Penyimpangan Sosial Dalam Masyarakat Oleh :WIYONO, S.Pd wiyonospd-civiceducation.blogspot.

com

Pengertian Penyimpangan sosial penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang, sadar atau tidak sadar pernah kita alami atau lakukan. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun. Sejauh penyimpangan itu terjadi, besar atau kecil dalam skala luas atau sempit, tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat.

Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tak dengan nilai - nilai dan norma - norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Dengan kata lain Penyimpangan (DEVIATION) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (CONFORMITY) terhadap kehendak masyarakat.

Penyimpangan sosial menurut AHLI sebagai berikut :

1. JAMES W VANDER ZANDEN, Penyimpangan merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.

2. ROBERT MZ LAWANG, Penyimpangan merupakan tindakan yang menyimpang dari norma - norma yang berlaku dalam satu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang atau abnormal tersebut. 3. PAUL B HORTON, Penyimpangan adalah setiap perilaku dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma - norma kelompok atau masyarakat. 4. LEWIS COSER, Perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. 5. BRUCE J KOHEN, Penyimpangan sosial (DEVIATION) adalah tingkat laku yang melanggar atau bertentangan dari aturan - aturan normatif (HUKUM) maupun harapan harapan lingkungan sosial yang bersangkutan.

FAKTOR PENYEBAB PENYIMPANGAN SOSIAL

Secara umum , faktor penyebab penyimpangan sosial yang terjadi masyarakat dipengaruhi oleh hal sebagai berikut : 1. FAKTOR INTERN, beberapa faktor intern atau dalam diri individu yang diidentifikasi dapat menyebabkan lahirnya penyimpangan sosial, diantaranya adalah kepintaran, usia, jenis kelamin, kedudukan dalam keluarga, dan sikap mental yang tidak sehat. 2. FAKTOR EKSTERN, faktor yang menyebabkan munculnya penyimpangan sosial yaitu rumah tangga, pendidikan sekolah, lingkungan pergaulan, media massa, serta tidak sanggup mengikuti peraturan dalam masyarakat.

Menurut JAMES W VANDER ZANDEN, faktor penyebab penyimpangan sosial antara lain : 1. longgar atau tidaknya nilai dan norma 2. sosialisasi yang tidak semprna. 3. sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang.

Menurut CESARE LOMBROSSO, Faktornya adalah biologis, psikologis dan Sosiologis.

Perilaku menyimpang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial. Definisi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.[1] Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakantindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain. Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah bentukinteraksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok.

[sunting]Penyebab

Terjadi

Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut : 1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir). 2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi. Untuk lebih jelasnya, berikut diuraikan beberapa penyebab terjadinya penyimpangan seorang individu (faktor objektif), yaitu 1. Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan. Seseorang yang tidak sanggup menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, ia tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas. Keadaan itu terjadi akibat dari

Hal itu terjadi jika dalam upaya mencapai suatu tujuan seseorang tidak memperoleh peluang. Jika pergaulan itu mempunyaipola-pola perilaku yang menyimpang. 1. Proses belajar yang menyimpang. Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang. Apabila kedua orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya dengan sempurna maka anak itu tidak akan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga. [sunting]Bentuk Bentuk-bentuk perilaku menyimpang dapat dibedakan menjadi dua. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang. maka terjadilah perilaku menyimpang. sebagai berikut. Ikatan sosial yang berlainan. Setiap orang umumnya berhubungan dengan beberapa kelompok. 4. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial. 5. kreatif. Seringnya media massa menampilkan berita atautayangan tentang tindak kejahatan (perilaku menyimpang)Hal inilah yang dikatakan sebagai proses belajar dari sub-kebudayaan yang menyimpang.  Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. misalnya karena seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak (broken home). Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial dapat mengakibatkan perilaku yang menyimpang. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karier. sehingga ia mengupayakan peluang itu sendiri. maka kemungkinan ia juga akan mencontoh pola-pola perilaku menyimpang. yaitu sebagai berikut. 2. . 3.prosessosialisasi yang tidak sempurna. karier penjahat kelas kakap yang diawali dari kejahatan kecil-kecilan yang terus meningkat dan makin berani/nekad merupakan bentuk proses belajar menyimpang. dan memperkaya wawasan seseorang. Hal itu merupakan bentuk perilaku menyimpang yang disebabkan karena proses belajaryang menyimpang. Penyimpangan bersifat positif. Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif.

1. Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut: 1. Penyimpangan primer (primary deviation). Munafik 1. . 2. Pembangkang 3. Perusuh atau penjahat 5. Misalnya. Pelanggar 4. Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. dapat dibedakan menjadi tiga macam. Penyimpangan individu berdasarkan kadar penyimpangannya dibagi menjadi lima. 1. Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk. sehingga berakibat cukup parah serta menganggu orang lain. Misalnya orang yang terbiasa minum-minuman keras dan selalu pulang dalam keadaan mabuk.  Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya. yaitu sebagai berikut. yaitu sebagai berikut : 1. Penyimpangan kelompok (group deviation) Penyimpangan kelompok adalah tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. Misalnya. Pembandel 2. 1. sekelompok orang menyelundupkan narkotika atau obat-obatan terlarang lainnya. Penyimpangan individual (individual deviation) Penyimpangan individual adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menyimpang dari norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan.2. seseorang bertindak sendiri tanpa rencana melaksanakan suatu kejahatan. Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang nyata dan seringkali terjadi. Penyimpangan sekunder (secondary deviation). 2. Penyimpangan bersifat negatif. 1.

Misalnya. Penyimpangan campuran (combined deviation) Penyimpangan seperti itu dilakukan oleh suatu golongan sosial yang memiliki organisasi yang rapi. dengan di bawah pimpinan seorang tokoh mereka mengelompok ke dalam organisasi rahasia yang menyimpang dari norma umum (geng-geng anak nakal).1. . 3. remaja yang putus sekolah dan pengangguran yang frustasi dari kehidupan masyarakat. sehingga individu ataupun kelompok didalamnya taat dan tunduk kepada norma golongan dan mengabaikan norma masyarakat yang berlaku.

o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). . melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. benar atau salah menurut pengertian umum. pencurian.Ilmu Pengetahuan Sosial Kumpulan Materi Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. perjudian dan pemakaian narkotika. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. 2009 Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sosiologi. APRIL 12. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. Contohnya: pemerkosaan. -bentuk penyimpangan sosial • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. Menurut Bruce J. Sejarah dan Ekonomi) Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat >> SUNDAY. pembunuhan. Cohen.

o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. . rjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. -faktor Penyebab Penyimpangan Sosial kedudukan seseorang dalam keluarga. Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. sementara iklan rokok begitu menarik. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. membuang sampah sembarangan. -sebab terjadinya penyimpangan Sosial : mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi.norma masyarakat yang berlaku. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. di diskotik dll. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg.

menodong. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi. n atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. pendidikan di sekolah. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di .luarga. Misalnya: mencuri. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. anak.norma yang berlaku. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. menjambret membunuh. pergaulan dan media massa. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal . a. media cetak. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya.dll. pemerkosaan pencurian. media massa. pakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. -jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis: remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. diluar nikah. perampokan. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. media elektronik.obat-obat terlarang dan minuman keras. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. norma sosial dan norma agama.

penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. Teori Labeling. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. . Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. Teori konflik. Dengan demikian. enyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. Oleh sebab itu. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu.televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. penberian julukan. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. cap. Karl Mark. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling.

yang telah menjalar ke negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim sehingga imbasnya pun tampak begitu jelas. serta memunculkan beragam bentuk penyimpangan sosial di tengah masyarakat muslim. ia bisa melakukan komunikasi dengan yang lainnya secara langsung. . Salah satu alat yang bisa digunakan untuk menghancurkan jati diri dan kesucian serta kemuliaan para remaja muslim adalah parabola dan internet. Sebelum kita memasuki bahasan penyimpangan sosial. Dengan segala kekuatan. ada saja pihak yang hendak berupaya menghapus identitas Islam para remaja muslim. Sebagian dari mereka telah kehilangan identitas Kebangsaan dan keagamaannya. untuk memperjelas mukadimah bahasan perlu kita tilik terlebih dahulu makna dan posisi kebudayaan sehingga kita bisa kenali sekian penyimpangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat. etika dan tradisi tata susila serta pemikiran-pemikiran yang sudah diakui dan menguasai masyarakat. Kebudayaan memiliki pengertian yang bermacam-macam akan tetapi yang menjadi perhatian penulis di sini adalah kebudayaan yang berartikan sehimpun kepercayaan. Kendati kemajuan ilmu pengetahuan memberikan faedah.Penyimpangan Sosial: Apa Tugas Orang Tua di Hadapan Anak? Emi Nur Hayati Ma’sum Sa’id Akibat kemajuan teknologi. nilai-nilai. Pembongkaran ulang makna kebebasan dan nilai kemanusiaan adalah salah satu dari sekian hal yang menjadi sasaran untuk menghancurkan kehidupan sosial masyarakat muslim. namun ia juga mengakibatkan pelbagai pengaruh negatif. Karena itu yang terpenting adalah bagaimana kita harus menggunakannya dengan baik sehingga bisa mencegah efek samping yang ditimbulkannya. dunia menjadi sebuah kampung kecil yang mudah dijangkau oleh siapapun. Manusia tanpa harus keluar dari rumah. wawasan-wawasan.

Pengaruh penyimpangan sosial Penyebaran model pakaian yang tidak sopan dan bertentangan dengan aturan-aturan Islam serta paras yang mencolok. tradisi-tradisi dan sebaginya. Karena kebudayaanlah yang menentukan segenap aspek politik. Dari sini jelas bahwa penyimpangan sosial bisa dipengertikan sebagai lawan dari proses pemikiran. pemutaran film-film amoral melalui chanel-chanel tv dan internet. dan novel yang bertentangan dengan etika dan membakar nafsu seks para remaja. dan aspek-aspek tersebut muncul dari kebudayaan masyarakat itu sendiri.Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam ucapannya. serta penyebaran kaset-kaset dan cd-cd hiburan yang tidak mendidik. majalah. serta tradisi-tradisi dan pengetahuan yang bersumber dari wahyu Ilahi dan sunah Rasulullah saw serta para Imam maksum as. Inilah kedudukan kebudayaan. etika. nilai-nilai dan norma. norma.*1+ Berdasarkan definisi ini kebudayaan Islam bisa diartikan sebagai proses pemikiran. ‘Kebudayaan setiap masyarakat dan bangsa serta setiap revolusi bersumber dari sekian hasil karya pemikiran dalam masyarakat yang meliputi pengetahuan. legalitas dan moralitas masyarakat. Berdasarkan pemikiran Islam. keyakinan. Pengadaan konser musik antara remaja putra dan putri memiliki akibat buruk yang melanda para remaja dalam masyarakat.[2] Dasar yang paling penting dari sebuah masyarakat adalah kebudayaan masyarakat itu. sosial. Perubahan dan pergantian serta munculnya peradaban bergantung pada kebudayaan atau hasil dari perubahan dan munculnya kebudayaan. kepercayaan. kebudayaan adalah ruhnya peradaban. Bisa dikatakan secara keseluruhan bahwa pemikiran yang menguasai sebuah masyarakat adalah pemikiran yang muncul dari masyarakat itu sendiri atau didapatkan dari luar masyarakat itu’. Peradaban tidak lain adalah kulitnya kebudayaan. Pencetakan buku-buku. wawasan. nilai-nilai dan norma. wawasan. tradisi dan moral serta pengetahuan-pengetahuan yang bersumber dari limpahan wahyu ilahi dan sunah Nabi saw dan para Imam maksum as. Khususnya remaja yang sedang mengalami usia sensitif yaitu masa puber di mana mereka sangat .

Di sisi lain. dan yang kaya pun tidak memikirkan mereka yang papa. Dan yang terpenting adalah kondisi semacam ini tidak hanya akan menghancurkan kehidupan duniawi seseorang tapi juga kehidupan ukhrawinya. penyiaran film-film yang menghambur-hamburkan kekerasan dan amat bertentangan dengan moral adalah salah satu faktor penting yang menyebabkan maraknya kriminalitas dan pembunuhan di tengah masyarakat. Tentu kita semua menyaksikan pelbagai fenomena yang diakibatkan oleh penyimpangan sosial. 2. Kesenjangan sosial semacam ini mengakibatkan munculnya rasa cemburu di kalangan kaum miskin terhadap orangorang kaya yang pada akhirnya timbullah pelampiasan rasa dendam mereka untuk berani mencuri dan membunuh sekalipun. Kiranya. Antara suami istri yang seharusnya mereka harus saling mempercayai. . 3.mudah terpengaruh dan banyak lagi beragam fenomena penyimpangan sosial lainnya. Kejahatan seksual. mereka tidak lagi memiliki kepercayaan dengan pasangannya. hal ini selain tidak akan menjadikan hubungan keluarga harmonis bahkan merusak hubungan hangat anggota keluarga. di antaranya adalah munculnya pelbagai kebejatan seksual yang terjadi di masyarakat kita. Ketika kepercayaan di antara mereka sudah tidak ada lagi maka keakraban dan kehangatan pun tidak akan terlihat lagi. Adanya penyimpangan sosial seperti tidak terjaganya hubungan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki di kantor-kantor dan perusahaan serta tidak adanya penjagaan dalam berpakaian di mana para wanita dengan gaya pakaian dan parasnya yang menggoda. Hal yang demikian itu akan memunculkan pelbagai pengaruh dan akibat seperti: 1. saya tidak perlu lagi memberikan contohnya. Kesenjangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat di mana sebagian kelompok hidup dalam kemewahan dan kelompok lainnya dalam kekurangan dan kemiskinan. Ketidakstabilan rumah tangga. Merajalelanya kejahatan dan pembunuhan.

[4] Ayat-ayat ini menunjukkan betapa perilaku-perilaku buruk menyebabkan lemahnya iman dan bahkan berakhir dengan hilangnya iman. perilaku buruk semacam itu ternyata dilakukan juga oleh sebagian remaja muslim. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah.*3+ ‘Kemudian. Naifnya. . Kebejatan moral. perilaku yang buruk juga akan merusak akidah dan keyakinan manusia. Contoh jelasnya yang bisa kita saksikan adalah kelalaian dalam bertindak dan tidak berpegang pada aturan Islam. akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah azab yang lebih buruk. Poin penting yang menjadi perhatian di sini adalah bahwa perilaku manusia memiliki pengaruh timbal balik terhadap akidah dan keyakinannya yakni sebagaimana akidah yang rusak ia akan menghasilkan perilaku yang rusak. Tentu saja. Perusakan akidah dan keyakinan. Oleh karena itu antara keduanya saling mempengaruhi. Dalam ayat al-Quran Allah swt berfirman: Sekali-kali tidak demikian sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka’. 5. maraknya pornografi dan pornoaksi. tidak memakai pakaian yang sesuai dengan syariat.4. Jika seseorang sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya maka ia akan kehilangan nilai-nilai spiritual dan religius. Ideologi manusia memiliki peran langsung dalam perilaku dan amalannya. hal ini akan berpengaruh pada masalah-masalah lainnya yang pada akhirnya akan menyebabkan seorang muslim kehilangan imannya. Inilah yang sudah direncanakan oleh agen-agen tertentu berdasar rencana yang matang guna menghancurkan remaja Islam. Ketika generasi muda sebuah negara sudah kehilangan nilai-nilai spiritual maka negara itu akan mudah untuk dijajah. Yang patut disayangkan adalah apabila para remaja muslim sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya.

6.Imam Baqir as bersabda: ‘Tidak satu pun yang bisa merusak hati kecuali dosa. Manusia-manusia yang tidak memiliki keimanan yang kuat ia tidak akan mampu membentengi dirinya di hadapan pelbagai macam godaan duniawi. Tidak kenal diri dan ikut-ikutan orang lain. Sebaliknya bila mereka hidup maka mereka akan menghadang arus yang sedang mengalir. muncul pertanyaan baru ‘Apa tugas kedua orang tua di hadapan anak-anaknya?’ Mengingat bahwa rumah adalah basis pertama bagi setiap manusia maka kedua orang tualah yang memiliki tugas berat dalam mendidik anak-anaknya: 1. Agama dan akal menghukumi bahwa kedua orang tua bertanggung jawab atas pendidikan anak- . yang akibatnya akan menghilangkan jati diri mereka sehingga mudah terbujuk dan terpengaruh pihak lain. Remaja-remaja yang kehilangan jati dirinya dan mengikuti budaya amoral. sejatinya mereka tidak mengenal siapa dirinya. khususnya generasi muda dan para remaja.Dosa selalu bertengkar dengan hati sampai dia bisa mengalahkan dan menjelmakan yang tinggi menjadi rendah dan menjelmakan yang rendah menjadi tinggi.*7+ Peran Orang Tua Setelah kita mengkaji pengaruh penyimpangan sosial. karena mereka sedang dalam usia yang betul-betul sensitif dan lebih mudah dipengaruhi. Kedua orang tua harus memenuhi hak-hak anak dalam pendidikan agama. Imam Ali bin Abi Thalib as Bersabda: ‘sesungguhnya hanya sedikit orang yang menyamakan dirinya dengan sebuah kaum akan tetapi ia tidak terhitung seperti mereka’.[5] Dengan demikian tasamuh dan tasahul (toleransi) yang berlebih-lebihan dalam furuuddin menyebabkan rusaknya akidah apalagi jika melakukan penyimpangan sebagaimana yang sudah kita sebutkan tadi. Ia akan menerima segala apa yang ditawarkan.*6+ Rasulullah saw bersabda: ‘barang siapa yang menyamakan dirinya dengan sebuah kaum maka ia termasuk mereka’. Mereka bagaikan bangkai yang mengikuti arus sungai.

ia tidak percaya diri dan akan mencari tempat lain untuk berlindung. bahkan mereka akan juga menghadapi pelbagai macam penyimpangan sosial. Kedua orang tua hendaknya mendidik anaknya sehingga mereka dalam segala perilakunya berasaskan ajaran agama dan keimanan kepada Allah yang Esa. Langkah pertama yang harus dijalankan oleh kedua orang tua adalah menjaga kesehatan dan kebersihan jasmani anak-anak. Kedua orang tua harus berusaha mendidik anaknya berdasarkan program yang baik sehingga mereka tidak tersesat dan menjadi orang yang baik serta berguna bagi agamanya. Sebagaimana anak sejak lahir membutuhkan makanan yang sehat ia juga membutuhkan makanan lain yaitu ketenangan jiwa. lebih-lebih jika anak dalam masa pertumbuhan (balig). 2. Jelas. Para psikolog mengatakan bahwa salah satu faktor utama kekacauan jiwa pada anakanak adalah ketidakharmonisan keluarga dan perselisihan rumah tangga. Dalam masa yang cukup sensitif ini orang tua yang berakal akan berperan sebagai teman akrab bagi anaknya dan dengan pengalaman dan pikiran jangka panjangnya mereka menjaga si anak hingga jangan sampai terjerumus ke dalam penyimpangan sosial. Rasulullah saw bersabda: ‘setiap anak dilahirkan berdasarkan fitrah (beragama Islam) kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan dia Yahudi atau Nasrani’. dan ini adalah tugas kedua orang tua yang harus menyiapkan fondasinya. Anakanak membutuhkan perlindungan dan kasih sayang kedua orang tuanya. .[9] Anak-anak yang tidak mendapatkan ketenangan jiwa ia akan mengalami kegelisahan. Untuk sampai pada tujuan ini orang tua memiliki tugas berat yang ada di pundaknya. *8+ Dalam lingkungan sosial anak-anak akan menghadapi pelbagai macam kesulitan dan ketidakstabilan sosial. Oleh karenanya untuk menjaga mereka dari pelbagai penyelewengan. Kedua orang tua harus mewujudkan lingkungan keluarga yang hangat dan menghadapi anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Untuk mencegah hal tersebut kewajiban kedua orang tua adalah menjaga lingkungan keluarga tetap hangat dan harmonis. Sebaliknya jika lingkungan keluarga penuh dengan kasih sayang dan keakraban anak akan mampu menjaga kestabilan jiwanya. mereka memerlukan ciri-ciri kejiwaan dan moralitas. mereka akan menghadapi pelbagai macam karakter manusia dengan adat istiadatnya yang berbeda-beda.anaknya. kemudian baru mendidik mereka mengenai prinsip-prinsip moral dan akhlak. Oleh karenanya ketika anak mengalami kekacauan jiwa ia akan melampiaskannya kepada penyimpangan sosial bahkan ia akan melakukan apa saja.

karena keluarga adalah institusi awal satuan pendidikan dan sosial yang bersistem konstan (terus menerus dan berkestabilan) dan ia memiliki peran dasar dalam memenuhi kebutuhan hidup dan kejiwaan anak-anak serta pembentukan pribadi mereka. oleh karena itu aku mengajarimu dengan adab sebelum hatimu keras. yang pada hakikatnya ia juga kunci pokok kesalehan. iman merupakan inti kecenderungan dalam mempertimbangkan agama.[11] 3.Jika hubungan antara ayah dan anak atas dasar ancaman dan paksaan maka dengan berjalannya waktu hubungan keduanya akan merenggang. Keluargalah yang menetapkan iman sebagai timbangan dalam perjalanan hidupnya sehingga akan memunculkan manusia-manusia yang beriman.[10] Maka kewajiban kedua orang tua di hadapan pelbagai macam penyimpangan sosial adalah meneliti dengan baik faktor-faktor yang berperan dalam menyebarluaskan serangan budaya negatif dan penyimpangan sosial. bahwa sesungguhnya hati pemuda bagaikan tanah kosong yang tidak ada tanamannya. dan juga kebebasan dan kemandirian pada diri mereka dengan cara menghormati dan menghargai mereka. Anak-anak yang hidup dalam kondisi tertekan dengan sendirinya mereka akan mencari pelampiasan kepada orang lain bahkan mereka akan melarikan diri dari rumahnya. Dengan pelbagai bentuk penyimpangan yang ada. furuuddin. serta kebanggaan beragama dan nasionalisme. mereka juga harus dikenalkan akan nilai-nilai dan tolok ukur kemasyarakatan sehingga ketika mereka menyaksikan tindakan-tindakan yang tidak pantas dengan sendirinya mereka akan paham bahwa tindakan semacam itu tidak sesuai dengan sistem nilai kemasyarakatan kemudian mereka pun akan berupaya menjaga dirinya dari hal itu. Sikap yang dilakukan anak-anak ini menunjukkan akan bagusnya pendidikan keluarga. Dalam teks-teks agama. dan akhlak. Imam Ali as pernah bertutur kepada Imam Hasan as. apa saja yang jatuh di dalamnya ia akan menerimanya.[13] Sedang keluarga adalah tempat yang paling awal dalam membentuk manusia. karena benih kepribadian seseorang terbentuk dalam lingkungan keluarga. Sekaitan dengan ini. orang tua bisa menjaga anaknya dengan memperkuat rasa percaya diri dan kelayakan diri. Kembali kepada peran kedua . Membiasakan Anak-anak dengan Nilai-nilai Spiritual. Iman tampak dalam tiga aspek dasar agama yaitu usuluddin. serta menjelaskannya kepada anak-anak tentang beragam bentuk penyimpangan sosial. Selain orang tua mengenalkan kepada anak-anak beragam bentuk penyimpangan sosial.[12] 4.

baik sangka kepada Allah dan hubungan manusia dengan akhirat seperti: yakin akan kehidupan setelah mati. dituntut untuk bisa menjalankan ketiga aspek dasar ini dalam kehidupan diri dan anak-anaknya. Kekerasan. Penyimpangan karena Struktur Keluarga dan Nilai-Nilai Pendidikan[14] Sebelum pembahasan ini berakhir kita coba untuk mengkaji penyimpangan yang terjadi karena unsur pendidikan yang ada dalam keluarga. membaca dan memikirkan ayat-ayat al-Quran. Karena penyimpangan yang terjadi bila penyebabnya adalah masalah sosial maka bila kondisi budaya masyarakat sudah jauh dari nilai-nilai Islam yang pertama kali harus dilakukan oleh kedua orang tua adalah menjaga anak-anaknya dalam bingkai yang sudah kita sebutkan di atas. tawakal. . harapan. tingkah laku yang baik yang merupakan bagian dari akhlak norma sosial dan norma pribadi seperti ketakwaan. dan ikhlas serta hubungan manusia dengan Tuhannya seperti ma’rifat. keyakinan. kemuliaan diri. zikir. ibadah. menjaga hak-hak orang lain. dan juga membiasakan anak-anak dengan nilai-nilai spiritual. Kekerasan dan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya sebagai penyebab penyimpangan anak karena dengan kekerasan yang menimpa anak maka ia akan mengalami tekanan-tekanan jiwa. syukur. taubat. Sebab-sebab munculnya penyimpangan karena struktur keluarga antara lain: 1. yakin dengan akibat perbuatan dan masalah keluarga seperti menghormati dan menyayangi kedua orang tua. kesucian. 2. menjaga diri. hubungan dengan famili dan sebaginya. Memanjakan anak. mengajak kepada kebaikan. Tentunya nilai-nilai spiritual agama ini harus dijalankan dalam lingkungan keluarga sesuai dengan tahap pertumbuhan mereka seperti beramanat. maka kedua orang tua. membentuk rumah tangga.orang tua dalam menjaga anak-anak di hadapan penyelewengan sosial.

akhirnya mereka tidak bisa menghasilkan anak yang bisa hidu dengan baik dan menghormati aturan dan nilai-nilai sosial. Anak yang terlalu dimanja ia tidak akan mandiri dan berharap orang lain membantunya. Menurut Hobbes. Anak yatim akan mendapatkan masalah baru dengan perpindahan rumah dan perkawinan selanjutnya ayah atau ibu dan adanya ibu tiri atau ayah tiri. Keterbelakangan keluarga. Orang tua yang sudah berusia lanjut tidak mampu melakukan reaksi yang seharusnya dilakukan untuk anaknya dan mereka tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik sesuai dengan pendidikan anak. Sikap ayah atau ibu tiri yang tidak baik terhadap anak kecil akan membuatnya kurang kasih sayang dan pengeluyuran dan keganasan. Keluarga yang mandek dan mundur akan menghasilkan anak-anak yang pesimis. 5.Memanjakan anak khususnya anak tunggal membuat anak jadi celaka. 3. Hobbes mengatakan. Kematian ayah atau ibu akan membuat anak terlantar dan terbelakang di sekolah dan di masyarakat serta kejahatan dan ketidakstabilan jiwa. ‘Anak dan keluarganya harus aktif dalam masalah-masalah sosial. Anak yang demikian ini tidak akan mampu menerima teladan yang ada dalam lingkungannya dengan teratur. 4. ‘kebanyakan anakanak yang kondisinya menderita dan gelisah adalah anak-anak dari keluarga yang terpisah dan asing dari kehidupan sosial’. Usia orang tua. tidak bermasyarakat dan pendosa. Yatim. . Keluarga yang tidak berjalan sesuai dengan zamannya dan berharap anak-anaknya hidup dengan cara yang kuno akan menghasilkan anak-anak yang jiwanya tidak cocok dengan masyarakat.

Perceraian dan perselisihan keluarga. Maksud pengetahuan orang tua bukan hanya saja bisa membaca dan menulis bahasanya sendiri akan tetapi rendahnya tingkat budaya dan tidak mengetahui masalah-masalah ilmu dan pendidikan akan membangkitkan kejahatan dan penyelewengan. 9. . Perpecahan keluarga sangat berpengaruh dalam munculnya perilaku anti masyarakat pada diri anak. Berdasarkan penelitian yang ada kebanyakan anak-anak nakal adalah anak-anak yang orang tuanya cerai. Tidak adanya kehadiran salah satu kedua orang tua akan menimbulkan masalah pendidikan dan kekacauan jiwa pada anak dan remaja. 7. Penyelewengan orang tua. Kejahatan kedua orang tua atau salah satu anggota keluarga dan kebejatan akhlak mereka memiliki hubungan kuat dengan penyelewengan anak dan remaja. Hal buta huruf. Keluarga yang terjangkit penyakit kecanduan dan sebaginya tidak saja tidak bisa mendidik anak dengan baik bahkan perbuatan mereka adalah teladan untuk terseretnya anak ke dalam kejahatan macam-macam penyelewengan.6. Bila keluarga tidak memiliki pengetahuan berkaitan dengan keperluan dan potensi serta kejiwaan anak maka akan merugikan kepribadian dan keselamatan jiwa anak yang tidak bisa diganti dan diperbaiki lagi. 8. Absennya orang tua dari keluarga. Hadirnya orang tua dalam rumah tangga khususnya ibu memiliki peran penting dalam pendidikan baik kasih sayang maupun kejiwaan anak.

dengan menyadari bahwa lingkungan keluarga adalah kelompok terkecil sebuah masyarakat. 11. Jika setiap lingkungan terkecil itu rusak maka rusaklah bangsa itu juga. Menahan anak atau remaja yang baru pertama kali melakukan pelanggaran sosial akan membangkitkan dia untuk berbuat jahat karena pelajaran yang diambil dari penjahat profesional. Kedua orang tua berkewajiban menjaganya.10. baik dari sisi jasmani maupun rohani dan anak-anak adalah tunas bangsa dan agama. Simpul kata. Tempat tahanan. Oleh karena itu untuk menjaga keselamatan dan pendidikan anak-anak yang demikian ini harus ada pakar-pakar khusus yang menangani mereka sehingga tidak belajar dari para penjahat yang sudah profesional. Di samping itu. Diskriminasi di antara anak-anak. anak adalah amanat ilahi yang nantinya kedua orang tua tidak akan bisa lepas dari pertanggungjawaban akan amanat yang dipikulnya itu. maka kemajuan sebuah bangsa akan turut ditentukan oleh hadirnya lingkungan keluarga yang baik pula. .

Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). Ciri-ciri Perilaku Menyimpang Menurut Paul B Horton penyimpangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Robert M.Z. antara lain sebagai berikut: 1. James Vender Zender Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang. 2. Ada beberapa definisi perilaku menyimpang menurut sosiologi. Penyimpangan harus dapat didefinisikan. Bruce J Cohen Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.Perilaku Menyimpang 4 Votes A. 1. artinya penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya. Lawang Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut. 3. Pengertian Perilaku Menyimpang Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. B. Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas. .

1. 3. Penyimpangan sosial bersifat adaptif. Contoh pembunuhan. Dengan demikian. Contoh seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga. 2. artinya budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. pemerkosaan. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak. Penyimpangan positif Penyimpangan positif merupakan penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang didambakan. dicela dan pelakunya tidak dapat ditolerir masyarakat. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan sebenarnya tidak selalu berarti negatif. pencurian dan sebagainya. melainkan ada yang positif. meskipun cara yang dilakukan menyimpang dari norma yang berlaku. Antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. artinya perbedaannya ditentukan oleh frekuensi dan kadar penyimpangan. Penyimpangan negatif Penyimpangan negatif merupakan tindakan yang dipandang rendah. Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak. 6. tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka. Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal. D.2. melanggar nilainilai sosial. Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. 4. C. Jenis-jenis Perilaku Menyimpang . artinya perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. 5. penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua macam.

Sedangkan menurut pelakunya. 2. penyimpangan dibedakan menjadi penyimpangan individual dan penyimpangan kelompok. tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Penyimpangan sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna . Penyimpangan individual Penyimpangan individual adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau individu tertentu terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.Menurut Lemert (1951) Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan sekunder. Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang 1. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap norma-norma masyarakat. pemerkosaan dan sebagainya. Contoh geng penjahat. 2. penodongan. E. 1. Contoh seorang yang sering melakukan pencurian. 1. Contoh: seseorang yang sendirian melakukan pencurian. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara. Penyimpangan Primer Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Misalnya orang yang mabuk terus menerus. Contohnya: pengemudi yang sesekali melanggar lalu lintas. Penyimpangan Sekunder Penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus sehingga para pelakunya dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang.

Teori Labeling Menurut Edwin M. sopan santun. geng penjahat. F. diantaranya sebagai berikut. Lemert. majalah. Teori-Teori Penyimpangan Penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat dapat dipelajari melalui berbagai teori. 3. 2. khususnya dengan orangorang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. Contoh kelompok menyimpang diantaranya kelompok penjudi. Unsur budaya menyimpang meliputi perilaku dan nilai-nilai yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang bertentangan dengan tata tertib masyarakat. ketaatan dan lain-lain.Karena ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya. pemakai narkoba. dan lain-lain. seseorang menjadi orang yang menyimpang karena proses labelling berupa julukan. Perilaku yang terlihat dari anak tersebut misalnya tidak mengenal disiplin. televisi dan sebagainya. Contohnya seseorang yang berasal dari keluarga broken home dan kedua orang tuanya tidak dapat mendidik si anak secara sempurna sehinga ia tidak mengetahui hak-hak dan kewajibanya sebagai anggota keluarga maupun sebagai anggota masyarakat. koran. Penyimpangan inipun dapat belajar dari proses belajar seseorang melalui media baik buku. cap dan merk yang ditujukan oleh masyarakat ataupun . seorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. 1. Ini terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna dimana agen-agen sosialisasi tidak mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. Penyimpangan karena hasil proses sosialisasi subkebudayaan menyimpang Subkebudayaan adalah suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan. Penyimpangan sebagai hasil proses belajar yang menyimpang Proses belajar ini melalui interaksi sosial dengan orang lain.

Ritualisme Ritualisme adalah sikap seseorang menerima cara-cara yang diperkenalkan sebagai bagian dari bentuk upacara (ritus) tertentu. Sutherland. Teori Hubungan Diferensiasi Menurut Edwin H. Pengajaran ini terjadi akibat interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain yang berperilaku menyimpang. 3. Menurut Merton terdapat lima cara pencapaian tujuan budaya. Mula-mula seseorang akan melakukan penyimpangan primer (primary deviation) yang mengakibatkan ia menganut gaya hidup menyimpang (deviant life style) yang menghasilkan karir menyimpang (deviant career). namun menolak tujuan-tujuan kebudayaannya. Teori Anomi Robert K Merton Robert K.lingkungan sosialnya. Merton menganggap anomie disebabkan adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara yang diapakai untuk mencapai tujuan tersebut. b. Retreatisme . yaitu: a. Konformitas Konformitas adalah sikap yang menerima tujuan budaya yang konvensional (biasa) dengan cara yang juga konvensional. c. d. agar terjadi penyimpangan seseorang harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana caranya menjadi seorang yang menyimpang. Inovasi Inovasi adalah sikap seseorang menerima secara kritis cara-cara pencapaian tujuan yang sesuai dengan nlai-nilai budaya sambil menempuh cara baru yang belum biasa dilakukan. 2.

2) Mempermudah penyaluran dan perbuatan seksual. e. dan norma-norma sosial. 9) Mengisi kekosongan. 5) Melepaskan diri dari kesepian. Menurut Graham Baliane. Penyimpangan seksual . guru. norma sosial dan agama. 7) Mengikuti teman-teman untuk menunjukkan rasa solidaritas 8) Menghilangkan frustasi dan kegelisahan hidup. Penyalahgunaan Narkoba Merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai. G. 4) Membuktikan keberanianya dalam melakukan tindakan berbahaya seperti kebutkebutan dan berkelahi. Dampak negatif yang ditimbulkan akan menyebabkan berkurangnya produktivitas seseorang selama pemakaian bahan-bahan tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian. 6) Sekedar iseng dan didorong rasa ingin tahu. kesepian. Pemberontakan Pemberontakan adalah sikap seseorang menolak sarana dan tujuan-tujuan yang disahkan oleh budaya masyarakatnya dan menggantikan dengan cara baru.Retreatisme adalah sikap seseorang menolak baik tujuan-tujuan maupaun cara-cara mencapai tujuan yang telah menajdi bagian kehidupan masyarakat ataupun lingkungan sosialnya. ada beberapa penyebab seseorang remaja memakai narkoba. Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang 1. 3) Menunjukkan tindakan menentang otoritas orang tua. 2. dan kebosanan. antara lain sebagai berikut: 1) Mencari dan menemukan arti hidup.

6) Kumpul kebo adalah hidup seperti suami istri tanpa nikah. 2) Lesbian yaitu hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita. Lingkungan masyarakat yang tidak menentu bagi prospek kehidupan masa mendatang. baik secara fisik. Penyebab kenakalan remaja antara lain sebagai berikut. Contoh perbuatan kenakalan seperti pengrusakan tempat/fasilitas umum. Penyebab penyimpangan seksual antara lain adalah pengaruh film-film porno. buku dan majalah porno. 5) Gerontophilia adalah memuaskan keinginan seksual dengan orang tua seperti kakek dan nenek. Orang yang mengkonsumsinya akan kehilangan kemampuan mengendalikan diri. Sehingga seringkali pemabuk melakukan keonaran. 4) Pedophilia adalah memuaskan kenginan seksual dengan menggunakan kontak seksual dengan anak-anak. Lingkungan keluargayang tidak harmonis. perkelahian atau tawuran dan lain sebagainya. maupun sosial. Tawuran pelajar dapat digolongkan sebagai patologi (penyakit) karena sifatnya yang kompleks dengan penyebab dan akibat yang berbeda-beda. 4. Kenakalan Remaja Gejala kenakalan remaja tampak dalam masa pubertas (14 – 18 tahun). karena pada masa ini jiwanya masih dalam keadan labil sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Salah satu bentuk tawuran tersebut adalah tawuran pelajar. 3. hingga pembunuhan. Tawuran pelajar berbeda dengan perkelahian biasa. Contoh penyimpangan seksual antara lain sebagai berikut: 1) Perzinahan yaitu hubungan seksual di luar nikah. 3) Homoseksual adalah hubungan seksual yang dilakukan sesama laki-laki. . c. Situasi yang menjemukan dan membosankan.Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan. Alkoholisme Alkohol disebut juga racun protoplasmik yang mempunyai efek depresan pada sistem syaraf. psikologis. penggunaan obat terlarang. b. perkelahian. a. pencurian. seperti lingkungan kumuh dan penuh kejahatan.

Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun. Contoh: di masyarakat seorang pemimpin idealnya bertindak sebagai panutan atau pedoman. Van Der Zanden. James W. 2. Lawang. Norma dan nilai sosial masyarakat yang satu berbeda dengan norma dan nilai sosial masyarakat yang lain. Z. seperti melakukan KKN. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi. faktor-faktor penyimpangan sosial adalah sebagai berikut: 1. Karena masyarakat mentolerir tindakan tersebut maka terjadilah . 2. Pengertian Penyimpangan Sosial Penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang. Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk: 1. Penyimpangan ini tidak bisa ditolerir oleh masyarakat Faktor-faktor Penyimpangan Sosial. besar atau kecil. dalam skala luas atau sempit tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat. sehingga menimbulkan perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. Ukuran perilaku menyimpang bukan pada ukuran baik buruk atau benar salah menurut pengertian umum.Perilaku Penyimpangan Sosial A. sadar atau tidaksadar pernah kita alami atau kita lakukan. Menurut James W. Di masyarakat sering terjadi proses sosialisasi yang tidak sempurna. Van Der Zanden. Robert M. Sosialisasi yang tidak sempurna. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara. Penyimpangan Primer (Primary Deviation) Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat.Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilainilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lain penyimpangan (deviation) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (conformity) terhadap kehendak masyarakat. B. Penyimpangan Sekunder (secondary deviation) Penyimpangan yang berupa perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai perilaku menyimpang. menjadi teladan namun kadangkala terjadi pemimpin justru memberi contoh yang salah. Pelaku didominasi oleh tindakan menyimpang tersebut. Lemert (1951). Penyimpangan perilaku merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi. Definisi Penyimpangan Sosial. Misalnya: kumpul kebo di Indonesia dianggap penyimpangan. karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya. melainkan berdasarkan ukuran longgar tidaknya norma dan nilai sosial suatu masyarakat.di masyarakat barat merupakan hal yang biasa dan wajar. Longgar/tidaknya nilai dan norma.

2. b. . Mengabaikan norma-norma umum. menimbulkan rasa tidak aman/tertib. Penyimpangan ini disebabkan oleh kelainan jiwa seseorang atau karena perilaku yang jahat/tindak kriminalitas. Yang termasuk dalam tindak penyimpangan individual antara lain: 1. Ia membuat penjelasan mengenai “si penjahat yang sejak lahir”. penyimpangannya disebut pembangkang. perilaku menyimpang disebabkan oleh faktor-faktor: 1. Individu tidak dapat menyerap norma-norma kultural budayanya atau individu yang menyimpang harus belajar bagaimana melakukan penyimpangan C. Menurut Casare Lombroso. kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya.tindak perilaku menyimpang. d. Penyalahgunaan narkoba. Sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang. c. Sosiologis Menjelaskan sebab terjadinya perilaku menyimpang ada kaitannya dengan sosialisasi yang kurang tepat. yaitu suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan/ pada umumnya. Kategori Penyimpangan Individual. norma sosial dan agama. Tidak patuh nasihat orang tua agar mengubah pendirian yang kurang baik. merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai. Dapat juga karena pengalaman traumatis yang dialami seseorang. D. Penyimpangan Individual (Individual Deviation) Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaanyang telah mapan. Tidak taat kepada peringatan orang-orang yang berwenang di lingkungannya. antara lain: a. 3. Ciri-ciri fisik tersebut antara lain: bentuk muka. Biologis Misalnya orang yang lahir sebagai pencopet atau pembangkang. penyimpangannya disebutperusuh atau penjahat. Penyimpangan yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannya dapat dibagi menjadi beberapa hal. 3. Psikologis Menjelaskan sebab terjadinya penyimpangan ada kaitannya dengan kepribadian retak atau kepribadian yang memiliki kecenderungan untuk melakukan penyimpangan. Perilaku menyimpang terjadi pada masyarakat yang memiliki nilai-nilai sub kebudayaan yang menyimpang. Berdasarkanciri-ciri tertentu orang bisa diidentifikasi menjadi penjahat atau tidak. kedua alis yang menyambung menjadi satu dan sebagainya. Melanggar norma-norma umum yang berlaku. penyimpangannya disebut pelanggar. penyimpangannya disebut pembandel.

Pelacuran 4. tindakan yang bertentangan dengan norma hukum. kekayaan. 2. sekelompok orang melakukan tindakan-tindakan menyerempet bahaya. 6.penganiayaan. Pelacuran dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan menyerahkan diri kepada umum untuk dapat melakukan perbuatan sexual dengan mendapatkan upah.Penyimpangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang beraksi secara bersama-sama (kolektif). misalnya kebut-kebutan. Penyimpangan Kolektif (Group Deviation) Penyimpangan kolektif yaitu: penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama atau secara berkelompok. Tawuran/perkelahian pelajar. F. melainkan sekedar untuk balas dendam atau pamerkekuatan/unjuk kemampuan.2. perkelahian antar pelajar termasuk jenis kenakalan remaja yang pada umumnya terjadi di kota-kota besar sebagai akibat kompleknya kehidupan dikota besar. Gaya hidup. Mereka patuh pada norma kelompoknya yang kuat dan biasanya bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. pembunuhan. Contoh: tradisi yang mewajibkan mas kawin yang tinggi dalam masyarakat tradisional banyak ditentang karena tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman.Kesatuan dan persatuan dalam kelompok dapat memaksa seseorang ikut dalam kejahatan kelompok. Penyimpangan ini antara lain: Sikap arogansi Kesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya seperti kepandaian. penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari perilaku umum atau biasanya. penipuan. maka akan muncul 3. Proses sosialisasi yang tidak sempurna. Penyimpangan yang dilakukan secara kelompok/kolektif antara lain: 1. Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Individu . Apabila seseorang dalam kehidupannya mengalami sosialisasi yang tidak sempurna. karena keinginan membuktikan keberanian dalam melakukan hal-hal yang dianggap bergengsi. Demikian juga tawuran yang terjadi antar kelompok/etnis/warga yang akhir-akhir ini sering muncul. Penyimpangan kebudayaan. umumnya sebagai akibat pengaruh pergaulan/teman. Tujuan perkelahian bukan untuk mencapai nilai yang positif. supaya jangan disingkirkan dari kelompoknya. Penyimpangan yang dilakukan kelompok. Tindak kejahatan/kriminal.kekuasaan. perampokan dan pemerkosaan. Yang termasuk ke dalam tindak kriminal antara lain: pencurian. sosial dan agama. 5. Kenakalan Remaja. karena ketidakmampuan menyerap norma-norma kebudayaan kedalam kepribadian masing-masing individu dalam kelompok maka dapat terjadi pelanggaran terhadap norma-norma budayanya. Sikap eksentrik E.Pelacuran lebih disebabkan oleh tidak masaknya jiwa seseorang atau pola kepribadiannya yang tidak seimbang. 3. membentuk geng-geng yang membuat onar dsb.

terlebih-lebih pada penyimpangan yang memang diakibatkan dan yang mempunyai sasaran pada jaringan otaknya. secara umum pelaku penyimpangan sosial akan tertekan secara psikologis karena ditolak oleh masyarakat.Pengucilan kepada pelaku penyimpangan dilakukan oleh masyarakat dengan tujuan supaya pelaku penyimpangan menyadari kesalahannya dan tindak penyimpangannya tidak menulari anggota masyarakat yang lain. Dampak yang ditimbulkan selain terhadap individu juga terhadap kelompok/masyarakat. 2. Baik penyimpangan ringan maupun penyimpangan berat akan berdampak pada terganggunya perkembangan mental atau jiwanya. Kriminalitas. sehingga dalam masyarakat muncullah kriminalitas-kriminalitas baru. misalnya tidak boleh menerima sakramen tertentu bilamana seseorang melakukan tindakan penyimpangan (berdosa). Terganggunya keseimbangan social. sebagai manusia yang merupakan mahluk yang berakal budi. tindak kekerasan seorang kadangkala hasil penularan seorang individu lain. sehingga sekeluarnya dari penjara akan membentuk „kelompok penjahat‟. Robert K. Contoh: seorang residivis dalam penjara akan mendapatkan kawan sesama penjahat. Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Masyarakat Seorang pelaku penyimpangan senantiasa berusaha mencari kawan yang sama untuk bergaul bersama. maka tindak . Sebagai tolok ukur menyimpang atau tidaknya suatu perilaku ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Terkucil. Terganggunya perkembangan jiwa. umumnya dialami oleh pelaku penyimpangan individual. dsb. Pengucilan dalam berbagai bidang. melalui penjara. Akibat tidak diterimanya/ditolak perilaku individu yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat. dengan tujuan supaya mendapatkan „teman‟. penyimpangan seksual. misalnyapada pelaku penyalahgunaan narkoba dan kelainan seksual 3. antara lain: hukum. Pengucilan melalui agama. mustahil seorang pelaku tindak penyimpangan tidak pernah merasa malu. Rasa bersalah. hilangnya harta benda bahkan nyawa. G. Karena masyarakat merupakan struktur sosial. Setiap tindakan yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat akan dianggap sebagai penyimpangan dan harus ditolak. 1. 2. maka berdampaklah bagi si individu tersebut hal-hal sebagai berikut: 1.Seseorang yang melakukan tindak penyimpangan oleh masyarakat akan dicap sebagai penyimpang (devian). kurungan. antara lain pelaku penyalahgunaan narkoba. sehingga tindak kejahatan akan muncul berkelompok dalam masyarakat. Lama kelamaan berkumpullah berbagai individu pelaku penyimpangan menjadi penyimpangan kelompok. Sekecil apapun rasa bersalah itu pasti akan muncul karena tindak penyimpangan tersebut telah merugikan orang lain. Merton mengemukakan teori yang menjelaskan bahwa perilaku menyimpang itu merupakan penyimpangan melalui struktur sosial. tindak kejahatan / kriminal. akhirnya bermuara kepada penentangan terhadap norma masyarakat. merasa bersalah bahkan merasa menyesal telah melanggar nilai-nilai dan norma masyarakatnya. pada agama tertentu (contohnya: Katolik) ada hak-hak tertentu yang tidak boleh diterima oleh si pelaku penyimpangan. adat/budaya dan agama. tindak kejahatan. Pengucilan secara hukum.

4. Dalam bab ini perpektif-perpektif labeling. antara lain : 1. Sutherland memandang bahwa perilaku menyimpang bersumber pada pergaulan yang berbeda (diffrential assosiation). asosiasi difrensial memiliki sembilan perposisi. Sehingga nilai dan norma menjadi pudar kewibawaannya untuk mengatur tata tertib dalam masyarakat. Pudarnya nilai dan norma. Apabila doperinci. 9. seorang yang melakukan penyimpangan karena lebih menguntungkan bila ia melakukan penyimpangan. 3. Terbentuknya asosiasi difrensial bervariasi. atau budaya. b. kelompok.penyimpangan pasti akan berdampak terhadap masyarakat yang akan mengganggu keseimbangan sosialnya. 3. . 5. karena tindak penyimpangan sebagai eksesnya. atau dibatasi untuk menjelaskan tindakan menyimpang bukan perilaku menyimpang. perilaku menyimpang tidak dapat dijelaskan melalui kebutuhan dan nilai umum. Perilaku menyimpang merupakan hasil dari proses belajar atau yang dipelajari. sumber: http://uhangdusun. Perilaku menyimpang dipelajari oleh seseorang dalam interaksinya dengan orang lain. Hal-hal yang dipelajari dalam proses terbentuknya perilaku menyimpang adalah teknis teknis penyimpangan dan petunjuk khusus tentang motif perilaku menyimpang. 2.com/2009/06/perilaku-penyimpangansosial_22. Teori Labeling Teori-teori umum tentang penyimpangan mencoba menjelaskan semua bentuk penyimpangan. Juga karena pengaruh globalisasi di bidang informasi dan hiburan memudahkan masuknya pengaruh asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia mampu memudarkan nilai dan norma. petunjuk petunjuk tsb. maka muncullah sikap apatis pada pelaksanaan nilai-nilai dan norma dalam masyarakat. 8. Teori differential association (Edwin H Sutherland) Edward H. 6. 7.html Teori Mengenai Penyimpangan a. Dipelajari dari definisi norma yang babik atau buruk. Beberapa teori terbatas adalah untuk jenis penyimpangan tertentu saja.blogspot. perilaku menyimpang melibatkan seluruh mekanisme yang berlaku dalam proses belajar. Karena pelaku penyimpangan tidak mendapatkan sangsi yang tegas dan jelas. artinya seorang individu mempelajari suatu perilaku meyimpang dan interaksinya dengan seorang individu yang berbeda latar belakang asal. Tetapi teori-teori terbatas lebih mempunyai lingkup penjelasan yang terbatas. kontrol dan konflik adalah contoh-contoh teori-teori terbatas yang didiskusikan. Perilaku menyimpang terjadi dalam kelompok personal yang intim dan akrab. atau untuk bentuk substantif penyimpangan tertentu (seperti alkoholisme dan bunuh diri).

Ditutupnya peran konvensional bagi seseorang dengan pemberian stigma dan label. khususnya dalam mempertahankan diri dari pemberian label. sementara orang atau kelompok lainnya melakukan penyimpangan. Rebellion (pemberontakan) : terjadi apabila orang menolak sarana maupun tujuan yang disahkan oleh kebudayaan dan menggantikannya dengan yang lain. Ritualisme :Terjadi apabila seseorang menerima cara .tujuan kebudayaan. sebab pelaksanaan kontrol sosial tersebut mendorong orang masuk ke dalam peran penyimpang. Teori Kontrol Perspektif kontrol adalah perspektif yang terbatas untuk penjelasan delinkuensi dan kejahatan. Untuk masuk kembali ke dalam peran sosial konvensional yang tidak menyimpang adalah berbahaya dan individu merasa teralienasi. Kelompkkelompok yang lemah ikatan sosialnya (misalnya kelas bawah) cenderung melanggar hukum karena merasa sedikit terikat dengan peraturan konvensional. c. pemberian sanksi dan label yang dimaksudkan untuk mengontrol penyimpangan malah menghasilkan sebaliknya. Individu dan kelompok dalam masyarakat seperti itu harus menyesuaikan diri dan beberapa bentuk penyesuaian diri itu bisa jadi sebuah penyimpangan. Kelompok yang mengalami lebih banyak ketegangan karena ketidakseimbangan ini (misalnya orang-orang kelas bawah) lebih cenderung mengadaptasi penyimpangan daripada kelompok lainnya. Teori anomi menempatkan ketidakseimbangan nilai dan norma dalam masyarakat sebagai penyebab penyimpangan. e. Konformitas : pelaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan masyarakat. Retreatism (pengasingan diri) : timbul apabila seseorang menolak tujuan – tujuan yang disetujui maupun cara2 pencapaian tujuan itu. Inovasi : terjadi apabila seseorang menerima tujuan yang sesuai dengan nilai2 budaya dan diidam2kan masyarakat tetapi menolak norma2 atau kaidah2 yang berlaku. Jika seseorang merasa dekat dengan kelompok konvensional. atau macetnya integrasi sosial.cara yang diperkenankan secara kultural tetapi menolak tujuan .Perspektif labeling mengetengahkan pendekatan interaksionisme dengan berkonsentrasi pada konsekuensi interaksi antara penyimpang dengan agen kontrol sosial. Teori ini memperkirakan bahwa pelaksanaan kontrol sosial menyebabkan penyimpangan. d. sedikit sekali kecenderungan menyimpang dari aturan-aturan kelompoknya. Teori Konflik Teori konflik adalah pendekatan terhadap penyimpangan yang paling banyak . e. menyebabkan orang tersebut dapat menjadi penyimpang sekunder. Sebagian besar orang menganut norma-norma masyarakat dalam waktu yang lama. c. Tapi jika ada jarak sosial sebagai hasil dari putusnya ikatan. Menurut teori labeling. Teori Anomie Teori anomi adalah teori struktural tentang penyimpangan yang paling penting selama lebih dari lima puluh tahun. Teori ini meletakkan penyebab kejahatan pada lemahnya ikatan individu atau ikatan sosial dengan masyarakat. di mana tujuan-tujuan budaya lebih ditekankan dari pada cara-cara yang tersedia untuk mencapai tujuantujuan budaya itu. seseorang merasa lebih bebas untuk menyimpang. Robert K merton : mengkaji pada jenjang makro yaitu pada jenjang stuktur sosial: a. b. d.

Kelompok-kelompok elit menggunakan pengaruhnya terhadap isi hukum dan proses pelaksanaan sistem peradilan pidana. tidak kecanduan minuman keras. Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakat Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor.diaplikasikan kepada kejahatan. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. 3. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. sementara iklan rokok begitu menarik.norma masyarakat yang berlaku. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpang. Norma sosial lainnya mengikuti pola berikut ini. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok 5. 4. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. misalnya norma yang menganjurkan hubungan heteroseksual. Ia adalah teori penjelasan norma. Beberapa kelompok yang sangat berkuasa membuat norma mereka menjadi dominan. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. 2. walaupun banyak juga digunakan dalam bentukbentuk penyimpangan lainnya. Peraturan datang dari individu dan kelompok yang mempunyai kekuasaan yang mempengaruhi dan memotong kebijakan publik melalui hukum. peraturan dan hukum daripada penjelasan perilaku yang dianggap melanggar peraturan. Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. LATAR BELAKANG SEBAB SEBAB TERJADINYA PENYIMPANGAN SOSIAL 1. Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. menghindari bunuh diri karena alasan moral dan agama.com/2009/02/penyimpangan-sosial. Penyimpangan juga dapat terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa.html . membuang sampah sembarangan. sumber: http://bata-blog.blogspot. Pertentangan antar agen sosialisasi Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan.

Dengan demikian.tenteraman kehidupan masyarakat. karena dapat menimbulkan keresahan dan ketidak . . misalnya: alkoholisme. tawuran antar pelajar dan mabuk . Dari uraian tersebut. Begitu pula masyarakat yang diserang virus. Apabila kejadian tersebut terus terjadi dalam masyarakat. Andaikan tubuh kita diserang virus. Pengertian Penyakit Sosial Para siswa perhatikan gambar berikut ini. Apa komentar kalian berkaitan dengan gambar tersebut. Masyarakat akan resah dan merasa tidak tenteram. dan mungkin masih banyak lagi perilaku masyarakat yang bisa menimbulkan keresahan dan mengganggu keteraman masyarakat. di atas menggambarkan adanya perilaku kehidupan anggota masyarakat yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu ketenteraman masyarakat. tentu masyarakat tersebut akan merasa sakit. Masih banyak perilaku masyarakat yang bisa disebut menjadi virus penyebab penyakit sosial.mabukan itu dikategorikan sebagai penyakit masyarakat atau penyakit sosial. Sebenarnya penyakit sosial itu tidak hanya perjudian. perjudian. Apapun komentarmu. pada dasarnya penyakit sosial itu ditimbulkan oleh adanya penyimpangan . terjadinya tawuran pelajar dan kecanduan narkoba. Gambar tersebut menunjukkan orang yang sedang bermain judi. tentu tubuh kita akan merasa sakit.mabukan tersebut akan menjadi virus bagi mengganggu kehidupan masyarakat. tawuran antar pelajar dan mabuk . Oleh karena itulah. maka perjudian. Berbagai perilaku masyarakat ini dapat dikategorikan sebagai penyakit sosial. pelacuran. Pelanggaran terhadap norma dan aturan masyarakat inilah yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial. lalu apa yang dimaksud dengan penyakit sosial? Siapa yang dapat mendefinisikai pengertian penyakit sosial? Mari kita cocokkan jawaban kalian dengan pengertian penyakit sosial berikut ini.penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anggota masyarakat itu sendiri.PENYAKIT SOSIAL 1. Faktor apa yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit masyarakat tersebut!? Para ahli sosiologi (sosiolog) menyatakan bahwa penyakit sosial itu timbul karena adanya pelanggaranpelanggaran yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang terhadap norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat. penyalahgunaan Napza. tawuran antar pelajar dan mabukmabukan saja. Sakitnya masyarakat ini bisa dalam bentuk keresahan atau ketidak tenteraman kehidupanan masyarakat.

Yang sembunyi . Bentuk . Pelanggaran ini tidak saja hanya pada adat dan kebiasaan masyarakat. Dari uraian singkat tadi. tidak dihargai dan lain sebagainya. . nilai . dalam bermain kelereng. alkoholisme. tawuran antar pelajar. perjudian. dengan menyadari adanya sebuah resiko dan harapan terterntu pada peristiwa permainan. tetapi juga melanggar norma hukum. Perjudian Perjudian merupakan salah satu bentuk penyakit sosial.Bentuk Penyakit Sosial Sebagaimana telah disebutkan.kaidah.norma yang ada dalam masyarakat. yaitu mempertaruhkan suatu nilai atau sesuatu yang dianggap nilai.ribu tahun yang lalu. adu ayam jago. Kalian ada yang tahu? Mari cermati definisi perjudian berikut ini. Semua itu menunjukkan bahwa dalam permainan tersebut ada unsur perjudian. Perbuatan judi merupakan perilaku yang melanggar terhadap kaidah . Bentuk bentuk penyakit sosial tersebut menimbulkan dampak negatif bagi invidu yang melakukan dan masyarakat sekitarnya. Kalian pasti sudah tahu bahwa tidak ada orang yang kaya karena berjudi. bermain kartu. perlombaan dan kejadian . Dalam bermain pun kadang .macam dari yang bersifat sembunyi .nilai.2.sembunyi misalnya Togel (totohan gelap). Sedangkan secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap KUHP yang harus dipertanggung jawabkan di pengadilan. penyalahgunaan Napza. Perjudian merupakan penyakit sosial yang sangat buruk. lempar dadu. misalnya kuis dengan SMS dengan sejumlah hadiah uang atau barang. Justru banyak orang jatuh menjadi miskin karena judi. Misalnya. Ada sesuatu yang dipertaruhkan dalam permainan itu. Perjudian adalah pertaruhan dengan sengaja. maka akan mendapat sanksi baik oleh masyarakat maupun berupa sanksi hukum. yang kalah akan memberikan atau melakukan sesuatu sesuai kesepakatan. dan norma .sembunyi sampai yang bersifat terbuka. pelacuran dikategorikan sebagai penyakit sosial.kadang kita tanpa sadar telah melakukan perbuatan yang mengandung unsur perjudian secara kecil kecilan. Jenis judi bermacam . a. dipergunjingkan. permainan kartu dengan taruhan sejumlah uang. Sedangkan judi yang terbuka.kejadian yang belum pasti hasilnya. Sanksi masyarakat misalnya dikucilkan oleh masyarakat. lalu apa sebenarnya definisi perjudian itu. pertandingan. Bagi individu atau kelompok yang melakukan perjudian. Perjudian sudah ada di muka bumi ini beribu . dan sebagainya siapa yang menang akan mendapatkan hadiah tertentu.

tawuran terjadi karena masalah-masalah sepele seperti penghinaan terhadap seseorang.nilai moral dan kecakapan sosial sebagaimana layaknya orang . Perkelahian antar pelajar merupakan masalah serius mengingat siswa adalah peserta didik yang harus tunduk pada kaidah . Akibat yang ditimbulkan sangat kompleks karena Napza dapat merusak kecakapan sosial. menimbulkan ketidakmampuan dalam fungsi sosial. pemaksaan. akibat narkoba. dan lain 88 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII sebagainya. tangan dan lengan bekas tusukan jarus seperti gigitan nyamuk. Sementara itu keadaan emosi sangat sensitif seperti mudah marah dan sedih. Orang yang menyalahgunakan Napza. Penyalahgunaan Napza Para siswa.orang normal. dan sekolah. merasa rendah diri .obatan yang berpengaruh terhadap susunan syaraf atau otak. merah. merasa resah dan cemas. Napza merupakan zat atau obat . ataupun sanksi hukum jika terkait dengan pelanggaran terhadap KUHP. Pada umumnya. Dari permasalahan antar individu kemudian melebar menjadi solidaritas kelompok yang pada gilirannya menimbulkan tawuran masal. dan tidur siang sementara malam hari begadang. pada umumnya karena rasa keingintahuan dan keinginan untuk mencoba. Sementara dampak pada fisik tampak sangat jelas seperti tubuh menjadi kurus. Tawuran antar pelajar adalah perbuatan yang sangat tidak pantas dilakukan oleh para pelajar. atau kehendak sendiri untuk merasakannya yang pada akhirnya menjadi kebiasaan dan meneruskannya. Napza adalah singkatan dari Narkotika. layu. betapa berbahayanya penyalahgunaan Napza. kumal dan dekil. bengkak dan merah. longgarnya norma. pekerjaan. Penderita ketergantungan NAPZA akhirnya tidak lagi memiliki nilai .kaidah yang berlaku dalam masyarakat maupun di sekolah. cekung. kepribadian. kalian pasti sering mendengar adanya tawuran di kalangan pelajar. sekolah. bukan tawuran atau berkelahi. keadaan kurang terurus. perasaan tidak menentu kadang riang kadang murung. serta susah buang air besar dan kecil. maka akan dikenakan sanksi oleh masyarakat. mudah tersinggung. Ciincutdz Yap Yaprut c. Tawuran Antar Pelajar Para siswa. Napza apabila disalahgunakan pemakaiannya akan menimbulkan ketagihan atau addiction dan merusak. apakah karena pengaruh pergaulan. suka gemetaran. bicara cadel (tidak jelas). pola pikir yang ingin serba cepat. dan Zat Aditif lainnya. Terhadap perilaku yang meresahkan ini. Tugas para pelajar adalah belajar. Psikotropika. bibir hitam pucat.b. Para siswa. dan gangguan fisik seperti tubuh semaik kering. alkoholisme. masalah pertemanan. kalian pernah mendengar isitilah Napza? Ayo siapa yang tahu apa itu Napza. muka pucat. rebutan pacar.

dan tidak punya keyakinan diri; cepat curiga, merasa malu dan mudah kecewa; serta apabila berjanji mudanh ingkar. Dampak lain yang sangat destruktif adalah pada perubahan pola pikir yang tidak umum, tidak sempurna dan tidak logis; perilaku yang tidak wajar; keadaan sosial yang tidak lagi dengan kecakapan; serta kebiasaan kebiasaan lain yang jelek seperti mengusap muka, menggarukgaruk kepala, merokok tidak putus-putus, tidur sewaktu duduk, dan lain sebagainya. Perubahan perilaku yang kelihatan mencolok, antara lain meninggalkan ibadah, suka berbohong, membolos sekolah, suka mencuri, dan seks bebas. Selain itu juga akibat akibat negatif lain, seperti malas, suka melawan, merusak barang, atau bahkan mencuri. Dapat dibayangkan tatkala anak keluarga miskin menjadi korban barang setan itu, padahal harganya sangat mahal. Dari mana mereka memperoleh uang untuk membelinya kalau tidak melakukan tindak kriminal, seperti mencuri, menodong, merampok, lalu yang wanita menjual diri dan sebagainya. Dampaknya, Napza telah membuat generasi muda kehilangan masa depan mereka, mengingat penyalahgunaan Napza memiliki dampak yang sangat merusak baik bagi dirinya maupun lingkungannya. Oleh karena itu sangatlah wajar manakala muncul fakta baru bahwa Napza menimbulkan segudang masalah, baik masalah pelacuran, kriminal, dan bahkan paling berpotensi menularkan penyakit HIV Aids yang akhir-akhir ini sangat merebak dalam masyarakat Indonesia. Penyalahgunaan narkotika dan obat - obat terlarang adalah jenis penyakit sosial yang cukup berat. Selain melanggar kode etik masyarakat, perilaku ini juga melanggar hukum. Penggunaan narkotika telah diatur dalam aturan formal sehingga tidak boleh disalahgunakan. Bagi yang menyalahgunakan narkoba, maka akan mendapatkan sanksi hukum sesuai dengan keterlibatannya dalam penyalahgunaan narkoba tersebut. Dalam hal ini misalnya sebagai produsen, pengedar, maupun pemakai akan mendaptkan hukuman yang berbeda-beda. Sebagai pelajar kita harus berprinsip; “belajar yes, narkoba no”. Kita sebagai generasi muda tentunya tidak ingin kehilangan masa depan bukan? Jika menginginkan hidup sempurna, wajar, dan sukses maka jauhilah narkoba dari kehidupan kita.

d. Alkoholisme
Alkoholisme adalah orang yang kecanduan minum - minuman keras yang mengandung alkohol dalam dosis yang tinggi. Penggunaan atau konsumsi alkohol, dapat menimbulkan dampak yang sangat merusak baik bagi individu pemakai maupun bagi masyarakat. Dalam alkohol terdapat racun protopalsmik yang mempunyai akibat menekan pada sistem syaraf. Dengan demikian ketika orang menggunakan atau mengkonsumsi alkohol

secara berlebihan, maka akan mengganggu sistem syarafnya, sehingga tidak mampu mengendalikan diri baik secara psikologis, fisik, maupun sosial. Dampak merusak inilah yang menyebabkan ketika orang mengkonsumsi alkohol akan kehilangan sebagian ingatannya, kemudian melakukan perjudian, pemerkosaan, dan lebih buruk lagi melakukan pembunuhan. Orang - orang yang terlibat dalam alkoholisme baik produsen maupun pemakai dikategorikan sebagai penyakit sosial atau melanggar kaidah - kaidah, nilai - nilai, dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. 90 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII

e. Pelacuran
Pelacuran merupakan peristiwa penjualan diri dengan jalan memperjual belikan badan, kehormatan dan kepribadian kepada banyak orang untuk memuaskan nafsu - nafsu seks, dengan imbalan pembayaran. Pelacuran adalah perbuatan perempuan atau laki laki yang menyerahkan badannya untuk berbuat cabul secara seksual dengan mendapatkan upah. Pelacuran adalah perilaku menyimpang dengan tujuan komersial. Perilaku ini melanggar norma, kaidah, dan nilai - nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Bagi yang melakukan pelacuran, tidak saja akan mendapat sanksi dari masyarakat, melainkan pula sanksi agama. Sampai saat ini pelacuran sulit untuk diberantas. Pelacuran merupakan penyakit sosial yang sangat parah dan sampai sekarang sangat sulit untuk dihilangkan. Munculnya berbagai macam penyakit kelamin yang mematikan seperti halnya HIV Aids adalah akibat buruk dari praktek - praktek pelacuran tersebut. Kalian tentunya tidak ingin terkena penyakit yang mematikan tersebut bukan? Maka jauhilah praktek - praktek buruk tersebut dalam kehidupan kalian agar bisa menjadi manusia yang berkepribadian yang disayang oleh semasa manusia dan di sayang Tuhan. Norma adat pada umumnya melarang pelacuran. Akan tetapi, setiap daerah berbeda peraturannya, dan kebanyakan norma tersebut tidak tertulis. Pelarangan pelacuran pada hukum adat didasarkan pada hal sebagai berikut: tidak menghargai wanita, diri sendiri, dan penghinaan terhadap isteri dan pria yang melacurkan diri, penyakit kotor, dan merugikan orang lain. Pelacuran menimbulkan beberapa akibat. Beberapa akibat yang ditimbulkan oleh pelacuran antara lain sebagai berikut. 1. Menimbulkan dan menyebarluaskan penyakit kelamin. 2. Merusak sendi - sendi kehidupan keluarga.

3. Merusak sendi - sendi moral, hukum, susila dan agama. 4. Adanya pengeksploitasian manusia oleh manusia lain. Wanita - wanita pelacur itu cuma menerima upah sebagian kecil saja dari pendapatan yang harus diterimanya, karena sebagian harus diberikan kepada germo, calo - calo, centeng - centeng, pelindung dan lain - lain. 5. Mendorong terjadinya kriminalitas dan kecanduan barang - barang narkotika.

f. Korupsi
Kalian pasti pernah mendengar kata korupsi. Apa itu korupsi? Korupsi berasal dari bahasa latin, corruptio, atau corrumpere, yang berarti buruk, busuk, rusak,

menggoyahkan atau memutarbalikkan. Korupsi merupakan perilaku penyelewengan dari tugas tertentu yang sengaja dilakukan untuk memperoleh keun tungan pribadi atau kelompoknya, baik uang maupun harta kekayaan. Korupsi diartikan juga sebagai perilaku pejabat maupun pegawai yang secara tidak wajar dan tidak sah memperkaya dri atau kelompoknya dengan cara menyalahgunakan kekuasaan atau kedudukan yang dipercayakan kepadanya. Bab VI Penyakit dan Penyimpangan Sosial 91 Korupsi meerupakan bentuk penyakit sosial dalam masyarakat. Korupsi dapat dilakukan sendiri ataupun kelompok. Untuk sesaat korupsi nampaknya menguntungkan. Akan tetapi korupsi sangat merugikan kehidupan, baik pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara. Bentuk - bentuk korupsi antara lain; penyogokan, penggelapan, pemutarbalikan fakta, penipuan, maupun penggunaan uang negara secara tidak semestinya. Ganjaran bagi koruptor (orang yang melakukan korupsi) adalah hukuman penjara, penyitaan kekayaan dan uang hasil korupsi.

B. PENYIMPANGAN SOSIAL
1. Pengertian Penyimpangan Sosial
Para siswa, coba perhatikan perilaku kehidupan orang-orang di sekitarmu! Kamu mungkin akan menemukan perilaku orang-orang yang tidak benar, di samping yaitu perilaku orang - orang yang tidak sesuai dengan norma - norma dan aturan yang berlaku. Perilaku yang sesuai dengan norma dan aturan inilah yang diharapkan oleh masyarakat, sedangkan perilaku yang tidak benar tentu tidak diharapkan oleh masyarakat. Perilaku yang diharapkan masyarakat ini sering disebut konformitas, sedangkan perilaku yang tidak sesuai dengan harapan norma dan aturan masyarakat disebut penyimpangan sosial. Konformitas dan penyimpangan sosial merupakan dua sisi perilaku masyarakat yang bertentangan. Konformitas cenderung bersifat positif, sedangkan penyimpangan sosial cenderung bersifat negatif. Dalam tatanan kehidupan bermasyarakat tentu ada

Akibatnya setiap anggota keluarga cenderung berperilaku semaunya. aman. mungkin ingin hal lain daripada yang lain. mungkin karena ingin mencapai kepuasan hidup. menyimpang atau tidak sesuai dengan norma. 2.  Keadaan keluarga yang carut-marut (broken home) Keluarga merupakan tempat di mana anak atau orang pertama kali melakukan interaksi dengan orang lain. Akan tetapi dalam kenyataannya masih banyak terjadi pelanggaran . Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan watak (perangai) seseorang. Penyebab Penyimpangan Sosial Mengapa orang melakukan penyimpangan sosial? Faktor apakah yang mendorong mereka melakukan penyimpangan sosial? Tentu ada alasan dan faktor yang mendorong mereka melakukan penyimpangan sosial. Mungkin karena pengaruh lingkungannya. Ia tidak menyadari lagi. lalu apa yang dimaksud dengan penyimpangan sosial? Siapa yang dapat mendefinisikai pengertian penyimpangan sosial? Mari kita cocokkan jawaban kalian dengan pengertian penyimpangan sosial berikut ini. Dari uraian tersebut. dan damai. bertentangan.norma – norma dan aturan yang membatasi perilaku individu maupun kelompok individu. Bisa juga diartikan. Norma-norma dan aturan itu dimaksudkan agar kehidupan bermasyarakat dapat berjalan dengan teratur. Dari berbagai penyebab itu kita dapat mengidentifikasi penyebab penyimpangan sosial sebagai berikut. Dalam keluarga yang brocken home biasanya hubugan antaranggota keluarga menjadi tidak harmonis. mungkin karena ketidakpuasan terhadap Penyimpangan sosial adalah perbuatan atau tingkah laku yang melanggar. dan masih banyak kemungkinan .pelanggaran terhadap norma dan aturan tersebut.kemungkinan lain yang menjadi penyebab orang melakukan penyimpangan sosial. norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat sesuatu yang dihadapi. tertib. Pelanggaran ini dilakukan oleh individumaupun kelompok individu yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial. . Keadaan keluarga tidak bisa memberikan ketenteraman dan kebahagiaan pada anggota keluarga. Oleh karena itulah keadaan keluarga akan sangat mempengaruhi perilaku orang yang menjadi anggota keluarga tersebut. dan mencari kebahagiaan di luar keluarga. penyimpangan sosial adalah adalah bentuk perbuatan yang mengabaikan nilai. mungkin hanya ingin meniru orang lain. aturan maupun harapan lingkungan masyarakat. Masingmasing anggota keluarga tidak bisa saling melakukan kendali atas perilakunya.

norma maupun aturan kemasyarkatan. Para pendatang baru yang tidak mampu menyerap nilai dan norma yang berlaku atau tidak sanggup menyerap atau memahami norma budaya masyarakat akan . akan cenderung berperilaku seperti preman. asal bisa memperoleh sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. jika seorang siswa tidak lulus ujian. maka orang yang berada di lingkungan tersebut cenderung juga berperilaku menyimpang. Tidak jarang orang mengkhalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau sesuatu. Akibatnya terjadilah penyimpangan sosial dari orang yang bersangkutan.  Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku Hal ini umumnya terjadi pada para pendatang baru (penduduk baru) di lingkungan yang baru.  Persoalan ekonomi Tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi dapat mendorong orang melakukan kegiatan apa saja. Hal inilah yang selanjutnya menimbulkan penyimpangan sosial dari orang /anak tersebut. Bahkan ia tidak lagi menghiarukan norma . yang penting ia bisa melampiaskan kekecewaannya.  Pengaruh lingkungan masyarakat Penyimpangan sosial bisa juga bterjadi karena pengaruh lingkungan. Pelampiasan rasa kekecewaan dapat menimbulkan perilaku di luar kendali orang yang besangkutan. orang yang hidup di lingkungan preman. apabila kehidupan lingkungan tidak sesuai dengan norma norma sosial. yang dapat memenuhi kebutuhan ekonominya.apakah perilakunya itu melanggar norma . tetapi cintanya ditolak oleh orang yang dicintainya? Apa akibatnya jika seorang anak menginginkan sepeda atau motor. akan cenderung ikut berjudi.orang yang berada di lingkungan tersebut. Apa akibatnya.norma kemasyarakatan atau tidak. Hal inilah yang mendorong terjadinya penyimpangan sosial dari masing-masing anggota keluarga.norma dan aturan masyarakat. akan cenderung ikut mabuk .mabukan. Contoh-contoh tersebut menggambarkan betapa lingkungan mudah mempengaruhi perilaku seseorang yang berada di lingkungan tersebut. orang yag berada di lngkungan peminum (pemabuk). Kekecewaan ini dapat mendorog orang atau anak yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu yang tanpa kendali.  Pelampiasan rasa kekecewaan Penyimpangan sosial bsa juga terjadi sebagai bentuk pelampiasan rasa kecewa seseorang. Oleh karena itu. pada hal ia sangat berharap lulus ujian? Tentu rasa kecewa yang ia dapatkan. Orang yang hidup di lingkungan penjudi. tetapi keinginannya tidak pernah terpenuhi? Apa akibatnya. Hal inilah yang menyebabkan orang melakukan kegiatan tanpa menghiraukan norma . Akibatnya terjadilah penyimpangan-penyimpangan sosial yang dilakukan oleh orang . yan penting mereka merasa bahagia. jika orang mencintai sesorang.

gulat wanita. tukang batu wanita. seks bebas. mungkin juga kamu pernah melihat perilaku orang-orang yang cenderung bertentangan dengan norma-norma masyarakat. Oleh karena itu bentuk penyimpangan-penyimpangan tersebut juga bisa dikategorikan penyimpangan sosial.norma dan budaya yang ada di masyarakat.cenderung tidak mampu melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan masyarakat. Ada jenis-jenis penyimpangan sosial yang justru berdampak positif. Besar kemungkinan anak akan berperilaku seks yang menyimpang. Misalnya. sepakbola wanita. serta . bentuk penyimpangan sosial ini dapat dikategorikan sebagai penyimpangan positif. Misalnya: acara TV film keras. karena ketidaktahuannya terhadap norma . Namun demikian.penyimpangan sosial dari perilaku orang tersebut. Hal inilah yang memungkinkan orang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan norma . Umumnya pekerjaan semacam itu adalah pekerjaan kaum pria. atau petinju wanita? Berbagai profesi wanita itu pada dasarnya merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma .  Pengaruh kemajuan teknologi Kemajuan teknologi melahirkan berbagai alat komunikasi dan alat hiburan yang serba canggih. dan berdampak negatif bagi lingkungan maupun kepentingan masyarakat. menyebabkan anak berperangai keras.norma dan budaya kemasyarakatan. Sementara itu. kumpul kebo. pesta corat . Karena ketidatahuannya terhadap nilai dan norma yang berlaku di masyarakat timbullah penyimpangan . karena dapat mendukung emansipasi wanita.gambar porno. hubungan seks di luar nikah. Program (acara) televisi tidak semuanya cocok untuk konsumsi anak-anak. Sifat Penyimpangan Sosial Penyimpangan sosial ternyata tidak selamanya berdampak negatif. Interet dapat disalahgunakan untuk mendapatkan gambar-gambar porno. Pernahkah kamu melihat sopir bus wanita. Televesi (TV) dan internet merupakan hasil kemajuan teknologi. penyimpangan itu tidak cukup meresahkan dan mengganggu ketenteraman masyarakat. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap perilaku anak tersebut.norma sosial. Perangai keras ini dapat menibulkan perilaku keras pada anak tersebut yang cenderung menyimpang dari kebiasaan masyarakat. Bahkan penyimpangan tersebut dapat berdampak positif. Tetapi banyak anak .norma yang berlaku dalam masyarakat kita. kernet wanita.anak yang belum cukup umur sudah menikmati gambar . tukang parkir wanita. Ini berarti anak telah melakukan penyimpangan terhadap norma .coret baju dan rambut ketika lulus sekolah. angkat besi wanita. Akibatnya anak . 3. Oleh karena itu.anak menikmati acara TV yang seharusnya bukan konsumsiya. Perilaku orang ini cenderung semaunya.

maka penyimpangan sosial ini dikategorikan sebagai bentuk penyimpangan primer. Contoh. Contoh. membolos sekolah. didominasi oleh si pelaku. atau perampokan. Contoh. pemerasan. Itu hanya salah satu contoh peristiwa kejahatan beruntun. pemerkosaan. menyontek ketika ulangan. Namun apabila penyimpangan itu bersifat sementara maupun berkelanjutan. Adapun dampak tersebut adalah munculnya kejahatan yang beruntun. santri di pondok tidak mau mengaji. dan masyarakat sudah tidak dapat mentolerir. tidak didominasi oleh si pelaku. dan masyarakat masih bersedia mentolerir. ada kecenderungan uangnya untuk foya-foya (mabuk mabukan. b. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan sekunder. ke pelacuran. membolos keja. pelanggaran rambu lalu lintas. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan kelompok. Penyimpangan sosial ini dapat dikategorikan sebagai penyimpangan negatif.berkendaraan berkeliling jalan raya dengan memenuhi seluruh badan jalan. Perampokan dapat menyebabkan pembunuhan. Penyimpangam sosial yang dilakukan secara terus menerus pada umumnya berdampak negatif bagi kehidupan diri pelaku maupun masyarakat sekitar. Di samping itu. Penyimpangan . dan perjudian kembali). penyimpangan sosial juga dapat merugikan si pelakunya. apabila kalah (uangnya habis) ada kecenderungan untuk melakukan penipuan.Macam Bentuk Penyimpangan Sosial a. Penyimpangan Primer dan Sekunder Penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. Namun apabila penyimpangan sosial dilakukan secara kolektif (berkelompok). pembunuhan. Yang pasti bahwa penyimpangan sosial yang dilakukan secara terus menerus akan berdampak menculnya kejahatan yang meresahkan dan menganggu ketenteraman masyarakat. dan kesehatan mentalnya maupun fisiknya akan menurun. Contoh: Orang berjudi.menerus akan menyebabkan keuangan si pelaku menjadi morat-marit. Contoh: Penggunaan narkoba yang dilakukan secara terus . maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan individual. pelajar tidak mau belajar. Apaila penyimpangan sosial dilakukan secara individual. perampokan. 4. Apabila penyimpangan sosial itu bersifat sementara. Macam . Apabila penjudi menang (banyak uang). pencurian. Penyimpangan Sosial Individu dan Kelompok Penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat dapat dilakukan oleh seseorang secara individual maupun secara kelompok. Sebenarnya masih banyak contoh kejahatan lain yang merupakan dampak dari penyimpangan sosial.

mogok kerja.pertanyaan tersebut. demonstrasi. penciptaan situasi yang dapat mengubah sikap dan perilaku. norma dan aturan. tercipta ketertiban dalam kehidupan. Sumber: Kompas 27 April 2005. Dengan Kekerasan (coersive) Mestinya langkah ini ditempuh setelah langkah persuasif telah dilakukan. aksi protes. b. dan penyampaian nilai norma dan aturan secara berfulang . Hal ini disebabkan penyimpangan kelompok biasanya memiliki pengaruh yang luas dan kuat terhadap lingkungan dan masyarakat. Tanpa Kekerasaan (persuasif) Cara ini dilakukan dengan penekanan pada usaha membimbing atau mengajak berupa anjuran. melanggar. Apabila dengan anjuran. 1. C. Contoh. Cara Pengendalian Sosial Paling tidak ada empat cara untuk pengendalian sosial. memperingatkan para pelaku untuk tidak berperilaku menyimpang dan bertetntangan dengan nilai.6 Aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat merupakan penyimpangan kelompok. cermati uraian berikut ini. gerakan pengacau. Lalu bagaimana cara pengendalian sosial. aturan dan norma. Di samping itu.kelompok biasanya memiliki dampak yang lebih kuat bagi lingkungan dan masyarakat. dengan kekerasan. . Contoh. Contoh. a.ulang. dibanding dengan penyimpangan individu. PENGENDALIAN SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENYIMPANGAN SOSIAL Para siswa apa itu pengendalian sosial? Pengendalian sosial adalah upaya atau cara yang dilakukan masyarakat untuk menertibkan anggotanya masyarakatnya yang menyimpang. bagaimana bentuk pengendalian sosial dan lembaga apa saja yang dapat berperan dalam pengendalian sosial? Untuk dapat menjawab pertanyaan . polisi pamong praja. Gambar 6. penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima) dengan memindahkan ke lokasilokasi tertentun yang sudah disiapkan. Pengendalian sosial dilakukan agar masyarakat mau mematuhi aturan dan norma yang berlaku. terpaksa membongkar paksa lapak (termpat berjualan) PKL yang telah mengabaikan peringatan sebelumnya. atau membangkang terhadap nilai. tindakan dengan kekerasan bisa dilakukan. Pengendalian ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyimpangan sosial dan penyakit sosial. pengendalian sosial dimaksudkan agar terwujud keserasian bermsayarakat. yaitu tanpa kekerasaan. bujukan tidak berhasil.

norma dan aturan diberikan teguran. Penyampaian Nilai.contoh yang lain tidak dapat d. aturan secara berulang-ulang. pengucilan. Contoh lian. Teguran Orang yang melanggar nilai. Misalnya. maka bentukbentuk pengendalian sosial dapat dilakukan melalui cara . dan meminta pihak lain menanganinya. norma dan aturan yang berlaku. Dengan demikian ia dituntun dan dibimbing untuk berperilaku sesuai dengan nilai. norma dan aturan mendapat cemoohan atau ejekan dari masyarakatnya. Pendidikan ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga. agama. nasehat agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar nilai. Dengan cara demikian diharapkan nilai. ketika para siswa tidak mau mengindahkan ketertiban sekolah dengan membuang sampah sembarangan. .ulang (vervasi) Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan cara penyampaian nilai. Kalian pasmencari contoh . Bentuk Pengendalian Sosial Untuk dapat mencegah dan mengatasi penyakit dan penyimpangan sosial. norma dan aturan dipahami dan melekat pada diri individu anggota masyarakat. 2. Cemoohan Seseorang yang melanggar nilai. teguran. pendidikan. cemoohan. kepala sekolah justru datang paling awal dan menunggu di pintu masuk gerbang sekolah. sehingga ia malu.cara.c. norma. Pendidikan Melalui pendidikan seorang individu akan belajar nilai. nilai dan norma yang berlaku. masyarakat maupun sekolah. Penyampaian inii bisa dengan cara ceramah maupun dengan dibuatkannya papan informasi mengenai aturan. ketika para siswa dan guru sering terlambat masuk sekolah. Penciptaan Situasi yang Dapat Mengubah Sikap dan Perilaku (kompulsi) Pengendalian sosial sangat tepat bila dilakukan dengan menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mengubah sikap dan perilaku seseorang. dan akhirnya meninggalkan perilakunya. para guru dan kepala sekolah justru sering memungut sampah dan memberikan contoh membuang sampah pada tempat yang disediakan. sungkan. norma dan aturan yang berlaku. norma dan aturan. Norma dan Aturan Secara Berfulang .

Adat Istidat Adat istiadat adalah aturan atau kebiasaan yang tumbuh dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan harus dijunjung tinggi dan dipatuhi anggota masyarakatnya. ketertiban masyarakat dan wajib mengambil tindakan terhadap orang yang melanggar aturan dan undang . Siapapun yang melanggar aturan mestinya akan berhadapan dengan lembaga pengadilan dan mendapatkan hukuman. Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan cara meminta bantuan pihak lain yang dianggap kompeten dalam mengatasi masalah.undang yang berlaku. Orang yang memiliki agama akan memahami bahwa melanggar nilai. misal kepolisian. Pengadilan Pengadilan merupakan salah satu lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk menangani. Selanjutnya yang bersangkutan akan diproses sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku. Lembaga Pengendalian Sosial Paling tidak ada tiga lembaga pengendalian sosial. norma dan aturan yang berlaku. menyelesaikan dan mengadili dan memberikan sanksi hukuman terhadap para pelanggar aturan. Dengan adanya aturan dan sanksi dari adat maka pengendalian sosial dapat terjadi. Dengan pemahaman ini maka.Agama Agama memiliki peran yang sangat besar dalam pengendalian sosial. Ajaran agama merupakan fondasi/dasar yang sangat penting untuk membangun generasi yang berakhlak mulia. ketentraman. norma dan aturan di samping ada hukuman di dunia juga ada hukuman di akherat. yaitu kepolisian. Meminta bantuan pihak lain (fraundulens). Dengan cara macam ini orang akan berpkikir berkali .kali apabila akan berperilaku yang melanggar dan tidak sesuai dengan nilai. melanggar aturan akan diambil tindakan oleh kepolisian. norma dan aturan dikucilkan oleh masyarakat. norma dan aturan yang berlaku. individu akan terkendali untuk tidak melanggar nilai. . Dengan demikian orang yang melanggar keamanan. meresahkan ketentraman. c. melanggar ketertiban. pengadilan dan adat. Pengucilan Orang yang melanggar nilai. sehingga mampu menghindari atau mencegah perilaku yang meyimpang. 3. Kepolisian Kepolisian adalah bagian dari lembaga pemerintah yang bertugas memelihara keamanan.

hampir bisa dipastikan kehidupan bermasyarakat akan bisa berlangsung dengan lancar dan tertib. tentu merupakan hal yang mahal. Tetapi. membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. maka di dalam hal demikianlah enforcement demi tegaknya norma lalu terpaksa harus dijalankan dengan sarana suatu kekuatan dari luar. Norma tidak lagi self-enforcing (norma-norma sosial tidak lagi dapat terlaksana atas kekuatannya sendiri ). 181:45) 1. Di dalam kenyataan. tentu tidak semua orang akan selalu bersedia dan bisa memenuhi ketentuan atau aturan yang berlaku dan bahkan tidak jarang ada orang-orang tertentu yang sengaja melanggar aturan yang berlaku untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. PENGENDALIAN SOSIAL Dalam kehidupan sehari-hari. Apabila ternyata norma-norma tidak lagi self-enforcement dan proses sosialisasi tidak cukup memberikan efek-efek yang positif. 3. . Secara rinci. Menurut Soerjono Soekanto. 2. Karena kaidah-kaidah yang ada tidak memuaskan bagi pihak tertentu atau karena tidah memenuhi kebutuhan dasarnya. yang bertujuan untuk mengajak. berharap semua anggota masyarakat bisa berperilaku selalu taat. maka masyarakat – atas dasar kekuatan otoritasnya – mulai bergerak melaksanakan kontrol sosial (social control). sepanjang semua anggota masyarakat bersedia menaati aturan yang berlaku. dan 4. Karena di dalam masyarakat terjadi konflik antara peranan-peranan yang dipegang warga masyarakat. Pada situasi di mana orang memperhitungkan bahwa dengan melanggar atau menyimpangi sesuatu norma dia malahan akan bisa memperoleh sesuatu reward atau sesuatu keuntungan lain yang lebih besar. pengendalian sosial adalah suatu proses baik yang direncanakan atau tidak direncanakan. dan akan gantinya harus dipertahankan oleh petugas-petugas kontrol sosial dengan cara mengancam atau membebankan sanksi-sanksi kepada mereka-mereka yang terbukti melanggar atau menyimpangi norma. beberapa faktor yang menyebabkan warga masyarakat berperilaku menyimpang dari norma-norma yang berlaku adalah sebagai berikut ( Soekanto.Pengendalian Sosial A. Karena memang tidak mungkin untuk mengatur semua kepentingan warga masyarakat secara merata. Karena kaidah yang ada kurang jelas perumusannya sehingga menimbulkan aneka penafsiran dan penerapan.

maka ia akan dikenakan sanksi. sanksi”. Dalam pengendalian sosial kita bisa melihat pengendalian sosial berproses pada tiga pola yakni : 1. 3. Penggolongan ini dibuat menurut sudut pandang dari mana seseorang melihat pengawasan tersebut. Juga pengendalian sosiap pada dasarnya merupakan sistem dan proses yang mendidik. dikenal beberapa jenis pengendalian. Jadi. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lainnya. 1. a. JENIS-JENIS PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial dimaksudkan agar anggota masyarkat mematuhi norma-norma sosial sehingga tercipta keselarasan dalam kehidupan sosial. b.Obyek (sasaran) pengawasan sosial. Pengendalian preventif merupakan kontrol sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran atau dalam versi ”mengancam sanksi” atau usaha pencegahan terhadap terjadinya penyimpangan terhadap norma dan nilai. Tujuan pengawasan adalah supaya kehidupan masyarakat berlangsung menurut pola-pola dan kidah-kaidah yang telah disepakati bersama. Sistem mendidik dimaksudkan agar dalam diri seseorang terdapat perubahan sikap dan tingkah laku untuk bertindak sesuai dengan norma-norma. Sistem memaksa bertujuan untuk mempengaruhi secara tegas agar seseorang bertindak sesuai dengan norma-norma. Untuk mengembalikan keadaan seperti semula. dan tidak menurut kemauan individu-individu. perlu . 2. Sistem mengajak bertujuan mengarahkan agar perbuatan seseorang didasarkan pada norma-norma. Pengendalian represif . adalah perilaku masyarakat itu sendiri. pengendalian sosial meliputi proses sosial yang direncanakan maupun tidak direncanakan (spontan) untuk mengarahkan seseorang. Pengendalian kelompok terhadap anggota-anggotanya 3. usaha pengendalian sosial yang bersifat preventif dilakukan sebelum terjadi penyimpangan. kontrol sosial yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran dengan maksud hendak memulihkan keadaan agar bisa berjalan seperti semula dengan dijalankan di dalam versi “menjatuhkan atau membebankan. mengajak dan bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan norma-norma sosial. B. Untuk maksud tersebut. Dengan demikian. Bila ia tidak mau menaati kaiah atau norma. Pengendalian kelompok terhadap kelompok 2. Pengendalian ini berfungsi untuk mengembalikan keserasian yang terganggu akibat adanya pelanggaran norma atau perilaku meyimpang.

pengendalian disini bertujuan untuk menyadarkan pihak yang berperilaku menyimpang tentang akibat dari penyimpangan tersebut. Pola-pola kelakuan dan kiadah-kaidah lembaga itu tidak saja mengontrol para anggota lembaga. tidak ditemukan dalam hukum tertulis. sekaligus agar dia mematuhi norma-norma sosial. e. . tokoh yang berpengaruh itu dapat dikenal. misalnya negara maupun agama. Pengendalian sosial gabungan merupakan usaha yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan (preventif) sekaligus mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial (represif). dan teristimewa ajarannya juga dikenal. Usaha penanaman pengertian tentang nilai dan norma kepada anggota masyarakat diberikan melakui jalur formal dan informal secara rutin. Bahkan silsilah dan riwayat hidupnya. Pengendalian institusional ialah pengaruh yang datang dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga (institusi) tertentu. f. C. g. Artinya.diadakan pemulihan. Sosialisasi Sosialisasi dilakukan agar anggota masyarkat bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa paksaan. Pengendalian berpribadi ialah pengaruh baik atau buruk yang datang dari orang tertentu. d. Dikatakan tidak resmi karena peraturan itu sendiri tidak dirumuskan dengan jelas. CARA DAN FUNGSI PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial dapat dilaksanakan melalui : 1. tetapi hanya diingatkan oleh warga masyarakat. 2. Jadi. Pengendalian resmi (formal) ialah pengawasan yang didasarkan atas penugasan oleh badan-badan resmi. Masyarakat dapat memberi sanksi kepada orang yang melanggar aturan kelompok tersebut. Pengawasan tidak resmi (informal) dilaksanakan demi terpeliharanya peraturanperaturan yang tidak resmi milik masyarakat. tetapi juga warga masyarakat yang berada di luar lembaga tersebut. Usaha pengendalian dengan memadukan ciri preventif dan represif ini dimaksudkan agar suatu perilaku tidak sampai menyimpang dari norma-norma dan kalaupun terjadi penyimpangan itu tidak sampai merugikan yang bersangkutan maupun orang lain. c. Tekanan Sosial Tekanan sosial perlu dilakukan agar masyarakat sadar dan mau menyesuaikan diri dengan aturan kelompok.

perlu dberlakukan cara-cara tertentu sesuai dengan kondisi budaya yang berlaku. kelompok bermain. klik ) biasanya bersifat informal. dan perkumpulan wartawan ) lebih bersifat formal. yakni kompulsi dan pervasi. Keadaan itu terpaksa dipergunakan pada setiap masyarakat untuk mengarahkan tingkah laku dalam menyesuaikan diri dengan nilai dan norma sosial. 1) Kompulsi (compulsion) ialah pemaksaan terhadap seseorang agar taat dan patuh tehadap norma-norma sosial yang berlaku. Dengan demikian. Sebagian besar nilai dan norma telah melembaga dan mendarah daging dalam diri warga masyarakat. 2. Fungsi Pengendalian Sosial . bimbingan yang dilakukan terus menerus. misalnya GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). orang tadi akan mengubah sikapnya. bisasanya dilakukan terhadap yang hidup dalam keadaan relatif tenteram. 3. kenaikan pangkat. pergunjingan (gosip) dan pengasingan. spontan.Pengendalian sosial pada kelompok primer (kelompok masyarkat kecil yang sifatnya akrab dan informal seperti keluarga. 2) Pervasi ( pervasion ) ialah penanaman norma-norma yang ada secara berulang -ulang dengan harapan bahwa hal tersebut dapat masuk ke dalam kesadaran seseorang. biasanya berupa ejekan. menertawakan. Kekuatan dan kekuasaan dalam bentuk peraturan hukum dan hukuman formal Kekuatan da kekuasaan akan dilakukan jika cara sosialisasi dan tekanan sosial gagal. b. Misalnya. Disamping cara di atas juga agar proses pengendalian berlangsung secara efektif dan mencapai tujuan yang diinginkan. biasanya dilakukan bagi masyarakat yang kurang tenteram. Jenis pengendalian dengan kekerasan dapat dibedakan menjadi dua jenis. Pengendalian sosial yang diberikan kepada kelompok sekunder (kelompok masyarkat yang lebih besar yang tidak bersifat pribadi (impersonal) dan mempunyai tujuan yang khusus seperti serikat buruh. pemberian gelar. imbalan dan hadiah dan sanksi serta hukuman formal. a. perkumpulan seniman. dan tidak direncanakan. Pengendalian tanpa kekerasan (persuasi). Pengendalian dengan kekerasan (koersi) . Alat pengendalian sosial berupa peraturan resmi dan tata cara yang standar.

Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma. dan 3. Sebagaimana halnya dengan sanksi-sanksi. Mengembangkan rasa malu d. yaitu : 1. Pada praktiknya. Mempertebal keyakinan masyarakat tentang kebaikan norma. c. yaitu : . Adapun yang dimaksud dengan sanksi dalam sosiologi ialah sesuatu bentuk penderitaan yang secara sengaja dibebankan oleh masyarakat kepada seorang warga masy arakat yang terbukti melanggar atau menyimpangi keharusan norma sosial. untuk mengusahakan terjadinya konformitas. Mengembangkan rasa takut e. ini berarti bahwa sekaligus terdakwa tersebut dikenai sanksi fisik (karena dirampas kebebasan fisiknya). dengan tujuan agar warga masyarakat ini kelak tidak lagi melakukan pelanggaran dan penyimpangan terhadap norma tersebut. dan sanksi ekonomik ( karena dilenyapkan kesempatan meneruskan pekerjaannya guna menghasilkan uang dan kekayaan ). sanksi psikologik (karena terasakan olehnya adanya perasaan aib dan malu menjadi orang hukuman). Sementara itu. Sanksi yang bersifat psikologik. yaitu : a. kontrol sosial sesungguhnya juga dilaksanakan dengan menggunakan incentive-incentive positif yaitu dorongan positif yang akan membantu individu-individu untuk segera meninggalkan pekerti-pekertinya yang salah. Sanksi yang bersifat ekonomik. pun incentive itu bisa dibedakan menjadi tiga jenis. b. Menciptakan sistem hukum Kontrol sosial – di dalam arti mengendalikan tingkah pekerti-tingkah pekerti warga masyarakat agar selalu tetap konform dengan keharusan-keharusan norma-hampir selalu dijalankan dengan bersarankan kekuatan sanksi (sarana yang lain:pemberian incentive positif). 2. ketiga jenis sanksi tersebut di atas itu sering kali terpaksa diterapkan secara bersamaan tanpa bisa dipisah-pisahkan. Sanksi yang bersifat fisik. misalnya kalau seorang hakim menjatuhkan pidana penjara kepada seorang terdakwa. Ada tiga jenis sanksi yang digunakan di dalam usaha-usaha pelaksanaan kontrol sosial ini.Koentjaraningrat menyebut sekurang-kurangnya lima macam fungsi pengendalian sosial.

pelukan. 4. Incentive yang bersifat psikologik. Incentive fisik tidaklah begitu banyak ragamnya. Menarik-tidaknya kelompok masyarakat itu bagi warga-warga yang bersangkutan . kebanyakan incentive fisik lebih tepat dirasakan sebagai incentive psikologik. Usaha-usaha kontrol sosial ternyata tidak berhasil menjamin terselenggaranya ketertiban masyarakat secara mutlak. Besar-kecilnya dan bersifat anomie-tidaknya kelompok masyarakat yang bersangkutan. Otonom-tidaknya kelompok masyarakat itu. Apakah kontrol sosial itu selalu cukup efektif untuk mendorong atau memaksa warga masyarakat agar selalu conform dengan norma-norma sosial (yang dengan demikian menyebabkan masyarakat selalu berada di dalam keadaan tertib ) ? Ternyata tidak. Menarik-Tidaknya Kelompok Masyarakat Itu Bagi Warga yang Bersangkutan. disamping incentive fisik dan psikologik tidak kalah pentingnya adalah incentive ekonomik. Pun. dan 3. Toleran-tidaknya sikap petugas kontrol sosial terhadap pelanggaran yang terjadi. Incentive yang bersifat fisik. Incentive ekonomik kebanyakan berwujud hadiah-hadiah barang atau ke arah penghasilan uang yang lebih banyak. hukuman kerja paksa. andaikata bisa diberikan. rasa nikmat jasmaniah yang diperoleh daripadanya tidaklah akan sampai seekstrem rasa derita yang dirasakan di dalam sanksi fisik.1. Jabatan tangan. yaitu : 1. 2. ciuman tidaklah akan sebanding dengan ekstremitas penderitaan sanksi fisik seperti hukuman cambuk. usapan tangan di kepala. Sementara itu. Incentive yang bersif ekonomik. tanpa ada pelanggaran atau penyimpangan norma-norma sosial satu kalipun. 3. Beragam-tidaknya norma-norma yang berlaku di dalam kelompok itu. 1. Ada lima faktor yang ikut menentukan sampai seberapa jauhkah sesungguhnya sesuatu usaha kontrol sosial oleh kelompok masyarakat itu bisa dilaksanakan secara efektif. Bernilai sekadar sebagai simbol. 2. serta pula tidak begitu mudah diadakan. hukuman gantung dan lain sebagainya. . dan 5.

Makin otonom suatu kelompok. 2. dalam keadaan demikian itu. Normanorma pun menjadi self-enforcing. makin efektiflah kontrol sosialnya. Penyelidikan Marsh ini dapat dipakai sebagai landasan teoritis untuk menjelaskan mengapa kontrol sosial efektif sekali berlaku di dalam masyarakat-masyarakat yang kecil-kecil dan terpencil. 3. Otonom-Tidaknya Kelompok Masyarakat Itu. Dalil ini pernah dibuktikan di dalam sebuah studi eksperimental yang dilakukan oleh Meyers. Sebaliknya. dan sebaliknya mengapa di dalam masyarakt kota besar-yang terdiri dari banyak kelompok-kelompok sosial besar maupun kecil itu – kontrol sosial bagaimanapun juga kerasnya dilaksanakan tetap saja kurang efektif menghadapi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. konsisten. kian menarik sesuatu kelompok bagi warganya. apabila kelompok itu tidak menarik bagi warganya. maka individu-individu warga masyarakat lalu silit menyimpulkan adanya sesuatu gambaran sistem yang tertib. Maka. Apabila terjadi pelanggaran.Pada umumnya. Beragam-Tidaknya Norma-norma yang Berlaku di dalam Kelompok Itu Makin beragam macam norma-norma yang berlaku dalam suatu kelompok-lebih-lebih apabila antara norma-norma itu tidak ada kesesuaian. atau apabila malahan bertentangan-maka semakin berkuranglah efektivitas kontrol sosial yang berfungsi menegakkannya. Dihadapkan pada sekian banyak norma-norma yang saling berlainan dan saling berlawanan. Dalil tersebut diperoleh dari hasil studi Marsh. maka berkuranglah motif pada pihak warga kelompok untuk selalu berusaha menaati norma-norma sehingga karenanyabagaimanapun juga keras dan tegasnya kontrol sosial dilaksanakan-tetaplah juga banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. dan konsekuen. jelas bahwa masyarakat tidak akan mungkin mengharapkan dapat terselenggaranya kontrol sosial secara efektif. kuatlah kecendrungan pada pihak warga-warga itu untuk berusaha sebaik-baiknya agar tidak melanggar norma kelompok. sehingga tingkah pekerti-tingkah pekerti warga itu mudah dikontrol conform dengan keharusan-keharusan norma yang berlaku. Pada kelompok yang disukai oleh warganya. . dengan mudah si pelanggar itu dikontrol dan dikembalikan taat mengikuti keharusan norma. kian besarlah efektivitas kontrol sosial atas warga tersebut. Pelanggaran atas norma yang satu (demi kepentingan pribadi) sering kali malahan terpuji sebagai konformitas yang konsekuen pada norma yang lainnya. dan akan semakin sedikitlah jumlah penyimpangan-penyimpangan dan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di atas norma-norma kelompok.

dan kontrol sosialpun akan lumpuh tanpa daya. dan d. Status dan reputasi individu yang ternyata melakukan pelanggaran.4. Tanpa bisa bersembunyi di balik sesuatu anomie. semakin sukarlah orang saling mengidentifikasi dan saling mengenali sesama warga kelompok. Besar-Kecilnya dan Bersifat Anomie-Tidaknya Kelompok Masyarakat yang Bersangkutan Semakin besar suatu kelompok masyarakat. Hal demikian itu dapat dibandingkan dengan apa yang terjadi pada masyarakatmasyarakat primitif yang kecil-kecil. c. Sehingga. . Toleran-Tidaknya Sikap Petugas Kontrol Sosial Terhadap Pelanggaran yang Terjadi Sering kali kontrol sosial tidak dapat terlaksana secara penuh dan konsekuen. sampai-sampai suatu kontrol sosial yang informal sifatnya-seperti ejekan dan sindiran-itu pun sudah cukup kuat untuk menekan individu-individu agar tetap memerhatikan apa yang telah terlazim dan diharuskan. Keadaan situasi sosial pada ketika pelanggaran norma itu terjadi. Itulah sebabnya maka kontrol sosial di masyarakat primitif itu selalu terasa amat kuatnya. samakin bebaslah individu-individu untuk berbuat “semaunya”. 5. Ekstrim-tidaknya pelanggaran norma itu. dengan bersembunyi di balik keadaan anomie (keadaan tak bisa saling mengenal). Mengambil sikap toleran. maka warga masayarakat di dalam masyarakat-masyarakat yang kecil-primitif itu hampir-hampir tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari kontrol sosial. di mana segala interaksi sosial lebih bersifat langsung dan face-to-face. melainkan karena sikap toleran (menenggang) agen-agen kontrol sosial terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. pelaksana kontrol sosial itu sering membiarkan begitu saja sementara pelanggar norma lepas dari sanksiyang seharusnya dijatuhkan. dan tanpa bisa sedikit pun memanipulasi situasi heterogenitas norma. b. bukan kondisi-kondisi objektif yang tidak memungkinkan. Adapun toleransi pelaksana-pelaksana kontrol sosial terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi umumnya tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut : a. Asasi-tidaknya nilai moral-yang terkandung di dalam norma-yang terlanggar.

A. Di dalam masyarakat yang makin kompleks dan modern. lembaga keagamaan. Di dalam berbagai masyarakat. usaha penegakan kaidah sosial tidak lagi bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan kesadaran warga masyarakat atau pada rasa sungkan warga masyarakat itu sendiri.42) cara mana yang lebih baik senantiasa tergantung pada situasi yang dihadapi dan tujuan yang hendak dicapai. sekolah. Cara pengendalian masyarakat dapat dijalankan dengan cara persuasif atau dengan cara koersif. adat. tokoh masyarakat-seperti kiai-pendeta-tokoh yang dituakan. dan sebagainya. Macam-Macam Pengendalian Sosial . tak pelak harus dilakukan dan dibantu oleh kehadiran aparat petugas kontrol sosial. beberapa aparat petugas kontrol sosial yang lazim dikenal adalah aparat kepolisian. sedangkan cara koersif tekanan diletakkan pada kekeraan atau ancaman dengan mempergunakan atau mengandalkan kekuatan fisik.Kontrol atau pengendalian sosial mengacu kepada berbagai alat yang dipergunakan oleh suatu masyarakat untuk mengembalikan anggota-anggota yang kepala batu ke dalam relnya. Usaha penegakan kaidah sosial di dalam masyarakat yang makin modern. Tidak ada masyarakat yang bisa berjalan tanpa adanya kontrol sosial. maupun jangka waktu yang dikehendaki. Bentuk kontrol sosial atau cara-cara pemaksaan konformitas relatif beragam. pengadilan. Cara persuasif terjadi apabila pengendalian sosial ditekankan pada usaha untuk mengajak atau membimbing. Menurut Soekanto (1981.

Pengendalian internal. c. Pengendalian yang bersifat preventif umumnya dilakukan dengan cara melalui bimbingan. Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya Berdasarkan waktu pelaksanaannya. Hal ini dilakukan agar kestabilan dalam masyarakat kembali dapat tercapai. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh penguasa atau pemerintah sebagai pemegang kekuasaan (the rulling class) untuk menjalankan roda pemerintahannya melalui strategi-strategi politik. Strategi-strategi politik tersebut dapat berupa aturan perundang-undangan ataupun program-program sosial lainnya. Pengendalian eksternal. pengendalian sosial dapat dibedakan menjadi tiga. Berdasarkan aspek-aspek tertentu. Tindakan kuratif. Berdasarkan Sifatnya a. berikut ini. Contohnya memasukkan para pencandu narkoba ke tempat rehabilitasi untuk mendapatkan pembinaan agar para pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya kembali 2. Tindakan ini ditujukan untuk memberikan penyadaran kepada para pelaku penyimpangan agar dapat menyadari kesalahannya dan mau serta mampu memperbaiki kehidupannya. tindakan ini diambil setelah terjadinya tindak penyimpangan sosial. 1. menjadi berikut ini. a. sehingga di kemudian hari tidak lagi mengulangi kesalahannya. yaitu suatu tindakan aktif yang dilakukan pihak berwajib pada saat penyimpangan sosial terjadi agar penyimpangan yang sedang terjadi dapat dihentikan. Tindakan represif. b. Tindakan preventif. pengarahan dan ajakan. Hal ini dilakukan karena dirasa adanya penyimpanganpenyimpangan . pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh rakyat kepada para penguasa. yaitu tindakan yang dilakukan oleh pihak berwajib sebelum penyimpangan sosial terjadi agar suatu tindak pelanggaran dapat diredam atau dicegah. b. Contohnya guru memberi hukuman kepada siswa yang terlambat dan tidak tertib di sekolah. pengendalian sosial dapat dibedakan. Hukuman ini dimaksudkan agar tindakan penyimpangan siswa tidak berulang lagi. Contohnya kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait tentang bahaya yang ditimbulkan sebagai akibat dari pemakaian narkoba.Pengendalian sosial adalah suatu bentuk aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu dalam masyarakat karena adanya penyimpangan-penyimpangan sosial.

pengawasan dan pengaruh dari pondok pesantren tersebut tidak hanya terbatas pada para santrinya saja. yaitu tindakan pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara pemaksaan. b. Meskipun demikian. Pengendalian sosial jenis ini dapat dilakukan melalui aksi-aksi demonstrasi atau unjuk rasa. yaitu pengaruh yang datang dari orang atau tokoh tertentu (panutan). Misalnya kehidupan para santri di pondok pesantren akan mengikuti aturan. pengendalian tidak resmi juga memiliki efektivitas dalam mengawasi atau mengendalikan perilaku masyarakat. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan tanpa rumusan aturan yang jelas atau tanpa sanksi hukum yang tegas. akan tetapi juga mengawasi dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di sekitar lembaga tersebut berada. Dalam hal ini. Pengendalian resmi dilakukan oleh aparat negara. dan sebagainya. tutur sapa. baik dalam hal pakaian. atau pun melalui wakil-wakil rakyat di DPRD. Pengaruh ini dapat bersifat baik atau pun buruk. Pengendalian resmi. kejaksaan. 3.tertentu yang dilakukan oleh kalangan penguasa. pola tidur. d. Bentuk pengendalian ini. namun juga kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren. bentuk pemaksaan diwujudkan dengan pemberian sanksi atau hukuman terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran sesuai dengan kadar penyimpangannya. satpol PP. Berdasarkan Cara atau Perlakuan Pengendalian Sosial a. Tindakan persuasif. Pengendalian pribadi. Contohnya seorang guru BP menasehati dan menghimbau kepada siswa untuk tidak merokok. c. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi negara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan sanksi yang jelas dan mengikat. Pengendalian institusional. misalnya berupa ajakan atau penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. b. Tindakan coersif. Pola perilaku lembaga tersebut tidak hanya mengawasi para anggota lembaga itu saja. sikap. Hal ini dikarenakan sanksi yang diberikan kepada . yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari adanya suatu institusi atau lembaga. pola pikir. Pengendalian tidak resmi. melalui pengawasan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). ataupun kehakiman untuk mengawasi ketaatan warga masyarakat terhadap hukum yang telah ditetapkan. seperti kepolisian. yaitu tindakan pencegahan yang dilakukan dengan cara pendekatan secara damai tanpa paksaan. Berdasarkan Pelaku Pengendalian Sosial a. Contohnya penertiban PKL secara paksa yang dilakukan oleh petugas Satpol PP. Dalam hal ini.

. Tahap Sosialisasi atau Pengenalan Tahap sosialisasi atau pengenalan merupakan tahap awal proses pengendalian sosial. menjadi berikut ini. tokoh adat. ataupun tokoh agama yang memiliki kharisma dan dipandang sebagai panutan masyarakat.pelaku penyimpangan berupa sanksi moral dari masyarakat lain. terlihat adanya pihak pelaku pengendalian sosial dan pihak yang dikendalikan. pengendalian sosial yang berlaku di masyarakat dapat dibedakan menjadi berikut ini. masyarakat dikenalkan pada bentuk-bentuk penyimpangan sosial beserta sanksi-sanksinya. 3. Pengendalian tidak resmi dilakukan oleh tokoh masyarakat. B. Tahap Penekanan Sosial Tahap penekanan sosial dilakukan untuk mendukung terciptanya kondisi sosial yang stabil. Pada tahap ini. Berdasarkan pelakunya. Tahap ini dilakukan jika tahaptahap yang lain tidak mampu mengarahkan tingkah laku manusia sesuai dengan norma atau nilai yang berlaku. 1. tahap pendekatan kekuasaan atau kekuatan ini dapat dibedakan. Pengenalan tersebut dimaksudkan agar masyarakat menyadari efek dan sanksi yang akan diterimanya bila mereka melakukan suatu tindakan penyimpangan sosial. tahap sosialisasi bersifat preventif yang bertujuan mencegah perilaku penyimpangan sosial. 2. Pada tahap ini telah disertai dengan pelaksanaan sanksi atau hukuman kepada para pelaku tindakan penyimpangan. diharapkan masyarakat segan dan tidak mau melakukan berbagai perbuatan yang menyimpang. a. Tahapan Pengendalian Sosial Sebagai suatu proses. Tahap Pendekatan Kekuasaan/Kekuatan Pada tahap ini. misalnya anggota Kepolisian Sektor Pasanggrahan Jakarta Selatan mengawasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Pasanggrahan. Dengan adanya sanksi yang menekan tersebut. Di dalam hal ini. Pengendalian kelompok terhadap kelompok. misalnya dikucilkan atau bahkan diusir dari lingkungannya.

Gosip disebut juga kabar burung atau desas-desus. Sanksi atau hukuman merupakan bentuk pengendalian sosial yang efektif karena pelaku tindak penyimpangan akan mengalami kerugian atau penderitaan.b. . terhadap orang atau lembaga yang melakukan tindak penyimpangan sosial. diskors. 3. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lain. Gosip Gosip adalah kabar yang tidak berlandaskan fakta. dan merasa terisolir dalam kehidupan bermasyarakatnya. Dalam hal ini. teguran. atau seorang kakak yang menjaga adiknya. dikucilkan. Sanksi atau Hukuman Sanksi atau hukuman merupakan tindakan tegas yang diambil jika teguran tidak lagi diindahkan oleh pelaku tindak penyimpangan. orang atau lembaga yang terkena gosip akan berusaha memperbaiki tingkah lakunya. C. 1. Suatu gosip tersebar di masyarakat jika pernyataan secara terbuka tidak dapat dilontarkan secara langsung atau belum menemukan bukti-bukti yang sah. Teguran dilakukan secara langsung kepada pelaku tindak penyimpangan agar pelaku tindak penyimpangan tersebut menyadari perbuatannya dan dapat segera menghentikan tingkah laku menyimpangnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pada umumnya. Pengendalian kelompok terhadap anggotanya. serta pendidikan dan agama. gosip merupakan kritik tertutup yang ditujukan pada seseorang atau lembaga yang melakukan penyimpangan sosial. c. misalnya bapak/ibu guru di sekolah mengendalikan dan membimbing siswa/siswi yang belajar di sekolah itu. baik lisan atau pun tertulis. maka orang atau lembaga tersebut akan dicemooh. misalnya seorang ayah yang mendidik dan merawat anaknya. misalnya didenda. 2. pengendalian sosial mempunyai beberapa bentuk. Teguran Teguran adalah kritik sosial yang bersifat terbuka. Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial Dalam penerapannya. Berikut ini uraian singkat mengenai bentuk-bentuk pengendalian sosial tersebut. atau mengalami hukuman fisik. hukuman atau sanksi. jika tidak. seperti gosip.

manusia dituntut untuk mampu menjalin hubungan baik dengan Tuhan.Dalam hal ini. Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma-norma kemasyarakatan. Adapun pahala akan diterima manusia jika mereka melakukan hal-hal baik sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam kitab suci atau ajaran nabi. memberikan contoh kepada pihak lain agar tidak ikut melakukan perbuatan menyimpang (schock theraphy). Berbagai bentuk pengendalian sosial tersebut. Dalam ajaran agama dikenal adanya dosa dan pahala. Dosa akan diterima manusia jika mereka melakukan penyimpangan dari aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam ajaran agama sesuai dengan petunjuk dari kitab suci atau nabi. Berdasarkan uraian tersebut. Pendidikan dapat berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk sikap mental anak didik sesuai dengan kaidah dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam ajaran agama. menjalin hubungan baik antarmanusia. Pendidikan memberi pengertian akan hal yang baik dan hal yang buruk melalui pendekatan ilmiah dan logika. sanksi atau hukuman hanya dapat diberikan oleh pihak yang memiliki kekuatan hukum atau resmi berdasarkan peraturan yang berlaku. Agama merupakan penuntun umat manusia dalam menjalankan perannya di muka bumi ini. dan b. pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi. 2. memberikan efek jera kepada pelaku penyimpangan sosial. . maka agama merupakan bentuk pengendalian sosial yang tumbuh dari hati nurani berdasarkan kesadaran dan tingkat keimanan seseorang sesuai dengan agama atau kepercayaan yang dianutnya. Dosa yang dilakukan manusia akan memperoleh balasan atau hukuman dari Tuhan YME kelak di kehidupan lain (akherat). Pendidikan dan Agama Pendidikan. 4. baik formal ataupun nonformal. Dalam pelaksanaannya. Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma-norma kemasyarakatan. merupakan salah satu bentuk pengendalian sosial yang telah melembaga. dan menjalin hubungan baik dengan alam lingkungannya. 1. sanksi atau hukuman berfungsi untuk: a. Berikut ini beberapa fungsi pengendalian sosial.

Sebagai contoh. Menciptakan sistem hukum. D. dan tertib sesuai dengan peraturan atau ketetapan yang berlaku. dan mampu membedakan hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk atau dilarang agama. 4. Dalam perkembangannya. yaitu sistem tata tertib dengan sanksi yang tegas bagi para pelanggar. aturan dan kedisiplinan yang diterapkan dalam keluarga akan sangat memengaruhi sikap dan dan perilaku seseorang. Pranata Keluarga Pranata keluarga merupakan bentuk basic institutions. seringkali bentuk-bentuk pelanggaran norma akan muncul dari hasil pendidikan yang kurang terarah dari suatu keluarga. Peran Pranata Sosial dalam Upaya Pengendalian Sosial Keberhasilan suatu upaya pengendalian sosial tidak terlepas dari peran pranata sosial di masyarakat. selaras. rajin beribadah.3. 5. seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beribadah akan selalu bersikap sesuai dengan aturan agama. sehingga dapat terhindar dari . Sebagai tempat pendidikan anak yang pertama dan utama. 1. Berikut adalah pranata sosial yang berperan besar dalam upaya menciptakan ketertiban dan pengendalian sosial. Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakat bila mereka menyimpang atau menyeleweng dari norma-norma kemasyarakatan dan nilai-nilai yang berlaku. keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter seseorang kaitannya dengan perilaku sosial yang dilakukannya dalam masyarakat. penanaman pemahaman tentang kebaikan dan disiplin diri yang kuat akan sangat membantu seseorang dalam bersosialisasi di masyarakat. Kondisi tersebut akan jauh berbeda terhadap seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang tidak taat beribadah atau dalam keluarga yang tidak disiplin. Untuk itu. Menimbulkan rasa takut. Peran pranata sosial sendiri adalah berusaha menegakkan dan menjalankan nilai dan norma sosial agar tercipta suatu kondisi kehidupan masyarakat yang aman. Seperti telah dijelaskan pada bab di depan. Mereka akan beranggapan bahwa segala sesuatu akan dianggap baik bila menguntungkan bagi dirinya sendiri tanpa mengindahkan apakah hal tersebut dilarang agama ataupun tidak. Hal ini terjadi karena seseorang telah dikondisikan atau dibiasakan untuk melakukan hal tersebut.

Pranata Ekonomi Sebagai suatu tata tindakan dalam memanfaatkan uang. sehingga dengan memahami dan menerapkan konsep tersebut diharapkan ketenteraman dan kedamaian batin dapat dikembangkan. Pranata Agama Pranata agama merupakan bentuk general institutions yang mengatur hubungan antarmanusia. waktu. bagaimana suatu industri mengeksploitasi sumberdaya secara besar-besaran. 3. dapatlah disimpulkan bahwa pranata ekonomi sangat berperan dalam mengatur kegiatan ekonomi. distribusi. 2. Dalam kehidupan bermasyarakat. agama merupakan benteng individu dalam menghadapi tantangan dunia yang kian kompleks dari waktu ke waktu. Tanpa pranata ekonomi. atau bagaimana jika seseorang menentukan nilai suatu barang sekehendak hatinya. . bisa kalian bayangkan sendiri. Dengan pranata pendidikan. seperti produksi. Pranata agama memberi batasan tentang segala sesuatu itu boleh atau tidak boleh. atau barangbarang berharga lainnya. dan konsumsi agar dapat berjalan dengan lancar. berdosa atau tidak berdosa.pengaruh-pengaruh buruk saat dia bersosialisasi. Dengan bekal pendidikan ilmu pengetahuan. bagaimana seorang majikan memperlakukan buruhnya secara semena-mena. seseorang diharapkan dapat menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan sehingga mampu berkompetisi dalam kehidupan. dan antara manusia dengan Tuhannya. Pranata Pendidikan Pranata pendidikan memiliki aturan dan disiplin baku yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didiknya melalui pengajaran dan pendidikan ilmu pengetahuan. yang pada akhirnya dapat berimbas pada kerukunan hidup antarmanusia sebagai anggota masyarakat. antara manusia dengan alam. tenaga. Berdasarkan uraian tersebut. pranata ekonomi memberikan aturan-aturan khusus dalam upaya pengendalian sosial agar tercapai suatu keseimbangan dan terwujudnya suatu keadilan sosial. 4. tertib dan dapat memberi hasil yang maksimal dengan meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan. Pranata ekonomi memberikan aturan dan batasan-batasan yang telah disepakati bersama sebagai suatu hukum atau aturan ekonomi yang harus dipatuhi. mampu berpikir secara ilmiah dan logis tentang segala sesuatu sehingga mampu memilah hal-hal yang baik dan buruk. halal atau tidak halal. diharapkan hasil sosialisasi akan membentuk sikap mental yang cocok dengan kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang. Pranata pendidikan termasuk dalam basic institutions.

adil.5. serta mengatur hubungan negara dengan negara lain dalam pergaulan internasional. menjaga kehormatan hak-hak dan kewajiban warga negara. Dalam pelaksanaannya. Pranata Politik Pranata politik mengatur kehidupan berpolitik. dalam arti kehidupan berbangsa dan bernegara. politik memiliki serangkaian aturan dan alat yang digunakan untuk menegakkan kedaulatan rakyat dan kedaulatan pemerintah melalui hukumhukum yang telah ditetapkan. Peran utama pranata politik adalah mengupayakan kehidupan masyarakat yang merdeka. dan makmur. . Pelanggaran terhadap hukum-hukum tersebut dapat menyebabkan seseorang menerima sanksi.

B. Individual dan Kolektif . Penyimpangan primer adalah suatu bentuk perilaku menyimpang yang bersifat sementara dan tidak dilakukan terusmenerus sehingga masih dapat ditolerir masyarakat seperti melanggar rambu lalu lintas. Van Der Zanden perilaku menyimpang yaitu perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan di luar batas toleransi. Tingkatan bentuk penyimpangan seseorang pada norma yang berlaku : 1. dan lain-lain.Pelajaran Sosiologi IPS Sat.. Menurut Lemert penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. 23/02/2008 . di 02:53 Macam/Jenis & Pengertian Penyimpangan Sosial. dll. Lawang penyimpangan perilaku adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sitem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. Melakukan pelanggaran terhadap norma yang berlaku di lingkungannya. dan lain sebagainya. Bandel atau tidak patuh dan taat perkataan orang tua untuk perbaikan diri sendiri serta tetap melakukan perbuatan yang tidak disukai orangtua dan mungkin anggota keluarga lainnya. memakai narkoba. menjadi pelacur.. pemuka agama. . Menurut James W.4:34pm — godam64 A.PENYIMPANGAN SOSIAL Diposkan oleh Dismas. kepala sekolah. ketua rt rw. Arti Definisi / Pengertian Penyimpangan Sosial (social deviation) 1. Tidak mengindahkan perkataan orang-orang disekitarnya yang memiliki wewenang seperti guru. 2. menjambret. Z. Menurut Robert M. buang sampah sembarangan. 2. 3. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. pemuka adat. Sedangkan penyimpangan sekunder yakni perilaku menyimpang yang tidak mendapat toleransi dari masyarakat dan umumnya dilakukan berulang kali seperti merampok. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Individual (individual deviation) Penyimpangan individual atau personal adalah suatu perilaku pada seseorang dengan melakukan pelanggaran terhadap suatu norma pada kebudayaan yang telah mapan akibat sikap perilaku yang jahat atau terjadinya gangguan jiwa pada seseorang.

2. mendirikan genk yang suka onar. Tindak Kenakalan Suatu kelompok yang didonimasi oleh orang-orang yang nakal umumnya suka melakukan sesuatu hal yang dianggap berani dan keren walaupun bagi masyarakat umum tindakan trsebut adalah bodoh. Penyalahgunaan Narkoba. suka berbohong. Gaya Hidup (wanita bepakaian minimalis di tempat umum. Bentuk penyimpangan sosial tersebut dapat dihasilkan dari adanya pergaulan atau pertemanan sekelompok orang yang menimbulkan solidaritas antar anggotanya sehingga mau tidak mau terkadang harus ikut dalam tindak kenakalan atau kejahatan kelompok. Macam-macam bentuk penyimpangan indivisual : 1. 2. mengoda dan mengganggu cewek yang melintas. Tindak Kriminal / Kejahatan (perampokan. seks bebas. ketidaknyamanan atau bahkan merugikan. Melakukan tindak kejahatan atau kerusuhan dengan tidak peduli terhadap peraturan atau norma yang berlaku secara umum dalam lingkungan bermasyarakat sehingga menimbulkan keresahan.4. corat-coret tembok orang dan lain sebagainya. ketidaknyamanan serta tindak kriminalitas lainnya. Pelacuran. 3. pembunuhan. ketidakamanan. sodomi. menyakiti. lesbian. biseksual. 4. ketidakamanan. pengrusakan. 5. pedofil. zina. pemerkosaan. Contoh penyimpangan kenakalan bersama yaitu seperti aksi kebut-kebutan di jalan. C. dsb). Penyimpangan seksual (homo. transeksual). Bentuk penyimpangan kolektip : 1. dan lain sebagainya). dll. pencurian. pria beranting. tidak berguna dan mengganggu. Tawuran / Perkelahian Antar Kelompok . Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Bersama-Sama / Kolektif (group deviation) Penyimpangan Kolektif adalah suatu perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh kelompok orang secara bersama-sama dengan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga menimbulkan keresahan.

membuat batas atau hijab antara laki-laki dengan wanita pada acara resepsi pernikahan. penjajah. . Contoh : Perampok. tawuran penduduk berlan dan matraman. Contoh : merayakan hari-hari besar negara lain di lingkungan tempat tinggal sekitar sendirian. 4. bajing loncat. Tindak Kejahatan Berkelompok / Komplotan Kelompok jenis ini suka melakukan tindak kejahatan baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terbuka. 3. perompak. benar atau salah menurut pengertian umum. dsb. syarat mas kawin yang tinggi.Pertemuan antara dua atau lebih kelompok yang sama-sama nakal atau kurang berpendidikan mampu menimbulkan perkelahian di antara mereka di tempat umum sehingga orang lain yang tidak bersalah banyak menjadi korban. Cohen. COntoh : tawuran anak sma 70 dengan anak sma 6. Jenis penyimpangan ini bisa bertindak sadis dalam melakukan tindak kejahatannya dengan tidak segan melukai hingga membunuh korbannya. sindikat curanmor dan lain-lain. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat Sunday. dan sebagainya. 2009 Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukanv oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Menurut Bruce J. Penyimpangan Budaya Penyimpangan kebudayaan adalah suatu bentuk ketidakmampuan seseorang menyerap budaya yang berlaku sehingga bertentangan dengan budaya yang ada di masyarakat. grup koruptor. April 12.

perjudian dan pemakaian narkotika.Bentuk-bentuk penyimpangan sosialv • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. pembunuhan. Contohnya: pemerkosaan. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. di diskotik dll. Latar Belakang/sebab-sebab terjadinya penyimpangan Sosial :v Y Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. pencurian. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.norma masyarakat yang berlaku. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. . Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma.

sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. media massa. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. pergaulan dan media massa.obat-obat terlarangY dan minuman keras. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakatY Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. sementara iklan rokok begitu menarik. membuang sampah sembarangan. media elektronik. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba.Penyimpangan juga dapat terjadiY apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Faktor dari luarY adalah kehidupan rumah tangga atau keluarga. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. media cetak. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. usia. TerbentuknyaY perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. pendidikan di sekolah. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis:v Y Tawuran atau perkelahian antar pelajar. Pertentangan antar agen sosialisasiY Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. Penyalahgunaan narotika. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk . Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosialv Y Faktor dari dalam adalah intelegensi atau tingkat kecerdasan. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg.

Lingkungan tempat tinggal dan temanY sepermain. perampokan. Antara lain:v Y Keluarga. cap. menjambret membunuh. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan.menodong. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya.v Y Teori Differential Association. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya.Y Y Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama.Y Pencegahan penyimpangan sosial. Merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. Dianggap menyimpang karena melanggar norma. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. Menurut pandangan teori ini. Teori Labeling. Menurut teori iniY seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling. .dll. Hubungan seks diluar nikah. penberian julukan. Media Massa baik cetakY maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. norma sosial dan norma agama.norma yang berlaku. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal Penyimpangan seksual.memperoleh kenikmatan. Misalnya: mencuri. Teori mengenai penyampangan sosial. pemerkosaan pencurian. Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial.

Teori konflik.Y Teori Merton. khususnya siswa sekolah. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. Karl Mark. Oleh sebab itu. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. Teori Fungsi Durkheim. perilaku tersebut bisa dilakukan oleh seorang individu atau pun oleh sekelompok orang. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. Dengan demikian. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. nilai-nilai. Penyimpangan sosial bisa di definisiakan sebagai suatu bentuk perilaku yang melanggar kaidah. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. dan norma-norma yang ada di masyarakat. BahwaY kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. salah satunya adalah penyimpangan yang sering dilakukan oleh remaja. Bentuk-bentuk penyimpangan sosial bisa bermacam-macam. Teori penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. .

Namun. Banyaknya mal dipusat kota khususnya membuat sebagian pelajar keterusan ‘mejeng’ yang ternyata tidak hanya dilakukan pad waktu diluar jam sekolah. kelompok atas dasar hobi yang sama (bisa dalam bentuk keterampilan. misalnya kelompok senior yang menekan adik kelas. warnet-warnet. menentang terhadap guru. Penggunaan obat terlarang Banyak faktor mengapa remaja menggunakan obat-obat terlarang padahal mereka sudah mengetahui bahayanya dan risiko di masa depan. 3. Tujuan menggunakan obat terlarang bisanya untuk membuktikan keberanian dalam melakukan suatu tindakan yang berbahaya seperti berkelahi. yang lebih menarik membuat sebagian pelajar tertantang terus dan menganggap duduk di depan layar komputer lebih menarik dibandingkan di dalam kelas. misalnya kelompok belajar.Penyimpangan yang sering dilakukan oleh siswa sekolah . salah satu contohnya adalah bermain game di tempat-tempat permainan game online. seperti membolos. Berada di tempat hiburan atau mall pada saat jam pelajaran Alasan dan yang dilakukan pelajar bisa bermacam-macam. Solidaritas bisa berdampak positif dan negatif. sosial dsb). perkelahian. Positif apabila visi misi didirikannya kelompok itu menguntungkan. bahkan tidak menutup kemungkinan sampai terjadinya penganiayaan. hal ini bisa menyebabkan perkelahian apabila junior mempunyai ego yang tinggi. 1. Perbuatan-Perbuatan yang Melanggar Hukum Bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan remaja bisa merupakan tindakan yang melanggar hukum ataupun perbuatan yang anti sosial. Bentuk-bentuk penyimpangan siswa saat ini memang sangat beragam dan hal itu tak jarang dilakukan dengan intensitas yang tinggi. tak jarang kegiatan mejeng dilakukan pada waktu jam pelajaran . Tidak menutup kemungkinan akhirnya berdampak menjadi perkelahian antarkelompok atau tawuran antarsekolah. olah raga. Perilaku penyimpangan seorang pelajar pada umumnya adalah sebagai berikut. banyaknya permainan baru dengan bentuk pola yang berbeda. Membentuk geng atau kelompok Salah satu ciri keremajaan adalah rasa solidaritasnya. pengrusakan. melepaskan diri dari kesepian . biar lebih percaya diri (PD). seperti. kelompok atau geng bisa menjadi merugikan apabila orientasinya hanya untuk superioritas. Kemajuan teknologi bisa membawa dampak negatif bagi siapa pun yang kurang bisa mengontrol diri. 2.

biasanya dilakukan ke junior. dilakukan karena dorongan dari dalam diri. karena rasa solidaritas terhadap kawan. yaitu penyimpangan yang dilakukan tanpa ada pengaruh dari luar.atau rasa terkucil. pemerasan bisa dilakukan juga di luar sekolah. Secara umum penyimpangan sosial bisa terjadi akibat beberapa faktor. dan faktor keluarga . Kedua faktor eksternal. contohnya: Mengambil atau mencuri barang milik sekolah. Melanggar Hak Orang Lain Bentuk penyimpangan remaja bisa berbentuk suatu tindakan yang mengakibatkan kerugian pada orang lain yang bersifat kebendaan. . menghilangkan rasa prustasi dan kegelisahan akibat suatu masalah. bahkan hanya sekadar ingin tahu saja. kawannya atau pun milik orang lain di tempat umum Melakukan pemerasan di lingkungan sekolah terhadap kawan-kawannya. yaitu yang diakibatkan karena lingkungan di luar seperti sekolah yang kurang disiplin. Pertama internal.

jurnalbogor. (ekaprana htt://www. Bagaimana tidak ngeri. dan hal lainnya yang menyimpang? Apa yang salah dari semua ini? . Beliau mengambil inisiatif untuk mengantar dan menjemput anaknya yang sudah SMU. PENDAHULUAN 1. Artinya adanya disorganiasi sosial dalam keluarga memberi peluang pelajar untuk melakukan perilaku menyimpang. A.PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI Oleh : Muhammad Yakub NIM. A101080018 Mahasiswa Program Sertifikasi Guru Melalui Jalur Pendidikan FKIP-UMS Surakarta Tahun 2008-2009 Abstrak Perilaku menyimpang pelajar adalah salah satu dari masalah sosial karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Mengapa para pelajar itu begitu sering tawuran. seakan-akan mereka sudah tidak memiliki akal sehat. dan tidak bisa berpikir mana yang berguna dan mana yang tidak ? Mengapa pula para pelajar banyak yang terlibat narkoba dan seks bebas. kalau pelajar yang tidak ikut-ikutan pun ikut diserang”. Sebaliknya bagi pelajar yang keluarganya harmonis dan utuh maka kemungkinan melakukan perilaku menyimpang sangat kecil. Latar Belakang Anonymous menulis “Ada seorang Ibu yang tinggal di Jakarta bercerita bahwa sejak maraknya kasus tawuran pelajar di Jakarta. Ada hubungan sebab akibat antara disorganisasi sosial dalam keluarga dengan perilaku menyimpang pelajar. sebuah kebiasaan yang belum pernah Beliau lakukan sebelumnya.com: 2008).

Adalah sulit untuk menentukan suatu penyimpangan karena tidak semua orang menganut norma yang sama sehingga ada perbedaan mengenai apa yang menyimpang dan tidak menyimpang. atau yang disebut penyimpangan sekunder. masa pubertas (14 – 16 tahun). (17 – 18 tahun). masa akhir pubertas. Kenakalan pelajar dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. berusia antara 12 – 21 tahun.com/2008 ). remaja Siahaan http://www. Perilaku pelajar yang tidak melalui menyimpang. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi dan adanya kesempatan tertentu. Pelajar akan mengalami periode perkembangan fisik dan psikis sebagai berikut : masa pra-pubertas (12 – 13 tahun).(Jokie kanak-kanak dan masa M. Dalam perspektif sosiologi perilaku menyimpang pelajar terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Penyimpang adalah orang-orang yang mengadopsi peran penyimpang. atau telah terjadi kenakalan pelajar. sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan.Masa berlangsung begitu singkat. jalur tersebut berarti telah . baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Istilah pelajar dalam makalah ini adalah mereka yang menurut Kartini Kartono. Becker (dalam Soerjono Soekanto. Orang yang dianggap menyimpang berarti melakukan perilaku menyimpang. tetapi terkadang pada kebanyakan orang tidak menjadi berwujud penyimpangan. psikis. Tetapi perilaku menyimpang bukanlah kondisi yang perlu untuk menjadi seorang penyimpang. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku mengapa seorang pelajar melakukan penyimpangan. (2007:27).1988 : 26).blogspot. mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. dan emosi yang begitu cepat. Dan perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajarpelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya. dengan perkembangan fisik.S. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh.

com:2008). dan normatif. Siahaan: blogspot. Jumlah dan macam penyimpangan dalam masyarakat adalah relatif tergantung dari besarnya perbedaan Penyimpangan adalah relatif terhadap norma suatu kelompok atau masyarakat. Karena itulah dalam membahas perilaku penyimpangan pelajar. Penyimpangan secara normatif didefinisikan sebagai penyimpangan terhadap norma. manipulasi aspek lingkungan fisik. kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap oleh setiap pelajar. partisipasi dalam subkebudayaan menyimpang dan berubah menjadi tidak menyimpang.( Jokie M. bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang. Pengertian yang penuh terhadap penyimpangan membutuhkan pengertian tentang penyimpangan bagi penyimpang. maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. Tidak satu teknik pun yang menjamin bahwa penyimpang dapat hidup di dunia yang menolaknya.S. yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. Penyimpangan dapat didefinisikan secara statistik. . Cara-cara para penyimpang menghadapi penolakan atau stigma dari orang non penyimpang disebut dengan teknik pengaturan. penulis menitikberatkan pada pendekatan sistem. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial dalam keluarga misalnya. absolut. Karena norma berubah maka penyimpangan berubah. Perbedaan yang menonjol dari keempat sudut pandang pendefinisian itu adalah pendefinisian oleh para reaktifis. kondisi dan individu. di mana penyimpangan itu adalah terlarang bila diketahui dan mendapat sanksi. rasionalisasi.Dasar pengakategorian penyimpangan didasari oleh perbedaan perilaku. Oleh sebab itu. dan normatif yang membedakannya dari kedua sudut pandang lainnya. Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Teknik-teknik yang digunakan oleh penyimpang adalah kerahasiaan. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya. Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami. reaktifis.

maka tujuan penulisan ini adalah: 1. Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto. B. Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong timbulnya perilaku penyimpangan yang dilakukan para pelajar. Singgih D. 1985 : 73). perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan melihat pada sesuatu perbuatan yang tidak disengaja. dijelaskan bahwa dalam pemikiran perilaku menyimpang atau jahat kalau dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial yang normal. 2. Tujuan Penulisan Berdasarkan latar belakang di atas. Selanjutnya dalam pembahasan ini. PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR 1. istilah perilaku menyimpangdiidentikkan dengan kenakalan. sehingga perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan dianggap terjadi hal yang menyimpang atau “kenakalan”.2. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat. Faktor-Faktor Pendorong Pada dasarnya perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar adalah hal-hal yang dilakukan oleh pelajar sebagai individu dan yang tidak sesuai dengan normanorma hidup yang belaku di dalam masyarakatnya. dengan demikian perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat. mengatakan dari segi hukum kenakalan pelajar digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum . pernah membahas tentang normal tidaknya perilaku menyimpang atau perilaku kenakalan. Gumarso (1988 : 19). Jadi kebalikan dari perilaku yang dianggap normal yaitu perilaku nakal atau jahat yaitu perilaku yang disengaja sehingga menimbulkan keresahan pada masyarakat. Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan pelajar yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Untuk mengetahui hubungan antara perilaku menyimpang pelajar dengan disorganisasi sosial.

orangtua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar masa depan si anak berbahagia. Pemaksaan ini tidak jarang justru akan berakhir dengan kekecewaan. makin tinggi nilai mereka di mata temantemannya. Di jaman sekarang. 2. seperti : 1. orangtua para pelajar hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Orangtua juga senang dan bangga kalau anaknya mempunyai teman bergaul dari kalangan tertentu . Namun jika si anak akan mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun orangtua tidak mampu memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. maka pelajar kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik. meski memang ada sebagian anak yang berhasil mengikuti kehendak orangtuanya tersebut. (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. Sebab. obat terlarang. Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor. memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. Jangan biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi orangtuanya. Ketika anak memasuki usia sekolah terutama perguruan tinggi. Oleh karena itu. . Apabila timbul frustrasi. Masih sering terjadi dalam masyarakat. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai. frustrasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali.yaitu : (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum . Makin banyak kawan. pengaruh kawan bermain ini bukan hanya membanggakan si pelajar saja tetapi bahkan juga pada orangtuanya. dan lain sebagainya. tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil dan kemudian menjadi kecewa. Pendidikan Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua kepada anak. Kawan Sepermainan Di kalangan pelajar. orangtua yang memaksakan kehendaknya agar di masa depan anaknya memilih profesi tertentu yang sesuai dengan keinginan orangtua. Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas.

Mengisi waktu luang selain diserahkan kepada kebijaksanaan pelajar. pada si pelajar akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan kawan-kawannya. Oleh karena itu. Tindakan pengasingan ini jelas tidak mengenakkan hati si pelajar. Anak menjadi boros 2. Yaitu: 1. Penggunaan Waktu Luang Kegiatan di masa pelajar sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah. selain itu mereka bebas. 3. Apabila si pelajar melakukan kegiatan yang positif. pada umunya apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya maka ia akan dijauhi oleh lingkungannya. Uang saku yang diberikan dengan tidak bijaksana akan dapat menimbulkan masalah. 4. dan . bersenang-senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat terlarang. Namun. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para pelajar untuk menarik perhatian lingkungannya. Pemberian uang saku kepada pelajar memang tidak dapat dihindarkan. Jangan berlebihan. sebaiknya uang saku diberikan dengan dasar kebijaksanaan. Uang Saku Orangtua hendaknya memberikan teladan untuk menanamkan pengertian bahwa uang hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat. hal ini tidak akan menimbulkan masalah. tidak ada kegiatan. Akhirnya ia terjerumus. jika ia melakukan kegiatan yang negatif maka lingkungan dapat terganggu. Sebab dalam masyarakat. Pelajar atau anak hendaknya dididik agar dapat menghargai nilai uang. Anak tidak menghargai uang. Namun. waktu luang yang dimiliki pelajar dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak. Seringkali perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja.Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya. ada baiknya pula orangtua ikut memikirkannya pula. Kegiatan keluarga dapat pula berupa tukar pikiran dan berbicara dari hati ke hati.

Hal ini dapat dilihat bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial seperti masalah dalam keluarga. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa pelajar. tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. Para pelajar dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Pacar. Namun. Akibatnya. 5. orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum. Perilaku pelajar sebagai individu yang dianggap menyimpang dan merupakan sebagai masalah sosial. di kalangan pelajar kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat. Perilaku Seksual Pada saat ini. Anak malas belajar. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan yang sesuai dengan agama dan aturan yang berlaku. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. Oleh karena itu. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. di jaman ini banyak pelajar yang putus sekolah karena hamil. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita.maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Akibatnya.3. bagi mereka. pada dasarnya bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. Hubungan Perilaku Menyimpang Pelajar dengan DisorganisasiSosial. sebab mereka pikir tanpa kepandaian pun uang gampang didapat. Apabila usia makin meningkat. para pelajar saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. dalam masa pacaran. . sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya. kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. . 2.

namun ketidakutuhan struktur keluarga bukan jaminan bagi anaknya untuk melakukan kenakalan. dan tidak memperhatikan sama sekali pendidikan anaknya. Namun jika dilihat dari keutuhan dalam interaksi. yaitu pada kenakalan khusus. baik dilihat dari struktur keluarga maupun dalam interaksinya di keluarga. karena kesibukannya dalam pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Hubungan dengan keutuhan keluarga Secara teoritis keutuhan keluarga dapat berpengaruh terhadap kenakalan pelajar. Artinya semakin tidak serasi hubungan atau interaksi dalam keluarga tersebut tingkat kenakalan yang dilakukan semakin berat. yaitu : 1. artinya tingkat pemenuhan kebutuhan hidup.com/2008). Artinya banyak terdapat anak-anak pelajar yang nakal datang dari keluarga yang tidak utuh. 2. Hubungan dengan pekerjaan orang tua Untuk mengetahui apakah perilaku menyimpang atau kenakalan juga ada hubungannya dengan pekerjaan orangtuanya. terutama masalah dalam keluarga. sering melakukan kenakalan khusus. Jadi ketidak berfungsian keluarga untuk menciptakan keserasian dalam interaksi mempunyai kecenderungan anak pelajarnya melakukan kenakalan. guna memenuhi kebutuhan keluarganya. ternyata peranan keluarga dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak. seperti . Karena pekerjaan orangtua dapat dijadikan ukuran kemampuan ekonomi. (Masngudin HMS : wordpress. Hubungan dengan sikap orang tua dalam pendidikan Salah satu sebab kenakalan yang disebutkan pada kerangka konsep di atas adalah sikap orang tua dalam mendidik anaknya. 3. Hal ini perlu diketahui karena dalam keseharian orang tua terkadang tidak mampu dan melalaikan tugas sosial keluarga.Ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam menilai ada tidaknya hubungan antara perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar dengan disorganisasi sosial. terlihat jelas bahwa yang melakukan kenakalan khusus berasal dari keluarga yang interaksinya kurang dan tidak serasi. Mereka yang orang tuanya otoriter.

kumpul kebo. pemerkosaan. dengan tetangga atau lingkungan sosialnya. baik kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan maupun kenakalan khusus. Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik. maka kecenderungan anaknya melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih berat yaitu kenakalan khusus. 2007:324). oleh karena itu mau tidak mau harus berhubungan dengan lingkungan sosialnya. Hal ini berarti bahwa bagi keluarga yang taat menjalankan kewajiban agamanya kecil kemungkinan perilaku anaknya menyimpang. yaitu menerapkan proses sosialisasi yang baik bagi anak-anaknya. berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. menyalahgunakan narkotika. Dengan demikian ketaatan dan tidaknya beragama bagi keluarga sangat berhubungan dengan kenakalan yang dilakukan oleh anak-anaknya.hubungan seks di luar nikah. jadi keberfungsian keluarga sangat menentukan masa depannya. C. Sebab keluarga yang menjalankan kewajiban agama secara baik. KESIMPULAN . Dan pada dasarnya keluarga memang adalah organisasi pertama sebagai pembentuk watak dan kepribadian anak atau pelajar. Menurut teori Durkheim kenakalan pelajar disebabkan ketidak berfungsian sebuah organisasi yang dalam hal ini adalah organisasi keluarga. serta menggugurkan kandungan. Hubungan antara interaksi keluarga dengan lingkungannya Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. demikian juga sebaliknya. karena keserasian akan menciptakan kenyamanan dan ketenteraman. maka anak-anaknyapun akan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma agama. Adapun yang diharapkan dari hubungan tersebut adalah serasi. akan terhindarkan. Hubungan dengan kehidupan beragama keluarga Kehidupan beragama keluarga juga merupakan salah satu ukuran untuk melihat hubungan perilaku penyimpangan pelajar dengan disorganisasi sosial dalam keluarga. 4. untuk itu solusi yang diambil yaitu memfungsikan kembali organisasi itu atau keluarga untuk mencegah tingkat kenakalan pelajar tersebut. 5. Apabila hal itu dapat diciptakan. (Soerjono Soekanto. kasus pembunuhan.

adanya pengaruh kawan sepermainan. Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. maka perlu kiranya orangtua menjaga dan mempertahankan keutuhan keluarga dengan mengoftimalkan fungsi sosial keluarga melalui programprogram kesejahteraan sosial yang berorientasi pada keluarga dan lingkungannya. maka akan melakukan perilaku menyimpang atau kenakalan pada tingkat tertentu. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami. Sebaliknya bagi keluarga yang harmonis dan utuh maka kemungkinan anakanaknya melakukan perilaku menyimpang sangat kecil. besar kemungkinan untuk melakukan kenakalan atau perilaku menyimpang.Berdasarkan analisis di atas. ditemukan bahwa perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajar-pelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya. apalagi kenakalan khusus. Berdasarkan kenyataan di atas. banyaknya waktu luang. pemberian uang saku yang berlebihan. Pelajar yang demikian. dan pergaulan sex bebas. maka untuk memperkecil tingkat perilaku menyimpang pelajar. kegagalan dalam pendidikan. pengenalan agama lebih dini dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. . Demikian juga dari adanya disorganiasi sosial dalam keluarga yang dialami oleh pelajar. Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor antara lain. bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang.

Cooley Menurut Cooley. dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan bentuk utama dari proses sosial. Keseluruhan kebiasaan yang dimiliki manusia di bidang ekonomi. Misalnya dilihat dari aspek hukum. politik. sosialisasi sebagai proses melalui bagaimana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Beberapa teori sosialisasi menurut para ahli sosiolog adalah sebagai berikut: a. b. Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadapnya. Pengertian Proses Sosialisasi Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. kekeluargaan. Dalam proses ini seorang belajar untuk mengetahui peran yang harus dijalankan serta peran yang harus dijalankan orang lain. Jadi. Menurut Berger. Jadi diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. dan sebagainya harus dipelajari oleh setiap anggota baru masyarakat melalui suatu proses yang dinamakan sosialisasi. proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai bidang kehidupan yang berguna. pendidikan. Teori George Herbert Mead Menurut Mead setiap anggota baru harus mempelajari peran-peran yang ada di dalam masyarakat yaitu suatu proses yang dinamakan pengambilan peran. seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain melalui tiga tahap. 3. Seseorang mempunyai perasaan apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya. Kehidupan bersama itu dapat dilihat dari beberapa segi. Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Aktivitas sosial itu terjadi karena adanya aktivitas dari manusia dalam hubungannya dengan manusia lain.SOSIALISASI SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Posted on 22 Februari 2011 > 1. agama. 2. yaitu: 1. . Teori Charles H.

Di lingkungan sekolah. Pendidikan formal mempersiapkan penguasaan peran-peran baru yang akan digunakan di kemudian hari. buletin.Ia menganalogikan antara pembentukan diri seorang dengan perilaku orang yang sedang bercermin. teman bermain. Teman bermain Anak mulai bergaul dengan lingkungan selain keluarganya. paman. ia merasa bahwa para gurunya menganggapnya bodoh. c. Peran agen sosialisasi terutama orang tua sangat penting. Pada lingkungan ini seorang anak mempelajari berbagai kemampuan baru. berarti anak menemukan agen sosialisasi yang lain. 1. a. agen sosialisasi termasuk. Misalnya. maka ia kurang dihargai dan siswa tersebut menjadi murung. umum dan khusus. tetangganya atau teman sekolahnya. televisi. dan sebagainya. surat kabar. belajar matematika. majalah. Agen Sosialisasi Ada empat agen sosialisasi yaitu keluarga. pekerja sosial. dia melakukan interaksi sosial sederajat. nenek. para siswa belajar kemandirian. pada saat anak tidak tergantung pada orang tua lagi. Misalnya. radio dan iklan. Misalnya seseorang siswa memperoleh nilai rendah dalam ujian. 2. b. seseorang belajar bahasa (mendengarkan berbicara. membaca dan menulis). anak memasuki game stage yaitu mempelajari aturan yang mengatur peran orang lain yang kedudukannya sederajat. lingkungan sekolah dan media massa. Di samping itu bagi keluarga yang memiliki status sosial yang lebih baik. Arti pentingnya agen sosialisasi terletak pada pentingnya kemampuan yang harus dikerjakan kepada anak. Keluarga Keluarga merupakan lingkungan utama yang dikenal oleh anak. Kemandirian . saudara kandung bahkan untuk lingkungan besar termasuk kakek. pembantu dan sebagainya. petugas anak. Di lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah Di lingkungan sekolah atau pendidikan formal seorang anak mulai mempelajari hal-hal baru yang belum dipelajari dalam lingkungan keluarga maupun kelompok bermain. Agen sosialisasi di lingkungan keluarga meliputi orang tua. ilmu pengetahuan sosial dan pelajaran lain-lain. prestasi. bibi.

Misalnya penilaian matematika tidak mempengaruhi mata pelajaran lain. Tujuan sosialisasi Tujuan sosialiasi yaitu sebagai proses pengenalan diri sendiri dan orang lain dengan perannya masing-masing. 3. Prestasi Di sekolah anak belajar bersaing dan berprestasi. Setiap tugas-tugas yang diberikan akan memperoleh penghargaan berupa nilai. majalah. berbagai nilai yang diperoleh akan menunjukkan tingkat prestasi seseorang sehingga seorang anak termotivasi untuk belajar dan meraih prestasi. Jadi tidak ada ketergantungan pada orang lain. internet) merupakan bentuk komunikasi yang dikatagorikan sebagai agen sosialisasi. televisi. Melalui sosialisasi. seseorang dapat menyesuaikan perilaku yang diharapkan. ilmu pengetahuan sosial dan lain-lain. seperti bahasa Indonesia. setiap anak akan memperoleh perlakuan yang sama (secara umum). majalah) maupun elektronik (radio. radio. 5. Keberhasilan atau kegagalan ditentukan oleh prestasi secara khusus tiap-tiap mata pelajaran itu sendiri. seorang anak cenderung memperoleh perlakuan khusus. 3. Pesan-pesan yang disampaikan baik melalui surat kabar. televisi. penilaian terhadap perilaku siswa dibatasi secara khusus. Media Masa Media masa. anak mengikuti gaya mode dan penampilan para artis. Umum Di lingkungan sekolah. baik media cetak (surat kabar. mengenal dirinya dan mengembangkan segenap potensinya untuk menjadi anggota masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan sebagai pedoman dalam kehidupannya. film. film dan internet akan mempengaruhi perilaku seseorang. berbeda dengan di lingkungan keluarga. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan sosialisasi adalah: . maka di sekolah sebagian besar harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Tujuan dan Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi a. Khusus Di lingkungan sekolah.Jika di rumah anak dapat mengandalkan bantuan orang tuanya dalam melakukan berbagai tugas. Misalnya. 4. 2.

2. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial masyarakat. misalnya mengenal anggota keluarga (ayah. golongan darah. Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi Keberhasilan seseorang individu dalam proses sosialisasi dapat dilihat dan diukur dari adanya indikasi-indikasi sebagai berikut: 1. a. Misalnya. Untuk mengenal sistem nilai-nilai norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial di mana seseorang individu bertempat tinggal. Misalnya mengenal kedudukan tempat tinggalnya di antara masyarakat dan mengenal lingkungan tempat bekerja. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam sekitarnya. 3. Untuk mengenal lingkungan alam sekitar. Tingkat kecerdasan atau Intelegensi Question (IQ).1. 3. 3. ibu dan saudarasaudaranya). Tingkat emotional atau Emotional Question (EQ) dan . 4. 4. hal ini dapat dan seorang mengenal keluarga. mengetahui peraturan-peraturan yang berlaku dan sanksi-sanksi yang diterapkan. saudara. mengenal adat istiadat. Misalnya mengenal teman bermain. 5. wajah alat indera. 2. potensi dirinya dan faktor yang berasal dari luar dirinya. wawasan biologis. tetangga. Dapat berintegrasi dengan lingkungan sosial masyarakat. b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Keberhasilan proses sosialisasi oleh beberapa faktor baik yang berasal dari diri individu. Adanya peningkatan status dan peranan seseorang dalam usaha peningkatan kasir. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial budaya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat. Bilogis yang meliputi bentuk tubuh. 2. Faktor dari dalam Faktor yang berasal dan dalam individu seseorang meliputi: 1. mengenal tetangga.

pengamatan. . lingkungan bermain/pergaulan. dan lingkungan pekerjaan. Perasaan Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia. Faktor-faktor pembentukan kepribadian Istilah “Kepribadian” adalah sebagai ciri-ciri watak seseorang individu yang konsisten. yang memiliki identitas khusus sebagai individu. dorongan untuk berbakti. apersepsi. Potensi. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang adalah: 1. warna dan gerak. lingkungan masyarakat setempat. Pengetahuan Pengetahuan merupakan unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seseorang manusia yang sadar. dorongan seks. b. persepsi. Faktor dari luar Faktor-faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi yang berasal dari luar yaitu lingkungan keluarga.4. 5. dorongan untuk memperatahankan hidup. bakat. Pembentukan Kepribadian a. Faktor keturunan 2. cemburu. Situasi b. dorongan akan kehendak bentuk. Adapun dorongan naluri antara lain. dan secara nyata yang terkandung di dalam otaknya. Ciri khas tersebut berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. rasa. Seluruh proses akal manusia yang sudah jadi antara lain. serta keterampilan. simpati. Lingkup budaya 4. lingkungan pendidikan. karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif. Faktor lingkungan alam 3. Unsur-unsur pembentukan kepribadian 1. 2. konsep maupun fantasi.

Kedudukannya: tukang cat. tidak praktis. tidak teratur. Fungsi Nilai dan Norma Sosial a. Investigatif Seseorang yang memiliki tipe investigatif menyukai kegiatan yang mencakup pemikiran. Artistik Seseorang dalam tipologi ini menyukai kegiatan yang bersifat mendua. idealis. 2. Realistis Tipe realistis yaitu seseorang yang menyukai kegiatan fisik yang menuntut kererampilan. Ciri-ciri nilai sosial . Karakternya imajinatif. 6. Sosial Tipe sosial yaitu seseorang yang menyukai kegiatan yang membantu meringankan beban orang lain. Enterfising Tipologi ini menyukai kegiatan di mana selalu ada peluang untuk mempengaruhi orang lain. pengorganisasian dan pemahaman. penulis. Nilai sosial berarti pedoman perilaku yang dianggap baik. pemusik. 3. kekuatan dan koordinasi. Pengertian nilai sosial Nilai adalah suatu ukuran atau patokan yang diyakini dan dijadikan standar pedoman. 6. 4. Tipologi kepribadian Tipologi kepribadian seseorang menjadi enam tipologi dan masing-masing memiliki karakter dan kedudukan yang berbeda-beda. emosional. 2. Nilai Sosial 1. kreatif. eksperesif. 5.c. Keenam tipologi yang dimaksud adalah: 1. Konversional Tipe konversional yaitu tipe yang menyukai kegiatan yang diatur dengan peraturan jelas. pantas dan benar sebagai ukuran perilaku masyarakat.

Adanya desakan sosial itu merupakan ciri. Norma Sosial 1. Bervariasi antara budaya yang satu dengan yang lain. Terbentuk melalui proses belajar 4. Pengertian sosial a. Berhubungan satu sama lain dan 6. Umumnya tidak tertulis kecuali norma hukum b. Mengandung sanksi bagi yang melanggarnya dan e. . Hasil interaksi sosial antar warga masyarakat 2. b. maka tidak dapat disebut norma sosial. Norma cara (Usage) Norma cara yaitu tata cara yang dianut seseorang dalam melakukan sesuatu. bahwa norma-norma itu benar-benar telah menjadi norma sosial. 2. Tahap-tahap Norma sosial Berdasarkan tingkat daya ikat terhadap masyarakat tahap-tahap norma sosial meliputi: a. Hasil dan kesepakatan masyarakat c. Warga masyarakat mentaatinya d. unsur pokok dari norma yaitu tekanan sosial terhadap anggota-anggota masyarakat untuk menjalankan norma-norma tersebut. Menyebabkan terjadinya perubahan sosial sehingga norma sosial dapat berubah pula. Menurut Berry. sebab norma disebut sebagai norma sosial bukan saja karena telah mendapatkan sifat kemasyarakatannya akan tetapi telah dijadikan patokan dalam perilaku. Dapat mempengaruhi perkembangan pribadi 5. Bukan pembawaan sejak lahir 3. Jika aturan-aturan tidak dikuatkan oleh desakan sosial.1.

pelanggaran norma tersebut akan dianggap sebagai perbuatan dosa. Jenis-jenis norma sosial Dilihat dari bidang-bidang kehidupan yang diaturnya. apabila dilanggar dikenakan sanksi hukum baik penjara. Norma kesusilaan dan kesopanan Norma kesusilaan adalah norma yang bersumber dari perasaan manusia sedangkan norma kesopanan bersumber pada akal pikiran manusia. misalnya adat perkawinan. Norma adat atau kebiasaan Norma adat atau kebiasaan yaitu norma yuang mengatur kehidupan bermasyarakat yang dipergunakan secara berulang-ulang dan dibakukan sebagai pedoman adat dalam kelompok masyarakat tertentu. adat pembagian warisan. Norma Agama Norma agama yaitu aturan-aturan yang bersumber dan ajaran agama yang mengikat pada penganutnya yang berisi perintah-perintah maupun larangan bagi penganutnya masing-masing untuk memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. b. d. Norma hukum Norma hukum yaitu suatu rangkaian aturan yang menjadi pedoman bagi seluruh warga negara. Norma hukum berisi ketentuan-ketentuan perundang-undangan termasuk peraturan pemerintahan baik pusat maupun daerah dan keputusan-keputusan pejabat pemerintah yang dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. c. Norma Hukum .b. d. Norma tata kelakuan (Mores) Suatu norma kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat berkembang menjadi norma tata kelakuan. Norma kebiasaan (Folkways) Norma kebiasaan yaitu suatu aturan yang biasa berlaku di lingkungan masyarakat (biasa dilakukan secara berulang-ulang). norma sosial dibagi menjadi 4 jenis antara lain adalah: a. norma tata kelakuan digunakan sebagai alat pengawasan oleh masyarakat kepada anggotanya. c. 3. upacara penguburan dan selamatan. denda atau hukuman mati.

Nilai dan norma membatasi ruang gerak orang-orang yang kuat untuk melakukan perilaku sekehendaknya. memberikan perasaan identitas kepada masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai. sesuai tingkat kesalahannya. 2. Fungsi nilai dan norma-norma sosial antara lain adalah: 1. 7. dan kehidupan dalam hal ini sanksi bagi yang melanggar dikenai denda. memberikan sumbangan yang berarti kepada pembentukan pandangan dunia mereka.Norma hukum merupakan norma sosial yang dibuat oleh lembaga berwenang untuk dijadikan pedoman dalam mengatur kehidupan warga negara. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Maurice Doverger berpendapat bahwa nilai-nilai sosial mencerminkan suatu kualitas referensi dalam tindakan. hukuman penjara. Sebagai petunjuk perilaku Nilai dan norma merupakan sesuatu yang mengandung kebaikan yang telah diyakini dan dijadikan pedoman dalam kehidupan. . Saparinah Sadli menjelaskan bahwa norma-norma sosial yang menjadi pedoman perilaku manusia sebenarnya bersumber dari niali-nilai. Sebagai pelindung pihak-pihak yang lemah Nilai dan norma sosial berlaku secara umum di lingkungan masyarakat.

Masalah Sosial budaya
April 19th, 2010 • Related • Filed Under Pesatnya pembangunan dan masuknya era globlalisasi membawa dampak yang harus dihadapi Bangsa Indonesia, baik dampak positif maupun yang bersifat negatif. Salah satu dampak negatif globlalisasi adalah memberikan konsekuensi masuknya dan meleburannya budaya asing pada budaya Indonesia, padahal budaya tersebut belum tentu sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia.Dampak negatif globlalisasi tersebut di atas tampak menghiasi berita dimedia massa. Diantaranya, “seorang remaja warga Banguntapan, Bantul,Yogyakarta dengan inisial AK (27) ditangkap Polisi bersama adiknya karena terlibat perkara narkoba” (Merapi, 28 Juni 2007:1 dan 7) Contoh pemberitaan media massa tersebut, dapat dikategorikan sebagai perilaku menyimpang remaja.perilaku menyimpang remaja dapat diartikan:Sebagai kenakalan, penyimpangan, atau pelanggaran pada norma yang berlaku. Dari segi konsepsi hukum, kenakalan diartikan merupakan pelanggaran terhadap hukum yang belum bisa dikenai hukum pidana sehubungan dengan usianya. Terjadinya perilaku menyimpang remaja serta lunturnya rasa hormat generasi muda terhadap generasi tua, merupakan indikasi menurunnya pemahaman dan pengalaman nilainilai budaya yang terumuskan menjadi Pancasila. Menyimak kondisi demikian, tidaklah bijaksana menumpukan kesalahan pada pemerintah ataupun pihak-pihak terkait. Lebih bijaksana jika terlebih dahulu mengkaji kondisi remaja dan problematika di dalamnya. Agar kehidupan kita tetap terbina ketertibanyanya, sudah seharusnya kaidah-kaidah hukum untuk ditaati.setiap orang yang menghendaki hidup tertib dan tentram dituntut untuk taat dan patuh terhadap pancasila.Teori-teori umum tentang penyimpangan berusaha menjelaskan semua contoh penyimpangan sebanyak mungkin dalam bentuk apapun (misalnya kejahatan, gangguan mental, bunuh diri dan lain-lain). Berdasarkan perspektifnya penyimpangan ini dapat digolongkan dalam dua teori utama. Perpektif patologi sosial menyamakan masyarakat dengan suatu organisme biologis dan penyimpangan disamakan dengan kesakitan atau patologi dalam organisme itu, berlawanan dengan model pemikiran medis dari para psikolog dan psikiatris. Perspektif disorganisasi sosial memberikan pengertian pemyimpangan sebagai kegagalan fungsi lembaga-lembaga komunitas lokal. Masingmasing pandangan ini penting bagi tahap perkembangan teoritis dalam mengkaji penyimpangan.Remaja sebetulnya dapat dikatakan tidak memiliki tempat yang jelas,mereka tidak termasuk dalam golongan anak-anak dan belum dapat diterima kedalam golongan orang dewasa. Remaja berada di antara anak dan orang dewasa. Suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi kedalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Masa remaja ini merupakan masa pencarian jati diri. Dalam proses pencarian jati dirinya memerlukan bimbingan dari lingkungan sekitar. Menurut Horrock sebagaimana dikutip oleh Ali dan Mohammad “lingkungan merupakan faktor yang besar pengaruhnya bagi perkembangan nilai, moral, dan sikap individu”.Ruang lingkup lingkungan terkecil dalam kegiatan bimbingan dan pendidikan adalah keluarga. keluarga merupakan: Lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang menjadi dewasa bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan di dalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya watak, budi pekerti dan kepribadian tiap- tiap manusia. Kenyataan yang terjadi sekarang ini peran keluarga dalam hal ini orang tua dalam memberikan pendidikan dan bimbingan moral bagi anak-anaknya sering terlupakan. Orang tua kurang memperhatikan anak-anaknya dengan dalih sibuk bekerja memenuhi kebutuhan ekonominya. Anak hanya disuapi dengan

kebutuhan fisik saja, sementara aspek batin, mental dan spritual pada diri anak kurang diperhatikan oleh orang tuanya. Peranan keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama memiliki fungsi yang penting terutama dalam penanaman sikap, nilai hidup serta berfungsi menumbuhkan kesadaran bahaya perilaku menyimpang pada remaja.sebagai pandangan hidup dan intensitas bimbingan moral oleh orang tua pengaruhnya terhadap kesadaran bahaya perilaku menyimpang pada remaja.Dan hal-hal yang mempengaruhinya dalam kehidupan kita saat ini, paling tidak ada empat lingkungan yang senantiasa berinteraksi satu sama lain, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan negara A.Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi manusia. Menaati dan melaksanakan hukum dan aturan yang berlaku dalam lingkungan keluarga diantaranya 1.menaati aturan sopan-santun, baik kepada keduaorang tua maupun kepada seluruh anggota keluarga baik yang dekat maupun yang jauh. Termasuk harus berbuat sopan dan santun kepada tetangga yang ada disekitar kita. 2.menjaga nama baik keluarga. Misalnya denganberperilaku sesuai dengan nasehat orang tua. Kita haru sadar bahwa menjaga nama baik keluarga sama dengan menjaga nama baik bangsa dan negara. Hal ini karena bangsa indonesia adalah sebuah keluarga besar yang di dalamnya terdiri dari sekumpulan keluarga-keluarga seperti dalam keluarga kita. 3.tidak berbuat apalagi membiasakan diri berdusta kepada orang tua. Ini sangat penting sebab tidak sedikit di antara kita yang berani berbuat dusta kepada orang tua kita. B.Lingkungan Sekolah Sekolah meupaka lingkungan tempat kita menuntut ilmu. Kita mengetahui bermacam ragam ilmu, mahir beragam macam keterampilan karena kita bersekolah. Kita bisa bersekolah karena keadaan sekolah tertib sehingga belajar tidak terganggu. Oleh karena itu menerapkan nilai dan norma di lingkungan sekolah sangat diutamakan. Pelaksanaannya itu dapat berupa: a.mengindahkan tata tertib sekolah. Misalnya tidak sengaja terlambat masuk sekolah. b.mengenakan pakaian seragam yang rapi dan bersih. c.berperilaku baik dan sopan santun kepada Bapak dan Ibu Guru dan kepada sesama teman. d.tekun belajar. Ingat kunci sukses dan manfaat ilmu yang kita pelajari sangat erat dengan keikhlasan dan kesenangan orang yang memberikan ilmu kepada kita. Maka dari membuat guru senang dengan berperilaku kita yang terpuji menjadi kunci sukses kebehasilan dari ketekunan belajar kita. e.menjaga kebersihan sekolah. f.membayarkan uang iuran sekolah dari orang tua tepat pada waktu. g.mengerjakan pekerjaan rumah, dan sebagainya. C.Lingkungan Masyarakat Dalam kehidupan masyarakat terdapat hukum yang mengikat warganya sekalipun tidak tertulis. Ada peribahasa yang mengatakan “lain padamg lain belalang, lain lubuk lain ikannya”, artinya pada setiap masyarakat terdapt adat atau kebisaan yang berbeda-beda. Adat atau kebiasaan tersebut merupakan hukum yang tidak tertulis. Menaati hukum tidak tertulis dalam masyarakat diantaranya dapat dilakukan dengan cara: a.menghormati taa cara atau kebiasaan setempat b.ridak berbuat keonaran c.menjaga nama baik masyarakat

D.Lingkungan Negara Selaku warga negara indonesia kita dituntut untuk melaksanakan norma-norma hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Kesadaran bahaya perilaku menyimpang remaja pada dasarnya dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait, baik yang berasal dari dalam diri remaja sendiri maupun berasal dari luar. Faktor dari dalam remaja antara lain struktur intelektualnya, kondisi fisik dan psikis, serta karekterisik individual sedangkan faktor dari luar individu remaja antara lain teman bermain, lingkungan pendidikan, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat,kegiatan keorganisasian yang diikuti. Moral pada dasarnya merupakanrangkaian nilai tentang berbagai macam perilaku yang harus dipatuhi. Moral merupakan kaidah normadan pranata yang mengatur perilaku individu dan hubungannya dengan kelompok social dan masyarakat. Moral merupakan standar baik buruk yang ditentukan bagi individu oleh nilai-nilai social budaya,dimana individu sebagai anggota social.perilaku moral diperlukan demi terwujudnya kehidupan yang damai, Penuh keteraturan, ketertiban, dan keharmonisan. Penyimpangan dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui jalur tersebut berarti telah menyimpang. Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja, bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988,26), mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang. Masalah sosial perilaku menyimpang dalam tulisan tentang “Kenakalan Remaja” bisa melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui pandangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Tentang perilaku disorder di kalangan anak dan remaja mengemukakan bahwa perilaku menyimpang juga dapat dilihat sebagai perwujudan dari konteks sosial. Perilaku disorder tidak dapat dilihat secara sederhana sebagai tindakan yang tidak layak, melainkan lebih dari itu harus dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan sosialnya. Ketidak berhasilan belajar sosial atau “kesalahan” dalam berinteraksi dari transaksi sosial tersebut dapat termanifestasikan dalam beberapa hal. Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Oleh sebab itu, kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap. Salah

seringkali yang terjadi bukan sekedar ketidak pastian dan surutnya kekuatan mengikat norma sosial. derajat kesehatan rendah dari kondisi serta komposisi penduduk yang tidak stabil. Merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak. maka seseorang akan mempunyai kemungkinan besar untuk belajar tentang teknik dan nilai-nilai devian yang pada gilirannya akan memungkinkan untuk menumbuhkan tindakan kriminal. Mengenai pendekatan sistem. Media Massa baik cetak maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah.Bahwa seorang dapat menjadi buruk/jelek oleh karena hidup dalam lingkungan masyarakat yang buruk.Keluarga. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. misalnya tingkat kriminalitas yang tinggi dalam masyarakat kota pada umumnya berada pada bagian wilayah kota yang miskin.satu variasi dari teori yang menjelaskan kriminalitas di daerah perkotaan. Penelitian inipun dilakukan di daerah pinggiran kota yaitu di Pondok Pinang Jakarta Selatan tampak ciri-ciri seperti disebutkan Eitzen diatas. tetapi lebih dari itu. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. Apabila lingkungan interaksi cenderung devian. Sutherland dalam beranggapan bahwa seorang belajar untuk menjadi kriminal melalui interaksi. Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. dampak kondisi perumahan di bawah standar. bahwa beberapa tempat di kota mempunyai sifat yang kondusif bagi tindakan kriminal oleh karena lokasi tersebut mempunyai karakteristik tertentu. perilaku menyimpang karena tidak memperoleh sanksi sosial kemudian dianggap sebagai yang biasa dan wajar. Di dalam masyarakat yang disorganisasi sosial. norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya pada masyarakat yang mengalami gejala disorganisasi sosial. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilaku.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain. overcrowding. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik . Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful