P. 1
Makalah TI Di Bidang Militer

Makalah TI Di Bidang Militer

|Views: 872|Likes:
Published by Rahmat Wirawan

More info:

Published by: Rahmat Wirawan on May 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2015

pdf

text

original

DAFTAR ISI

Daftar Isi Bab 1 Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan masalah Bab 2 Pembahasan A. Pengertian Teknologi Informasi B. Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin C. Teknologi Informasi dan Strategi D. Implementasi TI dalam Perubahan Strategi E. Implikasinya Terhadap TNI F. Matrik Penggunaan TI di Bidang Militer Bab 3 Penutup A. Kesimpulan

sehingga akan mengurangi apa yang oleh . Pertama. Saat ini teknologi informasi sudah menyentuh setiap aspek kehidupan manusia. yang merupakan salah satu hal penting dalam teknologi informasi. Kemajuan pesat teknologi informasi secara khusus diimplementasikan dalam konsep yang disebut Perang Informasi (Information Warfare).BAB 1 PENDAHULUAN A. dari sisi komandan. Teknologi Informasi memungkinkan pasukan mendapat informasi pada waktu dan tempat yang tepat. Organisasi organisasi telah sadar bahwa informasi memiliki peran pendukung dalam upaya membuat proses lebih efisien dan efektif Dewasa ini. Kedua. Dengan demikian teknologi informasi akan sangat berpengaruh terhadap perubahan strategi militer. Hal ini bisa dilihat dari dua sisi. tetapi juga di bidang militer dengan implikasi yang sangat luas pada implementasinya terutama dalam perumusan strategi. Teknologi Informasi dapat membantu menyediakan informasi potensial lebih cepat dan banyak melalui rantai komando dan pengendalian untuk mempercepat pengambilan keputusan. Salah satu alasan adalah kemajuan pesat dalam bidang komputer. yang menjadi landasan penting bagi pengembangan doktrin militer di masa datang. Teknologi informasi tidak hanya dipakai di bidang industri ataupun ekonomi. LATAR BELAKANG Penggunaan Teknologi Informasi telah menyebar ke segala bentuk organisasi. dari sisi kemampuan pasukan. umat manusia telah mencapai kemajuan sangat pesat dalam separuh abad ini dibandingkan semua tahapan dalam sejarah manusia.

Adapun Rumusan Masalah dalam makalah ini. Bagaimana Implementasi TI dalam perubahan strategi? 5. RUMUSAN MASALAH A. dominating maneuver. yaitu: 1. RMA membahas konsep lingkup perang di masa yang akan datang. Mengetahui kaitan Teknologi Informasi dan Strategi 4. Apa pengertian dari Teknologi Informasi ? 2. Bagaimana kaitan Teknologi Informasi dan Strategi? 4. dan juga membuat pasukan menjadi lebih fleksibel. Implementasi dari teknologi informasi secara umum adalah berupa konsep Revolution in Military Affairs (RMA). Mengetahui pengertian dari Teknologi Informasi 2. yaitu: 1. TUJUAN PEMBAHASAN Adapun Tujuan Pembahasan dalam makalah ini. yaitu precision strike.Clausewitz disebut "kabut perang". Mengetahui Gambaran Penggunaan TI di Bidang Militer . space warfare. Apa Implikasi TI terhadap TNI? 6. Mengetahui Implikasi TI terhadap TNI 6. dan information warfare. Bagaimana Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin yang Terjadi? 3. Mengetahui Implementasi TI dalam perubahan strategi 5. Mengetahui Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin 3. Bagaimana Gambaran Penggunaan TI di Bidang Militer B.

menyimpan (store).BAB 2 PEMBAHASAN A. PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI Teknologi Informasi (TI) dapat didefinisikan sebagai teknologi yang mempunyai kemampuan sedemikian rupa untuk menangkap (capture). yaitu keputusan yang berhubungan dengan apakah suatu masalah akan dipecahkan atau tidak. Strategi(strategy). mengolah (process). mengambil kembali (retrieve). Strategi merupakan salah satu tingkat dari hirarki keputusan. Operasi (operation). Strategi adalah suatu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. Perkembangan TI merupakan kombinasi antara kemajuan pesat bidang ilmu komputer dan komunikasi. menampilkan (represent) dan menyebarkan (transmit) informasi. Inilah sebabnya mengapa banyak pemerintahan ataupun badan tertentu .    B. yaitu:  Kebijakan (policy). PERKEMBANGAN TI DAN PERUBAHAN DOKTRIN Informasi merupakan aset yang strategis bagi setiap organisasi. Taktik (tactics). yaitu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. yaitu keputusan mengenai bagaimana strategi itu dapat diimplementasikan. yaitu keputusan mengenai bagaimana taktik itu diimplementasikan.

Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga menyebabkan perubahan yang sangat cepat dalam bidang militer. informasi merupakan bagian integral dari Komando dan Kendali yang merupakan kunci pada setiap operasi militer.menghabiskan jutaan bahkan miliaran dolar. Dalam doktrin militer. Hal ini membawa perubahan pada bagaimana tugas kemiliteran dijalankan. untuk membentuk badan dalam rangka pengumpulan dan pengolahan informasi mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan ancaman potensial bagi keamanan mereka. Teknologi informasi dikombinasikan dengan teknologi perang lainnya memungkinkan untuk menciptakan jenis perang yang secara kualitatif berbeda. Komando dan Kendali dalam militer yang modern bersandar pada peralatan komunikasi berkecepatan tinggi dan komputer. Mengingat kemajuan yang sangat pesat dalam bidang teknologi informasi sebagai sarana yang digunakan dalam perang informasi. Dengan demikian infrastruktur informasi merupakan arena pertempuran untuk memperoleh keunggulan informasi. lahirlah suatu konsep baru yang disebut Perang Informasi. Berdasarkan fakta ini. Ketiadaan informasi dapat menyebabkan kegagalan terutama dalam bidang militer. baik yang secara terbuka dianggarkan ataupun tidak. yang akan merupakan suatu landasan bagi doktrin militer di masa datang. Kemampuan untuk menyediakan informasi potensial merupakan faktor yang sangat menentukan dari kekuatan militer suatu negara. maka teknologi informasi akan sangat mempengaruhi strategi yang akan diambil dalam rangka mencapai keunggulan informasi. .

Tetapi kemudian ternyata komunikasi dengan kesatuan lain dalam suatu operasi menjadi suatu keharusan. mendorong terjadinya penyesuaian konsep atau doktrin seiring dengan kemajuan teknologi. Dengan demikian lahirlah konsep baru yaitu Komando. dan Manajemen Pertempuran (K4I/MP) sebagai satu kesatuan yang bulat dalam rangka memenangkan pertempuran. control. Surveillance and Reconnaissance . Komputer dan Intelijen (K4I). communications. computers. computers. dan Komunikasi (K3). Ada pula yang merumuskan dengan Komando.Dengan penggunaan teknologi informasi yang intensif. control. Kendali. Saat ini menurut para analis militer ada konsep baru yaitu Komando. Komunikasi dan Intelijen (K3I). Komputer. yang pada prinsipnya merupakan hubungan intern antara komandan dengan anak buahnya dalam kaitan tugas operasi. Intelijen. Pengamatan dan Pengintaian (K4IPP) – command. keterangan atau data intelijen yang sangat penting dalam operasi militer dapat diperoleh dari kesatuan lain atau bahkan badan lain di luar kesatuan militer. Kendali. Kendali. Suatu waktu. (command. Intelijen. Saat ini dengan kemajuan teknologi komputer banyak analis menulis mengenai Komando. Kendali. Komunikasi. Kendali. intelligence and battle management -C4I/BM). communications. Komunikasi. Ini menghasilkan konsep baru yakni Komando. Komputer. Dengan teknologi komunikasi yang semakin mutakhir. rasanya sudah cukup untuk membicarakan konsep tentang Komando dan Kendali (K2). Komunikasi. Meskipun K4I masih menjadi angan-angan tetapi paling tidak menyiratkan suatu pandangan bahwa sistem informasi yang berbasiskan komputer menjadi fungsi yang sangat penting dalam peperangan.C4ISR) .

Arus informasi itulah yang lebih penting dalam fungsi militer. Ini dimungkinkan karena Amerika Serikat mempunyai “senjata” yang sangat hebat yaitu AWACS (Airborne Warning and Control System) dan J-STARS (Joint Surveillance and Target Attack Radar System). TEKNOLOGI INFORMASI DAN STRATEGI Perkembangan yang cepat dari teknologi informasi beserta teknologi perang lainnya memungkinkan menciptakan jenis perang yang secara kualitatif berbeda. musuh dapat dibuat bertekuk lutut melalui sarana yang berupa teknologi komputer. sensor yang dapat memantau 360 derajat. seperti yang ditulis oleh Alan D. Dengan penguasaan pengetahuan yang disebabkan oleh kemajuan dalam bidang teknologi informasi. Sebagai contoh penggunaan program kecerdasan buatan untuk mensimulasikan formasi dan kekuatan musuh memungkinkan serangan menjadi efektif dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. untuk mendeteksi pesawat dan senjata musuh dan mengirimkan data tersebut kepada J-STARS di darat. dan kendaraan yang lain dalam Perang Teluk. Campen “satu ons silikon didalam sebuah komputer mempunyai effek yang lebih dahsyat dari satu ton uranium”. radar. AWACS sebetulnya merupakan pesawat Boeing 707 yang dilengkapi dengan komputer. sentral . Perang Teluk merupakan perang dimana penguasaan pengetahuan mengungguli senjata dan taktik. orang Amerika bisa menyaksikan pergerakan pesawat. J-STARS dapat memberikan sasaran dan gambar pergerakan musuh kepada komandan pada jangkauan 155 mil dalam segala cuaca dengan ketepatan 90 persen. tank. sarana komunikasi. tetapi mereka tidak mengerti bagaimana arus informasi yang menyebabkan semua itu terjadi. Di TV. Dengan menggunakan teknologi ini maka sasaran dapat dipilih lebih pada menara gelombang mikro.C.

Hal ini lah yang memungkinkan lahirnya konsep RMA. yang secara etis lebih dapat diterima. (1996). Dengan demikian manusia tidak lagi menjadi target utama dalam perang melainkan informasi. Secara strategis perang informasi mempunyai arti yang penting karena sistem informasi ini berhubungan dengan masyarakat. pengolahan dan penyebaran informasi. dan sarana lain pembawa kabel koaksial komunikasi (Toffler. Konsep RMA sebagai konsekuensi alamiah dari perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga memungkinkan dibentuknya satuan militer yang baru. sementara compact disk (CD) mampu menyimpan data sangat besar. merubah cara kerja organisasi. 1993) Pengaruh revolusi teknologi informasi sangat mengagumkan. Serat optik tunggal memungkinkan satu setengah juta percakapan dalam waktu yang bersamaan.000 spesialis pada satuan baru yang disebut satuan perang informasi. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan kemampuan komputer yang sekitar dua kali lipat setiap delapan belas bulan. dan infrastruktur perang ataupun militer. L.telepon. Dilatar belakangi oleh alasan ini lahirlah konsep perang tanpa korban (victimless war). Seperti dinyatakan Freedman. US Army mencoba model pertempuran yang menghubungkan setiap prajurit dengan sistem . Amerika Serikat menugaskan National Security Agency untuk merekrut 1. skala organisasi. yang kegiatannya berkaitan dengan proses pengumpulan. jumlah pengguna internet meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. Konsep Perang Informasi didukung perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kemampuan pasukan. Dalam hal peningkatan kemampuan pasukan. jaringan serat optik. dalam Lecture on Information Warfare: Will Battle Ever Be Joined?. sistem integrasi.

Hanya 19 persen dari manager di Amerika mempunyai pendidikan post graduate. dilengkapi layar di depan mata untuk mengetahui posisi dan mampu memberikan informasi yang akurat. Perkembangan teknologi informasi akan berpengaruh pada sistem pelatihan dan pendidikan terutama yang berkaitan dengan senjata baru. dalam peperangan saat ini militer tidak hanya sekedar menarik pelatuk saja tetapi memerlukan personel dengan kemampuan yang cukup tinggi. dan bahkan akan menanyakan tentang kewenangan yang boleh diambil. tentara mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan orang yang bergerak pada bisnis. (Washington. Time Magazine. merencanakan suatu prototipe dari peralatan untuk tentara masa depan. Massachusetts. Dengan demikian militer masa depan harus lebih menggunakan otaknya. Karena penggunaan teknologi informasi yang cukup intensif. yang dilengkapi perlengkapan yang mutakhir tersebut. Selama simulasi pertempuran di Fort Leavenworth. Kansas.000 personel. sehingga mereka dapat berhadapan dengan orang dan budaya yang berbeda. senjata yang “pintar” membutuhkan prajurit yang pintar pula. night-vision goggles dan thermal-imaging sensors untuk melihat di tempat gelap. mampu menaklukkan pasukan dengan kekuatan tiga kali lebih besar. Ini sudah dibuktikan dalam Perang Teluk. mengambil inisiatif. divisi infantri dengan 20. W. D. 146 (8)) Sesuai dengan cara kerja perang. Seperti hasil survei yang dilaksanakan oleh North Carolina's Center for Creative Leadership. Amerika dan sekutunya mengirim prajurit terbaiknya. dapat mengatasi ketidakjelasan. Helm prajurit dilengkapi dengan mikrofon untuk komunikasi. sedang di tentara 88 persen Brigadir Jenderal mempunyai pendidikan post graduate. Onward Cyber Soldier. Jadi. Tim peneliti dari Motorola dan laboratorium US Army di Natick. .senjata secara elektronis.

000 personel akan memiliki kemampuan yang sama dengan satu divisi pada saat lampau.000 frekuensi radio.000 pesan setiap hari. Dalam hal infrastruktur.000 sambungan telepon. Di masa depan satu brigade dengan kurang lebih 4. Sebagai contoh Perang Teluk. Ini berarti bahwa lebih sedikit orang dengan teknologi akan dapat menyelesaikan tugas yang jauh lebih berat dari pada saat lampau.Dalam hal ukuran pasukan. Sesuai asas manajemen. infrastruktur yang digelar mampu menampung 700. Dalam pengertian integrasi sistem.000 sampai 18.000 personel. dan menggunakan 30. militer yang baru memembutuhkan jaringan informasi yang dengan band width besar. Kompleksitas ini dapat diatasi dengan menggunakan peranti lunak yang dirancang untuk keperluan tersebut terutama perkembangan pesat pada peranti lunak data base. 152. Teknologi Informasi membuat kompleksitas pada organisasi militer lebih berat dari pada sebelumnya. teknologi informasi membuat organisasi militer dapat sedikit melonggarkan pengendalian. teknologi informasi memungkinkan penyusunan pasukan yang lebih kecil dengan formasi yang lebih luwes. Bila pada saat ini ukuran divisi adalah 10. Secara ringkas pengaruh TI pada strategi dapat digambarkan sebagai berikut: . terdiri dari tiga atau empat brigade dengan masing-masing brigade terdiri dari tiga sampai lima batalion. Teknologi Informasi memungkinkan kekuasaan pengambilan keputusan diserahkan pada tingkat serendah mungkin.

Jeffrey McKitrick et. Precision Strike. (GPS. Ceritera mengenai Kapten Scott .Global Positioning System). Inti dari konsep ini adalah kemampuan untuk mengetahui musuh dari tingkat operasional sampai tingkatan strategi dengan memilih dan memprioritaskan sasaran. and information warfare. yaitu precision strike. munisi. pengolahan data dan komunikasi data. IMPLEMENTASI TI DALAM PERUBAHAN STRATEGI Implementasi dari teknologi informasi ini terutama adalah pada perubahan konsep lingkup perang dimasa yang akan datang. space warfare. dan peralatan penentu posisi. Teknologi informasi ini membantu komandan untuk melakukan pengintaian serta penentuan sasaran dengan akurat. pengamanan.Teknologi Informasi Kemampuan Pasukan Informasi Potensial Strategi Gambar C. Konsep ini dapat pula diterapkan pada operasi penyelamatan. Al (1996) dalam The Revolution in Military Affairs menyatakan bahwa kunci dari perbaikan yang sekarang terjadi adalah meliputi perbaikan teknologi di bidang pengintaian.1 Komando dan Pengendalian D. dominating maneuver.

. menunjukkan bahwa kemajuan dalam bidang teknologi informasi membuat operasi penyelamatan itu berhasil dengan cemerlang. Kemajuan teknologi komunikasi terutama satelit memungkinkan space warfare terjadi. Operasi ini juga sukses karena kemajuan teknologi di bidang enkripsi (persandian) sehingga selama penyampaian informasi pihak lawan tidak dapat mengetahuinya. Precision strike dan information warfare menghancurkan sasaran dan melumpuhkan musuh sementara dengan dominating maneuver akan menguasai titik pusat lawan sehingga tidak ada pilihan lain bagi lawan kecuali menyerah. Space Warfare. Manuver merupakan unsur yang penting di dalam setiap pertempuran. Konsep ini lebih populer dikenal dengan nama Star Wars yang merupakan area keempat perang yang memanfaatkan lingkungan angkasa luar. dan memberikan informasi tentang permukaan bumi. Peralatan ini dapat memberikan informasi posisi kurang dari satu detik. Dengan menggunakan satelit. Dominating Maneuver.O’Grady. pilot pesawat F16 yang ditembak jatuh di Bosnia. menyediakan sistem navigasi terutama kepada pasukan tempur. manuver bisa menjadi sulit bila musuh juga sangat maju dalam bidang ini. Satelit juga dapat menyajikan data rinci sasaran. Berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi. Ini terjadi karena pilot dilengkapi penerima GPS dengan ketepatan 50 kaki dan radio UHF standar. Dominating maneuver diintegrasikan dengan precision strike dan space warfare dapat mematahkan titik pusat lawan dalam rangka menguasai pertempuran. dari ketinggian tertentu dapat memperbaiki dan memperluas pengintaian.

Di masa yang akan datang informasi tidak lagi merupakan fungsi pendukung tetapi sudah memegang peranan yang utama di dalam pertempuran. MATRIK PENGGUNAAN TI DI BIDANG MILITER Tempat Sama Waktu Sama (I) Face to face interaction Face 2 face meeting (Power point dan Software sejenisnya) Tempat Beda Waktu Sama (III) Tempat Sama Waktu Beda (II) Off-line interaction Shiting Batch (Aplikasi berbasis batch) Tempat Beda Waktu Beda (IV) . Di masa lalu militer memandang informasi hanya merupakan pendukung pertempuran. Di masa depan. Dalam konteks perang informasi. yang akan berpengaruh terhadap strategi. Ini berkaitan dengan sistem informasi dan kemampuan yang berkait dengannya. F. IMPLIKASINYA TERHADAP TNI Apabila mengacu pada konsepsi diatas. walaupun tetap harus juga menyiapkan diri dalam pertempuran secara konvensional. Teknologi Informasi menyebabkan organisasi yang hirarkis akan menjadi suatu yang usang. Ini akan mendorong ke arah berkembangnya organisasi yang lebih flat. maka masuk dalam kancah perang informasi merupakan suatu keharusan yang tidak 13ias dihindari. berikut ini ada satu matrikulasi penggunaan Teknologi Informasi di bidang Militer. E. dan struktur yang ada sekarang ini perlu untuk ditinjau ulang.Information Warfare.

yang merupakan teknologi yang sudah sangat kuno. Teleconference Off-line Distributed interaction Email / mailing list (Software yang berkaitan dengan Approval System Collaboration komunikasi jarak jauh) Tabel F.  Di kuadran pertama (Tempat Sama Waktu Sama) informasi disampaikan secara Face to Face Interaction. yaitu diupdate dalam suatu periode waktu tertentu dan baru disampaikan kepada pihak lain.  Di kuadran kedua (Tempat Sama Waktu Beda) informasi disampaikan secara batch. dapat dilihat bagaimana informasi itu disampaikan mengatasi hambatan ruang dan waktu.On-line Distributed interaction Video Conference. peranan TI adalah membantu menyampaikan ide atau informasi dalam bentuk visual seperti dilakukan menggunakan perangkat lunak Presentasi seperti Power Point.  Di kuadran ketiga (Tempat Beda Waktu Sama) informasi disampaikan melintasi rentang tempat yang berbeda dari suatu pihak ke pihak yang lain. Peranan TI dalam kuadran ini adalah melalui fasilitas yang mampu menjembatani perbedaan tempat. Peranan TI dalam kuadran ini adalah memfasilitasi data dengan perangkat lunak yang mengakomodasi pemutakhiran data secara berkelompok (batch). Dari sisi penyampaian informasi dalam kuadran ini. Disamping itu masih banyak lagi perangkat lunak untuk menuangkan ide dengan cepat seperti untuk keperluan Brain Storming dan Mind Mapping.1 Dari matriks di atas. Saat ini sudah banyak .

integrasi sistem. Dengan matrikulasi ini tampak bahwa perang informasi pun akan semakin kompleks dan semakin luas jangkauannya dan tentunya akan berpengaruh terhadap konsep operasi. informasi disampaikan bisa melintasi hambatan ruang dan waktu. video conferencing. namun dengan kemajuan teknologi informasi saat ini memungkinkan untuk dilaksanakan. bahkan ketika satu pihak sedang “tidur” pun informasi itu bisa sampai pada alamatnya. Dalam kuadran ini. organisasi.perangkat lunak yang berkaitan dengan hal tersebut. . Hasilnya adalah suatu informasi yang dibangun atas dasar kolaborasi untuk menjembatani perbedaan waktu dan tempat antara Hawaii dan Indonesia. Pada saat yang lalu konsep ini rasanya mustahil dilaksanakan. doktrin. infrastruktur. Satu dari penulis sudah mempraktekkan hal ini dengan membuat Collaboration Website ketika ditunjuk menjadi panitia CHOD (Chief of Defence) Conference di Bali Bulan November 2008 yang lalu. serta pendidikan dan latihan TNI. seperti chatting. dan semenjak ditemukannya teknologi web maka aplikasi yang dikembangkan cenderung mendukung konsep online distributed interaction. TNI dan USPACOM memanfatkan konsep ini untuk mendukung komunikasi dan arus informasi antar panitia.  Di kuadran keempat (Tempat Beda Waktu Beda) informasi dapat disampaikan dimana saja dan kapan saja.

Hal ini bisa dilihat dari peningkatan kemampuan komputer yang sekitar dua kali lipat setiap delapan belas bulan. Perkembangan TI merupakan kombinasi antara kemajuan pesat bidang ilmu komputer dan komunikasi. Konsep RMA sebagai konsekuensi alamiah dari perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga memungkinkan dibentuknya satuan militer yang baru. Strategi adalah suatu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. Amerika Serikat menugaskan National Security Agency untuk merekrut 1. Dengan . mengambil kembali (retrieve). sementara compact disk (CD) mampu menyimpan data sangat besar. pengolahan dan penyebaran informasi.000 spesialis pada satuan baru yang disebut satuan perang informasi. mengolah (process). jumlah pengguna internet meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. Pengaruh revolusi teknologi informasi sangat mengagumkan. Serat optik tunggal memungkinkan satu setengah juta percakapan dalam waktu yang bersamaan. Secara strategis perang informasi mempunyai arti yang penting karena sistem informasi ini berhubungan dengan masyarakat. yang kegiatannya berkaitan dengan proses pengumpulan. menyimpan (store). Hal ini lah yang memungkinkan lahirnya konsep RMA.BAB 3 PENUTUP KESIMPULAN Teknologi Informasi (TI) dapat didefinisikan sebagai teknologi yang mempunyai kemampuan sedemikian rupa untuk menangkap (capture). menampilkan (represent) dan menyebarkan (transmit) informasi.

demikian manusia tidak lagi menjadi target utama dalam perang melainkan informasi. Seperti dinyatakan Freedman. Dilatar belakangi oleh alasan ini lahirlah konsep perang tanpa korban (victimless war). L. yang secara etis lebih dapat diterima. . (1996). dalam Lecture on Information Warfare: Will Battle Ever Be Joined?.

html http://yudisulistiyo.DAFTAR PUSTAKA http://seskoad2seskoad.blogspot.com/2008/03/04/tugas-kontekkemajuanteknologi-dalam-bidang-militer/ .wordpress.com/2009/06/teknologi-informasi-danstrategi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->