P. 1
LAPORAN FISIOLOGI TERNAK

LAPORAN FISIOLOGI TERNAK

|Views: 1,658|Likes:
Published by Bro Rudy Haryanto

More info:

Published by: Bro Rudy Haryanto on May 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2013

pdf

text

original

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM DASAR FISIOLOGI TERNAK

Kelompok 2 : 1. Reza Ardy Rizki (11021022) 2. 3. 4.

LABORATORIUM FISIOLOGI TERNAK UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

Tinjauan Pustaka Respirasi Proses yang menentukan dalam respirasi (sel) adalah: oksidasi sempurna dari asam piruvat dengan jumlah pemisahan terhadap semua atom hydrogen sehingga menghasilkan 3 molekul CO2. Respirasi adalah semua proses kimia maupun fisika dimana organisme melakukan pertukaran udara dengan lingkungannya. 1992). 1995). Untuk mengetahui data fisiologi ternak yang meliputi temperature rectal. Untuk mengetahui kondisi kesehatan ternak yang diamati (membandingkan dengan kisaran normal status faali). detak jantung dan temperature tubuh (Kasip. 2. yaitu respirasi eksteral dan respirasi internal. II. Tabel berikut merupakan kisaran normal respirasi beberapa ternak: No Spesies Kisaran respirasi (kali/menit) 1 Sapi 24-42 2 Kambing 26-54 3 Domba 26-32 4 Kelinci 25-27 5 Ayam 18-23 (Frandson. Respirasi berfungsi sebagai parameter yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk mengetahui fungsi organ-organ tubuh bekerja secara normal. pulsus dan respirasi. dan pemindahan elekron yang dipisahkan dari atom hydrogen itu pada oksigen molekul (O2) (Kimball. Tujuan 1. Respirasi menyangkut dua proses. Respirasi internal dapat terjadi apabila oksigen berdifusi ke dalam darah.ACARA I STATUS FA’ALI I. Pengukuran terhadap parameter terhadap fisiologis yang biasa dilakukan di lapangan tanpa alat-alat laboratorium adalah pengukuran respirasi. Terjadinya pergerakan karbon dioksida ke dalam udara alveolar ini disebut respirasi eksternal. 1990). Respirasi eksternal tergantung pada pergerakan udara kedalam paru-paru (Frandson. 1992). Katup-katup jantung terbuka dan tertutup mengikuti yang tepat agar . Pulsus Jantung dalam kenyataannya merupakan dua pompa yang menerima darah ke dalam bolakbalik atrial (atria) dan kemudian memompakan darah tersebut dari ventrikel menuju ke jaringan dan kemudian kembali lagi.

. kondisi kesehatan ternak. terutama apabila arteri dapat ditekan ke arah tulang yang terdekat di dekatnya ataupun ke arah struktur lain yang padat (Frandson. kucing. saraf cardial anhibitory dan saraf accelerate. kecepatan denyut jantung yang normal cenderung besar pada hewan kecil dan kemudian semakin lambat dengan besarnya ukuran hewan. meskipun temperature rectal tidak selalu menggambarkan rata-rata temperature dalam tubuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi temperatur tubuh antara lain bangsa ternak. aktivitas tubuh. sedangkan denyut seekor gajah hanya sekitar 20 kali setiap menitnya. 1993). Karena temperatur dalam tubuh mempunyai equilibrium lebih lambat (Frandson. letak geografis dan penyakit/strees (Duke’s. Pulsa ini pada kuda dapat dirsakan pada arteri digital (Frandson. Arteri femoral pada sisi pana medial. Bagian terbesar dari tenaga yang digunakan untuk mendorong darah berasal dari kerja otot jantung itu sendiri (Frandson. Tiap kontraksi sistolis dai ventrikel kiri mendorong lebih banyak darah ke dalam arteri dan anteriol yang telah terisi darah dari tekanan distolik. 1996). gampang diraba pada anjing. Sistem organ yang lain aktivitas jantung dalam melaksanakan tugasnya dipengaruhi oleh system saraf.supaya darah mengalir ke salah satu jurusan saja. denyut tikus berkisar antara 325-850 kali dalam setiap menit. atau dapat juga dirasakan pada arteri kaudal atau koksigeal tengah dari permukaan ventral ekor. Sebagai contoh. 1996). dan kondisi lingkungan ternak. Kisaran denyut jantung normal untuk berbagai jenis ternak seperti yang dikemukakan oleh Duke’s adalah sebagai berikut: No Spesies Kisaran denyut jantung (kali/menit) 1 Kuda 23-70 2 Babi 55-86 3 Kambing 70-135 4 Kucing 110-140 5 Sapi 60-70 6 Domba 60-120 7 Anjing 100-130 Temperatur Rektal Cara mengetahui temperatur tubuh selalu digunakan terperatur rektal karena paling dapat dipercaya untuk menggambarkan rata-rata temperatur tubuh. Gelombang tekanan sistolik yang bermula dari jantung dan menyebar ke seluruh jaringan atorial disebut pulsa atau gelombang pulsa. Sistem ini bekerja dengan kombinasi tertentu dan fungsional. Indeks temperature dalam tubuh hewan lebih mudah didapat dengan cara memasukkan thermometer rectal ke dalam rectum. domba dan kambing. Saraf ini misalnya efferens. Gelombang ini dapat dirasakan dalam arteri di dekat permukaan badan. Sedangkan kecepatan denyut jantung dapat dipengaruhi oleh temperatur ternak. 1996). Pada ternak besar pulsa dapat dirasakan dari arteri fasial yang terdapat di sekitar ramus horizontal dari mandibula. aktivitas. Secara umum. Darah tambahan pada setiap systole akan lebih memekarkan arteri. 1997).

Hal ini menyebabkan pelepasan kalor tubuh. eutherian mammals 38 ± 20C. Kita dapat memperkirakan atau mengatakan bahwa sebagian besar burung temperatur tubuhnya 40 ± 20C.5-41.7-39. pakan.Ternak dapat bergerak karena kontraksi otot rangka. . sehingga terjadi penigkatan temperatur tubuh (Ganong.7 38.1 38. Perbedaan temperatur tubuh disebabkan oleh kondisi eksternal dan aktivitas. Menurut Duke”s (1995). Kontraksi otot terjadi akibat perubahan energy kimia yang menjadi energy mekanis. 2003). Tabel kisaran temperatur rektal No Spesies 1 Sapi 2 Kambing 3 Domba 4 Kelinci 5 Ayam Rata-rata temperature (0C) 38 39. 1997).5-40. bahwa temperatur rektal pada ternak dipengaruhi beberapa faktor yaitu temperatur lingkungan.0 38. Burung dengan ukuran kecil memiliki temperatur tubuh lebih tinggi daripada burung dengfan ukuran tubuh lebih besar. manothermes 31 ± 20C. Untuk hewan berkantong (marsupials) tidak didapatkan informasi yang cukp untuk memperlihatkan adanya hubungan antara ukuran dan temperatur tubuh (Nielsen.75 39. Tetapi ukuran mamalia tidak ada hubungan antara ukuran tubuh dan temperatur tubuh. minuman. dan pencernaan produksi panas oleh tubuh secara tidak langsung tergantung pada makanan yang diperolehnya dan banyaknya persediaan makanan dalam saluran pencernaan. 1988).9 (Smith. aktifitas.5 41.1 41.1 38.5-39.5-39.7 Kisaran (0C) 36.

Respirasi Pengukuran respirasi ternak dapat diketahui dengan cara didekatkan punggung telapak tangan pada ternak di hidungnya sehingga terasa hembusannya atau dapat juga dengan cara mengamati kembang kempisnya permukaan badan ternak atau perutnya. Kemudian thermometer dimasukkan ke dalam rectum sedalam ±1/3 bagian thermometer selama lima menit sebanyak tiga kali dan hasil yang diperoleh dirata-rata. Hasil dan Pembahasan . 2. Pada probandus domba atau kambing metodenya dengan cara diraba pada pangkal pahanya sehingga terasa denyutan arteri femoralis. kambing dan domba IV. Metode pengukuran pulsus pada sapi adalah dengan cara diraba pada bagian pangkal ekor sehingga terasa denyutan arteri caudalis pada sapi. Pengukran dimulai dengan cara thermometer rectal dimulai pada skala 00C. Pada masing-masing percobaan pada probandus. dilakukan selama satu menit sebanyak tiga kali dan dirata-rata hasilnya. Dilakukan selama satu menit sebanyak tiga kali dan kemudian dicatat hasil rata-rata perhitungannya.III. Cara Kerja Metode-metode yang digunakan dalam praktikum fisioogi ternak acara status fa’ali yaitu: 1. Pulsus Pengukuran pulsus pada masing-masing ternak berbeda-beda metode yang digunakan. 3. Alat dan Bahan • Thermometer rectal • Stetoskop • Counter • Ternak sapi. Temperature Rektal Percobaan pengukuran suhu probandus adalah digunakan thermometer rektal. V.

kisaran respirasi kambing normal yaitu 26-54 kali/menit. Maka. Menurut Frandson (1992). Oleh karena itu. Dalam pengambilan data. sedangkan pada sapi betinanya adalah 27. didapatkan hasil pengukuran rata-rata respirasi pada sapi jantan adalah 42 kali/menit. dari data yang diperoleh tidak mencapai kisaran normal seperti yang dinyatakan oleh Frandson. Temperatur Rektal No 1 2 3 Probandus Sapi Kambing Domba Pembahasan Respirasi Berdasarkan percobaan dan pengamatan yang praktikan lakukan pada praktikum ini. Respirasi Pengukuran (kali/menit) No Probandus I II III Rata-rata 1 Sapi 2 Kambing 3 Domba 2. praktikan melakukan cara yang berbeda dari seharusnya karena adanya perlawanan dari probandus. diketahui bahwa baik sapi jantan mapun sapi betina dalam kondisi yang sehat atau normal. praktikan mendiagnosanya bahwa kambing jantan maupun betina dalam keadaan takut atau stees karena perlakuan dari praktikan dalam pengambilan data. Cara yang I Pengukuran (0C) II III Rata-rata . didapatkan hasil sebagai berikut: 1. Rata-rata respirasi pada kambing jantan dalam percobaan adalah 21 kali/menit. Namun. Menurut Frandson (1992). sehingga praktikan menggunakan cara yang sedikit kasar yaitu dengan cara memegang kedua pasang kakinya sehingga tidak dapat meronta-ronta.Hasil Dari percobaan yang telah dilaksanakan dan berdasarkan pengamatan . dari data yang diperoleh di atas dengan dihubungkan dengan teori.67 kali/menit. sedangkan pada betinanya 15. Pulsus No 1 2 3 Probandus Sapi Kambing Domba I Pengukuran (kali/menit) II III Rata-rata 3.67 kali/menit. kisaran normal respirasi pada sapi adalah 24-42 kali/menit.

3. kesalahan yang terjadi mungkin karena kurang ketelitian dari praktikan dalam perhitungan respirasi yang dilakukan oleh ayam. dengan percobaan pengukuran pulsus permenit dapat kita mengetahui keadaan kesehatan probandus. dalam praktikum status fa’ali bertujuan untuk mengetahui data fisiologis ternak. Menurut Duke’s (1997). faktor yang mempengaruhi respirasi ternak adalah suhu tubuh. Pulsus Pulsus merupakan denyut jantung. Berarti data yang diperoleh jika dibandingkan dengan yang dinyatakan oleh Duke’s dapat dikatakan bahwa sapi betina dalam keadaan normal atau sehat. 1988). Suhu yang tinggi meningkatkan aktivitas ternak khususnya pada kelinci dan ayam sehingga respirasi mengalami peningkatan. tetapi pada sapi jantan data yang diperoleh berada diatas kisaran normal. Praktikan mendiagnosis bahwa sapi jantan dalam keadaan strees atau takut pada saat praktikan melakukan praktikum atau juga dapat disebabkan karena kurang telitinya praktikan dalam menghitung pulsus sapi jantan tersebut. kisaran pulsus normal sapi adalah 60-70. hasil pada ayam jantan tidak sesuai dengan literature sedangkan ayam betina sesuai. hal ini disebabkan oleh kesalahpahaman praktikan dalam menghitung. ada perbedaan yaitu data yang diperoleh berada . sedangkan pada kelinci betina 156 kali/menit. Sesuai dengan hasil yang diperoleh berarti ayam betina dalam keadaan normal atau sehat. ukuran tubuh ternak. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan didapatkan hasil pengukuran pulsus pada sapi jantan adalah 76. Jadi. Menurut Duke’s (1997). Menurut Frandson (1992). kisaran respirasi normal kelinci adalah 25-27. Jika dibandingkan dengan literature. respirasi domba jantan maupun betina berada dalam kisaran normal atau dapat dikatakan domba dalam keadaan sehat. dan kondisi kesehatan ternak (Smith. Selain itu. Menurut Frandson (1992). Menurut Frandson (1992). Hasil rata-rata respirasi kelinci jantan adalah 118 kali/menit.praktikan lakukan tersebut dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh sehingga data yang didapat tidak sesuai dengan kisaran normal yang dinyatakan oleh Frandson. kisaran respirasi normal ayam adalah 18-23 kali/menit. temperatur lingkungan. Selain itu. Hasil rata-rata respirasi domba jantan adalah 28 kali/menit dan betina 32 kali/menit. Dalam hal ini praktikan kurang teliti dalam melakukan perhitungan terhadap respirasi kelinci baik yang jantan maupun betina. kisaran pulsus normal kambing adalah 70-135. Hasil rata-rata respirasi ayam jantan adalah 14. Jika dibandingkan dengan data yang diperoleh. Praktikan menghitung respirasinya berdasarkan detak jantung sehingga hasil yang diperoleh adalah hasil detak jantung. dengan membandingkan dengan data pasti dari sumbersumber yang benar.33. kisaran respirasi normal domba adalah 26-32 kali/menit. Berdasarkan literatur yang dipeoleh. sedangkan ayam jantan praktikan mendiagnosis bahwa ayam jantan tersebut dalam keadaan stees atau takut.3 kali/menit sedangkan betina 23. Hasil yang diperoleh praktikan dengan literatur yang ada sangat jauh berbeda.67 kali/menit sedangkan pada sapi betina 67 kali/menit. Hasil perhitungan pulsus pada kambing jantan yaitu 52 kali/menit sedangkan pada kambing betina yaitu 59. bukan respirasi kelinci.

Frekuensi pulsus yang tidak sesuai dengan kisaran normal dapat dipengaruhi oleh perangsangan atau stimulus. . Hal inilah yang menyebabkan kurang normalnya pulsus kambing tersebut. 1993). Factor lingkungan pada kelinci sangat mempengaruhi. hasil ini berada dibawah kisaran normal. bahwa kisaran normal temperature rectal pada macam-macam ternak adalah. karena menurut kisaran data dari Smith. yaitu dalam keadaan sehat. dan tidur (Ganong.dibawah kisaran normal menurut Duke’s.7-39. Pada probandus dombapun demikian.10C. Pulsus pada kelinci jantan diperoleh hasil 262 kali/menit sedangkan betina 247 kali/menit.5-39.030C pada sapi jantan dan 37. Kisaran pulsus domba normal menurut Duke’s adalah 60-120 kali/menit. berarti domba jantan dalam keadaan sehat atau normal.5-39. Suhu pada domba jantan yaitu 38. Kambing jantan bersikap lebih agresif. karena kelinci merupakan hewan nocturnal. 1993). jadi penigkatan gelombang tekanan sistolik jantung akan sering terjadi (Frandson. Faktor yang mempengaruhi pulsus adalah temperartur lingkungan.1988). Dari hasil praktikum yang dilakukan didapatkan hasil pada domba jantan yaitu 71. Pulsus pada ayam jantan dan betina pada praktikum ini adalah 168 kali/menit dan 278 kali/manit. hasil yang diperoleh berberda dengan kisaran normal. Fraksi khusus hewan besar kurang di banding hewan kecil karena metabolisme pada hewan yang bertubuh kecil semakin tinggi. Jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh berarti kelinci jantan maupun betina dalam keadaan normal atau sehat.470C). kisaran pulsus ayam normal adalah 250-470 kali/menit. untuk probandus yang digunakan adalah sapi kisaran 36. sehingga pada saat dihitung pulsusnya. banyak bergerak serta sulit untuk dikendalikan. Pada probandus yang praktikan periksa dapat dikatakan sehat karena memiliki kisaran 39. temperature lingkungan dan latihan (Swenton dan Recce. Menurut Smith (1988).67 kali/menit. sehingga praktikan kewalahan untuk mendeteksi pulsus pada kambing tersebut.730C dan pada betina yaitu 38.970C dan 38.70C dengan kisaran normalnya 38. Praktikan mendiagnisa bahwa domba betina dalam kondisi kurang sehat karena pulsusnya berada dibawah kisaran normal. 1981) Temperatur Rektal Temperatur rektal digunakan untuk mengetahui keadaan kesehatan dilihat dari suhu tubuh probandus. Hal ini disebabkan oleh ayam jantan dalam keadaan strees atau sakit. Hal ini dapat terjadi karena domba betina kurang pergerakan hal ini terlihat pada saat praktikum.00C yang tidak jauh berbeda dengan kambing (Smith. probandus masuk ke dalam kisaran normal yaitu 38. Ketiga factor tersebut merupakan factor yang paling mencolok pengaruhnya disbanding dengan factor lainnya. aktifitas latihan otot. Berarti ayam jantan dalam keadaan tidak normal sedangkan ayam betina dalam keadaan normal.430C pada sapi betina. Menurut Smith (1988). Menurut Smith (1988). kisaran pulsus normal kelinci adalah 123-304 kali/menit. pakan.70C (38. domba betina tidak ada/hanya sedikit perlawanan terahap praktikan. Pada domba betina diperoleh hasil 46 kali/menit. Pada probandus kambing yang diperiksa semua sehat.

aktifitas. akhirnya menyebabkan produktivitas ternak rendah. dalam mempengaruhi hewan ternak.260C dengan kisaran normal pulsus sehat adalah 41. Dalam mempelajari hewan ternak. Suhu dan kelembaban udara yang tinggi akan menyebabkan stress pada ternak sehingga suhu tubuh. Sehingga lingkungan yang berhubungan langsung dengan performance pada ternak merupakan faktor terpenting dalam penentuan karakter atau sifat dari ternak. respirasi.10C (Smith. bisa dikatakan karena adanya factor yang mempengaruhi. Yang mana pada percobaan awal sampai akhirnya adalah 37. Pada ayam jantan maupun betina terlihat dalam keadaan sehat karena suhu yang didapat adalah 40. bahwatemperatur rektal pada ternak dipengaruhi beberapa faktor yaitu temperatur lingkungan.1988). Dalam percobaan yang telah dilakukan pada acara ini. dan pencernaan produksi panas oleh tubuh secara tidak langsung tergantung pada makanan yang diperolehnya dan banyaknya persediaan makanan dalam saluran pencernaan. Apabila terjadi perubahan maka ternak akan mengalami stress. pakan.90C (Smith. Meskipun pada jantannya terlihat kurang dari kisaran normal. Sedang pada betinanya normal keadaannya dengan suhu 390C. suhu lingkungan ternak dan kelembaban udara merupakan faktor-faktor yang penting.5-41. Selain itu faktor suhu berbeda dengan faktor yang lain yaitu iklim tidak dapat diatur atau dikasai sepenuhnya oleh manusia. Ternak akan selalu beradaptasi dengan lingkungan tempat hidupnya. Bila suhu lingkungan berada di atas atau di bawah comfort zone untuk mempertahankan suhu tubuhnya ternak akan mengurangi atau atau meningkatkan laju metabolisme. Faktor tersebut yaitu berupa faktor eksternal ataupun ayam dalam keadaan stress. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan. Terjadi saling interaksi di antara sesama mineral-mineral dengan protein. VI. Hal ini perlu dipahami karena akan terjadi saling interaksi di antara faktor-faktor lingkungan itu sendiri dan terjadi saling mempengaruhi sebelum faktor-faktor lingkungan tersebut mempengaruhi hewan ternak. mineral dengan vitamin. Artinya factor eksternal sangat mempengaruhi. Selain itu lingkungan merupakan faktor utama yang mempengaruhi tingkat produktivitas ternak atau performance selain faktor genetic. Menurut Duke”s (1995).230C yaitu mendekati angka normalnya yaitu 38.Pada kelinci jantan suhunya 38.7 : 38 : dan 39 yang menunjukkan adanya peningkatan ukuran dari awal ke akhir.5-40.750C dan 41. Faktor-faktor lingkungan terutama faktor fisik dan kimia berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap tingkat dan proses metabolisme hewan ternak. dan denyut jantung meningkat.1988). karena pengaruhnya sangat besar terhadap kondisi ternak. kita harus mengkaji faktor-faktor lingkungan secara komprehensif. serta konsumsi pakan menurun. Mungkin pada kelinci jantan ini tidak mencapai angka normal karena dipengaruhi faktor eksternal. dapat disimpulkan: Pengukuran No Probandus Respirasi Pulsus T. Rektal 1 Sapi . minuman.

2 3 .Kambing Domba Dari data yang diperoleh. dapat dinyatakan bahwa semua probandus dalam keadaan sehat karena memenuhi kisaran normal.

J. Animal Physiology Fifth Edition. 1995. 1997. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. J dan J. 1988. Physiology of Domestic Animal Comstock Publishing : New York University Collage. Comstoek Publishing Co. Biologi Jilid 3. R. Camel. Receive of Logical Physiology.D. Swenson. Duke’s Physiology of Domestic Animal. 1986. . Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Inc. John W.D. 1992. Ganong. 2003.Daftar Pustaka Duke’s. Frandson. Large Medical Publicing : California. Anatomi dan Fisiologi Ternak Edisi II. P Kamping. Smith. K and Neilsen. Anatomi dan Fisiologi Ternak Edisi IV. Penerbit Erlangga: Jakarta. R. 2nd edition. Frandson. Cambidge University Press: Australia. wiliam and wilkins Schmidt. Sirkulatory physiology. 1997. Baltimore. Pert Conectial. Kimball.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->