P. 1
Klasifikasi duku

Klasifikasi duku

|Views: 1,295|Likes:
Published by Fitri Yani

More info:

Published by: Fitri Yani on May 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2013

pdf

text

original

DUKU (Lansium domesticum Corr

)

Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Rosidae Ordo: Sapindales Famili: Meliaceae Genus: Lansium Spesies: Lansium domesticum Corr

Duku adalah nama umum dari sejenis buah-buahan anggota suku Meliaceae. Tanaman yang berasal dari Asia Tenggara sebelah barat ini dikenal pula dengan nama-nama yang lain seperti langsat, kokosan, pisitan, celoring dan lain-lain dengan pelbagai variasinya. Namanama yang beraneka ragam ini sekaligus menunjukkan adanya aneka kultivar yang tercermin dari bentuk buah dan pohon yang berbeda-beda. Duku adalah tumbuhan identitas untuk Provinsi Sumatera Selatan. Pemerian botani Pohon yang berukuran sedang, dengan tinggi mencapai 30 m dan gemang hingga 75 cm. Batang biasanya beralur-alur dalam tak teratur, dengan banir (akar papan) yang pipih menonjol di atas tanah. Pepagan (kulit kayu) berwarna kelabu berbintik-bintik gelap dan jingga, mengandung getah kental berwarna susu yang lengket (resin).[1] Daun majemuk menyirip ganjil, gundul atau berbulu halus, dengan 6–9 anak daun yang tersusun berseling, anak daun jorong (eliptis) sampai lonjong, 9-21 cm × 5-10 cm, mengkilap di sisi atas,

sendiri atau dalam berkas 2–5 tandan atau lebih. Putiknya tebal dan pendek.[1] Buah buni yang berbentuk jorong. Tanaman baru berbunga pada umur 10 sampai 15 tahun[3]. berambut. biji terbungkus oleh salut biji (arilus) yang putih bening dan tebal.[2] Bunga-bunga berukuran kecil. Kutai Barat. 10–30 cm panjangnya. Kelopak berbentuk cawan bercuping-5. anak daun bertangkai 5–12 mm. manis hingga masam. berdaging. berair. kepala-kepala sari dalam satu lingkaran.[1] Kultivar-kultivar yang unggul memiliki biji yang kecil atau tidak berkembang (rudimenter). manis. Embrio apomiktik berkembang darijaringan pohon induk sehingga keturunannya memiliki karakter yang serupa dengan induknya. tabungnya mencapai 2 mm. Benang sari satu berkas. bulat atau bulat memanjang. hijau. Biji bersifat rekalsitran. Mahkota bundar telur. . dengan pangkal runcing dan ujung meluncip (meruncing) pendek. penyimpanan lebih daripada tujuh hari akan menyebabkan kemunduran daya kecambah yang cepat[5].[1] Bunga terletak dalam tandan yang muncul pada batang atau cabang yang besar. menyendiri. Perkecambahan tumbuhan ini memiliki perilaku poliembrioni (satu biji menghasilkan banyak embrio atau semai): satu embrio hasil pembuahan. pipih. [sunting]Keanekaragaman Langsat. menggantung. dan sisanya embrio apomiktik.5-5 cm. dijual dalam tandannya di lapak tepi jalan. 2-4(-7) cm × 1. kuning kehijauan. berdaging. Kulit (dinding) buah tipis hingga tebal (kira-kira 6 mm). putih hingga kuning pucat. Berbiji 1–3. Perbanyakan duku yang dilakukan menggunakan biji mengakibatkan lambannya tanaman dalam menghasilkan buah. tegak.seperti jangat. berkelamin dua. berasa pahit. kerap bercabang pada pangkalnya.[4]. dengan bulu halus kekuning-kuningan dan daun kelopak yang tidak rontok. duduk atau bertangkai pendek. namun arilusnya tumbuh baik dan tebal. Perbanyakan vegetatif dilakukan dengan pencangkokan dan sambung pucuk[3]. 2-3 mm × 4-5 mm.

yakni yang dikenal sebagai duku. Buah langsat berkulit tipis dan selalu bergetah (putih) sekalipun telah masak.Rawas Ilir. duku) umumnya memiliki pohon yang bertajuk besar. kulit langsat akan menghitam sekalipun itu tidak merusak rasa manisnya. dengan percabangan tegak. aquaeum) dibedakan oleh daunnya yang berbulu. serta kelompok terakhir yang di Indonesia dikenal sebagai kokosan.[1][6] Langsat (L. berkulit tipis dan sedikit bergetah. Kokosan (L. padat oleh dedaunan yang berwarna hijau cerah. sehingga ada pula ahli yang memisah-misahkannya ke dalam jenis-jenis (spesies) yang berlainan. dan kulit buahnya yang berwarna kuning tua. ada dua kelompok besar buah ini. manis atau masam. Memanen duku di Mandi Angin. Dalam tiga hari setelah dipetik. domesticum var. Perhatikan tandannya yang renggang.[1][6] Tak seperti duku. berbeda dengan langsat yang rapat. Musi Rawas. domesticum var. langsat bukanlah buah yang bisa bertahan lama setelah dipetik. Butiran buahnya besar. dengan tandan yang relatif pendek dan berisi sedikit buah. Pada garis besarnya. domesticum var.Duku amat bervariasi dalam sifat-sifat pohon dan buahnya. tandannya yang penuh butir buah yang berjejalan sangat rapat. dan berbau harum. berkulit agak tebal namun cenderung tidak bergetah bila masak. padat berisi 15–25 butir buah yang berbentuk bulat telur dan besar-besar.[1] Kelompok yang dikenal sebagai duku (L. domesticum) kebanyakan memiliki pohon yang lebih kurus. namun sukar dikupas. berdaun kurang lebat yang berwarna hijau tua. Hanya saja tampilannya menjadi tidak menarik. Butir-butir buahnya umumnya kecil. dan yang dinamakan langsat. Kemudian ada kelompok campuran antara keduanya yang disebut duku-langsat. Daging buahnya banyak berair. rasanya masam manis dan menyegarkan. cenderung bulat. Tandan buahnya panjang. umumnya berbiji kecil dan berdaging tebal. Sehingga buah dimakan dengan cara digigit dan disedot cairan dan bijinya (maka .

padat.[1] Kayunya keras. sementara tepung kulit kayu ini dijadikan tapal . sehingga kerap digunakan sebagai bahan perkakas dan konstruksi rumah di desa. Biji duku yang pahit rasanya. Muaro Jambi. melainkan daerah Komering (Kabupaten OKU dan OKI) serta beberapa wilayah lain yang berdekatan di Sumatera Selatan. duku sumber dari Kudus. terutama kayu pisitan.[8] langsat tanjung dari Kalsel. yang biasa dimakan dalam keadaan segar. dikenal duku Padang Batung dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan. berbagai daerah juga menghasilkan dukunya masing-masing.[12] Mengingat daya tahan buahnya yang tak seperti duku.[6] Beberapa bagian tanaman digunakan sebagai bahan obat tradisional. pijetan. Kulit kayunya dimanfaatkan sebagai obat disentri dan malaria. dan bahkan diekspor. Duku dari wilayah-wilayah ini dipasarkan ke pelbagai daerah di Sumatera danJawa. duku matesih dari Karanganyar. Sebetulnya penghasil utama duku ini bukanlah Kota Palembang. Duku terutama ditanam untuk buahnya. dan lain-lain. terutama karena manis rasanya dan sedikit bijinya. dan sebagainya. Di Jawa.disebut kokosan). Dari Thailand dikenal langsat uttaradit. duku papongan dari Tegal.[1] atau dipijit agar kulitnya pecah dan keluar bijinya (maka dinamai pisitan.[7][8] Di samping duku palembang. ditumbuk dan dicampur air untuk obat cacing dan juga obat demam. duku woro dari Rembang. kokosan umumnya berasa masam sampai masam sekali. Jambi. di antaranya adalah langsep singosari dari Malang.[12] langsat punggur dari Kalbar.[6] Berbiji relatif besar dan berdaging tipis.[1] [sunting]Manfaat Buah duku yang dikupas. duku kalikajar dari Purbalingga. beberapa yang terkenal secara lokal adalah duku condet (dahulu juga duku menteng dan duku depok) dari seputaran Jakarta. Kultivar duku yang paling terkenal di Indonesia adalah duku palembang. Filipina. dan dari Luzon. Tempat lain yang juga menghasilkannya adalah kawasan Kumpeh. Beberapa kultivar yang populer. Ada pula yang mengawetkannya dalam sirup dan dibotolkan. dikenal langsat paete. langsat umumnya dikenal secara lebih terbatas dan lokal. memperlihatkan arilus (selubung biji) yang putih bening. berat dan awet.[6][9][10][11] Di Kalimantan Selatan. bijitan). duku karangkajen dan duku klaten dari Yogyakarta.

kaya bahan organik dan sedikit asam. terutama tipe tanah latosol. di wilayah dengan curah hujan antara 1. terutama varietas duku.[6] Wanatani duku di Mandi Angin. dan aluvial.[1] Duku tidak tahan penggenangan. dikeringkan dan diolah untuk dicampurkan dalam setanggi atau dupa. Tanaman ini dapat tumbuh dan berbuah baik pada berbagai jenis tanah. Musim ini dapat berlainan antar daerah. petai.[9] Duku menyenangi tanah bertekstur sedang dan berdrainase baik. Musi Rawas. Sementara itu varietas langsat lebih tahan terhadap perubahan musim.500 mm per tahun. duku biasa ditanam bercampur dengan durian. Kulit buahnya juga digunakan sebagai obat diare.[1][9] Duku biasa ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. podsolik kuning. Tanaman ini. namun umumnya terjadi di sekitar awal musim hujan.untuk mengobati gigitan kalajengking. sehingga dikenal adanya musim buah duku. serta aneka tanaman buah dan kayu-kayuan lainnya.[1][6] Kulit buah langsatterutama. duku tumbuh baik dalam kebun-kebun campuran (wanatani).[13] Duku umumnya berbuah sekali dalam setahun. jengkol. dan kulit buah yang dikeringkan. di Filipina biasa dibakar sebagai pengusir nyamuk. namun dengan ketersediaan air tanah yang cukup. meski umumnya duku yang mendominasi.. menyukai tempat-tempat yang ternaung dan lembap. dan dapat menenggang musim kemarau asalkan cukup ternaungi dan mendapatkan air.Rawas Ilir.500-2. [sunting]Perbanyakan . Di daerah-daerah produksinya. [sunting]Ekologi Sebagai tanaman bertajuk menengah.

walau tidak besar. Bahkan varietas-varietas liar atau yang meliar dapat dijumpai di alam.[1] Lagi pula pertumbuhannya tidak seberapa kuat. Kini duku juga dibudidayakan.[14] Memilah duku yang baru dipanen. Srilanka. Duku biasanya diperbanyak dengan biji. persen kematian anakan hasil cangkokan cukup besar. Teknik ini memungkinkan sifat-sifat genetik batang atas anakan yang dihasilkan sama dengan induknya. Anakan hasil sambung pucuk ini juga lebih kuat perakarannya daripada anakan hasil cangkokan. Suriname. Burma. [sunting]Penyebaran dan nama-nama lokal Wilayah asal-usul duku membentang dari sekitar Semenanjung Siam di barat hingga Kalimantan di timur.[9] Perbanyakan secara modern yang kini banyak dilakukan adalah dengan sambung pucuk (grafting). duku ditanam sebagai salah satu buah-buahan yang penting. Hawaii. akar keluar setelah 134 hari[3]) namun pohon baru hasil cangkokan sudah dapat berbuah pada umur sekitar dua tahun. sementara waktu tunggunya dipersingkat menjadi 5–6 tahun. termasuk pula Filipina. Di daerah-daerah itu. Akan tetapi menunggu hingga pohon baru ini menghasilkan. dan Puerto Rico. Meskipun proses mencangkok ini memakan waktu yang relatif lama (8-9 bulan. India.[10] Kelemahannya.[1][13] . di Vietnam.Langsat di Filipina. yang sengaja disemaikan atau dengan mengumpulkan cabutan semai yang tumbuh spontan di bawah pohon induknya.[14] Cara lain yang juga populer adalah dengan mencangkoknya. memakan waktu yang lama (20–25 tahun) dan belum pasti pula kualitasnya sama dengan induknya. Australia.

dan aluvial. Tanah yang terlalu . lésé (Sulsel). Tanah yang sesuai mempunyai pH antara 6-7. Namun umumnya duku habis dikonsumsi di dalam negeri masing-masing. dan lain-lain. Filipina dan Indonesia. dukuh (Jw. lasot. langsék (Min.Duku dikenal dengan banyak nama. losot. celoring. asalkan tanahnya mengandung banyak bahan organik.. lasété. Duku belum menembus pasar buah-buahan di Eropa dan Amerika. rihat.). langseh. lasaté. pijetan. Buahan Syarat Tumbuh Duku dapat tumbuh dan berbuah baik di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. lantat (Sulut). lansét. tanaman ini biasanya ditanam di pekarangan atau tegalan. léhat. dansot. langsak. lansones. langsep. kecuali sedikit yang diekspor keSingapura dan Hongkong. langsep dan duku. Duku dapat tumbuh dan be’rbuah baik pada tipe tanah latosol.lòn bon dan bòn bon (Vietnam).. langsat.). seperti langsat. langsad. ceroring (Bali). Thailand. (Fil. langsak. lasak. lansot. longkong (Thailand). nasaté. Duku juga toleran terhadap tanah masam atau lahan bergambut. ranso. lanzon. lalasat. lihat. langsep. Tanaman ini toleran terhadap iklim kering.). pisitan Inggris: Melayu: Langsat Langsat Vietnam: Bon Bon Pilipina: Lansones.500-2. asalkan kandar air tanahnya kurang dari 150 cm. lansa (Mal. atau petai. yang mirip maupun yang tidak.[1] Duku Lansium domesticum CorrNama umum Indonesia: Duku.500 mm per tahun. lansat. rasak (Lampung).[6] [sunting]Perdagangan Negara-negara penghasil utama duku adalah Malaysia.[13][15] Di Indonesia sendiri duku disebut dengan berbagai nama. podsolik kuning. rarsak. pisitan. Serta langsat. jengkol. kokosan. lancat (Aceh dan Sumut).). lasa (Maluku) dan sejenisnya. richat (Kal. lasa. celoréng (Md. duku (Burma). lansa.). Tanaman lebih senang ditanam di tempat yang terlindung. lasat. lasé. lanzone. dan buahan. Duku toleran terhadap kadar garam tinggi. bersama dengan tanaman tahunan lainnya seperti durian. Misalnya langsat (umum). serta gadu guda (Srilanka). Boboa.). Dalam bahasa Inggris juga disebut sebagai langsat dan duku. Curah hujan 1. bijitan (Sd. lasé(Nias). Oleh karena itu. Sd. celuring (Jw.). lansa. lasat. lasato. lasat.

tetapi dapat dipisahkan dari pohon induknya setelah 4-5 bulan kemudian. Batang bawah berasal dari semai biji duku berumur setahun lebih. Namun. Cabang entres diambil dari varietas unggul yang daunnya masih muda. bibit harus diberi naungan dengan atap daun kelapa atau jerami kering. kurang baik untuk tanaman duku. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah jadi sebanyak 20 kg/lubang. Biji duku bersifat poliembrioni sebesar l0-50%. dan juga menyebabkan kerugian pasca-panen. Pupuk buatan berupa campuran 100 g urea. merupakan hama yang umum. sebagai batang bawah yang kompatibel digunakan semai Dysoxylum altisimum Merr. Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) tampak berupa bintik kecoklatan yang berukuran kecil sampai besar pada rangkaian buah. yang seringkali menyebabkan jeleknya . dan 50 g KCl per tanaman diberikan empat kali dengan selang tiga bulan sekali. serangan ini menyebabkan buah berguguran lebih awal. terlibat dalam hal ini. Kondisi lahan di sekitar bibit harus dij aga agar tetap lembap. Di Filipina. Bibit dari biji mempunyai masa remaja (juvenil) panjang. Perbungaan mulai tumbuh 7-10 hari setelah penyiraman.sarang. Penggerek kulit kayu. asalkan calon bunga telah muncul selama periode kering sebelumnya. Pada pohon yang lebih tua. Cara cangkok juga jarang dilakukan karena pertumbuhan bibitnya lemah meskipun dapat berakar. Belum jelas betul patogen mana yang menyebabkan busuk akar. yang terjadi ketika buah masih menempel di pohonnya akan menimbulkan bahaya turunnya panen secara serius. berkat pertumbuhannya yang lambat dan hasilnya yang rendah. Bibit ditanam pada umur 1-2 tahun atau setelah mencapai tinggi 75 cm lebih. kemudian disemaikan langsung karena biji duku tidak dapat disimpan lama. yang masing-masing menyerang pohon dan buah duku. disebabkan oleh pecahnya buah jika kekurangan air itu tiba-tiba dipulihkan. hanya pucuk pucuk air dan cabang-cabang yang kena penyakit yang perlu dipangkas. Untuk memperoleh hasil sambungan tinggi sebaiknya daun cabang entres dirompes dua minggu sebelum cabang dipotong. Pemeliharaan Pohon muda hendaknya dinaungi dengan baik dan disirami selama beberapa tahun pertama. asalkan diberi pengairan yang cukup. tetapi pemupukan yang ringan di awal musim hujan dan setelah panen mungkin bermanfaat. dan Dysoxlum floribundum Merr. terutama pada langsat yang bertipe tegak. cara okulasi jarang dilakukan karena kesulitan mengambil mata tempelnya. Pedoman Budidaya Tanaman diperbanyak dengan biji. Biji ini dibersihkan dari daging yang melekat pada biji (arilus). dan cabang-cabang lateral yang tumbuh diikat supaya tumbuh mendatar. antara 8-17 tahun. tetapi di Thailand bibit sambungan mulai berbuah pada umur 5-6 tahun. Duku ditanam pada jarak tanam 6-8 m dalam lubang berukuran 6o cm x 6o cm x 50 cm. agar perawakannya lebih memencar. Umur mulai berbuah untuk bibit vegetatif belum jelas. Suatu masa kering yang pendek. tetapi sudah mulai menua. Sementara. Pengairan dapat digunakan untuk mempercepat pembungaan satu atau dua bulan. Pucuk utama langsat yang bertipe tegak harus dipenggal. Pemberian mulsa yang banyak dianjurkan. Persyaratan kebutuhan haranya barangkali rendah. Perbanyakan dengan penyusuan berhasil baik. Hama dan Penyakit Penyakit busuk akar dan antraknosa merupakan 2 macam penyakit yang berbahaya. Setelah ditanam. terutama jika ingin diproduksi hasil yang besar. Perbanyakan secara vegetatif dilakukan dengan sambung pucuk. 50 g P2O5. sebab belum ada bukti bahwa Phytophthora spp. biasanya menjelang musim hujan. tanah berpasir yang mengandung banyak bahan organik dapat digunakan untuk tanaman duku. seperti pada tanah pasir.

Ulatnya menjadi pupa di dalam lorong. mineral dan zat besi duku setingkat lebih tinggi dibandingkan dengan buah apel atau jeruk manis. Daunnya dirusak oleh binatang pengebor daun. ranting. Padahal kalau kita mau sedikit berkreasi. Hendaklah hati-hati agar tidak melukai bagian batang tempat menempelnya gagang tandan. larva kumbang ‘weevil’ dijumpai di dalam buah duku. fosfor 9 mg dan zat besi 0. dan mengecat dengan insektisida cabang yang telah dibersihkan terlebih dahulu. penggulung daun. Di Malaysia. akan sangat menqulirkan pemanenan. Untuk kandungan kalori.9 mg. dan dalam waktu yang pendek tidak akan laku dijual di pasar. dan buah.7 g. Panen dan Pasca Panen Buah duku dipanen dengan jalan dipanjat pohonnya dan dipotongi tandan-tandan buahnya yang matarig dengan pisau atau gunting pangkas. tetapi jika pematangan tidak bersamaan. Kenyataannya. Kandungan lain yang bermanfaat adalah dietary fiber atau serat. dan tikus suka sekali memakan buah duku.2 g. Hanya pemetikan buah yang matang. lemak 0. protein 1. campuran fruits cocktail atau sebagai bahan baku selai. . buah duku tidak terlalu mengcewakan. kumbang. ulat penggerek buah dapat menyebabkan banyak sekali buah rontok. sebab tindakan demikian akan mengurangi kerusalcan kuncup-kuncup bunga yang masih dorman. sebagian kerusakan disebabkan oleh rusaknya kuncup bunga: Petani duku mencolek kulit kayu yang lepas dari cabang yang terserang. kalsium 18 mg. Buah duku dipasarkan dalam keranjang-keranjang bambu yang dialasi koran bekas atau daun pisang kering. pemberantasannya yang efektif adalah menyinari dengan baterai pada rnalam hari dan membungkus tandan-tandan buah dengan kantung-kantung nilon. Diperlukan empat atau lima kali pemanenan sampai semua buah habis dipetik dari pohon. seperti untuk isi puding. Penyimpanan dalam kamar pendingin dengan suhu 15° C dan kelembapan nisbi 85-90% dapat memungkinkan buah bertahan sampai 2 minggu. buah-buah yang terserang itu hendaknya dikumpulkan dan dikubur untuk memotong daur hidup hama ini: Di Indonesia. Seringkali buahbuah itu dipilah-pilah dahulu sebelum dijual. mineral 0. Penggerek-penggerek lain menyerang batang. Hama-hama ini aktif sepanjang musim hujan. yang akan sangat memperbaiki kualitas buah. jika buahbuah itu direndam dahulu dalam larutan benomil (4 g/1). Kutu perisai dan kutu kecil (mites) dapat pula menimbulkan kerusakan yang hebat. dan kutu. Buah duku harus dipanen dalam kondisi kering. sebab buah yang basah akan berjamur jika dikemas. sebab perbungaan berikutnpa akan muncul dari situ juga.) dan ngengat hijau (Prassinoxema sp.penampilan ranting-rantingnya yang mati oleh ulat-ulat ngengat ‘carpenter’ (Cossus sp.0 g. daripada memanjat pohonnya Iebih baik menggunakan tangga. Setiap 100 gr buah duku terkandung kalori 70 kal. burung. membunuh penggerek penggerek yang muncul. Umumnya buah yang berada dalam satu tandan akan matang hampir bersamaan. tetapi walau masih berada di pohonnya buah-buah itu tetap akan berubah menjadi coklat. yang ditaksir dari perubahan warna.). duku dapat dijadikan beragam sajian lezat dan nikmat. kulit buahnya berubah menjadi coklat dalam 4 atau 5 hari setelah dipanen. Kelelawar. Buah dapat dibiarkan di pohonnya selama beberapa hari menunggu sampai tandan-tandan lainnya juga matang. Penanganan pasca panen Duku merupakan buah yang sangat mudah rusak. Dilihat dari komposisi zat gizinya. Manfaat Lansium domesticum Corr: Sebagian besar buah duku hanya dimakan segar sebagai buah meja. karbohidrat 13 g.

tepung kulit kayu juga digunakan sebagai tapal untuk menyembuhkan bekas gigitan kalajengking. Kayunya yang berwarna coklat muda keras dan tahan lama. dan kulit kayunya yang rasanya sepet digunakan untuk mengobati disentri dan malaria. tetapi buahnya yang tanpa biji dapat dibotolkan dalam sirop. serta digunakan untuk tiang rumah. bagian kulit buah dan bijinya juga bermanfaat untuk bahan baku obat anti diare dan menurunkan demam. Sebagian orang juga percaya. Kulit buah itu juga dimanfaatkan sebagai obat anti diare.Salah satu zat yang bermanfaat untuk memperlancar sistem pencernaan. benalu pohon duku dapat menghambat dan membasmi sel-sel kanker. . Bagian tanaman lainnya yang digunakan sebagai obat adalah bijinya yang ditumbuk digunakan oleh penduduk setempat di Malaysia untuk menyembuhkan demam. mencegah kanker kolon dan membersihkan tubuh dari radikal bebas penyebab kanker. Kulit buahnya yang dikeringkan di Filipina dibakar untuk rnengusir nyamuk. Kulit kayunya juga sering digunakan orang untuk mengobati gigitan serangga berbisa dan obat disentri. berkat kandungan oleoresinnya. gagang perabotan. dan sebagainya. Buah duku pada prakteknya selalu dimakan dalam keadaan segar setelah dikupas dengan tangan. Selain daging buah yang segar menyehatkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->