“ BAHAN AJAR ”

Disusun Oleh:

MATERI: 1. PENGELOLAAN BUKTI TRANSAKSI 2. PENGELOLAAN BUKU JURNAL 3. PENGELOLAAN BUKU BESAR 4. PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

I.

PENGELOLAAN BUKTI TRANSAKSI

A. PENYIAPAN BUKTI TRANSAKSI
Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk menyiapkan bukti transaksi: 1. Formulir bukti transaksi 2. Alat tulis (kertas, pensil, bolpoint, penghapus, penggaris) 3. Mesin tulis (ketik) manual atau elektronik 4. Alat hitung seperti mesin hitung manual atau elektronik

B. ANALISIS BUKTI TRANSAKSI 1. Karakteristik keabsahan transaksi Karakteristik atau cirri-ciri keabsahan bukti transaksi adalah memenuhi a. Keabsahan formil, dalam arti transaksi dilakukan melalui prosedur formal yang ditunjukkan dalam bukti transaksi dengan tanda tangan pihak-pihak yang terkait dan mempunyai kewenangan untuk melakukan transaksi yang bersangkutan. b. Keabsahan materiil, dalam arti perhitungan nilai uang yang terkait dengan transaksi yang bersangkutan dilakukan dengan benar sehingga menghasilkan jumlah uang yang seharusnya. 2. Kegiatan analisis bukti transaksi a. Bukti transaksi suatu perusahaan dibedakan menjadi 2:

• Bukti intern: bukti transaksi yang dibuat dan dikeluarkan oleh perusahaan yang bersangkutan, sehingga yang dijadikan sumber dan dokumen pencatatan oleh perusahaan biasanya lembar kedua (copy), sementara yang asli diserahkan kepada pihak luar yang terkait. • Bukti ekstern: bukti transaksi yang diterima perusahaan dari pihak luar yang membuat dan mengeluarkan bukti transaksi yang bersangkutan. b. Analisis bukti transaksi meliputi kegiatan: • Identifikasi (penentuan) keabsahan fisik bukti transaksi • Identifikasi transaksi (transaksi apa) dan meneliti apakah transaksi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan atau tidak. • Menentukan kebenaran penghitungan nilai uang. • Menentukan kaun-akun buku besar dan jumlah rupiah yang harus di debet dan di kredit sebagai akibat terjadinya transaksi.

C. PENYIMPANAN BUKTI TRANSAKSI Pada jurnal dan buku besar, transaksi yang sudah dicatat diarsipkan dengan pengelompokan sebagai berikut: 1. Kelompok dokumen penjualan kredit, untuk arsip faktur penjualan. 2. Kelompok dokumen pembelian kredit, untuk arsip faktur faktur pembelian. 3. Kelompok dokumen penerimaan kas, untuk arsip bukti transaksi penerimaan uang (kas). 4. Kelompok dokumen pengeluaran kas, untuk arsip bukti transaksi pengeluaran kas. 5. Kelompok dokumen memorial, untuk arsip bukti transaksi lainnya (transaksi intern).

D. JENIS-JENIS BUKTI TRANSAKSI 1. Kuitansi 2. : bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu. Cek : surat perintah kepada bank dari orang yang menandatanganinya, untuk membayarakan sejumlah uang yang tertulis di dalam cek kepada orang yang namanya ditulis dalam cek. Bilyet giro : surat perintah dari nasabah suatu bank

3.

Alat hitung baik manual maupun elektronik e. bolpoin. 5. Bukti memorial : bukti transaksi intern dalam bentuk memo dari pejabat dalam perusahaan kepada bagian akuntansi. untuk mencatat suatu peristiwa atau keadaan yang sifatnya intern. II. Bukti transaksi yang telah dinyatakan abash b. Buku jurnal baik jurnal umum maupun jurnal khusus c. PERSIAPAN PENGELOLAAN BUKU JURNAL 1. penggaris) d. Alat tulis kantor (kertas.kepada bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke dalam rekening yang namanya tertulis dalam bilyet giro pada bank yang sama atau pada bank lain. PENGELOLAAN BUKU JURNAL A. Faktur: bukti transaksi pembelian atau penjualan barang dengan pembayaran kredit Nota kontan : tunai. Identifikasi data transaksi . 7. 6. Peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal a. bukti transaksi pembelian atau penjualan Nota kredit/debet : bukti transaksi penerimaan kembali barang yang telah dijual secara kredit (retur penjualan). Formulir laporan 2. 4. atau pengurangan harga faktur karena barang sebagian rusak atau kualitasnya yang tidak sesuai dengan pesanan. pensil. penghapus.

PPN dan jumlah rupiah terhutang B. Penjualan barang atau jasa. Sementara trnsaksi dalam bentuk keadaan yang timbul dalam perusahaan dan harus dicatat sehubungan dengan penerapan konsep (azas) akuntansi yang lazim disebut transaksi intern. d. f. Penerimaan setoran modal dari penanam modal (pemilik). Pembayaran hutang kepada kreditor. Kuantum (banyaknya) satuan barang yang dijual d. c. . Pembelian peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dalam pelaksanaan aktivitas usaha perusahaan. b. 2. Transaksi perusahaan • Transaksi-transaksi yang umumnya terjadi dalam suatu perusahaan adalah sebagai berikut: a. Pembayaran beban-beban • Transaksi yang menyangkut pihak ekstern perusahaan disebut transaksi ekstern. Jumlah rupiah harga barang. Jenis. PENCATATAN TRANSAKSI DALAM BUKU JURNAL UMUM 1. Nama debitor kepada siapa barang dijual b. Penerimaan tagihan (piutang) dari debitor. Pencatatan transaksi dalam buku jurnal • Bentuk standar buku jurnal yang digunakan: Tanggal Nomor Bukti Akun Ref DEBET KREDIT • Mencatat transaksi dalam jurnal adalah mencatat penambahan atau pengurangan saldo akun yang terkait dengan cara mendebet atau mengkredit akun yang bersangkutan. Harga satuan barang yang dijual e. tipe barang yang dijual c.Data yang harus ada untuk kepentingan akuntansi meliputi: a. e.

ekuitas. Terjadinya penghasilan dicatat di sisi kredit akun penghasilan. • Posisi akun-akun aktiva dalam neraca adalah debet. • Sifat akun-akun penghasilan dan beban berhubungan denganpengaruhnya terhadap ekuitas. bisa juga secara periodik misalnya tiap hari kerja. Terjadinya beban dicatat debet akun beban.• Akun-akun yang digunakan dalam perusahaan dapat dikelompokkan dalam lima kelompok yaitu: aktiva. Akun ekuitas di debet jika terjadi pengurangan dan di kredit jika terjadi penambahan. III. 3. data jurnal untuk suatu periode tertentu dibuat lebih dahulu ikhtisar (rekapitulasi). penghasilan. • Posisi akun-akun kewajiban dan ekuitas dalam neraca adalah di sisi kredit. • Pengaruh transaksi terjadinya beban mengakibatkan terjadinya pengurangan terhadap ekuitas.PENGELOLAAN BUKU BESAR A. kewajiban. Rekapitulasi jurnal umum • Posting data jurnal umum bias dilakukan tiap pos jurnalpada tanggal terjadi transaksi. dan beban. Secara periodik. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN YANG DIPERLUKAN Peralatan dan bahan yang diperlukan: . tiap akhir minggu atau tiap akhir bulan.

Akun bentuk dua kolom Tgl Keterangan Ref DEBET Tgl Keterangan Ref KREDIT Dalam penggunaan akun dalam bentuk dua kolom. C. Alat tulis kantor (kertas. 3. pensil. Apabila jumlah sisi debet lebih besar daripada jumlah sisi kredit maka disebu selisih debet. pemggaris) 4. BENTUK BUKU BESAR Buku besar adalah kumpulan akun-akun yang digunakan oleh perusahaan sehingga bentuk buku besar adalah bentuk (format) akunnya sendiri. Akun bentuk empat kolom Tanggal Keterangan Ref DEBET KREDIT SALDO DEBET KREDIT Perbedaan pengisian akun bentuk tiga kolom dan empat kolom terletak pada penampilan saldo. Bias dalam bentuk dua kolom. tiga kolom. Dengan demikian saldo tiap akun setiap saat dapat diketahui tanpa harus menghitung terlebig dahulu sisi debet dan kredit.1. begitu juga sebaliknya. Format-format laporan B. atau empat kolom. TEKNIK PENGKODEAN AKUN . Dalam penggunaan akun bentuk empat kolom saldo suatu akun lebih jelas ditampilkan. Akun bentuk tiga kolom Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT SALDO Dalam akun bentuk tiga kolom setiap terjadi pencatatan baik di kolom debet maupun kredit harus diikuti dengan pencatatan saldo. Buku besar umum dan buku besar pembantu 3. 2. penghapus. bolpoint. Data transaksi yang sudah tercatat dalam buku jurnal 2. Alat hitung baik manual ataupun elektronik 5. untuk mengetahui saldo suatu akun sisi debet dan sisi kredit masing-masing harus dijumlahkan terlebih dahulu. 1. artinya akan tampak apak saldi debet atau saldo kredit.

dan angka keempat nama akun yang bersagkutan. Oleh karena itu nomor kode akun bias terdiri dari empat angka (digit) atau lima angka. Akun-akun laba rugi (nominal akun) 1) Kelompok akun penghasilan 2) Kelompok akun beban 2. angka ketiga sub golongan akun. Penggolongan akun buku besar Akun-akun buku besar dibagi menjadi lima kelompok: a. Nomor kode 1 2 Untuk kelompok akun aktiva Unutk kelompok akun kewajiban Nomor kode . Teknik pengkodean akun Metode-metode penyusunan akun dalam buku besar bertujuan untuk memudahkan prosespencatatan. golongan dan sub golongan akun diberi nomor kode sehingga setiap nomor akun menunjukkan kelompok. Apabila nomor akun terdiri atas empat digit. angka pertama menunjukkan kelompok akun. angka yag digunakan dapatdimulai dari angka tertentu bergantung kepada banyaknya akun dalam buku besar. golongan. angka kedua menunjukkan golongan akun.. pemeriksaan dan mencari suatu akun jika diperlukan. misalnya 100-119 Untuk akun aktiva lancar (current assets) 120-129 Untuk akun investasi jangka panjang (investment) 130-139 Untuk kaun aktiva tetap (fixed assets) 140-149 Untuk akun hutang (liabelities) 150-159 Untuk akun ekuitas (owner’s equity) 060-169 Untuk akun penghasilan 019-…. Kode akun numerial angka berurutan (sequential number code) Dengan metode ini akun buku besar diberi nomor secara berurutan. Metode pemberian nomor akun antara lain: a. dan sub golonganakun yang bersangkutan. bergantung pada banyaknya sub golongan pada tiap golongan dan banyaknya kaun pada sub golongan. Untuk akun beban b.1. Kode kelompok (numerial group code) dengan metode ini setiap kelompok. Akun-akun neraca (real akun) 1) Kelompok akun aktiva 2) Kelompok akun kewajiban 3) Kelompok akun ekuitas b.

Dapat juga secara periodik misalnya pada akhir kegiatan setiap hari dibuat rekapitulasi (ringkasan) dari data pos-pos jurnal. 1 1 1 1 Nama akun : Kas Subgolongan akun : Kas dan bank Golongan akun Kelompok akun c. Kode desimal Dalam menerapkan kode desimal. kemudian secara kolektif diposting ke dalam buku besar.3 4 5 Unutk kelompok akun ekuitas Untuk kelompok akun penghasilan Untuk kelompok akun beban Akun kas termasuk kelompok aktiva. 1113 Selisih Kas. nomor kode akun dibagi menjadi dua bagian yang dipisahkan dengan tanda titik. Bentuk neraca saldo: Nomor Akun Akun DEBET Neraca Saldo KREDIT . Misalnnya dalam sub golongan kas dan bank terdapat akun-akun dengan nomor kode : 1111 Kas. sub golongan kas dan bank. Penyusunan daftar saldo akun buku besar Daftar saldo dalam buku besar atau lebig dikenal dengan neraca saldo (trial balance) adalah suatu daftar yang memuat informasi mengenai saldo-saldo akun buku besar suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Nomor kode akun kas 1111 menunjukkan makna sebagai berikut.. Misalnya akun beban gaji diberi nomor kode klasifikasi primer 5131. Pemindahbukuan data jurnal ke dalam buku besar (posting) Pemindahbukuan atau posting data jurnal ke dalam buku besar dilakukan untuk setiap pos jurnal secara individual. golongan aktiva lancer. 1112 Kas Kecil. 4. Bagian kedua menunjukkan klasifikasi sekunder yaitu klasifikasi dalam jenis akun yang bersangkutan. Nomor tersebut menunjukkan : Angka 5 1 3 1 Kelompok beban Kelompok beban usaha Kelompok beban administrasi Kelompok beban gaji : Aktiva lancar : Aktiva 3. Bagian pertama menunjukkan klasifikasi primer yaitu klasifikasi akun buku besar.

bukti penerimaan kas untuk penerimaan tagihan (piutang).Sumber penyusunan neraca saldo adalah buku besar. Bentuk buku besar pembantu piutang sama dengan bentuk buku besar pembantu piutang. Langkah-langkah penyusunan neraca saldo: a. Memindahkan saldo akhir masing-masing akun ke dalam kolom debet atau kredit neraca saldo. Kesalahan dalam buku pembantu harus dibetulkan dalam buku pembantu dengan mendebet atau mengkredit rekening kreditor yang bersangkutan. b. Pencatatan dalam buku pembantu piutang Bukti transaksi yang dicatat dalam buku pembantu piutang meliputi faktur penjualan. Pencatatan dalam buku pembantu hutang • Buku pembantu hutang merupakan kumpulan akun kreditor (pihak kepada siapa perusahaan mempunyai hutang). Kesalahan mencatat dalam buku jurnal harus dibetulkan dengan pos jurnal koreksi yang dibuat dalam buku jurnal umum. sesuai dengan kelompok dan golongan kaun dalam buku besar. a. c. b. ABC Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT SALDO DEBET KREDIT • Sumber pencatatan: a) Faktur pembelian b) Bukti pengeluaran kas untuk membayar hutang c) Nota debet/kredit sebagai bukti pengembalian barang yang dibeli dengan pembayaran kredit (retur pembelian) → Selisih saldo akun hutang terjadi bila terjadi kesalahan dalam pencatatan transaksi dalam buku jurnal atau dalam buku pembantu hutang. Bentuk buku pembantu hutang: Nama kreditor: PT. Yang meliputi: buku besar pembantu hutang dan buku besar pembantu piutang. Pencatatan bukti transaksi dalam buku besar pembantu Buku pembantu adalah perluasan dari buku besar umum. . Menyusun semua akun buku besar dalam neraca saldo sesara berurutan. Menghitung saldo setiap akun buku besar per tanggal akhir suatu periode. note debet/kredit sebagai bukti retur penjualan atau pengurangan harga. 5.

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN 1. laporanlaporan lain yang dimuat dalam lampirannya (laporan sumber dana dan penggunaan dana). Data dakun-akun aktiva . Neraca b. Catatan dan skedul tambahan dan informasi lain yang menampung informasi tambahan yangrelevan dengan kebutuhan pemakai neraca dan laporan laba rugi. Neraca menggambarkan posisi (kemampuan) keuangan perusahaan pada saat tertentu.→ Selisih antara saldo akun piutang dengan jumlah piutang menurut buku pembantu piutang bias terjadi karena kesalahan mencatat transaksi dalam buku jurnal atau kesalahan mencatat dalam buku pembantu. kewajiban. Laporan sumber dan penggunaan dana menggambarkan dari mana dana diperoleh dan kemana dana digunakan. laporan perhitungan laba rugi. sementara dari data akun-akun kelompok penghasilan dan beban (akun nominal) disusun laporan laba rugi. 2. Hubungan laporan keuangan dengan buku besar Hasil akhir dari proses akuntansi adalah ikhtisar transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu periode yang disususn dalam bentuk laporan keuangan. Neraca dan laporan laba rugi itulah yang merupakan unsur utama dari laporan keuangan perusahaan. dan ekuitas (akun riil) disusun menjadi neraca. Laporan perubahan posisi keuangan (laporan arus kas) d. Kesalahan dalam buku pembantu dibetulkan dalam buku pembantu dengan mendebet atau mengkredit rekening debitor yang bersangkutan. Laporan keuangan meliputiunsur-unsur: a. Laporan laba rugi menggambarkan hasil usaha atau kinerja keuangan perusahaan. Macam-macam unsur laporan keuangan Laporan keuangan terdiri dari neraca. PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA A. . Laporan laba rugi c. IV.

Neraca • Berisi unsur-unsur yang berkaitan langsung dengan pengukuran posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. Kewajiban diklasifikasikan menjadi: a) Kewajiban lancar. gedung dalam proses penyelesaian. peralatan kantor). Yang termasuk aktiva tidak lancar adalah: investasi jangka panjang. adalah aktiva yang mempunyai masa kegunaan lebih dari satu tahun atau manfaatnya dapat dinikmati perusahaan dalam beberapa periode akuntansi. hutang beban. hutang yang timbul karena pembelian aktiva tetap. Yang tergolong dalam aktiva adalah : uang tunai. beban dibayar di muka. aktiva lain-lain (aktiva tetap yang telah habis masa penggunaannya. Antara lain: pinjaman obligasi. meliputi hutang-hutang yang harus dilunasi dalam jangka waktu tidaklebih dari satu tahun sejak tanggal neraca. wesel tagih jangka pendek. hutang hipotik. deposio berjangka pendek. 1) Aktiva Adalah sumberdaya dalam bentuk harta benda atau hak yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi di masa depan diperoleh perusahaan. Bentuk-bentuk laporan keuangan a. kendaraan. uang jaminan jangka panjang yang diterima dari pelanggan. . yaitu aktiva. sediaan. hutang pajak. aktiva tetap (tanah. Aktiva dikelompokkan menjadi: a) Aktiva lancar. surat-surat berharga yang segera dapat dijual. dan ekuitas. meliputi kas dan sumber-sumber daya lain yang dapat diharapkan menjadi kas atau dipakai havis dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun atau dalam siklus kegiatan normal. adalah hutang yang jatuh tempo pembayarannya setelah lewat waktu lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca. aktiva tidak bewujud. Antara lain: hutang kepda direksi. bagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo tidak lebih dari datu tahunsejak tanggal neraca. piutang usaha. Meliputi: hutang usaha/dagang. b) Kewajiban jangka panjang. uang muka penjualan. pos tempat menampung hutang yang tidak memenuhi syarat untuk diperlakukan sebagai hutang lancar dan hutang jangka panjang. c) Kewajiban lain-lain.1. b) Aktiva tidak lancar. hutang kepada perusahaan yang berafiliasi. piutang kepada pemegang saham) 2) Kewajiban Adalah hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu dan harus diselesaikan di masa akan datang dengan menyerahkan aktiva atau jasa (sumber daya perusahaan). hutang wesel/bayar. pendapatan yang ditangguhkan. kewajiban. gedung atau bangunan. pendapatan yang masih harus diterima. mesin-mesin. piutang lain-lain.

Hutang bank………………………… Hutang wesel……………………….. • Bentuk neraca: 1) Bentuk skontro PT SEGAR BUGAR NERACA 31 Desember 2003 (Dalam Ribuan Rupiah) AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas ………………………………. Surat-surat berharga ……………… Piutnag wesel ……………………. selisih penilaian kembali aktiva.. Hutang pajak………………………. adalh pinjaman dengan suatu perjanjian subordinasi. kewajiban melunasinya dilakukan setelah perusahaan melunasi suatu kewajiban tertentu. Gaji dibayar di muka……………… Jumlah aktiva lancar……………… INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi ………………………….d) Hutang yang disubordinasikan. Bangunan…………. tambahan modal disetor. Rp xx KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang usaha………………………. Jumlah kewajiban lancar…………… KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Hutang hipotik……………………… Jumlah kewajiban…………………… EKUITAS Modal Rini …………………………. cadangan umum. 3) Ekuitas Adalah sebagian hak residual (sisa) atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban atau dengan kata lain selisih antara aktiva dan kewajiban perusahaan. saldo laba belum dicadangkan).. Diklasifikasikan menjadi: modal yang disetor para pemegang saham. AKTIVA TETAP Tanah……………………………. Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx . saldo laba (cadangan tujuan. Piutang usaha……………………… Perlengkapan bengkel …………….. Hutang bunga………………………... Pendapatan diterima di muka………..

............ Rp xx Jumlah kewajiban ....... Rp xx Surat berharga .................................................................................................................................................................................................................................................... Penyusutan ........................................................................ Penyusutan ... Rp xx Akm........................... Rp xx Total kewajiban dan ekuitas ........................................................................... Rp xx Bangunan... Penyusutan…............Rp xx Hutang pajak .. (Rp xx) Rp xx Jumlah aktiva tetap ……………… Rp xx Total aktiva……………………….......................................................................................................................... Penyusutan…........................................................................................................................................................... Rp xx Akm....................................................................................................................................................................... Rp xx Perlengkapan.......................................................................................................................................................................................(Rp xx) Rp xx Peralatan ........................................................................................................ Rp xx KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang usaha ... Rp xx EKUITAS Modal Dimas ........... Rx xx Total aktiva ....................................... Rp xx Jumlah aktiva lancar ............................................................... Rp xx b......................................................................................................................................................................... Rp xx Jumlah kewajiban lancar ........ Rp xx Pendapatan diterima di muka ..................................................................................................... Rp xx Akm.........(Rp xx) Rp xx Jumlah aktiva tetap ................................. Rp xx Hutang bank ................................................................................. Rp xx Total kewajiban dan ekuitas ………… Rp xx 2) Bentuk vertikal (report form) PT SEGAR BUGAR NERACA 31 Desember 2003 AKTIVA LANCAR Kas ......................................... Laporan laba rugi • Adalah laporan mengenai penghasilan dan beban suatu perusahaan untuk suatu ................................................ Rp xx INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi – saham ........ Rp xx AKTIVA TETAP Tanah .......................... Rp xx Piutang usaha............................ (Rp xx) Rp xx Peralatan bengkel…........................................................Akm.................................................................................................................................................................................................... Rp xx KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Hutang hipotik .........................................................................

Laba atau rugi bersih dihitung dengan cara mengurangi total penghasilan dengan total beban. yaitu penghasilan yang diperoleh dari aktivitas di luar usaha pokok perusahaan. c. pendapatan sewa.periode tertentu. honorarium profesional. Demikian pula beban usaha dan beban di luar usaha. Laporan perubahan modal • Berisi informasi mengenai perubahan jumlah modal pemilik sumber-sumber yang . komisi. • Penghasilan  Meliputi pendapatan dari penjualan barang/jas. dan penghasilan sampingan. beban yanag timbul dari aktivitas di luar usaha pokok perusahaan. 2) MULTIPLE STEP dalam brntuk ini baik penghasilan maupun beban dipisah secara rinci antara pendapatan dan beban usaha dengan penghasilan dan beban di luar usaha. beban administrasi 2) beban di luar usaha. beban panjualan. deviden. • Bentuk laporan laba rugi: 1) SINGLE STEP penghasilan dab penghasilan di luar usaha diusun dalam satu kelompok. Penghasilan diakui sebagai: 1) pendapatan dari penjualan barang 2) pendapatan dari penjualan jasa 3) pendapatan yang diperoleh sebagai imbalan atas penggunaan sumber ekonomi perusahaan oleh pihak lain 4) keuntungan  penghasilan pada umumnya diklasifikasikan menjadi penghasilan utama yaitu penghasilan yang diperoleh dari aktivitas utama perusahaan. keuntungan dari penjualan surat berharga atau aktiva tetap. yaitu beban yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan aktivitas usaha pokok perusahaan. royalti. bunga. Dikelompokkan menjadi: 1) beban usaha. Meliputi: harga pokok penjualan. • Beban  Adalah berkurangya nilai aktiva tau bertambahnya keeajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak berhubungan dengan penarikan modal dan pembagian laba kepada penanam modal.

Laporan arus kas • Menunjukkan informasi darimana sumber penambahan kas perusahaan dan untuk apa kas itu digunakan. buku besar. akan diketahui bagaimana perusahaan menggunakan dana yang dimiliki. neraca saldo c. PENYUSUNAN NERACA LAJUR . ANNISA SALON LAPORAN PERUBAHAN MODAL Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2006 Modal ditahan per 1 Januari 2006 ……………………………………………………. alat tulis kantor (kertas. penghapus. formulirlaporan keuangan untuk neraca. berkurangnya ekuitas. buku pembantu b. 2. penambahan ekuitas. • Dengan menganalisis laporan arus kas. penggaris) f.mengakibatkan perubahannya. Rp xx Prive Anisa …………………………………………… Rp xx Penambahan modal ………………………………………………………………… Modal per 31 Desember 2006 ………………………………………………………… Rp xx Rp xx Rp xx d. • Perbedaan besarnya masing-masing pos dalam dua neraca yang menunjukkan penggunaan kas adalah: bertambahnya aktiva selain kas. berkurangnya hutang. Laba bersih tahun 2005 ………………………………. datar neraca akhir periode yang lalu d. bertambahnya akumulasi penyusutan aktiva tetap. formulir kertas kerja h. laporan laba rugi dan laporan arus kas B. alat hitung manual maupun elektronik g. Peralatan dan bahan yang diperlukan a. bukti transaksi penyesuaian e. berkurangnya harga perolehan aktiva tetap. bolpoint. buku jurnal umum. • Perubahan yang menunjukkan sumber kas: berkurangnya aktiva lancar selain kas. bertambahnya hutang. ensil.

Data pos jurnal penyesuaian selain dipindahbukukan ke dalam buku besar. PEMBUATAN JURNAL PENYESUAIAN 1. Dicatat sebagai aktiva. juga diperlukan dala penyesuaian neraca lajur. Akun yang digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas adalah akun aktiva. Penghasilan yang diterima di muka. Beban yang masih harus dibayar (accrued expense) • Adalah beban yang sudah terjadi tetapi belum diakui 2. Tujuan penyusunan neraca lajur • Penyusunan neraca lajur merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan. Penghasilan yang masih harus diterima. b. Dicatat sebagai beban. Ada cara pencatatan transaksi pengeluaran untuk beban yaitu: a. Beban yang dibayardi muka (prepaid expense) • Adalah pengeluaran untuk beban yang telah dicatat dalam suatu periode. Ada dua kemungkinan pencatatan yang dapat dilakukan pada saat terjadi transakis penerimaan kas. • D. dan dicatat sebagai hutang (dicatat dalam akun hutang). Untuk itu data yang diperlukan dalam penyelesaian neraca lajur meliputi data neraca saldo dan data jurnla penyesuaian pada akhir periode.1. PENYELESAIAN NERACA LAJUR . 2. c. Adalah penghasilan yang sudah diterima dalam suatu periode tetapi belum diakui sebagai penghasilan pada periode yang akan datang. tetapi manfaatnya untuk periode yang akan datang sehingga harus diakui sebagai beban periode yang akan datang. yaitu: dicatat sebagai pendapatan (akun buku besar yang digunakan adalah akun pendapatan). d. Adalah penghasilan yang sudah dapat direalisasi dalam suatu periode. tetapibelum diakui (dicatat) karena belum terjadi penyerahab (pertukaran). Data yangdiperlukan dalam penyusunan neraca lajur • Akun-akun yang tidak menunjukkan saldo yang seharusnya disesuaikan dengan membuat junal penyesuaian yang didukung dengan bukti memorial. Akun yang digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas adalah akun beban. C.

E. Memindahkan saldo akun-akun penghasilan dan beban dari kolom neraca saldo disesuaikan ke kolom ikhtisar laba rugi e. Menyusun data neraca saldo dalam kolom neraca saldo b. Penyusunan laporan laba rugi • Laporan laba rugi memuat informasi mengenai penghasilan yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode dan beban-beban yang secara langsung atau tidak lengsung berhubungan dengan usaha memperoleh penghasilan dalam periode yang . dan ekuitas dari klom neraca saldo disesuaikan ke kolom neraca f. dan dau belas kolom. delapan kolom. Menyusun neraca sald yang telah disesuaikan berdasar data kolom neraca saldo dan kolom penyesuaian d. Memeindahkan data pos-pos jurnal penyesuaian ke dalam kolom penyesuaian c. 2. Menghitung saldo laba atu rugi berdasar data pada kolom ikhtisar laba rugi. Penyusunan neraca • Komponen neraca suatu perusahaan terdiri atas aktiva. Dalam praktek biasanya yang diguakan adalah bentuk sepuluh kolom yaitu: Nomor Akun Akun Neraca Saldo D K Penyesuaian D K Neraca saldo disesuaiakn D K Ikhtisar Laba rugi D K Neraca D K 2. kewajiban. Memindahkan saldo akun-akun aktiva. Bentuk kertas kerja • Kertas kerja laporan keuangan (neraca lajur) dapat disusun dalam bentuk enam kolom.1. sepuluh kolom. Saldo laba atau rugi kemudian dipindahkan ke dalam kolom neraca. kewajiban dam ekuitas. Langkah-langkah penyelesaian kertas kerja a. PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DARI DATA NERACA LAJUR 1.

saldo akun ikhtisar laba rugi dan saldo akun prive. PEMBUATAN JURNAL PENUTUP 1. jurnal penutup diposting ke dalam nuku besar. dan prive bersaldo nol. c.bersangkutan. beban dan penambahan atau penarikan setoran modal. menyusun laporan arus kas. menyusun daftar perubahan pospos neraca dengan membandingkan data dua neraca. ikhtisar laba rugi. data yang diperlukan untuk menyusun laporan perubahan modal pemilik pada awal periode. G. 4. Sememtara penarikan modal oleh pemilik yang terjadi dalam suatu periode tampak dalam akun prive pemilik. 2. Memindahka saldo akun prive pemilik ke dalam akun modal pemilik. kertas kerja yang diperlukan untuk menyusun laporan laba rugi adalah data yang terdapat dalam kolom ikhtisar laba rugi. mengelompokkan perubahan tiap pos neraca dalam kolompok sumber dan penggunaan kas. • Laporan arus kas disusuna sebagai berikut: pertama. b. Prosedur pembuatan jurnal penutup a. PENYUSUNAN NERACA LAJUR SETELAH PENUTUPAN . Hubungan jurnal penutup dengan buku besar • Seperti jurnal lainnya. Memindahkan saldo akun-akun penghasilan dan saldo akun-akun beban ke dalam ikhtisar laba rugi. Setelah pos-pos jurnal penutup diposting. Transaksi terjadinya penghasilan dan beban dalam suatu periode diikhtisarakan dalam akun ikhtisar laba rugi. Sumber dan penggunaan kas dapat diketahui dengan cara membandingkan neraca akhir suatu periode dengan neraca akhirperiode berikutnya atau antara neraca awal dan neraca akhir suatu periode dengan memperhatikan informasi lain yang mendukung terjadinya perubahan pada tiap pos. Laporan arus kas • Menginformasikan daraimana kas diperoleh dan untuk apa kas digunakan dalam suatu periode. akun-akun penghasilan. Oleh karena itu. Memindahkan saldo akun ikhtisar laba rugi ke dalam akun modal pemilik. Dengan demikian. F. Ketiga. beban. Penyusunan laporan perubahan modal • Transaksi yang mengakibatkan perubahan ekuitas adalah transaksi terjdinya penghasilan. Kedua. 3.

000.Setelah akun-aku yang sifatnya sementara ditutup.000.000. Neraca saldo setelah penutupan henya memuat data saldo akunakun aktiva. Rama membayar gaji pegawai bulan ini Rp 1.800. sebelum proses akuntansi periode berikutnya dimulai.500. Keseimbangan saldo akun-akun aktiva. dan ekuitas setelah penutupan bukuharus diuji yatu dengan menyusun neraca saldo setelah penutupan. Tanggal 3 6 8 12 14 16 20 23 25 27 30 Rama membayar utang kepada Toko Rapi Rp 600.000.000.000. Jurnal pembalik pada dasarnya dibuat dengan tujuan untuk menghindari kekeliruan pencatatan selanjutnya.000. dan ekuitas. Setelah penutupan buku. SOAL LATIHAN Berikut ini adalah transaksi yang dilakukan sebuah perushaan reparasi kendaraan “RAMA” selama buan Desember 2004.00 Rama membayar beban listrik Rp 120.000.00 Rama membayar sewa tempat bulan Desember Rp 450. kewajiban. PEMBUATAN JURNAL PEMBALIK Adalah jurnal yang dibuat untuk mengembalika neraca saldo yang timbul dari pos penyesuaian ke dalam akun asalnya.000. misalnya pengeluaran yang telah diakui sebagai beban dalam suatu periode akuntansi. ketelitian pencatatan dalam akun-akun buku besar yang masih memiliki saldo perlu diteliti kembali.00 dan sisanya akan dibayar kemudian. H.000.00 Rama menerima pembayaran hasil reparasi Rp 1.500.00 dan iklan Rp 150. dibebankan lagi pada periode akuntansi selanjutnya.00 dari Toko Indah Solo tetapi baru dibayar Rp 1. beban dan akun sementara lainnya bersaldo nol. kewajiban.000.00 Rama membeli perlengkapan reparasi secera kredit dari toko Rapi Motor Rp 375.500. kewajiban.00 .00 Rama menerima pembayaran Rp 1.000.00 tetapi pembayarannya belum diterima dan faktur dikirim hari ini kepada CV Ardat Rama membeli peralatan reparasi Rp 6.200. Akun-akun yang masih bersaldo adalah akun-akun kelompok aktiva. akun-akun penghasilan. dan ekuitas.00 Rama mengambil uang untukkeperluan pribadi Rp 600.000. Rama menerima pembayaran dari debitur Tohari Rp 450.00 atas pekerjaan reparasi yang telah selesai dikerjakan.000.00 Rama telah menyelesaikan pekerjaan reparasi dengan nilai Rp 1.

00 6. peralatan Rp 15.000.00 4.000.000. Beban iklan Rp 150.000.200.00 2.000. Jurnal umunya 3. Beban sewa sebesar Rp 450.400.00 5. saldo utang usaha Rp 2. Posting buku besar dan buku pembantu 4. Gaji yang belum dibayar Rp 150.00.00.000.Dari data transaksi di atas.275.000. Analisis transaksi 2.000. pekerjaan yang telah selesai dikerjakan tetapi pembayarannya belum diterima dinilai sebesar Rp 1.000. Setelah dihitung sisa perlengkapan masih Rp 1.00 3.00 DATA PENYESUAIAN: 1.00. perlengkapan reparasi Rp 1.300. Penyelesaian siklus akuntansi dari perusahaan reparasi ”RAMA” Jika diketahui saldo kas 1 Desember 2004 Rp 6.500. dan modal RAMA Rp 21. Penyusutan peralatan Rp 450.000. anda diminta untuk membuat: 1.000.200.000.000.00.0 yang belum terpasang Rp 60. piutang usaha Rp 1.00.000.000.00 .

000 375.000 450.000 450.500.JAWABAN 1.000 1. Analisis transaksi Tanggal Des 3 6 8 12 14 16 20 23 Akun Kas Utang usaha Kas Pendapatan jasa Kas Piutang usaha Kas Beban sewa Kas Pendapatan jasa Perlengkaan reparasi Utang usaha Kas Beban listrik Beban iklan Piutang usaha D/K K D D K D K K D D K D K K D D D Jumlah (RP) 600.000 375.000 1.000 600.000 .000 1.000 1.000 450.000 150.000 120.200.500.800.000 450.000 270.000 1.200.

000 6.000 450.000 4.Tohari) Beban sewa Kas 14 (sewa tempat) Kas Pendapatan Jasa 16 (Jasa reparasi) Perlengkapan reparasi Utang usaha 20 (Toko Rapi Motor) Beban listrik Beban iklan 23 Kas Piutang usaha Pendapatan jasa 25 (CV Ardat) Peralatan reparasi Kas Utang usaha Ref D 600.000 1.000 375.000 K 600.000 1.500.000 150.800.000 120.500.200.500.000 1.500.000 4.000 1.000 375.500.000 1.000 450.000 600.500.000 1.000 450.000 1.000 6.000.000 .800.500.25 27 30 Pendapatan jasa Peralatan reparasi Kas Utang usaha Kas Beban gaji Kas Prive Rama K D K K K D K D 1.000 2.200.000 450.000 1.000.000 1.000 600.800.000 270. Jurnal umum Tanggal Des’04 3 Akun Utang usaha Kas 6 (Toko Rapi Motor) Kas Pendapatan reparasi 8 (Jasa perbaikan) Kas Piutang Usaha 12 (Tn.000 1.500.

830.330.500.900.000 Saldo K No : 15 Ref 1 D 375.350.000 6.000 K 600.500.000 270.550.100.000 7.000 750.000.000 600.000 1.000 Saldo K No: 16 Ref D K D Saldo K Akun: Piutang Usaha Tgl Des ’04 1 8 23 Keterangan Saldo Akun: Perlengkapan Reparasi Tgl Des ’04 1 16 Keterangan Saldo Akun: Peralatan Reparasi Tgl Keterangan .230.000 D 6.000 4.000 450.000 600.000 K 450.000 - 1.000 7.830.000 30 3.500. Posting buku besar (dalam rupiah) Akun : Kas Tgl Des ’04 1 3 6 8 12 14 20 25 27 30 Keterangan Saldo 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Ref D 1.000 5.500.900.875.000 1.200.000 2.000 K D 1.000 1.000 4.000 1.500.200.27 (Toko Indah Solo) Beban gaji Kas (gaji bulan ini) Prive Rama Kas (keperluan pribadi) 1.000 6.800.000 6.000 No: 11 Saldo K No : 12 Ref 1 1 D 1.000 8.000 D 1.000 450.400.000 600.500.

500.000 1.000.000 6.800.000 No: 51 Saldo K - Akun: Beban Gaji Tgl Des ’04 27 Keterangan Ref 1 D 1.800.000 K D 1.000 K D 600.000 D - No : 41 Saldo K 1.000 No : 52 Saldo K - .000 K 375.000 No : 21 Akun: Utang usaha Tgl Des ’04 1 3 16 25 Keterangan Saldo 1 1 1 Ref D 600.500.175.000 2.000.675.000 2.000 No : 31 Akun : Modal RAMA Tgl Des ’04 1 Keterangan Saldo Ref D K D - Saldo K 21.Des ’04 1 25 Saldo 1 600.000 4.000 21.000 4.500.500.000 Akun: Beban Sewa Tgl Des ’04 12 Keterangan Ref 1 D 450.000 Akun: prive RAMA Tgl Des ’04 30 Keterangan Ref 1 D 600.000 1.000 - 15.000 No : 32 Saldo K - Akun : Pendapatan Reparasi Tgl Des ’04 6 14 23 Keterangan Ref 1 1 1 D K 1.400.000 D - Saldo K 2.700.300.500.000 K D 450.000 1.200.500.

Akun: Beba listrik Tgl Des ’04 20 Keterangan Ref 1 D 120.000 K D 120.000 K D 150.000 No : 53 Saldo K - Akun : Beban iklan Tgl Des ’04 20 Keterangan Ref 1 D 150.000 No : 54 Saldo K - 4. Penyelesaian siklus akuntansi REPARASI KENDARAAN RAMA NERACA SALDO Per 31 Desember 2004 No Akun Nama Akun D K .

000 4.000 150.000 450.300.000 120.000 21.00 32.000 REPARASI KENDARAAN RAMA AYAT JURNAL PENYESUAIAN Tanggal Des 31 Akun/keterangan Peyesuaian: Beban perlengkapan reparasi Perlengkapan reparasi Beban penyusutan peralatan Akm.000 K 600.000 150.000 1.230. Penyusutan Peralatan Piutang usaha Pendapatan reparasi Sewa dibayar di muka Beban sewa Beban gaji Ref D 600.11 12 13 4 21 31 32 41 51 52 53 54 Kas Piutang usaha Perlengkapan reparasi Peralatan reparasi Utang usaha Modal RAMA Prive RAMA Pendapatan reparasi Beban sewa Beban gaji Beban listrik Beban iklan 4.000 1.475.475.000 21.000 32.000 2.000 1.000 450.200.000 450.000.200.500.000 150.500.000 600.550.000 - Des 31 .000 150.000 1.675.000 6.875.

000 600.Utang gaji Iklan dibayar dimuka Beban iklan 60.000 .000 2.700.000 2.000 600.700.490.000 REPARASI KENDARAAN RAMA JURNAL PENUTUP Tanggal Des 31 Akun Penutupan: Pendapatan jasa Ikhtisar L/R Ikhtisar L/R Beban sewa Beban gaji Beban listrik Beban iklan Beban perlengkapan Beban penyusutan peralatan Ikhtisar L/R Modal RAMA Modal RAMA Prive RAMA Ref D 5.000 300.000 K 5.000 90.000 3.490.650.000 60.210.000 450.000 120.000 1.000 600.000 - 150.

000 K 450.200.000 23.000 No : 15 Saldo K No : 17 D K 450.000 1.000 D 1.000 D Saldo K 450.750.000 K D 150.000 750.000 No : 12 Saldo K No : 13 Ref 2 D 150.000 2.000 1.000 Saldo K - Akun : Sewa dibayar di muka Tgl Des ’04 31 Keterangan Penyesuaian Akun: Iklan dibayar di muka Tgl Des ’04 31 Keterangan Penyesuaian Ref 2 D 60.000 1.650.875.000 No : 14 Saldo K - Akun: Perlengkapan reparasi Tgl Des ’04 1 16 31 Keterangan Saldo Penyesuaian 1 2 Ref D 375.000 23.490.000 Akun : Akumulasi penyusutan peralatan Tgl Des ’04 31 Keterangan Penyesuaian Ref 2 Akun : Modal RAMA Tgl Des ’04 1 31 Keterangan Saldo Penutup Penutup Ref 3 3 D 600.500.000 3.000 K 600.300.190.000 K 2.790.000 D 1.200.000 D - No : 31 Saldo K 21.000 .275.800.POSTING JURNAL PENYESUAIAN DAN JURNAL PENUTUP Akun: Piutang usaha Tgl Des ’04 1 8 23 31 Keterangan Saldo Penyesuaian 1 1 2 Ref D 1.000 K D 60.

000 K 600.000 300.000 5.700.500.800.000 1.000 150.000 Saldo K - Akun : Pendapatan reparasi Tgl Des ’04 6 14 23 31 31 Keterangan Penyesuaian Penyesuaian Akun : Beban sewa Tgl Des ’04 12 31 31 Keterangan Penyesuaian Penutup Akun : Beban gaji Tgl Des ’04 27 31 31 Keterangan Penyesuaian Penutup Akun : Beban listrik No : 53 .700.000 D 600.550.000 K 150.000 Saldo K No : 52 Ref 1 2 3 D 1.700.500.000 K 1.500.000 1.210.650.000 2.000 300.490.000 No : 41 Ref 1 1 1 2 3 D 5.500.000 4.000 D 1.000 K 1.700.000 1.000 No: 51 Ref 1 2 3 D 450.000 D Saldo K 1.490.000 - No : 32 Saldo K - Akun : Ikhtisar L/R Tgl Des ’04 31 31 31 Keterangan Penutup Penutup penutup Ref 3 3 3 D 3.000 1.000 2.000 D 450.700.000 2.Akun : Prive RAMA Tgl Des ’04 30 31 Keterangan Penutup Ref 1 3 D 600.500.000 K 5.200.000 D - No : 33 Saldo K 5.200.

000 K 600.000 150.000 K 60.000 - Saldo K No : 54 Akun : Beban iklan Tgl Des ’04 20 31 31 Keterangan Penyesuaian Penutup Ref 1 2 3 D 150.Tgl Des ’04 20 31 Keterangan penutup Ref 1 3 D 120.230.000 60.000 - Saldo K No : 55 Akun : Beban perlengkapan Tgl Des ’04 31 31 Keterangan Penyesuaian Penutup Ref 2 3 D 600.000 D 150.750.000 90.000 D 600.000 K - .000 K 450.000 - Saldo K - REPARASI KENDARAAN RAMA NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN Per 31 Desember 2004 No Akun 11 12 13 14 Nama Akun Kas Piutang usaha Sewa dibayar di muka Iklan dibayar di muka D 4.000 - K 120.000 D 450.000 - Saldo K No : 56 Akun : Beban penyusutan peralatan Tgl Des ’04 31 31 Keterangan Penyesuaian Penutupan Ref 2 3 D 450.000 3.000 D 120.000 90.

550.000 450.465.000 30.000 60.15 16 17 21 22 31 Perlengkapan reparasi Peralatan reparasi Akm.000 150.000 23.000 30.000 3.000 (450.750. Penyusutan peralatan Utang usaha Utang gaji Modal RAMA 1.000 60.000 21.000 6. Penyusutan peralatan reparasi 4.000) 20.000 .000 REPARASI KENDARAAN RAMA JURNAL UMUM Tanggal Jan ’04 1 Akun/keterangan Pembalikan Beban sewa Sewa dibayar di muka Beban iklan Iklan dibayar di muka Utang gaji Beban gaji Ref D 150.000 60.465.000 21.000 150.230.190.000 1.000 K 150.000 150.275.275.000.675.000.000 REPARASI KENDARAAN RAMA NERACA Per 31 Desember 2004 (dalam rupiah) Harta Kas Piutanh usaha Sewa dibayar di muka Iklan dibayar di muka Perlengkapan reparasi Peralatan reparasi Akm.000 150.

000 6.000 REPARASI KENDARAAN RAMA LAPORAN PERUBAHAN MODAL Per 31 Desember 2004 (dalam rupiah) Modal RAMA awal periode Sisa laba Pengambilan prive Penambahan modal 21.000 600.000 (3.000 150.000 450.000 (600.490.015.000 REPARASI KENDARAAN RAMA LAPORAN LABA / RUGI Per 31 Desember 2004 (dalam rupiah) Pendapatan reparasi Beban-beban Beban sewa Beban gaji Beban listrik Beban iklan Beban perlengkapan Beban penyusutan peralatan Jumlah beban Sisa laba 5.000) 2.000 90.890.000 23.000 30.210.190.000 2.675.000) 1.490.650.000 .000 300.700.825.000 1.000 6.Jumlah harta Utang da Modal Utang usaha Utang gaji Jumlah utang Modal Jumlah modal 30.300.000 120.015.

000) (600.000.190.000) 330.000) (2.700.000) (450.000 (1.280.000 REPARASI KENDARAAN RAMA LAPORAN ARUS KAS Per 31 Desember 2004 Arus kas dari aktivitas Penerimaan: Penerimaan dari pelanggan (pendapatan) Penerimaan dari pelanggan (piutang) Total penerimaan kas Pembayaran: Untuk pemasok (utang) Untuk karyawan Untuk sewa Untuk listrik dan iklan Total pembayaran Arus kas keluar bersih dari aktivitas operasi Arus kas dari aktivitas investasi Penerimaan Pembayaran: Pembelian peralatan Arus kas keluar bersih dari aktivitas investasi Arus kas dari aktivitas pendanaan: Penerimaan Pembayaran: Penarikan oleh pemilik Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan Penurunan kas bersih Kas pada awal periode Kas pada akhir periode 2.000) (270.Modal RAMA akhir periode 23.500.000 .000 3.000) (1.000 450.150.500.000 (600.000 4.000) (600.000) (1.000) 6.000) (1.230.500.770.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful