LAPORAN PRAKTIKUM FARMASETIKA I

(Solutiones)

Disusun Oleh : Nama NIM Dosen pembimbing : Khansa Nabila Nuzband : 723901S.11.040 : Ilfa Pratiwi S. Si., Apt

AKADEMI FARMASI SAMARINDA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Resep I I. Resep asli

Dr. Santo Fernandez SIP. NO. 981/SIP/DKK/2002 Jl. Imam bonjol 70 Samarinda Samarinda, 27 Februari 2012 R/ Hexamin Vitamin C Flavour Sirupus Simplex Aqua 2 0,5 qs 10 ad 50

m.f. potio da S. t.dd C I

Pro : Tn. Ali A. Resep standar Sirupus Simplex ( FORMIN 191) R/ Gula Aqua B. Kelengkapan resep Paraf dokter tidak tertera 66 ad 100

Kelarutan : larut dalam 1. Pemerian : hablur mengkilap.5 bagian air. tidak berwarna atau serbuk hablur putih. Uraian bahan 1. Khasiat : heksamina. kemudian agak pahit. dalam 12. Penggolongan obat O:G:W : Hexamin B : Vitamin C D. 283) a.5 ml etanol (75%) p. Komposisi bahan Hexamin Oleum Citri Sirupus Simplex Aqua 2 2 tetes 10 ad 50 II. jika dipanaskan pada suhi lebih lebih kurang 260˚ C akan menyublim d. dan dalam lebih kurang 10 bagian kloroform p e.Alamat pasien tidak tertera C. tidak berbau. rasa membakar dan manis. Dosis : DM 1 x = 1 g 1h=4g DL 1x = 250-500 mg 1 h = 1-2 g . Sinonim b. Hexaminum (FI III. urotropin : antiseptikum saluran kemih c. metanomina.

dalam keadaan kering menetap di udara. vitamin C : antiskorbut c. atau kuning kehijauan. asam oleh pengaruh cahaya.455) a.2 % 4. Konsentrasi : 0. rasa pedas dan agak pahit d. Khasiat : asam askorbat. Pemerian : cairan kuning pucat. putih atau agak kuning. Khasiat : minyak jeruk : zat tambahan (pengaroma) c. tidak berbau. Pemerian : serbuk hablur.f. keluar formaldehid dan ammonia 2. Sinonim b.47) a. Dosis : DL 1h = 75 – 100 mg 3. Kelarutan : larut dalam 12 bagian volume etanol (90%) larutan agak berpolisensi. Inkompatibilitas : jika bertemu asam akan pecah. 507) a. Oleum citri (FI III. Sinonim b. Sirupus simplex (FI III. Sinonim : sirup gula . Acidum ascorbicum (FI III. lambat laun menjadi gelap. dalam larutan cepat teroksidasi d. bau khas. dapat bercampur dengan etanol mutlak e.

tidak berbau. Aqua destilata (FI III. Hexamin DM : 1x = 1 g 1h = 8 g DL: 1x = 250-500 mg 1h = 1-2 g DDR : 1x = 1h = 3 x 600 mg = 1800 mg Kesimpulan : Terapi Rekomendasi : dosis ditepatkan pada DL menjadi 1x = .96) a. Pemerian : cairan jernih. Pemerian : cairan jernih. Perhitungan dosis 1. tidak berwarna. agak kecoklatan atau tidak berwarna. Khasiat : air suling. Sinonim b. Khasiat : zat tambahan (pemanis) c. tidak berbau dan tidak mempunyai rasa III. aquades : pelarut c.b. rasa manis d. Kelarutan : sangat mudah larut dalam air 5.

Ol. di kocok.1 ml x 20 tts = 2 tts ad 50 ml V. tambahkan aquadest sampai tanda kalibrasi 6.2 % x 50 ml = 0. dimasukkan ke beaker glass 4. Hexamine :2g Air untuk melarutkan 2 x 1. aduk ad homogen 5. 3. Aqua : 0.1h = 400 mg x 3 = 1200 mg IV. Ditambahkan sirupus simplex dalam beaker glass. Ditara botol sebanyak 50 ml 3. Disiapkan alat dan ditimbang bahan yang diperlukan 2. Dilarutkan hexamine dengan air di Erlenmeyer ad larut. Cara kerja 1. Diteteskan oleum citri. Citri 4. dan diberi etiket putih .5 = 3 ml 2. Vitamin C tidak digunakan karena bereaksi dengan hexamine. Dimasukkan campuran ke dalam botol. Penimbangan bahan 1.

VI. Dikocok dahulu sebelum diminum 4. Penandaan Laboratorium Farmasetika I Akademi Farmasi Samarinda Apt : Khansa Nabila Nuzband No. Simpan di tempat yang sejuk dan kering . Edukasi 1. Obat ini berkhasiat sebagai antiseptic saluran kemih 2. Ali 3 x sehari 2 sendok teh KOCOK DAHULU tgl : 5 Maret 2012 VII. Obat diminum 3 x sehari 2 sendok teh 3. 1 Tn.

BAB I PENDAHULUAN A. Maksud praktikum Maksud diadakannya praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat membuat berbagai macam sediaan cair (solutiones) yang memenuhi persyaratan pustaka. Tujuan praktikum      Mahasiswa dapat membaca dan memahami resep dokter Mahasiswa dapat menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan Mahasiswa dapat menghitung dosis dengan benar Mahasiswa dapat menimbang bahan dengan benar Mahasiswa dapat mengerjakan bahan obat dalam bentuk sediaan cair  Mahasiswa dapat memberikan informasi tentang sediaan kepada pasien . B.

dimaksudkan untuk digunakan sebagai obat dalam. Larutan steril meliputi 1.BAB II DASAR TEORI Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satuh jenis obat atau lebih dalam pelarut air suling kecuali dinyatakan lain. sebagai contoh: solutio citratis magnesici dan mixtura brometorum. larutan intraperitoneum baik alat maupun larutannya disterilkan dalam wadah yang steril.obat luar atau untuk dimasukkan ke dalam rongga tubuh. . 3. larutan untuk penggunaan luar sebagai pengobatan luka atau kulit terbuka 2. larutan iritasi kandungan kemih. larutan dibagi menjadi:    Larutana steril Larutan tak steril Larutan antiseptika Kadang-kadang dibedakan namanya. bila yang terlarut adalah hanya satu jenis obat yang dilarutkan disebut mikstura. Untuk larutan steril yang digunakan sebagai obat luar harus memenuhi syarat yang tetera pada injectiones. tetapi tidak ada perbedaan prinsip dalam pengertian. Sesuai dengan penggunaan.

Pada etiket harus tertera : larutan steril. eliksir 3. air aromatik 5. larutan hemosialisa Pada pembuatan larutan supaya dihindari sedapat mungkin adanya kontaminasi oleh bakteri dan jasad renik yang lain. Oleh karena itu air yang digunakan harus air suling atau air yang baru dididihkan. spirit 4. larutan obat dalam. Larutan antiseptik. wadahnya harus betul betul bersih dan tidak menggunakan tutup gabus.Larutan tidak steril meliputi: 1. sirup 2. baik larutan yang langsung diminum atau yang harus diramu lebih dulu. tingtur . larutan obat untuk kulit utuh dan 3. tidak disuntikan. Larutan antiseptik yang steril di dalam wadah tertutup mudah dibedakan dengan wadah untuk larutan transfusi ternasuk larutan infusi. mudah sekali dicemari oleh jasad renik yang telah resisten. 2. Larutan antiseptik tidak boleh digunakan lebih dari satu mingu sejak tutup dibuka.larutan yang digunakan sebagai antiseptikum untuk mata yang luka atau dimasukkan ke dalam rongga tubuh harus disterilkan duklu. Sistem pelarut dan zat terlarut 1.

pemanis atau pewarna yang larut dalam air atau campuran konsolven air. untuk mengubah kelarutan . Larutan yang mengandung etanol sebagai kosolven disebut eliksir. Larutan oral lain yang tidak menandung gula . Lotio . Larutan topikal Adalah larutan yang biasanya mengandung air tetapi sering kali mengandung pelarut lain seperti etanol dan poliol. jamur.Larutan oral Adalah sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral. mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma. aspartam. dan bahan pengental seperti gom selulosa biasanya digunakan untuk pasien diabetes. untuk penggunaan topikal pada kulit. senyawa poliol tertentu seperti:  sorbitol – gliserol digunakan sebagai penghambat terjadinya penghabluran.  Zat anti mikroba untuk mencegah pertumbuhan bakteri. tetapi mengandung pemanis buaran seperti sorbitol. rasa dan sifat sifat lain zat pembawa. dan ragi. Larutan oral yang mangandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi disebut sirup Larutan sukrosa hampir jenuh dalam air disebut sirup simpleks (64%) Selain sukrosa dan gula lain.

Adalah sedian larutan atau suspensi yang digunakan secara topical Contohnya : lotio kumerfeldi Larutan Otik Adalah larutan yang mengandung air atau gliserin atau pelarut lain dan bahan pendispersi. sirup jeruk. . pembawanya bukan obat atau pembawa yang wangi. untuk penggunaan pada telinga luar. Misal : larutan otik neonisin dan polimisin B silfat. Spirit Adalah larutan yang mengandung etanol atau hidro alkohol dari zat mudah menguap. misalnya: antitusif. Sirup yang mengandung bahan pemberi rasa tapi tidak mengandung zat obat. umumnya berupa larutan tunggal atau campuran bahan. antihistamin. dll Sirup yang mengandungbahan obat terapetik atau sirup obat. misalnya: syrup akasia. Jika pelarutnya air disebut air aromatik Sirup Adalah sediaan pekat dalam air dari gula atau pengganti gula dengan atau tanpa penambahan bahan pewangi dan zat obat. Spirit harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat tidak tembus cahaya.

dan biasanya diberi rasa untuk menambah kelezatan. vanili dan lain lain. . gula. propil dan butil paraben (total ± 0. Contoh pengawet o o o Asam benzoat (0. pemanis buatan 3. pwngawet anti mikroba 4.1%) Eliksir Adalah larutan hidroalkohol yang jernih dan manis dimaksudkan untuk penggunaan vital. penambah rasa misal minyak jeruk. eliksir kurang manis dan kurang kental karena mengandung kadar gula lebih rendah. air 2. sukrosa. sehingga kurang efektif dalam menutupi rasa dan bau zat aktif. Dibanding dengan sirup.1-0. pembau. Contoh: Potio Riveri.1-0.2) % Na benzoat (0.Komponen sirup 1. biasanya digunakan sebagai penyegar. yang didalamnya jenuh dengan CO2.2) % campuran metil. Saturasi Adalah solutio yang dibuat dengan cara mereaksikan bagian asam dan suatu bikarbonat.

Gargarisma Adalah sediaan berupa larutan. Umumnya pekat dan bila digunakan diencerkan dulu. Collyria Adalah sediaan berupa larutan steril. isotonis dan digunakan untuk mencuci mata. Gargarisma digunakan sebagai pencegah infeksi tenggorokan dan tujuan penggunaan gargarisma ialah agar obatnya dapat langsung mengenai selaput lendir yang ada di dalam tenggorokan dan bukan sebagai pelindung selaput lendir maka tidak digunakan bentuk suspensi dan baha b berlendir tidak cocok sebagai obat kumur. . Wadah yang dipakai dapat wadah dari gelas atau plastik yang tertutup kedap. Sebelum digunakan diencerkan. Dalam tiket harus tertera :   hanya untuk kumur.Potiones Adalah sediaan yang berupa cairan untuk diminum. umumnya 50 ml. bebas partikel asing. jangan ditelan. jernih. dapat ditambahkan larutan dapar dan pengawet. dibuat sedemikian rupa hingga dapat digunakan sebagai dosis tunggal dalam golume besar.

ukuran partikel 11. parameter kelarutan 4. hidrotopi 8. salting out 6. struktur air . ukuran dan bentuk molekul 12. pelarut zat pelarut terlarut dan zat zat terlarut. suhu 5. co solvency 3. efek bersama ion 10. Nilai atau diskripsi kualitatif beberapa parameter fisika kimia dari zat terlarut dan pelarut dapat membantu mendapatkan gambaran mengenai keterlarutan suatu obat. maka dapat terjadi interaksi antara pelarut pelarut. pembentukan kompleks 9. beberapa faktor dan konsep yang penting untuk meramal kelarutan obat adalah: 1. polaritas 2.INTERAKSI PELARUT – ZAT TERLARUT Berhubung dengan kelarutan suatu zat dalam pelarut. salting in 7.

Kosolven supaya dibedakan dari fenomena yang sangat erat hubungannya seperti pelarut (solubilisasi) dan hidrotopi. yaitu molekul polar. Suhu Kebanyakan senyawa farmasetis pada kenaikan suhu akan naik kelarutannya. kecuali senyawa metilselulosa dan kalsium hidroksida. terbentuk miseldan berbentuk hidrat padat. Parameter kelarutan Dikembangkan oleh hildbrand untuk sebagai alat meramal kelarutan cairan dan substansi amorf dalam banyak macam pelarut dari industri. sedangkan molekul nonpolar akan larut dalam media nonpolar. Konsep polaritas kurang jelas apabila diterapkan pada kelarutan yang rendah. . Kosolven Campuran pelarut untuk melarutkan zat tertentu banyak digunakan untuk membuat larutan obat. akan larut dalam media yang serupa yaitu polar.Polaritas Aturan yang terkenal yaitu like dissolves like berdasarkan pada observasi bahwa molekul molekul dengan distribusi muatan yang sama dapat larut timbal balik. Kosolven dapat dipandang sebagai modifikasi polaritas dari sistem pelarut terhadap zat terlarut atau terbentuknya pelarut baru yang terjadinya interaksi tidak mudah diduga dari individu pelarut masing masing dalam sistem campuran.

Larutan metilselulosa dalam air oleh penambahan NaCl. Mekanisme peristiwa ini ialah bahwa interaksi metilselulosa dan air adalah inkompetible dengan interaksi NaCldengan air dan sebagai hasil terjadi dehidrasi dari metilselulose dan mengakibatkan peristiwa salting out. bila suhu dinaikkan maka kelarutan zatnya akan bertambah. bila suhu dinaikan maka kelarutan zatnya akan berkurang karena reaksi bergeser kekiri. Salting out Peristiwa pengendapan zat terlarut (biasanya zat organik) disebabkan oleh penambahan jumlah besar garam yang sangat mudah larut pada larutan air dari senyawa organik. Contoh peristiwa ini adalah: camphora dan oleum menthae piperitae dalam air aromatik. Peristiwa ini merupakan kompetisi antara garam dan senyawa organik terhadap molekul pelarut yaitu air.Proses eksoterm dapat digambarkan: Zat terlarut + pelarut ↔ larutan + panas Sedangkan proses endoterm Panas + zat terlarut + pelarut↔ larutan Jika pada peristiwa eksoterm. Sedangkan pada peristiwa endoterm. . karena reaksi bergeser ke kanan.

Juga larutan coffein didalam larutan natrii salisilat atau natrii benzoat dalam air.a. mudah terjadi disosiasi dan melepas zat aktifnya dan memberi efek terapi.). Mekanismenya mungkin salting in. Sebagai contoh larutan iodium dalam larutan KI atau NaI dalam air. Sebagai contoh adalah globulin tidak larut dalam air tetapi dapat larut dalam larutan garam encer dalam air.a. Senyawa kompleks ini bersifat reversible. Pembentukan kompleks Ialah peristiwa terjadinya interaksi antara senyawa tak larut dengan zat yang larut dengan zat yang larut dengan membentuk senyawa kompleks yang larut.Salting in Ialah peristiwa bertambahnya kelarutan dari suatu senyawa organik dengan penambahan suatu garam dalam larutannya. Hidrotopi Ialah peristiwa bertambahnya larutan suatu senyawa yang tidak larut atau sukar larut dengan penambahan suatu senyawa lainyang bukan zat surfaktan (S. Disini terjadi senyawa kompleks Triiodida. . kompleksasi atau kombinasi beberapa faktor.

Zat cair dapat mempunyai polaritas. Kenaikan ini disebabkan adanya enersi bebas permukaan yang bebas permukaan yang besar dihubungkan dengan partikel yang kecil. Ukuran partikel Efek ukuran partikel dari zat terlarut dalam sifat keterlarutan terjadi hanya bila partikel mempunyai ukuran dalam sub mikro dan akan terlihat kenaikan kira kira 10% dalam kelarutannya. disebabkan ukuran partikelnya lebih besar dan akan sukar bagi zat cair untuk menembus dan melarutkan kristal. disini ada keseimbangan antara partikel padat dengan larutan jenuhnya. Sebagai contoh adalah suspensi Procain Penicilin.Common ion effect Obat yang tak larut sering dibuat sebagai suspensi. Efek bentuk dari molekul zat terlarut terhadap kelarutannya di dalam suatu pelarut lebih banyak merupakan efek entropi. karena produk kelarutan suatu senyawa pada suhu konstan adalah tetap. konstante dielektrik dan ikatan hidrogen dapat menjadi pelarut yang kurang bagi senyawa ionik. Dengan penambahan Procain HCl yang mudah larut dalam air akan mengurangi penicilin ion dalam larutan. . Ukuran dan bentuk molekul Sifat sifat dapat melarutkan dari air sebagian besar disebabkan oleh ukuran yang kecil dari molekulnya. Bentuk dari molekul zat terlarut juga merupakan faktor didalam meneliti keterlarutan. Keterlarutan yang tinggi dari amonia yang cocok tanpa ada kesukaran berada didalam struktur dari air.

ion monovalen dan polivalen. volume bentuk larutan lebih besar 2. ada obat yang tidak stabil dalam larutan 3. Struktur air adalah peka terhadap banyak faktor yang dapat memperkuat.Struktur dari air Struktur air merupakan anyaman molekul tiga dimensi dan struktur ikatan hidrogen menentukan sifat sifat air dan interaksinya dengan zat terlarut. Strukturnya dapat dimodifikasi secara kualitatif dan kuantitatif oleh banyak faktor seperti suhu. s. dan hal ini cocok untuk pemberian obat pada anak anak. untuk pemakaian luar. merupakan campuran homogen 2. sedangkan bila dalam bentuk kapsulatau tablet sulit diencerkan.. 5. mudah diberi pemanis. bentuk larutan mudah digunakan. ada obat yang sukar ditutupi rasa dan baunya dalam larutan . dapat diberikan larutan encer kapsul atau tablet lambung.a. 6. Faktor faktor ini termasuk suhu. permukaan dan zat terlarut. melemahkan.a. mengubah atau memecah seluruhnya. 4. dosis dapat mudah diubah-ubah dalam pembuatan 3. zat terlarut non polar. makromolekul dan permukaan. Kerugian bentuk larutan 1. kerja awal obat lebih cepat karena obat cepat diabsorbsi. bau bauan dan warna. Keuntungan bentuk larutan 1.

Potio adalah sediaan yang berupa cairan untuk diminum. Flavor yang digunakan dalam resep ini adalah oleum citri. atau heksametilenatetramina. dan kloroform.27 pada 25C. Hexamine larut dalam air. Vitamin C adalah obat bebas yang sering di konsumsi dari anak anak-anak hingga dewasa untuk menjaga kesehatan dalam kesehariannya. Kandungan pada resep tersebut terdapat hexamin 2 g. flavour 2 tetes serta aquadest hingga 50 ml. Vitamin C atau sering disebut juga asam askorbat yang berkhasiat sebagai anti skorbut dan vitamin. vitamin C . Berat jenisnya adalah 1. Formaldehida dan ammonia hasil methenamine. zat tambahan hanya memperbaiki aroma yang tidak enak. Hexamin atau Heksametilenatetramina (Hexamine) adalah bubuk kristal putih dengan bau amina sedikit. sirurpus simplex 10 g. Flavor adalah zat tambahan yang tidak mempengaruhi zat aktif atau bereaksi pada tubuh. Dalam resep ini terdapat pula sirupus simplex yang menjadi zat tambahan untuk memperbaiki rasa obat yang kurang enak karena sirupus simplex berasa manis. dibuat sedemikian rupa hingga dapat digunakan sebagai dosis tunggal dalam volume besar. alkohol. Sirupus simplex dibuat dengan dilarutkannya gula sebanyak 66 g dan air hingga 100 ml dengan pemanasan.BAB IV PEMBAHASAN Resep 1 Pada praktikkum farmasetika I resep 1 ini akan dibuat sediaan larutan berupa potio. serta larut pula dalam eter. yang digunakan sebagai antiseptic kemih. umumnya 50 ml. .

diaduk dan pindahkan ke dalam botol. jika tercampur hexamine akan pecah dan formaldehidum yg berfungsi bsebagai antiseptic saluran kemin pada hexamine akan keluar beserta ammonia. Karena ada inkompatibilitas tersebut pemakaian vitamin C ditiadakan sehingga hanya terdapat hexamine sebagai zat aktif tersebut.29. Mempunyai rumus molekul ZnC12. Mouthwash adalahsediaan cair yang mengandung antiseptic dan penyegar yang dimaksudkan pengobatan luar sebagai obat kumur. Resep 2 Pada resep kedua ini di buat sediaan larutan berupa mouthwash. Bentuk fisika zinc chloride adalah berupa kristal yang berwarna putih dan tidak berbau. Mempunyai titik didih 1350 . Kandungan yang terdapat dalam resep adalah Zinc chloride. sedangkan dalam inkompatibilitas hexamine tidak dapat bercampur dengan asam. hexamine dilarutkan di dalam Erlenmeyer dan ditambahkan sirupus simplex. Ditambahkan air hingga tanda kalibrasi lalu diteteskan oleum citri sebagai pengaroma. Cara kerjanya adalah disiapkan alat dan bahan-bahan yang diperlukan serta ditara botol sebanyak 50 ml. Dalam resep terdapat hexamine yang akan bercampur dengan vitamin C. Mempunyai berat molekul 136. menthol dan aqua. Dikocok dahulu sebelum diminum dan disimpan pada tempat yang sejuk dan kering.Pada pembuatannya dilihat dulu sifat-sifat obat dalam resep tersebut. dikocok dan diberi etiket putih. Obat tersebut berkhasiat sebagai antiseptic saluran kemih yang diminum 3 kali sehari 2 sendok teh.

karbon aktif.O F (732 OC). Digunakan pelarut etanol untuk melarutkan menthol karena menthol sangat mudah larut dalam etanol dan sukar larut dlam air. sutera buatan. pengawet pada landasan rel kereta api. untuk menggores logam. mempunyai gaya gravitasi khusus (air=1) 2. zink klorida dan ammonium klorida untuk solder. pemurnian minyak bumi. asam klorida pekat. industry kertas perkamen. Kelarutan dalam air zinc chloride sebanyak 432% pada suhu 25OC. eter. mempunyai titik lebur 541OF (283 OC). zinc chloride mempunyai PH 1(larutan 17%). desinfektan. vulkanisasi karet. Menthol memiliki anestesi lokal dan counter irritant kualitas. Dimasukkan sediaan dari beaker glass ke . selanjutnya zinc chloride dilarutkan dengan air di Erlenmeyer hingga larut lalu pindahkan ke beaker glass. zat warna. Zinc chloride digunakan sebagai deodoran. Dalam pembuatan mouthwash zinc chloride berkhasiat sebagai antiseptic pada mulut. Menthol dilarutkan bersama etanol di Erlenmeyer lalu masukkan ke dalam beaker glass. Adapun cara pembuatannya. jaket tahan api. berwarna bening atau putih. mordan untuk printing dan pewarna tekstil dalam industry tekstil serta sintesa kimia. galvanisasi besi. Menthol adalah senyawa organik yang dibuat secara sintetis atau diperoleh dari peppermint atau minyak daun mint. Konsentrasi yang digunakan pada trypan blue 0. Dalam resep ini ditambahkan trypan blue atau trypan ceruleum sebagai pewarna sediaan. dan secara luas digunakan untuk meredakan iritasi kecil pada tenggorokan.34 % b/v dan 1 % v/v. pencoklat baja. Menthol berupa substansi. kelarutan larut dalam alkohol. gliserol. lem. lilinkristal. yang padat pada suhu kamar. Alat dan sediaan di siapkan lebih dahulu serta di tara botol sebanyak 50 ml. aseton serta tidak larut dalam amonia.91 pada suhu 25 OC.

yang banyak digunakan sebagai pengawet makanan. Potio adalah sediaan yang berupa cairan untuk diminum. teh. Kafeina dalah komponen bertindak merangsang minuman seperti kopi. dengan nomor EE211. kafein atau theine) adalah alkaloid dari kelompok substansi xanthines dan merupakan salah satu psikoaktif obat dari kelompok stimulan (Narkotika). putih tidak berbau. Simpan sediaan di tempat yang sejuk dan kering. Coffein berupa bedak. minuman energi. dan (dalam jumlah yang lebih kecil) dari kakao. guarana. Penggunannya tidak untuk ditelan tetapi hanya dikumurkan pada mulut selama 1 menit. Kandungan dalam resep adalah coffein 1 g. umumnya 50 ml. .dalam botol dan ditambahkan air hingga tanda kalibrasi lalu teteskan trypan blue sebanyak 10 tetes. Resep 3 Pda resep terakhir akan dibuat sediaan larutan berupa potio. sirupus simplex 10 g. Natrium benzoate dapat diproduksi dengan mereaksikan natrium hidroksida dengan asam . Coffein (termasuk kafein.natrium benzoate merupakan garam natrium dari asam benzoat dan ada dalam bentuk asam benzoat bila dilarutkan dalam air. Natrium benzoate memiliki rumus kimia NAC 6 H 5 CO 2. Sediaan dikocok dan diberi etiket biru Sediaan ini berkhasiat sebagai antiseptic pada mulut. Kristal dengan rasa yang pahit. cola. aquadest hingga 100 ml. dibuat sedemikian rupa hingga dapat digunakan sebagai dosis tunggal dalam volume besar. Natrium benzoat 1 g.

penyegar serta memperbaiki susunan syaraf pusat. Hal pertama yang dilakukkan adlah menyiapkan alat dan bahan-bahan serta menara botol sebanyak 100 ml. Dimasukkan sirupus simplex ke dalam beaker glass. Obat ini berkhasiat sebagai penenang. Simpan obat di tempat sejuk dan kering. Sebelum diminum di kocok dahulu. Adapun cara kerja resep tersebut. Sirupus simplex dalam resep ini berkhasiat sebagai pemanis.benzoat. Setelah homogeny dimasukkan campuran tersebut ke dalam botol ditambahkan air hingga tanda kalibrasi dikocok dan diberi etiket putih. Obat diminum 2 kali sehari di pagi hari dan malam hari sebanyak 1 sendok teh. Natrium blenzoate digerus hingga halus dan dilarutkan dengan air di Erlenmeyer hingga larut. lalu masukkan ke dalam beaker glass. . di aduk. coffein digerus hingga halus dan dilarutkan bersama air di beaker glass. Sirupus simplex dibuat dengan dilarutkannya gula sebanyak 66 g dan air hingga 100 ml dengan pemanasan.

dan agak kental sebanyak 50 ml. saran Sebelum praktek hendaknya menara botol terlebih dahulu. beraroma jeruk. yang keruh. berasa manis dan agak kental sebanyak 100 ml.BAB V PENUTUP A. sehingga dalam praktikum botol siap digunakan dan tidak mengulur waktu untuk kalibrasi botol. Resep 2 Dari praktikum kemarin diperoleh mouthwash berupa sediaan cair berwarna biru. B. Resep 3 Dari praktikum kemarin diperoleh potio berupa sediaan cair yang bening. . kesimpulan Resep 1 Dari praktikum kemarin di dperoleh potio berupa sediaan cair yang bening tidak berwarna. dan berasa dingin sebanyak 50 ml.

com/2011/04/solutiones-larutan.DAFTAR PUSTAKA http://farmasiabis.html .blogspot.