P. 1
Hubungan Kejadian an Pos Partum Dini Dengan Panitas Di Rsud Dr

Hubungan Kejadian an Pos Partum Dini Dengan Panitas Di Rsud Dr

|Views: 419|Likes:
Published by Harfitrah Hadjir

More info:

Published by: Harfitrah Hadjir on May 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2013

pdf

text

original

HUBUNGAN KEJADIAN PENDARAHAN POS PARTUM DINI DENGAN PANITAS DI RSUD Dr. M.

DJAMIL PADANG TAHUN 2005

ABSTRAK Perdarahan post partum adalah perdarahan serius pada pasca melahirkan yang paling sering ditemukan dalam kasus kebidanan dan menyebabkan kematian pada ibu. Tujuan dari penelitian ini mengetahui kejadian awal pasca melahirkan di RSUP Dr M. Djamil Padang pada tahun 2005. Dan untuk mengetahui kejadian post partum dini di RSUP Dr M.Djamil Padang sesuai dengan paritas berdasarkan jumlah perdarahan post partum pada awal 2005. Jenis penelitian adalah penelitian retrospektif deskriptif dengan semua ibu yang melahirkan di RSUP Padang M. Djamil Dr yang mengalami perdarahan post partum sebagai populasi. Sampel adalah seluruh ibu yang melahirkan dengan perdarahan post partum pengalaman berdasarkan paritas. Data diambil melalui format pengumpulan data. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasilnya menemukan bahwa perdarahan post partum insiden di RSUD Dr M Djamil Padang pada tahun 2005 adalah 4,40% dari semua persalinan, sedangkan perdarahan pasca partum berada di tempat kedua dari sepuluh kasus obstetri terbanyak di RSUP Dr M. Djamil Padang. Ada juga menemukan bahwa tingkat kejadian dari 1 paritas 15 kasus atau 11,54%. 2-3 paritas adalah 52 kasus atau 40% dan 4 atau lebih paritas lebih tinggi dibandingkan dengan paritas 2-3, di antaranya adalah 63 kasus atau 48,46%. Analisis bivariat ditemukan bahwa X2 hitung> X2 tabel, sehingga dapat menyimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perdarahan post partum di RSUP Dr M. Djamil Padang dengan paritas. Peneliti memberikan saran kepada paramedis untuk menginformasikan masyarakat untuk tidak memiliki anak lebih dari 4, karena bisa increse risiko pada persalinan berikutnya yang salah satunya adalah perdarahan post partum.

Kata kunci: Paritas, Perdarahan postpartum dini, Pelayanan Kesehatan

PENDAHULUAN Salah satu masalah penting dalam bidang obstetrik dan ginekologi adalah masalah perdarahan. Oleh karena itu setiap perdarahan yang terjadi dalam masa kehamilan. Walaupun angka kematian maternal telah menurun secara dramatis dengan adanya pemeriksaan-pemeriksaan dan perawatan kehamilan dan persalinan di Rumah Sakit dan adanya fasilitas transfusi darah. Perdarahan post partum merupakan penyebab kehilangan darah serius yang paling sering dijumpai di bagian obstetrik. baik selama kehamilan. 1991) Perdarahan obstetri dapat terjadi setiap saat. dimana wanita dengan paritas tinggi menghadapi resiko perdarahan akibat atonia uteri yang semakin meningkat (Cunningham. kehamilan ektopik terganggu. solusio plasenta. plasenta previa.000 kelahiran hidup. perdarahan akibat abortus dan ruptura (Cunningham. Pada tahun 1998 kematian maternal diperkirakan 450/100. Banyak faktor yang mempunyai arti penting baik sendiri maupun secara gabungan di dalam menimbulkan perdarahan post partum dini. 1992). hal 19). 1992). Sebagai faktor penyebab langsung kematian ibu perdarahan post partum merupakan penyebab sering terdapat dari keseluruhan kematian akibat perdarahan obstetrik yang disebabkan dari perdarahan post partum. hal 19). . namun kematian ibu akibat perdarahan masih tetap merupakan faktor utama dalam kematian maternal (Khoman. maupun masa nifas. hal 19).000 kelahiran hidup dan 50 sampai lebih tinggi dari pada angka kematian maternal di negara-negara maju yang hanya berkisar 5-10 / 100. Di Indonesia angka kematian ibu hamil relatif tinggi. persalinan. angka tersebut adalah tertinggi di Asia Tenggara yang rata-ratanya hanya 5-142 / 100. (Prawiharjo. Paritas tinggi merupakan salah satu faktor predisposisi untuk tingginya perdarahan post partum dini (Cunningham. karena dapat membahayakan ibu dan janin (Khoman.000 kelahiran hidup. persalinan maupun nifas harus dianggap sebagai suatu keadaan akut dan serius.

Djamil tahun 2005 dibandingkan dengan seluruh kasus persalinan selama tahun 2005 di RSUP Dr. Perdarahan primer terjadi dalam 24 jam pertama dan sekunder sesudah itu (Prawirohardjo. Tujuan Penelitian 1. M. Djamil Padang tahun 2005 . 2. M. Penyebab tersering perdarahan postpartum yaitu atonia uteri. 1996). Perdarahan post partum apabila perdarahan setelah anak lahir melebihi 500 ml. M. M.Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk dengan membuat penelitian judul “HUBUNGAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM DINI DENGAN PARITAS DI RSUP Dr. Mengetahui insiden perdarahan post partum dini di RSUP Dr. Djamil Padang. 1982) KERANGKA KONSEP Adapun kerangka konsep dari penelitian ini adalah : Perdarahan Postpartum Paritas METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan cara menganalisis catatan medik kasus perdarahan postpartum yang dirawat di RSUP M. 1992). Kerangka Pemikiran Perdarahan postpartum adalah hilangnya darah 500 ml atau lebih dari organ – organ reproduksi setelah selesainya kala III persalinan (Wati. M. Djamil menurut paritas berdasarkan jumlah kasus perdarahan post partum dini tahun 2005. laserasi jalan lahir dan tertinggalnya plasenta atau selaput plasenta (Hibberd. Mengetahui insiden perdarahan post partum di RSUP Dr. DJAMIL PADANG”.

Dilakukan pengujian statistik chi square dengan derajat kemaknaan pda signifikan 0. Instrumen Penelitian Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah : 1. Format pengumpulan data Catatan rekam medik RSUP M. Djamil Padang Dari hasil penelitian diketahui bahwa kejadian perdarahan postpartum di RSUP M. Djamil Padang. Djamil Padang. untuk menggambarkan distribusi frekuensi dari beberapa variabel yang diteliti. Analisis Univariat. 2. untuk melihat hubungan antara dua variabel (variabel independen dan variabel dependen). Djamil Padang sebanyak 4. setelah itu dianalisis untuk melihat hubungan antar variabel. Djamil Padang pada bagian obstetri dan ginekologi.Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di RSUP M. Analisis Bivariat. HASIL PENELITIAN Insiden Kejadian Perdarahan Pospartum Di RSUP M. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan cara : a). Apabila X2 hitung > X2 tabel maka ada hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. mulai pada tanggal 15-30 mei 2005.05 dengan df 2. Sampel adalah seluruh ibu yang melahirkan yang mengalami perdarahan postpartum berdasarkan paritas. Pengolahan Data dan Analisis Data Data yang diperoleh akan diolah secara manual.40 % dari semua persalinan di mana kasus perdarahan postpartum merupakan urutan kedua dari sepuluh kasus kebidanan terbanyak di RSUP M. kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi. apabila X2 hitung < X2 tabel maka tidak ada hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. . Populasi dan Sampel Populasi adalah semua ibu yang melahirkan yang mengalami perdarahan postpartum di RSUP M. 3. b). Djamil Padang Status pasien dengan perdarahan postpartum.

Analisis bivariat Hubungan Kejadian Perdarahan Postpartum Dini Dengan Paritas Di RSUP M. Insiden Kejadian Perdarahan Postpartum Menurut Paritas diketahui bahwa angka kejadian paritas 1 sebanyak 15 kasus atau 11. Djamil Padang sebanyak 4. Djamil Padang dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara perdarahan postpartum dengan paritas. sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara perdarahan postpartum dengan paritas di RSUP M. 2. 3.46 %. Insiden Kejadian Perdarahan Postpartum Menurut di RSUP M.54 %. Paritas 2-3 sebanyak 52 kasus atau 40 % sedangkan paritas besar sama empat lebih tinggi dibandingkan paritas 2-3 yaitu sebanyak 63 kasus atau 48.Insiden Kejadian Perdarahan Postpartum Menurut Paritas Dari hasil penelitian diketahui bahwa angka kejadian paritas 1 sebanyak 15 kasus atau 11. Hal ini sesuai dengan yang di kemukakan Cunningham (2000) bahwa paritas tinggi . Paritas 2-3 sebanyak 52 kasus atau 40 % sedangkan paritas besar sama empat lebih tinggi dibandingkan paritas 2-3 yaitu sebanyak 63 kasus atau 48.54 %. Hal ini sesuai yang dikemukakan Cunningham (2000) bahwa wanita dengan paritas tinggi menghadapi resiko perdarahan akibat atonia uteri yang semakin meningkat sehingga dapat menyebabkan perdarahan post partum dini.40 % dari semua persalinan di mana kasus perdarahan postpartum merupakan urutan kedua dari sepuluh kasus kebidadanan terbanyak di RSUP M. Hal ini sesuai dengan keadaan RSUP Dr M Djamil Padang sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Sumatra Barat sehingga sebagian besar kasus patologis dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan segera. Djamil Padang PEMBAHASAN 1. Djamil Padang.46 %. Hubungan Kejadian Perdarahan Postpartum Dini Dengan Paritas Di RSUP M. Djamil Padang Dari hasil penelitian diketahui bahwa X2 hitung > X2 tabel.

WB Saunders Company USA.40 %) 2. Gynecology and Obstetri. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil penelitian maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah : 1. DAFTAR PUSTAKA 1. Addison-Wesley Publishing Company Inc. Ralph C Benson Current Obstetricks and Gynecology. 1992 4.46 %).merupakan salah satu faktor predisposisi untuk tingginya perdarahan post partum dini. Los Altos California. Beydoun SN. Happer and Row Publication. 5. Post Partum Complication. Perlu tenaga penolong persalinan yang terampil dalam pengawasan persalinan pada ibu yang paritasnya tinggi 2. Adersen FH. 1984. lange medical publication. Complication of Labor and Delivery. Paritas mempunyai faktor resiko terhadap perdarahan postpartum 3. . Greenhill. Abdullah MN. Djamil Padang tahun 2005 adalah 130 orang (4. Biological Principanls and Modern Practice of Obstetricks. Ilmu kebidanan. 1989 3. Kepada tenaga kesehatan agar memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar mempunyai anak tidak lebih dari 4 karena akan meningkatkan resiko dalam persalinan selanjutnya salah satunya perdarahan post partum. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas maka dapat dikemukakan beberapa saran yaitu : 1. Oleh Prawirohardjo. Habbard LT. 1991 2. 4th edition. YBP-SP. Post Partum Hemorrhagie. Hopkins M. Angka kejadian perdarahan postpartum di RSUP M. Sebagian besar perdarahan postpartum terjadi pada paritas e” 4 yaitu sebanyak 63 orang (48. Diagnosis And Manajemen Of Obstetrik Emergencies. Third Stage Pathology. 1982. Gangguan dalam kala III persalinan.

Gany.D Obstetri Williams ( William Obstetric). 2000 . Mac Donal Paul C. Chamberlein GVP. Perdarahan hamil tua dan perdarahan postpartum. EGC. Butler & Tanner Ltd. 1992 8. M. Obstetricks By Ten Teacher. 1991 9. Ilmu Bedah Kebidanan. Prawirohardjo. Lewis TLT. 1992 7. Md. Gant Norman F. Cunningham F. 15Th edition. Frome And London.6. MD. Prabowo RP. Khoman JS. Perdarahan Post Partum. majalah cermin dunia kedokteran Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->