Doc./Modul/Fils. Hk./Univ.

Narotama Surabaya/V/2005

1

Teori hukum responsif adalah teori hukum yang memuat pandangan kritis. Teori ini berpandangan bahwa hukum merupakan cara mencapai tujuan. Hukum tidak hanya rules (logic & rules), tetapi juga ada logika-logika yang lain. Bahwa memberlakukan jurisprudence saja tidak cukup, tetapi penegakan hukum harus diperkaya dengan ilmu-ilmu sosial. Dan ini merupakan tantangan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penegakan hukum,(nonet) BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT HUKUM

Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat: 1. Memahami pengertian filsafat. 2. Memahami pengertian hukum. 3. Mengetahui pengertian filsafat hukum.

Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini mahasiswa mampu: 1. Membedakan pengertian Ilmu Filsafat dan Agama. 2. Menyebutkan ruang lingkup Ilmu Filsafat. 3. Menyebutkan pengertian hukum dari berbagai sarjana. 4. Mengetahui pengertian Filsafat Hukum dari berbagai sarjana.

1. Pengertian Filsafat dan Agama Adakalanya orang mengatakan bahwa orang harus berfilsafat. Sehingga untuk dapat berfilsafat, terlebih dahulu orang harus mengetahui apa yang disebut dengan

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

2

filsafat. Sesungguhnya, istilah “filsafat” merupakan suatu istilah dari bahasa Arab yang terkait dengan istilah dari bahasa Yunani, yaitu: Filosofia.1 Secara etimologis, kata “filsafat” berasal dari kata majemuk, yakni: filo dan sofia. Filo artinya „cinta‟ dalam arti yang seluas-luasnya, yaitu ingin dan karena ingin itu, lalu berusaha mencapai yang diingini. Sedangkan Sofia artinya „kebijaksanaan‟. Bijaksana inipun merupakan kata asing, yang artinya ialah „pandai‟: mengerti dengan mendalam. Jadi secara etimologis, filsafat dapat dimaknakan: “Ingin mengerti dengan mendalam” atau “cinta kepada kebijaksanaan”. Dengan demikian, rumusan tersebut di atas dapat disebut sebagai suatu definisi atau pembatasan yang semata-mata berdasarkan atas keterangan nama atau pembatasan nama. Dari sudut isinya, terdapat banyak perumusan yang dikemukakan para penulis filsafat. Filsafat dapat diartikan sebagai pandangan hidup manusia, yang tercermin dalam berbagai pepatah, slogan, lambang dan sebagainya. 2 Filsafat dapat juga diartikan sebagai ilmu. Dikatakan sebagai ilmu karena filsafat adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan dengan kata lain filsafat memiliki objek, metode, dan sistematika tertentu, terlebih-lebih bersifat universal. Dalam kaitannya dengan salah satu unsur yang dipenuhi filsafat sebagai suatu ilmu, yaitu adanya objek tertentu yang dimiliki filsafat. Menurut Poedjawijatna, objek suatu ilmu dapat dibedakan menjadi dua, yakni objek materia dan objek forma. Objek materia adalah lapangan atau bahan penyelidikan suatu ilmu, sedangkan objek forma adalah sudut pandang tertentu yang menentukan jenis suatu ilmu. Objek materia filsafat adalah sesuatu yang ada dan mungkin ada. Pada intinya objek materia filsafat dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tentang hakikat Tuhan, hakikat alam, dan hakikat manusia. Barangkali, objek materia filsafat sama dengan objek ilmu lainnya, tetapi yang membedakan adalah objek formanya. Objek forma filsafat terdapat pada sudut

I.R. Poedjawijatna, Pembimbing Ke Arah Alam Filsafat, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 1990, halaman 1. 2 Lihat Darji Darmodiharjo dan Shidarta, Pokok-pokok Filsafat Hukum, Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1995, halaman 4.

1

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

3

pandangnya yang tidak membatasi diri dan hendak mencari keterangan sampai sedalam-dalamnya atau sampai kepada hakikat sesuatu, sehingga terdapat kebenaran, jika filsafat dikatakan sebagai ilmu tanpa batas.3 Jika ditelaah lebih mendalam, filsafat memiliki sedikitnya tiga sifat pokok, yaitu: menyeluruh, mendasar, dan spekulatif.4 Menyeluruh, artinya cara berfikir filsafat tidak sempit, dari sudut pandang ilmu itu sendiri (fragmentaris atau sektoral), senantiasa melihat persoalan dari tiap sudut yang ada. Mendasar, artinya bahwa untuk dapat menganalisa suatu persoalan bukanlah pekerjaan yang mudah, mengingat pertanyaan-pertanyaan yang dibahas berada di luar jangkauan “ilmu biasa”. Untuk itu, ciri ketiga dari filsafat yang berperan, yaitu spekulatif. Langkahlangkah spekulatif yang dijalankan oleh filsafat tidak boleh sembarangan, tetapi harus memiliki dasar-dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Di samping ketiga ciri filsafat tersebut di atas, ada ciri lain yang perlu ditambahkan, yaitu sifat refleksif kritis dari filsafat.5 Refleksi berarti pengendapan dari pemikiran yang dilakukan secara berulang-ulang dan mendalam

(contemplation). Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan yang lebih jauh lagi dan dilakukan secara terus-menerus. Kritis berarti analisis yang dibuat filsafat tidak berhenti pada fakta saja, melainkan analisis nilai. Sebab, jika yang dianalisis hanya fakta saja, maka subjek (manusia) tersebut baru melakukan observasi, dan hasilnya ialah gejala-gejala semata. Lain halnya, jika yang dianalisis nilai, maka hasilnya bukan gejala-gejala melainkan hakikat. Ada beberapa sarjana penulis filsafat yang mengemukakan pendapatnya tentang filsafat, antara lain: a. b. Plato : filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli. Aristoteles : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmuilmu matematika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.

I. R. Poedjawijatna, Op. Cit., halaman 6-9. Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer, Penerbit Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1998. 5 Darji Darmodiharjo & Shidarta, Op. Cit., halaman 7.
4

3

Di satu sisi. tetapi tidak mendasarkan penyelidikannya atas wahyu. Filsafat tidak mengingkari atau mengurangi wahyu. Immanuel Kant : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang tercakup di dalam empat persoalan. oleh akrena itu agama ada dan disebut kepercayaan. dan antropologi. dan sebagainya./Univ. Di sisi lain. Penerbit PT. Citra Aditya Bakti. karena hal-hal tersebut ada atau paling tidak mungkin ada. dari sini muncul apa yang dinamakan filsafat agama. Pada agama. e. melainkan diterima dengan penyelidikan sendiri. 6 . Lili Rasjidi. baik dan buruk. 1990. etika.Doc. filsafat berdasarkan pikiran belaka. Narotama Surabaya/V/2005 4 c. meskipun demikian antara filsafat dengan keseluruhan ilmu yang bertemu pada obyek materia (segala yang ada dan mungkin ada) tetap berbeda. kebenaran diterima oleh filsafat bukan karena kepercayaan. kebajikan. pikiran belaka. d. sehingga agama juga masuk ke dalam lingkungan filsafat. Pada uraian terdahulu telah dikemukakan bahwa filsafat dapat diartikan sebagai ilmu. agama. Descartes : Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan. karena agama merupakan sesuatu yang ada. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. halaman 5. Yang diwahyukan Tuhan harus dipercayai. sudut pandang penyelidikan agama didasarkan atas wahyu Tuhan atau firman Tuhan. yaitu metafisika. Al Farabi : Filsafat ialah ilmu pengetahuan tentang alam maujud bagaimana hakekat yang sebenarnya.6 Dari perumusan filsafat sebagaimana dikemukakan oleh para penulis filsafat tersebut dapat ditarik intisarinya bahwa filsafat merupakan karya manusia tentang hakikat sesuatu. Hk. alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan. misalnya: Tuhan. Tentu saja perbedaan itu tidak berlaku pada kedudukan filsafat dengan agama. kebenaran tergantung kepada diwahyukan atau tidak./Modul/Fils. Dalam agama ada beberapa hal penting yang diselidiki oleh filsafat. karena perbedaan itu terletak pada obyek formanya. namun antara filsafat dan agama memiliki dasar penyelidikan yang berbeda. sedangkan agama berdasarkan wahyu. Dengan kata lain. Bandung.

Oleh karena itu sudut pandang tersebut banyak macamnya.Doc. yang lazim disebut sebagai Theodicea. yang dibedakan menjadi dua: 1) Filsafat Umum (Ada-Umum): Pada filsafat umum. maka harus diselidiki sifat-sifatnya. yaitu: a. Adapun ada ini dapat ditinjau atau dilihat dari berbagai penjuru sudut pandang. terdapat bermacam-macam hal. Dengan demikian. misalnya sifat-sifatnya. Jadi. sehingga muncul bermacam-macam bagian filsafat. b) Ada-Tidak-Mutlak: Di samping ada-mutlak terdapat ada-tidak mutlak. dan hubungannya dengan ada-khusus-tak mutlak. Hk. Ada menjadi dasar dari segala yang ada. terdapat ada yang bermacam-macam dan ada-umum. sehingga filsafat ada-umum disebut Ontologia atau Metaphysica generalis. ada mungkin dipandang dari sudut keumumannya. Ruang Lingkup Ilmu Filsafat Objek materia filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan mungkin ada./Univ. Segala sesuatunya itu ada. sehingga memunculkan filsaft bagian yang bermacammacam pula. kemampuannya. apabila nanti terdapat ada yang mutlak. dengan kata lain objek filsafat itu ada./Modul/Fils. Pembagian filsafat dapat dibedakan menjadi dua golongan besar. yang semuanya mungkin ditangkap dalam adanya. Oleh karena itu. Pada ada-tidak mutlak terdapat banyak macamnya ke golongan ini yang harus diselidiki oleh filsafat darti sudut pandang tertentu. yang hendak dicari . Dalam realitas. 2) Filsafat Khusus (Ada-Khusus): Dalam filsafat khusus (ada-khusus). yang terdiri dari: a) Theodicea (Ada-Mutlak): Kekhususan dari ada itu mungkin terdapat dalam mutlaknya. ada dipandang dari sudut pandang tertentu yang lain dari umum. Padahal di dunia terdapat ada yang tidak mutlak. Berdasarkan Objek. filsafat yang mempersoalkan ada-mutlak disebut filsafat ada-mutlak. Narotama Surabaya/V/2005 5 2.

apa pendorong hidupnya. apakah hubungannya satu sama lain. dengan demikian filsafat alam disebut kosmologia. apakah isi alam pada umumnya. 2)) Manusia: Alam merupakan ada-tidak mutlak. Alam dicari intinya oleh filsafat inti alam itu. Hk. Segala isi alam mungkin lenyap dan pernah tidak ada. karena ada-nya tidak dengan niscaya./Modul/Fils./Univ. Tindakan manusia sendiri dapat dibedakan lagi menjadi tindakan yang baik atau buruk sehingga untuk menilai tindakan tersebut diperlukan tolok ukur . sehingga dapat disebut sebagai ada-tidak mutlak. apakah kemampuan-kemampuannya.Doc. kekhususan ada-tidak mutlak merupakan manusia yang mempunyai kemanusiaan yang tercakup di dalamnya soal-soal tentang manusia. seperti: apakah manusia itu sebenarnya. namun alam mempunyai kedudukan yang istimewa yang menyelidiki semuanya. yang terdorong oleh kehendaknya dan diternagi budinya. yang dapat dibagi-bagi lagi ke dalam: 1)) Filsafat Alam (Cosmologia): Alam semesta dan isinya merupakan ada yang tidak harus ada. yang dapat dibagi lagi ke dalam tiga kelompok sebagaimana diuraikan dalam uraian di bawah ini: a)) Filsafat Manusia (Anthropologia-Metaphysika): Dengan sendirinya. apa sifat-sifat pendorong hidup itu. dan apakah hubungannya satu dengan yang lain serta hubungannya dengan ada-mutlak. yaitu: manusia. Narotama Surabaya/V/2005 6 sebabnya yang terakhir atau sebab yang sedalam-dalamnya. Sehingga filsafatnya disebut filsafat manusia atau anthropologia metphysica. dan lain-lain. apakah sebenarnya itu. b)) Filsafat Tingkah Laku (Ethica): Pada filsafat tingkah laku (ethica) yang diselidiki adalah tindakan-tindakan manusia.

ia harus mentaati aturan-aturan yang ada. Hk./Modul/Fils. jalan pikiran. Penyelidikan tentang bahan dan aturan berfikir merupakan bagian dari logika dan disebut logika minor. Dari sini timbul persoalan menganai: bagaimanakah cara mencapai pengetahuan itu? Adakah bawaan yang dibekalkan kepada manusia waktu lahir ataukah itu hasil dari usaha . manusia memerlukan alat penyelidikan yang disebut budi yang harus diselidiki. seluruh kebenaran ataukah hanya sebagian saja? Dengan kata lain. dalam filsafat juga dikenal pembagian filsafat berdasarkan subjek. Pembagian filsafat berdasarkan Subjek: Selain pembagian filsafat berdasarkan objek. karena dalam filsafat tentu ada yang berfilsafat. dalam bekerjanya budi. c)) Filsafat Budi (Logika): Untuk melakukan penyelidikan. sehingga perlu dikenali pembagian filsafat menurut subjeknya. seperti: pengertian. b. Narotama Surabaya/V/2005 7 yang terdiri dari norma (aturan) subyektif maupun yang obyektif (terlepas dari subyek yang menilai) dan ini dilakukan dalam ethica atau filsafat tingkah laku. yaitu: 1) Soal Tahu (Pengetahuan): Soal pengetahuan ada 2 macam menurut sifatnya. yang tidak beruba-ubah dan tetap satu macam. dapatkah budi mencapai kebenaran? Dari sini timbul persoalan baru: apakah kebenaran itu. sampai di mana kebenaran itu dapat dicapai budi./Univ. Oleh karena itu dicari jawabannya mengenai persoalan-persoalan sebagai berikut: adakah manusia mempunyai budi dan akal. yang terdiri dari 3 (tiga) bidang. yaitu manusia. dan itu dilakukan oleh subjeknya. serta putusan-putusan.Doc. seluruh isi budi diselidiki oleh filsafat yang disebut filsafat budi (logika). Sedangkan penyelidikan terhadap isi berfikir disebut logika mayor. Namun. sebab tanpa budi tidak akan ada penyelidikan. yaitu pengetahuan bermacam-macam yang tidak tetap dan pengeatahuan yang berlaku umum.

theodicea. kosmologia) Fils. tingkah laku (ethica) . ada-umum. kosmologia. dan sebagainya. Jadi. metaphysica generalis) Ada Ada-khusus Ada-mutlak (filsafat ada-mutlak. misalnya: ada yang tinggi dan rendah. theodicea) Alam (filsafat alam. Menurut Objek: Ada-umum (fils. ontologia. baik lawan buruk. Narotama Surabaya/V/2005 8 kemampuan yang ada padanya dan merupakan pengambilan dari objek yang dikenalnya itu. setiap orang akan memiliki pernialaian yang berbeda dan saling bertentangan. 2) Soal Ada: Orang berfikir tentu ada. dan ini dijawab oleh filsafat tentang ada (ontologia. 3) Soal Pernilaian: Dalam berfikir dan mengadakan putusan. Sehingga. sehingga timbul pertanyaan seperti: apakah sebetulnya nilai itu dan lebihlebih dalam tingkah laku manusia. pembagian filsafat menurut obyek dan subyek dapat digambarkan dalam ikhtisar berikut ini: a. dan anthropologia). Oleh karena itu./Modul/Fils. indah lawan jelek. apakah yang dipakai ukuran untuk menentukan baik buruknya? Pertanyaan tersebut dijawab oleh Ethica. Mungkinkah itu hanya gambaran samar-samar atau namanama belaka yang tidak ada hubungannya dengan realitas? Tentu saja semua pertanyaan tersebut harus dijawab sebagian oleh Logika dan sebagian oleh Anthropologia./Univ. Hk. secara garis besar. timbul pertanyaan-pertanyaan tentang ada yang memiliki bermacam-macam sudut pandang. jika ia tidak ada maka dia tidak berfikir. manusia (anthropologia) Tidak-ada mutlak Manusia Fils. Tentu saja untuk melakukan pernilaian harus ada tolok ukurnya (kriteria).Doc.

terutama anatara kepentingan-kepentingan yang saling berlawanan. MacIver menggambarkan masyarakat sebagai sarang laba-laba.Doc. 1991. budi (logika mayor & minor) b. Penerbit PT. ketertiban. yaitu: kaedah kepercayaan (keagamaan). Filsafat Hukum. Remaja Rosdakarya. halaman 5. 7 .8 Dari ke-4 kaedah/norma tersebut hanya kaedah hukum-lah yang lebih melindungi kepentingan-kepentingan manusia yang sudah dan belum mendapat perlindungan dari ketiga kaedah tersebut. dengan alasan sebagai berikut: Lili Rasjidi. dan kaedah hukum./Univ./Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 9 Fils. Bandung. terciptalah 4 (empat) kaedah/norma. Hk. 1988. kaedah sopan santun (adat). Menurut Subjek: Logika Mayor & Minor Soal Pengetahuan Anthropologia Ontologia Theodicea Soal Ada Kosmologia Anthropologia Soal Penilaian Ethica 3. 8 Sudikno Mertokusumo. Pengertian Hukum Bagi mahasiswa yang baru belajar tentang hukum tentu sangat bermanfaat jika disodori definisi atau pengertian hukum sebelum mengetahui dan mempelajari filsafat hukum. karena di dalamnya terdapat berbagai kaidah yang mengatur hubungan antarindividu yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian. Suatu Pengantar. Dengan adanya kepentingan-kepentingan yang berbeda dan saling berlawanan.7 Kaidah/norma sengaja diciptakan agar tidak terjadi benturan-benturan dalam masyarakat. kaedah kesusilaan. dan kesejahteraan. Mengenal Hukum. halaman 31. Yogyakarta. Apakah Hukum Itu?. Penerbit Liberty.

membebani kewajiban dan memberikan hak. Dengan melihat gambaran mengenai kaedah hukum sebagaimana telah diuraikan tersebut. untuk mendefinisikan hukum bukanlah pekerjaan yang mudah dan ini terkait dengan perkembangan sejarah hukum dan aliran-aliran dalam filsafat hukum yang tentunya dapat mempengaruhi pengertian dari hukum. termasuk mengatur pemerintahan. berasal dari masyarakat secara resmi. Cit. Sebagai contoh pertama. Tentu saja. pada abad ke-19 hukum dipengaruhi oleh perkembangan dunia ekonomi yang dibarengi dengan kedudukan negara yang semakin kuat dan kukuh dalam hal melakukan kontrol dan mengarahkan masyarakat ke arah yang dikehendakinya. c. para pemikir hukum lebih banyak dituntut untuk memberikan sumbangan pemikiran ke arah pembentukan hukum yang dapat diberlakukan secara luas di semua wilayah Romawi./Modul/Fils. yang membagi hukum ke dalam 4 (empat) golongan. agar jangan sampai jatuh korban. berasal dari kekuasaan luar yang memaksa. Hk.. Lex Divina. b. kaedah hukum ditujukan kepada sikap lahir. Dari segi daya kerja. rasanya masih terlalu sulit untuk mendefinisikan hukum. pada Zaman Pertengahan. Dari segi asal-usul./Univ. . e. Kedua. Ketiga. Narotama Surabaya/V/2005 10 a. kaedah hukum ditujukan kepada pelaku yang konkrit. misalnya saja Thomas Aquino. yaitu:9 Lex Aeterna. karena memang tidak ada satu pun sarjana yang dapat membuat pengertian atau definisi hukum secara sempurna. Dari segi isi. d. Lex Naturalis. Dari segi sanksi. sehingga hukum yang dihasilkan pada waktu itu bernafaskan keagamaan dengan mengaitkan inti pemikiran hukum dengan ajaran-ajaran gereja.Doc. sehingga pada masa ini lahirlah aliran positivisme (analitis maupun murni) yang menekankan pentingnya kedudukan negara sebagai 9 Lili Rasjidi. untuk ketertiban masyarakat. kekuasaan gereja sedemikian besar sehingga turut melakukan intervensi ke dalam masalah duniawi. Op. Dari segi tujuan. dan Lex Positivis yang nantinya akan dikupas dalam bagian lain dari tulisan ini mengenai berbagai aliran dalam filsafat hukum. pada zaman Romawi. halaman 29-30.

Citra Aditya Bakti.. Pada masa ini. dapat disimpulkan bahwa filsafat hukum adalah sub dari cabang filsafat manusia yang disebut dengan etika atau filsafat tingkah laku.10 Hal ini dapat dilihat dalam bagan di bawah ini: Umum Ada Ada Khusus Ada Tidak Mutlak Manusia Ada Mutlak Alam Anthropologia Etika Filsafat Hukum Logika Filsafat hukum sebagai sub dari cabang filsafat manusia. Di samping itu. halaman 4. Rasionya. Op. Cit. baik pada masa tersebut maupun sesudahnya. Pengertian Filsafat Hukum Untuk mengupas pengertian filsafat hukum. Hk./Univ. terutama untuk mengatur perilaku manusia agar tidak terjadi kekacauan. juga yang lainnya yang nantinya akan dibahas dalam madzab filsafat hukum.Doc./Modul/Fils. Dengan kata lain. yaitu etika mempelajari hakikat hukum. pemikiran dari John Austin dan Hans Kelsen sangat berpengaruh pada dunia ilmu maupun teori hukum. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. halaman 10. Bandung. etika sebagai species dan filsafat hukum sebagai subspecies. tepat dikatakan bahwa filsafat manusia berkedudukan sebagai genus. 10 . seperti Carl von Savigny dan Puchta. masih banyak pendapat dari pemikir-pemikir hukum lain. terlebih dahulu kita harus mengetahui di mana letak filsafat hukum dalam filsafat. Hakikat dari hukum dapat dijelaskan dengan jalan memberikan Lihat Darji Darmodiharjo & Shidarta. Bandingkan juga dengan Lili Rasjidi. filsafat hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum secara filosofis. Jadi. filsafat hukum adalah hukum dan objek tersebut dikaji secara mendalam sampai kepada inti atau dasarnya yang disebut hakikat. Dengan demikian. Narotama Surabaya/V/2005 11 pembentuk hukum. Sebagaimana telah diketahui bahwa hukum terkait dengan tingkah laku/perilaku manusia. Penerbit PT. 3. 1988.

Uraian tentang definisi filsafat hukum dikemukakan oleh Rudolf Stammler yang menyatakan bahwa definisi filsafat hukum adalah ilmu dan ajaran tentang hukum yang adil./Univ. Hk. Meuwissen berpendapat bahwa filsafat hukum adalah pemikiran sistematis tentang masalahmasalah fundamental dan perbatasan yang berhubungan dengan fenomena hukum.M. Semarang. yang melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. halaman 5. Sementara itu Hans Kelsen menyatakan hukum terdiri dari norma-norma bagaimana orang harus berperilaku./Modul/Fils. Pendapat tersebut didukung oleh salah seorang ahli hukum Indonesia Wirjono Prodjodikoro yang menyatakan hukum adalah serangkaian peraturan mengenai tingkah laku orang-orang sebagai anggota suatu masyarakat. Sedangkan D. over de werkelijkheid van het recht als de realisatie van de rechtsidee). Narotama Surabaya/V/2005 12 definisi dari hukum.Doc. dan tata tertib dalam masyarakat. Definisi-definisi hukum tersebut menunjukkan betapa luasnya hukum itu. Pendapat ini senada dengan pendapat Rudolf von Jhering yang menyatakan bahwa hukum adalah keseluruhan norma-norma yang memaksa yang berlaku dalam suatu negara. kebahagiaan. Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Diponegoro. van Kan mendefinisikan hukum sebagai keseluruhan ketentuan-ketentuan kehidupan yang bersifat memaksa.J. 11 . dan/atau hakekat kenyataan hukum sebagai realisasi dari cita hukum (het systematisch nadenken over alle fundamentele kwesties en grensproblemen het verschijnsel recht samenhangen. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. sedangkan satusatunya tujuan dari hukum ialah menjamin keselamatan. J.11 Uraian lainnya tentang definisi dari filsafat hukum dikemukakan oleh Kusumadi Pudjosewojo yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendasar Soehardjo Sastrosoehardjo.H. Sementara itu. Definisi hukum sangat bervariasi tergantung dari sudut pandang para ahli hukum melihatnya seperti yang dikemukakan oleh beberapa sarjana dalam uraian di bawah ini. Von Schid menyatakan filsafat hukum merupakan suatu perenungan metodis mengenai hakekat dari hukum (Metodische bebezinning over het wezen van he recht). Dengan mengetahui definisi hukum yang luas tersebut kita dapat menguraikan definisi dari filsafat hukum. 1997. J.

1998. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. 1995. 1997. Semarang. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. filsafat hukum berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh ilmu hukum. dan pada saat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Filsafat Ilmu. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Dengan kata lain. Mengenal Hukum. Jakarta. Citra Aditya Bakti. Narotama Surabaya/V/2005 13 tentang hukum yang tidak bisa dijawab oleh ilmu hukum mengenai pertanyaanpertanyaan sebagai berikut: Apakah tujuan dari hukum itu? Apakah semua syarat keadilan? Apakah keadilan itu? Bagaimanakah hubungannya antara hukum dan keadilan? Dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya mendasar. Penerbit PT. Apakah Hukum Itu?.. Gramedia Pustaka Utama. Pembimbing Ke Arah Alam Filsafat. 1988.. Filsafat Hukum. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Jujun S. Soehardjo. ________________./Modul/Fils. Sebuah Pengantar Populer. Rasjidi. Hk. Universitas Diponegoro./Univ. I. Penerbit PT. 1991. Sastrosoehardjo. Poedjawijatna. Darji & Shidarta. dengan sendirinya orang melewati batas-batas jangkauan ilmu hukum. Suriasumantri. Penerbit Pustaka Sinar Harapan. Penerbit Liberty. Penerbit PT. Lili.Doc. 1990. Jakarta.R. Bandung. DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Yogyakarta. Sudikno. 1990. Suatu Pengantar. Bandung. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta. Remaja Rosdakarya. Mertokusumo. . orang sudah menginjakkan kakinya ke lapangan filsafat hukum.

Herakleitos (540-475 SM). Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman modern. Pada zaman Yunani hiduplah kaum bijak yang disebut atau dikenal dengan sebutan kaum Sofis. 1. dan Aristoteles. Parmenides. 4. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman pertengahan./Univ. Tokoh-tokoh penting yang hidup pada zaman ini.Doc. karena waktu yang sangat menentukan terjadinya sejarah. 1995. Narotama Surabaya/V/2005 14 BAB II SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT HUKUM Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat membedakan sejarah perkembangan filsafat hukum dari zaman Yunani sampai dengan abad dewasa ini. yaitu dimensi waktu yang terdiri waktu pada masa lampau.1 Para filsuf alam yang bernama Anaximander (610-547 SM). Herakleitos. 2. Hal ini berlaku juga pada saat membicarakan sejarah perkembangan filsafat hukum yang diawali dengan zaman Yunani (Kuno). Hk. Kaum sofis inilah yang berperan dalam perkembangan sejarah filsaft hukum pada zaman Yunani. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. 1 . dan masa depan. Socrates. sekarang. Plato. Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Yunani (Kuno) Berbicara sejarah tidak akan terlepas dari dimensi waktu./Modul/Fils. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman Yunani (Kuno). dan Parmenides (540-475 SM) tetap meyakini adanya Darji Darmodiharjo. Penerbit PT. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman sekarang. 3. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Gramedia Pustaka Utama. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini mahasiswa mampu: 1. Jakarta. halaman 70-71. antara lain: Anaximander.

Socrates berpendapat bahwa hukum dari penguasa (hukum negara) harus ditaati. 2 . karena manusialah yang menjadi ukuran untuk segala-galanya. ukuran. Apabila hal ini terjadi. Socrates menyatakan bahwa untuk dapat memahami kebenaran objektif orang harus memiliki pengetahuan (theoria). maka timbullah keadilan (dike)./Modul/Fils. terlepas dari hukum itu memiliki kebenaran objektif atau tidak. Pendapat ini dikembangkan oleh Plato murid dari Socrates. yang ada hanyalah kebenaran subjektif. Kondisi masyarakat pada saat kaum sofis ini hidup sudah terkonsentrasi ke dalam polis-polis. tetapi dalam hidup manusia telah digabungkan dengan pengertian-pengertian yang berasal dari logos. Ia tidak menginginkan terjadinya anarkisme. Logos menciptakan bentuk . Penerbit Kanisius. Narotama Surabaya/V/2005 15 keharusan alam ini. Sedangkan Parmenides sudah melangkah lebih jauh lagi. 1993. kaum sofis tersebut berpendapat bahwa kebenaran objektif tidak ada. Ia berpendapat bahwa logos membimbing arus alam. dari sini mulai dikenal pengertian demokrasi. halaman 20)./Univ. Tetapi Socrates tidak setuju dengan pendapat yang demikian ini.Doc. Yogyakarta. karena dalam negara demokrasi peranan warga negara sangat besar pengaruhnya dalam membentuk undang-undang.2 Anaximander berpendapat bahwa keharusan alam dan hidup kurang dimengerti manusia. bahwa keteraturan hidup bersama harus disesuaikan dengan keharusan alamiah. Aturan ini terwujud dalam polis di mana warga-warga polis memberi bentuk kepada hidupya sesuai dengan logos (Theo Huijbers. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Tetapi jelas baginya. yakni ketidakpercayaan terhadap hukum. Dalam mempertahankan pendapatnya. Ini terbukti dari kesediaannya untuk dihukum mati. Untuk itu diperlukan keteraturan dan keadilan yang hanya dapat diperoleh dengan nomos yang tidak bersumber pada dewa tetapi logos (rasio). Dengan kata lain. sekalipun ia meyakini bahwa hukum negara itu salah. sehingga alam dan hidup mendapat suatu keteraturan yang terang dan tetap. Kaum sofis tersebut menyatakan bahwa rakyat yang berhak menentukan isi hukum. Herakleitos berpandangan bahwa hidup manusia harus sesuai dengan keteraturan alamiah. Sementara itu. Hk. dan harmoni yang menghasilkan aturan.

Kedua aliran ini menekankan filsafatnya pada bidang etika. Tujuannya tidak lain agar penguasa tidak menafsirkan hukum sesuai kepentingannya sendiri. hukum alam menuntut sumbangan warga negara bagi kepentingan umum. yakni undang-undang negara. kedua hukum tersebut memiliki pengertian yang berbeda. pengertian hukum alam dan hukum positif muncul. Oleh karena itu. jenis dan besarnya sumbangan ditentukan oleh hukum positif./Modul/Fils. Plato menyarankan agar dalam setiap undang-undang dicantumkan dasar (landasan) filosofisnya. perlu ketaatan terhadap hukum yang dibuat penguasa polis. Oleh karena itu. Menurut Aristoteles. Meskipun demikian. Narotama Surabaya/V/2005 16 Plato berpendapat bahwa penguasa tidak memiliki theoria sehingga tidak dapat memahami hukum yang ideal bagi rakyatnya. Hukum alam berbeda dengan hukum positif yang seluruhnya tergantung pada ketentuan manusia. murid dari Plato tidak sependapat dengan Plato. Aristoteles berpendapat bahwa hakikat dari sesuatu ada pada benda itu sendiri. hukum alam ditanggapi sebagai suatu hukum yang selalu berlaku dan di mana-mana. dari Epikurisme muncul konsep penting tentang undang-undang (hukum posistif) yang mengakomodasi kepentingan individu sebagai perjanjian antar individu. Menurut Aristoteles. Dari gagasan Aristoteles ini. Hk. Pemikiran Plato inilah yang menjadi cerminan bayangan dari hukum dan negara yang ideal. Aristoteles. yang baru berlaku setelah ditetapkan dan diresmikan isinya oleh instansi yang berwibawa. .Doc./Univ. sehingga hukum tidak pernah berubah. lenyap dan berlaku dengan sendirinya. Hukum yang harus ditaati dabagi menjadi dua. yaitu puncak keemasan kebudayaan Yunani yang dipelopori oleh aliran Epikurisme (berasal dari nama filsuf Epikuros) dan Stoisisme (berasal dari kata Stoa yang dicetuskan oleh Zeno). Pemikiran Aristoteles sudah membawa kepada hukum yang realistis. manusia tidak dapat hidup sendiri karena manusia adalah mahkluk yang bermasyarakat (zoon politikon). Pada zaman Yunani (Kuno) muncul masa Hellenisme. Misalnya. karena hubungannya dengan aturan alam. sehingga hukum ditafsirkan menurut selera dan kepentingan penguasa. yakni hukum alam dan hukum positif.

halaman 13. Dalam perkembangannya. Dengan kata lain.Doc. Bandung. sehingga masa ini dikenal sebagai masa gelap. telah timbul keterikatan antara manusia dengan logos. Stoisisme mencoba meletakkan prinsip-prinsip kesederajatan manusia dalam hukum. tujuan hukum adalah keadilan menurut logos./Univ. Penerbit PT. bukan menurut hukum positif. Oleh karena itu. misalnya saja Augustinus mendapat pengaruh dari Plato tentang hubungan antara ide-ide abadi dengan benda-benda duniawi. Ide dasar aliran ini terletak pada kesatuan yang teratur (kosmos) yang bersumber dari jiwa dunia (logos). Tokoh-tokoh filsafat hukum yang hidup di zaman ini. Sehingga ketaatan menurut hukum positif baru dapat dilakukan sepanjang hukum positif sesuai dengan hukum alam./Modul/Fils. yang selanjutnya diartikan sebagai rasio. yakni Budi Ilahi yang menjiwai segalanya. Sebelum ada zaman pertengahan terdapat suatu fase yang disebut dengan Masa Gelap. 1990. Narotama Surabaya/V/2005 17 sehingga pemikiran dari penganut Epikurisme merupakan embrio dari teori perjanjian masyarakat. 2.3 dan mulai berkembangnya agama Islam. antara lain Augustinus (354-430) dan Thomas Aquino/Thomas Aquinas (1225-1275). Citra Aditya Bakti. sehingga tidak ada satupun peninggalan peradaban bangsa Romawi yang tersisa. pemikiran para filsuf di zaman pertengahan tidak terlepas dari pengaruh filsuf pada zaman Yunani. Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Pertengahan Perkembangan sejarah filsafat hukum pada zaman pertengahan dimulai sejak runtuhnya kekuasaan kekaisaran Romawi pada abad ke-5 SM (masa gelap/the dark ages) yang ditandai dengan kejayaan agama Kristen di Eropa (masa scholastic). Hk. terjadi pada saat Kekaisaran Romawi runtuh dihancurkan oleh suku-suku Germania. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Sedangkan Thomas Aquinas sebagai seorang rohaniwan Katolik telah meletakkan perbedaan secara tegas antara hukum-hukum yang berasal dari wahyu Lihat Lili Rasjidi. Tentu saja pemikiran Augustinus bersumber dari Tuhan atau Budi Allah yang diketemukan dalam jiwa manusia. menurut Stoisisme. 3 .

Cit. dan Immanuel Kant (1724-1804). Francis Bacon (1561-1626)./Univ. 3. ditemukannya dunia-dunia baru. Hk. Thomasius (1655-1728). 4. dan sebagainya. Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Sekarang 4 Lihat Theo Huijbers. Tentu saja zaman Renaissance membawa dampak perubahan yang tajam dalam segi kehidupan manusia. Rasio manusia ini dipandang sebagai satu-satunya sumber hukum. Narotama Surabaya/V/2005 18 Tuhan (Lex Aeterna). Rousseau (17121778). George Berkeley (1685-1753). Rene Descartes (1596-1650).4 Pembagian hukum atas keempat jenis hukum yang dilakukan oleh Thomas Aquinas nantinya akan dibahas dalam pelbagai aliran filsafat hukum pada bagian lain dari tulisan ini. Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Modern Pada zaman ini para filsuf telah meletakkan dasar bagi hukum yang mandiri. halaman 39.Doc./Modul/Fils. Tokoh-tokoh yang berperan sangat penting pada abad pertengahan ini. hukum yang dijangkau akal budi manusia (Lex Divina). John Locke (1632-1704). Terlepasnya alam pikiran manusia dari ikatan-ikatan keagamaan menandai lahirnya zaman ini. Montesquieu (1689-1755). Zaman modern ini juga disebut Renaissance. Pandangan ini jelas dikumandangkan oleh para penganut hukum alam yang rasionalistis dan para penganut faham positivisme hukum. Thomas Hobbes (1588-1679). Wolf (1679-1754). David Hume (17111776). . perkembangan teknologi yang sangat pesat. rasio manusia tidak lagi dapat dilihat sebagai penjelmaan dari rasio Tuhan. yang terlepas sama sekali dari hukum abadi yang berasal dari Tuhan. dan hukum positif (Lex Positivis).J. Op. Demikian juga terhadap dunia pemikiran hukum. hukum yang berdasarkan akal budi manusia (Lex Naturalis). sehingga rasio manusia sama sekali terlepas dari ketertiban ketuhanan. antara lain: William Occam (1290-1350). Samuel Pufendorf (1632-1694). J. lahirnya segala macam ilmu baru. berdirinya negara-negara baru..

. seperti Karl Marx dan Engels yang menyatakan bahwa hukum dipandang sebagai pernyataan hidup dalam masyarakat. halaman 37. Narotama Surabaya/V/2005 19 Yang dimaksud dengan zaman sekarang dimulai pada abad ke-19. Perkembangan dari yang ada kepada yang tidak ada atau sebaliknya mengandung katagori yang ketiga. Menurut teori dialektika Hagel. seperti Hobbes. rasio tidak hanya rasio individual melainkan juga rasio Keilahian. Op. juga von Savigny yang menyatakan bahwa hukum tidak dibuat tetapi tumbuh bersama-sama dengan perkembangan masyarakat. Jika pada zaman modern berkembang rsionalisme. Tritunggal tersebut terdiri dari these-antithese-synthese. juga von Savigny sebagai pelopor mazhab sejarah. Hegel merupakan tokoh utama dalam idealisme Jerman. . seperti Hegel (1770-1831).5 Teori dialektika Hegel ini dapat digambarkan dalam ikhtisar berikut ini: Ada Tidak Ada Negara diktator Negara Anarkhis Ide Menjadi Negara demokratis konstitusional Selain Hegel./Modul/Fils. Menurut Hegel. maka pada zaman sekarang rasionalisme yang berkembang dilengkapi dengan empirisme. setiap fase dalam perkembangan dunia merupakan rentetan dari fase berikutnya. Fichte (1762-1814) dan F. seperti J.Doc. artinya setiap pengertian mengandung lawan dari pengertian itu sendiri. Schelling (1775-1854). yang pada akhirnya dari setiap synthese merupakan titik tolak dari tritunggal yang baru.F. aliran ini berkembang pesat pada abad ke-19.W. Pandangan Savigny ini telah memasukkan faktor sejarah ke dalam 5 Lili Rasjidi. Filsafat hukum yang berkembang di zaman modern berbeda dengan filsafat hukum yang berkembang pada zaman modern. Teorinya disebut Dialektika. Namun. masih ada beberapa ahli pikir lain. Hk. ia merupakan penerus rasionalisme yang dikembangkan oleh Immanuel Kant. Cit. Karl Marx (18181883). yang popularitasnya mengalahkah ahli pikir di zamannya. sehingga faktor sejarah juga mendapat perhatian dari para pemikir hukum pada waktu itu./Univ.J. Di samping Marx dan Engels. yaitu akan menjadi.

Mengapa Hegel dikatakan sebagai penerus Immanuel Kant? 6. Occam Hegel R. Descartes Fichte T. Mengapa zaman modern dikatakan sebagai zaman Renaissance? Jelaskan! 5./Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 20 pemikiran hukum yang selanjutnya melahirkan pandangan relatif terhadap hukum. dan Parmenides) berpendapat untuk dapat menciptakan keteraturan dan keadilan diperlukan nomos yang bersumber pada logos (rasio)? 2.6 Dari beberapa fase perkembangan filsafat hukum yang diawali sejak zaman Yunani (Kuno) dapat digambarkan dalam suatu ikhtisar berikut ini: Z. Latihan Soal 1. Bacon Wolf Montesquieu J. Herakleitos. Sekarang Masa Gelap Anaximander Herakleitos Parmenides Socrates Plato Aristoteles Augustinus Thomas Aquino W. Cit./Univ. Op. Pertengahan Z. Hk. Rousseau Immanuel Kant 5. Locke von Savigny G. Yunani (Kuno) Z. Di mana letak pengaruh pemikiran filsuf zaman Yunani terhadap pemikiran para filsuf di zaman pertengahan? Bagaimana pula Thomas Aquinas membagi hukum? 4. Sehingga pandangan dari Savigny melahirkan Mazhab Sejarah.J.. Mengapa Socrates tidak percaya terhadap kebenaran subjektif sebagaimana dikemukakan oleh kaum Sofis? 3. Hobbes Schelling J. . Berkeley D. Jelaskan teori dialektika Hegel? 6 Darji Darmodiharjo & Shidarta. Hume F.Doc. Mengapa kaum Sofis (Anaximander. Modern Z. halaman 82.

Penerbit Kanisius. Darji & Shidarta. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. 1993. Lili. Bandung. Gramedia Pustaka Utama. Huijbers./Univ. . Hk. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Jakarta. Citra Aditya Bakti. Yogyakarta. Rasjidi. Narotama Surabaya/V/2005 21 DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Theo. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. 1990. Penerbit PT. 1995. Penerbit PT.Doc./Modul/Fils.

antara lain F. Tujuan Instruksional Khusus: 1. yaitu: a. Aliran Hukum Alam. Aliran Legal Realism. Functional Anthropological or Sociological Jurisprudence. d. c. yang dikemukakan oleh beberapa orang sarjana. Alian Positivisme. 1990. 1. yaitu: a. Pragmatic Legal Realism. Mahasiswa dapat membandingkan berbagai aliran dalam Filsafat Hukum. Aliran Utilitarianisme. halaman 26-27. Berbagai Aliran Dalam Filsafat Hukum dan Perbedaannya Dalam filsafat hukum dikenal pembagian pelbagai aliran atau mazhab. 1 . f.Doc. Aliran Hukum Positif. Legal Positivism. Northrop dan Lili Rasjidi. Citra Aditya Bakti Bandung. Mahasiswa dapat menyebutkan berbagai aliran dalam Filsafat Hukum.1 Northrop membagi aliran atau madzhab filsafat hukum ke dalam 5 (lima) aliran. Mahasiswa dapat memahami berbagai aliran dalam Filsafat Hukum. b. Hk./Modul/Fils. e. Aliran Sejarah. 2. Aliran Sociological Jurisprudence. Narotama Surabaya/V/2005 22 BAB III ALIRAN-ALIRAN DALAM FILSAFAT HUKUM Tujuan Instruksional Umum: 1. c. Lili Rasjidi. Naturalistic Jurisprudence.G. g. d. e./Univ. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Neo Kantian and Kelsenian Ethical Jurisprudence. b. Penerbit PT.S.

/Modul/Fils. c. Aliran Utilitarianisme. Aliran Hukum Kodrat/Hukum Alam. c. e. Pragmatic Legal Realism. Madzhab Sejarah. e. f. Aliran Neo Kantianisme. Ketiga sarjana tersebut dalam membagi-bagi aliran dalam filsafat hukum tidak sama. Aliran Idealisme Transendental (Kantianisme). Semarang. halaman 1. Sociological Jurisprudence. masing-masing: a. Soehardjo Sastrosoehardjo. 1997. Narotama Surabaya/V/2005 23 Sedangkan Lili Rasjidi membagi aliran/madzhab filsafat hukum ke dalam 6 (enam) aliran besar. f. i. Aliran Hukum Alam: 1) Yang Irrasional. 2) Yang Rasional. Aliran Realisme Hukum./Univ. Aliran Positivisme. Aliran Ajaran Hukum Umum. 2) Murni. d. karena memang tergantung pada penafsiran masing-masing orang dalam memilah-milahkan aliran dalam filsafat hukum. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Universitas Diponegoro. Aliran Hukum Positif: 1) Analitis. 2 . d. Aliran Sosiologi Hukum. Aliran Sejarah. h. g. yaitu:2 a.Doc. Aliran Hukum Bebas. b. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. Selain kedua orang tokoh tersebut ada juga sarjana lain. Hk. yaitu Soehardjo Sastrosoehardjo yang membagi filsafat hukum ke dalam 9 (sembilan) aliran atau madzhab. b.

Marsilius Padua. Penerbit PT.3 Gagasan mengenai hukum alam didasarkan pada asumsi bahwa melalui penalaran. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Thomas Aquinas membagi hukum ke dalam 4 golongan. Aliran hukum alam ini dibagi menjadi 2 (dua). Gramedia Pustaka Utama. hukum yang berlaku merupakan pelaksanaan hukum alam oleh manusia berhubung dengan syarat khusus yang diperlukan oleh Darji Darmodiharjo & Shidarta. c) Lex Naaturalis. Jakarta. halaman 102. merupakan rasio Tuhan sendiri yang mengatur segala hal dan merupakan sumber dari segala hukum. seorang guru besar imu hukum dari Universitas Padjadjaran. Bandung dengan penjelasan sebagai berikut: a. Hk. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. hakikat mahkluk hidup akan dapat diketahui dan pengetahuan tersebut menjadi dasar bagi tertib sosial serta tertib hukum eksistensi manusia. b) Lex Divina. bagia dari rasio Tuhan yang dapat ditangkap oleh manusia berdasarkan waktu yang diterimanya. dan John Wyclife. Aliran Hukum Alam: Aliran ini berpendapat bahwa hukum berlaku universal (umum). sehingga hukum alam dipandang sebagai hukum yang berlaku secara universal dan abadi. yaitu: a) Lex Aeterna. inilah yang dikenal sebagai hukum alam dan merupakan penjelmaan dari rasio manusia. 3 .Doc. Piere Dubois. Menurut Friedman. Rasio ini tidak dapat ditangkap oleh pancaindera manusia. d) Lex Posistivis. Hukum alam dianggap lebih tinggi dari hukum yang sengaja dibentuk oleh manusia. aliran ini timbul karena kegagalan manusia dalam mencari keadilan yang absolut. Pendukung aliran ini antara lain: Thomas Aquinas (Aquino). 1995. John Salisbury. penulis menggunakan pembagian aliran/madzhab filsafat hukum menurut pendapat dari Lili Rasjidi. Daante. yaitu: 1) Irrasional: Aliran ini berpendapat bahwa hukum yang berlaku universal dan abadi bersumber dari Tuhan secara langsung./Univ. Narotama Surabaya/V/2005 24 Dalam tulisan ini./Modul/Fils.

yaitu hukum yang mengatur tingkah laku manusia yang bersumber dari rasio alam. 1) Rasional: Sebaliknya. Hukum alam yang dapat diterima oleh manusia adalah sebagian saja. Pendasar hukum alam yang rasional adalah Hugo de Groot (Grotius). sedang selebihnya adalah hasil dari akal (rasio) manusia. Christian Thomasius. Occam juga berpendapat bahwa hukum identik dengan kehendak mutlak Tuhan Sementara itu Fransisco Suarez dari Spanyol berpendapat demikian. sehingga rasio ./Univ. Tokoh-tokohnya. Tuhan adalah pencipta hukum alam yang berlaku di semua tempat dan waktu. b) Apa yang disebut sebagai hukum yang mengikat masyarakat berasal dari alam. sehingga manusia dapat membedakan antara yang adil dan tidak adil. dengan penjelasan sebagai berikut: a) Hukum Universal. Immanuel Kant. Hukum ini diwujudkan ke dalam kitab-kitab suci dan hukum positif buatan manusia. Narotama Surabaya/V/2005 25 keadaan dunia. Hk. c) Hukum yang juga bersumber dari prinsip-prinsip alam tetapi dapat diubah oleh penguasa. Pandangan ini muncul setelah zaman Renaissance (pada saat rasio manusia dipandang terlepas dari tertib ketuhanan/lepas dari rasio Tuhan) yang berpendapat bahwa hukum alam muncul dari pikiran (rasio) manusia tentang apa yang baik dan buruk penilaiannya diserahkan kepada kesusilaan (moral) alam. Penulis lain.Doc. antara lain: Hugo de Groot (Grotius). manusia yang bersusila dalam pergaulan hidupnya diatur oleh suatu peraturan umum yang harus memuat unsusr-unsur kemauan dan akal. dan Samuel Pufendorf./Modul/Fils. ia menekankan adanya peranan rasio manusia dalam garis depan. buruk atau jahat dan baik atau jujur. Berdasarkan akalnya manusia dapat menerima hukum alam tersebut. aliran ini mengatakan bahwa sumber dari hukum yang universal dan abadi adalah rasio manusia. William Occam dari Inggris mengemukakn adanya hirarkis hukum.

. Hk. Salah satu karya Kant yang berjudul Metaphysische Anfangsgruende der Rechtslehre (Dasar Permulaan Metafisika Ajaran Hukum merupakan bagian dari karyanya yang berjudul Metaphysik der Sitten) pokok pikirannya ialah bahwa manusia menurut darma kesusilaannya mempunyai hak untuk berjuang bagi kebebasan lahiriahnya untuk menghadirkan dan melaksanakan kesusilaan. halaman 12. Dan hukum berfungsi untuk menciptakan situasi kondisi guna mendukung perjuangan tersebut. Oleh karena itu rasio manusialah sebagai satu-satunya sumber hukum. Hakekat manusia (homo noumenon) tidak terletak pada akalnya. Kritik Akal Budi Praktis (kritik der praktischen Vernunft yang terkait dengan moralitas). dan karsa (thinking. tetapi justru pada manusia ideala berkepribadian humanistis. volition./Univ. Hakekat hukum bagi Kant adalah bahwa hukum itu merupakan keseluruhan kondisi-kondisi di mana kehendak sendiri dari seseorang dapat digabungkan dengan kehendak orang lain di bawah hukum kebebasan umum yang meliputi kesemuanya.4 Metode kritis tidak skeptis. lawan dari filsafat dogmatis. and feeling). beserta corak berfikir yang bersifat teoritis keilmuan alamiah (natuurweten schappelijke denkwijze). tidak dogmatis (trancendental). Narotama Surabaya/V/2005 26 manusia sama sekali terlepas dari Tuhan. Katagori imperatif Kant mewajibkan semua anggota masyarakat tetap mentaati hukum positif negara sekalipun di dalam hukum terebut terdapat 4 Soehardjo Sastrosoehardjo./Modul/Fils. Tokoh penting lainnya dalam aliran ini ialah Immanuel Kant. Ajaran Kant dimuat dalam tiga buah karya besar. rasa. Cit. yaitu: Kritik Akal Budi Manusia (kritik der reinen Vernunft yang terkait dengan persepsi). Op. Filsafat dari Kant dikenal sebagai filsafat kritis. yaitu cipta. Kritik Daya Adirasa (kritik der Urteilskraft yang terkait dengan estetika dan harmoni). Yang penting bukan manusia ideal berilmu atau ilmuwan.Doc. Ajaran Kant tersebut ada korelasinya dengan tiga macam aspek jiwa manusia. . tetapi pada kebebasan jiwa susila manusia yang mampu secara mandiri menciptakan hukum kesusilaan bagi dirinya sendiri dan juga orang lain.

b. dan apa yang nyata adalah menurut nalar (Was vernunftig ist. das ist vernunftig. antitesa. Austin membagi hukum atas 2 hal./Univ. seluruh kenyataan kodrat alam dan kejiwaan merupakan proses perkembangan sejarah secara dialektis dari roh/cita/spirit mutlak yang senantiasa maju dan berkembang. demikan juga dengan hukum. yang dikenal dengan ajaran Positivisme Hukum dari John Austin. . telah berkembang suatu pemikiran dalam ilmu hukum yang disebut dengan Legisme yang memandang tidak ada hukum di luar undangundang. yaitu Analytical Jurisprudence. Hk. Bagi Hegel. Filsafat hukum dalam bentuk maupun isinya. Jiwa mutlak mengandung dan mencakup seluruh tahap-tahap perkembangan sebelumnya jadi merupakan permulaan dan kelahiran segala sesuatu. Negara merupakan perwujudan jiwa mutlak. Jadi. dalam hal ini satu-satunya sumber hukum adalah undang-undang. berkembang bentuk yang agak lain.Doc. What is reasonable is real. das ist wirklich ist. san sintesa yang berlangsung secara berulang-ulang dan terus-menerus. and what is real is reasonable). penampilan dan esensinya juga dikuasai oleh hukum dialektika. Pertumbuhan dan perkembangan dialektis melalui tesa. Di Inggris. Aliran Hukum Positif Sebelum aliran ini lahir. di sini sudah terdapat larangan mutlak bagi perilaku yang tergolong melawan penguasa negara./Modul/Fils. Tidak ada antimoni antara nalar/akal dengan kenyataan atau realitas. Penulis lain yang tidak kalah pentingnya ialah Hegel dari Jerman. Pendapat Kant ini diikuti oleh Fichte yang mengatakan bahwa hukum alam itu bersumber dari rasio manusia. Narotama Surabaya/V/2005 27 unsur-unsur yang bertentangan dengan dasar-dasar kemanusiaan. yaitu: a) Hukum yang diciptakan oleh Tuhan untuk manusia. 1) Analitis Pemikiran ini berkembang di Inggris namun sedikit ada perbedaan dari tempat asal kelahiran Legisme di Jerman. Yang dijadikan motto oleh Hegel ialah: Apa yang nyata menurut nalar adalah nyata. sehingga dengan katagori imperatif ini ajaran dari Immanuel Kant juga dapat digolongkan ke dalam aliran positivisme.

Jenis ini disebut sebagai hukum positif yang terdiri dari hukum yang dibuat penguasa. dalam hukum yang nyata pada point pertama. di dalamnya terkandung perintah. Adapun pokok-pokok ajaran Kelsen adalah sebagai berikut: ./Univ. Ilmu (hukum) adalah susunan formal tata urutan/hirarki norma-norma. sosiologi. karena pandangan-pandangannya tidak jauh berbeda dengan ajaran Auistin. walaupun Kelsen mengemukakan adanya asas-asas hukum umum sebagaimana tercermin dalam Grundnorm/Ursprungnormnya. Ajaran Kelsen juga dapat dikatakan mewakili aliran positivisme kritis (aliran Wina). karena hal-hal ini oleh Kelsen dianggap tidak ilmiah. hukum harus dibersihkan dari dan/atau tidak boleh dicampuri oleh politik. Hukum dalam arti yang tidak sebenarnya. Narotama Surabaya/V/2005 28 b) Hukum yang disusun dan dibuat oleh manusia. 2) Murni Ajaran hukum murni dikatagorikan ke dalam aliran positivisme. dan sebagainya. namun pemikirannya sedikit berbeda apabila dibandingkan dengan Rudolf Stammler. sejarah. contoh: ketentuan-ketentuan dalam organisasi atau perkumpulan-perkumpulan. Sedang Hans Kelsen secara tegas mengatakan tidak menganut berlakunya suatu hukum alam. sanksi. contoh hak wali terhadap perwaliannya. Sehingga ketentuan yang tidak memenuhi keempat unsur tersebut tidak dapat dikatakan sebagai hukum. Stanmmler masih menerima dan menganut berlakunya suatu hukum alam walaupun ajaran hukum alamnya dibatasi oleh ruang dan waktu. yang terdiri dari: hukum dalam arti yang sebenarnya. Hk.Doc. Menurut ajaran tersebut. hukum yang dibuat atau disusun rakyat secara individuil yang dipergunakan untuk melaksanakan hakhaknya. kewajiban. seperti: undang-undang. Idealisme hukum ditolak sama sekali. dalam arti hukum yang tidak memenuhi persyaratan sebagai hukum. peraturan pemerintah. Ajaran tersebut dikenal dengan nama Reine Rechtslehre atau ajaran hukum murni. dan sebagainya. Perbedaannya terletak pada penggunaan hukum alam. dan kedaulatan./Modul/Fils. etika. Hans Kelsen seorang Neo Kantian. Menurut Austin.

demikian seterusnya hingga sampai pada suatu Grundnorm. Kekuatan berlakunya hukum tertentu tergantung pada norma hukum yang lebih tinggi. Hk. yang berfungsi sebagai dasar terakhir/tertinggi bagi berlakunya keseluruhan hukum positif yang bersangkutan. Fungsi teori hukum ilah menjelaskan hubungan antara norma-norma dasar dan norma-norma lebih rendah dari hukum.. Teori konkretisasi hukum menganggap suatu sistem hukum sebagai atau susunan yang piramidal. Op. Narotama Surabaya/V/2005 29 a) Tujuan teori ilmu hukum sama halnya dengan ilmu-ulmu yang lain adalah meringkas dan merumuskan bahan-bahan yang serba kacau dan keserbanekaragaman menjadi sesuatu yang serasi. d) Teori/filsafat hukum adalah teori yang tidak bersangkut paut dengan kegunaaan atau efektivitas norma-norma hukum./Modul/Fils. f) Hubungan kedudukan antara tori hukum dengan sistem hukum positif tertentu adalah hubungan antara hukum yang serba mungkin dan hukum yang senyatanya. Yang disebut belakangan adalah tugas ilmum politik. Stufentheorie diciptakan pertama kali oleh Adolf Merkl (1836-1896). masalah cipta. bukan masalah apa yang dikehendaki. etiika atau agama. seorang murid dari Rudolf von Jhering. bukan karsa dan rasa. Cit. halaman 43. tetapi tidak menentukan apakah norma dasar itu baik atau tidak./Univ. . c) Hukum adalah ilmu normatif.Doc. teori tentang ara atau jalannya mengatur perubahan-perubahan dalam hukum secara khusus. bukan ilmu ke-alaman (natuurwetenschap) yang dikuasai oleh hukum kausalitas. tetapi sebagai suatu Transcendental Logische Voraussetzung. yang sekaligus berfungsi sebagai penjelasan atau pembenaran ilmiah bahwa keseluruhan norma- 5 Bandingkan dengan Lili Rasjidi. yaitu dalil yang secara transendental menentukan bahwa norma dasar terakhir/tertinggi secara logis harus ada lebih dahulu. Fungsi hukum tersebut bukan dalam arti hukum kodrat. b) Teori filsaft hukum adalah ilmu. e) Teori hukum adalah formal.5 yang kemudian diambil alih oleh Hans Kelsen.

Asasasas hukum umum yang menentukan kebaikan isi atuan hukum. Dari hakekat ini lebih lanjut ditarik 8 (delapan) macam kategori hukum. hubungan hukum. dasar hukum. Penulis lain bernama Rudolf Stammler (1856-1938) merupakan tokoh kebangkitan kembali filsafat c. yakni ujud dari manusia dalam kehidupan masyarakat yang memiliki kehendak bebas (Gemeinschaft frei wollender Menschen). berkuasa atas diri dan tidak bisa diganggu (wollen. Hk. secara positif. meneliti secara transendental kritis (metode yang berasal dari Kant) bentuk-bentuk kesadaran manusia hingga menerobos sampai pada landasan/dasar transendental logis penghayatan hukum yang berujud hakekat pengertian hukum. hukum kodrat gaya baru. dan Rudolf von Jhering (1818-1889). c. John Stuart Mill (1806-1873). maka tugas dan fungsi filsafat hukum ialah dengan abstraksi bahan-bahan variabel tersebut./Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 30 norma c. kekuasaan hukum. Hakekat pengertian hukum atau pengertian hukum yang transendental ini mempunyai unsur-unsur: kehendak/karsa. Bentham berpendapat bahwa alam memberikan kebahagiaan dan kesusahan. yaitu: subjek hukum. verbinden. mengikat./Univ. Aliran Utilitarianisme Aliran ini dipelopori oleh Jeremy Bentham (1748-1832). Apabila ilmu hukum meneliti dan mengkaji.Doc.q. tidak termasuk pengertian hukum tetapi tergolong pada cita hukum. penundukan hukum. Pengertian dasar atau kategori hukum itu berupa metode pikiran formil yang adanya tidak ditentukan oleh atau digantungkan pada isi atau aturan hukum. selbstherrlichkeit unverletzbarkeit). menurut hukum (rechtmatigeheid). yaitu hukum kodrat yang senantiasa berubah yang mengajarkan bahwa filsafat hukum adalah ilmu/ajaran tentang hukum yang adil (die lehre vom richtigen recht). Manusia selalu berusaha . Hukum yang adil adalah hukum yang memenuhi syarat atau tertentu “social-ideal”. dan melawan hukum. objek hukum. Cita hukum yang sosial ini berfungsi regulatif terhadap sistem hukum positif. peraturan-peraturan dalam hukum positif yang bersangkutan itu pada hakekatnya merupakan satu kesatuan yang serasi. tidak semata-mata pada bentuk hukumnya.q.

Penulis lain yang tidak kalah pentingnya ialah John Stuart Mill yang lebih banyak dipengaruhi oleh pertimbangan psikologis. jadi merupakan gabungan antara teori yang dikemukakan oleh Bentham. ia mengikuti Bentham. Sebagian dari pokok ajarannya ialah bahwa hukum itu tidak . jikas tidak demikian. untuk memelihara kegunaan. karena Jhering dikenal sebagai pandangan utilitarianisme yang bersifat sosial. Mill juga menolak pandangan Kant yang mengajarkan bahwa individu harus bersimpati pada kepentingan umum. Kemudian Mill lalu menganalisis hubungan antara kegunaan dan keadilan. perasaan individu akan keadilan dapat membuat individu itu menyesal dan ingin membalas dendam kepada tiap yang tidak menyenangkannya. Tugas hukum adalah memelihara kebaikan dan mencegah kejahatan.Doc. Kebaikan adalah kebahagiaan dan kejahatan adalah kesusahan./Modul/Fils. dengan melukiskannya sebagai pengejaran kesenangan dan menghindari penderitaan tetapi kepentingan individu dijadikan bagian dari tujuan sosial dengan menghubungkan tujuan pribadi seseorang dengan kepentingan-kepentingan orang lain. Dengan kata lain. maka akan terjadi homo homini lupus (manusia menjadi serigala bagi manusia yang lain). dan positivisme hukum dari John Austin. Aliran Sejarah Tokoh-tokohnya antara lain Friedrich Carl von Savigny (1778-1861) dan Puchta (1789-1846). Pendapat lain dilontarkan Rudolf von Jhering yang menggabungkan antara utilitarianisme yang individual maupun yang sosial. tujuan hukum adalah untuk melindungi kepentingankepentingan. Bagi Jhering. Hk. untuk itu perlu ada batasan yang diwujudkan dalam hukum. Pada hakekatnya. Dalam mendefinisikan kepentingan. Mill. Keberadaan hukum diperlukan untuk menjaga agar tidak terjadi bentrokan kepentingan individu dalam mengejar kebahagiaan yang sebesar-besarnya. Narotama Surabaya/V/2005 31 memperbanyak kebahagiaan dan mengurangi kesusahannya. ajaran Bentham dikenal sebagai utilitarianisme yang individual./Univ. Manusia berusaha memperoleh kebahagiaan melalui hal-hal yang membangkitkan nafsunya. d. Oleh karena itu. Ia menyatakan bahwa tujuan manusia ialah kebahagiaan.

4) Dalam banyak kasus peniruan memainkan peranan yang lebih besar daripada yang diakui oleh penganut Mazhab Sejarah. di samping itu juga hendak memberi tempat yang terhormat bagi hukum rakyat Jerman yang asli di negara Jerman sendiri. termasuk penganut aliran sejarah dan sebagai murid von Savigny berpendapat bahwa hukum dapat berbentuk: 1) Langsung. manakala rakyat kehilangan kepribadiannya (das recht wirdnicht gemacht. Tantangan von Savigny terhadap kodifikasi Perancis itu telah menyebabkan hampir satu abad lamanya Jerman tidak memiliki kodifikasi hukum perdata. tetap saja perlu ada yang menyusunnya kembali untuk diproses menjadi bentuk hukum. tetapi pada hakekatnya lahir dan tumbuh dari dan dengan rakyat. Sumber hukum intinya adalah hukum kebiasaan adalah volksgeist jiwa bangsa atau jiwa rakyat. bilden sich aus mit diesem. namun ia akan mati. 3) Jangan sampai peranan hakim dan ahli hukum lainnya tidak mendapat perhatian. Pengaruh pandangan von Savigny juga terasa sampai jauh ke luar batas negeri Jerman. Von Savigny berkeinginan agar hukum Jerman itu berkembang menjadi hukum nasional Jerman./Univ. Narotama Surabaya/V/2005 32 dibuat. karena dalam kenyataannya banyak ketentuan mengenai serikat kerja di Inggris yang tidak akan terbentuk tanpa perjuangan keras.Doc. Hk./Modul/Fils. Paton memberikan sejumlah catatan terhadap pemikiran Savigny sebagai berikut: 1) Jangan sampai kepentingan dari golongan masyarakat tertentu dinyatakan sebagai volksgeist dari masyarakat secara keseluruhannya. und strirbt endlich ab sowie das volk seineen eigentuum lichkeit verliert). . karena walaupun volksgeist itu dapat menjadi bahan kasarnya. Banyak bangsa yang dengan sadar mengambil alih Hukum Romawi dan mendapat pengaruh dari Hukum Perancis. Tulisan von Savigny sebenarnya merupakan reaksi langsung terhadap Thibaut . berupa adat-istiadat. berkembang bersama dengan rakyat. Sedang Puchta. 2) Tidak selamanya peraturan perundang-undangan timbul begitu saja. es wachst mit dem volke vort.

sehingga akhirnya tidak ada tempat lagi bagi sumber-sumber hukum lainnya. menurut Theo Huijbers dikatakan tidak jauh berbeda dengan Teori Absolutisme negara dan Positivisme Yuridis./Univ. pikiran-pikiran mereka tentang hukum memerlukan pengesahan negara supaya berlaku sebagai hukum. 1993. Adat-istadat bangsa hanya berlaku sebagai hukum sesudah disahkan oleh negara. Narotama Surabaya/V/2005 33 2) Melalui undang-undang. Dengan adanya pemikiran dan pandangan puchta yang demikian ini. yaitu bangsa dalam pengertian etnis yang disebut “bangsa alam” dan bangsa dalam arti nasional sebagai kesatuan organis yang membentuk satu negara. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah.Doc. yakni praktik hukum dalam adat-istiadat bangsa dan pengolahan ilmiah hukum oleh ahli-ahli hukum. Lebih lanjut.6 Buku Puchta yang terkenal berjudul Gewohnheitsrecht. Sama halnya dengan pengolahan hukum oleh kaum Yuris. sedangkan “bangsa alam” memiliki hukum sebagai keyakinan belaka. Adapun yang memiliki hukum yang sah hanyalah bangsa dalam pengertian nasional (negara). Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Aliran Sociological Jurisprudence Theo Huijbers. 6 . Menurut Puchta. Hk. Negera mengesahkan hukum itu dengan membentuk undang-undang. keyakinan hukum yang hidup dalam jiwa bangsa harus disahkan melalui kehendak umum masyarakat yang terorganisasi dalam negara. Namun ketika pembentukan hukum tersebut masih berhubungan erat dengan jiwa bangsa (volksgeist) yang bersangkutan. halaman 120-121. yang berkuasa dalam negara tidak membutuhkan dukungan apapun. 3) Melalui ilmu hukum dalam bentuk karya para ahli hukum./Modul/Fils. Puchta membedakan pengertian “bangsa” ke dalam dua jenis. Puchta mengutamakan pembentukan hukum dalam negara sedemikian rupa. e. tanpa menghiraukan apa yang hidup dalam jiwa orang dan dipraktikkan sebagai adatistiadat. Ia berhak membentuk undang-undang tanpa bantuan kaum yuris. Di lain pihak.

Narotama Surabaya/V/2005 34 Pendasar aliran ini. sedang sosiologi hukum cara pendekatannya bertolak dari masyarakat kepada hukum. Gurvitch dan lain-lain. Roscoe Pound menganggap bahwa hukum sebagai alat rekayasa sosial (Law as a tool of social engineering and social controle) yang bertujuan menciptakan harmoni dan keserasian agar secara optimal dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia dalam masyarakat. Pendapat/pandangan dari Roscoe Pound ini banyak persamaannya dengan aliran Interessen Jurisprudence. . cara pendekatannya bertolak dari hukum kepada masyarakat. Untuk kepentingan yang ideal itu diperlukan kekuatan paksa yang dilakukan oleh penguasa negara. Dengan rasio demikian./Modul/Fils. Dari 2 (dua) hal tersebut di atas (sociological jurisprudence dan sosiologi hukum) dapat dibedakan cara pendekatannya. Sociological jurisprudence. Primat logika dalam hukum digantikan dengan primat “pengkajian dan penilaian terhadap kehidupan manusia (Lebens forschung und Lebens bewertung). Keadilan adalah lambang usaha penyerasian yang harmonis dan tidak memihak dalam mengupayakan kepentingan anggota masyarakat yang bersangkutan. atau secara konkritnya lebih memikirkan keseimbangan 7 Lili Rasjidi. Cit. sedang Sociological Jurisprudence merupakan suatu mazhab dalam filsafat hukum yang mempelajari pengaruh timbal balik antara hukum dan masyarakat dan sebaliknya. yaitu pengaruh hukum terhadap masyarakat. Hk. Sosiologi hukum sebagai cabang sosiologi yang mempelajari pengaruh masyarakat kepada hukum dan dan sejauh mana gejala-gejala yang ada dalam masyarakat dapat mempengaruhi hukum di samping juga diselidiki juga pengaruh sebaliknya./Univ. Kontorowics. Benjamin Cardozo.. halaman 47. Op. pada intinya aliran ini hendak mengatakan bahwa hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup dalam masyarakat. antara lain: Roscoe Pound. Aliran Sociological Jurisprudence berbeda dengan Sosiologi Hukum. Aliran ini berkembang di Amerika. Sosiologi Hukum merupakan cabang sosiologi yang mempelajari hukum sebagai gejala sosial. 7 Kata “sesuai” diartikan sebagai hukum yang mencerminkan nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat.Doc. Eugen Ehrlich.

Pengalaman dikembangkan oleh akal dan akal diuji oleh pengalaman . Tidak ada sesuatu yang dapat bertahan sendiri di dalam sistem hukum. Gray. Hk.Doc. Roscoe Pound juga berpendapat bahwa living law merupakan synthese dari these positivisme hukum dan antithese mazhab sejarah. Sebab. private as well as public interest). Jerome Frank. maka tiap bagiannya harus . f./Modul/Fils. Pragmatic Legal Realism Salah seorang sarjana bernama Friedman membahas aliran ini dalam kaitannya sebagai salah satu subaliran dari positivisme hukum. Maksudnya. Friedman juga berpendapat bahwa Roscoe Pound juga dapat digolongkan ke dalam Pragmatic Legal Realism di samping masuk ke dalam Sociological Jurisprudence. Realisme adalah suatu gerakan dalam cara berpikir dan cara bekerja tentang hukum. pangkal pikir dari aliran ini bersumber pada pentingnya rasio atau akal sebagai sumber hukum. kedua liran tersebut ada kebenarannya./Univ. Karl Llewellyn. 2) Realisme adalah suatu konsep mengenai hukum yang berubah-ubah dan sebagai alat untuk mencapai tujuan sosial. yang diumumkan dengan wibawa oleh badan-badan yang membuat undangundang atau mensahkan undang-undang dalam masyarakat yang berorganisasi politik dibantu oleh kekuasaan masyarakat itu. William James dan sebagainya. Pendasar mazhab/aliran ini ialah John Chipman. Hukum adalah pengalaman yang diatur dan dikembangkan oleh akal. Narotama Surabaya/V/2005 35 kepentingan-kepentingan (balancing of interest. Hanya hukum yang sanggup menghadapi ujian akal agar dapat hidup terus. Yang menjadi unsur-unsur kekal dalam hukum itu hanyalah pernyataan-pernyataan akal yang terdiri dari atas pengalaman dan diuji oleh pengalaman. Llewellyn berpendapat bahwa Pragmatic Legal Realism bukan aliran tapi suatu gerakan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Realisme bukanlah suatu aliran/mazhab. Hal ini disebabkan oleh pendapat atau pandangan Roscoe Pound yang mengatakan bahwa hukum itu adalah a tool of social engineering. Sementara itu. Oliver Wendell Holmes.

3) Realisme mendasarkan ajarannya atas pemisahan sementara antara sollen dan sein untuk keperluan suatu penyelidikan agar penyelidikan itu mempunyai tujuan. Hk. Pendekatan yang harus dilakukan oleh gerakan realisme untuk mewujudkan program tersebut di atas telah digariskan sebagai berikut: 1) Keterampilan diperlukan bagi seseorang dalam memberikan argumentasinya yang logis atas putusan-putusan yang telah diambilnya bukan hanya sekedar argumen-argumen yang diajukan oleh ahli hukum yang nilainya tidak berbobot.Doc. maka realisme menciptakan penggolongan-penggolongan perkara dan keadaan-keadaan hukum yang lebih kecil jumlahnya daripada jumlah penggolongan-penggolongan yang ada pada masa lampau. 4) Realisme telah mendasarkan pada konsep-konsep hukum tradisional oleh karena realisme bermaksud melukiskan apa yang sebenarnya oleh pengadilan-pengadilan dan orang-orangnya. Untuk itu dirumuskan definisidefinisi dalam peraturan-peraturan yang merupakan ramalan umum tentang apa yang akan dikerjakan oelh pengadilan-pengadilan. 4) Cara pendekatan seperti tersebut di atas mencakup juga penyelidikan tentang faktor-faktor/unsur-unsur yang bersifat perseornagan maupun umum dengan penelitian atas kepribadian sang hakim dengan disertai data- . 5) Gerakan realisme menekankan pada perkembangan setiap bagian hukum haruslah diperhatikan dengan seksama mengenai akibatnya. 3) Menggantikan katagori-katagori hukum yang bersifat umum dengan hubungan-hubungan khsusus dari keadaan-keadaan yang nyata./Univ. Hal ini berarti bahwa keadaan sosial lebih cepat mengalami perubahan daripada hukum. 2) Mengadakan perbedaan antara peraturan-peraturan dengan memperhatikan relativitas makna peraturan-peraturan tersebut. Narotama Surabaya/V/2005 36 diselidiki mengenai tujuan maupun hasilnya. Sesuai dengan keyakinan ini. maka hendaknya diperhatikan adanya nilai-nilai dan observasi terhadap nilai-nilai itu haruslah seumum mungkin dan tidak boleh dipenuhi oleh kehendak observer maupun tujuan-tujuan kesusilaan./Modul/Fils.

/Modul/Fils. prasangka politis. halaman 77. yakni wawasan sosiologis. Jakarta. yaitu: 1) Aliran Realisme Hukum Amerika Tokoh-tokohnya adalah Oliver Wendell Holmes dan Jerome Frank. hukum dapat dibagi menjadi dua./Univ. yakni. dan moril. Pendorong utama perilaku Hakim atau pejabat-pejabat hukum segarusnya berpijak pada moral positif dan kemaslahatan masyarakat (social advanrage). para sarjana hukum modern mengembangkan cara berfikir tentang hukum yang memiliki ciri khas ala Skandinavia yang tidak ada persamaannya di negara-negara lain. Hukum pada hakekatnya adalah berupa pola perilaku/tindakan (pattern of behaviour) nyata dari hakim dan petugas/pejabat hukum (law officials) lainnya. 2) Aliran Realisme Skandinavia Di Skandinavia. simpati maupun antipati pribadi (Frank). Sifat normatif hukum agak dikesampingkan.Doc. 1997. Realisme Skandinavia adalah dasar-dasar filsafat yang memberikan kritik-kritik terhadap dasar-dasar metafisika hukum (Skandinavian Soetiksno. hanyalah sebatas persamaan nama saja. 8 . Pradnya Paramita. Terhadap sikap yang agak ekstrim dari kedua tokoh tersebut. yaitu hukum yang senyatanya dan hukum yang mungkin (actual law and probable law). Penerbit PT. di samping faktor-faktor lain. ekonomis. Walaupun istilah realisme sering dipergunakan untuk gerakan cara berfikir di Skandinavia akan tetapi persamaan nama dengan gerakan cara berfikir di Amerika Serikat. Peraturan-peraturan hukum dan asas-asas hukum tidak lain adalah semacam stimuli yang mempengaruhi perilaku hakim yang dapat dilihat dalam putusan-putusan hakim. yakni Roscoe Pound dan benjamin Cardozo dalam bukunya yang berjudul “The nature of the juridical process” mengambil pendirian yang lebih moderat. “The path of Law” berasal dari Holmes. Hk.8 Mengenai aliran Pragmatic Legal Realism yang berkembang pada waktu itu dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam. Filsafat Hukum. Bagi Frank. Narotama Surabaya/V/2005 37 data statistik tentang ramalan-ramalan apa yang akan diperbuat oloeh pengadilan dan lain-lain. sedang “Law in the modern mind” berasal dari Jerome Frank. Bagian I.

Para ahli hukum tersebut di atas menolak adanya pengertian-pengertian mutlak tentang keadilan yang menguasai dan yang memberi pedoman pada sistem-sistem hukum positif. Hk. yaitu Oliverscrona. Menureut Friedman. halaman 86. Adanya persamaan cara pendekatan antara penganut-penganut gerakan relaisme Skandinavia diusebabkan oleh pengaruh dari Axel Hagestrom terhadap tokoh-tokoh gerakan realisme Skandinavia pada waktu itu. Dalam caranya memberi kritik dan pengupasan prinsip-prinsip pertama yang seringkali sangat abstrak.Doc.9 keberadaan realisme Skandinavia telah memberikan sumbangan yang amat besar kepada teori hukum. . 2. grakan realis mempunyai ciri-ciri yang mirip sekali dengan ciri-ciri Filsafat Hukum Eropa. dan cara mereka membuktikan legitimitas (dasar hukum) kekuasaan negara tersebut menurut Hargerstrom dan kawan-kawan adalah pada dasarnya sama dengan cara-cara yang dipergunakan filsafat hukum kodrat.. satu kehendak umum atau kehendak negara (a collective or general will or of the state) oleh ilmu hukum analitis. Mengenai nilai-nilai hukum gerakan realisme Skandinaviamempunyai pendirian yang sama dengan filsafat relativisme. Narotama Surabaya/V/2005 38 realism is essentialy a philosophical critique of the metaphysical foundations law). yaitu tentang penggunaan pengertian kehendak kolektif. Latihan Soal 9 Ibid. Menurut Hargerstrom dan kawan-kawan. mereka menolak pendirian yang mengatakan bahwa ketentuan-ketentuan tentang hukum dapat disalurkan secara memaksa dari prinsip-prinsip tentang keadilan yang tidak adapat diubah. Gerakan ini menolak cara pendekatan yang dipergunakan oleh kaum realis Amerika Serikat yang mempunyai nilai rendah./Univ. Lundstedt. pengertian-pengertian tersebut adalah semacam satu pengertian gaib yang dipergunakan mereka untuk memberi dasar hukum pada kemahakuasaan orang-orang yang memegang perintah negara. sekalipun pengaruh Axel tidak sebesar Ross./Modul/Fils.

/Modul/Fils. Apa yang melatarbelakangi Thomas Aquinas membagi hukum menjadi 4. Mengapa dalam aliran hukum positif timbul aliran analitis dan murni dan bagaimana pula perbedaan yang menonjol antara dua liran tersebut? Jelaskan! d. Mengapa hukum alam dianggap lebih tinggi dari hukum yang sengaja dibentuk oleh manusia? Jelaskan! b. Siapakah pendasar aliran Utilitarianisme dan bagaimana pula pendapat atau pandangan para ahli hukum penganut aliran Utilitarianisme terhadap hukum? Sebut dan jelaskan! e.Doc. Adakah perbedaan pendapat antara Karl von Savigny dan Puchta? Jelaskan jawaban Sdr. Hk.! f. Ada berapa pandangan realisme hukum? Di manakah pertama kali realisme hukum itu timbul? Jelaskan perbedaannya masing-masing! . serta sebutkan dan jelaskan ke-4 hukum menurut Thomas Aquinas? c./Univ. Narotama Surabaya/V/2005 39 a.

/Modul/Fils. Huijbers. 1990. 1995. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Yogyakarta. 1993. Narotama Surabaya/V/2005 40 DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Penerbit Kanisius. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Citra Aditya Bakti Bandung. Jakarta. Lili. 1997. Theo Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. . Penerbit PT. Rasjidi. Jakarta. Penerbit PT. Soetiksno. halaman. Pradnya Paramita. Bagian I. Semarang.Doc. Darji & Shidarta. Gramedia Pustaka Utama. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. Filsafat Hukum. Hk. Soehardjo Sastrosoehardjo. 1997./Univ. Penerbit PT. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Universitas Diponegoro.

Penerbit Bhratara. Menyebutkan dan menjelaskan tujuan hukum secara modern. 1 . Konsepsi Hukum Menurut Roscoe Pound Roscoe Pound sebagai salah seorang pendasar aliran Sociological Jurisprudence yang tumbuh dan berkembang di Amerika Serikat. Menyebutkan dan menjelaskan tujuan hukum secara tradisional.Doc. 3. 1996. karena hukum merupakan satu kekangan terhadap kebebasan manusia. Pengantar Filsafat Hukum. halaman 28-32. 2./Univ. Memahami berbagai tujuan hukum secara filosofis. Jakarta. dan menunjukkan bahwa seberapa mungkin harruslah sedikit hukum itu. Menyebutkan dan menjelaskan konsepsi hukum menurut Roscoe Pound. Adapun ke-12 konsepsi Pound tentang hukum tersebut terdiri dari:1 Roscoe Pound. Kedua belas konsepsi hukum yang dikemukakan oleh Pound tersebut dipergunakan untuk menjelaskan gagasan tentang hak-hak asasi yang sebenarnya berguna untuk menerangkan untuk apa sebenarnya hukum itu./Modul/Fils. Tujuan Instruksional Khusus: 1. 2. Hal inilah yang melatarbelakangi adanya 12 konsepsi Pound tentang hukum. Hk. memiliki 12 (dua belas) konsepsi tentang hukum.) Muhammad radjab. 1. Memahami berbagai pengertian hukum secara filosofis. maka satu tinjauan pendek mengenai gagasan tentang sifat hukum dipandang dari pendirian ini akan sangat berguna dalam mepelajari tujuan hukum dari segi filososfis. (Terj. dan kekangan itu walaupun hanya sedikit menuntut pembenaran yang kuat. karena gagasan untuk apa hukum itu terkandung sebagian besarnya di dalam gagasan tentang apa hukum itu. Narotama Surabaya/V/2005 41 BAB IV PENGERTIAN DAN TUJUAN HUKUM SECARA FILOSOFIS Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat: 1.

b. setidaknya jangan melakukan apa yang tidak disenangi oleh dewa-dewa. Demosthenes yang hidup dalam abad kekempat sebelum Masehi dapat melukiskan hukum Athena dengan katakata tadi. . misalnya undang-undang Nabi Musa. atau jalan kelakuan manusia yang disetujui oleh Tuhan./Modul/Fils. boleh kita kemukakan gagasan tentang satu kaidah atau sehimpunan kaidah yang diturunkan oleh Tuhan untuk mengatur tindakan manusia. Gagasan ini rapat dengan yang kedua. persis seperti sehimpunan tradisi yang sama tetapi dipelihara oleh ulama atau pendeta. Pertama. Kesalahan umum menuntut supaya orang melakukan hanya apa yang diperbolehkan. Sebab manusia primitif. yang di alam kebiasaan itu dipelihara dan dinyatakan.Doc. Bilamana kita menjumpai sehimpunan hukum primitif yang merupakan tradisi golongan dipunyai oleh satu oligarchi politik. terus-menerus dalam ketakutan kalau-kalau ia melanggar sesuatu yang dilarang oleh mahkluk gaib. Hk. mungkin dia akan dianggap sebagai hukum. atau undang-undang Hammurabi. yang diturunkan oleh Dewa Matahari setelah selesai disusun. yakni memahamkan hukum sebagai kebijaksanaan yang dicatat dari para budiman di masa lalu yang telah dipelajari. atau undang-undang Manu yang didiktekan kepada para budiman oleh putra Manu. Dengan demikian ia dan orang sekampungnya akan dimarahi oleh mahkluk gaib tersebut. yang menganggap dirinya dilingkungi oleh kekuatan gaib di dalam alam yang banyak tingkah dan suka membalas dendam./Univ. boleh jadi ia akan dianggap sebagai tradisi golongan. pasti akan dipandang sebagai yang telah diwahyukan oleh Tuhan. di depan Manu sendiri dan atas petunjuknya. Ada satu gagasan tentang hukum sebagai satu tradisi dari kebiasaan lama yang ternyata dapat diterima oleh dewa-dewa dan karena itu menunjukkan jalan yang boleh ditempuh manusia dengan amannya. Hukum adalah himpunan perintah yang tradisional akan dicatat. c. Bhrigu namanya. Apabila satu kebiasaan tradisional dari keputusan dan kebiasaan tindakan telah dituliskan dalam kitab undang-undang primitif. Narotama Surabaya/V/2005 42 a. dan melakukan menurut cara yang digariskan oleh kebiasaan yang sudah lama dituruti. Jalan yang selamat.

Narotama Surabaya/V/2005 43 d. konsepsi yang tersebut tadi kerapkali mendapat bentuk lain. yang berbeda dengan yang masih dilakukan. Sehingga kelima hukum dipandang sebagai satu himpunan penegasan dan pernyataan dari satu undang-undang kesusilaan yang abadi dan tidak berubah-ubah. Hk. yang ditujukan kepada mahkluk lain selain manusia. yang sebenarnya merupakan cangkokan dari gagasan kedua dan ketiga tadi. dan karena itu dengan pengundangan dekrit dari negara kota yang diperbincangkan di dalam buku Minos dari Plato. satu gagasan filsafat akan menyokong gagasan politik dan kewajiban moril yang melekat pada suatu janji akan dipergunakan untuk menunjukkan mengapa orang harus menepati persetujuan yang mereka buat di dalam majelis rakyat. dan dari satu teori politik tentang hukum sebagai perintah dari bangsa Romawi. f. Sangat mungkin dengan teori serupa itu. Ada satu gagasan mengenai hukum sebagai satu himpunan persetujuan yang dibuat manusia di dalam masyarakat yang diatur secara politik. Setelah diolah oleh ahli-ahli filsafat ini. Ini adalah suatu pandangan demokratis tentang identifikasi hukum dengan kaidah hukum. Begitulah konsepsi Thomas . g. Hukum dapat dipahamkan sebagai satu sistem asas-asas yang ditemukan secara filasaft. satu pencerminan dari bagian yang menentukan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai satuan yang berkesusilaan.Doc. dan ditambah oleh yang tigta tadi. gagasan sarjana hukum Romawi. dan karena itu manusia harus menyesuaikan kelakuannya dengan sifat benda-benda itu. ditafsirkan . Demikianlah. yang menyatakan sifat benda-benda. e. dibentuk. persetujuan yang mengatur hubungan antara yang seorang dengan yang lainnya. Hukum dipikirkan sebagai satu pencerminan dari akal Illahi yang menguatkan alam semesta ini./Univ. harus diukur. dan semuanya dirukunkan dengan memahamkan tradisi dan kebijaksanaan yang tercatat dan perintah bangsa-bangsa yang semata-mata sebagai pernyataan atau pencerminan dari asas-asas yang dicari kepastiannya secara filsafat. Sudah sewajarnyalah Demosthenes menganjurkan kepada satu juri di Athena./Modul/Fils.

yang diberikan kepada kemauan orang-orang lain.Doc. telah membagi ksetiaan sarjana hukum kepada teori hukum sebagai perintah dari pemegang kedaulatan. Demikianlah anggapan-anggapan sarjana-sarjana Romawi pada masa republik dan masa klasik mengenai hukum positif. bahwa kemauan tiap manusia perseorangan akan mencapai kebebasan sesempurna mungkin yang sejalan dengan kebebasan serupa itu pula. dan hal in terjadi hampir di sepanjang abad yang lalu. Hukum telah dipahamkan sebagai satu himpunan perintah dari penguasa yang berdaulat di dalam satu masyarakat yang disusun menurut satu sistem kenegaraan. dan perintah itu pada tingkat terakhir berdasarkan apa saja yang dianggap terdapat di belakang wewenang dari yang berdaulat. tentang bagaimana orang harus bertindak di dalam masyarakat itu. h. Gagasan ini yang dianut dalam salah satu bentuk oleh mazhab sejarah. Hk./Univ. ditemukan oleh pengalaman manusia yang menunjukkan. Satu gagasan yang menganggap hukum sebagai satu sistem pemerintah./Modul/Fils. atau sebagai pengganti Raja Perancis pada waktu Revolusi Perancis. pengalaman manusia yang menemukan prinsip hukum ditentukan dengan sesuatu cara . Menurut anggapan pada masa itu. Demikianlah dia dicocokkan dengan satu teori politik tentang kedaulatan rakyat yang menurut teori itu. i. yang mempunyai penganut banyak sampai abad ke-17 dan semenjak itu masih besar pengaruhnya. Cara berfikir serupa itu cocok dengan pikiranpikiran ahli-ahli hukum yang giat menyokong kekuasaan raja dalam memusatkan kerajaan Perancis pada abad ke-16 dan ke-17. Narotama Surabaya/V/2005 44 Aquino. rakyat dianggap sebagai pengganti parlemen untuk memegang kedaulatan pada waktu Revolusi Amerika. dan dengan perantaraan ahli-ahli hukum itu masuklah cara berfikir itu ke dalam hukum publik. Rupanya dia sesuai dengan keadaan di sekitar kekuasaan tertinggi Parlemen di tanah Inggris sesudah tahun 1688 dan menjadi teori hukum Inggris yang kolot. Dan karena Kaisar memegang kedaulatan rakyat Romawi yang diserahkan kepada baginda. maka Institutiones dari Kaisar Justinianus dapat menetapkan bahawa kemauan kaisar mempunyai keuatan satu undang-undang.

atau oleh kerja-kerja hukum yang biologis atau psikologis atau tentang sifat-sifat jenis bangsa. Hukum dipahamkan sebagai sehimpunan atau sistem kaidah yang dipikulkan atas manusia di dalam masyarakat oleh satu kelas yang berkuasa untuk sementara buat memajukan kepentingan kelas itu sendiri. Ini bukanlah soal daya upaya manusia yang dilakukannya dengan sadar. Interpretasi ekonomis dari hukum ini banyak bentuknya. k. atau pada taraf lain. dan hukum adalah akibat dari pekerjaan tenaga atau hukum yang terlibat atau menentukan perjuangan serupa itu. Cara berfikir ini muncul pada abad ke-19 sesudah ditinggalkan teori hukum alam dalam bentuk yang mempengaruhi pikiran hukum selama dua abad. yang dengan perantaraan tulisan dan putusan itu kehidupan lahir manusia diukur oleh akal. tetapi perintah itu seperti yang ditentukan isi ekonomisnya oleh kemauan kelas yang berkuasa.Doc. yang kemudian menghasilkan sistem hukum daru suatu masa dan suatu bangsa yang bersangkutan. dengan tulisan dan putusan itu kemauan tiap orang yang bertindak diselaraskan dengan kehendak orang lain. baik dilakukan dengan sadar maupun tidak sadar./Univ. Orang menganggap hukum itu sebagai satu sistem asas-asas. pada gilirannya ditentukan oleh kepentingan mereka sendiri. Narotama Surabaya/V/2005 45 yang tak dapat dielakkan lagi. Di dalam betuk Positivistis-Analistis. j. Semua bentuk ini terdapat dalam masa . Prosesnya ditentukan oleh pengembangan suatu gagasan mengenai hak dan keadilan. yang ditemukan secara filsafat dan dikembangkan sampai pada perinciannya oleh tulisan-tulisan sarjana hukum dan putusan pengadilan./Modul/Fils. pikirannya dihadapkan pada perjuangan kelas atau satu perjuangan untuk hidup di lapangan perekonomian. Di dalam satu bentuk yang idealistis. satu gagasan tentang kebebasan yang mewujudkan dirinya di dalam pelaksanaan peradilan oleh manusia. hukum dipandang sebagai perintah dari pemegang kedaulatan. Hk. yang dipikirkannya adalah pengembangan satu gagasan ekonomi yang tak dapat dihindarkan. dan filsafat diminta untuk memberikan satu terhadap kritik susunan sistematik dan perkembangan detail. Di dalam satu bentuk sosiologis mekanis.

mirip seperti yang dilakukan oleh sarjana hukum metafisika. Satu bentuk lain menemukan satu kenyataan sosial yang terakhir dengan pengamatan dan mengembangkan kesmpulan yang logis dari kenyataan itu. yang lebih dulu menonjol ialah hubungan dengan ilmu ekonomi. Jakarta. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. 1995./Univ. Apabila gagasan bahwa hukum dapat mencukupkan keperluan sendiri telah ditinggalkan. Untuk itu. Gramedia Pustaka Utama. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. dan satu percobaan hendak membentuk satu teori tentang pembuatan undang-undang oleh badan legislatif dianggap memberikan uraian tentang semua hukum. Ini adalah akibat lagi dari suatu kecenderungan dalam tahun mutakhir yang hendak mempersatukan ilmu-ilmu sosial. yang ditemukan oleh perenungan filsafat. tatkala orang mulai mencari dasar fisik dan biologis.Doc./Modul/Fils. dinyatakan dalam perintah yang disempurnakan oleh pengalaman manusia mengenai apa yang akan terpakai dan apa yang tidak terpakai di dalam penyelenggaraan peradilan. Teori type ini terdapat pada akhir abad ke-19. l. Keduabelas konsepsi tentang hukum tersebut terkait dengan teorinya yang dikenal dengan “Law as a tool of social engineering”. yang dapat ditemukan oleh pengamatan. dan orang mulai mencoba menghubungkan ilmu hukum dengan ilmu-ilmu sosial lainnya. yang ditemukan oleh pengamatan. Penerbit PT. Narotama Surabaya/V/2005 46 peralihan dari stabilitas kematangan hukum ke satu masa pertumbuhan baru. Tambahan lagi pada masa undang-undang banyak dibuat peraturan perundang-undangan yang dundangkan mudah dianggap orang sebagai type darimperintah hukum. Pound membuat penggolongan atas kepentingan-kepentingan yang harus dilindungi oleh hukum sebagai berikut:2 1) Kepentingan Umum (Public Interest). 2 . Akhirnya ada satu gagasan tentang hukum sebagai perintah dari undangundang ekonomi dan sosial yang berhubungan dengan tindak-tanduk manusia di dalam masyarakat. yang lebih besar kepada teori-teori sosiologi. dan bukan lagi dasar metafisik. Hk. halaman 129130. terdiri dari: Darji Darmodiharjo & Shidarta.

b) perlindungan lembaga-lembaga sosial. Dengan kata lain. b) kepentingan keluarga. yaitu berupa pendekatan terhadap hukum sebagai ke arah tujuan sosial dan sebagai alat dalam perkembangan sosial. 2) Kepentingan Masyarakat (Social Interest): a) kepentingan akan kedamaian dan ketertiban. kita mengenal tiga gagasan dalam sejarah hukum. yaitu: Pertama. tujuan hukum yang demikian ini ./Univ. c) pencegahan kemerosotan akhlak. b) kepentingan negara sebagai penjaga kepentingan masyarakat. pengacara. e) kesejahteraan sosial. hakim. dan pengajar hukum menyadari prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang terkait dalam tiap-tiap persoalan khusus. Pound dapat pula digolongkan ke dalam alairan Utilitarianisme dalam kapasitasnya sebagai penerus Jhering dan Bentham. klasifikasi tersebut membantu menghubungkan antara prinsip hukum dan praktiknya.Doc./Modul/Fils. Hk. c) kepentingan hak milik. d) pencegahan pelanggaran hak. Kedua. dilihat dari hal tersebut. 2. sehingga membuat pembentuk undng-undang. 3) Kepentingan Pribadi (Private Recht): a) kepentingan individu. Dari klasifikasi tersebut dapat ditarik dua hal penting. Ketertiban Hukum Tujuan hukum yang paling sederhana ialah hukum diadakan supaya terjaga ketenteraman dalam masyarakat tertentu. Penggolongan kepentingan tersebut sebenarnya merupakan kelanjutan dari apa yang telah dilakukan Jhering. a. Tujuan Hukum Secara Tradisional Tujuan hukum sudah timbul di dalam pemikiran yang sadar. Pound mengikuti garis pemikiran yang berasal dari von Jhering dan Bentham. klasifikasi tersebut membantu menjelaskan premis-premis hukum. Narotama Surabaya/V/2005 47 a) kepentingan negara sebagai badan hukum. Oleh karena itu.

Mencegah Pergeseran dalam Masyarakat: Tujuan hukum ketiga ini timbul. b. untuk mencegah pergeseran anatar sesama masyarakat. dan dipelihara dengan mengorbankan apa saja. 3. sementara itu orang-orang yang memiliki kekerabatan masih berkuasa. antara orang-orang yang sekutu. Pengertian hukum yang demikian ini disebut sebagai hukum yang primitif. Hk.Doc. c. sehingga gagasan mengenai tujuan hukum ketiga dapat juga disebut untuk menjaga ketertiban sosial. alasannya ialah bahwa perdamaian antara kekerabatan yang satu dengan kekerabatan lain . yang bertumpuk-tumpuk selama jaman pertengahan sebagai insiden dari sistem kewajiban di dalam hubungan antar manusia dan sebagai pengucapan dari gagasan tentang penetapan orang masing-masing di dalam suatu masyarakat yang statis. hukum dibentuk. Oleh karena itu. yang menilik niat bukan di tempatnya . yang acapkali di dalamnya terjadi benturanbenturan kepentingan sehingga timbul perselisihan. Hal ini disebabkan sistem kekerabatan semakin hilang dan digeser oleh orang-orang yang kehilangan kekerabatan serta para pendatang. semakin terasa akan adanya perlindungan hukum untuk kegiatan yang terkait ekonomi./Univ. karena dalam masyarakat yang disusun dalam suatu kekerabatan./Modul/Fils. Tujuan Konstruktif: Tujuan ini berkembang pada saat hukum dagang memberikan efek kepada apa yang dilakukan orang menurut kehendaknya. Tujuan Hukum Secara Modern Seiring dengan perkembangan ekonomi dalam masyarakat. yaitu: a. dan penduduk yang bertambah banyak. Menjaga Perdamaian: Tujuan hukum ialah untuk menjga perdamaian dalam keadaan bagaimana saja. Narotama Surabaya/V/2005 48 sangat penting artinya bagi masyarakat. Tujuan Penyingkiran Pembatasan Kegiatan Ekonomi yang Bebas: Hukum ditujukan untuk menyingkirkan pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang bebas. Sehingga dimungkinkan terjadi benturan-benturan kepentingan. b.

Menjaga Kestabilan: Pada akhir abad ke-19. karena pada hakekatnya hukum mengekang kebebasan orang. c.Doc. Mengapa Roscoe Pound juga digolongkan ke dalam tokoh aliran Utilitarianisme? Jelaskan! d. yang menafsirkan keamanan umum sebagai keamanan bagi transaksi dan mencoba melaksanakan kemauan tiap orang untuk menciptakan akibat hukum. sehingga para sarjana hukum dan pembuat undang-undang dengan senang hati membiarkan masyarakat melakukan kemauannya untuk mencapai kesenangannya maupun kesengsaraannya./Univ./Modul/Fils. Ada berapa konsepsi hukum yang dikemukakan oleh Roscoe Pound? b. Latihan Soal a. Hk. Tujuan konstruktif ini dikembangkan dari hukum Romawi dan kebiasaan saudagar dengan perantaraan teori hukum mengenai hukum alam. Di mana letak perbedaan tujuan hukum yang tradisional dan yang modern? . Narotama Surabaya/V/2005 49 bentuknya. 3. Oleh karena itu pada akhir abad ke-19 gagasan hukum yang ada dipergunakan untuk mencapai kebebasan secara maksimum. Sebut dan jelaskan secara singkat keduabelas konsepsi hukum yang dikemukakan oleh Roscoe Pound! c. timbul pandangan hukum adalah keburukan.

/Univ. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Penerbit PT. Pengantar Filsafat Hukum. Roscoe. Darji & Shidarta. Gramedia Pustaka Utama. Narotama Surabaya/V/2005 50 DAFTAR PUSTAKA Pound. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. (Terj. Penerbit Bhratara. Jakarta. 1995. Jakarta. 1996. ./Modul/Fils.Doc.) Muhammad radjab. Darmodiharjo. Hk.

halaman 11. Hk. 1 . Narotama Surabaya/V/2005 51 BAB V KEADILAN DAN HUKUM YANG BENAR DAN ADIL Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat : 1. Filsafat Hukum. Pradnya Paramita. yang meliputi suatu pengertian yang sudah mencakup segala-galanya dan darimana keadilan merupakan suatu bagiannya. sehingga dari sini tidak jarang pula antara keimbangan dan harmoni terpisah jalan keadilannya. Dengan perkataan lain. Arti Keadilan Membicarakan hukum tidak lepas dari kata “keadilan” yang sudah ada sejak jaman Yunani Kuno. 1. Hal yang menghubungkan mereka adalah concept of virtue. sedang Aristoteles mencoba mendekatinya dan menganalisis berdsarkan ilmu dan prinsip-prinsip rasional dengan latar belakang type masyarakat politik dan peraturan-peraturan hukum yang ada pada waktu itu. 2./Modul/Fils. yaitu sifat baik. 2. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini mahasiswa mampu: 1. Bagian I.1 Plato mencoba mengemukakan konsepsinya tentang keadilan dari “inspirasi”. 1997. Menyebutkan bermacam-macam arti keadilan. Jakarta. Penerbit PT./Univ. keadilan merupakan pengertian yang tercipta pada perpaduan antara keimbangan dan harmoni sebagai suatu ukuran. Masalah keadilan sudah mulai disinggung pada saat Plato dan Aristoteles melontarkan pemikiran-pemikirannya yang menjadi latar belakang perenungan tentang keadilan yang menguasai filsafat hukum. Soetiksno. Memahami bermacam-macam arti keadilan. Concept of virtue inilah yang menghadirkan pengertian keimbangan (balance) dan harmoni sebagai suatu ukuran pada masyarakat maupun perorangan yang adil.Doc. Menyebutkan kriteria hukum yang benar dan adil. Memahami pengertian hukum yang benar dan adil.

halaman 29. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. c. 1995. Hk. Aristoteles membagi keadilan menjadi dua./Modul/Fils. yaitu diusahakan supaya dalam mengejar keuntungan tercipta keseimbangan antara dua belah pihak.2 Keadilan dapat pula diartikan sebagai keutamaan moral khusus. yang ditandai dengan sifat-sifat berikut ini:3 a. Demikian pula kata tidak adil dapat ditujukan kepada orang yang mengabaikan hukum. yaitu memberi petunjuk tentang pembagian barang-barang dan kehormatan pada masing-masing orang menurut tempatnya. b. Hal senada juga dikatakan oleh Aristoteles bahwa seorang dikatakan berlaku tidak adil apabila orang tersebut mengambil lebih dari bagian yang semestinya ia terima. Darji Darmodiharjo & Shidarta. Narotama Surabaya/V/2005 52 Menurut Plato. Pertanyaan tentang apa keadilan mulai dijawab oleh Ulpianus (200 M) yang mengatakan bahwa keadilan adalah kehendak yang ajeg dan tetap untuk memberikan kepada masing-masing bagiannya. 3 Theo Huijbers. oleh karena itu keadilan menurut hukum dikatakan sebagai keadilan umum. yaitu: 4 a./Univ. 2 . Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Keadilan distributif (Distributive Justice). Cit. 4 Bandingkan dengan Darji Darmodiharjo & Shidarta. Dalam menganalisis keadilan. harmoni adalah suatu keadaan dari dalam yang tidak dapat dianalisis dengan akal. Kata adil dapat berarti menurut hukum dan apa yang sebanding. Keadilan Korektif (Corrective Justice/Commutative Justice). halaman 154. Penerbit PT. 1993. Keadilan berada di tengah dua ekstrem..Doc. Gramedia Pustaka Utama. harmoni adalah suatu yang ada di tengah-tengah antara dua keadaan yang ekstrem. Untuk mengutamakan dimanakah letak keseimbangan yang tepat antara orang-orang digunakan ukuran kesamaan yang dihitung secara aritmetis dan geometris. Penerbit Kanisius. Jakarta. Op. Keadilan menentukan bagaimanakah hubungan yang baik antara orangorang yang satu dengan yang lain. b.terutama untuk ukuran prinsip-prinsip teknis yang mengatur administrasi hukum. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Sedang menurut Aristoteles. halaman 155. Yogyakarta. yang menentukan sikap manusia pada bidang tertentu.

/Modul/Fils. Perbedaannya ialah. Keadialan Umum (Justitia Generali). Hukum kodrat mendasrkan kekuatannya pada pembawaan manusia yang sama di manapun juga dan untuk waktu kapanpun. dan seringkali bertindak kejam terhadap soal-soal perseorangan. summa injuria. Ungkapan tersebut berawal dari ketidakpercayaan . yaitu hukum yang keras akan dalam melukai kecuali keadilan dapat menolongnya. adlah keadilan menurut kehendak masing-masing yang harus ditunaikan menurut kepentingan umum. hukum terpaksa membuat aturanaturan yang berlaku umum. yaitu kepastian hukum. Aristoteles juga memberikan kontribusi lain. Kaum Positivis (aliran Positivisme) memandang keadilan sebagai tujuan hukum. 3) keadilan vindikatif. ialah pembedaan antara keadilan abstrak dan kepatutan (equity). Keadilan Khusus. Kontribusi Aristoteles berikutnya. yatu membuat perbedaan antara keadilan menurut hukum kodrat dan hukum poisitif. Namun relativitas keadilan sering mengaburkan tujuan hukum lain. karana hal ini adalah masalah keabadian dari filsafat hukum. adil atau tidak adil. summa lex. Oleh karena itu tindakan-tindakan tersebut harus diukur dengan ukuran yang obyektif. Sedang hukum positif mendapat kekuatannya karena ditentukan sebagai hukum. Sedang equity melunakkan kekerasan dengan memperhatikan halhal yang benar tentang sesuatu undang-undang. memberi penjelasan adanya bermacam-macam hukum positif. membagi keadilan menjadi 2./Univ.Doc. summa crux”. yaitu keadilan atas dasar kesamaan. Narotama Surabaya/V/2005 53 untuk itu harus ada ukuran umum guna memperbaiki akibat-akibat tindakan tanpa memperhatikan siapa orangnya yang berkepentingan. Selain membagi keadilan menjadi dua. Pemikir aliran hukum alam lainnya ialah Thomas Aquino. b. 2) keadilan komutatif. yaitu: 1) keadilan distributif. yaitu: a. yang dibedakan lagi menjadi 3. Hal ini sesuai dengan adagium “Summun jus. Hk.

sebab kebudayaan merupakan perwujudan dari nilai-nilai realitas alam. . Radbruch membagi keadilan menjadi 3 (tiga) aspek. Hk. Cit. Ia berusaha menyeberangi jurang bidang “ada” (sein) dan bidang “harus” (sollen) dengan menerima bahwa suatu bidang terkandung kedua bidang tersebut untuk mencapai apa yang disebut dengan kebenaran. maka seperti unsur-unsur kebudayaan lain. b./Univ. karena ada dasar lain. Keadilan dalam arti sempit. Kepastian hukum atau legalitas. seorang politikus dan sarjana hukum dari Jerman. Narotama Surabaya/V/2005 54 kaum positivis terhadap keadilan yang sebenarnya. dan Radbruch hendak menerapkan teori ini pada hukum.5 Alasan yang dipergunakan Radbruch ialah bahwa hukum merupakan unsur kebudayaan. halaman 162. 3. karena keadilan yang tertinggi adalah ketidakadilannyang tertinggi pula.Doc.. sedikitnya merupakan usaha ke arah terwujudnya keadilan. Tujuan keadilan atau finalitas./Modul/Fils. yakni nilai keadilan. c. Sehingga hukum merupakan perwujudan dari keadilan. yaitu: a. sebab isi hukum sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. 5 Theo Huijbers. aspek ini menentukan isi hukum. tetapi menggabungkan kedua bidang itu juga. bidang kebudayaan tidak hanya terletak di antara dua bidang tersebut. Hukum Yang Adil dan Benar Gambaran mengenai hukum yang adil dan benar dapat diketemukan dalam pemikiran yang dikemukakan oleh Gustav Radbruch. Dalam mewujudkan adanya hukum yang benar dan adil ini. Sedangkan tolok ukur adil atau tidak adilnya tata hukum dibentuk dalam masyarakat. Menurut Radbruch. artinya keadilan merupakan persamaan hak untuk semua orang di depan pengadilan. yaitu dasar hukum sebagai hukum. hukum diwujudkan dalam satu nilai. aspek ini menjamin bahwa hukum dapat berfungsi sebagai peraturan yang harus ditaati. namun tolok ukur tersebut belumlah cukup. Op.

6 Apabila adil merupakan unsur konstitutif hukum. maka suatu peraturan yang tidak adil tetap merupakan hukum walaupun buruk. Latihan Soal a.Doc. seperti politik. Yogyakarta./Univ. 4. Filsafat Hukum. 23 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia jika dikaitkan dengan teori tentang hukum yang benar dan adil? Jelaskan! 6 Theo Huijbers. Tentang suatu hukum yang adil dan benar? Bagaimana pula kaitannya dengan keberadaan UU No. Sebaliknya apabila adil merupakan unsur regulatif bagi hukum. tetapi karena faktor non hukum (non yuridis). dan tetap berlaku dan mewajibkan masyarakat untuk mentaatinya./Modul/Fils. kita dapat mengetahui bahwa suatu hukum yang adil haruskah hukum memenuhi unsur konstitutif hukum atau hanya unsur regulatif sebagimana dikatakan oleh Huijbers. . Narotama Surabaya/V/2005 55 Dengan adanya pembagian keadilan ke dalam tiga aspek tersebut. 1995. halaman 48. Sebutkan pengertian keadilan menurut para penganut aliran hukum alam dan positivisme ! b. Bagaimana pendapat Sdr. maka suatu peraturan tidak adil bukan hanya hukum yang buruk. Penerbit Kanisius. Hk.

Penerbit PT. Soetiksno./Modul/Fils.Doc. Darji & Shidarta. Penerbit Kanisius. Jakarta. Theo. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia./Univ. Penerbit PT. Huijbers. Filsafat Hukum. . Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Penerbit Kanisius. 1993. Bagian I. _________________. Hk. Jakarta. Yogyakarta. Yogyakarta. Filsafat Hukum. 1993. 1995. Pradnya Paramita. 1997. Gramedia Pustaka Utama. Narotama Surabaya/V/2005 56 DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo.

/Univ. Hk. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Sejalan dengan konsep tersebut maka fungsi hukum dalam masyarakat adalah untuk terwujudnya ketertiban dan kepastian sebagai prasarana yang harus ditujukan ke arah peningkatan pembinaan kesatuan bangsa. 1. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. Menjelaskan filsafat hukum dan Pancasila. 2./Modul/Fils. Universitas Diponegoro. Pemahaman ukum yang bersifat normatif sosiologis yang melihat huku tidak hanya sekumpulan kaidah dan asas yang mengatur hubungan manusia dalam masyarakat. yaitu:1 a. Tujuan hukum yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang sekaligus juga merupakan perwujudan sila-sila Pancasila. Narotama Surabaya/V/2005 57 BAB VI FILSAFAT HUKUM BERDASARKAN PANCASILA Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini. mahasiswa dapat memahami filsafat hukum berdasarkan Pancasila. Falsafah Hukum Nasional Usaha pengembangan falsafah hukum nasional di Indonesia bertumpu kepada 3 konsep dasar. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini. tetapi juga meliputi lembaga-lembaga dan proses yang diperlukan untuk mewujudkan berlakunya hukum itu. Soehardjo Sastrosoehardjo. 1997. Semarang. Menjelaskan falsafah hukum nasional.Doc. halaman 44. b. 1 . serta sebagai sarana penunjang perkembangan modernisasi dan pembangunan yang menyeluruh. mahasiswa mampu: 1.

Narotama Surabaya/V/2005 58 c. Dalam pengembangan hukum dan ilmu hukum. c. falsafah hukum mempunyai peranan penting dalam memberikan dasar dan arahan melalui aspek-aspek: a. membina dan mengembangkan falsafah hukum yang konsisten dan relevan dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri./Univ. Pancasila harus tetap terbuka . Cita-cita falsafah yang telah dirumuskan oleh para pendiri Kenegaraan dalam Konsep Indonesia adalah Negara Hukum dan setiap orang sama di depan hukum. b. melainkan sekaligus juga menjadi acuan dalam penyusunan. Pengembangan filsafat hukum nasional harus diarahkan menjadi falsafah hukum Pancasila./Modul/Fils. Aksiologi. Epistemologi. Sehubungan dengan itu. Untuk itu. meliputi nilai-nilai normatif parameter bagi apa yang disebut kebenaran atau kenyataan dalam konteks dunia simbolik. dan sebagainya. apa hakekat kebenaran. kekuasaan.Doc. Ontologi. atau keturunan. meliputi berbagai sarana dan tata cara dan sumber pengetahuan untuk mencapai kebenaran atau kenyataan. Pancasila sebagai dasar negara yang juga merupakan dasar falsafah hukum nasional mempunyai sifat imperatif yang tidak saja dijadikan dasar dan arah pengembanganfalsafah hukum nasional kita. Setiap orang mendapat kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan dan melakukan pembelaan di muka pengadilan. 2) Persamaan kedudukan setiap orang di hadapan hukum menentukan bahwa hukum tidak membeda-bedakan antara orang berdasarkan status. meliputi permasalahan apa hakekat ilmu. agama. dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan. sosial. mengandung arti: 1) Indonesia sebagai negara yang berdasarkan atas hukum menentukan bahwa dalam hubungan antara hukum dan kekuasaan. Hk. kekuasaan tunduk pada hukum sebagai kunci kestabilan politik yang berkesinambungan. tidak difahami secara doktriner dan dogmatis tanpa kehilangan substansi . maka falsafah Pancasila melalui tafsiran falsafatinya harus dikembangkan agar mampu menunjukkan nilai-nilai yang aktual dan relevan dengan kemajuan dan mengarahkan kemajuan itu sesuai dengan apa yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. kreatif. dan eksploratif. Dalam suasana yang demikian. Narotama Surabaya/V/2005 59 falsafahnya ditafsirkan secara kreatif dan dinamis dalam perspektif ke masa kini dan masa depan. dapat dipergunakan pendekatan filosofis. radikal.2 Metode deduktif paralel dengan metode sintesis sebagaimana dikemukakan oleh Hegel pada abad XIX (zaman Modern). Dialektika Hegel dan Sociological Jurisprudence Dalam Filsafat Hukum dan Pancasila. Hk. Hukum dan kekuasaan dalam kenyataan masih sering tidak saling melengkapi antara satu dengan yang lain. perlu dipahami mengenai hakekat dari Pancasila sampai sedalamdalamnya. Untuk itu. maka nilainilai falsafati universal perlu digali untuk menentukan unsur-unsur yang relevan bagi sumber hukum pada umumnya dan falsafah hukum pada khususnya. Adapun pendekatan filosofis yang digunakan ialah metode dialektis dan analitis. 2. Semarang./Univ. Sistem hukum nasional yang juga merupakan sistem hukum Pancasila harus merupakan penjabaran dari seluruh sila-sila Pancasila secara keseluruhan. perlu dikembangkan critical mass. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Di dalam mengupas hakekat Pancasila sampai kedalamannya. halaman 9. 3 Theo Hujibers. 1993. Makalah disampaikan dalam diskusi kelas. 2 .Doc. Mengenai asas persamaan kedudukan di muka hukum ada yang melihat bahwa pembinaan perlakuan yang sama dalam kondisi yang berbeda adalah sebuah ketidakadilan. Yogyakarta. halaman 106. sehingga untuk hal-hal tertentu adanya berbagais tudi masih sangat diperlukan. 1997. perlu dikembangkan kondisi yang makin kondusif untuk mengembangkan falsafah hukum Pancasila tersebut. Dalam hubungan dengan perkembangan filsafat hukum nasional.3 mengemukakan teorinya yang Woro Winandi & Sri Hartini. Penerbit Kanisius./Modul/Fils. Filsafat Hukum dan Pancasila Untuk mengetahui keterkaitan antara Pancasila dengan berbagai aliran dalam filsafat hukum. yaitu suatu masyarakat akademik yang mau dan mampu menukik ke dalam masalah-masalah yang bersifat falsafati untuk bersikap kritis. Universitas Diponegoro.

Hal ini dapat juga disebutkan untuk Pancasila dalam Piagam Jakarta yang ditandatangani pada tanggal 22 Juni 1945 yang selanjutnya dipakai sebagai Pembukaan UUD 1945. ide tadi berawal daru suatu yang “ada”. kebudayaan. yakni ide “menjadi” mempunyai pikiran melalui tesei. dan agama yang dianut oleh bangsa Indonesia. ialah anggota BPUPKI. sehingga cara berfikir yang demikian ini disebut dialektis. Hk. Hegel berpendapat bahwa proses perkembangan rohani berjalan dialektis. . sosial. Pancasila adalah calon dasar filsafat negara. dan yang paling banyak adalah bidang sejarah. ekonomi. akan tetapi belum ada secara menyeluruh. Causa Finalis. Pancasila yang kita kenal sebagai dasar negara Indonesia sebagaimana dikemukakan oleh Notonegoro yang menggunakan teori Causalis untuk menyelesaikan Pancasila. Sebagai contoh. Pancasila berdasar adat kebiasaan. berdasarkan teori causalis. lebih lanjut dikemukakan pula. yaitu: Pertama. Causa Formalis Pancasila. yaitu Soekarno dan Hatta yang kemudian disebut sebagai pembentuk negara. dilihat dari causa materialis. Menurut Hegel pula. yang menurut Hegel ide-ide saling berlawanan dan sekalian rohani melemah untuk menjadi kesatuan dalam suatu ide baru. tetapi juga dalam bidang realitas.Doc./Univ. Pancasila juga dapat dipahami secara mendalam. dan sintesis. Sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Causa Finalis Pancasila ialah dasar filsafat negara. menurut Notonegoro. Adat kebiasaan di sini ialah adat kebiasaan dalam arti luas yang meliputi adat kebiasaan politik. teori dialektis berlaku tidak hanya bidang logika. Hal ini berlangsung secara terus-menerus. sebab Pembukaan UUD 1945 yang telah ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI dimaksudkan sebagai dasar filsafat negara./Modul/Fils. anti tesis. dan sebagainya. yang merangkap kebenaran yang terkandung dalam dua ide tadi. kemudian diperkirakan sesuatu yang ada. Teori ini mengatakan bahwa semua yang ada mempunyai sebab. kewarganegaraan. Narotama Surabaya/V/2005 60 disebut “Teori Dialektika”. Dalam Teorinya. Hal ini tertuang dalam pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 yang secara tegas menyebutkan bahwa tujuan dari pidatonya tentang Pancasila ialah untuk merumuskan dasar Indonesia merdeka yang disebut sebagai Filosofische Grondslag.

Selanjutnya. urut-urutan lima sila tersebut menunjukkan satu rangkaian tingkatan dalam luas dan isinya. Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Ketuhanan yang berperikemanusiaan. Pancasila sebagai pandangan hidup. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari Kemanusiaan.Doc. dalam hal ini PPKI. Dengan demikian. dan Keadilan Sosial. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Namun mengenai bentuk piramid dapat dijelaskan bahwa tiap-tiap sila yang berada di belakang sila lainnya merupakan pengkhususan dari sila-sila yang ada di depannya./Univ. karena tiap-tiap sila yang ada di belakang sila lainnya merupakan pengkhususan dari sila/sisla-sila yang ada di depannya. berpersatuan. Hk. causa efficient Pancasila sebagai dasar filasafat negara ialah pembentuk negara Indonesia. Dikatakan hirarkis. demikian seterusnya. kerakyatan. dikatakan piramidal. keadilan sosial. Sehingga tiap-tiap sila yang ada di dalamnya terkandung sila-sila lainnya. Mengenai susunan hirarki Pancasila bahwa nilai-nilai Ketuhanan lebih tinggi dari nilai kemanusiaan. Sebaliknya. berkerakyatan. karena jika dilihat dari isinya. dan nilai kerakyatan lebih tinggi daripada nilai keadilan sosial. Jadi kalau diterapkan dalam sila-sila pada Pancasila dapat dijelaskan sebagai berikut: Bahwa sila kemanusiaan merupakan pengkhususan dari sila Ketuhanan. dan berkeadilans osial. Narotama Surabaya/V/2005 61 Causa Efficient Pancasila ialah PPKI. Ideologi Nasional dan Dasar Negara pada esensinya adalah perwujudan dari pelaksanaan hak dan kewajiban individu sebagai anggota masyarakat untuk mengejawantahkan pola perilaku sebagaimana tercermin dalam masing-masing kelima sila tersebut. Pancasila merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan dijungkirbalikkan tanpa mengubah inti dari isinya. Demikian pula sebagai . karena PPKI secara resmi menetapkan Pembukaan UUD 1945 yang berintikan Pancasila sebagai dasar filsafat negara. Persatuan Indonesia. Penjelasan selanjutnya. karena susunan Pancasila berbentuk hirarkis piramidal. sila kerakyatan merupakan pengkhususan dari sila persatuan Indonesia dan sila keadilan sosial merupakan pengkhususan dari sila kerakyatan. ditegaskan bahwa sila ketuhanan dan kemanusiaan meliputi seluruh hidup manusia dan menjadi dasar dari sila-sila persatuan. Kecuali itu. nilai kemanusiaan lebih tinggi daripada nilai kerakyatan./Modul/Fils.

yaitu: Positivisme mementingkan logika. Jelaskan pula tentang teori causalis untuk mendalami Pancaila! . terdapat kesamaan dengan mazhab Sociological Jurisprudence. Latihan Soal a./Univ. Namun Sociological Jurisprudence mementingkan keduanya. yang di dalamnya terkandung cita-cita untuk mewujudkan kehidupan masyarakat adil dan makmur. Hk. b. 3. sebaliknya Mazhab Sejarah menyatakan hukum timbul dan berkembang bersama masyarakat. dan dasar negara. Kedua mazhab tersebut dapat dilihat pada kepentingannya. maupun penjelasannya. Narotama Surabaya/V/2005 62 bangsa Indonesia dan warga negara. ideologi negara. yaitu Sociological Jurisprudence. sebagaimana keinginan dan tujuan dari tiga dimensi Pancasila yang bertujuan menciptakan harmoni berupa keserasian pelaksanaan hak dan kewajiban sehingga secra optimal kebutuhan dan kepentingan manusia dalam masyarakat dapat terpenuhi secara tidak memihak. Pancasila dengan dimensinya pada hakekatnya selaras dengan aliran dalam filsafat hukum. pencerminan kedua aliran tersebut terdapat kesesuaian dengan apa yang terkandung di dalam UUD 1945. yaitu: a.Doc. Mengapa ada keterkaitan antara Pancasila dengan mazhab sejarah dan dialektika Hegel? Jelaskan! c. dan ini tercermin dalam kelima sila dari Pancasila. yang oleh Roscoe Pound dikatakan terdapat 3 kepentingan hukum yang perlu mendapat perlindungan. baik pembukaan. Kepentingan Umum. karena adanya kesamaan tujuan yang ingin dicapainya. memandang tidak ada hukum kecuali perintah yang diberikan penguasa. sedang mazhab Sejarah mengutamakan pengalaman. Oleh karena itu dalam kaitannya dengan Pancasila sebagai pandangan hidup. batang tubuh. Kepentingan Masyarakat. Pada aliran Positivisme Hukum. c. Aliran Sociological Jurisprudence timbuld ari proses dialektika antara positivisme hukum dan mazhab sejarah. Mengapa Pancasila disebut sebagai dasar falsafah negara? Jelaskan! b. Dengan demikian. Seperti yang dikatakan Roscoe Pound yang menganggap hukum sebagai alat untuk rekayasa sosial/masyarakat./Modul/Fils. Kepentingan Individu.

Yogyakarta. 1993 Theo Hujibers. Universitas Diponegoro. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. Hk. Makalah disampaikan dalam diskusi kelas./Univ. Soehardjo Sastrosoehardjo. Winandi. Semarang. Semarang. 1997. Penerbit Kanisius. 1997 . Yogyakarta. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Narotama Surabaya/V/2005 63 DAFTAR PUSTAKA Hujibers. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Penerbit Kanisius. 1993. Woro & Sri Hartini. Program Pascasarjana Ilmu Hukum./Modul/Fils. Dialektika Hegel dan Sociological Jurisprudence Dalam Filsafat Hukum dan Pancasila. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Theo. Universitas Diponegoro.Doc.

/Modul/Fils. Hk.Doc. Narotama Surabaya/V/2005 64 ./Univ.

Doc.4 I. 7. Menyebutkan pengertian hukum dari berbagai sarjana. yaitu: Filosofia./Modul/Fils. 8.(nonet) BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT HUKUM Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat: 4. 6. terlebih dahulu orang harus mengetahui apa yang disebut dengan filsafat. Teori ini berpandangan bahwa hukum merupakan cara mencapai tujuan. tetapi juga ada logika-logika yang lain. Hk. Memahami pengertian hukum. Membedakan pengertian Ilmu Filsafat dan Agama./Univ. 6. halaman 1. Poedjawijatna. Narotama Surabaya/V/2005 65 Teori hukum responsif adalah teori hukum yang memuat pandangan kritis. Mengetahui pengertian filsafat hukum. Pengertian Filsafat dan Agama Adakalanya orang mengatakan bahwa orang harus berfilsafat. Sehingga untuk dapat berfilsafat. Penerbit Rineka Cipta. Menyebutkan ruang lingkup Ilmu Filsafat. tetapi penegakan hukum harus diperkaya dengan ilmu-ilmu sosial. Jakarta. Bahwa memberlakukan jurisprudence saja tidak cukup. 4. Mengetahui pengertian Filsafat Hukum dari berbagai sarjana. Memahami pengertian filsafat. istilah “filsafat” merupakan suatu istilah dari bahasa Arab yang terkait dengan istilah dari bahasa Yunani. Hukum tidak hanya rules (logic & rules). Sesungguhnya. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini mahasiswa mampu: 5. Dan ini merupakan tantangan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penegakan hukum. 1990. 5. Pembimbing Ke Arah Alam Filsafat.R. 4 .

Dari sudut isinya. 1995. Gramedia Pustaka Utama. Op. Filo artinya „cinta‟ dalam arti yang seluas-luasnya. yakni objek materia dan objek forma. tetapi yang membedakan adalah objek formanya. kata “filsafat” berasal dari kata majemuk. yaitu tentang hakikat Tuhan. Bijaksana inipun merupakan kata asing. Menurut Poedjawijatna. Objek forma filsafat terdapat pada sudut pandangnya yang tidak membatasi diri dan hendak mencari keterangan sampai sedalam-dalamnya atau sampai kepada hakikat sesuatu. Hk. dan koheren tentang seluruh kenyataan dengan kata lain filsafat memiliki objek. yaitu ingin dan karena ingin itu. yaitu adanya objek tertentu yang dimiliki filsafat. Filsafat dapat diartikan sebagai pandangan hidup manusia. Jadi secara etimologis. Dengan demikian./Modul/Fils. jika filsafat dikatakan sebagai ilmu tanpa batas. hakikat alam. terlebih-lebih bersifat universal. rumusan tersebut di atas dapat disebut sebagai suatu definisi atau pembatasan yang semata-mata berdasarkan atas keterangan nama atau pembatasan nama. lambang dan sebagainya. Poedjawijatna. 5 . Pokok-pokok Filsafat Hukum. dan sistematika tertentu. 6 I. sedangkan objek forma adalah sudut pandang tertentu yang menentukan jenis suatu ilmu. objek materia filsafat sama dengan objek ilmu lainnya. yang artinya ialah „pandai‟: mengerti dengan mendalam. Cit. Penerbit PT.Doc. sistematis. lalu berusaha mencapai yang diingini. Dikatakan sebagai ilmu karena filsafat adalah pengetahuan yang metodis. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia.. Barangkali. Narotama Surabaya/V/2005 66 Secara etimologis. terdapat banyak perumusan yang dikemukakan para penulis filsafat. Pada intinya objek materia filsafat dapat dibedakan menjadi tiga macam. sehingga terdapat kebenaran.6 Lihat Darji Darmodiharjo dan Shidarta. Objek materia filsafat adalah sesuatu yang ada dan mungkin ada. dan hakikat manusia. slogan. Objek materia adalah lapangan atau bahan penyelidikan suatu ilmu./Univ. Dalam kaitannya dengan salah satu unsur yang dipenuhi filsafat sebagai suatu ilmu.5 Filsafat dapat juga diartikan sebagai ilmu. Sedangkan Sofia artinya „kebijaksanaan‟. metode. objek suatu ilmu dapat dibedakan menjadi dua. yang tercermin dalam berbagai pepatah. yakni: filo dan sofia. Jakarta. halaman 6-9. halaman 4. filsafat dapat dimaknakan: “Ingin mengerti dengan mendalam” atau “cinta kepada kebijaksanaan”. R.

8 Darji Darmodiharjo & Shidarta.. logika. senantiasa melihat persoalan dari tiap sudut yang ada. politik. Sebab./Modul/Fils. Jakarta. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan yang lebih jauh lagi dan dilakukan secara terus-menerus. h. Al Farabi : Filsafat ialah ilmu pengetahuan tentang alam maujud bagaimana hakekat yang sebenarnya. Untuk itu. yaitu: menyeluruh. maka hasilnya bukan gejala-gejala melainkan hakikat. Suriasumantri. Plato : filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli. Aristoteles : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmuilmu matematika. dan hasilnya ialah gejala-gejala semata. ekonomi.8 Refleksi berarti pengendapan dari pemikiran yang dilakukan secara berulang-ulang dan mendalam (contemplation). 1998. dan spekulatif. ada ciri lain yang perlu ditambahkan. dari sudut pandang ilmu itu sendiri (fragmentaris atau sektoral). Lain halnya. retorika. yaitu sifat refleksif kritis dari filsafat. Kritis berarti analisis yang dibuat filsafat tidak berhenti pada fakta saja. halaman 7. filsafat memiliki sedikitnya tiga sifat pokok. antara lain: f. Penerbit Pustaka Sinar Harapan./Univ. ciri ketiga dari filsafat yang berperan. Ada beberapa sarjana penulis filsafat yang mengemukakan pendapatnya tentang filsafat. mendasar. Jujun S. Di samping ketiga ciri filsafat tersebut di atas. Filsafat Ilmu. Narotama Surabaya/V/2005 67 Jika ditelaah lebih mendalam. etika. Cit. jika yang dianalisis hanya fakta saja.Doc. tetapi harus memiliki dasar-dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Descartes : Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan. i. artinya cara berfikir filsafat tidak sempit. g. melainkan analisis nilai. Langkahlangkah spekulatif yang dijalankan oleh filsafat tidak boleh sembarangan. Hk. artinya bahwa untuk dapat menganalisa suatu persoalan bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebuah Pengantar Populer. Mendasar. 7 . yaitu spekulatif. jika yang dianalisis nilai. alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan. mengingat pertanyaan-pertanyaan yang dibahas berada di luar jangkauan “ilmu biasa”.7 Menyeluruh. Op. dan estetika. maka subjek (manusia) tersebut baru melakukan observasi.

halaman 5. etika. Bandung. karena hal-hal tersebut ada atau paling tidak mungkin ada. sudut pandang penyelidikan agama didasarkan atas wahyu Tuhan atau firman Tuhan. misalnya: Tuhan. pikiran belaka. kebajikan.9 Dari perumusan filsafat sebagaimana dikemukakan oleh para penulis filsafat tersebut dapat ditarik intisarinya bahwa filsafat merupakan karya manusia tentang hakikat sesuatu. dari sini muncul apa yang dinamakan filsafat agama./Univ. sehingga agama juga masuk ke dalam lingkungan filsafat. Penerbit PT. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. karena perbedaan itu terletak pada obyek formanya. dengan kata lain objek filsafat itu ada.Doc. Yang diwahyukan Tuhan harus dipercayai. Di sisi lain. 1990. meskipun demikian antara filsafat dengan keseluruhan ilmu yang bertemu pada obyek materia (segala yang ada dan mungkin ada) tetap berbeda. Citra Aditya Bakti. melainkan diterima dengan penyelidikan sendiri. 5. Immanuel Kant : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang tercakup di dalam empat persoalan. oleh akrena itu agama ada dan disebut kepercayaan. dan sebagainya. Hk. Pada agama. sedangkan agama berdasarkan wahyu. Narotama Surabaya/V/2005 68 j. Filsafat tidak mengingkari atau mengurangi wahyu. Ruang Lingkup Ilmu Filsafat Objek materia filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. tetapi tidak mendasarkan penyelidikannya atas wahyu. namun antara filsafat dan agama memiliki dasar penyelidikan yang berbeda. 9 ./Modul/Fils. Adapun ada ini dapat ditinjau atau dilihat Lili Rasjidi. kebenaran tergantung kepada diwahyukan atau tidak. agama. karena agama merupakan sesuatu yang ada. baik dan buruk. yaitu metafisika. Pada uraian terdahulu telah dikemukakan bahwa filsafat dapat diartikan sebagai ilmu. filsafat berdasarkan pikiran belaka. Dengan kata lain. kebenaran diterima oleh filsafat bukan karena kepercayaan. dan antropologi. Di satu sisi. Tentu saja perbedaan itu tidak berlaku pada kedudukan filsafat dengan agama. Dalam agama ada beberapa hal penting yang diselidiki oleh filsafat.

Pada ada-tidak mutlak terdapat banyak macamnya ke golongan ini yang harus diselidiki oleh filsafat darti sudut pandang tertentu. sehingga filsafat ada-umum disebut Ontologia atau Metaphysica generalis. yang terdiri dari: c) Theodicea (Ada-Mutlak): Kekhususan dari ada itu mungkin terdapat dalam mutlaknya. 4) Filsafat Khusus (Ada-Khusus): Dalam filsafat khusus (ada-khusus). Hk.Doc. Alam dicari ./Univ. Segala sesuatunya itu ada. Oleh karena itu sudut pandang tersebut banyak macamnya. filsafat yang mempersoalkan ada-mutlak disebut filsafat ada-mutlak. Dengan demikian. ada dipandang dari sudut pandang tertentu yang lain dari umum. Ada menjadi dasar dari segala yang ada. d) Ada-Tidak-Mutlak: Di samping ada-mutlak terdapat ada-tidak mutlak. yang dapat dibagi-bagi lagi ke dalam: 1)) Filsafat Alam (Cosmologia): Alam semesta dan isinya merupakan ada yang tidak harus ada. Pembagian filsafat dapat dibedakan menjadi dua golongan besar. yang dibedakan menjadi dua: 3) Filsafat Umum (Ada-Umum): Pada filsafat umum. yang hendak dicari sebabnya yang terakhir atau sebab yang sedalam-dalamnya. Padahal di dunia terdapat ada yang tidak mutlak. yang lazim disebut sebagai Theodicea. sehingga dapat disebut sebagai ada-tidak mutlak. Narotama Surabaya/V/2005 69 dari berbagai penjuru sudut pandang. Berdasarkan Objek. Oleh karena itu. yang semuanya mungkin ditangkap dalam adanya. terdapat ada yang bermacam-macam dan ada-umum. terdapat bermacam-macam hal. maka harus diselidiki sifat-sifatnya./Modul/Fils. Jadi. yaitu: b. apabila nanti terdapat ada yang mutlak. kemampuannya. misalnya sifat-sifatnya. Dalam realitas. sehingga muncul bermacam-macam bagian filsafat. dan hubungannya dengan ada-khusus-tak mutlak. sehingga memunculkan filsaft bagian yang bermacammacam pula. ada mungkin dipandang dari sudut keumumannya.

yang terdorong oleh kehendaknya dan diternagi budinya. dengan demikian filsafat alam disebut kosmologia. apakah sebenarnya itu./Univ. b)) Filsafat Tingkah Laku (Ethica): Pada filsafat tingkah laku (ethica) yang diselidiki adalah tindakan-tindakan manusia. dan lain-lain. Sehingga filsafatnya disebut filsafat manusia atau anthropologia metphysica. yang dapat dibagi lagi ke dalam tiga kelompok sebagaimana diuraikan dalam uraian di bawah ini: a)) Filsafat Manusia (Anthropologia-Metaphysika): Dengan sendirinya. c)) Filsafat Budi (Logika): . apa pendorong hidupnya. apakah kemampuan-kemampuannya. apa sifat-sifat pendorong hidup itu. karena ada-nya tidak dengan niscaya. Segala isi alam mungkin lenyap dan pernah tidak ada. seperti: apakah manusia itu sebenarnya. dan apakah hubungannya satu dengan yang lain serta hubungannya dengan ada-mutlak. yaitu: manusia./Modul/Fils. 2)) Manusia: Alam merupakan ada-tidak mutlak. namun alam mempunyai kedudukan yang istimewa yang menyelidiki semuanya.Doc. kekhususan ada-tidak mutlak merupakan manusia yang mempunyai kemanusiaan yang tercakup di dalamnya soal-soal tentang manusia. apakah isi alam pada umumnya. apakah hubungannya satu sama lain. Hk. Narotama Surabaya/V/2005 70 intinya oleh filsafat inti alam itu. Tindakan manusia sendiri dapat dibedakan lagi menjadi tindakan yang baik atau buruk sehingga untuk menilai tindakan tersebut diperlukan tolok ukur yang terdiri dari norma (aturan) subyektif maupun yang obyektif (terlepas dari subyek yang menilai) dan ini dilakukan dalam ethica atau filsafat tingkah laku.

Hk. Narotama Surabaya/V/2005 71 Untuk melakukan penyelidikan./Univ. sehingga perlu dikenali pembagian filsafat menurut subjeknya. b.Doc. ia harus mentaati aturan-aturan yang ada. Namun. Penyelidikan tentang bahan dan aturan berfikir merupakan bagian dari logika dan disebut logika minor. serta putusan-putusan. manusia memerlukan alat penyelidikan yang disebut budi yang harus diselidiki./Modul/Fils. yaitu pengetahuan bermacam-macam yang tidak tetap dan pengeatahuan yang berlaku umum. yang terdiri dari 3 (tiga) bidang. Dari sini timbul persoalan menganai: bagaimanakah cara mencapai pengetahuan itu? Adakah bawaan yang dibekalkan kepada manusia waktu lahir ataukah itu hasil dari usaha kemampuan yang ada padanya dan merupakan pengambilan dari objek yang dikenalnya itu. dan itu dilakukan oleh subjeknya. karena dalam filsafat tentu ada yang berfilsafat. dapatkah budi mencapai kebenaran? Dari sini timbul persoalan baru: apakah kebenaran itu. yaitu manusia. Sedangkan penyelidikan terhadap isi berfikir disebut logika mayor. Oleh karena itu dicari jawabannya mengenai persoalan-persoalan sebagai berikut: adakah manusia mempunyai budi dan akal. seperti: pengertian. seluruh kebenaran ataukah hanya sebagian saja? Dengan kata lain. dalam bekerjanya budi. dalam filsafat juga dikenal pembagian filsafat berdasarkan subjek. yang tidak beruba-ubah dan tetap satu macam. sampai di mana kebenaran itu dapat dicapai budi. seluruh isi budi diselidiki oleh filsafat yang disebut filsafat budi (logika). Pembagian filsafat berdasarkan Subjek: Selain pembagian filsafat berdasarkan objek. jalan pikiran. sebab tanpa budi tidak akan ada penyelidikan. yaitu: 4) Soal Tahu (Pengetahuan): Soal pengetahuan ada 2 macam menurut sifatnya. Mungkinkah itu hanya gambaran samar-samar atau namanama belaka yang tidak ada hubungannya dengan realitas? Tentu saja .

dan ini dijawab oleh filsafat tentang ada (ontologia. Hk. pembagian filsafat menurut obyek dan subyek dapat digambarkan dalam ikhtisar berikut ini: g. Tentu saja untuk melakukan pernilaian harus ada tolok ukurnya (kriteria). theodicea) Alam (filsafat alam. kosmologia. dan sebagainya. sehingga timbul pertanyaan seperti: apakah sebetulnya nilai itu dan lebihlebih dalam tingkah laku manusia. dan anthropologia). 6) Soal Pernilaian: Dalam berfikir dan mengadakan putusan. kosmologia) Fils. manusia (anthropologia) Tidak-ada mutlak Manusia Fils. apakah yang dipakai ukuran untuk menentukan baik buruknya? Pertanyaan tersebut dijawab oleh Ethica./Univ. metaphysica generalis) Ada Ada-khusus Ada-mutlak (filsafat ada-mutlak. setiap orang akan memiliki pernialaian yang berbeda dan saling bertentangan. baik lawan buruk. budi (logika mayor & minor) h. ada-umum. timbul pertanyaan-pertanyaan tentang ada yang memiliki bermacam-macam sudut pandang. 5) Soal Ada: Orang berfikir tentu ada./Modul/Fils. Menurut Subjek: . jika ia tidak ada maka dia tidak berfikir. Jadi. Sehingga.Doc. Narotama Surabaya/V/2005 72 semua pertanyaan tersebut harus dijawab sebagian oleh Logika dan sebagian oleh Anthropologia. secara garis besar. tingkah laku (ethica) Fils. indah lawan jelek. Menurut Objek: Ada-umum (fils. ontologia. Oleh karena itu. misalnya: ada yang tinggi dan rendah. theodicea.

halaman 31. g. Yogyakarta.Doc. Apakah Hukum Itu?. MacIver menggambarkan masyarakat sebagai sarang laba-laba. ketertiban. Mengenal Hukum. Hk. Dengan adanya kepentingan-kepentingan yang berbeda dan saling berlawanan. terciptalah 4 (empat) kaedah/norma. Dari segi isi. halaman 5. 1991. yaitu: kaedah kepercayaan (keagamaan). dan kesejahteraan. Dari segi tujuan. Remaja Rosdakarya. terutama anatara kepentingan-kepentingan yang saling berlawanan./Modul/Fils. Penerbit Liberty. Bandung. Narotama Surabaya/V/2005 73 Logika Mayor & Minor Soal Pengetahuan Anthropologia Ontologia Theodicea Soal Ada Kosmologia Anthropologia Soal Penilaian Ethica 3. 11 Sudikno Mertokusumo. agar jangan sampai jatuh korban. kaedah hukum ditujukan kepada sikap lahir. kaedah kesusilaan.11 Dari ke-4 kaedah/norma tersebut hanya kaedah hukum-lah yang lebih melindungi kepentingan-kepentingan manusia yang sudah dan belum mendapat perlindungan dari ketiga kaedah tersebut. karena di dalamnya terdapat berbagai kaidah yang mengatur hubungan antarindividu yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian./Univ. Lili Rasjidi. Penerbit PT. Pengertian Hukum Bagi mahasiswa yang baru belajar tentang hukum tentu sangat bermanfaat jika disodori definisi atau pengertian hukum sebelum mengetahui dan mempelajari filsafat hukum. Suatu Pengantar. dengan alasan sebagai berikut: f. 1988. kaedah sopan santun (adat). dan kaedah hukum.10 Kaidah/norma sengaja diciptakan agar tidak terjadi benturan-benturan dalam masyarakat. Filsafat Hukum. 10 . untuk ketertiban masyarakat. kaedah hukum ditujukan kepada pelaku yang konkrit.

dan Lex Positivis yang nantinya akan dikupas dalam bagian lain dari tulisan ini mengenai berbagai aliran dalam filsafat hukum. Sebagai contoh pertama. 12 Lili Rasjidi. Narotama Surabaya/V/2005 74 h. untuk mendefinisikan hukum bukanlah pekerjaan yang mudah dan ini terkait dengan perkembangan sejarah hukum dan aliran-aliran dalam filsafat hukum yang tentunya dapat mempengaruhi pengertian dari hukum. para pemikir hukum lebih banyak dituntut untuk memberikan sumbangan pemikiran ke arah pembentukan hukum yang dapat diberlakukan secara luas di semua wilayah Romawi. Dari segi asal-usul. Hk. sehingga pada masa ini lahirlah aliran positivisme (analitis maupun murni) yang menekankan pentingnya kedudukan negara sebagai pembentuk hukum. Tentu saja. pemikiran dari John Austin dan Hans Kelsen sangat berpengaruh pada dunia ilmu maupun teori hukum./Modul/Fils. Dari segi daya kerja. sehingga hukum yang dihasilkan pada waktu itu bernafaskan keagamaan dengan mengaitkan inti pemikiran hukum dengan ajaran-ajaran gereja. yang membagi hukum ke dalam 4 (empat) golongan. berasal dari masyarakat secara resmi. Ketiga./Univ. Lex Divina. pada Zaman Pertengahan.. membebani kewajiban dan memberikan hak. kekuasaan gereja sedemikian besar sehingga turut melakukan intervensi ke dalam masalah duniawi. Op. Kedua. Lex Naturalis. misalnya saja Thomas Aquino.Doc. Pada masa ini. . Dengan melihat gambaran mengenai kaedah hukum sebagaimana telah diuraikan tersebut. karena memang tidak ada satu pun sarjana yang dapat membuat pengertian atau definisi hukum secara sempurna. baik pada masa tersebut maupun sesudahnya. pada zaman Romawi. j. i. berasal dari kekuasaan luar yang memaksa. Dari segi sanksi. halaman 29-30. pada abad ke-19 hukum dipengaruhi oleh perkembangan dunia ekonomi yang dibarengi dengan kedudukan negara yang semakin kuat dan kukuh dalam hal melakukan kontrol dan mengarahkan masyarakat ke arah yang dikehendakinya. Cit. yaitu:12 Lex Aeterna. rasanya masih terlalu sulit untuk mendefinisikan hukum. termasuk mengatur pemerintahan.

Bandung. 13 . Bandingkan juga dengan Lili Rasjidi. Op. Rasionya. Hakikat dari hukum dapat dijelaskan dengan jalan memberikan definisi dari hukum. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. terlebih dahulu kita harus mengetahui di mana letak filsafat hukum dalam filsafat. etika sebagai species dan filsafat hukum sebagai subspecies. Dengan demikian. filsafat hukum adalah hukum dan objek tersebut dikaji secara mendalam sampai kepada inti atau dasarnya yang disebut hakikat. Jadi. terutama untuk mengatur perilaku manusia agar tidak terjadi kekacauan. Penerbit PT. masih banyak pendapat dari pemikir-pemikir hukum lain. Pengertian Filsafat Hukum Untuk mengupas pengertian filsafat hukum. dapat disimpulkan bahwa filsafat hukum adalah sub dari cabang filsafat manusia yang disebut dengan etika atau filsafat tingkah laku. Cit. Definisi hukum sangat bervariasi tergantung dari sudut pandang para ahli hukum melihatnya seperti yang dikemukakan oleh beberapa sarjana dalam uraian di bawah ini./Univ. Hk. Dengan kata lain./Modul/Fils.Doc. tepat dikatakan bahwa filsafat manusia berkedudukan sebagai genus. 6. halaman 10. juga yang lainnya yang nantinya akan dibahas dalam madzab filsafat hukum. Citra Aditya Bakti. seperti Carl von Savigny dan Puchta. Sebagaimana telah diketahui bahwa hukum terkait dengan tingkah laku/perilaku manusia. Narotama Surabaya/V/2005 75 Di samping itu. halaman 4.13 Hal ini dapat dilihat dalam bagan di bawah ini: Umum Ada Ada Khusus Ada Tidak Mutlak Manusia Ada Mutlak Alam Anthropologia Etika Filsafat Hukum Logika Filsafat hukum sebagai sub dari cabang filsafat manusia.. yaitu etika mempelajari hakikat hukum. filsafat hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum secara filosofis. 1988. Lihat Darji Darmodiharjo & Shidarta.

Uraian tentang definisi filsafat hukum dikemukakan oleh Rudolf Stammler yang menyatakan bahwa definisi filsafat hukum adalah ilmu dan ajaran tentang hukum yang adil. yang melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat.J. Sementara itu Hans Kelsen menyatakan hukum terdiri dari norma-norma bagaimana orang harus berperilaku. Semarang. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. kebahagiaan. over de werkelijkheid van het recht als de realisatie van de rechtsidee). Von Schid menyatakan filsafat hukum merupakan suatu perenungan metodis mengenai hakekat dari hukum (Metodische bebezinning over het wezen van he recht).14 Uraian lainnya tentang definisi dari filsafat hukum dikemukakan oleh Kusumadi Pudjosewojo yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendasar tentang hukum yang tidak bisa dijawab oleh ilmu hukum mengenai pertanyaanpertanyaan sebagai berikut: Apakah tujuan dari hukum itu? Apakah semua syarat keadilan? Apakah keadilan itu? Bagaimanakah hubungannya antara hukum dan Soehardjo Sastrosoehardjo./Univ. 14 . sedangkan satusatunya tujuan dari hukum ialah menjamin keselamatan. halaman 5. Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Diponegoro. J. Sementara itu. Sedangkan D. Pendapat tersebut didukung oleh salah seorang ahli hukum Indonesia Wirjono Prodjodikoro yang menyatakan hukum adalah serangkaian peraturan mengenai tingkah laku orang-orang sebagai anggota suatu masyarakat. Hk. Narotama Surabaya/V/2005 76 J.H. Meuwissen berpendapat bahwa filsafat hukum adalah pemikiran sistematis tentang masalahmasalah fundamental dan perbatasan yang berhubungan dengan fenomena hukum. Definisi-definisi hukum tersebut menunjukkan betapa luasnya hukum itu. van Kan mendefinisikan hukum sebagai keseluruhan ketentuan-ketentuan kehidupan yang bersifat memaksa. dan tata tertib dalam masyarakat.M./Modul/Fils. dan/atau hakekat kenyataan hukum sebagai realisasi dari cita hukum (het systematisch nadenken over alle fundamentele kwesties en grensproblemen het verschijnsel recht samenhangen. Dengan mengetahui definisi hukum yang luas tersebut kita dapat menguraikan definisi dari filsafat hukum. Pendapat ini senada dengan pendapat Rudolf von Jhering yang menyatakan bahwa hukum adalah keseluruhan norma-norma yang memaksa yang berlaku dalam suatu negara. 1997.Doc.

Jakarta. Gramedia Pustaka Utama. Citra Aditya Bakti. 1988.Doc. Sebuah Pengantar Populer. Sudikno. dan pada saat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Soehardjo. Hk. Penerbit PT. Jakarta. Suriasumantri. 1998. Penerbit PT. I.. . Penerbit PT. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. 1997. Poedjawijatna. Sastrosoehardjo. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. filsafat hukum berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh ilmu hukum. Rasjidi. Jujun S. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. Remaja Rosdakarya. dengan sendirinya orang melewati batas-batas jangkauan ilmu hukum. Semarang. Bandung. DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Jakarta. Darji & Shidarta. orang sudah menginjakkan kakinya ke lapangan filsafat hukum. Apakah Hukum Itu?. Bandung. 1995. Yogyakarta. Universitas Diponegoro. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Dengan kata lain.. Suatu Pengantar. Penerbit Liberty. Filsafat Hukum. Filsafat Ilmu.R. Mengenal Hukum. Mertokusumo. ________________. Pembimbing Ke Arah Alam Filsafat. 1990. 1990. Narotama Surabaya/V/2005 77 keadilan? Dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya mendasar. Penerbit Pustaka Sinar Harapan. 1991. Penerbit Rineka Cipta. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia./Univ./Modul/Fils. Lili.

8. 6. Hk. Narotama Surabaya/V/2005 78 BAB II SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT HUKUM Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat membedakan sejarah perkembangan filsafat hukum dari zaman Yunani sampai dengan abad dewasa ini. 1 ./Univ. halaman 70-71. Hal ini berlaku juga pada saat membicarakan sejarah perkembangan filsafat hukum yang diawali dengan zaman Yunani (Kuno). Jakarta. antara lain: Anaximander. Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Yunani (Kuno) Berbicara sejarah tidak akan terlepas dari dimensi waktu. 7. karena waktu yang sangat menentukan terjadinya sejarah. Herakleitos. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman sekarang. Penerbit PT. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman Yunani (Kuno). yaitu dimensi waktu yang terdiri waktu pada masa lampau. 6.1 Para filsuf alam yang bernama Anaximander (610-547 SM). Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman modern.Doc. Pada zaman Yunani hiduplah kaum bijak yang disebut atau dikenal dengan sebutan kaum Sofis. 1995. sekarang. dan masa depan. dan Aristoteles. Gramedia Pustaka Utama. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Socrates. Herakleitos (540-475 SM). Tokoh-tokoh penting yang hidup pada zaman ini. dan Parmenides (540-475 SM) tetap meyakini adanya Darji Darmodiharjo./Modul/Fils. Plato. Parmenides. Kaum sofis inilah yang berperan dalam perkembangan sejarah filsaft hukum pada zaman Yunani. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini mahasiswa mampu: 5. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman pertengahan.

Dengan kata lain. bahwa keteraturan hidup bersama harus disesuaikan dengan keharusan alamiah. Herakleitos berpandangan bahwa hidup manusia harus sesuai dengan keteraturan alamiah.Doc. 2 . Socrates berpendapat bahwa hukum dari penguasa (hukum negara) harus ditaati. Kaum sofis tersebut menyatakan bahwa rakyat yang berhak menentukan isi hukum. Socrates menyatakan bahwa untuk dapat memahami kebenaran objektif orang harus memiliki pengetahuan (theoria). Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Dalam mempertahankan pendapatnya. dari sini mulai dikenal pengertian demokrasi. kaum sofis tersebut berpendapat bahwa kebenaran objektif tidak ada. Ia berpendapat bahwa logos membimbing arus alam. maka timbullah keadilan (dike). Untuk itu diperlukan keteraturan dan keadilan yang hanya dapat diperoleh dengan nomos yang tidak bersumber pada dewa tetapi logos (rasio). Penerbit Kanisius. halaman 20). ukuran. Kondisi masyarakat pada saat kaum sofis ini hidup sudah terkonsentrasi ke dalam polis-polis. Tetapi Socrates tidak setuju dengan pendapat yang demikian ini. terlepas dari hukum itu memiliki kebenaran objektif atau tidak. Sementara itu. Sedangkan Parmenides sudah melangkah lebih jauh lagi. Aturan ini terwujud dalam polis di mana warga-warga polis memberi bentuk kepada hidupya sesuai dengan logos (Theo Huijbers. Hk./Univ. karena dalam negara demokrasi peranan warga negara sangat besar pengaruhnya dalam membentuk undang-undang. tetapi dalam hidup manusia telah digabungkan dengan pengertian-pengertian yang berasal dari logos. sehingga alam dan hidup mendapat suatu keteraturan yang terang dan tetap. Yogyakarta. yakni ketidakpercayaan terhadap hukum. 1993. Logos menciptakan bentuk . Tetapi jelas baginya./Modul/Fils. sekalipun ia meyakini bahwa hukum negara itu salah. yang ada hanyalah kebenaran subjektif. Pendapat ini dikembangkan oleh Plato murid dari Socrates. karena manusialah yang menjadi ukuran untuk segala-galanya. Apabila hal ini terjadi. Ini terbukti dari kesediaannya untuk dihukum mati. dan harmoni yang menghasilkan aturan. Narotama Surabaya/V/2005 79 keharusan alam ini. Ia tidak menginginkan terjadinya anarkisme.2 Anaximander berpendapat bahwa keharusan alam dan hidup kurang dimengerti manusia.

Menurut Aristoteles. Aristoteles. Hk./Modul/Fils. hukum alam ditanggapi sebagai suatu hukum yang selalu berlaku dan di mana-mana. murid dari Plato tidak sependapat dengan Plato. lenyap dan berlaku dengan sendirinya. yang baru berlaku setelah ditetapkan dan diresmikan isinya oleh instansi yang berwibawa./Univ. Plato menyarankan agar dalam setiap undang-undang dicantumkan dasar (landasan) filosofisnya. Menurut Aristoteles. Hukum alam berbeda dengan hukum positif yang seluruhnya tergantung pada ketentuan manusia. . jenis dan besarnya sumbangan ditentukan oleh hukum positif. Dari gagasan Aristoteles ini. perlu ketaatan terhadap hukum yang dibuat penguasa polis. pengertian hukum alam dan hukum positif muncul. Oleh karena itu. Tujuannya tidak lain agar penguasa tidak menafsirkan hukum sesuai kepentingannya sendiri. yakni undang-undang negara. yaitu puncak keemasan kebudayaan Yunani yang dipelopori oleh aliran Epikurisme (berasal dari nama filsuf Epikuros) dan Stoisisme (berasal dari kata Stoa yang dicetuskan oleh Zeno).Doc. Pada zaman Yunani (Kuno) muncul masa Hellenisme. Pemikiran Aristoteles sudah membawa kepada hukum yang realistis. manusia tidak dapat hidup sendiri karena manusia adalah mahkluk yang bermasyarakat (zoon politikon). Kedua aliran ini menekankan filsafatnya pada bidang etika. Misalnya. Narotama Surabaya/V/2005 80 Plato berpendapat bahwa penguasa tidak memiliki theoria sehingga tidak dapat memahami hukum yang ideal bagi rakyatnya. yakni hukum alam dan hukum positif. Hukum yang harus ditaati dabagi menjadi dua. sehingga hukum tidak pernah berubah. dari Epikurisme muncul konsep penting tentang undang-undang (hukum posistif) yang mengakomodasi kepentingan individu sebagai perjanjian antar individu. Aristoteles berpendapat bahwa hakikat dari sesuatu ada pada benda itu sendiri. sehingga hukum ditafsirkan menurut selera dan kepentingan penguasa. kedua hukum tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Oleh karena itu. karena hubungannya dengan aturan alam. Pemikiran Plato inilah yang menjadi cerminan bayangan dari hukum dan negara yang ideal. Meskipun demikian. hukum alam menuntut sumbangan warga negara bagi kepentingan umum.

yakni Budi Ilahi yang menjiwai segalanya. Citra Aditya Bakti./Modul/Fils. 7. sehingga tidak ada satupun peninggalan peradaban bangsa Romawi yang tersisa. Ide dasar aliran ini terletak pada kesatuan yang teratur (kosmos) yang bersumber dari jiwa dunia (logos). halaman 13. Hk.Doc. Sedangkan Thomas Aquinas sebagai seorang rohaniwan Katolik telah meletakkan perbedaan secara tegas antara hukum-hukum yang berasal dari wahyu Lihat Lili Rasjidi. Dengan kata lain. menurut Stoisisme. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Sebelum ada zaman pertengahan terdapat suatu fase yang disebut dengan Masa Gelap. Tentu saja pemikiran Augustinus bersumber dari Tuhan atau Budi Allah yang diketemukan dalam jiwa manusia. misalnya saja Augustinus mendapat pengaruh dari Plato tentang hubungan antara ide-ide abadi dengan benda-benda duniawi. bukan menurut hukum positif./Univ. Tokoh-tokoh filsafat hukum yang hidup di zaman ini. 1990.3 dan mulai berkembangnya agama Islam. pemikiran para filsuf di zaman pertengahan tidak terlepas dari pengaruh filsuf pada zaman Yunani. antara lain Augustinus (354-430) dan Thomas Aquino/Thomas Aquinas (1225-1275). Oleh karena itu. terjadi pada saat Kekaisaran Romawi runtuh dihancurkan oleh suku-suku Germania. Stoisisme mencoba meletakkan prinsip-prinsip kesederajatan manusia dalam hukum. Sehingga ketaatan menurut hukum positif baru dapat dilakukan sepanjang hukum positif sesuai dengan hukum alam. tujuan hukum adalah keadilan menurut logos. Dalam perkembangannya. Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Pertengahan Perkembangan sejarah filsafat hukum pada zaman pertengahan dimulai sejak runtuhnya kekuasaan kekaisaran Romawi pada abad ke-5 SM (masa gelap/the dark ages) yang ditandai dengan kejayaan agama Kristen di Eropa (masa scholastic). yang selanjutnya diartikan sebagai rasio. telah timbul keterikatan antara manusia dengan logos. Narotama Surabaya/V/2005 81 sehingga pemikiran dari penganut Epikurisme merupakan embrio dari teori perjanjian masyarakat. 3 . Penerbit PT. Bandung. sehingga masa ini dikenal sebagai masa gelap.

8. rasio manusia tidak lagi dapat dilihat sebagai penjelmaan dari rasio Tuhan. Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Sekarang 4 Lihat Theo Huijbers. Pandangan ini jelas dikumandangkan oleh para penganut hukum alam yang rasionalistis dan para penganut faham positivisme hukum. berdirinya negara-negara baru. Montesquieu (1689-1755). Thomasius (1655-1728)./Univ. Op. Narotama Surabaya/V/2005 82 Tuhan (Lex Aeterna). sehingga rasio manusia sama sekali terlepas dari ketertiban ketuhanan. antara lain: William Occam (1290-1350). Zaman modern ini juga disebut Renaissance. . ditemukannya dunia-dunia baru. Cit. yang terlepas sama sekali dari hukum abadi yang berasal dari Tuhan.Doc. Rousseau (17121778). Hk. Terlepasnya alam pikiran manusia dari ikatan-ikatan keagamaan menandai lahirnya zaman ini. dan Immanuel Kant (1724-1804). dan sebagainya. perkembangan teknologi yang sangat pesat. Rene Descartes (1596-1650). J. hukum yang berdasarkan akal budi manusia (Lex Naturalis). Thomas Hobbes (1588-1679)./Modul/Fils. dan hukum positif (Lex Positivis). Tokoh-tokoh yang berperan sangat penting pada abad pertengahan ini.4 Pembagian hukum atas keempat jenis hukum yang dilakukan oleh Thomas Aquinas nantinya akan dibahas dalam pelbagai aliran filsafat hukum pada bagian lain dari tulisan ini. Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Modern Pada zaman ini para filsuf telah meletakkan dasar bagi hukum yang mandiri. David Hume (17111776). Francis Bacon (1561-1626). Tentu saja zaman Renaissance membawa dampak perubahan yang tajam dalam segi kehidupan manusia.J. Demikian juga terhadap dunia pemikiran hukum. lahirnya segala macam ilmu baru. Rasio manusia ini dipandang sebagai satu-satunya sumber hukum. Samuel Pufendorf (1632-1694). hukum yang dijangkau akal budi manusia (Lex Divina). 9.. John Locke (1632-1704). halaman 39. George Berkeley (1685-1753). Wolf (1679-1754).

juga von Savigny yang menyatakan bahwa hukum tidak dibuat tetapi tumbuh bersama-sama dengan perkembangan masyarakat. yang popularitasnya mengalahkah ahli pikir di zamannya. Pandangan Savigny ini telah memasukkan faktor sejarah ke dalam 5 Lili Rasjidi. Op.J. Perkembangan dari yang ada kepada yang tidak ada atau sebaliknya mengandung katagori yang ketiga.Doc./Modul/Fils.F. halaman 37. Hegel merupakan tokoh utama dalam idealisme Jerman. juga von Savigny sebagai pelopor mazhab sejarah. Fichte (1762-1814) dan F. Karl Marx (18181883)./Univ. Cit. seperti Karl Marx dan Engels yang menyatakan bahwa hukum dipandang sebagai pernyataan hidup dalam masyarakat. seperti J. Schelling (1775-1854). sehingga faktor sejarah juga mendapat perhatian dari para pemikir hukum pada waktu itu. aliran ini berkembang pesat pada abad ke-19.W. yaitu akan menjadi. Menurut Hegel. yang pada akhirnya dari setiap synthese merupakan titik tolak dari tritunggal yang baru. setiap fase dalam perkembangan dunia merupakan rentetan dari fase berikutnya. . Teorinya disebut Dialektika.. seperti Hobbes. Tritunggal tersebut terdiri dari these-antithese-synthese. Namun. Filsafat hukum yang berkembang di zaman modern berbeda dengan filsafat hukum yang berkembang pada zaman modern. Jika pada zaman modern berkembang rsionalisme.5 Teori dialektika Hegel ini dapat digambarkan dalam ikhtisar berikut ini: Ada Tidak Ada Negara diktator Negara Anarkhis Ide Menjadi Negara demokratis konstitusional Selain Hegel. artinya setiap pengertian mengandung lawan dari pengertian itu sendiri. maka pada zaman sekarang rasionalisme yang berkembang dilengkapi dengan empirisme. Narotama Surabaya/V/2005 83 Yang dimaksud dengan zaman sekarang dimulai pada abad ke-19. Hk. seperti Hegel (1770-1831). Di samping Marx dan Engels. masih ada beberapa ahli pikir lain. Menurut teori dialektika Hagel. ia merupakan penerus rasionalisme yang dikembangkan oleh Immanuel Kant. rasio tidak hanya rasio individual melainkan juga rasio Keilahian.

Pertengahan Z. dan Parmenides) berpendapat untuk dapat menciptakan keteraturan dan keadilan diperlukan nomos yang bersumber pada logos (rasio)? 8. Hobbes Schelling J.J. Mengapa zaman modern dikatakan sebagai zaman Renaissance? Jelaskan! 11. Mengapa Hegel dikatakan sebagai penerus Immanuel Kant? 12. Rousseau Immanuel Kant 10. Berkeley D. Modern Z. Narotama Surabaya/V/2005 84 pemikiran hukum yang selanjutnya melahirkan pandangan relatif terhadap hukum. Op. Yunani (Kuno) Z. Hume F. Mengapa kaum Sofis (Anaximander. Sekarang Masa Gelap Anaximander Herakleitos Parmenides Socrates Plato Aristoteles Augustinus Thomas Aquino W. halaman 82. Hk.6 Dari beberapa fase perkembangan filsafat hukum yang diawali sejak zaman Yunani (Kuno) dapat digambarkan dalam suatu ikhtisar berikut ini: Z. Mengapa Socrates tidak percaya terhadap kebenaran subjektif sebagaimana dikemukakan oleh kaum Sofis? 9. Locke von Savigny G./Modul/Fils.Doc. Cit. Latihan Soal 7.. Sehingga pandangan dari Savigny melahirkan Mazhab Sejarah. Bacon Wolf Montesquieu J. Descartes Fichte T. ./Univ. Di mana letak pengaruh pemikiran filsuf zaman Yunani terhadap pemikiran para filsuf di zaman pertengahan? Bagaimana pula Thomas Aquinas membagi hukum? 10. Herakleitos. Jelaskan teori dialektika Hegel? 6 Darji Darmodiharjo & Shidarta. Occam Hegel R.

/Modul/Fils. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Lili. Darji & Shidarta.Doc. Hk. 1995. 1990. Penerbit Kanisius. Penerbit PT. Bandung. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Rasjidi. 1993. Penerbit PT. . Huijbers. Narotama Surabaya/V/2005 85 DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Jakarta./Univ. Citra Aditya Bakti. Gramedia Pustaka Utama. Yogyakarta. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Theo. Pokok-Pokok Filsafat Hukum.

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

86

BAB III ALIRAN-ALIRAN DALAM FILSAFAT HUKUM Tujuan Instruksional Umum: 3. Mahasiswa dapat memahami berbagai aliran dalam Filsafat Hukum. 4. Mahasiswa dapat membandingkan berbagai aliran dalam Filsafat Hukum.

Tujuan Instruksional Khusus: 2. Mahasiswa dapat menyebutkan berbagai aliran dalam Filsafat Hukum, yaitu: a. Aliran Hukum Alam. b. Aliran Hukum Positif. c. Aliran Utilitarianisme. d. Aliran Sejarah. e. Alian Positivisme. f. Aliran Sociological Jurisprudence. g. Aliran Legal Realism.

3. Berbagai Aliran Dalam Filsafat Hukum dan Perbedaannya Dalam filsafat hukum dikenal pembagian pelbagai aliran atau mazhab, yang dikemukakan oleh beberapa orang sarjana, antara lain F.S.G. Northrop dan Lili Rasjidi.1 Northrop membagi aliran atau madzhab filsafat hukum ke dalam 5 (lima) aliran, yaitu: f. Legal Positivism. g. Pragmatic Legal Realism. h. Neo Kantian and Kelsenian Ethical Jurisprudence. i. Functional Anthropological or Sociological Jurisprudence. j. Naturalistic Jurisprudence.

Lili Rasjidi, Dasar-Dasar Filsafat Hukum, Penerbit PT. Citra Aditya Bakti Bandung, 1990, halaman 26-27.

1

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

87

Sedangkan Lili Rasjidi membagi aliran/madzhab filsafat hukum ke dalam 6 (enam) aliran besar, masing-masing: g. Aliran Hukum Alam: 3) Yang Irrasional. 4) Yang Rasional. h. Aliran Hukum Positif: 3) Analitis. 4) Murni. i. Aliran Utilitarianisme. j. Madzhab Sejarah. k. Sociological Jurisprudence. l. Pragmatic Legal Realism. Selain kedua orang tokoh tersebut ada juga sarjana lain, yaitu Soehardjo Sastrosoehardjo yang membagi filsafat hukum ke dalam 9 (sembilan) aliran atau madzhab, yaitu:2 j. Aliran Hukum Kodrat/Hukum Alam. k. Aliran Idealisme Transendental (Kantianisme). l. Aliran Neo Kantianisme. m. Aliran Sejarah. n. Aliran Positivisme. o. Aliran Ajaran Hukum Umum. p. Aliran Sosiologi Hukum. q. Aliran Realisme Hukum. r. Aliran Hukum Bebas. Ketiga sarjana tersebut dalam membagi-bagi aliran dalam filsafat hukum tidak sama, karena memang tergantung pada penafsiran masing-masing orang dalam memilah-milahkan aliran dalam filsafat hukum.

Soehardjo Sastrosoehardjo, Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum, Program Pascasarjana Ilmu Hukum, Universitas Diponegoro, Semarang, 1997, halaman 1.

2

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

88

Dalam tulisan ini, penulis menggunakan pembagian aliran/madzhab filsafat hukum menurut pendapat dari Lili Rasjidi, seorang guru besar imu hukum dari Universitas Padjadjaran, Bandung dengan penjelasan sebagai berikut: a. Aliran Hukum Alam: Aliran ini berpendapat bahwa hukum berlaku universal (umum). Menurut Friedman, aliran ini timbul karena kegagalan manusia dalam mencari keadilan yang absolut, sehingga hukum alam dipandang sebagai hukum yang berlaku secara universal dan abadi.3 Gagasan mengenai hukum alam didasarkan pada asumsi bahwa melalui penalaran, hakikat mahkluk hidup akan dapat diketahui dan pengetahuan tersebut menjadi dasar bagi tertib sosial serta tertib hukum eksistensi manusia. Hukum alam dianggap lebih tinggi dari hukum yang sengaja dibentuk oleh manusia. Aliran hukum alam ini dibagi menjadi 2 (dua), yaitu: 2) Irrasional: Aliran ini berpendapat bahwa hukum yang berlaku universal dan abadi bersumber dari Tuhan secara langsung. Pendukung aliran ini antara lain: Thomas Aquinas (Aquino), John Salisbury, Daante, Piere Dubois, Marsilius Padua, dan John Wyclife. Thomas Aquinas membagi hukum ke dalam 4 golongan, yaitu: e) Lex Aeterna, merupakan rasio Tuhan sendiri yang mengatur segala hal dan merupakan sumber dari segala hukum. Rasio ini tidak dapat ditangkap oleh pancaindera manusia. f) Lex Divina, bagia dari rasio Tuhan yang dapat ditangkap oleh manusia berdasarkan waktu yang diterimanya. g) Lex Naaturalis, inilah yang dikenal sebagai hukum alam dan merupakan penjelmaan dari rasio manusia. h) Lex Posistivis, hukum yang berlaku merupakan pelaksanaan hukum alam oleh manusia berhubung dengan syarat khusus yang diperlukan oleh

Darji Darmodiharjo & Shidarta, Pokok-Pokok Filsafat Hukum, Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 1995, halaman 102.

3

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

89

keadaan dunia. Hukum ini diwujudkan ke dalam kitab-kitab suci dan hukum positif buatan manusia. Penulis lain, William Occam dari Inggris mengemukakn adanya hirarkis hukum, dengan penjelasan sebagai berikut: d) Hukum Universal, yaitu hukum yang mengatur tingkah laku manusia yang bersumber dari rasio alam. e) Apa yang disebut sebagai hukum yang mengikat masyarakat berasal dari alam. f) Hukum yang juga bersumber dari prinsip-prinsip alam tetapi dapat diubah oleh penguasa. Occam juga berpendapat bahwa hukum identik dengan kehendak mutlak Tuhan Sementara itu Fransisco Suarez dari Spanyol berpendapat demikian, manusia yang bersusila dalam pergaulan hidupnya diatur oleh suatu peraturan umum yang harus memuat unsusr-unsur kemauan dan akal. Tuhan adalah pencipta hukum alam yang berlaku di semua tempat dan waktu. Berdasarkan akalnya manusia dapat menerima hukum alam tersebut, sehingga manusia dapat membedakan antara yang adil dan tidak adil, buruk atau jahat dan baik atau jujur. Hukum alam yang dapat diterima oleh manusia adalah sebagian saja, sedang selebihnya adalah hasil dari akal (rasio) manusia. 2) Rasional: Sebaliknya, aliran ini mengatakan bahwa sumber dari hukum yang universal dan abadi adalah rasio manusia. Pandangan ini muncul setelah zaman Renaissance (pada saat rasio manusia dipandang terlepas dari tertib ketuhanan/lepas dari rasio Tuhan) yang berpendapat bahwa hukum alam muncul dari pikiran (rasio) manusia tentang apa yang baik dan buruk penilaiannya diserahkan kepada kesusilaan (moral) alam. Tokoh-tokohnya, antara lain: Hugo de Groot (Grotius), Christian Thomasius, Immanuel Kant, dan Samuel Pufendorf. Pendasar hukum alam yang rasional adalah Hugo de Groot (Grotius), ia menekankan adanya peranan rasio manusia dalam garis depan, sehingga rasio

Kritik Akal Budi Praktis (kritik der praktischen Vernunft yang terkait dengan moralitas). Dan hukum berfungsi untuk menciptakan situasi kondisi guna mendukung perjuangan tersebut. Op.4 Metode kritis tidak skeptis. Narotama Surabaya/V/2005 90 manusia sama sekali terlepas dari Tuhan. Filsafat dari Kant dikenal sebagai filsafat kritis.. Katagori imperatif Kant mewajibkan semua anggota masyarakat tetap mentaati hukum positif negara sekalipun di dalam hukum terebut terdapat 4 Soehardjo Sastrosoehardjo. Salah satu karya Kant yang berjudul Metaphysische Anfangsgruende der Rechtslehre (Dasar Permulaan Metafisika Ajaran Hukum merupakan bagian dari karyanya yang berjudul Metaphysik der Sitten) pokok pikirannya ialah bahwa manusia menurut darma kesusilaannya mempunyai hak untuk berjuang bagi kebebasan lahiriahnya untuk menghadirkan dan melaksanakan kesusilaan. Oleh karena itu rasio manusialah sebagai satu-satunya sumber hukum. tetapi justru pada manusia ideala berkepribadian humanistis. Yang penting bukan manusia ideal berilmu atau ilmuwan. . Ajaran Kant tersebut ada korelasinya dengan tiga macam aspek jiwa manusia. yaitu cipta. rasa. halaman 12./Modul/Fils. Kritik Daya Adirasa (kritik der Urteilskraft yang terkait dengan estetika dan harmoni).Doc. volition. and feeling). lawan dari filsafat dogmatis. beserta corak berfikir yang bersifat teoritis keilmuan alamiah (natuurweten schappelijke denkwijze). tidak dogmatis (trancendental). dan karsa (thinking. yaitu: Kritik Akal Budi Manusia (kritik der reinen Vernunft yang terkait dengan persepsi). Hakekat hukum bagi Kant adalah bahwa hukum itu merupakan keseluruhan kondisi-kondisi di mana kehendak sendiri dari seseorang dapat digabungkan dengan kehendak orang lain di bawah hukum kebebasan umum yang meliputi kesemuanya. Tokoh penting lainnya dalam aliran ini ialah Immanuel Kant./Univ. Ajaran Kant dimuat dalam tiga buah karya besar. Hk. tetapi pada kebebasan jiwa susila manusia yang mampu secara mandiri menciptakan hukum kesusilaan bagi dirinya sendiri dan juga orang lain. Hakekat manusia (homo noumenon) tidak terletak pada akalnya. Cit.

berkembang bentuk yang agak lain. Negara merupakan perwujudan jiwa mutlak.Doc. What is reasonable is real. Austin membagi hukum atas 2 hal. Narotama Surabaya/V/2005 91 unsur-unsur yang bertentangan dengan dasar-dasar kemanusiaan. 3) Analitis Pemikiran ini berkembang di Inggris namun sedikit ada perbedaan dari tempat asal kelahiran Legisme di Jerman. Di Inggris. Penulis lain yang tidak kalah pentingnya ialah Hegel dari Jerman. penampilan dan esensinya juga dikuasai oleh hukum dialektika. sehingga dengan katagori imperatif ini ajaran dari Immanuel Kant juga dapat digolongkan ke dalam aliran positivisme. . yaitu Analytical Jurisprudence. antitesa. Filsafat hukum dalam bentuk maupun isinya. di sini sudah terdapat larangan mutlak bagi perilaku yang tergolong melawan penguasa negara. Aliran Hukum Positif Sebelum aliran ini lahir. das ist vernunftig. yaitu: c) Hukum yang diciptakan oleh Tuhan untuk manusia. Bagi Hegel. demikan juga dengan hukum. san sintesa yang berlangsung secara berulang-ulang dan terus-menerus./Modul/Fils. and what is real is reasonable). Pendapat Kant ini diikuti oleh Fichte yang mengatakan bahwa hukum alam itu bersumber dari rasio manusia. telah berkembang suatu pemikiran dalam ilmu hukum yang disebut dengan Legisme yang memandang tidak ada hukum di luar undangundang. Jadi. b. dalam hal ini satu-satunya sumber hukum adalah undang-undang. seluruh kenyataan kodrat alam dan kejiwaan merupakan proses perkembangan sejarah secara dialektis dari roh/cita/spirit mutlak yang senantiasa maju dan berkembang. Yang dijadikan motto oleh Hegel ialah: Apa yang nyata menurut nalar adalah nyata. Jiwa mutlak mengandung dan mencakup seluruh tahap-tahap perkembangan sebelumnya jadi merupakan permulaan dan kelahiran segala sesuatu. yang dikenal dengan ajaran Positivisme Hukum dari John Austin. Pertumbuhan dan perkembangan dialektis melalui tesa. Hk./Univ. Tidak ada antimoni antara nalar/akal dengan kenyataan atau realitas. dan apa yang nyata adalah menurut nalar (Was vernunftig ist. das ist wirklich ist.

Menurut ajaran tersebut. Sedang Hans Kelsen secara tegas mengatakan tidak menganut berlakunya suatu hukum alam. Ajaran tersebut dikenal dengan nama Reine Rechtslehre atau ajaran hukum murni. dan kedaulatan. etika. dalam hukum yang nyata pada point pertama. Adapun pokok-pokok ajaran Kelsen adalah sebagai berikut: . Hk. Sehingga ketentuan yang tidak memenuhi keempat unsur tersebut tidak dapat dikatakan sebagai hukum. walaupun Kelsen mengemukakan adanya asas-asas hukum umum sebagaimana tercermin dalam Grundnorm/Ursprungnormnya. yang terdiri dari: hukum dalam arti yang sebenarnya. Ilmu (hukum) adalah susunan formal tata urutan/hirarki norma-norma. Hans Kelsen seorang Neo Kantian. 4) Murni Ajaran hukum murni dikatagorikan ke dalam aliran positivisme./Univ. hukum harus dibersihkan dari dan/atau tidak boleh dicampuri oleh politik. namun pemikirannya sedikit berbeda apabila dibandingkan dengan Rudolf Stammler. Ajaran Kelsen juga dapat dikatakan mewakili aliran positivisme kritis (aliran Wina). contoh: ketentuan-ketentuan dalam organisasi atau perkumpulan-perkumpulan. kewajiban. Jenis ini disebut sebagai hukum positif yang terdiri dari hukum yang dibuat penguasa. peraturan pemerintah.Doc. karena hal-hal ini oleh Kelsen dianggap tidak ilmiah. Idealisme hukum ditolak sama sekali. Narotama Surabaya/V/2005 92 d) Hukum yang disusun dan dibuat oleh manusia. dalam arti hukum yang tidak memenuhi persyaratan sebagai hukum. dan sebagainya. hukum yang dibuat atau disusun rakyat secara individuil yang dipergunakan untuk melaksanakan hakhaknya. seperti: undang-undang. Perbedaannya terletak pada penggunaan hukum alam. sosiologi. karena pandangan-pandangannya tidak jauh berbeda dengan ajaran Auistin. Menurut Austin. di dalamnya terkandung perintah. Hukum dalam arti yang tidak sebenarnya. sanksi. Stanmmler masih menerima dan menganut berlakunya suatu hukum alam walaupun ajaran hukum alamnya dibatasi oleh ruang dan waktu. contoh hak wali terhadap perwaliannya./Modul/Fils. sejarah. dan sebagainya.

demikian seterusnya hingga sampai pada suatu Grundnorm. seorang murid dari Rudolf von Jhering. masalah cipta. Stufentheorie diciptakan pertama kali oleh Adolf Merkl (1836-1896). bukan masalah apa yang dikehendaki./Modul/Fils. tetapi tidak menentukan apakah norma dasar itu baik atau tidak. halaman 43. i) Hukum adalah ilmu normatif. Op. . Cit. k) Teori hukum adalah formal. bukan karsa dan rasa. Hk. Yang disebut belakangan adalah tugas ilmum politik. teori tentang ara atau jalannya mengatur perubahan-perubahan dalam hukum secara khusus. tetapi sebagai suatu Transcendental Logische Voraussetzung. Fungsi teori hukum ilah menjelaskan hubungan antara norma-norma dasar dan norma-norma lebih rendah dari hukum. bukan ilmu ke-alaman (natuurwetenschap) yang dikuasai oleh hukum kausalitas. Fungsi hukum tersebut bukan dalam arti hukum kodrat. yang berfungsi sebagai dasar terakhir/tertinggi bagi berlakunya keseluruhan hukum positif yang bersangkutan.5 yang kemudian diambil alih oleh Hans Kelsen. Narotama Surabaya/V/2005 93 g) Tujuan teori ilmu hukum sama halnya dengan ilmu-ulmu yang lain adalah meringkas dan merumuskan bahan-bahan yang serba kacau dan keserbanekaragaman menjadi sesuatu yang serasi. yaitu dalil yang secara transendental menentukan bahwa norma dasar terakhir/tertinggi secara logis harus ada lebih dahulu.Doc. h) Teori filsaft hukum adalah ilmu. yang sekaligus berfungsi sebagai penjelasan atau pembenaran ilmiah bahwa keseluruhan norma- 5 Bandingkan dengan Lili Rasjidi. Kekuatan berlakunya hukum tertentu tergantung pada norma hukum yang lebih tinggi.. j) Teori/filsafat hukum adalah teori yang tidak bersangkut paut dengan kegunaaan atau efektivitas norma-norma hukum./Univ. etiika atau agama. Teori konkretisasi hukum menganggap suatu sistem hukum sebagai atau susunan yang piramidal. l) Hubungan kedudukan antara tori hukum dengan sistem hukum positif tertentu adalah hubungan antara hukum yang serba mungkin dan hukum yang senyatanya.

Cita hukum yang sosial ini berfungsi regulatif terhadap sistem hukum positif. secara positif. yaitu: subjek hukum. meneliti secara transendental kritis (metode yang berasal dari Kant) bentuk-bentuk kesadaran manusia hingga menerobos sampai pada landasan/dasar transendental logis penghayatan hukum yang berujud hakekat pengertian hukum.q. Aliran Utilitarianisme Aliran ini dipelopori oleh Jeremy Bentham (1748-1832). Apabila ilmu hukum meneliti dan mengkaji. kekuasaan hukum. i. mengikat. Dari hakekat ini lebih lanjut ditarik 8 (delapan) macam kategori hukum.Doc. penundukan hukum. Narotama Surabaya/V/2005 94 norma c. Bentham berpendapat bahwa alam memberikan kebahagiaan dan kesusahan. Hakekat pengertian hukum atau pengertian hukum yang transendental ini mempunyai unsur-unsur: kehendak/karsa. Manusia selalu berusaha . verbinden. selbstherrlichkeit unverletzbarkeit). yaitu hukum kodrat yang senantiasa berubah yang mengajarkan bahwa filsafat hukum adalah ilmu/ajaran tentang hukum yang adil (die lehre vom richtigen recht).q. dan Rudolf von Jhering (1818-1889). menurut hukum (rechtmatigeheid). yakni ujud dari manusia dalam kehidupan masyarakat yang memiliki kehendak bebas (Gemeinschaft frei wollender Menschen). dan melawan hukum. Pengertian dasar atau kategori hukum itu berupa metode pikiran formil yang adanya tidak ditentukan oleh atau digantungkan pada isi atau aturan hukum. berkuasa atas diri dan tidak bisa diganggu (wollen. Asasasas hukum umum yang menentukan kebaikan isi atuan hukum. Hk. hukum kodrat gaya baru. maka tugas dan fungsi filsafat hukum ialah dengan abstraksi bahan-bahan variabel tersebut. peraturan-peraturan dalam hukum positif yang bersangkutan itu pada hakekatnya merupakan satu kesatuan yang serasi. John Stuart Mill (1806-1873). Penulis lain bernama Rudolf Stammler (1856-1938) merupakan tokoh kebangkitan kembali filsafat c. hubungan hukum./Univ. tidak semata-mata pada bentuk hukumnya. tidak termasuk pengertian hukum tetapi tergolong pada cita hukum./Modul/Fils. dasar hukum. objek hukum. Hukum yang adil adalah hukum yang memenuhi syarat atau tertentu “social-ideal”.

Ia menyatakan bahwa tujuan manusia ialah kebahagiaan. Keberadaan hukum diperlukan untuk menjaga agar tidak terjadi bentrokan kepentingan individu dalam mengejar kebahagiaan yang sebesar-besarnya. karena Jhering dikenal sebagai pandangan utilitarianisme yang bersifat sosial. Manusia berusaha memperoleh kebahagiaan melalui hal-hal yang membangkitkan nafsunya. untuk itu perlu ada batasan yang diwujudkan dalam hukum. Dengan kata lain. Tugas hukum adalah memelihara kebaikan dan mencegah kejahatan. Aliran Sejarah Tokoh-tokohnya antara lain Friedrich Carl von Savigny (1778-1861) dan Puchta (1789-1846). ia mengikuti Bentham. jikas tidak demikian. maka akan terjadi homo homini lupus (manusia menjadi serigala bagi manusia yang lain). j. Kemudian Mill lalu menganalisis hubungan antara kegunaan dan keadilan. Penulis lain yang tidak kalah pentingnya ialah John Stuart Mill yang lebih banyak dipengaruhi oleh pertimbangan psikologis. Sebagian dari pokok ajarannya ialah bahwa hukum itu tidak ./Modul/Fils. Pada hakekatnya.Doc. Oleh karena itu. Narotama Surabaya/V/2005 95 memperbanyak kebahagiaan dan mengurangi kesusahannya. Kebaikan adalah kebahagiaan dan kejahatan adalah kesusahan. Mill. tujuan hukum adalah untuk melindungi kepentingankepentingan. dengan melukiskannya sebagai pengejaran kesenangan dan menghindari penderitaan tetapi kepentingan individu dijadikan bagian dari tujuan sosial dengan menghubungkan tujuan pribadi seseorang dengan kepentingan-kepentingan orang lain. Pendapat lain dilontarkan Rudolf von Jhering yang menggabungkan antara utilitarianisme yang individual maupun yang sosial. Hk. Mill juga menolak pandangan Kant yang mengajarkan bahwa individu harus bersimpati pada kepentingan umum. dan positivisme hukum dari John Austin. ajaran Bentham dikenal sebagai utilitarianisme yang individual./Univ. untuk memelihara kegunaan. Dalam mendefinisikan kepentingan. jadi merupakan gabungan antara teori yang dikemukakan oleh Bentham. Bagi Jhering. perasaan individu akan keadilan dapat membuat individu itu menyesal dan ingin membalas dendam kepada tiap yang tidak menyenangkannya.

Paton memberikan sejumlah catatan terhadap pemikiran Savigny sebagai berikut: 5) Jangan sampai kepentingan dari golongan masyarakat tertentu dinyatakan sebagai volksgeist dari masyarakat secara keseluruhannya. Hk. bilden sich aus mit diesem. di samping itu juga hendak memberi tempat yang terhormat bagi hukum rakyat Jerman yang asli di negara Jerman sendiri. es wachst mit dem volke vort. tetap saja perlu ada yang menyusunnya kembali untuk diproses menjadi bentuk hukum. Tantangan von Savigny terhadap kodifikasi Perancis itu telah menyebabkan hampir satu abad lamanya Jerman tidak memiliki kodifikasi hukum perdata. termasuk penganut aliran sejarah dan sebagai murid von Savigny berpendapat bahwa hukum dapat berbentuk: 4) Langsung. karena walaupun volksgeist itu dapat menjadi bahan kasarnya.Doc./Univ. Narotama Surabaya/V/2005 96 dibuat. Von Savigny berkeinginan agar hukum Jerman itu berkembang menjadi hukum nasional Jerman. berupa adat-istiadat. . und strirbt endlich ab sowie das volk seineen eigentuum lichkeit verliert). Pengaruh pandangan von Savigny juga terasa sampai jauh ke luar batas negeri Jerman. 6) Tidak selamanya peraturan perundang-undangan timbul begitu saja./Modul/Fils. 7) Jangan sampai peranan hakim dan ahli hukum lainnya tidak mendapat perhatian. Sedang Puchta. berkembang bersama dengan rakyat. karena dalam kenyataannya banyak ketentuan mengenai serikat kerja di Inggris yang tidak akan terbentuk tanpa perjuangan keras. Banyak bangsa yang dengan sadar mengambil alih Hukum Romawi dan mendapat pengaruh dari Hukum Perancis. 8) Dalam banyak kasus peniruan memainkan peranan yang lebih besar daripada yang diakui oleh penganut Mazhab Sejarah. tetapi pada hakekatnya lahir dan tumbuh dari dan dengan rakyat. Sumber hukum intinya adalah hukum kebiasaan adalah volksgeist jiwa bangsa atau jiwa rakyat. Tulisan von Savigny sebenarnya merupakan reaksi langsung terhadap Thibaut . manakala rakyat kehilangan kepribadiannya (das recht wirdnicht gemacht. namun ia akan mati.

Sama halnya dengan pengolahan hukum oleh kaum Yuris. Negera mengesahkan hukum itu dengan membentuk undang-undang. yang berkuasa dalam negara tidak membutuhkan dukungan apapun. Ia berhak membentuk undang-undang tanpa bantuan kaum yuris. Yogyakarta. pikiran-pikiran mereka tentang hukum memerlukan pengesahan negara supaya berlaku sebagai hukum. Di lain pihak. Puchta membedakan pengertian “bangsa” ke dalam dua jenis. Puchta mengutamakan pembentukan hukum dalam negara sedemikian rupa./Univ. Aliran Sociological Jurisprudence Theo Huijbers. 1993. k. halaman 120-121. menurut Theo Huijbers dikatakan tidak jauh berbeda dengan Teori Absolutisme negara dan Positivisme Yuridis. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. keyakinan hukum yang hidup dalam jiwa bangsa harus disahkan melalui kehendak umum masyarakat yang terorganisasi dalam negara. Namun ketika pembentukan hukum tersebut masih berhubungan erat dengan jiwa bangsa (volksgeist) yang bersangkutan. Narotama Surabaya/V/2005 97 5) Melalui undang-undang. tanpa menghiraukan apa yang hidup dalam jiwa orang dan dipraktikkan sebagai adatistiadat. Dengan adanya pemikiran dan pandangan puchta yang demikian ini. yakni praktik hukum dalam adat-istiadat bangsa dan pengolahan ilmiah hukum oleh ahli-ahli hukum.6 Buku Puchta yang terkenal berjudul Gewohnheitsrecht. Adat-istadat bangsa hanya berlaku sebagai hukum sesudah disahkan oleh negara. Lebih lanjut. yaitu bangsa dalam pengertian etnis yang disebut “bangsa alam” dan bangsa dalam arti nasional sebagai kesatuan organis yang membentuk satu negara. sedangkan “bangsa alam” memiliki hukum sebagai keyakinan belaka. 6 . 6) Melalui ilmu hukum dalam bentuk karya para ahli hukum. Penerbit Kanisius. sehingga akhirnya tidak ada tempat lagi bagi sumber-sumber hukum lainnya. Hk./Modul/Fils. Adapun yang memiliki hukum yang sah hanyalah bangsa dalam pengertian nasional (negara).Doc. Menurut Puchta.

Untuk kepentingan yang ideal itu diperlukan kekuatan paksa yang dilakukan oleh penguasa negara. Benjamin Cardozo. Pendapat/pandangan dari Roscoe Pound ini banyak persamaannya dengan aliran Interessen Jurisprudence. Keadilan adalah lambang usaha penyerasian yang harmonis dan tidak memihak dalam mengupayakan kepentingan anggota masyarakat yang bersangkutan. Sosiologi Hukum merupakan cabang sosiologi yang mempelajari hukum sebagai gejala sosial. Kontorowics. Eugen Ehrlich.. Primat logika dalam hukum digantikan dengan primat “pengkajian dan penilaian terhadap kehidupan manusia (Lebens forschung und Lebens bewertung). yaitu pengaruh hukum terhadap masyarakat. Aliran ini berkembang di Amerika. Sosiologi hukum sebagai cabang sosiologi yang mempelajari pengaruh masyarakat kepada hukum dan dan sejauh mana gejala-gejala yang ada dalam masyarakat dapat mempengaruhi hukum di samping juga diselidiki juga pengaruh sebaliknya. Gurvitch dan lain-lain. . Sociological jurisprudence. atau secara konkritnya lebih memikirkan keseimbangan 7 Lili Rasjidi. antara lain: Roscoe Pound. cara pendekatannya bertolak dari hukum kepada masyarakat. sedang sosiologi hukum cara pendekatannya bertolak dari masyarakat kepada hukum. halaman 47. 7 Kata “sesuai” diartikan sebagai hukum yang mencerminkan nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat. Hk. Aliran Sociological Jurisprudence berbeda dengan Sosiologi Hukum. Roscoe Pound menganggap bahwa hukum sebagai alat rekayasa sosial (Law as a tool of social engineering and social controle) yang bertujuan menciptakan harmoni dan keserasian agar secara optimal dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia dalam masyarakat. Dengan rasio demikian. Op. Cit./Modul/Fils. sedang Sociological Jurisprudence merupakan suatu mazhab dalam filsafat hukum yang mempelajari pengaruh timbal balik antara hukum dan masyarakat dan sebaliknya./Univ.Doc. Narotama Surabaya/V/2005 98 Pendasar aliran ini. Dari 2 (dua) hal tersebut di atas (sociological jurisprudence dan sosiologi hukum) dapat dibedakan cara pendekatannya. pada intinya aliran ini hendak mengatakan bahwa hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup dalam masyarakat.

Yang menjadi unsur-unsur kekal dalam hukum itu hanyalah pernyataan-pernyataan akal yang terdiri dari atas pengalaman dan diuji oleh pengalaman. 7) Realisme adalah suatu konsep mengenai hukum yang berubah-ubah dan sebagai alat untuk mencapai tujuan sosial. Jerome Frank. Pengalaman dikembangkan oleh akal dan akal diuji oleh pengalaman .Doc. Realisme adalah suatu gerakan dalam cara berpikir dan cara bekerja tentang hukum. Pendasar mazhab/aliran ini ialah John Chipman. yang diumumkan dengan wibawa oleh badan-badan yang membuat undangundang atau mensahkan undang-undang dalam masyarakat yang berorganisasi politik dibantu oleh kekuasaan masyarakat itu. Hanya hukum yang sanggup menghadapi ujian akal agar dapat hidup terus. Sebab. l. Hk. Oliver Wendell Holmes. Gray. Maksudnya. Tidak ada sesuatu yang dapat bertahan sendiri di dalam sistem hukum. Friedman juga berpendapat bahwa Roscoe Pound juga dapat digolongkan ke dalam Pragmatic Legal Realism di samping masuk ke dalam Sociological Jurisprudence. Sementara itu./Univ. Pragmatic Legal Realism Salah seorang sarjana bernama Friedman membahas aliran ini dalam kaitannya sebagai salah satu subaliran dari positivisme hukum./Modul/Fils. Roscoe Pound juga berpendapat bahwa living law merupakan synthese dari these positivisme hukum dan antithese mazhab sejarah. Karl Llewellyn. Hukum adalah pengalaman yang diatur dan dikembangkan oleh akal. kedua liran tersebut ada kebenarannya. pangkal pikir dari aliran ini bersumber pada pentingnya rasio atau akal sebagai sumber hukum. private as well as public interest). maka tiap bagiannya harus . William James dan sebagainya. Llewellyn berpendapat bahwa Pragmatic Legal Realism bukan aliran tapi suatu gerakan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 6) Realisme bukanlah suatu aliran/mazhab. Hal ini disebabkan oleh pendapat atau pandangan Roscoe Pound yang mengatakan bahwa hukum itu adalah a tool of social engineering. Narotama Surabaya/V/2005 99 kepentingan-kepentingan (balancing of interest.

Hk. 9) Realisme telah mendasarkan pada konsep-konsep hukum tradisional oleh karena realisme bermaksud melukiskan apa yang sebenarnya oleh pengadilan-pengadilan dan orang-orangnya. maka hendaknya diperhatikan adanya nilai-nilai dan observasi terhadap nilai-nilai itu haruslah seumum mungkin dan tidak boleh dipenuhi oleh kehendak observer maupun tujuan-tujuan kesusilaan. 7) Menggantikan katagori-katagori hukum yang bersifat umum dengan hubungan-hubungan khsusus dari keadaan-keadaan yang nyata. Sesuai dengan keyakinan ini. 8) Realisme mendasarkan ajarannya atas pemisahan sementara antara sollen dan sein untuk keperluan suatu penyelidikan agar penyelidikan itu mempunyai tujuan. 8) Cara pendekatan seperti tersebut di atas mencakup juga penyelidikan tentang faktor-faktor/unsur-unsur yang bersifat perseornagan maupun umum dengan penelitian atas kepribadian sang hakim dengan disertai data- . Narotama Surabaya/V/2005 100 diselidiki mengenai tujuan maupun hasilnya. maka realisme menciptakan penggolongan-penggolongan perkara dan keadaan-keadaan hukum yang lebih kecil jumlahnya daripada jumlah penggolongan-penggolongan yang ada pada masa lampau. Pendekatan yang harus dilakukan oleh gerakan realisme untuk mewujudkan program tersebut di atas telah digariskan sebagai berikut: 5) Keterampilan diperlukan bagi seseorang dalam memberikan argumentasinya yang logis atas putusan-putusan yang telah diambilnya bukan hanya sekedar argumen-argumen yang diajukan oleh ahli hukum yang nilainya tidak berbobot. 6) Mengadakan perbedaan antara peraturan-peraturan dengan memperhatikan relativitas makna peraturan-peraturan tersebut. Hal ini berarti bahwa keadaan sosial lebih cepat mengalami perubahan daripada hukum./Modul/Fils. 10) Gerakan realisme menekankan pada perkembangan setiap bagian hukum haruslah diperhatikan dengan seksama mengenai akibatnya./Univ.Doc. Untuk itu dirumuskan definisidefinisi dalam peraturan-peraturan yang merupakan ramalan umum tentang apa yang akan dikerjakan oelh pengadilan-pengadilan.

dan moril. yakni Roscoe Pound dan benjamin Cardozo dalam bukunya yang berjudul “The nature of the juridical process” mengambil pendirian yang lebih moderat. Pradnya Paramita. hukum dapat dibagi menjadi dua. yakni wawasan sosiologis. Sifat normatif hukum agak dikesampingkan. “The path of Law” berasal dari Holmes. Penerbit PT. Terhadap sikap yang agak ekstrim dari kedua tokoh tersebut. Bagian I. Pendorong utama perilaku Hakim atau pejabat-pejabat hukum segarusnya berpijak pada moral positif dan kemaslahatan masyarakat (social advanrage). Bagi Frank. yaitu hukum yang senyatanya dan hukum yang mungkin (actual law and probable law).8 Mengenai aliran Pragmatic Legal Realism yang berkembang pada waktu itu dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam. 1997. 4) Aliran Realisme Skandinavia Di Skandinavia. Filsafat Hukum. yakni. Jakarta./Univ. Realisme Skandinavia adalah dasar-dasar filsafat yang memberikan kritik-kritik terhadap dasar-dasar metafisika hukum (Skandinavian Soetiksno. Peraturan-peraturan hukum dan asas-asas hukum tidak lain adalah semacam stimuli yang mempengaruhi perilaku hakim yang dapat dilihat dalam putusan-putusan hakim. sedang “Law in the modern mind” berasal dari Jerome Frank.Doc. Hk. simpati maupun antipati pribadi (Frank). prasangka politis. 8 . hanyalah sebatas persamaan nama saja. ekonomis. Hukum pada hakekatnya adalah berupa pola perilaku/tindakan (pattern of behaviour) nyata dari hakim dan petugas/pejabat hukum (law officials) lainnya. halaman 77. Narotama Surabaya/V/2005 101 data statistik tentang ramalan-ramalan apa yang akan diperbuat oloeh pengadilan dan lain-lain. Walaupun istilah realisme sering dipergunakan untuk gerakan cara berfikir di Skandinavia akan tetapi persamaan nama dengan gerakan cara berfikir di Amerika Serikat. di samping faktor-faktor lain./Modul/Fils. para sarjana hukum modern mengembangkan cara berfikir tentang hukum yang memiliki ciri khas ala Skandinavia yang tidak ada persamaannya di negara-negara lain. yaitu: 3) Aliran Realisme Hukum Amerika Tokoh-tokohnya adalah Oliver Wendell Holmes dan Jerome Frank.

9 keberadaan realisme Skandinavia telah memberikan sumbangan yang amat besar kepada teori hukum. Menurut Hargerstrom dan kawan-kawan. Dalam caranya memberi kritik dan pengupasan prinsip-prinsip pertama yang seringkali sangat abstrak. Narotama Surabaya/V/2005 102 realism is essentialy a philosophical critique of the metaphysical foundations law)./Modul/Fils. yaitu tentang penggunaan pengertian kehendak kolektif. mereka menolak pendirian yang mengatakan bahwa ketentuan-ketentuan tentang hukum dapat disalurkan secara memaksa dari prinsip-prinsip tentang keadilan yang tidak adapat diubah. satu kehendak umum atau kehendak negara (a collective or general will or of the state) oleh ilmu hukum analitis./Univ. halaman 86. Para ahli hukum tersebut di atas menolak adanya pengertian-pengertian mutlak tentang keadilan yang menguasai dan yang memberi pedoman pada sistem-sistem hukum positif. dan cara mereka membuktikan legitimitas (dasar hukum) kekuasaan negara tersebut menurut Hargerstrom dan kawan-kawan adalah pada dasarnya sama dengan cara-cara yang dipergunakan filsafat hukum kodrat. Latihan Soal 9 Ibid. Hk. Lundstedt. Adanya persamaan cara pendekatan antara penganut-penganut gerakan relaisme Skandinavia diusebabkan oleh pengaruh dari Axel Hagestrom terhadap tokoh-tokoh gerakan realisme Skandinavia pada waktu itu.Doc. Mengenai nilai-nilai hukum gerakan realisme Skandinaviamempunyai pendirian yang sama dengan filsafat relativisme. Gerakan ini menolak cara pendekatan yang dipergunakan oleh kaum realis Amerika Serikat yang mempunyai nilai rendah.. sekalipun pengaruh Axel tidak sebesar Ross. pengertian-pengertian tersebut adalah semacam satu pengertian gaib yang dipergunakan mereka untuk memberi dasar hukum pada kemahakuasaan orang-orang yang memegang perintah negara. . 4. Menureut Friedman. grakan realis mempunyai ciri-ciri yang mirip sekali dengan ciri-ciri Filsafat Hukum Eropa. yaitu Oliverscrona.

serta sebutkan dan jelaskan ke-4 hukum menurut Thomas Aquinas? c./Modul/Fils. Mengapa hukum alam dianggap lebih tinggi dari hukum yang sengaja dibentuk oleh manusia? Jelaskan! b.! f. Apa yang melatarbelakangi Thomas Aquinas membagi hukum menjadi 4. Hk.Doc. Siapakah pendasar aliran Utilitarianisme dan bagaimana pula pendapat atau pandangan para ahli hukum penganut aliran Utilitarianisme terhadap hukum? Sebut dan jelaskan! e./Univ. Adakah perbedaan pendapat antara Karl von Savigny dan Puchta? Jelaskan jawaban Sdr. Ada berapa pandangan realisme hukum? Di manakah pertama kali realisme hukum itu timbul? Jelaskan perbedaannya masing-masing! . Narotama Surabaya/V/2005 103 a. Mengapa dalam aliran hukum positif timbul aliran analitis dan murni dan bagaimana pula perbedaan yang menonjol antara dua liran tersebut? Jelaskan! d.

Darji & Shidarta. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Pradnya Paramita./Univ. 1993. Yogyakarta. Hk. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Theo Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. Gramedia Pustaka Utama./Modul/Fils. Bagian I. 1990. Penerbit PT. . Filsafat Hukum. halaman. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. 1997. Citra Aditya Bakti Bandung. Penerbit PT. Universitas Diponegoro. Soetiksno. 1997. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Jakarta. Jakarta. Rasjidi. Lili. Soehardjo Sastrosoehardjo. Penerbit Kanisius. Narotama Surabaya/V/2005 104 DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Huijbers.Doc. 1995. Semarang. Penerbit PT.

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

105

BAB IV PENGERTIAN DAN TUJUAN HUKUM SECARA FILOSOFIS Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat: 1. Memahami berbagai pengertian hukum secara filosofis. 2. Memahami berbagai tujuan hukum secara filosofis. Tujuan Instruksional Khusus: 1. Menyebutkan dan menjelaskan konsepsi hukum menurut Roscoe Pound. 2. Menyebutkan dan menjelaskan tujuan hukum secara tradisional. 3. Menyebutkan dan menjelaskan tujuan hukum secara modern.

2. Konsepsi Hukum Menurut Roscoe Pound Roscoe Pound sebagai salah seorang pendasar aliran Sociological

Jurisprudence yang tumbuh dan berkembang di Amerika Serikat, memiliki 12 (dua belas) konsepsi tentang hukum. Kedua belas konsepsi hukum yang dikemukakan oleh Pound tersebut dipergunakan untuk menjelaskan gagasan tentang hak-hak asasi yang sebenarnya berguna untuk menerangkan untuk apa sebenarnya hukum itu, dan menunjukkan bahwa seberapa mungkin harruslah sedikit hukum itu, karena hukum merupakan satu kekangan terhadap kebebasan manusia, dan kekangan itu walaupun hanya sedikit menuntut pembenaran yang kuat. Hal inilah yang melatarbelakangi adanya 12 konsepsi Pound tentang

hukum, karena gagasan untuk apa hukum itu terkandung sebagian besarnya di dalam gagasan tentang apa hukum itu, maka satu tinjauan pendek mengenai gagasan tentang sifat hukum dipandang dari pendirian ini akan sangat berguna dalam mepelajari tujuan hukum dari segi filososfis. Adapun ke-12 konsepsi Pound tentang hukum tersebut terdiri dari:1

Roscoe Pound, Pengantar Filsafat Hukum, (Terj.) Muhammad radjab, Penerbit Bhratara, Jakarta, 1996, halaman 28-32.

1

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

106

a. Pertama, boleh kita kemukakan gagasan tentang satu kaidah atau sehimpunan kaidah yang diturunkan oleh Tuhan untuk mengatur tindakan manusia, misalnya undang-undang Nabi Musa, atau undang-undang Hammurabi, yang diturunkan oleh Dewa Matahari setelah selesai disusun, atau undang-undang Manu yang didiktekan kepada para budiman oleh putra Manu, Bhrigu namanya, di depan Manu sendiri dan atas petunjuknya. b. Ada satu gagasan tentang hukum sebagai satu tradisi dari kebiasaan lama yang ternyata dapat diterima oleh dewa-dewa dan karena itu menunjukkan jalan yang boleh ditempuh manusia dengan amannya. Sebab manusia primitif, yang menganggap dirinya dilingkungi oleh kekuatan gaib di dalam alam yang banyak tingkah dan suka membalas dendam, terus-menerus dalam ketakutan kalau-kalau ia melanggar sesuatu yang dilarang oleh mahkluk gaib. Dengan demikian ia dan orang sekampungnya akan dimarahi oleh mahkluk gaib tersebut. Kesalahan umum menuntut supaya orang melakukan hanya apa yang diperbolehkan, dan melakukan menurut cara yang digariskan oleh kebiasaan yang sudah lama dituruti, setidaknya jangan melakukan apa yang tidak disenangi oleh dewa-dewa. Hukum adalah himpunan perintah yang tradisional akan dicatat, yang di alam kebiasaan itu dipelihara dan dinyatakan. Bilamana kita menjumpai sehimpunan hukum primitif yang merupakan tradisi golongan dipunyai oleh satu oligarchi politik, boleh jadi ia akan dianggap sebagai tradisi golongan, persis seperti sehimpunan tradisi yang sama tetapi dipelihara oleh ulama atau pendeta, pasti akan dipandang sebagai yang telah diwahyukan oleh Tuhan. c. Gagasan ini rapat dengan yang kedua, yakni memahamkan hukum sebagai kebijaksanaan yang dicatat dari para budiman di masa lalu yang telah dipelajari. Jalan yang selamat, atau jalan kelakuan manusia yang disetujui oleh Tuhan. Apabila satu kebiasaan tradisional dari keputusan dan kebiasaan tindakan telah dituliskan dalam kitab undang-undang primitif, mungkin dia akan dianggap sebagai hukum. Demosthenes yang hidup dalam abad kekempat sebelum Masehi dapat melukiskan hukum Athena dengan katakata tadi.

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

107

d. Hukum dapat dipahamkan sebagai satu sistem asas-asas yang ditemukan secara filasaft, yang menyatakan sifat benda-benda, dan karena itu manusia harus menyesuaikan kelakuannya dengan sifat benda-benda itu.

Demikianlah, gagasan sarjana hukum Romawi, yang sebenarnya merupakan cangkokan dari gagasan kedua dan ketiga tadi, dan dari satu teori politik tentang hukum sebagai perintah dari bangsa Romawi; dan semuanya dirukunkan dengan memahamkan tradisi dan kebijaksanaan yang tercatat dan perintah bangsa-bangsa yang semata-mata sebagai pernyataan atau pencerminan dari asas-asas yang dicari kepastiannya secara filsafat, harus diukur, dibentuk, ditafsirkan , dan ditambah oleh yang tigta tadi. Setelah diolah oleh ahli-ahli filsafat ini, konsepsi yang tersebut tadi kerapkali mendapat bentuk lain, e. Sehingga kelima hukum dipandang sebagai satu himpunan penegasan dan pernyataan dari satu undang-undang kesusilaan yang abadi dan tidak berubah-ubah. f. Ada satu gagasan mengenai hukum sebagai satu himpunan persetujuan yang dibuat manusia di dalam masyarakat yang diatur secara politik, persetujuan yang mengatur hubungan antara yang seorang dengan yang lainnya. Ini adalah suatu pandangan demokratis tentang identifikasi hukum dengan kaidah hukum, dan karena itu dengan pengundangan dekrit dari negara kota yang diperbincangkan di dalam buku Minos dari Plato. Sudah

sewajarnyalah Demosthenes menganjurkan kepada satu juri di Athena. Sangat mungkin dengan teori serupa itu, satu gagasan filsafat akan menyokong gagasan politik dan kewajiban moril yang melekat pada suatu janji akan dipergunakan untuk menunjukkan mengapa orang harus menepati persetujuan yang mereka buat di dalam majelis rakyat. g. Hukum dipikirkan sebagai satu pencerminan dari akal Illahi yang menguatkan alam semesta ini; satu pencerminan dari bagian yang menentukan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai satuan yang berkesusilaan, yang berbeda dengan yang masih dilakukan, yang ditujukan kepada mahkluk lain selain manusia. Begitulah konsepsi Thomas

yang mempunyai penganut banyak sampai abad ke-17 dan semenjak itu masih besar pengaruhnya. dan perintah itu pada tingkat terakhir berdasarkan apa saja yang dianggap terdapat di belakang wewenang dari yang berdaulat. Demikianlah dia dicocokkan dengan satu teori politik tentang kedaulatan rakyat yang menurut teori itu. Gagasan ini yang dianut dalam salah satu bentuk oleh mazhab sejarah. Menurut anggapan pada masa itu. yang diberikan kepada kemauan orang-orang lain. tentang bagaimana orang harus bertindak di dalam masyarakat itu. Cara berfikir serupa itu cocok dengan pikiranpikiran ahli-ahli hukum yang giat menyokong kekuasaan raja dalam memusatkan kerajaan Perancis pada abad ke-16 dan ke-17./Univ. Hk. ditemukan oleh pengalaman manusia yang menunjukkan. atau sebagai pengganti Raja Perancis pada waktu Revolusi Perancis. Rupanya dia sesuai dengan keadaan di sekitar kekuasaan tertinggi Parlemen di tanah Inggris sesudah tahun 1688 dan menjadi teori hukum Inggris yang kolot.Doc. Narotama Surabaya/V/2005 108 Aquino. Demikianlah anggapan-anggapan sarjana-sarjana Romawi pada masa republik dan masa klasik mengenai hukum positif. dan dengan perantaraan ahli-ahli hukum itu masuklah cara berfikir itu ke dalam hukum publik. i. pengalaman manusia yang menemukan prinsip hukum ditentukan dengan sesuatu cara . bahwa kemauan tiap manusia perseorangan akan mencapai kebebasan sesempurna mungkin yang sejalan dengan kebebasan serupa itu pula./Modul/Fils. Satu gagasan yang menganggap hukum sebagai satu sistem pemerintah. h. dan hal in terjadi hampir di sepanjang abad yang lalu. telah membagi ksetiaan sarjana hukum kepada teori hukum sebagai perintah dari pemegang kedaulatan. maka Institutiones dari Kaisar Justinianus dapat menetapkan bahawa kemauan kaisar mempunyai keuatan satu undang-undang. Dan karena Kaisar memegang kedaulatan rakyat Romawi yang diserahkan kepada baginda. Hukum telah dipahamkan sebagai satu himpunan perintah dari penguasa yang berdaulat di dalam satu masyarakat yang disusun menurut satu sistem kenegaraan. rakyat dianggap sebagai pengganti parlemen untuk memegang kedaulatan pada waktu Revolusi Amerika.

Hukum dipahamkan sebagai sehimpunan atau sistem kaidah yang dipikulkan atas manusia di dalam masyarakat oleh satu kelas yang berkuasa untuk sementara buat memajukan kepentingan kelas itu sendiri./Univ. pada gilirannya ditentukan oleh kepentingan mereka sendiri. dengan tulisan dan putusan itu kemauan tiap orang yang bertindak diselaraskan dengan kehendak orang lain. dan hukum adalah akibat dari pekerjaan tenaga atau hukum yang terlibat atau menentukan perjuangan serupa itu. baik dilakukan dengan sadar maupun tidak sadar. Di dalam betuk Positivistis-Analistis. Hk. j./Modul/Fils. yang ditemukan secara filsafat dan dikembangkan sampai pada perinciannya oleh tulisan-tulisan sarjana hukum dan putusan pengadilan. Interpretasi ekonomis dari hukum ini banyak bentuknya. satu gagasan tentang kebebasan yang mewujudkan dirinya di dalam pelaksanaan peradilan oleh manusia. hukum dipandang sebagai perintah dari pemegang kedaulatan. tetapi perintah itu seperti yang ditentukan isi ekonomisnya oleh kemauan kelas yang berkuasa. Prosesnya ditentukan oleh pengembangan suatu gagasan mengenai hak dan keadilan.Doc. yang dipikirkannya adalah pengembangan satu gagasan ekonomi yang tak dapat dihindarkan. atau oleh kerja-kerja hukum yang biologis atau psikologis atau tentang sifat-sifat jenis bangsa. Cara berfikir ini muncul pada abad ke-19 sesudah ditinggalkan teori hukum alam dalam bentuk yang mempengaruhi pikiran hukum selama dua abad. Orang menganggap hukum itu sebagai satu sistem asas-asas. yang dengan perantaraan tulisan dan putusan itu kehidupan lahir manusia diukur oleh akal. dan filsafat diminta untuk memberikan satu terhadap kritik susunan sistematik dan perkembangan detail. yang kemudian menghasilkan sistem hukum daru suatu masa dan suatu bangsa yang bersangkutan. Narotama Surabaya/V/2005 109 yang tak dapat dielakkan lagi. Ini bukanlah soal daya upaya manusia yang dilakukannya dengan sadar. atau pada taraf lain. k. Semua bentuk ini terdapat dalam masa . Di dalam satu bentuk sosiologis mekanis. pikirannya dihadapkan pada perjuangan kelas atau satu perjuangan untuk hidup di lapangan perekonomian. Di dalam satu bentuk yang idealistis.

yang lebih besar kepada teori-teori sosiologi. 1995. yang dapat ditemukan oleh pengamatan. Pound membuat penggolongan atas kepentingan-kepentingan yang harus dilindungi oleh hukum sebagai berikut:2 4) Kepentingan Umum (Public Interest).Doc. Gramedia Pustaka Utama. dan orang mulai mencoba menghubungkan ilmu hukum dengan ilmu-ilmu sosial lainnya. halaman 129130. l. Untuk itu. Teori type ini terdapat pada akhir abad ke-19. dinyatakan dalam perintah yang disempurnakan oleh pengalaman manusia mengenai apa yang akan terpakai dan apa yang tidak terpakai di dalam penyelenggaraan peradilan. yang ditemukan oleh pengamatan. Keduabelas konsepsi tentang hukum tersebut terkait dengan teorinya yang dikenal dengan “Law as a tool of social engineering”. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia./Univ. Apabila gagasan bahwa hukum dapat mencukupkan keperluan sendiri telah ditinggalkan. Ini adalah akibat lagi dari suatu kecenderungan dalam tahun mutakhir yang hendak mempersatukan ilmu-ilmu sosial. terdiri dari: Darji Darmodiharjo & Shidarta. Jakarta. tatkala orang mulai mencari dasar fisik dan biologis. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. yang ditemukan oleh perenungan filsafat. dan satu percobaan hendak membentuk satu teori tentang pembuatan undang-undang oleh badan legislatif dianggap memberikan uraian tentang semua hukum. Penerbit PT. dan bukan lagi dasar metafisik. Hk. Akhirnya ada satu gagasan tentang hukum sebagai perintah dari undangundang ekonomi dan sosial yang berhubungan dengan tindak-tanduk manusia di dalam masyarakat. mirip seperti yang dilakukan oleh sarjana hukum metafisika./Modul/Fils. Satu bentuk lain menemukan satu kenyataan sosial yang terakhir dengan pengamatan dan mengembangkan kesmpulan yang logis dari kenyataan itu. Narotama Surabaya/V/2005 110 peralihan dari stabilitas kematangan hukum ke satu masa pertumbuhan baru. yang lebih dulu menonjol ialah hubungan dengan ilmu ekonomi. Tambahan lagi pada masa undang-undang banyak dibuat peraturan perundang-undangan yang dundangkan mudah dianggap orang sebagai type darimperintah hukum. 2 .

klasifikasi tersebut membantu menghubungkan antara prinsip hukum dan praktiknya. Oleh karena itu. Dengan kata lain. Kedua./Modul/Fils.Doc. kita mengenal tiga gagasan dalam sejarah hukum. d) kepentingan negara sebagai penjaga kepentingan masyarakat. i) pencegahan pelanggaran hak. yaitu: Pertama./Univ. Pound dapat pula digolongkan ke dalam alairan Utilitarianisme dalam kapasitasnya sebagai penerus Jhering dan Bentham. klasifikasi tersebut membantu menjelaskan premis-premis hukum. 2. sehingga membuat pembentuk undng-undang. 5) Kepentingan Masyarakat (Social Interest): f) kepentingan akan kedamaian dan ketertiban. hakim. yaitu berupa pendekatan terhadap hukum sebagai ke arah tujuan sosial dan sebagai alat dalam perkembangan sosial. Hk. dan pengajar hukum menyadari prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang terkait dalam tiap-tiap persoalan khusus. f) kepentingan hak milik. h) pencegahan kemerosotan akhlak. pengacara. Pound mengikuti garis pemikiran yang berasal dari von Jhering dan Bentham. Ketertiban Hukum Tujuan hukum yang paling sederhana ialah hukum diadakan supaya terjaga ketenteraman dalam masyarakat tertentu. j) kesejahteraan sosial. Dari klasifikasi tersebut dapat ditarik dua hal penting. tujuan hukum yang demikian ini . Tujuan Hukum Secara Tradisional Tujuan hukum sudah timbul di dalam pemikiran yang sadar. d. g) perlindungan lembaga-lembaga sosial. dilihat dari hal tersebut. Narotama Surabaya/V/2005 111 c) kepentingan negara sebagai badan hukum. 6) Kepentingan Pribadi (Private Recht): d) kepentingan individu. Penggolongan kepentingan tersebut sebenarnya merupakan kelanjutan dari apa yang telah dilakukan Jhering. e) kepentingan keluarga.

Sehingga dimungkinkan terjadi benturan-benturan kepentingan. Tujuan Konstruktif: Tujuan ini berkembang pada saat hukum dagang memberikan efek kepada apa yang dilakukan orang menurut kehendaknya. antara orang-orang yang sekutu. Tujuan Hukum Secara Modern Seiring dengan perkembangan ekonomi dalam masyarakat. e. f. yang acapkali di dalamnya terjadi benturanbenturan kepentingan sehingga timbul perselisihan. alasannya ialah bahwa perdamaian antara kekerabatan yang satu dengan kekerabatan lain ./Univ. semakin terasa akan adanya perlindungan hukum untuk kegiatan yang terkait ekonomi. Hk. dan dipelihara dengan mengorbankan apa saja. Tujuan Penyingkiran Pembatasan Kegiatan Ekonomi yang Bebas: Hukum ditujukan untuk menyingkirkan pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang bebas. yaitu: d. hukum dibentuk. Oleh karena itu. yang menilik niat bukan di tempatnya . Menjaga Perdamaian: Tujuan hukum ialah untuk menjga perdamaian dalam keadaan bagaimana saja. e. Mencegah Pergeseran dalam Masyarakat: Tujuan hukum ketiga ini timbul. sementara itu orang-orang yang memiliki kekerabatan masih berkuasa. Hal ini disebabkan sistem kekerabatan semakin hilang dan digeser oleh orang-orang yang kehilangan kekerabatan serta para pendatang./Modul/Fils. dan penduduk yang bertambah banyak. Narotama Surabaya/V/2005 112 sangat penting artinya bagi masyarakat. karena dalam masyarakat yang disusun dalam suatu kekerabatan. untuk mencegah pergeseran anatar sesama masyarakat. sehingga gagasan mengenai tujuan hukum ketiga dapat juga disebut untuk menjaga ketertiban sosial. 3.Doc. yang bertumpuk-tumpuk selama jaman pertengahan sebagai insiden dari sistem kewajiban di dalam hubungan antar manusia dan sebagai pengucapan dari gagasan tentang penetapan orang masing-masing di dalam suatu masyarakat yang statis. Pengertian hukum yang demikian ini disebut sebagai hukum yang primitif.

timbul pandangan hukum adalah keburukan. Hk. Tujuan konstruktif ini dikembangkan dari hukum Romawi dan kebiasaan saudagar dengan perantaraan teori hukum mengenai hukum alam./Modul/Fils. Sebut dan jelaskan secara singkat keduabelas konsepsi hukum yang dikemukakan oleh Roscoe Pound! c.Doc./Univ. f. Menjaga Kestabilan: Pada akhir abad ke-19. karena pada hakekatnya hukum mengekang kebebasan orang. Oleh karena itu pada akhir abad ke-19 gagasan hukum yang ada dipergunakan untuk mencapai kebebasan secara maksimum. sehingga para sarjana hukum dan pembuat undang-undang dengan senang hati membiarkan masyarakat melakukan kemauannya untuk mencapai kesenangannya maupun kesengsaraannya. Latihan Soal a. 3. Di mana letak perbedaan tujuan hukum yang tradisional dan yang modern? . Mengapa Roscoe Pound juga digolongkan ke dalam tokoh aliran Utilitarianisme? Jelaskan! d. yang menafsirkan keamanan umum sebagai keamanan bagi transaksi dan mencoba melaksanakan kemauan tiap orang untuk menciptakan akibat hukum. Ada berapa konsepsi hukum yang dikemukakan oleh Roscoe Pound? b. Narotama Surabaya/V/2005 113 bentuknya.

Penerbit PT./Univ. Jakarta.) Muhammad radjab. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Penerbit Bhratara. 1996. Pengantar Filsafat Hukum. Darji & Shidarta. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. 1995.Doc. Darmodiharjo. Gramedia Pustaka Utama. (Terj. Jakarta. Hk. Narotama Surabaya/V/2005 114 DAFTAR PUSTAKA Pound. Roscoe./Modul/Fils. .

4. Narotama Surabaya/V/2005 115 BAB V KEADILAN DAN HUKUM YANG BENAR DAN ADIL Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat : 1. Filsafat Hukum. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini mahasiswa mampu: 3. 2. Concept of virtue inilah yang menghadirkan pengertian keimbangan (balance) dan harmoni sebagai suatu ukuran pada masyarakat maupun perorangan yang adil. sedang Aristoteles mencoba mendekatinya dan menganalisis berdsarkan ilmu dan prinsip-prinsip rasional dengan latar belakang type masyarakat politik dan peraturan-peraturan hukum yang ada pada waktu itu. keadilan merupakan pengertian yang tercipta pada perpaduan antara keimbangan dan harmoni sebagai suatu ukuran. Memahami pengertian hukum yang benar dan adil. Menyebutkan bermacam-macam arti keadilan./Univ. Menyebutkan kriteria hukum yang benar dan adil. yang meliputi suatu pengertian yang sudah mencakup segala-galanya dan darimana keadilan merupakan suatu bagiannya.1 Plato mencoba mengemukakan konsepsinya tentang keadilan dari “inspirasi”. Hal yang menghubungkan mereka adalah concept of virtue. Arti Keadilan Membicarakan hukum tidak lepas dari kata “keadilan” yang sudah ada sejak jaman Yunani Kuno. Bagian I./Modul/Fils. Masalah keadilan sudah mulai disinggung pada saat Plato dan Aristoteles melontarkan pemikiran-pemikirannya yang menjadi latar belakang perenungan tentang keadilan yang menguasai filsafat hukum. Memahami bermacam-macam arti keadilan.Doc. Penerbit PT. Jakarta. 2. yaitu sifat baik. Dengan perkataan lain. Hk. sehingga dari sini tidak jarang pula antara keimbangan dan harmoni terpisah jalan keadilannya. halaman 11. Soetiksno. 1997. 1 . Pradnya Paramita.

Hk. Keadilan Korektif (Corrective Justice/Commutative Justice). halaman 154. b.Doc. 4 Bandingkan dengan Darji Darmodiharjo & Shidarta. Gramedia Pustaka Utama. yang ditandai dengan sifat-sifat berikut ini:3 a.terutama untuk ukuran prinsip-prinsip teknis yang mengatur administrasi hukum. Kata adil dapat berarti menurut hukum dan apa yang sebanding. Dalam menganalisis keadilan. Penerbit Kanisius./Modul/Fils. 2 . Keadilan distributif (Distributive Justice). Yogyakarta. Op. Untuk mengutamakan dimanakah letak keseimbangan yang tepat antara orang-orang digunakan ukuran kesamaan yang dihitung secara aritmetis dan geometris. 3 Theo Huijbers. Sedang menurut Aristoteles. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. yaitu: 4 c. Hal senada juga dikatakan oleh Aristoteles bahwa seorang dikatakan berlaku tidak adil apabila orang tersebut mengambil lebih dari bagian yang semestinya ia terima. Jakarta. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. halaman 29. d. Cit. Demikian pula kata tidak adil dapat ditujukan kepada orang yang mengabaikan hukum. Aristoteles membagi keadilan menjadi dua. Keadilan menentukan bagaimanakah hubungan yang baik antara orangorang yang satu dengan yang lain.2 Keadilan dapat pula diartikan sebagai keutamaan moral khusus. 1995. yaitu diusahakan supaya dalam mengejar keuntungan tercipta keseimbangan antara dua belah pihak. yang menentukan sikap manusia pada bidang tertentu. Pertanyaan tentang apa keadilan mulai dijawab oleh Ulpianus (200 M) yang mengatakan bahwa keadilan adalah kehendak yang ajeg dan tetap untuk memberikan kepada masing-masing bagiannya. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Narotama Surabaya/V/2005 116 Menurut Plato. yaitu memberi petunjuk tentang pembagian barang-barang dan kehormatan pada masing-masing orang menurut tempatnya. oleh karena itu keadilan menurut hukum dikatakan sebagai keadilan umum. Darji Darmodiharjo & Shidarta. harmoni adalah suatu yang ada di tengah-tengah antara dua keadaan yang ekstrem. c.. harmoni adalah suatu keadaan dari dalam yang tidak dapat dianalisis dengan akal. halaman 155./Univ. Penerbit PT. Keadilan berada di tengah dua ekstrem. 1993.

yaitu: c. Oleh karena itu tindakan-tindakan tersebut harus diukur dengan ukuran yang obyektif. Pemikir aliran hukum alam lainnya ialah Thomas Aquino. Kontribusi Aristoteles berikutnya. summa injuria. d. ialah pembedaan antara keadilan abstrak dan kepatutan (equity). memberi penjelasan adanya bermacam-macam hukum positif. Namun relativitas keadilan sering mengaburkan tujuan hukum lain. Sedang hukum positif mendapat kekuatannya karena ditentukan sebagai hukum. yaitu: 4) keadilan distributif. hukum terpaksa membuat aturanaturan yang berlaku umum. Perbedaannya ialah. yaitu kepastian hukum. Selain membagi keadilan menjadi dua. Aristoteles juga memberikan kontribusi lain. yatu membuat perbedaan antara keadilan menurut hukum kodrat dan hukum poisitif. Narotama Surabaya/V/2005 117 untuk itu harus ada ukuran umum guna memperbaiki akibat-akibat tindakan tanpa memperhatikan siapa orangnya yang berkepentingan. Keadialan Umum (Justitia Generali). dan seringkali bertindak kejam terhadap soal-soal perseorangan. Hukum kodrat mendasrkan kekuatannya pada pembawaan manusia yang sama di manapun juga dan untuk waktu kapanpun. Kaum Positivis (aliran Positivisme) memandang keadilan sebagai tujuan hukum. yaitu keadilan atas dasar kesamaan. adil atau tidak adil. adlah keadilan menurut kehendak masing-masing yang harus ditunaikan menurut kepentingan umum. Sedang equity melunakkan kekerasan dengan memperhatikan halhal yang benar tentang sesuatu undang-undang. 5) keadilan komutatif. 6) keadilan vindikatif. Ungkapan tersebut berawal dari ketidakpercayaan . Hal ini sesuai dengan adagium “Summun jus. Hk. summa lex.Doc. karana hal ini adalah masalah keabadian dari filsafat hukum./Univ. membagi keadilan menjadi 2. yaitu hukum yang keras akan dalam melukai kecuali keadilan dapat menolongnya./Modul/Fils. Keadilan Khusus. yang dibedakan lagi menjadi 3. summa crux”.

Sedangkan tolok ukur adil atau tidak adilnya tata hukum dibentuk dalam masyarakat./Univ. Sehingga hukum merupakan perwujudan dari keadilan. Hk.Doc. sebab kebudayaan merupakan perwujudan dari nilai-nilai realitas alam.5 Alasan yang dipergunakan Radbruch ialah bahwa hukum merupakan unsur kebudayaan. Dalam mewujudkan adanya hukum yang benar dan adil ini. sedikitnya merupakan usaha ke arah terwujudnya keadilan. sebab isi hukum sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. aspek ini menjamin bahwa hukum dapat berfungsi sebagai peraturan yang harus ditaati.. Radbruch membagi keadilan menjadi 3 (tiga) aspek. Tujuan keadilan atau finalitas. . Ia berusaha menyeberangi jurang bidang “ada” (sein) dan bidang “harus” (sollen) dengan menerima bahwa suatu bidang terkandung kedua bidang tersebut untuk mencapai apa yang disebut dengan kebenaran. yaitu: a./Modul/Fils. karena keadilan yang tertinggi adalah ketidakadilannyang tertinggi pula. 3. karena ada dasar lain. yakni nilai keadilan. namun tolok ukur tersebut belumlah cukup. bidang kebudayaan tidak hanya terletak di antara dua bidang tersebut. Cit. dan Radbruch hendak menerapkan teori ini pada hukum. halaman 162. artinya keadilan merupakan persamaan hak untuk semua orang di depan pengadilan. tetapi menggabungkan kedua bidang itu juga. 5 Theo Huijbers. aspek ini menentukan isi hukum. Hukum Yang Adil dan Benar Gambaran mengenai hukum yang adil dan benar dapat diketemukan dalam pemikiran yang dikemukakan oleh Gustav Radbruch. seorang politikus dan sarjana hukum dari Jerman. c. maka seperti unsur-unsur kebudayaan lain. b. Menurut Radbruch. Narotama Surabaya/V/2005 118 kaum positivis terhadap keadilan yang sebenarnya. yaitu dasar hukum sebagai hukum. Op. Keadilan dalam arti sempit. hukum diwujudkan dalam satu nilai. Kepastian hukum atau legalitas.

Penerbit Kanisius. Tentang suatu hukum yang adil dan benar? Bagaimana pula kaitannya dengan keberadaan UU No. Sebutkan pengertian keadilan menurut para penganut aliran hukum alam dan positivisme ! b. Sebaliknya apabila adil merupakan unsur regulatif bagi hukum.Doc. 4. seperti politik. 1995. Filsafat Hukum. Narotama Surabaya/V/2005 119 Dengan adanya pembagian keadilan ke dalam tiga aspek tersebut. Latihan Soal a. dan tetap berlaku dan mewajibkan masyarakat untuk mentaatinya.6 Apabila adil merupakan unsur konstitutif hukum. Hk./Modul/Fils./Univ. Bagaimana pendapat Sdr. kita dapat mengetahui bahwa suatu hukum yang adil haruskah hukum memenuhi unsur konstitutif hukum atau hanya unsur regulatif sebagimana dikatakan oleh Huijbers. tetapi karena faktor non hukum (non yuridis). maka suatu peraturan tidak adil bukan hanya hukum yang buruk. maka suatu peraturan yang tidak adil tetap merupakan hukum walaupun buruk. Yogyakarta. . 23 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia jika dikaitkan dengan teori tentang hukum yang benar dan adil? Jelaskan! 6 Theo Huijbers. halaman 48.

Doc. Darji & Shidarta. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Huijbers. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Hk. Pradnya Paramita. _________________. Filsafat Hukum. Theo. Yogyakarta. Narotama Surabaya/V/2005 120 DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo./Univ. . Bagian I. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Jakarta. 1993. Jakarta. 1993./Modul/Fils. Penerbit Kanisius. Soetiksno. Penerbit PT. Filsafat Hukum. Penerbit PT. 1997. Yogyakarta. Gramedia Pustaka Utama. 1995. Penerbit Kanisius.

serta sebagai sarana penunjang perkembangan modernisasi dan pembangunan yang menyeluruh. yaitu:1 a. Pemahaman ukum yang bersifat normatif sosiologis yang melihat huku tidak hanya sekumpulan kaidah dan asas yang mengatur hubungan manusia dalam masyarakat. 1 . 4. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. Hk. 2. b. Tujuan hukum yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang sekaligus juga merupakan perwujudan sila-sila Pancasila. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Falsafah Hukum Nasional Usaha pengembangan falsafah hukum nasional di Indonesia bertumpu kepada 3 konsep dasar. halaman 44./Univ. Semarang.Doc. Narotama Surabaya/V/2005 121 BAB VI FILSAFAT HUKUM BERDASARKAN PANCASILA Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini. Menjelaskan falsafah hukum nasional. tetapi juga meliputi lembaga-lembaga dan proses yang diperlukan untuk mewujudkan berlakunya hukum itu. Sejalan dengan konsep tersebut maka fungsi hukum dalam masyarakat adalah untuk terwujudnya ketertiban dan kepastian sebagai prasarana yang harus ditujukan ke arah peningkatan pembinaan kesatuan bangsa. 1997./Modul/Fils. mahasiswa dapat memahami filsafat hukum berdasarkan Pancasila. Menjelaskan filsafat hukum dan Pancasila. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini. Soehardjo Sastrosoehardjo. Universitas Diponegoro. mahasiswa mampu: 1.

b./Modul/Fils. Pancasila harus tetap terbuka ./Univ. atau keturunan. meliputi nilai-nilai normatif parameter bagi apa yang disebut kebenaran atau kenyataan dalam konteks dunia simbolik. dan sebagainya. agama. falsafah hukum mempunyai peranan penting dalam memberikan dasar dan arahan melalui aspek-aspek: a. kekuasaan tunduk pada hukum sebagai kunci kestabilan politik yang berkesinambungan. Cita-cita falsafah yang telah dirumuskan oleh para pendiri Kenegaraan dalam Konsep Indonesia adalah Negara Hukum dan setiap orang sama di depan hukum. tidak difahami secara doktriner dan dogmatis tanpa kehilangan substansi . Hk. kekuasaan. maka falsafah Pancasila melalui tafsiran falsafatinya harus dikembangkan agar mampu menunjukkan nilai-nilai yang aktual dan relevan dengan kemajuan dan mengarahkan kemajuan itu sesuai dengan apa yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila itu sendiri. melainkan sekaligus juga menjadi acuan dalam penyusunan. sosial. Untuk itu. Setiap orang mendapat kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan dan melakukan pembelaan di muka pengadilan. Sehubungan dengan itu. mengandung arti: 1) Indonesia sebagai negara yang berdasarkan atas hukum menentukan bahwa dalam hubungan antara hukum dan kekuasaan. dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan. Epistemologi.Doc. c. membina dan mengembangkan falsafah hukum yang konsisten dan relevan dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Narotama Surabaya/V/2005 122 c. Dalam pengembangan hukum dan ilmu hukum. 2) Persamaan kedudukan setiap orang di hadapan hukum menentukan bahwa hukum tidak membeda-bedakan antara orang berdasarkan status. Ontologi. apa hakekat kebenaran. Pancasila sebagai dasar negara yang juga merupakan dasar falsafah hukum nasional mempunyai sifat imperatif yang tidak saja dijadikan dasar dan arah pengembanganfalsafah hukum nasional kita. Aksiologi. meliputi berbagai sarana dan tata cara dan sumber pengetahuan untuk mencapai kebenaran atau kenyataan. Pengembangan filsafat hukum nasional harus diarahkan menjadi falsafah hukum Pancasila. meliputi permasalahan apa hakekat ilmu.

halaman 9. Makalah disampaikan dalam diskusi kelas. maka nilainilai falsafati universal perlu digali untuk menentukan unsur-unsur yang relevan bagi sumber hukum pada umumnya dan falsafah hukum pada khususnya. Narotama Surabaya/V/2005 123 falsafahnya ditafsirkan secara kreatif dan dinamis dalam perspektif ke masa kini dan masa depan. Dalam hubungan dengan perkembangan filsafat hukum nasional. 5. perlu dikembangkan critical mass. perlu dipahami mengenai hakekat dari Pancasila sampai sedalamdalamnya. Dalam suasana yang demikian. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. perlu dikembangkan kondisi yang makin kondusif untuk mengembangkan falsafah hukum Pancasila tersebut. Penerbit Kanisius. radikal. Mengenai asas persamaan kedudukan di muka hukum ada yang melihat bahwa pembinaan perlakuan yang sama dalam kondisi yang berbeda adalah sebuah ketidakadilan.2 Metode deduktif paralel dengan metode sintesis sebagaimana dikemukakan oleh Hegel pada abad XIX (zaman Modern).3 mengemukakan teorinya yang Woro Winandi & Sri Hartini./Modul/Fils. Hukum dan kekuasaan dalam kenyataan masih sering tidak saling melengkapi antara satu dengan yang lain. kreatif. Filsafat Hukum dan Pancasila Untuk mengetahui keterkaitan antara Pancasila dengan berbagai aliran dalam filsafat hukum. 1993. Semarang. sehingga untuk hal-hal tertentu adanya berbagais tudi masih sangat diperlukan.Doc. Di dalam mengupas hakekat Pancasila sampai kedalamannya. 3 Theo Hujibers. 1997. Untuk itu. 2 . Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. dan eksploratif. halaman 106. Universitas Diponegoro. Yogyakarta. yaitu suatu masyarakat akademik yang mau dan mampu menukik ke dalam masalah-masalah yang bersifat falsafati untuk bersikap kritis./Univ. Hk. dapat dipergunakan pendekatan filosofis. Adapun pendekatan filosofis yang digunakan ialah metode dialektis dan analitis. Sistem hukum nasional yang juga merupakan sistem hukum Pancasila harus merupakan penjabaran dari seluruh sila-sila Pancasila secara keseluruhan. Dialektika Hegel dan Sociological Jurisprudence Dalam Filsafat Hukum dan Pancasila.

Causa Finalis. sebab Pembukaan UUD 1945 yang telah ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI dimaksudkan sebagai dasar filsafat negara. dan sebagainya. yang menurut Hegel ide-ide saling berlawanan dan sekalian rohani melemah untuk menjadi kesatuan dalam suatu ide baru. sosial. kewarganegaraan.Doc. teori dialektis berlaku tidak hanya bidang logika. dan agama yang dianut oleh bangsa Indonesia. Hegel berpendapat bahwa proses perkembangan rohani berjalan dialektis. dan sintesis. Pancasila berdasar adat kebiasaan. yaitu: Pertama. ialah anggota BPUPKI. lebih lanjut dikemukakan pula. yang merangkap kebenaran yang terkandung dalam dua ide tadi. Menurut Hegel pula. Pancasila juga dapat dipahami secara mendalam. dilihat dari causa materialis. Causa Formalis Pancasila. Sebagai contoh. Narotama Surabaya/V/2005 124 disebut “Teori Dialektika”. Sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Causa Finalis Pancasila ialah dasar filsafat negara. ide tadi berawal daru suatu yang “ada”. tetapi juga dalam bidang realitas. sehingga cara berfikir yang demikian ini disebut dialektis. Teori ini mengatakan bahwa semua yang ada mempunyai sebab. dan yang paling banyak adalah bidang sejarah. Hal ini berlangsung secara terus-menerus. Pancasila yang kita kenal sebagai dasar negara Indonesia sebagaimana dikemukakan oleh Notonegoro yang menggunakan teori Causalis untuk menyelesaikan Pancasila. berdasarkan teori causalis. anti tesis. yakni ide “menjadi” mempunyai pikiran melalui tesei. menurut Notonegoro. Hal ini tertuang dalam pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 yang secara tegas menyebutkan bahwa tujuan dari pidatonya tentang Pancasila ialah untuk merumuskan dasar Indonesia merdeka yang disebut sebagai Filosofische Grondslag. . yaitu Soekarno dan Hatta yang kemudian disebut sebagai pembentuk negara. kebudayaan. Adat kebiasaan di sini ialah adat kebiasaan dalam arti luas yang meliputi adat kebiasaan politik. kemudian diperkirakan sesuatu yang ada. Hal ini dapat juga disebutkan untuk Pancasila dalam Piagam Jakarta yang ditandatangani pada tanggal 22 Juni 1945 yang selanjutnya dipakai sebagai Pembukaan UUD 1945./Univ. Hk. akan tetapi belum ada secara menyeluruh./Modul/Fils. ekonomi. Dalam Teorinya. Pancasila adalah calon dasar filsafat negara.

berkerakyatan. Dikatakan hirarkis. Jadi kalau diterapkan dalam sila-sila pada Pancasila dapat dijelaskan sebagai berikut: Bahwa sila kemanusiaan merupakan pengkhususan dari sila Ketuhanan. karena jika dilihat dari isinya. Persatuan Indonesia. kerakyatan. karena PPKI secara resmi menetapkan Pembukaan UUD 1945 yang berintikan Pancasila sebagai dasar filsafat negara. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari Kemanusiaan. Sebaliknya. sila kerakyatan merupakan pengkhususan dari sila persatuan Indonesia dan sila keadilan sosial merupakan pengkhususan dari sila kerakyatan. Pancasila sebagai pandangan hidup. karena tiap-tiap sila yang ada di belakang sila lainnya merupakan pengkhususan dari sila/sisla-sila yang ada di depannya. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. nilai kemanusiaan lebih tinggi daripada nilai kerakyatan. Narotama Surabaya/V/2005 125 Causa Efficient Pancasila ialah PPKI. keadilan sosial. Dengan demikian. dan Keadilan Sosial. Kecuali itu. Demikian pula sebagai . causa efficient Pancasila sebagai dasar filasafat negara ialah pembentuk negara Indonesia. ditegaskan bahwa sila ketuhanan dan kemanusiaan meliputi seluruh hidup manusia dan menjadi dasar dari sila-sila persatuan. Penjelasan selanjutnya. dikatakan piramidal. Mengenai susunan hirarki Pancasila bahwa nilai-nilai Ketuhanan lebih tinggi dari nilai kemanusiaan. demikian seterusnya. Hk. dalam hal ini PPKI. dan berkeadilans osial.Doc./Modul/Fils. berpersatuan. Ideologi Nasional dan Dasar Negara pada esensinya adalah perwujudan dari pelaksanaan hak dan kewajiban individu sebagai anggota masyarakat untuk mengejawantahkan pola perilaku sebagaimana tercermin dalam masing-masing kelima sila tersebut. Sehingga tiap-tiap sila yang ada di dalamnya terkandung sila-sila lainnya. Pancasila merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan dijungkirbalikkan tanpa mengubah inti dari isinya. Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Ketuhanan yang berperikemanusiaan. karena susunan Pancasila berbentuk hirarkis piramidal. dan nilai kerakyatan lebih tinggi daripada nilai keadilan sosial. Namun mengenai bentuk piramid dapat dijelaskan bahwa tiap-tiap sila yang berada di belakang sila lainnya merupakan pengkhususan dari sila-sila yang ada di depannya. Selanjutnya. urut-urutan lima sila tersebut menunjukkan satu rangkaian tingkatan dalam luas dan isinya./Univ.

Mengapa Pancasila disebut sebagai dasar falsafah negara? Jelaskan! b. ideologi negara. yang oleh Roscoe Pound dikatakan terdapat 3 kepentingan hukum yang perlu mendapat perlindungan. dan ini tercermin dalam kelima sila dari Pancasila. Aliran Sociological Jurisprudence timbuld ari proses dialektika antara positivisme hukum dan mazhab sejarah. Pancasila dengan dimensinya pada hakekatnya selaras dengan aliran dalam filsafat hukum. karena adanya kesamaan tujuan yang ingin dicapainya. Mengapa ada keterkaitan antara Pancasila dengan mazhab sejarah dan dialektika Hegel? Jelaskan! c. yaitu: Positivisme mementingkan logika. Kedua mazhab tersebut dapat dilihat pada kepentingannya. Kepentingan Umum. Kepentingan Individu. sedang mazhab Sejarah mengutamakan pengalaman. batang tubuh. yang di dalamnya terkandung cita-cita untuk mewujudkan kehidupan masyarakat adil dan makmur. Seperti yang dikatakan Roscoe Pound yang menganggap hukum sebagai alat untuk rekayasa sosial/masyarakat. dan dasar negara. sebaliknya Mazhab Sejarah menyatakan hukum timbul dan berkembang bersama masyarakat. f. Dengan demikian. baik pembukaan./Univ. Oleh karena itu dalam kaitannya dengan Pancasila sebagai pandangan hidup. Latihan Soal a. maupun penjelasannya. pencerminan kedua aliran tersebut terdapat kesesuaian dengan apa yang terkandung di dalam UUD 1945. Jelaskan pula tentang teori causalis untuk mendalami Pancaila! . terdapat kesamaan dengan mazhab Sociological Jurisprudence. Narotama Surabaya/V/2005 126 bangsa Indonesia dan warga negara. Hk. e.Doc. Kepentingan Masyarakat. yaitu: d. Pada aliran Positivisme Hukum. sebagaimana keinginan dan tujuan dari tiga dimensi Pancasila yang bertujuan menciptakan harmoni berupa keserasian pelaksanaan hak dan kewajiban sehingga secra optimal kebutuhan dan kepentingan manusia dalam masyarakat dapat terpenuhi secara tidak memihak. Namun Sociological Jurisprudence mementingkan keduanya. yaitu Sociological Jurisprudence. 6./Modul/Fils. memandang tidak ada hukum kecuali perintah yang diberikan penguasa.

1993. Dialektika Hegel dan Sociological Jurisprudence Dalam Filsafat Hukum dan Pancasila. Theo. Semarang. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Universitas Diponegoro. Narotama Surabaya/V/2005 127 DAFTAR PUSTAKA Hujibers. Winandi. 1993 Theo Hujibers. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Semarang. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Soehardjo Sastrosoehardjo./Univ. Universitas Diponegoro. Woro & Sri Hartini. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum./Modul/Fils. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.Doc. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. 1997 . Hk. Makalah disampaikan dalam diskusi kelas. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. 1997.

/Univ. Hk.Doc./Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 128 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful