P. 1
budidaya_wijen

budidaya_wijen

|Views: 163|Likes:
Published by CG_carpisung

More info:

Published by: CG_carpisung on May 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

text

original

Nama : wahyu tunggal pamungkas No Mhs : 13120

BUDIDAYA TANAMAN WIJEN PENDAHULUAN Wijen (Sesamum indicum L.) diperkirakan berasal dari benua Afrika, kemungk inan Ethiopia. Telah lama tumbuh berkembang di daerah savana sebagai bahan panga n yang mengandung protein tinggi dan jenis liar banyak diketemukan di sana. Term asuk famili peda-liceae, genus Sesamum dan telah diidentifikasi sebanyak 24 spes ies. Batang tegak, berkayu berlekuk empat, kebanyakan bercabang. Susunan daun um umnya berselang-seling dengan bentukatauukuran antara daun bawah, tengah, dan at as maupun antara varietas yang satu dengan yang lain berbeda. Tinggi ,52,5 meter , umur 2,5 bulan tergantung varietas kondisi setempat. Bunga muncul dari ketiak daun 13 kuntum per ketiak, warna putih dan ungu. Mahkota bunga berbentuk terompe t dan benang sari menempel di dalamnya. Wijen menyerbuk sendiri, penyerbukan oleh serangga biasa terjadi, jarang-jarang oleh a ngin. Buah dengan panjang 2cm, diameter 0,5cm, terdiri dari 4, 6, dan 8 lokus (k otak) memanjang. Tiap lokus berisi biji yang mengandung kira-kira 50125 biji pe r polong. Sebelum buah masak panen, daun gugur, warna kulit buah (polong) yang sem ula hijau berubah menjadi kekuningan-kuningan,akhirnya berwarna cokelat dan keri ng. Sebelum kering buah pecah mulai dari ujung, sehingga biji keluar berwarna pu tih, kuning, cokelat atau hitam tergantung varietas. Biji sangat kecil, tiap kil ogram terdiri dari 300600 ribu biji. Ukuran 1 biji berbeda, terutama akibat kete balan kulit biji yang bervariasi. Kulit biji semakin tipis, mutu wijen dinilai s emakin baik. Rendemen isi biji (kernel) dari biji berkulit berkisar 55%-85%. Ada kecenderungan kulit semakin tipis, kandungan minyak dari kernel semakin tinggi, kadar asam lemak jenuh 15% dari total asam lemak. Umumnya wijen hitam, kulitnya lebih tebal daripada wijen putih, namun mutu minyak wijen hitam lebih baik. Wije n dari Indonesia rata-rata berkulit tipis, sehingga dinilai mempunyai mutu yang lebih baik daripada wijen dari luar negeri. Kegunaan Biji wijen mengandung minyak 35%-63%, protein 20%, asam amino 7 macam, lemak jen uh 14%, lemak tak jenuh 85,8%, fosfor, kalium, kalsium, natrium, besi, vitamin B dan E, anti oksidan dan alanin atau lignin, dan tidak mengandung kolesterol. D igunakan untuk aneka industri, bahan makanan ringan, dan penghasil minyak makan, serta sebagai bahan baku untuk industri farmasi, plastik, margarin, sabun, kosm etik, pestisida, dll. Sebagai bahan makanan dan minyak makan digolongkan bermutu tinggi karena k andungan mineral dan proteinnya tinggi serta berkadar asam lemak jenuh rendah, sehingga tidak berdampak negatif terhadap kesehatan. Produk pangan dari wijen bermanfaat bagi kesehatan karena dapat mengikat kelebih-2 an kolesterol da lam darah, pencegah pengerasan dinding pembuluh darah, memelihara kesehatan hati dan ginjal, mencegah kanker, dan meningkatkan kebugaran dan vitalitas tubuh. O leh karena itu minyak wijen dinamakan Raja dari minyak nabati Bungkil wijen (am pas) yaitu wijen yang sudah diambil minyaknya, sangat baik untuk pakan ternak. S elain itu bungkil wijen dapat juga dimanfaatkan sebagai lauk yang disebut cabuk PERTANAMAN WIJEN DI INDONESIA Tanaman ini sudah lama dibudidayakan di Indonesia, sehingga tersebar luas hampir di semua pulau dan daerah yang sesuai. Sentra pertanaman di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Dibudidayakan ole

Curah hujan 300-1. Impor minyak wijen pada tahu n 1990 sebanyak 229.000ha/tahun. panen akan makin cepat.457 yang setiap tahun cenderung meningk at.300 0 C dengan cahaya penuh. Wijen termasuk tanaman hari pendek. Areal pertanaman wijen di Jawa hampir habis. Ta hun 2001. kemudi an semakin menurun. sehat dengan daya kecambah lebih dari 80%Kebutuhan benih untuk pertanaman monokultur sekitar 38 kg/ha.sehingga status Indonesia yang semula sebagai Negara pengekspor berubah menjadi pengimpor. Bila jangka waktu keter-sediaan air cukup panjang dapat dibudidayakan varietas dalam. sehingg a perlu dipikir-kan bila bertanam secara campuran dengan tanaman lain. karena wijen tidak tahan tergenang.000 ton. Meski-pun demikian.218 ton minyak wijen. impor wijen sebanyak 3. Secar a umum dari dalam negeri mempunyai mutu yang lebih baik daripada wijen impor. sekitar 7 jam per hari.722. tetapi yang terbaik pada tanah lempung berpasir yang subur dengan pH 5. pada tanah berat saluran drainase seringkali diperlukan agar kelebihan air dapat segera dibuang. curah hujan tinggi. Setia p tahun Indonesia sejak tahun 1987 mengimpor wijen sekitar 2.5-8. tanaman ini dapat ditumpangsarikan dengan tanaman semusim lain. Tanah Tumbuh baik dan berhasil pada semua jenis tanah. jarang yang menanam secara monokultur. Selain itu. karena terdesak oleh tanaman pangan dan wijen bergeser ke kawasan Timur Indonesia (KTI) terutama NTB dan NTT. tergantung jarak tanam. . toleran terhadap kekeringan.0. Namun sudah banyak varietas yang dapat menyesuaikan diri di berbagai daer ah yang bervariasi panjang harinya. wijen menghendaki drainase baik. SYARAT TUMBUH Iklim Tanaman wijen menghendaki daerah tropika. Wijen dari Sulawesi dan Bima dinilai bermutu tinggi. Komoditas ini kurang tahan ternaung. Benih diambil dari areal pertanaman yang ser agam. Umur tanam an berkisar antara 75-150 hari. Makin panjang hari. dan cuaca mendung terutama saat pembungaan.200kg perhektar. Terutama yang lebih cepat tumbuh dan tinggi daripada tanaman wijen.Luas areal pada tahun 1960-an mencapai sekitar 150.h petani kecil dengan input dan teknologi yang relatif rendah.5 Pengolahan Tanah Lahan dibersihkan dari sisa-si sa tanaman dan gulma. tetapi tidak tahan tergenang. Mengingat masing-masing mempunyai kanopi dan umur yang berbeda. Oleh karena itu.200 meter di atas permukaan laut (m dpl. TEKNIK BUDI DAYA Varietas macam varietas yang digunakan perlu disesuaikan dengan tujuan pe rtanaman dan ketersediaan air. Ketinggian 11.) sensitif terhadap suhu rendah. 472 ton biji dan 4.Indonesia kecuali mengimpor biji juga mengimpor minyak wijen.000 mm. Suhu optimal 250 0 C .3 ton 3 dengan nilai US$216. Tanah dangkal dan tanah ga raman kurang sesuai.Produktivitas sangat bervariasidari 3001. kecuali di beberapatempat di Bima dan Sulawesi Selatan.

tetapi pengairan tersebut tidak boleh sampai mengge-na ng.Tanah sedalam 20 cm perlu diolah sampai gembur. dll. Jarak tanam Pemupukan Dosis pupuk 100 kg Urea per hektar.. Hama dan Penyakit Hama yang sering dijumpai pada tanaman wijen adalah Agrotis sp. Pengendalian secara kimia untuk Agrotis sp. Pupuk dan 7 K dapat ditambahkan bila daerah tersebut diketahui memerlukan hara tersebut. sedang dua yang lain dengan 2cc/liter air Thiodan 35 EC disemprotkan pada tanaman. Sambil menyiang tanaman dibum-bun.. 8 sehingga tinggal 2 tanaman per lubang tanam. berarti drainase harus baik. Di lahan kering wijen umumnya ditanam pada musim penghu-jan. serta pengat uran waktu tanam. tiap lubang tanam diisi 5 biji. sehingga umumnya ditempuh dengan penggunaan varietas yang toleran . Pupuk Urea yang telah diletakkan dalam lubang harus ditutup.Pengolahan tanah Penanaman Jarak tanam bervariasi (10-25) cm x (30-75) cm. Adanya tanaman wijen dalam pola tanam juga bermanfaat untuk menekan nematoda. Antara lain: 1. Untuk sistem ini sebaiknya penyulam-an dilaksanakan 1520 HST. 6 Untuk memudahkan penanam an biji dicampur dengan abu atau pasir halus. Sepertiga dosis diberikan bersamaan dengan tanam. Tanaman wijen selain ditanam monokultur juga dapat ditumpang-sarikan dengan tana man semusim lain seperti padi gogo.50 cm dengan jarak 5 cm dari lubang tanam. Pemberian dapat dilakukan dengan cara ditugal sedalam 57. sisanya diberikan pada umur 4minggu setelah tanam (MST). begitu pula semakin sedikit percabangannya ditanam semakin r apat. bila disebar keperluan benih dapat mencapai 4 kali lipat. jarak dan pola tanam yang toleran. . Penjarangan dila kukan 1520 HST. Diupayakan agar pertanaman tidak tergenang walaupun sehabis hujan. Varietas genjah lebih rapat diband ing varietas dalam. sebanya 40 kg/ha dengan cara tugal. 2. Jarak pupuk dari tanaman Pemeliharaan Penyulaman dilakukan 6 hari setelah tanam (HST). Penanaman dengan tugal sedalam 24 cm. pengaturan tata letak tanaman. Pengendalian secara kimia dirasa k urang efisien. jagung. karena menimbu lkan kerusakan dan kerugian yang lebih besar. Penyakit pada tanaman wijen dianggap lebih penting daripada hama. Drainase dan saluran pembuangan juga perlu dipersiapkan agar pertanaman tidak tergenang. sehingga memungkinkan menggu-nakan bahan tanaman untuk menyulam dari lubang tanam lain yang tumbuh lebih dari dua tanaman . Pola Tanam Tanaman wijen dapat ditanam baik pada lahan sawah maupun lahan kering. Tetranych us sp. Penyiangan dilakukan bila gulma tel ah mengganggu dan diupayakan sampai dengan umur 40 HST bebas dari gangguan gulma . tergantung dari varietas tanaman. 3. Tanaman wijen mudah hidup bila dipindah. Pada lahan sawah umumnya ditanam pada musim 9 kemarau. digunakan Fura dan 3G. kacang-kacangan. dan Aphis sp. jarak. Oleh karena itu pada pada awal pertumbuhannya membu-tuhkan pengairan yang cukup sampai deng an pengisian polong (umur 60-70 hari).

kemudian dibalik agar biji dalam polong yang suda h pecah jatuh ke tempat yang sudah dipersiap-kan. ikatan batang wijen dibalik ya itu ujungnya terletak dibawah sehingga biji keluar. Bila lantai. batang dipukul-pukul dengan tongkat dan kalau belum semua biji dapat keluar. Polong-polong yang berwarna hijau langsung cokelat. Di bawah tempat penjemuran diletak-kan tikar/tempat menampung biji wijen agar biji yang jatuh mudah dikumpulkan. sebaiknya menggunakan sabit bergerig i. Penjemuran Pengupasan Kulit Biji Pengupasan dilakukan umumnya bila akan digunakan sebagai bahan makanan. Jika nampak polong-polong sudah pecah. masing-masing ikatan bergaris tengah sekitar 10-15 cm. dan pecah. Perkembangan teknologi pengolahan pascapanen wijen Sudah agak menggembirakan dengan telah beredarnya di pasaran alat sosoh wijen mekanis yang sudah diproduksi secara komersial dengan kapasi-tas 50 kg per jam. Pada kondisi yang sangat panas dan kering proses penuaan kadang-kadang tidak begitu jelas. kemudian diberi kaporit sup aya biji menjadi lebih putih dan selanjutnya dijemur. kering. pelan-pelan batang dipegang dan dipotong 10-15 cm di bawah kedudukan buah. Di samping itu sudah ada sebuah alat penampi mekanis yang masih prototipe dan perlu disempurnakan . PROSESING Pembijian Batang wijen sebagai hasil panen diikat. Po sisi batang masih tetap tegak. umumnya selama satu hari pada panas terik sudah kering dengan kadar air kurang lebih 7%. Penguningan dimulai dari polong-polong yang berkedudukan di bawah. i katan batang tadi dijemur ulang dengan kedudukan berdiri seperti semula dan biji dikeluarkan lagi sampai habis. Untuk mendorong biji keluar . kemudian dijemur dalam kedudukan berdir i (Gambar 1). kemudian dicuci untuk menghilangkan kulitnya. sehingga ditampi atau diblower. tidak lagi diperlukan tempat menampung. Biji yang telah keluar dari polong dijemur lagi. . B ila terlambat polong akan pecah. Agar penc ucian ini lebih mudah sering digunakan minyak tanah. 12 Biji yang telah kering dibasahi dan ditumbuk sampa i kulit biji terkelupas. walaupun ini tidak selalu. bila jatuh dan tidak lagi dapat diambil. belum sama sekali bersih dar i kulit biji. Kernel yang telah dikeringkan.PANEN Panen yang tepat dilakukan bila 2 dari polong buah sudah berwarna hijau kekuningan. Pemane nan yang dilakukan saat polong mulai pecah.jemur ini dari pleste r.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->