BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat. Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategis sehingga wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaanya. Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan ada tiga faktor penentu utama yang harus diperhatikan oleh suatu bangsa : 1. Bumi / ruang dimana bangsa itu hidup 2. Jiwa, tekad dan semangat manusia / rakyat 3. Lingkungan Dengan demikian, wawasan nasional suatu bangsa adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global. Konsepsi Wawasan Nusantara terdiri dari tiga unsure dasar: Wadah (contour), Isi (content), dan Tata Laku (conduct). Ketiganya dijelaskan sebagai berikut: 1. Wadah (Contour) Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan aneka ragam budaya. Setelah menegara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud suprastruktur politik. Sementara itu, wadah

dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai lembaga dalam wujud infrastruktur politik. 2. Isi (Content) Isi adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk mencapai aspirasi yang berkembang di masyarakat maupun cita-cita dan tujuan nasional seperti tersebut di atas, bangsa Indonesia harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan dalam kehidupan nasional. Isi menyangkut dua hal yang esensial, yaitu: 1) Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian cita-cita dan tujuan nasional. 2) Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional. 3. Tata Laku (Conduct) Tata laku merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi, yang terdiri dari tata laku batiniah dan lahiriah. Tata laku batiniah mencerminkan jiwa, semangat, dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia, sedangkan tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan, perbuatan, dan perilaku dari bangsa Indonesia. Kedua hal tersebut akan mencerminkan identitas jati diri atau kepribadian bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta kepada bangsa dan tanah air sehingga menimbulkan nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.

1.2. Rumusan Masalah Makalah ini mengangkat topik tentang Wawasan Nusantara. Berdasarkan hal tersebut, masalah yang timbul dan menarik untuk dibahas adalah: 1. 2. 3. Apa saja teori-teori kekuasaan ? Bagaimana ajaran dasar wawasan nusantara ? Bagaimana latar belakang filosofis wawasan nusantara ?

. 8. 4. 6. Bagaimana keberhasilan implementasi wawasan nusantara ? 1. fungsi. Batasan Masalah Masalah yang dibahas dalam makalah ini dibatasi pada materi-materi sebagai berikut: 1. Asas wawasan nusantara. 12. Pemasyarakatan / sosialisasi wawasan nusantara. Teori-teori kekuasaan. 3. Bagaimana implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional ? 5. 6. Bagaimana prospek implementasi wawasan nusantara ? 13. Arah pandang wawasan nusantara. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional. Latar belakang filosofis wawasan nusantara. 5.4. 13.3. Tantangan implementasi wawasan nusantara. dan tujuan wawasan nusantara ? Bagaimana sasaran implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional ? 10. Sasaran implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional. dan tujuan wawasan nusantara. Keberhasilan implementasi wawasan nusantara. 9. 10. Apa saja tantangan implementasi wawasan nusantara ? 12. Bagaimana pemasyarakatan / sosialisasi wawasan nusantara ? 11. 8. 9. Ajaran dasar wawasan nusantara. 11. Kedudukan. Bagaimana hakikat wawasan nusantara ? Bagaimana asas wawasan nusantara ? Apa saja arah pandang wawasan nusantara ? Bagaimana kedudukan. Hakikat wawasan nusantara. 2. fungsi. Prospek implementasi wawasan nusantara. 7. 7.

Tujuan Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui arah pandang wawasan nusantara. 12. Untuk mengetahui prospek implementasi wawasan nusantara. 2. Untuk mengetahui implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional. 11. Untuk mengetahui hakikat wawasan nusantara. fungsi.4.5. Untuk mengetahui ajaran dasar wawasan nusantara. sehingga penulis dapat menjelaskan topik yang diangkat dengan jelas. Untuk mengetahui tantangan implementasi wawasan nusantara. yaitu dengan mencari dan memperoleh data dan informasi melalui buku-buku dan berbagai literatur yang berhubungan dengan makalah ini. Untuk mengetahui keberhasilan implementasi wawasan nusantara. 13. 1. Untuk mengetahui asas wawasan nusantara. 7. Metode Internet Metode ini dilakukan penulis dengan mencari data-data dan informasi melalui media internet. . 9. 2.1. Metode Kepustakaan Metode penting dalam penyusunan makalah ini adalah metode kepustakaan. Untuk mengetahui kedudukan. Untuk mengetahui teori-teori kekuasaan. dan tujuan wawasan nusantara. 4. Untuk mengetahui sasaran implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional. 8. Untuk mengetahui pemasyarakatan / sosialisasi wawasan nusantara. 6. Untuk mengetahui latar belakang filosofis wawasan nusantara. Metode Penulisan 1. 5. 3. 10.

Beberapa teori paham kekuasaan dan geopolitik diuraikan sebagai berikut : 1. dalam dunia politik (yang disamakan dengan kehidupan binatang buas ). sebuah negara akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil berikut: pertama. dan ketiga. politik adu domba (divide et impera) adalah sah. Paham – Paham Kekuasaan Perumusan wawasan nasional lahir berdasarkan pertimbangan dan pemikiran mengenai sejauh mana konsep operasionalnya dapat diwujudkan dan dipertanggungjawabkan. . Semasa Machiavelli hidup. segala cara dihalalkan dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan. yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.BAB II ISI A. Teori – teori yang mendukung rumusan tersebut antara lain: a. untuk menjaga kekuasaan rezim. Menurut Machiavelli. Machiavelli memberikan pesan tentang cara membentuk kekuatan politik yang besar agar sebuah negara dapat berdiri dengan kokoh. Karena itu. Didalamnya terkandung beberapa postulat dan cara pandang tentang bagaimana memelihara kekuasaan politik. dibutuhkan landasan teori yang dapat mendukung rumusan Wawasan Nasional. Tetapi setelah Machiavelli meninggal. Teori-teori Kekuasaan Wawasan nasional suatu bangsa dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianutnya. Paham Machiavelli (Abad XVII) Dalam bukunya tentang politik yang diterjemahkan ke dalam bahasa dengan judul “The Prince”. buku tersebut menjadi sangat dan banyak dipelajari oleh orang-orang serta dijadikan pedoman oleh banyak kalangan politisi dan para kalangan elite politik. kedua. buku “The Prince” dilarang beredar oleh Sri Paus karena dianggap amoral.

Pada abad XVII paham perdagangan bebas yang merupakan nenek moyang liberalisme sedang marak. Ketiga postulat Machiavelli telah diimplementasikan dengan sempurna oleh Napoleon. Paham Jendral Clausewitz (XVIII) Pada era Napoleon. Paham Kaisar Napoleon Bonaparte (abad XVIII) Kaisar Napoleon merupakan tokoh revolusioner di bidang cara pandang. Paham Feuerbach dan Hegel Paham materialisme Feuerbach dan teori sintesis Hegel menimbulkan dua aliran besar Barat yang berkembang didunia. Di sana dia menulis sebuah buku mengenai perang berjudul Vom Kriege (Tentara Perang). yaitu kapitalisme di satu pihak dan komunisme di pihak yang lain.b. d. selain penganut baik dari Machiavelli. c. Menurut Clausewitz. Sebagaimana kita ketahui. Napoleon berpendapat bahwa perang di masa depan akan merupakan perang total yang mengerahkan segala upaya dan kekuatan nasional. Baginya. Kekuatan ini juga perlu didukung oleh kondisi sosial budaya berupa ilmu pengetahuan teknologi demi terbentuknya kekuatan hankam untuk menduduki dan menjajah negara-negara disekitar Perancis. peperangan adalah sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa. di angkat menjadi kepala staf komando Rusia. Clausewitz. Jenderal Clausewitz sempat terusir oleh tentara Napoleon dari negaranya sampai ke Rusia. Saat itu orang-orang berpendapat bahwa ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara . setelah Rusia bebas kembali. namun menjadi bumerang bagi dirinya sendiri sehingga akhir kariernya dibuang ke Pulau Elba. invasi tentara Napoleon pada akhirnya terhenti di Moskow dan diusir kembali ke Perancis. Pemikiran inilah yang membenarkan Rusia berekspansi sehingga menimbulkan perang Dunia I dengan kekalahan di pihak Rusia atau Kekaisaran Jerman. perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain. Clausewitz akhirnya bergabung dan menjadi penasihat militer Staf Umum Tentara Kekaisaran Rusia.

dan lain-lainnya.. Paham Lucian W. G. baik Uni Soviet maupun RRC berlomba-lomba untuk mengekspor paham komunis ke seluruh dunia.The political culture of society is highly significant aspec of the political system”. perang atau pertumpahan darah atau revolusi di seluruh dunia adalah sah dalam kerangka mengkomuniskan seluruh bangsa di dunia. Menurutnya.Pye dan Sidney Dalam buku Political Culture and Political Development (Princeton University Press. mereka mengatakan :”The political culture of society consist of the system of empirical believe expressive symbol and values which devidens the situation in political action can take place. Bagi Leninisme / komunisme. Inilah yang memotivasi Columbus untuk mencari daerah baru. it provides the subjective orientation to politics.S/PKI adalah salah satu komoditi ekspor RRC pada tahun 1965.adalah seberapa besar surplus ekonominya.. selama perang dingin. Paham ini juga yang mendorong Belanda untuk melakukan perdagangan (VOC) dan pada akhirnya menjajah Nusantara selama 3. . Sejarah selanjutnya menunjukkan bahwa paham komunisme ternyata berakhir secara tragis seperti runtuhnya Uni Soviet.5 abad. Karena itu. kemudian Magellan. f.. terutama diukur dengan emas. e. kemantapan suatu sistem politik dapat dicapai apabila sistem tersebut berakar pada kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan. perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan.30. Paham ini memicu nafsu kolonialisme negara Eropa Barat dalam mencari emas ke tempat yang lain. 1972 ).. Para ahli tersebut menjelaskan adanya unsur-unsur sebyektivitas dan psikologis dalam tatanan dinamika kehidupan politik suatu bangsa. Paham Lenin (XIX) Lenin telah memodifikasi paham Clausewitz.

4. Untuk mencapai tujuan negara. . maka dapat diperluas dengan mengubah batas negara baik secara damai maupun dengan kekerasan/perang.2. sosialpolitik dan kratopolitik. Semakin tinggi budaya bangsa semakin besar kebutuhan atau dukungan sumber daya alam. menitik beratkan kekuatan darat 2. mempertahankan hidup tetapi dapat juga menyusut dan mati. Federich Ratzel 1. Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam. menitik beratkan kekuatan laut b. 2. Negara sebagai satuan biologi. Ajaran Ratzel menimbulkan dua aliran : 1. demopolitik. 3. 2. tumbuh. Apabila tidak terpenuhi maka bangsa tsb akan mencari pemenuhan kebutuhan kekayaan alam diluar wilayahnya (ekspansi). berkembang. Rudolf Kjellen 1. Hanya bangsa yang unggul yang dapat bertahan hidup terus dan langgeng. Apabila ruang hidup negara (wilayah) sudah tidak mencukupi. Negara merupakan suatu sistem politik/pemerintahan yang meliputi bidang-bidang: geopolitik. Teori ini banyak dikemukakan oleh para sarjana seperti: a. Makin luas potensi ruang makin memungkinkan kelompok politik itu tumbuh (teori ruang). Pertumbuhan negara dapat dianalogikan (disamakan) dengan pertumbuhan organisme (mahluk hidup) yang memerlukan ruang hidup. hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang (wilayah) yang cukup luas agar memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya. melalui proses lahir. Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan. suatu organisme hidup. ekonomipolitik. Teori – Teori Geopolitik Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala politik dari aspek geografi.

yaitu sebagai berikut : 1. Asia. Sir Walter Raleigh Dan Alferd Thyer Mahan (Konsep Wawasan Bahari) Barang siapa menguasai lautan akan menguasai “perdagangan”. Pokok– pokok teori Haushofer ini pada dasarnya menganut teori Kjelen. 2011). Afrika. e. Karl Haushofer Pandangan Karl Haushofer ini berkembang di Jerman di bawah kekuasan Adolf Hitler. Geopolitik adalah landasan bagi tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidup untuk mendapatkan ruang hidup (wilayah) (Saputro. Menguasai perdagangan berarti menguasai “kekayaan dunia” sehinga pada akhirnya menguasai dunia (Saputro. Ia mencetuskan wawasan benua yaitu konsep kekuatan di darat. akan dapat menguasai “pulau dunia” yaitu Eropa. c. . Geopulitik adalah doktrin negara yang menitik beratkan pada soal strategi perbatasan. Afrika dan akhirnya dapat mengusai dunia (Saputro.3. barang siapa dapat mengusai “daerah jantung”. Negara besar didunia akan timbul dan akan menguasai Eropa. 2011). Sir Halford Mackinder (Konsep Wawasan Benua) Teori ahli Geopolitik ini menganut “konsep kekuatan”. yaitu Eropa dan Asia. 2011). dan Asia barat (Jerman dan Italia) serta Jepang di Asia timur raya. 3. d. Kekuasan imperium daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasan imperium maritim untuk menguasai pengawasan dilaut 2. 2011). tetapi harus mampu swasembada serta memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasional (Saputro. Ajarannya menyatakan . juga dikembangkan ke Jepang dalam ajaran Hako Ichiu yang dilandasi oleh semangat militerisme dan fasisme. Negara tidak harus bergantung pada sumber pembekalan luar.

A.Mitchel. 2011). Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional Indonesia Sebagai bangsa majemuk yang telah menegara. laut. selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah.C. Nicholas J. cita-cita dan tujuan nasional. W. Kekuatan di udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran dikandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang (Saputro. Untuk itu pembinaan dan penyelenggaraan tata kehidupan bangsa dan negara Indonesia disusun atas dasar hubungan timbale balik antara falsafah. bangsa Indonesia dalam membina dan membangun atau menyelenggarakan kehidupan nasionalnya.” Dari pengertian-pengertian seperti di atas. udara dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keperluan dan kondisi suatu negara (Saputro.Fuller (Konsep Wawasan Dirgantara) Kekuatan di udara justru yang paling menentukan. J. Giulio Douhet. serta kondisi sosial budaya dan pengalaman sejarah yang menumbuhkan kesadaran tentang kemajemukan dan kebhinekaannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional. ekonomi.F. yang dikenal dengan istilah Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional Indonesia dan diberi nama Wawasan Nusantara. pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara ialah . Ajaran Dasar Wawasan Nusantara 1. g. disingkat “Wasantara. Gagasan untuk menjamin persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan tersebut merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya.Seversky.f. sosial budaya maupun hankamnya. yang menggabungkan kekuatan darat. 2011). Spykman Teori daerah batas (RIMLAND) yaitu teori wawasan kombinasi. baik pada aspek politik. B.

menegara bangsa menyelenggarakan kehidupan nasionalnya. dan dasar negara mempunyai kekuatan hokum yang mengikat para penyelenggara negara.Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia. utuh. para pimpinan pemerintahan. keselarasan. yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat. Pancasila sebagai falsafah. Pada hakikatnya. Pancasila mencerminkan nilai keseimbangan. dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. integritas. Landasan Idiil: Pancasila Pancasila telah diakui sebagai ideology dan dasar Negara yang terumuskan dalam Pembukaan UUD 1945. . Hal-hal tersebut menimbulkan rangsangan dan dorongan kepada bangsa Indonesia untuk membina dan mengembangkan segala aspek dan dimensi kehidupan nasionalnya secara dinamis. dan menyeluruh agar ia mampu mempertahankan identitas. berbangsa. keserasian. kebersamaan dan kearifan dalam membina kehidupan nasional. persatuan dan kesatuan. Perpaduan nilai-nilai tersebut mampu mewadahi kebhinekaan seluruh aspirasi bangsa Indonesia. Pengejawantahan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. martabat bangsan dan negara Indonesia dalam pergaulan antarbangsa. Pancasila merupakan sumber motivasi bagi perjuangan seluruh bangsa Indonesia dalam tekadnya untuk menata kehidupan di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia secara berdaulat dan mandiri. kekeluargaan. berbangsa. dan bernegara diaktualisasikan dengan mensyukuri segala anugerah Sang Pencipta baik dalam wujud konstelasi dan posisi geografi mapun segala isi dan potensi yang dimiliki oleh wilayah nusantara untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan harkat. dan seluruh rakyat Indonesia. 2. dan kelangsungan mewujudkan hidup cita-cita serta pertumbuhannya Setelah dalam perjuangan dalam Indonesia nasional. ideologi bangsa.

bangsa Indonesia bertekad mendayagunakan segenap kekayaan alam. serasi. Dengan demikian. serta seluruh potensi nasionalnya berdasarkan kebijaksanaan yang terpadu. Landasan Konstitusional: UUD 1945 UUD 1945 merupakan konstitusi dasar yang menjadi pedoman pokok dalam kehidupan bermasyarakat. kelompok. dan bernegara. sumber daya. dan perseorangan serta menghendaki persatuan dan kesatuan dalam segenap aspek dan dimensi kehidupan nasional. dan selaras untuk mewujudkan kesejahteraan dan keamanan segenap . 3. negara mengatasi segala paham golongan. aspirasi masyarakat. Wawasan Nusantara pada hakikatnya merupakan pancaran falsafah Pancasila yang diterapkan dalam kondisi nyata Indonesia. berbangsa. dan perundang-undangan yang berlaku yang memperhatikan Hak Asasi Manusia (HAM). Bangsa Indonesia menyadari bahwa bumi. Karena itu. hukum. kelompok. dan perseorangan berdasarkan aturan. Bangsa Indonesia bersepakat bahwa Indonesia adalah Negara kesatuan yang berbentuk republic dan berkedaulatan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. air. Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia telah dijadikan landasan idiil dan dasar Negara sesuai dengan yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945. dan kepentingan daerah yang berkembang saat ini. Artinya. dan dirgantara di atasnya serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Karena itu.menghadapi lingkungan yang terus berubah dan merasa perlu memiliki cara pandang atau Wawasan Nusantara yang akan menghindarkannya dari bahaya penyesatan dan penyimpangan. Karena itu. seimbang. kepentingan negara dalam segala aspek dan perwujudannya lebih diutamakan di atas kepentingan golongan. Pancasila sudah seharusnya serta sewajarnya menjadi landasan idiil Wawasan Nusantara.

C. UUD 1945 seharusnya dan sewajarnya menjadi landasan konstitusional dari Wawasan Nusantara yang merupakan cara pandang bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. daya pikir dan sadar akan keberadaannya yang serba terhubung dengan sesamanya. Deklarasi ini juga menyebutkan bahwa demi keutuhan teritorial dan untuk melindungi kekayaan negara yang terkandung di dalamnya. berbangsa. manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri. pulau-pulau serta laut yang ada di antaranya harus dianggap sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh. akhlak. 2004). Wawasan Nasioanal Indonesia yang memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi dan konsteladi geografis Indonesia mengharuskan tetap terpeliharanya keutuhan dan kekompakan wilayah. alam semesta dan penciptanya. 3. karakter. Pemikiran Berdasarkan Aspek Kewilayahan Nusantara Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957 menyatakan bahwa bentuk geografis Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau besar dan kecil dengan sifat dan corak tersendiri. Nilai-nilai Pancasila juga tercakup dalam penggalian dan pengembangan wawasan nasional. serta kemampuan masing-masing daerah dan diupayakannya pemanfaatan nilai lebih dari geografi Indonesia. dan bernegara (Sumarsono. lingkungannya. 2. Dengan demikian. Pemikiran Berdasarkan Falsafah Pancasila Berdasarkan falsafah Pancasila. tetap dihargainya dan dijaganya ciri.bangsa dan seluruh tumpah darah dengan tetap memperhatikan kepentingan daerah penghasil secara proporsional dalam keadilan. Pemikiran Berdasarkan Aspek Sosial Budaya Proses sosial dalam keseluruhan upaya menjaga persatuan nasional sangat membutuhkan kesamaan persepsi di antara segenap masyarakat tentang eksistensi budaya yang sangat beragam namun memiliki . Latar Belakang Filosofis Wawasan Nusantara 1.

Pengantar Implementasi Wawasan Nusantara Dalam rangka menerapkan Wawasan Nusantara. fungsi serta tujuan dari Wawasan Nusantara.semangat untuk membina kehidupan bersama secara harmonis. ekonomi. latar belakang falsafah Pancasila. 2010). Dengan adanya kesamaan persepsi ini wawasan nasional Indonesia diwarnai oleh keinginan untuk menumbuhsuburkan faktor-faktor positif. Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Nasional 1. Dengan demikian. aspek sosial . hakikat. sehingga menggambarkan sikap dan perilaku. ajaran dasar. pola sikap. paham serta semangat kebangsaan atau nasionalisme yang tinggi yang merupakan identitas atau jati diri bangsa Indonesia. latar belakang pemikiran aspek kewilayahan. asas. D. Pengertian Wawasan Nusantara Berdasarkan teori-teori tentang wawasan. 2. kita sebaiknya terlebih dahulu mengerti dan memahami pengertian. Wawasan Nusantara dalam kehidupan nasional yang mencakup kehidupan politik. mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dan mengurangi pengaruh negatif dari faktor-faktor yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. kedudukan. dan pertahanan keamanan harus tercermin dalam pola pikir. Wawasan Nusantara menjadi nilai yang menjiwai segenap peraturan perundang-undangan yang berlaku pada setiap strata di seluruh wilayah negara. 4. sosial budaya. Pemikiran Berdasarkan aspek Kesejarahan Wawasan Nasional Indonesia diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menginginkan terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia yang akan melemahkan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional sebagai hasil kesepakatan bersama agar bangsa Indonesia setara dengan bangsa lain (Herdiyanti. dan pola tindak yang senantiasa mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas kepentingan pribadi dan atau golongan.

yang diusulkan menjadi Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan dibuat di Lemhannas tahun 1999 adalah sebagai berikut: “Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat. Ia juga menjelaskan bahwa Wawasan Nusantara merupakan geopolitik Indonesia. dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. Pengertian Wawasan Nusantara. Pengertian Wawasan Nusantara berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN adalah sebagai berikut: “Wawasan Nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat. berbangsan. terbentuklah satu Wawasan Nasional Indonesia yang disebut Wawasan Nusantara dengan rumusan pengertian yang sampai saat ini berkembang sebagai berikut : a.” b. Pengertian Wawasan Nusantara menurut Prof.” (Sumarsono.” Hal tersebut disampaikannya pada waktu lokakarya Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional di Lemhannas pada bulan Januari tahun 2000. menurut Kelompok Kerja Wawasan Nusantara. dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. 2004). c.budaya dan aspek kesejahteraan. berbangsa. Wan Usman (Ketua Program S-2 PKN-UI): “Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. . DR.

Ketika bersama menegakkan Bangsa dan merebut adalah kepentingan Indonesia menghadapi penjajahan secara fisik dari bangsa lain. melanggar bersama kesepakatan bersama tersebut. yang sama. golongan. dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan Negara Indonesia. tujuan yang sama. kejujuran. Asas Wawasan Nusantara Asas wawasan nusantara merupakan ketentuan-ketentuan atau kaidah-kaidah dasar yang harus dipatuhi. dipelihara dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia ( suku bangsa atau golongan) terhadap kesepakatan bersama. solidaritas. bersikap. ditaati. Hakikat Wawasan Nusantara Hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara. dan orang per orang (Sumarsono. Kepentingan kemerdekaan. Harus disadari bahwa jika asas wawasan komponen pembentuk kesepakatan nusantara akan diabaikan. kehidupan dalam negeri Bangsa Indonesia mendapat tekanan dan paksaan baik secara halus maupun kasar dengan cara adu domba dan dan pecah belah bangsa dengan menggunakan . 2004). tanpa menghilangkan kepentingan lainnya. seperti kepentingan daerah. demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan.E. yang berarti bahwa tercerai-berainya bangsa dan negara Indonesia. Adapun rincian dari asas tersebut berupa: 1. Bangsa Indonesia harus mengahadapi jenis penjajahan yang berbeda dari negara asing. Misalnya. F. Demikian juga produk yang dihasilkan oleh lembaga negara harus dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia. dalam pengertian: cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional. Hal tersebut berarti bahwa setiap warga negara harus berpikir. keadilan. Asas wawasan nusantara terdiri dari : kepentingan yang sama. kerjasama dan kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama. Sekarang.

Sumpah Pemuda tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. golongan. sejarah. 2. dapat dipastikan bahwa persataua dan kesatuan dalam kebhinekaan Bangsa Indonesia akan hancur berantakan pula. Kesetiaan terhadap kesepakatan besama untuk menjadi bangsa dan mendirikan Negara Indonesia. kelompok maupun daerah. demokrasi dan lingkungan hidup. kondisi. dapat tercapai demi terciptanya sinergi yang lebih baik. berarti adanya koordinasi. konstelasi geografi dan perkembangan lingkungan strategis. Keadilan. Ini berarti hilangnya Negara Kesatuan Indonesia (Sumarsono. .dalih HAM . saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok . Arah Pandang Dengan latar belakang budaya. Kerjasama. hal ini harus dilakukan. Kejujuran. mau memberi dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing. yang dimulai dicetuskan dan dirintis oleh Boedi Oetomo pada tahun 1908. 5. 6. berkata dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau ketentuan itu pahit dan kuran enak didengarnya. 4. yang berarti kesesuaian pembagian hasil dengan andil jerih payah usaha dan kegiatan baik orang-perorangan. G. tujuan yang sama adalah tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik daripada sebelumnya. yang berarti keberanian berpikir. yang berarti diperlukannya rasa setia kawan. arah pandang Wawasan Nusantara meliputi arah pandang ke dalam dan ke luar. Demi kebenaran dan kemajuan bangsa dan negara. 2004). Jika kestian terhadap kesepakatan bersama ini goyah apalagi ambruk. baik kelompok yang kecil kelompok yang lebih besar. Kesetian terhadap kesepakatan bersama ini sangatlah penting dan menjadi tonggak utama terciptanya pesatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. 3. Solidaritas. Sementara itu.

1. Arah Pandang ke Luar Arah pandang ke luar ditujukan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat agar terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Kedudukan. Arah Pandang ke Dalam Arah pendang ke dalam bertujuan menjamin perwujudan persataun kesataun segenap aspek kehidupan nasional. wawasan nusantara menjadi landasan nasional dalam nenyelenggarakan kehidupan nasional. perdamaian abadi dan keadilan sosial serat kerjasama dan sikap saling hormat-menghormati. Dengan demikian. Bangsa Indonesia harus berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan. Arah pandang ke dalam mengandung arti bahwa Bangsa Indonesia harus peka dan berusaha untuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan harus mengupayakan terbina dan terpeliharanya persataun dan kesatuan dalam kebhinekaan. baik aspek alamiah maupun aspek sosial. 2. Kedudukan a. sosial budaya maupun pertahanan dan keamanan demi tercapainya tujuan nasional sesuai dengan yang tertera pada Pembukaan UUD 1945 (Sumarsono. ekonomi. Fungsi dan Tujuan 1. Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari stratifikasinya sebagai berikut: . baik politik. 2004). H. b. Arah pandang ke luar mengandung arti bahwa dalam kehidupan internasionalnya.

Paradigma nasional ini secara struktural dan fungsional mewujudkan keterkaitan hierarkis piramidal dan secara instrumental mendasari kehidupan nasional yang berdimensi kehidupan bermasyarakat. Fungsi Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman. berbangsa dan bernegara. Nasionalisme yang tinggi di segala bidang kehidupan demi tercapainya tujuan nasional tersebut merupakan pancaran dari makin meningkatnya rasa. suku bangsa atau daerah. Kepentinga-kepentingan tersebut tetap dihormati. Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusi negara. 3. Paradigma di atas perlu dijabarkan lebih lanjut dalam peraturan perundang-undangan. 5. berkedudukan sebagai landasan konsepsional.1. nerbangsa dan berbegara. Ketahanan Nasional sebagai konsepsi nasional. paham dan semangat kebangsaan dalam jiwa Bangsa Indonesia . Tujuan Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu. 3. ideologi bangsa dan dasar negara berkedudukan sebagai landasan idiil. 2. Wawasan Nusantara sebagai visi nasional. GBHN sebagai politik dan strategi nasional atau kebijaksanaan dasar nasional. berkedudukan sebagai landasan nasional. keputusan tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. 4. berkedudukan sebagai landasan konstitusional. dipenuhi. 2. di akui. berkedudukan sebagai landasan operasional. Pancasila sebagai falsafah. selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat banyak. dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan. kelompok.

acuan dan tuntunan bagi setiap individu bangsa Indonesia dalam membangun dan memelihara tuntunan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. implementasi atau penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir . implementasi wawasan nusantara mencerminkan tanggung jawab pengelolaan sumber daya alam yang memperhatikan kebutuhan masyarakat antardaerah secara timbal balik serta kelestarian sumber daya alam itu sendiri. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. pedoman. Sasaran Implemetasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Nasional Sebagai cara pandang dan visi nasional Indonesia.sebagai hasil pemahaman dan penghayatan Wawasan Nusantara (Sumarsono. Karena itu. menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan atau kebhinekaan sebagai kenyataan hidup sekaligus karunia Sang Pencipta. Disamping itu. wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh sebagai berikut: 1. I. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi akan menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil. 3. Implementasi ini juga akan menciptakan kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu tanpa membeda- . pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia daripada kepentingan pribadi atau kelompok sendiri. Hal tersebut nampak dalam wujud pemerintahan yang kuat aspiratif dan terpercaya yang dibangun sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui. Dengan kata lain. Wawasan Nusantara harus dijadikan arahan. 2004). 2.

asal-usul daerah. Dalam pembinaan seluruh aspek kehidupan nasional sebagaimana di jelaskan di atas. Kesadara dan sikap cinta tanah air dan bangsa serta bela negara ini akan menjadi modal utama yang akan menggerakkan partisipasi setiap warga negara indonesia dalam menanggapi setiap bentuk ancaman. Langsung. implementasi wawasan nusantara harus menjadi nilai yang menjiwai segenap perundang-undangan yang berlaku pada setiap strata di seluruh wilayah negara. Pemasyarakatan/Sosial Wawasan Nusantara Untuk mencapai tujuan Wawasan Nusantara di samping implementasi. toleran. Pemasyarakatan Wawasan Nusantara tersebut dapat dilakukan dengan cara berikut : 1. dan tatap muka. 4. diskusi. wawasan nusantara dapat diimplementasikan ke dalam segenap pranata sosial yang berlaku di masyarakat dalam nuansa kebhinekaan sehingga mendinamisasikan kehidupan sosial yang akrab. seberapa pun kecilnya dan dari mana pun atau setiap gejala tang membahayakan keselamatan bangsa dan kedaulatan negara. yang terdiri dari ceramah. Menurut sifat/cara penyampaiannya. hormat dan taat hukum. Disamping itu. 2004).bedakan suku. paham dan semangat kebangsaan atau nasionalisme yang tinggi sebagai identitas atau jati diri bangsa Indonesia (Sumarsono. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan hankan akan menumbuh-kembangkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada setiap warga negara Indonesia. . perlu juga dilakukan pemasyarakatan materi Wawasan Nusantara kepada seluruh masyarakat Indonesia. agama atau kepercayaan serta golongan berdasarkan status sosialnya. Semua itu menggambarkan sikap. yang dapat dilaksanakan sebagai berikut : a. J. dialog. peduli.

di lingkungan pemukiman. dan sebagainya. menghormati. Dengan cara ini penerima materi akan memiliki kesatuan cara pandang yang sama yaitu Wawasan Nusantara (Sumarsono. mawas diri. 2004). bersikap dan bertindak mementingkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. yang terdiri dari media elektronik dan media cetak. Menurut metode penyampaiannya yang berupa : a. pendidikan karier di semua strata dan bidang profesi. b. terutama dengan memberikan contoh-contoh berpikir. jenis serta lingkungan pendidikan agar materi yang disampaikan tersebut dapat dimengerti dan dipahami. d. Dalam melaksanakan pemasyarakatan. Komunikasi. Pendidikan formal di mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. 2. dan tenggang rasa sehingga tercipta kesatuan bahasa dan tujuan tentang Wawasan Nusantara.b. . c. lingkup materi Wawasan Nusantara yang disampaikan hendaknya disesuaikan dengan tingkat. pekerjaan. Dengan metode integrasi akan terjalin persatuan dan kesatuan. Dengan komunikasi akan tercapai hubungan komunikatif secara baik yang akan mampu menciptakan iklim saling menghargai. Integrasi. Keteladanan. Sedangkan pendidikan informal dapat dilaksanakan di lingkungan rumah / keluarga. yakni metode pendekatan formal dan informal. sehingga timbul semangat kebangsaan yang selalu cinta tanah air. Tidak langsung. penataran atau kursus-kursus. Melalui metode penularan keteladanan dalam sikap perilaku kehidupan sehari-hari kepada lingkungannya. Edukasi. dan organisasi kemasyarakatan.

Dunia Tanpa Batas . Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara Dewasa ini kita menyaksikan bahwa kehidupan individu dalam bermasyarakat. Pemberdayaan masyarakat dalam arti memberikan peranan dalam bentuk aktivitas dan partisipasi masyarakat untuk mencapai tujuan nasional hanya dapat dilaksanakan oleh negara-negara maju dengan Buttom up Planning. Berkaitan dengan Wawasan Nusantara yang sarat dengan nilai-nilai budaya bangsa dan dibentuk dalam proses panjang sejarah perjuangan bangsa. sehingga diperlukan landasan operasional berupa GBHN.K. John Naisbit dalam bukunya Global Paradox menyatakan : negara harus dapat memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya. Dalam dunia ini. berbangsa. apakah wawasan bangsa Indonesia tentang persatuan dan kesatuan akan hanyut tanpa bekas atau akan tetap kokoh dan mampu bertahan dalam terpaan nilai global yang menantang Wawasan Persatuan Bangsa ? Tantangan itu antara lain adalah : 1. Pemberdayaan masyarakat diperlukan terutama untuk daerah-daerah tertinggal. Dan kita juga menyadari bahwa faktor utama yang mendorong terjadinya proses perubahan tersebut adalah nilai-nilai kehidupan baru yang dibawa oleh negara maju dengan kekuatan penetrasi globalnya. b. \yang abadi dan kekal itu adalah perubahan. 2. dan dalam bernegara sedang mengalami perubahan. alamiah. Apabila kita menengok sejarah kehidupan manusia dan alam semesta. perubahan dalam kehidupan itu adalah suatu hal yang wajar. Pemberdayaan Masyarakat a. Kondisi nasional (Pembangunan) yang tidak merata mengakibatkan keterbelakangan dan ini merupakan ancaman bagi integritas. sedang untuk negara berkembang dengan Top Down Planning karena adanya keterbatasan kualitas sumber daya manusia.

Dalam bukunya “Dictionary of Economics” menyatakan Kapitalisme adalah suatu sistim ekonomi yang didasarkan atas hak milik swasta atas macammacam barang dan kebebasan individu untuk mengadakan perjanjian dengan pihak lain dan untuk berkecimpung dalam . pola sikap. pola sikap dan pola tindak di dalam bermasyarakat. Kondisi yang demikian dapat mempengaruhi pola pikir. Untuk dapat menghadapi kekuatan global suatu negara harus mengurangi peranan pemerintah pusat dan lebih memberikan peranan kepada pemerintah daerah dan masyarakat. dunia seakan-akan sudah menyatu menjadi kampong sedunia. dan pola tindak seluruh masyarakat Indonesia. industri dan konsumen yang makin individual. 3. Era Baru Kapitalisme a. mengingat penguasaan IPTEK merupakan nilai tambah untuk berdaya saingdi percaturan global. Perkembangan Iptek dan perkembangan masyarakat global dikaitkan dengan dunia tanpa batas dapat merupakan tantangan Wawasan Nusantara. Kenichi Omahe dalam bukunya “Borderless Word” dan “The End of Nation State” menyatakan : dalam perkembangan masyarakat global. Dengan perkembangan IPTEK yang sangat modern. khususnya dibidang teknologi informasi. Perkembangan IPTEK Perkembangan global saat ini sangat maju dengan pesat. mengingat perkembangan tersebut akan dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia dalam pola pikir.a. namun kehidupan dalam satu negara tidak mungkin dapat membatasi kekuatan global yang berupa informasi. b. Sloan dan Zureker. Keterbatasan kualitas SDM Indonesia di bidang IPTEK merupakan tantangan serius. berbangsa dan bernegara. komunikasi. dan transportasi. batas-batas wilayah negara dalam arti geografi dan politik relatif masih tetap. investasi.

Kesadaran bela Negara.aktivitas-aktivitas ekonomi yang dipilihnya sendiri berdasarkan kepentingan sendiri serta untuk mencapai laba guna diri sendiri. menguasai Iptek. kemiskinan. kesenjangan sosial. Dalam bukunya “The Future of Capitalism” menyatakan : untuk dapat bertahan dalam era baru kapitalisme harus membuat strategi baru yaitu keseimbangan (balance) antara paham individu dan paham sosialis.sistem ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan melakukan aktivitasaktivitas secara luas dan mencakup semua aspek kehidupan masyarakat sehingga diperlukan strategi baru yaitu adanya keseimbangan. Lester Thurow. Dalam perjuangan non fisik. Kesadaran Warga Negara a. 2011). kesadaran bela negara mengalami penurunan yang tajam dibandingkan pada perjuangan fisik (Atha. Hak Asasi Manusia. Hak dan kewajiban dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan. Prospek Implementasi Wawasan Nusantara Beberapa teori mengemukakan pandangan global sebagai berikut : . Di era baru kapitalisme. 4. negara-negara kapitalis dalam rangka mempertahankan eksistensinya dibidang ekonomi menekan negara-negara berkembang dengan menggunakan isu-isu global yaitu Demokrasi. Dalam mengisi kemerdekaan perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan non fisik untuk memerangi keterbelakangan. Di era baru kapitalisme. L. transparan dan memelihara persatuan. Manusia Indonesia mempunyai kedudukan. hak dan kewajiban yang sama. memberantas KKN. meningkatkan kualitas SDM. b. b. Pandangan Indonesia tentang Hak dan Kewajiban. Lingkungan hidup.

3. Ian Marison dalam bukunya The Second Curve menjelaskan bahwa dalam era baru timbul adanya peran pasar. 4. Hezel Handerson dalam bukunya Building Win Win World mengatakan bahwa perlu ada perubahan nuansa perang ekonomi menjadi masyarakat dunia yang bekerja sama memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungab\n serta mewujudkan pemerintah yang lebih demokratis. Hal tersebut dapat diwujudkan apabila faktor – faktor dominant berikut ini dipenuhi : . Borderless World dan The End Of Nation State mengatakan bahwa batas wilayah geografi relative tetap.1. Global Paradox memberikan pesan bahwa negara harus mampu memberikan peranan sebesar – besranya kepada rakyatnya. tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan menembus batas tersebut. fakta kebhinekaan dalam setiap rumusan yang memuat kata persatuan dan kesatuan perlu lebih ditekankan. peranan daerah dan rakyat kecil perlu lebih diberdayakan. Dapat diambil kesimpulan bahwa Wawasan Nusantara sebagai cara pandang Bangsa Indonesia dan sebagai visi nasional yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa masih tetap valid baik untuk saat sekarang maupun masa mendatang. Lester Thurow dalam bukunya The Future of Capitalism memberi gambaran bahwa strategi baru kapitalisme adalah mengupayakan keseimbangan antara kepentingan individu ( kelompok ) dan masyarakat banyak serta antara negara maju dan negara berkembang. Diantara pesan – pesan yang disampaikan dalam nilai yang berkekuatan global diatas ternyata tidak satu pun yang menyatakan tentang perlu adanya persatuan bangsa untuk menghindari konflik antarbangsa yang timbul karena kepentingan nasionalnya tidak terpenuhi. dan teknologi baru yang lebih besar yang membantu terwujudnya masyarakat baru. konsumen. Selanjutnya pemerintah daerah perlu diberi peranan yang lebih berarti. Untuk menghadapi gempuran nilai global. 5. 2. Prospek Wawasan Nusantara dalam era mendatang masih tetap relevan dengan norma – norma global. Dalam implementasinya.

bersikap dan bertindak dalam rangka menghadapi. memahami. Keberhasilan Impelementasi Wawasan Nusantara Wawasan Nusantara perlu menjadi pola yang mendasari cara berpikir. Mengerti. Wawasan Nusantara juga perlu diimplementasikan dalam kehidupan politik. dan bernegara yang beroriantasi kepada kepentingan rakyat dan keutuhan wilayah tanah air. M. setiap warga negara Indonesia perlu memiliki kesadaran untuk : 1. pendidikan yang berkualitas dan bermoral kebangsaan. 2004). Untuk mengetuk hati nurani setiap warga negara Indonesia agar sadar bermasyarakat. diperlukan pendekatan dengan program yang teratur. memahami. sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila. dan bernegara. 2. UUD 1945. Karena itu. sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki Wawasan Nusantara guna mencapai cita – cita dan tujuan nasional. dan menghayati hak dan kewajiban warga negara serta Hubungan warga negara dengan negara. berbangsa. media massa yang mampu memberikan informasi dan kesan yang positif. menyikapi. dan Wawasan Nusantara. sosial budaya dan pertahanan keamanan serta dalam upaya menghadapi tantangan – tantangan dewasa ini. Hal ini akan mewujudkan keberhasilan dari implementasi Wawasan Nusantara. berbangsa. Dengan demikian Wawasan Nusantara terimplementasi dalam . serta keadilan dalam penegakan hukum dalam arti pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (Sumarsono. dan terarah. dan menghayati bahwa di dalam menyelenggarakan kehidupannya negara memerlukan Konsepsi Wawasan Nusantara. dan menangani permasalahan kehidupan bermasyarakat. Mengerti.keteladanan kepemimpinan nasional. terjadwal. ekonomi.

2004). .kehidupan nasional guna mewujudkan Ketahanan Nasional (Sumarsono.

Gramedia Pustaka Utama .html?m=1 Diakses tanggal 20 Maret 2012 Soegieyono.com/2011/03/implementasi-dan-tantanganimplementasi.blogspot.com/2009/04/teori-kekuasaan-sebagailahirnya_11.info/blog/wawasan-nusantara-pendidikan-kewarganegaraan/ Diakses tanggal 20 Maret 2012 Herdiyanti. http://ogiezone.A. Implementasi dan Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara http://athacreative. 2011. 2008. 2010. 2011.html Diakses tanggal 15 Maret 2012 Fadli. Dita. Paham Kekuasaan dan Teori Geopolitik. D. Wawasan Nusantara.html Diakses tanggal 20 Maret 2012 Sumarsono. S. PT.com/2010/03/12/pendidikankewarganegaraan-bab-ii-wawasan-nusantara/ Diakses tanggal 20 Maret 2012 Saputro.blogspot. http://dirikugo. Pendidikan Kewarganegaraan. Teori Kekuasaan Sebagai Lahirnya Wawasan Nasional Suatu Bangsa.blogspot.wordpress.com/2011/04/paham-kekuasaan-dan-teorigeopolitik. http://fadli-tn. Wawasan Nusantara.DAFTAR PUSTAKA Atha. dkk. 2004. Jakarta. 2009. http://ditaherdiyanti.