METABOLISME LIPID

Disajikan sebagai Bahan Kuliah Biokimia bagi Mahasiswa D III Kebidanan Penyusun: Heru Santoso Wahito Nugroho, S.Kep., Ns., M.M.Kes Telefon: 0352-752747 (rumah), 081335251726 (mobile), 0351-895216 (kantor) E-mail: heruswn@yahoo.co.id atau heruswn@telkom.net website: www.heruswn.weebly.com

Referensi:
Anonim, 2000, Petunjuk Praktikum Biokimia Untuk PSIK (B) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta: Lab. Biokimia FK UGM Guyton AC, Hall JE, 1996, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi IX, Penerjemah: Setiawan I, Tengadi LMAKA, Santoso A, Jakarta: EGC http://www.biology.arizona.edu\biochemistry, 2003, The Biology ProjectBiochemistry http://www.bioweb.wku.edu\courses\BIOL115\Wyatt, 2008, WKU Bio 113 Biochemistry http://www.gwu.edu\_mpb, 1998, Biochemistry, Karl J. Miller The Metabolic 2008, Pathways of

http://www.ull.chemistry.uakron.edu\genobc, and Biochemistry

General,

Organic

http://www.wiley.com\legacy\college\boyer\0470003790\animations\electr on_transport, 2008, Interactive Concepts in Biochemistry: Oxidative Phosphorylation Murray RK, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW, 2003, Biokimia Harper, Edisi XXV, Penerjemah Hartono Andry, Jakarta: EGC Stryer L, 1996, Biokimia, Edisi IV, Penerjemah: Sadikin dkk (Tim Penerjemah Bagian Biokimia FKUI), Jakarta: EGC Supardan, 1989, Metabolisme Lemak, Malang: Lab. Biokimia Universitas Brawijaya

1 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo

Sebagai hormon dan vitamin Hormon mengatur komunikasi antar sel. Asam lemak. terdiri atas lipoprotein dan glikolipid 4. Fungsi lipid Ada beberapa fungsi lipid di antaranya: 1. Sebagai penyusun struktur membran sel Dalam hal ini lipid berperan sebagai barier untuk sel dan mengatur aliran material-material. Non gliserida. sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis Jenis-jenis lipid Terdapat beberapa jenis lipid yaitu: 1.Pendahuluan Lipid adalah molekul-molekul biologis yang tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam pelarut-pelarut organik. Lipid kompleks. terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida 3. 2. terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh 2. Adapun rumus umum dari asam lemak adalah: CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid) Asam lemak ini memiliki satu atau lebih ikatan rangkap Struktur asam lemak jenuh 2 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . Ada dua macam asam lemak yaitu: 1. Gliserida. Sebagai cadangan energi Lipid disimpan sebagai jaringan adiposa 3. steroid dan malam Asam lemak Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. terdiri atas sfingolipid. Asam lemak jenuh (saturated fatty acid) Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap 2.

8.12.Struktur asam lemak tak jenuh Asam-asam lemak penting bagi tubuh Simbol numerik Nama Umum Struktur Keterangan Sering terikat dengan atom N terminal dari membran plasma bergabung dengan protein sitoplasmik Produk akhir dari sintesis asam lemak mamalia 14:0 Asam miristat CH3(CH2)12COOH 16:0 Asam palmitat Asam palmitoleat Asam stearat Asam oleat Asam linoleat Asam linolenat Assam arakhidonat CH3(CH2)14COOH 16:1D9 18:0 18:1D9 18:2D9.15 CH3(CH2)5C=C(CH2)7COOH CH3(CH2)16COOH CH3(CH2)7C=C(CH2)7COOH CH3(CH2)4C=CCH2C=C(CH2)7COOH CH3CH2C=CCH2C=CCH2C=C(CH2)7COOH Asam lemak esensial Asam lemak esensial Prekursor untuk sintesis eikosanoid 20:4D5.11.12 18:3D9.14 CH3(CH2)3(CH2C=C)4(CH2)3COOH 3 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo .

Penggunaan fosfogliserida adalah: 1. Minyak .Berwujud cair pada suhu ruang . jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida.Tersusun dari asam lemak jenuh 2. Struktur trigliserida sebagai lemak netral Apa yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak (oil)? Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida.Umumnya diperoleh dari hewan .Tersusun dari asam lemak tak jenuh Fosfogliserida (fosfolipid) Lipid dapat mengandung gugus fosfat.Asam stearat Asam oleat arakhidonat Beberapa contoh struktur asam lemak Asam Gliserida netral (lemak netral) Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol. Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak). Sebagai komponen penyusun membran sel 2. Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya adalah: 1. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid. Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu rantai asam lemak.Berwujud padat pada suhu ruang . Sebagi agen emulsi 4 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama.Umumnya diperoleh dari tumbuhan . Lemak .

yaitu: 5 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . Lipoprotein Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein.Struktur dari fosfolipid Fosfolipid bilayer (lapisan ganda) sebagai penyusun membran sel Lipid kompleks Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Gabungan lipid dengan protein (lipoprotein) merupakan contoh dari lipid kompleks Ada 4 klas mayor dari lipoprotein plasma yang masing-masing tersusun atas beberapa jenis lipid. Contoh penting dari lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid.

Kilomikron Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan lain. VLDL (very low . HDL (high .Perbandingan komposisi penyusun 4 klas besar lipoprotein 1. Ilustrasi peran masing-masing dari 4 klas besar lipoprotein 6 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo .density lypoproteins) HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol ke hati. LDL (low .density lypoproteins) VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya menuju jaringan lemak 3. kecuali ginjal 2.density lypoproteins) LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer 4.

Dalam hal ini timbul plaque pada dinding arteri. Struktur kimia sfingomielin (perhatikan 4 komponen penyusunnya) Kolesterol Selain fosfolipid. Pada manusia. 7 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . Jadi asam lemak bergabung dengan molekul-molekul non gliserol. 25% dari lipid merupakan sfingolipid. Kolesterol berhubungan dengan pengerasan arteri. Kolesterol juga menjadi bagian dari beberapa hormon. Pembentukan gumpalan dapat menyebabkan infark miokard dan stroke. Penggunaan primer dari sfingolipid adalah sebagai penyusun selubung mielin serabut saraf. kolesterol dan malam. Struktur dasar darikolesterol Kolesterol merupakan bagian dari membran sel Steroid Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid. yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah karena arteri menyempit. steroid. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid. kolesterol merupakan jenis lipid yang menyusun membran plasma. penurunan kemampuan untuk meregang. misalnya testosteron dan progesteron. Sfingolipid Sifongolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan dari lemak.Lipid non gliserida Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol.

Hormon ini berhubungan dengan proses metabolisme karbohidrat. selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid. Karena larut dalam air. Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam Metabolisme lipid Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral. Secara ringkas. Malam merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai panjang. hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol. yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). Kortison Malam/lilin (waxes) Malam tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis. 8 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . rambut dan lain-lain. gangguan pencernaan dan sebagainya. gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. Malam sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit.Progesteron dan testosteron Steroid lainnya adalah kortison. Asam-asam lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini. penanganan penyakit arthritis rematoid. asthma.

trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Selanjutnya kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava. kilomikron segera dipecah menjadi asam-asam lemak dan gliserol. maka diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel usus (enterosit). Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi. Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron.Struktur miselus. Struktur kilomikron. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut. dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida. Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lipid. Perhatikan fungsi kilomikron sebagai pengangkut trigliserida Simpanan trigliserida pada sitoplasma sel jaringan adiposa Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa. Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju hati dan jaringan adiposa. Bagian polar berada di sisi luar. sedangkan bagian non polar berada di sisi dalam Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air. sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. 9 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo .

baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan trigliserida jaringan. Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat. Proses ini dinamakan ketogenesis. Diet Trigliseri da Esterifika si Lipolisis Steroid Asam lemak Lipogene Oksidasi Lipid Gliserol Kolesterogene sis beta Karbohid sis rat Protein Asetil+ ATP KoA Steroidogen esis Kolesterol Ketogenesis Siklus asam sitrat ATP H2O CO2 Ikhtisar metabolisme lipid Aseto asetat hidroksi butirat Aseton 10 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . Asetil KoA mengalami kolesterogenesis menjadi kolesterol. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam lemak dioksidasi. hidroksi butirat dan aseton). Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis.Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty acid/FFA). maka asam lemak mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi jangka panjang. hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan gliserol. Di sisi lain. Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi. asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian. jika kebutuhan energi sudah mencukupi. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein. Selanjutnya kolesterol mengalami steroidogenesis membentuk steroid. Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Secara ringkas.

Reaksi-reaksi kimia dalam metabolisme gliserol Oksidasi asam lemak (oksidasi beta) Untuk memperoleh energi.Metabolisme gliserol Gliserol sebagai hasil hidrolisis lipid (trigliserida) dapat menjadi sumber energi. Pada tahap awal. dengan rumus (CH3)3N+CH2-CH(OH)-CH2-COO-. asam lemak harus diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan oksidasi beta. Aktivasi asam lemak menjadi asil KoA Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai panjang. 11 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . asam lemak diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase). Selanjutnya senyawa ini masuk ke dalam rantai respirasi membentuk dihidroksi aseton fosfat. Gliserol ini selanjutnya masuk ke dalam jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis. suatu produk antara dalam jalur glikolisis. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta. gliserol mendapatkan 1 gugus fosfat dari ATP membentuk gliserol 3-fosfat. Asam lemak rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin. Dengan adanya ATP dan Koenzim A.

asam lemak masuk ke dalam rangkaian siklus dengan 5 tahapan proses dan pada setiap proses.  Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini selanjutnya masuk dalam proses oksidasi beta. Setelah menjadi asil karnitin.  Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya bereaksi dengan KoA dengan dikatalisir oleh enzim karnitin palmitoiltransferase II yang ada di membran interna mitokondria menjadi Asil Koa dan karnitin dibebaskan. barulah senyawa tersebut bisa menembus membran interna mitokondria.  Setelah menjadi bentuk aktif.ATP + KoA FFA AMP + PPi Asil-KoA Karnitin palmitoil transferase I Asil-KoA Karnitin Asil-KoA sintetase (Tiokinase) Membran mitokondria eksterna KoA Asil karnitin Karnitin palmitoil transferase II Karnitin Asil karnitin translokase Membran mitokondria interna KoA Asil karnitin Karnitin Asil-KoA Asil karnitin Beta oksidasi Mekanisme transportasi asam lemak trans membran mitokondria melalui mekanisme pengangkutan karnitin Langkah-langkah masuknya asil KoA ke dalam mitokondria dijelaskan sebagai berikut:  Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan dikatalisir oleh enzim tiokinase.  Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitin translokase yang bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dan karnitin keluar. diangkat 2 atom C 12 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil transferase I yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin. Dalam oksidasi beta.

Selanjutnya asetil KoA masuk ke dalam siklus asam sitrat. Perhatikan bahwa setiap proses pemutusan 2 atom C adalah proses oksidasi β dan setiap 2 atom C yang diputuskan adalah asetil KoA. Oksidasi karbon β menjadi keton Keterangan: Frekuensi oksidasi β adalah (½ jumlah atom C)-1 Jumlah asetil KoA yang dihasilkan adalah (½ jumlah atom C) Oksidasi asam lemak dengan 16 atom C. 13 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo .dengan hasil akhir berupa asetil KoA. karbon β asam lemak dioksidasi menjadi keton. Dalam proses oksidasi ini.

oksidasi beta dan siklus asam sitrat 14 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo .Aktivasi asam lemak.

Misalnya tersedia sebuah asam lemak dengan 10 atom C. Penghitungan energi hasil metabolisme lipid Dari uraian di atas kita bisa menghitung energi yang dihasilkan oleh oksidasi beta suatu asam lemak. Karena asam lemak memiliki 10 atom C. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 2P (+2P) 2. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 3P (+3P) 4. (-2P) Setelah berada di dalam mitokondria. Demikian seterusnya hingga hasil yang terakhir adalah 2 asetilKoA. berarti hasilnya adalah 4 x 5 = 20 ATP. yaitu 4 kali oksidasi beta. Dalam satu oksidasi beta dihasilkan energi 2P dan 3P sehingga total energi satu kali oksidasi beta adalah 5P. dan energi yang di hasilkan oleh oksidasi beta adalah 10 dibagi 2 dikurangi 1. asil-KoA akan mengalami tahaptahap perubahan sebagai berikut: 1. Proses aktivasi ini membutuhkan energi sebesar 2P. Karena pada umumnya asam lemak memiliki banyak atom C. hidroksi butirat dan aseton dikenal sebagai badan-badan keton. 15 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . maka asetil-KoA yang terbentuk adalah 5 buah. maka kita memerlukan energi 2 ATP untuk aktivasi. Dengan demikian sebuah asam lemak dengan 10 atom C. delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA 3. Aseto asetat. Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom C dan asil-KoA yang telah kehilangan 2 atom C. maka asil-KoA yang masih ada akan mengalami oksidasi beta kembali dan kehilangan lagi 2 atom C karena membentuk asetil KoA.Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Sebagian dari asetil-KoA akan berubah menjadi asetoasetat. L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA. selanjutnya asetoasetat berubah menjadi hidroksi butirat dan aseton. Asetil-KoA yang dihasilkan oleh oksidasi beta ini selanjutnya akan masuk siklus asam sitrat. Setiap asetil-KoA akan masuk ke dalam siklus Kreb’s yang masing-masing akan menghasilkan 12 ATP. Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA. sehingga totalnya adalah 5 X 12 ATP = 60 ATP. akan dimetabolisir dengan hasil -2 ATP (untuk aktivasi) + 20 ATP (hasil oksidasi beta) + 60 ATP (hasil siklus Kreb’s) = 78 ATP. Proses perubahan asetil-KoA menjadi benda-benda keton dinamakan ketogenesis.

Proses ketogenesis Lintasan ketogenesis di hati Sebagian dari asetil KoA dapat diubah menjadi kolesterol (prosesnya dinamakan kolesterogenesis) yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk disintesis menjadi steroid (prosesnya dinamakan steroidogenesis). 16 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo .

Sintesis asam lemak terjadi di dalam sitoplasma. NADPH digunakan untuk sintesis. Tahap-tahap sintesis asam lemak ditampilkan pada skema berikut. 17 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . Semua organisme dapat men-sintesis asam lemak sebagai cadangan energi jangka panjang dan sebagai penyusun struktur membran.Gambar Lintasan kolesterogenesis Sintesis asam lemak Makanan bukan satu-satunya sumber lemak kita. kelebihan asetil KoA dikonversi menjadi ester asam lemak. Pada manusia. Sintesis asam lemak sesuai dengan degradasinya (oksidasi beta). ACP (acyl carrier protein) digunakan selama sintesis sebagai titik pengikatan. Semua sintesis terjadi di dalam kompleks multi enzim-fatty acid synthase.

Perhatikan tahap-tahap sintesis dan degradasi trigliserida Jika kebutuhan energi tidak dapat tercukupi oleh karbohidrat. kita tak dapat menyimpan lemak jika tak ada kelebihan glukosa di dalam tubuh.Tahap-tahap sintesis asam lemak Penyimpanan lemak dan penggunaannya kembali Asam-asam lemak akan disimpan jika tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Ini harus tersedia dari glukosa. Adapun tahap-tahap penyimpanan tersebut adalah: .Asam lemak kemudian diubah menjadi trigliserida di sel adiposa untuk disimpan. Tempat penyimpanan utama asam lemak adalah jaringan adiposa. Dinamika lipid di dalam sel adiposa. . . maka simpanan trigliserida ini dapat digunakan kembali.Asam lemak ditransportasikan dari hati sebagai kompleks VLDL. .Akibatnya. Trigliserida akan dipecah menjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol dapat menjadi sumber energi (lihat metabolisme gliserol).Gliserol 3-fosfat dibutuhkan untuk membuat trigliserida. 18 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . Sedangkan asam lemak pun akan dioksidasi untuk memenuhi kebutuhan energi pula (lihat oksidasi beta).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful