KESIMPULAN Arthropoda berasal dari bahasa Yunani, yang berarti hewan yang kakinya beruas-ruas.

Jumlah spesies Arthropoda yang sudah diketahui ada sekitar 900.000 spesies. Tubuh Arthropoda terdiri atas caput (kepala), toraks(dada), dan abdomen (perut) yang bersegmen-segmen. Pada laba-laba dan udang, kepala dan dadanya bersatu membentuk sefalotoraks, tetapi ada juga spesies yang sulit dibedakan antara kepala, toraks, dan abdomennya, seperti pada lipan. Pada tiap-tiap segmen tubuh ada yang dilengkapi alat gerak dan ada juga yang tidak dilengkapi alat gerak. Hewan arthropoda memiliki organ sensoris yang sudan berkembang, seperti mata, penciuman, serta antena yang berfungsi sebagai alat peraba dan pencium. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah terbuka yang tidak memiliki kapiler darah. Hewan arthropoda yang hidup di air ada yang bernapas dengan menggunakan insang, sistem trakea, paru-paru buku, atau pada beberapa spesies melalui permukaan tubuh. Sistem ekskresi menggunakan saluran malpighi. Sistem saraf dinamakan sistem saraf tangga tali karena terdiri atas dua ganglion dorsal yang memiliki dua saraf tepi. Setiap saraf trepi dihubungkan oleh saraf melintang sehingga merupakan tangga tali. Sistem pencernaan dimulai dari mulut, usus, dan anus. Mulut ada yang berfungsi untuk menjilat seperti pada lalat, menusuk dan menghisap seperti pada nyamuk, serta menggigit seperti pada semut. Anggota filum arthropoda dapat dibedakan menjadi hewan jantan dan betina. Fertilisasi arthropoda terjadi secara internal. Telur banyak mengandung kuning telur yang tertutup oleh cangkang. Hewan arthropoda ada yang mengalami metemorfosis sempurna, metemorfosis tidak sempurna, dan ada yang tidak bermetamorfosis. Sistem reproduksi Arthropoda umumnya terjadi secara seksual.Namun ada juga yang secara aseksual, yaitu dengan partenogenesis. Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi (pembuahan). Individu yang dihasilkan bersifat steril.Organ reproduksi jantan dan betina pada Arthropoda terpisah, masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang berbeda sehingga bersifat dioseus (berumah dua). Hasil fertilisasi berupa telur). Cara hidup Arthropoda sangat beragam, ada yang hidup bebas, parasit, komensal, atau simbiotik.Dilingkungan kita, sering dijumpai kelompok hewan ini, misalnya nyamuk, lalat, semut, kupu-kupu, capung, belalang, dan lebah. Habitat penyebaran Arthropoda sangat luas.Ada yang di laut, periran tawar, gurun pasir,

Peran Arthropoda bagi manusia Berbagai jenis Arthropoda memberikan keuntungan dan kerugian bagi manusia. kepiting (scylla serrata). yaitu Crustcea. Arachnida.Hama tanaman pangan dan industri. lalat tsetse sebagai vektor penyakit tidur.Vektor perantara penyakit bagi manusia. Insecta. .Contohnya wereng coklat dan kumbang tanduk .Contohnya kutu gabah. yaitu lebah madu (Apis indica) .dan padang rumput .Sumber makanan yang mengandung protein hewani tinggi. dan udang karang (panulirus versicolor) .Penghasil madu. Peran arthropoda yang menguntungkan manusia misalnya dibidang pangan dan sandang yaitu sebagai berikut : . kutu kepala. Misalnya Udang windu (Panaeus monodon). dan kutu busuk .Misalnya nyamuk malaria. dan Myriapoda (Chilopoda dan Diplopoda). nyamuk demam berdarah. .Menimbulkan gangguan pada manusia. yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori) Sementara yang merugikan manusia anatara lain : . rajingan (portunus pelagicus).Filum arthropoda dibagi menjadi empat kelas. dan lalat rumah sebagai vektor penyakit tifus.Bahan industri kain sutera.Perusak makanan.Misalnya caplak penyebab kudis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful