P. 1
Biografi Siti Aisyah

Biografi Siti Aisyah

|Views: 117|Likes:

More info:

Published by: Mayank Sari Kusuma Ningsih on May 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2012

pdf

text

original

KISAH SITI AISYAH

Biografi : Sahabat Nabi, Tokoh Islam Siti Aisyah atau dikenal juga dengan Aisyah binti Abu Bakar adalah putri Abu Bakar Ashidiq yang juga merupakan istri Nabi Muhammad yang paling muda. Aisyah merupakan sosok wanita yang sangat cerdas dan kaya dengan lautan ilmu. Ia merupakan wanita yang istimewa karena kemahirannya dalam menyampaikan ilmu kepada para sahabat yang lain dan merupakan istri Nabi yang menghafal banyak hadits. Aisyah masuk Islam ketika masih kecil sesudah 18 orang yang lain. Ia merupakan istri Nabi yang sangat dikasihinya. Ia dinikahi pada tahun 2 H saat usianya masih 9 tahun. Kelahiran Aisyah adalah putri Abdullah bin Quhafah bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Tamim bin Marrah bin Ka’ab bin Luay, yang lebih dikenal dengan nama Abu Bakar ash-Shiddiq dan berasal dari suku Quraisy at-Taimiyah al-Makkiyah. Ayahnya adalah ash-Shiddiq dan orang pertama yang mempercayai Rasulullah ketika terjadi Isra’ Mi’raj, saat orang-orang tidak mempercayainya. Menurut riwayat, ibunya bernama Ummu Ruman. Akan tetapi, riwayat-riwayat lain mengatakan bahwa ibunya adalah Zainab atau Wa’id binti Amir bin Uwaimir bin Abdi Syams. Aisyah pun digolongkan sebagai wanita pertama yang masuk Islam, sebagaimana perkataannya, “Sebelum aku berakal, kedua orang tuaku sudah menganut Islam.” Ummu Ruman memberikan dua orang anak kepada Abu Bakar, yaitu Abdurrahman dan Aisyah. Anak Iainnya, yaitu Abdullah dan Asma, berasal dan Qatlah binti Abdul Uzza, istri pertama yang dia nikahi pada masa jahiliyah. Ketika masuk Islam, Abu Bakar menikahi Asma binti Umais yang kemudian melahirkan Muhammad, juga menikahi Habibah binti Kharijah yang melahirkan Ummu Kultsum. Aisyah dilabirkan empat tahun sesudah Nabi diutus menjadi Rasulullah. Ketika dakwah Islam dihambat oleh orang-orang musyrik, Aisyah melihat bahwa ayahnya menanggung beban yang sangat besar. Semasa kecil dia bermain- main dengan lincah, dan ketika dinikahi Rasulullah usianya belum genap sepuluh tahun. Dalam sebagian besar riwayat disebutkan bahwâ Rasulullah membiarkannya bermain-main dengan teman-temannya. Pernikahan yang Penuh Berkah Dua tahun setelah wafatnya Khadijah r.a, datang wahyu kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam. untuk menikahi Aisyah . Setelah itu Rasulullah berkata kepada Aisyah, “Aku melihatmu dalam tidurku tiga malam berturut-turut. Malaikat mendatangiku dengan membawa gambarmu pada selembar sutera seraya berkata, ‘Ini adalah istrimu.’ Ketika aku membuka tabirnya, tampaklah wajahmu. Kemudian aku berkata kepadanya, ‘Jika ini benar dari Allah, niscaya akan terlaksana.” Mendengar kabar itu, Abu Bakar dan istrinya sangat senang, terlebih lagi ketika Rasulullah setuju menikahi putri mereka, Aisyah. Beliau mendatangi rumah mereka dan berlangsunglah pertunangan yang penuh berkah itu. Setelah pertunangan itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. hijrah ke Madinah bersama para sahabat, sementara istri-istri beliau ditinggalkan di Mekah.

Aisyah pun sembuh dan bersiap-siap menghadapi hari pernikahan dengan Rasuhillah Shallallahu alaihi wassalam. Rasulullah meminta kaum muslimin untuk memberikan hadiah kepada beliau pada hari giliran istri Rasulullah yang mana saja. Dengan izin Allah menikahlah Aisyah dengan maskawin lima ratus dirham. teman-temanku (istri Nabi yang lainnya) berkumpul di tempat Ummu Salamah. Karena cuaca buruk yang melanda Madinah.” (HR. “Cinta pertama yang terjadi di dalam Islam adalah cintanya Rasulullah kepada Aisyah . Lindungilah kami dan penyakit. sehingga hilanglah penyakit yang melanda kaum muhajirin.” Allah mengabulkan doa Rasulullah. kedudukan Aisyah sangat istimewa. termasuk di dalamnya Aisyah . sehingga kamar itu disebut juga sebagai tempat turunnya wahyu. . Sembuhkanlah penghuninya dan penyakit. Ummu Salamah pun telah menyatakan keberatan kepada Rasulullah. Muslim) Istri Kecintaan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam Aisyah tinggal di kamar yang berdampingan dengan Masjid Nabawi. ‘Demi Allah. Ketika aku rnenginatkan beliau untuk yang ketiga kalinya. orang-orang berbondong-bondong mernberikan hadiah pada hari giliranRasulullah di rumah Aisyah. beliau mengutus orang untuk menjemput mereka. kaum muslimin senantiasa menanti-nanti datangnya hari giliran Rasulullah pada Aisyah sebagai hari untuk menghadiahkan sesuatu kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam. “Rasulullah berpaling dariiku. yaitu lima ratus dirham. Maka inilah mahar Rasulullah terhadap istri-istri beliau. Berikanlah keberkahan kepada kami dalam timbangan dan takarannya. beliau tetap berpaling dariku. dan itu sudah diketahui oleh kaurn muslimin saat itu. Muslim).Setelah beliau menetap di Madinah. Oleh karena itu. sehingga akhirnya beliau bersabda. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikatakan. kecuali ketika aku dalam satu selimut bersama Aisyah. akupun kernbali mernperingatkan hal itu. Tidak. atau bahkan lebih lagi. Mereka berkata.’ Melihat reaksi seperti itu. Kamu telab menyakiti istri kecintaan Rasulullah’. Keadaan seperti itu menimbulkan kecemburuan di kalangan istri Rasulullah lainnya.“ (HR. tetapi beliau berbuat hal yang serupa. Dia berkata. Mahar Rasulullah kepada istri-irstrinya adalah dua belas uqiyah dan satu nasy. Tahukah kamu satu nasy itu? Dijawab. “Ya Allah. Di hati Rasulullah. Satu nasy itu sama dengan setengah uqiyah. dan cuaca berangsur membaik. Ketika ditanya oleh Abu Salamah bin Abdurrahman tentang jumlah mahar yang diberikan Rasulullah: “Aisyab menjawab. jadikanlah karni sebagai orang yang mencintai Madinah sebagaimana cinta kami kepada Mekah. Tentang hal itu Aisyah pernah berkata: “Orang-orang berbondong-bondong memberi hadiah pada hari giliran Rasulullah padaku.” Selain itu ada juga kisah lain yang menunjukkan besarnya cinta Nabi kepada Aisyah. ‘Sungguh celaka kamu. “Bahwa ada seseorang yang menghina Aisyah di hadapan Ammar bin Yasir sehingga Ammar berseru kepadanya. Ketika beliau mendatangi aku. Aisyah sakit keras dan badannya menyusut seperti juga dialami orang-orang Muhajirin. Menyaksikan hal itu.” Di dalam riwayat Tirmidzi dikisahkan. sedangkan kita juga ingin rnemperoleh kebaikan sebagaimana yang diinginkan oleh Aisyah. Karena itu. wahyu tidak turun kepadaku selama aku berada di dekat kalian. dan alihkanlah penyakit itu ke Juhfah. demi Allah. dan itu tidak dialami oleh istri-istri beliau yang lain. Kemudian lanjut Aisyah. Rasulullah berdoa. ‘Hai Ummu Salamah. Di kamar itulah wahyu banyak turun.

Aisyah masih berada di dalam sekedup untanya.keutamaan Aisyah. “Merupakan kenikmatan bagiku karena Rasulullah wafat di pangkuanku. sebelum berangkat perang. sehingga dia merelakan seluruh malam bagiannya untuk Aisyah. Aisyah tidak meninggalkan tempat itu. dan kembali. ‘Hai Aisyah. Ketika tentara Islam tengah beristirahat di sebuah pelataran.” Fitnah Terhadapnya Aisyah pernah mengalami fitnah yang mengotori lembaran sejarah kehidupan sucinya. dia senantiasa mengenakan pakaian yang bagus dan selalu berhias untuk Rasulullah. Ternyata. “Suatu ketika Rasulullah enggan mendekati Shafiyah binti Huyay bin Ahthab. Saat itu bertepatan dengan turunnya perintah memakai hijab. Suatu hari Shafiyah bin Huyay meminta kerelaan Rasulullah melalui Aisyah. Rasulullah kembali ke Madinah. Ketika itu Aisyah pergi untuk hajatnya. yaitu sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Aisyah. “Siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab. ‘Aisyab menjawab. “Dan dari kalangan laki-laki?” Beliau menjawab. Ketika Aisyah tertidur. Dalam hal ini Aisyah berkata. Bahkan ketika Aisyah wafat. Setelah kalungnya ditemukan. ‘Ya Aisyah. mereka tetap menghargai kedudukan Aisyah yang sangat terhormat. sekedup yang mereka angkat ternyata kosong. Rasulullah mengizinkan rombongan berangkat pulang. Kisahnya bermula dari sini.Sekalipun perasaan cemburu istri-istri Rasulullah terhadap Aisyah sangat besar. Rasulullah meminta izin kepada istriistrinya untuk beristirahat di rumah Aisyah selama sakitnya hingga wafatnya. Seperti biasanya. kalung di lehernya jatuh dan hilang. apakah engkau dapat merelakan Rasulullah kepadaku? Dan engkau akan mendapatkan hari bagianku. sehingga mereka pun akan kembali ke tempat semula. sehingga Aisyah yang menyertai beliau dalam Perang Bani al-Musthaliq. lewatlah Shafwan bin Mu’thil yang terheran- . Ummu Salamah berkata. menjauhlah engkau dariku. “Aisyah!” Amru bertanya lagi. hingga turun ayat Al-Q ur’an yang menerangkan kesucian dirinya. namun alangkah kagetnya karena tidak ada seorang pun yang dia temukan. Saudah binti Zum’ah sangat memahami keutamaan. Pada malam harinya. Hari ini bukan hari bagianmu. Ternyata undian jatuh kepada Aisyah. ”Demi Allah. Menjelang wafat.” Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Aisyah sangat memperhatikan sesuatu yang menjadikan Rasulullah rela.” Suatu waktu. Rasulullah ditanya oleh Amru bin ‘Aash. “Ayahnya!” (Hadits muttafaqirn ‘alaihi) Di antar istri-istri Rasulullah. Setelah perang selesai dan kaum muslimin memetik kemenangan. ‘Aisyab berkata. ‘Ini adalah keutamaan yang diberiikan Allah kepada dia yang dikehendaki-Nya. Dia menjaga agar jangan sampai beliau menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya.’ Aisyah kemudian menceritakan duduk permasalahannya dan Rasulullah pun rela kepada Shafyyah. Ketika pasukan siap berangkat. Rasulullah mengundi istrinya yang akan menyertainya berperang. dia adalah manusia yang paling beliau cintai setelah ayahnya (Abu Bakar). Karena itu Shafyyah berkata kepada Aisyah. dan mengira bahwa penuntun unta akan tahu bahwa dirinya tidak berada di dalamnya. narnun beliau bersabda. Karena itu. salah satunya. Aisyah kembali ke pasukan. Setelah itu dia duduk di sebelah Rasulullah. Mereka mengira Aisyah berada di dalam sekedup. sehingga dia keluar dan sekedup dan mencari-cari kalungnya yang hilang. ‘Ya!’ Kernudian Aisyah mengambil kerudung yang ditetesi za’faran dan disiram dengan air agar lebih harum.

” Aisyah menjawab. tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat Balasan dari dosa yang dikerjakannya.heran melihat Aisyah tidur. Seandainya aku katakan bahwa aku tetap suci pun. Ketika Aisyah sedang duduk-duduk bersarna orang tuanya. ada pihak yang memperuncing masalah sehingga terjadilah pertentangan berkelanjutan antara Aisyah dan Ali. “Aku tidak pernah melihat pembuat makanan seperti Shafiyyah. Allah tidak pernah mempersulit engkau. aku tahu bahwa engkau telah mendengar kabar inmi. Dan Allah pula yang akan menolong atas apa yang engkau gambarkan. Mendengar pendapat-pendapat dari para sahabat Nabi. jika aku mengakui perbuatan itu. Akan tetapi. “Demi Allah. . beliau mengumpulkan para sahabat dan meminta pendapat mereka. Aku hanya dapat mengatakan apa yang dikatakan Nabi Yusuf. Dia pun mempersilakan Aisyah menunggangi untanya dan dia menuntun di depannya. Rasulullah menghampirinya dan bersabda: “Wahai Aisyah aku mendengar berita bahwa kau telah begini dan begitu. Jika engkau benar-benar suci. Rasulullah segera menemui Aisyah dan berkata. Baru setelah beberapa saat. sedangkan Allah mengetahui bahwa aku tetap suci. Berawal dari kejadian itulah fitnah tersebar. terlebih setelah dia melihat adanya perubahan sikap pada diri Nabi. begitu juga halnya dengan Aisyah. dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.“ Ali juga berpendapat. Tanpa sadar aku pernah memecahkan tempat makanan yang dibawa Shafiyyah. namun wahyu itu tidak kunjung turun. Usamah bin Zaid berkata. Perjalanan Hidup yang Mulia Pada hakikatnya. niscaya Allah akan mengampuni dosamu. dan ternyata engkau mempercayainya.” (QS. “Ya Rasulullah. sebelum seorang pun meninggalkan rumah Rasulullah. niscaya hanya Allahlah yang mengetahui kesucianku. wahyu yang menerangkan kesucian Aisyah pun turun kepada beliau. Allah telah menyucikanmu dengan firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. jika engkau telah berbuat dosa. Akan tetapi. dia adalah keluargamu … yang kau ketahui hanyalah kebaikan semata. Dalam hal ini dia pernah berkata. yang selain memiliki kehormatan dan martabat juga memiliki kekurangan. “Ya Rasulullah.” Aisyah sangat mengharapkan Allah menurunkan wahyu berkaitan dengan masalahnya. niscaya Allah akan menyucikanmu. yang disulut oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. bentambah sedihlah Aisyah. setiap manusia memiliki kelemahan. sehingga bertambahlah kemuliaan dan keagungannya di hati Rasulullah. maka kau akan mempercayai perkataanku. Banyak wanita selain dia. Aku bertanya kepada Rasulullah apa yang dapat dijadikan sebagai tempat yang pecah itu. ‘Maka bersabar itu lebih baik’. dan tentunya engkau tak akan mempercayaiku. Ketika tuduhan itu sarnpai ke telinga Nabi. “Hai Aisyah. An-Nuur:11) Demikianlah kemulian yang disandang Aisyah. Dia selalu menghadiahi makanan kepada Rasulullah. bertobatlah dengan penuh penyesalan.” Dari perkataan Ali.

Ketika itu Hafsyah mengenakan kerudung tipis. dan Ibnu Majah) Aisyah pun pernah menyaksikan adanya perubahan pada pakaian yang dikenakan wanita-wanita Islam setelah Rasulullah wafat. Dia telah beriman kepadaku ketika orang lain mengingkariku. Dia telah tua renta ditelan masa. niscaya beliau akan melarang mereka memasuki masjid sebagaimana wanita Israel dilarang memasuki tempat ibadah mereka. dan aku tidak akan memberimu nafkah selamanya”. Aku menceraikanmu jika iddahmu hampir berakhir. Abu Daud. Tentang masalah ilmu-ilmu yang . aku akan merujukmu kembali. Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal. merasa bahwa cara Halah meminta izin sama dengan cara Khadijah meminta izin. “Demi Allah. Aisyah mendatangi mereka dan berkata. ‘Apa yang engkau sebut itu adalab seorang nenek dari nenek-nenek kaum Quraisy. bersabda. hadits-hadits Nabi. Ahmad dan Muslim) Terdapat beberapa pendirian yang tegas dan pemecahan problema hukum yang penting. saudara perempuan Khadijah. aku akan menceraikanmu sehingga engkau menjadi jelas. Ahmad.“ (HR. Beliau pun diam tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut hingga turunlah ayat: “Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Bahkan suami itu berkata kepada istrinya.” (HR. Setelab itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma‘ruf atau menceraikannya dengan cara yang baik…. Istrinya menemui Aisyah dan menceritakan masalah yang dihadapinya. “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Diriwayatkan bahwa pada zaman dahulu seorang laki-laki dapat menceraikan istrinya dengan sekehendak hati. ‘Allah tidak akan memberikan pengganti yang lebib baik darpada Khadijah. Dia telah mempercayaiku ketika orang lain mendustakanku. Lalu beliau berkata.Rasulullab menjawab. Aisyah terdiarn hingga Rasulullah datang. ‘Ya Allah. Aisyah menentang perubahan tersebut seraya berkata. ‘Perempuan yang menanggalkan pakaiannya di rumah selain rumah suaminya maka dia telah membuka tabir penutup antara dia dengan Tuhannya. yang kedua sudut mulutnya merah. Allah telah memberkahiku dengan putra-putri lewat Khadijah ketika yang lain tidak memberiku anak. sekalipun dia telah menceraikannya seratus kali. inilah Halah binti Khuwailid.’ Aku berkata. dan beliau merasa senang atas semua itu. meminta izin kepada Rasulullah. dan jika engkau telah suci kembali. maupun ilmi fikih. Dia telah mendermakan harta bendanya untuk perjuanganku ketika orang lain menolak memberikan harta mereka. Ketika itu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Bukhari) Aisyah pernah berkata: “Halah binti Khuwailid. Hadist yang Diriwayatkan Aisyah Aisyah memiliki wawasan ilmu yang luas serta menguasai masalah-masalah keagamaan. baik yang dikaji dari Al-Qur’an. Istrinya menemui Aisyah dan menceritakan. Suatu ketika dia mendengar bahwa kaum wanita dari Hamash di Syam mandi di tempat pemandian umum. Semoga Allah memberi untukmu pengganti yang lebih baik daripada dia.” Di dalam Thabaqat Ibnu Saad mengatakan bahwa Hafshah binti Abdirrahman menemui UmmulMukminin Aisyah .‘ Mendengar itu Rasulullah menjawab. ‘Tempat diganti dengan tempat dan makanan diganti dengan makanan. Wanita itu akan kembali menjadi istrinya jika suaminya membujuk kembali dalam keadaan iddah. baik khusus yang berkaitan dengan wanita maupun secara umum yang berkaitan dengan kehidupan kaum muslimin secara umum.“ (HR. Aisyah kerap langsung menemui wanita-wanita yang melanggar syariat Islam. “Seandainya Rasulullah melihat apa yang terjadi pada wanita (masa kini). Dia menjawab.” (al-Baqarah: 229) Dalam penetapan hukum pun.

Mereka menyegerakan diri dalam kebaikan. Umar. Abu Musa al-Asya’ari berkata. Aisyah memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki siapa pun. yaitu meriwayatkan hadits yang langsung dia peroleh dan Rasulullah dan menghafalkannya di rumah. kami temukan kemudahannya pada Aisyah.dimiliki Aisyah ini. tetapi takut (amal mereka tidak diterima). “Aku tidak pernah melihat seorang yang lebih mengetahui Sunnah Rasulullah. dan Ibnu Abbas. Al-Mu’minun: 60). Ibnu Umar. Karena itu. Bukhari) Aisyah pun memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah jika menemukan sesuatu yang belum dia pahami tentang suatu ayat. Para sahabat penghafal hadits sering mengunjungi rurnah Aisyah untuk langsung memperoleh hadits Rasulullah karena kualitas kebenarannya sangat terjamin. Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar. Dalam hal ini. dan hukum yang keliru diberlakukan untuk kemudian dijelaskan kembali maksud yang sebenarnya. hadits.’ (QS. wahai Rasulullah?” Beliau menjawab. al-Hakim mengatakan bahwa sepertiga dari hukumhukum syariat dinukil dan Aisyah. anak saudara laki-laki Aisyah. Anas bin Malik. Muslim) Aisyah termasuk wanita yang banyak menghafalkan hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wassalam. tidak segan-segan mereka meminta penyelesaian dari Aisyah. Jika berselisih pendapat tentang suatu masalah. Aisyah dikenal sebagai perawi hadits yang mengistinbath hukum sendiri ketika kejelasan hukumnya tidak ditemukan dalam Al-Qur’an dan hadits lain. shalat. dan bersedekah. Aisyah pun sering mengoreksi ayat. mengatakan bahwa pada masa kekhalifahan Abu Bakar. Salah satu contoh adalah perkataan yang diungkapkan oleh Abu Hurairah. Aisyah rnenjadi penasihat pemerintah hingga wafat. “Setiap kali kami menemukan kesulitan.” (HR. ‘Bukan. sementara keringat bercucuran dari dahi beliau. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dia memperoleh ilmu langsung dan Rasulullah sebagaimana ungkapannya ini: “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ‘Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut…. di dalam Al-Mustadrak. putri ash-Shiddiq! Mereka adalah orang yang berpuasa. “Rasulullah pernah junub (pada waktu fajar) bukan karena mimpi. sebagairnana perkataannya ini: “Aku pernah melihat wahyu turun kepada Rasulullah pada suatu hari yang sangat dingin sehingga beliau tidak sadarkan diri. Aisyah berkata lagi: “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang firman Allah: ‘Yauma tabdalulardhu ghairal-ardha was-samawati. tetapi mendahului (menentukan sendiri) kebaikan tersebut. yang murid-muridnya berdatangan dari segala penjuru untuk menuntut ilmu.“ (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi). Bagi murid yang bukan mahramnya. Aisyah tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari A1-Qur’an dan Sunnah.” Kamar Aisyah lebih banyak berfungsi scbagai sekolah. dan Utsman. Ketika Abu Hurairah bertanya kepada Aisyah. Abu Hurairah berkata.” Para sahabat sering meminta pendapat jika menemukan masalah yang tidak dapat mereka selesaikan sendiri. Ketika itu Abu Hurairah merujuk hadits yang diriwayatkan oleh Fadhi ibnu Abbas bahwa barang siapa yang masih dalam keadaan junub pada terbit fajar. Apakah yang dimaksud dengan ayat di atas adalah para peminum khamar dan pencuri?” Beliau menjawab. Di manakah manusia berada. sering dia meriwayatkan hadits yang tidak pernah diriwayatkan oleh perawi hadits lain. Aisyah menjawab.“ (HR. kemudian beliau meneruskan puasanya. Aisyah senantiasa membentangkan kain hijab di antara mereka. sehingga para ahli hadits menernpatkan dia pada urutan kelima dari para penghafal hadits setelah Abu Hurairah. Abu Salamah berkata. lebih benar . “Manusia berada di atas shirath.” Setelah mengetahui hal itu. Aisyah adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah sehingga banyak menyaksikan turunnya wahyu kepada beliau. maka dia dilarang berpuasa. “Dia lebih mengetahui tentang keluarnya hadits tersebut.

Utsman bin Affan. Aku melihat . Di bawah ini dia melukiskan detik-detik terakhir beliau menjelang wafat: “Sungguh merupakan nikmat Allah bagiku. “Apa yang menyebabkan engkau dan ayahmu menjadi orang yang paling pandai dariipada seluruh orang Quraisy? Aku sangat mengagumi kepandaianmu tentang ilmu medis. karena aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. sering sakit. “Demi Allah. Menurutku engkau adalah manusia yang paling banyak mengetahui sesuatu. karena engkau selalu menghadap untuknya. dan Kami telah ciptakan bagi mereka istriistri dan keturunan. nasab. menetapnya Rasulullah selama sakit di kamarnya merupakan kehormatan yang sangat besar karena dia dapat merawat beliau hingga akhir hayat. “Engkau adalah istri Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan putri Abu Bakar. Takkan ada kesembuhan bagi orang yang di dalarn hatinya terbersit kemarahan. Dari manakah engkau mendapatkan ilmu itu?” Aisyah menjawab. serta lebih mengenal kewajibannya selain Aisyah. Kalau peristiwa terbesar setelah Rasulullah wafat dan musibah terbesar adalah kematianmu. Abu Bakar: “Allah telah mengilaukan wajahmu. Aku merasakan janji Allah yang telah ditetapkan bagirnu dan ikhlas atas kepergianmu. sangat mengagumi keluarbiasaan penguasaan ilmu Aisyah. Akan tetapi. untuk engkau adalah mulia. seperti: “Bagi Allah mutiara takwa.” Dari Aisyah pun sering keluar kata-kata hikmah yang terkenal.” Rasulullah Wafat dan Dikuburkan di Kamarnya Bagi Aisyah. janganlah kamu membujang.” Salah satu contoh kefasihannya dapat kita lihat dari kata-katanya pada kuburan ayahnya. “Aku berpikir tentang urusanmu. di tangannya tergenggam siwak. Engkau merendahkan dunia karena engkau berpaling darinya. Kitab Allah rnenghibur dengan kesabaran dan menggantikan yang baik selainmu.’ Oleh karena itu. aku belum pernah melihat seorang pun yang lebih fasih dariipada Aisyah selain Rasulullah sendiri. maka seseorang hendaklah melihat kepada siapa dia mengabdikan putri kemuliaannya. dan berkata. “Aku telah mendengar khutbah Abu Bakar. Engkau mengetahui hari-hari. Allah telah menyatukan ludahku dan ludah beliau menjelang wafat. Rasulullab wafat di rurnahku pada hariku dan dalam dekapanku.” Al-Ahnaf bin Qais berkata. “Wahai Urwah. kembali Urwah berkomentar. sementara aku menyandarkan beliau. Hingga saat ini aku belum pernah mendengar satu perkataan pun dari makhluk Tuhan yang lebih berisi dan baik daripada perkataan Aisyah. dan Alii bin Abi Thalib. dan bersyukur atas kebaikan yang telah engkau perbuat. bersabda tentang firman Allah: ‘Telah kami utus rasul-rasul sebelummu. Sungguh aku mengagumimu. sehingga dokter-dokter Arab dan bukan Arab datang mengobati beliau. “Apa yang menyebabkanmu berpendapat seperti itu?” Dia menjawab. Pernikahan adalah perbudakan. Dia berkata. Abdurrahman menemuiku.” Tentang penguasaan bahasa dan sastranya. Dengan memohon dari-Nya gantimu dan aku berdoa untukmu. Dari merekalah aku belajar.pendapatnya jika dia berpendapat. “Aku ingin bertanya tentang bagaimana pendapatmu jika aku tetap membujang selarnanya.” Aisyah berkata. salah seorang murid Aisyah. Kami hanyalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Umar bin Khattab.” Urwah bin Zubeir. Bagimu salam sejahtera dan rahmat Allah.” Aisyah menjawab. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam.” Dia berkata lagi. “Janganlah kau lakukan hal itu. dan syair orang-orang Arab. lebih mengetahui bagaimana Al-Qur’an turun.” Suatu ketika Saad bin Hisyam menemui Aisyah.

Kemudian beliau menyuruhku menghentikan menghaluskan siwak. dari Mahmud bin Luhaid. Dia memiliki tempat kurma besar yang selalu diisi buah- . juga karena kaum muslimin sedang disibukkan oleh perang Riddah (perang melawan kaum murtad). Aisyah adalah penasihat kekhalifahan Umar dan Utsman hingga dia meninggal. penuh kerelaan terhadap takdir Allah. sepertinya mengisyaratkan ‘ya’. Beliau mernasukkan kedua belab tangan dan mengusapkannya ke wajah seraya berkata. kadar keilmuan Aisyah tidak begitu tampak di kalangan kaum muslimin.” (QS. “Para istri Nabi banyak rnenghafal hadits Nabi. tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Abu Bakar berwasiat kepada putrinya agar menguburkannya di sisi Rasulullah. Aisyah melaksanakan perintah ayahnya. sernentara di tangan beliau ada bejana berisi air. Setelah dua tahun tiga bulan dan sepuluh malam. namun dia menghadapinya dengan hati yang sabar. Ilmu Aisyah mulai tampak pada masa kekhalifahan Umar. Sementara itu. Umar sangat memperhatikan keadaan istri-istri Nabi. dan membersihkan kamu sebersih. Ketika istri-istri Nabi hendak mengutus Utsman menghadap Khalifàh Abu Bakar untuk menanyakan harta warisan Nabi yang merupakan bagian mereka. Pada waktu itu. sehingga para sahabat besar senantiasa merujuk pendapat Aisyah jika mereka dihadapkan pada permasalahan. Aisyah justru berkata. ‘Beliau menggenggam tangan dan perlahan-lahan tangan beliau jatuh ke bawab. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu. “Beliau adalah orang yang paling mulia di antara ketiga bulanmu. “Bukankah Rasulullah telah berkata. tepat di tempat beliau meninggal. maka di rumahmu akan dikuburkan tiga orang yang paling mulia di muka bumi. kepalanya diletakkan pada sisi pundak Nabi.bersihnya. dan ketika Abu Bakar rneninggal. Sebelum meninggal. Aku berbisik kepada beliau.“ (HR.” Ketika Rasulullah wafat. Ketika dia memberitahukan hal itu kepada ayahnya. ‘Bolehkah aku haluskan siwak untukmu?’ beliau memberi isyarat dengan kepala. khalifah pertama. dikuburkan di kamar Aisyah. Aisyah senantiasa dihadapkan pada cobaan yang sangat berat. lbnu Saad berkata. Al-Ahzab:33) Rumah Aisyah senantiasa dikunjungi orang-orang dari segala penjuru untuk menimba ilmu atau untuk berziarah ke makam Nabi Shallallahu alaihi wassalam.” Semasa kekhalifahan Abu Bakar. Muttafaq Alaih) Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. karena dengan jarak waktu wafatnya Rasulullah sangat dekat. ‘Kami para nabi tidak meninggalkan harta warisan.permasalahan yang berkenaan dengan kaum muslimin. dalam tidurnya. dan selalu berdiam diri di dalam rumah semata-mata untuk taat kepada Allah. Apa yang kami tinggalkan itu adalah sedekah. dan dirikanlah shalat. ‘Laa ilaaha illahu… setiap kematian mengalami sekarat (beliau mengangkat tangannya)… pada Allah Yang Maha Tinggi. “Jika yang engkau lihat itu benar. hai ahlul-bait. Abu Bakar berkata. Sesungguhnya Allah berrnaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu.beliau menoleh ke arah Abdurrahman. namun hafalan Aisyah dan Ummu Salamah tidak ada yang dapat menandingi. Aisyah melihat tiga buah bulan jatuh ke kamarnya. Tentang hal itu Aisyah berkata. aku segera memahami bahwa beliau menyukai siwak. Aisyah menguburkan jenazahnya di sisi Nabi. ‘Umar bin Khaththab selalu memperhatikan keadaan kami dari ujung kepala sampai ujung kaki.” Ternyata Abu Bakar dan Umar dikubur di rumah Aisyah. Abu Bakar. Setelah Rasulullah Wafat Setelah Rasulullah wafat. Abu Bakar berkata. meninggal dunia. Di dalam Thabaqat.

‘Aku merasa malu kepada seseorang yang kepadanya malaikat sangat malu. Utsman bin Affan memiliki kedermawanan dan rasa malu yang besar. sehingga Aisyah pernah berkata. “Datanglah kepada Ali. dan tentunya Aisyah tidak akan melupakan bahwa Ali adalah anak paman Rasulullah sekaligus sebagai suami dari putri Rasulullah. ketawadhuan. sangat malu jika bertemu dengan Utsman. niscaya Allah cukupkan baginya pemaafan manusia. Aisyah tidak pernah rela membiarkan sepak terjang Mu’awiyah bin Abu Sufyan yang banyak bertentangan dengan syariat Islam walaupun Mu’awiyah senantiasa berusaha menarik simpatik dan kerelaan Aisyah. beliau akan duduk di sampingnya dan merapikan bajunya. tahun ke-58 hijriah. niscaya Allah wakilkan masalah tersebut kepada manusia. Sayyidah Aisyah wafat pada usia 66 tahun. karena sesungguhnya Rasulullah tidak pernah meninggalkannya.” Di dalam hadits Nabi. Ketika Utsman meninggal di tangan pemberontak. Mu’awiyah mengutus seseorang untuk meminta fatwa kepada Aisyah yang isinya. Isu pertentangan Ali dan Aisyah tentu saja tidak beralasan karena Aisyah sangat meyakini kualitas ilmu dan sifat amanah Ali. Bahkan dia sering memberikan anjuran untuk shalat malam kepada kaum muslimin. Aisyah senantiasa berada di rumah dan memberikan pelajaran hadits dan tafsir ayat Al-Qur’an. Salam sejahtera untukmu. Jika orang-orang munafik menginginkan agar engkau meninggalkan baju kebesaran yang Allah pakaikan kepadamu. bertepatan dengan bulan Ramadhan. pengabdian sepenuhnya kepada Rasulullah. “Aisyah berkata. ‘Barang siapa yang mencari keridhaan Allah sementara manusia marah. dan jangan terlalu banyak!” Aisyah menjawab. Aisyahlah yang pertama menuntut balas atas kematiannya. selalu beribadah. Aku mendengar Rasululiah Shallallahu alaihi wassalam. kezuhudan. sesungguhnya pada suatu hari nanti Allah akan mengangkatmu dalam urusan ini. terdapat hadits dari Aisyah sendiri yang menetralkan isu tersebut. dan dikuburkan di Baqi’. ‘Nabi Shallallahu alaihi wassalam.” Aisyah memiliki kebiasaan untuk memperpanjang shalat. Dan barang siapa yang mencari keridhaan manusia dengan kemurkaan Allah. Aisyah pun tentu tidak akan melupakan kegigihan Ali dalam berjihad di jalan Allah dan menjadi orang pertama yang masuk Islam dari kalangan anak-anak.” Setelah Ali wafat. Beliau bersabda. bersabda. Aisyah sangat menghormati Utsman karena kedudukannya sangat terhormat di hati Rasulullah. maka Aisyah menjawab. beliau menjawab.’ Begitu juga dengan Utsman bin Affan. Suatu saat. Ketika Suraih bin Hani menanyakan kepada Aisyah tentang mengusap khuffain (penutup kepala) ketika berwudhu.buahan dan kemudian dikirimkan kepada istri-istrii Nabi Shallallahu alaihi wassalam. Imam Ahmad menceritakan. Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah berwasiat kepada Utsman agar jangan turun dari kekhalifahan jika belum terlaksana dengan sempurna. Aisyah dan Ali memiliki kedudukan yang mulia dan terhormat. Jika Nabi bertemu dengannya. “Salam sejahtera buatmu. Dari Abdullah bin Qais.” Wafatnya Aisyah Dalam hidupnya yang penuh dengan jihad.’ Ketika Aisyah menanyakan hal itu. ‘Janganlah engkau tinggalkan shalat malam. Berkaitan dengan masalah permusuhan Aisyah dan Ali. Kehidupan Aisyah penuh kernuliaan. “Tuliskan untukku.” Beliau mengulang perkataan tersebut tiga kali. beliau melakukannya sambil duduk. “Wahai Utsman. Jika beliau sakit atau sedang malas. janganlah engkau melepaskannya. karena dia selalu bepergian (safar) bersama Rasulullah. sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad . serta senantiasa melaksanakan shalat malam.

Demi Allah.” . pernah bersabda. Aisyah sudah membagi-bagikan sernuanya. ‘Seandainya engkau belikan daging untuk kami dengan uang satu dirham. Ahmad berkata. “Mu’awiyah memberikan uang sebanyak seratus ribu dirham kepada Aisyah. Mereka berkata. ‘Bagaimana aku akan berbuka sementara aku mendengar Rasulullah telah bersabda. sebelum matahari terbenam. Setelab itu Rasulullab masuk dan bersabda.dan Abdullah bin Abu Musa. Ada juga riwayat lain yang membuktikan kedermawanan Aisyah. Budaknya berkata. Urwah berkata. ‘Seandainya engkau katakan hal itu sebelum aku membagikan seluruh uang itu. lalu aku duduk sampai dia selesai melaksanakan shalat. Muttafaq Alaihi). “Berjaga dirilah engkau dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.“ (HR. Nabi Shallallahu alaihi wassalam. “Abdurrahman bin Abu Bakar menemui Aisyah pada hari Arafah yang ketika itu sedang berpuasa sehingga air yang dia bawa disiramkan kepada Aisyah. Abdurrahman berkata. dan banyak berpuasa sekalipun cuaca sedang sangat panas. niscaya akan aku lakukan hal itu untukmu. “Aku didatangi oleh seorang ibu yang membawa dua orang putrinya. Dia berdiri kern udian pergi. ‘Berbukalah.’ Aisyah menjawab. ‘Barang siapa mengasuh anak-anak itu dan berbuat baik kepada mereka.” Di dalam riwayat lain dikatakan.” Aisyah pun senantiasa memperbanyak doa.” Selain itu. ‘Sesungguhnya puasa pada hari Arafah akan menebus dosa-dosa tahun sebelumnya. ‘Sabar-sabarlah kau menunggunya. “Mudrik atau Ibnu Mudrik mengutusku kepada Aisyah untuk menanyakan segala urusan. Aku tiba ketika dia sedang shalat dhuha. sangat takut kepada Allah.’ Aisyah menjawab. maka mereka akan rnenjadi penghalang baginya dari api neraka. Dia meminta sesuatu dariku sedangkan aku tidak memiliki apa pun untuk diberikan kepada mereka selain satu biji kurma. Di dalam Musnad-nya. dan ibu itu membaginya kepada kedua anaknya. Aku memberikan kurma itu kepadanya. Aisyah banyak mengeluarkan sedekah sehingga di dalam rumahnya tidak akan ditemukan uang satu dirham atau satu dinar pun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->