1

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sudah menjadi kebiasaan manusia dalam semua masa, jika berbicara, berjanji atau bersemboyan maka mereka selalu ingin memperkuatnya dengan berbagai cara, diantaranya dengan sumpah. Dengan sumpah, pendengar akan yakin dan mantap dalam menerima dan mempercayai ucapan yang didengarnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa sumpah biasanya digunakan untuk menunjukkan atau mengemukakan kebenaran yang sesungguhnya. Dengan sumpah mestinya kita menjadi yakin dan tidak ragu sedikit pun terhadap kebenaran yang dimaksudkan didalam sumpah itu. Untuk meyakinkan dan menarik perhatian kita tentang suatu persoalan yang sangat penting Allah SWT di dalam Al-Qur’an juga bersumpah dengan menyebut sesuatu. Di dalam hadis ternyata terdapat juga sumpah Nabi Muhammad SAW sehingga apa yang menjadi sumpahnya itu sangat penting untuk kita perhatikan agar kita semakin yakin. Dalam menghadapi kebenaran dan agama, manusia itu berbeda dalam cara menerima, menghayati, dan mengamalkannya. Bagi orang yang bersih jiwanya dan tidak dikotori hawa nafsunya, mereka siap menerima kebenaran agama dengan mudah, lancar, serta insyaf. Mereka tidak membutuhkan argumentasi, teori muluk-muluk, bukti-bukti, maupun ucapan-ucapan yang diperkuat dengan taukid atau sumpah. Sebaliknya, bagi orang yang jiwanya dikotori hawa nafsu, kebatilan dan tipuan setan, mereka tidak akan mau menerima kebenaran agama. Mereka menerima kebenaran agama setelah jiwanya dimasuki bentuk-bentuk ungkapan yang menenangkan jiwa, baik diberi penguat (taukid) ataupun sumpah (qasam). Hal itu merupakan salah satu cara yang ampuh untuk menyadarkan mereka. Untuk meyakinkan dan menarik perhatian makhluknya tentang suatu persoalan yang sangat penting, maka Allah SWT di dalam Al-Qur’an mempertegas dengan sumpah atau qasam. Melihat kenyataan yang demikian maka perlu sekali bagi kita untuk mengetahui tentang permasalan sumpah atau qasam, sebagai mana akan dibahas dalam makalah ini.

B. Pembahasan

karena memang satu makna. Sebab. berjanji atau bersemboyan maka mereka selalu ingin memperkuatnya dengan berbagai cara. Abdul Djalal.2 1. Rukun-Rukun Qasam Sighat qasam yang asli ialah seperti dalam QS. Urdu. Sedangkan menurut Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia sumpah (qasam) didefinisikan dengan pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada tuhan atau sesuatu yang dianggap suci bahwa apa yang dikatakan atau dijanjikan itu benar (1984:974). aqsam merupakan lafal jamak dari kata qasam. berarti sudah dipersaksikan di hadapan Tuhan.) yang menulis kitab At-Tibyan Fi Aqsamil Qur’an. yaitu berarti sumpah. tetapi muatan makna kata qasam lebih tegas (291:1973). Sumpah dinamakan dengan yamin karena orang Arab kalau bersumpah saling memegang tangan kanan masing-masing.H." 2. Bentuk sumpah itu tidak hanya terdapat dalam Al-Qur’an saja. Sudah menjadi kebiasaan manusia dalam semua masa. Dengan sumpah. pembicaraan yang diperkuat dengan sumpah itu. Perancis. Inggris. baik Arab. Sumpah itu dalam ucapan sehari-hari merupakan salah satu cara menguatkan pembicaraan yang diselipi dengan persaksian/ pembuktian yang mendorong lawan pembicara untuk bisa menerima/ mempercayainya. dan sebagainya termasuk pula dalam bahasa Indonesia. jika berbicara. Dr. An-Nahl ayat 38 surah:          (38 : ‫ )النحل‬ . juga tidak hanya dalam bahasa Arab. diantaranya dengan sumpah. melainkan umum dan terdapat dalam kitab suci serta dalam segala bahasa di dunia. Menurut manna Al-Qaththan. pendengar akan yakin dan mantap dalam menerima dan mempercayai ucapan yang didengarnya. Sedang kata qasam sama artinya dengan kata halaf dan yamin. qasam atau sumpah ialah mengikatkan jiwa untuk tidak melakukan sesuatu perbuatan atau untuk mengerjakannya. 346:2000). yang diperkuat dengan sesuatu yang diagungkan bagi orang yang bersumpah. qasam semakna dengan hilf dan yamin. baik secara nyata ataupun secara keyakinan saja (Prof. Menurut istilah. Orang pertama yang menyusun Ilmu Aqsamil Qur'an ini ialah Imam Ibnul AlJauziyah (wafat 751 H. Pengertian Aqsamil Qur'an Menurut bahasa.

‫اَقسم بعمرك وعمرى وحياتى او وحياة ابيك او رأسك او غير ذلك‬ َ ِ ِ ْ َ ْ َ َ ِ َْ ْ َ َ ْ َِ ِ ََ َ ْ َ ِ ََ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ِ ُ َ ْ Artinya: Saya bersumpah demi umurmu. Maksud sumpah orang Arab Jahiliah tersebut adalah untuk memuliakan hal-hal . seperti dalam QS. lalu diperkuat dengan sumpah tersebut. diganti dengan huruf ba' saja. Misalnya. Fi'il Qasam Dalam percakapan sehari-hari atau dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Kadang-kadang fi'il qasamnya dibuang/tidak disebutkan. hidupnya. kepalanya. Keadaan Muqsam Bih Prof. dan sebagainya (348:2000). Abdul Djalal menceritakan kebiasaan sumpah orang-orang Arab Jahiliah yang selalu memakai muqsam bih selain Allah. yaitu sumpah itu harus diperkuat sesuatu yang diagungkan oleh yang bersumpah. seperti dalam QS. kakeknya. Al-Lail ayat 1: Artinya: Demi malam apabila menutupi (cahaya siang). dan sebagainya. misalnya dengan umurnya.H. Seperti kalimat: ‫ل يبعث ال من يموت‬ ُ ُ َ ْ َ ّ ُ َ َْ ُ a. Kadang huruf ba' itupun diganti dengan wawu. Sighat aqsam yang asli terdiri tiga rukun. atau demi hidup ayahmu. penggunaan huruf ba' ini hanya terjadi jika fi'il qasamnya disebutkan. (‫النور : 1( والليل إذا‬ َ ِ ِ ّْ َ ‫يغشى‬ َ َْ Atau diganti dengan huruf ta'. Al-Anbiya' ayat 57: (57 : ‫وتال ل َكيد ن أصنا مكم )النبياء‬ ْ ُ َ َْ َ ّ َ ِ َ ّ ََ ِ Artinya: Demi Allah. Dr. Tetapi dalam Al-Qur’an. yaitu: a) Harus ada fi'il qasam yang dimuta'addikan dengan huruf ba'. atau demi hidupku. Contoh dengan lafal Allah: ّ ‫با‬ ِ ِ ‫ل‬ c) Harus ada muqsam 'alaihi (berita yang diperkuat dengan sumpah) yaitu ucapan yang ingin supaya diterima/dipercaya orang yang mendengar. b. atau demi umur saya. pasti akan saya hancurkan berhala-berhala beliau (sumpah Nabi Ibrahim). sumpah itu tidak selalu lengkap mencakup ketiga rukun tersebut. Contoh seperti lafal :  b) Harus ada muqsam bih (penguat sumpah). Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati. atau demi kepalamu. mereka bersumpah dengan berkata: .3 Artinya: Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguhsungguh. Contohnya seperti dalam ayat 53 surah An-Nur: (‫النور : 35( وأقسموا بال جهد أيمان ِم‬ ْ ‫ََ ْ َ ُ ِ ّ َ ْ َ َ ْ َ ِه‬ ِ Artinya:Dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah.

Tirmidzi) Hadis riwayat Al-Hasan menyebutkan: (‫ان ال أقسم بما شاء من خلقه وليس لحد ان يقسم ال با ال )اخرجه ابن حاتم‬ Artinya: Sesungguhnya Allah bersumpah bisa dengan makhluk-Nya apa saja. . bagi Allah SWT boleh bersumpah dengan muqsam bih apa saja. Sejalan dengan kebiasaan orang Arab Jahiliah itulah. Hal itu berdasarkan hadis riwayat Umar: ‫قال ابن عمر: ل تحلف بغير ال، فإني سمعت رسول ال، صلى ال عليه وسلم يقول : من حلف بغير‬ (184 :‫ال، فقد كفر أو أشرك )رواه الترمذى( رياض الصالحين . Allah bersumpah dengan buah Tin. Contohnya. Dengan Dzat Allah atau sifat-sifat-Nya terdapat dalam QS. Menurut kebiasaan. sesungguhnya mereka bergelimang dalam kemabukan). sebagai berikut: a. melainkan supaya manusia mengerti bahwa makhluk/ benda-benda yang dijadikan muqsam bih Allah SWT itu adalah benda/ makhlukmakhluk yang penting. Padahal. maka berarti dia telah kafir atau musyrik. (HR. sumpah itu seharusnya memakai nama Allah SWT. macam-macam muqsam bih dalam Al-Qur’an itu ada tujuh macam. Sedang bagi Allah yang Maha Agung itu tidak ada yang harus diagungkan oleh-Nya. muqsam bih itu harus berupa yang diagungkan oleh yang bersumpah. dan menyadari kebesaran pencipta-Nya. Dzat atau sifat-sifatNya. sehingga Dia boleh bersumpah dengan Dzat-Nya ataupun dengan makhluk-Nya.)ج 1 / ص‬ Artinya: Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah.4 yang dijadikan muqsam bih. Misalnya. seperti dalam QS. Ibnu Abi Hatim) Memang. Sebab. tetapi seorang pun tidak boleh bersumpah selain dengan nama Allah. Al-Hijr ayat 72 : (‫الجحر : 27( لعمرك إنهم لفي سكرتهم‬ ْ ِ َِ ْ َ ِ َ ْ ُ ِّ َ ُ ْ َ َ َ ََُْ ‫يعمهون‬ Artinya: Demi umurmu (Muhammad). yang besar artinya. c. Macam-macam Muqsam Bih dalam Al-Qur’an Jika diamati secara mendalam. dalam Al-Qur’an juga kadang-kadang terdapat qasam seperti qasam orang Arab Jahiliah. Sebab. yaitu Allah SWT. ada larangan bersumpah dengan muqsam bih selain Allah. menurut peraturan muqsam bih. dan gunung Thur Siniin. mereka memang memuliakan hal tersebut. Zaitun. Al-Hijr Ayat 92. serta negara Arab yang aman supaya manusia mengetahui kedudukan benda-benda tersebut. terutama bagi sumpah manusia. (HR. Tetapi tidak untuk mengagungkan makhluk itu. yang dihukumi musyrik.

Jika ditanyakan mengapa Allah SWT bersumpah dengan memakai muqsam bih makhluk ? Ada 4 macam jawaban. Asy-Syamsu ayat 1-4: (4-1 : ‫والشمس وضحاها والقمر إذا تلها والنهار إذا جلها والليل إذا يغْشاها )الشمس‬ َ َ َ َ ِ ِ ْ ّ َ َ َ َ ِ ِ َ ّ َ َ َ َ ِ ِ َ َْ َ َ َ ُ َ ِ ْ ّ َ Artinya: Demi matahari dan cahayanya di pagi hari. c. Contohnya dalam QS. malaikat. e. dan sebagainya. matahari. Al-Qiyamah ayat 1: (1 : ‫لا أقسم بيوم القيا مة )القيامة‬ َ َِ ْ ِ ْ َِ ُ ِ ْ ُ Artinya: Aku bersumpah dengan hari kiamat. Dengan Al-Qur’an. terdapat dalam QS. f. b. dan demi bulan apabila mengiringinya. fajar. yaitu membuang lafal "rabbun". sesungguhnya kamu (Muhammad) adalah benar-benar salah seorang dari para Rasul. sesungguhnya mereka bergelimang dalam kemabukan. negara yang aman. 72: (‫الجحر : 27( لعمرك إنهم لفي سكرتهم يعمهون‬ َ ُ َ ْ َ ْ ِ َِ ْ َ ِ َ ْ ُ ِّ َ ُ ْ َ َ Artinya: Demi umurmu (Muhammad). bulan. Zaitun. dan siang apabila menampakkannya. sumpah "Wattin" Dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah. karena membuang mudhaf (lafal yang disambungkan). Dengan makhluk berupa benda-benda angkasa (Al-Uluwwiyya). seperti pada QS. d. dan malam apabila menutupinya. Al-Hijr ayat . maka ada 20 macam benda-benda bumi yang dijadikan sumpah oleh Allah SWT. Dengan makhluk yang berupa benda-benda bumi/ bawah (bissufliyyat). Jadi. Jika isi Al-Qur’an diamati. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaikbaiknya. Contohnya dalam QS. seperti dengan bintang. terdapat dalam QS. seperti dengan buah Tin. dan sebagainya. Dengan hari kiamat. Kami pasti akan menanyai mereka semuanya.5 sebagai berikut: (‫الجحر: 29( فوربك لنسألنهم‬ ْ ُ ّ ََ ْ َ َ َ ّ َ َ َ َ َِْ َ ‫أجمعين‬ Artinya: Demi Tuhanmu. At-Tiin ayat 1-4: (4-1 : ‫والتين والزيتون وطور سينين وهذا البلد المين لقد خلقنا النسان في أحسن تقويم )التين‬ ٍ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ِ َ َ ْ َ ْ ََ ْ َ َ ِ ِ ِ ََ ْ َ َ َ َ ِ ِ ِ ُ َ ِ ُ ْ ّ َ ِ ّ َ Artinya: Demi buah Tin dan Zaitun dan bukit sina dan demi negeri (Mekkah) yang aman. sebagai berikut: Pertama. Yasin ayat 1-3: (3-1 : ‫يس والقرآن الحكيم إنك لمن المرسلين )يس‬ َ َِ ْ ُ ْ َ ِ َ َ ّ ِ ِ ِ َ ْ ِ َْ ُ ْ َ Artinya: Yaasiin.

orang Arab memang mengagungkan benda/ makhluk dan bersumpah dengan benda-benda tersebut. Al-Qiyamah ayat 1-2 : 2-1 : ‫)لا أقسم بيوم القيا مة ول أقسم بالنفس اللوامة )القيامة‬ ِ َ ّ ّ ِ ْ ّ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ َِ ْ ِ ْ َِ ُ ِ ْ ُ Artinya: Aku bersumpah dengan hari kiamat dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya). malam. Jika yang penting. karena menyebut makhluk itu tentu mengingatkan Khaliknya. Keempat. maka muqsam alaihnya boleh dibuang. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tidak pula benci kepadamu. Keadaan Muqsam Alaihi Muqsam alaih ialah berita yang dikuatkan dengan sumpah atau disebut juga jawaban sumpah. Contohnya seperti dalam QS. atau hal-hal Muqsam alaih itu sebaiknya disebutkan dalam setiap bentuk sumpah. Contoh dalam QS. Dengan waktu. sumpah itu seharusnya dengan sesuatu yang diagungkan oleh orang yang bersumpah. yaitu QS. agar berita itu dapat diterima oleh pendengarnya (Rosihoan Anwar. bahwa maksud atau tujuan sumpah adalah untuk memperkuat berita muqsam alaih. Adh-Dhuha ayat 1-3: : 1-3) ‫والضحى والليل إذا سجى ما ودعك ربك وما‬ َ َ َ َّ َ َ ّ َ َ َ َ َ ِ ِ ْ ّ َ َّ َ ‫قلى )الضحى‬ ََ Artinya: Demi waktu matahari naik sepenggalan dan demi malam apabila telah sunyi. bersumpah dengan makhluk-Nya melazimkan untuk bersumpah dengan Penciptanya. d. karena terlalu panjang. Sebagaimana dijelaskan di atas. Yang menunjukkan adanya muqsam alaih itu ialah kalimat yang sesudahnya.6 asalnya "Rabbu At-Tiin. seperti waktu dhuha. Kedua. ashar. Jawab qasam atau muqsam alaih dari qasam tersebut tidak dibuang. 143:2000). yaitu: 1. Muqsam alaih/ berita harus terdiri dari hal-hal yang baik. dan sebagainya. tidak ada yang perlu diangungkan oleh-Nya. g. terpuji. Ketiga. muqsam alaih tersebut kalimatnya terlalu panjang. sehingga Dia dapat bersumpah dengan Dzat-Nya ataupun dengan makhluk-Nya. Karena itu. sedangkan Allah SWT adalah Maha Agung. ada empat hal yang harus dipenuhi muqsam alaih. 2. sehingga Al-Qur’an mengikuti kebiasaan mereka itu. Al-Qiyamah ayat 3-4: 4-3 : ‫)أيحسب النسان ألن نجمع عظامه بلى قادرين على أن نسوي بنانه )القيامة‬ ُ َ َ َ َ ّ َ ُ ْ َ ََ َ ِ ِ َ ََ ُ َ َ ِ َ َ ْ َ ْ َّ ُ َ ْ ُ َ ْ َ َ Artinya: Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) .

Maka demi (rombongan) yang membacakan pelajaran. lamnya tidak ada. Dan langit serta pembinaanya. Dan kamu (Muhammad) bertempat di kota (Mekkah) ini. Pokok-pokok keimanan dan ketauhidan. dan bumi serta penghamparannya. Jika jawab qasamnya berupa fi'il madhi mutaharrif yang positif (tidak dinegatifkan). Sedang takdir dari muqsam alaihnya bila didatangkan ialah lafal: Latub'atsunna / ‫( لتبعثن‬pasti kalian akan dibangkitkan dari kubur). Materi isi muqsam alaih itu bisa bermacam-macam. hingga berarti sudah lengkap. terdiri dari berbagai Muqsam alaih dalam Al-Qur’an terdiri dari hal-hal sebagai berikut: 1. Ash-Shaffaat ayat 1-4 : (4 -1 : ‫والصافات صفا فالزاجرات زجرا فالتاليات ذكرا إن إلهكم لواح ٌ )الصافات‬ ‫َ ّ ّ ِ َ ّ َ ّ ِ َ ِ َ ْ ً َ ّ ِ َ ِ ِ ْ ً ِ ّ ِ َ َ ُ ْ َ َ ِد‬ Artinya: Demi (rombongan) yang bershaf-shaf dengan sebenar-benarnya. 4. sesungguhnya Tuhanmu adalah benar-benar Esa. seperti dalam QS. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. seperti dalam QS. seperti dalam QS. AlWaqi'ah ayat 75-76 : bidang pembicaraan yang baik dan penting. Tetapi kadang-kadang hanya ada huruf qadnya saja. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam surah payah. 3. Dan demi bulan apabila mengiringinya. maka harus dimasuki huruf "lam" dan "gad. Asy-Syamsu ayat 1-9: ‫والش شمس وضحاها والقمر إذا تلها والنهار إذا جلها والليل إذا يغْشاها والسماء وما بناها‬ َ ََ َ َ ِ َ ّ َ َ َ َ َ ِ ِ ْ ّ َ ّ َ َ ِ ِ َ ّ َ َ َ َ ِ ِ َ َ ْ َ َ َ ُ َ ِ ْ ّ َ -1 : ‫وا َرض وما طحاها ونفس وما سواها فألهمها فجورها وتقواها قد أفلح َن زكاها )الشمس‬ َ ّ َ ْ ‫َ ل ْ ِ َ َ َ َ َ َ َ ْ ٍ َ َ َ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ُ ُ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ َ َْ َ م‬ (9 Artinya: Demi matahari dan cahayanya di pagi hari. Penegasan bahwa Al-Qur’an itu adalah benar-benar mulia. Dan Demi bapak dan anak.7 tulang-belulang? (Bukan demikian). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Dan jiwa serta penyempurnaannya. Dan Siang apabila menampakkannya. Dalam ayat di atas ada huruf laqad. Dan malam apabila menutupinya. sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari-jarinya dengan sempurna. ." Contohnya seperti dalam QS. Al-Balad ayat 1-4 : 4 -1 : ‫)لا أقسم بهذا البلد وأنت حل بهذا البلد ووالد وما ولد لقد خلقنا النسان في َبد )البلد‬ ٍ َ ‫ُ ْ ِ ُ ِ َ َ ْ ََ ِ ََ ْ َ ِ ّ ِ َ َ ْ ََ ِ َ َ ِ ٍ َ َ ََ َ َ َ ْ ََ ْ َ ِْ ْ َ َ ِ ك‬ Artinya: Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini. 2. Dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya.

Dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah. 5. demi Al-Qur’an yang penuh hikmah. 4. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kalian mengetahui. diantaranya sebagai berikut: a. Yasin ayat 1-3: (3-1 : ‫يس والقرآن الحكيم إنك لمن المرسلين )يس‬ َ َِ ْ ُ ْ َ ِ َ َ ّ ِ ِ ِ َ ْ ِ َْ ُ ْ َ Artinya: Yasin. Qasam Dhahir. Contohnya seperti QS. 3. Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati. Sesungguhnya AlQur’an itu adalah bacaan yang sangat mulia. seperti penjelasan QS. Dan demi awan yang mengandung hujan. qasam Al-Qur’an itu ada dua macam. Macam-Macam Aqsamil Qur’an Dilihat dari segi fi’ilnya. Keterangan tentang ikhwal manusia. Adz-Dzari ayat 1-6 ayat: َ ّ ّ َِ ٌ ِ َ َ َ ُ َ ُ َ ّ ِ ً ْ َ ِ َ ّ َ ُ ْ َ ً ْ ُ ِ َ ِ َ ْ َ ً ْ ِ ِ َ ِ َ ْ َ ً ْ َ ِ َ ِ ّ َ ‫والذاريات ذروا فالحاملت وقرا فالجاريات يسرا فالمقسمات أمرا إنما توعدون لصادق وإن الدين‬ (6 -1 : ‫لواقع )الذاريات‬ ٌََِ Artinya: Demi (angin) yang menerbangkan (debu) dengan sekuat-kuatnya. seperti dalam QS. seperti dalam QS. sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. . Al-Lail ayat 1-4 : (4-1 : ‫والليل إذا يغشى والنهار إذا تجلى وما خلق الذكر والنثى إن سعيكم لشتى )الليل‬ ّ َ َ ْ ُ َ ْ َ ّ ِ َ ْ َ َ َ ّ َ ََ َ َ َّ َ َ ِ ِ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ِ ْ ّ َ Artinya: Demi malam apabila menutupi (cahaya siang). Sesungguhnya kamu (Muhammad) adalah salah seorang Rasul. 3. An-Nahl ayat 38:   (38 : ‫ )النحل‬ Artinya: Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguhsungguh. dan penciptaan laki-laki dan perempuan. Penjelasan tentang balasan. Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi. dan siang apabila terang benderang.8 (4 -1 : ‫فلا أقسم بمواقع النجوم وإنه لقسم لو تعلمون عظيم )الواقعة‬ ٌ ِ َ َ ُ َْ َ ْ َ ٌ َ َ َ ُ ّ َِ ِ ُ ّ ِ ِ َ َ ِ ُ ِ ْ ُ َ Artinya: Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya Al-Qur’an. yaitu qasam yang fi’il qasamnya disebutkan bersama dengan        muqsam bihnya. Keterangan bahwa Rasulullah SAW itu adalah benarbenar utusan Allah SWT. janji dan ancaman yang benar-benar akan terlaksana. Dan demi dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan.

yang (‫الجحر : 29( فوربك لنسألنهم أجمعين‬ َ ِ َ ْ َ ْ ُ ّ ََ ْ َ َ َ ّ َ َ َ Artinya: Maka demi Tuhanmu. Qasam dengan Nabi Allah. Yang menunjukkan bahwa kalimat itu ialah kata-kata sesudahnya yang diberi “lam taukid” yang menunjukkan sebagai jawaban qasa. An- . e. Al-Hijr ayat 92 : 6-5: ‫) والسماء وما بناها والرض وما طحاها )الشمس‬ َ َ َ َ َ ِ ْ َ َ َ ََ َ َ ِ َ ّ َ Artinya: Dan langit serta pembinaannya dan bumi serta penghamparannya c. 2-1:‫)والطور وكتاب مسطور )الطور‬ ٍ ُ ْ َ ٍ َِ َ ِ ّ َ Artinya: Demi bukit dan demi kitab yang ditulis. Kalau ditinjau dari segi muqsam bihnya. seperti dalam QS. yaitu : a. Al-Imran ayat 186: (186 : ‫لتبلون في أموالكم وأنفسكم )العمران‬ ْ ُ ِ ُ ْ ََ ْ ُ ِ َ ْ َ ِ ّ ُ َْ ُ َ Artinya: Kalian sungguh-sungguh akan diuji terhadap harta dan jiwa kalian. Dan demi (malaikat-malaikat) yang mencabut nyawa dengan lemah lembut. seperti dalam QS. karena kalimatnya terlalu panjang. seperti dalam QS. Ath-Thur ayat 1-2: Qasam dengan yang dikerjakan Allah SWT. Qasam dengan perbuatan-perbuatanAllah SWT. Contohnya seperti QS. disini berbunyi ‫( ل أقسم با ال‬Aku bersumpah dengan nama ُِ ُْ Allah). yaitu qasam yang fi’il qasam dan muqsam bihnya tidak disebutkan. Nazia'at ayat 1-3: 3 -1 : ‫)والنازعات غرقا والناشطات نشطا والسابحات سبحا )النازعات‬ ً َْ ِ َ ِ ّ َ ً ْ َ ِ َ ِ ّ َ ًْ َ ِ َ ِ ّ َ Artinya: Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut nyawa dengan keras. maka qasam itu ada tujuh macam. ayat 72: (‫الجحر : 27( لعمرك إنهم لفي سكرتهم يعمهون‬ َ ُ َ ْ َ ْ ِ َِ ْ َ ِ َ ْ ُ ِّ َ ُ ْ َ َ Artinya: Demi umurmu (Muhammad) sesungguhnya mereka bergelimang dalam kemabukan. Jika diperlihatkan. antara lain seperti dalam QS. Kami pasti akan menanyai mereka semua b. Al-Hijr Qasam dengan malaikat-malaikat Allah. d. diantaranya seperti dalam QS. Asy-Syams ayat 5-6: terdapat pada 7 ayat. Dan demi (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat. Qasam Mudhmar. Qasam dengan Dzat Allah SWT atau sifat-sifat-Nya.9 b.

. ... QS. Al-Ma'arij Ayat 40: ‫فل أقسم برب المشارق والمغارب إنا لقادرون‬ َ ُ ِ َ َ ِّ ِ ِ َ َ ْ َ ِ ِ َ َ ْ ّ َ ِ ُ ِ ْ ُ َ QS. tetapi yang ditiadakan (dinegatifkan) adalah hal yang tersimpan. b. Sighat-Sighat Aqsamil Qur'an a...10 f. 5. Yang menjadi masalah di sini ialah apa arti huruf "la" dalam sumpah-sumpah itu ? Ada tiga macam jawaban dalam masalah tersebut.. kecuali . Al-Haqqah Ayat 38: ‫فل أقسم بما تبصرون‬ َ ُ ِ ُْ َ ِ ُ ِ ُْ َ dan ayat-ayat yang lain. selain yang seperti disebutkan di atas. sehingga berarti tidak. Huruf "la" itu berupa huruf nafinya (yang mengaktifkan arti). ahlafu.. antara seperti dalam QS. 2. 4. Sighat Pertama: Bentuk Asli Sebagaimana sudah disebutkan. g. di samping yang asli tadi. atau asyhedu yang semuanya berarti "saya bersumpah". seperti dalam contoh-contoh di atas. At-Insyiqaaq Ayat 16: ‫فل أقسم بالشفق‬ ِ َّ ِ ُ ِ ْ ُ َ QS. Al-Waqi'ah Ayat 75: ‫فل أقسم بمواقع النجوم‬ ِ ُ ّ ِ ِ َ َ ِ ُِ ُْ َ QS. Misalnya sighat yang ditambah huruf "la" di depan fi'il qasamnya.. Al-'Ashr ayat 1Qasam dengan makhluk Allah. bahwa sighat (bentuk) yang asli dalam sumpah ialah bentuk yang terdiri dari tiga unsur... Tin ayat 1-2: (2-1 : ‫والتين والزيتون وطور سينين )التين‬ َ ِ ِ ِ ُ َ ِ ُْ ّ َ ِ ّ َ Artinya: Demi bush Tin dan Zaitun... Contohnya antara lain seperti dalam ayat-ayat sebagai berikut: 1.. 4. takdirnya: Qasam dengan waktu. Sighat Kedua: Ditambah Huruf La Kebiasaan orang yang bersumpah itu memakai berbagai macam bentuk yang berarti merupakan sighat-sighat yang tidak asli lagi. 3.. Begitu pula di dalam AlQur’an banyak terdapat juga sighat-sighat sumpah lain. yaitu fi'il sumpah yang dimuta'addikan dengan "ba" muqsam bih dan muqsam alaih. sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. 2: (2-1 :‫والعصر إن النسان لفي خسر إل . yaitu: 1. Kemudian fi’il yang dijadikan sumpah itu bisa lafal aqsamu. )العصر‬ ِ ٍ ْ ُ َِ َ َ ْ ّ ِ ِ ْ َ ْ َ Artinya: Demi masa. At- ‫ل ّة لما تزعمون من إنكار البعث‬ ‫صح‬ Artinya: Tidak benar apa yang kamu sangka bahwa tidak ada kebangkitan.. dan demi bukit Sinai. antara lain seperti dalam QS... Dan jawabnya akan berbunyi: ‫أنكم لتبعثون‬ ّ Artinya: Kalian pasti akan dibangkitkan dari kubur.

yaitu kalimat: ‫ وقل الذين كفروا ل تأتين الساعة‬sehingga Allah memerintahkan supaya dijawab dengan ّ positif. Bentuk tambahan ini juga untuk melengkapi atau menjawab kalimat sebelumnya. sehingga tidak perlu diberi arti. kalimat sebelum sumpah itu berbunyi: 7 :‫)ويستنبئونك أحق هو )يونس‬ ُ ّ َ َ َ َ ُِْ َْ ََ َ Artinya: Dan mereka menanyakan kepadamu: Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?. Sighat Ketiga: Ditambah Kata Qul Bala Kadang-kadang sighat qasam dalam Al-Qur’an itu ditambah dengan kata-kata Qul Bala. Huruf "la" itu berupa huruf tambahan yang tidak ada artinya. 3. Manna'ul Qaththan menjelaskan. sesungguhnya azab adalah benar. . Sighat Keempat: Ditambah Kata-Kata Qul Iiy Kadang-kadang sumpah dalam Al-Qur’an itu ditambah dengan kata-kata “Qul Iiy” yang berarti benar. Sedang untuk membenarkan keterangan yang sudah betul adalah dengan sighat keempat. Prof. bahwa sighat qasam dalam Al-Qur’an itu kadang-kadang berbentuk jumlah khabariyah (kalimat berita). yang sama dengan Na’am. sehingga supaya ditambah dengan kata-kata liy. antara lain seperti dalam QS. Sedang jawaban qasamnya dalam ayat-ayat tersebut juga terbuang. seperti dalam ayat 3 surah Saba.11 2. Yunus ayat 53: 7 :‫)قل إي وربي إنه لحق وما أنتم بمعجزين )يونس‬ َ ِ ِ ْ ُ ِ ْ ُ ْ َ َ َ ّ َ َ ُ ِّ َّ َ ِ ْ ُ Artinya: Katakanlah: Benar demi Tuhanku. Tambahan kata "Qul Bala" itu adalah untuk melengkapi ungkapan kalimat yang sebelumnya. seperti dalam QS. Sebab. 4. Maka Allah memerintahkan untuk membantah dengan sumpah: ‫( قل بلى وربي لتبعثن‬ ّ ُ َ ْ ُ َ ّ َ َ ََ ْ ُ Artinya: Mereka pasti akan dibangkitkan. Takdirnya. Huruf "la" itu berfungsi untuk meniadakan sumpahnya itu sendiri. seperti dalam QS. bahwa pasti datang hari kiamat itu. sehingga seolah-olah Allah SWT berfirman: ‫ل أقسم عليك بذالك اليوم‬ Artinya: Aku tidak bersumpah kepadamu dengan hari kiamat itu. Contohnya. 5. tetapi yang berisi membenarkan pertanyaannya. Sighat ini adalah untuk membantah atau menyanggah keterangan yang tidak benar. Maka Allah menyuruh mengiyakan pertanyan itu. Sedang kalimat yang tidak betul dalam ayat 7 surah At-Taghabun ialah: 7 : ‫)زعم الذين كفروا أن لن يبعثوا )التغابن‬ َُ ْ ُ ْ َ ْ َ ُ َ َ َ ِ ّ َ َ َ Artinya: Orang-orang kafir mengatakan bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. At-Taghabun ayat 7 sebagai berikut: 7 : ‫)قل بلى وربي لتبعثن )التغابن‬ ّ ُ َ ْ ُ َ ّ َ َ ََ ْ ُ Artinya: Katakanlah: Tidak demikian demi Tuhanku pasti kalian akan dibangkitkan. yehg berisi keterangan yang tidak betul. berbunyi: ‫ لتبعثون‬Artinya: kamu pasti akan dibangkitkan.

Tujuan Qasam Sebelumnya disebutkan bahwa tujuan qasam ialah untuk memperkuat pembicaraan agar dapat diterima/ dipercaya oleh pendengarnya. Pendengar yang bersikap seperti ini bisa diberikan kalam ibtida'i (berita tanpa diberi penguat taukid ataupun sumpah). Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. sehingga sumpah mereka dikenal dengan habl (tali). Abdul Djalal. a. Contohnya seperti dalam QS. Dr. Dengan bentuk mencegah sesuatu perbuatan tanpa syarat. tidak ragu-ragu dan tidak pula mengingkarinya. Dengan bentuk saling mengikatkan tampar yang satu kepada yang lain. Dengan bentuk memercikkan minyak wangi ke tangan atau pakaian mereka.dan bumi. Al-Hijr ayat 92-93 : 93-92 : ‫)فوربك لنسألنهم أجمعين عما كانوا يعملون )الحجر‬ َ َُ ْ َ ُ َ ّ َ َ ِ َ ْ َ ْ ُ ّ ََْ َ َ َ َّ َ َ Artinya: Demi Tuhanmu. yang mereka sebut dengan aliyah. yang dimaksud dalam ayat ini adalah ancaman. sebagai berikut: 1. tetapi biarlah di sini akan dijelaskan sendiri-sendiri. Disamping itu. Bakri Syekh Amin dalam buku At-Ta'birul Fanni Fil Qur'an menjelaskan beberapa bentuk sumpah yang biasa terjadi di kalangan orang Arab.12 Adz-Dzariyat ayat 23 : 23 : ‫)فورب السماء والرض إنه لحق )الذاريات‬ ّ َ َ ُ ِّ ِ ْ َ ِ َ ّ ّ َ َ َ Artinya: Demi Tuhan langit.H.Al-Baqarah ayat 2 : : ‫ذلك الكتاب ل ريب فيه )البقرة‬ ِ ِ َ َْ ُ َ ِ ْ َ َِ . Sebab. bahwa sebetulnya antara tujuan dan faedah qasam itu hampir sama. atau yang dikenal dengan sumpah ila' 5. Dengan bentuk nazar/tekad yang tidak akan melakukan kesenangan atau mengerjakan kebajikan-kebajikan. b. Pendengar orang netral atau wajar-wajar saja terhadap eksistensi berita. karena pendengar itu bisa bersikap salah satu dari tiga kemungkinan. kadang-kadang juga berbentuk jumlah thalabiyah (kalimat perintah). sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi). Dr. sebagai berikut: a. c. sedang faedah sumpah ialah hasil yang dicapai setelah bersumpah (365 : 2000). Tujuan dan Faedah Qasam Menuruit Prof. seperti dalam QS. Tujuan sumpah ialah cita yang dicanangkan sebelum bersumpah. d. Qasam (sumpah) ini perlu. Dengan bentuk salam-salaman tangan kanan mereka dalam menenangkan hati untuk mempercayai berita yang disampaikan.

karena telah menaklukkan pendengar . yaitu "lam taukid" dan "qad. lam taukid dan nun taukid. apalagi memakai nama Allah SWT. pasti akan melakukan tipu muslihat terhadap berhala-berhala kalian sesudah kamu pergi meninggalkannya." Tetapi kalau keingkarannya itu sangat kuat. dan kalau dia bukan orang yang apriori menolak. Karena itu. 2. maka sedikitnya akan diperoleh faedah-faedah sebagai berikut: 1. seperti dalam QS. Pendengar bersikap ragu-ragu terhadap kebenaran berita. Berita itu sudah sampai pada pendengar. yaitu sumpah. maka perlu diberi dua taukid. Al-Hadid ayat 8: (8 : ‫وقد أخذ ميثاقكم إن كنتم مؤمنين )الحديد‬ َ ِِ ْ ُ ْ ُْ ُ ْ ِ ْ ُ َ َ ِ َ َ َ ْ َ َ Artinya: Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjian kalian jika kalian memang beriman. Dalam ayat ini diberi penguat satu. Dia menyangkal kebenaran berita itu. sehingga yang diajukan padanya perlu diberi sedikit penguat yang disebut kalam thalabi (kalimat yang ditaukidi). cukup diberi taukid satu saja. Pendengar bersikap ingkar terhadap berita yang didengar.13 2) Artinya: Itulah kitab (Al-Qur’an) yang tidak ada keraguan di dalamnya). 3. Sedang kalau keingkarannya itu agak kuat. Dalam ayat ini diberi dua taukid. b. mereka yang mengatakan bahwa Allah itu ialah Isa Al-Masih Ibnu Maryam. Jika keingkarannya sedikit. seperti dalam QS. beritanya harus berupa kalam ingkari (diperkuat sesuai dengan kadar keingkarannya). Faedah Qasam Dengan memperkuat pemberitaan memakai sumpah. Pemberi berita sudah merasa lega. seperti dalam ayat 40 surah An-Nisa: (40 :‫إن ال ل يظلم مثقال ذرة )النساء‬ ٍ ّ َ َ َ ْ ِ ُ ِْ َ ّ ّ ِ َ Artinya: Sesutngguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walau sebesar dzarrah (atom). 2. ayat Al-Anbiya' 57: 57 : ‫)وتال لكيدن أصنامكم بعد أن تولوا مدبرين )النبياء‬ َ ِ ِ ْ ُ َّ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ّ َ ِ َ ّ َ َ ِ Artinya: Demi Allah. Contohnya seperti QS. yaitu lafal "qad". maka haruslah diberi beberapa taukid. tentunya berita tersebut sudah diterima dan dipercaya karena sudah diperkuat dengan sumpah. Al-Maidah ayat 72 : 72 : ‫)لقد كفر الذين قالوا إن ال هو المسيح ابن مريم )المائدة‬ َ َْ َ ُ ْ ُ ِ َ ْ َ ُ ّ ّ ِ ُ َ َ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ Artinya: Sungguh telah kafir. Dalam ayat ini diberi tiga taukid.

C. Kesimpulan Menurut istilah. dengan Al-Qur’an. dengan makhluk berupa benda-benda angkasa. qasam atau sumpah ialah mengikatkan jiwa untuk tidak melakukan sesuatu perbuatan atau untuk mengerjakannya. Hal ini berbeda sebelum dia bersumpah. ashar. dengan makhluk yang berupa bendabenda bumi/ bawah dan dengan waktu. 3. Adapun rukun-rukun di qasam ialah fi'il qasam. bahwa maksud atau tujuan sumpah adalah untuk memperkuat berita muqsam alaih.14 dengan cara memperkuat berita-beritanya dengan sumpah atau dengan beberapa taukid (penguat). dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW. dan sebagainya. karena beritanya belum diterima pendengar. Bakri Syekh Amin berarti memuliakan atau mengagungkan Allah SWT karena telah menjadikan nama-Nya selaku Dzat yang diagungkan sebagai penguat sumpahnya. seperti waktu dhuha. malam. Muqsam alaih ialah berita yang dikuatkan dengan sumpah atau disebut juga jawaban sumpah. baik secara nyata ataupun secara keyakinan saja. Macam-macam muqsam bih dalam Al-Qur’an itu ada tujuh macam yaitu dengan Dzat Allah atau sifat-sifat-Nya. muqsam bih (penguat sumpah) dan muqsam 'alaihi (berita yang diperkuat dengan sumpah). yang diperkuat dengan sesuatu yang diagungkan bagi orang yang bersumpah. Sebagaimana dijelaskan di atas. agar berita itu dapat diterima oleh pendengarnya. . Dengan bersumpah memakai nama Allah atau sifat-sifatNya. sesuai dengan peraturan dan definisi sumpah itu sendiri. jiwanya masih merasa kecewa. dengan hari kiamat. menurut Dr. Tidak memakai nama atau benda-benda lain.

Al-Qur’an dan Terjemah. 1995. Jakarta: Balai Pustaka.A. 2000.. Pustaka Setia. Djalal H. Departemen Agama. Mana’ul Quthan. Rosihoan. Bandung: CV. 2000. Rineka Cipta. Abdul. 1993. Munawwir. Semarang: Karya Toha Putra.S. W. Ulumul Qur’an. Poerwadinata. Pembahasan Ilmu Al-Qur’an 2. Surabaya: Dunia Ilmu. . Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia. 1996. Republik Indonesia. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Ilmu Tafsir. 2002.15 DAFTAR PUSTAKA Anwar. Jakarta: PT. Surabaya: Pustaka Progressif. Ahmad Warson.J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful