P. 1
Pengertian Pembaruan (Inovasi) Pendidikan

Pengertian Pembaruan (Inovasi) Pendidikan

|Views: 1,160|Likes:

More info:

Published by: Erika Sulistya Nugraha on May 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan lingkungan lokal, regional, dan internasional saat ini berimplikasi terhadap penanganan penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan yang ada. Berkaitan dengan perkembangan tersebut, kebutuhan untuk memenuhi tuntutan meningkatkan mutu pendidikan sangat mendesak terutama dengan ketatnya kompetitif antar bangsa di dunia dalam saaat ini. Sehubungan dengan hal ini, paling sedikit ada tiga fokus utama yang perlu diatasi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, yaitu: (i) upaya peningkatan mutu pendidikan (ii) relevansi yang tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan, dan (iii) tata kelola pendidikan yang kuat. Depdiknas menempatkan ketiga hal tersebut dalam rencana strategis pembangunan pendidikan nasional tahun 2004-2009, namun disadari bahwa ketiganya tetap mendesak dan relevan dalam penyelenggaraan pendidikan nasional pada waktu yang akan datang. Atas dasar itu, Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan (Puslitjaknov) Balitbang Depdiknas dalam simposium nasional hasil penelitian pendidikan pada tahun 2009 mengangkat peningkatan mutu pendidikan, relevansi, dan penguatan tata kelola sebagai tema. Simposium nasional penelitian dan inovasi pendidikan tahun 2009 merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Puslitjaknov Balitbang Depdiknas sebagai wahana dan wadah untuk menjaring informasi hasil penelitian, pengembangan, dan gagasan inovatif yang bermanfaat dalam memberikan bahan masukan bagi pengambilan kebijakan pendidikan nasional. Kata inovasi seringkali dikaitkan dengan perubahan, tetapi tidak setiap perubahan dapat dikategorikan sebagai inovasi. Rogers (1983 : 11) memberikan batasan yang dimaksud dengan inovasi adalah suatu gagasan, praktek, atau objek benda yang dipandang baru oleh seseorang atau kelompok
1

bisa karena seseorang baru mengetahui. Apa Tujuan Inovasi Pendidikan? c. Apa pengertian inovasi pendidikan? b. Kata "baru" bersifat sangat relatif. atau bisa juga karena baru mau menerima meskipun sudah lama tahu.2 Rumusan Masalah a. 1. Bagaimana Pengertian inovasi pendidikan? Bagaimana Tujuan Inovasi Pendidikan? Bagaimana Sasaran Program Pembaruan (Inovasi) dalam Bidang Pendidikan? 2 . Apa Sasaran Program Pembaruan (Inovasi) dalam Bidang Pendidikan? 1.3 Tujuan Adapun tujuan dari Penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui: a. b.adopter lain. c.

dan berubah pula berbagai macam pranata sosial yang lain. Dengan adanya revolusi industri. pengusaha. hal. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai macam bentuk kegiatan sosial yang dilakukan oleh warga masyarakat. seperti yang terjadi pada akhir abad ke20. sistem pendidikan berubah. yang pertama maka tenaga manusia diganti dengan tenaga mesin. pola tingkah laku berubah. seperti pelajar. Agar lebih jelas gambaran tentang perubahan sosial itu bersifat kompleks dan relatif dapat kita lihat dari contoh berikut. sarana kehidupan berubah. tata nilai berubah. Pada hakikatnya setiap perubahan sosial itu bersifat kompleks dan relatif (Ibrahim. tetapi dari sudut lain adanya mesin merugikan masyarakat karena dapat mengurangi kesempatan kerja.BAB II PEMBAHASAN 2. maka berubah dengan cepat pula berbagai bidang kehidupan. mahasiswa. dan relatif artinya dari satu sudut pandang yang menguntungkan tapi dari sudut pandang yang lain dapat merugikan. pimpinan agama. Mesin akan menguntungkan perusahaan karena dengan menggunakan mesin. Dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat. hasil produksi meningkat dalam waktu relatif singkat. maka akan dapat mengarahkan terjadinya perubahan sosial ke arah tujuan yang akan dicapai secara efektif. Timbul masalah baru bagaimana menyalurkan tenaga kerja manusia atau membuka lapangan kerja yang baru.1 Latar Belakang Kehadiran Inovasi dalam Bidang Pendidikan Dalam sejarah manusia belum pernah terjadi perhatian masyarakat yang sangat besar terhadap perubahan sosial. Teknologi berubah. Dampak dari cepatnya perubahan sosial adalah meningkatkan kepekaan dan kesadaran warga masyarakat terhadap permasalahan sosial. ibu-ibu pengelola rumah tangga. di samping itu dengan digunakannya mesin. juga perlu menyiapkan tenaga yang terdidik agar dapat menggunakan dan merawat 3 . Perubahan sosial menjadi sebuah kebutuhan karena dengan memahami proses perubahan sosial serta sistem pengelolaannya. Kompleks artinya menyangkut berbagai bidang kehidupan. 5).

sebagai proses komunikasi. Penerapan pendekatan sistem yaitu guru sebagai subsistem berperan dalam 4 . Paradigma kedua adalah paradigma pembelajaran (instructional). Alat bantu mengajar yang digunakan oleh guru bersifat mendukung penjelasan guru. Guru memberikan informasi dengan berpedoman pada buku dalam menyajikan materi. individu dengan kelompok. organisasi dengan kelompok atau organisasi dengan organisasi. kelompok individu maupun organisasi. pembelajaran (instruction). dan proses belajar (learning) (Dewi Salma P. sedangkan siswa menyimak dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. guru tidak melibatkan peran aktif siswa. guru berperan sebagai penyaji materi. alat bantu tersebut ditentukan oleh guru. Guru sebagai satusatunya narasumber yang akan mentransfer ilmu. adanya perubahan paradigma dalam pendidikan. Perubahan sosial berdampak pada sistem pendidikan yaitu. kelompok dengan kelompok.mesin tersebut. 2). Sampai saat ini pendidikan kita telah melalui tiga paradigma. Hal itu tentu saja berpengaruh pada perlunya perubahan program pendidikan. yaitu paradigma pengajaran (teaching). Proses komunikasi dan pendekatan sistem mulai diterapkan pada paradigma ini. Dalam paradigma ini guru tidak hanya sebagai satu-satunya narasumber dan tidak hanya sebagai pengajar. Perubahan sosial merupakan perubahan perilaku dan sikap yang terjadi pada individu. artinya guru menjelaskan materi kepada siswa. Dalam proses pembelajaran. 2000. Tugas guru sebagai komunikator adalah mengolah pesan dan menentukan penyampaian agar pesan dapat diterima dengan baik oleh siswa. guru mengajarkan pelajaran Biologi tentang hewan dan tumbuhan. hal. Paradigma ini lebih memberikan perhatian kepada siswa. Paradigma pengajaran (teaching) dapat diartikan bahwa pendidikan hanya terjadi di sekolah. namun juga sebagai fasilitator yang membantu siswa belajar. dimana sudah ada guru yang mengajar. Contoh. guru berperan sebagai komunikator/pengirim pesan. Perubahan itu terjadi disebabkan karena terjadinya interaksi antara individu dengan individu.

merancang. disesuaikan dengan keinginan masyarakat. Ketiga melakukan berbagai diskusi dengan masyarakat yang belajar. Media digunakan sebagai sumber belajar dan guru sebagai fasilitator. yaitu orang yang memberikan pelajaran dengan mendapatkan upah. mengelola. Revolusi ini mengakibatkan pergeseran pendidikan di rumah dan orang tua ke arah pendidikan formal di sekolah. telah mempengaruhi seluruh sektor kehidupan termasuk pendidikan. Pertama. dan menilai proses pembelajaran. Revolusi pertama. teknologi modern dalam bidang komunikasi dengan produk yang berupa peralatan elektronik dan bahan (software) yang disajikan. Pada 5 . Revolusi kedua ini berkembang dengan adanya bahasa tulisan dalam menyajikan pelajaran. tetapi semua itu hanya dapat dilakukan melalui pendidikan. Paradigma ini menggali lebih dalam lagi seluruh aspek belajar. masyarakat memberikan wewenang pendidikan terhadap orang tertentu (sufi) sehingga muncul profesi guru. Paradigma ketiga adalah proses belajar (learning). ditemukannya mesin cetak yang pada gilirannya menyebabkan banyaknya buku yang tersedia di sekolah. materi-materi yang diberikan. tidak hanya proses belajar yang berada dalam lingkungan pendidikan formal tapi juga di lembaga nonformal. Kedua. Revolusi kedua. Revolusi ketiga ini awal digunakannya buku-buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. dipakainya bahasa tulisan di samping bahasa lisan dalam menyajikan pelajaran di sekolah. Pada sekitar 500 tahun sM kita mengenal kaum sufi sebagai penjual ilmu pengetahuan. kaum sufi mempersiapkan secara teliti terlebih dahulu sebelum mentransfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Revolusi kedua merupakan perkembangan revolusi pertama. Kaum Sufi berpendapat bahwa semua orang mempunyai potensi untuk berkembang dan sama-sama mempunyai tanggung jawab sosial untuk mengatur dunia. Ada tiga cara yang dilakukan kaum sufi dalam menyebarkan ilmu pengetahuan. Perkembangan pendidikan menurut Eric Ashby (1972) mengalami empat revolusi. Revolusi ketiga. di mana pada saat pembelajaran dengan ceramah dan diskusi. Revolusi keempat.

Berikut ini akan diuraikan berbagai macam model penahapan dalam proses inovasi yang berorientasi pada individu maupun yang berorientasi pada organisasi. dan serba terkini (up to date).revolusi ini telah dimanfaatkan teknologi modern software atau hardware dalam bidang pendidikan. Dengan demikian. Perkembangan pendidikan semakin maju pesat di abad ke-21. Demikian pula selama proses inovasi itu berlangsung akan selalu terjadi perubahan yang berkesinambungan sampai proses itu dinyatakan berakhir. para ahli mencoba mengidentifikasi kegiatan apa saja yang dilakukan individu selama proses itu berlangsung serta perubahan apa saja yang terjadi dalam proses inovasi.2 Perkembangan Inovasi Pendidikan Proses inovasi adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh individual atau organisasi. Belajar mandiri merupakan inti dan proses pembelajaran di masa depan yang cepat. 6 . masuknya proses pembelajaran cyber learning akan membuyarkan perbedaan antara pendidikan sekolah dan luar sekolah. mulai sadar atau tahu adanya inovasi sampai menerapkan (implementasi) inovasi. Lamanya waktu yang digunakan selama proses itu berlangsung akan berbeda antara orang atau organisasi satu dengan yang lain. salah satunya adalah teknologi komunikasi yang menunjang proses belajar tanpa batas. Dalam mempelajari proses inovasi. Belajar mandiri ini pada abad ke-21 disebut Cyber learning. Abad ke-21 merupakan abad kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi karena merupakan suatu keharusan dalam menghadapi era globalisasi teknologi. 2. Cyber learning merupakan akumulasi inforrnasi yang serba cepat dan mudah untuk dikuasai. intensif. seperti pembelajaran mandiri melalui internet. maka hasilnya dikemukakan penahapan proses inovasi. tergantung pada kepekaan orang atau organisasi terhadap inovasi.

Beberapa Model Proses Inovasi yang berorientasi pada individual : 1. Zatlman & L Brooker 7 . Colley (1961) Belum menyadari Menyadari Memahami Mempercayai Mengambil tindakan Persuasi (Sikap) Keputusan Menerima Menolak Konfirmasi Klonglan & Coward 7. Lavidge & Steiner (1961) Menyadari Mengetahui Menyukai Memilih Mempercayai Membeli 2. Robertson (1971) Persepsi tentang masalah Menyadari Memahami Menyikapi Mengesahkan Mencoba Menerima (adoption) Disonasi Rogers & Shoemaker (1971) Pengetahuan 2. Rogers (1962) Menyadari Menaruh perhatian Menilai Mencoba Menerima (adopsi) 4.

Konsepsi perubahan b. Implementasi 4. Institusionalisasi 3. Penerima sumber d. Shepard (1967) a. Pengusahaperubahan c. Inisiasi c. Konseptualisasi b. Penemuan Ide b. Implementasi d. Rutinisasi 5. Evaluasi b. Hage & Arken (1970) a. Wilson (1966) a. Implementasi e. Adopsi dan implementasi . Tentatifadopsi c. Zaltman Duncan & Holbek 8 2. Milo (1971) a.Menyadari Persepsi Informasi Motivasi Evaluasi Menerima Simbolik Mencoba Percobaan Diterima Menggunakan Menolak Simbolik Menyikapi Legitimasi Mencoba Percobaan Ditolak Evaluasi Menolak Resolusi Menerima Beberapa Model Proses Proses Inovasi yang berorientasi pada organisasi 1. Adopsi c.

Ini ditandai dengan adanya kemampuan untuk menggunakan inovasi yang telah mengarah pada keberhasilan menggunakan inovasi di masa lalu. Proses inovasi diawali dengan adanya pengetahuan yang dimiliki oleh si penerima inovasi. 2. Dalam penerapan inovasi ada dua langkah yang dilakukan yaitu langkah awal penerapan dan langkah lanjutan pembinaan penerapan inovasi. Langkah pembentukan sikap terhadap inovasi. dosen diminta untuk menggunakan transparansi dalam setiap kuliah yang diberikannya. Dalam tahap ini anggota organisasi membentuk sikap terhadap inovasi. 1. 3. b. Namun. di mana mereka melihat adanya. Dari pengetahuan yang diperolehnya timbul kesadaran akan adanya inovasi. kesenjangan dalam organisasinya. yaitu sikap terbuka terhadap inovasi dan memiliki persepsi tentang potensi inovasi yang ditandai dengan adanya pengamatan yang menunjukkan potensi inovasi. Langkah awal implementasi.a. pada awal pelaksanaannya 9 . Ada dua hal dan dimensi sikap yang ditunjukkan terhadap adanya inovasi. Tahap permulaan (inisiasi) Langkah pengetahuan dan kesadaran. Adanya komitmen/ kemauan untuk bekerja dan menggunakan inovasi dan sikap untuk menghadapi masalah yang timbul dalam menerapkan inovasi. Jika dikaitkan dengan organisasi bahwa dengan adanya pengetahuan yang dimiliki orang-orang yang ada dalam organisasi. Langkah keputusan. Tahap implementasi Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan dalam menggunakan atau menerapkan inovasi. 1. Pada langkah ini si penerima inovasi mengambil keputusan untuk menerima atau menolak inovasi yang diterapkan sehingga tidak mengakibatkan kerugian. Contohnya.

Kemudian. yang selanjutnya akan diterapkan untuk setiap mata kuliah yang diberikan. Dalam hal ini. Pada awalnya inovasi ini dari seseorang dalam organisasi pada Sekolah Dasar. pengguna melihat kondisi sekolah yang ternyata yang ternyata adanya waktu yang tersedia relatif singkat untuk dapat menyelesaikan keseluruhan materi pelajaran. Pemerataanan kesempatan belajar. para anggota telah mengetahui dan memahami inovasi. Perkembangan inovasi dalam pendidikan di Indonesia di antaranya adalah sebagai berikut : 1.dosen tersebut baru menerapkan pada satu mata kuliah saja. di mana ia telah memiliki pengetahuan tentang adanya kurikulum terpadu yang merupakan suatu inovasi. mereka melakukan evaluasi sebelum mengambil keputusan. 2. Pemerintah menciptakan sistem 10 . Saat ini beberapa sekolah telah menerapkan kurikulum terpadu (integrated curriculum). Jika pada penerapan awal telah berhasil. dibandingkan dengan kurikulum terpadu. untuk menanggulangi jumlah usia sekolah yang cukup banyak di Indonesia. yaitu kemauan sekolah atau lembaga untuk mengadakan respons terhadap tantangan perubahan masyarakat dan adanya usaha untuk menggunakan sekolah dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Adanya kesenjangan tersebut membentuk sikap ingin berubah dan menerima inovasi. Dengan menyadari bahwa ada inovasi maka ada kesempatan untuk menggunakan inovasi dalam sekolahnya. Motivasi ini bersumber pada dua hal. Tahap-tahap inovasi ini dapat diterapkan di Sekolah Dasar (SD). Perkembangan suatu inovasi didorong oleh motivasi untuk melakukan inovasi pendidikan itu sendiri. misalnya pada kurikulum SD. lalu mencoba menerapkan pada beberapa pelajaran di beberapa kelas yang selanjutnya akan diterapkan di seluruh kelas. Kurikulum ini pada setiap kegiatan belajar dapat mencakup beberapa mata pelajaran yang dipadukan. langkah kelanjutan pembinaan. serta memperoleh pengalaman dalam penerapannya maka tinggal melanjutkan dan menjaga kelangsungannya.

pembelajaran Quantum Teaching. dilakukan melalui program pendidikan jarak jauh dengan bahan belajar utama yaitu bahan cetak (modul) ditunjang dengan program kaset audio. dan Degree. seperti contoh berikut ini. Misalnya. Untuk membantu pencapaian tujuan tersebut. pelaksanaan kegiatan pembelajaran melalui pembelajaran terpadu. salah satunya adalah didirikannya SD Pamong. penggunaa multi media dalam pembelajaran. radio. Condition. Beberapa contoh perkembangan inovasi di bidang lainnya adalah sebagai berikut. penulisan tujuan pembelajaran dengan perumusan yang benar yaitu mengandung unsur Audience. Universitas Terbuka menyelenggarakan Program Penyetaraan DII Guru SD yang bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi guru kelas dan guru Penjaskes. SMP Terbuka. dapat digunakan perencanaan pengajaran yang dikenal dengan istilah TANDUR. Hingga saat ini para guru SD membuat perencanaan pengajaran (desain pembelajaran) teknologi masih menggunakan model Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Behavior. kualitas pendidikan untuk menanggulangi kurangnya jumlah guru. Sedangkan pada saat ini dengan masuknya. misalnya penataran guru melalui radio. Mahasiswa dapat belajar tanpa meninggalkan tugas. pendekatan pembelajaran melalui cara belajar siswa aktif dan lain-lain. Perkembangan inovasi pendidikan pada tingkat pendidikan dasar khususnya sekolah dasar sudah banyak dilakukan oleh para guru.pendidikan yang dapat menampung sebanyak mungkin anak usia sekolah. Di bawah ini adalah tinjauan sekitar dan maknanya. 2. dengan diiringi merosotnya mutu pendidikan pemerintah dalam hal ini mutu pendidikan. Di antaranya dengan memanfaatkan lembar kerja siswa dan media KIT IPA. Untuk lebih jelasnya Anda dapat membacanya 11 . Pendidikan harus di usahakan agar memperoleh hasil yang baik dengan dana dan waktu yang sedikit. Ini berarti harus dicari sistem pendidikan dan pengjaran yang efektif dan efisien. dan mahasisvva dapat berinteraksi dengan pengajar melalui media interaktif. dan televisi. 3.

rumus. menggunakan informasi. 4. dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan. strategi. "Aku tahu bahwa aku memang tahu ini". yaitu : 1. N : D : Namai Sediakan kata kunci. partisipasi. relaks. dan Sarah Singer-Nourie. U : Ulangi Tunjukkan pelajar cara-cara mengulang materi dan menegaskan.secara lengkap dalam buku Quantum Teaching yang ditulis oleh Bobbi DePorter. pengulangan terus menerus. 7. Demonstrasikan Sediakan kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan bahwa mereka tahu. memproses informasi. sebuah masukan. menanam ingatan dengan perasaan (emosi). dan manfaatkan kehidupan pelajar. : Alami Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar. model. membaca sekilas. 5. 6. 3. Mark Reardon. Di dalam metode belajar terdapat inovasi yang dikenal dengan Accelerated Learning. Ada tujuh langkah dalam metode belajar ini. R : Rayakan Pengakuan untuk penyelesaian. Inovasi dalam bidang pendidikan yang juga berhubungan dengan masalah reinkarnasi adalah penggunaan alat hitung sempoa bagi siswa usia 712 . konsep. A. yaitu belajar dengan menggunakan relaksasi dan perasaan atau emosi yang positif. T : Tumbuhkan Tumbuhkan minat dengan memuaskan "Apakah Manfaatnya Begitu" (AMBAK). 2. penyerapan awal.

pengurangan. dan pembagian. guru-guru dapat mengakses materi-materi pelajaran aktual melalui internet. 13 . bagi orang lain dapat merupakan sesuatu yang baru atau sebaliknya. beberapa inovasi tersebut.12 tahun di bidang Aritmatika dan telah mengenal bilangan 1-100. Jadi. Selain itu. Alat ini digunakan untuk membantu keterampilan kognitif siswa dalam menghitung penjumlahan. dengan adanya jasa telekomunikasi (Warnet). perkalian. sebab orang tersebut telah mengadopsinya sejak lama. Beberapa inovasi di atas menunjukkan suatu perkembangan yang terus-menerus seiring dengan perkembangan teknologi.

Pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen sistem pendidikan.BAB III PENUTUP 3.2 Saran Untuk mendapatkan pendidikan yang baik di era globalisasi ini pendidikan hendaknya harus mempunyai inovasi. yang mana inovasi itu dapat memudahakan seorang pendidik dalam mengimplementasikan pendidikan sekarang ini. Sebagai pendidik.1 Simpulan Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi. Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa. orang tua dan masyarakat. 14 . kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasiinovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Oleh karena itu seorang pendidik harus mampu menciptakan sebuah inovasi pendidikan yang bermanfaat bagi peserta didik dan guru dalam kegiatan pembelajaran. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan. 3. kelemahan tantangan dan hambatan yang ada. tetapi juga di segala bidang termasuk bidang pendidikan.

2007. Surakarta : UNS Press. Menuju Kemahiran Berbahasa Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Suprayekti. DAFTAR ISI 15 . Murtono. Pembaharuan Pembelajaran di SD. 2010. Jakarta : Universitas Terbuka.

..................................................................................1 Latar Belakang ........................... 1......................2 Saran ......................................................................2 Rumusan Masalah ................................................2 Perkembangan Inovasi Pendidikan ...................... 1.......................................1 Simpulan .................................. 3................................... DAFTAR ISI ............................................. 1...................HALAMAN JUDUL ..............................................................................................................................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN .. i 1 1 2 2 3 3 6 14 14 14 15 ii 16 ............... 3..... BAB II PEMBAHASAN .......................1 Latar Belakang Kehadiran Inovasi dalam Bidang Pendidikan ...................................................................................................3 Tujuan ......... DAFTAR PUSTAKA ............................. 2..... 2................... BAB III PENUTUP .......................................................................................

Pd. Oleh: Fahmi Amrullah Dwi Saputra Mohamad Aniq Erika Sulistya Nugraha 2009-33-133 2009-33-145 2009-33-175 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MURIA KUDUS 2011 17 . M.PENGERTIAN PEMBARUAN (INOVASI) PENDIDIKAN Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Model Pengembangan Pembelajaran SD Dosen Pengampu: Sumaji.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->