P. 1
Penyimpangan Sosial Dalam Masyarakat

Penyimpangan Sosial Dalam Masyarakat

|Views: 2,127|Likes:
Published by Pramudita Bat

More info:

Published by: Pramudita Bat on May 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

Penyimpangan Sosial Dalam Masyarakat Oleh :WIYONO, S.Pd wiyonospd-civiceducation.blogspot.

com

Pengertian Penyimpangan sosial penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang, sadar atau tidak sadar pernah kita alami atau lakukan. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun. Sejauh penyimpangan itu terjadi, besar atau kecil dalam skala luas atau sempit, tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat.

Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tak dengan nilai - nilai dan norma - norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Dengan kata lain Penyimpangan (DEVIATION) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (CONFORMITY) terhadap kehendak masyarakat.

Penyimpangan sosial menurut AHLI sebagai berikut :

1. JAMES W VANDER ZANDEN, Penyimpangan merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.

2. ROBERT MZ LAWANG, Penyimpangan merupakan tindakan yang menyimpang dari norma - norma yang berlaku dalam satu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang atau abnormal tersebut. 3. PAUL B HORTON, Penyimpangan adalah setiap perilaku dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma - norma kelompok atau masyarakat. 4. LEWIS COSER, Perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. 5. BRUCE J KOHEN, Penyimpangan sosial (DEVIATION) adalah tingkat laku yang melanggar atau bertentangan dari aturan - aturan normatif (HUKUM) maupun harapan harapan lingkungan sosial yang bersangkutan.

FAKTOR PENYEBAB PENYIMPANGAN SOSIAL

Secara umum , faktor penyebab penyimpangan sosial yang terjadi masyarakat dipengaruhi oleh hal sebagai berikut : 1. FAKTOR INTERN, beberapa faktor intern atau dalam diri individu yang diidentifikasi dapat menyebabkan lahirnya penyimpangan sosial, diantaranya adalah kepintaran, usia, jenis kelamin, kedudukan dalam keluarga, dan sikap mental yang tidak sehat. 2. FAKTOR EKSTERN, faktor yang menyebabkan munculnya penyimpangan sosial yaitu rumah tangga, pendidikan sekolah, lingkungan pergaulan, media massa, serta tidak sanggup mengikuti peraturan dalam masyarakat.

Menurut JAMES W VANDER ZANDEN, faktor penyebab penyimpangan sosial antara lain : 1. longgar atau tidaknya nilai dan norma 2. sosialisasi yang tidak semprna. 3. sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang.

Menurut CESARE LOMBROSSO, Faktornya adalah biologis, psikologis dan Sosiologis.

Perilaku menyimpang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial. Definisi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.[1] Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakantindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain. Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah bentukinteraksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok.

[sunting]Penyebab

Terjadi

Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut : 1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir). 2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi. Untuk lebih jelasnya, berikut diuraikan beberapa penyebab terjadinya penyimpangan seorang individu (faktor objektif), yaitu 1. Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan. Seseorang yang tidak sanggup menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, ia tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas. Keadaan itu terjadi akibat dari

Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang. maka kemungkinan ia juga akan mencontoh pola-pola perilaku menyimpang. sehingga ia mengupayakan peluang itu sendiri. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karier.  Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. Setiap orang umumnya berhubungan dengan beberapa kelompok. Proses belajar yang menyimpang.prosessosialisasi yang tidak sempurna. Seringnya media massa menampilkan berita atautayangan tentang tindak kejahatan (perilaku menyimpang)Hal inilah yang dikatakan sebagai proses belajar dari sub-kebudayaan yang menyimpang. Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif. 2. [sunting]Bentuk Bentuk-bentuk perilaku menyimpang dapat dibedakan menjadi dua. Jika pergaulan itu mempunyaipola-pola perilaku yang menyimpang. Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial dapat mengakibatkan perilaku yang menyimpang. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial. Ikatan sosial yang berlainan. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang. 5. maka terjadilah perilaku menyimpang. yaitu sebagai berikut. Hal itu terjadi jika dalam upaya mencapai suatu tujuan seseorang tidak memperoleh peluang. 3. Apabila kedua orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya dengan sempurna maka anak itu tidak akan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga. 4. Hal itu merupakan bentuk perilaku menyimpang yang disebabkan karena proses belajaryang menyimpang. dan memperkaya wawasan seseorang. . karier penjahat kelas kakap yang diawali dari kejahatan kecil-kecilan yang terus meningkat dan makin berani/nekad merupakan bentuk proses belajar menyimpang. misalnya karena seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak (broken home). Penyimpangan bersifat positif. sebagai berikut. kreatif. 1.

Penyimpangan primer (primary deviation). Penyimpangan bersifat negatif. 1. dapat dibedakan menjadi tiga macam. Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang nyata dan seringkali terjadi. Penyimpangan individual (individual deviation) Penyimpangan individual adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menyimpang dari norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut: 1. Misalnya. Munafik 1. Misalnya orang yang terbiasa minum-minuman keras dan selalu pulang dalam keadaan mabuk. 2. Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk. yaitu sebagai berikut : 1. Penyimpangan sekunder (secondary deviation). seseorang bertindak sendiri tanpa rencana melaksanakan suatu kejahatan. 1. Pelanggar 4. Perusuh atau penjahat 5. Misalnya. .  Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya. Pembandel 2. Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. 2. yaitu sebagai berikut. Penyimpangan individu berdasarkan kadar penyimpangannya dibagi menjadi lima. sekelompok orang menyelundupkan narkotika atau obat-obatan terlarang lainnya.2. sehingga berakibat cukup parah serta menganggu orang lain. 1. 1. Pembangkang 3. Penyimpangan kelompok (group deviation) Penyimpangan kelompok adalah tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku.

dengan di bawah pimpinan seorang tokoh mereka mengelompok ke dalam organisasi rahasia yang menyimpang dari norma umum (geng-geng anak nakal). Penyimpangan campuran (combined deviation) Penyimpangan seperti itu dilakukan oleh suatu golongan sosial yang memiliki organisasi yang rapi. remaja yang putus sekolah dan pengangguran yang frustasi dari kehidupan masyarakat. 3. . sehingga individu ataupun kelompok didalamnya taat dan tunduk kepada norma golongan dan mengabaikan norma masyarakat yang berlaku. Misalnya.1.

Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. Cohen. pencurian. Sosiologi. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. 2009 Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. benar atau salah menurut pengertian umum. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. Menurut Bruce J. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. perjudian dan pemakaian narkotika. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. . o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. Sejarah dan Ekonomi) Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat >> SUNDAY. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. APRIL 12. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. Contohnya: pemerkosaan. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat.Ilmu Pengetahuan Sosial Kumpulan Materi Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. -bentuk penyimpangan sosial • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. pembunuhan.

Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. sementara iklan rokok begitu menarik. rjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. -faktor Penyebab Penyimpangan Sosial kedudukan seseorang dalam keluarga. di diskotik dll. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. -sebab terjadinya penyimpangan Sosial : mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. membuang sampah sembarangan.o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya.norma masyarakat yang berlaku. Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. .

pergaulan dan media massa. pendidikan di sekolah. anak. pemerkosaan pencurian.obat-obat terlarang dan minuman keras. a. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal . media massa. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. Misalnya: mencuri. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di .dll.luarga.norma yang berlaku. perampokan. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. media elektronik. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik.menodong. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. media cetak. dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. pakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. norma sosial dan norma agama. diluar nikah. -jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis: remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. menjambret membunuh. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. n atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum.

Oleh sebab itu. enyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. cap. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling. Teori Labeling.televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. . Dengan demikian. Karl Mark. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial. mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. penberian julukan. Teori konflik.

wawasan-wawasan. untuk memperjelas mukadimah bahasan perlu kita tilik terlebih dahulu makna dan posisi kebudayaan sehingga kita bisa kenali sekian penyimpangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat. ada saja pihak yang hendak berupaya menghapus identitas Islam para remaja muslim. etika dan tradisi tata susila serta pemikiran-pemikiran yang sudah diakui dan menguasai masyarakat. Salah satu alat yang bisa digunakan untuk menghancurkan jati diri dan kesucian serta kemuliaan para remaja muslim adalah parabola dan internet. nilai-nilai. serta memunculkan beragam bentuk penyimpangan sosial di tengah masyarakat muslim. Sebagian dari mereka telah kehilangan identitas Kebangsaan dan keagamaannya. Manusia tanpa harus keluar dari rumah. Kendati kemajuan ilmu pengetahuan memberikan faedah. yang telah menjalar ke negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim sehingga imbasnya pun tampak begitu jelas. . ia bisa melakukan komunikasi dengan yang lainnya secara langsung. Pembongkaran ulang makna kebebasan dan nilai kemanusiaan adalah salah satu dari sekian hal yang menjadi sasaran untuk menghancurkan kehidupan sosial masyarakat muslim. Kebudayaan memiliki pengertian yang bermacam-macam akan tetapi yang menjadi perhatian penulis di sini adalah kebudayaan yang berartikan sehimpun kepercayaan. dunia menjadi sebuah kampung kecil yang mudah dijangkau oleh siapapun.Penyimpangan Sosial: Apa Tugas Orang Tua di Hadapan Anak? Emi Nur Hayati Ma’sum Sa’id Akibat kemajuan teknologi. Karena itu yang terpenting adalah bagaimana kita harus menggunakannya dengan baik sehingga bisa mencegah efek samping yang ditimbulkannya. namun ia juga mengakibatkan pelbagai pengaruh negatif. Sebelum kita memasuki bahasan penyimpangan sosial. Dengan segala kekuatan.

Berdasarkan pemikiran Islam. serta tradisi-tradisi dan pengetahuan yang bersumber dari wahyu Ilahi dan sunah Rasulullah saw serta para Imam maksum as. dan aspek-aspek tersebut muncul dari kebudayaan masyarakat itu sendiri. etika. serta penyebaran kaset-kaset dan cd-cd hiburan yang tidak mendidik.*1+ Berdasarkan definisi ini kebudayaan Islam bisa diartikan sebagai proses pemikiran. majalah. keyakinan. Karena kebudayaanlah yang menentukan segenap aspek politik. Pengadaan konser musik antara remaja putra dan putri memiliki akibat buruk yang melanda para remaja dalam masyarakat. nilai-nilai dan norma. nilai-nilai dan norma. legalitas dan moralitas masyarakat. kebudayaan adalah ruhnya peradaban. sosial.Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam ucapannya. wawasan. tradisi dan moral serta pengetahuan-pengetahuan yang bersumber dari limpahan wahyu ilahi dan sunah Nabi saw dan para Imam maksum as. Dari sini jelas bahwa penyimpangan sosial bisa dipengertikan sebagai lawan dari proses pemikiran. Khususnya remaja yang sedang mengalami usia sensitif yaitu masa puber di mana mereka sangat . tradisi-tradisi dan sebaginya. Peradaban tidak lain adalah kulitnya kebudayaan. kepercayaan. norma. Pencetakan buku-buku. pemutaran film-film amoral melalui chanel-chanel tv dan internet. Inilah kedudukan kebudayaan. Perubahan dan pergantian serta munculnya peradaban bergantung pada kebudayaan atau hasil dari perubahan dan munculnya kebudayaan. ‘Kebudayaan setiap masyarakat dan bangsa serta setiap revolusi bersumber dari sekian hasil karya pemikiran dalam masyarakat yang meliputi pengetahuan. Bisa dikatakan secara keseluruhan bahwa pemikiran yang menguasai sebuah masyarakat adalah pemikiran yang muncul dari masyarakat itu sendiri atau didapatkan dari luar masyarakat itu’. Pengaruh penyimpangan sosial Penyebaran model pakaian yang tidak sopan dan bertentangan dengan aturan-aturan Islam serta paras yang mencolok. dan novel yang bertentangan dengan etika dan membakar nafsu seks para remaja. wawasan.[2] Dasar yang paling penting dari sebuah masyarakat adalah kebudayaan masyarakat itu.

2. dan yang kaya pun tidak memikirkan mereka yang papa. saya tidak perlu lagi memberikan contohnya. Merajalelanya kejahatan dan pembunuhan. Kejahatan seksual. Ketidakstabilan rumah tangga. . Ketika kepercayaan di antara mereka sudah tidak ada lagi maka keakraban dan kehangatan pun tidak akan terlihat lagi. Antara suami istri yang seharusnya mereka harus saling mempercayai. Dan yang terpenting adalah kondisi semacam ini tidak hanya akan menghancurkan kehidupan duniawi seseorang tapi juga kehidupan ukhrawinya. Kesenjangan sosial semacam ini mengakibatkan munculnya rasa cemburu di kalangan kaum miskin terhadap orangorang kaya yang pada akhirnya timbullah pelampiasan rasa dendam mereka untuk berani mencuri dan membunuh sekalipun.mudah terpengaruh dan banyak lagi beragam fenomena penyimpangan sosial lainnya. 3. Tentu kita semua menyaksikan pelbagai fenomena yang diakibatkan oleh penyimpangan sosial. hal ini selain tidak akan menjadikan hubungan keluarga harmonis bahkan merusak hubungan hangat anggota keluarga. penyiaran film-film yang menghambur-hamburkan kekerasan dan amat bertentangan dengan moral adalah salah satu faktor penting yang menyebabkan maraknya kriminalitas dan pembunuhan di tengah masyarakat. Di sisi lain. Adanya penyimpangan sosial seperti tidak terjaganya hubungan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki di kantor-kantor dan perusahaan serta tidak adanya penjagaan dalam berpakaian di mana para wanita dengan gaya pakaian dan parasnya yang menggoda. di antaranya adalah munculnya pelbagai kebejatan seksual yang terjadi di masyarakat kita. mereka tidak lagi memiliki kepercayaan dengan pasangannya. Kesenjangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat di mana sebagian kelompok hidup dalam kemewahan dan kelompok lainnya dalam kekurangan dan kemiskinan. Kiranya. Hal yang demikian itu akan memunculkan pelbagai pengaruh dan akibat seperti: 1.

Ideologi manusia memiliki peran langsung dalam perilaku dan amalannya. Inilah yang sudah direncanakan oleh agen-agen tertentu berdasar rencana yang matang guna menghancurkan remaja Islam. Perusakan akidah dan keyakinan. maraknya pornografi dan pornoaksi. Poin penting yang menjadi perhatian di sini adalah bahwa perilaku manusia memiliki pengaruh timbal balik terhadap akidah dan keyakinannya yakni sebagaimana akidah yang rusak ia akan menghasilkan perilaku yang rusak.*3+ ‘Kemudian. tidak memakai pakaian yang sesuai dengan syariat. akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah azab yang lebih buruk.4. Dalam ayat al-Quran Allah swt berfirman: Sekali-kali tidak demikian sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka’. 5. Jika seseorang sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya maka ia akan kehilangan nilai-nilai spiritual dan religius. Contoh jelasnya yang bisa kita saksikan adalah kelalaian dalam bertindak dan tidak berpegang pada aturan Islam.[4] Ayat-ayat ini menunjukkan betapa perilaku-perilaku buruk menyebabkan lemahnya iman dan bahkan berakhir dengan hilangnya iman. Naifnya. Tentu saja. . perilaku yang buruk juga akan merusak akidah dan keyakinan manusia. perilaku buruk semacam itu ternyata dilakukan juga oleh sebagian remaja muslim. Kebejatan moral. Oleh karena itu antara keduanya saling mempengaruhi. Yang patut disayangkan adalah apabila para remaja muslim sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya. Ketika generasi muda sebuah negara sudah kehilangan nilai-nilai spiritual maka negara itu akan mudah untuk dijajah. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah. hal ini akan berpengaruh pada masalah-masalah lainnya yang pada akhirnya akan menyebabkan seorang muslim kehilangan imannya.

yang akibatnya akan menghilangkan jati diri mereka sehingga mudah terbujuk dan terpengaruh pihak lain. 6. muncul pertanyaan baru ‘Apa tugas kedua orang tua di hadapan anak-anaknya?’ Mengingat bahwa rumah adalah basis pertama bagi setiap manusia maka kedua orang tualah yang memiliki tugas berat dalam mendidik anak-anaknya: 1.Imam Baqir as bersabda: ‘Tidak satu pun yang bisa merusak hati kecuali dosa.*6+ Rasulullah saw bersabda: ‘barang siapa yang menyamakan dirinya dengan sebuah kaum maka ia termasuk mereka’. Sebaliknya bila mereka hidup maka mereka akan menghadang arus yang sedang mengalir. sejatinya mereka tidak mengenal siapa dirinya. Agama dan akal menghukumi bahwa kedua orang tua bertanggung jawab atas pendidikan anak- . Ia akan menerima segala apa yang ditawarkan.[5] Dengan demikian tasamuh dan tasahul (toleransi) yang berlebih-lebihan dalam furuuddin menyebabkan rusaknya akidah apalagi jika melakukan penyimpangan sebagaimana yang sudah kita sebutkan tadi. Imam Ali bin Abi Thalib as Bersabda: ‘sesungguhnya hanya sedikit orang yang menyamakan dirinya dengan sebuah kaum akan tetapi ia tidak terhitung seperti mereka’. Remaja-remaja yang kehilangan jati dirinya dan mengikuti budaya amoral. Mereka bagaikan bangkai yang mengikuti arus sungai.*7+ Peran Orang Tua Setelah kita mengkaji pengaruh penyimpangan sosial.Dosa selalu bertengkar dengan hati sampai dia bisa mengalahkan dan menjelmakan yang tinggi menjadi rendah dan menjelmakan yang rendah menjadi tinggi. khususnya generasi muda dan para remaja. karena mereka sedang dalam usia yang betul-betul sensitif dan lebih mudah dipengaruhi. Kedua orang tua harus memenuhi hak-hak anak dalam pendidikan agama. Manusia-manusia yang tidak memiliki keimanan yang kuat ia tidak akan mampu membentengi dirinya di hadapan pelbagai macam godaan duniawi. Tidak kenal diri dan ikut-ikutan orang lain.

Kedua orang tua harus berusaha mendidik anaknya berdasarkan program yang baik sehingga mereka tidak tersesat dan menjadi orang yang baik serta berguna bagi agamanya. ia tidak percaya diri dan akan mencari tempat lain untuk berlindung. Rasulullah saw bersabda: ‘setiap anak dilahirkan berdasarkan fitrah (beragama Islam) kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan dia Yahudi atau Nasrani’. . mereka memerlukan ciri-ciri kejiwaan dan moralitas. Oleh karenanya untuk menjaga mereka dari pelbagai penyelewengan. Dalam masa yang cukup sensitif ini orang tua yang berakal akan berperan sebagai teman akrab bagi anaknya dan dengan pengalaman dan pikiran jangka panjangnya mereka menjaga si anak hingga jangan sampai terjerumus ke dalam penyimpangan sosial. Untuk mencegah hal tersebut kewajiban kedua orang tua adalah menjaga lingkungan keluarga tetap hangat dan harmonis. *8+ Dalam lingkungan sosial anak-anak akan menghadapi pelbagai macam kesulitan dan ketidakstabilan sosial. Kedua orang tua harus mewujudkan lingkungan keluarga yang hangat dan menghadapi anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Para psikolog mengatakan bahwa salah satu faktor utama kekacauan jiwa pada anakanak adalah ketidakharmonisan keluarga dan perselisihan rumah tangga. Kedua orang tua hendaknya mendidik anaknya sehingga mereka dalam segala perilakunya berasaskan ajaran agama dan keimanan kepada Allah yang Esa.anaknya. Anakanak membutuhkan perlindungan dan kasih sayang kedua orang tuanya. Sebagaimana anak sejak lahir membutuhkan makanan yang sehat ia juga membutuhkan makanan lain yaitu ketenangan jiwa. mereka akan menghadapi pelbagai macam karakter manusia dengan adat istiadatnya yang berbeda-beda. Sebaliknya jika lingkungan keluarga penuh dengan kasih sayang dan keakraban anak akan mampu menjaga kestabilan jiwanya. Langkah pertama yang harus dijalankan oleh kedua orang tua adalah menjaga kesehatan dan kebersihan jasmani anak-anak. Untuk sampai pada tujuan ini orang tua memiliki tugas berat yang ada di pundaknya. Oleh karenanya ketika anak mengalami kekacauan jiwa ia akan melampiaskannya kepada penyimpangan sosial bahkan ia akan melakukan apa saja.[9] Anak-anak yang tidak mendapatkan ketenangan jiwa ia akan mengalami kegelisahan. lebih-lebih jika anak dalam masa pertumbuhan (balig). dan ini adalah tugas kedua orang tua yang harus menyiapkan fondasinya. 2. Jelas. kemudian baru mendidik mereka mengenai prinsip-prinsip moral dan akhlak. bahkan mereka akan juga menghadapi pelbagai macam penyimpangan sosial.

Dengan pelbagai bentuk penyimpangan yang ada. Sikap yang dilakukan anak-anak ini menunjukkan akan bagusnya pendidikan keluarga.[11] 3. serta kebanggaan beragama dan nasionalisme. Sekaitan dengan ini. iman merupakan inti kecenderungan dalam mempertimbangkan agama. furuuddin. apa saja yang jatuh di dalamnya ia akan menerimanya.[12] 4. Anak-anak yang hidup dalam kondisi tertekan dengan sendirinya mereka akan mencari pelampiasan kepada orang lain bahkan mereka akan melarikan diri dari rumahnya. bahwa sesungguhnya hati pemuda bagaikan tanah kosong yang tidak ada tanamannya. yang pada hakikatnya ia juga kunci pokok kesalehan. Kembali kepada peran kedua . dan juga kebebasan dan kemandirian pada diri mereka dengan cara menghormati dan menghargai mereka. orang tua bisa menjaga anaknya dengan memperkuat rasa percaya diri dan kelayakan diri. dan akhlak. Dalam teks-teks agama. Iman tampak dalam tiga aspek dasar agama yaitu usuluddin. Keluargalah yang menetapkan iman sebagai timbangan dalam perjalanan hidupnya sehingga akan memunculkan manusia-manusia yang beriman. Membiasakan Anak-anak dengan Nilai-nilai Spiritual.Jika hubungan antara ayah dan anak atas dasar ancaman dan paksaan maka dengan berjalannya waktu hubungan keduanya akan merenggang.[10] Maka kewajiban kedua orang tua di hadapan pelbagai macam penyimpangan sosial adalah meneliti dengan baik faktor-faktor yang berperan dalam menyebarluaskan serangan budaya negatif dan penyimpangan sosial. karena benih kepribadian seseorang terbentuk dalam lingkungan keluarga. serta menjelaskannya kepada anak-anak tentang beragam bentuk penyimpangan sosial.[13] Sedang keluarga adalah tempat yang paling awal dalam membentuk manusia. Imam Ali as pernah bertutur kepada Imam Hasan as. oleh karena itu aku mengajarimu dengan adab sebelum hatimu keras. mereka juga harus dikenalkan akan nilai-nilai dan tolok ukur kemasyarakatan sehingga ketika mereka menyaksikan tindakan-tindakan yang tidak pantas dengan sendirinya mereka akan paham bahwa tindakan semacam itu tidak sesuai dengan sistem nilai kemasyarakatan kemudian mereka pun akan berupaya menjaga dirinya dari hal itu. Selain orang tua mengenalkan kepada anak-anak beragam bentuk penyimpangan sosial. karena keluarga adalah institusi awal satuan pendidikan dan sosial yang bersistem konstan (terus menerus dan berkestabilan) dan ia memiliki peran dasar dalam memenuhi kebutuhan hidup dan kejiwaan anak-anak serta pembentukan pribadi mereka.

Karena penyimpangan yang terjadi bila penyebabnya adalah masalah sosial maka bila kondisi budaya masyarakat sudah jauh dari nilai-nilai Islam yang pertama kali harus dilakukan oleh kedua orang tua adalah menjaga anak-anaknya dalam bingkai yang sudah kita sebutkan di atas. menjaga diri. Kekerasan. tingkah laku yang baik yang merupakan bagian dari akhlak norma sosial dan norma pribadi seperti ketakwaan. tawakal. . kemuliaan diri. dan ikhlas serta hubungan manusia dengan Tuhannya seperti ma’rifat. kesucian. keyakinan. harapan. Kekerasan dan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya sebagai penyebab penyimpangan anak karena dengan kekerasan yang menimpa anak maka ia akan mengalami tekanan-tekanan jiwa. membaca dan memikirkan ayat-ayat al-Quran. mengajak kepada kebaikan. Penyimpangan karena Struktur Keluarga dan Nilai-Nilai Pendidikan[14] Sebelum pembahasan ini berakhir kita coba untuk mengkaji penyimpangan yang terjadi karena unsur pendidikan yang ada dalam keluarga. zikir. Memanjakan anak. baik sangka kepada Allah dan hubungan manusia dengan akhirat seperti: yakin akan kehidupan setelah mati. dituntut untuk bisa menjalankan ketiga aspek dasar ini dalam kehidupan diri dan anak-anaknya. syukur. Sebab-sebab munculnya penyimpangan karena struktur keluarga antara lain: 1. yakin dengan akibat perbuatan dan masalah keluarga seperti menghormati dan menyayangi kedua orang tua. dan juga membiasakan anak-anak dengan nilai-nilai spiritual. menjaga hak-hak orang lain. taubat. ibadah. membentuk rumah tangga. Tentunya nilai-nilai spiritual agama ini harus dijalankan dalam lingkungan keluarga sesuai dengan tahap pertumbuhan mereka seperti beramanat. hubungan dengan famili dan sebaginya.orang tua dalam menjaga anak-anak di hadapan penyelewengan sosial. maka kedua orang tua. 2.

Memanjakan anak khususnya anak tunggal membuat anak jadi celaka. Kematian ayah atau ibu akan membuat anak terlantar dan terbelakang di sekolah dan di masyarakat serta kejahatan dan ketidakstabilan jiwa. Orang tua yang sudah berusia lanjut tidak mampu melakukan reaksi yang seharusnya dilakukan untuk anaknya dan mereka tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik sesuai dengan pendidikan anak. Usia orang tua. Anak yang demikian ini tidak akan mampu menerima teladan yang ada dalam lingkungannya dengan teratur. Menurut Hobbes. ‘Anak dan keluarganya harus aktif dalam masalah-masalah sosial. Keterbelakangan keluarga. ‘kebanyakan anakanak yang kondisinya menderita dan gelisah adalah anak-anak dari keluarga yang terpisah dan asing dari kehidupan sosial’. Sikap ayah atau ibu tiri yang tidak baik terhadap anak kecil akan membuatnya kurang kasih sayang dan pengeluyuran dan keganasan. 3. 4. Hobbes mengatakan. Anak yang terlalu dimanja ia tidak akan mandiri dan berharap orang lain membantunya. Yatim. Anak yatim akan mendapatkan masalah baru dengan perpindahan rumah dan perkawinan selanjutnya ayah atau ibu dan adanya ibu tiri atau ayah tiri. . akhirnya mereka tidak bisa menghasilkan anak yang bisa hidu dengan baik dan menghormati aturan dan nilai-nilai sosial. Keluarga yang tidak berjalan sesuai dengan zamannya dan berharap anak-anaknya hidup dengan cara yang kuno akan menghasilkan anak-anak yang jiwanya tidak cocok dengan masyarakat. tidak bermasyarakat dan pendosa. 5. Keluarga yang mandek dan mundur akan menghasilkan anak-anak yang pesimis.

Absennya orang tua dari keluarga. 9. Tidak adanya kehadiran salah satu kedua orang tua akan menimbulkan masalah pendidikan dan kekacauan jiwa pada anak dan remaja. 7. Perpecahan keluarga sangat berpengaruh dalam munculnya perilaku anti masyarakat pada diri anak. Penyelewengan orang tua. Perceraian dan perselisihan keluarga. . Maksud pengetahuan orang tua bukan hanya saja bisa membaca dan menulis bahasanya sendiri akan tetapi rendahnya tingkat budaya dan tidak mengetahui masalah-masalah ilmu dan pendidikan akan membangkitkan kejahatan dan penyelewengan.6. 8. Kejahatan kedua orang tua atau salah satu anggota keluarga dan kebejatan akhlak mereka memiliki hubungan kuat dengan penyelewengan anak dan remaja. Berdasarkan penelitian yang ada kebanyakan anak-anak nakal adalah anak-anak yang orang tuanya cerai. Bila keluarga tidak memiliki pengetahuan berkaitan dengan keperluan dan potensi serta kejiwaan anak maka akan merugikan kepribadian dan keselamatan jiwa anak yang tidak bisa diganti dan diperbaiki lagi. Hadirnya orang tua dalam rumah tangga khususnya ibu memiliki peran penting dalam pendidikan baik kasih sayang maupun kejiwaan anak. Keluarga yang terjangkit penyakit kecanduan dan sebaginya tidak saja tidak bisa mendidik anak dengan baik bahkan perbuatan mereka adalah teladan untuk terseretnya anak ke dalam kejahatan macam-macam penyelewengan. Hal buta huruf.

maka kemajuan sebuah bangsa akan turut ditentukan oleh hadirnya lingkungan keluarga yang baik pula.10. Kedua orang tua berkewajiban menjaganya. Simpul kata. anak adalah amanat ilahi yang nantinya kedua orang tua tidak akan bisa lepas dari pertanggungjawaban akan amanat yang dipikulnya itu. . dengan menyadari bahwa lingkungan keluarga adalah kelompok terkecil sebuah masyarakat. Tempat tahanan. Menahan anak atau remaja yang baru pertama kali melakukan pelanggaran sosial akan membangkitkan dia untuk berbuat jahat karena pelajaran yang diambil dari penjahat profesional. baik dari sisi jasmani maupun rohani dan anak-anak adalah tunas bangsa dan agama. Oleh karena itu untuk menjaga keselamatan dan pendidikan anak-anak yang demikian ini harus ada pakar-pakar khusus yang menangani mereka sehingga tidak belajar dari para penjahat yang sudah profesional. Jika setiap lingkungan terkecil itu rusak maka rusaklah bangsa itu juga. 11. Diskriminasi di antara anak-anak. Di samping itu.

antara lain sebagai berikut: 1. Robert M. Pengertian Perilaku Menyimpang Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat.Perilaku Menyimpang 4 Votes A.Z. Lawang Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). Penyimpangan harus dapat didefinisikan. Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas. Ciri-ciri Perilaku Menyimpang Menurut Paul B Horton penyimpangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut. B. . 1. Bruce J Cohen Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat. 2. artinya penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya. 3. James Vender Zender Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang. Ada beberapa definisi perilaku menyimpang menurut sosiologi.

Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka. 2. pemerkosaan. melanggar nilainilai sosial. Dengan demikian. 6. Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal. artinya perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. C. Contoh pembunuhan. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan sebenarnya tidak selalu berarti negatif. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. artinya perbedaannya ditentukan oleh frekuensi dan kadar penyimpangan. Penyimpangan negatif Penyimpangan negatif merupakan tindakan yang dipandang rendah. artinya budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. meskipun cara yang dilakukan menyimpang dari norma yang berlaku. D. tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak. dicela dan pelakunya tidak dapat ditolerir masyarakat. 5.2. Penyimpangan sosial bersifat adaptif. Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. 1. pencurian dan sebagainya. 3. melainkan ada yang positif. Penyimpangan positif Penyimpangan positif merupakan penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang didambakan. Contoh seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga. Antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. Jenis-jenis Perilaku Menyimpang . 4. penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua macam.

Menurut Lemert (1951) Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan sekunder. 1. E. 2. Sedangkan menurut pelakunya. Penyimpangan sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna . tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Penyimpangan individual Penyimpangan individual adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau individu tertentu terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Contoh geng penjahat. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap norma-norma masyarakat. pemerkosaan dan sebagainya. Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang 1. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara. Penyimpangan Sekunder Penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus sehingga para pelakunya dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. 1. penodongan. 2. Contohnya: pengemudi yang sesekali melanggar lalu lintas. penyimpangan dibedakan menjadi penyimpangan individual dan penyimpangan kelompok. Penyimpangan Primer Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Contoh: seseorang yang sendirian melakukan pencurian. Contoh seorang yang sering melakukan pencurian. Misalnya orang yang mabuk terus menerus.

Contoh kelompok menyimpang diantaranya kelompok penjudi. koran. diantaranya sebagai berikut. sopan santun. pemakai narkoba. khususnya dengan orangorang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. F. ketaatan dan lain-lain. dan lain-lain. cap dan merk yang ditujukan oleh masyarakat ataupun . Teori Labeling Menurut Edwin M. Teori-Teori Penyimpangan Penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat dapat dipelajari melalui berbagai teori. Penyimpangan karena hasil proses sosialisasi subkebudayaan menyimpang Subkebudayaan adalah suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan. televisi dan sebagainya. Unsur budaya menyimpang meliputi perilaku dan nilai-nilai yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang bertentangan dengan tata tertib masyarakat. 2. seseorang menjadi orang yang menyimpang karena proses labelling berupa julukan. geng penjahat. Ini terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna dimana agen-agen sosialisasi tidak mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. seorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. Penyimpangan sebagai hasil proses belajar yang menyimpang Proses belajar ini melalui interaksi sosial dengan orang lain. Lemert. majalah. Penyimpangan inipun dapat belajar dari proses belajar seseorang melalui media baik buku. Perilaku yang terlihat dari anak tersebut misalnya tidak mengenal disiplin. 1. 3. Contohnya seseorang yang berasal dari keluarga broken home dan kedua orang tuanya tidak dapat mendidik si anak secara sempurna sehinga ia tidak mengetahui hak-hak dan kewajibanya sebagai anggota keluarga maupun sebagai anggota masyarakat.Karena ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya.

yaitu: a. 2. Teori Hubungan Diferensiasi Menurut Edwin H. Ritualisme Ritualisme adalah sikap seseorang menerima cara-cara yang diperkenalkan sebagai bagian dari bentuk upacara (ritus) tertentu. agar terjadi penyimpangan seseorang harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana caranya menjadi seorang yang menyimpang. Pengajaran ini terjadi akibat interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain yang berperilaku menyimpang. Inovasi Inovasi adalah sikap seseorang menerima secara kritis cara-cara pencapaian tujuan yang sesuai dengan nlai-nilai budaya sambil menempuh cara baru yang belum biasa dilakukan. Teori Anomi Robert K Merton Robert K. c.lingkungan sosialnya. Retreatisme . namun menolak tujuan-tujuan kebudayaannya. 3. Sutherland. Mula-mula seseorang akan melakukan penyimpangan primer (primary deviation) yang mengakibatkan ia menganut gaya hidup menyimpang (deviant life style) yang menghasilkan karir menyimpang (deviant career). b. Merton menganggap anomie disebabkan adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara yang diapakai untuk mencapai tujuan tersebut. Konformitas Konformitas adalah sikap yang menerima tujuan budaya yang konvensional (biasa) dengan cara yang juga konvensional. d. Menurut Merton terdapat lima cara pencapaian tujuan budaya.

Pemberontakan Pemberontakan adalah sikap seseorang menolak sarana dan tujuan-tujuan yang disahkan oleh budaya masyarakatnya dan menggantikan dengan cara baru. Penyalahgunaan Narkoba Merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai.Retreatisme adalah sikap seseorang menolak baik tujuan-tujuan maupaun cara-cara mencapai tujuan yang telah menajdi bagian kehidupan masyarakat ataupun lingkungan sosialnya. dan kebosanan. 3) Menunjukkan tindakan menentang otoritas orang tua. Menurut Graham Baliane. 5) Melepaskan diri dari kesepian. e. 9) Mengisi kekosongan. 4) Membuktikan keberanianya dalam melakukan tindakan berbahaya seperti kebutkebutan dan berkelahi. kesepian. G. ada beberapa penyebab seseorang remaja memakai narkoba. Penyimpangan seksual . guru. dan norma-norma sosial. antara lain sebagai berikut: 1) Mencari dan menemukan arti hidup. 2. Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang 1. 6) Sekedar iseng dan didorong rasa ingin tahu. norma sosial dan agama. 2) Mempermudah penyaluran dan perbuatan seksual. Dampak negatif yang ditimbulkan akan menyebabkan berkurangnya produktivitas seseorang selama pemakaian bahan-bahan tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian. 7) Mengikuti teman-teman untuk menunjukkan rasa solidaritas 8) Menghilangkan frustasi dan kegelisahan hidup.

psikologis. hingga pembunuhan. Situasi yang menjemukan dan membosankan. Penyebab penyimpangan seksual antara lain adalah pengaruh film-film porno. Salah satu bentuk tawuran tersebut adalah tawuran pelajar.Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan. perkelahian. 3. 6) Kumpul kebo adalah hidup seperti suami istri tanpa nikah. Orang yang mengkonsumsinya akan kehilangan kemampuan mengendalikan diri. Lingkungan keluargayang tidak harmonis. Tawuran pelajar berbeda dengan perkelahian biasa. Contoh penyimpangan seksual antara lain sebagai berikut: 1) Perzinahan yaitu hubungan seksual di luar nikah. Kenakalan Remaja Gejala kenakalan remaja tampak dalam masa pubertas (14 – 18 tahun). buku dan majalah porno. karena pada masa ini jiwanya masih dalam keadan labil sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. 4) Pedophilia adalah memuaskan kenginan seksual dengan menggunakan kontak seksual dengan anak-anak. penggunaan obat terlarang. Tawuran pelajar dapat digolongkan sebagai patologi (penyakit) karena sifatnya yang kompleks dengan penyebab dan akibat yang berbeda-beda. b. baik secara fisik. 4. Penyebab kenakalan remaja antara lain sebagai berikut. perkelahian atau tawuran dan lain sebagainya. Sehingga seringkali pemabuk melakukan keonaran. 5) Gerontophilia adalah memuaskan keinginan seksual dengan orang tua seperti kakek dan nenek. Alkoholisme Alkohol disebut juga racun protoplasmik yang mempunyai efek depresan pada sistem syaraf. . pencurian. seperti lingkungan kumuh dan penuh kejahatan. c. 2) Lesbian yaitu hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita. Contoh perbuatan kenakalan seperti pengrusakan tempat/fasilitas umum. Lingkungan masyarakat yang tidak menentu bagi prospek kehidupan masa mendatang. maupun sosial. 3) Homoseksual adalah hubungan seksual yang dilakukan sesama laki-laki. a.

Penyimpangan perilaku merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.di masyarakat barat merupakan hal yang biasa dan wajar. dalam skala luas atau sempit tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat. Sosialisasi yang tidak sempurna. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara. Definisi Penyimpangan Sosial.Perilaku Penyimpangan Sosial A. B. Misalnya: kumpul kebo di Indonesia dianggap penyimpangan. Van Der Zanden. Lemert (1951). seperti melakukan KKN. sehingga menimbulkan perilaku menyimpang. Karena masyarakat mentolerir tindakan tersebut maka terjadilah .Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilainilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lain penyimpangan (deviation) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (conformity) terhadap kehendak masyarakat. Longgar/tidaknya nilai dan norma. sadar atau tidaksadar pernah kita alami atau kita lakukan. melainkan berdasarkan ukuran longgar tidaknya norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Penyimpangan ini tidak bisa ditolerir oleh masyarakat Faktor-faktor Penyimpangan Sosial. Lawang. Norma dan nilai sosial masyarakat yang satu berbeda dengan norma dan nilai sosial masyarakat yang lain. James W. besar atau kecil. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi. Ukuran perilaku menyimpang bukan pada ukuran baik buruk atau benar salah menurut pengertian umum. Van Der Zanden. Contoh: di masyarakat seorang pemimpin idealnya bertindak sebagai panutan atau pedoman. Di masyarakat sering terjadi proses sosialisasi yang tidak sempurna. 2. Pelaku didominasi oleh tindakan menyimpang tersebut. Penyimpangan Sekunder (secondary deviation) Penyimpangan yang berupa perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. Penyimpangan Primer (Primary Deviation) Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Menurut James W. tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. faktor-faktor penyimpangan sosial adalah sebagai berikut: 1. Robert M. Pengertian Penyimpangan Sosial Penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang. karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya. menjadi teladan namun kadangkala terjadi pemimpin justru memberi contoh yang salah. Z. Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk: 1. 2. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun.

Perilaku menyimpang terjadi pada masyarakat yang memiliki nilai-nilai sub kebudayaan yang menyimpang. penyimpangannya disebut pelanggar. Ia membuat penjelasan mengenai “si penjahat yang sejak lahir”. d. penyimpangannya disebutperusuh atau penjahat. Penyalahgunaan narkoba. Tidak taat kepada peringatan orang-orang yang berwenang di lingkungannya. 3. Individu tidak dapat menyerap norma-norma kultural budayanya atau individu yang menyimpang harus belajar bagaimana melakukan penyimpangan C. Ciri-ciri fisik tersebut antara lain: bentuk muka. Sosiologis Menjelaskan sebab terjadinya perilaku menyimpang ada kaitannya dengan sosialisasi yang kurang tepat. Sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang. menimbulkan rasa tidak aman/tertib. norma sosial dan agama. Yang termasuk dalam tindak penyimpangan individual antara lain: 1. antara lain: a. merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai. Penyimpangan ini disebabkan oleh kelainan jiwa seseorang atau karena perilaku yang jahat/tindak kriminalitas. penyimpangannya disebut pembangkang. . D. Melanggar norma-norma umum yang berlaku. 2. c. Dapat juga karena pengalaman traumatis yang dialami seseorang. b. yaitu suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan/ pada umumnya. Penyimpangan yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannya dapat dibagi menjadi beberapa hal. Biologis Misalnya orang yang lahir sebagai pencopet atau pembangkang. kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya. Penyimpangan Individual (Individual Deviation) Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaanyang telah mapan. Tidak patuh nasihat orang tua agar mengubah pendirian yang kurang baik. kedua alis yang menyambung menjadi satu dan sebagainya. Kategori Penyimpangan Individual. Berdasarkanciri-ciri tertentu orang bisa diidentifikasi menjadi penjahat atau tidak. Psikologis Menjelaskan sebab terjadinya penyimpangan ada kaitannya dengan kepribadian retak atau kepribadian yang memiliki kecenderungan untuk melakukan penyimpangan. penyimpangannya disebut pembandel. Menurut Casare Lombroso. 3. Mengabaikan norma-norma umum. perilaku menyimpang disebabkan oleh faktor-faktor: 1.tindak perilaku menyimpang.

Proses sosialisasi yang tidak sempurna. melainkan sekedar untuk balas dendam atau pamerkekuatan/unjuk kemampuan. Penyimpangan yang dilakukan kelompok.kekuasaan. karena ketidakmampuan menyerap norma-norma kebudayaan kedalam kepribadian masing-masing individu dalam kelompok maka dapat terjadi pelanggaran terhadap norma-norma budayanya.2. supaya jangan disingkirkan dari kelompoknya.Kesatuan dan persatuan dalam kelompok dapat memaksa seseorang ikut dalam kejahatan kelompok. Penyimpangan kebudayaan. 3. F. Demikian juga tawuran yang terjadi antar kelompok/etnis/warga yang akhir-akhir ini sering muncul. Mereka patuh pada norma kelompoknya yang kuat dan biasanya bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. sekelompok orang melakukan tindakan-tindakan menyerempet bahaya. membentuk geng-geng yang membuat onar dsb. 2. 5. 6. tindakan yang bertentangan dengan norma hukum. penipuan. perkelahian antar pelajar termasuk jenis kenakalan remaja yang pada umumnya terjadi di kota-kota besar sebagai akibat kompleknya kehidupan dikota besar. kekayaan. misalnya kebut-kebutan. Penyimpangan yang dilakukan secara kelompok/kolektif antara lain: 1. pembunuhan. Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Individu . karena keinginan membuktikan keberanian dalam melakukan hal-hal yang dianggap bergengsi. maka akan muncul 3. Pelacuran 4.Pelacuran lebih disebabkan oleh tidak masaknya jiwa seseorang atau pola kepribadiannya yang tidak seimbang. Contoh: tradisi yang mewajibkan mas kawin yang tinggi dalam masyarakat tradisional banyak ditentang karena tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman. penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari perilaku umum atau biasanya. Tujuan perkelahian bukan untuk mencapai nilai yang positif. umumnya sebagai akibat pengaruh pergaulan/teman. Yang termasuk ke dalam tindak kriminal antara lain: pencurian. Penyimpangan Kolektif (Group Deviation) Penyimpangan kolektif yaitu: penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama atau secara berkelompok. Kenakalan Remaja. Gaya hidup. Pelacuran dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan menyerahkan diri kepada umum untuk dapat melakukan perbuatan sexual dengan mendapatkan upah.Penyimpangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang beraksi secara bersama-sama (kolektif). Penyimpangan ini antara lain: Sikap arogansi Kesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya seperti kepandaian.penganiayaan. Tawuran/perkelahian pelajar. Tindak kejahatan/kriminal. Sikap eksentrik E. Apabila seseorang dalam kehidupannya mengalami sosialisasi yang tidak sempurna. perampokan dan pemerkosaan. sosial dan agama.

pada agama tertentu (contohnya: Katolik) ada hak-hak tertentu yang tidak boleh diterima oleh si pelaku penyimpangan. Baik penyimpangan ringan maupun penyimpangan berat akan berdampak pada terganggunya perkembangan mental atau jiwanya. sebagai manusia yang merupakan mahluk yang berakal budi. melalui penjara. Kriminalitas. tindak kejahatan / kriminal. Pengucilan melalui agama. 2. hilangnya harta benda bahkan nyawa. Contoh: seorang residivis dalam penjara akan mendapatkan kawan sesama penjahat. 1. dsb. sehingga dalam masyarakat muncullah kriminalitas-kriminalitas baru. misalnyapada pelaku penyalahgunaan narkoba dan kelainan seksual 3. Merton mengemukakan teori yang menjelaskan bahwa perilaku menyimpang itu merupakan penyimpangan melalui struktur sosial. adat/budaya dan agama. tindak kekerasan seorang kadangkala hasil penularan seorang individu lain. Akibat tidak diterimanya/ditolak perilaku individu yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat. sehingga sekeluarnya dari penjara akan membentuk „kelompok penjahat‟. G. Pengucilan dalam berbagai bidang. dengan tujuan supaya mendapatkan „teman‟. maka tindak . kurungan.Seseorang yang melakukan tindak penyimpangan oleh masyarakat akan dicap sebagai penyimpang (devian). umumnya dialami oleh pelaku penyimpangan individual. Sekecil apapun rasa bersalah itu pasti akan muncul karena tindak penyimpangan tersebut telah merugikan orang lain. misalnya tidak boleh menerima sakramen tertentu bilamana seseorang melakukan tindakan penyimpangan (berdosa). Terganggunya keseimbangan social. penyimpangan seksual. Terkucil. Terganggunya perkembangan jiwa. Dampak yang ditimbulkan selain terhadap individu juga terhadap kelompok/masyarakat. mustahil seorang pelaku tindak penyimpangan tidak pernah merasa malu. Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Masyarakat Seorang pelaku penyimpangan senantiasa berusaha mencari kawan yang sama untuk bergaul bersama. 2. sehingga tindak kejahatan akan muncul berkelompok dalam masyarakat. Pengucilan secara hukum. maka berdampaklah bagi si individu tersebut hal-hal sebagai berikut: 1. merasa bersalah bahkan merasa menyesal telah melanggar nilai-nilai dan norma masyarakatnya. akhirnya bermuara kepada penentangan terhadap norma masyarakat. Robert K. antara lain: hukum.Pengucilan kepada pelaku penyimpangan dilakukan oleh masyarakat dengan tujuan supaya pelaku penyimpangan menyadari kesalahannya dan tindak penyimpangannya tidak menulari anggota masyarakat yang lain. Sebagai tolok ukur menyimpang atau tidaknya suatu perilaku ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Lama kelamaan berkumpullah berbagai individu pelaku penyimpangan menjadi penyimpangan kelompok. terlebih-lebih pada penyimpangan yang memang diakibatkan dan yang mempunyai sasaran pada jaringan otaknya. Karena masyarakat merupakan struktur sosial. tindak kejahatan. Setiap tindakan yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat akan dianggap sebagai penyimpangan dan harus ditolak. secara umum pelaku penyimpangan sosial akan tertekan secara psikologis karena ditolak oleh masyarakat. Rasa bersalah. antara lain pelaku penyalahgunaan narkoba.

atau untuk bentuk substantif penyimpangan tertentu (seperti alkoholisme dan bunuh diri).html Teori Mengenai Penyimpangan a. Juga karena pengaruh globalisasi di bidang informasi dan hiburan memudahkan masuknya pengaruh asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia mampu memudarkan nilai dan norma. atau dibatasi untuk menjelaskan tindakan menyimpang bukan perilaku menyimpang. Sehingga nilai dan norma menjadi pudar kewibawaannya untuk mengatur tata tertib dalam masyarakat. Teori differential association (Edwin H Sutherland) Edward H. 9. atau budaya. Karena pelaku penyimpangan tidak mendapatkan sangsi yang tegas dan jelas. Hal-hal yang dipelajari dalam proses terbentuknya perilaku menyimpang adalah teknis teknis penyimpangan dan petunjuk khusus tentang motif perilaku menyimpang. sumber: http://uhangdusun. 2. . maka muncullah sikap apatis pada pelaksanaan nilai-nilai dan norma dalam masyarakat. 7. Perilaku menyimpang merupakan hasil dari proses belajar atau yang dipelajari. 6. Teori Labeling Teori-teori umum tentang penyimpangan mencoba menjelaskan semua bentuk penyimpangan. Perilaku menyimpang terjadi dalam kelompok personal yang intim dan akrab. b. artinya seorang individu mempelajari suatu perilaku meyimpang dan interaksinya dengan seorang individu yang berbeda latar belakang asal. Dipelajari dari definisi norma yang babik atau buruk. 3. Terbentuknya asosiasi difrensial bervariasi.blogspot. Dalam bab ini perpektif-perpektif labeling. 4. Pudarnya nilai dan norma. perilaku menyimpang melibatkan seluruh mekanisme yang berlaku dalam proses belajar. Tetapi teori-teori terbatas lebih mempunyai lingkup penjelasan yang terbatas. kelompok. Perilaku menyimpang dipelajari oleh seseorang dalam interaksinya dengan orang lain.penyimpangan pasti akan berdampak terhadap masyarakat yang akan mengganggu keseimbangan sosialnya. 8. 5.com/2009/06/perilaku-penyimpangansosial_22. asosiasi difrensial memiliki sembilan perposisi. 3. seorang yang melakukan penyimpangan karena lebih menguntungkan bila ia melakukan penyimpangan. kontrol dan konflik adalah contoh-contoh teori-teori terbatas yang didiskusikan. karena tindak penyimpangan sebagai eksesnya. petunjuk petunjuk tsb. perilaku menyimpang tidak dapat dijelaskan melalui kebutuhan dan nilai umum. antara lain : 1. Apabila doperinci. Beberapa teori terbatas adalah untuk jenis penyimpangan tertentu saja. Sutherland memandang bahwa perilaku menyimpang bersumber pada pergaulan yang berbeda (diffrential assosiation).

Teori Konflik Teori konflik adalah pendekatan terhadap penyimpangan yang paling banyak . d. c. pemberian sanksi dan label yang dimaksudkan untuk mengontrol penyimpangan malah menghasilkan sebaliknya. Ditutupnya peran konvensional bagi seseorang dengan pemberian stigma dan label.tujuan kebudayaan. Tapi jika ada jarak sosial sebagai hasil dari putusnya ikatan.cara yang diperkenankan secara kultural tetapi menolak tujuan . Teori Anomie Teori anomi adalah teori struktural tentang penyimpangan yang paling penting selama lebih dari lima puluh tahun. Konformitas : pelaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan masyarakat. e. Jika seseorang merasa dekat dengan kelompok konvensional. seseorang merasa lebih bebas untuk menyimpang. khususnya dalam mempertahankan diri dari pemberian label. Teori ini memperkirakan bahwa pelaksanaan kontrol sosial menyebabkan penyimpangan. Sebagian besar orang menganut norma-norma masyarakat dalam waktu yang lama. sedikit sekali kecenderungan menyimpang dari aturan-aturan kelompoknya. Teori ini meletakkan penyebab kejahatan pada lemahnya ikatan individu atau ikatan sosial dengan masyarakat.Perspektif labeling mengetengahkan pendekatan interaksionisme dengan berkonsentrasi pada konsekuensi interaksi antara penyimpang dengan agen kontrol sosial. Individu dan kelompok dalam masyarakat seperti itu harus menyesuaikan diri dan beberapa bentuk penyesuaian diri itu bisa jadi sebuah penyimpangan. Inovasi : terjadi apabila seseorang menerima tujuan yang sesuai dengan nilai2 budaya dan diidam2kan masyarakat tetapi menolak norma2 atau kaidah2 yang berlaku. di mana tujuan-tujuan budaya lebih ditekankan dari pada cara-cara yang tersedia untuk mencapai tujuantujuan budaya itu. atau macetnya integrasi sosial. c. Retreatism (pengasingan diri) : timbul apabila seseorang menolak tujuan – tujuan yang disetujui maupun cara2 pencapaian tujuan itu. sementara orang atau kelompok lainnya melakukan penyimpangan. b. Kelompok yang mengalami lebih banyak ketegangan karena ketidakseimbangan ini (misalnya orang-orang kelas bawah) lebih cenderung mengadaptasi penyimpangan daripada kelompok lainnya. e. sebab pelaksanaan kontrol sosial tersebut mendorong orang masuk ke dalam peran penyimpang. Untuk masuk kembali ke dalam peran sosial konvensional yang tidak menyimpang adalah berbahaya dan individu merasa teralienasi. Ritualisme :Terjadi apabila seseorang menerima cara . menyebabkan orang tersebut dapat menjadi penyimpang sekunder. Teori Kontrol Perspektif kontrol adalah perspektif yang terbatas untuk penjelasan delinkuensi dan kejahatan. Menurut teori labeling. d. Teori anomi menempatkan ketidakseimbangan nilai dan norma dalam masyarakat sebagai penyebab penyimpangan. Robert K merton : mengkaji pada jenjang makro yaitu pada jenjang stuktur sosial: a. Rebellion (pemberontakan) : terjadi apabila orang menolak sarana maupun tujuan yang disahkan oleh kebudayaan dan menggantikannya dengan yang lain. Kelompkkelompok yang lemah ikatan sosialnya (misalnya kelas bawah) cenderung melanggar hukum karena merasa sedikit terikat dengan peraturan konvensional.

2. membuang sampah sembarangan. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok 5.blogspot. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok.diaplikasikan kepada kejahatan.norma masyarakat yang berlaku. menghindari bunuh diri karena alasan moral dan agama. peraturan dan hukum daripada penjelasan perilaku yang dianggap melanggar peraturan. sumber: http://bata-blog. walaupun banyak juga digunakan dalam bentukbentuk penyimpangan lainnya. Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. Penyimpangan juga dapat terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. misalnya norma yang menganjurkan hubungan heteroseksual. Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakat Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. 3. Kelompok-kelompok elit menggunakan pengaruhnya terhadap isi hukum dan proses pelaksanaan sistem peradilan pidana. Peraturan datang dari individu dan kelompok yang mempunyai kekuasaan yang mempengaruhi dan memotong kebijakan publik melalui hukum. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpang. 4. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. Norma sosial lainnya mengikuti pola berikut ini. sementara iklan rokok begitu menarik. Ia adalah teori penjelasan norma. Pertentangan antar agen sosialisasi Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. tidak kecanduan minuman keras. LATAR BELAKANG SEBAB SEBAB TERJADINYA PENYIMPANGAN SOSIAL 1. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor.html .com/2009/02/penyimpangan-sosial. Beberapa kelompok yang sangat berkuasa membuat norma mereka menjadi dominan.

Faktor apa yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit masyarakat tersebut!? Para ahli sosiologi (sosiolog) menyatakan bahwa penyakit sosial itu timbul karena adanya pelanggaranpelanggaran yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang terhadap norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat. di atas menggambarkan adanya perilaku kehidupan anggota masyarakat yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu ketenteraman masyarakat. lalu apa yang dimaksud dengan penyakit sosial? Siapa yang dapat mendefinisikai pengertian penyakit sosial? Mari kita cocokkan jawaban kalian dengan pengertian penyakit sosial berikut ini. Apapun komentarmu. tentu tubuh kita akan merasa sakit. pelacuran.mabukan tersebut akan menjadi virus bagi mengganggu kehidupan masyarakat. pada dasarnya penyakit sosial itu ditimbulkan oleh adanya penyimpangan . Berbagai perilaku masyarakat ini dapat dikategorikan sebagai penyakit sosial. Dari uraian tersebut. Apabila kejadian tersebut terus terjadi dalam masyarakat. Sebenarnya penyakit sosial itu tidak hanya perjudian. Andaikan tubuh kita diserang virus. Pengertian Penyakit Sosial Para siswa perhatikan gambar berikut ini. dan mungkin masih banyak lagi perilaku masyarakat yang bisa menimbulkan keresahan dan mengganggu keteraman masyarakat. tawuran antar pelajar dan mabuk .PENYAKIT SOSIAL 1. karena dapat menimbulkan keresahan dan ketidak . terjadinya tawuran pelajar dan kecanduan narkoba. Masyarakat akan resah dan merasa tidak tenteram. misalnya: alkoholisme. tentu masyarakat tersebut akan merasa sakit. Masih banyak perilaku masyarakat yang bisa disebut menjadi virus penyebab penyakit sosial. tawuran antar pelajar dan mabukmabukan saja.penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anggota masyarakat itu sendiri. Dengan demikian. tawuran antar pelajar dan mabuk .mabukan itu dikategorikan sebagai penyakit masyarakat atau penyakit sosial. Begitu pula masyarakat yang diserang virus. Gambar tersebut menunjukkan orang yang sedang bermain judi. Oleh karena itulah. Pelanggaran terhadap norma dan aturan masyarakat inilah yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial.tenteraman kehidupan masyarakat. Sakitnya masyarakat ini bisa dalam bentuk keresahan atau ketidak tenteraman kehidupanan masyarakat. maka perjudian. Apa komentar kalian berkaitan dengan gambar tersebut. . perjudian. penyalahgunaan Napza.

Kalian ada yang tahu? Mari cermati definisi perjudian berikut ini. nilai . Justru banyak orang jatuh menjadi miskin karena judi. bermain kartu. pelacuran dikategorikan sebagai penyakit sosial. . Dari uraian singkat tadi. Pelanggaran ini tidak saja hanya pada adat dan kebiasaan masyarakat. Perjudian Perjudian merupakan salah satu bentuk penyakit sosial.ribu tahun yang lalu. dan norma . tawuran antar pelajar. dengan menyadari adanya sebuah resiko dan harapan terterntu pada peristiwa permainan.norma yang ada dalam masyarakat.Bentuk Penyakit Sosial Sebagaimana telah disebutkan.sembunyi misalnya Togel (totohan gelap). dalam bermain kelereng. perlombaan dan kejadian . Perjudian adalah pertaruhan dengan sengaja. lempar dadu. yaitu mempertaruhkan suatu nilai atau sesuatu yang dianggap nilai. tetapi juga melanggar norma hukum. Ada sesuatu yang dipertaruhkan dalam permainan itu. Sedangkan secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap KUHP yang harus dipertanggung jawabkan di pengadilan. Kalian pasti sudah tahu bahwa tidak ada orang yang kaya karena berjudi. Perbuatan judi merupakan perilaku yang melanggar terhadap kaidah . penyalahgunaan Napza.macam dari yang bersifat sembunyi . Jenis judi bermacam . dipergunjingkan. yang kalah akan memberikan atau melakukan sesuatu sesuai kesepakatan. Bentuk bentuk penyakit sosial tersebut menimbulkan dampak negatif bagi invidu yang melakukan dan masyarakat sekitarnya. dan sebagainya siapa yang menang akan mendapatkan hadiah tertentu. Yang sembunyi .kadang kita tanpa sadar telah melakukan perbuatan yang mengandung unsur perjudian secara kecil kecilan. Bagi individu atau kelompok yang melakukan perjudian. Bentuk .kaidah. maka akan mendapat sanksi baik oleh masyarakat maupun berupa sanksi hukum. lalu apa sebenarnya definisi perjudian itu. Misalnya.sembunyi sampai yang bersifat terbuka. permainan kartu dengan taruhan sejumlah uang. Sanksi masyarakat misalnya dikucilkan oleh masyarakat. tidak dihargai dan lain sebagainya. Sedangkan judi yang terbuka.nilai. adu ayam jago. Perjudian merupakan penyakit sosial yang sangat buruk. pertandingan. a. alkoholisme. perjudian.2. Semua itu menunjukkan bahwa dalam permainan tersebut ada unsur perjudian.kejadian yang belum pasti hasilnya. misalnya kuis dengan SMS dengan sejumlah hadiah uang atau barang. Perjudian sudah ada di muka bumi ini beribu . Dalam bermain pun kadang .

menimbulkan ketidakmampuan dalam fungsi sosial. Napza apabila disalahgunakan pemakaiannya akan menimbulkan ketagihan atau addiction dan merusak. apakah karena pengaruh pergaulan. mudah tersinggung.b. Akibat yang ditimbulkan sangat kompleks karena Napza dapat merusak kecakapan sosial. pada umumnya karena rasa keingintahuan dan keinginan untuk mencoba. alkoholisme. dan lain 88 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII sebagainya. keadaan kurang terurus. muka pucat. dan tidur siang sementara malam hari begadang. Tawuran antar pelajar adalah perbuatan yang sangat tidak pantas dilakukan oleh para pelajar. atau kehendak sendiri untuk merasakannya yang pada akhirnya menjadi kebiasaan dan meneruskannya. bicara cadel (tidak jelas). Dari permasalahan antar individu kemudian melebar menjadi solidaritas kelompok yang pada gilirannya menimbulkan tawuran masal. pola pikir yang ingin serba cepat. bengkak dan merah. kalian pasti sering mendengar adanya tawuran di kalangan pelajar. Penderita ketergantungan NAPZA akhirnya tidak lagi memiliki nilai . bibir hitam pucat. Orang yang menyalahgunakan Napza.nilai moral dan kecakapan sosial sebagaimana layaknya orang . ataupun sanksi hukum jika terkait dengan pelanggaran terhadap KUHP. Penyalahgunaan Napza Para siswa. longgarnya norma. Pada umumnya. bukan tawuran atau berkelahi. kepribadian. layu. suka gemetaran. maka akan dikenakan sanksi oleh masyarakat. dan Zat Aditif lainnya. Tawuran Antar Pelajar Para siswa. Sementara dampak pada fisik tampak sangat jelas seperti tubuh menjadi kurus. tawuran terjadi karena masalah-masalah sepele seperti penghinaan terhadap seseorang. Para siswa. cekung. pekerjaan. pemaksaan. kumal dan dekil.orang normal. Perkelahian antar pelajar merupakan masalah serius mengingat siswa adalah peserta didik yang harus tunduk pada kaidah .kaidah yang berlaku dalam masyarakat maupun di sekolah. betapa berbahayanya penyalahgunaan Napza. tangan dan lengan bekas tusukan jarus seperti gigitan nyamuk. dan gangguan fisik seperti tubuh semaik kering. Ciincutdz Yap Yaprut c.obatan yang berpengaruh terhadap susunan syaraf atau otak. rebutan pacar. Napza merupakan zat atau obat . kalian pernah mendengar isitilah Napza? Ayo siapa yang tahu apa itu Napza. Tugas para pelajar adalah belajar. Terhadap perilaku yang meresahkan ini. Napza adalah singkatan dari Narkotika. perasaan tidak menentu kadang riang kadang murung. merasa rendah diri . sekolah. serta susah buang air besar dan kecil. Psikotropika. merah. merasa resah dan cemas. masalah pertemanan. akibat narkoba. Sementara itu keadaan emosi sangat sensitif seperti mudah marah dan sedih. dan sekolah.

dan tidak punya keyakinan diri; cepat curiga, merasa malu dan mudah kecewa; serta apabila berjanji mudanh ingkar. Dampak lain yang sangat destruktif adalah pada perubahan pola pikir yang tidak umum, tidak sempurna dan tidak logis; perilaku yang tidak wajar; keadaan sosial yang tidak lagi dengan kecakapan; serta kebiasaan kebiasaan lain yang jelek seperti mengusap muka, menggarukgaruk kepala, merokok tidak putus-putus, tidur sewaktu duduk, dan lain sebagainya. Perubahan perilaku yang kelihatan mencolok, antara lain meninggalkan ibadah, suka berbohong, membolos sekolah, suka mencuri, dan seks bebas. Selain itu juga akibat akibat negatif lain, seperti malas, suka melawan, merusak barang, atau bahkan mencuri. Dapat dibayangkan tatkala anak keluarga miskin menjadi korban barang setan itu, padahal harganya sangat mahal. Dari mana mereka memperoleh uang untuk membelinya kalau tidak melakukan tindak kriminal, seperti mencuri, menodong, merampok, lalu yang wanita menjual diri dan sebagainya. Dampaknya, Napza telah membuat generasi muda kehilangan masa depan mereka, mengingat penyalahgunaan Napza memiliki dampak yang sangat merusak baik bagi dirinya maupun lingkungannya. Oleh karena itu sangatlah wajar manakala muncul fakta baru bahwa Napza menimbulkan segudang masalah, baik masalah pelacuran, kriminal, dan bahkan paling berpotensi menularkan penyakit HIV Aids yang akhir-akhir ini sangat merebak dalam masyarakat Indonesia. Penyalahgunaan narkotika dan obat - obat terlarang adalah jenis penyakit sosial yang cukup berat. Selain melanggar kode etik masyarakat, perilaku ini juga melanggar hukum. Penggunaan narkotika telah diatur dalam aturan formal sehingga tidak boleh disalahgunakan. Bagi yang menyalahgunakan narkoba, maka akan mendapatkan sanksi hukum sesuai dengan keterlibatannya dalam penyalahgunaan narkoba tersebut. Dalam hal ini misalnya sebagai produsen, pengedar, maupun pemakai akan mendaptkan hukuman yang berbeda-beda. Sebagai pelajar kita harus berprinsip; “belajar yes, narkoba no”. Kita sebagai generasi muda tentunya tidak ingin kehilangan masa depan bukan? Jika menginginkan hidup sempurna, wajar, dan sukses maka jauhilah narkoba dari kehidupan kita.

d. Alkoholisme
Alkoholisme adalah orang yang kecanduan minum - minuman keras yang mengandung alkohol dalam dosis yang tinggi. Penggunaan atau konsumsi alkohol, dapat menimbulkan dampak yang sangat merusak baik bagi individu pemakai maupun bagi masyarakat. Dalam alkohol terdapat racun protopalsmik yang mempunyai akibat menekan pada sistem syaraf. Dengan demikian ketika orang menggunakan atau mengkonsumsi alkohol

secara berlebihan, maka akan mengganggu sistem syarafnya, sehingga tidak mampu mengendalikan diri baik secara psikologis, fisik, maupun sosial. Dampak merusak inilah yang menyebabkan ketika orang mengkonsumsi alkohol akan kehilangan sebagian ingatannya, kemudian melakukan perjudian, pemerkosaan, dan lebih buruk lagi melakukan pembunuhan. Orang - orang yang terlibat dalam alkoholisme baik produsen maupun pemakai dikategorikan sebagai penyakit sosial atau melanggar kaidah - kaidah, nilai - nilai, dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. 90 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII

e. Pelacuran
Pelacuran merupakan peristiwa penjualan diri dengan jalan memperjual belikan badan, kehormatan dan kepribadian kepada banyak orang untuk memuaskan nafsu - nafsu seks, dengan imbalan pembayaran. Pelacuran adalah perbuatan perempuan atau laki laki yang menyerahkan badannya untuk berbuat cabul secara seksual dengan mendapatkan upah. Pelacuran adalah perilaku menyimpang dengan tujuan komersial. Perilaku ini melanggar norma, kaidah, dan nilai - nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Bagi yang melakukan pelacuran, tidak saja akan mendapat sanksi dari masyarakat, melainkan pula sanksi agama. Sampai saat ini pelacuran sulit untuk diberantas. Pelacuran merupakan penyakit sosial yang sangat parah dan sampai sekarang sangat sulit untuk dihilangkan. Munculnya berbagai macam penyakit kelamin yang mematikan seperti halnya HIV Aids adalah akibat buruk dari praktek - praktek pelacuran tersebut. Kalian tentunya tidak ingin terkena penyakit yang mematikan tersebut bukan? Maka jauhilah praktek - praktek buruk tersebut dalam kehidupan kalian agar bisa menjadi manusia yang berkepribadian yang disayang oleh semasa manusia dan di sayang Tuhan. Norma adat pada umumnya melarang pelacuran. Akan tetapi, setiap daerah berbeda peraturannya, dan kebanyakan norma tersebut tidak tertulis. Pelarangan pelacuran pada hukum adat didasarkan pada hal sebagai berikut: tidak menghargai wanita, diri sendiri, dan penghinaan terhadap isteri dan pria yang melacurkan diri, penyakit kotor, dan merugikan orang lain. Pelacuran menimbulkan beberapa akibat. Beberapa akibat yang ditimbulkan oleh pelacuran antara lain sebagai berikut. 1. Menimbulkan dan menyebarluaskan penyakit kelamin. 2. Merusak sendi - sendi kehidupan keluarga.

3. Merusak sendi - sendi moral, hukum, susila dan agama. 4. Adanya pengeksploitasian manusia oleh manusia lain. Wanita - wanita pelacur itu cuma menerima upah sebagian kecil saja dari pendapatan yang harus diterimanya, karena sebagian harus diberikan kepada germo, calo - calo, centeng - centeng, pelindung dan lain - lain. 5. Mendorong terjadinya kriminalitas dan kecanduan barang - barang narkotika.

f. Korupsi
Kalian pasti pernah mendengar kata korupsi. Apa itu korupsi? Korupsi berasal dari bahasa latin, corruptio, atau corrumpere, yang berarti buruk, busuk, rusak,

menggoyahkan atau memutarbalikkan. Korupsi merupakan perilaku penyelewengan dari tugas tertentu yang sengaja dilakukan untuk memperoleh keun tungan pribadi atau kelompoknya, baik uang maupun harta kekayaan. Korupsi diartikan juga sebagai perilaku pejabat maupun pegawai yang secara tidak wajar dan tidak sah memperkaya dri atau kelompoknya dengan cara menyalahgunakan kekuasaan atau kedudukan yang dipercayakan kepadanya. Bab VI Penyakit dan Penyimpangan Sosial 91 Korupsi meerupakan bentuk penyakit sosial dalam masyarakat. Korupsi dapat dilakukan sendiri ataupun kelompok. Untuk sesaat korupsi nampaknya menguntungkan. Akan tetapi korupsi sangat merugikan kehidupan, baik pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara. Bentuk - bentuk korupsi antara lain; penyogokan, penggelapan, pemutarbalikan fakta, penipuan, maupun penggunaan uang negara secara tidak semestinya. Ganjaran bagi koruptor (orang yang melakukan korupsi) adalah hukuman penjara, penyitaan kekayaan dan uang hasil korupsi.

B. PENYIMPANGAN SOSIAL
1. Pengertian Penyimpangan Sosial
Para siswa, coba perhatikan perilaku kehidupan orang-orang di sekitarmu! Kamu mungkin akan menemukan perilaku orang-orang yang tidak benar, di samping yaitu perilaku orang - orang yang tidak sesuai dengan norma - norma dan aturan yang berlaku. Perilaku yang sesuai dengan norma dan aturan inilah yang diharapkan oleh masyarakat, sedangkan perilaku yang tidak benar tentu tidak diharapkan oleh masyarakat. Perilaku yang diharapkan masyarakat ini sering disebut konformitas, sedangkan perilaku yang tidak sesuai dengan harapan norma dan aturan masyarakat disebut penyimpangan sosial. Konformitas dan penyimpangan sosial merupakan dua sisi perilaku masyarakat yang bertentangan. Konformitas cenderung bersifat positif, sedangkan penyimpangan sosial cenderung bersifat negatif. Dalam tatanan kehidupan bermasyarakat tentu ada

 Keadaan keluarga yang carut-marut (broken home) Keluarga merupakan tempat di mana anak atau orang pertama kali melakukan interaksi dengan orang lain. Masingmasing anggota keluarga tidak bisa saling melakukan kendali atas perilakunya. dan damai. dan masih banyak kemungkinan .norma – norma dan aturan yang membatasi perilaku individu maupun kelompok individu. Bisa juga diartikan. Dari berbagai penyebab itu kita dapat mengidentifikasi penyebab penyimpangan sosial sebagai berikut. Penyebab Penyimpangan Sosial Mengapa orang melakukan penyimpangan sosial? Faktor apakah yang mendorong mereka melakukan penyimpangan sosial? Tentu ada alasan dan faktor yang mendorong mereka melakukan penyimpangan sosial. lalu apa yang dimaksud dengan penyimpangan sosial? Siapa yang dapat mendefinisikai pengertian penyimpangan sosial? Mari kita cocokkan jawaban kalian dengan pengertian penyimpangan sosial berikut ini. Keadaan keluarga tidak bisa memberikan ketenteraman dan kebahagiaan pada anggota keluarga. Mungkin karena pengaruh lingkungannya.kemungkinan lain yang menjadi penyebab orang melakukan penyimpangan sosial. mungkin ingin hal lain daripada yang lain. aman. norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat sesuatu yang dihadapi. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan watak (perangai) seseorang. dan mencari kebahagiaan di luar keluarga. aturan maupun harapan lingkungan masyarakat. 2. . mungkin hanya ingin meniru orang lain. tertib. Akibatnya setiap anggota keluarga cenderung berperilaku semaunya. mungkin karena ketidakpuasan terhadap Penyimpangan sosial adalah perbuatan atau tingkah laku yang melanggar. Akan tetapi dalam kenyataannya masih banyak terjadi pelanggaran . Pelanggaran ini dilakukan oleh individumaupun kelompok individu yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial. menyimpang atau tidak sesuai dengan norma. Ia tidak menyadari lagi.pelanggaran terhadap norma dan aturan tersebut. Oleh karena itulah keadaan keluarga akan sangat mempengaruhi perilaku orang yang menjadi anggota keluarga tersebut. Norma-norma dan aturan itu dimaksudkan agar kehidupan bermasyarakat dapat berjalan dengan teratur. mungkin karena ingin mencapai kepuasan hidup. Dalam keluarga yang brocken home biasanya hubugan antaranggota keluarga menjadi tidak harmonis. penyimpangan sosial adalah adalah bentuk perbuatan yang mengabaikan nilai. Dari uraian tersebut. bertentangan.

pada hal ia sangat berharap lulus ujian? Tentu rasa kecewa yang ia dapatkan. Orang yang hidup di lingkungan penjudi.  Persoalan ekonomi Tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi dapat mendorong orang melakukan kegiatan apa saja. Akibatnya terjadilah penyimpangan-penyimpangan sosial yang dilakukan oleh orang . Tidak jarang orang mengkhalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau sesuatu.apakah perilakunya itu melanggar norma .norma maupun aturan kemasyarkatan. yan penting mereka merasa bahagia. asal bisa memperoleh sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.  Pengaruh lingkungan masyarakat Penyimpangan sosial bisa juga bterjadi karena pengaruh lingkungan. Para pendatang baru yang tidak mampu menyerap nilai dan norma yang berlaku atau tidak sanggup menyerap atau memahami norma budaya masyarakat akan . Hal inilah yang selanjutnya menimbulkan penyimpangan sosial dari orang /anak tersebut. jika seorang siswa tidak lulus ujian. maka orang yang berada di lingkungan tersebut cenderung juga berperilaku menyimpang. tetapi cintanya ditolak oleh orang yang dicintainya? Apa akibatnya jika seorang anak menginginkan sepeda atau motor. akan cenderung ikut mabuk . Contoh-contoh tersebut menggambarkan betapa lingkungan mudah mempengaruhi perilaku seseorang yang berada di lingkungan tersebut.mabukan.norma kemasyarakatan atau tidak. Kekecewaan ini dapat mendorog orang atau anak yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu yang tanpa kendali. Hal inilah yang mendorong terjadinya penyimpangan sosial dari masing-masing anggota keluarga. akan cenderung ikut berjudi. Pelampiasan rasa kekecewaan dapat menimbulkan perilaku di luar kendali orang yang besangkutan. Akibatnya terjadilah penyimpangan sosial dari orang yang bersangkutan. tetapi keinginannya tidak pernah terpenuhi? Apa akibatnya.  Pelampiasan rasa kekecewaan Penyimpangan sosial bsa juga terjadi sebagai bentuk pelampiasan rasa kecewa seseorang. orang yang hidup di lingkungan preman. Hal inilah yang menyebabkan orang melakukan kegiatan tanpa menghiraukan norma .orang yang berada di lingkungan tersebut. yang penting ia bisa melampiaskan kekecewaannya. Bahkan ia tidak lagi menghiarukan norma . yang dapat memenuhi kebutuhan ekonominya. Oleh karena itu. orang yag berada di lngkungan peminum (pemabuk). akan cenderung berperilaku seperti preman.  Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku Hal ini umumnya terjadi pada para pendatang baru (penduduk baru) di lingkungan yang baru. apabila kehidupan lingkungan tidak sesuai dengan norma norma sosial. jika orang mencintai sesorang.norma dan aturan masyarakat. Apa akibatnya.

gulat wanita. angkat besi wanita. Bahkan penyimpangan tersebut dapat berdampak positif. Tetapi banyak anak . Misalnya. Oleh karena itu. Besar kemungkinan anak akan berperilaku seks yang menyimpang. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap perilaku anak tersebut.anak yang belum cukup umur sudah menikmati gambar .  Pengaruh kemajuan teknologi Kemajuan teknologi melahirkan berbagai alat komunikasi dan alat hiburan yang serba canggih. Ini berarti anak telah melakukan penyimpangan terhadap norma .coret baju dan rambut ketika lulus sekolah. Akibatnya anak . Sementara itu. karena dapat mendukung emansipasi wanita. serta . Misalnya: acara TV film keras. menyebabkan anak berperangai keras.anak menikmati acara TV yang seharusnya bukan konsumsiya. Namun demikian. penyimpangan itu tidak cukup meresahkan dan mengganggu ketenteraman masyarakat. Karena ketidatahuannya terhadap nilai dan norma yang berlaku di masyarakat timbullah penyimpangan .norma yang berlaku dalam masyarakat kita.norma sosial.norma dan budaya yang ada di masyarakat. Sifat Penyimpangan Sosial Penyimpangan sosial ternyata tidak selamanya berdampak negatif. pesta corat . 3. sepakbola wanita.penyimpangan sosial dari perilaku orang tersebut. Perangai keras ini dapat menibulkan perilaku keras pada anak tersebut yang cenderung menyimpang dari kebiasaan masyarakat. tukang batu wanita. Hal inilah yang memungkinkan orang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan norma . hubungan seks di luar nikah. Perilaku orang ini cenderung semaunya.cenderung tidak mampu melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan masyarakat. kernet wanita. Oleh karena itu bentuk penyimpangan-penyimpangan tersebut juga bisa dikategorikan penyimpangan sosial. bentuk penyimpangan sosial ini dapat dikategorikan sebagai penyimpangan positif. Program (acara) televisi tidak semuanya cocok untuk konsumsi anak-anak. kumpul kebo. Televesi (TV) dan internet merupakan hasil kemajuan teknologi. tukang parkir wanita. mungkin juga kamu pernah melihat perilaku orang-orang yang cenderung bertentangan dengan norma-norma masyarakat. Umumnya pekerjaan semacam itu adalah pekerjaan kaum pria.norma dan budaya kemasyarakatan. Pernahkah kamu melihat sopir bus wanita. Ada jenis-jenis penyimpangan sosial yang justru berdampak positif. karena ketidaktahuannya terhadap norma . Interet dapat disalahgunakan untuk mendapatkan gambar-gambar porno. dan berdampak negatif bagi lingkungan maupun kepentingan masyarakat. atau petinju wanita? Berbagai profesi wanita itu pada dasarnya merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma . seks bebas.gambar porno.

berkendaraan berkeliling jalan raya dengan memenuhi seluruh badan jalan. b. tidak didominasi oleh si pelaku. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan individual. Penyimpangam sosial yang dilakukan secara terus menerus pada umumnya berdampak negatif bagi kehidupan diri pelaku maupun masyarakat sekitar. Di samping itu. 4. maka penyimpangan sosial ini dikategorikan sebagai bentuk penyimpangan primer. dan perjudian kembali). ada kecenderungan uangnya untuk foya-foya (mabuk mabukan. pembunuhan. pelajar tidak mau belajar. Macam . santri di pondok tidak mau mengaji. Sebenarnya masih banyak contoh kejahatan lain yang merupakan dampak dari penyimpangan sosial. didominasi oleh si pelaku. Contoh: Penggunaan narkoba yang dilakukan secara terus . Penyimpangan Sosial Individu dan Kelompok Penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat dapat dilakukan oleh seseorang secara individual maupun secara kelompok. membolos sekolah. Apabila penjudi menang (banyak uang). pencurian. pemerasan. Penyimpangan Primer dan Sekunder Penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. Namun apabila penyimpangan itu bersifat sementara maupun berkelanjutan. Adapun dampak tersebut adalah munculnya kejahatan yang beruntun. pemerkosaan. menyontek ketika ulangan. Contoh. ke pelacuran. Contoh: Orang berjudi. membolos keja. perampokan. Apaila penyimpangan sosial dilakukan secara individual. dan masyarakat sudah tidak dapat mentolerir. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan sekunder.Macam Bentuk Penyimpangan Sosial a. dan masyarakat masih bersedia mentolerir. Penyimpangan sosial ini dapat dikategorikan sebagai penyimpangan negatif. pelanggaran rambu lalu lintas. Perampokan dapat menyebabkan pembunuhan. apabila kalah (uangnya habis) ada kecenderungan untuk melakukan penipuan. Itu hanya salah satu contoh peristiwa kejahatan beruntun. atau perampokan. Apabila penyimpangan sosial itu bersifat sementara. Penyimpangan . dan kesehatan mentalnya maupun fisiknya akan menurun. Contoh. Yang pasti bahwa penyimpangan sosial yang dilakukan secara terus menerus akan berdampak menculnya kejahatan yang meresahkan dan menganggu ketenteraman masyarakat. Namun apabila penyimpangan sosial dilakukan secara kolektif (berkelompok). maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan kelompok.menerus akan menyebabkan keuangan si pelaku menjadi morat-marit. penyimpangan sosial juga dapat merugikan si pelakunya. Contoh.

melanggar. memperingatkan para pelaku untuk tidak berperilaku menyimpang dan bertetntangan dengan nilai. PENGENDALIAN SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENYIMPANGAN SOSIAL Para siswa apa itu pengendalian sosial? Pengendalian sosial adalah upaya atau cara yang dilakukan masyarakat untuk menertibkan anggotanya masyarakatnya yang menyimpang.6 Aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat merupakan penyimpangan kelompok. dengan kekerasan. Contoh. Sumber: Kompas 27 April 2005. bagaimana bentuk pengendalian sosial dan lembaga apa saja yang dapat berperan dalam pengendalian sosial? Untuk dapat menjawab pertanyaan . penciptaan situasi yang dapat mengubah sikap dan perilaku. tindakan dengan kekerasan bisa dilakukan. Contoh. bujukan tidak berhasil. dan penyampaian nilai norma dan aturan secara berfulang . polisi pamong praja. a. Gambar 6.kelompok biasanya memiliki dampak yang lebih kuat bagi lingkungan dan masyarakat. Hal ini disebabkan penyimpangan kelompok biasanya memiliki pengaruh yang luas dan kuat terhadap lingkungan dan masyarakat. Apabila dengan anjuran.ulang. pengendalian sosial dimaksudkan agar terwujud keserasian bermsayarakat. Dengan Kekerasan (coersive) Mestinya langkah ini ditempuh setelah langkah persuasif telah dilakukan.pertanyaan tersebut. C. dibanding dengan penyimpangan individu. mogok kerja. yaitu tanpa kekerasaan. norma dan aturan. atau membangkang terhadap nilai. Contoh. terpaksa membongkar paksa lapak (termpat berjualan) PKL yang telah mengabaikan peringatan sebelumnya. tercipta ketertiban dalam kehidupan. . aturan dan norma. cermati uraian berikut ini. penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima) dengan memindahkan ke lokasilokasi tertentun yang sudah disiapkan. Di samping itu. Pengendalian ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyimpangan sosial dan penyakit sosial. Pengendalian sosial dilakukan agar masyarakat mau mematuhi aturan dan norma yang berlaku. Tanpa Kekerasaan (persuasif) Cara ini dilakukan dengan penekanan pada usaha membimbing atau mengajak berupa anjuran. b. Cara Pengendalian Sosial Paling tidak ada empat cara untuk pengendalian sosial. aksi protes. demonstrasi. gerakan pengacau. Lalu bagaimana cara pengendalian sosial. 1.

dan akhirnya meninggalkan perilakunya. norma dan aturan mendapat cemoohan atau ejekan dari masyarakatnya. norma dan aturan. Dengan cara demikian diharapkan nilai. pengucilan. agama. cemoohan. sungkan. para guru dan kepala sekolah justru sering memungut sampah dan memberikan contoh membuang sampah pada tempat yang disediakan. teguran. norma dan aturan diberikan teguran. Pendidikan Melalui pendidikan seorang individu akan belajar nilai. Teguran Orang yang melanggar nilai.c. norma dan aturan yang berlaku. maka bentukbentuk pengendalian sosial dapat dilakukan melalui cara .ulang (vervasi) Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan cara penyampaian nilai. Penyampaian inii bisa dengan cara ceramah maupun dengan dibuatkannya papan informasi mengenai aturan. ketika para siswa dan guru sering terlambat masuk sekolah. masyarakat maupun sekolah. aturan secara berulang-ulang. Misalnya. 2. ketika para siswa tidak mau mengindahkan ketertiban sekolah dengan membuang sampah sembarangan.contoh yang lain tidak dapat d. norma dan aturan dipahami dan melekat pada diri individu anggota masyarakat. . Penyampaian Nilai. Contoh lian. Norma dan Aturan Secara Berfulang . kepala sekolah justru datang paling awal dan menunggu di pintu masuk gerbang sekolah. Dengan demikian ia dituntun dan dibimbing untuk berperilaku sesuai dengan nilai. pendidikan. Pendidikan ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga.cara. dan meminta pihak lain menanganinya. norma. Bentuk Pengendalian Sosial Untuk dapat mencegah dan mengatasi penyakit dan penyimpangan sosial. Penciptaan Situasi yang Dapat Mengubah Sikap dan Perilaku (kompulsi) Pengendalian sosial sangat tepat bila dilakukan dengan menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mengubah sikap dan perilaku seseorang. nasehat agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar nilai. norma dan aturan yang berlaku. Cemoohan Seseorang yang melanggar nilai. nilai dan norma yang berlaku. sehingga ia malu. Kalian pasmencari contoh .

ketertiban masyarakat dan wajib mengambil tindakan terhadap orang yang melanggar aturan dan undang . c. individu akan terkendali untuk tidak melanggar nilai.kali apabila akan berperilaku yang melanggar dan tidak sesuai dengan nilai. norma dan aturan yang berlaku. Orang yang memiliki agama akan memahami bahwa melanggar nilai. Siapapun yang melanggar aturan mestinya akan berhadapan dengan lembaga pengadilan dan mendapatkan hukuman. Meminta bantuan pihak lain (fraundulens).Agama Agama memiliki peran yang sangat besar dalam pengendalian sosial. 3.undang yang berlaku. misal kepolisian. Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan cara meminta bantuan pihak lain yang dianggap kompeten dalam mengatasi masalah. melanggar ketertiban. Ajaran agama merupakan fondasi/dasar yang sangat penting untuk membangun generasi yang berakhlak mulia. yaitu kepolisian. menyelesaikan dan mengadili dan memberikan sanksi hukuman terhadap para pelanggar aturan. Adat Istidat Adat istiadat adalah aturan atau kebiasaan yang tumbuh dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan harus dijunjung tinggi dan dipatuhi anggota masyarakatnya. norma dan aturan dikucilkan oleh masyarakat. Kepolisian Kepolisian adalah bagian dari lembaga pemerintah yang bertugas memelihara keamanan. sehingga mampu menghindari atau mencegah perilaku yang meyimpang. Selanjutnya yang bersangkutan akan diproses sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku. Lembaga Pengendalian Sosial Paling tidak ada tiga lembaga pengendalian sosial. Pengadilan Pengadilan merupakan salah satu lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk menangani. norma dan aturan yang berlaku. Dengan demikian orang yang melanggar keamanan. norma dan aturan di samping ada hukuman di dunia juga ada hukuman di akherat. Dengan adanya aturan dan sanksi dari adat maka pengendalian sosial dapat terjadi. . Dengan cara macam ini orang akan berpkikir berkali . melanggar aturan akan diambil tindakan oleh kepolisian. meresahkan ketentraman. ketentraman. Dengan pemahaman ini maka. Pengucilan Orang yang melanggar nilai. pengadilan dan adat.

Karena kaidah-kaidah yang ada tidak memuaskan bagi pihak tertentu atau karena tidah memenuhi kebutuhan dasarnya. Secara rinci. 2. . Pada situasi di mana orang memperhitungkan bahwa dengan melanggar atau menyimpangi sesuatu norma dia malahan akan bisa memperoleh sesuatu reward atau sesuatu keuntungan lain yang lebih besar. Apabila ternyata norma-norma tidak lagi self-enforcement dan proses sosialisasi tidak cukup memberikan efek-efek yang positif. dan akan gantinya harus dipertahankan oleh petugas-petugas kontrol sosial dengan cara mengancam atau membebankan sanksi-sanksi kepada mereka-mereka yang terbukti melanggar atau menyimpangi norma.Pengendalian Sosial A. sepanjang semua anggota masyarakat bersedia menaati aturan yang berlaku. maka masyarakat – atas dasar kekuatan otoritasnya – mulai bergerak melaksanakan kontrol sosial (social control). Di dalam kenyataan. 181:45) 1. Norma tidak lagi self-enforcing (norma-norma sosial tidak lagi dapat terlaksana atas kekuatannya sendiri ). Karena kaidah yang ada kurang jelas perumusannya sehingga menimbulkan aneka penafsiran dan penerapan. membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. berharap semua anggota masyarakat bisa berperilaku selalu taat. tentu merupakan hal yang mahal. pengendalian sosial adalah suatu proses baik yang direncanakan atau tidak direncanakan. dan 4. Karena memang tidak mungkin untuk mengatur semua kepentingan warga masyarakat secara merata. yang bertujuan untuk mengajak. tentu tidak semua orang akan selalu bersedia dan bisa memenuhi ketentuan atau aturan yang berlaku dan bahkan tidak jarang ada orang-orang tertentu yang sengaja melanggar aturan yang berlaku untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. Menurut Soerjono Soekanto. maka di dalam hal demikianlah enforcement demi tegaknya norma lalu terpaksa harus dijalankan dengan sarana suatu kekuatan dari luar. PENGENDALIAN SOSIAL Dalam kehidupan sehari-hari. hampir bisa dipastikan kehidupan bermasyarakat akan bisa berlangsung dengan lancar dan tertib. beberapa faktor yang menyebabkan warga masyarakat berperilaku menyimpang dari norma-norma yang berlaku adalah sebagai berikut ( Soekanto. Karena di dalam masyarakat terjadi konflik antara peranan-peranan yang dipegang warga masyarakat. Tetapi. 3.

Untuk mengembalikan keadaan seperti semula. perlu . Juga pengendalian sosiap pada dasarnya merupakan sistem dan proses yang mendidik. Untuk maksud tersebut. Dalam pengendalian sosial kita bisa melihat pengendalian sosial berproses pada tiga pola yakni : 1. mengajak dan bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan norma-norma sosial. Penggolongan ini dibuat menurut sudut pandang dari mana seseorang melihat pengawasan tersebut. Dengan demikian. Sistem mengajak bertujuan mengarahkan agar perbuatan seseorang didasarkan pada norma-norma. kontrol sosial yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran dengan maksud hendak memulihkan keadaan agar bisa berjalan seperti semula dengan dijalankan di dalam versi “menjatuhkan atau membebankan. usaha pengendalian sosial yang bersifat preventif dilakukan sebelum terjadi penyimpangan. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lainnya. Tujuan pengawasan adalah supaya kehidupan masyarakat berlangsung menurut pola-pola dan kidah-kaidah yang telah disepakati bersama. Sistem memaksa bertujuan untuk mempengaruhi secara tegas agar seseorang bertindak sesuai dengan norma-norma. Bila ia tidak mau menaati kaiah atau norma. b. Pengendalian represif . Pengendalian kelompok terhadap anggota-anggotanya 3.Obyek (sasaran) pengawasan sosial. JENIS-JENIS PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial dimaksudkan agar anggota masyarkat mematuhi norma-norma sosial sehingga tercipta keselarasan dalam kehidupan sosial. pengendalian sosial meliputi proses sosial yang direncanakan maupun tidak direncanakan (spontan) untuk mengarahkan seseorang. B. 3. dikenal beberapa jenis pengendalian. Pengendalian kelompok terhadap kelompok 2. adalah perilaku masyarakat itu sendiri. 1. dan tidak menurut kemauan individu-individu. Sistem mendidik dimaksudkan agar dalam diri seseorang terdapat perubahan sikap dan tingkah laku untuk bertindak sesuai dengan norma-norma. sanksi”. Jadi. Pengendalian preventif merupakan kontrol sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran atau dalam versi ”mengancam sanksi” atau usaha pencegahan terhadap terjadinya penyimpangan terhadap norma dan nilai. a. Pengendalian ini berfungsi untuk mengembalikan keserasian yang terganggu akibat adanya pelanggaran norma atau perilaku meyimpang. 2. maka ia akan dikenakan sanksi.

d. C.diadakan pemulihan. Pola-pola kelakuan dan kiadah-kaidah lembaga itu tidak saja mengontrol para anggota lembaga. e. tetapi hanya diingatkan oleh warga masyarakat. Masyarakat dapat memberi sanksi kepada orang yang melanggar aturan kelompok tersebut. CARA DAN FUNGSI PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial dapat dilaksanakan melalui : 1. Pengawasan tidak resmi (informal) dilaksanakan demi terpeliharanya peraturanperaturan yang tidak resmi milik masyarakat. Jadi. misalnya negara maupun agama. g. Artinya. 2. sekaligus agar dia mematuhi norma-norma sosial. tidak ditemukan dalam hukum tertulis. Sosialisasi Sosialisasi dilakukan agar anggota masyarkat bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa paksaan. Usaha penanaman pengertian tentang nilai dan norma kepada anggota masyarakat diberikan melakui jalur formal dan informal secara rutin. Tekanan Sosial Tekanan sosial perlu dilakukan agar masyarakat sadar dan mau menyesuaikan diri dengan aturan kelompok. Pengendalian resmi (formal) ialah pengawasan yang didasarkan atas penugasan oleh badan-badan resmi. f. c. Dikatakan tidak resmi karena peraturan itu sendiri tidak dirumuskan dengan jelas. Bahkan silsilah dan riwayat hidupnya. Usaha pengendalian dengan memadukan ciri preventif dan represif ini dimaksudkan agar suatu perilaku tidak sampai menyimpang dari norma-norma dan kalaupun terjadi penyimpangan itu tidak sampai merugikan yang bersangkutan maupun orang lain. . Pengendalian sosial gabungan merupakan usaha yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan (preventif) sekaligus mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial (represif). Pengendalian berpribadi ialah pengaruh baik atau buruk yang datang dari orang tertentu. tetapi juga warga masyarakat yang berada di luar lembaga tersebut. dan teristimewa ajarannya juga dikenal. pengendalian disini bertujuan untuk menyadarkan pihak yang berperilaku menyimpang tentang akibat dari penyimpangan tersebut. tokoh yang berpengaruh itu dapat dikenal. Pengendalian institusional ialah pengaruh yang datang dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga (institusi) tertentu.

1) Kompulsi (compulsion) ialah pemaksaan terhadap seseorang agar taat dan patuh tehadap norma-norma sosial yang berlaku. yakni kompulsi dan pervasi. kelompok bermain. bisasanya dilakukan terhadap yang hidup dalam keadaan relatif tenteram. Pengendalian sosial yang diberikan kepada kelompok sekunder (kelompok masyarkat yang lebih besar yang tidak bersifat pribadi (impersonal) dan mempunyai tujuan yang khusus seperti serikat buruh. bimbingan yang dilakukan terus menerus. perkumpulan seniman. pemberian gelar. kenaikan pangkat. Alat pengendalian sosial berupa peraturan resmi dan tata cara yang standar. Jenis pengendalian dengan kekerasan dapat dibedakan menjadi dua jenis. spontan. orang tadi akan mengubah sikapnya. Disamping cara di atas juga agar proses pengendalian berlangsung secara efektif dan mencapai tujuan yang diinginkan. menertawakan. Dengan demikian. Pengendalian tanpa kekerasan (persuasi). Fungsi Pengendalian Sosial . Sebagian besar nilai dan norma telah melembaga dan mendarah daging dalam diri warga masyarakat. Kekuatan dan kekuasaan dalam bentuk peraturan hukum dan hukuman formal Kekuatan da kekuasaan akan dilakukan jika cara sosialisasi dan tekanan sosial gagal. b. Keadaan itu terpaksa dipergunakan pada setiap masyarakat untuk mengarahkan tingkah laku dalam menyesuaikan diri dengan nilai dan norma sosial.Pengendalian sosial pada kelompok primer (kelompok masyarkat kecil yang sifatnya akrab dan informal seperti keluarga. biasanya dilakukan bagi masyarakat yang kurang tenteram. 2. klik ) biasanya bersifat informal. Misalnya. pergunjingan (gosip) dan pengasingan. misalnya GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). 2) Pervasi ( pervasion ) ialah penanaman norma-norma yang ada secara berulang -ulang dengan harapan bahwa hal tersebut dapat masuk ke dalam kesadaran seseorang. dan tidak direncanakan. perlu dberlakukan cara-cara tertentu sesuai dengan kondisi budaya yang berlaku. dan perkumpulan wartawan ) lebih bersifat formal. biasanya berupa ejekan. imbalan dan hadiah dan sanksi serta hukuman formal. Pengendalian dengan kekerasan (koersi) . 3. a.

misalnya kalau seorang hakim menjatuhkan pidana penjara kepada seorang terdakwa. yaitu : a. sanksi psikologik (karena terasakan olehnya adanya perasaan aib dan malu menjadi orang hukuman). ini berarti bahwa sekaligus terdakwa tersebut dikenai sanksi fisik (karena dirampas kebebasan fisiknya). Sebagaimana halnya dengan sanksi-sanksi. Ada tiga jenis sanksi yang digunakan di dalam usaha-usaha pelaksanaan kontrol sosial ini. c. Sanksi yang bersifat psikologik. b. pun incentive itu bisa dibedakan menjadi tiga jenis. Mengembangkan rasa takut e. dan sanksi ekonomik ( karena dilenyapkan kesempatan meneruskan pekerjaannya guna menghasilkan uang dan kekayaan ). dengan tujuan agar warga masyarakat ini kelak tidak lagi melakukan pelanggaran dan penyimpangan terhadap norma tersebut. Menciptakan sistem hukum Kontrol sosial – di dalam arti mengendalikan tingkah pekerti-tingkah pekerti warga masyarakat agar selalu tetap konform dengan keharusan-keharusan norma-hampir selalu dijalankan dengan bersarankan kekuatan sanksi (sarana yang lain:pemberian incentive positif). untuk mengusahakan terjadinya konformitas. Sanksi yang bersifat ekonomik. ketiga jenis sanksi tersebut di atas itu sering kali terpaksa diterapkan secara bersamaan tanpa bisa dipisah-pisahkan. dan 3. kontrol sosial sesungguhnya juga dilaksanakan dengan menggunakan incentive-incentive positif yaitu dorongan positif yang akan membantu individu-individu untuk segera meninggalkan pekerti-pekertinya yang salah. Sementara itu. Mengembangkan rasa malu d. Adapun yang dimaksud dengan sanksi dalam sosiologi ialah sesuatu bentuk penderitaan yang secara sengaja dibebankan oleh masyarakat kepada seorang warga masy arakat yang terbukti melanggar atau menyimpangi keharusan norma sosial. 2. yaitu : . Sanksi yang bersifat fisik. Pada praktiknya. yaitu : 1.Koentjaraningrat menyebut sekurang-kurangnya lima macam fungsi pengendalian sosial. Mempertebal keyakinan masyarakat tentang kebaikan norma. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma.

2. hukuman kerja paksa. usapan tangan di kepala. Beragam-tidaknya norma-norma yang berlaku di dalam kelompok itu. yaitu : 1. Toleran-tidaknya sikap petugas kontrol sosial terhadap pelanggaran yang terjadi. Bernilai sekadar sebagai simbol. andaikata bisa diberikan. Apakah kontrol sosial itu selalu cukup efektif untuk mendorong atau memaksa warga masyarakat agar selalu conform dengan norma-norma sosial (yang dengan demikian menyebabkan masyarakat selalu berada di dalam keadaan tertib ) ? Ternyata tidak. Incentive fisik tidaklah begitu banyak ragamnya. 1. Jabatan tangan. ciuman tidaklah akan sebanding dengan ekstremitas penderitaan sanksi fisik seperti hukuman cambuk. Pun. Ada lima faktor yang ikut menentukan sampai seberapa jauhkah sesungguhnya sesuatu usaha kontrol sosial oleh kelompok masyarakat itu bisa dilaksanakan secara efektif. Sementara itu. Incentive yang bersifat fisik. tanpa ada pelanggaran atau penyimpangan norma-norma sosial satu kalipun. Besar-kecilnya dan bersifat anomie-tidaknya kelompok masyarakat yang bersangkutan. serta pula tidak begitu mudah diadakan. Menarik-tidaknya kelompok masyarakat itu bagi warga-warga yang bersangkutan . Usaha-usaha kontrol sosial ternyata tidak berhasil menjamin terselenggaranya ketertiban masyarakat secara mutlak. Menarik-Tidaknya Kelompok Masyarakat Itu Bagi Warga yang Bersangkutan. disamping incentive fisik dan psikologik tidak kalah pentingnya adalah incentive ekonomik. 2. pelukan.1. Incentive yang bersif ekonomik. dan 3. Otonom-tidaknya kelompok masyarakat itu. 4. 3. Incentive yang bersifat psikologik. dan 5. rasa nikmat jasmaniah yang diperoleh daripadanya tidaklah akan sampai seekstrem rasa derita yang dirasakan di dalam sanksi fisik. hukuman gantung dan lain sebagainya. . Incentive ekonomik kebanyakan berwujud hadiah-hadiah barang atau ke arah penghasilan uang yang lebih banyak. kebanyakan incentive fisik lebih tepat dirasakan sebagai incentive psikologik.

sehingga tingkah pekerti-tingkah pekerti warga itu mudah dikontrol conform dengan keharusan-keharusan norma yang berlaku. makin efektiflah kontrol sosialnya. jelas bahwa masyarakat tidak akan mungkin mengharapkan dapat terselenggaranya kontrol sosial secara efektif. Dihadapkan pada sekian banyak norma-norma yang saling berlainan dan saling berlawanan. kian besarlah efektivitas kontrol sosial atas warga tersebut. Normanorma pun menjadi self-enforcing. maka individu-individu warga masyarakat lalu silit menyimpulkan adanya sesuatu gambaran sistem yang tertib. kuatlah kecendrungan pada pihak warga-warga itu untuk berusaha sebaik-baiknya agar tidak melanggar norma kelompok. Pada kelompok yang disukai oleh warganya. Maka. dan sebaliknya mengapa di dalam masyarakt kota besar-yang terdiri dari banyak kelompok-kelompok sosial besar maupun kecil itu – kontrol sosial bagaimanapun juga kerasnya dilaksanakan tetap saja kurang efektif menghadapi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. maka berkuranglah motif pada pihak warga kelompok untuk selalu berusaha menaati norma-norma sehingga karenanyabagaimanapun juga keras dan tegasnya kontrol sosial dilaksanakan-tetaplah juga banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Otonom-Tidaknya Kelompok Masyarakat Itu. Pelanggaran atas norma yang satu (demi kepentingan pribadi) sering kali malahan terpuji sebagai konformitas yang konsekuen pada norma yang lainnya. Apabila terjadi pelanggaran. 3. konsisten. apabila kelompok itu tidak menarik bagi warganya. atau apabila malahan bertentangan-maka semakin berkuranglah efektivitas kontrol sosial yang berfungsi menegakkannya. Penyelidikan Marsh ini dapat dipakai sebagai landasan teoritis untuk menjelaskan mengapa kontrol sosial efektif sekali berlaku di dalam masyarakat-masyarakat yang kecil-kecil dan terpencil. . dan akan semakin sedikitlah jumlah penyimpangan-penyimpangan dan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di atas norma-norma kelompok. 2. dan konsekuen. dengan mudah si pelanggar itu dikontrol dan dikembalikan taat mengikuti keharusan norma. kian menarik sesuatu kelompok bagi warganya. Beragam-Tidaknya Norma-norma yang Berlaku di dalam Kelompok Itu Makin beragam macam norma-norma yang berlaku dalam suatu kelompok-lebih-lebih apabila antara norma-norma itu tidak ada kesesuaian. Sebaliknya. Makin otonom suatu kelompok. Dalil tersebut diperoleh dari hasil studi Marsh.Pada umumnya. dalam keadaan demikian itu. Dalil ini pernah dibuktikan di dalam sebuah studi eksperimental yang dilakukan oleh Meyers.

Asasi-tidaknya nilai moral-yang terkandung di dalam norma-yang terlanggar. bukan kondisi-kondisi objektif yang tidak memungkinkan. . Ekstrim-tidaknya pelanggaran norma itu. Sehingga. pelaksana kontrol sosial itu sering membiarkan begitu saja sementara pelanggar norma lepas dari sanksiyang seharusnya dijatuhkan. c. di mana segala interaksi sosial lebih bersifat langsung dan face-to-face. 5. Tanpa bisa bersembunyi di balik sesuatu anomie. dan tanpa bisa sedikit pun memanipulasi situasi heterogenitas norma. Toleran-Tidaknya Sikap Petugas Kontrol Sosial Terhadap Pelanggaran yang Terjadi Sering kali kontrol sosial tidak dapat terlaksana secara penuh dan konsekuen. Itulah sebabnya maka kontrol sosial di masyarakat primitif itu selalu terasa amat kuatnya. Mengambil sikap toleran. Keadaan situasi sosial pada ketika pelanggaran norma itu terjadi. dan d. dengan bersembunyi di balik keadaan anomie (keadaan tak bisa saling mengenal). dan kontrol sosialpun akan lumpuh tanpa daya. samakin bebaslah individu-individu untuk berbuat “semaunya”.4. Besar-Kecilnya dan Bersifat Anomie-Tidaknya Kelompok Masyarakat yang Bersangkutan Semakin besar suatu kelompok masyarakat. Status dan reputasi individu yang ternyata melakukan pelanggaran. sampai-sampai suatu kontrol sosial yang informal sifatnya-seperti ejekan dan sindiran-itu pun sudah cukup kuat untuk menekan individu-individu agar tetap memerhatikan apa yang telah terlazim dan diharuskan. b. melainkan karena sikap toleran (menenggang) agen-agen kontrol sosial terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. maka warga masayarakat di dalam masyarakat-masyarakat yang kecil-primitif itu hampir-hampir tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari kontrol sosial. semakin sukarlah orang saling mengidentifikasi dan saling mengenali sesama warga kelompok. Adapun toleransi pelaksana-pelaksana kontrol sosial terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi umumnya tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut : a. Hal demikian itu dapat dibandingkan dengan apa yang terjadi pada masyarakatmasyarakat primitif yang kecil-kecil.

A. sekolah. Tidak ada masyarakat yang bisa berjalan tanpa adanya kontrol sosial. Macam-Macam Pengendalian Sosial . maupun jangka waktu yang dikehendaki. tokoh masyarakat-seperti kiai-pendeta-tokoh yang dituakan. sedangkan cara koersif tekanan diletakkan pada kekeraan atau ancaman dengan mempergunakan atau mengandalkan kekuatan fisik.42) cara mana yang lebih baik senantiasa tergantung pada situasi yang dihadapi dan tujuan yang hendak dicapai. tak pelak harus dilakukan dan dibantu oleh kehadiran aparat petugas kontrol sosial. Cara persuasif terjadi apabila pengendalian sosial ditekankan pada usaha untuk mengajak atau membimbing. pengadilan. Cara pengendalian masyarakat dapat dijalankan dengan cara persuasif atau dengan cara koersif. adat. Menurut Soekanto (1981. beberapa aparat petugas kontrol sosial yang lazim dikenal adalah aparat kepolisian. lembaga keagamaan. dan sebagainya. usaha penegakan kaidah sosial tidak lagi bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan kesadaran warga masyarakat atau pada rasa sungkan warga masyarakat itu sendiri. Di dalam masyarakat yang makin kompleks dan modern. Usaha penegakan kaidah sosial di dalam masyarakat yang makin modern. Bentuk kontrol sosial atau cara-cara pemaksaan konformitas relatif beragam.Kontrol atau pengendalian sosial mengacu kepada berbagai alat yang dipergunakan oleh suatu masyarakat untuk mengembalikan anggota-anggota yang kepala batu ke dalam relnya. Di dalam berbagai masyarakat.

b. Tindakan preventif. Contohnya kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait tentang bahaya yang ditimbulkan sebagai akibat dari pemakaian narkoba. Hal ini dilakukan agar kestabilan dalam masyarakat kembali dapat tercapai. yaitu suatu tindakan aktif yang dilakukan pihak berwajib pada saat penyimpangan sosial terjadi agar penyimpangan yang sedang terjadi dapat dihentikan. Tindakan represif. 1. Hal ini dilakukan karena dirasa adanya penyimpanganpenyimpangan . Pengendalian eksternal. Pengendalian internal. tindakan ini diambil setelah terjadinya tindak penyimpangan sosial. berikut ini. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh rakyat kepada para penguasa. Berdasarkan aspek-aspek tertentu. Berdasarkan Sifatnya a. Strategi-strategi politik tersebut dapat berupa aturan perundang-undangan ataupun program-program sosial lainnya. Pengendalian yang bersifat preventif umumnya dilakukan dengan cara melalui bimbingan. pengarahan dan ajakan. yaitu tindakan yang dilakukan oleh pihak berwajib sebelum penyimpangan sosial terjadi agar suatu tindak pelanggaran dapat diredam atau dicegah. a. c. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh penguasa atau pemerintah sebagai pemegang kekuasaan (the rulling class) untuk menjalankan roda pemerintahannya melalui strategi-strategi politik. Hukuman ini dimaksudkan agar tindakan penyimpangan siswa tidak berulang lagi. b. menjadi berikut ini. pengendalian sosial dapat dibedakan menjadi tiga. Contohnya guru memberi hukuman kepada siswa yang terlambat dan tidak tertib di sekolah.Pengendalian sosial adalah suatu bentuk aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu dalam masyarakat karena adanya penyimpangan-penyimpangan sosial. Contohnya memasukkan para pencandu narkoba ke tempat rehabilitasi untuk mendapatkan pembinaan agar para pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya kembali 2. Tindakan kuratif. Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya Berdasarkan waktu pelaksanaannya. pengendalian sosial dapat dibedakan. sehingga di kemudian hari tidak lagi mengulangi kesalahannya. Tindakan ini ditujukan untuk memberikan penyadaran kepada para pelaku penyimpangan agar dapat menyadari kesalahannya dan mau serta mampu memperbaiki kehidupannya.

melalui pengawasan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). yaitu tindakan pencegahan yang dilakukan dengan cara pendekatan secara damai tanpa paksaan. Berdasarkan Cara atau Perlakuan Pengendalian Sosial a. namun juga kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren. Pola perilaku lembaga tersebut tidak hanya mengawasi para anggota lembaga itu saja. Pengendalian pribadi. Contohnya seorang guru BP menasehati dan menghimbau kepada siswa untuk tidak merokok. Berdasarkan Pelaku Pengendalian Sosial a. Meskipun demikian. seperti kepolisian. Dalam hal ini. akan tetapi juga mengawasi dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di sekitar lembaga tersebut berada. pengendalian tidak resmi juga memiliki efektivitas dalam mengawasi atau mengendalikan perilaku masyarakat. satpol PP. 3. Hal ini dikarenakan sanksi yang diberikan kepada . Bentuk pengendalian ini. Pengendalian institusional. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan tanpa rumusan aturan yang jelas atau tanpa sanksi hukum yang tegas. kejaksaan. Tindakan coersif. Tindakan persuasif. Pengaruh ini dapat bersifat baik atau pun buruk. Dalam hal ini. yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari adanya suatu institusi atau lembaga. Contohnya penertiban PKL secara paksa yang dilakukan oleh petugas Satpol PP. misalnya berupa ajakan atau penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. pola tidur. yaitu pengaruh yang datang dari orang atau tokoh tertentu (panutan). atau pun melalui wakil-wakil rakyat di DPRD. Pengendalian resmi. Pengendalian tidak resmi. b. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi negara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan sanksi yang jelas dan mengikat.tertentu yang dilakukan oleh kalangan penguasa. dan sebagainya. pengawasan dan pengaruh dari pondok pesantren tersebut tidak hanya terbatas pada para santrinya saja. c. sikap. d. ataupun kehakiman untuk mengawasi ketaatan warga masyarakat terhadap hukum yang telah ditetapkan. baik dalam hal pakaian. tutur sapa. yaitu tindakan pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara pemaksaan. Pengendalian sosial jenis ini dapat dilakukan melalui aksi-aksi demonstrasi atau unjuk rasa. pola pikir. bentuk pemaksaan diwujudkan dengan pemberian sanksi atau hukuman terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran sesuai dengan kadar penyimpangannya. Misalnya kehidupan para santri di pondok pesantren akan mengikuti aturan. Pengendalian resmi dilakukan oleh aparat negara. b.

ataupun tokoh agama yang memiliki kharisma dan dipandang sebagai panutan masyarakat. 3. Pada tahap ini telah disertai dengan pelaksanaan sanksi atau hukuman kepada para pelaku tindakan penyimpangan. Pengenalan tersebut dimaksudkan agar masyarakat menyadari efek dan sanksi yang akan diterimanya bila mereka melakukan suatu tindakan penyimpangan sosial. a. masyarakat dikenalkan pada bentuk-bentuk penyimpangan sosial beserta sanksi-sanksinya. menjadi berikut ini. Pengendalian tidak resmi dilakukan oleh tokoh masyarakat. misalnya dikucilkan atau bahkan diusir dari lingkungannya. . tahap pendekatan kekuasaan atau kekuatan ini dapat dibedakan. Tahapan Pengendalian Sosial Sebagai suatu proses. terlihat adanya pihak pelaku pengendalian sosial dan pihak yang dikendalikan. tokoh adat. pengendalian sosial yang berlaku di masyarakat dapat dibedakan menjadi berikut ini. B. Tahap Pendekatan Kekuasaan/Kekuatan Pada tahap ini.pelaku penyimpangan berupa sanksi moral dari masyarakat lain. 2. Di dalam hal ini. tahap sosialisasi bersifat preventif yang bertujuan mencegah perilaku penyimpangan sosial. Dengan adanya sanksi yang menekan tersebut. Tahap Penekanan Sosial Tahap penekanan sosial dilakukan untuk mendukung terciptanya kondisi sosial yang stabil. diharapkan masyarakat segan dan tidak mau melakukan berbagai perbuatan yang menyimpang. Pengendalian kelompok terhadap kelompok. misalnya anggota Kepolisian Sektor Pasanggrahan Jakarta Selatan mengawasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Pasanggrahan. Berdasarkan pelakunya. 1. Pada tahap ini. Tahap ini dilakukan jika tahaptahap yang lain tidak mampu mengarahkan tingkah laku manusia sesuai dengan norma atau nilai yang berlaku. Tahap Sosialisasi atau Pengenalan Tahap sosialisasi atau pengenalan merupakan tahap awal proses pengendalian sosial.

2. Gosip disebut juga kabar burung atau desas-desus. Dalam hal ini. 1. baik lisan atau pun tertulis. Gosip Gosip adalah kabar yang tidak berlandaskan fakta. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lain. atau mengalami hukuman fisik. dan merasa terisolir dalam kehidupan bermasyarakatnya. orang atau lembaga yang terkena gosip akan berusaha memperbaiki tingkah lakunya. maka orang atau lembaga tersebut akan dicemooh. Suatu gosip tersebar di masyarakat jika pernyataan secara terbuka tidak dapat dilontarkan secara langsung atau belum menemukan bukti-bukti yang sah. pengendalian sosial mempunyai beberapa bentuk. Sanksi atau Hukuman Sanksi atau hukuman merupakan tindakan tegas yang diambil jika teguran tidak lagi diindahkan oleh pelaku tindak penyimpangan. Teguran Teguran adalah kritik sosial yang bersifat terbuka. Pada umumnya. misalnya seorang ayah yang mendidik dan merawat anaknya. c.b. 3. teguran. serta pendidikan dan agama. hukuman atau sanksi. atau seorang kakak yang menjaga adiknya. seperti gosip. Teguran dilakukan secara langsung kepada pelaku tindak penyimpangan agar pelaku tindak penyimpangan tersebut menyadari perbuatannya dan dapat segera menghentikan tingkah laku menyimpangnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. misalnya bapak/ibu guru di sekolah mengendalikan dan membimbing siswa/siswi yang belajar di sekolah itu. terhadap orang atau lembaga yang melakukan tindak penyimpangan sosial. Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial Dalam penerapannya. Pengendalian kelompok terhadap anggotanya. Sanksi atau hukuman merupakan bentuk pengendalian sosial yang efektif karena pelaku tindak penyimpangan akan mengalami kerugian atau penderitaan. misalnya didenda. diskors. . gosip merupakan kritik tertutup yang ditujukan pada seseorang atau lembaga yang melakukan penyimpangan sosial. jika tidak. dikucilkan. Berikut ini uraian singkat mengenai bentuk-bentuk pengendalian sosial tersebut. C.

memberikan contoh kepada pihak lain agar tidak ikut melakukan perbuatan menyimpang (schock theraphy). Dalam ajaran agama dikenal adanya dosa dan pahala. Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma-norma kemasyarakatan. Berdasarkan uraian tersebut. Dosa yang dilakukan manusia akan memperoleh balasan atau hukuman dari Tuhan YME kelak di kehidupan lain (akherat). merupakan salah satu bentuk pengendalian sosial yang telah melembaga. maka agama merupakan bentuk pengendalian sosial yang tumbuh dari hati nurani berdasarkan kesadaran dan tingkat keimanan seseorang sesuai dengan agama atau kepercayaan yang dianutnya. 2. memberikan efek jera kepada pelaku penyimpangan sosial. pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi. manusia dituntut untuk mampu menjalin hubungan baik dengan Tuhan. dan b. Dalam pelaksanaannya. Berikut ini beberapa fungsi pengendalian sosial. 1. baik formal ataupun nonformal. Dosa akan diterima manusia jika mereka melakukan penyimpangan dari aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam ajaran agama sesuai dengan petunjuk dari kitab suci atau nabi. dan menjalin hubungan baik dengan alam lingkungannya. sanksi atau hukuman hanya dapat diberikan oleh pihak yang memiliki kekuatan hukum atau resmi berdasarkan peraturan yang berlaku. 4. Adapun pahala akan diterima manusia jika mereka melakukan hal-hal baik sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam kitab suci atau ajaran nabi. Dalam ajaran agama. Agama merupakan penuntun umat manusia dalam menjalankan perannya di muka bumi ini. Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma-norma kemasyarakatan. Pendidikan dapat berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk sikap mental anak didik sesuai dengan kaidah dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.Dalam hal ini. sanksi atau hukuman berfungsi untuk: a. Berbagai bentuk pengendalian sosial tersebut. Pendidikan dan Agama Pendidikan. menjalin hubungan baik antarmanusia. Pendidikan memberi pengertian akan hal yang baik dan hal yang buruk melalui pendekatan ilmiah dan logika. .

dan mampu membedakan hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk atau dilarang agama. rajin beribadah. selaras. Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakat bila mereka menyimpang atau menyeleweng dari norma-norma kemasyarakatan dan nilai-nilai yang berlaku. Peran Pranata Sosial dalam Upaya Pengendalian Sosial Keberhasilan suatu upaya pengendalian sosial tidak terlepas dari peran pranata sosial di masyarakat. Menimbulkan rasa takut. Dalam perkembangannya. Mereka akan beranggapan bahwa segala sesuatu akan dianggap baik bila menguntungkan bagi dirinya sendiri tanpa mengindahkan apakah hal tersebut dilarang agama ataupun tidak. Kondisi tersebut akan jauh berbeda terhadap seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang tidak taat beribadah atau dalam keluarga yang tidak disiplin. Peran pranata sosial sendiri adalah berusaha menegakkan dan menjalankan nilai dan norma sosial agar tercipta suatu kondisi kehidupan masyarakat yang aman. Seperti telah dijelaskan pada bab di depan. dan tertib sesuai dengan peraturan atau ketetapan yang berlaku.3. D. keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter seseorang kaitannya dengan perilaku sosial yang dilakukannya dalam masyarakat. Hal ini terjadi karena seseorang telah dikondisikan atau dibiasakan untuk melakukan hal tersebut. aturan dan kedisiplinan yang diterapkan dalam keluarga akan sangat memengaruhi sikap dan dan perilaku seseorang. Pranata Keluarga Pranata keluarga merupakan bentuk basic institutions. sehingga dapat terhindar dari . Berikut adalah pranata sosial yang berperan besar dalam upaya menciptakan ketertiban dan pengendalian sosial. 1. Untuk itu. 5. yaitu sistem tata tertib dengan sanksi yang tegas bagi para pelanggar. Sebagai tempat pendidikan anak yang pertama dan utama. Sebagai contoh. seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beribadah akan selalu bersikap sesuai dengan aturan agama. penanaman pemahaman tentang kebaikan dan disiplin diri yang kuat akan sangat membantu seseorang dalam bersosialisasi di masyarakat. seringkali bentuk-bentuk pelanggaran norma akan muncul dari hasil pendidikan yang kurang terarah dari suatu keluarga. 4. Menciptakan sistem hukum.

sehingga dengan memahami dan menerapkan konsep tersebut diharapkan ketenteraman dan kedamaian batin dapat dikembangkan. Pranata Agama Pranata agama merupakan bentuk general institutions yang mengatur hubungan antarmanusia. agama merupakan benteng individu dalam menghadapi tantangan dunia yang kian kompleks dari waktu ke waktu. dan konsumsi agar dapat berjalan dengan lancar. bagaimana suatu industri mengeksploitasi sumberdaya secara besar-besaran. distribusi. Pranata Ekonomi Sebagai suatu tata tindakan dalam memanfaatkan uang. tenaga. pranata ekonomi memberikan aturan-aturan khusus dalam upaya pengendalian sosial agar tercapai suatu keseimbangan dan terwujudnya suatu keadilan sosial. dan antara manusia dengan Tuhannya. yang pada akhirnya dapat berimbas pada kerukunan hidup antarmanusia sebagai anggota masyarakat.pengaruh-pengaruh buruk saat dia bersosialisasi. Berdasarkan uraian tersebut. halal atau tidak halal. atau bagaimana jika seseorang menentukan nilai suatu barang sekehendak hatinya. seperti produksi. tertib dan dapat memberi hasil yang maksimal dengan meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan. waktu. Pranata agama memberi batasan tentang segala sesuatu itu boleh atau tidak boleh. atau barangbarang berharga lainnya. 4. 2. 3. mampu berpikir secara ilmiah dan logis tentang segala sesuatu sehingga mampu memilah hal-hal yang baik dan buruk. bisa kalian bayangkan sendiri. diharapkan hasil sosialisasi akan membentuk sikap mental yang cocok dengan kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang. Pranata pendidikan termasuk dalam basic institutions. Dengan bekal pendidikan ilmu pengetahuan. bagaimana seorang majikan memperlakukan buruhnya secara semena-mena. Pranata ekonomi memberikan aturan dan batasan-batasan yang telah disepakati bersama sebagai suatu hukum atau aturan ekonomi yang harus dipatuhi. seseorang diharapkan dapat menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan sehingga mampu berkompetisi dalam kehidupan. Dengan pranata pendidikan. antara manusia dengan alam. Dalam kehidupan bermasyarakat. Pranata Pendidikan Pranata pendidikan memiliki aturan dan disiplin baku yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didiknya melalui pengajaran dan pendidikan ilmu pengetahuan. . berdosa atau tidak berdosa. dapatlah disimpulkan bahwa pranata ekonomi sangat berperan dalam mengatur kegiatan ekonomi. Tanpa pranata ekonomi.

Pelanggaran terhadap hukum-hukum tersebut dapat menyebabkan seseorang menerima sanksi. . dalam arti kehidupan berbangsa dan bernegara. serta mengatur hubungan negara dengan negara lain dalam pergaulan internasional. Pranata Politik Pranata politik mengatur kehidupan berpolitik.5. Dalam pelaksanaannya. politik memiliki serangkaian aturan dan alat yang digunakan untuk menegakkan kedaulatan rakyat dan kedaulatan pemerintah melalui hukumhukum yang telah ditetapkan. adil. dan makmur. Peran utama pranata politik adalah mengupayakan kehidupan masyarakat yang merdeka. menjaga kehormatan hak-hak dan kewajiban warga negara.

Menurut James W. Van Der Zanden perilaku menyimpang yaitu perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan di luar batas toleransi. Bandel atau tidak patuh dan taat perkataan orang tua untuk perbaikan diri sendiri serta tetap melakukan perbuatan yang tidak disukai orangtua dan mungkin anggota keluarga lainnya. pemuka agama. dan lain sebagainya. Lawang penyimpangan perilaku adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sitem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. . ketua rt rw. dan lain-lain. Menurut Lemert penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. Individual dan Kolektif . Menurut Robert M. memakai narkoba. 2.4:34pm — godam64 A. Melakukan pelanggaran terhadap norma yang berlaku di lingkungannya.Pelajaran Sosiologi IPS Sat. B. buang sampah sembarangan. menjambret. Z. kepala sekolah. Sedangkan penyimpangan sekunder yakni perilaku menyimpang yang tidak mendapat toleransi dari masyarakat dan umumnya dilakukan berulang kali seperti merampok. 3.. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. 2. menjadi pelacur. dll. Tidak mengindahkan perkataan orang-orang disekitarnya yang memiliki wewenang seperti guru.. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Individual (individual deviation) Penyimpangan individual atau personal adalah suatu perilaku pada seseorang dengan melakukan pelanggaran terhadap suatu norma pada kebudayaan yang telah mapan akibat sikap perilaku yang jahat atau terjadinya gangguan jiwa pada seseorang.PENYIMPANGAN SOSIAL Diposkan oleh Dismas. Tingkatan bentuk penyimpangan seseorang pada norma yang berlaku : 1. Arti Definisi / Pengertian Penyimpangan Sosial (social deviation) 1. di 02:53 Macam/Jenis & Pengertian Penyimpangan Sosial. pemuka adat. Penyimpangan primer adalah suatu bentuk perilaku menyimpang yang bersifat sementara dan tidak dilakukan terusmenerus sehingga masih dapat ditolerir masyarakat seperti melanggar rambu lalu lintas. 23/02/2008 .

Tawuran / Perkelahian Antar Kelompok . Bentuk penyimpangan sosial tersebut dapat dihasilkan dari adanya pergaulan atau pertemanan sekelompok orang yang menimbulkan solidaritas antar anggotanya sehingga mau tidak mau terkadang harus ikut dalam tindak kenakalan atau kejahatan kelompok. Pelacuran. seks bebas. pemerkosaan. 2. ketidakamanan. 2. zina. Gaya Hidup (wanita bepakaian minimalis di tempat umum. ketidaknyamanan serta tindak kriminalitas lainnya. mengoda dan mengganggu cewek yang melintas. pembunuhan. Macam-macam bentuk penyimpangan indivisual : 1. ketidaknyamanan atau bahkan merugikan. Tindak Kenakalan Suatu kelompok yang didonimasi oleh orang-orang yang nakal umumnya suka melakukan sesuatu hal yang dianggap berani dan keren walaupun bagi masyarakat umum tindakan trsebut adalah bodoh. Tindak Kriminal / Kejahatan (perampokan. corat-coret tembok orang dan lain sebagainya. pengrusakan. mendirikan genk yang suka onar. dll. Penyimpangan seksual (homo. Contoh penyimpangan kenakalan bersama yaitu seperti aksi kebut-kebutan di jalan. C. Penyalahgunaan Narkoba. 4. pencurian. suka berbohong. Melakukan tindak kejahatan atau kerusuhan dengan tidak peduli terhadap peraturan atau norma yang berlaku secara umum dalam lingkungan bermasyarakat sehingga menimbulkan keresahan. 5. tidak berguna dan mengganggu. pedofil. pria beranting. biseksual.4. lesbian. dsb). transeksual). ketidakamanan. Bentuk penyimpangan kolektip : 1. dan lain sebagainya). 3. sodomi. menyakiti. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Bersama-Sama / Kolektif (group deviation) Penyimpangan Kolektif adalah suatu perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh kelompok orang secara bersama-sama dengan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga menimbulkan keresahan.

Pertemuan antara dua atau lebih kelompok yang sama-sama nakal atau kurang berpendidikan mampu menimbulkan perkelahian di antara mereka di tempat umum sehingga orang lain yang tidak bersalah banyak menjadi korban. dan sebagainya. Tindak Kejahatan Berkelompok / Komplotan Kelompok jenis ini suka melakukan tindak kejahatan baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terbuka. syarat mas kawin yang tinggi. Jenis penyimpangan ini bisa bertindak sadis dalam melakukan tindak kejahatannya dengan tidak segan melukai hingga membunuh korbannya. 4. benar atau salah menurut pengertian umum. perompak. Cohen. Contoh : Perampok. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Contoh : merayakan hari-hari besar negara lain di lingkungan tempat tinggal sekitar sendirian. Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat Sunday. dsb. COntoh : tawuran anak sma 70 dengan anak sma 6. membuat batas atau hijab antara laki-laki dengan wanita pada acara resepsi pernikahan. tawuran penduduk berlan dan matraman. Penyimpangan Budaya Penyimpangan kebudayaan adalah suatu bentuk ketidakmampuan seseorang menyerap budaya yang berlaku sehingga bertentangan dengan budaya yang ada di masyarakat. Menurut Bruce J. 2009 Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukanv oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. penjajah. 3. . bajing loncat. grup koruptor. sindikat curanmor dan lain-lain. April 12.

Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi.norma masyarakat yang berlaku. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. di diskotik dll. Contohnya: pemerkosaan. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. pembunuhan. pencurian. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. Latar Belakang/sebab-sebab terjadinya penyimpangan Sosial :v Y Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. perjudian dan pemakaian narkotika.Bentuk-bentuk penyimpangan sosialv • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. . • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga.

dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. membuang sampah sembarangan. jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. pergaulan dan media massa. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis:v Y Tawuran atau perkelahian antar pelajar. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. Penyalahgunaan narotika. Pertentangan antar agen sosialisasiY Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. pendidikan di sekolah.Penyimpangan juga dapat terjadiY apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Faktor dari luarY adalah kehidupan rumah tangga atau keluarga.obat-obat terlarangY dan minuman keras. media massa. media cetak. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakatY Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosialv Y Faktor dari dalam adalah intelegensi atau tingkat kecerdasan. usia. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. media elektronik. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. sementara iklan rokok begitu menarik. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk . TerbentuknyaY perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama.

Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. Dianggap menyimpang karena melanggar norma. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal Penyimpangan seksual. Misalnya: mencuri. Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. penberian julukan. norma sosial dan norma agama. pemerkosaan pencurian. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. Teori mengenai penyampangan sosial.norma yang berlaku. Antara lain:v Y Keluarga.menodong. cap. Menurut teori iniY seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling.dll. Lingkungan tempat tinggal dan temanY sepermain.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. menjambret membunuh. Merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. .memperoleh kenikmatan. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan.Y Pencegahan penyimpangan sosial.Y Y Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. Media Massa baik cetakY maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan seks diluar nikah. perampokan. Teori Labeling. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama.v Y Teori Differential Association. Menurut pandangan teori ini.

Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. Penyimpangan sosial bisa di definisiakan sebagai suatu bentuk perilaku yang melanggar kaidah. . nilai-nilai. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka.Y Teori Merton. Bentuk-bentuk penyimpangan sosial bisa bermacam-macam. Dengan demikian. Teori konflik. perilaku tersebut bisa dilakukan oleh seorang individu atau pun oleh sekelompok orang. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. khususnya siswa sekolah. Oleh sebab itu. dan norma-norma yang ada di masyarakat. Karl Mark. salah satunya adalah penyimpangan yang sering dilakukan oleh remaja. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. BahwaY kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. Teori Fungsi Durkheim. Teori penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial.

3. Positif apabila visi misi didirikannya kelompok itu menguntungkan. seperti. kelompok atau geng bisa menjadi merugikan apabila orientasinya hanya untuk superioritas. Bentuk-bentuk penyimpangan siswa saat ini memang sangat beragam dan hal itu tak jarang dilakukan dengan intensitas yang tinggi. warnet-warnet. misalnya kelompok belajar. Membentuk geng atau kelompok Salah satu ciri keremajaan adalah rasa solidaritasnya. biar lebih percaya diri (PD). Solidaritas bisa berdampak positif dan negatif. Berada di tempat hiburan atau mall pada saat jam pelajaran Alasan dan yang dilakukan pelajar bisa bermacam-macam. sosial dsb).Penyimpangan yang sering dilakukan oleh siswa sekolah . Banyaknya mal dipusat kota khususnya membuat sebagian pelajar keterusan ‘mejeng’ yang ternyata tidak hanya dilakukan pad waktu diluar jam sekolah. melepaskan diri dari kesepian . menentang terhadap guru. pengrusakan. Perilaku penyimpangan seorang pelajar pada umumnya adalah sebagai berikut. Namun. hal ini bisa menyebabkan perkelahian apabila junior mempunyai ego yang tinggi. yang lebih menarik membuat sebagian pelajar tertantang terus dan menganggap duduk di depan layar komputer lebih menarik dibandingkan di dalam kelas. misalnya kelompok senior yang menekan adik kelas. 2. 1. perkelahian. bahkan tidak menutup kemungkinan sampai terjadinya penganiayaan. Penggunaan obat terlarang Banyak faktor mengapa remaja menggunakan obat-obat terlarang padahal mereka sudah mengetahui bahayanya dan risiko di masa depan. Perbuatan-Perbuatan yang Melanggar Hukum Bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan remaja bisa merupakan tindakan yang melanggar hukum ataupun perbuatan yang anti sosial. Kemajuan teknologi bisa membawa dampak negatif bagi siapa pun yang kurang bisa mengontrol diri. banyaknya permainan baru dengan bentuk pola yang berbeda. kelompok atas dasar hobi yang sama (bisa dalam bentuk keterampilan. Tidak menutup kemungkinan akhirnya berdampak menjadi perkelahian antarkelompok atau tawuran antarsekolah. Tujuan menggunakan obat terlarang bisanya untuk membuktikan keberanian dalam melakukan suatu tindakan yang berbahaya seperti berkelahi. tak jarang kegiatan mejeng dilakukan pada waktu jam pelajaran . seperti membolos. olah raga. salah satu contohnya adalah bermain game di tempat-tempat permainan game online.

yaitu yang diakibatkan karena lingkungan di luar seperti sekolah yang kurang disiplin. Kedua faktor eksternal. bahkan hanya sekadar ingin tahu saja. contohnya: Mengambil atau mencuri barang milik sekolah. Melanggar Hak Orang Lain Bentuk penyimpangan remaja bisa berbentuk suatu tindakan yang mengakibatkan kerugian pada orang lain yang bersifat kebendaan. Pertama internal. dilakukan karena dorongan dari dalam diri. yaitu penyimpangan yang dilakukan tanpa ada pengaruh dari luar. menghilangkan rasa prustasi dan kegelisahan akibat suatu masalah. pemerasan bisa dilakukan juga di luar sekolah. . dan faktor keluarga . Secara umum penyimpangan sosial bisa terjadi akibat beberapa faktor.atau rasa terkucil. biasanya dilakukan ke junior. karena rasa solidaritas terhadap kawan. kawannya atau pun milik orang lain di tempat umum Melakukan pemerasan di lingkungan sekolah terhadap kawan-kawannya.

seakan-akan mereka sudah tidak memiliki akal sehat. sebuah kebiasaan yang belum pernah Beliau lakukan sebelumnya. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Anonymous menulis “Ada seorang Ibu yang tinggal di Jakarta bercerita bahwa sejak maraknya kasus tawuran pelajar di Jakarta. Ada hubungan sebab akibat antara disorganisasi sosial dalam keluarga dengan perilaku menyimpang pelajar. dan hal lainnya yang menyimpang? Apa yang salah dari semua ini? . Artinya adanya disorganiasi sosial dalam keluarga memberi peluang pelajar untuk melakukan perilaku menyimpang. Beliau mengambil inisiatif untuk mengantar dan menjemput anaknya yang sudah SMU. Bagaimana tidak ngeri. Mengapa para pelajar itu begitu sering tawuran. dan tidak bisa berpikir mana yang berguna dan mana yang tidak ? Mengapa pula para pelajar banyak yang terlibat narkoba dan seks bebas.com: 2008). (ekaprana htt://www.jurnalbogor. A.PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI Oleh : Muhammad Yakub NIM. kalau pelajar yang tidak ikut-ikutan pun ikut diserang”. Sebaliknya bagi pelajar yang keluarganya harmonis dan utuh maka kemungkinan melakukan perilaku menyimpang sangat kecil. A101080018 Mahasiswa Program Sertifikasi Guru Melalui Jalur Pendidikan FKIP-UMS Surakarta Tahun 2008-2009 Abstrak Perilaku menyimpang pelajar adalah salah satu dari masalah sosial karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial.

Kenakalan pelajar dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. (17 – 18 tahun). berusia antara 12 – 21 tahun. Dan perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajarpelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya. Istilah pelajar dalam makalah ini adalah mereka yang menurut Kartini Kartono.1988 : 26). atau telah terjadi kenakalan pelajar.com/2008 ).Masa berlangsung begitu singkat. dan emosi yang begitu cepat. jalur tersebut berarti telah . Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku mengapa seorang pelajar melakukan penyimpangan. tetapi terkadang pada kebanyakan orang tidak menjadi berwujud penyimpangan. Tetapi perilaku menyimpang bukanlah kondisi yang perlu untuk menjadi seorang penyimpang. baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. atau yang disebut penyimpangan sekunder.S. psikis. Orang yang dianggap menyimpang berarti melakukan perilaku menyimpang. Penyimpang adalah orang-orang yang mengadopsi peran penyimpang. Perilaku pelajar yang tidak melalui menyimpang. masa akhir pubertas. Pelajar akan mengalami periode perkembangan fisik dan psikis sebagai berikut : masa pra-pubertas (12 – 13 tahun).Adalah sulit untuk menentukan suatu penyimpangan karena tidak semua orang menganut norma yang sama sehingga ada perbedaan mengenai apa yang menyimpang dan tidak menyimpang. dengan perkembangan fisik. mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Dalam perspektif sosiologi perilaku menyimpang pelajar terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi dan adanya kesempatan tertentu. sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. remaja Siahaan http://www. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Becker (dalam Soerjono Soekanto. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. (2007:27).(Jokie kanak-kanak dan masa M. masa pubertas (14 – 16 tahun).blogspot.

Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. manipulasi aspek lingkungan fisik. yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. Siahaan: blogspot. Teknik-teknik yang digunakan oleh penyimpang adalah kerahasiaan. Pengertian yang penuh terhadap penyimpangan membutuhkan pengertian tentang penyimpangan bagi penyimpang. Penyimpangan secara normatif didefinisikan sebagai penyimpangan terhadap norma. Tidak satu teknik pun yang menjamin bahwa penyimpang dapat hidup di dunia yang menolaknya. bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang. penulis menitikberatkan pada pendekatan sistem. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial dalam keluarga misalnya. maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. dan normatif. Karena itulah dalam membahas perilaku penyimpangan pelajar. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya. . Jumlah dan macam penyimpangan dalam masyarakat adalah relatif tergantung dari besarnya perbedaan Penyimpangan adalah relatif terhadap norma suatu kelompok atau masyarakat.( Jokie M.com:2008).Dasar pengakategorian penyimpangan didasari oleh perbedaan perilaku. rasionalisasi. Perbedaan yang menonjol dari keempat sudut pandang pendefinisian itu adalah pendefinisian oleh para reaktifis. partisipasi dalam subkebudayaan menyimpang dan berubah menjadi tidak menyimpang. Cara-cara para penyimpang menghadapi penolakan atau stigma dari orang non penyimpang disebut dengan teknik pengaturan.S. Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. dan normatif yang membedakannya dari kedua sudut pandang lainnya. Karena norma berubah maka penyimpangan berubah. Penyimpangan dapat didefinisikan secara statistik. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami. kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap oleh setiap pelajar. absolut. Oleh sebab itu. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. reaktifis. di mana penyimpangan itu adalah terlarang bila diketahui dan mendapat sanksi. kondisi dan individu.

2. mengatakan dari segi hukum kenakalan pelajar digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum . Singgih D. 1985 : 73). dengan demikian perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong timbulnya perilaku penyimpangan yang dilakukan para pelajar.2. Tujuan Penulisan Berdasarkan latar belakang di atas. dijelaskan bahwa dalam pemikiran perilaku menyimpang atau jahat kalau dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial yang normal. Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan pelajar yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Gumarso (1988 : 19). Untuk mengetahui hubungan antara perilaku menyimpang pelajar dengan disorganisasi sosial. Jadi kebalikan dari perilaku yang dianggap normal yaitu perilaku nakal atau jahat yaitu perilaku yang disengaja sehingga menimbulkan keresahan pada masyarakat. Selanjutnya dalam pembahasan ini. Faktor-Faktor Pendorong Pada dasarnya perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar adalah hal-hal yang dilakukan oleh pelajar sebagai individu dan yang tidak sesuai dengan normanorma hidup yang belaku di dalam masyarakatnya. perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan melihat pada sesuatu perbuatan yang tidak disengaja. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat. maka tujuan penulisan ini adalah: 1. Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto. istilah perilaku menyimpangdiidentikkan dengan kenakalan. sehingga perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan dianggap terjadi hal yang menyimpang atau “kenakalan”. B. pernah membahas tentang normal tidaknya perilaku menyimpang atau perilaku kenakalan. PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR 1.

memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. . Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas. Sebab. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai. obat terlarang. orangtua para pelajar hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Jangan biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. seperti : 1. anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi orangtuanya. Orangtua juga senang dan bangga kalau anaknya mempunyai teman bergaul dari kalangan tertentu . meski memang ada sebagian anak yang berhasil mengikuti kehendak orangtuanya tersebut. Pemaksaan ini tidak jarang justru akan berakhir dengan kekecewaan. Kawan Sepermainan Di kalangan pelajar. Makin banyak kawan. Pendidikan Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua kepada anak. pengaruh kawan bermain ini bukan hanya membanggakan si pelajar saja tetapi bahkan juga pada orangtuanya. Ketika anak memasuki usia sekolah terutama perguruan tinggi. frustrasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali. Apabila timbul frustrasi.yaitu : (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum . Namun jika si anak akan mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun orangtua tidak mampu memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. orangtua yang memaksakan kehendaknya agar di masa depan anaknya memilih profesi tertentu yang sesuai dengan keinginan orangtua. Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor. maka pelajar kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik. Di jaman sekarang. dan lain sebagainya. (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil dan kemudian menjadi kecewa. 2. Oleh karena itu. makin tinggi nilai mereka di mata temantemannya. orangtua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar masa depan si anak berbahagia. Masih sering terjadi dalam masyarakat.

Pelajar atau anak hendaknya dididik agar dapat menghargai nilai uang. jika ia melakukan kegiatan yang negatif maka lingkungan dapat terganggu. Oleh karena itu.Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para pelajar untuk menarik perhatian lingkungannya. Namun. Sebab dalam masyarakat. Namun. dan . pada umunya apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya maka ia akan dijauhi oleh lingkungannya. Anak tidak menghargai uang. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak. Tindakan pengasingan ini jelas tidak mengenakkan hati si pelajar. Anak menjadi boros 2. pada si pelajar akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Seringkali perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja. waktu luang yang dimiliki pelajar dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi. Kegiatan keluarga dapat pula berupa tukar pikiran dan berbicara dari hati ke hati. 4. akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan kawan-kawannya. Uang Saku Orangtua hendaknya memberikan teladan untuk menanamkan pengertian bahwa uang hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat. Akhirnya ia terjerumus. 3. hal ini tidak akan menimbulkan masalah. bersenang-senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat terlarang. Apabila si pelajar melakukan kegiatan yang positif. Penggunaan Waktu Luang Kegiatan di masa pelajar sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah. Yaitu: 1. tidak ada kegiatan. Jangan berlebihan. selain itu mereka bebas. sebaiknya uang saku diberikan dengan dasar kebijaksanaan. Pemberian uang saku kepada pelajar memang tidak dapat dihindarkan. ada baiknya pula orangtua ikut memikirkannya pula. Mengisi waktu luang selain diserahkan kepada kebijaksanaan pelajar. Uang saku yang diberikan dengan tidak bijaksana akan dapat menimbulkan masalah.

Hubungan Perilaku Menyimpang Pelajar dengan DisorganisasiSosial. pada dasarnya bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Anak malas belajar. Pacar. dalam masa pacaran. kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. para pelajar saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. 5. Hal ini dapat dilihat bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial seperti masalah dalam keluarga. di kalangan pelajar kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Apabila usia makin meningkat. Akibatnya. bagi mereka. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum. di jaman ini banyak pelajar yang putus sekolah karena hamil. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya. sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. Akibatnya. 2. tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. Perilaku pelajar sebagai individu yang dianggap menyimpang dan merupakan sebagai masalah sosial. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa pelajar. Namun. Oleh karena itu.maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita. Perilaku Seksual Pada saat ini. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan yang sesuai dengan agama dan aturan yang berlaku.3. . Para pelajar dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. . sebab mereka pikir tanpa kepandaian pun uang gampang didapat. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah.

dan tidak memperhatikan sama sekali pendidikan anaknya.com/2008). (Masngudin HMS : wordpress. Mereka yang orang tuanya otoriter. Hal ini perlu diketahui karena dalam keseharian orang tua terkadang tidak mampu dan melalaikan tugas sosial keluarga. artinya tingkat pemenuhan kebutuhan hidup. 2. seperti . Hubungan dengan keutuhan keluarga Secara teoritis keutuhan keluarga dapat berpengaruh terhadap kenakalan pelajar. ternyata peranan keluarga dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak. karena kesibukannya dalam pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Artinya banyak terdapat anak-anak pelajar yang nakal datang dari keluarga yang tidak utuh.Ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam menilai ada tidaknya hubungan antara perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar dengan disorganisasi sosial. yaitu pada kenakalan khusus. terutama masalah dalam keluarga. yaitu : 1. Namun jika dilihat dari keutuhan dalam interaksi. terlihat jelas bahwa yang melakukan kenakalan khusus berasal dari keluarga yang interaksinya kurang dan tidak serasi. Artinya semakin tidak serasi hubungan atau interaksi dalam keluarga tersebut tingkat kenakalan yang dilakukan semakin berat. Jadi ketidak berfungsian keluarga untuk menciptakan keserasian dalam interaksi mempunyai kecenderungan anak pelajarnya melakukan kenakalan. guna memenuhi kebutuhan keluarganya. 3. namun ketidakutuhan struktur keluarga bukan jaminan bagi anaknya untuk melakukan kenakalan. sering melakukan kenakalan khusus. Karena pekerjaan orangtua dapat dijadikan ukuran kemampuan ekonomi. Hubungan dengan pekerjaan orang tua Untuk mengetahui apakah perilaku menyimpang atau kenakalan juga ada hubungannya dengan pekerjaan orangtuanya. baik dilihat dari struktur keluarga maupun dalam interaksinya di keluarga. Hubungan dengan sikap orang tua dalam pendidikan Salah satu sebab kenakalan yang disebutkan pada kerangka konsep di atas adalah sikap orang tua dalam mendidik anaknya.

akan terhindarkan. Hubungan dengan kehidupan beragama keluarga Kehidupan beragama keluarga juga merupakan salah satu ukuran untuk melihat hubungan perilaku penyimpangan pelajar dengan disorganisasi sosial dalam keluarga. KESIMPULAN . 2007:324). 4. Hal ini berarti bahwa bagi keluarga yang taat menjalankan kewajiban agamanya kecil kemungkinan perilaku anaknya menyimpang. baik kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan maupun kenakalan khusus. Dengan demikian ketaatan dan tidaknya beragama bagi keluarga sangat berhubungan dengan kenakalan yang dilakukan oleh anak-anaknya. karena keserasian akan menciptakan kenyamanan dan ketenteraman. C. demikian juga sebaliknya. Dan pada dasarnya keluarga memang adalah organisasi pertama sebagai pembentuk watak dan kepribadian anak atau pelajar. oleh karena itu mau tidak mau harus berhubungan dengan lingkungan sosialnya. Adapun yang diharapkan dari hubungan tersebut adalah serasi. dengan tetangga atau lingkungan sosialnya. maka anak-anaknyapun akan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma agama. Menurut teori Durkheim kenakalan pelajar disebabkan ketidak berfungsian sebuah organisasi yang dalam hal ini adalah organisasi keluarga. yaitu menerapkan proses sosialisasi yang baik bagi anak-anaknya. kasus pembunuhan. untuk itu solusi yang diambil yaitu memfungsikan kembali organisasi itu atau keluarga untuk mencegah tingkat kenakalan pelajar tersebut. Sebab keluarga yang menjalankan kewajiban agama secara baik. maka kecenderungan anaknya melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih berat yaitu kenakalan khusus. Apabila hal itu dapat diciptakan. Hubungan antara interaksi keluarga dengan lingkungannya Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. kumpul kebo. Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik. berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik.hubungan seks di luar nikah. (Soerjono Soekanto. serta menggugurkan kandungan. menyalahgunakan narkotika. pemerkosaan. jadi keberfungsian keluarga sangat menentukan masa depannya. 5.

Pelajar yang demikian. Berdasarkan kenyataan di atas. ditemukan bahwa perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajar-pelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya. Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. apalagi kenakalan khusus. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami. . banyaknya waktu luang. Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor antara lain. maka akan melakukan perilaku menyimpang atau kenakalan pada tingkat tertentu. Sebaliknya bagi keluarga yang harmonis dan utuh maka kemungkinan anakanaknya melakukan perilaku menyimpang sangat kecil. Demikian juga dari adanya disorganiasi sosial dalam keluarga yang dialami oleh pelajar. maka untuk memperkecil tingkat perilaku menyimpang pelajar. bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang. maka perlu kiranya orangtua menjaga dan mempertahankan keutuhan keluarga dengan mengoftimalkan fungsi sosial keluarga melalui programprogram kesejahteraan sosial yang berorientasi pada keluarga dan lingkungannya. adanya pengaruh kawan sepermainan. besar kemungkinan untuk melakukan kenakalan atau perilaku menyimpang.Berdasarkan analisis di atas. pemberian uang saku yang berlebihan. dan pergaulan sex bebas. pengenalan agama lebih dini dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. kegagalan dalam pendidikan.

SOSIALISASI SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Posted on 22 Februari 2011 > 1. Beberapa teori sosialisasi menurut para ahli sosiolog adalah sebagai berikut: a. dan sebagainya harus dipelajari oleh setiap anggota baru masyarakat melalui suatu proses yang dinamakan sosialisasi. yaitu: 1. kekeluargaan. Cooley Menurut Cooley. agama. seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain melalui tiga tahap. 2. politik. Menurut Berger. 3. dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan bentuk utama dari proses sosial. Teori Charles H. . Aktivitas sosial itu terjadi karena adanya aktivitas dari manusia dalam hubungannya dengan manusia lain. Jadi. sosialisasi sebagai proses melalui bagaimana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Jadi diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. Keseluruhan kebiasaan yang dimiliki manusia di bidang ekonomi. Teori George Herbert Mead Menurut Mead setiap anggota baru harus mempelajari peran-peran yang ada di dalam masyarakat yaitu suatu proses yang dinamakan pengambilan peran. Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Kehidupan bersama itu dapat dilihat dari beberapa segi. Dalam proses ini seorang belajar untuk mengetahui peran yang harus dijalankan serta peran yang harus dijalankan orang lain. pendidikan. Seseorang mempunyai perasaan apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya. proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai bidang kehidupan yang berguna. Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadapnya. Pengertian Proses Sosialisasi Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. b. Misalnya dilihat dari aspek hukum.

belajar matematika. pada saat anak tidak tergantung pada orang tua lagi. a. dan sebagainya. Pendidikan formal mempersiapkan penguasaan peran-peran baru yang akan digunakan di kemudian hari. Kemandirian . pembantu dan sebagainya. b. seseorang belajar bahasa (mendengarkan berbicara. televisi. ia merasa bahwa para gurunya menganggapnya bodoh. bibi. Agen Sosialisasi Ada empat agen sosialisasi yaitu keluarga. nenek. saudara kandung bahkan untuk lingkungan besar termasuk kakek. surat kabar. umum dan khusus. Misalnya seseorang siswa memperoleh nilai rendah dalam ujian.Ia menganalogikan antara pembentukan diri seorang dengan perilaku orang yang sedang bercermin. Lingkungan sekolah Di lingkungan sekolah atau pendidikan formal seorang anak mulai mempelajari hal-hal baru yang belum dipelajari dalam lingkungan keluarga maupun kelompok bermain. Arti pentingnya agen sosialisasi terletak pada pentingnya kemampuan yang harus dikerjakan kepada anak. membaca dan menulis). Di samping itu bagi keluarga yang memiliki status sosial yang lebih baik. agen sosialisasi termasuk. tetangganya atau teman sekolahnya. para siswa belajar kemandirian. prestasi. majalah. Di lingkungan sekolah. 2. buletin. Teman bermain Anak mulai bergaul dengan lingkungan selain keluarganya. maka ia kurang dihargai dan siswa tersebut menjadi murung. Peran agen sosialisasi terutama orang tua sangat penting. anak memasuki game stage yaitu mempelajari aturan yang mengatur peran orang lain yang kedudukannya sederajat. Keluarga Keluarga merupakan lingkungan utama yang dikenal oleh anak. Agen sosialisasi di lingkungan keluarga meliputi orang tua. radio dan iklan. ilmu pengetahuan sosial dan pelajaran lain-lain. teman bermain. Misalnya. Di lingkungan sekolah. c. dia melakukan interaksi sosial sederajat. berarti anak menemukan agen sosialisasi yang lain. petugas anak. Misalnya. pekerja sosial. Pada lingkungan ini seorang anak mempelajari berbagai kemampuan baru. paman. 1. lingkungan sekolah dan media massa.

mengenal dirinya dan mengembangkan segenap potensinya untuk menjadi anggota masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan sebagai pedoman dalam kehidupannya. seperti bahasa Indonesia. seorang anak cenderung memperoleh perlakuan khusus. ilmu pengetahuan sosial dan lain-lain. Jadi tidak ada ketergantungan pada orang lain. Keberhasilan atau kegagalan ditentukan oleh prestasi secara khusus tiap-tiap mata pelajaran itu sendiri. radio. Khusus Di lingkungan sekolah. Prestasi Di sekolah anak belajar bersaing dan berprestasi. televisi. berbeda dengan di lingkungan keluarga. Tujuan dan Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi a. Umum Di lingkungan sekolah. Melalui sosialisasi. 2. 3. televisi. seseorang dapat menyesuaikan perilaku yang diharapkan. majalah. baik media cetak (surat kabar.Jika di rumah anak dapat mengandalkan bantuan orang tuanya dalam melakukan berbagai tugas. Tujuan sosialisasi Tujuan sosialiasi yaitu sebagai proses pengenalan diri sendiri dan orang lain dengan perannya masing-masing. 3. 4. penilaian terhadap perilaku siswa dibatasi secara khusus. Setiap tugas-tugas yang diberikan akan memperoleh penghargaan berupa nilai. Media Masa Media masa. internet) merupakan bentuk komunikasi yang dikatagorikan sebagai agen sosialisasi. film. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan sosialisasi adalah: . Misalnya. Misalnya penilaian matematika tidak mempengaruhi mata pelajaran lain. 5. setiap anak akan memperoleh perlakuan yang sama (secara umum). Pesan-pesan yang disampaikan baik melalui surat kabar. maka di sekolah sebagian besar harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. majalah) maupun elektronik (radio. film dan internet akan mempengaruhi perilaku seseorang. anak mengikuti gaya mode dan penampilan para artis. berbagai nilai yang diperoleh akan menunjukkan tingkat prestasi seseorang sehingga seorang anak termotivasi untuk belajar dan meraih prestasi.

5. 4. Misalnya mengenal kedudukan tempat tinggalnya di antara masyarakat dan mengenal lingkungan tempat bekerja. Untuk mengenal lingkungan alam sekitar. golongan darah. mengetahui peraturan-peraturan yang berlaku dan sanksi-sanksi yang diterapkan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Keberhasilan proses sosialisasi oleh beberapa faktor baik yang berasal dari diri individu. a. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam sekitarnya. tetangga. 3. mengenal tetangga. Dapat berintegrasi dengan lingkungan sosial masyarakat. Bilogis yang meliputi bentuk tubuh. Misalnya mengenal teman bermain. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial masyarakat. 2. hal ini dapat dan seorang mengenal keluarga. b. Tingkat kecerdasan atau Intelegensi Question (IQ). Misalnya. 2. wajah alat indera. wawasan biologis. Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi Keberhasilan seseorang individu dalam proses sosialisasi dapat dilihat dan diukur dari adanya indikasi-indikasi sebagai berikut: 1. Faktor dari dalam Faktor yang berasal dan dalam individu seseorang meliputi: 1.1. saudara. 4. ibu dan saudarasaudaranya). Adanya peningkatan status dan peranan seseorang dalam usaha peningkatan kasir. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial di mana seseorang individu bertempat tinggal. potensi dirinya dan faktor yang berasal dari luar dirinya. 2. Untuk mengenal sistem nilai-nilai norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat. 3. 3. Tingkat emotional atau Emotional Question (EQ) dan . Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial budaya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat. mengenal adat istiadat. misalnya mengenal anggota keluarga (ayah.

4. pengamatan. dorongan untuk memperatahankan hidup. serta keterampilan. Unsur-unsur pembentukan kepribadian 1. lingkungan pendidikan. Faktor dari luar Faktor-faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi yang berasal dari luar yaitu lingkungan keluarga. konsep maupun fantasi. Pengetahuan Pengetahuan merupakan unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seseorang manusia yang sadar. simpati. karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif. rasa. Perasaan Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia. Pembentukan Kepribadian a. Potensi. 2. dan lingkungan pekerjaan. Faktor lingkungan alam 3. Ciri khas tersebut berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. yang memiliki identitas khusus sebagai individu. dorongan akan kehendak bentuk. lingkungan bermain/pergaulan. . Seluruh proses akal manusia yang sudah jadi antara lain. apersepsi. dorongan untuk berbakti. warna dan gerak. dan secara nyata yang terkandung di dalam otaknya. Lingkup budaya 4. dorongan seks. Faktor-faktor pembentukan kepribadian Istilah “Kepribadian” adalah sebagai ciri-ciri watak seseorang individu yang konsisten. bakat. b. Adapun dorongan naluri antara lain. cemburu. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang adalah: 1. 5. persepsi. Situasi b. lingkungan masyarakat setempat. Faktor keturunan 2.

c. Fungsi Nilai dan Norma Sosial a. pengorganisasian dan pemahaman. Nilai sosial berarti pedoman perilaku yang dianggap baik. pantas dan benar sebagai ukuran perilaku masyarakat. Kedudukannya: tukang cat. Karakternya imajinatif. tidak teratur. pemusik. Pengertian nilai sosial Nilai adalah suatu ukuran atau patokan yang diyakini dan dijadikan standar pedoman. 4. emosional. Tipologi kepribadian Tipologi kepribadian seseorang menjadi enam tipologi dan masing-masing memiliki karakter dan kedudukan yang berbeda-beda. Sosial Tipe sosial yaitu seseorang yang menyukai kegiatan yang membantu meringankan beban orang lain. Enterfising Tipologi ini menyukai kegiatan di mana selalu ada peluang untuk mempengaruhi orang lain. 2. tidak praktis. 6. Artistik Seseorang dalam tipologi ini menyukai kegiatan yang bersifat mendua. Konversional Tipe konversional yaitu tipe yang menyukai kegiatan yang diatur dengan peraturan jelas. 5. penulis. Nilai Sosial 1. kekuatan dan koordinasi. Keenam tipologi yang dimaksud adalah: 1. Investigatif Seseorang yang memiliki tipe investigatif menyukai kegiatan yang mencakup pemikiran. Ciri-ciri nilai sosial . 3. 2. Realistis Tipe realistis yaitu seseorang yang menyukai kegiatan fisik yang menuntut kererampilan. 6. kreatif. eksperesif. idealis.

Pengertian sosial a. Dapat mempengaruhi perkembangan pribadi 5. bahwa norma-norma itu benar-benar telah menjadi norma sosial. sebab norma disebut sebagai norma sosial bukan saja karena telah mendapatkan sifat kemasyarakatannya akan tetapi telah dijadikan patokan dalam perilaku. Mengandung sanksi bagi yang melanggarnya dan e. . 2. Menyebabkan terjadinya perubahan sosial sehingga norma sosial dapat berubah pula. Warga masyarakat mentaatinya d. Hasil dan kesepakatan masyarakat c. Bervariasi antara budaya yang satu dengan yang lain. maka tidak dapat disebut norma sosial. Berhubungan satu sama lain dan 6. b. Terbentuk melalui proses belajar 4. Bukan pembawaan sejak lahir 3.1. Jika aturan-aturan tidak dikuatkan oleh desakan sosial. unsur pokok dari norma yaitu tekanan sosial terhadap anggota-anggota masyarakat untuk menjalankan norma-norma tersebut. Hasil interaksi sosial antar warga masyarakat 2. Tahap-tahap Norma sosial Berdasarkan tingkat daya ikat terhadap masyarakat tahap-tahap norma sosial meliputi: a. Umumnya tidak tertulis kecuali norma hukum b. Adanya desakan sosial itu merupakan ciri. Norma cara (Usage) Norma cara yaitu tata cara yang dianut seseorang dalam melakukan sesuatu. Menurut Berry. Norma Sosial 1.

adat pembagian warisan. c. Norma hukum berisi ketentuan-ketentuan perundang-undangan termasuk peraturan pemerintahan baik pusat maupun daerah dan keputusan-keputusan pejabat pemerintah yang dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.b. 3. Norma Hukum . apabila dilanggar dikenakan sanksi hukum baik penjara. Norma adat atau kebiasaan Norma adat atau kebiasaan yaitu norma yuang mengatur kehidupan bermasyarakat yang dipergunakan secara berulang-ulang dan dibakukan sebagai pedoman adat dalam kelompok masyarakat tertentu. Jenis-jenis norma sosial Dilihat dari bidang-bidang kehidupan yang diaturnya. denda atau hukuman mati. misalnya adat perkawinan. norma sosial dibagi menjadi 4 jenis antara lain adalah: a. pelanggaran norma tersebut akan dianggap sebagai perbuatan dosa. Norma tata kelakuan (Mores) Suatu norma kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat berkembang menjadi norma tata kelakuan. d. norma tata kelakuan digunakan sebagai alat pengawasan oleh masyarakat kepada anggotanya. Norma hukum Norma hukum yaitu suatu rangkaian aturan yang menjadi pedoman bagi seluruh warga negara. Norma Agama Norma agama yaitu aturan-aturan yang bersumber dan ajaran agama yang mengikat pada penganutnya yang berisi perintah-perintah maupun larangan bagi penganutnya masing-masing untuk memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. upacara penguburan dan selamatan. b. Norma kesusilaan dan kesopanan Norma kesusilaan adalah norma yang bersumber dari perasaan manusia sedangkan norma kesopanan bersumber pada akal pikiran manusia. Norma kebiasaan (Folkways) Norma kebiasaan yaitu suatu aturan yang biasa berlaku di lingkungan masyarakat (biasa dilakukan secara berulang-ulang). c. d.

dan kehidupan dalam hal ini sanksi bagi yang melanggar dikenai denda. Saparinah Sadli menjelaskan bahwa norma-norma sosial yang menjadi pedoman perilaku manusia sebenarnya bersumber dari niali-nilai. Sebagai pelindung pihak-pihak yang lemah Nilai dan norma sosial berlaku secara umum di lingkungan masyarakat. 2. Fungsi nilai dan norma-norma sosial antara lain adalah: 1. .Norma hukum merupakan norma sosial yang dibuat oleh lembaga berwenang untuk dijadikan pedoman dalam mengatur kehidupan warga negara. memberikan perasaan identitas kepada masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai. sesuai tingkat kesalahannya. memberikan sumbangan yang berarti kepada pembentukan pandangan dunia mereka. Nilai dan norma membatasi ruang gerak orang-orang yang kuat untuk melakukan perilaku sekehendaknya. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Maurice Doverger berpendapat bahwa nilai-nilai sosial mencerminkan suatu kualitas referensi dalam tindakan. 7. hukuman penjara. Sebagai petunjuk perilaku Nilai dan norma merupakan sesuatu yang mengandung kebaikan yang telah diyakini dan dijadikan pedoman dalam kehidupan.

Masalah Sosial budaya
April 19th, 2010 • Related • Filed Under Pesatnya pembangunan dan masuknya era globlalisasi membawa dampak yang harus dihadapi Bangsa Indonesia, baik dampak positif maupun yang bersifat negatif. Salah satu dampak negatif globlalisasi adalah memberikan konsekuensi masuknya dan meleburannya budaya asing pada budaya Indonesia, padahal budaya tersebut belum tentu sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia.Dampak negatif globlalisasi tersebut di atas tampak menghiasi berita dimedia massa. Diantaranya, “seorang remaja warga Banguntapan, Bantul,Yogyakarta dengan inisial AK (27) ditangkap Polisi bersama adiknya karena terlibat perkara narkoba” (Merapi, 28 Juni 2007:1 dan 7) Contoh pemberitaan media massa tersebut, dapat dikategorikan sebagai perilaku menyimpang remaja.perilaku menyimpang remaja dapat diartikan:Sebagai kenakalan, penyimpangan, atau pelanggaran pada norma yang berlaku. Dari segi konsepsi hukum, kenakalan diartikan merupakan pelanggaran terhadap hukum yang belum bisa dikenai hukum pidana sehubungan dengan usianya. Terjadinya perilaku menyimpang remaja serta lunturnya rasa hormat generasi muda terhadap generasi tua, merupakan indikasi menurunnya pemahaman dan pengalaman nilainilai budaya yang terumuskan menjadi Pancasila. Menyimak kondisi demikian, tidaklah bijaksana menumpukan kesalahan pada pemerintah ataupun pihak-pihak terkait. Lebih bijaksana jika terlebih dahulu mengkaji kondisi remaja dan problematika di dalamnya. Agar kehidupan kita tetap terbina ketertibanyanya, sudah seharusnya kaidah-kaidah hukum untuk ditaati.setiap orang yang menghendaki hidup tertib dan tentram dituntut untuk taat dan patuh terhadap pancasila.Teori-teori umum tentang penyimpangan berusaha menjelaskan semua contoh penyimpangan sebanyak mungkin dalam bentuk apapun (misalnya kejahatan, gangguan mental, bunuh diri dan lain-lain). Berdasarkan perspektifnya penyimpangan ini dapat digolongkan dalam dua teori utama. Perpektif patologi sosial menyamakan masyarakat dengan suatu organisme biologis dan penyimpangan disamakan dengan kesakitan atau patologi dalam organisme itu, berlawanan dengan model pemikiran medis dari para psikolog dan psikiatris. Perspektif disorganisasi sosial memberikan pengertian pemyimpangan sebagai kegagalan fungsi lembaga-lembaga komunitas lokal. Masingmasing pandangan ini penting bagi tahap perkembangan teoritis dalam mengkaji penyimpangan.Remaja sebetulnya dapat dikatakan tidak memiliki tempat yang jelas,mereka tidak termasuk dalam golongan anak-anak dan belum dapat diterima kedalam golongan orang dewasa. Remaja berada di antara anak dan orang dewasa. Suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi kedalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Masa remaja ini merupakan masa pencarian jati diri. Dalam proses pencarian jati dirinya memerlukan bimbingan dari lingkungan sekitar. Menurut Horrock sebagaimana dikutip oleh Ali dan Mohammad “lingkungan merupakan faktor yang besar pengaruhnya bagi perkembangan nilai, moral, dan sikap individu”.Ruang lingkup lingkungan terkecil dalam kegiatan bimbingan dan pendidikan adalah keluarga. keluarga merupakan: Lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang menjadi dewasa bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan di dalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya watak, budi pekerti dan kepribadian tiap- tiap manusia. Kenyataan yang terjadi sekarang ini peran keluarga dalam hal ini orang tua dalam memberikan pendidikan dan bimbingan moral bagi anak-anaknya sering terlupakan. Orang tua kurang memperhatikan anak-anaknya dengan dalih sibuk bekerja memenuhi kebutuhan ekonominya. Anak hanya disuapi dengan

kebutuhan fisik saja, sementara aspek batin, mental dan spritual pada diri anak kurang diperhatikan oleh orang tuanya. Peranan keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama memiliki fungsi yang penting terutama dalam penanaman sikap, nilai hidup serta berfungsi menumbuhkan kesadaran bahaya perilaku menyimpang pada remaja.sebagai pandangan hidup dan intensitas bimbingan moral oleh orang tua pengaruhnya terhadap kesadaran bahaya perilaku menyimpang pada remaja.Dan hal-hal yang mempengaruhinya dalam kehidupan kita saat ini, paling tidak ada empat lingkungan yang senantiasa berinteraksi satu sama lain, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan negara A.Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi manusia. Menaati dan melaksanakan hukum dan aturan yang berlaku dalam lingkungan keluarga diantaranya 1.menaati aturan sopan-santun, baik kepada keduaorang tua maupun kepada seluruh anggota keluarga baik yang dekat maupun yang jauh. Termasuk harus berbuat sopan dan santun kepada tetangga yang ada disekitar kita. 2.menjaga nama baik keluarga. Misalnya denganberperilaku sesuai dengan nasehat orang tua. Kita haru sadar bahwa menjaga nama baik keluarga sama dengan menjaga nama baik bangsa dan negara. Hal ini karena bangsa indonesia adalah sebuah keluarga besar yang di dalamnya terdiri dari sekumpulan keluarga-keluarga seperti dalam keluarga kita. 3.tidak berbuat apalagi membiasakan diri berdusta kepada orang tua. Ini sangat penting sebab tidak sedikit di antara kita yang berani berbuat dusta kepada orang tua kita. B.Lingkungan Sekolah Sekolah meupaka lingkungan tempat kita menuntut ilmu. Kita mengetahui bermacam ragam ilmu, mahir beragam macam keterampilan karena kita bersekolah. Kita bisa bersekolah karena keadaan sekolah tertib sehingga belajar tidak terganggu. Oleh karena itu menerapkan nilai dan norma di lingkungan sekolah sangat diutamakan. Pelaksanaannya itu dapat berupa: a.mengindahkan tata tertib sekolah. Misalnya tidak sengaja terlambat masuk sekolah. b.mengenakan pakaian seragam yang rapi dan bersih. c.berperilaku baik dan sopan santun kepada Bapak dan Ibu Guru dan kepada sesama teman. d.tekun belajar. Ingat kunci sukses dan manfaat ilmu yang kita pelajari sangat erat dengan keikhlasan dan kesenangan orang yang memberikan ilmu kepada kita. Maka dari membuat guru senang dengan berperilaku kita yang terpuji menjadi kunci sukses kebehasilan dari ketekunan belajar kita. e.menjaga kebersihan sekolah. f.membayarkan uang iuran sekolah dari orang tua tepat pada waktu. g.mengerjakan pekerjaan rumah, dan sebagainya. C.Lingkungan Masyarakat Dalam kehidupan masyarakat terdapat hukum yang mengikat warganya sekalipun tidak tertulis. Ada peribahasa yang mengatakan “lain padamg lain belalang, lain lubuk lain ikannya”, artinya pada setiap masyarakat terdapt adat atau kebisaan yang berbeda-beda. Adat atau kebiasaan tersebut merupakan hukum yang tidak tertulis. Menaati hukum tidak tertulis dalam masyarakat diantaranya dapat dilakukan dengan cara: a.menghormati taa cara atau kebiasaan setempat b.ridak berbuat keonaran c.menjaga nama baik masyarakat

D.Lingkungan Negara Selaku warga negara indonesia kita dituntut untuk melaksanakan norma-norma hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Kesadaran bahaya perilaku menyimpang remaja pada dasarnya dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait, baik yang berasal dari dalam diri remaja sendiri maupun berasal dari luar. Faktor dari dalam remaja antara lain struktur intelektualnya, kondisi fisik dan psikis, serta karekterisik individual sedangkan faktor dari luar individu remaja antara lain teman bermain, lingkungan pendidikan, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat,kegiatan keorganisasian yang diikuti. Moral pada dasarnya merupakanrangkaian nilai tentang berbagai macam perilaku yang harus dipatuhi. Moral merupakan kaidah normadan pranata yang mengatur perilaku individu dan hubungannya dengan kelompok social dan masyarakat. Moral merupakan standar baik buruk yang ditentukan bagi individu oleh nilai-nilai social budaya,dimana individu sebagai anggota social.perilaku moral diperlukan demi terwujudnya kehidupan yang damai, Penuh keteraturan, ketertiban, dan keharmonisan. Penyimpangan dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui jalur tersebut berarti telah menyimpang. Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja, bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988,26), mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang. Masalah sosial perilaku menyimpang dalam tulisan tentang “Kenakalan Remaja” bisa melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui pandangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Tentang perilaku disorder di kalangan anak dan remaja mengemukakan bahwa perilaku menyimpang juga dapat dilihat sebagai perwujudan dari konteks sosial. Perilaku disorder tidak dapat dilihat secara sederhana sebagai tindakan yang tidak layak, melainkan lebih dari itu harus dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan sosialnya. Ketidak berhasilan belajar sosial atau “kesalahan” dalam berinteraksi dari transaksi sosial tersebut dapat termanifestasikan dalam beberapa hal. Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Oleh sebab itu, kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap. Salah

Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya pada masyarakat yang mengalami gejala disorganisasi sosial. norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Apabila lingkungan interaksi cenderung devian. misalnya tingkat kriminalitas yang tinggi dalam masyarakat kota pada umumnya berada pada bagian wilayah kota yang miskin. perilaku menyimpang karena tidak memperoleh sanksi sosial kemudian dianggap sebagai yang biasa dan wajar. yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. Media Massa baik cetak maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari.Bahwa seorang dapat menjadi buruk/jelek oleh karena hidup dalam lingkungan masyarakat yang buruk. derajat kesehatan rendah dari kondisi serta komposisi penduduk yang tidak stabil. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik . Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. Penelitian inipun dilakukan di daerah pinggiran kota yaitu di Pondok Pinang Jakarta Selatan tampak ciri-ciri seperti disebutkan Eitzen diatas. dampak kondisi perumahan di bawah standar. seringkali yang terjadi bukan sekedar ketidak pastian dan surutnya kekuatan mengikat norma sosial. Mengenai pendekatan sistem. bahwa beberapa tempat di kota mempunyai sifat yang kondusif bagi tindakan kriminal oleh karena lokasi tersebut mempunyai karakteristik tertentu.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. Merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak.Keluarga.satu variasi dari teori yang menjelaskan kriminalitas di daerah perkotaan. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. Sutherland dalam beranggapan bahwa seorang belajar untuk menjadi kriminal melalui interaksi. maka seseorang akan mempunyai kemungkinan besar untuk belajar tentang teknik dan nilai-nilai devian yang pada gilirannya akan memungkinkan untuk menumbuhkan tindakan kriminal. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain. overcrowding. tetapi lebih dari itu. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilaku. Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. Di dalam masyarakat yang disorganisasi sosial.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->