PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA REKREASI

DENGAN METODE PEMBELAJARAN KTSP PADA SISWA KELAS I,II DAN III DI SDN 003 KECAMATAN ANGGANA TAHUN PELAJARAN 2011/20012 OLEH : LUDI S.Pd. NIP. DINAS PENDIDIKAN UPTD TK/SD DAN PLS KECAMATAN ANGGANA SEKOLAH DASAR NEGERI 003 KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTA NEGARA PROPOSALPENELITIAN TINDAKAN KELAS( PTK ) Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 A. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Perubahan-perubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan. Sejalan dengan kemajuan tersebut, maka dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Perl~emangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut, sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi semua siswa. Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam sistem pendidi kan yang mencakup seluruh komponen yang ada. Pembangunan d bidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidiakn dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang membangun. Pada hakekatnya kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja, tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran. Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar, gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut. Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani, juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Depdikbud (1999). Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksirnal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki

Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? C.00. dan materi pelajaran tidak disampaikan secara kronologis. Penulis memilih metode pembelaja.00. motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak. mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. B. Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik. Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa iebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu. yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar IPA. Misalnya dengan mcmbimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsepkonsep yang diajarkan. kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. mencari. Tujuan Penelitian Contoh Proposal PTK Sesuai dengan permasalahan di atas. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? 2.ngsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur. Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi. tanpa menggunakan alat peraga. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA yang diharapkan oleh guru adalah 90. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul ” Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V Di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 “. Rumusan Masalah Berdasarkan latar helakang di atas. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa.an ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi.cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. Hal ini disebabkan karena guru dalam proses belajar mengajar hanya menggunakan metode ceramah. sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut: 1. 2001 : 3). penelitian ini bertujuan untuk: 1. . Contoh Proposal PTK Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan. misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat la. Untuk itu. 2001: 4). (Siadari. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA sangat rendah yaitu mencapai 50. sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa. guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar. Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran.

Siswa Meningkatkan motivasi dan prestasi pada mata pelajaran-pelajaran IPA 3. 5. Penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008 F. . D. Prestasi belajar adalah: Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor. Agar anak dapat belaiar sendiri 2. E. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. dengan diskusi. maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut: 1. Definisi Operasional Variabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini. Sekolah Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolah tersebut. lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Manfaat Penelitian Penulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi : 1. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. 4. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah. Motivasi belajar adalah: Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. baik sementara maupun tetap. Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah : Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2007/2008. HipotesisTindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut: 1. 2. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. 2.2. Penerapan pembelajaran disvovery dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. G. Guru Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA. 3. Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas V 3. setelah siswa mengikuti pelajaran. 2. seminar. membaca sendiri dan mencoba sendiri. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang. Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda.

guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Contoh Proposal PTK Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. alam proses belajar. Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa. Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikan ialah:      Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. Guru hanya sebagai teman belajar saja. menggolong-golongkan. Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. memperbanyak kesiapan. Dr. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu.H. membaca sendiri dan mencoba sendiri. demokrasi dan sebagainya. Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankernampuannya masing-masing. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan. Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif. mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil. motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. mengerti. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri) itu. dengan diskusi. atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. menjelaskan. 2000: 28). sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan mengembang. J. b Motivasi Belajar Contoh Proposal PTK Pengertian Motivasi Motivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati. sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut:      Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri. sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher learning menjadi situasi student dominated learning. Agar anak dapat belajar sendiri. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa. Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri. manbuat dugaan. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif . ialah suatu cara meng~ajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. seminar. pans. Mampu mengarahkan cara siswa belajar. serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa. Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja. Dengan menggunakan discovery learning. Suatu konsep misalnya: segi tiga. Kajian Pustaka a. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. mencerna. membantu bila diperlukan.

Strategi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. yaitu: 1. suruhan. apakah karena adanya ajakan. Dengan demikian. 2. Motivasi Ekstrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu.k. Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain: 1. 2000: 29). Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya. Seseorang yang merniliki motivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. tentu saja dengan bimbingan guru. Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman. Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115). 6. makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan. Menurut Winata (dalam Erriniati. 2000: 29). 2.yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. 3. 2. 5. 4. Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas. motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri. Mengadakan penilaian atau tes. suruhan. 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam mengaiar untuk membangun motivasi intrins. bila guru mengatakan bahwa lusa akan . karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. 4. Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok. 5. Meminta siswa untuk menjeiaskan hasil pekerjaannya. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Makin jelas tujuan. Motivasi Intrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu. 3. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Akan tetapi. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117). hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TPK tersebut. apakah karena adanya ajakan. guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri. Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar.

Dengan motivasi yang tinggi maka intensitas usaha belajar siswa akan tinggi pula. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan (discovery) akan bertahan lama. Contoh Proposal PTK Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. isi. Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalam pembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadi optimal. 2001: 3). d. Jadi. dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan.diadakan ulangan lisan. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Sejalan dengan prestasi belajar. Selain itu. dan spiral. angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. untuk mencapai nilai yang tinggi. Kehadiran Peneliti Pada penelitian ini. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan. dekerjakan). Metode Penelitian a. cara kerja. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh pctensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. partisipatif. memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafi’udin. c. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik (Nur. barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. bertujuan untuk melakukan perbaikan –perbaikan terhadap sistim. misalnya adanya persaingan. hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. dan lain sebagainya. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intesitas usaha belajar siswa. 2002: 19). PTK yaitu suatu kegaitan menguji cobakan suatu id eke dalam praktik atau situasi nyata dalam harapan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ( Riyanto. Makin tepat motivasi yang diberikan. I. 2001) b. peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut : 1. Prestasi Belajar IPA Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Menurut Poerwodarminto (1991: 768). 2001: 7). proses. Penilaian diadakan untuk rnengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. kolaboratif. Sedangkan metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yarg memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan menberikan informasi singkat (Siadari. belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. dan kompetensi atau situasi pembelajaran. Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertetntu. Menyusun angket untuk pembelajaran dan menyusun rencana program pembelajaran . Secara umum belajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. Jenis Penelitianti Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang bersifat reflektif. afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar IPA. maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan). mempunyai efek transfer yang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas. akan makin berhasil pula pelajaran itu.

4. Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan bertanya siswa Skor riil Skor maks Keterangan: Skor riil : skor total yang diperoleh siswa X 4 . Sebagai obyek penelitian e. Observasi ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa 2. hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa setelah pemberian tindakan. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir siswa yang diperoleh dengan mengamati munculnya pertanyaan dan jawaban yang muncul selama diskusi berlangsung dan diklasifikasikan menjadi C1 – C 6. Mengumpulkan data dengan cara mengamati kegiatan pembelajaran dan wawancara untuk mengetahui proses pembelajaran yangdilakukan oleh guru kelas 3. Observasi Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir siswa yang terdiri dari beberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlangsung. Obsevasi dilakukan oleh 3 orang observer. Sumber data penelitian adalah siswa kelas……. Data untuk hasil penelian diperoleh berdasarkan nilai ulangan harian (test). Kemudian untuk mengetahui peningkatan skor kemampuan berfikir. 2. Analisis data Kemampuan Berfikir Kualitas pertanyaan dan jawaban siswa dianalisis dengan rubric. Angket Angket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif 3. 1. Test Test dilaksanakan setiap akhir siklus. Wawancara Wawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan. d. Data dan sumber 1. Catatan lapangan Catatan lapangan digunakan sebagai pelengkap data penelitian sehingga diharapkan semua data yang tidak termasuk dalam observasi dapat dikumpulkan pada penelitian ini f. pertanyaan dan janwaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus I dibandingkan dengan pertanyaan dan jawaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus II. Test tersebut berbentuk multiple choise agar banyak materi tercakup 5.2. Melaporkan hasil penelitian c. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di……. Prosedur pengumpulan data Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut : 1. Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat 4.

siswa dianggap telah belajar tuntas apabila daya serapnya mencapai 65 %. Perencanaan Sebelum melaksanakan tindakan maka perlu tindakan persiapan. siswa dibimbing untuk belajar IPA secara kooperatif learning dengan model……Adapun langkah – langkah yang dilakukan adalah(sesuaikan dengan scenario pembelajaran) Kegiatan penutup Di akhir pelaksanaan pembelajaran pada tiap siklus. Membentuk kelompok yang bersifat heterogen baik dari segi kemampuan akademis. Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Dalam pelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama pembelajaran.kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. tindakan. Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi. apa yang dihasilkan. .maupun etnis. guru memberikan test secara tertulis untuk mengevalausi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. penerapan tindakan. 4. refleksi. observasi. 3. Tahap-tahap penelitian Contoh Proposal PTK Berdasarkan observasi awal yang dilakukan proses pembelajaran yang dilakukan adalah model pembelajaran kooperatif……… Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus . jenis kelamin. Pelaksanaan Tindakan   Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Hasil Belajar Hasil belajar pada aspek kognetif dari hasil test dianalisis dengan teknik analisis evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. Siklus I 1. Secam Aswirara individu. Refleksi Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. Caranya adalah dengan menganalisis hasil test formatif dengan menggunakan criteria ketuntasan belajar. Penyusunan lembar masalah/lembar kerja siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang ingin dicapai Membuat soal test yang akan diadakan untuk mengetahui hasil pemebelajaran siswa. Secara kelompok dainggap tuntas jika telah belajar apabila mencapai 85 % dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65 % (Dedikbud 2000 dalam Aswirda 2007) g. Hasil analisis data yang telah ada dipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai. Observasi Pengamatan dilakukan selama proses proses pembelajaran berlangsung dan hendaknya pengamat melakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya. Kegiatan pada tahap ini adalah :      Penyusunan RPP dengan model pembelajaran yang direncanakan dalam PTK. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkan perbaikan pada siklus II Silus II Kegiatan pada siklus dua pada dasarnya sama dengan pada siklus I hanya saja perencanaan kegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah pada perbaikan pada pelaksanaan siklus I.Skor maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa 4 : Skor maksimal dari tiap jawaban( pedoman penskoran lihat lampiran ) 2. Setiap siklus tediri dari perencanaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.