Pengertian Nilai Nilai adalah Konsep ekonomi yang merujuk pada hubungan financial antara barang dan jasa

yang tersedia untuk dibeli dan mereka yang membeli dan menjualnya. Nilai bukan merupakan fakta, tapi lebih merupakan perkiraan manfaat ekonomi atas barang dan jasa pada suatu waktu tertentu dalam hubungannya dengan definisi nilai tertentu. Pasar adalah sistem dan atau tempat barang dan jasa diperdagangkan antara pembeli dan penjual melalui mekanisme harga. Kotler dan Keller (2009: 14) menyatakan bahwa nilai pelanggan merupakan kombinasi kualitas, pelayanan, harga dari suatu penawaran produk . Nilai terhantar pada pelanggan adalah selisih antara jumlah nilai bagi pelanggan dan jumlah biaya dari pelanggan, dan jumlah nilai bagi pelanggan adalah sekelompok keuntungan yang diharapkan pelanggan dari barang atau jasa tertentu. Ciri-ciri dari nilai : Bila dibutuhkan Ada permintaan Ada kelangkaan Dapat dijadikan sejumlah uang Jenis-Jenis Nilai

Dari banyak istilah nilai, beberapa yang dikenal masyarakat adalah :

Nilai Pasar (Market Value) adalah perkiraan jumlah uang pada tanggal penilaian, yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu asset, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang penawarannya dilakukan secara layak dan kedua pihak masing-masing mengetahui, bertindak hati-hati dan tanpa paksaan

Nilai pasar untuk penggunaan yang ada (Market value for existing use) adalahh nilai pasar dari suatu asset berdasarkan kelanjutan dari penggunaan yang ada, dengan asumsi bahwa

Nilai khusu dapat terjadi misalnya oleh karena kaitan fisik. tarif dan atau penentuan pajak property. Nilai kena pajaka adalah bukan nilai pasar. metodologi penilaian yang diisyaratkan mungkin memberikan hasil yang berbeda dari nilai pasar seperti yang telah didefiniskan diatas. didasarkan pada atau terkait dengan persyaratan tertentu dari seorang atau kelompok investor Nilai jual paksa (forced sale value) adalah sejumlah uang yang mungkin diterima dari penjualan suatu property dalam jangka waktu yang relative pendek untuk dapat memenuhi jangka waktu pemasaran dalam definisi nilai pasar. Nilai asuransi (Insurable value) adalah nilai property sebagaimana yang diterapkan berdasarkan kondisi-kondisi yang dinyatakan di dalam kontrak atau polis asuransi dan dituangkan dalam definisi yang jelas dan terinci Nilai Buku (Book Value) adalah biaya perolehan (historical cost) yang dikurangi dengan sejumlah penyusutan yang telah dibebankan yang muncul selama umur penggunaan asset tersebut. rateable. taxable value) adalah nilai berdasarkan definisi yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku berkaitan dengan penetapan. dan pembeli yang membeli dengan mengetahui situasi yang tidak menguntungkan penjual. Nilai kena pajak (assessed. Pada beberapa situasi nilai jual paksa dapat melibatkan penjual yang tidak berminat menjual. fungsi. Nilai Khusus (special Value) adalah nilai yang diperoleh karena unsur luar biasa dari nilai sehingga melebihi nilai pasar. Walaupun beberapa peraturan perundangundangan mungkin mengutip nilai pasar sebagai dasar dari perkiraan. atau ekonomi dari property dengan property lainnya seperty property yang . tetapi tetap sesuai dengan definisi nilai pasar tanpa memperhitungkan apakah penggunaan yang ada menggambarkan penggunaan terbaik dan tertinggi dari asset tersebut.asset tersebut dapat dijual di pasar terbuka untuk penggunaan yagn ada saat itu. Nilai investasi (investment value) adalah nilai dari suatu perusahaan atau saham (business interest) atau kepentingan dalam perusahaan yang bersifat spesifik terhadap seorang investor.

yaitu : user. Dengan kata lain. . utilitas yang didapat dari kemampuan produk untuk meningkatkan konsep dirisosial konsumen. yaitu Emotional value. mengelompokkan pelanggan kedalam 3 kategori. Nilai sekrap (Scrap value) adalah perkiraan jumlah uang yang akan diperoleh dari transaksi jual beli dari bagian-bagian/material suatu property (tidak termasuk tanah) tidak untuk suatu kegunaan yang produktif. Social value. Menurut Sweeney dan Soutar dalam Tjiptono (2005: 298). utilitas yang berasal dari perasaan atau afektif atau emosi positif yang ditimbulkan dari mengkonsumsi produk. tipe nilai ini mencerminkan kemampuan produk/jasa melaksanakan fungsi fisik utamanya secara konsisten. dikurangi biaya penjualan dan biaya penyelesaian. dimensi nilai terdiri dari 4. Quality/performance value. dan payer. Sheth & Mittal dalam Tjiptono (2005:162). Price/value of money.berkesinambungan. Nilai realisasi bersih (net realizable value) adalah perkiraan harga jual suatu asset dalam suatu usaha yang berjalan sebagimana biasa. utilitas yang diperoleh dari persepsi terhadap kinerja yang diharapkan dari suatu produk atau jasa. utilitas yang didapat dari produk karena reduksi biaya jangka pendek dan biaya jangka panjang. Nilai perusahaan sebagai usaha yang berjalan (Going Concern Value) adalah nilai suatu usaha secara keseluruhan. Kemudian tiga kategori ini diturunkan menjadi 9 tipe nilai pelanggan : Performance value adalah kualitas hasil fisik dari penggunaan suatu produk atau jasa. buyer. Performance value terletak pada dan berasal dari komponen fisik dan desain jasa.

biaya pemeliharaan. nilai ini menawarkan kenyaman berkenaan dengan pembayaran Financing value penawaran syarat dan finansial skedul pembayaran yang lebih longgar dan terjangkau. serta biaya pembuangan. Pada prinsipnya. Emotional value adalah kesenangan dan kepuasan emosional yang didapatkan user dari produk/jasa. pelanggan harus memperoleh keuntungan ekonomi diatas daur hidup pengguna. Harga kinerja dan penciptaan nilai . Personalization value yang meliputi : menerima produk/jasa disesuaikan dengan kondisi pelanggan dan memberikan pengalaman positif dari pelanggan. bahwa nilai pelanggan dapat diciptakan melalui beberapa pendekatan.Social value adalah manfaat produk/jasa yang bertujuan untuk memuaskan keinginan seseorang dalam mendapatkan pengakuan atau kebanggaan sosial. Price value harga yang fair dan biaya-biaya financial lainnya yang berkaitan dengan upaya mendapatkan produk/jasa. dkk (2010: 33). Credit value lebih menekankan pada aspek keterjangkauan. Service value berupa bantuan yang diharapkan pelanggan berkaitan dengan pembelian produk/jasa. Menurut Best dalam Sumarwan. biaya kepemilikan. yaitu: Biaya daur hidup dan penciptaan nilai Bagi nilai ekonomi superior. Terdapat enam sumber utama biaya siklus 12hidup yang menciptakan nilai yaitu harga yang dibayarkan. Pelanggan yang mengutamakan social value akan memilih produk/jasa yang mengkomunikasikan citra yang selaras dengan temantemannya atau menyampaikan citra sosial yang ingin ditampilkannya. Convinience value berupa penghematan waktu dan usaha yang dibutuhkan untuk memperoleh produk/jasa. biaya penggunaan. Credit value berupa situasi terbebas dari keharusan membayar kas pada saat pembelian atau membayar dalam waktu dekat.

4. Benefit emosional dan penciptaan nilai Setiap manusia mempunyai kebutuhan fisik dan psikologis. kegembiraan. status. afiliasi. reputasi merek. Kebutuhan psikologis dapat dilayani dengan membeli produk yang menawarkan serangkaian benefit emosional yang konsisten dengan kebutuhan itu karena banyak produk memiliki personalitas dengan makna psikologis . pengakuan. 5. dan biaya-biaya lain selain harga juga mempengaruhi nilai pelanggan. Setelah diketahui persepsi manfaat dan persepsi biaya secara keseluruhan maka selisihnya merupakan nilai pelanggan yang dipersepsikan. Benefit pelanggan Sebelum dapat menentukan keseluruhan nilai pelanggan yang diciptakan. Apabila persepsi mengenai total biaya pembelian dan total manfaat13telah diperoleh maka perusahaan dapat mengevaluasi tingkat nilai yang tercipta untuk pelanggan. semangat. perlu ditentukan biaya-biaya pembelian yang dipersepsikan.Walaupun nilai ekonomis menyediakan dasar yang kuat untuk menciptakan nilai pelanggan berdasarkan biaya tetapi terdapat aspek-aspek kinerja produk yang lebih sulit dihitung dalam pembiayaan total pembelian. dihormati. Benefit yang dipersepsikan dan penciptaan nilai Nilai relatif kinerja harga dan nilai ekonomi memberikan ukuran yang terbaik mengenai nilai pelanggan tetapi evaluasi pelanggan terhadap produk sering melampaui ukuran kinerja harga dan ekonomis. Posisi daya saing perusahaan terkait dengan pelayanan yang dipersepsikan lebih tinggi dari pada kompetitor yang pada gilirannya akan meningkatkan total biaya pembelian yang dipersepsikan. Setelah kebutuhan fisik terpenuhi maka manusia memerlukan kebutuhan psikologi seperti hubungan yang hangat. dan pemenuhan diri. Persepsi pelanggan tentang kualitas layanan. Kinerja dapat juga meliputi fitur-fitur dan fungsi-fungsi produk yang tidak menghemat uang tetapi meningkatkan pemakaian sehingga menciptakan nilai pelanggan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful