Laporan Kuliah Kerja Profesi

MELIHAT HASIL PRODUK DARI PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS) PADA PABRIK KELAPA SAWIT PT. PARA SAWITA DI KECAMATAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG PROVINSI ACEH

OLEH :

SAFARUL GAMAL NIM. 0705102010079

JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM – BANDA ACEH 2012

LEMBAR PENGESAHAN
JUDUL : MELIHAT HASIL PRODUK DARI PENGOLAHAN

TANDAN BUAH SEGAR (TBS) PADA PABRIK KELAPA SAWIT PT. PARA SAWITA DI KECAMATAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG PROVINSI ACEH. NAMA NIM : : SAFARUL GAMAL 0705102010079

Mengetahui, Koordinator Kuliah Kerja Profesi

Menyetujui, Dosen Pembimbing

Ir. Edy Marsudi, M.Si NIP. 196305241990031002

Akhmad Baihaqi, SP, MMA NIP. 197406142008121001

Mengetahui, Sekretaris Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian

Dr. Ir. Safrida, M. Si NIP. 196805281994032002

ii

ABSTRAK

Kuliah kerja profesi dilaksanakan di PT. Para Sawita kabupaten Aceh Tamiang selama satu bulan yang dimulai pada tanggal 07 Maret 2012 sampai dengan 02 April 2012. Kuliah kerja profesi ini bertujuan untuk menambah wawasan ilmu di lapangann yang berkaitan dengan manajemen ketenagakerjaan, sehingga mahasiswa bisa melihat secara langsung bagaimana sistem manajemen di lapangan serta dapat mengkombinasikan dengan teori yang diperoleh di bangku kuliah. Dengan demikian, penulis tertarik untuk mengambil judul kuliah kerja profesi “Melihat Hasil Produk dari Pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) pada Pabrik Kelapa Sawit PT. Para Sawita Di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh”. Pelaksanaan pembuatan laporan ini dibimbing oleh bapak Akhmad Baihaqi, SP, MMA. Tujuan dalam pelaksanaan KKP (Kuliah Kerja Profesi) adalah untuk mempelajari dan mengamati proses kerja perusahaan mulai dari penanaman bibit sampai dengan hasil yang diperoleh. Metode yang digunakan dalam KKP ini adalah dengan mengumpulkan data secara primer dan sekunder. Pengumpulan data primer yaitu data yang diperoleh dengan terjun langsung ke lapangan dengan cara melihat realita yang ada. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari instansi baik pemerintah maupun swasta yang berkaitan dengan pengelolaan hasil TBS. Ruang lingkup penyusunan laporan ini adalah tentang pengelolaan hasil TBS; hasil dari pengolahan TBS yang dapat menghasilkan beberapa item barang bernilai ekonomis, yaitu: CPO, Kernel, PKO, Cangkang, Tangkos, Abu Janjang, Limbah padat dan cair, dan lain-lain. Kata kunci :Produk, Tandan Buah Segar, Perusahaan, Kelapa Sawit.

ii

para sahabat serta umatNya yang setia memperjuangkan agama dan ilmu pengetahuan sehingga bermanfaat bagi generasi seterusnya. Banda Aceh. Para Sawita di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh” dapat diselesaikan. penulis mengucapkan terima kasih kepada rekanrekan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang telah membantu penulis. rahmat serta hidayahnya. karena dengan izin. sehingga penulisan laporan Kuliah Kerja Profesi yang berjudul “Melihat Hasil Produk dari Pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) pada Pabrik Kelapa Sawit PT. sehingga pelaksanaan kuliah kerja profesi ini beserta laporannya dapat penulis selesaikan dengan baik. saran dan partisipasi baik semua pihak penulis hanya dapat menyampaikan terima kasih dan semoga laporan ini dapat memenuhi tujuan dan fungsinya. Shalawat beserta salam penulis persembahkan ke pangkuan Nabi Besar Muhammad saw. 28 April 2012 Safarul Gamal ii . puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Penulis menyadari laporan ini masih jauh dari kesempurnaan baik isi maupun penulisannya. Pada kesempatan ini. Penulis senantiasa menerima dengan tangan terbuka segala kritikan dan saran yang berguna bagi kesempurnaan laporan ini.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. Atas bantuan.

..........................2 Latar Belakang .................................................. ii DAFTAR ISI .......1 Gambaran Umum Perusahaan ...................................................................................................................................................................... 3........... 3..................................2 Melihat Hasil Produk dari Pengolahan Tandan Buah Segar ...............................................................3 Prosedur Kuliah Kerja ...................... 2..................... BAB II METODE KULIAH KERJA PROFESI .....................................................................................4 Tujuan........................................... 2..........3 Identifikasi Masalah .... 26 iii .................................... iii DAFTAR TABEL ................. 2............................2 Jadwal Pelaksanaan ......................................................................................... 23 4.................................................................................................................................................................... 3......................................................... 1............................................................................................................................. iv DAFTAR GAMBAR ..............................2 Pembelajaran yang diperoleh ... 1...........................................................................................................................................6 Metode Analisis ........................1 Lokasi dan Ruang Lingkup Kuliah Kerja ..............................................DAFTAR ISI ABSTRAK ……………………………………………………………........................................................1 Kesimpulan .......................... 1...........5 Kegunaan ............................................................... v BAB I PENDAHULUAN ........... 2........................................................... 1 1 4 4 4 5 5 5 6 7 9 10 11 11 15 21 21 BAB IV PENUTUP ..........................................4 Metode Pengumpulan Data ...........................................................................................3 Isue-Isue Penting ... 2.................. 25 LAMPIRAN .... BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ... 24 DAFTAR PUSTAKA .. 2. 1.. 3.....................................................................................4 Solusi ...................5 Konsep dan Batasan Variabel ........ 23 4.................. i KATA PENGANTAR .

. Kriteria Kematangan Buah………………………………………. 20 iv .. Efesiensi Jumlah Pupuk Yang Digunakan………………………. 18 Tabel 4. 3 Tabel 2.DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. 19 Tabel 5.. Jadwal Pelaksanaan Kuliah Kerja ……………………………….….. Karakteristik Limbah Cair Industri Kelapa Sawit ………………. 5 Tabel 3. Efesiensi Biaya Pupuk Yang Digunakan……………………..

..................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1........... 7 v . Tahapan Kegiatan Kuliah Kerja Profesi .......

Pisifera merupakan jenis kelapa sawit yang memiliki ukuran buah lebih kecil tetapi memilki daging buah yang lebih tebal dengan kandungan minyak 24-28 % dan inti 2-3 %. Tenera adalah persilangan antara induk dura dan pisifera.1 Latar Belakang Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) adalah tanaman perkebunan penting penghasil minyak makanan. Kelapa sawit sebagai tanaman penghasil minyak sawit dan inti sawit merupakan salah satu primadona tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghasil devisa non migas bagi Indonesia. Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90 % dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 20 -23 % dan inti 4-5 % (Pahan. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap dapat memendekkan umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak berkisar 14-17 % dan inti 5-6 %. 2009). Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah Malaysia. Kelapa sawit memiliki banyak jenis.BAB I PENDAHULUAN 1. 2008). berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dapat dibedakan menjadi dura. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. maupun bahan bakar nabati (biodiesel). Cerahnya prospek komoditi minyak kelapa sawit dalam perdagangan minyak nabati dunia telah mendorong pemerintah Indonesia untuk memacu pengembangan areal perkebunan kelapa sawit (Anonymous. minyak industri. 1 . pisifera dan tenera.

sedangkan bijinya akan diolah menjadi minyak inti sawit atau PKO (Palm Kernel Oil) (Sastrosayono. sabut dan ampasnya. Dari keseluruhan TBS yang diolah dalam sekali produksi akan menghasilkan ± 4 % kernel (inti) dari total keseluruhan TBS yang diolah. fatty alcohol dan glycerine) dan produk jadi seperti sabun dan kosmetik. Daging kelapa sawit pada proses pengolahannya akan diolah menjadi minyak kelapa sawit mentah atau CPO (Crude Palm Oil). Palm kernel Oil (PKO) adalah minyak yang dihasilkan dari inti sawit.2003). Perkebunan kelapa sawit selain menghasilkan minyak sawit mentah (CPO. Bagian yang paling utama untuk diolah dari kelapa sawit adalah buahnya. Tetapi seiring berkembangnya tujuan perusahaan yang ingin menghasil minyak mentah (CPO) dan juga inti (kernel) maka sekarang PT. Para Sawita sudah mulai membudidayakan kelapa sawit jenis tenera yang memiliki jumlah minyak mentah (CPO) dan inti (kernel) lebih banyak dari jenis dura dan pisifera. Hasil rendemen karnel yang sangat kecil ini diakibatkan karena sebagaian besar bagian dari TBS yang 2 . Hal ini disebabkan karena perusahaan bertujuan untuk membudidayakan jenis kelapa sawit yang dapat menghasilkan minyak mentah (CPO) lebih banyak dari jenis lainnya. crude palm oil) dan minyak inti sawit (PKO. Buah kelapa sawit terdiri dari daging dan biji. Pada pengolahan kelapa sawit menjadi PKO setelah proses pengepresan maka terjadi pemisahan antara minyak sawit dengan kernel. proses awalnya sama seperti pengolahan kelapa sawit menjadi CPO.Pada PT. Para Sawita kelapa sawit dengan jenis pisifera lebih banyak dibudidayakan dari pada jenis dura dan tenera. palm kernel oil) juga menghasilkan produk turunan yang dapat dikembangakan menjadi produk setengah jadi (fatty acids.

Kriteria Kematangan Buah No Fase buah Fraksi buah 00 1 Mentah Jumlah berondolan yang jatuh Tdk ada tandan buah yg berwarna hijau atau hitam 1 %-12.5-25% buah luar atau 2 berondolan/kg tandan 25 % dari buah luar membrondol Tingkat kematangan Sangat mentah 0 Mentah 1 2 Kurang matang Matang 2 3 4 25-50 % buah luar membrondol Matang 50-75 % buah luar membrondol Matang 75-100% buah luar membrondol 100 % buah luar membrondol dan sebagian berbau busuk Lewat matang (ranum) Lewat matang (busuk) 3 Lewat 5 PT. Para Sawita sebagai salah satu perusahaan swasta perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit sangat serius dalam pengawasan terhadap tenaga pemanen yang memanen buah. Serta kandungan minya hasil pengepresan daging buah yang diolah lagi menjadi minyak mentah (CPO). Apabila terdapat tenaga pemanen yang memanen buah dalam keadaan mentah. seperti janjang kosong.5 % buah luar atau 0-1 berondolan/kg tandan membrondol 12. 3 . fiber dan cangkang.2002). Tabel 1. maka perusahaan akan memberikan sangsi yang tegas terhadap tenaga pemanen tersebut (Para Sawita Group.dibuang pada saat pengolahan.

Untuk melihat dan mengetahui produk yang dihasilkan dari proses pengolahan tandan buah segar (TBS) pada pabrik kelapa sawit PT. Pemasaran dan penggunaan unsur tandan buah segar (TBS) bagi perusahaan. Para Sawita.4 Kegunaan Kuliah Kerja Profesi ini berguna untuk ilmu pengetahuan dan sebagai bahan referensi dalam mengetahui hasil produk dari pengolahan tandan buah segar (TBS).3 Tujuan Berdasarkan identifikasi masalah. 2.1. 4 . seperti : 1.2 Identifikasi Masalah Untuk mendapatkan hasil dan pendapatan maksimum. Para Sawita. salah satu hal yang harus diperhatikan adalah produk-produk yang dihasilkan dari pengolahan tandan buah segar (TBS) pada pabrik kelapa sawit PT. 1. dapat dirumuskan beberapa tujuan. 1.

Para Sawita di desa Tanah Merah Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang.BAB II METODE KULIAH KERJA PROFESI 2.Yu) 9 10 16/03/2012 Jumat 11 12 13 14 17/03/2012 18/03/2012 19/03/2012 20/03/2012 Sabtu Minggu Senin Selasa 5 . Para Sawita.2 Jadwal Pelaksanaan No 1 2 Tanggal 07/03/2012 08/03/2012 09/03/2012 Hari Rabu Kamis Jumat Kegiatan Penyerahan mahasiswa KKP kepada PT. 2. Ruang lingkup KKP pada perkebunan kelapa sawit dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) pada PT. pemupukan TBM (tanaman belum menghasilkan) Melakukan kegiatan pemindahan bibit dari PN ke MN Melihat mengamati dan mempelajari proses pemeliharaan TBM (tanaman belum menghasilkan) Melihat mengamati dan mempelajari proses pemeliharaan TBM (tanaman belum menghasilkan) Melihat mengamati dan mempelajari proses pemeliharaan TBM (tanaman belum menghasilkan) Istirahat Melihat kondisi kebun dan tanaman di Afdeling VI (Cinta Raja) Mengamati kondisi kebun dan tanaman di Afdeling III (Sei . Para Sawita Mengamati dan mempelajari proses pembuatan bibit Mengamati dan mempelajari proses perawatan dan pertumbuhan bibit sawit pada fase 3 bulan(MN) Mengamati dan mempelajari proses pembibitan kelapa sawit Istirahat Melihat kondisi kebun dan tanaman di Afdeling II (Seruway) 3 10/03/2012 4 5 11/03/2012 12/02/2012 6 13/03/2012 7 8 14/03/2012 15/03/2012 Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Melihat mengamati dan mempelajari proses penanaman pemeliharaan. 1 Lokasi dan Ruang Lingkup Kuliah Kerja Kuliah kerja profesi (KKP) ini dilakukan pada PT.

pemasaran. Para Sawita. Parasawita 2.15 21/03/2012 Rabu Melihat mengamati dan mempelajari proses pemeliharaan TM (tanaman menghasilkan) Mengamati mempelajari proses pemanenan dan pasca panen terhadap TM Melihat Mengamati dan mempelajari proses pengolahan kelapa 16 22/03/2012 Kamis 17 18 19 23/03/2012 24/03/2012 25/03/2012 Jumat Sabtu Minggu sawit Evaluasi Istirahat Mengamati kondisi kebun dan tanaman di Afdeling V (Paya 20 21 22 23 24 25 26 27 26/03/2012 27/03/2012 28/03/2012 29/03/2012 30/03/2012 31/03/2012 01/04/2012 02/04/2012 Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Udang) Mengamati dan mempelajari manajemen perusahaan Mengamati dan mempelajari manajemen perusahaan Pengumpulan data yang dibutuhkan untuk penyusunan laporan Pengamatan ke pabrik Evaluasi Istirahat Acara perpisahan dengan Perkebunan dan PKS PT. penggunaan sendiri dan lain-lain.3 Prosedur Kuliah Kerja Data yang dibutuhkan pada kuliah kerja dan pembuatan laporan ini adalah pengelolaan hasil PT. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan sesuai jadwal kegiatan yang telah disetujui oleh manajer. 6 . Hal ini bertujuan agar pengelolaan kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan pengetahuan umum tentang perkebunan dapat terlaksana. yaitu berupa gambaran umum pengolahan.

Para Sawita 7 . yaitu: 1. Para Sawita Aceh Tamiang. Penelitian ini dipusatkan pada PT.Prosedur kuliah kerja profesi secara lebih jelas dapat dilihat pada bagan di bawah ini: Pembekalan Teori diruang Kuliah Pembahasan mengenai Permasalahan Melihat langsung Kondisi dilapangan Membahas Penyebab Timbulnya masalah dan Mencari solusinya Ikut langsung dalam Setiap Kegiatan dan Bekerja Bersama Karyawan dilapangan Diskusi Kelompok mengenai Pembelajaran yang diperoleh dilapangan Pengumpulan Data yang diperlukan Untuk Penyusunan Laporan Presentasi kelompok dan Penyusunan Laporan Gambar 1. mempunyai metode. obyektif. Ada dua metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam menunjang kesempurnaan laporan ini.4 Metode Pengumpulan Data Pada prinsipnya. dan cara-cara tertentu yang sesuai dengan permasalahan yang akan dibahas. penulisan karya ilmiah selalu melakukan pengumpulan data yang lengkap. Data primer adalah data yang ada di lapangan dengan melibatkan diri secara langsung ke lokasi penelitian. Data yang dibutuhkan dalam kuliah kerja profesi ini adalah data yang berhubungan dengan pengelolaan Tandan Buah Segar (TBS) perkebunan kelapa sawit PT. Tahapan Kegiatan Kuliah Kerja Profesi 2.

jurnal atau karya tulis lainnya yang relevan dengan topik. 2. artikel. Para Sawita Aceh Tamiang. Para Sawita Aceh Tamiang. yaitu: a. 8 . dan bahan bacaan lainnya yang berhubungan dengan pokok pembahasan yang akan dibahas dalam laporan ini. dan semua yang berada dalam lingkungan PT. mendalami dan mengutip teori-teori atau konsep-konsep dari sejumlah literatur baik buku. a. Data primer data yang terdapat di lapangan atau sering di sebut dengan field research.Aceh Tamiang. Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara mempelajari. Interview Interview adalah wawancara yang dilakukan dengan pihak-pihak yang dapat memberikan informasi. Ada dua metode yang digunakan untuk mendapatkan data di lapangan. Tata Usaha. yaitu Manajer. Observasi Observasi adalah metode untuk mendapatkan data dengan mengamati secara langsung PT. b. b. Internet Research Internet Research yaitu melakukan pengumpulan data dari situs-situs di internet (website). Field Research adalah mendapatkan data langsung dari lapangan yang berkaitan dengan objek penulisan. fokus atau variabel penelitian (library research) serta penelusuran melalui situs-situs internet. Library Research Library Research yaitu mengumpulkan bahan-bahan melalui buku.

Oleh karena itu setiap tahap proses harus dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan norma-norma yang ada. PKS tersusun atas unit-unit proses yang memanfaatkan kombinasi perlakuan mekanis. rendemen.5 Konsep dan Batasan Variabel Pengolahan kelapa sawit merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usaha perkebunan kelapa sawit. sehingga kualitas CPO yang dihasilkan tidak semata-mata tergantung dari TBS yang masuk ke dalam pabrik.2. Sedangkan proses pengolahan dalam pabrik hanya berfungsi menekan kehilangan dalam pengolahannya. Secara keseluruhan proses tersebut terdiri dari beberapa tahap proses yang berjalan secara kesinambungan dan terkait satu sama lain. Perlu di ketahui bahwa kualitas hasil minyak CPO yang di peroleh sangat dipengaruhi oleh kondisi buah (TBS) yang diolah dalam pabrik. Pabrik kelapa sawit (PKS) dalam konteks industri kelapa sawit di Indonesia di pahami sebagai unit ekstraksi crude palm oil (CPO) dan inti sawit dari tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. kegagalan pada satu tahap proses akan berpengaruh langsung pada proses berikutnya. dan kimia. Hasil utama yang dapat di peroleh ialah minyak sawit. Parameter penting produksi seperti efisiensi ekstraksi. kualitas produk sangat penting perananya dalam menjamin daya saing industri perkebunan kelapa sawit di banding minyak nabati lainnya. fisik. cangkang dan tandan kosong. inti sawit. Pada prinsipnya pengolahan kelapa sawit adalah proses ekstraksi CPO secara mekanis dari tandan buah segar kelapa sawit (TBS) yang diikuti dengan proses pemurnian. sabut. Ada pun tahapan proses yang terjadi selama pengolahan kelapa sawit menjadi CPO adalah sebagai berikut Perebusan (sterilisasi) Perebusan atau sterilisasi buah 9 .

8-3 kg/cm2 dengan lama perebusan sekitar 90 menit. diolah dan ditabulasikan untuk mendapatkan gambaran mengenai pengelolaan hasil (TBS) yang dilakukan oleh PT. 4. 3. Parasawita. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan tekanan uap sebesar 2. Hasilnya dicatat. 2.dilakukan dalam sterilizer yang berupa bejana uap bertekanan. Mematikan enzim untuk mencegah kenaikan asam lemak bebas minyak yang dihasilkan. Tujuan dari perebusan antara lain : 1.6 Metode Analisis Metode analisis yang digunakan dalam pembuatan laporan Kuliah Kerja Profesi ini bersifat deskriptif. Metode yang dilakukan untuk mendukung laporan ini adalah metode observasi dan interview secara langsung kepada pihak yang berkepentingan terkait dengan topik yang ada. 2. Melunakan buah untuk memudahkan dalam proses pengepresan dan pemecahan biji. 10 . Memudahkan pelepasan brondolan buah dari tandan. Prakondisi untuk biji agar tidak mudah pecah selam proses pengepresan dan pemecahan biji.

Kondisi kebun sama dengan hutan karet tua yang telah hancur dan pada saat serah terima pemilik lama berujar “Silahkan menerima kayu api”.BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3. kain. Tahun 1962. luas 1. Tahun 1960. persaingan untuk membeli kebunkebun milik asing sangat ketat.50 Ha karena sebagian diberikan kepada masyarakat. memang waktu itu pohon karetnya lebih cocok untuk kayu api. H.yang dibayar kepada Sipef. sekarang tinggal 1. dan fasilitas umum lainnya.A Gani Mutyara (Alm.633. Sawita = Sawit) nama perusahaan dan dibuat seperti itu karena beliau ingin membangun kebun karet dan sawit dan sejak itulah beliau mencari kebun-kebun yang akan dijual. Para Sawita (Para = Karet. Sakti di Banda Aceh. sekolah. tahun 1962 dengan modal terbatas beliau hanya mampu kebun Sei Yu di Aceh Tamiang. sarung. Usaha berkembang ke penerbitan koran setelah mendapat hadiah satu mesin cetak dari Jakarta dan sekarang mesin tersebut masih ada dan digunakan oleh PT. Gani Mutyara (alm.A. 11 . Pemburuan dilakukan di seluruh Indonesia. polsek. Karya Sumatra yang berubah nama menjadi PT.) memboyong semua keluarganya pindah ke Banda Aceh dan tahun 1963 ke Medan.205 Ha dengan harga Rp. beliau mendirikan perusahaan CV. dari luas 1205 Ha.) setelah pergolakan DI/TII di Aceh berakhir tahun 1959 dan memutuskan pensiun muda dari TNI mulai memasuki dunia usaha. bahan baju dibawa langsung dari Jawa ke Banda Aceh untuk dijual ke pengecer.185.1 Gambaran Umum Perusahaan H. textil adalah pilihan usaha yang pertama kali digelutinya.143. Hasil dari produk textil seperti. 1.

Tien Zulfia II. Hapinis di Sumut. PT. (Akte No. Susunan pemegang saham: a. jarang ada yang kelas II apalagi kelas I. Hj. 84 tanggal 19 Oktober 1999) I. 82 & 13 dalam Berita Negara Republik Indonesia No.Banyak juga yang bernasib baik bisa membeli kebun dengan pohon karet yang masih baik seperti PD. Irfan Mutyara e. Kebun Sei Yu pada waktu itu adalah kelas VI dan bisa meningkat sampai kelas IV setelah ada sedikit peremajaan dan memproduksi sheet dan ekspor. Para Sawita didirikan pada tanggal 10 Mei 1962 dengan akte pendirian No. Hj.01. Paya Pinang dan PT. 16 dibuat di hadapan Panusunan Batubara Notaris di Medan. Riza Mutyara d. yang telah beberapa kali diubah dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat Nomor: C – 12731 HT. tapi pada umumnya kebun-kebun swasta nasional eks asing pada waktu itu berada pada kategori kelas III s/d terlantar. Dewan Direksi a. Asmadi Mutyara c. Riza Mutyara b. Salamah b.04 tahun 1999 tanggal 09 Juli 1999. Dewan Komisaris a. Salamah III. Irfan Mutyara (Direktur Utama) (Direktur) 12 .

Para Sawita sangat lambat berkembang bila dibandingkan dengan group yang datang belakangan dengan memanfaatkan dana PBSN II dan III. Dharma Jaya Seruway. dengan bantuan kredit dari BNI 46. Kebun PT. Para Sawita karena terlalu konsentrasi di Provinsi Aceh. Langsa. masing-masing group telah berhasil memanfaatkan dana PBSN dan KKPA dari 100. dan KKPA. a) Jenis usaha Lokasi Hasil Produksi : Perkebunan Kelapa Sawit : Kab. Lampung. Tahun 1976 pemerintah mencoba mengeluarkan kredit program PBSN I dengan alokasi dana ± Rp. Ini kesalahan PT. PT. Dalam perkebunan sawit PT. RGM. usaha ini tidak sukses dan terjadi kredit macet di Bank tersebut dan baru bisa selesai tahun 1982. tanpa konsultan dari luar. Salim.000. Bakrie. Damar Siput Aceh Tamiang dan terus ke Aceh Barat dan semuanya ditanami kelapa sawit.000 Ha berkembang sampai ke Kalimantan. 36. yang lahannya kurang luas untuk perkebunan besar bila dibandingkan dengan Riau. dan Kalimantan. Dirjenbun. Tania Selatan. Akhir tahun 2000. Bank Exim langsung sebagai pelaksana. PT. Aceh Timur.000 Ha s/d 300. Para Sawita telah menjadi perusahaan yang berkembang pesat. Group-group ini seperti Sinar Mas. Sulung Laut di Sumut adalah yang pertama sebagai pilot projek ini dan BI.000. Aceh Tamiang. Para Sawita pada waktu itu berusaha mendapatkan dana tersebut dan berhasil memperolehnya untuk kebun kelapa sawit dan PKS dan sejak itu perluasan dimulai dengan membeli kebun milik PT.Tahun 1970 beliau mencoba dalam penggilingan Crumb Rubber (SIR) di Titi Kembar. Astra. PT.000. Jambi.-. Aceh Tamiang : TBS Kelapa sawit 13 .

Luas Lahan Jumlah Produksi b) Jenis usaha Lokasi Hasil Produksi Kap. yaitu kontrak penjualan TBS. seluruh hasil TBS diolah bahkan tidak mencukupi target kontrak sehingga mereka harus membeli TBS dari perkebunan luar.2 Melihat Hasil Produk dari Pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) Tandan buah segar (TBS) merupakan hasil dari perkebunan kelapa sawit. H2O2 di Malaysia dan sekarang dalam usaha untuk bisa masuk ke bursa saham di salah satu negara Asia dan ikut dalam rencana kerjasama mendirikan Olein Plant di Mesir bersama perusahaan lain di Jakarta. Pabrik : 2.918. PKO. Para Sawita sebelum tahun 2000 dapat memenuhi kontrak kerja CPO (crude palm oil) hingga 2000 ton/kontrak. Setiap perusahaan perkebunan selalu berupaya untuk meningkatkan hasil produksinya setiap tahun. IKS. 14 . Ikut sebagai pendiri di Bursa Komoditi di Jakarta dan menjadi sponsor dan pemikir dalam terwujudnya industri Oleochemical di Sumut. Perkebunan kelapa sawit PT. Aceh Tamiang : MKS. Biotechnologie di Amerika. Dengan hasil yang tinggi maka perusahaan dapat memenuhi target kontrak yang telah ditentukan.979 ton/thn : Pabrik Kelapa Sawit : Seruway – Kab. Para Sawita dipimpin oleh Generasi kedua dan usahanya telah berkembang sampai jauh ke luar negeri dalam bermacam-macam bidang. CPO. dan PKO serta bagian lain pada TBS yang di anggap bernilai ekonomis.36 Ha : 44. : 45 ton TBS/jam Sekarang PT. 3. PKM dan Abu janjang.

Saat ini perusahaan hanya mampu melakukan kontrak penjualan sebesar 200 ton/kontrak pada PT. Selain faktor musim panen. PT. PT. Maligo. Jika harga minyak naik. maka harga CPO juga akan meningkat. Cangkang. setelah mengalami perkembangan perkebunannya. Kontrak lain dilakukan pada penjualan TBS dan Kernel.148 per metrik ton. PT. yaitu CPO (crude palm oil).1 CPO (Crude Palm Oil) Pengolahan CPO dilakukan pada PKS (pabrik kelapa sawit). PKO (palm kernel oil). Maligo yang bergerak dibidang bahan material juga merupakan perusahaan pemasok resmi CPO ke pelabuhan 15 . Para Sawita mengalihkan fokus kegiatan kepada pengolahan dengan membangun PKS untuk mengolah seluruh hasil TBS guna memenuhi kontrak kerjasama. Kernel. PT. Sumatra Oil. biasanya perusahaan yang fokus penjualan CPO yang melakukan pengolahan TBS.050 . Limbah padat dan cair. seperti PT. Harga CPO akan rendah dan bertahan di kisaran US$ 1. Para Sawita melakukan kontrak kerja dengan beberapa perusahaan penjual atau eksportir CPO yang masih berada di areal Sumatra. Darma Jaya dan lain-lain. perhitungan harga minyak dan minyak nabati lainnya dalam perkiraan harga CPO. Abu Janjang. Bahari dan kernel pada PT. Tangkos (tandan kosong). 3.US$ 1.TBS dapat bernilai ekonomis tinggi apabila dikelola dengan baik dan benar. Perusahaan melakukan kontrak penjualan TBS pada PT. untuk awal tahun ini harga CPO dibuka dengan harga tertinggi mencapai US$1. Dari pengolahan TBS dapat menghasilkan beberapa item barang bernilai ekonomis. Maligo.2. Harga CPO sangat fluktuatif. dan lain-lain.150 per ton.

–FFA (asam lemah) b.5 . Mekanisme penjualan kernel hampir sama dengan CPO menggunakan sistem kontrak penjualan. dan lain-lain. cara pengujian SP-SMP-7-1975 16 .2. Standar mutu inti kelapa sawit di Indonesia tercantum di dalam Standar Produksi SP 10-1975. Para Sawita tidak menghasilkan PKO. Adapun syarat mutu inti kelapa sawit adalah sebagai berikut: a) Kadar minyak minimum (%): 48.belawan.5 % 3. SANIA. Turunan dari PKO hanya dapat menghasilkan minyak makan murni. Harga jual Kernel juga disesuaikan dengan harga dunia. perpanjangan kontrak dilakukan ketika telah mendekati target. –M + I : Max 5 % : Max 0. yaitu inti kelapa sawit yang bernilai dua x lipat dari harga buah kelapa sawit. seperti BIMOLI.2 PKO (Palm Kernel Oil) dan Kernel (Inti Buah Sawit) Pengolahan TBS juga dapat menghasilkan kernel. dikarenakan peralatan pada PKS (Pabrik Kelapa Sawit) tidak mendukung pengolahan kernel menjadi PKO. yang diolah untuk dijadikan minyak makan murni rendah lemah. Klasifikasi Inti kelapa sawit digolongkan dalam satu jenis mutu dengan nama “Sumatra Palm Kernel”. Adapun standar mutu CPO siap jual ialah: a. tetapi negosiasi kedua pihak tetap berjalan. cara pengujian SP-SMP-13-1975 b) Kadar air maksimum (%):8. Kernel dapat menghasilkan PKO (palm kernel oil). PT. Kontrak penjualan sesuai dengan harga yang berlaku di pasar CPO dunia. kernel yang dihasilkan langsung dijual kepada pemegang kontrak kernel.

cara pengujian SP-SMP-31-19975 d) Kadar inti pecah maksimum (%):15. apabila melebihi maka akan dilakukan perebusan kembali untuk mengambil kandungan minyak di dalamnya. kemudian didiamkan hingga beberapa hari untuk menghasilkan jamur. Pupuk janjang dihasilkan melalui proses pencincangan. Pabrik yang masih memiliki standar mutu kerja baik tidak akan menghasilkan Jangkos dengan kandungan minyak dibawah 0. yang diolah dengan beberapa mekanisme kerja.0.2. yaitu Abu Janjang dan Pupuk janjang. Kadar kotoran : Max 8 % : Max 8 % 3. Cangkang. bakteri dan kandungan kimia yang dibutuhkan oleh tanaman Kelapa Sawit. Abu janjang dihasilkan dengan cara membakar janjang pada tungku pembakaran jangkos hingga menjadi abu kemudian diangkut dan dipackaging. Jangkos dapat dijadikan sebagai pupuk organik. Kadar air b.c) Kontaminasi maksimum (%):4.5 %. dan Abu janjang Jangkos (janjang kosong) merupakan tandan hasil perontokan buah melalui thresser. cara pengujian SP-SMP-31-1975 Standar mutu kernel pada kontrak ialah: a.3 Jangkos. Ada dua jenis pupuk organik yang dihasilkan oleh Jangkos. 17 .

Efisiensi biaya pupuk yang digunakan.800 4.5 2.Tabel 3. Efisiensi Jumlah Pupuk Yang Digunakan. 18 . Aplikasi Tandan Kosong Tidak Aplikasi Tandan Kosong Uraian Urea TSP MOP Dolomit Urea TSP MOP Dolomit Kg Pupuk/ Tahun/Pokok 1.8 1.5 1.100 3.0 0.150 2 TSP 2 2. Efisiensi biaya dari pemanfaatan tanda kosong pada tanaman kelapa sawit di areal perkebunan dapat dilihat pada tabel 4 berikut : Tabel 4.0 0. Rp. Dengan substitusi jumlah pupuk kimia dengan limbah tandan kosong.500 4 Dolomit 1 550 550 Total 6.000 4.780 2 TSP 1 2.000 4 Dolomit 0 550 Total 6.50 Sumber : Data Primer 2012 (diolah).800 3 MOP 1.900 5.000 Sumber : Data Primer 2012(diolah).100 3. Rp.2. Rp. 3.0 Harga Pupuk Rp.150 5. Rp. 3.5 2.680 Areal Non Aplikasi Tankos Harga Pupuk (Rp) 1 Urea 1. maka akan berdampak pada biaya yang dikeluarkan untuk operasional perkebunan kelapa sawit .780 Rp.900 2.0 1.500 5.900 Rp.8 2.900 3 MOP 0 3. Efisiensi biaya tersebut dapat mengurangi biaya produksi yang dikeluarkan untuk perkebunan dan efisiensi biaya pengelolaan lingkungan pabrik kelapa sawit (PKS).5 3.0 1.550 14.550 6.- Rp. Pupuk (Kg/Pokok/Tahun) Harga Pupuk (Rp) Area Aplikasi Tankos Kg Rp/Pokok/Tahun 1 Urea 1.

stasiun klarifikasi. Lumpur (solid) yang dihasilkan melalui proses sedimentasi juga memiliki bahan organik yang tinggi yaitu pH berkisar 3 – 5.Efisiensi dari aplikasi limbah tandan kosong tersebut dalam implementasinya apabila diterapkan dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang panjang maka akan didapatkan akumulasi efisiensi biaya yang cukup signifikan sehingga dapat mengurangi biaya produksi perkebunan kelapa sawit maupun pabrik kelapa sawit. Para Sawita hampir tidak pernah menjual ketiga unsur diatas. Hasil dari olahan TBS ialah cangkang. bahkan digunakan untuk kepentingan perusahaan sendiri yaitu untuk kebutuhan kebun dan pabrik. Limbah ini berasal dari kondensat. dihasilkan dari pemecahan cangkang inti buah sawit. Limbah cair juga dihasilkan pada proses pengolahan kelapa sawit.2. dan dari hidrosilikon. hal ini dilakukan untuk meminimalisir limbah dan menekan anggaran. biasanya perusahaan memberikannya kepada masyarakat. 3. Solid atau lumpur juga masih dapat diolah apabila masih ada kandungan minyak antara 2 – 0. Cangkang digunakan untuk bahan bakar Boiler yang merupakan ketel tenaga uap untuk menghasilkan tenaga listrik dan stim yang dibutuhkan pada proses pengolahan TBS pada PKS.5 %. PT. Permintaan jangkos oleh masyarakat untuk hewan ternak dan juga untuk media pertumbuhan jamur budidaya.4 Limbah Padat (Solid) dan Cair Proses pengolahan akhir CPO ialah pemurnian minyak dengan pemisahan antara minyak dan kotoran minyak (Solid) yang berasal dari proses klarifikasi. Tingginya kadar tersebut 19 . Limbah kelapa sawit memiliki kadar bahan organik yang sangat tinggi.

Beberapa perusahaan swasta. 20 . Para Sawita. karena diperlukan degradasi bahan organik yang lebih besar pula.2 % dan tingkat keasaman terlalu tinggi. Tabel 5.1 – 0.720 243. yaitu lilin dan sabun. sehingga tidak dapat diolah kembali untuk mengambil kandungan minyak.730 3 COD (ppm) 28. CPO dapat menghasilkan beberapa turunan produk. 2600/kg. karena tingkat keasaman solid masih tinggi.54 1 Padatan tersuspensi (ppm) 80.720 3 6 Sumber: Data Sekunder 2012 (diolah) Limbah padat atau lumpur sekunder dapat digunakan untuk top soil pada pembibitan dan penanaman kelapa sawit. ada beberapa issue penting mengenai pengelolaan TBS yang menurut penulis perlu dilakukannya perbaikan.760 233.75 4.320 4 Nitrat (ppm) 31 3 5 Fosfat (ppm) 80. Kandungan atau randemen minyak pada limbah cair berkisar 0. melakukan kontrak lepas dengan PT. 3. lilin.220 16.670 2 Padatan volatil (ppm) 64. CPO merupakan bahan baku pengolahan untuk beberapa produk. kosmetik. Para Sawita sebesar 10 ton/kontrak dengan harga Rp. Karakteristik Limbah Cair Industri Kelapa Sawit No. Bahan organik yang terkandung pada solid sangat dibutuhkan pada awal penanaman bibit dan kelapa sawit. Parameter Lumpur Primer Lumpur Sekunder pH 3. antara lain sabun. Limbah cair dapat diolah kembali menjadi 2 turunan saja. dan lainlain. Perbandingan antara tanah dengan solid adalah 2:1.2 Issu-issu Penting (Key Issue) Selama penulis mengikuti kegiatan kuliah kerja profesi selama 27 hari pada PT.menimbulkan beban pencemaran yang besar.

sehingga pencairan dana akan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan. Solusi lain yang dilakukan PT. 21 . Para Sawita ialah menggalang dana dengan melakukan kredit pada bank swasta. Hal ini masih tahap uji kelayakan perusahaan. Para Sawita yang masih produktif (tahun tanam 2005) tidak dilakukan pemupukan yang Insentif. sehingga produksi TBS menurun. Banyak tanaman kelapa sawit yang sudah tua dan perlu dilakukan replanting maupun interplanting tidak terlaksana dengan segera.PT. Para Sawita dalam hal pemupukan tanaman kelapa sawit adalah pemanfaatan limbah industi kelapa sawit seperti aplikasi tandan kosong dan aplikasi abu tandan kosong sehingga mengurangi biaya pemupukan dan jumlah pemupukan.3 Solusi Jika kondisi keuangan perusahaan yang tidak baik. maka langkah yang paling tepat dilakukan oleh PT. Selain itu tanamantanaman kelapa sawit PT. mereka sedang mengajukan proposal kredit pada Bank Niaga. 3. sehingga tanaman produktif yang semestinya dapat menghasilkan TBS yang optimal menjadi tidak optimal. Para Sawita saat ini mengalami krisis keuangan.

TBS dapat bernilai ekonomis tinggi apabila dikelola dengan baik dan benar. 2. Item lain yang dihasilkan dari pengolahan TBS banyak yang digunakan untuk kepentingan perusahaan. seperti cangkang digunakan untuk bahan Boiler. CPO (Crude Palm Oil). 3.BAB IV PENUTUP 4. yaitu: 1. Hampir seluruh dari komponen kelapa sawit dapat dijadikan barang ekonomis. sehingga dapat mengurangi biaya perawatan (pemupukan) bagi perkebunan. dan Kernel.1 Kesimpulan Ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari Kuliah Kerja Praktek (KKP). PKO (Palm Kernel Oil). sehingga perusahaan harus mengolah TBS 1000 ton per kontrak. PT. Para Sawita melakukan kontrak pada penjualan TBS (Tandan Buah Segar). 4. yaitu CPO (Crude Palm Oil).2 Pembelajaran Yang Diperoleh Pengelolaan hasil TBS dengan baik akan menghasilkan barang yang bernilai ekonomis. Selain CPO dan kernel bernilai ekonomis tinggi sebagai fokus perusahaan 22 . Jangkos diolah menjadi abu janjang sebagai pupuk. Abu Janjang. PT. Kernel. Tangkos (tandan kosong). kontrak penjualan kernel sebesar 200 ton/kontrak. Para Sawita melakukan kontrak penjualan CPO sebesar 200-300 ton/kontrak. Limbah padat dan cair. Cangkang. dan lain-lain. Randemen minyak pada TBS rata-rata sebesar 20%. dan kontrak penjualan TBS sebesar 200 ton/kontrak. Dari pengolahan TBS dapat menghasilkan beberapa item barang bernilai ekonomis.

Limbah padat. 2. olahan TBS pada PKS. Limbah cair. guna keberlangsungan perusahaan dan kelestarian lingkungan dikarenakan adanya penerapan teknologi pengelolaan lingkungan yang baik dan bijaksana serta berpegang teguh pada integrade farming (pertanian berkelanjutan). dapat diolah menjadi pupuk kompos. Tankos (tandan). 23 . dapat diolah kembali untuk dijadikan bahan dasar sabun dan lilin.dalam bidang penjualan. hal ini juga dapat mengurangi biaya produksi TBS pada perkebunan dan produksi. Dengan demikian tingkat terjadinya limbah bagi kelapa sawit bisa diminimalisir. dapat digunakan untuk bahan bakar boiler sebagai penyedia stim (uap). untuk pembangkit listrik dan proses pengolahan CPO. ada beberapa komponen TBS yang dapat diolah menjadi barang ekonomis. seperti: 1. Pupuk diolah dengan proses pembakaran dan proses mikro-organisme. dapat digunakan pada pembibitan dan penanaman kelapa sawit sebagai top soil. Cangkang dan fiber. 3. 4.

2008. 2008. 2009. Jakarta : Penebar Swadaya. Membangun Kebun Kelapa (http://membangunkebunkelapasawit. Iyung. Statistik Kelapa Sawit.2011. Aditya Media : Yoyakarta Pahan. Swadaya : Jakarta Manjemen Agribisnis dari Pardamean. Budi Daya dan Pengelolaan Kelapa Sawit dengan Sistem Kemitraan. Pedoman Pengelolaan Limbah Industri Kelapa Sawit. Aditya dan Yusuf Halim. Marulli.DAFTAR PUSTAKA . Kelapa Sawit. Jakarta. 2007.com/pemupukan. . 2011. . Gadjah Mada University Press. Usaha Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran.html) Sawit Anonymous. Gumbira. Hulu Hingga Hilir. Direktorat Jendral Perkebunan Departemen Pertanian. Prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Subdit Pengelolaan Lingkungan Direktorat Pengelohan Hasil Pertanian Ditjen PPHP. Departemen Pertanian. Pemanfaatan Limbah Industri Kelapa Sawit.webs. Yogyakarta Sunarko. Agro Media : Jakarta 24 . 2008.

LAMPIRAN Tandan Buah Segar (TBS) Tempat Penanpungan Awal TBS dan Proses pengangkutan TBS ke Tempat Perebusan Dengan Menggunakan Troli 25 .

Tempat Perebusan TBS Proses Pengepresan Kelapa Sawit Menjadi CPO 26 .

Jangkos (janjang kosong) 27 .

Lampiran 1. Struktur Organisasi PKS .

Struktrur Organisasi Kebun .Lampiran 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful