Penyimpangan Sosial Dalam Masyarakat Oleh :WIYONO, S.Pd wiyonospd-civiceducation.blogspot.

com

Pengertian Penyimpangan sosial penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang, sadar atau tidak sadar pernah kita alami atau lakukan. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun. Sejauh penyimpangan itu terjadi, besar atau kecil dalam skala luas atau sempit, tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat.

Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tak dengan nilai - nilai dan norma - norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Dengan kata lain Penyimpangan (DEVIATION) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (CONFORMITY) terhadap kehendak masyarakat.

Penyimpangan sosial menurut AHLI sebagai berikut :

1. JAMES W VANDER ZANDEN, Penyimpangan merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.

2. ROBERT MZ LAWANG, Penyimpangan merupakan tindakan yang menyimpang dari norma - norma yang berlaku dalam satu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang atau abnormal tersebut. 3. PAUL B HORTON, Penyimpangan adalah setiap perilaku dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma - norma kelompok atau masyarakat. 4. LEWIS COSER, Perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. 5. BRUCE J KOHEN, Penyimpangan sosial (DEVIATION) adalah tingkat laku yang melanggar atau bertentangan dari aturan - aturan normatif (HUKUM) maupun harapan harapan lingkungan sosial yang bersangkutan.

FAKTOR PENYEBAB PENYIMPANGAN SOSIAL

Secara umum , faktor penyebab penyimpangan sosial yang terjadi masyarakat dipengaruhi oleh hal sebagai berikut : 1. FAKTOR INTERN, beberapa faktor intern atau dalam diri individu yang diidentifikasi dapat menyebabkan lahirnya penyimpangan sosial, diantaranya adalah kepintaran, usia, jenis kelamin, kedudukan dalam keluarga, dan sikap mental yang tidak sehat. 2. FAKTOR EKSTERN, faktor yang menyebabkan munculnya penyimpangan sosial yaitu rumah tangga, pendidikan sekolah, lingkungan pergaulan, media massa, serta tidak sanggup mengikuti peraturan dalam masyarakat.

Menurut JAMES W VANDER ZANDEN, faktor penyebab penyimpangan sosial antara lain : 1. longgar atau tidaknya nilai dan norma 2. sosialisasi yang tidak semprna. 3. sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang.

Menurut CESARE LOMBROSSO, Faktornya adalah biologis, psikologis dan Sosiologis.

Perilaku menyimpang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial. Definisi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.[1] Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakantindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain. Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah bentukinteraksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok.

[sunting]Penyebab

Terjadi

Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut : 1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir). 2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi. Untuk lebih jelasnya, berikut diuraikan beberapa penyebab terjadinya penyimpangan seorang individu (faktor objektif), yaitu 1. Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan. Seseorang yang tidak sanggup menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, ia tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas. Keadaan itu terjadi akibat dari

Ikatan sosial yang berlainan. 3. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. Apabila kedua orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya dengan sempurna maka anak itu tidak akan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga. kreatif. 4. . 2. Hal itu terjadi jika dalam upaya mencapai suatu tujuan seseorang tidak memperoleh peluang. misalnya karena seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak (broken home). 5.  Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua. Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif. maka terjadilah perilaku menyimpang. sehingga ia mengupayakan peluang itu sendiri. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial. Setiap orang umumnya berhubungan dengan beberapa kelompok.prosessosialisasi yang tidak sempurna. Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang. karier penjahat kelas kakap yang diawali dari kejahatan kecil-kecilan yang terus meningkat dan makin berani/nekad merupakan bentuk proses belajar menyimpang. Seringnya media massa menampilkan berita atautayangan tentang tindak kejahatan (perilaku menyimpang)Hal inilah yang dikatakan sebagai proses belajar dari sub-kebudayaan yang menyimpang. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karier. Penyimpangan bersifat positif. Proses belajar yang menyimpang. maka kemungkinan ia juga akan mencontoh pola-pola perilaku menyimpang. dan memperkaya wawasan seseorang. 1. [sunting]Bentuk Bentuk-bentuk perilaku menyimpang dapat dibedakan menjadi dua. yaitu sebagai berikut. Hal itu merupakan bentuk perilaku menyimpang yang disebabkan karena proses belajaryang menyimpang. sebagai berikut. Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial dapat mengakibatkan perilaku yang menyimpang. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang. Jika pergaulan itu mempunyaipola-pola perilaku yang menyimpang.

Penyimpangan individu berdasarkan kadar penyimpangannya dibagi menjadi lima. Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang nyata dan seringkali terjadi. Pelanggar 4. Penyimpangan bersifat negatif. seseorang bertindak sendiri tanpa rencana melaksanakan suatu kejahatan. Penyimpangan kelompok (group deviation) Penyimpangan kelompok adalah tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. 1.  Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya. Perusuh atau penjahat 5. Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut: 1. Misalnya orang yang terbiasa minum-minuman keras dan selalu pulang dalam keadaan mabuk. Penyimpangan primer (primary deviation). Penyimpangan individual (individual deviation) Penyimpangan individual adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menyimpang dari norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. 1.2. yaitu sebagai berikut : 1. . sekelompok orang menyelundupkan narkotika atau obat-obatan terlarang lainnya. Penyimpangan sekunder (secondary deviation). Munafik 1. Misalnya. 2. Pembandel 2. 1. Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk. sehingga berakibat cukup parah serta menganggu orang lain. 2. Pembangkang 3. dapat dibedakan menjadi tiga macam. yaitu sebagai berikut. 1. Misalnya.

3.1. Penyimpangan campuran (combined deviation) Penyimpangan seperti itu dilakukan oleh suatu golongan sosial yang memiliki organisasi yang rapi. dengan di bawah pimpinan seorang tokoh mereka mengelompok ke dalam organisasi rahasia yang menyimpang dari norma umum (geng-geng anak nakal). Misalnya. remaja yang putus sekolah dan pengangguran yang frustasi dari kehidupan masyarakat. . sehingga individu ataupun kelompok didalamnya taat dan tunduk kepada norma golongan dan mengabaikan norma masyarakat yang berlaku.

• Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). Sosiologi. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. perjudian dan pemakaian narkotika. pembunuhan. 2009 Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Cohen. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. Sejarah dan Ekonomi) Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat >> SUNDAY. -bentuk penyimpangan sosial • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. Menurut Bruce J.Ilmu Pengetahuan Sosial Kumpulan Materi Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. APRIL 12. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. . Contohnya: pemerkosaan. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. benar atau salah menurut pengertian umum. pencurian.

Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. -faktor Penyebab Penyimpangan Sosial kedudukan seseorang dalam keluarga. membuang sampah sembarangan. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor.o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok.norma masyarakat yang berlaku. di diskotik dll. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. rjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. . sementara iklan rokok begitu menarik. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. -sebab terjadinya penyimpangan Sosial : mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi.

Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal . media massa. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. pakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari.norma yang berlaku.menodong. perampokan.dll. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. anak. norma sosial dan norma agama. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di . -jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis: remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. Misalnya: mencuri. media elektronik. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya.luarga. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. pemerkosaan pencurian. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi. pergaulan dan media massa.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. n atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. media cetak. menjambret membunuh.obat-obat terlarang dan minuman keras. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. a. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. pendidikan di sekolah. diluar nikah.

Teori konflik. cap. penberian julukan. Dengan demikian. Oleh sebab itu. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. Teori Labeling. enyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu.televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Karl Mark. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling. .

Penyimpangan Sosial: Apa Tugas Orang Tua di Hadapan Anak? Emi Nur Hayati Ma’sum Sa’id Akibat kemajuan teknologi. wawasan-wawasan. ia bisa melakukan komunikasi dengan yang lainnya secara langsung. Kebudayaan memiliki pengertian yang bermacam-macam akan tetapi yang menjadi perhatian penulis di sini adalah kebudayaan yang berartikan sehimpun kepercayaan. dunia menjadi sebuah kampung kecil yang mudah dijangkau oleh siapapun. etika dan tradisi tata susila serta pemikiran-pemikiran yang sudah diakui dan menguasai masyarakat. Karena itu yang terpenting adalah bagaimana kita harus menggunakannya dengan baik sehingga bisa mencegah efek samping yang ditimbulkannya. Sebagian dari mereka telah kehilangan identitas Kebangsaan dan keagamaannya. Manusia tanpa harus keluar dari rumah. nilai-nilai. untuk memperjelas mukadimah bahasan perlu kita tilik terlebih dahulu makna dan posisi kebudayaan sehingga kita bisa kenali sekian penyimpangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat. Sebelum kita memasuki bahasan penyimpangan sosial. Salah satu alat yang bisa digunakan untuk menghancurkan jati diri dan kesucian serta kemuliaan para remaja muslim adalah parabola dan internet. ada saja pihak yang hendak berupaya menghapus identitas Islam para remaja muslim. Dengan segala kekuatan. Kendati kemajuan ilmu pengetahuan memberikan faedah. namun ia juga mengakibatkan pelbagai pengaruh negatif. Pembongkaran ulang makna kebebasan dan nilai kemanusiaan adalah salah satu dari sekian hal yang menjadi sasaran untuk menghancurkan kehidupan sosial masyarakat muslim. . serta memunculkan beragam bentuk penyimpangan sosial di tengah masyarakat muslim. yang telah menjalar ke negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim sehingga imbasnya pun tampak begitu jelas.

*1+ Berdasarkan definisi ini kebudayaan Islam bisa diartikan sebagai proses pemikiran. tradisi dan moral serta pengetahuan-pengetahuan yang bersumber dari limpahan wahyu ilahi dan sunah Nabi saw dan para Imam maksum as. Dari sini jelas bahwa penyimpangan sosial bisa dipengertikan sebagai lawan dari proses pemikiran. kepercayaan. majalah. Perubahan dan pergantian serta munculnya peradaban bergantung pada kebudayaan atau hasil dari perubahan dan munculnya kebudayaan. Pengadaan konser musik antara remaja putra dan putri memiliki akibat buruk yang melanda para remaja dalam masyarakat. kebudayaan adalah ruhnya peradaban. norma. serta tradisi-tradisi dan pengetahuan yang bersumber dari wahyu Ilahi dan sunah Rasulullah saw serta para Imam maksum as. Pengaruh penyimpangan sosial Penyebaran model pakaian yang tidak sopan dan bertentangan dengan aturan-aturan Islam serta paras yang mencolok. wawasan. Bisa dikatakan secara keseluruhan bahwa pemikiran yang menguasai sebuah masyarakat adalah pemikiran yang muncul dari masyarakat itu sendiri atau didapatkan dari luar masyarakat itu’. wawasan. nilai-nilai dan norma. ‘Kebudayaan setiap masyarakat dan bangsa serta setiap revolusi bersumber dari sekian hasil karya pemikiran dalam masyarakat yang meliputi pengetahuan. serta penyebaran kaset-kaset dan cd-cd hiburan yang tidak mendidik. Pencetakan buku-buku. dan novel yang bertentangan dengan etika dan membakar nafsu seks para remaja. Inilah kedudukan kebudayaan. nilai-nilai dan norma. sosial. dan aspek-aspek tersebut muncul dari kebudayaan masyarakat itu sendiri. Karena kebudayaanlah yang menentukan segenap aspek politik. Berdasarkan pemikiran Islam. legalitas dan moralitas masyarakat. Peradaban tidak lain adalah kulitnya kebudayaan. Khususnya remaja yang sedang mengalami usia sensitif yaitu masa puber di mana mereka sangat .Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam ucapannya. tradisi-tradisi dan sebaginya. pemutaran film-film amoral melalui chanel-chanel tv dan internet. etika. keyakinan.[2] Dasar yang paling penting dari sebuah masyarakat adalah kebudayaan masyarakat itu.

saya tidak perlu lagi memberikan contohnya. . di antaranya adalah munculnya pelbagai kebejatan seksual yang terjadi di masyarakat kita. Kesenjangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat di mana sebagian kelompok hidup dalam kemewahan dan kelompok lainnya dalam kekurangan dan kemiskinan.mudah terpengaruh dan banyak lagi beragam fenomena penyimpangan sosial lainnya. 2. Di sisi lain. Ketidakstabilan rumah tangga. Tentu kita semua menyaksikan pelbagai fenomena yang diakibatkan oleh penyimpangan sosial. 3. Hal yang demikian itu akan memunculkan pelbagai pengaruh dan akibat seperti: 1. Merajalelanya kejahatan dan pembunuhan. penyiaran film-film yang menghambur-hamburkan kekerasan dan amat bertentangan dengan moral adalah salah satu faktor penting yang menyebabkan maraknya kriminalitas dan pembunuhan di tengah masyarakat. Antara suami istri yang seharusnya mereka harus saling mempercayai. Adanya penyimpangan sosial seperti tidak terjaganya hubungan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki di kantor-kantor dan perusahaan serta tidak adanya penjagaan dalam berpakaian di mana para wanita dengan gaya pakaian dan parasnya yang menggoda. Kiranya. Kesenjangan sosial semacam ini mengakibatkan munculnya rasa cemburu di kalangan kaum miskin terhadap orangorang kaya yang pada akhirnya timbullah pelampiasan rasa dendam mereka untuk berani mencuri dan membunuh sekalipun. mereka tidak lagi memiliki kepercayaan dengan pasangannya. Kejahatan seksual. hal ini selain tidak akan menjadikan hubungan keluarga harmonis bahkan merusak hubungan hangat anggota keluarga. Dan yang terpenting adalah kondisi semacam ini tidak hanya akan menghancurkan kehidupan duniawi seseorang tapi juga kehidupan ukhrawinya. Ketika kepercayaan di antara mereka sudah tidak ada lagi maka keakraban dan kehangatan pun tidak akan terlihat lagi. dan yang kaya pun tidak memikirkan mereka yang papa.

[4] Ayat-ayat ini menunjukkan betapa perilaku-perilaku buruk menyebabkan lemahnya iman dan bahkan berakhir dengan hilangnya iman. perilaku buruk semacam itu ternyata dilakukan juga oleh sebagian remaja muslim. maraknya pornografi dan pornoaksi. Ketika generasi muda sebuah negara sudah kehilangan nilai-nilai spiritual maka negara itu akan mudah untuk dijajah. Tentu saja. Yang patut disayangkan adalah apabila para remaja muslim sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya. tidak memakai pakaian yang sesuai dengan syariat. Poin penting yang menjadi perhatian di sini adalah bahwa perilaku manusia memiliki pengaruh timbal balik terhadap akidah dan keyakinannya yakni sebagaimana akidah yang rusak ia akan menghasilkan perilaku yang rusak. Contoh jelasnya yang bisa kita saksikan adalah kelalaian dalam bertindak dan tidak berpegang pada aturan Islam.*3+ ‘Kemudian. 5. Kebejatan moral. akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah azab yang lebih buruk. Perusakan akidah dan keyakinan. Ideologi manusia memiliki peran langsung dalam perilaku dan amalannya. hal ini akan berpengaruh pada masalah-masalah lainnya yang pada akhirnya akan menyebabkan seorang muslim kehilangan imannya. Dalam ayat al-Quran Allah swt berfirman: Sekali-kali tidak demikian sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka’. Inilah yang sudah direncanakan oleh agen-agen tertentu berdasar rencana yang matang guna menghancurkan remaja Islam. Jika seseorang sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya maka ia akan kehilangan nilai-nilai spiritual dan religius. Naifnya. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah. Oleh karena itu antara keduanya saling mempengaruhi.4. . perilaku yang buruk juga akan merusak akidah dan keyakinan manusia.

Agama dan akal menghukumi bahwa kedua orang tua bertanggung jawab atas pendidikan anak- . yang akibatnya akan menghilangkan jati diri mereka sehingga mudah terbujuk dan terpengaruh pihak lain. 6.Dosa selalu bertengkar dengan hati sampai dia bisa mengalahkan dan menjelmakan yang tinggi menjadi rendah dan menjelmakan yang rendah menjadi tinggi. Kedua orang tua harus memenuhi hak-hak anak dalam pendidikan agama. Imam Ali bin Abi Thalib as Bersabda: ‘sesungguhnya hanya sedikit orang yang menyamakan dirinya dengan sebuah kaum akan tetapi ia tidak terhitung seperti mereka’.*6+ Rasulullah saw bersabda: ‘barang siapa yang menyamakan dirinya dengan sebuah kaum maka ia termasuk mereka’.Imam Baqir as bersabda: ‘Tidak satu pun yang bisa merusak hati kecuali dosa.*7+ Peran Orang Tua Setelah kita mengkaji pengaruh penyimpangan sosial. khususnya generasi muda dan para remaja. Mereka bagaikan bangkai yang mengikuti arus sungai. Tidak kenal diri dan ikut-ikutan orang lain.[5] Dengan demikian tasamuh dan tasahul (toleransi) yang berlebih-lebihan dalam furuuddin menyebabkan rusaknya akidah apalagi jika melakukan penyimpangan sebagaimana yang sudah kita sebutkan tadi. Manusia-manusia yang tidak memiliki keimanan yang kuat ia tidak akan mampu membentengi dirinya di hadapan pelbagai macam godaan duniawi. Remaja-remaja yang kehilangan jati dirinya dan mengikuti budaya amoral. sejatinya mereka tidak mengenal siapa dirinya. Sebaliknya bila mereka hidup maka mereka akan menghadang arus yang sedang mengalir. Ia akan menerima segala apa yang ditawarkan. karena mereka sedang dalam usia yang betul-betul sensitif dan lebih mudah dipengaruhi. muncul pertanyaan baru ‘Apa tugas kedua orang tua di hadapan anak-anaknya?’ Mengingat bahwa rumah adalah basis pertama bagi setiap manusia maka kedua orang tualah yang memiliki tugas berat dalam mendidik anak-anaknya: 1.

Oleh karenanya ketika anak mengalami kekacauan jiwa ia akan melampiaskannya kepada penyimpangan sosial bahkan ia akan melakukan apa saja. dan ini adalah tugas kedua orang tua yang harus menyiapkan fondasinya. mereka memerlukan ciri-ciri kejiwaan dan moralitas.anaknya.[9] Anak-anak yang tidak mendapatkan ketenangan jiwa ia akan mengalami kegelisahan. Anakanak membutuhkan perlindungan dan kasih sayang kedua orang tuanya. kemudian baru mendidik mereka mengenai prinsip-prinsip moral dan akhlak. Dalam masa yang cukup sensitif ini orang tua yang berakal akan berperan sebagai teman akrab bagi anaknya dan dengan pengalaman dan pikiran jangka panjangnya mereka menjaga si anak hingga jangan sampai terjerumus ke dalam penyimpangan sosial. *8+ Dalam lingkungan sosial anak-anak akan menghadapi pelbagai macam kesulitan dan ketidakstabilan sosial. ia tidak percaya diri dan akan mencari tempat lain untuk berlindung. mereka akan menghadapi pelbagai macam karakter manusia dengan adat istiadatnya yang berbeda-beda. Jelas. Untuk sampai pada tujuan ini orang tua memiliki tugas berat yang ada di pundaknya. 2. lebih-lebih jika anak dalam masa pertumbuhan (balig). Sebaliknya jika lingkungan keluarga penuh dengan kasih sayang dan keakraban anak akan mampu menjaga kestabilan jiwanya. Rasulullah saw bersabda: ‘setiap anak dilahirkan berdasarkan fitrah (beragama Islam) kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan dia Yahudi atau Nasrani’. Kedua orang tua harus mewujudkan lingkungan keluarga yang hangat dan menghadapi anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Para psikolog mengatakan bahwa salah satu faktor utama kekacauan jiwa pada anakanak adalah ketidakharmonisan keluarga dan perselisihan rumah tangga. Kedua orang tua harus berusaha mendidik anaknya berdasarkan program yang baik sehingga mereka tidak tersesat dan menjadi orang yang baik serta berguna bagi agamanya. Untuk mencegah hal tersebut kewajiban kedua orang tua adalah menjaga lingkungan keluarga tetap hangat dan harmonis. Sebagaimana anak sejak lahir membutuhkan makanan yang sehat ia juga membutuhkan makanan lain yaitu ketenangan jiwa. . Langkah pertama yang harus dijalankan oleh kedua orang tua adalah menjaga kesehatan dan kebersihan jasmani anak-anak. Oleh karenanya untuk menjaga mereka dari pelbagai penyelewengan. Kedua orang tua hendaknya mendidik anaknya sehingga mereka dalam segala perilakunya berasaskan ajaran agama dan keimanan kepada Allah yang Esa. bahkan mereka akan juga menghadapi pelbagai macam penyimpangan sosial.

yang pada hakikatnya ia juga kunci pokok kesalehan.[12] 4.[10] Maka kewajiban kedua orang tua di hadapan pelbagai macam penyimpangan sosial adalah meneliti dengan baik faktor-faktor yang berperan dalam menyebarluaskan serangan budaya negatif dan penyimpangan sosial. karena benih kepribadian seseorang terbentuk dalam lingkungan keluarga. Sekaitan dengan ini. Sikap yang dilakukan anak-anak ini menunjukkan akan bagusnya pendidikan keluarga. serta kebanggaan beragama dan nasionalisme. Membiasakan Anak-anak dengan Nilai-nilai Spiritual. dan juga kebebasan dan kemandirian pada diri mereka dengan cara menghormati dan menghargai mereka. serta menjelaskannya kepada anak-anak tentang beragam bentuk penyimpangan sosial. furuuddin. apa saja yang jatuh di dalamnya ia akan menerimanya. Dalam teks-teks agama.[13] Sedang keluarga adalah tempat yang paling awal dalam membentuk manusia. Keluargalah yang menetapkan iman sebagai timbangan dalam perjalanan hidupnya sehingga akan memunculkan manusia-manusia yang beriman. orang tua bisa menjaga anaknya dengan memperkuat rasa percaya diri dan kelayakan diri. oleh karena itu aku mengajarimu dengan adab sebelum hatimu keras.[11] 3. Imam Ali as pernah bertutur kepada Imam Hasan as. dan akhlak. Anak-anak yang hidup dalam kondisi tertekan dengan sendirinya mereka akan mencari pelampiasan kepada orang lain bahkan mereka akan melarikan diri dari rumahnya. Selain orang tua mengenalkan kepada anak-anak beragam bentuk penyimpangan sosial. Iman tampak dalam tiga aspek dasar agama yaitu usuluddin.Jika hubungan antara ayah dan anak atas dasar ancaman dan paksaan maka dengan berjalannya waktu hubungan keduanya akan merenggang. Dengan pelbagai bentuk penyimpangan yang ada. iman merupakan inti kecenderungan dalam mempertimbangkan agama. bahwa sesungguhnya hati pemuda bagaikan tanah kosong yang tidak ada tanamannya. mereka juga harus dikenalkan akan nilai-nilai dan tolok ukur kemasyarakatan sehingga ketika mereka menyaksikan tindakan-tindakan yang tidak pantas dengan sendirinya mereka akan paham bahwa tindakan semacam itu tidak sesuai dengan sistem nilai kemasyarakatan kemudian mereka pun akan berupaya menjaga dirinya dari hal itu. karena keluarga adalah institusi awal satuan pendidikan dan sosial yang bersistem konstan (terus menerus dan berkestabilan) dan ia memiliki peran dasar dalam memenuhi kebutuhan hidup dan kejiwaan anak-anak serta pembentukan pribadi mereka. Kembali kepada peran kedua .

ibadah. Kekerasan dan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya sebagai penyebab penyimpangan anak karena dengan kekerasan yang menimpa anak maka ia akan mengalami tekanan-tekanan jiwa. menjaga hak-hak orang lain. syukur. taubat. yakin dengan akibat perbuatan dan masalah keluarga seperti menghormati dan menyayangi kedua orang tua. harapan. Kekerasan. tawakal. . kesucian.orang tua dalam menjaga anak-anak di hadapan penyelewengan sosial. Memanjakan anak. membentuk rumah tangga. dituntut untuk bisa menjalankan ketiga aspek dasar ini dalam kehidupan diri dan anak-anaknya. membaca dan memikirkan ayat-ayat al-Quran. Tentunya nilai-nilai spiritual agama ini harus dijalankan dalam lingkungan keluarga sesuai dengan tahap pertumbuhan mereka seperti beramanat. zikir. dan juga membiasakan anak-anak dengan nilai-nilai spiritual. dan ikhlas serta hubungan manusia dengan Tuhannya seperti ma’rifat. keyakinan. mengajak kepada kebaikan. Sebab-sebab munculnya penyimpangan karena struktur keluarga antara lain: 1. 2. Penyimpangan karena Struktur Keluarga dan Nilai-Nilai Pendidikan[14] Sebelum pembahasan ini berakhir kita coba untuk mengkaji penyimpangan yang terjadi karena unsur pendidikan yang ada dalam keluarga. menjaga diri. hubungan dengan famili dan sebaginya. maka kedua orang tua. baik sangka kepada Allah dan hubungan manusia dengan akhirat seperti: yakin akan kehidupan setelah mati. kemuliaan diri. tingkah laku yang baik yang merupakan bagian dari akhlak norma sosial dan norma pribadi seperti ketakwaan. Karena penyimpangan yang terjadi bila penyebabnya adalah masalah sosial maka bila kondisi budaya masyarakat sudah jauh dari nilai-nilai Islam yang pertama kali harus dilakukan oleh kedua orang tua adalah menjaga anak-anaknya dalam bingkai yang sudah kita sebutkan di atas.

‘kebanyakan anakanak yang kondisinya menderita dan gelisah adalah anak-anak dari keluarga yang terpisah dan asing dari kehidupan sosial’. 3. tidak bermasyarakat dan pendosa. Yatim. akhirnya mereka tidak bisa menghasilkan anak yang bisa hidu dengan baik dan menghormati aturan dan nilai-nilai sosial. Usia orang tua. Keluarga yang tidak berjalan sesuai dengan zamannya dan berharap anak-anaknya hidup dengan cara yang kuno akan menghasilkan anak-anak yang jiwanya tidak cocok dengan masyarakat. Hobbes mengatakan. Anak yang demikian ini tidak akan mampu menerima teladan yang ada dalam lingkungannya dengan teratur. 4. . Keterbelakangan keluarga. Orang tua yang sudah berusia lanjut tidak mampu melakukan reaksi yang seharusnya dilakukan untuk anaknya dan mereka tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik sesuai dengan pendidikan anak. Anak yang terlalu dimanja ia tidak akan mandiri dan berharap orang lain membantunya.Memanjakan anak khususnya anak tunggal membuat anak jadi celaka. Sikap ayah atau ibu tiri yang tidak baik terhadap anak kecil akan membuatnya kurang kasih sayang dan pengeluyuran dan keganasan. 5. Keluarga yang mandek dan mundur akan menghasilkan anak-anak yang pesimis. Menurut Hobbes. ‘Anak dan keluarganya harus aktif dalam masalah-masalah sosial. Anak yatim akan mendapatkan masalah baru dengan perpindahan rumah dan perkawinan selanjutnya ayah atau ibu dan adanya ibu tiri atau ayah tiri. Kematian ayah atau ibu akan membuat anak terlantar dan terbelakang di sekolah dan di masyarakat serta kejahatan dan ketidakstabilan jiwa.

Berdasarkan penelitian yang ada kebanyakan anak-anak nakal adalah anak-anak yang orang tuanya cerai. 9. 7. Maksud pengetahuan orang tua bukan hanya saja bisa membaca dan menulis bahasanya sendiri akan tetapi rendahnya tingkat budaya dan tidak mengetahui masalah-masalah ilmu dan pendidikan akan membangkitkan kejahatan dan penyelewengan. Absennya orang tua dari keluarga. Hadirnya orang tua dalam rumah tangga khususnya ibu memiliki peran penting dalam pendidikan baik kasih sayang maupun kejiwaan anak. Bila keluarga tidak memiliki pengetahuan berkaitan dengan keperluan dan potensi serta kejiwaan anak maka akan merugikan kepribadian dan keselamatan jiwa anak yang tidak bisa diganti dan diperbaiki lagi. 8. Tidak adanya kehadiran salah satu kedua orang tua akan menimbulkan masalah pendidikan dan kekacauan jiwa pada anak dan remaja. Keluarga yang terjangkit penyakit kecanduan dan sebaginya tidak saja tidak bisa mendidik anak dengan baik bahkan perbuatan mereka adalah teladan untuk terseretnya anak ke dalam kejahatan macam-macam penyelewengan. Kejahatan kedua orang tua atau salah satu anggota keluarga dan kebejatan akhlak mereka memiliki hubungan kuat dengan penyelewengan anak dan remaja. Hal buta huruf. Perpecahan keluarga sangat berpengaruh dalam munculnya perilaku anti masyarakat pada diri anak. Perceraian dan perselisihan keluarga.6. . Penyelewengan orang tua.

Jika setiap lingkungan terkecil itu rusak maka rusaklah bangsa itu juga. dengan menyadari bahwa lingkungan keluarga adalah kelompok terkecil sebuah masyarakat. Oleh karena itu untuk menjaga keselamatan dan pendidikan anak-anak yang demikian ini harus ada pakar-pakar khusus yang menangani mereka sehingga tidak belajar dari para penjahat yang sudah profesional. Diskriminasi di antara anak-anak.10. Menahan anak atau remaja yang baru pertama kali melakukan pelanggaran sosial akan membangkitkan dia untuk berbuat jahat karena pelajaran yang diambil dari penjahat profesional. Di samping itu. . baik dari sisi jasmani maupun rohani dan anak-anak adalah tunas bangsa dan agama. anak adalah amanat ilahi yang nantinya kedua orang tua tidak akan bisa lepas dari pertanggungjawaban akan amanat yang dipikulnya itu. Tempat tahanan. Simpul kata. maka kemajuan sebuah bangsa akan turut ditentukan oleh hadirnya lingkungan keluarga yang baik pula. 11. Kedua orang tua berkewajiban menjaganya.

Ada beberapa definisi perilaku menyimpang menurut sosiologi. artinya penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya. Ciri-ciri Perilaku Menyimpang Menurut Paul B Horton penyimpangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut. . James Vender Zender Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang. Lawang Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut.Z. Pengertian Perilaku Menyimpang Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). 1.Perilaku Menyimpang 4 Votes A. Robert M. Penyimpangan harus dapat didefinisikan. Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas. antara lain sebagai berikut: 1. Bruce J Cohen Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat. 3. 2. B.

Dengan demikian. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. artinya budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. artinya perbedaannya ditentukan oleh frekuensi dan kadar penyimpangan. Penyimpangan negatif Penyimpangan negatif merupakan tindakan yang dipandang rendah. Penyimpangan positif Penyimpangan positif merupakan penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang didambakan. Contoh pembunuhan.2. meskipun cara yang dilakukan menyimpang dari norma yang berlaku. D. pencurian dan sebagainya. 3. artinya perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua macam. 4. 6. 2. melainkan ada yang positif. tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka. Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal. C. Contoh seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga. dicela dan pelakunya tidak dapat ditolerir masyarakat. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. 5. melanggar nilainilai sosial. 1. pemerkosaan. Antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan sebenarnya tidak selalu berarti negatif. Penyimpangan sosial bersifat adaptif. Jenis-jenis Perilaku Menyimpang . Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka. Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak.

Contoh seorang yang sering melakukan pencurian. Contoh geng penjahat. E. Contoh: seseorang yang sendirian melakukan pencurian. penyimpangan dibedakan menjadi penyimpangan individual dan penyimpangan kelompok. Penyimpangan individual Penyimpangan individual adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau individu tertentu terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.Menurut Lemert (1951) Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan sekunder. 2. tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara. Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang 1. penodongan. pemerkosaan dan sebagainya. Penyimpangan sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna . 2. Penyimpangan Primer Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap norma-norma masyarakat. Contohnya: pengemudi yang sesekali melanggar lalu lintas. 1. Penyimpangan Sekunder Penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus sehingga para pelakunya dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. 1. Sedangkan menurut pelakunya. Misalnya orang yang mabuk terus menerus.

Contoh kelompok menyimpang diantaranya kelompok penjudi. Teori Labeling Menurut Edwin M. Unsur budaya menyimpang meliputi perilaku dan nilai-nilai yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang bertentangan dengan tata tertib masyarakat. diantaranya sebagai berikut. 1. Teori-Teori Penyimpangan Penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat dapat dipelajari melalui berbagai teori. Penyimpangan sebagai hasil proses belajar yang menyimpang Proses belajar ini melalui interaksi sosial dengan orang lain. cap dan merk yang ditujukan oleh masyarakat ataupun . khususnya dengan orangorang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. seorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. majalah. Contohnya seseorang yang berasal dari keluarga broken home dan kedua orang tuanya tidak dapat mendidik si anak secara sempurna sehinga ia tidak mengetahui hak-hak dan kewajibanya sebagai anggota keluarga maupun sebagai anggota masyarakat. Penyimpangan karena hasil proses sosialisasi subkebudayaan menyimpang Subkebudayaan adalah suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan. 2. dan lain-lain. ketaatan dan lain-lain. pemakai narkoba. 3.Karena ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya. Lemert. Perilaku yang terlihat dari anak tersebut misalnya tidak mengenal disiplin. Ini terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna dimana agen-agen sosialisasi tidak mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. koran. F. Penyimpangan inipun dapat belajar dari proses belajar seseorang melalui media baik buku. sopan santun. televisi dan sebagainya. seseorang menjadi orang yang menyimpang karena proses labelling berupa julukan. geng penjahat.

Merton menganggap anomie disebabkan adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara yang diapakai untuk mencapai tujuan tersebut. Sutherland. Teori Hubungan Diferensiasi Menurut Edwin H. 2. Konformitas Konformitas adalah sikap yang menerima tujuan budaya yang konvensional (biasa) dengan cara yang juga konvensional. 3. yaitu: a. Teori Anomi Robert K Merton Robert K. Menurut Merton terdapat lima cara pencapaian tujuan budaya. agar terjadi penyimpangan seseorang harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana caranya menjadi seorang yang menyimpang. d. Mula-mula seseorang akan melakukan penyimpangan primer (primary deviation) yang mengakibatkan ia menganut gaya hidup menyimpang (deviant life style) yang menghasilkan karir menyimpang (deviant career). Inovasi Inovasi adalah sikap seseorang menerima secara kritis cara-cara pencapaian tujuan yang sesuai dengan nlai-nilai budaya sambil menempuh cara baru yang belum biasa dilakukan. Retreatisme . c.lingkungan sosialnya. namun menolak tujuan-tujuan kebudayaannya. Ritualisme Ritualisme adalah sikap seseorang menerima cara-cara yang diperkenalkan sebagai bagian dari bentuk upacara (ritus) tertentu. Pengajaran ini terjadi akibat interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain yang berperilaku menyimpang. b.

G. Menurut Graham Baliane. 5) Melepaskan diri dari kesepian. Pemberontakan Pemberontakan adalah sikap seseorang menolak sarana dan tujuan-tujuan yang disahkan oleh budaya masyarakatnya dan menggantikan dengan cara baru.Retreatisme adalah sikap seseorang menolak baik tujuan-tujuan maupaun cara-cara mencapai tujuan yang telah menajdi bagian kehidupan masyarakat ataupun lingkungan sosialnya. kesepian. guru. 4) Membuktikan keberanianya dalam melakukan tindakan berbahaya seperti kebutkebutan dan berkelahi. 7) Mengikuti teman-teman untuk menunjukkan rasa solidaritas 8) Menghilangkan frustasi dan kegelisahan hidup. antara lain sebagai berikut: 1) Mencari dan menemukan arti hidup. norma sosial dan agama. Dampak negatif yang ditimbulkan akan menyebabkan berkurangnya produktivitas seseorang selama pemakaian bahan-bahan tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian. 6) Sekedar iseng dan didorong rasa ingin tahu. 3) Menunjukkan tindakan menentang otoritas orang tua. 2. dan kebosanan. Penyalahgunaan Narkoba Merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai. Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang 1. e. dan norma-norma sosial. 2) Mempermudah penyaluran dan perbuatan seksual. ada beberapa penyebab seseorang remaja memakai narkoba. 9) Mengisi kekosongan. Penyimpangan seksual .

3. 3) Homoseksual adalah hubungan seksual yang dilakukan sesama laki-laki. psikologis. Contoh penyimpangan seksual antara lain sebagai berikut: 1) Perzinahan yaitu hubungan seksual di luar nikah. . Kenakalan Remaja Gejala kenakalan remaja tampak dalam masa pubertas (14 – 18 tahun). perkelahian. pencurian. 2) Lesbian yaitu hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita. Tawuran pelajar berbeda dengan perkelahian biasa. baik secara fisik. seperti lingkungan kumuh dan penuh kejahatan. Contoh perbuatan kenakalan seperti pengrusakan tempat/fasilitas umum. c. 5) Gerontophilia adalah memuaskan keinginan seksual dengan orang tua seperti kakek dan nenek. Tawuran pelajar dapat digolongkan sebagai patologi (penyakit) karena sifatnya yang kompleks dengan penyebab dan akibat yang berbeda-beda. hingga pembunuhan. Lingkungan masyarakat yang tidak menentu bagi prospek kehidupan masa mendatang. perkelahian atau tawuran dan lain sebagainya. maupun sosial. b. penggunaan obat terlarang. Salah satu bentuk tawuran tersebut adalah tawuran pelajar.Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan. Lingkungan keluargayang tidak harmonis. Situasi yang menjemukan dan membosankan. 4) Pedophilia adalah memuaskan kenginan seksual dengan menggunakan kontak seksual dengan anak-anak. Alkoholisme Alkohol disebut juga racun protoplasmik yang mempunyai efek depresan pada sistem syaraf. Sehingga seringkali pemabuk melakukan keonaran. a. Penyebab kenakalan remaja antara lain sebagai berikut. 6) Kumpul kebo adalah hidup seperti suami istri tanpa nikah. 4. karena pada masa ini jiwanya masih dalam keadan labil sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Penyebab penyimpangan seksual antara lain adalah pengaruh film-film porno. Orang yang mengkonsumsinya akan kehilangan kemampuan mengendalikan diri. buku dan majalah porno.

Ukuran perilaku menyimpang bukan pada ukuran baik buruk atau benar salah menurut pengertian umum. Van Der Zanden. Sosialisasi yang tidak sempurna. Longgar/tidaknya nilai dan norma. seperti melakukan KKN. Penyimpangan perilaku merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi. dalam skala luas atau sempit tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat. karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya. sadar atau tidaksadar pernah kita alami atau kita lakukan. Norma dan nilai sosial masyarakat yang satu berbeda dengan norma dan nilai sosial masyarakat yang lain. Di masyarakat sering terjadi proses sosialisasi yang tidak sempurna. besar atau kecil. Karena masyarakat mentolerir tindakan tersebut maka terjadilah . Lawang. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun. James W. Penyimpangan Primer (Primary Deviation) Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Contoh: di masyarakat seorang pemimpin idealnya bertindak sebagai panutan atau pedoman. Misalnya: kumpul kebo di Indonesia dianggap penyimpangan. Penyimpangan ini tidak bisa ditolerir oleh masyarakat Faktor-faktor Penyimpangan Sosial. B.di masyarakat barat merupakan hal yang biasa dan wajar. Penyimpangan Sekunder (secondary deviation) Penyimpangan yang berupa perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai perilaku menyimpang. 2. Lemert (1951).Perilaku Penyimpangan Sosial A. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi. Robert M. 2. Menurut James W. Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk: 1. Z. Pelaku didominasi oleh tindakan menyimpang tersebut. tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat.Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilainilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lain penyimpangan (deviation) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (conformity) terhadap kehendak masyarakat. faktor-faktor penyimpangan sosial adalah sebagai berikut: 1. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara. Van Der Zanden. menjadi teladan namun kadangkala terjadi pemimpin justru memberi contoh yang salah. Pengertian Penyimpangan Sosial Penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. sehingga menimbulkan perilaku menyimpang. melainkan berdasarkan ukuran longgar tidaknya norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Definisi Penyimpangan Sosial.

kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya. 3. kedua alis yang menyambung menjadi satu dan sebagainya. Psikologis Menjelaskan sebab terjadinya penyimpangan ada kaitannya dengan kepribadian retak atau kepribadian yang memiliki kecenderungan untuk melakukan penyimpangan. Penyimpangan yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannya dapat dibagi menjadi beberapa hal. merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai. Kategori Penyimpangan Individual. Sosiologis Menjelaskan sebab terjadinya perilaku menyimpang ada kaitannya dengan sosialisasi yang kurang tepat. Tidak patuh nasihat orang tua agar mengubah pendirian yang kurang baik. 2. Berdasarkanciri-ciri tertentu orang bisa diidentifikasi menjadi penjahat atau tidak. Penyimpangan Individual (Individual Deviation) Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaanyang telah mapan. c. perilaku menyimpang disebabkan oleh faktor-faktor: 1. penyimpangannya disebut pembandel. . norma sosial dan agama. penyimpangannya disebut pelanggar. Melanggar norma-norma umum yang berlaku. menimbulkan rasa tidak aman/tertib. Dapat juga karena pengalaman traumatis yang dialami seseorang. D. Yang termasuk dalam tindak penyimpangan individual antara lain: 1. Perilaku menyimpang terjadi pada masyarakat yang memiliki nilai-nilai sub kebudayaan yang menyimpang. penyimpangannya disebut pembangkang. Mengabaikan norma-norma umum. Menurut Casare Lombroso. Sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang. Penyalahgunaan narkoba. Biologis Misalnya orang yang lahir sebagai pencopet atau pembangkang. Ciri-ciri fisik tersebut antara lain: bentuk muka. 3. penyimpangannya disebutperusuh atau penjahat. yaitu suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan/ pada umumnya. Individu tidak dapat menyerap norma-norma kultural budayanya atau individu yang menyimpang harus belajar bagaimana melakukan penyimpangan C. Ia membuat penjelasan mengenai “si penjahat yang sejak lahir”. b. Penyimpangan ini disebabkan oleh kelainan jiwa seseorang atau karena perilaku yang jahat/tindak kriminalitas.tindak perilaku menyimpang. Tidak taat kepada peringatan orang-orang yang berwenang di lingkungannya. d. antara lain: a.

F. Contoh: tradisi yang mewajibkan mas kawin yang tinggi dalam masyarakat tradisional banyak ditentang karena tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman.Penyimpangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang beraksi secara bersama-sama (kolektif). Penyimpangan yang dilakukan secara kelompok/kolektif antara lain: 1. Proses sosialisasi yang tidak sempurna.Kesatuan dan persatuan dalam kelompok dapat memaksa seseorang ikut dalam kejahatan kelompok. 3. kekayaan. Penyimpangan kebudayaan. Kenakalan Remaja. perampokan dan pemerkosaan. Penyimpangan ini antara lain: Sikap arogansi Kesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya seperti kepandaian. sosial dan agama. maka akan muncul 3. Tujuan perkelahian bukan untuk mencapai nilai yang positif. penipuan. 6. Sikap eksentrik E. Pelacuran dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan menyerahkan diri kepada umum untuk dapat melakukan perbuatan sexual dengan mendapatkan upah. Gaya hidup. Penyimpangan Kolektif (Group Deviation) Penyimpangan kolektif yaitu: penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama atau secara berkelompok. Mereka patuh pada norma kelompoknya yang kuat dan biasanya bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. tindakan yang bertentangan dengan norma hukum. sekelompok orang melakukan tindakan-tindakan menyerempet bahaya. Tindak kejahatan/kriminal. karena keinginan membuktikan keberanian dalam melakukan hal-hal yang dianggap bergengsi. Tawuran/perkelahian pelajar.Pelacuran lebih disebabkan oleh tidak masaknya jiwa seseorang atau pola kepribadiannya yang tidak seimbang. Demikian juga tawuran yang terjadi antar kelompok/etnis/warga yang akhir-akhir ini sering muncul. misalnya kebut-kebutan. supaya jangan disingkirkan dari kelompoknya. Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Individu . perkelahian antar pelajar termasuk jenis kenakalan remaja yang pada umumnya terjadi di kota-kota besar sebagai akibat kompleknya kehidupan dikota besar. Pelacuran 4. Penyimpangan yang dilakukan kelompok. 2.kekuasaan. Apabila seseorang dalam kehidupannya mengalami sosialisasi yang tidak sempurna.penganiayaan. Yang termasuk ke dalam tindak kriminal antara lain: pencurian. pembunuhan. penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari perilaku umum atau biasanya.2. 5. membentuk geng-geng yang membuat onar dsb. umumnya sebagai akibat pengaruh pergaulan/teman. karena ketidakmampuan menyerap norma-norma kebudayaan kedalam kepribadian masing-masing individu dalam kelompok maka dapat terjadi pelanggaran terhadap norma-norma budayanya. melainkan sekedar untuk balas dendam atau pamerkekuatan/unjuk kemampuan.

maka berdampaklah bagi si individu tersebut hal-hal sebagai berikut: 1. Pengucilan dalam berbagai bidang. Robert K. Sekecil apapun rasa bersalah itu pasti akan muncul karena tindak penyimpangan tersebut telah merugikan orang lain. tindak kekerasan seorang kadangkala hasil penularan seorang individu lain. sebagai manusia yang merupakan mahluk yang berakal budi. Terganggunya perkembangan jiwa. umumnya dialami oleh pelaku penyimpangan individual. adat/budaya dan agama. akhirnya bermuara kepada penentangan terhadap norma masyarakat. Terkucil. Karena masyarakat merupakan struktur sosial. merasa bersalah bahkan merasa menyesal telah melanggar nilai-nilai dan norma masyarakatnya. Kriminalitas. melalui penjara. sehingga sekeluarnya dari penjara akan membentuk „kelompok penjahat‟. misalnyapada pelaku penyalahgunaan narkoba dan kelainan seksual 3. misalnya tidak boleh menerima sakramen tertentu bilamana seseorang melakukan tindakan penyimpangan (berdosa). dsb. Contoh: seorang residivis dalam penjara akan mendapatkan kawan sesama penjahat. 2. Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Masyarakat Seorang pelaku penyimpangan senantiasa berusaha mencari kawan yang sama untuk bergaul bersama. Rasa bersalah. antara lain pelaku penyalahgunaan narkoba. kurungan. 1. 2. terlebih-lebih pada penyimpangan yang memang diakibatkan dan yang mempunyai sasaran pada jaringan otaknya. Terganggunya keseimbangan social.Seseorang yang melakukan tindak penyimpangan oleh masyarakat akan dicap sebagai penyimpang (devian). sehingga tindak kejahatan akan muncul berkelompok dalam masyarakat. Pengucilan secara hukum. maka tindak . Baik penyimpangan ringan maupun penyimpangan berat akan berdampak pada terganggunya perkembangan mental atau jiwanya. Dampak yang ditimbulkan selain terhadap individu juga terhadap kelompok/masyarakat. hilangnya harta benda bahkan nyawa. Sebagai tolok ukur menyimpang atau tidaknya suatu perilaku ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. tindak kejahatan / kriminal. penyimpangan seksual. secara umum pelaku penyimpangan sosial akan tertekan secara psikologis karena ditolak oleh masyarakat. pada agama tertentu (contohnya: Katolik) ada hak-hak tertentu yang tidak boleh diterima oleh si pelaku penyimpangan. Lama kelamaan berkumpullah berbagai individu pelaku penyimpangan menjadi penyimpangan kelompok. mustahil seorang pelaku tindak penyimpangan tidak pernah merasa malu.Pengucilan kepada pelaku penyimpangan dilakukan oleh masyarakat dengan tujuan supaya pelaku penyimpangan menyadari kesalahannya dan tindak penyimpangannya tidak menulari anggota masyarakat yang lain. Setiap tindakan yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat akan dianggap sebagai penyimpangan dan harus ditolak. Pengucilan melalui agama. dengan tujuan supaya mendapatkan „teman‟. sehingga dalam masyarakat muncullah kriminalitas-kriminalitas baru. antara lain: hukum. Merton mengemukakan teori yang menjelaskan bahwa perilaku menyimpang itu merupakan penyimpangan melalui struktur sosial. G. Akibat tidak diterimanya/ditolak perilaku individu yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat. tindak kejahatan.

karena tindak penyimpangan sebagai eksesnya. Karena pelaku penyimpangan tidak mendapatkan sangsi yang tegas dan jelas.html Teori Mengenai Penyimpangan a. Terbentuknya asosiasi difrensial bervariasi. Teori differential association (Edwin H Sutherland) Edward H. petunjuk petunjuk tsb. Teori Labeling Teori-teori umum tentang penyimpangan mencoba menjelaskan semua bentuk penyimpangan. atau untuk bentuk substantif penyimpangan tertentu (seperti alkoholisme dan bunuh diri). seorang yang melakukan penyimpangan karena lebih menguntungkan bila ia melakukan penyimpangan. kelompok.blogspot. Beberapa teori terbatas adalah untuk jenis penyimpangan tertentu saja. perilaku menyimpang tidak dapat dijelaskan melalui kebutuhan dan nilai umum. Sehingga nilai dan norma menjadi pudar kewibawaannya untuk mengatur tata tertib dalam masyarakat. 4. 5.com/2009/06/perilaku-penyimpangansosial_22. Apabila doperinci. 8. atau dibatasi untuk menjelaskan tindakan menyimpang bukan perilaku menyimpang. Tetapi teori-teori terbatas lebih mempunyai lingkup penjelasan yang terbatas. maka muncullah sikap apatis pada pelaksanaan nilai-nilai dan norma dalam masyarakat. artinya seorang individu mempelajari suatu perilaku meyimpang dan interaksinya dengan seorang individu yang berbeda latar belakang asal. Hal-hal yang dipelajari dalam proses terbentuknya perilaku menyimpang adalah teknis teknis penyimpangan dan petunjuk khusus tentang motif perilaku menyimpang. atau budaya. Dipelajari dari definisi norma yang babik atau buruk. Juga karena pengaruh globalisasi di bidang informasi dan hiburan memudahkan masuknya pengaruh asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia mampu memudarkan nilai dan norma. kontrol dan konflik adalah contoh-contoh teori-teori terbatas yang didiskusikan.penyimpangan pasti akan berdampak terhadap masyarakat yang akan mengganggu keseimbangan sosialnya. Perilaku menyimpang terjadi dalam kelompok personal yang intim dan akrab. Perilaku menyimpang merupakan hasil dari proses belajar atau yang dipelajari. 9. b. 6. Sutherland memandang bahwa perilaku menyimpang bersumber pada pergaulan yang berbeda (diffrential assosiation). antara lain : 1. asosiasi difrensial memiliki sembilan perposisi. perilaku menyimpang melibatkan seluruh mekanisme yang berlaku dalam proses belajar. 3. 3. Perilaku menyimpang dipelajari oleh seseorang dalam interaksinya dengan orang lain. Dalam bab ini perpektif-perpektif labeling. 2. sumber: http://uhangdusun. 7. . Pudarnya nilai dan norma.

Retreatism (pengasingan diri) : timbul apabila seseorang menolak tujuan – tujuan yang disetujui maupun cara2 pencapaian tujuan itu. Teori Anomie Teori anomi adalah teori struktural tentang penyimpangan yang paling penting selama lebih dari lima puluh tahun. e. Rebellion (pemberontakan) : terjadi apabila orang menolak sarana maupun tujuan yang disahkan oleh kebudayaan dan menggantikannya dengan yang lain. Ditutupnya peran konvensional bagi seseorang dengan pemberian stigma dan label. Konformitas : pelaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan masyarakat. e. di mana tujuan-tujuan budaya lebih ditekankan dari pada cara-cara yang tersedia untuk mencapai tujuantujuan budaya itu.tujuan kebudayaan. menyebabkan orang tersebut dapat menjadi penyimpang sekunder. atau macetnya integrasi sosial. Individu dan kelompok dalam masyarakat seperti itu harus menyesuaikan diri dan beberapa bentuk penyesuaian diri itu bisa jadi sebuah penyimpangan. c. Teori ini meletakkan penyebab kejahatan pada lemahnya ikatan individu atau ikatan sosial dengan masyarakat. Teori Konflik Teori konflik adalah pendekatan terhadap penyimpangan yang paling banyak . Robert K merton : mengkaji pada jenjang makro yaitu pada jenjang stuktur sosial: a. Inovasi : terjadi apabila seseorang menerima tujuan yang sesuai dengan nilai2 budaya dan diidam2kan masyarakat tetapi menolak norma2 atau kaidah2 yang berlaku. Tapi jika ada jarak sosial sebagai hasil dari putusnya ikatan.Perspektif labeling mengetengahkan pendekatan interaksionisme dengan berkonsentrasi pada konsekuensi interaksi antara penyimpang dengan agen kontrol sosial. Sebagian besar orang menganut norma-norma masyarakat dalam waktu yang lama. Teori ini memperkirakan bahwa pelaksanaan kontrol sosial menyebabkan penyimpangan. pemberian sanksi dan label yang dimaksudkan untuk mengontrol penyimpangan malah menghasilkan sebaliknya. sedikit sekali kecenderungan menyimpang dari aturan-aturan kelompoknya. c. seseorang merasa lebih bebas untuk menyimpang. sebab pelaksanaan kontrol sosial tersebut mendorong orang masuk ke dalam peran penyimpang. Kelompkkelompok yang lemah ikatan sosialnya (misalnya kelas bawah) cenderung melanggar hukum karena merasa sedikit terikat dengan peraturan konvensional. Teori Kontrol Perspektif kontrol adalah perspektif yang terbatas untuk penjelasan delinkuensi dan kejahatan. d. Menurut teori labeling. Jika seseorang merasa dekat dengan kelompok konvensional. sementara orang atau kelompok lainnya melakukan penyimpangan. Teori anomi menempatkan ketidakseimbangan nilai dan norma dalam masyarakat sebagai penyebab penyimpangan. Ritualisme :Terjadi apabila seseorang menerima cara . Untuk masuk kembali ke dalam peran sosial konvensional yang tidak menyimpang adalah berbahaya dan individu merasa teralienasi. khususnya dalam mempertahankan diri dari pemberian label.cara yang diperkenankan secara kultural tetapi menolak tujuan . d. Kelompok yang mengalami lebih banyak ketegangan karena ketidakseimbangan ini (misalnya orang-orang kelas bawah) lebih cenderung mengadaptasi penyimpangan daripada kelompok lainnya. b.

tidak kecanduan minuman keras. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. membuang sampah sembarangan.html . 3.diaplikasikan kepada kejahatan. Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. Kelompok-kelompok elit menggunakan pengaruhnya terhadap isi hukum dan proses pelaksanaan sistem peradilan pidana. peraturan dan hukum daripada penjelasan perilaku yang dianggap melanggar peraturan. Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakat Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. Peraturan datang dari individu dan kelompok yang mempunyai kekuasaan yang mempengaruhi dan memotong kebijakan publik melalui hukum. Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. sementara iklan rokok begitu menarik. walaupun banyak juga digunakan dalam bentukbentuk penyimpangan lainnya. Norma sosial lainnya mengikuti pola berikut ini.com/2009/02/penyimpangan-sosial. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. sumber: http://bata-blog. Ia adalah teori penjelasan norma. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok 5.blogspot. Pertentangan antar agen sosialisasi Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. Penyimpangan juga dapat terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpang. Beberapa kelompok yang sangat berkuasa membuat norma mereka menjadi dominan. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. menghindari bunuh diri karena alasan moral dan agama. misalnya norma yang menganjurkan hubungan heteroseksual. LATAR BELAKANG SEBAB SEBAB TERJADINYA PENYIMPANGAN SOSIAL 1.norma masyarakat yang berlaku. 4. 2.

Apa komentar kalian berkaitan dengan gambar tersebut. Dengan demikian.mabukan itu dikategorikan sebagai penyakit masyarakat atau penyakit sosial. tawuran antar pelajar dan mabuk . Apabila kejadian tersebut terus terjadi dalam masyarakat. terjadinya tawuran pelajar dan kecanduan narkoba.mabukan tersebut akan menjadi virus bagi mengganggu kehidupan masyarakat. perjudian. Oleh karena itulah. Pelanggaran terhadap norma dan aturan masyarakat inilah yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial. lalu apa yang dimaksud dengan penyakit sosial? Siapa yang dapat mendefinisikai pengertian penyakit sosial? Mari kita cocokkan jawaban kalian dengan pengertian penyakit sosial berikut ini. tawuran antar pelajar dan mabuk . dan mungkin masih banyak lagi perilaku masyarakat yang bisa menimbulkan keresahan dan mengganggu keteraman masyarakat. Dari uraian tersebut. Pengertian Penyakit Sosial Para siswa perhatikan gambar berikut ini.tenteraman kehidupan masyarakat. Masih banyak perilaku masyarakat yang bisa disebut menjadi virus penyebab penyakit sosial. Sakitnya masyarakat ini bisa dalam bentuk keresahan atau ketidak tenteraman kehidupanan masyarakat. Berbagai perilaku masyarakat ini dapat dikategorikan sebagai penyakit sosial. pelacuran. di atas menggambarkan adanya perilaku kehidupan anggota masyarakat yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu ketenteraman masyarakat. Sebenarnya penyakit sosial itu tidak hanya perjudian. tentu masyarakat tersebut akan merasa sakit. Masyarakat akan resah dan merasa tidak tenteram. . Faktor apa yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit masyarakat tersebut!? Para ahli sosiologi (sosiolog) menyatakan bahwa penyakit sosial itu timbul karena adanya pelanggaranpelanggaran yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang terhadap norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat.penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anggota masyarakat itu sendiri. Gambar tersebut menunjukkan orang yang sedang bermain judi. pada dasarnya penyakit sosial itu ditimbulkan oleh adanya penyimpangan . Begitu pula masyarakat yang diserang virus. Andaikan tubuh kita diserang virus.PENYAKIT SOSIAL 1. tentu tubuh kita akan merasa sakit. penyalahgunaan Napza. misalnya: alkoholisme. tawuran antar pelajar dan mabukmabukan saja. Apapun komentarmu. karena dapat menimbulkan keresahan dan ketidak . maka perjudian.

Bagi individu atau kelompok yang melakukan perjudian. dan sebagainya siapa yang menang akan mendapatkan hadiah tertentu. Bentuk bentuk penyakit sosial tersebut menimbulkan dampak negatif bagi invidu yang melakukan dan masyarakat sekitarnya.nilai. a. Jenis judi bermacam .kaidah. yaitu mempertaruhkan suatu nilai atau sesuatu yang dianggap nilai. Justru banyak orang jatuh menjadi miskin karena judi. Perjudian Perjudian merupakan salah satu bentuk penyakit sosial. bermain kartu. perjudian. misalnya kuis dengan SMS dengan sejumlah hadiah uang atau barang.sembunyi sampai yang bersifat terbuka.sembunyi misalnya Togel (totohan gelap). Sanksi masyarakat misalnya dikucilkan oleh masyarakat. dalam bermain kelereng.norma yang ada dalam masyarakat. dan norma .ribu tahun yang lalu.Bentuk Penyakit Sosial Sebagaimana telah disebutkan. Sedangkan judi yang terbuka. Semua itu menunjukkan bahwa dalam permainan tersebut ada unsur perjudian. yang kalah akan memberikan atau melakukan sesuatu sesuai kesepakatan. alkoholisme.macam dari yang bersifat sembunyi . penyalahgunaan Napza. tidak dihargai dan lain sebagainya.2. Kalian ada yang tahu? Mari cermati definisi perjudian berikut ini. Perjudian adalah pertaruhan dengan sengaja. Sedangkan secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap KUHP yang harus dipertanggung jawabkan di pengadilan. tawuran antar pelajar. dengan menyadari adanya sebuah resiko dan harapan terterntu pada peristiwa permainan. Pelanggaran ini tidak saja hanya pada adat dan kebiasaan masyarakat. Perjudian merupakan penyakit sosial yang sangat buruk. Dalam bermain pun kadang . Perjudian sudah ada di muka bumi ini beribu . adu ayam jago. pertandingan. Bentuk . lalu apa sebenarnya definisi perjudian itu. lempar dadu.kejadian yang belum pasti hasilnya. tetapi juga melanggar norma hukum. Ada sesuatu yang dipertaruhkan dalam permainan itu. Kalian pasti sudah tahu bahwa tidak ada orang yang kaya karena berjudi. perlombaan dan kejadian . . Dari uraian singkat tadi.kadang kita tanpa sadar telah melakukan perbuatan yang mengandung unsur perjudian secara kecil kecilan. Perbuatan judi merupakan perilaku yang melanggar terhadap kaidah . dipergunjingkan. nilai . pelacuran dikategorikan sebagai penyakit sosial. Yang sembunyi . maka akan mendapat sanksi baik oleh masyarakat maupun berupa sanksi hukum. permainan kartu dengan taruhan sejumlah uang. Misalnya.

Terhadap perilaku yang meresahkan ini. tawuran terjadi karena masalah-masalah sepele seperti penghinaan terhadap seseorang. layu. muka pucat. dan sekolah.b. menimbulkan ketidakmampuan dalam fungsi sosial. Ciincutdz Yap Yaprut c.nilai moral dan kecakapan sosial sebagaimana layaknya orang . Napza merupakan zat atau obat . sekolah.orang normal. perasaan tidak menentu kadang riang kadang murung. Penderita ketergantungan NAPZA akhirnya tidak lagi memiliki nilai . akibat narkoba. Penyalahgunaan Napza Para siswa. Para siswa. bibir hitam pucat. Napza adalah singkatan dari Narkotika. kalian pasti sering mendengar adanya tawuran di kalangan pelajar. betapa berbahayanya penyalahgunaan Napza. Tawuran antar pelajar adalah perbuatan yang sangat tidak pantas dilakukan oleh para pelajar. merasa resah dan cemas. Psikotropika. kumal dan dekil. tangan dan lengan bekas tusukan jarus seperti gigitan nyamuk. pemaksaan. bengkak dan merah. pada umumnya karena rasa keingintahuan dan keinginan untuk mencoba. pola pikir yang ingin serba cepat. Dari permasalahan antar individu kemudian melebar menjadi solidaritas kelompok yang pada gilirannya menimbulkan tawuran masal. pekerjaan. merah. masalah pertemanan. Akibat yang ditimbulkan sangat kompleks karena Napza dapat merusak kecakapan sosial. cekung. Sementara itu keadaan emosi sangat sensitif seperti mudah marah dan sedih. ataupun sanksi hukum jika terkait dengan pelanggaran terhadap KUHP. atau kehendak sendiri untuk merasakannya yang pada akhirnya menjadi kebiasaan dan meneruskannya. Sementara dampak pada fisik tampak sangat jelas seperti tubuh menjadi kurus. bicara cadel (tidak jelas).obatan yang berpengaruh terhadap susunan syaraf atau otak. Tugas para pelajar adalah belajar. dan gangguan fisik seperti tubuh semaik kering. Pada umumnya. suka gemetaran. kalian pernah mendengar isitilah Napza? Ayo siapa yang tahu apa itu Napza. Napza apabila disalahgunakan pemakaiannya akan menimbulkan ketagihan atau addiction dan merusak. maka akan dikenakan sanksi oleh masyarakat. keadaan kurang terurus. rebutan pacar. serta susah buang air besar dan kecil. Tawuran Antar Pelajar Para siswa. dan lain 88 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII sebagainya. Orang yang menyalahgunakan Napza. Perkelahian antar pelajar merupakan masalah serius mengingat siswa adalah peserta didik yang harus tunduk pada kaidah . kepribadian. apakah karena pengaruh pergaulan. dan tidur siang sementara malam hari begadang. merasa rendah diri . alkoholisme. longgarnya norma.kaidah yang berlaku dalam masyarakat maupun di sekolah. bukan tawuran atau berkelahi. dan Zat Aditif lainnya. mudah tersinggung.

dan tidak punya keyakinan diri; cepat curiga, merasa malu dan mudah kecewa; serta apabila berjanji mudanh ingkar. Dampak lain yang sangat destruktif adalah pada perubahan pola pikir yang tidak umum, tidak sempurna dan tidak logis; perilaku yang tidak wajar; keadaan sosial yang tidak lagi dengan kecakapan; serta kebiasaan kebiasaan lain yang jelek seperti mengusap muka, menggarukgaruk kepala, merokok tidak putus-putus, tidur sewaktu duduk, dan lain sebagainya. Perubahan perilaku yang kelihatan mencolok, antara lain meninggalkan ibadah, suka berbohong, membolos sekolah, suka mencuri, dan seks bebas. Selain itu juga akibat akibat negatif lain, seperti malas, suka melawan, merusak barang, atau bahkan mencuri. Dapat dibayangkan tatkala anak keluarga miskin menjadi korban barang setan itu, padahal harganya sangat mahal. Dari mana mereka memperoleh uang untuk membelinya kalau tidak melakukan tindak kriminal, seperti mencuri, menodong, merampok, lalu yang wanita menjual diri dan sebagainya. Dampaknya, Napza telah membuat generasi muda kehilangan masa depan mereka, mengingat penyalahgunaan Napza memiliki dampak yang sangat merusak baik bagi dirinya maupun lingkungannya. Oleh karena itu sangatlah wajar manakala muncul fakta baru bahwa Napza menimbulkan segudang masalah, baik masalah pelacuran, kriminal, dan bahkan paling berpotensi menularkan penyakit HIV Aids yang akhir-akhir ini sangat merebak dalam masyarakat Indonesia. Penyalahgunaan narkotika dan obat - obat terlarang adalah jenis penyakit sosial yang cukup berat. Selain melanggar kode etik masyarakat, perilaku ini juga melanggar hukum. Penggunaan narkotika telah diatur dalam aturan formal sehingga tidak boleh disalahgunakan. Bagi yang menyalahgunakan narkoba, maka akan mendapatkan sanksi hukum sesuai dengan keterlibatannya dalam penyalahgunaan narkoba tersebut. Dalam hal ini misalnya sebagai produsen, pengedar, maupun pemakai akan mendaptkan hukuman yang berbeda-beda. Sebagai pelajar kita harus berprinsip; “belajar yes, narkoba no”. Kita sebagai generasi muda tentunya tidak ingin kehilangan masa depan bukan? Jika menginginkan hidup sempurna, wajar, dan sukses maka jauhilah narkoba dari kehidupan kita.

d. Alkoholisme
Alkoholisme adalah orang yang kecanduan minum - minuman keras yang mengandung alkohol dalam dosis yang tinggi. Penggunaan atau konsumsi alkohol, dapat menimbulkan dampak yang sangat merusak baik bagi individu pemakai maupun bagi masyarakat. Dalam alkohol terdapat racun protopalsmik yang mempunyai akibat menekan pada sistem syaraf. Dengan demikian ketika orang menggunakan atau mengkonsumsi alkohol

secara berlebihan, maka akan mengganggu sistem syarafnya, sehingga tidak mampu mengendalikan diri baik secara psikologis, fisik, maupun sosial. Dampak merusak inilah yang menyebabkan ketika orang mengkonsumsi alkohol akan kehilangan sebagian ingatannya, kemudian melakukan perjudian, pemerkosaan, dan lebih buruk lagi melakukan pembunuhan. Orang - orang yang terlibat dalam alkoholisme baik produsen maupun pemakai dikategorikan sebagai penyakit sosial atau melanggar kaidah - kaidah, nilai - nilai, dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. 90 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII

e. Pelacuran
Pelacuran merupakan peristiwa penjualan diri dengan jalan memperjual belikan badan, kehormatan dan kepribadian kepada banyak orang untuk memuaskan nafsu - nafsu seks, dengan imbalan pembayaran. Pelacuran adalah perbuatan perempuan atau laki laki yang menyerahkan badannya untuk berbuat cabul secara seksual dengan mendapatkan upah. Pelacuran adalah perilaku menyimpang dengan tujuan komersial. Perilaku ini melanggar norma, kaidah, dan nilai - nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Bagi yang melakukan pelacuran, tidak saja akan mendapat sanksi dari masyarakat, melainkan pula sanksi agama. Sampai saat ini pelacuran sulit untuk diberantas. Pelacuran merupakan penyakit sosial yang sangat parah dan sampai sekarang sangat sulit untuk dihilangkan. Munculnya berbagai macam penyakit kelamin yang mematikan seperti halnya HIV Aids adalah akibat buruk dari praktek - praktek pelacuran tersebut. Kalian tentunya tidak ingin terkena penyakit yang mematikan tersebut bukan? Maka jauhilah praktek - praktek buruk tersebut dalam kehidupan kalian agar bisa menjadi manusia yang berkepribadian yang disayang oleh semasa manusia dan di sayang Tuhan. Norma adat pada umumnya melarang pelacuran. Akan tetapi, setiap daerah berbeda peraturannya, dan kebanyakan norma tersebut tidak tertulis. Pelarangan pelacuran pada hukum adat didasarkan pada hal sebagai berikut: tidak menghargai wanita, diri sendiri, dan penghinaan terhadap isteri dan pria yang melacurkan diri, penyakit kotor, dan merugikan orang lain. Pelacuran menimbulkan beberapa akibat. Beberapa akibat yang ditimbulkan oleh pelacuran antara lain sebagai berikut. 1. Menimbulkan dan menyebarluaskan penyakit kelamin. 2. Merusak sendi - sendi kehidupan keluarga.

3. Merusak sendi - sendi moral, hukum, susila dan agama. 4. Adanya pengeksploitasian manusia oleh manusia lain. Wanita - wanita pelacur itu cuma menerima upah sebagian kecil saja dari pendapatan yang harus diterimanya, karena sebagian harus diberikan kepada germo, calo - calo, centeng - centeng, pelindung dan lain - lain. 5. Mendorong terjadinya kriminalitas dan kecanduan barang - barang narkotika.

f. Korupsi
Kalian pasti pernah mendengar kata korupsi. Apa itu korupsi? Korupsi berasal dari bahasa latin, corruptio, atau corrumpere, yang berarti buruk, busuk, rusak,

menggoyahkan atau memutarbalikkan. Korupsi merupakan perilaku penyelewengan dari tugas tertentu yang sengaja dilakukan untuk memperoleh keun tungan pribadi atau kelompoknya, baik uang maupun harta kekayaan. Korupsi diartikan juga sebagai perilaku pejabat maupun pegawai yang secara tidak wajar dan tidak sah memperkaya dri atau kelompoknya dengan cara menyalahgunakan kekuasaan atau kedudukan yang dipercayakan kepadanya. Bab VI Penyakit dan Penyimpangan Sosial 91 Korupsi meerupakan bentuk penyakit sosial dalam masyarakat. Korupsi dapat dilakukan sendiri ataupun kelompok. Untuk sesaat korupsi nampaknya menguntungkan. Akan tetapi korupsi sangat merugikan kehidupan, baik pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara. Bentuk - bentuk korupsi antara lain; penyogokan, penggelapan, pemutarbalikan fakta, penipuan, maupun penggunaan uang negara secara tidak semestinya. Ganjaran bagi koruptor (orang yang melakukan korupsi) adalah hukuman penjara, penyitaan kekayaan dan uang hasil korupsi.

B. PENYIMPANGAN SOSIAL
1. Pengertian Penyimpangan Sosial
Para siswa, coba perhatikan perilaku kehidupan orang-orang di sekitarmu! Kamu mungkin akan menemukan perilaku orang-orang yang tidak benar, di samping yaitu perilaku orang - orang yang tidak sesuai dengan norma - norma dan aturan yang berlaku. Perilaku yang sesuai dengan norma dan aturan inilah yang diharapkan oleh masyarakat, sedangkan perilaku yang tidak benar tentu tidak diharapkan oleh masyarakat. Perilaku yang diharapkan masyarakat ini sering disebut konformitas, sedangkan perilaku yang tidak sesuai dengan harapan norma dan aturan masyarakat disebut penyimpangan sosial. Konformitas dan penyimpangan sosial merupakan dua sisi perilaku masyarakat yang bertentangan. Konformitas cenderung bersifat positif, sedangkan penyimpangan sosial cenderung bersifat negatif. Dalam tatanan kehidupan bermasyarakat tentu ada

norma – norma dan aturan yang membatasi perilaku individu maupun kelompok individu. Ia tidak menyadari lagi. aman. Masingmasing anggota keluarga tidak bisa saling melakukan kendali atas perilakunya. Akibatnya setiap anggota keluarga cenderung berperilaku semaunya. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan watak (perangai) seseorang. mungkin ingin hal lain daripada yang lain. Penyebab Penyimpangan Sosial Mengapa orang melakukan penyimpangan sosial? Faktor apakah yang mendorong mereka melakukan penyimpangan sosial? Tentu ada alasan dan faktor yang mendorong mereka melakukan penyimpangan sosial. menyimpang atau tidak sesuai dengan norma.pelanggaran terhadap norma dan aturan tersebut. . mungkin karena ketidakpuasan terhadap Penyimpangan sosial adalah perbuatan atau tingkah laku yang melanggar. Norma-norma dan aturan itu dimaksudkan agar kehidupan bermasyarakat dapat berjalan dengan teratur. norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat sesuatu yang dihadapi. Keadaan keluarga tidak bisa memberikan ketenteraman dan kebahagiaan pada anggota keluarga. aturan maupun harapan lingkungan masyarakat. 2. Bisa juga diartikan. Mungkin karena pengaruh lingkungannya. penyimpangan sosial adalah adalah bentuk perbuatan yang mengabaikan nilai. dan mencari kebahagiaan di luar keluarga. Dari berbagai penyebab itu kita dapat mengidentifikasi penyebab penyimpangan sosial sebagai berikut. lalu apa yang dimaksud dengan penyimpangan sosial? Siapa yang dapat mendefinisikai pengertian penyimpangan sosial? Mari kita cocokkan jawaban kalian dengan pengertian penyimpangan sosial berikut ini. tertib. dan damai.  Keadaan keluarga yang carut-marut (broken home) Keluarga merupakan tempat di mana anak atau orang pertama kali melakukan interaksi dengan orang lain. Dalam keluarga yang brocken home biasanya hubugan antaranggota keluarga menjadi tidak harmonis. dan masih banyak kemungkinan . Dari uraian tersebut. Akan tetapi dalam kenyataannya masih banyak terjadi pelanggaran . bertentangan. mungkin hanya ingin meniru orang lain. Pelanggaran ini dilakukan oleh individumaupun kelompok individu yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial. mungkin karena ingin mencapai kepuasan hidup. Oleh karena itulah keadaan keluarga akan sangat mempengaruhi perilaku orang yang menjadi anggota keluarga tersebut.kemungkinan lain yang menjadi penyebab orang melakukan penyimpangan sosial.

Para pendatang baru yang tidak mampu menyerap nilai dan norma yang berlaku atau tidak sanggup menyerap atau memahami norma budaya masyarakat akan . orang yang hidup di lingkungan preman.mabukan. Tidak jarang orang mengkhalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau sesuatu.orang yang berada di lingkungan tersebut. Apa akibatnya.norma dan aturan masyarakat. Contoh-contoh tersebut menggambarkan betapa lingkungan mudah mempengaruhi perilaku seseorang yang berada di lingkungan tersebut. Hal inilah yang menyebabkan orang melakukan kegiatan tanpa menghiraukan norma . Oleh karena itu.  Pengaruh lingkungan masyarakat Penyimpangan sosial bisa juga bterjadi karena pengaruh lingkungan. akan cenderung berperilaku seperti preman. orang yag berada di lngkungan peminum (pemabuk). Akibatnya terjadilah penyimpangan sosial dari orang yang bersangkutan. jika orang mencintai sesorang. yang dapat memenuhi kebutuhan ekonominya. yang penting ia bisa melampiaskan kekecewaannya.apakah perilakunya itu melanggar norma . Hal inilah yang selanjutnya menimbulkan penyimpangan sosial dari orang /anak tersebut. tetapi keinginannya tidak pernah terpenuhi? Apa akibatnya. pada hal ia sangat berharap lulus ujian? Tentu rasa kecewa yang ia dapatkan. apabila kehidupan lingkungan tidak sesuai dengan norma norma sosial.  Persoalan ekonomi Tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi dapat mendorong orang melakukan kegiatan apa saja. tetapi cintanya ditolak oleh orang yang dicintainya? Apa akibatnya jika seorang anak menginginkan sepeda atau motor.norma maupun aturan kemasyarkatan. Kekecewaan ini dapat mendorog orang atau anak yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu yang tanpa kendali.  Pelampiasan rasa kekecewaan Penyimpangan sosial bsa juga terjadi sebagai bentuk pelampiasan rasa kecewa seseorang. maka orang yang berada di lingkungan tersebut cenderung juga berperilaku menyimpang. Bahkan ia tidak lagi menghiarukan norma .  Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku Hal ini umumnya terjadi pada para pendatang baru (penduduk baru) di lingkungan yang baru. yan penting mereka merasa bahagia. jika seorang siswa tidak lulus ujian. akan cenderung ikut berjudi.norma kemasyarakatan atau tidak. Orang yang hidup di lingkungan penjudi. Hal inilah yang mendorong terjadinya penyimpangan sosial dari masing-masing anggota keluarga. asal bisa memperoleh sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. akan cenderung ikut mabuk . Akibatnya terjadilah penyimpangan-penyimpangan sosial yang dilakukan oleh orang . Pelampiasan rasa kekecewaan dapat menimbulkan perilaku di luar kendali orang yang besangkutan.

seks bebas. 3.norma dan budaya yang ada di masyarakat. penyimpangan itu tidak cukup meresahkan dan mengganggu ketenteraman masyarakat. Program (acara) televisi tidak semuanya cocok untuk konsumsi anak-anak. kernet wanita. sepakbola wanita. Misalnya.norma yang berlaku dalam masyarakat kita. karena ketidaktahuannya terhadap norma . Sementara itu. mungkin juga kamu pernah melihat perilaku orang-orang yang cenderung bertentangan dengan norma-norma masyarakat. Interet dapat disalahgunakan untuk mendapatkan gambar-gambar porno.gambar porno. tukang batu wanita. Akibatnya anak . pesta corat . angkat besi wanita. Tetapi banyak anak . Ada jenis-jenis penyimpangan sosial yang justru berdampak positif. hubungan seks di luar nikah. karena dapat mendukung emansipasi wanita. Namun demikian. Bahkan penyimpangan tersebut dapat berdampak positif. Perilaku orang ini cenderung semaunya. Hal inilah yang memungkinkan orang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan norma . bentuk penyimpangan sosial ini dapat dikategorikan sebagai penyimpangan positif. Televesi (TV) dan internet merupakan hasil kemajuan teknologi. Perangai keras ini dapat menibulkan perilaku keras pada anak tersebut yang cenderung menyimpang dari kebiasaan masyarakat. serta . Besar kemungkinan anak akan berperilaku seks yang menyimpang.penyimpangan sosial dari perilaku orang tersebut. Oleh karena itu bentuk penyimpangan-penyimpangan tersebut juga bisa dikategorikan penyimpangan sosial. Ini berarti anak telah melakukan penyimpangan terhadap norma . dan berdampak negatif bagi lingkungan maupun kepentingan masyarakat. kumpul kebo.  Pengaruh kemajuan teknologi Kemajuan teknologi melahirkan berbagai alat komunikasi dan alat hiburan yang serba canggih. Oleh karena itu. tukang parkir wanita. Misalnya: acara TV film keras.anak menikmati acara TV yang seharusnya bukan konsumsiya.norma sosial. Sifat Penyimpangan Sosial Penyimpangan sosial ternyata tidak selamanya berdampak negatif. Karena ketidatahuannya terhadap nilai dan norma yang berlaku di masyarakat timbullah penyimpangan . Umumnya pekerjaan semacam itu adalah pekerjaan kaum pria. Pernahkah kamu melihat sopir bus wanita.cenderung tidak mampu melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan masyarakat.anak yang belum cukup umur sudah menikmati gambar . gulat wanita.norma dan budaya kemasyarakatan. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap perilaku anak tersebut. menyebabkan anak berperangai keras.coret baju dan rambut ketika lulus sekolah. atau petinju wanita? Berbagai profesi wanita itu pada dasarnya merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma .

Apabila penyimpangan sosial itu bersifat sementara. pemerkosaan. b. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan individual.berkendaraan berkeliling jalan raya dengan memenuhi seluruh badan jalan. Contoh. Penyimpangan . didominasi oleh si pelaku. pembunuhan. Di samping itu. maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan kelompok. Namun apabila penyimpangan sosial dilakukan secara kolektif (berkelompok). Apabila penjudi menang (banyak uang). ke pelacuran. Contoh: Penggunaan narkoba yang dilakukan secara terus . menyontek ketika ulangan. Yang pasti bahwa penyimpangan sosial yang dilakukan secara terus menerus akan berdampak menculnya kejahatan yang meresahkan dan menganggu ketenteraman masyarakat. membolos keja. ada kecenderungan uangnya untuk foya-foya (mabuk mabukan. perampokan. atau perampokan. Penyimpangan sosial ini dapat dikategorikan sebagai penyimpangan negatif. pemerasan. 4. Macam .menerus akan menyebabkan keuangan si pelaku menjadi morat-marit. pelanggaran rambu lalu lintas. Contoh. santri di pondok tidak mau mengaji. Adapun dampak tersebut adalah munculnya kejahatan yang beruntun. Contoh. pelajar tidak mau belajar. Namun apabila penyimpangan itu bersifat sementara maupun berkelanjutan. Penyimpangan Sosial Individu dan Kelompok Penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat dapat dilakukan oleh seseorang secara individual maupun secara kelompok. maka penyimpangan sosial ini dikategorikan sebagai bentuk penyimpangan primer. membolos sekolah. dan kesehatan mentalnya maupun fisiknya akan menurun. pencurian. dan masyarakat sudah tidak dapat mentolerir. Sebenarnya masih banyak contoh kejahatan lain yang merupakan dampak dari penyimpangan sosial. Penyimpangan Primer dan Sekunder Penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. Apaila penyimpangan sosial dilakukan secara individual.Macam Bentuk Penyimpangan Sosial a. apabila kalah (uangnya habis) ada kecenderungan untuk melakukan penipuan. Contoh: Orang berjudi. Itu hanya salah satu contoh peristiwa kejahatan beruntun. tidak didominasi oleh si pelaku. dan perjudian kembali). maka penyimpangan sosial itu dikategorikan sebagai penyimpangan sekunder. dan masyarakat masih bersedia mentolerir. Perampokan dapat menyebabkan pembunuhan. Penyimpangam sosial yang dilakukan secara terus menerus pada umumnya berdampak negatif bagi kehidupan diri pelaku maupun masyarakat sekitar. penyimpangan sosial juga dapat merugikan si pelakunya.

atau membangkang terhadap nilai. Di samping itu. aksi protes. tindakan dengan kekerasan bisa dilakukan.ulang. Contoh. Contoh. Hal ini disebabkan penyimpangan kelompok biasanya memiliki pengaruh yang luas dan kuat terhadap lingkungan dan masyarakat. melanggar. Apabila dengan anjuran. dan penyampaian nilai norma dan aturan secara berfulang . bujukan tidak berhasil. norma dan aturan.kelompok biasanya memiliki dampak yang lebih kuat bagi lingkungan dan masyarakat. Tanpa Kekerasaan (persuasif) Cara ini dilakukan dengan penekanan pada usaha membimbing atau mengajak berupa anjuran. . gerakan pengacau. penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima) dengan memindahkan ke lokasilokasi tertentun yang sudah disiapkan. 1. yaitu tanpa kekerasaan. dengan kekerasan. b. Pengendalian sosial dilakukan agar masyarakat mau mematuhi aturan dan norma yang berlaku. a. penciptaan situasi yang dapat mengubah sikap dan perilaku. aturan dan norma.6 Aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat merupakan penyimpangan kelompok. Dengan Kekerasan (coersive) Mestinya langkah ini ditempuh setelah langkah persuasif telah dilakukan. cermati uraian berikut ini. Lalu bagaimana cara pengendalian sosial. polisi pamong praja. terpaksa membongkar paksa lapak (termpat berjualan) PKL yang telah mengabaikan peringatan sebelumnya. Pengendalian ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyimpangan sosial dan penyakit sosial. Cara Pengendalian Sosial Paling tidak ada empat cara untuk pengendalian sosial. Contoh. dibanding dengan penyimpangan individu.pertanyaan tersebut. Gambar 6. Sumber: Kompas 27 April 2005. bagaimana bentuk pengendalian sosial dan lembaga apa saja yang dapat berperan dalam pengendalian sosial? Untuk dapat menjawab pertanyaan . PENGENDALIAN SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENYIMPANGAN SOSIAL Para siswa apa itu pengendalian sosial? Pengendalian sosial adalah upaya atau cara yang dilakukan masyarakat untuk menertibkan anggotanya masyarakatnya yang menyimpang. demonstrasi. tercipta ketertiban dalam kehidupan. mogok kerja. pengendalian sosial dimaksudkan agar terwujud keserasian bermsayarakat. C. memperingatkan para pelaku untuk tidak berperilaku menyimpang dan bertetntangan dengan nilai.

nilai dan norma yang berlaku. Penyampaian inii bisa dengan cara ceramah maupun dengan dibuatkannya papan informasi mengenai aturan. sungkan. nasehat agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar nilai. Kalian pasmencari contoh . maka bentukbentuk pengendalian sosial dapat dilakukan melalui cara . Penciptaan Situasi yang Dapat Mengubah Sikap dan Perilaku (kompulsi) Pengendalian sosial sangat tepat bila dilakukan dengan menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mengubah sikap dan perilaku seseorang. Pendidikan Melalui pendidikan seorang individu akan belajar nilai. 2. Penyampaian Nilai. Contoh lian. Misalnya. dan akhirnya meninggalkan perilakunya. norma dan aturan yang berlaku. norma. agama. norma dan aturan mendapat cemoohan atau ejekan dari masyarakatnya. Pendidikan ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga. Cemoohan Seseorang yang melanggar nilai. pendidikan. Dengan cara demikian diharapkan nilai. norma dan aturan dipahami dan melekat pada diri individu anggota masyarakat. ketika para siswa tidak mau mengindahkan ketertiban sekolah dengan membuang sampah sembarangan.contoh yang lain tidak dapat d. masyarakat maupun sekolah. teguran. kepala sekolah justru datang paling awal dan menunggu di pintu masuk gerbang sekolah. sehingga ia malu.ulang (vervasi) Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan cara penyampaian nilai. norma dan aturan diberikan teguran. Dengan demikian ia dituntun dan dibimbing untuk berperilaku sesuai dengan nilai.c.cara. norma dan aturan. dan meminta pihak lain menanganinya. pengucilan. Norma dan Aturan Secara Berfulang . norma dan aturan yang berlaku. cemoohan. ketika para siswa dan guru sering terlambat masuk sekolah. para guru dan kepala sekolah justru sering memungut sampah dan memberikan contoh membuang sampah pada tempat yang disediakan. Bentuk Pengendalian Sosial Untuk dapat mencegah dan mengatasi penyakit dan penyimpangan sosial. aturan secara berulang-ulang. Teguran Orang yang melanggar nilai. .

Pengucilan Orang yang melanggar nilai. Meminta bantuan pihak lain (fraundulens). Dengan pemahaman ini maka. Dengan demikian orang yang melanggar keamanan. Pengadilan Pengadilan merupakan salah satu lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk menangani. 3. Dengan cara macam ini orang akan berpkikir berkali . norma dan aturan yang berlaku.Agama Agama memiliki peran yang sangat besar dalam pengendalian sosial. meresahkan ketentraman.kali apabila akan berperilaku yang melanggar dan tidak sesuai dengan nilai. Ajaran agama merupakan fondasi/dasar yang sangat penting untuk membangun generasi yang berakhlak mulia. Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan cara meminta bantuan pihak lain yang dianggap kompeten dalam mengatasi masalah. Orang yang memiliki agama akan memahami bahwa melanggar nilai. Lembaga Pengendalian Sosial Paling tidak ada tiga lembaga pengendalian sosial. c. melanggar aturan akan diambil tindakan oleh kepolisian. melanggar ketertiban. individu akan terkendali untuk tidak melanggar nilai. menyelesaikan dan mengadili dan memberikan sanksi hukuman terhadap para pelanggar aturan. sehingga mampu menghindari atau mencegah perilaku yang meyimpang. Dengan adanya aturan dan sanksi dari adat maka pengendalian sosial dapat terjadi. ketentraman. norma dan aturan yang berlaku.undang yang berlaku. norma dan aturan di samping ada hukuman di dunia juga ada hukuman di akherat. ketertiban masyarakat dan wajib mengambil tindakan terhadap orang yang melanggar aturan dan undang . misal kepolisian. Selanjutnya yang bersangkutan akan diproses sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku. yaitu kepolisian. pengadilan dan adat. Adat Istidat Adat istiadat adalah aturan atau kebiasaan yang tumbuh dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan harus dijunjung tinggi dan dipatuhi anggota masyarakatnya. . Kepolisian Kepolisian adalah bagian dari lembaga pemerintah yang bertugas memelihara keamanan. norma dan aturan dikucilkan oleh masyarakat. Siapapun yang melanggar aturan mestinya akan berhadapan dengan lembaga pengadilan dan mendapatkan hukuman.

membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. Karena kaidah-kaidah yang ada tidak memuaskan bagi pihak tertentu atau karena tidah memenuhi kebutuhan dasarnya. dan akan gantinya harus dipertahankan oleh petugas-petugas kontrol sosial dengan cara mengancam atau membebankan sanksi-sanksi kepada mereka-mereka yang terbukti melanggar atau menyimpangi norma. Secara rinci. Karena memang tidak mungkin untuk mengatur semua kepentingan warga masyarakat secara merata. sepanjang semua anggota masyarakat bersedia menaati aturan yang berlaku. Menurut Soerjono Soekanto. Tetapi. Apabila ternyata norma-norma tidak lagi self-enforcement dan proses sosialisasi tidak cukup memberikan efek-efek yang positif. Karena kaidah yang ada kurang jelas perumusannya sehingga menimbulkan aneka penafsiran dan penerapan. PENGENDALIAN SOSIAL Dalam kehidupan sehari-hari. 3. maka di dalam hal demikianlah enforcement demi tegaknya norma lalu terpaksa harus dijalankan dengan sarana suatu kekuatan dari luar. . Norma tidak lagi self-enforcing (norma-norma sosial tidak lagi dapat terlaksana atas kekuatannya sendiri ). dan 4.Pengendalian Sosial A. tentu merupakan hal yang mahal. hampir bisa dipastikan kehidupan bermasyarakat akan bisa berlangsung dengan lancar dan tertib. 2. 181:45) 1. Di dalam kenyataan. Pada situasi di mana orang memperhitungkan bahwa dengan melanggar atau menyimpangi sesuatu norma dia malahan akan bisa memperoleh sesuatu reward atau sesuatu keuntungan lain yang lebih besar. Karena di dalam masyarakat terjadi konflik antara peranan-peranan yang dipegang warga masyarakat. maka masyarakat – atas dasar kekuatan otoritasnya – mulai bergerak melaksanakan kontrol sosial (social control). beberapa faktor yang menyebabkan warga masyarakat berperilaku menyimpang dari norma-norma yang berlaku adalah sebagai berikut ( Soekanto. pengendalian sosial adalah suatu proses baik yang direncanakan atau tidak direncanakan. yang bertujuan untuk mengajak. tentu tidak semua orang akan selalu bersedia dan bisa memenuhi ketentuan atau aturan yang berlaku dan bahkan tidak jarang ada orang-orang tertentu yang sengaja melanggar aturan yang berlaku untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. berharap semua anggota masyarakat bisa berperilaku selalu taat.

Obyek (sasaran) pengawasan sosial. dan tidak menurut kemauan individu-individu. pengendalian sosial meliputi proses sosial yang direncanakan maupun tidak direncanakan (spontan) untuk mengarahkan seseorang. maka ia akan dikenakan sanksi. mengajak dan bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan norma-norma sosial. Untuk maksud tersebut. 3. Dengan demikian. Penggolongan ini dibuat menurut sudut pandang dari mana seseorang melihat pengawasan tersebut. Pengendalian represif . Jadi. a. Pengendalian preventif merupakan kontrol sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran atau dalam versi ”mengancam sanksi” atau usaha pencegahan terhadap terjadinya penyimpangan terhadap norma dan nilai. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lainnya. sanksi”. 2. usaha pengendalian sosial yang bersifat preventif dilakukan sebelum terjadi penyimpangan. Tujuan pengawasan adalah supaya kehidupan masyarakat berlangsung menurut pola-pola dan kidah-kaidah yang telah disepakati bersama. b. dikenal beberapa jenis pengendalian. Pengendalian ini berfungsi untuk mengembalikan keserasian yang terganggu akibat adanya pelanggaran norma atau perilaku meyimpang. Juga pengendalian sosiap pada dasarnya merupakan sistem dan proses yang mendidik. Bila ia tidak mau menaati kaiah atau norma. Pengendalian kelompok terhadap kelompok 2. Untuk mengembalikan keadaan seperti semula. adalah perilaku masyarakat itu sendiri. kontrol sosial yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran dengan maksud hendak memulihkan keadaan agar bisa berjalan seperti semula dengan dijalankan di dalam versi “menjatuhkan atau membebankan. Sistem mendidik dimaksudkan agar dalam diri seseorang terdapat perubahan sikap dan tingkah laku untuk bertindak sesuai dengan norma-norma. Pengendalian kelompok terhadap anggota-anggotanya 3. Sistem mengajak bertujuan mengarahkan agar perbuatan seseorang didasarkan pada norma-norma. perlu . B. JENIS-JENIS PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial dimaksudkan agar anggota masyarkat mematuhi norma-norma sosial sehingga tercipta keselarasan dalam kehidupan sosial. Dalam pengendalian sosial kita bisa melihat pengendalian sosial berproses pada tiga pola yakni : 1. 1. Sistem memaksa bertujuan untuk mempengaruhi secara tegas agar seseorang bertindak sesuai dengan norma-norma.

Dikatakan tidak resmi karena peraturan itu sendiri tidak dirumuskan dengan jelas. tokoh yang berpengaruh itu dapat dikenal. c. Pengendalian institusional ialah pengaruh yang datang dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga (institusi) tertentu. Pengendalian berpribadi ialah pengaruh baik atau buruk yang datang dari orang tertentu. tidak ditemukan dalam hukum tertulis. Pola-pola kelakuan dan kiadah-kaidah lembaga itu tidak saja mengontrol para anggota lembaga. Usaha penanaman pengertian tentang nilai dan norma kepada anggota masyarakat diberikan melakui jalur formal dan informal secara rutin. sekaligus agar dia mematuhi norma-norma sosial. Pengawasan tidak resmi (informal) dilaksanakan demi terpeliharanya peraturanperaturan yang tidak resmi milik masyarakat. Artinya. Usaha pengendalian dengan memadukan ciri preventif dan represif ini dimaksudkan agar suatu perilaku tidak sampai menyimpang dari norma-norma dan kalaupun terjadi penyimpangan itu tidak sampai merugikan yang bersangkutan maupun orang lain. . tetapi hanya diingatkan oleh warga masyarakat. Pengendalian sosial gabungan merupakan usaha yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan (preventif) sekaligus mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial (represif). Bahkan silsilah dan riwayat hidupnya. Pengendalian resmi (formal) ialah pengawasan yang didasarkan atas penugasan oleh badan-badan resmi. dan teristimewa ajarannya juga dikenal. pengendalian disini bertujuan untuk menyadarkan pihak yang berperilaku menyimpang tentang akibat dari penyimpangan tersebut. f. e. Masyarakat dapat memberi sanksi kepada orang yang melanggar aturan kelompok tersebut.diadakan pemulihan. Sosialisasi Sosialisasi dilakukan agar anggota masyarkat bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa paksaan. CARA DAN FUNGSI PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial dapat dilaksanakan melalui : 1. Jadi. 2. d. g. misalnya negara maupun agama. C. tetapi juga warga masyarakat yang berada di luar lembaga tersebut. Tekanan Sosial Tekanan sosial perlu dilakukan agar masyarakat sadar dan mau menyesuaikan diri dengan aturan kelompok.

Pengendalian dengan kekerasan (koersi) . perlu dberlakukan cara-cara tertentu sesuai dengan kondisi budaya yang berlaku. biasanya dilakukan bagi masyarakat yang kurang tenteram. 3. Disamping cara di atas juga agar proses pengendalian berlangsung secara efektif dan mencapai tujuan yang diinginkan. Jenis pengendalian dengan kekerasan dapat dibedakan menjadi dua jenis. 1) Kompulsi (compulsion) ialah pemaksaan terhadap seseorang agar taat dan patuh tehadap norma-norma sosial yang berlaku. Keadaan itu terpaksa dipergunakan pada setiap masyarakat untuk mengarahkan tingkah laku dalam menyesuaikan diri dengan nilai dan norma sosial. orang tadi akan mengubah sikapnya. menertawakan. b. Dengan demikian. yakni kompulsi dan pervasi. pemberian gelar. perkumpulan seniman. pergunjingan (gosip) dan pengasingan. klik ) biasanya bersifat informal. kelompok bermain. spontan. Alat pengendalian sosial berupa peraturan resmi dan tata cara yang standar. 2) Pervasi ( pervasion ) ialah penanaman norma-norma yang ada secara berulang -ulang dengan harapan bahwa hal tersebut dapat masuk ke dalam kesadaran seseorang. Kekuatan dan kekuasaan dalam bentuk peraturan hukum dan hukuman formal Kekuatan da kekuasaan akan dilakukan jika cara sosialisasi dan tekanan sosial gagal. bisasanya dilakukan terhadap yang hidup dalam keadaan relatif tenteram. Fungsi Pengendalian Sosial . 2. a. Pengendalian sosial yang diberikan kepada kelompok sekunder (kelompok masyarkat yang lebih besar yang tidak bersifat pribadi (impersonal) dan mempunyai tujuan yang khusus seperti serikat buruh. Misalnya. biasanya berupa ejekan.Pengendalian sosial pada kelompok primer (kelompok masyarkat kecil yang sifatnya akrab dan informal seperti keluarga. dan tidak direncanakan. kenaikan pangkat. bimbingan yang dilakukan terus menerus. imbalan dan hadiah dan sanksi serta hukuman formal. misalnya GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). Sebagian besar nilai dan norma telah melembaga dan mendarah daging dalam diri warga masyarakat. Pengendalian tanpa kekerasan (persuasi). dan perkumpulan wartawan ) lebih bersifat formal.

dengan tujuan agar warga masyarakat ini kelak tidak lagi melakukan pelanggaran dan penyimpangan terhadap norma tersebut. sanksi psikologik (karena terasakan olehnya adanya perasaan aib dan malu menjadi orang hukuman). untuk mengusahakan terjadinya konformitas. Adapun yang dimaksud dengan sanksi dalam sosiologi ialah sesuatu bentuk penderitaan yang secara sengaja dibebankan oleh masyarakat kepada seorang warga masy arakat yang terbukti melanggar atau menyimpangi keharusan norma sosial. Mengembangkan rasa malu d. dan 3. c. yaitu : 1. 2. dan sanksi ekonomik ( karena dilenyapkan kesempatan meneruskan pekerjaannya guna menghasilkan uang dan kekayaan ). Sebagaimana halnya dengan sanksi-sanksi. Mempertebal keyakinan masyarakat tentang kebaikan norma. Sementara itu. Sanksi yang bersifat psikologik. Menciptakan sistem hukum Kontrol sosial – di dalam arti mengendalikan tingkah pekerti-tingkah pekerti warga masyarakat agar selalu tetap konform dengan keharusan-keharusan norma-hampir selalu dijalankan dengan bersarankan kekuatan sanksi (sarana yang lain:pemberian incentive positif). misalnya kalau seorang hakim menjatuhkan pidana penjara kepada seorang terdakwa. ketiga jenis sanksi tersebut di atas itu sering kali terpaksa diterapkan secara bersamaan tanpa bisa dipisah-pisahkan. Mengembangkan rasa takut e.Koentjaraningrat menyebut sekurang-kurangnya lima macam fungsi pengendalian sosial. Sanksi yang bersifat ekonomik. Pada praktiknya. pun incentive itu bisa dibedakan menjadi tiga jenis. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma. yaitu : . yaitu : a. kontrol sosial sesungguhnya juga dilaksanakan dengan menggunakan incentive-incentive positif yaitu dorongan positif yang akan membantu individu-individu untuk segera meninggalkan pekerti-pekertinya yang salah. ini berarti bahwa sekaligus terdakwa tersebut dikenai sanksi fisik (karena dirampas kebebasan fisiknya). Ada tiga jenis sanksi yang digunakan di dalam usaha-usaha pelaksanaan kontrol sosial ini. Sanksi yang bersifat fisik. b.

Jabatan tangan. usapan tangan di kepala. 2. Apakah kontrol sosial itu selalu cukup efektif untuk mendorong atau memaksa warga masyarakat agar selalu conform dengan norma-norma sosial (yang dengan demikian menyebabkan masyarakat selalu berada di dalam keadaan tertib ) ? Ternyata tidak. 2. dan 5. hukuman kerja paksa. rasa nikmat jasmaniah yang diperoleh daripadanya tidaklah akan sampai seekstrem rasa derita yang dirasakan di dalam sanksi fisik. Bernilai sekadar sebagai simbol. Pun. andaikata bisa diberikan. Menarik-tidaknya kelompok masyarakat itu bagi warga-warga yang bersangkutan . Ada lima faktor yang ikut menentukan sampai seberapa jauhkah sesungguhnya sesuatu usaha kontrol sosial oleh kelompok masyarakat itu bisa dilaksanakan secara efektif. disamping incentive fisik dan psikologik tidak kalah pentingnya adalah incentive ekonomik. yaitu : 1. 3. Beragam-tidaknya norma-norma yang berlaku di dalam kelompok itu. Sementara itu. Otonom-tidaknya kelompok masyarakat itu. Menarik-Tidaknya Kelompok Masyarakat Itu Bagi Warga yang Bersangkutan. Incentive fisik tidaklah begitu banyak ragamnya. 1. 4. Incentive yang bersifat fisik. Besar-kecilnya dan bersifat anomie-tidaknya kelompok masyarakat yang bersangkutan. Toleran-tidaknya sikap petugas kontrol sosial terhadap pelanggaran yang terjadi. Incentive yang bersif ekonomik. dan 3.1. ciuman tidaklah akan sebanding dengan ekstremitas penderitaan sanksi fisik seperti hukuman cambuk. kebanyakan incentive fisik lebih tepat dirasakan sebagai incentive psikologik. hukuman gantung dan lain sebagainya. tanpa ada pelanggaran atau penyimpangan norma-norma sosial satu kalipun. pelukan. . Incentive ekonomik kebanyakan berwujud hadiah-hadiah barang atau ke arah penghasilan uang yang lebih banyak. Incentive yang bersifat psikologik. serta pula tidak begitu mudah diadakan. Usaha-usaha kontrol sosial ternyata tidak berhasil menjamin terselenggaranya ketertiban masyarakat secara mutlak.

sehingga tingkah pekerti-tingkah pekerti warga itu mudah dikontrol conform dengan keharusan-keharusan norma yang berlaku. atau apabila malahan bertentangan-maka semakin berkuranglah efektivitas kontrol sosial yang berfungsi menegakkannya. . Dalil ini pernah dibuktikan di dalam sebuah studi eksperimental yang dilakukan oleh Meyers. 3. konsisten. Dalil tersebut diperoleh dari hasil studi Marsh. Apabila terjadi pelanggaran. makin efektiflah kontrol sosialnya. Sebaliknya. maka individu-individu warga masyarakat lalu silit menyimpulkan adanya sesuatu gambaran sistem yang tertib. maka berkuranglah motif pada pihak warga kelompok untuk selalu berusaha menaati norma-norma sehingga karenanyabagaimanapun juga keras dan tegasnya kontrol sosial dilaksanakan-tetaplah juga banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Dihadapkan pada sekian banyak norma-norma yang saling berlainan dan saling berlawanan. Makin otonom suatu kelompok. Beragam-Tidaknya Norma-norma yang Berlaku di dalam Kelompok Itu Makin beragam macam norma-norma yang berlaku dalam suatu kelompok-lebih-lebih apabila antara norma-norma itu tidak ada kesesuaian. dan konsekuen. dan sebaliknya mengapa di dalam masyarakt kota besar-yang terdiri dari banyak kelompok-kelompok sosial besar maupun kecil itu – kontrol sosial bagaimanapun juga kerasnya dilaksanakan tetap saja kurang efektif menghadapi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. kian menarik sesuatu kelompok bagi warganya. kuatlah kecendrungan pada pihak warga-warga itu untuk berusaha sebaik-baiknya agar tidak melanggar norma kelompok. 2. Normanorma pun menjadi self-enforcing. Pelanggaran atas norma yang satu (demi kepentingan pribadi) sering kali malahan terpuji sebagai konformitas yang konsekuen pada norma yang lainnya. kian besarlah efektivitas kontrol sosial atas warga tersebut. dalam keadaan demikian itu. dengan mudah si pelanggar itu dikontrol dan dikembalikan taat mengikuti keharusan norma. Otonom-Tidaknya Kelompok Masyarakat Itu. apabila kelompok itu tidak menarik bagi warganya. Pada kelompok yang disukai oleh warganya. Penyelidikan Marsh ini dapat dipakai sebagai landasan teoritis untuk menjelaskan mengapa kontrol sosial efektif sekali berlaku di dalam masyarakat-masyarakat yang kecil-kecil dan terpencil. Maka. dan akan semakin sedikitlah jumlah penyimpangan-penyimpangan dan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di atas norma-norma kelompok. jelas bahwa masyarakat tidak akan mungkin mengharapkan dapat terselenggaranya kontrol sosial secara efektif.Pada umumnya.

dan d. b. Asasi-tidaknya nilai moral-yang terkandung di dalam norma-yang terlanggar. dengan bersembunyi di balik keadaan anomie (keadaan tak bisa saling mengenal). Keadaan situasi sosial pada ketika pelanggaran norma itu terjadi. semakin sukarlah orang saling mengidentifikasi dan saling mengenali sesama warga kelompok. Itulah sebabnya maka kontrol sosial di masyarakat primitif itu selalu terasa amat kuatnya. bukan kondisi-kondisi objektif yang tidak memungkinkan. pelaksana kontrol sosial itu sering membiarkan begitu saja sementara pelanggar norma lepas dari sanksiyang seharusnya dijatuhkan. dan kontrol sosialpun akan lumpuh tanpa daya. Hal demikian itu dapat dibandingkan dengan apa yang terjadi pada masyarakatmasyarakat primitif yang kecil-kecil. sampai-sampai suatu kontrol sosial yang informal sifatnya-seperti ejekan dan sindiran-itu pun sudah cukup kuat untuk menekan individu-individu agar tetap memerhatikan apa yang telah terlazim dan diharuskan. Toleran-Tidaknya Sikap Petugas Kontrol Sosial Terhadap Pelanggaran yang Terjadi Sering kali kontrol sosial tidak dapat terlaksana secara penuh dan konsekuen. Mengambil sikap toleran. c.4. Besar-Kecilnya dan Bersifat Anomie-Tidaknya Kelompok Masyarakat yang Bersangkutan Semakin besar suatu kelompok masyarakat. maka warga masayarakat di dalam masyarakat-masyarakat yang kecil-primitif itu hampir-hampir tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari kontrol sosial. Status dan reputasi individu yang ternyata melakukan pelanggaran. melainkan karena sikap toleran (menenggang) agen-agen kontrol sosial terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Ekstrim-tidaknya pelanggaran norma itu. Adapun toleransi pelaksana-pelaksana kontrol sosial terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi umumnya tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut : a. Tanpa bisa bersembunyi di balik sesuatu anomie. Sehingga. di mana segala interaksi sosial lebih bersifat langsung dan face-to-face. . dan tanpa bisa sedikit pun memanipulasi situasi heterogenitas norma. samakin bebaslah individu-individu untuk berbuat “semaunya”. 5.

Cara pengendalian masyarakat dapat dijalankan dengan cara persuasif atau dengan cara koersif. adat. sekolah. sedangkan cara koersif tekanan diletakkan pada kekeraan atau ancaman dengan mempergunakan atau mengandalkan kekuatan fisik. beberapa aparat petugas kontrol sosial yang lazim dikenal adalah aparat kepolisian. maupun jangka waktu yang dikehendaki.42) cara mana yang lebih baik senantiasa tergantung pada situasi yang dihadapi dan tujuan yang hendak dicapai. usaha penegakan kaidah sosial tidak lagi bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan kesadaran warga masyarakat atau pada rasa sungkan warga masyarakat itu sendiri. A. Usaha penegakan kaidah sosial di dalam masyarakat yang makin modern.Kontrol atau pengendalian sosial mengacu kepada berbagai alat yang dipergunakan oleh suatu masyarakat untuk mengembalikan anggota-anggota yang kepala batu ke dalam relnya. Menurut Soekanto (1981. Di dalam berbagai masyarakat. Tidak ada masyarakat yang bisa berjalan tanpa adanya kontrol sosial. tokoh masyarakat-seperti kiai-pendeta-tokoh yang dituakan. dan sebagainya. Bentuk kontrol sosial atau cara-cara pemaksaan konformitas relatif beragam. Di dalam masyarakat yang makin kompleks dan modern. pengadilan. tak pelak harus dilakukan dan dibantu oleh kehadiran aparat petugas kontrol sosial. lembaga keagamaan. Cara persuasif terjadi apabila pengendalian sosial ditekankan pada usaha untuk mengajak atau membimbing. Macam-Macam Pengendalian Sosial .

1. Tindakan represif. Pengendalian yang bersifat preventif umumnya dilakukan dengan cara melalui bimbingan. b. Hal ini dilakukan karena dirasa adanya penyimpanganpenyimpangan . Tindakan kuratif. a. yaitu suatu tindakan aktif yang dilakukan pihak berwajib pada saat penyimpangan sosial terjadi agar penyimpangan yang sedang terjadi dapat dihentikan. yaitu tindakan yang dilakukan oleh pihak berwajib sebelum penyimpangan sosial terjadi agar suatu tindak pelanggaran dapat diredam atau dicegah. Berdasarkan Sifatnya a. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh penguasa atau pemerintah sebagai pemegang kekuasaan (the rulling class) untuk menjalankan roda pemerintahannya melalui strategi-strategi politik.Pengendalian sosial adalah suatu bentuk aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu dalam masyarakat karena adanya penyimpangan-penyimpangan sosial. Strategi-strategi politik tersebut dapat berupa aturan perundang-undangan ataupun program-program sosial lainnya. Contohnya kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait tentang bahaya yang ditimbulkan sebagai akibat dari pemakaian narkoba. berikut ini. Pengendalian eksternal. Hal ini dilakukan agar kestabilan dalam masyarakat kembali dapat tercapai. sehingga di kemudian hari tidak lagi mengulangi kesalahannya. Contohnya memasukkan para pencandu narkoba ke tempat rehabilitasi untuk mendapatkan pembinaan agar para pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya kembali 2. pengendalian sosial dapat dibedakan menjadi tiga. Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya Berdasarkan waktu pelaksanaannya. pengarahan dan ajakan. c. menjadi berikut ini. b. Tindakan ini ditujukan untuk memberikan penyadaran kepada para pelaku penyimpangan agar dapat menyadari kesalahannya dan mau serta mampu memperbaiki kehidupannya. Pengendalian internal. Contohnya guru memberi hukuman kepada siswa yang terlambat dan tidak tertib di sekolah. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh rakyat kepada para penguasa. tindakan ini diambil setelah terjadinya tindak penyimpangan sosial. pengendalian sosial dapat dibedakan. Berdasarkan aspek-aspek tertentu. Tindakan preventif. Hukuman ini dimaksudkan agar tindakan penyimpangan siswa tidak berulang lagi.

bentuk pemaksaan diwujudkan dengan pemberian sanksi atau hukuman terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran sesuai dengan kadar penyimpangannya. Contohnya penertiban PKL secara paksa yang dilakukan oleh petugas Satpol PP. ataupun kehakiman untuk mengawasi ketaatan warga masyarakat terhadap hukum yang telah ditetapkan. yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari adanya suatu institusi atau lembaga. seperti kepolisian. c. Pengendalian tidak resmi. b. yaitu tindakan pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara pemaksaan. Contohnya seorang guru BP menasehati dan menghimbau kepada siswa untuk tidak merokok. Tindakan coersif. misalnya berupa ajakan atau penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. Hal ini dikarenakan sanksi yang diberikan kepada . pola tidur. Dalam hal ini. yaitu tindakan pencegahan yang dilakukan dengan cara pendekatan secara damai tanpa paksaan. sikap. Pengaruh ini dapat bersifat baik atau pun buruk. yaitu pengaruh yang datang dari orang atau tokoh tertentu (panutan). kejaksaan. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan tanpa rumusan aturan yang jelas atau tanpa sanksi hukum yang tegas. atau pun melalui wakil-wakil rakyat di DPRD. Dalam hal ini. pengawasan dan pengaruh dari pondok pesantren tersebut tidak hanya terbatas pada para santrinya saja. Pengendalian resmi. Misalnya kehidupan para santri di pondok pesantren akan mengikuti aturan. d. tutur sapa. melalui pengawasan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pola perilaku lembaga tersebut tidak hanya mengawasi para anggota lembaga itu saja. b. baik dalam hal pakaian. dan sebagainya. Berdasarkan Cara atau Perlakuan Pengendalian Sosial a. Pengendalian institusional. satpol PP. Bentuk pengendalian ini. namun juga kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren. pengendalian tidak resmi juga memiliki efektivitas dalam mengawasi atau mengendalikan perilaku masyarakat.tertentu yang dilakukan oleh kalangan penguasa. pola pikir. Pengendalian resmi dilakukan oleh aparat negara. Pengendalian pribadi. Berdasarkan Pelaku Pengendalian Sosial a. akan tetapi juga mengawasi dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di sekitar lembaga tersebut berada. Tindakan persuasif. 3. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi negara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan sanksi yang jelas dan mengikat. Pengendalian sosial jenis ini dapat dilakukan melalui aksi-aksi demonstrasi atau unjuk rasa. Meskipun demikian.

tokoh adat. Tahap Penekanan Sosial Tahap penekanan sosial dilakukan untuk mendukung terciptanya kondisi sosial yang stabil. Di dalam hal ini.pelaku penyimpangan berupa sanksi moral dari masyarakat lain. Tahap ini dilakukan jika tahaptahap yang lain tidak mampu mengarahkan tingkah laku manusia sesuai dengan norma atau nilai yang berlaku. tahap sosialisasi bersifat preventif yang bertujuan mencegah perilaku penyimpangan sosial. 2. 1. a. Pada tahap ini telah disertai dengan pelaksanaan sanksi atau hukuman kepada para pelaku tindakan penyimpangan. terlihat adanya pihak pelaku pengendalian sosial dan pihak yang dikendalikan. Dengan adanya sanksi yang menekan tersebut. tahap pendekatan kekuasaan atau kekuatan ini dapat dibedakan. misalnya dikucilkan atau bahkan diusir dari lingkungannya. menjadi berikut ini. Berdasarkan pelakunya. masyarakat dikenalkan pada bentuk-bentuk penyimpangan sosial beserta sanksi-sanksinya. Pengendalian tidak resmi dilakukan oleh tokoh masyarakat. 3. Tahap Pendekatan Kekuasaan/Kekuatan Pada tahap ini. pengendalian sosial yang berlaku di masyarakat dapat dibedakan menjadi berikut ini. Pada tahap ini. B. misalnya anggota Kepolisian Sektor Pasanggrahan Jakarta Selatan mengawasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Pasanggrahan. . Tahap Sosialisasi atau Pengenalan Tahap sosialisasi atau pengenalan merupakan tahap awal proses pengendalian sosial. Pengenalan tersebut dimaksudkan agar masyarakat menyadari efek dan sanksi yang akan diterimanya bila mereka melakukan suatu tindakan penyimpangan sosial. ataupun tokoh agama yang memiliki kharisma dan dipandang sebagai panutan masyarakat. Pengendalian kelompok terhadap kelompok. Tahapan Pengendalian Sosial Sebagai suatu proses. diharapkan masyarakat segan dan tidak mau melakukan berbagai perbuatan yang menyimpang.

Sanksi atau Hukuman Sanksi atau hukuman merupakan tindakan tegas yang diambil jika teguran tidak lagi diindahkan oleh pelaku tindak penyimpangan. Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial Dalam penerapannya. dan merasa terisolir dalam kehidupan bermasyarakatnya. teguran. Sanksi atau hukuman merupakan bentuk pengendalian sosial yang efektif karena pelaku tindak penyimpangan akan mengalami kerugian atau penderitaan. gosip merupakan kritik tertutup yang ditujukan pada seseorang atau lembaga yang melakukan penyimpangan sosial. Suatu gosip tersebar di masyarakat jika pernyataan secara terbuka tidak dapat dilontarkan secara langsung atau belum menemukan bukti-bukti yang sah. seperti gosip. jika tidak. 3. Gosip Gosip adalah kabar yang tidak berlandaskan fakta. Teguran dilakukan secara langsung kepada pelaku tindak penyimpangan agar pelaku tindak penyimpangan tersebut menyadari perbuatannya dan dapat segera menghentikan tingkah laku menyimpangnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Teguran Teguran adalah kritik sosial yang bersifat terbuka. misalnya seorang ayah yang mendidik dan merawat anaknya. Pada umumnya. Gosip disebut juga kabar burung atau desas-desus. hukuman atau sanksi. . c. baik lisan atau pun tertulis. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lain. serta pendidikan dan agama. maka orang atau lembaga tersebut akan dicemooh. diskors. misalnya bapak/ibu guru di sekolah mengendalikan dan membimbing siswa/siswi yang belajar di sekolah itu. C. pengendalian sosial mempunyai beberapa bentuk. misalnya didenda. Dalam hal ini. 1. orang atau lembaga yang terkena gosip akan berusaha memperbaiki tingkah lakunya. atau seorang kakak yang menjaga adiknya. dikucilkan. terhadap orang atau lembaga yang melakukan tindak penyimpangan sosial.b. atau mengalami hukuman fisik. Pengendalian kelompok terhadap anggotanya. Berikut ini uraian singkat mengenai bentuk-bentuk pengendalian sosial tersebut. 2.

Dalam ajaran agama dikenal adanya dosa dan pahala. Berbagai bentuk pengendalian sosial tersebut. sanksi atau hukuman hanya dapat diberikan oleh pihak yang memiliki kekuatan hukum atau resmi berdasarkan peraturan yang berlaku. Berdasarkan uraian tersebut. maka agama merupakan bentuk pengendalian sosial yang tumbuh dari hati nurani berdasarkan kesadaran dan tingkat keimanan seseorang sesuai dengan agama atau kepercayaan yang dianutnya. Agama merupakan penuntun umat manusia dalam menjalankan perannya di muka bumi ini. Dosa akan diterima manusia jika mereka melakukan penyimpangan dari aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam ajaran agama sesuai dengan petunjuk dari kitab suci atau nabi. sanksi atau hukuman berfungsi untuk: a. .Dalam hal ini. baik formal ataupun nonformal. merupakan salah satu bentuk pengendalian sosial yang telah melembaga. memberikan efek jera kepada pelaku penyimpangan sosial. Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma-norma kemasyarakatan. 1. 4. Dalam ajaran agama. memberikan contoh kepada pihak lain agar tidak ikut melakukan perbuatan menyimpang (schock theraphy). dan menjalin hubungan baik dengan alam lingkungannya. pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi. manusia dituntut untuk mampu menjalin hubungan baik dengan Tuhan. Pendidikan dan Agama Pendidikan. Berikut ini beberapa fungsi pengendalian sosial. dan b. 2. Pendidikan memberi pengertian akan hal yang baik dan hal yang buruk melalui pendekatan ilmiah dan logika. Dosa yang dilakukan manusia akan memperoleh balasan atau hukuman dari Tuhan YME kelak di kehidupan lain (akherat). Pendidikan dapat berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk sikap mental anak didik sesuai dengan kaidah dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma-norma kemasyarakatan. menjalin hubungan baik antarmanusia. Dalam pelaksanaannya. Adapun pahala akan diterima manusia jika mereka melakukan hal-hal baik sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam kitab suci atau ajaran nabi.

Peran Pranata Sosial dalam Upaya Pengendalian Sosial Keberhasilan suatu upaya pengendalian sosial tidak terlepas dari peran pranata sosial di masyarakat. Mereka akan beranggapan bahwa segala sesuatu akan dianggap baik bila menguntungkan bagi dirinya sendiri tanpa mengindahkan apakah hal tersebut dilarang agama ataupun tidak. Kondisi tersebut akan jauh berbeda terhadap seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang tidak taat beribadah atau dalam keluarga yang tidak disiplin. Dalam perkembangannya. Untuk itu. Seperti telah dijelaskan pada bab di depan. dan tertib sesuai dengan peraturan atau ketetapan yang berlaku. keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter seseorang kaitannya dengan perilaku sosial yang dilakukannya dalam masyarakat. Menciptakan sistem hukum. Pranata Keluarga Pranata keluarga merupakan bentuk basic institutions. selaras. D. aturan dan kedisiplinan yang diterapkan dalam keluarga akan sangat memengaruhi sikap dan dan perilaku seseorang. 5. Menimbulkan rasa takut. seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beribadah akan selalu bersikap sesuai dengan aturan agama. dan mampu membedakan hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk atau dilarang agama. Berikut adalah pranata sosial yang berperan besar dalam upaya menciptakan ketertiban dan pengendalian sosial. Sebagai tempat pendidikan anak yang pertama dan utama. rajin beribadah. Peran pranata sosial sendiri adalah berusaha menegakkan dan menjalankan nilai dan norma sosial agar tercipta suatu kondisi kehidupan masyarakat yang aman. sehingga dapat terhindar dari . yaitu sistem tata tertib dengan sanksi yang tegas bagi para pelanggar.3. Hal ini terjadi karena seseorang telah dikondisikan atau dibiasakan untuk melakukan hal tersebut. Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakat bila mereka menyimpang atau menyeleweng dari norma-norma kemasyarakatan dan nilai-nilai yang berlaku. 4. seringkali bentuk-bentuk pelanggaran norma akan muncul dari hasil pendidikan yang kurang terarah dari suatu keluarga. penanaman pemahaman tentang kebaikan dan disiplin diri yang kuat akan sangat membantu seseorang dalam bersosialisasi di masyarakat. Sebagai contoh. 1.

diharapkan hasil sosialisasi akan membentuk sikap mental yang cocok dengan kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang. atau bagaimana jika seseorang menentukan nilai suatu barang sekehendak hatinya. waktu. Pranata ekonomi memberikan aturan dan batasan-batasan yang telah disepakati bersama sebagai suatu hukum atau aturan ekonomi yang harus dipatuhi. bagaimana seorang majikan memperlakukan buruhnya secara semena-mena. seperti produksi.pengaruh-pengaruh buruk saat dia bersosialisasi. . Pranata Pendidikan Pranata pendidikan memiliki aturan dan disiplin baku yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didiknya melalui pengajaran dan pendidikan ilmu pengetahuan. tertib dan dapat memberi hasil yang maksimal dengan meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan. sehingga dengan memahami dan menerapkan konsep tersebut diharapkan ketenteraman dan kedamaian batin dapat dikembangkan. 2. antara manusia dengan alam. tenaga. yang pada akhirnya dapat berimbas pada kerukunan hidup antarmanusia sebagai anggota masyarakat. seseorang diharapkan dapat menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan sehingga mampu berkompetisi dalam kehidupan. Tanpa pranata ekonomi. distribusi. bisa kalian bayangkan sendiri. pranata ekonomi memberikan aturan-aturan khusus dalam upaya pengendalian sosial agar tercapai suatu keseimbangan dan terwujudnya suatu keadilan sosial. agama merupakan benteng individu dalam menghadapi tantangan dunia yang kian kompleks dari waktu ke waktu. Dengan bekal pendidikan ilmu pengetahuan. Dalam kehidupan bermasyarakat. Pranata Ekonomi Sebagai suatu tata tindakan dalam memanfaatkan uang. Dengan pranata pendidikan. bagaimana suatu industri mengeksploitasi sumberdaya secara besar-besaran. dapatlah disimpulkan bahwa pranata ekonomi sangat berperan dalam mengatur kegiatan ekonomi. mampu berpikir secara ilmiah dan logis tentang segala sesuatu sehingga mampu memilah hal-hal yang baik dan buruk. Pranata agama memberi batasan tentang segala sesuatu itu boleh atau tidak boleh. halal atau tidak halal. 4. berdosa atau tidak berdosa. 3. Pranata Agama Pranata agama merupakan bentuk general institutions yang mengatur hubungan antarmanusia. dan konsumsi agar dapat berjalan dengan lancar. dan antara manusia dengan Tuhannya. atau barangbarang berharga lainnya. Pranata pendidikan termasuk dalam basic institutions. Berdasarkan uraian tersebut.

dan makmur. Pelanggaran terhadap hukum-hukum tersebut dapat menyebabkan seseorang menerima sanksi. Pranata Politik Pranata politik mengatur kehidupan berpolitik. politik memiliki serangkaian aturan dan alat yang digunakan untuk menegakkan kedaulatan rakyat dan kedaulatan pemerintah melalui hukumhukum yang telah ditetapkan. dalam arti kehidupan berbangsa dan bernegara.5. adil. . Peran utama pranata politik adalah mengupayakan kehidupan masyarakat yang merdeka. Dalam pelaksanaannya. serta mengatur hubungan negara dengan negara lain dalam pergaulan internasional. menjaga kehormatan hak-hak dan kewajiban warga negara.

PENYIMPANGAN SOSIAL Diposkan oleh Dismas. B. memakai narkoba. Tidak mengindahkan perkataan orang-orang disekitarnya yang memiliki wewenang seperti guru. Menurut Robert M. Van Der Zanden perilaku menyimpang yaitu perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan di luar batas toleransi. Tingkatan bentuk penyimpangan seseorang pada norma yang berlaku : 1. Arti Definisi / Pengertian Penyimpangan Sosial (social deviation) 1. pemuka agama. di 02:53 Macam/Jenis & Pengertian Penyimpangan Sosial. pemuka adat.Pelajaran Sosiologi IPS Sat. 2.. dan lain-lain. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Individual (individual deviation) Penyimpangan individual atau personal adalah suatu perilaku pada seseorang dengan melakukan pelanggaran terhadap suatu norma pada kebudayaan yang telah mapan akibat sikap perilaku yang jahat atau terjadinya gangguan jiwa pada seseorang. 3.4:34pm — godam64 A. Individual dan Kolektif . Menurut Lemert penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. menjadi pelacur. Z.. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. dan lain sebagainya. kepala sekolah. Menurut James W. Lawang penyimpangan perilaku adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sitem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. 23/02/2008 . Bandel atau tidak patuh dan taat perkataan orang tua untuk perbaikan diri sendiri serta tetap melakukan perbuatan yang tidak disukai orangtua dan mungkin anggota keluarga lainnya. Melakukan pelanggaran terhadap norma yang berlaku di lingkungannya. Sedangkan penyimpangan sekunder yakni perilaku menyimpang yang tidak mendapat toleransi dari masyarakat dan umumnya dilakukan berulang kali seperti merampok. menjambret. ketua rt rw. Penyimpangan primer adalah suatu bentuk perilaku menyimpang yang bersifat sementara dan tidak dilakukan terusmenerus sehingga masih dapat ditolerir masyarakat seperti melanggar rambu lalu lintas. buang sampah sembarangan. 2. . dll.

Tindak Kriminal / Kejahatan (perampokan. Penyalahgunaan Narkoba. pencurian. dan lain sebagainya). biseksual. ketidaknyamanan atau bahkan merugikan. lesbian. dll. Bentuk penyimpangan kolektip : 1. tidak berguna dan mengganggu. pembunuhan. Tindak Kenakalan Suatu kelompok yang didonimasi oleh orang-orang yang nakal umumnya suka melakukan sesuatu hal yang dianggap berani dan keren walaupun bagi masyarakat umum tindakan trsebut adalah bodoh. suka berbohong.4. mendirikan genk yang suka onar. pemerkosaan. Tawuran / Perkelahian Antar Kelompok . corat-coret tembok orang dan lain sebagainya. pria beranting. 4. Contoh penyimpangan kenakalan bersama yaitu seperti aksi kebut-kebutan di jalan. ketidaknyamanan serta tindak kriminalitas lainnya. sodomi. Penyimpangan seksual (homo. Macam-macam bentuk penyimpangan indivisual : 1. Gaya Hidup (wanita bepakaian minimalis di tempat umum. C. Bentuk penyimpangan sosial tersebut dapat dihasilkan dari adanya pergaulan atau pertemanan sekelompok orang yang menimbulkan solidaritas antar anggotanya sehingga mau tidak mau terkadang harus ikut dalam tindak kenakalan atau kejahatan kelompok. 2. pedofil. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Bersama-Sama / Kolektif (group deviation) Penyimpangan Kolektif adalah suatu perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh kelompok orang secara bersama-sama dengan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga menimbulkan keresahan. 3. 2. ketidakamanan. seks bebas. menyakiti. mengoda dan mengganggu cewek yang melintas. ketidakamanan. Melakukan tindak kejahatan atau kerusuhan dengan tidak peduli terhadap peraturan atau norma yang berlaku secara umum dalam lingkungan bermasyarakat sehingga menimbulkan keresahan. Pelacuran. transeksual). 5. pengrusakan. dsb). zina.

Menurut Bruce J. Jenis penyimpangan ini bisa bertindak sadis dalam melakukan tindak kejahatannya dengan tidak segan melukai hingga membunuh korbannya. April 12. 4. dsb. perompak. COntoh : tawuran anak sma 70 dengan anak sma 6. Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat Sunday. Contoh : merayakan hari-hari besar negara lain di lingkungan tempat tinggal sekitar sendirian. membuat batas atau hijab antara laki-laki dengan wanita pada acara resepsi pernikahan. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. bajing loncat. dan sebagainya. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. sindikat curanmor dan lain-lain. Penyimpangan Budaya Penyimpangan kebudayaan adalah suatu bentuk ketidakmampuan seseorang menyerap budaya yang berlaku sehingga bertentangan dengan budaya yang ada di masyarakat. grup koruptor.Pertemuan antara dua atau lebih kelompok yang sama-sama nakal atau kurang berpendidikan mampu menimbulkan perkelahian di antara mereka di tempat umum sehingga orang lain yang tidak bersalah banyak menjadi korban. Contoh : Perampok. tawuran penduduk berlan dan matraman. Tindak Kejahatan Berkelompok / Komplotan Kelompok jenis ini suka melakukan tindak kejahatan baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terbuka. . benar atau salah menurut pengertian umum. 2009 Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukanv oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Cohen. syarat mas kawin yang tinggi. 3. penjajah.

Contohnya: pemerkosaan. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. . di diskotik dll.Bentuk-bentuk penyimpangan sosialv • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak.norma masyarakat yang berlaku. Latar Belakang/sebab-sebab terjadinya penyimpangan Sosial :v Y Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. pembunuhan. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. pencurian. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. perjudian dan pemakaian narkotika.

media cetak. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosialv Y Faktor dari dalam adalah intelegensi atau tingkat kecerdasan. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk . Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. Penyalahgunaan narotika. Pertentangan antar agen sosialisasiY Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. sementara iklan rokok begitu menarik. pendidikan di sekolah. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis:v Y Tawuran atau perkelahian antar pelajar. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba.obat-obat terlarangY dan minuman keras. media massa. pergaulan dan media massa. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. TerbentuknyaY perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. Faktor dari luarY adalah kehidupan rumah tangga atau keluarga. membuang sampah sembarangan. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. usia. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakatY Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. media elektronik.Penyimpangan juga dapat terjadiY apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa.

menjambret membunuh.memperoleh kenikmatan. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. cap. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal Penyimpangan seksual.norma yang berlaku. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi. . Menurut pandangan teori ini. Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. Misalnya: mencuri. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik.dll.Y Pencegahan penyimpangan sosial. Antara lain:v Y Keluarga. perampokan. Dianggap menyimpang karena melanggar norma. Media Massa baik cetakY maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Menurut teori iniY seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling. norma sosial dan norma agama. Merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak.v Y Teori Differential Association. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya.menodong. Lingkungan tempat tinggal dan temanY sepermain. Teori mengenai penyampangan sosial.Y Y Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. Teori Labeling. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. pemerkosaan pencurian. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. penberian julukan. penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. Hubungan seks diluar nikah.

perilaku tersebut bisa dilakukan oleh seorang individu atau pun oleh sekelompok orang. Teori konflik.Y Teori Merton. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. nilai-nilai. Dengan demikian. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. dan norma-norma yang ada di masyarakat. salah satunya adalah penyimpangan yang sering dilakukan oleh remaja. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. BahwaY kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. Bentuk-bentuk penyimpangan sosial bisa bermacam-macam. Karl Mark. Teori Fungsi Durkheim. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. Teori penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. Penyimpangan sosial bisa di definisiakan sebagai suatu bentuk perilaku yang melanggar kaidah. khususnya siswa sekolah. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. . Oleh sebab itu.

Namun. bahkan tidak menutup kemungkinan sampai terjadinya penganiayaan. 3.Penyimpangan yang sering dilakukan oleh siswa sekolah . 1. Tujuan menggunakan obat terlarang bisanya untuk membuktikan keberanian dalam melakukan suatu tindakan yang berbahaya seperti berkelahi. 2. yang lebih menarik membuat sebagian pelajar tertantang terus dan menganggap duduk di depan layar komputer lebih menarik dibandingkan di dalam kelas. Berada di tempat hiburan atau mall pada saat jam pelajaran Alasan dan yang dilakukan pelajar bisa bermacam-macam. Solidaritas bisa berdampak positif dan negatif. salah satu contohnya adalah bermain game di tempat-tempat permainan game online. Penggunaan obat terlarang Banyak faktor mengapa remaja menggunakan obat-obat terlarang padahal mereka sudah mengetahui bahayanya dan risiko di masa depan. menentang terhadap guru. Banyaknya mal dipusat kota khususnya membuat sebagian pelajar keterusan ‘mejeng’ yang ternyata tidak hanya dilakukan pad waktu diluar jam sekolah. Perbuatan-Perbuatan yang Melanggar Hukum Bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan remaja bisa merupakan tindakan yang melanggar hukum ataupun perbuatan yang anti sosial. banyaknya permainan baru dengan bentuk pola yang berbeda. seperti membolos. Membentuk geng atau kelompok Salah satu ciri keremajaan adalah rasa solidaritasnya. melepaskan diri dari kesepian . olah raga. sosial dsb). Kemajuan teknologi bisa membawa dampak negatif bagi siapa pun yang kurang bisa mengontrol diri. Bentuk-bentuk penyimpangan siswa saat ini memang sangat beragam dan hal itu tak jarang dilakukan dengan intensitas yang tinggi. biar lebih percaya diri (PD). Perilaku penyimpangan seorang pelajar pada umumnya adalah sebagai berikut. hal ini bisa menyebabkan perkelahian apabila junior mempunyai ego yang tinggi. perkelahian. tak jarang kegiatan mejeng dilakukan pada waktu jam pelajaran . kelompok atau geng bisa menjadi merugikan apabila orientasinya hanya untuk superioritas. warnet-warnet. Tidak menutup kemungkinan akhirnya berdampak menjadi perkelahian antarkelompok atau tawuran antarsekolah. Positif apabila visi misi didirikannya kelompok itu menguntungkan. seperti. pengrusakan. kelompok atas dasar hobi yang sama (bisa dalam bentuk keterampilan. misalnya kelompok senior yang menekan adik kelas. misalnya kelompok belajar.

kawannya atau pun milik orang lain di tempat umum Melakukan pemerasan di lingkungan sekolah terhadap kawan-kawannya.atau rasa terkucil. contohnya: Mengambil atau mencuri barang milik sekolah. Melanggar Hak Orang Lain Bentuk penyimpangan remaja bisa berbentuk suatu tindakan yang mengakibatkan kerugian pada orang lain yang bersifat kebendaan. yaitu yang diakibatkan karena lingkungan di luar seperti sekolah yang kurang disiplin. Kedua faktor eksternal. biasanya dilakukan ke junior. dilakukan karena dorongan dari dalam diri. menghilangkan rasa prustasi dan kegelisahan akibat suatu masalah. yaitu penyimpangan yang dilakukan tanpa ada pengaruh dari luar. dan faktor keluarga . bahkan hanya sekadar ingin tahu saja. Secara umum penyimpangan sosial bisa terjadi akibat beberapa faktor. karena rasa solidaritas terhadap kawan. . pemerasan bisa dilakukan juga di luar sekolah. Pertama internal.

sebuah kebiasaan yang belum pernah Beliau lakukan sebelumnya. Artinya adanya disorganiasi sosial dalam keluarga memberi peluang pelajar untuk melakukan perilaku menyimpang. kalau pelajar yang tidak ikut-ikutan pun ikut diserang”. Latar Belakang Anonymous menulis “Ada seorang Ibu yang tinggal di Jakarta bercerita bahwa sejak maraknya kasus tawuran pelajar di Jakarta. seakan-akan mereka sudah tidak memiliki akal sehat. (ekaprana htt://www.jurnalbogor. Mengapa para pelajar itu begitu sering tawuran.com: 2008).PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI Oleh : Muhammad Yakub NIM. Beliau mengambil inisiatif untuk mengantar dan menjemput anaknya yang sudah SMU. Ada hubungan sebab akibat antara disorganisasi sosial dalam keluarga dengan perilaku menyimpang pelajar. A. Sebaliknya bagi pelajar yang keluarganya harmonis dan utuh maka kemungkinan melakukan perilaku menyimpang sangat kecil. A101080018 Mahasiswa Program Sertifikasi Guru Melalui Jalur Pendidikan FKIP-UMS Surakarta Tahun 2008-2009 Abstrak Perilaku menyimpang pelajar adalah salah satu dari masalah sosial karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. dan tidak bisa berpikir mana yang berguna dan mana yang tidak ? Mengapa pula para pelajar banyak yang terlibat narkoba dan seks bebas. dan hal lainnya yang menyimpang? Apa yang salah dari semua ini? . Bagaimana tidak ngeri. PENDAHULUAN 1.

Becker (dalam Soerjono Soekanto. atau yang disebut penyimpangan sekunder. atau telah terjadi kenakalan pelajar. masa pubertas (14 – 16 tahun).blogspot. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi dan adanya kesempatan tertentu. Dalam perspektif sosiologi perilaku menyimpang pelajar terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan.Adalah sulit untuk menentukan suatu penyimpangan karena tidak semua orang menganut norma yang sama sehingga ada perbedaan mengenai apa yang menyimpang dan tidak menyimpang. baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya.1988 : 26). (17 – 18 tahun). Orang yang dianggap menyimpang berarti melakukan perilaku menyimpang.S. psikis.(Jokie kanak-kanak dan masa M. dengan perkembangan fisik.Masa berlangsung begitu singkat. dan emosi yang begitu cepat. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. (2007:27). Kenakalan pelajar dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. masa akhir pubertas. berusia antara 12 – 21 tahun. mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku mengapa seorang pelajar melakukan penyimpangan. Tetapi perilaku menyimpang bukanlah kondisi yang perlu untuk menjadi seorang penyimpang. Istilah pelajar dalam makalah ini adalah mereka yang menurut Kartini Kartono. Penyimpang adalah orang-orang yang mengadopsi peran penyimpang. tetapi terkadang pada kebanyakan orang tidak menjadi berwujud penyimpangan. jalur tersebut berarti telah . remaja Siahaan http://www. Pelajar akan mengalami periode perkembangan fisik dan psikis sebagai berikut : masa pra-pubertas (12 – 13 tahun). Dan perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajarpelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya. Perilaku pelajar yang tidak melalui menyimpang.com/2008 ). Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh.

manipulasi aspek lingkungan fisik.Dasar pengakategorian penyimpangan didasari oleh perbedaan perilaku.( Jokie M. penulis menitikberatkan pada pendekatan sistem. kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap oleh setiap pelajar. Jumlah dan macam penyimpangan dalam masyarakat adalah relatif tergantung dari besarnya perbedaan Penyimpangan adalah relatif terhadap norma suatu kelompok atau masyarakat. Teknik-teknik yang digunakan oleh penyimpang adalah kerahasiaan. maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Siahaan: blogspot. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial dalam keluarga misalnya.com:2008). Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami. Cara-cara para penyimpang menghadapi penolakan atau stigma dari orang non penyimpang disebut dengan teknik pengaturan. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. absolut. Tidak satu teknik pun yang menjamin bahwa penyimpang dapat hidup di dunia yang menolaknya. partisipasi dalam subkebudayaan menyimpang dan berubah menjadi tidak menyimpang. Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. di mana penyimpangan itu adalah terlarang bila diketahui dan mendapat sanksi. Perbedaan yang menonjol dari keempat sudut pandang pendefinisian itu adalah pendefinisian oleh para reaktifis. kondisi dan individu. bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang. reaktifis. Karena norma berubah maka penyimpangan berubah. Penyimpangan secara normatif didefinisikan sebagai penyimpangan terhadap norma. Oleh sebab itu. Pengertian yang penuh terhadap penyimpangan membutuhkan pengertian tentang penyimpangan bagi penyimpang. . yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. dan normatif yang membedakannya dari kedua sudut pandang lainnya. rasionalisasi. dan normatif.S. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya. Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. Penyimpangan dapat didefinisikan secara statistik. Karena itulah dalam membahas perilaku penyimpangan pelajar.

2. pernah membahas tentang normal tidaknya perilaku menyimpang atau perilaku kenakalan. Untuk mengetahui hubungan antara perilaku menyimpang pelajar dengan disorganisasi sosial. Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan pelajar yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan melihat pada sesuatu perbuatan yang tidak disengaja. Gumarso (1988 : 19). 1985 : 73). Selanjutnya dalam pembahasan ini. 2. Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto. mengatakan dari segi hukum kenakalan pelajar digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum . Faktor-Faktor Pendorong Pada dasarnya perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar adalah hal-hal yang dilakukan oleh pelajar sebagai individu dan yang tidak sesuai dengan normanorma hidup yang belaku di dalam masyarakatnya. Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong timbulnya perilaku penyimpangan yang dilakukan para pelajar. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat. dengan demikian perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat. maka tujuan penulisan ini adalah: 1. dijelaskan bahwa dalam pemikiran perilaku menyimpang atau jahat kalau dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial yang normal. Jadi kebalikan dari perilaku yang dianggap normal yaitu perilaku nakal atau jahat yaitu perilaku yang disengaja sehingga menimbulkan keresahan pada masyarakat. Singgih D. Tujuan Penulisan Berdasarkan latar belakang di atas. B. istilah perilaku menyimpangdiidentikkan dengan kenakalan. sehingga perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan dianggap terjadi hal yang menyimpang atau “kenakalan”. PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR 1.

orangtua para pelajar hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. obat terlarang. Pendidikan Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua kepada anak. . orangtua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar masa depan si anak berbahagia. memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. Ketika anak memasuki usia sekolah terutama perguruan tinggi. meski memang ada sebagian anak yang berhasil mengikuti kehendak orangtuanya tersebut. makin tinggi nilai mereka di mata temantemannya. orangtua yang memaksakan kehendaknya agar di masa depan anaknya memilih profesi tertentu yang sesuai dengan keinginan orangtua. pengaruh kawan bermain ini bukan hanya membanggakan si pelajar saja tetapi bahkan juga pada orangtuanya. Orangtua juga senang dan bangga kalau anaknya mempunyai teman bergaul dari kalangan tertentu . Kawan Sepermainan Di kalangan pelajar. Sebab. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai. tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil dan kemudian menjadi kecewa. Namun jika si anak akan mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun orangtua tidak mampu memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. dan lain sebagainya. (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi orangtuanya. frustrasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali. Apabila timbul frustrasi. Makin banyak kawan.yaitu : (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum . seperti : 1. 2. Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor. Masih sering terjadi dalam masyarakat. Di jaman sekarang. Oleh karena itu. Jangan biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. Pemaksaan ini tidak jarang justru akan berakhir dengan kekecewaan. maka pelajar kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik. Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas.

pada si pelajar akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Anak tidak menghargai uang.Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya. Oleh karena itu. Uang saku yang diberikan dengan tidak bijaksana akan dapat menimbulkan masalah. selain itu mereka bebas. Sebab dalam masyarakat. Seringkali perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja. Pemberian uang saku kepada pelajar memang tidak dapat dihindarkan. Yaitu: 1. dan . Jangan berlebihan. Tindakan pengasingan ini jelas tidak mengenakkan hati si pelajar. Namun. hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para pelajar untuk menarik perhatian lingkungannya. 3. jika ia melakukan kegiatan yang negatif maka lingkungan dapat terganggu. Akhirnya ia terjerumus. sebaiknya uang saku diberikan dengan dasar kebijaksanaan. Mengisi waktu luang selain diserahkan kepada kebijaksanaan pelajar. Kegiatan keluarga dapat pula berupa tukar pikiran dan berbicara dari hati ke hati. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak. Penggunaan Waktu Luang Kegiatan di masa pelajar sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah. bersenang-senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat terlarang. Anak menjadi boros 2. waktu luang yang dimiliki pelajar dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi. Namun. tidak ada kegiatan. Uang Saku Orangtua hendaknya memberikan teladan untuk menanamkan pengertian bahwa uang hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat. Apabila si pelajar melakukan kegiatan yang positif. Pelajar atau anak hendaknya dididik agar dapat menghargai nilai uang. 4. pada umunya apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya maka ia akan dijauhi oleh lingkungannya. ada baiknya pula orangtua ikut memikirkannya pula. akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan kawan-kawannya.

Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu.3. tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita. anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya. Akibatnya. di jaman ini banyak pelajar yang putus sekolah karena hamil. Perilaku pelajar sebagai individu yang dianggap menyimpang dan merupakan sebagai masalah sosial. Para pelajar dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Apabila usia makin meningkat. para pelajar saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. bagi mereka. Pacar. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan yang sesuai dengan agama dan aturan yang berlaku. Akibatnya. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat. sebab mereka pikir tanpa kepandaian pun uang gampang didapat. Anak malas belajar.maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa pelajar. pada dasarnya bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. 2. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. 5. Namun. di kalangan pelajar kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. . orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. Perilaku Seksual Pada saat ini. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum. Hubungan Perilaku Menyimpang Pelajar dengan DisorganisasiSosial. Oleh karena itu. . dalam masa pacaran. Hal ini dapat dilihat bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial seperti masalah dalam keluarga.

2. Jadi ketidak berfungsian keluarga untuk menciptakan keserasian dalam interaksi mempunyai kecenderungan anak pelajarnya melakukan kenakalan. ternyata peranan keluarga dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak. karena kesibukannya dalam pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. sering melakukan kenakalan khusus. Hubungan dengan keutuhan keluarga Secara teoritis keutuhan keluarga dapat berpengaruh terhadap kenakalan pelajar. terutama masalah dalam keluarga. terlihat jelas bahwa yang melakukan kenakalan khusus berasal dari keluarga yang interaksinya kurang dan tidak serasi. seperti . Hal ini perlu diketahui karena dalam keseharian orang tua terkadang tidak mampu dan melalaikan tugas sosial keluarga. 3. Hubungan dengan pekerjaan orang tua Untuk mengetahui apakah perilaku menyimpang atau kenakalan juga ada hubungannya dengan pekerjaan orangtuanya. Mereka yang orang tuanya otoriter. baik dilihat dari struktur keluarga maupun dalam interaksinya di keluarga. artinya tingkat pemenuhan kebutuhan hidup. Namun jika dilihat dari keutuhan dalam interaksi. Hubungan dengan sikap orang tua dalam pendidikan Salah satu sebab kenakalan yang disebutkan pada kerangka konsep di atas adalah sikap orang tua dalam mendidik anaknya.Ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam menilai ada tidaknya hubungan antara perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar dengan disorganisasi sosial. guna memenuhi kebutuhan keluarganya.com/2008). Artinya semakin tidak serasi hubungan atau interaksi dalam keluarga tersebut tingkat kenakalan yang dilakukan semakin berat. (Masngudin HMS : wordpress. namun ketidakutuhan struktur keluarga bukan jaminan bagi anaknya untuk melakukan kenakalan. Artinya banyak terdapat anak-anak pelajar yang nakal datang dari keluarga yang tidak utuh. yaitu pada kenakalan khusus. Karena pekerjaan orangtua dapat dijadikan ukuran kemampuan ekonomi. yaitu : 1. dan tidak memperhatikan sama sekali pendidikan anaknya.

pemerkosaan. KESIMPULAN . serta menggugurkan kandungan. dengan tetangga atau lingkungan sosialnya. 4. Adapun yang diharapkan dari hubungan tersebut adalah serasi. Hubungan antara interaksi keluarga dengan lingkungannya Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. C. akan terhindarkan. untuk itu solusi yang diambil yaitu memfungsikan kembali organisasi itu atau keluarga untuk mencegah tingkat kenakalan pelajar tersebut. Dengan demikian ketaatan dan tidaknya beragama bagi keluarga sangat berhubungan dengan kenakalan yang dilakukan oleh anak-anaknya. kumpul kebo. Dan pada dasarnya keluarga memang adalah organisasi pertama sebagai pembentuk watak dan kepribadian anak atau pelajar. menyalahgunakan narkotika. 2007:324). Menurut teori Durkheim kenakalan pelajar disebabkan ketidak berfungsian sebuah organisasi yang dalam hal ini adalah organisasi keluarga. karena keserasian akan menciptakan kenyamanan dan ketenteraman. maka kecenderungan anaknya melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih berat yaitu kenakalan khusus. 5. Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik. oleh karena itu mau tidak mau harus berhubungan dengan lingkungan sosialnya. berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. Apabila hal itu dapat diciptakan. baik kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan maupun kenakalan khusus. maka anak-anaknyapun akan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma agama. (Soerjono Soekanto. kasus pembunuhan. yaitu menerapkan proses sosialisasi yang baik bagi anak-anaknya.hubungan seks di luar nikah. jadi keberfungsian keluarga sangat menentukan masa depannya. Hal ini berarti bahwa bagi keluarga yang taat menjalankan kewajiban agamanya kecil kemungkinan perilaku anaknya menyimpang. Sebab keluarga yang menjalankan kewajiban agama secara baik. demikian juga sebaliknya. Hubungan dengan kehidupan beragama keluarga Kehidupan beragama keluarga juga merupakan salah satu ukuran untuk melihat hubungan perilaku penyimpangan pelajar dengan disorganisasi sosial dalam keluarga.

Pelajar yang demikian. Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor antara lain. pengenalan agama lebih dini dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. adanya pengaruh kawan sepermainan. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami. apalagi kenakalan khusus. maka akan melakukan perilaku menyimpang atau kenakalan pada tingkat tertentu.Berdasarkan analisis di atas. maka perlu kiranya orangtua menjaga dan mempertahankan keutuhan keluarga dengan mengoftimalkan fungsi sosial keluarga melalui programprogram kesejahteraan sosial yang berorientasi pada keluarga dan lingkungannya. banyaknya waktu luang. baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Sebaliknya bagi keluarga yang harmonis dan utuh maka kemungkinan anakanaknya melakukan perilaku menyimpang sangat kecil. Berdasarkan kenyataan di atas. Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. ditemukan bahwa perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajar-pelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya. besar kemungkinan untuk melakukan kenakalan atau perilaku menyimpang. pemberian uang saku yang berlebihan. kegagalan dalam pendidikan. . dan pergaulan sex bebas. Demikian juga dari adanya disorganiasi sosial dalam keluarga yang dialami oleh pelajar. maka untuk memperkecil tingkat perilaku menyimpang pelajar. bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang.

Keseluruhan kebiasaan yang dimiliki manusia di bidang ekonomi. Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadapnya. Dalam proses ini seorang belajar untuk mengetahui peran yang harus dijalankan serta peran yang harus dijalankan orang lain. Teori Charles H. Kehidupan bersama itu dapat dilihat dari beberapa segi. Menurut Berger. kekeluargaan. dan sebagainya harus dipelajari oleh setiap anggota baru masyarakat melalui suatu proses yang dinamakan sosialisasi. Jadi diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai bidang kehidupan yang berguna. agama. Seseorang mempunyai perasaan apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya. pendidikan. seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain melalui tiga tahap. Teori George Herbert Mead Menurut Mead setiap anggota baru harus mempelajari peran-peran yang ada di dalam masyarakat yaitu suatu proses yang dinamakan pengambilan peran. yaitu: 1. Cooley Menurut Cooley. Aktivitas sosial itu terjadi karena adanya aktivitas dari manusia dalam hubungannya dengan manusia lain. Misalnya dilihat dari aspek hukum. . Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Beberapa teori sosialisasi menurut para ahli sosiolog adalah sebagai berikut: a.SOSIALISASI SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Posted on 22 Februari 2011 > 1. Jadi. b. Pengertian Proses Sosialisasi Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan bentuk utama dari proses sosial. politik. 2. sosialisasi sebagai proses melalui bagaimana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. 3.

Agen sosialisasi di lingkungan keluarga meliputi orang tua. membaca dan menulis). pada saat anak tidak tergantung pada orang tua lagi. c. Agen Sosialisasi Ada empat agen sosialisasi yaitu keluarga. buletin. pembantu dan sebagainya. televisi. belajar matematika. Di lingkungan sekolah. Pendidikan formal mempersiapkan penguasaan peran-peran baru yang akan digunakan di kemudian hari. ilmu pengetahuan sosial dan pelajaran lain-lain. dan sebagainya. bibi. majalah. Lingkungan sekolah Di lingkungan sekolah atau pendidikan formal seorang anak mulai mempelajari hal-hal baru yang belum dipelajari dalam lingkungan keluarga maupun kelompok bermain. 1. Pada lingkungan ini seorang anak mempelajari berbagai kemampuan baru. Di lingkungan sekolah. dia melakukan interaksi sosial sederajat. petugas anak. Arti pentingnya agen sosialisasi terletak pada pentingnya kemampuan yang harus dikerjakan kepada anak. maka ia kurang dihargai dan siswa tersebut menjadi murung. saudara kandung bahkan untuk lingkungan besar termasuk kakek. pekerja sosial. b. lingkungan sekolah dan media massa. berarti anak menemukan agen sosialisasi yang lain. Misalnya seseorang siswa memperoleh nilai rendah dalam ujian. surat kabar. Teman bermain Anak mulai bergaul dengan lingkungan selain keluarganya. Misalnya. Peran agen sosialisasi terutama orang tua sangat penting. tetangganya atau teman sekolahnya. agen sosialisasi termasuk. Kemandirian . prestasi. radio dan iklan. a. umum dan khusus. Keluarga Keluarga merupakan lingkungan utama yang dikenal oleh anak. 2. seseorang belajar bahasa (mendengarkan berbicara. nenek. paman. Misalnya. ia merasa bahwa para gurunya menganggapnya bodoh. teman bermain. anak memasuki game stage yaitu mempelajari aturan yang mengatur peran orang lain yang kedudukannya sederajat. para siswa belajar kemandirian. Di samping itu bagi keluarga yang memiliki status sosial yang lebih baik.Ia menganalogikan antara pembentukan diri seorang dengan perilaku orang yang sedang bercermin.

Tujuan dan Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi a. seseorang dapat menyesuaikan perilaku yang diharapkan. seorang anak cenderung memperoleh perlakuan khusus. penilaian terhadap perilaku siswa dibatasi secara khusus. 5. ilmu pengetahuan sosial dan lain-lain. Keberhasilan atau kegagalan ditentukan oleh prestasi secara khusus tiap-tiap mata pelajaran itu sendiri. Melalui sosialisasi. majalah) maupun elektronik (radio. Umum Di lingkungan sekolah. Jadi tidak ada ketergantungan pada orang lain. mengenal dirinya dan mengembangkan segenap potensinya untuk menjadi anggota masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan sebagai pedoman dalam kehidupannya. berbagai nilai yang diperoleh akan menunjukkan tingkat prestasi seseorang sehingga seorang anak termotivasi untuk belajar dan meraih prestasi. 2. maka di sekolah sebagian besar harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Khusus Di lingkungan sekolah. Misalnya penilaian matematika tidak mempengaruhi mata pelajaran lain. Pesan-pesan yang disampaikan baik melalui surat kabar. anak mengikuti gaya mode dan penampilan para artis. televisi. internet) merupakan bentuk komunikasi yang dikatagorikan sebagai agen sosialisasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan sosialisasi adalah: . seperti bahasa Indonesia. Misalnya. radio. majalah. Tujuan sosialisasi Tujuan sosialiasi yaitu sebagai proses pengenalan diri sendiri dan orang lain dengan perannya masing-masing. Prestasi Di sekolah anak belajar bersaing dan berprestasi. berbeda dengan di lingkungan keluarga. film dan internet akan mempengaruhi perilaku seseorang. televisi. 4. 3. film.Jika di rumah anak dapat mengandalkan bantuan orang tuanya dalam melakukan berbagai tugas. baik media cetak (surat kabar. 3. setiap anak akan memperoleh perlakuan yang sama (secara umum). Setiap tugas-tugas yang diberikan akan memperoleh penghargaan berupa nilai. Media Masa Media masa.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Keberhasilan proses sosialisasi oleh beberapa faktor baik yang berasal dari diri individu. Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi Keberhasilan seseorang individu dalam proses sosialisasi dapat dilihat dan diukur dari adanya indikasi-indikasi sebagai berikut: 1. Adanya peningkatan status dan peranan seseorang dalam usaha peningkatan kasir. 2. Tingkat emotional atau Emotional Question (EQ) dan . mengenal tetangga. Misalnya mengenal kedudukan tempat tinggalnya di antara masyarakat dan mengenal lingkungan tempat bekerja. 5. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial masyarakat. 4. mengenal adat istiadat. a. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial budaya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat. Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial di mana seseorang individu bertempat tinggal. Misalnya mengenal teman bermain. 3. Untuk mengenal lingkungan alam sekitar. hal ini dapat dan seorang mengenal keluarga. mengetahui peraturan-peraturan yang berlaku dan sanksi-sanksi yang diterapkan. Misalnya. ibu dan saudarasaudaranya). Tingkat kecerdasan atau Intelegensi Question (IQ). wawasan biologis. 3. b. tetangga. 2.1. 4. Dapat berintegrasi dengan lingkungan sosial masyarakat. potensi dirinya dan faktor yang berasal dari luar dirinya. golongan darah. Untuk mengenal sistem nilai-nilai norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat. wajah alat indera. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam sekitarnya. Faktor dari dalam Faktor yang berasal dan dalam individu seseorang meliputi: 1. misalnya mengenal anggota keluarga (ayah. 3. 2. Bilogis yang meliputi bentuk tubuh. saudara.

warna dan gerak. dan lingkungan pekerjaan. karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang adalah: 1. cemburu. Unsur-unsur pembentukan kepribadian 1. lingkungan pendidikan. bakat. konsep maupun fantasi. Faktor lingkungan alam 3. Faktor keturunan 2. 2. dorongan seks. lingkungan masyarakat setempat. Potensi. rasa. yang memiliki identitas khusus sebagai individu. Pengetahuan Pengetahuan merupakan unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seseorang manusia yang sadar. Faktor-faktor pembentukan kepribadian Istilah “Kepribadian” adalah sebagai ciri-ciri watak seseorang individu yang konsisten. Ciri khas tersebut berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Faktor dari luar Faktor-faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi yang berasal dari luar yaitu lingkungan keluarga. Situasi b. simpati. b. Adapun dorongan naluri antara lain. dan secara nyata yang terkandung di dalam otaknya. Lingkup budaya 4. dorongan untuk berbakti. apersepsi. . Pembentukan Kepribadian a. pengamatan. 5. dorongan untuk memperatahankan hidup. lingkungan bermain/pergaulan. dorongan akan kehendak bentuk.4. Perasaan Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia. serta keterampilan. Seluruh proses akal manusia yang sudah jadi antara lain. persepsi.

Konversional Tipe konversional yaitu tipe yang menyukai kegiatan yang diatur dengan peraturan jelas. 2. 5. Karakternya imajinatif. kreatif. pemusik. 2. penulis. Ciri-ciri nilai sosial . pengorganisasian dan pemahaman. Kedudukannya: tukang cat. Pengertian nilai sosial Nilai adalah suatu ukuran atau patokan yang diyakini dan dijadikan standar pedoman.c. emosional. 6. Keenam tipologi yang dimaksud adalah: 1. tidak teratur. 3. Nilai sosial berarti pedoman perilaku yang dianggap baik. Sosial Tipe sosial yaitu seseorang yang menyukai kegiatan yang membantu meringankan beban orang lain. 4. Nilai Sosial 1. Realistis Tipe realistis yaitu seseorang yang menyukai kegiatan fisik yang menuntut kererampilan. Artistik Seseorang dalam tipologi ini menyukai kegiatan yang bersifat mendua. Investigatif Seseorang yang memiliki tipe investigatif menyukai kegiatan yang mencakup pemikiran. 6. pantas dan benar sebagai ukuran perilaku masyarakat. Fungsi Nilai dan Norma Sosial a. Tipologi kepribadian Tipologi kepribadian seseorang menjadi enam tipologi dan masing-masing memiliki karakter dan kedudukan yang berbeda-beda. kekuatan dan koordinasi. idealis. Enterfising Tipologi ini menyukai kegiatan di mana selalu ada peluang untuk mempengaruhi orang lain. eksperesif. tidak praktis.

Pengertian sosial a. b. Umumnya tidak tertulis kecuali norma hukum b. Norma cara (Usage) Norma cara yaitu tata cara yang dianut seseorang dalam melakukan sesuatu. 2. Mengandung sanksi bagi yang melanggarnya dan e. Norma Sosial 1. Menyebabkan terjadinya perubahan sosial sehingga norma sosial dapat berubah pula. Hasil interaksi sosial antar warga masyarakat 2. sebab norma disebut sebagai norma sosial bukan saja karena telah mendapatkan sifat kemasyarakatannya akan tetapi telah dijadikan patokan dalam perilaku. bahwa norma-norma itu benar-benar telah menjadi norma sosial. Berhubungan satu sama lain dan 6. Warga masyarakat mentaatinya d. Tahap-tahap Norma sosial Berdasarkan tingkat daya ikat terhadap masyarakat tahap-tahap norma sosial meliputi: a. Jika aturan-aturan tidak dikuatkan oleh desakan sosial. Dapat mempengaruhi perkembangan pribadi 5. Terbentuk melalui proses belajar 4. Bukan pembawaan sejak lahir 3.1. Adanya desakan sosial itu merupakan ciri. Bervariasi antara budaya yang satu dengan yang lain. . unsur pokok dari norma yaitu tekanan sosial terhadap anggota-anggota masyarakat untuk menjalankan norma-norma tersebut. Hasil dan kesepakatan masyarakat c. maka tidak dapat disebut norma sosial. Menurut Berry.

Norma hukum Norma hukum yaitu suatu rangkaian aturan yang menjadi pedoman bagi seluruh warga negara.b. norma tata kelakuan digunakan sebagai alat pengawasan oleh masyarakat kepada anggotanya. b. misalnya adat perkawinan. pelanggaran norma tersebut akan dianggap sebagai perbuatan dosa. Jenis-jenis norma sosial Dilihat dari bidang-bidang kehidupan yang diaturnya. Norma hukum berisi ketentuan-ketentuan perundang-undangan termasuk peraturan pemerintahan baik pusat maupun daerah dan keputusan-keputusan pejabat pemerintah yang dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Norma kesusilaan dan kesopanan Norma kesusilaan adalah norma yang bersumber dari perasaan manusia sedangkan norma kesopanan bersumber pada akal pikiran manusia. d. norma sosial dibagi menjadi 4 jenis antara lain adalah: a. Norma Hukum . apabila dilanggar dikenakan sanksi hukum baik penjara. Norma tata kelakuan (Mores) Suatu norma kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat berkembang menjadi norma tata kelakuan. 3. Norma Agama Norma agama yaitu aturan-aturan yang bersumber dan ajaran agama yang mengikat pada penganutnya yang berisi perintah-perintah maupun larangan bagi penganutnya masing-masing untuk memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. denda atau hukuman mati. Norma kebiasaan (Folkways) Norma kebiasaan yaitu suatu aturan yang biasa berlaku di lingkungan masyarakat (biasa dilakukan secara berulang-ulang). Norma adat atau kebiasaan Norma adat atau kebiasaan yaitu norma yuang mengatur kehidupan bermasyarakat yang dipergunakan secara berulang-ulang dan dibakukan sebagai pedoman adat dalam kelompok masyarakat tertentu. c. upacara penguburan dan selamatan. adat pembagian warisan. c. d.

hukuman penjara. Sebagai pelindung pihak-pihak yang lemah Nilai dan norma sosial berlaku secara umum di lingkungan masyarakat. dan kehidupan dalam hal ini sanksi bagi yang melanggar dikenai denda. sesuai tingkat kesalahannya. .Norma hukum merupakan norma sosial yang dibuat oleh lembaga berwenang untuk dijadikan pedoman dalam mengatur kehidupan warga negara. 2. 7. Fungsi nilai dan norma-norma sosial antara lain adalah: 1. Sebagai petunjuk perilaku Nilai dan norma merupakan sesuatu yang mengandung kebaikan yang telah diyakini dan dijadikan pedoman dalam kehidupan. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Maurice Doverger berpendapat bahwa nilai-nilai sosial mencerminkan suatu kualitas referensi dalam tindakan. memberikan perasaan identitas kepada masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai. Saparinah Sadli menjelaskan bahwa norma-norma sosial yang menjadi pedoman perilaku manusia sebenarnya bersumber dari niali-nilai. Nilai dan norma membatasi ruang gerak orang-orang yang kuat untuk melakukan perilaku sekehendaknya. memberikan sumbangan yang berarti kepada pembentukan pandangan dunia mereka.

Masalah Sosial budaya
April 19th, 2010 • Related • Filed Under Pesatnya pembangunan dan masuknya era globlalisasi membawa dampak yang harus dihadapi Bangsa Indonesia, baik dampak positif maupun yang bersifat negatif. Salah satu dampak negatif globlalisasi adalah memberikan konsekuensi masuknya dan meleburannya budaya asing pada budaya Indonesia, padahal budaya tersebut belum tentu sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia.Dampak negatif globlalisasi tersebut di atas tampak menghiasi berita dimedia massa. Diantaranya, “seorang remaja warga Banguntapan, Bantul,Yogyakarta dengan inisial AK (27) ditangkap Polisi bersama adiknya karena terlibat perkara narkoba” (Merapi, 28 Juni 2007:1 dan 7) Contoh pemberitaan media massa tersebut, dapat dikategorikan sebagai perilaku menyimpang remaja.perilaku menyimpang remaja dapat diartikan:Sebagai kenakalan, penyimpangan, atau pelanggaran pada norma yang berlaku. Dari segi konsepsi hukum, kenakalan diartikan merupakan pelanggaran terhadap hukum yang belum bisa dikenai hukum pidana sehubungan dengan usianya. Terjadinya perilaku menyimpang remaja serta lunturnya rasa hormat generasi muda terhadap generasi tua, merupakan indikasi menurunnya pemahaman dan pengalaman nilainilai budaya yang terumuskan menjadi Pancasila. Menyimak kondisi demikian, tidaklah bijaksana menumpukan kesalahan pada pemerintah ataupun pihak-pihak terkait. Lebih bijaksana jika terlebih dahulu mengkaji kondisi remaja dan problematika di dalamnya. Agar kehidupan kita tetap terbina ketertibanyanya, sudah seharusnya kaidah-kaidah hukum untuk ditaati.setiap orang yang menghendaki hidup tertib dan tentram dituntut untuk taat dan patuh terhadap pancasila.Teori-teori umum tentang penyimpangan berusaha menjelaskan semua contoh penyimpangan sebanyak mungkin dalam bentuk apapun (misalnya kejahatan, gangguan mental, bunuh diri dan lain-lain). Berdasarkan perspektifnya penyimpangan ini dapat digolongkan dalam dua teori utama. Perpektif patologi sosial menyamakan masyarakat dengan suatu organisme biologis dan penyimpangan disamakan dengan kesakitan atau patologi dalam organisme itu, berlawanan dengan model pemikiran medis dari para psikolog dan psikiatris. Perspektif disorganisasi sosial memberikan pengertian pemyimpangan sebagai kegagalan fungsi lembaga-lembaga komunitas lokal. Masingmasing pandangan ini penting bagi tahap perkembangan teoritis dalam mengkaji penyimpangan.Remaja sebetulnya dapat dikatakan tidak memiliki tempat yang jelas,mereka tidak termasuk dalam golongan anak-anak dan belum dapat diterima kedalam golongan orang dewasa. Remaja berada di antara anak dan orang dewasa. Suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi kedalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Masa remaja ini merupakan masa pencarian jati diri. Dalam proses pencarian jati dirinya memerlukan bimbingan dari lingkungan sekitar. Menurut Horrock sebagaimana dikutip oleh Ali dan Mohammad “lingkungan merupakan faktor yang besar pengaruhnya bagi perkembangan nilai, moral, dan sikap individu”.Ruang lingkup lingkungan terkecil dalam kegiatan bimbingan dan pendidikan adalah keluarga. keluarga merupakan: Lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang menjadi dewasa bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan di dalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya watak, budi pekerti dan kepribadian tiap- tiap manusia. Kenyataan yang terjadi sekarang ini peran keluarga dalam hal ini orang tua dalam memberikan pendidikan dan bimbingan moral bagi anak-anaknya sering terlupakan. Orang tua kurang memperhatikan anak-anaknya dengan dalih sibuk bekerja memenuhi kebutuhan ekonominya. Anak hanya disuapi dengan

kebutuhan fisik saja, sementara aspek batin, mental dan spritual pada diri anak kurang diperhatikan oleh orang tuanya. Peranan keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama memiliki fungsi yang penting terutama dalam penanaman sikap, nilai hidup serta berfungsi menumbuhkan kesadaran bahaya perilaku menyimpang pada remaja.sebagai pandangan hidup dan intensitas bimbingan moral oleh orang tua pengaruhnya terhadap kesadaran bahaya perilaku menyimpang pada remaja.Dan hal-hal yang mempengaruhinya dalam kehidupan kita saat ini, paling tidak ada empat lingkungan yang senantiasa berinteraksi satu sama lain, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan negara A.Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi manusia. Menaati dan melaksanakan hukum dan aturan yang berlaku dalam lingkungan keluarga diantaranya 1.menaati aturan sopan-santun, baik kepada keduaorang tua maupun kepada seluruh anggota keluarga baik yang dekat maupun yang jauh. Termasuk harus berbuat sopan dan santun kepada tetangga yang ada disekitar kita. 2.menjaga nama baik keluarga. Misalnya denganberperilaku sesuai dengan nasehat orang tua. Kita haru sadar bahwa menjaga nama baik keluarga sama dengan menjaga nama baik bangsa dan negara. Hal ini karena bangsa indonesia adalah sebuah keluarga besar yang di dalamnya terdiri dari sekumpulan keluarga-keluarga seperti dalam keluarga kita. 3.tidak berbuat apalagi membiasakan diri berdusta kepada orang tua. Ini sangat penting sebab tidak sedikit di antara kita yang berani berbuat dusta kepada orang tua kita. B.Lingkungan Sekolah Sekolah meupaka lingkungan tempat kita menuntut ilmu. Kita mengetahui bermacam ragam ilmu, mahir beragam macam keterampilan karena kita bersekolah. Kita bisa bersekolah karena keadaan sekolah tertib sehingga belajar tidak terganggu. Oleh karena itu menerapkan nilai dan norma di lingkungan sekolah sangat diutamakan. Pelaksanaannya itu dapat berupa: a.mengindahkan tata tertib sekolah. Misalnya tidak sengaja terlambat masuk sekolah. b.mengenakan pakaian seragam yang rapi dan bersih. c.berperilaku baik dan sopan santun kepada Bapak dan Ibu Guru dan kepada sesama teman. d.tekun belajar. Ingat kunci sukses dan manfaat ilmu yang kita pelajari sangat erat dengan keikhlasan dan kesenangan orang yang memberikan ilmu kepada kita. Maka dari membuat guru senang dengan berperilaku kita yang terpuji menjadi kunci sukses kebehasilan dari ketekunan belajar kita. e.menjaga kebersihan sekolah. f.membayarkan uang iuran sekolah dari orang tua tepat pada waktu. g.mengerjakan pekerjaan rumah, dan sebagainya. C.Lingkungan Masyarakat Dalam kehidupan masyarakat terdapat hukum yang mengikat warganya sekalipun tidak tertulis. Ada peribahasa yang mengatakan “lain padamg lain belalang, lain lubuk lain ikannya”, artinya pada setiap masyarakat terdapt adat atau kebisaan yang berbeda-beda. Adat atau kebiasaan tersebut merupakan hukum yang tidak tertulis. Menaati hukum tidak tertulis dalam masyarakat diantaranya dapat dilakukan dengan cara: a.menghormati taa cara atau kebiasaan setempat b.ridak berbuat keonaran c.menjaga nama baik masyarakat

D.Lingkungan Negara Selaku warga negara indonesia kita dituntut untuk melaksanakan norma-norma hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Kesadaran bahaya perilaku menyimpang remaja pada dasarnya dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait, baik yang berasal dari dalam diri remaja sendiri maupun berasal dari luar. Faktor dari dalam remaja antara lain struktur intelektualnya, kondisi fisik dan psikis, serta karekterisik individual sedangkan faktor dari luar individu remaja antara lain teman bermain, lingkungan pendidikan, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat,kegiatan keorganisasian yang diikuti. Moral pada dasarnya merupakanrangkaian nilai tentang berbagai macam perilaku yang harus dipatuhi. Moral merupakan kaidah normadan pranata yang mengatur perilaku individu dan hubungannya dengan kelompok social dan masyarakat. Moral merupakan standar baik buruk yang ditentukan bagi individu oleh nilai-nilai social budaya,dimana individu sebagai anggota social.perilaku moral diperlukan demi terwujudnya kehidupan yang damai, Penuh keteraturan, ketertiban, dan keharmonisan. Penyimpangan dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui jalur tersebut berarti telah menyimpang. Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja, bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988,26), mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang. Masalah sosial perilaku menyimpang dalam tulisan tentang “Kenakalan Remaja” bisa melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui pandangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Tentang perilaku disorder di kalangan anak dan remaja mengemukakan bahwa perilaku menyimpang juga dapat dilihat sebagai perwujudan dari konteks sosial. Perilaku disorder tidak dapat dilihat secara sederhana sebagai tindakan yang tidak layak, melainkan lebih dari itu harus dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan sosialnya. Ketidak berhasilan belajar sosial atau “kesalahan” dalam berinteraksi dari transaksi sosial tersebut dapat termanifestasikan dalam beberapa hal. Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Oleh sebab itu, kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap. Salah

Sutherland dalam beranggapan bahwa seorang belajar untuk menjadi kriminal melalui interaksi. Merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya pada masyarakat yang mengalami gejala disorganisasi sosial. tetapi lebih dari itu. yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilaku. seringkali yang terjadi bukan sekedar ketidak pastian dan surutnya kekuatan mengikat norma sosial. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik . derajat kesehatan rendah dari kondisi serta komposisi penduduk yang tidak stabil. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah. Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Media Massa baik cetak maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. dampak kondisi perumahan di bawah standar.satu variasi dari teori yang menjelaskan kriminalitas di daerah perkotaan. overcrowding. perilaku menyimpang karena tidak memperoleh sanksi sosial kemudian dianggap sebagai yang biasa dan wajar.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. bahwa beberapa tempat di kota mempunyai sifat yang kondusif bagi tindakan kriminal oleh karena lokasi tersebut mempunyai karakteristik tertentu. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain. Apabila lingkungan interaksi cenderung devian. Di dalam masyarakat yang disorganisasi sosial. misalnya tingkat kriminalitas yang tinggi dalam masyarakat kota pada umumnya berada pada bagian wilayah kota yang miskin.Keluarga. Penelitian inipun dilakukan di daerah pinggiran kota yaitu di Pondok Pinang Jakarta Selatan tampak ciri-ciri seperti disebutkan Eitzen diatas. Mengenai pendekatan sistem.Bahwa seorang dapat menjadi buruk/jelek oleh karena hidup dalam lingkungan masyarakat yang buruk. maka seseorang akan mempunyai kemungkinan besar untuk belajar tentang teknik dan nilai-nilai devian yang pada gilirannya akan memungkinkan untuk menumbuhkan tindakan kriminal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful