P. 1
Sistem Ekonomi (makalah)

Sistem Ekonomi (makalah)

|Views: 825|Likes:
Published by Izal Matt

More info:

Published by: Izal Matt on May 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

PENDAHULUAN

Sistem ekonomi merupakan keseluruhan lembaga (pranata) yang hidup dalam suatu masyarakat yang dijadikan acuan oleh masyarakat tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sistem ekonomi untuk mengatasi beberapa persoalan, seperti; 1) barang apa yang seharusnya dihasilkan; 2) bagaimana cara menghasilkan barang itu; dan 3) untuk siapa barang tersebut dihasilkan atau bagaimana barang tersebut didistribusikan kepada masyarakat. Jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut akan menentukan sistem ekonomi sebuah negara. Pendekatan dalam sistem ekonomi ditentukan oleh kriteria hasil yang dicapai dalam perekonomian, mekanisme pengatur, bentuk hak milik, dan motivasi berekonomi. Kriteria hasil yang dicapai dalam perekonomian yang dikaitkan dengan berlakunya suatu sistem ekonomi tertentu di antaranya meliputi kelimpahan, pertumbuhan, stabilitas, keamanan, efisiensi, pemerataan dan keadilan, kemerdekaan ekonomi, kedaulatan ekonomi, dan perlindungan lingkungan. Di sisi lain, terdapat tiga mekanisme untuk melakukan koordinasi seperti itu yaitu tradisi, mekanisme pasar, dan komando. Sistem perekonomian negara-negara ditentukan juga pada basis kepemilikan tersebut, yaitu pada basis individual, kolektif (masyarakat), ataukah pemerintah (negara). Pemikiran neoklasik meletakkan alam sebagai bagian dari sistem ekonomi, yang diwujudkan dalam ikon internalisasi atau problem eksternalitas. Pengetahuan sosial (berbagai pandangan dan doktrin yang dihasilkan manusia: filosofi, agama, politik, dan seterusnya) merefleksikan sistem ekonomi masyarakat. Dengan begitu, berbagai lembaga politik merupakan superstruktur di atas fondasi (supra-struktur) sistem ekonomi. Model sistem perekonomian dapat dikategorikan menjadi dua model yaitu model perekonomian tertutup dan model perekonomian terbuka.

Ide paling dasar untuk mengerti dan menguasai sistem perekonomian di suatu masyarakat atau negara adalah mengelompokkan kegiatan perekonomian menurut
1

kepentingan pelaku-pelaku utama. Pelaku ekonomi utama terdiri dari produsen, konsumen, pemerintah (badan publik), dan lembaga keuangan. Dalam sektor pertanian, misalnya pelaku ekonominya adalah buruh tani, petani pemilik tanah, perantara (pengumpul), perusahaan (korporasi) pertanian, lembaga keuangan (bank dan nonbank), pemerintah, dan konsumen. Keterkaitan antarpelaku ekonomi dan bagaimana bentuk dan sifat hubungan antara mereka membentuk susunan tertentu (produksi, distribusi, dan konsumsi) yang menentukan sistem ekonomi yang berkembang suatu negara. Pola hubungan antarpelaku ekonomi dapat berupa pola hubungan yang emansipatoris (setara/setimbang) maupun sub-ordinatif (timpang). Pola emansipatoris cenderung bersifat saling memberdayakan, sedangkan pola hubungan sub-ordinatif cenderung bersifat eksploitatif atau bahkan predatoris. Implikasi pola hubungan ekonomi yang eksploitatif ini adalah struktur dan sistem ekonomi yang timpang, yang akhirnya memunculkan kemiskinan struktural seperti dialami petani miskin di perdesaan yang tidak lagi banyak menguasai aset dan faktor produksi (sumber ekonomi). Relevansi (perlunya) sistem ekonomi yang terbangun dalam suatu masyarakat atau negara adalah ia bisa menjadi sumber masalah ekonomi (kemiskinan sistemik), namun ia juga dapat dibangun untuk bisa memecahkan masalah-masalah tersebut secara mendasar melalui revolusi sistem perekonomian. Sistem ekonomi yang terbangun dalam suatu negara akan memunculkan tatanan sosial ekonomi yang menempatkan pelakupelaku ekonomi dalam struktur sosial-ekonomi tertentu. Struktur ekonomi yang umum digunakan adalah pemilahan ke dalam kelompok ekonomi atas (upper class), kelompok ekonomi menengah (middle class), dan kelompok ekonomi bawah (under class).

2

BAB I

EKONOMI KAPITALISME
I.1. Latar Belakang Motivasi teori modernisasi untuk merubah cara produksi masyarakat

berkembang sesungguhnya adalah usaha merubah cara produksi pra-kapitalis ke kapitalis, sebagaimana negara-negara maju sudah menerapkannya untuk ditiru. Selanjutnya dalam teori dependensi yang bertolak dari analisa Marxis, dapat diakatakan hanyalah mengangkat kritik terhadap kapitalisme dari skala pabrik (majikan dan buruh) ke tingkat antar negara (pusat dan pinggiran), dengan analisis utama yang sama yaitu eksploitasi. Demikian halnya dengan teori sistem dunia yang didasari teori dependensi, menganalisis persoalan kapitalisme dengan satuan analisis dunia sebagai hanya satu sistem, yaitu sistem ekonomi kapitalis Perkembangan kapitalisme pada negara terbelakang menjadi sebuah topik yang menarik untuk dikaji. Gejala kapitalisme dianggap sebagai sebuah solusi untuk melakukan pembangunan di negara terbelakang. Teori sistem dunia yang disampaikan oleh Wallerstein merupakan keberlanjutan pemikiran Frank dengan teori dependensinya. Pendapat Frank, Sweezy dan Wallerstein mengacu pada model yang dikenalkan oleh Adam Smith. Menurut Smith, pembangunan yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat memiliki kesamaan dengan pembangunan produktivitas tenaga kerja. Produktivitas tenaga kerja merupakan sebuah fungsi yang berhubungan dengan tingkat pembagian kerja. Konsep inilah yang kemudian memunculkan pembedaan mode produksi menjadi sektor pertanian dan manufaktur. Konsep ini kemudian semakin berkembang dengan munculnya pembedaan desa dan kota sebagai sebuah mode produksi yang berbeda Inti pemikiran Smith adalah bahwa proses produksi dan distribusi ini harus lepas dari campur tangan pemerintah dan perdagangan bebas. Proses ekonomi hanya akan berjalan melalui tangan-tangan tak kelihatan yang mengatur bagaimana produksi dan
3

Tangantangan yang tak kelihatan akan menunjukkan bagaimana semua bekerja secara adil. Lebih jauh. Secara tidak langsung teori ini memang mendukung pernyataan Smith yang memusatkan perhatian pada tatanan kelas. Kapitalisme sebagai suatu sistem ekonomi yang memungkinkan beberapa individu menguasai sumberdaya vital dan menggunakannnya untuk keuntungan maksimal. Ia tak boleh mendukung siapapun yang sedang menumpuk kekayaan pun yang tak lagi punya kekayaan. tenaga kerja. 4 . Kapitalisme pada awalnya berkembang bukan melalui eksploitasi tenaga kerja murah. Pandangan teori sistem dunia yang menganggap dunia sebagai sebuah kesatuan sistem ekonomi kapitalis mengharuskan negara pinggiran menjadi tergantung pada negara pusat. Kenyataan yang terjadi dalam proses kapitalisme telah menimbulkan dampak berupa pertumbuhan ekonomi yang terjadi karena arus pertukaran barang dan jasa serta spesialisasi tenaga kerja. karena tenaga kerja adalah faktor produksi yang paling mudah direkayasa dibandingkan modal dan tanah. karena ekonomi hanya bisa muncul dari perdagangan yang adil. namun juga meliputi sisi politik. Masuknya sistem ekonomi perdagangan telah menyebabkan petani subsisten menjadi petani komersil yang ternyata merupakan bentuk eksploitasi tenaga kerja secara tidak langsung. Biarkan para pengusaha. Maksimimalisasi keuntungan menyebabkan eksploitasi tenaga kerja murah. dalam wacana filsafat sosial misalnya. Kapitalisme masuk melalui sistem perdagangan yang tidak adil dimana negara terbelakang menjual barang mentah dengan harga relatif murah sehingga menyebabkan eksploitasi petani. maupun kultural. pedagang bekerja mencari keuntungan sendiri. Siapapun tak boleh mencampurinya. etika. Kerangka pertukaran barang dan jasa serta spesialisasi tenaga kerja ini terwujud dalam bentuk peningkatan produktivitas yang lebih dikenal dengan konsep maksimalisasi keuntungan dan kompetisi pasar. kapitalisme dipandang secara luas tak terbatas hanya aspek ekonomi. melainkan eksploitasi kepada kaum petani kecil.distribusi kekayaan ekonomi itu berjalan secara adil. pemerintah harus menjadi penonton tak berpihak. Karenanya. Tansfer surplus dari negara pinggiran menuju negara pusat melalui perdagangan dan ekspansi modal. Negara terbelakang merupakan penghasil barang mentah terutama dalam sektor pertanian. secara fair.

sedangkan tenaga kerja terampil dikuasai oleh negara pusat. Kapitalisme yang menjalar hingga negara terbelakang menjadikan struktur sosial di negara terbelakang juga berubah. karena kelas borjuis nasional sendiri merupakan bentukan dan alat kapitalisme negara maju. Kapitalisme telah menciptakan kelompok sosial borjuis di negara terbelakang yang juga menggunakan kapitalisme untuk meningkatkan keuntungan ekonomi mereka. Marx menyatakan bahwa negara terbelakang akan memerlukan dua tahap revolusi.Perkembangan selanjutnya telah melahirkan industri baru yang memerlukan spesialisasi tenaga kerja. Ekspansi kapitalisme melalui investasi modal dan teknologi tinggi pada negara pinggiran disebabkan oleh tersedianya tenaga kerja yang murah. Kapitalisme memunculkan kelas sosial baru di negara terbelakang yaitu kelas pemilik modal. Proses ini hanya akan melahirkan tenaga kerja kasar pada negara pinggiran. Gagasan Marx tentang tahapan revolusi ternyata runtuh. Kapitalisme yang menitikberatkan pada spesialisasi tenaga kerja dan teknologi tinggi membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan menguasai teknologi. sehingga sangat tidak mungkin mereka melakukan perjuangan kelas. Ketidakberdayaan tenaga kerja pada negara pinggiran merupakan keuntungan bagi negara pusat untuk melakukan eksploitasi. Asumsi ini runtuh karena kelas borjuis nasional ternyata tidak mampu lagi melaksanakan tugasnya sebagai pembebas kelas proletar dari eksploitasi kapitalisme. Berkembangnya ekonomi kapitalis ini didukung oleh sistem kekerabatan antara mereka. asumsi Wallerstein akan adanya perlawanan dari negara terbelakang sebagai kelas tertindas oleh negara pusat menjadi hal yang tidak mungkin terjadi. Revolusi borjuis dilakukan oleh kelas borjuis nasional untuk melawan penindasan oleh negara maju dan kemudian baru berlanjut pada revolusi sosialis oleh kelas proletar. Sebagai sebuah kesatuan ekonomi dunia. yaitu revolusi borjuis dan revolusi sosialis. 5 . Kelas borjuis di negara terbelakang juga dapat dengan mudah memanfaatkan dukungan politik dari pemerintah. Keadaan ini sangat sulit terwujud pada negara pinggiran.

dari hubungan antar negara. 6 . telah merambah jauh jauh menjadi dibolehkannya pemilikan barang sebanyak-banyaknya. tapi juga struktur masyarakat dan bentuk negara. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara. liberalisasi. bersama-sama juga mengembangkan individualisme. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. menyalurkan barang dan lain sebagainya. Upaya untuk memerangi kapitalisme bukan dengan sistem ekonomi sosialis namun dengan kemandirian ekonomi atau swasembada. dan pasar bebas. tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan.Dari uraian di atas terlihat bahwa kapitalisme yang pada awalnya hanyalah perubahan cara produksi dari produksi untuk dipakai ke produksi untuk dijual. Sehingga itulah. namun bahkan memasuki segala aspek kehidupan dan pranata dalam kehidupan masyarakat. kita mengenal tidak hanya perusahaan-perusahaan kapitalis. I. Perspektif Sistem Ekonomi Kapitalisme Ekonomi kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi bar ang.2. komersialisme. Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. menjual barang. bahkan sampai ke tingkat antar individu. Kapitalisme tidak hanya merubah cara-cara produksi atau sistem ekonomi saja.

Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya. yang selalu mengejar kepentingan sendiri. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.Ciri-ciri Ekonomi Kapitalisme :  Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi dimana Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu dan Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme). Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus. Pengawasan politik dan sosial minimal. Paham individualisme didasarkan materialisme. Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien. 7 . karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil. Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba. karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).  Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar dimana Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga. Kebaikan Sistem Ekonomi Kapitalisme :    Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barangbarang. Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalisme :   Tidak ada persaingan sempurna. “The Invisible Hand” yang mengatur  perekonomian menjadi efisien.

khususnya karena sistem moneter yang hanya menguntungkan Barat melalui hegemoni mata uang kertas dan sistem ribawi. Teori ekonomi kapitalisme tidak mampu mengentaskan masalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Menuliskan bahwa ahli ekonomi terjebak pada ideologi kapitalisme yang mekanistik yang ternyata tidak memiliki kekuatan dalam membantu dan mengatasi resesi ekonomi yang melanda dunia. Runtuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme Dengan kegagalan kapitalisme membangun kesejahteran umat manusia di muka bumi. Critovan Buarque. Mekanisme pasar yang merupakan bentuk dari sistem yang diterapkan kapitalis cenderung pada pemusatan kekayaan pada kelompok orang tertentu. dan sebagainya. Umar Ibrahim Vadillo. maka isu kematian ilmu ekonomi semakin meluas di kalangan para cendikiawan dunia. sehingga ada dikotomi antara individu. paradigmanya tidak mengacu kepada kepentingan masyarakat secara menyeluruh. Banyak pakar yang secara khusus menulis buku tentang The Death of Economics tersebut. Pertama. Ketiga.Perkembangan bisnis sangat dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang berlaku. Kapitalisme justru telah melakukan ”perampokan” terhadap kekayaan negara-negara berkembang melalui sistem moneter fiat money yang sesungguhnya adalah riba. adanya perkembangan penelitian. Kecenderungan bisnis dalam kapitalisme dewasa ini adalah: adanya spesialisasi. muncul pula Umar Vadillo dari Scotlandia yang menulis buku. Paul Omerod dalam buku The Death of Economics (1994). adanya perusahaan berskala besar. teori ekonomi Barat (kapitalisme) telah menimbulkan ketidakadilan ekonomi yang sangat dalam.3. I. ”The Ends of Economics” yang mengkritik secara tajam ketidakadilan sistem moneter kapitalisme. Kedua. antara lain Paul Omerod. Mirip dengan buku Omerod. 8 . bahwa teori ekonomi telah mati karena beberapa alasan. Dari berbagai analisa para ekonom dapat disimpulkan. adanya produksi massa.

“Can Capitalism Survive”?. Sementara itu perkembangan terakhir menunjukkan bahwa kesenjangan antara negaranegara berpendapatan tinggi dan negara-negara berpendapatan rendah. Dalam konteks ini ia mempertanyakan. Selanjutnya ia mengatakan. Stigliz adalah Chairman Tim Penasehat Ekonomi President Bill Clinton.Stigliz.1992). Teori ekonominya tidak mampu menyelaraskan hubungana antara negara-negara di dunia. 9 . bukan sebaliknya seperti yang selama ini didengungkan barat bahwa globalisasi itu mendatangkan manfaat. Kesimpulan ini begitu jelas apabila pembahasan teori ekonomi dihubungkan dengan pembangunan di negara-negara berkembang. Kelima.. (Dapatkah kapitalisme bertahan ?. Chief Ekonomi Bank Dunia dan Guru Besar Universitas Columbia. tetap menjadi indikasi bahwa globalisasi belum menunjukkan kinerja yang menguntungkan bagi negara miskin. Akibat globalisasi ternyata pendapatan masyarakat juga tidak meningkat di berbagai belahan dunia. Stigliz mengungkapkan bahwa IMF gagal dalam misinya menciptakan stabilitas ekonomi yang stabil. privatisasi sebagaimana formula IMF selama ini menimbulkan ketidakstabilan ekonomi negara sedang berkembang. Penerapan pasar terbuka. (The World Bank. saya tidak berfikir bahwa kapitalisme dapat bertahan). Ia menyatakan.Kapitalisme akan pudar/mati dengan terhentinya tanggung jawabnya untuk kesejahteraan (Heilbroner. Tidak.masyarakat dan negara. ia mengupas dampak globalisasi dan peranan IMF (agen utama kapitalisme) dalam mengatasi krisis ekonomi global maupun lokal. ” Capitalism would fade away with a resign shrug of the shoulders”. terlalaikannya pelestarian sumber daya alam. Alasan-alasan inilah yang oleh Mahbub al-Haq (1970) dianggap sebagai dosa-dosa para perencana pembangunan kapitalis. pasar bebas. Sejalan dengan Omerod dan Vadillo. pemegang hadiah Nobel ekonomi pada tahun 2001. globalisasi tidak banyak membantu negara miskin. Dalam bukunya “Globalization and Descontents. Karena kegagalan kapitalisme itulah. terutama antara negara-negara maju dan negara berkembang. Joseph Schumpeter meragukan kapitalisme. belakangan ini muncul lagi ilmuwan ekonomi terkemuka bernama E. I do not think it can. 2002). Keempat. No. maka sejak awal.

ekonom dari universitas Brazil dalam buknya. 10 . Yang terjadi justru sebaliknya. ”The Future of Economics : An Islamic Perspective (2000). Critovan Buarque. Titik balik peradaban versi Fritjop Chapra sangat sesuai dengan pemikiran Kuryid Ahmad ketika memberi pengantar buku Umar Chapra. The Turning Point. ”The Moral Dimension : Toward a New Economics”(1988). mengungkapkan bahwa ekonomi konvensional (kapitalisme) yang berlandaskan sistem ribawi. The Challenge and The Vision (1999).Sejalan dengan pandangan para ekonom di atas. yakni berkaitan dengan runtuhnya solidaritas sosial dan keluarga. Paradigma ekonomi kapitalis tersebut telah menimbulkan efek negatif bagi pembangunan ekonomi dunia. memiliki kelemahan dan kekeliruan yang besar dalam sejumlah premisnya. Society and The Rising Culture (1999) dan Ervin Laszio dalam buku 3rd Millenium. yang mengharuskan perubahan paradigma ekonomi. demikian pula antara sesama anggota masyarakat di dalam suatu negeri. yang disebut Fukuyama sebagai ”Kekacauan Dahsyat” dalam bukunya yang paling monumental. “The End of Order”. terutama rasionalitas ekonomi yang telah mengabaikan moral. tidak ada jalan lain kecuali mengubah paradigma dan visi. Science. dalam arti membangun dan mengembangkan sistem ekonomi yang memiliki nilai dan norma yang bisa dipertanggungjawabkan. Kelemahan itulah menyebabkan ekonomi (konvensional) tidak berhasil menciptakan keadilan ekonomi dan kesejahteraan bagi umat manusia. melontarkan sebuah gugatan terhadap paradigma ekonomi kapitalis yang mengabaikan nilai-nilai etika dan sosial. yakni kebutuhan akan paradigm shift (pergeseran paradigma) dalam ekonomi. Lebih lanjut mereka menegaskan bahwa untuk memperbaiki keadaan ini. “The End of Economics” Ethics and the Disorder of Progress (1993). Sejalan dengan pandangan para ilmuwan di atas. ketimpangan yang semakin tajam antara negara-negara dan masyarakat yang miskin dengan negara-negara dan masyarakat yang kaya.(1997). yaitu melakukan satu titik balik peradaban. pakar ekonomi Fritjop Chapra dalam bukunya. Hal yang sama juga ditulis oleh Amitai Etzioni dalam buku.

karena paradigmanya tetap didasarkan pada filsafat materialisme dan sistem ekonomi ribawi. 11 . ada upaya untuk mewujudkan keadilan sosial. telah menjadi contoh yang mempresentasikan kegagalan teori keadilan versi Barat. State and Utopia” (1974).Meskipun di Barat. namun upaya itu gagal. Kemandulan yang dihasilkan elaborasi teori dan praktek Filsuf Sosial Amerika. John Rawis dalam buku “The Theory of Justice” (1971) yang ditanggapi oleh Robert Nozik dalam bukunya “Anarchy.

yang cateris paribus.2. yang menggambarkan pendukungan kebebasan individu. Smith tidak pernah menggunakan paham tersebut. Mula-mula ditemukan pada suatu tradisi penerangan atau keringanan yang bersifat membatasi batas-batas dari kekuasaan dan tenaga politis. mempunyai kaitannya dengan “kebebasan alami” yang dipahami oleh tokoh-tokoh ekonomi liberal klasik tersebut. Perspektif Sistem Ekonomi Liberalisme Ekonomi liberalisme adalah sebuah sistem dimana adanya kebebasam baik untuk produsen maupun konsumen untuk berusaha yang didalamnya tidak ada campur tangan 12 .BAB II EKONOMI LIBERALISME II. Garis berpaham ekonomi liberal telah pernah dipraktikan oleh sekolah-sekolah di Austria dengan berupa demokrasi di masyarakat yang terbuka. Seperti halnya di Amerika Serikat. II. Paham liberali kebanyakan digunakan oleh negara-negara di benua Eropa dan Amerika. atau dengan kata lain. menyajikan suatu benda dengan batas minimum dapat diminati dan disukai oleh masyarakat (konsumen). paham liberal dikenali dengan sebutan mild leftism estabilished.1. Konsep dari ekonomi liberal ialah bergerak kearah suatu sistem ekonomi pasar bebas dan sistem berpaham perdagangan bebas. Meskipun demikian. Latar Belakang Teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu liberal klasik seperti Adam Smith atau French Physiocrats.Teori itu juga bersifat membebaskan individu untuk bertindak sesuka hati sesuai kepentingan dirinya sendiri dan membiarkan semua individu untuk melakukan pekerjaan tanpa pembatasan yang nantinya dituntut untuk menghasilkan suatu hasil yang terbaik.

Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi. Dalam isitem ekonomi ini ada beberapa asumsi yang harus di penuhi agar sistem ini dapat berjalan seimbang.Umumnya sistem ekonomi seperti ini di anut oleh Negara-negara yang berada di kawasan barat (Amerika dan Eropa) seperti yang paling terkenal adalah negara adi daya Amerika Serikat yang belakangan terkena krisis keuangan. Asumsi –asumsi itu sebagai berikut : 1. Peluang berusaha sangat luas. 2. Informasi untuk berusaha sangat terbuka artinya tidak ada yang di tutup-tutupi jadi semua produsen maupun konsumen mengetahui tentang apa-apa yang tgerjadi dalam pasar Dalam sistem ini dikenal dengan adanya pasar bebas atau yang paling terkenal adalah pasar persaingan sempurnanya.pemerintah untuk mempengaruhi mekanisme pasar. tetapi di balik itu semua ternyata ada suatau kelemahan yang paling mendasar yaitu tentang persaingan itu sendiri dimana dalam sistem perekonomian liberal ini adanya persaingan bebas yang cenderung mengarah pada pembunuhan usaha apabila tidak bisa bersaing. jadi semua mekanisme pengatusran harga diserahkan ke pasar (tergantung mekanisme supply dan demand). 3. maka dari itu asumsi-asumsi di atas angat perlu di penuhi agar teciptanya suatu prekonomian yang stabil. Jumlah pengusaha banyak. Namun pada kenyataannya asumsi-asumsi itu tidak terpenuhi sehingga banyak menimbulkan kasenjangankesenjangan diantara masyarakat. 13 . Ciri-ciri ekonomi liberalisme :   Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu. Kalau dilihat sepintas sistem perekonomian ini sangat sempurna untuk di terapkan dalam suatu Negara kjarena sudah ada contoh yang jelas dari Negara-negara barat yang ttelah jelas berhasil dan maju dalam hal perekonomiannya.

karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah. yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.  etiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi. yang miskin semakin miskin. Masyarakat terbagi menjadi dua golongan. Kebaikan sistem ekonomi liberalisme :  Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi. Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi. Banyak terjadinya monopoli masyarakat. Kelemahan sistem ekonomi liberalisme :     Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya korup. Masyarakat yang kaya semakin kaya. Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi. yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh). Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi. karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.      Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.  Efisiensi dan efektivitas tinggi.  Pemerataan pendapatan sulit dilakukan. karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan. Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu. karena persaingan bebas tersebut 14 . terutama dalam mencari keuntungan.   Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat. Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar. Timbul persaingan dalam masyarakat.

Cili. Grenada. Brazil. Ekuador. hal tersebut disepakati pada dekade pertama abad ke-20 yang tujuannya menuju keberhasilan suatu hegemoni para politis dalam negeri. Penerapan Sistem Ekonomi Liberalisme Amerika Negara-negara yang menganut paham liberal di benua Amerika adalah Amerika Serikat. Uruguay dan Venezuela.II.3. Republik Dominika. Roosevelt merancang Perserikatan Bangsa-bangsa 15 . Argentina. Bahamas. menawarkan bangsa itu menuju ke suatu kesuksesan baru dengan cara membangun institusi kolaboratif yang berpendukungan orang-orang Amerika sendiri dan berjanji akan menarik AS keluar dari tekanan yang besar tersebut. Bolivia. Nikaragua. Presiden Franklin Roosevelt yang pada saat itu adalah seorang yang berpaham liberal self-proclaimed.Tapi. Kanada. kesuksesan tersebut mulai merosot dan menghilang pada sekitar tahun1970-an. Sekarang para politis di AS mengakui. Sekarang ini. Kolombia. kurang lebih liberalisme juga danut oleh negara Aruba. Amerika Serikat Paham liberal di Amerika Serikat (AS) disebut liberalisme modern atau liberalisme baru. Kosta Rika. Untuk mengantisipasi akhir Perang Dunia II. Peru. Liberalisme AS mulai bangkit pada awal abad ke-20 sebagai suatu alternatif ke politik nyata yang merupakan interaksi internasional yang dominan pada waktu itu. Paraguay. Tetapi mereka menolak ekonomi yang bersifat laissez faire atau liberalisme klasik yang menuju ke pemerintahan interventionism yang berupa penyatuan persamaan sosial dan ekonomi. Umumnya. Puerto Rico dan Suriname. Panama. Greenland. bahwa paham liberalisme klasik ada kaitannya dengan kebebasan individu yang bersifat luas. Meksiko. Pada saat itu konsensus liberal telah dihadapkan suatu death-blow atau yang berupa robohnya pemerintahan Bretton Woods System yang dikarenakan kemenangan Ronald Reagan dalam pemilihan presiden tahun 1980. Honduras. Cuba. yang menjadikan liberalisme suatu arus kuat dalam politik AS pada tahun tersebut.

mereka tidak bisa memilih AS dengan pahamnya tersebut. liberalisme di AS telah dihubungkan dengan liberalisme modern. Eropa membuat suatu paham yang berterminologi politis (termasuk “sosialisme” dan ” demokrasi sosial”).(PBB) sebagai suatu alat berupa harapan akan kerja sama timbal balik daripada membuat ancaman dan penggunaan kekuatan perang untuk memecahkan permasalahan politis internasional tersebut. Tapi. 16 . Sebenarnya. Liberalisme di Eropa mempunyai suatu tradisi yang kuat. pengganti paham ideologi liberalisme klasik. Roosevelt juga menggunakan badan tersebut (PBB) untuk memasukan orang-orang Afrika yang tinggal di Amerika ke dalam militer AS serta membuat badan pendukungan hak dan kebenaran para wanita-wanita. Eropa Sebagai aksi dan reaksi penentangan komunisme. Di negara-negara Eropa. sebagai penekanan atas kebebasan individu yang selanjutnya dilanjutkan oleh Presiden John F Kennedy dengan pembangunan Patung Liberty (1964) sebagai simbol kebebasan individu untuk hidup. Karena sejak Perang Dunia II. perlindungan yang lemah dari agresi oleh yang kuat. kaum liberal cenderung menyebut diri mereka sendiri sebagai kaum liberal. Suatu paham liberal di AS itu mungkin seperti institusi dan prosedur politis yang mendorong kebebasan ekonomi. dan kebebasan dari norma-norma sosial bersifat membatasi. Tapi beberapa tahun kemudian barulah Eropa menyadari bahwa liberalisme yang dianut oleh AS. sebagaimana yang ditekankan oleh Wilson dan Roosevelt adalah dengan menekankan kerja sama serta kolaborasi timbal balik dan usaha individu. bukan dengan membuat ancaman dan pemaksaan sebagai untuk pemecahan permasalahan politis baik didalam maupun luar. atau sebagai radical centrists yang democratic. liberalisme yang dianut oleh AS. Hal itu mendorong Eropa ke suatu kebebasan individu tersendiri yang akhirnya memperbaiki keadaan ekonomi mereka tersendiri. sepertinya dianut oleh Presiden AS saat ini. George W Bush. dikarenakan pada saat itu Eropa belum begitu mengenal liberalisme yang dianut oleh AS.

Netherlands. Rusia. Polandia. liberalisme hanya dianut oleh mereka yang tinggal di Mesir. Asia Negara-negara yang menganut paham liberal di Asia antara lain adalah India. Saat ini banyak negara-negara di Asia yang mulai berpaham liberal. Korea Selatan. Mantol Verde. Austria. Norwegia. Romania. Finlandia. Gambia. Afrika Sistem ekonomi liberal terbilang masih baru di Afrika. Denmark. Yunani. Iran. Jepang. Belgia. Bosnia-Herzegovina. Senegal dan Afrika Selatan. Irlandia dan San Marino. Tunisia. Macedonia. Malawi. Kenya. Kepulanan Oceania Negara yang menganut paham liberal di kepulauan Oceania adalah Australia dan Selandia Baru. Filipina. Côte D’Ivoire. Taiwan. Maroko. Belarusia. Hong Kong. Sekarang ini. Switzerland. Angola. Italia. Jerman. Benin. Israel. Cyprus. Estonia. Perancis. Zambia dan Zimbabwe. Armenia. Ghana. Mozambik.Negara-negara penganut paham liberal yakni diantaranya adalah Albania. Ukraina dan United Kingdom. Thailand dan Turki. Seychelles. Portugal. Slovenia. Malaysia dan Singapura. Swedia. Kroasia. Hungaria. Serbia Montenegro. Bulgaria. Spanyol. Latvia. kurang lebih liberalisme sudah dipahami oleh negara Aljazair. antara lain adalah Myanmar. Negara penganut paham liberal lainnya adalah Andorra. Slovakia. Moldova. Republik Cekoslovakia. 17 . Equatorial Guinea. Kamboja. Luxembourg. Tanzania. Georgia. Pada dasarnya. Islandia. Burkina Faso. Kepulauan Faroe. Lithuania.

Lama-kelamaan semua bidang produksi maupun pelayanan dijalankan secara kapitalistik.BAB III EKONOMI SOSIALISME III. Sistem penindasan dan borjuasi itu terlihat dengan pemerasan tenaga para buruh di pabrikpabrik mereka. para pemilik modal yang jumlahnya sedikit dan modalnya amat besar. Dan itu berarti bahwa hanya usaha-usaha besar yang dapat survive. Mereka ganti melakukan borjuasi baru seperti yang dilakukan oleh seniornya. bukan berarti sebuah masalah selesai. gerakan revolusi mereka ternyata hanya ditunggangi oleh kaum borjuis untuk memperjuangkan kepentingan mereka sendiri. bahwa dengan berkaca pada evolusi Perancis.1. Artinya. Dari sinilah akhirnya kaum buruh Eropa sadar. keterasingan seseorang dari apa yang telah dibuat oleh tangannya sendiri. Budaya penindasan yang awalnya didominasi oleh kaum feodal kini tergantikan oleh kaum kapital. dan kelas buruh yang jumlahnya banyak dan tak punya apa-apa. biaya produksi perlu ditekan serendah mungkin sehingga hasilnya dapat dijual semurah mungkin dan dengan demikian menang terhadap hasil produksi saingan. Toko-toko dan perusahaan-perusahaan kecil tidak dapat menyaingi efisiensi kerja usaha-usaha besar. Yang akhirnya tinggal dua kelas sosial saja. kaum feodal. Hukum persaingan menuntut adanya peningkatan produktivitas secara terus-menerus. lambat-laun semua bentuk usaha yang diarahkan secara tidak murni ke keuntungan akan kalah. 18 . kaum borjuis ini segera menunjukkan taring dan kuku-kuku tajamnya. penghisapan manusia atas manusia lain yang menyebabkan alienasi. Latar Belakang Sosialisme muncul karena adanya eksploitasi kelas-kelas atas terhadap kelaskelas bawah. Namun di sinilah justru muncul problematika baru. Dengan demikian. Setelah kekuasaan berada di tangannya. Ketika sistem feodal tergantikan oleh sistem kapital.

akan eksploitasi yang mereka derita. Perspektif Sistem Ekonomi Sosoialisme Ekonomi sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan 19 . akan kesamaan situasi mereka sebagai kelas proletariat. Dengan bantuan teknologi itu. Teknologi baru yang ditemukan itu. Dengan demikian perjuangan proletarian semakin efektif. kaum kapitalis yang memproduksi kelas proletar yang akan menghancurkan kapitalis sendiri. Menurut Marx. kemudian kaum buruh mengorganisasikan diri dalam serikat-serikat buruh. Hadirnya teknologi ini menajdikan para kapitalis bebas melakukan tawar menawar kepada buruh.Kondisi pekerja amat memprihatinkan. Kelas buruh menjadi semakin sadar akan situasinya. pada akhirnya. Marx mengutuk para penulis liberal yang memfokuskan dirinya untuk usaha propaganda menangkal ateisme. Fenomena penindasan terhadap kaum buruh oleh kaum borjuis inilah yang menegaskan Marx sebagai orang sosialis. Mereka berhadapan dengan kaum kapitalis. Marx berpendapat bahwa tenaga atau pikiran harus ditujukan pada hal-hal yang konkrit. Sebagai seorang penulis handal. III. tetapi justru memerangkap kehidupan kaum buruh ke dalam peniondasan yang lebih kejam. yakni ledakan revolusioner oleh kaum proletar yang tak dapat dihindari.2. yang berkaitan erat dengan kondisi berat para buruh. Hal ini ditunjukkan oleh sikap dan kritikkritiknya terhadap kaum borjuis dan kecamannya terhadap para tokoh atau pemikir yang cenderung idealisme atau religius. mereka mampu menggerakkan pabriknya tanpa memerlukan tenaga manusia yang banyak.sebab. Solidaritas antara mereka semakin besar. bukannya meningkatkan kesejahteraan kaum buruh. Pemandangan yang tak manusiawi ini merupakan kondisi sehari-hari di tengah masyarakat Eropa waktu itu. penemuan teknologi ini akhirnya dijadikan oleh kaum borjuis untuk menekan para buruh. sementara upah buruh sangat rendah.

ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. pemerintah sangat berperan untuk menentukan jalannya perekonomian. Ciri-ciri ekonomi sosialisme :  Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme). pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air. atau umum dikenal sebagai perencanaan terpusat atau centralized planning sehingga hak milik dan inisiatif ekonomis individu kurang mendapat tempat yang layak. Di samping itu. Di samping itu negara harus melaksanakan kebijakan politik yang melindungi dan menguntungkan kaum pekerja. Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial. Kebaikan sistem ekonomi sosoialisme :   Negara atau pemerintah dapat menentukan arah perekonomiannya secara keseluruhan. Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis. Negara harus membuat undang-undang untuk melindungi kepemilikan bersama seluruh masyarakat atas alat-alat produksi. negara adalah pelayan rakyat. listrik. 20 . telekomunikasi. Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan. Perencanaan makroekonomi yang bisa mengatur tingkat konsumsi dan investasi serta pengadaan barang-barang kolektif (barang publik) dan barang-barang konsumen akan lebih mudah dirumuskan dan diawasi. Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme. gas lng. sedang individu-individu fiksi belaka. dan lain sebagainya.  Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi. Dalam Sistem Ekonomi Sosialis. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.  Peran pemerintah sangat kuat. Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme.

III. Dua pemikir utama kelompok ini adalah Walter Eucken dan Andreas Muller-Armack. Konsep ekonomi pasar liberal memiliki tiga elemen prinsip yang utama: 1. Dalam pemikiran ini aspek yang diperhatikan bukan hanya persoalan ekonomi semata.  Pengawasan harga dan penerapannya sebagai alat atau instrumen untuk menentukan keputusan-keputusan ekonomi dari para konsumen dan produsen ternyata lebih cenderung mengakibatkan inefisiensi. namun juga persoalan kebebasan dan keadilan sosial. Sistem Ekonomi Sosialis-Pasar Konsepsi teori ekonomi pasar sosial mengacu pada pemikiran liberal klasik dengan sedikit perubahan. Prinsip Solidaritas: Mengacu pada ide setiap individu manusia terlekat dengan masyarakat yang saling tergantung sama lain dengan tujuan menghapus ketidakadilan. yang menamainya Ekonomi Pasar Sosial.3. 2. Pemikiran ini dibangun sejak tahun 1940-an. Kelemahan sistem ekonomi sosialisme :  kecenderungan inefisiensi yang sangat besar atas pelaksanaan fungsi alokasi. terutama melalui aliran pemikiran kelompok Freiburg. Model perencanaan sentralistik menekankan pentingnya pengetahuan mengenai faktor-faktor teknologi atas pengelolaan perekonomian secara keseluruhan sesuai dengan tujuan atau kehendak lembaga perencana pusat. 21 . baik dalam konsumsi maupun dalam produksi. Prinsip Individualitas: yang bertujuan pada ideal liberal bagi kebebasan individu. terutama alokasi terhadap aneka barang atau produk konsumen dan alokasi permodalan. Menurut Muller-Armack tanggung jawab memerlukan kebebasan sebagai kondisi yang penting bagi seseorang/individu untuk memilih tanggung-jawab di antara pilihan yang berbeda.

Semua model sosialisme pasar mengasumsikan keberadaan suatu lembaga koordinasi namun ruang lingkup kerjanya dan pengaruh atau kekuatannya tidak sama pada suatu model dibandingkan dengan yang diuraikan dalam model-model lainnya. Selain ini kekuatan permintaan dan penawaran ia juga didorong oleh konsep moral yang kuat. yang berarti apa yang mampu dilakukan oleh individu harus dilakukan oleh individu dan bukan oleh negara. Oleh karena lembaga tersebut diserahi tanggung jawab untuk menciptakan aplikasi yang efisien maka operasinya sukar dibatasi mengingat tanggung jawab seberat itu harus diimbang dengan wewenang yang sangat luas. Tujuan lain yang ingin dicapai oleh ekonomi pasar sosial adalah menciptakan dan membangun tatanan ekonomi yang dapat diterima oleh berbagai ideologi sehingga berbagai kekuatan di dalam masyarakat dapat terfokus pada tugas bersama menjamin kondisi kehidupan dasar dan membangun kembali perekonomian. Inilah sebabnya kita dapat melihat bahwa ekonomi pasar sosial merupakan kompromi pada masa-masa awal pemerintahan Federal Republik Jerman. 22 . Aturan tersebut harus memberikan jaminan hak individu dan menempatkannya sebagai prioritas utama. Prinsip Subsidiaritas: yang berarti sebuah tugas institusional yang bertujuan menajamkan hubungan antara individualitas dan solidaritas.3.

yaitu sistem ekonomi Syariah yang telah berhasil membawa umat muslim pada zaman Rasulullah meningkatkan perekonomian di Zazirah Arab. karena banyak negara miskin bertambah miskin dan negara kaya yang jumlahnya relatif sedikit semakin kaya. Bahkan menurut Joseph E.1. Stiglitz (2006) kegagalan ekonomi Amerika dekade 90-an karena keserakahan kapitalisme ini. Karena kelemahannya atau kekurangannya lebih menonjol daripada kebaikan itulah yang menyebabkan muncul pemikiran baru tentang sistem ekonomi terutama dikalangan negara-negara muslim atau negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yaitu sistem ekonomi syariah. Ketidakberhasilan secara penuh dari sistem-sistem ekonomi yang ada disebabkan karena masing-masing sistem ekonomi mempunyai kelemahan atau kekurangan yang lebih besar dibandingkan dengan kelebihan masing-masing. Dengan hancurnya komunisme dan sistem ekonomi sosialis pada awal tahun 90an membuat sistem kapitalisme disanjung sebagai satu-satunya sistem ekonomi yang sahih. saat ini sedang 23 . Kelemahan atau kekurangan dari masing-masing sistem ekonomi tersebut lebih menonjol ketimbang kelebihannya.BAB IV EKONOMI SYARIAH IV. Dari pemikiran yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist tersebut. liberalismedan dan sosialisme merupakan sistem ekonomi yang berkembang berdasarkan pemikiran barat. Selain itu. Negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim mencoba untuk mewujudkan suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist. tidak ada diantara sistem ekonomi yang ada secara penuh berhasil diterapkan dalam perekonomian di banyak negara. Dengan kata lain. Sistem ekonomi sosialis atau komando hancur dengan bubarnya Uni Soviet. sistem ekonomi kapitalis membawa akibat negatif dan lebih buruk. Latar Belakang Sistem ekonomi kapitalisme. kapitalis gagal meningkatkan harkat hidup orang banyak terutama di negara-negara berkembang. Tetapi ternyata.

Dalam Islam. tetapi juga dapat memenuhi ketentraman jiwa sebagai bekal di akhirat nanti. 24 . harus didasarkan pada Al-quran dan Hadist. Menurut Islam. makna hidup. Jadi harus ada keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan hidup di dunia dengan kebutuhan untuk akhirat. Islam diturunkan ke muka bumi ini dimaksudkan untuk mengatur hidup manusia guna mewujudkan ketentraman hidup dan kebahagiaan umat di dunia dan di akhirat sebagai nilai ekonomi tertinggi. dan harta yang dimiliki oleh manusia sesungguhnya merupakan pemberian Allah. tidak dibenarkan manusia bersifat sekuler yaitu. Kegiatan ekonomi dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat adalah merupakan ibadah kepada Allah S.T. Ketentraman hidup tidak hanya sekedar dapat memenuhi kebutuhan hidup secara melimpah ruah di dunia. Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah merupakan perwujudan dari paradigma Islam. ada yang boleh dilakukan dan ada yang tidak boleh dilakukan atau dengan kata lain harus ada etika. Semua kegiatan dan apapun yang dilakukan di muka bumi. hak milik. harta pada hakikatnya adalah milik Allah. orientasi kehidupan manusia menyangkut hakikat manusia. Umat di sini tidak semata-mata umat Muslim tetapi. Menurut Islam. oleh karenanya harus dimanfaatkan sesuai dengan perintah Allah. hubungan antara manusia dan lingkungan. tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada. Pengembangan ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah bukan untuk menyaingi sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi sosialis.W. seluruh umat yang ada di muka bumi. memisahkan kegiatan ibadah/ uhrowi’ dan kegiatan duniawi. tujuan penggunaan sumberdaya. Artinya.T. Dalam Islam.dikembangkan Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah di banyak negara Islam termasuk di Indonesia.W. kegiatan ekonomi harus sesuai dengan hukum syara’. kesemuannya merupakan perwujudan ibadah kepada Allah S.

Keseimbangan (equilibrium) 3. menghargai sumber pendapatan. ‘Adalah. Lebih dari seperlima ayat-ayat yang dimuat dalam Al-Qur’an. Sistem ekonomi syariah berbeda dari 25 . Tawhid. karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah semata. Kesatuan (unity) 2. Ini berarti bahwa. manusia diminta untuk menggunakan sumberdaya yang ada dalam rangka mengaktualisasikan kepen-tingan dirinya dan masyarakat sesuai dengan kemampuan mereka dalam rangka mengabdi kepada Sang Pencipta. dan manusia adalah kepercayaannya di bumi. (keadilan) adalah merupakan bagian yang integral dengan tujuan syariah.Tanggungjawab (responsibility) Manusia sebagai wakil atau kalifah Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat individualistik. Perspektif Sistem Ekonomi Syariah Sitem ekonomi syariah adalah suatyu sistem ekonomi yang didasarkan pada Al Qur’an dan Hadist atau syariah Islam dalam menjalankan kegiatan ekonominya. Konsekuensi dari prinsip Khilafah dan ‘Adalah menuntut bahwa semua sumberdaya yang merupakan amanah dari Allah harus digunakan untuk merefleksikan tujuan syariah antara lain yaitu. Islam menekankan empat sifat sekaligus yaitu : 1. Menyangkut sistem ekonomi menurut Islam ada tiga prinsip dasar. mempresentasikan bahwa manusia adalah khalifah atau wakil Allah di muka bumi ini dengan dianugerahi seperangkat potensi spiritual dan mental serta kelengkapan sumberdaya materi yang dapat digunakan untuk hidup dalam rangka menyebarkan misi hidupnya. 3. yakni : 1.IV. Allah SWT. menjadi landasan utama bagi setiap umat Muslim dalam menjalankan aktivitasnya termasuk aktivitas ekonomi. pemenuhan kebutuhan. dengan potensi yang dimiliki. Kebebasan (free will) 4 . distribusi pendapatan dan kesejah-teraan yang merata serta stabilitas dan pertumbuhan. 2.2. Khilafah. Prinsip ini merefleksikan bahwa penguasa dan pemilik tunggal atas jagad raya ini adalah Allah SWT.

bahkan terhadap buruh yang dipekerjakannya. tidak akan bersifat otoriter. dan pengaturan oleh negara. Memang dalam sistem yang demikian tidak ada perusahaan yang menjadi sangat besar. Sosialisme. karena etika Welfare State adalah sekuler yang tidak mengarahkan pada ”integrasi vertikal” antara aspirasi materi dan spiritual. Etika bisnis menurut ajaran Islam juga dapat digali langsung dari Al Qur’an dan Hadist Nabi. seperti di dunia kapitalis Barat. sedangkan antara pemilik perusahaan dan karyawan berkembang semangat kekeluargaan (brotherhood). Misalnya karena adanya larangan riba. Misalnya dalam perusahaan yang Islami gaji karyawan dapat diturunkan jika perusahaan benar-benar merugi dan karyawan juga mendapat bonus jika keuntungan perusahaan meningkat. Berbeda dari Kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin. kejujuran. dan melarang penumpukan kekayaan.Kapitalisme. Buruh muda yang masih tinggal bersama orang tua dapat dibayar lebih rendah. Karena etika dijadikan pedoman dalam kegiatan ekonomi. Etika Bisnis Islam menjunjung tinggi semangat saling percaya. maka dalam berbisnis juga menggunakan etika Islam. sedangkan yang sudah berkeluarga dan punya anak dapat dibayar lebih tinggi dibanding rekan-rekannya yang muda. dan keadilan. 26 . maupun Negara Kesejahteraan (Welfare State). Perusahaan dalam sistem ekonomi syariah adalah perusahaan keluarga bukan Perseroan Terbatas yang pemegang sahamnya dapat menyerahkan pengelolaan perusahaan begitu saja pada Direktur atau manager yang digaji. Bedanya hanyalah bahwa dalam Islam etika benar-benar dijadikan pedoman perilaku ekonomi sedangkan dalam Welfare State tidak demikian. Akhirnya ajaran Ekonomi Kesejahteraan (Welfare State) yang berada di tengahtengah antara Kapitalisme dan Sosialisme memang lebih dekat ke ajaran Islam. maka pemilik modal selalu terlibat langsung dan bertanggung jawab terhadap jalannya perusahaan miliknya. meskipun ada. tetapi juga tidak ada perusahaan yang tiba-tiba bangkrut atau dibangkrutkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam Islam pemenuhan kebutuhan materil dan spiritual benar-benar dijaga keseimbangannya.

perindividu. Islam menjamin hak hidup dan mewujudkan kemakmuran. dengan memandangnya sebagai individu yang hidup dalam masyarakat tertentu yang memiliki cara hidup yang khas. Politik Ekonomi Syariah Politik ekonomi adalah tujuan yang ingin dicapai oleh hukum-hukum yang mengatur berbagai urusan manusia. Oleh karena itu. Islam mewajibkan laki-laki yang mampu untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan pokok bagi dirinya dan orang yang wajib dia nafkahi (QS 67: 15). 3. Di samping itu. Pada saat yang sama. Politik ekonomi Islam adalah jaminan pemenuhan seluruh kebutuhan pokok bagi setiap individu secara menyeluruh. syariah memberikan hukum-hukum yang menjadi mekanisme yang menjamin terwujudnya pemuasan seluruh kebutuhan pokok secara menyeluruh bagi setiap individu rakyat. Islam telah memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan pokok—yaitu kebutuhan pangan. Politik ekonomi Islam tidak lain merupakan solusi bagi masalah-masalah mendasar bagi setiap individu dengan memandangnya sebagai manusia yang hidup sesuai dengan pola interaksi tertentu. Jika tidak ada orang yang wajib menanggung nafkah mereka. Rasulullah saw. dan pemberian peluang kepada individu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelengkap menurut kemampuan-nya. Mekanisme itu sebagai berikut: 1. 2. telah bersabda: 27 .IV. Dengan mekanisme ini. Islam mewajibkan para ayah untuk menanggung nafkah. Jika ayah tidak mampu maka kewajiban beralih kepada ahli warisnya (QS 2: 233). serta memberikan peluang kepadanya untuk meningkatkan taraf hidupnya dan mewujudkan kemakmuran bagi dirinya di dalam cara hidup yang khas. Islam mewajibkannya atas Baitul Mal. Islam telah mendorong umat untuk bekerjasama di antara mereka. Islam menetapkan hal itu direalisasikan di dalam masyarakat tertentu yang memiliki cara hidup yang khas. maka itu ditujukan untuk individu. papan dan sandang—bagi setiap individu. Ketika Islam mensyariatkan hukum-hukum perekonomian bagi manusia.3.

untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok bagi tiap-tiap individu. Islam telah menetapkan hukum-hukum bagi masing-masing peruntukan harta itu yang menjamin harta tetap sebagai pelayan manusia untuk dimanfaatkan dan memberikan manfaat kepada orang lain. seseorang boleh menabung mengumpulkan biaya untuk keperluannya. Islam membiarkan manusia untuk berkreasi dalam hal cara dan sarana yang digunakan untuk memperoleh harta. yakni dengan membatasi sebab-sebab kepemilikan dan membatasi akad-akad dalam pertukaran kepemilikan. serta memberi peluang individu itu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelengkapnya. dan sirkulasi (tadâwul). belanja (infâq). menimbun dan menghimpunnya saja adalah haram (QS 9: 34). Islam menetapkannya dengan sangat sederhana. 28 . sementara di tengah-tengah mereka terdapat orang yang kelaparan.‫أَيُّما أَىم عسْ صة أَصْ بَح فِييم اِمسؤ جائِع فَقَد بَسئَت منيُم ذمةُ هللاِ ًزسٌُْ نِو‬ ٍ َ َ ُ ْ َ َ َ َّ ِ ْ ْ ِ ْ ِ ْ ٌ َ ٌ ُ ْ ْ ِ ْ َ ِ Siapapun penduduk negeri yang bangun pagi. Adapun menabung hanya sekadar untuk menabung. bukan sebaliknya. atas harta tabungan harus ditunaikan zakatnya setelah berlalu satu haul dan telah mencapai nishâb zakat. yaitu manusia menjadi hamba dan pelayan harta yang menimbulkan bahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Islam tidak memperumit cara yang digunakan manusia untuk mendapatkan harta itu. 67: 15). maka jaminan Allah dan Rasul-Nya telah terlepas dari mereka. Namun. Kemudian Islam mendorong individu itu bekerja dan menikmati kekayaan yang dia peroleh (QS 5: 88. Hal itu untuk merealisasikan kemajuan ekonomi di negeri tersebut. Islam tidak ikut campur dalam teknik produksi harta. Mengenai hukum tabungan (iddikhâr). Untuk itu. Pandangan Islam Terhadap Harta Sesungguhnya harta adalah alat untuk tiga tujuan: tabungan (iddikhâr).

penukaran uang (sharf). Adapun masalah sirkulasi (tadâwul). Islam telah mengaturnya melalui dua aspek :   Islam menetapkan uang dan membatasinya dengan emas dan perak. dan seterusnya.Mengenai belanja (infâq).25 gram emas murni dan 1 dirham=2. Karena itu. sistem keuangan di negara Khilafah tidak mengenal bank dan lembaga kredit ribawi yang sudah masyhur di dalam Kapitalisme. Islam juga menetapkan bahwa industri mengikuti hukum barang yang diproduksi. Nash-nash itu bersifat qath’i ats-tsubût (pasti sumbernya) dan qath’i ad-dilâlah (pasti pengertiannya). Pengharaman Riba Secara Keras Nash-nash syariah telah mengharamkan riba dengan sangat keras. jual-beli.975 gram perak murni. Islam menjelaskan berbagai muamalah syar’i yang sah. wakalah. Islam menetapkan standar untuk uang emas (dinar) dan perak (dirham): 1 dinar=4. mubah. seperti hukum-hukum perseroan (syirkah). bukan yang lain. Ketiadaan lembaga ribawi ini memiliki tiga dimensi dalam menjamin kehidupan perekonomian yang aman :  Mengarahkan fokus masyarakat pada ekonomi produktif atau sektor riil. Pandangan Islam Terhadap Uang Islam telah menentukan emas dan perak sebagai mata uang. perdagangan (tijârah). yang sunah. makruh dan yang haram. tidak menyisakan ruang bagi ijtihad atau penakwilan (QS 2: 275–279). mengairi kebun (musâqah). Islam menetapkan mana pembelanjaan yang wajib. akad sewa dan tenaga kerja (ijârah). Islam telah menetapkan hanya emas dan perak saja yang menjadi standar mata uang untuk mengukur barang dan jasa. pertanian. 29 . pesanan (salam). Berdasarkan asas emas dan perak berlangsung semua bentuk muamalah.

termasuk yang disabdakan oleh Rasulullah saw. kokoh dan kuat terhadap krisis. dalam kerangka program negara untuk mengembangkan perekonomian dan menjalankan berbagai kebijakannya untuk memerangi kemiskinan dengan menciptakan lapangan kerja dan menjamin produksi barang. di antara tugas berbagai institusi (direktorat) di negara Khilafah adalah menyediakan kredit tanpa riba dalam sektor pertanian. Tidak akan memunculkan fenomena kebangkrutan. Apa saja yang menjadi hajat hidup orang banyak seperti jalan.  Melindungi kaum Muslim dan ahl adz-dzimmah dari kerugian harta mereka karena riba. dsb. Islam mendorong kaum Muslim untuk saling memberi utang di antara mereka. Negara adalah pihak yang melindungi dan menjaga ketiga jenis kepemilikan itu sesuai dengan hukum-hukum syariah.: ‫اَ ْنمسهِمٌْ نَ شسكاء فِي ثَالَث: فِي انماء، ًانكألَِ، ًاننَّاز‬ ْ ٌ َ َ ُ ُ ْ ُ ِ َ ِ َْ َ ِ َْ ْ ٍ 30 . perdagangan dan industri. yaitu kepemilikan umum. sebagaimana terlihat pada bank-bank kapitalis. laut. seperti sungai. Islam telah menutup celah-celah yang memungkinkan masuknya krisis keuangan. kepemilikan umum. dsb. Harta yang dari sisi pembentukannya tidak mungkin dimiliki secara individu. 2. Dengan itu kehidupan kaum Muslim akan tetap aman. Islam menetapkan kepemilikan dalam negara Khilafah ada tiga jenis: kepemilikan individu. masjid. Dengan menghalangi sistem riba dan mengharamkannya secara keras dan tegas. Selain itu. dan kepemilikan negara. Distribusi dan Kepemilikan Harta Hukum-hukum distribusi harta dalam Islam mencakup sebuah pemahaman yang unik. Kepemilikan umum mencakup : 1. danau. dan menyisakan kelompok besar orang yang kehilangan harta mereka atau rekening mereka menguap. Lebih dari itu.

seperti harta fai’. padang gembalaan dan api. Kepemilikan individu itu terlindungi. Semuanya merupakan kepemilikan umum. kharâj serta harta orang yang tidak memiliki ahli waris dan semisalnya. Semua itu adalah kepemilikan umum. maupun pendistribusiannya. Barang tambang yang depositnya banyak dan tidak terputus. Khalifah boleh memberikan harta itu kepada orang miskin saja dan tidak memberikannya kepada orang kaya. Khalifah mengelola kepemilikan negara sesuai dengan pandangan dan ijtihadnya dalam berbagai urusan negara dan rakyat. 3. dan transportasi. Misal: untuk menciptakan keseimbangan finansial di tengah masyarakat sehingga harta itu tidak hanya beredar di tangan orang-orang kaya saja (QS 59: 7). Demikian pula industri gas yang digunakan sebagai bahan bakar dan industri batubara. 31 . Negara tidak boleh melanggarnya. penjualan. Tidak ada seorang pun yang boleh merampasnya.” Termasuk dalam cakupan pengertian api adalah seluruh jenis energi yang digunakan sebagai bahan bakar bagi industri. Hal itu seperti yang pernah dilakukan Rasulullah dalam pembagian fai’ Bani Nadhir.“Kaum Muslim berserikat dalam tiga jenis harta: air. cair maupun gas. Negara Khilafah-lah yang menjamin hak setiap rakyat untuk menikmati haknya dalam kepemilikan umum tersebut. Adapun kepemilikan negara ada pada harta yang hak pengelolaannya berada di tangan Khalifah sesuai dengan pandangan dan ijtihadnya. baik tambang dipermukaan maupun di dalam perut bumi. dengan syarat syariah memang tidak menentukan arah pengelolaannya. Negara Khilafah mendistribusikan hasil bersihnya. pada selain harta milik umum. setelah dikurangi biayabiaya. Negara Khilafah adalah pihak yang mengelola berbagai kekayaan itu baik dalam hal eksplorasi. kepemilikan individu adalah harta yang pengelolaannya diserahkan kepada individu. baik yang berbentuk padat. mesin. Sementara itu. dalam bentuk zatnya dan atau dalam bentuk pelayanan kepada semua warga negara.

dan mengubahnya menjadi per-ekonomian angka dan kertas (ekonomi non-riil). bursa juga menghalangi sirkulasi harta di sektor riil. pasar jual beli harus diatur dengan hukum syariah yang menjamin tidak adanya konflik dan tidak adanya aktivitas memakan harta dengan jalan yang batil. dalam satu akad yang batil dan muamalah yang batil.  Melarang sirkulasi saham karena perseroan terbatas (PT) dan sahamnya adalah batil (tidak sah). Apalagi ada keharaman jual-beli utang dengan utang. Nasionalisasi. Dalam pandangan Islam. dan garam) tanpa serah-terima secara langsung dalam jual-beli antar jenis yang berbeda. Melarang tanâjusy atau spekulasi. Di antara hukum-hukum itu adalah :    Melarang penjualan barang yang belum dimiliki oleh penjual dan belum berada di bawah kuasanya seperti yang terjadi dalam bursa berjangka komoditas. tetapi hanya untuk menaikkan harga jual. merupakan bentuk perampasan dan merupakan dosa besar. Lebih dari itu. 32 . Saham itu merupakan surat berharga yang mengandung campuran antara sejumlah modal yang halal dan keuntungan yang haram. Melarang jual-beli enam jenis komoditas ribawi (emas dan perak [termasuk uang].termasuk negara sekalipun. Sirkulasi dan jual beli seluruh surat berharga ribawi juga dilarang. tanpa bisa dibedakan antara harta yang halal dan yang haram. Bursa dan pandangan Islam Terhadapnya Pasar modal dan bursa berjangka komoditas dalam sistem Kapitalisme berperan penting seperti riba dalam mengkonsentrasikan kekayaan pada tangan segelintir orang. yaitu menaikkan tawaran bukan untuk membeli. jewawut. Sebab. gandum. yaitu penguasaan negara terhadap kepemilikan individu. dan tanpa serah-terima langsung dan kesamaan jumlah dalam jual pada jenis yang sama. obligasi merupakan surat utang yang diinvestasikan dengan riba. Syariah Islam juga melarang sirkulasi dan jual-beli obligasi (bonds). kurma.

begitu pula orang fakir yang mampu bekerja tetapi tidak menemukan pekerjaan. Bagi orang yang tidak mampu. Pasar dalam Islam merupakan pasar yang bersih yang senantiasa memperhatikan hukum-hukum syariah dalam sirkulasi harta. spekulasi. Mereka berhak mendapatkan pemeliharaan berbagai urusan mereka dan jaminan kehidupan mereka sebagaimana yang dinikmati kaum Muslim.” 33 . Hukum-hukum ini mencakup pula kaum dzimmi yang tinggal di Dâr al-Islâm. Orang miskin yang tidak mampu bekerja dan tidak memiliki kerabat yang wajib menafkahinya. Akuntabilitas Aparatur Negara atas Harta yang Mereka Miliki Secara Ilegal Sesungguhnya negara Khilafah tidak memberikan ruang sedikitpun kepada pejabat dan para pegawainya untuk memanfaatkan jabatan mereka secara ekonomi. negara bertanggung jawab menciptakan lapangan kerja. negara Khilafah akan menjalankan muhâsabah (akuntabilitas) kepada mereka sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw. bersabda: َ َ ٍ ََ ٌ ُ َ ‫مه اِستَعم ْهنَاهُ عهَى عمم فَسشقَنَاهُ زشقا ً فَما أَخر بَعد، فَيٌُ غهٌُْ ل‬ َ ٍْ ََ َ ْ ِ َ ْ ْ ْ َ “Siapa saja yang kami pekerjakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan dan telah kami tetapkan upahnya maka apa yang ia ambil selain itu adalah haram. Jadi. gambling. negara berkewajiban memenuhi kebutuhan mereka dari harta Baitul Mal. Mereka diberi hak yang sama sebagai rakyat dan warganegara. pasar jual-beli dalam Islam merealisasikan perdagangan yang halal. aman serta bebas dari krisis. Pengaturan Perekonomian oleh Negara Negara wajib menjamin penciptaan lapangan kerja bagi setiap warga negara. maka nafkah mereka ini menjadi kewajiban negara. dan penipuan. sementara ia tidak memiliki kerabat yang wajib menafkahinya. konflik.Walhasil. Sebaliknya. bagi orang yang mampu. Rasululah saw.

timbangan. harta negara. Peradilan menyelesaikan semua perselisihan. adil. Dengan pelaksanaan semua politik ekonomi Islam di atas. Kekuasaan peradilan (wilâyah al-qadhâ’). Mazhâlim menangani pengaduan yang diajukan melawan penguasa jika mereka melakukan kezaliman terhadap rakyat dalam segala kebijakan di segala bidang. dan bebas dari krisis. dan penipuan di pasar dan tempattempat umum serta memonitor berbagai pelanggaran lainnya. termasuk kebijakan finansial dan ekonomi. Sistem Ekonomi Islam ini benar-benar merupakan satu-satunya sistem yang mampu menjamin kehidupan ekonomi yang aman. yang kadang muncul dalam muamalah keseharian masyarakat. Itulah secara ringkas garis-garis besar politik ekonomi Islam itu. Sesungguhnya penerapan sistem ini di dalam negara Khilafah tidak akan berubah dan berganti menurut perubahan pemikiran dan selera penguasa. Kontrol dalam Sistem Ekonomi Syariah Lembaga-lembaga kontrol akan menjamin lurusnya sistem ekonomi menurut arahan yang telah dijelaskan dalam syariah. 3. Al-Muhtasib (hakim hisbah) melakukan kontrol terhadap pasar. Kemudian karena dorongan hukum-hukum syariah yang mewajibkan muhâsabah kepada mereka secara adil yang menjamin pemeliharaan harta umat dan menjamin tidak terjadinya penyalahgunaan harta tersebut. termasuk perselisihan finansial dan ekonomi. Lembaga-lembaga kontrol dalam Sistem Ekonomi Islam dapat diringkas sebagai berikut : 1. 4.Sesungguhnya para pegawai melaksanakan kewajiban dan tugas-tugas mereka pertama-tama karena dorongan ketakwaan. yaitu berbagai alat untuk mengontrol dan mengaudit aliran harta di Baitul Mal yang terkait dengan harta zakat. Kekuasaan al-Hisbah (wilâyah al-hisbah). dan harta yang termasuk kepemilikan umum. Biro tersebut menangani kontrol terhadap pemungutan dan pembelanjaan agar setiap aliran harta terjadi pada tempatnya secara benar. Berbagai biro (diwân). Kekuasaan Mazhalim (wilâyah al-mazhâlim). 2. takaran. 34 .

dan ras. 35 .Jaminan itu diberikan serta akan dinikmati oleh seluruh rakyat dan warga negara meski mereka berbeda-beda bangsa. agama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->