DAFTAR ISI

Daftar Isi Bab 1 Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan masalah Bab 2 Pembahasan A. Pengertian Teknologi Informasi B. Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin C. Teknologi Informasi dan Strategi D. Implementasi TI dalam Perubahan Strategi E. Implikasinya Terhadap TNI F. Matrik Penggunaan TI di Bidang Militer Bab 3 Penutup A. Kesimpulan

tetapi juga di bidang militer dengan implikasi yang sangat luas pada implementasinya terutama dalam perumusan strategi. umat manusia telah mencapai kemajuan sangat pesat dalam separuh abad ini dibandingkan semua tahapan dalam sejarah manusia. Kedua. dari sisi komandan. Kemajuan pesat teknologi informasi secara khusus diimplementasikan dalam konsep yang disebut Perang Informasi (Information Warfare). Dengan demikian teknologi informasi akan sangat berpengaruh terhadap perubahan strategi militer. yang menjadi landasan penting bagi pengembangan doktrin militer di masa datang. Organisasi organisasi telah sadar bahwa informasi memiliki peran pendukung dalam upaya membuat proses lebih efisien dan efektif Dewasa ini. Teknologi Informasi memungkinkan pasukan mendapat informasi pada waktu dan tempat yang tepat. Saat ini teknologi informasi sudah menyentuh setiap aspek kehidupan manusia.BAB 1 PENDAHULUAN A. Teknologi informasi tidak hanya dipakai di bidang industri ataupun ekonomi. sehingga akan mengurangi apa yang oleh . yang merupakan salah satu hal penting dalam teknologi informasi. LATAR BELAKANG Penggunaan Teknologi Informasi telah menyebar ke segala bentuk organisasi. Salah satu alasan adalah kemajuan pesat dalam bidang komputer. dari sisi kemampuan pasukan. Hal ini bisa dilihat dari dua sisi. Teknologi Informasi dapat membantu menyediakan informasi potensial lebih cepat dan banyak melalui rantai komando dan pengendalian untuk mempercepat pengambilan keputusan. Pertama.

Mengetahui Gambaran Penggunaan TI di Bidang Militer . RUMUSAN MASALAH A. Apa Implikasi TI terhadap TNI? 6. Mengetahui kaitan Teknologi Informasi dan Strategi 4. Bagaimana Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin yang Terjadi? 3. yaitu: 1. Mengetahui Implikasi TI terhadap TNI 6. dan juga membuat pasukan menjadi lebih fleksibel.Clausewitz disebut "kabut perang". Bagaimana Gambaran Penggunaan TI di Bidang Militer B. space warfare. Mengetahui pengertian dari Teknologi Informasi 2. Apa pengertian dari Teknologi Informasi ? 2. yaitu precision strike. Bagaimana kaitan Teknologi Informasi dan Strategi? 4. Implementasi dari teknologi informasi secara umum adalah berupa konsep Revolution in Military Affairs (RMA). TUJUAN PEMBAHASAN Adapun Tujuan Pembahasan dalam makalah ini. RMA membahas konsep lingkup perang di masa yang akan datang. Mengetahui Implementasi TI dalam perubahan strategi 5. Mengetahui Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin 3. Adapun Rumusan Masalah dalam makalah ini. dan information warfare. yaitu: 1. dominating maneuver. Bagaimana Implementasi TI dalam perubahan strategi? 5.

   B.BAB 2 PEMBAHASAN A. yaitu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. Operasi (operation). mengambil kembali (retrieve). Strategi merupakan salah satu tingkat dari hirarki keputusan. yaitu keputusan yang berhubungan dengan apakah suatu masalah akan dipecahkan atau tidak. Strategi adalah suatu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI Teknologi Informasi (TI) dapat didefinisikan sebagai teknologi yang mempunyai kemampuan sedemikian rupa untuk menangkap (capture). yaitu:  Kebijakan (policy). Strategi(strategy). Inilah sebabnya mengapa banyak pemerintahan ataupun badan tertentu . Taktik (tactics). PERKEMBANGAN TI DAN PERUBAHAN DOKTRIN Informasi merupakan aset yang strategis bagi setiap organisasi. menyimpan (store). yaitu keputusan mengenai bagaimana strategi itu dapat diimplementasikan. mengolah (process). yaitu keputusan mengenai bagaimana taktik itu diimplementasikan. Perkembangan TI merupakan kombinasi antara kemajuan pesat bidang ilmu komputer dan komunikasi. menampilkan (represent) dan menyebarkan (transmit) informasi.

Teknologi informasi dikombinasikan dengan teknologi perang lainnya memungkinkan untuk menciptakan jenis perang yang secara kualitatif berbeda. Dengan demikian infrastruktur informasi merupakan arena pertempuran untuk memperoleh keunggulan informasi. baik yang secara terbuka dianggarkan ataupun tidak. yang akan merupakan suatu landasan bagi doktrin militer di masa datang. Ketiadaan informasi dapat menyebabkan kegagalan terutama dalam bidang militer. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga menyebabkan perubahan yang sangat cepat dalam bidang militer. Kemampuan untuk menyediakan informasi potensial merupakan faktor yang sangat menentukan dari kekuatan militer suatu negara. Mengingat kemajuan yang sangat pesat dalam bidang teknologi informasi sebagai sarana yang digunakan dalam perang informasi. untuk membentuk badan dalam rangka pengumpulan dan pengolahan informasi mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan ancaman potensial bagi keamanan mereka. Berdasarkan fakta ini. Komando dan Kendali dalam militer yang modern bersandar pada peralatan komunikasi berkecepatan tinggi dan komputer. Dalam doktrin militer. .menghabiskan jutaan bahkan miliaran dolar. maka teknologi informasi akan sangat mempengaruhi strategi yang akan diambil dalam rangka mencapai keunggulan informasi. informasi merupakan bagian integral dari Komando dan Kendali yang merupakan kunci pada setiap operasi militer. Hal ini membawa perubahan pada bagaimana tugas kemiliteran dijalankan. lahirlah suatu konsep baru yang disebut Perang Informasi.

Komputer. Ini menghasilkan konsep baru yakni Komando. Kendali. Komunikasi. communications.Dengan penggunaan teknologi informasi yang intensif. Komputer. Saat ini dengan kemajuan teknologi komputer banyak analis menulis mengenai Komando. dan Komunikasi (K3). keterangan atau data intelijen yang sangat penting dalam operasi militer dapat diperoleh dari kesatuan lain atau bahkan badan lain di luar kesatuan militer. dan Manajemen Pertempuran (K4I/MP) sebagai satu kesatuan yang bulat dalam rangka memenangkan pertempuran. intelligence and battle management -C4I/BM). Komputer dan Intelijen (K4I). Intelijen. Kendali. communications. computers. Kendali. Komunikasi. Suatu waktu. Surveillance and Reconnaissance . computers. Meskipun K4I masih menjadi angan-angan tetapi paling tidak menyiratkan suatu pandangan bahwa sistem informasi yang berbasiskan komputer menjadi fungsi yang sangat penting dalam peperangan. mendorong terjadinya penyesuaian konsep atau doktrin seiring dengan kemajuan teknologi. Komunikasi. (command. Kendali. Saat ini menurut para analis militer ada konsep baru yaitu Komando. Komunikasi dan Intelijen (K3I). control. control. Dengan teknologi komunikasi yang semakin mutakhir. Kendali. Dengan demikian lahirlah konsep baru yaitu Komando.C4ISR) . yang pada prinsipnya merupakan hubungan intern antara komandan dengan anak buahnya dalam kaitan tugas operasi. Tetapi kemudian ternyata komunikasi dengan kesatuan lain dalam suatu operasi menjadi suatu keharusan. rasanya sudah cukup untuk membicarakan konsep tentang Komando dan Kendali (K2). Intelijen. Ada pula yang merumuskan dengan Komando. Pengamatan dan Pengintaian (K4IPP) – command.

sentral . Sebagai contoh penggunaan program kecerdasan buatan untuk mensimulasikan formasi dan kekuatan musuh memungkinkan serangan menjadi efektif dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. dan kendaraan yang lain dalam Perang Teluk. AWACS sebetulnya merupakan pesawat Boeing 707 yang dilengkapi dengan komputer. musuh dapat dibuat bertekuk lutut melalui sarana yang berupa teknologi komputer. sensor yang dapat memantau 360 derajat. orang Amerika bisa menyaksikan pergerakan pesawat. TEKNOLOGI INFORMASI DAN STRATEGI Perkembangan yang cepat dari teknologi informasi beserta teknologi perang lainnya memungkinkan menciptakan jenis perang yang secara kualitatif berbeda. Dengan penguasaan pengetahuan yang disebabkan oleh kemajuan dalam bidang teknologi informasi. Di TV. J-STARS dapat memberikan sasaran dan gambar pergerakan musuh kepada komandan pada jangkauan 155 mil dalam segala cuaca dengan ketepatan 90 persen. sarana komunikasi. Ini dimungkinkan karena Amerika Serikat mempunyai “senjata” yang sangat hebat yaitu AWACS (Airborne Warning and Control System) dan J-STARS (Joint Surveillance and Target Attack Radar System). Campen “satu ons silikon didalam sebuah komputer mempunyai effek yang lebih dahsyat dari satu ton uranium”. Dengan menggunakan teknologi ini maka sasaran dapat dipilih lebih pada menara gelombang mikro. tank. Perang Teluk merupakan perang dimana penguasaan pengetahuan mengungguli senjata dan taktik. radar.C. Arus informasi itulah yang lebih penting dalam fungsi militer. untuk mendeteksi pesawat dan senjata musuh dan mengirimkan data tersebut kepada J-STARS di darat. seperti yang ditulis oleh Alan D. tetapi mereka tidak mengerti bagaimana arus informasi yang menyebabkan semua itu terjadi.

jaringan serat optik. 1993) Pengaruh revolusi teknologi informasi sangat mengagumkan. Konsep RMA sebagai konsekuensi alamiah dari perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga memungkinkan dibentuknya satuan militer yang baru. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan kemampuan komputer yang sekitar dua kali lipat setiap delapan belas bulan. Dilatar belakangi oleh alasan ini lahirlah konsep perang tanpa korban (victimless war). dalam Lecture on Information Warfare: Will Battle Ever Be Joined?. (1996). Seperti dinyatakan Freedman. US Army mencoba model pertempuran yang menghubungkan setiap prajurit dengan sistem . Konsep Perang Informasi didukung perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kemampuan pasukan. yang kegiatannya berkaitan dengan proses pengumpulan. L. Hal ini lah yang memungkinkan lahirnya konsep RMA. merubah cara kerja organisasi. sementara compact disk (CD) mampu menyimpan data sangat besar. Serat optik tunggal memungkinkan satu setengah juta percakapan dalam waktu yang bersamaan. Secara strategis perang informasi mempunyai arti yang penting karena sistem informasi ini berhubungan dengan masyarakat. pengolahan dan penyebaran informasi. Dengan demikian manusia tidak lagi menjadi target utama dalam perang melainkan informasi. jumlah pengguna internet meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. dan sarana lain pembawa kabel koaksial komunikasi (Toffler. Amerika Serikat menugaskan National Security Agency untuk merekrut 1. skala organisasi.000 spesialis pada satuan baru yang disebut satuan perang informasi.telepon. sistem integrasi. Dalam hal peningkatan kemampuan pasukan. dan infrastruktur perang ataupun militer. yang secara etis lebih dapat diterima.

Amerika dan sekutunya mengirim prajurit terbaiknya. mengambil inisiatif. Hanya 19 persen dari manager di Amerika mempunyai pendidikan post graduate. Jadi. senjata yang “pintar” membutuhkan prajurit yang pintar pula.senjata secara elektronis. sehingga mereka dapat berhadapan dengan orang dan budaya yang berbeda. night-vision goggles dan thermal-imaging sensors untuk melihat di tempat gelap.000 personel. . dapat mengatasi ketidakjelasan. mampu menaklukkan pasukan dengan kekuatan tiga kali lebih besar. Kansas. yang dilengkapi perlengkapan yang mutakhir tersebut. W. dan bahkan akan menanyakan tentang kewenangan yang boleh diambil. 146 (8)) Sesuai dengan cara kerja perang. (Washington. Selama simulasi pertempuran di Fort Leavenworth. Tim peneliti dari Motorola dan laboratorium US Army di Natick. Karena penggunaan teknologi informasi yang cukup intensif. divisi infantri dengan 20. merencanakan suatu prototipe dari peralatan untuk tentara masa depan. Helm prajurit dilengkapi dengan mikrofon untuk komunikasi. Perkembangan teknologi informasi akan berpengaruh pada sistem pelatihan dan pendidikan terutama yang berkaitan dengan senjata baru. sedang di tentara 88 persen Brigadir Jenderal mempunyai pendidikan post graduate. dilengkapi layar di depan mata untuk mengetahui posisi dan mampu memberikan informasi yang akurat. Onward Cyber Soldier. Time Magazine. Massachusetts. Ini sudah dibuktikan dalam Perang Teluk. D. tentara mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan orang yang bergerak pada bisnis. dalam peperangan saat ini militer tidak hanya sekedar menarik pelatuk saja tetapi memerlukan personel dengan kemampuan yang cukup tinggi. Dengan demikian militer masa depan harus lebih menggunakan otaknya. Seperti hasil survei yang dilaksanakan oleh North Carolina's Center for Creative Leadership.

dan menggunakan 30. Secara ringkas pengaruh TI pada strategi dapat digambarkan sebagai berikut: . Ini berarti bahwa lebih sedikit orang dengan teknologi akan dapat menyelesaikan tugas yang jauh lebih berat dari pada saat lampau. Di masa depan satu brigade dengan kurang lebih 4. terdiri dari tiga atau empat brigade dengan masing-masing brigade terdiri dari tiga sampai lima batalion. Teknologi Informasi memungkinkan kekuasaan pengambilan keputusan diserahkan pada tingkat serendah mungkin. Teknologi Informasi membuat kompleksitas pada organisasi militer lebih berat dari pada sebelumnya.000 pesan setiap hari. teknologi informasi memungkinkan penyusunan pasukan yang lebih kecil dengan formasi yang lebih luwes.000 sambungan telepon.000 sampai 18.Dalam hal ukuran pasukan. Sebagai contoh Perang Teluk. teknologi informasi membuat organisasi militer dapat sedikit melonggarkan pengendalian. Kompleksitas ini dapat diatasi dengan menggunakan peranti lunak yang dirancang untuk keperluan tersebut terutama perkembangan pesat pada peranti lunak data base. Sesuai asas manajemen. Dalam hal infrastruktur. militer yang baru memembutuhkan jaringan informasi yang dengan band width besar.000 frekuensi radio.000 personel. infrastruktur yang digelar mampu menampung 700. Dalam pengertian integrasi sistem. 152. Bila pada saat ini ukuran divisi adalah 10.000 personel akan memiliki kemampuan yang sama dengan satu divisi pada saat lampau.

yaitu precision strike. Al (1996) dalam The Revolution in Military Affairs menyatakan bahwa kunci dari perbaikan yang sekarang terjadi adalah meliputi perbaikan teknologi di bidang pengintaian. IMPLEMENTASI TI DALAM PERUBAHAN STRATEGI Implementasi dari teknologi informasi ini terutama adalah pada perubahan konsep lingkup perang dimasa yang akan datang. Ceritera mengenai Kapten Scott . Precision Strike. Teknologi informasi ini membantu komandan untuk melakukan pengintaian serta penentuan sasaran dengan akurat. Jeffrey McKitrick et. pengolahan data dan komunikasi data. dan peralatan penentu posisi. pengamanan. dominating maneuver. and information warfare. Konsep ini dapat pula diterapkan pada operasi penyelamatan.Global Positioning System).Teknologi Informasi Kemampuan Pasukan Informasi Potensial Strategi Gambar C. space warfare. munisi.1 Komando dan Pengendalian D. (GPS. Inti dari konsep ini adalah kemampuan untuk mengetahui musuh dari tingkat operasional sampai tingkatan strategi dengan memilih dan memprioritaskan sasaran.

Dengan menggunakan satelit. Manuver merupakan unsur yang penting di dalam setiap pertempuran. Precision strike dan information warfare menghancurkan sasaran dan melumpuhkan musuh sementara dengan dominating maneuver akan menguasai titik pusat lawan sehingga tidak ada pilihan lain bagi lawan kecuali menyerah. . dan memberikan informasi tentang permukaan bumi. Operasi ini juga sukses karena kemajuan teknologi di bidang enkripsi (persandian) sehingga selama penyampaian informasi pihak lawan tidak dapat mengetahuinya. menunjukkan bahwa kemajuan dalam bidang teknologi informasi membuat operasi penyelamatan itu berhasil dengan cemerlang. Dominating Maneuver. Space Warfare. Peralatan ini dapat memberikan informasi posisi kurang dari satu detik. menyediakan sistem navigasi terutama kepada pasukan tempur. Ini terjadi karena pilot dilengkapi penerima GPS dengan ketepatan 50 kaki dan radio UHF standar. Kemajuan teknologi komunikasi terutama satelit memungkinkan space warfare terjadi.O’Grady. Satelit juga dapat menyajikan data rinci sasaran. pilot pesawat F16 yang ditembak jatuh di Bosnia. manuver bisa menjadi sulit bila musuh juga sangat maju dalam bidang ini. Konsep ini lebih populer dikenal dengan nama Star Wars yang merupakan area keempat perang yang memanfaatkan lingkungan angkasa luar. dari ketinggian tertentu dapat memperbaiki dan memperluas pengintaian. Berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi. Dominating maneuver diintegrasikan dengan precision strike dan space warfare dapat mematahkan titik pusat lawan dalam rangka menguasai pertempuran.

Teknologi Informasi menyebabkan organisasi yang hirarkis akan menjadi suatu yang usang. F. Ini akan mendorong ke arah berkembangnya organisasi yang lebih flat. Di masa depan. dan struktur yang ada sekarang ini perlu untuk ditinjau ulang. E. walaupun tetap harus juga menyiapkan diri dalam pertempuran secara konvensional. MATRIK PENGGUNAAN TI DI BIDANG MILITER Tempat Sama Waktu Sama (I) Face to face interaction Face 2 face meeting (Power point dan Software sejenisnya) Tempat Beda Waktu Sama (III) Tempat Sama Waktu Beda (II) Off-line interaction Shiting Batch (Aplikasi berbasis batch) Tempat Beda Waktu Beda (IV) .Information Warfare. maka masuk dalam kancah perang informasi merupakan suatu keharusan yang tidak 13ias dihindari. IMPLIKASINYA TERHADAP TNI Apabila mengacu pada konsepsi diatas. yang akan berpengaruh terhadap strategi. Di masa yang akan datang informasi tidak lagi merupakan fungsi pendukung tetapi sudah memegang peranan yang utama di dalam pertempuran. Dalam konteks perang informasi. Di masa lalu militer memandang informasi hanya merupakan pendukung pertempuran. berikut ini ada satu matrikulasi penggunaan Teknologi Informasi di bidang Militer. Ini berkaitan dengan sistem informasi dan kemampuan yang berkait dengannya.

Dari sisi penyampaian informasi dalam kuadran ini. yaitu diupdate dalam suatu periode waktu tertentu dan baru disampaikan kepada pihak lain.On-line Distributed interaction Video Conference. Peranan TI dalam kuadran ini adalah melalui fasilitas yang mampu menjembatani perbedaan tempat.  Di kuadran pertama (Tempat Sama Waktu Sama) informasi disampaikan secara Face to Face Interaction.  Di kuadran ketiga (Tempat Beda Waktu Sama) informasi disampaikan melintasi rentang tempat yang berbeda dari suatu pihak ke pihak yang lain.1 Dari matriks di atas. Saat ini sudah banyak . Disamping itu masih banyak lagi perangkat lunak untuk menuangkan ide dengan cepat seperti untuk keperluan Brain Storming dan Mind Mapping. peranan TI adalah membantu menyampaikan ide atau informasi dalam bentuk visual seperti dilakukan menggunakan perangkat lunak Presentasi seperti Power Point. Teleconference Off-line Distributed interaction Email / mailing list (Software yang berkaitan dengan Approval System Collaboration komunikasi jarak jauh) Tabel F. dapat dilihat bagaimana informasi itu disampaikan mengatasi hambatan ruang dan waktu.  Di kuadran kedua (Tempat Sama Waktu Beda) informasi disampaikan secara batch. yang merupakan teknologi yang sudah sangat kuno. Peranan TI dalam kuadran ini adalah memfasilitasi data dengan perangkat lunak yang mengakomodasi pemutakhiran data secara berkelompok (batch).

Satu dari penulis sudah mempraktekkan hal ini dengan membuat Collaboration Website ketika ditunjuk menjadi panitia CHOD (Chief of Defence) Conference di Bali Bulan November 2008 yang lalu. informasi disampaikan bisa melintasi hambatan ruang dan waktu.  Di kuadran keempat (Tempat Beda Waktu Beda) informasi dapat disampaikan dimana saja dan kapan saja. Hasilnya adalah suatu informasi yang dibangun atas dasar kolaborasi untuk menjembatani perbedaan waktu dan tempat antara Hawaii dan Indonesia. infrastruktur. seperti chatting. TNI dan USPACOM memanfatkan konsep ini untuk mendukung komunikasi dan arus informasi antar panitia. organisasi. serta pendidikan dan latihan TNI. bahkan ketika satu pihak sedang “tidur” pun informasi itu bisa sampai pada alamatnya. . video conferencing. Dalam kuadran ini. Pada saat yang lalu konsep ini rasanya mustahil dilaksanakan. namun dengan kemajuan teknologi informasi saat ini memungkinkan untuk dilaksanakan.perangkat lunak yang berkaitan dengan hal tersebut. integrasi sistem. Dengan matrikulasi ini tampak bahwa perang informasi pun akan semakin kompleks dan semakin luas jangkauannya dan tentunya akan berpengaruh terhadap konsep operasi. dan semenjak ditemukannya teknologi web maka aplikasi yang dikembangkan cenderung mendukung konsep online distributed interaction. doktrin.

Konsep RMA sebagai konsekuensi alamiah dari perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga memungkinkan dibentuknya satuan militer yang baru.BAB 3 PENUTUP KESIMPULAN Teknologi Informasi (TI) dapat didefinisikan sebagai teknologi yang mempunyai kemampuan sedemikian rupa untuk menangkap (capture). yang kegiatannya berkaitan dengan proses pengumpulan.000 spesialis pada satuan baru yang disebut satuan perang informasi. menyimpan (store). sementara compact disk (CD) mampu menyimpan data sangat besar. mengambil kembali (retrieve). Strategi adalah suatu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan kemampuan komputer yang sekitar dua kali lipat setiap delapan belas bulan. Hal ini lah yang memungkinkan lahirnya konsep RMA. Dengan . mengolah (process). Secara strategis perang informasi mempunyai arti yang penting karena sistem informasi ini berhubungan dengan masyarakat. jumlah pengguna internet meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. Perkembangan TI merupakan kombinasi antara kemajuan pesat bidang ilmu komputer dan komunikasi. Amerika Serikat menugaskan National Security Agency untuk merekrut 1. pengolahan dan penyebaran informasi. Serat optik tunggal memungkinkan satu setengah juta percakapan dalam waktu yang bersamaan. Pengaruh revolusi teknologi informasi sangat mengagumkan. menampilkan (represent) dan menyebarkan (transmit) informasi.

demikian manusia tidak lagi menjadi target utama dalam perang melainkan informasi. L. Seperti dinyatakan Freedman. dalam Lecture on Information Warfare: Will Battle Ever Be Joined?. yang secara etis lebih dapat diterima. Dilatar belakangi oleh alasan ini lahirlah konsep perang tanpa korban (victimless war). (1996). .

com/2009/06/teknologi-informasi-danstrategi.blogspot.com/2008/03/04/tugas-kontekkemajuanteknologi-dalam-bidang-militer/ .wordpress.html http://yudisulistiyo.DAFTAR PUSTAKA http://seskoad2seskoad.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful