P. 1
Proposal

Proposal

|Views: 15|Likes:
Published by Zulfahmi Bukhari

More info:

Published by: Zulfahmi Bukhari on May 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2013

pdf

text

original

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA REKREASI

DENGAN METODE PEMBELAJARAN KTSP PADA SISWA KELAS I,II DAN III DI SDN 003 KECAMATAN ANGGANA TAHUN PELAJARAN 2011/20012 OLEH : LUDI S.Pd. NIP. DINAS PENDIDIKAN UPTD TK/SD DAN PLS KECAMATAN ANGGANA SEKOLAH DASAR NEGERI 003 KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTA NEGARA PROPOSALPENELITIAN TINDAKAN KELAS( PTK ) Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 A. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Perubahan-perubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan. Sejalan dengan kemajuan tersebut, maka dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Perl~emangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut, sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi semua siswa. Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam sistem pendidi kan yang mencakup seluruh komponen yang ada. Pembangunan d bidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidiakn dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang membangun. Pada hakekatnya kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja, tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran. Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar, gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut. Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani, juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Depdikbud (1999). Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksirnal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki

Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA yang diharapkan oleh guru adalah 90. Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa. motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. (Siadari. Untuk itu. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. 2001: 4). Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa iebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu. Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul ” Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V Di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 “. Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik.an ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan. guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar.00.ngsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA. Rumusan Masalah Berdasarkan latar helakang di atas. Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran. maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? 2. 2001 : 3). Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi. sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Contoh Proposal PTK Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan. Misalnya dengan mcmbimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsepkonsep yang diajarkan.cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar IPA. Hal ini disebabkan karena guru dalam proses belajar mengajar hanya menggunakan metode ceramah. mencari. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? C. penelitian ini bertujuan untuk: 1. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur. . dan materi pelajaran tidak disampaikan secara kronologis. Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi. juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa. B. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA sangat rendah yaitu mencapai 50. misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat la. Tujuan Penelitian Contoh Proposal PTK Sesuai dengan permasalahan di atas. Penulis memilih metode pembelaja. tanpa menggunakan alat peraga. mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar.00.

Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2007/2008. Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda. Guru Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang. dengan diskusi. 3. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah. Penerapan pembelajaran disvovery dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. Siswa Meningkatkan motivasi dan prestasi pada mata pelajaran-pelajaran IPA 3.2. Sekolah Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolah tersebut. Prestasi belajar adalah: Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor. Manfaat Penelitian Penulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi : 1. . Motivasi belajar adalah: Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. baik sementara maupun tetap. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. E. 4. Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas V 3. maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut: 1. Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah : Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. membaca sendiri dan mencoba sendiri. 2. Definisi Operasional Variabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini. 2. setelah siswa mengikuti pelajaran. 2. Agar anak dapat belaiar sendiri 2. Penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008 F. G. seminar. 5. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. HipotesisTindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut: 1. D.

Mampu mengarahkan cara siswa belajar. Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut:      Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan.H. Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Contoh Proposal PTK Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. mencerna. guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. alam proses belajar. Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif. menggolong-golongkan. Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankernampuannya masing-masing. Agar anak dapat belajar sendiri. sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan mengembang. motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. 2000: 28). Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher learning menjadi situasi student dominated learning. sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati. Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri) itu. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif . Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan. atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikan ialah:      Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. Guru hanya sebagai teman belajar saja. dengan diskusi. ialah suatu cara meng~ajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. memperbanyak kesiapan. mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. demokrasi dan sebagainya. manbuat dugaan. pans. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Kajian Pustaka a. b Motivasi Belajar Contoh Proposal PTK Pengertian Motivasi Motivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu. menjelaskan. membaca sendiri dan mencoba sendiri. Suatu konsep misalnya: segi tiga. seminar. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman. Dr. Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa. serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa. J. membantu bila diperlukan. mengerti. Dengan menggunakan discovery learning. Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri. kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa.

Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman. Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah. yaitu: 1. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain: 1. Motivasi Ekstrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. suruhan. Menurut Winata (dalam Erriniati. Seseorang yang merniliki motivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. 4. Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas. Mengadakan penilaian atau tes. apakah karena adanya ajakan. Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Meminta siswa untuk menjeiaskan hasil pekerjaannya. motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. Akan tetapi. 2000: 29). Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua. Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa. Strategi tersebut adalah sebagai berikut: 1. suruhan. 5. Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar. 5. apakah karena adanya ajakan. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. 2. bila guru mengatakan bahwa lusa akan . kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri. tentu saja dengan bimbingan guru. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. 4. makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115). 2. guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri. hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TPK tersebut. 3. 2000: 29). atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Makin jelas tujuan. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar.yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok.k. Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117). Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. 3. 2. 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam mengaiar untuk membangun motivasi intrins. 6. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman. motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Motivasi Intrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu. Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya. Dengan demikian.

Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Kehadiran Peneliti Pada penelitian ini. kolaboratif. peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut : 1. dan spiral. Jenis Penelitianti Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang bersifat reflektif. 2002: 19). d. c. PTK yaitu suatu kegaitan menguji cobakan suatu id eke dalam praktik atau situasi nyata dalam harapan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ( Riyanto. Dengan motivasi yang tinggi maka intensitas usaha belajar siswa akan tinggi pula. Contoh Proposal PTK Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. I. Metode Penelitian a. mempunyai efek transfer yang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. dan lain sebagainya. Sejalan dengan prestasi belajar. memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafi’udin. Prestasi Belajar IPA Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Selain itu. Menyusun angket untuk pembelajaran dan menyusun rencana program pembelajaran . afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar IPA. Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. bertujuan untuk melakukan perbaikan –perbaikan terhadap sistim. prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan. barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. Menurut Poerwodarminto (1991: 768). untuk mencapai nilai yang tinggi. dan kompetensi atau situasi pembelajaran. Sedangkan metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yarg memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan menberikan informasi singkat (Siadari. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar. Makin tepat motivasi yang diberikan. 2001: 7). Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intesitas usaha belajar siswa. proses. maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan). Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. 2001) b. akan makin berhasil pula pelajaran itu. misalnya adanya persaingan. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh pctensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. isi. Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertetntu. Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalam pembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadi optimal. Penilaian diadakan untuk rnengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik (Nur. hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. 2001: 3). angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa. Jadi. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan (discovery) akan bertahan lama. Secara umum belajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. partisipatif. dekerjakan).diadakan ulangan lisan. cara kerja. belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa.

Data untuk hasil penelian diperoleh berdasarkan nilai ulangan harian (test). hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa setelah pemberian tindakan. Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat 4. 1. Obsevasi dilakukan oleh 3 orang observer. Analisis data Kemampuan Berfikir Kualitas pertanyaan dan jawaban siswa dianalisis dengan rubric. Melaporkan hasil penelitian c. Sumber data penelitian adalah siswa kelas……. Catatan lapangan Catatan lapangan digunakan sebagai pelengkap data penelitian sehingga diharapkan semua data yang tidak termasuk dalam observasi dapat dikumpulkan pada penelitian ini f. pertanyaan dan janwaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus I dibandingkan dengan pertanyaan dan jawaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus II. Kemudian untuk mengetahui peningkatan skor kemampuan berfikir.2. Angket Angket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif 3. Data dan sumber 1. 4. Observasi Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir siswa yang terdiri dari beberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlangsung. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di……. d. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir siswa yang diperoleh dengan mengamati munculnya pertanyaan dan jawaban yang muncul selama diskusi berlangsung dan diklasifikasikan menjadi C1 – C 6. Test Test dilaksanakan setiap akhir siklus. Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan bertanya siswa Skor riil Skor maks Keterangan: Skor riil : skor total yang diperoleh siswa X 4 . Mengumpulkan data dengan cara mengamati kegiatan pembelajaran dan wawancara untuk mengetahui proses pembelajaran yangdilakukan oleh guru kelas 3. Observasi ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Wawancara Wawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan. Sebagai obyek penelitian e. 2. Prosedur pengumpulan data Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut : 1. Test tersebut berbentuk multiple choise agar banyak materi tercakup 5. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa 2.

Refleksi Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. Observasi Pengamatan dilakukan selama proses proses pembelajaran berlangsung dan hendaknya pengamat melakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya. Dalam pelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama pembelajaran. Tahap-tahap penelitian Contoh Proposal PTK Berdasarkan observasi awal yang dilakukan proses pembelajaran yang dilakukan adalah model pembelajaran kooperatif……… Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus . Caranya adalah dengan menganalisis hasil test formatif dengan menggunakan criteria ketuntasan belajar. Siklus I 1. refleksi. siswa dianggap telah belajar tuntas apabila daya serapnya mencapai 65 %. penerapan tindakan. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkan perbaikan pada siklus II Silus II Kegiatan pada siklus dua pada dasarnya sama dengan pada siklus I hanya saja perencanaan kegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah pada perbaikan pada pelaksanaan siklus I. tindakan.Skor maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa 4 : Skor maksimal dari tiap jawaban( pedoman penskoran lihat lampiran ) 2. Penyusunan lembar masalah/lembar kerja siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang ingin dicapai Membuat soal test yang akan diadakan untuk mengetahui hasil pemebelajaran siswa.maupun etnis. Membentuk kelompok yang bersifat heterogen baik dari segi kemampuan akademis. . Setiap siklus tediri dari perencanaan. Secam Aswirara individu. Pelaksanaan Tindakan   Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. siswa dibimbing untuk belajar IPA secara kooperatif learning dengan model……Adapun langkah – langkah yang dilakukan adalah(sesuaikan dengan scenario pembelajaran) Kegiatan penutup Di akhir pelaksanaan pembelajaran pada tiap siklus.kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Secara kelompok dainggap tuntas jika telah belajar apabila mencapai 85 % dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65 % (Dedikbud 2000 dalam Aswirda 2007) g. jenis kelamin. Hasil Belajar Hasil belajar pada aspek kognetif dari hasil test dianalisis dengan teknik analisis evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. apa yang dihasilkan. Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. 3. 4. guru memberikan test secara tertulis untuk mengevalausi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Perencanaan Sebelum melaksanakan tindakan maka perlu tindakan persiapan. Hasil analisis data yang telah ada dipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai. Kegiatan pada tahap ini adalah :      Penyusunan RPP dengan model pembelajaran yang direncanakan dalam PTK. Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi. observasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->