P. 1
Asas efisiensi

Asas efisiensi

|Views: 298|Likes:
Published by Astrid Asturobot

More info:

Published by: Astrid Asturobot on May 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2014

pdf

text

original

Astrid Ratri Sekar Ayu 14020110130092 Asas-asas efisiensi: 1.

Asas Perencanaan Merencanakan berarti menggambarkan dimuka mengenai tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan dalam mencapai suatu tujan. Perwujudan azas ini dalam bidang tata usaha dapat berupa pedoman-pedoman berikut : a. Pedoman tentang maksud warkat, setiap warkat yang diciptakan dan dipelihara harus mempunyai maksud yang jelas dan kegunaan yang nyata. Kegunaan yang mungkin ada ialah nilai-nilai warkat dalam bidang penerangan, hukum, administrasi, keilmuan/penelitian, pendidikan, dan sejarah/dokumentasi. Bila tidak biosa dijawab untuk apa suatu warkat dibuat, maka warkat itu sesungguhnya tidak perlu diciptakan. b. Pedoman tentang penetapan prosedur, lalu lintas keterangan-keterangan yang merupakan berbagai prosedur ketatausahaan tidak boleh dibiarkan tumbuh sendiri, melainkan harus selalu direncanakan dan diatur dengan mempertimbangkan corak pekerjaan yang berjalinan dengan prosedur itu. Selanjutnya semua prosedur dalam suatu organisasai hendaknya dihimpun secara tertulis dalam suatu buku pedoman. c. Pedoman tentang pengadaan mesin tatausaha, setiap mesin kantor hendaknya hanya dibeli dan dipergunakan berdasarkan prosedur ketatausahaan yang telah ditetapkan. Jadi bukan mengadakan mesinnya dulu, barulah menyusun prosefur kerjanya atau mengikuti mesin itu. d. Pedoman tentang perencanaan formulir, macam – macam formulir untuk menghimpun, mencatat, menyampaikan atau menyimpan berbagai keterangan hendaknya dirancang secara tepat menurut bentuknya, macam dan bahannya. Selanjutnya penciptaan formulir itu harus dikendalikan secar terpusat agar terhindar dari penyakit / formitis (lahirnya formulir bar uterus menerus sambil

dipertahankannya formulir lama sehingga macamnya sangat banyak), formulir baru pada dasarnya juga mengubah prosedur ketata usahaan yang telah disederhanakan. 2. Asas penyederhanaan Menyederhanakan berarti membuat suatu sistem yang ruwet atau pekerjaan yang sukar menjadi lebih mudah atau ringan. Pelaksanaan asas ini adalah sebagai berikut a. Pedoman tentang tata cara, tata cara dari suatu kerja perkantoran hendaknya dipilih yang benar – benar menghemat sumber kerja, yaitu, cara – cara yang termudah, yang teringan, yang tercepat, terdekat dan termurah.

b. dll. Harga sustu mesin baru perlu diberbandingkan dengan kemungkinan jasa yang diberikannya dan mesin lain yang sejenis. Pedoman tentang kebutuhan warkat. 4. rancangan formulir. Gerak yang berlebihan atau langkah-lanakah pekerjaan yang mengeluarkan tenaga jasmani tetapi sesungguhnya kurang perlu hendaknya ditiadakan. dalam pelaksaaan kerja perkantoran dilakukan gerak-gerak tangan atau bagian tubuh lainnya. dalam memperbanyak warkat hendaknya diperhitungkan seacra cermat jumlah kebutuhannya agar tidak berkelebihan sehingga menghamburkan material atau warkat itu bertahun – tahun itu tidak habis. Pelaksanaan asas ini dapat diwujudkan dalam pedoman berikut: a. . Yang harus diutamakan adalaha kemanfaatan riil suatu mesin dan kewaspadaan terhadap penghematan semu. Pedoman tentang mekanisasi tata usaha. 3. c. bebagai kerja perkantoran yang bersifat umum sebaiknya dipersatukan dan dipusatkan pada suatu bagian tata usaha yang melayani semua satuan operatif. Pedoman tentang perhitungan biaya dan kemanfaatan. pemakaian mesin – mesin tata usaha hendaknya dilakukan setelah mempertimbangkan prosedur ketata usahaan yang ditetapkan dan factor biaya. Pedoman tentang pengorganisasian tata usaha. Azas penghapusan Menghapuskan berarti meniadakan langkah – langkah atau kegiatan – kegiatan dalam pelaksanaan suatu pekerjaan yang di anggap kuarang perlu atau tidak berhubungan dengan hasil kerja yang ingin dicapai. pengurusan dan perawatannya. hendaknya selalu diperhitungkan besarnya biaya yang akan dikeluarkan dan kemanfaatan yang mungkin diterima. c. Pedoman tentang peniadaaan gerak-gerak dalam pekerjaan. dalam menetapkan prosedur ketata usahaan dan merancang suatu formulir. Azas penghematan Menghemat berarti mencegah pemakain benda – benda secara berlebihan sehingga biaya pekerjaan yang besangkutan menjadi tidak mahal. Asas ini dapat dilaksanakan dalam pedoman – pedoman berikut ini : a. Pedoman tentang perlengakapan tata usaha. misalnya pekerjaan penyambungan tetepon. segenap perlengkapan tata usaha dari material sampai mesin dan perabot kantor sejauh mengkin hendaknya diusahakan standarisasi untuk memudahkan pengadaan. b.

Ini berati penghematan waktu tidak tercapai sehingga efisiensi pun tidak tercapai pula. Pedoman tentang penghapusan tembusan-tembusan atau warkat-warkat lainnya. Jika salah satu asas efisiensi tidak dilaksanakan maka efisiensi tidak akan tercapai. Tanpa asas penyederhanaan. maka semua pekerjaan kantor akan menjadi kacau dan hal ini tentu saja sama sekali tidak efisien karena tujuan pasti tidak akan tercapai dengan baik tanpa perencanaan yang matang.b. suatu sistem dalam sebuah perusahaan bisa saja memperlambat atau bahkan mempersulit suatu pekerjaan. Pedoman tentang kerja sekali jalan. maupun tenaga. biaya. untuk mencapai efisiensi. Dan tanpa asas pengggabungan. dalam pelaksanaan tata usaha tembusan-tembusan surat kepada instansi yang kurang perlu atau tidak langsung bersangkutan dengan persoalan hendaknya ditiadakan. Kelima asas tersebut mempunyai satu tujuan yaitu untuk mencapai penghematan baik penghematan biaya. Jika salah satunya saja tidak dapat dipenuhi maka tidak akan tercapai efisiensi. semua asas perlu dilaksanakan agar pekerjaan kantor lebih mudah dan praktis sehingga dapat menghemat waktu. Tanpa asas perencanaan. Tanpa asas penghapusan. semua pekerjaan tidak akan cepat selesai. waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan akan lebih lama sehingga tidak menghemat waktu. Azas penggabungan Menggabungkan berarti mempersatukan pekerjaan-pekerjaan yang mempunyai persamaan atau benda-benda yang mungkin dikerjakan sekaligus dalam satu langkah sehhingga dapat menghemat waktu. kekembaran kerja dalam tata usaha hendaknya dihindarkan dengan jalan sebanyak menggabungkan pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang sejenis b. Jadi. waktu. . dan tenaga. Pedoman tentang pemakaian alat-alat serba guna. Tanpa asas penghematan tentu saja efisiensi tidak akan tercapai karena tanpa asas penghematan biaya yang dikeluarkan sebuah perusahaan tentu sangat banyak. Pedoman dalam pelaksanaan asas ini adalah sebagai berikut: a. 5. dalam penggadaan perbekalan tata usaha hendaknya dibeli alat-alat kerja yang serba guna atau setidaknya merupakan penggabungan dari antara dua kesatuan yang lebih sederhana.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->