5.. FK-UI. Cunningham. Pendit. Bab 1-9. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: . Department of Obstetrics and Gynaecology. Josoprawiro.. bersifat sementara Pada penderita asma. W. Gant. K. sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih. Edisi 2 Hal 201. Salbutamol 3 x 2 mg 7. J. oksigen : 2-4 lt/menit. Ilmu Kandungan BRSD KRT Setjonegoro Wonosobo. Penulis Farida Aryani. Triyanti. penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Savitri. otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Lancet 365: 785-99. 3. Waspodo. Mochtar. debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang. Jakarta 1999. seperti serbuk sari. Ranitidin 3 x 1 tab 5. 6. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas. Gilstrap. Obstetri Williams (21st ed). ekspirasi memanjang Diagnosis Asma bronkhial Terapi 1. K. seperti serbuk sari.

bahwa penyakit asma bisa disembuhkan tetapi pada suatu saat oleh karena faktor tertentu bisa kambuh lagi. diafragma terdorong ke bawah. Anamnesa : .Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 Abstrak Keloid adalah hasil dari pertumbuhan berlebih jaringan fibrosa padat yang biasanya berkembang setelah penyembuhan cidera kulit. berasal dari Yunani chele. Bekas luka kadang terasa gatal dan perih. GINA (2010).Pada keadaan awal kesadaran penderita mungkin masih cukup baik. Pemeriksaan Fisik : . Barmawi.org 4. . batuk berdahak yang tak kunjung sembuh. Hisyam. bekas luka menebal dan warna lebih gelap . Pocket Guide for Asthma Management and Prevention. Pemeriksaan fisik menunjukan adanya ronkhi basah dan wheezing pada auskultasi ke-2 lapang paru hal ini semakin menyakinkan bahwa keluhan sesak nafas pada pasien dikarenakan asma bronkhiale. . biasanya tidak mengalami regresi. dan cenderung rekuren setelah eksisi. ekspirasi memanjang. bila kulit kering menunjukkan kegawatan sebab penderita sudah jatuh dalam dehidrasi berat. Isi Perempuan 19 tahun mengeluh 10 tahun yang lalu pasien terkena cacar air.Mungkin ada riwayat keluarga dengan penyakit yang sama atau penyakit alergi yang lain.Sesak nafas. Kesimpulan Asma apabila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius. Jantung : pekak jantung mengecil. gelisah kemudian jatuh ke dalam koma. At A Glance Asthma Management Reference. Asma Bronkiale. Diagnosis untuk penderita asma bronkhiale 1.Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien ini menderita hipertensi grade II dengan keluhan utama Seorang laki-laki umur 36 tahun datang opname dengan keluhan utama sesak nafas hilang timbul sejak 2 minggu yang lalu. Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2. Jaringan melampaui batas luka asli.Keadaan umum : penderita tampak sesak nafas dan gelisah.Semua keluhan biasanya bersifat variasi diurnal.Banyak berkeringat.Penderita tampak sakit berat dan sianosis. Selama 2 minggu pasien sudah datang ke RS utuk di nrbulizer. Asma Bronkial. atau batuk malam hari. bicara terputus-putus. Maka dari itu pasien beserta keluarga harus memahami gejala-gejala awal asma. Alibert menggunakan istilah cheloid. Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www. MISC FKUMY 2005: Jogjakarta 2005 2. . 2 tahun yang lalu kaki kanan pasien terkena kenalpot. Beberapa hal yang perlu diketahui dan dikerjakan oleh penderita dan keluarganya adalah memahami sifat-sifat dari penyakit asma bahwa penyakit asma tidak bisa sembuh secara sempurna. bekas luka menebal dan warna lebih gelap dari kulit sekitarnya. Diakses pada tanggal 6 Februari 2010 dari www. Referensi 1. . Jakarta 2006 3.ginasthma. takikardi. bahwa kekambuhan penyakit asma minimal bisa dijarangkan dengan pengobatan jangka panjang secara teratur. Gambaran klinis Status Asmatikus : . Gambaran pertama keloid (dicatat pada papirus) dikenal dengan teknik bedah yang digunakan di Mesir pada tahun 1700 SM. pada 1806. . sesak berbunyi ngik-ngik disertai keluhan batuk dan berdahak putih. penderita lebih nyaman dalam posisi duduk. (2008).Paru : • Inspeksi : dinding torak tampak mengembang.Pada serangan berat : • tampak sianosis • N > 120 X/menit • ―Silent Chest‖ : suara mengi melemah 3. Selanjutnya. tetapi lambat laun dapat memburuk yang diawali dengan rasa cemas. . Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam . Heru. dada terasa berat atau tertekan.Keluhan sesak nafas.org KELOID PADA PASIEN POST VARISELA Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Sukamto. Sundaru. atau capit kepiting atau cakar yang menunjukan potensi lesi meluas secara lateral Keyword: keloid. • Auskultasi : terdengar wheezing (mengi). GINA (2010). Handout Kuliah Blok 16 Kardiovaskular dan Respirasi. (2006). . mengi.ginasthma.

html 5. temuan klinis yang didapat tampak skar hiperpigmentasi. onion extract. lebih banyak kolagen yang diproduksi dari yang dikeluarkan. skar akan nampak hiperemis dan mungkin menebal.molmed. Pertumbuhan biasanya lambat. Available at : http://emedicine. ireguler. lesi awal biasanya kemerahan. lesi biasanya tidak mengandung folikel rambut ataupun kelenjar adneksa lainnya). dikatakan keloid dapat timbul setelah trauma atau setelah lesi lainnya.
Kebanyakan keloid berbentuk bulat. 2009. tetapi ada juga dengan banyak keloid seperti pada pasien yang keloid muncul akibat jerawat atau bekas cacar. Gauglitz Gerd. MD. Pada suatu luka. Diskusi Pada pasien ini.
Keloid pada telinga. diberikan 10-30 detik dan diulang 3x selama sesi perawatan. Kebanyakan lesi tumbuh selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. kekuatan meregang dari skar juga bertambah sebagai akibat pertautan yang progresif dari serat kolagen.org/afp 3. tetapi ada pula yang berbentuk seperti bekas cakaran dengan tepi yang irreguler. Brian Berman. oval. leher. lemas. Available at :http://www. tetapi kadang-kadang melebar secara cepat. namun trauma memegang peranan penting. berbatas tegas. Management of Keloids. putih. Pada stadium ini. ireguler. Hypertrophic Scarring and Keloids.dari kulit sekitarnya. ireguler. berbatas tegas.
Keloid pada sendi dapat mengganggu pergerakan akibat kontraktur. 2009.com . menjadi 3 kali lebih lebar dalam beberapa bulan. 2010. lesi menjadi merah kecoklatan atau seperti warna daging. 2008. James studdiford. berbatas tegas.4shared. berbatas tegas.jabfm. cryotherapy : untuk keloid <6mm. ireguler. immunotherapy. Keloid and Hypertrophic Scar. Skar sampai diatas permukaan kulit dan menjadi hiperemis. multipel • Regio Cruris dextra : tampak skar hiperpigmentasi. Diulang tiap bulan.org 4. imiquimod 5% cream. Keloid dapat dijelaskan sebagai suatu variasi dari penyembuhan luka. dan skar bertumbuh dari segala arah. tunggal pada regio thorak superior-inferior.medscape. tampak skar hiperpigmentasi. Oliver Seifert. ireguler. dimana dasarnya lebih luas dari puncaknya. Jika terjadi ketidakseimbangan antara fase anabolik dan katabolik dari proses penyembuhan. Available at : http://www. keloid tidak selalu memberikan gejala dan menjadi stabil.
 Kesimpulan penyebabi keloid masih diperdebatkan. Pemeriksaan Fisik • Regio Thorak : tampak skar hiperpigmentasi. proses anabolik dan katabolik mencapai keseimbangan selama kurang lebih 6-8 minggu setelah suatu trauma. Keloid memberikan gambaran klinik yang bervariasi. MPH. tunggal • Palpasi : tampak adanya peebalan keras pada skar Diagnosis Keloid Terapi Injeksi Kortikosteroid Triamcinolon : 10-40 mg/ml intralesi. Keloid juga sangat berhubungan erat dengan faktor genetik. Available at : http://www. MD. Keloid scarring: bencah and bedside. Referensi 1. 2009. Gregory juckett. dapat diregangkan sebagai suatu skar yang matur. interferon. The Management of Keloids: hands-on versus hand-off. MD.com/article/1057599-overview#showall 2. Available at : http://www.
Kebanyakan pasien datang dengan 1-2 keloid. seperti karet sampai keras. dan abdomen biasanya bertangkai
 Keloid pada daerah tengah dada dan ekstremitas biasanya datar. tunggal • Regio Thorak posterior .aafp.com/office/zNg7qoMr/Keloid20scarring1. berbatas tegas. Ada pula keloid yng berhenti tumbuh. kekuatan luka kurang lebih 30-40% dibandingkan kulit sehat. MD. Pada saat itu. Seiring dengan maturnya jaringan parut (skar).superior : tampak skar hiperpigmentasi. tunggal pada regio cruris dextra dan pada penekanan tampak adanya peebalan keras pada skar. Pulsed Dye Laser (PDL) dengan panjang gelombang 585595nm Terapi farmakologi : 5-flurouracil. tetapi ada pula yang tumbuh dalam beberapa tahun. Diagnosis keloid dibuat berdasarkan gambaran klinis (penampakan kulit atau jaringan parut) : Konsistensi keloid yang bervariasi dari lunak. tepi penebalan ini akan berkurang secara bertahap selama beberapa bulan sampai menjadi datar. atau persegi panjang dengan tepi reguler. Bekas luka kadang terasa gatal dan perih.

diet yang banyak mengandung kalsium dan oksalat. kontraksi leher buli-buli. sampai kaki. benjolan keluar ketika pasien mengedan. benjolan dirasakan sejak 4 bulan terakhir. terlihat benjolan sebesar buah duku dit paha kiri. penatalaksanaan KASUS Pasien datang ke Poli Bedah dengan keluhan buang air kecil menetes yang sudah di rasakan ± 8 bulan ini. Kata kunci: batu saluran kemih. menarik-narik penis. Pasien sering mengedan ketika buang air kecil. Pada regio inguinal pasien dengan posisi berdiri. Pada umumnya komposisi batu kandung kemih terdiri dari : batu infeksi (struvit). Di Indonesia diperkirakan insidensinya lebih tinggi dikarenakan adanya beberapa daerah yang termasuk daerah stone belt dan masih banyaknya kasus batu endemik yang disebabkan diet rendah protein. bulineurogenik dan divertikel. Pasien juga mengeluh keluar benjolan dilipat paha kiri terutama saat mengedan. Merasa buang air kecil tidak puas. perdarahan. Polakisuria (sering miksi) e. Hematuria diserta urine yang keruh c. pinggang. Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami sakit sama. nadi 80x/menit isi tegangan cukup. Benjolan dapat masuk sendiri. menangis. Pancaran urine tiba-tiba berhenti dan keluar lagi pada perubahan posisi d. bersin dan batuk. hernia. dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). infeksi saluran kemih. dirasakan refered pain pada ujung penis. b. tinggi karbohidrat dan dehidrasi kronik. Gejala yang sering ditemukan pada pasien antara lain: a. gangguan metabolik. buang air kecil dirasakan lancar kembali apabila pasien merubah posisi sebelum buang air kecil. DIAGNOSIS Batu Kandung Kemih (Batu vesica Urinaria/Vesicolhitiasis) dgn komplikasi Hernia Inguinalis TERAPI Terapi operatif : vesikotomi dan hernioktomi DISKUSI Batu vesika urinaria adalah suatu keadaan ditemukannya batu di dalam vesika urinaria.PENEGAKAN DIAGNOSIS BATU SALURAN KEMIH DENGAN KOMPLIKASI HERNIA INGUNALIS PADA PRIA USIA 65 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. pasien juga menyangkal adanya kemungkinan anggota keluarga yang mengalami hal serupa. Selain itu pasien juga mengeluhkan keluarnya benjolan sebesar duku dilipat paha kiri yang dialami sejak ± 2 bulan terakhir.80C. stranguria). suhu 36. Pada pemeriksaan fisik pasien ditemukan keadaan umum Compos Mentis. ammonium asam urat dan kalsium oksalat. TD 120/80mmHg. Pada anak nyeri miksi ditandai oleh kesakitan. infeksi traktus urinarius.kadangkadang BAK mengedan. Rasa nyeri waktu miksi (disuria. hiperparatiroid atau adenoma paratiroid. tiba-tiba menetes menjadi lancar kembali ketika berubah posisi tubuh. Berasal dari batu ginjal atau ureter yang turun. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). perineum. finger test (+). akibat statis pada striktur uretra. Pasien juga mengeluhkan nyeri yang menjalar dari paha sampai dengan batang kemaluan. skrotum. Pada kasus ini pasien datang dengan keluhan sudah 8 bulan sakit ketika buang air kecil. benjolan tersebut dapat masuk kembali. sistokel. miksi mengedan .Modifikasi terakhir pada Minggu 06:46 ABSTRAK Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. batuk dan bersin. Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine. Nyeri dirasakan menjalar ke batang kemaluan dan lipat paha. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. dehidrasi.

www. Nadi 92x/menit. Kata kunci: sirosis hepatis.40C. 5. dan regenerasi sel-sel hati. Jilid 2. 3. RSUD Setjonegoro. pemeriksaan fisik. Pasien juga mengeluh sukar untuk tidur. Urolithiasis Medical and Surgical Management. kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik. konsumsi obat-obatan dan jamu. 2009. tekanan intra abdominal yang tinggi dan dalam waktu yang lama misalnya batuk kronis. Pemeriksaan penunjang SGOT/SGPT 44/48 U/L nilai normal (L < 36. S. Respiratori rate 22x/menit dan Suhu 37. Ed-2. Shires.wordpress. 1-6. Schwartz. Pearle. pasien tidak kontrol secara teratur. obesitas. Margaret. pernafasan reguler. Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Bedah. Pada pemeriksaan fisik: KU baik. lansia. pekerjaan mengangkat benda berat dan faktor usia. 840-843. Etiologi dari hernia yaitu:1. 57-68 2. Penyakit hati nonalkoholik. Pasien mengaku BAB dan BAK biasa. USA : Informa healthcare. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. kesadaran Compos Mentis. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama. mengejan saat miksi. FKIK UMY.com PENULIS Farida Aryani.com 6. degenerasi. B. Basuki. diikuti dengan proliferasi jaringan ikat. jika cukup panjang maka akan menonjol keluar dari anulus ingunalis ekstermus. P< 29). Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan menahun pada hati. 588-589. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan asites. pekak beralih (+) dan undulasi (+). Hassan.medicastore. masuknya isi rongga perut melalui kanal ingunalis. Purnomo. gangguan proses kencing. Alkohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. pasien tidak kontrol secara teratur. REFERENSI 1. Wonosobo PENATALAKSANAAN SIROSIS HEPATIS PADA WANITA USIA 49 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. Rusepno. bisa diberikan steroid atau imunosupresif.sering diikuti defekasi atau prolapsus ani. Hernia merupakan produksi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Hepatitis autoimun. Sklera pada mata kanan dan kiri ikterik. Jakarta : Penerbit UI. 2.Sagung Seto. 4. HbsAg (+) positif. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. faktor yang kedua adalah faktor yang dapat seperti hamil. P< 31/ L< 46. pekerjaan mengangkat benda berat. Dari anamnesis. Dasardasar Urologi. Kongenital (Terjadi sejak lahir adanya defek pada suatu dinding rongga). Pasien juga menyangkal ada keluarga yang memiliki sakit yang sama. www. Jakarta : CV. Pasien pernah mondok di RSU KRT Setjonegoro 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:45 ABSTRAK Seorang pasien datang dengan keluhan perut membesar disertai perut sebah dan terasa sakit.sehingga timbul kekacauan dalam susunan parenkim hati. mengejan saat defekasi. Pemberian asetaminofen. diagnosis KASUS Pasien datang dengan keluhan perut membesar. batuk kronis. irama teratur. 2009. kehamilan. perut sebah dan terasa sakit. isi dan tegangan cukup. Ed-6. 2000. Vital sign TD130/80 mmHg. dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis sirosis hepatis. Jakarta : EGC. kelemahan umum. 1985. Terjadinya hernia disebabkan oleh dua faktor yang pertama adalah faktor kongenital yaitu kegagalan penutupan prosesus vaginalis pada waktu kehamilan yang dapat menyebabkan masuknya isi rongga pertu melalui kanalis inguinalis. Didapat (akquisita) Hernia ini didapat oleh suatu sebab yaitu umur. Pasien menyangkal sebagai peminum minuman keras. DIAGNOSIS Sirosis Hepatis TERAPI Terapi pada pasien dengan sirosis adalah bertujuan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya .

Husnul Mubarak. Jakarta. dan terasa nyeri bila ditekan. Media Aesculapius FKUI.5 gr/kg berat badan per hari. Sirosis Hati (Sirosis Hepatis). kolkisin dan obat herbal bisa menghambat kolagenik. amoksilin. Akibatnya bentuk hati yang normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada pembuluh darah dan terganggunya aliran darah vena porta yang akhirnya menyebabkan hipertensi portal. Hal 508-510 5. Peritonitis bacterial spontan. Untuk mengetahui grade dari sirosis hepatis dapat dengan menggunakan Kriteria modifikasi Child Pugh. Kapita Selekta Kedokteran.8-3.com/2008/05/sirosis-hati-sirosis-hepatis. Available from http://medicastore.com/2007/07/31/sirosishati/ 3.7 iii.0 2.0 Albumin serum (mg/dl) >3. Edisi Ketiga Jilid Pertama. Sirosis. 2009. terapi definitive pada pasien sirosis dekompensata.sirosis. Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh. Laktulosa membantu pasien untuk mengeluarkan ammonia. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari.0 >3. Waktu perdarahan akut. Terapi pasien ditujukan untuk menghilangkan etiologi. Hepatitis autoimun. A. Pada sirosis dini biasanya hati membesar. konsumsi garam sebanyak 5. Pharma NH2. Transplantasi hati. menurunkan berat badan akan mencegah terjadinya sirosis. Sindrom hepatorenal. Varises esophagus. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya banyak jaringan ikat dan regenerasi noduler dengan berbagai ukuran yang dibentuk oleh sel parenkim hati yang masih sehat. diet protein dikurangi sampai 0. Anatomi Dan Fisiologi Hati. 2001. konsumsi garam sebanyak 5. yaitu: a. Sirosis Hepatis.html 4. Asites. atau aminoglikosida. 2008. Ensefalopaty hepatic. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari. Dibawah ini bagan dari Kriteria modifikasi Child-Pugh: Grade (1) (2) (3) Bilirubin serum (mg/dl) < 2. merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 – 25% oksigen darah. Penyakit hati nonalkoholik. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 20-40 mg/hari. Neomisin bias digunakan untuk mengurangi bakteri usus penghasil ammonia. diteruskan dengan tindakan skleroterapi atau ligasi endoskopi.html 2. tepi tumpul.Mudah dikontrol Sulit dikontrol Ensefalopati Minimal Berat/Koma Penatalaksanaan sirosis hepatis terbagi menjadi 2. Anonym.2 gram atau 90 mmol/hari. bisa diberikan steroid atau imunosupresif. mengatur keseimbangan garam dan air. diantaranya: alcohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. maksimal dosisnya 160 mg/hari.blogspot.5 2.7 ii. 3rr0rists. bisa diberikan preparat somatostatin atau oktreotid.wordpress. Mansjoer. teraba kenyal. Tirah baring dan diawali diet rendah garam.8 Asites . Living With Hepatitis : Sirosis Hati.html 6. b.com/computer/sirosis-hepatis. Telah diketahui bahwa penyakit ini merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan terjadinya pengerasan dari hati.com/penyakit/615/Sirosis. Pemberian furosemid bisa ditambah dosisnya bila tidak ada respon. Namun sebelum dilakukan transplantasi ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi resipien dahulu. Available from http://cetrione. diberikan antibiotika seperti sefotaksim intravena. Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sehari. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretic. sirosis dekompensata i.2 gram atau 90 mmol/hari. sirosis kompensata Tatalaksana pasien sirosis yang masih kompensata ditujukan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. . dkk. DISKUSI Sirosis hepatis merupakan penyakit hati kronis yang tidak diketahui penyebabnya dengan pasti. Medicastore. REFERENSI 1. kriteriaini diperlukan untuk pemberian terapi yang tepat pada sirosis hepatis. mengatasi perubahan sirkulasi darah hati. terutama diberikan yang kaya asam amino rantai cabang. Pemberian asetaminofen. Available from http://3rr0rists. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretik. Available from http://b3d70. Tirah baring dan diawali diet rendah garam.5 <2. 2007.0-3. Sebelum berdarah dan sesudah berdarah bisa diberikan obat penyekat beta (propanolol).

Jakarta. perdarahan yang keluar tidak banyak. gejala dini History Seorang wanita usia 19 tahun datang dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011.blogspot. 1997). dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring. Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Abstrak Mola hidatidosa adalah penyakit yang berasal dari kelainan pertumbuhan trofoblas plasenta atau calon plasenta dan disertai dengan degenerasi kistik villi dan perubahan hidropik. Dr. maupun mual muntah. 1997 ) Keywords: hipertensi. Status Ginekologis Vaginal Touche: TFU tak teraba flx : (+) fl : (-) v/u/v tenang dinding vagina licin portio sebesar jempol tangan. Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing. Pada awalnya. Pada pemeriksaan vaginal touché ditemukan TFU tak teraba. dinding vagina licin.Virilon 1 x 1 Diskusi Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan yang dilakukan pasien ini menderita kehamilan mola hidatidosa dengan keluhan utama Seorang wanita umur 19 tahun dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak tanggal 2 Juni 2011. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan.20 / ul Ht : 38. maupun mual muntah. RSUD Setjonegoro.2010. portio sebesar jempol tangan. Available from http://nh2pharma. Sudoyo. 2006. Pasien mengaku hamil 3 bulan dan sudah berkeluarga dengan suami sekarang selama 1 bulan.html 7. Pada awalnya. dan tidak disertai prongkol – prongkol. corpus uteri setelur bebek dan AP/CD tenang. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol. Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit.IUFD RL 20 tpm + Oksitosin 5u . Bagian Interna.( (Prof. perdarahan yang keluar tidak banyak. Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan. pembuluh darah villi tidak berfungsi penimbunan cairan dijaringan mesenkhim villi. FKIK UMY. berwarna merah kehitaman. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak. v/u/v tenang. ( Rustam E harahap.4 vol% PLT : 588 / ul HbsAg : Diagnosis Mola hidatidosa Terapi . Mola hidatidosa adalah tumor jinak dari trofoblast dan merupakan kehamilan abnormal dimana fetus tidak ditemukan tetapi hanya gelembung dan jaringan saja.2 iv Metergin 3 x 1 .1 g / dl AL : 18. A. yaitu pada hasil pembuahan dimana embrionya mati pada kehamilan 3-5 minggu. • Struktur . Diagnosis Pada Pasien Dengan Kasus Mola Hidatidosa Dibuat oleh: Sekar Mutiara. Pusat Penertiban Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Sakit dirasakan ketika sedang berjalan. 7 hari sebelum masuk rumah sakit perdarahan dari jalan lahir dirasa semakin banyak. Hal 445-448 PENULIS Farida Aryani.dkk.40 / ul AE : 4. OUE tertutup. Gelembung-gelembung tersebut sebenarnya adalah villi chorialis yang berisi cairan sehingga tegang dan berbentuk buah anggur. Pasien mengeluhkan riwayat jatuh dan dipijat sebelum masuk rumah sakit. lunak. Sarwono. berwarna merah kehitaman. dan bertambah sakit ketika sedang duduk serta membaik ketika sedang berbaring.com/2010/03/anatomi-dan-fisiologi-hati. berwarna merah kehitaman dan tidak disertai prongkol – prongkol. Patogenesis Mola Hidatidosa • Tidak sempurnanya aliran darah fetus (―fetal circulatori inadequacy‖) yang terjadi pada sel telur patologik. flx : (+) fl : (-). Pasien juga mengeluhkan adanya sakit perut saat perdarahan. lunak OUE tertutup corpus uteri setelur bebek AP/CD tenang Pemeriksaan Laboratorium Darah: Hb : 11. Pasien tidak mengeluh adanya pusing – pusing.W.Wonosobo. Edisi Keempat Jilid I. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. dan tidak disertai prongkol – prongkol.ekstra Metergin 0.Kalnex 3 x 1 .

dan sklera. rasa sakit.. C. Kata kunci : Diagnosis.. mata kabur (+). dan penglihatan kabur.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:44 Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun ABSTRAK Pasien laki-laki usia 32 tahun datang ke poli mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan mata kanan nyerocos ± 1 bulan dan terasa pegal.wikipedia. Waspodo. Rachimhadhi. gatal (-). 1995. • Tidak dirasakan adanya tanda-tanda geraakan janin. perih (+). Dimana terdapat sel telur patologik yang tidak mempunyai kromosom maternal (―empty egg‖) • B-hCG meningkat . kerusakan pembuluh darah iris. Affandi B. Obstetri William. Ilmu Kebidanan. Wiknjosastro.. A. • Adanya kelainan sitogenetik. Jakarta.. at a Glance Obstetri & Ginekologi edisi kedua. F. Errol & Schorge. sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian. Dari autoanamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis uveitis anterior sinistra. 2006. displasia. T. proses penekanan. lakrimasi. balotemen negatif kecuali pada mola parsial. • Umumnya uterus lebih besar dari usia keehamilan. A. sekret (-). Pasien mendapat terapi antibiotic dan kortikosteroid topikal berupa tetes mata yang berisi tobramycin dan dexametason 1 tetes tiap 2 jam pada mata kanan serta antibiotic dan kortikosteroid sistemik berupa Amoxicilin 3 x 500 mg selama 5 hari. kerusakan pembuluh darah. EMS. H. B. G. D. katarak. sinekia posterior.. Anonim. kornea. Norwitz. • Tanda-tanda tirotoksikosis. glaukoma. EGC. • Adanya gangguan dari pertahanan imonologis terhadap trofoblas. • Hiperemesis gravidarum. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Kesimpulan Mola hidatidosa sering kali terjadi karena faktor ovum yaitu dengn cara spermatozoon memasuki ovum yang telah kehilangan nukleusnya atau dua serum memasuki ovum tersebut sehingga akan terjadi kelainan atau gangguan dalam pembuahan.trofoblas abnormal hiperplasia.estrogen tinggi menimbulkan efek hipertiroidisme dari aktifitas B-hCG yang tinggi. Gant. nyeri bila . Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata. nyeri (+).B.. 2006. Mola Hidatidosa http://en. Penatalaksaan Uveitis Anterior Sinistra pada Laki-Laki 32 Tahun Dibuat oleh: Ridwan Muttaqin. Perdarahan ini bisa intermitten.2007.. Kortikosteroid KASUS Pasien datang dengan keluhan mata kiri nyerocos ± 1 bulan dan terasa seperti kelilipan. Referensi 1. dan kekeruhan badan kaca. Gejala Mola hidatidosa • Amenore • Pembesaran uterus • Perdarahan pervaginam dan nyeri perut bawah • Pengeluaran Gelembung Mola • Gestosis/Toksemia / Pregnancy Induced Hypertension / Toxaemia Like Syndrome • Kelainan Kelenjar Tiroid • Adanya tanda-tanda kehamilan disertai perdarahan. Yayasan Bina Pustaka. kematian bayi. Manajemen uveitis anterior bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior. Uveitis Anterior. 2006. H. 5. parut kornea. 4. Jakarta.. neoplasia.. Saifuddin. Saifuddin. Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata). • Fungsi abnormal absorbsi cairan yang berlebihan kedalam villi. F. Karena perdarahan ini maka umumnya penderita mola hidatidosa masuk rumah sakit dalam keadaan anemia. Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah.aktifitas ovarium meningkat (ovarium kistik) .org/wiki/Mola 2. fotofobia. MacDonald.John. Jakarta. mengganjal. P. • Tanda-tanda pre eklampsia pada trimesteer I. Wiknjosastro. 3. N. Cuningham. dan dexametason 3 x 1 tablet. Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. Jakarta .

Ilmu Penyakit Mata.COA keruh. Kortikosteroid. Sikloplegik topikal berguna untuk mencegah terjadinya sinekia posterior dan untuk meringankan nyeri karena spasme siliar . Pasien juga mengeluhkan pusing yang kumat-kumatan hanya di mata sebelah kiri jika mata kembali nyerocos. Wijana Nana. dan kekeruhan badan kaca. injeksi silier (+). dan sklera. Dalam kasus ini pasien diberikan terapi berupa tetes mata Tobroson . REFERENSI : 1.korpus siliaris. Jika bangun tidur mata merah dan nyerocos. Ilmu Penyakit Mata. sistoid macular edema. Sedangkan dexametasone serta amoxicillin berguna untuk terapi sistemiknya. Dari pemeriksaan fisik mata kiri kornea bening. Indikasi pengobatan imunosupresan agent adalah pada inflamasi intraokuler yang mengancam visus dan apabila dengan pengobatan kortikosteroid tidak membaik. imunosupresan agen. Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. sudah diberi tetes mata dan antibiotik tapi belum ada perubahan yang berarti. Widya Medika. Tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone diharapkan berguna untuk mengurang peradangan yang terjadi dan untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata. Uvea. Pupil anisokor. Pemberian antibiotic dalam kasus ini berguna untuk mencegah infeksi sekunder karena banyak flora normal di dalam mata yang merupakan golongan gram negative makanya digunakan antibiotic tobramicyn untuk menghindari aktifasi bakteri-bakteri gram negative tersebut di mata. Iris warna keruh. Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. Sebelumnya pasien sudah berobat di Puskesmas. Oftalmologi Umum ed 14. anatomi dan Embriologi Mata. hipotoni. Pengobatan cyclosporine merupakan pengobatan yang paling spesifik terhadap fungsi imun. Pada pasien ini diberi tetes mata Tobroson yang mengandung tobramicyn dan dexametasone. Vaughan G Daniel. Sinekia Posterior (+). KESIMPULAN : Uveitis adalah inflamasi traktus uvea (iris. DIAGNOSIS Uveitis Anterior Orbicularis Sinistra TERAPI Cendo Tobroson ( gtt 1 / 2 jam OD). glaukoma.ditekan (+).tablet dexametasone serta amoxicillin. rasa sakit. Dexametason tablet 3 x 1 mg DISKUSI Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plikata). sinekia posterior.dan koroid) dengan berbagai penyebab. Indikasi pemberian kortikosteroid adalah mencegah komplikasi berupa sistoid macular edema. merupakan pengobatan uveitis yang utama. hanya mata merah sedikit berkurang. reflek cahaya (-). Pemilihan terapi tergantung pada resiko komplikasi yang terjadi pada uveitis dimana yang paling sering adalah katarak. Amoxicilin tablet 3 x 500 mg. Uveitis anterior dikatakan akut jika terjadi kurang dari 6 minggu dan dikatakan sebagai kronik jika lebih dari 6 minggu. katarak. Pengobatan imunosupresan dapat digunakan pada pasien dengan uveitis berat. Secara umum pengobatan uveitis adalah kortikosteroid topikal atau sistemik. Mata kanan bila mengendarai motor selalu nyeri. infiltrat (-). kripta (-). Uveitis Anterior. dan penglihatan kabur. Jakarta: 2000 hal8-9 Penulis : Ridwan Muttaqin (20060310005) Bagian Ilmu Penyakit mata RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo . ed II. sinekia posterior. Dan terakhir denan pembedahan. hal 126-127 3. kornea. kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata. dan glaucoma. fotofobia. Jakarta: 2002 2. Ilyas Sidarta. bekerja dengan cara membunuh limfosit. Gejala-gejala uveitis anterior meliputi: mata merah. Dan dapat juga menggunakan sikloplegik topikal. perih dan gatal. Beberapa macam pengobatan uveitis anterior antara lain dengan menggunakan :Sikloplegik. parut kornea. kerusakan pembuluh darah iris. edema iris (+). Penyebab uveitis anterior dapat bersifat endogen maupun eksogen. FKUI. Manajemen uveitis anterior adalah bertujuan untuk mencegah kerusakan stuktur dan fungsi mata seperti sinekia anterior. Cyclosporine. lakrimasi. Jika terkena cahaya yang agak terang mata terasa silau (+).

gangguan elektrolit tanpa demam. penatalaksanaan Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas setelah kejang pasien tertidur. Kemudian pemberian terapi pada diare untuk penanggulangan kemungkinan terjadinya kejang berulang dengan melakukan lima lintas penanganan diare. dan kadang disertai muntah. 103/µl. Diagnosis Diare dengan kejang Terapi Penanganan pada pasien di atas adalah dengan memberikan diazepam sebagai penanganan kejang pada pasien. contohnya pada otitis media akut. Diare menyebabkan . nadi 80x/menit isi dan tegangan cukup dan teratur. berat badan 11. muntah 7x sedikit-sedikit. Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. Kejang terbagi menjadi 2 yaitu kejang dengan demam dan kejang tanpa demam. kejang tanpa demam disebabkan oleh kelainan metabolik atau epilepsi. yang paling berbahaya adalah infeksi intrakranial berupa meningitis atau encefalitis. serangan epilepsi yang disertai dengan demam. tidak ada bau yang khas.Modifikasi terakhir pada Minggu 06:42 Abstrak Kejang disebabkan oleh kelainan intrakarnial. Kata kunci (keyword) . darah (-). hipo/hiperglikemia. tidak ada riwayat kejang. hipoksia. Kejang dengan demam disebabkan oleh kelainan intrakranial dan ekstrakranial. pernafasan 32x/menit. Penatalaksanaan pasien pada kasus diatas adalah dengan penanganan kejang dan penanggulangan diare. BAB berwarna kuning. tonsilitis. pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang 2x bersifat umum ± 3 menit tanpa didahului oleh panas/demam. nanah (-). muntah 7x sedikit-sedikit. suhu badan 36. Pada pasien kejang perlu diperhatikan adalah lamanya kejang. tidak ada bau yang khas. BAB berwarna kuning. dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari. bangun dan kemudian menangis. BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah. kejang.6kg.57. Bau khas. kejang lama atau kejang frekuen atau kejang periodik. umum/fokal. faringitis. Pada pemeriksaan fisik di temukan keadaan umum tampak baik. Pasien tidak pernah mondok di Rumah Sakit sebelumnya. yaitu kakak perempuan pasien. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien. Selain itu kejang dengan demam juga dapat diakibat kan oleh gangguan elektrolit berat yang disertai dengan demam. dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari. diare. dan kadang disertai muntah. Pada kejang dengan demam penyebab demamnya bisa diakibatkan oleh infeksi yang berasal dari luar susunan syaraf pusat. trauma. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan oleh pasien. Diskusi Kejang adalah bangkitan kejang akibat kenaikan suhu rektal tubuh. Konsistensi lembek. Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair. keracunan. Pada kasus ini. Pasien juga mengeluh BAB cair 4x tanpa disertai lendir dan darah. Hal ini diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan kejang demam. ekstrakranial dan gangguan metabolik. Kejang tanpa demam dapat disebabkan oleh epilepsi tanpa kejang dan berulang. pemeriksaan lab (tinja) warna kuning. Pada keluarga yang pernah mengalami kejang. kesadaran composmentis . lendir (-). Sedangkan pada gangguan eletrolik apabila anak ada riwayat menderita diare muntah atau gangguan ginjal kronik. berulang/ tidak. Selain itu infeksi juga dapat berasal dari organ lokal yang mengalami infeksi.PENATALAKSANAAN KASUS DIARE DENGAN KEJANG PADA ANAK USIA 5 TAHUN Dibuat oleh: Farida Aryani. kecurigaan penyebab kejang berasal dari infeksi intrakranial adalah apabila umur anak < 6 bulan. pemeriksaan lab darah rutin angka leukosit 10. demam.50C.

kehilangan garam (natrium) dan air secara cepat, yang sangat penting untuk hidup. Jika air dan garam tidak digantikan cepat, tubuh akan mengalami dehidrasi. Kematian terjadi jika kehilangan sampai 10% cairan tubuh. Diare timbul akibat dari mekanisme dasar yaitu gangguan osmotik, gangguan sekresi dan gangguan motilitas usus. Penyebab diare terbagi menjadi 4 faktor, yaitu faktor infeksi terbagi menjadi 2 yaitu infeksi eneral dan infeksi parenteral. Infeksi interal adalah infeksi yang berasal dari saluran pencernaan itu sendiri sebagai penyebab utama diare. Sedangkan untuk parenteral adalah adanya faktor diluar sistem pencernaan yang mengakibatkan timbulnya diare, yaitu seperti Otitis Media Akut, Tonsilofaringitis dan lainnya, untuk infeksi pareneteral terutama terjadi pada anak berumur dibawah 2 tahun. Faktor malabsorbsi terbagi menjadi 3, yaitu: a. Malabsorbi karbohidrat (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida(intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak dibawah 2 tahun diare terjadi akibat intoleransi laktosa. b. Malabsorbsi lemak dan yang terakhir c. Malabsorbsi protein. Faktor makanan yang terpenting adalah kualitas makanan yang diberikan. Makanan basi atau beracun dapan menyebabkan diare. Pada beberapa anak alergi makanan juga dapat memicu timbulnya diare. Faktor psikologis rasa takut dan cemas dapat menimbulkan diare, terutama pada anak yang lebih besar. a. Untuk menanggulangi kejang ada 6 faktor yg perlu dilakukan, yaitu: Mengatasi kejang dengan memberikan diazepam yang disesuaikan dosisnya dengan berat badan, yaitu untuk anak dengan berat < 10kg maka diberikan 5mg/supp, anak dengan berat > 10kg maka diberikan 10mg/supp. Hati-hati dalam pemberian diazepam, karena efek samping yang diberikan berupa penekanan pada pusat pernafasan.1 - Pengobatan penunjang yaitu dengan menjaga kondisi vital pasien. Membuka pakaian yang melekat ketat, memposisikan kepala miring agar tidak terjadi aspirasi apabila pasien tiba-tiba muntah. Mengecek fungsi vital tubuh/vital sign. - Pengobatan rumat adalah pengobatan yg diberikan setelah pemberian diazepam. Obat yang dipilih adalah yang memiliki onset yang lama yaitu fenobarbital dengan dosis 5mg/kgBB dibagi menjadi 2 dosis. Namun hati-hati dalam penggunakan fenobarbital dalam jangka waktu panjang, yaitu perubahan sifat anak menjadi hiperaktif , perubahan siklus tidur (mengantuk). b. Untuk penanggulangan diare, dilakukan lima lintas diare, yaitu: Memperbaiki hidrasi cairan dengan memberikan cairan rehidrasi dengan tetesan sebagai berikut: anak < 1tahun, 30cc/1 jam pertama dilanjutkan dengan 70cc/5jam. Anak > 1tahun, 30cc/30menit dilanjutkan dengan 70cc/2,5jam. - Nutrisi, pemberian nutrisi sangat penting pada anak diare, untuk mencegah kemungkinan anak kekurangan nutrisi diakibatkan oleh diare. - Pemberian zinc, diberikan sampai dengan 10 hari walaupun anak sudah tidak diare lagi, hal ini dilakukan karena zinc dipercaya mampu memberikan pertahanan terhadap serangan ulang diare. - Antibioti spektrum luas, diberikan untuk mengobati diare yang disebabkan bakteri. Namun penggunaan antibiotik perlu hati-hati untuk mencegah kemungkinan terjadinya diare yang disebabkan oleh antibiotik. Edukasi, berikan ibunya pendidikan tentang penanganan anak diare dirumah, diajarkan untuk mengetahui cara pembuatan cairan rumatan dirumah. Referensi 1. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI 2007. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. Bagian IKA FK UI ; Jakarta 2. Nia Karia, dr. Sp A., M.Kes. PDF Kejang Pada Anak. Di download pada tanggal 6 November 2010 3. Bambang Edi, dr. Sp A. Studi Guide Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY; Yogyakarta 4. http: //www.med.umich.edu/1libr/pa/pa_diarrhbr_hhg.hmt Penulis Farida Aryani. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. FKIK UMY. RSUD Setjonegoro. Wonosobo

Gambaran Klinis dan Penatalaksanaan ODS Hordeolum Palpebra Superior et Inferior pada Anak Laki-laki Usia 1 tahun
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 05:03 Abstrak Hordeolum adalah suatu peradangan supuratif pada kelenjar Zeiss atau kelenjar Moll atau kelenjar Meibom yang kebanyakan disebabkan oleh bakteri stafilokokus, umumnya Stafilokokus aureus (Ilyas, 2004), dan jarang disebabkan oleh Streptokokus. Seorang anak lakilaki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Keywords : ODS, hordeolum, palpebra superior et inferior Isi Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Kurang lebih 2 bulan sebelum masuk rumah sakit timbul benjolan di bagian kelopak mata kanan, kemudian muncul benjolan di kelopak mata kiri. Anak tidak rewel, tidak demam, mata tidak merah, dan tidak berair. Sejak lahir pasien mempunyai riwayat sering belekan, yaitu sudah lima kali. Riwayat sakit serupa sebelumnya disangkal. Dalam keluarga tidak ada yang menderita keluhan yang sama. Di tempat tinggal pasien terdapat usaha pengumpul barang bekas / rongsok. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, kesadaran compos mentis (sadar penuh). Pemeriksaan tanda vital didapatkan nadi 144 x/menit, pernafasan 28 x/menit, suhu 36,3 oC. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata : super silia ODS simetris. Kelopak mata simetris, OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Apparatus lakrimalis ODS normal, bola mata ODS normal (pasangan sejajar, gerakan normal, ukuran normal), tekanan bola mata ODS normal, sklera ODS normal, kornea ODS (ukuran, kecembungan, limbus, permukaan) normal, kamera okuli anterior ODS (kedalaman normal, isi jernih), iris ODS (warna coklat, pasangan simetris, bentuk sirkuler), pupil ODS (ukuran ± 3 mm, bentuk lingkaran, tempat sentral, reflek direk +, reflek indirek +), lensa ODS jernih. Diagnosis ODS hordeolum palpebra superior et inferior Terapi • infus KaEN 1 B 12 tpm • amoxan syrup 3 x 1 cth • cendo ulcori • pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Diskusi Dalam kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang ke poliklinik mata RSUD Temanggung dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Hordeolum adalah peradangan kelenjar yang sering terjadi dengan infeksi dari kuman Stafilokokus. Ditandai dengan pembengkakan terbatas (sirkumsrip) merah dan ada perlunakan yang akut. Ada pembentukan nanah yang lanjut menjadi abses (Ghozi, 2002). Gambaran Klinis Menurut Ilyas (2004) gambaran klinik hordeolum dapat dibagi menjadi gejala subjektif berupa rasa mengganjal dan rasa sakit yang akan bertambah jika menunduk dan gejala objektif berupa benjolan setempat, merah mengkilap, sakit bila ditekan, terletak di pangkal bulu mata. Gejala biasanya berawal sebagai pembengkakan terbatas (sirkumsrip) memerah dan nyeri bila di tekan. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu yang mengganjal di mata. Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak. Ditengah daerah yang membengkak sering kali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan. Bisa berbentuk abses yang cenderung pecah dan mengeluarkan nanah. Biasanya disertai dengan konjungtivitis (Vaughan & Asbury, 2000). Hordeolum terlihat tidak jelas, kemerahan, membengkak dan udematus, serta menimbulkan rasa gatal pada tepi

kelopak mata dekat ujung medial dan lateral. Batas/ujung hordeolum mencapai garis bulu mata ± 1 mm dari pinggir kelopak. Pembengkakan dan udem yang bertambah, disertai rasa gatal, akan memberikan rasa sakit. Setelah ± 1 minggu, hordeolum akan pecah, bagian tengah akan terlihat kuning kehijau-hijauan, memperlihatkan penampilan khas stafilokokus. Dengan ini penyembuhan dimulai dan berakhir dalam waktu ± 2 minggu (Miller, 1990). Hordeolum muncul secara tidak terduga dan berturut-turut. Kadang-kadang lebih dari satu hordeolum bisa muncul pada saat yang bersamaan pada kelopak mata yang sama (Philips, 1984). Penatalaksanaan Antibiotik diindikasikan bila dengan kompres hangat selama 24 jam tidak ada perbaikan, dan bila proses peradangan menyebar ke sekitar daerah hordeolum (Haryadi, 2011). 1. Antibiotika topikal Bacitracin atau tobramicin salep mata diberikan setiap 4 jam selama 7-10 hari. Dapat juga diberikan eritromicin salep mata untuk kasus hordeolum eksterna dan hordeolum interna ringan . 2. Antibiotik sistemik Diberikan bila terdapat tanda-tanda bakteremia atau terdapat tanda pembesaran kelenjar limfe di preaurikular. Pada kasus hordeolum internum dengan kasus yang sedang sampai berat, dapat diberikan chepalexin atau dicloxacilin 500 mg per oral 4 kali sehari selama 7 hari. Bila alergi penisilin atau chepalosporin dapat diberikan clindamicin 300 mg oral 4 kali sehari selama 7 hari atau klaritromycin 500 mg 2 kali sehari selama 7 hari (Haryadi, 2011). Pembedahan Bila dengan pengobatan tidak berespon dengan baik, maka prosedur pembedahan mungkin diperlukan untuk membuat drainase pada hordeolum (Haryadi, 2011). Kesimpulan Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 9 bulan datang dengan keluhan utama benjolan di kelopak mata kanan dan kiri. Pemeriksaan fisik pada segmen depan kedua mata OD terdapat 2 benjolan di palpebra inferior, OS terdapat 5 benjolan di palpebra superior dan inferior yang hiperemis. Terapi yang diberikan pada kasus ini adalah infus KaEN 1 B 12 tpm, amoxan syrup 3 x 1 cth, cendo ulcori, pembedahan berupa eksplorasi, ekstirpasi, dan hordeotomi pada ODS palpebra superior dan inferior. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. Daftar Pustaka Eva, P.R., Whitcher, J.P. 2007 Vaughan & Asbury Oftalmologi Umum. EGC, Jakarta. Ghozi, M., 2002 Buku Ajar Oftalmologi, Fakultas Kedokteran UMY, Yogyakarta. Haryadi, W., 2011 Hordeolum. Diakses pada tanggal 18 Desember 2011 dari http://www.docstoc.com/docs/42221138/Referat---Hordeolum Hollwhich, F. 1993 Oftalmology, 2nd ed. Binarupa Aksara, Jakarta. Ilyas, M. 2004 Ilmu Penyakit Mata, 3rd ed. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Mansur, A. 1999 Kapita Selekta Kedokteran, 3rd ed. Media Aesculapius, Jakarta. Miller, J.H. 1990 Parsons‘ Disease Of The Eye, Churchill Livingstone Ltd., New York. Philips, C.I. 1984 Basic Clinical Ophtalmology, Medical Division of Longman Group UK. Ltd., London.a Vaughan, D. G., Asbury, T., Eva, P.R., 2000 Ophtalmologi Umum, 14th ed. EGC, Jakarta. Wijana, N.S.D. 1993 Ilmu Penyakit Mata 3rd ed. FKUI, Jakarta. Meila Supeni, Bagian Ilmu Penyakit Mata, RSUD Temanggung, Jawa Tengah

Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia
Dibuat oleh: Meila Supeni,Modifikasi terakhir pada Minggu 04:56 Anestesi Spinal pada Pasien Mioma Uteri dengan Anemia Abstrak Anestesi regional adalah suatu tindakan anestesi yang menggunakan obat analgetik lokal untuk menghambat hantaran saraf sensorik, sehingga impuls nyeri dari suatu bagian tubuh diblokir untuk sementara. Fungsi motorik dapat terpengaruh sebagian atau seluruhnya, sedang penderita tetap sadar. Anestesi

• Inspeksi : garis yang menghubungkan 2 titik tertinggi Krista iliaka kanan kiri akan memotong garis tengah punggung setinggi L4-L5 • Palpasi : untuk mengenal ruangan antara 2 vertebra lumbalis • Pungsi lumbal hanya antara L2-L3. Selanjutnya disuntikkan larutan obat analgetik local ke dalam ruang subarachnoid. • Posisi lateral dekubitus adalah posisi yang rutin untuk mengambil lumbal pungsi. infuse 500-1000 ml NaCl atau hemacel cukup untuk memperbaiki tekanan darah. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan.spinal ( anestesi lumbal. Keywords : anestesi spinal. mioma uteri. 25. memudahkan melakukan pemberian pernafasan buatan. mengurangi kebutuhan anestesi. posisi duduk akan lebih mudah untuk pungsi. suhu 36.6 mmHg. Keadaan umum cukup.7. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. pemeriksaan VT : V/U tertutup. Diagnosis suspek myoma uteri. cairan LCS akan menetes keluar. Pethidin dapat menyebabkan vasodiatasi perifer.5%) dikombinasi dengan adrenalin 1:200.3. Keuntungan penggunaan obat ini adalah memudahkan induksi. prongkol – prongkol sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. kesan menyokong gambaran mioma uteri. Hal ini akan lebih berta lagi bila digunakan pada pasien dengan hipovolemia. 26 pada bidang median dengan arah 10-30 derajat terhadap bidang horizontal kea rah cranial pada ruang antar vertebra lumbalis yang sudah dipilih. menghasilkan analgesia pra dan pasca bedah. sehingga dapat menyebaban hipotensi orthostatic. Teknik anestesi • Perlu mengingatkan penderita tentang hilangnya kekuatan motorik dan berkaitan keyakinan kalau paralisisnya hanya sementara. Diagnosis Mioma uteri Terapi • Transfusi PRC IV kalf • SF 2 x 1 • Ca Glukonas • Operasi Diskusi Dalam kasus ini pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun). prongkol-prongkol. respirasi 20x/menit. dan dapat diantagonis dengan naloxon. Cabut jarum. tutup luka dengan kasa steril.25%-0. L5-S1 • Setelah tindakan antiseptic daerah pungung pasien dan memakai sarung tangan steril. porsio mecucu. jumlah eritrosit turun 2. tetapi bila kesulitan. Derajat relaksasinya terhadap otot tergantung terhadap kadarnya.6 mmHg. kesadaran compos mentis. • Pasang infuse. 23. Asisten harus membantu memfleksikan posisi penderita. Hmt turun 24. Hb turun 7. yang terakhir ditembus adalah durameter subarachnoid.000.5 celcius. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS. Pemeriksaan kepala : mata anemis (+). jumlah netrofil naik 79. Keluhan keluar darah banyak prongkol-prongkol sejak 2 hari SMRS. • Monitor tekanan darah setiap 5 menit pada 20 menit pertama. Pethidin Pethidin merupakan narkotik yang sering digunkan untuk premedikasi. tampak pucat. Kesimpulan : Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant (riwayat implant 21 tahun) dengan keluhan keluar darah banyak. uterus sebesar telur bebek. Tanda-tanda vital TD 100/70 mmHg. Obat yang dipakai untuk kasus ini adalah Bupivakain Bupivakain (Decain. Pasien P1A0 usia 38 tahun datang dengan keluhan keluar darah banyak. blok subarachnoid ) dihasilkan bila kita menyuntikkan obat analgetik lokal ke dalam ruang subarachnoid di daerah antara vertebra L2-L3 / L3-L4 (obat lebih mudah menyebar ke cranial) atau L4-L5 (obat lebih cenderung berkumpul di kaudal). minimal 500 ml cairan sudah masuk saat menginjeksi obat anestesi local. Pemeriksaan USG. 22 lebih halus no.55. jumlah limfosit turun 17. Pemeriksaan laboratorium Hb turun 7. Posisi tidur dapat mengurangi efek tersebut. pungsi lumbal dilakukan dengan penyuntikan jarum lumbal no. anemia Isi Pasien datang sendiri P1A0 akseptor implant ( riwayat implant 21 tahun). Juga dapat menyebabkan depresi pusat pernapasan di medulla yang dapat ditunjukkan dengan respon turunnya CO2. Riwayat menstruasi rutin tiap bulan. Marcain) adaah derivate butil yang 3 kali lebih kuat dan bersifat long acting (5-8 jam). Obat ini terutama digunakan untuk anestesi dareah luas (larutan 0. Akan . mual dan muntah menunjukkan adanya stimulasi narkotik pada pusat muntah di medulla. jika terjadi hipotensi diberikan oksigen nasal dan ephedrine IV 5 mg. L4-L5. • Setelah stilet dicabut. Jarum lumbal akan menembus berturut-turut beberapa ligament. L3-L4. Nadi 80x/menit. Keadaan umum sedang.

com.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:53 Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Abstrak Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal. 1 Maret 2006 (diakses tanggal 16 Mei 2012). Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. Diagnosis Multisinusitis Terapi Infus RL 20 tpm Inj. Satu minggu sebelum ke RS. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis.5 tahun yang lalu.2. A guide to spinal anaesthesia for caesarean section. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri. flu. penciuman agak berkurang. Kriteria Minor • . multisinusitis Isi Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala.dilakukan histerektomi setelah perbaikan Hb dengan spinal anestesi. Rhinoskopi anterior : konka hipertrofi (+). Hubungan antara dosis preload dengan perubahan tekanan darah pada operasi dengan teknik anestesi spinal. Nadi 100x/menit. Pasien sering flu dan alergi terhadap dingin dan debu. telinga kanan kadang-kadang berdengung. suhu 36. Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis dan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. Riwayat berobat ke dokter dan diberi asam mefenamat.3 celcius. Cefotaxim 1 gr/12 jam Inj. sejak 1 minggu sebelum datang ke RS. Umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. dan bila pusing pasien meminum obat tersebut. Oyston J. Kalmethason 1 gr/8 jam Inj. Tanda-tanda vital TD 110/60 mmHg. respirasi 24x/menit. Keluhan dirasakan sejak 2. Kalnex 500 mg/8jam Operasi CWL dekstra. palpasi nyeri tekan hidung dan sinus paranasal (-). jumlah trombosit meningkat 467. Kriteria Mayor • Sekret nasal yang purulen • Drenase faring yang purulen • Purulent post nasal drip • Batuk • Foto rontgen (Water‘s radiograph atau air fluid level) : penebalan lebih 50% dari antrum • Coronal CT scan : penebalan atau opaksifikasi dari mukosa sinus 2. Riwayat sering terpapar bahan-bahan pestisida dan asap rokok (+). : http://www. Oktober 2000 (diakses tanggal 16 Mei 2012) 3. Diagnosis Sinusitis Penegakkan diagnosis sinusitis secara umum : 1. pingsan dua kali. Penyebab utamanya adalah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri. Keadaan umum sedang. Pemeriksaan hidung dan sinus paranasal. nyeri kepala dirasakan sejak 2. kesadaran compos mentis. inspeksi dalam batas normal. Keywords : rhinitis. Jawa Tengah Diagnosis dan Penatalaksanaan Sinusitis pada Wanita Usia 24 Tahun Dibuat oleh: Meila Supeni. RSUD Temanggung. ethmoidektomi Diskusi Dalam kasus ini pasien wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala. Wanita usia 24 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan utama nyeri kepala pada kepala bagian atas dan depan. Nyeri kepala dirasakan pada bagian atas dan depan. Tohaga E. Didapat dari : URL. Semarang : 1998 Meila Supeni. NAW sinistra.wikipedia.5 tahun yang lalu. keluhan bertambah berat yaitu nyeri kepala. Bagian Ilmu Anestesi. : http://www.org. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan teori. Didapat dari : URL. Pasien mengeluh penciuman agak berkurang.oyston. Pemeriksaan CT Scan kesan sinusitis sphenoidalis bilateral. 2. Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasal. hiperemi (+). maksilaris bilateral. Pemeriksaan laboratorium jumlah leukosit meningkat 13. mukosa edem (+). pasien juga sering merasa terdapat dahak di tenggorokan. Dua minggu sebelum datang ke RS. Caesarean section (editorial). Daftar Pustaka 1. sinusitis. dan ethmoidalis dekstra.

pencucian rongga hidung dengan NaCl / diatermi . steroid oral / topikal . Rasa nyeri perut ini dirasakan sejak dua hari yang lalu. Bila . tidak disertai darah. 2009. Cefotaxim 1 gr/12 jam. Pasien tidak mengeluhkan gangguan BAK. Leher. Daftar Pustaka Etiologi. P. Tenggorok. Nyeri abdominal. Nyeri ini merupakan gejala klasik appendicitis. Beberapa keadaan yang dapat berperan sebagai faktor pencetus antara lain sumbatan lumen appendix oleh mukus yang terbentuk terus menerus atau akibat feses yang masuk ke appendix yang berasal dari secum. merasa terdapat dahak di tenggorokan. Jakarta: FK UI Meila Supeni. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. mukosa edem (+). Antibiotik dan dekongestan . Feses ini mengeras seperti batu dan disebut fecalith.. mencegah perubahan menjadi kronik. dan ethmoidalis dekstra. warnanya kuning seperti biasa. tidak ada darah). Pemeriksaan rhinoskopi anterior konka hipertrofi (+). Bagian Ilmu THT. operasi CWL dekstra. analgetika mukolitik . Riwayat alergi debu dan dingin. Pasien mengeluhkan susah buang air besar (sudah 3 hari sulit BAB. Prinsip : Membuka sumbatan di KOM sehingga drainase dan ventilasi sinus pulih secara alami. Diagnosis dan penatalaksanaan pada kasus ini sudah sesuai dengan referensi. Adams. ethmoidektomi. BAK lancar. Satu bulan yang lalu nyeri pada perut kanan bawah sudah pernah dialami pasien. Appendicitis pada umumnya disebabkan oleh obstruksi dan infeksi pada appendix. sinusitis sphenoidalis bilateral. inj. antibiotik yang dipilih adalah golongan penisilin seperti amoksisilin. mencegah komplikasi . tidak ada rasa nyeri pada saat BAK. Kepala. B. Burney). tidak ada lendir. Iskandar. Mula-mula nyeri dirasakan samarsamar dan tumpul yang merupakan nyeri viseral di daerah epigastrium atau sekitar umbilicus. hiperemi (+). penciuman agak berkurang. Riwayat sering terpapar bahan pestisida dan asap rokok. tindakan operatif. inj. antihistamin. EA. BAB kotoran keras. Pada awalnya rasa nyeri dirasakan di daerah ulu hati. diberikan 10 – 14 hari meskipun gejala klinik sudah hilang . Jawa Tengah Penegakan Diagnosis apendicitis akut Dibuat oleh: Anita Permatasari.. Ed: 5. Pemeriksaan CT scan kesan.irigasi sinus maksila. Diakses tanggal 18 Oktober 2011 Highler. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga. Ed: 6.. dan Penatalaksanaan Sinusitis. Pasien merasa nafsu makannya agak berkurang. Pengobatan infuse RL 20 tpm. disertai demam. Jakarta : EGC Soepardi. RSUD Temanggung. imunoterapi. Diagnosis Appendisitis Akut Diskusi Gejala Klinis Gambaran klinis yang sering dikeluhkan oleh penderita. kemudian dirasakan bertambah nyeri terutama di perut bagian kanan bawah. Kesimpulan Wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama nyeri kepala. mual.. Patofisiologi.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:39 Abstrak Appendicitis adalah suatu peradangan pada appendix. 1997. Peradangan ini pada umumnya disebabkan oleh infeksi yang akan menyumbat appendix. inj. jika sudah resisten dapat dipilih amoksisilin – klavulanat atau jenis sefalosporin generasi 2. Hidung. Kalnex 500 mg/8jam. antara lain 1. Kalmethason 1 gr/8jam. pasien berobat ke puskesmas dan rasa nyeri hilang setelah minum obat. Isi Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan rasa nyeri pada perut kanan bawah. 2001. Nyeri akan bersifat tajam dan lebih jelas letaknya sehingga berupa nyeri somatik setempat. NAW sinistra. N. dan muntah.Edem periorbital • Sakit kepala • Nyeri di wajah • Sakit gigi • Nyeri telinga • Sakit tenggorok • Nafas berbau • Bersin-bersin bertambah sering • Demam • Tes sitologi nasal (smear) : neutrofil dan bakteri Kemungkinan terjadinya sinusitis jika : Gejala dan tanda : 2 mayor 1 minor dan ≥ 2 kriteria minor Terapi Tujuan terapi sinusitis : mempercepat penyembuhan . maksillaris bilateral. Setelah beberapa jam nyeri berpindah dan menetap di abdomen kanan bawah (titik Mc.

Pemeriksaan Laboratorium .Nyeri lepas. RSUD. 3. . Usus Halus Appendiks. adnecitis dan sebagainya. Referensi 1. Barium enema Yaitu suatu pemeriksaan X-Ray dengan memasukkan barium ke colon melalui anus. dan Anorektum. 3. CA. Nafsu makan menurun. Tanda-Tanda Khusus 1. Hamami. 3.3biasanya tubuh belum panas. Obturator Sign Dilakukan dengan menyuruh penderita tidur terlentang. De jong. Jakarta. 2. Bila pada saat melakukan tindakan ini didapatkan peradangan pada appendix maka pada saat itu juga dapat langsung dilakukan pengangkatan appendix. Edisi Revisi. bila belum ada komplikasi C. Psoas Sign Dilakukan dengan rangsangan m. 2. 5. penderita disuruh hiperekstensi atau fleksi aktif. Palpasi Dengan palpasi di daerah titik Mc. Rovsing Sign Perut kiri bawah ditekan. terutama pada wanita. 2. Laparoscopi Yaitu suatu tindakan dengan menggunakan kamera fiberoptic yang dimasukkan dalam abdomen. defans muscular mungkin tidak ada. EGC.Nyeri tekan di Mc. 3. R. lalu dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul. Selain itu juga dapat menunjukkan komplikasi dari appendicitis seperti bila terjadi abses. Pada appendicitis pelvika akan didapatkan nyeri terbatas sewaktu dilakukan colok dubur. Burney. AH. Buku Ajar Ilmu bedah.psoas dengan cara penderita dalam posisi terlentang. Mual-muntah biasanya pada fase awal. Penonjolan perut kanan bawah bisa dilihat pada massa atau abses appendiculer . 2. Defans muscular lokal. Yogyakarta . dkk. Jogja. Helwick. Burney didapatkan tanda-tanda peritonitis lokal yaitu: . Kolon. dapat dilakukan pemeriksaan USG. Obturator sign (+) bila terasa nyeri di perut kanan bawah . 2. Suhu biasanya berkisar 37. akan terasa sakit pada perut kanan bawah . Peristaltik dapat hilang karena ileus paralitik pada peritonitis generalisata akibat appendicitis perforata. Pada appendix letak retroperitoneal. Appendicitis.terjadi perangsangan peritoneum biasanya penderita akan mengeluh nyeri di perut pada saat berjalan atau batuk. Kembung sering terlihat pada penderita dengan komplikasi perforasi. LED akan meningkat . CTScan Dapat menunjukkan tanda-tanda dari appendicitis. Demam. Gale Encytopedia of medicine. 4. Pemeriksaan ini sangat membantu dalam menyingkirkan diagnosis banding seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal yang mempunyai gejala klinis yang hampir sama dengan appendicitis . dalam Sjamsuhidajat. Defans muscular menunjukkan adanya rangsangan peritoneum parietal. Inspeksi Kadang sudah terlihat waktu penderita berjalan sambil bungkuk dan memegang perut.Pemeriksaan urin : untuk melihat adanya eritrosit. hal 865-75. Pemeriksaan Penunjang 1.7 Gejala appendicitis akut pada anak tidak spesifik. Psoas sign (+) bila terasa nyeri di abdomen kanan bawah . leukosit dan bakteri di dalam urin.Tehnik ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum. Pemeriksaan ini dilakukan terutama pada anak-anak . appendix dapat divisualisasikan secara langsung. terjadi bila sudah ada komplikasi. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan komplikasi-komplikasi dari appendicitis pada jaringan sekitarnya dan juga untuk menyingkirkan diagnosis banding. Pada inspeksi perut tidak ditemukan gambaran spesifik. Gejala awalnya sering hanya rewel dan tidak mau makan. Karena gejala yang tidak spesifik ini sering diagnosis appendicitis diketahui setelah terjadi perforasi . Penderita tampak kesakitan. Obstipasi dan diare pada anak-anak. Dengan USG dapat dipakai untuk menyingkirkan diagnosis banding seperti kehamilan ektopik. yang ada nyeri pinggang . Auskultasi Peristaltik usus sering normal. USG Bila hasil pemeriksaan fisik meragukan. tungkai kanan lurus ditahan pemeriksa. 5.-38. Stase Ilmu Bedah. Pada appendicular infiltrat. 4.Pemeriksaan darah : akan didapatkan leukositosis pada kebanyakan kasus appendisitis akut terutama pada kasus dengan komplikasi. Pemeriksaan Fisik 1. Anak sering tidak bisa melukiskan rasa nyerinya. W. 6. 1997. htm. Anita Permatasari. Pemeriksaan Colok Dubur Akan didapatkan nyeri kuadran kanan pada jam 9-12. Abdominal X-Ray Digunakan untuk melihat adanya fecalith sebagai penyebab appendicitis. juga bila dicurigai adanya abses. .

Demam tifoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan olehSalmonella typhi . lidah kotor (54%). pemeriksaan abdomen supel. Klinis: panas (100%). kesehatan lingkungan. sumber air dan sanitasi yang buruk serta standar higiene industri pengolahan makanan yang masih rendah. anoreksia (88%). dan bervariasi dari gejala seperti flu ringan sampai tampilan sakit berat dan fatal yang mengenai banyak sistem organ. Diagnosis pelvimetri radiologik. Secara klinis gambaran penyakit Demam Tifoid berupa demam berkepanjangan. Pemeriksaan ini lebih spesifik lebih sensitive. Hal ini menunjukkan perlunya pemeriksaan penunjang laboratorium untuk konfirmasi penegakan diagnosis demam tifoid. sehingga pada minggu ke 2 panas tinggi terus menerus terutama pada malam hari. obstipasi (43%). bising usus (+) normal. Pemeriksaan ini mengukur kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen O dan H dalam darah (antigen O muncul pada hari ke 6-8. dan antibodi H muncul pada hari ke 10-12). muntah. muntah (46%). sehingga dalam penegakan diagnosis diperlukan konfirmasi pemeriksaan laboratorium. sopor (1%). pasien sudah meminum obat penurun panas tetapi tidak kunjung sembuh. memberikan hasil negatif sampai 30% dari sampel biakan positif penyakit tifus. Beberapa faktor penyebab demam tifoid masih terus menjadi masalah kesehatan penting di negara berkembang meliputi pula keterlambatan penegakan diagnosis pasti. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kesan umum tampak berbaring. Gejala klinis pada penderita: 1. Pemeriksaan laboratorium yang selama ini banyak dilakukan adalah pemeriksaan serologis yaitu Widal tes. kepadatan penduduk. mual. Pemeriksaan yang dapat dijadikan alternatif untuk mendeteksi penyakit demam typhoid lebih dini adalah mendeteksi antigen spesifik dari kuman Salmonella (lipopolisakarida O9) melalui pemeriksaan IgM Anti Salmonella ( Tubex TF). Selain itu pasien mengeluh mual dan muntah beberapa kali. Isi Seorang laki-laki datang ke rumah sakit dengan keluhan panas sejak 6 hari yang lalu. dan kembung. Panas lebih dari 7 hari. Penyakit ini biasanya mewabah pada musim hujan. 2. Panas terutama dirasakan pada sore menuju malam hari. somnolen (5%). Penegakan diagnosis demam tifoid saat ini dilakukan secara klinis dan melalui pemeriksaan laboratorium.peran pemeriksaan penunjang Tubex TF dalam mendeteksi dini demam Tiphoid Dibuat oleh: Anita Permatasari. Penyakit ini juga merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena penyebarannya berkaitan erat dengan urbanisasi. splenomegali (7%). terutama pada minggu pertama sakit. dan keluhan susunan saraf pusat. dan lidah kotor dengan tepi kemerahan. nyeri perut (49%). Gejala pencernaan dapat berupa obstipasi / sulit buang air besar.Demam Tiphoid Diskusi Pemeriksaan penunjang USG. dan diare (31%). Pemeriksaan fisik: Kesadaran delirium (16%). gangguan fungsi usus. kesadaran compos mentis GCS E4V5M6. meteorismus (66%). diare. sehingga hasil tes Widal negatif bukan berarti dapat dipastikan tidak terjadi infeksi. dan terdapat nyeri tekan di ulu hati dan perut sebelah kanan atas. Diagnosis demam tifoid secara klinis seringkali tidak tepat karena tidak ditemukannya gejala klinis spesifik atau didapatkan gejala yang sama pada beberapa penyakit lain pada anak. Keluhan dan gejala Demam Tifoid tidak khas.Gambaran klinis demam tifoid seringkali tidak spesifik. dan lebih praktis untuk deteksi dini infeksi akibat . Penularan penyakit tifoid ini melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman Salmonella . biasanya mulai dengan demam tidak tinggi yang makin hari makin meninggi.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:25 Abstrak Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan yang penting di negara berkembang. Kelemahan pemeriksaan ini adalah sensitivitas yang kurang. dan lemah. hepatomegali (67%).

Yogyakarta. selanjutnya ikatan inhibisi tersebut di sparasikan oleh suatu daya magnetic. TUBEX TF adalah sustu test diagnostic invitro semi kuantitatif <10 menit untuk deteksi Demam Tifoid akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi. 4. Tubex TF Prinsip: Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru.scribd.com/doc/24896159 3. Isi Pasien demam sejak 7 hari yang lalu. • Mempunyai sensitivitas yang tinggi terhadap kuman Salmonella ( > 95 %). Diagnosis Diare Cair Akut Desentriform dengan leukositosis. Pramita Lab. setelah pulang panas lagi. Frekuensi defekasi sehari serta kira-kira banyaknya feses setiap . Diagnosis Demam Tifoid dengan Pemeriksaan Tubex. typhi dalam sampel. • Tubex mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang baik. Dari anamnesis yang harus ditanyakan adalah adanya diare berlangsung akut atau kronik. dengan demikian dapat menurunkan angka kematian akibat kompikasi demam typhoid.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:23 Abstrak Diare dapat didefinisikan sebagai meningkatnya frekuensi buang air besar dan berubahnya konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair. Diskusi Cara mendiagnosis pasien diare adalah dengan menentukan 3 hal yaitu persistensinya. Didiagnosis diare cair akut desentriform dengan leukositosis. • Metode Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI) memungkinkan pengoperasian semudah Widal serta secanggih ELISA. Yogyakarta penanganan Diare Cair Akut Dibuat oleh: Anita Permatasari. Diakses dari http://www. Referensi 1. Tingkat inhibisi yang dihasilkan adalah setara dengan konsentrasi antibodi Ig M S. Diare cair akut adalah buang air besar lembek dan cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih dari 3 kali atau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam dan berlangsung kurang dari 14 hari. 2009. Afiani. Arina. Alat dan Bahan: Tubex TF rapid typhoid detection Tubex color scale Tubex TF Brown reagen Blue reagen Serum Prosedur Kerja: 1. • Hanya dibutuhkan sample darah sedikit. RSUD. Kemudian masukan serum 45 µl kedalam rak tubex 3. 2010. Nathan. Irasfan. Yogyakarta Anita Permatasari. 2011. Diare sehari >5x. Hasil dibaca secara visual terhadap suatu skala warna. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Jogja. I. melalui deteksi spesifik adanya serum antibodi Ig M tersebut dalam menghambat ( inhibisi ) reaksi antara antigen berlabel partikel latex magnetic ( reagen warna coklat ) dan monoklonal antibodi berlabel latex warna ( reagen warna biru ). karena antibody IgM muncul pada hari ke 3 terjadinya demam. lendir (+). Hasil dibaca secara visual dengan membandingkan warna akhir reaksi terhadap skala warna. Lakukan pembacaan pada tubex color scale setelah 5 menit Kesimpulan • Tubex mendeteksi adanya IgM pada daerah didalam serum pasien dengan kemampuan untuk menghalangi adanya reaksi antigen yang dilapisis warna coklat dan darah yang diserang kuman dan dilapisi bahan reaksi biru. Post mondok RS 2 hari. Homogenkan dan diamkan selama 2 menit 5. • Hasil dapat diperoleh lebih cepat. • Dengan pemeriksaan Tubex TF diharapkan diagnosis demam typhoid dapat ditegakkan lebih dini sehingga pengobatan yang tepat dapat segera diberikan. cair ampas. Stase Ilmu Penyakit Dalam. Deteksi Dini Demam Typhoid dengan Tubex TF. darah (+). Felix. etiologinya dan derajat dehidrasinya. A. Tinjauan Tubex TF Sebagai Alat Diagnostik Penunjang pada Demam Typhoid. Keunggulan pemeriksaan TUBEX TF : • Mendeteksi secara dini infeksi akut akibat Salmonella typhi. 2.kuman Salmonella typhi. shake pada tubex TF selama 2 menit 6. Makan dan minum seperti biasanya. Tambahkan 45 µl brown reagen 4. 2010. Tambahkan 90 µl blue reagen.

tinja berdarah. lemas. Edukasi Bawa anak kepada petugas kesehatan jika anak tidak membaik dalam 3 hari atau menderita : demam. apabila disertai dengan tenesmus seringkali khas untuk amebiasis intestinal. warnanya (hitam seperti the. perlu ditanyakan mengenai keluhan-keluhan lain yang menyertai diare misalnya terdapat muntah. Pilih rencana terapi yang sesuai untuk melanjutkan pengobatan Plan C ( penderita diare dengan dehidrasi berat) Anakanak dengan dehidrasi berat harus diberi rehidrasi I. berikan 70 ml/kg dalam <12 bulan 1 jam (*) 5 jam 12 bulan 30 menit (*) 2. rasa haus yang nyata. Mulai berikan cairan I. air mata. Selain rasa mulas. Beri tablet zinc 10 hari Setelah 3 jam. kuah sayur atau sup. Pengobatan dietatik a. Dasar penatalaksanaan pada pasien diare 1. buang air besar cair lebih sering. Plan A (penderita diare tanpa dehidrasi) a. baunya (busuk/anyir). Cairan Rehidrasi Oral (CRO) yang dianjurkan WHO selama 3 dekade terakhir ini menggunakan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa telah berhasil menurunkan angka kematian akibat dehidrasi pada diare. lecet di dubur. anak harus segera dibawa ke petugas kesehatan.V segera Larutan I.ubun-ubun besar. serta tinja disertai lender dan/atau darah. atau sesuai dengan kelainan yang ditemukan b. tenesmus serta kolik. Adanya perbaikan nafsu makan menandakan fase kesembuhan. misal LLM) • Makanan setengah padat (bubur susu) atau makanan padat (nasi tim) • Susu khusus. sesak nafas. muntah terus menerus. Kalium20 mmol/L. Beri makanan untuk mencegah kurang gizi d. jika RL tidak tersedia dapat diganti NaCl 0. tinja lembek yang disertai lender dan darah. Glukosa 75 mmol/L. yaitu susu yang tidak mengandung laktosa. konsistensi tinja. karena kombinasi gula dan garam dapat meningkatkan penyerapan cairan di usus.700 700 – 900 900-1400 b. kejang. Konsistensi tinja yang cair dengan warna seperti air cucian beras mungkin mengarahkan diagnosis pada kolera. Menunjukkan pada orang tua cara pemberian oralit Minum sedikit-sedikit tapi sering Jika anak muntah. Kemudian lanjutkan lagi dengan lebih lambat. Anak > 1 tahun dan anak < 1 tahun dengan BB < 7 kg Jenis makanana : • Susu (ASI. makan atau minum sedikit.kali BAB. Dilakukan pemeriksaan pada keadaan umum pasien.5 jam (*) ulangi kembali jika denyut nadi radial masih lemah / tidak teraba 2. tunggu 10 menit.ulangi penilaian dan klasifikasikan kembali derajat dehidrasinya. turgor kulit. Rawat jalan Plan B (penderita diare dengan dehidrasi tak berat) a. mata (palpebra). kencing berkurang. Menentukan oralit untuk 3 jam pertama Jumlah oralit yang diperlukan =75ml/kgBB Umur Sampai 4 bln 4 – 12 bln 12 – 24 bln 2 – 5 thn BB < 6 kg 6 – 10 kg 10 – 12 kg 12 -19 kg Jml cairan 200 – 400 400 . jika terdapat dehidrasi pada anak. gangguan kesadaran. Anak > 1 tahun dengan BB . dan sebagainya. putih). Total osmolaritas 245 mmol/L. Cari adanya darah. hijau. Anak umur 6 bulan keatas sebaiknya mendapat makanan seperti biasanya. untuk pengganti nutrisi yang hilang serta mencegah agar tidak menjadi gizi buruk. kuning. Lanjutkan ASI selama anak mau c. Sesuai dengan anjuran WHO saat ini dianjurkan penggunaan CRO dengan formula baru yaitu dengan komposisi Natrium 75 mmol/L.9% Pemberian : 100ml/kgBB Pertama. e. Berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi b. urin.V terbaik adalah RL. Dukungan nutrisi Makanan tetap diteruskan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat. Sitrat 10 mmol/L. ASI tetap diberikan selama terjadinya diare pada diare cair akut maupun pada diare akut berdarah dan diberikan dengan frekuensi lebih sering dai biasanya. Bila terjadi dehidrasi.V secara cepat yang diikuti dengan rehidrasi oral a. susu formula rendah laktosa dan asam lemah tak jenuh. Klorida 65 mmol/L. berikan 30 ml/kg dalam Selanjutnya. lendir dalam tinja. Mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari memberikan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti air tajin. Rehidrasi Salah satu komplikasi diare yang paling sering terjadi adalah dehidrasi. Pemeriksaan fisik yang harus dilakukan adalah memeriksa pasien untuk menetukan derajat dehidrasi. Beri tablet zinc c. rehidrasi disesuaikan dengan derajat dehidrasi. selaput lendir.

Tunjukkan cara penggunaan tablet zinc kepada orang tua dan meyakinkan bahwa pemberian tablet zinc harus diberikan selama 10-14 hari berturut-turut meskipun anak sudah sembuh. Diakses dari www. Untuk anak-anak yang lebih besar. Panduan tatalaksana diare. Dari hasil anamnesis . atau oralit. tampak rewel. Zinc juga dapat mengembalikan nafsu makan anak. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak.pemberian antibiotic yang tidak rasional akan mempercepat resistensi kuman terhadap antibiotik. serta dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. zinc dapat dikunyah atau dilarutkan dalam air matang atau oralit. Antibiotik selektif Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare cair akut kecuali dengan indikasi yaitu pada diare berdarah dan kolera. 2010. air mata kering.2008.dan disentri yang disertai dengan komplikasi. ASI. Serta zinc berperan dalam menjaga keutuhan epitel usus. Alatas. tidak ada ruam kemerahan maupun petekie. 2008. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia Anita Permatasari. Muntah 2x setelah makan dan minum. diare makin sering atau belum membaik dalam 3 hari. perut kembung. Dari hasil pemeriksaan fisik menunukkan anak demam. pemeriksaan fisik serta pemriksaan penunjang dapat disimpulkan bahwa pasien Berdasarkan hasil anamnesis dapat disimpulkan. menderita campak pada 6 bulan terakhir. telah ditunjukkan bahwa zinc berperan penting dalam modulasi sel T dan sel B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda dehidrasi yaitu anak tampak rewel. Indikasi rawat inap pada diare aut berdarah adalah malnutrisi. adanya dehidrasi. Edukasi orang tua Nasehat kepada orang tua untuk segera membawa anak kembali kepetugas kesehatan jika ada demam. darah (-). mata agak cekung. muntah berulang. Dr. Referensi 1. Seharusnya diberikan infus RL 75 cc /kgbb dalam 3 jam. 1 hari SMRS. akan memperpanjang lamanya diare karena akan mengganggu keseimbangan flora usus dan Clostridium defficile yang akan tumbuh dan menyebaban diare sulit disembuhkan. Suplementasi zinc Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut. air mata tidak ada. Ekstremitas hangat. dan turgor kulit sedang. Hasil pemeriksaan darah rutin ada kecurigaan kearah infeksi bakterial dan anemia mikrositik hipokromik.00. tinja berdarah. 4. mukosa bibir tampak kering. 2004. Jakarta: Bagian IKA-FKUI. Zinc merupakan mikronutrien yang penting sebagai kofaktor lebih dari 90 jenis enzim. Hassan.> 7 kg Jenis makanan : makanan padat atau makanan cair/susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah 3. Cubitan kulit abdomen kembali sedang. Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit.. cubitan pada kulit perut kembalinya agak lambat. RSUD. BAB cair ampas berwarna kuning. Pada pasien ini diberikan zinc 1 tablet karena umur pasien lebih dari 6 bulan. Selain itu. Infomedika. Stase Ilmu Kesehatan Anak. Pemberian antibiotic yang tidak rasional. Yogyakarta Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun . fungsi zinc pada diare yaitu dapat mengurangi lama dan beratnya diare.com 4. pasien mengalami diare akut dengan dehidrasi sedang. usia < 1 tahun. 3. Rupeno. sangat haus. untuk bayi tablet zinc dapat dilarutkan dengan air matang. Diare 5. Kesimpulan Dari anamnesis diperoleh pasien BAB cair > 10 x / hari. dan perfusi jaringan baik. Edisi 1. Anonim.medicastore. Zinc berperan dalam penguatan system imun. Anonim. Hussein. 1985. Dr. Intoleransi laktosa. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. Dosis zinc : anak-anak < 6 bulan = 10 mg (1/2 tablet)/hari anak-anak > 6 bulan = 20 mg (1 tablet)/hari Cara pemberian tablet zinc. Demam sejak hari sabtu jam 17. Jogja. lendir (-). DEPKES 2. IDAI. 5. WHO. mukosa mulut kering. dapat mengurangi lama dan beratnya diare dan dapat mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. makan atau minum sedikit.

akral : hangat. diding vagina licin. bulat. Riwayat obstetric : I. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. t = 36. air ketuban negative Pemerikssan Laboratorium : Proteinuria : +++ Diagnosis PEB. grandemultigravida. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Pada preeklampsia dijumpai kadar aldosteron yang rendah dan konsentrasi prolaktin yang tinggi daripada kehamilan normal. servix tebal. hipertensi. Aldosteron penting untuk mempertahankan volume plasma dan mengatur retensi air dan natrium. Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu. ♂/lahir mati/RS/8 bulan II. Pada preeklampsia terjadi perubahan pada ginjal . hamil pre term. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. muntah. ♀/ lahir mati/RS/7 bulan III. dibelakang tidak ada pembukaan. diabetes. Pada kasus ini ibu dikatakan mengalami preeklampsia berat karena mengalami hipertensi. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. ♀ /lahir mati/RS/6 bulan IV. datang dari UGD dengan rujukan dari BPS dengan keterangan PEB. TFU : 23 cm. belum masuk panggul. hipertensi dan penyakit jantung disangkal. Riwayat toxoplasmosis baru diketahui sejak anak ke 3. Diduga faktor imunologis memegang peranan penting yg mengakibatkan terjadinya kerusakan organ organ secara menyeluruh. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. Hipertensi terjadi sebagai usaha untuk mengatasi kenaikan tahanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat tercukupi. Riwayat penyakit asma. TBJ = 1705 gram c) Pemeriksaan Dalam : v/u tenang. penyakit jantung disangkal. Hamil ini (29 minggu) Vital Sign : TD = 180/120 mmHg. b) Palpasi Leopod I : Teraba bagian besar. penyakit teori Kasus Seorang wanita. RPD : Riwayat asma. pusing. membujur sesuai masa kehamilan. pandangan kabur.5° C Kepala : palpebra edem -/-. selaput ketuban negatif. diabetes. lunak. belum dalam persalinan Terapi Menejemen konservatif Infus RL Injeksi MgSO4 40% 8 gr (boka/boki) masing masing 4 gr / 10cc. PEB. keras. N = 92 x/menit. Riwayat hipertensi pada kehamilan dibenarkan. lender darah tidak ada. jumlah 1. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. Mual. dilanjutkan 4 gr per 6 jam Injeksi Dexamethason 2 x 1 ampul Nifedipin 3 x 10 mg Observasi vital sign Observasi HIS dan DJJ Diskusi Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. STLD negatif. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan.Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. lunak. edem -/. nyeri ulu hati tidak dirasakan. thoraks : C/P dbn. ♀ /lahir mati/RS/4 bulan V. gerak janin terasa. Edema terjadi karena terjadi penimbunan cairan yang berlebihan dalam ruang interstitial. DJJ = 140 x/menit. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. Kata kunci :preeklampsia.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:50 Penegakan Diagnosis PEB Pada Wanita Usia 40 tahun Abstrak Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. usia 40 tahun. RPK :Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit dengan keluha yang sama.STATUS OBSTETRI a) Inspeksi perut membesar. RR = 22 x/menit. Abdomen : dbn. air ketuban belum merembes. Proteinuria terjadi karena pada preeclampsia permeabilitas pembuluh darah terhadap protein meningkat. kenceng kenceng belum dirasakan. teraba 5/5 bagian Leopod IV : Konvergen His : Negatif. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖. Riwayat ANC : ANC dilakukan di rumah sakit. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. yaitu tekanan darahnya sebesar 170/110 mmHg dan disertai proteinuria +3. TFU setinggi setengah jarak pusat dengan processus xypoideus. Leopod II : Kanan → Teraba bagaian-bagian kecil janin Kiri → Teraba bagian panjang janin Leopod III : Teraba bagian bulat. pasien merasa hamil 8 bulan.

Daftar pustaka 1. • Nyeri epigastrium atau nyeri pada kuadran kanan atas abdomen karena regangan selaput hati oleh perdarahan/ edema atau sakit akibat perubahan pada lambung. Wagner. Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. mual dan pinggang sebelah kiri terasa sakit 2 minggu SMRS OS mulai mengeluh sakit . Jilid I edisi II.org/afp/20041215/2317.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:51 Penegakan Diagnosis Gagal Ginjal Kronis Dan Nefrolitiasis Pada Laki Laki Usia 86 Tahun Abstrak Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak.html. Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial. Hal ini terjadi karena pada preeklampsia filtrasi glomerulus dapat turun sampai 50% dari normal sehingga menyebabkan diuresis menurun.. 2003. Cunningham. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria.yang disebabkan oleh aliran darah kedalam ginjal menurun sehingga mengakibatkan filtrasi glomerulus berkurang atau mengalami penurunan. Williams Obstetrics. R. 2. Toksemia Gravidarum. 21st ed. • Pertumbuhan janin terhambat ( IUGR ) Terapi preeklampsia berat menggunakan injeksi MgSO4 40% 8 gram (boka/boki).Jakarta. Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu.. Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal. pada keadaan lanjut dapat terjadi oliguria atau anuria. dalam: Sinopsis Obstetri. et all. Mochtar. F. Diagnosis And Management Of Preeclampsia. (Accesed: 2011. mei 20) Penulis Mu‘allim Hawari. Pemberian Nifedipin 3x 10 mg peroral juga efektif pada pasien ini. • Edema paru dan sianosis. Penurunan filtrasi glomerulus akibat spasmus arteriole ginjal menyebabkan filtrasi natrium melalui glomerulus menurun yang menyebabkan retensi garam dan juga retensi air. Tanda lain dari preeklampsia berat yang tidak dijumpai pada kasus ini adalah : • Oliguria. oleh karena itu disebut ―penyakit teori‖.aafp. Kesimpulan Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. EGC. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. program profesi pendidikan dokter. Hal ini dapat diketahui dengan oftalmoskop. Edema paru merupakan penyebab utama kematian pada penderita preeklampsia dan eklampsia. injeksi dexamethasone 2 x 1 amp selama 24 jam. L. arteriosklerosis Kasus Seorang pasien usia 86 tahun datang dengan keluhan Perut terasa sebah. Kata kunci : gagal ginjal kronis. • Gangguan Serebral : kepala pusing dan sakit kepala karena vasospasme / edema otak dan adanya resistensi pembuluh darah dalam otak. terapi rumatannya 4 gram tiap 6 jam selama 24 jam . jumlah produksi urine < 500 cc / 24 jam yang disertai kenaikan kadar kreatinin darah. Available:http://www. McGraw-Hill Companies. 1998. edema/ ablation retina. bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSUD Panembahan Senopati.G. (2004). Komplikasi ini terjadi sebagai akibat dekompensasio kordis kiri. • Gangguan visus : mata berkunang-kunang karena terjadi vasospasme. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya.

Ren sinistra normoechoic. SPC tak melebar Lien normoechoic.ed 3. nekrosis korteks dan oksalosis. bagian Ilmu Radiologi RSUD Panembahan Senopati. 2005. EGC. Peterson JC. 1997 : 103-16. Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis. tampak lesi hiperechoic dengan acoustic shadow. Sedangkan gagal ginjal yang unilateral biasanya diakibatkan oleh trombosis vena renalis. Suharjono. OS merasa berat badan banyak berkurang. EGC. pada awalnya disertai dengan nefgromegali. yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya. juga adanay bercak-bercak yang disertai acoustic shadow dibawahnya. Gagal Ginjal Kronik : Dalam Suparman. Ilmu Penyakit Dalam II. OS mulai merasakan sulit BAB. Ultrasonografi. Balai Penerbit FKUI. Dalam kasus-kasus tertentu umpamanya leukemia. dan BAB berwarna coklat-kehitaman. Gaya Baru. Gagal Ginjal Kronik . ed. namun pada fase lanjut akan sangat mengecil. Jakarta. Pada stadium awal biasanya ukuran ginjal masih normal. Gangguan ini merupakan akibat langsung iskemia karena penyempitan lumen pembuluh darah intra renal. Sidabutar RP. bahkan menghilang. Dari hasil USG Ren dextra echostruktur sedikit meningkat. Terjemahan Augrah P. nafsu makan berkurang. Wilson LM. umumnya bilateral. ed 4. Kadang-kadang terutama pada keadaan non distended urinary tract.pinggang. Boer Azwar . Jakarta. Jakarta. Dalam :Trisher CC. Jakarta. BAK berwarna coklat seperti air teh.43. maka ditemukan gambaran korteks atau subkortikal selain hiperekoik. ukuran normal Diagnosis Chronic Renal Disease Dextra dengan Nephrolitiasis Ren Sinistra dan Lien Normal Diskusi Arteriosklerosis ginjal akibat hipertensi lama disebut : nefrosklerosis jinak. 3. Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis. 2. tapi pada gagal ginjal yang lanjut ukuran ginjal mengecil dengan batas yang sangat ireguler akibat proses fibrosis. perubahan sinus renalis yang terjadi pada gagal ginjal ditandai dengan berkurangnya bahkan menghilangnya sistem collecting. program profesi pendidikan dokter. Ginjal dalam Rasad Sjahriar.62. Terjemahan Widayanti D. Kesimpulan Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. bahkan sono densitasnya hampir sama dengan sinus densitas sinus renalis. Nephrolitiasis Neprolitiasis tampak sebagai suatu opasitas dengan reflektif yang tinggi didaerah sinus renalis. Kapojos EJ. 1995 : 812 . ed 1. renal transpalant rejection dan pielonefritis akut Pada penyakit –penyakit dimana korteks mengalami perkapuran misalnya pada glomerulonefritis kronik. Ilyas Muhammad. Gagal Ginjal Kronik. Gagal ginjal kronik Gagal ginjal baik akut maupun kronik memberikan gambaran kortek yang hiperekoik dibandingkan dengan korteks normal. Piramis ginjal pada awal gagal ginjal umumnya masih baik. 1. Nefrosklerosis maligna merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perubahan struktural ginjal yang dikaitkan dengan fase maligna hipertensi esensial. Dalam : Price SA. Penulis Mu‘allim Hawari. eko dari batu umumnya tidak dapat dibedakan dengan ekogenik dari struktur sinus renalis. yang disertai suatu acoustic shadow di distalnya. Wilcox CS : Buku Saku Nefrologi.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:41 Anestesi Umum Dengan Menggunakan LMA Pada Pasien FAM Sinistra Abstrak Anestesi umum ( general anestesi ) adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai . batas cortex dan medulla mengabur. Radiologi Dignostik. amiloidosis. mual dan muntah. 2. Wilson LM : Patofisiologi. 1994 : 349 . 4. Daftar pustaka 1.

penyakit jantung. mata 4. Jakarta. Ketorolac 30mg IV Diskusi Anestesi adalah peristiwa hilangnya sensasi. hal 56. ASA I Terapi Pre medikasi Midazolam 2. hipnotik. Disability :compos mentis. ASA IV. Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. 3. 4.Mengurangi sekresi kelenjar ludah dan bronkus . dengan tujuan: . ―Anestesiologi‖. Staf Pengajar Bagian Anesteiologi dan Terapi Intensif FK UI Jakarta. FK UI. sehingga memungkinkan dilakukannya tindakan pembedahan. Fentanyl 50 µg.Membuat amnesia . hal. 1988.Impuls afferent abdomen. Drajat. Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia. ―Anestesiologi‖.Mengurangi efek vagal terhadap jantung dari obat-obat .Anti sekresi . Induksi Propofol 100mg. posture ) dan nyeri bahkan hilangnya kesadaran. Boulton. elektrolit. Jakarta. ASA III. hipertensi.B. thorax. hal 99-102. ASA V.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:32 Penegakan Diagnosis Akut Abdomen Abstrak Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat . Diagnosis FAM sinistra dengan rencana GA dengan LMA. Breathing : Spontan . N2O. Aksara Medisina. whezing (-/-). Analgetika narkotika 3. dan pasien bergolongan darah A. Kata kunci : anestesi umum. Sistemik berat tidak dapat melakukan aktivitas rutin dan penyakitnya – mengancam kematian ASA V : Pasien emergensi / muribund. Dari hasil pemeriksaan pre operasi visit ASA I didapatkan bahwa pasien tidak memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus. Daftar pustaka 1. Pemeriksaan Laboratorium : Hasil darah lengkap. transquilizer 2. Jakarta. Obat-obat Ondansetron 4mg IV. bagian Anestesiologi Dan Reanemasi RSUD Panembahan Senopati. 67-69. Berat Badan 40 kg. Respirasi Rate: 20 x/m. HR : 82x/m reguler. dan kimia darah dalam batas normal.84. Komponen trias anestesi yang ideal terdiri dari analgesia. ―Penuntun Praktis Anestesi‖. Klasifikasi status fisik ASA I. M. Penerbit Buku Kedokteran EGC.5. hal 90. Isofluran.Mengurangi reflek dari pasien yang membahayakan Obat – obatan Premedikasi : 1. 2. Sedativa.ASA IV : Pasien dengan peny. Jakarta.5 mg. Trias Anestesi : 1. TMD >6. Anti emetik Klasifikasi Status Fisik : ASA I : Pasien normal / sehat . Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif.Memperlancar induksi anestesi .Meredakan kecemasan dan ketakutan . raba. Malampathi II. 1986. dilakukan pramedikasi.hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). 1994. Penerbit Buku Kedokteran EGC. dengan atau tanpa operasi hidupnya tidak lebih dari 24 jam Kesimpulan Anestesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel).Meminimalkan jumlah obat anestesi yang dibutuhkan . dan relaksasi otot. Pada pemeriksaan fisik didapatkan : Airway :Clear.B. Penulis Mu‘allim Hawari. bersifat pulih kembali (reversibel). hipnotik. Analgesia ( Hilangnya nyeri ) 2. M.T. Pemeliharaan O2. Sebelum pasien diberi obat anestesi.Mengurangi mual dan muntah . Alkaloid belladona : . program profesi pendidikan dokter. yaitu sebelum dilakukan induksi anestesi. Circulation didapatkan TD : 120/80 mmhg. dan relaksasi otot. Salemba. maupun Asma. general anestesi Kasus Seorang pasien wanita usia 19 tahun dengan diagnosis FAM Sinistra direncanakan akan dilakukan operasi. E4V5M6. Relaksasi otot ( Muscle Relaxan ) Pada general anestesi nyeri dihilangkan secara sentral disertai hilangnya kesadaran. ASA II. ―Kumpulan Kuliah Anestesiologi‖. T. ronkhi (-/-). HbsAg negatif.ASA II : Pasien dengan penyakit sistemik ringan . Hipnotik ( Hilang kesadaran ) 3. Hasil pemeriksaan penunjang : Foto Rontgen Thorax: Cor dan Pulmo dalam batas normal. perasaan ( panas. 1989. Dobson.ASA III : Pasien dgn peny. Sistemik berat sehingga aktivitas rutin terbatas . Suara paru vesikuler di kedua lapang paru.

jika penyebabnya adanya gangguan pasase usus (ileus) obstruktif maka pada foto polos abdomen 3 posisi didapatkan gambaran radiologis antara lain: 1. flatus terakhir 1 hari yang lalu. nyeri kolik. Torsi. Perkus i : hipertimpani semua kuadran. KU merosot Massa infeksi atau abses Massa nyeri (abdomen. Ceftriaxon 2x1 gram. uji lokal (psoas).dan tepat. terdengar borborigmi. 2. preperitonial fat. ada tidaknya penjalaran. kemudian menjalar ke seluruh bagian perut disertai muntah warna putih. masa +. nyeri perut dirasakan sejak ± 3 hari yang lalu. pekak hati hilang. mungkin distensi. BAB terakhir 2 hari yang lalu. Posisi LLD. untuk melihat distribusi usus. bunyi usus menurun. BAK lancar. Trauma pada perut. perforasi tukak lambung. Jadi gambaran radiologis pada ileus obstruktif yaitu adanya distensi usus partial. nyeri batuk. rektal). nyeri tekan lokal jika KET Ro. DM -. Penyebab akut abdomen adalah sebagai berikut : Penyebab Contoh Radang Appendisitis akut. Dari air fluid level dapat diduga gangguan pasase usus. dan herring bone appearance. air fluid level. Kata kunci : akut abdomen. syok. metalik sound –. Kesan : Ileus obstruktif letak tinggi Diagnosis Peritonitis dengan ileus obstruktif Terapi Direncanakan Laparatomi.bunyi usus hilang (lanjut). dan riwayat operasi sebelumnya disangkal. nyeri perut awalnya dirasakan di daerah pusar. tegang. gambaran seperti duri ikan (Herring bone appearance). tanda infeksi umum. Penyebab akut abdomen adalah Radang Akut. Gambaran yang diperoleh adalah adanya udara bebas infra diafragma dan air fluid level. Herring bone appearance Bedanya dengan ileus obstruktif : pelebaran usus menyeluruh sehingga air fluid level ada yang pendek – pendek (usus halus) dan panjang – panjang (kolon) karena diameter lumen kolon lebih lebar daripada usus halus. volvulus usus Iskemia Hernia strangulata. nyeri tekan. perforasi appendiks. Kesan : Curiga peritonitis/ Ileus. Gambaran radiologis diperoleh adanya air fluid level dan step ladder appearance. Udara bebas (-). Tumor intraabdomen. Puasa. nyeri tekan. Air fluid level 3. pankreatitis akut. defans muskular +. volvulus. diare (-). Bila air fluid level pendek berarti ada ileus letak tinggi. defans muskular Peritonitis Penderita tidak bergerak. adneksitis akut. defans muskular. RPD: HT -. Pada kasus . Abdomen 3 posisi Sebelum terjadi peritonitis. Sedangkan pada ileus paralitik didapatkan gambaran radiologis yaitu: 1. nyeri lepas. Kelainan Kongenital. Ro. Palpasi : nyeri tekan semua kuadran. Gambaran yang diperoleh yaitu pelebaran usus di proksimal daerah obstruksi. berdenyut jika aneurisma aorta. Ileus obstruktif bila berlangsung lama dapat menjadi ileus paralitik. kolesistisis akut Ileus obstruktif Hernia inkarserata. gawat abdomen Kasus Seorang wanita berusia 55th. Posisi tidur. tanda umum radang Obstruksi usus Distensi perut. dump stefung -. 2. Abdomen 3 posisi : Gambaran : Dilatasi usus (+). aneurisma pecah Cedera Perforasi organ berongga. dump contour -. Perforasi. Perut : Inspeksi : distensi +. Asma -. Infus RL 20 tpm. Metronidazol 3 x 500 mg Diskusi Akut abdomen adalah suatu keadaan perut yang dapat membahayakan penderita dalam waktu singkat jika tidak dilakukan tindakan yang cepat dan tepat. perdarahan limpa atau hati Tanda permeriksaan fisik pada berbagai gambaran gawat abdomen Keadaan Tanda klinis penting Awal perforasi saluran cerna atau saluran lain Perut tampak cekung (awal). sedang jika panjang – panjang kemungkinan gangguan di kolon. Inj. USG Abdomen : Gambaran : Abdomen mengabur/ Faekal material prominent . dimana pelebaran usus menyeluruh sehingga kadang – kadang susah membedakan anatara intestinum tenue yang melebar atau intestinum crassum. Inj. Posisi setengah duduk atau berdiri. tidak ada nyeri lokal Perdarahan Pucat. dump steafung. sikatrik -. Auskultasi : peristaltik menurun. Peny. Air fluid lever (+). nyeri gerak. perforasi usus tifus. datang dengan keluhan utama nyeri perut. Hearing bone (+). peristaltik menurun atau hilang. untuk melihat air fluid level dan kemungkinan perforasi usus. 3. penebalan dnding usus. Distensi usus general. tak ada rangsang peritoneum Ileus paralitik Distensi. Jantung -. pelvis. kelainan atau penyumbatan vaskular Perdarahan Kehamilan ektopik. Obstruksi.

Gambaran akan lebih jelas pada pemeriksaan USG (ultrasonografi). muntah. Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes. warna kuning kecoklatan. pecahnya usus buntu atau karena sebab lain. RPD : DF/DHF -. Daftar pustaka Sjamsuhidayat. nyeri tekan seluruh bagian perut. Kesimpulan Dari keluhan pasien nyeri perut yang dominan. dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat. BB: 20 kg. diare-. demam berdarah. Kata kunci : dengue haemorrhagie fever.. 1. didapatkan free air subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow). EGC. amforik +/-. Kasus Seorang anak perempuan. flatus (-). berupa distensi. mimisan -. Abdomen : NT + semua regio. panas langsung tinggi. Posisi tiduran. nyeri perut +. 2010. Peristaltik + Normal. TB paru –. psoas line menghilang. Buku Ajar ILMU BEDAH. Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. terutama Aedes aegypti1. dengue fever. Asites +. dan adanya udara bebas subdiafragma atau intra peritoneal. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. Suhu : 371°C. Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam Diskusi Demam . Dari pemeriksaan fisik pun juga menunjukan hal serupa. dan De Jong.Modifikasi terakhir pada Minggu 16:29 Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Abstrak Demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen. defans muskular. preperitonial fat dan psoas line menghilang. Ro. peristaltik menurun. Jadi gambaran radiologis pada peritonitis yaitu adanya kekaburan pada cavum abdomen. Penatalaksanaan dari peritonitis adalah laparatomi eksplorasi itu sendiri. hepatomegali –. 3. Posisi LLD. RL 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam. setelah dilakukan laparatomi ternyata penyebabnya adalah appendisitis perforasi yang pada akhirnya menyebabkan adesi usus yang menyebabkan obstruksi. gambarannya tidak jelas pada foto polos abdomen. gangguan defekasi. Lingkungan : radius 100m banyak yang terkena chikungunya. didapatkan preperitonial fat menghilang. Thoraks : pulmo :SDV menurun/+. Jakarta Penulis Mu‘allim Hawari. Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. Kepala : edem palpebra -/-. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat. TD: 100/80 mmHg. bagian Bedah RSUD Panembahan Senopati. R. sulit diramalkan. Penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome Dibuat oleh: Mu'allim Hawari. RPK : kejang -. kejang -. Alergi –. tanda utama radiologi adalah. Abdomen 3 posisi juga mendukung ileus obstruktif. Panas dirasakan sejak minggu sore (5 hari SMRS). 2. muntah + disertai darah. alergi -. nadi lemah Diagnosis DSS hari ke V dengan hematemesis Terapi Terapi cairanuntuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009  7cc/kgBB/jam  10cc/kgBB/30 menit-1jam Inf. program profesi pendidikan dokter. dan kekaburan pada cavum abdomen. BAB biasa. bibir kering +. dan pusing +. dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik.peritonitis karena perdarahan. bapil -. 10 tahun datang dengan diantar kedua orang tuanya dengan keluhan utama panas. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi. RR : 24x/menit. Posisi duduk atau berdiri. TB anak -. Sehingga jatuh pada kesimpulan peritonitis dengan ileus. dapat mengarah pada gejala peritonitis dengan kemungkinan lainnya ileus. Cor : dbn. Akral : dingin. HR : 120x/menit.

WHO/FCH/CAH/05. Dalam 50 tahun terakhir ini insidensinya telah meningkat 30 kali lipat. Anastesi pada Pasien Perempuan Usia 75 tahun Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. 3.324:1563-6 2. Dengue: an escalating problem. dan telah terjadi ekspansi geografis ke negara-negara baru terutama di negra sub tropis. Kriteria diagnosis dengue fever menurut WHO 2009 seperti dibawah ini. nadi. Kesimpulan Penanganan utama dari DSS adalah resusitasi cairan karena kebocoran plasma yang disebabkan karena reaksi imunitas.13. vital sign. World Health Organization. Ro. program profesi pendidikan dokter. World Health Organization. yang merupakan kumpulan gejala klinis yang mengarah kepada shock. balance cairan. Vaughn DW. DENGUE GUIDELINES FOR DIAGNOSIS. Penanganan yang lainnya hanya bersifat simptomatis saja. Infeksi dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes. Selama resusitasi carian ada beberapa hal yang harus selalu dipantau AT/HMT / 6jam.2009 Penulis Mu‘allim Hawari. fungsi hati. bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUD Panembahan Senopati. sulit diramalkan. Kriteria untuk Dengue ± warning signs Probable dengue Tinggal / bepergian ke daerah endemik Panas dan 2 kriteria dibawah : • Mual. diit cair. restlessness • Liver enlargment >2 cm • Laboratory: increase in HCT concurrent with rapid decrease in platelet count *(requiring strict observation and medical intervention) Severe plasma leakage leading to: • Shock (DSS) • Fluid accumulation with respiratory distress Severe bleeding as evaluated by clinician Severe organ involvement • Liver: AST or ALT >=1000 • CNS: Impaired consciousness • Heart and other organs Terapi cairan untuk DSS sesuai dengan algoritme WHO 2009 Terapi dimulai dengan Inf. Infeksi dengue simtomatik merupakan infeksi sistemik dalam perjalanan penyakit yang sangat dinamis3. Semua perubahanperubahan fisiologi yang terjadi pada geriatri membuat kita perlu berhati-hati dalam peberian obat anestesi sehingga pada penilaian status fisik geriatri walaupun keadaan sehat dikategorikan menjadi ASA II. dengan spectrum penyakit yang luas dan bermanifestasi klinis mulai dari gejala yang ringan sampai berat. Thoraks PA. muntah • Rash • Nyeri sendi • RL test positive • Leukopenia • Warning sign Laboratory-confirmed dengue (important when no sign of plasma leakage) Warning signs* • Abdominal pain or tenderness • Persistent vomiting • Clinical fl uid accumulation • Mucosal bleed • Lethargy. Dengue. BMJ 2002. PREVENTION AND CONTROL.dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. tekanan darah) dalam who 2009 disertakan pula penilaian HMT untuk melihat kekentalan darah. 2005IDELINES FOR DIAGNOSIS. Virus Dengue menyebabkan infeksi yang bersifat simptomatik maupun asimtomatik. Eliminasi obat anestesi pada usia tua lambat. Dengue shock syndrome adalah derajat demam berdarah yang paling berat. Gibbons RV. terutama Aedes aegypti1. TREATMENT. Daftar pustaka 1. Jika 2X pengulangan 20 cc/kgBB tidak membaik maka diganti dengan cairan koloid max 10 -30cc/kgBB/jam . Kristaloids 20cc/kgBB/secepatnya 5cc/kgBB/jam setiap penurunan7cc/kgBB/jam10cc/kgBB/30 menit-1jam  dilihat tanda tanda vital pasien (akral.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:22 Abstrak Menurut WHO. Geneva. klasifikasi usia disebut usia tua adalah >65 tahun. Department of Child and Adolescent Health and Development. pasien geriatri juga memiliki . dengue haemorrhagic fever and dengue shock syndrome in the context of the integrated management of childhood illness.

Edisi Kedua. Latief. Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi. 1994. manula perokok. T. Pramono. mual (-). R. RL 24 tpm Diskusi Pra-anestesia Penilaian pasien manula prabedah harus dilakukan dengan seksama. secara titrasi dengan mengingat bahwa waktu sirkulasi memanjang dan kemungkinan terjadinya interaksi dengan obat-obat yang sudah diminum oleh pasien pra anesthesia. Gambaran Ultrasonografi (USG) pada Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka.scribd.E. EGC: Jakarta. Pasca Anestesia Ada kemungkinan bahwa kesulitan untuk bernafas pasca bedah dini lebih sering terjadi pada manula. KA. Bagian Ilmu Anastesi dan Reanimasi. nyeri. SA. RSUD Djojonegoro. laboratorium dalam batas normal. bila perlu dengan menunda pembedahan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas. C. riwayat DM (-). pembedahan darah abdomen atas atau toraks. dan sesudah operasi harus dilakukan seoptimal mungkin. Boulton. Penulis Nur‘Afni Mz. keadaan pasien harus dioptimumkan. gagal jantung. Riwayat penyakit serupa (-). Jawa Tengah. Atropin atau alkaloid beladona yang lain biasanya tidak diperlukan. Premedikasi sebaiknya diberikan dengan hati-hati dan dosis sekecil mungkin. . Biasanya hanya diperlukan diazepam 5 mg melalui mulut (peroral). EGC: Jakarta. Kesimpulan Pasien diatas merupakan pasien perempuan usia 75 tahun dengan tumor facialis dextra. Kab. Pemantauan yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan pasien. Referensi 1. pemeriksaan fisik. 2010. Dosis obat anestetika umum maupun lokal pada lansia harus dikurangi. Petunjuk Praktis Anestesiologi. fisik.. dan penunjang dalam batas normal. Anastesi Geriatri. gangguan ritme jantung. 3. Temanggung. Dachlan. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UI: Jakarta. 1997. mengingat pada usia lanjut telah terjadi perubahan-perubahan fisiologis yang dapat menyebabkan perubahan atau perbedaan dalam interaksi obat-obatan. EKG sebaiknya dipantau secara rutin. riwayat alergi obat dan makanan (-). Meskipun dari hasil anamnesis. gagal ginjal kronik atau penyakit degenerasi lain.. 5.resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi postoperasi akibat pengaruh obat. 2008. Suryadi. 2002. BAB/BAK tidak ada keluhan.B dan Blogg. Faktor yang meningkatkan kejadian penyakit pernafasan pasca bedah adalah kegemukan. Program Pendidikan Profesi Dokter. diabetes. 4.Pasien dirawat inap . pemantauan sebelum. Matoka. FK UMY: Yogyakarta. Edisi 10. dan distensi abdomen.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:20 . batuk pilek (-).com/doc/82710494/Anestesi-Geriatri-2 2. Efek dari sisa anestesi dapat mengakibatkan lambatnya pemulihan mental dan psikomotorik postoperasi sehingga membutuhkan monitoring yang intensif segera setelah operasi dan membutuhkan waktu untuk opname setelah operasi lebih lama. selama. Edisi Kedua. Anonim. Isi Ny.Inf. Diagnosis Tumor facialis dextra ASA II Terapi . Buku Saku Obat-Obatan Anestesia. riwayat operasi sebelumnya (-). Apabila mungkin. S. Di akses tanggal 14 Mei 20012 dari www. Omoigui. Anestesiologi. riwayat asma (-). Pemeriksaan vital sign. Hal ini dikarena pasien yang sadar pada analgesik regional memungkinkan petugas lebih mudah dan lebih cepat mengenal serangan angina atau perubahan serebral akut. riwayat HT (-). penyakit paru kronik. A. mengingat bahwa manula kemungkinan sudah menderita hipertensi. dan diberikan menurut kebutuhan. muntah (-). Selama Anestesia Apabila dimungkinkan sebaiknya diberikan analgesik regional (non-sistemik). M usia 75 tahun dating dengan keluhan terdapat benjolan pada wajah sebelah kanan sejak ± 1 tahun yang lalu.

Masa panggul. Dapat dinilai kavum uteri. timpani. kosong atau berisi. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien. perdarahan antepartum – lokasi plasenta. Ekayuda. 2. TT (-). T = 36. Pemeriksaan lainnya dalam batas normal. mengenali adanya kelainan kongenital major. R usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut. Malueka. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www.Abstrak Kehamilan ektopik adalah kehamilan di mana sel telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh di luar endometrium kavum uterus. tetapi dapat juga terjadi di dalam rahim di tempat yang luar biasa misalnya dalam cervik. 4. Bangun. Kehamilan ektopik dapat terjadi di luar rahim misalnya dalam tuba. 2012. Indikasi penggunaan ultrasonografi : 1. G. nyeri tekan (+) perut bawah. Pemeriksaan fisik: keadaan umum sedang.pdf 3. adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan. 3. pasca persalinan ( sisa produk konsepsi ).vital signs: TD = 120/80. RPD (-). adanya massa di kanan kiri uterus dan apakah kavum Douglas berisi cairan. 2009. Penggunaan khusus : diagnosa abortus iminen – konfirmasi viabilitas janin. ovarium atau rongga perut.Infus RL 24 tpm . penilaian kasus resiko tinggi ( penyakit maternal. Radiologi Diagnostik.com/doc/93358433/kehamilan-ektopik-terganggu 5. Kesimpulan Pasien usia 27 tahun dengan keluhan nyeri perut. Meningkatnya resolusi dan portabilitas telah mendukung meluasnya penggunaan ultrasound pada awal kehamilan sampai dengan saat persalinan. KB suntik dilepas 3 tahun yang lalu. Diagnosis Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) Terapi Terapi yang diberikan pada pasien ini: . riwayat anomali kongenital ). artinya tidak perlu memasukkan rongga dalam rongga perut. Edisi kedua. Lebih lanjut. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari www. Trisnawati. peningkatan serum AFP – alpha feto pritein . R. Penggunaan ultrasonografi rutin : konfirmasi adanya kehamilan intrauterine.usu. genitalia: VT: O/U tenang. Pustaka Cendekia Press: Yogyakarta. Radiologi Diagnostik. Kehamilan Ektopik Terganggu. supel.com/docs/83566160/kehamilan-ektopik-terganggu Penulis Nur‘Afni Mz. STLD (-). R. pars intertistialis atau dalam tanduk rudimeter rahim. 2005. Di akses tanggal 15 Mei 2012 dari repository. identifikasi kehamilan kembar.60 C. 2008. I. N = 100x/menit. Ndruru. nyeri goyang portio (-). dapat dikatakan bahwa pemeriksaan ultrasonografi merupakan satu-satunya tehnik yang dapat digunakan untuk menentukan viabilitas janin secara dini dan menentukan kehamilan kembar. Keunggulan cara pemerikssan ini terhadap laparoskopi ialah tidak invasif. . Pasien ini didiagnosis dengan Kehamilan Ektopik Terganggu (KET). nikah 1x lama 12 tahun. PP test (+). 2. ANC 2x di bidan. Matoka. perkiraan berat janin.USG . kesadaran compos mentis. I. Karakteristik Ibu Penderita Kehamilan Ektopik Terganggu. enentuan usia kehamilan ( menggunakan CRL – Crown Rump Length . HPHT 10 Agustus 2011. minum jamu (-).docstoc. bising usus (+) normal. tebal endometrium. kosong atau berisi.id/bitstream/123456789/14667/1/09E00840. HPL 17 Mei 2012. 2011. BPD – Biparietal Diameter – Femur Length ). RPK (-). Kehamilan Ektopik Terganggu. UK 14 minggu 5 hari.ac. RR = 28x/menit. Balai Penerbit FK UI: Jakarta. TFU 3 jari di atas pusat. Ø (-). Pada pemeriksaan USG dapat dinilai kavum uteri. Abdomen: datar. placental grading ).scribd. A. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah keadaan di mana timbul gangguan pada kehamilan tersebut sehingga terjadi abortus maupun ruptur yang menyebabkan penurunan keadaan umum pasien Isi Ny. Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang berbahaya karena tempat implantasinya tidak memberikan kesempatan untuk tumbuh kembang mencapai aterm. tebal endometrium. penentuan volume air ketuban .PP test ulang Tindakan operasi: salphingektomi sinistra Diskusi Pemeriksaan ultrasonografi yang dimulai oleh Donald di Glasgow pada akhir tahun 1950 an atau awal tahun 1960 menjadi tonggak penting bagi penilaian janin. pertumbuhan janin ( rasio kepala – torax . Referensi 1.

gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok. Di akses . demikian juga hubungan dengan lingkungan sekitar. kambuh-kambuhan dan terutama jika pasien terlambat makan. DM (-). kembung. Per definisi dikatakan bahwa dispepsia adalah ketidaknyamanan bahkan hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas. Anonim3. makanan yang pedas. bloating (lambung merasa penuh/sebah). Dispepsia.html 3. mual. dengan demikian fungsi keluarga sehat. hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung. Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari http://medicastore. Pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan fisik lainnya dalam batas normal. rokok dan stress. nyeri ulu hati. RSUD Djojonegoro. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. 2012. makanan yang pedas. Sekarang ini pasien tinggal dengan seorang istri dan tiga orang anak. Riwayay sakit serupa sebelumnya (+). Temanggung. dan bisa juga menjadi kronis. Pasien juga adalah seorang perokok. Tidak ada perbedaan jenis kelamin. Semua orang dalam hidupnya pasti pernah mengalami dispepsia. laki-laki maupun perempuan dapat mengalami hal ini. seperti alkohol.Modifikasi terakhir pada Minggu 09:01 Abstrak Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti "pencernaan yang jelek". Di akses tanggal 16 Mei 2012 dari www. susp. Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. seperti makan teratur. Rehabilitatif berupa berupa pola makan sehat dan teratur. berulang. Gastritis kronik. Promotif berupa edukasi berupa hal-hal yang dapat menyebabkan nyeri ulu hati. muntah (-). Isi Tn. 2011. kini tidak lagi termasuk dyspepsia. Penilaian APGAR didapatkan hasil 8. preventif. cepat kenyang.com/harian/dispepsia/ 2. Keluhan refluks gastroesofagus klasik berupa rasa panas di dada (heartburn) dan regurgitasi asam lambung. Mual (-). Anonim1.Program Pendidikan Profesi Dokter. Manajemen Komprehensif pada Pasien dengan Dispepsia Dibuat oleh: Nur'afni Mz Matoka. RPK (-).Ondansetron 3 x 1 Diskusi Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Manajemen holistik yang diberikan pada pasien ini berupa promotif. Kuratif diberikan ondansetron 3 x 1. Dispepsia. Family SCREEM tidak ditemukan hal patologis. gaya hidup (pola makan) tidak teratur dan perokok. seperti alcohol. R usia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri ulu hati sejak ± 2 jam yang lalu. Bagian Ilmu Radiologi. Dispepsia. serta istirahat cukup.com/penyakit/508/Dispepsia. Disebut kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus. rokok dan stress. Diagnosis Diagnosis holistik: laki-laki 45 tahun dengan dispepsia. Gastritis kronik. Satu diantara 4 orang pasti mengalami hal ini. Kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal cukup layak untuk ditempati. Dispepsia merupakan suatu sindroma (kumpulan gejala) yang mencerminkan gangguan saluran cerna. Referensi 1. Gejala itu bisa akut. perut keroncongan (borborgygmi) hingga kentut-kentut. serta istirahat cukup Kesimpulan Pasien ini didiagnosis dengan dispepsia.medicinesia. nutrisi seimbang. Kab. Anonim2. muntah. Preventif berupa pola makan sehat dan teratur. Kumpulan gejala tersebut adalah rasa tidak nyaman. control kesehatan secara rutin. Terapi . hindari hal-hal yang dapat meningkatkan asam lambung. Lain-lain dalam batas normal. susp. kuratif. dan rehabilitative. sendawa. 2011. Jawa Tengah. pola hidup sehat. HT (-). Hubungan antara anggota keluarga terjalin dengan baik.

5. Sleman. Anamnesis Dalam anamnesis perlu ditanyakan kapan dan bagaimana mulai timbulnya. Diskusi Hernia Nukleus pulposus (HNP) atau potrusi Diskus Intervertebralis (PDI) adalah suatu keadaan dimana terjadi penonjolan pada diskus intervertebralis ke dalam kanalis vertebralis (protrusi diskus) atau ruptur pada diskus vertebrata yang diakibatkan oleh menonjolnya nukleus pulposus yang menekan anulus fibrosus. Kadang-kadang bisa ditentukan letak segmen yang menyebabkan nyeri dengan menekan pada ruangan intervertebralis atau dengan jalan menggerakkan ke kanan ke kiri prosesus spinosus sambil melihat respons pasien. 2001. Kab. Matoka. Adanya riwayat mengangkat beban yang berat dan berulangkali. S. Hernia Nukleus Pulposus. 2. Program Pendidikan Profesi Dokter. Keadaan umum: Cukup. Kasus Pasien laki-laki usia 53 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri punggung bawah yang dirasakan ± sejak 6 bulan lalu. lokasi nyeri.tanggal 16 Mei 2012 dari www.com/doc/79538923/Dispepsia 4. sinistra > dextra. A.Asam Mefenamat 3x500 mg . Bagian Ilmu Kedokteran Keluarga. Gambaran klinisnya berdasarkan lokasi terjadinya herniasi. Kontra patrik tes: (-). Penegakan Diagnosis dan Penatalaksanaan Low Back Pain et causa Hernia Nukleus Pulposus Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. 2000. Terapi .scribd. T: 36.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:39 Abstrak Low Back Pain atau Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah . Pasien juga mengeluh kesemutan yang menjalar dari pinggang sampai dengan paha kiri bagian belakang. maupun nyeri radikuler atau keduanya. Nadi: 84 x/menit. Kata Kunci : Low Back Pain. 3. Manjoer. Palpasi : Adanya nyeri (tenderness) pada kulit bisa menunjukkan adanya kemungkinan suatu keadaan psikologis di bawahnya (psychological overlay). Inspeksi : .7 °C. sifat nyeri. Diagnosis. Patrick tes: (-). berjalan agak jauh dan mengendarai sepeda motor. Pasien sering mangalami trauma ringan dan berulang berupa berkendara sepeda motor di jalan yang rusak saat berangkat maupun pulang bekerja. Penegakan Diagnosis : 1.Diazepam 2 x2 mg . Puskesmas Tegalrejo. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 2. Pemeriksaan Lasegue: (-/-). TD: 120/80 mmHg. Keluhan dirasakan semakin memberat jika duduk lama. kualitas nyeri. Vital Sign. Rr: 20 x/menit. Penatalaksanaan. apakah nyeri yang diderita diawali kegiatan fisik. Pemeriksaan Fisik. dapat merupakan nyeri lokal (inflamasi). Medika aeusculapeus: Jakarta. timbulnya low back pain dan riwayat trauma. Terdapat riwayat trauma ± 4 tahun yang lalu jatuh dari tangga dengan posisi terduduk. Kesadaran: Compos mentis. Penulis Nur‘Afni Mz. Nafsiger: (-). Edisi 3. b. Laboratorium: Pada pemeriksaan laboratorium rutin penting untuk . Diagnosis Hernia Nukleus Pulposus verterba lumbosakral. Kapita selekta kedokteran. Valsava: (-). Pemeriksaan penunjang berupa foto MRI didapatkan adanya ekstrusi DIV L4-5 dan protrusi L5-S1 dengan canal stenosis dan penyempitan neural foramen setinggi level tersebut. Suryono. Nyeri yang berasal dari punggung bawah dapat berujuk kedaerah lain atau sebaliknya yang berasal dari daerah lain dan dirasakan di daerah punggung bawah/refered pain.Keterbatasan gerak pada salah satu sisi atau arah. Pemeriksaan Fisik a. ada riwayat trauma sebelumnya dan apakah ada keluarga penderita penyakit yang sama. Yogyakarta. FK UI: Jakarta.Fisioterapi vertebra lumbosakral. faktor yang memperberat atau memperingan.

Korset lumbal Korset lumbal dapat digunakan untuk mencegah timbulnya eksaserbasi akut atau nyeri pada NPB kronis.untuk menentukan kemungkinan herniasi diskus post operasi . 4. . Disektomi dengan peleburan : Graf tulang (Dari .Analgetik standar (parasetamol. kodein. defekasi. spondilolistesis. dan potensi sangat kuat (diamorfin dan morfin). dan berdenyut sampai ke bawah lutut. Pemeriksaan Radiologis : a. Diatermi/kompres panas/dingin Tujuannya adalah mengatasi nyeri dengan mengatasi inflamasi dan spasme otot. Dapat timbul gejala kesemutan atau rasa baal. b. Terapi konservatif untuk HNP meliputi: 1. Posisi tirah baring yang dianjurkan adalah dengan menyandarkan punggung. Namun para ahli bedah saraf dan ahli bedah ortopedi tetap memerlukan suatu EMG untuk menentukan diskus mana yang paling terkena. MRI (akurasi 7380%) biasanya sangat sensitif pada HNP dan akan menunjukkan berbagai prolaps. c. dan dehidrokodein yang diberikan tersendiri atau kombinasi). bersin. Tindakan operatif pada HNP harus berdasarkan alasan yang kuat yaitu berupa: . Tirah baring Tujuan tirah baring untuk mengurangi nyeri mekanik dan tekanan intradiskal. lama yang dianjurkan adalah 2-4 hari. perubahan degeneratif. dan tumor spinal. Foto rontgen biasa (plain photos) Sering terlihat normal atau kadang-kadang dijumpai penyempitan ruangan intervertebral. memungkinkan ahli bedah untuk menginspeksi kanalis spinalis. jumlah leukosit dengan hitung jenis. d. seksual). memperbaiki kondisi fisik pasien dan melindungi dan meningkatkan fungsi tulang punggung secara keseluruhan.vertebra dan level neurologis belum jelas kecurigaan kelainan patologis pada medula spinal atau jaringan lunak . .Kortikosteroid oral: pemakaian masih menjadi kontroversi namun dapat dipertimbangkan pada kasus HNP berat untuk mengurangi inflamasi 3. mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan menghilangkan kompresi medula dan radiks 3. Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan defekasi. Laminotomi : Pembagian lamina vertebra 4. .kecurigaan karena infeksi atau neoplasma Ischialgia.Gangguan otonom (miksi. Terapi Operatif Tujuannya untuk mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik. Laminektomi : Mengangkat lamina untuk memajankan elemen neural pada kanalis spinalis.Paresis otot tungkai bawah. c. seperti terbakar. CT scan Merupakan sarana diagnostik yang efektif bila vertebra dan level neurologis telah jelas dan kemungkinan karena kelainan tulang.NSAID: penghambat COX-2 (ibuprofen. b. Disektomi : Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebral 2. Pada kasus berat dapat timbul kelemahan otot dan hilangnya refleks tendon patella (KPR) dan Achilles (APR). Gejala Klinis a. Nyeri bertambah dengan batuk. Sebagai penyangga korset dapat mengurangi beban pada diskus serta dapat mengurangi spasme. dan meloxicam).Terapi Konservatif gagal Macammacam operasi : 1. kadar Hb. Latihan lain berupa kelenturan dan penguatan. 2. Pada keadaan akut biasanya dapat digunakan kompres dingin. MRI sangat berguna bila: . . diklofenak) dan penghambat COX-2 (nabumeton. . Medikamentosa . b. dan fungsi ginjal.Analgesic kuat : potensi sedang (meptazinol dan pentazosin). naproxen. etodolak. TERAPI a.melihat laju endap darah (LED). Nyeri bersifat tajam. e. Keadaan ini merupakan kegawatan neurologis yang memerlukan tindakan pembedahan untuk mencegah kerusakan fungsi permanen. . hanya sisanya yang membutuhkan pembedahan. 90% pasien akan membaik dalam waktu 6 minggu.Defisit neurologik memburuk. termasuk bila terdapat edema. membungkuk akibat bertambahnya tekanan intratekal. mengangkat benda berat. Ischialgia merupakan nyeri yang terasa sepanjang perjalanan nervus ischiadicus sampai ke tungkai. 4. Terapi Konservatif Tujuan terapi konservatif adalah mengurangi iritasi saraf. miksi dan fungsi seksual. Latihan Direkomendasikan melakukan latihan dengan stres minimal pada punggung seperti jalan kaki. 5. potensi kuat (buprenorfin. naik sepeda atau berenang. Untuk nyeri kronik dapat digunakan kompres panas maupun dingin. dan tramadol). lutut dan punggung bawah pada posisi sedikit fleksi.

KSR tablet 2x1 tab. Lumbantobing. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.. Junada. Kesimpulan Berdasarkan anamnesis. . Lab. Tjokronegoro. tekanan vena jugular tidak meningkat. Gejala klinis. Nyeri Pinggang Bawah. Saat sesak pasien tidak mengeluarkan bunyi ngik-ngik. R. 2004. Sesak berkurang bila pasien istirahat. Second Edition. Philadelphia. pasien tidak sesak bila terkena debu atau udara dingin dan tidak mempunyai riwayat asma atau merokok. K. 3. sesak serta angina III. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum. Dian Rakyat: Jakarta. Kasus Seorang pasien perempuan. gangguan otonom (miksi. S. Cailliet. H. Dekompensasi kordis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung. Diagnosis Decompensatio Cordis NYHA II Terapi . tak ada nyeri tekan. Klasifikasi dan Gejala Klinis Decompensatio Cordis NYHA II Dibuat oleh: Pony Pebriyanti. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pasien pada kasus didapatkan diagnosis LBP et causa HNP. Terapi operatif tidak dilakukan karena tidak ditemukan adanya defisit neurologik. defekasi. 5. usia 41 tahun. Neurologi Klinis Dasar. F. A. tidak terdapat bising.Injeksi furosemid 2x1 Amp . 1979. frekuensi pernafasan 36 x/menit dan suhu 360C .O2 nasal kanul 1-2 liter/menit . Nursamsu. 4.krista illaka atau bank tulang) yang digunakan untuk menyatukan dengan prosessus spinosus vertebrata. Malang. hepar/lien tak teraba. Sesak nafas terutama dirasakan setelah pasien beraktifitas. A Davis Company.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:31 Abstrak Decompensasi cordis adalah kegagalan jantung dalam upaya untuk mempertahankan peredaran darah sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kata kunci : Decompensatio cordis. 2002. paresis otot tungkai bawah dan didaptkan perbaikan klinis dengan pemberian terapi konservatif.. seksual). Low Back Pain Syndrome. Sesak dirasakan di seluruh bagian dada./SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Brawijaya. akan tetapi jika ada kegaiatan berlebih akan menimbulkan capek. Pada pemeriksaan pulmo tidak ditemukan adanya ronkhi dan wheezing. Sidharta Priguna. Dian Rakyat: Jakarta Penulis Pony Pebriyanti. Mardjono Mahar dan Sidharta Priguna. Terapi yang diberikan pada pasien adalah fisioterapi vertebra lumbosakral. pemberian obat anti inflamasi non steroid dan muscle relaxan. 2004.Infus Ringer laktat 20 tetes per menit . Daftar Pustaka 1. frekuensi nadi 80 x/menit dengan irama ireguler dan isi tegangan kuat. bunyi usus (+) normal. Pasien sering sesak nafas saat malam hari. Tujuan peleburan spinal adalah untuk menstabilkan tulang belakang dan mengurangi kekambuhan. seorang Ibu Rumah Tangga. Klasifikasi. berdebar. Pada pemeriksaan penunjang berupa EKG didapatkan adanya iskemik anterolateral. Pada pemeriksaan abdomen tampak flat. 2. disertai nyeri dada sebelah kiri tidak menjalar ke tangan maupun tembus ke punggung. Pada auskultasi thoraks suara jantung S1-2 ireguler. Diskusi Berdasarkan New York Heart Association (NYHA) hubungan antara aktivitas tubuh dengan keluhan dekompensasi dapat diklasifikasi sebagai berikut: I. Bagian Ilmu Penyakit Saraf RSUD Temanggung.M. datang dengan keluhan sesak nafas ± sejak 2 minggu yang lalu. timpani. Pasien membutuhkan 2-3 bantal saat tidur supaya tidak sesak. Pasien dengan penyakit jantung tetapi tidak memiliki keluhan pd kegiatan sehari-hari II. Pasien dengan penyakit jantung yang menimbulkan hambatan aktivitas hanya sedikit. Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Pinggang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis dengan tanda vital tekanan darah 130/80. 1983. A. Jakarta.Tirah baring dengan posisi ½ duduk .

Tabrani.5 º C. Fisiologi Manusia. antara lain : a. Keadaan umum cukup. Peningkatan central venous pressure (CPV Kesimpulan Berdasarkan anamnesa. suhu : 36. IV. 1993. Suhu: 36 0C Terapi Anestesi yang diberikan: . diuretic dan coronary dilator. Agenda Gawat Darurat.Modifikasi terakhir pada Minggu 05:33 Abstrak General Anestesia merupakan tindakan anestesi yang dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali atau reversible.Teknik : General anestesi. pasien pada kasus mengalami gagal jantung. Pasien mengeluh selama ± 7 hari merasa tenggorokan kering dan terasa sakit. Indikasi tonsilektomi dulu dan sekarang tidak berbeda. Penerbit Alumni Bandung. EGC: Jakarta. Kasus Pasien perempuan usia 26 tahun datang dengan keluhan nyeri tenggorokan berulang. tidak ada riwayat trauma. riwayat operasi sectio caesaria ± 3 tahun lalu. riwayat penyakit jantung (-). e. . Trias Anestesi meliputi: Hipnotik. Status operatif : . Referensi 1. Penerbit EGC. Cemas d. Analgesic. 3. Penulis Pony Pebriyanti. tonsilektomi. Guyton. pemberian oksigen. Dulu tonsilektomi di indikasikan untuk terapi tonsilitis kronik dan berulang. riwayat penyakit kencing manis (-). Orthopea d. Keperawatan Kritis Pendekatam Holistik. riwayat alergi obat (-). pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Relaksasi serta Stabilisasi Otonom. Reles paru e. Tanda dan gejala Dampak dari cardiak output dan kongesti yang terjadi sisitem vena atau sistem pulmonal antara lain : a. Nursing Care Plans. respirasi: 22 x / menit.Status ASA : I (Pasien tidak memiliki kelainan organik maupun sistemik selain penyakit yang akan dioperasi). Kulit dingin dan pucat Tanda dan gejala yang disebakan oleh kongesti balik dari ventrikel kiri. nadi : 80 x/menit. Kata kunci: General anestesi. diberikan SA 0.25 mg. Alice G. Jilid 2. Pasien dengan penyakit jantung yang sedikit saja bergerak langsung menimbulkan sesak nafas atau istirahat juga menimbulkan sesak nafas. New York Hudak & Gallo. Batuk c. Riwayat keluhan serupa (+). Hari membesar d. 1998. Dyspnea b. General Anestesi pada Tonsilektomi Wanita Usia 26 tahun Dibuat oleh: Pony Pebriyanti.Induksi anestesi : Untuk premedikasi.Pasien dengan penyakit jantung dimana aktivitas jasmani sangat terbatas dan hanya merasa sehat jika beristirahat. Diskusi Keadaan Pre Operatif: Pasien menjalani program puasa kurang lebih selama 8 jam sebelum operasi dimulai. 4. Setelah itu pasien diberikan induksi .E. F. Tonsilektomi didefinisikan sebagai metode pengangkatan seluruh tonsil. Atracurium. Philadelphia. Edema perifer b. Distensi vena leher c. Angina c. 1997. Jakarta. Diagnosis Diagnosis pre operatif : Tonsilitis Kronis. namun terdapat perbedaan prioritas relatif dalam menentukan indikasi tonsilektomi pada saat ini.A davis Company. EGC: Jakarta. Hasil x-ray memperlihatkan kongesti paru Tanda-tanda dan gejala kongesti balik ventrikel kanan : a. RR: 20x/menit. Bagian Ilmu Penyakit Dalam. N: 80. Saat pasien berada di ruang operasi dilakukan penggukuran tanda vital dan didapatkan hasil TD 120/80 mmHg. sedacum 2 mg ondancetron 4 mg.Maintenance : Untuk mempertahankan status anestesi digunakan kombinasi Enflurane O2 dan N2O. Riwayat penyakit asma (-). A. RSUD Temanggung. Lelah b. Oliguri. Vital sign awal : TD: 120/80. tekanan darah : 130/80 mmHg. Patofisiologi. Price. Obat induksi: Trivam. 1997. 1991. 2. 5. Pasien mengeluh mengalami kambuhan ± 3 kali dalam sebulan yang sudah ia alami selama 3 bulan ini. disertai batuk. Terapi pada pasien ini adalah tirah baring. Nadi 80 x/menit dan SPO2 100. . pilek dan tidak demam. Marry F. Lippincot. Saat ini indikasi utama adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil. S. Dongoes M.

suhu 36. respirasi 24 kali/menit. kemudian anggota gerak sebelah kanan menjadi lemah dan bicaranya pelo. respirasi kendali dengan anestesi umum menggunakan pipa endotrakeal agar dapat mempertahankan bebasnya jalan nafas. Pemeriksaan neurologis nervus kranialis didapatkan kelainan pada nervus X (vagus) berupa bicara pelo dan kesulitan menelan. Tonsilektomi. Dalam: Adams GL. Dari pemeriksaan fisik ditemukan pasien dengan keadaan umum cukup. Teknik anestesi yang dilakukan adalah general anestesi. namun ayah pasien juga penderita tekanan darah tinggi. Bagian Anestesi RSUD Temanggung. agen inhalasi dimatikan sehingga hanya O2 saja yang diberikan dan dilakukan ekstubasi. didahului gejala prodormal.3oC. Kesimpulan Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Adams. Obat induksi yaitu trivam 100 mg dengan status ASA I. Latief. dengan memilih resiko terkecil bagi pasien. 2001. Pada pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal.L. Edisi 6. Kekuatan otot anggota gerak kanan menurun (atas 1-1-1. Stroke non hemoragik didefinisikan. GCS E3V5M6. Stroke Non Hemoragik pada Laki-laki Usia 60 Tahun dengan Riwayat Hipertensi Tak Terkontrol Dibuat oleh: Febrina Kautsar. 1993. G. Pasien juga tidak pernah menjaga pola makannya. Sejak bangun tidur pasien mengeluh kepalanya nyeri dan badannya lemas. Di keluarga pasien tidak ada riwayat keluhan yang sama.yaitu trivam 100 mg dan atracurium 20 mg sebagai pelemas otot pernafasan. kesadaran compos mentis. Tidak ada riwayat keluhan yang sama sebelumnya. Saat ini indikasi utama tonslektomi adalah obstruksi saluran napas dan hipertrofi tonsil. sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. Refleks patologis positif pada sisi tubuh sebelah kanan. Hatmansyah. dkk. . nadi 92 kali/menit. Pemilihan teknik anastesi yang paling aman bagi pasien. Keluarga juga mengatakan bicara pasien tidak jelas. 1994. Ekstubasi dilakukan setelah operasi selesai kemudian rongga mulut dan trakea dibersihkan dengan suction untuk menghilangkan lendir dan darah yang dapat menghalangi jalan nafas. secara patologis. tetapi pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi sejak 8 tahun yang lalu namun tidak pernah kontrol.Boies buku ajar penyakit THT. Penerbit buku kedokteran EGC: Jakarta. Dalam: Cermin Dunia Kedokteran no 89. Penyakit-penyakit nasofaring dan orofaring. Anestesiologi. diagnosis pasien adalah tonsilitis kronis dan akan dilakukan Tonsilektomi. tekanan darah 200/130 mmHg. Referensi 1. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya deficit neurologic secara mendadak/sub. 18-21 3. Teknik yang digunakan adalah general anestesi. bawah 1-1-1). STROKE ISKEMIK ISI Pasien laki-laki berusia 60 tahun dibawa oleh keluargadan tetangganya dengan keluhan kepala mendadak pusing dan lumpuh pada anggota gerak sebelah kiri. Edisi 2. terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun KEYWORD : STROKE NOKE HEMORAGIK. respirasi kontrol menggunakan pipa endotrakeal no: 7 Keadaan Post Operasi: Operasi selesai dalam waktu 20 menit. FK UI : Jakarta Penulis Pony Pebriyanti.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:14 ABSTRAK Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. said. 337-40 2. Jenis Anestesi: Anestesi umum.

pemasangan infus. pada pemeriksaan neurologis didapatkan reflek patologis positif pada anggota gerak sebelah kanan. Pada pasien. dan faktor resiko yang dapat dikontrol seperti hipertensi. gejala dimulai pada pagi hari yaitu timbulnya nyeri kepala dan rasa lemas. anti edema otak. merokok. kepandaian mundur (predemensia). tidak dapat mengerti apa yang dilihat (visual agnosia). depresi. tekanan darah dan kadar gula darah. Gangguan neurologi fokal otak dapat berupa : 1. kemudian disusul dengan kelemahan anggota gerak dan kesulitan bicara secara mendadak pada siang harinya. hiperlipidemia dan kolesterol. mudah tertawa (force laughing). Juga dilakukan pemantauan ketat terhadap keadaan umum. secara patologis. riwayat keluarga. gangguan otonom. rasa tebal-tebal (hipestesi). seksual. Gangguan psikiatris : mudah menangis (force crying). keringat. sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat yang disebabkan oleh penyumbatan. terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun. bingung. Penatalaksanaan stroke dibedakan menjadi 2 fase. sangat erat hubungannya dengan atherosclerosis. tersedak (aspirasi). penglihatan terganggu (gangguan visus) 3. tidak dapat berhitung (acalculia). Gangguan kongnitif : yaitu pasien mengalami kesulitan untuk mengorganisasikan informasi secara efisien dan terarah. Secara garis besar faktor resiko stroke dibagi menjadi dua yaitu faktor resiko yang tidak dapat dikontrol yaitu umur. kurang aktivitas fisik dan penggunaan obat-obatan yang mempengaruhi cerebrovaskular. kesemutan (parestesi). neurotropik dan anti agregasi trombosit. mulut dan atau bibir mencong. jenis kelamin. Gejala utama stroke iskemik akibat trombosis serebri adalah timbulnya defisit neurologik secara mendadak/sub. Gangguan bicara : sulit berbahasa (disfasia). DISKUSI Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. diberikan anti edema otak. melihat dobel (diplopia). Stroke non hemoragik didefinisikan. Tidak didapatkan adanya penurunan kesadaran. didahului gejala prodormal. sindroma menggerutu 5. kejang. Pada pasien. lidah mencong. Pemeriksaan laboratorium darah rutin dan urin rutin dalam batas normal. Pada pasien stroke dapat mengalami beberapa . obesitas. KESIMPULAN Pada pasien ini didiagnosis Stroke Non hemoragik. dan juga paisen mengalami kesulitan dalam mengingat perintah yang diberikan kepadanya. gerakan tak terkendali (chorea/atetosis). tidak dapat menulis (agrafia). kekakuan pada satu ekstremitas atau separo tubuh. Dan fase pasca akut yang dititikberatkan pada tindakan rehabilitasi medis dan pencegahan terulangnya stroke yaitu melalui terapi rehabilitasi dan menghindari faktor resiko. Gangguan neurologi fokal otak yang didapatkan adalah gangguan motoris berupa hemiparesis kanan. aneurisma pembuluh darah serebral. diuretik. Gangguan sensoris : gangguan perasaan (deficit sensoris). sirkulasi. kelopak mata sulit di buka (ptosis). Akan tetapi tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya. antikoagulansia dan neurotropik. tidak bisa bicara (afasia motorik). policitemia. anti hipertensi. tidak bisa memahami bicara orang (afasia sensorik). dan pelo. tidak keluar suara (disfoni/afoni) 2. yaitu fase akut (hari ke 0-14 setelah onset penyakit) yang bertujuan untuk menyelamatkan neuron dan mencegah meluasnya proses patologik yang akan mengganggu fungsi otak. terapi berupa pemantauan jalan nafas. ras/bangsa. anti agregasi trombosit. Gangguan motoris : kelemahan atau kelumpuhan separo anggota gerak.Tidak dilakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI atas pertimbangan biaya DIAGNOSIS Stroke non hemoragik/iskemik TERAPI Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi rawat inap. tanda-tanda vital dan adanya penurunan kesadaran. diabetes melitus. Stroke non haemoragik. pelo. kelainan jantung / penyakit jantung. Kata atherosclerosis digunakan bagi sekelompok kelainan yang mengakibatkan menebalnya serta mengurangnya kelenturan dinding pembuluh darah arteri. pelupa (demensia) 4. tidak bisa membedakan rabaan (anestesi). pendengaran terganggu (tinnitus/deafness).

2005. Pasien belum pernah mengalami hal serupa sebelumnya. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik diperiksa benjolan yang ada dengan inspeksi pada saat berbaring. UPF Ilmu Penyakit Saraf FK UNS Penulis Febrina Kautsar. Harsono. sehingga keraguan seorang penderita apakah dirinya menderita kanker atau tidak segera terjawab dengan cepat dan akurat. Tidak disertai demam. dan terasa nyeri jika ditekan dan pada waktu mestruasi. dengan mammography atau ultrasound. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC). BAB dan BAK lancar. bernodul atau tidak. Tanda-tanda sekunder berupa retraksi. Mammografi Suatu teknik pemeriksaan soft tissue teknik. Adanya proses keganasan akan memberikan tanda-tanda primer dan sekunder. Aspirasi Jarum Halus Dengan AJH diperoleh diagnosis tumor apakah jinak atau ganas. perubahan posisi palpila dan areola adanya bridge . dan membungkuk apakah terlihat benjolan. Dibawah mikroskop tumpor tersebut tampak seperti berikut : a. Tanda primer berfibrosis reaktif. Benjolan tersebut kenyal. Yogyakarta. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). kerutan pada kulit payudara (peau d‘orange).gangguan yang sangat akan berpengaruh pada kualitas hidup.Tidak terdapat riwayat penyakit keluarga dengan keluhan yang sama. 2012 Penegakan Diagnosis Fibroadenoma Mammae pada Wanita dengan Riwayat Benjolan di Payudara Dibuat oleh: Febrina Kautsar. maupun muntah. 2005. SPM neurologi. adanya perbedaan yang nyata ukuran VE dan rontgenologik dan adanya mikrokalsifikasi. dari palpasi itu dapat diketahui ukurannya. kenyal atau keras.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:07 ABSTRAK Fibroadenoma mammae (FAM) atau yang biasa dikenal dengan tumor payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. bisa digerakkan. DIAGNOSIS Fibroadenoma Mammae DISKUSI Penegakkan Diagnosis Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. dan mengeluarkan cairan dari putting susu atau tidak. b. c. Kapita Selekta Neurologi. REFERENSI 1.. apakah mobil atau tidak. Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler). mual. Tidak ada cairan yang keluar dari puting susu. dan dengan palpasi pada daerah tersebut. penebalan kulit. RS Jogja. Segi Praktis Pemeriksaan Neurologi. Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus. jumlahnya. duduk. Seri IR Neurologi 2005. Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform. comet sign. Yang perlu ditekankan adalah kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi dipayudara. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC) KEYWORD : Fibroadenoma Mammae. bertambahnya vaskularisasi. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta 2. Bagian Ilmu Saraf. Penatalaksanaannya juga dibagi atas dua fase yang fase akut dan fase pasca akut yang mempunyai kegunaan masing-masing. tanpa harus melakukan sayatan atau mengiris jaringan. dengan mammography atau ultrasound. 2009 3. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. Diagnosis ISI Pasien seorang perempuan berusia 30 datang ke Poli Bedah dengan keluhan terdapat benjolan sebesar telur puyuh pada payudara kiri sejak 1 bulan yang lalu. Tumor jinak.

ketetapan 83-95%. Ultrasonografi Dengan pemeriksaan ini hanya dapat dibedakan lesi solid dan kistik pemeriksaan lain dapat berupa: termografi. N: 82 x/menit. Penegakannnya dapat dilakukan dengan berbagai cara yang mempunayia kelebihan masing-masing. Buku Ajar Ilmu Bedah. REFERENSI Roubidoux. muntah (-). Marilyn A. Transfusi Darah . Ari. alergi obatobatan dan makanan (-). jantung (-).of tumor. alergi dan reaksi transfusi hemolitik. juga dapat melihat kemungkinan adanya metastasis misalnya alkali fosfatase KESIMPULAN Pasien di diagnosis dengan Fibroadenoma Mammae. strategi . selama prosedur bedah berlangsung. PEMERIKSAAN FISIK : Keadaan umum: cukup baik. hipertensi (-). dan immunomodulation alogenik transfusi darah harus dihindari sebisa mungkin karena adanya berbagai risiko yang terkait dan juga karena transfusi belum terbukti untuk meningkatkan pasca operasi. Hanya saja untuk mass screening cara ini adalah cara yang mahal dan dianjurkan digunakan secara selektif saja misalnya pada wanita dengan adanya faktor resiko tadi. dan kadang timbul gagal jantung pada pasien dengan anemia. xerografi. Fibroadenoma. gizi baik. Wanhari. Teknik Konservasi Darah . ginjal (-). jantung harus memompa darah lebih banyak sehingga timbul takikardi.jogja dengan keluhan benjolan pada perut bawah. tampak sesak Kesadaran : composmentis . Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat operasi sebelumnya disangkal. Breast. Riwayat penyakit asma (-). Jakarta. tetapi keprihatinan tentang risiko mereka telah membatasi penggunaannya. 2005. Peran anestesi adalah memastikan bahwa organ vital menerima oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Penatalaksanaan ISI Seorang wanita 41 tahun datang ke rs. Sjamsuhidayat R. jadi sangat baik untuk diagnosis dini dan screening. ginjal dan DM disangkal.0 AT : 303 DIAGNOSIS Mioma Uteri ASA II TERAPI Persiapan PRC 2 kolf DISKUSI Strategi untuk Mengelola Anemia . Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. RS Jogja. Hal ini perlu dikaji apakah anemia akan berpengaruh terhadap anestesi yang diberikan. jantung. isi dan tegangan cukup RR : 24 x/menit S : 36C laboratorium AL : 5. Anemia. transfusi darah mungkin menjadi prosedur yang diperlukan. infiltrasi dalam jaringan lunak di belakang mammae dan adanya metastis ke kelenjar. DM (-). KEYWORD : Anesyesi. tergantung dari teknis dan ahli radiologinya. Benjolan tersebut sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. mual (-). Riwayat Penyakit Keluarga : Riwayat penyakit asma alergi.Dalam operasi dengan kehilangan darah tinggi yang diharapkan. Yogyakarta. Penulis Febrina Kautsar. Hal ini berarti untuk mencukupi kebutuhan oksigen jaringan.Vital sign : TD:130/80 mmHg. Medscape. hasil. Dilakukan untuk mencari jauhnya ekstensi tumor atau mencari metastasis jauh. De Jong W. Asuhan keperawatan Fibroadenoma Mammae. Mammografi ini dapat mendeteksi tumor-tumor yang secara palpasi tidak teraba. Transfusi darah memiliki banyak efek samping dikenal termasuk potensi penularan penyakit menular. Pasien juga mengeluh perutnya sering terasa sakit pada saat menstruasi. 2009. 2008.Anemia dapat mengakibatkan transport oksigen oleh haemoglobin akan berkurang.Modifikasi terakhir pada Minggu 04:00 ABSTRAK Pada pada pasien diperoleh nilai Hb 10 g/dl. 2012 Penatalaksanaan Anestesi Pada Pasien Anemia Dibuat oleh: Febrina Kautsar.Dalam beberapa situasi. University of Michigan Health System. Bagian Ilmu Bedah.5 Hb : 10. Pemeriksaan ini umumnya hanya dilakukan apabila diperlukan (atas indikasi) pemeriksaan laboratorium untuk melihat toleransi penderita. keadaan daerah dan jaringan fibroglanduler tidak teratur. hipertensi. regular. murmur.

Hb pemulihan. R. Zwißler. dan fungsi ginjal ureter dan kandung kencing. Woerlee in Anemia and Anesthesia downloaded from http://www.untuk mengurangi kehilangan darah operatif dapat membantu mencegah anemia pasca operasi dan dapat mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi darah alogenik. Selain untuk mengurangi kebutuhan transfusi. Pape. KESIMPULAN Pada kasus diatas didapatka pasien dengan diagnosis Mioma uteri dengan status operasi ASA II Karena mempunyai HB 10 mg/dl. SA. Selain itu. Perioperative Limits Of Anaemia. Sp. Pasien juga merasakan gejala semakin memberat saat pasien beraktivitas. 2002. penggunaan darah autologous. Persiapan pasien dengan benar dapat membantu dalam prognosis pasien. + 1 gelas.org/anemia. pasien juga tidak merasakan sesak nafas dan nyeri dada serta tidak terdapat keluhan gangguan BAB. anyang – anyangan (-). mual (+). Foto IVP : Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal + 2 x 1 cm dengan ureterectasia dan hidronefrosis grade I. B.. SV. Pramono... Foto BNO : Suspek Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal.. dan bisa menjadi intervensi menyelamatkan jiwa. translated by G. radiologist dapat melihat dan mengetahui anatomy serta fungsi ginjal. Study Guide Anestesiologi dan Reanimasi. RS Jogja. Pemeriksaan IVP ini selain mempunyai kelebihan . Bagian Ilmu Anestesi dan Reanimasi.php Penulis Febrina Kautsar. Dachlan.anesthesiaweb. Habler O. In EUROANESTHESIA 2005. muntah (-). Ardi. hemodilusi normovolemic akut dan penyelamatan sel. Kelebihan. The Medicine Publishing Company Ltd. Jakarta : FK UI. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. 3. 45 tahun.M. Pasien juga merasa BAK sedikit dan sering (> 5x / 24 jam). Mallett. untuk beberapa nama. 2005. Meier.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:57 ABSTRAK IVP Adalah suatu tindakan untuk memvisualisasikan anatomi. J. Pasien merasakan gejala tersebut kambuh – kambuhan. 2008. Perioperative Anaemia and Its Management. Menurut Dr Shander. pasien juga merasakan BAK terasa nyeri dan panas. KA.ESA ditambah besi terapi dapat digunakan untuk memperbaiki anemia sebelum operasi dan telah ditunjukkan untuk mengurangi kebutuhan untuk transfusi darah. Yogyakarta. nafsu makan menurun dan demam. dan memberikan hasil yang lebih baik. 2. Strategi ini termasuk teknik bedah teliti. 2002. Termasuk didalamnya fungsi pengisian dan pengosongan buli. 2012 Kelebihan dan kekurangan IVP untuk Mendiagnosis Uretherolithiasis Dibuat oleh: Febrina Kautsar. CBO guideline taken from SAMENVATTING RICHTLIJN BLOEDTRANSFUSIE.An. 13-15 Pengakuan dan pengobatan anemia selama periode praoperasi memberikan ahli bedah lebih banyak pilihan untuk berurusan dengan darah yang hilang selama operasi. Suryadi. Dengan IVP. dr. pasien tidak merasakan nyeri kepala. Petunjuk Praktis Anestesiologi. Latief. 5. DIAGNOSIS Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal . Eritropoiesis-Merangsang Agen (ESA) dan Besi . manajemen anemia dengan eritropoietin dan besi telah ditunjukkan untuk mempercepat eritropoiesis.Datang dengan keluhan nyeri pinggang sebelah kiri yang menjalar ke lipat paha dan kemaluan sejak 1 tahun yang lalu. juga mempunyai kekurangan KEYWORD : IVP. Edisi Kedua. dan meningkatkan kualitas hidup dan fungsi pada pasien bedah. ureter dan blass. BAK warna kuning kemerahan. kekurangan ISI Pasien Ny. 4. Komprehensif manajemen anemia bisa mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk transfusi perioperatif alogenik. S. REFERENSI 1. A.. Yogyakarta : FK UMY. Perlu diperhatikan persiapan pasien pada saat akan melakukan anestesi. "Mengenali dan mengobati anemia sebelum operasi elektif adalah sangat penting.

Selalu ada kemungkinan terjadinya kanker akibat paparan radiasi yang diperoleh. Radiologi Diagnostik. berlangsung selama 3 minngu 3. Hal ini membuat pasien merasa berat saat melakukan pekerjaan. Dosis efektif pemeriksaan IVP adalah 3 mSv.40 tahun datang ke Puskesmas Kasihan 1 dengan keluhan sulit tidur pada waktu malam atau siang hari . dan kesemutan pada kedua tangannya.dengan ISK DISKUSI • Kelebihan 1.0) TERAPI amitriptilin 1x1/2 tab DISKUSI Diagnosis dan penatalaksanaan Insomnia Pembahasan Butir-butir diagnostik Sindrom insomnia adalah: 1. Penggunaan media kontras dalam IVP dapat menyebabkan efek alergi pada pasien. Selalu diupayakan mencari penyebab dasar dari gangguan tidur dan pengobatan ditujukan pada penyebab dasar tersebut. Malueka . berlangsung dalam periode waktu yang lebih lama dan biasanya disebabkan oleh kondisi medik atau psikiatrik tertentu. Yogyakarta. dan melakukan kegiatan rutin. 2. DIAGNOSIS Gangguan campuran anxietas dan depresi (F 41. Yogyakarta 2. Bagian Ilmu Radiologi. Membutuhkan waktu lebih dari ½ jam untuk tidur atau tidur kembali setelah terbangun sehingga siklus tidak utuh atau menimbulkan gangguan kesehatan 2.tanyadokter. Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖ sanga berhati-hati pada kasus dengan longtem insomnia. Transient insomnia . sehingga dokter dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan yang tepat mulai dari adanya batu ginjal hingga kanker tanpa harus melakukan pembedahan 3. Bersifat invasif. 2012 Diagnosis dan Insomnia Penatalaksanaan pada Wanita Usia 40 Tahun Dibuat oleh: Febrina Kautsar. hanya berlangsung selama 2-3 hari 2.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:54 ABTRAK Insomnia digolongkan dengan berbagai macam golongan dan penyebab penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖. sama dengan rata-rata radiasi yang diterima dari alam dalam satu tahun. 2. Longterm insomnia . www. BNO IVP bila dilakukan sesuai indikasi dan prosedur yang sesuai dapat membantu dalam menegakkan diagnosis. Hal ini membuat pasien merasa khawatir terhadap dirinya.estazolam (ProSom. Pasien juga merasa berat badannya menurun padahal nafsu makan seperti biasa. Diagnosa kelainan tentang kerusakan dan adanya batu pada ginjal dapat dilakukan. Eurodin). 4. Pemilihan obat juga didasarkan atas sifat dari gangguan tidurnya KEYWORD : Insomnia. Terapi ISI Pasien Ny. Sortterm insomnia. and clonazepam (Klonopin) Nonbenzodiazepine sedatives: eszopiclone (Lunesta). 2008. 4. bermanifestasi dalam gejala : penurunan kemampuan kerja.zaleplon (Sonata). IVP memberikan gambaran dan informasi yang jelas. triazolam (Halcion). hubungan sosial. yang menyebabkan pasien harus mendapatkan pengobatan lanjut. RS Jogja. Obat anti insomnia Benzodiazepine sedatives: Digunakan untuk meningkatakan kualitas dan kuantitas tidur temazepam (Restoril). Hendaya dalam fungsi kehidupan sehari-hari . Hal ini sangat berguna untuk tidakan terapi selanjutnya REFERENSI 1.S .com/bnoivp Penulis Febrina Kautsar. relatif aman • Kekurangan 1. lorazepam(Ativan). Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil KESIMPULAN Pada pemeriksaan BNO IVP didapatkan diagnosis pasien Ureterolithiasis sinistra sepertiga proksimal dengan ISK .2) dengan diagnosis banding Insomnia non organik (F51. Pasien merasa sering mengeluarkan keringat dingin. . Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Pustaka cendekia press. 3.flurazepam (Dalmane).RG. Radiasi relatif rendah 5. Sindrom insomnia dapat terbagi 3 tipe : 1.

Pemilihan obat juga didasarkan atas sufat dari gangguan tidurnya Daftar Pustaka • Maramis. tampak jaringan sisa . Abortus yang terjadi tiga kali atau lebih disebut abortus habitualis.Vital SignTekanan Darah: 110/80mmHg. Nadi : 82 x /menit. Obat yang dibutuhkan adalah yang bersifat ―sleep inducing Anti insomnia‖ yaitu golongan benzodiazepin 2. Obat yang dibutuhkan adalh bersifat ―sleep maintaining anti insomnia‖ yaitu golongan phenobarbital Antihistamin dapat juga digunakan untuk terapi insomnia karena mempunyai efek sedative. nyeri ketok (-). Delayed insomnia : proses tidur terlalu cepat berakhir dan sulit untuk masuk kembali ke proses tidur selanjutnya. Obat yang digunakan yaitu yang bersifat ―prolong latent phase anti insomnia‖ yaitu golongan heterosiklik anti depresan 3. Diagnosis gangguan jiwa. nyeri tekan (-). dikenal dengan : 1. Vagina : Dinding licin. Kesimpulan : Pasien pada kasus ini mendapatkan terapi antiinsomnia yaitu amitriptilin. Initial insomnia : sulit masuk dalam proses tidur.). KEYWORD : Perdarahan. 2012 Penegakan Diagnosis Pasien Primigravida Dengan Riwayat Perdarahan Pada Kehamilan Muda Dibuat oleh: Febrina Kautsar.com/insomnia/2011 Penulis Febrina Kautsar. Keluhan perdarahan mulai di rasakan sejak tadi pagi. mengeluarkan darah banyak.2004 • Maslim R. dan pada sore harinya pasien merasakan perdarahan lagi. kehamilan muda. Chloral Hydrate. abortus ISI Pasien datang ke RSUD wirosaban pada tanggal 27 oktober 2010 jam 16. Pemeriksaan Dalam :Pemeriksaan inspekulo : Vulva : Tenang. Respirasi : 24x/menit. W. OUE : Terbuka. Phenobarbital Antidepressants : amitriptyline [Elavil. dalam jumlah yang lebih banyak disertai nyeri perut bagian bawah.and zolpidem (Ambien). Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa. Uretra : Tenang. Edisi VI. Sudah terlambat haid 3 bulan dan sudah di lakukan PP test dan hasil positif Status Generalis Keadaan umum : Baik.Suhu : 36. Portio/ serviks : Portio livide. Auskultasi : Peristaltik usus normal.50 C. Indikasi penggunanaan obat Anti insomnia terutama pada kasus ―transient dan shorterm insomnia‖.00 WIB di UGD dengan keluhan merasa hamil 3 bulan. nyeri tekan lepas (. dan beberapa saat kemudian keluar perongkolan. keluar darah lewat OUE. massa (-). RS Jogja. ada darah. Hal tersebut sangat berhubungan dengan terapi yang dilakukan. Ada beberapa macam kemungkinan diagnosisnya. Perkusi : Tympani. tetapi tidak dapt digunakan untuk insomnia kronik.Status Ginekologi : G1P0A0. rujukan ringkas PPDGJ-III. Endep] andtrazodone [Desyrel]) Antihistamines diphenhydramine(Benadryl) or doxylamine] Pemilihan obat: Ditinjau dari sifat gangguan tidur.Kesadaran : Compos mentis. Jakarta: PT Nuh Jaya. Palpasi : Defans muskuler (. sklera tidak ikterik.Modifikasi terakhir pada Minggu 03:45 ABSTRAK Perdarahan dalam kehamilan muda perlu sangat diwaspadai . Surabaya. Mata : Konjungtiva tidak anemis. 2003 . TFU tidak teraba. yang termasuk kedalam obat golongan antidepressant. Pemeriksaan Luar: Inspeksi : Perut datar. Dimana masa getasi belum mencapai 22 minggu dan beratnya kurang dari 500gr. Yogyakarta. Catata Ilmu kedokteran jiwa.). namun hanya berupa flek-flek.Abortus adalah keluarnya janin sebelum mencapai viabilitas. Broken insomnia : siklus proses tidur yang normal tidak utuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa bagian.www. Perdarahan dalam kehamilan ini sering dihubungkan dengan resiko terjadinya abortus. Medscape. prongkol-prongkol lewat jalan lahir disertai nyeri perut.F. Airlangga University Press.

besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan. Pemeriksaan Colok Vagina : Vulva : Tenang. OUE : Terbuka dan teraba jaringan. Pada kehamilan diatas 14 minggu. ada/tidak jaringan janin. Tindakan klinik yang dapat kita lakukan untuk mengetahui terjadinya abortus antara lain: 1) terlambat haid kurang dari 20 minggu 2) pemeriksaan fisik yang terdiri dari keadaan umum tampak lemah. Jakarta. et. tekanan darah normal atau menurun. ostium uteri terbuka atau sudah tertutup. teraba atau tidak jaringan dalam kavum uteri. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. keluar jaringan seperti anggur Abortus mola KESIMPULAN Berdasarkan hal diatas pasien dapat didiagnosis dengan abortus inkompletus. 1998. B. denyut nadi normal atau cepat dan kecil. Obstetri William. Hemorrhagi Utama Obstetri dan Ginecology.kehamilan. REFERENSI Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Universitas Syah Kuala. Abortus. Kapita Selekta : Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi. tidak nyeri pada saat perabaan adneksa. D. Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. Uretra : Tenang. ed. Cunningham. 1995. setelah ketubah pecah janin yang telah mati akan dikeluarkan dalam bentuk kantong amnion kosong dan kemudian plasenta. Jakarta. dan nyeri pinggang akibat kontraksi uterus 4) pemeriksaan ginekologi meliputi inspeksi vulva dengan melihat perdarahan pervaginam. 2012 . DIAGNOSIS Abortus Inkompletus TERAPI Kuretase DISKUSI Pada awal abortus terjadi pendarahan yang menyebabkan janin terlepas. 18. ada/tidak jaringan keluar dari ostium. Massa/tumor : Tidak ada.Parametrium : Tidak ada nyeri. 1994. Vagina : Dinding licin. EGC. dan kavum douglasi tidak menonjol dan tidak nyeri Pemeriksaan penunjang yang umumnya dilakukan antara lain: 1) tes kehamilan akan menunjukkan hasil positif bila janin masih hidup bahkan 2-3 hari setelah abortus 2) Pemeriksaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup 3) Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion Tabel diagnosis dan diagnosis banding perdarahan pada kehamilan muda perdarahan cervix uterus Gejala/tanda diagnosis Bercak-sedang tertutup Sesuai usia gestasi Kram perut bawah. Untuk dapat mengetahui macam-macam penyebab perdarahan pada kehalian muda perlu sangat diperhatikan pada saat anamnesis dan pemeriksaan fisik. H. Widya medika. Penulis Febrina Kautsar. Uterus : Sebesar telur bebek. Kelainan Dalam Lamanya Kehamilan. All. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu janin biasanya dikeluarkan seluruhnya karena villi koriales belum menembus desidua secara mendalam. uterus lunak Abortus iminens tertutup Sedikit membesar Limbung/pingsan Nyeri perut bawah Nyeri goyang portio Massa adnexa Cairan bebas intra abdomen Kehamilan ektopik terganggu Tertutup/terbuka Lebih kecil Sedikit/tanpa Nyeri perut Riwayat ekspulsi hasil konsepsi Abortus komplit Sedang-masif terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi Abortus insipiens terbuka Sesuai usia gestasi Kram /nyeri perut bawah Ekspulsi sebagian hasil konsepsi Abortus inkomplit terbuka Lunak dan lebih besar dari usia gestasi Mual muntah Kram perut bawah Sindroma mirip pre eklamsia Tak ada janin. Yogyakarta. Wiknjosastro. mual. M. Pada kehamilan 8–14 minggu villi koriales menembus desidua secara mendalam. Jakarta 1997. Abortus. Serviks/Portio : Portio lunak (hegar sign +). F. dan tercium/tidak bau busuk dari vulva Inspekulo 5) perdarahan dari kavum uteri. plasenta tidak dilepaskan sempurna sehingga banyak perdarahan. cetakan I. dan suhu badan normal atau meningkat 3) perdarahan pervagina yang disertai keluarnya jaringan janin. teraba jaringan. EGC. RS Jogja. tidak nyeri saat porsio digoyang. Taber. dan ada/tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium 6) colok vagina dengan melihat porsio masih terbuka atau sudah tertutup. Terapi yang dilakukan adalah kuretase. Ilmu Kebidanan.

jejas (-). Ibu mengaku selama hamil terdapat keputihan tidak terlalu banyak. Gentamisin 2x4 mg (iv). frekuensi denyut jantung 134 kali/menit.5 l/menit. kesulitan minum. hipotermia. jenis kelamin perempuan. Pasien tidak terdapat perdarahan. fungsi hati. Suara nafas vesikuler +/+. Konjungtiva pucat -/-. supel.5 ˚C). terlihat agak sesak. Hasil laboratorium didapatkan anemia normositik normokrom. pasien lahir langsung menangis namun lemah. Tanda klinis pada sepsis neonatorum tidak spesifik. tidak biru. Tiga hari sebelum melahirkan. jamu maupun merokok. CRT <2 detik. Pendekatan diagnosis dilakukan sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum di bawah ini. sianosis. keluar menyemprot. wheezing -/-. terkadang ada rasa anyang-anyangan. Mukosa bibir lembab (+). leukopenia. muntah. BBLASR History : Bayi lahir dari ibu G2P2A0 kehamilan 28 minggu lahir secara spontan ditolong bidan.Monitor keadaan umum dan tanda vital Diskusi Dari ilustrasi kasus diatas. anus (+). suhu tidak diukur. anoreksia. Keywords : Sepsis neonatorum awitan dini ec Serratia liquefaciens. trombosit. distres pernapasan. neonatal dan lingkungan. tidak terdapat lendir maupun darah segar. Sepsis dapat disebabkan oleh bakteri. Faktorfaktor yang mempengaruhi kemungkinan infeksi secara umum berasal dari tiga kelompok. warna coklat kehitaman. hepatomegali. sianosis (-). hipotermia. hepar dan lien tidak teraba. bau biasa. frekuensi napas 62 kali/menit. warna kuning jernih. ibu pasien mengeluh mencret 4-5 kali per hari. Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm. letargi. sklera ikterik -/-. Bunyi jantung 1-2 reguler. tidak terdapat kelainan bawaan. berhubungan dengan karakteristik kuman penyebab dan respon tubuh terhadap masuknya kuman. gallop (-). seperti: hipertermia. APGAR Score 6/8. dan diare. Selama hamil ibu pasien rutin kontrol ke bidan sebanyak 1 kali per bulan. KGB colli tidak teraba membesar. jamur. air lebih banyak dari ampas. dan tidak pernah mengkonsumsi obatobatan. Buang air kecil tidak nyeri. tidak kejang. merumuskan dari data anamnesis. distres pernapasan. terapi Oksigen nasal 0. dan pemeriksaan penunjang yang didapatkan serta disesuaikan dengan teori yang ada. lahir tunggal. glukosa darah dan elektrolit dalam batas normal. murmur (-).Cefotaxim 2x50 mg (iv). virus atau riketsia. ikterik (-). Demam timbul bersamaan dengan mencret. Sepsis neonatorum dibedakan menjadi sepsis neonatorum awitan dini (SNAD) dan sepsis neonatorum awitan lambat (SNAL).5 37. respon (+) lemah. apneu. Pada pemeriksaan fisik awal tanggal 17 Desember 2011 didapatkan: bayi tenang. kulit tidak tampak kuning. tidak berbau. ronchi -/-. NKB-SMK. bising usus (+) normal. distensi abdomen. yaitu . Sepsis pada periode neonatal menunjukkan adanya penyakit sistemik simptomatik dan bakteri dalam darah. . warna bening kental. Menurut ibu. ikterik. Pemilihan antibiotik untuk terapi inisial mengacu pada jenis kuman penyebab tersering dan pola resistensi kuman di masing-masing pusat kesehatan. tidak ada riwayat kencing manis. Dada simetris. fungsi ginjal. Demam disertai sakit kepala.PENEGAKKAN DIAGNOSIS SEPSIS NEONATORUM Dibuat oleh: Adryansyah. faktor maternal. Abdomen datar. Ibu tidak ada tekanan darah tinggi. Demam cukup tinggi. Akral hangat. dan timbul pada satu bulan pertama kehidupan. tidak ada darah. Tanda klinis sepsis neonatorum seperti: hipertermia. Kepala normochepal. hasil pemeriksaan fisik. maka mengarah pada suatu diagnosis yaitu sepsis neonatorum awitan dini. retraksi sela iga (-). suhu 38‘C. Mencret disertai rasa mulas. Anus (+).Modifikasi terakhir pada Minggu 16:26 oleh Ratih Juwita Abstrak Sepsis neonatorum adalah sindrom klinis yang terjadi akibat invasi mikroorganisme ke dalam aliran darah. apneu. sianosis. pucat (-). demam dirasakan sepanjang hari. Rawat inkubator (suhu 36.

Sepsis Neonatorum. Berat lahir pasien 950 gram dengan panjang badan 40 cm. Kesimpulan : Pada pasien ini penegakkan diagnosis yang cepat dan tepat akan mempermudah dalam pengobatan dan penyembuhan pasien agar memperoleh prognosis yang baik. 2009.com/2010/01/sepsisneonatorum-dan-upaya. Guillain-Barre syndrome (GBS) merupakan penyebab utama paralisis flaksid akut di negara-negara Barat. distensi abdomen. Lima hari sebelum masuk rumah sakit anak menderita cacar air dengan panas tinggi. p678 3. dan diare. IT rasio dan CRP). Ilmu Kesehatan Anak Jilid I Edisi III. 2012 [11:28 UTC] Abstrak Kelemahan tungkai adalah keluhan yang biasa ditemui pada kasus gangguan neuromuskular. Anonim. Diakses dari http://ilmudokter-aurora. Masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi tersebut disebut Neonatus Kurang Bulan Sesuai untuk Masa Kehamilan (NKB-SMK). Divisi Perinatologi.html 4. Diakses dari http://akperla.racun botulisme.html Ratih Juwita Parwitasari 20060310015.ikterik.Penyebab lain adalah infeksi polio. bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) <1500 gram. p403-10 2.Adanya gejala klinis yang tidak spesifik tersebut.blogspot.miastenia gravis. Menurut Kongres European Perinatal Medicine ke II di London. Jakarta: EGC. Mustarim. 2007. 1992. Pada pasien didapatkan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 menunjukkan adanya leukopenia dan hasil laboratorium tanggal 17-12-2011 didapatkan trombositopenia serta CRP positif. hitung trombosit. keputihan yang tidak diobati. korioamnionitis. usia gestasi <37 minggu. letargi. Kata kunci : Sindrom Guillain Barre. Pada pasien ini terdapat 2 faktor risiko minor. yaitu faktor risiko mayor: ketuban pecah >24 jam. Sepsis Neonatorum.paralisis akut Kasus Anak umur 6 tahun datang dengan keluhan utama kaki dan tangan tidak dapat digerakkan.blogspot. Berat lahir <1000 gram disebut bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR). serta faktor risiko minor: ketuban pecah >12 jam. Dengan adanya faktor risiko positif. .hipo/hiperkalemi. kehamilan ganda. Faktor risiko positif bila terdapat minimal 1 faktor risiko mayor atau 2 faktor risiko minor. yaitu dengan mengetahui riwayat gejala bayi melalui anamnesis kepada ibu serta mengetahui faktor resiko penyebab terjadinya sepsis sesuai dengan algoritma sepsis neonatorum Referensi : DAFTAR PUSTAKA 1. dan infeksi saluran kemih (ISK) atau tersangka ISK yang tidak diobati. diperlukan analisa faktor risiko sepsis neonatorum. menit ke-5 <7). nilai APGAR rendah (menit ke-1 <5. bayi kurang bulan (prematur) adalah bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). Sepsis Neonatorum dan Upaya Pencegahannya di RS Dengan Fasilitas Terbatas. 2010. anoreksia. Jakarta. Penanganan Sindrom Guillain Barre pada Pediatri Dibuat oleh: Yanuar Surya Pratama. Deteksi GBS harus cermat sehingga komplikasi dapat segera diatasi dan dapat diberikan penatalaksanaan yang tepat. yaitu bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR) 950 gram dan usia gestasi 28 minggu (<37 minggu). Ilmu Kesehatan Anak FKIK UMY RSUD Tidar Magelang.5 ˚C). ibu demam saat intrapartum (suhu >37. Panduan Pelayanan Medis Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May. Dengan demikian. denyut jantung janin menetap >160 kali/menit dan ketuban berbau. hepatomegali. ibu demam saat intrapartum (suhu >38 ˚C). Nelson.com/2009/06/sepsisneonaturum. maka diperiksa septic marker (hitung leukosit. usia pasien 28 minggu termasuk dalam kategori bayi prematur. minimal 2 septic marker positif. muntah. kesulitan minum.

sesak (-). Tanda gagal nafas antara lain perburukan FVC.pemeriksaan neurologis didapatkan GCS 456. 2nd edition. [updated Dec 19. Terapi Spesifik Imunopatogenesis dari penyakit GBS. 2. Pengukuran maksimal forced vital capacity (FVC).1911-16 3.nervi craniales dalam batas normal. tekanan O2 arteri dibawah 70 mmHg serta tanda fatigue respirasi yang berat. tekanan maksimal respirasi. Kesimpulan Penatalaksanaan GBS perlu diperhatikan secara cermat dan tepat.com/article/792008-overview. Intubasi dilakukan bila FVC kurang dari 12-15 ml/kg. Tidak ada keluhan yang menyertai keluhan utama. Monitoring FVC dilakukan setiap jam.kekuatan 2/2/2/2. Pada kasus ini digunakan plasmaparesis dengan NaCl isotonik tanpa pemberian imunoglobulin karena tidak adanya obat. USA: ButterworthHeinemann. selain itu kondisi pasien yang cepat memburuk tanpa dapat diprediksikan membuat penderita GBS membutuhkan perawatan inap untuk observasi fungsi respirasi. dan sindroma Landry Guillain Barre adalah suatu penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf perifer. Referensi 1.status gizi kurang. [update 2009]. penderita harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU). dan fungsi otot bulbar harus selalu dimonitor selama fase progresif.BAK (+). Diagnosis Paralisis Flaksid Akut DD Guillain Barre Syndrome. dan nafas cepat diantara percakapan pendek. Sekitar 30% penderita membutuhkan bantuan ventilasi mekanik. Manfaat terapi paling jelas apabila terapi dimulai 2 minggu setelah onset. 2007].Riw kelahiran baik.Miller Andrew.nyeri perut (-). tekanan darah.asp?channel_id=0&disease_id=325&sec tion_name=condition_info.meningeal sign (-). Editors. 1996. Terapi spesifik menggunakan imunoglobulin atau plasmaparesis. Available from: http://bodyandhealth. jika FVC kurang dari 18 ml/kg atau terjadi disotonomia kardiovaskuler. Pasien ini tidak memerlukan ventilator karena masih dapat bernafas spontan.Miastenia Gravis. Daroff RB.Pada pemeriksaan fisik semua dalam batas normal. polyneuritis idiopatik akut. p.Guillain- .reflek fisiologis (-). Evaluasi adanya sesak napas perlu dilakukan untuk memikirkan keperluan pemakaian ventilator.nyeri kepala (-). Hal ini dikarenakan penyakit ini dapat melumpuhkan otot pernafasan sehingga dapat menyebabkan kematian. antara lain terapi pertukaran plasma (plasmapheresis) dan injeksi immunoglobulin dosis tinggi intravena (IVIG) Jadwal plasmapheresis berkisar antara 4 hingga 6 kali (40-50 ml/kg) dengan mesin kontinu selang sehari. sangat dibutuhkan alat bantu pernafasan serta perawatan khusus.Poliomyelitis.eutrofi.klonus (-). gas darah arterial. tetraparese. dan biasanya dicetuskan oleh suatu proses infeksi yang akut..com/condition_info_popup.BAB (+). Guillain-Barre Syndrome.Hipokalemi Terapi RL 20 tpm Paracetamol 3x1/2 tab Vit B 1x1 tab Konsul saraf Diskusi Sindroma Guillain-Barre (GBS) atau disebut juga dengan radang polineuropati demyelinasi akut (AIDP). antara lain kegagalan nafas dan disfungsi otonomik. Digunakan larutan saline dan albumin sebagai cairan pengganti plasma.Anak hanya berobat ke bidan untuk menurunkan panas dan sembuh.RPD dengan TB yang sudah dinyatakan sembuh. Available from: http://emedicine. dan hipoksemia akibat atelektasis. terapi akut ditujukan terutama untuk melawan proses imunopatogenesis.medscape. Lab dalam batas normal dengan K 3.muntah (-). Marsden CD.mual (). takikardia. Fenichel GM. Polio Perancis.5 mmol/L. poliradikuloneuritis idiopatik akut. Sehari sebelum masuk rumah sakit cacar air sudah sembuh akan tetapi kaki dan tangan susah digerakkan dan anak tidak dapat bangun dari tempat tidur. GBS termasuk dalam kelompok penyakit neuropati perifer Penatalaksanaan Awal Pada kasus berat.canada. Fatigue otot respirasi ditandai dengan keringat dingin.Bradley WG. Perhatian khusus terutama ditujukan pada perawatan suportif dan pencegahan komplikasi. paralisis asendens Landry.Guillain-Barré Syndrome.reflek patologis (-). Trakeostomi dilakukan bila diperkirakan bantuan nafas lebih dari 10 hari. Neurology in clinical practice: the neurological disorders. Relaps terjadi pada 10% pasien dalam kurun waktu 3 minggu pasca-terapi. 4.

2. vertebra spur (). Ketepatan diagnosis dan penanggulangannya tergantung dari kemampuan melakukan analisis pada data anamnesis. yaitu sebagai berikut: 1. Injeksi Cefotaxime 2 x 1 Ampul. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. sinar dari arah vertikal dengan proyeksi anteroposterior (AP). 2012 [08:57 UTC] Abstrak Akut abdomenmerupakan suatu kegawatan pada abdomen dimana memerlukan tindakan segera untuk penanganannya.com/guillain-barre_syndrome/article. free air (+).2007. S.Kep. tampak gambaran hypoechoic dengan tepi hyperechoic.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May. Pasien mengaku setang motor mengenai perutnya.dailystrength. Jakarta. Available from: http://www. bulat – bulat / lonjong di subcutis di daerah infraumbilical.batas tegas. tidak tampak fraktur. Tiduran miring ke kiri (left lateral decubitus = LLD). Keywords: Akut abdomen. dengan sinar horizontal proyeksi AP. Sedangkan pada pemeriksaan USG tampak cairan bebas intraabdominal pada horizon pouch.SMF Ilmu Kesehatan Anak. Injeksi Ketorolac 2 x 1 Ampul.2012 PEMERIKSAAN PENUNJANG FOTO ABDOMEN pada PENEGAKAN DIAGNOSIS AKUT ABDOMEN et causa PERITONITIS GENERALISATA AKMAL FALAH 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah. Peritonitis selain disebabkan oleh kelainan di dalam abdomen yang berupa inflamasi dan penyulitnya.org/news/Guillain-Barre-Syndrome-GBS Guillain-Barré Syndrome. iskemia dan perdarahan. proyeksi . Peritonitis.htm 5. Ns. Tiduran telentang (supine). dilatasi usus. mual dan nyeri perut tumpul pada seluruh lapang abdomen. Peritonitis Generalisata Terapi Pro Laparatomi. air fluid level (-). Keluhan dirasa setelah pasien mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya saat mengendarai kendaraan bermotor roda dua. Akut abdomen yang sering adalah peritonitis. dengan sinar horizontal.2006310148.Keputusan untuk melakukan tindakan bedah harus segera diambil karena setiap keterlambatan akan menimbulkan penyakit yang berakibat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.Tarwoto. Diagnosis Akut Abdomen e.medicinenet. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya defans musculer dan nyeri tekan di semua lapang abdomen. Sebagian kelainan disebabkan oleh cidera langsung atau tidak langsung yang mengakibatkan perforasi saluran cerna atau perdarahan.pemeriksaan pelvis menunjukkan struktur tulang baik. Duduk atau setengah duduk (semi erect) atau berdiri kalau memungkinkan. Pemeriksaan penunjang Kasus Pasien seorang laki-laki usia 46 tahun datang dengan keluhan teras sebah.RSUD Saras Husada Purworejo. Injeksi Kalnex 2 x 1 Ampul Diskusi Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut.c. Infus RL 20 tpm. Pemeriksaan radiologi BNO 2 posisi hasil menunjukkan adanya peningkatan jumlah udara usus.Barre Syndrome (GBS) Support Group. juga oleh ileus obstruktif. Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi. kontur ren dextra dan sinistra tidak jelas. 3. Available from: http://www. Sagung Seto Penulis Yanuar Surya Pratama. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Persarafan.

sitologi atau patologi Foto thorax dan foto LLD abdomen sangat sensitif untuk mendeteksi udara bebas intraperitoneum dalam volume kecil ( < 5 ml ). Pada kecurigaan adanya peritonitis perlu dilakukan foto polos abdomen 3 posisi Referensi Arif Manjoer. Pada dugaan perforasi apakah karena ulkus peptikum. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah.Dr. UGM University Press. Trauma Abdomen.Cipto Mangunkusumo. didapatkan preperitonial fat menghilang. Pada posisi LLD. yaitu kontras positif (barium) dan negatif (udara). Bila tidak yakin apakah terdapat udara bebas intraperitoneum atau tidak. Pada foto thorax tegak. Dudley a.1995. Ketepatan diagnosis akan meningkat bila digunakan kontras ganda. Foto kontras barium merupakan pemeriksaan yang penting dalam membantu menegakkan diagnosis curiga tumor. fotoLLD pada abdomen bagian atas akan menunjukkan udara bebas dalam bentuk bulan sabit dengan densitas rendah di sebelah lateral dari tepi lateral lobus kanan hati. Kesimpulan Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum yang merupakan pembungkus visera dalam rongga perut. yaitu adanya gas di dinding usus sisi manapun.f. dan adanya kekaburan pada cavum abdomen. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen.udara bebas sulit dideteksi. Rs. Penatalaksanaan demam tifoid meliputi medikamentosa dengan antibiotik dan terapi suportif . Udara sub diafragmatik harus dibedakan dengan pneumothoraks subpulmonal.514-526.Peritonitis dapat terjadi akibat suatu respon inflamasi atau supuratif dari peritoneum yang disebabkan oleh iritasi kimiawi atau invasi bakteri. 3. 2012 [08:40 UTC] Abstrak Demam Tifoid ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. tanda utama radiologi adalah: 1. dan gangguan kesadaran.AP . jaringan atau cairan patologis dapat diambil untuk pemeriksaan kimia. Selain itu. udara berbentuk bulan sabit tampak di bawah hemidiafragma. didapatkan free air pada subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair shadow).51-57. ed:11. dan tanda garis ligamentum falsiform hepatis yang terbentuk di kuadran kanan atas oleh udara bebas. Penulis Akmal Falah.Modifikasi terakhir pada Sat 12 of May. pecahnya usus buntu atau karena sebab lain. Trauma Abdomen. psoas line menghilang. Soelarto Rekso Prodjo. Wahyu I. Kapita selekta kedokteran. Ada dua tanda yang dapat membantu : tanda Rigler.W. 2000.1992. 2. RSUD SETJONEGORO WONOSOBO PENATALAKSANAAN DEMAM TIFOID pada ANAK USIA 10 TAHUN akmal falah 20060310152 Dibuat oleh: Akmal Falah.Bagian Bedah Staf pengajar FKUI. Bagian Ilmu Radiologi. Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut. Trauma Abdomen. Pada posisi semi erect. Pemeriksaan Gastroduodenoskopi dilakukan bila ada keluhan dan tanda yang mencurigakan ke arah penyakit lambung dan atau duodenum serta untuk tindak lanjutnya Dengan endoskopi. suprohaita. Hamilton Bailey. Gambaran radiologis peritonitis karena perforasi dapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi. Pada foto terlentang abdomen. Pada posisi supine. Ilmu bedah gawat darurat. kelainan yang langsung dilihat dapat difoto untuk dokumentasi. 20060310152. Wiwiek S. Penyebab tersering gambaran ini adalah perforasi usus akibat luka atau trauma tembus dan infark dinding usus. didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. gangguan pada saluran cerna.

Mempunyai sekurangkurangnya tiga macam antigen yaitu antigen somatik (O) yang terdiri dari zat komplek oligosakarida.1°C. Salmonella typhi sangat resisten dan dapat hidup lama di air keruh. isi dan tegangan cukup. Panas terjadi terus menerus. saat sore hari panas meninggi.26 juta uL. Di tempat ini komplikasi perdarahan dan perforasi intestinal dapat terjadi. Dalam serum penderita terdapat zat anti (aglutinin) terhadap ketiga macam antigen tersebut. 4 hari SMRS pasien dibawa ke Puskesmas kemudian diberi 3 macam obat. Respirasi: 24 kali permenit. 1 hari SMRS pasien masih panas. demam tifoid Kasus Pasien datang ke IGD dengan keluhan panas sejak 8 hari yang lalu. tidak berkeringat dimalam hari. tidak berkapsul. obat tidak dihabiskan. Mempunyai makro molekul liposakarida kompleks yang membentuk lapis luar dari dinding sel dan disebut endotoksin. menimbulkan radang dan membentuk tukak. Mengantuk. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung. Hct: 36. TKTPdan memperbaiki gizi pasien.95 uL. minum normal/biasa. Sudah tidak buang air besar cair.000. antigen flagelar (H) yang terdiri dari protein dan envelope antigen (VI) yang terdiri dari polisakarida. Kuman Salmonella typhi kemudian menembus ke lamina propia. minum biasa. Suhu: 39. setelah minum obat panas belum mereda. Tekanan Darah: 110/60MmHg. nafsu makan berkurang. melalui pembuluh limfe masuk ke peredaran darah. Pasien BAB cair 3 kali sehari. masuk aliran limfe dan mencapai kelenjar limfe . Kesadaran: Apatis-Somnolen. AT: 240. Pada pemeriksaan fisik KU: Pasien Tampak Lemas. suhu dirasakan naik turun. Seorang pasien anak laki-laki usia 14 tahun datang dengan keluhan demam naik turun sejak 12 hari sebelum masuk rumah sakit disertai diare. Hb: 11. demam dirasakan tidak terlalu tinggi. diberikan infusKaEn 3B 2100 cc/24 jamuntuk membantu mencukupi kebutuhan cairan dan membantu jalur masuk obat parenteral. tidak terdapat lendir atau darah.(pemenuhan kebutuhan cairan dan kalori. Penyakit ini disebabkan oleh mikroba gram negatif Salmonella SP. Salmonella Thiphi juga dapat memperoleh plasmid faktor-R yang berkaitan dengan resistensi terhadap multiple antibiotik. Vital Sign: Nadi: 96 kali permenit. Widal TyH: 1/320. teratur. Tinggi badan: 170cm. sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai jaringan Limfoid Plaque Peyeri di ilium terminalis yang mengalami hipertrofi. lalu menurun di pagi hari. Berat Badan: 50kg. tidak nyeri saat BAB. ke organ-organ terutama hati dan limpa.Pasien tidak memiliki riwayat batuk berdahat lebih dari 2 minggu.67%. gangguan pencernaan dan gangguan kesadaran. tidak batuk. tipe thorakoabdominal. BMI: 17. nafsu makan berkurang. Buang air kecil lancar.3 Kg/cm2. AE: 4. tidak membentuk spora fakultatif anaerob. Diskusi Demam typhoid adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari satu minggu. Mikroba Salmonella yang ikut makanan sampai di usus menembus mukosa usus halus. mempunyai flagella. Pada pemeriksaan penunjang : AL: 5. makanan yang tercemar atau terkontaminasi dan pakaian yang tercemar. tidak menggigil.9 g/dL. tidak pilek. diberikan makanan rendah serat. Salmonella yang banyak dikenal di klinis adalah Salmonella typhi. tidak ada riwayat kontak dengan penderita TB. diet dengan nutrisi yang baik). Salmonella paratyphi A. bubur saring 3x1 porsi. Widal TyO: 1/320 Diagnosis Demam Tifoid Terapi Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi penatalaksanaan medikamentosa diberikan cefotaxime sebagai antibiotik diberikan secara intravena dengan dosis 1 g 2 kali sehari. SGPT: 250 U/l. haus dan lemas. mengadakan replikasi dan kemudian kembali ke darah dan menyebar ke kelenjar limfoid Ileum (Plaques Peyeri). tidak muntah. Penyebab dari demam typhoid adalah salmonella typhi yang merupakan bakteri gram negatif.Bdan C. Keyword : antibiotik. tidak ada nyeri saat buang air kecil. SGOT: 155 U/l. paracetamol tiap 4-6 jam 3x1 tab bila panas. lebih suka jajan di sekolah atau pinggir jalan. Kuman Salmonellathipi masuk tubuh manusia melalui mulut dengan makanan dan air yang tercemar. menurut orang tua pasien berat badan naik dalam beberapa bulan. tidak anyang-anyangan.

pemberian antibiotik dan antipiretik. KESIMPULAN Di Indonesia demam tifoid merupakan penyakit endemis. oral selama 10 hari. serta diet makanan rendah serat dengan nutrisi yang baik . Salmonella typhi bersarang di plaque peyeri. oral atau IV. Penuhi kebutuhan volume cairan intravaskuler dan jaringan. Kotrimoksasol 6 mg/kgBB/hari. 2008 Mansjoer A. pemenuhan kebutuhan cairan. REFERENSI Soedarmo SS. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. RSUD Setjonegoro. Garna H. Kortikosteroid diberikan pada kasus berat dengan gangguan kesadaran. Deksametason 1-3 mg/kgBB/hari IV. 2000. Cairan dan kalori. Seftriakson 80 mg/kgBB/hari. Wonosobo. setelah demam reda. Pelihara keadaan nutrisi. Pemilihan antibiotik pada kasus demam tifoid sekarang perlu mendapat perhatian karena dilaporkan sudah banyak timbul resistensi pada sefalosporin generasi ketiga. Hadinegoro SR. Kliegman R.mesenterial yang juga mengalami hipertrofi. dan bagian-bagian lain sistem retikuloendotelial. Antipiretik dapat diberikan Parasetamol dengan dosis 10 mg/kgBB/kali. FKIK UMY. 2004. Tapi kemudian berdasarkan penelitian. Nelson Ilmu Kesehatan Anak. gangguan pada saluran cerna. oral dibagi dalam 2 dosis selama 10 hari. jumlah kebutuhan cairan dikurangi menjadi 4/5 kebutuhan dengan kadar natrium rendah. EGC: Jakarta. Pada pasien ini penatalaksanaan meliputi tirah baring. PENULIS Akmal Falah. Pusponegoro HD. Arvin AM. Kapita Selekta Kedokteran.merupakan penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. Pada ensefalopati. dkk. hati. karena membantu terjadinya proses inflamasi lokal pada jaringan tempat Salmonella typhi berkembang biak. Satari HI. oral atau IV. Behrman RE. dkk. Semula disangka demam dan gejala-gejala toksemia pada demam typhoid disebabkan oleh endotoksemia. Diet dengan makanan tidak berserat dan mudah dicerna. dapat segera diberikan makanan yang lebih padat dengan kalori cukup. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. bila perlu asupan cairan dan kalori diberikan melalui sonde lambung. eksperimental disimpulkan bahwa endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam dan gejala-gejala toksemia pada demam tyfoid. muntah atau diare. 2002. dibagi dalam 4 dosis selam 10 hari. Pemeriksaan Laboratorium Dan Diagnosis Infeksi Saluran Kemih Pada Anak 5 Tahun . Pertahankan oksigenasi jaringan. dibagi 3 dosis hingga kesadaran membaik. dkk. dan gangguan kesadaran. pemeriksaan fisik. Sefiksim 10 mg/kgBB/hari. Ilmu Kesehatan Anak. Amoksisilin 100 mg/kgBB/hari. Antibiotik yang dapat diberikan: Kloramfenikol (drug of choice) 50-100 mg/kgBB/hari. terutama pada demam tinggi. Pasien ini didiagnosis demam tifoid berdasarkan anamnesis. Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta. dibagi dalam 4 dosis selama 10-14 hari. Hasan R. oral dibagi 2 dosis selama 10 hari. limpa. dan pemeriksaan penunjang. Dapat diberikan setiap 4 jam apabila suhu tubuh pasien tidak juga turun. Endotoksin salmonella typhi berperan pada patogenesis demam tyfoid. Koreksi gangguan asam basa dan elektrolit. bila perlu berikan O2. 20060310152 Bagian Ilmu Kesehatan Anak. 2000. Setelah melewati kelenjar-kelenjar limfe ini Salmonella typhi masuk aliran darah melalui ductus thoracicus. Kuman-kuman salmonella typhi lain mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus. Demam pada tyfoid disebabkan karena Salmonella typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan penglepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang.

ISK merupakan penyebab demam kedua tersering setelah infeksi akut saluran napas atas pada anak usia kuran 2 tahun. karena menyebabkan gejala tidak menyenangkan pada anak. meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. Seflosporin : cefotaxim 150 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis : 4 x 525 mg (I. nyeri saat BAK (+). Pertumbuhan bakteri mencapai lebih dari 100. sakit sekitar pinggang (-). berat badan sukar naik atau anoreksia Pada anak besar gejalanya lebih khas seperti sakit waktu kencing. frekuensi kencing meningkat. nyeri ketok pinggang (sudut kostovertebra). BAK jernih. ISK dapat menyebabkan komplikasi berupa batu saluran kemih. Pemeriksaan langsung kuman patogen dalam urin sangat tergantung kepada pemeriksa. Gambaran klinis ISK sangat bervariasi dan sering tidak khas. Bila tidak ditanggulangi secara serius. anoreksia. Pada kelompok usia ini angka ISK mencapai 5%. nyeri tekan perut bawah (supra simfisis). di samping infeksi saluran cerna. Pada anak kurang dari 10 tahun ISK ditemukan pada 3. Diagnosis infeksi saluran kemih Terapi pada kasus ini diberikan ◦ Infus Ringer laktat 15 tetes permenit ◦ Antibiotik pilihan : Gol. Diagnosis yang cepat dan akurat dapat mencegah penderita ISK dari komplikasi pembentukan parut ginjal dengan segala konsekuensi seperti hipertensi dan gagal ginjal kronik. kelainan tulang belakang seperti spina bifida. hipertensi. problem minum dan sianosis (kebiruan) Pada bayi gejalanya berupa demam. gejalanya dapat menyerupai infeksi atau sepsis berupa demam. BAB Baik seperti biasanya tidak keras ataupun cair 1x perhari. tidak membaik saat berubah posisi. pilek (-). ISK merupakan penyakit penting pada anak. kelainan pada organ genitalia eksterna seperti fimosis. 2012 [15:17 UTC] Abstrak Infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyakit yang sering ditemukan pada anak. Karena itu. hematuria (eritrosit > 5 LPB) Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine Pemeriksaan penunjang lain digunakan unuk mencari faktor resiko seperti USG perut dan bila perlu dilanjutkan dengan miksio sisto uretrogram (MSU) dan pielografi intravena (PIV) Pemeriksaan Mikroskopik Urin Pemeriksaan mikroskopik dilakukan untuk menentukan jumlah leukosit dan bakteri dalam urin. nyeri perut atau pinggang. Jumlah leukosit yang dianggap bermakna adalah >10 / lapang pandang besar (LPB). muntah (-) panas hilang timbul. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan urin (kencing) dijumpai protein. Kasus Seorang pasien anak laki-laki usia 5 tahun dengan berat badan 15 kg datang dengan keluhan pasien merasa sakit perut daerah bawah pusat sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit yang makin meningkat. Langkah diagnostik untuk menegakkan ISK antara lain : Anamnesa. Pasien didiagnosis sebagai infeksi saluran kemih. muntah. tidak pernah mengunakan pempers. epispadia. apatis. ISK pada neonatus kurang bulan adalah sebesar 3% sedangkan neonatus cukup bulan 1%. dari asimtomatik sampai gejala sepasis yang berat. anyang anyangan (polakisuria) dan bau kencing yang menyengat. mual (). perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan kultur. perlu mengenal ISK sedini mungkin agar dapat ditata laksana dengan adekuat untuk menghindari akibat yang lebih buruk.5% anak perempuan dan 1.Dibuat oleh: Nur Aini Abd. berat badan tidak naik. pemeriksaan laboratorium. ataupun gagal ginjal yang memerlukan tindakan cuci darah atau cangkok ginjal. dari pemeriksaan lab urine rutin ditemukan lekosit yang meningkat dalam urin. tidak terjatuh atau terbentur sebelumnya. infeksi saluran kemih. merasa ada benjolan pada perut (-). mengompol. leukosit (Leukosit > 5 LPB). BAK menjadi keruh.Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May. Apabila ditemukan satu atau lebih kuman pada pemeriksan .1% anak lelaki.V ) selama 7-10 hari ◦ Antipiretik Paracetamol tab : 10-15 mg/kgBB/kali : 3 x 1/3 tab (bila panas) Diskusi Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih.000 unit koloni per ml urine segar pancar tengah (midstream urine) pagi hari digunakan sabagai batasan diagnosis ISK. mencret. Pada neonatus usia 2 bulan. Pemeriksaan fisik Dijumpai demam. R Balatif. hipospadia. terasa panas (+). keyword : Diagnosis. Apabila didapat leukosituri yang bermakna.

Hardiono dkk. Radiologi. Perlu diperhatikan pula banyaknya jenis bakteri yang tumbuh. Kultur Urin Deteksi jumlah bermakna kuman patogen (significant bacteriuria) dari kultur urin masih merupakan baku emas untuk diagnosis ISK. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. lokasi serta ekstensi fraktur. Idrus Alwi. Standar Pelayanan medis Kesehatan Anak. 2004. Stase Ilmu Kesehatan Anak.Sudoyo. Infeksi Saluran Kemih Pasien Dewasa. Pusponegoro. Bambang Setiyohadi. Redington J. 2009. 1993. Siti Setiati. R Balafif / 20060310038. Bila >3 jenis bakteri yang terisolasi. 2012 [15:16 UTC] ABSTRAK : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. maka dapat dipastikan bahwa bakteri yang tumbuh merupakan penyebab ISK. Lokakarya pemeriksan laboratorium klinik pada penyakit infeksi. Enday Sukandar. frekuensi berkemih dan pemberian antibiotika sebelumnya . berapapun bakteri yang terdapat pada urin adalah relevan. Ganbaran Radiologi Pada Pasien dengan Fraktur Femur Dibuat oleh: Nur Aini Abd. Primary Care Case Review 2001 (4) . Bagian Patologi Klinik FKUI-RSCM. In: Aru W.Kesadaran . Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada kultur urine. Indonesia: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI.Modifikasi terakhir pada Fri 11 of May. 4. RSUD Saras Husada. R Balatif. meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih. IDAI 2. 3 – 14. KU : tampak kesakitan .105 koloni / ml urin. Bila jumlah koloni yang tumbuh > 105 koloni/ml urin. Kumalawati J. Pada spesimen urin suprapubik. pemeriksaan fisik. Jakarta: WHO Indonesia 3. dan pemeriksaan penunjang. Penegakan diagnosa ISK melalui anamnesa. Kata Kunci : Fraktur femur. Kasus : Pasien laki -laki 32 tahun datang dengan keluhan nyeri paha tengah setelah jatuh dari sepeda motor. Marcellus Simadibrata K. Diagnosis and management urinary tract infections : asymptomatic bacteriuria. Yogyakarta. Bakteriuria asimtomatik ditegakkan apabila 2 urin kultur bakteri strain sejenis diambil >24jam menunjukkan bakteriuria sebanyak >= 105 cfu/ml. maka kemungkinan besar bahan urin yang diperiksa telah terkontaminasi Tabel 3. maka bakteri yang tumbuh kemungkinan besar hanya merupakan kontaminasi flora normal dari muara uretra. Kriteria untuk diagnosis bakteriuria bermakna Penegakkan Diagnosis Jumlah koloni bakteri per ml urin Pengambilan spesimen Sistitis akut nonkomplikata pada wanita > = 103 cfu/ml Urin pancaran tengah Pielonefritis nonkomplikata pada wanita >=104 cfu/ml Urin Pancaran Tengah ISK komplikata > 105 cfu/ml > 104 cfu/ml Urin Pancaran tengah pada wanita Kateter (wanita) Algoritme penanggulangan ISK : Kesimpulan Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyatakan adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih. Imobilisasi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. kemungkinan kontaminasi belum dapat disingkirkan dan sebaiknya dilakukan biakan ulang dengan bahan urin yang baru. 5. World Health Organization. Edisi IV. ed. Penulis Nur Aini Abd. Jika diperoleh jumlah koloni antara 103 .langsung. cystitis and pyelonephritis. Pedoman pelayanan Kesehatn Anak di Rumah Sakit rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten. McBryde C. luka luar pada paha (-). 2007. Faktor yang dapat mempengaruhi jumlah kuman adalah kondisi hidrasi pasien. 553-557. maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. Diagnosis bakteriologik infeksi saluran kemih dengan biakan urin. Referensi 1. perlu dilakukan pemeriksaan kultur. Jakarta. Kesulitan berjalan (+). Sedangkan bila hanya tumbuh koloni dengan jumlah < 103 koloni / ml urin.

dapat juga diakukan pemeriksaan radiologi lainnya seperti : bone scans. 2005. Status Lokalis Regio Femoralis :Pada regio femoralis dextra tampak terpasang spalk. Ekayuda. nyeri gerak aktif nyeri gerak pasif dan krepitasi sdn . Putz. R : 24x/m. 2005.com/osteoartritis/ Sjamsuhidajat R. pada trauma yang hebat sering menyebabkan fraktur pada dua daerah tulang. Osteoarthritis. maka sebaliknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. Kesimpulan : Untuk membantu menegakkan diagnosis pada fraktur femur dapat dilakukan pemereiksaan radiologi berupa foto AP dan lateral femur. Petunjuk Membaca Foto untuk Dokter Umum. ed 21. 3. untuk menentukan letak dan bentuk pasti dari frakturnya. Referensi 1. EGC. RG. Purworejo. Edisi kedua. AG. b. 2002. lokasi serta ekstensi fraktur. Bone scans.Vital Sign :TD : 140/80. Dua anggota gerak. Yogyakarta. R Balafif. RSUD Saras Husada. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. b. Partono. c. ed revisi. Bagian Bedah FKUI. foto pertama biasanya tidak jelas sehingga biasanya diperlukan foto berikutnya 10-14 hari kemudian. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan : a.Tujuan pemeriksaan radiologis : a. T :afebris. 1995. Jakarta. Sjahriar R. Jakarta: Widya Medika. Radiologi Diagnostik. sehingga mata menfokuskan sinar di belakang retina. Untuk menentukan teknik pengobatan. 2010. R. Palmer. 2. Pemeriksaan radiologis dilakukan dengan beberapa prinsip dua: a. I. Pustaka Cendekia Press. Pada fraktur tertentu misalnya fraktur tulang skafoid. RGC. Dua trauma. Malueka. Buku Ajar Ilmu Bedah. http://mukipartono. misalnya peluru . atau MRI Scans. di atas dan di bawah sendi yang mengalami fraktur. Djoko Simbardjo. Dua posisi proyeksi. g. Kab. Radiologi Diagnostik. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. Penulis Nur Aini Abd. FKUI. rontgen tersebut juga dapat digunakan untuk membantu memudahkan dalam perencanaan orif. 2009. Jakarta. 2012 [23:30 UTC] Abstrak Hipermetropi merupakan keadaan dimana kekuatan pembiasan sinar pada mata tidak cukup kuat untuk memfokuskan sinar pada bintik kuning (macula lutea). Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler. d. Atlas Anatomi Manusia. Hipermetropia merupakan kelainan refraksi dimana dalam . Dua kali dilakukan foto. Penatalaksanaan OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi pada Pasien Usia 60 Tahun Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. e. ed kedua. dilakukan sekurang-kurangnya yaitu pada anteroposterior dan lateral. PES dkk. Tomogram. Dua sendi pada anggota gerak dan tungkai harus di foto. e. 2008. GCS E4V5M6 . Untuk menentukan fraktur itu baru atau tidak. Radiologi Diagnostik FK UI. c.: Compos Mentis. b. Aposisi kurang baik dan alignment jelek Diagnosis : Kompleta communited Fraktur Femur dextra 1/3 medial Diskusi : Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan.. Pabst.Rontgen Femur dextra AP/Lat: Kompleta communited fraktur femur dextra 1/3 medial cum angulationem. Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Bagian Ilmu Radiologi. d. Apley. Fraktur Batang Femur. Jakarta: EGC. 20060310038. Untuk melihat sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya. f. 4. Untuk konfirmasi adanya fraktur. Untuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang Untuk melihat adanya benda asing. Jawa Tengah. Wim De Jong. Untuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi. Untuk menentukan apakah fraktur intra-artikuler atau ekstra-artikuler. N : 92x/m. Pada anak-anak sebaiknya dilakukan foto pada ke dua angota gerak terutama pada fraktur epifisis. Dalam: Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. R. Jakarta: 1998. Muki. Sobbota.

Pengobatan hipermetropia adalah diberikan koreksi hipermetropia manifes dimana tanpa siklopegia didapatkan ukuran lensa positif maksimal yang memberiakn tajam penglihatan normal. Jika penderita presbiopia juga ingin memakai kacamata untuk penglihatan jauhnya. 55 tahun ——— +2. Pada setiap kekuatan lensa +1 dioptri akan terjadi pembesaran benda yang dilihat sebesar 2%. Untuk visusuntuk koreksi OD 6/7. Presbiopia. Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya.50 D. karena obyek tersebut berada pada titik focus lensa S +3. Penderita yang memakai kacamata positif akan terlihat seolah-olah matanya menjadi besar. mata tidak melakukan akomodasi bila melihat obyek yang berjarak 33 cm.00 D.50 D. Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya.5 dan OS 6/6. Keluhan serupa pada keluarga (-).00 D. Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat. Refraksi ISI Pasien Ny. Karena jarak baca dekat pada umumnya adalah 33 cm.00 D tersebut. Pada pasien hipermetropia aksial memerlukan kekuatan lensa yang lebih tinggi untuk menggeser sinar ke macula lutea dibanding dengan hipermetropia lain. maka lensa S +3. Lensa bifocal atau multifocal dapat dipilih jika penderita presbiopia menginginkan penglihatan jauh dan dekatnya dapat terkoreksi. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. 60 tahun ——— +3. Pada keadaan ini. Keyword : Hipermetropi. maka ukuran dioptri lensa cembung itu diaplikasikan ke dalam apa yang disebut sebagai addisi.00 D dan OS add sferis + 3. penting untuk memperhatikan kebutuhan jarak kerja penderita pada waktu membaca atau melakukan pekerjaan sehari – hari yang banyak membutuhkan penglihatan dekat. presbiopia juga dapat dikoreksi dengan lensa kontak multifocal. DIAGNOSIS OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi TERAPI •OD: Kacamata lensa sferis + 3. Jika penderita merupakan seseorang yang dalam pekerjaannya lebih dominan menggunakan penglihatan dekat. yang .00 D untuk melihat dekat atau membaca DISKUSI Pada hipermetropia diperlukan lensa cembung atau konveks untuk mematahkan sinar lebih kuat ke dalam lensa.50 D dekat didapatkan OD add sferis + 3. R. dan sinar-sinar divergen yang datang dari benda-benda yang jaraknya dekat dibiaskan lebih jauh lagi di belakang retina. Penanganan presbiopia adalah dengan membantu akomodasinya menggunakan lensa cembung (plus). 50 tahun ——— +2.5 sferis + 0. di mana kemampuan akomodasi seseorang telah mengalami penurunan sehingga sampai pada tahap di mana penglihatan pada jarak dekat menjadi kurang jelas dan terjadi pada orang yang telah lanjut usia (diatas 40 tahun).00 D adalah lensa plus terkuat sebagai addisi yang dapat diberikan pada seseorang. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7. yang biasa juga disebut penglihatan tua (presby = old = tua.00 D dan koreksi visus dengan lensa sferis + 0. Hal ini untuk memberikan istirahat pada mata akibat hipermetropia fakultatifnya diistirahatkan dengan lensa positif. atau mempunyai status refraksi ametropia. Addisi adalah perbedaan dioptri antara koreksi jauh dengan koreksi dekat. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh. Sedangkan 6/6. Dengan kacamata positif tebal akan terjadi kesukaran melihat seperti gangguan penglihatan tepi dan aberasi sferis.00 D. Lensa. Pasien dengan hipermetropia sebaiknya diberikan kaca mata sferis positif terkuat atau lensa positif terbesar yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal.50 D untuk melihat dekat atau membaca •OS: Kacamata lensa sferis + 3. Presbiopi. opia = vision = penglihatan) merupakan keadaan normal sehubungan dengan usia. 45 tahun ——— +1. Selain dengan lensa kacamata. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama. lensa jenis fokus tunggal (monofocal) merupakan koreksi terbaik untuk digunakan sebagai kacamata baca.00 D. Dalam menentukan nilai addisi. Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda. dan OS 6/6. Berikut ini merupakan addisi rata – rata yang ditemukan pada berbagai tingkatan usia : 40 tahun ——— +1.keadaan mata istirahat semua sinar sejajar yang datang dari benda-benda pada jarak tak terhingga dibiaskan dibelakang retina.

dan mata yang satunya lagi dikondisikan hanya bisa untuk melihat dekat. Pasien juga mengeluh tidak adanya pandangan ganda. salah satunya dapat dengan menggunakan LMA.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Indikasi pemasangan LMA yaitu sebagai alternatif dari ventilasi face mask atau intubasi endotrakheal untuk manajemen airway. didesain untuk memberikan dan menjamin tertutupnya bagian dalam laring untuk ventilasi spontan. Keluhan serupa pada keluarga (-). ketika pemakaian endotrakheal menjadi suatu indikasi. White OW. Refraksi. Hasil dari pemeriksaan fisik. 3rd ed. circulating : tekanan darah 110/70 . Asbury T. Ilmu Penyakit Mata. Pengendalian jalan nafas dalam anestesi. Pasien tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnya. RiordanEva P. tidak setiap orang dapat menggunakan lensa kontak ini.00 D dan OS add sferis + 3. Ada beberapa orang yang dapat menggunakan metode ini. Alih Bahasa: Pendit BU. Airway: clear. Bantul. respiration rate 18x/menit. karena membutuhkan perlakuan dan perawatan secara khusus. di mana salah satu mata dikondisikan hanya bisa untuk melihat jauh saja. Alat koreksi yang dipakai bisa berupa lensa kacamata atau lensa kontak.Wijana N.tersedia dalam bentuk lensa kontak keras maupun lensa kontak lunak.00 D. Manajemen Jalan Nafas ISI Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. 2012 [23:22 UTC] Abstrak Hilangnya kesadaran karena induksi anestesi berhubungan dengan hilangnya pengendalian jalan nafas dan reflek-reflek proteksi jalan nafas. LMA bukanlah suatu penggantian endotrakheal. LMA. Pasien terdiagnosa OD Hipermetropi Presbiopi OS Presbiopi. tidak memiliki riwayat alergi. In: Vaughan DG.5 sferis + 0. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu.5 dan OS 6/6. Pasien mengaku mata terasa cepat lelah saat membaca terlalu lama. Breathing: spontan. tidak memiliki riwayat diabetes melitus. Tajam Penglihatan dan Kelainan Refraksi Penglihatan Warna. M II. In: Wijana N.50 D 6/6.Riordan-Eva P. dan OS 6/6. sementara sebagian besar yang lain dapat pusing – pusing atau kehilangan kedalaman persepsi atas obyek yang dilihat. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma. Untuk visus dekat didapatkan OD add sferis + 3. Hanya saja. pada penatalaksanaan dificult airway yang diketahui atau yang tidak diperkirakan. Pandangan mata tidak kabur saat melihat jauh. Yogyakarta. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: 1983 Penulis Barii Hafidh Pramono. Usia 60 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kabur saat membaca jarak dekat. terdapat suara dasar vesikuler. Optik & Refraksi. 14th ed. Sedangkan untuk koreksi OD 6/7. Pada pemeriksaan kartu Snellen didapatkan visus jauh untuk OD 6/7. LMA adalah alat supra glotis airway. Pasien Ny. In: Ilyas S. Ilmu Bagian Penyakit Mata. R. tidak memiliki riwayat penyakit jantung. 2. Oftalmologi Umum. KESIMPULAN Pada Kasus ini. maka dari itu sangatlah penting untuk mengendalikan jalan nafas pasien saat dilakukan operasi. 2000.Ilyas S. 2012 Manajemen Jalan nafas dengan Laryngeal Mask Airway pada Pasien Appendiktomi dengan ASA I Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. tidak terdapat suara ronkhi. tidak memiliki riwayat hipertensi. 2009. 3rd ed. Metode lain dalam mengkoreksi presbiopia adalah dengan tehnik monovision (penglihatan tunggal). Pandangan terasa jelas saat menjauh dekatkan bahan bacaannya. Referensi 1. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Keyword : Anastesia. RSUD Panembahan Senopati. 3. Jakarta: Widya Medika.

lambung yang penuh (misalnya kehamilan. LMA yang tidak dapat dipakai ulang. Pada pemeriksaan sebelum dilakukan operasi didapatkan hasil dari anamnesa yaitu pasien tidak memiliki riwayat asma. yang disebabkan oleh tetanospasmin. tidak memiliki riwayat alergi. Pasien dikategorikan ASA I.mmHg. Penggunaan LMA meningkat untuk menggantikan pemakaian face mask dan endotrakheal tube selama pemberian anestesi. dan Fastrach LMA yang dapat memfasilitasi intubasi bagi pasien dengan jalan nafas yang sulit. Breathing: spontan. tidak memiliki riwayat hipertensi. tidak memiliki riwayat diabetes melitus. Airway: clear. Anesth Analg 1996 . Survey of Laryngeal mask airway usage in 11910 patients : safety and efficacy for conventional and nonconventional usage. 82 : 129 – 133 2. tetanus umum terdiri atas 3 derajat. Referensi 1. dissability : compos mentis. penggunaan LMA dihubungkan dengan kejadian bronchospasme lebih kurang dari pada dengan endotrakheal tube. akan tetapi. hemodynamic response and emergence characteristic. bukti-bukti baru menunjukkan bahwa karena tidak ditempatkan dalam trakhea. dan untuk membantu ventilasi selama bronchoscopy fiberoptic. untuk memfasilitasi ventilasi dan pemasangan endotrakheal tube pada pasien dengan difficult airway. Avramov MN. 2012 [23:20 UTC] Abstrak Tetanus adalah Gangguan neurologis yang ditandai dengan meningkatnya tonus otot dan spasme. 99 : A571 Penulis Barii Hafidh Pramono. Saat pelaksanaan operasi. Brimacombe JR.Verghese C.Proseal laryngeal mask airway versus endotracheal tube : ease of insertion. 52 : 739 – 760 3. circulating : tekanan darah 110/70 mmHg. Pasien dikategorikan ASA I. tidak terdapat suara ronkhi. a review of the literature.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. Kontraindikasi untuk LMA adalah pasien dengan kelainan faring (misalnya abses). suatu toksin protein yang kuat yang dihasilkan oleh Clostridium tetani. sehingga pengendalian jalan nafas dengan LMA dapat dilakukan. dissability : compos mentis. The ProSeal laryngeal mask airway .El-Ganzouri A. 2012 Pemberian Diazepam Terhadap Pasien Generalized Tetanus Grade II Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. Hasil dari pemeriksaan fisik. Ada 4 tipe LMA yang biasa digunakan: LMA yang dapat dipakai ulang. LMA dihindari pada pasien dengan bronkhospasme aatau resistensi jalan nafas tinggi. Anesthesiology 2003 . ProSeal LMA yang memiliki lubang untuk memasukkan pipa nasogastrik dan dapat digunakan ventilasi tekanan positif. sumbatan faring. Secara tradisional. KESIMPULAN Pada Kasus ini. yakni derajat I atau ringan. Budac S. Can j Anesth 2005 .Cook TM. Pada pasien ini tidak ditemukan kontraindikasi untuk pemakaian LMA. Ilmu Bagian Anastesiologi dan Reanimasi. M II. Nolan JP. tidak memiliki riwayat penyakit jantung. RSUD Panembahan Senopati. atau komplians paru rendah (misalnya penyakit restriksi jalan nafas) yang memerlukan tekanan inspirasi puncak lebih besar dari 30 cm H2O. Bantul. terdapat suara dasar vesikuler. DIAGNOSIS Appedensitis Akut TERAPI •Appendictomy DISKUSI Pada pasien ini. Moric M. pasien dibius secara general anestesi melalui inhalasi dan untuk pengendalian jalan nafasnya dilakukan dengan LMA. heart rate 78 x/menit. respiration rate 18x/menit. LMA memiliki kelebihan istimewa dalam menentukan penanganan kesulitan jalan nafas dibandingkan combitube. juga pemasangan bronkhoskop. derajat II . heart rate 78 x/menit. Tuman KJ. Lee G. Pasien perempuan berusia 38 tahun telah didiagnosis appendisitis dan akan dilakukan operasi appendiktomi. LMA dipilih sebagai manajemen airway karena merupakan alternatif dari ventilasi face mask. hernia hiatal). Yogyakarta.

atau sedang, derajat III atau berat. Derajat I atau ringan bercirikan masa inkubasi lebih dari 14 hari, periode onset > 6 hari, trismus positif tapi tidak berat, sukar makan dan minum tetapi disfagi tidak ada, lokalisasi kekakuan dekat dengan luka berupa spasme disekitar luka dan kekakuan umum terjadi beberapa jam atau hari. Derajat II atau sedang bercirikan masa inkubasi 10-14 hari, periode onset 3 hari atau kurang, trismus dan disfagi ada, kekakuan umum terjadi dalam beberapa hari tetapi dispnoe dan sianosis tidak ada. Derajat III atau berat bercirikan masa inkubasi < 10 hari, periode onset < 3 hari, trismus dan disfagia berat, kekakuan umum dan gangguan pernapasan asfiksia, ketakutan, keringat banyak dan takikardia. Keyword : Berat, Ringan, Sedang, Tetanus ISI Penderita laki-laki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahan-lahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). DIAGNOSIS Generalized Tetanus Grade II TERAPI •O2 2L/menit •Infus NaCl + diazepam IV ampul •Infus Metronidazole •ATS 100.000 u/i.v selama 2 hari •Mecobalamin 1 ampul/ i.v •Rawat Luka DISKUSI Diazepam, turunan benzodiazepin, telah lama dilaporkan efektif dalam pengobatan tetanus. Selanjutnya, beberapa laporan lain menyatakan bahwa diazepam dibandingkan dengan agen terapeutik lainnya menawarkan manfaat yang signifikan dalam pengobatan tetanus. Manfaat ini diberikan ke antikonvulsan dikombinasikan dan tindakan relaksasi otot kejang otot pada tetanus dan kekakuan. Juga, ia memiliki efek sedatif dan ansiolitik. Tidak seperti barbiturat, diazepam, diberikan dalam dosis tinggi, dilaporkan menyebabkan depresi pernapasan kecil. Diazepam dapat diberikan secara oral melalui selang nasogastrik, rektum, atau dengan infus intravena. Diazepam intramuskular ditandai dengan penyerapan menentu. Bioavailabilitas setelah pemberian oral dan rektal diazepam dilaporkan menjadi baik, dengan hampir lengkap plasma tingkat penyerapan dan puncaknya terjadi dalam 30-90 menit. Algoritma pemberian diazepam apabila pasien datang dengan keluhan kejang maka diberikan diazepam 10 mg i.m. kemudian dievaluasi, apabila masih kejang berikan lagi 10 mg maksimal 3x pemberian. Apabila masih kejang, maka masuk ICU. Namun apabila sudah tidak kejang masuk ke maintenance dimana alur ini sama dengan pemberian diazepam saat pertama kali dan langsung tidak kejang. Maintenance ini diberikan dengan dosis 20mg/kgBB/24 jam diberikan dalam 8 dosis setiap 3 jam. Apabila tidak kejang dalam 48-72 jam maka dosis diturunkan 10-15%. Apabila masih kejang, maka dosis dinaikkan perlahan dan jarak interval dosis menjadi 2 jam. KESIMPULAN Pada kasus ini, penderita lakilaki, 51 tahun dengan keluhan demam, tidak dapat menelan, tidak dapat membuka mulut, otot kaku dan keras disekujur tubuh terutama di bagian leher, dan mengalami kejang secara perlahanlahan. Penderita juga mengtakan perut keras seperti papan dan terguncang sendirinya. Penderita juga mengaku sulit bernafas. Penderita tergores seng berkarat 9 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), kerniq sign (+), Lasseque (+). Pemberian diazepam pada pasien ini ternyata efektif sebagai pemberian terapi antikonvulsan dan sebagai relaksasi kejang otot dan kekakuan otot. Referensi 1.Weinberg WA. Control of the neuromuscular and convulsive manifestations of severe systemic tetanus: case report with a new drug Valium (Diazepam). Clinical Pediatrics 1964;71:226-8. 2.Rey M, Diop-Mar I, Robert D. Tetanus: Important new concepts. In: Veronesi R, editor(s). Excerpta Medica. Amsterdam, 1981:207-37 3.Arrate JK, Ugidos M, Garcia Rodrigo. Neonatal tetanum treatment with high doses of diazepam. Espanoles de Pediatria 1980;13:243-6. 4.Fox GS, Wynands JE, Bhambhami M. A clinical comparison of diazepam and thiopentone as induction agents to general

anaesthesia. Canadian Anaesthetists' Society Journal 1968;15:281-90. 5.Dalen JE, Evans GL, Banas JS, Brooks HL, Paraskos JA, Dexter L. The haemodynamic and respiratory effects of diazepam (Valium). Anesthesiology 1969;30:259-63 Penulis Barii Hafidh Pramono, Ilmu Bagian Penyakit Syaraf, RSUD Panembahan Senopati Bantul, Yogyakarta. 2012

Penggunaan Kortikosteroid pada Pasien Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:14 UTC] Abstrak Asma bronkhial adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, reversibel dimana trakeobronkial berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. Asma bronkhial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubahubah baik secara spontan maupun hasil pengobatan. Asma bronkhial tebagi atas tiga macam serangan yakni serangan ringan, sedang, dan berat. Selain itu asma bronkhial juga terbagi tiga episodik yakni episodik jarang, sering dan resisten. Keyword : Asma Bronkhial, Serangan, Episodik. ISI Pasien Ny. E.W usia 47 tahun datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Pasien mengaku belum minum obat apapun sebelumnya. Pasien juga bukan pengguna obat semprot untuk sesak nafas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. BAK (+) BAB (+) normal seperti biasa. Suami pasien bukan perokok. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+), dan tidak ada peningkatan apapun pada pemeriksaan laboratorium. DIAGNOSIS Asma Bronkhial Serangan Ringan Episodik Jarang. TERAPI •infus RL 8 tpm •nebulizer ventolin ampul/8 jam à k/p •acitromisin 1x500 •ambroxol 3x1 •metilprednisolon ¼ ampul/ 12 jam •salbutamol 3x2 mg DISKUSI Salah satu teori mengemukakan bahwa kortikosteroid dapat membentuk makrokortin dan lipo-modulin yang bekerja menghambat fosfolipase A2 membentuk leukotrien. Prostaglandin, tromboksan dan metabolit asam arakidonat lain. Kinerja makrokortin terhadap fosfolipase A2. Mekanisme kerja steroid yang lain adalah menghalangi pembentukan mediator oleh sel inflamasi, menghalangi penglepasan mediator dan menghalangi respons yang timbul akibat lepasnya mediator. Kortikosteroid dapat menekan pembentukan mast netrofil, eosinofel, kininogen di plasma. Selain itu juga dapat menghambat penglepasan basofil, makrofag, eosinofil, basofil. Kortikosteroid juga mampu menghalangi penggabungan terhadap leukosit. Kortkosteroid tidak dapat merelaksasi otot polos jalan nafas secara langsung tetapi dengan jalan mengurangi reaktifitas otot polos disekitar saluran nafas, meningkatkan sirkulasi jalan nafas, dan mengurangi frekuensi keparahan asma jika digunakan secara teratur. Cara pemberian yang paling baik adlah inhalasi. Pemakaian kortikosteroid jangka panjang dapat menurunkan kebutuhan terhadap kortikosteroid sistemik. Pada pemakaian kortikosteroid inhalasi jangka panjang dapat timbul efek samping kandidiasis orofaring, disfonia. Efek smaping itu dapat dicegah dengan pemakaian spacer atau dengan

mencuci mulut sesudah pemakaian alat. Obat kortikosteroid sistemik diberikan apabila obat ibhalsi masih kurang efektif dalam mengontrol asma. Obat sistemik juga diberikan pada saat terjadi serangan asma yang berat. Pada penderita asma akut berat ternyata pemberian kortikosteroid intravena yakni triamnisolon asetonid 40 mg memberikan perbaikan klinis dan faal paru yang lebih baik secara bermakna. Contoh obat kortikosteroid inhalasi, beclomethasone dipropionate bentuk sediaan inhalasi aerosol dengan dosis 200 µg 2x sehari, budesonide bentuk inhalasi aerosol 200 µg 2x sehari serbuk inhalasi dengan dosis 200-1600 µg sehari, dan fluticasone inhalasi aerosol 100-250 µg 2x sehari KESIMPULAN Pasien Ny. E.W datang dengan keluhan sesak nafas. Saat terjadi sesak nafas terdengar suara mengi atau ‗ngik-ngik‘. Pada saat terjadi sesak nafas, pasien merasa lebih nyaman ketika dalam keadaan menunduk. Sesak napas pernah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu. Dalam keadaan sesak nafas, pasien masih bisa beraktivitas dan kooperatif. Pasien mengaku sesak nafas kali ini mengganggu aktivitas. Selain itu pasien mengeluh batuk dan keluar dahak putih kental selama sesak nafas. Ibu pasien sebelumnya mempunyai riwayat asma bronkhial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara wheezing (+/+). Pada pasien ini diberikan kortikosteroid sebagai salah satu terapi yang direncanakan. Referensi 1.Feek MC. Oral corticosteroid use. Medicine Digest Asia 1992;10:1720.Medical Progress 1995;22:18-25. 2.Brogden RN, Tavish DM. Budesonide its use updated. Medical Progress 1993;20:19-21. 3.Ikhsan M, Yunus F, Mangunnegoro H. Efek beklometason dipropionat dan ketotifen terhadap hiperaktivitas bronkus pada penderita asma. J Rerpir Indo 1995;15:146-55. 4.Park CS. Use of inhaled corticosteroids in adult with asthma. Medical Progress 1999;20:17-20. Penulis Barii Hafidh Pramono, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, RSUD Panembahan Senopati, Bantul, Yogyakarta. 2012

Kriteria Ikterik Neonatorum (Hiperbilirubinemia Indirect) DD Observasi Infeksi Neonatus pada Bayi Prematur
Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono,Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May, 2012 [23:07 UTC] Abstrak Ikterus yang ditemukan pada bayi baru lahir dapat merupakan suatu gejala fisiologis (terdapat pada 25-50% neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada neonatus kurang bulan) atau dapat merupakan hal yang patologis misalnya pada inkompatibilitas Rhesus dan ABO, sepsis, galaktosemia, penyumbatan slauran empedu dan sebgaainya. Ikterus fisiologis adalah ikterus yang timbul pada hari kedua dan ketiga yang tidak mempunyai dasar patologis, kadarnya tidak melewati kadar yang membahayakan atau mempunyai potensi menjadi ‗kernicterus‘ dan tidak menyebabkan suatu morbiditas pada bayi. Ikterus patologis adalah ikterus yang mempunyai dasar patologis atau kadar bilirubinnya mencapai suatu nilai yang disebut hiperbilirubinemia. Keyword : Hiperbilirubinemia, Ikterus Neonatorum, Ikterus Patologis ISI Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah, prematur. Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan, APGAR skor 5/6, berat badan lahir 1600 gram, panjang badan 41 cm pada usia kehamilan 31+5 minggu. Sesaat setelah dilahirkan, diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24,81 mg/dl; bilirubin direct: 0,61 mg/dl; bilirubin indirect: 24,21. DIAGNOSIS Observasi Ikterik Neonatorum DD Infeksi Neonatus

-Kadar bilirubin serum pada bayi cukup bulan tidak lebih dari 12 mg/dl dan pada BBLR 10 mg/dl dan akan hilang pada hari ke-14. ABO dan sebagainya. enzim glukoronyl transferase yang belum cukup jumlahnya. Pada ibu diketahui riwayat ketuban pecah dini (+) 72 jam. gentamisisn dan sebagainya. atau kenaikan bilirubin serum 1 mg/dl/jam atau lebih 5 mg/dl/hari. serum bilirubin total lebih dari 12 mg/dl -Ikterus yang disertai proses hemilisi (inkompatibilitas darah. hipoksia dan infeksi atau tidak terdapat enzim glukoronil transferase (G-6-PD) -Gangguan transportasi bilirubin dalam darah terikat oleh albumin kemudian diangkut ke hepar. elliptositosis. 5. mekonium ileus. -Pirau enterohepatik yang meninggi : obstruksi usus letak tinggi. sifilis. ABO) -Defek membran ( sperositosis.81 mg/dl. sodium benzoat. Perubahan siklus enterohepatik Breastfeeding Asam lemak bebas. infantil pykoniositosis) -Defisiensi enzim: G6-PD. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin total 24. -Hemolisis : hematoma. APGAR skor 5/6.Penyebab hiperbilirubinemia indirek A.Shunt porta caval .Hypothiroidisme . -Penyebab : kurang protein Y dan Z.21. Bayi Kurang Bulan ≥ 10 mg/dL -Peningkatan bilirubin > 5 mg/dL dalam 24 jam atau > 0. -Bilirubin direk lebih dari 1 mg/dl. Bayi tersebut mempunyai riwayat lahir spontan. -Hypomotilitas usus menahan mekonium -Penurunan flora usus Bayi baru lahir. meningitis. -Kelainan dalam sel darah merah seperti pada defisiensi G6-PD (glukosa -6 fosfat dehidrokinase). pyruvate kinase -Infeksi neonatus -Hematoma Peningkatan Red Blood Cells -Polysitemia B. ABO antagonis. isoantibodi karena ketidak cocokkan golongan darah ibu dan anak seperti rhesus antagonis. defisiensi enzim G6-PD. Penurunan konjugasi . prematur. 2. dan sebagainya.Panhypopituitarisme 3. galaktosemia Obat-obatan yang menggantikan ikatan bilirubin dengan albumin seperti sulfonamida. delayed . dan sepsis). rubela. polisitemia. diketahui bayi dilakukan rangsang taktil dikarenakan tidak menangis. Defisiensi albumin menyebabkan lebih banyak bilirubin indirek yang bebas dalam darah yang mudah melekat pada otak (terjadi kernikterus). gangguan fungsi hepar akibat asidosis.Hipoxia . infeksi saluran kemuh.Keadaan ikterus dipengaruhi oleh: -Faktor produksi yang berlebihan melampaui pengeluarannya.61 mg/dl. -Infeksi : septikemia. penyakit Hirschprung. -Ikterus menetap sesudah bayi umur 10 hari (bayi cukup bulan) dan lebih dari 14 hari pada BBLR. breast milk ß – glukoronidase. steroids. -Gangguan dalam ekskresi akibat sumbatan dalam hepar atau diluar hepar. stenosis pilorik. penggunaan antibiotik.TERAPI •O2 Headbox 5L/ menit •Infus D5% 5 tetes/menit •Cefixim peroral 2x10 mg •Fototerapi 24 jam •Diit ASI DISKUSI 1. hexokinase.Kriteria Ikterus neonatorum fisiologis -Warna kuning terjadi pada hari ke 2 atau ke 3 dan tampak jelas pada hari ke 5 -6 dan menghilang pada hari ke 10.Sepsis Asidosis . Peningkatan produksi bilirubin Penyakit hemolitik -Inkompatibilitas (Rh. Penurunan metabolisme bilirubin 1. bilirubin direct: 0. panjang badan 41 cm. Pengurangan uptake . Sesaat setelah dilahirkan. -Gangguan dalam uptake dan konjugasi hepar disebabkan imaturitas hepar. hepatitis. Pada bayi ini dimungkinkan penyebab terjadinya hiperbilirubinemia indirect dikarenakan pemecahan sel darah merah yang terlalu cepat. penyakit karena toksoplasmosis. salisilat. 3. KESIMPULAN Bayi usia 23 hari datang dengan keluhan berat badan bayi lahir rendah. -Kelainan metabolik : hipoglikemia.Kriteria ikterus neonatorum patologis: -Timbul dalam 24 jam pertama kehidupan -Bilirubin total (indirek) Bayi Cukup Bulan ≥ 13 mg/dL. perdarahan karena trauma lahir.Penyakit jantung kongenital 2. defisiensi G-6-PD).5 mg/dL/jam -Kadar bilirubin direk > 2 mg/dL -Ikterus timbul 24 jam pertama kehidupan. kurangnya substrat atau konjugasi (mengubah) bilirubin. 4.Defisiensi glukuronil transferase (Crigler-Najjar syndrom) -Gilbert‘s syndrom -Hiperbilirubinemia familial (LuceyDriscoll syndrom) . Terdapat pada hemolisis yang meningkat pada ketidak cocokkan golongan darah (Rh.Keadaan yang menimbulkan ikterus patologis -Penyakit hemolitik. berat badan lahir 1600 gram. bilirubin indirect: 24. talasemia dan lain-lain.

presentasi kepala. Prinsip dari vakum ekstraksi adalah membuat suatu caput succadeneum artifisialis dengan cara memberikan tekanan negatif pada kulit kepala janin melalui alat ekstraktor vakum. Janin.Current pediatric diagnosis and treatment. seksio sesarea pada persalinan sebelumnya yang merupakan indikasi dari pihak ibu. ketuban sudah pecah atau dipecahkan. Keyword : Caput Succadeneum Artifialis. rendahnya level serum albumin. Pada umumnya kala II lama dengan presentasi belakang kepala merupakan indikasi pula untuk melakukan vakum ekstraksi berhubung dengan meningkatnya bahaya bagi ibu dan janin.. & Arvin. Jaundice. Umur kehamilan 40+4 minggu. pada pemeriksaan dalam didapatkan vulva uretra tenang. Apabila his cukup kuat dan persalinan belum selesai setelah kala II lamanya pada seorang primigravida 11/2 . vol 2). terlambatnya maturitas dari hepatika postnatal. Ilmu Bagian Kesehatan Anak. sebaiknya pada presentasi belakang kepala dengan .Behrman. ketuban sudah pecah di bidan jam 05. (2000). selaput ketuban (-). janin dapat dilahirkan pervaginam. Vakum ekstraksi merupakan tindakan obstetri yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi. AK (-). Air ketuban berwarna hijau keruh. W Usia 20 tahun datang rujukan dari bidan. sedangkan gejala gawat janin merupakan indikasi dari pihak janin.Saunders A. UUK jam 12. Referensi 1. dinding vagina licin. ada keluar lendir darah positif.USA: Mc graw hill. 3. kepala tetap di H3-4. kepala janin harus dapat dipegang mangkuk vakum. portio tidak teraba. Bantul. Indikasi dilakukannya vakum ekstraksi ini diantaranya penyakit jantung kompensata. AK (-).30 WIB Frekwensi his 2-3‘/30-40‖/kuat. kontraksi masih baik. Philadelphia: Saunders. pembukaan lengkap. 2012 [23:01 UTC] Abstrak Vakum ekstraksi adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan ekstraksi tenaga negatif (vakum) pada kepalanya. 147-169. 2. Syarat dilakukan vakum ekstraksi antara lain janin idup. Rosenberg AA. (2000). ISI Pasien Ny. Keesokan paginya pukul 08. Buku Ajar Neonatologi. 2012 Penatalaksanaan Vakum Ekstraksi pada Ibu Primigravida Hamil Postdate atas indikasi Kala II Tak Maju Dibuat oleh: Barii Hafidh Pramono. eklampsia. STLD (+)..10-18. dinding vagina licin. Edisi ke 20. kepala janin sudah mengalami engagement. Pasien datang dengan keluhan kencang-kencang teratur pukul 23. Jakarta : IDAI. pengawasan khususnya terhadap janin harus dilakukan dengan teliti. DIAGNOSIS Dalam Persalinan Kala II Tak Maju TERAPI •Terminasi Kehamilan dengan Vakum Ekstraksi DISKUSI 1. presentasi kepala. 16th ed. penurunan kepala janin di Hodge III.Indikasi Vakum Ekstraksi Vakum ekstraksi untuk mengakhiri persalinan dilakukan apabila keadaan ibu atau janin memerlukan penyelesaian dalam waktu singkat. Kliegman. portio tidak teraba. Vakum Ekstraksi. UUK jam 12. Jakarta : EGC. h. Nelson Ilmu Kesehatan Anak ( edisi: 15. Penulis Barii Hafidh Pramono. pembukaan portio lengkap. Pada pemeriksaan dalam vulva uretra tenang.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. STLD (+).30 WIB.Thiloho HE. pembukaan 10cm. Dalam hubungan ini. Hiperbilirubinemia. RSUD Panembahan Senopati. Yogyakarta. kepala tetap di H3-4. (2002). 4. 1397. 1 jam kemudian bayi belum lahir.feeding. selaput ketuban (-).2 jam dan 1/2 jam pada seorang multipara. (2011).00 WIB. ibu kooperatif dan masih mampu untuk mengedan. Pediatric decision making strategies to accompany Nelson of pediatrics.

Lamanya tindakan sebaiknya tidak melebihi 20 menit. akan tetapi tarikan ringan diteruskan secara kontinu supaya kepala tidak terlampau mundur.Pemasangan Vakum Ekstraksi Pasien dalam posisi litotomi.4 kg/cm2 dan ditunggu lagi 2 menit. dilakukan.7 atau 0. arah tarikan ke dorsal -Kepala tengah. Tarikan definitif dilakukan apabila sudah dicapai tekanan 0. persalinan diselesaikan. Apabila oksiput tidak jelas letaknya atau presentasi lain. malpresentasi (dahi. Mula-mula dipompa sampai minus 0. pipa-pipa dan mangkok. misalnya 4 cm dengan mangkok nomor 3. Akhirnya dipompa sampai minus 0. Mangkok dicelup dalam air sabun steril atau dibasahi seluruhnya dengan spiritus-sabun (jangan menggunakan minyak karena licin dan mudah lepas).kepala janin di dasar panggul. mangkok harus diisi penuh dengan kulit dan jaringan bawah kulit secara perlahan-lahan.8. Vulva dan sekitarnya dibersihkan dengan kapas sublimat atau kapas lisol dan kemudian dengan tinctura jodii 2%. panggul sempit. 3. maka mangkok dipasang dekat pada sakrum ibu. turunnya kepala janin dan posisinya. lalu dimasukkan ke dalam vagina. Selama itu pemeriksaan dalam ulangan harus dilakukan beberapa kali. puncak kepala. Dilakukan pemeriksaan dalam sekali lagi dengan teliti dengan perhatian khusus pada pembukaan. Kemudian dengan satu atau dua jari diperiksa di sekitar mangkok apakah ada jaringan portio atau vagina terjepit. muka. tarikan definitif tidak boleh dilakukan karena kurang efektif. Anestesi blok pudendus jika perlu.mula mangkok dalam posisi agak miring (tidak menghadap vulva) dimasukkan ke dalam introitus vagina sambil menekan komissura posterior ke belakang dan kemudian diselipkan ke dalam vagina. Setelah tekanan yang diinginkan tercapai masih ditunggu 2 menit lagi sebelum tarikan definitif dimulai bersama-sama dengan his sambil wanita disuruh meneran seperti pada pimpinan partus biasa dengan kedua lengan wanita merangkul dan menarik lipat lutut ke arah kepala ibu. Di luar his. Dalam presentasi belakang kepala mangkok dipasang pada oksiput atau sedekat-dekatnya. untuk mempercepat pembukaan.Kontraindikasi Vakum Ekstraksi Kontra indikasi dilakukannya vakum ekstraksi antara lain janin preterm. terlebih bila kepala masih tinggi. Biasanya tekanan ini sudah cukup. Supaya mangkok melekat dengan benar. sehingga menghadap ke kepala janin. Apabila perlu ditambah lagi sampai minus 0. Dulu ekstraksi ini dipakai juga dengan tarikan kontinyu pada pembukaan kecil. Oleh asisten. Pada umumnya dalam hal ini ubun-ubun kecil sudah di depan 2. Kulit kepala janin disedot ke dalam mangkok dan mangkok melekat pada kepala. Kemudian mangkok diputar. Dengan pompa lekatan erat dicapai dengan meningkatkan tekanan negatif dalam 3 tahap. Mula.Cara Tarikan Pada Vakum Ekstraksi Seperti telah dijelaskan di atas tarikan definitif pada ekstraktor vakum sinkron dengan his dan tenaga meneran. Apabila his hilang tarikan jangan dilepas sama sekali. lalu dipompa sampai minus 0. Akan tetapi sekarang usaha ini tidak dilakukan lagi karena waktu tindakan terlampau lama dan dianggap berbahaya bagi anak. Jadi tarikan pada ekstraktor vakum sifatnya berkala (intermiten). 4. Apabila ada jaringan terjepit.2 kg/cm2 kemudian ditunggu 2 menit lagi. udara dari pompa dikeluarkan sehingga tercapai tekanan negatif dalam botol. bokong). . Arah tarikan harus sesuai dengan turunnya kepala (seperti pada cunam) dan tegak lurus dengan mangkok: -Kepala tinggi.6. Ada kalanya his sudah timbul sebelum tekanan yang dikehendaki tercapai. Dalam hai ini ekstraktor vakum sudah boleh ditarik secara hati-hati supaya mangkok jangan sampai lepas dan supaya kepala janin lebih turun. sifat portio dan vagina. Letak mangkok pada kepala harus sedemikian rupa sehingga arah tarikan nantinya tegak lurus dengan mangkok.7 kg/cm2. Ekstraksi yang terlampau lama dianggap berbahaya bagi anak. maka harus segera dilepaskan dari jepitan. maksimum 40 menit. Dipilih mangkok yang akan dipakai. Kandung kencing dan rectum harus kosong. Dengan demikian pada his berikutnya ibu meneran lagi dan kepala sekarang maju dengan titik permulaan yang lebih rendah letaknya. sedikitnya setiap kali setelah tekanan dinaikkan untuk memeriksa apakah ada jaringan terisap ke dalam mangkok.6 atau 0.

arah tarikan datar -Kepala di dasar panggul. misalnya kebocoran pada karet saluran penghubung. Arah tarikan dengan tangan kiri itu adalah ke atas (ventral). harus diteliti satu persatu kemungkinan. Jakarta : ECG. sambil tangan kiri berusaha supaya mangkok tidak mudah lepas dari kepala. 1998. Karena itu perlukaan jalan lahir ringan. 2002. ventral dari mangkok. Kemudian ventil dilepas (sekrupnya dikendorkan) perlahan-lahan supaya udara masuk ke dalam botol dan tekanan negatif hilang. selaput ketuban melekat antara kulit kepala dan mangkok sehingga mangkok tidak dapat mencengkam dengan baik. Penyakit Kandungan. tekanan negatif dibuat terlalu cepat. Pertimbangan episiotomi menurut keadaan. keadaan ini sudah memenuhi kriteria kala II tak maju yaitu 2 jam untuk primigravida atau bila dalam 1 jam primigravida kepala tidak turun atau putar paksi tidak terjadi. Dalam hal demikian jaringan lunak mudah tersedot ke dalam mangkok. arah tarikan ke atas/ventral Mula-mula tarikan dilakukan oleh tangan kanan pada pegangan yang berbentuk palang. 3. 1998. Mangkok lepas pada waktu traksi kemungkinan disebabkan tenaga vakum terlalu rendah. 2. Bantul. 1993. Sulaiman. harus dilakukan terminasi kehamilan dengan vakum ekstraksi atau forsep jika tidak dapat menyebabkan gawat janin. KESIMPULAN Pada kasus ini. dalam waktu setengah jam dilakukan traksi. Secara reflektoris tarikan segera dihentikan sehingga mangkok tidak jadi lepas. maka pipa karet yang menghubungkan botol dengan pegangan dilepaskan lebih dahulu. Setelah seluruh kepala lahir. janin tidak lahir. Dengan pegangan tiga jari ini (Drei-fingergriff) mangkok tidak mudah lepas karena menurut pengalaman mangkok biasanya lepas di pinggir depan lebih dulu. lahirnya kepala dapat diusahakan perlahan-lahan seperti pada partus spontan. RSUD Panembahan Senopati. portio) ada yang terjepit ke dalam mangkok. adanya disproporsi sefalopelvik. sehingga tidak terbentuk kaput suksedaneum yang sempurna yang mengisi seluruh mangkok. 4. penurunan kepala di H3-4. Obstetri Fisiologi. Apabila mangkok sukar lepas karena sangat erat hubungannya dengan kapala. Jakarta : YBPSP.Manuaba. Dalam keadaan ini. sehingga perlu diperiksa dalam lagi. jari telunjuk dan jari tengah di kepala anak. Bagi orang yang banyak pengalaman dengan ekstraktor vakum jarang lepas sama sekali. Sinpsis Obstetri. bersamaan ibu jari menekan mangkok bagian depan pada kepala. janin hidup dan tidak ada gawat janin. Ilmu Kebidanan.Prawirohario. Jakarta : ECG. tangan kiri mengambil alih ekstraktor vakum dengan memegang pipa karetnya (bukan pegangannya) dekat pada vulva sambil pipa dililit-lilitkan pada jari-jari.kemungkinan di atas dan diusahakan melakukan koreksi. W mengalami tidak adekuat mengejan sehingga bayi belum lahir lebih dari 1 jam setelah dipimpin persalinan. Penulis Barii Hafidh Pramono. dan syarat-syarat vakum sudah terpenuhi yaitu pembukaan lengkap. Mangkok dapat dilepaskan dari kepala anak. Tiga jari tangan kiri dimasukkan ke dalam vagina: ibu jari ditempatkan di pinggir mangkok bagian depan. Yogyakarta. cacat (defect) pada alat. 5. Apabila kepala sudah hampir lahir. 2012 .Mochtar. kontraksi baik dan ibu kooperatif dan masih mampu mengejan Referensi 1. Dengan ekstraktor vakum. Rustam. traksi terlalu kuat. Tangan kanan yang sekarang bebas menyokong dan melindungi perineum. Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan. Pada kasus ini tindakan yang dipilih adalah vakum ekstraksi. Bandung : Fakultas kedokteranUniversita Padjajaran Bandung. Setiap mangkok lepas pada waktu traksi. kedua tangan kiri dan kanan penolong tidak bekerja sama dengan baik.Kriteria Vakum Ekstraksi Waktu dilakukan traksi. bagian-bagian jalan lahir (vagina. cukup bulan (tidak prematur). Sarwono. karena sewaktu mangkok mulai mau lepas terdegar bunyi sedotan seperti bunyi peluit. Asuhan Maternal dan Nonatal. mangkok lepas sebanyak tiga kali. Ny. Jadi ada kerjasama (sinkronisasi) antara tangan kanan dan tangan kiri. presentasi kepala. bahu dan badan anak dilahirkan seperti biasa.Sastrawinata. Apabila tangan kanan mengadakan ekstraksi.

Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus. kedua kelopak mata melengket terutama saat bangun pagi hari dan keluar kotoran mata. sekret OD (+) dan OS (+). antara lain : konjungtiva berwarna merah (hiperemi) dan membengkak. namun tidak ada perubahan. Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain. atau kontak dengan benda asing. 2012 [15:07 UTC] Abstrak Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. berair (nyrocos).Terapi Konjungtivitis Bakterial Pada Anak Laki-laki usia 1 tahun Dibuat oleh: Bombong Nurpagino. misalnya kontak lensa. Diagnosis Konjungtivitis Bakterial ODS Terapi Pasien diberi terapi medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. bakterial Kasus Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun. Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit. Permukaan kornea ODS jernih dan ukuran kedalaman COA dalam dan isinya jernih. Konjungtivitis terkadang dapat ditandai dengan mata berwarna sangat merah dan menyebar begitu cepat dan biasanya menyebabkan mata rusak. alergi. Iris ODS berwana hitam dengan gambaran kripta dan bentuk radier. bakteri. Pada pemeriksaan subyektif mata. Pada pemeriksaan obyektif ditemukan konjungtiva ODS hiperemis. Mata merah terus menerus semakin merah dan bengkak. selaput bening yang menutupi bagian berwarna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata. Pada kasus ini seorang anak laki-laki berusia 1 tahun. Keyword : konjungtivitis. Konjungtivitis lebih dikenal sebagai pink eye. Injeksi konjuntiva OD (+) dan OS (+). bakteri.Modifikasi terakhir pada Tue 08 of May. berair (nyrocos). Beberapa jenis Konjungtivitis dapat hilang dengan sendiri. Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. pembesaran pembuluh darah di konjungtiva dan sekitarnya sebagai reaksi nonspesifik peradangan. sekret berwarna kehijauan. atau kontak dengan benda asing. pembengkakan kelenjar (folikel) di konjungtiva dan sekitarnya. dan menggunakan kain lap. yaitu adanya inflamasi pada konjungtiva atau peradangan pada konjungtiva. dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan kedua mata merah sudah sejak 1 minggu yang lalu. Mata merah disertai dengan keluhan gatal. Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran. Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan . terbentuknya membran oleh proses koagulasi fibrin (komponen protein) dan dijumpai sekret dengan berbagai bentuk (kental hingga bernanah). Pasien sudah pernah diperiksa di puskesmas dan diberi obat tetes. Reflek direk (+) dan reflek indirek (+). produksi air mata berlebihan (epifora). Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus. datang dengan keluhan kedua mata merah sejak 1 minggu yang lalu. Mata merah disertai dengan keluhan gatal. Manifestasi Klinis Tanda-tanda konjungtivitis. Diskusi Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. tapi ada juga yang memerlukan pengobatan. alergi. misalnya kontak lensa. kedua kelopak mata lengket terutama saat bagun pagi hari dan keluar kotoran. kelopak mata bagian atas nampak menggelantung (pseudoptosis) seolah akan menutup akibat pembengkakan konjungtiva dan peradangan sel-sel konjungtiva bagian atas. visus pasien tidak dapat dinilai. Pada riwayat penyakit dahulu tidak didapatkan keluhan serupa sebelumnya maupun riwayat trauma mekanis pada mata. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari.

Penatalaksanaan Bila konjungtivitis disebabkan oleh mikroorganisme. Sari Ilmu Penyakit Mata. Konjungtivitis karena bakteri dapat diobati dengan sulfonamide (sulfacetamide 15 %) atau antibiotika (Gentamycine 0. Ilyas.05 %) atau kortikosteroid (misalnya dexametasone 0. Apabila etiologinya dicurigai reaksi Staphylococcus atau acne rosasea. pemeriksaan X-ray dada untuk menyingkirkan tuberkulosis. Ilmu Penyakit Mata. 42-50. 3. Paul. Bagian Ilmu Penyakit Mata. terutama pada konjungtivitis karena alergi. handuk. Ilyas S. Gejala lainnya adalah mata berair. mata terasa nyeri. . satu tetes. dan menggunakan kain lap. Pada kasus yang dicurigai. Abadi Tegal. Jakarta: FKUI. Salamun. Wijana.D. Ilyas. Taylor. Asuhan khusus harus dilakukan oleh personal asuhan kesehatan guna mengindari penyebaran konjungtivitis antar pasien. Muzakkir. Terapi dilanjutkan 2 sampai 4 minggu. diberikan Tetracycline oral 250 mg atau erythromycin 250 mg QID PO.15. Kesimpulan Penatalaksanaan pada kasus ini dengan medikamentosa berupa Xytrol tetes mata 6 kali sehari ODS. Riordan Eva. Tanzil. Pembersihan kelopak 2 sampai 3 kali sehari dengan artifisial tears dan salep dapat menyegarkan dan mengurangi gejala pada kasus ringan.berwarna putih. Metronidazole topikal (Metrogel) diberikan pada kulit TID juga efektif. Sidarta. mencuci tangan setelah setiap kali memegang mata yang sakit. sehingga kontraindikasi untuk usia di bawah 10 tahun. & Pabst R.5 %. Jakarta: 2000. terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun pada pagi hari. Mencuci tangan setiap kali selesai memegang mata yang sakit. Jakarta : 2000. Ed. Jilid 1. Edisi 21. Azhar. Handuk atau sapu tangan yang baru yang terpisah yang digunakan untuk membersihkan mata yang sakit. Jakarta: 1993.5 %). RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. 2003.14. Karena tetracycline dapat merusak gigi pada anak-anak. Pada banyak kasus Prednisolon asetat (Pred forte). pasien dan atau keluarga pasien harus diberi edukasi bagaimana cara menghindari kontraminasi mata yang sehat atau mata orang lain. peka terhadap cahaya. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih. Pada kasus ini. rapazoline 0. Ilmu Penyakit Mata. mata terasa gatal. pandangan kabur. QID cukup efektif.3 %.1 %). Sikloplegik hanya dibutuhkan apabila dicurigai adanya iritis. chlorampenicol 0. Oftalmologi Umum (General Ophthalmology). hal 2. Ilmu penyakit mata. Sidarta Prof. Balai Penerbit FKUI. Pengobatan spesifik tergantung dari identifikasi penyebab. Widya Medika. tanpa adanya kontraindikasi. H. Kelopak mata bisa membengkak dan sangat gatal. Jakarta: EGC. Sedangkan untuk edukasi diberikan saran untuk menghindari kontaminasi terhadap mata yang sehat dan mata orang lain. 4. Sobotta. Referensi 1. Diberikan instruksi kepada keluarga pasien untuk tidak menggosok mata pasien kemudian menyentuh mata yang sehat. bersama dengan pemberian salep antibiotik topikal seperti bacitracin atau erythromycin sebelum tidur. Nana S. Perawat dapat memberikan intruksi pada pasien untuk tidak menggosok mata yang sakit dan kemudian menyentuh mata yang sehat. Asbury. diganti dengan doxycycline 100 mg TID atau erythromycin 250 mg QID PO. Zainal. 2009 2. S. Ed 3. Putz. 2000 Penulis Bombong Nurpagino. 134. R.Ked (20060310080). Penanganannya dimulai dengan edukasi pasien untuk memperbaiki higiene kelopak mata. Jakarta: Balai penerbit FKUI. SpM. Voughan. konjungtivitis karena alergi di obati dengan antihistamin (antazidine 0. Konjungtivitis karena jamur sangat jarang sedangkan konjungtivitis karena virus pengobatan terutama ditujukan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder. 14. Daniel G. dan Amoksisilin dan deksametason masing-masing 1/3 tablet dalam bentuk puyer yang diberikan 3 kali sehari. dan sapu tangan baru yang terpisah untuk membersihkan mata yang sakit. dr. dan menggunakan kain lap.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful