Ciri-ciri fisik penderita tuna grahita antara lain

:

1. Penampilan fisik tidak seimbang atau kurang proporsional. Contoh: -ukuran kepala terlalu besar atau kecil -tangan atau kaki pendek. 2. Tidak dapat mengurus diri sendiri meski usia menginjak dewasa 3. Kelopak mata tebal, sehingga terlihat sipit 4. Perkembangan komunikasi (bicara atau berbahasa) terhambat 5. Perhatian terhadap lingkungan tidak ada 6. Koordinasi gerakan kurang 7. Pandangan cenderung kosong 8. Sering keluar ludah atau cairan dari mulut.
Gejala yang muncul akibat sindrom down dapat bervariasi mulai dari yang tidak tampak sama sekali, tampak minimal sampai muncul tanda yang khas. Penderita dengan tanda khas sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar. Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds). Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar.

dan supel. yakni inteligensinya di bawah rata-rata anak seusianya (di bawah normal). Dengan segala keterbatasannya itu. Hal ini menuntut guru agar dalam kegiatan belajar mengajar selalu rnengaitkan relevansinya dengan kehidupan nyata sehari-hari. maupun lingkungan alam. dalam tugastugas akademik yang menggunakan intelektual. tercapai sabar. namun dalam bidang-bidang lainnya mereka masih memiliki kemampuan atau potensi yang masih dapat dikembangkan. Bila tidak memungkinkan. guru dapat membawa berhagai alat peraga. Tunagrahita/Anak lamban belajar (Slow learner) I) Prinsip Kasih Sayang Tunagrahita/anak lamban belajar adalah anak yang mengalami kelainan/penyimpangan dalam segi intelektual (inteligensi).d. . Akibatnya. Guru hendaknva berbahasa yang lembut. anak perlu di bawa ke lingkungan nyata. Mereka sulit membayangkan sesuatu. dan memberi contoh perilaku yang baik ramah. mereka tetap saja kesulitan dalam menyelesaikannya. kadang-kadang guru merasa jengkel karena diberi tugas yang menurut perkiraan guru sangat mudah sekalipun. mengajar anak tunagrahita/lamban belajar membutuhkan kasih sayang yang tulus dan guru. 3) Prinsip Habilitasi dan Rehabilitasi Meskipun dalam bidang akademik anak tunagrahita memiliki kemampuan yang terbatas. Oleh karena itu. lingkungan sosial. baik lingkungan fisik. Habilitasi adalah usaha yang dilakukan seseorang agar anak menyadari bahwa mereka masih memiliki kemampuan atau potensi yang dapat dikembangkan meski kemampuan atau potensi tersebut terbatas. Oleh karena itu. sehingga siswa tertarik dan timbul kepercayaan yang pada akhirnya bersemangat untuk melakukan saran-saran dan guru. rela berkorban. 2) Prinsip Keperagaan Kelemahan anak Tunagrahita/lamban belajar antara lain adalah dalam hal kemampuan berfikir abstrak. mereka senang mengalami kesulitan. Untuk itu. siswa tunagrahita/lamban belajar akan lebih mudah tertarik perhatiannva apabila dalam kegiatan belajar-mengajar menggunakan benda-benda konkrit maupun berbagai alat peraga (model) yang sesuai.

Untuk terapi autis. sedikt demi sedikit mengembalikan kemampuan yang hilang atau belum berfungsi optimal.Rehabilitasi adalah usaha yang dilakukan dengan berbagai macam bentuk dan cara. guru hendaknya berusaha mengembangkan kemampuan atau potensi anak seoptimal mungkin. Tuna berarti merugi. yang menunjukkan hambatan dalam perilaku adaptif. dan rahita berarti pikiran. 20). yaitu anatara masa konsepsi hingga usia 18 tahun. sebagai berikut: • • • • • • • • • • • • • • • Lemah fikiran ( feeble-minded) Terbelakang mental (Mentally Retarded) Bodoh atau dungu (Idiot) Pandir (Imbecile) Tolol (moron) Oligofrenia (Oligophrenia) Mampu Didik (Educable) Mampu Latih (Trainable) Ketergantungan penuh (Totally Dependent) atau Butuh Rawat Mental Subnormal Defisit Mental Defisit Kognitif Cacat Mental Defisiensi Mental Gangguan Intelektual American Asociation on Mental Deficiency/AAMD dalam B3PTKSM. melalui berbagai cara yang dapat ditempuh. yaitu IQ 70 kebawah berdasarkan tes inteligensi baku. 100) sebagai berikut: EDUCABLE Anak pada kelompok ini masih mempunyai kemampuan dalam akademik setara dengan anak reguler pada kelas 5 Sekolah dasar. Terjadi pada masa perkembangan. Kekurangan dalam perilaku adaptif. Pengklasifikasian/penggolongan Anak Tunagrahita untuk keperluan pembelajaran menurut American Association on Mental Retardation dalam Special Education in Ontario Schools (p. yang muncul sebelum usia 16 tahun. mendefinisian Tunagrahita sebagai kelainan: yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata (Sub-average). Tunagrahita sering disepadankan dengan istilah-istilah. 20-22) sebagai berikut: Fungsi intelektualnya lamban. Retardasi Mental (Mental Retardation/Mentally Retarded) berarti terbelakang mental. Dalam kegiatan belajar-mengajar. dikenal ada 4 metode terapi: . yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes.22) dalam B3PTKSM (p. Sedangkan pengertian Tunagrahita menurut Japan League for Mentally Retarded (1992: p. (p. Tunagrahita Tunagrahita merupakan kata lain dari Retardasi Mental (mental retardation).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful