KEBIJAKAN AKUNTANSI

Kebijakan Akuntansi dari suatu entitas pelaporan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang spesifik dan metode-metode penerapan prinsip-prinsip tersebut yang dinilai oleh manajemen sebagai yang paling sesuai dengan kondisi yang ada untuk menyajikan secara wajar posisi keuangan, perubahan yang terjadi pada posisi keuangan, dan hasil operasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan karena itu telah diadopsi untuk pembuatan laporan keuangan. Kebijakan akuntansi meliputi pilihan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi, peraturan dan prosedur yang digunakan manajemen dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Beberapa jenis kebijakan akuntansi dapat digunakan untuk subjek yang sama. Pertimbangan dan atau pemilihan perlu disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Sasaran pilihan kebijakan yang paling tepat akan menggambarkan realitas ekonomi perusahaan secara tepat dalam bentuk keadaan keuangan dan hasil operasi. Tiga pertimbangan pemilihan untuk penerapan kebijakan akuntansi yang paling tepat dan penyiapan laporan keuangan oleh manajemen: 1. 1. Pertimbangan Sehat Ketidakpastian melingkupi banyak transaksi. Hal tersebut harusnya diakui dalam penyusunan laporan keuangan. Sikap hati-hati tidak membenarkan penciptaan cadangan rahasia atau disembunyikan. 1. 2. Substansi Mengungguli Bentuk Transaksi dan kejadian lain harus dipertanggungjawabkan dan disajikan sesuai dengan hakekat transaksi dan realitas kejadian, tidak semata-mata mengacu bentuk hukum transaksi atau kejadian. 1. 3. Materialitas Laporan keuangan harus mengungkapkan semua komponen yang cukup material yang mempengaruhi evaluasi atau keputusan-keputusan. Laporan keuangan harus jelas dan dapat dimengerti, berdasar pada kebijakan akuntansi yang berbeda di antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain, dalam satu negara maupun antar negara. Pengungkapan kebijakan akuntansi dalam laporan keuangan dimaksudkan agar laporan keuangan tersebut dapat dimengerti. Pengungkapan kebijakan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Pengungkapan hal ini sangat membantu pemakai laporan keuangan, karena kadang-kadang perlakuan yang tidak tepat atau salah digunakan untuk suatu komponen neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, atau laporan lainnya terbias dari pengungkapan kebijakan terpilih. Kebijakan Akuntansi :

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah (Rp). maka dilakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan tersebut. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain. kecuali laporan arus kas. yakni Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) (sekarang Bapepam dan LK) Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasi ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost). Saldo atas transaksi termasuk keuntungan atau kerugian yang belu direalisasi atas transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. hak suara di anak perusahaan dan dapat menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari anak perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari aktivitas anak perusahaan tersebut. investasi dan pendanaan.a. Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. b. Apabila pada periode selanjutnya. anak perusahaan melaporkan laba. sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Kelebihan tersebut dan kerugian lebih lanjut yang menjadi bagian pemegang saham minoritas. Apabila anak perusahaan menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda dari kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi. harus dibebankan kepada pemegang saham mayoritas. maka laba tersebut . Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan yang dikendalikannya. dimana Perusahaan memiliki lebih dari 50 %. antara lain persediaan yang dinyatakan sebesar nilai uang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). baik langsung maupun tidak langsung. atau jika ada pembatasan jangka panjang yang mempengaruhi kemampuan anak perusahaan untuk memindahkan dananya ke Perusahaan. Laporan keuangan konsolidasi ini disusun dengan metode akrual. Sebuah anak perusahaan tidak dikonsolidasikan apabila sifat pengendaliannya adalah sementara karena anak perusahaan tersebut diperoleh dengan tujuan akan dijual kembali dalam waktu dekat. kecuali terdapat kewajiban yang mengikat pemegang saham minoritas untuk menutupi kerugian tersebut dan pemegang saham minoritas mampu memenuhi kewajibannya. Kerugian yang menjadi bagian pemegang saham minoritas pada suatu anak perusahaan dapat melebihi bagiannya dalam modal disetor. Hak minoritas atas laba bersih dan ekuitas anak perusahaan dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham minoritas atas laba bersih dan ekuitas anak perusahaan tersebut sesuai dengan presentase kepemilikan pemegang saham minoritas pada anak perusahaan tersebut.

Keuntungan dan kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi tahun yang bersangkutan. Pajak Penghasilan Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. dengan Perusahaan (termasuk holding companies. atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut e. Perorangan yang memiliki. Sisa selisih lebih setelah penurunan nilai wajar aktiva dan kewajiban nonmoneter tersebut diakui sebagai goodwill negative. maka nilai wajar aktiva non moneter yang diakuisisi harus diturunkan secara proporsional. 4. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara. aktiva dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapaka mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. c. Pada tanggal neraca. Transaksi–transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. memimpin. baik secara langsung maupun tidak langsung. d. dan diperlakukan sebagai pendapatan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan dengan menggunakan garis lurus selama 20 tahun. Perusahaan asosiasi 3. Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4). Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan. yaitu orang-orang yang mempengaruhi wewenang dan tanggungjawab untuk merencanakan. dan fellow subsidiaries. suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan. subsidiaries. dan 5. Jika biaya perolehan lebih rendah dari bagian perusahaan atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi yang diakui pada tanggal transaksi. dan mengendalikan kegiatan Perusahaan yang meliputi anggota dewan komisaris. mengendalikan atau dikendalikan oleh atau berada dibawah pengendalian bersama. Karyawan kunci. 2. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam . kecuali Mayora Nederland B. Pada saat akuisisi.V. direksi dan manager dari Perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut.harus terlebih dahulu dialokasikan kepada pemegang saham mayoritas sampai seluruh bagian kerugian pemegang saham minoritas yang dibebankan pada pemegang saham mayoritas dapat ditutup. sampai seluruh selisih tersebut tereliminasi. Transaksi Hubungan Istimewa Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: 1.

akuntansi manajemen.laporan laba rugi. Contoh berikut adalah bidang yang menimbulkan perbedaan kebijakan akuntansi dan karena itu diperlukan pengungkapan atas perlakuan akuntansi terpilih: v Umum         Kebijakan konsolidasi Konversi atau penjabaran mata uang asing meliputi pengakuan keuntungan dan kerugian pertukaran Kebijakan penilaian menyeluruh seperti harga perolehan. dan lain-lain) atau wilayah akuntansi yang berbeda (wilayah akuntansi per negara. Di dunia belum ada sebuah daftar tunggal kebijakan akuntansi dapat digunakan bersamasama. Keanekaragaman Kebijakan Akuntansi dan Pengungkapannya Tugas interpretasi laporan keuangan sulit dilaksanakan jika menggunakan berbagai kebijakan beberapa bidang (akuntansi keuangan. kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. g. syarat dan kondisi yang serupa. sewa beli atau transaksi cicilan dan bung Pajak Kontrak jangka panjang Franchise atau waralaba v Aktiva   Piutang Persediaan (persediaan dan barang dalam proses) dan beban pokok penjualannya . sehingga perbedaan pilihan kebijakan berdasar pertimbangan kejadian. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha sedangkan segemen sekunder adalah segmen geografis. sehingga para pemakai dapat memilih dari daftar tunggal itu. kumpulan negara dan lain-lain). f. Informasi Segmen Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Laba per Lembar Laba perlembar dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. daya beli umum. nilai penggantian Peristiwa setelah tanggal neraca Sewa guna usaha.

Perubahan kebijakan akuntansi yang tidak mempunyai pengaruh material dalam tahun perubahan juga harus diungkapkan jika berpengaruh secara material terhadap tahun-tahun yang akan datang. wajib atau tak wajib. dampak perubahan secara kuantitatif harus dilaporkan. Jika perubahan kebijakan akuntansi berpengaruh material. kejelasan dan kelengkapan pengungkapan yang ada dalam suatu negara maupun antar negara atas kebijakan akuntansi harus diungkapkan. investasi dalam perusahaan asosiasi dan investasi lain Penelitian dan pengembangan Paten dan merek dagang Goodwill v Kewajiban dan Penyisihan     Jaminan Komitmen dan kontinjensi Biaya pensiun dan tunjangan hari tua Pesangon dan uang penggantian v Keuntungan dan kerugian     Metode pengakuan pendapatan Pemeliharaan. dan penyempurnaan–penambahan (improvement) Untung-rugi penjualan aktiva Akuntansi Dana. Dalam sebuah laporan keuangan. . Perbedaan besar masih terjadi dalam bentuk. beberapa kebijakan akuntansi yang penting telah diungkapkan sementara kebijakan akuntansi yang penting lain tidak diungkapkan. Laporan keuangan seharusnya menunjukkan hubungan angka-angka dengan periode sebelumnya. reparasi-perbaikan (repairs).       Aktiva dapat disusutkan dan penyusutan Tanaman belum menghasilkan Tanah yang dimiliki untuk pembangunan dan biaya pembangunan Investasi pada anak perusahaan. Bahkan pada negara-negara yang mewajibkan pengungkapan atas kebijakan akuntansi penting. termasuk pembebanan dan pengkreditan langsung ke perkiraan surplus Kebijakan akuntansi dewasa ini tidak secara teratur dan tidak secara penuh diungkapkan dalam semua laporan keuangan. perubahan kebijakan perlu diungkapkan. tak selalu tersedia pedoman yang menjamin keseragaman metode pengungkapan. Pertumbuhan perusahaan multinasional dan pertumbuhan teknologi keuangan internasional telah memperbesar kebutuhan keseragaman laporan keuangan melewati batas negara.

dan hasil operasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan karena itu telah diadopsi untuk pembuatan laporan keuangan.22. Laporan keuangan harus jelas dan dapat dimengerti. Beberapa jenis kebijakan akuntansi dapat digunakan untuk subjek yang sama. berdasar pada kebijakan akuntansi yang berbeda di antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain.KEBIJAKAN AKUNTANSI 2 Perusahaan perlu menentukan pilihan di antara berbagai metode akuntansi yang berbeda-beda dalam melakukan pencatatan transaksi dan pembuatan laporan keuangannya. 2) Substansi Mengungguli Bentuk Transaksi dan kejadian lain harus dipertanggungjawabkan dan disajikan sesuai dengan hakekat transaksi dan realitas kejadian. Sasaran pilihan kebijakan yang paling tepat akan menggambarkan realitas ekonomi perusahaan secara tepat dalam bentuk keadaan keuangan dan hasil operasi. . dasar-dasar. Pengungkapan dari Kebijakan yang disetujui (April 1972) paragraph 6 : Kebijakan akuntansi dari suatu entitas pelaporan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang spesifik dan metode-metode penerapan prinsip-prinsip tersebut yang dinilai oleh manajemen dari entitas tersebut sebagai yang paling sesuai dengan kondisi yang ada untuk menyajikan secara wajar posisi keuangan. Tiga pertimbangan pemilihan untuk penerapan kebijakan akuntansi yang paling tepat dan penyiapan laporan keuangan oleh manajemen: 1) Pertimbangan Sehat Ketidakpastian melingkupi banyak transaksi. Hal tersebut harusnya diakui dalam penyusunan laporan keuangan. Kebijakan akuntansi meliputi pilihan prinsip-prinsip. peraturan dan prosedur yang digunakan manajemen dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. perubahan yang terjadi pada posisi keuangan. Pilihan-pilihan ini ditentukan oleh prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Pertimbangan dan atau pemilihan perlu disesuaikan dengan kondisi perusahaan. tidak semata-mata mengacu bentuk hukum transaksi atau kejadian. mencerminkan kebijakan akuntansi dari perusahaan tersebut. 3) Materialitas Laporan keuangan harus mengungkapkan semua komponen yang cukup material yang mempengaruhi evaluasi atau keputusan-keputusan. Kebijakan tersebut paling tepat didefinisikan oleh Accounting Principles Board dengan Opini No. konvensi. Pengungkapan kebijakan akuntansi dalam laporan keuangan dimaksudkan agar laporan keuangan tersebut dapat dimengerti. dalam satu negara maupun antar negara. Sikap hati-hati tidak membenarkan penciptaan cadangan rahasia atau disembunyikan.

sewa beli atau transaksi cicilan dan bunga Pajak Kontrak jangka panjang Franchise atau waralaba Aktiva          Piutang Persediaan (persediaan dan barang dalam proses) dan beban pokok penjualannya Aktiva dapat disusutkan dan penyusutan Tanaman belum menghasilkan Tanah yang dimiliki untuk pembangunan dan biaya pembangunan Investasi pada anak perusahaan. Contoh berikut adalah bidang yang menimbulkan perbedaan kebijakan akuntansi dan karena itu diperlukan pengungkapan atas perlakuan akuntansi terpilih: Umum         Kebijakan konsolidasi Konversi atau penjabaran mata uang asing meliputi pengakuan keuntungan dan kerugian pertukaran Kebijakan penilaian menyeluruh seperti harga perolehan. atau laporan lainnya terbias dari pengungkapan kebijakan terpilih. laporan arus kas. kumpulan negara dan lain-lain) Di dunia belum ada sebuah daftar tunggal kebijakan akuntansi dapat digunakan bersamasama. sehingga perbedaan pilihan kebijakan berdasar pertimbangan kejadian. dan lain-lain) atau wilayah akuntansi yang berbeda (wilayah akuntansi per negara. akuntansi manajemen. karena kadang-kadang perlakuan yang tidak tepat atau salah digunakan untuk suatu komponen neraca. syarat dan kondisi yang serupa. investasi dalam perusahaan asosiasi dan investasi lain Penelitian dan pengembangan Paten dan merek dagang Goodwill Kewajiban dan Penyisihan   Jaminan Komitmen dan kontinjensi . daya beli umum. Keanekaragaman Kebijakan Akuntansi dan Pengungkapannya Tugas interpretasi laporan keuangan sulit dilaksanakan jika menggunakan berbagai kebijakan beberapa bidang (akuntansi keuangan. nilai penggantian Peristiwa setelah tanggal neraca Sewa guna usaha. sehingga para pemakai dapat memilih dari daftar tunggal itu. laporan laba rugi.Pengungkapan kebijakan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Pengungkapan hal ini sangat membantu pemakai laporan keuangan.

kejelasan dan kelengkapan pengungkapan yang ada dalam suatu negara maupun antar negara atas kebijakan akuntansi harus diungkapkan. Perbedaan besar masih terjadi dalam bentuk.  Biaya pensiun dan tunjangan hari tua Pesangon dan uang penggantian Keuntungan dan kerugian   Metode pengakuan pendapatan Pemeliharaan. 1 terdiri dari paragraf 15-22. wajib atau tak wajib. PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 1 PENGUNGKAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. perubahan kebijakan perlu diungkapkan. beberapa kebijakan akuntansi yang penting telah diungkapkan sementara kebijakan akuntansi yang penting lain tidak diungkapkan. Jika perubahan kebijakan akuntansi berpengaruh material. dan penyempurnaan – penambahan (improvement) Untung-rugi penjualan aktiva  Akuntansi Dana. Dalam sebuah laporan keuangan. Pernyataan ini harus dibaca dalam konteks paragraf 1-14 dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Pelaporan Informasi Keuangan. termasuk pembebanan dan pengkreditan langsung ke perkiraan surplus Kebijakan akuntansi dewasa ini tidak secara teratur dan tidak secara penuh diungkapkan dalam semua laporan keuangan. Jika asumsi dasar akuntansi tersebut telah dipatuhi dalam laporan keuangan. Laporan keuangan seharusnya menunjukkan hubungan angka-angka dengan periode sebelumnya. Perubahan kebijakan akuntansi yang tidak mempunyai pengaruh material dalam tahun perubahan juga harus diungkapkan jika berpengaruh secara material terhadap tahun-tahun yang akan datang . dampak perubahan secara kuantitatif harus dilaporkan. Bahkan pada negara-negara yang mewajibkan pengungkapan atas kebijakan akuntansi penting. . tak selalu tersedia pedoman yang menjamin keseragaman metode pengungkapan.  Asumsi dasar atau konsep dasar akuntansi adalah kelangsungan usaha dan dasar akrual. Pertumbuhan perusahaan multinasional dan pertumbuhan teknologi keuangan internasional telah memperbesar kebutuhan keseragaman laporan keuangan melewati batas negara. reparasi-perbaikan (repairs).

Laporan keuangan harus mencantumkan pengungkapan jelas ringkas dari semua kebijakan akuntansi penting terpilih-digunakan . peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang ditetapkan oleh Bapepam bagi perusahaan manufaktur yang menawarkan sahamnya kepada masyarakat. jika material. substansi mengungguli bentuk dan materialitas harus menjadi pertimbangan pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi. bank dan investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. Berikut ini kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan yang dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. investasi dan pendanaan. . Kumpulan kebijakan-kebijakan tersebut lazimnya diungkapkan pada suatu tempat tertentu dalam Laporan Keuangan. dan dilaporkan dalam Rupiah. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah rupiah. yaitu Standar Akuntansi Keuangan. Perlakuan salah atau tidak tepat atas komponen neraca. a) Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan Keuangan ini telah disajikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep harga perolehan dengan dasar akrual. Laporan keuangan harus memperlihatkan hubungan informasi dengan periode sebelum dan setelahnya. kecuali laporan arus kas. maka penyimpangan tersebut harus diungkapkan bersama dengan alasannya. Pengaruh perubahan. harus diungkapkan secara kuantitatif. Bila asumsi dasar akuntansi tersebut tidak diikuti.      pengungkapan atas asumsi tersebut tidak diperlukan. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. c) Piutang Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan penelaahan terhadap kemungkinan tertagihnya piutang tersebut pada akhir periode yang bersangkutan. Pengungkapan kebijakan akuntansi penting terpilih digunakan harus merupakan bagian integral laporan keuangan. b) Kas dan Setara Kas Kas dan Setara kas meliputi kas. Perubahan kebijakan akuntansi berpengaruh material periode sekarang atau dapat berpengaruh material periode yang akan datang harus diungkapkan bersama alasannya. laporan laba rugi atau laporan lain tidak diperbaiki oleh pengungkapan kebijakan akuntansi terpilih-digunakan dan atau tidak diperbaiki dalam catatan atas laporan keuangan atau penjelasan tambahan. Pertimbangan sehat.

direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut. genset dan lain-lain yang dicatat secara terpisah dari aktiva tetap f)  AKtiva Tetap Pemilikan langsung Aktiva tetap diakui sebesar harga perolehan. Aktiva tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap sebesar nilai bukunya dan laba atau rugi yang terjadi dilaporkan dalam operasi periode yang bersangkutan. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris. atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. pendingin. karyawan kunci. denga perusahaan pelapor (termasuk holding companies. reaktor. baik secara langsung maupun tidak langsung.  Sewa Guna Usaha Transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai capital lease apabila memenuhi criteria sebagai berikut : . suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan.d) Transaksi dengan Pihak Hubungan Istimewa Perusahaan melakukan transaksi dengan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa/afiliasi. perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam (3) dan (4). Penyusutan aktiva tetap dihitung dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran manfaat ekonomis aktiva tetap yang bersangkutan. perorangan yang memiliki. memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris. subsidiaries dan fellow subsidiaries). Uang Muka e) Uang muka pembelian aktiva tetap seperti : disk ang tank amonia. Yang dimaksud dengan hubungan istimewa adalah :      perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries). mengendalikan atau dikendalikan oleh. dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksud dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). atau berada di bawah pengendalian bersama. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. kendaraan. yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan. perusahaan asosiasi (associated company). AC.

Masa sewa guna usaha minimal dua tahun Transaksi sewa guna usaha yang tidak memenuhi kriteria tersebut di atas dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease).   Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva yang disewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa guna usaha. . Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa dapat menutup pengembalian biaya perolehan barang modal yang disewa guna usaha beserta bunganya sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha.