www.pk-sejahtera.

org

Bismillahirahmaanirahiim
Taushiyah DSD Kota Bogor: (Mohon untuk dibacakan, direnungkan dan diamalkan dengan penuh kesungguhan)

Mengingatkan kembali:

URGENSI, KEUTAMAAN DAN KEHARUSAN SHOLAT FARDHU DI AWAL WAKTU, BERJAMAAH DI MASJID
Alhamdulillah, puji syukur ke Hadhirat Allah, sholawat dan salam untuk Rasulullah, semoga kita semua dapat hidayah dari Allah, dengan kurnia hidup yang berkah, dunia wal akhirah, amin ya Allah. Pertama-tama, dalam kesempatan yng baik ini, mari kita ingatkan kembali jati diri kita bergabung bersama jamaah ini: Nahnu du’aat qobla kulli syay-i. Kita adalah da’i, yang menyeru makhluk insani, ke Jalan ILahi-Robbi, dalam posisi apa pun yang kita tempati, dengan tugas-kerja apa pun yang kita jalani! Maka sebagai da’i, seraya mengajak orang ke Jalan Allah dalam pengertian yang seluas-luasnya, tentu kita harus terlebih dahulu, terdepan mengerjakan dan mengamalkan apa yang kita serukan kepada segenap insan sekalian. Jangan sampai terjadi kita menyeru kepada jalan Ibadah menuju Ridho Allah, namun justru kita yang mengabaikan seruan itu, sehingga mendapat murka dari Allah. Na’udzu billahi min dzalik: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Q.S. Ash-Shaff, 61: 2-3) Diantara poin yang perlu kembali kita ingatkan dalam ini kesempatan, untuk diamalkan dalam hidup keseharian, adalah: Sholat Fardhu, di Awal Waktu, dengan Berjamaah di Masjid. Karena dari evaluasi sementara data Mutaba’ah Pekanan, terdapat kondisi yang memprihatinkan dalam aspek ini. Banyak yang isiannya masuk Wilayah/Kolom Merah, dan lebih banyak lagi yang Kuning. Maka sekali lagi, perlu kita renungkan bersama: Kalau da’i-ustadznya saja, yang seharusnya menjadi teladan, dalam amalan yang diwajibkan, ternyata kondisi sholatnya malah memprihatinkan; bagaimana pula kondisi umat yang awam...? Duhai alangkah... Jika berlanjut parah, lantas, bagaimana pula hidup kita akan mendapat berkah dari Allah, dunia wal akhirah...? wa- nastaghfirullah al-‘Azhiim... SANGAT PENTING Shalat merupakan Rukun Islam kedua yang amat penting. Sebagai ibadah yang harus ditunaikan dalam waktu yang tertentu, dan Allah menyuruh dan menyeru kita untuk menjaga-nya selalu. Perhatikanlah Firman Allah: “Sesungguhnya shalat bagi orang mukmin ialah kewajiban yang tertentu (telah ditetapkan) waktunya.” (QS. An-Nisa:103)

“Jagalah shalat-shalat(mu) dan shalat wustha, dan berdirilah untuk Allah dalam keadaan khusyu’.” Al-Baqarah:238)

(QS.

Dewan Syariah Daerah, Partai Keadilan Sejahtera Kota Bogor
Jl.Paledang, No. 39, Kel. Paledang, Kec. Bogor Tengah 16122 Telp /Fax.: 0251-833 6230

tetapi banyak diantara a’dho meremehkan hal ini. hadits ini shahih) Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud disebutkan: “Barangsiapa yang suka bertemu Allah kelak sebagai seorang muslim.org Dan sebagai Da’i ILallah. Muslim) Melaksanakan Sholat Fardhu. Bogor Tengah 16122 Telp /Fax.” (HR. niscaya kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian. maka kelak mereka akan menemui (akibat) kesesatannya. AlMa’un:4-5) Begitu pentingnya Sholat Fardhu. di Awal Waktu.” (QS. (Yaitu) mereka yang lalai dari shalatnya. dengan Berjamaah di Masjid sehingga mulai zaman Rasulullah Saw sampai pada zaman para imam madzhab. dengan shalat-shalat itu ia dipanggil. No. dan yang lainnya mencari kayu bakar yang kemudian akan digunakan untuk membakar rumah-rumah orang yang tidak menghadiri shalat berjama’ah? Rasulullah Saw juga bersabda: “Barangsiapa yang mendengar adzan. dengan Berjamaah di Masjid juga merupakan ibadah yang paling ditekankan.www.pk-sejahtera. Paledang. tanpa alasan syar’i yang dibenarkan: “Maka datanglah sesudah mereka (sesudah orang-orang pilihan Allah) pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya. 39. berjamaah. di Awal Waktu.” (HR. Partai Keadilan Sejahtera Kota Bogor Jl. dibawa datang (ke masjid) dengan dipapah oleh dua orang lalu diberdirikan di dalam shaf. maka tidak ada shalat baginya. Kec. Dan sungguh orang (yang berhalangan) pada masa itu. Kel. tak seorangpun meninggalkannya (shalat berjama’ah) kecuali orang munafik yang nyata kemunafikannya. Yakni dengan mengerjakannya di awal waktu. Jika kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian. Maryam:59) “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat.Paledang.” (QS. Bukahkah Rasulullah Saw sampai pernah mengucapkan keinginannya untuk menyuruh seseorang mengimami orang-orang. Dan tidaklah seorang laki-laki bersuci dengan sempurna lalu sengaja ke masjid di antara masjid-masjid (yang ada) kecuali Allah menuliskan baginya satu kebaikan untuk setiap langkah yang ia ayunkan dan mengangkat pula dengannya satu derajat dan dengannya pula dihapus satu dosa. maka hendaknya ia menjaga shalat-shalatnya. mereka semua sangat memperhatikannya. Sebagaimana yang kalian ketahui. Sesungguhnya Allah Ta’ala menggariskan kepada Nabi kalian jalan-jalan petunjuk (sunnahsunnah). di masjid! Allah telah mengancam orang-orang yang meremehkan dan mengakhirkan shalat dari waktunya.: 0251-833 6230 . lalu ia tidak mendatanginya (ke masjid). Duhai… Keutamaan Shalat Berjama’ah Dibandingkan Shalat Sendirian Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudri bahwa Nabi Saw bersabda: Dewan Syariah Daerah. seperti orang yang terlambat ini shalat dirumahnya. Seandainya kalian shalat di rumah. tentu kita harus lebih serius lagi dalam menjaga dan mengamalkan perintah ILahi-Robbi ini. ketaatan terbesar dan juga syi’ar Islam yang paling agung. niscaya kalian tersesat. Ibnu Majah.

Kec. 12. Diliputi oleh pada Malaikat. yaitu diam dan mendengarkan bacaan imam. Pada umumnya memperoleh kekhusyu’an dan selamat dari kelalaian. Sebagian ulama menyebutkan faktor-faktor yang menyebabkan derajat-derajat tersebut. Bukhari) Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa ia lebih utama 27 derajat.” (HR. tergantung kesempurnaan shalat. No. Menampakkan syi’ar-syi’ar Islam. Demikian pula mengikuti takbiratul ihram (bersama imam).. 23. Terkadang shalat sesorang mendapatkan 25 derajat.org “Shalat berjama’ah itu lebih utama 25 derajat dibandingkan shalat sendirian.Paledang. Menjawab iqamat. 16. 20. dan memberi semangat orang yang bermalas-malasan. ”Aku telah memperbaiki apa yang telah aku kumpulkan tentangnya. keutamaan mereka. Agaknya tinjauan terbaik bahwa keutamaan itu berbeda-beda tergantung perbedaan keadaan orang-orang yang shalat. 22. seseorang yang hatinya bergantung di masjid-masjid. Malaikat bershalawat (berdo’a) dan memohon ampunan untuknya. Menjawab imam ketika mengucapkan:”Sami’allaahu liman hamidah. 13. 24. di antaranya adalah al Hafizh Ibnu Hajar yang menyatakan. serta kembalinya keberkahan orang yang sempurna atas orang yang tidak sempurna. Selamat dari syaitan ketika melarikan diri pada saat iqamat. Memetik manfaat dari berkumpulnya mereka atas do’a dan dzikir. Partai Keadilan Sejahtera Kota Bogor Jl. 17. dan sebagian lainnya mendapatkan 27 derajat. Berlatih mentajwidkan bacaan al Qur’an dan mempelajari rukun-rukun serta hal-hal lainnya (dengan mengikuti bacaan imam). Pada umumnya memperbaiki keadaan. 2.” (Ibid II/131. Mengucapkan salam setelah imam berkata salam. Bogor Tengah 16122 Telp /Fax. Meluruskan shaff dan mengisi shaff yang masih kosong. 14. al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan. Selamat dari sifat munafik dan berburuk sangka kepada selainnya bahwa ia sebenarnya ia sebenarnya meninggalkan shalat. dan aku telah membuang apa yang tidak dikhususkan dengan shalat berjama’ah. Paledang.” (Ibid II/134). Di antara keutamaan Sholat Fardhu. Bersegera kepadanya di awal waktu. 5. pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Rabb-nya. 8. 18.. 9. ia memelihara tata caranya. Malaikat bersaksi untuknya.645) Para Ulama. dan ta’min (mengucapkan amin) bersama imam agar menyelarasi ta’min Malaikat. 7. dengan berbagai sudut pandang. 6. dengan Berjamaah di Masjid ialah bahwa siapa yang mencintai masjid untuk menunaikan shalat di dalamnya. banyaknya (jumlah) jama’ahnya. dan mengingatkan imam ketika lalai dengan tasbih atau memberitahukan kepadanya. kemuliaan tempat dan sejenisnya. dari Nabi Saw. 4. beliau saw bersabda: “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: imam yang adil. 15. Kel.” (dengan mengucapkan:”Rabbanaa wa lakal hamdu…”). kekhusyu’annya. di Awal Waktu. Masuk masjid dengan berdo’a. (Lihat Fathul Baari II/133-134) Kemudian. Hati yang Bergantung pada Masjid akan Berada di Bawah Naungan (‘Arsy) Allah di Hari Kiamat. Dan tersisa darinya dua hal yang khusus pada shalat yang di jaharkan. Berdiri untuk menunggu imam melakukan takbiratul ihram. maka Allah akan menaunginya di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya semata. tolong menolong dalam ketaatan.” (Fathul Baari II/133). Shalat Tahiyyatul Masjid ketika memasuki-nya. atau memulai bersamanya dalam keadaan apapun yang dilihatnya pada shalat itu. Berjalan ke masjid dengan tenang. 3. ”Inilah 25 perkara yang pada masing-masing darinya terdapat perintah atau anjuran khusus tentangnya. Imam al Bukhari meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Shalat berjama’ah itu lebih utama 27 derajat dibandingkan shalat sendirian.www. 10. Tegaknya sistem persatuan di antara tetangga dan keakraban mereka terealisir pada waktu-waktu shalat. 19. Dari sahabat Abu Hurairah. Pada umumnya aman dari kelalaian.pk-sejahtera. dua orang yang saling mencintai karena Allah Dewan Syariah Daerah. 39. 21. no. Menunggu shalat berjama’ah. Derajat-keutamaan yang disebutkan oleh al Hafizh Ibnu Hajar adalah sebagai berikut: 1. Menjawab mu-adzin dengan niat shalat berjama’ah.telah mengkompromikan di antara dua riwayat yang menyebutkan 25 dan 27. 25. 11. Menjdikan syaitan murka dengan cara berkumpul untuk beribadah.: 0251-833 6230 .

“Pemukiman kaum Anshar sangat jauh dari masjid.pk-sejahtera. lalu mereka ingin agar dekat dengannya. sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam sunannya. mereka tetap tinggal di pemukiman mereka. Kel. Imam Muslim meriwayatkan dai Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma. Yasin:12) Akhirnya.seseorang yang bersadaqah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di nafkahkan oleh tangan kanannya. kekasih yang mulia Shallallahu ‘Alaihi Wassalam menjelaskan bahwa langkah kaki seorang muslim menuju masjid akan dicatat. dan seseorang yang mengingat Allah dalam keadaan sepi (sendiri) lalu kedua matanya berlinang.” “Artinya. maka ia mengatakan.”Bani Salimah ingin pindah ke dekat masjid. jika kalian tetap di pemukiamn kalian. (Rasul) yang berbicara dengan wahyu. Kec. 39.” (Syarh an NawawiV/169) ‘Abdullah bin Abbas mengatakan.” (HR.” (Syarh an Nawawi VII/121) Dijelaska pula apa yang dapat dipetik dari Hadits ini.” (HR. “Dan seseorang yang hatinya bergantung di masjid-masjid. ia mengatakan. maka bagaimana halnya dengan Rabb Yang Maha Pemurah?”. karena langkah-langkah kalian akan dicatat. Dicatat langkah-langkah kaki menuju masjid. “Didalamnya berisi keutamaan orang yang senantiasa berada di masjid untuk melaksanakan shalat berjama’ah.: 0251-833 6230 .” “Artinya. Maknanya bukan terus-menerus duduk di masjid.org berkumpul dan berpisah karena-Nya.Ibnu Majah) Dewan Syariah Daerah.” (QS.’ Sesungguhnya aku takut kepada Allah’. No.www. sedangkan tempat tersebut kosong. Paledang. karena langkah-langkah kalian akan di catat.” Mereka mengatakan: “Tidak ada yang mengembirakan kami bila kami berpindah. Bogor Tengah 16122 Telp /Fax. tetaplah dipemukiman kalian! Sebab. Ketika hal itu sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam. sangat mencintainya dan senantiasa melaksanakan shalat berjamaah di dalamnya. B. Keutamaan Berjalan ke Masjid untuk Melaksanakan Shalat Berjama’ah 1. maka beliau bersabda: “Wahai Bani Salimah! Tetaplah di pemukiman kalian. Partai Keadilan Sejahtera Kota Bogor Jl.Paledang.” (HR. maka jejak-jejak dan langkah-langkah kalian yang banyak menuju ke masjid akan dicatat. Sudah sepatutnya siapa yang dikunjungi memuliakan orang yang berkunjung. Muslim) Imam Nawawi mengatakan dalam menjelaskan sabdanya: “Wahai Bani Salimah! Tetaplah di pemukiman kalian. seseorang yang dinginkan (berzina) oleh wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan. Bukhari dan Muslim) Imam Nawawi mengatakan saat menjelaskan sabdanya. maka turunlah ayat ini. “Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. karena masjid adalah rumah Allah dan rumah setiap orang yang bertakwa.

Para Malaikat yang mulia saling berebut untuk mencatatnya. Imam at Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas. tetapi juga dicatat ketika pulang darinya. semuanya. Aku ingin agar langkahku ke masjid dan kepulanganku ketika aku kembali kepada keluargaku dicatat.” Maka Rasulullah Saw bersabda: “Allah telah menghimpun semua itu untukmu. Rasulullah Saw bersabda: “Tadi malam Rabb-ku tabaarakta wata’aala.org Pencatatan langkah orang yang menuju masjid bukan hanya ketika ia pergi ke masjid. Lalu Dia meletakkan Tangan-Nya di antara kedua pundakku Dewan Syariah Daerah. untuk apa para Malaikat yang mulia saling berebut?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam berkata:”Aku menjawab. Diantara dalil yang menunjukkan keutamaan berjalan ke masjid untuk menunaikan shalat berjama’ah bahwa Allah meninggikan kedudukan langkah-langkah orang yang (berjalan) menuju ke masjid.’Dalam mimpi.Paledang. Kel.” (HR. Muslim) Dalam riwayat Ibnu Hibban: “Allah telah memberikan itu semua kepadamu.”(Perawi mengatakan. Imam Muslim meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab tentang seorang Anshar yang tidak pernah tertinggal dari shalat berjama’ah. “Wahai Muhammad! Tahukah engkau. No. Kec. Lalu Dia berfirman. ia mengatakan. Allah telah memberikan kepadamu apa yang engkau cari. Partai Keadilan Sejahtera Kota Bogor Jl. bahkan para Malaikat yang didekatkan (kepada Allah) berebut untuk mencatat dan membawanya naik ke langit.’Aku menduganya mengatakan.: 0251-833 6230 . mendatangiku dalam rupa yang paling indah. 39.” (HR. Bogor Tengah 16122 Telp /Fax.Ibnu Majah) 2. dan tidak pula ia menginginkan rumahnya berdekatan dengan masjid. Paledang.’Tidak’. bahwa ia berkata kepada Nabi Saw: “Aku tidak bergembira jika rumahku (terletak) didekat masjid.’).www.pk-sejahtera.

Nabi Saw menyerupakan dengannya apa yang telah disebutkan berupa amal-amal shalih dan peribadahan dengannya.www.”Menyempurnakan wudhu’ pada saat yang tidak disukai. 3. dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang perkara yang akan menghapuskan kesalahan-kesalahan dan juga mengangkat beberapa derajat?” Para sahabat menjawab. niscaya para Malaikat tidak akan berebut untuk mencatat dan membawanya naik ke langit. Diriwayatkan oleh Imam Muslim. Kel.”Ya. Tidak hanya para Malaikat saling berebut untuk mencatat amalan berjalan kaki menuju shalat berjama’ah. wahai Rasulullah?” Beliau bersabda. Partai Keadilan Sejahtera Kota Bogor Jl. Berjalan menuju shalat berjama’ah termasuk salah satu sebab mendapatkan jaminan berupa kehidupan yang baik dan kematian yang baik pula. 39. dan menyempurnakan wudhu pada saat yang tidak disukai. Penyerupaan ini juga menegaskan besarnya kedudukan tiga amalan yang tersebut didalam hadits.”Rasulullah Saw bersabda: Dewan Syariah Daerah.org sehingga aku merasakan kesejukannya di dadaku (atau beliau mengatakan.” Betapa besar jaminan ini! Kehidupan yang baikdan kematian yang baik. Ar-ribath pada asalnya -sebagaimana dikatakan oleh al Imam Ibnul Atsir–adalah berdiri untuk berjihad untuk memerangi musuh.: 0251-833 6230 . tentang kaffarat (perkaraperkara yang menghapuskan dosa).’Di leherku’).” (HR. bahkan Allah menjadikan jaminan kehidupan yang baik dan kematian yang baik pula. Tirmidzi.Paledang. Bogor Tengah 16122 Telp /Fax. Kec. Seandainya berjalan kaki untuk shalat berjama’ah tidak termasuk amal yang mulia. berjalan kaki untuk melaksanakan shalat berjama’ah.” (HR. siapakah yang menjanjikan hal itu? Dia-lah Allah Yang Maha Esa. banyak melangkah ke masjid-masjid. di antaranya berjalan kaki menuju shalat berjama’ah – maka ia hidup dengan baik dan mati dengan baik pula. di antaranya banyak melangkah ke masjid. 4. dan menunggu shalat setelah melaksanakan shalat. ia mengatakan. Muslim).”Wahai Muhammad!Tahukah engkau untuk apa para Malaikat yang mulia saling berebut?” Aku menjawab.pk-sejahtera. itulah ar-tibath (berjuang di jalan Allah). Paledang. Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr. Berjalan menuju shalat berjama’ah termasuk salah satu sebab dihapuskannya kesalahankesalahan dan ditinggikannya derajat.”Tentu. Keutaman ini juga berlaku untuk seseorang yang melangkah keluar dari masjid. Kaffarat itu adalah diam di masjid setelah melaksanakan shalat. Lalu aku mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Maka. No. hadits ini shahih).”Dia berfirman. yang tidak ada seorangpun yang lebih menepati janji selain Dia. mengikat kuda dan menyiapkannya. Disebutkan dalam hadist terdahulu: “Barangsiapa yang melakukan hal itu – yakni tiga amalan yang disebutkan dalam hadits.

hadits ini shahih).pk-sejahtera. Bogor Tengah 16122 Telp /Fax.www. maka ia dijamin oleh Allah. Zainul ‘Arab mengatakan dalam menjelaskan sabda Nabi Saw “Seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan ihram. Abu Dawud. di shahihkan oleh syaikh al Albani) 7. Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan dari sahabat Abu Umamah. maka pahalanya seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan ihram. pahalanya sempurna.” “Yakni. Pahala orang yang keluar dalam keadaan suci (telah berwudhu) untuk melaksanakan shalat berjama’ah seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan umrah.” (HR. yaitu orang yang keluar untuk berperang di jalan Allah. di Awal Waktu. baik ketika pergi maupun pulangnya. 5. Nabi Saw menjelaskan bahwa orang yang keluar menuju shalat berjama’ah berada dalam jaminan Allah. ia mengatakan. maka bagaimana pula pahala melakukan Sholat Fardhu. maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalu memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala dan ghanimah. dan orang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam. maka satu langkah akan menghapuskan satu kesalahan dan satu langkah lainnya akan ditulis sebagai satu kebajikan untuknya. Ahmad. Kec.” (HR. Paledang. Imam bu Dawud meriwayatkan dari Abu Umamah.Paledang. dari Rasulullah Saw. maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalau memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala.” (‘Aunul Ma’buud II/357) Allaahu Akbar.” (Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al Albani). Ia mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya menuju masjid dalam keadaan bersuci (telah berwudhu’) untuk melaksanakan shalat fardhu (berjama’ah). 39.org “Barangsiapa yang pergi menuju masjid untuk shalat berjama’ah.: 0251-833 6230 . Partai Keadilan Sejahtera Kota Bogor Jl.”Nabi Saw bersabda: Dewan Syariah Daerah. Orang yang menuju masjid untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam jaminan Allah. dengan Berjamaah di Masjid? 6. No. beliau bersabda: “Ada tiga golongan yang semuanya dijamin oleh Allah Ta’ala. Orang yang keluar untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam shalat hingga kembali Imam Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dalam shahihnya dari Abu Hurairah. jika sedemikian besarnya pahala orang yang keluar untuk menunaikan shalat berjama’ah. Kel. kemudian orang yang pergi ke masjid.

Bogor Tengah 16122 Telp /Fax. Paledang. Rabb langit dan bumi serta Pencipta alam semesta. ia mengatakan bahwa Nabi Saw bersabda: “Hendaklah orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju masjid bergembira dengan (mendapatkan) cahaya yang sempurna pada hari Kiamat. 9. Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Buraidah.” (HR. maka ia berada dalam shalat hingga ia kembali.org “Jika salah seorang dari kalian berwudhu’ di rumahnya.: 0251-833 6230 .pk-sejahtera. Kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan (untuk melaksanakan shalat berjama’ah) dengan memperoleh cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah.” (Muttafaq ‘alaih. No. Abu Dawud.” (Faidhul Qadiir III/201). sempurnakanlah bagi kami cahaya kami.” (HR. maka mereka diberi balasan berupa cahaya yang menerangi mereka pada hari Kiamat. Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad as-Sa’di. 39. kemudian datang ke masjid. beliau bersabda: “Barangsiapa yang pergi ke masjid dan pulang (darinya). Oleh karenanya. Diriwayatkan dari asy Syaikhan dari Abu Hurairah dari Nabi Saw.’Ya Rabb kami. mengisyaratkan kepada wajah kaum mukminin pada hari Kiamat. Partai Keadilan Sejahtera Kota Bogor Jl. sebagaimana dalam firman Allah: “Sedang cahaya mereka memancar dihadapan dan di sebelah kanan mereka. jangan mengatakan demikian-seraya menjaringkan diantara jarijemarinya. Jika persinggahan orang yang pergi menuju masjid atau pulang darinya disiapkan oleh Allah.” Tentang disifatinya cahaya dengan kesempurnaan dan pembatasannya dengan (terjadinya di) hari Kiamat.www. Kec.Paledang. Allah menyiapkan persinggahan di Surga bagi yang pergi menuju masjid atau pulang (darinya). sambil mereka mengatakan. Rasulullah Saw bersabda: “Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju masjid dengan cahay (yang akan diperolehnya) pada hari Kiamat. syaikh al-Albani menilainya shahih) Ath-Thayyibi mengatakan. Kel. di shahihkan oleh Syaikh al-Albani) ‘Abdur Ra-uf al Munawi menjelaskan hadits ini. maka Allah menyiapkan untuknya persinggahan di Surga setiap kali pergi dan pulang.Ibnu Majah. “Ketika mereka berjalan dalam kesulitan karena senantiasa berjalan dalam kegelapan malam menuju ketaatan. At Tahriim:8) (dinukil dari ‘Aunul Ma’buud II/268) Nabi Saw memerintahkan kepada semua pihak agar memberikan kabar gembira kepada orangorang yang berjalan di kegelapan menuju masjid dengan kabar gembira yang besar ini. dishahihkan oleh Syaikh al-Albani) 8. lafazh ini milik Bukhari).’” (QS. maka bagaimana persingahan itu?? Dewan Syariah Daerah.

: 0251-833 6230 . 12. dan siapa yang di kunjunginya wajib memuliakan tamunya. Muslim). maka ia adalah tamu Allah. Paledang. maka ia berada dalam shalat dan Malaikat memohonkan ampunan serta memohonkan rahmat untuknya.” (HR.’Rumah Allah di bumi adalah masjid. sedangkan Dia adalah Rabb yang paling Pemurah. Imam ath Thabrani meriwayatkan dari Salman anhu bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang berwudhu’ di rumahnya dengan sempurna kemudian mendatangi masjid. Dewan Syariah Daerah.”Al Bassyu adalah kegembiraan kawan dengan kawannya.Paledang. ia tidak menginginkan kecuali shalat di dalamnya. ia mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu’ dengan baik dan sempurna kemudian mendatangi masjid. Ini adalah permisalan yang dibuat tentang penyambutan Allah kepadanya dengan karunia-Nya.pk-sejahtera. ath-Thabrani) Bagaimana cara Allah memuliakan tamu-Nya.Ibnu Khuzaimah.” (HR. ia mengatakan. Kec. Allah Bergembira dengan Kedatangan Hamba-Nya ke Masjid Imam Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dari Abu Hurairah. Kel. dishahihkan oleh Syaikh al-Albani) Imam Ibnul Atsir mengatakan. 39. Imam Ibnul Mubarak rahimahullah meriwayatkan dari ‘Amr bin Maimun.” (An-Nihaayah fii Ghariibil Hadits wal Atsar I/130). lemah lembut dalam persoalan dan penyambutannya. mendekatkannya (kepadanya) dan memuliakannya.org 10. dan para Malaikat berdo’a untuknya:’Ya Allah! Berikanlah ampunan kepadanya. Bogor Tengah 16122 Telp /Fax. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Salah seorang dari kalian duduk untuk menunggu shalat. melainkan Allah bergembira kepadanya sebagaimana keluarga orang yang pergi jauh bergembira dengan kedatangannya. Orang Yang Datang ke Masjid adalah Tamu Allah Di antara keutamaan shalat berjama’ah di masjid adalah yang dijelaskan oleh Nabi Saw bahwa orang yang datang ke masjid adalah tamu Allah. dan Allah wajib memuliakan siapa yang mengunjungi-Nya di dalamnya.” (HR. Partai Keadilan Sejahtera Kota Bogor Jl. “Para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengatakan. ya Allah! Rahmatilah ia’. Penguasa langit dan bumi? Para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam juga menegaskan hal ini. dan yang dikunjungi wajib memuliakan tamunya.www. maka ia berada dalam shalat selagi belum berhadats.’” (Kiitab az Zuhd) 11. Keutamaan Menunggu Shalat Orang yang duduk menunggu shalat. No.

Shalat Berjama’ah Dapat Melindungi Hamba dari Gangguan Syaitan Imam Ahmad meriwayatkan dari Muadz bin Jabal bahwa Nabi Saw bersabda: “Syaitan adalah serigala pemangsa manusia sebagaimana serigala pemangsa kambing yang menangkap kambing yang jauh lagi sendirian.’” (HR. Partai Keadilan Sejahtera Kota Bogor Jl. dunia hingga Hari Akhirat nanti. Muslim) 14. Oleh karena itu janganlah bercerai-berai. ia mengatakan. Ahmad. untuk kita pahami dan dihayati sepenuh hati. (Ibid. Dan semoga Allah mengampuni dosa-kelalaian yang telah dilakon selama inii. dan kiranya diberkati. dan tetaplah berjama’ah bersama orang-orang dan masjid. Bogor Tengah 16122 Telp /Fax. diantaranya adalah berjama’ah dalam shalat. Maka.”Aku mendengar Nabi Saw bersabda ‘Barangsiapa yang berwudhu’ dengan sempurna. Kel. V/176).org 13. Sampai di sini taushiyah ini. (Buluughul Amaani V/175-176). maka Allah mengampuni dosa-dosanya. 39. Yakni tetaplah pada apa yang dianut oleh jama’ah Ahlus Sunnah dalam segala hal. Amin ya Allah ILahi-Robbi. ”Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq dan sanadnya jayyid/bagus”). Kec. kemudian berjalan untuk mengerjakan shalat fardhu lalu mengerjakannya bersama orang-orang atau bersama jama’ah atau di masjid. No.” (HR.pk-sejahtera.www. Pengampunan Dosa Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Utsman bin ‘Affan. Wallahu a’lam bish-showab ---oo0oo--- Dewan Syariah Daerah.Paledang.: 0251-833 6230 .Syaikh Ahmad Abdur-ramah al Banna mengatakan. Paledang. Yakni bahwa syaitan itu merusak dan membinasakan manusia dengan godaannya sebagaimana serigala yang merusak jika ia menangkap seekor kambing. tetaplah berjama’ah artinya. serta meridhoi usaha kita memperbaiki diri. serta diamalkan seharihari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful