A.

Pengertian Turunan
Telah kita ketahui turunan dari fungsi f(x) pada x = a ditentukan dengan rumus.
h
) a ( f ) h a ( f
lim ) a ( f
0 h
'
÷ +
=
÷


Jika fungsi f(x) dideferensial untuk semua x maka turunan dari fungsi f(x) untuk
sembarang nilai x ditentukan dengan rumus:
h
) x ( f ) h x ( f
lim ) x ( f
0 h
'
÷ +
=
÷


) x ( f
'
dibaca f aksen x disebut turunan dari fungsi f(x).
) a ( f
'
diperoleh dari ) x ( f
'
dengan x diganti dengan a.
) x ( f
'
sering ditulis ) x ( f
dx
) x ( df
'
=
B. Tafsiran Geometri Dari Turunan



) x ( f
2



) x ( f
1



1
x h h x x
1 2
+ =
Arti fisis turunan adalah gradien garis lurus pada titik ) y , x ( dan ) y , x (
2 2 1 1

gradiennya adalah
1 2
1 2
x x
y y
m
÷
÷
= atau
1 2
1 2
x x
) x ( f ) x ( f
m
÷
÷
= maka
) x ( f
h
) x ( f ) h x ( f
lim m
' 1 1
0 h
=
÷ +
=
÷
. Maka dapat disimpulkan bahwa gradien garis lurus
sama dengan turunan pertama suatu fungsi pada 2 titik.
Untuk menentukan turunan fungsi dapat dituliskan dengan salah satu lambang
sebagai berikut:
dx
dy
atau
dx
) x ( df
atau ) x ( f atau y
' '


Rumus garis singgung kurva di suatu titik dirumuskan: ) x x ( f y y
1
'
1
÷ = ÷

Contoh:
1. Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi di bawah ini!
a. 1 x 3 ) x ( F ÷ =
b. 5 x 2 x ) x ( F
2
+ + =
Penyelesaian :
a. 1 x 3 ) x ( F ÷ = maka 1 ) h x ( 3 ) h x ( F ÷ + = +
1 h 3 x 3 ÷ + =

h
) x ( f ) h x ( f
lim ) x ( f
0 h
'
÷ +
=
÷
= 3
h
h 3
h
1 x 3 ) 1 h 3 x 3 (
lim
0 h
= =
÷ ÷ ÷ +
÷

Jadi turunan pertama 3x-1 adalah 3.
b. 5 x 2 x ) x ( F
2
+ + = maka 5 ) h x ( 2 ) h x ( ) h x ( F
2
+ + + + = +
5 h 2 x 2 h x . h 2 x ) h x ( F
2 2
+ + + + + = +

h
) x ( f ) h x ( f
lim ) x ( f
0 h
'
÷ +
=
÷
=
h
5 x 2 x ) 5 h 2 x 2 h x . h 2 x (
lim
2 2 2
0 h
+ + ÷ + + + + +
÷

2 x 2 2 h x 2 lim
h
h 2 h x . h 2
lim
0 h
2
0 h
+ = + + =
+ +
=
÷ ÷

Jadi kesimpulannya turunan pertama dari 5 x 2 x ) x ( F
2
+ + = adalah
2x+2.

B. Rumus-Rumus Turunan
1. f(x) = c maka ) x ( f
'
= 0
2. f(x) = ax maka ) x ( f
'
= a
3. f(x) = ax
n
maka ) x ( f
'
= a.nx
n-1

4. f(x) = u.v maka ) x ( f
'
= u . v v . u
' '
+
5. f(x) =
2
' '
'
v
u . v v . u
) x ( f maka
v
u ÷
=


Contoh :
1. Tentukan turunan dari fungsi dibawah ini dengan rumus fungsi turunan!
a. y = 12
b. y = 3x
2
+x-5
c. y =
2
x
2
x
1
x 2 ÷ +
d. y = 4x
3
+4x-
3
x
jawab :
a. y = 12 c. y =
2
x
2
x
1
x 2 ÷ +

'
y = 0
2 1 2 1
x 2 x x 2 y
÷ ÷
÷ + =

'
y =
1 2 1 1 1 2 1
x ). 2 .( 2 x . 1 x
÷ ÷ ÷ ÷ ÷
÷ ÷ ÷

3 2 2 1 '
x 4 x x y
÷ ÷ ÷
+ ÷ =

b. y = 3x
2
+x-5 d. y = 4x
3
+4x-
3
x

'
y = 6x + 1
2 3 3
x x 4 x 4 y ÷ + =

2 1 2 '
x
2
3
4 x 12 y ÷ + =

2. Tentukan turunan fungsi-fungsi berikut ini!
a. y = (2x + 5).(x
2
+6x)
b. y =
1 x 3 x
1 x 4
2
÷ +
+

c. Diketahui fungsi f(x) = x
2
-10x +3 tentukan nilai x jika
'
y = 0
Jawab :

a. y = (2x + 5).(x
2
+6x)
f(x) = u.v maka ) x ( f
'
= u . v v . u
' '
+
Misal u= 2x +5 maka 2 u
'
=
V = x
2
+ 6x maka 6 x 2 v
'
+ =
) x ( f
'
= u . v v . u
' '
+ = 2.(x
2
+6x) + (2x + 6). (2x + 5)
= 2x
2
+ 12x + 4x
2
+ 10x + 12x +30
= 6x
2
+ 34x + 30

b. y =
1 x 3 x
1 x 4
2
÷ +
+

f(x) =
2
' '
'
v
u . v v . u
) x ( f maka
v
u ÷
=
Misal u = 4x +1 maka 4 u
'
=
V = x
2
+3x -1 maka 3 x 2 v
'
+ =

2 2
2
2
' '
'
) 1 x 3 x (
) 1 x 4 ).( 3 x 2 ( ) 1 x 3 x .( 4
v
u . v v . u
) x ( f
÷ +
+ + ÷ ÷ +
=
÷
=

2 2
2 2
'
) 1 x 3 x (
) 3 x 12 x 2 x 8 ( 4 x 12 x 4
) x ( f
÷ +
+ + + ÷ ÷ +
=

2 2
2
'
) 1 x 3 x (
7 x 2 x 4
) x ( f
÷ +
÷ ÷ ÷
=

c. Diketahui fungsi f(x) = x
2
-10x +3 tentukan nilai x jika
'
y = 0
5 x 10 x 2 maka 0 10 x 2 ) x ( f
'
= ÷ = = ÷ =









F. MENERAPKAN LOGIKA MATEMATIKA DALAM
PEMECAHAN DALAM PEMECAHAN MASALAH YANG
BERKAITAN DENGAN PERNYATAAN MAJEMUK DAN
PERNYATAAN BERKUANTOR.

A. Mendiskripsikan Pernyataan dan bukan Pernyataan (Kalimat Terbuka).
1. Pernyataan
1.1. Pengertian Pernyataan .
Pernyataan adalah kalimat yang hanya benar saja atau salah saja, akan tetapi tidak
sekaligus benar dan salah.
1.2. Lambang dan nilai kebenaran suatu pernyataan
Dalam matematika , pernyataan-pernyataan dengan huruf kecil,seperti a , b ,
p dan q.Perhatikan contoh berikut !
1.3. Kalimat Terbuka.
Kalimat terbuka adalah kalimat yang masih mengandung variabel, sehingga
belum dapat ditentukan nilai kebenarannya (benar atau salah). Kalimat terbuka
tersebut dapat diubah menjadi bentuk pernyataan, jika variabelnyadiganti dengan
suatu konstanta.
Contoh :
a) Kalimat terbuka : x + 5 = 9
Jika variabelnya diganti dengan 4 maka 4 + 5 = 9 (pernyataan benar)
b) Jika variabelnya diganti dengan 7 maka 7 + 5 = 12 (Pernyataan salah)
B. Mendeskripsikan, Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi, Biimplikasi Dan
Ingkaranya.
B.1. Pernyataan Majemuk.
Apabila suatu pernyataan terdiri lebih dari satu pernyataan maka diantara satu
pernyataan dengan pernyataan lainnya dibutuhkan suatu kata penghubung sehingga
diperoleh suatu pernyataan majemuk.
Untuk Logika matematika ada 5 macam penghubung pernyataan yaitu
ingkaran (negasi) (tidak), konjungsi (dan), disjungsi (atau),implikasi(jika…maka…)
dan biimplikasi (jika dan hanya jika).

Operasi Logika Penghubung Lambang

Ingkaran Tidak, non ~ atau -
Konjungsi Dan .
Disjungsi Atau v
Implikasi Jika….maka…. ¬
Biimplikasi Jika dan hanya jika ·


Ingkaran, konjungsi, disjungsi, implikasi dan biimplikasi disebut operasi dalam
logika.Simbol-simbol dari operasi dalam logika diberikan dalam tabel berikut.
Ingkaran atau Negasi atau penyangkalan
Nilai kebenaran dapat dituliskan dalam bentuk tabel yang dinamakan tabel kebenaran
seperti berikut.




p ~ p
B
S
S
B

1.2. Operasi Konjungsi
Operasi konjungsi merupakan operasi biner (operasi yang dikenakan pada dua
pernyataan) yang dilambangkan dengan tanda “ .”. Dengan operasi ini dua
pernyataan dihubungkan dengan kata “ dan “.

Jika p dan q dua pernyataan , maka p .q bernilai benar jika p dan q keduanya
bernilai benar, sebaliknya p .q bernilai salah jika salah satu dari p atau q bernilai
salah atau keduanya salah.
Tabel nilai kebenaran dari operasi konjungsi.

p q p.q
B
B
B
S
B
S
S
S
B
S
S
S

1.3. Operasi Disjungsi
Operasi disjungsi juga merupakan operasi binary yang dilambangkan dengan tanda
” v ”. Operasi ini menggabungkan dua pernyataan menjadi satu dengan kata
hubungan “atau”.
Jika p dan q dua pernyataan maka pv q bernilai benar jika p dan q keduanya
bernilai benar atau salah salah satu dari p atau q bernilai benar, sebaliknya pv q
bernilai salah jika keduanya bernilai salah.
Tabel nilai kebenaran Disjungsi
p q pv q
B
B
S
S
B
S
B
S
B
B
B
S

1.4. Operasi Implikasi.
Operasi implikasi (kondisional) adalah operasi penggabungan dua pernyataan yang
menggunakan kata hubung “ jika …. Maka ….” Yang dilambangkan “¬ “.
Implikasi dari pernyataan p dan q ditulis p¬q dan dibaca “ jika p maka q”.
Pernyataan bersyarat p¬q juga dapat dibaca “ p hanya jika q” atau “ p adalah
syarat cukup bagi q atau “ q adalah syarat perlu bagi p”.
Dalam pernyataan p¬q
p disebut hipotesa / anteseden / sebab
q disebut koklusi / konequen / akibat

Jika p dan q dua buah pernyataan maka p¬q salah jika p benar dan q
salah,dalam kemungkinan lainnya p¬q benar.
Tabel nilai kebenaran operasi implikasi

p q p¬q
B B B
B
S
S
S
B
S
S
B
B

1.5. Operasi Biimplikasi ( Bikondisional).
Biimplikasi yaitu pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung “……jika
dan hanya jika …..” dinotasikan “ ·” .
Biimplikasi dari pernyataan p dan q ditulis p · q dibaca p jika dan hanya jika q.
Pernyataan p · q dapat juga dibaca :
1) p equivalent q
2) p adalah syarat perlu dan cukup bagi q

Jika pdan q dua buah pernyatan maka p · q benar bila kedua pernyataan tersebut
mempunyai nilai kebenaran yang sama, sebaliknya p · q salah bila salah satu salah ,
atau salah satu benar .
Tabel nilai kebenaran operasi Biimplikasi.

p q p·q
B
B
S
S
B
S
B
S
B
S
S
B

1.6. Menentukan Nilai Kebenaran Pernyataan Majemuk.
Dari pernyataan-pernyataan tunggal p, q, r, . . . dan dengan menggunakan operasi-
opersi
pernyataan negasi (~), konjungsi ( .), disjungsi ( v ), implikasi ( ¬) dan biimplikasi (
·)
dapat disusun suatu pernyataan majemuk yang lebih rumit.
Contoh : 1) ~( p v ~q)
2) ~ ( ) | | q p p ¬ .
3) ( ) | | r q p ¬ v
Nilai kebenaran pernyataan majemuk seperti itu dapat ditentukan dengan menggunakan
pertolongan tabel kebenaran dasar untuk negasi, konjungsi, disjungsi , implikasi dan
biimplikasi yang telah dibahas di depan.Untuk memahami cara-cara menentukan nilai
kebenaran pernyataanmajemuk yang lebih rumit ,perhatikan contoh berikut .
Contoh 1: Tentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk ~ ( p v ~q ).
Jawab :

p q ~q ( pv q ) ~ ( p v ~q ).
B
B
S
S
B
S
B
S
S
B
S
B
B
B
S
B
S
S
B
S


Jadi nilai kebenaran pernyataan majemuk ~ ( p v ~q ) adalah S S B S

C. Mendeskripsikan Invers, Konvers Dan Kontraposisi
Dari suatu pernyataan bersyarat “ p ¬q ” yang diketahui dapat dibuat pernyataan lain
sebagai berikut :
1) q ¬ p disebut pernyataan Konvers dari p ¬q
2) ~p ¬ ~q disebut pernyataan Invers dari p ¬q
3) ~q ¬ ~p disebut pernyataan Kontraposisi dari p ¬q
Untuk semua kemungkinan nilai kebenaran pernyataan-pernyataan komponen p dan q,
hubungan nilai kebenaran konvers, invers, dan kontraposisi dengan implikasi semula,
dapat ditunjukkan dengan memakai tabel kebenaran .
Tabel hubungan nilai kebenaran q ¬ p, ~p ¬ ~q , ~q ¬ ~p dengan p ¬q
Implikasi Konvers Invers Kontraposisi
p q ~p ~q p ¬q

q ¬ p ~p ¬ ~q ~q ¬ ~p
B B S S B B B B
B S S B S B B S
S B B S B S S B
S S B B B B B B

Dari tabel diatas ternyata :
Suatu implikasi yang salah konversnya benar, tetapi implikasinya yang benar

C.1. Negasi Pernyataan Majemuk
Untuk menentukan negasi dari pernyataan majemuk dapat digunakan sifat-sifat negasi
pernyataan majemuk pada tabel berikut ini:
Operasi Lambang Negasi
Konjungsi
q p . q p ~ ~ v
Disjungsi
q p v q p ~ ~ .
Implikasi
q p ¬ q p ~ .
Biimplikasi
q p ·
q p ~ · atau q p · ~

Contoh : Tentukan negasi dari pernyataan majemuk berikut !
D. Menerapkan Modus ponens, modus tollens dan prinsip silogisme Dalam Menarik
Kesimpulan
Dasar-dasar logika matematika yang telah kita pelajari pada subbab terdahulu akan
diterapkan lebih lanjut dalam proses penarikan kesimpulan . Suatu proses penarikan
kesimpulan terdiri atas beberapa pernyataanyang dikeahui (disebut premis), Kemudian
dengan memakai prinsip logika dapat diturunkan suatu pernyataan baru yang ditarik dari
premis-premis semula (disebut kesimpulan / konklusi). Penarikan seperti itu disebut
argumentasi. Kalau konjungsi dari premis-premis berimplikasi konklusi maka argumentasi itu
dikatakan berlaku atau sah.Sebaliknya, kalau konjungsi dari premis-premis tidak berimplikasi
konklusi maka argumentasi itu dikatakan tidak sah. Jadi suatu argumentasi dikatakan sah
kalau premis-premisnya benar maka konklusinya juga benar.
Dalam subbab ini kita akan mempelajari beberapa cara penarikan kesimpulan,
diantaranya adalah Modus Ponens, Modus Tollens, dan Silogisme.
D.1. Modus Ponens
Jika q p ¬ benar dan p benar maka q benar.
Skema argumen dapat ditulis sebagai berikut :

q p ¬ . . . . . . premis 1
p . . . . . . premis 2
q . . . . . kesimpulan / konklusi

Dalam bentuk implikasi, argumentasi tersebut dapat dituliskan sebagai
( ) | | q p q p ¬ . ¬ . Argumentasi ini dikatakan sah kalau pernyataan implikasi
( ) | | q p q p ¬ . ¬ merupakan tautologi. Tautologi adalah sebuah pernyataan
majemuk yang selalu benar untuk semua kemungkinan nilai kebenaran dari
pernyataan-pernyataan komponennya.

Tabel nilai kebenaran dari ( ) | | q p q p ¬ . ¬
p q
q p ¬
( ) q p ¬ p . ( ) | | p q p . ¬ p ¬
B B B B B
B S S S B
S B B S B
S S B S B

Dari tabel pada kolom (5) tampak bahwa ( ) | | q p q p ¬ . ¬ merupakan
tautologi,jadi argumen tersebut sah.
D.2. Modus Tollens
Jika q p ¬ benar dan q ~ benar maka p benar
Skema argumen dapat ditulis sebagai berikut:



q p ¬ . . . . . premis 1
~q . . . . . premis 2

~p . . . . . . kesimpulan / konlusi

Dalam bentuk implikasi, modus tollens dapat dituliskan sebagai ( ) | | p q q p ~ ~ ¬ . ¬
,sah
atau tidaknya modus tollens dapat diuji dengan tabel kebenaran sebagai berikut !

Tabel nilai kebenaran ( ) | | p q q p ~ ~ ¬ . ¬

p q ~p ~q
q p ¬
( ) q p ¬ q ~ . ( ) | | q q p ~ . ¬
p ~ ¬
B B S S B S B
B S S B S S B
S B B S B S B
S S B B B B B

Dari tabel pada kolom 7 tampak bahwa ( ) | | p q q p ~ ~ ¬ . ¬ merupakan tautologi. Jadi
modus tollens merupakan argumentasi yang sah .

D.3. Silogisma
Dari premis-premis q p ¬ dan r q ¬ dapat ditarik konklusi r p ¬ . Penarikan
kesimpulan seperti ini disebut kaidah silogisma . Skema argumnya dapat dinyatakan
sebagai berikut :

q p ¬ . . . . . premis 1
r q ¬ . . . . . premis 2
r p ¬ . . . kesimpulan / konklusi

Dalam bentuk implikasi, silogisme dapat dituliskan sebagai
( ) ( ) | | ( ) r p r q q p ¬ ¬ ¬ . ¬ sah atau tidaknya silogisme dapat diuji dengan tabel
kebenaran sebagai berikut :

Tabel nilai kebenaran ( ) ( ) | | ( ) r p r q q p ¬ ¬ ¬ . ¬ .

p q r
q p ¬

r q ¬ r p ¬
( ) ( ) r q q p ¬ . ¬ ( ) ( ) | | ( ) r p r q q p ¬ ¬ ¬ . ¬

B B B B B B B B
B B S B S S S B
B S B S B B S B
B S S S B S S B
S B B B B B B B
S B S B S B S B
S S B B B B B B
S S S B B B B B

Dari tabel pada kolom (8) tampak bahwa ( ) ( ) | | ( ) r p r q q p ¬ ¬ ¬ . ¬ merupakan
tautologi. Jadi silogisme merupakan argumentasi yang sah.


































Kata pengantar

Makalah Matematika ini membantu kita belajar matematika sehari-hari. makalah ini
disusun dengan menggunakan bahasa yang mudah kamu pahami. Dengan harapan,kita akan
lebih tertarik dan suka belajar matematika.

F(x)  x 2  2 x  5 maka F(x  h)  (x  h)2  2(x  h)  5 F(x  h)  x 2  2h. f(x) = u. F(x)  3x  1 F(x)  x 2  2 x  5 Penyelesaian : a. Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi di bawah ini! a. f(x) = axn maka f ' (x) = a.v  v .x  h2  2 x  2h  5)  x 2  2 x  5 f(x  h)  f(x) = lim h h h 0 h0  lim 2h. f(x) = v v2 . f(x) = ax maka f ' (x) = a 3. b. F(x)  3x  1 maka F(x  h)  3(x  h)  1  3x  3h  1 f '(x)  lim (3x  3h  1  3x  1 3h ) f(x  h)  f(x) = lim  3 h h h h0 h0 Jadi turunan pertama 3x-1 adalah 3. Rumus-Rumus Turunan 1. f(x) = c maka f ' (x) = 0 adalah 2.v maka f ' (x) = u . B.y ' atau f ' (x) atau df(x) dy atau dx dx Rumus garis singgung kurva di suatu titik dirumuskan: y  y 1  f ' (x  x 1) Contoh: 1. b.x  h2  2h  lim 2 x  h  2  2 x  2 h h 0 h 0 F(x)  x 2  2 x  5 Jadi kesimpulannya turunan pertama dari 2x+2.x  h2  2 x  2h  5 f '(x)  lim (x 2  2h.v  v ' .u ' ' u u' .u ' maka f (x)  5.nxn-1 4.

Tentukan turunan fungsi-fungsi berikut ini! a.(x2 +6x) b. y = 2 x  1 2  x x2 y' = 0 y  2x 1 2  x 1  2x 2 y ' = x1 21  1. y = 4x  1 x  3x  1 2 c. y = 12 c.x 21 y '  x 1 2  x 2  4 x 3 d.(x2 +6x) .(2).Contoh : 1. y = 12 b.x3 b. Diketahui fungsi f(x) = x2 -10x +3 tentukan nilai x jika y ' = 0 Jawab : a. y = 4x3+4x. Tentukan turunan dari fungsi dibawah ini dengan rumus fungsi turunan! a. y = (2x + 5). y = 3x2+x-5 c.x3 jawab : a. y = 4x3+4x. y = 2 x  1 2  2 x x d. y = 3x2+x-5 y ' = 6x + 1 y  4x 3  4x  x 3 2 y '  12x 2  4  3 12 x 2 2. y = (2x + 5).x 11  2.

y= u u ' .v  v ' .v maka f ' (x) = u .u Misal u= 2x +5 maka u  2 ' ' ' V = x2 + 6x maka v  2 x  6 ' ' f ' (x) = u .(4 x  1 ) ) ( x 2  3x  1 2 ) 4 x 2  12x  4  (8x 2  2x  12x  3) ( x 2  3x  1 2 )  4 x 2  2x  7 ( x 2  3x  1 2 ) f ' (x)  c.(x 2  3x  1  (2x  3).f(x) = u.u ' maka f (x)  f(x) = v v2 Misal u = 4x +1 maka u'  4 ' V = x2 +3x -1 maka v  2 x  3 f ' (x)  f ' (x)  u ' . (2x + 5) ' = 2x2 + 12x + 4x2 + 10x + 12x +30 = 6x2 + 34x + 30 4x  1 x  3x  1 2 b. Diketahui fungsi f(x) = x2 -10x +3 tentukan nilai x jika y ' = 0 f '(x)  2x  10  0 maka 2x  10  x  5 .u v2  4.(x2 +6x) + (2x + 6).u = 2.v  v ' .v  v .v  v .

Kalimat Terbuka.Perhatikan contoh berikut ! 1. Kalimat terbuka adalah kalimat yang masih mengandung variabel. MENERAPKAN LOGIKA MATEMATIKA DALAM PEMECAHAN DALAM PEMECAHAN MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN PERNYATAAN MAJEMUK DAN PERNYATAAN BERKUANTOR. A. Pernyataan 1. Disjungsi.implikasi(jika…maka…) dan biimplikasi (jika dan hanya jika). Implikasi. Ingkaran. Untuk Logika matematika ada 5 macam penghubung pernyataan yaitu ingkaran (negasi) (tidak). pernyataan-pernyataan dengan huruf kecil. Kalimat terbuka tersebut dapat diubah menjadi bentuk pernyataan. disjungsi (atau). Biimplikasi Dan Ingkaranya. Apabila suatu pernyataan terdiri lebih dari satu pernyataan maka diantara satu pernyataan dengan pernyataan lainnya dibutuhkan suatu kata penghubung sehingga diperoleh suatu pernyataan majemuk.1. Pernyataan Majemuk. Pengertian Pernyataan . Mendeskripsikan. Mendiskripsikan Pernyataan dan bukan Pernyataan (Kalimat Terbuka). jika variabelnyadiganti dengan suatu konstanta. sehingga belum dapat ditentukan nilai kebenarannya (benar atau salah). 1.seperti a . konjungsi (dan). Contoh : a) Kalimat terbuka : x + 5 = 9 Jika variabelnya diganti dengan 4 maka 4 + 5 = 9 (pernyataan benar) b) Jika variabelnya diganti dengan 7 maka 7 + 5 = 12 (Pernyataan salah) B. Lambang dan nilai kebenaran suatu pernyataan Dalam matematika .1. B. Operasi Logika Penghubung Lambang .3. p dan q. 1. Pernyataan adalah kalimat yang hanya benar saja atau salah saja. Konjungsi. b .F.2. akan tetapi tidak sekaligus benar dan salah.

pq B S p B B q B S . Dengan operasi ini dua pernyataan dihubungkan dengan kata “ dan “. konjungsi. sebaliknya p  q bernilai salah jika salah satu dari p atau q bernilai salah atau keduanya salah. Ingkaran atau Negasi atau penyangkalan Nilai kebenaran dapat dituliskan dalam bentuk tabel yang dinamakan tabel kebenaran seperti berikut. p B S ~p S B 1.2. Jika dan hanya jika ~ atau -     Ingkaran. disjungsi.Simbol-simbol dari operasi dalam logika diberikan dalam tabel berikut.maka…. non Dan Atau Jika…. implikasi dan biimplikasi disebut operasi dalam logika.Ingkaran Konjungsi Disjungsi Implikasi Biimplikasi Tidak. Operasi Konjungsi Operasi konjungsi merupakan operasi biner (operasi yang dikenakan pada dua pernyataan) yang dilambangkan dengan tanda “  ”. Tabel nilai kebenaran dari operasi konjungsi. maka p  q bernilai benar jika p dan q keduanya bernilai benar. Jika p dan q dua pernyataan .

Operasi Disjungsi Operasi disjungsi juga merupakan operasi binary yang dilambangkan dengan tanda ”  ”. Dalam pernyataan p  q p disebut hipotesa / anteseden / sebab q disebut koklusi / konequen / akibat Jika p dan q dua buah pernyataan maka p  q salah jika p benar dan q salah. Maka …. Operasi Implikasi. Jika p dan q dua pernyataan maka p  q bernilai benar jika p dan q keduanya bernilai benar atau salah salah satu dari p atau q bernilai benar. Operasi implikasi (kondisional) adalah operasi penggabungan dua pernyataan yang menggunakan kata hubung “ jika ….4.” Yang dilambangkan “  “. Pernyataan bersyarat p  q juga dapat dibaca “ p hanya jika q” atau “ p adalah syarat cukup bagi q atau “ q adalah syarat perlu bagi p”.3. Operasi ini menggabungkan dua pernyataan menjadi satu dengan kata hubungan “atau”. sebaliknya p  q bernilai salah jika keduanya bernilai salah.dalam kemungkinan lainnya p  q benar. Tabel nilai kebenaran Disjungsi p B B S S q B S B S p q B B B S 1. Tabel nilai kebenaran operasi implikasi p q B p B q B . Implikasi dari pernyataan p dan q ditulis p  q dan dibaca “ jika p maka q”.S S B S S S 1.

Pernyataan p  q dapat juga dibaca : 1) p equivalent q 2) p adalah syarat perlu dan cukup bagi q Jika pdan q dua buah pernyatan maka p  q benar bila kedua pernyataan tersebut mempunyai nilai kebenaran yang sama.” dinotasikan “  ” . Contoh : 1) ~( p  ~q) 2) ~  p   p  q  3)  p  q   r  Nilai kebenaran pernyataan majemuk seperti itu dapat ditentukan dengan menggunakan . . q. Biimplikasi dari pernyataan p dan q ditulis p  q dibaca p jika dan hanya jika q. Tabel nilai kebenaran operasi Biimplikasi. Dari pernyataan-pernyataan tunggal p.6. r. konjungsi (  ). . . atau salah satu benar . dan dengan menggunakan operasiopersi pernyataan negasi (~).B S S S B S S B B 1.5. Menentukan Nilai Kebenaran Pernyataan Majemuk. Operasi Biimplikasi ( Bikondisional). disjungsi (  ).. sebaliknya p  q salah bila salah satu salah . Biimplikasi yaitu pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung “……jika dan hanya jika …. implikasi (  ) dan biimplikasi ( ) dapat disusun suatu pernyataan majemuk yang lebih rumit. pq B S S B p B B S S q B S B S 1.

~p  ~q . dapat ditunjukkan dengan memakai tabel kebenaran . Konvers Dan Kontraposisi Dari suatu pernyataan bersyarat “ p  q ” yang diketahui dapat dibuat pernyataan lain sebagai berikut : 1) q  p disebut pernyataan Konvers dari p  q 2) ~p  ~q disebut pernyataan Invers dari p  q 3) ~q  ~p disebut pernyataan Kontraposisi dari p  q Untuk semua kemungkinan nilai kebenaran pernyataan-pernyataan komponen p dan q. implikasi dan biimplikasi yang telah dibahas di depan. ~q  ~p dengan p  q Implikasi p q ~p ~q p q Konvers q p Invers ~p  ~q Kontraposisi ~q  ~p B B S S B S B S S S B B S B S B B S B B B B S B B B S B B S B B .pertolongan tabel kebenaran dasar untuk negasi. dan kontraposisi dengan implikasi semula.Untuk memahami cara-cara menentukan nilai kebenaran pernyataanmajemuk yang lebih rumit . disjungsi . hubungan nilai kebenaran konvers. invers. konjungsi. Mendeskripsikan Invers. Tabel hubungan nilai kebenaran q  p.perhatikan contoh berikut . Jawab : ( p q ) B B S B ~ ( p  ~q ). Contoh 1: Tentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk ~ ( p  ~q ). S S B S p B B S S q B S B S ~q S B S B Jadi nilai kebenaran pernyataan majemuk ~ ( p  ~q ) adalah S S B S C.

D.Dari tabel diatas ternyata : Suatu implikasi yang salah konversnya benar. premis 2 . Jadi suatu argumentasi dikatakan sah kalau premis-premisnya benar maka konklusinya juga benar.1. argumentasi tersebut dapat dituliskan sebagai . diantaranya adalah Modus Ponens. Dalam subbab ini kita akan mempelajari beberapa cara penarikan kesimpulan. Kalau konjungsi dari premis-premis berimplikasi konklusi maka argumentasi itu dikatakan berlaku atau sah. Tabel nilai kebenaran dari  p  q   p   q pq p q  p  q   p  p  q   p  p Dalam bentuk implikasi. Suatu proses penarikan kesimpulan terdiri atas beberapa pernyataanyang dikeahui (disebut premis). . .1. Kemudian dengan memakai prinsip logika dapat diturunkan suatu pernyataan baru yang ditarik dari premis-premis semula (disebut kesimpulan / konklusi). Modus Ponens Jika p  q benar dan p benar maka q benar. Tautologi adalah sebuah pernyataan majemuk yang selalu benar untuk semua kemungkinan nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan komponennya. . dan Silogisme. tetapi implikasinya yang benar C. . . Penarikan seperti itu disebut argumentasi. . . Negasi Pernyataan Majemuk Untuk menentukan negasi dari pernyataan majemuk dapat digunakan sifat-sifat negasi pernyataan majemuk pada tabel berikut ini: Operasi Konjungsi Disjungsi Implikasi Biimplikasi Lambang Negasi pq pq pq pq ~ p ~ q ~ p ~ q p ~ q p ~ q atau ~ p  q Contoh : Tentukan negasi dari pernyataan majemuk berikut ! D. . Modus Tollens. premis 1 . Argumentasi ini dikatakan sah kalau pernyataan implikasi  p  q   p  q merupakan tautologi.Sebaliknya. . kesimpulan / konklusi  p  q   p  q . kalau konjungsi dari premis-premis tidak berimplikasi konklusi maka argumentasi itu dikatakan tidak sah. . Skema argumen dapat ditulis sebagai berikut : pq p q . . . Menerapkan Modus ponens. modus tollens dan prinsip silogisme Dalam Menarik Kesimpulan Dasar-dasar logika matematika yang telah kita pelajari pada subbab terdahulu akan diterapkan lebih lanjut dalam proses penarikan kesimpulan . . .

modus tollens dapat dituliskan sebagai . .. . pr.. . D... . Jadi modus tollens merupakan argumentasi yang sah .. qr . kesimpulan / konlusi Dalam bentuk implikasi. .B B S S B S B S B S B B B S S S B B B B Dari tabel pada kolom (5) tampak bahwa  p  q   p   q merupakan tautologi. premis 1 ~q . .jadi argumen tersebut sah.3. . . premis 2  ~p . Silogisma Dari premis-premis p  q dan q  r dapat ditarik konklusi p  r . Modus Tollens Jika p  q benar dan ~ q benar maka p benar Skema argumen dapat ditulis sebagai berikut: p  q .2. . . . silogisme dapat dituliskan sebagai  p  q   q  r    p  r  sah atau tidaknya silogisme dapat diuji dengan tabel kebenaran sebagai berikut : .sah atau tidaknya modus tollens dapat diuji dengan tabel kebenaran sebagai berikut ! Tabel nilai kebenaran p B B S S q B S B S ~p S S B B  p  q  ~ q ~ p  p  q  ~ q ~ p ~q S B S B pq B S B B  p  q  ~ q S S S B  p  q  ~ q ~ p B B B B Dari tabel pada kolom 7 tampak bahwa  p  q  ~ q  ~ p merupakan tautologi. .. . . D. . Penarikan kesimpulan seperti ini disebut kaidah silogisma . . . premis 1 premis 2 kesimpulan / konklusi Dalam bentuk implikasi. Skema argumnya dapat dinyatakan sebagai berikut : pq .

qr B S B B B S B B pq B B S S B B B B pr B S B S B B B B  p  q   q  r   p  q   q  r    p  r  B S S S B S B B B B B B B B B B Dari tabel pada kolom (8) tampak bahwa  p  q   q  r    p  r  merupakan tautologi. . Jadi silogisme merupakan argumentasi yang sah.Tabel nilai kebenaran p B B B B S S S S q B B S S B B S S r B S B S B S B S  p  q   q  r    p  r .

.kita akan lebih tertarik dan suka belajar matematika.Kata pengantar Makalah Matematika ini membantu kita belajar matematika sehari-hari. makalah ini disusun dengan menggunakan bahasa yang mudah kamu pahami. Dengan harapan.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.