Penyimpangan Sosial Dalam Masyarakat Oleh :WIYONO, S.Pd wiyonospd-civiceducation.blogspot.

com

Pengertian Penyimpangan sosial penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang, sadar atau tidak sadar pernah kita alami atau lakukan. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun. Sejauh penyimpangan itu terjadi, besar atau kecil dalam skala luas atau sempit, tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat.

Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tak dengan nilai - nilai dan norma - norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Dengan kata lain Penyimpangan (DEVIATION) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (CONFORMITY) terhadap kehendak masyarakat.

Penyimpangan sosial menurut AHLI sebagai berikut :

1. JAMES W VANDER ZANDEN, Penyimpangan merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.

2. ROBERT MZ LAWANG, Penyimpangan merupakan tindakan yang menyimpang dari norma - norma yang berlaku dalam satu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang atau abnormal tersebut. 3. PAUL B HORTON, Penyimpangan adalah setiap perilaku dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma - norma kelompok atau masyarakat. 4. LEWIS COSER, Perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. 5. BRUCE J KOHEN, Penyimpangan sosial (DEVIATION) adalah tingkat laku yang melanggar atau bertentangan dari aturan - aturan normatif (HUKUM) maupun harapan harapan lingkungan sosial yang bersangkutan.

FAKTOR PENYEBAB PENYIMPANGAN SOSIAL

Secara umum , faktor penyebab penyimpangan sosial yang terjadi masyarakat dipengaruhi oleh hal sebagai berikut : 1. FAKTOR INTERN, beberapa faktor intern atau dalam diri individu yang diidentifikasi dapat menyebabkan lahirnya penyimpangan sosial, diantaranya adalah kepintaran, usia, jenis kelamin, kedudukan dalam keluarga, dan sikap mental yang tidak sehat. 2. FAKTOR EKSTERN, faktor yang menyebabkan munculnya penyimpangan sosial yaitu rumah tangga, pendidikan sekolah, lingkungan pergaulan, media massa, serta tidak sanggup mengikuti peraturan dalam masyarakat.

Menurut JAMES W VANDER ZANDEN, faktor penyebab penyimpangan sosial antara lain : 1. longgar atau tidaknya nilai dan norma 2. sosialisasi yang tidak semprna. 3. sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang.

Menurut CESARE LOMBROSSO, Faktornya adalah biologis, psikologis dan Sosiologis.

Perilaku menyimpang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial. Definisi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.[1] Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakantindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain. Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah bentukinteraksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok.

[sunting]Penyebab

Terjadi

Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut : 1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir). 2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi. Untuk lebih jelasnya, berikut diuraikan beberapa penyebab terjadinya penyimpangan seorang individu (faktor objektif), yaitu 1. Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan. Seseorang yang tidak sanggup menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, ia tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas. Keadaan itu terjadi akibat dari

kreatif. Ikatan sosial yang berlainan.  Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. [sunting]Bentuk Bentuk-bentuk perilaku menyimpang dapat dibedakan menjadi dua. 3.prosessosialisasi yang tidak sempurna. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang. sehingga ia mengupayakan peluang itu sendiri. sebagai berikut. 2. maka terjadilah perilaku menyimpang. . karier penjahat kelas kakap yang diawali dari kejahatan kecil-kecilan yang terus meningkat dan makin berani/nekad merupakan bentuk proses belajar menyimpang. Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang. maka kemungkinan ia juga akan mencontoh pola-pola perilaku menyimpang. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial. Seringnya media massa menampilkan berita atautayangan tentang tindak kejahatan (perilaku menyimpang)Hal inilah yang dikatakan sebagai proses belajar dari sub-kebudayaan yang menyimpang. 4. Hal itu terjadi jika dalam upaya mencapai suatu tujuan seseorang tidak memperoleh peluang. Setiap orang umumnya berhubungan dengan beberapa kelompok. Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karier. Apabila kedua orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya dengan sempurna maka anak itu tidak akan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga. 5. misalnya karena seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak (broken home). Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial dapat mengakibatkan perilaku yang menyimpang. 1. Jika pergaulan itu mempunyaipola-pola perilaku yang menyimpang. Proses belajar yang menyimpang. yaitu sebagai berikut. Penyimpangan bersifat positif. Hal itu merupakan bentuk perilaku menyimpang yang disebabkan karena proses belajaryang menyimpang. dan memperkaya wawasan seseorang.

sekelompok orang menyelundupkan narkotika atau obat-obatan terlarang lainnya. Pelanggar 4. Pembandel 2. Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk. Penyimpangan sekunder (secondary deviation). 1. 1. Munafik 1. sehingga berakibat cukup parah serta menganggu orang lain. Misalnya. dapat dibedakan menjadi tiga macam. 2. Penyimpangan primer (primary deviation). yaitu sebagai berikut : 1. Pembangkang 3.2. 2. Misalnya. . Penyimpangan kelompok (group deviation) Penyimpangan kelompok adalah tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku.  Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya. Penyimpangan individu berdasarkan kadar penyimpangannya dibagi menjadi lima. Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang nyata dan seringkali terjadi. Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut: 1. Penyimpangan bersifat negatif. yaitu sebagai berikut. Perusuh atau penjahat 5. 1. Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. 1. Misalnya orang yang terbiasa minum-minuman keras dan selalu pulang dalam keadaan mabuk. seseorang bertindak sendiri tanpa rencana melaksanakan suatu kejahatan. Penyimpangan individual (individual deviation) Penyimpangan individual adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menyimpang dari norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan.

sehingga individu ataupun kelompok didalamnya taat dan tunduk kepada norma golongan dan mengabaikan norma masyarakat yang berlaku. Misalnya. Penyimpangan campuran (combined deviation) Penyimpangan seperti itu dilakukan oleh suatu golongan sosial yang memiliki organisasi yang rapi. dengan di bawah pimpinan seorang tokoh mereka mengelompok ke dalam organisasi rahasia yang menyimpang dari norma umum (geng-geng anak nakal). . 3. remaja yang putus sekolah dan pengangguran yang frustasi dari kehidupan masyarakat.1.

o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. . pencurian. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. benar atau salah menurut pengertian umum. Sosiologi. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi.Ilmu Pengetahuan Sosial Kumpulan Materi Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. Sejarah dan Ekonomi) Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat >> SUNDAY. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. pembunuhan. -bentuk penyimpangan sosial • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. APRIL 12. Cohen. Contohnya: pemerkosaan. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. perjudian dan pemakaian narkotika. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. 2009 Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Menurut Bruce J.

Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. sementara iklan rokok begitu menarik. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. -faktor Penyebab Penyimpangan Sosial kedudukan seseorang dalam keluarga. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok.o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. . Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. di diskotik dll. -sebab terjadinya penyimpangan Sosial : mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi.norma masyarakat yang berlaku. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. rjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. membuang sampah sembarangan. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya.

diluar nikah. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. pendidikan di sekolah. Misalnya: mencuri. pakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. pemerkosaan pencurian. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. anak. -jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis: remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. perampokan. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya.obat-obat terlarang dan minuman keras. media elektronik. media cetak. menjambret membunuh. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi.norma yang berlaku.menodong. a. pergaulan dan media massa. media massa.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya.luarga. n atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum.dll. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di . norma sosial dan norma agama. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal .

penberian julukan. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. Oleh sebab itu. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan.televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. Teori Labeling. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling. Teori konflik. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. enyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. Dengan demikian. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. . etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. cap. Karl Mark.

Pembongkaran ulang makna kebebasan dan nilai kemanusiaan adalah salah satu dari sekian hal yang menjadi sasaran untuk menghancurkan kehidupan sosial masyarakat muslim. dunia menjadi sebuah kampung kecil yang mudah dijangkau oleh siapapun.Penyimpangan Sosial: Apa Tugas Orang Tua di Hadapan Anak? Emi Nur Hayati Ma’sum Sa’id Akibat kemajuan teknologi. Karena itu yang terpenting adalah bagaimana kita harus menggunakannya dengan baik sehingga bisa mencegah efek samping yang ditimbulkannya. nilai-nilai. etika dan tradisi tata susila serta pemikiran-pemikiran yang sudah diakui dan menguasai masyarakat. Sebagian dari mereka telah kehilangan identitas Kebangsaan dan keagamaannya. Kendati kemajuan ilmu pengetahuan memberikan faedah. namun ia juga mengakibatkan pelbagai pengaruh negatif. untuk memperjelas mukadimah bahasan perlu kita tilik terlebih dahulu makna dan posisi kebudayaan sehingga kita bisa kenali sekian penyimpangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat. Dengan segala kekuatan. Salah satu alat yang bisa digunakan untuk menghancurkan jati diri dan kesucian serta kemuliaan para remaja muslim adalah parabola dan internet. ia bisa melakukan komunikasi dengan yang lainnya secara langsung. Sebelum kita memasuki bahasan penyimpangan sosial. . ada saja pihak yang hendak berupaya menghapus identitas Islam para remaja muslim. wawasan-wawasan. Kebudayaan memiliki pengertian yang bermacam-macam akan tetapi yang menjadi perhatian penulis di sini adalah kebudayaan yang berartikan sehimpun kepercayaan. Manusia tanpa harus keluar dari rumah. serta memunculkan beragam bentuk penyimpangan sosial di tengah masyarakat muslim. yang telah menjalar ke negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim sehingga imbasnya pun tampak begitu jelas.

Perubahan dan pergantian serta munculnya peradaban bergantung pada kebudayaan atau hasil dari perubahan dan munculnya kebudayaan. Peradaban tidak lain adalah kulitnya kebudayaan. Pencetakan buku-buku. nilai-nilai dan norma.*1+ Berdasarkan definisi ini kebudayaan Islam bisa diartikan sebagai proses pemikiran. Pengaruh penyimpangan sosial Penyebaran model pakaian yang tidak sopan dan bertentangan dengan aturan-aturan Islam serta paras yang mencolok. dan novel yang bertentangan dengan etika dan membakar nafsu seks para remaja. pemutaran film-film amoral melalui chanel-chanel tv dan internet. nilai-nilai dan norma. tradisi dan moral serta pengetahuan-pengetahuan yang bersumber dari limpahan wahyu ilahi dan sunah Nabi saw dan para Imam maksum as. serta penyebaran kaset-kaset dan cd-cd hiburan yang tidak mendidik. etika.[2] Dasar yang paling penting dari sebuah masyarakat adalah kebudayaan masyarakat itu. sosial. Pengadaan konser musik antara remaja putra dan putri memiliki akibat buruk yang melanda para remaja dalam masyarakat. Dari sini jelas bahwa penyimpangan sosial bisa dipengertikan sebagai lawan dari proses pemikiran. legalitas dan moralitas masyarakat. Khususnya remaja yang sedang mengalami usia sensitif yaitu masa puber di mana mereka sangat . dan aspek-aspek tersebut muncul dari kebudayaan masyarakat itu sendiri. Inilah kedudukan kebudayaan.Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam ucapannya. tradisi-tradisi dan sebaginya. wawasan. wawasan. kepercayaan. serta tradisi-tradisi dan pengetahuan yang bersumber dari wahyu Ilahi dan sunah Rasulullah saw serta para Imam maksum as. majalah. Karena kebudayaanlah yang menentukan segenap aspek politik. Berdasarkan pemikiran Islam. norma. Bisa dikatakan secara keseluruhan bahwa pemikiran yang menguasai sebuah masyarakat adalah pemikiran yang muncul dari masyarakat itu sendiri atau didapatkan dari luar masyarakat itu’. kebudayaan adalah ruhnya peradaban. keyakinan. ‘Kebudayaan setiap masyarakat dan bangsa serta setiap revolusi bersumber dari sekian hasil karya pemikiran dalam masyarakat yang meliputi pengetahuan.

penyiaran film-film yang menghambur-hamburkan kekerasan dan amat bertentangan dengan moral adalah salah satu faktor penting yang menyebabkan maraknya kriminalitas dan pembunuhan di tengah masyarakat. Kejahatan seksual. hal ini selain tidak akan menjadikan hubungan keluarga harmonis bahkan merusak hubungan hangat anggota keluarga.mudah terpengaruh dan banyak lagi beragam fenomena penyimpangan sosial lainnya. Ketika kepercayaan di antara mereka sudah tidak ada lagi maka keakraban dan kehangatan pun tidak akan terlihat lagi. saya tidak perlu lagi memberikan contohnya. Ketidakstabilan rumah tangga. Kiranya. Kesenjangan sosial semacam ini mengakibatkan munculnya rasa cemburu di kalangan kaum miskin terhadap orangorang kaya yang pada akhirnya timbullah pelampiasan rasa dendam mereka untuk berani mencuri dan membunuh sekalipun. 3. Dan yang terpenting adalah kondisi semacam ini tidak hanya akan menghancurkan kehidupan duniawi seseorang tapi juga kehidupan ukhrawinya. dan yang kaya pun tidak memikirkan mereka yang papa. . di antaranya adalah munculnya pelbagai kebejatan seksual yang terjadi di masyarakat kita. Merajalelanya kejahatan dan pembunuhan. Antara suami istri yang seharusnya mereka harus saling mempercayai. Tentu kita semua menyaksikan pelbagai fenomena yang diakibatkan oleh penyimpangan sosial. Di sisi lain. Hal yang demikian itu akan memunculkan pelbagai pengaruh dan akibat seperti: 1. mereka tidak lagi memiliki kepercayaan dengan pasangannya. 2. Adanya penyimpangan sosial seperti tidak terjaganya hubungan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki di kantor-kantor dan perusahaan serta tidak adanya penjagaan dalam berpakaian di mana para wanita dengan gaya pakaian dan parasnya yang menggoda. Kesenjangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat di mana sebagian kelompok hidup dalam kemewahan dan kelompok lainnya dalam kekurangan dan kemiskinan.

Perusakan akidah dan keyakinan. 5. . Jika seseorang sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya maka ia akan kehilangan nilai-nilai spiritual dan religius. Ideologi manusia memiliki peran langsung dalam perilaku dan amalannya.4.*3+ ‘Kemudian.[4] Ayat-ayat ini menunjukkan betapa perilaku-perilaku buruk menyebabkan lemahnya iman dan bahkan berakhir dengan hilangnya iman. Contoh jelasnya yang bisa kita saksikan adalah kelalaian dalam bertindak dan tidak berpegang pada aturan Islam. perilaku buruk semacam itu ternyata dilakukan juga oleh sebagian remaja muslim. Oleh karena itu antara keduanya saling mempengaruhi. Naifnya. tidak memakai pakaian yang sesuai dengan syariat. Dalam ayat al-Quran Allah swt berfirman: Sekali-kali tidak demikian sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka’. Tentu saja. perilaku yang buruk juga akan merusak akidah dan keyakinan manusia. akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah azab yang lebih buruk. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah. Inilah yang sudah direncanakan oleh agen-agen tertentu berdasar rencana yang matang guna menghancurkan remaja Islam. Kebejatan moral. hal ini akan berpengaruh pada masalah-masalah lainnya yang pada akhirnya akan menyebabkan seorang muslim kehilangan imannya. maraknya pornografi dan pornoaksi. Ketika generasi muda sebuah negara sudah kehilangan nilai-nilai spiritual maka negara itu akan mudah untuk dijajah. Poin penting yang menjadi perhatian di sini adalah bahwa perilaku manusia memiliki pengaruh timbal balik terhadap akidah dan keyakinannya yakni sebagaimana akidah yang rusak ia akan menghasilkan perilaku yang rusak. Yang patut disayangkan adalah apabila para remaja muslim sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya.

Tidak kenal diri dan ikut-ikutan orang lain. Mereka bagaikan bangkai yang mengikuti arus sungai.*6+ Rasulullah saw bersabda: ‘barang siapa yang menyamakan dirinya dengan sebuah kaum maka ia termasuk mereka’. Manusia-manusia yang tidak memiliki keimanan yang kuat ia tidak akan mampu membentengi dirinya di hadapan pelbagai macam godaan duniawi. khususnya generasi muda dan para remaja. sejatinya mereka tidak mengenal siapa dirinya. karena mereka sedang dalam usia yang betul-betul sensitif dan lebih mudah dipengaruhi. Remaja-remaja yang kehilangan jati dirinya dan mengikuti budaya amoral. Imam Ali bin Abi Thalib as Bersabda: ‘sesungguhnya hanya sedikit orang yang menyamakan dirinya dengan sebuah kaum akan tetapi ia tidak terhitung seperti mereka’. 6. Kedua orang tua harus memenuhi hak-hak anak dalam pendidikan agama. Ia akan menerima segala apa yang ditawarkan. yang akibatnya akan menghilangkan jati diri mereka sehingga mudah terbujuk dan terpengaruh pihak lain.Imam Baqir as bersabda: ‘Tidak satu pun yang bisa merusak hati kecuali dosa. Agama dan akal menghukumi bahwa kedua orang tua bertanggung jawab atas pendidikan anak- .*7+ Peran Orang Tua Setelah kita mengkaji pengaruh penyimpangan sosial.[5] Dengan demikian tasamuh dan tasahul (toleransi) yang berlebih-lebihan dalam furuuddin menyebabkan rusaknya akidah apalagi jika melakukan penyimpangan sebagaimana yang sudah kita sebutkan tadi.Dosa selalu bertengkar dengan hati sampai dia bisa mengalahkan dan menjelmakan yang tinggi menjadi rendah dan menjelmakan yang rendah menjadi tinggi. Sebaliknya bila mereka hidup maka mereka akan menghadang arus yang sedang mengalir. muncul pertanyaan baru ‘Apa tugas kedua orang tua di hadapan anak-anaknya?’ Mengingat bahwa rumah adalah basis pertama bagi setiap manusia maka kedua orang tualah yang memiliki tugas berat dalam mendidik anak-anaknya: 1.

Oleh karenanya ketika anak mengalami kekacauan jiwa ia akan melampiaskannya kepada penyimpangan sosial bahkan ia akan melakukan apa saja. Anakanak membutuhkan perlindungan dan kasih sayang kedua orang tuanya. bahkan mereka akan juga menghadapi pelbagai macam penyimpangan sosial. Para psikolog mengatakan bahwa salah satu faktor utama kekacauan jiwa pada anakanak adalah ketidakharmonisan keluarga dan perselisihan rumah tangga. ia tidak percaya diri dan akan mencari tempat lain untuk berlindung. Jelas. Sebaliknya jika lingkungan keluarga penuh dengan kasih sayang dan keakraban anak akan mampu menjaga kestabilan jiwanya. Untuk mencegah hal tersebut kewajiban kedua orang tua adalah menjaga lingkungan keluarga tetap hangat dan harmonis.anaknya. lebih-lebih jika anak dalam masa pertumbuhan (balig). . Kedua orang tua harus berusaha mendidik anaknya berdasarkan program yang baik sehingga mereka tidak tersesat dan menjadi orang yang baik serta berguna bagi agamanya.[9] Anak-anak yang tidak mendapatkan ketenangan jiwa ia akan mengalami kegelisahan. Untuk sampai pada tujuan ini orang tua memiliki tugas berat yang ada di pundaknya. Sebagaimana anak sejak lahir membutuhkan makanan yang sehat ia juga membutuhkan makanan lain yaitu ketenangan jiwa. *8+ Dalam lingkungan sosial anak-anak akan menghadapi pelbagai macam kesulitan dan ketidakstabilan sosial. Langkah pertama yang harus dijalankan oleh kedua orang tua adalah menjaga kesehatan dan kebersihan jasmani anak-anak. kemudian baru mendidik mereka mengenai prinsip-prinsip moral dan akhlak. Oleh karenanya untuk menjaga mereka dari pelbagai penyelewengan. Kedua orang tua harus mewujudkan lingkungan keluarga yang hangat dan menghadapi anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. mereka akan menghadapi pelbagai macam karakter manusia dengan adat istiadatnya yang berbeda-beda. 2. Dalam masa yang cukup sensitif ini orang tua yang berakal akan berperan sebagai teman akrab bagi anaknya dan dengan pengalaman dan pikiran jangka panjangnya mereka menjaga si anak hingga jangan sampai terjerumus ke dalam penyimpangan sosial. Kedua orang tua hendaknya mendidik anaknya sehingga mereka dalam segala perilakunya berasaskan ajaran agama dan keimanan kepada Allah yang Esa. mereka memerlukan ciri-ciri kejiwaan dan moralitas. dan ini adalah tugas kedua orang tua yang harus menyiapkan fondasinya. Rasulullah saw bersabda: ‘setiap anak dilahirkan berdasarkan fitrah (beragama Islam) kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan dia Yahudi atau Nasrani’.

Imam Ali as pernah bertutur kepada Imam Hasan as. Iman tampak dalam tiga aspek dasar agama yaitu usuluddin. yang pada hakikatnya ia juga kunci pokok kesalehan. Dalam teks-teks agama. serta menjelaskannya kepada anak-anak tentang beragam bentuk penyimpangan sosial.[10] Maka kewajiban kedua orang tua di hadapan pelbagai macam penyimpangan sosial adalah meneliti dengan baik faktor-faktor yang berperan dalam menyebarluaskan serangan budaya negatif dan penyimpangan sosial. mereka juga harus dikenalkan akan nilai-nilai dan tolok ukur kemasyarakatan sehingga ketika mereka menyaksikan tindakan-tindakan yang tidak pantas dengan sendirinya mereka akan paham bahwa tindakan semacam itu tidak sesuai dengan sistem nilai kemasyarakatan kemudian mereka pun akan berupaya menjaga dirinya dari hal itu.Jika hubungan antara ayah dan anak atas dasar ancaman dan paksaan maka dengan berjalannya waktu hubungan keduanya akan merenggang. Dengan pelbagai bentuk penyimpangan yang ada. iman merupakan inti kecenderungan dalam mempertimbangkan agama. Sikap yang dilakukan anak-anak ini menunjukkan akan bagusnya pendidikan keluarga. dan juga kebebasan dan kemandirian pada diri mereka dengan cara menghormati dan menghargai mereka.[11] 3. karena benih kepribadian seseorang terbentuk dalam lingkungan keluarga. apa saja yang jatuh di dalamnya ia akan menerimanya. oleh karena itu aku mengajarimu dengan adab sebelum hatimu keras. serta kebanggaan beragama dan nasionalisme. Membiasakan Anak-anak dengan Nilai-nilai Spiritual. karena keluarga adalah institusi awal satuan pendidikan dan sosial yang bersistem konstan (terus menerus dan berkestabilan) dan ia memiliki peran dasar dalam memenuhi kebutuhan hidup dan kejiwaan anak-anak serta pembentukan pribadi mereka. dan akhlak. Selain orang tua mengenalkan kepada anak-anak beragam bentuk penyimpangan sosial.[12] 4. furuuddin. Anak-anak yang hidup dalam kondisi tertekan dengan sendirinya mereka akan mencari pelampiasan kepada orang lain bahkan mereka akan melarikan diri dari rumahnya. orang tua bisa menjaga anaknya dengan memperkuat rasa percaya diri dan kelayakan diri. Keluargalah yang menetapkan iman sebagai timbangan dalam perjalanan hidupnya sehingga akan memunculkan manusia-manusia yang beriman. Kembali kepada peran kedua .[13] Sedang keluarga adalah tempat yang paling awal dalam membentuk manusia. bahwa sesungguhnya hati pemuda bagaikan tanah kosong yang tidak ada tanamannya. Sekaitan dengan ini.

dituntut untuk bisa menjalankan ketiga aspek dasar ini dalam kehidupan diri dan anak-anaknya. menjaga diri. zikir. mengajak kepada kebaikan. tawakal. Memanjakan anak. Kekerasan.orang tua dalam menjaga anak-anak di hadapan penyelewengan sosial. 2. membaca dan memikirkan ayat-ayat al-Quran. yakin dengan akibat perbuatan dan masalah keluarga seperti menghormati dan menyayangi kedua orang tua. taubat. harapan. tingkah laku yang baik yang merupakan bagian dari akhlak norma sosial dan norma pribadi seperti ketakwaan. Penyimpangan karena Struktur Keluarga dan Nilai-Nilai Pendidikan[14] Sebelum pembahasan ini berakhir kita coba untuk mengkaji penyimpangan yang terjadi karena unsur pendidikan yang ada dalam keluarga. kesucian. keyakinan. ibadah. Tentunya nilai-nilai spiritual agama ini harus dijalankan dalam lingkungan keluarga sesuai dengan tahap pertumbuhan mereka seperti beramanat. kemuliaan diri. membentuk rumah tangga. baik sangka kepada Allah dan hubungan manusia dengan akhirat seperti: yakin akan kehidupan setelah mati. Kekerasan dan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya sebagai penyebab penyimpangan anak karena dengan kekerasan yang menimpa anak maka ia akan mengalami tekanan-tekanan jiwa. Karena penyimpangan yang terjadi bila penyebabnya adalah masalah sosial maka bila kondisi budaya masyarakat sudah jauh dari nilai-nilai Islam yang pertama kali harus dilakukan oleh kedua orang tua adalah menjaga anak-anaknya dalam bingkai yang sudah kita sebutkan di atas. hubungan dengan famili dan sebaginya. . syukur. maka kedua orang tua. Sebab-sebab munculnya penyimpangan karena struktur keluarga antara lain: 1. menjaga hak-hak orang lain. dan ikhlas serta hubungan manusia dengan Tuhannya seperti ma’rifat. dan juga membiasakan anak-anak dengan nilai-nilai spiritual.

Menurut Hobbes. Anak yang demikian ini tidak akan mampu menerima teladan yang ada dalam lingkungannya dengan teratur. Sikap ayah atau ibu tiri yang tidak baik terhadap anak kecil akan membuatnya kurang kasih sayang dan pengeluyuran dan keganasan. Keluarga yang tidak berjalan sesuai dengan zamannya dan berharap anak-anaknya hidup dengan cara yang kuno akan menghasilkan anak-anak yang jiwanya tidak cocok dengan masyarakat. Hobbes mengatakan. Usia orang tua. Keluarga yang mandek dan mundur akan menghasilkan anak-anak yang pesimis. Anak yang terlalu dimanja ia tidak akan mandiri dan berharap orang lain membantunya. Yatim. tidak bermasyarakat dan pendosa. Anak yatim akan mendapatkan masalah baru dengan perpindahan rumah dan perkawinan selanjutnya ayah atau ibu dan adanya ibu tiri atau ayah tiri.Memanjakan anak khususnya anak tunggal membuat anak jadi celaka. 3. 4. Keterbelakangan keluarga. akhirnya mereka tidak bisa menghasilkan anak yang bisa hidu dengan baik dan menghormati aturan dan nilai-nilai sosial. Orang tua yang sudah berusia lanjut tidak mampu melakukan reaksi yang seharusnya dilakukan untuk anaknya dan mereka tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik sesuai dengan pendidikan anak. Kematian ayah atau ibu akan membuat anak terlantar dan terbelakang di sekolah dan di masyarakat serta kejahatan dan ketidakstabilan jiwa. ‘Anak dan keluarganya harus aktif dalam masalah-masalah sosial. 5. ‘kebanyakan anakanak yang kondisinya menderita dan gelisah adalah anak-anak dari keluarga yang terpisah dan asing dari kehidupan sosial’. .

Hal buta huruf. Berdasarkan penelitian yang ada kebanyakan anak-anak nakal adalah anak-anak yang orang tuanya cerai. Bila keluarga tidak memiliki pengetahuan berkaitan dengan keperluan dan potensi serta kejiwaan anak maka akan merugikan kepribadian dan keselamatan jiwa anak yang tidak bisa diganti dan diperbaiki lagi. 7. Penyelewengan orang tua. Keluarga yang terjangkit penyakit kecanduan dan sebaginya tidak saja tidak bisa mendidik anak dengan baik bahkan perbuatan mereka adalah teladan untuk terseretnya anak ke dalam kejahatan macam-macam penyelewengan. Absennya orang tua dari keluarga. Kejahatan kedua orang tua atau salah satu anggota keluarga dan kebejatan akhlak mereka memiliki hubungan kuat dengan penyelewengan anak dan remaja.6. . Tidak adanya kehadiran salah satu kedua orang tua akan menimbulkan masalah pendidikan dan kekacauan jiwa pada anak dan remaja. 8. Maksud pengetahuan orang tua bukan hanya saja bisa membaca dan menulis bahasanya sendiri akan tetapi rendahnya tingkat budaya dan tidak mengetahui masalah-masalah ilmu dan pendidikan akan membangkitkan kejahatan dan penyelewengan. 9. Perceraian dan perselisihan keluarga. Perpecahan keluarga sangat berpengaruh dalam munculnya perilaku anti masyarakat pada diri anak. Hadirnya orang tua dalam rumah tangga khususnya ibu memiliki peran penting dalam pendidikan baik kasih sayang maupun kejiwaan anak.

10. maka kemajuan sebuah bangsa akan turut ditentukan oleh hadirnya lingkungan keluarga yang baik pula. anak adalah amanat ilahi yang nantinya kedua orang tua tidak akan bisa lepas dari pertanggungjawaban akan amanat yang dipikulnya itu. 11. baik dari sisi jasmani maupun rohani dan anak-anak adalah tunas bangsa dan agama. Kedua orang tua berkewajiban menjaganya. Tempat tahanan. Jika setiap lingkungan terkecil itu rusak maka rusaklah bangsa itu juga. Oleh karena itu untuk menjaga keselamatan dan pendidikan anak-anak yang demikian ini harus ada pakar-pakar khusus yang menangani mereka sehingga tidak belajar dari para penjahat yang sudah profesional. . Di samping itu. Simpul kata. Menahan anak atau remaja yang baru pertama kali melakukan pelanggaran sosial akan membangkitkan dia untuk berbuat jahat karena pelajaran yang diambil dari penjahat profesional. dengan menyadari bahwa lingkungan keluarga adalah kelompok terkecil sebuah masyarakat. Diskriminasi di antara anak-anak.

Perilaku Menyimpang 4 Votes A. 1. Bruce J Cohen Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat. antara lain sebagai berikut: 1. Pengertian Perilaku Menyimpang Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. . Robert M. 2.Z. Ada beberapa definisi perilaku menyimpang menurut sosiologi. B. Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas. James Vender Zender Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang. Penyimpangan harus dapat didefinisikan. artinya penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya. Ciri-ciri Perilaku Menyimpang Menurut Paul B Horton penyimpangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). Lawang Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut. 3.

6. Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak. C. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan sebenarnya tidak selalu berarti negatif. artinya perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal. melanggar nilainilai sosial. penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua macam. Dengan demikian. melainkan ada yang positif. 3. dicela dan pelakunya tidak dapat ditolerir masyarakat. 1. meskipun cara yang dilakukan menyimpang dari norma yang berlaku. Jenis-jenis Perilaku Menyimpang . Penyimpangan negatif Penyimpangan negatif merupakan tindakan yang dipandang rendah. 5. Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak. 4. Antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. artinya budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. pencurian dan sebagainya. artinya perbedaannya ditentukan oleh frekuensi dan kadar penyimpangan. Penyimpangan positif Penyimpangan positif merupakan penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang didambakan. Contoh seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga. 2. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. pemerkosaan. D. Penyimpangan sosial bersifat adaptif. tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka.2. Contoh pembunuhan. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan.

Contoh: seseorang yang sendirian melakukan pencurian. Penyimpangan sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna . Sedangkan menurut pelakunya. penodongan. penyimpangan dibedakan menjadi penyimpangan individual dan penyimpangan kelompok. Penyimpangan Sekunder Penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus sehingga para pelakunya dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang 1. Contohnya: pengemudi yang sesekali melanggar lalu lintas. Contoh seorang yang sering melakukan pencurian. Misalnya orang yang mabuk terus menerus. E. 1. Penyimpangan Primer Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap norma-norma masyarakat. Penyimpangan individual Penyimpangan individual adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau individu tertentu terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. 2. 2. 1. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara. pemerkosaan dan sebagainya. tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat.Menurut Lemert (1951) Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan sekunder. Contoh geng penjahat.

Ini terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna dimana agen-agen sosialisasi tidak mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. geng penjahat. 2. Penyimpangan inipun dapat belajar dari proses belajar seseorang melalui media baik buku. Penyimpangan karena hasil proses sosialisasi subkebudayaan menyimpang Subkebudayaan adalah suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan. Unsur budaya menyimpang meliputi perilaku dan nilai-nilai yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang bertentangan dengan tata tertib masyarakat. khususnya dengan orangorang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. majalah. ketaatan dan lain-lain. Contohnya seseorang yang berasal dari keluarga broken home dan kedua orang tuanya tidak dapat mendidik si anak secara sempurna sehinga ia tidak mengetahui hak-hak dan kewajibanya sebagai anggota keluarga maupun sebagai anggota masyarakat. dan lain-lain. diantaranya sebagai berikut. koran. Teori Labeling Menurut Edwin M. Lemert. Perilaku yang terlihat dari anak tersebut misalnya tidak mengenal disiplin. Teori-Teori Penyimpangan Penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat dapat dipelajari melalui berbagai teori.Karena ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya. F. Contoh kelompok menyimpang diantaranya kelompok penjudi. 1. seseorang menjadi orang yang menyimpang karena proses labelling berupa julukan. televisi dan sebagainya. pemakai narkoba. Penyimpangan sebagai hasil proses belajar yang menyimpang Proses belajar ini melalui interaksi sosial dengan orang lain. 3. seorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. sopan santun. cap dan merk yang ditujukan oleh masyarakat ataupun .

Menurut Merton terdapat lima cara pencapaian tujuan budaya. Teori Hubungan Diferensiasi Menurut Edwin H. namun menolak tujuan-tujuan kebudayaannya. 2. agar terjadi penyimpangan seseorang harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana caranya menjadi seorang yang menyimpang. Ritualisme Ritualisme adalah sikap seseorang menerima cara-cara yang diperkenalkan sebagai bagian dari bentuk upacara (ritus) tertentu. c. Konformitas Konformitas adalah sikap yang menerima tujuan budaya yang konvensional (biasa) dengan cara yang juga konvensional. Pengajaran ini terjadi akibat interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain yang berperilaku menyimpang. Inovasi Inovasi adalah sikap seseorang menerima secara kritis cara-cara pencapaian tujuan yang sesuai dengan nlai-nilai budaya sambil menempuh cara baru yang belum biasa dilakukan. Merton menganggap anomie disebabkan adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara yang diapakai untuk mencapai tujuan tersebut. d. Sutherland. Mula-mula seseorang akan melakukan penyimpangan primer (primary deviation) yang mengakibatkan ia menganut gaya hidup menyimpang (deviant life style) yang menghasilkan karir menyimpang (deviant career). yaitu: a.lingkungan sosialnya. 3. Retreatisme . Teori Anomi Robert K Merton Robert K. b.

2) Mempermudah penyaluran dan perbuatan seksual. 3) Menunjukkan tindakan menentang otoritas orang tua. 5) Melepaskan diri dari kesepian. G. dan kebosanan. ada beberapa penyebab seseorang remaja memakai narkoba. norma sosial dan agama. 2. kesepian. 4) Membuktikan keberanianya dalam melakukan tindakan berbahaya seperti kebutkebutan dan berkelahi. 6) Sekedar iseng dan didorong rasa ingin tahu. e.Retreatisme adalah sikap seseorang menolak baik tujuan-tujuan maupaun cara-cara mencapai tujuan yang telah menajdi bagian kehidupan masyarakat ataupun lingkungan sosialnya. 9) Mengisi kekosongan. guru. Penyimpangan seksual . Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang 1. dan norma-norma sosial. antara lain sebagai berikut: 1) Mencari dan menemukan arti hidup. Menurut Graham Baliane. Pemberontakan Pemberontakan adalah sikap seseorang menolak sarana dan tujuan-tujuan yang disahkan oleh budaya masyarakatnya dan menggantikan dengan cara baru. 7) Mengikuti teman-teman untuk menunjukkan rasa solidaritas 8) Menghilangkan frustasi dan kegelisahan hidup. Penyalahgunaan Narkoba Merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai. Dampak negatif yang ditimbulkan akan menyebabkan berkurangnya produktivitas seseorang selama pemakaian bahan-bahan tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian.

4) Pedophilia adalah memuaskan kenginan seksual dengan menggunakan kontak seksual dengan anak-anak. Penyebab penyimpangan seksual antara lain adalah pengaruh film-film porno. 3) Homoseksual adalah hubungan seksual yang dilakukan sesama laki-laki. Situasi yang menjemukan dan membosankan. Contoh perbuatan kenakalan seperti pengrusakan tempat/fasilitas umum. 2) Lesbian yaitu hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita. psikologis. buku dan majalah porno. Penyebab kenakalan remaja antara lain sebagai berikut. Tawuran pelajar dapat digolongkan sebagai patologi (penyakit) karena sifatnya yang kompleks dengan penyebab dan akibat yang berbeda-beda. a. 5) Gerontophilia adalah memuaskan keinginan seksual dengan orang tua seperti kakek dan nenek. Contoh penyimpangan seksual antara lain sebagai berikut: 1) Perzinahan yaitu hubungan seksual di luar nikah. Sehingga seringkali pemabuk melakukan keonaran. 3. 6) Kumpul kebo adalah hidup seperti suami istri tanpa nikah. pencurian.Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan. Salah satu bentuk tawuran tersebut adalah tawuran pelajar. baik secara fisik. Alkoholisme Alkohol disebut juga racun protoplasmik yang mempunyai efek depresan pada sistem syaraf. karena pada masa ini jiwanya masih dalam keadan labil sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Tawuran pelajar berbeda dengan perkelahian biasa. 4. Orang yang mengkonsumsinya akan kehilangan kemampuan mengendalikan diri. perkelahian atau tawuran dan lain sebagainya. c. hingga pembunuhan. . Lingkungan masyarakat yang tidak menentu bagi prospek kehidupan masa mendatang. perkelahian. seperti lingkungan kumuh dan penuh kejahatan. Kenakalan Remaja Gejala kenakalan remaja tampak dalam masa pubertas (14 – 18 tahun). Lingkungan keluargayang tidak harmonis. maupun sosial. b. penggunaan obat terlarang.

tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. B. menjadi teladan namun kadangkala terjadi pemimpin justru memberi contoh yang salah. Penyimpangan Primer (Primary Deviation) Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat.Perilaku Penyimpangan Sosial A. Robert M. Pengertian Penyimpangan Sosial Penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang. sadar atau tidaksadar pernah kita alami atau kita lakukan. Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk: 1. faktor-faktor penyimpangan sosial adalah sebagai berikut: 1. James W.Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilainilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lain penyimpangan (deviation) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (conformity) terhadap kehendak masyarakat. Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. Penyimpangan ini tidak bisa ditolerir oleh masyarakat Faktor-faktor Penyimpangan Sosial. sehingga menimbulkan perilaku menyimpang. Karena masyarakat mentolerir tindakan tersebut maka terjadilah . Contoh: di masyarakat seorang pemimpin idealnya bertindak sebagai panutan atau pedoman. Penyimpangan Sekunder (secondary deviation) Penyimpangan yang berupa perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai perilaku menyimpang. dalam skala luas atau sempit tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi. Penyimpangan perilaku merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi. Lawang. Norma dan nilai sosial masyarakat yang satu berbeda dengan norma dan nilai sosial masyarakat yang lain. Van Der Zanden. Longgar/tidaknya nilai dan norma. Menurut James W. 2. karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya. Z. melainkan berdasarkan ukuran longgar tidaknya norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Lemert (1951). Sosialisasi yang tidak sempurna. Di masyarakat sering terjadi proses sosialisasi yang tidak sempurna. besar atau kecil. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun. Misalnya: kumpul kebo di Indonesia dianggap penyimpangan.di masyarakat barat merupakan hal yang biasa dan wajar. Van Der Zanden. seperti melakukan KKN. Pelaku didominasi oleh tindakan menyimpang tersebut. Definisi Penyimpangan Sosial. 2. Ukuran perilaku menyimpang bukan pada ukuran baik buruk atau benar salah menurut pengertian umum. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara.

D. Ia membuat penjelasan mengenai “si penjahat yang sejak lahir”. perilaku menyimpang disebabkan oleh faktor-faktor: 1. 3. penyimpangannya disebut pembangkang. Tidak patuh nasihat orang tua agar mengubah pendirian yang kurang baik. Sosiologis Menjelaskan sebab terjadinya perilaku menyimpang ada kaitannya dengan sosialisasi yang kurang tepat. 3. Penyalahgunaan narkoba. Penyimpangan Individual (Individual Deviation) Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaanyang telah mapan. Menurut Casare Lombroso. Perilaku menyimpang terjadi pada masyarakat yang memiliki nilai-nilai sub kebudayaan yang menyimpang. Sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang. penyimpangannya disebutperusuh atau penjahat. Biologis Misalnya orang yang lahir sebagai pencopet atau pembangkang. Dapat juga karena pengalaman traumatis yang dialami seseorang. 2. Yang termasuk dalam tindak penyimpangan individual antara lain: 1. antara lain: a. d. penyimpangannya disebut pembandel. Mengabaikan norma-norma umum. merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai. b. Individu tidak dapat menyerap norma-norma kultural budayanya atau individu yang menyimpang harus belajar bagaimana melakukan penyimpangan C. Berdasarkanciri-ciri tertentu orang bisa diidentifikasi menjadi penjahat atau tidak. norma sosial dan agama. Penyimpangan ini disebabkan oleh kelainan jiwa seseorang atau karena perilaku yang jahat/tindak kriminalitas. yaitu suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan/ pada umumnya. penyimpangannya disebut pelanggar. Ciri-ciri fisik tersebut antara lain: bentuk muka. Melanggar norma-norma umum yang berlaku. Psikologis Menjelaskan sebab terjadinya penyimpangan ada kaitannya dengan kepribadian retak atau kepribadian yang memiliki kecenderungan untuk melakukan penyimpangan. menimbulkan rasa tidak aman/tertib. kedua alis yang menyambung menjadi satu dan sebagainya.tindak perilaku menyimpang. c. kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya. Kategori Penyimpangan Individual. Penyimpangan yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannya dapat dibagi menjadi beberapa hal. Tidak taat kepada peringatan orang-orang yang berwenang di lingkungannya. .

Kenakalan Remaja. pembunuhan. misalnya kebut-kebutan. 6. perkelahian antar pelajar termasuk jenis kenakalan remaja yang pada umumnya terjadi di kota-kota besar sebagai akibat kompleknya kehidupan dikota besar. melainkan sekedar untuk balas dendam atau pamerkekuatan/unjuk kemampuan. Contoh: tradisi yang mewajibkan mas kawin yang tinggi dalam masyarakat tradisional banyak ditentang karena tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman. Demikian juga tawuran yang terjadi antar kelompok/etnis/warga yang akhir-akhir ini sering muncul. 3. Penyimpangan kebudayaan. Apabila seseorang dalam kehidupannya mengalami sosialisasi yang tidak sempurna. Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Individu . Proses sosialisasi yang tidak sempurna. supaya jangan disingkirkan dari kelompoknya. Penyimpangan yang dilakukan secara kelompok/kolektif antara lain: 1. Tawuran/perkelahian pelajar. perampokan dan pemerkosaan. Mereka patuh pada norma kelompoknya yang kuat dan biasanya bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. kekayaan.Pelacuran lebih disebabkan oleh tidak masaknya jiwa seseorang atau pola kepribadiannya yang tidak seimbang. penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari perilaku umum atau biasanya. Tindak kejahatan/kriminal. 2. penipuan. Tujuan perkelahian bukan untuk mencapai nilai yang positif. karena ketidakmampuan menyerap norma-norma kebudayaan kedalam kepribadian masing-masing individu dalam kelompok maka dapat terjadi pelanggaran terhadap norma-norma budayanya.2. maka akan muncul 3.kekuasaan. Sikap eksentrik E.penganiayaan. karena keinginan membuktikan keberanian dalam melakukan hal-hal yang dianggap bergengsi. umumnya sebagai akibat pengaruh pergaulan/teman. 5. Penyimpangan Kolektif (Group Deviation) Penyimpangan kolektif yaitu: penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama atau secara berkelompok.Kesatuan dan persatuan dalam kelompok dapat memaksa seseorang ikut dalam kejahatan kelompok. tindakan yang bertentangan dengan norma hukum. Gaya hidup. Yang termasuk ke dalam tindak kriminal antara lain: pencurian. Penyimpangan ini antara lain: Sikap arogansi Kesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya seperti kepandaian. Pelacuran dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan menyerahkan diri kepada umum untuk dapat melakukan perbuatan sexual dengan mendapatkan upah. sosial dan agama.Penyimpangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang beraksi secara bersama-sama (kolektif). sekelompok orang melakukan tindakan-tindakan menyerempet bahaya. Penyimpangan yang dilakukan kelompok. membentuk geng-geng yang membuat onar dsb. Pelacuran 4. F.

maka tindak . Pengucilan dalam berbagai bidang. penyimpangan seksual. Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Masyarakat Seorang pelaku penyimpangan senantiasa berusaha mencari kawan yang sama untuk bergaul bersama. Rasa bersalah. Dampak yang ditimbulkan selain terhadap individu juga terhadap kelompok/masyarakat. Sebagai tolok ukur menyimpang atau tidaknya suatu perilaku ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. dsb. secara umum pelaku penyimpangan sosial akan tertekan secara psikologis karena ditolak oleh masyarakat. Setiap tindakan yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat akan dianggap sebagai penyimpangan dan harus ditolak. Merton mengemukakan teori yang menjelaskan bahwa perilaku menyimpang itu merupakan penyimpangan melalui struktur sosial. Baik penyimpangan ringan maupun penyimpangan berat akan berdampak pada terganggunya perkembangan mental atau jiwanya. Robert K. Kriminalitas. hilangnya harta benda bahkan nyawa. 2. Terganggunya perkembangan jiwa. G. sehingga sekeluarnya dari penjara akan membentuk „kelompok penjahat‟. misalnya tidak boleh menerima sakramen tertentu bilamana seseorang melakukan tindakan penyimpangan (berdosa). Contoh: seorang residivis dalam penjara akan mendapatkan kawan sesama penjahat. umumnya dialami oleh pelaku penyimpangan individual. sebagai manusia yang merupakan mahluk yang berakal budi. mustahil seorang pelaku tindak penyimpangan tidak pernah merasa malu. sehingga tindak kejahatan akan muncul berkelompok dalam masyarakat.Seseorang yang melakukan tindak penyimpangan oleh masyarakat akan dicap sebagai penyimpang (devian). kurungan.Pengucilan kepada pelaku penyimpangan dilakukan oleh masyarakat dengan tujuan supaya pelaku penyimpangan menyadari kesalahannya dan tindak penyimpangannya tidak menulari anggota masyarakat yang lain. maka berdampaklah bagi si individu tersebut hal-hal sebagai berikut: 1. tindak kekerasan seorang kadangkala hasil penularan seorang individu lain. terlebih-lebih pada penyimpangan yang memang diakibatkan dan yang mempunyai sasaran pada jaringan otaknya. Lama kelamaan berkumpullah berbagai individu pelaku penyimpangan menjadi penyimpangan kelompok. Pengucilan secara hukum. 1. antara lain: hukum. 2. sehingga dalam masyarakat muncullah kriminalitas-kriminalitas baru. merasa bersalah bahkan merasa menyesal telah melanggar nilai-nilai dan norma masyarakatnya. adat/budaya dan agama. antara lain pelaku penyalahgunaan narkoba. dengan tujuan supaya mendapatkan „teman‟. Sekecil apapun rasa bersalah itu pasti akan muncul karena tindak penyimpangan tersebut telah merugikan orang lain. Akibat tidak diterimanya/ditolak perilaku individu yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat. akhirnya bermuara kepada penentangan terhadap norma masyarakat. melalui penjara. tindak kejahatan / kriminal. Karena masyarakat merupakan struktur sosial. pada agama tertentu (contohnya: Katolik) ada hak-hak tertentu yang tidak boleh diterima oleh si pelaku penyimpangan. Pengucilan melalui agama. Terkucil. tindak kejahatan. misalnyapada pelaku penyalahgunaan narkoba dan kelainan seksual 3. Terganggunya keseimbangan social.

9. sumber: http://uhangdusun. Juga karena pengaruh globalisasi di bidang informasi dan hiburan memudahkan masuknya pengaruh asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia mampu memudarkan nilai dan norma. perilaku menyimpang tidak dapat dijelaskan melalui kebutuhan dan nilai umum. 4. Dipelajari dari definisi norma yang babik atau buruk. asosiasi difrensial memiliki sembilan perposisi. Perilaku menyimpang dipelajari oleh seseorang dalam interaksinya dengan orang lain. artinya seorang individu mempelajari suatu perilaku meyimpang dan interaksinya dengan seorang individu yang berbeda latar belakang asal.com/2009/06/perilaku-penyimpangansosial_22.html Teori Mengenai Penyimpangan a.blogspot. seorang yang melakukan penyimpangan karena lebih menguntungkan bila ia melakukan penyimpangan. . Tetapi teori-teori terbatas lebih mempunyai lingkup penjelasan yang terbatas. perilaku menyimpang melibatkan seluruh mekanisme yang berlaku dalam proses belajar. Perilaku menyimpang terjadi dalam kelompok personal yang intim dan akrab. atau dibatasi untuk menjelaskan tindakan menyimpang bukan perilaku menyimpang. petunjuk petunjuk tsb.penyimpangan pasti akan berdampak terhadap masyarakat yang akan mengganggu keseimbangan sosialnya. Teori differential association (Edwin H Sutherland) Edward H. Apabila doperinci. maka muncullah sikap apatis pada pelaksanaan nilai-nilai dan norma dalam masyarakat. Dalam bab ini perpektif-perpektif labeling. kelompok. 5. kontrol dan konflik adalah contoh-contoh teori-teori terbatas yang didiskusikan. Hal-hal yang dipelajari dalam proses terbentuknya perilaku menyimpang adalah teknis teknis penyimpangan dan petunjuk khusus tentang motif perilaku menyimpang. b. Sutherland memandang bahwa perilaku menyimpang bersumber pada pergaulan yang berbeda (diffrential assosiation). Terbentuknya asosiasi difrensial bervariasi. Perilaku menyimpang merupakan hasil dari proses belajar atau yang dipelajari. 3. Beberapa teori terbatas adalah untuk jenis penyimpangan tertentu saja. 3. Sehingga nilai dan norma menjadi pudar kewibawaannya untuk mengatur tata tertib dalam masyarakat. atau untuk bentuk substantif penyimpangan tertentu (seperti alkoholisme dan bunuh diri). Pudarnya nilai dan norma. Karena pelaku penyimpangan tidak mendapatkan sangsi yang tegas dan jelas. antara lain : 1. 6. karena tindak penyimpangan sebagai eksesnya. 7. Teori Labeling Teori-teori umum tentang penyimpangan mencoba menjelaskan semua bentuk penyimpangan. 2. atau budaya. 8.

b. e.Perspektif labeling mengetengahkan pendekatan interaksionisme dengan berkonsentrasi pada konsekuensi interaksi antara penyimpang dengan agen kontrol sosial. sementara orang atau kelompok lainnya melakukan penyimpangan.tujuan kebudayaan. pemberian sanksi dan label yang dimaksudkan untuk mengontrol penyimpangan malah menghasilkan sebaliknya. e. Teori Konflik Teori konflik adalah pendekatan terhadap penyimpangan yang paling banyak . Individu dan kelompok dalam masyarakat seperti itu harus menyesuaikan diri dan beberapa bentuk penyesuaian diri itu bisa jadi sebuah penyimpangan. Ditutupnya peran konvensional bagi seseorang dengan pemberian stigma dan label. atau macetnya integrasi sosial. c. c. Tapi jika ada jarak sosial sebagai hasil dari putusnya ikatan. Retreatism (pengasingan diri) : timbul apabila seseorang menolak tujuan – tujuan yang disetujui maupun cara2 pencapaian tujuan itu. Jika seseorang merasa dekat dengan kelompok konvensional. Menurut teori labeling. khususnya dalam mempertahankan diri dari pemberian label. Kelompok yang mengalami lebih banyak ketegangan karena ketidakseimbangan ini (misalnya orang-orang kelas bawah) lebih cenderung mengadaptasi penyimpangan daripada kelompok lainnya. sedikit sekali kecenderungan menyimpang dari aturan-aturan kelompoknya. di mana tujuan-tujuan budaya lebih ditekankan dari pada cara-cara yang tersedia untuk mencapai tujuantujuan budaya itu. Sebagian besar orang menganut norma-norma masyarakat dalam waktu yang lama. Kelompkkelompok yang lemah ikatan sosialnya (misalnya kelas bawah) cenderung melanggar hukum karena merasa sedikit terikat dengan peraturan konvensional. menyebabkan orang tersebut dapat menjadi penyimpang sekunder. Teori ini meletakkan penyebab kejahatan pada lemahnya ikatan individu atau ikatan sosial dengan masyarakat. Teori ini memperkirakan bahwa pelaksanaan kontrol sosial menyebabkan penyimpangan. Robert K merton : mengkaji pada jenjang makro yaitu pada jenjang stuktur sosial: a. Ritualisme :Terjadi apabila seseorang menerima cara .cara yang diperkenankan secara kultural tetapi menolak tujuan . Rebellion (pemberontakan) : terjadi apabila orang menolak sarana maupun tujuan yang disahkan oleh kebudayaan dan menggantikannya dengan yang lain. Untuk masuk kembali ke dalam peran sosial konvensional yang tidak menyimpang adalah berbahaya dan individu merasa teralienasi. Teori Kontrol Perspektif kontrol adalah perspektif yang terbatas untuk penjelasan delinkuensi dan kejahatan. Teori anomi menempatkan ketidakseimbangan nilai dan norma dalam masyarakat sebagai penyebab penyimpangan. Inovasi : terjadi apabila seseorang menerima tujuan yang sesuai dengan nilai2 budaya dan diidam2kan masyarakat tetapi menolak norma2 atau kaidah2 yang berlaku. d. Teori Anomie Teori anomi adalah teori struktural tentang penyimpangan yang paling penting selama lebih dari lima puluh tahun. Konformitas : pelaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan masyarakat. sebab pelaksanaan kontrol sosial tersebut mendorong orang masuk ke dalam peran penyimpang. d. seseorang merasa lebih bebas untuk menyimpang.

Pertentangan antar agen sosialisasi Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakat Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. Ia adalah teori penjelasan norma. Penyimpangan juga dapat terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa.diaplikasikan kepada kejahatan. sementara iklan rokok begitu menarik. walaupun banyak juga digunakan dalam bentukbentuk penyimpangan lainnya. Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. 4. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. tidak kecanduan minuman keras.blogspot. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. Norma sosial lainnya mengikuti pola berikut ini. 2. misalnya norma yang menganjurkan hubungan heteroseksual.norma masyarakat yang berlaku. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. peraturan dan hukum daripada penjelasan perilaku yang dianggap melanggar peraturan. Kelompok-kelompok elit menggunakan pengaruhnya terhadap isi hukum dan proses pelaksanaan sistem peradilan pidana. Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. sumber: http://bata-blog. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpang.html . lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok 5.com/2009/02/penyimpangan-sosial. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. 3. membuang sampah sembarangan. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. menghindari bunuh diri karena alasan moral dan agama. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. LATAR BELAKANG SEBAB SEBAB TERJADINYA PENYIMPANGAN SOSIAL 1. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Beberapa kelompok yang sangat berkuasa membuat norma mereka menjadi dominan. Peraturan datang dari individu dan kelompok yang mempunyai kekuasaan yang mempengaruhi dan memotong kebijakan publik melalui hukum.

mabukan itu dikategorikan sebagai penyakit masyarakat atau penyakit sosial.PENYAKIT SOSIAL 1. Berbagai perilaku masyarakat ini dapat dikategorikan sebagai penyakit sosial. Masih banyak perilaku masyarakat yang bisa disebut menjadi virus penyebab penyakit sosial. lalu apa yang dimaksud dengan penyakit sosial? Siapa yang dapat mendefinisikai pengertian penyakit sosial? Mari kita cocokkan jawaban kalian dengan pengertian penyakit sosial berikut ini. pelacuran. Apabila kejadian tersebut terus terjadi dalam masyarakat. Sakitnya masyarakat ini bisa dalam bentuk keresahan atau ketidak tenteraman kehidupanan masyarakat. tawuran antar pelajar dan mabukmabukan saja. Oleh karena itulah. karena dapat menimbulkan keresahan dan ketidak .mabukan tersebut akan menjadi virus bagi mengganggu kehidupan masyarakat. Andaikan tubuh kita diserang virus. dan mungkin masih banyak lagi perilaku masyarakat yang bisa menimbulkan keresahan dan mengganggu keteraman masyarakat. Dengan demikian.tenteraman kehidupan masyarakat. perjudian. Masyarakat akan resah dan merasa tidak tenteram. Gambar tersebut menunjukkan orang yang sedang bermain judi. penyalahgunaan Napza. Sebenarnya penyakit sosial itu tidak hanya perjudian. pada dasarnya penyakit sosial itu ditimbulkan oleh adanya penyimpangan . maka perjudian. tawuran antar pelajar dan mabuk . Begitu pula masyarakat yang diserang virus. Apapun komentarmu.penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anggota masyarakat itu sendiri. di atas menggambarkan adanya perilaku kehidupan anggota masyarakat yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu ketenteraman masyarakat. misalnya: alkoholisme. Pengertian Penyakit Sosial Para siswa perhatikan gambar berikut ini. tentu tubuh kita akan merasa sakit. terjadinya tawuran pelajar dan kecanduan narkoba. . Apa komentar kalian berkaitan dengan gambar tersebut. tentu masyarakat tersebut akan merasa sakit. tawuran antar pelajar dan mabuk . Faktor apa yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit masyarakat tersebut!? Para ahli sosiologi (sosiolog) menyatakan bahwa penyakit sosial itu timbul karena adanya pelanggaranpelanggaran yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang terhadap norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat. Dari uraian tersebut. Pelanggaran terhadap norma dan aturan masyarakat inilah yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial.

perjudian. a. lalu apa sebenarnya definisi perjudian itu. Ada sesuatu yang dipertaruhkan dalam permainan itu. Sedangkan secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap KUHP yang harus dipertanggung jawabkan di pengadilan. .sembunyi misalnya Togel (totohan gelap). lempar dadu. misalnya kuis dengan SMS dengan sejumlah hadiah uang atau barang. dipergunjingkan. Dari uraian singkat tadi. tidak dihargai dan lain sebagainya. pertandingan. Bentuk bentuk penyakit sosial tersebut menimbulkan dampak negatif bagi invidu yang melakukan dan masyarakat sekitarnya.macam dari yang bersifat sembunyi .sembunyi sampai yang bersifat terbuka. dan sebagainya siapa yang menang akan mendapatkan hadiah tertentu. dalam bermain kelereng. Perjudian Perjudian merupakan salah satu bentuk penyakit sosial. bermain kartu. Justru banyak orang jatuh menjadi miskin karena judi. yang kalah akan memberikan atau melakukan sesuatu sesuai kesepakatan. Jenis judi bermacam . Dalam bermain pun kadang .kadang kita tanpa sadar telah melakukan perbuatan yang mengandung unsur perjudian secara kecil kecilan. alkoholisme.nilai. Bagi individu atau kelompok yang melakukan perjudian. Misalnya.Bentuk Penyakit Sosial Sebagaimana telah disebutkan. yaitu mempertaruhkan suatu nilai atau sesuatu yang dianggap nilai. Semua itu menunjukkan bahwa dalam permainan tersebut ada unsur perjudian. Yang sembunyi . pelacuran dikategorikan sebagai penyakit sosial. maka akan mendapat sanksi baik oleh masyarakat maupun berupa sanksi hukum. dan norma . Perjudian sudah ada di muka bumi ini beribu . perlombaan dan kejadian .kejadian yang belum pasti hasilnya. tawuran antar pelajar. permainan kartu dengan taruhan sejumlah uang.ribu tahun yang lalu. Kalian pasti sudah tahu bahwa tidak ada orang yang kaya karena berjudi. tetapi juga melanggar norma hukum.kaidah. Sanksi masyarakat misalnya dikucilkan oleh masyarakat. Sedangkan judi yang terbuka. Perjudian merupakan penyakit sosial yang sangat buruk. Perbuatan judi merupakan perilaku yang melanggar terhadap kaidah . Kalian ada yang tahu? Mari cermati definisi perjudian berikut ini. Pelanggaran ini tidak saja hanya pada adat dan kebiasaan masyarakat.2. adu ayam jago. penyalahgunaan Napza.norma yang ada dalam masyarakat. dengan menyadari adanya sebuah resiko dan harapan terterntu pada peristiwa permainan. nilai . Bentuk . Perjudian adalah pertaruhan dengan sengaja.

pekerjaan. Penderita ketergantungan NAPZA akhirnya tidak lagi memiliki nilai . Tugas para pelajar adalah belajar. maka akan dikenakan sanksi oleh masyarakat. Akibat yang ditimbulkan sangat kompleks karena Napza dapat merusak kecakapan sosial. Orang yang menyalahgunakan Napza. bengkak dan merah. pola pikir yang ingin serba cepat. Dari permasalahan antar individu kemudian melebar menjadi solidaritas kelompok yang pada gilirannya menimbulkan tawuran masal. mudah tersinggung. serta susah buang air besar dan kecil. Psikotropika. tangan dan lengan bekas tusukan jarus seperti gigitan nyamuk. Napza merupakan zat atau obat . perasaan tidak menentu kadang riang kadang murung. keadaan kurang terurus. pemaksaan. ataupun sanksi hukum jika terkait dengan pelanggaran terhadap KUHP. kumal dan dekil. pada umumnya karena rasa keingintahuan dan keinginan untuk mencoba. muka pucat. Tawuran antar pelajar adalah perbuatan yang sangat tidak pantas dilakukan oleh para pelajar. merah. akibat narkoba. kepribadian.obatan yang berpengaruh terhadap susunan syaraf atau otak.nilai moral dan kecakapan sosial sebagaimana layaknya orang .kaidah yang berlaku dalam masyarakat maupun di sekolah. suka gemetaran. atau kehendak sendiri untuk merasakannya yang pada akhirnya menjadi kebiasaan dan meneruskannya. Terhadap perilaku yang meresahkan ini. dan gangguan fisik seperti tubuh semaik kering. layu. tawuran terjadi karena masalah-masalah sepele seperti penghinaan terhadap seseorang. Ciincutdz Yap Yaprut c. Napza apabila disalahgunakan pemakaiannya akan menimbulkan ketagihan atau addiction dan merusak. Sementara itu keadaan emosi sangat sensitif seperti mudah marah dan sedih. dan lain 88 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII sebagainya. cekung. masalah pertemanan. Sementara dampak pada fisik tampak sangat jelas seperti tubuh menjadi kurus. apakah karena pengaruh pergaulan. merasa rendah diri . Perkelahian antar pelajar merupakan masalah serius mengingat siswa adalah peserta didik yang harus tunduk pada kaidah . sekolah. bibir hitam pucat. merasa resah dan cemas. longgarnya norma. Napza adalah singkatan dari Narkotika. rebutan pacar. Penyalahgunaan Napza Para siswa. alkoholisme.orang normal. dan tidur siang sementara malam hari begadang. Tawuran Antar Pelajar Para siswa. betapa berbahayanya penyalahgunaan Napza. bicara cadel (tidak jelas). dan Zat Aditif lainnya. menimbulkan ketidakmampuan dalam fungsi sosial. kalian pasti sering mendengar adanya tawuran di kalangan pelajar. Pada umumnya.b. dan sekolah. bukan tawuran atau berkelahi. Para siswa. kalian pernah mendengar isitilah Napza? Ayo siapa yang tahu apa itu Napza.

dan tidak punya keyakinan diri; cepat curiga, merasa malu dan mudah kecewa; serta apabila berjanji mudanh ingkar. Dampak lain yang sangat destruktif adalah pada perubahan pola pikir yang tidak umum, tidak sempurna dan tidak logis; perilaku yang tidak wajar; keadaan sosial yang tidak lagi dengan kecakapan; serta kebiasaan kebiasaan lain yang jelek seperti mengusap muka, menggarukgaruk kepala, merokok tidak putus-putus, tidur sewaktu duduk, dan lain sebagainya. Perubahan perilaku yang kelihatan mencolok, antara lain meninggalkan ibadah, suka berbohong, membolos sekolah, suka mencuri, dan seks bebas. Selain itu juga akibat akibat negatif lain, seperti malas, suka melawan, merusak barang, atau bahkan mencuri. Dapat dibayangkan tatkala anak keluarga miskin menjadi korban barang setan itu, padahal harganya sangat mahal. Dari mana mereka memperoleh uang untuk membelinya kalau tidak melakukan tindak kriminal, seperti mencuri, menodong, merampok, lalu yang wanita menjual diri dan sebagainya. Dampaknya, Napza telah membuat generasi muda kehilangan masa depan mereka, mengingat penyalahgunaan Napza memiliki dampak yang sangat merusak baik bagi dirinya maupun lingkungannya. Oleh karena itu sangatlah wajar manakala muncul fakta baru bahwa Napza menimbulkan segudang masalah, baik masalah pelacuran, kriminal, dan bahkan paling berpotensi menularkan penyakit HIV Aids yang akhir-akhir ini sangat merebak dalam masyarakat Indonesia. Penyalahgunaan narkotika dan obat - obat terlarang adalah jenis penyakit sosial yang cukup berat. Selain melanggar kode etik masyarakat, perilaku ini juga melanggar hukum. Penggunaan narkotika telah diatur dalam aturan formal sehingga tidak boleh disalahgunakan. Bagi yang menyalahgunakan narkoba, maka akan mendapatkan sanksi hukum sesuai dengan keterlibatannya dalam penyalahgunaan narkoba tersebut. Dalam hal ini misalnya sebagai produsen, pengedar, maupun pemakai akan mendaptkan hukuman yang berbeda-beda. Sebagai pelajar kita harus berprinsip; “belajar yes, narkoba no”. Kita sebagai generasi muda tentunya tidak ingin kehilangan masa depan bukan? Jika menginginkan hidup sempurna, wajar, dan sukses maka jauhilah narkoba dari kehidupan kita.

d. Alkoholisme
Alkoholisme adalah orang yang kecanduan minum - minuman keras yang mengandung alkohol dalam dosis yang tinggi. Penggunaan atau konsumsi alkohol, dapat menimbulkan dampak yang sangat merusak baik bagi individu pemakai maupun bagi masyarakat. Dalam alkohol terdapat racun protopalsmik yang mempunyai akibat menekan pada sistem syaraf. Dengan demikian ketika orang menggunakan atau mengkonsumsi alkohol

secara berlebihan, maka akan mengganggu sistem syarafnya, sehingga tidak mampu mengendalikan diri baik secara psikologis, fisik, maupun sosial. Dampak merusak inilah yang menyebabkan ketika orang mengkonsumsi alkohol akan kehilangan sebagian ingatannya, kemudian melakukan perjudian, pemerkosaan, dan lebih buruk lagi melakukan pembunuhan. Orang - orang yang terlibat dalam alkoholisme baik produsen maupun pemakai dikategorikan sebagai penyakit sosial atau melanggar kaidah - kaidah, nilai - nilai, dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. 90 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII

e. Pelacuran
Pelacuran merupakan peristiwa penjualan diri dengan jalan memperjual belikan badan, kehormatan dan kepribadian kepada banyak orang untuk memuaskan nafsu - nafsu seks, dengan imbalan pembayaran. Pelacuran adalah perbuatan perempuan atau laki laki yang menyerahkan badannya untuk berbuat cabul secara seksual dengan mendapatkan upah. Pelacuran adalah perilaku menyimpang dengan tujuan komersial. Perilaku ini melanggar norma, kaidah, dan nilai - nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Bagi yang melakukan pelacuran, tidak saja akan mendapat sanksi dari masyarakat, melainkan pula sanksi agama. Sampai saat ini pelacuran sulit untuk diberantas. Pelacuran merupakan penyakit sosial yang sangat parah dan sampai sekarang sangat sulit untuk dihilangkan. Munculnya berbagai macam penyakit kelamin yang mematikan seperti halnya HIV Aids adalah akibat buruk dari praktek - praktek pelacuran tersebut. Kalian tentunya tidak ingin terkena penyakit yang mematikan tersebut bukan? Maka jauhilah praktek - praktek buruk tersebut dalam kehidupan kalian agar bisa menjadi manusia yang berkepribadian yang disayang oleh semasa manusia dan di sayang Tuhan. Norma adat pada umumnya melarang pelacuran. Akan tetapi, setiap daerah berbeda peraturannya, dan kebanyakan norma tersebut tidak tertulis. Pelarangan pelacuran pada hukum adat didasarkan pada hal sebagai berikut: tidak menghargai wanita, diri sendiri, dan penghinaan terhadap isteri dan pria yang melacurkan diri, penyakit kotor, dan merugikan orang lain. Pelacuran menimbulkan beberapa akibat. Beberapa akibat yang ditimbulkan oleh pelacuran antara lain sebagai berikut. 1. Menimbulkan dan menyebarluaskan penyakit kelamin. 2. Merusak sendi - sendi kehidupan keluarga.

3. Merusak sendi - sendi moral, hukum, susila dan agama. 4. Adanya pengeksploitasian manusia oleh manusia lain. Wanita - wanita pelacur itu cuma menerima upah sebagian kecil saja dari pendapatan yang harus diterimanya, karena sebagian harus diberikan kepada germo, calo - calo, centeng - centeng, pelindung dan lain - lain. 5. Mendorong terjadinya kriminalitas dan kecanduan barang - barang narkotika.

f. Korupsi
Kalian pasti pernah mendengar kata korupsi. Apa itu korupsi? Korupsi berasal dari bahasa latin, corruptio, atau corrumpere, yang berarti buruk, busuk, rusak,

menggoyahkan atau memutarbalikkan. Korupsi merupakan perilaku penyelewengan dari tugas tertentu yang sengaja dilakukan untuk memperoleh keun tungan pribadi atau kelompoknya, baik uang maupun harta kekayaan. Korupsi diartikan juga sebagai perilaku pejabat maupun pegawai yang secara tidak wajar dan tidak sah memperkaya dri atau kelompoknya dengan cara menyalahgunakan kekuasaan atau kedudukan yang dipercayakan kepadanya. Bab VI Penyakit dan Penyimpangan Sosial 91 Korupsi meerupakan bentuk penyakit sosial dalam masyarakat. Korupsi dapat dilakukan sendiri ataupun kelompok. Untuk sesaat korupsi nampaknya menguntungkan. Akan tetapi korupsi sangat merugikan kehidupan, baik pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara. Bentuk - bentuk korupsi antara lain; penyogokan, penggelapan, pemutarbalikan fakta, penipuan, maupun penggunaan uang negara secara tidak semestinya. Ganjaran bagi koruptor (orang yang melakukan korupsi) adalah hukuman penjara, penyitaan kekayaan dan uang hasil korupsi.

B. PENYIMPANGAN SOSIAL
1. Pengertian Penyimpangan Sosial
Para siswa, coba perhatikan perilaku kehidupan orang-orang di sekitarmu! Kamu mungkin akan menemukan perilaku orang-orang yang tidak benar, di samping yaitu perilaku orang - orang yang tidak sesuai dengan norma - norma dan aturan yang berlaku. Perilaku yang sesuai dengan norma dan aturan inilah yang diharapkan oleh masyarakat, sedangkan perilaku yang tidak benar tentu tidak diharapkan oleh masyarakat. Perilaku yang diharapkan masyarakat ini sering disebut konformitas, sedangkan perilaku yang tidak sesuai dengan harapan norma dan aturan masyarakat disebut penyimpangan sosial. Konformitas dan penyimpangan sosial merupakan dua sisi perilaku masyarakat yang bertentangan. Konformitas cenderung bersifat positif, sedangkan penyimpangan sosial cenderung bersifat negatif. Dalam tatanan kehidupan bermasyarakat tentu ada

 Keadaan keluarga yang carut-marut (broken home) Keluarga merupakan tempat di mana anak atau orang pertama kali melakukan interaksi dengan orang lain. mungkin ingin hal lain daripada yang lain. lalu apa yang dimaksud dengan penyimpangan sosial? Siapa yang dapat mendefinisikai pengertian penyimpangan sosial? Mari kita cocokkan jawaban kalian dengan pengertian penyimpangan sosial berikut ini. penyimpangan sosial adalah adalah bentuk perbuatan yang mengabaikan nilai. Masingmasing anggota keluarga tidak bisa saling melakukan kendali atas perilakunya. Dari berbagai penyebab itu kita dapat mengidentifikasi penyebab penyimpangan sosial sebagai berikut. mungkin karena ingin mencapai kepuasan hidup. norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat sesuatu yang dihadapi. Mungkin karena pengaruh lingkungannya. mungkin hanya ingin meniru orang lain. Akibatnya setiap anggota keluarga cenderung berperilaku semaunya. menyimpang atau tidak sesuai dengan norma. Dalam keluarga yang brocken home biasanya hubugan antaranggota keluarga menjadi tidak harmonis. Bisa juga diartikan. Norma-norma dan aturan itu dimaksudkan agar kehidupan bermasyarakat dapat berjalan dengan teratur.pelanggaran terhadap norma dan aturan tersebut. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan watak (perangai) seseorang. Dari uraian tersebut.norma – norma dan aturan yang membatasi perilaku individu maupun kelompok individu. Penyebab Penyimpangan Sosial Mengapa orang melakukan penyimpangan sosial? Faktor apakah yang mendorong mereka melakukan penyimpangan sosial? Tentu ada alasan dan faktor yang mendorong mereka melakukan penyimpangan sosial. Ia tidak menyadari lagi. Akan tetapi dalam kenyataannya masih banyak terjadi pelanggaran . Oleh karena itulah keadaan keluarga akan sangat mempengaruhi perilaku orang yang menjadi anggota keluarga tersebut. bertentangan. tertib. aman. 2. Pelanggaran ini dilakukan oleh individumaupun kelompok individu yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial.kemungkinan lain yang menjadi penyebab orang melakukan penyimpangan sosial. dan masih banyak kemungkinan . dan damai. mungkin karena ketidakpuasan terhadap Penyimpangan sosial adalah perbuatan atau tingkah laku yang melanggar. aturan maupun harapan lingkungan masyarakat. . Keadaan keluarga tidak bisa memberikan ketenteraman dan kebahagiaan pada anggota keluarga. dan mencari kebahagiaan di luar keluarga.

yang dapat memenuhi kebutuhan ekonominya. Orang yang hidup di lingkungan penjudi. orang yag berada di lngkungan peminum (pemabuk). maka orang yang berada di lingkungan tersebut cenderung juga berperilaku menyimpang. Pelampiasan rasa kekecewaan dapat menimbulkan perilaku di luar kendali orang yang besangkutan. orang yang hidup di lingkungan preman. Contoh-contoh tersebut menggambarkan betapa lingkungan mudah mempengaruhi perilaku seseorang yang berada di lingkungan tersebut.norma kemasyarakatan atau tidak. Apa akibatnya.  Pelampiasan rasa kekecewaan Penyimpangan sosial bsa juga terjadi sebagai bentuk pelampiasan rasa kecewa seseorang. Bahkan ia tidak lagi menghiarukan norma .mabukan. Tidak jarang orang mengkhalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau sesuatu. akan cenderung berperilaku seperti preman. Akibatnya terjadilah penyimpangan sosial dari orang yang bersangkutan. jika seorang siswa tidak lulus ujian. Kekecewaan ini dapat mendorog orang atau anak yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu yang tanpa kendali. asal bisa memperoleh sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.orang yang berada di lingkungan tersebut. tetapi cintanya ditolak oleh orang yang dicintainya? Apa akibatnya jika seorang anak menginginkan sepeda atau motor.apakah perilakunya itu melanggar norma .norma dan aturan masyarakat. akan cenderung ikut mabuk . Akibatnya terjadilah penyimpangan-penyimpangan sosial yang dilakukan oleh orang . Oleh karena itu. yang penting ia bisa melampiaskan kekecewaannya. yan penting mereka merasa bahagia. Hal inilah yang selanjutnya menimbulkan penyimpangan sosial dari orang /anak tersebut. Hal inilah yang menyebabkan orang melakukan kegiatan tanpa menghiraukan norma .norma maupun aturan kemasyarkatan. akan cenderung ikut berjudi.  Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku Hal ini umumnya terjadi pada para pendatang baru (penduduk baru) di lingkungan yang baru. Para pendatang baru yang tidak mampu menyerap nilai dan norma yang berlaku atau tidak sanggup menyerap atau memahami norma budaya masyarakat akan . apabila kehidupan lingkungan tidak sesuai dengan norma norma sosial. Hal inilah yang mendorong terjadinya penyimpangan sosial dari masing-masing anggota keluarga.  Pengaruh lingkungan masyarakat Penyimpangan sosial bisa juga bterjadi karena pengaruh lingkungan. jika orang mencintai sesorang.  Persoalan ekonomi Tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi dapat mendorong orang melakukan kegiatan apa saja. tetapi keinginannya tidak pernah terpenuhi? Apa akibatnya. pada hal ia sangat berharap lulus ujian? Tentu rasa kecewa yang ia dapatkan.

Tetapi banyak anak . mungkin juga kamu pernah melihat perilaku orang-orang yang cenderung bertentangan dengan norma-norma masyarakat. pesta corat . Oleh karena itu. bentuk penyimpangan sosial ini dapat dikategorikan sebagai penyimpangan positif. Bahkan penyimpangan tersebut dapat berdampak positif. Besar kemungkinan anak akan berperilaku seks yang menyimpang.anak yang belum cukup umur sudah menikmati gambar . Hal inilah yang memungkinkan orang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan norma . Pernahkah kamu melihat sopir bus wanita. Misalnya: acara TV film keras. Namun demikian. Ada jenis-jenis penyimpangan sosial yang justru berdampak positif. Program (acara) televisi tidak semuanya cocok untuk konsumsi anak-anak. Perilaku orang ini cenderung semaunya. dan berdampak negatif bagi lingkungan maupun kepentingan masyarakat. Umumnya pekerjaan semacam itu adalah pekerjaan kaum pria. karena ketidaktahuannya terhadap norma . penyimpangan itu tidak cukup meresahkan dan mengganggu ketenteraman masyarakat. Perangai keras ini dapat menibulkan perilaku keras pada anak tersebut yang cenderung menyimpang dari kebiasaan masyarakat.anak menikmati acara TV yang seharusnya bukan konsumsiya.  Pengaruh kemajuan teknologi Kemajuan teknologi melahirkan berbagai alat komunikasi dan alat hiburan yang serba canggih. hubungan seks di luar nikah.norma sosial.gambar porno. atau petinju wanita? Berbagai profesi wanita itu pada dasarnya merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma . tukang batu wanita. Interet dapat disalahgunakan untuk mendapatkan gambar-gambar porno.coret baju dan rambut ketika lulus sekolah.cenderung tidak mampu melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan masyarakat. Televesi (TV) dan internet merupakan hasil kemajuan teknologi. Oleh karena itu bentuk penyimpangan-penyimpangan tersebut juga bisa dikategorikan penyimpangan sosial. menyebabkan anak berperangai keras. Misalnya. kernet wanita.norma yang berlaku dalam masyarakat kita. angkat besi wanita.norma dan budaya yang ada di masyarakat. sepakbola wanita. serta . 3. Ini berarti anak telah melakukan penyimpangan terhadap norma .penyimpangan sosial dari perilaku orang tersebut. gulat wanita. Karena ketidatahuannya terhadap nilai dan norma yang berlaku di masyarakat timbullah penyimpangan . tukang parkir wanita. Akibatnya anak . Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap perilaku anak tersebut. kumpul kebo. seks bebas. Sementara itu.norma dan budaya kemasyarakatan. Sifat Penyimpangan Sosial Penyimpangan sosial ternyata tidak selamanya berdampak negatif. karena dapat mendukung emansipasi wanita.

Sebenarnya masih banyak contoh kejahatan lain yang merupakan dampak dari penyimpangan sosial. penyimpangan sosial juga dapat merugikan si pelakunya. pemerkosaan. atau perampokan. didominasi oleh si pelaku. 4. tidak didominasi oleh si pelaku. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan sekunder. Penyimpangam sosial yang dilakukan secara terus menerus pada umumnya berdampak negatif bagi kehidupan diri pelaku maupun masyarakat sekitar. pemerasan. dan kesehatan mentalnya maupun fisiknya akan menurun. Apabila penjudi menang (banyak uang). Itu hanya salah satu contoh peristiwa kejahatan beruntun. dan masyarakat sudah tidak dapat mentolerir. Adapun dampak tersebut adalah munculnya kejahatan yang beruntun. membolos sekolah. pelanggaran rambu lalu lintas. membolos keja. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan kelompok. pencurian. perampokan. apabila kalah (uangnya habis) ada kecenderungan untuk melakukan penipuan. Contoh: Penggunaan narkoba yang dilakukan secara terus . Penyimpangan Sosial Individu dan Kelompok Penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat dapat dilakukan oleh seseorang secara individual maupun secara kelompok. pembunuhan. Contoh. Contoh: Orang berjudi. maka penyimpangan sosial ini dikategorikan sebagai bentuk penyimpangan primer. menyontek ketika ulangan. Apaila penyimpangan sosial dilakukan secara individual.berkendaraan berkeliling jalan raya dengan memenuhi seluruh badan jalan. dan masyarakat masih bersedia mentolerir. Perampokan dapat menyebabkan pembunuhan.menerus akan menyebabkan keuangan si pelaku menjadi morat-marit. pelajar tidak mau belajar. Macam . Namun apabila penyimpangan itu bersifat sementara maupun berkelanjutan. Contoh. ke pelacuran. santri di pondok tidak mau mengaji. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan individual. Contoh. Penyimpangan sosial ini dapat dikategorikan sebagai penyimpangan negatif. Penyimpangan Primer dan Sekunder Penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. Penyimpangan . Di samping itu. Apabila penyimpangan sosial itu bersifat sementara. b. Yang pasti bahwa penyimpangan sosial yang dilakukan secara terus menerus akan berdampak menculnya kejahatan yang meresahkan dan menganggu ketenteraman masyarakat. Namun apabila penyimpangan sosial dilakukan secara kolektif (berkelompok).Macam Bentuk Penyimpangan Sosial a. dan perjudian kembali). ada kecenderungan uangnya untuk foya-foya (mabuk mabukan.

Hal ini disebabkan penyimpangan kelompok biasanya memiliki pengaruh yang luas dan kuat terhadap lingkungan dan masyarakat. Pengendalian sosial dilakukan agar masyarakat mau mematuhi aturan dan norma yang berlaku. PENGENDALIAN SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENYIMPANGAN SOSIAL Para siswa apa itu pengendalian sosial? Pengendalian sosial adalah upaya atau cara yang dilakukan masyarakat untuk menertibkan anggotanya masyarakatnya yang menyimpang. bagaimana bentuk pengendalian sosial dan lembaga apa saja yang dapat berperan dalam pengendalian sosial? Untuk dapat menjawab pertanyaan . aksi protes. b.kelompok biasanya memiliki dampak yang lebih kuat bagi lingkungan dan masyarakat. Contoh. aturan dan norma. polisi pamong praja. . cermati uraian berikut ini. pengendalian sosial dimaksudkan agar terwujud keserasian bermsayarakat. Apabila dengan anjuran. Contoh. C. tindakan dengan kekerasan bisa dilakukan. atau membangkang terhadap nilai. Di samping itu. norma dan aturan. yaitu tanpa kekerasaan. Cara Pengendalian Sosial Paling tidak ada empat cara untuk pengendalian sosial. dan penyampaian nilai norma dan aturan secara berfulang . memperingatkan para pelaku untuk tidak berperilaku menyimpang dan bertetntangan dengan nilai. 1. Tanpa Kekerasaan (persuasif) Cara ini dilakukan dengan penekanan pada usaha membimbing atau mengajak berupa anjuran.6 Aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat merupakan penyimpangan kelompok. Pengendalian ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyimpangan sosial dan penyakit sosial. penciptaan situasi yang dapat mengubah sikap dan perilaku. penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima) dengan memindahkan ke lokasilokasi tertentun yang sudah disiapkan. tercipta ketertiban dalam kehidupan. Lalu bagaimana cara pengendalian sosial. dibanding dengan penyimpangan individu. gerakan pengacau. bujukan tidak berhasil. a. mogok kerja. terpaksa membongkar paksa lapak (termpat berjualan) PKL yang telah mengabaikan peringatan sebelumnya.ulang. Sumber: Kompas 27 April 2005. Contoh. melanggar. dengan kekerasan. Gambar 6. demonstrasi.pertanyaan tersebut. Dengan Kekerasan (coersive) Mestinya langkah ini ditempuh setelah langkah persuasif telah dilakukan.

Teguran Orang yang melanggar nilai. Bentuk Pengendalian Sosial Untuk dapat mencegah dan mengatasi penyakit dan penyimpangan sosial. norma dan aturan yang berlaku.c. dan akhirnya meninggalkan perilakunya. Norma dan Aturan Secara Berfulang .cara. para guru dan kepala sekolah justru sering memungut sampah dan memberikan contoh membuang sampah pada tempat yang disediakan. pendidikan. Penyampaian Nilai. Penyampaian inii bisa dengan cara ceramah maupun dengan dibuatkannya papan informasi mengenai aturan. pengucilan. norma dan aturan yang berlaku.contoh yang lain tidak dapat d. sungkan. nasehat agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar nilai. norma. norma dan aturan dipahami dan melekat pada diri individu anggota masyarakat. kepala sekolah justru datang paling awal dan menunggu di pintu masuk gerbang sekolah. Dengan cara demikian diharapkan nilai. norma dan aturan. Dengan demikian ia dituntun dan dibimbing untuk berperilaku sesuai dengan nilai. masyarakat maupun sekolah. ketika para siswa dan guru sering terlambat masuk sekolah. cemoohan. Contoh lian. Pendidikan ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga. Misalnya. 2. Kalian pasmencari contoh . maka bentukbentuk pengendalian sosial dapat dilakukan melalui cara . Pendidikan Melalui pendidikan seorang individu akan belajar nilai. nilai dan norma yang berlaku. dan meminta pihak lain menanganinya. norma dan aturan diberikan teguran. teguran. Cemoohan Seseorang yang melanggar nilai. sehingga ia malu. . agama.ulang (vervasi) Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan cara penyampaian nilai. aturan secara berulang-ulang. Penciptaan Situasi yang Dapat Mengubah Sikap dan Perilaku (kompulsi) Pengendalian sosial sangat tepat bila dilakukan dengan menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mengubah sikap dan perilaku seseorang. ketika para siswa tidak mau mengindahkan ketertiban sekolah dengan membuang sampah sembarangan. norma dan aturan mendapat cemoohan atau ejekan dari masyarakatnya.

3. melanggar aturan akan diambil tindakan oleh kepolisian. norma dan aturan yang berlaku. Pengadilan Pengadilan merupakan salah satu lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk menangani. norma dan aturan dikucilkan oleh masyarakat.kali apabila akan berperilaku yang melanggar dan tidak sesuai dengan nilai.undang yang berlaku. meresahkan ketentraman. ketentraman. Selanjutnya yang bersangkutan akan diproses sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku. Dengan demikian orang yang melanggar keamanan. c. Ajaran agama merupakan fondasi/dasar yang sangat penting untuk membangun generasi yang berakhlak mulia. Siapapun yang melanggar aturan mestinya akan berhadapan dengan lembaga pengadilan dan mendapatkan hukuman. misal kepolisian. Lembaga Pengendalian Sosial Paling tidak ada tiga lembaga pengendalian sosial. . Dengan pemahaman ini maka. norma dan aturan yang berlaku. Dengan cara macam ini orang akan berpkikir berkali . Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan cara meminta bantuan pihak lain yang dianggap kompeten dalam mengatasi masalah. Dengan adanya aturan dan sanksi dari adat maka pengendalian sosial dapat terjadi. Orang yang memiliki agama akan memahami bahwa melanggar nilai.Agama Agama memiliki peran yang sangat besar dalam pengendalian sosial. Adat Istidat Adat istiadat adalah aturan atau kebiasaan yang tumbuh dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan harus dijunjung tinggi dan dipatuhi anggota masyarakatnya. Meminta bantuan pihak lain (fraundulens). Pengucilan Orang yang melanggar nilai. individu akan terkendali untuk tidak melanggar nilai. yaitu kepolisian. Kepolisian Kepolisian adalah bagian dari lembaga pemerintah yang bertugas memelihara keamanan. ketertiban masyarakat dan wajib mengambil tindakan terhadap orang yang melanggar aturan dan undang . menyelesaikan dan mengadili dan memberikan sanksi hukuman terhadap para pelanggar aturan. melanggar ketertiban. norma dan aturan di samping ada hukuman di dunia juga ada hukuman di akherat. pengadilan dan adat. sehingga mampu menghindari atau mencegah perilaku yang meyimpang.

Pada situasi di mana orang memperhitungkan bahwa dengan melanggar atau menyimpangi sesuatu norma dia malahan akan bisa memperoleh sesuatu reward atau sesuatu keuntungan lain yang lebih besar. Tetapi. yang bertujuan untuk mengajak. maka masyarakat – atas dasar kekuatan otoritasnya – mulai bergerak melaksanakan kontrol sosial (social control). Di dalam kenyataan. Karena kaidah-kaidah yang ada tidak memuaskan bagi pihak tertentu atau karena tidah memenuhi kebutuhan dasarnya. berharap semua anggota masyarakat bisa berperilaku selalu taat. Norma tidak lagi self-enforcing (norma-norma sosial tidak lagi dapat terlaksana atas kekuatannya sendiri ). 2. pengendalian sosial adalah suatu proses baik yang direncanakan atau tidak direncanakan. tentu merupakan hal yang mahal. sepanjang semua anggota masyarakat bersedia menaati aturan yang berlaku. hampir bisa dipastikan kehidupan bermasyarakat akan bisa berlangsung dengan lancar dan tertib. . Karena memang tidak mungkin untuk mengatur semua kepentingan warga masyarakat secara merata. PENGENDALIAN SOSIAL Dalam kehidupan sehari-hari. Secara rinci. Karena kaidah yang ada kurang jelas perumusannya sehingga menimbulkan aneka penafsiran dan penerapan. dan 4. membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. maka di dalam hal demikianlah enforcement demi tegaknya norma lalu terpaksa harus dijalankan dengan sarana suatu kekuatan dari luar. tentu tidak semua orang akan selalu bersedia dan bisa memenuhi ketentuan atau aturan yang berlaku dan bahkan tidak jarang ada orang-orang tertentu yang sengaja melanggar aturan yang berlaku untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.Pengendalian Sosial A. 3. dan akan gantinya harus dipertahankan oleh petugas-petugas kontrol sosial dengan cara mengancam atau membebankan sanksi-sanksi kepada mereka-mereka yang terbukti melanggar atau menyimpangi norma. Karena di dalam masyarakat terjadi konflik antara peranan-peranan yang dipegang warga masyarakat. beberapa faktor yang menyebabkan warga masyarakat berperilaku menyimpang dari norma-norma yang berlaku adalah sebagai berikut ( Soekanto. 181:45) 1. Menurut Soerjono Soekanto. Apabila ternyata norma-norma tidak lagi self-enforcement dan proses sosialisasi tidak cukup memberikan efek-efek yang positif.

dan tidak menurut kemauan individu-individu. Dalam pengendalian sosial kita bisa melihat pengendalian sosial berproses pada tiga pola yakni : 1. adalah perilaku masyarakat itu sendiri. JENIS-JENIS PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial dimaksudkan agar anggota masyarkat mematuhi norma-norma sosial sehingga tercipta keselarasan dalam kehidupan sosial. Pengendalian represif . Sistem mendidik dimaksudkan agar dalam diri seseorang terdapat perubahan sikap dan tingkah laku untuk bertindak sesuai dengan norma-norma. Dengan demikian. kontrol sosial yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran dengan maksud hendak memulihkan keadaan agar bisa berjalan seperti semula dengan dijalankan di dalam versi “menjatuhkan atau membebankan. Tujuan pengawasan adalah supaya kehidupan masyarakat berlangsung menurut pola-pola dan kidah-kaidah yang telah disepakati bersama. Juga pengendalian sosiap pada dasarnya merupakan sistem dan proses yang mendidik. 2. B. Jadi. mengajak dan bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan norma-norma sosial. pengendalian sosial meliputi proses sosial yang direncanakan maupun tidak direncanakan (spontan) untuk mengarahkan seseorang. perlu . b. Penggolongan ini dibuat menurut sudut pandang dari mana seseorang melihat pengawasan tersebut. Pengendalian ini berfungsi untuk mengembalikan keserasian yang terganggu akibat adanya pelanggaran norma atau perilaku meyimpang. Sistem mengajak bertujuan mengarahkan agar perbuatan seseorang didasarkan pada norma-norma. 3. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lainnya. Pengendalian kelompok terhadap anggota-anggotanya 3. Pengendalian preventif merupakan kontrol sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran atau dalam versi ”mengancam sanksi” atau usaha pencegahan terhadap terjadinya penyimpangan terhadap norma dan nilai. sanksi”. Untuk maksud tersebut. 1. dikenal beberapa jenis pengendalian. Pengendalian kelompok terhadap kelompok 2. usaha pengendalian sosial yang bersifat preventif dilakukan sebelum terjadi penyimpangan. a. Bila ia tidak mau menaati kaiah atau norma. Sistem memaksa bertujuan untuk mempengaruhi secara tegas agar seseorang bertindak sesuai dengan norma-norma. maka ia akan dikenakan sanksi.Obyek (sasaran) pengawasan sosial. Untuk mengembalikan keadaan seperti semula.

Masyarakat dapat memberi sanksi kepada orang yang melanggar aturan kelompok tersebut. g. tidak ditemukan dalam hukum tertulis. Pengendalian institusional ialah pengaruh yang datang dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga (institusi) tertentu. pengendalian disini bertujuan untuk menyadarkan pihak yang berperilaku menyimpang tentang akibat dari penyimpangan tersebut.diadakan pemulihan. sekaligus agar dia mematuhi norma-norma sosial. Jadi. misalnya negara maupun agama. Tekanan Sosial Tekanan sosial perlu dilakukan agar masyarakat sadar dan mau menyesuaikan diri dengan aturan kelompok. 2. f. Pengendalian berpribadi ialah pengaruh baik atau buruk yang datang dari orang tertentu. Dikatakan tidak resmi karena peraturan itu sendiri tidak dirumuskan dengan jelas. Pengawasan tidak resmi (informal) dilaksanakan demi terpeliharanya peraturanperaturan yang tidak resmi milik masyarakat. Pola-pola kelakuan dan kiadah-kaidah lembaga itu tidak saja mengontrol para anggota lembaga. c. e. Sosialisasi Sosialisasi dilakukan agar anggota masyarkat bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa paksaan. C. CARA DAN FUNGSI PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial dapat dilaksanakan melalui : 1. . Pengendalian resmi (formal) ialah pengawasan yang didasarkan atas penugasan oleh badan-badan resmi. Artinya. dan teristimewa ajarannya juga dikenal. d. tokoh yang berpengaruh itu dapat dikenal. tetapi juga warga masyarakat yang berada di luar lembaga tersebut. Usaha penanaman pengertian tentang nilai dan norma kepada anggota masyarakat diberikan melakui jalur formal dan informal secara rutin. tetapi hanya diingatkan oleh warga masyarakat. Usaha pengendalian dengan memadukan ciri preventif dan represif ini dimaksudkan agar suatu perilaku tidak sampai menyimpang dari norma-norma dan kalaupun terjadi penyimpangan itu tidak sampai merugikan yang bersangkutan maupun orang lain. Pengendalian sosial gabungan merupakan usaha yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan (preventif) sekaligus mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial (represif). Bahkan silsilah dan riwayat hidupnya.

biasanya dilakukan bagi masyarakat yang kurang tenteram. dan tidak direncanakan. biasanya berupa ejekan. b. Misalnya. pemberian gelar. bisasanya dilakukan terhadap yang hidup dalam keadaan relatif tenteram. Dengan demikian. Sebagian besar nilai dan norma telah melembaga dan mendarah daging dalam diri warga masyarakat.Pengendalian sosial pada kelompok primer (kelompok masyarkat kecil yang sifatnya akrab dan informal seperti keluarga. klik ) biasanya bersifat informal. dan perkumpulan wartawan ) lebih bersifat formal. spontan. Pengendalian sosial yang diberikan kepada kelompok sekunder (kelompok masyarkat yang lebih besar yang tidak bersifat pribadi (impersonal) dan mempunyai tujuan yang khusus seperti serikat buruh. Disamping cara di atas juga agar proses pengendalian berlangsung secara efektif dan mencapai tujuan yang diinginkan. kelompok bermain. bimbingan yang dilakukan terus menerus. Pengendalian tanpa kekerasan (persuasi). 2. imbalan dan hadiah dan sanksi serta hukuman formal. orang tadi akan mengubah sikapnya. Kekuatan dan kekuasaan dalam bentuk peraturan hukum dan hukuman formal Kekuatan da kekuasaan akan dilakukan jika cara sosialisasi dan tekanan sosial gagal. yakni kompulsi dan pervasi. misalnya GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). 3. Alat pengendalian sosial berupa peraturan resmi dan tata cara yang standar. Fungsi Pengendalian Sosial . kenaikan pangkat. a. pergunjingan (gosip) dan pengasingan. perkumpulan seniman. menertawakan. 1) Kompulsi (compulsion) ialah pemaksaan terhadap seseorang agar taat dan patuh tehadap norma-norma sosial yang berlaku. perlu dberlakukan cara-cara tertentu sesuai dengan kondisi budaya yang berlaku. Pengendalian dengan kekerasan (koersi) . Keadaan itu terpaksa dipergunakan pada setiap masyarakat untuk mengarahkan tingkah laku dalam menyesuaikan diri dengan nilai dan norma sosial. 2) Pervasi ( pervasion ) ialah penanaman norma-norma yang ada secara berulang -ulang dengan harapan bahwa hal tersebut dapat masuk ke dalam kesadaran seseorang. Jenis pengendalian dengan kekerasan dapat dibedakan menjadi dua jenis.

untuk mengusahakan terjadinya konformitas. misalnya kalau seorang hakim menjatuhkan pidana penjara kepada seorang terdakwa. Sementara itu. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma.Koentjaraningrat menyebut sekurang-kurangnya lima macam fungsi pengendalian sosial. Sanksi yang bersifat ekonomik. dan 3. yaitu : . Mempertebal keyakinan masyarakat tentang kebaikan norma. 2. b. Sebagaimana halnya dengan sanksi-sanksi. Mengembangkan rasa malu d. yaitu : 1. c. Ada tiga jenis sanksi yang digunakan di dalam usaha-usaha pelaksanaan kontrol sosial ini. Pada praktiknya. ini berarti bahwa sekaligus terdakwa tersebut dikenai sanksi fisik (karena dirampas kebebasan fisiknya). pun incentive itu bisa dibedakan menjadi tiga jenis. ketiga jenis sanksi tersebut di atas itu sering kali terpaksa diterapkan secara bersamaan tanpa bisa dipisah-pisahkan. Sanksi yang bersifat fisik. Menciptakan sistem hukum Kontrol sosial – di dalam arti mengendalikan tingkah pekerti-tingkah pekerti warga masyarakat agar selalu tetap konform dengan keharusan-keharusan norma-hampir selalu dijalankan dengan bersarankan kekuatan sanksi (sarana yang lain:pemberian incentive positif). dengan tujuan agar warga masyarakat ini kelak tidak lagi melakukan pelanggaran dan penyimpangan terhadap norma tersebut. Adapun yang dimaksud dengan sanksi dalam sosiologi ialah sesuatu bentuk penderitaan yang secara sengaja dibebankan oleh masyarakat kepada seorang warga masy arakat yang terbukti melanggar atau menyimpangi keharusan norma sosial. kontrol sosial sesungguhnya juga dilaksanakan dengan menggunakan incentive-incentive positif yaitu dorongan positif yang akan membantu individu-individu untuk segera meninggalkan pekerti-pekertinya yang salah. yaitu : a. Mengembangkan rasa takut e. dan sanksi ekonomik ( karena dilenyapkan kesempatan meneruskan pekerjaannya guna menghasilkan uang dan kekayaan ). sanksi psikologik (karena terasakan olehnya adanya perasaan aib dan malu menjadi orang hukuman). Sanksi yang bersifat psikologik.

dan 3. 3. andaikata bisa diberikan. Usaha-usaha kontrol sosial ternyata tidak berhasil menjamin terselenggaranya ketertiban masyarakat secara mutlak. 1. disamping incentive fisik dan psikologik tidak kalah pentingnya adalah incentive ekonomik. Apakah kontrol sosial itu selalu cukup efektif untuk mendorong atau memaksa warga masyarakat agar selalu conform dengan norma-norma sosial (yang dengan demikian menyebabkan masyarakat selalu berada di dalam keadaan tertib ) ? Ternyata tidak. Incentive yang bersif ekonomik. Otonom-tidaknya kelompok masyarakat itu. Incentive fisik tidaklah begitu banyak ragamnya. Beragam-tidaknya norma-norma yang berlaku di dalam kelompok itu. Besar-kecilnya dan bersifat anomie-tidaknya kelompok masyarakat yang bersangkutan. pelukan. yaitu : 1. Ada lima faktor yang ikut menentukan sampai seberapa jauhkah sesungguhnya sesuatu usaha kontrol sosial oleh kelompok masyarakat itu bisa dilaksanakan secara efektif. hukuman kerja paksa. usapan tangan di kepala. Incentive yang bersifat psikologik. . Bernilai sekadar sebagai simbol.1. Menarik-tidaknya kelompok masyarakat itu bagi warga-warga yang bersangkutan . kebanyakan incentive fisik lebih tepat dirasakan sebagai incentive psikologik. Jabatan tangan. 4. tanpa ada pelanggaran atau penyimpangan norma-norma sosial satu kalipun. Incentive yang bersifat fisik. dan 5. Sementara itu. serta pula tidak begitu mudah diadakan. Menarik-Tidaknya Kelompok Masyarakat Itu Bagi Warga yang Bersangkutan. 2. hukuman gantung dan lain sebagainya. Incentive ekonomik kebanyakan berwujud hadiah-hadiah barang atau ke arah penghasilan uang yang lebih banyak. ciuman tidaklah akan sebanding dengan ekstremitas penderitaan sanksi fisik seperti hukuman cambuk. 2. rasa nikmat jasmaniah yang diperoleh daripadanya tidaklah akan sampai seekstrem rasa derita yang dirasakan di dalam sanksi fisik. Toleran-tidaknya sikap petugas kontrol sosial terhadap pelanggaran yang terjadi. Pun.

sehingga tingkah pekerti-tingkah pekerti warga itu mudah dikontrol conform dengan keharusan-keharusan norma yang berlaku. Dalil ini pernah dibuktikan di dalam sebuah studi eksperimental yang dilakukan oleh Meyers. Normanorma pun menjadi self-enforcing. kian besarlah efektivitas kontrol sosial atas warga tersebut. 2. Apabila terjadi pelanggaran. Beragam-Tidaknya Norma-norma yang Berlaku di dalam Kelompok Itu Makin beragam macam norma-norma yang berlaku dalam suatu kelompok-lebih-lebih apabila antara norma-norma itu tidak ada kesesuaian.Pada umumnya. Otonom-Tidaknya Kelompok Masyarakat Itu. dan sebaliknya mengapa di dalam masyarakt kota besar-yang terdiri dari banyak kelompok-kelompok sosial besar maupun kecil itu – kontrol sosial bagaimanapun juga kerasnya dilaksanakan tetap saja kurang efektif menghadapi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. apabila kelompok itu tidak menarik bagi warganya. maka individu-individu warga masyarakat lalu silit menyimpulkan adanya sesuatu gambaran sistem yang tertib. makin efektiflah kontrol sosialnya. maka berkuranglah motif pada pihak warga kelompok untuk selalu berusaha menaati norma-norma sehingga karenanyabagaimanapun juga keras dan tegasnya kontrol sosial dilaksanakan-tetaplah juga banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. dalam keadaan demikian itu. atau apabila malahan bertentangan-maka semakin berkuranglah efektivitas kontrol sosial yang berfungsi menegakkannya. Dihadapkan pada sekian banyak norma-norma yang saling berlainan dan saling berlawanan. Sebaliknya. jelas bahwa masyarakat tidak akan mungkin mengharapkan dapat terselenggaranya kontrol sosial secara efektif. Pada kelompok yang disukai oleh warganya. Makin otonom suatu kelompok. kuatlah kecendrungan pada pihak warga-warga itu untuk berusaha sebaik-baiknya agar tidak melanggar norma kelompok. dan konsekuen. Penyelidikan Marsh ini dapat dipakai sebagai landasan teoritis untuk menjelaskan mengapa kontrol sosial efektif sekali berlaku di dalam masyarakat-masyarakat yang kecil-kecil dan terpencil. 3. dengan mudah si pelanggar itu dikontrol dan dikembalikan taat mengikuti keharusan norma. Dalil tersebut diperoleh dari hasil studi Marsh. dan akan semakin sedikitlah jumlah penyimpangan-penyimpangan dan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di atas norma-norma kelompok. kian menarik sesuatu kelompok bagi warganya. . Maka. konsisten. Pelanggaran atas norma yang satu (demi kepentingan pribadi) sering kali malahan terpuji sebagai konformitas yang konsekuen pada norma yang lainnya.

Tanpa bisa bersembunyi di balik sesuatu anomie. Status dan reputasi individu yang ternyata melakukan pelanggaran. Keadaan situasi sosial pada ketika pelanggaran norma itu terjadi. di mana segala interaksi sosial lebih bersifat langsung dan face-to-face. c. Ekstrim-tidaknya pelanggaran norma itu. dan kontrol sosialpun akan lumpuh tanpa daya. . sampai-sampai suatu kontrol sosial yang informal sifatnya-seperti ejekan dan sindiran-itu pun sudah cukup kuat untuk menekan individu-individu agar tetap memerhatikan apa yang telah terlazim dan diharuskan. bukan kondisi-kondisi objektif yang tidak memungkinkan. Asasi-tidaknya nilai moral-yang terkandung di dalam norma-yang terlanggar. b. Toleran-Tidaknya Sikap Petugas Kontrol Sosial Terhadap Pelanggaran yang Terjadi Sering kali kontrol sosial tidak dapat terlaksana secara penuh dan konsekuen. Mengambil sikap toleran. semakin sukarlah orang saling mengidentifikasi dan saling mengenali sesama warga kelompok. Besar-Kecilnya dan Bersifat Anomie-Tidaknya Kelompok Masyarakat yang Bersangkutan Semakin besar suatu kelompok masyarakat. Adapun toleransi pelaksana-pelaksana kontrol sosial terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi umumnya tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut : a. Sehingga. dan tanpa bisa sedikit pun memanipulasi situasi heterogenitas norma. pelaksana kontrol sosial itu sering membiarkan begitu saja sementara pelanggar norma lepas dari sanksiyang seharusnya dijatuhkan. 5. maka warga masayarakat di dalam masyarakat-masyarakat yang kecil-primitif itu hampir-hampir tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari kontrol sosial. samakin bebaslah individu-individu untuk berbuat “semaunya”. Hal demikian itu dapat dibandingkan dengan apa yang terjadi pada masyarakatmasyarakat primitif yang kecil-kecil. Itulah sebabnya maka kontrol sosial di masyarakat primitif itu selalu terasa amat kuatnya.4. dan d. melainkan karena sikap toleran (menenggang) agen-agen kontrol sosial terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. dengan bersembunyi di balik keadaan anomie (keadaan tak bisa saling mengenal).

Menurut Soekanto (1981. A. Cara pengendalian masyarakat dapat dijalankan dengan cara persuasif atau dengan cara koersif. Tidak ada masyarakat yang bisa berjalan tanpa adanya kontrol sosial. Di dalam masyarakat yang makin kompleks dan modern. usaha penegakan kaidah sosial tidak lagi bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan kesadaran warga masyarakat atau pada rasa sungkan warga masyarakat itu sendiri. sekolah. Di dalam berbagai masyarakat. adat. sedangkan cara koersif tekanan diletakkan pada kekeraan atau ancaman dengan mempergunakan atau mengandalkan kekuatan fisik. Cara persuasif terjadi apabila pengendalian sosial ditekankan pada usaha untuk mengajak atau membimbing.Kontrol atau pengendalian sosial mengacu kepada berbagai alat yang dipergunakan oleh suatu masyarakat untuk mengembalikan anggota-anggota yang kepala batu ke dalam relnya. pengadilan. beberapa aparat petugas kontrol sosial yang lazim dikenal adalah aparat kepolisian. lembaga keagamaan. dan sebagainya. maupun jangka waktu yang dikehendaki. Macam-Macam Pengendalian Sosial . tokoh masyarakat-seperti kiai-pendeta-tokoh yang dituakan. Bentuk kontrol sosial atau cara-cara pemaksaan konformitas relatif beragam.42) cara mana yang lebih baik senantiasa tergantung pada situasi yang dihadapi dan tujuan yang hendak dicapai. tak pelak harus dilakukan dan dibantu oleh kehadiran aparat petugas kontrol sosial. Usaha penegakan kaidah sosial di dalam masyarakat yang makin modern.

c. berikut ini. yaitu suatu tindakan aktif yang dilakukan pihak berwajib pada saat penyimpangan sosial terjadi agar penyimpangan yang sedang terjadi dapat dihentikan.Pengendalian sosial adalah suatu bentuk aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu dalam masyarakat karena adanya penyimpangan-penyimpangan sosial. pengendalian sosial dapat dibedakan. Hal ini dilakukan agar kestabilan dalam masyarakat kembali dapat tercapai. Berdasarkan aspek-aspek tertentu. pengendalian sosial dapat dibedakan menjadi tiga. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh penguasa atau pemerintah sebagai pemegang kekuasaan (the rulling class) untuk menjalankan roda pemerintahannya melalui strategi-strategi politik. menjadi berikut ini. Tindakan ini ditujukan untuk memberikan penyadaran kepada para pelaku penyimpangan agar dapat menyadari kesalahannya dan mau serta mampu memperbaiki kehidupannya. Hal ini dilakukan karena dirasa adanya penyimpanganpenyimpangan . b. sehingga di kemudian hari tidak lagi mengulangi kesalahannya. Tindakan kuratif. tindakan ini diambil setelah terjadinya tindak penyimpangan sosial. Contohnya kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait tentang bahaya yang ditimbulkan sebagai akibat dari pemakaian narkoba. Tindakan represif. Berdasarkan Sifatnya a. 1. Contohnya guru memberi hukuman kepada siswa yang terlambat dan tidak tertib di sekolah. Contohnya memasukkan para pencandu narkoba ke tempat rehabilitasi untuk mendapatkan pembinaan agar para pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya kembali 2. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh rakyat kepada para penguasa. pengarahan dan ajakan. Pengendalian internal. Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya Berdasarkan waktu pelaksanaannya. Hukuman ini dimaksudkan agar tindakan penyimpangan siswa tidak berulang lagi. a. Tindakan preventif. Pengendalian yang bersifat preventif umumnya dilakukan dengan cara melalui bimbingan. b. Strategi-strategi politik tersebut dapat berupa aturan perundang-undangan ataupun program-program sosial lainnya. Pengendalian eksternal. yaitu tindakan yang dilakukan oleh pihak berwajib sebelum penyimpangan sosial terjadi agar suatu tindak pelanggaran dapat diredam atau dicegah.

Pengendalian resmi dilakukan oleh aparat negara. Pengaruh ini dapat bersifat baik atau pun buruk. melalui pengawasan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Contohnya penertiban PKL secara paksa yang dilakukan oleh petugas Satpol PP. pengawasan dan pengaruh dari pondok pesantren tersebut tidak hanya terbatas pada para santrinya saja. seperti kepolisian. tutur sapa. Pola perilaku lembaga tersebut tidak hanya mengawasi para anggota lembaga itu saja. pengendalian tidak resmi juga memiliki efektivitas dalam mengawasi atau mengendalikan perilaku masyarakat. Berdasarkan Pelaku Pengendalian Sosial a. Pengendalian sosial jenis ini dapat dilakukan melalui aksi-aksi demonstrasi atau unjuk rasa. Bentuk pengendalian ini.tertentu yang dilakukan oleh kalangan penguasa. yaitu tindakan pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara pemaksaan. Tindakan coersif. b. Dalam hal ini. b. atau pun melalui wakil-wakil rakyat di DPRD. akan tetapi juga mengawasi dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di sekitar lembaga tersebut berada. Hal ini dikarenakan sanksi yang diberikan kepada . 3. ataupun kehakiman untuk mengawasi ketaatan warga masyarakat terhadap hukum yang telah ditetapkan. yaitu pengaruh yang datang dari orang atau tokoh tertentu (panutan). yaitu tindakan pencegahan yang dilakukan dengan cara pendekatan secara damai tanpa paksaan. pola tidur. pola pikir. namun juga kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren. Pengendalian institusional. sikap. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi negara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan sanksi yang jelas dan mengikat. satpol PP. dan sebagainya. Pengendalian resmi. Tindakan persuasif. d. Dalam hal ini. Contohnya seorang guru BP menasehati dan menghimbau kepada siswa untuk tidak merokok. c. yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari adanya suatu institusi atau lembaga. Pengendalian tidak resmi. kejaksaan. baik dalam hal pakaian. Misalnya kehidupan para santri di pondok pesantren akan mengikuti aturan. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan tanpa rumusan aturan yang jelas atau tanpa sanksi hukum yang tegas. bentuk pemaksaan diwujudkan dengan pemberian sanksi atau hukuman terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran sesuai dengan kadar penyimpangannya. Pengendalian pribadi. misalnya berupa ajakan atau penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. Berdasarkan Cara atau Perlakuan Pengendalian Sosial a. Meskipun demikian.

terlihat adanya pihak pelaku pengendalian sosial dan pihak yang dikendalikan. pengendalian sosial yang berlaku di masyarakat dapat dibedakan menjadi berikut ini. Tahap Pendekatan Kekuasaan/Kekuatan Pada tahap ini. tahap pendekatan kekuasaan atau kekuatan ini dapat dibedakan. tokoh adat.pelaku penyimpangan berupa sanksi moral dari masyarakat lain. diharapkan masyarakat segan dan tidak mau melakukan berbagai perbuatan yang menyimpang. masyarakat dikenalkan pada bentuk-bentuk penyimpangan sosial beserta sanksi-sanksinya. ataupun tokoh agama yang memiliki kharisma dan dipandang sebagai panutan masyarakat. Tahap Penekanan Sosial Tahap penekanan sosial dilakukan untuk mendukung terciptanya kondisi sosial yang stabil. Pengenalan tersebut dimaksudkan agar masyarakat menyadari efek dan sanksi yang akan diterimanya bila mereka melakukan suatu tindakan penyimpangan sosial. Di dalam hal ini. Tahapan Pengendalian Sosial Sebagai suatu proses. misalnya dikucilkan atau bahkan diusir dari lingkungannya. Tahap Sosialisasi atau Pengenalan Tahap sosialisasi atau pengenalan merupakan tahap awal proses pengendalian sosial. Pengendalian kelompok terhadap kelompok. 3. Berdasarkan pelakunya. misalnya anggota Kepolisian Sektor Pasanggrahan Jakarta Selatan mengawasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Pasanggrahan. Pengendalian tidak resmi dilakukan oleh tokoh masyarakat. Pada tahap ini telah disertai dengan pelaksanaan sanksi atau hukuman kepada para pelaku tindakan penyimpangan. Dengan adanya sanksi yang menekan tersebut. Tahap ini dilakukan jika tahaptahap yang lain tidak mampu mengarahkan tingkah laku manusia sesuai dengan norma atau nilai yang berlaku. 2. 1. B. menjadi berikut ini. tahap sosialisasi bersifat preventif yang bertujuan mencegah perilaku penyimpangan sosial. a. Pada tahap ini. .

serta pendidikan dan agama. orang atau lembaga yang terkena gosip akan berusaha memperbaiki tingkah lakunya. seperti gosip. misalnya bapak/ibu guru di sekolah mengendalikan dan membimbing siswa/siswi yang belajar di sekolah itu. dikucilkan.b. maka orang atau lembaga tersebut akan dicemooh. jika tidak. misalnya seorang ayah yang mendidik dan merawat anaknya. Suatu gosip tersebar di masyarakat jika pernyataan secara terbuka tidak dapat dilontarkan secara langsung atau belum menemukan bukti-bukti yang sah. 3. Berikut ini uraian singkat mengenai bentuk-bentuk pengendalian sosial tersebut. 1. C. gosip merupakan kritik tertutup yang ditujukan pada seseorang atau lembaga yang melakukan penyimpangan sosial. dan merasa terisolir dalam kehidupan bermasyarakatnya. misalnya didenda. baik lisan atau pun tertulis. atau mengalami hukuman fisik. Sanksi atau hukuman merupakan bentuk pengendalian sosial yang efektif karena pelaku tindak penyimpangan akan mengalami kerugian atau penderitaan. Gosip Gosip adalah kabar yang tidak berlandaskan fakta. . terhadap orang atau lembaga yang melakukan tindak penyimpangan sosial. Dalam hal ini. Teguran Teguran adalah kritik sosial yang bersifat terbuka. Pada umumnya. teguran. Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial Dalam penerapannya. Teguran dilakukan secara langsung kepada pelaku tindak penyimpangan agar pelaku tindak penyimpangan tersebut menyadari perbuatannya dan dapat segera menghentikan tingkah laku menyimpangnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lain. 2. atau seorang kakak yang menjaga adiknya. Pengendalian kelompok terhadap anggotanya. Gosip disebut juga kabar burung atau desas-desus. c. diskors. pengendalian sosial mempunyai beberapa bentuk. Sanksi atau Hukuman Sanksi atau hukuman merupakan tindakan tegas yang diambil jika teguran tidak lagi diindahkan oleh pelaku tindak penyimpangan. hukuman atau sanksi.

Berbagai bentuk pengendalian sosial tersebut. Adapun pahala akan diterima manusia jika mereka melakukan hal-hal baik sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam kitab suci atau ajaran nabi. baik formal ataupun nonformal. dan b. merupakan salah satu bentuk pengendalian sosial yang telah melembaga. Berdasarkan uraian tersebut. Dosa yang dilakukan manusia akan memperoleh balasan atau hukuman dari Tuhan YME kelak di kehidupan lain (akherat).Dalam hal ini. sanksi atau hukuman hanya dapat diberikan oleh pihak yang memiliki kekuatan hukum atau resmi berdasarkan peraturan yang berlaku. . memberikan efek jera kepada pelaku penyimpangan sosial. Dalam ajaran agama. Dalam pelaksanaannya. Pendidikan dapat berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk sikap mental anak didik sesuai dengan kaidah dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. 2. manusia dituntut untuk mampu menjalin hubungan baik dengan Tuhan. Dosa akan diterima manusia jika mereka melakukan penyimpangan dari aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam ajaran agama sesuai dengan petunjuk dari kitab suci atau nabi. Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma-norma kemasyarakatan. menjalin hubungan baik antarmanusia. dan menjalin hubungan baik dengan alam lingkungannya. Pendidikan dan Agama Pendidikan. maka agama merupakan bentuk pengendalian sosial yang tumbuh dari hati nurani berdasarkan kesadaran dan tingkat keimanan seseorang sesuai dengan agama atau kepercayaan yang dianutnya. memberikan contoh kepada pihak lain agar tidak ikut melakukan perbuatan menyimpang (schock theraphy). Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma-norma kemasyarakatan. 4. sanksi atau hukuman berfungsi untuk: a. Agama merupakan penuntun umat manusia dalam menjalankan perannya di muka bumi ini. Dalam ajaran agama dikenal adanya dosa dan pahala. pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi. Pendidikan memberi pengertian akan hal yang baik dan hal yang buruk melalui pendekatan ilmiah dan logika. 1. Berikut ini beberapa fungsi pengendalian sosial.

Peran Pranata Sosial dalam Upaya Pengendalian Sosial Keberhasilan suatu upaya pengendalian sosial tidak terlepas dari peran pranata sosial di masyarakat. Mereka akan beranggapan bahwa segala sesuatu akan dianggap baik bila menguntungkan bagi dirinya sendiri tanpa mengindahkan apakah hal tersebut dilarang agama ataupun tidak. penanaman pemahaman tentang kebaikan dan disiplin diri yang kuat akan sangat membantu seseorang dalam bersosialisasi di masyarakat. Berikut adalah pranata sosial yang berperan besar dalam upaya menciptakan ketertiban dan pengendalian sosial. dan tertib sesuai dengan peraturan atau ketetapan yang berlaku. Menimbulkan rasa takut. D. Sebagai contoh. Menciptakan sistem hukum. dan mampu membedakan hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk atau dilarang agama. rajin beribadah. Dalam perkembangannya.3. Pranata Keluarga Pranata keluarga merupakan bentuk basic institutions. Kondisi tersebut akan jauh berbeda terhadap seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang tidak taat beribadah atau dalam keluarga yang tidak disiplin. Sebagai tempat pendidikan anak yang pertama dan utama. selaras. aturan dan kedisiplinan yang diterapkan dalam keluarga akan sangat memengaruhi sikap dan dan perilaku seseorang. yaitu sistem tata tertib dengan sanksi yang tegas bagi para pelanggar. 5. 1. seringkali bentuk-bentuk pelanggaran norma akan muncul dari hasil pendidikan yang kurang terarah dari suatu keluarga. Seperti telah dijelaskan pada bab di depan. Hal ini terjadi karena seseorang telah dikondisikan atau dibiasakan untuk melakukan hal tersebut. 4. sehingga dapat terhindar dari . Peran pranata sosial sendiri adalah berusaha menegakkan dan menjalankan nilai dan norma sosial agar tercipta suatu kondisi kehidupan masyarakat yang aman. keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter seseorang kaitannya dengan perilaku sosial yang dilakukannya dalam masyarakat. Untuk itu. seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beribadah akan selalu bersikap sesuai dengan aturan agama. Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakat bila mereka menyimpang atau menyeleweng dari norma-norma kemasyarakatan dan nilai-nilai yang berlaku.

seperti produksi. Pranata Ekonomi Sebagai suatu tata tindakan dalam memanfaatkan uang. tenaga. Dengan bekal pendidikan ilmu pengetahuan. dapatlah disimpulkan bahwa pranata ekonomi sangat berperan dalam mengatur kegiatan ekonomi. 4. dan antara manusia dengan Tuhannya. mampu berpikir secara ilmiah dan logis tentang segala sesuatu sehingga mampu memilah hal-hal yang baik dan buruk. distribusi. diharapkan hasil sosialisasi akan membentuk sikap mental yang cocok dengan kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang. Pranata ekonomi memberikan aturan dan batasan-batasan yang telah disepakati bersama sebagai suatu hukum atau aturan ekonomi yang harus dipatuhi. bisa kalian bayangkan sendiri. 3. Dengan pranata pendidikan. waktu. halal atau tidak halal. Pranata pendidikan termasuk dalam basic institutions. tertib dan dapat memberi hasil yang maksimal dengan meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan. Pranata Agama Pranata agama merupakan bentuk general institutions yang mengatur hubungan antarmanusia. sehingga dengan memahami dan menerapkan konsep tersebut diharapkan ketenteraman dan kedamaian batin dapat dikembangkan. bagaimana suatu industri mengeksploitasi sumberdaya secara besar-besaran. dan konsumsi agar dapat berjalan dengan lancar. agama merupakan benteng individu dalam menghadapi tantangan dunia yang kian kompleks dari waktu ke waktu. atau barangbarang berharga lainnya.pengaruh-pengaruh buruk saat dia bersosialisasi. Berdasarkan uraian tersebut. Tanpa pranata ekonomi. Pranata agama memberi batasan tentang segala sesuatu itu boleh atau tidak boleh. berdosa atau tidak berdosa. . bagaimana seorang majikan memperlakukan buruhnya secara semena-mena. 2. Pranata Pendidikan Pranata pendidikan memiliki aturan dan disiplin baku yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didiknya melalui pengajaran dan pendidikan ilmu pengetahuan. atau bagaimana jika seseorang menentukan nilai suatu barang sekehendak hatinya. yang pada akhirnya dapat berimbas pada kerukunan hidup antarmanusia sebagai anggota masyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat. seseorang diharapkan dapat menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan sehingga mampu berkompetisi dalam kehidupan. antara manusia dengan alam. pranata ekonomi memberikan aturan-aturan khusus dalam upaya pengendalian sosial agar tercapai suatu keseimbangan dan terwujudnya suatu keadilan sosial.

serta mengatur hubungan negara dengan negara lain dalam pergaulan internasional. . menjaga kehormatan hak-hak dan kewajiban warga negara. Dalam pelaksanaannya.5. dan makmur. Pelanggaran terhadap hukum-hukum tersebut dapat menyebabkan seseorang menerima sanksi. adil. Peran utama pranata politik adalah mengupayakan kehidupan masyarakat yang merdeka. politik memiliki serangkaian aturan dan alat yang digunakan untuk menegakkan kedaulatan rakyat dan kedaulatan pemerintah melalui hukumhukum yang telah ditetapkan. dalam arti kehidupan berbangsa dan bernegara. Pranata Politik Pranata politik mengatur kehidupan berpolitik.

PENYIMPANGAN SOSIAL Diposkan oleh Dismas. kepala sekolah.4:34pm — godam64 A. di 02:53 Macam/Jenis & Pengertian Penyimpangan Sosial. 23/02/2008 .. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Individual (individual deviation) Penyimpangan individual atau personal adalah suatu perilaku pada seseorang dengan melakukan pelanggaran terhadap suatu norma pada kebudayaan yang telah mapan akibat sikap perilaku yang jahat atau terjadinya gangguan jiwa pada seseorang. Individual dan Kolektif . dan lain-lain. Arti Definisi / Pengertian Penyimpangan Sosial (social deviation) 1. 3. Tingkatan bentuk penyimpangan seseorang pada norma yang berlaku : 1. Lawang penyimpangan perilaku adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sitem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. Melakukan pelanggaran terhadap norma yang berlaku di lingkungannya.. Penyimpangan primer adalah suatu bentuk perilaku menyimpang yang bersifat sementara dan tidak dilakukan terusmenerus sehingga masih dapat ditolerir masyarakat seperti melanggar rambu lalu lintas. Bandel atau tidak patuh dan taat perkataan orang tua untuk perbaikan diri sendiri serta tetap melakukan perbuatan yang tidak disukai orangtua dan mungkin anggota keluarga lainnya. Menurut Lemert penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. menjambret. Sedangkan penyimpangan sekunder yakni perilaku menyimpang yang tidak mendapat toleransi dari masyarakat dan umumnya dilakukan berulang kali seperti merampok. Z. pemuka adat. 2. Tidak mengindahkan perkataan orang-orang disekitarnya yang memiliki wewenang seperti guru. menjadi pelacur. 2. .Pelajaran Sosiologi IPS Sat. dll. pemuka agama. B. Van Der Zanden perilaku menyimpang yaitu perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan di luar batas toleransi. Menurut Robert M. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. buang sampah sembarangan. Menurut James W. dan lain sebagainya. ketua rt rw. memakai narkoba.

Gaya Hidup (wanita bepakaian minimalis di tempat umum. 5. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Bersama-Sama / Kolektif (group deviation) Penyimpangan Kolektif adalah suatu perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh kelompok orang secara bersama-sama dengan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga menimbulkan keresahan. dll. transeksual). sodomi. Penyimpangan seksual (homo. dan lain sebagainya). Penyalahgunaan Narkoba. 4. biseksual. pedofil. 2. suka berbohong. ketidakamanan. Melakukan tindak kejahatan atau kerusuhan dengan tidak peduli terhadap peraturan atau norma yang berlaku secara umum dalam lingkungan bermasyarakat sehingga menimbulkan keresahan. mengoda dan mengganggu cewek yang melintas. Macam-macam bentuk penyimpangan indivisual : 1. C. tidak berguna dan mengganggu. Tawuran / Perkelahian Antar Kelompok . pengrusakan. menyakiti. 2. corat-coret tembok orang dan lain sebagainya. Contoh penyimpangan kenakalan bersama yaitu seperti aksi kebut-kebutan di jalan. Tindak Kriminal / Kejahatan (perampokan. pembunuhan. lesbian. 3. Pelacuran.4. mendirikan genk yang suka onar. Bentuk penyimpangan kolektip : 1. zina. ketidaknyamanan serta tindak kriminalitas lainnya. Bentuk penyimpangan sosial tersebut dapat dihasilkan dari adanya pergaulan atau pertemanan sekelompok orang yang menimbulkan solidaritas antar anggotanya sehingga mau tidak mau terkadang harus ikut dalam tindak kenakalan atau kejahatan kelompok. pemerkosaan. pencurian. ketidaknyamanan atau bahkan merugikan. Tindak Kenakalan Suatu kelompok yang didonimasi oleh orang-orang yang nakal umumnya suka melakukan sesuatu hal yang dianggap berani dan keren walaupun bagi masyarakat umum tindakan trsebut adalah bodoh. ketidakamanan. pria beranting. dsb). seks bebas.

sindikat curanmor dan lain-lain. tawuran penduduk berlan dan matraman. 2009 Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukanv oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Contoh : Perampok. membuat batas atau hijab antara laki-laki dengan wanita pada acara resepsi pernikahan. Cohen. Jenis penyimpangan ini bisa bertindak sadis dalam melakukan tindak kejahatannya dengan tidak segan melukai hingga membunuh korbannya. . Tindak Kejahatan Berkelompok / Komplotan Kelompok jenis ini suka melakukan tindak kejahatan baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terbuka. Menurut Bruce J. bajing loncat. Penyimpangan Budaya Penyimpangan kebudayaan adalah suatu bentuk ketidakmampuan seseorang menyerap budaya yang berlaku sehingga bertentangan dengan budaya yang ada di masyarakat. dsb.Pertemuan antara dua atau lebih kelompok yang sama-sama nakal atau kurang berpendidikan mampu menimbulkan perkelahian di antara mereka di tempat umum sehingga orang lain yang tidak bersalah banyak menjadi korban. perompak. grup koruptor. Contoh : merayakan hari-hari besar negara lain di lingkungan tempat tinggal sekitar sendirian. COntoh : tawuran anak sma 70 dengan anak sma 6. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. benar atau salah menurut pengertian umum. dan sebagainya. syarat mas kawin yang tinggi. 4. 3. April 12. Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat Sunday. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. penjajah.

o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. Latar Belakang/sebab-sebab terjadinya penyimpangan Sosial :v Y Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. pencurian.Bentuk-bentuk penyimpangan sosialv • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma.norma masyarakat yang berlaku. . Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. Contohnya: pemerkosaan. o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. perjudian dan pemakaian narkotika. pembunuhan. di diskotik dll. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak.

jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. sementara iklan rokok begitu menarik. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk . Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. membuang sampah sembarangan.obat-obat terlarangY dan minuman keras. Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosialv Y Faktor dari dalam adalah intelegensi atau tingkat kecerdasan. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. Penyalahgunaan narotika. Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis:v Y Tawuran atau perkelahian antar pelajar. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. pergaulan dan media massa. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. media elektronik. pendidikan di sekolah. media massa. media cetak. TerbentuknyaY perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama.Penyimpangan juga dapat terjadiY apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Faktor dari luarY adalah kehidupan rumah tangga atau keluarga. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakatY Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. Pertentangan antar agen sosialisasiY Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. usia. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele.

Dianggap menyimpang karena melanggar norma. menjambret membunuh. penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. Antara lain:v Y Keluarga. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya.menodong. Lingkungan tempat tinggal dan temanY sepermain. Teori Labeling. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal Penyimpangan seksual. Misalnya: mencuri. Menurut pandangan teori ini. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi.norma yang berlaku. cap. Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial.dll. . Hubungan seks diluar nikah. Media Massa baik cetakY maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik.memperoleh kenikmatan. Teori mengenai penyampangan sosial. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. perampokan. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. Merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak.Y Y Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. penberian julukan. norma sosial dan norma agama. pemerkosaan pencurian. Menurut teori iniY seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya.Y Pencegahan penyimpangan sosial. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama.v Y Teori Differential Association.

orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. Teori penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial.Y Teori Merton. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Oleh sebab itu. salah satunya adalah penyimpangan yang sering dilakukan oleh remaja. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. Penyimpangan sosial bisa di definisiakan sebagai suatu bentuk perilaku yang melanggar kaidah. Bentuk-bentuk penyimpangan sosial bisa bermacam-macam. Karl Mark. dan norma-norma yang ada di masyarakat. nilai-nilai. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. perilaku tersebut bisa dilakukan oleh seorang individu atau pun oleh sekelompok orang. BahwaY kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. Dengan demikian. Teori konflik. . Teori Fungsi Durkheim. khususnya siswa sekolah.

olah raga. tak jarang kegiatan mejeng dilakukan pada waktu jam pelajaran . Perilaku penyimpangan seorang pelajar pada umumnya adalah sebagai berikut. Membentuk geng atau kelompok Salah satu ciri keremajaan adalah rasa solidaritasnya. Namun. perkelahian. seperti. bahkan tidak menutup kemungkinan sampai terjadinya penganiayaan. melepaskan diri dari kesepian . Positif apabila visi misi didirikannya kelompok itu menguntungkan. sosial dsb). hal ini bisa menyebabkan perkelahian apabila junior mempunyai ego yang tinggi. banyaknya permainan baru dengan bentuk pola yang berbeda. Solidaritas bisa berdampak positif dan negatif. misalnya kelompok senior yang menekan adik kelas. Tujuan menggunakan obat terlarang bisanya untuk membuktikan keberanian dalam melakukan suatu tindakan yang berbahaya seperti berkelahi. Perbuatan-Perbuatan yang Melanggar Hukum Bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan remaja bisa merupakan tindakan yang melanggar hukum ataupun perbuatan yang anti sosial. 2. Banyaknya mal dipusat kota khususnya membuat sebagian pelajar keterusan ‘mejeng’ yang ternyata tidak hanya dilakukan pad waktu diluar jam sekolah. Penggunaan obat terlarang Banyak faktor mengapa remaja menggunakan obat-obat terlarang padahal mereka sudah mengetahui bahayanya dan risiko di masa depan. Bentuk-bentuk penyimpangan siswa saat ini memang sangat beragam dan hal itu tak jarang dilakukan dengan intensitas yang tinggi. 3. kelompok atas dasar hobi yang sama (bisa dalam bentuk keterampilan. seperti membolos.Penyimpangan yang sering dilakukan oleh siswa sekolah . Tidak menutup kemungkinan akhirnya berdampak menjadi perkelahian antarkelompok atau tawuran antarsekolah. kelompok atau geng bisa menjadi merugikan apabila orientasinya hanya untuk superioritas. salah satu contohnya adalah bermain game di tempat-tempat permainan game online. Kemajuan teknologi bisa membawa dampak negatif bagi siapa pun yang kurang bisa mengontrol diri. biar lebih percaya diri (PD). pengrusakan. warnet-warnet. yang lebih menarik membuat sebagian pelajar tertantang terus dan menganggap duduk di depan layar komputer lebih menarik dibandingkan di dalam kelas. Berada di tempat hiburan atau mall pada saat jam pelajaran Alasan dan yang dilakukan pelajar bisa bermacam-macam. 1. misalnya kelompok belajar. menentang terhadap guru.

dilakukan karena dorongan dari dalam diri. Melanggar Hak Orang Lain Bentuk penyimpangan remaja bisa berbentuk suatu tindakan yang mengakibatkan kerugian pada orang lain yang bersifat kebendaan. karena rasa solidaritas terhadap kawan. bahkan hanya sekadar ingin tahu saja. yaitu yang diakibatkan karena lingkungan di luar seperti sekolah yang kurang disiplin.atau rasa terkucil. . contohnya: Mengambil atau mencuri barang milik sekolah. pemerasan bisa dilakukan juga di luar sekolah. dan faktor keluarga . kawannya atau pun milik orang lain di tempat umum Melakukan pemerasan di lingkungan sekolah terhadap kawan-kawannya. Secara umum penyimpangan sosial bisa terjadi akibat beberapa faktor. Pertama internal. Kedua faktor eksternal. menghilangkan rasa prustasi dan kegelisahan akibat suatu masalah. yaitu penyimpangan yang dilakukan tanpa ada pengaruh dari luar. biasanya dilakukan ke junior.

A101080018 Mahasiswa Program Sertifikasi Guru Melalui Jalur Pendidikan FKIP-UMS Surakarta Tahun 2008-2009 Abstrak Perilaku menyimpang pelajar adalah salah satu dari masalah sosial karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. A. dan hal lainnya yang menyimpang? Apa yang salah dari semua ini? . sebuah kebiasaan yang belum pernah Beliau lakukan sebelumnya.PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI Oleh : Muhammad Yakub NIM. seakan-akan mereka sudah tidak memiliki akal sehat. kalau pelajar yang tidak ikut-ikutan pun ikut diserang”. Beliau mengambil inisiatif untuk mengantar dan menjemput anaknya yang sudah SMU. Ada hubungan sebab akibat antara disorganisasi sosial dalam keluarga dengan perilaku menyimpang pelajar. PENDAHULUAN 1. (ekaprana htt://www.jurnalbogor. Mengapa para pelajar itu begitu sering tawuran. dan tidak bisa berpikir mana yang berguna dan mana yang tidak ? Mengapa pula para pelajar banyak yang terlibat narkoba dan seks bebas. Latar Belakang Anonymous menulis “Ada seorang Ibu yang tinggal di Jakarta bercerita bahwa sejak maraknya kasus tawuran pelajar di Jakarta.com: 2008). Sebaliknya bagi pelajar yang keluarganya harmonis dan utuh maka kemungkinan melakukan perilaku menyimpang sangat kecil. Bagaimana tidak ngeri. Artinya adanya disorganiasi sosial dalam keluarga memberi peluang pelajar untuk melakukan perilaku menyimpang.

psikis.1988 : 26).S. sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. Penyimpang adalah orang-orang yang mengadopsi peran penyimpang. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku mengapa seorang pelajar melakukan penyimpangan. atau telah terjadi kenakalan pelajar. Orang yang dianggap menyimpang berarti melakukan perilaku menyimpang. Istilah pelajar dalam makalah ini adalah mereka yang menurut Kartini Kartono. dengan perkembangan fisik. (2007:27). Perilaku pelajar yang tidak melalui menyimpang. Dalam perspektif sosiologi perilaku menyimpang pelajar terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. berusia antara 12 – 21 tahun.Masa berlangsung begitu singkat. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi dan adanya kesempatan tertentu. jalur tersebut berarti telah . Dan perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajarpelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya.Adalah sulit untuk menentukan suatu penyimpangan karena tidak semua orang menganut norma yang sama sehingga ada perbedaan mengenai apa yang menyimpang dan tidak menyimpang.com/2008 ). Becker (dalam Soerjono Soekanto. mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian.blogspot. tetapi terkadang pada kebanyakan orang tidak menjadi berwujud penyimpangan. (17 – 18 tahun). Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. masa akhir pubertas. Pelajar akan mengalami periode perkembangan fisik dan psikis sebagai berikut : masa pra-pubertas (12 – 13 tahun). Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Kenakalan pelajar dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya.(Jokie kanak-kanak dan masa M. Tetapi perilaku menyimpang bukanlah kondisi yang perlu untuk menjadi seorang penyimpang. dan emosi yang begitu cepat. atau yang disebut penyimpangan sekunder. masa pubertas (14 – 16 tahun). remaja Siahaan http://www.

Karena norma berubah maka penyimpangan berubah. Teknik-teknik yang digunakan oleh penyimpang adalah kerahasiaan. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya. Perbedaan yang menonjol dari keempat sudut pandang pendefinisian itu adalah pendefinisian oleh para reaktifis. kondisi dan individu. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial dalam keluarga misalnya. Siahaan: blogspot. absolut. penulis menitikberatkan pada pendekatan sistem. Jumlah dan macam penyimpangan dalam masyarakat adalah relatif tergantung dari besarnya perbedaan Penyimpangan adalah relatif terhadap norma suatu kelompok atau masyarakat. Karena itulah dalam membahas perilaku penyimpangan pelajar. rasionalisasi. Oleh sebab itu. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami. yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah.Dasar pengakategorian penyimpangan didasari oleh perbedaan perilaku. Penyimpangan dapat didefinisikan secara statistik. dan normatif. manipulasi aspek lingkungan fisik. . Tidak satu teknik pun yang menjamin bahwa penyimpang dapat hidup di dunia yang menolaknya. reaktifis.S. kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap oleh setiap pelajar. Cara-cara para penyimpang menghadapi penolakan atau stigma dari orang non penyimpang disebut dengan teknik pengaturan. bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang. partisipasi dalam subkebudayaan menyimpang dan berubah menjadi tidak menyimpang. di mana penyimpangan itu adalah terlarang bila diketahui dan mendapat sanksi. maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. dan normatif yang membedakannya dari kedua sudut pandang lainnya. Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. Pengertian yang penuh terhadap penyimpangan membutuhkan pengertian tentang penyimpangan bagi penyimpang. Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu.com:2008). Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. Penyimpangan secara normatif didefinisikan sebagai penyimpangan terhadap norma.( Jokie M.

istilah perilaku menyimpangdiidentikkan dengan kenakalan. perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan melihat pada sesuatu perbuatan yang tidak disengaja. Singgih D. Jadi kebalikan dari perilaku yang dianggap normal yaitu perilaku nakal atau jahat yaitu perilaku yang disengaja sehingga menimbulkan keresahan pada masyarakat. sehingga perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan dianggap terjadi hal yang menyimpang atau “kenakalan”. Untuk mengetahui hubungan antara perilaku menyimpang pelajar dengan disorganisasi sosial. dijelaskan bahwa dalam pemikiran perilaku menyimpang atau jahat kalau dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial yang normal. Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto. dengan demikian perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong timbulnya perilaku penyimpangan yang dilakukan para pelajar. Tujuan Penulisan Berdasarkan latar belakang di atas. B. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat. mengatakan dari segi hukum kenakalan pelajar digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum . 2. Gumarso (1988 : 19). maka tujuan penulisan ini adalah: 1. Selanjutnya dalam pembahasan ini.2. Faktor-Faktor Pendorong Pada dasarnya perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar adalah hal-hal yang dilakukan oleh pelajar sebagai individu dan yang tidak sesuai dengan normanorma hidup yang belaku di dalam masyarakatnya. pernah membahas tentang normal tidaknya perilaku menyimpang atau perilaku kenakalan. Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan pelajar yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. 1985 : 73). PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR 1.

yaitu : (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum . orangtua para pelajar hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Di jaman sekarang. dan lain sebagainya. Ketika anak memasuki usia sekolah terutama perguruan tinggi. (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. frustrasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali. seperti : 1. Apabila timbul frustrasi. Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas. Pendidikan Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua kepada anak. Masih sering terjadi dalam masyarakat. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai. . orangtua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar masa depan si anak berbahagia. maka pelajar kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik. 2. pengaruh kawan bermain ini bukan hanya membanggakan si pelajar saja tetapi bahkan juga pada orangtuanya. Jangan biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil dan kemudian menjadi kecewa. memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. makin tinggi nilai mereka di mata temantemannya. Kawan Sepermainan Di kalangan pelajar. anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi orangtuanya. Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor. Namun jika si anak akan mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun orangtua tidak mampu memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. orangtua yang memaksakan kehendaknya agar di masa depan anaknya memilih profesi tertentu yang sesuai dengan keinginan orangtua. Orangtua juga senang dan bangga kalau anaknya mempunyai teman bergaul dari kalangan tertentu . meski memang ada sebagian anak yang berhasil mengikuti kehendak orangtuanya tersebut. Pemaksaan ini tidak jarang justru akan berakhir dengan kekecewaan. Sebab. Oleh karena itu. Makin banyak kawan. obat terlarang.

akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan kawan-kawannya. ada baiknya pula orangtua ikut memikirkannya pula. Seringkali perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja. Uang saku yang diberikan dengan tidak bijaksana akan dapat menimbulkan masalah. selain itu mereka bebas. 4. Yaitu: 1. bersenang-senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat terlarang. Kegiatan keluarga dapat pula berupa tukar pikiran dan berbicara dari hati ke hati. Akhirnya ia terjerumus. Penggunaan Waktu Luang Kegiatan di masa pelajar sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah. tidak ada kegiatan. Jangan berlebihan. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak. Namun. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para pelajar untuk menarik perhatian lingkungannya. Uang Saku Orangtua hendaknya memberikan teladan untuk menanamkan pengertian bahwa uang hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat. pada umunya apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya maka ia akan dijauhi oleh lingkungannya. Anak tidak menghargai uang. jika ia melakukan kegiatan yang negatif maka lingkungan dapat terganggu. Mengisi waktu luang selain diserahkan kepada kebijaksanaan pelajar. Pemberian uang saku kepada pelajar memang tidak dapat dihindarkan. Anak menjadi boros 2. Tindakan pengasingan ini jelas tidak mengenakkan hati si pelajar. sebaiknya uang saku diberikan dengan dasar kebijaksanaan. hal ini tidak akan menimbulkan masalah. pada si pelajar akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Namun. Oleh karena itu. waktu luang yang dimiliki pelajar dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi.Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya. dan . Apabila si pelajar melakukan kegiatan yang positif. Pelajar atau anak hendaknya dididik agar dapat menghargai nilai uang. 3. Sebab dalam masyarakat.

. Perilaku pelajar sebagai individu yang dianggap menyimpang dan merupakan sebagai masalah sosial. Akibatnya. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan yang sesuai dengan agama dan aturan yang berlaku. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya. 2. merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya. Apabila usia makin meningkat. Para pelajar dengan bebas dapat bergaul antar jenis.maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Oleh karena itu. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum. dalam masa pacaran. Anak malas belajar. Hubungan Perilaku Menyimpang Pelajar dengan DisorganisasiSosial. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat. 5. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. di jaman ini banyak pelajar yang putus sekolah karena hamil. bagi mereka. Namun. kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Pacar. . Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. di kalangan pelajar kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa pelajar. sebab mereka pikir tanpa kepandaian pun uang gampang didapat. sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Hal ini dapat dilihat bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial seperti masalah dalam keluarga. tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. pada dasarnya bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita. para pelajar saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Perilaku Seksual Pada saat ini.3.

artinya tingkat pemenuhan kebutuhan hidup. Artinya semakin tidak serasi hubungan atau interaksi dalam keluarga tersebut tingkat kenakalan yang dilakukan semakin berat. Jadi ketidak berfungsian keluarga untuk menciptakan keserasian dalam interaksi mempunyai kecenderungan anak pelajarnya melakukan kenakalan. dan tidak memperhatikan sama sekali pendidikan anaknya. Namun jika dilihat dari keutuhan dalam interaksi. (Masngudin HMS : wordpress. Hubungan dengan keutuhan keluarga Secara teoritis keutuhan keluarga dapat berpengaruh terhadap kenakalan pelajar. namun ketidakutuhan struktur keluarga bukan jaminan bagi anaknya untuk melakukan kenakalan. seperti . Hubungan dengan sikap orang tua dalam pendidikan Salah satu sebab kenakalan yang disebutkan pada kerangka konsep di atas adalah sikap orang tua dalam mendidik anaknya. karena kesibukannya dalam pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. yaitu pada kenakalan khusus.com/2008). Mereka yang orang tuanya otoriter. sering melakukan kenakalan khusus. Hubungan dengan pekerjaan orang tua Untuk mengetahui apakah perilaku menyimpang atau kenakalan juga ada hubungannya dengan pekerjaan orangtuanya. guna memenuhi kebutuhan keluarganya. ternyata peranan keluarga dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak. 2. Hal ini perlu diketahui karena dalam keseharian orang tua terkadang tidak mampu dan melalaikan tugas sosial keluarga. terlihat jelas bahwa yang melakukan kenakalan khusus berasal dari keluarga yang interaksinya kurang dan tidak serasi. terutama masalah dalam keluarga.Ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam menilai ada tidaknya hubungan antara perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar dengan disorganisasi sosial. Karena pekerjaan orangtua dapat dijadikan ukuran kemampuan ekonomi. 3. Artinya banyak terdapat anak-anak pelajar yang nakal datang dari keluarga yang tidak utuh. baik dilihat dari struktur keluarga maupun dalam interaksinya di keluarga. yaitu : 1.

Hubungan dengan kehidupan beragama keluarga Kehidupan beragama keluarga juga merupakan salah satu ukuran untuk melihat hubungan perilaku penyimpangan pelajar dengan disorganisasi sosial dalam keluarga. Hal ini berarti bahwa bagi keluarga yang taat menjalankan kewajiban agamanya kecil kemungkinan perilaku anaknya menyimpang. jadi keberfungsian keluarga sangat menentukan masa depannya. Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik. untuk itu solusi yang diambil yaitu memfungsikan kembali organisasi itu atau keluarga untuk mencegah tingkat kenakalan pelajar tersebut. menyalahgunakan narkotika. Menurut teori Durkheim kenakalan pelajar disebabkan ketidak berfungsian sebuah organisasi yang dalam hal ini adalah organisasi keluarga. 5. 2007:324). Dengan demikian ketaatan dan tidaknya beragama bagi keluarga sangat berhubungan dengan kenakalan yang dilakukan oleh anak-anaknya. kumpul kebo. demikian juga sebaliknya. Hubungan antara interaksi keluarga dengan lingkungannya Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. yaitu menerapkan proses sosialisasi yang baik bagi anak-anaknya. KESIMPULAN . berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. maka anak-anaknyapun akan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma agama. Adapun yang diharapkan dari hubungan tersebut adalah serasi. Sebab keluarga yang menjalankan kewajiban agama secara baik. oleh karena itu mau tidak mau harus berhubungan dengan lingkungan sosialnya. 4. kasus pembunuhan. pemerkosaan. akan terhindarkan. Dan pada dasarnya keluarga memang adalah organisasi pertama sebagai pembentuk watak dan kepribadian anak atau pelajar. dengan tetangga atau lingkungan sosialnya.hubungan seks di luar nikah. baik kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan maupun kenakalan khusus. serta menggugurkan kandungan. maka kecenderungan anaknya melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih berat yaitu kenakalan khusus. Apabila hal itu dapat diciptakan. (Soerjono Soekanto. karena keserasian akan menciptakan kenyamanan dan ketenteraman. C.

Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami. dan pergaulan sex bebas. apalagi kenakalan khusus. Pelajar yang demikian. Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor antara lain. pengenalan agama lebih dini dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. pemberian uang saku yang berlebihan. Sebaliknya bagi keluarga yang harmonis dan utuh maka kemungkinan anakanaknya melakukan perilaku menyimpang sangat kecil.Berdasarkan analisis di atas. Demikian juga dari adanya disorganiasi sosial dalam keluarga yang dialami oleh pelajar. maka perlu kiranya orangtua menjaga dan mempertahankan keutuhan keluarga dengan mengoftimalkan fungsi sosial keluarga melalui programprogram kesejahteraan sosial yang berorientasi pada keluarga dan lingkungannya. ditemukan bahwa perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajar-pelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya. banyaknya waktu luang. bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang. . maka akan melakukan perilaku menyimpang atau kenakalan pada tingkat tertentu. kegagalan dalam pendidikan. adanya pengaruh kawan sepermainan. maka untuk memperkecil tingkat perilaku menyimpang pelajar. besar kemungkinan untuk melakukan kenakalan atau perilaku menyimpang. Berdasarkan kenyataan di atas.

seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain melalui tiga tahap. Menurut Berger. Teori Charles H. Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadapnya.SOSIALISASI SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Posted on 22 Februari 2011 > 1. Seseorang mempunyai perasaan apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya. Pengertian Proses Sosialisasi Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. b. politik. . 2. Aktivitas sosial itu terjadi karena adanya aktivitas dari manusia dalam hubungannya dengan manusia lain. Jadi diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. agama. Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Keseluruhan kebiasaan yang dimiliki manusia di bidang ekonomi. 3. dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan bentuk utama dari proses sosial. Jadi. yaitu: 1. sosialisasi sebagai proses melalui bagaimana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Beberapa teori sosialisasi menurut para ahli sosiolog adalah sebagai berikut: a. kekeluargaan. Kehidupan bersama itu dapat dilihat dari beberapa segi. Cooley Menurut Cooley. Misalnya dilihat dari aspek hukum. pendidikan. proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai bidang kehidupan yang berguna. dan sebagainya harus dipelajari oleh setiap anggota baru masyarakat melalui suatu proses yang dinamakan sosialisasi. Dalam proses ini seorang belajar untuk mengetahui peran yang harus dijalankan serta peran yang harus dijalankan orang lain. Teori George Herbert Mead Menurut Mead setiap anggota baru harus mempelajari peran-peran yang ada di dalam masyarakat yaitu suatu proses yang dinamakan pengambilan peran.

Keluarga Keluarga merupakan lingkungan utama yang dikenal oleh anak. ilmu pengetahuan sosial dan pelajaran lain-lain. Agen Sosialisasi Ada empat agen sosialisasi yaitu keluarga. buletin. Pada lingkungan ini seorang anak mempelajari berbagai kemampuan baru. majalah. Arti pentingnya agen sosialisasi terletak pada pentingnya kemampuan yang harus dikerjakan kepada anak. paman. prestasi. radio dan iklan. Pendidikan formal mempersiapkan penguasaan peran-peran baru yang akan digunakan di kemudian hari. Misalnya. Misalnya seseorang siswa memperoleh nilai rendah dalam ujian. c. seseorang belajar bahasa (mendengarkan berbicara. pada saat anak tidak tergantung pada orang tua lagi. 1. Lingkungan sekolah Di lingkungan sekolah atau pendidikan formal seorang anak mulai mempelajari hal-hal baru yang belum dipelajari dalam lingkungan keluarga maupun kelompok bermain. pekerja sosial. Kemandirian . Di lingkungan sekolah. umum dan khusus. nenek. anak memasuki game stage yaitu mempelajari aturan yang mengatur peran orang lain yang kedudukannya sederajat. Peran agen sosialisasi terutama orang tua sangat penting. dia melakukan interaksi sosial sederajat. Di lingkungan sekolah. para siswa belajar kemandirian. tetangganya atau teman sekolahnya. berarti anak menemukan agen sosialisasi yang lain. ia merasa bahwa para gurunya menganggapnya bodoh. Agen sosialisasi di lingkungan keluarga meliputi orang tua. Misalnya. teman bermain. belajar matematika. Di samping itu bagi keluarga yang memiliki status sosial yang lebih baik. 2.Ia menganalogikan antara pembentukan diri seorang dengan perilaku orang yang sedang bercermin. b. maka ia kurang dihargai dan siswa tersebut menjadi murung. petugas anak. a. pembantu dan sebagainya. bibi. dan sebagainya. agen sosialisasi termasuk. surat kabar. Teman bermain Anak mulai bergaul dengan lingkungan selain keluarganya. saudara kandung bahkan untuk lingkungan besar termasuk kakek. lingkungan sekolah dan media massa. televisi. membaca dan menulis).

Keberhasilan atau kegagalan ditentukan oleh prestasi secara khusus tiap-tiap mata pelajaran itu sendiri. 2. Media Masa Media masa. Umum Di lingkungan sekolah. Setiap tugas-tugas yang diberikan akan memperoleh penghargaan berupa nilai. 4. televisi.Jika di rumah anak dapat mengandalkan bantuan orang tuanya dalam melakukan berbagai tugas. mengenal dirinya dan mengembangkan segenap potensinya untuk menjadi anggota masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan sebagai pedoman dalam kehidupannya. majalah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan sosialisasi adalah: . Prestasi Di sekolah anak belajar bersaing dan berprestasi. majalah) maupun elektronik (radio. 5. 3. ilmu pengetahuan sosial dan lain-lain. seseorang dapat menyesuaikan perilaku yang diharapkan. Tujuan dan Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi a. seperti bahasa Indonesia. berbagai nilai yang diperoleh akan menunjukkan tingkat prestasi seseorang sehingga seorang anak termotivasi untuk belajar dan meraih prestasi. Tujuan sosialisasi Tujuan sosialiasi yaitu sebagai proses pengenalan diri sendiri dan orang lain dengan perannya masing-masing. internet) merupakan bentuk komunikasi yang dikatagorikan sebagai agen sosialisasi. Misalnya penilaian matematika tidak mempengaruhi mata pelajaran lain. penilaian terhadap perilaku siswa dibatasi secara khusus. Misalnya. Pesan-pesan yang disampaikan baik melalui surat kabar. maka di sekolah sebagian besar harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. radio. 3. Khusus Di lingkungan sekolah. film. berbeda dengan di lingkungan keluarga. baik media cetak (surat kabar. anak mengikuti gaya mode dan penampilan para artis. televisi. seorang anak cenderung memperoleh perlakuan khusus. setiap anak akan memperoleh perlakuan yang sama (secara umum). Melalui sosialisasi. film dan internet akan mempengaruhi perilaku seseorang. Jadi tidak ada ketergantungan pada orang lain.

4. 5. misalnya mengenal anggota keluarga (ayah. 3. Misalnya mengenal kedudukan tempat tinggalnya di antara masyarakat dan mengenal lingkungan tempat bekerja. tetangga. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial di mana seseorang individu bertempat tinggal. 2. Misalnya mengenal teman bermain. saudara. Untuk mengenal lingkungan alam sekitar. b. Untuk mengenal sistem nilai-nilai norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat. Tingkat emotional atau Emotional Question (EQ) dan . mengenal tetangga. 3. mengenal adat istiadat. Tingkat kecerdasan atau Intelegensi Question (IQ). 2. 2. Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi Keberhasilan seseorang individu dalam proses sosialisasi dapat dilihat dan diukur dari adanya indikasi-indikasi sebagai berikut: 1. potensi dirinya dan faktor yang berasal dari luar dirinya. mengetahui peraturan-peraturan yang berlaku dan sanksi-sanksi yang diterapkan. Adanya peningkatan status dan peranan seseorang dalam usaha peningkatan kasir. 4. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam sekitarnya. 3. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial masyarakat. Bilogis yang meliputi bentuk tubuh.1. Faktor dari dalam Faktor yang berasal dan dalam individu seseorang meliputi: 1. hal ini dapat dan seorang mengenal keluarga. golongan darah. a. wawasan biologis. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial budaya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Keberhasilan proses sosialisasi oleh beberapa faktor baik yang berasal dari diri individu. wajah alat indera. ibu dan saudarasaudaranya). Dapat berintegrasi dengan lingkungan sosial masyarakat. Misalnya.

dan lingkungan pekerjaan. . dorongan akan kehendak bentuk. dan secara nyata yang terkandung di dalam otaknya. Adapun dorongan naluri antara lain. dorongan seks. dorongan untuk berbakti. simpati. Perasaan Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia. Pengetahuan Pengetahuan merupakan unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seseorang manusia yang sadar. Faktor keturunan 2. Pembentukan Kepribadian a. cemburu. Faktor-faktor pembentukan kepribadian Istilah “Kepribadian” adalah sebagai ciri-ciri watak seseorang individu yang konsisten. bakat. Seluruh proses akal manusia yang sudah jadi antara lain. apersepsi. yang memiliki identitas khusus sebagai individu. Situasi b. 2. Faktor dari luar Faktor-faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi yang berasal dari luar yaitu lingkungan keluarga. serta keterampilan. 5. Potensi. Faktor lingkungan alam 3. lingkungan pendidikan. karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif.4. Lingkup budaya 4. persepsi. pengamatan. lingkungan bermain/pergaulan. dorongan untuk memperatahankan hidup. rasa. Ciri khas tersebut berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. lingkungan masyarakat setempat. konsep maupun fantasi. warna dan gerak. Unsur-unsur pembentukan kepribadian 1. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang adalah: 1. b.

eksperesif. Nilai sosial berarti pedoman perilaku yang dianggap baik. tidak praktis. Enterfising Tipologi ini menyukai kegiatan di mana selalu ada peluang untuk mempengaruhi orang lain. 2. Realistis Tipe realistis yaitu seseorang yang menyukai kegiatan fisik yang menuntut kererampilan. Ciri-ciri nilai sosial . emosional. pemusik. Tipologi kepribadian Tipologi kepribadian seseorang menjadi enam tipologi dan masing-masing memiliki karakter dan kedudukan yang berbeda-beda. kreatif. Pengertian nilai sosial Nilai adalah suatu ukuran atau patokan yang diyakini dan dijadikan standar pedoman. kekuatan dan koordinasi. 2. Fungsi Nilai dan Norma Sosial a. idealis. Karakternya imajinatif. tidak teratur. penulis. Sosial Tipe sosial yaitu seseorang yang menyukai kegiatan yang membantu meringankan beban orang lain. 3. Artistik Seseorang dalam tipologi ini menyukai kegiatan yang bersifat mendua. 4. Investigatif Seseorang yang memiliki tipe investigatif menyukai kegiatan yang mencakup pemikiran. 6. Nilai Sosial 1. pantas dan benar sebagai ukuran perilaku masyarakat.c. 6. Kedudukannya: tukang cat. Konversional Tipe konversional yaitu tipe yang menyukai kegiatan yang diatur dengan peraturan jelas. Keenam tipologi yang dimaksud adalah: 1. 5. pengorganisasian dan pemahaman.

maka tidak dapat disebut norma sosial.1. Jika aturan-aturan tidak dikuatkan oleh desakan sosial. Mengandung sanksi bagi yang melanggarnya dan e. Menyebabkan terjadinya perubahan sosial sehingga norma sosial dapat berubah pula. Hasil interaksi sosial antar warga masyarakat 2. Bervariasi antara budaya yang satu dengan yang lain. Hasil dan kesepakatan masyarakat c. Dapat mempengaruhi perkembangan pribadi 5. Pengertian sosial a. 2. Norma Sosial 1. Tahap-tahap Norma sosial Berdasarkan tingkat daya ikat terhadap masyarakat tahap-tahap norma sosial meliputi: a. Umumnya tidak tertulis kecuali norma hukum b. Terbentuk melalui proses belajar 4. bahwa norma-norma itu benar-benar telah menjadi norma sosial. Bukan pembawaan sejak lahir 3. unsur pokok dari norma yaitu tekanan sosial terhadap anggota-anggota masyarakat untuk menjalankan norma-norma tersebut. Menurut Berry. Berhubungan satu sama lain dan 6. Adanya desakan sosial itu merupakan ciri. sebab norma disebut sebagai norma sosial bukan saja karena telah mendapatkan sifat kemasyarakatannya akan tetapi telah dijadikan patokan dalam perilaku. Norma cara (Usage) Norma cara yaitu tata cara yang dianut seseorang dalam melakukan sesuatu. . Warga masyarakat mentaatinya d. b.

pelanggaran norma tersebut akan dianggap sebagai perbuatan dosa. b. apabila dilanggar dikenakan sanksi hukum baik penjara. Norma kebiasaan (Folkways) Norma kebiasaan yaitu suatu aturan yang biasa berlaku di lingkungan masyarakat (biasa dilakukan secara berulang-ulang). 3. norma tata kelakuan digunakan sebagai alat pengawasan oleh masyarakat kepada anggotanya. Norma Agama Norma agama yaitu aturan-aturan yang bersumber dan ajaran agama yang mengikat pada penganutnya yang berisi perintah-perintah maupun larangan bagi penganutnya masing-masing untuk memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Norma tata kelakuan (Mores) Suatu norma kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat berkembang menjadi norma tata kelakuan. adat pembagian warisan. norma sosial dibagi menjadi 4 jenis antara lain adalah: a. Norma kesusilaan dan kesopanan Norma kesusilaan adalah norma yang bersumber dari perasaan manusia sedangkan norma kesopanan bersumber pada akal pikiran manusia. Jenis-jenis norma sosial Dilihat dari bidang-bidang kehidupan yang diaturnya. Norma hukum Norma hukum yaitu suatu rangkaian aturan yang menjadi pedoman bagi seluruh warga negara. upacara penguburan dan selamatan. c. misalnya adat perkawinan. d. d. denda atau hukuman mati. c. Norma Hukum .b. Norma hukum berisi ketentuan-ketentuan perundang-undangan termasuk peraturan pemerintahan baik pusat maupun daerah dan keputusan-keputusan pejabat pemerintah yang dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Norma adat atau kebiasaan Norma adat atau kebiasaan yaitu norma yuang mengatur kehidupan bermasyarakat yang dipergunakan secara berulang-ulang dan dibakukan sebagai pedoman adat dalam kelompok masyarakat tertentu.

2. Fungsi nilai dan norma-norma sosial antara lain adalah: 1. . Fungsi Nilai dan Norma Sosial Maurice Doverger berpendapat bahwa nilai-nilai sosial mencerminkan suatu kualitas referensi dalam tindakan. hukuman penjara. sesuai tingkat kesalahannya. memberikan perasaan identitas kepada masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai. Nilai dan norma membatasi ruang gerak orang-orang yang kuat untuk melakukan perilaku sekehendaknya. 7. memberikan sumbangan yang berarti kepada pembentukan pandangan dunia mereka. Saparinah Sadli menjelaskan bahwa norma-norma sosial yang menjadi pedoman perilaku manusia sebenarnya bersumber dari niali-nilai. Sebagai pelindung pihak-pihak yang lemah Nilai dan norma sosial berlaku secara umum di lingkungan masyarakat. Sebagai petunjuk perilaku Nilai dan norma merupakan sesuatu yang mengandung kebaikan yang telah diyakini dan dijadikan pedoman dalam kehidupan.Norma hukum merupakan norma sosial yang dibuat oleh lembaga berwenang untuk dijadikan pedoman dalam mengatur kehidupan warga negara. dan kehidupan dalam hal ini sanksi bagi yang melanggar dikenai denda.

Masalah Sosial budaya
April 19th, 2010 • Related • Filed Under Pesatnya pembangunan dan masuknya era globlalisasi membawa dampak yang harus dihadapi Bangsa Indonesia, baik dampak positif maupun yang bersifat negatif. Salah satu dampak negatif globlalisasi adalah memberikan konsekuensi masuknya dan meleburannya budaya asing pada budaya Indonesia, padahal budaya tersebut belum tentu sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia.Dampak negatif globlalisasi tersebut di atas tampak menghiasi berita dimedia massa. Diantaranya, “seorang remaja warga Banguntapan, Bantul,Yogyakarta dengan inisial AK (27) ditangkap Polisi bersama adiknya karena terlibat perkara narkoba” (Merapi, 28 Juni 2007:1 dan 7) Contoh pemberitaan media massa tersebut, dapat dikategorikan sebagai perilaku menyimpang remaja.perilaku menyimpang remaja dapat diartikan:Sebagai kenakalan, penyimpangan, atau pelanggaran pada norma yang berlaku. Dari segi konsepsi hukum, kenakalan diartikan merupakan pelanggaran terhadap hukum yang belum bisa dikenai hukum pidana sehubungan dengan usianya. Terjadinya perilaku menyimpang remaja serta lunturnya rasa hormat generasi muda terhadap generasi tua, merupakan indikasi menurunnya pemahaman dan pengalaman nilainilai budaya yang terumuskan menjadi Pancasila. Menyimak kondisi demikian, tidaklah bijaksana menumpukan kesalahan pada pemerintah ataupun pihak-pihak terkait. Lebih bijaksana jika terlebih dahulu mengkaji kondisi remaja dan problematika di dalamnya. Agar kehidupan kita tetap terbina ketertibanyanya, sudah seharusnya kaidah-kaidah hukum untuk ditaati.setiap orang yang menghendaki hidup tertib dan tentram dituntut untuk taat dan patuh terhadap pancasila.Teori-teori umum tentang penyimpangan berusaha menjelaskan semua contoh penyimpangan sebanyak mungkin dalam bentuk apapun (misalnya kejahatan, gangguan mental, bunuh diri dan lain-lain). Berdasarkan perspektifnya penyimpangan ini dapat digolongkan dalam dua teori utama. Perpektif patologi sosial menyamakan masyarakat dengan suatu organisme biologis dan penyimpangan disamakan dengan kesakitan atau patologi dalam organisme itu, berlawanan dengan model pemikiran medis dari para psikolog dan psikiatris. Perspektif disorganisasi sosial memberikan pengertian pemyimpangan sebagai kegagalan fungsi lembaga-lembaga komunitas lokal. Masingmasing pandangan ini penting bagi tahap perkembangan teoritis dalam mengkaji penyimpangan.Remaja sebetulnya dapat dikatakan tidak memiliki tempat yang jelas,mereka tidak termasuk dalam golongan anak-anak dan belum dapat diterima kedalam golongan orang dewasa. Remaja berada di antara anak dan orang dewasa. Suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi kedalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Masa remaja ini merupakan masa pencarian jati diri. Dalam proses pencarian jati dirinya memerlukan bimbingan dari lingkungan sekitar. Menurut Horrock sebagaimana dikutip oleh Ali dan Mohammad “lingkungan merupakan faktor yang besar pengaruhnya bagi perkembangan nilai, moral, dan sikap individu”.Ruang lingkup lingkungan terkecil dalam kegiatan bimbingan dan pendidikan adalah keluarga. keluarga merupakan: Lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang menjadi dewasa bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan di dalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya watak, budi pekerti dan kepribadian tiap- tiap manusia. Kenyataan yang terjadi sekarang ini peran keluarga dalam hal ini orang tua dalam memberikan pendidikan dan bimbingan moral bagi anak-anaknya sering terlupakan. Orang tua kurang memperhatikan anak-anaknya dengan dalih sibuk bekerja memenuhi kebutuhan ekonominya. Anak hanya disuapi dengan

kebutuhan fisik saja, sementara aspek batin, mental dan spritual pada diri anak kurang diperhatikan oleh orang tuanya. Peranan keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama memiliki fungsi yang penting terutama dalam penanaman sikap, nilai hidup serta berfungsi menumbuhkan kesadaran bahaya perilaku menyimpang pada remaja.sebagai pandangan hidup dan intensitas bimbingan moral oleh orang tua pengaruhnya terhadap kesadaran bahaya perilaku menyimpang pada remaja.Dan hal-hal yang mempengaruhinya dalam kehidupan kita saat ini, paling tidak ada empat lingkungan yang senantiasa berinteraksi satu sama lain, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan negara A.Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi manusia. Menaati dan melaksanakan hukum dan aturan yang berlaku dalam lingkungan keluarga diantaranya 1.menaati aturan sopan-santun, baik kepada keduaorang tua maupun kepada seluruh anggota keluarga baik yang dekat maupun yang jauh. Termasuk harus berbuat sopan dan santun kepada tetangga yang ada disekitar kita. 2.menjaga nama baik keluarga. Misalnya denganberperilaku sesuai dengan nasehat orang tua. Kita haru sadar bahwa menjaga nama baik keluarga sama dengan menjaga nama baik bangsa dan negara. Hal ini karena bangsa indonesia adalah sebuah keluarga besar yang di dalamnya terdiri dari sekumpulan keluarga-keluarga seperti dalam keluarga kita. 3.tidak berbuat apalagi membiasakan diri berdusta kepada orang tua. Ini sangat penting sebab tidak sedikit di antara kita yang berani berbuat dusta kepada orang tua kita. B.Lingkungan Sekolah Sekolah meupaka lingkungan tempat kita menuntut ilmu. Kita mengetahui bermacam ragam ilmu, mahir beragam macam keterampilan karena kita bersekolah. Kita bisa bersekolah karena keadaan sekolah tertib sehingga belajar tidak terganggu. Oleh karena itu menerapkan nilai dan norma di lingkungan sekolah sangat diutamakan. Pelaksanaannya itu dapat berupa: a.mengindahkan tata tertib sekolah. Misalnya tidak sengaja terlambat masuk sekolah. b.mengenakan pakaian seragam yang rapi dan bersih. c.berperilaku baik dan sopan santun kepada Bapak dan Ibu Guru dan kepada sesama teman. d.tekun belajar. Ingat kunci sukses dan manfaat ilmu yang kita pelajari sangat erat dengan keikhlasan dan kesenangan orang yang memberikan ilmu kepada kita. Maka dari membuat guru senang dengan berperilaku kita yang terpuji menjadi kunci sukses kebehasilan dari ketekunan belajar kita. e.menjaga kebersihan sekolah. f.membayarkan uang iuran sekolah dari orang tua tepat pada waktu. g.mengerjakan pekerjaan rumah, dan sebagainya. C.Lingkungan Masyarakat Dalam kehidupan masyarakat terdapat hukum yang mengikat warganya sekalipun tidak tertulis. Ada peribahasa yang mengatakan “lain padamg lain belalang, lain lubuk lain ikannya”, artinya pada setiap masyarakat terdapt adat atau kebisaan yang berbeda-beda. Adat atau kebiasaan tersebut merupakan hukum yang tidak tertulis. Menaati hukum tidak tertulis dalam masyarakat diantaranya dapat dilakukan dengan cara: a.menghormati taa cara atau kebiasaan setempat b.ridak berbuat keonaran c.menjaga nama baik masyarakat

D.Lingkungan Negara Selaku warga negara indonesia kita dituntut untuk melaksanakan norma-norma hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Kesadaran bahaya perilaku menyimpang remaja pada dasarnya dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait, baik yang berasal dari dalam diri remaja sendiri maupun berasal dari luar. Faktor dari dalam remaja antara lain struktur intelektualnya, kondisi fisik dan psikis, serta karekterisik individual sedangkan faktor dari luar individu remaja antara lain teman bermain, lingkungan pendidikan, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat,kegiatan keorganisasian yang diikuti. Moral pada dasarnya merupakanrangkaian nilai tentang berbagai macam perilaku yang harus dipatuhi. Moral merupakan kaidah normadan pranata yang mengatur perilaku individu dan hubungannya dengan kelompok social dan masyarakat. Moral merupakan standar baik buruk yang ditentukan bagi individu oleh nilai-nilai social budaya,dimana individu sebagai anggota social.perilaku moral diperlukan demi terwujudnya kehidupan yang damai, Penuh keteraturan, ketertiban, dan keharmonisan. Penyimpangan dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui jalur tersebut berarti telah menyimpang. Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja, bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988,26), mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang. Masalah sosial perilaku menyimpang dalam tulisan tentang “Kenakalan Remaja” bisa melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui pandangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Tentang perilaku disorder di kalangan anak dan remaja mengemukakan bahwa perilaku menyimpang juga dapat dilihat sebagai perwujudan dari konteks sosial. Perilaku disorder tidak dapat dilihat secara sederhana sebagai tindakan yang tidak layak, melainkan lebih dari itu harus dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan sosialnya. Ketidak berhasilan belajar sosial atau “kesalahan” dalam berinteraksi dari transaksi sosial tersebut dapat termanifestasikan dalam beberapa hal. Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Oleh sebab itu, kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap. Salah

overcrowding. Di dalam masyarakat yang disorganisasi sosial. yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. misalnya tingkat kriminalitas yang tinggi dalam masyarakat kota pada umumnya berada pada bagian wilayah kota yang miskin. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilaku. tetapi lebih dari itu. Media Massa baik cetak maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. Penelitian inipun dilakukan di daerah pinggiran kota yaitu di Pondok Pinang Jakarta Selatan tampak ciri-ciri seperti disebutkan Eitzen diatas. bahwa beberapa tempat di kota mempunyai sifat yang kondusif bagi tindakan kriminal oleh karena lokasi tersebut mempunyai karakteristik tertentu. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah.Bahwa seorang dapat menjadi buruk/jelek oleh karena hidup dalam lingkungan masyarakat yang buruk. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik .satu variasi dari teori yang menjelaskan kriminalitas di daerah perkotaan. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain. dampak kondisi perumahan di bawah standar. derajat kesehatan rendah dari kondisi serta komposisi penduduk yang tidak stabil.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. seringkali yang terjadi bukan sekedar ketidak pastian dan surutnya kekuatan mengikat norma sosial. Merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak.Keluarga. Mengenai pendekatan sistem. perilaku menyimpang karena tidak memperoleh sanksi sosial kemudian dianggap sebagai yang biasa dan wajar. Apabila lingkungan interaksi cenderung devian. maka seseorang akan mempunyai kemungkinan besar untuk belajar tentang teknik dan nilai-nilai devian yang pada gilirannya akan memungkinkan untuk menumbuhkan tindakan kriminal. Sutherland dalam beranggapan bahwa seorang belajar untuk menjadi kriminal melalui interaksi. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya pada masyarakat yang mengalami gejala disorganisasi sosial.