P. 1
Kasus Dan Sosialisasi Konflik

Kasus Dan Sosialisasi Konflik

|Views: 51|Likes:
Published by Arya Dimas Saputra

More info:

Published by: Arya Dimas Saputra on May 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2012

pdf

text

original

Konflik Sosialisasi

Click to Vidyati Fa’za 10080011156 Haifa edit Master subtitle style

Rian Angriawan 10080011162 Sintha Dwi Jayanti 10080011169 Sanie Maryawati 10080011186

5/30/12

baik yang bersifat vertikal maupun horizontal. sentralistik.Arkeologi Konflik Sosial di Indonesia KEHIDUPAN bangsa Indonesia dewasa ini tengah menghadapi ancaman serius berkaitan dengan mengerasnya konflik-konflik dalam masyarakat. Konflik-konflik itu pada dasarnya merupakan produk dari sistem kekuasaan Orde Baru yang militeristik. dominatif. dan hegemonik. 5/30/12 . Sistem tersebut telah menumpas kemerdekaan masyarakat untuk mengaktualisasikan dirinya dalam wilayah sosial.

serba  tunggal 5/30/12 .Kemajemukan bangsa yang seharusnya dapat kondusif bagi pengembangan demokrasi ditenggelamkan oleh ideologi  harmoni sosial yang serba semu. tanpa harus merasa telah mengingkari prinsip dasar  hidup bersama dalam kepelbagaian. Bagi negara kala itu. Karena itu negara perlu menyeragamkan setiap  elemen kemajemukan dalam masyarakat sesuai dengan karsanya. Dengan segala kekuasaan yang ada padanya negara tidak segan-segan untuk  menggunakan cara-cara koersif agar masyarakat tunduk pada ideologi negara yang maunya serba seragam. yang tidak lain adalah ideologi keseragaman. kemajemukan  dianggap sebagai potensi yang dapat mengganggu stabilitas politik.

 Perlakuan negara yang demikian itu kemudian diapresiasi dan diinternalisasi oleh masyarakat dalam kesadaran sosial politiknya. dan dehumanisasi. kekerasan. 5/30/12 . Pada gilirannya kesadaran yang bias state itu mengarahkan sikap dan perilaku sosial masyarakat kepada hal-hal yang bersifat diskriminatif.

Penerimaan mereka terhadap pluralitas kurang lebih sama dan sebangun dengan penerimaan negara atas fakta sosiologis-kultural itu.Hal itu dapat kita saksikan dari kecenderungan xenophobia dalam masyarakat ketika berhadapan dengan elemen-elemen pluralitas bangsa. Tentu saja untuk hal ini kita patut 5/30/12 . Dari sinilah konflik-konflik sosial politik memperoleh legitimasi rasionalnya. subyektivitas masyarakat kian menonjol dan pada gilirannya menafikan kelompok lain yang dalam alam pikirnya diyakini "berbeda". Karena itu.

Itulah mengapa kemudian muncul pelbagai bentuk tragedi kemanusiaan yang amat memilukan seperti kita 5/30/12 . kesadaran bias state masyarakat semakin menonjol dalam pelbagai pola perilaku sosial dan politik.Ketika negara mengalami defisit otoritas. Masalahnya. artikulasi pendapat dan kepentingan itu masih belum terlepas dari kesadaran bias state yang mengimplikasikan dehumanisasi. Munculnya reformasi telah menyediakan ruang yang lebih lebar bagi artikulasi pendapat dan kepentingan masyarakat pada umumnya.

Di sini kita sebenarnya berada dalam area dominasi dan hegemoni negara seperti yang dibeberkan oleh Karl Marx dan Antonio Gramsci. 5/30/12 . melainkan harus pula melakukan dislearn atas wacana dan konstruksi pemikiran masyarakat. reformasi yang tengah kita laksanakan sekarang ini harus mampu membongkar aspek struktural dan kultural yang kedua-duanya saling mempengaruhi kehidupan masyarakat. Kita tidak dapat semata-mata bertumpu kepada aspek struktural atau sistem kekuasaan yang ada.JADI.

Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi.Kesimpulan :  Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya. konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. dan lain sebagainya. adat istiadat. keyakinan. 5/30/12 . Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik. pengetahuan. konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. kepandaian. sebaliknya. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik. konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->