P. 1
makalah matematika

makalah matematika

|Views: 627|Likes:
Published by Adi Adi Rizky Rizky

More info:

Published by: Adi Adi Rizky Rizky on May 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2014

pdf

text

original

A.

Pengertian Turunan
Telah kita ketahui turunan dari fungsi f(x) pada x = a ditentukan dengan rumus.
h
) a ( f ) h a ( f
lim ) a ( f
0 h
'
÷ +
=
÷


Jika fungsi f(x) dideferensial untuk semua x maka turunan dari fungsi f(x) untuk
sembarang nilai x ditentukan dengan rumus:
h
) x ( f ) h x ( f
lim ) x ( f
0 h
'
÷ +
=
÷


) x ( f
'
dibaca f aksen x disebut turunan dari fungsi f(x).
) a ( f
'
diperoleh dari ) x ( f
'
dengan x diganti dengan a.
) x ( f
'
sering ditulis ) x ( f
dx
) x ( df
'
=
B. Tafsiran Geometri Dari Turunan



) x ( f
2



) x ( f
1



1
x h h x x
1 2
+ =
Arti fisis turunan adalah gradien garis lurus pada titik ) y , x ( dan ) y , x (
2 2 1 1

gradiennya adalah
1 2
1 2
x x
y y
m
÷
÷
= atau
1 2
1 2
x x
) x ( f ) x ( f
m
÷
÷
= maka
) x ( f
h
) x ( f ) h x ( f
lim m
' 1 1
0 h
=
÷ +
=
÷
. Maka dapat disimpulkan bahwa gradien garis lurus
sama dengan turunan pertama suatu fungsi pada 2 titik.
Untuk menentukan turunan fungsi dapat dituliskan dengan salah satu lambang
sebagai berikut:
dx
dy
atau
dx
) x ( df
atau ) x ( f atau y
' '


Rumus garis singgung kurva di suatu titik dirumuskan: ) x x ( f y y
1
'
1
÷ = ÷

Contoh:
1. Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi di bawah ini!
a. 1 x 3 ) x ( F ÷ =
b. 5 x 2 x ) x ( F
2
+ + =
Penyelesaian :
a. 1 x 3 ) x ( F ÷ = maka 1 ) h x ( 3 ) h x ( F ÷ + = +
1 h 3 x 3 ÷ + =

h
) x ( f ) h x ( f
lim ) x ( f
0 h
'
÷ +
=
÷
= 3
h
h 3
h
1 x 3 ) 1 h 3 x 3 (
lim
0 h
= =
÷ ÷ ÷ +
÷

Jadi turunan pertama 3x-1 adalah 3.
b. 5 x 2 x ) x ( F
2
+ + = maka 5 ) h x ( 2 ) h x ( ) h x ( F
2
+ + + + = +
5 h 2 x 2 h x . h 2 x ) h x ( F
2 2
+ + + + + = +

h
) x ( f ) h x ( f
lim ) x ( f
0 h
'
÷ +
=
÷
=
h
5 x 2 x ) 5 h 2 x 2 h x . h 2 x (
lim
2 2 2
0 h
+ + ÷ + + + + +
÷

2 x 2 2 h x 2 lim
h
h 2 h x . h 2
lim
0 h
2
0 h
+ = + + =
+ +
=
÷ ÷

Jadi kesimpulannya turunan pertama dari 5 x 2 x ) x ( F
2
+ + = adalah
2x+2.

B. Rumus-Rumus Turunan
1. f(x) = c maka ) x ( f
'
= 0
2. f(x) = ax maka ) x ( f
'
= a
3. f(x) = ax
n
maka ) x ( f
'
= a.nx
n-1

4. f(x) = u.v maka ) x ( f
'
= u . v v . u
' '
+
5. f(x) =
2
' '
'
v
u . v v . u
) x ( f maka
v
u ÷
=


Contoh :
1. Tentukan turunan dari fungsi dibawah ini dengan rumus fungsi turunan!
a. y = 12
b. y = 3x
2
+x-5
c. y =
2
x
2
x
1
x 2 ÷ +
d. y = 4x
3
+4x-
3
x
jawab :
a. y = 12 c. y =
2
x
2
x
1
x 2 ÷ +

'
y = 0
2 1 2 1
x 2 x x 2 y
÷ ÷
÷ + =

'
y =
1 2 1 1 1 2 1
x ). 2 .( 2 x . 1 x
÷ ÷ ÷ ÷ ÷
÷ ÷ ÷

3 2 2 1 '
x 4 x x y
÷ ÷ ÷
+ ÷ =

b. y = 3x
2
+x-5 d. y = 4x
3
+4x-
3
x

'
y = 6x + 1
2 3 3
x x 4 x 4 y ÷ + =

2 1 2 '
x
2
3
4 x 12 y ÷ + =

2. Tentukan turunan fungsi-fungsi berikut ini!
a. y = (2x + 5).(x
2
+6x)
b. y =
1 x 3 x
1 x 4
2
÷ +
+

c. Diketahui fungsi f(x) = x
2
-10x +3 tentukan nilai x jika
'
y = 0
Jawab :

a. y = (2x + 5).(x
2
+6x)
f(x) = u.v maka ) x ( f
'
= u . v v . u
' '
+
Misal u= 2x +5 maka 2 u
'
=
V = x
2
+ 6x maka 6 x 2 v
'
+ =
) x ( f
'
= u . v v . u
' '
+ = 2.(x
2
+6x) + (2x + 6). (2x + 5)
= 2x
2
+ 12x + 4x
2
+ 10x + 12x +30
= 6x
2
+ 34x + 30

b. y =
1 x 3 x
1 x 4
2
÷ +
+

f(x) =
2
' '
'
v
u . v v . u
) x ( f maka
v
u ÷
=
Misal u = 4x +1 maka 4 u
'
=
V = x
2
+3x -1 maka 3 x 2 v
'
+ =

2 2
2
2
' '
'
) 1 x 3 x (
) 1 x 4 ).( 3 x 2 ( ) 1 x 3 x .( 4
v
u . v v . u
) x ( f
÷ +
+ + ÷ ÷ +
=
÷
=

2 2
2 2
'
) 1 x 3 x (
) 3 x 12 x 2 x 8 ( 4 x 12 x 4
) x ( f
÷ +
+ + + ÷ ÷ +
=

2 2
2
'
) 1 x 3 x (
7 x 2 x 4
) x ( f
÷ +
÷ ÷ ÷
=

c. Diketahui fungsi f(x) = x
2
-10x +3 tentukan nilai x jika
'
y = 0
5 x 10 x 2 maka 0 10 x 2 ) x ( f
'
= ÷ = = ÷ =









F. MENERAPKAN LOGIKA MATEMATIKA DALAM
PEMECAHAN DALAM PEMECAHAN MASALAH YANG
BERKAITAN DENGAN PERNYATAAN MAJEMUK DAN
PERNYATAAN BERKUANTOR.

A. Mendiskripsikan Pernyataan dan bukan Pernyataan (Kalimat Terbuka).
1. Pernyataan
1.1. Pengertian Pernyataan .
Pernyataan adalah kalimat yang hanya benar saja atau salah saja, akan tetapi tidak
sekaligus benar dan salah.
1.2. Lambang dan nilai kebenaran suatu pernyataan
Dalam matematika , pernyataan-pernyataan dengan huruf kecil,seperti a , b ,
p dan q.Perhatikan contoh berikut !
1.3. Kalimat Terbuka.
Kalimat terbuka adalah kalimat yang masih mengandung variabel, sehingga
belum dapat ditentukan nilai kebenarannya (benar atau salah). Kalimat terbuka
tersebut dapat diubah menjadi bentuk pernyataan, jika variabelnyadiganti dengan
suatu konstanta.
Contoh :
a) Kalimat terbuka : x + 5 = 9
Jika variabelnya diganti dengan 4 maka 4 + 5 = 9 (pernyataan benar)
b) Jika variabelnya diganti dengan 7 maka 7 + 5 = 12 (Pernyataan salah)
B. Mendeskripsikan, Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi, Biimplikasi Dan
Ingkaranya.
B.1. Pernyataan Majemuk.
Apabila suatu pernyataan terdiri lebih dari satu pernyataan maka diantara satu
pernyataan dengan pernyataan lainnya dibutuhkan suatu kata penghubung sehingga
diperoleh suatu pernyataan majemuk.
Untuk Logika matematika ada 5 macam penghubung pernyataan yaitu
ingkaran (negasi) (tidak), konjungsi (dan), disjungsi (atau),implikasi(jika…maka…)
dan biimplikasi (jika dan hanya jika).

Operasi Logika Penghubung Lambang

Ingkaran Tidak, non ~ atau -
Konjungsi Dan .
Disjungsi Atau v
Implikasi Jika….maka…. ¬
Biimplikasi Jika dan hanya jika ·


Ingkaran, konjungsi, disjungsi, implikasi dan biimplikasi disebut operasi dalam
logika.Simbol-simbol dari operasi dalam logika diberikan dalam tabel berikut.
Ingkaran atau Negasi atau penyangkalan
Nilai kebenaran dapat dituliskan dalam bentuk tabel yang dinamakan tabel kebenaran
seperti berikut.




p ~ p
B
S
S
B

1.2. Operasi Konjungsi
Operasi konjungsi merupakan operasi biner (operasi yang dikenakan pada dua
pernyataan) yang dilambangkan dengan tanda “ .”. Dengan operasi ini dua
pernyataan dihubungkan dengan kata “ dan “.

Jika p dan q dua pernyataan , maka p .q bernilai benar jika p dan q keduanya
bernilai benar, sebaliknya p .q bernilai salah jika salah satu dari p atau q bernilai
salah atau keduanya salah.
Tabel nilai kebenaran dari operasi konjungsi.

p q p.q
B
B
B
S
B
S
S
S
B
S
S
S

1.3. Operasi Disjungsi
Operasi disjungsi juga merupakan operasi binary yang dilambangkan dengan tanda
” v ”. Operasi ini menggabungkan dua pernyataan menjadi satu dengan kata
hubungan “atau”.
Jika p dan q dua pernyataan maka pv q bernilai benar jika p dan q keduanya
bernilai benar atau salah salah satu dari p atau q bernilai benar, sebaliknya pv q
bernilai salah jika keduanya bernilai salah.
Tabel nilai kebenaran Disjungsi
p q pv q
B
B
S
S
B
S
B
S
B
B
B
S

1.4. Operasi Implikasi.
Operasi implikasi (kondisional) adalah operasi penggabungan dua pernyataan yang
menggunakan kata hubung “ jika …. Maka ….” Yang dilambangkan “¬ “.
Implikasi dari pernyataan p dan q ditulis p¬q dan dibaca “ jika p maka q”.
Pernyataan bersyarat p¬q juga dapat dibaca “ p hanya jika q” atau “ p adalah
syarat cukup bagi q atau “ q adalah syarat perlu bagi p”.
Dalam pernyataan p¬q
p disebut hipotesa / anteseden / sebab
q disebut koklusi / konequen / akibat

Jika p dan q dua buah pernyataan maka p¬q salah jika p benar dan q
salah,dalam kemungkinan lainnya p¬q benar.
Tabel nilai kebenaran operasi implikasi

p q p¬q
B B B
B
S
S
S
B
S
S
B
B

1.5. Operasi Biimplikasi ( Bikondisional).
Biimplikasi yaitu pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung “……jika
dan hanya jika …..” dinotasikan “ ·” .
Biimplikasi dari pernyataan p dan q ditulis p · q dibaca p jika dan hanya jika q.
Pernyataan p · q dapat juga dibaca :
1) p equivalent q
2) p adalah syarat perlu dan cukup bagi q

Jika pdan q dua buah pernyatan maka p · q benar bila kedua pernyataan tersebut
mempunyai nilai kebenaran yang sama, sebaliknya p · q salah bila salah satu salah ,
atau salah satu benar .
Tabel nilai kebenaran operasi Biimplikasi.

p q p·q
B
B
S
S
B
S
B
S
B
S
S
B

1.6. Menentukan Nilai Kebenaran Pernyataan Majemuk.
Dari pernyataan-pernyataan tunggal p, q, r, . . . dan dengan menggunakan operasi-
opersi
pernyataan negasi (~), konjungsi ( .), disjungsi ( v ), implikasi ( ¬) dan biimplikasi (
·)
dapat disusun suatu pernyataan majemuk yang lebih rumit.
Contoh : 1) ~( p v ~q)
2) ~ ( ) | | q p p ¬ .
3) ( ) | | r q p ¬ v
Nilai kebenaran pernyataan majemuk seperti itu dapat ditentukan dengan menggunakan
pertolongan tabel kebenaran dasar untuk negasi, konjungsi, disjungsi , implikasi dan
biimplikasi yang telah dibahas di depan.Untuk memahami cara-cara menentukan nilai
kebenaran pernyataanmajemuk yang lebih rumit ,perhatikan contoh berikut .
Contoh 1: Tentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk ~ ( p v ~q ).
Jawab :

p q ~q ( pv q ) ~ ( p v ~q ).
B
B
S
S
B
S
B
S
S
B
S
B
B
B
S
B
S
S
B
S


Jadi nilai kebenaran pernyataan majemuk ~ ( p v ~q ) adalah S S B S

C. Mendeskripsikan Invers, Konvers Dan Kontraposisi
Dari suatu pernyataan bersyarat “ p ¬q ” yang diketahui dapat dibuat pernyataan lain
sebagai berikut :
1) q ¬ p disebut pernyataan Konvers dari p ¬q
2) ~p ¬ ~q disebut pernyataan Invers dari p ¬q
3) ~q ¬ ~p disebut pernyataan Kontraposisi dari p ¬q
Untuk semua kemungkinan nilai kebenaran pernyataan-pernyataan komponen p dan q,
hubungan nilai kebenaran konvers, invers, dan kontraposisi dengan implikasi semula,
dapat ditunjukkan dengan memakai tabel kebenaran .
Tabel hubungan nilai kebenaran q ¬ p, ~p ¬ ~q , ~q ¬ ~p dengan p ¬q
Implikasi Konvers Invers Kontraposisi
p q ~p ~q p ¬q

q ¬ p ~p ¬ ~q ~q ¬ ~p
B B S S B B B B
B S S B S B B S
S B B S B S S B
S S B B B B B B

Dari tabel diatas ternyata :
Suatu implikasi yang salah konversnya benar, tetapi implikasinya yang benar

C.1. Negasi Pernyataan Majemuk
Untuk menentukan negasi dari pernyataan majemuk dapat digunakan sifat-sifat negasi
pernyataan majemuk pada tabel berikut ini:
Operasi Lambang Negasi
Konjungsi
q p . q p ~ ~ v
Disjungsi
q p v q p ~ ~ .
Implikasi
q p ¬ q p ~ .
Biimplikasi
q p ·
q p ~ · atau q p · ~

Contoh : Tentukan negasi dari pernyataan majemuk berikut !
D. Menerapkan Modus ponens, modus tollens dan prinsip silogisme Dalam Menarik
Kesimpulan
Dasar-dasar logika matematika yang telah kita pelajari pada subbab terdahulu akan
diterapkan lebih lanjut dalam proses penarikan kesimpulan . Suatu proses penarikan
kesimpulan terdiri atas beberapa pernyataanyang dikeahui (disebut premis), Kemudian
dengan memakai prinsip logika dapat diturunkan suatu pernyataan baru yang ditarik dari
premis-premis semula (disebut kesimpulan / konklusi). Penarikan seperti itu disebut
argumentasi. Kalau konjungsi dari premis-premis berimplikasi konklusi maka argumentasi itu
dikatakan berlaku atau sah.Sebaliknya, kalau konjungsi dari premis-premis tidak berimplikasi
konklusi maka argumentasi itu dikatakan tidak sah. Jadi suatu argumentasi dikatakan sah
kalau premis-premisnya benar maka konklusinya juga benar.
Dalam subbab ini kita akan mempelajari beberapa cara penarikan kesimpulan,
diantaranya adalah Modus Ponens, Modus Tollens, dan Silogisme.
D.1. Modus Ponens
Jika q p ¬ benar dan p benar maka q benar.
Skema argumen dapat ditulis sebagai berikut :

q p ¬ . . . . . . premis 1
p . . . . . . premis 2
q . . . . . kesimpulan / konklusi

Dalam bentuk implikasi, argumentasi tersebut dapat dituliskan sebagai
( ) | | q p q p ¬ . ¬ . Argumentasi ini dikatakan sah kalau pernyataan implikasi
( ) | | q p q p ¬ . ¬ merupakan tautologi. Tautologi adalah sebuah pernyataan
majemuk yang selalu benar untuk semua kemungkinan nilai kebenaran dari
pernyataan-pernyataan komponennya.

Tabel nilai kebenaran dari ( ) | | q p q p ¬ . ¬
p q
q p ¬
( ) q p ¬ p . ( ) | | p q p . ¬ p ¬
B B B B B
B S S S B
S B B S B
S S B S B

Dari tabel pada kolom (5) tampak bahwa ( ) | | q p q p ¬ . ¬ merupakan
tautologi,jadi argumen tersebut sah.
D.2. Modus Tollens
Jika q p ¬ benar dan q ~ benar maka p benar
Skema argumen dapat ditulis sebagai berikut:



q p ¬ . . . . . premis 1
~q . . . . . premis 2

~p . . . . . . kesimpulan / konlusi

Dalam bentuk implikasi, modus tollens dapat dituliskan sebagai ( ) | | p q q p ~ ~ ¬ . ¬
,sah
atau tidaknya modus tollens dapat diuji dengan tabel kebenaran sebagai berikut !

Tabel nilai kebenaran ( ) | | p q q p ~ ~ ¬ . ¬

p q ~p ~q
q p ¬
( ) q p ¬ q ~ . ( ) | | q q p ~ . ¬
p ~ ¬
B B S S B S B
B S S B S S B
S B B S B S B
S S B B B B B

Dari tabel pada kolom 7 tampak bahwa ( ) | | p q q p ~ ~ ¬ . ¬ merupakan tautologi. Jadi
modus tollens merupakan argumentasi yang sah .

D.3. Silogisma
Dari premis-premis q p ¬ dan r q ¬ dapat ditarik konklusi r p ¬ . Penarikan
kesimpulan seperti ini disebut kaidah silogisma . Skema argumnya dapat dinyatakan
sebagai berikut :

q p ¬ . . . . . premis 1
r q ¬ . . . . . premis 2
r p ¬ . . . kesimpulan / konklusi

Dalam bentuk implikasi, silogisme dapat dituliskan sebagai
( ) ( ) | | ( ) r p r q q p ¬ ¬ ¬ . ¬ sah atau tidaknya silogisme dapat diuji dengan tabel
kebenaran sebagai berikut :

Tabel nilai kebenaran ( ) ( ) | | ( ) r p r q q p ¬ ¬ ¬ . ¬ .

p q r
q p ¬

r q ¬ r p ¬
( ) ( ) r q q p ¬ . ¬ ( ) ( ) | | ( ) r p r q q p ¬ ¬ ¬ . ¬

B B B B B B B B
B B S B S S S B
B S B S B B S B
B S S S B S S B
S B B B B B B B
S B S B S B S B
S S B B B B B B
S S S B B B B B

Dari tabel pada kolom (8) tampak bahwa ( ) ( ) | | ( ) r p r q q p ¬ ¬ ¬ . ¬ merupakan
tautologi. Jadi silogisme merupakan argumentasi yang sah.


































Kata pengantar

Makalah Matematika ini membantu kita belajar matematika sehari-hari. makalah ini
disusun dengan menggunakan bahasa yang mudah kamu pahami. Dengan harapan,kita akan
lebih tertarik dan suka belajar matematika.

x  h2  2 x  2h  5)  x 2  2 x  5 f(x  h)  f(x) = lim h h h 0 h0  lim 2h. F(x)  3x  1 maka F(x  h)  3(x  h)  1  3x  3h  1 f '(x)  lim (3x  3h  1  3x  1 3h ) f(x  h)  f(x) = lim  3 h h h h0 h0 Jadi turunan pertama 3x-1 adalah 3. b. f(x) = ax maka f ' (x) = a 3.u ' ' u u' . F(x)  3x  1 F(x)  x 2  2 x  5 Penyelesaian : a. B. F(x)  x 2  2 x  5 maka F(x  h)  (x  h)2  2(x  h)  5 F(x  h)  x 2  2h. b.v  v .v  v ' .y ' atau f ' (x) atau df(x) dy atau dx dx Rumus garis singgung kurva di suatu titik dirumuskan: y  y 1  f ' (x  x 1) Contoh: 1.nxn-1 4. f(x) = v v2 . Rumus-Rumus Turunan 1.x  h2  2 x  2h  5 f '(x)  lim (x 2  2h.v maka f ' (x) = u . Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi di bawah ini! a. f(x) = u. f(x) = axn maka f ' (x) = a.x  h2  2h  lim 2 x  h  2  2 x  2 h h 0 h 0 F(x)  x 2  2 x  5 Jadi kesimpulannya turunan pertama dari 2x+2.u ' maka f (x)  5. f(x) = c maka f ' (x) = 0 adalah 2.

y = 3x2+x-5 y ' = 6x + 1 y  4x 3  4x  x 3 2 y '  12x 2  4  3 12 x 2 2. y = 2 x  1 2  2 x x d.(x2 +6x) . y = 12 b.Contoh : 1. y = 4x3+4x. y = (2x + 5). y = (2x + 5). y = 12 c. Tentukan turunan fungsi-fungsi berikut ini! a. y = 3x2+x-5 c.(2). Tentukan turunan dari fungsi dibawah ini dengan rumus fungsi turunan! a. Diketahui fungsi f(x) = x2 -10x +3 tentukan nilai x jika y ' = 0 Jawab : a. y = 4x3+4x.x3 jawab : a.(x2 +6x) b.x3 b.x 21 y '  x 1 2  x 2  4 x 3 d.x 11  2. y = 4x  1 x  3x  1 2 c. y = 2 x  1 2  x x2 y' = 0 y  2x 1 2  x 1  2x 2 y ' = x1 21  1.

u Misal u= 2x +5 maka u  2 ' ' ' V = x2 + 6x maka v  2 x  6 ' ' f ' (x) = u .(x2 +6x) + (2x + 6).u = 2. (2x + 5) ' = 2x2 + 12x + 4x2 + 10x + 12x +30 = 6x2 + 34x + 30 4x  1 x  3x  1 2 b.v  v ' .v maka f ' (x) = u .(x 2  3x  1  (2x  3). Diketahui fungsi f(x) = x2 -10x +3 tentukan nilai x jika y ' = 0 f '(x)  2x  10  0 maka 2x  10  x  5 . y= u u ' .v  v .u v2  4.(4 x  1 ) ) ( x 2  3x  1 2 ) 4 x 2  12x  4  (8x 2  2x  12x  3) ( x 2  3x  1 2 )  4 x 2  2x  7 ( x 2  3x  1 2 ) f ' (x)  c.v  v .u ' maka f (x)  f(x) = v v2 Misal u = 4x +1 maka u'  4 ' V = x2 +3x -1 maka v  2 x  3 f ' (x)  f ' (x)  u ' .f(x) = u.v  v ' .

Operasi Logika Penghubung Lambang . 1. Disjungsi.1. Apabila suatu pernyataan terdiri lebih dari satu pernyataan maka diantara satu pernyataan dengan pernyataan lainnya dibutuhkan suatu kata penghubung sehingga diperoleh suatu pernyataan majemuk. Pernyataan Majemuk. Kalimat terbuka tersebut dapat diubah menjadi bentuk pernyataan. Lambang dan nilai kebenaran suatu pernyataan Dalam matematika .seperti a . Ingkaran.implikasi(jika…maka…) dan biimplikasi (jika dan hanya jika).3. sehingga belum dapat ditentukan nilai kebenarannya (benar atau salah). p dan q. Biimplikasi Dan Ingkaranya.1. MENERAPKAN LOGIKA MATEMATIKA DALAM PEMECAHAN DALAM PEMECAHAN MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN PERNYATAAN MAJEMUK DAN PERNYATAAN BERKUANTOR. 1. Kalimat Terbuka. Mendiskripsikan Pernyataan dan bukan Pernyataan (Kalimat Terbuka). jika variabelnyadiganti dengan suatu konstanta. Pernyataan adalah kalimat yang hanya benar saja atau salah saja. A.2. pernyataan-pernyataan dengan huruf kecil. Kalimat terbuka adalah kalimat yang masih mengandung variabel. Untuk Logika matematika ada 5 macam penghubung pernyataan yaitu ingkaran (negasi) (tidak).Perhatikan contoh berikut ! 1. Pengertian Pernyataan .F. b . B. konjungsi (dan). Konjungsi. Mendeskripsikan. disjungsi (atau). Pernyataan 1. akan tetapi tidak sekaligus benar dan salah. Contoh : a) Kalimat terbuka : x + 5 = 9 Jika variabelnya diganti dengan 4 maka 4 + 5 = 9 (pernyataan benar) b) Jika variabelnya diganti dengan 7 maka 7 + 5 = 12 (Pernyataan salah) B. Implikasi.

Simbol-simbol dari operasi dalam logika diberikan dalam tabel berikut.2. konjungsi. Ingkaran atau Negasi atau penyangkalan Nilai kebenaran dapat dituliskan dalam bentuk tabel yang dinamakan tabel kebenaran seperti berikut. Jika p dan q dua pernyataan . pq B S p B B q B S .Ingkaran Konjungsi Disjungsi Implikasi Biimplikasi Tidak. sebaliknya p  q bernilai salah jika salah satu dari p atau q bernilai salah atau keduanya salah. implikasi dan biimplikasi disebut operasi dalam logika.maka…. non Dan Atau Jika…. p B S ~p S B 1. maka p  q bernilai benar jika p dan q keduanya bernilai benar. Dengan operasi ini dua pernyataan dihubungkan dengan kata “ dan “. disjungsi. Operasi Konjungsi Operasi konjungsi merupakan operasi biner (operasi yang dikenakan pada dua pernyataan) yang dilambangkan dengan tanda “  ”. Tabel nilai kebenaran dari operasi konjungsi. Jika dan hanya jika ~ atau -     Ingkaran.

Jika p dan q dua pernyataan maka p  q bernilai benar jika p dan q keduanya bernilai benar atau salah salah satu dari p atau q bernilai benar. Dalam pernyataan p  q p disebut hipotesa / anteseden / sebab q disebut koklusi / konequen / akibat Jika p dan q dua buah pernyataan maka p  q salah jika p benar dan q salah.S S B S S S 1. Tabel nilai kebenaran operasi implikasi p q B p B q B . Operasi Disjungsi Operasi disjungsi juga merupakan operasi binary yang dilambangkan dengan tanda ”  ”. Operasi Implikasi.3.dalam kemungkinan lainnya p  q benar. Maka …. sebaliknya p  q bernilai salah jika keduanya bernilai salah.4. Operasi ini menggabungkan dua pernyataan menjadi satu dengan kata hubungan “atau”. Tabel nilai kebenaran Disjungsi p B B S S q B S B S p q B B B S 1. Implikasi dari pernyataan p dan q ditulis p  q dan dibaca “ jika p maka q”.” Yang dilambangkan “  “. Pernyataan bersyarat p  q juga dapat dibaca “ p hanya jika q” atau “ p adalah syarat cukup bagi q atau “ q adalah syarat perlu bagi p”. Operasi implikasi (kondisional) adalah operasi penggabungan dua pernyataan yang menggunakan kata hubung “ jika ….

Operasi Biimplikasi ( Bikondisional). r. Menentukan Nilai Kebenaran Pernyataan Majemuk. implikasi (  ) dan biimplikasi ( ) dapat disusun suatu pernyataan majemuk yang lebih rumit. disjungsi (  ). Dari pernyataan-pernyataan tunggal p. Biimplikasi dari pernyataan p dan q ditulis p  q dibaca p jika dan hanya jika q. Biimplikasi yaitu pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung “……jika dan hanya jika ….” dinotasikan “  ” .. sebaliknya p  q salah bila salah satu salah . dan dengan menggunakan operasiopersi pernyataan negasi (~). . Pernyataan p  q dapat juga dibaca : 1) p equivalent q 2) p adalah syarat perlu dan cukup bagi q Jika pdan q dua buah pernyatan maka p  q benar bila kedua pernyataan tersebut mempunyai nilai kebenaran yang sama. Contoh : 1) ~( p  ~q) 2) ~  p   p  q  3)  p  q   r  Nilai kebenaran pernyataan majemuk seperti itu dapat ditentukan dengan menggunakan . . q.B S S S B S S B B 1.5. konjungsi (  ). atau salah satu benar .6. . Tabel nilai kebenaran operasi Biimplikasi. pq B S S B p B B S S q B S B S 1.

implikasi dan biimplikasi yang telah dibahas di depan.perhatikan contoh berikut . Mendeskripsikan Invers. ~q  ~p dengan p  q Implikasi p q ~p ~q p q Konvers q p Invers ~p  ~q Kontraposisi ~q  ~p B B S S B S B S S S B B S B S B B S B B B B S B B B S B B S B B . Tabel hubungan nilai kebenaran q  p. dapat ditunjukkan dengan memakai tabel kebenaran .pertolongan tabel kebenaran dasar untuk negasi. Konvers Dan Kontraposisi Dari suatu pernyataan bersyarat “ p  q ” yang diketahui dapat dibuat pernyataan lain sebagai berikut : 1) q  p disebut pernyataan Konvers dari p  q 2) ~p  ~q disebut pernyataan Invers dari p  q 3) ~q  ~p disebut pernyataan Kontraposisi dari p  q Untuk semua kemungkinan nilai kebenaran pernyataan-pernyataan komponen p dan q. Contoh 1: Tentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk ~ ( p  ~q ). dan kontraposisi dengan implikasi semula. hubungan nilai kebenaran konvers. Jawab : ( p q ) B B S B ~ ( p  ~q ). S S B S p B B S S q B S B S ~q S B S B Jadi nilai kebenaran pernyataan majemuk ~ ( p  ~q ) adalah S S B S C. invers.Untuk memahami cara-cara menentukan nilai kebenaran pernyataanmajemuk yang lebih rumit . konjungsi. ~p  ~q . disjungsi .

tetapi implikasinya yang benar C. . kalau konjungsi dari premis-premis tidak berimplikasi konklusi maka argumentasi itu dikatakan tidak sah. dan Silogisme. . Tautologi adalah sebuah pernyataan majemuk yang selalu benar untuk semua kemungkinan nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan komponennya. .Dari tabel diatas ternyata : Suatu implikasi yang salah konversnya benar. Skema argumen dapat ditulis sebagai berikut : pq p q . Modus Tollens. . diantaranya adalah Modus Ponens.1. Penarikan seperti itu disebut argumentasi. modus tollens dan prinsip silogisme Dalam Menarik Kesimpulan Dasar-dasar logika matematika yang telah kita pelajari pada subbab terdahulu akan diterapkan lebih lanjut dalam proses penarikan kesimpulan . D. . Suatu proses penarikan kesimpulan terdiri atas beberapa pernyataanyang dikeahui (disebut premis). .1. . Kalau konjungsi dari premis-premis berimplikasi konklusi maka argumentasi itu dikatakan berlaku atau sah. . Modus Ponens Jika p  q benar dan p benar maka q benar. . premis 2 . . Jadi suatu argumentasi dikatakan sah kalau premis-premisnya benar maka konklusinya juga benar. . Kemudian dengan memakai prinsip logika dapat diturunkan suatu pernyataan baru yang ditarik dari premis-premis semula (disebut kesimpulan / konklusi). Dalam subbab ini kita akan mempelajari beberapa cara penarikan kesimpulan. premis 1 . Argumentasi ini dikatakan sah kalau pernyataan implikasi  p  q   p  q merupakan tautologi. Menerapkan Modus ponens. Negasi Pernyataan Majemuk Untuk menentukan negasi dari pernyataan majemuk dapat digunakan sifat-sifat negasi pernyataan majemuk pada tabel berikut ini: Operasi Konjungsi Disjungsi Implikasi Biimplikasi Lambang Negasi pq pq pq pq ~ p ~ q ~ p ~ q p ~ q p ~ q atau ~ p  q Contoh : Tentukan negasi dari pernyataan majemuk berikut ! D. . kesimpulan / konklusi  p  q   p  q .Sebaliknya. Tabel nilai kebenaran dari  p  q   p   q pq p q  p  q   p  p  q   p  p Dalam bentuk implikasi. . . argumentasi tersebut dapat dituliskan sebagai .

Silogisma Dari premis-premis p  q dan q  r dapat ditarik konklusi p  r . . qr . .. . . . . Jadi modus tollens merupakan argumentasi yang sah .. kesimpulan / konlusi Dalam bentuk implikasi. . . . Modus Tollens Jika p  q benar dan ~ q benar maka p benar Skema argumen dapat ditulis sebagai berikut: p  q ..3. D.. . pr. silogisme dapat dituliskan sebagai  p  q   q  r    p  r  sah atau tidaknya silogisme dapat diuji dengan tabel kebenaran sebagai berikut : . . Penarikan kesimpulan seperti ini disebut kaidah silogisma .2. premis 2  ~p . .sah atau tidaknya modus tollens dapat diuji dengan tabel kebenaran sebagai berikut ! Tabel nilai kebenaran p B B S S q B S B S ~p S S B B  p  q  ~ q ~ p  p  q  ~ q ~ p ~q S B S B pq B S B B  p  q  ~ q S S S B  p  q  ~ q ~ p B B B B Dari tabel pada kolom 7 tampak bahwa  p  q  ~ q  ~ p merupakan tautologi.jadi argumen tersebut sah.. . Skema argumnya dapat dinyatakan sebagai berikut : pq . . .B B S S B S B S B S B B B S S S B B B B Dari tabel pada kolom (5) tampak bahwa  p  q   p   q merupakan tautologi. D. .. premis 1 premis 2 kesimpulan / konklusi Dalam bentuk implikasi. premis 1 ~q . modus tollens dapat dituliskan sebagai . .

Tabel nilai kebenaran p B B B B S S S S q B B S S B B S S r B S B S B S B S  p  q   q  r    p  r . . Jadi silogisme merupakan argumentasi yang sah. qr B S B B B S B B pq B B S S B B B B pr B S B S B B B B  p  q   q  r   p  q   q  r    p  r  B S S S B S B B B B B B B B B B Dari tabel pada kolom (8) tampak bahwa  p  q   q  r    p  r  merupakan tautologi.

Kata pengantar Makalah Matematika ini membantu kita belajar matematika sehari-hari. makalah ini disusun dengan menggunakan bahasa yang mudah kamu pahami. .kita akan lebih tertarik dan suka belajar matematika. Dengan harapan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->