7 tingkatan nafsu itu adalah

:

1. Nafsu Amarah Nafsu ini adalah nafsu yang paling mudah menjerumuskan manusia kedalam panasnya api neraka. Orang yang memiliki nafsu ini tentu tidak kenal dengan yang namanya akhirat. Orang ini senang melakukan perbuatan yang dilarang asalkan dirinya bisa merasa senang dengan perbuatannya itu. Nafsu ini telah dijelaskan dalam surat yusuf : Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Yusuf 53)

Mereka yang memiliki nafsu amarah mudah putus asa jika diuji oleh Allah SWT. Maka dari itu mereka berlomba-lomba melakukan perbuatan dosa untuk membuat dirinya senang.

2. Nafsu Lawwamah Nafsu ini tingkatannya lebih tinggi daripada nafsu amarah. Orang yang berada pada tahap nafsu lawwamah ini sudah tau antara perbuatan yang dilarang dan amal kebajikan. Saat jatuh pada kejahatan dia masih merasa puas namun disisi lain ia menyesali perbuatannya itu. Dia Kadang ia berbuat baik dan setelah itu akan kembali melakukan perbuatan dosa lagi. Orang yang seperti ini masih belum bisa dijamin masuk surga.

3. Nafsu Mulhamah

Orang yang berada pada tingkatan ini apabila hendak melakukan amal kebajikan terasa berat. Namun dalam keadaan bermujahadah dia berbuat kebaikan-kebaikan karena ia sudah mulai takut pada kemurkaan Allah dan pedihnya api Neraka. Bila berhadapan dengan kemaksiatan, hatinya masih rindu dengan maksiat. Namu ia masih dapat melawan dengan membayangkan nikmatnya berada di Syurga. Dia sudah mengenal penyakit-penyakit yang berada dalam hatinya. Seperti iri hati, dengki, syirik, dll. Tapi dia masih belum bisa melawan. Bila penyakit-penyakit hati ini sudah tidak ada lagi, ia akan rasa satu kenikmatan baru dalam hatinya dan akan merasa benci dalam melakukan kejahatan. Dan pada saat itu dia telah meningkat ke taraf nafsu yang lebih baik lagi yaitu nafsu Muthmainnah.

4. Nafsu Muthmainnah Orang yang berada dalam tingkatan ini sudah dijamin masuk surga. Sesuai dengan yang terkandung dalam surat Al-Fajr ayat 27-30 : “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang redha dan diredhai, maka masuklah ke dalam golongan hambahamba-Ku, dan masuklah ke dalam Syurga-Ku”. Orang yang berada dalam tingkatan ini senantiasa dijauhkan dari rasa cemas dan gelisah atas segala ketetapan Allah SWT dan selalu merasa sejuk hatinya, tenteram jiwanya,jika dia bisa melakukan suatu amal kebajikan. Hatinya senantiasa rindu pada Allah SWT.

5. Nafsu Radhiah Sifat dari nafsu ini adalah dia selalu menganggap yang makruh itu haram, dan yang sunat ia anggap itu kewajiban. Jika ia tidak melaksanakan apa yang disunatkan, ia merasa berdosa. Baginya takdir baik atau buruk adalah sama saja. mereka tidak peduli dengan urusan yang berbau dunia. Karena hati mereka hanya pada Allah dan ridho atas segala keputusan yang Allah berikan kepadanya.

6. Nafsu Mardhiyah Tingakatan ini lebih tinggi dari tingkatan nafsu radhiyah. Yang istimewa pada tingkatan ini adalah Bukan hanya orang pada tingkatan nafsu ini yang sangat mencintai Allah SWT, tapi Allah SWT juga sangat mencintainya. Dia buat Allah SWT cinta padanya dengan melaksanakan apa yang di sunatkan dan tidak melaksanakan sebuah dosa walaupun sekecil jarum di lautan. Sesuai dengan Hadist Qudsi :

“Senantiasa hambaku mendekatkan diri kepadaku dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah sehingga Aku cinta padanya. Maka apabila Aku telkah mencintainya, jadilah Aku pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, perkataannya yang dengannya ia berkata, jadilah Aku tangannya yang dengannya ia berbuat, jadilah Aku kakinya yang dengannya ia melangkah, dan akalnya yang dengannya ia berpikir”

7. Nafsu Kamilah Tingakatan yang ketujuh ini adalah tingkatan para Nabi dan Rasul, manusia yang suci dan sempurna. Yang terpelihara dari perbuatan tercela dan Allah selalu mengawasi dan membimbingnya.

Untuk meraih nafsu dari level yang paling bawah hingga level diatasnya dibutuhkan waktu yang bertahun-tahun hingga Allah SWT yakin akan usahanya.Udara.5 Entitas/Lathifah ( Robbaniyyah&Ruhaniyyah ): Kelembutan/Kesadaran manusia yang bersifat *ً‫لطٌفةاألخفى *لطٌفةالخفً *لطٌفةالسر *لطٌفةالروح *لطٌفةالقلب‬ . Untuk itu marilah kita tak terkecuali saya sendiri berlomba-lomba untuk meningkatkan level nafsu kita hingga ke tingkat yang lebih tinggi agar kita semua ditempatkan oleh Allah SWT di taman surganya yang tak dapat dilukis oleh panca indera kita karena keindahannya.Air.Kelembutan-Kesadaran manusia yang bersifat Robbaniyyah&Ruhaniyyah > Qudroh & Irodah Allah swt menjadikan manusia Dua eksistensi yang berbeda : 1.Alam~Al-Amr ‫عالم االمري‬ )Eksistensi Dunia yang tercipta langsung via titahNya "‫ "كن‬di atas Arsy dalam wilayah kekuasaan Allah swt/ ‫≈( دآئرةاإلمكان‬ . Amiin… ‫إلهً أنت مقصودي ورضاك مطلوبً أعطنً محبتك ومعرفتك‬ ‫أللطائف‬ <Entitas/Lathifah.Tanah. 2.Alam~Al-Kholqi ً‫عالم الخلق‬ )Sesuatu yang tercipta secara "Gradual/‫ "سببٌة‬via sistem evolusi dibawah Arsy dalam wilayah kekuasaan Allah swt( ‫دآئرةاإلمكان‬ ‫لطٌفةالنفس‬ : 5 Unsur . Unsur Api.

disitu ada shodr<dada>.Sirrun ‫≈سر‬Lathifatul-Akhfa ( Ruhaniyyah ).maka di akhirat akan lebih buta lagi dan tersesat jalan"QS. 4.maka ia mengetahui akan Tuhannya.maka sungguh ia bodoh/tiada mengetahui.وفى السرأنا‬ " Aku membangun pada tubuh anak adam.Qolbun ‫≈ قلب‬Lathifatul-Qolb ( Ruhaniyyah ).•Lathifatul-Akhfa'•Lathitul-Khofi•Lathifatus-Sirri•Lathifatur-Ruhi•Lathifatul-Qolbi.وفى‬ ‫اللب سرا.وفى القلب فؤادا. 3.didalam dada ada qolb<hati/tmp bolak blk ingatan>. 2.Lubbun ‫≈لب‬Lathifatul-Khofi.Fuadun ‫≈ فؤاد‬Lathifatur-Ruh ( Ruhaniyyah ).itu istana<qoshr>.17/72. 6.dan barangsiapa mengenal dirinya."<al-hadits>.( Ruhaniyyah ) 7. Konsep tersebu sejalan dengan hadits Nabi saw : ‫بنٌت فً جوف ابن ادم قصراوفى القصرصدرا. Untuk memahami sistem interiorisasi dalam "diri" 1.Qoshrun ‫≈ قصر‬Unsur Jasmaniyyah. "Barangsiapa yang didunia ini buta.cendrung mendekat kepada Allah mengetahui .bersih.didalam fuad ada syaghof<kerinduan>didalam syaghof ada lubb<sangat rindu>didalam lubb ada sirr<mesra>sedangkan didalam sirr ada AKU ‫"أنا‬ ‫من عرف نفسه فقدربه ومن عرف ربه فقدجهل‬ "Barangsiapa yang mengenal nafs ( dirinya ). Nafs/Jiwa adalah Ruh yang telah masuk dan bersatu dengan jasad yang menimbulkan potensi kesadaran (ego) bersifat suci.Syaghofun ‫≈ شغف‬Lathifatus-Sirri ( Ruhaniyyah ).didalam hati ada fuad<ingatan jujur>.وفى الشغف لبا. 5.وفى الفؤادشغفا.وفى الصدرقلبا.Shodrun ‫ ≈صدر‬Lathifatun-Nafs ( Jiwa ).

Jiwa ini merupakan sumber segala kejahatan dan akhlak tercela.Berambisi dalam bidang dunia ( material ).Bodoh.نورالسموات‬inilah essensi NAFS sebagai sebuah kesadaran. ‫< • هوى متبع‬Hawa nafsu yang diikuti>./‫ألكبر‬ 7.Marah-marah karena hawa nafsu. .Akan tetapi setelah ruh bersatu dengan jasad./‫ألحسد‬ 4./‫ألجهل‬ 5. Ruh yang masuk dan bersatu dengan jasad manusia memiliki lapisan-lapisan kelembutan(lathoif)./‫ألشهوات‬ 6./‫ألغضب‬ Dalam hadits :•‫< شح مطاع‬Kikir yang diperturutkan>.menuruti keinginan duniawi yang terlarang.Pusat mekanisme kerja jiwa ini berada dalam otak jasmaniyah yaitu pada lapisan pertama.sehingga dapat dikatakan bahwa 7 lathifah yang ada pada diri manusia itu adalah An-Nafs/Jiwa : 1./ ‫ألحرص‬ 3.akhirnya ia melihat/mengetahui yang selain Allah swt dan karena itu terhalanglah ia dari Allah karena sibuknya dengan selain Allah sehingga sangat perlu di didik.Sehingga dari realitasnya yang tampak./ ‫ألبخل‬ 2. •‫< اعجاب المرءبنفسه‬Bangga terhadap dirinya>.diantara dua alis mata.merasa diri besar.mengetahui dan berdekatan dengan Allah swt.menurut TQN(Thoriqot Qodiriyyah Naqsyabandiyyah ).akan Tuhannya.12/12 } : kesadaran yang cenderung pada tabi'at badaniyyah dan membawa Qolbu ke arah lebih rendah.ia memiliki cahaya BIRU terang yang disebut ‫.Sombong.Keinginan untuk melanggar syari'at (hidunistik).Jiwa ini memiliki 7 gejala yaitu : 1.susah menerima kebenaran.Kikir.jiwa ini berpusat di tengah-tengah kening.Dengki dan iri hati.Al-Ammaroh-‫نفس األمارة‬ { ‫☺~ لطٌفةالنفس لبناطقة‬Biru QS.dilatih dan di bersihkan agar dapat melihat.

Bangga terhadap dirinya.Senang menuruti keinginan hawa nafsu.Pamer terhadap amal & prestasinya.Berbohong.91/8./ ‫ألغفلة‬ Walaupun jiwa ini mendominasi manusia sifat-sifat jelek tersebut./ ‫أللوم‬ 2.sehingga ia suka mencela (‫ ) أللوم‬pada diri sendiri maupun pada orang lain.Tetapi Lathifatul-Qolb juga merupakan sifat-sifat baik yaitu Iman/keyakinan akan kebenaran syari'at Islam.Jiwa ini berada dibawah dominasi 9 sifat-sifat jelek manusia : 1.} : Jiwa ini suatu kesadaran akan kebaikan dan kejahatan./ ‫ألرٌاء‬ 7./‫ألكذب‬ 9.Ia memiliki hubungan dengan paru-paru jasmaniyah. Pusat pengendali dibawah susu kanan berjarak sekitar dua jari.Al-Mulhimah-‫نفس الملهمة‬ { ‫ ☺~ لطٌفةالروح‬Merah~Nabi Nuh asQS.Menipu./‫ألظلم‬ 8. 3.2.Fana-Shifat.Penyerahan diri kepada ketentuan-ketentuan syari'at Allah swt.Jiwa ini berada pada cahaya HATI ( berwarna KUNING yang tak terhingga ).Mengumpat.Suka mencela./ ‫ألهوى‬ 3.: Kelembutan jiwa ini merupakan kesadaran yang mudah menerima Intuisi ( Ilham ) dari Allah swt yang berupa pengetahuan./ ‫ألعجب‬ 5./ ‫ألغٌبة‬ 6.Lupa dari mengingat Allah swt.Al-Lawwamah-‫نفس اللوامة‬ { ‫☺~ لطٌفةالقلب‬Kuning~Nabi Adam.mencaci.Menganiaya < tidak adil >./ ‫ألمكر‬ 4.Tauhid.serta ma'rifat.Menggunjing.Mulhimah memiliki 7 sifat yang dominan : .QS75/2.Pusat pengendalian jiwa ini dibawah qidam Nabi Adam as.

Rela terhadap hukum dan ketentuan Allah swt.Menerima puas dari yang ada.Rendah hati.Berlapang dada.10/7 }: Jiwa yang tenang diterangi oleh cahaya hati nurani./‫ألقناعة‬ 3.Bertawbat./‫ألتواضع‬ 5.ambisius. 4./‫ألتوبة‬ 6.Tahan menjalani penderitaan.Kedermawanan.suka bertengkar & bermusuhan. 5./‫ألتحمل‬ Dalam jiwa Mulhimah ini bersarang jiwa rendah kebinatangan / ‫./‫ألعبادة‬ 4.Bertawakal kepada Allah seperti anak kecil dirinya pasrah kepada ibunya.maka yang muncul nafsu binatang buas.jiwa ini merupakan starting poin untuk tingkat kesempurnaan./‫ألخشٌة‬ Dalam jiwa ini juga bersemayam sifat jahat yang sangat berbahaya binatang buas /‫سبوعٌة‬ jika muthmainnah tidak dihidupkan.menghalalkan segala cara.as~QS.Muthmainnah –‫نفس المطمئنة‬ { ‫☺~ لطٌفةالسر‬Putih~Nabi Musa.QS./‫ألرضا‬ 6.Bersyukur krn merasa menerima nikmat dari Allah./‫ألجود‬ 2.بهٌمٌة‬jiwa binatang jinak memiliki kecendrungan hawa nafsu untuk bersenang-senang semata ( hidonisme ) terutama yang berkaitan dengan seksual.Jiwa ini didomonasi sifat-sifat terpuji : 1.Murah hati./‫ألشكر‬ 5.1.Bersabar ( tahan akan ujian )./‫ألسخاوة‬ 2./ ‫ألصبر‬ 7.dari thariqat menuju haqiqat. .Kecenderungan hati untuk bersifat rakus.Merasa takut mengerjakan maksiat kepada Allah.Suka memberi demi ketaatan kepada Allah swt./‫ألتوكل‬ 3.Rodhiyyah –‫نفس الراضٌة‬ { ً‫ ~ لطٌفةالخف‬Hijau~Nabi Isa.69:21☺: Jiwa ini didominasi oleh 6 sifat terpuji .Beribadah ( Ikhlash ) kepada Allah swt./‫ألحلم‬ 4.

Dengan demikian ia merupakan kesadaran yang paling bersih dari pengaruh unsur-unsur materi yang paling rendah.1.riya'.yaitu sifat ‫ربوبٌة‬ sifat ketuhanan yang tidak semestinya dipergunakan oleh manusia seperti takabur.Senantiasa memegang janji terutama janjinya kepada Allah swt.busuk hati.Mardhiyyah. < ‫>المٌل بالخلق الخراجهم من ظلمات طبائعهم وانفسهم الى أنوارأرواحهم‬ Dalam jiwa ini ada juga bersarang sifat-sifat jelek yang sangat berbahaya.Simpatik terhadap semua makhluq dengan maksud melepaskan mereka dari pengaruh tabiat dan nafsu mereka kepada cahaya ruhani yang suci.< ‫.ujub.> حسن الخلق‬ 2./‫ألورع‬ 5.<.Memurnikan niatnya kepada Allah swt.dan meninggalkan yang syubhat walaupun banyak.Belas kasihan kepada semua makhluq.‫>.‫نفس الكاملة‬ .‫نفس المرضٌة‬ ‫☺~ لطٌفةاألخفى‬Hitam~Nabi Muhammad saw QS.apa lagi yang haram. 6.89:28} :Jiwa ini merupakan kelembutan yang paling dalam dari alam kesadaran manusia./‫ألزهد‬ 3. ‫>.hadiah.munafiq. 6.أللطف‬ 4.Bertapa dari materi.licik.حمل الصالح على الخلق‬ 5.Berhati-hati dalam beramal ( memilih yang benar-benar baik menurut syari'at )./‫أإلخالص‬ 4.Akhlaq yang Baik ( lahir-natin ).Jiwa ini didominasi 6 sifat mulia yang sangat utama yaitu : 1.Meninggalkan sesuatu yang selain Allah./‫ألوفاء‬ Dalam jiwa ini juga bersarang sifat-sifat buruk yang sangat berbahaya yaitu sifat ‫ شٌطانٌة‬sifat kesetanan dan tabiat iblis seperti hasad.<.dan beramal jariyah.khianat.Mengajak kepada maslahat. ‫الصفح عن‬ ‫>.<.Menerima materi hanya yang halal walaupun sedikit.Mulia ( dermawan ) senang shodaqoh./‫ألكرم‬ 2.takabur.< ‫> ترك ماسوى هللا‬ 3.Pemaaf/lapang dada terhadap semua kesalahan makhluq dan mencintainya.dan sebagainya.Latihan terus menerus / ‫ألرٌاضة‬untuk menyiksa hawa nafsu dengan selalu menghias dir dengan Akhlaqul-karimah dan meninggalkan akhlaq yang bersifat hawayaniyyah.Kamilah.sum'ah. 7. ذنوب الخلق وحبهم‬ 6.

5:3 }: Jiwa ini‬سلطان األذكار ‪CAHAYA ILAHIYYAH YANG BENING TANPA CAHAYA~Raja Dzikir‬‬ ‫لطٌفةالقالب-كل الجسد ‪sebenarnya merupakan kesadaran Ruhaniyyah dari‬‬ ‫‪oleh karena itu ia bersifat meliputi baik dari aspek Ruhaniyyah maupun Jasmaniyyah. ولذا ٌعتبر‬ ‫التصوف هو علم النفس الدٌنً النه علما ٌعالج أمراض النفس وعلم التسامً أو العلو فً النزوع الى االمتناهً . قال سٌدنا الشٌخ عبد القادر الكٌالنً: قال هللا‬ ‫تعالى: ( ٌا غوث األعظم) قلت: ( لبٌك ٌا رب الغوث) ، قال: (كل طور بٌن الناسوت والملكوت فهو شرٌعة، وكل طور‬ ‫بٌن الملكوت والجبروت فهو طرٌقة، وكل طور بٌن الجبروت والالهوت فهو حقٌقة)، ثم قال لً: ( ٌا غوث األعظم ما‬ ‫ظهرت فً شًء كظهوري فً اإلنسان، ٌا غوث األعظم جعلت اإلنسان مطٌتً، وجعلت سائر األكوان مطٌة له، ٌا غوث‬ ‫األعظم اإلنسان سري وأنا سره.ia‬‬ ‫& ‪merupakan jiwa tertinggi bagi manusia secara realitas.mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki‬‬ ‫حق الٌقٌن♥ عٌن : ‪Adapun jiwa ini didominasi oleh sifat-sifat mulia yang sangat utama yaitu‬‬ ‫♥الٌقٌن♥ علم الٌقٌن‬ ‫التارٌخ: 12-05-2551‬ ‫البلد: العراق‬ ‫السم: سمر ماجد‬ ‫بسم هللا الرحمن الرحٌم‬ ‫اللهم صل على سٌدنا محمد الوصف والوحً والرسالة والحكمة وعلى اله وصحبه وسلم تسلٌما‬ ‫التصوف تجربه ذاتٌة داخلٌة تقوم فً جوهرها على ان اإلنسان غرٌب عن كل ما سوى هللا، وأنه ٌحتاج لكً ٌحقق‬ ‫اتصاله المنشود بروح المطلق ان ٌستعٌد انتماءه األصلً وذلك بمجاوزة كل العالئق لكونها عوارض تحول بٌنه وبٌن‬ ‫.‫‪ QS.‪diseluruh tubuh manusia.Pusat pengendali jiwa ini berada‬‬ ‫. فالغاٌة‬ ‫من الطرٌق الطوٌل والشاق للتصوف هو الوصول إلى النفس الكاملة .hamba Allah sekaligus penguasa alam semesta. ٌا غوث األعظم إذا‬ ‫.Sedangkan jiwa kamilah sebagai‬‬ ‫‪Ruh yang bersih dari pengaruh unsur-unsur materi.Manusia sebagai makhluq tertinggi‬‬ ‫‪diantara dua alam yaitu Alam-Malaikat & Alm-Syaithoni.والشخصٌة الصوفٌة األصلٌة شخصٌة حساسة، تملك‬ ‫قدرا كبٌرا من الرهافة والشفافٌة، كما إنها تملك درجة عالٌة من االستجابة األخالقٌة لكل ما ٌقابلها فً الكون. )أردت أن تنظر إلً فً محل فاختر قلبا فارغا عن سوائً‬ ‫واللهم صل على سٌدنا محمد الوصف والوحً والرسالة والحكمة وعلى اله وصحبه وسلم تسلٌم‬ ‫‪Kajian Tasawuf Martabat Tujuh‬‬ . وقال أبو‬ ‫ٌعقوب المزابلً: ( التصوف حال تضمحل فٌها معالم اإلنسانٌة ) . وقال‬ ‫سٌدنا الشٌخ الجنٌد قدس هللا سره العزٌز : ( التصوف ذكر مع اجتماع، ووجد مع استماع، وعمل مع اتباع). ٌا غوث األعظم رأٌت األرواح ٌتربصون فً قوالبهم بعد قوله ( ألست بربكم) إلى ٌوم‬ ‫القٌامة، ٌا غوث األعظم اخرج عن عقبة الدنٌا تصل باآلخرة واخرج عن عقبة اآلخرة تصل إلً .تحقٌق هدفه المنشود اال وهو خلوه من كل حقٌقة ال ٌتجلى فٌه هللا تعالى جل وعال بكافة مظاهره‬ ‫قال سٌدنا معروف الكرخً قدس هللا سره العزٌز : (التصوف هو األخذ بالحقائق، والٌأس مما فً أٌدي الخالئق).manusia sebagai makhluq jasmani‬‬ ‫‪ruhani.

Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh syaitan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk. “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu”. Allah s.w. Nur-Nya adalah kendaraan bagi hati untuk sampai ke Hadrat-Nya.” ————————————————————————— NUR MATA HATI DAN HATI NUR-NUR ILAHI ADALAH KENDARAAN DAN RAHASIA HATI. Amal dan ilmu tidak mampu menyingkap rahasia hakikat-hakikat. Alam Bapak) – Kufuwan (Alam Ajsam. Sirr yang mengenal Allah s. Janin di Rahim Ibu). apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Hati adalah umpama badan dan ruh adalah nyawanya. Sirr adalah hakikat kepada sekalian yang mawjud. Katakanlah.w. “Maka.t. Ruh pula yang berkait dengan Allah s. Nur Ilahi membuka bidang hakikat-hakikat. Seperti firmanNya lagi dalam QS. SEBAGAIMANA KEGELAPAN ADALAH TENTARA NAFSU. NUR ITU BAGINYA MENERANGI (MEMBUKA TUTUP). Alam Malakut) – Walam yakun lahu (Alam Mitsal.w.MARTABAT TUJUH Mengenai martabat pewujudan diri rahasia Allah swt atau dikenali juga dengan istilah Martabat Tujuh itu terbagi menjadi 7 alam. Hati hamba diterangi dengan Nur-Nya. Nur Ilahi yang berperanan .t dan sirr yang masuk ke Hadirat-Nya.t tanpa dorongan yang kuat dari Nur-Nya.w.W.t dan perkaitan itu dinamakan al-sirr (rahasia). Sirr atau rahasia yang sampai kepada Allah s. Nur Ilahi menerangi hati. Ahad (Alam Insan). MATA HATI ITU BAGINYA MENGHAKIMKAN DAN HATI ITU BAGINYA MENGHADAP ATAU MEMBELAKANG.T MAU MENOLONG HAMBA-NYA MAKA DIBANTU DENGAN TENTARA ANWAR (NUR-NUR) DAN DIHENTIKAN BEKALAN KEGELAPAN. Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi. yang masing-masing martabat atau alam ini terkandung ia di dalam surah Al-Ikhlas: Qul huw Allah Ahad (Ahdah) – Allah al-shomad (Wahdah) – Lam yalid (Wahidiah) – Walam yulad (Alam Ruh. ruh dan sirr. Boleh juga dikatakan bahwa hakikat kepada hati adalah ruh dan hakikat kepada ruh adalah sirr.w. Al-Ra’d:33. JIKA ALLAH S. atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan pada lahirnya saja. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah.t hanya bisa dikenal jika Dia sendiri mau Dia dikenali. Tidak mungkin mencapai Allah s. Ruh menjadi nyawa kepada hati dan sirr menjadi nyawa kepada ruh. Jika Dia mau memperkenalkan Diri-Nya kepada hamba-Nya maka hati hamba itu akan dipersiapkan dengan mengurniakannya warid. NUR ITU IALAH TENTARA HATI.

Sekiranya kegelapan itu tebal maka kewujudan tidak kelihatan lagi. Itulah keberuntungan yang besar yang dicapai oleh seseorang hamba semasa hidupnya di dunia ini. sedangkan cahaya hanya satu jenis saja dan datangnya dari matahari yang satu jua. tetapi hanyalah sangkaan dan khayalan semata-mata. Hanya cahaya yang dapat menlahirkan kewujudan. Apabila hari siang. Alam menjadi terang karena ada kenyataan Allah s. Apa yang dapat dilihat hanyalah kegelapan. Cahaya menlahirkan kewujudan dan gelap pula membungkusnya. sedangkan Nur Ilahi datangnya dari nur yang satu yang bersumberkan Dzat Yang Maha Esa. Mitsalkan kita berdiri di atas puncak sebuah bukit pada waktu malam yang gelap gulita. Pengetahuan yang diperolehi melalui pandangan mata hati yang bersuluhkan Nur Ilahi dinamakan ilmu ladunny atau ilmu yang diterima dari Allah s.w. Kewujudan di atas bukit itu menjadi nyata karena diterangi oleh cahaya matahari.w. Begitu juga halnya pandangan mata hati. matahari menyinarkan sinarnya.w. Mata hati melihat banyaknya hakikat karena banyaknya cermin hakikat yang memantulkan cahaya Nur Ilahi. Orang yang mengambil hakikat dari buku-buku atau dari ucapan orang lain. Mata di kepala melihat benda-benda alam dan mata hati melihat kepada hakikat-hakikat. kelihatanlah tumbuh-tumbuhan dan hewan yang menghuni bukit itu.t kehendaki. Jika mau mencapai hakikat perlu mengamalkan wirid sebagai pembersih hati. Nur Ilahi adalah cahaya yang menerangi hati dan mengeluarkannya dari kegelapan serta membawanya menyaksikan sesuatu dalam keadaannya yang asli. Jika kegelapan hanya sedikit maka kewujudan kelihatan samar. Hatilah yang tertutup sedangkan kebenaran tidak tertutup. Kekuatan ilmu yang diperolehi bergantung kepada kekuatan hati menerima cahaya Nur Ilahi. Sekiranya Allah s. Apabila Nur Ilahi sudah membuka tutupan dan cahaya terang telah bersinar maka mata hati dapat memandang kebenaran dan keaslian yang selama ini disembunyikan oleh alam nyata. Jika cahaya matahari dapat menghalau kegelapan yang menutupi benda-benda alam yang nyata. Kegelapan yang menutupi mata hati menyebabkan hati terpisah daripada kebenaran.t padanya. Kemudian bersabar menanti sambil terus juga berwirid. maka cahaya Nur Ilahi pula dapat menghalau kegelapan yang menutup hakikat-hakikat yang gahib. karena cahaya dapat menghalau kegelapan. bukan mencari kebenaran baru. maka warid akan didatangkan-Nya kepada hati yang asyik dengan wirid itu. Bertambah terang cahaya Nur Ilahi yang diterima oleh hati bertambah jelas kebenaran yang dapat dilihatnya. Banyaknya benda alam yang dilihat oleh mata karena banyaknya cermin yang memantulkan cahaya matahari. . Alam ini pada hakikatnya adalah gelap. Cahayalah yang menerangi atau membuka tutupan hati.t secara langsung. bukanlah hakikat sebenar-benarnya yang ditemuinya.menyingkap tabir hakikat. Dalil atau bukti yang dicari bukanlah untuk menyatakan kebenaran tetapi adalah untuk mengeluarkan hati dari lembah kegelapan kepada cahaya yang terang benderang bagi melihat kebenaran yang sememangnya tersedia ada.

Jadilah dia seorang mukmin yang cermat dan berwaspada. kuat melakukan ibadat. Hati tidak cenderung kepada harta.t dengannya. Dia akan kuat melakukan tajrid yaitu menyerahkan urusan . Lalu hatinya menghadap kepada yang lebih benar. Apabila hati sudah menjadi bersih maka hati akan menyinarkan cahayanya.t. maka cahaya Nur Ilahi yang diperolehinya tidak begitu terang.T. Pada tahap ini hati masih bisa mengalami kekeliruan. Di antara sifat yang dimiliki oleh orang yang sampai kepada martabat mukmin ialah: 1. akan meningkatlah kekuatan ruhaninya.w. Orang yang pada peringkat ini perlu mendapatkan penjelasan dari ahli makrifat yang lebih arif. mendengar pertuturannya dan mengetahui bisikan hatinya. berasa cukup dengan apa yang ada dan tidak sayang membantu orang lain dengan harta yang dimilikinya. PENYAKSIAN MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA KAMU AKAN KETIADAAN KAMU DI SAMPING WUJUD ALLAH S.w. Ruhaninya cukup kuat untuk menanggung kesusahan dengan sabar dan bertawakal kepada Allah s. Orang mukmin yang taat kepada Allah s. PENYAKSIAN HAKIKI MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA KAMU BAHWA HANYA ALLAH YANG WUJUD. 4. Oleh itu ilmu ladunny yang didapatinya masih belum mencapai peringkat yang halus-halus.t dan merendah diri kepada-Nya.w. Kesadaran ini membuatnya merasakan dengan mendalam betapa dekatnya Allah s.t melihat segala gerak-gerinya.W.w. Cahaya hati ini dinamakan Nur Kalbu.t. 3. Kadang-kadang hati menghadap kepada yang kurang benar dengan membelakangkan yang lebih benar. Apabila hatinya semakin bersih cahaya Nur Ilahi semakin bersinar meneranginya dan dia mendapat ilmu yang lebih jelas.T. Cermat dalam pelaksanaan hukum Allah s.t.W. 5.Murid yang masih pada peringkat permulaan hatinya belum cukup bersih. Lahirlah di dalam hati nuraninya perasaan bahwa Allah s. Allah s. Kehalusan keruhaniannya membuatnya berasa malu kepada Allah s. 2. sehingga dia menemui kebenaran hakiki. TERBUKA MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA KAMU AKAN KEDEKATAN ALLAH S.w. Perenungan akal terhadap dirinya sendiri membuatnya menyadari akan perjalanan hal-hal ketuhanan yang menguasai dirinya.w. Ia akan menerangi akal lalu akal dapat memikirkan dan merenungi tentang hal-hal ketuhanan yang menguasai alam dan juga dirinya sendiri. TIDAK TERLIHAT LAGI KETIADAAN KAMU DAN WUJUD KAMU.t senantiasa mengawasinya.w. Bertaubat dengan sebenarnya (taubat nasuha) dan tidak kembali lagi kepada kejahatan.

Pengalaman tentang hakikat dikatakan memandang dengan mata hati. Hatinya jelas merasakan bahwa tidak ada yang berkuasa melainkan Allah s.t kurniakan kepadanya keupayaan untuk melihat dengan mata hati dan bertindak melalui Petunjuk Ladunny.w. kehendak diri sendiri atau angan-angan. penyaksian mata hati jauh lebih tinggi dari ilmu dan makrifat karena penyaksian itu adalah . Orang yang seperti ini senantiasa di dalam penjagaan Allah s. Pandangan mata hati kepada hal ketuhanan memberi kesan kepada hatinya (kalbu). Mata hati hanya melihat kepada Wujud Allah s. Dia berasa benar-benar akan keesaan Allah s.t.. Beginilah hukum makrifat yang berlaku.kehidupannya kepada Allah s.w. Apa yang Allah s. Orang yang di dalam suasana seperti ini telah berpisah dari sifat-sifat kemanusiaan.t. tidak lagi melalui fikiran. Bala tidak lagi menggugat imannya dan nikmat tidak lagi menggelincirkannya.w. Hatinya telah teguh dengan perasaan rela terhadap apa jua yang ditentukan Allah s. Seorang mukmin yang akalnya diterangi Nur Kalbu akan melihat betapa dekatnya Allah s.w. walaupun bala yang besar.w.t bukan sekadar mempercayainya.t. Maksud gahib di sini adalah hilang perhatian dan kesadaran terhadap sesuatu perkara. Pada tahap keduanya mata hati yang terbuka sudah dapat melihat.w.t untuknya.w. Dia tidak lagi melihat dengan mata ilmu tetapi melihat dengan mata hati.t.w. Seseorang yang berada di dalam maqam makrifat dan mendapat keyakinan melalui kasyaf dikatakan memperolehi keyakinan yang dinamakan ain al-yaqin.w. Kemampuan mata hati memandang itu dinamakan kasyaf. Ilmu berhenti di situ. Suasana ini timbul akibat hakikat ketuhanan yang dialami oleh hati.w. Orang yang mencapai peringkat ini dikatakan mencapai maqam tawhid sifat.t dan hati merasakan akan keadaan keesaan itu.t tentukan untuknya. Dia hanya mementingkan soal perhubungannya dengan Allah s. Pada tahap pertama terbuka mata hati dan Nur Kalbu memancar menerangi akalnya. Dia melihat dengan ilmunya dan mendapat keyakinan yang dinamakan ilmu al-yaqin.w. Mata hati melihat atau menyaksikan keesaan Allah s.. tidak lagi melihat kepada wujud dirinya. Ruhani manusia melalui beberapa peningkatan dalam proses mengenal Tuhan.t. Kelakuannya boleh menyebabkan masyarakat menyangka dia sudah gila.t karena dia telah menyerahkan dirinya kepada Allah s.w.w.t. Baginya bala dan nikmat adalah sama yaitu takdir yang Allah s. Kasyaf melahirkan pengenalan atau makrifat. minum. Tetapi. Pada tahap ain al-yaqin makrifatnya gahib dan dia juga gahib dari dirinya sendiri. Makrifat lebih tinggi nilainya dari ilmu pengetahuan. Allah s. Dia mengalami suasana yang menyebabkan dia menafikan kewujudan dirinya dan dinisbatkannya kepada Wujud Allah s. pakaian dan pergaulan tidak lagi mendapat perhatiannya.w.t takdirkan itulah yang paling baik. Dia tidak lagi khawatir terhadap sesuatu yang menimpanya. Soal duniawi seperti makan.w. Makrifat pula adalah hasil pencapaian terhadap hakikat-hakikat yang menyeluruh yaitu hakikat kepada hakikat-hakikat.t. Dalam berkeadaan demikian dia tidak lagi mengindahkan peraturan masyarakat. Ilmu pengetahuan adalah pencapaian terhadap persoalan yang terpecah-pecah bidangnya. Dia tidak lagi meletakkan pergantungan kepada sesama makhluk.t dan segala sesuatu datangnya dari Allah s.

setiap ruang dan setiap keadaan. Penyaksian hakiki mata hati melihat-Nya tanpa dinding penutup (hijab) antara kita dengan-Nya. Penyaksian yang paling tinggi ialah penyaksian hakiki oleh mata hati atau penyaksian yang haq. ————————————————————————— . Dia kembali kepada kehidupan seperti manusia biasa dengan suasana hati yang demikian. dalam diam dan dalam tuturkata.w. bernaung di bawah payung Yang Maha Agung dan Ketetapan Yang Teguh. Penyaksian yang hakiki ialah melihat Allah s.t pada setiap ketika. TANDA KEJAHILAN AHLI HAKIKAT JIKA KAMU MELIHAT SESEORANG (AHLI HAKIKAT) MENJAWAB SETIAP PERTANYAAN DAN MENERANGKAN SETIAP PENGLIHATAN (MATA HATI) DAN MENCERITAKAN SETIAP YANG DIKETAHUINYA.t dilihat dalam segala sesuatu. tiada kesadaran.t. tiada ilmu. mata hati tidak lagi melihat kepada ketiadaan dirinya atau kewujudan dirinya.” (QS. Dia melihat Allah s. Penyaksian (Syuhud al-Haq) adalah setinggi-tinggi keyakinan. Inilah maqam keteguhan yang dipenuhi oleh ketenangan serta kedamaian yang sejati dan tidak berubah-ubah. Tiada lagi perkaitannya dengan kewujudan atau ketidakwujudan dirinya.t pada orang yang membunuh dan orang yang kena bunuh. tiada ibarat. tetapi Allah s. tiada makrifat.w. Yakin.t dipandang dengan mata keyakinan bukan dengan mata lahir atau mata ilmu atau kasyaf. tiada pendengaran. Pada penyaksian yang hakiki tiada lagi ucapan.w. maka Dia dipandang tanpa ibarat. Allah s. Tabir hijab telah tersingkap. Allah s.t dilihat dalam dua perkara yang berlawanan dengan sekali pandang.w. menggerakkan dan mendiamkan. di mana mata hatinya senantiasa menyaksikan Yang Hakiki.AlHadiid:4) Dia tidak terpisah dari kamu. tiada bahasa.w. MAKA KETAHUILAH BAHWA YANG DEMIKIAN ITU ADALAH TANDA KEJAHILANNYA.t dalam segala sesuatu dan pada setiap waktu. Pandangannya terhadap makhluk tidak menutup pandangannya terhadap Allah s.w. “Dan Ia (Allah) tetap bersama-sama kamu di mana saja kamu berada. Orang yang memperolehi haqq al-yaqin berada dalam suasana hatinya kekal bersama-sama Allah s. Dia berfirman. semata-mata yakin bahwa Dia yang dipandang sekalipun tidak ada sesuatu pengetahuan untuk diceritakan dan tidak ada sesuatu pengenalan untuk dipamerkan. Pada tahap penyaksian hakiki mata hati. Allah s.t yang menghidupkan dan mematikan. tiada hijab dan semuanya sudah tiada. segala kejadian.w.w. Tiada lagi interval antara atau ruang antara kita dengan Dia. Ia merupakan keyakinan yang paling tinggi dan dinamakan haqq al-yaqin. Dia melihat Allah s. Wujud Allah Esa.hasil dari kemauan keras dan perjuangan yang gigih disertai dengan upaya hati dan pengalaman. tanpa huruf. tanpa abjad.t meliputi segala sesuatu. menaikkan dan menjatuhkan.w.

w. maka seseorang itu akan menjadi keliru.t berdasarkan pengalaman tentang perkara-perkara gahib.t. Bertambah pula keinsafan tentang kelemahan yang ada pada diri manusia terutamanya dalam menghuraikan hal ketuhanan. dan beriman kepada Allah s. dan juga bukan menurut sangkaannya sendiri. Bila mengakui akan kejahilan dirinya seseorang itu menyerahkan dirinya dengan beriman kepada Allah s.Manusia digesa supaya menggunakan akal fikirannya untuk mengkaji tentang kejadiankejadian alam maya ciptaan Tuhan Maha Pencipta. tetapi akal yang bersuluhkan nur tidak sedikit pun ragu-ragu terhadapnya. Orang yang beriman tidak membahaskan tentang Allah s.w.w. Golongan pertama adalah orang yang terlebih dahulu memasuki bidang pembelajaran tentang tawhid dan latihan penyucian hati menurut tarekat tasawuf. Akal yang beserta nur mampu menyelami di bawah atau di balik yang nyata yaitu perkara gahib. ia adalah pengetahuan tentang ketuhanan yang didapati dengan cara mengalami sendiri tentang hal-hal ketuhanan. ilmu ghaib. Jika hal pengalaman hati dipegang pada lukisan dan bahasa ibarat.w. akal dapat menyambung kembali perjalanannya dari ‘station’ ia telah berhenti. melatih diri. Walaupun perkara gahib itu tidak dapat diterima oleh akal biasa. semakin kelihatan kebesaran dan keagungan-Nya.t.t berkenan maka dikurniakan sinaran nur yang menerangi hati si murid itu. Hati yang suci bersih mengeluarkan cahayanya yang dinamakan Nur Kalbu. Jika lukisan dan simbol diiktikadkan sebagai hal ketuhanan maka yang demikian adalah kufur! Pemegang ilmu gahib terdiri dari dua golongan. Penyerahan ini dinamakan taslim dan orang yang berbuat demikian dinamakan orang muslim. kemudian menanti dan terus menanti. Pengetahuan yang terhasil dari cetusan atau tindakan nur ini dinamakan ilmu hakikat. Lukisan dan bahasa hanya sekadar menggerakkan pemahaman sedangkan hal yang sebenar jauh berbeda. Walau apa pun istilah yang digunakan. Perjalanan akal yang diterangi oleh cahaya Nur Kalbu mampu menyingkap perkara-perkara yang gahib dan beriman dengannya walaupun akal manusia umum menafikannya. Nur Kalbu menerangi akal dan bersuluhkan cahaya Nur Kalbu ini. Pembelajaran dan latihan yang mereka lakukan tidak membuka bidang hakikat.w.w.t karena mereka mengakui kelemahan akal dalam bidang tersebut.t berdasarkan dalil-dalil yang nyata dan logis. ilmu Rabbany atau ilmu ladunny. Apa yang dialami oleh hati tidak dapat dilukiskan atau dibahasakan. Ilmu pengetahuan yang mahir dalam perbahasan tentang makhluk menjadi tidak bermaya apabila mencoba menyingkap rahasia-rahasia ketuhanan. Semakin mendalam pengetahuan tentang ciptaan Allah s. dzawq atau hakikat. Ini membuat mereka mengerti akan nilai dan kedudukan ilmu gahib yang sukar diperolehi itu. Si murid itu pun mengalami dan berpengetahuan tentang hakikat. bukan menurut perkataan orang lain. Bidang yang tidak dapat dinalar oleh akal masih mampu dijangkau oleh hati. Jika Allah s. Mereka hanya dapat belajar. Hatilah yang mengalami hal-hal tersebut dan pengalaman ini dinamakan pengalaman rasa. Terdapat perbedaan yang besar antara akal biasa dengan akal yang diterangi oleh nur. Akal biasa beriman kepada Allah s. Pengetahuan .

1. Kesan perbuatan tidak sedikit pun menyamai sifat yang asli. Sebab itu dilarang keras memperkatakan tentang ilmu hakikat kepada bukan ahlinya. bukan orang alim.t.t mengetahui mengapa Dia berbuat demikian). lantaran orang ramai melihat latar belakang orang hakikat tadi tidak mempunyai asas agama yang kuat. Orang yang membeberkannya dengan mudah disebut orang jahil yang tidak tahu nilai berlian yang ada padanya. Oleh sebab ilmu ini tidak dapat diceritakan kecuali dengan ibarat. Mereka menyangkanya sebagai ilmu biasa.w. Perbuatan tidak berpisah daripada sifat dan sifat tidak berpisah daripada dzat atau diri yang berkenaan.w.t Menerangi Rahasia hati DITERANGI-NYA YANG LAHIR DENGAN CAHAYA ATSAR DAN DITERANGI-NYA RAHASIA HATI DENGAN NUR SIFAT-NYA. ‘adam menerima kewujudan dari pengaruh perbuatan Allah s. Mitsalnya.w. mereka tidak mengetahui nilai sesungguhnya dari pengetahuan yang mereka dapati itu. OLEH SEBAB ITU TERBENAM CAHAYA TERANG YANG LAHIR TETAPI TIDAK TERBENAM CAHAYA KALBU DAN SIRR (HATI DAN RAHASIA HATI). Kewujudan yang lahir dari kesan perbuatan Allah s. Sebab itu mereka mudah memperkatakan ilmu tersebut di hadapan orang ramai. Golongan ini tiba-tiba saja dibukakan hakikat kepada mereka (hanya Allah s. Kedua-dua kemungkinan tersebut adalah tidak sehat.Pertama. tidak dibukakannya kepada orang lain karena dia tahu yang orang ramai sukar memahami perkara yang telah dialaminya itu.Kedua.w.w. satu daripada dua kemungkinan akan berlaku. Kesan kepada perbuatan adalah baru sementara perbuatan pula menunjukkan sifat si pembuat. kemungkinan ada orang yang mempercayainya tetapi kepercayaan itu tertuju kepada ibarat bukan kepada yang diibaratkan. maka mereka menganggapnya pembohong dan pembawa cerita khayal. BERKATA ORANG BIJAK PANDAI : “ MATAHARI SIANG TERBENAM PADA WAKTU MALAM TETAPI MATAHARI HATI TIDAK TERBENAM.yang diperolehi itu sangat berharga baginya dan dijaganya benar-benar.” —————————————————————Makhluk ini asalnya ‘adam (tidak ada).t tidak sedikit pun menyamai sifat Allah s. Apa saja . Ada perbedaan antara perbuatan dengan kesan perbuatan. melukis adalah perbuatan dan lukisan adalah kesan perbuatan. 2. Pemegang ilmu gahib golongan kedua tidak pula melalui proses pembelajaran dan latihan seperti golongan pertama. Oleh sebab mereka memperolehnya dengan mudah dan tanpa asas pengetahuan yang kuat.t. Nur Sifat Allah s. Lantaran mereka memahaminya mereka menyangka orang lain juga memahaminya.

berkatalah ia: “Inikah Tuhanku? Ini lebih besar”. bulan dan bintang adalah atsar yang mampu memberikan cahaya. Matahari.w.t berfirman dalam QS. tidak pudar dan tidak terbenam. dan supaya menjadilah ia dari orang-orang yang percaya dengan sepenuh-penuh yaqin. tidak ada satu pun yang boleh disekutukan atau disifatkan kepada Tuhan.s mendapat keyakinan yang teguh karena cahaya yang menerangi hati dan Rahasia hatinya tidak berubah.” Kemudian apabila dilihatnya bulan terbit (menyinarkan cahayanya). Kekeliruan tentang Tuhan terjadi karena manusia melihat kesan perbuatan Tuhan sebagai perbuatan.t. termasuklah perbuatan-Nya adalah: lays kamitslih syai’. Alam boleh menjadi bahan bukti karena sifatnya yang boleh dilihat dan ada kenyataan mengenainya Ia menjadi nyata karena ia diterangi oleh cahaya dan cahaya yang meneranginya adalah bahagian daripada atsar juga. ia melihat sebuah bintang (bersinar-sinar). sesungguhnya aku berlepas diri (bersih) dari apa yang kamu sekutukan (Allah dengannya). tidak ada sesuatu yang serupa dengan-Nya. Sesungguhnya aku hadapkan muka dan diriku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi. Kewujudan atsar hanya boleh dijadikan dalil untuk menunjukkan Wujud Maha Pencipta. ia berkata pula: “Wahai kaumku.s mencari Tuhan dengan matanya bersuluhkan cahaya-cahaya atsar.” Ibrahim a. Tidak ada dari kalangan atsar yang boleh dijadikan gambaran. Ahli ilmu merumuskan wujud alam menjadi bukti wujudnya Tuhan.s melihat dengan jelas bahwa atsar tetap atsar. Beliau a. Cahaya yang keluar darinya juga berubah-ubah. Jika tidak ada tindakan dari Maha Pencipta tentu tidak ada kewujudan yang menjadi kesan dari tindakan tersebut.s kecewa karena semua cahaya itu tidak menetap dan tidak bertahan. ia berkata pula: “Aku tidak suka kepada yang terbenam hilang. ia berkata: “Inikah Tuhanku?” Maka setelah bulan itu terbenam. Beliau a.s meninggalkan cahaya atsar dan menghadapkan hati serta Rahasia hatinya kepada Maha Pencipta. Setelah matahari terbenam. Jika dzat menjadi . ibarat atau lukisan untuk menceritakan tentang Pencipta atsar.w.w. Sifat atsar adalah berubah-ubah. Alam semesta adalah atsar. Al-An’aam: 75 – 79: “Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Nabi Ibrahim kebesaran dan kekuasaan (Kami) di langit dan di bumi. Kewujudan baru yang menjadi kesan kepada perbuatan Allah s. Kemudian apabila ia melihat matahari sedang terbit (menyinarkan cahayanya). kemudian meletakkan hukum bahwa perbuatan tidak berpisah daripada sifat dan sifat tidak berpisah daripada dzat. Barulah beliau a. berkatalah ia: “Demi sesungguhnya. Allah s. Lalu beliau a. dari terang kepada gelap dan seterusnya terbenam. lalu ia berkata: “Inikah Tuhanku?” Kemudian apabila bintang itu terbenam. Maka ketika ia berada pada waktu malam yang gelap. tidak menetap. niscaya menjadilah aku dari kaum yang sesat”. Oleh sebab itu perbuatan juga dzat.t dinamakan atsar.yang mengenai Allah s. jika aku tidak diberikan petunjuk oleh Tuhanku. sedang aku tetap di atas dasar tawhid dan bukanlah aku dari orang-orang yang menyenkutukan Allah (dengan sesuatu yang lain).

t tidak lagi dikelirukan oleh cahaya atsar dan benda-benda yang dipamerkan. Kualitas hati dan rahasia hati adalah mengenal. Al.a. Begitulah kesesatan yang terjadi akibat percobaan melihat Tuhan dengan suluhan cahaya atsar dan menggunakan hukum logika-matematik.t.w. Usaha untuk menemui keesaan Wujud Allah s.t itulah yang menerangi hati untuk menyaksikan kepada Tuhannya.w.w. hati dan rahasia hati yang dinisbatkan kepada ruh urusan Tuhan.w. jin dan lain-lain termasuk dalam golongan yang diperintah.w.t. Wujud-Nya Esa.t).w.t.t mau ditemui.w.” Ruh adalah amr (urusan atau perintah) Allah s.w. Nabi Muhammad s.w. Katakan. “ Ruh itu dari (perkara) urusan Tuhanku. mustahil ‘adam. Sirr yang menerima sinaran Nur sifat Allah membawa sifat-sifat yang menceritakan tentang sifat Allah s. Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya.w.Tuhan maka perbuatan juga Tuhan dan apa yang terbit dari perbuatan juga Tuhan. Pada tahap berkait dengan jasad ia dinamakan kalbu atau hati. Shaad:71–72: (Ingatlah peristiwa) tatkala Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menciptakankan manusia – Adam – dari tanah.s sebagai Khalil Allah. Tidak mungkin manusia menemui jalan yang sebenarnya jika mereka melalui jalan yang berdasarkan asal kejadiannya yaitu ‘adam. Manusia yang bukan nabi juga menerima pimpinan sirr yang menerima sinaran Nur sifat Allah dan dengan yang demikian . Pandangannya akan diliputi oleh atsar yang juga datang dari ‘adam.t. Kewujudan yang perlu disingkapkan itu adalah yang berhubung dengan Wujud Allah s.w dikenali sebagai Habib Allah. Firman-Nya dalam QS. Malaikat.t walau sedetik pun.t tetap Esa. Penciptaan yang demikian tidak menambahkan Wujud. Nabi Ibrahim a.w.w. Ia dinisbatkan kepada Allah s. Jika alam maya diterangi oleh cahaya atsar. ‘adam tetap tidak ada walaupun banyak makhluk yang diciptakan daripadanya. Kewujudan yang berhubung dengan Wujud Allah s. ‘Adam adalah lawan bagi Wujud. Mata hati menyaksikan rububiyah pada segala perkara.t yang menyinarinya.w. tidak berbilang sedangkan wujud atsar yang dari ‘adam berbilang-bilang. Pada tahap amr (urusan) Tuhan ia dipanggil sirr (rahasia Allah s. Allah s. serta Aku tiupkan padanya ruh (ciptaan)-Ku. Hati orang arif bi Allah yang diterangi oleh nur sifat Allah s. bukan yang datangnya dari ‘adam. Jika manusia berpaling kepada ‘adam maka dia akan terhijab dari Wujud Allah s.w.s sebagai Kalim Allah. Seseorang haruslah melihat kepada asalnya yaitu ‘adam (tidak wujud).t.w. maka hendaklah kamu sujud kepadanya.t. Ruh manusia adalah satu Rahasia Allah s. Nabi Isa a.s sebagai Ruh Allah.Israa’:85. bukan kepada Adam. Nur sifat Allah s. Semua kualitas yang baik adalah berkait dengan toh dan semua kualitas yang jahat berkait dengan ‘adam.” Dan dalam QS. hatinya menyaksikan rububiyah dan sirrnya (rahasia hati) tidak berpisah daripada Allah s.w. Manusia pilihan yang ditarik (majdzub) oleh sirr tersebut akan memakai sifat-sifat yang menceritakan hubungannya dengan Allah s.t.t dengan menuruti jalan ‘adam adalah sia-sia. Kewujudan aspek kedua mestilah disingkap jika Allah s. Tuhan adalah wujud.t itu adalah ruhani. atau rahasia hati. Nabi Musa a. Lahirnya sibuk dengan makhluk. tidak termasuk dalam golongan yang diperintah. Walau sebanyak mana pun makhluk yang diciptakan namun. diterangi oleh nur sifat Allah s.

Dan sesungguhnya mereka di Hadirat Kami adalah orang-orang pilihan yang sebaik-baiknya.w. Abu Bakar dikenali sebagai Al-Shiddiq dan Hamzah sebagai Singa Allah.w. Orang – orang hakiki yang sampai pada martabatnya bukan saja mulia di sisi Allah malah mendapat pula kemuliannya di tengah masyarakat.w.. Abdul Karim. Mereka hendaklah menjalani perguruan dengan guru – guru hakikat dan makrifat serta mursyid yang mempunyai pengetahuan yang luas serta mencapai pula ke tahap martabatnya. Untuk pengetahuan lebih jelas silakan bertanya pada guru-guru makrifat lagi mursyid.w. terdapat satu lagi untuk memendekatkan hubungan antara hamba dan tuhannya yaitu cara hakikat.t. Nabi Ibrahim dan Nabi Ishaq serta Nabi Ya’qub. yang mempunyai kekuatan (melaksanakan taat setianya) dan pandangan yang mendalam (memahami agamanya). Firman-Nya dalam QS. dengan cara membongkar. Abdul Wahab. Sesungguhnya Kami telah jadikan mereka suci bersih dengan sebab satu sifat mereka yang murni.t mempersucikan hambahamba pilihan-Nya dengan menyinari sirr mereka dengan nur sifat-Nya dan dengan itu mereka menjadi sebaik-baik hamba yang menjalankan perintah Allah s. Bagi mereka yang ingin melalui cara hakiki ini dinasihatkan terlebih dahulu melalui cara tarukat (menanggalkan). sebagai persediaan buat mereka untuk menanggung amanat Allah s. menyeliki dan menyaksikan diri sendiri yaitu diri rahasia yang ditanggung oleh dirinya dan berusaha untuk membentuk dirinya menjadi kamil-mukammil. Allah s.t. syirik “khafy” dan dan syirik “jaly”.t karena Sirr mereka disinari oleh Nur sifat Allah. Jangan sesekali bilang sesat niscaya sesat itu akan kembali pada diri sendiri yang mengatakan.mereka dikenali. “Dan (ingatkanlah peristiwa) hamba-hamba Kami.Cara hakikat merupakan cara yang ketiga yaitu satu cara mendalami ilmu hakikat dengan menyelami dan mengenali diri sendiri. Mereka yang menjalani pengajian ilmu hakiki ini akan berikhtiar dengan tekun dan tabah untuk mendekatkan hubungan dirinya dengan Allah s. Hamba-hamba pilihan itu mendapat gelaran yang dihubungkan dengan Allah s. dan mereka masingmasing adalah dari orang-orang yang sebaik-baiknya. Manusia lain pula ada yang dikenali sebagai Abdul Malik. Shaad:45– 48. arif bi Allah. Abdul Latif dan lain-lain.w. yang merupakan satu – satu jalan yang di lalui oleh wali – wali Allah.t. Selain dari cara syariaat dan cara tarekat. CARA HAKIKAT: Anjuran Dalam pengajian Ilmu Hakikat adalah dilarang sama sekali mendatangi dan juga pengetahuan ini di sampaikan kepada ulama syariat dan dinasihatkan supaya bertanya. thuruqat (menapak) dan berhasil pula membersihkan dirinya dari dari segala bentuk syirik “shaghir”. Dan (ingatkanlah peristiwa) Nabi Ismail dan Nabi Ilyasa’. yaitu sifat senantiasa memperingati negeri akhirat. berguru pada ahli hakikat lagi makrifat lagi mursyid. Adalah perlu ditegaskan di sini tujuan akhir pengajian HAKIKAT adalah untuk megembalikan diri Asal Mu Mula Allah yaitu pada . serta Nabi Dzulkifli.

MARTABAT TUJUH Dalam mengistilahkan Alam Tujuh atau Martabat Tujuh ini. Rasul Allah s.t bermula dari alam ghayb al-ghuyyub.Asal kejadian manusia yang dinyatakan melalui penjelasan pada Martabat Tujuh Atau Martabat Alam Insan. di dalam Al Quran yaitu dalam menyatakan tentang kewujudan Allah yang menjadi diri rahasia kepada manusia itu sendiri dan membahas proses penwujudan Allah untuk diterima oleh manusia sebagai diri rahasianya. 1.w.Lahir dan Batin yakni pada diri lahir dan diri batin pada martabat kemuliaan insan kamil mukammil.t. tetapi yang mencorakkannya menjadi kotor adalah ibubapaknya. ia tidak lepas dari istilah “Asal Mu Mula Balik Semula Pada Tuhan”. bahwa kelahiran seseorang kanakkanak itu dalam keadaan yang suci. tiada cacat celanya dengan Allah s. 1. Untuk itu pengajian hakikat ini mestilah ada kesinambungan dengan pengajian makrifat.w. Tiada sesuatu pun pada dirinya kecuali Allah semata-mata.w.t.a.” Jatuh hujunnya Asal Mu Allah Balik Mu semula Allah. di sini dua aspek utama dibahaskan.w pernah menegaskan dalam sabdanya. Diri manusia pada martabat “Insan Kamil” adalah sebatang diri yang suci mutlak pada lahir dan batin. 2. Sesungguhnya kata hakikat dan makrifat dua perkataan yang tidak boleh di pisahkan. ini di sandarkan pada firman-Nya yang berbunyi: “Inna lillah wa inna ilayh raji’un. bangsanya dan juga negaranya sekaligus dengan manusia itu sendiri hanyut mengikut gelombang godaan hidupnya di dunia ini. Inilah martabat yang benar-benar diridlai oleh Allah s. Dan balikmu semula Allah. Diri Empunya Diri mentajallykan dirinya dari satu martabat ke satu martabat atau dari satu alam ke satu satu alam. terkandung di dalam Surah AlIkhlas. Proses pemindahan atau Tajally Dzat Allah s. terbentuk diri lahir dan diri batin manusia ketika ia mulai bernafas di dalam kandungan ibu kemudian lahir ke dunia yaitu karena pada martabat ghayb al-ghuyyub adalah merupakan martabat manusia yang paling tingggi dan suci. Jadi ibu-bapaklah yang mencorakkan sehingga kanak-kanak kotor termasuk masyarakatnya. . Balik Mu semula Allah yaitu menerangkan persiapan untuk menyerah atau mengembalikan diri rahasia yang di kandung oleh jasad sebagaimana asalnya suci bersih. Lantaran itu. yaitu Tuan Empunya Rahasia. Oleh itu. Dalam kita memperkatakan alam atau Martabat Tujuh atau Martabat Alam Insan yang dikenali juga Martabat Tujuh.

1.MARTABAT TUJUH 1. Alam Ajsam. belum ada ada asma’.1 ALAM AHDAH Pada pembahasan alam ghayb al-ghuyyub yaitu pada martabat Ahdah di mana belum ada sifat. Wahdiah-Alam Wahdiah – Martabat Asma 4. Pada martabat ini diri Empunya Diri (Dzat Al-Haqq) Tuhan Rabb Al-Jalal adalah dengan dia semata-mata yaitu dinamakan juga Diri Sendiri. yaitu Sa (Esa-Satu) pada Dzat semata-mata dan inilah dinamakan martabat Dzat. Tingkatan tersebut secara umumnya sebagai berikut: 1. Adapun martabat Ahdah ini terkandung ia di dalam Al-Ikhlas pada ayat pertama: Qul huw Allah Ahad. Ahadah -Alam Lahut -Martabat Dzat 2. Dalam membahas tingkatan atau martabat pentajallyan Allah Tuan Yang Empunya Diri yang menjadi rahasia manusia ianya melalui tujuh tingkatan.Oleh sebab itu adalah menjadi tanggungjawab seorang manusia yang ingin kembali menuju jalan kesucian dan makrifat kepada tuhannya. Pada masa ini tida shifat.Alam Ibu 7. Alam Insan – Alam Nyata AL-IKHLAS (1-7) 1. Maka berdirilah Dzat itu dengan Dia semata-mata. Alam Mitsal – Alam Bapa 6. belum ada afa’al dan belum ada apa-apa lagi yaitu pada martabat la ta’yin. selayaknyalah dia mengembalikan dirinya ke suatu tahap yang dikenali “Kamil Al-Kamil” atau di namakan tahap Martabat Alam Insan. Alam Ruh-Alam Malakut -Martabat Afaal 5. tiada asma’ dan tida afa’al dan tiada apa-apa pun kecuali Dzat Mutlak semata-mata. Dalam keadaan ini dinamakan ‘Ayn Al-Kafur dan diri dzat dinamakan Ahdah jua atau dinamakan KUNH DZAT.2 ALAM WAHDAH . Wahdah-Alam Jabarut – Martabat Sifat 3. Dzat Al-Haqq telah menegaskan untuk memperkenalkan Diri-Nya dan untuk diberi tanggungjawab ini kepada manusia dan di tajallykanNya DiriNya dari satu peringkat ke peringkat sampai lahirnya manusia berbadan ruhani dan jasmani. Tidak ada permulaan dan tiada akhirnya yaitu Wujud Hakiki lagi qadim.

sifat batin dan asma batin. (Kesempurnaan sifat) Dzat Al-Haqq yang ditajallykannya itu telah sempurna cukup lengkap segala-gala. Di saat ini tidaklah berbau. Jadi pada peringkat ini . mentajallykan pula diri-Nya ke satu martabat Asma’ yakni pada martabat segala nama dan dinamakan martabat: Muhammad Munfashal. Diri Empunya Diri telah mentajallykan diri ke suatu martabat sifat yaitu “La ta’yin tsani”. Pada peringkat ini Dzat Allah Ta’ala mulai bersifat. Martabat ini dinamakan martabat noktah mutlak atau disebut juga Sifat Muhammadiyah. Dapat diumpamakan sepohon pokok besar yang subur yang masih di dalam dalam biji. belum ada rasa. Dia menyatakan. 1. maka Empunya Diri kepada Diri rahasia manusia ini. Martabat ini juga dinamakan martabat Martabat Wahdah. tetapi ia telah wujud. tatkala menilik wujud Allah. Pada peringkat ini juga telah terbentuk diri rahasia Allah dalam hakiki dan dalam batin. boleh dikatakan ruh di dalam ruh.” Martabat ini terkandung dalam “lam yalid” yaitu sifat qadim lagi baqa’.4 ALAM RUH Pada peringkat keempat di dalam Empunya Diri. setelah tajally Diri-Nya pada peringkat “la ta’yin awwal”. yaitu dalam keadaan “’Ayn Tsabitah”. mengolahkan diri-Nya untuk membentuk satu batang tubuh halus yang dinamaka ruh. tetapi nyata sebab itulah ia dinamakan Tsabit Nyata Pertama atau martabat la ta’yin awwal yaitu keadaan nyata tetapi tidak nyata (wujud pada Allah) tetapi tidak lahir. malah untuk mencium baunya pun belum dapat lagi. tetapi belum lahir. Masih terhimpun dan tersembunyi di samping telah lahir pada hakikinya. Apa yang dikatakan berhimpun lagi bercerai-cerai karena pada peringkat ini sudah dapat di tentukan jenis masing-masing. yaitu keadaan terhimpun lagi bercerai – cerai atau dinamakan “Hakikat Insan. Sifat-Nya itu adalah sifat batin jauh dari nyata. Dinyatakan Nyata tetapi Tetap Tidak Nyata. Artinya sesuatu keadaan yang tetap dalam rahasia Allah.Alam Wahdah merupakan peringkat kedua dalam proses pentajallyan. masih di dalam Ilmu Allah. Pada peringkat ini sebenarnya pada Hakiki Sifat. terkandung pada ayat “Allah AlShomad” yaitu tempat Dzat Allah tiada terselindung sedikit pun meliputi 7 petala langit dan 7 lapis bumi.3 ALAM WAHDIAH Pada peringkat ketiga. pengungkapan nyata yang pertama atau disebut juga martabat noktah mutlak yaitu ada permulaannyan. belum nyata di dalam nyata yaitu di dalam keadaan yang dikenal dengan istilah Ruh Idlafy. belum terlahir. Martabat ini dinamakan juga wujud idlofy dan martabat wujud ‘amm karena wujud di dalam sekalian jenis dan wujudnya bersandarkan pada Dzat Allah Dan Ilmu Allah. Pada peringkat ini Tuan Empunya Diri tidak lagi Berasma’ dan di peringkat ini terkumpul Dzat Mutlak dan sifat batin. Pada martabat ini keadaan tubuh diri rahasia telah terhimpun pada hakikinya Dzat. 1. tidak nyata.

Diri yang sempurna. Dia tidak mengalami cacat cela dan tidak mengalami suka. tetapi nyata dalam tidak nyata. Allah w. selepas saja rahasia diri Allah pada Alam Mitsal yang dikandung oleh bapak. Shifat dan Afa’alnya. Dan ia tetap hidup tidak mengenal ia akan mati. sakit. terus menyatakan diri-Nya melalui diri rahasia-Nya dengan lebih nyata dengan membawa diri rahasia-Nya untuk dikandung pula oleh bapak yaitu dinamakan Alam Mitsal. Ia merupakan peralihan dari alam Arwah (alam ruh) menuju ke alam nasut maka itu dinamakan ia Alam Mitsal dimana proses peryataan ini.t. Keadaan ini dinamakan Alam Kharijah yaitu nyata lagi lahir pada hakiki dari Ilmu Allah. 1. Diri rahasia Allah pada martabat Wujud Allah ini mulai di tajallykan kepada ubun-ubun bapak. yaitu dalam keadaan tidak bisa dibagaikan. asyik dan hancur binasa. pewujudan Allah pada martabat ini belum lahir. cukup lengkap seluruh anggota-anggota batinnya. Tubuh ini merupakan tubuh batin hakiki manusia dimana batin ini sudah nyata Dzat. yaitu pemindahan dari alam ruh ke alam Bapak (mitsal). “mani” yang kemudian disalurkan ke satu tempat yang berbaur diantara diri rahasia batin (ruh) dengan diri kasar Hakiki di dalam tempat yang dinamakan rahim ibu. dialah yang sebenarnyanya dinamakan Diri Nyata Hakiki Rahasia Allah dalam Diri Manusia. Perlu diingat. Inilah yang dinamakan keadaan Tubuh Hakikat Insan yang mempunyai awal tiada kesudahannya.dinamakan Martabat Ruh pada Alam Ruh.5 ALAM MITSAL Alam Mitsal adalah peringkat ke lima dalam proses pentajallyan Empunya Diri dalam menyatakan rahasia diriNya untuk ditanggung oleh manusia untuk menyatakan diri-Nya. Untuk menjelaskan lagi Alam Mitsal ini adalah dimana unsur ruhani yaitu diri rahasia Allah belum bercamtum dengan badan kebendaan. Inilah yang dinamakan “Khalidat Allah”. tubuh rahasia pada masa ini tetap hidup sebagaimana awalnya tetapi di dalam keadaan rupa yang elok dan tidak binasa dan belum lagi lahir. Alam mitsal jenis ini berada di Alam Malakut. tiada cela. . Martabat ini terkandung di dalam “walam yulad”. maka berpindah pula diri rahasia ini melalui “Mani” bapak ke dalam rahim Ibu dan ini dinamakan Alam Ajsam. Tubuh ini dinamakan ia “Jisim Lathif” yaitu satu batang tubuh yang liut lagi halus. Dan berdirilah ia dengan diri tajally Allah dan hiduplah ia buat selama-lamanya. 1. Alam Mitsal ini terkandung ia di dalam “walam yakun “. tida cacat. menangis.w. Dan seterusnya menjadi “di”: “wadi”.6 ALAM AJSAM Pada peringkat keenam. duka. Maka terbentuklah apa yang di katakan “Manikam” ketika berlakunya bersetubuhan diantara laki-laki dengan perempuan (Ibu dan Bapak).

Ada pun tujuan utama pengkajian dan keyakinan Martabat Alam Insan ini. Dengan kata lain untuk memperpanjangkan kajian. 3. Kemudian lahirlah seoarang insan melalui faraj ibu. 6.t. Proses penyerahan kembali rahasia Allah ini hendaklah bermulah dari alam maya ini lantaran itu persiapan untuk balik kembali asalnya mula kembalimu semula hendaklah disegerakan tanpa berlengah-lengah lagi.TUJUAN MARTABAT ALAM INSAN 1. 1. kita juga dapat mengetahui pada hakikatnya dari mana asal mula diri kita sebenarnya hinggalah kita lahir di alam maya ini. maka berkumpullah seluruh proses pewujudan dan peryataan diri rahasia Allah s. Yaitu menjadi satu pada lahirnya kedua-dua badan ruhani dan jasmani. Dalam pada itu dapat pula kita mengetahui pada hakikatnya kemana diri kita harus kembali. bermulalah tugas manusia untuk menggembalikan balik diri rahasia Allah itu kepada Tuan Empunya Diri. 2. Oleh karena ia merupakan satu perkumpulan seluruh alam-alam lain. Bertujuan memahami dan memegang satu keyakinan Mutlak bahwa diri kita ini sebenar – benarnya bukanlah diri kita. Maka alam insan ini dapat dikatakan satu alam yang terkumpul seluruh proses pentajallyan diri rahasia Allah dan pengumpulan seluruh alam-alam yang ditempuhi dari satu peringkat ke satu peringkat dan dari satu martbat ke satu martabat. Dalam memperkatakan Martabat Alam Insan Dengan memahami Martabat Alam Insan ini. Apakah tujuan sebenar diri kita di lahirkan. dan akhirnya ia menjadi “Kamil Al-Kamil”. tetapi kembalikan semula asalnya Tuhan. 5.w. Dan Allah ta’ala . maka disaat ini sampailah ia pada Martabat Alam Insan.Martabat ini dinamakan martabat “Inssan Kamil” yaitu batang diri rahasia Allah telah dikamilkan dengan kata diri manusia. Selepas cukup tempuh dan masanya dan diri rahasia Allah yang menjadi “Kamil Al-Kamil” itu dilahirkan dari perut ibunya. Sesungguhnya martabat kanak-kanak yang baru dilahirkan itu adalah yang paling suci yang dinamakan “Insan Kamil”. Martabat ini terkandung ia di dalam “lahu kufuwan” yaitu bersekutu dalam keadaan “Kamil Al-Kamil” dan nyawa pun di masukkan dalam tubuh manusia. maka mulai alam maya yang fana ini. 2. ini terkandung ia di dalam “Ahad” yaitu Sa (Esa-Satu). Di dalam keadaan ini. maka sudah pastilah kita dapat mengetahui bahwa diri kita ini adalah pantulan sifat Allah ta’ala semata-mata. Diri sifat yang ditajallykan untuk menyatakan sifat-Nya sendiri yakni pada alam shaghir dan alam kabir. di dalam tubuh badan insan yang mulai bernafas dan dilahirkan ke alam maya yang fana ini.7 ALAM INSAN Alam ketujuh yaitu alam Insan. 4.

maka pada Alam Insan inilah kita memulakan langkah untuk mensucikan sifat diri kita ini pada martabat sifat kepada martabat ketuuhanan kembali yaitu asal mula diri kita sendiri atau Martabat Dzat. Firman-Nya: ‘Inna lillah wa inna ilayh raji’un’. Lantaran itulah tugas manusia semestinya mengenal hakikat diri ini lalu balik untuk mengembalikan amanah Allah s. Sekian peryataan kuliah ini akan di sambung di lain kali.memuji Diri-Nya dengan asma’-Nya sendiri dan Allah ta’ala menguji Diri-Nya sendiri dengan Afa’al-Nya sendiri. Dalam memaparkan Martabat Alam Insan kita membahas diri kita sendiri. Oleh yang demikian wujud atau lahir kita ini bukan sekali-kali diri kita. Sebagaimana dikatakan dalam hadis qudsy: ‫بنٌت فى جوف ابن ادم قصرا وفى القصر صدرا وفى الصدر قلبا (وفى القلب) فوءادا وفى الفوءاد شغافا وفى الشغاف لبا‬ ‫وفى اللب سرا وفى السر أنا‬ . maka manusia itu semestinya mempertingkatkan kesuciannya sampai ke peringkat asal kejadian rahasia Allah ta’ala.t diri kita pada Martabat Ahdah menyatakan diri-Nya dengan sifatNya sendiri dan memuji sifat-Nya sendiri dengan asma-Nya sendiri serta menguji sifat-Nya dengan af’al-Nya sendiri. Setelah mengetahui dan memahami secara jelas lagi terang bahwa asal kita ini adalah dari Tuhan pada Martabat Ahdah dan nyatanya kita sebagai pantulan sifat-Nya pada Martabat Alam Insan.PROSES MENGEMBALIKAN DIRI Dalam proses menyucikan diri dan mengembalikan rahasia kepada Tuhan Empunya Rahasia. Sesunggunya Allah dalam mengenalkan diri-Nya melalui lidah dan hati manusia. “Sesungguhnya asal dirimu itu dari Allah dan hendaklah kembali pulang kepada-Nya (Tuhan Asal Diri Mu)”.w. tetapi sebenarnya diri kita ini adalah penyata kepada diri Tuhan semesta alam semata-mata. Diri kita dari sifat Tuhan yang berasal daripada ghayb al-ghuyub (Martabat Ahdah) yaitu pada martabat Dzat hingga lahir kita bersifat dengan sifat bangsa Muhammad. (21/08/2004) 3. Sesungguhnya tiada sesuatu sebenarnya pada diri kita kecuali diri sifat Allah. tersebut sebagaimana mula proses penerimaan amanahnya pada peringkat awalnya. Manusia ini sebenarnya mesti menapaki dan melalui dari Alam Insan pada nafsu amarah ke Martabat Dzat yaitu nafsu Kamaliah yaitu maqam “Izzat Al-Ahdah”. Sesungguhnya Allah s.t. Tuhan semesta semata-mata. maka Dia telah mentajallykan Diri-Nya menjadi rahasia kepada diri manusia.w.

Latifatul-qolby Di sini letaknya sifat-sifat syetan. 2. khusyu’. tadarru dan tafakur. ketahayulan dan lain-lain. 4. Latifatul-roh Di sini letaknya sifat bahimiyah (binatang jinak) menuruti hawa nafsu. Latifatus-sirri Di sini letaknya sifat-sifat syabiyah (binatang buas) yaitu sifat zalim atau aniaya. kemusyrikan. letaknya tepat diantara dua kening. letaknya dua jari dibawah susu sebelah kanan. Latifah kullu-jasad . . letaknya ditengah-tengah dada. .TUJUH LATHIFAH SIMPUL BATHIN By kisunan Dan 7 titik batin yang kita sebut dengan lathifah. 3. letaknya dua jari diatas susu sebelah kanan. pemarah dan pendendam. . kekufuran. Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah diganti dengan sifat-sifat syukur dan sabar. iblis. . khianat dan sifat-sifat syaitoniyah. yaitu: 1. letaknya dua jari dibawah susu sebelah kiri. Latifatul-akhfa Di sini letaknya sifat-sifat robbaniyah yaitu riya’. suma’ dan lain-lain. . Tauhid dan Ma’rifat. takabbur. Latifatul-khafi Di sini letaknya sifat-sifat pendengki. ujub. Latifatun-nafsun-natiqo Di sini letaknya sifat-sifat nafsu amarrah banyak khayalan dan panjang angan-angan. Ihsan. letaknya dua jari diatas susu sebelah kiri. 6. Islam. Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah diganti dengan sifat-sifat ikhlas. Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya. Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah di isi dengan khusyu’ dan tawadhu’. 7. Insya Allah pada tingkat ini diganti dengan Iman. 5. Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah diganti dengan sifat-sifat tenteram dan pikiran tenang. Kita buat dzikir sebanyakbanyaknya Insya Allah diganti dengan sifat kasih sayang dan ramah tamah.

letaknya diseluruh tubuh mengendarai semua aliran darah kita yang letak titik pusatnya di tepat ditengah-tengah ubun-ubun kepala kita. . Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah diganti dengan sifatsifat ilmu dan amal .Di sini letaknya sifat-sifat jahil “ghaflah” kebendaan dan kelalaian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful