P. 1
Pengaruh Perubahan Sosial Pada Pendidikan

Pengaruh Perubahan Sosial Pada Pendidikan

|Views: 270|Likes:
Published by atulfaqot

More info:

Published by: atulfaqot on May 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2015

pdf

text

original

Pengaruh Perubahan Sosial Pada Pendidikan

PENGARUH PERUBAHAN SOSIAL PADA PENDIDIKAN BAB PENDAHULUAN I

1.1. Latar Belakang Pendidikan ada dan hidup di dalam masyarakat, maka keduanya memiliki hubungan ketergantungan yang erat. Pendidikan mengabdi kepada masyarakat dan masyarakat menjadi semakin berkembang dan maju melalui pendidikan. Pendidikan adalah sebuah proses pematangan dan pendewasaan masyarakat. Maka lembaga-lembaga pendidikan harus memahami perannya tidak sekadar menjual jasa tetapi memiliki tugas mendasar memformat Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Masyarakat ternyata tidak statis, tetapi dinamis, bahkan sangat dinamis. Pada masa sekarang ini masyarakat mengalami perubahan sosial yang sangat pesat. Isu postmodernisasi dan globalisasi sebenarnya ingin merangkum pemahaman suatu perubahan yang sangat cepat dan dahsyat. Modernisasi adalah proses perubahan masyarakat dan kebudayaannya dari hal-hal yang bersifat tradisional menuju modern. Globalisasi pada hakikatnya merupakan suatu kondisi meluasnya budaya yang seragam bagi seluruh masyarakat di dunia. Globaliasi muncul sebagai akibat adanya arus informasi dan komunikasi yang begitu cepat. Sebagai akibatnya, masyarakat dunia menjadi satu lingkungan yang seolah-olah saling berdekatan dan menjadi satu sistem pergaulan dan budaya yang sama. Perubahan, kata Senge (1990) dalam Maliki (2010:276) merupakan sesuatu yang tidak bisa dielakkan, karena ia melekat, built in dalam proses pengembangan masyarakat. Kebutuhan untuk bisa survive dalam ketidakpastian dan perubahan menjadi tuntutan masa kini. Perubahan terjadi begitu cepat dan luas, termasuk mengubah dasar-dasar asumsi dan paradigma memandang perubahan. Perubahan yang terjadi di masyarakat tentunya sangat berpengaruh pada dunia pendidikan. Masalah-masalah sosial yang muncul di tengah masyarakat juga dialami dunia pendidikan. Sosiologi pendidikan memainkan perannya untuk ikut memformat pendidikan yang mampu berkiprah secara kontekstual. Sistem, muatan, proses dan arah pendidikan perlu ditata ulang dan diatur secara khusus sehingga mampu menjawab sekaligus bermain di arena perubahan sosial tersebut. 1.2. Rumusan Masalah Makalah ini dibuat untuk mengkritisi perubahan-perubahan sosial dan dampaknya bagi dunia pendidikan. Maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Apakah yang dimaksud dengan Perubahan Sosial? 2. Bagaimana Eksistensi Pendidikan khususnya di Indonesia? 3. Bagaimana pengaruh perubahan sosial pada pendidikan, khususnya di Indonesia?

BAB PEMBAHASAN

II

Perubahan Sosial Perubahan sosial adalah proses yang meliputi bentuk keseluruhan aspek kehidupan masyarakat. biasanya para elite masyarakat.2. 2002: 11). 2. apakah dalam posisi sosiologi makro atau mikro. Dalam kajian ini yang dimaksud dengan satu pengertian perubahan sosial adalah terjadinya perubahan dari satu kondisi tertentu ke kondisi yang lain dengan melihatnya . perubahan sosial telah menjadi titik kajian beragam ilmu yang sifatnya lintas disiplin.2. Bagaimanapun sebuah masyarakat bukanlah 'bejana' kosong yang begitu saja menerima hal-hal yang berasal dari luar. Berangkat dari pengertian tersebut agak sulit menempatkan studi perubahan sosial. Modernisasi sebagai fenomena perubahan mendapat respon yang beragam. Akan tetapi.1. Sosiologi makro adalah ilmu sosiologi yang mempelajari pola-pola sosial bersekala besar terutama dalam pengertian komparatif dan historis. dalam kajian ini teori perubahan sosial yang dikedepankan tidak berpretensi untuk memuaskan sejumlah tuntutan. Itulah sebabnya. baik yang dianggap positif maupun negatif oleh kalangan masyarakat di negara-negara Dunia Ketiga. seringkali merupakan program perubahan yang dibuat oleh sekelompok anggota masyarakat tertentu. substansi dan metodologi tidak bisa terpisah menjadi suatu sistem berpikir untuk memahami fenomena perubahan sosial yang lengkap. tetapi ia memiliki mekanisme tertentu melalui norma-norma dan nilainilai tradisi (budaya) dalam menangani dan menanggapi perubahan yang terjadi. ternyata teori. bahkan dikritisi sebagai westernisasi. Dalam kaitannya dengan hal ini adalah peran para agen perubahan (pemerintah dan lembagalembaga masyarakat) yang mampu mengantisipasi berbagai perkembangan masyarakat sehingga mampu mengarahkan masyarakat untuk berubah ke arah yang lebih baik. seringkali berbentuk intervensi. politik. Menurut pengamatan. yang bersumber baik dari dalam ataupun dari luar suatu masyarakat. Dalam banyak hal. mempertimbangkan beberapa hal. sosial. Perubahan sosial adalah masalah teori-teori sosial yang dipakai untuk menerangi fenomena perubahan sosial secara sepihak. yang ditujukan bagi kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Perubahan sosial menggambarkan suatu proses perkembangan masyarakat. Perubahan yang direncanakan yang datang dari dalam masyarakat yang bersangkutan. Namun demikian. Perubahan sosial yang bersifat alamiah adalah suatu perubahan yang bersumber dari dalam masyarakat itu sendiri. baik yang berkaitan dangan masalah ekonomi. Aspek-aspek Perubahan Sosial Dalam ilmu sosiologi dibedakan antara sosiologi makro dan sosiologi mikro. studi perubahan sosial berwajah ganda. atau antara bangsa tertentu. merumuskan suatu konsep atau definisi yang dapat diterima berbagai pihak merupakan pekerjaan yang sulit dan bisa jadi tidak bermanfaat. Pada satu sisi perubahan sosial memberikan suatu ciri perkembangan atau kemajuan (progress) tetapi pada sisi yang lain dapat pula berbentuk suatu kemunduran (regress). misalnya antara masyarakat tertentu. seperti akan dijelaskan kemudian. budaya dan ilmu pengetahuan. Gejala perubahan sosial yang masih relevan dalam tatanan kehidupan masa kini adalah gejala modernisasi yang dicanangkan dunia Barat untuk memperbaiki perekonomian masyarakat di negara-negara Dunia Ketiga. Dampak modernisasi sangat luas. Sosiologi mikro lebih memberikan perhatian pada perilaku sosial dalam kelompok dan latar sosial masyarakat tertentu (Salim. baik sosiologi makro maupun mikro. Perubahan sosial dapat terjadi oleh karena suatu sebab yang bersifat alamiah dan suatu sebab yang direncanakan. Sedangkan perubahan sosial yang direncanakan adalah perubahan yang terjadi karena adanya suatu program yang direncanakan.

terutama berkaitan dengan berbagai kebijakan pemerintahan tertentu dalam membangun kekuasaannya. mana di antaranya yang dominan. dan sebagainya. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. cara dan pola pikir masyarakat. Pertama. Hal itu terjadi lebih sebagai dinamika ―bolak-balik‖ antara hakikat dan kemampuan manusia sebagai makhluk yang hidup dan memiliki kemampuan tertentu (faktor internal) berdialektika dengan lingkungan alam (fisik).3. Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. penemuan baru. Akan tetapi. atau modernisasi awal terutama setelah tahun 1900an. Hal itu berkaitan dengan pengaruh timbal balik perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta beberapa kemudahan yang disebabkan faktor tersebut. (4) ideologi atau agama. Perubahan Sosial Budaya Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. hal ini dapat dilakukan dengan melihat sejarah perkembangan sosialnya. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. perubahan dapat sesuatu yang berbentuk fisik (tampak/material). seperti pemikiran. Keempat. dari negara. apa yang disebut sebagai proses transformasi. atau yang berbeda dari sebelumnya. atau justru dari dalam diri masyarakat itu sendiri. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan (Widodo:2008).sebagai gejala yang disebabkan oleh berbagai faktor. 2. bagaimana kecepatan suatu perubahan terjadi. untuk kasus Indonesia di antara enam faktor perubahan seperti disinggung di atas. (1) penyebaraan informasi. terjadinya . Persoalan yang dibicarakan oleh teori perubahan sosial antara lain sebagai berikut. serta bagaimana hambatan-hambatannya. ke mana arah dan bentuk perubahan. (3) teknologi. Di antaranya komunikasi. Hal ini secara umum termasuk dalam modal SDM. dan mengapa hal tersebut terjadi. faktor apa yang berpengaruh terhadap perubahan sosial. seperti akan dijelaskan kemudian. hal-hal apa saja yang berubah dan bagaimana perubahan itu terjadi. yakni suatu proses perubahan bentuk atau penciptaan yang baru. sosial. yakni proses pengulangan-pengulangan dalam ruang dan waktu yang berbeda seperti halnya warisan sosial dan budaya dari masyarakat sebelumnya. Dalam kasus masyarakat Indonesia. faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk. pertama. suatu unsur dan sekaligus faktor yang cepat berubah sesusai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam masalah ini. antara lain SDM ataupun modal finansial. Dalam hal ini terdapat enam faktor yang berpengaruh terhadap perubahan sosial. Keenam. hal-hal atau wacana-wacana apa saja yang dominan dalam proses perubahan sosial tersebut? Misalnya. dari mana perubahan terjadi. ada yang disebut proses reproduksi. Kelima. atau dari pasar bebas (kekuatan luar negeri). meliputi pengaruh dan mekanisme media dalam menyampaikan pesan-pesan ataupun gagasan (pemikiran). (2) modal. tetapi secara spesifik yang dimaksudkan adalah inisiatif-inisiatif individual dalam ―mencari‖ kehidupan yang lebih baik. Kedua. yakni ketika Belanda memperkenalkan kebijakan politik etis. Seperti diketahui. kesadaran. percepatan perubahan di Indonesia terutama terjadi setelah tahun 1980-an. dan budayanya (faktor eksternal). misalnya terjadinya pembangunan dalam pengertian fisik. Seperti diketahui. bagaimana agama atau ideologi tertentu berpengaruh terhadap porses perubahan sosial. Kedua. tetapi ada pula hal-hal yang tidak tampak (nonmaterial). (6) agen atau aktor. (5) birokrasi. bagaimana membedakan konteks-konteks perubahan dalam setiap masyarakat dan bagaimana proses sosial tersebut berlangsung. Ketiga. Indonesia mengalami proses percepatan pembangunan.

suatu proses perubahan yang berlangsung sangat lambat. peperangan. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. sedih. transfer gen antar populasi. Namun demikian. romantika. Sampai saat ini. Revolusi menghendaki suatu upaya untuk merobohkan. perubahan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu (lambat) yang disebut evolusi. teori Darwin tentang evolusi yang terjadi karena . Keduanya memiliki pandangan tentang perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat dalam bentuk perkembangan yang linear menuju ke arah yang positif. dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim. menjebol. Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Misalnya revolusi industri di Inggris yang memakan waktu puluhan tahun. namun sebenarnya biologi evolusi telah berakar sejak jaman Aristoteles. Dalam konteks biologi modern. Proses tawar-menawar masih sedang terjadi. logika. Kedua. hingga kini masyarakat Indonesia masih sedang gelisah. Demokrasi masih diperjuangkan terus-menerus. dan secara relatif masyarakat hidup tanpa kepastian (Salam: 2007).konflik atau revolusi. serta kombinasi gen mealui reproduksi seksual. Di dalam revolusi. Menurut Spengler. kehidupan manusia pada dasarnya merupakan suatu rangkaian yang tidak pernah berakhir dengan pasang surut. dan prihatin. atau antar spesies seperti yang terjadi pada bakteria. perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. dan semua hal masih sangat mungkin terjadi. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Ke mana arah perubahan sosial di Indonesia. Sifat-sifat yang menjadi dasar dari evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan pada keturunan suatu makhluk hidup. Secara garis besar bentuk-bentuk perubahan sosial budaya dapat dipilah menjadi dua: Pertama perubahan yang berlangsung cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat yang disebut revolusi. Akan tetapi. Revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika. Berbeda dengan Spencer dan Comte yang menggunakan konsepsi optimisme. yang pasti. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh hasil-hasil penemuan ilmu biologi. dewasa. namun dianggap 'cepat' karena mampu mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat —seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan— yang telah berlangsung selama ratusan tahun. dan tidak tahu demokrasi seperti apa yang akan terjadi. masa anak-anak. Perkembangan masyarakat seringkali juga dianalogikan seperti halnya proses evolusi. Oswald Spengler cenderung ke arah pesimisme. hingga hari ini tampaknya belum dapat dibaca dengan cukup cermat. Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin. Perubahan sosial menurut pandangan mereka berjalan lambat namun menuju suatu bentuk ―kesempurnaan‖ masyarakat. yang memang telah berkembang dengan pesatnya. Perkembangan pada masyarakat merupakan siklus yang terus akan berulang dan tidak berarti kumulatif. evolusi berarti perubahan sifat-sifat yang diwariskan dalam suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. seperti halnya kehidupan organisme yang mempunyai suatu siklus mulai dari kelahiran. dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.4. menjebol dan membangun. masa tua dan kematian. 2. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen oleh mutasi. seperti dalam migrasi. penegakan hukum masih simpang siur. Peletak dasar pemikiran perubahan sosial sebagai suatu bentuk ―evolusi‖ antara lain Herbert Spencer dan Augus Comte. dan membangun dari sistem lama kepada suatu sistem yang sama sekali baru. marah.

Eksistensi Pendidikan Pendidikan merupakan investasi besar bagi suatu negara.5. ekonomi. Barnabas Suebu pun menilai konsep pendidikan nasional saat ini tak lagi relevan untuk diterapkan di daerah termasuk di Papua. Salah satu contoh yaitu kontroversial mengenai Ujian Nasional yang memperlihatkan betapa sentralistiknya pendidikan saat ini. Gejala-gejala pendangkalan ini sekarang mudah dibaca. 2. hukum. yaitu menjadikan generasi yang lebih baik dan beradab. kebudayaan. mereka hanya asal jahit berdasarkan seleranya. Pendidikan memegang kunci keberhasilan suatu negara di masa depan.‖ begitu kata Barnabas mengibaratkan konsep pendidikan nasional saat ini 2. Ini disebabkan pendidikan berkaitan erat dengan outcomenya berupa tersedianya SDM yang handal untuk menyuplai berbagai kepentingan. Apabila berbicara pendidikan berskala nasional maka secara umum konsep pendidikan nasional di Indonesia tak lagi memperlihatkan keberpihakan terhadap dunia pendidikan di berbagai daerah. Barnabas Suebu malah menyentil konsep pendidikan nasional ibarat pakaian jadi (pakaian konveksi). institusi-institusi dan berbagai kepentingan lain. tradisi dan nilai-nilai budaya (keberadaban). Tak saja Anita Lie.6. pendidikan masih belum dipandang vital. Gubernur Provinsi Papua. Masyarakat di Papua yang butuh pakaian langsung mengenakan saja tanpa melihat ukuran. negara. Pendidikan menyangkut kepentingan semua warga negara. serta perluasan kesempatan belajar pada pendidikan dasar. juga pendidikan. Pendidikan yang hanya berorientasi pasar sesungguhnya telah kehilangan akar pada kesejatian dan identitas diri. pendidikaan saat ini telah direduksikan sebagai pembentukan intelektual semata sehingga menyebabkan terjadinya kedangkalan budaya dan hilangnya identitas lokal dan nasional. Mereka diwakili oleh orang yang punya visi kedepan. Ilmu yang dimaksud antara lain pengetahuan. Secara umum penularan ilmu tersebut telah diemban oleh orang-orang yang concern terhadap enerasi selanjutnya. Dr Anita Lie dalam presentasi mengenai Renstra Biro Pendidikan LPMAK yang berlangsung di Sheraton Hotel Timika belum lama ini mengakui ada ketidakberesan dalam konsep pendidikan nasional. mulai dari politik. Salah seorang pakar pendidikan di Indonesia. Perubahan yang berlangsung cepat (revolusi) memang pada umumnya lebih berpeluang mengagetkan masyarakat sehingga tidak siap menghadapi perubahan itu. Perubahan sosial mencakup aspek-aspek yang kompleks. Perubahan yang terjadi. ―Pakaian tersebut diukur dan dijahit di Jakarta kemudian dikirim ke daerah. Orang di Jakarta pun tidak tahu tentang postur orang Papua. baik secara cepat maupun lambat akan memberikan dampak bagi masyarakatnya. Oleh sebab itu titik berat pembangunan pendidikan terletak pada peningkatan mutu setiap jenis dan jenjang. Pusat terkesan memaksa seleranya terhadap anak didik di daerah. Menurut Tilaar (2004). Namun kenyataan membuktikan. masyarakat. keamanan dan sebagainya. Pengaruh perubahan sosial pada Pendidikan . khususnya oleh para pemegang tampuk kepemimpinan negara.seleksi alam dianggap oleh mayoritas masyarakat sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi. Anita bahkan merujuk pada materi Ujian Nasional yang cenderung membebani masyarakat pendidikan di daerah-daerah. Perubahan global dan liberalisasi pendidikan memaksa lembaga-lembaga pendidikan menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. khususnya di Indonesia. Misi pendidikan adalah mewariskan ilmu dari generasi ke generasi selanjutnya.

Esensi dari sekolah adalah pendidikan dan pokok perkara dalam pendidikan adalah belajar. yakni credo tentang sekolah sebagai kawah condrodimuko tempat agen-agen perubahan dicetak. atau oleh kelas buruh yang ingin mengakhiri semacam masyarakat borjuis di abad 19 untuk kemudian menciptakan masyarakat nir kelas. Oleh sebab itu sekolah juga mendapat tempat yang istimewa dalam pemikiran tiap orang dalam usahanya meraih tangga sosial yang lebih tinggi. Kedua. lapisan dalam masyarakat. Sekolah yang tetap . Juga lebih tak mungkin lagi keyakinan bahwa perubahan hanya dimotori oleh kaum profesional yang merasa diri bebas dan kritis. Bukanlah mereka yang bermental siap pakai yang akan dapat memanfaatkan dan berhasil ikut mengarahkan perubahan-perubahan kontemporer melainkan mereka yang pikirannya terbuka dan antusias pada hal-hal baru. Pertama. padahal keduanya sama pentingnya. Kita tak lagi hidup dengan anggapan lama tentang dunia yang teratur harmonis. orang-orang muda yang terlahir berada dan akan terus menduduki strata sosial tinggi. di tingkat manapun. organisasi. Oleh sebab itu sekolah. bukan tenaga-tenaga yang siap pakai untuk kepentingan industri. Mudah diduga bahwa jalan pikiran seperti itu secara logis mengikuti satu kanal yang menampung imajinasi mayoritas mengalir menuju sebuah muara. Sebaliknya setiap individu sekarang menghadapi suatu keadaan yang cenderung tak teratur. orang selalu berkonotasi sekolah formal. dengan demikian bukan dosa sekolah semata. Sedemikian istimewanya hingga sekolah telah menjadi salah satu ritus yang harus dijalani orang-orang muda yang hendak mengubah kedudukannya dalam susunan masyarakat. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sedemikian pesat. Konstelasi kekuatan-kekuatan politik juga berubah-ubah.Carut-marut situasi pendidikan di Indonesia memang tidak lepas dari pengaruh perubahan sosial. yang terjadi secara cepat atau lambat memiliki pengaruh mendasar bagi pendidikan. lembaga kemasyarakatan. Dalam arus globalisasi dewasa ini perubahan-perubahan berlangsung dalam tempo yang akan makin sulit diperkirakan. Dan setiap berbicara mengenai pendidikan. Perubahan sosial tak lagi digerakkan hanya oleh sejenis borjuis di Eropa abad 17 – 18 melawan kaum feodal. para pemuda tak berpunya yang akan tetap menelan kecewa karena ternyata mereka makin sulit naik ke tangga sosial yang lebih tinggi dari orang tua mereka. yang tetap menjalankan pendidikan dengan orientasi siap pakai untuk para pelajarnya tidak boleh rusak akibat perubahan tetapi sebaliknya harus mampu menjadi pengemban misi sebagai agent of changes tetapi sekedar consumers of changes. pola-pola perilaku. Oleh sebab itu tujuan sekolah terutama adalah menjadikan setiap murid di dalamnya lulus sebagai orang dengan karakter yang siap untuk terus belajar. Dari sekolah dengan pandangan siap pakai tidak akan dihasilkan orang-orang muda yang dengan kecerdasannya berhasil memperbaiki kedudukannya dalam susunan sosial output dari sekolah semacam itu hanya dua. Kebobrokan sistem dan perilaku sejumlah pemuka masyarakat dan negara. Ekonomi mengalami pasang dan surut berganti-ganti sulit diprediksi. Dengan demikian keterpurukan pendidikan tidak boleh didefinisikan sebagai kegagalan pendidikan formal semata. Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat menyangkut nilai-nilai sosial. Kecenderungan chaos seperti ini harus dihadapi dan hanya dapat dihadapi oleh orang-orang yang selalu siap untuk belajar hal-hal baru. kekuasaan dan wewenang. Keadaan tersebut akan berpengaruh besar pada pendidikan. Pengaruhnya pada setiap individu juga makin mendalam dan tak akan pernah dapat diduga dengan akurat. Masyarakat sipil terdiri dari aneka kekuatan dan gerakan yang membawa dampak perubahan di sana sini. atau oleh para petani kecil yang mencitacitakan suatu land-reform. Meski tidak semuanya salah namun konsep ini menisbikan peran pendidikan informal dan non formal. Cakupan perubahan yang ditimbulkan juga akan makin sulit diukur.

Organisasi. guru dan warga sekolah perlu digalakkan. Pendidikan tidak hanya dikemas dalam tatanan wacana dan diskursus melainkan memasuki kehidupn nyata. Kecil & Besar. Dengan melihat out come berarti melihat kompetensi lulusan di tengah kehidupan masyarakatnya. organisasi. toleransi dan demokratis. Untuk itu penerapan model service learning antara peserta didik. Pendidikan yang kehilangan pijakan akan terbang mengikuti arah angin perubahan yang sedang terjadi. Budaya kita adalah budaya plural. Pendidikan justru harus mampu menjadi agen perubahan. Harus disadari bahwa kehidupan itu majemuk dan semakin majemuk. Pola-pola perilaku. Lapisan dalam masyarakat.kukuh dengan prinsip-prinsip pedagogis. Pertentangan. Oleh perubahan yang gencar terjadi. metode-metode pendidikan dan teknik-teknik pengajaran yang bersemangat siap pakai hanya akan menjadi lembaga reproduksi sosial bukan lembaga perubahan sosial.1. pendidikan harus mampu mengkonstruk identitas budaya bagi manusianya. harus dihadapi dengan perubahan dalam dunia pendidikan. Pendidikan multikultural akan efektif jika dalam tatakelola pendidikan tidak hanya berorientasi out put. Ketiga. Faktor Penyebab Perubahan Sosial: Laju penduduk .2. maupun berkaitan dengan kekuasaan dan wewenang (politik). bukan menjadi korban perubahan. Pendidikan memiliki peran strategis dan vital bagi kelangsungan suatu bangsa. terbuka menghadapi keanekaragaman. lembaga kemasyarakatan. pola-pola perilaku. Pendidikan di Indonesia masih mengacu pada budaya. keinginan tunggal. melainkan juga memperhatikan out come. Kesimpulan Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Hal-hal yang berkaitan dengan perubahan sosial: Nilai-nilai sosial. pendidikan multikultural harus ditransformasikan melalui pendekatan praksis. Pemahaman monokultur harus diarahkan pada multikultur (bdk. 3. afektif maupun psikomotor. pendidikan harus memposisikan diri sebagai pelaku transformasi besar-besaran. lapisan dalam masyarakat. Guna mencapai outcome yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat. Lembaga kemasyarakatan. Indonesia perlu sekolah baru! BAB III PENUTUP 3. 2010:252). Saran dan Solusi Dunia pendidikan harus memposisikan diri sebagai agen perubahan (agent of changes). Pendidikan adalah serangkaian kegiatan komunikasi antara manusia dewasa dengan si anak didik secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam rangka memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya. Kekuasaan dan wewenang. kehendak. Dengan service learning peserta didik secara nyata membangun kehidupan yang damai. Pemberontakan / revolusi. baik kompetensi kognitif. Kedua. Penemuan-penemuan baru. Pendidikan yang hanya diperuntukkan mencerdaskan otak harus ditransformasikan ke dalam perspektif yang holistik yakni mencerdaskan perilaku secara keseluruhan. Maliki. . Maka perubahan sosial yang terjadi baik itu mengangkut nilai-nilai sosial. pendidikan bisa menjadi korban. Bentuk-bentuk perubahan sosial: Lambat & Cepat. Intended Change (perubahan yang di kehendaki) dan Uninted Change (perubahan yang tidak di kehendaki). namun paradigma pendidikan belum berubah ke arah itu.

slametwidodo. Slamet. Wibisono. Aprinus. Salam.2002. Arti Perkembangan Menurut Filsafat Positivisme Augus Comte. Sosiologi Pendidikan. 2008. 25 November 2010 Salim.Daftar Rujukan : Koento. diakses tgl. 5 | No. 26 November 2010. Zainuddin.googlepages. Perspektif Teori tentang Perubahan Sosial. . Widodo. 2 | Jul-Des 2007 | 257-275 2 P3M STAIN Purwokerto dari: www. Yogyakarta. diakses tgl. Agus. 2007. Dari http//www. 2008. Dari http://learning-of. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.Yogyakarta: Tiara Wacana.com.com. Perubahan Sosial. Perubahan Sosial dan Pertanyaan tentang Kearifan Lokal. Slamet.slametwidodo.com. Widodo. 26 November 2010. 2010.ibdajurnal. Struktural Fungsional dan Psikologi Sosial. diakses tgl. Sumber : Jurnal Ibda` | Vol. 1983. Perubahan Sosial Sketsa Teori dan Refleksi Metodologi Kasus Indonesia. Gadjah Mada University Press Maliki.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->