DAFTAR ISI

Daftar Isi Bab 1 Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan masalah Bab 2 Pembahasan A. Pengertian Teknologi Informasi B. Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin C. Teknologi Informasi dan Strategi D. Implementasi TI dalam Perubahan Strategi E. Implikasinya Terhadap TNI F. Matrik Penggunaan TI di Bidang Militer Bab 3 Penutup A. Kesimpulan

Saat ini teknologi informasi sudah menyentuh setiap aspek kehidupan manusia. Salah satu alasan adalah kemajuan pesat dalam bidang komputer. Teknologi Informasi dapat membantu menyediakan informasi potensial lebih cepat dan banyak melalui rantai komando dan pengendalian untuk mempercepat pengambilan keputusan. sehingga akan mengurangi apa yang oleh . Hal ini bisa dilihat dari dua sisi. tetapi juga di bidang militer dengan implikasi yang sangat luas pada implementasinya terutama dalam perumusan strategi. dari sisi komandan. Kedua. Dengan demikian teknologi informasi akan sangat berpengaruh terhadap perubahan strategi militer. Organisasi organisasi telah sadar bahwa informasi memiliki peran pendukung dalam upaya membuat proses lebih efisien dan efektif Dewasa ini. Kemajuan pesat teknologi informasi secara khusus diimplementasikan dalam konsep yang disebut Perang Informasi (Information Warfare).BAB 1 PENDAHULUAN A. Teknologi Informasi memungkinkan pasukan mendapat informasi pada waktu dan tempat yang tepat. dari sisi kemampuan pasukan. Teknologi informasi tidak hanya dipakai di bidang industri ataupun ekonomi. LATAR BELAKANG Penggunaan Teknologi Informasi telah menyebar ke segala bentuk organisasi. Pertama. yang menjadi landasan penting bagi pengembangan doktrin militer di masa datang. umat manusia telah mencapai kemajuan sangat pesat dalam separuh abad ini dibandingkan semua tahapan dalam sejarah manusia. yang merupakan salah satu hal penting dalam teknologi informasi.

Mengetahui Implikasi TI terhadap TNI 6. dan information warfare. Apa pengertian dari Teknologi Informasi ? 2. yaitu: 1. Mengetahui kaitan Teknologi Informasi dan Strategi 4. yaitu precision strike. Mengetahui Implementasi TI dalam perubahan strategi 5. RUMUSAN MASALAH A. Apa Implikasi TI terhadap TNI? 6. Bagaimana Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin yang Terjadi? 3. Mengetahui Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin 3. Bagaimana kaitan Teknologi Informasi dan Strategi? 4. TUJUAN PEMBAHASAN Adapun Tujuan Pembahasan dalam makalah ini. yaitu: 1. RMA membahas konsep lingkup perang di masa yang akan datang. Implementasi dari teknologi informasi secara umum adalah berupa konsep Revolution in Military Affairs (RMA).Clausewitz disebut "kabut perang". Mengetahui Gambaran Penggunaan TI di Bidang Militer . dominating maneuver. dan juga membuat pasukan menjadi lebih fleksibel. Adapun Rumusan Masalah dalam makalah ini. Bagaimana Gambaran Penggunaan TI di Bidang Militer B. space warfare. Bagaimana Implementasi TI dalam perubahan strategi? 5. Mengetahui pengertian dari Teknologi Informasi 2.

Strategi merupakan salah satu tingkat dari hirarki keputusan. Strategi adalah suatu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. yaitu:  Kebijakan (policy). Perkembangan TI merupakan kombinasi antara kemajuan pesat bidang ilmu komputer dan komunikasi. menyimpan (store).BAB 2 PEMBAHASAN A. menampilkan (represent) dan menyebarkan (transmit) informasi. Inilah sebabnya mengapa banyak pemerintahan ataupun badan tertentu . yaitu keputusan mengenai bagaimana taktik itu diimplementasikan. PERKEMBANGAN TI DAN PERUBAHAN DOKTRIN Informasi merupakan aset yang strategis bagi setiap organisasi. mengambil kembali (retrieve). yaitu keputusan yang berhubungan dengan apakah suatu masalah akan dipecahkan atau tidak. Operasi (operation). Taktik (tactics). PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI Teknologi Informasi (TI) dapat didefinisikan sebagai teknologi yang mempunyai kemampuan sedemikian rupa untuk menangkap (capture). yaitu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan.    B. Strategi(strategy). yaitu keputusan mengenai bagaimana strategi itu dapat diimplementasikan. mengolah (process).

maka teknologi informasi akan sangat mempengaruhi strategi yang akan diambil dalam rangka mencapai keunggulan informasi. Hal ini membawa perubahan pada bagaimana tugas kemiliteran dijalankan.menghabiskan jutaan bahkan miliaran dolar. baik yang secara terbuka dianggarkan ataupun tidak. lahirlah suatu konsep baru yang disebut Perang Informasi. . Kemampuan untuk menyediakan informasi potensial merupakan faktor yang sangat menentukan dari kekuatan militer suatu negara. Komando dan Kendali dalam militer yang modern bersandar pada peralatan komunikasi berkecepatan tinggi dan komputer. Dengan demikian infrastruktur informasi merupakan arena pertempuran untuk memperoleh keunggulan informasi. informasi merupakan bagian integral dari Komando dan Kendali yang merupakan kunci pada setiap operasi militer. untuk membentuk badan dalam rangka pengumpulan dan pengolahan informasi mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan ancaman potensial bagi keamanan mereka. Ketiadaan informasi dapat menyebabkan kegagalan terutama dalam bidang militer. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga menyebabkan perubahan yang sangat cepat dalam bidang militer. Berdasarkan fakta ini. Teknologi informasi dikombinasikan dengan teknologi perang lainnya memungkinkan untuk menciptakan jenis perang yang secara kualitatif berbeda. Dalam doktrin militer. Mengingat kemajuan yang sangat pesat dalam bidang teknologi informasi sebagai sarana yang digunakan dalam perang informasi. yang akan merupakan suatu landasan bagi doktrin militer di masa datang.

Kendali. (command. Tetapi kemudian ternyata komunikasi dengan kesatuan lain dalam suatu operasi menjadi suatu keharusan. Kendali. Ada pula yang merumuskan dengan Komando. Meskipun K4I masih menjadi angan-angan tetapi paling tidak menyiratkan suatu pandangan bahwa sistem informasi yang berbasiskan komputer menjadi fungsi yang sangat penting dalam peperangan. communications. Dengan teknologi komunikasi yang semakin mutakhir. keterangan atau data intelijen yang sangat penting dalam operasi militer dapat diperoleh dari kesatuan lain atau bahkan badan lain di luar kesatuan militer. Surveillance and Reconnaissance . Intelijen. Kendali. Dengan demikian lahirlah konsep baru yaitu Komando. computers. Saat ini dengan kemajuan teknologi komputer banyak analis menulis mengenai Komando. rasanya sudah cukup untuk membicarakan konsep tentang Komando dan Kendali (K2). Saat ini menurut para analis militer ada konsep baru yaitu Komando. Suatu waktu. Komunikasi dan Intelijen (K3I). Komunikasi. Komputer.C4ISR) . Komunikasi. Komputer dan Intelijen (K4I). Komunikasi. Kendali. control. Pengamatan dan Pengintaian (K4IPP) – command. communications. mendorong terjadinya penyesuaian konsep atau doktrin seiring dengan kemajuan teknologi.Dengan penggunaan teknologi informasi yang intensif. computers. Komputer. dan Komunikasi (K3). control. Ini menghasilkan konsep baru yakni Komando. Kendali. Intelijen. dan Manajemen Pertempuran (K4I/MP) sebagai satu kesatuan yang bulat dalam rangka memenangkan pertempuran. yang pada prinsipnya merupakan hubungan intern antara komandan dengan anak buahnya dalam kaitan tugas operasi. intelligence and battle management -C4I/BM).

sarana komunikasi. Arus informasi itulah yang lebih penting dalam fungsi militer. Campen “satu ons silikon didalam sebuah komputer mempunyai effek yang lebih dahsyat dari satu ton uranium”. seperti yang ditulis oleh Alan D. Dengan menggunakan teknologi ini maka sasaran dapat dipilih lebih pada menara gelombang mikro. Dengan penguasaan pengetahuan yang disebabkan oleh kemajuan dalam bidang teknologi informasi. TEKNOLOGI INFORMASI DAN STRATEGI Perkembangan yang cepat dari teknologi informasi beserta teknologi perang lainnya memungkinkan menciptakan jenis perang yang secara kualitatif berbeda.C. radar. Perang Teluk merupakan perang dimana penguasaan pengetahuan mengungguli senjata dan taktik. Sebagai contoh penggunaan program kecerdasan buatan untuk mensimulasikan formasi dan kekuatan musuh memungkinkan serangan menjadi efektif dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. Di TV. tetapi mereka tidak mengerti bagaimana arus informasi yang menyebabkan semua itu terjadi. Ini dimungkinkan karena Amerika Serikat mempunyai “senjata” yang sangat hebat yaitu AWACS (Airborne Warning and Control System) dan J-STARS (Joint Surveillance and Target Attack Radar System). sentral . AWACS sebetulnya merupakan pesawat Boeing 707 yang dilengkapi dengan komputer. dan kendaraan yang lain dalam Perang Teluk. tank. J-STARS dapat memberikan sasaran dan gambar pergerakan musuh kepada komandan pada jangkauan 155 mil dalam segala cuaca dengan ketepatan 90 persen. orang Amerika bisa menyaksikan pergerakan pesawat. sensor yang dapat memantau 360 derajat. untuk mendeteksi pesawat dan senjata musuh dan mengirimkan data tersebut kepada J-STARS di darat. musuh dapat dibuat bertekuk lutut melalui sarana yang berupa teknologi komputer.

Secara strategis perang informasi mempunyai arti yang penting karena sistem informasi ini berhubungan dengan masyarakat. Amerika Serikat menugaskan National Security Agency untuk merekrut 1. Konsep Perang Informasi didukung perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kemampuan pasukan. Dengan demikian manusia tidak lagi menjadi target utama dalam perang melainkan informasi. jumlah pengguna internet meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. Konsep RMA sebagai konsekuensi alamiah dari perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga memungkinkan dibentuknya satuan militer yang baru. dan sarana lain pembawa kabel koaksial komunikasi (Toffler. dan infrastruktur perang ataupun militer.telepon. sementara compact disk (CD) mampu menyimpan data sangat besar. Seperti dinyatakan Freedman. Dalam hal peningkatan kemampuan pasukan. merubah cara kerja organisasi.000 spesialis pada satuan baru yang disebut satuan perang informasi. 1993) Pengaruh revolusi teknologi informasi sangat mengagumkan. skala organisasi. Hal ini lah yang memungkinkan lahirnya konsep RMA. (1996). pengolahan dan penyebaran informasi. jaringan serat optik. L. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan kemampuan komputer yang sekitar dua kali lipat setiap delapan belas bulan. Dilatar belakangi oleh alasan ini lahirlah konsep perang tanpa korban (victimless war). Serat optik tunggal memungkinkan satu setengah juta percakapan dalam waktu yang bersamaan. sistem integrasi. dalam Lecture on Information Warfare: Will Battle Ever Be Joined?. yang kegiatannya berkaitan dengan proses pengumpulan. yang secara etis lebih dapat diterima. US Army mencoba model pertempuran yang menghubungkan setiap prajurit dengan sistem .

Dengan demikian militer masa depan harus lebih menggunakan otaknya. Jadi. . merencanakan suatu prototipe dari peralatan untuk tentara masa depan. dapat mengatasi ketidakjelasan. senjata yang “pintar” membutuhkan prajurit yang pintar pula. Perkembangan teknologi informasi akan berpengaruh pada sistem pelatihan dan pendidikan terutama yang berkaitan dengan senjata baru. dilengkapi layar di depan mata untuk mengetahui posisi dan mampu memberikan informasi yang akurat. (Washington. sehingga mereka dapat berhadapan dengan orang dan budaya yang berbeda. Ini sudah dibuktikan dalam Perang Teluk. Kansas. divisi infantri dengan 20. mampu menaklukkan pasukan dengan kekuatan tiga kali lebih besar.000 personel. W. Onward Cyber Soldier. Hanya 19 persen dari manager di Amerika mempunyai pendidikan post graduate.senjata secara elektronis. 146 (8)) Sesuai dengan cara kerja perang. Tim peneliti dari Motorola dan laboratorium US Army di Natick. Karena penggunaan teknologi informasi yang cukup intensif. dan bahkan akan menanyakan tentang kewenangan yang boleh diambil. yang dilengkapi perlengkapan yang mutakhir tersebut. Massachusetts. D. sedang di tentara 88 persen Brigadir Jenderal mempunyai pendidikan post graduate. night-vision goggles dan thermal-imaging sensors untuk melihat di tempat gelap. Time Magazine. Seperti hasil survei yang dilaksanakan oleh North Carolina's Center for Creative Leadership. mengambil inisiatif. dalam peperangan saat ini militer tidak hanya sekedar menarik pelatuk saja tetapi memerlukan personel dengan kemampuan yang cukup tinggi. tentara mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan orang yang bergerak pada bisnis. Amerika dan sekutunya mengirim prajurit terbaiknya. Selama simulasi pertempuran di Fort Leavenworth. Helm prajurit dilengkapi dengan mikrofon untuk komunikasi.

terdiri dari tiga atau empat brigade dengan masing-masing brigade terdiri dari tiga sampai lima batalion. Dalam pengertian integrasi sistem.000 pesan setiap hari.000 sambungan telepon. Sesuai asas manajemen. militer yang baru memembutuhkan jaringan informasi yang dengan band width besar.000 frekuensi radio. dan menggunakan 30. Sebagai contoh Perang Teluk. Ini berarti bahwa lebih sedikit orang dengan teknologi akan dapat menyelesaikan tugas yang jauh lebih berat dari pada saat lampau. teknologi informasi membuat organisasi militer dapat sedikit melonggarkan pengendalian. Secara ringkas pengaruh TI pada strategi dapat digambarkan sebagai berikut: . 152.000 sampai 18.000 personel. Dalam hal infrastruktur.000 personel akan memiliki kemampuan yang sama dengan satu divisi pada saat lampau. Di masa depan satu brigade dengan kurang lebih 4. Teknologi Informasi membuat kompleksitas pada organisasi militer lebih berat dari pada sebelumnya. Kompleksitas ini dapat diatasi dengan menggunakan peranti lunak yang dirancang untuk keperluan tersebut terutama perkembangan pesat pada peranti lunak data base. Teknologi Informasi memungkinkan kekuasaan pengambilan keputusan diserahkan pada tingkat serendah mungkin. infrastruktur yang digelar mampu menampung 700. Bila pada saat ini ukuran divisi adalah 10. teknologi informasi memungkinkan penyusunan pasukan yang lebih kecil dengan formasi yang lebih luwes.Dalam hal ukuran pasukan.

IMPLEMENTASI TI DALAM PERUBAHAN STRATEGI Implementasi dari teknologi informasi ini terutama adalah pada perubahan konsep lingkup perang dimasa yang akan datang.Global Positioning System). Teknologi informasi ini membantu komandan untuk melakukan pengintaian serta penentuan sasaran dengan akurat. Konsep ini dapat pula diterapkan pada operasi penyelamatan.1 Komando dan Pengendalian D. dominating maneuver. Inti dari konsep ini adalah kemampuan untuk mengetahui musuh dari tingkat operasional sampai tingkatan strategi dengan memilih dan memprioritaskan sasaran.Teknologi Informasi Kemampuan Pasukan Informasi Potensial Strategi Gambar C. (GPS. Al (1996) dalam The Revolution in Military Affairs menyatakan bahwa kunci dari perbaikan yang sekarang terjadi adalah meliputi perbaikan teknologi di bidang pengintaian. Precision Strike. Jeffrey McKitrick et. pengolahan data dan komunikasi data. space warfare. dan peralatan penentu posisi. munisi. Ceritera mengenai Kapten Scott . yaitu precision strike. and information warfare. pengamanan.

manuver bisa menjadi sulit bila musuh juga sangat maju dalam bidang ini. Dengan menggunakan satelit. dari ketinggian tertentu dapat memperbaiki dan memperluas pengintaian. Berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi. dan memberikan informasi tentang permukaan bumi. Dominating maneuver diintegrasikan dengan precision strike dan space warfare dapat mematahkan titik pusat lawan dalam rangka menguasai pertempuran. Dominating Maneuver. menyediakan sistem navigasi terutama kepada pasukan tempur. Space Warfare.O’Grady. Precision strike dan information warfare menghancurkan sasaran dan melumpuhkan musuh sementara dengan dominating maneuver akan menguasai titik pusat lawan sehingga tidak ada pilihan lain bagi lawan kecuali menyerah. Ini terjadi karena pilot dilengkapi penerima GPS dengan ketepatan 50 kaki dan radio UHF standar. Satelit juga dapat menyajikan data rinci sasaran. Operasi ini juga sukses karena kemajuan teknologi di bidang enkripsi (persandian) sehingga selama penyampaian informasi pihak lawan tidak dapat mengetahuinya. . pilot pesawat F16 yang ditembak jatuh di Bosnia. menunjukkan bahwa kemajuan dalam bidang teknologi informasi membuat operasi penyelamatan itu berhasil dengan cemerlang. Konsep ini lebih populer dikenal dengan nama Star Wars yang merupakan area keempat perang yang memanfaatkan lingkungan angkasa luar. Kemajuan teknologi komunikasi terutama satelit memungkinkan space warfare terjadi. Manuver merupakan unsur yang penting di dalam setiap pertempuran. Peralatan ini dapat memberikan informasi posisi kurang dari satu detik.

dan struktur yang ada sekarang ini perlu untuk ditinjau ulang. walaupun tetap harus juga menyiapkan diri dalam pertempuran secara konvensional. Ini berkaitan dengan sistem informasi dan kemampuan yang berkait dengannya. maka masuk dalam kancah perang informasi merupakan suatu keharusan yang tidak 13ias dihindari.Information Warfare. berikut ini ada satu matrikulasi penggunaan Teknologi Informasi di bidang Militer. Teknologi Informasi menyebabkan organisasi yang hirarkis akan menjadi suatu yang usang. Dalam konteks perang informasi. Ini akan mendorong ke arah berkembangnya organisasi yang lebih flat. MATRIK PENGGUNAAN TI DI BIDANG MILITER Tempat Sama Waktu Sama (I) Face to face interaction Face 2 face meeting (Power point dan Software sejenisnya) Tempat Beda Waktu Sama (III) Tempat Sama Waktu Beda (II) Off-line interaction Shiting Batch (Aplikasi berbasis batch) Tempat Beda Waktu Beda (IV) . Di masa yang akan datang informasi tidak lagi merupakan fungsi pendukung tetapi sudah memegang peranan yang utama di dalam pertempuran. IMPLIKASINYA TERHADAP TNI Apabila mengacu pada konsepsi diatas. F. Di masa lalu militer memandang informasi hanya merupakan pendukung pertempuran. E. Di masa depan. yang akan berpengaruh terhadap strategi.

On-line Distributed interaction Video Conference. Teleconference Off-line Distributed interaction Email / mailing list (Software yang berkaitan dengan Approval System Collaboration komunikasi jarak jauh) Tabel F. peranan TI adalah membantu menyampaikan ide atau informasi dalam bentuk visual seperti dilakukan menggunakan perangkat lunak Presentasi seperti Power Point. Peranan TI dalam kuadran ini adalah memfasilitasi data dengan perangkat lunak yang mengakomodasi pemutakhiran data secara berkelompok (batch).1 Dari matriks di atas.  Di kuadran ketiga (Tempat Beda Waktu Sama) informasi disampaikan melintasi rentang tempat yang berbeda dari suatu pihak ke pihak yang lain. Disamping itu masih banyak lagi perangkat lunak untuk menuangkan ide dengan cepat seperti untuk keperluan Brain Storming dan Mind Mapping. yaitu diupdate dalam suatu periode waktu tertentu dan baru disampaikan kepada pihak lain. Dari sisi penyampaian informasi dalam kuadran ini. Peranan TI dalam kuadran ini adalah melalui fasilitas yang mampu menjembatani perbedaan tempat. dapat dilihat bagaimana informasi itu disampaikan mengatasi hambatan ruang dan waktu.  Di kuadran pertama (Tempat Sama Waktu Sama) informasi disampaikan secara Face to Face Interaction. yang merupakan teknologi yang sudah sangat kuno. Saat ini sudah banyak .  Di kuadran kedua (Tempat Sama Waktu Beda) informasi disampaikan secara batch.

infrastruktur. dan semenjak ditemukannya teknologi web maka aplikasi yang dikembangkan cenderung mendukung konsep online distributed interaction. namun dengan kemajuan teknologi informasi saat ini memungkinkan untuk dilaksanakan. informasi disampaikan bisa melintasi hambatan ruang dan waktu. integrasi sistem. . doktrin. Dengan matrikulasi ini tampak bahwa perang informasi pun akan semakin kompleks dan semakin luas jangkauannya dan tentunya akan berpengaruh terhadap konsep operasi.  Di kuadran keempat (Tempat Beda Waktu Beda) informasi dapat disampaikan dimana saja dan kapan saja. seperti chatting. bahkan ketika satu pihak sedang “tidur” pun informasi itu bisa sampai pada alamatnya.perangkat lunak yang berkaitan dengan hal tersebut. TNI dan USPACOM memanfatkan konsep ini untuk mendukung komunikasi dan arus informasi antar panitia. organisasi. Pada saat yang lalu konsep ini rasanya mustahil dilaksanakan. Satu dari penulis sudah mempraktekkan hal ini dengan membuat Collaboration Website ketika ditunjuk menjadi panitia CHOD (Chief of Defence) Conference di Bali Bulan November 2008 yang lalu. video conferencing. Dalam kuadran ini. Hasilnya adalah suatu informasi yang dibangun atas dasar kolaborasi untuk menjembatani perbedaan waktu dan tempat antara Hawaii dan Indonesia. serta pendidikan dan latihan TNI.

menyimpan (store). Konsep RMA sebagai konsekuensi alamiah dari perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga memungkinkan dibentuknya satuan militer yang baru. jumlah pengguna internet meningkat dua kali lipat setiap tahunnya.000 spesialis pada satuan baru yang disebut satuan perang informasi. pengolahan dan penyebaran informasi. Amerika Serikat menugaskan National Security Agency untuk merekrut 1. Serat optik tunggal memungkinkan satu setengah juta percakapan dalam waktu yang bersamaan. Pengaruh revolusi teknologi informasi sangat mengagumkan. Strategi adalah suatu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan kemampuan komputer yang sekitar dua kali lipat setiap delapan belas bulan. mengambil kembali (retrieve). yang kegiatannya berkaitan dengan proses pengumpulan. Hal ini lah yang memungkinkan lahirnya konsep RMA. menampilkan (represent) dan menyebarkan (transmit) informasi. Secara strategis perang informasi mempunyai arti yang penting karena sistem informasi ini berhubungan dengan masyarakat. mengolah (process). Dengan . Perkembangan TI merupakan kombinasi antara kemajuan pesat bidang ilmu komputer dan komunikasi. sementara compact disk (CD) mampu menyimpan data sangat besar.BAB 3 PENUTUP KESIMPULAN Teknologi Informasi (TI) dapat didefinisikan sebagai teknologi yang mempunyai kemampuan sedemikian rupa untuk menangkap (capture).

Seperti dinyatakan Freedman. Dilatar belakangi oleh alasan ini lahirlah konsep perang tanpa korban (victimless war). yang secara etis lebih dapat diterima. dalam Lecture on Information Warfare: Will Battle Ever Be Joined?. L. .demikian manusia tidak lagi menjadi target utama dalam perang melainkan informasi. (1996).

wordpress.blogspot.DAFTAR PUSTAKA http://seskoad2seskoad.com/2009/06/teknologi-informasi-danstrategi.com/2008/03/04/tugas-kontekkemajuanteknologi-dalam-bidang-militer/ .html http://yudisulistiyo.