ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN 2

Modul 10 Oleh: Anis Cherid, M.T.I
PENGURUTAN SISIP (INSERTION SORT) Dibanding metode pengurutan gelembung (bubble sort) dan pengurutan pilih (selection sort), pengurutan sisip merupakan teknik pengurutan yang paling mirip dengan teknik yang pada umumnya dipergunakan oleh manusia ketika mengurutkan sekumpulan data. Karena itu, algoritma pengurutan sisip lebih mudah kita pahami. Namun demikian, untuk mengimplementasikan pengurutan sisip ke dalam sebuah program, kita harus menggunakan algoritma yang lebih rumit dibanding pengurutan gelembung maupun pengurutan pilih. Jika kita memiliki 6 buah kartu yang masing-masing bernilai 15, 16, 01, 04, 12 dan 11, maka proses pengurutan yang kita lakukan adalah sebagai berikut: Kondisi awal: Kartu terurut dimulai dari 15 Langkah 1: Kartu berikut 16, kartu terurut terdiri dari 15, 16 Langkah 2: Kartu berikut 01, kartu terurut terdiri dari 01, 15, 16 Langkah 3: Kartu berikut 04, kartu terurut terdiri dari 01, 04, 15, 16 Langkah 4: Kartu berikut 12, kartu terurut terdiri dari 01, 04, 12, 15, 16 Langkah 5: Kartu berikut 11, kartu terurut terdiri dari 01, 04, 11, 12, 15, 16. Implementasi algorima pengurutan sisip (menaik) di atas, pada dasarnya dilakukan dengan menyisipkan sebuah data baru ke dalam bagian array yang sudah terurut. Lokasi penyisipan yang tepat dilakukan dengan menelusuri satu persatu elemen dalam array yang sudah terurut, dimulai dari elemen yang datanya terbesar dan diakhiri pada elemen 1. Selama proses pencarian posisi yang tepat dilakukan, masing-masing dari data dalam elemen array yang sudah terurut digeser 1 elemen ke sebelah kanan. Misalnya terdapat array yang terdiri dari 6 elemen, maka proses pengurutan sisip dapat diilustrasikan sebagai berikut:
Array yang tidak terurut: 15 16 01 04 12 11 Pass 1: mencari posisi sisip untuk 16 (nilai elemen 2). Posisi sisip : 2: dibanding 1 (16 > 15) >>> posisi 2 benar. Elemen 2 = Nilai. 15 16 01 04 12 11 Pass 2: mencari posisi sisip untuk 01 (nilai elemen 3). Posisi sisip : 3: dibanding 2 (01 < 16) >>> posisi 3 salah, geser elemen 2. 15 -- 16* 04 12 11 2: dibanding 1 (01 < 15) >>> posisi 2 salah, geser elemen 1. -- 15* 16 04 12 11 1: Elemen terurut sudah diperiksa semua. Elemen 1 = Nilai.

1

posisi 5 salah. Pass 3: mencari posisi sisip Posisi sisip : 4: dibanding 3 (04 < 16) >>> 01 15 -.16* 5: dibanding 4 (11 < 15) >>> 01 04 12 -. geser elemen 2 posisi 2 benar. posisiSisip. nilai = L[posisiSisip]. } } /* posisiSisip=0 or posisiBenar */ L[posisiSisip] = nilai. /*geser elemen*/ --posisiSisip. } } 2 . geser elemen 4 posisi 4 salah. posisi 4 salah.16* 12 11 3: dibanding 2 (04 < 15) >>> 01 -. posisi 6 salah. geser elemen 3 posisi 3 salah. Elemen 2 = Nilai. /* cari posisi sisip yang benar sambil menggeser */ while (posisiSisip > 0 && !posisiBenar){ if (nilai < L[posisiSisip-1]){ L[posisiSisip] = L[posisiSisip-1].15* 16 11 3: dibanding 2 (12 > 15) >>> 01 04 12* 15 16 11 Pass 5: mencari posisi sisip Posisi sisip: 6: dibanding 5 (11 < 16) >>> 01 04 12 15 -. Elemen 3 = Nilai. /* elemen L[0] dianggap sudah terurut*/ for (pass = 1. geser elemen 3 posisi 3 benar. posisiBenar = 0. yaitu array yang akan diurutkan dan jumlah elemen array yang akan diurutkan [RIN01]: void insertionSort (int L[].12* 15 16 3: dibanding 2 (11 > 04) >>> 01 04 11* 12 15 16 Di bawah ini disajikan fungsi yang mengimplementasikan algoritma pengurutan pilih yang memiliki 2 buah parameter.pass<N. geser elemen 3 posisi 3 benar.15* 16 12 11 2: dibanding 1 (04 > 01) >>> 01 04* 15 16 12 11 Pass 4: mencari posisi sisip Posisi sisip: 5: dibanding 4 (12 < 16) >>> 01 04 15 -. int N){ int pass. geser elemen 4 posisi 4 salah.16* 11 4: dibanding 3 (12 < 15) >>> 01 04 -. posisiBenar=0.15* 16 4: dibanding 3 (11 < 12) >>> 01 04 -.01* 15 16 04 12 11 untuk 04 (nilai elemen 4). untuk 12 (nilai elemen 5). geser elemen 5 posisi 5 salah. } else { posisiBenar = 1.pass++){ posisiSisip = pass. untuk 11 (nilai elemen 6). Elemen 3 = Nilai. nilai.

} while ((N<2 || N>MAX) && N!=0). int).i++){ if (elemenKosong!=-1 && elemenKosong==i){ printf("--"). printf("Tekan sembarang kunci untuk " "mengurutkan array yang berbeda. } if(elemenBintang!=-1 && elemenBintang==i){ printf("* "). int.Program yang lebih lengkap untuk menyajikan kondisi array pada masing-masing posisi penyisipan. int).i<N. int elemenBintang){ int i. getch().."). if (N==0){ break. } resetArray(arrPenampung. periksaLayar(int *). " "atau 0 untuk keluar): "). insertionSort(arrPenampung. N). } while (1).h> #include <conio. int). 3 . scanf("%d".&N). int N. } else { printf(" "). int. void main(){ int N=0. do{ do { printf("Berapa jumlah elemen yang " "akan diurutkan (2 s/d 17. insertionSort(int []. disajikan di bawah ini: #include <stdio.h> #include <stdlib. int elemenKosong.").. } void tampilkanArray(int L[]. N). if(*jumlahBaris>22){ printf(">>>>>>>>>Tekan ENTER untuk melanjutkan.arrPenampung[MAX].h> #define MAX 17 void void void void tampilkanArray(int []. } } printf("\n"). } else { printf("%02d". for (i=0. resetArray(int []..L[i]).. clrscr().h> #include <time. } void periksaLayar(int *jumlahBaris){ ++(*jumlahBaris).

posisiBenar=0. N.posisiSisip+1). periksaLayar(&lineCounter). (nilai<L[posisiSisip-1]?'<':'>'). posisiSisip.posisiSisip+1). /*geser elemen*/ --posisiSisip. } } void insertionSort(int L[]. printf ("Array yang tidak terurut:\n"). for (i=0. while (posisiSisip > 0 && !posisiBenar){ printf("%2d: dibanding %2d (%02d %c %02d) >>> " "posisi %d %s. int N){ int pass. -1). } printf("\n "). lineCounter. periksaLayar(&lineCounter). posisiSisip. nilai. } else { posisiBenar = 1. N.posisiSisip. *jumlahBaris=1. lineCounter = 4. -1. ".posisiSisip+1. } } void resetArray(int L[]. printf("elemen %d = Nilai". (nilai<L[posisiSisip-1]? "salah":"benar")). posisiBenar = 0. if (!posisiBenar){ tampilkanArray(L.getch().nilai.\n". randomize(). " "Elemen 1 = Nilai\n "). 4 . pass. /* elemen L[0] dianggap sudah terurut */ for (pass=1. /* cari posisi sisip yang benar sambil menggeser */ printf("Posisi sisip:\n").pass+1). } } /*posisiSisip=0 or posisiBenar*/ L[posisiSisip] = nilai. if (nilai < L[posisiSisip-1]){ L[posisiSisip] = L[posisiSisip-1]. posisiSisip+1).pass<N. L[posisiSisip-1]. periksaLayar(&lineCounter). periksaLayar(&lineCounter).i<N.nilai.pass++){ nilai = L[pass]. tampilkanArray (L. periksaLayar(&lineCounter). printf(" "). posisiSisip = pass. if (posisiSisip==0){ printf(" 1: Elemen terurut sudah diperiksa semua. posisiSisip+1. printf("geser elemen %d". printf("Pass %d: mencari posisi sisip untuk %02d" " (nilai elemen %d). printf("\n"). int N){ int i.i++){ L[i]=random(99)+1. printf("\n").

N : Integer). N.winprocs.periksaLayar(&lineCounter).. a:TArray. posisiSisip). time:longint. {elemen pL^[1] dianggap sudah terurut} for pass := 2 to N do begin posisiSisip := pass. bubble-sort adalah algoritma yang paling tidak sama dengan cara manusia mengurutkan kumpulan nilai yang berbeda-beda. const max=15000. posisiBenar : boolean.max] of byte. pL:^TArray. } else { tampilkanArray(L.j:Integer. -1). Dari ketiga algoritma ini. program yang 5 . } } MEMBANDINGKAN KECEPATAN BERBAGAI ALGORITMA SORTING Di bawah ini disajikan sebuah program yang membandingkan kecepatan beberapa algoritma sorting yang sudah dipelajari sejauh ini. -1. Sedangkan algoritma insertion-sort adalah yang paling mirip dengan cara yang digunakan oleh manusia untuk mengurutkan sekumpulan nilai tertentu. procedure insertionSort (var L : TArray.i : Integer. posisiSisip. type TArray=array[1. nilai := pL^[posisiSisip]. var pass. } if (posisiSisip != pass){ tampilkanArray(L. -1. for i:=1 to N do pL^[i]:=L[i]. dipergunakan adalah sebagai berikut: program pembandingan_algoritma_sorting. nilai. begin new(pL). yaitu bubble-sort. } periksaLayar(&lineCounter). selection-sort dan insertion-sort. {cari posisi sisip yang benar sambil menggeser} while (posisiSisip > 1) and (not posisiBenar) do begin yaitu shell-sort). N. Untuk menguji kecepatan pengurutan dari ketiga algoritma ini (ditambah sebuah algoritma lain yang belum dipelajari. posisiBenar := false. var i. uses wincrt.

pL^[langkah] := pL^[langkah + 1]. posisiSisip := posisiSisip .} {dan pertukaran terakhir dalam } {pass disimpan dalam variabel.indeksMin.1. langkah. batas_belum_terurut := N . end. end.i : Integer. {procedure} procedure bubbleSort(var L : TArray. end. i. for i:=1 to N do pL^[i]:=L[i]. } end {if} end. while batas_belum_terurut > 0 do begin tukar_terakhir := 0. } {Jika sebelumnya tidak ada pertukaran} {maka batas_belum_terurut = 0-1 = -1. var batas_belum_terurut. {for} dispose(pL). begin new(pL). for pass:= 1 to N-1 do begin {pencarian nilai minimum} 6 . begin new(pL). {for} batas_belum_terurut := tukar_terakhir . tukar_terakhir.1 {Pembandingan pada pass selanjutnya } {hanya sampai elemen terakhir tempat } {terjadinya pertukaran . {Menandakan terjadi pertukaran. N : Integer). N : Integer).1.} end. tukar_terakhir := langkah. for langkah := 1 to batas_belum_terurut do begin if pL^[langkah] > pL^[langkah + 1] then begin temp := pL^[langkah]. temp.if nilai < pL^[posisiSisip-1] then begin pL^[posisiSisip] := pL^[posisiSisip-1]. for i:=1 to N do pL^[i]:=L[i].temp: Integer.1. {while} {posisiSisip<1 or posisiBenar} pL^[posisiSisip] := nilai. {while} dispose(pL). end else posisiBenar := true. pL^[langkah + 1] := temp. {procedure} procedure selectionSort(var L : TArray. pL:^TArray. pL:^TArray. end. var pass.

i:=5000. { If an exchange was made. NumItems : Integer).indeksMin := pass. we're not done. { This is our index into the array } gap : Integer. { Set done to true } for Index := 1 to NumItems . {for i} {menukar nilai dalam elemen urut ke-pass dengan nilai min} if indeksMin <> pass then begin temp:=pL^[indeksMin]. { Set our Gap to half of what it was } done := false. { This is the shell sort. It is much like the bubble sort. {if} end. pL^[Index + Gap]:=temp. {procedure} procedure ShellSort(Var L : TArray. } done : boolean. end. temp. } var Index. {program utama} begin randomize. done := false. it is done over a distance of GAP.Gap do if pL^[Index] > pL^[Index + Gap] then begin temp:=pL^[Index]. {for pass} dispose(pL). while not done do begin done := true. pL:^TArray. {if} end. except instead of comparing and swapping adjacent elements. pL^[pass] := temp. pL^[Index]:=pL^[Index + Gap]. end. end. end.i:Integer. while gap <> 1 do begin gap := gap div 2. } end. end. pL^[indeksMin] := pL^[pass]. end. begin new(pL). 7 . { This is the gap of the sort. for i:=1 to NumItems do pL^[i]:=L[i]. gap := NumItems. dispose(pL). for i:= pass + 1 to N do begin if pL^[i] < pL^[indeksMin] then begin indeksMin := i.

selectionSort(a. Artinya.50 detik 4.17 detik 1.02 detik 0. i:=i+2000. jika manusia diharuskan mengurutkan dengan algoritma shell-sort.' detik'). end.05 detik 1. time:=gettickcount. Shell-sort merupakan modifikasi dari algoritma bubble-sort dan merupakan metode yang sama sekali tidak mirip dengan cara manusia mengurutkan.98 detik 1. time:=gettickcount. akan dibutuhkan waktu yang lebih lama 8 .i). Shell-sort merupakan algoritma yang memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh komputer dibanding manusia.22 detik 0. insertionSort(a.02 detik 0. shellSort(a. misalnya kemampuan mengelola variabel dan melakukan struktur perulangan dengan cepat.72 detik 1.17 detik 0. end. sementara bubblesort adalah algoritma yang paling lambat. write((gettickcount-time)/1000:10:2. write((gettickcount-time)/1000:10:2.02 detik 0.66 detik 2. Output dari program di atas adalah: N 5000 7000 9000 11000 13000 15000 Bubble 0. Insertion-sort yang paling mirip dengan cara manusia mengurutkan lebih cepat dalam melakukan proses pengurutan.05 detik Dari hasil pembandingan tersebut tampak bahwa semakin dekat algoritma sorting dengan cara yang dipergunakan manusia. bubbleSort(a. semakin cepat komputer melaksanakan algoritma tersebut.writeln(' N Bubble Selection'.' detik').44 detik 0.34 detik 0. readln.55 detik Shell 0.56 detik 0.i).03 detik 0.05 detik 0.i).83 detik 1.i).52 detik 0.97 detik Insertion 0. Tetapi kecenderungan ini tidak sepenuhnya benar jika algoritma sorting yang lebih canggih dimasukkan dalam pembandingan. write((gettickcount-time)/1000:10:2. write(i:7). while (i<=max) do begin for j:=1 to i do begin a[j]:=random(256).' detik').55 detik Selection 0. write((gettickcount-time)/1000:10:2. ' Insertion Shell').' detik'). writeln. end. time:=gettickcount. time:=gettickcount.47 detik 3.47 detik 1.

maka waktu yang dibutuhkan meningkat secara linear. "can" }. const void *b). const void *b). jika N meningkat 3 kali lipat. i++) printf("%s ". double elapsed. waktu yang dibutuhkan untuk mengurutkan N data meningkat secara kuadratik. p=(int *) malloc (sizeof(int)*100). 9 . list[i]). max=25000. "cap". atau sebanyak 3 kali lipat juga. Tetapi. i < 5. maka waktu yang dibutuhkan hanya meningkat sebanyak log X kali lipat (misalnya log 1000 = 7 kali lipat). Terdapat algoritma sorting lain yang peningkatan waktu yang dibutuhkan meningkat secara logaritmis. i < 5. i++) printf("%s ". char list[5][4] = { "cat". Algoritma sorting yang canggih ini disebut quicksort dan Bahasa C sudah menyediakan fungsi qsort() untuk melaksanakan algoritma ini. int main(void) { int i. qsort((void *)list. finish.dibanding jika manusia yang sama harus mengurutkan dengan metode insertionsort. for (i=0. int *p. 5. Sedangkan.i++) { p[i]=random(100).h> <time. j. selection dan insertion. for (i = 0. Perhatikan bahwa dengan menggunakan algoritma bubble. sizeof(list[0]). printf("\n100 elemen data sebelum diurutkan: \n"). Jika N meningkat dari 5000 menjadi 15000 (3 kali lipat) maka ketiga algoritma sorting tersebut memerlukan waktu 9 kali lipat lebih lama. int sort_string(const void *a. "car".h> <stdlib. printf("\n*****************************************************" "**************************"). Berikut ini adalah contoh program yang menggunakan fungsi tersebut [BOR97]: #include #include #include #include #include <stdio.h> <alloc. sort_string). clock_t start. printf("\n5 string SESUDAH diurutkan: "). artinya jika jumlah elemen yang diurutkan meningkat sebanyak X kali lipat (misalnya 1000 kali lipat).h> <string. randomize(). printf("\n*****************************************************" "**************************"). list[i]). for (i = 0. komputer akan lebih cepat melakukan pengurutan dengan algoritma shell-sort dibanding algoritma lain yang telah dipelajari sejauh ini.i<100. printf("*****************************************************" "**************************"). pada shell-sort. printf("\n5 string sebelum diurutkan: ").h> int sort_integer(const void *a. "cab".

const void *b) { 10 . yaitu dengan p=(int *)a. p[i]). p[i]). /** elemen pertama dikirim sebagai void pointer a. **/ } int sort_string( const void *a. terlebih dahulu harus dikonversi menjadi pointer bertipe int. Untuk memperoleh nilainya. *****/ int x. printf("\n100 elemen data SESUDAH diurutkan: \n"). } qsort((void *)p. baru kemudian diperoleh nilainya dengan x=*p **/ y=*((int *)b). /** Jika pengurutan ingin diakukan secara menaik (ascending). for(j=0.*p. Fungsi ini mengembalikan nilai -1. x=*p. sort_integer). sizeof(p[0]).y. p=(int *)a. qsort((void *)p.Jika -1 atau 0 yang dikembalikan oleh fungsi ini. sizeof(p[0]). for(i=1000.i. printf("\n N Waktu (detik) \n"). } int sort_integer( const void *a. } return 0. printf("%6d %7.i<=max. elapsed=(double)(finish-start)/CLK_TCK. maka statement di atas diganti menjadi: return(x>y?-1:x==y?0:1). for (i=0. i. return(x<y?-1:x==y?0:1). sort_integer). maka qsort() tidak akan menukar posisi kedua elemen.5f\n". printf("\nTabel Waktu yang Dibutuhkan untuk " "melakukan QuickSort"). finish=clock().printf("%d ". 0 atau 1. free(p).i<100. printf("\n*****************************************************" "**************************").j++) p[j]=random(1000). const void *b) { /***** fungsi yang dibutuhkan oleh fungsi qsort() untuk membandingkan antara 2 elemen array. start=clock().j<i. } free(p).elapsed). 100.i++) { printf("%d ". printf("\n*****************************************************" "**************************").i+=5000){ p=(int *) malloc (sizeof(int)*i).

pemanggilan fungsi qsort() dilakukan sebagai berikut: qsort( (void *) namaArray. juga harus dibuat sebuah fungsi yang membandingkan 2 buah elemen array. Borland. Secara umum. Jika -1 atau 0 yang dikembalikan oleh fungsi ini. Fungsi ini mengembalikan nilai -1. 11 . Selanjutnya nama fungsi tersebut digunakan sebagai parameter ketika memanggil fungsi qsort(). Jika yang dikembalikan fungsi ini adalah 1.(char *)b) ). namaFungsiPembanding). Jika fungsi ini mengembalikan nilai -1 atau 0. jumlahElemenAray./***** fungsi yang dibutuhkan oleh fungsi qsort() untuk membandingkan antara 2 elemen array. sizeOfElemen.02 Help. maka qsort() akan menempatkan elemen b sebelum elemen a dalam posisi pengurutan. 0 atau 1. *****/ return( strcmp((char *)a. Borland C++ 5. 2001. Algoritma dan Pemrograman dengan Bahasa Pascal dan C. [BOR97] Borland Intenational. untuk bisa menggunakan fungsi qsort(). } Dalam contoh program di atas. Buku 2. REFERENSI [RIN01] Rinaldi Munir & Leoni Lidya. maka qsort() tidak akan menukar posisi kedua elemen. Bandung: Informatika. maka qsort() tidak akan menukar posisi kedua elemen. 1997.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful