ADHESI Porphyromonas gingivalis PADA NEUTROFIL YANG DIINKUBASI EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.

)
Oleh : Lila Cita Pratiwi NIM 081610101025

Abstract The initial phase of the inflammatory response against bacterial infection is the process of bacterial adhesion on neutrophil inflammatory cells. One of the bacteria that most common found in cases of chronic periodontitis is Porphyromonas gingivalis. The more bacteria attached the more inflammatory response occured, which caused periodontal tissue’s destruction. Roselle (Hibiscus sabdariffa L.) known to have many benefits in health. Flavonoid content in Roselle suspected of having many anti-inflammatory effects. One of them, probably is the inhibitory action of bacterial adhesion on neutrophils. The aim of this research was to analyze the effect of Roselle’s extract in decreasing adhesion index of P. gingivalis on neutrophils. In this research, neutrophils were incubated by Roselle extract with various concentration ( 50% and 100%) and exposed with P.gingivalis, compared to neutrophils that exposed with P.gingivalis but not given the extract (control). The result showed that neutrophils that incubated by Roselle extract had fewer bacterial adhesion compared to neutrophils that not incubated by Roselle extract. Roselle extract with 100% concentration had more power to inhibit the bacterial adhesion compared to another concentration. It can be concluded that the extract of Roselle decrease adhesion index of P. gingivalis on neutrophils. Keywords: Adhesion, Neutrophils, Roselle, P.gingivalis

1

misalnya hidrofobisitas dan tegangan permukaan (Bellanti. Perlekatan ini sangat tergantung dari sifat-sifat permukaan bakteri yang akan difagositosis. yang mengakibatkan lisisnya jaringan (Grossman. Susanti dan Rahayuningsih. Proses ini mengakibatkan terjadinya respon inflamasi.2 PENDAHULUAN Tahap awal dari respon inflamasi terhadap infeksi bakteri adalah proses adhesi berupa perlekatan bakteri pada sel-sel inflamatori neutrofil. Tanpa Tahun). Berdasarkan uraian di atas. neutrofil akan membunuh bakteri dengan mekanisme bakterisidal. termasuk P. proses perlekatan ini dapat dipermudah oleh proses opsonisasi yaitu proses pelapisan partikel antigen oleh antibodi yang terdapat di dalam serum darah. yang akhirnya menimbulkan reaksi inflamasi yang pada awalnya diperankan oleh sel inflamatori neutrofil. Penelitian . 2008). dan cathepsin. salah satunya dapat melalui pengendalian aktifitas sel inflamatori neutrofil. Sebuah sel neutrofil biasanya dapat memfagositosis 3 sampai 20 bakteri sebelum sel itu menjadi inaktif dan mati. 1995). Neutrofil berperan penting pada respon radang akut.gingivalis. pepsin. Perusakan neutrofil juga menyebabkan terjadinya pelepasan mediator inflamasi serta enzim proteolitik. Bakteri ini dapat memetabolisme asam amino dan menghasilkan sejumlah metabolit yang bersifat racun terhadap jaringan gingiva pada manusia (MicrobeWiki. bisa berlanjut hingga terjadinya penurunan fungsi jaringan periodontal. apabila respon berlangsung terusmenerus. 1995. bakteri dapat melekat pada sel neutrofil melalui reseptor yang terdapat pada membran neutrofil. Salah satu bakteri penyebab inflamasi di jaringan periodontal. 2003). dan banyak ditemukan pada kasus periodontitis kronis adalah Porphyromonas gingivalis. Pada keadaan lain. 1993). sehingga menyebabkan bakteri dapat melekat dengan mudah pada reseptornya yang terdapat di membran neutrofil (Robbins dan Kumar. Sehingga inflamasi harus dikontrol. Setelah melekat. Rosella banyak diketahui bersifat sebagai anti inflamasi untuk mencegah peradangan dan mengurangi rasa nyeri pada saat infeksi terjadi. maupun melalui interaksi hidrofobik antara partikel hidrofob pada membran sel bakteri dan membran sel neutrofil (BSN Medical.

Alkohol. Bahanbahan yang diperlukan antara lain : ekstrak kelopak Bunga Rosella. 2006). kandungan flavonoid pada kelopak bunga Rosella dapat menurunkan daya adhesi bakteri pada membran neutrofil. Flavonoid juga mampu menghambat perlekatan bakteri dengan cara mengikat protein permukaan bakteri dan menurunkan hidrofobisitas reseptor pada membran sel fagosit (Hamsafir. Ficoll Hypaque 1077. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2011 di Laboratorium Biomedik Bagian Mikrobiologi dan Laboratorium Bio Science Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. dextran. gingivalis galur murni ATCC strain 33277 dengan medium kulturnya yaitu medium BHI diperkaya dengan hemin dan vitamin K1. P. dan RPMI. gingivalis pada neutrofil. kemudian dibandingkan dengan kelompok kontrol. darah vena perifer. Variabel terikat pada penelitian ini ialah indeks adhesi P. Rancangan penelitian menggunakan post test only control group design yaitu dilakukan pengukuran terhadap variabel yang diteliti setelah diberikan suatu perlakuan. Pembuatan ekstrak dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas MIPA Universitas Jember.. kemudian diuapkan dengan rotary evaporator sampai didapatkan ekstrak dengan konsentrasi 100%. isolat neutrofil yang didapatkan dari darah vena perifer orang sehat yang diisolasi dengan teknik gradient density menggunakan Ficoll Hypaque Centrifugation.2010. HBSS. heparin. Penelitian diawali dengan pengekstrakan kelopak bunga Rosella. BAHAN DAN METODE Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris in vitro. Septiana et al. Untuk membuat sediaan ekstrak kelopak bunga Rosella konsentrasi 50% dibuat dengan cara mengambil 1 ml . Oleh karena itu patut diduga bahwa. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) konsentrasi 50%. aquadest steril. Kelopak kering Rosella yang telah dihaluskan dimaserasi dengan etanol 97% selama 24 jam di dalam shaker bath. dan 100%.3 membuktikan bahwa kelopak bunga Rosella mengandung berbagai macam zat aktif yang salah satunya adalah antosianin yang telah diteliti memiliki efek antioksidan yang kuat dan antiinflamasi.

370C dan 5% CO2. Dua petridish diberikan ekstrak dengan kosentrasi 50%. kemudian difiksasi dan dilakukan pewarnaan Giemsa. Konsentrasi Porphyromonas gingivalis dibuat menjadi 3x106 sel/ml. Tiga lapisan teratas dibuang. Darah dialirkan ke tabung falcon lain yang telah berisi 3cc larutan Ficoll. dengan dua kali pengulangan. diamati dengan mikroskop inverted. Kemudian dilanjutkan dengan kultur P. Secara perlahan. . Ekstrak kelopak bunga Rosella diberikan terhadap 4 dari 6 petridish masing-masing 50 μl. diinkubasikan selama 3 jam dalam suhu 370C. Darah vena perifer pasien diambil sebanyak 9cc dan langsung dicampur dengan antikoagulan. kemudian dilakukan pembuatan hapusan dan pewarnaan. gingivalis. P.4 sediaan 100% dicampur dengan 1 ml aquadest steril. pada chamber 1-6 masing-masing ditambahkan suspensi P. gingivalis dikultur dalam medium BHI yang diperkaya dengan vitamin K1 dan hemin. Dua sisanya diberi 50 μl RPMI yang berfungsi sebagai kontrol. Perhitungan dilakukan dengan cara menghitung jumlah bakteri yang menempel per neutrofil sampai jumlah neutrofil keseluruhan . diinkubasi dalam shaker incubator selama 16 jam. dan dicentrifuge 1350 RPM selama 30 menit hingga terbentuk 4 lapisan. Uji indeks adhesi dilakukan dengan cara melapiskan isolat neutrofil pada 6 coverslip dalam 6 petridish. Supranatan diaspirasi dan diresuspensi dengan RPMI sampai dengan 500 µl. menyisakan lapisan terbawah yang mengandung neutrofil. Di akhir pengamatan chamber dicuci dengan HBSS. Neutrofil yang sudah diresuspensi tersebut ditambahkan 1 cc dextran 6% dan didiamkan selama 90 menit. Setelah itu. serta dua petridish selanjutnya diberikan ekstrak dengan konsentrasi 100%. Hasil preparat yang sudah dicat dengan pewarnaan Giemsa. Setelah itu indeks adhesi bakteri dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Serum diambil dengan pipet mikro dan diencerkan dengan 6 cc HBSS. kemudian diresuspensi dengan 6 cc HBSS. Darah dibagi menjadi 3 tabung falcon dan dicentrifuge 650 rpm selama 10 menit hingga terbentuk 2 lapisan (sel darah dan serum). Selanjutnya proses isolasi neutrofil. gingivalis 200µl. 5% CO2. kemudian dikultur pada atmosfir anaerob (menggunakan anaerobic gas kit) selama 2x24 jam. 370C dan 5% CO2. masing-masing 50 µl dan diinkubasi selama 15 menit.

rata adhesi P. kemudian dilanjutkan dengan uji LSD untuk mengetahui besarnya perbedaan antar kelompok. seperti dilihat pada Tabel 1 dan Gambar 1.5 Indeks adhesi = Jumlah bakteri yang melekat per neutrofil Jumlah neutrofil yang dihitung Data hasil penelitian ini diuji secara parametrik dengan One Way Anova untuk mengetahui adanya perbedaan antar kelompok.gingivalis pada Neutrofil Kelompok kontrol (+ RPMI ) X ± SD 8.00 Kelompok perlakuan 2 (+ekstrak Rosella 100%) 3.59 Kelompok perlakuan 1 (+ekstrak Rosella 50%) 5.gingivalis pada neutrofil antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan Adhesi P. Rata.29 ± 1. Tabel 1.40 ± 1.03 .gingivalis pada neutrofil kelompok perlakuan 2 lebih sedikit daripada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan 1. gingivalis pada neutrofil yang diinkubasi oleh ekstrak kelopak bunga Rosella menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol (diinkubasi RPMI) adhesi bakteri lebih tinggi daripada kelompok perlakuan 1 (diinkubasi ekstrak Rosella 50%) dan kelompok perlakuan 2 (diinkubasi esktrak Rosella 100%). HASIL Hasil penelitian adhesi P. Hal ini menunjukkan adanya penurunan indeks adhesi pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol.54 ± 1. Sedangkan rata-rata jumlah adhesi P.

29 * * 5. gingivalis pada Neutrofil * 10 Rata-rata adhesi P.6 Adhesi P.gingivalis terhadap sel neutrofil pada ketiga kelompok perlakuan dapat dilihat pada gambar berikut. Sedangkan pada kelompok perlakuan 1 (Gambar 3) dan kelompok perlakuan 2 (Gambar 4) terjadi penurunan adhesi bakteri pada neutrofil. Pada kelompok kontrol (Gambar 2) adhesi bakteri P. gingivalis 8.gingivalis tampak sangat tinggi. Diagram batang rata-rata adhesi P. Gambar 2.40 Gambar 1. gingivalis pada neutrofil Keterangan : Kelompok kontrol Kelompok Perlakuan 1 Kelompok Perlakuan 2 : Neutrofil diinkubasi RPMI : Neutrofil diinkubasi ekstrak kelopak Rosella konsentrasi 50% : Neutrofil diinkubasi ekstrak kelopak Rosella konsentrasi 100% * : Terdapat perbedaan yang signifikan Secara mikroskopis. Sehingga menyebabkan neutrofil mengalami lisis.54 5 0 Kelompok Kelompok Kelompok Kontrol Perlakuan Perlakuan 1 2 3. Neutrofil diinkubasi RPMI (kelompok kontrol) mengadhesi P.gingivalis (tanda panah) dalam jumlah banyak ( > 7 bakteri / sel) sehingga menyebabkan neutrofil lisis (pembesaran 1000x) . gambaran adhesi bakteri P.

Neutrofil diinkubasi ekstrak Rosella 50% (kelompok perlakuan 1) menunjukkan penurunan adhesi P. .rata 5 bakteri/ sel (pembesaran 1000x) Gambar 4.gingivalis (tanda panah) dalam jumlah sedikit dengan jumlah rata-rata 3 bakteri/ sel (pembesaran 1000x) Analisa data pada penelitian ini diawali dengan uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji homogenitas sebagai syarat sebelum melakukan uji beda One Way ANOVA.05.gingivalis (tanda panah) dengan jumlah rata. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data hasil penelitian ini memiliki nilai p>0. Uji selanjutnya adalah uji homogenitas dengan menggunakan uji Levene test dengan p>0. yang menunjukkan bahwa data terdistribusi normal. hal ini membuktikan bahwa data yang didapat dari penelitian tersebut homogen.05. Neutrofil diinkubasi ekstrak Rosella 100% (kelompok perlakuan 2) menunjukkan adhesi P.7 Gambar 3.05). Berdasarkan uji Levene test diketahui bahwa nilai signifikansinya sebesar 0.076 (p>0.

Sebagai contoh. dilakukan uji lanjut Post Hoc LSD dengan tingkat kemaknaan 95% (p<0.05) PEMBAHASAN Analisa data indeks adhesi dilakukan pada 450 sel neutrofil yang terdiri dari kelompok kontrol sebanyak 150 sel. sedangkan pada kelompok perlakuan 2 modus yang didapatkan adalah antara 2-5 bakteri/ sel. tidak digunakan dalam analisa.000* 0. dan kelompok perlakuan 2 sebanyak 150 sel.000* 0.000* 0.gingivalis. perlakuan 1. pada kelompok perlakuan 1 antara 4-7 bakteri/ sel. kelompok perlakuan 1 sebanyak 150 sel.gingivalis pada neutrofil kelompok kontrol .05) artinya terdapat perbedaan yang signifikan rerata adhesi P.05). Ringkasan hasil uji lanjut Post Hoc LSD Kelompok Kontrol Rosella 50% Rosella 100% Kontrol 0.000* Rosella 50% 0. . Berdasarkan hasil uji One Way Anova didapatkan bahwa rata-rata adhesi P.8 Data diketahui berdistribusi normal dan homogen. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas data yang memadai (quality control). Selanjutnya untuk mengetahui kelompok mana yang memiliki perbedaan bermakna. dan perlakuan 2 adalah berbeda secara signifikan.000 (p<0. Hal ini menunjukkan adanya penurunan adhesi P.000* Rosella 100% 0. maka selanjutnya data diuji secara parametrik menggunakan uji One Way ANOVA. Seleksi data dilakukan berdasarkan modus (frekuensi data yang paling sering muncul). pada kelompok kontrol modus yang didapatkan yaitu antara 7-11 bakteri/ sel. Tabel 2.000* - Keterangan : * = Ada perbedaan yang bermakna (p<0.gingivalis pada neutrofil yang diinkubasi oleh ekstrak kelopak bunga Rosella. Hasil uji Post Hoc LSD (Tabel 2) antar kelompok perlakuan menunjukkan probabilitas sebesar 0. Data indeks adhesi yang terlalu menyimpang (± 25%) dari total 600 sel yang didapatkan.

yaitu masing-masing 50% dan 100% adalah konsentrasi saat pemberian pertama kali pada plastic plate chamber. Indeks adhesi yang paling rendah tampak pada kelompok dengan inkubasi ekstrak konsentrasi 100%. Kelopak bunga Rosella yang dikeringkan lalu diencerkan dalam 300 ml air.gingivalis pada neutrofil diduga melalui peran flavonoid yang terkandung di didalamnya. maka akan terkandung dalam larutan itu 51% antosianin (Muardi. Sedangkan konsentrasi final setelah dilakukan penambahan media dan suspensi bakteri P.2009). konsentrasi ekstrak kelopak bunga Rosella yang diberikan pada kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2. Pada kelompok perlakuan 1 (neutrofil diinkubasi ekstrak dengan konsentrasi 50%). hal ini dikarenakan flavonoid memberikan perlindungan pada membran sel neutrofil dengan cara menyelimuti seluruh permukaan pada . Pigmen antosianin ini membentuk warna ungu kemerahan di kelopak bunga Rosella.9 Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan indeks adhesi P. gingivalis menunjukkan adanya penurunan adhesi. Pada kelompok kontrol (neutrofil diinkubasi RPMI) indeks adhesi P.2010).gingivalis pada neutrofil yang diinkubasi oleh ekstrak kelopak bunga Rosella. didapatkan konsentrasi ± 3.gingivalis. Mekanisme ekstrak kelopak bunga Rosella dalam menurunkan indeks adhesi P. maka semakin tinggi pula kandungan antosianin di dalamnya (Usman.gingivalis.gingivalis terhadap sel neutrofil sangat tinggi. Hal tersebut telah dapat dibuktikan melalui penelitian ini. dan ± 6. serta sel neutrofil mayoritas dalam keadaan masih utuh. 2010). Semakin pekat warna kemerahan pada bunga Rosella. Kandungan flavonoid yang tinggi inilah yang diduga mampu menghambat perlekatan bakteri (Hamsafir. Neutrofil yang memfagosit banyak bakteri akan mengalami lisis dan menyebabkan tumpahnya cairan intrasel ke lingkungan ekstrasel.12% untuk kelompok perlakuan 1.25% untuk kelompok perlakuan 2. Pada penelitian kali ini perlu ditekankan bahwa. Pada sel neutrofil yang diberikan ekstrak kelopak bunga Rosella konsentrasi 50% dan 100% dan kemudian dipapar dengan P. dan kelompok perlakuan 2 (neutrofil diinkubasi ekstrak dengan konsentrasi 100%) terjadi penurunan indeks adhesi dari P. Kandungan penting yang terdapat pada kelopak bunga Rosella adalah pigmen antosianin yang membentuk flavonoid yang berperan sebagai antioksidan.

2) Bidang bedah mulut. 1995). mikrosom. antialergi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan pengolahan Rosella . dan melindungi pembuluh darah (Sabir. Sifat antiinflamasi dapat meringankan proses fagositosis dan bahan yang memiliki sifat anti bakteri dapat menekan pertumbuhan bakteri patogen sehingga dapat meminimalisir infeksi sekunder yang menghambat penyembuhan luka (Robbins & Kumar. 2003). 3) Bidang konservasi gigi. flavonoid berperan dalam regenerasi pulpa gigi melalui kemampuannya menginduksi terbentuknya jembatan dentin pada perawatan direct pulp capping (Sabir. 2003). Penggunaan bahan yang memiliki efek antiinflamasi dan antibakteri sekaligus dalam satu formulasi efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Selain itu aplikasi flavonoid juga dapat mengurangi rasa sakit yang timbul pasca ekstraksi. dan lisosom (Bryan dan Wilson dalam Sabir. Kandungan flavonoid dalam kelopak bunga Rosella memiliki banyak manfaat lain dalam bidang kedokteran gigi antara lain sebagai berikut. 1) Bidang periodontologi. antikarsinogen. Hasil interaksi ini menyebabkan perubahan permeabilitas dinding sel bakteri. yaitu pada pengobatan periodontitis. antara lain bersifat antibakteri. gingivalis pada sel neutrofil menurun dibandingkan pada neutrofil yang tidak diinkubasi oleh ekstrak kelopak bunga Rosella. selain itu flavonoid juga berperan menekan sintesis prostaglandin dan menstimulasi hidroksiprolin sehingga jaringan gingiva kembali normal.10 membran sel neutrofil kemudian menurunkan hidrofobisitas membran sel neutrofil sehingga adhesi bakteri P. antioksidan. Rosella dimasyarakat telah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional. antiinflamasi. Flavonoid bersifat antibakteri karena mampu berinteraksi dengan DNA bakteri. flavonoid berperan dalam proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi dengan cara meningkatkan atau mempercepat proliferasi sel fibroblas dan produksi serabut kolagen. Flavonoid berperan dalam memperkuat dinding pembuluh darah kapiler sehingga perdarahan yang timbul dapat terhenti. 2003). Flavonoid juga memiliki aktivitas biologis maupun farmakologis.

Tanpa Tahun.Kes melalui proyek RISBIN IPTEKDOK serta drg. Terjemahan oleh A. Imunologi III. serta perlu adanya penelitian mengenai aplikasi ekstrak kelopak bunga Rosella sebagai obat topikal pada penderita penyakit periodontal.htm [ 18 Mei 2011] Grossman IL. gingivalis bisa dibunuh dengan mekanisme bakterisidal. Dengan demikian diharapkan bakteri P. namun kerusakan jaringan yang terjadi akibat proses inflamasi bisa lebih terkendali. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Dr.11. Desi Sandra Sari.11 sebagai obat topical yang sekaligus berperan sebagai antibiotik untuk penderita periodontitis.com/Indonesia/faq. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian ekstrak kelopak bunga Rosella dapat menurunkan indeks adhesi Porphyromonas gingivalis pada neutrofil. Oliet S. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Rio CED. Jakarta : EGC. IDA Susilawati. DAFTAR PUSTAKA Bellanti. JA. melalui pengendalian aktifitas neutrofil. Selain itu diperlukan pula perbaikan pada penelitian lebih lanjut tentang konsentrasi suspensi P.1993. [online]. 1995. M.Hal: 128 . SARAN Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efek pemberian ekstrak kelopak bunga Rosella terhadap adhesi mikroflora lain yang bersifat patogen di rongga mulut pada sel neutrofil.drg. Samik Wahab. atas bimbingan dan fasilitas yang diberikan selama penelitian.cutimedsorbact.Sc selaku Dosen Pembimbing Anggota. Cutimed Sorbact. MD. Ed. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Hal:18-39 BSN Medical. Ilmu Endodontik dalam Praktik.gingivalis dan konsentrasi ekstrak Rosella yang terlalu tinggi. http://www.

Vol. Aktivitas Fagositosis Neutrofil Terhadap Staphylococcus aureus Isolat Sapi di Jawa Tengah dengan Teknik Acridine Orange Fluorescence.http://www. Zakaria.38:135-141 Septiana. Tidak Diterbitkan. J Can Dent Assoc.php/Porphyromonas. Surabaya: Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur. Skripsi. E. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. [1 Juni 2011] McGaw. Cantik Penuh Manfaat. Buku ajar patologi I (4th ed. dan Rahayuningsih. 2003. [11 Januari 2012] online]. ”Karakteristik Dan Aktivitas Antioksidan Bunga Rosella Kering (Hibiscus sabdariffa L. 68(3) : 165-9 MicrobeWiki. D. Jakarta: EGC Sabir. [serial http://www. Penghambatan Oksidasi LDL dan Akumulasi Kolesterol Pada Makrofag oleh Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb). Periodontal Disease and Preterm Delivery of Low Birth Weight Infants.infogigi. [serial online]. Robbins. Teh Dapat Menghambat Pembentukan Karies Gigi. 2006.edu/index. D. S.http://microbewiki. [ 27 April 2011 ] Muardi.)”..kenyon.KG Dental Journal Edisi Khusus Temu Ilmiah Nasional III. 1995.ummi-online. 2010. M.XVII (3) : 221-226 Susanti.L. Surabaya : Airlangga University Pers.12 Hamsafir. [Online] Porphyromonas. dan Kumar. . Pemanfaatan flavonoid di Bidang Kedokteran Gigi. 2008. 2010.A. Berkas Penelitian Hayati Usman. 2003.. 2002. Maj.com/kesehatan-gigi/teh-dapat-menghambatpembentukan-karies-gigi. T. V. 2009. R. Muchtadi.html. Vol. Rosella.) (Staf pengajar laboratorium patologi anatomik FK UI. Dwiyanti.html. Vol.com/artikel-19-rosella-cantik-penuhmanfaat. penerjemah).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful