P. 1
cendawan

cendawan

|Views: 73|Likes:

More info:

Published by: Dyah Riska Anggraini on May 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

7.1. Ciri dan sifat fungi (cendawan) Fungi dalam bahasa Indonesia disebut cendawan.

Ciri-ciri cendawan secara umum ialah makhluk hidup eukariotik, heterotrofik (tidak memiliki klorofil), memperoleh nutrisi melalui absorbsi dan enegi simpanannya berupa glikogen. Cendawan mempunyai struktur somatik bersel satu atau banyak (multiseluler), kebanyakan berupa hifa dengan komponen utama dinding selnya ialah zat kitin, serta berkembang biak secara seksual dan aseksual dengan membentuk spora. Dalam definisi ini, cendawan mencakup jamur, kapang, dan khamir. Jamur (mushroom) ialah cendawan yang tubuh buahnyaberukuran besar dan sebaliknya kapang (moulds) ialah cendawan yang berukuran renik. Khamir (yeast) ialah cendawan bersel tunggal. Cendawan bukanlah tumbuhan atau hewan. Cendawan tidak memiliki klorofil seperti tumbuhan sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis dan menyimpan karbohidratnya dalam bentuk glikogen bukan pati seperti pada tumbuhan. Cendawan tidak menelan dan mengunyah makanan seperti pada hewan, melainkan merombak makanannya di luar tubuh secara enzimatik dan diserap melalui hifa. Cendawan termasuk makhluk hidup eukariotik karena sudah memiliki inti sel yang terbungkus membran. Hidupnya bersifat heterotrof dengan menggunakan bahan organik yang sudah tersedia. Bahan organik yang digunakan dapat berupa bahan organik mati (saprotrof) atau bahan organik hidup (simbiosis). Simbionsis dapat bersifat antagonistik (Gambar 7.1) dan mutualistik (Gambar 7.2). Cendawan yang melakukan simbioisis antagonistik dapat menyebabkan penyakit parasitik yang merugikan makhluk hidup inangnya. Sebaliknya, cendawan yang membentuk simbiosis mutualistik menguntungkan baik inang maupun cendawannya itu sendiri. Inang untuk cendawan ialah tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme termasuk cendawan.

Gambar 7.1. Cendawan Ustilago maydis parasit pada jagung yang menyebabkan penyakit gosong.

Gambar 7.2.

2. Beberapa jenis cendawan memiliki hifa dengan sekat-sekat melintang yang dinamakan septa. dan kingdom Fungi disebut cendawan sejati atau eufungi. Kingdom Chromista disebut cendawan semu atau pseudofungi. Ciri-ciri dari spora seksual digunakan dalam pengelompokan cendawan ke tingkat filum.1 Sistematika. ultrastruktur. Cendawan sejati terdiri atas 5 filum yaitu Chytridiomycota. filum Basidiomycota dan form-filum Deuteromycota. filum Zygomycota. Protoctista dan Fungi. kingdom Chromista atau cendawan semu dan kingdom Fungi atau cendawan sejati dibagi dalam beberapa filum. dan klamidospora. Haustoria adalah hifa yang berfungsi sebagai organ penyerap makanan atau menempel pada inang. Pada cendawan yang hidup sebagai parasit terdapat hifa yang mengalami modifikasi menjadi haustoria. filum Ascomycota. Struktur somatik cendawan berupa sel tunggal (a). keragaman. Bahasan dalam buku ini utamanya mencakup cendawan anggota kingdom Fungi atau cendawan sejati dan sebagian anggota kingdom Chromista yang mempunyai peranan penting dalam bidang pertanian. Berdasarkan ciri reproduksi sebagai pembeda utama. Hifa yang memiliki sekat dinamakan hifa bersekat atau bersepta. 7.2. Hifa merupakan tabung-tabung kecil berisi sitoplasma dan nukleus. Terdapat bermacam-macam spora aseksual yang dibentuk oleh cendawan. Pembentukan spora seksual melibatkan proses perkawinan. Dinding sel hifa umunya tersusun atas kitin. hifa dapat berkembang membentuk struktur reproduksi. Struktur somatik cendawan multiseluler tersusun atas benangbenang yang disebut hifa. Ketiga kingdom ini ialah Chromista. dan peranan fungi (cendawan) dalam bidang pertanian Berdasarkan perkembangan sistematika cendawan terkini yang menggunakan ciri-ciri seperti evolusi.3). Kumpulan hifa akan membentuk jalinan yang disebut miselium. Selain menyerap makanan. Cendawan yang dahulunya menempati satu kingdom yaitu fungi sekarang terpisah menjadi 3 kingdom. yaitu fungus (mushroom) yang berarti tumbuh dengan subur. hifaseptat (b) dan hifa aseptat (c). Cendawan dapat berproduksi secara aseksual dan seksual dengan membentuk spora. Adapun hifa yang tidak memiliki sekat dinamakan asepta atau senositik (Gambar 7. Kingdom Chromista terdiri dari 2 filum yaitu Hyphochytridiomycota dan filum Oomycota. Istilah jamur berasal dari bahasa Yunani. Hifa senositik memiliki banyak inti. biokimia dan molekuler untuk kriteria pembentukan takson maka kingdom (dunia) fungi ditata ulang. Gambar 7.Cendawan simbiosis mutualistik antara cendawan endomikoriza dan akar tanaman hortikultura. antara lain ialah konidium (jamak: konidia). sporangiospora (spora). Istilah ini selanjutnya ditujukan kepada jamur yang . Peranan fungi (cendawan) dalam bidang Pertanian 7. kingdom Protoctista disebut cendawan protozoa. kariogami dan meiosis.3.

Dinding sel jamur terdiri atas selulosa dan kitin sebagai komponen yang dominan. tidak bersifat fagotrof. 1991). dan memperoleh nutrien dengan cara absorpsi (Gandjar. atau berinti tunggal (mononukleat). Jamur mempunyai dua karakter yang sangat mirip dengan tumbuhan yaitu dinding sel yang sedikit keras dan organ reproduksi yang disebut spora. Spora jamur terutama spora yang diproduksi secara seksual berbeda dari spora tumbuhan tinggi secara penampakan (bentuk) dan metode produksinya (Alexopoulus dan Mimms. dinding sel spora mengandung kitin.. et al. kumpulan hifa disebut miselium.. umumnya memiliki hifa yang berdinding yang dapat berinti banyak (multinukleat). Organisme yang disebut jamur bersifat heterotrof. . warna. Adanya perbedaan ukuran. 2006). Tubuh terdiri dari benang yang bercabang-cabang disebut hifa. et al. beberapa karakteristik umum dari jamur yaitu: jamur merupakan organisme yang tidak memiliki klorofil sehingga cara hidupnya sebagai parasit atau saprofit. berkembang biak secara aseksual dan seksual. 1988). 1979). Tubuh buah suatu jenis jamur dapat berbeda dengan jenis jamur lainnya yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan tudung (pileus). tidak berfotosintesis. tidak berplastid. serta bentuk dari pileus dan stipe merupakan ciri penting dalam melakukan identifikasi suatu jenis jamur (Smith. tangkai (stipe). dan lamella (gills) serta cawan (volva).memiliki tubuh buah serta tumbuh atau muncul di atas tanah atau pepohonan (Tjitrosoepomo. Kitin adalah polimer dari gugus amino yang lebih memiliki karakteristik seperti tubuh serangga daripada tubuh tumbuhan. Menurut Alexopoulus dan Mimms (1979).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->