PERANAN KELEMBAGAAN KUD DALAM TATANIAGA CENGKEH DJ SULAWESI TENGAH

SJAFRIL KEMALA

Balai Penelitian Tanaman
RlNGKASAN Penelltian ini bertujuan mcmpeilljari peran kclembagaan K U 0 serta mengidentitikasi taktor-faktor pcnyebab tidak dapat berperannya KUD dalam tataniaga cengkeh. Pcnclitian ini dllakukan pada tahun 1994 di Su lawesi Tcngah sebagai salah satu penghasil cengkeh terbesar di Indonesia, Data dikumpulkan melalui metoda acak, Data contoh terdiri alas 90 petani, 12 pedagang dan 6 KUD, Dikumpulkan pada 6 desa, 3 kecamatan dan 2 kabupaten (Donggala dan Poso) , Dari data yang didapat dilakukan analisis tabulasi untuk melihat peran/aktlvitas KUD dalam tataniaga cengkeh. Sedangkan untuk mempelajari faktorfaktor yang mempengaruhi peran K UD tersebut dilakukan analisis statistik dengan menggunakan model "Linear Probability Model". Peran KUD daJam tataniaga cengkeh di Sulawesi Tengah sangat kecil, hanya 11,11 % petani yang menjual langsung ke KUD, dan tidak ada satu petani pun yang menjual seluruh hasilnya ke KUD, Faktor-faktor yang mempengaruhi petani tidak mau menjual ke KUD adalah : harga rendah, cara pembayaran tidak umai, serta volume penjualan cengkeh petani kecil. Bila KUD dapat meningkatkan harga Rp 100lkg KUD mernpunyai peluang meningkatkan pembelian 4 %, dan dengan cara pembayaran tunai KUD mempunyai peluang 68,87 % untuk dapat menyerap pembelian cengkeh, Kata kunci: Kelembagaan, rata niaga, cengkeh

Rempah dan Obat PENDAHULUAN Lcgenda cengkeh sebagai tanaman harapan dan tanaman hari tua mungkin pupuslah sudah dan hanya tinggal untuk dikenang. Betapa tidak, dua dan tiga dekade yang lalu cengkeh merupakan em as hijau dambaan seorang anak desa sekolah ke kota, dambaan seorang muslim menunaikan ibadah haji, dambaan seorang ibu rumah tangga mendapatkan rumah bam. Kurun waktu itu harga cengkeh mencapai Rp 10 000 - Rp 15 0001 kg. Sejak tahun 1980 terlihat harga cengkeh terus menurun dan mencapai tingkat terendah tahun 1992 yaitu Rp 2 000 - Rp 3 OOO/kgkering ditingkat petani. Tidak berlebihan bila pusat perc engkehan berubah menjadi pusat kemiskinan, Hal ini disadari oleh pemerintah akan peran cengkeh ini terhadap perekonomian nasional sebagai surnber pendapatan dari pajak/cukai ( Rp ± 3 triliyun tiap tahun) serta jutaan manusia yang menggantungkan hidupnya dari industri hilir sampai hulu, Atas hal tersebut pemerintah berupaya melindungi petani agar tetap berpendapatan layak di sektor usahatani cengkeh serta terjarninnya stabilitas produksi cengkeh sebagai upaya menopang kestabiIan industri rokok kretek, Untuk itu cengkeh digolongkan menjadi salah satu komoditas yang tataniaganya diatur/dikendalikan. Diawali dari Keppres No. 50176, No. 58177 serta No, 8/1980 dan kemudian Inpres No.1 tahun 1992. Adapun isi Inpres NO.1I1992 adalah penetapan harga dasar bagi pembelian cengkeh oleh KUD dengan ketentuan sebagai berikut : (1) pembelian cengkeh oleh KUD kepada petani dengan harga Rp 7 900 untuk kadar air rnaksimun 10 % dan kadar kotoran 3 % ; (2) pembelian cengkeh oleh KUD kepada petani Rp 6 000 untuk kadar air maksimun 15 % dan kadar kotoran maksimum 5% ; (3) harga dasar Rp 7 900/kg dirinci menjadi :

ABSTRACT

The role 0/ village cooperative in clove marketing in Central Sulawesl
The research was conducted to assess the role of village cooperative (KUD) in clove marketing and to identify the factors causing that the institution is not well functioned in the marketing, The study was carried out in Central Sulawesi, one of the major producing areas of clove, Data were collected randomly from 90 farmers, 12 traders and six KUDs, which covered six villages from three subdistricts and two districts (Donggala and POSO) To assess the role of KUD in clove , marketing the tabulation analysis was used and to identify the factors influencing the role ofK UD the linier model regression was applied, Results showed that the role of KUD in clove marketing in Central Sulawesi was very weak, it was only 11.11 % of the farmers sold their clove to KUD, No farmer sold all of his product to the institution, The factors causing the farners not selling their clove to KUD, and no farmer sold all of his product to the institution were: low price, uncashed payment and low volume of selling to KUD. If the price increase by Rp IOOlkg, the probability of farmers to sell their clove to KUD will increase by 4%, and ifKUD pays by cash to farmers the probility of farmers to sell their product to K UD will increase by 68,87%. Key words: Clove, marketing institution, village cooperative

278

Surat Keputusan Menteri Perdagangan No. (3) pembelian cengkeh dari KUD hanya boleh dilakukan oleh BPPC. (7) pelanggaran terhadap ketentuan tataniaga cengkeh hasil produksi dalam negeri digolongkan tindak pidana ekonomi sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang No. 279 .. Oonggala dan Kab. Seperti tertuang dalam lnpres No. yang ada adalah BPPC pelaksana. Harga cengkeh yang terjadi di tingkat petani berkisar Rp 2 000 . (6) harga penjualan cengkeh. Tali-Tali tidak diarnbil dikarenakan secara teknis daerah ini mempunyai sarana transportasi yang kurang baik sertajarak dari ibukota propinsi sangatjauh . I tahun 1992. Mitra kerja ini pedagang yang menyediakan dana untuk pembelian cengkeh atau menyediakan cengkeh untuk dijual KUD ke BPPC. Dari mitra kerja ini KUO mendapat untung berupa sebagian dari fee yang telah ditetapkan. Mencari alternatif yang dapat digunakan bagi pengambil keputusan dalam upaya memperbaiki tataniaga cengkeh di Indonesia METODOLOGI PENELITIAN Metode pengambilan contoh Penelitian dilakukan di Sulawesi Tengah. dengan metode survei. dengan ketentuan bahwa besamya dana milik bersarna petani cengkeh untuk penyertaan modal KUD tetap sebesar Rp 2000. 3. Mempelajari peran kelernbagaan tataniaga. ANON (1994b). terutama peran sentral KUD dalam tataniaga cengkeh. maka tujuan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Di samping itu KUD membeli cengkeh hanya sebagian kecil dari petani. (5) harga pembelian cengkeh dengan kualitas atau mutu yang lain atau lebih rendah ditetapkan Menteri Perdagangan. Pengambilan Sulawesi Tengah sebagai daerah penelitian didasarkan atas pertimbangan kedudukan propinsi ini sebagai salah satu penghasil cengkeh utama di Indonesia. urutan kedua setelah Sulawesi Utara dalam produksi maupun luas. 111992. Demikian pula KEMALA.8 11992. 911KP/IV/92 (ANON. Poso. Kab. 1994a) butirnya an tara lain adalah : (I) pembelian cengkeh dari petani hanya boleh dilakukan oleh KUD dan wajib dibayar tunal. Menteri Perdagangan mengatur pelaksanaan tataniaga cengkeh hasil produksi dalam negeri. Toli-Toli. ditetapkan oleh Menteri Perdagangan setelah mendengar pertimbangan Menteri lain yang terkait.SYAFRIL KEMALA : Peranan kelembagaan KUD dalam tataniaga cengkeh di Sulawesi Tengah Rp 4000 diterimakan kepada petani: Rp 2 000 sebagai dana penyertaan petani untuk modal KUD . (2) BPPC ditunjuk sebagai pelaksana tataniaga cengkeh untuk menyangga dan memelihara stabilitas harga cengkeh di tingkat petani melalui kegiatan pembelian cengkeh hasil produksi petani melalui KUD dan penjualan cengkeh kepada pemakai. (5) kegiatan perdagangan atau pengangkutan cengkeh dengan menggunakan angkutan darat.Rp 3 OOO/kg untuk kualitas kering patah. et al. Sesuai dengan permasalahan dan latar belakang yang dikernukakan. Pengambilan contoh dilakukan secara acak. Diambil dua kabupaten yaitu Kab. (4) pabrik rokok kretek (PRK) wajib membeli cengkeh dad BPPC. Mempelajari dan mengidentifikasi beberapa faktor penyebab tidak dapat berperannya KUD dalam tataniaga cengkeh. (6) pengangkutan tersebut wajib dilindungi SIPAP-C atau SKA-C. Penghasil utarnanya adalah Kab. laut dan udara hanya boleh dilakukan oleh BPPC. Dernikian pula KUD dengan TPK nya merupakan aparat pedagang. (4) harga dasar Rp 6 OOO/kg dirinci menjadi : Rp 4 000 diterirna petani cengkeh dan Rp 2 000 dana penyertaan petani kepada KUD. dan sebagian besar dari "mitra kerja". Di daerah tingkat II kelembagaan BPPC tidak sepenuhnya ada.oleh badan penyangga kepada pabrik rokok kretek atau konsumen lainnya. Rp I 900 titipan petani kepada KUD . yaitu ± 850 krn. 2. Kedua kabupaten ini urutan kedua dan ketiga penghasil cengkeh terbesar di Propinsi Sulawesi Tengah. (1993) melaporkan bahwa dalam kelembagaan tataniaga cengkeh yang terjadi di Kabupaten Bogor dan Sukabumi (Jawa Barat) ti- dak sesuai dengan Inpres No.

dan kecamatan Ampibabo. Dalam arti bahwa petani tidak bersedia menjual cengkehnya ke KUD. Metode analisis di kecamatan/desa terse- Penyebab kegagalan tataniaga cengkeh yang diatur pemerintah menurut Inpres No. (I) telah berusahatani cengkeh lebih dari 5 tahun . Contoh KUD dan pedagang diambil secara "terarah". Parigi dan Ampibabo.. (3) berdomisili di desa terse but. untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi penyebab tidak dapat berperannya KUD terse but. (4) petani pemilik penggarap. yaitu : (I) anal isis tabulasi. Pada tiap kecamatan masing-masing diambil dua desa. Sedangkan di Kab. Kelembagaan KUD diberi peran sebagai satu-satunya lernbaga/badan usaha yang membeli cengkeh ke petani dan menjualnya ke BPPC. (2) berdomisili but.JURNAL Lln'RI VOL I NO 6.. sedang petani diambil secara acak. Sedangkan kriteria KUD contoh adalah . untuk melihat peran KUD dalam pembelian cengkeh petani. Kabupaten District DonggaJa Sampling pattern of dove marketing in Central Sulawesi Kecamatan Sub District Parigi Ampibabo Poso Pamona Utara Jumlah Desa Village Palawil Loji Pinotu Oonggulu Sangele _ . (2) anal isis statistik. Model yang cocok untuk ini adalah Linear Probability Model (ARIEF. Untuk kecamatan Parigi diambil desa Palawa dan desa Loji.1 tahun 1992 sudah diketahui secara urnum. Kriteria petani yang diambil sebagai contoh . Pedagang yang diambil sebagai contoh adalah : (I) sudah melakukan pembelian cengkeh selama lebih 3 tahun . Untuk maksud ini dilakukan dua bentuk analisis. (2) mempunyai kebun cengkeh yang telah produktif.1996 Di Kabupaten Donggala diambil dua kecamatan. Pada kecamatan Pamona Utara diambil desa Sangele dan desa Tentena. (3). Poso hanya diambil satu kecamatan yaitu kecamatan Pamona Utara dikarenakan pertanaman cengkeh di Poso ini terpusat di kecamatan Pamona Utara. Tabel I. jumlah contoh pedagang 12 danjumlah contoh petani 90 orang. jumlah contoh KUD 6 buah. Salah satu kelembagaan yang sangat sentral perannya adalah KUD. (2) KUD yang ditunjuk sebagai pembeJi cengkeh . Seperti ditunjukkan pada Tabel 1. Pada model ini peubah tak bebasnya (Y) berbentuk binary choice model. 1993). pedagang perantara 2 orang dan petani 15 orang (Tabel I).. (I) KUD mandiri. Table I. Village cooperative Contoh Samples ______________ ~_c __ KUD. Analisis statistik yang digunakan disesuaikan dengan model yang diperlukan. Traders Pedagang 15 15 15 15 15 15 Petani Farmers 2 2 2 2 2 2 Tentena 6 12 90 280 .----. Penyebabnya adalah tidak berfungsinya kelernbagaan-kelembagaan dalam sistem tataniaga tersebut.._. yaitu Kec. desa Pinato dan Donggala. Untuk melihat peran KUD serta faktor-faktor yang mempengaruhi KUD ini tidak dapat berperan. Kerangka pengambilan eontoh tataniaga cengkeh di Sulawesi Tengah. mempunyai anggota terbanyak di kecarnatan tersebut. dilakukan analisis deskriptif kualitatif balk secara statistik maupun tabulasi. Masing-rnasing des a diambil contoh KUD I buah.

0. bukan SO = 1) E = peubah pengganggu Y = HASIL DAN PEMBAHASAN Keragaan penjualan cengkeh oleh petani Tingkah laku petani terhadap penjualan hasil cengkehnya dapat dapat dilihat pada Tabel2.1 tahun 1992 bahwa satu-satunya lernbaga tataniaga yang membeli cengkeh ke petani dan menjual cengkeh ke BPPC adalah KUD.0013.0004. (2) 17 petani contoh (18.54) : 0.19) X4 ** + 0. Hal itu dapat dilihatkan dari besarnya nilai uji F-hitung dan R2-nya. Penyebab petani tidak menjual ke KUD Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab petani tidak menjual cengkehnya ke KUD.1.3133 ~ nyata pada tingkat kepercayaan 95 % reliable level 95% ~ nyata pada tingkat kepercayaan 99 % reliable JeveJ 99% Keterangan : Note ** Model penduga yang digunakan ternyata cukup cocok. dimana tiap peningkatan harga Rp 100/kg peluang petani akan menjual cengkeh ke KUO meningkat sebesar 4%. (2) cara pembayaran berpengaruh positif terhadap peluang petani menjual cengkeh ke KUD. Dilihat dati Tabel 2 jelas bahwa Inpres No.1 tahun 1992 tidak dapat berjalan.&7) (0. Penjualan cengkeh dari 90 petani eontoh yang diambil pada 6 desa adalah : (I) 10 petani contoh (11. Analisis dilakukan untuk tingkat propinsi yang akan diekp lorasikan menjadi tingkat nasional.16).313 dan jauh lebih besar dari F-tabel (3. (3) peubah jumlah pohon (X4) yang merupakan proxy dari volume penjualan berpengaruh nyata pada tingkat kepcrcayaan 99% dan pengaruhnya juga positif Koefisien regresi untuk peubah-peubah yang berpengaruh nyata tersebut adalah : X I = 0. (2) peubah cara pernbayaran (X2) berpengaruh nyata pada tingkat kepercayaan 99% dan berpengaruh positif.8245 : 26. Nilai F-hitung yang didapat adalah 26. tidak tunai = 0) x3 = jarak kebun petani dengan tempat penjualan x4 = jumlah pemilikan pohon petani x5 = pendidikan petani (SD = 0. seperti sudah dinyatakan pada rnetodologi penelitian dilakukan analisis dengan Linear Probability Model.8245).23) (-1. (3) 63 petani contoh (70. Adapun hasil regresi yang didapat adalah : Y =. Peubah peubah tersebut adalah : (I) peubah tingkat hargajual (X I). Koefisien regresi tersebut dapat diartikan bahwa : (I) harga berpengaruh terhadap sikap petani rnenjual cengkeh ke KUD .13''10. berarti bahwa peubah-peubah bebas (X) dapat menjelaskan peubah tak bebas sebesar 83% dan selain kelirna peubah terse but hanya 17% dapat mempengaruhi/ menjelaskan peubah tak bebas (Y).0004 Xl o. Sebagairnana diatur dan ditetapkan dalam Inpres No. Hal itu ditunjukkan 281 . (3) jurnlah pohon cengkeh yang dipanen petani juga berpengaruh terhadap penjualan cengkeh ke KUD.0611 X3 + (2. berpengaruh nyata pad a tingkat kepercayaan 95% dan berpengaruh positif.11 %) menjual (70-100%) dari hasilnya ke KUO.6887 X2** .44) (6. dirnana bila petani menerima pembayaran tunai peluang petani akan menjual cengkeh ke KUO meningkat sebesar 68_87%.19%) rnenjual « 30%) dari hasilnya ke KUD. tiap penarnbahan satu pohon cengkeh akan meningkatkan peluang petani rnenjual ke KUD sebesar 0. X2 = 0. Dari kelima peubah tersebut hanya tiga peubah yang berpengaruh nyata terhadap petani menjual cengkehnya ke KUD.SYAFRIL KEMALA : Peranan kelembagaan KUD dalam tatantaga cengkeh di Sulawesi Tengah Bentuk umum regresinya adalah a +3Xi+Ei (I) dimana: Y1 = menjual ke KUD 0 = tidak menjual ke KUD xl = tingkat harga jual cengkeh (Rp/Kg) x2 = eara pembayaran (tunai = I. R2 (koefisien determinasi) yang didapat adalah (R2 = 0.oon R2 F * + 0. Data diolah dengan metoda kuadrat-terkecil dengan menggunakan bentuk persamaan biasa (additive).70%) tidak menjual ke KUD.309+ 0.6887 dan X3 "" 0.0411 X5 (2.

Dari pengamatan dilapangan pembayaran ke petani dilakukan oleh KUD bila KUD menerima pembayaran dari Puskud/BPPC. dirnana pendapatan yang keci! dan terbatas serta tidak adanya altematif usaha lain. Ada kecen- Jumlah petanl yang menjual cengkeh ke KUD dan non KUD Table 2. Hal tersebut terjadi dikarenakan pihakatasan KUD (dalam hal ini Puskud) baru melakukan pernbayaran kepada KUD setelah diterima pembayaran dari BPPC.1 tahun 1992 harga penjualan petani ke KUD atas kualitas cengkeh stan dar adalah Rp 7 9001 kg. (2) cara pembayaran yang tidak tunai. Untuk memfungsikan KUD agar berperan.00% petani yang menjual sebagian besar (>70%) dari hasil panennya ke KUD. I NO. KESIMPULAN KUD sebagai Jembaga yang berperan sangat sentral dalam tataniaga cengkeh menurut Inpres No. Faktor penyebab tidak dapat berperannya KUD sebagai satu-satunya lembaga tataniaga yang membeli cengkeh ke petani dikarenakan : (I) harga pembelian KUD ke petani yang rendah (Rp 2 000 . Tidak ada kesediaan petani rnenjual cengkeh ke KUD dikarenakan harga beli KUD ke petani sangat rendah (Rp 2 826. 1996 bahwa hanya 11. Number of fanners sell the clove to KUD and non KlJD Menjual ke KUD Sell 10 KUD >70% < 30"10 4 Desa Yillage Petani contoh NonKUD Sample fanners Palawa Loji Pinotu Donggala Sangele 15 15 15 15 IS 15 90 100 2 2 2 2 9 8 5 3 2 1 2 10 11 Tentcna lumlah To/al ("/o) 13 12 63 70. Hal ini dimungkinkan oleh faktor biaya transportasi dan pergudangan. kondisi penjualan cengkeh secara kredit sudah jelas sangat memberatkan petani.50/14000 x 100% = 20. Untuk memperbaiki keadaan ini alas besarnya angka peluang (68. Temyata makin banyak volume cengkeh yang dijual tentu biaya transport dan gudangnya makin kecil.11% yang dapat dilakukan KUD kepada petani.11 derungan petani-petani yang mempunyai areal cengkeh lebih luas berpeluang dapat menjual cengkeh ke KUD.50/kg hanya 35.70 10 17 18.JURNAL LlTTRI VOL. Dilihat dari posisi ekonomi petani. Dan bila dibandingkan dengan harga cengkeh yang dijual BPPC ke konsumen (pabrik rokok) yaitu Rp 140001 kg. Menurut Inpress No.50/kg). t 9%. sedangkan 89% nya menjual cengkehnya ke pedagang (Non KUD). Pada tingkat harga pembelian cengkeh oleh KUD Rp 2826.1 tahun 1992. Rp 2000 sebagai dana penyertaan petani untuk modal KUD dan Rp I 900 uang titipan ke KUD.19 1l. dimana tiap kenaikan harga Rp 100/kg KUD akan mempunyai peluang menyerap pembe- 282 . adalah: (I) menaikkan harga pembelian cengkeh ke petani. Sehingga KUD baru dapat membayar tunggakan ke petani berjangka 4 .78% dari harga patokan yang telah ditetapkan Inpres No.6. (3) volume penjualan yang sedikit (jurnlah pemilikan pohon yang sedikit).Rp 2 700/kg). Faktor lainnya yang sangat berpengaruh terhadap peluang petani menjual cengkeh ke KUD dalah volume penjualan yang di proxy oleh jumlah pohon. Pembelian cengkeh hanya 11. Tabel 2. dimana dad harga tersebut Rp 4 000 diterimakan kepada petani. Kondisi demikian menjadikan cengkeh salah satu komoditas pertanian yang tataniaganya paling tidak efisien.1 tahun 1992 temyata secara operasional perannya sangat kecil sekali.87%) yang mempengaruhi petani menentukan sikapnya maka perbaikan permodalan KUD perlu dilakukan. dan tidak ada satu petani pun yang seluruh hasilnya dijual ke KUD.6 bulan. Faktor lainnya penyebab petani tidak menjual cengkeh ke KUD dikarenakan KUD tidak dapat membeli cengkeh secara tunai. berarti bagian harga yang diterima petani hanya 2826.

tahun ke 30. ANONYMOUS. Dirjen Pembinaan Koperasi Pedesaan.I Press- 1994a.Bogar. Harian Kornpas. Laporan Penelitian Balittro . 283 . (2) pembelian cengkeh secara tunai. 1993. tata-niaga PUSTAKA negeri. dimana dari cara pembelian tunai ini KUO mempunyai peluang 68. dimana setiap pertambahan satu pohon setara hasil panen KUD mempunyai peluang 0. Jakarta.SVAFRIL KEMALA'- Peranan kelembagaan KUD dalam tataniaga cengkeh di Sulawesi Tengah Han cengkeh dari petani sebesar4%. AR]EF. Indonesia . Metoda Pe-nerbit Universitas Jakarta. 1993. OAFTAR ANONYMOUS.5 Penelitian Ekonomi. S et al.V.13% meningkatkan jumlah pembelian. S.87% untuk dapat menyerap pembelian cengkeh. (3) rnernperbesar volume pembelian. Penelitian Tataniaga Cengkeh di Jawa Barat. No . Dep.. Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Jakarta.] 994b. Pedoman pelaksanaan cengkeh hasil produksi dalam KEMALA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful