P. 1
Perkap No 04 Th 2007 Ttg Tata Cara Psy Senpi

Perkap No 04 Th 2007 Ttg Tata Cara Psy Senpi

|Views: 76|Likes:
Published by Siwas Polres Ciamis
Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 04 Th 2007 Ttg Tata Cara Persyaratan Senjata api
Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 04 Th 2007 Ttg Tata Cara Persyaratan Senjata api

More info:

Published by: Siwas Polres Ciamis on May 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2013

pdf

text

original

KEP@USIAN

NE@ARAR5PUBlIK •MAf8;~$

IN@@NffSfA
.

88$AR

~

.:.

PI:RATURANKAPQLRI NO.POL.: 4 TAHUN 2007 TIiNTANG TATA CARAPEMERIKSAANPSIKOLOGIBAGI CALON PEMEGANG SENJATAAPtORGANIK KliPOLISIAN,NEGARA RIPUILIK It~IONi2SIA DAN NON-ORGANIKTENTARA NAS!ONAL INDONI!SIAI KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONIISIA

DAF_TA~ - 151
Peraturan Kapolri No. Pol. : 4 Tahun

2'0:01

tang,gal 18 Januari 2007 tentang Tata Cara

Pemeriksaan Psikologi Bagi- Calon Pemegang Senjata Api

Org,ahik Kep'dll'si-an' ·ii"jegara~Reptiblik 'lh~dai1esia'-:dan NonOrg~~ik: .Tentara ,'Ni;1~iqnal, .lndonesla'Kepolisian
Republik Indonesia.

Negara

SAB -(
BAS II

KETENTUAN ,:,IJM.UMf'.

~.III.~

••••••.•••.••••

,••••••••.•

~.~1It •. ~

~i ••

II •••

I11~ •••

~ ••••

~ ••

~ .. )r

'••••

;......

2 4
4

PERSIA;PAN_PEMERIKSAAN
:Ba@ial1l Kesatl:i:"Pern6noll'

PSIKOLOGI
dan Insttumerf ;................................

dan Persyaratannya
,.........................................................

8agian ~ectiua·-:Aspek:Psjkologi
BanianKetiqa
»

4
5

~etuQasPelaksana

BAS-Iii

PELAKSAN~~N,PsM~,~lkS~~F1~It5PL()e,;:r .•.,
Bagian Kesat:J--MetodEfPemeriksaanPsikelogi Bag ian Ked ua.--Bvaluasi

".,~

_ ......•......_.... 6_
6

,..,._.··•.... :....••...••• c.'

,. ~...•• ',

~.. ,.•••... ;., .•.••..........•

_

1
7
7

Baqian Ketig_a .'-cKaI18u!tasi

"............................................

a"agian Kee,mp,at- Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Psikologi .
BAB· IV 3AB V A[jMINISTRAS.I:~"._••_••••• •
iI"~"L".":.•ii.f!''' ••

ijj •••••••

~Ii

~_~••••.......

'i.

"!,, •.•

!,.·,-,ii ••

~''''''ii:.
j

:11:~

_

~.•• :"'....

8:·
9

KETENTUAN PENUTUP ..,

l1li:

.,

il10

,.

••

l1li.......................

PEM TlJRAN KEPALA KEPOL1SIAN-NEGARA REPUBLIK INDONESIA NO~ POL.: ~ TAHUN 2007

TENTANG TATA CARA PEMERIKSAANPSIKOLOGI BAGI CALON PEMEGANG SENJATA APTORGANIK KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAN NON - ORGANIK TENTARA NASIONAL INDONESIA! KEPOLTSIAN NEGARA-REPUBLIK INDONESIA· DENGAN RAHMA T TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEFOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

a. bahwa dalarn rangka pemberian izin pemakaian dan penggunaan senjata api organik Kepolisian Negara Republik Indonesia dan non organik Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia diperlukan pemeriksaan psikologi untuk mencegah adanya penyaiahgunaan senjata api organik Kepolisian Negara Republik Indonesia dan non-organik Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik.Indonesia; b. bahwa untuk mendapatkan pelayanan pemberian izin pemakaian dan penggunaan senjata api yang optimal harus dijamin keseragaman dalam pelaksanaan pemeriksaan psikoiogi calon pemegang senjata api organik Kepolisian Negara Republik Indonesia dan non-organik Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang Tata Cara Pemeriksaan Psikologi Bagi Calon Pemegang Senjata Api Organik Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Non-Organik Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia; '. 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Repuhlik Indonesia (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2(),G2 Nemer 2,.famp@ankerTI.b~ai!'Neg~Republik Indonesia nomor 4168); ~ : _,-.
_".

Mengingat

-'.

"_".

.,_"

'.

"

..

'

.

:":'.

.,

-,

.",'....

,

:,

2

2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1948 ten tang Pendaftaran dan Pemberian Izin Pemakaian Senjata Ap! O~;erita Negara 1948 Nomor .17);
3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nemer 70 Tahun 2e02 tanggal 10,Oktober 2002 tentang Organisasi dan. Tata Kerja Kepollsian Negara Republik Indonesia; 4. Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. PoL: K~p/53/XiZ002"tan,gg!il, .17 Oktober 2(1102"entang, Organisasi. dan Tata t KeriaSatuan-satuanOrganisasr pada. TiIlg:!~at.MarkasBesar Kepolisian. N,eg!i~aRepJlblik Indonesia dan perubahannya; .. . -

_5,: Keputusan Kepala .Kepolisian _Negara;.Republi~.Ind0nesia No. Pol.: K~pl541X1200~ tanggal 1'7 Oktober 20m2 .tentang Organisasi dan Tata
:K_erja·-Satua,n-satuaA - Organisasi pada.iTingkat Kepclisian RepublikIndonesia Daerah (Polda) dan perubahannya;
c

Negara

6_. SuratKeputusan Kapolri .No. Pol : Sk~p/~2IW2004 tanggal 18 Februari 20(M -tentangPengawesandan Pengendalian Senjata Api Non-Organik TNI/Polri;

MEMUTUSKAN: Menetapkan KEPOJ..ISI'AN NEGARA REPUBLIK PEMERIKSAAN PSIKOLOGI BAGtCALON PEMEGXNG SENJATA API ORGANIK'KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAN NON-ORGANIK TENTARA NASIC)NAL '.' INDONESIAIKEP<~j'LISl1XNNEGARA' REPUBLIK INDONESIA. PERAT'tntAN INDONESIA -

-TEN'fANG TATA CARA

KEPALA

BABI
KETENTUAN PasaI UMUM

r

Dalam Peraturan ini yangdimaksud dengan:
1.
Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Polri adalah alat

negara yang berperan

dalarn vmemelihara -keamanan dan keiertibarfmasyarakat;

menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.

3

2.

'Terttill'aNasidNa)IIn.clunesia her:p:etan,;dalifm; pertahanan

yang selanjutnya

disebut TNI adalah alatnegara

yang

negara.
meliputi pengumpulan, karakteristik individual

3.peIi1.efiKsaah psikologi adalah rangkaian kegiatan yang It)¢ngQlahan, dan evaluasi data psikologi untuk mengungkap berdasarkan nilai <danpersyaratan yang ditetapkan.

4.

Calon pernegang

senjata

api organik

Kepolisian Negara Republik Indonesia
untuk

(Pelri) .

adalah anggota Polri yang dituniuk.oleh kesatuannya pakai .senjata api organik,
5.

mendapatkan izin pinjam

Caton pemegang senjata api non-organik Tentara Nasional Indenesia/Polri (TNIIPolri) adalah perorangan/pejabat yaitu pejabat pemerintah/pejabat swastalpejabat TNI atau Polri/purnawirawan TN! atau Polri/profesi yang diberikan izin untuk memiliki dan menggunakan senjata api. senjata yang mampu proyektil dengan bantuan bahan peledak, Senjata

6.

.api adalah

meJepaskan

ke luar satu atau sejumlah

7 8:

Senjataapi organikPolri

adalah senjata api milik dinasPolri.

Senjata api non-organik Yf'JltPolri adalah senjata api yanghanya diizinkan bagi pejabat
tertentu secara selektif dikaitkan dengan hakikat ancaman yang dihadapi dan hanya dibatasi kepada pejabat pemerintah/pejabat swasta/pejabat 1NUP0lrilpumawirawan TNIIP0iri yang merniliki jabatan penting di pemerintahanlinstansi swasta. Aspek psikologi adalah kornponen pemeriksaan psikologi tertentu, Ilsiketogi yang ditetapkan-untuk diukur dalam

~.

l(!).

Sistem penilaian adalah cara atau metode yang digunakan pemeriksaan psikologi secara kualitatif dan kuantitatif. Psikolog diagnose,

untuk menetapkan

hasil

11.

adalah Sarjana Psikologi yang memiliki kompetensi untuk melakukan prognosa, dan perlakuan (treatment) sebagai upaya untuk menyelesaikan

masalah pstkorogis.
l_2. Tester adalah seseorang yang sudah mendapat pelatihan-pelatihan tester atau telah mengikuti pendidikankejuruantester psikelogi dengan pengendalian clan pengawasan pslkolog Polri untuk melakukan administrasi tes psikologi termasuk koreksi hasil pemeriksaan psikologi. Panduan wawancara ada:Ia\1 pedoman melakukan wawancara. . yang digunakan sebagai panduan dalarn

D.

4

14.

.. fla.$if J?,etn!trik,saan, ,psik.QIQgi, YfUlg S€(IA11jl,!lnya,_.,diseJD.~L',{~KHJ~P}aclalaQ:~~~i~~i ,k~i~rahgan ''ha:sil'pem~eriksaan 'psikQlogi yang, dikeluarkan sebagai bukti 'bahw4"*al{g:,m>~p§iog.Kutat}ls~A~h r!1~~gJ~~ti ~s RS:i~91/j):gi,., S '
';;, ,.:-~"":..,,;_,~,~,._ ' ....~~~,.-~ __ ....... .. , ..!,'.~' ~:::"',.'" ",,:-~,.'., .

Surat,;~it~,r<mg~ri

~·~_,_r:.o;:_· .•.

:... -", _'~ :_~

~.'~~'~~Y·:-.,.·_~_.

;._~.

~ -.

:,

~-,_

"_ ,.~_._.:.~.'~.'"

~".'~

BAB u

P~It$il~PA,NPEMERIKSAANPSIKOkOGI "

'&~gi'a.hKesatu
P~ino:h<;&tr,&at(persyaratannya
Pasal2 (1),

"a -,'

Pemehon senjata api dibedakan m~njadi:

'iingggtti' I1.6%f ~ritUlk:,§enjat~::a'Pr'&Fgiihi_Fpb'iH,;:'dal1.'
,n0,p7orga_~ik NIIPolri. T

,

lJ~t$Yil:~~at'tyftitiftrlJnNk.s'~njat(l,~pi
(2)

Angg6iliY/p'0n"r:Y,i:tiJ.g::,akaACft:t~hg,j;~~·tFj:5em~rik~aari-'~sik~{6'gi d ipersyaratkan mem bawa sntat permofionan :pemeriks;:tanpsike'fQgi dari .Kepala Satuan Kerja pemohon. ~as¥ar:ak~i f:tlmll:m'>~'~ah:&,·akan rnengikuti pemeriksaan psikologi dipersyaratkan !n.em~t:wa\;1S':uFiir~rEr.ffi0'fi\i,'fiah Kepala Badan Intelijen Keamanan Kepolisian dari N'e.g:aJID(R:epri&liik;:j'iA'dilin;esl~':ataliDirektur Intelijen Keamanan Kepolisian Daerah. ,
"

.spek Psikologi dan Instrumen Pasal3 (1)

Aspekpsikol~gi

yangdiungkap

dalam pemeriksaan psikologi bagi calon pemegang

senjataapi ongsnik.Polrtdan non-organik TNIIPolri melinuti: 'a.aspekJ~eRcetus; dan b,aspek pengham bat. (2)

Aspekpsikologi pencetus sebagairnana d imaksud pada. ayat (I) huruf a adalah:
a. b. impulsif atau tidak mampumenahan dorongan untuk bertindak;

.c. d. f.

e~

mudah tersinggung; !ig_r~~j,e~~I1.:.~JDXfDJ'lg?l1:menyakiti lain; orang ~liirpna~"n!melukai'diri sendiri;
:R'l:rn,}~;r;,

mempun:yai prasangka yang tinggi terhadap orang lain;

g.

h.
(3)

lalai atau kecenderungan berperilaku rnemperbolehkan barang-barangnya yang khuslisdiprn:j"am -orang lain dan meletakkan barang-barang di sembarang tel'IlF'at;'dati' -:; ". _ mempimyaimasalah yang serius dalam rumah tangga,

As,pek}!)sik01Ogi enghambat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) -huruf b adalah: p a.. _. penyesuaian diri yang baik; b, p¢ilg¢li~~nan_4iti; c. sR:Pel-~gQ-yruigkuat atau menghargai nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku; d. d0iQng~hUrnanisme yang tinggi; e. altematif pernecahan rnasalah atau rnampu memilih alternatif yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan; dan f. daya tahan terhadap stres. Pasa14

(1)

Instrumenuntuk mengungkap aspek-aspek psikologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dibedakan: a. calen pemegang senjata api erganik Polri; dan b. calon pemegang senjata api nonorganik TNIIPolri. Instrumen ··untuk: ealon pemegang senjata api organik -Polri sebagaimana dimaksud pada ayatrl) huruf.a adalah:

(2)

a. h.
c. (3)

baterai.tes kepribadian; bateraites sikapkerja;dan
panduan wawancara dan observasi. TNIIPoiri sebagaimana

Instrumen untuk calon pemegang senjata api nen-organik dimaksud pada ay-at (1) huruf b adalah:

a.
b. c. d,

bateraites keeerdasan;
baterai tes kepribadian; baterai tessikap kerja; dan panduan wawaneara dan ebservasi.

Bagian Ketiga Petugas Pelaksana Pasal5
(1)

Petugas Pelaksana terdiri dati: a.' ." psikologidan b. tester.

6

(2)

Psiko log sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a bertugas: a. rnengambil data; clan b. mengevaluasi data-data hasil pemeriksaan psikologi. Tester sebagimana dimaksud pada ayat (1) huruf dalam: a. mengarnbil data; b. rnengereksi hasil psikotes; dan c. adrninistrasi. b bertugas membantu psikolog

(3)

BABIII
PELAKSANAAN PEMERIKSAAN PSIKOLOGI
Bagian Kesatu

Metode Pemeriksaan
Pasal6 (1) Metode yang digunakan untuk

Psikoiogt

mengungkap

aspek-aspek

psikologi

sebagaimana

dirnaksud dalam Pasal 3 ayat (1) adalah: a. psikotes; ID. wawancara ; c. observasi; dan
d. (2) dokumentasi,

Psikotes sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a adalah baterai tes kecerdasan, kepribadian, clan sikap kerja yang ditujukan untuk mengungkap aspek-aspek yang dimaksud dalam Pasal 3 ayat (I). Wawancara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b adalah metode yang dimaksudkan untukmeagungkapaspek-aspek yang dimaksud dalarn Pasal 3 ayat (1) yang. tidak dapat diungkap melalui metode lain. Observasi sebagaimana dimaksud pada ayai (1) huruf c adalah metode yang dimaksudkan untuk mengungkap aspek-aspek !yang dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) melalui pengamatan terhadap perilaku selarna Ji'(i~meriksaan psikologi. Dokumentasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d adalah metode yang dimaksudkan untuk rnengungkap aspek-aspek Iyang dimaksud daIam PasaI 3 ayat (1) melalui penggunaan data-data tertulis yang sudsh ada.

(~)

(4)

(5)

7

Bagian Kedua
Evaluasi

Pasal ?
(l) dilakukan untuk menilai aspek-aspek mernpengaruhi perilaku pemegang senjata api, Evaluasi pen cetus dan penghambat yang

(2)

Evaluasi terhadap aspek-aspek pencetus dan penghambat sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) adalah menilai ada tidaknya aspek pencetus dan kuat tidaknya aspek

pen ghamb at. Pasal S (1)

Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 adalah:
a. b.
Memenuhi Syarat; dan

Tidak Memenuhi Syarat,

(2)

Memenuhi

Syarat sebagairnaoa

penghambat
(3)

dimaksud pada ayat (l) huruf a adalah 'jika aspek mendapat n ilai minimal Cukup dan aspek pencetus tidak ada. aspek

Tidak Memenuhi Syarat sebagairnana dimaksud pads ayat (1) huruf b adalahjika penghambat ada yan g mondapat nilal Kurangatau ada aspek pencetus.

Bagian Ketiga Konsultasi Pasal9
(1) (2)

Konsultasi diberikan kepada cal on pemegang senjata api organik Polri dan nonerganik 'I'Nl/Polri yang Mernenuhi Syarat dan yang Tidak Memenuhi Syarat,
Konsultasi diberikan untuk pembinaan kepada calon pemegang senjata api organik

Polri dan non-organik TNllPolri. Bagian Keernpat Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Psikologi Pasall0 Hasil evaluasi pemerlksaan psikologi dituangkan dalam bentuk psikogram sebagai dasar pembuatan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Psikologl.

BAH IV
ADMINISTRASI Pasal 11 ~QPat"l$etel,angai:l asil Pemeriksaan Psikologi diterbitkan sebagai tan ria bahwa yang B b¢isalilg~~tan sudah mengikuti tes psikologi dan dikategorikan Memenuhi atau Tidak :M~tn,~tijiFi:if;Siy.ataLs,e~agai pemohon/calon pemegang. senjata apiorganik 'P01ri dan non '9f)gW~j~~]M-~fRo Iii. --$ur_ah,Keterangan Hasil Pemeriksaan Psikologi vdtberikan 3 (tiga) had setelah ~,ehillisanaan,'.perneriksaan -psikologi untuk ,,'perneriksaan yang' dilakukan secara iiri<ll.iMi'<li_l!lak (sepuluh) _'_harj;set~lah pelaksanaan pemeriksaan <dan ,1O· psikologi untuk pemeriksaan yang dilaksanakan secara klasikal. {3) Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan P-sikologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku.untukjangka waktu 1 (satu) tahun terhitung sejak.tanggal dikeluarkannya Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Psikologi dimaksud. Pasal12 (1) Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Psikologi dibuat rangkap dua, lembar pertama dikirimkan kepada Kepala Satuan Kerja pernohon untuk senjata api organik Polri dan Kepala Badan Intelijen Kearnanan Polri, untuk .senjata apinon-organik TNL'Polri, lembar kedua untuk arsip. Biro Psikologi Polri dengan Surat Pengantar dari Kepala Biro. Psikolegi Polri, sedangkan untuk tingkat Kepolisian Daerah dikirim kepada K:epala Satuan- Kerja pemohon dengan disertai surat pengantar yang ditandatangani .eleh KepalaBiro Personel Kepolisian Daerah,

(2"-')' Pengiriman hasil untuk tingkat Markas Besar dilakukan oleh
-_-.,

(~)

,Pemberian Surat Keterangan HasH Pemeriksaan Psikologi pada tingkat Markas Besar diawasidan dikendalikan oleh KepaIa Biro Psikologi Polri. Pemberian Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Psikologi pada tingkat Kepolisian ID.'aer-ahcliawasidandikendalikan oleh Kepala Biro Personel Kepolisian Daerah.

(4)

BABV
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 13
Pada saat Peraturan iniberlaku, maka:

Surat Keputnsan KI&J1)ala Kepolisian Negara Republrk Indonesia No. Pol. : Skep/138l1IXli 99·8
tangga! 15 September 1998 daFlB-uku Petunjuk Teknis Pemeriksaan Psikolegi Calon Pemegang £enjata Api Organik .dan Surat Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia N@. Pol.:Skep/998N12001 tanggal 31 Mei 2@01 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan Psikolegi Calen Pemegang Senjata Api Organik P01ri dan Nen-Organik TNIIP@lri, cl icabut clam.dinyatakan tidak berlaku, PasaI14 Peraturan Kepala Kepclisian Negara Republtk Indonesia ini berlaku pada.tanggal ditetapkan,

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->