Pengertian Teorema Phytagoras

Phytagoras adalah seorang ahli matematika dan filsafat berkebangsaan Yunani pada tahun 569-475 sebelum masehi, ia mengungkapkan bahwa kuadrat panjang sisi miring suatu segitiga siku siku adalah sama dengan jumlah kuadrat panjang sisi sisi lain .

Rumus Phytagoras

Rumus Phytagoras adalah sebuah rumus matematika mengenai segitiga siku-siku yang menyatakan bahwa kuadrat dari sisi miring adalah sama dengan jumlah kuadrat dari sisi-sisi siku-sikunya. Untuk mendapatkan hasil dari penjumlahan ataupun pengurangan rumus diatas maka setiap dari hasilnya akan di akarkan dan akan mendapatkan nilai sesungguhnya.

Feni Malinda Safitri

VIII i

a2 Contoh soal : Dari segitiga siku siku ABC tersebut.b2 b = c2 .b2 b2 = c2 .Untuk menghitung sisi yang lain : c2 = b2 + a2 a2 = c2 .a2 Atau Atau Atau c = b2 + a2 a = c2 . Diketahui : a = 6 cm b = 8 cm c=? Jawab : c2 = b2 + a2 c2 = 82 + 62 c2 = 64 + 36 c2 = 100 c2 = 10 Feni Malinda Safitri VIII i .

3. Elemen lingkaran yang berupa luasan. yaitu sbb:  sebuah titik di dalam lingkaran yang menjadi acuan untuk menentukan jarak terhadap himpunan titik yang membangun lingkaran sehingga sama. Titik pusat (P) merupakan jarak antara titik pusat dengan lingkaran harganya konstan dan disebut jari-jari. Diameter ini membagi lingkaran sama luas. 2. Tali busur merupakan garis lurus di dalam lingkaran yang memotong lingkaran pada dua titik yang berbeda (TB). Elemen lingkaran yang berupa titik. Keliling lingkaran (K) merupakan busur terpanjang pada lingkaran. Elemen lingkaran yang berupa garisan. yaitu :   Feni Malinda Safitri VIII i . yaitu : 1. 4. Jari-jari (R) merupakan garis lurus yang menghubungkan titik pusat dengan lingkaran. yaitu : 1. 5. Diameter (D) merupakan tali busur terbesar yang panjangnya adalah dua kali dari jarijarinya. maupun tertutup yang berimpit dengan lingkaran. Busur (B) merupakan garis lengkung baik terbuka.Elemen lingkaran Elemen-elemen yang terdapat pada lingkaran.

Tembereng (T) merupakan daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh sebuah busur dengan tali busurnya. Juring (J) merupakan daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh busur dan dua buah jari-jari yang berada pada kedua ujungnya. 2. Cakram (C) merupakan semua daerah yang berada di dalam lingkaran. 3.1. Luasnya yaitu jarijari kuadrat dikalikan dengan pi. Cakram merupakan juring terbesar. Luas dan Keliling Lingkaran Luas Lingkaran : Rumus Luas Lingkaran : 2 Keliling Lingkaran : Rumus Keliling Lingkaran Feni Malinda Safitri VIII i .

terdapat dua tali busur AB dan BC yang berpotongan dan membentuk ABC. AOC disebut sudut pusat. ABC merupakan sudut keliling dan menghadap busur AC Feni Malinda Safitri VIII i . terdapat AOC yang dibatasi oleh dua jari-jari yaitu OA dan OC.  Sudut Keliling Pengertian Sudut keliling adalah daerah sudut yang dibatasi oleh dua talibusur yang berpotongan di satu titik pada lingkaran dan titik sudutnya teletak pada keliling lingkaran. Pada gambar lingkaran berpusat di titik O. Pada gambar lingkaran dengan pusat titik O.Sudut Menghadap Lingkaran Sudut Pusat dan Sudut Keliling  Sudut Pusat Pengertian Sudut pusat adalah daerah sudut yang dibatasi oleh dua jari-jari lingkaran yang titik sudutnya merupakan titik pusat lingkaran.

Hubungan Sudut Pusat dan Sudut Keliling <AOC = 3600 – (AOB + <CBO) = 3600 – (1800 – 2 x AOB + 1800 – 2 <CBO) = 3600 – (3600 – 2 x AOB – 2 <CBO) = 3600 – 3600 + 2 x AOB + 2 x <CBO) = 2 x (<AOB + <CBO) = 2 x <ABC Sudut Antara Dua Tali Busur A : Dua tali busur yang berpotongan B : Di Dalam C : Di Luar Feni Malinda Safitri VIII i .

 Saling Berpotongan di dalam lingkaran Dari gambar tersebut diperoleh : <ABD : <CAB : .(1200) =600 b. Besar <AEB Besar <DEC Besar<BEC Besar <AED Jawab : a. c. (<AOB + <DOC) = . b. d. (800 +400) = . <DEC = <AEB (Bertolak belakang) =600 Feni Malinda Safitri VIII i . <AEB = . <AOB . <BOC SOAL : Diketahui : jika besar sudut AOB adalah 800 dan sudut pusat DOC adalah 400 Ditanyakan : a.

(3600 –(1200) = .c. (AOE – DOB) <ACE = . (700) <ACE = 350 Feni Malinda Safitri VIII i .(3600 –(<AEB + <DEC) = .(2400) = 120 0 D. <AED = <BEC (Bertolak belakang) = 1200  Saling Berpotongan di luar lingkaran Dari gambar tersebut diperoleh <ABE = <BED = . <PQR = . (1100– 400) <ACE = .(3600 –(600 + 600) = .AOE : – BOE Diketahui : jika besar sudut pusat AOE adalah 1100 dan sudut pusat DOB adalah 400 Ditanyakan : Besar sudut ACE? Jawab : <ACE = .

Keempat buah sisisegiempat itu ialah talibusur lingkaran itu. Rumus Pythagoras yaitu : a. Jadi segiempat talibusur ialah segiempat yang titik sudut-sudutnya terletak pada keliling lingkaran. yang kita hubung-hubungkan. maka terjadilah sebuahsegiempat yang disekelilingnya terdapat sebuah lingkaran. dan c adalah sisi miring. *Garis singgung pada lingkaran tegak lurus terhadap satu garis ke pusat lingkaran (suatu jarijari lingkaran) *rumus pythagoras akan dipakai terus. * jumlah sudut dalam segitiga adalah 180 derajat. 2.Garis singgung dua lingkaran. Pada sebuah titik pada lingkaran hanya dapat dibuat sebuah garis singgung lingkaran. 3. Garis singgung lingkaran adalah garis yang memotong lingkaran di satu titik. Dibagi menjadi 2. b dan c adalah sisi-sisi segitiga siku-siku. Segiempat yang demikian kitanamakan segiempat talibusur. Feni Malinda Safitri VIII i . Garis singgung lingkaran selalu tegak lurus terhadap jari-jari (diameter) yang melalui titik singgungnya. Sekarang akan kita bahas mengenai garis singgung dua lingkaran. dengan a dan b adalah sisi penyiku. Jika kita gambarkan sebuah lingkaran dan pada kelilingnya kita ambilempat buah titik. Sifat garis singgung : 1. yaitu : *Garis singgung persekutuan luar *Garis singgung persekutuan dalam SEGIEMPAT DALAM LINGKARAN SEGIEMPAT TALIBUSUR Definisi : Segiempat talibusur ialah segiempat yang ke empat titik sudutnyaterletak pada keliling sebuah lingkaran.

Feni Malinda Safitri VIII i . Dua Lingkaran bersinggungan Perhatikan gambar di atas. Garis k menyinggung kedua lingkaran di titik P.Sebuah lingkaran ditentukan oleh tiga buah titik. titik pusat lingkaran Q dan titik singgung P adalah segaris. Jadi jika kita mempunyai tiga buah titik (titik-titik itu tidak boleh terletak pada sebuah garis lurus). Kedudukan titik pusat lingkaran O. Pada kedudukan dua lingkaran yang bersinggungan di dalam seperti tersebut hanya dapat dibuat sebuah garis singgung persekutuan. kedua lingkaran bersinggungan di dalam dan dapat dibuat sebuah garis singgung k pada titik singgung P. kita selalu dapat membuat sebuah lingkaran yang Kedudukan 2 Lingkaran : 1. Kedudukan Dua Lingkaran yaitu: a.

Perhatikan gambar di atas. titik pusat lingkaran Q dan titik singgung P adalah segaris. c. Dua Lingkaran berpotongan Perhatikan gambar! Kedua lingkaran berpotongan dan dapat dibuat dua buah garis singgung persekutuan luar. sedangkan garis n menyinggung kedua lingkaran di titik G dan H. Garis m menyinggung kedua lingkaran di titik C dan D. b. Garis m menyinggung kedua lingkaran di titik E dan F. Garis l dan m merupakan garis singgung persektuan luar. sehingga garis m dan n merupakan garis singgung persekutuan dalam. Garis k menyinggung kedua lingkaran di titik A dan B. Garis k merupakan garis singgung persekutuan dalam. Kedudukan titik pusat lingkaran O. Dua Lingkaran saling lepas Perhatikan gambar! Kedua lingkaran saling lepas dan pada kedudukan seperti ini dapat dibuat dua buah garis singgung persekutuan luar dan dua buah garis singgung persekutuan dalam. Garis l menyinggung kedua lingkaran di titik C dan D. Garis k dan l merupakan garis singgung persekutuan luar. Feni Malinda Safitri VIII i . kedua lingkaran bersinggungan di luar dan dapat dibuat tiga garis singgung persekutuan. Garis k menyinggung kedua lingkaran di titik A dan B.

Segi empat ABQO berbentuk trapesium siku-siku. Rumus : l= 2 – (R – r) 2 dengan : l = panjang garis singgung persekutuan luar k = jarak kedua titik pusat lingkaran R = jari jari lingkaran pertama r = jari jari lingkaran kedua Menghitung garis singgung persekutuan luar Diketahui : jarak k = 13 cm Feni Malinda Safitri VIII i . sehingga AB tegak lurus OA dan BQ. Garis k adalah garis singgung persekutuan luar yang menyinggung kedua lingkaran di titik A dan B. Garis singgung persekutuan luar Lingkaran O dan Q merupakan lingkaran yang saling lepas. AO adalah jari-jari lingkaran O dan BQ adalah jari-jari lingkaran Q.

untuk mencari panjangnya kita bisa menggunakan rumus berikut : Rumus : d= 2 – (R + r) 2 dengan : l = panjang garis singgung persekutuan dalam k = jarak kedua titik pusat lingkaran R = jari jari lingkaran pertama r = jari jari lingkaran kedua Feni Malinda Safitri VIII i .:R = 7 cm : r = 2 cm Ditanyakan : garis singgung persekutuan luar ? Jawab : l = = = 2 – (R – r) 2 2 – (7– 2) 2 2 2 – (5) = 169 + 25 = 144 = 12 cm Menghitung garis singgung persekutuan dalam Garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran adalah garis yang berwarna merah pada gambar. Tentunya.

Menghitung garis singgung persekutuan dalam Diketahui : k = 20 cm R = 10 cm r = 2 cm Ditanyakan : garis singgung persekutuan dalam ? Jawab : d= d= d= d= d= d = 16 cm 2 – (R + r) 2 2 – (10 + 2) – (12) 2 2 2 Feni Malinda Safitri VIII i .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful