DAFTAR ISI

Daftar Isi Bab 1 Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan masalah Bab 2 Pembahasan A. Pengertian Teknologi Informasi B. Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin C. Teknologi Informasi dan Strategi D. Implementasi TI dalam Perubahan Strategi E. Implikasinya Terhadap TNI F. Matrik Penggunaan TI di Bidang Militer Bab 3 Penutup A. Kesimpulan

umat manusia telah mencapai kemajuan sangat pesat dalam separuh abad ini dibandingkan semua tahapan dalam sejarah manusia. sehingga akan mengurangi apa yang oleh . Hal ini bisa dilihat dari dua sisi. dari sisi komandan. yang menjadi landasan penting bagi pengembangan doktrin militer di masa datang.BAB 1 PENDAHULUAN A. Teknologi Informasi memungkinkan pasukan mendapat informasi pada waktu dan tempat yang tepat. Kemajuan pesat teknologi informasi secara khusus diimplementasikan dalam konsep yang disebut Perang Informasi (Information Warfare). Dengan demikian teknologi informasi akan sangat berpengaruh terhadap perubahan strategi militer. Organisasi organisasi telah sadar bahwa informasi memiliki peran pendukung dalam upaya membuat proses lebih efisien dan efektif Dewasa ini. LATAR BELAKANG Penggunaan Teknologi Informasi telah menyebar ke segala bentuk organisasi. dari sisi kemampuan pasukan. tetapi juga di bidang militer dengan implikasi yang sangat luas pada implementasinya terutama dalam perumusan strategi. Saat ini teknologi informasi sudah menyentuh setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi informasi tidak hanya dipakai di bidang industri ataupun ekonomi. Teknologi Informasi dapat membantu menyediakan informasi potensial lebih cepat dan banyak melalui rantai komando dan pengendalian untuk mempercepat pengambilan keputusan. yang merupakan salah satu hal penting dalam teknologi informasi. Kedua. Pertama. Salah satu alasan adalah kemajuan pesat dalam bidang komputer.

dan information warfare. Mengetahui Gambaran Penggunaan TI di Bidang Militer . RMA membahas konsep lingkup perang di masa yang akan datang. Bagaimana Gambaran Penggunaan TI di Bidang Militer B. Mengetahui Implementasi TI dalam perubahan strategi 5. RUMUSAN MASALAH A. space warfare. Implementasi dari teknologi informasi secara umum adalah berupa konsep Revolution in Military Affairs (RMA). yaitu precision strike. Bagaimana kaitan Teknologi Informasi dan Strategi? 4. yaitu: 1. Adapun Rumusan Masalah dalam makalah ini. Apa Implikasi TI terhadap TNI? 6. Bagaimana Implementasi TI dalam perubahan strategi? 5. Bagaimana Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin yang Terjadi? 3. Mengetahui Perkembangan TI dan Perubahan Doktrin 3. Mengetahui Implikasi TI terhadap TNI 6.Clausewitz disebut "kabut perang". Apa pengertian dari Teknologi Informasi ? 2. dominating maneuver. Mengetahui pengertian dari Teknologi Informasi 2. Mengetahui kaitan Teknologi Informasi dan Strategi 4. yaitu: 1. TUJUAN PEMBAHASAN Adapun Tujuan Pembahasan dalam makalah ini. dan juga membuat pasukan menjadi lebih fleksibel.

Taktik (tactics).    B. yaitu:  Kebijakan (policy). Strategi merupakan salah satu tingkat dari hirarki keputusan. yaitu keputusan yang berhubungan dengan apakah suatu masalah akan dipecahkan atau tidak. yaitu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. yaitu keputusan mengenai bagaimana taktik itu diimplementasikan. yaitu keputusan mengenai bagaimana strategi itu dapat diimplementasikan. Inilah sebabnya mengapa banyak pemerintahan ataupun badan tertentu . Strategi(strategy).BAB 2 PEMBAHASAN A. mengolah (process). Operasi (operation). Strategi adalah suatu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. menampilkan (represent) dan menyebarkan (transmit) informasi. PERKEMBANGAN TI DAN PERUBAHAN DOKTRIN Informasi merupakan aset yang strategis bagi setiap organisasi. PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI Teknologi Informasi (TI) dapat didefinisikan sebagai teknologi yang mempunyai kemampuan sedemikian rupa untuk menangkap (capture). menyimpan (store). Perkembangan TI merupakan kombinasi antara kemajuan pesat bidang ilmu komputer dan komunikasi. mengambil kembali (retrieve).

Dengan demikian infrastruktur informasi merupakan arena pertempuran untuk memperoleh keunggulan informasi. Dalam doktrin militer. Ketiadaan informasi dapat menyebabkan kegagalan terutama dalam bidang militer. Berdasarkan fakta ini. Hal ini membawa perubahan pada bagaimana tugas kemiliteran dijalankan.menghabiskan jutaan bahkan miliaran dolar. Mengingat kemajuan yang sangat pesat dalam bidang teknologi informasi sebagai sarana yang digunakan dalam perang informasi. yang akan merupakan suatu landasan bagi doktrin militer di masa datang. Komando dan Kendali dalam militer yang modern bersandar pada peralatan komunikasi berkecepatan tinggi dan komputer. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga menyebabkan perubahan yang sangat cepat dalam bidang militer. baik yang secara terbuka dianggarkan ataupun tidak. Teknologi informasi dikombinasikan dengan teknologi perang lainnya memungkinkan untuk menciptakan jenis perang yang secara kualitatif berbeda. informasi merupakan bagian integral dari Komando dan Kendali yang merupakan kunci pada setiap operasi militer. Kemampuan untuk menyediakan informasi potensial merupakan faktor yang sangat menentukan dari kekuatan militer suatu negara. . maka teknologi informasi akan sangat mempengaruhi strategi yang akan diambil dalam rangka mencapai keunggulan informasi. lahirlah suatu konsep baru yang disebut Perang Informasi. untuk membentuk badan dalam rangka pengumpulan dan pengolahan informasi mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan ancaman potensial bagi keamanan mereka.

communications. (command. control. rasanya sudah cukup untuk membicarakan konsep tentang Komando dan Kendali (K2).C4ISR) . Kendali. Kendali. Dengan demikian lahirlah konsep baru yaitu Komando. computers. Ini menghasilkan konsep baru yakni Komando. communications. Suatu waktu. Surveillance and Reconnaissance . computers. Kendali. Saat ini menurut para analis militer ada konsep baru yaitu Komando. Meskipun K4I masih menjadi angan-angan tetapi paling tidak menyiratkan suatu pandangan bahwa sistem informasi yang berbasiskan komputer menjadi fungsi yang sangat penting dalam peperangan. dan Manajemen Pertempuran (K4I/MP) sebagai satu kesatuan yang bulat dalam rangka memenangkan pertempuran. mendorong terjadinya penyesuaian konsep atau doktrin seiring dengan kemajuan teknologi. Komunikasi. Saat ini dengan kemajuan teknologi komputer banyak analis menulis mengenai Komando. Komunikasi. Tetapi kemudian ternyata komunikasi dengan kesatuan lain dalam suatu operasi menjadi suatu keharusan. Pengamatan dan Pengintaian (K4IPP) – command. intelligence and battle management -C4I/BM). Komunikasi. Kendali. dan Komunikasi (K3). Komputer. Komputer dan Intelijen (K4I). Dengan teknologi komunikasi yang semakin mutakhir. control. yang pada prinsipnya merupakan hubungan intern antara komandan dengan anak buahnya dalam kaitan tugas operasi. keterangan atau data intelijen yang sangat penting dalam operasi militer dapat diperoleh dari kesatuan lain atau bahkan badan lain di luar kesatuan militer. Intelijen.Dengan penggunaan teknologi informasi yang intensif. Komputer. Kendali. Komunikasi dan Intelijen (K3I). Intelijen. Ada pula yang merumuskan dengan Komando.

Sebagai contoh penggunaan program kecerdasan buatan untuk mensimulasikan formasi dan kekuatan musuh memungkinkan serangan menjadi efektif dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi.C. Ini dimungkinkan karena Amerika Serikat mempunyai “senjata” yang sangat hebat yaitu AWACS (Airborne Warning and Control System) dan J-STARS (Joint Surveillance and Target Attack Radar System). orang Amerika bisa menyaksikan pergerakan pesawat. untuk mendeteksi pesawat dan senjata musuh dan mengirimkan data tersebut kepada J-STARS di darat. Dengan menggunakan teknologi ini maka sasaran dapat dipilih lebih pada menara gelombang mikro. sarana komunikasi. dan kendaraan yang lain dalam Perang Teluk. Arus informasi itulah yang lebih penting dalam fungsi militer. Campen “satu ons silikon didalam sebuah komputer mempunyai effek yang lebih dahsyat dari satu ton uranium”. Dengan penguasaan pengetahuan yang disebabkan oleh kemajuan dalam bidang teknologi informasi. radar. Perang Teluk merupakan perang dimana penguasaan pengetahuan mengungguli senjata dan taktik. tetapi mereka tidak mengerti bagaimana arus informasi yang menyebabkan semua itu terjadi. musuh dapat dibuat bertekuk lutut melalui sarana yang berupa teknologi komputer. J-STARS dapat memberikan sasaran dan gambar pergerakan musuh kepada komandan pada jangkauan 155 mil dalam segala cuaca dengan ketepatan 90 persen. AWACS sebetulnya merupakan pesawat Boeing 707 yang dilengkapi dengan komputer. tank. seperti yang ditulis oleh Alan D. TEKNOLOGI INFORMASI DAN STRATEGI Perkembangan yang cepat dari teknologi informasi beserta teknologi perang lainnya memungkinkan menciptakan jenis perang yang secara kualitatif berbeda. sensor yang dapat memantau 360 derajat. Di TV. sentral .

pengolahan dan penyebaran informasi. dalam Lecture on Information Warfare: Will Battle Ever Be Joined?. (1996). Amerika Serikat menugaskan National Security Agency untuk merekrut 1. Hal ini lah yang memungkinkan lahirnya konsep RMA.000 spesialis pada satuan baru yang disebut satuan perang informasi. skala organisasi. Dengan demikian manusia tidak lagi menjadi target utama dalam perang melainkan informasi. Dilatar belakangi oleh alasan ini lahirlah konsep perang tanpa korban (victimless war). sistem integrasi. Serat optik tunggal memungkinkan satu setengah juta percakapan dalam waktu yang bersamaan. dan sarana lain pembawa kabel koaksial komunikasi (Toffler. yang kegiatannya berkaitan dengan proses pengumpulan. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan kemampuan komputer yang sekitar dua kali lipat setiap delapan belas bulan. L. Dalam hal peningkatan kemampuan pasukan. merubah cara kerja organisasi.telepon. sementara compact disk (CD) mampu menyimpan data sangat besar. Secara strategis perang informasi mempunyai arti yang penting karena sistem informasi ini berhubungan dengan masyarakat. Konsep Perang Informasi didukung perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kemampuan pasukan. dan infrastruktur perang ataupun militer. Konsep RMA sebagai konsekuensi alamiah dari perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga memungkinkan dibentuknya satuan militer yang baru. 1993) Pengaruh revolusi teknologi informasi sangat mengagumkan. Seperti dinyatakan Freedman. US Army mencoba model pertempuran yang menghubungkan setiap prajurit dengan sistem . jumlah pengguna internet meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. jaringan serat optik. yang secara etis lebih dapat diterima.

Dengan demikian militer masa depan harus lebih menggunakan otaknya. night-vision goggles dan thermal-imaging sensors untuk melihat di tempat gelap. . mampu menaklukkan pasukan dengan kekuatan tiga kali lebih besar. senjata yang “pintar” membutuhkan prajurit yang pintar pula. (Washington. dapat mengatasi ketidakjelasan. Amerika dan sekutunya mengirim prajurit terbaiknya. Tim peneliti dari Motorola dan laboratorium US Army di Natick. 146 (8)) Sesuai dengan cara kerja perang. Selama simulasi pertempuran di Fort Leavenworth. W. Hanya 19 persen dari manager di Amerika mempunyai pendidikan post graduate. Onward Cyber Soldier. Kansas. sedang di tentara 88 persen Brigadir Jenderal mempunyai pendidikan post graduate. Karena penggunaan teknologi informasi yang cukup intensif. dalam peperangan saat ini militer tidak hanya sekedar menarik pelatuk saja tetapi memerlukan personel dengan kemampuan yang cukup tinggi. dilengkapi layar di depan mata untuk mengetahui posisi dan mampu memberikan informasi yang akurat.senjata secara elektronis. Massachusetts.000 personel. Seperti hasil survei yang dilaksanakan oleh North Carolina's Center for Creative Leadership. dan bahkan akan menanyakan tentang kewenangan yang boleh diambil. yang dilengkapi perlengkapan yang mutakhir tersebut. tentara mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan orang yang bergerak pada bisnis. divisi infantri dengan 20. D. Perkembangan teknologi informasi akan berpengaruh pada sistem pelatihan dan pendidikan terutama yang berkaitan dengan senjata baru. Jadi. Time Magazine. Helm prajurit dilengkapi dengan mikrofon untuk komunikasi. mengambil inisiatif. merencanakan suatu prototipe dari peralatan untuk tentara masa depan. sehingga mereka dapat berhadapan dengan orang dan budaya yang berbeda. Ini sudah dibuktikan dalam Perang Teluk.

Bila pada saat ini ukuran divisi adalah 10.000 sambungan telepon. Teknologi Informasi memungkinkan kekuasaan pengambilan keputusan diserahkan pada tingkat serendah mungkin. Di masa depan satu brigade dengan kurang lebih 4. teknologi informasi membuat organisasi militer dapat sedikit melonggarkan pengendalian.000 sampai 18. infrastruktur yang digelar mampu menampung 700. Secara ringkas pengaruh TI pada strategi dapat digambarkan sebagai berikut: . Kompleksitas ini dapat diatasi dengan menggunakan peranti lunak yang dirancang untuk keperluan tersebut terutama perkembangan pesat pada peranti lunak data base. Dalam pengertian integrasi sistem. Sesuai asas manajemen. Ini berarti bahwa lebih sedikit orang dengan teknologi akan dapat menyelesaikan tugas yang jauh lebih berat dari pada saat lampau. Dalam hal infrastruktur. 152. teknologi informasi memungkinkan penyusunan pasukan yang lebih kecil dengan formasi yang lebih luwes. militer yang baru memembutuhkan jaringan informasi yang dengan band width besar. dan menggunakan 30.000 frekuensi radio.000 personel. Teknologi Informasi membuat kompleksitas pada organisasi militer lebih berat dari pada sebelumnya.000 personel akan memiliki kemampuan yang sama dengan satu divisi pada saat lampau.Dalam hal ukuran pasukan. terdiri dari tiga atau empat brigade dengan masing-masing brigade terdiri dari tiga sampai lima batalion. Sebagai contoh Perang Teluk.000 pesan setiap hari.

Teknologi informasi ini membantu komandan untuk melakukan pengintaian serta penentuan sasaran dengan akurat.1 Komando dan Pengendalian D. space warfare. yaitu precision strike. (GPS. dan peralatan penentu posisi. Jeffrey McKitrick et. Inti dari konsep ini adalah kemampuan untuk mengetahui musuh dari tingkat operasional sampai tingkatan strategi dengan memilih dan memprioritaskan sasaran. Konsep ini dapat pula diterapkan pada operasi penyelamatan.Global Positioning System). pengamanan. Precision Strike. IMPLEMENTASI TI DALAM PERUBAHAN STRATEGI Implementasi dari teknologi informasi ini terutama adalah pada perubahan konsep lingkup perang dimasa yang akan datang. Al (1996) dalam The Revolution in Military Affairs menyatakan bahwa kunci dari perbaikan yang sekarang terjadi adalah meliputi perbaikan teknologi di bidang pengintaian. munisi. dominating maneuver.Teknologi Informasi Kemampuan Pasukan Informasi Potensial Strategi Gambar C. and information warfare. pengolahan data dan komunikasi data. Ceritera mengenai Kapten Scott .

Operasi ini juga sukses karena kemajuan teknologi di bidang enkripsi (persandian) sehingga selama penyampaian informasi pihak lawan tidak dapat mengetahuinya. Dominating maneuver diintegrasikan dengan precision strike dan space warfare dapat mematahkan titik pusat lawan dalam rangka menguasai pertempuran. Peralatan ini dapat memberikan informasi posisi kurang dari satu detik. Dengan menggunakan satelit. menunjukkan bahwa kemajuan dalam bidang teknologi informasi membuat operasi penyelamatan itu berhasil dengan cemerlang. manuver bisa menjadi sulit bila musuh juga sangat maju dalam bidang ini. pilot pesawat F16 yang ditembak jatuh di Bosnia. menyediakan sistem navigasi terutama kepada pasukan tempur. Precision strike dan information warfare menghancurkan sasaran dan melumpuhkan musuh sementara dengan dominating maneuver akan menguasai titik pusat lawan sehingga tidak ada pilihan lain bagi lawan kecuali menyerah. Space Warfare. Dominating Maneuver. Kemajuan teknologi komunikasi terutama satelit memungkinkan space warfare terjadi. Manuver merupakan unsur yang penting di dalam setiap pertempuran. dari ketinggian tertentu dapat memperbaiki dan memperluas pengintaian. .O’Grady. Ini terjadi karena pilot dilengkapi penerima GPS dengan ketepatan 50 kaki dan radio UHF standar. Berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi. dan memberikan informasi tentang permukaan bumi. Satelit juga dapat menyajikan data rinci sasaran. Konsep ini lebih populer dikenal dengan nama Star Wars yang merupakan area keempat perang yang memanfaatkan lingkungan angkasa luar.

MATRIK PENGGUNAAN TI DI BIDANG MILITER Tempat Sama Waktu Sama (I) Face to face interaction Face 2 face meeting (Power point dan Software sejenisnya) Tempat Beda Waktu Sama (III) Tempat Sama Waktu Beda (II) Off-line interaction Shiting Batch (Aplikasi berbasis batch) Tempat Beda Waktu Beda (IV) . F. E. Teknologi Informasi menyebabkan organisasi yang hirarkis akan menjadi suatu yang usang. Di masa yang akan datang informasi tidak lagi merupakan fungsi pendukung tetapi sudah memegang peranan yang utama di dalam pertempuran. berikut ini ada satu matrikulasi penggunaan Teknologi Informasi di bidang Militer. yang akan berpengaruh terhadap strategi. dan struktur yang ada sekarang ini perlu untuk ditinjau ulang. IMPLIKASINYA TERHADAP TNI Apabila mengacu pada konsepsi diatas. Ini berkaitan dengan sistem informasi dan kemampuan yang berkait dengannya. Di masa depan.Information Warfare. maka masuk dalam kancah perang informasi merupakan suatu keharusan yang tidak 13ias dihindari. walaupun tetap harus juga menyiapkan diri dalam pertempuran secara konvensional. Di masa lalu militer memandang informasi hanya merupakan pendukung pertempuran. Dalam konteks perang informasi. Ini akan mendorong ke arah berkembangnya organisasi yang lebih flat.

yaitu diupdate dalam suatu periode waktu tertentu dan baru disampaikan kepada pihak lain. Peranan TI dalam kuadran ini adalah melalui fasilitas yang mampu menjembatani perbedaan tempat. Saat ini sudah banyak .  Di kuadran ketiga (Tempat Beda Waktu Sama) informasi disampaikan melintasi rentang tempat yang berbeda dari suatu pihak ke pihak yang lain.On-line Distributed interaction Video Conference.  Di kuadran pertama (Tempat Sama Waktu Sama) informasi disampaikan secara Face to Face Interaction. yang merupakan teknologi yang sudah sangat kuno. peranan TI adalah membantu menyampaikan ide atau informasi dalam bentuk visual seperti dilakukan menggunakan perangkat lunak Presentasi seperti Power Point.  Di kuadran kedua (Tempat Sama Waktu Beda) informasi disampaikan secara batch. Disamping itu masih banyak lagi perangkat lunak untuk menuangkan ide dengan cepat seperti untuk keperluan Brain Storming dan Mind Mapping. Teleconference Off-line Distributed interaction Email / mailing list (Software yang berkaitan dengan Approval System Collaboration komunikasi jarak jauh) Tabel F. dapat dilihat bagaimana informasi itu disampaikan mengatasi hambatan ruang dan waktu. Dari sisi penyampaian informasi dalam kuadran ini. Peranan TI dalam kuadran ini adalah memfasilitasi data dengan perangkat lunak yang mengakomodasi pemutakhiran data secara berkelompok (batch).1 Dari matriks di atas.

Satu dari penulis sudah mempraktekkan hal ini dengan membuat Collaboration Website ketika ditunjuk menjadi panitia CHOD (Chief of Defence) Conference di Bali Bulan November 2008 yang lalu.perangkat lunak yang berkaitan dengan hal tersebut. video conferencing. organisasi. bahkan ketika satu pihak sedang “tidur” pun informasi itu bisa sampai pada alamatnya. Hasilnya adalah suatu informasi yang dibangun atas dasar kolaborasi untuk menjembatani perbedaan waktu dan tempat antara Hawaii dan Indonesia. doktrin. Dengan matrikulasi ini tampak bahwa perang informasi pun akan semakin kompleks dan semakin luas jangkauannya dan tentunya akan berpengaruh terhadap konsep operasi.  Di kuadran keempat (Tempat Beda Waktu Beda) informasi dapat disampaikan dimana saja dan kapan saja. . namun dengan kemajuan teknologi informasi saat ini memungkinkan untuk dilaksanakan. TNI dan USPACOM memanfatkan konsep ini untuk mendukung komunikasi dan arus informasi antar panitia. Pada saat yang lalu konsep ini rasanya mustahil dilaksanakan. integrasi sistem. Dalam kuadran ini. dan semenjak ditemukannya teknologi web maka aplikasi yang dikembangkan cenderung mendukung konsep online distributed interaction. informasi disampaikan bisa melintasi hambatan ruang dan waktu. infrastruktur. serta pendidikan dan latihan TNI. seperti chatting.

yang kegiatannya berkaitan dengan proses pengumpulan. jumlah pengguna internet meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. Dengan . Hal ini lah yang memungkinkan lahirnya konsep RMA. mengambil kembali (retrieve). Hal ini bisa dilihat dari peningkatan kemampuan komputer yang sekitar dua kali lipat setiap delapan belas bulan.000 spesialis pada satuan baru yang disebut satuan perang informasi. pengolahan dan penyebaran informasi.BAB 3 PENUTUP KESIMPULAN Teknologi Informasi (TI) dapat didefinisikan sebagai teknologi yang mempunyai kemampuan sedemikian rupa untuk menangkap (capture). Strategi adalah suatu keputusan yang berkaitan dengan bagaimana suatu masalah itu dipecahkan. Amerika Serikat menugaskan National Security Agency untuk merekrut 1. mengolah (process). menyimpan (store). sementara compact disk (CD) mampu menyimpan data sangat besar. Secara strategis perang informasi mempunyai arti yang penting karena sistem informasi ini berhubungan dengan masyarakat. Perkembangan TI merupakan kombinasi antara kemajuan pesat bidang ilmu komputer dan komunikasi. Serat optik tunggal memungkinkan satu setengah juta percakapan dalam waktu yang bersamaan. menampilkan (represent) dan menyebarkan (transmit) informasi. Pengaruh revolusi teknologi informasi sangat mengagumkan. Konsep RMA sebagai konsekuensi alamiah dari perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga memungkinkan dibentuknya satuan militer yang baru.

yang secara etis lebih dapat diterima. (1996). L. . Seperti dinyatakan Freedman. dalam Lecture on Information Warfare: Will Battle Ever Be Joined?.demikian manusia tidak lagi menjadi target utama dalam perang melainkan informasi. Dilatar belakangi oleh alasan ini lahirlah konsep perang tanpa korban (victimless war).

com/2008/03/04/tugas-kontekkemajuanteknologi-dalam-bidang-militer/ .wordpress.DAFTAR PUSTAKA http://seskoad2seskoad.blogspot.html http://yudisulistiyo.com/2009/06/teknologi-informasi-danstrategi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful