Penyimpangan Sosial Dalam Masyarakat Oleh :WIYONO, S.Pd wiyonospd-civiceducation.blogspot.

com

Pengertian Penyimpangan sosial penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang, sadar atau tidak sadar pernah kita alami atau lakukan. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun. Sejauh penyimpangan itu terjadi, besar atau kecil dalam skala luas atau sempit, tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat.

Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tak dengan nilai - nilai dan norma - norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Dengan kata lain Penyimpangan (DEVIATION) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (CONFORMITY) terhadap kehendak masyarakat.

Penyimpangan sosial menurut AHLI sebagai berikut :

1. JAMES W VANDER ZANDEN, Penyimpangan merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.

2. ROBERT MZ LAWANG, Penyimpangan merupakan tindakan yang menyimpang dari norma - norma yang berlaku dalam satu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang atau abnormal tersebut. 3. PAUL B HORTON, Penyimpangan adalah setiap perilaku dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma - norma kelompok atau masyarakat. 4. LEWIS COSER, Perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. 5. BRUCE J KOHEN, Penyimpangan sosial (DEVIATION) adalah tingkat laku yang melanggar atau bertentangan dari aturan - aturan normatif (HUKUM) maupun harapan harapan lingkungan sosial yang bersangkutan.

FAKTOR PENYEBAB PENYIMPANGAN SOSIAL

Secara umum , faktor penyebab penyimpangan sosial yang terjadi masyarakat dipengaruhi oleh hal sebagai berikut : 1. FAKTOR INTERN, beberapa faktor intern atau dalam diri individu yang diidentifikasi dapat menyebabkan lahirnya penyimpangan sosial, diantaranya adalah kepintaran, usia, jenis kelamin, kedudukan dalam keluarga, dan sikap mental yang tidak sehat. 2. FAKTOR EKSTERN, faktor yang menyebabkan munculnya penyimpangan sosial yaitu rumah tangga, pendidikan sekolah, lingkungan pergaulan, media massa, serta tidak sanggup mengikuti peraturan dalam masyarakat.

Menurut JAMES W VANDER ZANDEN, faktor penyebab penyimpangan sosial antara lain : 1. longgar atau tidaknya nilai dan norma 2. sosialisasi yang tidak semprna. 3. sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang.

Menurut CESARE LOMBROSSO, Faktornya adalah biologis, psikologis dan Sosiologis.

Perilaku menyimpang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial. Definisi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.[1] Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakantindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain. Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah bentukinteraksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok.

[sunting]Penyebab

Terjadi

Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut : 1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir). 2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi. Untuk lebih jelasnya, berikut diuraikan beberapa penyebab terjadinya penyimpangan seorang individu (faktor objektif), yaitu 1. Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan. Seseorang yang tidak sanggup menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, ia tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas. Keadaan itu terjadi akibat dari

yaitu sebagai berikut. karier penjahat kelas kakap yang diawali dari kejahatan kecil-kecilan yang terus meningkat dan makin berani/nekad merupakan bentuk proses belajar menyimpang. maka terjadilah perilaku menyimpang. 2. Jika pergaulan itu mempunyaipola-pola perilaku yang menyimpang. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. 4. Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang. 1. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang. sebagai berikut. kreatif. Apabila kedua orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya dengan sempurna maka anak itu tidak akan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga.  Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua. Hal itu merupakan bentuk perilaku menyimpang yang disebabkan karena proses belajaryang menyimpang. maka kemungkinan ia juga akan mencontoh pola-pola perilaku menyimpang.prosessosialisasi yang tidak sempurna. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial. misalnya karena seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak (broken home). . Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif. Setiap orang umumnya berhubungan dengan beberapa kelompok. [sunting]Bentuk Bentuk-bentuk perilaku menyimpang dapat dibedakan menjadi dua. 3. Proses belajar yang menyimpang. Seringnya media massa menampilkan berita atautayangan tentang tindak kejahatan (perilaku menyimpang)Hal inilah yang dikatakan sebagai proses belajar dari sub-kebudayaan yang menyimpang. dan memperkaya wawasan seseorang. Hal itu terjadi jika dalam upaya mencapai suatu tujuan seseorang tidak memperoleh peluang. 5. Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial dapat mengakibatkan perilaku yang menyimpang. Ikatan sosial yang berlainan. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karier. sehingga ia mengupayakan peluang itu sendiri. Penyimpangan bersifat positif.

2. Pembangkang 3. Penyimpangan kelompok (group deviation) Penyimpangan kelompok adalah tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. yaitu sebagai berikut : 1. Penyimpangan bersifat negatif. 1. Misalnya orang yang terbiasa minum-minuman keras dan selalu pulang dalam keadaan mabuk.2. sekelompok orang menyelundupkan narkotika atau obat-obatan terlarang lainnya. 1.  Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya. . dapat dibedakan menjadi tiga macam. Perusuh atau penjahat 5. yaitu sebagai berikut. 1. seseorang bertindak sendiri tanpa rencana melaksanakan suatu kejahatan. Penyimpangan sekunder (secondary deviation). sehingga berakibat cukup parah serta menganggu orang lain. Misalnya. Pelanggar 4. Misalnya. Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut: 1. Penyimpangan primer (primary deviation). Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk. 1. Munafik 1. Pembandel 2. Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang nyata dan seringkali terjadi. Penyimpangan individu berdasarkan kadar penyimpangannya dibagi menjadi lima. Penyimpangan individual (individual deviation) Penyimpangan individual adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menyimpang dari norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. 2.

3. Misalnya. Penyimpangan campuran (combined deviation) Penyimpangan seperti itu dilakukan oleh suatu golongan sosial yang memiliki organisasi yang rapi. . remaja yang putus sekolah dan pengangguran yang frustasi dari kehidupan masyarakat. dengan di bawah pimpinan seorang tokoh mereka mengelompok ke dalam organisasi rahasia yang menyimpang dari norma umum (geng-geng anak nakal).1. sehingga individu ataupun kelompok didalamnya taat dan tunduk kepada norma golongan dan mengabaikan norma masyarakat yang berlaku.

Menurut Bruce J. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. pencurian. Sejarah dan Ekonomi) Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat >> SUNDAY.Ilmu Pengetahuan Sosial Kumpulan Materi Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi. Cohen. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. Sosiologi. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. benar atau salah menurut pengertian umum. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. . Contohnya: pemerkosaan. perjudian dan pemakaian narkotika. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. APRIL 12. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. pembunuhan. -bentuk penyimpangan sosial • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. 2009 Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi.

Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. -faktor Penyebab Penyimpangan Sosial kedudukan seseorang dalam keluarga. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. rjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. membuang sampah sembarangan. -sebab terjadinya penyimpangan Sosial : mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma.norma masyarakat yang berlaku. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. . Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa.o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. sementara iklan rokok begitu menarik. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. di diskotik dll.

menodong. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. pakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. Misalnya: mencuri. menjambret membunuh. diluar nikah. -jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis: remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. norma sosial dan norma agama. pergaulan dan media massa. media massa. a. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik.norma yang berlaku. n atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. media cetak. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. anak. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya.luarga. pemerkosaan pencurian. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal .obat-obat terlarang dan minuman keras. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. media elektronik. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di . pendidikan di sekolah.dll. perampokan.

televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. Oleh sebab itu. . Teori konflik. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. Dengan demikian. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling. penberian julukan. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. cap. mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. Karl Mark. enyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. Teori Labeling. lingkungan fisik dan lingkungan sosial.

ia bisa melakukan komunikasi dengan yang lainnya secara langsung. Karena itu yang terpenting adalah bagaimana kita harus menggunakannya dengan baik sehingga bisa mencegah efek samping yang ditimbulkannya. Salah satu alat yang bisa digunakan untuk menghancurkan jati diri dan kesucian serta kemuliaan para remaja muslim adalah parabola dan internet. . Sebagian dari mereka telah kehilangan identitas Kebangsaan dan keagamaannya. Manusia tanpa harus keluar dari rumah. wawasan-wawasan. Kebudayaan memiliki pengertian yang bermacam-macam akan tetapi yang menjadi perhatian penulis di sini adalah kebudayaan yang berartikan sehimpun kepercayaan. serta memunculkan beragam bentuk penyimpangan sosial di tengah masyarakat muslim. Sebelum kita memasuki bahasan penyimpangan sosial. etika dan tradisi tata susila serta pemikiran-pemikiran yang sudah diakui dan menguasai masyarakat.Penyimpangan Sosial: Apa Tugas Orang Tua di Hadapan Anak? Emi Nur Hayati Ma’sum Sa’id Akibat kemajuan teknologi. dunia menjadi sebuah kampung kecil yang mudah dijangkau oleh siapapun. untuk memperjelas mukadimah bahasan perlu kita tilik terlebih dahulu makna dan posisi kebudayaan sehingga kita bisa kenali sekian penyimpangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat. Dengan segala kekuatan. ada saja pihak yang hendak berupaya menghapus identitas Islam para remaja muslim. nilai-nilai. Kendati kemajuan ilmu pengetahuan memberikan faedah. namun ia juga mengakibatkan pelbagai pengaruh negatif. Pembongkaran ulang makna kebebasan dan nilai kemanusiaan adalah salah satu dari sekian hal yang menjadi sasaran untuk menghancurkan kehidupan sosial masyarakat muslim. yang telah menjalar ke negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim sehingga imbasnya pun tampak begitu jelas.

serta tradisi-tradisi dan pengetahuan yang bersumber dari wahyu Ilahi dan sunah Rasulullah saw serta para Imam maksum as. majalah. ‘Kebudayaan setiap masyarakat dan bangsa serta setiap revolusi bersumber dari sekian hasil karya pemikiran dalam masyarakat yang meliputi pengetahuan. tradisi dan moral serta pengetahuan-pengetahuan yang bersumber dari limpahan wahyu ilahi dan sunah Nabi saw dan para Imam maksum as. Karena kebudayaanlah yang menentukan segenap aspek politik. kebudayaan adalah ruhnya peradaban. Pengaruh penyimpangan sosial Penyebaran model pakaian yang tidak sopan dan bertentangan dengan aturan-aturan Islam serta paras yang mencolok. tradisi-tradisi dan sebaginya. etika. legalitas dan moralitas masyarakat. dan aspek-aspek tersebut muncul dari kebudayaan masyarakat itu sendiri.[2] Dasar yang paling penting dari sebuah masyarakat adalah kebudayaan masyarakat itu. kepercayaan. pemutaran film-film amoral melalui chanel-chanel tv dan internet. norma. Pencetakan buku-buku. Inilah kedudukan kebudayaan.Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam ucapannya. dan novel yang bertentangan dengan etika dan membakar nafsu seks para remaja. keyakinan. nilai-nilai dan norma. Berdasarkan pemikiran Islam. Pengadaan konser musik antara remaja putra dan putri memiliki akibat buruk yang melanda para remaja dalam masyarakat. Perubahan dan pergantian serta munculnya peradaban bergantung pada kebudayaan atau hasil dari perubahan dan munculnya kebudayaan. Khususnya remaja yang sedang mengalami usia sensitif yaitu masa puber di mana mereka sangat . wawasan. Dari sini jelas bahwa penyimpangan sosial bisa dipengertikan sebagai lawan dari proses pemikiran. Peradaban tidak lain adalah kulitnya kebudayaan. Bisa dikatakan secara keseluruhan bahwa pemikiran yang menguasai sebuah masyarakat adalah pemikiran yang muncul dari masyarakat itu sendiri atau didapatkan dari luar masyarakat itu’. serta penyebaran kaset-kaset dan cd-cd hiburan yang tidak mendidik.*1+ Berdasarkan definisi ini kebudayaan Islam bisa diartikan sebagai proses pemikiran. nilai-nilai dan norma. sosial. wawasan.

Merajalelanya kejahatan dan pembunuhan. Kesenjangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat di mana sebagian kelompok hidup dalam kemewahan dan kelompok lainnya dalam kekurangan dan kemiskinan. hal ini selain tidak akan menjadikan hubungan keluarga harmonis bahkan merusak hubungan hangat anggota keluarga. saya tidak perlu lagi memberikan contohnya.mudah terpengaruh dan banyak lagi beragam fenomena penyimpangan sosial lainnya. Di sisi lain. . Kejahatan seksual. Ketika kepercayaan di antara mereka sudah tidak ada lagi maka keakraban dan kehangatan pun tidak akan terlihat lagi. di antaranya adalah munculnya pelbagai kebejatan seksual yang terjadi di masyarakat kita. penyiaran film-film yang menghambur-hamburkan kekerasan dan amat bertentangan dengan moral adalah salah satu faktor penting yang menyebabkan maraknya kriminalitas dan pembunuhan di tengah masyarakat. Antara suami istri yang seharusnya mereka harus saling mempercayai. Dan yang terpenting adalah kondisi semacam ini tidak hanya akan menghancurkan kehidupan duniawi seseorang tapi juga kehidupan ukhrawinya. 2. Tentu kita semua menyaksikan pelbagai fenomena yang diakibatkan oleh penyimpangan sosial. Adanya penyimpangan sosial seperti tidak terjaganya hubungan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki di kantor-kantor dan perusahaan serta tidak adanya penjagaan dalam berpakaian di mana para wanita dengan gaya pakaian dan parasnya yang menggoda. Ketidakstabilan rumah tangga. Kesenjangan sosial semacam ini mengakibatkan munculnya rasa cemburu di kalangan kaum miskin terhadap orangorang kaya yang pada akhirnya timbullah pelampiasan rasa dendam mereka untuk berani mencuri dan membunuh sekalipun. dan yang kaya pun tidak memikirkan mereka yang papa. Hal yang demikian itu akan memunculkan pelbagai pengaruh dan akibat seperti: 1. Kiranya. mereka tidak lagi memiliki kepercayaan dengan pasangannya. 3.

Yang patut disayangkan adalah apabila para remaja muslim sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya. hal ini akan berpengaruh pada masalah-masalah lainnya yang pada akhirnya akan menyebabkan seorang muslim kehilangan imannya. perilaku yang buruk juga akan merusak akidah dan keyakinan manusia. Ideologi manusia memiliki peran langsung dalam perilaku dan amalannya. Oleh karena itu antara keduanya saling mempengaruhi. Dalam ayat al-Quran Allah swt berfirman: Sekali-kali tidak demikian sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka’. Kebejatan moral.4. 5. . tidak memakai pakaian yang sesuai dengan syariat. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah.[4] Ayat-ayat ini menunjukkan betapa perilaku-perilaku buruk menyebabkan lemahnya iman dan bahkan berakhir dengan hilangnya iman. Contoh jelasnya yang bisa kita saksikan adalah kelalaian dalam bertindak dan tidak berpegang pada aturan Islam.*3+ ‘Kemudian. Poin penting yang menjadi perhatian di sini adalah bahwa perilaku manusia memiliki pengaruh timbal balik terhadap akidah dan keyakinannya yakni sebagaimana akidah yang rusak ia akan menghasilkan perilaku yang rusak. Tentu saja. akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah azab yang lebih buruk. Inilah yang sudah direncanakan oleh agen-agen tertentu berdasar rencana yang matang guna menghancurkan remaja Islam. Perusakan akidah dan keyakinan. Ketika generasi muda sebuah negara sudah kehilangan nilai-nilai spiritual maka negara itu akan mudah untuk dijajah. Naifnya. Jika seseorang sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya maka ia akan kehilangan nilai-nilai spiritual dan religius. perilaku buruk semacam itu ternyata dilakukan juga oleh sebagian remaja muslim. maraknya pornografi dan pornoaksi.

Mereka bagaikan bangkai yang mengikuti arus sungai.*7+ Peran Orang Tua Setelah kita mengkaji pengaruh penyimpangan sosial. yang akibatnya akan menghilangkan jati diri mereka sehingga mudah terbujuk dan terpengaruh pihak lain. sejatinya mereka tidak mengenal siapa dirinya. karena mereka sedang dalam usia yang betul-betul sensitif dan lebih mudah dipengaruhi. khususnya generasi muda dan para remaja.Imam Baqir as bersabda: ‘Tidak satu pun yang bisa merusak hati kecuali dosa.[5] Dengan demikian tasamuh dan tasahul (toleransi) yang berlebih-lebihan dalam furuuddin menyebabkan rusaknya akidah apalagi jika melakukan penyimpangan sebagaimana yang sudah kita sebutkan tadi. Manusia-manusia yang tidak memiliki keimanan yang kuat ia tidak akan mampu membentengi dirinya di hadapan pelbagai macam godaan duniawi. muncul pertanyaan baru ‘Apa tugas kedua orang tua di hadapan anak-anaknya?’ Mengingat bahwa rumah adalah basis pertama bagi setiap manusia maka kedua orang tualah yang memiliki tugas berat dalam mendidik anak-anaknya: 1. 6.*6+ Rasulullah saw bersabda: ‘barang siapa yang menyamakan dirinya dengan sebuah kaum maka ia termasuk mereka’. Ia akan menerima segala apa yang ditawarkan. Sebaliknya bila mereka hidup maka mereka akan menghadang arus yang sedang mengalir. Imam Ali bin Abi Thalib as Bersabda: ‘sesungguhnya hanya sedikit orang yang menyamakan dirinya dengan sebuah kaum akan tetapi ia tidak terhitung seperti mereka’.Dosa selalu bertengkar dengan hati sampai dia bisa mengalahkan dan menjelmakan yang tinggi menjadi rendah dan menjelmakan yang rendah menjadi tinggi. Kedua orang tua harus memenuhi hak-hak anak dalam pendidikan agama. Agama dan akal menghukumi bahwa kedua orang tua bertanggung jawab atas pendidikan anak- . Remaja-remaja yang kehilangan jati dirinya dan mengikuti budaya amoral. Tidak kenal diri dan ikut-ikutan orang lain.

Kedua orang tua hendaknya mendidik anaknya sehingga mereka dalam segala perilakunya berasaskan ajaran agama dan keimanan kepada Allah yang Esa. lebih-lebih jika anak dalam masa pertumbuhan (balig).anaknya. dan ini adalah tugas kedua orang tua yang harus menyiapkan fondasinya. bahkan mereka akan juga menghadapi pelbagai macam penyimpangan sosial. Jelas. *8+ Dalam lingkungan sosial anak-anak akan menghadapi pelbagai macam kesulitan dan ketidakstabilan sosial. Oleh karenanya untuk menjaga mereka dari pelbagai penyelewengan. Rasulullah saw bersabda: ‘setiap anak dilahirkan berdasarkan fitrah (beragama Islam) kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan dia Yahudi atau Nasrani’. Langkah pertama yang harus dijalankan oleh kedua orang tua adalah menjaga kesehatan dan kebersihan jasmani anak-anak. Oleh karenanya ketika anak mengalami kekacauan jiwa ia akan melampiaskannya kepada penyimpangan sosial bahkan ia akan melakukan apa saja. Sebaliknya jika lingkungan keluarga penuh dengan kasih sayang dan keakraban anak akan mampu menjaga kestabilan jiwanya.[9] Anak-anak yang tidak mendapatkan ketenangan jiwa ia akan mengalami kegelisahan. Untuk sampai pada tujuan ini orang tua memiliki tugas berat yang ada di pundaknya. Kedua orang tua harus mewujudkan lingkungan keluarga yang hangat dan menghadapi anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. mereka akan menghadapi pelbagai macam karakter manusia dengan adat istiadatnya yang berbeda-beda. Kedua orang tua harus berusaha mendidik anaknya berdasarkan program yang baik sehingga mereka tidak tersesat dan menjadi orang yang baik serta berguna bagi agamanya. Dalam masa yang cukup sensitif ini orang tua yang berakal akan berperan sebagai teman akrab bagi anaknya dan dengan pengalaman dan pikiran jangka panjangnya mereka menjaga si anak hingga jangan sampai terjerumus ke dalam penyimpangan sosial. . Anakanak membutuhkan perlindungan dan kasih sayang kedua orang tuanya. Sebagaimana anak sejak lahir membutuhkan makanan yang sehat ia juga membutuhkan makanan lain yaitu ketenangan jiwa. mereka memerlukan ciri-ciri kejiwaan dan moralitas. Untuk mencegah hal tersebut kewajiban kedua orang tua adalah menjaga lingkungan keluarga tetap hangat dan harmonis. kemudian baru mendidik mereka mengenai prinsip-prinsip moral dan akhlak. 2. Para psikolog mengatakan bahwa salah satu faktor utama kekacauan jiwa pada anakanak adalah ketidakharmonisan keluarga dan perselisihan rumah tangga. ia tidak percaya diri dan akan mencari tempat lain untuk berlindung.

apa saja yang jatuh di dalamnya ia akan menerimanya. Sikap yang dilakukan anak-anak ini menunjukkan akan bagusnya pendidikan keluarga. Iman tampak dalam tiga aspek dasar agama yaitu usuluddin.[10] Maka kewajiban kedua orang tua di hadapan pelbagai macam penyimpangan sosial adalah meneliti dengan baik faktor-faktor yang berperan dalam menyebarluaskan serangan budaya negatif dan penyimpangan sosial. serta kebanggaan beragama dan nasionalisme. karena benih kepribadian seseorang terbentuk dalam lingkungan keluarga. dan akhlak. Keluargalah yang menetapkan iman sebagai timbangan dalam perjalanan hidupnya sehingga akan memunculkan manusia-manusia yang beriman. Membiasakan Anak-anak dengan Nilai-nilai Spiritual. oleh karena itu aku mengajarimu dengan adab sebelum hatimu keras. Anak-anak yang hidup dalam kondisi tertekan dengan sendirinya mereka akan mencari pelampiasan kepada orang lain bahkan mereka akan melarikan diri dari rumahnya. karena keluarga adalah institusi awal satuan pendidikan dan sosial yang bersistem konstan (terus menerus dan berkestabilan) dan ia memiliki peran dasar dalam memenuhi kebutuhan hidup dan kejiwaan anak-anak serta pembentukan pribadi mereka. iman merupakan inti kecenderungan dalam mempertimbangkan agama. serta menjelaskannya kepada anak-anak tentang beragam bentuk penyimpangan sosial. bahwa sesungguhnya hati pemuda bagaikan tanah kosong yang tidak ada tanamannya. Kembali kepada peran kedua .[12] 4. Dalam teks-teks agama. orang tua bisa menjaga anaknya dengan memperkuat rasa percaya diri dan kelayakan diri.[13] Sedang keluarga adalah tempat yang paling awal dalam membentuk manusia. Imam Ali as pernah bertutur kepada Imam Hasan as.Jika hubungan antara ayah dan anak atas dasar ancaman dan paksaan maka dengan berjalannya waktu hubungan keduanya akan merenggang. Dengan pelbagai bentuk penyimpangan yang ada. Selain orang tua mengenalkan kepada anak-anak beragam bentuk penyimpangan sosial. yang pada hakikatnya ia juga kunci pokok kesalehan. mereka juga harus dikenalkan akan nilai-nilai dan tolok ukur kemasyarakatan sehingga ketika mereka menyaksikan tindakan-tindakan yang tidak pantas dengan sendirinya mereka akan paham bahwa tindakan semacam itu tidak sesuai dengan sistem nilai kemasyarakatan kemudian mereka pun akan berupaya menjaga dirinya dari hal itu. Sekaitan dengan ini. dan juga kebebasan dan kemandirian pada diri mereka dengan cara menghormati dan menghargai mereka. furuuddin.[11] 3.

Karena penyimpangan yang terjadi bila penyebabnya adalah masalah sosial maka bila kondisi budaya masyarakat sudah jauh dari nilai-nilai Islam yang pertama kali harus dilakukan oleh kedua orang tua adalah menjaga anak-anaknya dalam bingkai yang sudah kita sebutkan di atas. membaca dan memikirkan ayat-ayat al-Quran. taubat. kesucian.orang tua dalam menjaga anak-anak di hadapan penyelewengan sosial. . maka kedua orang tua. dan juga membiasakan anak-anak dengan nilai-nilai spiritual. Kekerasan. menjaga diri. hubungan dengan famili dan sebaginya. zikir. Penyimpangan karena Struktur Keluarga dan Nilai-Nilai Pendidikan[14] Sebelum pembahasan ini berakhir kita coba untuk mengkaji penyimpangan yang terjadi karena unsur pendidikan yang ada dalam keluarga. Memanjakan anak. keyakinan. Sebab-sebab munculnya penyimpangan karena struktur keluarga antara lain: 1. membentuk rumah tangga. dan ikhlas serta hubungan manusia dengan Tuhannya seperti ma’rifat. Tentunya nilai-nilai spiritual agama ini harus dijalankan dalam lingkungan keluarga sesuai dengan tahap pertumbuhan mereka seperti beramanat. tingkah laku yang baik yang merupakan bagian dari akhlak norma sosial dan norma pribadi seperti ketakwaan. harapan. 2. dituntut untuk bisa menjalankan ketiga aspek dasar ini dalam kehidupan diri dan anak-anaknya. baik sangka kepada Allah dan hubungan manusia dengan akhirat seperti: yakin akan kehidupan setelah mati. Kekerasan dan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya sebagai penyebab penyimpangan anak karena dengan kekerasan yang menimpa anak maka ia akan mengalami tekanan-tekanan jiwa. menjaga hak-hak orang lain. ibadah. syukur. yakin dengan akibat perbuatan dan masalah keluarga seperti menghormati dan menyayangi kedua orang tua. mengajak kepada kebaikan. tawakal. kemuliaan diri.

Keluarga yang tidak berjalan sesuai dengan zamannya dan berharap anak-anaknya hidup dengan cara yang kuno akan menghasilkan anak-anak yang jiwanya tidak cocok dengan masyarakat. . ‘Anak dan keluarganya harus aktif dalam masalah-masalah sosial. Hobbes mengatakan. Anak yatim akan mendapatkan masalah baru dengan perpindahan rumah dan perkawinan selanjutnya ayah atau ibu dan adanya ibu tiri atau ayah tiri. Keluarga yang mandek dan mundur akan menghasilkan anak-anak yang pesimis.Memanjakan anak khususnya anak tunggal membuat anak jadi celaka. akhirnya mereka tidak bisa menghasilkan anak yang bisa hidu dengan baik dan menghormati aturan dan nilai-nilai sosial. Anak yang terlalu dimanja ia tidak akan mandiri dan berharap orang lain membantunya. 3. Yatim. Keterbelakangan keluarga. 4. Sikap ayah atau ibu tiri yang tidak baik terhadap anak kecil akan membuatnya kurang kasih sayang dan pengeluyuran dan keganasan. Menurut Hobbes. ‘kebanyakan anakanak yang kondisinya menderita dan gelisah adalah anak-anak dari keluarga yang terpisah dan asing dari kehidupan sosial’. Usia orang tua. tidak bermasyarakat dan pendosa. 5. Kematian ayah atau ibu akan membuat anak terlantar dan terbelakang di sekolah dan di masyarakat serta kejahatan dan ketidakstabilan jiwa. Orang tua yang sudah berusia lanjut tidak mampu melakukan reaksi yang seharusnya dilakukan untuk anaknya dan mereka tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik sesuai dengan pendidikan anak. Anak yang demikian ini tidak akan mampu menerima teladan yang ada dalam lingkungannya dengan teratur.

Hal buta huruf. Kejahatan kedua orang tua atau salah satu anggota keluarga dan kebejatan akhlak mereka memiliki hubungan kuat dengan penyelewengan anak dan remaja. Berdasarkan penelitian yang ada kebanyakan anak-anak nakal adalah anak-anak yang orang tuanya cerai. Maksud pengetahuan orang tua bukan hanya saja bisa membaca dan menulis bahasanya sendiri akan tetapi rendahnya tingkat budaya dan tidak mengetahui masalah-masalah ilmu dan pendidikan akan membangkitkan kejahatan dan penyelewengan. . Penyelewengan orang tua. Absennya orang tua dari keluarga. Tidak adanya kehadiran salah satu kedua orang tua akan menimbulkan masalah pendidikan dan kekacauan jiwa pada anak dan remaja.6. Bila keluarga tidak memiliki pengetahuan berkaitan dengan keperluan dan potensi serta kejiwaan anak maka akan merugikan kepribadian dan keselamatan jiwa anak yang tidak bisa diganti dan diperbaiki lagi. 9. Perceraian dan perselisihan keluarga. 7. Keluarga yang terjangkit penyakit kecanduan dan sebaginya tidak saja tidak bisa mendidik anak dengan baik bahkan perbuatan mereka adalah teladan untuk terseretnya anak ke dalam kejahatan macam-macam penyelewengan. Perpecahan keluarga sangat berpengaruh dalam munculnya perilaku anti masyarakat pada diri anak. Hadirnya orang tua dalam rumah tangga khususnya ibu memiliki peran penting dalam pendidikan baik kasih sayang maupun kejiwaan anak. 8.

maka kemajuan sebuah bangsa akan turut ditentukan oleh hadirnya lingkungan keluarga yang baik pula. Simpul kata. baik dari sisi jasmani maupun rohani dan anak-anak adalah tunas bangsa dan agama. Diskriminasi di antara anak-anak. Tempat tahanan. Jika setiap lingkungan terkecil itu rusak maka rusaklah bangsa itu juga. . dengan menyadari bahwa lingkungan keluarga adalah kelompok terkecil sebuah masyarakat. Menahan anak atau remaja yang baru pertama kali melakukan pelanggaran sosial akan membangkitkan dia untuk berbuat jahat karena pelajaran yang diambil dari penjahat profesional. anak adalah amanat ilahi yang nantinya kedua orang tua tidak akan bisa lepas dari pertanggungjawaban akan amanat yang dipikulnya itu. 11.10. Kedua orang tua berkewajiban menjaganya. Oleh karena itu untuk menjaga keselamatan dan pendidikan anak-anak yang demikian ini harus ada pakar-pakar khusus yang menangani mereka sehingga tidak belajar dari para penjahat yang sudah profesional. Di samping itu.

1. Robert M. Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas. Lawang Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut. 2. Pengertian Perilaku Menyimpang Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. B. antara lain sebagai berikut: 1.Z. Ada beberapa definisi perilaku menyimpang menurut sosiologi. Bruce J Cohen Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat. artinya penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya. 3. .Perilaku Menyimpang 4 Votes A. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). James Vender Zender Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang. Penyimpangan harus dapat didefinisikan. Ciri-ciri Perilaku Menyimpang Menurut Paul B Horton penyimpangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

C. 2. tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka. Contoh seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga. 4. 3. Penyimpangan negatif Penyimpangan negatif merupakan tindakan yang dipandang rendah. dicela dan pelakunya tidak dapat ditolerir masyarakat. meskipun cara yang dilakukan menyimpang dari norma yang berlaku. penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua macam. pencurian dan sebagainya. D. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak.2. Penyimpangan sosial bersifat adaptif. 5. Contoh pembunuhan. Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak. artinya perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. Antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. artinya budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan sebenarnya tidak selalu berarti negatif. Dengan demikian. Jenis-jenis Perilaku Menyimpang . melainkan ada yang positif. pemerkosaan. Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka. Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. 1. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. artinya perbedaannya ditentukan oleh frekuensi dan kadar penyimpangan. melanggar nilainilai sosial. 6. Penyimpangan positif Penyimpangan positif merupakan penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang didambakan.

penodongan. penyimpangan dibedakan menjadi penyimpangan individual dan penyimpangan kelompok. 2. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap norma-norma masyarakat. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara. Misalnya orang yang mabuk terus menerus. Penyimpangan sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna . Penyimpangan Sekunder Penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus sehingga para pelakunya dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. Contoh geng penjahat. Contoh: seseorang yang sendirian melakukan pencurian. pemerkosaan dan sebagainya. Penyimpangan individual Penyimpangan individual adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau individu tertentu terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan menurut pelakunya.Menurut Lemert (1951) Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan sekunder. tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. 1. Penyimpangan Primer Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Contohnya: pengemudi yang sesekali melanggar lalu lintas. Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang 1. E. 1. 2. Contoh seorang yang sering melakukan pencurian.

ketaatan dan lain-lain. televisi dan sebagainya. F. cap dan merk yang ditujukan oleh masyarakat ataupun . seorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. majalah. Contohnya seseorang yang berasal dari keluarga broken home dan kedua orang tuanya tidak dapat mendidik si anak secara sempurna sehinga ia tidak mengetahui hak-hak dan kewajibanya sebagai anggota keluarga maupun sebagai anggota masyarakat. 3. Penyimpangan inipun dapat belajar dari proses belajar seseorang melalui media baik buku. seseorang menjadi orang yang menyimpang karena proses labelling berupa julukan. Unsur budaya menyimpang meliputi perilaku dan nilai-nilai yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang bertentangan dengan tata tertib masyarakat. 2. pemakai narkoba. Contoh kelompok menyimpang diantaranya kelompok penjudi. khususnya dengan orangorang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. diantaranya sebagai berikut. sopan santun. koran. Penyimpangan karena hasil proses sosialisasi subkebudayaan menyimpang Subkebudayaan adalah suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan. Perilaku yang terlihat dari anak tersebut misalnya tidak mengenal disiplin. dan lain-lain. 1.Karena ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya. geng penjahat. Teori Labeling Menurut Edwin M. Ini terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna dimana agen-agen sosialisasi tidak mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. Teori-Teori Penyimpangan Penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat dapat dipelajari melalui berbagai teori. Penyimpangan sebagai hasil proses belajar yang menyimpang Proses belajar ini melalui interaksi sosial dengan orang lain. Lemert.

d. Retreatisme . Sutherland. Inovasi Inovasi adalah sikap seseorang menerima secara kritis cara-cara pencapaian tujuan yang sesuai dengan nlai-nilai budaya sambil menempuh cara baru yang belum biasa dilakukan. Mula-mula seseorang akan melakukan penyimpangan primer (primary deviation) yang mengakibatkan ia menganut gaya hidup menyimpang (deviant life style) yang menghasilkan karir menyimpang (deviant career). Pengajaran ini terjadi akibat interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain yang berperilaku menyimpang. Menurut Merton terdapat lima cara pencapaian tujuan budaya. c.lingkungan sosialnya. Teori Anomi Robert K Merton Robert K. namun menolak tujuan-tujuan kebudayaannya. 3. Teori Hubungan Diferensiasi Menurut Edwin H. 2. Ritualisme Ritualisme adalah sikap seseorang menerima cara-cara yang diperkenalkan sebagai bagian dari bentuk upacara (ritus) tertentu. Konformitas Konformitas adalah sikap yang menerima tujuan budaya yang konvensional (biasa) dengan cara yang juga konvensional. yaitu: a. b. agar terjadi penyimpangan seseorang harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana caranya menjadi seorang yang menyimpang. Merton menganggap anomie disebabkan adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara yang diapakai untuk mencapai tujuan tersebut.

kesepian. Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang 1. Menurut Graham Baliane. e. antara lain sebagai berikut: 1) Mencari dan menemukan arti hidup. 6) Sekedar iseng dan didorong rasa ingin tahu. 7) Mengikuti teman-teman untuk menunjukkan rasa solidaritas 8) Menghilangkan frustasi dan kegelisahan hidup. dan kebosanan. Dampak negatif yang ditimbulkan akan menyebabkan berkurangnya produktivitas seseorang selama pemakaian bahan-bahan tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian. G. Penyimpangan seksual . 2) Mempermudah penyaluran dan perbuatan seksual. guru. 5) Melepaskan diri dari kesepian. dan norma-norma sosial. ada beberapa penyebab seseorang remaja memakai narkoba. 2. 9) Mengisi kekosongan.Retreatisme adalah sikap seseorang menolak baik tujuan-tujuan maupaun cara-cara mencapai tujuan yang telah menajdi bagian kehidupan masyarakat ataupun lingkungan sosialnya. Penyalahgunaan Narkoba Merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai. 4) Membuktikan keberanianya dalam melakukan tindakan berbahaya seperti kebutkebutan dan berkelahi. norma sosial dan agama. 3) Menunjukkan tindakan menentang otoritas orang tua. Pemberontakan Pemberontakan adalah sikap seseorang menolak sarana dan tujuan-tujuan yang disahkan oleh budaya masyarakatnya dan menggantikan dengan cara baru.

hingga pembunuhan. Lingkungan keluargayang tidak harmonis. c. karena pada masa ini jiwanya masih dalam keadan labil sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Orang yang mengkonsumsinya akan kehilangan kemampuan mengendalikan diri.Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan. a. perkelahian. Tawuran pelajar dapat digolongkan sebagai patologi (penyakit) karena sifatnya yang kompleks dengan penyebab dan akibat yang berbeda-beda. 2) Lesbian yaitu hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita. 5) Gerontophilia adalah memuaskan keinginan seksual dengan orang tua seperti kakek dan nenek. . penggunaan obat terlarang. pencurian. perkelahian atau tawuran dan lain sebagainya. Salah satu bentuk tawuran tersebut adalah tawuran pelajar. Kenakalan Remaja Gejala kenakalan remaja tampak dalam masa pubertas (14 – 18 tahun). maupun sosial. Contoh perbuatan kenakalan seperti pengrusakan tempat/fasilitas umum. Tawuran pelajar berbeda dengan perkelahian biasa. Sehingga seringkali pemabuk melakukan keonaran. 3) Homoseksual adalah hubungan seksual yang dilakukan sesama laki-laki. Lingkungan masyarakat yang tidak menentu bagi prospek kehidupan masa mendatang. Situasi yang menjemukan dan membosankan. buku dan majalah porno. b. Alkoholisme Alkohol disebut juga racun protoplasmik yang mempunyai efek depresan pada sistem syaraf. Penyebab kenakalan remaja antara lain sebagai berikut. baik secara fisik. 6) Kumpul kebo adalah hidup seperti suami istri tanpa nikah. psikologis. 4) Pedophilia adalah memuaskan kenginan seksual dengan menggunakan kontak seksual dengan anak-anak. 4. Penyebab penyimpangan seksual antara lain adalah pengaruh film-film porno. Contoh penyimpangan seksual antara lain sebagai berikut: 1) Perzinahan yaitu hubungan seksual di luar nikah. seperti lingkungan kumuh dan penuh kejahatan. 3.

2. Pelaku didominasi oleh tindakan menyimpang tersebut.di masyarakat barat merupakan hal yang biasa dan wajar. menjadi teladan namun kadangkala terjadi pemimpin justru memberi contoh yang salah. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi. melainkan berdasarkan ukuran longgar tidaknya norma dan nilai sosial suatu masyarakat. karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya. seperti melakukan KKN. B.Perilaku Penyimpangan Sosial A. Norma dan nilai sosial masyarakat yang satu berbeda dengan norma dan nilai sosial masyarakat yang lain. Lawang. Penyimpangan Primer (Primary Deviation) Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. dalam skala luas atau sempit tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat. Van Der Zanden. Z. Longgar/tidaknya nilai dan norma. 2. Sosialisasi yang tidak sempurna. Karena masyarakat mentolerir tindakan tersebut maka terjadilah . Definisi Penyimpangan Sosial. Pengertian Penyimpangan Sosial Penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang. Menurut James W. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun. Ukuran perilaku menyimpang bukan pada ukuran baik buruk atau benar salah menurut pengertian umum. besar atau kecil. Van Der Zanden. faktor-faktor penyimpangan sosial adalah sebagai berikut: 1. sadar atau tidaksadar pernah kita alami atau kita lakukan. Di masyarakat sering terjadi proses sosialisasi yang tidak sempurna. Lemert (1951). Misalnya: kumpul kebo di Indonesia dianggap penyimpangan. sehingga menimbulkan perilaku menyimpang. Penyimpangan perilaku merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi. Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk: 1. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara.Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilainilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lain penyimpangan (deviation) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (conformity) terhadap kehendak masyarakat. Penyimpangan ini tidak bisa ditolerir oleh masyarakat Faktor-faktor Penyimpangan Sosial. Contoh: di masyarakat seorang pemimpin idealnya bertindak sebagai panutan atau pedoman. tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. James W. Penyimpangan Sekunder (secondary deviation) Penyimpangan yang berupa perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. Robert M.

d. Menurut Casare Lombroso. perilaku menyimpang disebabkan oleh faktor-faktor: 1. Berdasarkanciri-ciri tertentu orang bisa diidentifikasi menjadi penjahat atau tidak. yaitu suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan/ pada umumnya. Ciri-ciri fisik tersebut antara lain: bentuk muka. c. Kategori Penyimpangan Individual.tindak perilaku menyimpang. 3. penyimpangannya disebut pembandel. Psikologis Menjelaskan sebab terjadinya penyimpangan ada kaitannya dengan kepribadian retak atau kepribadian yang memiliki kecenderungan untuk melakukan penyimpangan. . D. penyimpangannya disebut pelanggar. Penyalahgunaan narkoba. kedua alis yang menyambung menjadi satu dan sebagainya. penyimpangannya disebutperusuh atau penjahat. Yang termasuk dalam tindak penyimpangan individual antara lain: 1. Sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang. Perilaku menyimpang terjadi pada masyarakat yang memiliki nilai-nilai sub kebudayaan yang menyimpang. Biologis Misalnya orang yang lahir sebagai pencopet atau pembangkang. Dapat juga karena pengalaman traumatis yang dialami seseorang. norma sosial dan agama. antara lain: a. Sosiologis Menjelaskan sebab terjadinya perilaku menyimpang ada kaitannya dengan sosialisasi yang kurang tepat. Melanggar norma-norma umum yang berlaku. Penyimpangan yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannya dapat dibagi menjadi beberapa hal. menimbulkan rasa tidak aman/tertib. Tidak taat kepada peringatan orang-orang yang berwenang di lingkungannya. Penyimpangan Individual (Individual Deviation) Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaanyang telah mapan. penyimpangannya disebut pembangkang. Ia membuat penjelasan mengenai “si penjahat yang sejak lahir”. Individu tidak dapat menyerap norma-norma kultural budayanya atau individu yang menyimpang harus belajar bagaimana melakukan penyimpangan C. merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai. 3. 2. Mengabaikan norma-norma umum. Penyimpangan ini disebabkan oleh kelainan jiwa seseorang atau karena perilaku yang jahat/tindak kriminalitas. b. kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya. Tidak patuh nasihat orang tua agar mengubah pendirian yang kurang baik.

5. 6. maka akan muncul 3. sekelompok orang melakukan tindakan-tindakan menyerempet bahaya. Tujuan perkelahian bukan untuk mencapai nilai yang positif. Yang termasuk ke dalam tindak kriminal antara lain: pencurian.2. Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Individu . Penyimpangan Kolektif (Group Deviation) Penyimpangan kolektif yaitu: penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama atau secara berkelompok. 2. tindakan yang bertentangan dengan norma hukum. umumnya sebagai akibat pengaruh pergaulan/teman. Pelacuran dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan menyerahkan diri kepada umum untuk dapat melakukan perbuatan sexual dengan mendapatkan upah. Mereka patuh pada norma kelompoknya yang kuat dan biasanya bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. penipuan. penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari perilaku umum atau biasanya. Penyimpangan ini antara lain: Sikap arogansi Kesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya seperti kepandaian. 3. Demikian juga tawuran yang terjadi antar kelompok/etnis/warga yang akhir-akhir ini sering muncul. karena ketidakmampuan menyerap norma-norma kebudayaan kedalam kepribadian masing-masing individu dalam kelompok maka dapat terjadi pelanggaran terhadap norma-norma budayanya. Gaya hidup. sosial dan agama. Penyimpangan yang dilakukan secara kelompok/kolektif antara lain: 1. Sikap eksentrik E. Kenakalan Remaja. kekayaan.penganiayaan. Penyimpangan yang dilakukan kelompok. Apabila seseorang dalam kehidupannya mengalami sosialisasi yang tidak sempurna.Penyimpangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang beraksi secara bersama-sama (kolektif). melainkan sekedar untuk balas dendam atau pamerkekuatan/unjuk kemampuan. perkelahian antar pelajar termasuk jenis kenakalan remaja yang pada umumnya terjadi di kota-kota besar sebagai akibat kompleknya kehidupan dikota besar. Proses sosialisasi yang tidak sempurna. F.Pelacuran lebih disebabkan oleh tidak masaknya jiwa seseorang atau pola kepribadiannya yang tidak seimbang. membentuk geng-geng yang membuat onar dsb. perampokan dan pemerkosaan. Tawuran/perkelahian pelajar. misalnya kebut-kebutan. pembunuhan. Tindak kejahatan/kriminal.Kesatuan dan persatuan dalam kelompok dapat memaksa seseorang ikut dalam kejahatan kelompok. supaya jangan disingkirkan dari kelompoknya. Pelacuran 4.kekuasaan. karena keinginan membuktikan keberanian dalam melakukan hal-hal yang dianggap bergengsi. Contoh: tradisi yang mewajibkan mas kawin yang tinggi dalam masyarakat tradisional banyak ditentang karena tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman. Penyimpangan kebudayaan.

sehingga dalam masyarakat muncullah kriminalitas-kriminalitas baru. maka tindak . Dampak yang ditimbulkan selain terhadap individu juga terhadap kelompok/masyarakat. G. pada agama tertentu (contohnya: Katolik) ada hak-hak tertentu yang tidak boleh diterima oleh si pelaku penyimpangan. 2. Sebagai tolok ukur menyimpang atau tidaknya suatu perilaku ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Lama kelamaan berkumpullah berbagai individu pelaku penyimpangan menjadi penyimpangan kelompok. tindak kejahatan. tindak kekerasan seorang kadangkala hasil penularan seorang individu lain. tindak kejahatan / kriminal. penyimpangan seksual. adat/budaya dan agama. Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Masyarakat Seorang pelaku penyimpangan senantiasa berusaha mencari kawan yang sama untuk bergaul bersama. secara umum pelaku penyimpangan sosial akan tertekan secara psikologis karena ditolak oleh masyarakat. Karena masyarakat merupakan struktur sosial. Kriminalitas. 2. akhirnya bermuara kepada penentangan terhadap norma masyarakat. dengan tujuan supaya mendapatkan „teman‟. umumnya dialami oleh pelaku penyimpangan individual. sebagai manusia yang merupakan mahluk yang berakal budi. melalui penjara. merasa bersalah bahkan merasa menyesal telah melanggar nilai-nilai dan norma masyarakatnya. Merton mengemukakan teori yang menjelaskan bahwa perilaku menyimpang itu merupakan penyimpangan melalui struktur sosial. hilangnya harta benda bahkan nyawa. maka berdampaklah bagi si individu tersebut hal-hal sebagai berikut: 1. Contoh: seorang residivis dalam penjara akan mendapatkan kawan sesama penjahat. Rasa bersalah. dsb. misalnya tidak boleh menerima sakramen tertentu bilamana seseorang melakukan tindakan penyimpangan (berdosa).Pengucilan kepada pelaku penyimpangan dilakukan oleh masyarakat dengan tujuan supaya pelaku penyimpangan menyadari kesalahannya dan tindak penyimpangannya tidak menulari anggota masyarakat yang lain. sehingga tindak kejahatan akan muncul berkelompok dalam masyarakat. kurungan. Robert K. Sekecil apapun rasa bersalah itu pasti akan muncul karena tindak penyimpangan tersebut telah merugikan orang lain. Setiap tindakan yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat akan dianggap sebagai penyimpangan dan harus ditolak. Terganggunya perkembangan jiwa. Pengucilan secara hukum. Terganggunya keseimbangan social. antara lain pelaku penyalahgunaan narkoba. Pengucilan dalam berbagai bidang. 1. Terkucil. Baik penyimpangan ringan maupun penyimpangan berat akan berdampak pada terganggunya perkembangan mental atau jiwanya. Pengucilan melalui agama. mustahil seorang pelaku tindak penyimpangan tidak pernah merasa malu. terlebih-lebih pada penyimpangan yang memang diakibatkan dan yang mempunyai sasaran pada jaringan otaknya. antara lain: hukum. sehingga sekeluarnya dari penjara akan membentuk „kelompok penjahat‟. Akibat tidak diterimanya/ditolak perilaku individu yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat. misalnyapada pelaku penyalahgunaan narkoba dan kelainan seksual 3.Seseorang yang melakukan tindak penyimpangan oleh masyarakat akan dicap sebagai penyimpang (devian).

Tetapi teori-teori terbatas lebih mempunyai lingkup penjelasan yang terbatas. 3. asosiasi difrensial memiliki sembilan perposisi. sumber: http://uhangdusun. . Perilaku menyimpang dipelajari oleh seseorang dalam interaksinya dengan orang lain.penyimpangan pasti akan berdampak terhadap masyarakat yang akan mengganggu keseimbangan sosialnya. perilaku menyimpang melibatkan seluruh mekanisme yang berlaku dalam proses belajar. Hal-hal yang dipelajari dalam proses terbentuknya perilaku menyimpang adalah teknis teknis penyimpangan dan petunjuk khusus tentang motif perilaku menyimpang. Pudarnya nilai dan norma. 6.blogspot. petunjuk petunjuk tsb. Teori differential association (Edwin H Sutherland) Edward H. antara lain : 1. Dalam bab ini perpektif-perpektif labeling.html Teori Mengenai Penyimpangan a. atau dibatasi untuk menjelaskan tindakan menyimpang bukan perilaku menyimpang. 5. b. Sehingga nilai dan norma menjadi pudar kewibawaannya untuk mengatur tata tertib dalam masyarakat. Terbentuknya asosiasi difrensial bervariasi. 9. atau budaya. 4. 7. Perilaku menyimpang terjadi dalam kelompok personal yang intim dan akrab. kontrol dan konflik adalah contoh-contoh teori-teori terbatas yang didiskusikan.com/2009/06/perilaku-penyimpangansosial_22. Apabila doperinci. Juga karena pengaruh globalisasi di bidang informasi dan hiburan memudahkan masuknya pengaruh asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia mampu memudarkan nilai dan norma. 2. Teori Labeling Teori-teori umum tentang penyimpangan mencoba menjelaskan semua bentuk penyimpangan. Karena pelaku penyimpangan tidak mendapatkan sangsi yang tegas dan jelas. Sutherland memandang bahwa perilaku menyimpang bersumber pada pergaulan yang berbeda (diffrential assosiation). Beberapa teori terbatas adalah untuk jenis penyimpangan tertentu saja. artinya seorang individu mempelajari suatu perilaku meyimpang dan interaksinya dengan seorang individu yang berbeda latar belakang asal. seorang yang melakukan penyimpangan karena lebih menguntungkan bila ia melakukan penyimpangan. perilaku menyimpang tidak dapat dijelaskan melalui kebutuhan dan nilai umum. 3. 8. Dipelajari dari definisi norma yang babik atau buruk. kelompok. atau untuk bentuk substantif penyimpangan tertentu (seperti alkoholisme dan bunuh diri). maka muncullah sikap apatis pada pelaksanaan nilai-nilai dan norma dalam masyarakat. Perilaku menyimpang merupakan hasil dari proses belajar atau yang dipelajari. karena tindak penyimpangan sebagai eksesnya.

Teori ini memperkirakan bahwa pelaksanaan kontrol sosial menyebabkan penyimpangan. Jika seseorang merasa dekat dengan kelompok konvensional. e. di mana tujuan-tujuan budaya lebih ditekankan dari pada cara-cara yang tersedia untuk mencapai tujuantujuan budaya itu. e. Teori Kontrol Perspektif kontrol adalah perspektif yang terbatas untuk penjelasan delinkuensi dan kejahatan. Konformitas : pelaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan masyarakat. sedikit sekali kecenderungan menyimpang dari aturan-aturan kelompoknya. sementara orang atau kelompok lainnya melakukan penyimpangan. khususnya dalam mempertahankan diri dari pemberian label. Untuk masuk kembali ke dalam peran sosial konvensional yang tidak menyimpang adalah berbahaya dan individu merasa teralienasi. Teori ini meletakkan penyebab kejahatan pada lemahnya ikatan individu atau ikatan sosial dengan masyarakat. d. c. seseorang merasa lebih bebas untuk menyimpang. c. Teori anomi menempatkan ketidakseimbangan nilai dan norma dalam masyarakat sebagai penyebab penyimpangan. Ditutupnya peran konvensional bagi seseorang dengan pemberian stigma dan label. Teori Anomie Teori anomi adalah teori struktural tentang penyimpangan yang paling penting selama lebih dari lima puluh tahun. b. Kelompok yang mengalami lebih banyak ketegangan karena ketidakseimbangan ini (misalnya orang-orang kelas bawah) lebih cenderung mengadaptasi penyimpangan daripada kelompok lainnya. menyebabkan orang tersebut dapat menjadi penyimpang sekunder. Sebagian besar orang menganut norma-norma masyarakat dalam waktu yang lama.Perspektif labeling mengetengahkan pendekatan interaksionisme dengan berkonsentrasi pada konsekuensi interaksi antara penyimpang dengan agen kontrol sosial. Tapi jika ada jarak sosial sebagai hasil dari putusnya ikatan. Inovasi : terjadi apabila seseorang menerima tujuan yang sesuai dengan nilai2 budaya dan diidam2kan masyarakat tetapi menolak norma2 atau kaidah2 yang berlaku. Menurut teori labeling. sebab pelaksanaan kontrol sosial tersebut mendorong orang masuk ke dalam peran penyimpang. pemberian sanksi dan label yang dimaksudkan untuk mengontrol penyimpangan malah menghasilkan sebaliknya. Rebellion (pemberontakan) : terjadi apabila orang menolak sarana maupun tujuan yang disahkan oleh kebudayaan dan menggantikannya dengan yang lain. atau macetnya integrasi sosial. Ritualisme :Terjadi apabila seseorang menerima cara .tujuan kebudayaan. Individu dan kelompok dalam masyarakat seperti itu harus menyesuaikan diri dan beberapa bentuk penyesuaian diri itu bisa jadi sebuah penyimpangan. Kelompkkelompok yang lemah ikatan sosialnya (misalnya kelas bawah) cenderung melanggar hukum karena merasa sedikit terikat dengan peraturan konvensional.cara yang diperkenankan secara kultural tetapi menolak tujuan . d. Teori Konflik Teori konflik adalah pendekatan terhadap penyimpangan yang paling banyak . Robert K merton : mengkaji pada jenjang makro yaitu pada jenjang stuktur sosial: a. Retreatism (pengasingan diri) : timbul apabila seseorang menolak tujuan – tujuan yang disetujui maupun cara2 pencapaian tujuan itu.

LATAR BELAKANG SEBAB SEBAB TERJADINYA PENYIMPANGAN SOSIAL 1.html . kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Peraturan datang dari individu dan kelompok yang mempunyai kekuasaan yang mempengaruhi dan memotong kebijakan publik melalui hukum. 4. 3. menghindari bunuh diri karena alasan moral dan agama. Beberapa kelompok yang sangat berkuasa membuat norma mereka menjadi dominan. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa.com/2009/02/penyimpangan-sosial. Pertentangan antar agen sosialisasi Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan.diaplikasikan kepada kejahatan. 2. Kelompok-kelompok elit menggunakan pengaruhnya terhadap isi hukum dan proses pelaksanaan sistem peradilan pidana. Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakat Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi.norma masyarakat yang berlaku. Ia adalah teori penjelasan norma. Norma sosial lainnya mengikuti pola berikut ini. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma.blogspot. Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. peraturan dan hukum daripada penjelasan perilaku yang dianggap melanggar peraturan. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. membuang sampah sembarangan. misalnya norma yang menganjurkan hubungan heteroseksual. Penyimpangan juga dapat terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. walaupun banyak juga digunakan dalam bentukbentuk penyimpangan lainnya. tidak kecanduan minuman keras. sementara iklan rokok begitu menarik. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpang. sumber: http://bata-blog. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok 5.

maka perjudian. Faktor apa yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit masyarakat tersebut!? Para ahli sosiologi (sosiolog) menyatakan bahwa penyakit sosial itu timbul karena adanya pelanggaranpelanggaran yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang terhadap norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat. Apabila kejadian tersebut terus terjadi dalam masyarakat.penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anggota masyarakat itu sendiri. dan mungkin masih banyak lagi perilaku masyarakat yang bisa menimbulkan keresahan dan mengganggu keteraman masyarakat. di atas menggambarkan adanya perilaku kehidupan anggota masyarakat yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu ketenteraman masyarakat. perjudian. Gambar tersebut menunjukkan orang yang sedang bermain judi. tawuran antar pelajar dan mabukmabukan saja. Masih banyak perilaku masyarakat yang bisa disebut menjadi virus penyebab penyakit sosial. tawuran antar pelajar dan mabuk . .mabukan itu dikategorikan sebagai penyakit masyarakat atau penyakit sosial. Dengan demikian. Masyarakat akan resah dan merasa tidak tenteram. Begitu pula masyarakat yang diserang virus. misalnya: alkoholisme. Andaikan tubuh kita diserang virus. Dari uraian tersebut. terjadinya tawuran pelajar dan kecanduan narkoba. Pengertian Penyakit Sosial Para siswa perhatikan gambar berikut ini. tentu tubuh kita akan merasa sakit. Sakitnya masyarakat ini bisa dalam bentuk keresahan atau ketidak tenteraman kehidupanan masyarakat. Apapun komentarmu.mabukan tersebut akan menjadi virus bagi mengganggu kehidupan masyarakat. Oleh karena itulah. tawuran antar pelajar dan mabuk . pelacuran. penyalahgunaan Napza. Apa komentar kalian berkaitan dengan gambar tersebut.tenteraman kehidupan masyarakat. Berbagai perilaku masyarakat ini dapat dikategorikan sebagai penyakit sosial.PENYAKIT SOSIAL 1. tentu masyarakat tersebut akan merasa sakit. Sebenarnya penyakit sosial itu tidak hanya perjudian. lalu apa yang dimaksud dengan penyakit sosial? Siapa yang dapat mendefinisikai pengertian penyakit sosial? Mari kita cocokkan jawaban kalian dengan pengertian penyakit sosial berikut ini. Pelanggaran terhadap norma dan aturan masyarakat inilah yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial. pada dasarnya penyakit sosial itu ditimbulkan oleh adanya penyimpangan . karena dapat menimbulkan keresahan dan ketidak .

pertandingan. alkoholisme.ribu tahun yang lalu.2. Perbuatan judi merupakan perilaku yang melanggar terhadap kaidah . Perjudian Perjudian merupakan salah satu bentuk penyakit sosial. Jenis judi bermacam . a. yang kalah akan memberikan atau melakukan sesuatu sesuai kesepakatan. misalnya kuis dengan SMS dengan sejumlah hadiah uang atau barang.kadang kita tanpa sadar telah melakukan perbuatan yang mengandung unsur perjudian secara kecil kecilan. Yang sembunyi . tawuran antar pelajar. nilai .Bentuk Penyakit Sosial Sebagaimana telah disebutkan. penyalahgunaan Napza. Bentuk .kejadian yang belum pasti hasilnya. Ada sesuatu yang dipertaruhkan dalam permainan itu. tetapi juga melanggar norma hukum. adu ayam jago. perjudian. Justru banyak orang jatuh menjadi miskin karena judi. lalu apa sebenarnya definisi perjudian itu. Dari uraian singkat tadi. Dalam bermain pun kadang .nilai. Bentuk bentuk penyakit sosial tersebut menimbulkan dampak negatif bagi invidu yang melakukan dan masyarakat sekitarnya. . maka akan mendapat sanksi baik oleh masyarakat maupun berupa sanksi hukum. Perjudian sudah ada di muka bumi ini beribu . permainan kartu dengan taruhan sejumlah uang. dan sebagainya siapa yang menang akan mendapatkan hadiah tertentu.sembunyi misalnya Togel (totohan gelap). Sedangkan judi yang terbuka. tidak dihargai dan lain sebagainya. Sedangkan secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap KUHP yang harus dipertanggung jawabkan di pengadilan. dipergunjingkan.norma yang ada dalam masyarakat.kaidah. Kalian pasti sudah tahu bahwa tidak ada orang yang kaya karena berjudi. Sanksi masyarakat misalnya dikucilkan oleh masyarakat. perlombaan dan kejadian . dalam bermain kelereng. Semua itu menunjukkan bahwa dalam permainan tersebut ada unsur perjudian. dan norma . pelacuran dikategorikan sebagai penyakit sosial. Kalian ada yang tahu? Mari cermati definisi perjudian berikut ini.sembunyi sampai yang bersifat terbuka.macam dari yang bersifat sembunyi . Perjudian adalah pertaruhan dengan sengaja. Misalnya. dengan menyadari adanya sebuah resiko dan harapan terterntu pada peristiwa permainan. lempar dadu. yaitu mempertaruhkan suatu nilai atau sesuatu yang dianggap nilai. bermain kartu. Perjudian merupakan penyakit sosial yang sangat buruk. Pelanggaran ini tidak saja hanya pada adat dan kebiasaan masyarakat. Bagi individu atau kelompok yang melakukan perjudian.

perasaan tidak menentu kadang riang kadang murung. kalian pasti sering mendengar adanya tawuran di kalangan pelajar. betapa berbahayanya penyalahgunaan Napza. Psikotropika. suka gemetaran. apakah karena pengaruh pergaulan. Para siswa. bukan tawuran atau berkelahi. Napza adalah singkatan dari Narkotika. pemaksaan. sekolah. Sementara dampak pada fisik tampak sangat jelas seperti tubuh menjadi kurus. Orang yang menyalahgunakan Napza. maka akan dikenakan sanksi oleh masyarakat. Penyalahgunaan Napza Para siswa. kepribadian. pekerjaan. atau kehendak sendiri untuk merasakannya yang pada akhirnya menjadi kebiasaan dan meneruskannya. Perkelahian antar pelajar merupakan masalah serius mengingat siswa adalah peserta didik yang harus tunduk pada kaidah . Napza merupakan zat atau obat . merasa resah dan cemas. merasa rendah diri . Tawuran antar pelajar adalah perbuatan yang sangat tidak pantas dilakukan oleh para pelajar.obatan yang berpengaruh terhadap susunan syaraf atau otak. pola pikir yang ingin serba cepat. longgarnya norma. keadaan kurang terurus. merah. alkoholisme. Sementara itu keadaan emosi sangat sensitif seperti mudah marah dan sedih. Terhadap perilaku yang meresahkan ini. Tawuran Antar Pelajar Para siswa. masalah pertemanan. dan sekolah. muka pucat. rebutan pacar. serta susah buang air besar dan kecil. kalian pernah mendengar isitilah Napza? Ayo siapa yang tahu apa itu Napza. Tugas para pelajar adalah belajar. bicara cadel (tidak jelas). tangan dan lengan bekas tusukan jarus seperti gigitan nyamuk. Dari permasalahan antar individu kemudian melebar menjadi solidaritas kelompok yang pada gilirannya menimbulkan tawuran masal. cekung. Akibat yang ditimbulkan sangat kompleks karena Napza dapat merusak kecakapan sosial.b. dan Zat Aditif lainnya. Ciincutdz Yap Yaprut c. akibat narkoba. pada umumnya karena rasa keingintahuan dan keinginan untuk mencoba.nilai moral dan kecakapan sosial sebagaimana layaknya orang . kumal dan dekil. Pada umumnya. menimbulkan ketidakmampuan dalam fungsi sosial. layu. mudah tersinggung. Penderita ketergantungan NAPZA akhirnya tidak lagi memiliki nilai . Napza apabila disalahgunakan pemakaiannya akan menimbulkan ketagihan atau addiction dan merusak.orang normal. tawuran terjadi karena masalah-masalah sepele seperti penghinaan terhadap seseorang. dan gangguan fisik seperti tubuh semaik kering. dan tidur siang sementara malam hari begadang. ataupun sanksi hukum jika terkait dengan pelanggaran terhadap KUHP. bibir hitam pucat. dan lain 88 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII sebagainya. bengkak dan merah.kaidah yang berlaku dalam masyarakat maupun di sekolah.

dan tidak punya keyakinan diri; cepat curiga, merasa malu dan mudah kecewa; serta apabila berjanji mudanh ingkar. Dampak lain yang sangat destruktif adalah pada perubahan pola pikir yang tidak umum, tidak sempurna dan tidak logis; perilaku yang tidak wajar; keadaan sosial yang tidak lagi dengan kecakapan; serta kebiasaan kebiasaan lain yang jelek seperti mengusap muka, menggarukgaruk kepala, merokok tidak putus-putus, tidur sewaktu duduk, dan lain sebagainya. Perubahan perilaku yang kelihatan mencolok, antara lain meninggalkan ibadah, suka berbohong, membolos sekolah, suka mencuri, dan seks bebas. Selain itu juga akibat akibat negatif lain, seperti malas, suka melawan, merusak barang, atau bahkan mencuri. Dapat dibayangkan tatkala anak keluarga miskin menjadi korban barang setan itu, padahal harganya sangat mahal. Dari mana mereka memperoleh uang untuk membelinya kalau tidak melakukan tindak kriminal, seperti mencuri, menodong, merampok, lalu yang wanita menjual diri dan sebagainya. Dampaknya, Napza telah membuat generasi muda kehilangan masa depan mereka, mengingat penyalahgunaan Napza memiliki dampak yang sangat merusak baik bagi dirinya maupun lingkungannya. Oleh karena itu sangatlah wajar manakala muncul fakta baru bahwa Napza menimbulkan segudang masalah, baik masalah pelacuran, kriminal, dan bahkan paling berpotensi menularkan penyakit HIV Aids yang akhir-akhir ini sangat merebak dalam masyarakat Indonesia. Penyalahgunaan narkotika dan obat - obat terlarang adalah jenis penyakit sosial yang cukup berat. Selain melanggar kode etik masyarakat, perilaku ini juga melanggar hukum. Penggunaan narkotika telah diatur dalam aturan formal sehingga tidak boleh disalahgunakan. Bagi yang menyalahgunakan narkoba, maka akan mendapatkan sanksi hukum sesuai dengan keterlibatannya dalam penyalahgunaan narkoba tersebut. Dalam hal ini misalnya sebagai produsen, pengedar, maupun pemakai akan mendaptkan hukuman yang berbeda-beda. Sebagai pelajar kita harus berprinsip; “belajar yes, narkoba no”. Kita sebagai generasi muda tentunya tidak ingin kehilangan masa depan bukan? Jika menginginkan hidup sempurna, wajar, dan sukses maka jauhilah narkoba dari kehidupan kita.

d. Alkoholisme
Alkoholisme adalah orang yang kecanduan minum - minuman keras yang mengandung alkohol dalam dosis yang tinggi. Penggunaan atau konsumsi alkohol, dapat menimbulkan dampak yang sangat merusak baik bagi individu pemakai maupun bagi masyarakat. Dalam alkohol terdapat racun protopalsmik yang mempunyai akibat menekan pada sistem syaraf. Dengan demikian ketika orang menggunakan atau mengkonsumsi alkohol

secara berlebihan, maka akan mengganggu sistem syarafnya, sehingga tidak mampu mengendalikan diri baik secara psikologis, fisik, maupun sosial. Dampak merusak inilah yang menyebabkan ketika orang mengkonsumsi alkohol akan kehilangan sebagian ingatannya, kemudian melakukan perjudian, pemerkosaan, dan lebih buruk lagi melakukan pembunuhan. Orang - orang yang terlibat dalam alkoholisme baik produsen maupun pemakai dikategorikan sebagai penyakit sosial atau melanggar kaidah - kaidah, nilai - nilai, dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. 90 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII

e. Pelacuran
Pelacuran merupakan peristiwa penjualan diri dengan jalan memperjual belikan badan, kehormatan dan kepribadian kepada banyak orang untuk memuaskan nafsu - nafsu seks, dengan imbalan pembayaran. Pelacuran adalah perbuatan perempuan atau laki laki yang menyerahkan badannya untuk berbuat cabul secara seksual dengan mendapatkan upah. Pelacuran adalah perilaku menyimpang dengan tujuan komersial. Perilaku ini melanggar norma, kaidah, dan nilai - nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Bagi yang melakukan pelacuran, tidak saja akan mendapat sanksi dari masyarakat, melainkan pula sanksi agama. Sampai saat ini pelacuran sulit untuk diberantas. Pelacuran merupakan penyakit sosial yang sangat parah dan sampai sekarang sangat sulit untuk dihilangkan. Munculnya berbagai macam penyakit kelamin yang mematikan seperti halnya HIV Aids adalah akibat buruk dari praktek - praktek pelacuran tersebut. Kalian tentunya tidak ingin terkena penyakit yang mematikan tersebut bukan? Maka jauhilah praktek - praktek buruk tersebut dalam kehidupan kalian agar bisa menjadi manusia yang berkepribadian yang disayang oleh semasa manusia dan di sayang Tuhan. Norma adat pada umumnya melarang pelacuran. Akan tetapi, setiap daerah berbeda peraturannya, dan kebanyakan norma tersebut tidak tertulis. Pelarangan pelacuran pada hukum adat didasarkan pada hal sebagai berikut: tidak menghargai wanita, diri sendiri, dan penghinaan terhadap isteri dan pria yang melacurkan diri, penyakit kotor, dan merugikan orang lain. Pelacuran menimbulkan beberapa akibat. Beberapa akibat yang ditimbulkan oleh pelacuran antara lain sebagai berikut. 1. Menimbulkan dan menyebarluaskan penyakit kelamin. 2. Merusak sendi - sendi kehidupan keluarga.

3. Merusak sendi - sendi moral, hukum, susila dan agama. 4. Adanya pengeksploitasian manusia oleh manusia lain. Wanita - wanita pelacur itu cuma menerima upah sebagian kecil saja dari pendapatan yang harus diterimanya, karena sebagian harus diberikan kepada germo, calo - calo, centeng - centeng, pelindung dan lain - lain. 5. Mendorong terjadinya kriminalitas dan kecanduan barang - barang narkotika.

f. Korupsi
Kalian pasti pernah mendengar kata korupsi. Apa itu korupsi? Korupsi berasal dari bahasa latin, corruptio, atau corrumpere, yang berarti buruk, busuk, rusak,

menggoyahkan atau memutarbalikkan. Korupsi merupakan perilaku penyelewengan dari tugas tertentu yang sengaja dilakukan untuk memperoleh keun tungan pribadi atau kelompoknya, baik uang maupun harta kekayaan. Korupsi diartikan juga sebagai perilaku pejabat maupun pegawai yang secara tidak wajar dan tidak sah memperkaya dri atau kelompoknya dengan cara menyalahgunakan kekuasaan atau kedudukan yang dipercayakan kepadanya. Bab VI Penyakit dan Penyimpangan Sosial 91 Korupsi meerupakan bentuk penyakit sosial dalam masyarakat. Korupsi dapat dilakukan sendiri ataupun kelompok. Untuk sesaat korupsi nampaknya menguntungkan. Akan tetapi korupsi sangat merugikan kehidupan, baik pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara. Bentuk - bentuk korupsi antara lain; penyogokan, penggelapan, pemutarbalikan fakta, penipuan, maupun penggunaan uang negara secara tidak semestinya. Ganjaran bagi koruptor (orang yang melakukan korupsi) adalah hukuman penjara, penyitaan kekayaan dan uang hasil korupsi.

B. PENYIMPANGAN SOSIAL
1. Pengertian Penyimpangan Sosial
Para siswa, coba perhatikan perilaku kehidupan orang-orang di sekitarmu! Kamu mungkin akan menemukan perilaku orang-orang yang tidak benar, di samping yaitu perilaku orang - orang yang tidak sesuai dengan norma - norma dan aturan yang berlaku. Perilaku yang sesuai dengan norma dan aturan inilah yang diharapkan oleh masyarakat, sedangkan perilaku yang tidak benar tentu tidak diharapkan oleh masyarakat. Perilaku yang diharapkan masyarakat ini sering disebut konformitas, sedangkan perilaku yang tidak sesuai dengan harapan norma dan aturan masyarakat disebut penyimpangan sosial. Konformitas dan penyimpangan sosial merupakan dua sisi perilaku masyarakat yang bertentangan. Konformitas cenderung bersifat positif, sedangkan penyimpangan sosial cenderung bersifat negatif. Dalam tatanan kehidupan bermasyarakat tentu ada

Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan watak (perangai) seseorang. Oleh karena itulah keadaan keluarga akan sangat mempengaruhi perilaku orang yang menjadi anggota keluarga tersebut. mungkin karena ingin mencapai kepuasan hidup. mungkin ingin hal lain daripada yang lain. Keadaan keluarga tidak bisa memberikan ketenteraman dan kebahagiaan pada anggota keluarga. lalu apa yang dimaksud dengan penyimpangan sosial? Siapa yang dapat mendefinisikai pengertian penyimpangan sosial? Mari kita cocokkan jawaban kalian dengan pengertian penyimpangan sosial berikut ini.  Keadaan keluarga yang carut-marut (broken home) Keluarga merupakan tempat di mana anak atau orang pertama kali melakukan interaksi dengan orang lain. mungkin karena ketidakpuasan terhadap Penyimpangan sosial adalah perbuatan atau tingkah laku yang melanggar. Penyebab Penyimpangan Sosial Mengapa orang melakukan penyimpangan sosial? Faktor apakah yang mendorong mereka melakukan penyimpangan sosial? Tentu ada alasan dan faktor yang mendorong mereka melakukan penyimpangan sosial. mungkin hanya ingin meniru orang lain. Dalam keluarga yang brocken home biasanya hubugan antaranggota keluarga menjadi tidak harmonis. norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat sesuatu yang dihadapi. dan masih banyak kemungkinan . dan mencari kebahagiaan di luar keluarga. dan damai. aman. Pelanggaran ini dilakukan oleh individumaupun kelompok individu yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial. Dari uraian tersebut. Dari berbagai penyebab itu kita dapat mengidentifikasi penyebab penyimpangan sosial sebagai berikut. Masingmasing anggota keluarga tidak bisa saling melakukan kendali atas perilakunya. 2.norma – norma dan aturan yang membatasi perilaku individu maupun kelompok individu. menyimpang atau tidak sesuai dengan norma. Mungkin karena pengaruh lingkungannya. aturan maupun harapan lingkungan masyarakat. tertib. penyimpangan sosial adalah adalah bentuk perbuatan yang mengabaikan nilai. bertentangan. Norma-norma dan aturan itu dimaksudkan agar kehidupan bermasyarakat dapat berjalan dengan teratur. .kemungkinan lain yang menjadi penyebab orang melakukan penyimpangan sosial. Akibatnya setiap anggota keluarga cenderung berperilaku semaunya. Akan tetapi dalam kenyataannya masih banyak terjadi pelanggaran . Ia tidak menyadari lagi. Bisa juga diartikan.pelanggaran terhadap norma dan aturan tersebut.

norma maupun aturan kemasyarkatan. Akibatnya terjadilah penyimpangan-penyimpangan sosial yang dilakukan oleh orang . Pelampiasan rasa kekecewaan dapat menimbulkan perilaku di luar kendali orang yang besangkutan. orang yang hidup di lingkungan preman.orang yang berada di lingkungan tersebut. akan cenderung ikut mabuk . asal bisa memperoleh sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.  Pelampiasan rasa kekecewaan Penyimpangan sosial bsa juga terjadi sebagai bentuk pelampiasan rasa kecewa seseorang. Hal inilah yang selanjutnya menimbulkan penyimpangan sosial dari orang /anak tersebut. yang dapat memenuhi kebutuhan ekonominya.mabukan. Tidak jarang orang mengkhalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau sesuatu. Apa akibatnya.norma dan aturan masyarakat. jika seorang siswa tidak lulus ujian. Orang yang hidup di lingkungan penjudi.apakah perilakunya itu melanggar norma . Kekecewaan ini dapat mendorog orang atau anak yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu yang tanpa kendali. akan cenderung berperilaku seperti preman.norma kemasyarakatan atau tidak. Oleh karena itu.  Pengaruh lingkungan masyarakat Penyimpangan sosial bisa juga bterjadi karena pengaruh lingkungan.  Persoalan ekonomi Tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi dapat mendorong orang melakukan kegiatan apa saja. apabila kehidupan lingkungan tidak sesuai dengan norma norma sosial. tetapi keinginannya tidak pernah terpenuhi? Apa akibatnya. Hal inilah yang menyebabkan orang melakukan kegiatan tanpa menghiraukan norma . orang yag berada di lngkungan peminum (pemabuk). yan penting mereka merasa bahagia. Akibatnya terjadilah penyimpangan sosial dari orang yang bersangkutan.  Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku Hal ini umumnya terjadi pada para pendatang baru (penduduk baru) di lingkungan yang baru. maka orang yang berada di lingkungan tersebut cenderung juga berperilaku menyimpang. Contoh-contoh tersebut menggambarkan betapa lingkungan mudah mempengaruhi perilaku seseorang yang berada di lingkungan tersebut. akan cenderung ikut berjudi. Hal inilah yang mendorong terjadinya penyimpangan sosial dari masing-masing anggota keluarga. pada hal ia sangat berharap lulus ujian? Tentu rasa kecewa yang ia dapatkan. tetapi cintanya ditolak oleh orang yang dicintainya? Apa akibatnya jika seorang anak menginginkan sepeda atau motor. Para pendatang baru yang tidak mampu menyerap nilai dan norma yang berlaku atau tidak sanggup menyerap atau memahami norma budaya masyarakat akan . Bahkan ia tidak lagi menghiarukan norma . yang penting ia bisa melampiaskan kekecewaannya. jika orang mencintai sesorang.

 Pengaruh kemajuan teknologi Kemajuan teknologi melahirkan berbagai alat komunikasi dan alat hiburan yang serba canggih. Sifat Penyimpangan Sosial Penyimpangan sosial ternyata tidak selamanya berdampak negatif. 3.anak yang belum cukup umur sudah menikmati gambar . Oleh karena itu. karena ketidaktahuannya terhadap norma . angkat besi wanita. Bahkan penyimpangan tersebut dapat berdampak positif. hubungan seks di luar nikah. Besar kemungkinan anak akan berperilaku seks yang menyimpang. Akibatnya anak . Oleh karena itu bentuk penyimpangan-penyimpangan tersebut juga bisa dikategorikan penyimpangan sosial.norma dan budaya kemasyarakatan.anak menikmati acara TV yang seharusnya bukan konsumsiya. Pernahkah kamu melihat sopir bus wanita.norma yang berlaku dalam masyarakat kita. tukang parkir wanita.cenderung tidak mampu melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan masyarakat. pesta corat . Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap perilaku anak tersebut. Perangai keras ini dapat menibulkan perilaku keras pada anak tersebut yang cenderung menyimpang dari kebiasaan masyarakat. dan berdampak negatif bagi lingkungan maupun kepentingan masyarakat.norma dan budaya yang ada di masyarakat. atau petinju wanita? Berbagai profesi wanita itu pada dasarnya merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma . Sementara itu. sepakbola wanita. Hal inilah yang memungkinkan orang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan norma . Misalnya.norma sosial. bentuk penyimpangan sosial ini dapat dikategorikan sebagai penyimpangan positif.coret baju dan rambut ketika lulus sekolah. gulat wanita. serta . seks bebas. Interet dapat disalahgunakan untuk mendapatkan gambar-gambar porno. Namun demikian.gambar porno. Misalnya: acara TV film keras. Perilaku orang ini cenderung semaunya. kumpul kebo. menyebabkan anak berperangai keras. penyimpangan itu tidak cukup meresahkan dan mengganggu ketenteraman masyarakat.penyimpangan sosial dari perilaku orang tersebut. kernet wanita. Ini berarti anak telah melakukan penyimpangan terhadap norma . mungkin juga kamu pernah melihat perilaku orang-orang yang cenderung bertentangan dengan norma-norma masyarakat. Ada jenis-jenis penyimpangan sosial yang justru berdampak positif. Tetapi banyak anak . Televesi (TV) dan internet merupakan hasil kemajuan teknologi. Umumnya pekerjaan semacam itu adalah pekerjaan kaum pria. Karena ketidatahuannya terhadap nilai dan norma yang berlaku di masyarakat timbullah penyimpangan . Program (acara) televisi tidak semuanya cocok untuk konsumsi anak-anak. karena dapat mendukung emansipasi wanita. tukang batu wanita.

Adapun dampak tersebut adalah munculnya kejahatan yang beruntun. Itu hanya salah satu contoh peristiwa kejahatan beruntun. dan kesehatan mentalnya maupun fisiknya akan menurun. Penyimpangan Sosial Individu dan Kelompok Penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat dapat dilakukan oleh seseorang secara individual maupun secara kelompok. pemerasan. menyontek ketika ulangan. santri di pondok tidak mau mengaji. Namun apabila penyimpangan itu bersifat sementara maupun berkelanjutan. Namun apabila penyimpangan sosial dilakukan secara kolektif (berkelompok). Macam . Contoh. didominasi oleh si pelaku. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan kelompok. dan perjudian kembali). Yang pasti bahwa penyimpangan sosial yang dilakukan secara terus menerus akan berdampak menculnya kejahatan yang meresahkan dan menganggu ketenteraman masyarakat. membolos keja. Contoh. Apabila penjudi menang (banyak uang). Penyimpangan sosial ini dapat dikategorikan sebagai penyimpangan negatif. pelajar tidak mau belajar. Di samping itu. b. perampokan. Penyimpangan Primer dan Sekunder Penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. Apabila penyimpangan sosial itu bersifat sementara. Perampokan dapat menyebabkan pembunuhan. membolos sekolah. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan individual. pelanggaran rambu lalu lintas.berkendaraan berkeliling jalan raya dengan memenuhi seluruh badan jalan. pemerkosaan. pencurian. tidak didominasi oleh si pelaku. Contoh: Penggunaan narkoba yang dilakukan secara terus . dan masyarakat masih bersedia mentolerir.Macam Bentuk Penyimpangan Sosial a. Contoh. apabila kalah (uangnya habis) ada kecenderungan untuk melakukan penipuan. Contoh: Orang berjudi. ke pelacuran. Penyimpangan . penyimpangan sosial juga dapat merugikan si pelakunya. atau perampokan. Apaila penyimpangan sosial dilakukan secara individual. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan sekunder. pembunuhan.menerus akan menyebabkan keuangan si pelaku menjadi morat-marit. maka penyimpangan sosial ini dikategorikan sebagai bentuk penyimpangan primer. Penyimpangam sosial yang dilakukan secara terus menerus pada umumnya berdampak negatif bagi kehidupan diri pelaku maupun masyarakat sekitar. Sebenarnya masih banyak contoh kejahatan lain yang merupakan dampak dari penyimpangan sosial. ada kecenderungan uangnya untuk foya-foya (mabuk mabukan. dan masyarakat sudah tidak dapat mentolerir. 4.

a. memperingatkan para pelaku untuk tidak berperilaku menyimpang dan bertetntangan dengan nilai. Apabila dengan anjuran. Contoh.kelompok biasanya memiliki dampak yang lebih kuat bagi lingkungan dan masyarakat. pengendalian sosial dimaksudkan agar terwujud keserasian bermsayarakat. dan penyampaian nilai norma dan aturan secara berfulang . Pengendalian ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyimpangan sosial dan penyakit sosial. b. Cara Pengendalian Sosial Paling tidak ada empat cara untuk pengendalian sosial. Gambar 6. aksi protes. Sumber: Kompas 27 April 2005. Hal ini disebabkan penyimpangan kelompok biasanya memiliki pengaruh yang luas dan kuat terhadap lingkungan dan masyarakat. atau membangkang terhadap nilai. tercipta ketertiban dalam kehidupan. Contoh. 1. Pengendalian sosial dilakukan agar masyarakat mau mematuhi aturan dan norma yang berlaku. melanggar. Lalu bagaimana cara pengendalian sosial. PENGENDALIAN SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENYIMPANGAN SOSIAL Para siswa apa itu pengendalian sosial? Pengendalian sosial adalah upaya atau cara yang dilakukan masyarakat untuk menertibkan anggotanya masyarakatnya yang menyimpang. Tanpa Kekerasaan (persuasif) Cara ini dilakukan dengan penekanan pada usaha membimbing atau mengajak berupa anjuran. yaitu tanpa kekerasaan. bagaimana bentuk pengendalian sosial dan lembaga apa saja yang dapat berperan dalam pengendalian sosial? Untuk dapat menjawab pertanyaan . gerakan pengacau.ulang. Contoh. terpaksa membongkar paksa lapak (termpat berjualan) PKL yang telah mengabaikan peringatan sebelumnya. Di samping itu. aturan dan norma. cermati uraian berikut ini. polisi pamong praja. tindakan dengan kekerasan bisa dilakukan.6 Aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat merupakan penyimpangan kelompok. . penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima) dengan memindahkan ke lokasilokasi tertentun yang sudah disiapkan. C. bujukan tidak berhasil. dibanding dengan penyimpangan individu. dengan kekerasan. penciptaan situasi yang dapat mengubah sikap dan perilaku.pertanyaan tersebut. norma dan aturan. mogok kerja. Dengan Kekerasan (coersive) Mestinya langkah ini ditempuh setelah langkah persuasif telah dilakukan. demonstrasi.

Penyampaian inii bisa dengan cara ceramah maupun dengan dibuatkannya papan informasi mengenai aturan. norma dan aturan diberikan teguran. pengucilan. ketika para siswa dan guru sering terlambat masuk sekolah. sungkan.c. sehingga ia malu. Dengan cara demikian diharapkan nilai. norma.cara. Cemoohan Seseorang yang melanggar nilai. Dengan demikian ia dituntun dan dibimbing untuk berperilaku sesuai dengan nilai. Penciptaan Situasi yang Dapat Mengubah Sikap dan Perilaku (kompulsi) Pengendalian sosial sangat tepat bila dilakukan dengan menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mengubah sikap dan perilaku seseorang. Pendidikan Melalui pendidikan seorang individu akan belajar nilai.ulang (vervasi) Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan cara penyampaian nilai. norma dan aturan mendapat cemoohan atau ejekan dari masyarakatnya. ketika para siswa tidak mau mengindahkan ketertiban sekolah dengan membuang sampah sembarangan. kepala sekolah justru datang paling awal dan menunggu di pintu masuk gerbang sekolah. nilai dan norma yang berlaku. aturan secara berulang-ulang. maka bentukbentuk pengendalian sosial dapat dilakukan melalui cara . masyarakat maupun sekolah. Penyampaian Nilai. norma dan aturan dipahami dan melekat pada diri individu anggota masyarakat. . Misalnya. 2. norma dan aturan yang berlaku. dan meminta pihak lain menanganinya. teguran. Contoh lian. Bentuk Pengendalian Sosial Untuk dapat mencegah dan mengatasi penyakit dan penyimpangan sosial. Norma dan Aturan Secara Berfulang . norma dan aturan yang berlaku. Pendidikan ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga. agama. Teguran Orang yang melanggar nilai. cemoohan. nasehat agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar nilai. para guru dan kepala sekolah justru sering memungut sampah dan memberikan contoh membuang sampah pada tempat yang disediakan. pendidikan. Kalian pasmencari contoh . dan akhirnya meninggalkan perilakunya. norma dan aturan.contoh yang lain tidak dapat d.

ketertiban masyarakat dan wajib mengambil tindakan terhadap orang yang melanggar aturan dan undang . Dengan adanya aturan dan sanksi dari adat maka pengendalian sosial dapat terjadi. 3. Kepolisian Kepolisian adalah bagian dari lembaga pemerintah yang bertugas memelihara keamanan. norma dan aturan dikucilkan oleh masyarakat. norma dan aturan yang berlaku. Meminta bantuan pihak lain (fraundulens). Siapapun yang melanggar aturan mestinya akan berhadapan dengan lembaga pengadilan dan mendapatkan hukuman. ketentraman. misal kepolisian. . sehingga mampu menghindari atau mencegah perilaku yang meyimpang. Lembaga Pengendalian Sosial Paling tidak ada tiga lembaga pengendalian sosial. Dengan cara macam ini orang akan berpkikir berkali . norma dan aturan yang berlaku. Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan cara meminta bantuan pihak lain yang dianggap kompeten dalam mengatasi masalah. Dengan pemahaman ini maka. Pengucilan Orang yang melanggar nilai.Agama Agama memiliki peran yang sangat besar dalam pengendalian sosial. c. Ajaran agama merupakan fondasi/dasar yang sangat penting untuk membangun generasi yang berakhlak mulia. Selanjutnya yang bersangkutan akan diproses sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku. Dengan demikian orang yang melanggar keamanan. norma dan aturan di samping ada hukuman di dunia juga ada hukuman di akherat. individu akan terkendali untuk tidak melanggar nilai.undang yang berlaku. pengadilan dan adat. menyelesaikan dan mengadili dan memberikan sanksi hukuman terhadap para pelanggar aturan.kali apabila akan berperilaku yang melanggar dan tidak sesuai dengan nilai. Adat Istidat Adat istiadat adalah aturan atau kebiasaan yang tumbuh dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan harus dijunjung tinggi dan dipatuhi anggota masyarakatnya. melanggar ketertiban. yaitu kepolisian. Orang yang memiliki agama akan memahami bahwa melanggar nilai. meresahkan ketentraman. melanggar aturan akan diambil tindakan oleh kepolisian. Pengadilan Pengadilan merupakan salah satu lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk menangani.

181:45) 1. Pada situasi di mana orang memperhitungkan bahwa dengan melanggar atau menyimpangi sesuatu norma dia malahan akan bisa memperoleh sesuatu reward atau sesuatu keuntungan lain yang lebih besar. Karena memang tidak mungkin untuk mengatur semua kepentingan warga masyarakat secara merata. Tetapi. dan akan gantinya harus dipertahankan oleh petugas-petugas kontrol sosial dengan cara mengancam atau membebankan sanksi-sanksi kepada mereka-mereka yang terbukti melanggar atau menyimpangi norma. sepanjang semua anggota masyarakat bersedia menaati aturan yang berlaku. maka masyarakat – atas dasar kekuatan otoritasnya – mulai bergerak melaksanakan kontrol sosial (social control). beberapa faktor yang menyebabkan warga masyarakat berperilaku menyimpang dari norma-norma yang berlaku adalah sebagai berikut ( Soekanto. Karena kaidah yang ada kurang jelas perumusannya sehingga menimbulkan aneka penafsiran dan penerapan. membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. Di dalam kenyataan. pengendalian sosial adalah suatu proses baik yang direncanakan atau tidak direncanakan. tentu tidak semua orang akan selalu bersedia dan bisa memenuhi ketentuan atau aturan yang berlaku dan bahkan tidak jarang ada orang-orang tertentu yang sengaja melanggar aturan yang berlaku untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. PENGENDALIAN SOSIAL Dalam kehidupan sehari-hari. Secara rinci. Menurut Soerjono Soekanto. 3. hampir bisa dipastikan kehidupan bermasyarakat akan bisa berlangsung dengan lancar dan tertib. Karena kaidah-kaidah yang ada tidak memuaskan bagi pihak tertentu atau karena tidah memenuhi kebutuhan dasarnya. dan 4. 2. tentu merupakan hal yang mahal. Apabila ternyata norma-norma tidak lagi self-enforcement dan proses sosialisasi tidak cukup memberikan efek-efek yang positif. . yang bertujuan untuk mengajak.Pengendalian Sosial A. Norma tidak lagi self-enforcing (norma-norma sosial tidak lagi dapat terlaksana atas kekuatannya sendiri ). Karena di dalam masyarakat terjadi konflik antara peranan-peranan yang dipegang warga masyarakat. berharap semua anggota masyarakat bisa berperilaku selalu taat. maka di dalam hal demikianlah enforcement demi tegaknya norma lalu terpaksa harus dijalankan dengan sarana suatu kekuatan dari luar.

Pengendalian preventif merupakan kontrol sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran atau dalam versi ”mengancam sanksi” atau usaha pencegahan terhadap terjadinya penyimpangan terhadap norma dan nilai. Sistem memaksa bertujuan untuk mempengaruhi secara tegas agar seseorang bertindak sesuai dengan norma-norma. dan tidak menurut kemauan individu-individu. 3. mengajak dan bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan norma-norma sosial. b. 1. maka ia akan dikenakan sanksi. Untuk maksud tersebut. a. Sistem mengajak bertujuan mengarahkan agar perbuatan seseorang didasarkan pada norma-norma. adalah perilaku masyarakat itu sendiri. pengendalian sosial meliputi proses sosial yang direncanakan maupun tidak direncanakan (spontan) untuk mengarahkan seseorang. Dalam pengendalian sosial kita bisa melihat pengendalian sosial berproses pada tiga pola yakni : 1. JENIS-JENIS PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial dimaksudkan agar anggota masyarkat mematuhi norma-norma sosial sehingga tercipta keselarasan dalam kehidupan sosial. Penggolongan ini dibuat menurut sudut pandang dari mana seseorang melihat pengawasan tersebut. 2. Tujuan pengawasan adalah supaya kehidupan masyarakat berlangsung menurut pola-pola dan kidah-kaidah yang telah disepakati bersama. dikenal beberapa jenis pengendalian.Obyek (sasaran) pengawasan sosial. Dengan demikian. Sistem mendidik dimaksudkan agar dalam diri seseorang terdapat perubahan sikap dan tingkah laku untuk bertindak sesuai dengan norma-norma. B. usaha pengendalian sosial yang bersifat preventif dilakukan sebelum terjadi penyimpangan. Pengendalian kelompok terhadap anggota-anggotanya 3. Pengendalian kelompok terhadap kelompok 2. Pengendalian represif . kontrol sosial yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran dengan maksud hendak memulihkan keadaan agar bisa berjalan seperti semula dengan dijalankan di dalam versi “menjatuhkan atau membebankan. Jadi. Untuk mengembalikan keadaan seperti semula. Bila ia tidak mau menaati kaiah atau norma. sanksi”. Juga pengendalian sosiap pada dasarnya merupakan sistem dan proses yang mendidik. Pengendalian ini berfungsi untuk mengembalikan keserasian yang terganggu akibat adanya pelanggaran norma atau perilaku meyimpang. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lainnya. perlu .

tetapi hanya diingatkan oleh warga masyarakat. pengendalian disini bertujuan untuk menyadarkan pihak yang berperilaku menyimpang tentang akibat dari penyimpangan tersebut. d. Pengawasan tidak resmi (informal) dilaksanakan demi terpeliharanya peraturanperaturan yang tidak resmi milik masyarakat. Tekanan Sosial Tekanan sosial perlu dilakukan agar masyarakat sadar dan mau menyesuaikan diri dengan aturan kelompok. tokoh yang berpengaruh itu dapat dikenal. Bahkan silsilah dan riwayat hidupnya. Pengendalian berpribadi ialah pengaruh baik atau buruk yang datang dari orang tertentu. Masyarakat dapat memberi sanksi kepada orang yang melanggar aturan kelompok tersebut. CARA DAN FUNGSI PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial dapat dilaksanakan melalui : 1. Pengendalian resmi (formal) ialah pengawasan yang didasarkan atas penugasan oleh badan-badan resmi. e. f. Sosialisasi Sosialisasi dilakukan agar anggota masyarkat bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa paksaan. C. misalnya negara maupun agama. Jadi. 2. Usaha penanaman pengertian tentang nilai dan norma kepada anggota masyarakat diberikan melakui jalur formal dan informal secara rutin. Usaha pengendalian dengan memadukan ciri preventif dan represif ini dimaksudkan agar suatu perilaku tidak sampai menyimpang dari norma-norma dan kalaupun terjadi penyimpangan itu tidak sampai merugikan yang bersangkutan maupun orang lain. dan teristimewa ajarannya juga dikenal. tidak ditemukan dalam hukum tertulis. Dikatakan tidak resmi karena peraturan itu sendiri tidak dirumuskan dengan jelas. c. Pola-pola kelakuan dan kiadah-kaidah lembaga itu tidak saja mengontrol para anggota lembaga. sekaligus agar dia mematuhi norma-norma sosial.diadakan pemulihan. Pengendalian institusional ialah pengaruh yang datang dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga (institusi) tertentu. Artinya. . tetapi juga warga masyarakat yang berada di luar lembaga tersebut. g. Pengendalian sosial gabungan merupakan usaha yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan (preventif) sekaligus mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial (represif).

Pengendalian sosial yang diberikan kepada kelompok sekunder (kelompok masyarkat yang lebih besar yang tidak bersifat pribadi (impersonal) dan mempunyai tujuan yang khusus seperti serikat buruh. bisasanya dilakukan terhadap yang hidup dalam keadaan relatif tenteram. kelompok bermain. orang tadi akan mengubah sikapnya. Misalnya. a. Fungsi Pengendalian Sosial . biasanya dilakukan bagi masyarakat yang kurang tenteram. spontan. Keadaan itu terpaksa dipergunakan pada setiap masyarakat untuk mengarahkan tingkah laku dalam menyesuaikan diri dengan nilai dan norma sosial. biasanya berupa ejekan. menertawakan. bimbingan yang dilakukan terus menerus. 3. 2) Pervasi ( pervasion ) ialah penanaman norma-norma yang ada secara berulang -ulang dengan harapan bahwa hal tersebut dapat masuk ke dalam kesadaran seseorang.Pengendalian sosial pada kelompok primer (kelompok masyarkat kecil yang sifatnya akrab dan informal seperti keluarga. misalnya GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). Alat pengendalian sosial berupa peraturan resmi dan tata cara yang standar. Jenis pengendalian dengan kekerasan dapat dibedakan menjadi dua jenis. pemberian gelar. kenaikan pangkat. Pengendalian dengan kekerasan (koersi) . pergunjingan (gosip) dan pengasingan. dan perkumpulan wartawan ) lebih bersifat formal. perkumpulan seniman. Kekuatan dan kekuasaan dalam bentuk peraturan hukum dan hukuman formal Kekuatan da kekuasaan akan dilakukan jika cara sosialisasi dan tekanan sosial gagal. Disamping cara di atas juga agar proses pengendalian berlangsung secara efektif dan mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan demikian. 1) Kompulsi (compulsion) ialah pemaksaan terhadap seseorang agar taat dan patuh tehadap norma-norma sosial yang berlaku. Sebagian besar nilai dan norma telah melembaga dan mendarah daging dalam diri warga masyarakat. perlu dberlakukan cara-cara tertentu sesuai dengan kondisi budaya yang berlaku. klik ) biasanya bersifat informal. dan tidak direncanakan. yakni kompulsi dan pervasi. imbalan dan hadiah dan sanksi serta hukuman formal. Pengendalian tanpa kekerasan (persuasi). 2. b.

Sebagaimana halnya dengan sanksi-sanksi. 2. Ada tiga jenis sanksi yang digunakan di dalam usaha-usaha pelaksanaan kontrol sosial ini. sanksi psikologik (karena terasakan olehnya adanya perasaan aib dan malu menjadi orang hukuman). yaitu : a. yaitu : . b. Mengembangkan rasa malu d. Sanksi yang bersifat fisik. misalnya kalau seorang hakim menjatuhkan pidana penjara kepada seorang terdakwa. c. Adapun yang dimaksud dengan sanksi dalam sosiologi ialah sesuatu bentuk penderitaan yang secara sengaja dibebankan oleh masyarakat kepada seorang warga masy arakat yang terbukti melanggar atau menyimpangi keharusan norma sosial. Pada praktiknya. kontrol sosial sesungguhnya juga dilaksanakan dengan menggunakan incentive-incentive positif yaitu dorongan positif yang akan membantu individu-individu untuk segera meninggalkan pekerti-pekertinya yang salah. Sanksi yang bersifat ekonomik. ketiga jenis sanksi tersebut di atas itu sering kali terpaksa diterapkan secara bersamaan tanpa bisa dipisah-pisahkan. yaitu : 1. Mengembangkan rasa takut e. ini berarti bahwa sekaligus terdakwa tersebut dikenai sanksi fisik (karena dirampas kebebasan fisiknya). Sementara itu. dan sanksi ekonomik ( karena dilenyapkan kesempatan meneruskan pekerjaannya guna menghasilkan uang dan kekayaan ). dan 3. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma. Sanksi yang bersifat psikologik. Menciptakan sistem hukum Kontrol sosial – di dalam arti mengendalikan tingkah pekerti-tingkah pekerti warga masyarakat agar selalu tetap konform dengan keharusan-keharusan norma-hampir selalu dijalankan dengan bersarankan kekuatan sanksi (sarana yang lain:pemberian incentive positif).Koentjaraningrat menyebut sekurang-kurangnya lima macam fungsi pengendalian sosial. untuk mengusahakan terjadinya konformitas. pun incentive itu bisa dibedakan menjadi tiga jenis. dengan tujuan agar warga masyarakat ini kelak tidak lagi melakukan pelanggaran dan penyimpangan terhadap norma tersebut. Mempertebal keyakinan masyarakat tentang kebaikan norma.

Menarik-tidaknya kelompok masyarakat itu bagi warga-warga yang bersangkutan . Jabatan tangan. Beragam-tidaknya norma-norma yang berlaku di dalam kelompok itu. andaikata bisa diberikan. Pun. usapan tangan di kepala. 4. pelukan. Bernilai sekadar sebagai simbol. 2. Incentive yang bersifat psikologik. tanpa ada pelanggaran atau penyimpangan norma-norma sosial satu kalipun. Incentive yang bersifat fisik. ciuman tidaklah akan sebanding dengan ekstremitas penderitaan sanksi fisik seperti hukuman cambuk. Incentive fisik tidaklah begitu banyak ragamnya. Menarik-Tidaknya Kelompok Masyarakat Itu Bagi Warga yang Bersangkutan. hukuman gantung dan lain sebagainya. Besar-kecilnya dan bersifat anomie-tidaknya kelompok masyarakat yang bersangkutan. rasa nikmat jasmaniah yang diperoleh daripadanya tidaklah akan sampai seekstrem rasa derita yang dirasakan di dalam sanksi fisik. 2. Apakah kontrol sosial itu selalu cukup efektif untuk mendorong atau memaksa warga masyarakat agar selalu conform dengan norma-norma sosial (yang dengan demikian menyebabkan masyarakat selalu berada di dalam keadaan tertib ) ? Ternyata tidak. Otonom-tidaknya kelompok masyarakat itu. serta pula tidak begitu mudah diadakan. Ada lima faktor yang ikut menentukan sampai seberapa jauhkah sesungguhnya sesuatu usaha kontrol sosial oleh kelompok masyarakat itu bisa dilaksanakan secara efektif. Usaha-usaha kontrol sosial ternyata tidak berhasil menjamin terselenggaranya ketertiban masyarakat secara mutlak. hukuman kerja paksa. disamping incentive fisik dan psikologik tidak kalah pentingnya adalah incentive ekonomik. dan 3. Toleran-tidaknya sikap petugas kontrol sosial terhadap pelanggaran yang terjadi.1. . Sementara itu. 1. Incentive ekonomik kebanyakan berwujud hadiah-hadiah barang atau ke arah penghasilan uang yang lebih banyak. kebanyakan incentive fisik lebih tepat dirasakan sebagai incentive psikologik. yaitu : 1. Incentive yang bersif ekonomik. dan 5. 3.

2. maka berkuranglah motif pada pihak warga kelompok untuk selalu berusaha menaati norma-norma sehingga karenanyabagaimanapun juga keras dan tegasnya kontrol sosial dilaksanakan-tetaplah juga banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. maka individu-individu warga masyarakat lalu silit menyimpulkan adanya sesuatu gambaran sistem yang tertib. . jelas bahwa masyarakat tidak akan mungkin mengharapkan dapat terselenggaranya kontrol sosial secara efektif. Normanorma pun menjadi self-enforcing. makin efektiflah kontrol sosialnya. kian menarik sesuatu kelompok bagi warganya. kian besarlah efektivitas kontrol sosial atas warga tersebut. apabila kelompok itu tidak menarik bagi warganya. Apabila terjadi pelanggaran. kuatlah kecendrungan pada pihak warga-warga itu untuk berusaha sebaik-baiknya agar tidak melanggar norma kelompok. sehingga tingkah pekerti-tingkah pekerti warga itu mudah dikontrol conform dengan keharusan-keharusan norma yang berlaku. Otonom-Tidaknya Kelompok Masyarakat Itu. dengan mudah si pelanggar itu dikontrol dan dikembalikan taat mengikuti keharusan norma. atau apabila malahan bertentangan-maka semakin berkuranglah efektivitas kontrol sosial yang berfungsi menegakkannya. 3. Beragam-Tidaknya Norma-norma yang Berlaku di dalam Kelompok Itu Makin beragam macam norma-norma yang berlaku dalam suatu kelompok-lebih-lebih apabila antara norma-norma itu tidak ada kesesuaian. Dihadapkan pada sekian banyak norma-norma yang saling berlainan dan saling berlawanan. Pelanggaran atas norma yang satu (demi kepentingan pribadi) sering kali malahan terpuji sebagai konformitas yang konsekuen pada norma yang lainnya. konsisten. dan konsekuen. Dalil ini pernah dibuktikan di dalam sebuah studi eksperimental yang dilakukan oleh Meyers. Pada kelompok yang disukai oleh warganya. Dalil tersebut diperoleh dari hasil studi Marsh.Pada umumnya. Maka. Sebaliknya. Penyelidikan Marsh ini dapat dipakai sebagai landasan teoritis untuk menjelaskan mengapa kontrol sosial efektif sekali berlaku di dalam masyarakat-masyarakat yang kecil-kecil dan terpencil. dan sebaliknya mengapa di dalam masyarakt kota besar-yang terdiri dari banyak kelompok-kelompok sosial besar maupun kecil itu – kontrol sosial bagaimanapun juga kerasnya dilaksanakan tetap saja kurang efektif menghadapi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Makin otonom suatu kelompok. dan akan semakin sedikitlah jumlah penyimpangan-penyimpangan dan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di atas norma-norma kelompok. dalam keadaan demikian itu.

pelaksana kontrol sosial itu sering membiarkan begitu saja sementara pelanggar norma lepas dari sanksiyang seharusnya dijatuhkan. Itulah sebabnya maka kontrol sosial di masyarakat primitif itu selalu terasa amat kuatnya. samakin bebaslah individu-individu untuk berbuat “semaunya”. Toleran-Tidaknya Sikap Petugas Kontrol Sosial Terhadap Pelanggaran yang Terjadi Sering kali kontrol sosial tidak dapat terlaksana secara penuh dan konsekuen. di mana segala interaksi sosial lebih bersifat langsung dan face-to-face. Status dan reputasi individu yang ternyata melakukan pelanggaran. Asasi-tidaknya nilai moral-yang terkandung di dalam norma-yang terlanggar. 5. Besar-Kecilnya dan Bersifat Anomie-Tidaknya Kelompok Masyarakat yang Bersangkutan Semakin besar suatu kelompok masyarakat. Keadaan situasi sosial pada ketika pelanggaran norma itu terjadi. Sehingga. Hal demikian itu dapat dibandingkan dengan apa yang terjadi pada masyarakatmasyarakat primitif yang kecil-kecil. c. Ekstrim-tidaknya pelanggaran norma itu. sampai-sampai suatu kontrol sosial yang informal sifatnya-seperti ejekan dan sindiran-itu pun sudah cukup kuat untuk menekan individu-individu agar tetap memerhatikan apa yang telah terlazim dan diharuskan. dengan bersembunyi di balik keadaan anomie (keadaan tak bisa saling mengenal). dan kontrol sosialpun akan lumpuh tanpa daya.4. maka warga masayarakat di dalam masyarakat-masyarakat yang kecil-primitif itu hampir-hampir tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari kontrol sosial. melainkan karena sikap toleran (menenggang) agen-agen kontrol sosial terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Tanpa bisa bersembunyi di balik sesuatu anomie. Mengambil sikap toleran. dan d. b. dan tanpa bisa sedikit pun memanipulasi situasi heterogenitas norma. . Adapun toleransi pelaksana-pelaksana kontrol sosial terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi umumnya tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut : a. semakin sukarlah orang saling mengidentifikasi dan saling mengenali sesama warga kelompok. bukan kondisi-kondisi objektif yang tidak memungkinkan.

maupun jangka waktu yang dikehendaki. pengadilan. Tidak ada masyarakat yang bisa berjalan tanpa adanya kontrol sosial. adat. Menurut Soekanto (1981. tokoh masyarakat-seperti kiai-pendeta-tokoh yang dituakan. Bentuk kontrol sosial atau cara-cara pemaksaan konformitas relatif beragam. A. dan sebagainya. Di dalam masyarakat yang makin kompleks dan modern. beberapa aparat petugas kontrol sosial yang lazim dikenal adalah aparat kepolisian. Macam-Macam Pengendalian Sosial . usaha penegakan kaidah sosial tidak lagi bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan kesadaran warga masyarakat atau pada rasa sungkan warga masyarakat itu sendiri.Kontrol atau pengendalian sosial mengacu kepada berbagai alat yang dipergunakan oleh suatu masyarakat untuk mengembalikan anggota-anggota yang kepala batu ke dalam relnya. Cara persuasif terjadi apabila pengendalian sosial ditekankan pada usaha untuk mengajak atau membimbing. Usaha penegakan kaidah sosial di dalam masyarakat yang makin modern. tak pelak harus dilakukan dan dibantu oleh kehadiran aparat petugas kontrol sosial. sedangkan cara koersif tekanan diletakkan pada kekeraan atau ancaman dengan mempergunakan atau mengandalkan kekuatan fisik.42) cara mana yang lebih baik senantiasa tergantung pada situasi yang dihadapi dan tujuan yang hendak dicapai. sekolah. Cara pengendalian masyarakat dapat dijalankan dengan cara persuasif atau dengan cara koersif. Di dalam berbagai masyarakat. lembaga keagamaan.

pengendalian sosial dapat dibedakan menjadi tiga. Tindakan ini ditujukan untuk memberikan penyadaran kepada para pelaku penyimpangan agar dapat menyadari kesalahannya dan mau serta mampu memperbaiki kehidupannya. Hal ini dilakukan agar kestabilan dalam masyarakat kembali dapat tercapai. Hal ini dilakukan karena dirasa adanya penyimpanganpenyimpangan . Tindakan represif. Tindakan preventif. Tindakan kuratif. Contohnya memasukkan para pencandu narkoba ke tempat rehabilitasi untuk mendapatkan pembinaan agar para pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya kembali 2. Hukuman ini dimaksudkan agar tindakan penyimpangan siswa tidak berulang lagi. Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya Berdasarkan waktu pelaksanaannya. yaitu suatu tindakan aktif yang dilakukan pihak berwajib pada saat penyimpangan sosial terjadi agar penyimpangan yang sedang terjadi dapat dihentikan. berikut ini. Contohnya kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait tentang bahaya yang ditimbulkan sebagai akibat dari pemakaian narkoba. Berdasarkan aspek-aspek tertentu. Pengendalian eksternal. 1. tindakan ini diambil setelah terjadinya tindak penyimpangan sosial. Pengendalian internal. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh penguasa atau pemerintah sebagai pemegang kekuasaan (the rulling class) untuk menjalankan roda pemerintahannya melalui strategi-strategi politik. Berdasarkan Sifatnya a. a. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh rakyat kepada para penguasa. pengendalian sosial dapat dibedakan. sehingga di kemudian hari tidak lagi mengulangi kesalahannya. b. Pengendalian yang bersifat preventif umumnya dilakukan dengan cara melalui bimbingan. Contohnya guru memberi hukuman kepada siswa yang terlambat dan tidak tertib di sekolah. Strategi-strategi politik tersebut dapat berupa aturan perundang-undangan ataupun program-program sosial lainnya. pengarahan dan ajakan. yaitu tindakan yang dilakukan oleh pihak berwajib sebelum penyimpangan sosial terjadi agar suatu tindak pelanggaran dapat diredam atau dicegah. menjadi berikut ini. c. b.Pengendalian sosial adalah suatu bentuk aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu dalam masyarakat karena adanya penyimpangan-penyimpangan sosial.

yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi negara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan sanksi yang jelas dan mengikat. seperti kepolisian.tertentu yang dilakukan oleh kalangan penguasa. Contohnya penertiban PKL secara paksa yang dilakukan oleh petugas Satpol PP. yaitu tindakan pencegahan yang dilakukan dengan cara pendekatan secara damai tanpa paksaan. Berdasarkan Cara atau Perlakuan Pengendalian Sosial a. Pengendalian tidak resmi. dan sebagainya. melalui pengawasan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Misalnya kehidupan para santri di pondok pesantren akan mengikuti aturan. Pengaruh ini dapat bersifat baik atau pun buruk. Berdasarkan Pelaku Pengendalian Sosial a. ataupun kehakiman untuk mengawasi ketaatan warga masyarakat terhadap hukum yang telah ditetapkan. baik dalam hal pakaian. Pengendalian resmi dilakukan oleh aparat negara. satpol PP. d. c. 3. yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari adanya suatu institusi atau lembaga. Dalam hal ini. pola tidur. Pengendalian pribadi. Pengendalian sosial jenis ini dapat dilakukan melalui aksi-aksi demonstrasi atau unjuk rasa. misalnya berupa ajakan atau penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. akan tetapi juga mengawasi dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di sekitar lembaga tersebut berada. Tindakan persuasif. Dalam hal ini. yaitu tindakan pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara pemaksaan. Bentuk pengendalian ini. bentuk pemaksaan diwujudkan dengan pemberian sanksi atau hukuman terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran sesuai dengan kadar penyimpangannya. Pengendalian resmi. Pengendalian institusional. pengawasan dan pengaruh dari pondok pesantren tersebut tidak hanya terbatas pada para santrinya saja. Hal ini dikarenakan sanksi yang diberikan kepada . namun juga kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren. atau pun melalui wakil-wakil rakyat di DPRD. b. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan tanpa rumusan aturan yang jelas atau tanpa sanksi hukum yang tegas. Pola perilaku lembaga tersebut tidak hanya mengawasi para anggota lembaga itu saja. Contohnya seorang guru BP menasehati dan menghimbau kepada siswa untuk tidak merokok. Tindakan coersif. yaitu pengaruh yang datang dari orang atau tokoh tertentu (panutan). pola pikir. b. sikap. pengendalian tidak resmi juga memiliki efektivitas dalam mengawasi atau mengendalikan perilaku masyarakat. tutur sapa. kejaksaan. Meskipun demikian.

ataupun tokoh agama yang memiliki kharisma dan dipandang sebagai panutan masyarakat. Di dalam hal ini.pelaku penyimpangan berupa sanksi moral dari masyarakat lain. Pengendalian tidak resmi dilakukan oleh tokoh masyarakat. . terlihat adanya pihak pelaku pengendalian sosial dan pihak yang dikendalikan. Tahap Penekanan Sosial Tahap penekanan sosial dilakukan untuk mendukung terciptanya kondisi sosial yang stabil. a. Berdasarkan pelakunya. tokoh adat. misalnya dikucilkan atau bahkan diusir dari lingkungannya. Pada tahap ini. B. Tahapan Pengendalian Sosial Sebagai suatu proses. 2. menjadi berikut ini. Tahap ini dilakukan jika tahaptahap yang lain tidak mampu mengarahkan tingkah laku manusia sesuai dengan norma atau nilai yang berlaku. Pada tahap ini telah disertai dengan pelaksanaan sanksi atau hukuman kepada para pelaku tindakan penyimpangan. misalnya anggota Kepolisian Sektor Pasanggrahan Jakarta Selatan mengawasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Pasanggrahan. tahap pendekatan kekuasaan atau kekuatan ini dapat dibedakan. Tahap Sosialisasi atau Pengenalan Tahap sosialisasi atau pengenalan merupakan tahap awal proses pengendalian sosial. masyarakat dikenalkan pada bentuk-bentuk penyimpangan sosial beserta sanksi-sanksinya. 1. Dengan adanya sanksi yang menekan tersebut. 3. Pengendalian kelompok terhadap kelompok. diharapkan masyarakat segan dan tidak mau melakukan berbagai perbuatan yang menyimpang. pengendalian sosial yang berlaku di masyarakat dapat dibedakan menjadi berikut ini. tahap sosialisasi bersifat preventif yang bertujuan mencegah perilaku penyimpangan sosial. Pengenalan tersebut dimaksudkan agar masyarakat menyadari efek dan sanksi yang akan diterimanya bila mereka melakukan suatu tindakan penyimpangan sosial. Tahap Pendekatan Kekuasaan/Kekuatan Pada tahap ini.

diskors. misalnya seorang ayah yang mendidik dan merawat anaknya. misalnya didenda. Suatu gosip tersebar di masyarakat jika pernyataan secara terbuka tidak dapat dilontarkan secara langsung atau belum menemukan bukti-bukti yang sah.b. serta pendidikan dan agama. c. . Teguran Teguran adalah kritik sosial yang bersifat terbuka. atau mengalami hukuman fisik. 2. orang atau lembaga yang terkena gosip akan berusaha memperbaiki tingkah lakunya. 1. gosip merupakan kritik tertutup yang ditujukan pada seseorang atau lembaga yang melakukan penyimpangan sosial. hukuman atau sanksi. Sanksi atau hukuman merupakan bentuk pengendalian sosial yang efektif karena pelaku tindak penyimpangan akan mengalami kerugian atau penderitaan. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lain. maka orang atau lembaga tersebut akan dicemooh. Pengendalian kelompok terhadap anggotanya. C. Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial Dalam penerapannya. Teguran dilakukan secara langsung kepada pelaku tindak penyimpangan agar pelaku tindak penyimpangan tersebut menyadari perbuatannya dan dapat segera menghentikan tingkah laku menyimpangnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. atau seorang kakak yang menjaga adiknya. dikucilkan. seperti gosip. baik lisan atau pun tertulis. 3. Dalam hal ini. misalnya bapak/ibu guru di sekolah mengendalikan dan membimbing siswa/siswi yang belajar di sekolah itu. dan merasa terisolir dalam kehidupan bermasyarakatnya. Gosip disebut juga kabar burung atau desas-desus. jika tidak. Berikut ini uraian singkat mengenai bentuk-bentuk pengendalian sosial tersebut. terhadap orang atau lembaga yang melakukan tindak penyimpangan sosial. Gosip Gosip adalah kabar yang tidak berlandaskan fakta. Sanksi atau Hukuman Sanksi atau hukuman merupakan tindakan tegas yang diambil jika teguran tidak lagi diindahkan oleh pelaku tindak penyimpangan. pengendalian sosial mempunyai beberapa bentuk. teguran. Pada umumnya.

dan b. 1. 4. pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi. manusia dituntut untuk mampu menjalin hubungan baik dengan Tuhan. Dalam pelaksanaannya. Dalam ajaran agama dikenal adanya dosa dan pahala. sanksi atau hukuman hanya dapat diberikan oleh pihak yang memiliki kekuatan hukum atau resmi berdasarkan peraturan yang berlaku. Dosa akan diterima manusia jika mereka melakukan penyimpangan dari aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam ajaran agama sesuai dengan petunjuk dari kitab suci atau nabi. Adapun pahala akan diterima manusia jika mereka melakukan hal-hal baik sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam kitab suci atau ajaran nabi. menjalin hubungan baik antarmanusia. Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma-norma kemasyarakatan. merupakan salah satu bentuk pengendalian sosial yang telah melembaga. Berikut ini beberapa fungsi pengendalian sosial. Pendidikan dapat berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk sikap mental anak didik sesuai dengan kaidah dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. dan menjalin hubungan baik dengan alam lingkungannya. maka agama merupakan bentuk pengendalian sosial yang tumbuh dari hati nurani berdasarkan kesadaran dan tingkat keimanan seseorang sesuai dengan agama atau kepercayaan yang dianutnya. Agama merupakan penuntun umat manusia dalam menjalankan perannya di muka bumi ini. Dalam ajaran agama. Berbagai bentuk pengendalian sosial tersebut.Dalam hal ini. Dosa yang dilakukan manusia akan memperoleh balasan atau hukuman dari Tuhan YME kelak di kehidupan lain (akherat). Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma-norma kemasyarakatan. 2. Pendidikan memberi pengertian akan hal yang baik dan hal yang buruk melalui pendekatan ilmiah dan logika. baik formal ataupun nonformal. Pendidikan dan Agama Pendidikan. . sanksi atau hukuman berfungsi untuk: a. Berdasarkan uraian tersebut. memberikan efek jera kepada pelaku penyimpangan sosial. memberikan contoh kepada pihak lain agar tidak ikut melakukan perbuatan menyimpang (schock theraphy).

Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakat bila mereka menyimpang atau menyeleweng dari norma-norma kemasyarakatan dan nilai-nilai yang berlaku. Dalam perkembangannya. 4. sehingga dapat terhindar dari . seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beribadah akan selalu bersikap sesuai dengan aturan agama. Menimbulkan rasa takut. yaitu sistem tata tertib dengan sanksi yang tegas bagi para pelanggar. Kondisi tersebut akan jauh berbeda terhadap seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang tidak taat beribadah atau dalam keluarga yang tidak disiplin. 1. keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter seseorang kaitannya dengan perilaku sosial yang dilakukannya dalam masyarakat. aturan dan kedisiplinan yang diterapkan dalam keluarga akan sangat memengaruhi sikap dan dan perilaku seseorang. Untuk itu. selaras. rajin beribadah. Seperti telah dijelaskan pada bab di depan. D. 5. Mereka akan beranggapan bahwa segala sesuatu akan dianggap baik bila menguntungkan bagi dirinya sendiri tanpa mengindahkan apakah hal tersebut dilarang agama ataupun tidak. penanaman pemahaman tentang kebaikan dan disiplin diri yang kuat akan sangat membantu seseorang dalam bersosialisasi di masyarakat. Menciptakan sistem hukum. Pranata Keluarga Pranata keluarga merupakan bentuk basic institutions. Sebagai contoh. Peran Pranata Sosial dalam Upaya Pengendalian Sosial Keberhasilan suatu upaya pengendalian sosial tidak terlepas dari peran pranata sosial di masyarakat. dan tertib sesuai dengan peraturan atau ketetapan yang berlaku. Sebagai tempat pendidikan anak yang pertama dan utama. Hal ini terjadi karena seseorang telah dikondisikan atau dibiasakan untuk melakukan hal tersebut. Berikut adalah pranata sosial yang berperan besar dalam upaya menciptakan ketertiban dan pengendalian sosial. dan mampu membedakan hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk atau dilarang agama. seringkali bentuk-bentuk pelanggaran norma akan muncul dari hasil pendidikan yang kurang terarah dari suatu keluarga.3. Peran pranata sosial sendiri adalah berusaha menegakkan dan menjalankan nilai dan norma sosial agar tercipta suatu kondisi kehidupan masyarakat yang aman.

Dengan bekal pendidikan ilmu pengetahuan. Pranata Agama Pranata agama merupakan bentuk general institutions yang mengatur hubungan antarmanusia. 3. halal atau tidak halal.pengaruh-pengaruh buruk saat dia bersosialisasi. atau bagaimana jika seseorang menentukan nilai suatu barang sekehendak hatinya. diharapkan hasil sosialisasi akan membentuk sikap mental yang cocok dengan kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang. Berdasarkan uraian tersebut. atau barangbarang berharga lainnya. sehingga dengan memahami dan menerapkan konsep tersebut diharapkan ketenteraman dan kedamaian batin dapat dikembangkan. seperti produksi. dapatlah disimpulkan bahwa pranata ekonomi sangat berperan dalam mengatur kegiatan ekonomi. bagaimana seorang majikan memperlakukan buruhnya secara semena-mena. berdosa atau tidak berdosa. Pranata Pendidikan Pranata pendidikan memiliki aturan dan disiplin baku yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didiknya melalui pengajaran dan pendidikan ilmu pengetahuan. bagaimana suatu industri mengeksploitasi sumberdaya secara besar-besaran. tenaga. Pranata pendidikan termasuk dalam basic institutions. 4. mampu berpikir secara ilmiah dan logis tentang segala sesuatu sehingga mampu memilah hal-hal yang baik dan buruk. distribusi. . Dalam kehidupan bermasyarakat. bisa kalian bayangkan sendiri. antara manusia dengan alam. Tanpa pranata ekonomi. 2. dan antara manusia dengan Tuhannya. Pranata Ekonomi Sebagai suatu tata tindakan dalam memanfaatkan uang. agama merupakan benteng individu dalam menghadapi tantangan dunia yang kian kompleks dari waktu ke waktu. Dengan pranata pendidikan. waktu. Pranata agama memberi batasan tentang segala sesuatu itu boleh atau tidak boleh. yang pada akhirnya dapat berimbas pada kerukunan hidup antarmanusia sebagai anggota masyarakat. Pranata ekonomi memberikan aturan dan batasan-batasan yang telah disepakati bersama sebagai suatu hukum atau aturan ekonomi yang harus dipatuhi. pranata ekonomi memberikan aturan-aturan khusus dalam upaya pengendalian sosial agar tercapai suatu keseimbangan dan terwujudnya suatu keadilan sosial. dan konsumsi agar dapat berjalan dengan lancar. seseorang diharapkan dapat menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan sehingga mampu berkompetisi dalam kehidupan. tertib dan dapat memberi hasil yang maksimal dengan meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan.

Pelanggaran terhadap hukum-hukum tersebut dapat menyebabkan seseorang menerima sanksi. adil. politik memiliki serangkaian aturan dan alat yang digunakan untuk menegakkan kedaulatan rakyat dan kedaulatan pemerintah melalui hukumhukum yang telah ditetapkan. dan makmur.5. Pranata Politik Pranata politik mengatur kehidupan berpolitik. Dalam pelaksanaannya. serta mengatur hubungan negara dengan negara lain dalam pergaulan internasional. Peran utama pranata politik adalah mengupayakan kehidupan masyarakat yang merdeka. menjaga kehormatan hak-hak dan kewajiban warga negara. . dalam arti kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tingkatan bentuk penyimpangan seseorang pada norma yang berlaku : 1. Bandel atau tidak patuh dan taat perkataan orang tua untuk perbaikan diri sendiri serta tetap melakukan perbuatan yang tidak disukai orangtua dan mungkin anggota keluarga lainnya. menjadi pelacur.Pelajaran Sosiologi IPS Sat. Menurut Robert M. Sedangkan penyimpangan sekunder yakni perilaku menyimpang yang tidak mendapat toleransi dari masyarakat dan umumnya dilakukan berulang kali seperti merampok. Tidak mengindahkan perkataan orang-orang disekitarnya yang memiliki wewenang seperti guru. dan lain-lain. Melakukan pelanggaran terhadap norma yang berlaku di lingkungannya. 3. di 02:53 Macam/Jenis & Pengertian Penyimpangan Sosial.PENYIMPANGAN SOSIAL Diposkan oleh Dismas.. pemuka adat. Individual dan Kolektif . Van Der Zanden perilaku menyimpang yaitu perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan di luar batas toleransi. menjambret. dan lain sebagainya. 23/02/2008 . .4:34pm — godam64 A. Arti Definisi / Pengertian Penyimpangan Sosial (social deviation) 1. ketua rt rw. B. kepala sekolah. Penyimpangan primer adalah suatu bentuk perilaku menyimpang yang bersifat sementara dan tidak dilakukan terusmenerus sehingga masih dapat ditolerir masyarakat seperti melanggar rambu lalu lintas. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Individual (individual deviation) Penyimpangan individual atau personal adalah suatu perilaku pada seseorang dengan melakukan pelanggaran terhadap suatu norma pada kebudayaan yang telah mapan akibat sikap perilaku yang jahat atau terjadinya gangguan jiwa pada seseorang. pemuka agama. dll. 2. Z. 2.. Menurut Lemert penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. Menurut James W. Lawang penyimpangan perilaku adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sitem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. memakai narkoba. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. buang sampah sembarangan.

dsb). C. pemerkosaan. 5. dll. Pelacuran.4. 2. biseksual. pembunuhan. lesbian. Contoh penyimpangan kenakalan bersama yaitu seperti aksi kebut-kebutan di jalan. ketidaknyamanan serta tindak kriminalitas lainnya. ketidakamanan. pria beranting. Bentuk penyimpangan kolektip : 1. mendirikan genk yang suka onar. Penyimpangan seksual (homo. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Bersama-Sama / Kolektif (group deviation) Penyimpangan Kolektif adalah suatu perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh kelompok orang secara bersama-sama dengan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga menimbulkan keresahan. 3. Tawuran / Perkelahian Antar Kelompok . 2. corat-coret tembok orang dan lain sebagainya. Melakukan tindak kejahatan atau kerusuhan dengan tidak peduli terhadap peraturan atau norma yang berlaku secara umum dalam lingkungan bermasyarakat sehingga menimbulkan keresahan. sodomi. suka berbohong. Tindak Kenakalan Suatu kelompok yang didonimasi oleh orang-orang yang nakal umumnya suka melakukan sesuatu hal yang dianggap berani dan keren walaupun bagi masyarakat umum tindakan trsebut adalah bodoh. mengoda dan mengganggu cewek yang melintas. Penyalahgunaan Narkoba. Tindak Kriminal / Kejahatan (perampokan. dan lain sebagainya). 4. seks bebas. ketidaknyamanan atau bahkan merugikan. pedofil. transeksual). Bentuk penyimpangan sosial tersebut dapat dihasilkan dari adanya pergaulan atau pertemanan sekelompok orang yang menimbulkan solidaritas antar anggotanya sehingga mau tidak mau terkadang harus ikut dalam tindak kenakalan atau kejahatan kelompok. Gaya Hidup (wanita bepakaian minimalis di tempat umum. Macam-macam bentuk penyimpangan indivisual : 1. tidak berguna dan mengganggu. menyakiti. ketidakamanan. zina. pencurian. pengrusakan.

ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. Penyimpangan Budaya Penyimpangan kebudayaan adalah suatu bentuk ketidakmampuan seseorang menyerap budaya yang berlaku sehingga bertentangan dengan budaya yang ada di masyarakat. Contoh : merayakan hari-hari besar negara lain di lingkungan tempat tinggal sekitar sendirian. 4. 3. Menurut Bruce J. tawuran penduduk berlan dan matraman. dsb. . syarat mas kawin yang tinggi. bajing loncat. COntoh : tawuran anak sma 70 dengan anak sma 6.Pertemuan antara dua atau lebih kelompok yang sama-sama nakal atau kurang berpendidikan mampu menimbulkan perkelahian di antara mereka di tempat umum sehingga orang lain yang tidak bersalah banyak menjadi korban. sindikat curanmor dan lain-lain. membuat batas atau hijab antara laki-laki dengan wanita pada acara resepsi pernikahan. penjajah. Contoh : Perampok. Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat Sunday. April 12. 2009 Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukanv oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. perompak. Tindak Kejahatan Berkelompok / Komplotan Kelompok jenis ini suka melakukan tindak kejahatan baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terbuka. Cohen. dan sebagainya. benar atau salah menurut pengertian umum. grup koruptor. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Jenis penyimpangan ini bisa bertindak sadis dalam melakukan tindak kejahatannya dengan tidak segan melukai hingga membunuh korbannya.

Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. pencurian. di diskotik dll. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. . Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. Latar Belakang/sebab-sebab terjadinya penyimpangan Sosial :v Y Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi.Bentuk-bentuk penyimpangan sosialv • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma.norma masyarakat yang berlaku. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. Contohnya: pemerkosaan. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. perjudian dan pemakaian narkotika. pembunuhan.

obat-obat terlarangY dan minuman keras. usia. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. pergaulan dan media massa.Penyimpangan juga dapat terjadiY apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. pendidikan di sekolah. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakatY Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk . kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Penyalahgunaan narotika. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. membuang sampah sembarangan. TerbentuknyaY perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosialv Y Faktor dari dalam adalah intelegensi atau tingkat kecerdasan. media elektronik. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. media massa. media cetak. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. sementara iklan rokok begitu menarik. Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis:v Y Tawuran atau perkelahian antar pelajar. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. Pertentangan antar agen sosialisasiY Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. Faktor dari luarY adalah kehidupan rumah tangga atau keluarga. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg.

Antara lain:v Y Keluarga.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. penberian julukan. Teori mengenai penyampangan sosial.v Y Teori Differential Association. Menurut teori iniY seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial.norma yang berlaku. Media Massa baik cetakY maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Dianggap menyimpang karena melanggar norma. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. pemerkosaan pencurian.dll. . Hubungan seks diluar nikah. Merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak. Teori Labeling. Menurut pandangan teori ini. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. Misalnya: mencuri.memperoleh kenikmatan. norma sosial dan norma agama. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. Lingkungan tempat tinggal dan temanY sepermain. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal Penyimpangan seksual. penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya.Y Y Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. menjambret membunuh. cap. Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. perampokan. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik.Y Pencegahan penyimpangan sosial. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi.menodong.

Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. dan norma-norma yang ada di masyarakat. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. nilai-nilai. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. Teori Fungsi Durkheim. Penyimpangan sosial bisa di definisiakan sebagai suatu bentuk perilaku yang melanggar kaidah. salah satunya adalah penyimpangan yang sering dilakukan oleh remaja. Teori konflik. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. Teori penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial. perilaku tersebut bisa dilakukan oleh seorang individu atau pun oleh sekelompok orang. . mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. khususnya siswa sekolah. Oleh sebab itu. BahwaY kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan.Y Teori Merton. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. Karl Mark. Dengan demikian. Bentuk-bentuk penyimpangan sosial bisa bermacam-macam. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin.

pengrusakan.Penyimpangan yang sering dilakukan oleh siswa sekolah . hal ini bisa menyebabkan perkelahian apabila junior mempunyai ego yang tinggi. Tujuan menggunakan obat terlarang bisanya untuk membuktikan keberanian dalam melakukan suatu tindakan yang berbahaya seperti berkelahi. Banyaknya mal dipusat kota khususnya membuat sebagian pelajar keterusan ‘mejeng’ yang ternyata tidak hanya dilakukan pad waktu diluar jam sekolah. Tidak menutup kemungkinan akhirnya berdampak menjadi perkelahian antarkelompok atau tawuran antarsekolah. yang lebih menarik membuat sebagian pelajar tertantang terus dan menganggap duduk di depan layar komputer lebih menarik dibandingkan di dalam kelas. seperti. bahkan tidak menutup kemungkinan sampai terjadinya penganiayaan. tak jarang kegiatan mejeng dilakukan pada waktu jam pelajaran . kelompok atas dasar hobi yang sama (bisa dalam bentuk keterampilan. olah raga. 3. Positif apabila visi misi didirikannya kelompok itu menguntungkan. warnet-warnet. Perbuatan-Perbuatan yang Melanggar Hukum Bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan remaja bisa merupakan tindakan yang melanggar hukum ataupun perbuatan yang anti sosial. salah satu contohnya adalah bermain game di tempat-tempat permainan game online. seperti membolos. biar lebih percaya diri (PD). perkelahian. Penggunaan obat terlarang Banyak faktor mengapa remaja menggunakan obat-obat terlarang padahal mereka sudah mengetahui bahayanya dan risiko di masa depan. Solidaritas bisa berdampak positif dan negatif. Berada di tempat hiburan atau mall pada saat jam pelajaran Alasan dan yang dilakukan pelajar bisa bermacam-macam. melepaskan diri dari kesepian . 1. misalnya kelompok belajar. 2. misalnya kelompok senior yang menekan adik kelas. kelompok atau geng bisa menjadi merugikan apabila orientasinya hanya untuk superioritas. Namun. banyaknya permainan baru dengan bentuk pola yang berbeda. sosial dsb). Kemajuan teknologi bisa membawa dampak negatif bagi siapa pun yang kurang bisa mengontrol diri. Membentuk geng atau kelompok Salah satu ciri keremajaan adalah rasa solidaritasnya. Bentuk-bentuk penyimpangan siswa saat ini memang sangat beragam dan hal itu tak jarang dilakukan dengan intensitas yang tinggi. Perilaku penyimpangan seorang pelajar pada umumnya adalah sebagai berikut. menentang terhadap guru.

dan faktor keluarga . biasanya dilakukan ke junior. yaitu yang diakibatkan karena lingkungan di luar seperti sekolah yang kurang disiplin. kawannya atau pun milik orang lain di tempat umum Melakukan pemerasan di lingkungan sekolah terhadap kawan-kawannya. bahkan hanya sekadar ingin tahu saja. yaitu penyimpangan yang dilakukan tanpa ada pengaruh dari luar. . Secara umum penyimpangan sosial bisa terjadi akibat beberapa faktor. Kedua faktor eksternal. contohnya: Mengambil atau mencuri barang milik sekolah. karena rasa solidaritas terhadap kawan. pemerasan bisa dilakukan juga di luar sekolah. menghilangkan rasa prustasi dan kegelisahan akibat suatu masalah. Pertama internal. dilakukan karena dorongan dari dalam diri.atau rasa terkucil. Melanggar Hak Orang Lain Bentuk penyimpangan remaja bisa berbentuk suatu tindakan yang mengakibatkan kerugian pada orang lain yang bersifat kebendaan.

Artinya adanya disorganiasi sosial dalam keluarga memberi peluang pelajar untuk melakukan perilaku menyimpang. A. Latar Belakang Anonymous menulis “Ada seorang Ibu yang tinggal di Jakarta bercerita bahwa sejak maraknya kasus tawuran pelajar di Jakarta. Beliau mengambil inisiatif untuk mengantar dan menjemput anaknya yang sudah SMU. Mengapa para pelajar itu begitu sering tawuran. Ada hubungan sebab akibat antara disorganisasi sosial dalam keluarga dengan perilaku menyimpang pelajar. kalau pelajar yang tidak ikut-ikutan pun ikut diserang”. (ekaprana htt://www. dan hal lainnya yang menyimpang? Apa yang salah dari semua ini? .PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI Oleh : Muhammad Yakub NIM. seakan-akan mereka sudah tidak memiliki akal sehat. Bagaimana tidak ngeri. Sebaliknya bagi pelajar yang keluarganya harmonis dan utuh maka kemungkinan melakukan perilaku menyimpang sangat kecil.com: 2008). sebuah kebiasaan yang belum pernah Beliau lakukan sebelumnya. PENDAHULUAN 1.jurnalbogor. A101080018 Mahasiswa Program Sertifikasi Guru Melalui Jalur Pendidikan FKIP-UMS Surakarta Tahun 2008-2009 Abstrak Perilaku menyimpang pelajar adalah salah satu dari masalah sosial karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. dan tidak bisa berpikir mana yang berguna dan mana yang tidak ? Mengapa pula para pelajar banyak yang terlibat narkoba dan seks bebas.

com/2008 ). atau telah terjadi kenakalan pelajar. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. masa akhir pubertas.S. Istilah pelajar dalam makalah ini adalah mereka yang menurut Kartini Kartono. psikis. Becker (dalam Soerjono Soekanto. baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Dalam perspektif sosiologi perilaku menyimpang pelajar terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian.blogspot.(Jokie kanak-kanak dan masa M. Perilaku pelajar yang tidak melalui menyimpang. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi dan adanya kesempatan tertentu. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku mengapa seorang pelajar melakukan penyimpangan. (17 – 18 tahun). dan emosi yang begitu cepat. dengan perkembangan fisik. tetapi terkadang pada kebanyakan orang tidak menjadi berwujud penyimpangan. masa pubertas (14 – 16 tahun). Tetapi perilaku menyimpang bukanlah kondisi yang perlu untuk menjadi seorang penyimpang. remaja Siahaan http://www. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Kenakalan pelajar dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. (2007:27). Orang yang dianggap menyimpang berarti melakukan perilaku menyimpang. Dan perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajarpelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya. Penyimpang adalah orang-orang yang mengadopsi peran penyimpang. Pelajar akan mengalami periode perkembangan fisik dan psikis sebagai berikut : masa pra-pubertas (12 – 13 tahun). jalur tersebut berarti telah .1988 : 26). sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan.Masa berlangsung begitu singkat.Adalah sulit untuk menentukan suatu penyimpangan karena tidak semua orang menganut norma yang sama sehingga ada perbedaan mengenai apa yang menyimpang dan tidak menyimpang. atau yang disebut penyimpangan sekunder. berusia antara 12 – 21 tahun.

com:2008). Siahaan: blogspot. Jumlah dan macam penyimpangan dalam masyarakat adalah relatif tergantung dari besarnya perbedaan Penyimpangan adalah relatif terhadap norma suatu kelompok atau masyarakat. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami. partisipasi dalam subkebudayaan menyimpang dan berubah menjadi tidak menyimpang. Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Karena itulah dalam membahas perilaku penyimpangan pelajar. Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. penulis menitikberatkan pada pendekatan sistem. Teknik-teknik yang digunakan oleh penyimpang adalah kerahasiaan. di mana penyimpangan itu adalah terlarang bila diketahui dan mendapat sanksi. Cara-cara para penyimpang menghadapi penolakan atau stigma dari orang non penyimpang disebut dengan teknik pengaturan. rasionalisasi. manipulasi aspek lingkungan fisik. Oleh sebab itu. Pengertian yang penuh terhadap penyimpangan membutuhkan pengertian tentang penyimpangan bagi penyimpang. kondisi dan individu. Tidak satu teknik pun yang menjamin bahwa penyimpang dapat hidup di dunia yang menolaknya. dan normatif.( Jokie M. yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. dan normatif yang membedakannya dari kedua sudut pandang lainnya. maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. reaktifis. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya.S. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial dalam keluarga misalnya. . Penyimpangan dapat didefinisikan secara statistik. Karena norma berubah maka penyimpangan berubah. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah.Dasar pengakategorian penyimpangan didasari oleh perbedaan perilaku. bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang. absolut. Perbedaan yang menonjol dari keempat sudut pandang pendefinisian itu adalah pendefinisian oleh para reaktifis. kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap oleh setiap pelajar. Penyimpangan secara normatif didefinisikan sebagai penyimpangan terhadap norma.

1985 : 73). 2. Tujuan Penulisan Berdasarkan latar belakang di atas. Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto. Faktor-Faktor Pendorong Pada dasarnya perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar adalah hal-hal yang dilakukan oleh pelajar sebagai individu dan yang tidak sesuai dengan normanorma hidup yang belaku di dalam masyarakatnya. sehingga perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan dianggap terjadi hal yang menyimpang atau “kenakalan”. Gumarso (1988 : 19). perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan melihat pada sesuatu perbuatan yang tidak disengaja. Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan pelajar yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat. B.2. dengan demikian perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Jadi kebalikan dari perilaku yang dianggap normal yaitu perilaku nakal atau jahat yaitu perilaku yang disengaja sehingga menimbulkan keresahan pada masyarakat. Untuk mengetahui hubungan antara perilaku menyimpang pelajar dengan disorganisasi sosial. istilah perilaku menyimpangdiidentikkan dengan kenakalan. Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong timbulnya perilaku penyimpangan yang dilakukan para pelajar. pernah membahas tentang normal tidaknya perilaku menyimpang atau perilaku kenakalan. mengatakan dari segi hukum kenakalan pelajar digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum . Selanjutnya dalam pembahasan ini. Singgih D. maka tujuan penulisan ini adalah: 1. PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR 1. dijelaskan bahwa dalam pemikiran perilaku menyimpang atau jahat kalau dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial yang normal.

tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil dan kemudian menjadi kecewa. obat terlarang. Makin banyak kawan. Di jaman sekarang. (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. Ketika anak memasuki usia sekolah terutama perguruan tinggi. anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi orangtuanya. Pemaksaan ini tidak jarang justru akan berakhir dengan kekecewaan. Pendidikan Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua kepada anak. 2. orangtua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar masa depan si anak berbahagia. Sebab. orangtua yang memaksakan kehendaknya agar di masa depan anaknya memilih profesi tertentu yang sesuai dengan keinginan orangtua.yaitu : (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum . pengaruh kawan bermain ini bukan hanya membanggakan si pelajar saja tetapi bahkan juga pada orangtuanya. . Orangtua juga senang dan bangga kalau anaknya mempunyai teman bergaul dari kalangan tertentu . Oleh karena itu. Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor. Jangan biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas. seperti : 1. frustrasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali. makin tinggi nilai mereka di mata temantemannya. Masih sering terjadi dalam masyarakat. Namun jika si anak akan mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun orangtua tidak mampu memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. meski memang ada sebagian anak yang berhasil mengikuti kehendak orangtuanya tersebut. Kawan Sepermainan Di kalangan pelajar. maka pelajar kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai. dan lain sebagainya. memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. orangtua para pelajar hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Apabila timbul frustrasi.

Yaitu: 1. Penggunaan Waktu Luang Kegiatan di masa pelajar sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah. Mengisi waktu luang selain diserahkan kepada kebijaksanaan pelajar. pada si pelajar akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Anak tidak menghargai uang. Pemberian uang saku kepada pelajar memang tidak dapat dihindarkan. Kegiatan keluarga dapat pula berupa tukar pikiran dan berbicara dari hati ke hati. waktu luang yang dimiliki pelajar dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi. Apabila si pelajar melakukan kegiatan yang positif. akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan kawan-kawannya. sebaiknya uang saku diberikan dengan dasar kebijaksanaan. tidak ada kegiatan. Uang saku yang diberikan dengan tidak bijaksana akan dapat menimbulkan masalah. Oleh karena itu. Namun. 4. dan . bersenang-senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat terlarang. Anak menjadi boros 2. Seringkali perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja.Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya. Tindakan pengasingan ini jelas tidak mengenakkan hati si pelajar. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak. ada baiknya pula orangtua ikut memikirkannya pula. Uang Saku Orangtua hendaknya memberikan teladan untuk menanamkan pengertian bahwa uang hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat. jika ia melakukan kegiatan yang negatif maka lingkungan dapat terganggu. 3. selain itu mereka bebas. Akhirnya ia terjerumus. Pelajar atau anak hendaknya dididik agar dapat menghargai nilai uang. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para pelajar untuk menarik perhatian lingkungannya. pada umunya apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya maka ia akan dijauhi oleh lingkungannya. hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Jangan berlebihan. Namun. Sebab dalam masyarakat.

Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan yang sesuai dengan agama dan aturan yang berlaku. sebab mereka pikir tanpa kepandaian pun uang gampang didapat. Hubungan Perilaku Menyimpang Pelajar dengan DisorganisasiSosial. Pacar. merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya. Oleh karena itu. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Akibatnya. 2. 5. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita.3. dalam masa pacaran. Akibatnya. pada dasarnya bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. di jaman ini banyak pelajar yang putus sekolah karena hamil. bagi mereka. Hal ini dapat dilihat bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial seperti masalah dalam keluarga. Namun.maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Anak malas belajar. Apabila usia makin meningkat. Perilaku pelajar sebagai individu yang dianggap menyimpang dan merupakan sebagai masalah sosial. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa pelajar. di kalangan pelajar kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Para pelajar dengan bebas dapat bergaul antar jenis. anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. para pelajar saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Perilaku Seksual Pada saat ini. . sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. . tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak.

Mereka yang orang tuanya otoriter. Hubungan dengan pekerjaan orang tua Untuk mengetahui apakah perilaku menyimpang atau kenakalan juga ada hubungannya dengan pekerjaan orangtuanya. yaitu pada kenakalan khusus. terlihat jelas bahwa yang melakukan kenakalan khusus berasal dari keluarga yang interaksinya kurang dan tidak serasi. sering melakukan kenakalan khusus. Hal ini perlu diketahui karena dalam keseharian orang tua terkadang tidak mampu dan melalaikan tugas sosial keluarga. artinya tingkat pemenuhan kebutuhan hidup. yaitu : 1. Jadi ketidak berfungsian keluarga untuk menciptakan keserasian dalam interaksi mempunyai kecenderungan anak pelajarnya melakukan kenakalan.Ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam menilai ada tidaknya hubungan antara perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar dengan disorganisasi sosial. Namun jika dilihat dari keutuhan dalam interaksi. 2. Hubungan dengan keutuhan keluarga Secara teoritis keutuhan keluarga dapat berpengaruh terhadap kenakalan pelajar. terutama masalah dalam keluarga. karena kesibukannya dalam pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena pekerjaan orangtua dapat dijadikan ukuran kemampuan ekonomi. ternyata peranan keluarga dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak. namun ketidakutuhan struktur keluarga bukan jaminan bagi anaknya untuk melakukan kenakalan. dan tidak memperhatikan sama sekali pendidikan anaknya. 3. seperti . Artinya semakin tidak serasi hubungan atau interaksi dalam keluarga tersebut tingkat kenakalan yang dilakukan semakin berat.com/2008). guna memenuhi kebutuhan keluarganya. baik dilihat dari struktur keluarga maupun dalam interaksinya di keluarga. (Masngudin HMS : wordpress. Artinya banyak terdapat anak-anak pelajar yang nakal datang dari keluarga yang tidak utuh. Hubungan dengan sikap orang tua dalam pendidikan Salah satu sebab kenakalan yang disebutkan pada kerangka konsep di atas adalah sikap orang tua dalam mendidik anaknya.

kumpul kebo. baik kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan maupun kenakalan khusus. kasus pembunuhan. Apabila hal itu dapat diciptakan. Hal ini berarti bahwa bagi keluarga yang taat menjalankan kewajiban agamanya kecil kemungkinan perilaku anaknya menyimpang. (Soerjono Soekanto. Menurut teori Durkheim kenakalan pelajar disebabkan ketidak berfungsian sebuah organisasi yang dalam hal ini adalah organisasi keluarga. berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. Dengan demikian ketaatan dan tidaknya beragama bagi keluarga sangat berhubungan dengan kenakalan yang dilakukan oleh anak-anaknya. oleh karena itu mau tidak mau harus berhubungan dengan lingkungan sosialnya. demikian juga sebaliknya. maka kecenderungan anaknya melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih berat yaitu kenakalan khusus. C. Dan pada dasarnya keluarga memang adalah organisasi pertama sebagai pembentuk watak dan kepribadian anak atau pelajar. karena keserasian akan menciptakan kenyamanan dan ketenteraman. pemerkosaan. Hubungan dengan kehidupan beragama keluarga Kehidupan beragama keluarga juga merupakan salah satu ukuran untuk melihat hubungan perilaku penyimpangan pelajar dengan disorganisasi sosial dalam keluarga. KESIMPULAN . 4. menyalahgunakan narkotika. Adapun yang diharapkan dari hubungan tersebut adalah serasi. Sebab keluarga yang menjalankan kewajiban agama secara baik. serta menggugurkan kandungan. jadi keberfungsian keluarga sangat menentukan masa depannya. akan terhindarkan. untuk itu solusi yang diambil yaitu memfungsikan kembali organisasi itu atau keluarga untuk mencegah tingkat kenakalan pelajar tersebut. 5. Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik. yaitu menerapkan proses sosialisasi yang baik bagi anak-anaknya. Hubungan antara interaksi keluarga dengan lingkungannya Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. maka anak-anaknyapun akan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma agama. dengan tetangga atau lingkungan sosialnya. 2007:324).hubungan seks di luar nikah.

Pelajar yang demikian. bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang. baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Sebaliknya bagi keluarga yang harmonis dan utuh maka kemungkinan anakanaknya melakukan perilaku menyimpang sangat kecil. besar kemungkinan untuk melakukan kenakalan atau perilaku menyimpang. ditemukan bahwa perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajar-pelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya. kegagalan dalam pendidikan. . Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor antara lain. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami. Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. Demikian juga dari adanya disorganiasi sosial dalam keluarga yang dialami oleh pelajar. maka akan melakukan perilaku menyimpang atau kenakalan pada tingkat tertentu. banyaknya waktu luang. pengenalan agama lebih dini dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. Berdasarkan kenyataan di atas. pemberian uang saku yang berlebihan. adanya pengaruh kawan sepermainan. maka perlu kiranya orangtua menjaga dan mempertahankan keutuhan keluarga dengan mengoftimalkan fungsi sosial keluarga melalui programprogram kesejahteraan sosial yang berorientasi pada keluarga dan lingkungannya.Berdasarkan analisis di atas. dan pergaulan sex bebas. maka untuk memperkecil tingkat perilaku menyimpang pelajar. apalagi kenakalan khusus.

sosialisasi sebagai proses melalui bagaimana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Beberapa teori sosialisasi menurut para ahli sosiolog adalah sebagai berikut: a. b. proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai bidang kehidupan yang berguna. kekeluargaan. dan sebagainya harus dipelajari oleh setiap anggota baru masyarakat melalui suatu proses yang dinamakan sosialisasi. Jadi diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. Kehidupan bersama itu dapat dilihat dari beberapa segi. Keseluruhan kebiasaan yang dimiliki manusia di bidang ekonomi. Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadapnya. agama. 2. Teori George Herbert Mead Menurut Mead setiap anggota baru harus mempelajari peran-peran yang ada di dalam masyarakat yaitu suatu proses yang dinamakan pengambilan peran. . Cooley Menurut Cooley. Aktivitas sosial itu terjadi karena adanya aktivitas dari manusia dalam hubungannya dengan manusia lain.SOSIALISASI SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Posted on 22 Februari 2011 > 1. dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan bentuk utama dari proses sosial. Dalam proses ini seorang belajar untuk mengetahui peran yang harus dijalankan serta peran yang harus dijalankan orang lain. pendidikan. Misalnya dilihat dari aspek hukum. politik. Menurut Berger. Teori Charles H. yaitu: 1. seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain melalui tiga tahap. 3. Seseorang mempunyai perasaan apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya. Pengertian Proses Sosialisasi Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. Jadi.

Agen Sosialisasi Ada empat agen sosialisasi yaitu keluarga. Misalnya seseorang siswa memperoleh nilai rendah dalam ujian. petugas anak. Teman bermain Anak mulai bergaul dengan lingkungan selain keluarganya. dia melakukan interaksi sosial sederajat. berarti anak menemukan agen sosialisasi yang lain. Pendidikan formal mempersiapkan penguasaan peran-peran baru yang akan digunakan di kemudian hari. b. membaca dan menulis). pada saat anak tidak tergantung pada orang tua lagi. bibi. a. para siswa belajar kemandirian. c. lingkungan sekolah dan media massa. televisi. surat kabar. umum dan khusus. Di lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah Di lingkungan sekolah atau pendidikan formal seorang anak mulai mempelajari hal-hal baru yang belum dipelajari dalam lingkungan keluarga maupun kelompok bermain. seseorang belajar bahasa (mendengarkan berbicara. Peran agen sosialisasi terutama orang tua sangat penting. Misalnya. majalah. Agen sosialisasi di lingkungan keluarga meliputi orang tua. pembantu dan sebagainya. pekerja sosial. Misalnya. dan sebagainya.Ia menganalogikan antara pembentukan diri seorang dengan perilaku orang yang sedang bercermin. anak memasuki game stage yaitu mempelajari aturan yang mengatur peran orang lain yang kedudukannya sederajat. paman. tetangganya atau teman sekolahnya. radio dan iklan. Arti pentingnya agen sosialisasi terletak pada pentingnya kemampuan yang harus dikerjakan kepada anak. belajar matematika. teman bermain. nenek. saudara kandung bahkan untuk lingkungan besar termasuk kakek. prestasi. Di samping itu bagi keluarga yang memiliki status sosial yang lebih baik. ilmu pengetahuan sosial dan pelajaran lain-lain. 1. buletin. maka ia kurang dihargai dan siswa tersebut menjadi murung. Keluarga Keluarga merupakan lingkungan utama yang dikenal oleh anak. Kemandirian . agen sosialisasi termasuk. ia merasa bahwa para gurunya menganggapnya bodoh. Di lingkungan sekolah. 2. Pada lingkungan ini seorang anak mempelajari berbagai kemampuan baru.

film dan internet akan mempengaruhi perilaku seseorang. penilaian terhadap perilaku siswa dibatasi secara khusus. Jadi tidak ada ketergantungan pada orang lain. seorang anak cenderung memperoleh perlakuan khusus. Khusus Di lingkungan sekolah. film. Pesan-pesan yang disampaikan baik melalui surat kabar. Misalnya. mengenal dirinya dan mengembangkan segenap potensinya untuk menjadi anggota masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan sebagai pedoman dalam kehidupannya. 2. televisi. setiap anak akan memperoleh perlakuan yang sama (secara umum). Prestasi Di sekolah anak belajar bersaing dan berprestasi. Melalui sosialisasi. Media Masa Media masa. 4. majalah. baik media cetak (surat kabar. internet) merupakan bentuk komunikasi yang dikatagorikan sebagai agen sosialisasi. anak mengikuti gaya mode dan penampilan para artis. radio. Tujuan dan Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi a. Misalnya penilaian matematika tidak mempengaruhi mata pelajaran lain. berbagai nilai yang diperoleh akan menunjukkan tingkat prestasi seseorang sehingga seorang anak termotivasi untuk belajar dan meraih prestasi. Umum Di lingkungan sekolah. majalah) maupun elektronik (radio. 3. maka di sekolah sebagian besar harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Setiap tugas-tugas yang diberikan akan memperoleh penghargaan berupa nilai. berbeda dengan di lingkungan keluarga. Keberhasilan atau kegagalan ditentukan oleh prestasi secara khusus tiap-tiap mata pelajaran itu sendiri. 3.Jika di rumah anak dapat mengandalkan bantuan orang tuanya dalam melakukan berbagai tugas. 5. ilmu pengetahuan sosial dan lain-lain. televisi. Tujuan sosialisasi Tujuan sosialiasi yaitu sebagai proses pengenalan diri sendiri dan orang lain dengan perannya masing-masing. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan sosialisasi adalah: . seperti bahasa Indonesia. seseorang dapat menyesuaikan perilaku yang diharapkan.

b. Adanya peningkatan status dan peranan seseorang dalam usaha peningkatan kasir. 2. Misalnya mengenal kedudukan tempat tinggalnya di antara masyarakat dan mengenal lingkungan tempat bekerja. Misalnya. 2.1. ibu dan saudarasaudaranya). wawasan biologis. 3. 4. Faktor dari dalam Faktor yang berasal dan dalam individu seseorang meliputi: 1. tetangga. misalnya mengenal anggota keluarga (ayah. Tingkat kecerdasan atau Intelegensi Question (IQ). mengenal tetangga. mengenal adat istiadat. hal ini dapat dan seorang mengenal keluarga. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial masyarakat. golongan darah. saudara. Tingkat emotional atau Emotional Question (EQ) dan . potensi dirinya dan faktor yang berasal dari luar dirinya. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial di mana seseorang individu bertempat tinggal. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam sekitarnya. 2. mengetahui peraturan-peraturan yang berlaku dan sanksi-sanksi yang diterapkan. Untuk mengenal lingkungan alam sekitar. Misalnya mengenal teman bermain. Untuk mengenal sistem nilai-nilai norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat. 3. Dapat berintegrasi dengan lingkungan sosial masyarakat. Bilogis yang meliputi bentuk tubuh. a. 3. Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi Keberhasilan seseorang individu dalam proses sosialisasi dapat dilihat dan diukur dari adanya indikasi-indikasi sebagai berikut: 1. wajah alat indera. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial budaya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Keberhasilan proses sosialisasi oleh beberapa faktor baik yang berasal dari diri individu. 5. 4.

bakat. warna dan gerak. lingkungan pendidikan. yang memiliki identitas khusus sebagai individu. Seluruh proses akal manusia yang sudah jadi antara lain. cemburu. Adapun dorongan naluri antara lain. Situasi b. 5. Pengetahuan Pengetahuan merupakan unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seseorang manusia yang sadar. Unsur-unsur pembentukan kepribadian 1. dorongan untuk berbakti. dorongan seks. Ciri khas tersebut berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. dorongan akan kehendak bentuk. . pengamatan. Faktor lingkungan alam 3. Potensi. dan lingkungan pekerjaan. Perasaan Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia. lingkungan masyarakat setempat. konsep maupun fantasi. apersepsi. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang adalah: 1. Faktor-faktor pembentukan kepribadian Istilah “Kepribadian” adalah sebagai ciri-ciri watak seseorang individu yang konsisten. Pembentukan Kepribadian a. Faktor keturunan 2. serta keterampilan. 2. Faktor dari luar Faktor-faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi yang berasal dari luar yaitu lingkungan keluarga. persepsi. Lingkup budaya 4. simpati. karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif. rasa. lingkungan bermain/pergaulan.4. b. dorongan untuk memperatahankan hidup. dan secara nyata yang terkandung di dalam otaknya.

emosional. Fungsi Nilai dan Norma Sosial a. Keenam tipologi yang dimaksud adalah: 1. Nilai Sosial 1. pengorganisasian dan pemahaman. Tipologi kepribadian Tipologi kepribadian seseorang menjadi enam tipologi dan masing-masing memiliki karakter dan kedudukan yang berbeda-beda. pantas dan benar sebagai ukuran perilaku masyarakat. Pengertian nilai sosial Nilai adalah suatu ukuran atau patokan yang diyakini dan dijadikan standar pedoman. Enterfising Tipologi ini menyukai kegiatan di mana selalu ada peluang untuk mempengaruhi orang lain. Artistik Seseorang dalam tipologi ini menyukai kegiatan yang bersifat mendua. Nilai sosial berarti pedoman perilaku yang dianggap baik. pemusik. 2. 4. Ciri-ciri nilai sosial . 5. idealis. kekuatan dan koordinasi. penulis.c. tidak praktis. tidak teratur. Realistis Tipe realistis yaitu seseorang yang menyukai kegiatan fisik yang menuntut kererampilan. 6. Sosial Tipe sosial yaitu seseorang yang menyukai kegiatan yang membantu meringankan beban orang lain. Konversional Tipe konversional yaitu tipe yang menyukai kegiatan yang diatur dengan peraturan jelas. 6. 2. Karakternya imajinatif. 3. Investigatif Seseorang yang memiliki tipe investigatif menyukai kegiatan yang mencakup pemikiran. kreatif. eksperesif. Kedudukannya: tukang cat.

unsur pokok dari norma yaitu tekanan sosial terhadap anggota-anggota masyarakat untuk menjalankan norma-norma tersebut. Norma Sosial 1. Terbentuk melalui proses belajar 4. Menurut Berry. Tahap-tahap Norma sosial Berdasarkan tingkat daya ikat terhadap masyarakat tahap-tahap norma sosial meliputi: a. Dapat mempengaruhi perkembangan pribadi 5. Norma cara (Usage) Norma cara yaitu tata cara yang dianut seseorang dalam melakukan sesuatu. Hasil dan kesepakatan masyarakat c. sebab norma disebut sebagai norma sosial bukan saja karena telah mendapatkan sifat kemasyarakatannya akan tetapi telah dijadikan patokan dalam perilaku. Bukan pembawaan sejak lahir 3. maka tidak dapat disebut norma sosial. bahwa norma-norma itu benar-benar telah menjadi norma sosial. Pengertian sosial a. Mengandung sanksi bagi yang melanggarnya dan e. Hasil interaksi sosial antar warga masyarakat 2. Adanya desakan sosial itu merupakan ciri. Jika aturan-aturan tidak dikuatkan oleh desakan sosial. Bervariasi antara budaya yang satu dengan yang lain. 2. Menyebabkan terjadinya perubahan sosial sehingga norma sosial dapat berubah pula.1. . Berhubungan satu sama lain dan 6. Warga masyarakat mentaatinya d. Umumnya tidak tertulis kecuali norma hukum b. b.

3. Norma kesusilaan dan kesopanan Norma kesusilaan adalah norma yang bersumber dari perasaan manusia sedangkan norma kesopanan bersumber pada akal pikiran manusia. c. d. c. adat pembagian warisan. b.b. norma tata kelakuan digunakan sebagai alat pengawasan oleh masyarakat kepada anggotanya. Norma tata kelakuan (Mores) Suatu norma kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat berkembang menjadi norma tata kelakuan. Norma Agama Norma agama yaitu aturan-aturan yang bersumber dan ajaran agama yang mengikat pada penganutnya yang berisi perintah-perintah maupun larangan bagi penganutnya masing-masing untuk memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. misalnya adat perkawinan. Norma adat atau kebiasaan Norma adat atau kebiasaan yaitu norma yuang mengatur kehidupan bermasyarakat yang dipergunakan secara berulang-ulang dan dibakukan sebagai pedoman adat dalam kelompok masyarakat tertentu. d. upacara penguburan dan selamatan. Norma hukum Norma hukum yaitu suatu rangkaian aturan yang menjadi pedoman bagi seluruh warga negara. denda atau hukuman mati. apabila dilanggar dikenakan sanksi hukum baik penjara. norma sosial dibagi menjadi 4 jenis antara lain adalah: a. Jenis-jenis norma sosial Dilihat dari bidang-bidang kehidupan yang diaturnya. Norma kebiasaan (Folkways) Norma kebiasaan yaitu suatu aturan yang biasa berlaku di lingkungan masyarakat (biasa dilakukan secara berulang-ulang). Norma hukum berisi ketentuan-ketentuan perundang-undangan termasuk peraturan pemerintahan baik pusat maupun daerah dan keputusan-keputusan pejabat pemerintah yang dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. pelanggaran norma tersebut akan dianggap sebagai perbuatan dosa. Norma Hukum .

hukuman penjara. Sebagai pelindung pihak-pihak yang lemah Nilai dan norma sosial berlaku secara umum di lingkungan masyarakat. memberikan sumbangan yang berarti kepada pembentukan pandangan dunia mereka. memberikan perasaan identitas kepada masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai. dan kehidupan dalam hal ini sanksi bagi yang melanggar dikenai denda. Saparinah Sadli menjelaskan bahwa norma-norma sosial yang menjadi pedoman perilaku manusia sebenarnya bersumber dari niali-nilai. Nilai dan norma membatasi ruang gerak orang-orang yang kuat untuk melakukan perilaku sekehendaknya. Sebagai petunjuk perilaku Nilai dan norma merupakan sesuatu yang mengandung kebaikan yang telah diyakini dan dijadikan pedoman dalam kehidupan. 2. 7. Fungsi nilai dan norma-norma sosial antara lain adalah: 1. sesuai tingkat kesalahannya. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Maurice Doverger berpendapat bahwa nilai-nilai sosial mencerminkan suatu kualitas referensi dalam tindakan.Norma hukum merupakan norma sosial yang dibuat oleh lembaga berwenang untuk dijadikan pedoman dalam mengatur kehidupan warga negara. .

Masalah Sosial budaya
April 19th, 2010 • Related • Filed Under Pesatnya pembangunan dan masuknya era globlalisasi membawa dampak yang harus dihadapi Bangsa Indonesia, baik dampak positif maupun yang bersifat negatif. Salah satu dampak negatif globlalisasi adalah memberikan konsekuensi masuknya dan meleburannya budaya asing pada budaya Indonesia, padahal budaya tersebut belum tentu sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia.Dampak negatif globlalisasi tersebut di atas tampak menghiasi berita dimedia massa. Diantaranya, “seorang remaja warga Banguntapan, Bantul,Yogyakarta dengan inisial AK (27) ditangkap Polisi bersama adiknya karena terlibat perkara narkoba” (Merapi, 28 Juni 2007:1 dan 7) Contoh pemberitaan media massa tersebut, dapat dikategorikan sebagai perilaku menyimpang remaja.perilaku menyimpang remaja dapat diartikan:Sebagai kenakalan, penyimpangan, atau pelanggaran pada norma yang berlaku. Dari segi konsepsi hukum, kenakalan diartikan merupakan pelanggaran terhadap hukum yang belum bisa dikenai hukum pidana sehubungan dengan usianya. Terjadinya perilaku menyimpang remaja serta lunturnya rasa hormat generasi muda terhadap generasi tua, merupakan indikasi menurunnya pemahaman dan pengalaman nilainilai budaya yang terumuskan menjadi Pancasila. Menyimak kondisi demikian, tidaklah bijaksana menumpukan kesalahan pada pemerintah ataupun pihak-pihak terkait. Lebih bijaksana jika terlebih dahulu mengkaji kondisi remaja dan problematika di dalamnya. Agar kehidupan kita tetap terbina ketertibanyanya, sudah seharusnya kaidah-kaidah hukum untuk ditaati.setiap orang yang menghendaki hidup tertib dan tentram dituntut untuk taat dan patuh terhadap pancasila.Teori-teori umum tentang penyimpangan berusaha menjelaskan semua contoh penyimpangan sebanyak mungkin dalam bentuk apapun (misalnya kejahatan, gangguan mental, bunuh diri dan lain-lain). Berdasarkan perspektifnya penyimpangan ini dapat digolongkan dalam dua teori utama. Perpektif patologi sosial menyamakan masyarakat dengan suatu organisme biologis dan penyimpangan disamakan dengan kesakitan atau patologi dalam organisme itu, berlawanan dengan model pemikiran medis dari para psikolog dan psikiatris. Perspektif disorganisasi sosial memberikan pengertian pemyimpangan sebagai kegagalan fungsi lembaga-lembaga komunitas lokal. Masingmasing pandangan ini penting bagi tahap perkembangan teoritis dalam mengkaji penyimpangan.Remaja sebetulnya dapat dikatakan tidak memiliki tempat yang jelas,mereka tidak termasuk dalam golongan anak-anak dan belum dapat diterima kedalam golongan orang dewasa. Remaja berada di antara anak dan orang dewasa. Suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi kedalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Masa remaja ini merupakan masa pencarian jati diri. Dalam proses pencarian jati dirinya memerlukan bimbingan dari lingkungan sekitar. Menurut Horrock sebagaimana dikutip oleh Ali dan Mohammad “lingkungan merupakan faktor yang besar pengaruhnya bagi perkembangan nilai, moral, dan sikap individu”.Ruang lingkup lingkungan terkecil dalam kegiatan bimbingan dan pendidikan adalah keluarga. keluarga merupakan: Lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang menjadi dewasa bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan di dalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya watak, budi pekerti dan kepribadian tiap- tiap manusia. Kenyataan yang terjadi sekarang ini peran keluarga dalam hal ini orang tua dalam memberikan pendidikan dan bimbingan moral bagi anak-anaknya sering terlupakan. Orang tua kurang memperhatikan anak-anaknya dengan dalih sibuk bekerja memenuhi kebutuhan ekonominya. Anak hanya disuapi dengan

kebutuhan fisik saja, sementara aspek batin, mental dan spritual pada diri anak kurang diperhatikan oleh orang tuanya. Peranan keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama memiliki fungsi yang penting terutama dalam penanaman sikap, nilai hidup serta berfungsi menumbuhkan kesadaran bahaya perilaku menyimpang pada remaja.sebagai pandangan hidup dan intensitas bimbingan moral oleh orang tua pengaruhnya terhadap kesadaran bahaya perilaku menyimpang pada remaja.Dan hal-hal yang mempengaruhinya dalam kehidupan kita saat ini, paling tidak ada empat lingkungan yang senantiasa berinteraksi satu sama lain, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan negara A.Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi manusia. Menaati dan melaksanakan hukum dan aturan yang berlaku dalam lingkungan keluarga diantaranya 1.menaati aturan sopan-santun, baik kepada keduaorang tua maupun kepada seluruh anggota keluarga baik yang dekat maupun yang jauh. Termasuk harus berbuat sopan dan santun kepada tetangga yang ada disekitar kita. 2.menjaga nama baik keluarga. Misalnya denganberperilaku sesuai dengan nasehat orang tua. Kita haru sadar bahwa menjaga nama baik keluarga sama dengan menjaga nama baik bangsa dan negara. Hal ini karena bangsa indonesia adalah sebuah keluarga besar yang di dalamnya terdiri dari sekumpulan keluarga-keluarga seperti dalam keluarga kita. 3.tidak berbuat apalagi membiasakan diri berdusta kepada orang tua. Ini sangat penting sebab tidak sedikit di antara kita yang berani berbuat dusta kepada orang tua kita. B.Lingkungan Sekolah Sekolah meupaka lingkungan tempat kita menuntut ilmu. Kita mengetahui bermacam ragam ilmu, mahir beragam macam keterampilan karena kita bersekolah. Kita bisa bersekolah karena keadaan sekolah tertib sehingga belajar tidak terganggu. Oleh karena itu menerapkan nilai dan norma di lingkungan sekolah sangat diutamakan. Pelaksanaannya itu dapat berupa: a.mengindahkan tata tertib sekolah. Misalnya tidak sengaja terlambat masuk sekolah. b.mengenakan pakaian seragam yang rapi dan bersih. c.berperilaku baik dan sopan santun kepada Bapak dan Ibu Guru dan kepada sesama teman. d.tekun belajar. Ingat kunci sukses dan manfaat ilmu yang kita pelajari sangat erat dengan keikhlasan dan kesenangan orang yang memberikan ilmu kepada kita. Maka dari membuat guru senang dengan berperilaku kita yang terpuji menjadi kunci sukses kebehasilan dari ketekunan belajar kita. e.menjaga kebersihan sekolah. f.membayarkan uang iuran sekolah dari orang tua tepat pada waktu. g.mengerjakan pekerjaan rumah, dan sebagainya. C.Lingkungan Masyarakat Dalam kehidupan masyarakat terdapat hukum yang mengikat warganya sekalipun tidak tertulis. Ada peribahasa yang mengatakan “lain padamg lain belalang, lain lubuk lain ikannya”, artinya pada setiap masyarakat terdapt adat atau kebisaan yang berbeda-beda. Adat atau kebiasaan tersebut merupakan hukum yang tidak tertulis. Menaati hukum tidak tertulis dalam masyarakat diantaranya dapat dilakukan dengan cara: a.menghormati taa cara atau kebiasaan setempat b.ridak berbuat keonaran c.menjaga nama baik masyarakat

D.Lingkungan Negara Selaku warga negara indonesia kita dituntut untuk melaksanakan norma-norma hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Kesadaran bahaya perilaku menyimpang remaja pada dasarnya dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait, baik yang berasal dari dalam diri remaja sendiri maupun berasal dari luar. Faktor dari dalam remaja antara lain struktur intelektualnya, kondisi fisik dan psikis, serta karekterisik individual sedangkan faktor dari luar individu remaja antara lain teman bermain, lingkungan pendidikan, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat,kegiatan keorganisasian yang diikuti. Moral pada dasarnya merupakanrangkaian nilai tentang berbagai macam perilaku yang harus dipatuhi. Moral merupakan kaidah normadan pranata yang mengatur perilaku individu dan hubungannya dengan kelompok social dan masyarakat. Moral merupakan standar baik buruk yang ditentukan bagi individu oleh nilai-nilai social budaya,dimana individu sebagai anggota social.perilaku moral diperlukan demi terwujudnya kehidupan yang damai, Penuh keteraturan, ketertiban, dan keharmonisan. Penyimpangan dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui jalur tersebut berarti telah menyimpang. Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja, bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988,26), mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang. Masalah sosial perilaku menyimpang dalam tulisan tentang “Kenakalan Remaja” bisa melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui pandangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Tentang perilaku disorder di kalangan anak dan remaja mengemukakan bahwa perilaku menyimpang juga dapat dilihat sebagai perwujudan dari konteks sosial. Perilaku disorder tidak dapat dilihat secara sederhana sebagai tindakan yang tidak layak, melainkan lebih dari itu harus dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan sosialnya. Ketidak berhasilan belajar sosial atau “kesalahan” dalam berinteraksi dari transaksi sosial tersebut dapat termanifestasikan dalam beberapa hal. Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Oleh sebab itu, kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap. Salah

Apabila lingkungan interaksi cenderung devian. Media Massa baik cetak maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. derajat kesehatan rendah dari kondisi serta komposisi penduduk yang tidak stabil. tetapi lebih dari itu.satu variasi dari teori yang menjelaskan kriminalitas di daerah perkotaan. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya pada masyarakat yang mengalami gejala disorganisasi sosial. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. perilaku menyimpang karena tidak memperoleh sanksi sosial kemudian dianggap sebagai yang biasa dan wajar. Sutherland dalam beranggapan bahwa seorang belajar untuk menjadi kriminal melalui interaksi. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik.Bahwa seorang dapat menjadi buruk/jelek oleh karena hidup dalam lingkungan masyarakat yang buruk. seringkali yang terjadi bukan sekedar ketidak pastian dan surutnya kekuatan mengikat norma sosial. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik . Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilaku. misalnya tingkat kriminalitas yang tinggi dalam masyarakat kota pada umumnya berada pada bagian wilayah kota yang miskin. overcrowding. Merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak. bahwa beberapa tempat di kota mempunyai sifat yang kondusif bagi tindakan kriminal oleh karena lokasi tersebut mempunyai karakteristik tertentu. Mengenai pendekatan sistem. Penelitian inipun dilakukan di daerah pinggiran kota yaitu di Pondok Pinang Jakarta Selatan tampak ciri-ciri seperti disebutkan Eitzen diatas.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain.Keluarga. maka seseorang akan mempunyai kemungkinan besar untuk belajar tentang teknik dan nilai-nilai devian yang pada gilirannya akan memungkinkan untuk menumbuhkan tindakan kriminal. yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. dampak kondisi perumahan di bawah standar. Di dalam masyarakat yang disorganisasi sosial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful