Pengertian dan Contoh Abstrak

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, abstrak diartikan sebagai ikhtisar (karangan, laporan, dan sebagainya); ringkasan; inti. American National Standards Institute (1979), mendefinisikan abstrak sebagai representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan. Abstrak merupakan penyajian singkat mengenai isi tulisan sehingga pada tulisan ia menjadi bagian tersendiri. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Pada umumnya abstrak diletakkan pada bagian awal sebelum bab-bab penguraian. Menurut sifatnya, abstrak dapat dibagi menjadi abstrak yang bersifat deskriptif yang dalam Bahasa Inggris disebut Abstract dan abstrak yang bersifat informatif. Abstrak informatif terbagi menjadi ringkasan (precise) dan ikhtisar (summary). Dalam tulisan ilmiah seperti skripsi, tesis dan disertasi, umumnya jenis abstrak yang digunakan adalah yang berwujud ringkasan, sedangkan ikhtisar lebih banyak digunakan pada tulisan ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk buku. Abstrak berisi uraian singkat tentang permasalahan, teori dan metode yang dipakai, dan temuan data. Abstrak memudahkan pembaca untuk mengetahui garis besar persoalan, metode dan temuan data yang ada dalam laporan penelitian itu. Kegunaan praktis lainnya, abstrak dipakai untuk keperluan pemuatan abstrak bagi penerbitan berkala tentang penelitian-penelitian. Dengan membaca abstrak, pembaca yang tertarik untuk memahami lebih jauh laporan penelitian akan meneruskan membaca dengan seksama. Sedangkan yang tidak tertarik akan segera meninggalkannya. Contoh: ABSTRAK Mu‘Usnadha, 2009. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pokok Bahasan Perbandingan untuk Siswa Kelas VII2 SMP Negeri 1 Makassar. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan ujicoba terbatas yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan Perbandingan yang meliputi: (1) Buku Siswa (BS), (2) Lembar Kerja Siswa (LKS), (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan (4) Tes Hasil Belajar (THB) melalui metode diskusi, tanya jawab dan pemberian tugas. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII2 SMP Negeri 1 Makassar semester ganjil tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan

Jakarta: Kencana . Perangkat pembelajaran kooperatif tipe STAD ini telah divalidasi oleh dua orang ahli serta mengalami revisi sehingga didapatkan hasil yang maksimal dan layak untuk digunakan. dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria kevalidan. Diakses 16 Januari 2012) Suyanto. kepraktisan. Sumber: Setyowati. Bagong & Sutinah (Ed. Kesimpulan.id/othie/Abstrak-kesimp-saran. Dari 40 siswa. dan keefektifan. siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran. (2) dengan menggunakan perangkat pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hasil ujicoba terbatas menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata tes hasil belajar siswa adalah 74.12 dan berada pada kategori tinggi (65 ≤ S < 85) dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 13. (4) tingkat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif tipe STAD termasuk dalam kategori sangat tinggi artinya penampilan guru dapat dipertahankan.pdf.ac. Saran dan Abstrak (Online). Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan. Berdasarkan hal tersebut. di mana tahap penyebaran(disseminate) belum dilakukan karena penelitian ini adalah penelitian dengan uji coba terbatas.5% memenuhi ketuntasan individu yang menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal tercapai.).72 dimana skor minimum yang diperoleh siswa adalah 30 dan skor maksimum yang diperoleh siswa adalah 95 dengan rentang skor 65. yaitu tahap pendefinisian (define).ukdw. 35 atau 87.adalah tes hasil belajar yang dilakukan pada akhir pokok bahasan. dan penyebaran (disseminate). (http://lecturer. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan modifikasi dari model pengembangan perangkat menurut Thiagarajan (model 4-D) yang meliputi empat tahap. 2012. perancangan (design). tt. observasi. (3) 85% siswa memberikan respons positif terhadap perangkat pembelajaran yang digunakan. dan respon siswa. Endah & Umi Proboyekti. pengembangan (develop).

8 Simpang Keuramat.350 dan nilai rtabel = 0.05 dan dengan derajat kebebasan dk = n2 maka dari hasil penelitian diperoleh nilai thitung dan ttabel = 1. 8 Simpang Keuramat – Aceh Utara. Sebaliknya. 8 Simpang Keuramat. kenapa murid SDN. Dalam penelitian ini peneliti mencoba meneliti tentang pelaksanaan shalat murid SDN.05 maka rhitung > rtabel yang berarti pelayanan yang diberikan Bank Muamalat Indonesia Cabang Banda Aceh kepada nasabahnya belum optimal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui shalat apa yang sering dikerjakan dan ditinggalkan oleh murid SDN. mereka sering mengerjakan shalat Magrib dan Isya secara berjamaah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah penabung yang berjumlah 19. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah murid kelas VI . Untuk pengujian hipotesis penulis menggunakan uji-t dengan nilai α = 0. Apabila murid mengaji di balai-balai pangajian/ dayah di malam hari. Penelitian ini merupakan Field Research dengan teknik purposive sampling. Untuk mempertahankan loyalitas nasabah bank menempuh cara dengan memberikan pelayanan yang optimal kepada nasabah supaya nasabah tidak akan berpaling dan berpindah ke bank lain. Maka dengan demikian Ho ditolak.(Contoh Absrtak Untuk Skripsi Ekonomi Islam) ABSTRAK Penelitian dilakukan pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Banda Aceh. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. (Contoh Abstrak Untuk Skripsi PAI) ABSTRAK Shalat adalah salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh murid. Untuk memperoleh data penulis menyebarkan angket kepada nasabah yang terdiri dari 30 soal yang penulis bagi dalam dua bagian yaitu 15 soal angket untuk pelayanan dan 15 soal angket untuk loyalitas nasabah. ketika murid tidak mengaji di siang hari. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh murid SDN. yaitu data yang terkumpul dalam bentuk angka-angka yang akan diuji dengan metode statistik.671 sehingga thitung > ttabel. mereka sering meninggalkan shalat Dhuhur dan Ashar. dan upaya apa saja yang dapat dilakukan guru dalam pembinaann shalat murid SDN.288 pada taraf signifikansi 0. Yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pelayanan pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Banda Aceh dan adakah pengaruh pelayanan terhadap loyalitas nasabah. 8 Simpang Keuramat yang berjumlah 130 orang dan guru 15 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pelayanan terhadap loyalitas nasabah yang signifikan pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Banda Aceh. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif.930 orang dan kemudian diambil sampel secara proportionate stratified random sampling sebanyak 47 nasabah yang terdiri dari 7 jenis tabungan. namun tidak semua murid mengerjakan shalat. 8 Simpang Keuramat mengerjakan dan meninggalkan shalat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai korelasi rhitung = 0. Pengolahan data menggunakan rumus korelasi pearson product moment dan kemudian dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan shalat murid SDN. Cara mendapatkan data diperoleh dengan cara membaca leteratur buku. Berdasarkan metode yang digunakan. dan shalat yang sering ditinggalkan murid adalah shalat Dhuhur. Faktor penyebab murid SDN. mereka hanya sebatas menyuruh murid mengerjakan dan melarang meninggalkan shalat. dan semakin berkurangnya perkara/sengketa yang masuk ke peradilan Negara. yaitu seorang guru bidang studi Pendidikan Agama yang mengajar di kelas VI dan seorang guru wali kelas VI. tanpa disertai dengan upayaupaya yang lain. hukum adat lebih memperhatikan pihak laki-laki dan mengesampingkan para pihak perempuan. keberadaan peradilan adat perlu di . Tidak ada seorang muridpun yang selalu mengerjakan semua shalat. Data mengenai hukum adat Aceh (Peradilan Adat Aceh) lebih banyak bersumber dari buku-buku yang diterbitkan oleh Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh. dan asas keadilan. Hal ini dapat dilihat dari semua shalat yang dikerjakan murid. 8 Simpang Keuramat belum sempurna. hukum adat atau aturan lain yang dianggap sah (legal) tidak boleh luput dari asas-asas hukum. 8 Simpang Keuramat meninggalkan shalat adalah karena bermain. Upaya yang dilakukan guru dalam pembinaan shalat murid selama ini belum maksimal. asas kemanfaatan. makalah. malas dan terlambat bangun pagi. Ashar dan Subuh. Penelitian ini menggunakan metode library research dengananalisis deskriptif. Di samping itu. hasil penelitian bahwa pelaksanaan Peradilan Adat Aceh tidak jauh berbeda dengan sistem Peradilan Nasional. majalah. dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pengumpulan data dari kepustakaan yang kemudian dikelompokkan kepada data primer dan sekunder. yaitu untuk mengkaji kedudukan peradilan adat dalam sistem peradilan Nasional yang di gagas oleh Majelis Adat Aceh secara tertulis setelah tejadinya konflik yang berkepanjangan di Provinsi Aceh. 8 Simpang Keuramat mengerjakan shalat adalah karena adanya bimbingan orang tua dan ustaz-ustaz yang mengajar di balai. (Contoh Abstrak Untuk Skripsi Hukum) ABSTRAK Hukum adat merupakan sumber hukum yang masih hidup dan berkembang di dalam masyarakat sampai saat ini. dan hasil laporan penelitian. Adapun faktor penyebab murid SDN.yang berjumlah 20 orang dan 2 orang guru. Namun demikian. Oleh karena itu. terdapat indikasi bahwa dalam pelaksanaannya. Adapun shalat yang sering dikerjakan murid adalah shalat Magrib dan Isya.balai pengajian/dayah. bahkan penyelesaian sengketa/perkara melalui peradilan adat sudah sangat efektif dilaksanakan. Oleh karena itu. yaitu asas kepastian hukum. ini di lihat dari banyaknya perkara yang diselesaikan oleh peradilan adat. dan tidak ada satu shalatpun yang selalu dikerjakan oleh semua murid.

.lestarikan dalam rangka penyelesaian perkara/sengketa yang lebih bemartabat menuju keadilan yang lebih baik di Provinsi Aceh.