P. 1
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT PERBANKAN PADA BANK UMUM DI PROPINSI JAWA TENGAH(periode 1990 – 2005)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT PERBANKAN PADA BANK UMUM DI PROPINSI JAWA TENGAH(periode 1990 – 2005)

|Views: 2,831|Likes:
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT PERBANKAN PADA BANK UMUM DI PROPINSI JAWA TENGAH (periode 1990 – 2005)

SKRIPSI

ditulis oleh

Nama

:

Mochamad Faza Rifai 02.313.086 Ilmu Ekonomi

Nomor Mahasiswa : Jurusan :

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FAKULTAS EKONOMI YOGYAKARTA 2007

LAMPIRAN

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Perbankan pada Bank Umum di Propinsi Jawa Tengah periode 1990-2005

SKRIPSI

Disusun dan diajukan untuk memenuhi syarat ujian akhi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT PERBANKAN PADA BANK UMUM DI PROPINSI JAWA TENGAH (periode 1990 – 2005)

SKRIPSI

ditulis oleh

Nama

:

Mochamad Faza Rifai 02.313.086 Ilmu Ekonomi

Nomor Mahasiswa : Jurusan :

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FAKULTAS EKONOMI YOGYAKARTA 2007

LAMPIRAN

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Perbankan pada Bank Umum di Propinsi Jawa Tengah periode 1990-2005

SKRIPSI

Disusun dan diajukan untuk memenuhi syarat ujian akhi

More info:

Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

Sama halnya dengan PDB, PDRB adalah sebutan untuk menyatakan

besarnya pendapatan suatu perekonomian daerah. Sedangkan Produk

Domestik Bruto (PDB) adalah nilai total atas segenap output akhir yang

dihasilkan oleh suatu perekonomian baik yang dilakukan oleh penduduk

domestik maupun penduduk asing maupun orang-orang dari negara lain yang

berrnukim di negara yang bersangkutan. Produk domestik bruto merupakan

ukuran terbaik dari kinerja perekonomian karena tujuan PDB adalah

meringkas aktivitas ekonomi dalam nilai uang tunggal dalam periode waktu

34

tertentu (Mankiw, 1999). Terdapat beberapa cara untuk menilai PDB sebagai

kinerja sebuah perekonomian, (1) dengan melihat PDB sebagai perekonomian

total (pendekatan pendapatan) dari setiap orang yang berada di dalam

perekonomian, (2) dengan melihat PDB sebagai pengeluaran total (pendekatan

pengeluaran) pada output barang dan jasa perekonomian. Dari sudut pandang

lain, jelaslah mengapa PDB merupakan cerminan dari kinerja ekonomi karena

mengukur sesuatu yang dipedulikan banyak orang (pendapatan) demikian pula

dengan output barang dan jasa yang memuaskan permintaan rumah tangga,

perusahaan dan pemerintah. PDB mengukur pendapatan dan pengeluaran

perekonomian pada outputnya dengan alasan bahwa jumlah keduanya adalah

sama dan fakta yang mendasar : karena setiap transaksi memiliki penjual dan

pembeli, setiap uang yang dikeluarkan seorang pembeli menjadi pendapatan

seorang penjual yang lain.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->