P. 1
Etika Lingkungan Hidup Dalam Islam

Etika Lingkungan Hidup Dalam Islam

|Views: 152|Likes:

More info:

Published by: Razdrizal Rizki Ermahri on May 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2012

pdf

text

original

Lingkungan dalam kacamata Islam 2012

Etika Lingkungan Hidup Dalam Islam
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.1 Sehingga lingkungan harus dipandang sebagai salah satu komponen ekosistem yang memiliki nilai untuk dihormati, dihargai, dan tidak disakiti, lingkungan memiliki nilai terhadap dirinya sendiri. Integritas ini menyebabkan setiap perilaku manusia dapat berpengaruh terhadap lingkungan disekitarnya. Perilaku positif dapat menyebabkan lingkungan tetap lestari dan perilaku negatif dapat menyebabkan lingkungan menjadi rusak. Integritas ini pula yang menyebabkan manusia memiliki tanggung jawab untuk berperilaku baik dengan kehidupan di sekitarnya. Kerusakan alam diakibatkan dari sudut pandang manusia yang anthroposentris, memandang bahwa manusia adalah pusat dari alam semesta. Sehingga alam dipandang sebagai objek yang dapat dieksploitasi hanya untuk memuaskan keinginan manusia, hal ini telah disinggung oleh Allah SWT dalam Al Quran surah Ar Ruum ayat 41:

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Luas hutan di Indonesia adalah sebesar 130 juta hektar,2 terdiri dari hutan produksi 66,35 juta hektar, hutan lindung 33,50 juta hektar, hutan konservasi 20,50 juta hektar. Penutupan vegetasi di dalam kawasan hutan mencapai 88 juta hektar (Sinar Harapan, 2008). Tutupan hutan di Indonesia memiliki luas sebesar 130 juta hektar, menurut World Reseach Institute (sebuah lembaga think tank di Amerika Serikat), 72 persen hutan asli Indonesia telah hilang, berarti sisa luasan hutan Indonesia hanya sebesar 28 persen. Kemudian data Departemen Kehutanan sendiri mengungkapan bahwa 30 juta hektar hutan di Indonesia telah rusak parah, atau sebesar 25 persen. Data-data ini menunjukan bahwa kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh perilaku manusia, telah mencapai tingkat yang parah. Sehingga berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan pendidikan lingkungan untuk mengubah sudut pandang dan perilaku manusia.

1 2

http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan http://green.kompasiana.com/penghijauan/2011/11/28/apa-benar-luas-hutan-indonesia-130-juta-ha-pakmenteri/

Akbar Abdul Fattah : 11/319269/TK/38399 Perencanaan wilayah dan kota

Rahmatan lil alamin bukanlah sekedar motto Islam. Islam juga mempunyai kewajiban untuk menjaga lingkungan dan menghormati alam semesta yang mencakup jagat raya yang didalamya termasuk manusia. setiap anggota komunitas sosial mempunyai kewajiban untuk menghargai kehidupan bersama (kohesivitas sosial). Sesuai dengan firman Allah dalam surah al Baqarah : 30 Akbar Abdul Fattah : 11/319269/TK/38399 Perencanaan wilayah dan kota . maka sudah sewajarnya apabila Islam menjadi pelopor bagi pengelolaan alam dan lingkungan sebagai manifestasi dari rasa kasih bagi alam semesta tersebut. hewan. Berikut adalah prinsip-prinsip yang dapat menjadi pegangan dan tuntunan bagi perilaku manusia dalam berhadapan dengan alam. alam tempat hidup manusia ini. baik perilaku terhadap alam secara langsung maupun perilaku terhadap sesama manusia yang berakibat tertentu terhadap alam: 1. Allah SWT berfirman: Dan tiadalah kami mengutus kamu. Sikap Hormat terhadap Alam Di dalam AlQur’an surat Al-Anbiya 107. Sama halnya dengan setiap anggota keluarga mempunyai kewajiban untuk menjaga keberadaan. Seperti halnya. serta mempunyai kewajiban moral untuk menjaga kohesivitas dan integritas komunitas ekologis. 2. dan kebersihan keluarga. setiap anggota komunitas ekologis juga mempunyai kewajiban untuk menghargai dan menjaga alam ini sebagai sebuah rumah tangga. Prinsip-prinsip ini terbuka untuk dikembangkan lebih lanjut. karena manusia diciptakan sebagai khalifah (penanggung jawab) di muka bumi dan secara ontologis manusia adalah bagian integral dari alam. makhluk hidup lainnya. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. kesejahteraan. Sesuai dengan tujuan tersebut. tapi merupakan tujuan dari Islam itu sendiri. tumbuhan. serta makhluk tidak hidup.Lingkungan dalam kacamata Islam 2012 Ada beberapa prinsip-prinsip yang harus dipenuhi saat manusia berinteraksi dengan lingkungan hidup. Hormat terhadap alam merupakan suatu prinsip dasar bagi manusia sebagai bagian dari alam semesta seluruhnya. Prinsip Tanggung Jawab Terkait dengan prinsip hormat terhadap alam di atas adalah tanggung jawab moral terhadap alam. demikian pula setiap anggota komunitas ekologis harus menghargai dan menghormati setiap kehidupan dan spesies dalam komunitas ekologis itu. Selain melarang membuat kerusakan di muka bumi.

Kasih sayang dan kepedulian ini juga muncul dari kenyataan bahwa sebagai sesama anggota komunitas ekologis. kemudian buahnya dimakan oleh burung atau manusia atau binatang ternak. Sebagaimana dimuat dalam sebuah Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Shakhihain: Dari Anas radhiyallahu „anhu bahwa Nabi shallallahu „alaihi wasallam bersabda. dan dirawat. maupun terhadap keberadaan dan kelestariannya Setiap bagian dan benda di alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan dengan tujuannya masing-masing. Oleh karena itu. tidak disakiti. 4. bertanggung jawab pula untuk menjaganya. perasaan sepenanggungan dengan alam dan dengan sesama makhluk hidup lain. manusia sebagai bagian dari alam semesta. menyayangi.” Akbar Abdul Fattah : 11/319269/TK/38399 Perencanaan wilayah dan kota . terlepas dari apakah tujuan itu untuk kepentingan manusia atau tidak. Solidaritas Terkait dengan kedua prinsip moral tersebut adalah prinsip solidaritas. dan melestarikan alam semesta dan seluruh isinya. prinsip solidaritas muncul dari kenyataan bahwa manusia adalah bagian integral dari alam semesta. 3. Lebih dari itu.Lingkungan dalam kacamata Islam 2012 Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. dalam perspektif ekofeminisme. manusia mempunyai kedudukan sederajat dan setara dengan alam dan semua makhluk lain di alam ini. Sama halnya dengan kedua prinsip itu. semua makhluk hidup mempunyai hak untuk dilindungi. “Tidak seorang pun muslim yang menanam tumbuhan atau bercocok tanam. kecuali yang dimakan itu akan bernilai sedekah untuknya. Prinsip Kasih Sayang dan Kepedulian terhadap Alam Sebagai sesama anggota komunitas ekologis yang setara. dipelihara. tanpa diskriminasi dan tanpa dominasi. Kenyataan ini membangkitkan dalam diri manusia perasaan solider. manusia digugah untuk mencintai. Kenyataan ini saja melahirkan sebuah prinsip moral bahwa manusia mempunyai tanggung jawab baik terhadap alam semesta seluruhnya dan integritasnya.

“Jauhilah dua perbuatan yang mendatangkan laknat!” Sahabat-sahabat bertanya. “Orang yang buang air besar di jalan umum atau di tempat berteduh manusia Akbar Abdul Fattah : 11/319269/TK/38399 Perencanaan wilayah dan kota . ”Apakah dua perbuatan yang mendatangkan laknat itu?” Nabi menjawab.Lingkungan dalam kacamata Islam 2012 Dalam hadis lain dijelaskan Dari Abu Hurairah radhiyallahu „anhu bahwa Nabi shallallahu „alaihi wasallam bersabda.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->