AKUNTANSI MUDHARABAH

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO.105 Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak kedua (pengelola dana) bertindak selaku pengelola, dan keuntungan usaha dibagi di antara mereka sesuai kesepakatan sedangkan kerugian finansial hanya ditanggung oleh pengelola dana. Mudharabah muthlaqah adalah mudharabah dimana pemilik dana memberikan kebebasan kepada pengelola dana dalam pengelolaan investasinya. Mudharabah muqayyadah adalah mudharabah dimana pemilik dana memberikan batasan kepada pengelola dana, antara lain mengenai tempat, cara dan atau obyek investasi. Mudharabah musytarakah adalah bentuk mudharabah dimana pengelola dana menyertakan modal atau dananya dalam kerjasama investasi.

KARAKTERISTIK Entitas dapat bertindak baik sebagai PEMILIK DANA atau PENGELOLA DANA. Mudharabah terdiri dari mudharabah muthlaqah, mudharabah muqayyadah, dan mudharabah musytarakah. Jika entitas bertindak sebagai pengelola dana, dana yang diterima disajikan sebagai dana syirkah temporer. Dalam mudharabah muqayadah, contoh batasan antara lain: a) tidak mencampurkan dana pemilik dana dengan dana lainnya; b) tidak menginvestasikan dananya pada transaksi penjualan cicilan, tanpa penjamin, atau tanpa jaminan; atau

dasar pembagian adalah laba bersih yaitu laba bruto dikurangi beban yang berkaitan dengan pengelolaan modal mudharabah. namun agar pengelola dana tidak melakukan penyimpangan maka pemilik dana dapat meminta jaminan dari pengelola dana atau pihak ketiga.c) mengharuskan pengelola dana untuk melakukan investasi sendiri tanpa melalui pihak ketiga. d) Pada prinsipnya dalam penyaluran mudharabah tidak ada jaminan. e) Pengembalian dana syirkah temporer dapat dilakukan secara parsial bersamaan dengan distribusi bagi hasil atau secara total pada saat akad mudharabah diakhiri. f) Jika dari pengelolaan dana syirkah temporer menghasilkan keuntungan maka porsi jumlah bagi hasil untuk pemilik dana dan pengelola dana ditentukan berdasarkan nisbah yang disepakati dari hasil usaha yang diperoleh selama periode akad. Dalam prinsip bagi hasil usaha berdasarkan bagi hasil. Jika dari pengelolaan dana syirkah temporer menimbulkan kerugian maka kerugian finansial menjadi tanggungan pemilik dana. dasar pembagian hasil usaha adalah laba bruto (gross profit) bukan total pendapatan usaha (omset). Jaminan ini hanya dapat dicairkan apabila pengelola dana terbukti melakukan pelanggaran terhadap hal-hal yang telah disepakati bersama dalam akad. Sedangkan dalam prinsip bagi laba. . PRINSIP PEMBAGIAN HASIL USAHA Pembagian hasil usaha mudharabah dapat dilakukan berdasarkan prinsip bagi hasil atau bagi laba.

BJS memberikan modal kepada Yolanda sebesar Rp 10.000 10. seorang Pedagang)  dalam Rupiah .000 Jurnal sebelum bagi laba sesuai nisbah a.000 : Rp 800. seorang Pedagang)  dalam Rupiah Kas – Mudharabah Dana Syirkah temporer 10. Pada Tanggal 31 Januarii 2009.000 2. Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda.000. Jurnal Pemilik Dana (BJS)  dalam Rupiah Tidak ada b. Jurnal Pemilik Dana (BJS)  dalam Rupiah Investasi Mudharabah Kas 10.000.000 10. Buat jurnal setelah penyerahan dana: a. seorang pedagang buku di Pasar Buku Shoping Yogyakarta menggunakan akad mudharabah (BJS sebagai pemilik dana dan Yolanda sebagai pengelola dana).000. hasil usaha perdagangan buku Ibu yolanda adalah: Pendapatan Biaya-biaya : Rp 1.000 sebagai modal usaha pada Tanggal 1 Januari 2009 dan berakhir 31 Pebruari 2009 dengan nisbah bagi hasil : Yolanda : BJS = 75%: 25%.000.Contoh Soal Pencatatan Akuntansi Mudharabah dengan Penyerahan Dana Investasi dalam Bentuk Kas 1.000 b.000. Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda.000. Bank Jayen Syariah (BJS) melakukan kerjasama bisnis dengan Ibu Yolanda.

000) = 150.000-800. maka jurnalnya: Piutang Mudharabah Pendapatan bagi hasil 50.000. Kas xxx Pendapatan xxx Diakhir bulan atau akhir periode ketika akan dilakukan perhitungan bagi hasil.000-800.000 800.000) = 50.000 200.000 Jika pembayaran bagi hasil tidak dibagikan langsung kepada BJS.000 BJS = 25% x (1.000 Diakhir tahun ketika uang pembayaran tersebut diterima oleh BJS Kas 50.000 50. menggunakan prinsif cash basis (karena untuk perhitungan bagi hasil).Pendapatan yang didapat dari penjualan dicatat seperti biasa.000 . tetapi diakumulasikan pembayarannya diakhir tahun.000.000. maka akun pendapatan harus ditutup dengan melakukan jurnal: Pendapatan Biaya Pendapatan yang belum dibagikan Perhitungan bagi laba sesuai nisbah Yolanda = 75% x (1.000 1.000 50.000 Jurnal untuk mencatat Pembayaran hasil perhitungan bagi hasil dari Yolanda kepada pemilik dana (BJS) a. Jurnal Pemilik Dana (BJS)  dalam Rupiah Kas Pendapatan Bagi hasil 50.

Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda.000 50.000 b.000 50. seorang Pedagang)  dalam Rupiah Cost bagi hasil Kas-Mudharabah 50.Piutang Mudharabah 50. Jurnal Pemilik Dana (BJS)  dalam Rupiah Tidak ada b.000 Diakhir tahun ketika uang pembayaran tersebut diterima oleh BJS. Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda.000 Jurnal untuk pembukuan pengelola dana untuk kepentingan sendi: . maka jurnalnya: Cost bagi hasil Utang Bagi Hasil mudharabah 50.000 50.000 150.000 Jika pembayaran bagi hasil tidak dibagikan langsung kepada BJS.000 Jurnal untuk mencatat hasil perhitungan bagi hasil hak Pengelola dana (Ibu Yolanda) a. dibayarkan oleh Yolanda Utang bagi hasil mudharabah Kas Mudharabah 50. dengan kata lain. seorang Pedagang)  dalam Rupiah Biaya bagi hasil Kas Mudharabah 150. tetapi diakumulasikan pembayarannya diakhir tahun.

000 0 b.000.000 200. Buatlah ayar jurnal penutup untuk bagi hasi tersebut pada 31 Januari 2009. seorang Pedagang)  dalam Rupiah Pendapatan yang belum dibagikan Cost Bagi Hasil 200.000 . Dengan situasi bagi hasil langsung dibagikan diakhir bulan itu juga. Sajikan laporan keuangan neraca dari data diatas kecuali untuk rekening kas abaikan dulu.000 ( 0) 10. Neraca untuk Pengelola Dana Utang Utang Bagi Hasil Mudharabah Dana SyirkahTemporer 0 10.000 4.Kas Pendapatan Bagi hasil 150. 2 diatas. a. Jurnal Pemilik Dana (BJS)  dalam Rupiah Tidak ada b.000.000 3. Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda.000. Seperti pada No. Neraca untuk pemilik dana Aset Piutang Bagi Hasil Mudharabah Investasi Mudharabah Penyisihan Kerugian 10.000 150. a.

000. Buatlah laporan keuangan neraca untuk bulan Pebruari 2009 a. Neraca untuk pemilik dana Aset Piutang Bagi Hasil Mudharabah Investasi Mudharabah Penyisihan Kerugian 10.000 0 b.000 b. seorang Pedagang)  dalam Rupiah Pendapatan Penyisihan Kerugian mudharabah Biaya-biaya 800. Neraca untuk Pengelola Dana Utang .800.000 ( 200.000.000 Buatlah Jurnal untuk mencatat kerugian tersebut a. Jurnal Pemilik Dana (BJS)  dalam Rupiah Kerugian Mudharabah Penyisihan Kerugian Mudharabah 200. Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda. Selama bulan Pebruari 2009.Penyisihan Kerugian 0 10.000.000 Rp 1.000 6.000 200.000 1.000 5. hasil pengelolaan dana adalah Pendapatan Biaya-biaya Rp 800.000.000 200.000) 9.

800.000 .000 200.000 9.000 7. Buatlah Jurnal Untuk menutup pengembalian Investasi mudharabah pada akhir akad.000 b. Jurnal Pemilik Dana (BJS)  dalam Rupiah Kas Penyisihan kerugian mudharabah Investasi mudharabah 9.000) 9.000.000.000 200.800.Utang Bagi Hasil Mudharabah Dana SyirkahTemporer Penyisihan Kerugian 0 10. seorang Pedagang)  dalam Rupiah Dana Syirkah Temporer Kas Penyisihan kerugian 10.800.000 (200.000 10. a. Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda.000.