DAFTAR ISI

Daftar Isi Bab 1 Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan masalah Bab 2 Pembahasan A. Pengertian Teknologi Informasi B. Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin C. Teknologi Informasi dan Strategi D. Implementasi TI dalam Perubahan Strategi E. Implikasinya Terhadap TNI F. Matrik Penggunaan TI di Bidang Militer Bab 3 Penutup A. Kesimpulan

Saat ini teknologi informasi sudah menyentuh setiap aspek kehidupan manusia. Dengan demikian teknologi informasi akan sangat berpengaruh terhadap perubahan strategi militer. Salah satu alasan adalah kemajuan pesat dalam bidang komputer. Organisasi organisasi telah sadar bahwa informasi memiliki peran pendukung dalam upaya membuat proses lebih efisien dan efektif Dewasa ini. Teknologi informasi tidak hanya dipakai di bidang industri ataupun ekonomi. Kedua. tetapi juga di bidang militer dengan implikasi yang sangat luas pada implementasinya terutama dalam perumusan strategi. Pertama. yang menjadi landasan penting bagi pengembangan doktrin militer di masa datang. umat manusia telah mencapai kemajuan sangat pesat dalam separuh abad ini dibandingkan semua tahapan dalam sejarah manusia. LATAR BELAKANG Penggunaan Teknologi Informasi telah menyebar ke segala bentuk organisasi. dari sisi kemampuan pasukan. Hal ini bisa dilihat dari dua sisi. Teknologi Informasi dapat membantu menyediakan informasi potensial lebih cepat dan banyak melalui rantai komando dan pengendalian untuk mempercepat pengambilan keputusan. yang merupakan salah satu hal penting dalam teknologi informasi. dari sisi komandan.BAB 1 PENDAHULUAN A. sehingga akan mengurangi apa yang oleh . Teknologi Informasi memungkinkan pasukan mendapat informasi pada waktu dan tempat yang tepat. Kemajuan pesat teknologi informasi secara khusus diimplementasikan dalam konsep yang disebut Perang Informasi (Information Warfare).

RUMUSAN MASALAH A. Mengetahui kaitan Teknologi Informasi dan Strategi 4. dominating maneuver.Clausewitz disebut "kabut perang". Bagaimana kaitan Teknologi Informasi dan Strategi? 4. RMA membahas konsep lingkup perang di masa yang akan datang. Apa Implikasi TI terhadap TNI? 6. Apa pengertian dari Teknologi Informasi ? 2. Bagaimana Implementasi TI dalam perubahan strategi? 5. space warfare. Mengetahui pengertian dari Teknologi Informasi 2. Adapun Rumusan Masalah dalam makalah ini. Mengetahui Gambaran Penggunaan TI di Bidang Militer . yaitu precision strike. Mengetahui Implementasi TI dalam perubahan strategi 5. dan information warfare. dan juga membuat pasukan menjadi lebih fleksibel. yaitu: 1. Mengetahui Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin 3. Implementasi dari teknologi informasi secara umum adalah berupa konsep Revolution in Military Affairs (RMA). Bagaimana Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin yang Terjadi? 3. TUJUAN PEMBAHASAN Adapun Tujuan Pembahasan dalam makalah ini. yaitu: 1. Bagaimana Gambaran Penggunaan TI di Bidang Militer B. Mengetahui Implikasi TI terhadap TNI 6.

menyimpan (store).BAB 2 PEMBAHASAN A. yaitu:  Kebijakan (policy). menampilkan (represent) dan menyebarkan (transmit) informasi. PERKEMBANGAN TI DAN PERUBAHAN DOKTRIN Informasi merupakan aset yang strategis bagi setiap organisasi.    B. Perkembangan TI merupakan kombinasi antara kemajuan pesat bidang ilmu komputer dan komunikasi. Strategi(strategy). Operasi (operation). yaitu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. Strategi adalah suatu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. Strategi merupakan salah satu tingkat dari hirarki keputusan. yaitu keputusan yang berhubungan dengan apakah suatu masalah akan dipecahkan atau tidak. mengambil kembali (retrieve). Inilah sebabnya mengapa banyak pemerintahan ataupun badan tertentu . Taktik (tactics). PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI Teknologi Informasi (TI) dapat didefinisikan sebagai teknologi yang mempunyai kemampuan sedemikian rupa untuk menangkap (capture). mengolah (process). yaitu keputusan mengenai bagaimana taktik itu diimplementasikan. yaitu keputusan mengenai bagaimana strategi itu dapat diimplementasikan.

Kemampuan untuk menyediakan informasi potensial merupakan faktor yang sangat menentukan dari kekuatan militer suatu negara. Teknologi informasi dikombinasikan dengan teknologi perang lainnya memungkinkan untuk menciptakan jenis perang yang secara kualitatif berbeda. untuk membentuk badan dalam rangka pengumpulan dan pengolahan informasi mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan ancaman potensial bagi keamanan mereka.menghabiskan jutaan bahkan miliaran dolar. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga menyebabkan perubahan yang sangat cepat dalam bidang militer. informasi merupakan bagian integral dari Komando dan Kendali yang merupakan kunci pada setiap operasi militer. Berdasarkan fakta ini. Dalam doktrin militer. Komando dan Kendali dalam militer yang modern bersandar pada peralatan komunikasi berkecepatan tinggi dan komputer. maka teknologi informasi akan sangat mempengaruhi strategi yang akan diambil dalam rangka mencapai keunggulan informasi. Ketiadaan informasi dapat menyebabkan kegagalan terutama dalam bidang militer. baik yang secara terbuka dianggarkan ataupun tidak. Dengan demikian infrastruktur informasi merupakan arena pertempuran untuk memperoleh keunggulan informasi. Hal ini membawa perubahan pada bagaimana tugas kemiliteran dijalankan. yang akan merupakan suatu landasan bagi doktrin militer di masa datang. Mengingat kemajuan yang sangat pesat dalam bidang teknologi informasi sebagai sarana yang digunakan dalam perang informasi. lahirlah suatu konsep baru yang disebut Perang Informasi. .

Komunikasi. Ada pula yang merumuskan dengan Komando. Komunikasi dan Intelijen (K3I). Tetapi kemudian ternyata komunikasi dengan kesatuan lain dalam suatu operasi menjadi suatu keharusan. Komunikasi. computers.C4ISR) . Pengamatan dan Pengintaian (K4IPP) – command. Kendali. Ini menghasilkan konsep baru yakni Komando. Kendali. Dengan teknologi komunikasi yang semakin mutakhir. Komputer dan Intelijen (K4I). Saat ini dengan kemajuan teknologi komputer banyak analis menulis mengenai Komando. Kendali. Saat ini menurut para analis militer ada konsep baru yaitu Komando. Suatu waktu. intelligence and battle management -C4I/BM). Dengan demikian lahirlah konsep baru yaitu Komando.Dengan penggunaan teknologi informasi yang intensif. computers. communications. mendorong terjadinya penyesuaian konsep atau doktrin seiring dengan kemajuan teknologi. keterangan atau data intelijen yang sangat penting dalam operasi militer dapat diperoleh dari kesatuan lain atau bahkan badan lain di luar kesatuan militer. Kendali. dan Manajemen Pertempuran (K4I/MP) sebagai satu kesatuan yang bulat dalam rangka memenangkan pertempuran. control. dan Komunikasi (K3). Komunikasi. (command. rasanya sudah cukup untuk membicarakan konsep tentang Komando dan Kendali (K2). yang pada prinsipnya merupakan hubungan intern antara komandan dengan anak buahnya dalam kaitan tugas operasi. control. Komputer. Kendali. Surveillance and Reconnaissance . communications. Intelijen. Komputer. Meskipun K4I masih menjadi angan-angan tetapi paling tidak menyiratkan suatu pandangan bahwa sistem informasi yang berbasiskan komputer menjadi fungsi yang sangat penting dalam peperangan. Intelijen.

radar. sentral . tetapi mereka tidak mengerti bagaimana arus informasi yang menyebabkan semua itu terjadi. Ini dimungkinkan karena Amerika Serikat mempunyai “senjata” yang sangat hebat yaitu AWACS (Airborne Warning and Control System) dan J-STARS (Joint Surveillance and Target Attack Radar System). J-STARS dapat memberikan sasaran dan gambar pergerakan musuh kepada komandan pada jangkauan 155 mil dalam segala cuaca dengan ketepatan 90 persen. sarana komunikasi. untuk mendeteksi pesawat dan senjata musuh dan mengirimkan data tersebut kepada J-STARS di darat. Perang Teluk merupakan perang dimana penguasaan pengetahuan mengungguli senjata dan taktik. Arus informasi itulah yang lebih penting dalam fungsi militer. orang Amerika bisa menyaksikan pergerakan pesawat. Campen “satu ons silikon didalam sebuah komputer mempunyai effek yang lebih dahsyat dari satu ton uranium”. Di TV. Dengan menggunakan teknologi ini maka sasaran dapat dipilih lebih pada menara gelombang mikro. seperti yang ditulis oleh Alan D. tank. Dengan penguasaan pengetahuan yang disebabkan oleh kemajuan dalam bidang teknologi informasi.C. sensor yang dapat memantau 360 derajat. TEKNOLOGI INFORMASI DAN STRATEGI Perkembangan yang cepat dari teknologi informasi beserta teknologi perang lainnya memungkinkan menciptakan jenis perang yang secara kualitatif berbeda. musuh dapat dibuat bertekuk lutut melalui sarana yang berupa teknologi komputer. Sebagai contoh penggunaan program kecerdasan buatan untuk mensimulasikan formasi dan kekuatan musuh memungkinkan serangan menjadi efektif dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. dan kendaraan yang lain dalam Perang Teluk. AWACS sebetulnya merupakan pesawat Boeing 707 yang dilengkapi dengan komputer.

jumlah pengguna internet meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. Konsep RMA sebagai konsekuensi alamiah dari perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga memungkinkan dibentuknya satuan militer yang baru. 1993) Pengaruh revolusi teknologi informasi sangat mengagumkan. Secara strategis perang informasi mempunyai arti yang penting karena sistem informasi ini berhubungan dengan masyarakat. Dalam hal peningkatan kemampuan pasukan. Amerika Serikat menugaskan National Security Agency untuk merekrut 1. Konsep Perang Informasi didukung perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kemampuan pasukan.000 spesialis pada satuan baru yang disebut satuan perang informasi. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan kemampuan komputer yang sekitar dua kali lipat setiap delapan belas bulan. sistem integrasi. US Army mencoba model pertempuran yang menghubungkan setiap prajurit dengan sistem . skala organisasi. Hal ini lah yang memungkinkan lahirnya konsep RMA. sementara compact disk (CD) mampu menyimpan data sangat besar. (1996). jaringan serat optik. pengolahan dan penyebaran informasi. Seperti dinyatakan Freedman.telepon. yang kegiatannya berkaitan dengan proses pengumpulan. merubah cara kerja organisasi. Serat optik tunggal memungkinkan satu setengah juta percakapan dalam waktu yang bersamaan. L. dalam Lecture on Information Warfare: Will Battle Ever Be Joined?. Dengan demikian manusia tidak lagi menjadi target utama dalam perang melainkan informasi. Dilatar belakangi oleh alasan ini lahirlah konsep perang tanpa korban (victimless war). yang secara etis lebih dapat diterima. dan sarana lain pembawa kabel koaksial komunikasi (Toffler. dan infrastruktur perang ataupun militer.

merencanakan suatu prototipe dari peralatan untuk tentara masa depan. tentara mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan orang yang bergerak pada bisnis.senjata secara elektronis. mengambil inisiatif. dilengkapi layar di depan mata untuk mengetahui posisi dan mampu memberikan informasi yang akurat. divisi infantri dengan 20. dapat mengatasi ketidakjelasan. dan bahkan akan menanyakan tentang kewenangan yang boleh diambil. night-vision goggles dan thermal-imaging sensors untuk melihat di tempat gelap. 146 (8)) Sesuai dengan cara kerja perang. Selama simulasi pertempuran di Fort Leavenworth. W. Massachusetts. Helm prajurit dilengkapi dengan mikrofon untuk komunikasi. yang dilengkapi perlengkapan yang mutakhir tersebut. Karena penggunaan teknologi informasi yang cukup intensif. Perkembangan teknologi informasi akan berpengaruh pada sistem pelatihan dan pendidikan terutama yang berkaitan dengan senjata baru. Seperti hasil survei yang dilaksanakan oleh North Carolina's Center for Creative Leadership. Dengan demikian militer masa depan harus lebih menggunakan otaknya. Jadi. Tim peneliti dari Motorola dan laboratorium US Army di Natick. . dalam peperangan saat ini militer tidak hanya sekedar menarik pelatuk saja tetapi memerlukan personel dengan kemampuan yang cukup tinggi. Time Magazine. Onward Cyber Soldier. Ini sudah dibuktikan dalam Perang Teluk. mampu menaklukkan pasukan dengan kekuatan tiga kali lebih besar. D. Hanya 19 persen dari manager di Amerika mempunyai pendidikan post graduate.000 personel. Amerika dan sekutunya mengirim prajurit terbaiknya. sehingga mereka dapat berhadapan dengan orang dan budaya yang berbeda. sedang di tentara 88 persen Brigadir Jenderal mempunyai pendidikan post graduate. senjata yang “pintar” membutuhkan prajurit yang pintar pula. Kansas. (Washington.

Sesuai asas manajemen.000 frekuensi radio.000 sampai 18. teknologi informasi memungkinkan penyusunan pasukan yang lebih kecil dengan formasi yang lebih luwes.Dalam hal ukuran pasukan.000 personel. Teknologi Informasi membuat kompleksitas pada organisasi militer lebih berat dari pada sebelumnya. Dalam pengertian integrasi sistem. dan menggunakan 30.000 personel akan memiliki kemampuan yang sama dengan satu divisi pada saat lampau. terdiri dari tiga atau empat brigade dengan masing-masing brigade terdiri dari tiga sampai lima batalion. militer yang baru memembutuhkan jaringan informasi yang dengan band width besar.000 pesan setiap hari. Dalam hal infrastruktur. Bila pada saat ini ukuran divisi adalah 10. Teknologi Informasi memungkinkan kekuasaan pengambilan keputusan diserahkan pada tingkat serendah mungkin. 152. Kompleksitas ini dapat diatasi dengan menggunakan peranti lunak yang dirancang untuk keperluan tersebut terutama perkembangan pesat pada peranti lunak data base.000 sambungan telepon. Sebagai contoh Perang Teluk. Di masa depan satu brigade dengan kurang lebih 4. Secara ringkas pengaruh TI pada strategi dapat digambarkan sebagai berikut: . infrastruktur yang digelar mampu menampung 700. teknologi informasi membuat organisasi militer dapat sedikit melonggarkan pengendalian. Ini berarti bahwa lebih sedikit orang dengan teknologi akan dapat menyelesaikan tugas yang jauh lebih berat dari pada saat lampau.

dominating maneuver. pengamanan. Ceritera mengenai Kapten Scott .Global Positioning System). Konsep ini dapat pula diterapkan pada operasi penyelamatan. Al (1996) dalam The Revolution in Military Affairs menyatakan bahwa kunci dari perbaikan yang sekarang terjadi adalah meliputi perbaikan teknologi di bidang pengintaian. dan peralatan penentu posisi.1 Komando dan Pengendalian D. munisi.Teknologi Informasi Kemampuan Pasukan Informasi Potensial Strategi Gambar C. and information warfare. Jeffrey McKitrick et. Inti dari konsep ini adalah kemampuan untuk mengetahui musuh dari tingkat operasional sampai tingkatan strategi dengan memilih dan memprioritaskan sasaran. Teknologi informasi ini membantu komandan untuk melakukan pengintaian serta penentuan sasaran dengan akurat. Precision Strike. (GPS. yaitu precision strike. pengolahan data dan komunikasi data. space warfare. IMPLEMENTASI TI DALAM PERUBAHAN STRATEGI Implementasi dari teknologi informasi ini terutama adalah pada perubahan konsep lingkup perang dimasa yang akan datang.

Manuver merupakan unsur yang penting di dalam setiap pertempuran. menunjukkan bahwa kemajuan dalam bidang teknologi informasi membuat operasi penyelamatan itu berhasil dengan cemerlang. pilot pesawat F16 yang ditembak jatuh di Bosnia. dari ketinggian tertentu dapat memperbaiki dan memperluas pengintaian. Ini terjadi karena pilot dilengkapi penerima GPS dengan ketepatan 50 kaki dan radio UHF standar. Dominating Maneuver. Space Warfare. Operasi ini juga sukses karena kemajuan teknologi di bidang enkripsi (persandian) sehingga selama penyampaian informasi pihak lawan tidak dapat mengetahuinya. Satelit juga dapat menyajikan data rinci sasaran. Dengan menggunakan satelit. Peralatan ini dapat memberikan informasi posisi kurang dari satu detik. Dominating maneuver diintegrasikan dengan precision strike dan space warfare dapat mematahkan titik pusat lawan dalam rangka menguasai pertempuran. Kemajuan teknologi komunikasi terutama satelit memungkinkan space warfare terjadi. . dan memberikan informasi tentang permukaan bumi. Precision strike dan information warfare menghancurkan sasaran dan melumpuhkan musuh sementara dengan dominating maneuver akan menguasai titik pusat lawan sehingga tidak ada pilihan lain bagi lawan kecuali menyerah. Konsep ini lebih populer dikenal dengan nama Star Wars yang merupakan area keempat perang yang memanfaatkan lingkungan angkasa luar. manuver bisa menjadi sulit bila musuh juga sangat maju dalam bidang ini. menyediakan sistem navigasi terutama kepada pasukan tempur.O’Grady. Berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi.

berikut ini ada satu matrikulasi penggunaan Teknologi Informasi di bidang Militer. MATRIK PENGGUNAAN TI DI BIDANG MILITER Tempat Sama Waktu Sama (I) Face to face interaction Face 2 face meeting (Power point dan Software sejenisnya) Tempat Beda Waktu Sama (III) Tempat Sama Waktu Beda (II) Off-line interaction Shiting Batch (Aplikasi berbasis batch) Tempat Beda Waktu Beda (IV) . Ini akan mendorong ke arah berkembangnya organisasi yang lebih flat. Di masa lalu militer memandang informasi hanya merupakan pendukung pertempuran. Di masa depan. Ini berkaitan dengan sistem informasi dan kemampuan yang berkait dengannya.Information Warfare. Dalam konteks perang informasi. Teknologi Informasi menyebabkan organisasi yang hirarkis akan menjadi suatu yang usang. E. walaupun tetap harus juga menyiapkan diri dalam pertempuran secara konvensional. F. yang akan berpengaruh terhadap strategi. maka masuk dalam kancah perang informasi merupakan suatu keharusan yang tidak 13ias dihindari. dan struktur yang ada sekarang ini perlu untuk ditinjau ulang. Di masa yang akan datang informasi tidak lagi merupakan fungsi pendukung tetapi sudah memegang peranan yang utama di dalam pertempuran. IMPLIKASINYA TERHADAP TNI Apabila mengacu pada konsepsi diatas.

Disamping itu masih banyak lagi perangkat lunak untuk menuangkan ide dengan cepat seperti untuk keperluan Brain Storming dan Mind Mapping. Peranan TI dalam kuadran ini adalah memfasilitasi data dengan perangkat lunak yang mengakomodasi pemutakhiran data secara berkelompok (batch). dapat dilihat bagaimana informasi itu disampaikan mengatasi hambatan ruang dan waktu.  Di kuadran kedua (Tempat Sama Waktu Beda) informasi disampaikan secara batch.1 Dari matriks di atas.  Di kuadran ketiga (Tempat Beda Waktu Sama) informasi disampaikan melintasi rentang tempat yang berbeda dari suatu pihak ke pihak yang lain. Dari sisi penyampaian informasi dalam kuadran ini. yang merupakan teknologi yang sudah sangat kuno. peranan TI adalah membantu menyampaikan ide atau informasi dalam bentuk visual seperti dilakukan menggunakan perangkat lunak Presentasi seperti Power Point. Teleconference Off-line Distributed interaction Email / mailing list (Software yang berkaitan dengan Approval System Collaboration komunikasi jarak jauh) Tabel F.  Di kuadran pertama (Tempat Sama Waktu Sama) informasi disampaikan secara Face to Face Interaction. Peranan TI dalam kuadran ini adalah melalui fasilitas yang mampu menjembatani perbedaan tempat.On-line Distributed interaction Video Conference. yaitu diupdate dalam suatu periode waktu tertentu dan baru disampaikan kepada pihak lain. Saat ini sudah banyak .

namun dengan kemajuan teknologi informasi saat ini memungkinkan untuk dilaksanakan. . seperti chatting. Dengan matrikulasi ini tampak bahwa perang informasi pun akan semakin kompleks dan semakin luas jangkauannya dan tentunya akan berpengaruh terhadap konsep operasi. Pada saat yang lalu konsep ini rasanya mustahil dilaksanakan. Dalam kuadran ini. serta pendidikan dan latihan TNI. bahkan ketika satu pihak sedang “tidur” pun informasi itu bisa sampai pada alamatnya. Satu dari penulis sudah mempraktekkan hal ini dengan membuat Collaboration Website ketika ditunjuk menjadi panitia CHOD (Chief of Defence) Conference di Bali Bulan November 2008 yang lalu. TNI dan USPACOM memanfatkan konsep ini untuk mendukung komunikasi dan arus informasi antar panitia. integrasi sistem. doktrin. Hasilnya adalah suatu informasi yang dibangun atas dasar kolaborasi untuk menjembatani perbedaan waktu dan tempat antara Hawaii dan Indonesia.  Di kuadran keempat (Tempat Beda Waktu Beda) informasi dapat disampaikan dimana saja dan kapan saja. informasi disampaikan bisa melintasi hambatan ruang dan waktu. infrastruktur. organisasi. dan semenjak ditemukannya teknologi web maka aplikasi yang dikembangkan cenderung mendukung konsep online distributed interaction. video conferencing.perangkat lunak yang berkaitan dengan hal tersebut.

menampilkan (represent) dan menyebarkan (transmit) informasi. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan kemampuan komputer yang sekitar dua kali lipat setiap delapan belas bulan. Perkembangan TI merupakan kombinasi antara kemajuan pesat bidang ilmu komputer dan komunikasi. pengolahan dan penyebaran informasi. mengambil kembali (retrieve). Dengan . yang kegiatannya berkaitan dengan proses pengumpulan. Pengaruh revolusi teknologi informasi sangat mengagumkan.BAB 3 PENUTUP KESIMPULAN Teknologi Informasi (TI) dapat didefinisikan sebagai teknologi yang mempunyai kemampuan sedemikian rupa untuk menangkap (capture). Amerika Serikat menugaskan National Security Agency untuk merekrut 1. Hal ini lah yang memungkinkan lahirnya konsep RMA.000 spesialis pada satuan baru yang disebut satuan perang informasi. Strategi adalah suatu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. Secara strategis perang informasi mempunyai arti yang penting karena sistem informasi ini berhubungan dengan masyarakat. jumlah pengguna internet meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. menyimpan (store). Konsep RMA sebagai konsekuensi alamiah dari perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga memungkinkan dibentuknya satuan militer yang baru. sementara compact disk (CD) mampu menyimpan data sangat besar. mengolah (process). Serat optik tunggal memungkinkan satu setengah juta percakapan dalam waktu yang bersamaan.

demikian manusia tidak lagi menjadi target utama dalam perang melainkan informasi. yang secara etis lebih dapat diterima. Dilatar belakangi oleh alasan ini lahirlah konsep perang tanpa korban (victimless war). dalam Lecture on Information Warfare: Will Battle Ever Be Joined?. (1996). L. Seperti dinyatakan Freedman. .

wordpress.blogspot.DAFTAR PUSTAKA http://seskoad2seskoad.com/2009/06/teknologi-informasi-danstrategi.html http://yudisulistiyo.com/2008/03/04/tugas-kontekkemajuanteknologi-dalam-bidang-militer/ .