P. 1
dmg SIAP

dmg SIAP

|Views: 85|Likes:
Published by Robee Atul Adawiyah

More info:

Published by: Robee Atul Adawiyah on May 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2012

pdf

text

original

BAB I: PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Selama lebih dari satu abad, telah diketahui bahwa diabetes yang datang pada saat kehamilan dapat menyebabkan efek buruk pada keadaan klinis fetus dan neonatus. Pada awal tahun 1940-an, diketahui bahwa wanita yang menderita diabetes beberapa tahun setelah kehamilan akan mengalami mortalitas fetus dan neonatus yang tinggi.1,2 Diabetes melitus dapat menyerang warga segala lapisan umur dan sosial ekonomi. Di Indonesia saat ini masalah DM belum menempati skala prioritas utama pelayanan kesehatan walaupun sudah jelas dampak negatifnya, yaitu berupa penurunan kulitas SDM, terutama akibat penyulit menahun yang ditimbulkannya (PERKENI, 2002). 2 Diabetes Melitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Suyono, 2005). Diabetes Melitus Gestasional adalah intoleransi karbohidrat ringan ( toleransi glukosa terganggu ) maupun berat ( diabetes melitus ) yang terjadi atau diketahui pertama kali pada saat kehamilan berlangsung. Diabetes Melitus Gestasional merupakan penyakit yang sering dijumpai pada kehamilan. Di Indonesia prevalensi Diabetes Melitus Gestasional mencapai 1.9-3.6%. 3 Diabetes dalam kehamilan menimbulkan banyak kesulitan. Penyakit ini akan menyebabkan perubahan-perubahan pada penderita yang juga dipegaruhi oleh kehamilan. Sebaliknya diabetes akan mempengaruhi kehamilan dan persalinan. Komplikasi pada ibu dan bayi pada penderita diabetes akan meningkat karena perubahan metabolik. Angka lahir mati pada kasus diabetes tak terkendali dapat terjadi 10 kali dari normal. Diabetes dalam kehamilan sukar ditemukan karena rendahnya kemampuan dalam mendeteksi kasus. Diabetes patut dicurigai pada pasien yang mempunyai ciri gemuk, riwayat keluarga diabetes, riwayat melahirkan bayi dengan berat badan > 4 kg, riwayat lahir mati, dan abortus berulang.1

BAB II: ISI
1

DEFINISI Diabetes Mellitus Gestasional adalah suatu bentuk diabetes yang berkembang pada beberapa wanita selama kehamilan yang terjadi karena kelenjar pankreas tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup untuk mengkontrol gula darah ( glukosa ) wanita hamil tersebut pada tingkat yang aman bagi dirinya maupun janin yang dikandungnya.3 Definisi ini juga dapat mencakup pasien yang sebetulnya sudah mengidap DM (tetapi belum teridentifikasi), dan baru diketahui saat kehamilan (DM + hamil) di samping yang benar-benar diabetes melitus gestasional menurut definisi lama. Sesudah kehamilan selesai baru kemudian dapat dipilah mana yang DMG dan mana yang DM + hamil (PERKENI, 2002). 3 Diabetes gestasional berbeda dengan diabetes lainnya di mana gejala penyakit ini akan menghilang setelah bayi lahir 4

EPIDEMIOLOGI
Insidens Diabetes Mellitus dalam kehamilan sekitar 2% - 3%. Dari kepustakaan lain dikatakan bahwa diabetes mellitus terdapat pada 1-2% wanita hamil, dan hanya 10% dari wanita tersebut yang diketahui menderita diabetes mellitus sebelum hamil, dengan demikian dapat disimpulkan sebagian besar yang terjadi pada kehamilan adalah diabetes mellitus gestational. Penelitian Prof. John M.F Adam di Ujung Pandang dalam dua periode yang berbeda, memperoleh insidens Diabetes Mellitus Gestational yang jauh lebih tinggi pada mereka dengan resiko tinggi (4,35%) dan 1,67% dari seluruh populasi wanita hamil. Sedangkan, pada penelitian kedua beliau ditemukan 3% pada kelompok resiko tinggi dan 1,2% dari seluruh wanita hamil.5

KLASIFIKASI
Berdasarkan ketergantungan pasien terhadap diklasifikasikan sebagai berikut :1,2,6,7 1. Tipe 1 ( Tergantung insulin ) / Insulin dependent diabetes mellitus, yaitu pasien yang memerlukan insulin dalam mengendalikan kadar gula darah. insulin eksogen, diabetes

2

2. sesuai dengan definisi lama WHO 1980). Umumnya termasuk NIDDM ( Non Insulin Deppendent DM).9 3 . Klasifakasi diabetes kehamilan menurut white ( 1965). DM yang baru saja ditemukan pada saat kehamilan ( DM Gestasional = DMG). DMG sendiri dibagi dua sub kelompok: 9 1. Sebelumnya belum mengidap DM.2. Sebenarnya sudah mengidap DM sebelumnya. 1. Beberapa ciri umum Diabetes Melitus Bergantung Insulin (Tipe 1) dan Tidak Bergantung Insulin (tipe 2) Karakteristik Lokus genetik Usia saat awitan Habitus Insulin plasma Glukago plasma Komplikasi akut Terapi insulin Sulfonylurea Tipe 1 (Bergantung Insulin) Kromosom 6 Biasanya < 40 tahun Normal sampai kurus Rendah sampai tidak ada Tinggi dapat ditekan Ketoasidosis Responsif Tidak responsive Tipe 2 (Tidak Bergantung Insulin) Tidak diketahui >40 tahun Gemuk Normal sampai tinggi Tinggi. tipe 2 ( Tidak Tergantung insulin ) / Non dependent insulin diabetes mellitus. resisten Koma hiperosmolar Responsif/resisten Responsif Pembagian Diabetes Melitus pada kehamilan :8. baru mengidap DM dalam masa kehamilan (Pregnancy-Induced Diabetes Mellitus. tapi baru diketahui saat hamil (sama dengan DMH) 2. DM yang memang sudah diketahui sebelumnya dan kemudian menjadi hamil (DM Hamil = DMH = DM pragestasional). yaitu pasien yang tidak memerlukan insulin dalam pengendalian kadar gula darah. Sebagian besar termasuk golongan IDDM (Insulin Dependent DM). DMG sesungguhnya. yaitu : 8.

dan tanpa kelainan pembuluh darah.Kelas A : Diabetes kimiawi. Kelas R : Untuk penderita dengan komplikasi retinitis proliferans atau dengan perdarahan dalam vitreus. subklinis atau diabetes kehamilan. atau timbul pada umur antara 10-19 tahun. Kelas T : Untuk penderita dengan transplantasi ginjal. Tabel 2. atau disertai kelainan pembuluh darah. Kelas C : Diabetes yang diderita antara 10-19 tahun. termasuk arteria uterine. disebut juga diabetes laten. Prognosis bagi ibu dan anak baik. cukup diobati dengan diet saja. dan tidak disertai kelainan pembuluh darah. termasuk glomerulonefritis dan pielonefritis. 20 tahun atau lebih. Kelas D : Diabetes telah diderita lama.tes toleransi glukosa tidak normal. termasuk arteriosclerosis pada retina dan tungkai dan retinitis. Penderita tidak memerlukan insulin. diketahui secara klinis setelah umur 19 tahun dan berlangsung kurang dari pada 10 tahun. Kelas E : Diabetes yang disertai perkapuran pada pembuluh-pembuluh darah panggul.Klasifikasi Diabetes yang menjadi penyulit kehamilan Kelas A1 Awitan Gestasional Glukosa Plasma Puasa <105 mg/dl Glukosa 2 jam Postprandial <120 mg/dl >120 mg/dl Penyakit Vaskular Tidak ada Tidak ada Retinopati jinak Nefropati Retinopati poliferatif Jantung Terapi Diet insulin Terapi Insulin Insulin Insulin Insulin Insulin Insulin A2 Gestasional >105 mg/dl Kelas Usia Awitan Durasi (thn) B C D F R H (Thn) Di atas 20 10-19 Sebelum 10 Semua Semua Semua <10 10-19 >20 Semua Semua Semua 4 . Kelas H : Untuk penderita dengan penyakit jantung koroner. atau diderita sebelum umur 10 tahun. Kelas F : Diabetes dengan nefropatia. Kelas B : Diabetes dewasa.

lain. Sering buang air kecil (polyuri) Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL. infeksi. emosi. Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih. Penyakitnya sukar dikuasai dan lebih memerlukan insulin. GEJALA KLINIS 1.4. pengobatan dan lain. Penderita lebih mudah mengalami komplikasi ginjal. neoplasma. yang tidak menjadi jelas dalam bentuk gangguan metabolisme hidrat arang. pembuluh darah dan urat saraf. gangguan gizi. 3. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan. mempunyai gambaran klinik yang berbeda-beda beratnya dan menunjukkan kecenderungan untuk timbul keto-asidosis. Jika kadarnya lebih tinggi lagi. retina. maka glukosa akan sampai ke air kemih. Selalu merasa haus (polydipsi) Akibat poliuri dan banyak cairan yangdikeluarkan. maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi). penderita mengalami penurunan berat badan.10 Gejala utama dari diabetes gestasional pada prinsipnya sama dengan gejala utama pada penyakit diabetes yang lain yaitu 1. maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri). ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. walaupun sejak semula ia sudah mempunyai dasar kelainin anatomic dan metabolic. Sering merasa lapar (polyfagi). Pre diabetes : Penderita yang tidak menunjukkan gejala-gejala penyakit. kegemukan.Diabetes juvenilis : Pasien yang sudah menderita diabetes sejak masa kanakkanak. Gejala-gejala penyakit baru timbul apabila terjadi sesuatu yang memberatkan seperti kehamilan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi). Gejala tambahan lainnya adalah : • Mudah lelah 5 . 2.

• Sering merasa mual • Sering mengalami infeksi kandung kemih. Umur ibu hamil > 30 tahun 2. vagina. Infeksi saluran kemih berulang-ulang selama kehamilan Strategi penapisan yang dianjurkan berdasarkan penilaian resiko untuk mendeteksi diabetes mellitus gestasional berdasarkan Fourth International Workshop-Conference on Gestasional Diabetes : 2. riwayat pernah melahirkan anak mati tanpa sebab yang jelas 3. FAKTOR RESIKO 8. Riwayat DM dalam keluarga 3. Berasal dari kelompok entik yang prevalensi diabetes gestasionalnya rendah. Pernah melahirkan bayi > 4000 gram 5. Polihidramnion Riwayat Ibu 1. Tidak ada anggota keluarga dekat (first-degree relative) yang mengidap diabetes Usia kurang dari 25 tahun Berat sebelum hamil normal Tidak ada riwayat kelainan metabolisme glukosa Tidak memiliki riwayat obstetric yang buruk 6 . Riwayat pernah melahirkan bayi dengan cacat bawaan 4. Pernah DMG pada kehamilan sebelumnya 4. maupun kulit • Penglihatan kabur • Hasil dari pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya gula dalam uri.10 Riwayat Kebidanan : 1. Beberapa kali keguguran 2.8 Resiko rendah Pemeriksaan glukosa darah tidak diperlukan secara rutin apabila semua karakteristik berikut ditemukan. Pernah preeklampsia 6.

9 Perubahan hormonal yang luas terjadi pada kehamilan dalam usaha mempertahankan keadaan metabolisme ibu yang sejalan dengan bertambahnya usia kehamilan. ia dapat mengalami diabetes yang mengakibatkan perubahan pada metabolisme karbohidrat. Jika seorang wanita menjadi hamil maka ia membutuhkan lebih banyak insulin untuk mempertahankan metabolisme karbohidrat yang normal. karena glukosa melintasi plasenta dengan mudah. • Resiko tinggi Lakukan pemeriksaan glukosa darah sesegera mungkin. Pengaruh Kehamilan Terhadap Diabetes Dari segi klinis.• Resiko rata-rata Lakukan pemeriksaan glukosa darah pada minggu ke-24-28 dengan menggunakan salah satu dari berikut : Resiko rata-rata wanita keturunan Hispanik. menginduksi resistensi insulin perifer dan mengkontribusi terhadap perubahan sel β pancreas. gambaran sentral dari metabolisme karbohidrat dapat disimpulkan dalam istilah sederhana. sehingga kelebihan produksi insulin oleh ibu atau janin tetap tinggal bersama yang akhirnya menghasilkan keadaan glukosuria. Insulin tidak melintasi barier plasenta. kortek adrenal janin. kortek adrenal ibu dan pancreas terlibat dalam timbulnya perubahan-perubahan hormonal ini. yang mempunyai 7 . pribumi Amerika Asia Selatan atau Timur. Kadar glukosa dalam darah wanita hamil merupakan ukuran kemampuanya untuk memberikan respon terhadap tantangan kehamilan itu. Jika ia tidak mampu untuk menghasilkan lebih banyak insulin untuk memenuhi tuntutan itu. Kadar glukosa darah maternal dicerminkan dalam kadar glukosa janin. Afrika. pemeriksaan glukosa darah harus diulang pada minggu ke-24-28 atau setiap saat pasien memperlihatkan gejala atau tanda yang mengarah ke hiperglikemia.8. Apabila diabetes gestasional tidak terdiagnosis. Resiko tinggi – wanita yang jelas kegemukan. jelas memiliki riwayat diabetes tipe-2 pada anggota keluarga. plasenta. Hormonhormon ini mungkin yang bertanggung jawab secara langsung maupun tidak langsung. Ovarium. riwayat diabetes gestasional atau glukosuria.

5 8 . mencapai puncaknya saat aterm. Progesteron yang dihasilkan korpus luteum sepanjang kehamilan khususnya selama 6 minggu pertama. Pada beberapa uji toleransi glukosa didapatkan keadaan antara lain. Trofoblas mensintesis progesterone dan kolesterol ibu dan merupakan penyumbang utama terhadap kadar progesterone plasma yang meningkat secara menetap selama kehamilan. 2. Sebagian besar estrogen yang dibentuk oleh placenta adalah dalam bentuk estriol bebas. HPL adalah salah satu dari hormon-hormon utama yang bertanggung jawab menurunkan sensitivitas insulin sejalan dengan bertambahnya usia kehamilan. konsentrasi kortisol ibu diperkirakan 2. Dengan kata lain HPL merupakan antagonis terhadap insulin. Kadar HPL meningkat pada keadaan hipoglikemia dan menurun pada keadaan hiperglikemia. Terutama yang penting adalah peningkatan progresif dari sirkulasi estrogen yang pertama kali dihasilkan oleh ovarium hingga minggu ke-9 dari kehidupan intra uterine dan setelah itu oleh plasenta. hiperglikemia postprandial dan hiperinsulinemia. Setelah melahirkan dan pengeluaran plasenta. Pada kehamilan lanjut. Beberapa peneliti melaporkan bahwa laju produksi glukosa hepar meningkat dan sensitivitas insulin menurun pada pemberian sejumlah besar kortisol.lahan sepanjang kehamilan. Lactogen plasenta manusia (HPL) merupakan hormone plasenta penting lain yang mempengaruhi metabolisme karbohidrat. yang dieskresikan dalam urine. yang terkonjugasi dalam hepar menjadi glukoronida dan sulfat yang lebih larut. Kortek adrenal terlibat dalam peningkatan kortisol bebas secara progresif selama kehamilan. kadar HPL ibu cepat menghilang.5 kali lebih tinggi dari keadaan tidak hamil. hipoglikemia ringan pada saat puasa. Progesterone juga mengurangi kemampuan dari insulin untuk menekan produksi glukosa endogen. pengaturan hormonal kembali normal. Kadarnya dalam darah ibu meningkat secara berlahan. Estrogen tidak mempunyai efek dalam transport glukosa. HPL menekan transport glukosa maksimum tetapi tidak mengubah pengikatan insulin.pengaruh terhadap metabolisme karbohidrat. tetapi mempengaruhi peningkatan insulin (insulin binding). Perubahan pada metabolisme karbohidrat selama kehamilan sebagai akibat dari perubahan hormonal diatas.

Tetapi kadar insulin ibu tidak dapat mencapai fetus. Peningkatan kadar plasma insulin pada kehamilan normal berhubungan dengan perubahan respon unik terhadap ingestion glukosa. sehingga kadar glukosa ibulah yang mempengaruhi kadar glukosa fetus.Konsentrasi glukosa plasma selama puasa yang menurun mungkin terjadi akibat peningkatan dari kadar plasma insulin. Hal ini menjamin bahwa pada kehamilan normal pankreas janin tidak dirangsang secara berlebihan oleh puncak postprandial kadar glukosa darah ibu. Fetus normal mempunyai sistem yang belum matang dalam pengaturan kadar glukosa darah. dan kadar glukosa janin sangat mendekati kadar glukosa ibu. Respon ini konsisten dengan pernyataan bahwa kehamilan menginduksi resistensi perifer terhadap insulin. Pengurangan ambilan perifer terhadap glukosa 3. 9 . Mekanisme ini sepertinya bertujuan untuk mempertahankan suplai glukosa postprandial ke fetus. Penekanan respon dari glikogen Mekanisme yang bertanggung jawab terhadap resistensi insulin belum lengkap dimengerti. Tetapi hal ini tidak dapat dijelaskan dengan perubahan metabolisme insulin karena waktu paruh insulin selama hamil tidak berubah. Hal ini akan menimbulkan fetal hiperinsulinemia yang sebanding dengan kadar glukosa darah ibu dan fetus. Fetus normal adalah penerima pasif glukosa dari ibu. Glukosa melintasi barier plasenta melalui proses difusi. setelah makan pada wanita hamil didapatkan perpanjangan hiperglikemia. hiperinsulinemia. Mekanisme transport glukosa melindungi janin terhadap kadar maternal yang tinggi. Sel beta pankreas fetus kemudian akan menyesuaikan diri terhadap tingginya kadar glukosa darah. Sebagai contoh. Bila kadar glukosa ibu tinggi melebihi batas normal atau tidak terkontrol akan menyebabkan dalam jumlah besar glukosa dari ibu menembus plasenta menuju fetus dan terjadi hiperglikemia pada fetus. Peningkatan respon insulin terhadap glukosa 2. yang diperkuat dengan tiga hasil pengamatan: 1. mengalami kejenuhan oleh kadar glukosa maternal sebesar 10 mmol/l atau lebih sehingga kadar glukosa janin mencapai puncak pada 8-9 mmol/l. Beberapa peneliti telah melaporkan sensitifitas insulin menurun secara signifikan (40-80 %) dengan bertambahnya usia kehamilan. dan supresi glukagon.

Bila skrining hanya dilakukan pada kelompok resiko tinggi saja maka 50% diabetes melitus gestational tidak terdiagnosis.5. Karena prevalensi dari diabetes dalam kehamilan tinggi. atau dapat juga disebabkan karena gangguan toleransi glukosa yang terjadi pertama kali saat kehamilan disebut diabetes melitus gestational. Semua ahli sependapat bahwa skrining sebaiknya dilakukan pada semua wanita hamil. 10 Hiperglikemia pada wanita hamil dapat disebabkan karena sebelumnya penderita sudah menderita diabetes mellitus atau disebut diabetes melitus pregestational.1.8.3.Hiperinsulinemia yang bertanggungjawab terhadap terjadinya makrosomia oleh karena meningkatnya lemak tubuh. adalah: 1. Metode diagnostik harus cepat dan praktis. walaupun hal ini sangat sulit dilaksanakan. Diabetes melitus yang telah diketahui sebelum kehamilan tidak ada masalah dalam diagnosis.Riwayat kebidanan yang mencurigakan • • • • Beberapa kali mengalami keguguran Pernah melahirkan anak mati tanpa sebab yang jelas Pernah melahirkan bayi dengan cacat bawaan Pernah melahirkan bayi dengan BBL: 4000 gram 10 . riwayat obstetrik sebelumnya atau obesitas. Lain halnya pada diabetes mellitus gestational. Kelompok resiko tinggi terjadinya diabetes melitus gestational. maka perawatan antepartum yang optimum memerlukan uji diagnostik yang sensitif pada semua wanita hamil. banyak kriteria diagnostik yang dipakai dan belum ada kesepakatan dari semua ahli tentang kriteria diagnostik mana yang terbaik. O’Sullivan dan Mahan malaporkan bahwa pemeriksaan yang sederhana pada semua wanita hamil lebih berguna dalam mengidentifikasi pasien-pasien yang beresiko terkena diabetes daripada indikatorindikator lain seperti riwayat penyakit dalam keluarga.9 DIAGNOSIS2.

Riwayat ibu yang mencurigakan • • • • • Umur ibu waktu hamil lebih dari 30 tahun Riwayat DM dalam keluarga Riwayat DMG sebelumnya Obesitas Infeksi saluran kencing yang berulang selama hamil Skrining dilakukan pada kehamilan minggu ke-28 atau lebih dengan catatan pada kelompok ibu-ibu dengan resiko tinggi. skrining dilakukan pada minggu ke-24 kehamilan. Tes toleransi glukosa hanya dilakukan pada mereka yang tes tantangan glukosa positif. Skrining dan criteria diagnosis DMG menurut O’Sullivan Mahan terdiri atas dua tahap. Cara Skrining Dan Kriteria Diagnostik Cara O’Sullivan & Mahan. Wanita hamil Glukosa 50gram >140mg/d l <140mg/dl ≥ 200mg/dl Norma l TTGO-3jam 100 gram glukosa 11 . Skrining ulang dilakukan pada minggu ke 33-36 kehamilan. pada ibu hamil dengan resiko tinggi atau tes toleransi glukosa positif.• • Pernah keracunan kehamilan Pernah mengalami polihidramnion 2. Tes toleransi glukosa dilakukan 3 jam. yaitu: tahap pertama: disebut tes tantangan glukosa yang merupakan tes skrining dan tahap kedua: tes toleransi glukosa oral. Javanovic menganjurkan waktu skrining yang terbaik ialah pada minggu ke 27-31 kehamilan.

Normal bila kadar glukosa darah puasa <105 mg/dL. Kadar glukosa plasma vena Normal Diabetes Melitus Toleransi Glukosa Puasa (mg/dl) <100 ≥140 100-140 2 Jam PP (mg/dl) <140 ≥200 140-200 Terganggu Tabel 1: Kadar glukosa darah sebagai kriteria diagnosis diabetes melitus menurut WHO 12 . Dikatakan positif bila gula darah vena lebih besar 140 mg/dL. 3 jam postprandial.DMG Norma l Bagan 1: Cara skrining menurut Cara O’Sullivan Mahan Tes ini dilakukan pada saat wanita hamil tersebut berkunjung ke klinik tanpa harus berpuasa. 1 jam postprandial <190 mg/dL. glukosa darah 1 jam. Dinyatakan diabetes mellitus bila kadar glukosa darah plasma vena puasa >140 mg/dL dan atau 2 jam setelah pembebanan >200 mg/dL. Untuk mendeteksi diabetes mellitus dilakukan tes toleransi glukosa oral dengan beban 75 gram. Cara WHO Sejak tahun 1980 WHO telah membuat cara skrining untuk diabetes mellitus. 3 jam postprandial <140 mg/dL. 2 jam postprandial <160 mg/dL. Dengan beban 100 gram glukosa setelah berpuasa 12 jam. Kadar glukosa darah plasma vena puasa yang normal <100 mg/dL dan dua jam setelah pembebanan <140 mg/dL. setelah satu jam pemberian. Mereka yang mempunyai kadar glukosa darah diantara kadar normal dan diabetes mellitus disebut kelompok toleransi glukosa terganggu. Kepada mereka diberikan beban dengan 50 gram glukosa dilarutkan dalam air segelas. dilanjutkan dengan tes toleransi glukosa oral. Dikatakan diabetes melitus gestational bila ditemukan sedikitnya 2 angka abnormal. Bila didapatkan hasil yang positif. diambil glukosa darah puasa. 2 jam. Khusus untuk wanita hamil dengan toleransi glukosa terganggu harus diobati sebagai penderita diabetes mellitus.

1/2 jam : lebih dari 150 mg % . wanita hamil yang gemuk.10 • DIET  Sesuai dengan pengelolaan medis DM pada umumnya. Kadar glukosa darah hanya diambil 2 jam setelah pembebanan. PENATALAKSANAAN 1. ada riwayat keluarga dengan diabetes. 1972) membuat standarisasi. Pengelolaan medis 2.8.500 kalori per hari untuk tumbuh kembang janin selama masa kehamilan. Sementara itu.Puasa : normal atau kurang dari 100 mg% . skrining positif bila kadar glukosa vena setelah 1 jam pembebanan >130 mg/dL. pengelolaan DMG juga terutama didasari atas pengelolaan GIZI / DIET dan pengendalian berat badan ibu. maka American Collage of Obstetricians and Gyenecologists (Hughes. sampai selesai masa menyusui.2 jam : lebih dari 160 mg % . hipertensi atau glukosuria. dengan ditambahkan sejumlah 300 . 13 . pernah melahirkan bayi makrosomia. Seseorang dianggap menderita diabetes bila tes toleransi glukosanya menunjukkan hasil sebagai berikut : .3 jam : normal atau lebih dari 120 mg % Cara ASEAN Study Group of Diabetes in Pregnancy (ASGOIP) Cara ini menggunakan tes tantangan glukosa 50 gram.1 jam : lebih dari 160 mg % . Jika skrining positif dilanjutkan dengan tes toleransi glukosa oral 75 gram. Dinyatakan diabetes mellitus gestational apabila kadar glukosa vena plasma 2 jam setelah pembebanan >140 mg/dL. bayi dengan malformasi atau bayi lahir mati. karena masih belum adanya keseragaman dalam membuat kriteria diagnosis diabetes dalam kehamilan. Perhitungan menu seimbang sama dengan perhitungan pada kasus DM umumnya.Cara American Collage of Obstetricians and Gynecologists American Collage of Obstetricians And Gynecologists (1986) merekomendasikan bahwa penapisan hanya perlu untuk wanita-wanita resiko tinggi yaitu yang berumur lebih dari 30 tahun.

8 minggu. jika mungkin dengan alat periksa sendiri di rumah).  Dianjurkan kontrol sesuai jadual pemeriksaan antenatal. Pengelolaan DM dalam kehamilan bertujuan untuk : mempertahankan kadar glukosa darah puasa < 105 mg/dl mempertahankan kadar glukosa darah 2 jam pp < 120 mg/dl mempertahankan kadar Hb glikosilat (Hb A1c) < 6% mencegah episode hipoglikemia mencegah ketonuria / ketoasidosis diabetik mengusahakan tumbuh kembang janin optimal dan normal  Dianjurkan pemantauan gula darah teratur minimal 2 kali seminggu (ideal : setiap hari. Hb glikosilat diperiksa ideal tiap 6 .  Asupan Kalori Harian dan Pertambahan Berat Badan Selama Hamil yang Dianjurkan pada Wanita dengan dan Tanpa Terapi Insulin Berat Badan dibandingkan dengan Berat Tubuh Ideal <80-90% 80-120 % ( ideal ) > 150% Asupan Kalori Harian ( kkal / kgbb ) 36-40 30 12-18 Pertambahan berat badan yang dianjurkan selama kehamilan ( pon ) 28-40 25-35 15-25 14 . makin dekat perkiraan persalinan kontrol makin sering.

2. Insulin non human dapatnmenyebabkan terjadinya antibodi terhadap insulin endogen.Kenaikan berat badan ibu dianjurkan 1-2. • OLAHRAGA Pasien bebas melakukan program olah raga apapun. ibu BB normal 12. 15 . Obat hipoglikemik oral TIDAK digunakan dalam DMG.5 kg). pertumbuhan janin terhambat. denyut jantung janin.5-17. Pengelolaan Obstetrik  Secara umum. pemeriksaan USG.  Jika ada makrosomia. serta diekskresi dalam jumlah besar melalui ASI.5 kg pada trimester pertama. LANGSUNG digunakan insulin.  Pemeriksaan antenatal : pemantauan klinis ibu dan janin.5 setiap minggu.5 kg. gawat janin . dosis olah raga dapat ditingkatkan dengan aman sehingga sistem kardiovaskular dapat dilatih tanpa menimbulkan ketakutan akan timbulnya gawat janin. kardiotokografi (jika memungkinkan). mengingat efek teratogenitasnya yang tinggi. Sampai akhir kehamilan. kenaikan berat badan yang dianjurkan tergantung status gizi awal ibu (ibu BB kurang 14-20 kg. pembesaran / tinggi fundus uteri. Olah raga yang sesuai adalah yang menggunakan otot-otot tubuh bagian atas atau tidak banyak menimbulkan stres mekanis pada daerah badan selama latihan. HARUS preparat insulin manusia (human insulin). terutama tekanan darah. kadar gula darah ibu. Suatu program latihan pengkondisian kardiovaskular memperbaiki kontrol glikemik apabila dibandingkan dengan diet saja.5-12. ibu BB lebih / obesitas 7.pertimbangkan sectio cesarea. latihan kardiovasular untuk tubuh bagian atas tersebut menurunkan kadar glukosa darah. antibodi ini dapat menembus placental blood barrier dan berpengaruh pada janin.8 • INSULIN JIKA pengelolaan diet saja tidak berhasil. Diperkirakan bahwa saat tubuh bagian bawah dijauhkan dari muatan olah raga dengan pembebanan.2. Efek olah raga pada kadar glukosa mulai muncul setelah 4 minggu berolah raga. selanjutnya rata-rata 0. wanita dengan diabetes gestasional yang tidak memerlukan insulin jarang membutuhkan pelahiran dini atau intervensi lain.

5%  Bila terjadi hipokalsemi pada bayi : Diberikan kalsium glukonat 10% sebanyak 1 ml/kg iv 16 . diperiksa glukosa darah serum  Kadar kalsium dan Magnesium diperiksa pada umur 6.12. tidak perlu dirawat namun gerakan janin dipantau ( normal > 10 kali /12 jam )  Perlu amniosintesis untuk konfirmasi kematangan paru.  Jika janin sejahtera dapat dilahirkan pada kehamilan 40 minggu dengan persalinan biasa.4.2.12. Bila kadar glukosa tetap rendah diberikan infus glukosa 6 mg/kgbb/mnt. diberi minum lart glukosa 5%. tidak ada masalah baik dari aspek DM maupun dari aspek obstetrik lainnya. Apabila < 45 mg/dl. dapat diharapkan persalinan spontan pervaginam biasa.8. Konsentrasi glukosa yg diberikan tidak melebihi 12.24.Bila kadar glukosa 25-45 mg/dl dan bayi sehat.  Pada keadaan hipoglikemi dengan gejala : diberikan lart glukosa 10% sebanyak 2-4 ml/kgBB/mnt iv selama 2-3 menit. Jika semuanya baik. kadar glukosa diperiksa tiap jam. Dilanjutkan 6-8 ml/kg/mnt. Pengelolaan bayi 10  Pemeriksaan kadar gula darah pada 1.36 dan 48 jam.24 dan 48 jam  Hematokrit diperiksa pada 4 dan 24 jam  Kadar serum bilirubin harus diperiksa bila bayi tampak kuning  Bila terjadi hipoglikemi pada bayi : berikan larutan glukosa iv sebanyak 6 mg/kgbb/menit. 3.

Monique M. Risiko diabetes terutama tinggi pada wanita yang menderita hiperglikemia yang nyata selama atau segera seteralah kehamilan. Penanganan wanita yang mempunyai riwayat DMG harus meliputi usaha untuk mengurangi resistensi insulin (olahraga. yang akan meningkatkan risiko defek lahir pada janin mereka. penggunaan kontrasepsi 17 . mempertahankan berat badan normal dan menghindari obat-obat yang menginduksi resistensi insulin). Intra uterin device (IUD) merupakan kontrasepsi yang paling efektif yang secara metabolik bersifat netral. Bila terjadi hipomagnesemia : diberikan MgSO4 50% 1. PENGARUH KONTRASEPSI ORAL PADA DIABETES GESTASIONAL 7 Penggunaan kontrasepsi hormon tipe tertentu selama lima tahun sebelum hamil terkait dengan risiko berkembang jadi diabetes gestasional. Sebaliknya penggunaan kontrasepsi yang mengandung progestin selama masa menyusui dapat meningkatkan risiko diabetes. Oakland. wanita yang gemuk dan wanita yang menderita DMG yang didiagnosis sebelum masa kehamilan 24 minggu Pertambahan berat badan dan jumlah kehamilan dalam meningkatkan risiko diabetes setelah DMG.10 Wanita penderita DMG mempunyai risiko diabetes melitus non gestasional (DMNG) sebesar 17-63% dalam waktu 5-16 tahun setelah kehamilan. Hedderson dari Kaiser Permanente Medical Care Program of Northern California. Pemeriksaan harus dilakukan lebih sering pada wanita yang mempunyai gangguan gula darah puasa atau konsentrasi gula darah setelah pembebanan. Wanita dengan riwayat DMG harus menggunakan kontrasepsi yang efektif untuk mengurangi kemungkinan kehamilan yang disertai hiperglikemia yang tidak ditangani dengan baik. Risiko ini bervariasi tergantung pada tipe progestin dalam kontrasepsi hormonal. Penatalaksanaan jangka panjang dengan kontrasepsi oral kombinasi dosis rendah tampaknya tidak meningkatan risiko diabetes setelah DMG. dan rekan menemukan menemukan bukti yang menunjukkan. Konsentrasi glukosa darah harus dinilai kembali setelah persalinan dan sedikitnya setiap tiga tahun setelah persalinan sesuai anjuran American Diabetes Association untuk mendeteksi diabetes pada subjek yang berisiko tinggi. mengisyaratkan bahwa resistensi insulin dapat mempercepat penurunan fungsi sel beta yang cenderung menyebabkan diabetes.2 ml/kgBB/hari IM dibagi 2-3 dosis PENCEGAHAN KEHAMILAN 9.Dr.

Tapi di sisi lain. Ibu diabetes akan mengalami hiperglikemia. • Komplikasi neonatus pascapersalinan Prematuritas. hipertensi (kronik / preeklampsia / eklampsia) • Komplikasi fetal intrauterin Resiko abortus spontan. gangguan metabolik (hipoglikemia. MASALAH PADA BAYI Diabetes pada ibu hamil dapat menyebabkan berbagai gangguan pada bayi yang dilahirkannya. hiperbilirubinemia). trauma lahir. Bila glukosa dapat berdifusi melalui plasenta.4. hipomagnesemia. infsufisiensi plasenta (mengakibatkan hipksemia kronik). intelektual. Skrining diabetes gestasional dilakukan 24-28 minggu kehamilan. Hal ini menyebabkan pankreas janin terangsang untuk memproduksi insulin sendiri. akibatnya suplai glukosa dari ibu juga terhenti. dsb. makrosomia. sebaliknya insulin ibu tidak dapat ditransfer ke janin. penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kadar progestin androgenik rendah malah tampak menurunkan risiko diabetes gestasional sebesar 16%. • Komplikasi pada usia anak / dewasa gangguan tumbuh kembang. hidramnion.8 • Komplikasi maternal Infeksi saluran kemih.hormonal dengan kadar progestin androgenik tinggi meningkatkan risiko diabetes gestasional sebesar 43%. KOMPLIKASI 3. kelainan kongenital (terutama pertumbuhan sistem saraf pusat). kematian intrauterin. Terdapat dugaan adanya hubungan antara hyperandrogenicity dengan resistensi insulin. organomegali. Hiperglikemia ibu ini juga menyebabkan hiperglikemia pada janin (difusi melalui plasenta). kematian perinatal / neonatal. hipo-kalsemia. sindrom gawat napas neonatus. Hipoglikemia. sampai diabetes mellitus itu sendiri. insulin 18 . Hasilnya adalah hiperinsulmemia pada janin. trombosis vena renalis. obesitas. polisitemia. Gangguan tersebut antara lain: 5 1. Namun. Segera setelah lahir terjadi pemutusan aliran darah ibu ke janin.

Hiperinsulinemia menghambat produksi surfaktan karena hiperinsulinemia memengaruhi perbandingan lesitin dengan spingomielin yang merupakan unsur utama pembentukan surfaktan. Makrosomia. 19 . 2. Kadar gula darah yang meningkat selama trimester pertama dihubungkan dengan banyaknya kelainan malformasi fetal. Hiperbilirubinemia. Sebagai hasil akhirnya. seperti kelainan jantung bawaan. lipogenesis dan sinresis protein dalam tubuh janin. 4. janin tumbuh subur/pesat pada semua tingkat usia kehamilan yang disebut large for gestational age (LGA). Satu penelitian mengindikasikan bahwa kadar glikosilat hemoglobin yang lebih tinggi pada pasien non-gestasional diabetes yang berhubungan dengan adanya cacat bawaan yang umum seperti hidrosefalus. Bayi dari ibu diabetes cenderung lebih besar dan montok daripada bayi yang lahir normal. Anomali kongenital. Bayi dari ibu diabetes mempunyai risiko tiga kali lebih besar untuk mengalami cacat bawaan. 3. Respiratory distress syndrome (RDS). Bayi dari ibu diabetes mempunyai risiko tinggi mengalami RDS. Akan tetapi. Hal ini berkaitan dengan imaturitas paru sebagai akibat hiperinsulinemia janin. Hal tersebut dimungkinkan karena hiperglikemia dan hiperinsulinemia pada janin secara bersama-sama dapat menyebabkan peningkatan sintesis glikogen.masih tetap diproduksi oleh pankreas bayi sebagai adaptasi terhadap kondisi hiperglikemia sebelumnya. Hal ini yang menyebabkan hipoglikemia pada bayi yang baru lahir. Mekanisme yang menyebabkan janin ini tumbuh berlebih belum diketahui dengan pasti. dari beberapa penelitian didapatkan ada korelasi positif antara tingkat hiperglikemia ibu dan tingkat makrosomia janin pada ibu yang tidak mengalami komplikasi penyakit vaskuler. 5.

Tidak saja angka kematian meningkat. Hal ini terjadi akibat tubuh bayi dari ibu diabetes yang melebihi ukuran normal sehingga sering terjadi penyulit pada proses persalinan. Laporan tentang kematian perinatal berbeda-beda. berupa hipoparatiroid yang kemudian menyebabkan hipokalsemia. Kadar kalsium dalam darah ibu yang tinggi selama kehamilan (diabetes) direspons oleh janin. BAB III: KESIMPULAN 20 . terutama yang disertai komplikasi pembuluh darah atau ginjal. trauma kelahiran dan perdarahan akibat trauma kelahiran dan prematuritas (fungsi hepar imatur). serta kehamilan dan persalinannya ditangani oleh dokter spesialis kebidanan.Hiperbilirubinemia ini bisa terjadi dihubungkan dengan makrosomia. Hipokalsemia.2. Hipokalsemia ini akibat ketidaknormalan pada kadar kalsium ibu yang disalurkan pada janin. dan apabila penderita sampai meninggal. 6. melainkan dalam jangka panjang dapat pula terjadi kelainan-kelainan neuro-psikologis dan kelainan dalam pertumbuhan anak. hal itu biasanya dijumpai pada diabetes yang sudah lama dan berat. Kematian sangat jarang terjadi. dengan pengertian bahwa makin berat diabetes. apalagi apabila penyakitnya lekas diketahui dan segera diobati oleh dokter ahli.3 Prognosis bagi wanita hamil dengan diabetes pada umumnya cukup baik. Angka kematian sangat tinggi ditemukan pada para penderita diabetes kelas D. dan atau tidak adanya fasilitas perawatan neonatus oleh dokter spesialis kesehatan anak. F dan G. Pada umumnya angka kematian perinatal diperkirakan antara 10-15%. yang disebabkan oleh belum adanya kebulatan pendapat mengenai ukuran bagi diagnosis diabetes dalam kehamilan. belum ada keseragaman dalam penanganan kehamilan dan persalinan. 7. makin buruk pula prognosis perinatal. E. Trauma lahir. PROGNOSIS 1.

intelektual. kematian intrauterin. dsb. gangguan metabolik (hipoglikemia.Diabetes mellitus gestasional adalah suatu bentuk diabetes yang berkembang pada beberapa wanita selama kehamilan yang terjadi karena kelenjar pankreas tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup untuk mengkontrol gula darah ( glukosa ) wanita hamil tersebut pada tingkat yang aman bagi dirinya maupun janin yang dikandungnya Diabetes Melitus Gestasional merupakan penyakit endokrinologi yang paling sering dijumpai pada ibu hamil. infsufisiensi plasenta (mengakibatkan hipksemia kronik). hipertensi (kronik / preeklampsia / eklampsia). hipokalsemia. Hal tersebut terjadi karena banyak sekali perubahan hormonal dan metabolik ( perubahan metabolisme karbohidrat ) yang terjadi selama kehamilan untuk pertumbuhan dan perkembangan fetus yang optimal. 21 . sindrom gawat napas neonatus. Pada ibu hamil dengan DM Gestasional dapat menyebabkan komplikasi maternal berupa :Infeksi saluran kemih. hiperbilirubinemia). obesitas. pemeriksaan diulang lagi pada usia kehamilan 26-28 minggu.vagina maupun kulit Pandangan kabur Pada wanita hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan penyaring pada pertemuan antenatal pertama. Gejala pada pasien diabetes yang sering dijumpai adalah : Sering buang air kecil Sering merasa haus Sering merasa lapar Mudah lelah Sering merasa mual Sering mengalami infeksi kandung kemih. abortus spontan. organomegali. kematian perinatal / neonatal. hidramnion. Komplikasi neonatus pascapersalinan adalah prematuritas. trombosis vena renalis. trauma jalan lahir karena bayi yang di lahirkan biasanya makrosomia. trauma lahir. polisitemia. Jika hasil pemeriksaan positif ditatalaksana sebagai DM gestasional. sampai diabetes mellitus itu sendiri. hipomagnesemia. makrosomia. meskipun secara efektifitas positif tertinggi di temui pada umur kehamilan 26-28 minggu. Pada janin dapat terjadi kelainan kongenital (terutama pertumbuhan sistem saraf pusat). Pada ada usia anak / dewasa dapat terjadi gangguan tumbuh kembang. jika hasil pemeriksaan negatif.

 Pemantauan gula darah teratur minimal 2 kali seminggu. 2. terutama tekanan darah. denyut jantung janin. pertumbuhan janin terhambat. Pengelolaan Obstetrik • Pemeriksaan antenatal : pemantauan klinis ibu dan janin. dengan ditambahkan sejumlah 300 . gawat janin pertimbangkan sectio cesarea.5-17. Pengelolaan medis • DIET  Perhitungan menu seimbang sama dengan perhitungan pada kasus DM umumnya.500 kalori per hari.  Kenaikan berat badan ibu dianjurkan 1-2. • • Jika ada makrosomia. Oleh karena itu. pemeriksaan USG. Pengelolaan bayi 22 . Insulin non human dapat menyebabkan terjadinya antibodi terhadap insulin endogen.Diagnosa dini. tidak ada masalah baik dari aspek DM maupun dari aspek obstetrik lainnya. antibodi ini dapat menembus placental blood barrier dan berpengaruh pada janin. ibu BB normal 12. ibu BB lebih / obesitas 7.5 kg. selanjutnya rata-rata 0. Jika semuanya baik. bagi wanita hamil yang beresiko menderita DM Gestasional harus melakukan pemeriksaan dan kontrol ante natal care yang teratur. dan terapi yang teratur dapat menurunkan komplikasi kehamilan.5 kg pada trimester pertama. Penetalaksanaan diabetes mellitus : 1. • OLAHRAGA Olah raga yang sesuai adalah yang menggunakan otot-otot tubuh bagian atas atau tidak banyak menimbulkan stres mekanis pada daerah badan selama latihan • INSULIN Preparat insulin yang digunakan human insulin. kardiotokografi (jika memungkinkan).5-12. pembesaran / tinggi fundus uteri. Ibu BB kurang 14-20 kg. 3.5 setiap minggu. Obat hipoglikemik oral tidak dianjurkan. kadar gula darah ibu.5 kg. dapat diharapkan persalinan spontan pervaginam biasa.

diberi minum lart glukosa 5%. Dilanjutkan 6-8 ml/kg/mnt. • Pada keadaan hipoglikemi dengan gejala : diberikan lart glukosa 10% sebanyak 2-4 ml/kgBB/mnt iv selama 2-3 menit.• Bila terjadi hipoglikemi pada bayi : berikan larutan glukosa iv sebanyak 6 mg/kgbb/menit.5% DAFTAR PUSTAKA 23 . kadar glukosa diperiksa tiap jam. Bila kadar glukosa tetap rendah diberikan infus glukosa 6 mg/kgbb/mnt.Bila kadar glukosa 25-45 mg/dl dan bayi sehat. Konsentrasi glukosa yg diberikan tidak melebihi 12.

Gestational diabetes. Jakarta 1998. Prawirohardjo S. American Diabetes Association. Jovanovic. Cunningham Gary F. et al. Wiknjosastro H. 3. Lobner. G. VA. William Obstetri. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Diabetes and Pregnancy: What to Expect. Sinopsis Obstetri: Obstetri fisiologi. Crowther. 47:307. Diabetes Gestasional.Hal 170-173 8. et al. September 2001 (replaces Technical Bulletin Number 200. JE. JM. Knopff.at all. Saifudin AB. 2007. Mochtar R. Screening for gestational diabetes: The effect of varying blood glucose definitions in the prediction of adverse maternal and infant health outcomes. Obstetri patologi. Edisi kedua jilid 1. Antoniou. Hal 290-299 7. 98:525. 5. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Number 30. 4. Edisi kedua. Yayasan Bina Pustaka Sarwono aaaaprawirohardjo. Obstet Gynecol 2001. Predictors of postpartum diabetes in women with gestational diabetes mellitus. Jakarta 2002. A. edisi ketiga. Dodd. 10. revised 2007. December 1994). Hal 518-525 2. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Edisi ke 21. N Engl J Med 2005. Moss. Alexandria. Hal 1523-1543.at all. JR.Lutan D. et al. 260 -264. 9. Diabetes 2006. A.1. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Hiller. 6. Baumgarten. 352:2477. Wiknjosastro H. Clinical management guidelines for obstetriciangynecologists. CA.at all Ilmu Kebidanan. Editor. 24 . Gestasional DM. Aust N Z J Obstet Gynaecol 2007. ACOG Practice Bulletin. CA. Cetakan keenam. 55:792. Effect of treatment of gestational diabetes mellitus on pregnancy outcomes. Crowther. Jakarta 2002. L (Ed). K.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->