ADHESI Porphyromonas gingivalis PADA NEUTROFIL YANG DIINKUBASI EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.

)
Oleh : Lila Cita Pratiwi NIM 081610101025

Abstract The initial phase of the inflammatory response against bacterial infection is the process of bacterial adhesion on neutrophil inflammatory cells. One of the bacteria that most common found in cases of chronic periodontitis is Porphyromonas gingivalis. The more bacteria attached the more inflammatory response occured, which caused periodontal tissue’s destruction. Roselle (Hibiscus sabdariffa L.) known to have many benefits in health. Flavonoid content in Roselle suspected of having many anti-inflammatory effects. One of them, probably is the inhibitory action of bacterial adhesion on neutrophils. The aim of this research was to analyze the effect of Roselle’s extract in decreasing adhesion index of P. gingivalis on neutrophils. In this research, neutrophils were incubated by Roselle extract with various concentration ( 50% and 100%) and exposed with P.gingivalis, compared to neutrophils that exposed with P.gingivalis but not given the extract (control). The result showed that neutrophils that incubated by Roselle extract had fewer bacterial adhesion compared to neutrophils that not incubated by Roselle extract. Roselle extract with 100% concentration had more power to inhibit the bacterial adhesion compared to another concentration. It can be concluded that the extract of Roselle decrease adhesion index of P. gingivalis on neutrophils. Keywords: Adhesion, Neutrophils, Roselle, P.gingivalis

1

1995. 2003). yang mengakibatkan lisisnya jaringan (Grossman. misalnya hidrofobisitas dan tegangan permukaan (Bellanti. Penelitian . bisa berlanjut hingga terjadinya penurunan fungsi jaringan periodontal. salah satunya dapat melalui pengendalian aktifitas sel inflamatori neutrofil. termasuk P. Neutrofil berperan penting pada respon radang akut. Berdasarkan uraian di atas. Sebuah sel neutrofil biasanya dapat memfagositosis 3 sampai 20 bakteri sebelum sel itu menjadi inaktif dan mati. neutrofil akan membunuh bakteri dengan mekanisme bakterisidal. Proses ini mengakibatkan terjadinya respon inflamasi. 1995). Susanti dan Rahayuningsih.2 PENDAHULUAN Tahap awal dari respon inflamasi terhadap infeksi bakteri adalah proses adhesi berupa perlekatan bakteri pada sel-sel inflamatori neutrofil. proses perlekatan ini dapat dipermudah oleh proses opsonisasi yaitu proses pelapisan partikel antigen oleh antibodi yang terdapat di dalam serum darah. pepsin. Pada keadaan lain. 1993). Bakteri ini dapat memetabolisme asam amino dan menghasilkan sejumlah metabolit yang bersifat racun terhadap jaringan gingiva pada manusia (MicrobeWiki. sehingga menyebabkan bakteri dapat melekat dengan mudah pada reseptornya yang terdapat di membran neutrofil (Robbins dan Kumar. bakteri dapat melekat pada sel neutrofil melalui reseptor yang terdapat pada membran neutrofil. dan cathepsin. Perlekatan ini sangat tergantung dari sifat-sifat permukaan bakteri yang akan difagositosis. Perusakan neutrofil juga menyebabkan terjadinya pelepasan mediator inflamasi serta enzim proteolitik. apabila respon berlangsung terusmenerus. yang akhirnya menimbulkan reaksi inflamasi yang pada awalnya diperankan oleh sel inflamatori neutrofil. Setelah melekat. dan banyak ditemukan pada kasus periodontitis kronis adalah Porphyromonas gingivalis.gingivalis. Tanpa Tahun). Sehingga inflamasi harus dikontrol. maupun melalui interaksi hidrofobik antara partikel hidrofob pada membran sel bakteri dan membran sel neutrofil (BSN Medical. Rosella banyak diketahui bersifat sebagai anti inflamasi untuk mencegah peradangan dan mengurangi rasa nyeri pada saat infeksi terjadi. Salah satu bakteri penyebab inflamasi di jaringan periodontal. 2008).

darah vena perifer. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) konsentrasi 50%. Alkohol. Untuk membuat sediaan ekstrak kelopak bunga Rosella konsentrasi 50% dibuat dengan cara mengambil 1 ml . aquadest steril. Oleh karena itu patut diduga bahwa. Bahanbahan yang diperlukan antara lain : ekstrak kelopak Bunga Rosella. isolat neutrofil yang didapatkan dari darah vena perifer orang sehat yang diisolasi dengan teknik gradient density menggunakan Ficoll Hypaque Centrifugation. HBSS. Flavonoid juga mampu menghambat perlekatan bakteri dengan cara mengikat protein permukaan bakteri dan menurunkan hidrofobisitas reseptor pada membran sel fagosit (Hamsafir. dan RPMI. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2011 di Laboratorium Biomedik Bagian Mikrobiologi dan Laboratorium Bio Science Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Ficoll Hypaque 1077. heparin. Variabel terikat pada penelitian ini ialah indeks adhesi P. BAHAN DAN METODE Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris in vitro.3 membuktikan bahwa kelopak bunga Rosella mengandung berbagai macam zat aktif yang salah satunya adalah antosianin yang telah diteliti memiliki efek antioksidan yang kuat dan antiinflamasi. kandungan flavonoid pada kelopak bunga Rosella dapat menurunkan daya adhesi bakteri pada membran neutrofil. Septiana et al. dextran. gingivalis galur murni ATCC strain 33277 dengan medium kulturnya yaitu medium BHI diperkaya dengan hemin dan vitamin K1. P.2010. Kelopak kering Rosella yang telah dihaluskan dimaserasi dengan etanol 97% selama 24 jam di dalam shaker bath. 2006). Pembuatan ekstrak dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas MIPA Universitas Jember. kemudian dibandingkan dengan kelompok kontrol. gingivalis pada neutrofil.. kemudian diuapkan dengan rotary evaporator sampai didapatkan ekstrak dengan konsentrasi 100%. dan 100%. Rancangan penelitian menggunakan post test only control group design yaitu dilakukan pengukuran terhadap variabel yang diteliti setelah diberikan suatu perlakuan. Penelitian diawali dengan pengekstrakan kelopak bunga Rosella.

Darah dibagi menjadi 3 tabung falcon dan dicentrifuge 650 rpm selama 10 menit hingga terbentuk 2 lapisan (sel darah dan serum). gingivalis dikultur dalam medium BHI yang diperkaya dengan vitamin K1 dan hemin. gingivalis. Konsentrasi Porphyromonas gingivalis dibuat menjadi 3x106 sel/ml. Uji indeks adhesi dilakukan dengan cara melapiskan isolat neutrofil pada 6 coverslip dalam 6 petridish. Dua petridish diberikan ekstrak dengan kosentrasi 50%. Hasil preparat yang sudah dicat dengan pewarnaan Giemsa. Tiga lapisan teratas dibuang. dan dicentrifuge 1350 RPM selama 30 menit hingga terbentuk 4 lapisan. Secara perlahan. menyisakan lapisan terbawah yang mengandung neutrofil. gingivalis 200µl. diinkubasikan selama 3 jam dalam suhu 370C. Selanjutnya proses isolasi neutrofil. Darah dialirkan ke tabung falcon lain yang telah berisi 3cc larutan Ficoll. 370C dan 5% CO2. kemudian dilakukan pembuatan hapusan dan pewarnaan. diinkubasi dalam shaker incubator selama 16 jam. masing-masing 50 µl dan diinkubasi selama 15 menit. Perhitungan dilakukan dengan cara menghitung jumlah bakteri yang menempel per neutrofil sampai jumlah neutrofil keseluruhan . Di akhir pengamatan chamber dicuci dengan HBSS. Setelah itu. Dua sisanya diberi 50 μl RPMI yang berfungsi sebagai kontrol. . Serum diambil dengan pipet mikro dan diencerkan dengan 6 cc HBSS. Neutrofil yang sudah diresuspensi tersebut ditambahkan 1 cc dextran 6% dan didiamkan selama 90 menit. Supranatan diaspirasi dan diresuspensi dengan RPMI sampai dengan 500 µl. diamati dengan mikroskop inverted. kemudian diresuspensi dengan 6 cc HBSS. 5% CO2.4 sediaan 100% dicampur dengan 1 ml aquadest steril. kemudian dikultur pada atmosfir anaerob (menggunakan anaerobic gas kit) selama 2x24 jam. serta dua petridish selanjutnya diberikan ekstrak dengan konsentrasi 100%. kemudian difiksasi dan dilakukan pewarnaan Giemsa. Darah vena perifer pasien diambil sebanyak 9cc dan langsung dicampur dengan antikoagulan. P. pada chamber 1-6 masing-masing ditambahkan suspensi P. Kemudian dilanjutkan dengan kultur P. Ekstrak kelopak bunga Rosella diberikan terhadap 4 dari 6 petridish masing-masing 50 μl. Setelah itu indeks adhesi bakteri dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut. dengan dua kali pengulangan. 370C dan 5% CO2.

5 Indeks adhesi = Jumlah bakteri yang melekat per neutrofil Jumlah neutrofil yang dihitung Data hasil penelitian ini diuji secara parametrik dengan One Way Anova untuk mengetahui adanya perbedaan antar kelompok.rata adhesi P. kemudian dilanjutkan dengan uji LSD untuk mengetahui besarnya perbedaan antar kelompok.03 . HASIL Hasil penelitian adhesi P.gingivalis pada Neutrofil Kelompok kontrol (+ RPMI ) X ± SD 8.29 ± 1. gingivalis pada neutrofil yang diinkubasi oleh ekstrak kelopak bunga Rosella menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol (diinkubasi RPMI) adhesi bakteri lebih tinggi daripada kelompok perlakuan 1 (diinkubasi ekstrak Rosella 50%) dan kelompok perlakuan 2 (diinkubasi esktrak Rosella 100%).00 Kelompok perlakuan 2 (+ekstrak Rosella 100%) 3. Tabel 1. seperti dilihat pada Tabel 1 dan Gambar 1. Hal ini menunjukkan adanya penurunan indeks adhesi pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol.59 Kelompok perlakuan 1 (+ekstrak Rosella 50%) 5. Sedangkan rata-rata jumlah adhesi P.gingivalis pada neutrofil kelompok perlakuan 2 lebih sedikit daripada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan 1. Rata.40 ± 1.gingivalis pada neutrofil antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan Adhesi P.54 ± 1.

gingivalis pada Neutrofil * 10 Rata-rata adhesi P. gingivalis 8.gingivalis terhadap sel neutrofil pada ketiga kelompok perlakuan dapat dilihat pada gambar berikut.6 Adhesi P.gingivalis tampak sangat tinggi. Diagram batang rata-rata adhesi P. Pada kelompok kontrol (Gambar 2) adhesi bakteri P.29 * * 5. gingivalis pada neutrofil Keterangan : Kelompok kontrol Kelompok Perlakuan 1 Kelompok Perlakuan 2 : Neutrofil diinkubasi RPMI : Neutrofil diinkubasi ekstrak kelopak Rosella konsentrasi 50% : Neutrofil diinkubasi ekstrak kelopak Rosella konsentrasi 100% * : Terdapat perbedaan yang signifikan Secara mikroskopis.gingivalis (tanda panah) dalam jumlah banyak ( > 7 bakteri / sel) sehingga menyebabkan neutrofil lisis (pembesaran 1000x) .40 Gambar 1. Sehingga menyebabkan neutrofil mengalami lisis. gambaran adhesi bakteri P. Neutrofil diinkubasi RPMI (kelompok kontrol) mengadhesi P.54 5 0 Kelompok Kelompok Kelompok Kontrol Perlakuan Perlakuan 1 2 3. Sedangkan pada kelompok perlakuan 1 (Gambar 3) dan kelompok perlakuan 2 (Gambar 4) terjadi penurunan adhesi bakteri pada neutrofil. Gambar 2.

. Neutrofil diinkubasi ekstrak Rosella 100% (kelompok perlakuan 2) menunjukkan adhesi P.05.gingivalis (tanda panah) dalam jumlah sedikit dengan jumlah rata-rata 3 bakteri/ sel (pembesaran 1000x) Analisa data pada penelitian ini diawali dengan uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji homogenitas sebagai syarat sebelum melakukan uji beda One Way ANOVA. Uji selanjutnya adalah uji homogenitas dengan menggunakan uji Levene test dengan p>0.gingivalis (tanda panah) dengan jumlah rata.rata 5 bakteri/ sel (pembesaran 1000x) Gambar 4. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data hasil penelitian ini memiliki nilai p>0.05). Neutrofil diinkubasi ekstrak Rosella 50% (kelompok perlakuan 1) menunjukkan penurunan adhesi P.7 Gambar 3. yang menunjukkan bahwa data terdistribusi normal.05. hal ini membuktikan bahwa data yang didapat dari penelitian tersebut homogen.076 (p>0. Berdasarkan uji Levene test diketahui bahwa nilai signifikansinya sebesar 0.

000* - Keterangan : * = Ada perbedaan yang bermakna (p<0. pada kelompok kontrol modus yang didapatkan yaitu antara 7-11 bakteri/ sel.000* Rosella 100% 0. maka selanjutnya data diuji secara parametrik menggunakan uji One Way ANOVA. Tabel 2.gingivalis pada neutrofil yang diinkubasi oleh ekstrak kelopak bunga Rosella. perlakuan 1.8 Data diketahui berdistribusi normal dan homogen. sedangkan pada kelompok perlakuan 2 modus yang didapatkan adalah antara 2-5 bakteri/ sel. Sebagai contoh. . tidak digunakan dalam analisa. Berdasarkan hasil uji One Way Anova didapatkan bahwa rata-rata adhesi P. Selanjutnya untuk mengetahui kelompok mana yang memiliki perbedaan bermakna. Seleksi data dilakukan berdasarkan modus (frekuensi data yang paling sering muncul). dan kelompok perlakuan 2 sebanyak 150 sel. Data indeks adhesi yang terlalu menyimpang (± 25%) dari total 600 sel yang didapatkan. pada kelompok perlakuan 1 antara 4-7 bakteri/ sel.05) artinya terdapat perbedaan yang signifikan rerata adhesi P. kelompok perlakuan 1 sebanyak 150 sel.05).000* Rosella 50% 0. Hal ini menunjukkan adanya penurunan adhesi P.000* 0. Ringkasan hasil uji lanjut Post Hoc LSD Kelompok Kontrol Rosella 50% Rosella 100% Kontrol 0.gingivalis pada neutrofil kelompok kontrol . Hasil uji Post Hoc LSD (Tabel 2) antar kelompok perlakuan menunjukkan probabilitas sebesar 0.gingivalis. dilakukan uji lanjut Post Hoc LSD dengan tingkat kemaknaan 95% (p<0.000* 0. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas data yang memadai (quality control).05) PEMBAHASAN Analisa data indeks adhesi dilakukan pada 450 sel neutrofil yang terdiri dari kelompok kontrol sebanyak 150 sel.000 (p<0. dan perlakuan 2 adalah berbeda secara signifikan.000* 0.

serta sel neutrofil mayoritas dalam keadaan masih utuh. Pada penelitian kali ini perlu ditekankan bahwa. dan kelompok perlakuan 2 (neutrofil diinkubasi ekstrak dengan konsentrasi 100%) terjadi penurunan indeks adhesi dari P. Kandungan flavonoid yang tinggi inilah yang diduga mampu menghambat perlekatan bakteri (Hamsafir. dan ± 6. Pada kelompok kontrol (neutrofil diinkubasi RPMI) indeks adhesi P.gingivalis pada neutrofil diduga melalui peran flavonoid yang terkandung di didalamnya.25% untuk kelompok perlakuan 2.2010). konsentrasi ekstrak kelopak bunga Rosella yang diberikan pada kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2.12% untuk kelompok perlakuan 1.gingivalis. didapatkan konsentrasi ± 3.gingivalis. Pada sel neutrofil yang diberikan ekstrak kelopak bunga Rosella konsentrasi 50% dan 100% dan kemudian dipapar dengan P. Pigmen antosianin ini membentuk warna ungu kemerahan di kelopak bunga Rosella. Semakin pekat warna kemerahan pada bunga Rosella. Indeks adhesi yang paling rendah tampak pada kelompok dengan inkubasi ekstrak konsentrasi 100%. 2010). Mekanisme ekstrak kelopak bunga Rosella dalam menurunkan indeks adhesi P. hal ini dikarenakan flavonoid memberikan perlindungan pada membran sel neutrofil dengan cara menyelimuti seluruh permukaan pada . Hal tersebut telah dapat dibuktikan melalui penelitian ini. Sedangkan konsentrasi final setelah dilakukan penambahan media dan suspensi bakteri P. maka akan terkandung dalam larutan itu 51% antosianin (Muardi. Pada kelompok perlakuan 1 (neutrofil diinkubasi ekstrak dengan konsentrasi 50%). Kelopak bunga Rosella yang dikeringkan lalu diencerkan dalam 300 ml air. Neutrofil yang memfagosit banyak bakteri akan mengalami lisis dan menyebabkan tumpahnya cairan intrasel ke lingkungan ekstrasel.9 Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan indeks adhesi P. gingivalis menunjukkan adanya penurunan adhesi.gingivalis terhadap sel neutrofil sangat tinggi. Kandungan penting yang terdapat pada kelopak bunga Rosella adalah pigmen antosianin yang membentuk flavonoid yang berperan sebagai antioksidan.2009). yaitu masing-masing 50% dan 100% adalah konsentrasi saat pemberian pertama kali pada plastic plate chamber.gingivalis pada neutrofil yang diinkubasi oleh ekstrak kelopak bunga Rosella. maka semakin tinggi pula kandungan antosianin di dalamnya (Usman.

Flavonoid juga memiliki aktivitas biologis maupun farmakologis. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan pengolahan Rosella . Flavonoid berperan dalam memperkuat dinding pembuluh darah kapiler sehingga perdarahan yang timbul dapat terhenti. Selain itu aplikasi flavonoid juga dapat mengurangi rasa sakit yang timbul pasca ekstraksi. yaitu pada pengobatan periodontitis. Hasil interaksi ini menyebabkan perubahan permeabilitas dinding sel bakteri. flavonoid berperan dalam regenerasi pulpa gigi melalui kemampuannya menginduksi terbentuknya jembatan dentin pada perawatan direct pulp capping (Sabir. selain itu flavonoid juga berperan menekan sintesis prostaglandin dan menstimulasi hidroksiprolin sehingga jaringan gingiva kembali normal. Rosella dimasyarakat telah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional.10 membran sel neutrofil kemudian menurunkan hidrofobisitas membran sel neutrofil sehingga adhesi bakteri P. antara lain bersifat antibakteri. Kandungan flavonoid dalam kelopak bunga Rosella memiliki banyak manfaat lain dalam bidang kedokteran gigi antara lain sebagai berikut. antiinflamasi. antioksidan. dan lisosom (Bryan dan Wilson dalam Sabir. Flavonoid bersifat antibakteri karena mampu berinteraksi dengan DNA bakteri. 2003). gingivalis pada sel neutrofil menurun dibandingkan pada neutrofil yang tidak diinkubasi oleh ekstrak kelopak bunga Rosella. Penggunaan bahan yang memiliki efek antiinflamasi dan antibakteri sekaligus dalam satu formulasi efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka. dan melindungi pembuluh darah (Sabir. Sifat antiinflamasi dapat meringankan proses fagositosis dan bahan yang memiliki sifat anti bakteri dapat menekan pertumbuhan bakteri patogen sehingga dapat meminimalisir infeksi sekunder yang menghambat penyembuhan luka (Robbins & Kumar. 2) Bidang bedah mulut. 1995). 2003). flavonoid berperan dalam proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi dengan cara meningkatkan atau mempercepat proliferasi sel fibroblas dan produksi serabut kolagen. mikrosom. antialergi. antikarsinogen. 3) Bidang konservasi gigi. 1) Bidang periodontologi. 2003).

1993. http://www. Samik Wahab. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Dr. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian ekstrak kelopak bunga Rosella dapat menurunkan indeks adhesi Porphyromonas gingivalis pada neutrofil. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. melalui pengendalian aktifitas neutrofil. Desi Sandra Sari. gingivalis bisa dibunuh dengan mekanisme bakterisidal. namun kerusakan jaringan yang terjadi akibat proses inflamasi bisa lebih terkendali.Hal: 128 .Sc selaku Dosen Pembimbing Anggota. Cutimed Sorbact. atas bimbingan dan fasilitas yang diberikan selama penelitian.drg.gingivalis dan konsentrasi ekstrak Rosella yang terlalu tinggi.Kes melalui proyek RISBIN IPTEKDOK serta drg. MD. Hal:18-39 BSN Medical. JA. [online]. Dengan demikian diharapkan bakteri P. 1995. DAFTAR PUSTAKA Bellanti.11.com/Indonesia/faq.11 sebagai obat topical yang sekaligus berperan sebagai antibiotik untuk penderita periodontitis.htm [ 18 Mei 2011] Grossman IL. IDA Susilawati. Oliet S. SARAN Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efek pemberian ekstrak kelopak bunga Rosella terhadap adhesi mikroflora lain yang bersifat patogen di rongga mulut pada sel neutrofil. Jakarta : EGC. Tanpa Tahun. M. Selain itu diperlukan pula perbaikan pada penelitian lebih lanjut tentang konsentrasi suspensi P. serta perlu adanya penelitian mengenai aplikasi ekstrak kelopak bunga Rosella sebagai obat topikal pada penderita penyakit periodontal. Ed. Terjemahan oleh A. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Imunologi III. Rio CED.cutimedsorbact. Ilmu Endodontik dalam Praktik.

Teh Dapat Menghambat Pembentukan Karies Gigi. Muchtadi. Aktivitas Fagositosis Neutrofil Terhadap Staphylococcus aureus Isolat Sapi di Jawa Tengah dengan Teknik Acridine Orange Fluorescence. [serial http://www. T. 2008. J Can Dent Assoc.http://microbewiki. E.KG Dental Journal Edisi Khusus Temu Ilmiah Nasional III. 2009. Penghambatan Oksidasi LDL dan Akumulasi Kolesterol Pada Makrofag oleh Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb).38:135-141 Septiana.A.php/Porphyromonas. 1995. R.ummi-online. 2010. ”Karakteristik Dan Aktivitas Antioksidan Bunga Rosella Kering (Hibiscus sabdariffa L. [Online] Porphyromonas. Tidak Diterbitkan. [1 Juni 2011] McGaw. . [ 27 April 2011 ] Muardi. 2010. [11 Januari 2012] online]. Zakaria. 2003. 2006. Maj.L. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. [serial online].XVII (3) : 221-226 Susanti. dan Kumar.) (Staf pengajar laboratorium patologi anatomik FK UI. S. Surabaya : Airlangga University Pers.12 Hamsafir.com/kesehatan-gigi/teh-dapat-menghambatpembentukan-karies-gigi. Vol...http://www. Pemanfaatan flavonoid di Bidang Kedokteran Gigi. Berkas Penelitian Hayati Usman. Robbins.)”.html.html.infogigi. Skripsi. D. dan Rahayuningsih. Surabaya: Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur. Periodontal Disease and Preterm Delivery of Low Birth Weight Infants. 2003. M. Jakarta: EGC Sabir. Dwiyanti. D.com/artikel-19-rosella-cantik-penuhmanfaat.kenyon. V. Rosella.edu/index. Cantik Penuh Manfaat. 68(3) : 165-9 MicrobeWiki. 2002. Vol. penerjemah). Buku ajar patologi I (4th ed. Vol.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful