P. 1
Bahan Ajar 1

Bahan Ajar 1

|Views: 128|Likes:
Published by Amin Yulistyo

More info:

Published by: Amin Yulistyo on May 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2014

pdf

text

original

“ BAHAN AJAR ”

Disusun Oleh:

MATERI: 1. PENGELOLAAN BUKTI TRANSAKSI 2. PENGELOLAAN BUKU JURNAL 3. PENGELOLAAN BUKU BESAR 4. PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

I.

PENGELOLAAN BUKTI TRANSAKSI

A. PENYIAPAN BUKTI TRANSAKSI
Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk menyiapkan bukti transaksi: 1. Formulir bukti transaksi 2. Alat tulis (kertas, pensil, bolpoint, penghapus, penggaris) 3. Mesin tulis (ketik) manual atau elektronik 4. Alat hitung seperti mesin hitung manual atau elektronik

B. ANALISIS BUKTI TRANSAKSI 1. Karakteristik keabsahan transaksi Karakteristik atau cirri-ciri keabsahan bukti transaksi adalah memenuhi a. Keabsahan formil, dalam arti transaksi dilakukan melalui prosedur formal yang ditunjukkan dalam bukti transaksi dengan tanda tangan pihak-pihak yang terkait dan mempunyai kewenangan untuk melakukan transaksi yang bersangkutan. b. Keabsahan materiil, dalam arti perhitungan nilai uang yang terkait dengan transaksi yang bersangkutan dilakukan dengan benar sehingga menghasilkan jumlah uang yang seharusnya. 2. Kegiatan analisis bukti transaksi a. Bukti transaksi suatu perusahaan dibedakan menjadi 2:

• Bukti intern: bukti transaksi yang dibuat dan dikeluarkan oleh perusahaan yang bersangkutan, sehingga yang dijadikan sumber dan dokumen pencatatan oleh perusahaan biasanya lembar kedua (copy), sementara yang asli diserahkan kepada pihak luar yang terkait. • Bukti ekstern: bukti transaksi yang diterima perusahaan dari pihak luar yang membuat dan mengeluarkan bukti transaksi yang bersangkutan. b. Analisis bukti transaksi meliputi kegiatan: • Identifikasi (penentuan) keabsahan fisik bukti transaksi • Identifikasi transaksi (transaksi apa) dan meneliti apakah transaksi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan atau tidak. • Menentukan kebenaran penghitungan nilai uang. • Menentukan kaun-akun buku besar dan jumlah rupiah yang harus di debet dan di kredit sebagai akibat terjadinya transaksi.

C. PENYIMPANAN BUKTI TRANSAKSI Pada jurnal dan buku besar, transaksi yang sudah dicatat diarsipkan dengan pengelompokan sebagai berikut: 1. Kelompok dokumen penjualan kredit, untuk arsip faktur penjualan. 2. Kelompok dokumen pembelian kredit, untuk arsip faktur faktur pembelian. 3. Kelompok dokumen penerimaan kas, untuk arsip bukti transaksi penerimaan uang (kas). 4. Kelompok dokumen pengeluaran kas, untuk arsip bukti transaksi pengeluaran kas. 5. Kelompok dokumen memorial, untuk arsip bukti transaksi lainnya (transaksi intern).

D. JENIS-JENIS BUKTI TRANSAKSI 1. Kuitansi 2. : bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu. Cek : surat perintah kepada bank dari orang yang menandatanganinya, untuk membayarakan sejumlah uang yang tertulis di dalam cek kepada orang yang namanya ditulis dalam cek. Bilyet giro : surat perintah dari nasabah suatu bank

3.

pensil. 7. II. untuk mencatat suatu peristiwa atau keadaan yang sifatnya intern.kepada bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke dalam rekening yang namanya tertulis dalam bilyet giro pada bank yang sama atau pada bank lain. Bukti transaksi yang telah dinyatakan abash b. Identifikasi data transaksi . PERSIAPAN PENGELOLAAN BUKU JURNAL 1. 6. Formulir laporan 2. Buku jurnal baik jurnal umum maupun jurnal khusus c. penghapus. penggaris) d. Faktur: bukti transaksi pembelian atau penjualan barang dengan pembayaran kredit Nota kontan : tunai. Alat hitung baik manual maupun elektronik e. bolpoin. bukti transaksi pembelian atau penjualan Nota kredit/debet : bukti transaksi penerimaan kembali barang yang telah dijual secara kredit (retur penjualan). Alat tulis kantor (kertas. atau pengurangan harga faktur karena barang sebagian rusak atau kualitasnya yang tidak sesuai dengan pesanan. 5. 4. Bukti memorial : bukti transaksi intern dalam bentuk memo dari pejabat dalam perusahaan kepada bagian akuntansi. PENGELOLAAN BUKU JURNAL A. Peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal a.

Kuantum (banyaknya) satuan barang yang dijual d. Penjualan barang atau jasa. Pembelian peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dalam pelaksanaan aktivitas usaha perusahaan. Harga satuan barang yang dijual e. Transaksi perusahaan • Transaksi-transaksi yang umumnya terjadi dalam suatu perusahaan adalah sebagai berikut: a. c. 2. . Pembayaran hutang kepada kreditor. PPN dan jumlah rupiah terhutang B. PENCATATAN TRANSAKSI DALAM BUKU JURNAL UMUM 1. e. tipe barang yang dijual c. Nama debitor kepada siapa barang dijual b. Penerimaan setoran modal dari penanam modal (pemilik). Penerimaan tagihan (piutang) dari debitor. Pembayaran beban-beban • Transaksi yang menyangkut pihak ekstern perusahaan disebut transaksi ekstern. Pencatatan transaksi dalam buku jurnal • Bentuk standar buku jurnal yang digunakan: Tanggal Nomor Bukti Akun Ref DEBET KREDIT • Mencatat transaksi dalam jurnal adalah mencatat penambahan atau pengurangan saldo akun yang terkait dengan cara mendebet atau mengkredit akun yang bersangkutan. Jenis. f. Sementara trnsaksi dalam bentuk keadaan yang timbul dalam perusahaan dan harus dicatat sehubungan dengan penerapan konsep (azas) akuntansi yang lazim disebut transaksi intern.Data yang harus ada untuk kepentingan akuntansi meliputi: a. d. b. Jumlah rupiah harga barang.

PENGELOLAAN BUKU BESAR A. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN YANG DIPERLUKAN Peralatan dan bahan yang diperlukan: . 3. • Sifat akun-akun penghasilan dan beban berhubungan denganpengaruhnya terhadap ekuitas. Akun ekuitas di debet jika terjadi pengurangan dan di kredit jika terjadi penambahan. Terjadinya penghasilan dicatat di sisi kredit akun penghasilan. Terjadinya beban dicatat debet akun beban. kewajiban. bisa juga secara periodik misalnya tiap hari kerja. • Posisi akun-akun kewajiban dan ekuitas dalam neraca adalah di sisi kredit. Secara periodik. Rekapitulasi jurnal umum • Posting data jurnal umum bias dilakukan tiap pos jurnalpada tanggal terjadi transaksi. ekuitas. • Posisi akun-akun aktiva dalam neraca adalah debet. • Pengaruh transaksi terjadinya beban mengakibatkan terjadinya pengurangan terhadap ekuitas.• Akun-akun yang digunakan dalam perusahaan dapat dikelompokkan dalam lima kelompok yaitu: aktiva. dan beban. tiap akhir minggu atau tiap akhir bulan. III. data jurnal untuk suatu periode tertentu dibuat lebih dahulu ikhtisar (rekapitulasi). penghasilan.

BENTUK BUKU BESAR Buku besar adalah kumpulan akun-akun yang digunakan oleh perusahaan sehingga bentuk buku besar adalah bentuk (format) akunnya sendiri. atau empat kolom. 3. Akun bentuk tiga kolom Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT SALDO Dalam akun bentuk tiga kolom setiap terjadi pencatatan baik di kolom debet maupun kredit harus diikuti dengan pencatatan saldo. C. TEKNIK PENGKODEAN AKUN . Akun bentuk empat kolom Tanggal Keterangan Ref DEBET KREDIT SALDO DEBET KREDIT Perbedaan pengisian akun bentuk tiga kolom dan empat kolom terletak pada penampilan saldo. begitu juga sebaliknya. Bias dalam bentuk dua kolom. Apabila jumlah sisi debet lebih besar daripada jumlah sisi kredit maka disebu selisih debet. penghapus. pemggaris) 4. Dengan demikian saldo tiap akun setiap saat dapat diketahui tanpa harus menghitung terlebig dahulu sisi debet dan kredit. 1. pensil. Dalam penggunaan akun bentuk empat kolom saldo suatu akun lebih jelas ditampilkan. tiga kolom. Format-format laporan B. Alat hitung baik manual ataupun elektronik 5. artinya akan tampak apak saldi debet atau saldo kredit. untuk mengetahui saldo suatu akun sisi debet dan sisi kredit masing-masing harus dijumlahkan terlebih dahulu. Akun bentuk dua kolom Tgl Keterangan Ref DEBET Tgl Keterangan Ref KREDIT Dalam penggunaan akun dalam bentuk dua kolom.1. Data transaksi yang sudah tercatat dalam buku jurnal 2. bolpoint. 2. Buku besar umum dan buku besar pembantu 3. Alat tulis kantor (kertas.

Untuk akun beban b. Nomor kode 1 2 Untuk kelompok akun aktiva Unutk kelompok akun kewajiban Nomor kode . Kode kelompok (numerial group code) dengan metode ini setiap kelompok. angka kedua menunjukkan golongan akun. Akun-akun neraca (real akun) 1) Kelompok akun aktiva 2) Kelompok akun kewajiban 3) Kelompok akun ekuitas b. angka ketiga sub golongan akun. bergantung pada banyaknya sub golongan pada tiap golongan dan banyaknya kaun pada sub golongan. pemeriksaan dan mencari suatu akun jika diperlukan. Akun-akun laba rugi (nominal akun) 1) Kelompok akun penghasilan 2) Kelompok akun beban 2. Penggolongan akun buku besar Akun-akun buku besar dibagi menjadi lima kelompok: a. golongan dan sub golongan akun diberi nomor kode sehingga setiap nomor akun menunjukkan kelompok.. angka yag digunakan dapatdimulai dari angka tertentu bergantung kepada banyaknya akun dalam buku besar. Apabila nomor akun terdiri atas empat digit.1. Oleh karena itu nomor kode akun bias terdiri dari empat angka (digit) atau lima angka. dan angka keempat nama akun yang bersagkutan. dan sub golonganakun yang bersangkutan. Kode akun numerial angka berurutan (sequential number code) Dengan metode ini akun buku besar diberi nomor secara berurutan. misalnya 100-119 Untuk akun aktiva lancar (current assets) 120-129 Untuk akun investasi jangka panjang (investment) 130-139 Untuk kaun aktiva tetap (fixed assets) 140-149 Untuk akun hutang (liabelities) 150-159 Untuk akun ekuitas (owner’s equity) 060-169 Untuk akun penghasilan 019-…. golongan. Teknik pengkodean akun Metode-metode penyusunan akun dalam buku besar bertujuan untuk memudahkan prosespencatatan. angka pertama menunjukkan kelompok akun. Metode pemberian nomor akun antara lain: a.

1112 Kas Kecil. 1 1 1 1 Nama akun : Kas Subgolongan akun : Kas dan bank Golongan akun Kelompok akun c. sub golongan kas dan bank. kemudian secara kolektif diposting ke dalam buku besar. Penyusunan daftar saldo akun buku besar Daftar saldo dalam buku besar atau lebig dikenal dengan neraca saldo (trial balance) adalah suatu daftar yang memuat informasi mengenai saldo-saldo akun buku besar suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. 4. Dapat juga secara periodik misalnya pada akhir kegiatan setiap hari dibuat rekapitulasi (ringkasan) dari data pos-pos jurnal. Kode desimal Dalam menerapkan kode desimal. Nomor tersebut menunjukkan : Angka 5 1 3 1 Kelompok beban Kelompok beban usaha Kelompok beban administrasi Kelompok beban gaji : Aktiva lancar : Aktiva 3. Nomor kode akun kas 1111 menunjukkan makna sebagai berikut.. Bentuk neraca saldo: Nomor Akun Akun DEBET Neraca Saldo KREDIT . Bagian pertama menunjukkan klasifikasi primer yaitu klasifikasi akun buku besar. nomor kode akun dibagi menjadi dua bagian yang dipisahkan dengan tanda titik. Pemindahbukuan data jurnal ke dalam buku besar (posting) Pemindahbukuan atau posting data jurnal ke dalam buku besar dilakukan untuk setiap pos jurnal secara individual. Bagian kedua menunjukkan klasifikasi sekunder yaitu klasifikasi dalam jenis akun yang bersangkutan. 1113 Selisih Kas. Misalnya akun beban gaji diberi nomor kode klasifikasi primer 5131. golongan aktiva lancer. Misalnnya dalam sub golongan kas dan bank terdapat akun-akun dengan nomor kode : 1111 Kas.3 4 5 Unutk kelompok akun ekuitas Untuk kelompok akun penghasilan Untuk kelompok akun beban Akun kas termasuk kelompok aktiva.

5. note debet/kredit sebagai bukti retur penjualan atau pengurangan harga. Yang meliputi: buku besar pembantu hutang dan buku besar pembantu piutang. Pencatatan dalam buku pembantu hutang • Buku pembantu hutang merupakan kumpulan akun kreditor (pihak kepada siapa perusahaan mempunyai hutang). b. sesuai dengan kelompok dan golongan kaun dalam buku besar. Bentuk buku pembantu hutang: Nama kreditor: PT. c. Kesalahan mencatat dalam buku jurnal harus dibetulkan dengan pos jurnal koreksi yang dibuat dalam buku jurnal umum. Pencatatan bukti transaksi dalam buku besar pembantu Buku pembantu adalah perluasan dari buku besar umum. Bentuk buku besar pembantu piutang sama dengan bentuk buku besar pembantu piutang. Kesalahan dalam buku pembantu harus dibetulkan dalam buku pembantu dengan mendebet atau mengkredit rekening kreditor yang bersangkutan. . Pencatatan dalam buku pembantu piutang Bukti transaksi yang dicatat dalam buku pembantu piutang meliputi faktur penjualan. a. Menyusun semua akun buku besar dalam neraca saldo sesara berurutan.Sumber penyusunan neraca saldo adalah buku besar. Menghitung saldo setiap akun buku besar per tanggal akhir suatu periode. ABC Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT SALDO DEBET KREDIT • Sumber pencatatan: a) Faktur pembelian b) Bukti pengeluaran kas untuk membayar hutang c) Nota debet/kredit sebagai bukti pengembalian barang yang dibeli dengan pembayaran kredit (retur pembelian) → Selisih saldo akun hutang terjadi bila terjadi kesalahan dalam pencatatan transaksi dalam buku jurnal atau dalam buku pembantu hutang. bukti penerimaan kas untuk penerimaan tagihan (piutang). Langkah-langkah penyusunan neraca saldo: a. Memindahkan saldo akhir masing-masing akun ke dalam kolom debet atau kredit neraca saldo. b.

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN 1. Neraca b. . sementara dari data akun-akun kelompok penghasilan dan beban (akun nominal) disusun laporan laba rugi. Macam-macam unsur laporan keuangan Laporan keuangan terdiri dari neraca. Kesalahan dalam buku pembantu dibetulkan dalam buku pembantu dengan mendebet atau mengkredit rekening debitor yang bersangkutan. Neraca menggambarkan posisi (kemampuan) keuangan perusahaan pada saat tertentu. laporan perhitungan laba rugi. Hubungan laporan keuangan dengan buku besar Hasil akhir dari proses akuntansi adalah ikhtisar transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu periode yang disususn dalam bentuk laporan keuangan. Laporan perubahan posisi keuangan (laporan arus kas) d. dan ekuitas (akun riil) disusun menjadi neraca. Catatan dan skedul tambahan dan informasi lain yang menampung informasi tambahan yangrelevan dengan kebutuhan pemakai neraca dan laporan laba rugi.→ Selisih antara saldo akun piutang dengan jumlah piutang menurut buku pembantu piutang bias terjadi karena kesalahan mencatat transaksi dalam buku jurnal atau kesalahan mencatat dalam buku pembantu. 2. PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA A. Laporan keuangan meliputiunsur-unsur: a. Laporan sumber dan penggunaan dana menggambarkan dari mana dana diperoleh dan kemana dana digunakan. kewajiban. IV. Neraca dan laporan laba rugi itulah yang merupakan unsur utama dari laporan keuangan perusahaan. Laporan laba rugi menggambarkan hasil usaha atau kinerja keuangan perusahaan. laporanlaporan lain yang dimuat dalam lampirannya (laporan sumber dana dan penggunaan dana). Data dakun-akun aktiva . Laporan laba rugi c.

Yang termasuk aktiva tidak lancar adalah: investasi jangka panjang. Bentuk-bentuk laporan keuangan a. aktiva lain-lain (aktiva tetap yang telah habis masa penggunaannya.1. beban dibayar di muka. . pos tempat menampung hutang yang tidak memenuhi syarat untuk diperlakukan sebagai hutang lancar dan hutang jangka panjang. aktiva tidak bewujud. Yang tergolong dalam aktiva adalah : uang tunai. pendapatan yang masih harus diterima. hutang beban. kendaraan. Antara lain: pinjaman obligasi. Meliputi: hutang usaha/dagang. hutang kepada perusahaan yang berafiliasi. wesel tagih jangka pendek. hutang wesel/bayar. sediaan. piutang lain-lain. Kewajiban diklasifikasikan menjadi: a) Kewajiban lancar. kewajiban. adalah hutang yang jatuh tempo pembayarannya setelah lewat waktu lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca. Aktiva dikelompokkan menjadi: a) Aktiva lancar. gedung atau bangunan. hutang hipotik. c) Kewajiban lain-lain. deposio berjangka pendek. meliputi kas dan sumber-sumber daya lain yang dapat diharapkan menjadi kas atau dipakai havis dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun atau dalam siklus kegiatan normal. adalah aktiva yang mempunyai masa kegunaan lebih dari satu tahun atau manfaatnya dapat dinikmati perusahaan dalam beberapa periode akuntansi. dan ekuitas. 1) Aktiva Adalah sumberdaya dalam bentuk harta benda atau hak yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi di masa depan diperoleh perusahaan. Antara lain: hutang kepda direksi. piutang usaha. piutang kepada pemegang saham) 2) Kewajiban Adalah hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu dan harus diselesaikan di masa akan datang dengan menyerahkan aktiva atau jasa (sumber daya perusahaan). yaitu aktiva. b) Kewajiban jangka panjang. peralatan kantor). mesin-mesin. hutang pajak. surat-surat berharga yang segera dapat dijual. bagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo tidak lebih dari datu tahunsejak tanggal neraca. hutang yang timbul karena pembelian aktiva tetap. pendapatan yang ditangguhkan. aktiva tetap (tanah. Neraca • Berisi unsur-unsur yang berkaitan langsung dengan pengukuran posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. gedung dalam proses penyelesaian. uang jaminan jangka panjang yang diterima dari pelanggan. b) Aktiva tidak lancar. meliputi hutang-hutang yang harus dilunasi dalam jangka waktu tidaklebih dari satu tahun sejak tanggal neraca. uang muka penjualan.

Diklasifikasikan menjadi: modal yang disetor para pemegang saham. Piutang usaha……………………… Perlengkapan bengkel ……………. adalh pinjaman dengan suatu perjanjian subordinasi. selisih penilaian kembali aktiva.. AKTIVA TETAP Tanah……………………………. saldo laba (cadangan tujuan.d) Hutang yang disubordinasikan. saldo laba belum dicadangkan). 3) Ekuitas Adalah sebagian hak residual (sisa) atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban atau dengan kata lain selisih antara aktiva dan kewajiban perusahaan. Pendapatan diterima di muka………. Hutang bunga………………………. Gaji dibayar di muka……………… Jumlah aktiva lancar……………… INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi …………………………. Jumlah kewajiban lancar…………… KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Hutang hipotik……………………… Jumlah kewajiban…………………… EKUITAS Modal Rini …………………………. Surat-surat berharga ……………… Piutnag wesel …………………….. Bangunan…………. • Bentuk neraca: 1) Bentuk skontro PT SEGAR BUGAR NERACA 31 Desember 2003 (Dalam Ribuan Rupiah) AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas ………………………………. Hutang bank………………………… Hutang wesel……………………….. Rp xx KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang usaha………………………. tambahan modal disetor.. Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx . cadangan umum. Hutang pajak……………………….. kewajiban melunasinya dilakukan setelah perusahaan melunasi suatu kewajiban tertentu...

............................................................................................................. Rp xx Total kewajiban dan ekuitas ..................................................................................Akm............................................................................................................................................................................................................(Rp xx) Rp xx Peralatan ............... Rp xx Pendapatan diterima di muka ....... Rp xx Piutang usaha.... Rp xx KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Hutang hipotik ..................................... Rp xx Jumlah aktiva lancar ............................................................................................................................(Rp xx) Rp xx Jumlah aktiva tetap ................................................................. Rp xx Jumlah kewajiban lancar ................. (Rp xx) Rp xx Jumlah aktiva tetap ……………… Rp xx Total aktiva………………………............ Rp xx Jumlah kewajiban . Rp xx Akm............................................................................................................. (Rp xx) Rp xx Peralatan bengkel….................... Rp xx Perlengkapan. Rp xx KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang usaha ..............................................................................................Rp xx Hutang pajak ............. Rp xx AKTIVA TETAP Tanah ......................................................................................................................... Penyusutan….................................................................................................................................................... Penyusutan ........... Penyusutan…................................................................. Rp xx Hutang bank ............................................................ Rp xx EKUITAS Modal Dimas ...................................................................................................................... Laporan laba rugi • Adalah laporan mengenai penghasilan dan beban suatu perusahaan untuk suatu ...................................................................................................................... Rp xx Bangunan......... Penyusutan ...................................................................................................................... Rp xx Total kewajiban dan ekuitas ………… Rp xx 2) Bentuk vertikal (report form) PT SEGAR BUGAR NERACA 31 Desember 2003 AKTIVA LANCAR Kas ............................................................................................................................... Rp xx b.. Rp xx Surat berharga ..................................................................................................................................................... Rx xx Total aktiva ............ Rp xx INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi – saham ..................................................................................................... Rp xx Akm...................................... Rp xx Akm......................................................................

Laba atau rugi bersih dihitung dengan cara mengurangi total penghasilan dengan total beban. yaitu beban yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan aktivitas usaha pokok perusahaan. 2) MULTIPLE STEP dalam brntuk ini baik penghasilan maupun beban dipisah secara rinci antara pendapatan dan beban usaha dengan penghasilan dan beban di luar usaha. Meliputi: harga pokok penjualan. • Bentuk laporan laba rugi: 1) SINGLE STEP penghasilan dab penghasilan di luar usaha diusun dalam satu kelompok. beban yanag timbul dari aktivitas di luar usaha pokok perusahaan. komisi. dan penghasilan sampingan. beban administrasi 2) beban di luar usaha. royalti. keuntungan dari penjualan surat berharga atau aktiva tetap. Penghasilan diakui sebagai: 1) pendapatan dari penjualan barang 2) pendapatan dari penjualan jasa 3) pendapatan yang diperoleh sebagai imbalan atas penggunaan sumber ekonomi perusahaan oleh pihak lain 4) keuntungan  penghasilan pada umumnya diklasifikasikan menjadi penghasilan utama yaitu penghasilan yang diperoleh dari aktivitas utama perusahaan. • Penghasilan  Meliputi pendapatan dari penjualan barang/jas. yaitu penghasilan yang diperoleh dari aktivitas di luar usaha pokok perusahaan. bunga. beban panjualan. Dikelompokkan menjadi: 1) beban usaha. • Beban  Adalah berkurangya nilai aktiva tau bertambahnya keeajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak berhubungan dengan penarikan modal dan pembagian laba kepada penanam modal.periode tertentu. honorarium profesional. Demikian pula beban usaha dan beban di luar usaha. c. Laporan perubahan modal • Berisi informasi mengenai perubahan jumlah modal pemilik sumber-sumber yang . deviden. pendapatan sewa.

bukti transaksi penyesuaian e. datar neraca akhir periode yang lalu d. penghapus. neraca saldo c. formulir kertas kerja h. buku jurnal umum. Laba bersih tahun 2005 ………………………………. ensil. Rp xx Prive Anisa …………………………………………… Rp xx Penambahan modal ………………………………………………………………… Modal per 31 Desember 2006 ………………………………………………………… Rp xx Rp xx Rp xx d. ANNISA SALON LAPORAN PERUBAHAN MODAL Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2006 Modal ditahan per 1 Januari 2006 ……………………………………………………. PENYUSUNAN NERACA LAJUR . bolpoint. Laporan arus kas • Menunjukkan informasi darimana sumber penambahan kas perusahaan dan untuk apa kas itu digunakan. bertambahnya hutang. berkurangnya ekuitas. Peralatan dan bahan yang diperlukan a. buku besar. alat hitung manual maupun elektronik g. berkurangnya harga perolehan aktiva tetap. • Perubahan yang menunjukkan sumber kas: berkurangnya aktiva lancar selain kas. penambahan ekuitas. bertambahnya akumulasi penyusutan aktiva tetap. 2. • Perbedaan besarnya masing-masing pos dalam dua neraca yang menunjukkan penggunaan kas adalah: bertambahnya aktiva selain kas. penggaris) f. • Dengan menganalisis laporan arus kas.mengakibatkan perubahannya. laporan laba rugi dan laporan arus kas B. akan diketahui bagaimana perusahaan menggunakan dana yang dimiliki. buku pembantu b. formulirlaporan keuangan untuk neraca. berkurangnya hutang. alat tulis kantor (kertas.

Ada dua kemungkinan pencatatan yang dapat dilakukan pada saat terjadi transakis penerimaan kas. Adalah penghasilan yang sudah diterima dalam suatu periode tetapi belum diakui sebagai penghasilan pada periode yang akan datang. 2. Dicatat sebagai aktiva. Beban yang masih harus dibayar (accrued expense) • Adalah beban yang sudah terjadi tetapi belum diakui 2. PEMBUATAN JURNAL PENYESUAIAN 1. juga diperlukan dala penyesuaian neraca lajur. Akun yang digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas adalah akun beban. Data yangdiperlukan dalam penyusunan neraca lajur • Akun-akun yang tidak menunjukkan saldo yang seharusnya disesuaikan dengan membuat junal penyesuaian yang didukung dengan bukti memorial. tetapi manfaatnya untuk periode yang akan datang sehingga harus diakui sebagai beban periode yang akan datang. yaitu: dicatat sebagai pendapatan (akun buku besar yang digunakan adalah akun pendapatan). PENYELESAIAN NERACA LAJUR . Untuk itu data yang diperlukan dalam penyelesaian neraca lajur meliputi data neraca saldo dan data jurnla penyesuaian pada akhir periode. c. Tujuan penyusunan neraca lajur • Penyusunan neraca lajur merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan. d. • D. Beban yang dibayardi muka (prepaid expense) • Adalah pengeluaran untuk beban yang telah dicatat dalam suatu periode. Data pos jurnal penyesuaian selain dipindahbukukan ke dalam buku besar. b. Adalah penghasilan yang sudah dapat direalisasi dalam suatu periode. Ada cara pencatatan transaksi pengeluaran untuk beban yaitu: a. tetapibelum diakui (dicatat) karena belum terjadi penyerahab (pertukaran). Penghasilan yang diterima di muka.1. Dicatat sebagai beban. Penghasilan yang masih harus diterima. Akun yang digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas adalah akun aktiva. C. dan dicatat sebagai hutang (dicatat dalam akun hutang).

Menyusun data neraca saldo dalam kolom neraca saldo b. Memindahkan saldo akun-akun penghasilan dan beban dari kolom neraca saldo disesuaikan ke kolom ikhtisar laba rugi e. Dalam praktek biasanya yang diguakan adalah bentuk sepuluh kolom yaitu: Nomor Akun Akun Neraca Saldo D K Penyesuaian D K Neraca saldo disesuaiakn D K Ikhtisar Laba rugi D K Neraca D K 2. Penyusunan neraca • Komponen neraca suatu perusahaan terdiri atas aktiva. kewajiban. E. Memeindahkan data pos-pos jurnal penyesuaian ke dalam kolom penyesuaian c. 2. Menghitung saldo laba atu rugi berdasar data pada kolom ikhtisar laba rugi. sepuluh kolom. kewajiban dam ekuitas. dan ekuitas dari klom neraca saldo disesuaikan ke kolom neraca f. Langkah-langkah penyelesaian kertas kerja a. Menyusun neraca sald yang telah disesuaikan berdasar data kolom neraca saldo dan kolom penyesuaian d. Bentuk kertas kerja • Kertas kerja laporan keuangan (neraca lajur) dapat disusun dalam bentuk enam kolom. PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DARI DATA NERACA LAJUR 1. Saldo laba atau rugi kemudian dipindahkan ke dalam kolom neraca. Memindahkan saldo akun-akun aktiva. Penyusunan laporan laba rugi • Laporan laba rugi memuat informasi mengenai penghasilan yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode dan beban-beban yang secara langsung atau tidak lengsung berhubungan dengan usaha memperoleh penghasilan dalam periode yang . delapan kolom.1. dan dau belas kolom.

jurnal penutup diposting ke dalam nuku besar. 3. Memindahkan saldo akun-akun penghasilan dan saldo akun-akun beban ke dalam ikhtisar laba rugi. Kedua. Hubungan jurnal penutup dengan buku besar • Seperti jurnal lainnya. Sememtara penarikan modal oleh pemilik yang terjadi dalam suatu periode tampak dalam akun prive pemilik. menyusun laporan arus kas. PENYUSUNAN NERACA LAJUR SETELAH PENUTUPAN . akun-akun penghasilan. Setelah pos-pos jurnal penutup diposting. menyusun daftar perubahan pospos neraca dengan membandingkan data dua neraca. dan prive bersaldo nol. Laporan arus kas • Menginformasikan daraimana kas diperoleh dan untuk apa kas digunakan dalam suatu periode. beban dan penambahan atau penarikan setoran modal. Transaksi terjadinya penghasilan dan beban dalam suatu periode diikhtisarakan dalam akun ikhtisar laba rugi. G. Ketiga. Prosedur pembuatan jurnal penutup a. beban. b. ikhtisar laba rugi. Memindahkan saldo akun ikhtisar laba rugi ke dalam akun modal pemilik. Memindahka saldo akun prive pemilik ke dalam akun modal pemilik. Dengan demikian. mengelompokkan perubahan tiap pos neraca dalam kolompok sumber dan penggunaan kas. Sumber dan penggunaan kas dapat diketahui dengan cara membandingkan neraca akhir suatu periode dengan neraca akhirperiode berikutnya atau antara neraca awal dan neraca akhir suatu periode dengan memperhatikan informasi lain yang mendukung terjadinya perubahan pada tiap pos. c. PEMBUATAN JURNAL PENUTUP 1. F. 4.bersangkutan. kertas kerja yang diperlukan untuk menyusun laporan laba rugi adalah data yang terdapat dalam kolom ikhtisar laba rugi. 2. saldo akun ikhtisar laba rugi dan saldo akun prive. Oleh karena itu. • Laporan arus kas disusuna sebagai berikut: pertama. Penyusunan laporan perubahan modal • Transaksi yang mengakibatkan perubahan ekuitas adalah transaksi terjdinya penghasilan. data yang diperlukan untuk menyusun laporan perubahan modal pemilik pada awal periode.

akun-akun penghasilan. beban dan akun sementara lainnya bersaldo nol. Setelah penutupan buku. Rama menerima pembayaran dari debitur Tohari Rp 450.000. dibebankan lagi pada periode akuntansi selanjutnya. PEMBUATAN JURNAL PEMBALIK Adalah jurnal yang dibuat untuk mengembalika neraca saldo yang timbul dari pos penyesuaian ke dalam akun asalnya.000.000. Keseimbangan saldo akun-akun aktiva.000.000.00 Rama menerima pembayaran hasil reparasi Rp 1. dan ekuitas. ketelitian pencatatan dalam akun-akun buku besar yang masih memiliki saldo perlu diteliti kembali.00 dan iklan Rp 150.00 Rama membeli perlengkapan reparasi secera kredit dari toko Rapi Motor Rp 375. Jurnal pembalik pada dasarnya dibuat dengan tujuan untuk menghindari kekeliruan pencatatan selanjutnya.000. dan ekuitas.00 Rama telah menyelesaikan pekerjaan reparasi dengan nilai Rp 1.Setelah akun-aku yang sifatnya sementara ditutup.00 Rama membayar sewa tempat bulan Desember Rp 450. Akun-akun yang masih bersaldo adalah akun-akun kelompok aktiva.200.000. SOAL LATIHAN Berikut ini adalah transaksi yang dilakukan sebuah perushaan reparasi kendaraan “RAMA” selama buan Desember 2004. Rama membayar gaji pegawai bulan ini Rp 1. dan ekuitas setelah penutupan bukuharus diuji yatu dengan menyusun neraca saldo setelah penutupan.000.00 Rama membayar beban listrik Rp 120.00 Rama menerima pembayaran Rp 1.000.00 atas pekerjaan reparasi yang telah selesai dikerjakan.000. Tanggal 3 6 8 12 14 16 20 23 25 27 30 Rama membayar utang kepada Toko Rapi Rp 600.000. kewajiban.500.00 tetapi pembayarannya belum diterima dan faktur dikirim hari ini kepada CV Ardat Rama membeli peralatan reparasi Rp 6. H. sebelum proses akuntansi periode berikutnya dimulai.00 dan sisanya akan dibayar kemudian.000.00 Rama mengambil uang untukkeperluan pribadi Rp 600.000. misalnya pengeluaran yang telah diakui sebagai beban dalam suatu periode akuntansi. kewajiban.800.500. kewajiban.000.00 dari Toko Indah Solo tetapi baru dibayar Rp 1.00 . Neraca saldo setelah penutupan henya memuat data saldo akunakun aktiva.500.

000.000.000.000. Jurnal umunya 3.200.000.00 5.00 DATA PENYESUAIAN: 1.Dari data transaksi di atas. perlengkapan reparasi Rp 1.000.000.00. Setelah dihitung sisa perlengkapan masih Rp 1. dan modal RAMA Rp 21.275.00. piutang usaha Rp 1.00 3. Beban sewa sebesar Rp 450.000.000.0 yang belum terpasang Rp 60.00 6. Posting buku besar dan buku pembantu 4.500.00 2.00.00 4.400. Beban iklan Rp 150.000. saldo utang usaha Rp 2.300. Penyusutan peralatan Rp 450.000.000.00.00 .00.000. Gaji yang belum dibayar Rp 150.000. peralatan Rp 15. pekerjaan yang telah selesai dikerjakan tetapi pembayarannya belum diterima dinilai sebesar Rp 1. Penyelesaian siklus akuntansi dari perusahaan reparasi ”RAMA” Jika diketahui saldo kas 1 Desember 2004 Rp 6. Analisis transaksi 2.000. anda diminta untuk membuat: 1.200.

500.800.000 450.000 1.000 1.000 450.000 270.000 120.500.000 .000 150.000 1.200.000 1.000 450. Analisis transaksi Tanggal Des 3 6 8 12 14 16 20 23 Akun Kas Utang usaha Kas Pendapatan jasa Kas Piutang usaha Kas Beban sewa Kas Pendapatan jasa Perlengkaan reparasi Utang usaha Kas Beban listrik Beban iklan Piutang usaha D/K K D D K D K K D D K D K K D D D Jumlah (RP) 600.JAWABAN 1.200.000 450.000 375.000 1.000 375.000 600.

000 1.500.000 1.800.000 450.000 600.000 600.000 1.500.500.000 1.000 375.000 4.000.000 2.25 27 30 Pendapatan jasa Peralatan reparasi Kas Utang usaha Kas Beban gaji Kas Prive Rama K D K K K D K D 1.000 120.500.000 450.500.Tohari) Beban sewa Kas 14 (sewa tempat) Kas Pendapatan Jasa 16 (Jasa reparasi) Perlengkapan reparasi Utang usaha 20 (Toko Rapi Motor) Beban listrik Beban iklan 23 Kas Piutang usaha Pendapatan jasa 25 (CV Ardat) Peralatan reparasi Kas Utang usaha Ref D 600.000 1.000 1.000 1.000 6.500.000.000 .500.000 4.800.000 1. Jurnal umum Tanggal Des’04 3 Akun Utang usaha Kas 6 (Toko Rapi Motor) Kas Pendapatan reparasi 8 (Jasa perbaikan) Kas Piutang Usaha 12 (Tn.000 375.200.500.000 150.000 270.000 1.000 450.000 6.800.000 1.000 450.000 K 600.200.

230.100.000 1.000 5.000 D 1.000 450.830.000 30 3.000 No: 11 Saldo K No : 12 Ref 1 1 D 1.900.000 8.200.330.000 6.000 1.800.875.350.830.000 600.000 1.000 Saldo K No: 16 Ref D K D Saldo K Akun: Piutang Usaha Tgl Des ’04 1 8 23 Keterangan Saldo Akun: Perlengkapan Reparasi Tgl Des ’04 1 16 Keterangan Saldo Akun: Peralatan Reparasi Tgl Keterangan .000 750.500.000 2.000 K 600.000 K D 1.000 600. Posting buku besar (dalam rupiah) Akun : Kas Tgl Des ’04 1 3 6 8 12 14 20 25 27 30 Keterangan Saldo 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Ref D 1.200.500.000 4.000 D 6.000 6.000 7.500.000 450.000 - 1.500.500.400.000 K 450.900.27 (Toko Indah Solo) Beban gaji Kas (gaji bulan ini) Prive Rama Kas (keperluan pribadi) 1.000 1.000 4.000 6.000.000 7.000 270.000 Saldo K No : 15 Ref 1 D 375.500.550.000 600.

800.000 2.500.000 6.000 4.000 D - Saldo K 2.000 1.300.000 2.500.Des ’04 1 25 Saldo 1 600.000 No : 32 Saldo K - Akun : Pendapatan Reparasi Tgl Des ’04 6 14 23 Keterangan Ref 1 1 1 D K 1.000 1.200.000 K D 600.000.500.675.000 No: 51 Saldo K - Akun: Beban Gaji Tgl Des ’04 27 Keterangan Ref 1 D 1.000 K 375.000.500.000 Akun: prive RAMA Tgl Des ’04 30 Keterangan Ref 1 D 600.500.000 No : 52 Saldo K - .800.000 K D 450.000 No : 21 Akun: Utang usaha Tgl Des ’04 1 3 16 25 Keterangan Saldo 1 1 1 Ref D 600.700.000 21.500.000 No : 31 Akun : Modal RAMA Tgl Des ’04 1 Keterangan Saldo Ref D K D - Saldo K 21.000 - 15.175.000 1.000 D - No : 41 Saldo K 1.000 Akun: Beban Sewa Tgl Des ’04 12 Keterangan Ref 1 D 450.000 K D 1.400.000 4.

000 K D 150.000 No : 54 Saldo K - 4.Akun: Beba listrik Tgl Des ’04 20 Keterangan Ref 1 D 120.000 No : 53 Saldo K - Akun : Beban iklan Tgl Des ’04 20 Keterangan Ref 1 D 150.000 K D 120. Penyelesaian siklus akuntansi REPARASI KENDARAAN RAMA NERACA SALDO Per 31 Desember 2004 No Akun Nama Akun D K .

475.000 450.000 K 600.000.000 6.000 1.000 150.875.500.000 450.000 600.000 2.475.000 1.000 150.000 1.000 1.200.675.000 150.000 32.11 12 13 4 21 31 32 41 51 52 53 54 Kas Piutang usaha Perlengkapan reparasi Peralatan reparasi Utang usaha Modal RAMA Prive RAMA Pendapatan reparasi Beban sewa Beban gaji Beban listrik Beban iklan 4.00 32.300.000 4.550.000 REPARASI KENDARAAN RAMA AYAT JURNAL PENYESUAIAN Tanggal Des 31 Akun/keterangan Peyesuaian: Beban perlengkapan reparasi Perlengkapan reparasi Beban penyusutan peralatan Akm.500.000 120.000 21.000 21.000 450.000 - Des 31 .200.230.000 150. Penyusutan Peralatan Piutang usaha Pendapatan reparasi Sewa dibayar di muka Beban sewa Beban gaji Ref D 600.

000 3.650.000 .700.000 600.000 2.700.490.000 60.Utang gaji Iklan dibayar dimuka Beban iklan 60.000 K 5.210.000 600.000 120.000 600.000 - 150.490.000 REPARASI KENDARAAN RAMA JURNAL PENUTUP Tanggal Des 31 Akun Penutupan: Pendapatan jasa Ikhtisar L/R Ikhtisar L/R Beban sewa Beban gaji Beban listrik Beban iklan Beban perlengkapan Beban penyusutan peralatan Ikhtisar L/R Modal RAMA Modal RAMA Prive RAMA Ref D 5.000 450.000 1.000 90.000 2.000 300.

200.000 23.000 No : 14 Saldo K - Akun: Perlengkapan reparasi Tgl Des ’04 1 16 31 Keterangan Saldo Penyesuaian 1 2 Ref D 375.POSTING JURNAL PENYESUAIAN DAN JURNAL PENUTUP Akun: Piutang usaha Tgl Des ’04 1 8 23 31 Keterangan Saldo Penyesuaian 1 1 2 Ref D 1.490.000 1.000 K D 60.000 K 2.000 23.000 1.875.000 750.000 D Saldo K 450.000 .000 K D 150.000 D 1.200.300.275.750.000 K 450.000 2.000 No : 12 Saldo K No : 13 Ref 2 D 150.190.000 D 1.650.800.000 3.000 Saldo K - Akun : Sewa dibayar di muka Tgl Des ’04 31 Keterangan Penyesuaian Akun: Iklan dibayar di muka Tgl Des ’04 31 Keterangan Penyesuaian Ref 2 D 60.000 Akun : Akumulasi penyusutan peralatan Tgl Des ’04 31 Keterangan Penyesuaian Ref 2 Akun : Modal RAMA Tgl Des ’04 1 31 Keterangan Saldo Penutup Penutup Ref 3 3 D 600.000 1.500.790.000 D - No : 31 Saldo K 21.000 No : 15 Saldo K No : 17 D K 450.000 K 600.

210.650.500.000 Saldo K No : 52 Ref 1 2 3 D 1.000 150.000 K 600.000 K 1.490.000 4.000 2.000 5.000 No : 41 Ref 1 1 1 2 3 D 5.000 No: 51 Ref 1 2 3 D 450.Akun : Prive RAMA Tgl Des ’04 30 31 Keterangan Penutup Ref 1 3 D 600.500.000 D 1.000 1.700.000 2.000 K 5.000 300.000 2.000 1.700.700.700.490.000 1.200.000 300.700.550.500.000 K 150.000 D 450.800.500.200.000 Saldo K - Akun : Pendapatan reparasi Tgl Des ’04 6 14 23 31 31 Keterangan Penyesuaian Penyesuaian Akun : Beban sewa Tgl Des ’04 12 31 31 Keterangan Penyesuaian Penutup Akun : Beban gaji Tgl Des ’04 27 31 31 Keterangan Penyesuaian Penutup Akun : Beban listrik No : 53 .000 D Saldo K 1.000 - No : 32 Saldo K - Akun : Ikhtisar L/R Tgl Des ’04 31 31 31 Keterangan Penutup Penutup penutup Ref 3 3 3 D 3.000 D - No : 33 Saldo K 5.000 1.000 K 1.000 D 600.500.

000 3.000 - Saldo K No : 54 Akun : Beban iklan Tgl Des ’04 20 31 31 Keterangan Penyesuaian Penutup Ref 1 2 3 D 150.750.000 D 600.000 - K 120.230.000 K 60.000 K - .000 90.000 60.000 D 450.000 K 450.Tgl Des ’04 20 31 Keterangan penutup Ref 1 3 D 120.000 D 120.000 - Saldo K No : 55 Akun : Beban perlengkapan Tgl Des ’04 31 31 Keterangan Penyesuaian Penutup Ref 2 3 D 600.000 90.000 - Saldo K - REPARASI KENDARAAN RAMA NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN Per 31 Desember 2004 No Akun 11 12 13 14 Nama Akun Kas Piutang usaha Sewa dibayar di muka Iklan dibayar di muka D 4.000 - Saldo K No : 56 Akun : Beban penyusutan peralatan Tgl Des ’04 31 31 Keterangan Penyesuaian Penutupan Ref 2 3 D 450.000 150.000 D 150.000 K 600.

000 6.000 K 150.675.190.000.550. Penyusutan peralatan Utang usaha Utang gaji Modal RAMA 1.15 16 17 21 22 31 Perlengkapan reparasi Peralatan reparasi Akm.000 .000 150.000 60.000 30.275.000. Penyusutan peralatan reparasi 4.000 30.000 21.230.000 60.275.000 3.000) 20.000 450.000 23.465.000 150.000 150.000 60.000 150.000 21.000 (450.000 REPARASI KENDARAAN RAMA NERACA Per 31 Desember 2004 (dalam rupiah) Harta Kas Piutanh usaha Sewa dibayar di muka Iklan dibayar di muka Perlengkapan reparasi Peralatan reparasi Akm.465.750.000 REPARASI KENDARAAN RAMA JURNAL UMUM Tanggal Jan ’04 1 Akun/keterangan Pembalikan Beban sewa Sewa dibayar di muka Beban iklan Iklan dibayar di muka Utang gaji Beban gaji Ref D 150.000 1.

650.000 300.000 .000 600.000 2.000 120.700.000 90.000 REPARASI KENDARAAN RAMA LAPORAN LABA / RUGI Per 31 Desember 2004 (dalam rupiah) Pendapatan reparasi Beban-beban Beban sewa Beban gaji Beban listrik Beban iklan Beban perlengkapan Beban penyusutan peralatan Jumlah beban Sisa laba 5.000) 1.000 23.000 30.490.000 (600.000 6.890.210.190.000 (3.015.000 450.000 6.300.490.000 REPARASI KENDARAAN RAMA LAPORAN PERUBAHAN MODAL Per 31 Desember 2004 (dalam rupiah) Modal RAMA awal periode Sisa laba Pengambilan prive Penambahan modal 21.675.000 150.Jumlah harta Utang da Modal Utang usaha Utang gaji Jumlah utang Modal Jumlah modal 30.000) 2.825.000 1.015.

000 3.000) (1.000) 6.000) (450.000 REPARASI KENDARAAN RAMA LAPORAN ARUS KAS Per 31 Desember 2004 Arus kas dari aktivitas Penerimaan: Penerimaan dari pelanggan (pendapatan) Penerimaan dari pelanggan (piutang) Total penerimaan kas Pembayaran: Untuk pemasok (utang) Untuk karyawan Untuk sewa Untuk listrik dan iklan Total pembayaran Arus kas keluar bersih dari aktivitas operasi Arus kas dari aktivitas investasi Penerimaan Pembayaran: Pembelian peralatan Arus kas keluar bersih dari aktivitas investasi Arus kas dari aktivitas pendanaan: Penerimaan Pembayaran: Penarikan oleh pemilik Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan Penurunan kas bersih Kas pada awal periode Kas pada akhir periode 2.000) 330.770.230.190.000 4.000 (600.000) (1.000) (270.000 .000 (1.280.000) (2.700.000) (600.500.000) (600.000.Modal RAMA akhir periode 23.500.150.500.000 450.000) (1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->