PENDAHULUAN

Sistem ekonomi merupakan keseluruhan lembaga (pranata) yang hidup dalam suatu masyarakat yang dijadikan acuan oleh masyarakat tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sistem ekonomi untuk mengatasi beberapa persoalan, seperti; 1) barang apa yang seharusnya dihasilkan; 2) bagaimana cara menghasilkan barang itu; dan 3) untuk siapa barang tersebut dihasilkan atau bagaimana barang tersebut didistribusikan kepada masyarakat. Jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut akan menentukan sistem ekonomi sebuah negara. Pendekatan dalam sistem ekonomi ditentukan oleh kriteria hasil yang dicapai dalam perekonomian, mekanisme pengatur, bentuk hak milik, dan motivasi berekonomi. Kriteria hasil yang dicapai dalam perekonomian yang dikaitkan dengan berlakunya suatu sistem ekonomi tertentu di antaranya meliputi kelimpahan, pertumbuhan, stabilitas, keamanan, efisiensi, pemerataan dan keadilan, kemerdekaan ekonomi, kedaulatan ekonomi, dan perlindungan lingkungan. Di sisi lain, terdapat tiga mekanisme untuk melakukan koordinasi seperti itu yaitu tradisi, mekanisme pasar, dan komando. Sistem perekonomian negara-negara ditentukan juga pada basis kepemilikan tersebut, yaitu pada basis individual, kolektif (masyarakat), ataukah pemerintah (negara). Pemikiran neoklasik meletakkan alam sebagai bagian dari sistem ekonomi, yang diwujudkan dalam ikon internalisasi atau problem eksternalitas. Pengetahuan sosial (berbagai pandangan dan doktrin yang dihasilkan manusia: filosofi, agama, politik, dan seterusnya) merefleksikan sistem ekonomi masyarakat. Dengan begitu, berbagai lembaga politik merupakan superstruktur di atas fondasi (supra-struktur) sistem ekonomi. Model sistem perekonomian dapat dikategorikan menjadi dua model yaitu model perekonomian tertutup dan model perekonomian terbuka.

Ide paling dasar untuk mengerti dan menguasai sistem perekonomian di suatu masyarakat atau negara adalah mengelompokkan kegiatan perekonomian menurut
1

kepentingan pelaku-pelaku utama. Pelaku ekonomi utama terdiri dari produsen, konsumen, pemerintah (badan publik), dan lembaga keuangan. Dalam sektor pertanian, misalnya pelaku ekonominya adalah buruh tani, petani pemilik tanah, perantara (pengumpul), perusahaan (korporasi) pertanian, lembaga keuangan (bank dan nonbank), pemerintah, dan konsumen. Keterkaitan antarpelaku ekonomi dan bagaimana bentuk dan sifat hubungan antara mereka membentuk susunan tertentu (produksi, distribusi, dan konsumsi) yang menentukan sistem ekonomi yang berkembang suatu negara. Pola hubungan antarpelaku ekonomi dapat berupa pola hubungan yang emansipatoris (setara/setimbang) maupun sub-ordinatif (timpang). Pola emansipatoris cenderung bersifat saling memberdayakan, sedangkan pola hubungan sub-ordinatif cenderung bersifat eksploitatif atau bahkan predatoris. Implikasi pola hubungan ekonomi yang eksploitatif ini adalah struktur dan sistem ekonomi yang timpang, yang akhirnya memunculkan kemiskinan struktural seperti dialami petani miskin di perdesaan yang tidak lagi banyak menguasai aset dan faktor produksi (sumber ekonomi). Relevansi (perlunya) sistem ekonomi yang terbangun dalam suatu masyarakat atau negara adalah ia bisa menjadi sumber masalah ekonomi (kemiskinan sistemik), namun ia juga dapat dibangun untuk bisa memecahkan masalah-masalah tersebut secara mendasar melalui revolusi sistem perekonomian. Sistem ekonomi yang terbangun dalam suatu negara akan memunculkan tatanan sosial ekonomi yang menempatkan pelakupelaku ekonomi dalam struktur sosial-ekonomi tertentu. Struktur ekonomi yang umum digunakan adalah pemilahan ke dalam kelompok ekonomi atas (upper class), kelompok ekonomi menengah (middle class), dan kelompok ekonomi bawah (under class).

2

BAB I

EKONOMI KAPITALISME
I.1. Latar Belakang Motivasi teori modernisasi untuk merubah cara produksi masyarakat

berkembang sesungguhnya adalah usaha merubah cara produksi pra-kapitalis ke kapitalis, sebagaimana negara-negara maju sudah menerapkannya untuk ditiru. Selanjutnya dalam teori dependensi yang bertolak dari analisa Marxis, dapat diakatakan hanyalah mengangkat kritik terhadap kapitalisme dari skala pabrik (majikan dan buruh) ke tingkat antar negara (pusat dan pinggiran), dengan analisis utama yang sama yaitu eksploitasi. Demikian halnya dengan teori sistem dunia yang didasari teori dependensi, menganalisis persoalan kapitalisme dengan satuan analisis dunia sebagai hanya satu sistem, yaitu sistem ekonomi kapitalis Perkembangan kapitalisme pada negara terbelakang menjadi sebuah topik yang menarik untuk dikaji. Gejala kapitalisme dianggap sebagai sebuah solusi untuk melakukan pembangunan di negara terbelakang. Teori sistem dunia yang disampaikan oleh Wallerstein merupakan keberlanjutan pemikiran Frank dengan teori dependensinya. Pendapat Frank, Sweezy dan Wallerstein mengacu pada model yang dikenalkan oleh Adam Smith. Menurut Smith, pembangunan yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat memiliki kesamaan dengan pembangunan produktivitas tenaga kerja. Produktivitas tenaga kerja merupakan sebuah fungsi yang berhubungan dengan tingkat pembagian kerja. Konsep inilah yang kemudian memunculkan pembedaan mode produksi menjadi sektor pertanian dan manufaktur. Konsep ini kemudian semakin berkembang dengan munculnya pembedaan desa dan kota sebagai sebuah mode produksi yang berbeda Inti pemikiran Smith adalah bahwa proses produksi dan distribusi ini harus lepas dari campur tangan pemerintah dan perdagangan bebas. Proses ekonomi hanya akan berjalan melalui tangan-tangan tak kelihatan yang mengatur bagaimana produksi dan
3

Biarkan para pengusaha. pemerintah harus menjadi penonton tak berpihak. 4 . namun juga meliputi sisi politik. Masuknya sistem ekonomi perdagangan telah menyebabkan petani subsisten menjadi petani komersil yang ternyata merupakan bentuk eksploitasi tenaga kerja secara tidak langsung. Kerangka pertukaran barang dan jasa serta spesialisasi tenaga kerja ini terwujud dalam bentuk peningkatan produktivitas yang lebih dikenal dengan konsep maksimalisasi keuntungan dan kompetisi pasar. etika. kapitalisme dipandang secara luas tak terbatas hanya aspek ekonomi. pedagang bekerja mencari keuntungan sendiri. melainkan eksploitasi kepada kaum petani kecil. Secara tidak langsung teori ini memang mendukung pernyataan Smith yang memusatkan perhatian pada tatanan kelas. Karenanya. Tangantangan yang tak kelihatan akan menunjukkan bagaimana semua bekerja secara adil. maupun kultural. Ia tak boleh mendukung siapapun yang sedang menumpuk kekayaan pun yang tak lagi punya kekayaan. Kapitalisme pada awalnya berkembang bukan melalui eksploitasi tenaga kerja murah. Kenyataan yang terjadi dalam proses kapitalisme telah menimbulkan dampak berupa pertumbuhan ekonomi yang terjadi karena arus pertukaran barang dan jasa serta spesialisasi tenaga kerja.distribusi kekayaan ekonomi itu berjalan secara adil. Siapapun tak boleh mencampurinya. karena ekonomi hanya bisa muncul dari perdagangan yang adil. Negara terbelakang merupakan penghasil barang mentah terutama dalam sektor pertanian. Pandangan teori sistem dunia yang menganggap dunia sebagai sebuah kesatuan sistem ekonomi kapitalis mengharuskan negara pinggiran menjadi tergantung pada negara pusat. Lebih jauh. tenaga kerja. dalam wacana filsafat sosial misalnya. Tansfer surplus dari negara pinggiran menuju negara pusat melalui perdagangan dan ekspansi modal. Kapitalisme sebagai suatu sistem ekonomi yang memungkinkan beberapa individu menguasai sumberdaya vital dan menggunakannnya untuk keuntungan maksimal. Kapitalisme masuk melalui sistem perdagangan yang tidak adil dimana negara terbelakang menjual barang mentah dengan harga relatif murah sehingga menyebabkan eksploitasi petani. secara fair. Maksimimalisasi keuntungan menyebabkan eksploitasi tenaga kerja murah. karena tenaga kerja adalah faktor produksi yang paling mudah direkayasa dibandingkan modal dan tanah.

sehingga sangat tidak mungkin mereka melakukan perjuangan kelas. karena kelas borjuis nasional sendiri merupakan bentukan dan alat kapitalisme negara maju.Perkembangan selanjutnya telah melahirkan industri baru yang memerlukan spesialisasi tenaga kerja. sedangkan tenaga kerja terampil dikuasai oleh negara pusat. Kapitalisme yang menitikberatkan pada spesialisasi tenaga kerja dan teknologi tinggi membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan menguasai teknologi. Sebagai sebuah kesatuan ekonomi dunia. 5 . yaitu revolusi borjuis dan revolusi sosialis. Proses ini hanya akan melahirkan tenaga kerja kasar pada negara pinggiran. Asumsi ini runtuh karena kelas borjuis nasional ternyata tidak mampu lagi melaksanakan tugasnya sebagai pembebas kelas proletar dari eksploitasi kapitalisme. Kelas borjuis di negara terbelakang juga dapat dengan mudah memanfaatkan dukungan politik dari pemerintah. Kapitalisme yang menjalar hingga negara terbelakang menjadikan struktur sosial di negara terbelakang juga berubah. Gagasan Marx tentang tahapan revolusi ternyata runtuh. Berkembangnya ekonomi kapitalis ini didukung oleh sistem kekerabatan antara mereka. Kapitalisme telah menciptakan kelompok sosial borjuis di negara terbelakang yang juga menggunakan kapitalisme untuk meningkatkan keuntungan ekonomi mereka. Marx menyatakan bahwa negara terbelakang akan memerlukan dua tahap revolusi. Ketidakberdayaan tenaga kerja pada negara pinggiran merupakan keuntungan bagi negara pusat untuk melakukan eksploitasi. Revolusi borjuis dilakukan oleh kelas borjuis nasional untuk melawan penindasan oleh negara maju dan kemudian baru berlanjut pada revolusi sosialis oleh kelas proletar. asumsi Wallerstein akan adanya perlawanan dari negara terbelakang sebagai kelas tertindas oleh negara pusat menjadi hal yang tidak mungkin terjadi. Ekspansi kapitalisme melalui investasi modal dan teknologi tinggi pada negara pinggiran disebabkan oleh tersedianya tenaga kerja yang murah. Kapitalisme memunculkan kelas sosial baru di negara terbelakang yaitu kelas pemilik modal. Keadaan ini sangat sulit terwujud pada negara pinggiran.

Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara. liberalisasi. Kapitalisme tidak hanya merubah cara-cara produksi atau sistem ekonomi saja. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Sehingga itulah. komersialisme. tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi. I. telah merambah jauh jauh menjadi dibolehkannya pemilikan barang sebanyak-banyaknya.2. menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan. Perspektif Sistem Ekonomi Kapitalisme Ekonomi kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi bar ang. tapi juga struktur masyarakat dan bentuk negara. bersama-sama juga mengembangkan individualisme. Upaya untuk memerangi kapitalisme bukan dengan sistem ekonomi sosialis namun dengan kemandirian ekonomi atau swasembada. dari hubungan antar negara. Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya.Dari uraian di atas terlihat bahwa kapitalisme yang pada awalnya hanyalah perubahan cara produksi dari produksi untuk dipakai ke produksi untuk dijual. kita mengenal tidak hanya perusahaan-perusahaan kapitalis. menjual barang. 6 . dan pasar bebas. bahkan sampai ke tingkat antar individu. namun bahkan memasuki segala aspek kehidupan dan pranata dalam kehidupan masyarakat.

Pengawasan politik dan sosial minimal. Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalisme :   Tidak ada persaingan sempurna. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.  Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar dimana Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.Ciri-ciri Ekonomi Kapitalisme :  Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi dimana Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu dan Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya. 7 . yang selalu mengejar kepentingan sendiri. Kebaikan Sistem Ekonomi Kapitalisme :    Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barangbarang. warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme). Paham individualisme didasarkan materialisme. “The Invisible Hand” yang mengatur  perekonomian menjadi efisien. karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil. Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus. Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba. Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien. karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain). Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.

dan sebagainya. Menuliskan bahwa ahli ekonomi terjebak pada ideologi kapitalisme yang mekanistik yang ternyata tidak memiliki kekuatan dalam membantu dan mengatasi resesi ekonomi yang melanda dunia. teori ekonomi Barat (kapitalisme) telah menimbulkan ketidakadilan ekonomi yang sangat dalam. 8 . paradigmanya tidak mengacu kepada kepentingan masyarakat secara menyeluruh. adanya produksi massa. Pertama. Teori ekonomi kapitalisme tidak mampu mengentaskan masalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. antara lain Paul Omerod. khususnya karena sistem moneter yang hanya menguntungkan Barat melalui hegemoni mata uang kertas dan sistem ribawi. ”The Ends of Economics” yang mengkritik secara tajam ketidakadilan sistem moneter kapitalisme. Runtuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme Dengan kegagalan kapitalisme membangun kesejahteran umat manusia di muka bumi. Paul Omerod dalam buku The Death of Economics (1994). maka isu kematian ilmu ekonomi semakin meluas di kalangan para cendikiawan dunia.Perkembangan bisnis sangat dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang berlaku. Kecenderungan bisnis dalam kapitalisme dewasa ini adalah: adanya spesialisasi. Mekanisme pasar yang merupakan bentuk dari sistem yang diterapkan kapitalis cenderung pada pemusatan kekayaan pada kelompok orang tertentu. sehingga ada dikotomi antara individu. Kapitalisme justru telah melakukan ”perampokan” terhadap kekayaan negara-negara berkembang melalui sistem moneter fiat money yang sesungguhnya adalah riba. Ketiga. Banyak pakar yang secara khusus menulis buku tentang The Death of Economics tersebut. adanya perkembangan penelitian. adanya perusahaan berskala besar. Kedua. Umar Ibrahim Vadillo. Dari berbagai analisa para ekonom dapat disimpulkan. bahwa teori ekonomi telah mati karena beberapa alasan. I.3. muncul pula Umar Vadillo dari Scotlandia yang menulis buku. Mirip dengan buku Omerod. Critovan Buarque.

Ia menyatakan. ” Capitalism would fade away with a resign shrug of the shoulders”.Stigliz. tetap menjadi indikasi bahwa globalisasi belum menunjukkan kinerja yang menguntungkan bagi negara miskin. Joseph Schumpeter meragukan kapitalisme. bukan sebaliknya seperti yang selama ini didengungkan barat bahwa globalisasi itu mendatangkan manfaat. Sementara itu perkembangan terakhir menunjukkan bahwa kesenjangan antara negaranegara berpendapatan tinggi dan negara-negara berpendapatan rendah. Dalam konteks ini ia mempertanyakan. Teori ekonominya tidak mampu menyelaraskan hubungana antara negara-negara di dunia. No. Penerapan pasar terbuka. ia mengupas dampak globalisasi dan peranan IMF (agen utama kapitalisme) dalam mengatasi krisis ekonomi global maupun lokal. Keempat. Stigliz mengungkapkan bahwa IMF gagal dalam misinya menciptakan stabilitas ekonomi yang stabil. (The World Bank. Alasan-alasan inilah yang oleh Mahbub al-Haq (1970) dianggap sebagai dosa-dosa para perencana pembangunan kapitalis.Kapitalisme akan pudar/mati dengan terhentinya tanggung jawabnya untuk kesejahteraan (Heilbroner. “Can Capitalism Survive”?. pasar bebas. terlalaikannya pelestarian sumber daya alam.. I do not think it can. Karena kegagalan kapitalisme itulah. pemegang hadiah Nobel ekonomi pada tahun 2001. maka sejak awal. Chief Ekonomi Bank Dunia dan Guru Besar Universitas Columbia. 9 . privatisasi sebagaimana formula IMF selama ini menimbulkan ketidakstabilan ekonomi negara sedang berkembang. Akibat globalisasi ternyata pendapatan masyarakat juga tidak meningkat di berbagai belahan dunia. Dalam bukunya “Globalization and Descontents. Sejalan dengan Omerod dan Vadillo.masyarakat dan negara. terutama antara negara-negara maju dan negara berkembang. 2002). Selanjutnya ia mengatakan. Stigliz adalah Chairman Tim Penasehat Ekonomi President Bill Clinton. Tidak. globalisasi tidak banyak membantu negara miskin. belakangan ini muncul lagi ilmuwan ekonomi terkemuka bernama E. Kesimpulan ini begitu jelas apabila pembahasan teori ekonomi dihubungkan dengan pembangunan di negara-negara berkembang. Kelima. (Dapatkah kapitalisme bertahan ?.1992). saya tidak berfikir bahwa kapitalisme dapat bertahan).

ketimpangan yang semakin tajam antara negara-negara dan masyarakat yang miskin dengan negara-negara dan masyarakat yang kaya. Society and The Rising Culture (1999) dan Ervin Laszio dalam buku 3rd Millenium. 10 . Titik balik peradaban versi Fritjop Chapra sangat sesuai dengan pemikiran Kuryid Ahmad ketika memberi pengantar buku Umar Chapra. pakar ekonomi Fritjop Chapra dalam bukunya. dalam arti membangun dan mengembangkan sistem ekonomi yang memiliki nilai dan norma yang bisa dipertanggungjawabkan. yakni kebutuhan akan paradigm shift (pergeseran paradigma) dalam ekonomi. Sejalan dengan pandangan para ilmuwan di atas. melontarkan sebuah gugatan terhadap paradigma ekonomi kapitalis yang mengabaikan nilai-nilai etika dan sosial. Yang terjadi justru sebaliknya. Lebih lanjut mereka menegaskan bahwa untuk memperbaiki keadaan ini.(1997). ”The Moral Dimension : Toward a New Economics”(1988). Hal yang sama juga ditulis oleh Amitai Etzioni dalam buku. terutama rasionalitas ekonomi yang telah mengabaikan moral. “The End of Order”. Kelemahan itulah menyebabkan ekonomi (konvensional) tidak berhasil menciptakan keadilan ekonomi dan kesejahteraan bagi umat manusia. ekonom dari universitas Brazil dalam buknya. Science. yakni berkaitan dengan runtuhnya solidaritas sosial dan keluarga. yaitu melakukan satu titik balik peradaban. yang disebut Fukuyama sebagai ”Kekacauan Dahsyat” dalam bukunya yang paling monumental. ”The Future of Economics : An Islamic Perspective (2000). “The End of Economics” Ethics and the Disorder of Progress (1993). memiliki kelemahan dan kekeliruan yang besar dalam sejumlah premisnya. The Challenge and The Vision (1999). Critovan Buarque.Sejalan dengan pandangan para ekonom di atas. The Turning Point. Paradigma ekonomi kapitalis tersebut telah menimbulkan efek negatif bagi pembangunan ekonomi dunia. mengungkapkan bahwa ekonomi konvensional (kapitalisme) yang berlandaskan sistem ribawi. demikian pula antara sesama anggota masyarakat di dalam suatu negeri. tidak ada jalan lain kecuali mengubah paradigma dan visi. yang mengharuskan perubahan paradigma ekonomi.

11 . ada upaya untuk mewujudkan keadilan sosial.Meskipun di Barat. Kemandulan yang dihasilkan elaborasi teori dan praktek Filsuf Sosial Amerika. namun upaya itu gagal. State and Utopia” (1974). karena paradigmanya tetap didasarkan pada filsafat materialisme dan sistem ekonomi ribawi. John Rawis dalam buku “The Theory of Justice” (1971) yang ditanggapi oleh Robert Nozik dalam bukunya “Anarchy. telah menjadi contoh yang mempresentasikan kegagalan teori keadilan versi Barat.

BAB II EKONOMI LIBERALISME II. Latar Belakang Teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu liberal klasik seperti Adam Smith atau French Physiocrats. Konsep dari ekonomi liberal ialah bergerak kearah suatu sistem ekonomi pasar bebas dan sistem berpaham perdagangan bebas.2. Perspektif Sistem Ekonomi Liberalisme Ekonomi liberalisme adalah sebuah sistem dimana adanya kebebasam baik untuk produsen maupun konsumen untuk berusaha yang didalamnya tidak ada campur tangan 12 . Smith tidak pernah menggunakan paham tersebut. Garis berpaham ekonomi liberal telah pernah dipraktikan oleh sekolah-sekolah di Austria dengan berupa demokrasi di masyarakat yang terbuka. Paham liberali kebanyakan digunakan oleh negara-negara di benua Eropa dan Amerika. yang menggambarkan pendukungan kebebasan individu. yang cateris paribus. II. menyajikan suatu benda dengan batas minimum dapat diminati dan disukai oleh masyarakat (konsumen). Seperti halnya di Amerika Serikat.Teori itu juga bersifat membebaskan individu untuk bertindak sesuka hati sesuai kepentingan dirinya sendiri dan membiarkan semua individu untuk melakukan pekerjaan tanpa pembatasan yang nantinya dituntut untuk menghasilkan suatu hasil yang terbaik. atau dengan kata lain. Mula-mula ditemukan pada suatu tradisi penerangan atau keringanan yang bersifat membatasi batas-batas dari kekuasaan dan tenaga politis. Meskipun demikian. mempunyai kaitannya dengan “kebebasan alami” yang dipahami oleh tokoh-tokoh ekonomi liberal klasik tersebut.1. paham liberal dikenali dengan sebutan mild leftism estabilished.

Dalam isitem ekonomi ini ada beberapa asumsi yang harus di penuhi agar sistem ini dapat berjalan seimbang. Asumsi –asumsi itu sebagai berikut : 1. 3. Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi. maka dari itu asumsi-asumsi di atas angat perlu di penuhi agar teciptanya suatu prekonomian yang stabil. Informasi untuk berusaha sangat terbuka artinya tidak ada yang di tutup-tutupi jadi semua produsen maupun konsumen mengetahui tentang apa-apa yang tgerjadi dalam pasar Dalam sistem ini dikenal dengan adanya pasar bebas atau yang paling terkenal adalah pasar persaingan sempurnanya. jadi semua mekanisme pengatusran harga diserahkan ke pasar (tergantung mekanisme supply dan demand). Namun pada kenyataannya asumsi-asumsi itu tidak terpenuhi sehingga banyak menimbulkan kasenjangankesenjangan diantara masyarakat. 2. tetapi di balik itu semua ternyata ada suatau kelemahan yang paling mendasar yaitu tentang persaingan itu sendiri dimana dalam sistem perekonomian liberal ini adanya persaingan bebas yang cenderung mengarah pada pembunuhan usaha apabila tidak bisa bersaing. Kalau dilihat sepintas sistem perekonomian ini sangat sempurna untuk di terapkan dalam suatu Negara kjarena sudah ada contoh yang jelas dari Negara-negara barat yang ttelah jelas berhasil dan maju dalam hal perekonomiannya. Ciri-ciri ekonomi liberalisme :   Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu.Umumnya sistem ekonomi seperti ini di anut oleh Negara-negara yang berada di kawasan barat (Amerika dan Eropa) seperti yang paling terkenal adalah negara adi daya Amerika Serikat yang belakangan terkena krisis keuangan. Jumlah pengusaha banyak. 13 . Peluang berusaha sangat luas.pemerintah untuk mempengaruhi mekanisme pasar.

Masyarakat yang kaya semakin kaya.   Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat. karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah. karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan. terutama dalam mencari keuntungan. Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi. karena adanya persaingan semangat antar masyarakat. Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.  etiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi. Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi. Masyarakat terbagi menjadi dua golongan. Timbul persaingan dalam masyarakat. yang miskin semakin miskin. yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh). Kebaikan sistem ekonomi liberalisme :  Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi. Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar. Banyak terjadinya monopoli masyarakat. Kelemahan sistem ekonomi liberalisme :     Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya korup.      Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi. karena persaingan bebas tersebut 14 .  Efisiensi dan efektivitas tinggi. Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.  Pemerataan pendapatan sulit dilakukan. yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.

Cuba. Roosevelt merancang Perserikatan Bangsa-bangsa 15 . Greenland. Sekarang ini. Paraguay.3. Argentina. Grenada. Amerika Serikat Paham liberal di Amerika Serikat (AS) disebut liberalisme modern atau liberalisme baru.II. Nikaragua. Ekuador. Sekarang para politis di AS mengakui. Pada saat itu konsensus liberal telah dihadapkan suatu death-blow atau yang berupa robohnya pemerintahan Bretton Woods System yang dikarenakan kemenangan Ronald Reagan dalam pemilihan presiden tahun 1980. Tetapi mereka menolak ekonomi yang bersifat laissez faire atau liberalisme klasik yang menuju ke pemerintahan interventionism yang berupa penyatuan persamaan sosial dan ekonomi. Panama.Tapi. Peru. Kanada. Liberalisme AS mulai bangkit pada awal abad ke-20 sebagai suatu alternatif ke politik nyata yang merupakan interaksi internasional yang dominan pada waktu itu. hal tersebut disepakati pada dekade pertama abad ke-20 yang tujuannya menuju keberhasilan suatu hegemoni para politis dalam negeri. Penerapan Sistem Ekonomi Liberalisme Amerika Negara-negara yang menganut paham liberal di benua Amerika adalah Amerika Serikat. Cili. yang menjadikan liberalisme suatu arus kuat dalam politik AS pada tahun tersebut. bahwa paham liberalisme klasik ada kaitannya dengan kebebasan individu yang bersifat luas. menawarkan bangsa itu menuju ke suatu kesuksesan baru dengan cara membangun institusi kolaboratif yang berpendukungan orang-orang Amerika sendiri dan berjanji akan menarik AS keluar dari tekanan yang besar tersebut. Untuk mengantisipasi akhir Perang Dunia II. Honduras. Republik Dominika. kesuksesan tersebut mulai merosot dan menghilang pada sekitar tahun1970-an. Kolombia. kurang lebih liberalisme juga danut oleh negara Aruba. Brazil. Presiden Franklin Roosevelt yang pada saat itu adalah seorang yang berpaham liberal self-proclaimed. Umumnya. Meksiko. Bolivia. Kosta Rika. Puerto Rico dan Suriname. Uruguay dan Venezuela. Bahamas.

liberalisme di AS telah dihubungkan dengan liberalisme modern. kaum liberal cenderung menyebut diri mereka sendiri sebagai kaum liberal.(PBB) sebagai suatu alat berupa harapan akan kerja sama timbal balik daripada membuat ancaman dan penggunaan kekuatan perang untuk memecahkan permasalahan politis internasional tersebut. Liberalisme di Eropa mempunyai suatu tradisi yang kuat. perlindungan yang lemah dari agresi oleh yang kuat. pengganti paham ideologi liberalisme klasik. liberalisme yang dianut oleh AS. Eropa Sebagai aksi dan reaksi penentangan komunisme. Di negara-negara Eropa. sebagaimana yang ditekankan oleh Wilson dan Roosevelt adalah dengan menekankan kerja sama serta kolaborasi timbal balik dan usaha individu. Tapi. Sebenarnya. George W Bush. mereka tidak bisa memilih AS dengan pahamnya tersebut. dan kebebasan dari norma-norma sosial bersifat membatasi. Suatu paham liberal di AS itu mungkin seperti institusi dan prosedur politis yang mendorong kebebasan ekonomi. Tapi beberapa tahun kemudian barulah Eropa menyadari bahwa liberalisme yang dianut oleh AS. Hal itu mendorong Eropa ke suatu kebebasan individu tersendiri yang akhirnya memperbaiki keadaan ekonomi mereka tersendiri. 16 . Karena sejak Perang Dunia II. dikarenakan pada saat itu Eropa belum begitu mengenal liberalisme yang dianut oleh AS. bukan dengan membuat ancaman dan pemaksaan sebagai untuk pemecahan permasalahan politis baik didalam maupun luar. Roosevelt juga menggunakan badan tersebut (PBB) untuk memasukan orang-orang Afrika yang tinggal di Amerika ke dalam militer AS serta membuat badan pendukungan hak dan kebenaran para wanita-wanita. Eropa membuat suatu paham yang berterminologi politis (termasuk “sosialisme” dan ” demokrasi sosial”). sepertinya dianut oleh Presiden AS saat ini. atau sebagai radical centrists yang democratic. sebagai penekanan atas kebebasan individu yang selanjutnya dilanjutkan oleh Presiden John F Kennedy dengan pembangunan Patung Liberty (1964) sebagai simbol kebebasan individu untuk hidup.

Slovakia. Côte D’Ivoire. Portugal. 17 . Seychelles. Netherlands. Afrika Sistem ekonomi liberal terbilang masih baru di Afrika. Benin. Finlandia. kurang lebih liberalisme sudah dipahami oleh negara Aljazair. Malawi. Estonia. Swedia. Polandia. Cyprus. Belarusia. Asia Negara-negara yang menganut paham liberal di Asia antara lain adalah India. Equatorial Guinea. Maroko. Thailand dan Turki. Italia. Yunani. Bosnia-Herzegovina. Negara penganut paham liberal lainnya adalah Andorra. Lithuania. Malaysia dan Singapura. Latvia. Tanzania. Mantol Verde. Macedonia. Senegal dan Afrika Selatan. Ghana. Kroasia. antara lain adalah Myanmar. Tunisia. Islandia. Israel. Kenya. Hong Kong. Denmark. Korea Selatan. Perancis. Ukraina dan United Kingdom. Austria. Armenia. Saat ini banyak negara-negara di Asia yang mulai berpaham liberal. Norwegia. Zambia dan Zimbabwe. Luxembourg. Kamboja. Serbia Montenegro. liberalisme hanya dianut oleh mereka yang tinggal di Mesir. Spanyol. Jepang. Jerman. Hungaria. Burkina Faso. Angola. Kepulauan Faroe. Gambia. Iran. Irlandia dan San Marino. Taiwan. Bulgaria. Mozambik. Slovenia. Romania. Switzerland. Kepulanan Oceania Negara yang menganut paham liberal di kepulauan Oceania adalah Australia dan Selandia Baru. Sekarang ini. Pada dasarnya. Belgia. Georgia.Negara-negara penganut paham liberal yakni diantaranya adalah Albania. Filipina. Rusia. Moldova. Republik Cekoslovakia.

Hukum persaingan menuntut adanya peningkatan produktivitas secara terus-menerus. Setelah kekuasaan berada di tangannya. 18 . Sistem penindasan dan borjuasi itu terlihat dengan pemerasan tenaga para buruh di pabrikpabrik mereka. Yang akhirnya tinggal dua kelas sosial saja. keterasingan seseorang dari apa yang telah dibuat oleh tangannya sendiri. Lama-kelamaan semua bidang produksi maupun pelayanan dijalankan secara kapitalistik. Dengan demikian. lambat-laun semua bentuk usaha yang diarahkan secara tidak murni ke keuntungan akan kalah. penghisapan manusia atas manusia lain yang menyebabkan alienasi. bahwa dengan berkaca pada evolusi Perancis. kaum borjuis ini segera menunjukkan taring dan kuku-kuku tajamnya. Ketika sistem feodal tergantikan oleh sistem kapital. Dan itu berarti bahwa hanya usaha-usaha besar yang dapat survive. Artinya. Budaya penindasan yang awalnya didominasi oleh kaum feodal kini tergantikan oleh kaum kapital. biaya produksi perlu ditekan serendah mungkin sehingga hasilnya dapat dijual semurah mungkin dan dengan demikian menang terhadap hasil produksi saingan. dan kelas buruh yang jumlahnya banyak dan tak punya apa-apa. kaum feodal. para pemilik modal yang jumlahnya sedikit dan modalnya amat besar.1. Latar Belakang Sosialisme muncul karena adanya eksploitasi kelas-kelas atas terhadap kelaskelas bawah. Namun di sinilah justru muncul problematika baru. gerakan revolusi mereka ternyata hanya ditunggangi oleh kaum borjuis untuk memperjuangkan kepentingan mereka sendiri. Toko-toko dan perusahaan-perusahaan kecil tidak dapat menyaingi efisiensi kerja usaha-usaha besar.BAB III EKONOMI SOSIALISME III. Dari sinilah akhirnya kaum buruh Eropa sadar. bukan berarti sebuah masalah selesai. Mereka ganti melakukan borjuasi baru seperti yang dilakukan oleh seniornya.

tetapi justru memerangkap kehidupan kaum buruh ke dalam peniondasan yang lebih kejam. Menurut Marx. sementara upah buruh sangat rendah. pada akhirnya. Hadirnya teknologi ini menajdikan para kapitalis bebas melakukan tawar menawar kepada buruh. III. kaum kapitalis yang memproduksi kelas proletar yang akan menghancurkan kapitalis sendiri. yakni ledakan revolusioner oleh kaum proletar yang tak dapat dihindari. Sebagai seorang penulis handal. Mereka berhadapan dengan kaum kapitalis. Marx mengutuk para penulis liberal yang memfokuskan dirinya untuk usaha propaganda menangkal ateisme. Hal ini ditunjukkan oleh sikap dan kritikkritiknya terhadap kaum borjuis dan kecamannya terhadap para tokoh atau pemikir yang cenderung idealisme atau religius. Perspektif Sistem Ekonomi Sosoialisme Ekonomi sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan 19 . Solidaritas antara mereka semakin besar. kemudian kaum buruh mengorganisasikan diri dalam serikat-serikat buruh. Marx berpendapat bahwa tenaga atau pikiran harus ditujukan pada hal-hal yang konkrit. Dengan bantuan teknologi itu. akan kesamaan situasi mereka sebagai kelas proletariat. akan eksploitasi yang mereka derita. mereka mampu menggerakkan pabriknya tanpa memerlukan tenaga manusia yang banyak. yang berkaitan erat dengan kondisi berat para buruh.Kondisi pekerja amat memprihatinkan. Kelas buruh menjadi semakin sadar akan situasinya.sebab. penemuan teknologi ini akhirnya dijadikan oleh kaum borjuis untuk menekan para buruh. bukannya meningkatkan kesejahteraan kaum buruh.2. Pemandangan yang tak manusiawi ini merupakan kondisi sehari-hari di tengah masyarakat Eropa waktu itu. Teknologi baru yang ditemukan itu. Dengan demikian perjuangan proletarian semakin efektif. Fenomena penindasan terhadap kaum buruh oleh kaum borjuis inilah yang menegaskan Marx sebagai orang sosialis.

ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. dan lain sebagainya. Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme. Di samping itu negara harus melaksanakan kebijakan politik yang melindungi dan menguntungkan kaum pekerja. Ciri-ciri ekonomi sosialisme :  Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme). Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial. atau umum dikenal sebagai perencanaan terpusat atau centralized planning sehingga hak milik dan inisiatif ekonomis individu kurang mendapat tempat yang layak. sedang individu-individu fiksi belaka. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.  Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi. Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme. gas lng. Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis. pemerintah sangat berperan untuk menentukan jalannya perekonomian. pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Negara harus membuat undang-undang untuk melindungi kepemilikan bersama seluruh masyarakat atas alat-alat produksi. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air. Perencanaan makroekonomi yang bisa mengatur tingkat konsumsi dan investasi serta pengadaan barang-barang kolektif (barang publik) dan barang-barang konsumen akan lebih mudah dirumuskan dan diawasi. listrik. Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan. 20 . telekomunikasi.  Peran pemerintah sangat kuat. negara adalah pelayan rakyat. Di samping itu. Dalam Sistem Ekonomi Sosialis. Kebaikan sistem ekonomi sosoialisme :   Negara atau pemerintah dapat menentukan arah perekonomiannya secara keseluruhan.

Dalam pemikiran ini aspek yang diperhatikan bukan hanya persoalan ekonomi semata. terutama melalui aliran pemikiran kelompok Freiburg.3. terutama alokasi terhadap aneka barang atau produk konsumen dan alokasi permodalan. baik dalam konsumsi maupun dalam produksi. Kelemahan sistem ekonomi sosialisme :  kecenderungan inefisiensi yang sangat besar atas pelaksanaan fungsi alokasi. Prinsip Individualitas: yang bertujuan pada ideal liberal bagi kebebasan individu. Pemikiran ini dibangun sejak tahun 1940-an. 2. III. 21 . namun juga persoalan kebebasan dan keadilan sosial. Konsep ekonomi pasar liberal memiliki tiga elemen prinsip yang utama: 1. Prinsip Solidaritas: Mengacu pada ide setiap individu manusia terlekat dengan masyarakat yang saling tergantung sama lain dengan tujuan menghapus ketidakadilan. Sistem Ekonomi Sosialis-Pasar Konsepsi teori ekonomi pasar sosial mengacu pada pemikiran liberal klasik dengan sedikit perubahan. yang menamainya Ekonomi Pasar Sosial. Dua pemikir utama kelompok ini adalah Walter Eucken dan Andreas Muller-Armack. Model perencanaan sentralistik menekankan pentingnya pengetahuan mengenai faktor-faktor teknologi atas pengelolaan perekonomian secara keseluruhan sesuai dengan tujuan atau kehendak lembaga perencana pusat. Menurut Muller-Armack tanggung jawab memerlukan kebebasan sebagai kondisi yang penting bagi seseorang/individu untuk memilih tanggung-jawab di antara pilihan yang berbeda.  Pengawasan harga dan penerapannya sebagai alat atau instrumen untuk menentukan keputusan-keputusan ekonomi dari para konsumen dan produsen ternyata lebih cenderung mengakibatkan inefisiensi.

Inilah sebabnya kita dapat melihat bahwa ekonomi pasar sosial merupakan kompromi pada masa-masa awal pemerintahan Federal Republik Jerman. yang berarti apa yang mampu dilakukan oleh individu harus dilakukan oleh individu dan bukan oleh negara. Prinsip Subsidiaritas: yang berarti sebuah tugas institusional yang bertujuan menajamkan hubungan antara individualitas dan solidaritas. Semua model sosialisme pasar mengasumsikan keberadaan suatu lembaga koordinasi namun ruang lingkup kerjanya dan pengaruh atau kekuatannya tidak sama pada suatu model dibandingkan dengan yang diuraikan dalam model-model lainnya. Oleh karena lembaga tersebut diserahi tanggung jawab untuk menciptakan aplikasi yang efisien maka operasinya sukar dibatasi mengingat tanggung jawab seberat itu harus diimbang dengan wewenang yang sangat luas. Tujuan lain yang ingin dicapai oleh ekonomi pasar sosial adalah menciptakan dan membangun tatanan ekonomi yang dapat diterima oleh berbagai ideologi sehingga berbagai kekuatan di dalam masyarakat dapat terfokus pada tugas bersama menjamin kondisi kehidupan dasar dan membangun kembali perekonomian. Aturan tersebut harus memberikan jaminan hak individu dan menempatkannya sebagai prioritas utama.3. 22 . Selain ini kekuatan permintaan dan penawaran ia juga didorong oleh konsep moral yang kuat.

Latar Belakang Sistem ekonomi kapitalisme. tidak ada diantara sistem ekonomi yang ada secara penuh berhasil diterapkan dalam perekonomian di banyak negara. Dari pemikiran yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist tersebut.BAB IV EKONOMI SYARIAH IV.1. Ketidakberhasilan secara penuh dari sistem-sistem ekonomi yang ada disebabkan karena masing-masing sistem ekonomi mempunyai kelemahan atau kekurangan yang lebih besar dibandingkan dengan kelebihan masing-masing. kapitalis gagal meningkatkan harkat hidup orang banyak terutama di negara-negara berkembang. Karena kelemahannya atau kekurangannya lebih menonjol daripada kebaikan itulah yang menyebabkan muncul pemikiran baru tentang sistem ekonomi terutama dikalangan negara-negara muslim atau negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yaitu sistem ekonomi syariah. Kelemahan atau kekurangan dari masing-masing sistem ekonomi tersebut lebih menonjol ketimbang kelebihannya. Sistem ekonomi sosialis atau komando hancur dengan bubarnya Uni Soviet. saat ini sedang 23 . yaitu sistem ekonomi Syariah yang telah berhasil membawa umat muslim pada zaman Rasulullah meningkatkan perekonomian di Zazirah Arab. Selain itu. Tetapi ternyata. Negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim mencoba untuk mewujudkan suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist. sistem ekonomi kapitalis membawa akibat negatif dan lebih buruk. Dengan hancurnya komunisme dan sistem ekonomi sosialis pada awal tahun 90an membuat sistem kapitalisme disanjung sebagai satu-satunya sistem ekonomi yang sahih. Stiglitz (2006) kegagalan ekonomi Amerika dekade 90-an karena keserakahan kapitalisme ini. Dengan kata lain. Bahkan menurut Joseph E. karena banyak negara miskin bertambah miskin dan negara kaya yang jumlahnya relatif sedikit semakin kaya. liberalismedan dan sosialisme merupakan sistem ekonomi yang berkembang berdasarkan pemikiran barat.

hubungan antara manusia dan lingkungan. Umat di sini tidak semata-mata umat Muslim tetapi. dan harta yang dimiliki oleh manusia sesungguhnya merupakan pemberian Allah. kegiatan ekonomi harus sesuai dengan hukum syara’. Menurut Islam. Menurut Islam. tetapi juga dapat memenuhi ketentraman jiwa sebagai bekal di akhirat nanti. seluruh umat yang ada di muka bumi.W. memisahkan kegiatan ibadah/ uhrowi’ dan kegiatan duniawi. Artinya. Pengembangan ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah bukan untuk menyaingi sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi sosialis. Kegiatan ekonomi dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat adalah merupakan ibadah kepada Allah S.W. kesemuannya merupakan perwujudan ibadah kepada Allah S. Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah merupakan perwujudan dari paradigma Islam. Ketentraman hidup tidak hanya sekedar dapat memenuhi kebutuhan hidup secara melimpah ruah di dunia. oleh karenanya harus dimanfaatkan sesuai dengan perintah Allah. hak milik. 24 . harta pada hakikatnya adalah milik Allah.dikembangkan Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah di banyak negara Islam termasuk di Indonesia. Dalam Islam. harus didasarkan pada Al-quran dan Hadist. Jadi harus ada keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan hidup di dunia dengan kebutuhan untuk akhirat. ada yang boleh dilakukan dan ada yang tidak boleh dilakukan atau dengan kata lain harus ada etika.T.T. orientasi kehidupan manusia menyangkut hakikat manusia. tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada. Islam diturunkan ke muka bumi ini dimaksudkan untuk mengatur hidup manusia guna mewujudkan ketentraman hidup dan kebahagiaan umat di dunia dan di akhirat sebagai nilai ekonomi tertinggi. tidak dibenarkan manusia bersifat sekuler yaitu. Semua kegiatan dan apapun yang dilakukan di muka bumi. makna hidup. tujuan penggunaan sumberdaya. Dalam Islam.

mempresentasikan bahwa manusia adalah khalifah atau wakil Allah di muka bumi ini dengan dianugerahi seperangkat potensi spiritual dan mental serta kelengkapan sumberdaya materi yang dapat digunakan untuk hidup dalam rangka menyebarkan misi hidupnya. Khilafah. Islam menekankan empat sifat sekaligus yaitu : 1. Tawhid. 2. Menyangkut sistem ekonomi menurut Islam ada tiga prinsip dasar. manusia diminta untuk menggunakan sumberdaya yang ada dalam rangka mengaktualisasikan kepen-tingan dirinya dan masyarakat sesuai dengan kemampuan mereka dalam rangka mengabdi kepada Sang Pencipta. 3. pemenuhan kebutuhan. dan manusia adalah kepercayaannya di bumi. Konsekuensi dari prinsip Khilafah dan ‘Adalah menuntut bahwa semua sumberdaya yang merupakan amanah dari Allah harus digunakan untuk merefleksikan tujuan syariah antara lain yaitu. karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah semata. Sistem ekonomi syariah berbeda dari 25 . Kebebasan (free will) 4 . Kesatuan (unity) 2. Prinsip ini merefleksikan bahwa penguasa dan pemilik tunggal atas jagad raya ini adalah Allah SWT. Perspektif Sistem Ekonomi Syariah Sitem ekonomi syariah adalah suatyu sistem ekonomi yang didasarkan pada Al Qur’an dan Hadist atau syariah Islam dalam menjalankan kegiatan ekonominya. menjadi landasan utama bagi setiap umat Muslim dalam menjalankan aktivitasnya termasuk aktivitas ekonomi. ‘Adalah. Ini berarti bahwa. Lebih dari seperlima ayat-ayat yang dimuat dalam Al-Qur’an. (keadilan) adalah merupakan bagian yang integral dengan tujuan syariah.Tanggungjawab (responsibility) Manusia sebagai wakil atau kalifah Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat individualistik. distribusi pendapatan dan kesejah-teraan yang merata serta stabilitas dan pertumbuhan. Allah SWT. yakni : 1. menghargai sumber pendapatan. dengan potensi yang dimiliki.2. Keseimbangan (equilibrium) 3.IV.

Buruh muda yang masih tinggal bersama orang tua dapat dibayar lebih rendah. Etika bisnis menurut ajaran Islam juga dapat digali langsung dari Al Qur’an dan Hadist Nabi. bahkan terhadap buruh yang dipekerjakannya. dan pengaturan oleh negara. tetapi juga tidak ada perusahaan yang tiba-tiba bangkrut atau dibangkrutkan. seperti di dunia kapitalis Barat. Karena etika dijadikan pedoman dalam kegiatan ekonomi. maupun Negara Kesejahteraan (Welfare State). Etika Bisnis Islam menjunjung tinggi semangat saling percaya. sedangkan yang sudah berkeluarga dan punya anak dapat dibayar lebih tinggi dibanding rekan-rekannya yang muda. karena etika Welfare State adalah sekuler yang tidak mengarahkan pada ”integrasi vertikal” antara aspirasi materi dan spiritual. Misalnya dalam perusahaan yang Islami gaji karyawan dapat diturunkan jika perusahaan benar-benar merugi dan karyawan juga mendapat bonus jika keuntungan perusahaan meningkat. 26 . dan keadilan. dan melarang penumpukan kekayaan.Kapitalisme. sedangkan antara pemilik perusahaan dan karyawan berkembang semangat kekeluargaan (brotherhood). tidak akan bersifat otoriter. kejujuran. Bedanya hanyalah bahwa dalam Islam etika benar-benar dijadikan pedoman perilaku ekonomi sedangkan dalam Welfare State tidak demikian. meskipun ada. maka pemilik modal selalu terlibat langsung dan bertanggung jawab terhadap jalannya perusahaan miliknya. Berbeda dari Kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin. Sosialisme. Perusahaan dalam sistem ekonomi syariah adalah perusahaan keluarga bukan Perseroan Terbatas yang pemegang sahamnya dapat menyerahkan pengelolaan perusahaan begitu saja pada Direktur atau manager yang digaji. Misalnya karena adanya larangan riba. maka dalam berbisnis juga menggunakan etika Islam. Akhirnya ajaran Ekonomi Kesejahteraan (Welfare State) yang berada di tengahtengah antara Kapitalisme dan Sosialisme memang lebih dekat ke ajaran Islam. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam Islam pemenuhan kebutuhan materil dan spiritual benar-benar dijaga keseimbangannya. Memang dalam sistem yang demikian tidak ada perusahaan yang menjadi sangat besar.

Mekanisme itu sebagai berikut: 1. papan dan sandang—bagi setiap individu. Jika ayah tidak mampu maka kewajiban beralih kepada ahli warisnya (QS 2: 233). dengan memandangnya sebagai individu yang hidup dalam masyarakat tertentu yang memiliki cara hidup yang khas. Politik Ekonomi Syariah Politik ekonomi adalah tujuan yang ingin dicapai oleh hukum-hukum yang mengatur berbagai urusan manusia. dan pemberian peluang kepada individu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelengkap menurut kemampuan-nya. 2. Islam menjamin hak hidup dan mewujudkan kemakmuran. Oleh karena itu. Jika tidak ada orang yang wajib menanggung nafkah mereka. syariah memberikan hukum-hukum yang menjadi mekanisme yang menjamin terwujudnya pemuasan seluruh kebutuhan pokok secara menyeluruh bagi setiap individu rakyat. Ketika Islam mensyariatkan hukum-hukum perekonomian bagi manusia. Politik ekonomi Islam tidak lain merupakan solusi bagi masalah-masalah mendasar bagi setiap individu dengan memandangnya sebagai manusia yang hidup sesuai dengan pola interaksi tertentu. Islam mewajibkan laki-laki yang mampu untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan pokok bagi dirinya dan orang yang wajib dia nafkahi (QS 67: 15). Dengan mekanisme ini. maka itu ditujukan untuk individu. Islam mewajibkan para ayah untuk menanggung nafkah. Islam telah memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan pokok—yaitu kebutuhan pangan. Islam mewajibkannya atas Baitul Mal. telah bersabda: 27 . perindividu. 3. serta memberikan peluang kepadanya untuk meningkatkan taraf hidupnya dan mewujudkan kemakmuran bagi dirinya di dalam cara hidup yang khas. Di samping itu.3. Islam telah mendorong umat untuk bekerjasama di antara mereka. Rasulullah saw.IV. Pada saat yang sama. Politik ekonomi Islam adalah jaminan pemenuhan seluruh kebutuhan pokok bagi setiap individu secara menyeluruh. Islam menetapkan hal itu direalisasikan di dalam masyarakat tertentu yang memiliki cara hidup yang khas.

Islam telah menetapkan hukum-hukum bagi masing-masing peruntukan harta itu yang menjamin harta tetap sebagai pelayan manusia untuk dimanfaatkan dan memberikan manfaat kepada orang lain. Hal itu untuk merealisasikan kemajuan ekonomi di negeri tersebut. 67: 15). seseorang boleh menabung mengumpulkan biaya untuk keperluannya. maka jaminan Allah dan Rasul-Nya telah terlepas dari mereka. Namun. yakni dengan membatasi sebab-sebab kepemilikan dan membatasi akad-akad dalam pertukaran kepemilikan.‫أَيُّما أَىم عسْ صة أَصْ بَح فِييم اِمسؤ جائِع فَقَد بَسئَت منيُم ذمةُ هللاِ ًزسٌُْ نِو‬ ٍ َ َ ُ ْ َ َ َ َّ ِ ْ ْ ِ ْ ِ ْ ٌ َ ٌ ُ ْ ْ ِ ْ َ ِ Siapapun penduduk negeri yang bangun pagi. Kemudian Islam mendorong individu itu bekerja dan menikmati kekayaan yang dia peroleh (QS 5: 88. Islam tidak ikut campur dalam teknik produksi harta. Adapun menabung hanya sekadar untuk menabung. Pandangan Islam Terhadap Harta Sesungguhnya harta adalah alat untuk tiga tujuan: tabungan (iddikhâr). Untuk itu. dan sirkulasi (tadâwul). Islam menetapkannya dengan sangat sederhana. sementara di tengah-tengah mereka terdapat orang yang kelaparan. untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok bagi tiap-tiap individu. menimbun dan menghimpunnya saja adalah haram (QS 9: 34). Mengenai hukum tabungan (iddikhâr). serta memberi peluang individu itu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelengkapnya. yaitu manusia menjadi hamba dan pelayan harta yang menimbulkan bahaya bagi diri sendiri dan orang lain. 28 . bukan sebaliknya. atas harta tabungan harus ditunaikan zakatnya setelah berlalu satu haul dan telah mencapai nishâb zakat. Islam tidak memperumit cara yang digunakan manusia untuk mendapatkan harta itu. Islam membiarkan manusia untuk berkreasi dalam hal cara dan sarana yang digunakan untuk memperoleh harta. belanja (infâq).

seperti hukum-hukum perseroan (syirkah).975 gram perak murni. penukaran uang (sharf). Ketiadaan lembaga ribawi ini memiliki tiga dimensi dalam menjamin kehidupan perekonomian yang aman :  Mengarahkan fokus masyarakat pada ekonomi produktif atau sektor riil. Adapun masalah sirkulasi (tadâwul). dan seterusnya. Pengharaman Riba Secara Keras Nash-nash syariah telah mengharamkan riba dengan sangat keras. Islam telah menetapkan hanya emas dan perak saja yang menjadi standar mata uang untuk mengukur barang dan jasa.Mengenai belanja (infâq). yang sunah. Islam juga menetapkan bahwa industri mengikuti hukum barang yang diproduksi. Islam menetapkan mana pembelanjaan yang wajib. Islam menjelaskan berbagai muamalah syar’i yang sah. makruh dan yang haram. Islam menetapkan standar untuk uang emas (dinar) dan perak (dirham): 1 dinar=4. mubah. sistem keuangan di negara Khilafah tidak mengenal bank dan lembaga kredit ribawi yang sudah masyhur di dalam Kapitalisme. Pandangan Islam Terhadap Uang Islam telah menentukan emas dan perak sebagai mata uang. Nash-nash itu bersifat qath’i ats-tsubût (pasti sumbernya) dan qath’i ad-dilâlah (pasti pengertiannya). Islam telah mengaturnya melalui dua aspek :   Islam menetapkan uang dan membatasinya dengan emas dan perak. Karena itu. jual-beli. perdagangan (tijârah). pertanian. mengairi kebun (musâqah). wakalah. Berdasarkan asas emas dan perak berlangsung semua bentuk muamalah. bukan yang lain. tidak menyisakan ruang bagi ijtihad atau penakwilan (QS 2: 275–279). akad sewa dan tenaga kerja (ijârah). 29 . pesanan (salam).25 gram emas murni dan 1 dirham=2.

termasuk yang disabdakan oleh Rasulullah saw. masjid. Dengan itu kehidupan kaum Muslim akan tetap aman. kokoh dan kuat terhadap krisis. Islam mendorong kaum Muslim untuk saling memberi utang di antara mereka. 2. Apa saja yang menjadi hajat hidup orang banyak seperti jalan. di antara tugas berbagai institusi (direktorat) di negara Khilafah adalah menyediakan kredit tanpa riba dalam sektor pertanian.: ‫اَ ْنمسهِمٌْ نَ شسكاء فِي ثَالَث: فِي انماء، ًانكألَِ، ًاننَّاز‬ ْ ٌ َ َ ُ ُ ْ ُ ِ َ ِ َْ َ ِ َْ ْ ٍ 30 . dsb. seperti sungai. Lebih dari itu. Selain itu. Negara adalah pihak yang melindungi dan menjaga ketiga jenis kepemilikan itu sesuai dengan hukum-hukum syariah. danau. Islam menetapkan kepemilikan dalam negara Khilafah ada tiga jenis: kepemilikan individu. dan menyisakan kelompok besar orang yang kehilangan harta mereka atau rekening mereka menguap.  Melindungi kaum Muslim dan ahl adz-dzimmah dari kerugian harta mereka karena riba. dan kepemilikan negara. kepemilikan umum. dalam kerangka program negara untuk mengembangkan perekonomian dan menjalankan berbagai kebijakannya untuk memerangi kemiskinan dengan menciptakan lapangan kerja dan menjamin produksi barang. Dengan menghalangi sistem riba dan mengharamkannya secara keras dan tegas. Kepemilikan umum mencakup : 1. Harta yang dari sisi pembentukannya tidak mungkin dimiliki secara individu. sebagaimana terlihat pada bank-bank kapitalis. Tidak akan memunculkan fenomena kebangkrutan. yaitu kepemilikan umum. dsb. laut. perdagangan dan industri. Distribusi dan Kepemilikan Harta Hukum-hukum distribusi harta dalam Islam mencakup sebuah pemahaman yang unik. Islam telah menutup celah-celah yang memungkinkan masuknya krisis keuangan.

Adapun kepemilikan negara ada pada harta yang hak pengelolaannya berada di tangan Khalifah sesuai dengan pandangan dan ijtihadnya. baik tambang dipermukaan maupun di dalam perut bumi. dalam bentuk zatnya dan atau dalam bentuk pelayanan kepada semua warga negara. cair maupun gas. Misal: untuk menciptakan keseimbangan finansial di tengah masyarakat sehingga harta itu tidak hanya beredar di tangan orang-orang kaya saja (QS 59: 7). kharâj serta harta orang yang tidak memiliki ahli waris dan semisalnya. Demikian pula industri gas yang digunakan sebagai bahan bakar dan industri batubara. Sementara itu. kepemilikan individu adalah harta yang pengelolaannya diserahkan kepada individu. 3. Negara Khilafah adalah pihak yang mengelola berbagai kekayaan itu baik dalam hal eksplorasi. dan transportasi. pada selain harta milik umum. 31 . setelah dikurangi biayabiaya. Tidak ada seorang pun yang boleh merampasnya. Khalifah boleh memberikan harta itu kepada orang miskin saja dan tidak memberikannya kepada orang kaya. baik yang berbentuk padat. Kepemilikan individu itu terlindungi. Semuanya merupakan kepemilikan umum. seperti harta fai’. Khalifah mengelola kepemilikan negara sesuai dengan pandangan dan ijtihadnya dalam berbagai urusan negara dan rakyat.“Kaum Muslim berserikat dalam tiga jenis harta: air. Negara Khilafah-lah yang menjamin hak setiap rakyat untuk menikmati haknya dalam kepemilikan umum tersebut. Barang tambang yang depositnya banyak dan tidak terputus. penjualan. Semua itu adalah kepemilikan umum. mesin. Hal itu seperti yang pernah dilakukan Rasulullah dalam pembagian fai’ Bani Nadhir. padang gembalaan dan api. dengan syarat syariah memang tidak menentukan arah pengelolaannya.” Termasuk dalam cakupan pengertian api adalah seluruh jenis energi yang digunakan sebagai bahan bakar bagi industri. Negara tidak boleh melanggarnya. maupun pendistribusiannya. Negara Khilafah mendistribusikan hasil bersihnya.

tetapi hanya untuk menaikkan harga jual.  Melarang sirkulasi saham karena perseroan terbatas (PT) dan sahamnya adalah batil (tidak sah). Nasionalisasi. jewawut. yaitu menaikkan tawaran bukan untuk membeli. merupakan bentuk perampasan dan merupakan dosa besar.termasuk negara sekalipun. Di antara hukum-hukum itu adalah :    Melarang penjualan barang yang belum dimiliki oleh penjual dan belum berada di bawah kuasanya seperti yang terjadi dalam bursa berjangka komoditas. Apalagi ada keharaman jual-beli utang dengan utang. gandum. kurma. tanpa bisa dibedakan antara harta yang halal dan yang haram. obligasi merupakan surat utang yang diinvestasikan dengan riba. Sebab. Melarang tanâjusy atau spekulasi. pasar jual beli harus diatur dengan hukum syariah yang menjamin tidak adanya konflik dan tidak adanya aktivitas memakan harta dengan jalan yang batil. Sirkulasi dan jual beli seluruh surat berharga ribawi juga dilarang. 32 . dan tanpa serah-terima langsung dan kesamaan jumlah dalam jual pada jenis yang sama. bursa juga menghalangi sirkulasi harta di sektor riil. yaitu penguasaan negara terhadap kepemilikan individu. Saham itu merupakan surat berharga yang mengandung campuran antara sejumlah modal yang halal dan keuntungan yang haram. Bursa dan pandangan Islam Terhadapnya Pasar modal dan bursa berjangka komoditas dalam sistem Kapitalisme berperan penting seperti riba dalam mengkonsentrasikan kekayaan pada tangan segelintir orang. dan mengubahnya menjadi per-ekonomian angka dan kertas (ekonomi non-riil). dalam satu akad yang batil dan muamalah yang batil. Melarang jual-beli enam jenis komoditas ribawi (emas dan perak [termasuk uang]. Lebih dari itu. Dalam pandangan Islam. Syariah Islam juga melarang sirkulasi dan jual-beli obligasi (bonds). dan garam) tanpa serah-terima secara langsung dalam jual-beli antar jenis yang berbeda.

maka nafkah mereka ini menjadi kewajiban negara. Pasar dalam Islam merupakan pasar yang bersih yang senantiasa memperhatikan hukum-hukum syariah dalam sirkulasi harta. pasar jual-beli dalam Islam merealisasikan perdagangan yang halal. Sebaliknya. bagi orang yang mampu. Mereka diberi hak yang sama sebagai rakyat dan warganegara.” 33 . bersabda: َ َ ٍ ََ ٌ ُ َ ‫مه اِستَعم ْهنَاهُ عهَى عمم فَسشقَنَاهُ زشقا ً فَما أَخر بَعد، فَيٌُ غهٌُْ ل‬ َ ٍْ ََ َ ْ ِ َ ْ ْ ْ َ “Siapa saja yang kami pekerjakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan dan telah kami tetapkan upahnya maka apa yang ia ambil selain itu adalah haram. negara berkewajiban memenuhi kebutuhan mereka dari harta Baitul Mal. Akuntabilitas Aparatur Negara atas Harta yang Mereka Miliki Secara Ilegal Sesungguhnya negara Khilafah tidak memberikan ruang sedikitpun kepada pejabat dan para pegawainya untuk memanfaatkan jabatan mereka secara ekonomi. Rasululah saw. begitu pula orang fakir yang mampu bekerja tetapi tidak menemukan pekerjaan. aman serta bebas dari krisis. Hukum-hukum ini mencakup pula kaum dzimmi yang tinggal di Dâr al-Islâm. Pengaturan Perekonomian oleh Negara Negara wajib menjamin penciptaan lapangan kerja bagi setiap warga negara. negara Khilafah akan menjalankan muhâsabah (akuntabilitas) kepada mereka sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw. gambling. konflik. Mereka berhak mendapatkan pemeliharaan berbagai urusan mereka dan jaminan kehidupan mereka sebagaimana yang dinikmati kaum Muslim. negara bertanggung jawab menciptakan lapangan kerja. Bagi orang yang tidak mampu. Orang miskin yang tidak mampu bekerja dan tidak memiliki kerabat yang wajib menafkahinya.Walhasil. Jadi. sementara ia tidak memiliki kerabat yang wajib menafkahinya. spekulasi. dan penipuan.

Lembaga-lembaga kontrol dalam Sistem Ekonomi Islam dapat diringkas sebagai berikut : 1. harta negara. Biro tersebut menangani kontrol terhadap pemungutan dan pembelanjaan agar setiap aliran harta terjadi pada tempatnya secara benar. Berbagai biro (diwân).Sesungguhnya para pegawai melaksanakan kewajiban dan tugas-tugas mereka pertama-tama karena dorongan ketakwaan. Itulah secara ringkas garis-garis besar politik ekonomi Islam itu. 34 . dan penipuan di pasar dan tempattempat umum serta memonitor berbagai pelanggaran lainnya. dan harta yang termasuk kepemilikan umum. Dengan pelaksanaan semua politik ekonomi Islam di atas. Kontrol dalam Sistem Ekonomi Syariah Lembaga-lembaga kontrol akan menjamin lurusnya sistem ekonomi menurut arahan yang telah dijelaskan dalam syariah. takaran. timbangan. adil. Kekuasaan al-Hisbah (wilâyah al-hisbah). Sesungguhnya penerapan sistem ini di dalam negara Khilafah tidak akan berubah dan berganti menurut perubahan pemikiran dan selera penguasa. yaitu berbagai alat untuk mengontrol dan mengaudit aliran harta di Baitul Mal yang terkait dengan harta zakat. Kekuasaan peradilan (wilâyah al-qadhâ’). dan bebas dari krisis. yang kadang muncul dalam muamalah keseharian masyarakat. Kemudian karena dorongan hukum-hukum syariah yang mewajibkan muhâsabah kepada mereka secara adil yang menjamin pemeliharaan harta umat dan menjamin tidak terjadinya penyalahgunaan harta tersebut. Al-Muhtasib (hakim hisbah) melakukan kontrol terhadap pasar. Peradilan menyelesaikan semua perselisihan. Sistem Ekonomi Islam ini benar-benar merupakan satu-satunya sistem yang mampu menjamin kehidupan ekonomi yang aman. termasuk kebijakan finansial dan ekonomi. Mazhâlim menangani pengaduan yang diajukan melawan penguasa jika mereka melakukan kezaliman terhadap rakyat dalam segala kebijakan di segala bidang. 3. 2. Kekuasaan Mazhalim (wilâyah al-mazhâlim). 4. termasuk perselisihan finansial dan ekonomi.

dan ras. agama. 35 .Jaminan itu diberikan serta akan dinikmati oleh seluruh rakyat dan warga negara meski mereka berbeda-beda bangsa.