Penyimpangan Sosial Dalam Masyarakat Oleh :WIYONO, S.Pd wiyonospd-civiceducation.blogspot.

com

Pengertian Penyimpangan sosial penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang, sadar atau tidak sadar pernah kita alami atau lakukan. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun. Sejauh penyimpangan itu terjadi, besar atau kecil dalam skala luas atau sempit, tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat.

Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tak dengan nilai - nilai dan norma - norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Dengan kata lain Penyimpangan (DEVIATION) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (CONFORMITY) terhadap kehendak masyarakat.

Penyimpangan sosial menurut AHLI sebagai berikut :

1. JAMES W VANDER ZANDEN, Penyimpangan merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.

2. ROBERT MZ LAWANG, Penyimpangan merupakan tindakan yang menyimpang dari norma - norma yang berlaku dalam satu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang atau abnormal tersebut. 3. PAUL B HORTON, Penyimpangan adalah setiap perilaku dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma - norma kelompok atau masyarakat. 4. LEWIS COSER, Perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. 5. BRUCE J KOHEN, Penyimpangan sosial (DEVIATION) adalah tingkat laku yang melanggar atau bertentangan dari aturan - aturan normatif (HUKUM) maupun harapan harapan lingkungan sosial yang bersangkutan.

FAKTOR PENYEBAB PENYIMPANGAN SOSIAL

Secara umum , faktor penyebab penyimpangan sosial yang terjadi masyarakat dipengaruhi oleh hal sebagai berikut : 1. FAKTOR INTERN, beberapa faktor intern atau dalam diri individu yang diidentifikasi dapat menyebabkan lahirnya penyimpangan sosial, diantaranya adalah kepintaran, usia, jenis kelamin, kedudukan dalam keluarga, dan sikap mental yang tidak sehat. 2. FAKTOR EKSTERN, faktor yang menyebabkan munculnya penyimpangan sosial yaitu rumah tangga, pendidikan sekolah, lingkungan pergaulan, media massa, serta tidak sanggup mengikuti peraturan dalam masyarakat.

Menurut JAMES W VANDER ZANDEN, faktor penyebab penyimpangan sosial antara lain : 1. longgar atau tidaknya nilai dan norma 2. sosialisasi yang tidak semprna. 3. sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang.

Menurut CESARE LOMBROSSO, Faktornya adalah biologis, psikologis dan Sosiologis.

Perilaku menyimpang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial. Definisi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.[1] Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakantindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain. Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah bentukinteraksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok.

[sunting]Penyebab

Terjadi

Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut : 1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir). 2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi. Untuk lebih jelasnya, berikut diuraikan beberapa penyebab terjadinya penyimpangan seorang individu (faktor objektif), yaitu 1. Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan. Seseorang yang tidak sanggup menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, ia tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas. Keadaan itu terjadi akibat dari

Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial dapat mengakibatkan perilaku yang menyimpang. kreatif. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karier. sebagai berikut. Penyimpangan bersifat positif. Setiap orang umumnya berhubungan dengan beberapa kelompok. Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif. dan memperkaya wawasan seseorang. . 4. Hal itu merupakan bentuk perilaku menyimpang yang disebabkan karena proses belajaryang menyimpang. [sunting]Bentuk Bentuk-bentuk perilaku menyimpang dapat dibedakan menjadi dua. Apabila kedua orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya dengan sempurna maka anak itu tidak akan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga. Ikatan sosial yang berlainan. misalnya karena seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak (broken home). Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial. 2. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang. 1. Proses belajar yang menyimpang. maka kemungkinan ia juga akan mencontoh pola-pola perilaku menyimpang. maka terjadilah perilaku menyimpang. 3.prosessosialisasi yang tidak sempurna. Hal itu terjadi jika dalam upaya mencapai suatu tujuan seseorang tidak memperoleh peluang. Jika pergaulan itu mempunyaipola-pola perilaku yang menyimpang. Seringnya media massa menampilkan berita atautayangan tentang tindak kejahatan (perilaku menyimpang)Hal inilah yang dikatakan sebagai proses belajar dari sub-kebudayaan yang menyimpang. Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang. sehingga ia mengupayakan peluang itu sendiri.  Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua. karier penjahat kelas kakap yang diawali dari kejahatan kecil-kecilan yang terus meningkat dan makin berani/nekad merupakan bentuk proses belajar menyimpang. 5. yaitu sebagai berikut.

Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk. 1. 1. Pembangkang 3. 2.2. sehingga berakibat cukup parah serta menganggu orang lain. 1. 2. Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. Penyimpangan individu berdasarkan kadar penyimpangannya dibagi menjadi lima. Penyimpangan individual (individual deviation) Penyimpangan individual adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menyimpang dari norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. 1. Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang nyata dan seringkali terjadi. yaitu sebagai berikut : 1. seseorang bertindak sendiri tanpa rencana melaksanakan suatu kejahatan. . Misalnya. Misalnya. Munafik 1. Pelanggar 4. Pembandel 2.  Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya. Perusuh atau penjahat 5. yaitu sebagai berikut. dapat dibedakan menjadi tiga macam. Misalnya orang yang terbiasa minum-minuman keras dan selalu pulang dalam keadaan mabuk. sekelompok orang menyelundupkan narkotika atau obat-obatan terlarang lainnya. Penyimpangan sekunder (secondary deviation). Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut: 1. Penyimpangan bersifat negatif. Penyimpangan primer (primary deviation). Penyimpangan kelompok (group deviation) Penyimpangan kelompok adalah tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku.

Penyimpangan campuran (combined deviation) Penyimpangan seperti itu dilakukan oleh suatu golongan sosial yang memiliki organisasi yang rapi. . Misalnya. 3. remaja yang putus sekolah dan pengangguran yang frustasi dari kehidupan masyarakat.1. dengan di bawah pimpinan seorang tokoh mereka mengelompok ke dalam organisasi rahasia yang menyimpang dari norma umum (geng-geng anak nakal). sehingga individu ataupun kelompok didalamnya taat dan tunduk kepada norma golongan dan mengabaikan norma masyarakat yang berlaku.

pembunuhan. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. Sejarah dan Ekonomi) Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat >> SUNDAY. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). Contohnya: pemerkosaan. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. -bentuk penyimpangan sosial • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. Menurut Bruce J. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. 2009 Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. perjudian dan pemakaian narkotika. . Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. APRIL 12. benar atau salah menurut pengertian umum. pencurian.Ilmu Pengetahuan Sosial Kumpulan Materi Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi. Cohen. Sosiologi.

-sebab terjadinya penyimpangan Sosial : mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. sementara iklan rokok begitu menarik. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor.o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. .norma masyarakat yang berlaku. rjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. di diskotik dll. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. -faktor Penyebab Penyimpangan Sosial kedudukan seseorang dalam keluarga. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. membuang sampah sembarangan.

menjambret membunuh. Misalnya: mencuri. a. media elektronik. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal . pakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. media massa. pergaulan dan media massa. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di .obat-obat terlarang dan minuman keras. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik.luarga. anak. norma sosial dan norma agama. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. -jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis: remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. pemerkosaan pencurian. pendidikan di sekolah. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi. media cetak. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya.norma yang berlaku. n atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. diluar nikah. dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial.dll. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. perampokan.menodong.

mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. penberian julukan. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial. cap. enyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. Karl Mark. . Dengan demikian. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. Teori konflik. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. Teori Labeling. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu.televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. Oleh sebab itu.

. Salah satu alat yang bisa digunakan untuk menghancurkan jati diri dan kesucian serta kemuliaan para remaja muslim adalah parabola dan internet.Penyimpangan Sosial: Apa Tugas Orang Tua di Hadapan Anak? Emi Nur Hayati Ma’sum Sa’id Akibat kemajuan teknologi. etika dan tradisi tata susila serta pemikiran-pemikiran yang sudah diakui dan menguasai masyarakat. Pembongkaran ulang makna kebebasan dan nilai kemanusiaan adalah salah satu dari sekian hal yang menjadi sasaran untuk menghancurkan kehidupan sosial masyarakat muslim. ia bisa melakukan komunikasi dengan yang lainnya secara langsung. wawasan-wawasan. namun ia juga mengakibatkan pelbagai pengaruh negatif. Karena itu yang terpenting adalah bagaimana kita harus menggunakannya dengan baik sehingga bisa mencegah efek samping yang ditimbulkannya. dunia menjadi sebuah kampung kecil yang mudah dijangkau oleh siapapun. yang telah menjalar ke negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim sehingga imbasnya pun tampak begitu jelas. Sebagian dari mereka telah kehilangan identitas Kebangsaan dan keagamaannya. Sebelum kita memasuki bahasan penyimpangan sosial. ada saja pihak yang hendak berupaya menghapus identitas Islam para remaja muslim. serta memunculkan beragam bentuk penyimpangan sosial di tengah masyarakat muslim. Kendati kemajuan ilmu pengetahuan memberikan faedah. Dengan segala kekuatan. nilai-nilai. Kebudayaan memiliki pengertian yang bermacam-macam akan tetapi yang menjadi perhatian penulis di sini adalah kebudayaan yang berartikan sehimpun kepercayaan. Manusia tanpa harus keluar dari rumah. untuk memperjelas mukadimah bahasan perlu kita tilik terlebih dahulu makna dan posisi kebudayaan sehingga kita bisa kenali sekian penyimpangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat.

nilai-nilai dan norma. Pencetakan buku-buku. Inilah kedudukan kebudayaan. Pengadaan konser musik antara remaja putra dan putri memiliki akibat buruk yang melanda para remaja dalam masyarakat. Pengaruh penyimpangan sosial Penyebaran model pakaian yang tidak sopan dan bertentangan dengan aturan-aturan Islam serta paras yang mencolok. pemutaran film-film amoral melalui chanel-chanel tv dan internet. Berdasarkan pemikiran Islam. dan novel yang bertentangan dengan etika dan membakar nafsu seks para remaja. Bisa dikatakan secara keseluruhan bahwa pemikiran yang menguasai sebuah masyarakat adalah pemikiran yang muncul dari masyarakat itu sendiri atau didapatkan dari luar masyarakat itu’. Karena kebudayaanlah yang menentukan segenap aspek politik. norma. Dari sini jelas bahwa penyimpangan sosial bisa dipengertikan sebagai lawan dari proses pemikiran.Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam ucapannya. serta penyebaran kaset-kaset dan cd-cd hiburan yang tidak mendidik.[2] Dasar yang paling penting dari sebuah masyarakat adalah kebudayaan masyarakat itu. Peradaban tidak lain adalah kulitnya kebudayaan. tradisi-tradisi dan sebaginya. majalah. dan aspek-aspek tersebut muncul dari kebudayaan masyarakat itu sendiri. tradisi dan moral serta pengetahuan-pengetahuan yang bersumber dari limpahan wahyu ilahi dan sunah Nabi saw dan para Imam maksum as. ‘Kebudayaan setiap masyarakat dan bangsa serta setiap revolusi bersumber dari sekian hasil karya pemikiran dalam masyarakat yang meliputi pengetahuan. kepercayaan. wawasan. Khususnya remaja yang sedang mengalami usia sensitif yaitu masa puber di mana mereka sangat . sosial. serta tradisi-tradisi dan pengetahuan yang bersumber dari wahyu Ilahi dan sunah Rasulullah saw serta para Imam maksum as. wawasan.*1+ Berdasarkan definisi ini kebudayaan Islam bisa diartikan sebagai proses pemikiran. etika. Perubahan dan pergantian serta munculnya peradaban bergantung pada kebudayaan atau hasil dari perubahan dan munculnya kebudayaan. keyakinan. legalitas dan moralitas masyarakat. nilai-nilai dan norma. kebudayaan adalah ruhnya peradaban.

penyiaran film-film yang menghambur-hamburkan kekerasan dan amat bertentangan dengan moral adalah salah satu faktor penting yang menyebabkan maraknya kriminalitas dan pembunuhan di tengah masyarakat. Kesenjangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat di mana sebagian kelompok hidup dalam kemewahan dan kelompok lainnya dalam kekurangan dan kemiskinan. 3. Ketika kepercayaan di antara mereka sudah tidak ada lagi maka keakraban dan kehangatan pun tidak akan terlihat lagi.mudah terpengaruh dan banyak lagi beragam fenomena penyimpangan sosial lainnya. Kiranya. hal ini selain tidak akan menjadikan hubungan keluarga harmonis bahkan merusak hubungan hangat anggota keluarga. Ketidakstabilan rumah tangga. Adanya penyimpangan sosial seperti tidak terjaganya hubungan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki di kantor-kantor dan perusahaan serta tidak adanya penjagaan dalam berpakaian di mana para wanita dengan gaya pakaian dan parasnya yang menggoda. . mereka tidak lagi memiliki kepercayaan dengan pasangannya. Merajalelanya kejahatan dan pembunuhan. Kejahatan seksual. Hal yang demikian itu akan memunculkan pelbagai pengaruh dan akibat seperti: 1. 2. Antara suami istri yang seharusnya mereka harus saling mempercayai. Tentu kita semua menyaksikan pelbagai fenomena yang diakibatkan oleh penyimpangan sosial. saya tidak perlu lagi memberikan contohnya. dan yang kaya pun tidak memikirkan mereka yang papa. di antaranya adalah munculnya pelbagai kebejatan seksual yang terjadi di masyarakat kita. Kesenjangan sosial semacam ini mengakibatkan munculnya rasa cemburu di kalangan kaum miskin terhadap orangorang kaya yang pada akhirnya timbullah pelampiasan rasa dendam mereka untuk berani mencuri dan membunuh sekalipun. Dan yang terpenting adalah kondisi semacam ini tidak hanya akan menghancurkan kehidupan duniawi seseorang tapi juga kehidupan ukhrawinya. Di sisi lain.

4. Jika seseorang sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya maka ia akan kehilangan nilai-nilai spiritual dan religius. . Contoh jelasnya yang bisa kita saksikan adalah kelalaian dalam bertindak dan tidak berpegang pada aturan Islam. tidak memakai pakaian yang sesuai dengan syariat. Poin penting yang menjadi perhatian di sini adalah bahwa perilaku manusia memiliki pengaruh timbal balik terhadap akidah dan keyakinannya yakni sebagaimana akidah yang rusak ia akan menghasilkan perilaku yang rusak.*3+ ‘Kemudian. perilaku yang buruk juga akan merusak akidah dan keyakinan manusia. 5. Ketika generasi muda sebuah negara sudah kehilangan nilai-nilai spiritual maka negara itu akan mudah untuk dijajah. Naifnya. Perusakan akidah dan keyakinan. Inilah yang sudah direncanakan oleh agen-agen tertentu berdasar rencana yang matang guna menghancurkan remaja Islam. Tentu saja. akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah azab yang lebih buruk. Oleh karena itu antara keduanya saling mempengaruhi. hal ini akan berpengaruh pada masalah-masalah lainnya yang pada akhirnya akan menyebabkan seorang muslim kehilangan imannya. Dalam ayat al-Quran Allah swt berfirman: Sekali-kali tidak demikian sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka’. maraknya pornografi dan pornoaksi. perilaku buruk semacam itu ternyata dilakukan juga oleh sebagian remaja muslim. Ideologi manusia memiliki peran langsung dalam perilaku dan amalannya. Yang patut disayangkan adalah apabila para remaja muslim sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya. Kebejatan moral. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah.[4] Ayat-ayat ini menunjukkan betapa perilaku-perilaku buruk menyebabkan lemahnya iman dan bahkan berakhir dengan hilangnya iman.

Kedua orang tua harus memenuhi hak-hak anak dalam pendidikan agama. Agama dan akal menghukumi bahwa kedua orang tua bertanggung jawab atas pendidikan anak- . Mereka bagaikan bangkai yang mengikuti arus sungai.Dosa selalu bertengkar dengan hati sampai dia bisa mengalahkan dan menjelmakan yang tinggi menjadi rendah dan menjelmakan yang rendah menjadi tinggi. Manusia-manusia yang tidak memiliki keimanan yang kuat ia tidak akan mampu membentengi dirinya di hadapan pelbagai macam godaan duniawi.*7+ Peran Orang Tua Setelah kita mengkaji pengaruh penyimpangan sosial. muncul pertanyaan baru ‘Apa tugas kedua orang tua di hadapan anak-anaknya?’ Mengingat bahwa rumah adalah basis pertama bagi setiap manusia maka kedua orang tualah yang memiliki tugas berat dalam mendidik anak-anaknya: 1. 6. Remaja-remaja yang kehilangan jati dirinya dan mengikuti budaya amoral.[5] Dengan demikian tasamuh dan tasahul (toleransi) yang berlebih-lebihan dalam furuuddin menyebabkan rusaknya akidah apalagi jika melakukan penyimpangan sebagaimana yang sudah kita sebutkan tadi. karena mereka sedang dalam usia yang betul-betul sensitif dan lebih mudah dipengaruhi. yang akibatnya akan menghilangkan jati diri mereka sehingga mudah terbujuk dan terpengaruh pihak lain. Tidak kenal diri dan ikut-ikutan orang lain. Ia akan menerima segala apa yang ditawarkan. khususnya generasi muda dan para remaja.*6+ Rasulullah saw bersabda: ‘barang siapa yang menyamakan dirinya dengan sebuah kaum maka ia termasuk mereka’.Imam Baqir as bersabda: ‘Tidak satu pun yang bisa merusak hati kecuali dosa. Imam Ali bin Abi Thalib as Bersabda: ‘sesungguhnya hanya sedikit orang yang menyamakan dirinya dengan sebuah kaum akan tetapi ia tidak terhitung seperti mereka’. Sebaliknya bila mereka hidup maka mereka akan menghadang arus yang sedang mengalir. sejatinya mereka tidak mengenal siapa dirinya.

. Jelas. dan ini adalah tugas kedua orang tua yang harus menyiapkan fondasinya. Para psikolog mengatakan bahwa salah satu faktor utama kekacauan jiwa pada anakanak adalah ketidakharmonisan keluarga dan perselisihan rumah tangga. Sebagaimana anak sejak lahir membutuhkan makanan yang sehat ia juga membutuhkan makanan lain yaitu ketenangan jiwa. Kedua orang tua hendaknya mendidik anaknya sehingga mereka dalam segala perilakunya berasaskan ajaran agama dan keimanan kepada Allah yang Esa. Untuk sampai pada tujuan ini orang tua memiliki tugas berat yang ada di pundaknya. lebih-lebih jika anak dalam masa pertumbuhan (balig). Oleh karenanya ketika anak mengalami kekacauan jiwa ia akan melampiaskannya kepada penyimpangan sosial bahkan ia akan melakukan apa saja. mereka memerlukan ciri-ciri kejiwaan dan moralitas. Langkah pertama yang harus dijalankan oleh kedua orang tua adalah menjaga kesehatan dan kebersihan jasmani anak-anak. 2. mereka akan menghadapi pelbagai macam karakter manusia dengan adat istiadatnya yang berbeda-beda. Oleh karenanya untuk menjaga mereka dari pelbagai penyelewengan. Rasulullah saw bersabda: ‘setiap anak dilahirkan berdasarkan fitrah (beragama Islam) kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan dia Yahudi atau Nasrani’. Dalam masa yang cukup sensitif ini orang tua yang berakal akan berperan sebagai teman akrab bagi anaknya dan dengan pengalaman dan pikiran jangka panjangnya mereka menjaga si anak hingga jangan sampai terjerumus ke dalam penyimpangan sosial. Anakanak membutuhkan perlindungan dan kasih sayang kedua orang tuanya. kemudian baru mendidik mereka mengenai prinsip-prinsip moral dan akhlak.[9] Anak-anak yang tidak mendapatkan ketenangan jiwa ia akan mengalami kegelisahan. Sebaliknya jika lingkungan keluarga penuh dengan kasih sayang dan keakraban anak akan mampu menjaga kestabilan jiwanya. Kedua orang tua harus mewujudkan lingkungan keluarga yang hangat dan menghadapi anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. bahkan mereka akan juga menghadapi pelbagai macam penyimpangan sosial.anaknya. ia tidak percaya diri dan akan mencari tempat lain untuk berlindung. Kedua orang tua harus berusaha mendidik anaknya berdasarkan program yang baik sehingga mereka tidak tersesat dan menjadi orang yang baik serta berguna bagi agamanya. *8+ Dalam lingkungan sosial anak-anak akan menghadapi pelbagai macam kesulitan dan ketidakstabilan sosial. Untuk mencegah hal tersebut kewajiban kedua orang tua adalah menjaga lingkungan keluarga tetap hangat dan harmonis.

Dengan pelbagai bentuk penyimpangan yang ada. Sekaitan dengan ini. karena benih kepribadian seseorang terbentuk dalam lingkungan keluarga. Dalam teks-teks agama. Anak-anak yang hidup dalam kondisi tertekan dengan sendirinya mereka akan mencari pelampiasan kepada orang lain bahkan mereka akan melarikan diri dari rumahnya. serta menjelaskannya kepada anak-anak tentang beragam bentuk penyimpangan sosial. Kembali kepada peran kedua . yang pada hakikatnya ia juga kunci pokok kesalehan. Keluargalah yang menetapkan iman sebagai timbangan dalam perjalanan hidupnya sehingga akan memunculkan manusia-manusia yang beriman. orang tua bisa menjaga anaknya dengan memperkuat rasa percaya diri dan kelayakan diri. apa saja yang jatuh di dalamnya ia akan menerimanya. mereka juga harus dikenalkan akan nilai-nilai dan tolok ukur kemasyarakatan sehingga ketika mereka menyaksikan tindakan-tindakan yang tidak pantas dengan sendirinya mereka akan paham bahwa tindakan semacam itu tidak sesuai dengan sistem nilai kemasyarakatan kemudian mereka pun akan berupaya menjaga dirinya dari hal itu.[11] 3. oleh karena itu aku mengajarimu dengan adab sebelum hatimu keras. dan juga kebebasan dan kemandirian pada diri mereka dengan cara menghormati dan menghargai mereka. Selain orang tua mengenalkan kepada anak-anak beragam bentuk penyimpangan sosial.Jika hubungan antara ayah dan anak atas dasar ancaman dan paksaan maka dengan berjalannya waktu hubungan keduanya akan merenggang.[12] 4. Membiasakan Anak-anak dengan Nilai-nilai Spiritual. karena keluarga adalah institusi awal satuan pendidikan dan sosial yang bersistem konstan (terus menerus dan berkestabilan) dan ia memiliki peran dasar dalam memenuhi kebutuhan hidup dan kejiwaan anak-anak serta pembentukan pribadi mereka.[13] Sedang keluarga adalah tempat yang paling awal dalam membentuk manusia. dan akhlak. Imam Ali as pernah bertutur kepada Imam Hasan as.[10] Maka kewajiban kedua orang tua di hadapan pelbagai macam penyimpangan sosial adalah meneliti dengan baik faktor-faktor yang berperan dalam menyebarluaskan serangan budaya negatif dan penyimpangan sosial. furuuddin. Sikap yang dilakukan anak-anak ini menunjukkan akan bagusnya pendidikan keluarga. serta kebanggaan beragama dan nasionalisme. Iman tampak dalam tiga aspek dasar agama yaitu usuluddin. bahwa sesungguhnya hati pemuda bagaikan tanah kosong yang tidak ada tanamannya. iman merupakan inti kecenderungan dalam mempertimbangkan agama.

Kekerasan. kesucian. tingkah laku yang baik yang merupakan bagian dari akhlak norma sosial dan norma pribadi seperti ketakwaan. kemuliaan diri. Sebab-sebab munculnya penyimpangan karena struktur keluarga antara lain: 1. baik sangka kepada Allah dan hubungan manusia dengan akhirat seperti: yakin akan kehidupan setelah mati. menjaga diri. keyakinan. yakin dengan akibat perbuatan dan masalah keluarga seperti menghormati dan menyayangi kedua orang tua. Penyimpangan karena Struktur Keluarga dan Nilai-Nilai Pendidikan[14] Sebelum pembahasan ini berakhir kita coba untuk mengkaji penyimpangan yang terjadi karena unsur pendidikan yang ada dalam keluarga. Karena penyimpangan yang terjadi bila penyebabnya adalah masalah sosial maka bila kondisi budaya masyarakat sudah jauh dari nilai-nilai Islam yang pertama kali harus dilakukan oleh kedua orang tua adalah menjaga anak-anaknya dalam bingkai yang sudah kita sebutkan di atas. membentuk rumah tangga. harapan. Memanjakan anak. dan ikhlas serta hubungan manusia dengan Tuhannya seperti ma’rifat. zikir. dan juga membiasakan anak-anak dengan nilai-nilai spiritual. syukur. membaca dan memikirkan ayat-ayat al-Quran. hubungan dengan famili dan sebaginya. maka kedua orang tua. tawakal. Kekerasan dan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya sebagai penyebab penyimpangan anak karena dengan kekerasan yang menimpa anak maka ia akan mengalami tekanan-tekanan jiwa. menjaga hak-hak orang lain. ibadah. Tentunya nilai-nilai spiritual agama ini harus dijalankan dalam lingkungan keluarga sesuai dengan tahap pertumbuhan mereka seperti beramanat. .orang tua dalam menjaga anak-anak di hadapan penyelewengan sosial. taubat. mengajak kepada kebaikan. dituntut untuk bisa menjalankan ketiga aspek dasar ini dalam kehidupan diri dan anak-anaknya. 2.

Yatim. 4. tidak bermasyarakat dan pendosa. Anak yang demikian ini tidak akan mampu menerima teladan yang ada dalam lingkungannya dengan teratur. Usia orang tua. Hobbes mengatakan. Sikap ayah atau ibu tiri yang tidak baik terhadap anak kecil akan membuatnya kurang kasih sayang dan pengeluyuran dan keganasan. . Keluarga yang tidak berjalan sesuai dengan zamannya dan berharap anak-anaknya hidup dengan cara yang kuno akan menghasilkan anak-anak yang jiwanya tidak cocok dengan masyarakat. ‘kebanyakan anakanak yang kondisinya menderita dan gelisah adalah anak-anak dari keluarga yang terpisah dan asing dari kehidupan sosial’.Memanjakan anak khususnya anak tunggal membuat anak jadi celaka. ‘Anak dan keluarganya harus aktif dalam masalah-masalah sosial. 5. Anak yang terlalu dimanja ia tidak akan mandiri dan berharap orang lain membantunya. Kematian ayah atau ibu akan membuat anak terlantar dan terbelakang di sekolah dan di masyarakat serta kejahatan dan ketidakstabilan jiwa. Keterbelakangan keluarga. Menurut Hobbes. 3. Orang tua yang sudah berusia lanjut tidak mampu melakukan reaksi yang seharusnya dilakukan untuk anaknya dan mereka tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik sesuai dengan pendidikan anak. Anak yatim akan mendapatkan masalah baru dengan perpindahan rumah dan perkawinan selanjutnya ayah atau ibu dan adanya ibu tiri atau ayah tiri. akhirnya mereka tidak bisa menghasilkan anak yang bisa hidu dengan baik dan menghormati aturan dan nilai-nilai sosial. Keluarga yang mandek dan mundur akan menghasilkan anak-anak yang pesimis.

8. 9. Hal buta huruf. Tidak adanya kehadiran salah satu kedua orang tua akan menimbulkan masalah pendidikan dan kekacauan jiwa pada anak dan remaja. Bila keluarga tidak memiliki pengetahuan berkaitan dengan keperluan dan potensi serta kejiwaan anak maka akan merugikan kepribadian dan keselamatan jiwa anak yang tidak bisa diganti dan diperbaiki lagi. Maksud pengetahuan orang tua bukan hanya saja bisa membaca dan menulis bahasanya sendiri akan tetapi rendahnya tingkat budaya dan tidak mengetahui masalah-masalah ilmu dan pendidikan akan membangkitkan kejahatan dan penyelewengan. 7. Hadirnya orang tua dalam rumah tangga khususnya ibu memiliki peran penting dalam pendidikan baik kasih sayang maupun kejiwaan anak.6. Kejahatan kedua orang tua atau salah satu anggota keluarga dan kebejatan akhlak mereka memiliki hubungan kuat dengan penyelewengan anak dan remaja. Berdasarkan penelitian yang ada kebanyakan anak-anak nakal adalah anak-anak yang orang tuanya cerai. . Penyelewengan orang tua. Keluarga yang terjangkit penyakit kecanduan dan sebaginya tidak saja tidak bisa mendidik anak dengan baik bahkan perbuatan mereka adalah teladan untuk terseretnya anak ke dalam kejahatan macam-macam penyelewengan. Absennya orang tua dari keluarga. Perpecahan keluarga sangat berpengaruh dalam munculnya perilaku anti masyarakat pada diri anak. Perceraian dan perselisihan keluarga.

anak adalah amanat ilahi yang nantinya kedua orang tua tidak akan bisa lepas dari pertanggungjawaban akan amanat yang dipikulnya itu. 11. Menahan anak atau remaja yang baru pertama kali melakukan pelanggaran sosial akan membangkitkan dia untuk berbuat jahat karena pelajaran yang diambil dari penjahat profesional. maka kemajuan sebuah bangsa akan turut ditentukan oleh hadirnya lingkungan keluarga yang baik pula. Tempat tahanan.10. . Jika setiap lingkungan terkecil itu rusak maka rusaklah bangsa itu juga. Kedua orang tua berkewajiban menjaganya. Oleh karena itu untuk menjaga keselamatan dan pendidikan anak-anak yang demikian ini harus ada pakar-pakar khusus yang menangani mereka sehingga tidak belajar dari para penjahat yang sudah profesional. Diskriminasi di antara anak-anak. Simpul kata. dengan menyadari bahwa lingkungan keluarga adalah kelompok terkecil sebuah masyarakat. baik dari sisi jasmani maupun rohani dan anak-anak adalah tunas bangsa dan agama. Di samping itu.

Perilaku Menyimpang 4 Votes A. Bruce J Cohen Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat. 3.Z. Pengertian Perilaku Menyimpang Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Ciri-ciri Perilaku Menyimpang Menurut Paul B Horton penyimpangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut. artinya penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya. antara lain sebagai berikut: 1. Lawang Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas. B. 1. Penyimpangan harus dapat didefinisikan. Robert M. James Vender Zender Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang. . 2. Ada beberapa definisi perilaku menyimpang menurut sosiologi.

Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka. 1. Antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. Penyimpangan positif Penyimpangan positif merupakan penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang didambakan. melainkan ada yang positif. C. Penyimpangan sosial bersifat adaptif. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak. 2. Contoh seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga. Contoh pembunuhan. penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua macam. pemerkosaan. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. artinya budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. 6.2. artinya perbedaannya ditentukan oleh frekuensi dan kadar penyimpangan. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan sebenarnya tidak selalu berarti negatif. Jenis-jenis Perilaku Menyimpang . artinya perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. Penyimpangan negatif Penyimpangan negatif merupakan tindakan yang dipandang rendah. Dengan demikian. 4. dicela dan pelakunya tidak dapat ditolerir masyarakat. melanggar nilainilai sosial. meskipun cara yang dilakukan menyimpang dari norma yang berlaku. 5. tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka. Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. D. pencurian dan sebagainya. Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak. 3.

E. pemerkosaan dan sebagainya. penyimpangan dibedakan menjadi penyimpangan individual dan penyimpangan kelompok. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara. Contoh geng penjahat. Contohnya: pengemudi yang sesekali melanggar lalu lintas. tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang 1.Menurut Lemert (1951) Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan sekunder. 2. Penyimpangan sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna . Misalnya orang yang mabuk terus menerus. 1. Contoh: seseorang yang sendirian melakukan pencurian. Penyimpangan Primer Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Sedangkan menurut pelakunya. Penyimpangan Sekunder Penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus sehingga para pelakunya dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. Contoh seorang yang sering melakukan pencurian. 1. 2. Penyimpangan individual Penyimpangan individual adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau individu tertentu terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap norma-norma masyarakat. penodongan.

Penyimpangan karena hasil proses sosialisasi subkebudayaan menyimpang Subkebudayaan adalah suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan. geng penjahat. Teori Labeling Menurut Edwin M. F. koran. Lemert. sopan santun. televisi dan sebagainya. khususnya dengan orangorang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. ketaatan dan lain-lain. seorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. Ini terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna dimana agen-agen sosialisasi tidak mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. Perilaku yang terlihat dari anak tersebut misalnya tidak mengenal disiplin. Contoh kelompok menyimpang diantaranya kelompok penjudi. Unsur budaya menyimpang meliputi perilaku dan nilai-nilai yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang bertentangan dengan tata tertib masyarakat.Karena ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya. majalah. Penyimpangan sebagai hasil proses belajar yang menyimpang Proses belajar ini melalui interaksi sosial dengan orang lain. Penyimpangan inipun dapat belajar dari proses belajar seseorang melalui media baik buku. Contohnya seseorang yang berasal dari keluarga broken home dan kedua orang tuanya tidak dapat mendidik si anak secara sempurna sehinga ia tidak mengetahui hak-hak dan kewajibanya sebagai anggota keluarga maupun sebagai anggota masyarakat. dan lain-lain. Teori-Teori Penyimpangan Penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat dapat dipelajari melalui berbagai teori. cap dan merk yang ditujukan oleh masyarakat ataupun . 1. diantaranya sebagai berikut. 2. pemakai narkoba. 3. seseorang menjadi orang yang menyimpang karena proses labelling berupa julukan.

Inovasi Inovasi adalah sikap seseorang menerima secara kritis cara-cara pencapaian tujuan yang sesuai dengan nlai-nilai budaya sambil menempuh cara baru yang belum biasa dilakukan. c. Teori Anomi Robert K Merton Robert K. agar terjadi penyimpangan seseorang harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana caranya menjadi seorang yang menyimpang. Retreatisme . d. 3. 2. Ritualisme Ritualisme adalah sikap seseorang menerima cara-cara yang diperkenalkan sebagai bagian dari bentuk upacara (ritus) tertentu. Merton menganggap anomie disebabkan adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara yang diapakai untuk mencapai tujuan tersebut. Sutherland. b. Teori Hubungan Diferensiasi Menurut Edwin H. namun menolak tujuan-tujuan kebudayaannya. Menurut Merton terdapat lima cara pencapaian tujuan budaya. yaitu: a. Mula-mula seseorang akan melakukan penyimpangan primer (primary deviation) yang mengakibatkan ia menganut gaya hidup menyimpang (deviant life style) yang menghasilkan karir menyimpang (deviant career). Pengajaran ini terjadi akibat interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain yang berperilaku menyimpang. Konformitas Konformitas adalah sikap yang menerima tujuan budaya yang konvensional (biasa) dengan cara yang juga konvensional.lingkungan sosialnya.

norma sosial dan agama. 2) Mempermudah penyaluran dan perbuatan seksual.Retreatisme adalah sikap seseorang menolak baik tujuan-tujuan maupaun cara-cara mencapai tujuan yang telah menajdi bagian kehidupan masyarakat ataupun lingkungan sosialnya. 2. dan norma-norma sosial. 5) Melepaskan diri dari kesepian. ada beberapa penyebab seseorang remaja memakai narkoba. Dampak negatif yang ditimbulkan akan menyebabkan berkurangnya produktivitas seseorang selama pemakaian bahan-bahan tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian. 4) Membuktikan keberanianya dalam melakukan tindakan berbahaya seperti kebutkebutan dan berkelahi. Menurut Graham Baliane. Penyalahgunaan Narkoba Merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai. 6) Sekedar iseng dan didorong rasa ingin tahu. G. Pemberontakan Pemberontakan adalah sikap seseorang menolak sarana dan tujuan-tujuan yang disahkan oleh budaya masyarakatnya dan menggantikan dengan cara baru. dan kebosanan. Penyimpangan seksual . guru. 9) Mengisi kekosongan. e. 3) Menunjukkan tindakan menentang otoritas orang tua. antara lain sebagai berikut: 1) Mencari dan menemukan arti hidup. kesepian. 7) Mengikuti teman-teman untuk menunjukkan rasa solidaritas 8) Menghilangkan frustasi dan kegelisahan hidup. Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang 1.

4. maupun sosial. 3) Homoseksual adalah hubungan seksual yang dilakukan sesama laki-laki. Kenakalan Remaja Gejala kenakalan remaja tampak dalam masa pubertas (14 – 18 tahun). Situasi yang menjemukan dan membosankan. Tawuran pelajar berbeda dengan perkelahian biasa. Contoh perbuatan kenakalan seperti pengrusakan tempat/fasilitas umum. seperti lingkungan kumuh dan penuh kejahatan. Penyebab kenakalan remaja antara lain sebagai berikut. Penyebab penyimpangan seksual antara lain adalah pengaruh film-film porno. 4) Pedophilia adalah memuaskan kenginan seksual dengan menggunakan kontak seksual dengan anak-anak. Lingkungan keluargayang tidak harmonis. 3. . 2) Lesbian yaitu hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita. Sehingga seringkali pemabuk melakukan keonaran. Lingkungan masyarakat yang tidak menentu bagi prospek kehidupan masa mendatang. 6) Kumpul kebo adalah hidup seperti suami istri tanpa nikah. b. buku dan majalah porno. Tawuran pelajar dapat digolongkan sebagai patologi (penyakit) karena sifatnya yang kompleks dengan penyebab dan akibat yang berbeda-beda. Orang yang mengkonsumsinya akan kehilangan kemampuan mengendalikan diri. perkelahian. hingga pembunuhan. penggunaan obat terlarang. karena pada masa ini jiwanya masih dalam keadan labil sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Contoh penyimpangan seksual antara lain sebagai berikut: 1) Perzinahan yaitu hubungan seksual di luar nikah. pencurian. a. c. Salah satu bentuk tawuran tersebut adalah tawuran pelajar. perkelahian atau tawuran dan lain sebagainya. Alkoholisme Alkohol disebut juga racun protoplasmik yang mempunyai efek depresan pada sistem syaraf.Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan. 5) Gerontophilia adalah memuaskan keinginan seksual dengan orang tua seperti kakek dan nenek. psikologis. baik secara fisik.

Misalnya: kumpul kebo di Indonesia dianggap penyimpangan. Penyimpangan Primer (Primary Deviation) Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat.di masyarakat barat merupakan hal yang biasa dan wajar. Lawang. B.Perilaku Penyimpangan Sosial A. Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk: 1. Contoh: di masyarakat seorang pemimpin idealnya bertindak sebagai panutan atau pedoman. Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. melainkan berdasarkan ukuran longgar tidaknya norma dan nilai sosial suatu masyarakat. James W. tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. menjadi teladan namun kadangkala terjadi pemimpin justru memberi contoh yang salah. sadar atau tidaksadar pernah kita alami atau kita lakukan. Robert M. Penyimpangan Sekunder (secondary deviation) Penyimpangan yang berupa perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai perilaku menyimpang. besar atau kecil. Lemert (1951). sehingga menimbulkan perilaku menyimpang. seperti melakukan KKN. Van Der Zanden. Pengertian Penyimpangan Sosial Penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang. Longgar/tidaknya nilai dan norma. 2. Penyimpangan perilaku merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi. Menurut James W. karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya. Z. Sosialisasi yang tidak sempurna. Karena masyarakat mentolerir tindakan tersebut maka terjadilah . Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun. Ukuran perilaku menyimpang bukan pada ukuran baik buruk atau benar salah menurut pengertian umum. Norma dan nilai sosial masyarakat yang satu berbeda dengan norma dan nilai sosial masyarakat yang lain. faktor-faktor penyimpangan sosial adalah sebagai berikut: 1.Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilainilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lain penyimpangan (deviation) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (conformity) terhadap kehendak masyarakat. dalam skala luas atau sempit tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat. Di masyarakat sering terjadi proses sosialisasi yang tidak sempurna. Definisi Penyimpangan Sosial. Van Der Zanden. Pelaku didominasi oleh tindakan menyimpang tersebut. Penyimpangan ini tidak bisa ditolerir oleh masyarakat Faktor-faktor Penyimpangan Sosial. 2. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara.

Biologis Misalnya orang yang lahir sebagai pencopet atau pembangkang. 3. Ciri-ciri fisik tersebut antara lain: bentuk muka. penyimpangannya disebut pelanggar. norma sosial dan agama. c. Kategori Penyimpangan Individual. Yang termasuk dalam tindak penyimpangan individual antara lain: 1. D. 2. d. Menurut Casare Lombroso. perilaku menyimpang disebabkan oleh faktor-faktor: 1. Dapat juga karena pengalaman traumatis yang dialami seseorang. 3. Penyalahgunaan narkoba. Tidak taat kepada peringatan orang-orang yang berwenang di lingkungannya. Ia membuat penjelasan mengenai “si penjahat yang sejak lahir”. merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai. . Sosiologis Menjelaskan sebab terjadinya perilaku menyimpang ada kaitannya dengan sosialisasi yang kurang tepat. Individu tidak dapat menyerap norma-norma kultural budayanya atau individu yang menyimpang harus belajar bagaimana melakukan penyimpangan C. yaitu suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan/ pada umumnya. b. penyimpangannya disebut pembandel. Melanggar norma-norma umum yang berlaku. Psikologis Menjelaskan sebab terjadinya penyimpangan ada kaitannya dengan kepribadian retak atau kepribadian yang memiliki kecenderungan untuk melakukan penyimpangan. Mengabaikan norma-norma umum.tindak perilaku menyimpang. menimbulkan rasa tidak aman/tertib. kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya. penyimpangannya disebutperusuh atau penjahat. Penyimpangan Individual (Individual Deviation) Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaanyang telah mapan. Sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang. kedua alis yang menyambung menjadi satu dan sebagainya. penyimpangannya disebut pembangkang. Penyimpangan yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannya dapat dibagi menjadi beberapa hal. Berdasarkanciri-ciri tertentu orang bisa diidentifikasi menjadi penjahat atau tidak. antara lain: a. Perilaku menyimpang terjadi pada masyarakat yang memiliki nilai-nilai sub kebudayaan yang menyimpang. Penyimpangan ini disebabkan oleh kelainan jiwa seseorang atau karena perilaku yang jahat/tindak kriminalitas. Tidak patuh nasihat orang tua agar mengubah pendirian yang kurang baik.

Pelacuran lebih disebabkan oleh tidak masaknya jiwa seseorang atau pola kepribadiannya yang tidak seimbang. umumnya sebagai akibat pengaruh pergaulan/teman. Tawuran/perkelahian pelajar. pembunuhan.Kesatuan dan persatuan dalam kelompok dapat memaksa seseorang ikut dalam kejahatan kelompok. Contoh: tradisi yang mewajibkan mas kawin yang tinggi dalam masyarakat tradisional banyak ditentang karena tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman. tindakan yang bertentangan dengan norma hukum. membentuk geng-geng yang membuat onar dsb. melainkan sekedar untuk balas dendam atau pamerkekuatan/unjuk kemampuan. Demikian juga tawuran yang terjadi antar kelompok/etnis/warga yang akhir-akhir ini sering muncul. Penyimpangan kebudayaan. Pelacuran dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan menyerahkan diri kepada umum untuk dapat melakukan perbuatan sexual dengan mendapatkan upah. sekelompok orang melakukan tindakan-tindakan menyerempet bahaya. Tujuan perkelahian bukan untuk mencapai nilai yang positif. 3.2.kekuasaan. perampokan dan pemerkosaan. penipuan. sosial dan agama. 5. supaya jangan disingkirkan dari kelompoknya.Penyimpangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang beraksi secara bersama-sama (kolektif). Kenakalan Remaja. misalnya kebut-kebutan. karena keinginan membuktikan keberanian dalam melakukan hal-hal yang dianggap bergengsi. kekayaan.penganiayaan. Sikap eksentrik E. 6. 2. Tindak kejahatan/kriminal. Penyimpangan yang dilakukan kelompok. Pelacuran 4. Gaya hidup. Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Individu . Yang termasuk ke dalam tindak kriminal antara lain: pencurian. karena ketidakmampuan menyerap norma-norma kebudayaan kedalam kepribadian masing-masing individu dalam kelompok maka dapat terjadi pelanggaran terhadap norma-norma budayanya. F. penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari perilaku umum atau biasanya. Penyimpangan yang dilakukan secara kelompok/kolektif antara lain: 1. Apabila seseorang dalam kehidupannya mengalami sosialisasi yang tidak sempurna. maka akan muncul 3. Penyimpangan ini antara lain: Sikap arogansi Kesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya seperti kepandaian. perkelahian antar pelajar termasuk jenis kenakalan remaja yang pada umumnya terjadi di kota-kota besar sebagai akibat kompleknya kehidupan dikota besar. Proses sosialisasi yang tidak sempurna. Mereka patuh pada norma kelompoknya yang kuat dan biasanya bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. Penyimpangan Kolektif (Group Deviation) Penyimpangan kolektif yaitu: penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama atau secara berkelompok.

Pengucilan melalui agama. hilangnya harta benda bahkan nyawa. Setiap tindakan yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat akan dianggap sebagai penyimpangan dan harus ditolak. Merton mengemukakan teori yang menjelaskan bahwa perilaku menyimpang itu merupakan penyimpangan melalui struktur sosial. Terkucil. merasa bersalah bahkan merasa menyesal telah melanggar nilai-nilai dan norma masyarakatnya. Sekecil apapun rasa bersalah itu pasti akan muncul karena tindak penyimpangan tersebut telah merugikan orang lain. Lama kelamaan berkumpullah berbagai individu pelaku penyimpangan menjadi penyimpangan kelompok. tindak kejahatan / kriminal. maka berdampaklah bagi si individu tersebut hal-hal sebagai berikut: 1. penyimpangan seksual. 1. maka tindak . mustahil seorang pelaku tindak penyimpangan tidak pernah merasa malu. Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Masyarakat Seorang pelaku penyimpangan senantiasa berusaha mencari kawan yang sama untuk bergaul bersama. sehingga sekeluarnya dari penjara akan membentuk „kelompok penjahat‟. tindak kejahatan. tindak kekerasan seorang kadangkala hasil penularan seorang individu lain.Seseorang yang melakukan tindak penyimpangan oleh masyarakat akan dicap sebagai penyimpang (devian). Terganggunya keseimbangan social. misalnyapada pelaku penyalahgunaan narkoba dan kelainan seksual 3. melalui penjara. Pengucilan secara hukum. terlebih-lebih pada penyimpangan yang memang diakibatkan dan yang mempunyai sasaran pada jaringan otaknya. antara lain: hukum. secara umum pelaku penyimpangan sosial akan tertekan secara psikologis karena ditolak oleh masyarakat. umumnya dialami oleh pelaku penyimpangan individual. G. Rasa bersalah. Dampak yang ditimbulkan selain terhadap individu juga terhadap kelompok/masyarakat. adat/budaya dan agama. kurungan. sehingga dalam masyarakat muncullah kriminalitas-kriminalitas baru. Sebagai tolok ukur menyimpang atau tidaknya suatu perilaku ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. 2. sebagai manusia yang merupakan mahluk yang berakal budi. pada agama tertentu (contohnya: Katolik) ada hak-hak tertentu yang tidak boleh diterima oleh si pelaku penyimpangan. Kriminalitas. akhirnya bermuara kepada penentangan terhadap norma masyarakat. Baik penyimpangan ringan maupun penyimpangan berat akan berdampak pada terganggunya perkembangan mental atau jiwanya. Robert K. dsb. misalnya tidak boleh menerima sakramen tertentu bilamana seseorang melakukan tindakan penyimpangan (berdosa). 2. Pengucilan dalam berbagai bidang. antara lain pelaku penyalahgunaan narkoba. sehingga tindak kejahatan akan muncul berkelompok dalam masyarakat. Contoh: seorang residivis dalam penjara akan mendapatkan kawan sesama penjahat.Pengucilan kepada pelaku penyimpangan dilakukan oleh masyarakat dengan tujuan supaya pelaku penyimpangan menyadari kesalahannya dan tindak penyimpangannya tidak menulari anggota masyarakat yang lain. Akibat tidak diterimanya/ditolak perilaku individu yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat. dengan tujuan supaya mendapatkan „teman‟. Karena masyarakat merupakan struktur sosial. Terganggunya perkembangan jiwa.

.html Teori Mengenai Penyimpangan a. perilaku menyimpang melibatkan seluruh mekanisme yang berlaku dalam proses belajar. 5. Perilaku menyimpang dipelajari oleh seseorang dalam interaksinya dengan orang lain. atau dibatasi untuk menjelaskan tindakan menyimpang bukan perilaku menyimpang. 8. Perilaku menyimpang terjadi dalam kelompok personal yang intim dan akrab. Tetapi teori-teori terbatas lebih mempunyai lingkup penjelasan yang terbatas. 2. 3. Beberapa teori terbatas adalah untuk jenis penyimpangan tertentu saja. atau budaya. 3. Sehingga nilai dan norma menjadi pudar kewibawaannya untuk mengatur tata tertib dalam masyarakat. Teori Labeling Teori-teori umum tentang penyimpangan mencoba menjelaskan semua bentuk penyimpangan. perilaku menyimpang tidak dapat dijelaskan melalui kebutuhan dan nilai umum. 4. 7. karena tindak penyimpangan sebagai eksesnya. antara lain : 1. Karena pelaku penyimpangan tidak mendapatkan sangsi yang tegas dan jelas.penyimpangan pasti akan berdampak terhadap masyarakat yang akan mengganggu keseimbangan sosialnya. b. maka muncullah sikap apatis pada pelaksanaan nilai-nilai dan norma dalam masyarakat. Pudarnya nilai dan norma. seorang yang melakukan penyimpangan karena lebih menguntungkan bila ia melakukan penyimpangan. kelompok. Sutherland memandang bahwa perilaku menyimpang bersumber pada pergaulan yang berbeda (diffrential assosiation). asosiasi difrensial memiliki sembilan perposisi. 6. 9. Teori differential association (Edwin H Sutherland) Edward H. Juga karena pengaruh globalisasi di bidang informasi dan hiburan memudahkan masuknya pengaruh asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia mampu memudarkan nilai dan norma. artinya seorang individu mempelajari suatu perilaku meyimpang dan interaksinya dengan seorang individu yang berbeda latar belakang asal. Perilaku menyimpang merupakan hasil dari proses belajar atau yang dipelajari. atau untuk bentuk substantif penyimpangan tertentu (seperti alkoholisme dan bunuh diri). kontrol dan konflik adalah contoh-contoh teori-teori terbatas yang didiskusikan. petunjuk petunjuk tsb.blogspot. sumber: http://uhangdusun.com/2009/06/perilaku-penyimpangansosial_22. Dalam bab ini perpektif-perpektif labeling. Hal-hal yang dipelajari dalam proses terbentuknya perilaku menyimpang adalah teknis teknis penyimpangan dan petunjuk khusus tentang motif perilaku menyimpang. Terbentuknya asosiasi difrensial bervariasi. Dipelajari dari definisi norma yang babik atau buruk. Apabila doperinci.

Jika seseorang merasa dekat dengan kelompok konvensional. Tapi jika ada jarak sosial sebagai hasil dari putusnya ikatan. khususnya dalam mempertahankan diri dari pemberian label. Ritualisme :Terjadi apabila seseorang menerima cara . Ditutupnya peran konvensional bagi seseorang dengan pemberian stigma dan label. Sebagian besar orang menganut norma-norma masyarakat dalam waktu yang lama.Perspektif labeling mengetengahkan pendekatan interaksionisme dengan berkonsentrasi pada konsekuensi interaksi antara penyimpang dengan agen kontrol sosial. Teori ini memperkirakan bahwa pelaksanaan kontrol sosial menyebabkan penyimpangan.tujuan kebudayaan. Untuk masuk kembali ke dalam peran sosial konvensional yang tidak menyimpang adalah berbahaya dan individu merasa teralienasi. c. pemberian sanksi dan label yang dimaksudkan untuk mengontrol penyimpangan malah menghasilkan sebaliknya. Teori anomi menempatkan ketidakseimbangan nilai dan norma dalam masyarakat sebagai penyebab penyimpangan. menyebabkan orang tersebut dapat menjadi penyimpang sekunder. Teori Kontrol Perspektif kontrol adalah perspektif yang terbatas untuk penjelasan delinkuensi dan kejahatan. Teori ini meletakkan penyebab kejahatan pada lemahnya ikatan individu atau ikatan sosial dengan masyarakat. e. sedikit sekali kecenderungan menyimpang dari aturan-aturan kelompoknya. d. Robert K merton : mengkaji pada jenjang makro yaitu pada jenjang stuktur sosial: a. Teori Anomie Teori anomi adalah teori struktural tentang penyimpangan yang paling penting selama lebih dari lima puluh tahun. sebab pelaksanaan kontrol sosial tersebut mendorong orang masuk ke dalam peran penyimpang. d. Individu dan kelompok dalam masyarakat seperti itu harus menyesuaikan diri dan beberapa bentuk penyesuaian diri itu bisa jadi sebuah penyimpangan. seseorang merasa lebih bebas untuk menyimpang. Retreatism (pengasingan diri) : timbul apabila seseorang menolak tujuan – tujuan yang disetujui maupun cara2 pencapaian tujuan itu. Konformitas : pelaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan masyarakat. c. Kelompkkelompok yang lemah ikatan sosialnya (misalnya kelas bawah) cenderung melanggar hukum karena merasa sedikit terikat dengan peraturan konvensional. atau macetnya integrasi sosial. e. Kelompok yang mengalami lebih banyak ketegangan karena ketidakseimbangan ini (misalnya orang-orang kelas bawah) lebih cenderung mengadaptasi penyimpangan daripada kelompok lainnya. b. sementara orang atau kelompok lainnya melakukan penyimpangan.cara yang diperkenankan secara kultural tetapi menolak tujuan . Inovasi : terjadi apabila seseorang menerima tujuan yang sesuai dengan nilai2 budaya dan diidam2kan masyarakat tetapi menolak norma2 atau kaidah2 yang berlaku. Rebellion (pemberontakan) : terjadi apabila orang menolak sarana maupun tujuan yang disahkan oleh kebudayaan dan menggantikannya dengan yang lain. di mana tujuan-tujuan budaya lebih ditekankan dari pada cara-cara yang tersedia untuk mencapai tujuantujuan budaya itu. Menurut teori labeling. Teori Konflik Teori konflik adalah pendekatan terhadap penyimpangan yang paling banyak .

sumber: http://bata-blog. misalnya norma yang menganjurkan hubungan heteroseksual. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. Ia adalah teori penjelasan norma. Penyimpangan juga dapat terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakat Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. sementara iklan rokok begitu menarik.com/2009/02/penyimpangan-sosial. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. peraturan dan hukum daripada penjelasan perilaku yang dianggap melanggar peraturan. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpang.html . Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya.norma masyarakat yang berlaku. menghindari bunuh diri karena alasan moral dan agama. Peraturan datang dari individu dan kelompok yang mempunyai kekuasaan yang mempengaruhi dan memotong kebijakan publik melalui hukum. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok.diaplikasikan kepada kejahatan. walaupun banyak juga digunakan dalam bentukbentuk penyimpangan lainnya. 3. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. Beberapa kelompok yang sangat berkuasa membuat norma mereka menjadi dominan. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. 2. 4. tidak kecanduan minuman keras. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. membuang sampah sembarangan. Norma sosial lainnya mengikuti pola berikut ini. Kelompok-kelompok elit menggunakan pengaruhnya terhadap isi hukum dan proses pelaksanaan sistem peradilan pidana. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok 5.blogspot. LATAR BELAKANG SEBAB SEBAB TERJADINYA PENYIMPANGAN SOSIAL 1. Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. Pertentangan antar agen sosialisasi Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan.

Apapun komentarmu. tentu tubuh kita akan merasa sakit. misalnya: alkoholisme. Sakitnya masyarakat ini bisa dalam bentuk keresahan atau ketidak tenteraman kehidupanan masyarakat.penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anggota masyarakat itu sendiri. tawuran antar pelajar dan mabuk . maka perjudian. Apa komentar kalian berkaitan dengan gambar tersebut. di atas menggambarkan adanya perilaku kehidupan anggota masyarakat yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu ketenteraman masyarakat.PENYAKIT SOSIAL 1. Sebenarnya penyakit sosial itu tidak hanya perjudian. terjadinya tawuran pelajar dan kecanduan narkoba. Oleh karena itulah. Begitu pula masyarakat yang diserang virus. Gambar tersebut menunjukkan orang yang sedang bermain judi. Andaikan tubuh kita diserang virus. Masih banyak perilaku masyarakat yang bisa disebut menjadi virus penyebab penyakit sosial. Masyarakat akan resah dan merasa tidak tenteram. . Faktor apa yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit masyarakat tersebut!? Para ahli sosiologi (sosiolog) menyatakan bahwa penyakit sosial itu timbul karena adanya pelanggaranpelanggaran yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang terhadap norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat. Pelanggaran terhadap norma dan aturan masyarakat inilah yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial.mabukan tersebut akan menjadi virus bagi mengganggu kehidupan masyarakat. tentu masyarakat tersebut akan merasa sakit. Dari uraian tersebut. penyalahgunaan Napza. perjudian. karena dapat menimbulkan keresahan dan ketidak . Apabila kejadian tersebut terus terjadi dalam masyarakat. tawuran antar pelajar dan mabukmabukan saja. Berbagai perilaku masyarakat ini dapat dikategorikan sebagai penyakit sosial. pada dasarnya penyakit sosial itu ditimbulkan oleh adanya penyimpangan . pelacuran. dan mungkin masih banyak lagi perilaku masyarakat yang bisa menimbulkan keresahan dan mengganggu keteraman masyarakat. Pengertian Penyakit Sosial Para siswa perhatikan gambar berikut ini. Dengan demikian.tenteraman kehidupan masyarakat. tawuran antar pelajar dan mabuk . lalu apa yang dimaksud dengan penyakit sosial? Siapa yang dapat mendefinisikai pengertian penyakit sosial? Mari kita cocokkan jawaban kalian dengan pengertian penyakit sosial berikut ini.mabukan itu dikategorikan sebagai penyakit masyarakat atau penyakit sosial.

dipergunjingkan. Yang sembunyi . adu ayam jago. Kalian pasti sudah tahu bahwa tidak ada orang yang kaya karena berjudi. alkoholisme. dan norma .sembunyi sampai yang bersifat terbuka.nilai. Bentuk . bermain kartu. dengan menyadari adanya sebuah resiko dan harapan terterntu pada peristiwa permainan. tetapi juga melanggar norma hukum. nilai .kaidah. Sedangkan secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap KUHP yang harus dipertanggung jawabkan di pengadilan. Perjudian sudah ada di muka bumi ini beribu .2. dalam bermain kelereng. maka akan mendapat sanksi baik oleh masyarakat maupun berupa sanksi hukum. lalu apa sebenarnya definisi perjudian itu. Misalnya. perjudian.ribu tahun yang lalu. yaitu mempertaruhkan suatu nilai atau sesuatu yang dianggap nilai. Perjudian merupakan penyakit sosial yang sangat buruk. a.sembunyi misalnya Togel (totohan gelap). Pelanggaran ini tidak saja hanya pada adat dan kebiasaan masyarakat. tidak dihargai dan lain sebagainya. Sedangkan judi yang terbuka.kadang kita tanpa sadar telah melakukan perbuatan yang mengandung unsur perjudian secara kecil kecilan. permainan kartu dengan taruhan sejumlah uang. Semua itu menunjukkan bahwa dalam permainan tersebut ada unsur perjudian. yang kalah akan memberikan atau melakukan sesuatu sesuai kesepakatan. Dalam bermain pun kadang . Kalian ada yang tahu? Mari cermati definisi perjudian berikut ini. Perjudian adalah pertaruhan dengan sengaja. Jenis judi bermacam . pelacuran dikategorikan sebagai penyakit sosial. lempar dadu. perlombaan dan kejadian . dan sebagainya siapa yang menang akan mendapatkan hadiah tertentu. Perjudian Perjudian merupakan salah satu bentuk penyakit sosial. Bentuk bentuk penyakit sosial tersebut menimbulkan dampak negatif bagi invidu yang melakukan dan masyarakat sekitarnya. penyalahgunaan Napza. Ada sesuatu yang dipertaruhkan dalam permainan itu.macam dari yang bersifat sembunyi . misalnya kuis dengan SMS dengan sejumlah hadiah uang atau barang. tawuran antar pelajar. .Bentuk Penyakit Sosial Sebagaimana telah disebutkan. Sanksi masyarakat misalnya dikucilkan oleh masyarakat. Dari uraian singkat tadi. Justru banyak orang jatuh menjadi miskin karena judi.norma yang ada dalam masyarakat. Perbuatan judi merupakan perilaku yang melanggar terhadap kaidah .kejadian yang belum pasti hasilnya. Bagi individu atau kelompok yang melakukan perjudian. pertandingan.

dan tidur siang sementara malam hari begadang.nilai moral dan kecakapan sosial sebagaimana layaknya orang . apakah karena pengaruh pergaulan. masalah pertemanan. Napza merupakan zat atau obat . Pada umumnya. merasa rendah diri . pada umumnya karena rasa keingintahuan dan keinginan untuk mencoba. merah. menimbulkan ketidakmampuan dalam fungsi sosial. ataupun sanksi hukum jika terkait dengan pelanggaran terhadap KUHP. alkoholisme. longgarnya norma. bengkak dan merah. atau kehendak sendiri untuk merasakannya yang pada akhirnya menjadi kebiasaan dan meneruskannya. serta susah buang air besar dan kecil.kaidah yang berlaku dalam masyarakat maupun di sekolah. bicara cadel (tidak jelas). dan lain 88 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII sebagainya. Perkelahian antar pelajar merupakan masalah serius mengingat siswa adalah peserta didik yang harus tunduk pada kaidah . akibat narkoba. Akibat yang ditimbulkan sangat kompleks karena Napza dapat merusak kecakapan sosial. dan sekolah. Sementara dampak pada fisik tampak sangat jelas seperti tubuh menjadi kurus.orang normal. Psikotropika. keadaan kurang terurus. tawuran terjadi karena masalah-masalah sepele seperti penghinaan terhadap seseorang. rebutan pacar. merasa resah dan cemas. Tawuran antar pelajar adalah perbuatan yang sangat tidak pantas dilakukan oleh para pelajar. tangan dan lengan bekas tusukan jarus seperti gigitan nyamuk. Napza apabila disalahgunakan pemakaiannya akan menimbulkan ketagihan atau addiction dan merusak. pola pikir yang ingin serba cepat. dan gangguan fisik seperti tubuh semaik kering. perasaan tidak menentu kadang riang kadang murung. Tugas para pelajar adalah belajar. kalian pasti sering mendengar adanya tawuran di kalangan pelajar. Sementara itu keadaan emosi sangat sensitif seperti mudah marah dan sedih. maka akan dikenakan sanksi oleh masyarakat. bibir hitam pucat. suka gemetaran. pemaksaan. sekolah. kalian pernah mendengar isitilah Napza? Ayo siapa yang tahu apa itu Napza. Penderita ketergantungan NAPZA akhirnya tidak lagi memiliki nilai . mudah tersinggung. Terhadap perilaku yang meresahkan ini. bukan tawuran atau berkelahi. cekung. Tawuran Antar Pelajar Para siswa. Napza adalah singkatan dari Narkotika. kumal dan dekil. Orang yang menyalahgunakan Napza. kepribadian. dan Zat Aditif lainnya. layu. Dari permasalahan antar individu kemudian melebar menjadi solidaritas kelompok yang pada gilirannya menimbulkan tawuran masal. Para siswa.b. betapa berbahayanya penyalahgunaan Napza. Penyalahgunaan Napza Para siswa.obatan yang berpengaruh terhadap susunan syaraf atau otak. pekerjaan. muka pucat. Ciincutdz Yap Yaprut c.

dan tidak punya keyakinan diri; cepat curiga, merasa malu dan mudah kecewa; serta apabila berjanji mudanh ingkar. Dampak lain yang sangat destruktif adalah pada perubahan pola pikir yang tidak umum, tidak sempurna dan tidak logis; perilaku yang tidak wajar; keadaan sosial yang tidak lagi dengan kecakapan; serta kebiasaan kebiasaan lain yang jelek seperti mengusap muka, menggarukgaruk kepala, merokok tidak putus-putus, tidur sewaktu duduk, dan lain sebagainya. Perubahan perilaku yang kelihatan mencolok, antara lain meninggalkan ibadah, suka berbohong, membolos sekolah, suka mencuri, dan seks bebas. Selain itu juga akibat akibat negatif lain, seperti malas, suka melawan, merusak barang, atau bahkan mencuri. Dapat dibayangkan tatkala anak keluarga miskin menjadi korban barang setan itu, padahal harganya sangat mahal. Dari mana mereka memperoleh uang untuk membelinya kalau tidak melakukan tindak kriminal, seperti mencuri, menodong, merampok, lalu yang wanita menjual diri dan sebagainya. Dampaknya, Napza telah membuat generasi muda kehilangan masa depan mereka, mengingat penyalahgunaan Napza memiliki dampak yang sangat merusak baik bagi dirinya maupun lingkungannya. Oleh karena itu sangatlah wajar manakala muncul fakta baru bahwa Napza menimbulkan segudang masalah, baik masalah pelacuran, kriminal, dan bahkan paling berpotensi menularkan penyakit HIV Aids yang akhir-akhir ini sangat merebak dalam masyarakat Indonesia. Penyalahgunaan narkotika dan obat - obat terlarang adalah jenis penyakit sosial yang cukup berat. Selain melanggar kode etik masyarakat, perilaku ini juga melanggar hukum. Penggunaan narkotika telah diatur dalam aturan formal sehingga tidak boleh disalahgunakan. Bagi yang menyalahgunakan narkoba, maka akan mendapatkan sanksi hukum sesuai dengan keterlibatannya dalam penyalahgunaan narkoba tersebut. Dalam hal ini misalnya sebagai produsen, pengedar, maupun pemakai akan mendaptkan hukuman yang berbeda-beda. Sebagai pelajar kita harus berprinsip; “belajar yes, narkoba no”. Kita sebagai generasi muda tentunya tidak ingin kehilangan masa depan bukan? Jika menginginkan hidup sempurna, wajar, dan sukses maka jauhilah narkoba dari kehidupan kita.

d. Alkoholisme
Alkoholisme adalah orang yang kecanduan minum - minuman keras yang mengandung alkohol dalam dosis yang tinggi. Penggunaan atau konsumsi alkohol, dapat menimbulkan dampak yang sangat merusak baik bagi individu pemakai maupun bagi masyarakat. Dalam alkohol terdapat racun protopalsmik yang mempunyai akibat menekan pada sistem syaraf. Dengan demikian ketika orang menggunakan atau mengkonsumsi alkohol

secara berlebihan, maka akan mengganggu sistem syarafnya, sehingga tidak mampu mengendalikan diri baik secara psikologis, fisik, maupun sosial. Dampak merusak inilah yang menyebabkan ketika orang mengkonsumsi alkohol akan kehilangan sebagian ingatannya, kemudian melakukan perjudian, pemerkosaan, dan lebih buruk lagi melakukan pembunuhan. Orang - orang yang terlibat dalam alkoholisme baik produsen maupun pemakai dikategorikan sebagai penyakit sosial atau melanggar kaidah - kaidah, nilai - nilai, dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. 90 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII

e. Pelacuran
Pelacuran merupakan peristiwa penjualan diri dengan jalan memperjual belikan badan, kehormatan dan kepribadian kepada banyak orang untuk memuaskan nafsu - nafsu seks, dengan imbalan pembayaran. Pelacuran adalah perbuatan perempuan atau laki laki yang menyerahkan badannya untuk berbuat cabul secara seksual dengan mendapatkan upah. Pelacuran adalah perilaku menyimpang dengan tujuan komersial. Perilaku ini melanggar norma, kaidah, dan nilai - nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Bagi yang melakukan pelacuran, tidak saja akan mendapat sanksi dari masyarakat, melainkan pula sanksi agama. Sampai saat ini pelacuran sulit untuk diberantas. Pelacuran merupakan penyakit sosial yang sangat parah dan sampai sekarang sangat sulit untuk dihilangkan. Munculnya berbagai macam penyakit kelamin yang mematikan seperti halnya HIV Aids adalah akibat buruk dari praktek - praktek pelacuran tersebut. Kalian tentunya tidak ingin terkena penyakit yang mematikan tersebut bukan? Maka jauhilah praktek - praktek buruk tersebut dalam kehidupan kalian agar bisa menjadi manusia yang berkepribadian yang disayang oleh semasa manusia dan di sayang Tuhan. Norma adat pada umumnya melarang pelacuran. Akan tetapi, setiap daerah berbeda peraturannya, dan kebanyakan norma tersebut tidak tertulis. Pelarangan pelacuran pada hukum adat didasarkan pada hal sebagai berikut: tidak menghargai wanita, diri sendiri, dan penghinaan terhadap isteri dan pria yang melacurkan diri, penyakit kotor, dan merugikan orang lain. Pelacuran menimbulkan beberapa akibat. Beberapa akibat yang ditimbulkan oleh pelacuran antara lain sebagai berikut. 1. Menimbulkan dan menyebarluaskan penyakit kelamin. 2. Merusak sendi - sendi kehidupan keluarga.

3. Merusak sendi - sendi moral, hukum, susila dan agama. 4. Adanya pengeksploitasian manusia oleh manusia lain. Wanita - wanita pelacur itu cuma menerima upah sebagian kecil saja dari pendapatan yang harus diterimanya, karena sebagian harus diberikan kepada germo, calo - calo, centeng - centeng, pelindung dan lain - lain. 5. Mendorong terjadinya kriminalitas dan kecanduan barang - barang narkotika.

f. Korupsi
Kalian pasti pernah mendengar kata korupsi. Apa itu korupsi? Korupsi berasal dari bahasa latin, corruptio, atau corrumpere, yang berarti buruk, busuk, rusak,

menggoyahkan atau memutarbalikkan. Korupsi merupakan perilaku penyelewengan dari tugas tertentu yang sengaja dilakukan untuk memperoleh keun tungan pribadi atau kelompoknya, baik uang maupun harta kekayaan. Korupsi diartikan juga sebagai perilaku pejabat maupun pegawai yang secara tidak wajar dan tidak sah memperkaya dri atau kelompoknya dengan cara menyalahgunakan kekuasaan atau kedudukan yang dipercayakan kepadanya. Bab VI Penyakit dan Penyimpangan Sosial 91 Korupsi meerupakan bentuk penyakit sosial dalam masyarakat. Korupsi dapat dilakukan sendiri ataupun kelompok. Untuk sesaat korupsi nampaknya menguntungkan. Akan tetapi korupsi sangat merugikan kehidupan, baik pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara. Bentuk - bentuk korupsi antara lain; penyogokan, penggelapan, pemutarbalikan fakta, penipuan, maupun penggunaan uang negara secara tidak semestinya. Ganjaran bagi koruptor (orang yang melakukan korupsi) adalah hukuman penjara, penyitaan kekayaan dan uang hasil korupsi.

B. PENYIMPANGAN SOSIAL
1. Pengertian Penyimpangan Sosial
Para siswa, coba perhatikan perilaku kehidupan orang-orang di sekitarmu! Kamu mungkin akan menemukan perilaku orang-orang yang tidak benar, di samping yaitu perilaku orang - orang yang tidak sesuai dengan norma - norma dan aturan yang berlaku. Perilaku yang sesuai dengan norma dan aturan inilah yang diharapkan oleh masyarakat, sedangkan perilaku yang tidak benar tentu tidak diharapkan oleh masyarakat. Perilaku yang diharapkan masyarakat ini sering disebut konformitas, sedangkan perilaku yang tidak sesuai dengan harapan norma dan aturan masyarakat disebut penyimpangan sosial. Konformitas dan penyimpangan sosial merupakan dua sisi perilaku masyarakat yang bertentangan. Konformitas cenderung bersifat positif, sedangkan penyimpangan sosial cenderung bersifat negatif. Dalam tatanan kehidupan bermasyarakat tentu ada

Dalam keluarga yang brocken home biasanya hubugan antaranggota keluarga menjadi tidak harmonis.kemungkinan lain yang menjadi penyebab orang melakukan penyimpangan sosial. Mungkin karena pengaruh lingkungannya. aman. tertib. mungkin ingin hal lain daripada yang lain. 2. Keadaan keluarga tidak bisa memberikan ketenteraman dan kebahagiaan pada anggota keluarga. norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat sesuatu yang dihadapi. Oleh karena itulah keadaan keluarga akan sangat mempengaruhi perilaku orang yang menjadi anggota keluarga tersebut. dan mencari kebahagiaan di luar keluarga. mungkin hanya ingin meniru orang lain. Bisa juga diartikan. Norma-norma dan aturan itu dimaksudkan agar kehidupan bermasyarakat dapat berjalan dengan teratur. Dari uraian tersebut. Penyebab Penyimpangan Sosial Mengapa orang melakukan penyimpangan sosial? Faktor apakah yang mendorong mereka melakukan penyimpangan sosial? Tentu ada alasan dan faktor yang mendorong mereka melakukan penyimpangan sosial. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan watak (perangai) seseorang. bertentangan. Dari berbagai penyebab itu kita dapat mengidentifikasi penyebab penyimpangan sosial sebagai berikut. dan masih banyak kemungkinan . dan damai.norma – norma dan aturan yang membatasi perilaku individu maupun kelompok individu. menyimpang atau tidak sesuai dengan norma. Pelanggaran ini dilakukan oleh individumaupun kelompok individu yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial. . Akibatnya setiap anggota keluarga cenderung berperilaku semaunya. aturan maupun harapan lingkungan masyarakat. lalu apa yang dimaksud dengan penyimpangan sosial? Siapa yang dapat mendefinisikai pengertian penyimpangan sosial? Mari kita cocokkan jawaban kalian dengan pengertian penyimpangan sosial berikut ini. mungkin karena ingin mencapai kepuasan hidup. Masingmasing anggota keluarga tidak bisa saling melakukan kendali atas perilakunya. penyimpangan sosial adalah adalah bentuk perbuatan yang mengabaikan nilai. Akan tetapi dalam kenyataannya masih banyak terjadi pelanggaran . Ia tidak menyadari lagi.pelanggaran terhadap norma dan aturan tersebut. mungkin karena ketidakpuasan terhadap Penyimpangan sosial adalah perbuatan atau tingkah laku yang melanggar.  Keadaan keluarga yang carut-marut (broken home) Keluarga merupakan tempat di mana anak atau orang pertama kali melakukan interaksi dengan orang lain.

Contoh-contoh tersebut menggambarkan betapa lingkungan mudah mempengaruhi perilaku seseorang yang berada di lingkungan tersebut. Akibatnya terjadilah penyimpangan sosial dari orang yang bersangkutan. akan cenderung berperilaku seperti preman. yang penting ia bisa melampiaskan kekecewaannya. tetapi keinginannya tidak pernah terpenuhi? Apa akibatnya.norma kemasyarakatan atau tidak. Orang yang hidup di lingkungan penjudi.apakah perilakunya itu melanggar norma . Apa akibatnya.  Persoalan ekonomi Tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi dapat mendorong orang melakukan kegiatan apa saja. akan cenderung ikut mabuk . yang dapat memenuhi kebutuhan ekonominya. tetapi cintanya ditolak oleh orang yang dicintainya? Apa akibatnya jika seorang anak menginginkan sepeda atau motor. Oleh karena itu. orang yang hidup di lingkungan preman. pada hal ia sangat berharap lulus ujian? Tentu rasa kecewa yang ia dapatkan. akan cenderung ikut berjudi. Hal inilah yang selanjutnya menimbulkan penyimpangan sosial dari orang /anak tersebut. asal bisa memperoleh sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. apabila kehidupan lingkungan tidak sesuai dengan norma norma sosial.orang yang berada di lingkungan tersebut. Para pendatang baru yang tidak mampu menyerap nilai dan norma yang berlaku atau tidak sanggup menyerap atau memahami norma budaya masyarakat akan . Pelampiasan rasa kekecewaan dapat menimbulkan perilaku di luar kendali orang yang besangkutan. Bahkan ia tidak lagi menghiarukan norma . Hal inilah yang mendorong terjadinya penyimpangan sosial dari masing-masing anggota keluarga.  Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku Hal ini umumnya terjadi pada para pendatang baru (penduduk baru) di lingkungan yang baru.  Pengaruh lingkungan masyarakat Penyimpangan sosial bisa juga bterjadi karena pengaruh lingkungan. jika seorang siswa tidak lulus ujian. yan penting mereka merasa bahagia. Hal inilah yang menyebabkan orang melakukan kegiatan tanpa menghiraukan norma . maka orang yang berada di lingkungan tersebut cenderung juga berperilaku menyimpang.norma maupun aturan kemasyarkatan. Kekecewaan ini dapat mendorog orang atau anak yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu yang tanpa kendali.  Pelampiasan rasa kekecewaan Penyimpangan sosial bsa juga terjadi sebagai bentuk pelampiasan rasa kecewa seseorang. orang yag berada di lngkungan peminum (pemabuk). Tidak jarang orang mengkhalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau sesuatu. Akibatnya terjadilah penyimpangan-penyimpangan sosial yang dilakukan oleh orang .norma dan aturan masyarakat. jika orang mencintai sesorang.mabukan.

karena ketidaktahuannya terhadap norma .penyimpangan sosial dari perilaku orang tersebut. serta . atau petinju wanita? Berbagai profesi wanita itu pada dasarnya merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma . Perilaku orang ini cenderung semaunya. bentuk penyimpangan sosial ini dapat dikategorikan sebagai penyimpangan positif. angkat besi wanita. Sementara itu. kernet wanita. hubungan seks di luar nikah. 3. Program (acara) televisi tidak semuanya cocok untuk konsumsi anak-anak.cenderung tidak mampu melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan masyarakat. Umumnya pekerjaan semacam itu adalah pekerjaan kaum pria. Akibatnya anak .norma sosial. Bahkan penyimpangan tersebut dapat berdampak positif. kumpul kebo. Karena ketidatahuannya terhadap nilai dan norma yang berlaku di masyarakat timbullah penyimpangan . Oleh karena itu bentuk penyimpangan-penyimpangan tersebut juga bisa dikategorikan penyimpangan sosial. Tetapi banyak anak . pesta corat . Ini berarti anak telah melakukan penyimpangan terhadap norma . karena dapat mendukung emansipasi wanita. Interet dapat disalahgunakan untuk mendapatkan gambar-gambar porno.norma yang berlaku dalam masyarakat kita. Namun demikian. sepakbola wanita. Televesi (TV) dan internet merupakan hasil kemajuan teknologi.coret baju dan rambut ketika lulus sekolah.gambar porno.norma dan budaya yang ada di masyarakat.anak yang belum cukup umur sudah menikmati gambar . mungkin juga kamu pernah melihat perilaku orang-orang yang cenderung bertentangan dengan norma-norma masyarakat. Oleh karena itu.norma dan budaya kemasyarakatan. dan berdampak negatif bagi lingkungan maupun kepentingan masyarakat. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap perilaku anak tersebut. Ada jenis-jenis penyimpangan sosial yang justru berdampak positif. Hal inilah yang memungkinkan orang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan norma . tukang batu wanita. Pernahkah kamu melihat sopir bus wanita. Sifat Penyimpangan Sosial Penyimpangan sosial ternyata tidak selamanya berdampak negatif. tukang parkir wanita.anak menikmati acara TV yang seharusnya bukan konsumsiya. penyimpangan itu tidak cukup meresahkan dan mengganggu ketenteraman masyarakat. Besar kemungkinan anak akan berperilaku seks yang menyimpang. gulat wanita.  Pengaruh kemajuan teknologi Kemajuan teknologi melahirkan berbagai alat komunikasi dan alat hiburan yang serba canggih. Misalnya: acara TV film keras. Misalnya. menyebabkan anak berperangai keras. seks bebas. Perangai keras ini dapat menibulkan perilaku keras pada anak tersebut yang cenderung menyimpang dari kebiasaan masyarakat.

Namun apabila penyimpangan sosial dilakukan secara kolektif (berkelompok). perampokan. dan masyarakat sudah tidak dapat mentolerir. Penyimpangan Sosial Individu dan Kelompok Penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat dapat dilakukan oleh seseorang secara individual maupun secara kelompok. Adapun dampak tersebut adalah munculnya kejahatan yang beruntun. atau perampokan. dan masyarakat masih bersedia mentolerir. Contoh. pembunuhan. santri di pondok tidak mau mengaji.berkendaraan berkeliling jalan raya dengan memenuhi seluruh badan jalan. penyimpangan sosial juga dapat merugikan si pelakunya. menyontek ketika ulangan. Contoh. Apaila penyimpangan sosial dilakukan secara individual. didominasi oleh si pelaku.Macam Bentuk Penyimpangan Sosial a. membolos sekolah. Penyimpangam sosial yang dilakukan secara terus menerus pada umumnya berdampak negatif bagi kehidupan diri pelaku maupun masyarakat sekitar. pencurian. Namun apabila penyimpangan itu bersifat sementara maupun berkelanjutan. Yang pasti bahwa penyimpangan sosial yang dilakukan secara terus menerus akan berdampak menculnya kejahatan yang meresahkan dan menganggu ketenteraman masyarakat. pelanggaran rambu lalu lintas. Penyimpangan . Itu hanya salah satu contoh peristiwa kejahatan beruntun. pemerasan. membolos keja. tidak didominasi oleh si pelaku. dan perjudian kembali). maka penyimpangan sosial ini dikategorikan sebagai bentuk penyimpangan primer. ke pelacuran. Contoh: Penggunaan narkoba yang dilakukan secara terus . Apabila penyimpangan sosial itu bersifat sementara. Perampokan dapat menyebabkan pembunuhan. Di samping itu. dan kesehatan mentalnya maupun fisiknya akan menurun. Macam . pelajar tidak mau belajar. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan kelompok. pemerkosaan. Apabila penjudi menang (banyak uang). maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan individual. Sebenarnya masih banyak contoh kejahatan lain yang merupakan dampak dari penyimpangan sosial. Contoh. ada kecenderungan uangnya untuk foya-foya (mabuk mabukan.menerus akan menyebabkan keuangan si pelaku menjadi morat-marit. 4. Contoh: Orang berjudi. Penyimpangan sosial ini dapat dikategorikan sebagai penyimpangan negatif. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan sekunder. Penyimpangan Primer dan Sekunder Penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. b. apabila kalah (uangnya habis) ada kecenderungan untuk melakukan penipuan.

ulang.pertanyaan tersebut. Contoh. penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima) dengan memindahkan ke lokasilokasi tertentun yang sudah disiapkan. tercipta ketertiban dalam kehidupan. melanggar. bagaimana bentuk pengendalian sosial dan lembaga apa saja yang dapat berperan dalam pengendalian sosial? Untuk dapat menjawab pertanyaan . penciptaan situasi yang dapat mengubah sikap dan perilaku. PENGENDALIAN SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENYIMPANGAN SOSIAL Para siswa apa itu pengendalian sosial? Pengendalian sosial adalah upaya atau cara yang dilakukan masyarakat untuk menertibkan anggotanya masyarakatnya yang menyimpang. mogok kerja. Tanpa Kekerasaan (persuasif) Cara ini dilakukan dengan penekanan pada usaha membimbing atau mengajak berupa anjuran. Gambar 6. bujukan tidak berhasil. dan penyampaian nilai norma dan aturan secara berfulang . aksi protes.6 Aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat merupakan penyimpangan kelompok. . dibanding dengan penyimpangan individu. Pengendalian sosial dilakukan agar masyarakat mau mematuhi aturan dan norma yang berlaku. polisi pamong praja. dengan kekerasan. Apabila dengan anjuran. Contoh. norma dan aturan. Pengendalian ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyimpangan sosial dan penyakit sosial. Di samping itu. cermati uraian berikut ini. a. C.kelompok biasanya memiliki dampak yang lebih kuat bagi lingkungan dan masyarakat. Lalu bagaimana cara pengendalian sosial. Hal ini disebabkan penyimpangan kelompok biasanya memiliki pengaruh yang luas dan kuat terhadap lingkungan dan masyarakat. b. tindakan dengan kekerasan bisa dilakukan. atau membangkang terhadap nilai. pengendalian sosial dimaksudkan agar terwujud keserasian bermsayarakat. Contoh. aturan dan norma. Sumber: Kompas 27 April 2005. terpaksa membongkar paksa lapak (termpat berjualan) PKL yang telah mengabaikan peringatan sebelumnya. Dengan Kekerasan (coersive) Mestinya langkah ini ditempuh setelah langkah persuasif telah dilakukan. memperingatkan para pelaku untuk tidak berperilaku menyimpang dan bertetntangan dengan nilai. Cara Pengendalian Sosial Paling tidak ada empat cara untuk pengendalian sosial. gerakan pengacau. demonstrasi. yaitu tanpa kekerasaan. 1.

nasehat agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar nilai. Teguran Orang yang melanggar nilai.cara. kepala sekolah justru datang paling awal dan menunggu di pintu masuk gerbang sekolah. norma dan aturan diberikan teguran. norma dan aturan dipahami dan melekat pada diri individu anggota masyarakat. ketika para siswa tidak mau mengindahkan ketertiban sekolah dengan membuang sampah sembarangan. dan meminta pihak lain menanganinya. cemoohan. norma. norma dan aturan. Penyampaian Nilai. norma dan aturan yang berlaku. Norma dan Aturan Secara Berfulang . ketika para siswa dan guru sering terlambat masuk sekolah.ulang (vervasi) Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan cara penyampaian nilai. Pendidikan Melalui pendidikan seorang individu akan belajar nilai. Penciptaan Situasi yang Dapat Mengubah Sikap dan Perilaku (kompulsi) Pengendalian sosial sangat tepat bila dilakukan dengan menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mengubah sikap dan perilaku seseorang. teguran.c. aturan secara berulang-ulang. pendidikan. Pendidikan ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga. sehingga ia malu. agama. Kalian pasmencari contoh . maka bentukbentuk pengendalian sosial dapat dilakukan melalui cara . Bentuk Pengendalian Sosial Untuk dapat mencegah dan mengatasi penyakit dan penyimpangan sosial. nilai dan norma yang berlaku. Dengan cara demikian diharapkan nilai. pengucilan. Penyampaian inii bisa dengan cara ceramah maupun dengan dibuatkannya papan informasi mengenai aturan. Contoh lian. para guru dan kepala sekolah justru sering memungut sampah dan memberikan contoh membuang sampah pada tempat yang disediakan. dan akhirnya meninggalkan perilakunya. . Dengan demikian ia dituntun dan dibimbing untuk berperilaku sesuai dengan nilai. masyarakat maupun sekolah. norma dan aturan mendapat cemoohan atau ejekan dari masyarakatnya. 2. norma dan aturan yang berlaku. sungkan. Misalnya.contoh yang lain tidak dapat d. Cemoohan Seseorang yang melanggar nilai.

menyelesaikan dan mengadili dan memberikan sanksi hukuman terhadap para pelanggar aturan. . Dengan demikian orang yang melanggar keamanan. ketentraman. Selanjutnya yang bersangkutan akan diproses sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.undang yang berlaku. yaitu kepolisian. norma dan aturan dikucilkan oleh masyarakat.Agama Agama memiliki peran yang sangat besar dalam pengendalian sosial. Kepolisian Kepolisian adalah bagian dari lembaga pemerintah yang bertugas memelihara keamanan. Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan cara meminta bantuan pihak lain yang dianggap kompeten dalam mengatasi masalah. melanggar aturan akan diambil tindakan oleh kepolisian. sehingga mampu menghindari atau mencegah perilaku yang meyimpang. Lembaga Pengendalian Sosial Paling tidak ada tiga lembaga pengendalian sosial. Dengan cara macam ini orang akan berpkikir berkali . 3. Adat Istidat Adat istiadat adalah aturan atau kebiasaan yang tumbuh dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan harus dijunjung tinggi dan dipatuhi anggota masyarakatnya. norma dan aturan yang berlaku. ketertiban masyarakat dan wajib mengambil tindakan terhadap orang yang melanggar aturan dan undang . melanggar ketertiban. Orang yang memiliki agama akan memahami bahwa melanggar nilai. Ajaran agama merupakan fondasi/dasar yang sangat penting untuk membangun generasi yang berakhlak mulia. Meminta bantuan pihak lain (fraundulens). Dengan pemahaman ini maka. Siapapun yang melanggar aturan mestinya akan berhadapan dengan lembaga pengadilan dan mendapatkan hukuman. pengadilan dan adat. Pengucilan Orang yang melanggar nilai. c.kali apabila akan berperilaku yang melanggar dan tidak sesuai dengan nilai. norma dan aturan yang berlaku. Pengadilan Pengadilan merupakan salah satu lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk menangani. individu akan terkendali untuk tidak melanggar nilai. Dengan adanya aturan dan sanksi dari adat maka pengendalian sosial dapat terjadi. meresahkan ketentraman. norma dan aturan di samping ada hukuman di dunia juga ada hukuman di akherat. misal kepolisian.

beberapa faktor yang menyebabkan warga masyarakat berperilaku menyimpang dari norma-norma yang berlaku adalah sebagai berikut ( Soekanto. . Pada situasi di mana orang memperhitungkan bahwa dengan melanggar atau menyimpangi sesuatu norma dia malahan akan bisa memperoleh sesuatu reward atau sesuatu keuntungan lain yang lebih besar. Tetapi. Karena memang tidak mungkin untuk mengatur semua kepentingan warga masyarakat secara merata. pengendalian sosial adalah suatu proses baik yang direncanakan atau tidak direncanakan. tentu tidak semua orang akan selalu bersedia dan bisa memenuhi ketentuan atau aturan yang berlaku dan bahkan tidak jarang ada orang-orang tertentu yang sengaja melanggar aturan yang berlaku untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. Menurut Soerjono Soekanto. maka di dalam hal demikianlah enforcement demi tegaknya norma lalu terpaksa harus dijalankan dengan sarana suatu kekuatan dari luar. Karena kaidah-kaidah yang ada tidak memuaskan bagi pihak tertentu atau karena tidah memenuhi kebutuhan dasarnya. dan akan gantinya harus dipertahankan oleh petugas-petugas kontrol sosial dengan cara mengancam atau membebankan sanksi-sanksi kepada mereka-mereka yang terbukti melanggar atau menyimpangi norma. Apabila ternyata norma-norma tidak lagi self-enforcement dan proses sosialisasi tidak cukup memberikan efek-efek yang positif. Di dalam kenyataan.Pengendalian Sosial A. 2. maka masyarakat – atas dasar kekuatan otoritasnya – mulai bergerak melaksanakan kontrol sosial (social control). Norma tidak lagi self-enforcing (norma-norma sosial tidak lagi dapat terlaksana atas kekuatannya sendiri ). 181:45) 1. Karena kaidah yang ada kurang jelas perumusannya sehingga menimbulkan aneka penafsiran dan penerapan. membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. tentu merupakan hal yang mahal. Secara rinci. yang bertujuan untuk mengajak. berharap semua anggota masyarakat bisa berperilaku selalu taat. 3. PENGENDALIAN SOSIAL Dalam kehidupan sehari-hari. sepanjang semua anggota masyarakat bersedia menaati aturan yang berlaku. hampir bisa dipastikan kehidupan bermasyarakat akan bisa berlangsung dengan lancar dan tertib. Karena di dalam masyarakat terjadi konflik antara peranan-peranan yang dipegang warga masyarakat. dan 4.

b. perlu . Untuk maksud tersebut. maka ia akan dikenakan sanksi. sanksi”. Pengendalian kelompok terhadap anggota-anggotanya 3. Pengendalian kelompok terhadap kelompok 2. Sistem mengajak bertujuan mengarahkan agar perbuatan seseorang didasarkan pada norma-norma. Tujuan pengawasan adalah supaya kehidupan masyarakat berlangsung menurut pola-pola dan kidah-kaidah yang telah disepakati bersama. dikenal beberapa jenis pengendalian. Juga pengendalian sosiap pada dasarnya merupakan sistem dan proses yang mendidik. Bila ia tidak mau menaati kaiah atau norma. 1. Pengendalian ini berfungsi untuk mengembalikan keserasian yang terganggu akibat adanya pelanggaran norma atau perilaku meyimpang. Jadi. Penggolongan ini dibuat menurut sudut pandang dari mana seseorang melihat pengawasan tersebut. Pengendalian preventif merupakan kontrol sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran atau dalam versi ”mengancam sanksi” atau usaha pencegahan terhadap terjadinya penyimpangan terhadap norma dan nilai. 2. Sistem mendidik dimaksudkan agar dalam diri seseorang terdapat perubahan sikap dan tingkah laku untuk bertindak sesuai dengan norma-norma. Dengan demikian. JENIS-JENIS PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial dimaksudkan agar anggota masyarkat mematuhi norma-norma sosial sehingga tercipta keselarasan dalam kehidupan sosial. 3. Untuk mengembalikan keadaan seperti semula. mengajak dan bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan norma-norma sosial. pengendalian sosial meliputi proses sosial yang direncanakan maupun tidak direncanakan (spontan) untuk mengarahkan seseorang. B. Pengendalian represif .Obyek (sasaran) pengawasan sosial. a. adalah perilaku masyarakat itu sendiri. usaha pengendalian sosial yang bersifat preventif dilakukan sebelum terjadi penyimpangan. Sistem memaksa bertujuan untuk mempengaruhi secara tegas agar seseorang bertindak sesuai dengan norma-norma. Dalam pengendalian sosial kita bisa melihat pengendalian sosial berproses pada tiga pola yakni : 1. kontrol sosial yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran dengan maksud hendak memulihkan keadaan agar bisa berjalan seperti semula dengan dijalankan di dalam versi “menjatuhkan atau membebankan. dan tidak menurut kemauan individu-individu. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lainnya.

Sosialisasi Sosialisasi dilakukan agar anggota masyarkat bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa paksaan. Jadi. dan teristimewa ajarannya juga dikenal. Pengendalian resmi (formal) ialah pengawasan yang didasarkan atas penugasan oleh badan-badan resmi. Pengendalian sosial gabungan merupakan usaha yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan (preventif) sekaligus mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial (represif). Tekanan Sosial Tekanan sosial perlu dilakukan agar masyarakat sadar dan mau menyesuaikan diri dengan aturan kelompok. Pengawasan tidak resmi (informal) dilaksanakan demi terpeliharanya peraturanperaturan yang tidak resmi milik masyarakat. c. Dikatakan tidak resmi karena peraturan itu sendiri tidak dirumuskan dengan jelas. tidak ditemukan dalam hukum tertulis. tetapi juga warga masyarakat yang berada di luar lembaga tersebut. pengendalian disini bertujuan untuk menyadarkan pihak yang berperilaku menyimpang tentang akibat dari penyimpangan tersebut. sekaligus agar dia mematuhi norma-norma sosial. CARA DAN FUNGSI PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial dapat dilaksanakan melalui : 1. Masyarakat dapat memberi sanksi kepada orang yang melanggar aturan kelompok tersebut. Usaha pengendalian dengan memadukan ciri preventif dan represif ini dimaksudkan agar suatu perilaku tidak sampai menyimpang dari norma-norma dan kalaupun terjadi penyimpangan itu tidak sampai merugikan yang bersangkutan maupun orang lain. C. Pola-pola kelakuan dan kiadah-kaidah lembaga itu tidak saja mengontrol para anggota lembaga.diadakan pemulihan. g. f. Bahkan silsilah dan riwayat hidupnya. d. misalnya negara maupun agama. Pengendalian berpribadi ialah pengaruh baik atau buruk yang datang dari orang tertentu. . Pengendalian institusional ialah pengaruh yang datang dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga (institusi) tertentu. tokoh yang berpengaruh itu dapat dikenal. tetapi hanya diingatkan oleh warga masyarakat. e. Artinya. Usaha penanaman pengertian tentang nilai dan norma kepada anggota masyarakat diberikan melakui jalur formal dan informal secara rutin. 2.

Jenis pengendalian dengan kekerasan dapat dibedakan menjadi dua jenis. Dengan demikian. misalnya GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). kelompok bermain. perlu dberlakukan cara-cara tertentu sesuai dengan kondisi budaya yang berlaku. a. orang tadi akan mengubah sikapnya. dan tidak direncanakan. Sebagian besar nilai dan norma telah melembaga dan mendarah daging dalam diri warga masyarakat. spontan. Pengendalian dengan kekerasan (koersi) . imbalan dan hadiah dan sanksi serta hukuman formal. kenaikan pangkat. yakni kompulsi dan pervasi. Misalnya. 2. biasanya berupa ejekan. menertawakan. 3. Disamping cara di atas juga agar proses pengendalian berlangsung secara efektif dan mencapai tujuan yang diinginkan. biasanya dilakukan bagi masyarakat yang kurang tenteram. b. bisasanya dilakukan terhadap yang hidup dalam keadaan relatif tenteram. klik ) biasanya bersifat informal. Fungsi Pengendalian Sosial . perkumpulan seniman. 2) Pervasi ( pervasion ) ialah penanaman norma-norma yang ada secara berulang -ulang dengan harapan bahwa hal tersebut dapat masuk ke dalam kesadaran seseorang. pemberian gelar. 1) Kompulsi (compulsion) ialah pemaksaan terhadap seseorang agar taat dan patuh tehadap norma-norma sosial yang berlaku. Pengendalian tanpa kekerasan (persuasi). Alat pengendalian sosial berupa peraturan resmi dan tata cara yang standar. bimbingan yang dilakukan terus menerus. Kekuatan dan kekuasaan dalam bentuk peraturan hukum dan hukuman formal Kekuatan da kekuasaan akan dilakukan jika cara sosialisasi dan tekanan sosial gagal. Pengendalian sosial yang diberikan kepada kelompok sekunder (kelompok masyarkat yang lebih besar yang tidak bersifat pribadi (impersonal) dan mempunyai tujuan yang khusus seperti serikat buruh. Keadaan itu terpaksa dipergunakan pada setiap masyarakat untuk mengarahkan tingkah laku dalam menyesuaikan diri dengan nilai dan norma sosial.Pengendalian sosial pada kelompok primer (kelompok masyarkat kecil yang sifatnya akrab dan informal seperti keluarga. dan perkumpulan wartawan ) lebih bersifat formal. pergunjingan (gosip) dan pengasingan.

yaitu : a. Ada tiga jenis sanksi yang digunakan di dalam usaha-usaha pelaksanaan kontrol sosial ini. Menciptakan sistem hukum Kontrol sosial – di dalam arti mengendalikan tingkah pekerti-tingkah pekerti warga masyarakat agar selalu tetap konform dengan keharusan-keharusan norma-hampir selalu dijalankan dengan bersarankan kekuatan sanksi (sarana yang lain:pemberian incentive positif). Adapun yang dimaksud dengan sanksi dalam sosiologi ialah sesuatu bentuk penderitaan yang secara sengaja dibebankan oleh masyarakat kepada seorang warga masy arakat yang terbukti melanggar atau menyimpangi keharusan norma sosial. Pada praktiknya. kontrol sosial sesungguhnya juga dilaksanakan dengan menggunakan incentive-incentive positif yaitu dorongan positif yang akan membantu individu-individu untuk segera meninggalkan pekerti-pekertinya yang salah. yaitu : 1. ini berarti bahwa sekaligus terdakwa tersebut dikenai sanksi fisik (karena dirampas kebebasan fisiknya). misalnya kalau seorang hakim menjatuhkan pidana penjara kepada seorang terdakwa. Mengembangkan rasa takut e. pun incentive itu bisa dibedakan menjadi tiga jenis. Sebagaimana halnya dengan sanksi-sanksi. b. yaitu : . Sanksi yang bersifat ekonomik. dengan tujuan agar warga masyarakat ini kelak tidak lagi melakukan pelanggaran dan penyimpangan terhadap norma tersebut. Sanksi yang bersifat fisik. c. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma. dan 3.Koentjaraningrat menyebut sekurang-kurangnya lima macam fungsi pengendalian sosial. Mengembangkan rasa malu d. ketiga jenis sanksi tersebut di atas itu sering kali terpaksa diterapkan secara bersamaan tanpa bisa dipisah-pisahkan. Mempertebal keyakinan masyarakat tentang kebaikan norma. Sanksi yang bersifat psikologik. sanksi psikologik (karena terasakan olehnya adanya perasaan aib dan malu menjadi orang hukuman). 2. dan sanksi ekonomik ( karena dilenyapkan kesempatan meneruskan pekerjaannya guna menghasilkan uang dan kekayaan ). Sementara itu. untuk mengusahakan terjadinya konformitas.

dan 5. hukuman gantung dan lain sebagainya. Otonom-tidaknya kelompok masyarakat itu. 2. Menarik-Tidaknya Kelompok Masyarakat Itu Bagi Warga yang Bersangkutan. 3. ciuman tidaklah akan sebanding dengan ekstremitas penderitaan sanksi fisik seperti hukuman cambuk. 4. andaikata bisa diberikan. pelukan. Usaha-usaha kontrol sosial ternyata tidak berhasil menjamin terselenggaranya ketertiban masyarakat secara mutlak. Incentive yang bersif ekonomik. serta pula tidak begitu mudah diadakan. Incentive yang bersifat psikologik. Jabatan tangan. Ada lima faktor yang ikut menentukan sampai seberapa jauhkah sesungguhnya sesuatu usaha kontrol sosial oleh kelompok masyarakat itu bisa dilaksanakan secara efektif. Incentive yang bersifat fisik. Menarik-tidaknya kelompok masyarakat itu bagi warga-warga yang bersangkutan . yaitu : 1. Incentive ekonomik kebanyakan berwujud hadiah-hadiah barang atau ke arah penghasilan uang yang lebih banyak. tanpa ada pelanggaran atau penyimpangan norma-norma sosial satu kalipun. rasa nikmat jasmaniah yang diperoleh daripadanya tidaklah akan sampai seekstrem rasa derita yang dirasakan di dalam sanksi fisik. kebanyakan incentive fisik lebih tepat dirasakan sebagai incentive psikologik. Apakah kontrol sosial itu selalu cukup efektif untuk mendorong atau memaksa warga masyarakat agar selalu conform dengan norma-norma sosial (yang dengan demikian menyebabkan masyarakat selalu berada di dalam keadaan tertib ) ? Ternyata tidak.1. usapan tangan di kepala. Toleran-tidaknya sikap petugas kontrol sosial terhadap pelanggaran yang terjadi. Sementara itu. 1. . Pun. Bernilai sekadar sebagai simbol. Beragam-tidaknya norma-norma yang berlaku di dalam kelompok itu. Incentive fisik tidaklah begitu banyak ragamnya. disamping incentive fisik dan psikologik tidak kalah pentingnya adalah incentive ekonomik. Besar-kecilnya dan bersifat anomie-tidaknya kelompok masyarakat yang bersangkutan. hukuman kerja paksa. dan 3. 2.

Pada kelompok yang disukai oleh warganya. Penyelidikan Marsh ini dapat dipakai sebagai landasan teoritis untuk menjelaskan mengapa kontrol sosial efektif sekali berlaku di dalam masyarakat-masyarakat yang kecil-kecil dan terpencil. atau apabila malahan bertentangan-maka semakin berkuranglah efektivitas kontrol sosial yang berfungsi menegakkannya. dengan mudah si pelanggar itu dikontrol dan dikembalikan taat mengikuti keharusan norma. dan sebaliknya mengapa di dalam masyarakt kota besar-yang terdiri dari banyak kelompok-kelompok sosial besar maupun kecil itu – kontrol sosial bagaimanapun juga kerasnya dilaksanakan tetap saja kurang efektif menghadapi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. kian besarlah efektivitas kontrol sosial atas warga tersebut.Pada umumnya. dan konsekuen. Dihadapkan pada sekian banyak norma-norma yang saling berlainan dan saling berlawanan. makin efektiflah kontrol sosialnya. jelas bahwa masyarakat tidak akan mungkin mengharapkan dapat terselenggaranya kontrol sosial secara efektif. 3. Normanorma pun menjadi self-enforcing. Sebaliknya. 2. sehingga tingkah pekerti-tingkah pekerti warga itu mudah dikontrol conform dengan keharusan-keharusan norma yang berlaku. kian menarik sesuatu kelompok bagi warganya. maka individu-individu warga masyarakat lalu silit menyimpulkan adanya sesuatu gambaran sistem yang tertib. maka berkuranglah motif pada pihak warga kelompok untuk selalu berusaha menaati norma-norma sehingga karenanyabagaimanapun juga keras dan tegasnya kontrol sosial dilaksanakan-tetaplah juga banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. dan akan semakin sedikitlah jumlah penyimpangan-penyimpangan dan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di atas norma-norma kelompok. konsisten. Maka. Apabila terjadi pelanggaran. Pelanggaran atas norma yang satu (demi kepentingan pribadi) sering kali malahan terpuji sebagai konformitas yang konsekuen pada norma yang lainnya. Otonom-Tidaknya Kelompok Masyarakat Itu. apabila kelompok itu tidak menarik bagi warganya. Makin otonom suatu kelompok. dalam keadaan demikian itu. kuatlah kecendrungan pada pihak warga-warga itu untuk berusaha sebaik-baiknya agar tidak melanggar norma kelompok. . Dalil ini pernah dibuktikan di dalam sebuah studi eksperimental yang dilakukan oleh Meyers. Beragam-Tidaknya Norma-norma yang Berlaku di dalam Kelompok Itu Makin beragam macam norma-norma yang berlaku dalam suatu kelompok-lebih-lebih apabila antara norma-norma itu tidak ada kesesuaian. Dalil tersebut diperoleh dari hasil studi Marsh.

bukan kondisi-kondisi objektif yang tidak memungkinkan. di mana segala interaksi sosial lebih bersifat langsung dan face-to-face. Asasi-tidaknya nilai moral-yang terkandung di dalam norma-yang terlanggar. . dan tanpa bisa sedikit pun memanipulasi situasi heterogenitas norma. Tanpa bisa bersembunyi di balik sesuatu anomie. Hal demikian itu dapat dibandingkan dengan apa yang terjadi pada masyarakatmasyarakat primitif yang kecil-kecil. b. Mengambil sikap toleran. c. pelaksana kontrol sosial itu sering membiarkan begitu saja sementara pelanggar norma lepas dari sanksiyang seharusnya dijatuhkan. 5. dan d. maka warga masayarakat di dalam masyarakat-masyarakat yang kecil-primitif itu hampir-hampir tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari kontrol sosial. Besar-Kecilnya dan Bersifat Anomie-Tidaknya Kelompok Masyarakat yang Bersangkutan Semakin besar suatu kelompok masyarakat. Ekstrim-tidaknya pelanggaran norma itu. melainkan karena sikap toleran (menenggang) agen-agen kontrol sosial terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Status dan reputasi individu yang ternyata melakukan pelanggaran. Itulah sebabnya maka kontrol sosial di masyarakat primitif itu selalu terasa amat kuatnya. Adapun toleransi pelaksana-pelaksana kontrol sosial terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi umumnya tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut : a. Keadaan situasi sosial pada ketika pelanggaran norma itu terjadi. Toleran-Tidaknya Sikap Petugas Kontrol Sosial Terhadap Pelanggaran yang Terjadi Sering kali kontrol sosial tidak dapat terlaksana secara penuh dan konsekuen. dan kontrol sosialpun akan lumpuh tanpa daya. dengan bersembunyi di balik keadaan anomie (keadaan tak bisa saling mengenal). Sehingga. sampai-sampai suatu kontrol sosial yang informal sifatnya-seperti ejekan dan sindiran-itu pun sudah cukup kuat untuk menekan individu-individu agar tetap memerhatikan apa yang telah terlazim dan diharuskan. samakin bebaslah individu-individu untuk berbuat “semaunya”.4. semakin sukarlah orang saling mengidentifikasi dan saling mengenali sesama warga kelompok.

Usaha penegakan kaidah sosial di dalam masyarakat yang makin modern. A. maupun jangka waktu yang dikehendaki. Menurut Soekanto (1981. sedangkan cara koersif tekanan diletakkan pada kekeraan atau ancaman dengan mempergunakan atau mengandalkan kekuatan fisik. tokoh masyarakat-seperti kiai-pendeta-tokoh yang dituakan. Tidak ada masyarakat yang bisa berjalan tanpa adanya kontrol sosial. sekolah. Cara pengendalian masyarakat dapat dijalankan dengan cara persuasif atau dengan cara koersif. lembaga keagamaan. Cara persuasif terjadi apabila pengendalian sosial ditekankan pada usaha untuk mengajak atau membimbing. pengadilan.Kontrol atau pengendalian sosial mengacu kepada berbagai alat yang dipergunakan oleh suatu masyarakat untuk mengembalikan anggota-anggota yang kepala batu ke dalam relnya. Di dalam berbagai masyarakat.42) cara mana yang lebih baik senantiasa tergantung pada situasi yang dihadapi dan tujuan yang hendak dicapai. Bentuk kontrol sosial atau cara-cara pemaksaan konformitas relatif beragam. dan sebagainya. tak pelak harus dilakukan dan dibantu oleh kehadiran aparat petugas kontrol sosial. adat. Di dalam masyarakat yang makin kompleks dan modern. beberapa aparat petugas kontrol sosial yang lazim dikenal adalah aparat kepolisian. Macam-Macam Pengendalian Sosial . usaha penegakan kaidah sosial tidak lagi bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan kesadaran warga masyarakat atau pada rasa sungkan warga masyarakat itu sendiri.

pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh rakyat kepada para penguasa. b. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh penguasa atau pemerintah sebagai pemegang kekuasaan (the rulling class) untuk menjalankan roda pemerintahannya melalui strategi-strategi politik. Hal ini dilakukan karena dirasa adanya penyimpanganpenyimpangan . Berdasarkan Sifatnya a. Tindakan represif. Tindakan ini ditujukan untuk memberikan penyadaran kepada para pelaku penyimpangan agar dapat menyadari kesalahannya dan mau serta mampu memperbaiki kehidupannya. a. yaitu tindakan yang dilakukan oleh pihak berwajib sebelum penyimpangan sosial terjadi agar suatu tindak pelanggaran dapat diredam atau dicegah. Contohnya memasukkan para pencandu narkoba ke tempat rehabilitasi untuk mendapatkan pembinaan agar para pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya kembali 2.Pengendalian sosial adalah suatu bentuk aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu dalam masyarakat karena adanya penyimpangan-penyimpangan sosial. Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya Berdasarkan waktu pelaksanaannya. Hal ini dilakukan agar kestabilan dalam masyarakat kembali dapat tercapai. tindakan ini diambil setelah terjadinya tindak penyimpangan sosial. c. b. Contohnya kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait tentang bahaya yang ditimbulkan sebagai akibat dari pemakaian narkoba. menjadi berikut ini. yaitu suatu tindakan aktif yang dilakukan pihak berwajib pada saat penyimpangan sosial terjadi agar penyimpangan yang sedang terjadi dapat dihentikan. Pengendalian internal. pengendalian sosial dapat dibedakan menjadi tiga. Tindakan preventif. Tindakan kuratif. 1. Strategi-strategi politik tersebut dapat berupa aturan perundang-undangan ataupun program-program sosial lainnya. Berdasarkan aspek-aspek tertentu. pengendalian sosial dapat dibedakan. Hukuman ini dimaksudkan agar tindakan penyimpangan siswa tidak berulang lagi. berikut ini. Pengendalian eksternal. pengarahan dan ajakan. Contohnya guru memberi hukuman kepada siswa yang terlambat dan tidak tertib di sekolah. Pengendalian yang bersifat preventif umumnya dilakukan dengan cara melalui bimbingan. sehingga di kemudian hari tidak lagi mengulangi kesalahannya.

Bentuk pengendalian ini. kejaksaan. Pengendalian resmi dilakukan oleh aparat negara. yaitu tindakan pencegahan yang dilakukan dengan cara pendekatan secara damai tanpa paksaan. namun juga kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren. Meskipun demikian. Pengendalian institusional. pengawasan dan pengaruh dari pondok pesantren tersebut tidak hanya terbatas pada para santrinya saja. tutur sapa. Pola perilaku lembaga tersebut tidak hanya mengawasi para anggota lembaga itu saja. Pengendalian resmi. Tindakan coersif. sikap. Pengendalian tidak resmi. Pengaruh ini dapat bersifat baik atau pun buruk. misalnya berupa ajakan atau penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. Berdasarkan Cara atau Perlakuan Pengendalian Sosial a. baik dalam hal pakaian. Dalam hal ini. 3. Pengendalian sosial jenis ini dapat dilakukan melalui aksi-aksi demonstrasi atau unjuk rasa. dan sebagainya. pola tidur. Contohnya penertiban PKL secara paksa yang dilakukan oleh petugas Satpol PP. Pengendalian pribadi. yaitu pengaruh yang datang dari orang atau tokoh tertentu (panutan). akan tetapi juga mengawasi dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di sekitar lembaga tersebut berada. Tindakan persuasif. b. Misalnya kehidupan para santri di pondok pesantren akan mengikuti aturan. bentuk pemaksaan diwujudkan dengan pemberian sanksi atau hukuman terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran sesuai dengan kadar penyimpangannya. ataupun kehakiman untuk mengawasi ketaatan warga masyarakat terhadap hukum yang telah ditetapkan. d. pengendalian tidak resmi juga memiliki efektivitas dalam mengawasi atau mengendalikan perilaku masyarakat. Contohnya seorang guru BP menasehati dan menghimbau kepada siswa untuk tidak merokok. pola pikir. Hal ini dikarenakan sanksi yang diberikan kepada . melalui pengawasan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari adanya suatu institusi atau lembaga. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi negara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan sanksi yang jelas dan mengikat. seperti kepolisian.tertentu yang dilakukan oleh kalangan penguasa. yaitu tindakan pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara pemaksaan. b. satpol PP. Berdasarkan Pelaku Pengendalian Sosial a. Dalam hal ini. c. atau pun melalui wakil-wakil rakyat di DPRD. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan tanpa rumusan aturan yang jelas atau tanpa sanksi hukum yang tegas.

Di dalam hal ini. masyarakat dikenalkan pada bentuk-bentuk penyimpangan sosial beserta sanksi-sanksinya. misalnya dikucilkan atau bahkan diusir dari lingkungannya. a. terlihat adanya pihak pelaku pengendalian sosial dan pihak yang dikendalikan. Pada tahap ini telah disertai dengan pelaksanaan sanksi atau hukuman kepada para pelaku tindakan penyimpangan. Tahapan Pengendalian Sosial Sebagai suatu proses. tahap sosialisasi bersifat preventif yang bertujuan mencegah perilaku penyimpangan sosial. Tahap ini dilakukan jika tahaptahap yang lain tidak mampu mengarahkan tingkah laku manusia sesuai dengan norma atau nilai yang berlaku. Pengendalian kelompok terhadap kelompok. 3. pengendalian sosial yang berlaku di masyarakat dapat dibedakan menjadi berikut ini. misalnya anggota Kepolisian Sektor Pasanggrahan Jakarta Selatan mengawasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Pasanggrahan. Tahap Penekanan Sosial Tahap penekanan sosial dilakukan untuk mendukung terciptanya kondisi sosial yang stabil. tahap pendekatan kekuasaan atau kekuatan ini dapat dibedakan. . 2. ataupun tokoh agama yang memiliki kharisma dan dipandang sebagai panutan masyarakat. menjadi berikut ini. B.pelaku penyimpangan berupa sanksi moral dari masyarakat lain. Pada tahap ini. diharapkan masyarakat segan dan tidak mau melakukan berbagai perbuatan yang menyimpang. Dengan adanya sanksi yang menekan tersebut. tokoh adat. Tahap Pendekatan Kekuasaan/Kekuatan Pada tahap ini. Pengenalan tersebut dimaksudkan agar masyarakat menyadari efek dan sanksi yang akan diterimanya bila mereka melakukan suatu tindakan penyimpangan sosial. Pengendalian tidak resmi dilakukan oleh tokoh masyarakat. 1. Berdasarkan pelakunya. Tahap Sosialisasi atau Pengenalan Tahap sosialisasi atau pengenalan merupakan tahap awal proses pengendalian sosial.

misalnya seorang ayah yang mendidik dan merawat anaknya. atau mengalami hukuman fisik. serta pendidikan dan agama. dikucilkan. Berikut ini uraian singkat mengenai bentuk-bentuk pengendalian sosial tersebut. misalnya didenda. hukuman atau sanksi. atau seorang kakak yang menjaga adiknya. Pada umumnya. teguran. Pengendalian kelompok terhadap anggotanya. dan merasa terisolir dalam kehidupan bermasyarakatnya. Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial Dalam penerapannya. misalnya bapak/ibu guru di sekolah mengendalikan dan membimbing siswa/siswi yang belajar di sekolah itu. . Gosip Gosip adalah kabar yang tidak berlandaskan fakta. orang atau lembaga yang terkena gosip akan berusaha memperbaiki tingkah lakunya. maka orang atau lembaga tersebut akan dicemooh. Teguran Teguran adalah kritik sosial yang bersifat terbuka. 3. Teguran dilakukan secara langsung kepada pelaku tindak penyimpangan agar pelaku tindak penyimpangan tersebut menyadari perbuatannya dan dapat segera menghentikan tingkah laku menyimpangnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. 2. Suatu gosip tersebar di masyarakat jika pernyataan secara terbuka tidak dapat dilontarkan secara langsung atau belum menemukan bukti-bukti yang sah. 1. Sanksi atau hukuman merupakan bentuk pengendalian sosial yang efektif karena pelaku tindak penyimpangan akan mengalami kerugian atau penderitaan. C. Dalam hal ini. Gosip disebut juga kabar burung atau desas-desus. seperti gosip. diskors. Sanksi atau Hukuman Sanksi atau hukuman merupakan tindakan tegas yang diambil jika teguran tidak lagi diindahkan oleh pelaku tindak penyimpangan. terhadap orang atau lembaga yang melakukan tindak penyimpangan sosial.b. gosip merupakan kritik tertutup yang ditujukan pada seseorang atau lembaga yang melakukan penyimpangan sosial. jika tidak. baik lisan atau pun tertulis. pengendalian sosial mempunyai beberapa bentuk. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lain. c.

Dalam ajaran agama.Dalam hal ini. Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma-norma kemasyarakatan. dan menjalin hubungan baik dengan alam lingkungannya. sanksi atau hukuman hanya dapat diberikan oleh pihak yang memiliki kekuatan hukum atau resmi berdasarkan peraturan yang berlaku. Adapun pahala akan diterima manusia jika mereka melakukan hal-hal baik sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam kitab suci atau ajaran nabi. pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi. 4. 1. . merupakan salah satu bentuk pengendalian sosial yang telah melembaga. Dalam pelaksanaannya. manusia dituntut untuk mampu menjalin hubungan baik dengan Tuhan. maka agama merupakan bentuk pengendalian sosial yang tumbuh dari hati nurani berdasarkan kesadaran dan tingkat keimanan seseorang sesuai dengan agama atau kepercayaan yang dianutnya. Pendidikan dapat berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk sikap mental anak didik sesuai dengan kaidah dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam ajaran agama dikenal adanya dosa dan pahala. dan b. sanksi atau hukuman berfungsi untuk: a. menjalin hubungan baik antarmanusia. Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma-norma kemasyarakatan. memberikan efek jera kepada pelaku penyimpangan sosial. Dosa akan diterima manusia jika mereka melakukan penyimpangan dari aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam ajaran agama sesuai dengan petunjuk dari kitab suci atau nabi. Agama merupakan penuntun umat manusia dalam menjalankan perannya di muka bumi ini. Dosa yang dilakukan manusia akan memperoleh balasan atau hukuman dari Tuhan YME kelak di kehidupan lain (akherat). 2. Berdasarkan uraian tersebut. memberikan contoh kepada pihak lain agar tidak ikut melakukan perbuatan menyimpang (schock theraphy). baik formal ataupun nonformal. Berbagai bentuk pengendalian sosial tersebut. Pendidikan memberi pengertian akan hal yang baik dan hal yang buruk melalui pendekatan ilmiah dan logika. Pendidikan dan Agama Pendidikan. Berikut ini beberapa fungsi pengendalian sosial.

seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beribadah akan selalu bersikap sesuai dengan aturan agama. sehingga dapat terhindar dari . Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakat bila mereka menyimpang atau menyeleweng dari norma-norma kemasyarakatan dan nilai-nilai yang berlaku. dan mampu membedakan hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk atau dilarang agama. Pranata Keluarga Pranata keluarga merupakan bentuk basic institutions. Sebagai tempat pendidikan anak yang pertama dan utama. Seperti telah dijelaskan pada bab di depan. dan tertib sesuai dengan peraturan atau ketetapan yang berlaku. selaras. 5. rajin beribadah. Menimbulkan rasa takut. Hal ini terjadi karena seseorang telah dikondisikan atau dibiasakan untuk melakukan hal tersebut. Dalam perkembangannya. Berikut adalah pranata sosial yang berperan besar dalam upaya menciptakan ketertiban dan pengendalian sosial. penanaman pemahaman tentang kebaikan dan disiplin diri yang kuat akan sangat membantu seseorang dalam bersosialisasi di masyarakat. Untuk itu. aturan dan kedisiplinan yang diterapkan dalam keluarga akan sangat memengaruhi sikap dan dan perilaku seseorang. D. keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter seseorang kaitannya dengan perilaku sosial yang dilakukannya dalam masyarakat. yaitu sistem tata tertib dengan sanksi yang tegas bagi para pelanggar.3. Peran Pranata Sosial dalam Upaya Pengendalian Sosial Keberhasilan suatu upaya pengendalian sosial tidak terlepas dari peran pranata sosial di masyarakat. Menciptakan sistem hukum. Kondisi tersebut akan jauh berbeda terhadap seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang tidak taat beribadah atau dalam keluarga yang tidak disiplin. Mereka akan beranggapan bahwa segala sesuatu akan dianggap baik bila menguntungkan bagi dirinya sendiri tanpa mengindahkan apakah hal tersebut dilarang agama ataupun tidak. 1. Peran pranata sosial sendiri adalah berusaha menegakkan dan menjalankan nilai dan norma sosial agar tercipta suatu kondisi kehidupan masyarakat yang aman. seringkali bentuk-bentuk pelanggaran norma akan muncul dari hasil pendidikan yang kurang terarah dari suatu keluarga. 4. Sebagai contoh.

seperti produksi. Dalam kehidupan bermasyarakat. dan konsumsi agar dapat berjalan dengan lancar. distribusi. atau barangbarang berharga lainnya. berdosa atau tidak berdosa. seseorang diharapkan dapat menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan sehingga mampu berkompetisi dalam kehidupan. Pranata Agama Pranata agama merupakan bentuk general institutions yang mengatur hubungan antarmanusia. tenaga. 4. Berdasarkan uraian tersebut. Pranata pendidikan termasuk dalam basic institutions. yang pada akhirnya dapat berimbas pada kerukunan hidup antarmanusia sebagai anggota masyarakat. Dengan pranata pendidikan. bagaimana suatu industri mengeksploitasi sumberdaya secara besar-besaran. mampu berpikir secara ilmiah dan logis tentang segala sesuatu sehingga mampu memilah hal-hal yang baik dan buruk. agama merupakan benteng individu dalam menghadapi tantangan dunia yang kian kompleks dari waktu ke waktu. atau bagaimana jika seseorang menentukan nilai suatu barang sekehendak hatinya.pengaruh-pengaruh buruk saat dia bersosialisasi. dan antara manusia dengan Tuhannya. antara manusia dengan alam. . halal atau tidak halal. Tanpa pranata ekonomi. Pranata ekonomi memberikan aturan dan batasan-batasan yang telah disepakati bersama sebagai suatu hukum atau aturan ekonomi yang harus dipatuhi. bagaimana seorang majikan memperlakukan buruhnya secara semena-mena. 3. Pranata agama memberi batasan tentang segala sesuatu itu boleh atau tidak boleh. sehingga dengan memahami dan menerapkan konsep tersebut diharapkan ketenteraman dan kedamaian batin dapat dikembangkan. Dengan bekal pendidikan ilmu pengetahuan. bisa kalian bayangkan sendiri. Pranata Pendidikan Pranata pendidikan memiliki aturan dan disiplin baku yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didiknya melalui pengajaran dan pendidikan ilmu pengetahuan. diharapkan hasil sosialisasi akan membentuk sikap mental yang cocok dengan kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang. waktu. tertib dan dapat memberi hasil yang maksimal dengan meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan. Pranata Ekonomi Sebagai suatu tata tindakan dalam memanfaatkan uang. pranata ekonomi memberikan aturan-aturan khusus dalam upaya pengendalian sosial agar tercapai suatu keseimbangan dan terwujudnya suatu keadilan sosial. dapatlah disimpulkan bahwa pranata ekonomi sangat berperan dalam mengatur kegiatan ekonomi. 2.

Dalam pelaksanaannya. Peran utama pranata politik adalah mengupayakan kehidupan masyarakat yang merdeka. dalam arti kehidupan berbangsa dan bernegara. . Pelanggaran terhadap hukum-hukum tersebut dapat menyebabkan seseorang menerima sanksi. Pranata Politik Pranata politik mengatur kehidupan berpolitik. politik memiliki serangkaian aturan dan alat yang digunakan untuk menegakkan kedaulatan rakyat dan kedaulatan pemerintah melalui hukumhukum yang telah ditetapkan. menjaga kehormatan hak-hak dan kewajiban warga negara. adil.5. dan makmur. serta mengatur hubungan negara dengan negara lain dalam pergaulan internasional.

Bandel atau tidak patuh dan taat perkataan orang tua untuk perbaikan diri sendiri serta tetap melakukan perbuatan yang tidak disukai orangtua dan mungkin anggota keluarga lainnya. pemuka adat. Van Der Zanden perilaku menyimpang yaitu perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan di luar batas toleransi. dll. menjambret. 3. Menurut Lemert penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. Melakukan pelanggaran terhadap norma yang berlaku di lingkungannya.4:34pm — godam64 A. B. Menurut James W.Pelajaran Sosiologi IPS Sat.. Penyimpangan primer adalah suatu bentuk perilaku menyimpang yang bersifat sementara dan tidak dilakukan terusmenerus sehingga masih dapat ditolerir masyarakat seperti melanggar rambu lalu lintas. menjadi pelacur. Lawang penyimpangan perilaku adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sitem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. dan lain-lain. Arti Definisi / Pengertian Penyimpangan Sosial (social deviation) 1.PENYIMPANGAN SOSIAL Diposkan oleh Dismas. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. Tingkatan bentuk penyimpangan seseorang pada norma yang berlaku : 1. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Individual (individual deviation) Penyimpangan individual atau personal adalah suatu perilaku pada seseorang dengan melakukan pelanggaran terhadap suatu norma pada kebudayaan yang telah mapan akibat sikap perilaku yang jahat atau terjadinya gangguan jiwa pada seseorang. buang sampah sembarangan. ketua rt rw. Individual dan Kolektif . di 02:53 Macam/Jenis & Pengertian Penyimpangan Sosial. Z. dan lain sebagainya. Sedangkan penyimpangan sekunder yakni perilaku menyimpang yang tidak mendapat toleransi dari masyarakat dan umumnya dilakukan berulang kali seperti merampok. 23/02/2008 .. 2. pemuka agama. Tidak mengindahkan perkataan orang-orang disekitarnya yang memiliki wewenang seperti guru. . Menurut Robert M. memakai narkoba. 2. kepala sekolah.

Gaya Hidup (wanita bepakaian minimalis di tempat umum. Penyimpangan seksual (homo. pengrusakan. Tindak Kenakalan Suatu kelompok yang didonimasi oleh orang-orang yang nakal umumnya suka melakukan sesuatu hal yang dianggap berani dan keren walaupun bagi masyarakat umum tindakan trsebut adalah bodoh. mendirikan genk yang suka onar. Bentuk penyimpangan sosial tersebut dapat dihasilkan dari adanya pergaulan atau pertemanan sekelompok orang yang menimbulkan solidaritas antar anggotanya sehingga mau tidak mau terkadang harus ikut dalam tindak kenakalan atau kejahatan kelompok. transeksual). Tawuran / Perkelahian Antar Kelompok . dll. ketidakamanan. dan lain sebagainya). 2. pemerkosaan. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Bersama-Sama / Kolektif (group deviation) Penyimpangan Kolektif adalah suatu perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh kelompok orang secara bersama-sama dengan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga menimbulkan keresahan. 4. Macam-macam bentuk penyimpangan indivisual : 1. Contoh penyimpangan kenakalan bersama yaitu seperti aksi kebut-kebutan di jalan. menyakiti. mengoda dan mengganggu cewek yang melintas. zina. seks bebas. Melakukan tindak kejahatan atau kerusuhan dengan tidak peduli terhadap peraturan atau norma yang berlaku secara umum dalam lingkungan bermasyarakat sehingga menimbulkan keresahan. pria beranting. dsb). ketidaknyamanan atau bahkan merugikan. sodomi. Bentuk penyimpangan kolektip : 1. Tindak Kriminal / Kejahatan (perampokan. Pelacuran. lesbian. C. 3. corat-coret tembok orang dan lain sebagainya. suka berbohong. pedofil. 2. ketidakamanan. pencurian. ketidaknyamanan serta tindak kriminalitas lainnya. tidak berguna dan mengganggu. 5. pembunuhan. Penyalahgunaan Narkoba. biseksual.4.

benar atau salah menurut pengertian umum. syarat mas kawin yang tinggi. dsb. April 12. perompak. Contoh : merayakan hari-hari besar negara lain di lingkungan tempat tinggal sekitar sendirian. COntoh : tawuran anak sma 70 dengan anak sma 6. . 2009 Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukanv oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat.Pertemuan antara dua atau lebih kelompok yang sama-sama nakal atau kurang berpendidikan mampu menimbulkan perkelahian di antara mereka di tempat umum sehingga orang lain yang tidak bersalah banyak menjadi korban. 4. dan sebagainya. Jenis penyimpangan ini bisa bertindak sadis dalam melakukan tindak kejahatannya dengan tidak segan melukai hingga membunuh korbannya. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. Tindak Kejahatan Berkelompok / Komplotan Kelompok jenis ini suka melakukan tindak kejahatan baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terbuka. penjajah. Contoh : Perampok. bajing loncat. Penyimpangan Budaya Penyimpangan kebudayaan adalah suatu bentuk ketidakmampuan seseorang menyerap budaya yang berlaku sehingga bertentangan dengan budaya yang ada di masyarakat. Menurut Bruce J. 3. Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat Sunday. grup koruptor. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Cohen. sindikat curanmor dan lain-lain. membuat batas atau hijab antara laki-laki dengan wanita pada acara resepsi pernikahan. tawuran penduduk berlan dan matraman.

Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. . o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok.norma masyarakat yang berlaku. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. Latar Belakang/sebab-sebab terjadinya penyimpangan Sosial :v Y Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. pencurian. perjudian dan pemakaian narkotika. Contohnya: pemerkosaan. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. di diskotik dll. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. pembunuhan. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi.Bentuk-bentuk penyimpangan sosialv • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita.

usia. sementara iklan rokok begitu menarik. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. pendidikan di sekolah. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. pergaulan dan media massa.obat-obat terlarangY dan minuman keras. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. media cetak. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Penyalahgunaan narotika.Penyimpangan juga dapat terjadiY apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk . Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis:v Y Tawuran atau perkelahian antar pelajar. media elektronik. Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosialv Y Faktor dari dalam adalah intelegensi atau tingkat kecerdasan. TerbentuknyaY perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakatY Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. media massa. Faktor dari luarY adalah kehidupan rumah tangga atau keluarga. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. Pertentangan antar agen sosialisasiY Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. membuang sampah sembarangan.

Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik.memperoleh kenikmatan. pemerkosaan pencurian. Misalnya: mencuri. perampokan. Antara lain:v Y Keluarga. cap. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. .menodong.norma yang berlaku. Hubungan seks diluar nikah.Y Pencegahan penyimpangan sosial. Teori Labeling.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. Media Massa baik cetakY maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. Lingkungan tempat tinggal dan temanY sepermain. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal Penyimpangan seksual. norma sosial dan norma agama. Menurut teori iniY seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling. Dianggap menyimpang karena melanggar norma. Menurut pandangan teori ini. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. penberian julukan. penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya.v Y Teori Differential Association. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi. Merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak. Teori mengenai penyampangan sosial. menjambret membunuh.Y Y Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum.dll.

Dengan demikian. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. dan norma-norma yang ada di masyarakat. salah satunya adalah penyimpangan yang sering dilakukan oleh remaja. Teori Fungsi Durkheim. Karl Mark. Penyimpangan sosial bisa di definisiakan sebagai suatu bentuk perilaku yang melanggar kaidah. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. nilai-nilai. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. BahwaY kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. Bentuk-bentuk penyimpangan sosial bisa bermacam-macam.Y Teori Merton. khususnya siswa sekolah. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. Oleh sebab itu. Teori penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial. . perilaku tersebut bisa dilakukan oleh seorang individu atau pun oleh sekelompok orang. Teori konflik.

sosial dsb). yang lebih menarik membuat sebagian pelajar tertantang terus dan menganggap duduk di depan layar komputer lebih menarik dibandingkan di dalam kelas. 1. biar lebih percaya diri (PD). warnet-warnet. Kemajuan teknologi bisa membawa dampak negatif bagi siapa pun yang kurang bisa mengontrol diri. Berada di tempat hiburan atau mall pada saat jam pelajaran Alasan dan yang dilakukan pelajar bisa bermacam-macam. misalnya kelompok senior yang menekan adik kelas. menentang terhadap guru.Penyimpangan yang sering dilakukan oleh siswa sekolah . Banyaknya mal dipusat kota khususnya membuat sebagian pelajar keterusan ‘mejeng’ yang ternyata tidak hanya dilakukan pad waktu diluar jam sekolah. kelompok atau geng bisa menjadi merugikan apabila orientasinya hanya untuk superioritas. pengrusakan. tak jarang kegiatan mejeng dilakukan pada waktu jam pelajaran . Solidaritas bisa berdampak positif dan negatif. Bentuk-bentuk penyimpangan siswa saat ini memang sangat beragam dan hal itu tak jarang dilakukan dengan intensitas yang tinggi. banyaknya permainan baru dengan bentuk pola yang berbeda. Tidak menutup kemungkinan akhirnya berdampak menjadi perkelahian antarkelompok atau tawuran antarsekolah. bahkan tidak menutup kemungkinan sampai terjadinya penganiayaan. Tujuan menggunakan obat terlarang bisanya untuk membuktikan keberanian dalam melakukan suatu tindakan yang berbahaya seperti berkelahi. seperti membolos. misalnya kelompok belajar. melepaskan diri dari kesepian . Namun. 2. 3. kelompok atas dasar hobi yang sama (bisa dalam bentuk keterampilan. perkelahian. Positif apabila visi misi didirikannya kelompok itu menguntungkan. Perbuatan-Perbuatan yang Melanggar Hukum Bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan remaja bisa merupakan tindakan yang melanggar hukum ataupun perbuatan yang anti sosial. Perilaku penyimpangan seorang pelajar pada umumnya adalah sebagai berikut. salah satu contohnya adalah bermain game di tempat-tempat permainan game online. seperti. hal ini bisa menyebabkan perkelahian apabila junior mempunyai ego yang tinggi. Penggunaan obat terlarang Banyak faktor mengapa remaja menggunakan obat-obat terlarang padahal mereka sudah mengetahui bahayanya dan risiko di masa depan. olah raga. Membentuk geng atau kelompok Salah satu ciri keremajaan adalah rasa solidaritasnya.

. menghilangkan rasa prustasi dan kegelisahan akibat suatu masalah. kawannya atau pun milik orang lain di tempat umum Melakukan pemerasan di lingkungan sekolah terhadap kawan-kawannya. dan faktor keluarga .atau rasa terkucil. yaitu penyimpangan yang dilakukan tanpa ada pengaruh dari luar. bahkan hanya sekadar ingin tahu saja. Pertama internal. yaitu yang diakibatkan karena lingkungan di luar seperti sekolah yang kurang disiplin. Secara umum penyimpangan sosial bisa terjadi akibat beberapa faktor. contohnya: Mengambil atau mencuri barang milik sekolah. karena rasa solidaritas terhadap kawan. biasanya dilakukan ke junior. pemerasan bisa dilakukan juga di luar sekolah. Melanggar Hak Orang Lain Bentuk penyimpangan remaja bisa berbentuk suatu tindakan yang mengakibatkan kerugian pada orang lain yang bersifat kebendaan. dilakukan karena dorongan dari dalam diri. Kedua faktor eksternal.

com: 2008). PENDAHULUAN 1. Beliau mengambil inisiatif untuk mengantar dan menjemput anaknya yang sudah SMU. (ekaprana htt://www. Mengapa para pelajar itu begitu sering tawuran. dan hal lainnya yang menyimpang? Apa yang salah dari semua ini? . sebuah kebiasaan yang belum pernah Beliau lakukan sebelumnya. dan tidak bisa berpikir mana yang berguna dan mana yang tidak ? Mengapa pula para pelajar banyak yang terlibat narkoba dan seks bebas. A101080018 Mahasiswa Program Sertifikasi Guru Melalui Jalur Pendidikan FKIP-UMS Surakarta Tahun 2008-2009 Abstrak Perilaku menyimpang pelajar adalah salah satu dari masalah sosial karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. A. Sebaliknya bagi pelajar yang keluarganya harmonis dan utuh maka kemungkinan melakukan perilaku menyimpang sangat kecil.jurnalbogor. Bagaimana tidak ngeri. seakan-akan mereka sudah tidak memiliki akal sehat. Ada hubungan sebab akibat antara disorganisasi sosial dalam keluarga dengan perilaku menyimpang pelajar.PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI Oleh : Muhammad Yakub NIM. Artinya adanya disorganiasi sosial dalam keluarga memberi peluang pelajar untuk melakukan perilaku menyimpang. Latar Belakang Anonymous menulis “Ada seorang Ibu yang tinggal di Jakarta bercerita bahwa sejak maraknya kasus tawuran pelajar di Jakarta. kalau pelajar yang tidak ikut-ikutan pun ikut diserang”.

Pelajar akan mengalami periode perkembangan fisik dan psikis sebagai berikut : masa pra-pubertas (12 – 13 tahun). Becker (dalam Soerjono Soekanto. (2007:27).Masa berlangsung begitu singkat. Dan perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajarpelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya. atau telah terjadi kenakalan pelajar. masa akhir pubertas. psikis. Tetapi perilaku menyimpang bukanlah kondisi yang perlu untuk menjadi seorang penyimpang. mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi dan adanya kesempatan tertentu. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Kenakalan pelajar dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Perilaku pelajar yang tidak melalui menyimpang. sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. Orang yang dianggap menyimpang berarti melakukan perilaku menyimpang. (17 – 18 tahun). Penyimpang adalah orang-orang yang mengadopsi peran penyimpang. berusia antara 12 – 21 tahun. tetapi terkadang pada kebanyakan orang tidak menjadi berwujud penyimpangan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku mengapa seorang pelajar melakukan penyimpangan. remaja Siahaan http://www. Istilah pelajar dalam makalah ini adalah mereka yang menurut Kartini Kartono.(Jokie kanak-kanak dan masa M. Dalam perspektif sosiologi perilaku menyimpang pelajar terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku.blogspot.1988 : 26). dan emosi yang begitu cepat.Adalah sulit untuk menentukan suatu penyimpangan karena tidak semua orang menganut norma yang sama sehingga ada perbedaan mengenai apa yang menyimpang dan tidak menyimpang. masa pubertas (14 – 16 tahun). Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial.S. jalur tersebut berarti telah .com/2008 ). baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. dengan perkembangan fisik. atau yang disebut penyimpangan sekunder.

dan normatif. maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang. manipulasi aspek lingkungan fisik. Perbedaan yang menonjol dari keempat sudut pandang pendefinisian itu adalah pendefinisian oleh para reaktifis. di mana penyimpangan itu adalah terlarang bila diketahui dan mendapat sanksi. Pengertian yang penuh terhadap penyimpangan membutuhkan pengertian tentang penyimpangan bagi penyimpang.S. Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. Karena itulah dalam membahas perilaku penyimpangan pelajar.Dasar pengakategorian penyimpangan didasari oleh perbedaan perilaku. Teknik-teknik yang digunakan oleh penyimpang adalah kerahasiaan. Oleh sebab itu. yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. Penyimpangan dapat didefinisikan secara statistik. absolut. dan normatif yang membedakannya dari kedua sudut pandang lainnya. partisipasi dalam subkebudayaan menyimpang dan berubah menjadi tidak menyimpang. Jumlah dan macam penyimpangan dalam masyarakat adalah relatif tergantung dari besarnya perbedaan Penyimpangan adalah relatif terhadap norma suatu kelompok atau masyarakat. Penyimpangan secara normatif didefinisikan sebagai penyimpangan terhadap norma. .( Jokie M. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami. Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial dalam keluarga misalnya. reaktifis. Karena norma berubah maka penyimpangan berubah. kondisi dan individu. kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap oleh setiap pelajar. Siahaan: blogspot. rasionalisasi. penulis menitikberatkan pada pendekatan sistem.com:2008). Tidak satu teknik pun yang menjamin bahwa penyimpang dapat hidup di dunia yang menolaknya. Cara-cara para penyimpang menghadapi penolakan atau stigma dari orang non penyimpang disebut dengan teknik pengaturan. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya.

Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat. Tujuan Penulisan Berdasarkan latar belakang di atas. Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong timbulnya perilaku penyimpangan yang dilakukan para pelajar. dengan demikian perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat. PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR 1. Singgih D. perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan melihat pada sesuatu perbuatan yang tidak disengaja. 2. Selanjutnya dalam pembahasan ini.2. dijelaskan bahwa dalam pemikiran perilaku menyimpang atau jahat kalau dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial yang normal. 1985 : 73). sehingga perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan dianggap terjadi hal yang menyimpang atau “kenakalan”. mengatakan dari segi hukum kenakalan pelajar digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum . pernah membahas tentang normal tidaknya perilaku menyimpang atau perilaku kenakalan. Jadi kebalikan dari perilaku yang dianggap normal yaitu perilaku nakal atau jahat yaitu perilaku yang disengaja sehingga menimbulkan keresahan pada masyarakat. Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan pelajar yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Gumarso (1988 : 19). Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto. maka tujuan penulisan ini adalah: 1. B. Faktor-Faktor Pendorong Pada dasarnya perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar adalah hal-hal yang dilakukan oleh pelajar sebagai individu dan yang tidak sesuai dengan normanorma hidup yang belaku di dalam masyarakatnya. Untuk mengetahui hubungan antara perilaku menyimpang pelajar dengan disorganisasi sosial. istilah perilaku menyimpangdiidentikkan dengan kenakalan.

seperti : 1. frustrasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali.yaitu : (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum . Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor. pengaruh kawan bermain ini bukan hanya membanggakan si pelajar saja tetapi bahkan juga pada orangtuanya. Di jaman sekarang. Kawan Sepermainan Di kalangan pelajar. maka pelajar kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik. . Apabila timbul frustrasi. Makin banyak kawan. Orangtua juga senang dan bangga kalau anaknya mempunyai teman bergaul dari kalangan tertentu . Sebab. orangtua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar masa depan si anak berbahagia. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai. Oleh karena itu. makin tinggi nilai mereka di mata temantemannya. 2. Namun jika si anak akan mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun orangtua tidak mampu memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi orangtuanya. dan lain sebagainya. (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. Masih sering terjadi dalam masyarakat. memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. orangtua para pelajar hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. obat terlarang. meski memang ada sebagian anak yang berhasil mengikuti kehendak orangtuanya tersebut. orangtua yang memaksakan kehendaknya agar di masa depan anaknya memilih profesi tertentu yang sesuai dengan keinginan orangtua. Ketika anak memasuki usia sekolah terutama perguruan tinggi. tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil dan kemudian menjadi kecewa. Pemaksaan ini tidak jarang justru akan berakhir dengan kekecewaan. Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas. Jangan biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. Pendidikan Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua kepada anak.

pada si pelajar akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Sebab dalam masyarakat. tidak ada kegiatan. Uang saku yang diberikan dengan tidak bijaksana akan dapat menimbulkan masalah. Yaitu: 1. Pelajar atau anak hendaknya dididik agar dapat menghargai nilai uang. 3. Namun. jika ia melakukan kegiatan yang negatif maka lingkungan dapat terganggu. Uang Saku Orangtua hendaknya memberikan teladan untuk menanamkan pengertian bahwa uang hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat. Anak menjadi boros 2. Penggunaan Waktu Luang Kegiatan di masa pelajar sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah. Mengisi waktu luang selain diserahkan kepada kebijaksanaan pelajar. Pemberian uang saku kepada pelajar memang tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu. 4. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para pelajar untuk menarik perhatian lingkungannya. Seringkali perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja. Jangan berlebihan. Anak tidak menghargai uang. waktu luang yang dimiliki pelajar dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi.Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya. sebaiknya uang saku diberikan dengan dasar kebijaksanaan. dan . selain itu mereka bebas. ada baiknya pula orangtua ikut memikirkannya pula. akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan kawan-kawannya. Tindakan pengasingan ini jelas tidak mengenakkan hati si pelajar. Apabila si pelajar melakukan kegiatan yang positif. pada umunya apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya maka ia akan dijauhi oleh lingkungannya. bersenang-senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat terlarang. Namun. Kegiatan keluarga dapat pula berupa tukar pikiran dan berbicara dari hati ke hati. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak. Akhirnya ia terjerumus.

5. . . Anak malas belajar. Akibatnya. merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. Hubungan Perilaku Menyimpang Pelajar dengan DisorganisasiSosial. Perilaku Seksual Pada saat ini. Perilaku pelajar sebagai individu yang dianggap menyimpang dan merupakan sebagai masalah sosial. 2. para pelajar saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. sebab mereka pikir tanpa kepandaian pun uang gampang didapat. bagi mereka. Oleh karena itu. kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya. Apabila usia makin meningkat. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita. sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. dalam masa pacaran. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan yang sesuai dengan agama dan aturan yang berlaku. Hal ini dapat dilihat bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial seperti masalah dalam keluarga. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa pelajar. anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Pacar. di jaman ini banyak pelajar yang putus sekolah karena hamil.3. pada dasarnya bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah.maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum. di kalangan pelajar kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Para pelajar dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Namun. tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat. Akibatnya.

yaitu : 1. Mereka yang orang tuanya otoriter. Hal ini perlu diketahui karena dalam keseharian orang tua terkadang tidak mampu dan melalaikan tugas sosial keluarga.Ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam menilai ada tidaknya hubungan antara perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar dengan disorganisasi sosial.com/2008). Hubungan dengan keutuhan keluarga Secara teoritis keutuhan keluarga dapat berpengaruh terhadap kenakalan pelajar. Hubungan dengan sikap orang tua dalam pendidikan Salah satu sebab kenakalan yang disebutkan pada kerangka konsep di atas adalah sikap orang tua dalam mendidik anaknya. 3. artinya tingkat pemenuhan kebutuhan hidup. seperti . Artinya banyak terdapat anak-anak pelajar yang nakal datang dari keluarga yang tidak utuh. yaitu pada kenakalan khusus. baik dilihat dari struktur keluarga maupun dalam interaksinya di keluarga. Jadi ketidak berfungsian keluarga untuk menciptakan keserasian dalam interaksi mempunyai kecenderungan anak pelajarnya melakukan kenakalan. sering melakukan kenakalan khusus. namun ketidakutuhan struktur keluarga bukan jaminan bagi anaknya untuk melakukan kenakalan. guna memenuhi kebutuhan keluarganya. ternyata peranan keluarga dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak. Karena pekerjaan orangtua dapat dijadikan ukuran kemampuan ekonomi. dan tidak memperhatikan sama sekali pendidikan anaknya. (Masngudin HMS : wordpress. terutama masalah dalam keluarga. terlihat jelas bahwa yang melakukan kenakalan khusus berasal dari keluarga yang interaksinya kurang dan tidak serasi. karena kesibukannya dalam pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Artinya semakin tidak serasi hubungan atau interaksi dalam keluarga tersebut tingkat kenakalan yang dilakukan semakin berat. 2. Hubungan dengan pekerjaan orang tua Untuk mengetahui apakah perilaku menyimpang atau kenakalan juga ada hubungannya dengan pekerjaan orangtuanya. Namun jika dilihat dari keutuhan dalam interaksi.

pemerkosaan. jadi keberfungsian keluarga sangat menentukan masa depannya. oleh karena itu mau tidak mau harus berhubungan dengan lingkungan sosialnya. untuk itu solusi yang diambil yaitu memfungsikan kembali organisasi itu atau keluarga untuk mencegah tingkat kenakalan pelajar tersebut. Adapun yang diharapkan dari hubungan tersebut adalah serasi.hubungan seks di luar nikah. berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. baik kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan maupun kenakalan khusus. Hubungan antara interaksi keluarga dengan lingkungannya Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. akan terhindarkan. Hal ini berarti bahwa bagi keluarga yang taat menjalankan kewajiban agamanya kecil kemungkinan perilaku anaknya menyimpang. Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik. Menurut teori Durkheim kenakalan pelajar disebabkan ketidak berfungsian sebuah organisasi yang dalam hal ini adalah organisasi keluarga. 4. Dengan demikian ketaatan dan tidaknya beragama bagi keluarga sangat berhubungan dengan kenakalan yang dilakukan oleh anak-anaknya. C. menyalahgunakan narkotika. KESIMPULAN . Apabila hal itu dapat diciptakan. Sebab keluarga yang menjalankan kewajiban agama secara baik. Dan pada dasarnya keluarga memang adalah organisasi pertama sebagai pembentuk watak dan kepribadian anak atau pelajar. (Soerjono Soekanto. Hubungan dengan kehidupan beragama keluarga Kehidupan beragama keluarga juga merupakan salah satu ukuran untuk melihat hubungan perilaku penyimpangan pelajar dengan disorganisasi sosial dalam keluarga. kumpul kebo. maka kecenderungan anaknya melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih berat yaitu kenakalan khusus. serta menggugurkan kandungan. demikian juga sebaliknya. kasus pembunuhan. yaitu menerapkan proses sosialisasi yang baik bagi anak-anaknya. 2007:324). karena keserasian akan menciptakan kenyamanan dan ketenteraman. maka anak-anaknyapun akan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma agama. 5. dengan tetangga atau lingkungan sosialnya.

Pelajar yang demikian. Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami. besar kemungkinan untuk melakukan kenakalan atau perilaku menyimpang. . Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor antara lain. apalagi kenakalan khusus. dan pergaulan sex bebas. ditemukan bahwa perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajar-pelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya. Sebaliknya bagi keluarga yang harmonis dan utuh maka kemungkinan anakanaknya melakukan perilaku menyimpang sangat kecil. bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang. pemberian uang saku yang berlebihan. kegagalan dalam pendidikan. Berdasarkan kenyataan di atas. baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. maka akan melakukan perilaku menyimpang atau kenakalan pada tingkat tertentu. banyaknya waktu luang. Demikian juga dari adanya disorganiasi sosial dalam keluarga yang dialami oleh pelajar. adanya pengaruh kawan sepermainan. maka perlu kiranya orangtua menjaga dan mempertahankan keutuhan keluarga dengan mengoftimalkan fungsi sosial keluarga melalui programprogram kesejahteraan sosial yang berorientasi pada keluarga dan lingkungannya. pengenalan agama lebih dini dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. maka untuk memperkecil tingkat perilaku menyimpang pelajar.Berdasarkan analisis di atas.

Teori George Herbert Mead Menurut Mead setiap anggota baru harus mempelajari peran-peran yang ada di dalam masyarakat yaitu suatu proses yang dinamakan pengambilan peran. Menurut Berger. agama. Keseluruhan kebiasaan yang dimiliki manusia di bidang ekonomi. b. Beberapa teori sosialisasi menurut para ahli sosiolog adalah sebagai berikut: a. 2. Aktivitas sosial itu terjadi karena adanya aktivitas dari manusia dalam hubungannya dengan manusia lain. seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain melalui tiga tahap. Misalnya dilihat dari aspek hukum. sosialisasi sebagai proses melalui bagaimana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadapnya. Cooley Menurut Cooley. kekeluargaan. Teori Charles H.SOSIALISASI SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Posted on 22 Februari 2011 > 1. . Dalam proses ini seorang belajar untuk mengetahui peran yang harus dijalankan serta peran yang harus dijalankan orang lain. yaitu: 1. Pengertian Proses Sosialisasi Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. Jadi. politik. Jadi diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. dan sebagainya harus dipelajari oleh setiap anggota baru masyarakat melalui suatu proses yang dinamakan sosialisasi. Kehidupan bersama itu dapat dilihat dari beberapa segi. 3. proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai bidang kehidupan yang berguna. Seseorang mempunyai perasaan apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya. dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan bentuk utama dari proses sosial. pendidikan.

paman. maka ia kurang dihargai dan siswa tersebut menjadi murung. Di samping itu bagi keluarga yang memiliki status sosial yang lebih baik. pembantu dan sebagainya. nenek. radio dan iklan. Pendidikan formal mempersiapkan penguasaan peran-peran baru yang akan digunakan di kemudian hari. Agen sosialisasi di lingkungan keluarga meliputi orang tua. buletin. televisi. surat kabar. Keluarga Keluarga merupakan lingkungan utama yang dikenal oleh anak. Lingkungan sekolah Di lingkungan sekolah atau pendidikan formal seorang anak mulai mempelajari hal-hal baru yang belum dipelajari dalam lingkungan keluarga maupun kelompok bermain. Arti pentingnya agen sosialisasi terletak pada pentingnya kemampuan yang harus dikerjakan kepada anak. teman bermain. pekerja sosial. b. ia merasa bahwa para gurunya menganggapnya bodoh. agen sosialisasi termasuk. bibi. 1. Misalnya. lingkungan sekolah dan media massa. Misalnya. Teman bermain Anak mulai bergaul dengan lingkungan selain keluarganya. Agen Sosialisasi Ada empat agen sosialisasi yaitu keluarga. belajar matematika. saudara kandung bahkan untuk lingkungan besar termasuk kakek. Misalnya seseorang siswa memperoleh nilai rendah dalam ujian. 2. a. membaca dan menulis). c. berarti anak menemukan agen sosialisasi yang lain. Di lingkungan sekolah. ilmu pengetahuan sosial dan pelajaran lain-lain. Pada lingkungan ini seorang anak mempelajari berbagai kemampuan baru. para siswa belajar kemandirian. petugas anak. majalah. anak memasuki game stage yaitu mempelajari aturan yang mengatur peran orang lain yang kedudukannya sederajat. tetangganya atau teman sekolahnya.Ia menganalogikan antara pembentukan diri seorang dengan perilaku orang yang sedang bercermin. Peran agen sosialisasi terutama orang tua sangat penting. dan sebagainya. Kemandirian . prestasi. dia melakukan interaksi sosial sederajat. Di lingkungan sekolah. umum dan khusus. seseorang belajar bahasa (mendengarkan berbicara. pada saat anak tidak tergantung pada orang tua lagi.

penilaian terhadap perilaku siswa dibatasi secara khusus. majalah. Jadi tidak ada ketergantungan pada orang lain. Misalnya penilaian matematika tidak mempengaruhi mata pelajaran lain. Pesan-pesan yang disampaikan baik melalui surat kabar. seperti bahasa Indonesia. mengenal dirinya dan mengembangkan segenap potensinya untuk menjadi anggota masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan sebagai pedoman dalam kehidupannya. Misalnya. Setiap tugas-tugas yang diberikan akan memperoleh penghargaan berupa nilai. 4. Tujuan dan Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi a. Umum Di lingkungan sekolah.Jika di rumah anak dapat mengandalkan bantuan orang tuanya dalam melakukan berbagai tugas. televisi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan sosialisasi adalah: . internet) merupakan bentuk komunikasi yang dikatagorikan sebagai agen sosialisasi. baik media cetak (surat kabar. seorang anak cenderung memperoleh perlakuan khusus. radio. Melalui sosialisasi. 3. 3. seseorang dapat menyesuaikan perilaku yang diharapkan. Media Masa Media masa. berbeda dengan di lingkungan keluarga. Prestasi Di sekolah anak belajar bersaing dan berprestasi. Khusus Di lingkungan sekolah. film. anak mengikuti gaya mode dan penampilan para artis. Keberhasilan atau kegagalan ditentukan oleh prestasi secara khusus tiap-tiap mata pelajaran itu sendiri. 5. maka di sekolah sebagian besar harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Tujuan sosialisasi Tujuan sosialiasi yaitu sebagai proses pengenalan diri sendiri dan orang lain dengan perannya masing-masing. film dan internet akan mempengaruhi perilaku seseorang. televisi. setiap anak akan memperoleh perlakuan yang sama (secara umum). majalah) maupun elektronik (radio. ilmu pengetahuan sosial dan lain-lain. 2. berbagai nilai yang diperoleh akan menunjukkan tingkat prestasi seseorang sehingga seorang anak termotivasi untuk belajar dan meraih prestasi.

Untuk mengenal sistem nilai-nilai norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam sekitarnya. mengenal adat istiadat. 3. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial masyarakat. misalnya mengenal anggota keluarga (ayah. golongan darah. Tingkat emotional atau Emotional Question (EQ) dan . mengetahui peraturan-peraturan yang berlaku dan sanksi-sanksi yang diterapkan. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial di mana seseorang individu bertempat tinggal. Untuk mengenal lingkungan alam sekitar. 4. Faktor dari dalam Faktor yang berasal dan dalam individu seseorang meliputi: 1. 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Keberhasilan proses sosialisasi oleh beberapa faktor baik yang berasal dari diri individu. a. wajah alat indera. Adanya peningkatan status dan peranan seseorang dalam usaha peningkatan kasir. Misalnya mengenal teman bermain. 5. 2. 3. 2. b. Misalnya. saudara. Dapat berintegrasi dengan lingkungan sosial masyarakat. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial budaya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat. hal ini dapat dan seorang mengenal keluarga. 4. Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi Keberhasilan seseorang individu dalam proses sosialisasi dapat dilihat dan diukur dari adanya indikasi-indikasi sebagai berikut: 1. potensi dirinya dan faktor yang berasal dari luar dirinya. Tingkat kecerdasan atau Intelegensi Question (IQ). ibu dan saudarasaudaranya).1. mengenal tetangga. tetangga. Misalnya mengenal kedudukan tempat tinggalnya di antara masyarakat dan mengenal lingkungan tempat bekerja. Bilogis yang meliputi bentuk tubuh. 3. wawasan biologis.

dan lingkungan pekerjaan. Pengetahuan Pengetahuan merupakan unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seseorang manusia yang sadar. persepsi. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang adalah: 1. serta keterampilan. 5. Faktor keturunan 2. dorongan akan kehendak bentuk. Seluruh proses akal manusia yang sudah jadi antara lain. Potensi. cemburu. dorongan seks. karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif. Unsur-unsur pembentukan kepribadian 1. Faktor-faktor pembentukan kepribadian Istilah “Kepribadian” adalah sebagai ciri-ciri watak seseorang individu yang konsisten. Faktor dari luar Faktor-faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi yang berasal dari luar yaitu lingkungan keluarga. Lingkup budaya 4. simpati. pengamatan. 2. Perasaan Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia. b. Faktor lingkungan alam 3. lingkungan masyarakat setempat. konsep maupun fantasi. apersepsi. . lingkungan pendidikan. lingkungan bermain/pergaulan. dorongan untuk memperatahankan hidup. bakat. dan secara nyata yang terkandung di dalam otaknya. rasa. warna dan gerak. Situasi b. dorongan untuk berbakti. Adapun dorongan naluri antara lain.4. Ciri khas tersebut berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Pembentukan Kepribadian a. yang memiliki identitas khusus sebagai individu.

4. Nilai Sosial 1. penulis. emosional.c. 5. pengorganisasian dan pemahaman. Kedudukannya: tukang cat. Tipologi kepribadian Tipologi kepribadian seseorang menjadi enam tipologi dan masing-masing memiliki karakter dan kedudukan yang berbeda-beda. kekuatan dan koordinasi. Karakternya imajinatif. tidak teratur. tidak praktis. kreatif. eksperesif. idealis. Ciri-ciri nilai sosial . Konversional Tipe konversional yaitu tipe yang menyukai kegiatan yang diatur dengan peraturan jelas. Nilai sosial berarti pedoman perilaku yang dianggap baik. 3. 6. pantas dan benar sebagai ukuran perilaku masyarakat. Enterfising Tipologi ini menyukai kegiatan di mana selalu ada peluang untuk mempengaruhi orang lain. Artistik Seseorang dalam tipologi ini menyukai kegiatan yang bersifat mendua. Sosial Tipe sosial yaitu seseorang yang menyukai kegiatan yang membantu meringankan beban orang lain. Fungsi Nilai dan Norma Sosial a. 6. Pengertian nilai sosial Nilai adalah suatu ukuran atau patokan yang diyakini dan dijadikan standar pedoman. Realistis Tipe realistis yaitu seseorang yang menyukai kegiatan fisik yang menuntut kererampilan. pemusik. Investigatif Seseorang yang memiliki tipe investigatif menyukai kegiatan yang mencakup pemikiran. Keenam tipologi yang dimaksud adalah: 1. 2. 2.

Bukan pembawaan sejak lahir 3. sebab norma disebut sebagai norma sosial bukan saja karena telah mendapatkan sifat kemasyarakatannya akan tetapi telah dijadikan patokan dalam perilaku. 2. Terbentuk melalui proses belajar 4. Adanya desakan sosial itu merupakan ciri. Norma cara (Usage) Norma cara yaitu tata cara yang dianut seseorang dalam melakukan sesuatu. maka tidak dapat disebut norma sosial. b. Mengandung sanksi bagi yang melanggarnya dan e. Hasil dan kesepakatan masyarakat c. . Jika aturan-aturan tidak dikuatkan oleh desakan sosial. Tahap-tahap Norma sosial Berdasarkan tingkat daya ikat terhadap masyarakat tahap-tahap norma sosial meliputi: a. Menurut Berry. Norma Sosial 1. Hasil interaksi sosial antar warga masyarakat 2. Berhubungan satu sama lain dan 6. Bervariasi antara budaya yang satu dengan yang lain.1. unsur pokok dari norma yaitu tekanan sosial terhadap anggota-anggota masyarakat untuk menjalankan norma-norma tersebut. Warga masyarakat mentaatinya d. Pengertian sosial a. Menyebabkan terjadinya perubahan sosial sehingga norma sosial dapat berubah pula. Umumnya tidak tertulis kecuali norma hukum b. bahwa norma-norma itu benar-benar telah menjadi norma sosial. Dapat mempengaruhi perkembangan pribadi 5.

Norma tata kelakuan (Mores) Suatu norma kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat berkembang menjadi norma tata kelakuan. d. apabila dilanggar dikenakan sanksi hukum baik penjara. c. c. Norma kebiasaan (Folkways) Norma kebiasaan yaitu suatu aturan yang biasa berlaku di lingkungan masyarakat (biasa dilakukan secara berulang-ulang). Jenis-jenis norma sosial Dilihat dari bidang-bidang kehidupan yang diaturnya. norma sosial dibagi menjadi 4 jenis antara lain adalah: a. Norma hukum Norma hukum yaitu suatu rangkaian aturan yang menjadi pedoman bagi seluruh warga negara. 3. upacara penguburan dan selamatan. Norma adat atau kebiasaan Norma adat atau kebiasaan yaitu norma yuang mengatur kehidupan bermasyarakat yang dipergunakan secara berulang-ulang dan dibakukan sebagai pedoman adat dalam kelompok masyarakat tertentu. norma tata kelakuan digunakan sebagai alat pengawasan oleh masyarakat kepada anggotanya. adat pembagian warisan. Norma hukum berisi ketentuan-ketentuan perundang-undangan termasuk peraturan pemerintahan baik pusat maupun daerah dan keputusan-keputusan pejabat pemerintah yang dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. d. Norma kesusilaan dan kesopanan Norma kesusilaan adalah norma yang bersumber dari perasaan manusia sedangkan norma kesopanan bersumber pada akal pikiran manusia. denda atau hukuman mati. pelanggaran norma tersebut akan dianggap sebagai perbuatan dosa. b. Norma Agama Norma agama yaitu aturan-aturan yang bersumber dan ajaran agama yang mengikat pada penganutnya yang berisi perintah-perintah maupun larangan bagi penganutnya masing-masing untuk memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Norma Hukum .b. misalnya adat perkawinan.

Norma hukum merupakan norma sosial yang dibuat oleh lembaga berwenang untuk dijadikan pedoman dalam mengatur kehidupan warga negara. memberikan perasaan identitas kepada masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai. Nilai dan norma membatasi ruang gerak orang-orang yang kuat untuk melakukan perilaku sekehendaknya. 2. Sebagai pelindung pihak-pihak yang lemah Nilai dan norma sosial berlaku secara umum di lingkungan masyarakat. Fungsi nilai dan norma-norma sosial antara lain adalah: 1. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Maurice Doverger berpendapat bahwa nilai-nilai sosial mencerminkan suatu kualitas referensi dalam tindakan. sesuai tingkat kesalahannya. memberikan sumbangan yang berarti kepada pembentukan pandangan dunia mereka. 7. Saparinah Sadli menjelaskan bahwa norma-norma sosial yang menjadi pedoman perilaku manusia sebenarnya bersumber dari niali-nilai. dan kehidupan dalam hal ini sanksi bagi yang melanggar dikenai denda. . hukuman penjara. Sebagai petunjuk perilaku Nilai dan norma merupakan sesuatu yang mengandung kebaikan yang telah diyakini dan dijadikan pedoman dalam kehidupan.

Masalah Sosial budaya
April 19th, 2010 • Related • Filed Under Pesatnya pembangunan dan masuknya era globlalisasi membawa dampak yang harus dihadapi Bangsa Indonesia, baik dampak positif maupun yang bersifat negatif. Salah satu dampak negatif globlalisasi adalah memberikan konsekuensi masuknya dan meleburannya budaya asing pada budaya Indonesia, padahal budaya tersebut belum tentu sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia.Dampak negatif globlalisasi tersebut di atas tampak menghiasi berita dimedia massa. Diantaranya, “seorang remaja warga Banguntapan, Bantul,Yogyakarta dengan inisial AK (27) ditangkap Polisi bersama adiknya karena terlibat perkara narkoba” (Merapi, 28 Juni 2007:1 dan 7) Contoh pemberitaan media massa tersebut, dapat dikategorikan sebagai perilaku menyimpang remaja.perilaku menyimpang remaja dapat diartikan:Sebagai kenakalan, penyimpangan, atau pelanggaran pada norma yang berlaku. Dari segi konsepsi hukum, kenakalan diartikan merupakan pelanggaran terhadap hukum yang belum bisa dikenai hukum pidana sehubungan dengan usianya. Terjadinya perilaku menyimpang remaja serta lunturnya rasa hormat generasi muda terhadap generasi tua, merupakan indikasi menurunnya pemahaman dan pengalaman nilainilai budaya yang terumuskan menjadi Pancasila. Menyimak kondisi demikian, tidaklah bijaksana menumpukan kesalahan pada pemerintah ataupun pihak-pihak terkait. Lebih bijaksana jika terlebih dahulu mengkaji kondisi remaja dan problematika di dalamnya. Agar kehidupan kita tetap terbina ketertibanyanya, sudah seharusnya kaidah-kaidah hukum untuk ditaati.setiap orang yang menghendaki hidup tertib dan tentram dituntut untuk taat dan patuh terhadap pancasila.Teori-teori umum tentang penyimpangan berusaha menjelaskan semua contoh penyimpangan sebanyak mungkin dalam bentuk apapun (misalnya kejahatan, gangguan mental, bunuh diri dan lain-lain). Berdasarkan perspektifnya penyimpangan ini dapat digolongkan dalam dua teori utama. Perpektif patologi sosial menyamakan masyarakat dengan suatu organisme biologis dan penyimpangan disamakan dengan kesakitan atau patologi dalam organisme itu, berlawanan dengan model pemikiran medis dari para psikolog dan psikiatris. Perspektif disorganisasi sosial memberikan pengertian pemyimpangan sebagai kegagalan fungsi lembaga-lembaga komunitas lokal. Masingmasing pandangan ini penting bagi tahap perkembangan teoritis dalam mengkaji penyimpangan.Remaja sebetulnya dapat dikatakan tidak memiliki tempat yang jelas,mereka tidak termasuk dalam golongan anak-anak dan belum dapat diterima kedalam golongan orang dewasa. Remaja berada di antara anak dan orang dewasa. Suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi kedalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Masa remaja ini merupakan masa pencarian jati diri. Dalam proses pencarian jati dirinya memerlukan bimbingan dari lingkungan sekitar. Menurut Horrock sebagaimana dikutip oleh Ali dan Mohammad “lingkungan merupakan faktor yang besar pengaruhnya bagi perkembangan nilai, moral, dan sikap individu”.Ruang lingkup lingkungan terkecil dalam kegiatan bimbingan dan pendidikan adalah keluarga. keluarga merupakan: Lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang menjadi dewasa bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan di dalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya watak, budi pekerti dan kepribadian tiap- tiap manusia. Kenyataan yang terjadi sekarang ini peran keluarga dalam hal ini orang tua dalam memberikan pendidikan dan bimbingan moral bagi anak-anaknya sering terlupakan. Orang tua kurang memperhatikan anak-anaknya dengan dalih sibuk bekerja memenuhi kebutuhan ekonominya. Anak hanya disuapi dengan

kebutuhan fisik saja, sementara aspek batin, mental dan spritual pada diri anak kurang diperhatikan oleh orang tuanya. Peranan keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama memiliki fungsi yang penting terutama dalam penanaman sikap, nilai hidup serta berfungsi menumbuhkan kesadaran bahaya perilaku menyimpang pada remaja.sebagai pandangan hidup dan intensitas bimbingan moral oleh orang tua pengaruhnya terhadap kesadaran bahaya perilaku menyimpang pada remaja.Dan hal-hal yang mempengaruhinya dalam kehidupan kita saat ini, paling tidak ada empat lingkungan yang senantiasa berinteraksi satu sama lain, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan negara A.Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi manusia. Menaati dan melaksanakan hukum dan aturan yang berlaku dalam lingkungan keluarga diantaranya 1.menaati aturan sopan-santun, baik kepada keduaorang tua maupun kepada seluruh anggota keluarga baik yang dekat maupun yang jauh. Termasuk harus berbuat sopan dan santun kepada tetangga yang ada disekitar kita. 2.menjaga nama baik keluarga. Misalnya denganberperilaku sesuai dengan nasehat orang tua. Kita haru sadar bahwa menjaga nama baik keluarga sama dengan menjaga nama baik bangsa dan negara. Hal ini karena bangsa indonesia adalah sebuah keluarga besar yang di dalamnya terdiri dari sekumpulan keluarga-keluarga seperti dalam keluarga kita. 3.tidak berbuat apalagi membiasakan diri berdusta kepada orang tua. Ini sangat penting sebab tidak sedikit di antara kita yang berani berbuat dusta kepada orang tua kita. B.Lingkungan Sekolah Sekolah meupaka lingkungan tempat kita menuntut ilmu. Kita mengetahui bermacam ragam ilmu, mahir beragam macam keterampilan karena kita bersekolah. Kita bisa bersekolah karena keadaan sekolah tertib sehingga belajar tidak terganggu. Oleh karena itu menerapkan nilai dan norma di lingkungan sekolah sangat diutamakan. Pelaksanaannya itu dapat berupa: a.mengindahkan tata tertib sekolah. Misalnya tidak sengaja terlambat masuk sekolah. b.mengenakan pakaian seragam yang rapi dan bersih. c.berperilaku baik dan sopan santun kepada Bapak dan Ibu Guru dan kepada sesama teman. d.tekun belajar. Ingat kunci sukses dan manfaat ilmu yang kita pelajari sangat erat dengan keikhlasan dan kesenangan orang yang memberikan ilmu kepada kita. Maka dari membuat guru senang dengan berperilaku kita yang terpuji menjadi kunci sukses kebehasilan dari ketekunan belajar kita. e.menjaga kebersihan sekolah. f.membayarkan uang iuran sekolah dari orang tua tepat pada waktu. g.mengerjakan pekerjaan rumah, dan sebagainya. C.Lingkungan Masyarakat Dalam kehidupan masyarakat terdapat hukum yang mengikat warganya sekalipun tidak tertulis. Ada peribahasa yang mengatakan “lain padamg lain belalang, lain lubuk lain ikannya”, artinya pada setiap masyarakat terdapt adat atau kebisaan yang berbeda-beda. Adat atau kebiasaan tersebut merupakan hukum yang tidak tertulis. Menaati hukum tidak tertulis dalam masyarakat diantaranya dapat dilakukan dengan cara: a.menghormati taa cara atau kebiasaan setempat b.ridak berbuat keonaran c.menjaga nama baik masyarakat

D.Lingkungan Negara Selaku warga negara indonesia kita dituntut untuk melaksanakan norma-norma hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Kesadaran bahaya perilaku menyimpang remaja pada dasarnya dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait, baik yang berasal dari dalam diri remaja sendiri maupun berasal dari luar. Faktor dari dalam remaja antara lain struktur intelektualnya, kondisi fisik dan psikis, serta karekterisik individual sedangkan faktor dari luar individu remaja antara lain teman bermain, lingkungan pendidikan, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat,kegiatan keorganisasian yang diikuti. Moral pada dasarnya merupakanrangkaian nilai tentang berbagai macam perilaku yang harus dipatuhi. Moral merupakan kaidah normadan pranata yang mengatur perilaku individu dan hubungannya dengan kelompok social dan masyarakat. Moral merupakan standar baik buruk yang ditentukan bagi individu oleh nilai-nilai social budaya,dimana individu sebagai anggota social.perilaku moral diperlukan demi terwujudnya kehidupan yang damai, Penuh keteraturan, ketertiban, dan keharmonisan. Penyimpangan dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui jalur tersebut berarti telah menyimpang. Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja, bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988,26), mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang. Masalah sosial perilaku menyimpang dalam tulisan tentang “Kenakalan Remaja” bisa melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui pandangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Tentang perilaku disorder di kalangan anak dan remaja mengemukakan bahwa perilaku menyimpang juga dapat dilihat sebagai perwujudan dari konteks sosial. Perilaku disorder tidak dapat dilihat secara sederhana sebagai tindakan yang tidak layak, melainkan lebih dari itu harus dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan sosialnya. Ketidak berhasilan belajar sosial atau “kesalahan” dalam berinteraksi dari transaksi sosial tersebut dapat termanifestasikan dalam beberapa hal. Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Oleh sebab itu, kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap. Salah

derajat kesehatan rendah dari kondisi serta komposisi penduduk yang tidak stabil. tetapi lebih dari itu. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. dampak kondisi perumahan di bawah standar.Keluarga.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. Di dalam masyarakat yang disorganisasi sosial. bahwa beberapa tempat di kota mempunyai sifat yang kondusif bagi tindakan kriminal oleh karena lokasi tersebut mempunyai karakteristik tertentu. seringkali yang terjadi bukan sekedar ketidak pastian dan surutnya kekuatan mengikat norma sosial. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. Media Massa baik cetak maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Mengenai pendekatan sistem. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilaku. Penelitian inipun dilakukan di daerah pinggiran kota yaitu di Pondok Pinang Jakarta Selatan tampak ciri-ciri seperti disebutkan Eitzen diatas. overcrowding. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya pada masyarakat yang mengalami gejala disorganisasi sosial.satu variasi dari teori yang menjelaskan kriminalitas di daerah perkotaan. norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik . Apabila lingkungan interaksi cenderung devian. misalnya tingkat kriminalitas yang tinggi dalam masyarakat kota pada umumnya berada pada bagian wilayah kota yang miskin.Bahwa seorang dapat menjadi buruk/jelek oleh karena hidup dalam lingkungan masyarakat yang buruk. maka seseorang akan mempunyai kemungkinan besar untuk belajar tentang teknik dan nilai-nilai devian yang pada gilirannya akan memungkinkan untuk menumbuhkan tindakan kriminal. perilaku menyimpang karena tidak memperoleh sanksi sosial kemudian dianggap sebagai yang biasa dan wajar. Merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain. Sutherland dalam beranggapan bahwa seorang belajar untuk menjadi kriminal melalui interaksi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful